Dokumen Pendukung UK 1-9
|
|
|
- Benny Wibowo
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1
2 Dokumen Pendukung UK 1-9
3 1. Rekomendasri dari atasan 1. Sesuai elemen kompetensi
4 2. Training Need Analysis atau yang sejenis Dokumen TNA menjawab pertanyaan berikut: a. Siapa Kelompok Sasaran yang akan disuluh? b. Apa yang diharapkan dari mereka terkait antikorupsi? c. Materi apa yang harus diberikan agar mereka bisa mencapai target dalam antikorupsi? d. Dari materi yang harus dikuasai: mana yang sudah mereka miliki dan mana yang belum?
5 3. GBPP/silabus atau yang sejenis Dokumen GBPP/Silabus memuat komponen berikut: a. Judul silabus dan identitas penyuluh b. Standar Kompetensi yang harus dicapai Kelompok Sasaran sebagai hasil belajarnya c. Kompetensi Dasar d. Materi Pokok/Pembelajaran e. Kegiatan Pembelajaran f. Indikator g. Penilaian h. Alokasi Waktu i. Sumber Belajar
6 4. Lesson Plan/Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Dokumen Lesson Plan memuat komponen berikut: a. Judul lesson plan dan identitas penyuluh b. Waktu dan tempat penyuluhan c. Kelompok sasaran d. Tujuan umum yang ingin dicapai dalam penyuluhan e. Objectives/learning outcomes: apa yang diharapkan dapat dicapai Kelompok Sasaran dalam penyuluhan f. Alat bantu ajar: poster, hand out/buku ajar, multimedia g. Materi singkat/intisari h. Metode pembelajaran i. Tahapan/Prosedur dan durasi j. Evaluasi untuk menguji pemahaman maupun penguasaan k. Tindak Lanjut setelah penyuluhan
7 5. TOR/Kerangka Acuan Kerja atau yang sejenis Dokumen TOR memuat komponen berikut: a. Judul kegiatan b. Latar belakang c. Tujuan penyuluhan d. Waktu dan tempat pelaksanaan e. Tim penyuluh yang bertugas f. Setting ruangan g. Check list kebutuhan Bahan ajar, media, perangkat evaluasi, peralatan, dan perlengkapan
8
9
10 6. Rekaman melakukan penyuluhan Rekaman penyuluhan menunjukkan asesi mampu: a. Membuka penyuluhan secara menarik b. Memperkenalkan diri c. Menyampaikan tujuan penyuluhan d. Menyampaikan materi secara jelas dan interaktif e. Menutup penyuluhan dengan menyampaikan rangkuman materi dan ajakan untuk bertindak melawan korupsi
11 7. Rekaman memandu diskusi interaktif Rekaman memandu diskusi interaktif menunjukkan asesi mampu: a. Melemparkan pertanyaan untuk diskusi interaktif. b. Memancing reaksi kelompok sasaran terhadap pertanyaanpertanyaan yang dilemparkan c. Memetakan reaksi-reaksi dari Kelompok Sasaran dipetakan. d. Merekonsiliasi reaksi-reaksi yang bertentangan.
12 8. Rekaman memfasilitasi bermain peran Rekaman memfasilitasi bermain peran menunjukkan asesi mampu: a. Memandu peserta untuk membuat skenario/simulasi bermain peran b. Memfasilitasi peserta membagi peran diantara Kelompok c. Memfasilitasi pelaksanaan bermain peran d. Memfasilitasi hikmah/insight/refleksi dari kegiatan simulasi
13 9. Materi Penyuluhan untuk Menumbuhkan Semangat Melawan Korupsi Materi Penyuluhan (dapat berupa slide powerpoint, buku, video, atau media lainnya) memuat materi antara lain: a. Gambaran kondisi Indonesia Jika Tanpa Korupsi b. Informasi mengenai Indeks Persepsi Korupsi c. Peringkat IPK Beberapa Negara dalam 5 Tahun Terakhir d. Belajar kepada Negara-Negara yang Relatif Bersih dari Korupsi e. 10 Potensi yang dimiliki Indonesia untuk Mewujudkan Impian Tanpa Korupsi
14 10. Materi Penyuluhan untuk Menyadarkan Bahaya dan Dampak Korupsi Materi Penyuluhan (dapat berupa slide powerpoint, buku, video, atau media lainnya) memuat materi antara lain: a. Dampak Korupsi terhadap berbagai bidang b. Kerugian Negara Akibat Korupsi di Indonesia c. Kerugian Negara vs Hukuman Koruptor d. Hubungan antara Dampak Korupsi dan Biaya Sosial Korupsi e. Konsep Biaya Sosial Korupsi f. Seandainya Uang yang Dikorupsi Digunakan untuk Pembangunan
15 11. Materi Penyuluhan untuk Membangun Cara Berpikir Kritis terhadap Masalah Korupsi Materi Penyuluhan (dapat berupa slide powerpoint, buku, video, atau media lainnya) memuat materi antara lain: a. Pengertian Korupsi b. Dasar Hukum Pemberantasan Korupsi di Indonesia c. 30 Delik Tindak Pidana Korupsi dan pengelompokannya d. Contoh kasus tindak pidana korupsi berdasarkan jenis tindak pidana korupsinya e. Tindak Pidana Lain yang terkait dengan Proses Pemeriksaan Perkara Korupsi f. Perbedaan Gratifikasi, Uang Pelicin, Pemerasan, dan Suap g. Faktor-faktor dan teori penyebab korupsi h. Strategi dan Rencana Aksi Pemberantasan Korupsi
16 12. Materi Penyuluhan untuk Meningkatkan Pengetahuan Antikorupsi Materi Penyuluhan (dapat berupa slide powerpoint, buku, video, atau media lainnya) memuat materi antara lain: a. pengetahuan yang diperlukan dalam melaksanakan rencana aksi Kelompok Sasaran, misalnya pengetahuan tentang penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi, LHKPN, Gratifikasi, Pengaduan Masyarakat
17 13. Materi Penyuluhan untuk Meningkatkan Keterampilan Antikorupsi Materi Penyuluhan (dapat berupa slide powerpoint, buku, video, atau media lainnya) memuat materi antara lain: a. Keterampilan yang diperlukan dalam melaksanakan rencana aksi Kelompok Sasaran, misalnya keterampilan tentang cara-cara melaporkan dugaan perkara dugaan tindak pidana korupsi, cara-cara melaporkan LHKPN, cara-cara melaporkan penerimaan Gratifikasi, cara-cara mendongeng, cara-cara membuat media kampanye, dll
18 14. Materi Penyuluhan untuk Membangun Sikap Antikorupsi Materi Penyuluhan (dapat berupa slide powerpoint, buku, video, atau media lainnya) memuat materi antara lain: a. Nilai nilai antikorupsi b. Contoh Kode etik profesi/organisasi c. Pengertian integritas d. Indikator seseorang berintegritas
19 15. Perangkat Evaluasi Pembelajaran Dokumen Perangkat Evaluasi Pembelajaran memuat komponen antara lain: a. Perangkat evaluasi untuk mengukur reaksi/kepuasan peserta dalam penyuluhan b. Perangkat evaluasi untuk mengukur tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan dalam penyuluhan c. Form rencana tindak lanjut yang akan dilakukan peserta setelah mengikuti penyuluhan antikorupsi
20 16. Laporan Pelaksanaan Kegiatan Dokumen Laporan Pelaksanaan Kegiatan memuat komponen antara lain: a. Judul kegiatan penyuluhan b. Pendahuluan Latar belakang kegiatan Maksud dan tujuan kegiatan c. ISI LAPORAN Jenis kegiatan Petugas kegiatan Peserta kegiatan Hasil kegiatan d. Penutup Dasar hukum kegiatan Ruang lingkup Tempat dan waktu Persiapan dan rencana kegiatan Kesulitan dan hambatan Kesimpulan dan saran
21 17. Naskah Safety Briefing Naskah Safety Briefing memuat informasi antara lain: a. Tujuan safety briefing b. Denah dan tempat-tempat penting di lokasi penyuluhan c. Langkah K3 ketika terjadi keadaan darurat
22 18. Rekaman melakukan Safety Briefing Rekaman melakukan Safety Briefing menunjukkan bahwa asesi mampu: a. Memperkenalkan diri b. Menyampaikan informasi sesuai naskah safety briefing c. Meminta tanggapan singkat dari peserta
23 19. Laporan Penerapan K3 Dokumen Laporan Penerapan K3 memuat informasi: a. Hasil identifikasi kebutuhan dan langkah K3 di lokasi penyuluhan (Lokasi tempat penyuluhan sesuai Standar K3. konfirmasi Penanggung jawab lokasi tempat penyuluhan penyelenggara, Fasilitas penunjang K3 yang tersedia, tempat dan jalur evakuasi untuk penyelamatan dalam keadaan darurat, Keberadaan dan penanggung jawab lokasi serta fasilitas kesehatan) b. Check list Hasil pemantauan pelaksanaan penyuluhan dari aspek K3 (Potensi yang dapat menimbulkan keadaan darurat) c. Langkah antisipasi K3 dilakukan apabila terjadi potensi keadaan darurat sesuai dengan prosedur
24 20. Laporan Penanganan Konflik yang Muncul dalam Penyuluhan Dokumen Laporan Penanganan Konflik yang Muncul dalam Penyuluhan memuat informasi: a. Identifikasi situasi konflik yang terjadi b. Strategi resolusi konflik yang diimplementasikan c. Notulensi diskusi dan negosiasi
25 Dokumen Pendukung UK 10-17
26 21. Daftar dan profil komunitas yang telah dibina dalam 5 tahun terakhir Dokumen daftar dan profil komunitas memuat komponen antara lain: a. Daftar komunitas memuat: nama komunitas, kontak person komunitas, nama koordinator komunitas, bergerak di bidang apa (focus isu); b. Identitas komunitas memuat: Nama komunitas Alamat Pengurus komunitas Kontak person Visi dan misi komunitas Struktur organisasi Fokus isu Sumber dana Porto folio (produk, )
27 22. Analisis SWOT/rencana/ pedoman/referensi pembentukan komunitas Dokumen SWOT memuat informasi antara lain: a. Kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman tehadap pengembangan komunitas; b. Strategi apa yang ditetapkan berdasarkan hasil analisis SWOT tersebut c. Dasar hukum terkait pembentukan komunitas
28 23. Daftar nama champion di komunitas yang dibina Dokumen daftar nama champion memuat komponen antara lain: a. Kriteria penentuan champion b. Nama champion c. Posisi/jabatan dalam organisasi d. Alamat, nomor kontak (cell phone, , fb, ) e. Alamat media sosial f. Fokus isu (bergerak di bidang apa) g. Lampiran CV
29 24. Rencana Kerja Komunitas Dokumen rencana kerja komunitas memuat komponen antara lain: a. Judul rencana kerja komunitas b. Tujuan yang ingin dicapai c. Rencana aksi yang akan dilakukan c. Penanggung jawab d. Kelompok sasaran e. Pihak-pihak yang terlibat f. Ukuran keberhasilan g. Target capaian h. Metode yang digunakan
30 25. Kegiatan peningkatan kapasitas yang dilakukan untuk mendukung rencana kerja Dokumen kegiatan peningkatan kapasitas memuat komponen antara lain: a. Jenis kegiatan b. Latar belakang kegiatan c. Maksud dan tujuan kegiatan d. Ruang lingkup kegiatan e. Dasar hukum kegiatan (misal pedoman/panduan) f. Hasil yang diharapkan g. Hasil pelaksanaan kegiatan h. Tantangan yang dihadapi i. Tindak lanjut dan rekomendasi Hasil kegiatan dituangkan dalam laporan mencakup hal-hal tersebut di atas
31 26. Kegiatan kegiatan/aksi komunitas yang dilakukan secara mandiri Dokumen kegiatan/aksi komunitas secara mandiri memuat komponen antara lain: a. Jenis kegiatan b. Latar belakang kegiatan c. Maksud dan tujuan kegiatan d. Ruang lingkup kegiatan e. Metode atau pedoman yang diterapkan f. Kriteria komunitas yang terlibat g. Dasar hukum kegiatan (misal pedoman/panduan) h. Hasil yang diharapkan i. Hasil pelaksanaan kegiatan j. Tantangan yang dihadapi k. Tindak lanjut dan rekomendasi Hasil kegiatan dituangkan dalam laporan mencakup hal-hal tersebut di atas
32 27. Kronologi/logbook/ dokumentasi koordinasi dengan komunitas/media komunikasi internal komunitas Dokumen kronologi/logbook/dokumentasi koordinasi dengan komunitas/media komunikasi internal komunitas memuat komponen antara lain: a. Hasil identifikasi kebutuhan komunikasi Kelompok Sasaran; b. Strategi komunikasi yang digunakan c. Pedoman yang digunakan d. Langkah yang dilakukan untuk menghadapi tantangan yang ditemukan e. Kriteria yang digunakan untuk menilai efektifitas komunikasi
33 28. Laporan aksi kolaborasi komunitas yang pernah dilakukan Dokumen Laporan Pelaksanaan Kegiatan memuat komponen antara lain: a. Pendahuluan Maksud dan tujuan Ruang lingkup kolaborasi Kelompok sasaran (siapa/pihak mana saja) c. Hasil: Manfaat kolaborasi bagi Kelompok Sasaran Tahapan pelaksanaan kolaborasi yang telah dilakukan Output yang dicapai Dampak dari pelaksanaan kolaborasi Tantangan yang dihadapi Tindak lanjut dan rekomendasi
34 29. Dokumentasi foto/video/liputan berita aksi kolaborasi komunitas Dokumen dimaksud memuat evidence terkait dengan pelaksanaan kolaborasi komunitas antara lain: a. Foto/video/liputan berita terkait ruang lingkup kolaborasi komunitas; b. Isi liputan berita mencakup informasi terkait pihak-pihak yang terlibat dalam kolaborasi, apa tujuan kolaborasi, apa dampaknya, tindak lanjut yang akan dilakukan dan rekomendasi c. Sumber data/informasi
35 30. Laporan mobilisasi komunitas yang pernah dilakukan Dokumen Laporan Pelaksanaan Kegiatan memuat komponen antara lain: a. Pendahuluan Maksud dan tujuan Ruang lingkup kolaborasi Kelompok sasaran (siapa/pihak mana saja) c. Hasil: Manfaat kolaborasi bagi Kelompok Sasaran Tahapan pelaksanaan kolaborasi yang telah dilakukan Output yang dicapai Dampak dari pelaksanaan kolaborasi Tantangan yang dihadapi Tindak lanjut dan rekomendasi
36 31. Dokumentasi foto/video/liputan berita mobilisasi komunitas Dokumen dimaksud memuat evidence terkait dengan pelaksanaan mobilisasi komunitas antara lain: a. Foto/video/liputan berita terkait ruang lingkup mobilisasi komunitas; b. Isi liputan berita mencakup informasi terkait pihak-pihak yang terlibat dalam mobilisasi, apa tujuan mobilisasi, apa dampaknya, tindak lanjut yang akan dilakukan dan rekomendasi c. Sumber data/informasi
37 Dokumen Pendukung UK 18-20
38 32. Profil program/ gerakan antikorupsi yang dipantau dan dievaluasi Dokumen profil program/gerakan antikorupsi memuat komponen antara lain: a. Acuan/logical framework yang digunakan dalam melakukan pemantauan dan evaluasi, apakah menggunakan pendekatan Result based Management (RbM) berisi: Nama program, jangka waktu program (jangka menengah) Goal Outcome Outputs Indikator keberhasilan Tahapan program Kelompok Sasaran, Pihak-pihak yang terlibat
39 33. Dokumen laporan pemantauan dan evaluasi Dokumen Laporan pemantauan dan evaluasi memuat komponen antara lain: a. Judul program pemantauan dan evaluasi b. Pendahuluan Latar belakang Waktu pelaksanaan Maksud dan tujuan Personil yang bertanggung jawab Instrumen yang diterapkan Responden yang dipilih c. Hasil Hasil analisis pemantauan dan evaluasi rencana tindak lanjut (kebutuhan program berikutnya) Kesimpulan dan rekomendasi d. Penutup Paparan hasil pemantauan dan evaluasi program kepada pihak yang berkepentingan
40 34. Dokumen laporan memfasilitasi penguatan kapasitas kelembagaan dan Kelompok Sasaran Dokumen Laporan Fasilitasi Penguatanmemuat komponen antara lain: a. Judul program fasilitasi, nama lembaga/kelompok Sasaran yang dikuatkan kapasitasnya, periode (untuk berapa tahun), tempat/lokasi b. Pendahuluan Latar belakang Kebutuhan fasilitasi Maksud dan tujuan Ruang lingkup/progra, Kriteria sasaran fasilitasi Teknik fasilitasi yang diterapkan c. Hasil Hasil analisis Capaian rencana tindak lanjut (kebutuhan program berikutnya) Kesimpulan dan rekomendasi d. Penutup
41 Terima Kasih aclc.kpk.go.id INOVASI PORTAL PEMBELAJARAN ANTIKORUPSI
Visi Menjadi LSP terbaik di Indonesia yang melahirkan profesional handal dan berdaya saing global dalam upaya pemberantasan korupsi
Profil LSP KPK Dalam upaya mendukung percepatan pemberantasan korupsi di Indonesia agar lebih efektf, profesional, dan berdampak, KPK membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang bersifat indenpenden.
Pembangunan Integritas Bisnis
AKSI KOLABORATIF Pembangunan Integritas Bisnis Panduan Bagi Pelaku Bisnis, Regulator, dan Penegak Hukum DEKLARASI DEKLARASI Kami; para pelaku bisnis, instansi pemerintah, aparat penegak hukum dan perwakilan
NOMOR 303 TAHUN 2016 TENTANG BAB I PENDAHULUAN
LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 303 TAHUN 2016 TENTANG PENETAPAN STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA KATEGORI AKTIVITAS PROFESIONAL, ILMIAH, DAN TEKNIS GOLONGAN
2 Pelanggaran di Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih da
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 1189, 2014 LPSK. Dugaan Pelanggaran. System Whistleblowing. PERATURAN LEMBAGA PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG WHISTLEBLOWING SYSTEM ATAS DUGAAN
FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI
FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI Bagian 1: Rincian Data Pemohon Sertifikasi Pada bagian ini, cantumkan data pribadi, data pendidikan formal serta data pekerjaan anda pada saat ini.
Lampiran: Surat Keputusan Nomor: 03/SKep-Pembina/YLBHI/VII/2016 Tentang Syarat dan Mekanisme Seleksi Pemilihan Ketua Pengurus Yayasan LBH Indonesia.
YAYASAN LEMBAGA BANTUAN HUKUM INDONESIA INDONESIAN LEGAL AID FOUNDATION JL. Diponegoro 74 JAKARTA 10320, TELP. (021) 3929840 (*Hunting), FAX (021) 31930140 e-mail: [email protected], website : http:/www.ylbhi.or.id
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,
Jalan Ampera Raya No. 7, Jakarta Selatan 12560, Indonesia Telp. 62 21 7805851, Fax. 62 21 7810280 http://www.anri.go.id, e-mail: [email protected] PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR
BERITA NEGARA. BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL. Sistem Penanganan Pengaduan. Tindak Pidana Korupsi.
No.95, 2013 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL. Sistem Penanganan Pengaduan. Tindak Pidana Korupsi. PERATURAN KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR
FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI
FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI Bagian 1: Rincian Data Pemohon Sertifikasi Pada bagian ini, cantumkan data pribadi, data pendidikan formal, serta data pekerjaan anda pada saat ini.
KODE UNIT : O JUDUL UNIT
KODE UNIT : O.842340.036.01 JUDUL UNIT : Mengendalikan Organisasi Gabungan dalam Situasi Darurat DESKRIPSIUNIT : Unit ini mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalammengambil dan menetapkan pengendalianatas
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR PER - 20/BC/2017 TENTANG
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR PER - 20/BC/2017 TENTANG PELAKSANAAN TUGAS UNIT KEPATUHAN INTERNAL DI LINGKUNGAN DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI, Menimbang
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR PER - 20/BC/2017 TENTANG
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR PER - 20/BC/2017 TENTANG PELAKSANAAN TUGAS UNIT KEPATUHAN INTERNAL DI LINGKUNGAN DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI, Menimbang
FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI
FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI Bagian 1: Rincian Data Pemohon Sertifikasi Pada bagian ini, cantumkan data pribadi, data pendidikan formal serta data pekerjaan anda pada saat ini.
FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI
FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI Bagian 1: Rincian Data Asesi Pada bagian ini, cantumkan data pribadi, data pendidikan formal serta data pekerjaan anda pada saat ini. a. Data Pribadi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA.. 10
DAFTAR ISI ABSTRAK i KATA PENGANTAR..... ii DAFTAR ISI....iii DAFTAR TABEL....vi DAFTAR GAMBAR..vii BAB I PENDAHULUAN 1 A. Latar Belakang Masalah..2 B. Rumusan Masalah....5 C. Tujuan Penelitian.5 D. Manfaat
DAFTAR PERTANYAAN KUESIONER
DAFTAR PERTANYAAN KUESIONER PETUNJUK PENGISIAN Pertanyaan terdiri dari 2 bagian, yaitu bagian A merupakan pertanyaan umum dan bagian B merupakan pertanyaan khusus. Jika Bapak/Ibu berkeberatan untuk mencantumkan
WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 83 TAHUN 2017
WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 83 TAHUN 2017 TENTANG PENJABARAN FUNGSI DAN RINCIAN TUGAS BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI
FR-APL-01. FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI KOMPETENSI Bagian 1: Rincian Data Pemohon Sertifikasi Pada bagian ini, cantumkan data pribadi, data pendidikan formal serta data pekerjaan anda pada saat ini.
BAB V PENUTUP 5.1 KESIMPULAN. Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan pada bagian
BAB V PENUTUP 5.1 KESIMPULAN Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan pada bagian pendahuluan penelitian, permasalahan utama yang dibahas adalah banyak terjadinya kasus pada layanan administrasi
Penanggungjawab : Koordinator Tim Pelaksana
CAKUPAN PEKERJAAN KOORDINATOR SEKTOR DAN STAF ADMINISTRASI PADA SEKRETARIAT PELAKSANAAN PERATURAN PRESIDEN (PERPRES) NOMOR 55 TAHUN 2012 TENTANG STRATEGI NASIONAL PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN KORUPSI (STRANAS
SEKOLAH SIAGA BENCANA & Pendidikan Pengurangan Risiko Bencana
SEKOLAH SIAGA BENCANA & Pendidikan Pengurangan Risiko Bencana mewakili Konsorsium Pendidikan Bencana Ardito M. Kodijat [UNESCO Office Jakarta] Tak Kenal Maka Tak Sayang.. Presidium: ACF, LIPI, MPBI, MDMC
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10/PRT/M/2017 TENTANG TATA CARA PENANGANAN PELAPORAN DUGAAN PELANGGARAN MELALUI WHISTLEBLOWING SYSTEM DI KEMENTERIAN PEKERJAAN
BERITA DAERAH KOTA BEKASI
BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR :60 2014 SERI : D PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 60 TAHUN 2014 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA SERTA RINCIAN TUGAS JABATAN PADA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH
BERITA NEGARA. No.1386, 2012 KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. Pengaduan. Laporan. Penanganan. PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1386, 2012 KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. Pengaduan. Laporan. Penanganan. PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2012
KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK.02.02/MENKES/308/2016 TENTANG TIM UNIT PENGENDALIAN GRATIFIKASI KEMENTERIAN KESEHATAN
KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK.02.02/MENKES/308/2016 TENTANG TIM UNIT PENGENDALIAN GRATIFIKASI KEMENTERIAN KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK
Pola Pemberantasan Korupsi Sistemik
Pola Pemberantasan Korupsi Sistemik Modul ke: Korupsi sistemik susah diberantas karena sudah menyebar kemana-mana Fakultas PSIKOLOGI Dra. Yuni Astuti, MS. Program Studi Psikologi S1 POLA PEMBERANTASAN
BUPATI MUSI RAWAS PERATURAN BUPATI MUSI RAWAS NOMOR 9 TAHUN 2015 TENTANG PENGUATAN SISTEM INOVASI DAERAH KABUPATEN MUSI RAWAS
BUPATI MUSI RAWAS PERATURAN BUPATI MUSI RAWAS NOMOR 9 TAHUN 2015 TENTANG PENGUATAN SISTEM INOVASI DAERAH KABUPATEN MUSI RAWAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MUSI RAWAS, Menimbang : a. bahwa untuk
BUPATI WAKATOBI PROVINSI SULAWESI TENGGARA PERATURAN BUPATI WAKATOBI NOMOR 28 TAHUN 2017 TENTANG PENGUATAN SISTEM INOVASI DAERAH KABUPATEN WAKATOBI
BUPATI WAKATOBI PROVINSI SULAWESI TENGGARA PERATURAN BUPATI WAKATOBI NOMOR 28 TAHUN 2017 TENTANG PENGUATAN SISTEM INOVASI DAERAH KABUPATEN WAKATOBI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI WAKATOBI, Menimbang
2017, No Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 3874), sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang
No.1017, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BEKRAF. Pengendalian Gratifikasi. PERATURAN KEPALA BADAN EKONOMI KREATIF NOMOR 11 TAHUN 2017 TENTANG PENGENDALIAN GRATIFIKASI DI LINGKUNGAN BADAN EKONOMI
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
No.1198, 2013 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN. Pengaduan Masyarakayt. Penanganan. Tata Cara. Pencabutan. PERATURAN KEPALA PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI
PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 4 TAHUN 2010 TENTANG SISTEM MANAJEMEN FASILITAS DAN KEGIATAN PEMANFAATAN TENAGA NUKLIR
PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 4 TAHUN 2010 TENTANG SISTEM MANAJEMEN FASILITAS DAN KEGIATAN PEMANFAATAN TENAGA NUKLIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA
2 Korupsi di Badan Koordinasi Penanaman Modal sudah tidak sesuai dengan kondisi saat ini; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam
No.578, 2015 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BKPM. Whistleblowing System. Tindak Pidana Korupsi. Pencabutan. PERATURAN KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG
GUBERNUR JAWA TENGAH RANCANGAN PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR TENTANG INOVASI DAERAH DI PROVINSI JAWA TENGAH
Draft 4 GUBERNUR JAWA TENGAH RANCANGAN PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR TENTANG INOVASI DAERAH DI PROVINSI JAWA TENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA TENGAH, Menimbang : a.
W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A
W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 46 TAHUN 2013 TENTANG PENJABARAN FUNGSI DAN RINCIAN TUGAS BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KOTA YOGYAKARTA DENGAN RAHMAT TUHAN
BERITA DAERAH KOTA BEKASI
BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 59 2017 SERI : E PERATURAN WALI KOTA BEKASI NOMOR 59 TAHUN 2017 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN WALI KOTA BEKASI NOMOR 46 TAHUN 2016 TENTANG PIAGAM AUDIT INTERNAL DI
Disaster Management. Transkrip Minggu 2: Manajemen Bencana, Tanggap Darurat dan Business Continuity Management
Disaster Management Transkrip Minggu 2: Manajemen Bencana, Tanggap Darurat dan Business Continuity Management Video 1: Perbedaan Manajemen Bencana, Tanggap Darurat dan Business Continuity Video 2: Manajemen
MAKSUD, TUJUAN, DAN RUANG LINGKUP
KATA PENGANTAR Good Corporate Governance (GCG) merupakan prinsipprinsip yang mengarahkan dan mengendalikan Perusahaan dalam memberikan pertanggung-jawabannya kepada stakeholders. Prinsip-prinsip tersebut
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA LEMBAGA PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN LEMBAGA PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2011 TENTANG STANDAR DAN PENGELOLAAN RUMAH AMAN LEMBAGA PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
TENTANG KERJASAMA DALAM PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI
KEPUTUSAN BERSAMA KETUA KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI DAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN : 02/KPK-BPKP/V/2008 : KEP - 610/K /D6/2008 TENTANG KERJASAMA DALAM PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Tahap-tahap penelitian pengukuran tingkat kepuasan pegawai BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Barat dapat dilihat pada Gambar 3.1. Adapun tahapannya sebagai
BUPATI CILACAP PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 72 TAHUN 2013 TENTANG PENGUATAN SISTEM INOVASI DAERAH KABUPATEN CILACAP
BUPATI CILACAP PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 72 TAHUN 2013 TENTANG PENGUATAN SISTEM INOVASI DAERAH KABUPATEN CILACAP DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI CILACAP, Menimbang : a. bahwa dalam rangka
S O P PEMBERIAN SERTIFIKAT KOMPETENSI
Halaman : 1 / 10 1 Tujuan : Melakukan pengendalian dan memastikan terlaksananya proses sertifikasi kompetensi sampai dengan pemberian sertifikasi kompetensi kepada peserta 2 Ruang lingkup : Meliputi prosedur
PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 12 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PENGENDALIAN GRATIFIKASI DI LINGKUNGAN BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR
KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 12 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PENGENDALIAN GRATIFIKASI DI LINGKUNGAN BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR
FORMULIR PENDAFTARAN
FORMULIR PENDAFTARAN Saya yang bertandatangan di bawah ini: Nama :... NIM :... Program Studi :... Alamat :... No Telepon :... bermaksud mengajukan sertifikasi kompetensi pada skema : Analisa Prosedur Dasar
PERATURAN WALIKOTA MEDAN NOMOR 11 TAHUN 2012 TENTANG LARANGAN MENERIMA/MEMBERI ATAU GRATIFIKASI DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA MEDAN
PERATURAN WALIKOTA MEDAN NOMOR 11 TAHUN 2012 TENTANG LARANGAN MENERIMA/MEMBERI ATAU GRATIFIKASI DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA MEDAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MEDAN, Menimbang : a. bahwa
LAPORAN HARTA KEKAYAAN PENYELENGGARA NEGARA (LHKPN) Hery Nurudin Group Head Pendaftaran & Pemeriksaan LHKPN
LAPORAN HARTA KEKAYAAN PENYELENGGARA NEGARA (LHKPN) Hery Nurudin Group Head Pendaftaran & Pemeriksaan LHKPN RAPAT KOORDINASI INSPEKTORAT JENDERAL KEMENRISTEKDIKTI Solo, 4 Februari 2016 1 Pendahuluan Video
Model Rencana Impelementasi Pengembangan SML-14001
Model Rencana Impelementasi Pengembangan SML-14001 ELEMEN ISO 14001 IMPLEMENTASI PENANGGUNG- 4.2. Kebijakan Lingkungan Mengevaluasi kebijakan SMM & SMK3 dan menyusun kebijakan lingkungan sesuai persyaratan
BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2016 NOMOR 57
BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2016 NOMOR 57 PERATURAN BUPATI BANJARNEGARA NOMOR 57 TAHUN 2016 TENTANG PENGUATAN SISTEM INOVASI DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANJARNEGARA,
KODE UNIT : O JUDUL UNIT
KODE UNIT : O.842340.029.01 JUDUL UNIT : MenetapkanKonteksKriteriaEvaluasi Risiko DESKRIPSIUNIT : Unit ini meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam mengidentifikasi kerangka kerja pada saat
LAMPIRAN. Kuesioner Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Becana Nomor 1 Tahun 2012 Tentang Pedoman Umum Desa/Kelurahan Tangguh Bencana
LAMPIRAN Kuesioner Peraturan Kepala Badan Nasional Becana Nomor 1 Tahun 2012 Tentang Pedoman Umum Desa/Kelurahan Tangguh Lampiran 1. Aspek dan Indikator Desa/Kelurahan Tangguh Aspek Indikator Ya Tidak
BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 19 TAHUN 2013 TENTANG SISTEM INOVASI DAERAH KABUPATEN SUKOHARJO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 19 TAHUN 2013 TENTANG SISTEM INOVASI DAERAH KABUPATEN SUKOHARJO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUKOHARJO, Menimbang : Mengingat : a. bahwa dalam
: Unit ini menjelaskan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan bagi pekerja penanggulangan bencana.
KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSIUNIT : O.842340.026.01 : MemberiLayanan Tanggap Darurat : Unit ini menjelaskan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan bagi pekerja penanggulangan bencana. ELEMENKOMPETENSI
Pemberantasan Korupsi Untuk Meningkatkan Kesejahteraan dan Martabat Bangsa Indonesia
Pemberantasan Korupsi Untuk Meningkatkan Kesejahteraan dan Martabat Bangsa Indonesia Eko Soesamto Tjiptadi Deputi Pencegahan Jakarta, 4 Maret 2011 Daftar Isi qgambaran Korupsi Di Indonesia qkebijakan Anti
Sekretariat Jenderal KATA PENGANTAR
RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) SEKRETARIAT JENDERAL 2014 KATA PENGANTAR Sesuai dengan INPRES Nomor 7 Tahun 1999, tentang Akuntabilits Kinerja Instansi Pemerintah yang mewajibkan kepada setiap instansi pemerintah
Lampiran 5 SK No /HK.01.01/02/ReINDO/12/2012 Tanggal 26 Desember 2012 PEDOMAN SISTEM PELAPORAN PELANGGARAN
Lampiran 5 SK No. 00228/HK.01.01/02/ReINDO/12/2012 Tanggal 26 Desember 2012 PEDOMAN SISTEM PELAPORAN PELANGGARAN DAFTAR ISI Daftar Isi... 1 Pernyataan Komitmen... 2 I. TUJUAN DAN MANFAAT... 3 II. PENGERTIAN
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU)
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) PEMERINTAH PROVINSI RIAU BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH Jalan Jendral Sudirman No. 438 Telepon/Fax. (0761) 855734 DAFTAR ISI BAB I Pendahuluan 1.1. Latar Belakang...
BUPATI BERAU PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN BUPATI BERAU NOMOR 37 TAHUN 2014 TENTANG
1 SALINAN BUPATI BERAU PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN BUPATI BERAU NOMOR 37 TAHUN 2014 TENTANG TATA KERJA DAN PEJABAT PENGELOLA INFORMASI DAN DOKUMENTASI DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN BERAU BUPATI
PERENCANAAN PASIEN PULANG (DISCHARGE PLANNING) Mira Asmirajanti, SKp, MKep
PERENCANAAN PASIEN PULANG (DISCHARGE PLANNING) Mira Asmirajanti, SKp, MKep A. Pengertian Discharge Planning (Perencanaan Pasien Pulang) merupakan komponen sistem perawatan berkelanjutan, pelayanan yang
BUPATI TANAH DATAR PROVINSI SUMATERA BARAT PERATURAN BUPATI TANAH DATAR NOMOR 10 TAHUN 2015 TENTANG
BUPATI TANAH DATAR PROVINSI SUMATERA BARAT PERATURAN BUPATI TANAH DATAR NOMOR 10 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN PENGENDALIAN GRATIFIKASI DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN TANAH DATAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
KEMENDAGRI. Gratifikasi. Unit Pengendalian.
No. 950, 2014 KEMENDAGRI. Gratifikasi. Unit Pengendalian. PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2014 TENTANG UNIT PENGENDALIAN GRATIFIKASI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN DALAM NEGERI
2016, No Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3874) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pe
No.1384, 2016 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERPUSNAS. Pelanggaran Dugaan Tindak Pidana. Penanganan. Tata Cara. PERATURAN KEPALA PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2016 TENTANG TATA
penanggulangan bencana penanggulangan bencana penanggulangan bencana 1. Mengidentifikasi strategi perencanaan bencana lokal yang ada
Kode Unit : O.842340.024.01 Judul Unit : Melaksanakan Rencana PenanggulanganBencana Deskripsi Unit : Unit ini menjelaskan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan dalam peran dan tanggung jawab
2017, No Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3874) sebagaimana telah diubah dengan deng
No.1036, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA OMBUDSMAN. Sistem Pelaporan dan Penanganan Pelanggaran Internal. Pencabutan. PERATURAN OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2017 TENTANG SISTEM PELAPORAN
PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 7 TAHUN 2012 TENTANG MANAJEMEN PENUAAN INSTALASI NUKLIR NONREAKTOR
SALINAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 7 TAHUN 2012 TENTANG MANAJEMEN PENUAAN INSTALASI NUKLIR NONREAKTOR DENGAN RAHMAT TUHAN
ASESMEN MANDIRI. SKEMA SERTIFIKASI : Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat ( FPM ) FORM APL-02
No. Urut 05 ASESMEN MANDIRI SKEMA SERTIFIKASI : Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat ( FPM ) FORM APL-02 Lembaga Sertifikasi Profesi Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat 2013 Nomor Registrasi Pendaftaran
- 1 - PERATURAN GUBERNUR SUMATERA BARAT NOMOR 62 TAHUN 2017 TENTANG PIAGAM AUDIT INTERN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT
- 1 - GUBERNUR SUMATERA BARAT PERATURAN GUBERNUR SUMATERA BARAT NOMOR 62 TAHUN 2017 TENTANG PIAGAM AUDIT INTERN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 80 TAHUN 2015 TENTANG
SALINAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 80 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
BUPATI LEBAK PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI LEBAK NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG PIAGAM PENGAWASAN INTERNAL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN LEBAK
salinan BUPATI LEBAK PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI LEBAK NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG PIAGAM PENGAWASAN INTERNAL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN LEBAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LEBAK,
FR-APL-02 ASESMEN MANDIRI
FR-APL-02 ASESMEN MANDIRI LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI - POLITEKNIK NEGERI JAKARTA Nama Peserta : Tanggal/Waktu :, Nama Asesor : TUK : Teknik Sipil - PNJ Pada bagian ini, anda diminta untuk menilai diri
KERTAS KERJA PENILAIAN WILAYAH BEBAS KORUPSI (WBK) KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM RI KATEGORI
LAMPIRAN II Permenkumham No. M.HH-01.PW.02.03 Tahun 2011 KERTAS KERJA PENILAIAN WILAYAH BEBAS KORUPSI (WBK) KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM RI NO KOMPONEN/SUB KOMPONEN KATEGORI PENILAIAN y/t; a/b/c/d/e NILAI
PELAKSANAAN FORUM SKPD RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)
LAMPIRAN III : PERATURAN BUPATI BANDUNG NOMOR : 60 TAHUN 2012 TANGGAL : 27 Desember 2012 TENTANG : PEDOMAN PELAKSANAAN MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH (RPJPD),
MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA
buku 1 PEDOMAN pengajuan dokumen usulan reformasi birokrasi kementerian/lembaga Peraturan menteri negara pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi nomor 7 tahun 2011 kementerian pendayagunaan
DRAFT KKNI PROFESI KEPERAWATAN
Kualifikasi Lulusan Program Magister Keperawatan UNDIP (KKNI, LEVEL 8) : 1. Mampu mengembangkan pengetahuan, teknologi, dan atau seni di dalam bidang keilmuannyaatau praktek profesionalnya melalui riset
WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR
1 WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BLITAR NOMOR 14 TAHUN 2016 TENTANG PENGENDALIAN GRATIFIKASI DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BLITAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BLITAR,
2 Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Pemerintahan yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lemb
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.233, 2015 BSN. Pengaduan Masyarakat. Penanganan. Pedoman. PERATURAN KEPALA BADAN STANDARDISASI NASIONAL NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT
ANGGARAN RUMAH TANGGA PARTAI JARIIBU
ANGGARAN RUMAH TANGGA PARTAI JARIIBU BAB I KEANGGOTAAN Pasal 1 Persyaratan Menjadi Anggota 1. Persyaratan menjadi Anggota Partai Jariibu adalah sebagai berikut : a. Setiap Warga Negara Indonesia yang ingin
SURVEI EKSTERNAL PMPRB KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEMBANGUNAN MANUSIA DAN PEMBANGUNAN TAHUN 2016
SURVEI EKSTERNAL PMPRB KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEMBANGUNAN MANUSIA DAN PEMBANGUNAN TAHUN 2016 PENDAHULUAN Reformasi Birokrasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko
GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 40 TAHUN TAHUN 2014 TENTANG
GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 40 TAHUN 201424 TAHUN 2014 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG BANTUAN HUKUM KEPADA MASYARAKAT
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
BAB V PENUTUP Pada bab terakhir ini peneliti akan memaparkan mengenai kesimpulan dan saran yang terkait dengan hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan pada bab sebelumnya. Peneliti akan menjelaskan
Evaluasi Tata Kelola Sektor Kehutanan melalui GNPSDA (Gerakan Nasional Penyelamatan Sumberdaya Alam) Tama S. Langkun
Evaluasi Tata Kelola Sektor Kehutanan melalui GNPSDA (Gerakan Nasional Penyelamatan Sumberdaya Alam) Tama S. Langkun Pembahasan Kondisi tata kelola hutan di Indonesia. Peran ICW dalam pengawasan Tata Kelola
LEMBARAN NEGARA. KEUANGAN BPK. Tata Kerja. Pencabutan. PERATURAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
No.112, 2016 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEUANGAN BPK. Tata Kerja. Pencabutan. PERATURAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2016 TENTANG TATA KERJA BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI. UU No. 31 TAHUN 1999 jo UU No. 20 TAHUN 2001
PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI UU No. 31 TAHUN 1999 jo UU No. 20 TAHUN 2001 PERUMUSAN TINDAK PIDANA KORUPSI PENGELOMPOKKAN : (1) Perumusan delik dari Pembuat Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana
LAPORAN KEGIATAN UNIT PENGENDALIAN GRATIFIKASI (UPG) PADA SATUAN KERJA POLTEKKES KEMENKES RIAU TAHUN 2016
LAPORAN KEGIATAN UNIT PENGENDALIAN GRATIFIKASI (UPG) PADA SATUAN KERJA POLTEKKES KEMENKES RIAU TAHUN 2016 KEMENTERIAN KESEHATAN RI POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES RIAU JL. MELUR NO. 103 PEKANBARU Telp. (0761)
PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR LAYANAN INFORMASI PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KOMISI INFORMASI
PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR LAYANAN INFORMASI PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KOMISI INFORMASI Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 1 angka 4,
Komite Advokasi Nasional & Daerah
BUKU SAKU PANDUAN KEGIATAN Komite Advokasi Nasional & Daerah Pencegahan Korupsi di Sektor Swasta Direktorat Pendidikan & Pelayanan Masyarakat Kedeputian Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi KATA PENGANTAR
BAB 1 PENDAHULUAN. dalam kegiatan sehari-hari di semua bidang. Seluruh elemen masyarakat
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada saat ini, teknologi informasi merupakan salah satu penunjang utama dalam kegiatan sehari-hari di semua bidang. Seluruh elemen masyarakat membutuhkan fasilitas
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 4 Tahun : 2011 Seri : D
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 4 Tahun : 2011 Seri : D PERATURAN DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL NOMOR 22 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN, SUSUNAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Continuity Management (ITSCM) akan membahas semua aktivitas yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada Bab III dalam Perencanaan Information Technology Service Continuity Management (ITSCM) akan membahas semua aktivitas yang dilakukan dari awal kegiatan sampai akhir. Gambar
KODE UNIT : O JUDUL UNIT
KODE UNIT : O.842340.037.01 JUDUL UNIT : MemimpinAnggotaTim Gabungan DESKRIPSIUNIT : Unit ini mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk memberikan perintah kepada personel yang
PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR LAYANAN INFORMASI PUBLIK
KOMISI INFORMASI PUSAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR LAYANAN INFORMASI PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KOMISI INFORMASI Menimbang Mengingat :
FORM APL-02 ASESMEN MANDIRI
LEMBAGA SERTIFIASI PROFESI AIR MINUM INDONESIA (LSP AMI) FORM APL-02 ASESMEN MANDIRI CLUSTER PELASANA LAPANGAN DETESI EBOCORAN NAMA PEMOHON NAMA ASESOR LEMBAGA SERTIFIASI PROFESI AIR MINUM INDONESIA (LSP
LEMBAR INFORMASI. Pemanfaatan Media Sosial dalam Advokasi Kebijakan yang dilakukan OMS HIV di Indonesia.
LEMBAR INFORMASI JUDUL PENELITIAN Pemanfaatan Media Sosial dalam Advokasi Kebijakan yang dilakukan OMS HIV di Indonesia. UNDANGAN KETERLIBATAN Anda diajak untuk terlibat dalam penelitian Pemanfaatan Media
BAB III METODE PENELITIAN. berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati
93 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif adalah proses penelitian yang menghasilkan data
FORMULIR PENDAFTARAN
FORMULIR PENDAFTARAN Saya yang bertandatangan di bawah ini: :... NIM :... Program Studi :... Alamat :... No Telepon :... bermaksud mengajukan sertifikasi kompetensi pada skema : Analisa Prosedur Dasar
