Erika Radina Sipayung, Nur Cahyonowati 1
|
|
|
- Yuliana Sri Cahyadi
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015, Halaman 1-15 ISSN (Online): ANALISIS PENGARUH ASPEK DEMOGRAFI, STATUS SOSIAL EKONOMI DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP PERSEPSI ETIS MAHASISWA AKUNTANSI DENGAN LOVE OF MONEY SEBAGAI VARIABEL INTERVENING Erika Radina Sipayung, Nur Cahyonowati 1 Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedharto SH Tembalang, Semarang 50239, Phone: ABSTRACT This research is the development of previous study conducted by Elias (2010) by adding two dependent variable which art social economic status and work experience. This study aims to analize the influence of several demographic, social economic status, and work experience to the accounting students ethical perception throught love of money as intervening variable. This research using undergraduated accounting students, PPA and master of accounting students of University of Diponegoro as a sample. The number of samples that used were 92 respondens. This research used convenience sampling to choosed the sample. The data obtained were analyzed by using PLS analysis technique (Partial Least Square) through the smartpls software. The result showed that age, and gender has no significant influence with love of money. Gender just has influence with accounting students ethical perception. While education level, social economic status, and work experience has influances with love of money. Love of money has significant influences with accounting students ethical perception. But, the influence of a direct relationship between gender with accounting students ethical perception is greater than the effect on love of money. So the love of money cannot be said to be intervening variable. Keywords : age, gender, education level, social economic status, work experince, love of money, ethical perception, accounting student, Partial Least Square (PLS). PENDAHULUAN Profesi akuntan saat ini sedang mendapat perhatian dari publik akibat banyak terjadinya kasus skandal-skandal besar perusahaan pada beberapa dekade terakhir. Skandal perusahaan yang terjadi meliputi masalah keuangan yang dilakukan dengan melibatkan tokoh-tokoh pelaku akuntansi profesional (Charismawati, 2011). Kasus ini juga menyebabkan buruknya penilaian masyarakat terhadap profesi akuntan. Akuntan dinilai sebagai profesi yang rentan melakukan kecurangan dalam pekerjaannya. Dalam kasus ini perilaku seorang akuntan menjadi alasan dalam menentukan perbedaan pendapat professional (Gibbins dan Mason, 1998 dalam Elias, 2010). Etika merupakan isu yang selalu berada di garis depan untuk dibahas dalam setiap diskusi yang berkaitan dengan profesionalisme dunia akuntansi dan auditing (Cotter & O'leary, 2000). Karena pentingnya etika itu pula, profesi akuntansi memfokuskan perhatiannya kepada persepsi etis di antara mahasiswa akuntansi sebagai titik awal dalam meningkatkan persepsi profesi seorang akuntan. Persepsi etis seorang akuntan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya yaitu kecintaan seseorang terhadap uang. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa love of money terkait dengan beberapa perilaku organisasi yang diinginkan dan tidak diinginkan. Banyak aspek yang juga turut berpengaruh dalam menentukan besarnya sifat love of money pada setiap individu. Menurut Borkowski dan Ugras (dalam Elias, 2010) bahwa persepsi etis berhubungan dengan aspek demografi (jenis kelamin, dan usia) dan variabel psikologi (hubungan keagamaan, dan lokus pengendalian yang mana aspek demografi tersebut bersifat unik tiap individu. Dalam penelitian ini, secara khusus meneliti mahasiswa akuntansi, karena mahasiswa akuntansi adalah calon akuntan professional yang nantinya dalam melakukan pekerjaan akan rentan 1 Corresponding author
2 DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015, Halaman 2 dengan skandal perusahaan dan praktik kecurangan lainnya. Penelitian ini merupakan pengembangan penelitian Elias (2010) untuk mengetahui apakah juga terdapat pengaruh anatara love of money terhadap persepsi etis mahasiswa akuntansi di Indonesia. Penelitian ini perlu dilakukan kembali di Indonesia karena masih banyak terjadi kecurangan keuangan yang melibatkan profesi akuntansi. Sehingga perlu di teliti faktor-faktor apa saja yang mendorong seseorang melakukan kecurangan tersebut maka dapat dilakukan pencegahan dini agar mengurangi dampak yang ditimbulkan. Penelitian ini berbeda dengan penelitian terdahulu, karena penelitian ini menambahkan dua variabel independen yaitu variabel status sosial ekonomi mahasiswa, dan pengalaman kerja. Penambahan variabel independen ini diperoleh dari saran yang terdapat dari penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Elias (2010). KERANGKA PEMIKIRAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS Teori ekspektansi atau expectancy theory of motivation pertama kali dikemukakan oleh Victor Vroom pada tahun Victor Vroom (1990) menyatakan bahwa orang-orang akan termotivasi untuk melakukan hal-hal tertentu guna mencapai tujuan apabila mereka yakin bahwa tindakan mereka akan mengarah pada pencapaian tujuan tersebut. Teori harapan menjelaskan mengenai motivasi yang dimiliki karyawan untuk mengeluarkan tingkat usaha yang tinggi dengan melakukan kinerja yang baik karena timbul keyakinan bahwa kinerja yang baik akan menghasilkan penilaian kinerja yang baik pula. Motivasi yang dimiliki oleh karyawan berhubungan dengan perilaku etis karyawan itu sendiri.karyawan yang memiliki perilaku yang etis cenderung memiliki motivasi untuk menghasilkan kinerja yang baik dan memuaskan. Didalam teori ini, persepsi memainkan peran inti karena persepsi menekankan kemampuan kognitif untuk mengantisipasi konsekuensi perilaku yang cenderung terjadi (Normadewi, 2012). Dalam hal ini, teori harapan digunakan untuk menganalisis pengaruh tingkat love of money terhadap persepsi etis mahasiswa akuntansi dengan cara mengidentifikasi faktor-faktor apa yang mempengaruhinya. Pengaruh Usia Terhadap Love of Money Usia adalah salah satu aspek demografi yang juga berdampak pada tingkat love of money seseorang dan pemikiran etisnya. Penelitian lain menyimpulkan bahwa usia memiliki pengaruh yang signifikan dalam etika, sikap orang yang lebih tua didapati lebih etis dari rekan-rekan mereka yang lebih muda itu (Román & Munuera, 2005). Seperti yang disebutkan bahwa tingkat kecintaan terhadap uang oleh para pekerja muda di Amerika Utara dan Selatan lebih tinggi dibandingkan dengan pekerja yang lebih tua (Furnham, 1994). Sedangkan pada studi penelitian dari 1000 karyawan yang dilakukan Kovach (1987) menunjukkan bahwa pekerja muda dengan pendapatan rendah memiliki tingkat kecintaan terhadap uang yang tinggi, sedangkan pekerja yang usianya lebih tua dengan pendapatan tinggi lebih tertarik dengan keamanan kerja (Kovach, 1987). Berdasarkan uraian penjelasan di atas maka rumusan hipotesis sebagai berikut : H1 : Usia berpengaruh negatif terhadap tingkat love of money mahasiswa akuntansi Pengaruh Jenis Kelamin Terhadap Love of Money Selalu terdapat perbedaan apakah laki laki dan perempuan memiliki perbedaan dalam cara mereka menilai uang (Charismawati, 2011). Tang et al. (2000) menemukan bahwa karyawan perempuan cenderung mementingkan uang lebih rendah daripada karyawan laki-laki. Laki-laki dinilai memiliki kecenderungan kecintaan terhadap uang yang lebih tinggi daripada perempuan. Hal ini disebabkan karena kebanyakan laki-laki tidak hanya merasa tertuntut untuk melaksanakan kewajibannya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarga tetapi memiliki ambisi untuk mendapatkan jabatan yang tinggi di dalam pekerjaannya. Berdasarkan uraian diatas maka rumusan hipotesis dirumuskan sebagai berikut : 2
3 DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015, Halaman 3 H2a : Jenis kelamin berpengaruh positif terhadap tingkat love of money mahasiswa akuntansi H2b : Mahasiswa laki-laki memiliki tingkat love of money yang lebih tinggi dibanding mahasiswa perempuan Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Love of Money Selama menempuh pendidikan sarjana, mahasiswa mengalami proses sosialisasi sehingga memungkinkan para mahasiswa tersebut untuk mengembangkan dasar love of money dalam sosialisasi (Tang dan Chen, 2008 dalam Normadewi, 2012). Luna-Arocas dan Tang (2004) berpendapat bahwa love of money berpengaruh negatif terhadap tingkat pendidikan. Dalam penelitian tersebut para professor di Amerika Serikat dan Spanyol tidak termotivasi oleh kecintaan terhadap uang dalam membuat keputusan etis. sehingga semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka tingkat kecintaan terhadap uangnya akan semakin rendah. Hal ini dikarenakan semakin tinggi tingkat pendidikan, akan berpengaruh terhadap etika mereka. Berdasarkan uraian penjelasan di atas maka rumusan hipotesis sebagai berikut : H3 : Tingkat pendidikan berpengaruh negatif terhadap tingkat love of money mahasiswa akuntansi Pengaruh Status Sosial Ekonomi Terhadap Love of Money Status sosial ekonomi adalah ukuran untuk menentukan posisi seseorang yang berdasarkan pekerjaan, penghasilan dan keanggotaannya dalam perkumpulan sosial. (Quin dalam Prasastianta, 2011). Status sosial ekonomi dapat diukur salah satunya dengan status pekerjaannya, pendapatan, harta benda dan kekuasaan. Status sosial ekonomi juga berhubungan dengan uang. Prasastianta (2011) menguji faktor yang mendorong perilaku ekonomi, salah satu faktornya adalah status ekonomi mahasiswa. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi status ekonomi seseorang maka ia condong untuk berperilaku konsumtif. Status sosial ekonomi seseorang juga berhubungan dengan perilaku etisnya. Biasanya seseorang yang memiliki status sosial ekonomi yang tinggi cenderung berperilaku tidak etis. Status sosial ekonomi yang tinggi akan menghasilkan tingkat love of money yang tinggi pula. Berdasarkan uraian diatas maka dirumuskan hipotesis sebagai berikut : H4 : Status sosial ekonomi berpengaruh positif terhadap tingkat love of money mahasiswa akuntansi Pengaruh Pengalaman Kerja Terhadap Love of Money Pengalaman kerja adalah proses pembentukan pengetahuan atau keterampilan tentang metode suatu pekerjaan karena keterlibatan karyawan tersebut dalam pelaksanaan tugas pekerjaan (Manulang, 1984). Pengalaman kerja yang dimiliki seseorang juga dapat berpengaruh terhadap tingkat love of money. Penelitian yang dilakukan oleh Tang dan Luna Arocas (2005) menunjukkan bahwa mahasiswa yang sudah pernah bekerja yang dalam hal ini telah memiliki pengalaman kerja yang cukup, menunjukkan tingkat kecintaan terhadap uang yang tinggi karena mereka lebih menyadari arti penting kebutuhan dan bagaimana memenuhi kebutuhan dalam hidup. Berdasarkan uraian diatas maka dirumuskan hipotesis sebagai berikut : H5 : Pengalaman kerja berpengaruh positif terhadap tingkat love of money mahasiswa akuntansi Pengaruh Love of Money Terhadap Persepsi Etis Mahasiwa Akuntansi Uang adalah aspek yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun uang digunakan secara universal, arti penting uang tidak diterima secara universal (Mc Clelland, 1976). Karena pentingnya uang dan interpretasi yang berbeda maka Tang (1992) memperkenalkan konsep love of money untuk mengukur perasaan subyektif seseorang terhadap uang (Tang, 1992). Persepsi seseorang dipengaruhi oleh etika yang dimilikinya. Tang dan Chiu (2003) berpendapat bahwa kecintaan terhadap uang berdampak secara signifikan terhadap perilaku yang 3
4 DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015, Halaman 4 tidak etis. Love of money dan persepsi etis memiliki hubungan yang negatif. Semakin tinggi tingkat love of money yang dimiliki seseorang, maka akan semakin rendah persepsi etis yang dimilikinya, begitu pula sebaliknya (Elias, 2010). Berdasarkan uraian penjelasan di atas maka rumusan hipotesis sebagai berikut : H6 : Love of money berpengaruh negatif terhadap persepsi etis mahasiswa akuntansi Pengaruh Jenis Kelamin Terhadap Persepsi Etis Mahasiswa Akuntansi Perbedaan jenis kelamin selalu menjadi perdebatan tentang apakah laki-laki dan perempuan berbeda dalam bagaimana jalan mereka membuat keputusan etis (Normadewi, 2012). Persepsi etis maupun kecintaan terhadap uang berbeda antar tiap individu tergantung dari faktor yang mempengaruhinya (Robbins, 2008). Dalam penelitiannya, Arlow (1991) dalam Elias (2010) menemukan bahwa perempuan memiliki sikap etik yang lebih dibandingkan dengan pria. Berdasarkan uraian diatas maka rumusan hipotesis dirumuskan sebagai berikut : H7 : Jenis kelamin berpengaruh positif terhadap persepsi etis mahasiswa akuntansi Pengaruh Jenis Kelamin Terhadap Persepsi Etis Mahasiswa Akuntansi Melalui Love Of Money Sebagai Variabel Intervening Menurut Tuckman (dalam Sugiyono, 2007) variabel intervening adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen menjadi hubungan tidak langsung dan tidak dapat diamati dan diukur (Sugiyono, 2007). Dalam penelitian ini, love of money dijadikan sebagai variabel intervening. Elias (2010) dalam penelitiannya, menyatakan bahwa love of money dapat mengintervening hubungan antara jenis kelamin dan tingkat pendidikan dengan persepsi etis mahasiswa melalui variabel love of money. Penelitian lainnya juga menyatakan bahwa variabel love of money sebagai variabel intervening terbukti berpengaruh terhadap persepsi etis mahasiswa akuntansi (Pradanti, 2014). Charismawati (2011) menyatakan bahwa jenis kelamin dapat mempengaruhi persepsi etis seseorang melalui tingkat love of money. Laki-laki akan cenderung memiliki tingkat love of money yang lebih besar dibandingkan dengan perempuan. Laki-laki lebih berambisi untuk memperoleh pencapaian seperti predikat, jabatan, dan kekuasaan disamping kewajibannya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sebaliknya, perempuan akan cenderung memiliki love of money yang lebih rendah daripada laki laki. Berdasarkan uraian diatas maka rumusan hipotesis dirumuskan sebagai berikut : H8 : Jenis kelamin berpengaruh positif terhadap persepsi etis mahasiswa akuntansi melalui love of money sebagai variabel intervening METODE PENELITIAN Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu persepsi etis mahasiswa akuntansiuntuk mengukur persepsi etis mahasiswa akuntansi, penelitian ini menggunakan skenario yang ditemukan oleh Uddin dan Gillet (2002) dalam Elias (2010). Dalam studi mereka, persepsi etis mahasiswa akuntansi diukur dengan empat item pertanyaan yang berupa kasus kasus yang berkaitan dengan bidang akuntansi yang meliputi pengakuan pendapatan awal, mengelompokan surat berharga jangka panjang sebagai aset lancar untuk memperbaiki rasio lancar, persediaan konsinyasi sebagai aset, dan kewajiban kontijensi. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status sosial ekonomi dan pengalaman kerja.untuk mengukurnya, variabel usia dikelompokkan menjadi dua, yaitu kelompok usia muda (15-30 tahun) diberi kode 0 dan kelompok usia dewasa (31-45 tahun) diberi kode 1. Dalam penelitian ini, digunakan variabel dummy untuk mengukur variabel jenis kelamin yaitu untuk perempuan diberi kode 0 dan laki laki diberi kode 1. Variabel tingkat pendidikan diukur dengan menggunakan skala ordinal dengan kode 0 untuk mahasiswa S1, 1 untuk mahasiswa PPA, dan 2 untuk mahasiswa S2. Variabel status sosial ekonomi diukur dengan menggunakan skala ordinal, dengan kode 0 untuk tipe kelas bawah yang 4
5 DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015, Halaman 5 penghasilannya < Rp , 1 untuk tipe kelas menengah dengan penghasilan Rp Rp , dan 2 untuk tipe kelas atas dengan penghasilan > Rp Sedangkan, variabel pengalaman kerja atau pengalaman magang dapat diukur dengan menggunakan skala nominal dengan kode 0 untuk mahasiswa yang pernah bekerja atau magang, dan 1 untuk mahasiswa yang belum pernah bekerja atau belum pernah magang. Variabel intervening dalam penelitian ini adalah love of money yang diukur dengan menggunakan money ethics scale (MES) yang dikembangkan oleh Tang (1992). Meskipun ada beberapa skala uang lainnya, Mitchell dan Mickel (1999) menganggap MES merupakan survei yang paling baik dikembangkan untuk mengukur sikap terhadap uang. MES berisi 30 item pertanyaan yang menghasilkan enam indikator dalam kaitannya dengan love of money yaitu good, evil, achievment, respect, budget, dan freedom. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa akuntansi Universitas Diponegoro. Sedangkan sampel yang digunakan adalah mahasiswa S1 akuntansi, Pendidikan Profesi Akuntansi (PPA), dan S2 magister akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Sampel penelitian ditentukan secara convenience sampling, yaitu subyek yang paling mudah ditemui akan dijadikan responden dalam sebuah penelitian (Sekaran, 2009). Dalam penentuan jumlah sampling mengacu pada rekomendasi yang dikemukakan oleh Roscoe (1975) dalam Sekaran (2009) salah satunya adalah ukuran sampel sebaiknya beberapa kali (pada umumnya 10 kali atau lebih besar) dari jumlah variabel dalam penelitian. Pendapat lainnya mengatakan bahwa sampel haruslah sebesar-besarnya dan mengasumsikan bahwa semakin banyak sampel yang diambil maka akan semakin representatif dan hasilnya dapat digenelisir (Gay & Diehl, 1992). Oleh karena itu, dalam penelitian ini digunakan 120 kuesioner. Jenis penelitian ini menggunakan data primer yang didapatkan melalui kuesioner. Metode Analisis Statistik Deskriptif Statistik deskriptif adalah sebuah gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata rata (mean), standar deviasi, varian, maksimum, minimun, sum, range, kurtosis dan skewness (kemencengan distribusi) (Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 19, 2011). Uji Hipotesis Untuk menguji hipotesis, penelitian ini menggunakan Partial Least Square (PLS). PLS adalah model persamaan Struktural Equation Modelling (SEM) yang berbasis komponen atau varian. Menurut Ghozali (2006) PLS merupakan pendekatan alternatif yang bergeser dari pendekatan SEM berbasis kovarian menjadi berbasis varian. SEM yang berbasis kovarian umumnya menguji kualitas maupun teori, sedangkan PLS lebih bersifat predictive model. PLS merupakan metode analisis yang powerful (Ghozali, 2006), karena tidak didasarkan pada banyak asumsi. Model yang diperoleh dari penghitungan dengan Partial Least Square (PLS) adalah weight estimate, inner model, dan outer model. Uji Jalur (Path Analysis) Di dalam penelitian ini terdapat variabel intervening yaitu love of money. Pengujian hipotesis mediasi dapat dilakukan dengan prosedur yang dikembangkan oleh Sobel (1982) dan dikenal dengan uji Sobel (Sobel test). Uji sobel dilakukan dengan cara menguji kekuatan pengaruh tidak langsung variabel independen (X) ke variabel dependen (Y) melalui variabel intervening (M). Pengaruh tidak langsung X ke Y melalui M dihitung dengan cara mengalikan jalur X M (a) dengan jalur M Y (b) atau ab. Jadi koefisien ab = (c c ), dimana c adalah pengaruh X terhadap Y tanpa mengontrol M, sedangkan c adalah koefisien pengaruh X terhadap Y setelah mengontrol 5
6 DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015, Halaman 6 M. Standard error koefisien a dan b ditulis dengan Sa dan Sb, besarnya standard error pengaruh tidak langsung (indirect effect) Sab dihitung dengan rumus dibawah ini : Sab = Untuk menguji signifikansi pengaruh tidak langsung, maka kita perlu menghitung nilai t dari koefisien ab dengan rumus sebagai berikut : t = Nilai t hitung ini dibandingkan dengan nilai t tabel yaitu >= 1,96. Jika nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel maka dapat disimpulkan terjadi pengaruh mediasi (Ghozali, 2009). HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Statistik Deskriptif Untuk memberikan informasi dan deskripsi mengenai karakteristik variabel penelitian yang utama dan memberikan gambaran mengenai data demografi responden, maka hasil jawaban responden dalam bentuk statistik deskriptif adalah variebel persepsi etis yang diukur dengan menggunakan 4 item valid menunjukkan rata-rata sebesar 3,905. Jika dikelompokkan berdasarkan usia menunjukkan untuk sampel mahasiswa yang berusia tahun memiliki rata-rata sebesar 3,883 sedangkan untuk sampel mahasiswa dengan usia tahun memiliki rata-rata sebesar 4,025 yang menunjukkan bahwa mahasiswa dengan usia tahun memiliki persepsi etis yang sedikit lebih besar dibanding mahasiswa dengan usia tahun. Variabel love of money yang diukur dengan menggunakan 30 item valid menunjukkan rata-rata sebesar 4,083. Jika dikelompokkan berdasarkan usia menunjukkan untuk sampel mahasiswa dengan usia tahun memiliki rata-rata sebesar 4,062 sedangkan untuk sampel mahasiswa dengan usia tahun adalah sebesar 4,217 yang menunjukkan bahwa mahasiswa dengan usia tahun memiliki love of money yang lebih besar dibandingkan dengan mahasiswa dengan usia tahun. Variabel persepsi etis yang dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa untuk sampel perempuan memiliki rata-rata sebesar 4,024 sedangkan untuk sampel laki-laki adalah sebesar 3,674 yang menunjukkan bahwa perempuan memiliki persepsi etis yang sedikit lebih besar dibanding laki-laki. Variabel love of money yang dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa sampel perempuan memiliki rata-rata sebesar 4,069 sedangkan untuk sampel laki-laki memiliki rata-rata 4,106 yang menunjukkan bahwa sampel laki-laki memiliki love of money yang sedikit lebih besar dibanding perempuan. Variabel persepsi etis yang dikelompokkan berdasarkan tingkat pendidikan menunjukkan bahwa untuk sampel S1 memiliki rata-rata sebesar 3,837, PPA memiliki rata-rata sebesar 3,928 sedangkan untuk sampel S2 sebesar 3,967 yang berarti bahwa sampel S2 memiliki persepsi etis yang paling besar. Jika variabel love of money dikelompokkan berdasarkan tingkat pendidikan menunjukkan bahwa sampel S1 memiliki rata-rata sebesar 4,034, PPA memiliki rata-rata sebesar 4,056 sedangkan untuk sampel S2 sebesar 4,147 yang menunjukkan bahwa sampel S2 memiliki love of money yang paling besar. Variabel persepsi etis yang dikelompokkan berdasarkan status sosial ekonomi menunjukkan bahwa sampel dengan jumlah penghasilan < Rp memiliki rata-rata sebesar 3,75. Sampel dengan jumlah penghasilan Rp Rp memiliki rata-rata sebesar 3,963 sedangkan sampel dengan jumlah penghasilan > Rp memiliki rata-rata 3,907 yang berarti bahwa sampel dengan jumlah penghasilan Rp Rp memiliki persepsi etis yang lebih besar dibandingkan dengan yang lain. Jika variabel love of money dikelompokkan berdasarkan status sosial ekonomi menunjukkan bahwa sampel dengan jumlah penghasilan < Rp memiliki rata-rata sebesar 4,025. Sampel dengan jumlah penghasilan Rp Rp memiliki rata-rata sebesar 4,030 sedangkan sampel dengan jumlah penghasilan > Rp memiliki rata-rata 4,120 yang berarti bahwa sampel dengan jumlah penghasilan > Rp memiliki love of money yang lebih besar dibandingkan dengan yang lain. 6
7 DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015, Halaman 7 Variabel persepsi etis yang dikelompokkan berdasarkan pengalaman kerja menunjukkan bahwa sampel yang pernah bekerja memiliki rata-rata sebesar 3,864 sedangkan sampel yang belum pernah bekerja memiliki rata-rata sebesar 4,016 yang berarti bahwa sampel yang belum pernah bekerja memiliki persepsi etis yang sedikit lebih besar dibanding dengan sampel yang pernah bekerja. Jika variabel love of money dikelompokkan berdasarkan pengalaman kerja menunjukkan bahwa sampel yang pernah bekerja memiliki rata-rata sebesar 4,085 sedangkan sampel yang belum pernah bekerja memiliki rata-rata sebesar 4,076 yang berarti bahwa sampel yang pernah bekerja memiliki love of money yang sedikit lebih besar dibanding dengan sampel yang belum pernah bekerja. Uji Hipotesis Model yang diperoleh dari penghitungan dengan PLS (Partial Least Square) adalah weight estimate, inner model, dan outer model. Analisis dengan menggunakan PLS (Partial Least Square) diperoleh hasil pada gambar 1 dibawah ini : Gambar 1 Model Struktural Pengujian Outer Model (Measurement Model) Sumber : Pengolahan data dengan PLS, 2015 Convergent Validity Convergent validity dari measurement model dengan indikator refleksif dapat dilihat dari korelasi antara score item/indikator dengan score konstruknya. Indikator individu dianggap reliable jika memilki nilai korelasi di atas 0,70. Namun demikian pada riset tahap pengembangan skala, loading 0,50 sampai 0,60 masih dapat diterima. Hasil pengujian outer model menunjukkan bahwa semua indikator telah memenuhi convergent validity karena semua factor loading berada di atas 0,50. Discriminant Validity Discriminant validity dinilai dengan melihat cross loading antar indikator dengan konstruknya. Hasilnya menunjukkan bahwa korelasi konstruk usia dengan indikatornya yaitu age sebesar lebih tinggi dibandingkan korelasi indikator age dengan konstruk lainnya (jenis kelamin, tingkat pendidikan, status sosial ekonomi, pengalaman kerja, love of money dan persepsi 7
8 DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015, Halaman 8 etis), dan hal ini juga berlaku dengan variabel yang lain. Korelasi antara konstruk yang lain dengan masing-masing indikator yang membentuknya menunjukkan nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan korelasi antara konstruk dengan indikator yang membentuk konstruk lain. Hal ini menunjukkan bahwa konstruk laten memprediksi indikator yang membentuknya lebih baik dibandingkan dengan indikator konstruk-konstruk lainnya. Metode lain untuk menilai discriminant validity adalah dengan membandingkan akar kuadrat dari average variance extracted ( AVE) untuk setiap konstruk dengan korelasi antara konstruk dengan konstruk lainnya dalam model. Tabel 1 Latent Variable Correlations Jenis P. Persepsi S.S T.Pendi LOM Kelamin Kerja Etis Ekonomi dikan Usia Jenis Kelamin LOM P.Kerja Persepsi Etis S.S Ekonomi T.Pendidikan Usia Sumber : Pengolahan data dengan PLS, 2015 Tabel 2 AVE dan Akar AVE AVE Akar AVE Jenis Kelamin LOM ,7134 P. Kerja Persepsi Etis ,7473 S.S Ekonomi T. Pendidikan Usia Sumber : Pengolahan data dengan PLS, 2015 Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa akar AVE konstruk love of money sebesar 0,7134 lebih tinggi daripada korelasi antara konstruk love of money terhadap variabel lain yaitu jenis kelamin yang hanya sebesar seperti yang ditunjukkan di tabel 1. Begitu juga dengan akar AVE pada konstruk persepsi etis sebesar 0,7473 lebih tinggi daripada korelasi antara konstruk persepsi etis terhadap variabel yang lainnya seperti jenis kelamin, pengalaman kerja dan love of money. Maka dapat diambil kesimpulan bahwa semua konstruk dalam model yang diestimasi memiliki discriminant validity yang tinggi. Uji lainnya adalah menilai validitas dari konstruk dengan melihat nilai AVE, dipersyaratkan model yang baik kalau AVE masing-masing konstruk nilainya lebih besar dari 0,50. Hasil output AVE menunjukkan bahwa nilai AVE baik untuk konstruk love of money maupun konstruk persepsi etis memiliki nilai AVE lebih besar daripada 0,50. 8
9 DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015, Halaman 9 Composite Reliability Konstruk dinyatakan reliable jika nilai composite reliability maupun cronbach alpha diatas 0,70 (Ghozali,2008). Hasil pengujian reliabilitas ditunjukkan pada tabel 3 dan 4 berikut : Tabel 3 Composite Reliability Composite Reliability Cronbachs Alpha Jenis Kelamin LOM P. Kerja Persepsi Etis S.S Ekonomi T. Pendidikan Usia Sumber : Pengolahan data dengan PLS, 2015 Hasil pengujian pada tabel 3 menunjukkan bahwa variabel jenis kelamin, pengalaman kerja, status sosial ekonomi, tingkat pendidikan, dan usia memiliki nilai composite reliability sebesar Nilai tersebut diatas 0,70 sebagai nilai cutoff, sehingga reliabilitasnya baik. Variabel love of money memiliki nilai composite reliability sebesar (diatas nilai cutoff) sedangkan variabel persepsi etis memiliki nilai composite reliability sebesar (diatas nilai cutoff), hal tersebut menunjukkan bahwa kedua variabel ini juga mempunyai tingkat reliabilitas yang baik dan semua pertanyaan tentang love of money dan persepsi etis adalah reliabel. Hasil pengujian pada tabel 3 juga menunjukkan bahwa nilai Cronbachs Alpha untuk semua variabel diatas 0,70. Jadi dapat disimpulkan bahwa semua konstruk memiliki reliabilitas yang baik. Semua konstruk atau variabel penelitian ini sudah menunjukkan sebagai pengukuran yang fit, hal ini berarti bahwa semua item pertanyaan yang digunakan untuk mengukur masing masing konstruk adalah reliabel. Nilai composite reliability masing masing konstruk sangat baik (diatas 0,70). Pengujian Model Struktural (Inner Model) R-Square Pengujian terhadap model struktural dilakukan dengan melihat nilai R-square yang merupakan uji goodness-fit model Tabel 4 R Square R Square Jenis Kelamin 0 LOM P. Kerja 0 Persepsi Etis S.S Ekonomi 0 T. Pendidikan 0 Usia 0 Sumber : Pengolahan data dengan PLS,
10 DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015, Halaman 10 Tabel 4 menunjukkan nilai R-square konstruk love of money sebesar dan konstruk persepsi etis sebesar Semakin tinggi nilai R-square, maka semakin besar kemampuan variabel independen tersebut dapat menjelaskan variabel dependen sehingga semakin baik persamaan struktural. Untuk variabel love of money memiliki nilai R-square sebesar yang berarti 14,63 % variance jenis kelamin, pengalaman kerja, status sosial ekonomi, tingkat pendidikan, dan usia mampu dijelaskan oleh variabel love of money sedangkan sisanya dijelaskan oleh varibel lain diluar model penelitan. Variabel persepsi etis memiliki nilai R-square sebesar yang berarti 18,25 % variance jenis kelamin, pengalaman kerja, status sosial ekonomi, tingkat pendidikan, usia, dan love of money mampu dijelaskan oleh variabel persepsi etis sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain diluar model penelitian. Estimate for Path Coefficients Uji selanjutnya adalah dengan melihat estimate for path coefficients yaitu merupakan nilai koefisen jalur atau besarnya hubungan/pengaruh konstruk laten. Untuk mengujinya dengan melihat nilai koefisien parameter dan nilai signifikan t statistik dengan melakukan prosedur Bootstrapping. Tabel 5 Result for Inner Weight Standard Standard Original Sample T Statistics Deviation Error Sample (O) Mean (M) ( O/STERR ) (STDEV) (STERR) Usia -> LOM Jenis Kelamin -> LOM T.Pendidikan -> LOM S.S Ekonomi -> LOM P.Kerja -> LOM LOM-> Persepsi Etis Jenis Kelamin -> Persepsi Etis Sumber : pengolahan data dengan PLS, 2015 Suatu variabel dikatakan signifikan jika variabel tersebut memiliki nilai t statistic >1,96. Tabel 5 menunjukkan bahwa pengaruh usia terhadap love of money positif (0.2082) tetapi tidak signifikan pada α=0,05 dengan nilai statistik (1,1220<1,96). Pengaruh jenis kelamin terhadap love of money positif (0.0965) tetapi tidak signifikan pada α=0,05 dengan nilai statistik (0.8807<1,96). Pengaruh variabel tingkat pendidikan berpengaruh terhadap love of money positif (0,1861) dan signifikan pada α=0,05 dengan nilai statistik (2.0784>1,96). Pengaruh variabel status sosial ekonomi terhadap love of money positif (0,1523) dan signifikan pada α=0,05 dengan nilai statistik (2.3283>1,96). Pengaruh pengalaman kerja terhadap love of money positif (0.1778) dan signifikan pada α=0,05 dengan nilai statistik (2.0623>1,96). Pengaruh love of money terhadap persepsi etis negatif (-0,3247) dan signifikan pada α=0,05 dengan nilai statistik (4.1176>1,96). Pengaruh variabel jenis kelamin terhadap persepsi etis postif (0.3087) dan signifikan pada α=0,05 dengan nilai statistik (3.4233>1,96). 10
11 DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015, Halaman 11 Uji Jalur (Path Analysis) Original Sample (O) Tabel 6 Result for inner weight Standard Sample Deviation Mean (M) (STDEV) Standard Error (STERR) T Statistics ( O/STERR ) Jenis Kelamin -> LOM LOM-> Persepsi Etis Sumber : pengolahan data dengan PLS, 2015 Untuk menguji pengaruh tidak langsung variabel jenis kelamin terhadap persepsi etis mahasiswa akuntansi melalui love of money sebagai variabel intervening dapat dilakukan dengan prosedur yang dikembangkan oleh Sobel (1982) dan dikenal dengan uji Sobel (Sobel test). Pengujian pengaruh mediasi dilakukan dengan terlebih dahulu mengetahui hasil pengujian pengaruh love of money terhadap persepsi etis mahasiswa akuntansi. Hasil pengujian pengaruh love of money terhadap persepsi etis menunjukkan nilai koefisien jalur sebesar -0,3247. Nilai t diperoleh sebesar 4,1176. Nilai tersebut lebih besar dari t tabel (1,960). Hasil ini berarti bahwa love of money memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap persepsi etis. Pengujian terhadap pengaruh mediasi antar variabel intervening dengan variabel dependen dilakukan dengan perhitungan rumus Sobel. Hasil dari kedua pengujian pada tabel 4.16 diringkas sebagai berikut : a = Sa = b = Sb = Besarnya koefisien tidak langsung variabel jenis kelamin terhadap persepsi etis mahasiswa akuntansi merupakan perkalian dari pengaruh jenis kelamin terhadap variabel love of money dengan love of money terhadap persepsi etis, sehingga diperoleh sebagai berikut : ab = a. b = (0.0965). ( ) = - 0,0313 Besarnya standard error tidak langsung jenis kelamin terhadap persepsi etis mahasiswa akuntansi merupakan perkalian dari pengaruh jenis kelamin terhadap love of money dengan love of money terhadap persepsi etis mahasiswa akuntansi, sehingga diperoleh sebagai berikut : Sab = = = = Dengan demikian nilai uji t diperoleh sebagai berikut : t = = 0,836 Nilai t sebesar 0,836 tersebut lebih kecil dari 1,96 yang berarti bahwa parameter mediasi tersebut tidak signifikan. Maka dengan demikian model pengaruh tidak langsung dari variabel jenis kelamin terhadap persepsi etis mahasiswa akuntansi melalui love of money terbukti ditolak. Dapat disimpulkan bahwa variabel love of money belum bisa dijadikan sebagai variabel intervening karena pengaruh hubungan langsung antara jenis kelamin dengan persepsi etis mahasiswa akuntansi lebih besar daripada pengaruh tidak langsungnya melalui love of money. 11
12 DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015, Halaman 12 KESIMPULAN DAN KETERBATASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status sosial ekonomi dan pengalaman kerja terhadap variabel persepsi etis mahasiswa akuntansi dengan love of money sebagai variabel intervening. Penelitian ini menguji delapan hipotesis dengan kesimpulan empat hipotesis diterima dan empat hipotesis ditolak. Berdasarkan hasil analisis, pengujian hipotesis, dan intepretasi hasil dapat ditarik kesimpulan sebagaimana diuraikan dibawah ini : 1. Usia tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap love of money. Dengan demikian hipotesis 1 ditolak. Usia yang matang tidak menjamin seseorang akan berperilaku etis dan terhindar dari perilaku curang. Kecintaan seseorang terhadap uang tidak harus mengenal apakah seseorang itu memiliki usia yang matang atau tidak. 2. Jenis kelamin tidak berpengaruh signifkan terhadap love of money. Dengan demikian hipotesis 2a dan 2b ditolak. Pendekatan struktural memprediksi bahwa baik laki laki maupun perempuan dalam suatu lingkungan akan memiliki perilaku etis yang sama sehingga tidak terdapat perbedaan tingkat love of money antara laki laki dan perempuan. 3. Tingkat pendidikan berpengaruh signifkan terhadap love of money, namun nilai koefisien parameter yang dihasilkan menunjukkan arah koefisien parameter positif. Dengan demikian hipotesis 3 ditolak. Sehingga dapat diartikan bahwa seseorang yang memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi akan memiliki tingkat love of money yang lebih tinggi juga. 4. Status sosial ekonomi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap love of money. Dengan demikian hipotesis 4 diterima. Status sosial ekonomi yang tinggi akan menghasilkan tingkat love of money yang tinggi pula. 5. Pengalaman kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap love of money. Dengan demikian hipotesis 5 diterima. Mahasiswa yang sudah pernah bekerja menunjukkan tingkat kecintaan terhadap uang yang tinggi karena mereka lebih menyadari arti penting kebutuhan dan bagaimana memenuhi kebutuhan dalam hidup. 6. Love of money memiliki pengaruh yang signifikan terhadap persepsi etis. Arah koefisien parameter negatif dapat diartikan bahwa love of money dan persepsi etis memiliki hubungan yang negatif. Dengan demikian hipotesis 6 diterima. Semakin tinggi tingkat love of money yang dimiliki seseorang, maka akan semakin rendah persepsi etis yang dimilikinya begitupun sebaliknya. 7. Jenis kelamin memiliki pengaruh yang signifikan terhadap persepsi etis mahasiswa akuntansi. Dengan demikian hipotesis 7 diterima. Mahasiswa perempuan memiliki persepsi etis yang lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki. 8. Pengaruh tidak langsung dari variabel jenis kelamin terhadap persepsi etis mahasiswa akuntansi melalui love of money tidak signifikan. Dengan demikian hipotesis 8 terbukti ditolak. Variabel love of money belum bisa dijadikan sebagai variabel intervening karena pengaruh hubungan langsung antara jenis kelamin dengan persepsi etis mahasiswa akuntansi lebih besar daripada pengaruh tidak langsungnya melalui love of money. Dapat dikatakan bahwa laki-laki maupun perempuan memiliki tingkat persepsi etis yang sama melalui tingkat love of money nya sesuai dengan teori pendekatan struktural yang dikemukakan oleh Coate dan Frey (2000). Berdasarkan simpulan tersebut, maka keterbatasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Cara pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini melalui penyebaran kuesioner sehingga dapat menyebabkan kurangnya komunikasi yang baik antara peneliti dengan responden dan terjadinya kesalahpahaman dalam memahami item pertanyaan dalam kuesioner. 2. Pengisian kuesioner oleh responden berada diluar pengendalian (control) peneliti sehingga hasil jawaban yang didapat lebih banyak dan sesuai dengan perspektif masing-masing 12
13 DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015, Halaman 13 responden. Pengisian kuesioner juga dipengaruhi oleh sikap dan harapan-harapan pribadi yang bersifat subyektif yang mana pada akhirnya dapat mempengaruhi hasil penelitian. 3. Penelitian ini membatasi pada usaha untuk mengetahui persepsi etis dan kecintaan terhadap uang di antara mahasiswa akuntansi. Terdapat kemungkinan jawaban responden akan menyesuaikan dengan pola etika dan norma yang berlaku pada pertanyaan-pertanyaan persepsi dan kecintaan terhadap uang. 4. Penelitian ini mengacu pada penelitian sebelumnya yang telah dilakukan di luar negeri sehingga memungkinkan adanya perbedaan kebudayaan dan nilai etika yang pada akhirnya menghasilkan kesimpulan yang berbeda. Berdasarkan keterbatasan penelitian, saran yang dapat digunakan untuk penelitian di masa yang akan datang adalah sebagai berikut : 1. Menggunakan desain penelitian eksperimental pada penelitian selanjutnya dimana peneliti dapat memilih variabel dan variabel tersebut dapat di control secara ketat sehingga validitasnya dapat terjamin. 2. Penelitian selanjutnya diharapkan agar dilengkapi dengan teknik pengumpulan data melalui instrumen wawancara, tidak hanya dengan kuesioner sehingga jawaban yang dihasilkan dapat lebih akurat. 3. Penelitian selanjutnya dapat menggunakan teknik probability sampling dalam menentukan jumlah sampel, yaitu dengan menggunakan rumus slovin. 4. Penelitian selanjutnya dapat menggunakan faktor lain diluar penelitian ini seperti latar belakang etika mahasiswa sebagai faktor yang mempengaruhi tingkat love of money dan persepsi etis mahasiswa akuntansi. REFERENSI Arocas, R. L., & Tang, T. (2004). The love of money, satisfaction, and the protestant work ethic: money profiles among university professors in the USA and Spain. Journal of Business Ethics, Vol. 50, pp Bui, T., & Sankaran, S. (2003). Ethical Attitudes Among Accounting Majors : An Empirical Study. Journal of the American Academy of Business, 3, No 1, Canary, H., & Jennings, M. (2008). Principles and influence in codes of ethics: a centering resonance analysis comparing pre- and post-sarbanes-oxley codes of ethics. Journal of Business Ethics, Vol. 80, pp Charismawati, C. (2011). Analisis Hubungan antara Love of Money dengan Persepsi Etika Mahasiswa Akuntansi. Jurnal Akuntansi. Chin, W. W. (1998). The Partial Least Squares Approach for Structural Equation Modellng In Marcoulides, G. A. Modern Method for Business Research. Coate, C., & Frey, K. (2000). Some Evidence on the Ethical Disposition of Accounting Students : Context and Gender Implications. Teaching Business Ethis, Vol 4 No 4, pp Comunale, C., Thomas, S., & Stephen, G. (2006). Professional Ethical Crises: A Case Study of Accounting Majors. Manajerial Auditing Journal, Vol 21, No 6, pp Cotter, D., & O'leary, C. (2000). The Ethics of Final Year Accountancy Students: an International Comparison. Managerial Auditing Journal. Edi, J. S. (2008). Hubungan Antara Komitmen Profesional dan Sosialisasi Antisipatif dengan Orientasi Etika Mahasiswa Akuntansi. Tesis Magister Akuntansi Universitas Diponegoro. Elias, Z. R. (2010). The Relationship Between Accounting Students' Love of Money and Their Ethical Perception. Managerial Auditing Journal, 25. No. 3. Erni, N. (2010). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumtif Mahasiswa (Dikaji Berdasarkan Teori Perilaku Yang Direncanakan Dari Icek Ajizen Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Dan Koperasi Universitas Pendidikan Indonesia). Skripsi Sarjana FPEB UPI. Fornel, C., & Larcker, D. (1981). Evaluating Structural Equation Models with Ubobserved Variable and Measurement Error. Journal of Marketing. 13
14 DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015, Halaman 14 Furnham, A. (1994). Youth-Attitudes; Achievement-motivation-Cross-cultural-studies; Work ethic-cross-cultural-studies; Saving-and-thrift-Cross-cultural-studies; Money-Psychological aspects. Journal Article. Gay, L., & Diehl, P. (1992). Research Methods for Business and Management. Ghozali, I. (2006). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS". Ghozali, I. (2008). Structural Equation Modeling: Metode Alternatif dengan Partial Least Square (PLS). Ghozali, I. (2009). Aplikasi Analisis Multivariat dengan Program SPSS. Ghozali, I. (2011). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 19. Kovach, K. A. (1987). What Motivates Employees? Workers and Supervisors Give Different Answers,. Business Horizons, 30 (5), Lawrence, & Shaub, M. (1997). The Ethical Construction of Auditors : An Examination of the Effect of Gender and Career Level. Managerial Finance, Vol 23 No 12, pp Lopez, Y. R.-B. (2005). Shaping ethical perceptions: An empirical assessment of the influence of business education, culture, and demographicfactors. Journal of Business Ethics, Vol. 60, pp Manulang. (1984). Manajemen Personalia. Marwanto. (2007). Pengaruh Pemikiran Moral, Tingkat Idealisme, Tingkat Relativisme, dan Locus of Control terhadap Sensitivitas, Pertimbangan, Motivasi, dan Karakter Mahasiswa Akuntansi (Studi Eksperimen pada Politeknik Negeri Samarinda). Tesis Magister Akuntansi Universitas Diponegoro. Mc Clelland, D. (1976). "The Achievement Motive". Milkovich, G., & Newman, J. (2002). Compensation. 7. Mulyadi. (2002). Auditing Buku 1. Jakarta: Salemba Empat. Muthmainah, S. (2006). Studi Tentang Perbedaan Evaluasi Etis, Intensi Etis, dan Orientasi Etis Dilihat dari Gender dan Disiplin Ilmu: Potensi Rekruitment Staf Profesional pada Kantor Akuntan Publik. Simposium Nasional Akuntansi IX. Normadewi, B. (2012). Analisis Pengaruh Jenis Kelamin dan Tingkat Pendidikan Terhadap Persepsi Etis Mahasiswa Akuntansi dengan Love of Money Sebagai Variabel Intervening. Jurnal Akuntansi. O leary, C., & Pangemanan, G. (2007). The Effect of Groupwork on Ethical Students Decision- Making of Accountancy. Journal of Business Ethics. O'leary, C., & Cotter, D. (2000). The Ehics of Final Year Accountancy Students: an International Comparison. Managerial Auditing Journal. Pradanti, N. R. (2014). Analisis Pengaruh Love Of Money Terhadap Persepsi Etis Mahasiswa Akuntansi. Prasastianta, E. D. (2011). Proposal Tesis. Retnowati, N. (2003). Persepsi Akuntan Pendidik dan Mahasiswa Akuntansi Terhadap Kode Etik Akuntan Indonesia Studi Kasus di Jateng. Skripsi tidak dipublikasikan. Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2008). Essentials of The Organizational Behavior. 9 edition. Román, S., & Munuera, J. L. (2005). "Determinants and consequences of ethical behaviour: an empirical study of salespeople". European Journal of Marketing, Vol. 39(Iss: 5/6), pp Saraswati. (2009). Status Ekonomi. Sekaran, U. (2009). Research Methods For Business, Metodologi Penelitian Untuk Bisinis Buku I. 4. Sugiyono. (2007). Metode Penelitian Bisnis. Cetakan Kesembilan. Sutarso, T., Chen, Y., & Tang, T. (2008). Bad apples in bad (business) barrels: the love of money, Machiavellianism, risk tolerance, and unethical behavior. Management Decision, 46. No. 2, Tang. (1992). The Meaning of Money Revisited. Journal of Organizational Behavior, Vol. 13, pp
15 DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015, Halaman 15 Tang, D., Kim, J., & Tang, T. (2000). Does attitude towards money moderate the relationship between intrinsic job satisfaction and voluntary tuernover. Human Relations, 53. No.2, Tang, T., & Chiu, R. (2003). Income, money ethics, pay satisfaction, commitment, and unethical behavior: is the love of money the root of evil for Hong Kong employees? Journal of Business Ethics, Vol. 46, pp Tang, T., Tang, D., & Luna-Arocas, R. (2005). Money profiles: the love of money, attitudes, and needs. Personnel Review, Vol. 34 No. 5, pp Trevino, L. (1992). Moral reasoning and business ethics: implications for research, education and management. Journal of Business Ethics, 11, Trevino, L. K., & Youngblood, S. A. (1990). Bad Apples in Bad Barrels: A Causal Analysis of Ethical Decision-Making Behavior. Journal of Applied Psychology, 75(4), Trijoko. (1980). Metode Penelitian. Yeltsinta, R. (2013). Love of Money, Pertimbangan Etis, Machiavellian, Questionable Action: Implikasi terhadap Pengambilan Keputusan Etis Mahasiswa Akuntansi dengan Variabel Moderasi Gender. Jurnal Akuntansi. 15
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Objek/Subjek Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa akuntansi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia, dan Universitas Ahmad Dahlan.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Obyek dan Subyek Penelitian Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Unit II Gamping yang merupakan salah satu instansi rumah sakit yang berada di Jl. Wates
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskriptif Hasil Penelitian Responden dalam penelitian ini yaitu mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara. Penyebaran kuesioner dilakukan menggunakan penyebaran secara
BAB III METODE PENELITIAN. Kasihan, Tamantirto, Bantul, Yogyakarta. Akuntansi, Prodi Ilmu Ekonomi sejumlah 76 dosen.
BAB III METODE PENELITIAN A. Obyek dan Subyek Penelitian 1. Obyek Penelitian Penelitian ini dilakukan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Alamat: Jalan Lingkar Selatan,
ANALISIS PENGARUH LOVE OF MONEY TERHADAP PERSEPSI ETIS MAHASISWA AKUNTANSI
DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014, Halaman 1-12 http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/dbr ISSN (Online): 2337-3792 ANALISIS PENGARUH LOVE OF MONEY TERHADAP PERSEPSI ETIS
Viky Aprianti Mahasiswa Program Studi Akuntansi FEB UMY INTISARI
PENGARUH USIA, GENDER, STATUS SOSIAL EKONOMI, DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP PERSEPSI ETIS MAHASISWA AKUNTANSI DENGAN LOVE OF MONEY SEBAGAI VARIABEL INTERVENING Viky Aprianti Mahasiswa Program Studi Akuntansi
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 1. Sejarah Kantor Keluarga Berencana Kota Administrasi Jakarta
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Sejarah Kantor Keluarga Berencana Kota Administrasi Jakarta Barat Sejarah berdirinya kantor Keluarga Berencana dimulai dari pembentukan
BAB III METODE PENELITAN
BAB III METODE PENELITAN A. Obyek / Subyek Penelitian 1. Obyek Penelitian Penelitian ini akan dilakukan pada PUSKESMAS Mantrijeron, sebagai unit pelayanan jasa yang menerapkan sistem manajemen mutu ISO
BAB 3 METODE PENELITIAN
25 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Desain penelitian merupakan gambaran untuk menunjukkan waktu dalam pengambilan data yang akan diteliti, terdapat pula jenis penelitian dan unit analisis
BAB III DESAIN DAN METODE PENELITIAN
BAB III DESAIN DAN METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kausal karena bertujuan untuk menguji hipotesis tentang pengaruh satu atau beberapa variabel (variabel independen)
BAB IV ANALISIS DATA DAN HASIL PENELITIAN
BAB IV ANALISIS DATA DAN HASIL PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian. Keripik Talas Dessy Padang-Panjang adalah usaha keripik Talas dengan bahan baku utama umbi talas berskala rumah tangga merupakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah pejabat yang terlibat dalam proses penyusunan anggaran dan pejabat pelaksana anggaran di Satuan Kerja
ANALISIS PENGARUH JENIS KELAMIN DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PERSEPSI ETIS MAHASISWA AKUNTANSI DENGAN LOVE OF MONEY SEBAGAI VARIABEL INTERVENING
ANALISIS PENGARUH JENIS KELAMIN DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PERSEPSI ETIS MAHASISWA AKUNTANSI DENGAN LOVE OF MONEY SEBAGAI VARIABEL INTERVENING Berliana Normadewi Prof. Dr. H. Arifin. S, M.Com, Hons.,
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Obyek Penelitian 1. Sejarah Umum Fakultas Ekonomi UMY didirikan pada tanggal 24 Rabi ul Akhir 1401 H, bertepatan dengan tanggal 1 Maret 1981 M. Pada
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Perusahaan 1. Sejarah Gagasan pertama berdirinya Rumah Sakit Islam Jakarta, bermula dirasakannya kebutuhan akan pelayanan rumah sakit yang bernafaskan islam.
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif ini digunakan dalam meneliti para karyawan di PT. Wira Saka Abadi dengan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Riduwan dan Achmad,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Populasi dan Sampel Dalam suatu penelitian, populasi dan sampel digunakan untuk menentukan atau memilih subjek penelitian a. Populasi adalah wilayah generalisasi yang
STRUCTURAL EQUATION MODELING - PLS. SPSS for Windows
STRUCTURAL EQUATION MODELING - PLS SPSS for Windows A. PENILAIAN MODEL PENGUKURAN Penilaian model pengukuran dibagi menjadi 2 pengukuran yaitu pengukuran model reflektif dan pengukuran model formatif.
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini berjenis explanative research menggunakan pendekatan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini berjenis explanative research menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menurut tingkat penjelasannya bermaksud menjelaskan kedudukan
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam melakukan penelitian ini penulis mengambil obyek penelitian di
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Dalam melakukan penelitian ini penulis mengambil obyek penelitian di Universitas Pendidikan Indonesia. Penelitian mulai dilaksanakan pada Bulan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang ada di Bandar Lampung untuk mengetahui faktor-faktor yang
27 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metodologi Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan pada universitas yang ada di Bandar Lampung untuk mengetahui faktor-faktor yang
III. METODOLOGI PENELITIAN. berhubungan langsung dengan permasalahan yang diteliti (Cooper dan Emory,
III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang berasal langsung dari sumber data dikumpulkan secara khusus dan
BAB III METODE PENELITIAN. berada di Jl. M.I Ridwan Rais No. 1 Gambir Jakarta Pusat.
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Lokasi penelitian Dalam penulisan skripsi ini, penulis melakukan penelitian hanya pada PT. PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang
BAB III METODE PENELITIAN. Populasi (population) yaitu wilayah generalisasi yang terdiri atas sekelompok
20 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Penelitian 3.1.1 Populasi Penelitian Populasi (population) yaitu wilayah generalisasi yang terdiri atas sekelompok orang, kejadian atau segala sesuatu
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Februari 2012 dan diperkirakan akan selesai pada bulan Mei 2012. Dengan waktu penelitian tersebut diharapkan
BAB III METODE PENELITIAN. 1 kota di Provinsi D.I. Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan data realisasi
37 BAB III METODE PENELITIAN A. Subyek Penelitian Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 4 kabupaten dan 1 kota di Provinsi D.I. Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan data realisasi APBD
BAB IV METODE PENELITIAN. komprehensif mengenai hubungan hubungan antar variabel variabel yang
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Rancangan dan Ruang Lingkup Penelitian Rancangan penelitian merupakan suatu rencana yang terstruktur dan komprehensif mengenai hubungan hubungan antar variabel variabel yang
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan pada PT. First Media Production yang beralamat di
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan pada PT. First Media Production yang beralamat di Gedung Berita Satu Plaza Lantai 5 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 Jakarta
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Pendekatan deskriptif merupakan penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan fenomena yang
BAB III METODE PENELITIAN. semua pengguna akhir sistem (end-user) pada Dinas Pendapatan, Pengelola
25 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Sumber Data Penelitian ini menggunakan data primer yang merupakan data penelitian yang diperoleh langsung dari sumber aslinya (Sekaran, 2003). Objek penelitian adalah
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penelitian Saat ini SDM berperan aktif dan menjadi salah satu faktor keberhasilan dalam pencapaian visi dan misi perusahaan. Oleh karena itu, SDM suatu perusahaan
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif merupakan cara untuk menggambarkan dan menyajikan informasi dari sejumlah data. Dengan statistik deskriptif data mentah diubah menjadi
BAB III METODE PENELITIAN. yaitu sifat-sifat, ciri-ciri, atau hal-hal yang dimiliki oleh suatu elemen. Sedangkan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Penelitian Populasi adalah kumpulan dari seluruh elemen beserta karakteristiknya yang menjadi objek penyelidikan atau penelitian secara menyeluruh. Karakteristik
BAB I PENDAHULUAN. 2014). Isu terkait etika selalu menjadi hal menarik untuk dibahas karena etika
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Profesi akuntan memiliki tantangan yang sangat sulit dalam melakukan pekerjaannya, karena akuntan harus profesional agar bisa menjaga kompetensi, serta harkat
BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN. Google Apps for Edu. Menggunakan konsep hybrid learning, pembelajaran bukan
4 BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN 4.1 Profil Aplikasi Brilian Brilian adalah aplikasi hybrid learning Stikom Surabaya dengan tujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran,
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian Direktorat Jendral Pajak (DJP) merupakan Direktorat Jendral di bawah Kementerian Keuangan Indonesia yang mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan
1 BAB V PENUTUP. memiliki tujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh ethical leadership dan
1 BAB V PENUTUP Penelitian ini merupakan penelitian menggunakan data primer yang memiliki tujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh ethical leadership dan pengendalian internal terhadap kecenderungan
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Metode yang Digunakan Jenis penelitian ini menerapkan adalah analisis asosiative karena penelitian ini dilakukan untuk mencari hubungan kausal antara variabel independen terhadap
ABSTRAK. Kata kunci: mahasiswa akuntansi, mahasiswi akuntansi, profesi akuntan
PERBEDAAN PERSEPSI ANTARA MAHASISWA DENGAN MAHASISWI AKUNTANSI TERHADAP PROFESI AKUNTAN (Studi Kasus di Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)) NASKAH PUBLIKASI
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Tahap Awal Dinas Koperasi dan UMKM Surabaya merupakan bagian dari unit layanan kepada masyarakat. Salah satu ruang lingkup tugas yang terdapat pada Dinas Koperasi dan UMKM
Sampel dalam penelitian ini adalah Kepala Bidang, Kepala Seksi dan Kasubbag. Keuangan atau Anggaran yang dianggap mampu serta mewakili untuk
23 3.2.2. Sampel Sampel dalam penelitian ini adalah Kepala Bidang, Kepala Seksi dan Kasubbag Keuangan atau Anggaran yang dianggap mampu serta mewakili untuk menggambarkan kinerja aparat pemerintah daerah
BAB III METODE PENELITIAN. perumusan masalah yang teridentifikasi, pengumpulan dasar teori yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan 1. Waktu Penelitian Pada proses penelitian ini diawali dengan kegiatan mengidentifikasi permasalahan di tempat yang akan digunakan sebagai lokasi
BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan kuantitatif. Menurut Sugiyono (2010), penelitian eksplanatori adalah
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanatori dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Menurut Sugiyono (2010), penelitian eksplanatori adalah penelitian
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Menurut Sugiyono (2010:13), definisi dari objek penelitian yaitu Sasaran
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Menurut Sugiyono (2010:13), definisi dari objek penelitian yaitu Sasaran ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu tentang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan 1. Waktu Penelitian Proses penelitian ini diawali dengan kegiatan mengidentifikasi permasalahan di tempat yang akan digunakan sebagai lokasi
ANALISIS PENGARUH ASPEK DEMOGRAFI, STATUS SOSIAL EKONOMI DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP PERSEPSI ETIS MAHASISWA AKUNTANSI DENGAN LOVE OF MONEY
ANALISIS PENGARUH ASPEK DEMOGRAFI, STATUS SOSIAL EKONOMI DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP PERSEPSI ETIS MAHASISWA AKUNTANSI DENGAN LOVE OF MONEY SEBAGAI VARIABEL INTERVENING SKRIPSI Diajukan sebagai salah
BAB IV HASIL DAN ANALISIS. A. Deskripsi Objek Penelitian. melibatkan beberapa variabel dependen yaitu Value Added Capital Employed
BAB IV HASIL DAN ANALISIS A. Deskripsi Objek Penelitian Sebagaimana telah diuraikan pada bab sebelumnya, bahwa penelitian ini melibatkan beberapa variabel dependen yaitu Value Added Capital Employed (VACA),
ADLN - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
PENGARUH KEPUASAN KERJA TERHADAP SIKAP KARYAWAN PADA PERUBAHAN ORGANISASI DENGAN KOMITMEN ORGANISASIONAL SEBAGAI VARIABEL INTERVENING DI PT PERUSAHAAN GAS NEGARA (PERSERO) TBK DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN
Peran Knowledge Management Dalam Meningkatkan Kinerja Universitas. The Role Of Knowledge Management In Enhancing Performance University
Peran Knowledge Management Dalam Meningkatkan Kinerja Universitas The Role Of Knowledge Management In Enhancing Performance University Siti Samsiah *), Evi Marlina Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 1. Karakteristik responden Berdasarkan Jenis Kelamin. Tabel 4.1. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Karakteristik Responden 1. Karakteristik responden Berdasarkan Jenis Kelamin Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel 4.1 dibawah ini :
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Umum Perumahan Rakyat merupakan instansi milik negara di bawah naungan
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Objek Penelitian Direktorat Bina Penatagunaan Sumber Daya Air Kementeriaan Pekerjaan dan Umum Perumahan Rakyat merupakan instansi milik negara di bawah naungan
BAB III METODE PENELITIAN
A. Waktu dan Tempat Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jakarta Gambir Tiga, Jakarta Pusat, tempat ini sengaja dipilih karena akses
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. sakit yang terdiri dari tenaga medis (para dokter), tenaga paramedis (para
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Populasi dan sampel Populasi dari penelitian ini adalah karyawan tingkat kepala bagian di lima rumah sakit yang terdiri dari tenaga medis (para dokter), tenaga paramedis
BAB III METODE PENELITIAN. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa program S1 Akuntansi di Kota
26 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Populasi penelitian ini adalah mahasiswa program S1 Akuntansi di Kota Bandarlampung. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling, yaitu
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Mengacu pada rumusan masalah yang telah ditetapkan pada bab sebelumnya, maka penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk menguji dan membuktikan
BAB II LANDASAN TEORI...
DAFTAR ISI Halaman Sampul... i Halaman Judul... ii Halaman Pernyataan Bebas Plagiarisme... iii Halaman Persetujuan... iv Halaman Berita Acara Ujian.. v Halaman Motto... vi Halaman Persembahan... vii Kata
BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan penelitian adalah rencana yang mencakup penelitian secara
28 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian adalah rencana yang mencakup penelitian secara menyeluruh yang akan dilakukan oleh peneliti mulai dari membuat hipotesis dan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan dijelaskan mengenai hasil penelitian dari tahap awal sampai pada pengujian hipotesis untuk menjawab rumusan masalah penelitian ini. Selanjutnya akan dibahas
BAB III METODELOGI PENELITIAN. dan pernah melakukan pembelian produk secara online di Bukalapak.com. pusat perkantoran yang berada di Jakarta.
BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Waktu dan tempat penelitian Penelitian ini dilakukan pada responden yang tinggal di Jakarta Selatan dan pernah melakukan pembelian produk secara online di Bukalapak.com
PENGARUH PENDAPATAN DAN KECERDASAN SPIRITUAL TERHADAP PERSEPSI ETIS MAHASISWA DENGAN LOVE OF MONEY SEBAGAI VARIABEL INTERVENING
PENGARUH PENDAPATAN DAN KECERDASAN SPIRITUAL TERHADAP PERSEPSI ETIS MAHASISWA DENGAN LOVE OF MONEY SEBAGAI VARIABEL INTERVENING Ahdaf Arridla, Pascasarjana Unesa [email protected] ABSTRAK Penelitian
BAB V ANALISA HASIL. convergent validity yaitu apakah loading factor indikator untuk masing-masing konstruk sudah
BAB V ANALISA HASIL 5.1 Langkah langkah Pengujian 5.1.1 Convergent Validity (Uji Validitas) Langkah pertama yang dilakukan adalah menguji apakah model sudah memenuhi convergent validity yaitu apakah loading
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanatori (explanatory research).
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanatori (explanatory research). Menurut Singarimbun dan Effendi (1995: 5) dalam Liyana (2015: 48), penelitian
III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode
III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei untuk mengumpulkan data. Penelitian kuantitatif dilakukan berdasarkan ukuran
persyaratan gelar sarjana Strata-1 (S-1) pada Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, maka peneliti mengadakan
LAMPIRAN 1 Lembar Kuesioner KUESIONER PENELITIAN Responden yang terhormat, Sehubungan dengan penyelesaian tugas akhir skripsi untuk memenuhi persyaratan gelar sarjana Strata-1 (S-1) pada Program Studi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Objek penelitian ini adalah Karyawan PT Tuin Abadi. Penelitian ini diteliti dengan kuesioner tertulis secara Face to Face (tatap muka) yang akan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Desain penelitian adalah kerangka untuk melaksanakan proyek riset
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian adalah kerangka untuk melaksanakan proyek riset pemasaran. Desain penelitian merupakan rincian prosedur dalam memperoleh informasi
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Menurut Sugiyono (2010:13), definisi dari objek penelitian yaitu sasaran
54 BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Menurut Sugiyono (2010:13), definisi dari objek penelitian yaitu sasaran ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu tentang
BAB 5 SIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN
BAB 5 SIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN 5.1. Simpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa: 1. Intensitas Moral Akuntan Internal berpengaruh terhadap
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. memiliki nomor ijin usaha No /P-01/ Dengan memulai bisnis
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Perusahaan 1. Sejarah Rotaryana Prima didirikan pada tahun 1973 oleh Kameron Kamdani yang memiliki nomor ijin usaha No. 03526/P-01/1-824.271. Dengan memulai
LAMPIRAN 1. Lembar Kuesioner PENGARUH BUDAYA PERUSAHAAN, GAYA MANAJEMEN, PERSEPSI AKUNTAN MENGENAI PENDETEKSIAN FRAUD, DAN PENGALAMAN
87 LAMPIRAN 1 Lembar Kuesioner DAFTAR PERTANYAAN : KUESIONER PENGARUH BUDAYA PERUSAHAAN, GAYA MANAJEMEN, PERSEPSI AKUNTAN MENGENAI PENDETEKSIAN FRAUD, DAN PENGALAMAN AUDITOR TERHADAP KEMAMPUAN AUDITOR
PERAN MODERNISASI TEKNOLOGI INFORMASI PERPAJAKAN TERHADAP MOTIVASI KERJA PEGAWAI KPP PRATAMA WONOCOLO SURABAYA. Tialura Della Nabila
PERAN MODERNISASI TEKNOLOGI INFORMASI PERPAJAKAN TERHADAP MOTIVASI KERJA PEGAWAI KPP PRATAMA WONOCOLO SURABAYA Tialura Della Nabila Politeknik Ubaya, Jl. Ngagel Jaya Selatan 169 Surabaya e-mail: [email protected]
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penelitian PT. WOM Finance merupakan salah satu perusahaan pembiayaan (finance), dimana bidang usahanya memberikan pembiayaan kepada konsumen dengan konsentrasi
BAB III METODE PENELITIAN. kepuasan pelanggan berbelanja di Tokopedia. Proses penelitian akan
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu Penelitian Penelitian ini tentang pengaruh keamanan dan kemudahan terhadap kepuasan pelanggan berbelanja di Tokopedia. Proses penelitian
BAB 3 METODE PENELITIAN. yang hasil pengukuran sampelnya akan mengeneralisasikan populasi dari obyek
BAB 3 METODE PENELITIAN 1.1 Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain survey. Survey adalah penelitian yang hasil pengukuran sampelnya akan mengeneralisasikan populasi dari obyek yang diteliti
DAFTAR ISI. ABSTRAKSI... i. KATA PENGANTAR... ii. DAFTAR ISI... iv. DAFTAR GAMBAR... vii. DAFTAR TABEL...viii BAB I PENDAHULUAN...
DAFTAR ISI Halaman ABSTRAKSI... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... iv DAFTAR GAMBAR... vii DAFTAR TABEL...viii BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1Latar Belakang Masalah... 1 1.2 Rumusan Masalah... 4 1.3 Batasan
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA LOVE OF MONEY DENGAN PERSEPSI ETIKA MAHASISWA AKUNTANSI
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA LOVE OF MONEY DENGAN PERSEPSI ETIKA MAHASISWA AKUNTANSI SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Sarjana (S1) pada Program Sarjana Fakultas Ekonomi
BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang dipakai penulis dalam penelitian ini adalah metode studi
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian yang Digunakan Metode penelitian yang dipakai penulis dalam penelitian ini adalah metode studi empiris, yaitu penelitian terhadap fakta empiris yang diperoleh
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XVIII Program Studi MMT-ITS, Surabaya 27 Juli 2013
PEMODELAN PENGGUNAAN NYATA APLIKASI WEBSITE E-LEARNING OLEH DOSEN DI UA MENGGUNAKAN METODE PARTIAL LEAST SQUARES STRUCTURAL EQUATION MODELING (PLS-SEM) Sulih Priyono dan Sony Sunaryo Program Studi Magister
BAB IV HASIL PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Analisis Deskriptif Data Penelitian Gambaran data hasil penelitian dapat digunakan untuk memperkaya pembahasan, melalui gambaran data tanggapan responden
BAB IV ANALISIS DATA DAN HASIL PENELITIAN. Bab ini merupakan hasil analisis data dan pembahasan penelitian
45 BAB IV ANALISIS DATA DAN HASIL PENELITIAN Bab ini merupakan hasil analisis data dan pembahasan penelitian mengenai Pengaruh Kepuasan Pengguna terhadap Efektivitas Sistem Informasi E-procurement di Organisasi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penyusunan skripsi yang dilakukan oleh penulis membutuhkan data-data yang relevan guna menunjang proses penelitian. Usaha untuk mengumpulkan data-data
ANALISIS PENGARUH FAKTOR KEPUTUSAN KONSUMEN DENGAN STRUCTURAL EQUATION MODELING PARTIAL LEAST SQUARE
ANALISIS PENGARUH FAKTOR KEPUTUSAN KONSUMEN DENGAN STRUCTURAL EQUATION MODELING PARTIAL LEAST SQUARE Alodya Ann Gita Alfa 1), Dewi Rachmatin 2), Fitriani Agustina 3) 1), 2), 3) Departemen Pendidikan Matematika,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi penelitian ini adalah seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah Kota Yogyakarta yaitu sebanyak 48 SKPD. Dari populasi ditarik sejumlah sampel,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. terdapat di pemerintah Kabupaten/Kota se-provinsi Lampung. Pemilihan dinas
23 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terdapat di pemerintah Kabupaten/Kota se-provinsi Lampung. Pemilihan
BAB III METODE PENELITIAN. objek penelitian penulis adalah PT Surya Toto Indonesia, Tbk Divisi Fitting.
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Salah satu komponen penting dari sebuah penelitian adalah tempat penelitian (dalam hal ini adalah sebuah perusahaan). Perusahaan yang menjadi objek
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. bekerja di sektor publik khususnya di institusi kepolisian. Dipilihnya institusi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Penelitian 3.1.1 Populasi Penelitian Dalam penelitian ini populasi yang digunakan oleh penulis adalah karyawan yang bekerja di sektor publik khususnya
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
45 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Obyek Penelitian Sebagai unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota, PUSKESMAS Mantrijeron bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan
BAB III METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Universitas Lampung yang
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Universitas Lampung yang mempunyai akses untuk menggunakan Aplikasi Sistem Informasi Manejemen
BAB III METODE PENELITIAN. perumusan masalah yang teridentifikasi, pengumpulan dasar teori yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Pelakasanaan 1. Waktu Penelitian Proses penelitian ini diawali dengan kegiatan mengidentifikasi permasalahan di tempat yang akan digunakan sebagai lokasi penelitian,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Berdasarkan hipotesis yang diajukan maka selanjutnya perlu merancang penelitian untuk menguji hipotesisinya. Merancang riset berarti menentukan jenis risetnya,
2 METODE. Kerangka Pemikiran
16 2 METODE Kerangka Pemikiran PTT padi merupakan suatu metode pendekatan untuk mempertahankan atau meningkatkan produktivitas padi secara berkelanjutan dan efisiensi produksi. PTT menekankan pada prinsip
BAB 3 METODE PENELITIAN. Desain penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kuantitatif atau
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kuantitatif atau analisis data statistik. Desain penelitian merupakan rincian prosedur dalam memperoleh
