LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara"

Transkripsi

1 LAMPIRAN

2 Lampiran 1. Pengadaan Bahan Baku Screwpress AP 17 Periode Juni 2011 Mei 2012 Tabel L.1. Jumlah Pengadaan Bahan Baku Screwpress AP 17 Periode Juni 2011 Mei 2012 No Nama Bahan Baku Jumlah Pemesanan/Periode Jumlah Pemakaian/Periode Selisih Pemesanan Total Total I II III IV I II III IV dan Pemakaian 1 Besi plat 12 mm 5' x 20' Besi plat 9 mm 4' x 8' Srew worm Besi siku 15 x 6 m Besi plat 6 mm 4' x 8' Besi plat 16 mm 4' x 8' Besi plat 2,5 mm 4' x 8' Pipa hitam med 3' x 2,2 x 6 m Pipa steam sch 40 1x 6 m Protection nut AP Besi plat 5 mm 4' x 8' Baut & mur 8,8 1 x 3 + ver E-Motor Baut & mur 1 x 2 ½ Press Cage Baut & mur 8,8 1 x 4 + ver Besi gepeng 8 x 50 x 5,8 m Baut & mur 1 x 3 + ver

3 Tabel L.1. Jumlah Pengadaan Bahan Baku Screwpress AP 17 Periode Juni 2011 Mei 2012 (Lanjutan) No Nama Bahan Baku Jumlah Pemesanan/Periode Jumlah Pemakaian/Periode Selisih Pemesanan Total Total I II III IV I II III IV dan Pemakaian 19 Besi gepeng 9 x 50 x 6 m V-Belt Besi gepeng 8 x 32 x 5,8 m Besi beton 15,8 mm x 12 m Cone guide AP Besi gepeng 6 x 50 x 6 m Besi nako 9 x 9 x 6 m G-Reducer Bubut pully Baut & mur 88NC ⅝ x 2 + ver L-Tube Besi beton 10 mm x 12 m Baut & mur ⅝ x 2 + ver Baut & mur Baut & mur 88NC 3/4x3 +ver Baut L Baut & mur Baut & mur Baut & mur ⅜ x 1 + ver

4 Lampiran 2. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab Pembagian tugas dan tanggung jawab pada PT. Apindowaja Ampuh Persada dibagi menurut fungsi yang telah ditetapkan. Adapun tugas dan tanggung jawab setiap bagian dalam perusahaan adalah sebagai berikut: 1. Direktur Utama Direktur Utama merupakan pimpinan tertinggi dalam perusahaan yang bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan operasional pabrik dan kelangsungannya serta pengembangan dari perusahaan tersebut. Adapun tugas Direktur adalah sebagai berikut : a. Merencanakan, mengarahkan dan menganalisa dan mengevaluasi serta menilai kegiatan-kegiatan yang berlangsung pada perusahaan. b. Bertugas mengawasi kebijaksanaan dan tindakan setiap kepala bagian dan menjalin hubungan baik. c. Melaksanakan kontrak-kontrak dengan pihak luar. 2. Kepala Bagian Keuangan Kepala Bagian Keuangan bertanggung jawab atas semua hal yang berhubungan dengan administrasi dan keuangan perusahaan. Adapun tugas Kepala Bagian Keuangan adalah sebagai berikut : a. Mengawasi penggunaan dana, barang dan peralatan pada masing-masing departemen dalam perusahaan. b. Bertanggung jawab atas hal-hal yang berhubungan dengan keuangan dan administrasi perusahaan.

5 3. Kepala Bagian Produksi Kepala Bagian Produksi memiliki tanggung jawab terhadap kegiatan produksi berlangsung secara lancar dan efisien dalam memenuhi target produksi yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Adapun tugas Kepala Bagian Produksi adalah sebagai berikut : a. Mengawasi semua kegiatan proses produksi yang berlangsung di lantai pabrik seperti pemotongan, pembubutan, perakitan, dan proses lainnya. b. Mengkoordinir dan mengarahkan setiap bawahannya serta menentukan pembagian tugas bagi setiap bawahannya. c. Mengawasi dan mengevaluasi seluruh kegiatan produksi agar dapat mengetahui kekurangan dan penyimpangan/kesalahan sehingga dapat dilakukan perbaikan untuk kegiatan berikutnya 4. Kepala Bagian Teknik Adapun tugas Kepala Bagian Teknik adalah sebagai berikut : a. Bertanggung jawab atas tersedianya mesin, peralatan dan kebutuhan listrik demi kelancaran produksi. b. Mendelegasikan dan mengkoordinir tugas-tugas di bagian perawatan mesin dan listrik. 5. Kepala Bagian Personalia Adapun tanggungjawab Kepala Bagian Personalia adalah: memiliki tanggung jawab mengelola kegiatan bagian personalia dan umum, mengatur kelancaran kegiatan ketenagakerjaan, hubungan industrial dan umum, menyelesaikan

6 masalah yang timbul dilingkungan perusahaan dan bertanggung jawab terhadap kinerja karyawan perusahaan. Adapun tugas dari Kepala Bagian Personalia adalah sebagai berikut: a. Mengadakan pengangkatan dan pemberhentian karyawan dan menyelesaikan konflik antara sesama karyawan dan atasan dengan bawahan. b. Mengatur hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan karyawan c. Membantu pimpinan dalam promosi dan mutasi karyawan d. Mengatur hal-hal yang berhubungan dengan pihak luar perusahaan. 6. Kepala Bagian Penerimaan dan Pengiriman Kepala Bagian Penerimaan dan Pengiriman bertanggung jawab atas proses pemesanan bahan baku serta pengiriman produk akhir ke konsumen. Adapun tugas Kepala Bagian Penerimaan dan Pengiriman adalah : a. Mendata jumlah bahan baku yang dibeli dari perusahaan lain. b. Mengidentifikasi kebutuhan konsumen dan tingkat persaingan. c. Menentukan kebijaksanaan dan strategi pemasaran perusahaan yang mencakup jenis produk yang akan dipasarkan, harga pendistribusian dan promosi. 7. Accounting Adapun tugas bagian Akuntansi adalah membantu Kepala Bagian Keuangan dalam hal kegiatan administrasi dan keuangan.

7 8. Kasir Adapun tugas Kasir adalah sebagai berikut : a. Menerima dan mengeluarkan uang untuk berbagai keperluan. b. Memberikan secara langsung upah atau gaji karyawan yang telah ditetapkan oleh atasan. 9. Bagian Pembubutan Adapun tugas Bagian Pembubutan adalah bertanggung jawab atas semua proses pembubutan seluruh spare part yang akan dihasilkan. 10. Bagian Pengeboran Adapun tugas Bagian Pengeboran adalah bertanggung jawab atas semua proses pengeboran seluruh spare part yang akan dihasilkan. 11. Bagian Pemotongan Adapun tugas Bagian Pemotongan adalah bertanggung jawab atas semua proses pemotongan seluruh spare part yang akan dihasilkan. 12. Bagian Pengelesan Adapun tugas Bagian Pengelesan adalah bertanggung jawab atas semua proses pengelesan seluruh spare part yang akan dihasilkan. 13. Bagian Pengerolan Adapun tugas Bagian Pengerolan adalah bertanggung jawab atas semua proses pengerolan seluruh spare part yang akan dihasilkan. 14. Bagian Perakitan Adapun tugas Bagian Perakitan adalah memasang/ merakit seluruh komponen/ spare part menjadi produk digester/ screwpress.

8 15. Penyetelan/QC Adapun tugas bagian Penyetelan/QC adalah bertanggung jawab atas kualitas produk apakah sudah siap untuk dikirim atau belum melalui penyetelan produk. 16. Bagian Perawatan Mesin Adapun tugas Bagian Perawatan Mesin adalah sebagai berikut : a. Melakukan pengecekan dan mencatat keadaan mesin/peralatan secara berkala (rutin) atau pada saat-saat diperlukan dan melaporkannya kepada kepala bagian teknik. b. Melakukan perawatan dan perbaikan secara berkala atau saat-saat yang diperlukan. 17. Bagian Listrik Adapun tugas Bagian Listrik adalah melakukan pemeriksaan kebutuhan listrik secara berkala yang dipakai untuk produksi. 18. Satpam Adapun tugas Satpam adalah sebagai berikut : a. Menjaga keamanan dan melaksanakan kegiatan pengamanan di seluruh kompleks perusahaan. b. Mengambil tindakan pengamanan dan perlindungan ketika tejadi gangguan keamanan di dalam kompleks perusahaan.

9 19. Bagian Persediaan Adapun tugas Bagian Persediaan adalah sebagai berikut : a. Mencatat jumlah persediaan material yang masuk dan keluar. b. Memeriksa persediaan material (control stock) sehingga pada saat diperlukan selalu tersedia. 20. Bagian Pemasaran Adapun tugas Bagian Pemasaran adalah bertugas untuk melakukan pemasaran koordinasi penjualan langsung baik ekspor maupun impor

10 Lampiran 3. Mesin dan Peralatan. Adapun jenis dari mesin-mesin produksi yang digunakan oleh PT. Apindowaja Ampuh Persada adalah sebagai berikut : 1. Nama Mesin : Mesin las Merk/ Type : BX 160 Berat Arus Jumlah Kapasitas : 107 kg : 160 A : 4 unit : Maksimum 160 Ampere 2. Nama Mesin : Mesin Bor Merk/ Type Voltage Diameter maksimum Kecepatan putaran Kedalaman pemakanan Kapasitas Jumlah : Radial : 380 V : 115 mm : rpm : 150 mm : 115 mm 150 mm : 3 Unit 3. Nama Mesin : Automatic Cutting Merk/ Type Voltage Daya Diameter maksimum Jumlah : LG TGC 100-SB : 380 V : 200 Watt : 120 mm : 2 unit

11 4. Nama Mesin : Mesin potong Tebal maksimum Diameter maksimum Jumlah : 5 mm : 1200 mm : 4 unit 5. Nama Mesin : Mesin gerinda Diameter batu gerinda Kecepatan Jumlah : 125 mm : 5500 rpm : 2 unit 6. Nama Mesin : Mesin Bubut Merk/ Type : ZMM Metalik CM 8 Putaran Jumlah Kapasitas : 850 rpm : 10 Unit : Panjang 1000 mm dan berdiameter 200 mm 7. Nama Mesin : Mesin Sekrap Merk/ Type Daya Jumlah : Hudong/ : 3000 Watt : 2 unit 8. Nama Mesin : Mesin Remer Merk/ Type Daya Jumlah : Sudco : 2 HP : 1 unit

12 9. Nama Mesin : Mesin Rol Merk/ Type Daya Phasa Jumlah : Heisteel type ASY HA no70479 : 60 HP : 3 Phasa : 2 Unit 10. Nama Mesin : Mesin Boring Merk/ Type Voltage Diameter maksimum Kecepatan putaran Kedalaman pemakanan Jumlah : Radial : 380 V : 250 mm : rpm : 200 mm : 1 Unit Adapun peralatan yang digunakan oleh PT. Apindowaja Ampuh Persada dalam proses produksi adalah sebagai berikut : 1. Kereta sorong Fungsi : Alat angkut untuk memindahkan material yang digerakkan dengan cara manual Jumlah : 5 unit 2. Crane Fungsi Jumlah : Alat untuk memindahkan beban yang berat yang dilengkapi katrol : 2 unit

13 3. Meteran Fungsi Jumlah : Mengukur ukuran plat yang digunakan : 20 unit 4. Jangka Sorong Fungsi : Mengukur diameter dan ukuran dari pembentukan lubang dan Profil yang digunakan pada pembubutan Jumlah : 12 unit 5. Kawat las Fungsi Jumlah : Digunakan sebagai logam pengisi pada proses pengelesan : 5 kotak

14 Lampiran 4. Perhitungan Peramalan Produk Screwpress AP-17 3,5 3 2,5 2 1,5 1 0,5 0 Jan-10 Mei-10 Agust-10 Nop-10 Feb-11 Jun-11 Sep-11 Des-11 Apr-12 Jul-12 Jumlah Produksi Gambar L.1. Diagram Pencar Data Produksi Screwpress AP-17

15 Periode Tabel L.2. Peramalan Winter s Untuk Screwpress AP-17 Penjualan (Xt) Pemulusan Tunggal (St) Pemulusan Musiman (I) Pemulusan Tren (b) Ramalan (F) Jun ,091 Jul ,545 Agust ,545 Sep ,636 Okt ,091 Nop ,091 Des ,636 Jan ,091 Feb ,091 Mar ,545 Apr ,545 Mei ,833 1,091 0,000 Jun ,833 1,091 0,000 2,182 Jul ,200 1,082 0,037 1,101 Agust ,523 1,087 0,065 1,111 Sep ,437 1,074 0,050 3,361 Okt ,356 1,041 0,037 2,260 Nop ,098 1,013 0,008 2,280 Des ,807 1,046-0,022 3,450 Jan ,978 1,044-0,003 2,319 Feb ,946 1,017-0,006 2,339 Mar ,919 1,019-0,008 1,179 Apr ,262 1,012 0,027 1,189 Mei ,198 0,984 0,018 2,398 Jun-12 2,418 Jul-12 2,417 Agust-12 2,448 Sep-12 2,438 Okt-12 2,383 Nop-12 2,336 Des-12 2,430 Jan-13 2,445 Feb-13 2,401 Mar-13 2,422 Apr-13 2,425 Mei-13 2,376

16 Tabel L.3. Perhitungan Kesalahan Metode Winter s Untuk Screwpress AP-17 t Xt Ft Xt-Ft (Xt-Ft)2 [Pet] MR 1 2 2,182-0,182 0,033 9, ,101 0,899 0,809 44,963 1, ,111 1,889 3,570 62,981 0, ,361-1,361 1,853 68,059 3, ,260-1,260 1, ,043 0, ,280-1,280 1, ,007 0, ,450-0,450 0,202 14,986 0, ,319-0,319 0,102 15,968 0, ,339-1,339 1, ,900 1, ,179 0,821 0,674 0,000 2, ,189 0,811 0,657 40,543 0, ,398-1,398 1, ,793 2, ,169-3,169 14, ,335 11,801 SEE : 0, MAPE : 32,68062

17 Tabel L.4. Peramalan Metode Dekomposisi Untuk Screwpress AP-17 Bulan Xt t MA CMA Indeks Deseasonalized Tren F Musiman Data Jun ,714 1,167 1,943 3,331 Jul ,091 0,917 1,934 2,110 Agust ,545 1,833 1,924 1,050 Sep ,545 5,500 1,915 1,044 Okt ,091 1,833 1,905 2,078 Nop ,545 3,667 1,896 1,034 Des ,833 1,833 1,636 1,833 1,886 3,086 Jan ,833 1,875 1,067 1,875 1,876 2,001 Feb ,917 2,000 1,000 2,000 1,867 1,867 Mar ,083 2,042 0,490 2,042 1,857 0,910 Apr ,000 1,958 0,511 1,958 1,848 0,943 Mei ,917 1,875 1,067 1,875 1,838 1,961 Jun ,833 1,833 1,091 1,833 1,829 1,995 Jul ,833 1,833 1,091 1,833 1,819 1,984 Agust ,833 1,792 1,674 1,792 1,809 3,030 Sep ,750 1,792 1,116 1,792 1,800 2,009 Okt ,833 1,875 0,533 1,875 1,790 0,955 Nop ,917 1,875 0,533 1,875 1,781 0,950 Des ,833 0,571 5,250 1,771 1,012 Jan ,067 1,875 1,762 1,879 Feb ,533 1,875 1,752 0,934 Mar ,143 1,750 1,742 1,991 Apr ,171 1,708 1,733 2,029 Mei ,171 0,854 1,723 2,018 Jun ,571 1,714 0,979 Jul ,067 1,704 1,818 Agust ,533 1,695 0,904 Sep ,143 1,685 1,926 Okt ,171 1,676 1,962 Nop ,171 1,666 1,950 Des ,714 1,656 2,840 Jan ,091 1,647 1,797 Feb ,545 1,637 0,893 Mar ,545 1,628 0,888 Apr ,091 1,618 1,765 Mei ,545 1,609 0,877

18 6,000 5,000 4,000 3,000 2,000 1,000 0,000 Jan-10 Mei-10 Agust-10 Nop-10 Feb-11 Jun-11 Sep-11 Des-11 Apr-12 Jul-12 Bulan Jumlah Produksi Gambar L.2. Deseasionalized Data Screwpress AP-17

19 Tabel L.5. Trend Musiman AP-17 Menggunakan Metode Eksponensial Bulan Xt Per (t) t 2 lnxt tlnxt Jun-10 1, ,154 0,154 Jul-10 0, ,087-0,174 Agust-10 1, ,606 1,818 Sep-10 5, ,705 6,819 Okt-10 1, ,606 3,031 Nop-10 3, ,299 7,796 Des-10 1, ,606 4,243 Jan-11 1, ,629 5,029 Feb-11 2, ,693 6,238 Mar-11 2, ,714 7,138 Apr-11 1, ,672 7,393 Mei-11 1, ,629 7,543 Jun-11 1, ,606 7,880 Jul-11 1, ,606 8,486 Agust-11 1, ,583 8,747 Sep-11 1, ,583 9,330 Okt-11 1, ,629 10,686 Nop-11 1, ,629 11,315 Des-11 5, ,658 31,506 Jan-12 1, ,629 12,572 Feb-12 1, ,629 13,201 Mar-12 1, ,000 0,000 Apr-12 1, ,536 12,317 Mei-12 0, ,158-3,783 Total 50, , ,286

20 Tabel L.6. Trend Musiman Screwpress AP-17 Menggunakan Metode Siklis Bulan t Xt Sin(2πt/n) Cos(2πt/n) Xt*sin(2πt/n) Xt*cos(2πt/n) sin 2 (2πt/n) cos 2 (2πt/n) sin(2πt/n)cos(2πt/n) Jun ,714 0,259 0,966 0,444 1,656 0,067 0,933 0,250 Jul ,091 0,500 0,866 0,545 0,945 0,250 0,750 0,433 Agust ,545 0,707 0,707 0,386 0,386 0,500 0,500 0,500 Sep ,545 0,866 0,500 0,472 0,273 0,750 0,250 0,433 Okt ,091 0,966 0,259 1,054 0,282 0,933 0,067 0,250 Nop ,545 1,000 0,000 0,545 0,000 1,000 0,000 0,000 Des ,636 0,966-0,259 1,581-0,424 0,933 0,067-0,250 Jan ,067 0,866-0,500 0,924-0,533 0,750 0,250-0,433 Feb ,000 0,707-0,707 0,707-0,707 0,500 0,500-0,500 Mar ,490 0,500-0,866 0,245-0,424 0,250 0,750-0,433 Apr ,511 0,259-0,966 0,132-0,493 0,067 0,933-0,250 Mei ,067 0,000-1,000 0,000-1,067 0,000 1,000 0,000 Jun ,091-0,259-0,966-0,282-1,054 0,067 0,933 0,250 Jul ,091-0,500-0,866-0,545-0,945 0,250 0,750 0,433 Agust ,674-0,707-0,707-1,184-1,184 0,500 0,500 0,500 Sep ,116-0,866-0,500-0,967-0,558 0,750 0,250 0,433 Okt ,533-0,966-0,259-0,515-0,138 0,933 0,067 0,250 Nop ,533-1,000 0,000-0,533 0,000 1,000 0,000 0,000 Des ,571-0,966 0,259-0,552 0,148 0,933 0,067-0,250 Jan ,067-0,866 0,500-0,924 0,533 0,750 0,250-0,433 Feb ,533-0,707 0,707-0,377 0,377 0,500 0,500-0,500 Mar ,143-0,500 0,866-0,571 0,990 0,250 0,750-0,433 Apr ,171-0,259 0,966-0,303 1,131 0,067 0,933-0,250 Mei ,171 0,000 1,000 0,000 1,171 0,000 1,000 0,000 Total ,998 0,000 0,000 0,281 0,364 12,000 12,000 0,000

21 Tabel L.7. Perhitungan Kesalahan Trend Metode Dekomposisi untuk Screwpress AP-17 Periode(t) Xt ERROR ANALYIS TREN EKSPONENSIAL ERROR ANALYIS TREN SIKLIS Ft Xt-Ft (Xt-Ft) 2 [Pet] Ft Xt-Ft (Xt-Ft) 2 [Pet] 1 1,714 1,226 0,489 0,239 28,501 1,304 0,410 0,168 23, ,091 1,231-0,140 0,020 12,843 1,297-0,207 0,043 18, ,545 1,236-0,691 0, ,665 1,294-0,749 0, , ,545 1,242-0,696 0, ,649 1,295-0,750 0, , ,091 1,247-0,156 0,024 14,318 1,300-0,209 0,044 19, ,545 1,253-0,707 0, ,629 1,308-0,763 0, , ,636 1,258 0,378 0,143 23,125 1,319 0,317 0,101 19, ,067 1,263-0,197 0,039 18,445 1,332-0,266 0,071 24, ,000 1,269-0,269 0,072 26,890 1,347-0,347 0,120 34, ,490 1,274-0,785 0, ,191 1,362-0,872 0, , ,511 1,280-0,769 0, ,654 1,376-0,865 0, , ,067 1,285-0,219 0,048 20,515 1,388-0,321 0,103 30, ,091 1,291-0,200 0,040 18,348 1,398-0,307 0,094 28, ,091 1,297-0,206 0,042 18,861 1,405-0,314 0,098 28, ,674 1,302 0,372 0,138 22,224 1,408 0,267 0,071 15, ,116 1,308-0,192 0,037 17,170 1,407-0,290 0,084 26, ,533 1,314-0,780 0, ,304 1,402-0,869 0, , ,533 1,319-0,786 0, ,373 1,394-0,861 0, , ,571 1,325-0,754 0, ,883 1,383-0,812 0, , ,067 1,331-0,264 0,070 24,762 1,370-0,303 0,092 28, ,533 1,337-0,803 0, ,607 1,355-0,822 0, , ,143 1,342-0,200 0,040 0,000 1,340-0,198 0,039 0, ,171 1,348-0,177 0,031 15,159 1,326-0,156 0,024 13, ,171 1,354-0,183 0,034 15,658 1,314-0,143 0,021 12,238 22,998 30,932-7,935 6, ,775 32,424-9,426 7, ,245 SEE 0,5401 SEE 0,5862 MAPE 64,49063 MAPE 71,09353

22 Tabel L.8. Perhitungan Kesalahan Metode Dekomposisi Screwpress AP-17 T Xt Ft Xt-Ft (Xt-Ft) 2 [Pet] 1 2 3,331-1,331 1, , ,110-1,110 1, , ,050-0,050 0, , ,044 1,956 3, , ,078-0,078 0, , ,034 0,966 0, , ,086-0,086 0, , ,001-0,001 0, , ,867 0,133 0, , ,910 0,090 0, , ,943 0,057 0, , ,961 0,039 0, , ,995 0,005 0, , ,984 0,016 0, , ,030-0,030 0, , ,009-0,009 0, , ,955 0,045 0, , ,950 0,050 0, , ,012 1,988 3, , ,879 0,121 0, , ,934 0,066 0, , ,991 0,009 0, , ,029-0,029 0, , ,018-1,018 1, ,756 Total 44 42,201 1,799 12, ,675 SEE 0, MAPE 21,69481

23 Lampiran 5. Pengujian Distribusi Permintaan Bahan Baku Screwpress Tabel L.9. Kebutuhan Bahan Baku Screwpress AP-17 Jumlah Kebutuhan Bahan Baku Bulan Produk Besi Plat Besi Plat Besi Siku Besi Plat (Unit) Screwworm 12 mm 5'x20' 9 mm 4'x8' 15x6 m 6 mm 4'x8' Jun-12 0,979 3,917 9,793 11,752 14,689 7,834 Jul-12 1,818 7,271 18,178 21,814 27,267 14,543 Agust-12 0,904 3,615 9,038 10,846 13,557 7,230 Sep-12 1,926 7,703 19,258 23,110 28,887 15,406 Okt-12 1,962 7,846 19,616 23,539 29,424 15,693 Nop-12 1,950 7,801 19,504 23,404 29,256 15,603 Des-12 2,840 11,358 28,395 34,074 42,593 22,716 Jan-13 1,797 7,186 17,965 21,558 26,948 14,372 Feb-13 0,893 3,572 8,930 10,717 13,396 7,144 Mar-13 0,888 3,551 8,878 10,654 13,317 7,103 Apr-13 1,765 7,061 17,652 21,183 26,478 14,122 Mei-13 0,877 3,510 8,774 10,529 13,161 7,019 Total 74, , , , ,785 Standart Deviasi 2,524 6,309 7,571 9,463 5,047 Rata-rata 6,199 15,498 18,598 23,248 12,399

24 a. Uji Distribusi Permintaan Bahan Baku Besi Plat 12 mm 5' x 20'. Pengujian distribusi bahan baku besi plat 12 mm 5' x 20' dengan menggunakan uji Kolmogorov Smirnov dapat dilihat pada Tabel L.10. Tabel L.10. Uji Distribusi Permintaan Bahan Baku Besi Plat 12 mm 5' x 20' One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Plat12mm N 12 Normal Parameters a Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute.234 Positive.234 Negative Kolmogorov-Smirnov Z.810 Asymp. Sig. (2-tailed).528 a. Test distribution is Normal. Pengujian hipotesa: 1. Taraf signifikansi uji (α) = 0,05 2. Jika signifikansi yang diperoleh > α maka data berdistribusi normal 3. Jika signifikansi yang diperoleh < α maka data tidak berdistribusi normal 4. Pada hasil di atas diperoleh nilai signifikansi p = 0,810 (p > α) dengan demikian data berdistribusi normal

25 b. Uji Distribusi Permintaan Bahan Baku Besi Plat 9 mm 4' x 8' Pengujian distribusi bahan baku besi plat 9 mm 4' x 8' dengan menggunakan uji Kolmogorov Smirnov dapat dilihat pada Tabel L.11. Tabel L.11. Uji Distribusi Permintaan Bahan Baku Besi Plat 9 mm 4' x 8' One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Plat9mm N 12 Normal Parameters a Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute.234 Positive.234 Negative Kolmogorov-Smirnov Z.810 Asymp. Sig. (2-tailed).528 a. Test distribution is Normal. Pengujian hipotesa: 1. Taraf signifikansi uji (α) = 0,05 2. Jika signifikansi yang diperoleh > α maka data berdistribusi normal 3. Jika signifikansi yang diperoleh < α maka data tidak berdistribusi normal 4. Pada hasil di atas diperoleh nilai signifikansi p = 0,810 (p > α) dengan demikian data berdistribusi normal

26 c. Uji Distribusi Permintaan Bahan Baku Screwworm. Pengujian distribusi bahan baku screworm dengan menggunakan uji Kolmogorov Smirnov dapat dilihat pada Tabel L.12. Tabel L.12. Uji Distribusi Permintaan Bahan Baku Screwworm One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Screwworm N 12 Normal Parameters a Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute.234 Positive.234 Negative Kolmogorov-Smirnov Z.810 Asymp. Sig. (2-tailed).528 a. Test distribution is Normal. Pengujian hipotesa: 1. Taraf signifikansi uji (α) = 0,05 2. Jika signifikansi yang diperoleh > α maka data berdistribusi normal 3. Jika signifikansi yang diperoleh < α maka data tidak berdistribusi normal 4. Pada hasil di atas diperoleh nilai signifikansi p = 0,810 (p > α) dengan demikian data berdistribusi normal

27 d. Uji Distribusi Permintaan Bahan Baku Besi Siku 15 x 6 m. Pengujian distribusi bahan baku besi siku 15 x 6 m dengan menggunakan uji Kolmogorov Smirnov dapat dilihat pada Tabel L.13. Tabel L.13. Uji Distribusi Permintaan Bahan Baku Besi Siku 15 x 6 m One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test BesiSiku N 12 Normal Parameters a Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute.234 Positive.234 Negative Kolmogorov-Smirnov Z.810 Asymp. Sig. (2-tailed).528 a. Test distribution is Normal. Pengujian hipotesa: 1. Taraf signifikansi uji (α) = 0,05 2. Jika signifikansi yang diperoleh > α maka data berdistribusi normal 3. Jika signifikansi yang diperoleh < α maka data tidak berdistribusi normal 4. Pada hasil di atas diperoleh nilai signifikansi p = 0,810 (p > α) dengan demikian data berdistribusi normal

28 e. Uji Distribusi Permintaan Bahan Baku Besi Plat 6 mm 4' x 8'. Pengujian distribusi bahan baku besi plat 6 mm 4' x 8' dengan menggunakan uji Kolmogorov Smirnov dapat dilihat pada Tabel L.14. Tabel L.14. Uji Distribusi Permintaan Bahan Baku Besi Plat 6 mm 4' x 8' One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Plat6mm N 12 Normal Parameters a Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute.234 Positive.234 Negative Kolmogorov-Smirnov Z.810 Asymp. Sig. (2-tailed).528 a. Test distribution is Normal. Pengujian hipotesa: 1. Taraf signifikansi uji (α) = 0,05 2. Jika signifikansi yang diperoleh > α maka data berdistribusi normal 3. Jika signifikansi yang diperoleh < α maka data tidak berdistribusi normal 4. Pada hasil di atas diperoleh nilai signifikansi p = 0,491 (p > α) dengan demikian data berdistribusi normal

29 Lampiran 6. Perhitungan EOQ Probabilistik Bahan Baku Screwpress AP-17 Perhitungan EOQ probabilistik untuk setiap bahan baku Screwpress AP-17 dengan sistem jumlah pemesanan tetap dapat dilihat pada perhitungan berikut: 1. Besi Plat 12 mm 5' x 20' Kebutuhan bahan-baku (D) Rata-rata kebutuhan bahan-baku (µd) Standar deviasi (σ) Lead time (1 bulan = 25 hari) : 74,393 Lembar : 6,199 Lembar/Bulan : 2,524 Lembar : 14 hari = 0,56 bulan Harga bahan-baku per lembar (p) : Rp ,- Ongkos penyimpanan (H) =1,48% x Rp : Rp ,60/Lembar Ongkos Pemesanan (A) Ongkos kekurangan persediaan (π) Kebutuhan rata-rata selama lead time: : Rp /Pesan : Rp /Lembar dl = µd x L = 6,199 x 0,56 12 Standart deviasi selama lead time: = 0,289 Lembar σl = σd L = 2,524 1 = 0,545 Lembar 12 untuk menentukan nilai q 0 dan r* dicari dengan iteratif sebagai berikut: Iterasi 1 a. Hitung nlai q 01 awal dengan formula Wilson q 01 = 2AD = H 2(150000)(74,393) = 14,075 Lembar ,60

30 b. Berdasarkan nilai q * 01 yang diperoleh dapat dicari besarnya kemungkinan kurangnya persediaan α = Hq 01 πd = ,60 14, ,393 = 0,0025 z α = 2,8 (z α dapat dicari dari tabel B) α = f(x)dx dimana r r 1 = dl + z α σ L = 0,289 + (2,8 x 0,545) = 1,816 Lembar c. Dengan diketahui r 1 yang diperoleh dari perhitungan di atas akan dapat dihitung nilai q 02 dengan rumus sebagai berikut: q 02 = 2AD+π( r x r 1 )f(x)dx 1 H Dimana : N= (X r 1 )f r (x)dx = σ L f (zα) z α ψ (zα) 1 Nilai f (zα) dan ψ (zα) dapat di cari dari tabel B, z α = 2,8 sehingga f (zα) = 0,0079 dan ψ (zα) = 0,0008 N = σ L [f (zα) - z α ψ (zα) ] = 0,545[0,0079 (2,8 x 0,0008] = 0,0031 Lembar q 02 = 2 x 74,393[ (0,0031)] ,60 = 15,239 Lembar d. Hitung kembali besarnya nilai α = Hq 02 πd dan nilai r 2 dengan menggunakan rumus: α = f(x)dx r dimana r 2 = dl + z α σ L 2

31 α = Hq 02 πd α = ,60 x 15, x 74,393 = 0,0025 (z α = 2,8) r 2 = 0,289 + (2,8 x 0,545) = 1,816 Lembar e. Bandingkan nilai r 1 dan r 2 (1,816 dengan 1,816) disini keduanya telah bernilai sama, iterasi dihentikan maka diperoleh: 1. Jumlah pesanan optimal (Economic Order Quantity) q 0 = q 02 = 15, Lembar (pembulatan ke atas) 2. Titik pemesanan kembali (Reorder Point) r 1 = r 2 = 1,816 2 Lembar 3. Persediaan pengaman (Safety Stock) Ss = z α σ L = 2,8 x 0,545 = 1,526 2 Lembar 4. Ekspektasi ongkos total persediaan pertahun O T = Dp + AD + H( 1 q q r dl)+ πd (x-r)f(x)dx q 0 r 1 O T = 74,393( ) , ,60 [ 1 (16) + (2-2 0,289)] x 74, O T = Rp ,- x 0,0031

32 2. Besi Plat 9 mm 4' x 8' Kebutuhan bahan-baku (D) Rata-rata kebutuhan bahan-baku (µd) Standar deviasi (σ) Lead time (1 bulan = 25 hari) : 185,982 Lembar : 15,498 Lembar/Bulan : 6,309 Lembar : 14 hari = 0,56 bulan Harga bahan-baku per lembar(p) : Rp ,- Ongkos penyimpanan (H) =1,48% x Rp : Rp ,40/Lembar Ongkos Pemesanan (A) Ongkos kekurangan persediaan (π) : Rp /Pesan : Rp /Lembar Kebutuhan rata-rata selama lead time: dl = µd x L = 15,498 x 0,56 12 Standart deviasi selama lead time: = 0,723 Lembar σl = σd L = 6,309 0,56 12 = 1,363 Lembar untuk menentukan nilai q 0 dan r* dicari dengan iteratif sebagai berikut: Iterasi 1 a. Hitung nlai q 01 awal dengan formula Wilson q 01 = 2AD = H 2(150000)(185,982) = 45,166 Lembar 27350,40 b. Berdasarkan nilai q 01 yang diperoleh dapat dicari besarnya kemungkinan kurangnya persediaan α = Hq 01 πd = 27350,40 45, ,982 = 0,0032 z α = 2,7 (z α dapat dicari dari tabel B)

33 α = f(x)dx dimana r r 1 = dl + z α σ L = 0,723 + (2,7 x 1,363) = 4,403 Lembar c. Dengan diketahui r 1 yang diperoleh dari perhitungan di atas akan dapat dihitung nilai q 02 dengan rumus sebagai berikut: q 02 = 2D[A+π( r x r 1 )f(x)dx] 1 H Dimana : N= (X r 1 )f r (x)dx = σ L f (zα) z α ψ (zα) 1 Nilai f (zα) dan ψ (zα) dapat di cari dari tabel B, z α = 2,7 sehingga f (zα) = 0,0104 dan ψ (zα) = 0,0011 N = σ L [f (zα) - z α ψ (zα) ] = 1,363[0,0104 (2,7 x 0,0011] = 0,0099 Lembar q 02 = 2 x 185,982[ (0,0099)] 27350,40 = 48,123 Lembar d. Hitung kembali besarnya nilai α = Hq 02 πd dan nilai r 2 dengan menggunakan rumus: α = f(x)dx r dimana r 2 = dl + z α σ L 2 α = Hq 02 πd α = 27350,40x 48, x 185,982 = 0,0034 (z α = 2,7) r 2 = 0,723 + (2,7 x 1,363) = 4,403 Lembar

34 e. Bandingkan nilai r 1 dan r 2 (4,403 dengan 4,403) disini keduanya telah bernilai sama, iterasi dihentikan maka diperoleh: 1. Jumlah pesanan optimal (Economic Order Quantity) q 0 = q 02 = 48, Lembar (pembulatan ke atas) 2. Titik pemesanan kembali (Reorder Point) r 1 = r 2 = 4,403 5 Lembar 3. Persediaan pengaman (Safety Stock) Ss = z α σ L = 2,7 x 1,363 = 3,680 4 Lembar 4. Ekspektasi ongkos total persediaan pertahun O T = Dp + AD + H( 1 q q r dl)+ πd (x-r)f(x)dx q 0 r 1 O T = 185,982( ) , ,40 [ 1 (49) + (5-2 0,723)] x 185, O T = Rp ,- x 0, Screwworm Kebutuhan bahan-baku (D) Rata-rata kebutuhan bahan-baku (µd) Standar deviasi (σ) Lead time (1 bulan = 25 hari) : 223,178 Lembar : 18,598 Lembar/Bulan : 7,571 Lembar : 30 hari = 1,2 bulan Harga bahan-baku per lembar(p) : Rp ,-

35 Ongkos penyimpanan (H) =1,48% x Rp : Rp ,62/Lembar Ongkos Pemesanan (A) Ongkos kekurangan persediaan (π) : Rp /Pesan : Rp /Lembar Kebutuhan rata-rata selama lead time: dl = µd x L = 18,598 x 1,2 = 1,8598 Lembar 12 Standart deviasi selama lead time: σl = σd L = 7,571 1,2 = 1,635 Lembar 12 untuk menentukan nilai q 0 dan r* dicari dengan iteratif sebagai berikut: Iterasi 1 a. Hitung nlai q 01 awal dengan formula Wilson q 01 = 2AD = H 2(150000)(223,178) = 59,551 Lembar 18879,62 b. Berdasarkan nilai q 01 yang diperoleh dapat dicari besarnya kemungkinan kurangnya persediaan: α = Hq 01 πd = 18879,62 59, ,178 = 0,0035 z α = 2,7 (z α dapat dicari dari tabel B) α = f(x)dx dimana r r 1 = dl + z α σ L = 1, (2,7 x 1,635) = 5,284 Lembar

36 c. Dengan diketahui r 1 yang diperoleh dari perhitungan di atas akan dapat dihitung nilai q 02 dengan rumus sebagai berikut: q 02 = 2D[A+π( r x r 1 )f(x)dx] 1 H Dimana : N= (X r 1 )f r (x)dx = σ L f (zα) z α ψ (zα) 1 Nilai f (zα) dan ψ (zα) dapat di cari dari tabel B, z α = 2,7 sehingga f (zα) = 0,0104 dan ψ (zα) = 0,0011 N = σ L [f (zα) - z α ψ (zα) ] = 1,635[0,0104 (2,7 x 0,0011] = 0,0119 Lembar q 02 = 2 x223,178[ (0,0073)] 18879,62 = 62,797 Lembar d. Hitung kembali besarnya nilai α = Hq 02 πd dan nilai r 2 dengan menggunakan rumus: α = f(x)dx r dimana r 2 = dl + z α σ L 2 α = Hq 02 πd α = 18879,62 x 62, x 223,178 = 0,003 (z α = 2,7) r 2 = 1, (2,7 x 1,635) = 5,284 Lembar e. Bandingkan nilai r 1 dan r 2 (5,284 dengan 5,284) disini keduanya telah bernilai sama, iterasi dihentikan maka diperoleh: 1. Jumlah pesanan optimal (Economic Order Quantity) q 0 = q 02 = 62, Lembar (pembulatan ke atas)

37 2. Titik pemesanan kembali (Reorder Point) r 1 = r 2 = 5,284 6 Lembar 3. Persediaan pengaman (Safety Stock) Ss = z α σ L = 2,7 x 1,635 = 4,414 5 Lembar 4. Ekspektasi ongkos total persediaan pertahun O T = Dp + AD + H( 1 q q r dl)+ πd (x-r)f(x)dx q 0 r 1 O T = 223,178( ) , ,62 [ 1 (63) + (6-2 1,8598)] + O T = Rp , x 223, x 0, Besi Siku 15 x 6 m Kebutuhan bahan-baku (D) Rata-rata kebutuhan bahan-baku (µd) Standar deviasi (σ) Lead time (1 bulan = 25 hari) : 278,972 Lembar : 23,248 Lembar/Bulan : 9,463 Lembar : 14 hari = 0,56 bulan Harga bahan-baku per lembar(p) : Rp ,- Ongkos penyimpanan (H) =1,48% x Rp Ongkos Pemesanan (A) Ongkos kekurangan persediaan (π) : Rp /Lembar : Rp /Pesan : Rp /Lembar

38 Kebutuhan rata-rata selama lead time: dl = µd x L = 23,248 x 0,56 12 Standart deviasi selama lead time: = 1,085 Lembar σl = σd L = 9,463 0,56 12 = 2,044 Lembar untuk menentukan nilai q 0 dan r* dicari dengan iteratif sebagai berikut: Iterasi 1 a. Hitung nlai q 01 awal dengan formula Wilson q 01 = 2AD = H 2(150000)(278,972) = 90,202 Lembar b. Berdasarkan nilai q 01 yang diperoleh dapat dicari besarnya kemungkinan kurangnya persediaan α = Hq 01 πd = , ,972 = 0,0043 z α = 2,65 (z α dapat dicari dari tabel B) α = f(x)dx dimana r r 1 = dl + z α σ L = 1,085 + (2,65 x 2,044) = 6,502 Lembar c. Dengan diketahui r 1 yang diperoleh dari perhitungan di atas akan dapat dihitung nilai q 02 dengan rumus sebagai berikut: q 02 = 2D[A+π( r x r 1 )f(x)dx] 1 H Dimana : N= (X r 1 )f r (x)dx = σ L f (zα) z α ψ (zα) 1 Nilai f (zα) dan ψ (zα) dapat di cari dari tabel B,

39 z α = 2,65 sehingga f (zα) = 0,0119 dan ψ (zα) = 0,0012 N = σ L [f (zα) - z α ψ (zα) ] = 2,044[0,0119 (2,65 x 0,0012] = 0,01746 Lembar q 02 = 2 x 278,972[ (0,01746)] = 93,879 Lembar d. Hitung kembali besarnya nilai α = Hq 02 πd dan nilai r 2 dengan menggunakan rumus: α = f(x)dx r dimana r 2 = dl + z α σ L 2 α = Hq 02 πd α = 49491,2 x 36, x 187,721 = 0,0045 (z α = 2,65) r 2 = 1,085 + (2,65 x 2,044) = 6,502 Lembar e. Bandingkan nilai r 2 dan r 1 (6,502 dengan 6,502) disini keduanya telah bernilai sama, iterasi dihentikan maka diperoleh: 1. Jumlah pesanan optimal (Economic Order Quantity) q 0 = q 02 = 93, Lembar (pembulatan ke atas) 2. Titik pemesanan kembali (Reorder Point) r 1 = r 2 = 6,502 7 Lembar 3. Persediaan pengaman (Safety Stock) Ss = z α σ L = 2,65 x 2,044 = 5,416 6 Lembar

40 4. Ekspektasi ongkos total persediaan pertahun O T = Dp + AD + H( 1 q q r dl)+ πd (x-r)f(x)dx q 0 r 1 O T = 278,972(695000) , x 278, O T = Rp ,- x 0, [ 1 (94) + (6 1,085)] 2 5. Besi Plat 6 mm 4' x 8' Kebutuhan bahan-baku (D) Rata-rata kebutuhan bahan-baku (µd) Standar deviasi (σ) Lead time (1 bulan = 25 hari) : 148,785 Lembar : 12,399 Lembar/Bulan : 5,047 Lembar : 14 hari = 0,56 bulan Harga bahan-baku per lembar(p) : Rp ,- Ongkos penyimpanan (H) =1,48%xRp Ongkos Pemesanan (A) Ongkos kekurangan persediaan (π) : Rp ,96/Lembar : Rp /Pesan : Rp /Lembar Kebutuhan rata-rata selama lead time: dl = µd x L = 12,339 x 0,56 12 Standart deviasi selama lead time: = 0,579 Lembar σl = σd L = 5,047 0,56 12 = 1,090 Lembar untuk menentukan nilai q 0 dan r* dicari dengan iteratif sebagai berikut:

41 Iterasi 1 a. Hitung nlai q 01 awal dengan formula Wilson q 01 = 2AD = H 2(150000)(148,785) = 49,767 Lembar 18021,96 b. Berdasarkan nilai q 01 yang diperoleh dapat dicari besarnya kemungkinan kurangnya persediaan α = Hq 01 πd = 18021,96 49, ,785 = 0,0045 z α = 2,65 (z α dapat dicari dari tabel B) α = f(x)dx dimana r r 1 = dl + z α σ L = 0,579 + (2,65 x 1,090) = 3,468 Lembar c. Dengan diketahui r 1 yang diperoleh dari perhitungan di atas akan dapat dihitung nilai q 02 dengan rumus sebagai berikut: q 02 = 2D[A+π( r x r 1 )f(x)dx] 1 H Dimana : N= (X r 1 )f r (x)dx = σ L f (zα) z α ψ (zα) 1 Nilai f (zα) dan ψ (zα) dapat di cari dari tabel B, z α = 2,65 sehingga f (zα) = 0,0119 dan ψ (zα) = 0,0012 N = σ L [f (zα) - z α ψ (zα) ] = 1,090[0,0119 (2,65 x 0,0012] = 0,0095 Lembar

42 q 02 = 2 x 148,785[ (0,0095)] 18021,96 = 51,836 Lembar d. Hitung kembali besarnya nilai α = Hq 02 πd dan nilai r 2 dengan menggunakan rumus: α = f(x)dx r dimana r 2 = dl + z α σ L 2 α = Hq 02 πd α = 18021,96 x 51, x 148,785 = 0,0046 (z α = 2,65) r 2 = 0,579 + (2,65 x 1,090) = 3,468 Lembar e. Bandingkan nilai r 1 dan r 2 (3,468 dengan 3,468) disini keduanya telah bernilai sama, iterasi dihentikan maka diperoleh: 1. Jumlah pesanan optimal (Economic Order Quantity) q 0 = q 02 = 51, Lembar (pembulatan ke atas) 2. Titik pemesanan kembali (Reorder Point) r 1 = r 2 = 3,468 4 Lembar 3. Persediaan pengaman (Safety Stock) Ss = z α σ L = 2,65 x 1,090 = 2,888 3 Lembar 4. Ekspektasi ongkos total persediaan pertahun O T = Dp + AD + H( 1 q q r dl)+ πd (x-r)f(x)dx q 0 r 1 O T = 148,785( ) , ,96 [ 1 (52) + (4 2 0,579)] x 148, O T = Rp ,- x 0,0095

43

44

45

46

47

48

49

50

51

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Apindowaja Ampuh Persada merupakan industri manufaktur yang bergerak di bidang pembuatan dan perbaikan mesin-mesin produksi kelapa sawit. PT.

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Apindowaja Ampuh Persada merupakan industri manufaktur yang bergerak di bidang pembuatan dan perbaikan mesin-mesin produksi kelapa sawit. PT.

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Perusahaan PT Apindowaja Ampuh Persada merupakan industri manufaktur yang bergerak di bidang pembuatan dan perbaikan mesin-mesin produksi kelapa sawit. PT Apindowaja

Lebih terperinci

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara LAMPIRAN Universitas Sumatera Utara Lampiran I : Uraian Tugas dan Tanggung Jawab PT. Sinar Makmur 1. Direktur Direktur merupakan pimpinan tertinggi dalam perusahaan yang bertanggung jawab terhadap seluruh

Lebih terperinci

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara LAMPIRAN PEMBAGIAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PT. MAHOGANY LESTARI 1. Direktur Direktur merupakan pimpinan tertinggi dalam perusahaan yang bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan operasional perusahaan

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.. Plotting Data Bahan baku komponen yang dipakai untuk membuat panel listrik jumlahnya cukup banyak dan beragam untuk masing-masing panel listrik yang dibuat. Jadi, penggunaan

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Apindowaja Ampuh Persada merupakan industri manufaktur yang bergerak di bidang pembuatan dan perbaikan sparepart mesin produksi kelapa sawit.

Lebih terperinci

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara LAMPIRAN Lampiran-1 Uraian Tugas dan Tanggung Jawab Tenaga Kerja pada PT. Sejati Coconut Industri Adapun tugas dan tanggung jawab setiap bagian dalam struktur organisasi perusahaan adalah sebagai berikut:

Lebih terperinci

BAB IV PROSES PEMBUATAN MESIN

BAB IV PROSES PEMBUATAN MESIN BAB IV PROSES PEMBUATAN MESIN 4.1 Proses Produksi Produksi adalah suatu proses memperbanyak jumlah produk melalui tahapantahapan dari bahan baku untuk diubah dengan cara diproses melalui prosedur kerja

Lebih terperinci

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Pengumpulan Data 4.1.1 Sejarah Perusahaan CV. Kurnia Teknik adalah sebuah CV spesialis moulding dan juga menerima jasa CNC, EDM, INJECT, dan DIGIT. CV. Kurnia

Lebih terperinci

PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN METODE CONTINOUS REVIEW SYSTEM DI MOGA TOYS HOME INDUSTRY

PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN METODE CONTINOUS REVIEW SYSTEM DI MOGA TOYS HOME INDUSTRY PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN METODE CONTINOUS REVIEW SYSTEM DI MOGA TOYS HOME INDUSTRY Sukanta Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Singaperbangsa Karawang Email

Lebih terperinci

Analisis Persediaan Bahan Baku PT. BS dengan Metode Economic Order Quantity (EOQ)

Analisis Persediaan Bahan Baku PT. BS dengan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Analisis Persediaan Bahan Baku PT. BS dengan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Jessica Juventia, Lusia P.S Hartanti Program Studi Teknik Industri Universitas Pelita Harapan Surabaya, Indonesia [email protected],

Lebih terperinci

BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN 5.1 Peramalan Kebutuhan Bahan Baku Pada bab ini berisikan tentang analisa hasil dari pengolahan data dalam perhitungan Forecasting dan MRP tepung terigu untuk 12 bulan yang

Lebih terperinci

USULAN PENERAPAN METODE PERSEDIAAN PROBABILISTIK UNTUK MENGHITUNG KEBUTUHAN BAHAN BAKU DI PT. MEGAYAKU KEMASAN PERDANA KARAWANG

USULAN PENERAPAN METODE PERSEDIAAN PROBABILISTIK UNTUK MENGHITUNG KEBUTUHAN BAHAN BAKU DI PT. MEGAYAKU KEMASAN PERDANA KARAWANG USULAN PENERAPAN METODE PERSEDIAAN PROBABILISTIK UNTUK MENGHITUNG KEBUTUHAN BAHAN BAKU DI PT. MEGAYAKU KEMASAN PERDANA KARAWANG Fathurohman Universitas Buana Perjuangan Karawang [email protected]

Lebih terperinci

PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KUE BOLU BERDASARKAN RAMALAN PENJUALAN MENGGUNAKAN MODEL P (STUDI KASUS: P.IRT FOKER CAKE)

PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KUE BOLU BERDASARKAN RAMALAN PENJUALAN MENGGUNAKAN MODEL P (STUDI KASUS: P.IRT FOKER CAKE) PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KUE BOLU BERDASARKAN RAMALAN PENJUALAN MENGGUNAKAN MODEL P (STUDI KASUS: P.IRT FOKER CAKE) Eman Lesmana 1), Julita Nahar 2), Wahyu Suseno Rizkiyanto 3) Departemen Matematika,

Lebih terperinci

UJI KENORMALAN DATA. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test N 12. Most Extreme Differences Absolute.152. Kolmogorov-Smirnov Z.525

UJI KENORMALAN DATA. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test N 12. Most Extreme Differences Absolute.152. Kolmogorov-Smirnov Z.525 LAMPIRAN UJI KENORMALAN DATA Produk Cup 240 ml One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test demand N 12 Normal Parameters a Mean 49062.5000 Std. Deviation 2132.34026 Most Extreme Differences Absolute.152 Positive.108

Lebih terperinci

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN 4.1 Alat dan Bahan A. Alat dan bahan 1. Mesin las listrik 2. Mesin bubut 3. Gerinda potong 4. Gerinda tangan 5. Pemotong plat 6. Bor tangan 7. Alat ukur (jangka sorong, mistar)

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN 40 BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Statistik Deskriptif Statistik Deskriptif menjelaskan karakteristik dari masing-masing variabel yang terdapat dalam penelitian, baik variabel dependen maupun

Lebih terperinci

L A M P I R A N. Universitas Sumatera Utara

L A M P I R A N. Universitas Sumatera Utara L A M P I R A N Lampiran 1 Data Inflasi Tahun 2007 s/d 2010 Tahun 2007 2008 2009 Bulan Tingkat Inflasi Januari 6.26% Februari 6.30% Maret 6.52% April 6.29% Mei 6.01% Juni 5.77% Juli 6.06% Agustus 6.51%

Lebih terperinci

TAHUN TOTAL RATAAN

TAHUN TOTAL RATAAN Lampiran 1. Data Produksi Tandan Buah Segar (ton/bulan) Kebun Bah Jambi pada Tanaman Berumur 8, 16, dan 19 Tahun Selama 3 Tahun (2011-2013) TAHUN 2011 TAHUN 2012 TAHUN 2013 BULAN UMUR (TAHUN) UMUR (TAHUN)

Lebih terperinci

BAB II GAMBAR UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBAR UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBAR UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan Perusahaan ini didirikan pada tahun 1980, yang didirikan oleh beberapa orang pemegang saham. Awalnya perusahaan ini dikenal dengan nama bengkel cakrawala.

Lebih terperinci

BAB 4 ANALISIS PENELITIAN Profil Partisipan Pada pengambilan data di lapangan, peneliti memperoleh partisipan

BAB 4 ANALISIS PENELITIAN Profil Partisipan Pada pengambilan data di lapangan, peneliti memperoleh partisipan BAB 4 ANALISIS PENELITIAN 4.1. Profil Partisipan Pada pengambilan data di lapangan, peneliti memperoleh partisipan sebanyak 150 remaja dengan rentang usia 15-18 tahun dan berjenis kelamin laki-laki dan

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE PERSEDIAAN PROBABILISTIK UNTUK MENGHITUNG KEBUTUHAN BAHAN BAKU (STUDI KASUS DI PT. XZY)

PENERAPAN METODE PERSEDIAAN PROBABILISTIK UNTUK MENGHITUNG KEBUTUHAN BAHAN BAKU (STUDI KASUS DI PT. XZY) PENERAPAN METODE PERSEDIAAN PROBABILISTIK UNTUK MENGHITUNG KEBUTUHAN BAHAN BAKU (STUDI KASUS DI PT. XZY) Ade Suhara Program Studi Teknik Industri, Universitas Buana Perjuangan Karawang Jln.HS. Ronggowaluyo

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. dalam Usaha Kecil Menegah (UKM) mikro yang bergerak di bidang industri jasa

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. dalam Usaha Kecil Menegah (UKM) mikro yang bergerak di bidang industri jasa BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Umum Perusahaan Industri logam jalan Mahkamah Medan adalah suatu usaha yang tergolong dalam Usaha Kecil Menegah (UKM) mikro yang bergerak di bidang industri

Lebih terperinci

Lampiran 1: Tugas dan Tanggung Jawab Karyawan

Lampiran 1: Tugas dan Tanggung Jawab Karyawan Lampiran : Tugas dan Tanggung Jawab Karyawan Pembagian tugas dan tanggung jawab dari masing-masing jabatan dalam PT. Bintang Persada Satelit secara garis besar adalah sebagai berikut:. Direktur Direktur

Lebih terperinci

BAB III METODE PROYEK AKHIR. Motor dengan alamat jalan raya Candimas Natar. Waktu terselesainya pembuatan mesin

BAB III METODE PROYEK AKHIR. Motor dengan alamat jalan raya Candimas Natar. Waktu terselesainya pembuatan mesin BAB III METODE PROYEK AKHIR A. Waktu dan Tempat Tempat pembuatan dan perakitan mesin pemotong kerupuk ini di lakukan di Bengkel Kurnia Motor dengan alamat jalan raya Candimas Natar. Waktu terselesainya

Lebih terperinci

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN 4.1. Alat dan Bahan A. Alat 1. Las listrik 2. Mesin bubut 3. Gerinda potong 4. Gerinda tangan 5. Pemotong plat 6. Bor tangan 7. Bor duduk 8. Alat ukur (Jangka sorong, mistar)

Lebih terperinci

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1. Pengumpulan Data 4.1.1. Sejarah Perusahaan CV. Mitra Abadi Teknik merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang perancangan dan manufaktur untuk peralatan

Lebih terperinci

Lampiran 1: Uraian tugas, wewenang dan tanggung jawab dari masing-masing

Lampiran 1: Uraian tugas, wewenang dan tanggung jawab dari masing-masing Lampiran 1: Uraian tugas, wewenang dan tanggung jawab dari masing-masing jabatan yang terdapat pada struktur organisasi di PT. Eracipta Binakarya adalah sebagai berikut: 1. Dewan Komisaris Dewan Komisaris

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Statistik Deskriptif Dalam penelitian yang dimaksud dengan Analisis Statistik Deskriptif adalah proses transformasi data penelitian dalam bentuk tabulasi

Lebih terperinci

III. METODE PEMBUATAN. Tempat pembuatan mesin pengaduk adonan kerupuk ini di bengkel las dan bubut

III. METODE PEMBUATAN. Tempat pembuatan mesin pengaduk adonan kerupuk ini di bengkel las dan bubut 16 III. METODE PEMBUATAN A. Waktu dan Tempat Tempat pembuatan mesin pengaduk adonan kerupuk ini di bengkel las dan bubut Amanah, jalan raya candimas Natar, Lampung Selatan. Pembuatan mesin pengaduk adonan

Lebih terperinci

BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR

BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR 3.1 Diagram Alir Proses Perancangan Proses perancangan mesin peniris minyak pada kacang seperti terlihat pada gambar 3.1 berikut ini: Mulai Studi Literatur Gambar Sketsa

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. atau memberikan atau member gambaran terhadap objek yang diteliti melalui. kesimpulan yang berlaku secara umum.

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. atau memberikan atau member gambaran terhadap objek yang diteliti melalui. kesimpulan yang berlaku secara umum. BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Statistik Deskriptif Statistik deskriptif adalah statistik yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberikan atau member gambaran terhadap objek yang diteliti

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang

BAB II LANDASAN TEORI. Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang 7 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Informasi 2.1.1 Sistem Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan

Lebih terperinci

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN 4.1. Proses Pembuatan Proses pembuatan adalah tahap-tahap yang dilakukan untuk mencapai suatu hasil. Dalam proses pembuatan ini dijelaskan bagaimana proses bahan-bahanyang

Lebih terperinci

BAB IV PROSES PRODUKSI DAN PENGUJIAN

BAB IV PROSES PRODUKSI DAN PENGUJIAN BAB IV PROSES PRODUKSI DAN PENGUJIAN 4.1 Proses Pembuatan Proses pengerjaan adalah tahapan-tahapan yang dilakukan untuk membuat komponen-komponen pada mesin pemotong umbi. Pengerjaan yang dominan dalam

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan CV. Cendana Baru merupakan usaha yang bergerak dibidang perancangan alat yang didirikan oleh Bapak Tut Wuri Handayani, S.T sejak tahun 1990. CV.

Lebih terperinci

UKURAN JUMLAH PEMESANAN OPTIMAL KOMPONEN WEDGE DAN TAPER PADA MESIN BUBUT DENGAN MENGGUNAKAN MODEL Q (CONTINUOUS REVIEW METHOD)*

UKURAN JUMLAH PEMESANAN OPTIMAL KOMPONEN WEDGE DAN TAPER PADA MESIN BUBUT DENGAN MENGGUNAKAN MODEL Q (CONTINUOUS REVIEW METHOD)* Reka Integra ISSN: 2338-5081 Jurusan Teknik Industri Itenas No.4 Vol.03 Jurnal Online Institut Teknologi Nasional Oktober 2015 UKURAN JUMLAH PEMESANAN OPTIMAL KOMPONEN WEDGE DAN TAPER PADA MESIN BUBUT

Lebih terperinci

ANALISIS PERBANDINGAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN PENDEKATAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY

ANALISIS PERBANDINGAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN PENDEKATAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY ANALISIS PERBANDINGAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN PENDEKATAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY DAN METODE KANBAN COMPARISON OF THE ECONOMIC ORDER QUANTITY METHOD AND THE KANBAN METHOD ON RAW

Lebih terperinci

III. METODE PROYEK AKHIR. dari tanggal 06 Juni sampai tanggal 12 Juni 2013, dengan demikian terhitung. waktu pengerjaan berlangsung selama 1 minggu.

III. METODE PROYEK AKHIR. dari tanggal 06 Juni sampai tanggal 12 Juni 2013, dengan demikian terhitung. waktu pengerjaan berlangsung selama 1 minggu. 24 III. METODE PROYEK AKHIR 3.1. Waktu dan Tempat Proses pembuatan Proyek Akhir ini dilakukan di Bengkel Bubut Jl. Lintas Timur Way Jepara Lampung Timur. Waktu pengerjaan alat pemotong kentang spiral ini

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. bidang pembuatan dan perbaikan mesin dan peralatan pada pabrik kelapa sawit.

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. bidang pembuatan dan perbaikan mesin dan peralatan pada pabrik kelapa sawit. BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Kharisma Abadi Sejati adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan dan perbaikan mesin dan peralatan pada pabrik kelapa sawit.

Lebih terperinci

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN 4.1. Proses Pembuatan Proses pembuatan adalah tahap-tahap yang dilakukan untuk mencapai suatu hasil. Dalam proses pembuatan ini dijelaskan bagaimana proses bahan-bahanyang

Lebih terperinci

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN 4.1. Alat dan Bahan A. Alat 1. Las listrik 2. Mesin bubut 3. Gerinda potong 4. Gerinda tangan 5. Pemotong plat 6. Bor tangan 7. Bor duduk 8. Alat ukur (Jangka sorong, mistar)

Lebih terperinci

BAB III PROSES MANUFAKTUR. yang dilakukan dalam proses manufaktur mesin pembuat tepung ini adalah : Mulai. Pengumpulan data.

BAB III PROSES MANUFAKTUR. yang dilakukan dalam proses manufaktur mesin pembuat tepung ini adalah : Mulai. Pengumpulan data. BAB III PROSES MANUFAKTUR 3.1. Metode Proses Manufaktur Proses yang dilakukan untuk pembuatan mesin pembuat tepung ini berkaitan dengan proses manufaktur dari mesin tersebut. Proses manufaktur merupakan

Lebih terperinci

BAB III LANGKAH PEMECAHAN MASALAH

BAB III LANGKAH PEMECAHAN MASALAH BAB III LANGKAH PEMECAHAN MASALAH 3.1 Penetapan Kriteria Optimasi Koperasi Niaga Abadi Ridhotullah (KNAR) adalah badan usaha yang bergerak dalam bidang distributor makanan dan minuman ringan (snack). Koperasi

Lebih terperinci

BAB IV PROSES PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

BAB IV PROSES PEMBUATAN DAN PENGUJIAN BAB IV PROSES PEMBUATAN DAN PENGUJIAN 4.1 Proses Pengerjaan Proses pengerjaan adalah tahapan-tahapan yang dilakukan untuk membuat komponen-komponen pada mesin pembuat lubang biopori. Pengerjaan yang dominan

Lebih terperinci

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara LAMPIRAN Universitas Sumatera Utara Proses pembagian tugas pada lantai produksi dibagi menjadi 17 bagian, yaitu: 1. Direktur a. Merencanakan arah, strategi, dan kebijakan perusahaan dalam rangka mencapai

Lebih terperinci

LAMPIRAN. Perhitungan Dana Pihak Ketiga Unit Usaha Syariah Di Indonesia Periode Oktober 2014 April 2016 (a) Giro (Rp) (b) Tabungan (Rp)

LAMPIRAN. Perhitungan Dana Pihak Ketiga Unit Usaha Syariah Di Indonesia Periode Oktober 2014 April 2016 (a) Giro (Rp) (b) Tabungan (Rp) LAMPIRAN 103 Lampiran : 1 Data Penelitian Bulan Perhitungan Dana Pihak Ketiga Unit Usaha Syariah Di Indonesia Periode Oktober 2014 April 2016 (a) Giro (Rp) (b) Tabungan (Rp) (c) Deposito DPK=a+b+c (Rp)

Lebih terperinci

BAB V ANALISIS. Total Waktu (menit)

BAB V ANALISIS. Total Waktu (menit) BAB V ANALISIS 5.1 Analisis Availability Rate Availability Rate mencerminkan seberapa besar waktu loading time yang tersedia yang digunakan disamping yang terserap oleh down time losses. Berikut adalah

Lebih terperinci

LAMPIRAN I. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab

LAMPIRAN I. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab LAMPIRAN I Uraian Tugas dan Tanggung Jawab Adapun tugas dan tanggung jawab setiap bagian pada PT. Hadi Baru adalah sebagai berikut : 1. Direktur Utama Direktur Utama merupakan pimpinan tertinggi dalam

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI Diagram Alur Produksi Mesin. Gambar 3.1 Alur Kerja Produksi Mesin

BAB III METODOLOGI Diagram Alur Produksi Mesin. Gambar 3.1 Alur Kerja Produksi Mesin BAB III METODOLOGI 3.1. Diagram Alur Produksi Mesin Gambar 3.1 Alur Kerja Produksi Mesin 3.2. Cara Kerja Mesin Prinsip kerja mesin pencetak bakso secara umum yaitu terletak pada screw penekan adonan dan

Lebih terperinci

BAB 4 ANALISIS HASIL. Responden pada penelitian ini adalah mahasiswa jurusan Psikologi Binus

BAB 4 ANALISIS HASIL. Responden pada penelitian ini adalah mahasiswa jurusan Psikologi Binus BAB 4 ANALISIS HASIL 4.1 Profil Subjek Penelitian Responden pada penelitian ini adalah mahasiswa jurusan Psikologi Binus University angkatan 2011 dan angkatan 2012 dengan hasil yang mengisi 124 orang.

Lebih terperinci

HALASAN B SIRAIT, PARAPAT GULTOM, ESTHER S NABABAN

HALASAN B SIRAIT, PARAPAT GULTOM, ESTHER S NABABAN Saintia Matematika Vol. 1, No. 5 (2013), pp. 469 482. PERENCANAAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN MENGGUNAKAN MODEL ECONOMIC ORDER QUANTITY (Studi Kasus: PT. XYZ) HALASAN B SIRAIT, PARAPAT GULTOM,

Lebih terperinci

BAB IV PROSES PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

BAB IV PROSES PEMBUATAN DAN PENGUJIAN BAB IV PROSES PEMBUATAN DAN PENGUJIAN 4.1 Alat dan bahan Peralatan yang digunakan untuk membuat alat troli bermesin antara lain: 1. Mesin las 2. Mesin bubut 3. Mesin bor 4. Mesin gerinda 5. Pemotong plat

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH Flow diagram untuk pemecahan masalah yang terdapat pada PT. Pulogadung Pawitra Laksana (PT. PPL) dapat dilihat dalam diagram 3.1 di bawah ini. Mulai Identifikasi Masalah

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN MASALAH. 4.1 Sistem Pengadaan Perlengkapan Produksi pada PT. Indomo Mulia

BAB IV PEMBAHASAN MASALAH. 4.1 Sistem Pengadaan Perlengkapan Produksi pada PT. Indomo Mulia 46 BAB IV PEMBAHASAN MASALAH 4.1 Sistem Pengadaan Perlengkapan Produksi pada PT. Indomo Mulia PT Indomo mulia merupakan perusahaan yang bergerak dibidang distribusi peralatan rumah tangga salah satu produk

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Statistik Deskriptif Berdasarkan nilai pada masing-masing variabel dapat diketahui nilai penelitian seperti nilai minimum, maksimum, mean dan standard deviasi dari

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Persediaan pada Supply Chain Persediaan adalah bahan atau barang yang disimpan yang akan digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu, misalnya untuk proses produksi atau perakitan,

Lebih terperinci

BAB IV PROSES PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

BAB IV PROSES PEMBUATAN DAN PENGUJIAN BAB IV PROSES PEMBUATAN DAN PENGUJIAN 4.1. Proses Pembuatan Proses pembuatan adalah proses untuk mencapai suatu hasil. Proses pembuatan sand filter rotary machine dikerjakan dalam beberapa tahap, mulai

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) Dalam proses pembuatan mesin pengupas kulit kentang perlu memperhatikan masalah kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Adapun maksud

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 50 BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Analisis Deskriptif Analisis Deskriptif bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenai variabel bebas, dan variabel terikat selama periode penelitian. Variabelvariabel

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil yang akurat. Berdasarkan statistik deskriptif diperoleh hasil sebagai berikut :

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil yang akurat. Berdasarkan statistik deskriptif diperoleh hasil sebagai berikut : 45 BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Statistik Dekriptif Dalam analisa data menggunakan teknik regresi sederhana, data sampel yang digunakan harus melalui uji asumsi klasik (normalitas data) terlebih

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Minimu Maximum Mean

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Minimu Maximum Mean BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di MI Klumpit yang beralamat di desa Klumpit, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali dan MI Reksosari

Lebih terperinci

BAB IV PROSES PRODUKSI DAN PENGUJIAN

BAB IV PROSES PRODUKSI DAN PENGUJIAN digilib.uns.ac.id BAB IV PROSES PRODUKSI DAN PENGUJIAN 4.1 Proses Pengerjaan Proses pengerjaan merupakan salah satu tahap untuk membuat komponenkomponen pada Troli Bermesin. Komponen-komponen yang akan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Dalam menghadapi ketatnya persaingan industri retail yang menjual produk Fast Moving Consumer Goods (FMCG), pengelola dituntut untuk mengoperasikan retail secara efektif

Lebih terperinci

BAB IV PROSES PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

BAB IV PROSES PEMBUATAN DAN PENGUJIAN BAB IV PROSES PEMBUATAN DAN PENGUJIAN 4.1. Proses Pembuatan proses pembuatan adalah proses untuk mencapai suatu hasil. Proses pembuatan sand filter rotary machine dikerjakan dalam beberapa tahap, mulai

Lebih terperinci

BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH. Seiring dengan meningkatknya pangsa pasar, permintaan konsumen juga menjadi

BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH. Seiring dengan meningkatknya pangsa pasar, permintaan konsumen juga menjadi BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH 3.1 Penetapan Kriteria Optimasi Seiring dengan meningkatknya pangsa pasar, permintaan konsumen juga menjadi semakin sulit untuk diperkirakan. Selama ini, manajer PT. Focus

Lebih terperinci

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN 4.1. Proses Pembuatan Proses pembuatan adalah tahap-tahap yang dilakukan untuk mencapai suatu hasil. Dalam proses pembuatan ini dijelaskan bagaimana proses bahanbahan yang

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Pengolahan Data Berikut ini adalah hasil dari data yang telah diolah dan dianalisis, diantaranya karakteristik responden, deskripsi umum skor variabel, uji hipootesis,

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Uji Statistik Deskriptif Statistik Deskriptif memberikan gambaran atau deskriptif suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, varian, maksimum

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Pada Bank Muamalat Indonesia Tbk dan Bank Syariah Mandiri Tbk 1. Analisis Statistik Deskriptif Statistik deskriptif digunakan untuk menjelaskan atau menggambarkan

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Sejarah Umum Perusahaan Saputra Plastik adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pemasaran berbagai jenis plastik seperti PP, PE, HD, dan Tali Plastik ; didirikan pada

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. yang terletak di Jl. Cendrawasih No. 20 Jember. Penelitian dilaksanakan

BAB IV HASIL PENELITIAN. yang terletak di Jl. Cendrawasih No. 20 Jember. Penelitian dilaksanakan BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Umum Objek Penelitian Lokasi penelitian dilakukan di Kantor BPS (Badan Pusat Statistik) yang terletak di Jl. Cendrawasih No. 20 Jember. Penelitian dilaksanakan pada

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Perusahaan PT. Barata Indonesia (Persero) berdiri dengan nama PT. Barata Metal Works & Engineering berdiri pada tahun 1971 di Gresik, Surabaya. Perusahaan ini

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1. Profil Responden Subyek yang berpartisipasi dalam penelitian ini adalah Karyawan yang bekerja di PT.Bank X, peneliti mengumpulkan sampel sebanyak 50 orang subyek Karyawan

Lebih terperinci

ABSTRAK. iv Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. iv Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK PT Coca Cola Amatil Indonesia merupakan salah satu produsen minuman ringan berkarbonasi terbesar di Indonesia. Saat ini, PT Coca Cola Amatil Indonesia telah memiliki 10 pabrik yang tersebar hampir

Lebih terperinci

BAB V ANALISA HASIL. Pada bab sebelumnya telah dilakukan pengolahan data-data yang

BAB V ANALISA HASIL. Pada bab sebelumnya telah dilakukan pengolahan data-data yang BAB V ANALISA HASIL Pada bab sebelumnya telah dilakukan pengolahan data-data yang dikumpulkan untuk pembuatan perencanaan kebutuhan material (MRP). Kemudian dalam bab ini berisikan analisa berdasarkan

Lebih terperinci

BAB 3 LANDASAN TEORI DAN PENGOLAHAN DATA

BAB 3 LANDASAN TEORI DAN PENGOLAHAN DATA BAB 3 LANDASAN TEORI DAN PENGOLAHAN DATA Gambar 3.1 Mesin Sentris (Sumber: Dokumentasi PT. Sinar Rejeki Mesindo) 3.1 Pengertian Mesin Pengering Sentris Mesin pengering sentris (Mesin Sentris) adalah mesin

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH Mulai Identifikasi Masalah Pengumpulan Data : - data penjualan - data kebutuhan bahan baku - data IM F - data biaya pesan - data biaya simpan Pengolahan Data : - Peramalan

Lebih terperinci

BIAYA BAHAN. Endang Sri Utami, SE., M.Si., Ak, CA

BIAYA BAHAN. Endang Sri Utami, SE., M.Si., Ak, CA BIAYA BAHAN Endang Sri Utami, SE., M.Si., Ak, CA Permasalahan Bahan Keterlambatan bahan akan mempengaruhi kelancaran produksi, sedangkan persediaan bahan yang berlebihan berarti pemborosan modal kerja

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Proses Pembuatan 4.1.1. K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) Dalam proses pembuatan mesin pengupas kulit kentang perlu memperhatikan masalah kesehatan dan keselamatan kerja

Lebih terperinci

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN 4.1. Proses Pembuatan Proses pembuatan adalah tahap-tahap yang dilakukan untuk mencapai suatu hasil. Dalam proses pembuatan ini dijelaskan bagaimana proses bahanbahan yang

Lebih terperinci

KUESIONER PENGARUH PENGEMBANGAN KARIR, KOMPETENSI DAN KOMPENSASI TERHADAP INTENTION TO LEAVE KARYAWAN PADA PT. PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) MEDAN

KUESIONER PENGARUH PENGEMBANGAN KARIR, KOMPETENSI DAN KOMPENSASI TERHADAP INTENTION TO LEAVE KARYAWAN PADA PT. PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) MEDAN Lampiran 1 KUESIONER PENGARUH PENGEMBANGAN KARIR, KOMPETENSI DAN KOMPENSASI TERHADAP INTENTION TO LEAVE KARYAWAN PADA PT. PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) MEDAN PETUNJUK: 1. Mohon dengan hormat bantuan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subjek Subjek yang berpartisipasi dalam penelitian ini adalah karyawan atau pegawai divisi fashion pada PT. Mitra Adiperkasa, tbk sebanyak 52 karyawan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kekurangan atau kelebihan persediaan merupakan faktor yang memicu peningkatan biaya. Jumlah persediaan yang terlalu banyak akan berakibat pemborosan dalam biaya simpan,

Lebih terperinci

DAFTAR PUSTAKA. Assauri, Sofjan Manajemen Produksi dan Operasi, edisi revisi, Fakultas. Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.

DAFTAR PUSTAKA. Assauri, Sofjan Manajemen Produksi dan Operasi, edisi revisi, Fakultas. Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta. DAFTAR PUSTAKA Assauri, Sofjan. 2008. Manajemen Produksi dan Operasi, edisi revisi, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta. Bustami, Bastian dan Nurlela. 2006. Akuntansi Biaya, Graha Ilmu, Yogyakarta.

Lebih terperinci

BAB IV PROSES PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

BAB IV PROSES PEMBUATAN DAN PENGUJIAN BAB IV PROSES PEMBUATAN DAN PENGUJIAN 4.1 Alat Dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan untuk pembuatan bagian rangka, pengaduk adonan bakso dan pengunci pengaduk adonan bakso adalah : 4.1.1 Alat Alat yang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kranggan Kabupaten Temanggung, dengan populasi penelitian sebanyak 219

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kranggan Kabupaten Temanggung, dengan populasi penelitian sebanyak 219 54 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kranggan Kecamatan Kranggan Kabupaten Temanggung, dengan populasi penelitian sebanyak

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Perusahaan A.1 Gambaran Umum PT Kansai Paint Indonesia PT. Kansai Paint Indonesia adalan sebuan perusahaan yang bergerak di bidang chemical industry yaitu manufacturing

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Konsep Persediaan Ristono (28) menyatakan bahwa persediaan dapat diartikan sebagai barang-barang yang disimpan untuk digunakan atau dijual pada masa atau periode yang akan datang.

Lebih terperinci

BAB III. Metode Rancang Bangun

BAB III. Metode Rancang Bangun BAB III Metode Rancang Bangun 3.1 Diagram Alir Metode Rancang Bangun MULAI PENGUMPULAN DATA : DESAIN PEMILIHAN BAHAN PERHITUNGAN RANCANG BANGUN PROSES PERMESINAN (FABRIKASI) PERAKITAN PENGUJIAN ALAT HASIL

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI Diagram Alir Tugas Akhir. Diagram alir Tugas Akhir Rancang Bangun Tungku Pengecoran Alumunium. Skala Laboratorium.

BAB III METODOLOGI Diagram Alir Tugas Akhir. Diagram alir Tugas Akhir Rancang Bangun Tungku Pengecoran Alumunium. Skala Laboratorium. BAB III METODOLOGI 3.1. Diagram Alir Tugas Akhir Diagram alir Tugas Akhir Rancang Bangun Tungku Pengecoran Alumunium Skala Laboratorium. Gambar 3.1. Diagram Alir Tugas Akhir 3.2. Alat dan Dalam rancang

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bab 4 ini peneliti akan membahas tentang sampel penelitian, hasil pengolahan data, dan analisa data hasil penelitian. 4.1. Profil Responden Sampel penelitian berjumlah 100

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. teori yang menjadi dasar dan data yang diperoleh dari Badan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. teori yang menjadi dasar dan data yang diperoleh dari Badan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini menguraikan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan membandingkan teori yang menjadi dasar dan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Lebih terperinci