BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
|
|
|
- Hamdani Johan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 14 BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis Sistem Analisis sistem merupakan pengumpulan, penginterpretasi dan pendiagnosaan persoalan sehingga menjadi prasyarat untuk mendesain sistem dan spesifikasi untuk sebuah sistem yang baru atau sistem yang diperbaiki. Analisis sistem harus menjelaskan bentuk-bentuk kerja sistem secara terperinci dan teliti sehingga memudahkan pengembangan sistem ketika melakukan desain sistem secara menyeluruh Analisis Masalah Analisis masalah merupakan tahapan awal dalam analisis sistem, karena analisis masalah bertujuan untuk mengindetifikasi pokok-pokok masalah sehingga tercapai titik keputusan. Sebelumnya telah diuraikan latar belakang dari skripsi ini, masalah yang akan dibahas adalah bagaimana melakukan pencarian atau pencocokan untuk menemukan string pada teks dalam kamus istilah Telekomunikasi berbasis android dan meneliti perbandingan antara algoritma Morris - Pratt dengan algoritma Horspool untuk pencocokan string. Dalam menganalisis, mengidentifikasi, dan menyelesaikan masalah memerlukan suatu cara yang saat ini sering digunakan yaitu Ishikawa diagram/diagram Ishikawa. Diagram Ishikawa (fishbone diagram) yang dikembangkan oleh Dr. Kaoru Ishikawa sekitar tahun 1960-an. Diagram Ishikawa adalah analisis sebab akibat dengan bentuk kerangka tulang ikan yaitu bagian kepala, sirip dan duri. Konsep dasar dari diagram Ishikawa adalah permasalahan mendasar yang diletakkan pada bagian kanan dari diagram atau bagian kepala dari kerangka tulang ikannya. Penyebab permasalahan digambarkan pada sirip dan durinya (Asmoko, 2015).
2 15 Kurangnya minat membaca buku kamus Belum ada metode algoritma Morris - Pratt dan Horspool yang diimplementasikan dalam aplikasi berbasis android Pengguna Pengguna ingin menemukan definisi kata istilah telekomunikasi dengan cepat Metode Bahan acuan dalam bentuk hardcopy kurang efektif Masih sedikitnya kamus Istilah Telekomunikasi berbasis Android yang berbahasa Indonesia Material Pencarian kata masih manual (kurang efisien) Mesin Smartphone saat ini sudah banyak digunakan masyarakat. Smartphone lebih flexibel untuk digunakan Membuat aplikasi Kamus Istilah Telekomunikasi berbasis Android Gambar 3.1. Diagram Ishikawa untuk Analisis Masalah Pada gambar 3.1. bagian paling kanan (kotak/ kepala ikan) adalah nama masalah yaitu bagaimana membuat aplikasi Kamus Istilah Telekomunikasi berbasis Android. Kemudian duri- duri yang mengarah ke tulang utama (garis horizontal yang menuju ke kepala ikan) merupakan kategori masalah. Kategori penyebab masalahnya yaitu pengguna, material, metode dan mesin. Keseluruhan detail tersebut mengarah ke bagian kepala yang merupakan topik utama dalam analisis masalah Analisis Kebutuhan Analisis kebutuhan terbagi atas dua bagian, yaitu kebutuhan fungsional yang mendeskripsikan aktivitas sistem dan kebutuhan nonfungsional yang mendeskripsikan fitur, karakteristik dan batasan lainnya (Whitten, 2004) Kebutuhan Fungsional Kebutuhan fungsional pada aplikasi kamus Istilah Telekomunikasi ini adalah : 1. Aplikasi dapat mencocokan string dari kata yang dimasukkan oleh pengguna 2. Aplikasi dapat mencari kata dengan menggunakan algoritma Morris - Pratt dan algoritma Horspool 3. Aplikasi dapat memberikan hasil pencarian kata dan menampilkannya pada antarmuka sistem.
3 Kebutuhan Nonfungsional Kebutuhan nonfungsional pada aplikasi kamus Istilah Telekomunikasi ini adalah : 1. Performa Perangkat lunak yang dibangun dapat menunjukkan hasil pencarian kata yang diinputkan oleh pengguna. 2. Mudah Dipahami dan Digunakan Tampilan yang dibangun simple dan user friendly (ramah pengguna) sehingga pengguna tertarik dan mudah untuk memahami setiap desain tampilan 3. Hemat Biaya Perangkat lunak yang dibangun hemat biaya karena dapat di share secara gratis dengan bluetooth atau aplikasi Share lainnya. Ukuran file aplikasi tidak terlalu besar sehingga jika diunduh pada Playstore tidak mengambil kuota terlalu banyak. 4. Panduan Perangkat lunak yang dibangun memiliki panduan penggunaan. 5. Kontrol Perangkat lunak yang dibangun akan menampilkan pemberitahuan kata tidak ditemukan apabila kata yang dimasukkan pengguna tidak terdapat di dalam database Analisis Proses Sistem yang akan dibangun menggunakan algoritma Morris Pratt dan algoritma Horspool untuk proses pencocokan string. Sistem akan mencocokkan pattern yang dimasukkan oleh pengguna dan apabila pattern terdapat dalam database maka hasilnya akan ditampilkan. 3.2 Perancangan Sistem Perancangan sistem merupakan teknik pemecahan masalah untuk merangkai kembali bagian bagian komponen sehingga menjadi sistem yang lengkap dengan analisis sistem yang saling melengkapi (Whitten et al. 2004). Tujuan dari perancangan sistem ini adalah menjelaskan, mempermudah dan mengevaluasi implementasi sistem yang akan dibangun. Pada perancangan sistem terdapat flowchart, use case diagram, activity diagram, sequence diagram dan perancangan antarmuka (interface).
4 General Arsitektur Perancangan Sistem General arsitektur perancangan sistem adalah penjelasan berupa gambaran sistem yang terdiri dari input data, processing data, dan output data yang dikeluarkan dari sistem. Berikut adalah gambaran perancangan sistem yang dapat dilakukan pengguna kepada sistem. Obervasi Literatur Kata Istilah Telekomunikasi Memilih kata untuk dimasukkan ke dalam aplikasi Perancangan database dari kata yang telah dipilih Perancangan fungsi pencarian dengan Morris-Pratt Perancangan fungsi pencarian dengan Horspool Perhitungan kompleksitas algoritma Perancangan desain android Tahap Perancangan Kalkulasi Big Ө (Ө) Algoritma Morris-Pratt Tampilkan running time dengan Morris- Pratt Pencarian untuk string terpendek Pencarian untuk string terpanjang Kalkulasi Big (Ө) Algoritma Horspool Perhitungan Tahap Pengujian Tampilkan running dengan Horspool Pencatatan time Pencarian untuk string tidak valid (tidak ada dalam kamus) Skenario Pengujian Analisis hasil pengujian running time dan kompleksitas Penarikan Kesimpulan Gambar 3.2 General Arsitektur Perancangan Sistem
5 18 Penjelasan tahapan dalam general arsitektur perancangan sistem adalah sebagai berikut : 1. Tahap Perancangan Pada tahap ini terdiri dari 4 fase yaitu : a. Observasi Literatur Kata Istilah Telekomunikasi Pada fase ini dilakukan pengumpulan referensi yang diperlukan dalam penelitian. Hal ini dilakukan untuk memperoleh informasi dan data yang diperlukan. Referensi yang digunakan dapat berupa buku, jurnal, artikel, paper, makalah, baik dari media cetak maupun media internet mengenai istilah telekomunikasi. b. Menentukan Kata untuk dimasukkan kedalam Aplikasi Kata-kata yang digunakan pada aplikasi ini adalah sebanyak 500 kata yang diambil berdasarkan abjad dengan jumlah kata yang disesuaikan. Katakata tersebut akan diambil dari Kamus Istilah Telekomunikasi Drs. Gouzali Saydam, BC.TT Penerbit Pustaka Reka Cipta. c. Perancangan Database dari kata yang telah dipilih Database yang digunakan adalah database SQlite yang akan terhubung dengan Android Studio. Perancangan class untuk algoritma string matching dilakukan di software Android Studio. d. Perancangan Fungsi Pencarian dengan Morris-Pratt dan Horspool Dalam perancangan fungsi pencarian dengan Algoritma Morris Pratt dan Horspool harus ditentukan Flowchart dan Pseudocode. 2. Tahap Pengujian Pada tahap ini terdiri dari 2 fase yaitu : a. Skenario Pengujian Pada fase ini, dilakukan pengujian pencarian untuk string terpendek dan pencarian untuk string terpanjang. Hal ini berfungsi untuk membandingkan hasil pengujian dengan kata terpendek dalam kamus dengan kata terpanjang dan algoritma mana yang lebih efisien.
6 19 b. Pencatatan pada fase ini dengan mengecek dan membandingkan running time dan komplikesitas big (Ө) Morris-Pratt dengan Horspool sehingga dapat ditemukan hasil algoritma yang lebih efisien. 3. Analisis Hasil Pengujian Hasil pengujian setiap fase akan di analisis di tahap ini, sehingga dapat ditemukan algoritma mana yang lebih efektif serta efisien untuk setiap kata terpendek, kata terpanjang maupun secara keseluruhan. 4. Penarikan Kesimpulan Pada tahap ini, dilakukan penarikan kesimpulan berdasarkan hasil dari analisis hasil pengujian. Tahap ini adalah tahap akhir dimana kesimpulan ini dapat dijadikan suatu acuan terhadap penelitian yang akan dilakukan berikutnya Use-Case Diagram Use-case diagram adalah alur yang merepresentasikan interaksi yang terjadi antara pengguna dan sistem. Diagram ini mendeskripsikan siapa saja yang dapat berinteraksi dengan sistem dan bagaimana cara mereka berinteraksi. Diagram ini divisualisasikan dengan actor, use case, dan relasinya sebagai suatu urutan tindakan yang memberikan nilai terukur untuk aktor. Sebuah use case digambarkan sebagai ellips horizontal dalam suatu diagram use-case (Haviluddin, 2011). Hubungan yang menyatakan suatu use-case merupakan perluasan (extend) dari suatu use-case lainnya digambarkan oleh garis putus-putus dengan tanda panah terbuka (Harahap, A. 2014). Tanda anak panah dimulai dari extension use-case dan menunjuk kepada use-case yang diperluas. Masing-masing garis extend relationship disebut <<extends>>. Aktor yang berinteraksi dalam sistem ini adalah pengguna aplikasi, dan fungsi (use-case) dihubungkan dengan tanda panah yang menyatakan bahwa aktor mengajukan permintaan terhadap use-case. Use-case diagram dari sistem yang akan dibangun dapat dilihat pada Gambar 3.3.
7 20 Gambar 3.3 Use-case Diagram Diagram use-case pada gambar 3.3 menujukkan bahwa sistem berinteraksi kepada pengguna. Pengguna dalam gambar 3.3 dapat didefinisikan sebagai Actor yang berinteraksi dengan empat use-case. Pertama, pengguna akan memilih algoritma pencarian yaitu dengan pilihan Morris Pratt atau Horspool. Kedua, pengguna memasukkan kata yang ingin dicari. Ketiga, sistem akan menampilkan hasil pencarian yang ditampilkan pada interface sistem, seperti yang dijelaskan sebelumnya pada analisis proses. Includes pada use-case menunjukkan bahwa untuk menampilkan hasil pencarian kata hanya jika pengguna telah memasukkan kata. Untuk memperjelas use-case tersebut dapat di deskripsikan kedalan tabel skenario pada tabel 3.1 dan 3.2.
8 21 Tabel 3.1 Tabel Skenario Use-case Memilih Algoritma Pencarian Name Memilih algoritma pencarian Actor Pengguna Description Mendeskripsikan algoritma yang akan dipilih untuk melakukan pencarian kata Basic Flow Penguna memilih jenis algoritma pencarian Alternate Flow User memilih algoritma Morris-Pratt atau Horspool sebagai algoritma pencocokan string yang dipilih Pre Condition Pengguna ingin memilih jenis algoritma pencarian Post Condition Pengguna telah memilih jenis algoritma pencarian Tabel 3.2 Tabel Skenario Use-case Masukkan Kata Name Memilih algoritma pencarian Actor Pengguna Description Mendeskripsikan proses kata yang akan dicari Basic Flow Penguna menginputkan kata yang akan dicari Alternate Flow - Pre Condition Pengguna ingin menginputkan kata Post Condition Pengguna telah menginputkan kata Activity Diagram Activity Diagram mendeskripsikan alur kerja (workflow), aktivitas sistem serta proses timbal balik antar sistem. (Setiady, et al. 2013) Gambar 3.4 merupakan activity diagram dari aplikasi yang akan dibangun pada penelitian ini.
9 22 Gambar 3.4 Activity Diagram Activity Diagram pada gambar 3.4 menjelaskan interaksi antara pengguna dan sistem. Diawali dengan pengguna yang membuka aplikasi, lalu sistem menampilkan interface sistem. Kemudian pengguna memilih algoritma pencarian dan sistem akan membaca algoritma yang sudah dipilih. Pengguna memasukkan kata yang ingin dicari dan sistem akan merespon serta melakukan proses pencarian terhadap inputan kata. Dalam prosesnya, ada dua kondisi. Jika kata yang dicari ditemukan maka sistem akan memberikan hasil pencarian atau outputnya namun jika kata yang dicari tidak ditemukan maka sistem tidak akan menampilkan apapun dan meminta pengguna untuk memasukkan kembali kata yang dicari. Ketika kata yang dicari ditemukan, maka sistem berhasil dan selesai Sequence Diagram Sequence Diagram mendeskripsikan perilaku objek seperti pesan yang dikirimkan dan diterima antar objek serta waktu hidup objek (Setiady, et al. 2013). Sequence diagram pada sistem kamus ini akan ditunjukkan pada gambar 3.5.
10 23 Gambar 3.5 Sequence Diagram Pseudocode Pseudocode adalah barisan kode untuk menulis sebuah algoritma dengan cara tidak terikat dengan bahasa pemrograman tertentu. Pseudocode menggunakan bahasa yang hampir mirip dengan bahasa pemrograman namun perbedaannya adalah bahasa yang digunakan lebih mudah dipahami dan lebih ringkas.
11 24 Untuk Pseudocode algoritma Morris Pratt ditunjukkan oleh Gambar 3.6 berikut. Tahap Preprocessing Procedure premp ) ) input j : array[0.. m-1] of char, input m : integer, input x : array[0.. m-1] of char, input/output mpnext : array [0.. n-1] of integer Deklarasi : i : integer Algoritma : for( j = mpnext[0] = -1; i < m; mpnext[i] = j) endfor while(j > -1 && x[i]!= x[j]) j = mpnext[j] endfor ++i; ++j; endfor Tahap Pencarian Procedure MorrisPrattSearch( ) input i,j, n : integer, input x : array[0.. m-1] of char, input y : array[0.. n-1] of char, output find : array[0.. m-1] of boolean Deklarasi : j:=0 i:=0 Algoritma: premp(x, m, mpnext) while(j < n) do while(i > -1 && x[i]!= y[j]) do i = mpnext[i]; Endfor ++i; ++j; if(i >= m) then i = mpnext[i]; Gambar 3.6 Pseudocode pencarian Algoritma Morris - Pratt
12 25 Untuk pseudocode algoritma Horspool ditunjukkan pada Gambar 3.7. berikut (Nasution, 2016). Tahap Preprocessing Procedure prebmbc ( input P : array[0.. m-1] of char, input m : integer, input/output BmBc : array [0.. n-1] of integer ) Deklarasi: i : integer Algoritma: for (i := 0 to ASIZE 1) BmBc[i] := m; endfor for (i := 0 to m-2) BmBc[P[i]] := m i 1; Endfor Tahap Pencarian: Procedure HorspoolSearch ( input m, n : integer, input P : array[0.. m-1] of char, input T : array[0.. n-1] of char, output find : array[0.. m-1] of boolean ) Deklarasi: j : integer BmBc : array[0.. n] of integer c : char Algoritma: prebmbc(p, m, BmBc) j := 0 while (j <= n m) do c = T[j + m 1]; if (P[m 1] == c && memcmp(p, T + j, m-1) == 0) then find[j] := true; endif j := j + BmBc[c]; endwhile Gambar 3.7. Pseudocode pencarian Algoritma Horspool (Nasution, 2016)
13 Diagram Alir (Flowchart) Flowchart atau diagram alir merupakan gambar atau bagan yang memperlihatkan urutan dan hubungan antar proses dengan pernyataannya (Zarlis, 2008). Flowchart dari gambaran umum sistem ditunjukkan pada gambar 3.8 berikut ini. Mulai Masukkan Pattern Algoritma Morris Pratt Ya Tidak Tidak Algoritma Horspool Pencocokan pattern dengan menggunakan algoritma yang telah dipilih Output teks dan running time Selesai Gambar 3.8 Flowchart Gambaran Umum Sistem
14 27 Adapun flowchart dari algoritma Morris-Pratt seperti gambar 3.9 berikut. Mulai Masukkan pattern yang akan dicari Fase preprosessing Bandingkan karakter per karakter Pencocok dengan Algoritma Morris Pratt Apakah pattern ditemukan? Tidak Geser pattern berdasarkan Table mpnext[i] Ya Output teks dan running time Selesai Gambar 3.9 Flowchart Algoritma Morris-Pratt
15 28 Adapun flowchart dari algoritma Horspool seperti gambar 3.10 berikut. Mulai prebmbc (pattern, BmBc); i = 0 Apakah i <= panjang teks n panjang pattern m? c = teks y [ i + panjang pattern m 1] Apakah pattern [panjang pattern m-1] = = c&& str.compare [pattern, teks + i, panjang pattern m-1]= = 0? Tidak Ya Tidak i++ i+= BmBc [c] Selesai Gambar 3.10 Flowchart Algoritma Horspool
16 29 Adapun flowchart dari sistem pencarian istilah dengan algoritma Horspool seperti gambar 3.11 berikut. Mulai Input pattern yang akan dicari for i = 0 to panjang pattern - 1 Proses mencocokan karakter paling kanan pattern dengan teks Apakah cocok? Tidak Pattern bergeser berdasarkan tabel bad- match Ya Proses mencocokan ke karakter berikutnya (kiri) Apakah semua karakter cocok? Ya Tampilkan hasil pencarian Tidak Selesai Gambar 3.11 Flowchart Sistem Pencarian Istilah dengan Algoritma Horspool
17 Perancangan Antarmuka (Interface) Perancangan antarmuka bertujuan untuk mempermudah pengguna dalam berinteraksi dengan sistem yang pada umumnya tampilan antarmuka bersifat sederhana. Antarmuka yang dirancang diharapkan dapat memperhatikan faktor pengguna sehingga menghasilkan aplikasi yang ramah pengguna (user friendly). Perancangan antarmuka ini disesuaikan dengan kerangka menu seperti yang telah dituliskan sebelumnya. 1. Halaman Utama Gambar 3.12 merupakan tampilan awal ketika aplikasi pertama kali dijalankan. Pada halaman ini terdapat dua tab, yaitu algoritma Morris Pratt bagi pengguna yang ingin melakukan pencarian dengan algoritma Morris - Pratt. Kemudian, algoritma Horspool, bagi pengguna yang ingin melakukan pencarian dengan algoritma Horspool. Kamus Istilah Telekomunikasi 1 Algoritma Morris - Pratt 2 Algoritma Horspool Masukkan teks... 3 X 4 1. ADS 5 American Depository Share, ARPU Average Revenue Per User, ATM Asynchronus Transfer Mode,.. 4. BTS Base Transceiver Station,... Gambar 3.12 Halaman utama aplikasi kamus.
18 31 Keterangan Gambar : 1) Action Bar memuat judul aplikasi dan sebuah icon. Dimana icon memuat pilihan halaman about dan tentang. 2) Tabhost digunakan untuk memilih algoritma pencarian. 3) FieldText digunakan untuk memasukkan kata yang ingin dicari terjemahannya. 4) Button Delete digunakan untuk menghapus kata yang ada di dalam fieldtext. 5) Listview untuk menampilkan kata yang ada di dalam database. 2. Halaman Hasil Pencarian Gambar 3.13 adalah tampilan ketika pengguna memasukkan kata yang ingin dicari dan akan memberikan hasil pencarian. Kamus Istilah Telekomunikasi Algoritma Morris - Pratt Algoritma Horspool Dcs X 1. DCS DCS (Digital Communication System) adalah sistem telepon selular yang menggunakan teknologi GSM yang beroperasi dalam pita frekuensi 1800 MHz Gambar 3.13 Hasil Pencarian
19 32 3. Halaman Tentang Pada halaman tentang memuat tentang identitas singkat dari penulis dan judul penelitian ini. Adapun tampilan dari halaman tentang dapat ditunjukkan pada gambar 3.14 berikut ini. About 1 Perbandingan Algoritma Morris Pratt dengan Algoritma Horspool pada Aplikasi Kamus Istilah Telekomunikasi berbasis Android SKRIPSI Laura Angelina Hasibuan LOGO 4 5 Program Studi S1 Ilmu Komputer Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Medan 2017 Gambar 3.14 Halaman About Keterangan Gambar : 1) Action Bar berisikan judul dari halaman aplikasi. 2) TextView untuk menampilkan judul dari penelitian. 3) TextView untuk menampilkan identitas singkat penulis 4) ImageView untuk menampilkan logo Universitas. 5) TextView untuk menampilkan Program Studi, Fakultas, Universitas, kota dan tahun
20 33 4. Halaman Bantuan Halaman bantuan memuat panduan untuk menggunakan aplikasi yang akan dibangun. Adapun tampilan untuk halaman bantuan dapat dilihat pada gambar 3.15 berikut. Help Mencari arti kata istilah Telekomunikasi dengan algoritma pencarian Algoritma Morris- Pratt 2. Mencari arti kata istilah Telekomunikasi dengan algoritma pencarian Algoritma Horspool 3. Menghapus Kata dalam fieldtext Gambar 3.15 Halaman Help Keterangan Gambar : 1) Action Bar untuk menampilkan judul halaman aplikasi 2) TextView untuk menampilkan poin poin bantuan
21 34 BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM 4.1. Implementasi Sistem Tahapan implementasi sistem adalah next step dari tahapan analisis dan perancangan sistem yang telah dibahas pada bab tiga. Pembahasan dalam bab tiga akan diimplementasikan ke dalam bahasa pemrograman Java. Proses interface system dibangun dengan bahasa Java dengan Android Studio Tampilan Antarmuka Utama Halaman utama adalah tampilan awal saat aplikasi pertama kali dijalankan dan terdapat dua kondisi yaitu Morris Pratt dan Horspool. Pada halaman utama, pilihan pencarian string pertama langsung terhubung dengan algoritma Morris- Pratt dan untuk menggunakan algoritma Horspool dapat mengklik Horspool. Gambar 4.1 adalah kondisi ketika pengguna memilih untuk mencari kata istilah dengan algoritma Morris- Pratt. Pada gambar tersebut, kata bercetak tebal merupakan kata istilah telekomunikasi dan kata yang tidak dicetak tebal merupakan pengertian dari kata istilah.
22 35 Gambar 4.1 Tab Morris - Pratt Gambar 4.1 adalah kondisi ketika user memilih untuk mencari kata dengan algoritma pencarian Morris - Pratt. Gambar 4.2 Tab Horspool Gambar 4.2 adalah kondisi ketika user memilih untuk mencari kata dengan algoritma pencarian Horspool.
23 Tampilan Antarmuka Hasil Pencarian Pada tampilan hasil pencarian, sistem akan menampilkan hasil dari kata yang dicari oleh pengguna. Setiap kata di dalam database yang mengandung kata dan dimasukkan oleh pengguna akan ditampilkan di dalam listview. Seperti gambar 4.3, ketika pengguna memasukkan kata jaringan, maka kata jaringan junction dan jaringan lokal, juga ditampilkan dikarenakan kata kata tersebut mengandung kata jaringan. Tidak hanya defenisi kata yang ditemukan namun Running Time dari algoritma pencarian juga. Gambar 4.3 Antarmuka Hasil Pencarian Ditemukan Ketika kata yang dicari oleh pengguna tidak ditemukan di dalam database, maka sistem akan mengeluarkan notifikasi bahwa kata tidak ditemukan dan beserta running timenya. Tampilan aplikasi apabila hasil pencarian tidak ditemukan dapat dilihat pada gambar 4.4 berikut ini. Ketika kata yang dicari oleh pengguna tidak ditemukan di dalam database, maka sistem akan mengeluarkan notifikasi bahwa kata tidak ditemukan. Tampilan aplikasi ketika hasil pencarian tidak ditemukan dapat dilihat pada gambar 4.4 berikut ini.
24 37 Gambar 4.4 Hasil Pencarian Tidak Ditemukan Tampilan Antarmuka Tentang (About) Pada gambar 4.5 merupakan tampilan menu yang berisi informasi singkat dari penulis. Tampilan menu tentang dapat dilihat pada gambar 4.5 berikut ini. Gambar 4.5 Menu About
25 Tampilan Antarmuka Bantuan (Help) Pada aplikasi ini terdapat menu bantuan yang menginformasikan langkah langkah dari proses penggunaan aplikasi. Gambar 4.6 Menu Help Tampilan Antarmuka Sumber (Source) Pada aplikasi ini terdapat menu source yang menjelaskan bahwa kosa kata yang ada di database bersumber pada buku Kamus Istilah Telekomunikasi Drs. Gouzali Saydam, BC.TT Penerbit Pustaka Reka Cipta. Gambar 4.7 Menu Sumber (Source)
26 Pengujian Sistem Pengujian sistem bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem berjalan dan kinerja yang dihasilkan pada pencarian kata istilah Telekomunikasi yang terdapat dalam database dengan algoritma pencarian Morris Pratt dan Horspool. Dalam pengujian sistem ini, yang bertindak sebagai masukan adalah string. String yang cocok di dalam database akan dikeluarkan sebagai output sistem ketika algoritma berhasil melakukan pencocokan kata Pengujian pencarian kata dengan Algoritma Morris - Pratt Pengujian sistem pertama kali adalah melakukan pencarian kata dengan algoritma Morris - Pratt. Ketika pengguna memilih jenis terjemahan dan memasukkan pattern kata yang ingin dicari, maka seluruh kata di dalam database kamus yang terkait dengan pattern masukan akan keluar sebagai output. Berikut adalah contoh perhitungan tabel pergeseran mpnext untuk pattern HASIBUAN pada teks LAURA HASIBUAN. Tabel 4.1 Nilai mpnext[i] untuk pattern HASIBUAN I x[i] H A S I B U A N * mpnext[i] Keterangan : i : indeks untuk setiap karakter pada pattern x : pattern mpnext[i] : nilai mpnext[i] untuk setiap karakter pada pattern Tahap Pencarian Tahap 1 : L A U R A H A S I B U A N 0 1 H A S I B U A N Shift = 0 mpnext[0] = 0 1 = 1
27 40 Tahap 2 : L A U R A H A S I B U A N 0 1 H A S I B U A N Shift = 0 mpnext[0] = 0-1 = 1 Tahap 3 : L A U R A H A S I B U A N 0 1 H A S I B U A N Shift = 0 mpnext[0] = 0-1 = 1 Tahap 4 : L A U R A H A S I B U A N 0 1 H A S I B U A N Shift = 1 mpnext[1] = 1 0 = 1 Tahap 5 : L A U R A H A S I B U A N 0 1 H A S I B U A N Shift = 0 mpnext[0] = 0-1 = 1 Tahap 5 : L A U R A H A S I B U A N 0 1 H A S I B U A N Shift = 0 mpnext[0] = 0-1 = 1
28 41 Tahap 6 : L A U R A H A S I B U A N H A S I B U A N Shift = 7 mpnext[7] = 7 0 = 7 Pada percobaan keenam, pattern sudah sesuai dengan karakter pada teks. Algoritma Morris - Pratt akan terus bergerak ke kanan hingga karakter pada teks berakhir. Pada contoh ini, algoritma Morris - Pratt melakukan 15 kali perbandingan karakter dengan teks. Kecocokan input, output, serta hasil running time pencariannya terdapat pada Tabel 4.2. berikut ini. Tabel 4.2. Pengujian sistem pencocokan string dengan Algoritma Morris - Pratt No String Masukan Gambar Hasil Hasil Pencarian Running Time(ms) 1 adsi ditemukan 39
29 42 2 Ne ditemukan 37 3 hubungan ditemukan 42
30 43 4 tele ditemukan 46 5 shell Tidak ditemukan 44
31 Pengujian pencarian kata dengan Algoritma Horspool Pengujian sistem selanjutnya adalah melakukan pencarian kata dengan algoritma Horspool. Ketika pengguna memilih jenis algoritma dan memasukkan pattern kata yang ingin dicari, maka seluruh kata di dalam database kamus yang terkait dengan pattern masukan akan keluar sebagai output. Contoh proses pada pattern ditunjukkan pada Tabel 4.3 dan kecocokan output beserta running time dapat dilihat pada tabel 4.8 berikut ini. Sebagai contoh, dapat dilihat pada Tabel 4.3 berikut. Pattern: HASIBUAN H A S I B U A N Tabel 4.3 Bad-match pada praproses Karakter Index Value H 0 7 A 1 6 S 2 5 I 3 4 B 4 3 U 5 2 N 7 0 * - 8 value = = 7 value = = 6 value = = 5 value = = 4 value = = 3 value = = 2 value = = 0 * : karakter yang tidak dikenali Untuk menggambarkan rincian algoritma, akan diberikan contoh kasus dimana pattern P = HASIBUAN dan teks T = LAURA HASIBUAN. Inisialisasi awal dan pembuatan bad-match terlihat pada Tabel 4.4 dan Tabel 4.5 berikut.
32 45 Tabel 4.4 Inisialisasi awal bad-match m T L A U R A H A S I B U A N P H A S I B U A N I Pembuatan bad- match P H A S I B U N I V Seperti yang terlihat pada Tabel 4.4 di atas, inisialisasi awal bad-match dilakukan. Setiap teks dan pattern masing-masing diberi nilai m dan i, dimana m sebagai panjang pattern dan i sebagai indeks. Tabel 4.5 menunjukkan nilai pergeseran bad-match dengan menghitung nilai v seperti yang telah dilakukan pada Tabel 4.3. Pada tahap awal pencarian, dilakukan perbandingan karakter paling kanan pattern terhadap window. Apabila terjadi ketidakcocokan, akan dilakukan pergeseran ke kanan untuk melewati karakter yang tidak cocok dimana nilai pergeserannya terdapat pada tabel bad-match. Karakter paling kanan teks pada window berfungsi sebagai landasan untuk menentukan jarak geser yang akan dilakukan. Hal ini terlihat pada Tabel 4.6 berikut. Tabel 4.6 Iterasi algoritma Horspool pertama M T L A U R A H A S I B U A N P H A S I B U A N I Terdapat ketidakcocokan seperti yang terlihat pada Tabel 4.6. Karakter A adalah karakter paling kanan teks pada window. Pada tabel bad-match, nilai geser karakter A adalah 6. Maka, dilakukan pergeseran ke kanan pada window sebanyak 6 kali. Hal ini terlihat pada Tabel 4.7.
33 46 Tabel 4.7 Iterasi algoritma Horspool kedua M T L A U R A H A S I B U A N P H A S I B U A N I Pada Tabel 4.7, window telah berada pada akhir teks dan semua pattern cocok dengan teks. Seluruh pencocokan karakter menggunakan algoritma Horspool telah selesai dan berhenti pada iterasi kedua. Tabel 4.8 Pengujian sistem pencocokan string dengan Algoritma Horspool No String Masukan Gambar Hasil Hasil Pencarian Running Time (ms) 1 A ditemukan 71
34 47 2 Bi ditemukan 61 3 bbc ditemukan 54
35 48 4 jaringan ditemukan 46 5 bdbdbbd Tidak ditemukan 38
36 Hasil Pengujian Sistem Hasil pengujian dari penelitian ini adalah running time dari pencarian kata yang ditemukan oleh algoritma Morris - Pratt dan algoritma Horspool. Adapun hasil pengujian dari kedua algoritma pencocokan string dalam mencari kata, akan dijelaskan pada Tabel 4.9., 4.10., 4.11., dan berikut. Tabel 4.9. Hasil pengujian Algoritma Morris - Pratt No Pattern Running Time (ms) 1 Advaljar 46 2 Birofax 45 3 Centrex 43 4 Dect 53 5 Edi 46 6 Fdm 48 7 Gopher 47 8 Humanware 37 9 Intacts Jasnita 53 Rata-rata 46.6 Tabel 4.10 Hasil pengujian Algoritma Horspool No Pattern Running Time (ms) 1 Advaljar 51 2 Birofax 49 3 Centrex 54 4 Dect 60 5 Edi 60 6 Fdm 57 7 Gopher 48 8 Humanware 46 9 Intacts Jasnita 42 Rata-rata 50.5
37 50 Tabel 4.11 Hasil pengujian pencarian kata terpanjang No Pattern Running Time (ms) Running Time (ms) Algoritma Morris-Pratt Algoritma Horspool 1 Effective Address Exchange battery Facsimile system Group frequency Horizon distance Hubungan transit Image technology Indirect addressing Integrated digital network Job control languange Rata-rata Tabel 4.12 Hasil pengujian pencarian kata terpendek No Pattern Running Time (ms) Algoritma Morris-Pratt Running Time (ms) Algoritma Horspool 1 Ac Bar Cc Dbw Egp Fa Gos Hop Ic Jpdt Rata-rata
38 51 Setelah mendapatkan hasil pengujian untuk running time kedua algoritma, maka dibuat grafik perbandingan hasil pengujian kedua algoritma tersebut. Grafik dapat dilihat pada Gambar 4.8., 4.9., dan berikut. Waktu 70 Running Time (ms) untuk Urutan Pattern Urutan Pattern Morris - Pratt Horspool Gambar 4.8. Perbandingan hasil running time Algoritma Morris - Pratt dan Algoritma Horspool Waktu Running Time (ms) untuk Pattern Terpanjang Pattern Terpanjang Morris - Pratt Horspool Gambar 4.9. Perbandingan hasil running time pencarian kata terpanjang
39 52 Waktu 80 Running Time (ms) untuk Pattern Terpendek Ac Bar Cc Dbw Egp Fa Gos Hop Ic Jpdt Morris - Pratt Horspool Pattern Terpendek Gambar Perbandingan hasil running time pencarian kata terpendek Dari grafik di atas, dapat disimpulkan bahwa algoritma Horspool mendapatkan hasil running time yang lebih tinggi dibandingkan dengan algoritma Horspool. Bahkan dalam segala pencarian, baik berdasarkan kata terpanjang maupun kata terpendek. Dari hasil perbandingan kedua algoritma secara keseluruhan menunjukkan bahwa algoritma Morris - Pratt bekerja lebih cepat untuk proses pencocokan dan pencarian kata dibandingkan dengan algoritma Horspool. Meskipun perbedaan yang tampak antara kedua algoritma tersebut tidak terlalu signifikan, tetapi kedua algoritma ini dapat mencari kata dengan cukup cepat Kompleksitas Algoritma Kompleksitas sebuah algoritma umumnya dapat diukur dari dua jenis kompleksitas, yaitu kompleksitas waktu dan kompleksitas ruang. Kompleksitas waktu pada sebuah algoritma berisi jumlah langkah dan ekspresi bilangan yang dibutuhkan sebagai fungsi dari ukuran permasalahan. Kompleksitas ruang berkaitan dengan sistem memori yang dibutuhkan untuk eksekusi sebuah program.
40 53 Terdapat beberapa jenis notasi asimtotik yang merepresentasikan kompleksitas algoritma, salah satunya adalah notasi Big (Ө). Notasi Big- Ө digunakan untuk mengkategorikan algoritma ke dalam fungsi yang menggambarkan batas atas (upper limit) dari pertumbuhan sebuah fungsi ketika masukan dari fungsi tersebut bertambah banyak. Pada penelitian ini, kompleksitas algoritma yang akan diuji adalah kompleksitas algoritma Morris - Pratt dan Algoritma Horspool dengan menggunakan notasi Big- Ө. Kompleksitas kedua algoritma tersebut akan dijelaskan pada Tabel 4.13., 4.14., 4.15 dan 4.16.,berikut Kompleksitas Algoritma Morris - Pratt Tabel 4.13 Kompleksitas fungsi fase preprocessing algoritma Morris - Pratt No Kode Program C # C x # 1 public static void premp() { 2 int i = 0; C1 1 C1 3 for(int j = mpnext[0] = -1; i < m; mpnext[i] = j) { 4 while(j > -1 && x[i]!= x[j]) { 5 j = mpnext[j]; } C2 m C2m C2 1 C2 C3 1 C3 6 ++i; C4 1 C4 7 ++j; } C4 1 C4 } Kompleksitas fase Preprocessing : Tmax (n) = C1+C2m +C2 + C3 + 2C4 = 1 + m = 5 + m = Ө (m)
41 54 Tabel 4.14 Kompleksitas fungsi fase pencarian algoritma Morris - Pratt Kode Program C # C x # public int MP(String pat, String text) { x = pat.tochararray(); C1 1 C1 y = text.tochararray(); C1 1 C1 n = text.length(); C1 1 C1 m = pat.length(); C1 1 C1 nilai = false; C1 1 C1 premp(); C2 1 C2 int j = 0; C1 1 C1 int i = 0; C1 1 C1 while(j < n) { C3 n C3n while(i > -1 && x[i]!= y[j]) { C3 m C3m i = mpnext[i]; } C1 1 C1 ++i; C4 1 C4 ++j; C4 1 C4 if(i >= m) { C5 1 C5 nilai = true; C1 1 C1 i = mpnext[i]; } } if(nilai) { return 1; } return 0; } } C1 1 C1 C6 1 C6 C7 1 C7 C7 1 C7
42 55 Kompleksitas fase pencarian : Tmax (n) = 10 C1 + C2 +C3(m+n)+2C4+C5+C6+2C7 = (m+n) = 17+m+n = Ө (m+n) Tabel 4.14 menjelaskan tentang kompleksitas algoritma Morris - Pratt untuk fase preprocessing. Pada algoritma Morris - Pratt, fase preprocessing memiliki T(n) = Ө (m). Pada tabel 4.8 menjelaskan fase pencarian dan didapat kompleksitas algoritma Morris - Pratt adalah Ө (m+n) Kompleksitas Algoritma Horspool Tabel Kompleksitas fungsi fase preprocessing Algoritma Horspool Kode Program C # C x # 1 public class bmbc { 2 int []BmBc =new int[256]; C1 1 C1 3 public void prebmbc(string pat,int m,int[] QsBc){ 4 for(int i=0;i<256;i++) C C2 5 bmbc[i] = m; C1 1 C1 6 for (int i = 0; i < m - 1; ++i) C2 m C2m 7 bmbc[pat.charat(i)] = m - i - 1; } C1 1 C1 Kompleksitas fase preprocessing: Tmax (m) = C1+256C2 + C1 +C2m+C1 = 3C1 + C2 (256+m) = m = 259 +m = Ө (m)
43 56 Tabel 4.16 Kompleksitas fungsi pencarian Algoritma Horspool Kode Program C # C x # public int search(string pat,string target){ int j=0; C1 1 C1 int m=pat.length(); C1 1 C1 int n=target.length(); C1 1 C1 prebmbc(pat, m, bmbc); C2 1 C2 while(j <= n - m){ C3 n C3n if(pat.compareto(target.substring(j,m+ C4 n C4n j))==0) { return j+ 1; C5 1 C5 } j+= bmbc[target.charat(j+m - 1)]; C6 n C6n } return -1; } } C5 1 C5 Kompleksitas fase pencarian: Tmax (n) = C1+ C1+ C1+C2 +C3n+C4n+C5+C6n+C5 = 3C1++C3n+C4n+C4n + C6n +2C5 = n = Ө (n) Tabel 4.15 dan Tabel menjelaskan tentang kompleksitas algoritma Horspool untuk fase preprocessing dan fase pencarian. Pada algoritma Horspool, fase preprocessing memiliki T(n) = Ө (m) dan fase pencarian memiliki T(n) = Ө (n). Maka, didapat kompleksitas algoritma Horspool adalah Ө (n). Dari semua pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa algoritma Morris-Pratt lebih unggul daripada algoritma Horspool.
44 57 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan analisis, perancangan, dan pengujian dari penelitian, maka dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1. Pencocokan kata dengan Algoritma Morris - Pratt dan Horspool pada Aplikasi Kamus Istilah Telekomunikasi berbasis android dapat diimplementasikan dan berjalan dengan baik. 2. Total rata-rata running time untuk algoritma Morris - Pratt adalah 46,6 ms dan algoritma Horspool adalah 50,5 ms. Pada skenario pencarian kata terpanjang, algoritma Morris - Pratt memiliki rata-rata running time selama 35.1 ms dan algoritma Horspool selama 38,2 ms dan untuk pencarian kata terpendek, algoritma Morris - Pratt memiliki running time selama 51,4 ms dan algoritma Horspool selama 62,1 ms. Hal ini membuktikan bahwa algoritma Morris - Pratt melakukan pencarian string lebih cepat dibandingkan algoritma Horspool. 3. Kompleksitas algoritma Morris-Pratt adalah Ө (m) pada preprocessing dan Ө(m+n) pada processing. Sedangkan kompleksitas algoritma Horspool adalah Ө(m) pada preprocessing dan Ө (n) pada processing. Hal ini membuktikan bahwa kompleksitas waktu untuk algoritma Horspool lebih besar dari algoritma Morris - Pratt sehingga mempengaruhi running time.
45 Saran Pada penelitian ini, terdapat beberapa saran yang dapat dipertimbangkan. Untuk pengembangan penelitian selanjutnya, penulis memberikan beberapa saran, yaitu sebagai berikut: 1. Dalam pencarian string dengan studi kasus kamus istilah, disarankan agar mengimplementasikan algoritma-algoritma string matching lainnya seperti Knuth-Morris-Pratt karena algoritma ini bagus sekali. 2. Dapat mengembangkan sistem ke dalam basis lainnya, seperti basis desktop atau web sehingga tidak hanya berbasis mobile saja. 3. Sistem ini sebaiknya dapat dikembangkan dengan menambah kosakata istilah Telekomunikasi dalam aplikasi.
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Teknologi telekomunikasi memiliki peranan penting bagi pembangunan Nasional, karena telekomunikasi dapat menyalurkan dan menyediakan informasi secara cepat bagi manusia
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
17 BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis Sistem Analisis sistem adalah tahapan untuk memahami sistem dan komponen-komponen bagian dalam sistem dengan maksud mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berkomunikasi satu sama lain merupakan salah satu sifat dasar manusia. Komunikasi berfungsi sebagai sarana untuk saling berinteraksi satu sama lain. Manusia terkadang
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN Analisis dan perancangan sistem memerlukan tahapan yang sistematis untuk mendapatkan aplikasi yang baik dan bersesuaian dengan kegunaan dan tujuannya. Tahap awal dari analisis
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 String Matching 2.1.1 Pengertian String Matching String matching adalah pencarian sebuah pattern pada sebuah teks (Cormen, T.H. et al. 1994). String matching digunakan untuk menemukan
Penerapan Pencocokan String pada Aplikasi Kamusku Indonesia
Penerapan Pencocokan String pada Aplikasi Kamusku Indonesia Reno Rasyad - 13511045 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1 Proses Aplikasi Pada bab ini akan dibahas implementasi sistem rancang bangun Aplikasi pencarian pasal-pasal undang-undang hukum dengan metode String Matching hingga
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1. Analisis Sistem Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud
Analisis Algoritma Knuth Morris Pratt dan Algoritma Boyer Moore dalam Proses Pencarian String
Analisis Algoritma Knuth Morris Pratt dan Algoritma Boyer Moore dalam Proses Pencarian String Rama Aulia Program Studi Teknik Informatika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung
BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan pada saat ini semakin berkembang dengan pesat yang disertai dengan semakin banyaknya arus informasi dan ilmu pengetahuan ilmiah
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Sistem Analisis sistem ialah proses identifikasi mengenai hal-hal yang dibutuhkan dan harus ada pada sistem, agar sistem tersebut dapat berjalan sesuai
BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisa Sistem Perancangan aplikasi kamus Bahasa Sunda berbasis Android dengan menggunakan bahasa pemrograman Java ini merupakan sistem yang mempermudah pengguna
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Lahirnya teknologi informasi komputer dan fasilitas pendukungnya seperti layanan internet saat ini membuat perkembangan yang sangat luas. Segala informasi-informasi
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 Analisa Sistem Tanah dalam perspektif ekonomi merupakan suatu investasi yang mempunyai nilai tinggi dan terus meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan nilai tanah
BAB III ANALISA MASALAH DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISA MASALAH DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Sub bab ini berisikan tentang analisa sistem yang akan dibangun. Sub bab ini membahas teknik pemecahan masalah yang menguraikan sebuah sistem menjadi
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Kebutuhan Sistem Tahap analisis sistem merupakan salah satu usaha mengidentifikasi kebutuhan dan spesifikasi sistem yang akan diciptakan. Di dalamnya
Penerapan Pencocokan String dalam Aplikasi Duolingo
Penerapan Pencocokan String dalam Aplikasi Duolingo Reno Rasyad 13511045 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132,
Perbandingan Penggunaan Algoritma BM dan Algoritma Horspool pada Pencarian String dalam Bahasa Medis
Perbandingan Penggunaan BM dan Horspool pada Pencarian String dalam Bahasa Medis Evlyn Dwi Tambun / 13509084 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN
40 BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1. Analisis Sistem Analisis sistem bertujuan untuk memecah sistem ke dalam komponen-komponen subsistem yang lebih kecil untuk mengetahui hubungan setiap komponen tersebut
PENERAPAN ALGORITMA PENCARIAN SEQUENTIAL SEARCH
PENERAPAN ALGORITMA PENCARIAN SEQUENTIAL SEARCH PADA KAMUS ANGGREK BERBASIS ANDROID Nurul Pesari, Tjut Awaliyah Z, Aries Maesya Email: [email protected] Program Studi Ilmu Komputer Fakultas MIPA-UNPAK
Pengaplikasian Algoritma Knuth-Morris-Pratt dalam Teknik Kompresi Data
Pengaplikasian Algoritma Knuth-Morris-Pratt dalam Teknik Kompresi Data I Nyoman Prama Pradnyana - 13509032 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan dunia IT (Information Technology) dengan hadirnya mesin pencarian (Search Engine) di dalam sistem komputer yang merupakan salah satu fasilitas internet
Algoritma Pencarian String dalam Pemilihan Anggota Sebuah Organisasi
Algoritma Pencarian String dalam Pemilihan Anggota Sebuah Organisasi Kevin Alfianto Jangtjik / 13510043 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
Algoritma String Matching pada Mesin Pencarian
Algoritma String Matching pada Mesin Pencarian Harry Octavianus Purba 13514050 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Bandung, Indonesia [email protected] Proses
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
46 BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Sejarah Perusahaan Batalion Barbershop adalah salah satu usaha jasa perawatan rambut yang berada di Jakarta Selatan. Batalion Barbershop merupakan usaha yang
Pattern Matching dalam Aplikasi Pencarian Jodoh
Pattern Matching dalam Aplikasi Pencarian Jodoh Dini Lestari Tresnani - 13508096 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung
BAB I PENDAHULUAN. 1.1Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang Pencocokan string merupakan masalah mendasar yang terjadi dalam berbagai aplikasi praktis. (Mitani & Ino, 2016).Pencocokan string adalah proses menemukan jumlah kejadian
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Definisi Kamus Kamus adalah sejenis buku rujukan yang menerangkan makna kata-kata. Kamus berfungsi untuk membantu seseorang mengenal perkataan baru. Selain menerangkan maksud kata
APLIKASI PENERJEMAH KALIMAT BAHASA INDONESIA KE BAHASA SIMALUNGUN DENGAN ALGORITMA BERRY - RAVINDRAN
APLIKASI PENERJEMAH KALIMAT BAHASA INDONESIA KE BAHASA SIMALUNGUN DENGAN ALGORITMA BERRY - RAVINDRAN Saut Dohot Siregar 1*, Mawaddah Harahap 2, Yohana Marbun 3 1,2,3 Program Studi Teknik Informatika, Fakultas
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pesan SMS dapat dijadikan sebagai barang bukti digital dalam kasus tindak kejahatan. Di Indonesia sendiri barang bukti digital dalam pengungkapan tindak kejahatan
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM III.1. Analisis Penelitian bertujuan untuk merancang sebuah sistem yang dapat melakukan penyisipan sebuah pesan rahasia kedalam media citra digital dengan
BAB III ANALISA MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM
30 BAB III ANALISA MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM III.1. Analisa Pada bab ini akan dibahas mengenai analisis permainan, yaitu konsep aturan dan cara bermain pada game yang berhubungan dengan program yang
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1 Analisis Sistem Keylogger merupakan aplikasi yang digunakan untuk merekam segala aktifitas pada komputer yang berhubungan dengan fungsi keyboard, metode string matching
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Algoritma Istilah algoritma (algorithm) berasal dari kata algoris dan ritmis, yang pertama kali diungkapkan oleh Abu Ja far Mohammed Ibn Musa al Khowarizmi (825 M) dalam buku
Artikel Ilmiah. Peneliti: Ditya Geraldy ( ) Prof. Dr. Ir. Eko Sediyono, M.Kom. Yos Richard Beeh., S.T., M.Cs.
Studi Perbandingan Algoritma Brute Force, Algoritma Knuth- Morris-Pratt, Algoritma Boyer-Moore untuk Identifikasi Kesalahan Penulisan Teks berbasis Android Artikel Ilmiah Peneliti: Ditya Geraldy (672011064)
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Sistem Dalam tahap ini membahas tentang perancangan aplikasi yang penulis rencanakan, yaitu sebuah aplikasi yang bertujuan memberikan layanan absensi Sekolah
Perbandingan Algoritma String Matching yang Digunakan dalam Pencarian pada Search Engine
Perbandingan Algoritma String Matching yang Digunakan dalam Pencarian pada Search Engine Eldwin Christian / 13512002 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN. Dalam membangun aplikasi pembelajaran aksara sunda berbasis android
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis Sistem Dalam membangun aplikasi pembelajaran aksara sunda berbasis android dilakukan dengan beberapa tahap analisis, yaitu: 1. Pengumpulan data aksara sunda
PENERAPAN ALGORITMA BOYER MOORE PADA POSTING TWITTER TMC POLDA METRO JAYA UNTUK MELAPORKAN KONDISI LALULINTAS DAN RUTE JALAN KOTA JAKARTA
PENERAPAN ALGORITMA BOYER MOORE PADA POSTING TWITTER TMC POLDA METRO JAYA UNTUK MELAPORKAN KONDISI LALULINTAS DAN RUTE JALAN KOTA JAKARTA Rudi Setiawan Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Telematika,
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Definisi Kamus Kamus menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) merupakan buku acuan yang memuat kata dan ungkapan, biasanya disusun menurut abjad berikut keterangan dan makna,
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Pada pengembangan suatu sistem diperlakukan analisis dan perancangan sistem yang tepat, sehingga proses pembuatan sistem dapat berjalan dengan lancar dan sesuai
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN. Pada dasarnya perancangan sistem yang dibuat oleh peneliti adalah
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN Pada dasarnya perancangan sistem yang dibuat oleh peneliti adalah mengenai perancangan software. Software yang dimaksud adalah aplikasi database yang digunakan untuk menyimpan
Penggunaan Algoritma Knuth-Morris-Pratt untuk Pengecekan Ejaan
Penggunaan Algoritma Knuth-Morris-Pratt untuk Pengecekan Ejaan Andreas Dwi Nugroho - 13511051 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Penelitian bertujuan untuk merancang sebuah sistem yang dapat melakukan Perancangan Aplikasi Keamanan Data Dengan Metode End Of File (EOF) dan Algoritma
IMPLEMENTASI ALGORITMA KNUTH-MORRIS-PRATH STRING MATCHING UNTUK MENCARI KATA ATAU ISTILAH PADA KAMUS KOMPUTER BERBASIS ANDROID.
IMPLEMENTASI ALGORITMA KNUTH-MORRIS-PRATH STRING MATCHING UNTUK MENCARI KATA ATAU ISTILAH PADA KAMUS KOMPUTER BERBASIS ANDROID. SKRIPSI INDAH MUSTIKA TANJUNG 121421004 PROGRAM STUDI EKSTENSI S1 ILMU KOMPUTER
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI 3.1 ANALISIS
29 BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI 3.1 ANALISIS Dengan menggunakan Visual Basic 6.0 aplikasi perangkat ajar pengelolaan dan perhitungan ekspresi matematika yang akan dibangun dalam penelitian
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK Bab keempat ini berisi penjelasan analisis dan perancangan perangkat lunak yang dibangun dalam tugas akhir ini. Analisis perangkat lunak meliputi deskripsi
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Handphone merupakan salah satu teknologi yang sangat diminati masyarakat dalam membantu pekerjaan, pendidikan yang memberikan informasi secara
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Tampilan Hasil Pada tahapan ini penulis akan menjelaskan tentang hasil dan informasi-informasi kinerja yang diperoleh dari perangcangan pengamanan SMS yang telah dibuat.
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Sistem Analisis sistem merupakan teknik pemecahan masalah yang bertujuan untuk menguraikan sebuah sistem menjadi subsistem untuk mengetahui kinerja, hubungan
Gambar 3.1. Diagram alir apikasi image to text
ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 Analisa Sistem Dalam tahap ini penulis menganalisa kebutuhan dasar sistem. Analisa dilakukan terhadap data-data yang merepresentasikan masalah, sehingga dapat diketahui spesifikasi
BAB II LANDASAN TEORI
DAFTAR ISI ABSTRAK... i ABSTRACT... ii KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI... v DAFTAR GAMBAR... vi DAFTAR TABEL... ix DAFTAR SIMBOL... x BAB I PENDAHULUAN.... Latar Belakang.... Rumusan Masalah... 3.3 Tujuan...
BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM Analisis Sistem yang Sedang Berjalan. Untuk merancang sebuah aplikasi mobile pelajaran Kimia dasar untuk
BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem yang Sedang Berjalan Untuk merancang sebuah aplikasi mobile pelajaran Kimia dasar untuk siswa SMA Negeri 1 Parongpong, maka terlebih dahulu perlu
ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Masalah Perancangan aplikasi terjemahan melalui perangkat mobile phone Android dibuat agar dapat dengan mudah digunakan oleh siapa saja. Aplikasi yang dikembangkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perpustakaan merupakan faktor penting di dalam penunjang transformasi antara sumber ilmu (koleksi) dengan pencari ilmu (pengunjung). Perpustakaan juga sering disebut
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang [1] [2] [3] [4] [5]
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Algoritma adalah prosedur komputasi yang terdefinisi dengan baik yang menggunakan beberapa nilai sebagai masukan dan menghasilkan beberapa nilai yang disebut keluaran.
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian Aplikasi Berbasis Web Aplikasi merupakan program yang berisikan perintah-perintah untuk melakukan pengolahan data. Secara umum, aplikasi adalah suatu proses dari cara
PERBANDINGAN ALGORITMA KNUTH MORRIS PRATT DAN BOYER MOORE PADA APLIKASI KAMUS BAHASA INDONESIA-KOREA BERBASIS ANDROID SKRIPSI
PERBANDINGAN ALGORITMA KNUTH MORRIS PRATT DAN BOYER MOORE PADA APLIKASI KAMUS BAHASA INDONESIA-KOREA BERBASIS ANDROID SKRIPSI VICI INDAH YANA 121401062 PROGRAM STUDI S1 ILMU KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER
BAB 2 LANDASAN TEORI
6 BAB 2 LANDASAN TEORI 2. Information Retrieval Information Retrieval atau sering disebut temu kembali infromasi adalah suatu sistem yang mampu melakukan penyimpanan, pencarian, dan pemeliharaan informasi.
BAB IV PEMBAHASAN. Sampel Polinomial. (Horner, 1971) (Horner, 1971) (Neill, 2010) (Neill, 2010) (Neill, 2010) (Horner, 1971) (Neill, 2010)
digilib.uns.ac.id BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Sampel Polinomial Penelitian Sampel-sampel yang digunakan dalam penelitian ini berupa persamaan polinomial derajat dua, tiga, empat, dan n yang didapat dari berbagai
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM. telah dijelaskan pada bab sebelumnya. Analisis yang dilakukan bertujuan untuk
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM III.1. Analisis Masalah Pada bab tiga ini akan dilakukan analisis terhadap landasan teori yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya. Analisis yang dilakukan
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN. 3.1 Analisa Berikut tahap-tahap awal dalam pembuatan:
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 Analisa Berikut tahap-tahap awal dalam pembuatan: Gambar 3.1 Tahap awal pengerjaan Gambar di atas adalah tahapan awal dalam pengerjaan pembuatan aplikasi SMS Kriptografi
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis Pembahasan pada bab ini meliputi analisis aplikasi yang didalamnya membahas tujuan dari pembuatan aplikasi. 3.1.1 Tujuan Aplikasi yang penulis rancang dan
Aplikasi Algoritma Pencocokan String pada Mesin Pencari Berita
Aplikasi Pencocokan String pada Mesin Pencari Berita Patrick Nugroho Hadiwinoto / 13515040 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
PEMANFAATAN ARDUINO DALAM PENGEMBANGAN SISTEM RUMAH PINTAR BERBASIS MOBILE DAN WEB (Studi Kasus : Penjadwalan Lampu Rumah)
PEMANFAATAN ARDUINO DALAM PENGEMBANGAN SISTEM RUMAH PINTAR BERBASIS MOBILE DAN WEB (Studi Kasus : Penjadwalan Lampu Rumah) TUGAS AKHIR Disusun sebagai salah satu syarat untuk kelulusan Program Strata 1,
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1.Analisis Sistem Tahap pertama dalam melakukan perancangan sistem adalah analisis sistem. Tujuan dari analisis sistem adalah untuk menganalisis persoalan-persoalan yang
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi yang semakin maju, telah menjadi perbincangan utama yang sering dibahas, terutama dalam perkembangan dunia ponsel pintar (Smartphone) salah satunya
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Toko Buku Family merupakan sebuah toko yang menjual buku-buku
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem Yang Berjalan Toko Buku Family merupakan sebuah toko yang menjual buku-buku pelajaran. Dalam bab ini akan dijelaskan mengenai Analisis Sistem
Gambar 3.1 Flowchart Membuat Rute Lari
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN Bab ini akan menjelaskan analisa sistem dan perancangan sebuah prototipe aplikasi android untuk melakukan pembuatan rute lari dengan menggunakan algoritma haversine formula.
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Masalah Analisa masalah yang didapat dari penelitian ini adalah membuat data kompresi dengan menggunakan algoritma Lempel Ziv Welch (LZW). Algoritma kompresi
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN. merancang tampilan e-commerce. Dengan fitur-fitur yang sederhana seperti
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis web E-Commerce generator merupakan suatu web yang memilki sistem untuk merancang tampilan e-commerce. Dengan fitur-fitur yang sederhana seperti pemilihan template
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN Pada bab ini akan menjelaskan tentang sistem analisis dan perancangan pada pembuatan sistem komunikasi bluetooth pada aquascape berbasis arduino. Pengendelaian alat pada
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab Tinjauan Pustaka memuat uraian gambaran umum dan fungsi-fungsi pada perpustakaan, pengertian sistem informasi, dan kaitan antara perpustakaan dan sistem informasi. 2.1. Perpustakaan
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM Bab ini berisi tentang analisa kebutuhan dan perancangan sistem aplikasi pembelajaran bahasa Jepang (untuk pemula) dengan menggunakan algortima string matching dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada era komputerisasi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini berkembang dengan sangat pesat. perkembangan yang marak ditemui saat ini adalah teknologi
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam ilmu kesehatan banyak terdapat istilah medis yang berasal dari bahasa Yunani atau Latin. Secara umum, istilah yang berkaitan dengan diagnosis dan operasi memiliki
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Algoritma Algoritma adalah urutan langkah-langkah penyelesaian masalah yang disusun secara matematis dan logis. Tanpa kita sadari, kebanyakan dari kegiatan yang kita lakukan setiap
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan 3.1.1 Alat Dalam penelitian ini, alat yang di gunakan adalah sebagai berikut: 1. Perangkat Keras (Hardware) a) Personal Computer (PC)/Laptop 32/64 bit architecture
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Sistem File manager atau file browser adalah sebuah perangkat lunak yang menyediakan antarmuka untuk bekerja dengan sistem berkas. Perangkat lunak ini sangat
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB 3. ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1. Analisis Sistem Implementasi Sistem Teknik Web Scraping ini dibuat karena website seminar tidak menyediakan API untuk mengelola data atau content pada websitenya
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN III.1. Analisa Sistem Pencarian Lokasi ini merupakan masalah untuk mencari rute atau lintasan Lokasi yang bisa dilalui pengunjung yang ingin mengunjungi beberapa titik Universitas
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Algoritma Algoritma adalah logika, metode dan tahapan (urutan) sistematis yang digunakan untuk memecahkan suatu permasalahan (Utami, 2005).Algoritma adalah urutan langkah-langkah
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN
29 BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 Analisa Sistem Pada umumnya anak-anak tidak menyukai pelajaran yang berhubungan dengan angkaangka atau hitung-hitungan dan juga menghapal rumus pada pelajaran matematika.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Pada perpustakaan sekolah, katalog perpustakaan masih berupa katalog fisik dari kertas karton. Katalog diurutkan berdasarkan klasifikasi katalog
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM
BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM III.1. Analisis Masalah Proses analisa sistem merupakan langkah kedua pada pengembangan sistem. Analisa sistem dilakukan untuk memahami informasi-informasi
IMPLEMENTASI METODE STRING MATCHING UNTUK APLIKASI PENGARSIPAN DOKUMEN (STUDI KASUS : SMPN 3 SUMBER KAB. CIREBON)
JURNAL DIGIT, Vol. 7 No.1 Mei 2017, pp. 50~61 50 IMPLEMENTASI METODE STRING MATCHING UNTUK APLIKASI PENGARSIPAN DOKUMEN (STUDI KASUS : SMPN 3 SUMBER KAB. CIREBON) Ida Mulyawati 1, Ridho Taufiq Subagio
BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 Analisa Sistem Analisa merupakan tahapan paling awal dalam proses pembuatan sebuah aplikasi. Pada tahap ini penulis menganalisa kebutuhan dasar sistem. Analisa dilakukan
BAB III KONSEP DAN PERANCANGAN APLIKASI
BAB III KONSEP DAN PERANCANGAN APLIKASI 3.1 Konsep Pada bab ini penulis akan membahas konsep mengenai perangkat lunak yang digunakan serta akan dibahas mengenai tujuan, kegunaan dan untuk siapa aplikasi
BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM. diusulkan dari sistem yang ada di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota
BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem yang Sedang Berjalan Pada bab ini dijelaskan mengenai prosedur yang berjalan dan yang diusulkan dari sistem yang ada di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM
40 BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai Sistem Informasi Geografis Letak Universitas Di Kota Medan yang meliputi analisa sistem yang sedang berjalan dan desain sistem. III.1.
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Gambaran Umum Sistem Pada tugas akhir ini, akan dibuat aplikasi desktop berbasis komputer menggunakan bahasa pemrograman VB.NET yang diberi nama Aplikasi virtual
Team project 2017 Dony Pratidana S. Hum Bima Agus Setyawan S. IIP
Hak cipta dan penggunaan kembali: Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk menggubah, memperbaiki, dan membuat ciptaan turunan bukan untuk kepentingan komersial, selama anda mencantumkan nama penulis
