BAB I. PENDAHULUAN A.
|
|
|
- Bambang Gunardi
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan industri otomotif di Indonesia semakin hari semakin meningkat, terutama di segmen kendaraan ringan roda empat atau mobil. Pertumbuhan tersebut akan didukung oleh stabilnya pertumbuhan ekonomi domestic, lancarnya aliran investasi, maraknya pembanguan infrastruktur, serta meningkatnya kapasitas produksi industri otomotif. Permintaan terhadap segmen mobil penumpang di Indonesia diperkirakan naik 8% menjadi unit di tahun 2014 atau naik 8% dari tahun 2013 yang mencapai unit. Pertumbuhan penjualan produsenprodusen mobil utama di Indonesia berasal dari permintaan pasar yang cukup tinggi. Pasar tertinggi penjualan mobil domestik Indonesia masih dipegang oleh Toyota dengan pangsa pasar mencapai sekitar 36%, diikuti oleh Daihatsu di posisi kedua dengan pangsa pasar kurang dari 15%, posisi ketiga diduduki oleh Suzuki dengan pangsa pasar sebesar 11.3%. Toyota sendiri sebagai leader market penjualan mobil di Indonesia merespon positif terhadap hasil penjualan mobil domestik tahun 2013 tersebut. Permintaan pasar yang terus naik dan persaingan industri antara produsen produsen mobil yang semakin ketat, menjadikan motivasi tersendiri bagi Toyota dalam mengembangkan bisnisnya terutama di segmen mobil penumpang di Indonesia. PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (PT.TMMIN) sebagai perwakilan tunggal dari Toyota Motor Corporate (TMC) Jepang mengantisipasi kenaikan pasar domestik Indonesia dengan penambahan model baru dan menaikkan kapasitas produksinya dengan basis IMV ( Mobil Keluarga ) dan EFC ( City Car ) sebagai model utamanya. Sampai periode tahun 2016, Toyota berencana menambahkan 2 model baru, yaitu type 810A dan 809A serta full model change sebanyak 5 X, serta penambahan kapasitas produksi dengan target produksi pada tahun 2015 menjadi sebesar unit setiap tahun melalui 2 pabrik yang berada di Karawang, dengan fokus produksi IMV di Karawang Plant 1 dan fokus produksi EFC di Karawang Plant 2, dengan takt time 1.5 1
2 2 menit per unit untuk IMV dan 2.4 menit per unit untuk EFC dengan artian setiap 1.5 menit dihasilkan satu unit IMV dan pada saat yang sama setiap 2.4 menit dihasilkan satu unit EFC. Toyota sendiri dalam menjalankan bisnisnya di Indonesia memiliki filosofi dasar yang menjadi acuan. Filosofi dasar itu adalah Toyota Way. Toyota way 2001 adalah sebuah pemikiran, sebuah standart, dan sebuah panduan yang mana merupakan definisi dari misi Toyota corporation dan nilai dari sebuah perusahaan bagi para pelanggan, masyarakat umum, business partners, associates, dan para pihak pihak yang terlibat dengan Toyota. The Toyota Way 2001 penguatan suatu pengakuan bahwa, selagi Toyota lebih cepat meng-globalisasi, orang yang bekerja untuk Toyota diseluruh dunia membutuhkan serangkaian nilai dan konsep umum yang menjadi dasar tindakan mereka. Dengan kata lain, tujuan Toyota Way adalah untuk sharing konsep Toyota pada skala global. Toyota Way sebagai filosofi dasar Toyota dapat dilihat pada Gambar 1.1. Gambar 1.1 Toyota Way sebagai filosofi dasar Toyota
3 3 Toyota Ways memiliki 2 pilar utama dan 5 elemen, yaitu pertama Continuous Improvement, elemen pertama yaitu : Challenge berarti memiliki sikap selalu mencari dan menetapkan masalah yang anda sendiri harus selesaikan. Itu juga berarti sikap tidak mencari dalih dalam kesulitan yang di hadapi tetapi secara terus menerus memperhatikan sesuatu dari sudut pandang apa yang dapat dilakukan untuk membuat sesuatu dapat dilakukan. Kemudian yang kedua adalah kaizen yang berarti, Toyota melakukan perbaikan disetiap unit bisnisnya secara berkelanjutan, dan selalu bergerak untuk melakukan inovasi serta evolusi. Ketiga adalah Genchi Genbutsu yang berarti pergi ke Genba dan menganalisa penyebab terjadinya masalah dengan memperhatikan benda/wujud yang sebenarnya dilapangan. Pilar kedua adalah, Respect for People. Elemen yang terdapat di pilar tersebut adalah respect yang artinya adalah menghargai faktor kemanusiaan orang lain. Kemudian elemen terkahir adalah teamwork yang berarti setiap orang bekerjasama untuk memecahkan suatu masalah. Selain Toyota Way sebagai filosofi dasar bisnis Toyota, di dalam setiap aturan perusahaan juga diterapkan filosofi yang menjadi acuan dalam mengambil kebijakan sebagai prinsip, prinsip prinsip tersebut antara lain yaitu Build in Quality. Dalam pengutamaan kualitas dari setiap unit yang dihasilkan, Toyota memegang teguh prinsip Build in Quality, yang artinya setiap orang di produksi tidak boleh menerima defect, tidak boleh membuat defect, dan tidak boleh meneruskan defect. Selain itu, prinsip dasar yang lain adalah TPM ( Toyota Productive Maintenance ), TPM memiliki 4 pilar utama, yaitu : 1. Pilar yang pertama itu adalah membangun peralatan yang baik. Divisi Engine Production memainkan peran utama dalam aktifitas ini, berdasarkan konsep membuat peralatan yang sederhana, mudah digunakan dan tidak akan rusak. 2. Pilar yang kedua adalah preventive maintenance. Ini adalah aktifitas maintenance untuk menjamin peralatan tidak akan rusak dengan memperbaiki peralatan sebelum peralatan tersebut rusak, untuk mempertahankan peralatan dalam status ideal.
4 4 3. Pilar yang ketiga adalah perbaikan kerusakan yang segera dan akurat. Kalau kerusakan terjadi, pertimbangan yang paling penting adalah bagaimana memperbaiki sesingkat mungkin sehingga produksi dapat memulai lagi dan bagaimana untuk mencegah problem (masalah) yang sama terjadi lagi. Departemen Maintenance dari Divisi Engine Production memainkan peran utama dalam aktifitas ini. 4. Pilar keempat Kaizen, atau continuous improvement, dari peralatan yang dalam kondisi baik. Ini berarti mencabut peralatan yang sering rusak atau bermasalah, mengembalikan performance-nya dan mengubah untuk membuatnya menjadi peralatan yang baik yang efisien dan tidak mengakibatkan losses (kerugian). Aktifitas ini terutama adalah pekerjaan Departemen Engineering Service dari Divisi Engine Production. Keempat pilar ini dipromosikan oleh semua anggota, tetapi khusus di area preventive maintenance, departemen produksi memainkan peran utama. Sebisa mungkin sebelum berjalannya produksi seluruh peralatan dipastikan keamanannya dan dalam status ideal. Selain itu juga harus diimbangi dengan keahlian (skill) dari operator yang bekerja di masing-masing line dan pos nya agar tidak menimbulkan defect sehingga tidak merugikan perusahaan. Namun tidak dapat dihindari jika terjadi kesalahan operator berupa kesalahan sepele seperti pelupa, contohnya dalam melakukan suatu perakitan sebuah unit engine, operator lupa melakukan salah satu elemen pekerjaan yang sebenarnya berakibat fatal jika tidak dilakukan. Untuk menghindari kesalahan operator tersebut maka diperlukan suatu alat TCR-2000 yang memiliki fungsi untuk pembacaan ID engine variant serta dapat menampilkan part list apa saja yang diperlukan untuk dirakit oleh operator menjadi sebuah unit engine. Sistem kerjanya yaitu ketika elemen pekerjaan tersebut dikerjakan oleh operator secara berurutan satu per satu, maka elemen pekerjaan tersebut dalam status complete secara berurutan pula sesuai yang dilakukan oleh operator. Namun jika salah satu elemen pekerjaan tersebut terlewati atau tidak dilakukan oleh operator, maka akan terjadi stop line. Ini merupakan suatu bentuk pencegahan timbulnya defect pada produksi unit engine. Alat ini merupakan alat
5 5 pembuatan Jepang yang didesain sedemikian rupa untuk membantu kerja operator didalam merakit sebuah unit engine, namun di beberapa pos line terdapat beberapa TCR-2000 yang mengalami kerusakan yang disebabkan oleh faktor umur karena alat tersebut telah beroperasi selama 20 tahun sehingga mengalami kerusakan pada layar touch panel dan dinyatakan sudah tidak layak beroperasi dan perlu untuk diganti. Sehingga dilakukan lah suatu project lokalisasi TCR-2000 oleh maker Indonesia yaitu PT.Indoseraco Sejahtera Engineering Company. B. Rumusan Masalah Permasalahan dalam proyek akhir ini adalah bagaimana menjaga 5 misi produksi Toyota, yaitu Safety/Environment, Quality, Productivity, Cost, Moral dengan meningkatkan efisiensi peralatan sehingga tercapai pula efektifitas kerja dan efisiensi pekerja yang berujung pada tercapainya Jiritsuka level 4 PT.Toyota Motor Manufacturing Indonesia (PT.TMMIN), Sunter I Plant, Jakarta Utara. C. Batasan Masalah Dalam pembuatan proyek akhir ini, permasalahan yang ada dibatasi dengan beberapa hal, yaitu : 1. Mengetahui secara umum tentang sistem kerja pembacaan ID engine variant dengan menggunakan TCR Mengetahui secara umum proses transmisi data dari engine code hingga terbaca oleh TCR Di PT.TMMIN, Sunter I Plant terdapat pengerjaan project TCR-2000 Replacement di beberapa pos di area Assy Main Line. Terkait dengan kerusakan equipment pada TCR-2000 yang lama oleh maker Jepang kemudian dilokalisasi oleh maker Indonesia yaitu PT.Indoseraco Sejahtera Engineering Company. User memilih untuk melokalisasi karena terkait dengan harga yang lebih murah dengan fungsi yang sama. Untuk perbedaann antara kedua nya akan dibahas di Bab IV.
6 6 Penulis membatasi lingkup masalah yang akan dibahas adalah mengenai hasil monitoring secara langsung ke produksi terhadap TCR-2000 yang baru. 4. Pada pembuatan TCR-2000 tersebut, Construction dikerjakan oleh kontraktor. Dalam kebijakan perusahaan setiap ada project yang tidak mampu untuk dilakukan oleh Internal Kaizen (Continous Improvement), maka akan dikerjakan oleh Kontraktor. Sebagai Engineering Service hanya perlu mendesain bagaimana konsep dasar yang akan dibuat dan melakukan follow up ketika proses fabrikasi dan instalasi. Untuk desain dan konsep dasar nya sendiri, dari pihak Engineering Service memberikan sample TCR-2000 yang lama ke kontraktor. Mengenai program, sistem kerja, bahkan komponen yang digunakan pada control panel nya pun dibuat sama persis dengan TCR-2000 yang lama. 5. TCR-2000 ini connect dengan interlock panel dan conveyor panel (main panel). Penulis membatasi lingkup masalah yang akan dibahas adalah hanya mengenai TCR-2000 dan control panel- nya. Untuk sistem kerja keseluruhan akan dibahas namun tidak untuk pembahasan secara detail mengenai interlock panel dan conveyor panel. D. Tujuan Pembuatan Proyek Akhir Tujuan pembuatan proyek akhir ini adalah : a. Melakukan study banding terhadap materi yang diperoleh dari bangku kuliah dengan dunia kerja di lapangan. b. Melihat secara langsung manajemen perusahaan yang baik dan benar. c. Menambah wawasan dan pengalaman dalam dunia kerja dan juga dapat berinteraksi di PT.TMMIN, Sunter I Plant. d. Menganalisa dan mempelajari sistem pembacaan ID engine variant yang digunakan di PT.TMMIN, Sunter I Plant. e. Meningkatkan efisiensi peralatan dengan mencegah timbulnya defect sehingga tidak merugikan perusahaan.
7 7 f. Untuk mempertahankan peralatan dalam status ideal serta mempermudah maintenance apabila terjadi kerusakan dengan pertimbangan yang paling penting adalah bagaimana memperbaiki sesingkat mungkin sehingga produksi dapat memulai lagi dan bagaimana untuk mencegah problem (masalah) yang sama terjadi lagi pada TCR E. Manfaat Pembuatan Proyek Akhir Manfaat pembuatan proyek akhir : 1. Pembuatan proyek akhir ini diharapkan dapat mendukung kemajuan teknologi otomotif khususnya mobil di Indonesia secara umumnya dan di PT.Toyota Motor Manufacturing Indonesia (PT.TMMIN), Sunter I Plant, Jakarta Utara secara khusunya. 2. Terciptanya peralatan pembacaan ID engine variant yang efisien serta memudahkan operator dalam merakit sebuah unit engine. Selain itu juga mempermudah maintenance ketika peralatan tejadi kerusakan atau error pada sistem pembacaan ID engine varian. F. Metodologi Penelitian Metode pengumpulan data yang dilakukan untuk penulisan laporan proyek akhir ini melalui beberapa bagian, yaitu: 1. Observasi Pengamatan secara langsung keadaan atau kondisi sesungguhnya di lapangan dan membuat sebuah catatan pribadi dari observasi tersebut. 2. Wawancara Pengumpulan data dengan cara mewawancarai langsung berbagai pihak yang berwenang di lingkungan perusahaan untuk melengkapi informasi yang berkaitan dengan materi yang di teliti.
8 8 3. Studi Pustaka Metode penelitian yang digunakan dalam mempelajari permasalahan dengan bukubuku panduan dan berbagai literature yang berhubungan degan pokok bahasan dari berbagai sumber dan juga internet. G. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan proyek akhir ini terbagi dalam lima bab, yaitu : 1. BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi tentang latar belakang dibuatnya proyek akhir, perumusan masalah, tujuan pembuatan proyek akhir, manfaat pembuatan proyek akhir, dan sistematika penulisan hasil proyek akhir. 2. BAB II DASAR TEORI Bab ini berisi tentang dasar-dasar teori yang berkaitan dengan pembuatan proyek akhir, sehingga dapat diperoleh pengertian dan pengetahuan yang menunjang bab bab selanjutnya dalam pembuatan proyek akhir ini. 3. BAB III SISTEM PEMBACAAN ID ENGINE VARIANT DENGAN TCR-2000 DALAM PROSES PRODUKSI ENGINE ASSEMBLY Bab ini berisi tentang proses keseluruhan dalam memproduksi mobil Toyota, proses assembly engine, layout assembly line, spesifikasi TCR-2000, pengoperasian dan fungsi, konstruksi, block diagram TCR-2000, dan layout koneksi interlock antar equipment. 4. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Bab ini berisi tentang proses migrasi dari TCR-2000 lama ke baru, proses pembacaan ID engine variant, permasalahan atau keadaan abnormal yang seringkali terjadi pada TCR-2000, serta countermeasure yang dilakukan untuk menangani keadaan abnormal tersebut, dan peningkatan efisiensi yang didapatkan setelah TCR-2000 replacement project. 5. BAB V PENUTUP Bab ini berisi kesimpulan dari pembuatan proyek akhir ini serta saran yang diharapkan dapat berguna.
BAB I PENDAHULUAN unit. Pertumbuhan penjualan produsen-produsen mobil utama di. dengan pangsa pasar sebesar 11.3%.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan industri otomotif di Indonesia semakin hari semakin meningkat, terutama di segmen kendaraan ringan roda empat atau mobil. Pertumbuhan tersebut akan didukung
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sarana transportasi umum yang buruk dan tidak memadai membuat masyarakat Indonesia enggan untuk memanfaatkannya. Dengan tingkat kesejahteraan dan daya beli masyarakat
BAB 1 PENDAHULUAN. Dalam menghadapi persaingan dunia usaha, terutama sektor Industri otomotif, PT
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam menghadapi persaingan dunia usaha, terutama sektor Industri otomotif, PT ADM (Astra Daihatsu Motor) sebagai ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merk) terus berupaya
BAB 1 PENDAHULUAN. atau tidak maka dibutuhkan suatu kelayakan proyek. diukur dengan mempertimbangkan untung dan ruginya suatu investasi.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Investasi yang dilakukan perusahaan dimaksudkan untuk memperoleh manfaat atau hasil dalam beberapa periode atau beberapa tahun di masa yang akan datang. Karena itu
BAB II PROFIL PT. ASTRA DAIHATSU MOTOR
BAB II PROFIL PT. ASTRA DAIHATSU MOTOR 2.1 Profil Perusahaan 2.2 Sejarah Singkat PT. Astra Daihatsu Motor PT. Astra Daihatsu Motor (ADM) mengawali sejarahnya pada tahun 1973. Pada tahun 1973, Astra mendapatkan
BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1. Data Penjualan Mobil Nasional Kuartal 1 Th (Sumber : Tugas Akhir / Muhammad Shalahudin /
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sarana transportasi umum yang buruk dan tidak memadai membuat masyarakat indonesia enggan untuk memanfaatkanya, dengan tingkat kesejahteraan dan daya beli masyarakat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Persaingan pasar otomotif di kelas sepeda motor sangatlah ketat. Setiap produsen berusaha memberikan kualitas dan mutu yang baik, ketersediaan produk dan spare part
BAB I PENDAHULUAN. roda dua dan merupakan pabrikasi alat transportasi roda dua di Indonesia.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan PT. XYZ adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang otomotif roda dua dan merupakan pabrikasi alat transportasi roda dua di Indonesia. Tingginya
BAB 1 PENDAHULUAN. Meningkatnya pasar otomotif nasional dalam hal mobil compact, membuat
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Meningkatnya pasar otomotif nasional dalam hal mobil compact, membuat PT. Astra Daihatsu Motor meningkatkan kapasitas produksi di beberapa jalur produksinya, diantaranya
VII. PEMBAHASAN. A. Aspek Umum (Membuat Usulan Perbaikan pada Sistem On The Job Development pada Pelatihan GL s Role)
VII. PEMBAHASAN A. Aspek Umum (Membuat Usulan Perbaikan pada Sistem On The Job Development pada Pelatihan GL s Role) Visi PT. TMMIN adalah untuk mencapai Jiritsuka 2012, yaitu kemandirian dalam produksinya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan Seiring dengan perkembangan alat transportasi yang sebanding dengan pesatnya pembangunan di Indonesia, membuat para Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM)
BAB 1 PENDAHULUAN. saat ini mendominasi pasar otomotif di Indonesia. Kiprahnya di dunia otomotif Indonesia
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Toyota merupakan perusahaan manufaktur kendaran niaga dan penumpang yang saat ini mendominasi pasar otomotif di Indonesia. Kiprahnya di dunia otomotif Indonesia merupakan
BAB 1 PENDAHULUAN. Industri otomotif di Indonesia saat ini berkembang cukup pesat. Perkembangan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Industri otomotif di Indonesia saat ini berkembang cukup pesat. Perkembangan industri ini dapat dilihat dari mulai banyaknya merek dunia yang masuk ke pasar Indonesia.
BAB I PENDAHULUAN. Laporan Tugas Akhir Latar Belakang Masalah. Pada produksi yang mempunyai tipe produksi massal, yang melibatkan
Laporan Tugas Akhir 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pada produksi yang mempunyai tipe produksi massal, yang melibatkan sejumlah besar komponen yang harus dirakit, perencanaan produksi memegang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian merupakan langkah-langkah sistematis yang berperan penting sebagai pedoman dalam menyelesaikan dan memberikan solusi dari masalah yang timbul dalam penyusunan
LAPORAN PENULISAN TUGAS METODE PENELITIAN
LAPORAN PENULISAN TUGAS METODE PENELITIAN Disusun Oleh: Nama : Musafak NPM : 35412164 Kelas : 3ID08 Dosen : Dr. Ina Siti Hasanah, ST., MT JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Tinjauan Terhadap Objek Studi Sejarah dan Perkembangan PT Leoco Indonesia
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Tinjauan Terhadap Objek Studi 1.1.1 Sejarah dan Perkembangan PT Leoco Indonesia PT Leoco Indonesia didirikan pada tahun 1981, Leoco adalah produsen kelas dunia interkoneksi dan mencapai
BAB 1 PENDAHULUAN. b. Meminimalkan biaya bahan baku dan upah kerja. c. Kecepatan proses produksi dengan basis mess production yang seragam.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Persaingan dalam dunia industri semakin meningkat, efisiensi produksi semakin menjadi tuntutan yang tidak bisa dihindarkan. Jika hal ini tidak diperhitungkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan nasional di sektor industri sekarang ini kian hari kian meningkat, seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi. Dalam menghadapi
BAB 1 PENDAHLUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHLUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Toyota merupakan industri otomotif terbesar di dunia saat ini, raksasa industri otomotif yang berasal dari jepang ini juga menjadi pemimpin industri otomotif
BAB 1 PENDAHULUAN. Industri Otomotif merupakan salah satu jenis bisnis yang berkembang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1. 1 Latar Balakang Industri Otomotif merupakan salah satu jenis bisnis yang berkembang pesat di Indonesia. Laju perkembangan industri Otomotif masyarakat Indonesia saat ini relatif
BAB 1 PENDAHULUAN. Dewasa ini teknologi informasi sudah diterapkan dalam semua sisi kehidupan
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Dewasa ini teknologi informasi sudah diterapkan dalam semua sisi kehidupan manusia, terutama dalam perusahaan dan industri. Dengan berbasiskan teknologi informasi,
BAB 1 PENDAHULUAN. Seluruh industri di era globalisasi ini dituntut untuk menghadapi persaingan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan Seluruh industri di era globalisasi ini dituntut untuk menghadapi persaingan yang lebih kompetitif untuk menghadapi persaingan pasar yang cukup ketat.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Lead Time Istilah lead time biasa digunakan dalam sebuah industri manufaktur. Banyak versi yang dapat dikemukakan mengenai pengertian lead time ini. Menurut Kusnadi,
V. PENERAPAN SISTEM ERGONOMI DALAM PROSES PRODUKSI
V. PENERAPAN SISTEM ERGONOMI DALAM PROSES PRODUKSI A. General Induksi General Induksi merupakan suatu kegiatan pengenalan prinsip-prinsip yang dianut oleh toyota kepada karyawan baru, agar karyawan baru
BAB I PENDAHULUAN I-1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dewasa ini perkembangan dunia otomotif semakin pesat, hal ini dapat ditunjukan dengan semakin banyaknya perusahaan otomotif yang menghasilkan beberapa model
BAB 1 PENDAHULUAN. berhubungan erat dengan kepuasan pelanggan, dan akhirnya, mempengaruhi kesuksesan
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pangsa pasar merupakan faktor kritis dari kesuksesan suatu bisnis. Pangsa pasar berhubungan erat dengan kepuasan pelanggan, dan akhirnya, mempengaruhi kesuksesan
BAB II LANDASAN TEORI
13 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Total Productive Maintenance Total Productive Maintenance (TPM) adalah teknik silang fungsional yang melibatkan beberapa bagian fungsional perusahaan bukan hanya pada Bagian
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Diagram Alir Metodologi Penelitian Dalam melakukan proses penulisan laporan tugas akhir mengenai perancangan sistem kerja dari proses perakitan engine, penulis melakukan
TUGAS AKHIR ANALISIS PERHITUNGAN OEE ( OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS)
TUGAS AKHIR ANALISIS PERHITUNGAN OEE (OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS) DENGAN MULTIPLE REGRESI SEBAGAI METODE UNTUK MENGETAHUI LOSSES YANG PALING BERPENGARUH (Studi kasus: CV. Mediatama) Diajukan Sebagai
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Dari tahun ke tahun kebutuhan konsumen terhadap alat transportasi pribadi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dari tahun ke tahun kebutuhan konsumen terhadap alat transportasi pribadi semakin meningkat, produk kendaraan roda empat (mobil) menjadi salah satu produk yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pesatnya perdagangan global menyebabkan setiap perusahaan dituntut untuk menekan biaya produksi dengan melakukan proses produktivitas dan efisiensi pada proses
14 PRINSIP TOYOTA WAY
14 PRINSIP TOYOTA WAY Bagian 1: Filosofi Jangka Panjang Prinsip 1. Ambil keputusan manajerial Anda berdasarkan filosofi jangka panjang, meskipun mengorbankan sasaran keuangan jangka pendek. - Miliki misi
BAB 1 PENDAHULUAN. yang saat ini mendominasi pasar otomotif di Indonesia. Kiprahnya di dunia otomotif
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Toyota merupakan perusahaan manufaktur kendaran niaga dan penumpang yang saat ini mendominasi pasar otomotif di Indonesia. Kiprahnya di dunia otomotif Indonesia merupakan
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi industri manufaktur dalam beberapa dekade terakhir ini
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi industri manufaktur dalam beberapa dekade terakhir ini turut menyumbangan kemudahan dalam menciptakan inovasi-inovasi produk baru yang
VI. TOYOTA PRODUCTION SYSTEM. A. Pengertian Toyota Production System (TPS)
VI. TOYOTA PRODUCTION SYSTEM A. Pengertian Toyota Production System (TPS) Perusahaan berupaya untuk meningkatkan taraf kehidupan keryawan melalui usaha yang berkelanjutan untuk menghasilkan laba, sekaligus
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan. Persaingan dunia industri yang semakin ketat khususnya di industri
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan Persaingan dunia industri yang semakin ketat khususnya di industri elektronik membuat para pabrikan menjadi semakin kreatif dan inovatif. Tidak hanya
Bab 5. Simpulan. membentuk sebuah mesin yang dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan manusia.
96 Bab 5 Simpulan Seperti halnya mobil yang dirakit dari satu bagian ke satu bagian lainnya, membentuk sebuah mesin yang dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Banyak komponen kecil yang sepertinya
PROFIL PERUSAHAAN. A. Sejarah dan Perkembangan Perusahaan
II. PROFIL PERUSAHAAN A. Sejarah dan Perkembangan Perusahaan PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia adalah bagian dari perusahaan besar yaitu Toyota Motor Corporation (TMC), Jepang. Diawali dengan berdirinya
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
III. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian yang dilakukan di PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia diawali dengan mengetahui semua pekerjaan yang dilakukan di pabrik. Setelan itu, dilakukan pengenalan istilah-istilah
BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN (INDUSTRI)
BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN (INDUSTRI) 2.1 Sejarah Perusahaan A. Sejarah Aisan Nasmoco Industri di Indonesia Pada tahun 1997, Aisan Co. Ltd mendirikan manufaktur anak perusahaan di Indonesia bekerjasama
BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN
BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN 5.1 Analisa Hasil Perbaikan Setelah serangkaian perbaikan yang telah dilakukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan area dan juga peningkatan efisiensi proses kerja pada
BAB 1 PENDAHULUAN. dengan tingginya sepeda motor di Indonesia. Sehingga membuat permintaan Alloy
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri kendaraan sepeda motor di Indonesia semakin berkembang sejalan dengan tingginya sepeda motor di Indonesia. Sehingga membuat permintaan Alloy Wheel For Motorcycle
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LADASA TEORI Dalam penulisan tugas akhir ini diperlukan teori-teori yang mendukung, diperoleh dari mata kuliah yang pernah didapat dan dari referensi-referensi sebagai bahan pendukung. Untuk mencapai
KEADAAN UMUM PERUSAHAAN
IV. KEADAAN UMUM PERUSAHAAN A. Sejarah dan Perkembangan Perusahaan PT. TMMIN (Toyota Motor Manufacturing Indonesia) diresmikan pada tanggal 12 April 1971. Pada saat itu PT. TMMIN (Toyota Motor Manufacturing
BAB I PENDAHULUAN. Seiring berkembangannya industri otomotif di Indonesia dan untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Seiring berkembangannya industri otomotif di Indonesia dan untuk meningkatkan daya saing di pasar lokal dan internasional, semua industri otomotif di Indonesia berlomba-lomba
BAB 1 PENDAHULUAN. semakin memperlihatkan kemajuan dan peningkatan pada semua aspek.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Balakang Perkembangan dunia otomotif kendaraan bermotor roda empat semakin memperlihatkan kemajuan dan peningkatan pada semua aspek. Diantaranya, yang pertama dapat dilihat
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG PT Omron Manufacturing of Indonesia merupakan salah satu perusahaan multinasional terkemuka yang bergerak dibidang industri komponen elektronika yang berpusat di Jepang.
BAB I PENDAHULUAN. mempunyai gaya yang diinginkan masyarakat Indonesia. Kebutuhan masyarakat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kebutuhan dan tuntutan masyarakat terhadap moda transportasi yang semakin besar dan pola gaya hidup yang semakin tumbuh membuat produsenprodusen alat transportasi
BAB 1. Pendahuluan. berjuang untuk menjadi pemenang dalam memasarkan produknya. Sejalan dengan
13 BAB 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Pada saat seperti ini, kemajuan jaman dan adanya era globalisasi dunia usaha membuat persaingan semakin kompetitif sehingga setiap perusahaan berusaha berjuang untuk
BAB 1 PENDAHULUAN. Sebuah perusahaan merupakan suatu organisasi bisnis yang meraih reward dan
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sebuah perusahaan merupakan suatu organisasi bisnis yang meraih reward dan keberhasilan. Namun keberhasilan tidak diperoleh dengan sendirinya. Keberhasilan hanya
PERAMALAN PERMINTAAN BAN MOBIL PENUMPANG PT GOODYEAR INDONESIA TBK. Oleh RUDI AWALUDIN A
PERAMALAN PERMINTAAN BAN MOBIL PENUMPANG PT GOODYEAR INDONESIA TBK Oleh RUDI AWALUDIN A 14102569 PROGRAM SARJANA EKSTENSI MANAJEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2006 PERAMALAN
BAB I PENDAHULUAN. Menghadapi perkembangan zaman yang kian cepat dan kompleks persaingan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menghadapi perkembangan zaman yang kian cepat dan kompleks persaingan dunia industri akan semakin ketat maka setiap industri akan terus dituntut untuk meningkatkan
Gambar 1.1 Logo Rumah Warna
BAB I PENDAHULUAN Setiap bisnis baru atau pengembangan bisnis membutuhkan penanaman modal yang disesuaikan dengan tujuan bisnis dan bentuk badan bisnisnya. Salah satu tujuan didirikannya bisnis adalah
BAB I PENDAHULUAN. terhubung dengan PT. Telekomunikasi Indonesia (TELKOM) di area Gresik,
BAB I PENDAHULUAN Pada bab satu penulis menjelaskan latar belakang mengapa penulis melakukan pengukuran dan pengecekan pada jalur kabel fiber optic yang terhubung dengan PT Telekomunikasi Indonesia (TELKOM)
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Penyelesaian masalah yang diteliti dalam tugas akhir ini memerlukan teori-teori atau tinjauan pustaka yang dapat mendukung pengolahan data. Beberapa teori tersebut digunakan sebagai
BAB 1 PENDAHULUAN. semakin kompetitif. Menuntut perusahaan untuk mampu menyusun sebuah strategi yang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada era globalisasi sekarang ini, dimana persaingan dalam dunia industri semakin kompetitif. Menuntut perusahaan untuk mampu menyusun sebuah strategi yang
BAB 1 PENDAHULUAN. Dalam kegiatan industri khususnya industri otomotif, ujung tombak yang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam kegiatan industri khususnya industri otomotif, ujung tombak yang sangat berperan dalam memberikan input yang signifikan terhadap perusahaan adalah bagian produksi.
PERBAIKAN SISTEM KERJA DAN ALIRAN MATERIAL PADA PT. M MOTORS AND MANUFACTURING
PERBAIKAN SISTEM KERJA DAN ALIRAN MATERIAL PADA PT. M MOTORS AND MANUFACTURING Niken Parwati¹, Ibnu Sugandi². Program Studi Teknik Industri, Universitas Al Azhar Indonesia, Jakarta 12110 [email protected]
BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan dari dunia industri menimbulkan persaingan yang kompetitif
1 BAB 1 PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan dari dunia industri menimbulkan persaingan yang kompetitif antar industri-industri didalamnya. Diantaranya dengan adanya peluncuran berbagai
BAB I PENDAHULUAN. ADM merupakan perusahaan Joint Venture antara Daihatsu Motor Company Ltd
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Astra Daihatsu Motor atau biasa dikenal dengan ADM adalah Agen Tunggal Pemegang Merek ( ATPM ) kendaraan Daihatsu di Indonesia. Sebagai ATPM, Astra Daihatsu Motor merupakan
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH. Dewasa ini perekonomian pada era globalisasi dalam
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Dewasa ini perekonomian pada era globalisasi dalam perkembangan dunia usaha semakin meningkat, ini berarti adanya persaingan yang semakin ketat. Sebagian besar
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan PT. Krama Yudha Ratu Motor (KRM) adalah perusahaan yang memproduksi mobil niaga jenis truk tipe TD yang merupakan produk dengan jumlah permintaan (demand)
BAB I PENDAHULUAN. memaksimalkan kapabilitas yang akan berujung pada kompetensi inti yang akan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perubahan keadaan ekonomi yang secara langsung mempengaruhi permintaan yang begitu cepat harus diantisipasi pihak perusahaan dengan menyusun strategi yang sesuai dengan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. diperoleh dari hasil kerja praktek di industri otomotif sunter yaitu data cycle time
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil kerja praktek di industri otomotif sunter yaitu data cycle
BAB 1 PENDAHULUAN. mendapatkan informasi yang akurat, handal serta up to date, dealer selaku wakil
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era globalisasi sekarang ini, kebutuhan akan alat transportasi sangatlah meningkat. Sehingga produsen motor harus berupaya untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Kebutuhan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Industri otomotif di Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat pada beberapa tahun terakhir. Hal tersebut salah satunya terlihat dari total penjualan dalam
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Berikut adalah metode yang digunakan dalam melakukan penelitian dan pengolahan data : Gambar 3.1 : Diagram Alir Metodologi Penelitian 25 3.1 Observasi Lapangan dan Indentifikasi
BAB I PENDAHULUAN. tersebut adalah performance mesin yang digunakan (Wahjudi et al., 2009). Salah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Proses operasional kapal laut yang berlangsung dalam suatu industri pelayaran semuanya menggunakan mesin dan peralatan. Menurut Siringoringo dan Sudiyantoro (2004)
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH. tahun 2006 untuk semua tipe produk dan beberapa produk model baru yang
BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH 3.1. Penjelasan Peningkatan produksi unit sepeda motor oleh PT. Astra Honda Motor di tahun 2006 untuk semua tipe produk dan beberapa produk model baru yang mampu mendominasi
Total Productive Maintenance (TPM) Sistem Perawatan TIP FTP UB Mas ud Effendi
Total Productive Maintenance (TPM) Sistem Perawatan TIP FTP UB Mas ud Effendi Total Productive Maintenance Program perawatan yang melibatkan semua pihak yang terdapat dalam suatu perusahaan untuk dapat
BAB II HASIL SURVEY. Toyota Motor Corporation (saham 49%), Jepang. Selama 30 tahun, PT. Toyota-
BAB II HASIL SURVEY 2.1 Gambaran Umum PT. Toyota-Astra Motor PT. Toyota-Astra Motor yang didirikan pada tahun 1971 merupakan perusahaan joint venture antara PT. Astra International Tbk (saham 51%) dengan
BAB I PENDAHULUAN. PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (PT. TMMIN) merupakan salah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (PT. TMMIN) merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur mobil. Perusahaan ini memproduksi beberapa tipe
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada perkembangan zaman ini, masyarakat menginginkan kehidupan yang sehat, dan kesehatan merupakan prioritas utama bagi masyarakat. Menurut Undang-Undang Republik
METODOLOGI PENELITIAN
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Februari sampai bulan Juni di Sunter Plant 1 yang bertempat di PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia,
BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang PT. IRC INOAC INDONESIA adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang manufactur komponen karet untuk otomotif dan juga industrial parts. Untuk tahun 2009
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Just In Time Pada tahun 1970 konsep Just In Time mulai dipopulerkan oleh Mr. Taiichi Ohno dan rekannya di Toyota Motor Company, Jepang. Akar dari konsep Just In Time dapat ditelusuri
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Berikut adalah metode yang digunakan dalam melakukan penelitian dan pengolahan data : Identifikasi Masalah Studi P ustaka Menentukan Tujuan 8 Langkah dan 7 Tools 1. Menentukan
ANALISIS PRODUK DAN PROSES MANUFAKTURING
ANALISIS DAN PROSES MANUFAKTURING Suatu rancangan ataupun rencana tentang tata letak fasilitas pabrik tidaklah akan bisa dibuat efektif apabila data penunjang mengenai bermacam-macam faktor yang berpengaruh
BAB 1 PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Populasi Mobil di Indonesia Tahun
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri otomotif merupakan salah satu sektor industri yang penting dalam perkembangan dan pembangunan ekonomi di Indonesia. Pada tahun 2010, industri otomotif berkontribusi
BAB 1 PENDAHULUAN. Persaingan di dunia industri pada saat ini tidak dapat dihindari, dan setiap pesaing
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Persaingan di dunia industri pada saat ini tidak dapat dihindari, dan setiap pesaing berusaha untuk mencari suatu metode yang lebih baik untuk memanfaatkan
Bab I. Pendahuluan. Negara Jepang adalah negara yang maju dibidang teknologinya. Teknologi
Bab I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Negara Jepang adalah negara yang maju dibidang teknologinya. Teknologi yang diciptakan oleh negara Jepang tentunya berdasarkan kerja keras dan semangat dari bangsa
BAB I PENDAHULUAN. Peningkatan tenaga kerja hampir terjadi di seluruh kota kota besar di Indonesia,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pada dewasa ini, laju peningkatan tenaga kerja di Indonesia sangat pesat. Peningkatan tenaga kerja hampir terjadi di seluruh kota kota besar di Indonesia,
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pada saat ini perusahaan dituntut untuk mampu menghadapi persaingan baik dari perusahaan lokal maupun perusahaan luar negeri. Ditambah lagi dengan adanya
BAB III METODE PENULISAN
34 BAB III METODE PENULISAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penulis melakukan pengamatan dengan melakukan praktik kerja lapangan (PKL) selama 2 bulan di PT Tunas Dwipa Matra Bandar Lampung yang beralamat
Berikut jenis training & materinyaa :
Berikut jenis training & materinyaa : 1. PREVENTIVE MAINTENANCE & SPARE PART MANAGEMENT (1 hari) 1. Memahami konsep : Corrective Maintenance Preventive Maintenance Predictive Maintenance 2. Proses pembuatan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. PT. Toyota Astra Motor Surabaya merupakan perusahaan yang bergerak
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah PT. Toyota Astra Motor Surabaya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penjualan mobil dan menerima permintaan servis dari konsumen. Hampir semua sistem
BAB 2 LANDASAN TEORI. Pendapat tersebut sejalan dengan pendapat Stephens (2004:3), yang. yang diharapkan dari kegiatan perawatan, yaitu :
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Definisi maintenance Maintenance (perawatan) menurut Wati (2009) adalah semua tindakan teknik dan administratif yang dilakukan untuk menjaga agar kondisi mesin/peralatan tetap
BAB 1 PENDAHULUAN. salah satu faktor yang mempengaruhi daya saing perusahaan dalam bersaing dengan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam dunia industri tingkat produktifitas serta kepuasan pelanggan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi daya saing perusahaan dalam bersaing dengan perusahaan
BAB 2 LANDASAN TEORI
10 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Perancangan sistem kerja Suatu ilmu yang terdiri dari teknik-teknik dan prinsip-prinsip untuk mendapatkan rancanganterbaik dari system kerja yang bersangkutan. Teknik-teknik
ANALISA & PERANCANGAN SISTEM
ANALISA & PERANCANGAN SISTEM Pengembangan Sistem Informasi Mulyadi, S.Kom, M.S.I Proses dalam Pengembangan Sistem Proses pengembangan sistem - serangkaian kegiatan, metode, praktik, dan alat-alat terotomatisasi
BAB I PENDAHULUAN. dipenuhi agar perusahaan dapat melakukan proses produksi. Teknologi yang
2 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Bekalang Masalah Pada saat ini penggunaan mesin sebagai alat produksi semakin dibutuhkan oleh perusahaan. Keberadaan mesin tersebut menjadi suatu kebutuhan yang wajib dipenuhi
BAB 1 PENDAHULUAN. Thailand, Indonesia, Malaysia, dan Vietnam. Angka produksi dan angka
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan industri otomotif di Asia Tenggara didominasi oleh empat negara yang tercatat sebagai basis produksi kendaraan bermotor, yaitu Thailand, Indonesia, Malaysia,
BAB II HASIL SURVEY. seperti Stamping, Casting, Engine dan Assembly di area industri Sunter Jakarta.
BAB II HASIL SURVEY 2.1 Gambaran Umum PT. Toyota-Astra Motor PT. Toyota-Astra Motor yang didirikan pada tahun 1971 merupakan perusahaan joint venture antara PT. Astra International Tbk (saham 51%) dengan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pada era globalisasi saat ini, teknologi informasi mengalami
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era globalisasi saat ini, teknologi informasi mengalami perkembangan yang begitu pesat. Era Globalisasi yaitu waktu atau jaman yang memiliki hubungan dengan peningkatan
