Yuli Rahmawati
|
|
|
- Liana Dharmawijaya
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PENINGKATAN KEMAMPUAN MATERI PENJUMLAHAN BILANGAN BULAT MELALUI METODE DEMONSTRASI DAN MEDIA MANIK-MANIK PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 05 BANTARBOLANG TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Yuli Rahmawati Abstrak: Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana proses pembelajaran, seberapa banyak peningkatan kemampuan penjumlahan bilangan bulat, dan perubahan perilaku peserta didik menggunakan media manik-manik pada peserta didik kelas IV SDN 05 Bantarbolang. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dua siklus. Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran meningkat. Nilai karakter kerjasama, tanggung jawab, semangat, kesungguhan, dan rasa percaya diri terlihat baik. Hasil siklus I, 20 (66,67%) siswa tuntas. Siklus II, 27 (90%) siswa tuntas. Rata-rata Siklus II, 79,33. Kata kunci: kemampuan, penjumlahan bilangan bulat, metode demonstrasi, media manik-manik. PENDAHULUAN Matematika sebagai ilmu yang mempunyai objek dasar abstrak yang berupa fakta, konsep, operasi dan prinsip dengan pola pikir deduktif asosiatif. Karena sifat Matematika yang demikian ini menyebabkan timbulnya anggapan/pendapat bahwa matematika itu ilmu yang sukar dipelajari dan tidak sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Pendapat ini telah mempengaruhi sebagian siswa sehingga minat siswa terhadap mata pelajaran matematika relatif rendah. Sebagian dari mereka ada yang dihinggapi rasa takut bahkan rasa benci terhadap pelajaran matematika. Akibatnya prestasi belajar mereka rendah, seperti yang di alami siswa kelas IV SD Negeri 05 Bantarbolang. Dalam ulangan Matematika dengan kompetensi dasar penjumlahan bilangan bulat terbukti hanya 10 dari 30 3
2 siswa (33,33%) yang nilainya > KKM, sedangkan 20 siswa (66,67%) nilainya masih di bawah KKM. Beberapa hal yang menjadi sebab kurangnya siswa memahami konsep penjumlahan bilanagan bulat tersebut,diantaranya adalah: 1) Materi bilangan bulat terutama bilangan negatif merupakan konsep yang baru dikenal oleh siswa kelas IV, 2) Bilangan bulat negatif merupakan hal yang abstrak bagi siswa,sehingga siswa masih kesulitan dalam menangkap materi pelajaran, 3).Belum digunakanya media pembalajaran secara konkrit,yang dapat membantu siswa dalam memahami konsep bilangan bulat negatif. Di tinjau dari tahap perkembangan kognitif, siswa SD (7-11 tahun) termasuk dalam tahap operasional konkret (Concrete Operation) yaitu berkembang dan berpikir logis untu memecahkan masalah-masalah konkrit (Piaget dalam Nabisi Lapono 2008:19). Sebagai contoh jika akan menghitung jumlah sapi, siswa kita ajak ke kandang sapi.peran berhitung khususnya penjumlahan sangatlah besar dalam mempelajari bagianbagian Matematika yang lain. Oleh karena itu penguasaan konsep penjumlahan akan menjadi landasan atau kemampuan prasyarat untuk menguasai ilmu matematika, yang pada akhirnya akan sangat menentukan dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi pada umumnya. Sebaliknya kelemahan dalam menjumlahkan akan berdampak lemahnya penguasaan matematika, yang pada akhirnya lemah pula penguasaan pengetahuan dan teknologi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) bagaimana proses pembelajaran penjumlahan bilangan bulat menggunakan media manikmanik dapat meningkatkan kemampuan menjumlah bilangan bulat pada peserta didik kelas IV SDN 05 Bantarbolang; 2) seberapa banyak peningkatan kemampuan penjumlahan bilangan bulat peserta didik kelas IV SDN 05 Bantarbolang; dan 3) bagaimana perubahan perilaku belajar peserta didik kelas IV SDN 05 Bantarbolang Pemalang dalam pembelajaran penjumlahan bilangan bulat menggunakan media manikmanik. 4
3 Tujuan penelitian ini adalah: 1) mendeskripsikan proses pembelajaran penjumlahan bilangan bulat menggunakan media manikmanik dapat meningkatkan kemampuan penjumlahan bilangan bulat pada peserta didik kelas IV SDN 05 Bantarbolang, 2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan penjumlahan bilangan bulat pada peserta didik kelas IV SDN 05 Bantarbolang dengan menggunakan media manik-manik, dan 3) mendeskripsikan perubahan perilaku belajar peserta didik kelas IV SDN 05 Bantarbolang Pemalang dalam pembelajaran penjumlahan bilangan bulat menggunakan media manik-manik. Penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan menjadi panduan guru sebagai usaha untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas pada mata pelajaran matematika, Sebagai masukan bagi siswa dalam meningkatkan kemampuan memahami konsep penjumlahan bilangan bulat. LANDASAN TEORETIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN Hakikat Kemampuan Kemampuan dalam kamus besar bahasa indonesia berasal dari kata dasar mampu yang berarti kuasa (bisa, sanggup) melakukan. Selanjutnya dijelaskan kemampuan adalah kesanggupan, kecakapan, kekuatan kita berusahan dengan diri sendiri (Depdiknas,2002). Istilah kemampuan siswa biasa dikenal dengan kompetensi. Menurut Poerwadarminta dalam kamus umum Bahasa Indonesia, kompetensi adalah kewenangan (kekuasaan) untuk memutuskan atau menentukan suatu hal. Menurut Della Summers, (200:311) dan Radolf Quirk (2005:88) Kompetensi adalah sebagai kemampuan mengerjakan sesuatu dengan benar (competency is ability to do something well). Sedangkan Sally Wechmeire-Michael Abhy (2009:246) berpendapat bahwa kompetensi adalah kemampuan untuk mengerjakan sesuatu dengan baik atau suatu ketrampilan yang di perlukan untuk suatu pekerjaan atau tugas tertentu (competency is the ability to do something well or a skill that you need in 5
4 particular job or for a partikular task). ( Berpijak dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud kemampuan siswa adalah pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang dikuasai siswa untuk memperagakan atau mengerjakan sesuatu dengan benar. Pengertian Penjumlahan bilangan Bulat Dari wikipedia Bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, pengertian penjumlahan adalah bentuk operasi bilangan yang ditandai dengan simbol/tanda (+/U). Sedangkan bilangan bulat adalah bilangan yang terdiri dari bilangan 0, bilangan negatif dan bilangan asli/bilangan positif atau jika di tulis dalam bentuk himpunan bilangan bulat adalah (..-3;-2;- 1;0;1;2;3;.). Berdasarkan uraian diatas dapat di simpulkan bahwa pengertian kemampuan memahami konsep penjumlahan bilangan bulat adalah kecakapan mengerti dalam menjumlahkan bilangan bulat dengan benar. Pengertian Metode Demonstrasi Secara umum demonstrasi dapat diartikan sebagai salah satu cara penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan pada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari baik dalam bentuk sebenarnya maupun dalam bentuk tiruan yang dipertunjukkan oleh guru atau sumber belajar lain yang ahli dalam topik bahasan yang harus didemonstrasikan. Metode Demonstrasi biasanya berkenaan dengan tindakan-tndakan atau prosedur yang dilakukan, misalnya: proses menggunakan sesuatu, proses mengerjakan sesuatu, membandingkan suatu cara dengan cara yang lain, atau untuk mengetahui/melihat kebenaran sesuatu. Menurut Udin S. Winata Putra, dkk ( 2004 : 424 ) Metode demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan mempertunjukkan secara langsung objek atau cara melakukan sesuatu untuk memperunjukkan proses tertentu. Sedangkan menurut Syaiful Bahri 6
5 Djamarah ( 2000 : 54 ) : Metode demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan suatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran. Dari beberapa pendapat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa metode demonstrasi menurut penulis adalah cara penyajian pelajaran dengan memperagakan secara langsung proses terjadinya sesuatu yang disertai dengan penjelasan lisan. Pengertian Media Manik-manik Pengertian Media Yang dimaksud media di sini adalah media pembelajaran.media pembelajaran merupakan alat bantu yang dapat mempermudah proses penerimaan materi yang disampaikan oleh guru sehingga akan mempermudah siswa mencapai tujuan pembelajaran. Dengan media pembelajaran maka siswa lebih termotivasi dalam menerima dan mempelajari materi pembelajaran. Pengertian Manik-Manik Yang dimaksud manik-manik berupa butiran-butiran benda yang kecil-kecil seperti batu, kancing baju, tasbih dan sejenisnya.media manikmanik dapat digunakan untuk memvisualisasikanatau menggambarkan secara konkrit proses perhitungan bilangan bulat. Cara penerapannya adalah sebagai berikut: 1) Dengan menggunakan pendekatan konsep himpunan, 2) Bentuknya dapat berupa butiran setengah lingkaran atau lingkaran penuh, 3) Untuk menggambarkan bilangan bulat positif dan negatif,manik-manik diberi warna yang berbeda, 4) Jika ada manik-manik berwarna berbeda berpasangan sama dengan netral (nol). Gb. 1 : Simbol bilangan bulat positif Gb. 2 : Simbol bilangan bulat negatif 7
6 1 pasang=0 2 pasang=0 3 pasang=0 Gb. 3 : Positif dan negative yang berpasangan, Sama dengan netral atau nol (0) Contoh penggunaan dalam operasi penjumlahan bilangan bulat adalah sebagai berikut. 1) 3 + ( 2) = 1 ( 2 manik kuning dan 2 manik merah berpasangan sama dengan netral atau nol. Jadi tinggal 1 manik kuning/1 positif = 1 2) = 1 ( 2 manik kuning dan 2 manik merah berpasangan sama dengan netral atau nol. Jadi tinggal 1 manik merah/1 negatif = 1 ) Gb. 4 : Peragaan penjumlahan Kerangka Berpikir berikut Kerangka berpikir dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagi 8
7 Kondisi Guru belum menggunakan media manik-manik dan metode demonstrasi untuk menjelaskan konsep penjumlahan bilangan bulat,pemahaman penjumlahan penjumlahan bulat rendah Tindakan Menggunakan media manikmanik dan metode demontrasi untuk menjelaskan konsep penjumlahan bilangan bulat dan mengaktifkan siswa Kondisi Akhir Gb.5 :Skema kerangka berfikir Pemahaman konsep penjumlahan bilangan bulat meningkat Kerangka sebagaimana digambarkan di atas dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Kondisi awal Guru belum menggunakan media manik-manik dan metode demonstrasi 9
8 Untuk menjelaskan konsep penjumlahan bilangan bulat, pemahaman penjumlahan bilangan bulat rendah. 2. Tindakan Guru melaksanakan pembelajaran inovatif yang mampu mengaktifkan siswa dengan menggunakan media manik-manik dan metode demonstrasi. 3. Kondisi Akhir Kondisi akhir yang diharapkan siswa mampu memahami konsep bilangan bulat dengan maksimal. Hipotesis Tindakan Hipotesis Penelitian Tindakan kelas ini dapat di uraikan sebagai berikut Dengan menggunakan metode Demonstrasi dan media Manikmanik dalam pembelajaran matematika pada bilangan bulat, maka diharapkan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar penjumlahan bilangan bulat pada siswa kelas IV SD Negeri 05 Bantarbolang Tahun Pelajaran METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan januari sampai dengan bulan mei Jenis penelitiannya adalah PTK, Penelitian Tindakan Kelas ialah suatu penelitian yang dilakukan secara sistematis reflektif terhadap berbagai tindakan yang dilakukan oleh guru sekaligus sebagai peneliti, sejak disusunnya suatu perencanaan sampai penilaian terhadap tindakan nyata di dalam kelas, yang berupa kegiatan belajar mengajar, untuk memperbaiki kondisi pembelajaran yang dilakukan (Subyantoro 2012:12). Siklus I dilaksanaka pada tanggal 12 Februari Pelaksanaan siklus II satu kali pertemuan hari Rabu tanggal 5 Maret Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah kemampuan penjumlahan bilangan bulat peserta didik kelas IV SDN 05 Bantarbolang Pemalang. Siswa kelas IV berjumlah 30 siswa, terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Variabel penelitian tindakan kelas ini ada dua, 10
9 yaitu kemampuan penjumlahan bilangan bulat dan penggunaan media manik-manik. Instrumen pengumpul data yang digunakan adalah instrumen tes untuk penilaian kemampuan penjumlahan bilangan bulat. Instrumen tes berisi aspek-aspek, rentang skor, bobot penilaian, dan nilai maksimal yang diperoleh siswa. Instrumen nontes digunakan untuk mengetahui perubahan perilaku siswa dalam proses pembelajaran, dan juga tanggapan siswa terhadap pembelajaran penjumlahan bilangan bulat menggunakan media manik-manik. Penelitian ini menggunakan dua teknik pengumpulan data, yaitu teknik tes dan nontes. Teknik tes yang digunakan dalam penelitian ini berupa kegiatan siswa dalam mengerjakan soal isian sebanyak 10 nomor. Tes ini dilakukan dua kali yaitu pada siklus I dan siklus II. Teknik nontes untuk mengetahui keadaan siswa selama proses pembelajaran dan perubahan perilaku selama proses pembelajaran. Data yang terkumpul dalam penelitian ini menggunakan teknik nontes berupa teknik wawancara,dan observasi. Analisis data yang digunakan pada proses pembelajaran penjumlahan bilangan bulat menggunakan media manik-manik adalah analisis kuantitatif dan kualitatif. Data yang dianalisis adalah data tes dan nontes. Indikator kinerja penelitian ini adalah: 1) ketercapaian ketuntasan minimal 65 dengan jumlah siswa tuntas minimal 85% dari seluruh siswa di kelas, 2) peningkatan kemampuan penjumlahan bilangan bulat secara klasikal dari rata-rata kurang menjadi baik, dan 3) perubahan perilaku siswa ke arah positif. Prosedur penelitian pada siklus I meliputi, apersepsi, penyampaian tujuan pembelajaran, dan penjelasan kegiatan. Kegiatan yang dilakukan adalah melaksanakan proses pembelajaran penjumlahan bilangan bulat menggunakan media manik-manik, 1) siswa masuk pada kelompok belajar masing-masing terdiri 4-5 orang; 2) guru menjelaskan dan mendemonstrasikan penggunaan manik-manik dalam penjumlahan bilangan bulat; 3) membagi kertas kerja pada tiap kelompok; 4) siswa 11
10 memperagakan penjumlahan bilangan bulat dengan menggunakan manikmanik; 5) siswa mengerjakan lembar kerja siswa secara berkelompok; 6) siswa melaporkan hasil kerja di depan kelas; 7) siswa mengerjakan soal; 8) membahas secara klasikal hasil pembuatan puisi bebas dari kelompok; 9) bertanya jawab kesulitan yang dialami siswa selama proses pembelajaran; 10) guru memberikan penguatan kepada siswa terhadap materi yang telah diterima yang menekankan nilai-nilai karakter bangsa; dan 11) mengadakan refleksi pembelajaran. Prosedur penelitian pada siklus II meliputi, apersepsi, penyampaian tujuan pembelajaran, dan penjelasan kegiatan. Kegiatan yang dilakukan adalah melaksanakan proses pembelajaran penjumlahan bilangan bulat menggunakan media manik-manik, 1) siswa masuk pada kelompok belajar masing-masing terdiri 4-5 orang; 2) guru menjelaskan dan mendemonstrasikan penggunaan manik-manik dalam penjumlahan bilangan bulat; 3) membagi kertas kerja pada tiap kelompok; 4) siswa memperagakan penjumlahan bilangan bulat dengan menggunakan manikmanik; 5) siswa mengerjakan lembar kerja siswa secara berkelompok; 6) siswa melaporkan hasil kerja di depan kelas; 7) siswa mengerjakan soal; 8) membahas secara klasikal hasil pembuatan puisi bebas dari kelompok; 9) bertanya jawab kesulitan yang dialami siswa selama proses pembelajaran; 10) guru memberikan penguatan kepada siswa terhadap materi yang telah diterima yang menekankan nilai-nilai karakter bangsa; dan 11) mengadakan refleksi pembelajaran. Observasi selama pembelajaran dilakukan untuk mengetahui segala hal yang berhubungan dengan pembelajaran maupun respon terhadap media manik-ma yang digunakan oleh guru. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANNYA Hasil penelitian kelas ini diperoleh dari tindakan prasiklus, siklus I, dan siklus II. 12
11 Pra siklus Pembahasan ini kita mulai dari melihat hasil nilai Matematika siswa kelas IV SD Negeri 05 Bantarbolang sebelum tindakan seperti terlihat pada tabel frekuensi nilai matematika siswa kelas IV Tabel 1. Nilai Matematika Siswa Kelas IV NO INTERVAL NILAI FREKUENSI PROSENTASE KATEGORI ,33% Tuntas 2 < ,67% Belum Tuntas Jumlah % Sumber : Daftar Nilai Harian Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa sebelum dilaksanakan tindakan, siswa yang memperoleh nilai dengan kategori tuntas hanya sebanyak 10 siswa atau 33,33 %, sedangkan siswa yang memperoleh nilai dengan kategori belum tuntas sebanyak 20 siswa atau 66,67 %. Bila ditunjukkan dalam bentuk grafik akan terlihat seperti gambar di bawah ini: 80,00% 70,00% 60,00% 50,00% 40,00% 30,00% 66,67% 20,00% 10,00% 0,00% 33,33%
12 Gb,1 : Grafik Nilai Matematika Siswa Kelas IV SD Negeri 05 Bantarbolang Sebelum Tindakan Siklus I Proses Pembelajaran Berdasarkan identifikasi masalah yang telah ditentukan, selanjutnya menyusun rencana pembelajaran. Rencana pembelajaran yang ditetapkan adalah menggunakan metode diskusi dan media manik-manik.proses pembelajaran dapat dilihat pada dokumen foto berikut ini: Dari dokumen foto di atas terlihat aktivitas pembelajaran siklus I. Pengamat sedang memperhatikan guru dalam menjelaskan penggunaan alat peraga, guru menjelaskan cara menggunakan manik-manik dalam penjumlahan bilangan bulat. Sementara peserta didik lain memperhatikan, Peserta didik memperagakan di depan kelas dengan bimbingan guru. Peningkatan Hasil Belajar Setelah dilaksanakan tindakan pada siklus I dengan pembelajaran menggunakan media manik-manik, diperoleh data hasil penilaian prestasi belajar Matematika siswa kelas IV SD Negeri 05 Bantarbolang meningkat seperti yang terlihat pada grafik di bawah ini: 14
13 Gb.2 Grafik Nilai Matematika Siswa Kelas IV SD Negeri 05 Bantarbolang Setelah Tindakan Siklus 1 Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa setelah dilaksanakan tindakan siklus I,siswa yang memperoleh nilai dengan kategori tuntas mengalami kenaikan yaitu yang semula 10 siswa atau 33,33 % menjadi sebanyak 20 siswa atau 66,67 %, sedangkan siswa yang memperoleh nilai dengan kategori belum tuntas mengalami penurunan yaitu yang semula 20 siswa atau 66,67 % menjadi 10 siswa atau 33,33 %. Berdasarkan indikator keberhasilan pembelajaran dinyatakan bahwa pembelajaran dikatakan berhasil apabila nilai prestasi siswa 65,0 lebih dari 85 % atau 26 siswa dari 30 siswa. Dengan demikian, walaupun siswa yang tuntas meningkat, tetapi karena siswa yang tuntas belum berjumlah 26 siswa, maka pembelajaran siklus I belum berhasil. Perubahan Perilaku Peserta Didik Perubahan perilaku peserta didik selama dalam proses pembelajaran dengan media manik-manik dapat digambarkan sebagai berikut 15
14 Tabel 2. Hasil Observasi Perilaku Peserta Didik Siklus I No Perilaku yang Diobservasi Jumlah Peserta Didik % 1. Disiplin Percaya diri Kerja sama Tanggung jawab Rata-rata Berdasarkan tabel di atas dapat dijelaskan bahwa kedisiplinan seluruh peserta didik sangat baik (100%). Indikator yang digunakan untuk mengetahi kedisiplinan peserta didik adalah seberapa besar peserta didik yang mengikuti langkah-langkah pembelajaran mulai dari pembenukan kelompok, mengerjakan tugas, dan mengerjakan kuis. Perilaku percaya diri peserta didik pada siklus I baru mencapai 30%.Sikap kerja sama peserta didik pada siklus mencapai 50%. Sikap kerja sama ini ditujukkan dengan interaksi peserta didik dalam kegiatan diskusi kelompok. Sikap tanggung jawab peserta didik mencapai 40%, Sikap tanggung jawab peserta didik dapat diamati ketika peserta didik mengerjakan tugas sesuai dengan pembagian tugasnya pada masing-masing kelompok. Refleksi Siklus I Hasil refleksi pada siklus 1 ini menunjukan bahwa siswa cukup aktif memperhatikan penjelasan guru dan menjawab pertanyaan guru.pemahaman konsep penjumlahan bilangan bulat sudah mulai meningkat,terbukti dari hasil nilai ulangan menunjukan bahwa siswa yang memperoleh nilai > 65 sebanyak 20 siswa dari 30 siswa atau 66,67% dengan rata-rata kelas mencapai 69,67. Siklus II Proses Pembelajaran Berdasarkan identifikasi masalah yang telah ditentukan, selanjutnya menyusun rencana pembelajaran. Rencana pembelajaran yang ditetapkan 16
15 adalah menggunakan metode diskusi dan media manik-manik.proses pembelajaran dapat dilihat pada dokumen foto berikut ini: Dari dokumen foto di atas terlihat aktivitas pembelajaran siklus II. Pengamat sedang memperhatikan peserta didik yang sedang memperagakan di depan kelas serta memperhatikan peserta didik yang sedang aktif mengerjakan tugas dalam kelompoknya. Peningkatan Hasil Belajar Untuk data hasil penilaian prestasi belajar Matematika siswa kelas IV SD Negeri 05 Bantarbolang pada siklus II dapat di lihat pada grafik berikut: Gb,9 : Grafik Nilai Matematika Siswa Kelas IV SD Negeri 05 Bantarbolang Setelah Tindakan Siklus II 17
16 Tabel 3: Frekuensi Nilai Matematika Siswa Kelas IV SD Negeri 05 Bantarbolang Setelah Tindakan Siklus II NO INTERVAL NILAI FREKUENSI PROSENTASE KATEGORI % Tuntas 2 < % Belum Tuntas Jumlah % Sumber : Daftar Nilai Harian Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa setelah dilaksanakan tindakan siklus II,siswa yang memperoleh nilai dengan kategori tuntas mengalami kenaikan yang signifikan yaitu yang semula 20 siswa atau 66,67% pada siklus I menjadi sebanyak 27 siswa atau 90% sedangkan siswa yang memperoleh nilai dengan kategori belum tuntas mengalami penurunan yang semula 10 siswa atau 33,33% menjadi 3 siswa atau 10%. Berdasarkan indikator keberhasilan pembelajaran dinyatakan bahwa pembelajaran dikatakan berhasil apabila nilai prestasi siswa 65,0 lebih dari 85% atau 27 siswa dari 30 siswa. Dengan demikian, pembelajaran pada siklus II berhasil. Perubahan Perilaku Peserta Didik Perubahan perilaku peserta didik selama dalam proses pembelajaran dengan media manik-manik dapat digambarkan sebagai berikut Tabel 2. Hasil Observasi Perilaku Peserta Didik Siklus II No Perilaku yang Diobservasi Jumlah Peserta Didik % 1. Disiplin Percaya diri Kerja sama Tanggung jawab Rata-rata 23 77,5 18
17 Berdasarkan tabel di atas dapat dijelaskan bahwa kedisiplinan seluruh peserta didik sangat baik (100%). Indikator yang digunakan untuk mengetahi kedisiplinan peserta didik adalah seberapa besar peserta didik yang mengikuti langkah-langkah pembelajaran mulai dari pembenukan kelompok, mengerjakan tugas, dan mengerjakan kuis. Perilaku percaya diri peserta didik pada siklus II mencapai 30%.Sikap kerja sama peserta didik pada siklus II mencapai 80%. Sikap kerja sama ini ditujukkan dengan interaksi peserta didik dalam kegiatan diskusi kelompok. Sikap tangung jawab peserta didik mencapai 80%. Sikap tanggung jawab peserta didik dapat diamati ketika peserta didik mengerjakan tugas sesuai dengan pembagian tugasnya pada masing-masing kelompok. Refleksi Siklus II Data-data yang di peroleh melalui observasi dikumpulkan untuk di analisis.berdasarkan hasil observasi yang dilaksanakan selama proses pelaksanaan pembalajaran,diketahui bahwa sudah menunjukan keberhasilan dalam pembelajaran. Hasil refleksi pada siklus II ini menunjukan bahwa siswa lebih aktif memperhatikan penjelasan guru dan menjawab pertanyaan guru. Pemahaman konsep penjumlahan bilangan bulat meningkat, terbukti dari hasil nilai ulangan menunjukan bahwa siswa yang memperoleh nilai 65 sebanyak 27 siswa dari 30 siswa atau 90% dengan rata-rata kelas mencapai 79,33, sehingga penelitian sudah dianggap berhasil dan tidak perlu dilanjutkan ke siklus 3 Pembahasan Antar Siklus Secara lebih rinci peningkatan prestasi belajar Matematika siswa kelas IV SD Negeri 05 Bantarbolang selama dua siklusdapat disajikan seperti tabel dibawah ini. 19
18 No Tabel 4 : rekapitulasi Nilai Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas IV SD Negeri 05 Bantarbolang. Uraian Sebelum Tindakan Siklus I Siklus II Ket Nilai rata-rata Kelas 58,33 69,67 79,33 Meningkat Jumlah Siswa 10 siswa 20 siswa 27 siswa Yang Tuntas (33,33%) (66,67%) (90%) Meningkat Jumlah Siswa 20 siswa 10 siswa 3 siswa Yang belum (66,67%) (33,33%) (10%) tuntas Menurun Dari tabel diatas dapat kita lihat bahwa nilai rata-rata kelas yang semula 58,33% pada waktu sebelum tindakan meningkat menjadi 69,67% pada siklus 1 dan meningkat lagi menjadi 79,33% pada siklus II. Demikian juga jumlah siswa yang tuntas semula 10 siswa pada waktu sebelum tindakan, meningkat menjadi 20 siswa pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 27 siswa pada siklus II. Sedangkan jumlah siswa yang belum tuntas semula 20 siswa menurun menjadi 10 siswa pada siklus 1 dan menurun lagi menjadi 3 siswa pada siklus II. Grafik rekapitulasi nilai prestasi belajar Matematika siswa kelas IV SD Negeri 05 Bantarbolang dapat terlihat seperti gambar dibawah ini. 20
19 ,33 69,67 79, Pra Siklus Siklus 1 Siklus 2 Gb. 11 : Grafik Rekapitulasi nilai prestasi belajar Matematika siswakelas IV SD Negeri 05 Bantarbolang. Berdasarkan uraian diatas terlihat bahwa pembelajaran sudah berhasil. Pemahaman konsep penjumlahan bilangan bulat meningkat. Hal ini ditandai dengan meningkatnya aktivitas dan prestasi siswa dalam penilaian. Dengan demikian dapat diajukan suatu rekomendasi bahwa penggunaan media manik-manik efektif dapat meningkatkan pemahaman konsep penjumlahan bilangan bulat pada siswa kelas IV SD Negeri 05 Bantarbolang Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang khususnya dan siswa-siswa kelas IV sekolah dasar lain pada umumnya. PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan: 1) proses pembelajaran menggunakan metode demonstrasi dan media manik-manik dapat meningkatkan aktifitas belajar peserta didik pada pembelajara matematika materi penjumlahan bilangan bulat kelas IV SD Negeri 05 Bantarbolang tahun pelajaran 2013/2014, 2) pembelajaran menggunakan 21
20 metode diskusi dan media manik-manik dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran matematika materi penjumlahan bilangan bulat kelas IV SD Negeri 05 Bantarbolang tahun pelajaran 2013/2014, yaitu ketuntasan belajar meningkat dari 69,67% dengan rata-rata nilai 69,67 pada siklus 1 menjadi 90% dengan rata-rata nilai 79,33 pada siklus 2, dan 3) perilaku peserta didik dapat berubah ke arah yang lebih positif. Saran Sesuai dengan kesimpulan hasil penelitian dan dalam rangka ikut menyumbangkan pemikiran bagi guru dalam meningkatkan prestasi belajar, khususnya mata pelajaran Matematika, maka saran yang dapat diberikan : 1). Sekolah hendaknya mengupayakan pengadaan berbagai alat peraga Matematika khususnya dan alat peraga lain pada umumnya agar pembelajaran lebih bermakna melalui metode-metode pembelajaran, 2). Guru hendaknya mempersiapkan secara cermat perangkat pendukung dalam pembelajaran karena hal itu sangat mempengaruhi efektivitas dan efiesiensi pembelajaran. DAFTAR PUSTAKA Arsyad,Azhar.2002.Media pambelajaran,jakarta PT Grasindo Persada. Depdikbud,2002. Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar. Jakarta:Dikdasmen. Herusaoping.blog.com/2009/12/pengertian-kompetensi.html. ( Hopkins,David 1993.A.rhecher s Guide to classroom Research second Edition,Philadelphia:Universitas Terbuka. Miles,M.B & Huberman,A.m.1994 qualitative data analysis : An eypanded source book.new York: SAGE Publication. Nabisi Lapono, dkk.2008.belajar dan Pembelajaran SD. Jakarta: Dirjen Dikti Depdiknas S.Hamid Hasan,1995..pendidikan sosial.departeman Pendidikan dan Kebudayaan.Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi.Bandung. Skeel,Dorothy J.1995.Elementari social studies:knowing,doing,caring New York:Macmilan Publising Co.Ltd. 22
21 Syaiful Bahri Djamara,2000.Strategi Belajar Mengajar.Jakarta:PT.Rineka Cipta. Udin,dkk.2004.Strategi belajar mengajar.jakarta.universitas Terbuka. Wiliam D.Powel,1997.Linguist Versionl,o,PT.Arlantis Program Prima. 23
Yuliaji *) yuliaji0607gmail.com
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMAHAMI KONSEP PENJUMLAHAN BILANGAN BULAT MENGGUNAKAN MEDIA MANIK-MANIK PADA PESERTA DIDIK KELAS IV SEMESTER 2 SD NEGERI 05 PEGIRINGAN TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Yuliaji *) yuliaji0607gmail.com
Inayatul Uliya
PENINGKATAN HASIL BELAJAR DAN MOTIVASI SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KOMPETENSI DASAR PENJUMLAHKAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT MELALUI METODE DEMONSTRASI DI KELAS IV SD NEGERI 02 KEBON GEDE KECAMATAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan pendekatan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian yang Digunakan Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan pendekatan deskriptif yaitu metode melukiskan atau menggambarkan sistematika,
Suwarni 42. Kata Kunci: pembelajaran matematika, media manik-manik. 42 Guru Kelas IV SDN Tanggul Wetan 02 Jember
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA POKOK BAHASAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT DENGAN MEDIA MANIK MANIK PADA SISWA KELAS IV SDN TANGGUL WETAN 02 TAHUN PELAJARAN 2011/2012 KECAMATAN TANGGUL JEMBER
Jeffry Gagah Satria Frigatanto
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA KOMPETENSI DASAR SIFAT-SIFAT BANGUN RUANG MELALUI METODE DISCOVERY DI KELAS V SD NEGERI 03 BANTARBOLANG KECAMATAN BANTARBOLANG KABUPATEN PEMALANG TAHUN PELAJARAN
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pengertian Metode dan Penelitian Metode adalah cara atau prosedur yang digunakan untuk menganalisa suatu masalah dalam penelitian (Ratna, 2004:34). Kualitas penelitian tergantung
BAB III METODE PENELITIAN
16 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.1.1 Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 6 Tanjungrejo Jekulo Kudus tahun pelajaran 2012/2013
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian Tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Bandar Sakti, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 3.1.1 Lokasi Penelitian Tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Bandar Sakti, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah. 3.1.2
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Prasiklus Jumlah siswa Presentase (%) , ,33 JUMLAH
24 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Prasiklus (Kondisi Awal) Kondisi awal merupakan keadaan siswa sebelum penelitian tindakan kelas dilakukan. Berdasarkan hasil observasi yang
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 4 No. 4 ISSN X. Maspupah SDN Inpres 1 Birobuli, Sulawesi Tengah
Penerapan Metode Pembelajaran Demonstrasi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Perkalian Bilangan Cacah di Kelas II SDN Inpres 1 Birobuli Maspupah SDN Inpres 1 Birobuli, Sulawesi Tengah ABSTRAK
BAB III. Metode dan Rencana Penelitian. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian ini
43 BAB III Metode dan Rencana Penelitian A. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas, karena dalam penelitian ini
Kata-kata Kunci : Model Numbered Head Together (NHT), Media Manik-manik, Aktifitas, Hasil Belajar, Pembelajaran Matematika, Sekolah Dasar
PENERAPAN METODE NUMBERED HEAD TOGETHER ( NHT ) DENGAN MEDIA MANIK-MANIK UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SDN 2 GUNUNG PUTRI SITUBONDO Oleh Ria Dwi
BAB III METODE PENELITIAN. sebanyak 21 siswa yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan pada tanggal 23 April 05
BAB III METODELOGI PENELITAN
BAB III METODELOGI PENELITAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Elliot (1991) (dalam Kunandar, 2009:
ENDANG SARINI
PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MATERI OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT MELALUI MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG ( DIRECT INSTRUCTION ) PADA PESERTA DIDIK KELAS V SD NEGERI 04 WANARATA TAHUN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
34 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom Action Reserch). Penelitian tindakan kelas (PTK)
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISA DATA A. Deskripsi Data Berdasarkan data yang diperoleh dari sekolah keadaan siswa kelas 3 MIN Wonoketingal pada semester satu diperoleh data yaitu dari 28 siswa dikategorikan
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENGURANGAN BERSUSUN MELALUI MEDIA GELAS BILANGAN PADA SISWA TUNAGRAHITA. Sufiana
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2, No. 2, April 17 ISSN 2477-22 (Media Cetak). 2477-3921 (Media Online) MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENGURANGAN BERSUSUN MELALUI MEDIA GELAS BILANGAN PADA
BAB III METODE PENELITIAN. lazim dilalui, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4)
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Wardhani, (2007: 1.3) penelitian tindakan kelas adalah penelitian yag dilakukan oleh
PEMBELAJARAN MATERI PEMERINTAHAN DESA DENGAN METODE DEMONSTRASI BERBANTUAN MEDIA GAMBAR. Titik Murwani Hadiati
Didaktikum: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas Vol. 17, No. 2, Mei 216 (Edisi Khusus) ISSN 287-3557 PEMBELAJARAN MATERI PEMERINTAHAN DESA DENGAN METODE DEMONSTRASI BERBANTUAN MEDIA GAMBAR SD Negeri 1 Sokoyoso,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Seting waktu Dan Subjek Penelitian 3.1.1 Seting Waktu Penelitian ini dilakukan di SDN Sugihrejo 02 Kecamatan Gabus Kabupaten pati. Waktu pelaksanaan diawali dengan tahap persiapan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Kondisi Awal Berdasarkan pengamatan hasil belajar kelas I SD Negeri 4 Boloh pada awal semester 2 Tahun pelajaran 2011 / 2012, banyak siswa yang kurang aktif,
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. XI IPS MA AL-FALAH Limboto. Kelas yang dikenai tindakan dalam penelitian
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini merupakan suatu penelitian tindakan kelas (PTK) untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis siswa pada mata pelajaran
Kanti Sukowati 9. Kata Kunci: metode demonstrasi, hasil belajar. Guru Kelas VI A SDN Darungan 01 Kec. Tanggul
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPA MATERI GAYA DAN GERAK MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI PADA SISWA KELAS VIA SDN DARUNGAN 01 KECAMATAN TANGGUL KABUPATEN JEMBER Kanti Sukowati 9 Abstrak. Ilmu
PENERAPAN TEKNIK KUPANG LIGITARANG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA SISWA KELAS 4 B SDN SIDOMEKAR 08 KECAMATAN SEMBORO KABUPATEN JEMBER
PENERAPAN TEKNIK KUPANG LIGITARANG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA SISWA KELAS 4 B SDN SIDOMEKAR 08 KECAMATAN SEMBORO KABUPATEN JEMBER Suprapto 27 Abstrak. Matematika merupakan ilmu terstruktur yang
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Tindakan 1. Deskripsi Kondisi Awal a. Situasi Kelas Hasil observasi kelas menyatakan bahwa ada kelebihan dari tindakan `perbaikan ini antara lain :
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang difokuskan
23 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang difokuskan pada situasi kelas yang lazim dikenal dengan Classroom Action Research.
Jumnah, Gandung Sugita, dan Marinus B. Tandiayuk. Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 3 No. 1 ISSN 2354-614X Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Menggunakan Benda Konkret di Kelas IV SDN Makarti Jaya Bahodopi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. (Classroom Action Research) yaitu suatu bentuk penelitian dengan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yaitu suatu bentuk penelitian dengan melakukan tindakan-tindakan
Titik Purwanti Sekolah Dasar Negeri 2 Geneng Batealit Jepara
PENINGKATAN KETERAMPILAN PENJUMLAHAN BILANGAN BULAT DENGAN METODE DEMONSTRASI DAN MEDIA GARIS BILANGAN KELAS IV SD NEGERI 2 GENENG KECAMATAN BATEALIT KABUPATEN JEPARA Titik Purwanti [email protected]
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Sekolah Penelitian ini dilaksanakan di kelas III SDN 2 Ngaren, yang terletak di desa Ngaren, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, pada semester II tahun
SITI ARFAH, S.Pd 1 ABSTRAK
131 UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI PESAWAT SEDERHANA DENGAN MENERAPKAN METODE DEMONTRASI PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 5 SIMEULU TAHUN PELAJARAN 2012/2013 SITI ARFAH, S.Pd 1 Oleh: ABSTRAK
PENERAPAN PAKEM DENGAN MEDIA INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS I SEMESTER 1 SDN TANGGUL KULON 01 TAHUN PELAJARAN 2009/2010
PENERAPAN PAKEM DENGAN MEDIA INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS I SEMESTER 1 SDN TANGGUL KULON 01 TAHUN PELAJARAN 2009/2010 Tutik Yuliarni 7 Abstrak. Proses pembelajaran masih
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.. Deskripsi Per Siklus Berdasarkan identifikasi serta rumusan masalah, berikut akan peneliti uraikan secara singkat dan sederhana tentang hasil-hasil perbaikan yang
BAB I PENDAHULUAN. sebagian besar siswa. Sukar dicerna, sulit dipahami, rumit dipelajari, dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan mata pelajaran yang menjadi momok bagi sebagian besar siswa. Sukar dicerna, sulit dipahami, rumit dipelajari, dan sangat membosankan. Belajarnya
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
33 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Diskripsi Kondisi Awal Berdasarkan pada hasil pengamatan yang diperoleh pada pembelajaran matematika pada siswa kelas IV, ditemukan bahwa pembelajaran matematika
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Metode Demonstrasi Pada Mata Pelajaran IPA Kelas 1V SDK Padat Karya
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Metode Demonstrasi Pada Mata Pelajaran IPA Kelas 1V SDK Padat Karya Marrey Lanuhung Ambomide, Mestawaty, dan Vanny M.A Tiwow Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan kebutuhan dasar manusia yang berperan penting dalam kehidupan manusia. Tanpa pendidikan manusia tidak lebih seperti kelakuan binatang.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Kondisi Prasiklus Prasiklus dilaksanakan pada minggu 1 dan 2 bulan September 2012 dengan dibantu oleh teman sejawat sebagai pengamat. Dalam
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1.Pelaksanaan Tindakan Penelitian dilakukan di SD Negeri Dukuh 03 Salatiga. Subjek penelitian siswa kelas 1 SD dengan jumlah 29 siswa yang terdiri dari 15 siswa
Sangidah
PENINGKATAN KOMPETENSI MENENTUKAN SIFAT SIFAT BANGUN RUANG SEDERHANA MENGGUNAKAN ALAT PERAGA KUBUS DAN BALOK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA PESERTADIDIK KELAS IV SD NEGERI 02 PEGIRINGAN
BAB III METODE PENELITIAN
16 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Pelaksanaan perbaikan pembelajaran dilaksanakan di kelas 6 semester I SD Negeri Pungangan 02 Kecamatan Limpung Kabupaten Batang
DATAR MELALUI METODE STAD. Winarni
Dinamika: Jurnal Praktik Penelitian Tindakan Kelas Pendidikan Dasar & Menengah ISSN 0854-2172 SD Negeri 01 Rembun Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
Sri Sukiyani
PENINGKATAN KOMPETENSI MENYAJIKAN DATA DALAM BENTUK TABEL MELALUI METODE DISKUSI PADA PESERTA DIDIK KELAS VI SD NEGERI 01 PEGIRINGAN SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2015 / 2016 Sri Sukiyani [email protected]
BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Peneliatian dilakukan di SD Negeri Ujung-ujung 02 merupakan SD yang terletak di Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. SD Negeri Ujung-ujung 02 berada
BAB III METODE PENELITIAN. memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga aktifitas dan hasil belajar
18 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah satu penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
38 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1Deskriptif Kondisi Awal Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Plobangan Kecamatan Selomerto Kabupaten Wonosobo, dalam hal ini siswa
Yayuk Jatining Rahayu 4
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN BILANGAN PANGKAT DAN AKAR PANGKAT DUA DENGAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF NHT PADA SISWA KELAS V SDN SIDOMEKAR 08 KECAMATAN SEMBORO Yayuk Jatining Rahayu
X f fx Jumlah Nilai rata-rata 61 Keterangan :
40 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Pra Siklus Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan di SD Negeri Wringingintung 01 yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Berdasarkan
BAB III METODE PENELITIAN. pada situasi kelas, atau disebut dengan Classroom Action Research (CAR).
17 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Penlitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terfokus pada situasi kelas, atau disebut dengan Classroom Action Research (CAR). Wardani
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Subjek, Tempat dan Waktu Penelitian 1. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini semua kelas VIII C SMP Negeri 7 Purwokerto yang berjumlah 35. Terdiri dari 17 putra dan 18
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian 4.1.1. Deskripsi Pra Siklus Sebelum dilakukan Penelitian Tindakan Kelas, peneliti melakukan survei awal. Survei awal ini dimaksudkan untuk mengetahui
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pra Siklus Pelaksanaan pra siklus pada minggu ke-2 dan ke-3 bulan Oktober 2012 mata pelajaran IPA tentang tumbuhan hijau dengan hasil belajar yang sangat mengecewakan.
III. METODE PENELITIAN. adalah suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja
23 III. METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah
METODE PEMBELAJARAN JIGSAW MENGGUNAKAN PETA KONSEP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
METODE PEMBELAJARAN JIGSAW MENGGUNAKAN PETA KONSEP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MASRI MANSYUR Guru SMP Negeri YASFII Dumai [email protected] ABSTRAK
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), maksud dari penelitian ini adalah sebagai suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku
Lasyuri, Peningkatan Hasil Belajar...
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI OPERASI HITUNG CAMPURAN BILANGAN BULAT MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DENGAN MEDIA SIKATUBIL PADA PESERTA DIDIK KELAS V SD NEGERI 1 GEMAWANG
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian Tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Jagabaya I Kecamatan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian Tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Jagabaya I Kecamatan Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung, selama 3 bulan mulai bulan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Pra Siklus Kondisi awal sebelum diadakannya tindakan di SD N Ringin Harjo 01 kelas 4 Pada mata pelajaran IPS menunjukkan bahwa ppembelajaran
INOVASI ALAT PERAGA KONKRET DALAM MATERI AJAR OPERASI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN. Sri Haryati
Dinamika: Jurnal Praktik Penelitian Tindakan Kelas Pendidikan Dasar & Menengah Vol. 6, No. 5, Oktober 2016 ISSN 0854-2172 INOVASI ALAT PERAGA KONKRET DALAM MATERI AJAR OPERASI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan
22 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah satu penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya
BAB III PELAKSANAAN TINDAKAN
14 BAB III PELAKSANAAN TINDAKAN A. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini di Kelas IV SDN Kalisalak Batang yang mempunyai 28 siswa. Dari 28 siswa tersebut terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 13 siswa
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SLBN 1 Palu pada Materi Mengenal Pecahan dengan Menggunakan Kertas Lipat
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SLBN 1 Palu pada Materi Mengenal Pecahan dengan Menggunakan Kertas Lipat Rohani SLBN 1 Palu, Palu, Sulawesi Tengah ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh
BAB III METODE PENELITIAN
38 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Pendekatan 1. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas atau Classroom Action Research, yaitu penelitian kualitatif yang dilakukan
BAB III METODE PENELITIAN. yang berlangsung selama beberapa siklus. Rancangan masing-masing siklus
17 BAB III METODE PENELITIAN A. Model Penelitian Penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian tindakan kelas menurut Kemmis dan Taggart (1998). Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang berlangsung
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI METODE DISKUSI BERBANTUAN MEDIA BAGAN PECAHAN DI KELAS III SDN KALISARI
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI METODE DISKUSI BERBANTUAN MEDIA BAGAN PECAHAN DI KELAS III SDN KALISARI 1 Oleh: Sri Mulyati SDN Kalisari 1 Kecamatan Sayung Kabuapaten Demak ABSTRAK
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV sebanyak 19 yang terdiri dari 8 anak laki-laki dan 11 anak perempuan. Penelitian ini
III. METODE PENELITIAN. Metode penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
III. METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Metode penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau classroom action research. PTK adalah suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
40 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal Sebelum pelaksanaan siklus 1 dan siklus 2 terlebih dahulu peneliti melakukan observasi awal dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan
BAB III METODE PENELITIAN
25 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.1.1. Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan di kelas I SDN Adinuso 02, kecamatan Subah Kabupaten Batang. Adapun dipilihnya
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas merupakan salah satu cara strategis
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas 5 semester II tahun pelajaran 2013/2014 di SD Negeri Candirejo 02 yang terletak di Jl.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Tindakan 4.1.1. Kondisi Awal Sebelum penelitian dilakukan perlu diketahui kondisi pembelajaran Matematika di kelas 3 dalam materi operasi hitung
Meningkatkan Hasil Belajar Konsep Penjumlahan Bilangan Bulat dengan Menggunakan Media Tabel Perkalian pada Siswa Kelas IV SD Negeri Maahas
Meningkatkan Hasil Belajar Konsep Penjumlahan Bilangan Bulat dengan Menggunakan Media Tabel Perkalian pada Siswa Kelas IV SD Negeri Maahas Ketsia DJibran SD Negeri Maahas, Kab. Banggai, Sulawesi Tengah
BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan
BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan 4.1 Deskripsi Per Siklus Dari instrumen-instrumen yang telah disiapkan untuk menjaring data awal (pra tindakan penelitian) melalui dokumentasi siswa dan hasil belajar
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Refleksi Awal Proses Pengembangan Perangkat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kelas V B SD Negeri 19 Kota Bengkulu. Subjek dalam penelitian ini adalah
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
21 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Kondisi Awal Sebelum diadakan penelitian pada tahap awal terlebih dahulu diadakan pengamatan terhadap subjek. Pengamatan berupa pelajaran biasa
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah satu penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya
BAB III METODE PENELITIAN. 1. Rancangan penelitian ini menggunakan metode Peneelitian Tindakan kelas. dan melihat pengaruh nyata dari upaya itu.
15 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian 1. Rancangan penelitian ini menggunakan metode Peneelitian Tindakan kelas ( Classroom Action Research). Penelitian Tindakan Kelas adalah bagaimana sekelompok
B. Disain Penelitian Pada penelitian ini menggunakan desain penelitian Kemmis dan Taggart (dalam Wiriaatmadja: 2008)
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilakukan oleh peneliti secara
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
30 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Pra Siklus Kondisi awal merupakan keadaan siswa sebelum PTK dilakukan. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di kelas 2 SD
METODE DEMONSTRASI PENINGKATAN KETRAMPILAN MENGIDENTIFIKASI SIFAT-SIFAT BANGUN RUANG MELALUI. Mugiharti
Dinamika: Jurnal Praktik Penelitian Tindakan Kelas Pendidikan Dasar & Menengah ISSN 0854-2172 METODE DEMONSTRASI PENINGKATAN KETRAMPILAN MENGIDENTIFIKASI SIFAT-SIFAT BANGUN RUANG MELALUI SD Negeri 02 Rembun
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.1.1. Jenis Penelitian Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk
BAB III METODE PENELITIAN. Lampung, selama 3 bulan mulai bulan Juli 2013 sampai dengan bulan
22 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting Penelitian Penelitian Tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN 3 Panjang Utara Bandar Lampung, selama 3 bulan mulai bulan Juli 2013 sampai dengan bulan September
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Awal dan Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Sidorejo Lor 01 Semester II Tahun Pelajaran 2012/2013 dengan Subjek Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 1.1 Seting dan Karakteristik Subjek Penelitian 1.1.1 Seting Penelitian Penelitian ini dilakukan sebanyak 2 siklus pada saat proses pembelajaran berlangsung dan setiap siklus dilaksanakan
