BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
|
|
|
- Susanto Kusuma
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Globalisasi telah menyentuh hampir seluruh aktivitas ekonomi dalam masyarakat. Kehidupan ekonomi global kini bersifat bebas dan tidak dibatasi oleh teritorial antar wilayah maupun negara. Suatu usaha bisa berdiri di daerah manapun, tidak terkecuali diluar negeri dan menjadikan negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang saling berhubungan dan semakin terintegrasi. Perdagangan bebas, termasuk didalamnya sektor finansial memberikan peluang ekonomi yang lebih besar kepada para pelaku pasar untuk meningkatkan kemakmuran baik ditingkat individu maupun negara. Namun, apabila regulasi pasar bebas tidak diatur sebaik mungkin, efek negatif dapat muncul dan berimplikasi luas hingga memengaruhi kehidupan politik negara. Kegiatan perdagangan terus berkembang akibat pengaruh globalisasi di bidang ekonomi, seperti yang terjadi dalam pergerakan pasar modal saat ini. Pasar modal memiliki kaitan dengan pengumpulan dan investasi uang di berbagai badan usaha. Eratnya integrasi pasar antar negara kini menciptakan pasar modal global atau pasar dunia tunggal. Dalam jangka panjang, pergerakan modal antar negara akan menguntungkan para pemilik modal, sedangkan dalam jangka pendek, pemilik dan pekerja di sektor-sektor tertentu di negara pengekspor modal dibebani karena harus menyesuaikan dengan pergerakan modal yang semakin banyak. Cukup wajar apabila kondisi seperti ini akan melibatkan aspek politik saat membicarakan dorongan atau peningkatan integrasi pasar modal internasional. Keberadaan perusahaan multinasional menjadi salah satu faktor lahirnya pasar global. Dalam dunia real-time komunikasi saat ini, modal perusahaan besar dan bahkan usaha kecil memiliki peluang untuk melakukan mobilitas yang lebih besar. Perbedaan antara aktivitas ekonomi domestik dan kegiatan ekonomi global menjadi semakin sulit untuk dibedakan. Di era sekarang ini, keputusan-keputusan investasi, pendanaan dan pembiayaan dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk juga aspek -aspek internasional. Isu isu internasional yang berkembang meningkatkan komunikasi bisnis serta kompetisi ekonomi global. Integrasi ekonomi saat ini mendorong berkembangnya informasi yang dibutuhkan dalam proses pengambilan keputusan dunia bisnis. Perkembangan informasi bisnis tentu 1
2 sangat penting dalam pasar modal internasional, dan kegiatan pasar modal tidak terlepas dari adanya regulasi yang ditetapkan pemerintah. Didalam dunia bisnis, akuntansi merupakan suatu proses pengidentifikasian, pengukuran dan pengkomunikasian informasi ekonomi agar memungkinkan pemakai untuk membuat pertimbangan keputusankeputusan. Akuntansi tersebut memberikan informasi mengenai perusahaan dan transaksinya untuk memfasilitasi keputusan alokasi sumber daya oleh para pengguna. Fungsi akuntansi yang demikian penting dalam kehidupan bisnis maupun keuangan. Akuntansi merupakan satu-satunya bahasa bisnis utama di pasar modal. Tanpa standar akuntansi yang baik, pasar modal tidak akan pernah berjalan dengan baik pula karena laporan keuangan merupakan produk utama dalam mekanisme pasar modal. Efektivitas dan ketepatan waktu dari informasi keuangan yang transparan yang dapat dibandingkan dan relevan dibutuhkan oleh semua stakeholder. Akuntansi internasional menjadi semakin penting dengan banyaknya perusahaan multinasional yang beroperasi di berbagai negara di bidang produksi, pengembangan produk, pemasaran dan distribusi. Di samping itu pasar modal juga tumbuh pesat yang ditunjang dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi sehingga memungkinkan transaksi di pasar modal internasional berlangsung secara real time. Para stakeholder kini bukan hanya sekadar ingin mengetahui informasi keuangan dari satu perusahaan saja, melainkan dari banyak perusahaan dari seluruh belahan dunia untuk diperbandingkan satu dengan lainnya. Regulasi ekonomi merujuk pada kebijakan menambahkan aturan administratif yang ditetapkan guna untuk tujuan tujuan bersama. Salah satu bagian regulasi terpenting bagi perusahaan adalah untuk mengatur pengungkapan umum atas informasi keuangan yang dapat dipercaya. Regulasi ini menentukan data data akuntansi yang menjadi informasi penting dalam dunia bisnis. Regulasi akuntansi terus berkembang dari waktu ke waktu sesuai dengan perkembangan dunia dan kebutuhan pelaku pasar modal. Salah satu bentuk dari regulasi tersebut adalah adanya standar. Standar sendiri memiliki pengertian sebagai dokumen yang ditetapkan melalui konsensus dan disahkan oleh badan yang berwenang serta berisikan peraturan, pedoman, karakterisik kegiatan atau hasilnya, untuk pemakaian umum dan pemakaian berulang. Standar ditujukan untuk mencapai tingkat keteraturan optimum dalam konteks tertentu. Standar harus berlandaskan pada hasil terpadu dari ilmu pengetahuan, teknologi dan pengalaman serta ditujukan untuk meningkatkan manfaat bagi masyarakat secara optimum. 2
3 Standar akuntansi keuangan memegang peranan penting sebagai peraturan yang menjamin bahwa semua informasi yang dibutuhkan oleh investor untuk menilai pertanggungjawaban perusahaan sudah tercantum di laporan keuangan secara berkala. Melalui standar akuntansi keuangan yang sama, investor dapat membandingkan satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Penyusunan standar laporan keuangan untuk pengguna di negara lain telah menjadi suatu kebutuhan bukan hanya bagi investor tapi juga bagi perusahaan. Suatu badan internasional bernama International Accounting Standards Committee (IASC) dibentuk pada tahun 1973 untuk mengembangkan standar akuntansi yang diterima secara luas di dunia. Kerja keras IASC kemudian berhasil melahirkan suatu standar akuntansi yang berkualitas tinggi bernama International Financial Reporting Standards atau IFRS. Kesuksesan IASC juga tidak lepas dari kerjasama dan bantuan pihak lain seperti International Organization of Securities Commissions (IOSCO), Federasi Internasional Akuntan (IFAC), Kelompok Kerja Ahli Antar pemerintah dalam International Standards of Accounting and Reporting (ISAR) yang menjadi bagian United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), Kelompok Kerja dalam Standar Akuntansi OECD serta Komisi Uni Eropa. Komisi Uni Eropa merupakan aktor yang paling berpotensi membawa kepentingan secara politik dalam penyusunan IFRS ini. Disisi lain, perlu diketahui bahwa regionalisme Uni Eropa juga telah sampai pada pembentukan pasar tunggal yang menjadikan kebutuhan atau permintaan terhadap suatu standar laporan keuangan yang sama semakin meningkat. Sebagai organisasi supranasional yang memiliki perekonomian cukup berpengaruh di dunia, aktivitas Uni Eropa sudah berlangsung dalam konteks mempromosikan tujuan pengembangan dan pengintegrasian ekonomi. Perusahaan multinasional di Uni Eropa terus didorong dengan kebebasan untuk berbisnis dan bersaing secara global. Namun pemerintah Eropa juga berperan penting dalam mengatur regulasi, salah satunya regulasi tentang pengungkapan informasi bisnis. Pada tahun 2002, Uni Eropa menyetujui sebuah aturan akuntansi yang mengharuskan semua perusahaan Uni Eropa yang terdaftar dalam sebuah pasar resmi untuk mengikuti IFRS dalam laporan keuangan yang akan mulai diimplementasikan pada tahun Uni Eropa mulai memberlakukan regulasi IFRS ini terhadap lebih dari perusahaan-perusahaan terdaftar dalam bursa efek di benua 3
4 Eropa. 1 Komisi Eropa menekankan negara-negara anggota untuk menggunakan standar akuntansi internasional guna memasuki pasar modal pada banyak negara, sehingga mengurangi masalah operasional perusahaan multinasional dalam skala internasional. Penerapan IFRS diklaim akan memberi manfaat bagi peningkatan kualitas laporan keuangan. Hal ini telah mendorong dilakukannya penelitian-penelitian untuk menguji secara empiris apakah penerapan IFRS telah meningkatkan kemampuan informasi akuntansi dalam mengestimasi harga saham. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan Armstrong, Barth, Jagonlizer dan Riedl yang menguji reaksi di pasar modal di Eropa setelah penerapan IFRS mulai tahun Berdasarkan hasil pengujian diperoleh kesimpulan bahwa pasar modal Uni Eropa bereaksi positif terhadap perusahaanperusahaan yang mempunyai kualitas informasi yang tinggi setelah penerapan IFRS, sesuai dengan harapan investor akan manfaat dari penerapan IFRS untuk mengurangi asimetri dalam informasi. 2 IFRS ini semakin mendapat perhatian dunia ketika pada pertemuan pemimpin negara anggota G20 di tahun 2008 yang menghasilkan prinsip untuk transparansi dan akuntabilitas keuangan. Kesepakatan G20 Summit selanjutnya, menghasilkan 29 kesepakatan dimana kesepakatan nomor 13 sampai dengan nomor 16 mengenai Strengthening Financial Supervision and Regulation. Salah satunya pada butir kesepakatan nomor 15 dikatakan to call on the accounting standart setters to work urgently with supervisors and regulators to improve standards on valuation and provisioning and achieve a single set of high-quality global accounting standards. 3 Standardisasi ataupun aturan ketat yang diterapkan oleh pemerintah Uni Eropa memang sudah biasa dan bukan hal baru di kawasannya. Namun, melibatkan suatu rezim internasional dalam upaya meningkatkan efektifitas suatu kegiatan ekonomi yang tentu disertai dengan kepentingan politik, sudah seharusnya menjadi kajian tersendiri. Perbaikan regulasi dan pengaturan tegas dalam penyajian laporan keuangan menjadi salah satu kunci perbaikan ekonomi serta upaya pemulihan dari masa krisis keuangan yang terjadi. Selanjutnya hal tersebut masuk kedalam ranah politik yang akan bersinggungan dengan 1 Daske, H. and Ghebardt International Financial Reporting Standards and Experts Perceptions of Disclosure Quality. Abacus a Journal of Accounting, Finance, and Business Studies.Vol. 32 No Amstrong, C., Barth, M. E., Jagolinzer, A.D., & Reidl, E.J Market Reaction to the Adoption of IFRS in Europe. Accounting Review, Forthcoming, Retrieved March 14, 2010, from the Social Science Research Network. pp G20 leaders support global accounting standards at London Summit Leaders Statement 2 April
5 aspek aspek kepentingan lainnya. Diharapkan dengan ini, negara lain yang menjadi mitra bisnis Uni Eropa juga menyadari pentingnya penerapan standar akuntansi berkualitas tinggi demi kelancaran pasar global. 1.2 Rumusan Masalah Penelitian akan mengkaji mengenai upaya Uni Eropa dalam diplomasi ekonomi untuk mencapai penerapan standar bisnis dalam pasar global. Berdasarkan pemaparan latar belakang diatas, maka penulis mengajukan pertanyaan penelitian sebagai berikut : Bagaimana upaya diplomasi Uni Eropa untuk mencapai penerapan International Financial Reporting Standards secara global dalam forum G-20 di tahun 2008? 1.3 Landasan Konseptual Untuk mengkaji permasalah diatas, diperlukan seperangkat konsep dan teori yang tepat sebagai alat analisis. Konsep utama dalam penelitian ini adalah peran diplomasi Uni Eropa dalam sektor perekonomian, kerja sama internasional G20, dan aturan standar keuangan internasional melalui pendekatan studi ekonomi politik internasional. Di sini penulis akan menggunakan konsep rezim internasional dan konsep Diplomasi Ekonomi Teori Rezim Internasional Stephen Krasner mendefinisikan rezim sebagai kumpulan prinsip, norma, peraturan, dan prosedur pembuatan keputusan baik secara eksplisit maupun implisit dimana ekspektasi aktor menyatu dalam sebuah area hubungan internasional. 4 Prinsip (principles) didefinisikan sebagai kepercayaan atas fakta, variabel penyebab (causation), dan pembenaran (rectitude). Norma (norms) adalah standar perilaku yang mendefinisikan hak dan kewajiban anggotanya. Peraturan (rules) adalah resep (prescription) atau larangan (proscription) atas aksi. Prosedur perumusan kebijakan (decision-making procedures) adalah praktik umum dalam perumusan dan pengimplementasian pilihan kolektif. Dengan dasar definisi tersebut, Krasner melanjutkan bahwa sebuah rezim bersifat temporer. Dalam pandangan Krasner, rezim harus dipahami sebagai sesuatu yang lebih dibanding sekedar pengaturan-pengaturan (arrangements) sementara yang 4 Stephen D. Krasner Structural Causes and Regime Consequences: Regimes as Intervening Variables. International Organization 36, 2, Spring p
6 dapat berubah seiring dengan terjadinya pergeseran power dan kepentingan. Rezim memfasilitasi kerjasama yang lebih berupa kepentingan jangka pendek. Berkaitan dengan jangka waktu rezim, bergantung kepada situasi internasional yang dominan, rezim dapat melemah dan dapat pula berubah. Melemah jika prinsip-prinsip, norma, peraturan, dan prosedur pembuatan keputusan dari suatu rezim menjadi kurang coherent, atau jika praktek-praktek aktualnya inkonsisten dengan prinsip, norma dan aturan maupun prosedur. Rezim menjadi berubah manakala terjadi pergeseran power dalam sistem internasional yang melibatkan pergeseran pula dalam peraturan dan prosedur pembuatan keputusan, serta prinsip dan normanya. Forum G20 merupakan suatu rezim internasional yang dibentuk untuk mengelola suatu isu internasional khusus dibidang perekonomian dunia, dimana forum ini juga memfasilitasi pembuatan kesepakatan-kesepakatan substantif dengan memberikan kerangka rules, norms, principles dan prosedur pembuatan kebjakan. Masing masing negara anggota G20 tentu memiliki power yang mampu untuk menyebabkan perubahan dalam rezim. Namun, rezim terkadang juga menuntut ketaatan negara anggota terhadap suatu rezim internasional dalam mewujudkan kepentingan mereka. Lebih jauh lagi rezim dapat membentuk perilaku dari negara-negara penyusunnya. Rezim menjalankan fungsi penting yang dibutuhkan dalam hubungan antar negara dan merupakan aktor independen dalam politik internasional. Dengan adanya norma dapat mengatur perilaku standar yang didefinisikan dalam istilah kewajiban dan hak serta peraturan yang menjadi bentuk spesifik untuk tindakan sebuah negara Diplomasi Ekonomi R.P. Barston mendefinisikan diplomasi sebagai manajemen relasi antar negara dan antara negara dengan aktor aktor lainnya. 5 Perkembangan dunia yang semakin terintegrasi satu sama lain menyebabkan negosiasi perdagangan kini mencakup area regulasi dan kebijakan pemerintah yang luas. Termasuk di dalamnya adalah standarisasi pada bidang perdagangan, kesehatan, keamanan, lingkungan, hingga perlindungan konsumen. Regulasi regulasi yang diterapkan 5 R.P Barston Modern Diplomacy. London : Longman Group UK Limited. p.1 6
7 juga mencakup bidang jasa seperti perbankan, telekomunikasi, dan akuntansi. Sehingga pada dasarnya, ekonomi adalah bagian tak terpisahkan dari diplomasi modern zaman sekarang, atau dengan kata lain ekonomi tidak lagi dilihat sebagai elemen yang terpisah dari diplomasi. Diplomasi ekonomi sendiri merupakan aktivitas resmi diplomatik yang fokus pada tujuan kepentingan ekonomi suatu negara dalam level internasional. Hal ini mencakup upaya peningkatan ekspor, menarik investasi asing, dan partisipasi kerja dalam berbagai organisasi ekonomi internasional. Dimensi diplomasi ekonomi sendiri dapat berupa bilateral, regional, maupun multilateral yang terdiri dari agen resmi yaitu kementerian luar negeri dan perdagangan, layanan diplomatik dan komersial, serta aktor non-negara lainnya sehingga membuat partnership ekonomi bersifat dinamis. Dalam perdagangan internasional fungsi klasik diplomasi meliputi : (1) melakukan misi dagang (promosi perdagangan); (2) melakukan perjanjian multilateral atau merubah perjanjian; (3) meraih keuntungan politis atau menciptakan legal framework dalam kerangka kerjasama bilateral atau regional; (4) melakukan langkah -langkah inovatif dalam berbagai perjanjian dengan multilateral. 6 Diplomasi ekonomi digunakan sebagai bentuk untuk memaksimalkan keuntungan yang didapat tiap negara melalui perdagangan, investasi, dan bentuk lain dari pertukaran ekonomi yang menguntungkan. Diplomasi ekonomi menekankan pentingnya upaya untuk memformulasikan dan mengatur kebijakan yang terkait dengan produksi, pergerakan dan pertukaran barang, jasa, tenaga kerja, atau sumber daya produksi lainnya dalam konteks hubungan internasional. Kebijakan-kebijakan tersebut dapat terkait langsung dalam hubungan antar negara, maupun dalam konteks standar internasional dan tata cara peraturan dalam kerangka suatu organisasi internasional. Melalui konsep diplomasi ekonomi inilah, penulis akan mengkaji upaya yang dilakukan oleh Uni Eropa untuk mencapai kepentingan ekonominya. Diplomasi ekonomi menjadi pilihan ketika bisnis tidak dapat berjalan tanpa campur tangan politik dan diplomasi negara, karena bagaimanapun juga negara selalu memiliki kepentingan ekonomi yang harus diwujudkan. 6 R.P Barston pp 2-6 7
8 1.4 Argumentasi Utama Uni Eropa sebagai regionalisme yang memiliki perekonomian tebesar dan berpengaruh dalam hubungan internasional, memiliki kepentingan politis dibalik keputusannya untuk mengimplementasikan IFRS sejak tahun Dengan adanya regulasi standar keuangan yang seragam dalam pasar modal, Uni Eropa berhasil membuktikan bawa IFRS dapat berjalan efektif untuk menurunkan resiko ketidakpastian dalam bisnis finansial di Uni Eropa. Melalui kerangka rezim dalam forum G20, Uni Eropa mengusulkan proposal untuk menerapkan regulasi IFRS dengan harapan untuk memperluas akses pasar bagi setiap negara, mengurangi hambatan dalam pasar finansial, serta melindungi hak negara dari aspek negatif perdangangan Internasional. Tahun merupakan rentang waktu dimana KTT G20 sedang fokus mengupayakan pemulihan ekonomi global serta reformasi regulasi dibidang finansial serta institusinya. Uni Eropa sebagai salah satu kawasan yang terkena dampak krisis finansial global juga memiliki peranan besar dalam memulihkan perekonomian dunia melalui perdagangan internasional, salah satunya mendorong adanya prinsip tranparansi dan akuntabilitas diantara negara anggota G20. Dengan upaya diplomasi dan dukungan lembaga internasional yang terkait, Uni Eropa berhasil mengajak beberapa negara dalam forum G20 untuk ikut serta mengimplementasikan IFRS meski ada kendala yang menyertainya. 1.5 Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskripsi analitis. Kualitatif adalah tata cara penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata - kata tertulis dari hasil pengamatan, didukung dengan studi literatur atau studi kepustakaan berdasarkan pendalaman kajian, pustaka, berupa data dan angka, sehingga realitas dapat dipahami dengan baik. Metode deskriptif analitis bertujuan untuk menggambarkan, menelaah serta menganalisis dan mengklarifikasi fenomena yang terjadi seputar objek penelitian sebagai usaha menjawab rumusan masalah. 1.5 Rancangan Sistematika Penulisan Sistematika penulisan penelitian ini akan dibagi menjadi 5 bab, yaitu : Bab 1 : Pendahuluan 8
9 Bab ini akan menguraikan signifikansi dan relevansi dari masalah yang akan dikaji, perumusan masalah penelitian, landasan konseptual yang digunakan, metode penelitian dan argumentasi utama yang diajukan penulis. Bab 2 : Arti Penting IFRS dalam Rezim Finansial Global Pada bab ini penulis akan menjelaskan awal mula tebentuknya International Financial Reporting Standards (IFRS) serta arti pentingnya dalam rezim finansial global, khususnya bagi Uni Eropa. Dinamika kebijakan EU dalam mengatur standar keuangan serta dasar atau pedoman yang digunakan merupakan bagian dari perkembangan IFRS sendiri. Untuk mengetahui bagaimana rezim internasional mengatur adanya regulasi standar akuntansi yang berlaku secara global, dalam bab ini pula, penulis akan memaparkan rezim finansial dalam G-20 serta situasi keuangan internasional pada tahun Bab 3 : Upaya Diplomasi Uni Eropa dalam Mencapai Penerapan IFRS melalui Forum G-20 Bab ketiga adalah bab analisa penulis tentang bagaimana upaya negosiasi dan diplomasi yang dilakukan Uni Eropa terkait implementasi IFRS ini dalam forum G-20. Penjelasan dalam bab ini juga akan mengkaji adanya dukungan dan tantangan bagi Uni Eropa dalam menjalankan misi diplomasinya. Bab 4 : Penutup Bab terakhir adalah kajian penutup yang akan meringkas kembali secara umum pembahasan di bab-bab sebelumnya berupa kesimpulan singkat. Dalam bab ini penulis juga menuliskan saran dan rekomendasi yang diharapkan berguna bagi penelitian selanjutnya. 9
BAB 4 PENUTUP 4.1 Kesimpulan
BAB 4 PENUTUP 4.1 Kesimpulan Akuntansi merupakan satu-satunya bahasa bisnis utama di pasar modal. Tanpa standar akuntansi yang baik, pasar modal tidak akan pernah berjalan dengan baik pula karena laporan
BAB I PENDAHULUAN. Tujuan laporan keuangan menurut Kerangka Dasar Penyusunan dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tujuan laporan keuangan menurut Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan (KDPPLK) adalah untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan,
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Perbedaan kondisi ekonomi, hukum, sosial, dan politik di berbagai negara,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perbedaan kondisi ekonomi, hukum, sosial, dan politik di berbagai negara, seringkali menyebabkan standar akuntansi yang digunakan oleh suatu negara berbeda dengan
BAB I PENDAHULUAN. Era globalisasi mendorong berkembangnya perusahaan-perusahaan yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Era globalisasi mendorong berkembangnya perusahaan-perusahaan yang melakukan kegiatan bisnis di luar batas negaranya. Adanya kebutuhan akan pelaporan keuangan
BAB I PENDAHULUAN. akibat dari globalisasi, para pelaku kegiatan bisnis antar negara membutuhkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Globalisasi telah membuat batasan negara sudah semakin tidak tampak sehingga mendorong terjadinya kegiatan bisnis di luar batas negara. Sebagai akibat dari
BAB I PENDAHULUAN. bagi para pemakai informasi keuangan dalam rangka pengambilan keputusan ekonomi.
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Tujuan dasar akuntansi keuangan adalah untuk memberikan informasi yang relevan bagi para pemakai informasi keuangan dalam rangka pengambilan keputusan ekonomi.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perdagangan bebas merupakan suatu bukti nyata bahwa perekonomian saat ini telah menuju pada sebuah perekonomian global, dimana setiap kegiatan ekonomi dapat
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Globalisasi ekonomi menjadikan perekonomian dunia seakan tanpa batas (borderless). Negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang terintegrasi
BAB I PENDAHULUAN. Globalisasi merupakan proses integrasi internasional yang dapat ditandai
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Globalisasi merupakan proses integrasi internasional yang dapat ditandai dengan adanya kemajuan infrastruktur transportasi dan telekomunikasi, hal tersebut
AKUNTANSI INTERNASIONAL
AKUNTANSI INTERNASIONAL A. Definisi Akuntansi Internasional 1. Accounting for foreign subsidiary, akuntansi internasional hanya menyangkut proses penyusunan laporan konsolidasi dari perusahaan induk dengan
BAB I PENDAHULUAN. Era globalisasi mendorong berkembangnya Negara-negara dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Era globalisasi mendorong berkembangnya Negara-negara dalam melakukan persaingan internasional, terutama perusahaan-perusahaan yang melakukan transaksi bisnis
BAB I PENDAHULUAN. adalah karena para pedagang merasa pasar dalam negeri tidak lagi
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Awal munculnya ide untuk melakukan perdagangan ke luar negeri adalah karena para pedagang merasa pasar dalam negeri tidak lagi menjanjikan keuntungan yang
BAB I PENDAHULUAN. Konvergensi International Financial Reporting Standards (IFRS) telah. awal lagi dalam menerapkan IFRS yaitu dari tahun 2002.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Konvergensi International Financial Reporting Standards (IFRS) telah diadopsi oleh banyak negara di dunia, seperti Uni Eropa, Afrika, Asia, Amerika Latin, dan Australia.
C H A P T E R 1 FINANCIAL REPORTING AND ACCOUNTING STANDARDS (PELAPORAN KEUANGAN DAN STANDAR AKUNTANSI)
Dosen : Christian Ramos Kurniawan C H A P T E R 1 FINANCIAL REPORTING AND ACCOUNTING STANDARDS (PELAPORAN KEUANGAN DAN STANDAR AKUNTANSI) 1-1 Referensi : Donald E Kieso, Jerry J Weygandt, Terry D Warfield,
BAB I PENDAHULUAN. kalangan profesi yang bergabung dalam sebuah lembaga resmi. Seperti banyak
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di setiap negara, penyusunan laporan keuangan memiliki standar dan tahapan yang berbeda-beda. Standar dan tahapan tersebut ditentukan oleh kalangan profesi yang bergabung
BAB I PENDAHULUAN. website perusahaan biasanya adalah produk atau jasa yang diberikan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Seiring dengan cepatnya kemajuan zaman, dimana seluruh perusahaan- perusahaan yang ada dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman dengan menggunakan media
BAB I PENDAHULUAN. adanya perbedaan standar akuntansi yang berlaku di masing-masing negara.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian 1 Dalam beberapa dekade belakangan ini, isu globalisasi telah menjadi sebuah fenomena bagi dunia bisnis. Dampak globalisasi terlihat jelas dengan adanya perbedaan
Akuntansi Keuangan Kontemporer Lobbying of the international accounting standards committee
Modul ke: Fakultas Pasca Sarjana Akuntansi Keuangan Kontemporer Lobbying of the international accounting standards committee Dr.Harnovinsah M.Si,Ak,CA Program Studi Magister Akuntansi www.mercubuana.ac.id
BAB 1 PENDAHULUAN. keuangan dalam usaha mengharmonisasikan standar-standar akuntansi dan
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pengaruh globalisasi saat ini telah menghilangkan batasan-batasan geografis dalam kegiatan perekonomian dan menuntut adanya suatu sistem akuntansi dalam
BAB II TINJAUAN PUSTAKA IFRS (International Financial Reporting Standards) oleh International Accounting Standard Board (IASB).
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tinjauan Pustaka 2.1.1 IFRS (International Financial Reporting Standards) IFRS merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International Accounting Standard
BAB I PENDAHULUAN. International Financial Reporting Standards (IFRS) yang sebelumnya
digilib.uns.ac.id 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah International Financial Reporting Standards (IFRS) yang sebelumnya bernama International Accounting Standards (IAS) diterbitkan untuk mencapai
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Era globalisasi menuntut adanya keterbukaan ekonomi yang semakin luas dari setiap negara di dunia, baik keterbukaan dalam perdagangan luar negeri (trade openness) maupun
BAB I PENDAHULUAN. International Financial Reporting Standards (IFRS) yang dirumuskan oleh
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Bidang akuntansi saat ini sedang mengalami perkembangan yang mengarah pada penerapan standar akuntansi global yang tunggal, yaitu dengan adanya International Financial
BAB I PENDAHULUAN. (Weygandt et al., 2008). Keseluruhan proses akuntansi pada akhirnya akan menghasilkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Akuntansi merupakan sistem informasi yang mengidentifikasi, merekam dan mengkomunikasikan kejadian ekonomik dari suatu entitas pada pengguna yang berkepentingan
PERKEMBANGAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN INDONESIA MENUJU INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARDS
PERKEMBANGAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN INDONESIA MENUJU INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARDS Standar akuntansi di Indonesia saat ini belum menggunakan secara penuh (full adoption) standar akuntansi
BAB I PENDAHULUAN. suatu laporan keuangan yang memiliki kredibilitas tinggi. International Financial Reporting Standards (IFRS) merupakan pedoman
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Indonesia memiliki suatu tantangan untuk terus meningkatkan kualitas informasi akuntansi disetiap perusahaan yaitu dengan melakukan penyajian dan pengungkapan
1 Universitas Bhayangkara Jaya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan yang cepat dalam pasar modal global memberi arti bahwa dimensi internasional dari akuntansi menjadi semakin penting dari masa sebelumnya bagi kalangan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS. kepentingan yang berbeda (Jensen dan Meckling, 1976). Perusahaan yang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS 1.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Agency Theory (Teori Keagenan) Teori keagenan menyatakan bahwa antara manajemen dan pemilik mempunyai kepentingan yang berbeda
BAB 1 PENDAHULUAN. Adanya efek globalisasi membuat Negara menyelaraskan serta
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Adanya efek globalisasi membuat Negara menyelaraskan serta mengharmonisasi standar akuntansinya dengan standar akuntansi internasional. Hal ini bertujuan agar
Bab I Pendahuluan 1 BAB I PENDAHULUAN
Bab I Pendahuluan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dalam era globalisasi ini, tuntutan terhadap paradigma good governance dalam seluruh kegiatan tidak dapat dielakkan lagi. Istilah good
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan dunia bisnis dan ekonomi di era globalisasi saat ini sudah berkembang semakin pesat, sehingga mengakibatkan persaingan dalam dunia usaha menjadi semakin
TEORI AKUNTANSI MAKALAH ADOPSI PENUH IFRS
TEORI AKUNTANSI MAKALAH ADOPSI PENUH IFRS Dosen : Anis Chariri, SE, MCom, Ph.D. Akt. Disusun oleh: Astri Laksitafresti Destaria Ferdiani Ranny Tanjungsari Yuliana C2C008022 C2C008035 C2C008116 C2C008153
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. baik organisasi profit maupun non profit untuk menghasilkan informasi yang akan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Akuntansi merupakan suatu proses pengidentifikasian, pengukuran, pencatatan dan pelaporan mengenai transaksi (kejadian ekonomi dan keuangan) suatu organisasi,
Pengaruh Globalisasi Ekonomi Terhadap Perkembangan Ekonomi Indonesia
Pengaruh Globalisasi Ekonomi Terhadap Perkembangan Ekonomi Indonesia Oleh : Indah Astutik Abstrak Globalisasi ekonomi merupakan proses pengintegrasian ekonomi nasional ke dalam sistim ekonomi global yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Penerapan International Financial Accounting Standard (IFRS) di Indonesia saat ini masih belum banyak dilakukan oleh kalangan ekonomi di Indonesia bahkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perubahan yang pesat dalam bidang teknologi informasi. ekonomi, sosial, budaya maupun politik mempengaruhi kondisi dunia bisnis dan persaingan yang timbul
BAB I PENDAHULUAN. IFRS (International Financial Reporting Standards) telah menjadi pedoman
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah IFRS (International Financial Reporting Standards) telah menjadi pedoman penyajian laporan keuangan internasional yang digunakan di beberapa negara. IFRS dianggap
BAB 1 PENDAHULUAN. berkepentingan (Margaretta dan Soeprianto 2012). Keberhasilan. tingkat kepercayaan investor dalam berinvestasi.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Laporan keuangan merupakan sebuah media yang dijadikan sebagai alat untuk berkomunikasi antara pihak manajemen dengan para pihak berkepentingan (Margaretta
BAB I PENDAHULUAN. global, dimana perkembangan pada sektor perekonomian telah membawa
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Era globalisasi melahirkan fenomena baru dalam struktur perekonomian global, dimana perkembangan pada sektor perekonomian telah membawa perubahan yang cukup
I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Globalisasi menjadi sebuah wacana yang menarik untuk didiskusikan
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Globalisasi menjadi sebuah wacana yang menarik untuk didiskusikan dalam berbagai bidang, tak terkecuali dalam bidang ekonomi. Menurut Todaro dan Smith (2006), globalisasi
I. PENDAHULUAN. Tabel 1. Pertumbuhan Ekonomi Negara di Dunia Periode (%)
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia pada periode 24 28 mulai menunjukkan perkembangan yang pesat. Kondisi ini sangat memengaruhi perekonomian dunia. Tabel 1 menunjukkan
BAB I PENDAHULUAN. Saat ini International Financial Reporting Standards (IFRS) merupakan isu
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Saat ini International Financial Reporting Standards (IFRS) merupakan isu hangat yang sedang marak diperbincangkan di berbagai negara. IFRS merupakan standar
BAB I PENDAHULUAN. menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu entitas
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Laporan keuangan merupakan sebuah jembatan yang dapat menghubungkan keperluan bisnis. Tujuan dari laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi
BAB I PENDAHULUAN. Penerapan pengukuran berbasis nilai wajar didorong oleh perkembangan regulasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Kornel (2014) berpendapat bahwa beberapa tahun terakhir telah terjadi pergeseran dalam pengukuran akuntansi menuju pengukuran berbasis nilai wajar. Penerapan
Efektivitas ASEAN Economic Community Terhadap Optimalisasi Kualitas Industri Kerajinan Keramik Dinoyo Malang
PASAR BEBAS Efektivitas ASEAN Economic Community Terhadap Optimalisasi Kualitas Industri Kerajinan Keramik Dinoyo Malang Latar Belakang Integrasi ekonomi merupakan salah satu sarana dalam meningkatkan
BAB I PENDAHULUAN. Beberapa tahun terakhir International Financial Reporting Standards (IFRS)
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Beberapa tahun terakhir International Financial Reporting Standards (IFRS) menjadi topik yang hangat di tanah air. Pertemuan G-20 tahun 2008 di Washington (USA) menghasilkan
BAB I PENDAHULUAN. dampak adalah semakin ketatnya kompetisi di beberapa sektor industri.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era globalisasi dewasa ini, setiap perusahaan menghadapi tantangan untuk terus bertahan dan tumbuh berkembang. Globalisasi dan kemajuan dalam pengetahuan dan teknologi
BAB I PENDAHULUAN. mempertahankan keunggulan kompetitif (competitive advantage) bisnisnya agar
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini tidak dapat dipungkiri bahwa globalisasi telah mempengaruhi beberapa aspek kehidupan manusia. Salah satu aspek yang paling signifikan perubahannya adalah
BAB 5 KESIMPULAN. Universitas Indonesia
BAB 5 KESIMPULAN Dalam bab terakhir ini akan disampaikan tentang kesimpulan yang berisi ringkasan dari keseluruhan uraian pada bab-bab terdahulu. Selanjutnya, dalam kesimpulan ini juga akan dipaparkan
UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Akuntansi dikenal sebagai bahasa bisnis. Dalam hal bisnis, terdapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Akuntansi dikenal sebagai bahasa bisnis. Dalam hal bisnis, terdapat kebutuhan sebuah bahasa sebagai penghubung antara pengirim dan penerima informasi untuk memperoleh
BAB I PENDAHULUAN. menuju International Financial Reporting Standards (IFRS) telah menjadi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Tahapan konvergensi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) menuju International Financial Reporting Standards (IFRS) telah menjadi pusat perhatian para
BAB I PENDAHULUAN. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang disusun oleh Ikatan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang disusun oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) merupakan standar yang digunakan perusahaan di Indonesia untuk menyusun
BAB 1 PENDAHULUAN. dianggap merupakan salah satu tugas akuntansi yang sangat penting dalam
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pengakuan, pengukuran, dan pelaporan laba perusahaan serta komponennya dianggap merupakan salah satu tugas akuntansi yang sangat penting dalam menyediakan
BAB I PENDAHULUAN. konteks hubungan internasional guna mengatasi berbagai masalah dengan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Peluang kerjasama dalam era globalisasi saat ini sangat diperlukan dalam konteks hubungan internasional guna mengatasi berbagai masalah dengan meningkatkan hubungan
penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan yang kemudian menimbulkan masalah yang harus dihadapi pemerintah yaitu permasalahan gizi. Permasalahan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era global saat ini, sistem internasional telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Era globalisasi yang muncul bukan hanya memudarkan batas-batas negara
BAB I PENDAHULUAN. dan pertumbuhan ekonomi lingkungan sekitar perusahaan yang sehat dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Saat ini pembangunan suatu negara bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, tetapi setiap orang dapat berperan untuk mewujudkan kesejahteraan sosial dan peningkatan
BAB I PENDAHULUAN. mendapatkan sumber dana atau alternatif pembiayaan kegiatan bisnisnya.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Perusahaan go public memanfaatkan pasar modal sebagai sarana untuk mendapatkan sumber dana atau alternatif pembiayaan kegiatan bisnisnya. Investor menanamkan
BAB I PENDAHULUAN. Menurut Tinbergen (1954), integrasi ekonomi merupakan penciptaan struktur
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Menurut Tinbergen (1954), integrasi ekonomi merupakan penciptaan struktur perekonomian internasional yang lebih bebas dengan jalan menghapuskan semua hambatanhambatan
BAB V KESIMPULAN. masyarakat internasional yaitu isu ekonomi perdagangan. Seiring dengan
BAB V KESIMPULAN Penelitian ini membahas salah satu isu penting yang kerap menjadi fokus masyarakat internasional yaitu isu ekonomi perdagangan. Seiring dengan berkembangnya isu isu di dunia internasional,
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Dalam penyajian informasi laporan keuangan dibutuhkan sebuah aturan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Dalam penyajian informasi laporan keuangan dibutuhkan sebuah aturan atau standar akuntansi.ifrs (Internasional Financial Reporting Standard) merupakansuatu
BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan perkembangan bisnis dalam skala nasional dan. intemasional, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) telah mencanangkan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Seiring dengan perkembangan bisnis dalam skala nasional dan intemasional, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) telah mencanangkan dilaksanakannya program konvergensi
Renstra Pusat Akreditasi Lembaga Sertifikasi BSN Tahun RENSTRA PUSAT AKREDITASI LEMBAGA SERTIFIKASI TAHUN
RENSTRA PUSAT AKREDITASI LEMBAGA SERTIFIKASI TAHUN 2015-2019 BADAN STANDARDISASI NASIONAL 2015 Kata Pengantar Dalam rangka melaksanakan amanat Undang-Undang No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
BAB I PENDAHULUAN. International Financial Reporting Standars (IFRS) merupakan standar
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah International Financial Reporting Standars (IFRS) merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan olehinternational Accounting Standard Board (IASB)
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perubahan ekonomi dalam era globalisasi mengalami
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perubahan ekonomi dalam era globalisasi mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Proses tersebut adalah suatu perubahan di dalam perekonomian dunia, yang
Materi: 3 STRUKTUR DASAR AKUNTANSI
Materi: 3 STRUKTUR DASAR AKUNTANSI AGENDA 2 Materi 2 PA I Pengantar Siklus Akuntansi. Laporan Keuangan dan Unsur-unsurnya. Tujuan Umum Laporan Keuangan. Kualitas Laporan Keuangan. Asumsi Dasar PSAK-IFRS,
BAB I PENDAHULUAN. Kemajuan teknologi yang begitu pesat pada era globalisasi saat ini
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Kemajuan teknologi yang begitu pesat pada era globalisasi saat ini menyebabkan seluruh elemen masyarakat, terlebih bagi para pelaku industri, tidak bisa lepas
BAB I PENDAHULUAN. likuid dan efisien. Pasar modal dikatakan likuid jika penjual dapat menjual dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada umumnya, pasar modal merupakan tempat bertemu antara pembeli dan penjual dengan risiko untung dan rugi. Selain itu, pasar modal juga merupakan suatu usaha
BAB I PENDAHULUAN. penyajian dan pengungkapan instrumen keuangan harus sesuai dengan standarstandar
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Penelitian Instrumen keuangan merupakan kontrak yang mengakibatkan timbulnya aset keuangan bagi satu entitas dan kewajiban keuangan atau instrumen ekuitas bagi entitas
BAB 1. Pendahuluan. untuk pengambilan keputusan oleh berbagai macam pihak berkepentingan seperti
BAB 1 Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Masalah Laporan keuangan pada sebuah perusahaan disusun untuk tujuan tertentu. Menurut FASB, tujuan pelaporan keuangan adalah untuk membantu membuat keputusan, menilai
BAB I PENDAHULUAN UKDW. dunia. Selama tahun tersebut siklus laporan keuangan untuk International Financial
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Tahun 2005 merupakan permulaan pasar di era globalisasi dan genap 30 tahun untuk membuat aturan atas pelaporan keuangan untuk perusahaan kapital diseluruh
BAB I PENDAHULUAN. (Statement Membership Obligation), yang mensyaratkan antara lain penggunaan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan bagian dari IFAC, yang harus tunduk pada SMO (Statement Membership Obligation), yang mensyaratkan antara lain penggunaan IFRS (International
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Rendahnya penerapan corporate governance merupakan salah satu hal yang memperparah terjadinya krisis di Indonesia pada pertangahan tahun 1997. Hal ini ditandai
BAB I PENDAHULUAN. serta perubahan politik yang tidak menentu (Erikson dalam Dewanto, 2010).
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Lingkungan bisnis saat ini memiliki karakteristik yang dinamis, kompleks, berkaitan dengan perubahan teknologi, keterbatasan sumber daya, ekonomi global serta perubahan
1. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pariwisata saat ini telah menjadi salah satu motor penggerak ekonomi dunia terutama dalam penerimaan devisa negara melalui konsumsi yang dilakukan turis asing terhadap
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. PSAK 1 tentang penyajian laporan keuangan. a. Definisi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) adalah standar yang digunakan untuk pelaporan keuangan
LD NO.14 PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN GARUT NOMOR 14 TAHUN 2012 TENTANG PENANAMAN MODAL I. UMUM
I. UMUM PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN GARUT NOMOR 14 TAHUN 2012 TENTANG PENANAMAN MODAL 1. Pembangunan daerah merupakan bagian integral dari pembangunan nasional, sebagai upaya terus menerus
BAB I PENDAHULUAN. Krisis ekonomi dan politik yang terjadi pada pertengahan tahun 1997
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Krisis ekonomi dan politik yang terjadi pada pertengahan tahun 1997 sampai sekarang, memberikan pengaruh yang besar terhadap perkembangan dunia bisnis di Indonesia.
ALASAN PERLUNYA KONVERGENSI IFRS DI INDONESIA
ALASAN PERLUNYA KONVERGENSI IFRS DI INDONESIA A. PENDAHULUAN Globalisasi mendorong tumbuhnya perusahaan-perusahaan global di berbagai negara, dimana terciptanya bentuk hubungan yang tidak terbatas antar
BAB I PENDAHULUAN. perkembangan yang begitu pesat hal ini ditandai dengan munculnya industri baru
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada era globalisasi seperti saat ini perekonomian dunia mengalami perkembangan yang begitu pesat hal ini ditandai dengan munculnya industri baru yang berbasis
BAB I PENDAHULUAN. Corporate social responsibility (CSR) merupakan klaim agar. perusahaan tak hanya beroperasi untuk kepentingan para pemegang saham
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Corporate social responsibility (CSR) merupakan klaim agar perusahaan tak hanya beroperasi untuk kepentingan para pemegang saham (shareholders) tapi juga untuk
