BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA"

Transkripsi

1 BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA 4.1 Pernyataan Misi Pada tahapan awal perancangan dan pengembangan produk dilakukan proses perencanaan produk yang berupa pernyataan misi proyek yang nantinya akan digunakan sebagai masukan dan petunjuk bagi tahapan selanjutnya. Pada pernyataan misi terdapat uraian mengenai poduk sepatu yang akan dikembangkan. Pasar utama dari sepatu ini adalah anak muda yang masih enerjik dan selalu ingin tampil beda. Sedangkan untuk pasar kedua diambil segmen pekerja yang memiliki mobilitas tinggi dan berjiwa muda. Untuk asumsi dan batasan, produk akan disesuaikan dengan kebutuhan konsumen, sehingga apa yang diinginkan oleh konsumen dapat direpresentasikan dengan baik. Produk yang ingin dibuat akan diproduksi di Indonesia, namun jalur pemasarannya akan dilakukan dengan skala internasional yang menyasar kepada e-bussines.

2 69 Tabel 4.1 Mission Statement Product Name By Uraian produk : Mission Statement : My Shoes : Nizar Susilo R Sepatu yang kreatif dan inovatif. Memiliki fitur yang berbeda dengan sepatu yang telah ada di pasaran saat ini. Sebuah sepatu dari konsumen dan untuk konsumen. Sasaran bisnis utama Pasar utama Pasar kedua Asumsi-asumsi dan batasan Stakeholder Memperoleh proporsi pasar 25% Membuat fungsi baru dari sebuah sepatu Disain yang berbeda dari semua sepatu yang ada Perkenalan produk yang pertama dilakukan pada kuartal pertama tahun 2009 Murid SMA Mahasiswa Pekerja yang berjiwa muda Produk disesuaikan dengan kebutuhan konsumen Produksi dilakukan di Indonesia Pemasaran dilakukan dengan skala internasional Pembeli dan pengguna Operasional manufaktur Distributor Pengecer

3 Pengumpulan Data Identifikasi Kebutuhan Konsumen Untuk pengumpulan data kebutuhan konsumen ( kuesioner pendahuluan ) dilakukan menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 100 orang pengguna sepatu dengan teknik wawancara. Nama : Pewawancara : Umur : Tanggal : Apakah anda sering memakai sepatu saat bepergian keluar rumah? ( jika jawabannya adalah tidak, saya mengucapkan terima kasih, anda tidak perlu melanjutkan ke pertanyaan berikutnya ) Pertanyaan Pernyataan Pelanggan Interpretasi Kebutuhan Hal apa yang anda perhatikan saat akan membeli atau memilih sepatu? Apa yang anda tidak suka dari sepatu yang ada sekarang? Apakah ada usulan lain untuk sepatu yang baru? Gambar 4.1 Contoh Kuesioner Pendahuluan Dari data kuesioner yang telah diajukan kepada responden, didapatkan jawaban-jawaban yang dapat diinterpretasikan. Hasil dari interpretasi ini kemudian

4 71 dijadikan acuan dalam pembuatan atribut dan taraf atribut bagi tahapan analisis konjoin. 4.3 Pengolahan Data Analisis Konjoin ( Conjoint Analysis ) Conjoint analysis atau analisis konjoin adalah teknik multivariate yang digunakan untuk memahami bagaimana responden mengembangkan preferensi terhadap suatu produk atau jasa. Hal ini didasarkan pada premis bahwa konsumen menilai produk, jasa, atau ide dengan cara mengkombinasikan jumlah nilai dari masing-masing atribut yang terpisah. Utilitas sebagai ukuran nilai dalam analisis konjoin bersifat subjektif judgement preferensi unik dari setiap individu. Data conjoint analysis didapat dari urutan kartu profil dalam kuesioner. Dalam penelitian ini, metode presentasi yang digunakan adalah full profile dan metode yang digunakan adalah metode non metrik yang menggunakan skala ordinal, yaitu berupa ranking (Rank). Proses analisis konjoin dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Tahap pertama merupakan penetapan tujuan conjoint analysis, menetapkan atribut-atribut yang dipentingkan dalam sebuah sepatu yang diperoleh dari hasil interpretasi kebutuhan konsumen. 2. Tahap kedua berupa perancangan conjoint analysis dimulai dari merancang stimuli dengan menetapkan atribut yang akan dipakai, menetapkan atribut dan taraf atribut, menetapkan model dasar yaitu aditif untuk mendapatkan nilai total dari kombinasi atribut dengan menjumlahkan nilai masing-masing

5 72 atribut, metode pengumpulan data dengan full profile yang dapat mengurangi jumlah kombinasi dengan fractional factorial design, menciptakan stimuli dengan mengevaluasi stimuli satu per satu, memilih ukuran preferensi stimuli yaitu dengan ranking. 3. Tahap ketiga adalah membuat asumsi dalam analisis, dalam penelitian ini tidak ada asumsi yang digunakan 4. Tahap keempat, evaluasi hasil, dilakukan dengan menguji korelasi antara ranking disagregat dan agregat, yaitu ranking responden pertama dengan ranking seluruh responden dengan uji Kendall karena data ranking berupa data ordinal, namun pengujian dilakukan saat validasi hasil pada tahap enam karena harus menghitung rata-rata ranking dan pengurutan ulang. 5. Tahap kelima interprestasi hasil dengan melakukan perhitungan manual agregat dan disagregat, untuk menghitung nilai kegunaan taraf atribut dan tingkat kepentingan atribut. 6. Tahap keenam adalah validasi hasil untuk menjamin bahwa sampel dapat mewakili populasi. 7. Tahap ketujuh adalah dengan kegunaan hasil dengan menghitung nilai skor kombinasi dan menghitung probabilitas memilih profil. Maka hasil yang akan diperoleh adalah data preferensi atribut dan kombinasi atribut yang optimal. Untuk poin-poin penting pada tahap-tahap di atas, dijabarkan secara mendetail pada tahapan di bawah ini, seperti penetapan atribut dan taraf atribut, desain stimuli pada langkah kedua, perhitungan nilai kegunaan taraf atribut dan tingkat kepentingan

6 73 atribut disagaregat dan agregat pada tahap kelima, dan lain lain. Hal ini dilakukan karena mengikuti langkah penggerjaan manual Penetapan Atribut dan Taraf Atribut Berdasarkan hasil dari interpretasi kebutuhan konsumen didapatkan beberapa atribut dan taraf atribut yang dinilai penting dalam sebuah sepatu. Keenam atribut dan taraf-tarafnya dapat dilihat pada tabel 4.2. Tabel 4.2 Atribut dan Taraf Atribut Sepatu No. Atribut Taraf Atribut 1 Tipe Casual Athletic Work 2 Desain Simple Cheerful Limited 3 Bahan Canvas Kulit Karet 4 Opening Tali Straps Slip On 5 Harga < Rp > Rp Fitur Dapat menjadi sendal Anti air Atribut dan taraf-tarafnya ini kemudian diajukan kepada konsumen dalam bentuk kuesioner. Kuesioner disebarkan kepada 300 orang konsumen yang mengikuti teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Taro Yamane atau Slovin yang terdapat pada metode pemecahan masalah. Hasilnya adalah sebagai berikut.

7 74 Tabel 4.3 Data Perangkingan Atribut dan Taraf Atribut Sepatu No. Atribut Mean Rangking 1 Tipe 925 3, Desain 551 1, Bahan , Opening , Harga , Fitur 641 2,14 2 Dari hasil perangkingan yang terdapat pada tabel 4.3, didapatkan tiga atribut dan tarafnya yang dinilai paling penting bagi konsumen. Tabel 4.4 Hasil Perangkingan Atribut dan Taraf Atribut Sepatu No. Atribut Taraf Atribut 1 Desain Simple Cheerful Limited 2 Fitur Dapat menjadi sendal Anti air 3 Tipe Casual Athletic Work Mendesain Stimuli Stimuli merupakan kombinasi antara atribut atau faktor pada produk dengan taraf. Kombinasi stimuli ini akan diurutkan oleh responden menurut tingkat preferensinya melalui kartu profil. Dari 3 atribut dan 8 taraf atribut tersebut,

8 75 didapatkan jumlah kombinasi yang mungkin untuk disusun sebanyak 18 kombinasi ( diperoleh dari hasil perkalian tiap taraf atribut = 3 x 2 x 3 ). Jika ke-18 kombinasi tersebut digunakan, dapat menyulitkan responden dalam mengurutkan kombinasi-kombinasi tersebut. Responden akan sulit memberi jawaban konsisten, membutuhkan waktu yang lama dan akhirnya responden menjawabnya dengan tidak sesuai dengan kenyataan sehingga hasil yang diperoleh tidak akurat. Untuk dapat mereduksi kombinasi tersebut, dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu: 1. Membuat stimuli dengan prosedur syntax - Dari program SPSS, biarkan data editor dalam keadaan kosong - Pilih menu file, New, pilih syntax. - Ketik pada syntax editor: ORTHOPLAN /FACTORS= FAKTOR1 nama faktor1 ( taraf1 faktor1 taraf2 faktor2 ) FAKTOR2 nama faktor2 ( taraf1 faktor1 taraf2 faktor2 ) (diteruskan untuk semua faktor dan taraf yang ada) /HOLDOUT=0 SAVE OUTFILE= nama file untuk menyimpan.sav - Pilih Run, pilih All. Dapat terbentuk kombinasi pada data view

9 76 2. Membuat stimuli dengan prosedur orthogonal - Dari menu bar, pilih Data, Orthogonal Design, Generate - Masukan minimal 1 faktor. Masukan nama faktor pada kolom Factor Name dan Factor Label. Klik Add untuk menambahkan faktor tersebut dan dapat menghapusnya dengan cara memilih faktor tersebut pada list dan klik Remove. Untuk merubahnya, pilih dari list dan klik Change. - Definisikan value tiap faktor : Pilih faktor pada list dan klik Define Values, isi semua value, klik continue. Jika semua faktor selesai, klik OK - Untuk menampilkan stimuli, pilih Data, Orthogonal Design, Display. - Pindahkan semua faktor yang akan dikombinasikan ke Factors list. - Klik OK, maka akan didapat kombinasi faktor-faktor tadi pada output. Setelah menggunakan metode fractional factorial design dengan bantuan software SPSS versi 13 sehingga dihasilkan 12 kombinasi pada tabel 4.5. Setelah dievaluasi satu per satu, dapat dianggap bahwa semua kombinasi ini dapat digunakan untuk mengetahui preferensi konsumen dengan jelas.

10 77 Tabel 4.5 Profil-Profil Hasil Fractional Factorial Design No. Desain Fitur Tipe 1 Simple Dapat menjadi sendal Casual 2 Dapat menjadi sendal Athletic 3 Anti air Work 4 Anti air Casual 5 Cheerful Dapat menjadi sendal Casual 6 Dapat menjadi sendal Athletic 7 Anti air Work 8 Anti air Casual 9 Limited Dapat menjadi sendal Casual 10 Dapat menjadi sendal Athletic 11 Anti air Athletic 12 Anti air Work Nilai Kegunaan Taraf Atribut dan Tingkat Kepentingan Atribut Disagregat Untuk mencari nilai kegunaan taraf faktor dan tingkat kepentingan faktor disagerat, dilakukan dengan dua cara seperti berikut ini : 1. Menggunakan Software SPSS 13 dengan program syntax a. Dari program SPSS, biarkan data editor dalam keadaan kosong b. Pilih menu file, New, pilih syntax. c. Ketik pada syntax editor: CONJOINT PLAN='ORTHO.SAV' /DATA='DATA.SAV' /RANK =PREF1 TO PREF12 /SUBJECT=ID

11 78 /FACTORS= nama faktor1 nama faktor2 (dst.) /PRINT=ALL /UTILITY='UTILITY.SAV' /PLOT=SUMMARY. d. Pilih Run. 2. Menggunakan Prosedur Conjoint Analysis ( Perhitungan Manual ) a. Perhitungan Nilai Kegunaan Taraf Atribut Untuk mengetahui nilai kegunaan taraf atribut membutuhkan data urutan stimuli dari 25 kombinasi yang telah diisi responden dengan tahapan : 1. Nilai rata-rata ranking keseluruhan (K) Nilai k diperoleh dengan rumus : Dengan n = jumlah kombinasi. K +1 = n 2 Dalam penelitian ini, jumlah kombinasi atribut (kartu) yang diperoleh melalui design orthogonal adalah 12 kartu K = = 6,5 2 Maka, diperoleh rata-rata ranking keseluruhan adalah 6,5. Langkah berikutnya adalah melakukan perhitungan untuk menduga ranking kombinasi atribut berdasarkan data dari responden. Maka, dilakukan perhitungan dengan menggunakan data responden pertama, dimana urutan rankingnya dapat dilihat pada tabel 4.6.

12 79 Tabel 4.6 Ranking Kartu Konsumen Untuk Responden Pertama No. Desain Fitur Tipe Rank 1 Simple Dapat menjadi sendal Casual 5 2 Dapat menjadi sendal Athletic 4 3 Anti air Work 10 4 Anti air Casual 6 5 Cheerful Dapat menjadi sendal Casual 7 6 Dapat menjadi sendal Athletic 3 7 Anti air Work 12 8 Anti air Casual 11 9 Limited Dapat menjadi sendal Casual 2 10 Dapat menjadi sendal Athletic 1 11 Anti air Athletic 9 12 Anti air Work 8 2. Nilai rata-rata ranking setiap taraf atribut Nilai rata-rata ranking setiap taraf atribut didapatkan dari penjumlahan semua taraf atribut yang kemudian dibagi dengan banyaknya taraf atribut itu sendiri. Sebagai contoh adalah nilai ranking taraf atribut desain simple diperoleh dari kombinasi taraf atribut no.1-4 dengan nilai ranking masing-masing 5, 4, 10, 6. Contoh rata-rata ranking desain simple : Rata rata = = 6, Nilai deviasi Nilai deviasi dapat dihitung dari selisih antara nilai rata-rata ranking dengan nilai rata-rata ranking keseluruhan (K). Contoh nilai deviasi desain simple : Deviasi = 6,25 6,5 = -0,25 4. Nilai kegunaan ( Utilitas )

13 80 Nilai Kegunaan adalah penelitian preferensi subjektif oleh individu yang mewakili nilai keseluruhan dari suatu objek tertentu, dengan mengalikan nilai deviasi dengan -1 untuk menunjukkan bahwa utilitas terbesar merupakan taraf atribut yang disukai dari masing-masing atribut. Tabel 4.7 Utilitas Setiap Taraf Atribut Untuk Responden Pertama No. Atribut Taraf Rata-rata Deviasi Utilitas Atribut Ranking 1 Desain Simple 6,25-0,25 0,25 Cheerful 8,25 1,75-1,75 Limited 5-1,5 1,5 2 Fitur Dapat 3,67-2,83 2,83 menjadi sendal Anti air 9,33 2,83-2,83 3 Tipe Casual 6,2-0,3 0,3 Athletic 4,25-2,25 2,25 Work 10 3,5-3,5 Berdasarkan tabel 4.7, maka kita dapat mengetahui preferensi taraf untuk setiap atribut yang dipilih adalah taraf dengan nilai utilitas terbesar diantara taraf-taraf lainnya didalam atribut tersebut. Contohnya pada atribut desain, taraf atribut yang dipilih adalah limited dengan nilai utilitas 1,5 dimana merupakan yang paling besar diantara taraf atribut simple dan cheerful dengan nilai utilitas masing-masing 0,25 dan -1,75. Untuk atribut fitur, yang dipilih adalah taraf dapat menjadi sendal. Sedangkan tipe yang dipilih adalah athletic.

14 81 b. Perhitungan Tingkat Kepentingan Atribut 1. Jumlah Deviasi Kuadrat Nilai ini diperoleh dengan cara menjumlahkan semua nilai kuadrat dari nilai deviasi setiap taraf atribut pada tabel 4.7. JDK = ( 0,25) + ( 1,75) + ( 1,5 ) ( 3,5) = 38, 8 2. Nilai Baku Nilai baku adalah rasio antara jumlah taraf atribut dengan jumlah deviasi kuadrat (JDK). Jumlah taraf atribut adalah 8, maka nilai bakunya adalah NB = 8 = 0,21 38,8 3. Koefisien Taraf Atribut Nilai ini diperoleh dengan cara mengakarkan kuadrat nilai deviasi yang telah dikalikan dengan nilai baku. Sebagai contoh, untuk desain simple : KoefisienT arafatribut 2 = ( 0,25) x0,21 = 0,115 Tanda koefisien di atas adalah positif atau plus, dari kebalikan tanda deviasi yang menunjukkan semakin rendah rankingnya maka preferensi responden semakin tinggi. 4. Range Atribut Nilai Range setiap atribut diperoleh dengan mengurangkan nilai koefisien taraf atribut terbesar dari atribut ke-i dengan nilai koefisien taraf atribut terkecil untuk faktor ke-i. Contoh, range atribut desain = 0,69 (-0,8) = 1,49

15 82 5. Total Range Atribut Nilai ini didapatkan dengan cara menjumlahkan range semua atribut yang ada. Total range = range desain + range fitur + range tipe = 1,49 + 2, ,63 = 6, Tingkat Kepentingan Atribut Tingkat kepentingan atribut merupakan gambaran peran suatu atribut yang mempengaruhi responden dalam memilih suatu produk. Nilai ini diperoleh dengan membagi range atribut dengan total range atribut. Sebagai contoh, tingkat kepentingan atribut tipe adalah TingkatKep entinganatributdesain 1,49 = x100% = 22,2% 6,714 Hasil perhitungan lengkap dari dari seluruh tahapan dapat dilihat pada tabel 4.8. Dari tabel 4.8 dapat diketahui preferensi konsumen dalam pemilihan atribut sepatu berdasarkan urutan tingkat kepentingan atribut dari yang terbesar hingga yang terkecil adalah tipe dengan tingkat kepentingan atribut 39,2%, menyusul atribut fitur dengan tingkat kepentingan 38,6%, dan yang terakhir adalah atribut desain dengan tingkat kepentingan atribut sebesar 2,2%.

16 83 Tabel 4.8 Perhitungan Tingkat Kepentingan Atribut Untuk Responden Pertama No. Atribut Taraf Atribut Ratarata Ranking Deviasi Deviasi Kuadrat Koefisien Range Tingkat Kepentingan (%) 1 Desain Simple 6,25-0,25 0,0625 0,115 1,49 22,2 Cheerful 8,25 1,75 3,0625-0,8 Limited 5-1,5 2,25 0,69 2 Fitur Dapat menjadi sendal 3,67-2,83 8,0089 1,297 2,594 38,6 Anti air 9,33 2,83 9,0089-1,297 3 Tipe Casual 6,2-0,3 0,09 0,137 2,63 39,2 Athletic 4,25-2,25 5,0625 1,03 Work 10 3,5 12,25-1,6 Total 31,787 6, ,00 Preferensi pemilihan sepatu yang dinilai responden pertama sebagai kombinasi terbaik dapat dilihat pada tabel 4.9. Tabel 4.9 Preferensi Atribut dan Taraf Atribut Untuk Responden Pertama No. Atribut Taraf Atribut 1 Desain Limited 2 Fitur Dapat menjadi sendal 3 Tipe Athletic Nilai Kegunaan Taraf Atribut dan Tingkat Kepentingan Atribut Agregat Untuk memperoleh nilai kegunaan taraf atribut dan tingkat kepentingan atribut agregat dapat digunakan salah salah satu dari alternatif berikut ini.

17 84 1. Menggunakan software SPSS dengan program syntax Sebagai data untuk dimasukan kedalam program syntax, harus mengurutkan kembali preferensi pemilihan sepatu dari semua responden. Langkah pertama adalah dengan menghitung rata-rata ranking untuk tiap kombinasi, kemudian mengurutkan kembali masing-masing profil untuk seluruh responden. Setelah memperoleh ranking agregat yang baru untuk masing-masing kombinasi, maka dapat dijalankan proses analisis konjoin dengan syntax conjoint analysis, kemudian akan didapatkan hasil nilai kegunaan taraf atribut dan tingkat kepentingan atribut agregat. 2. Menggunakan prosedur analisis konjoin A. Perhitungan Nilai Kegunaan Taraf Atribut Sebelum melakukan perhitungan nilai kegunaan taraf atribut harus diketahui terlebih dahulu urutan ranking dari masing-masing profil dari keseluruhan responden. Tabel 4.10 Ranking Kartu Profil Untuk Seluruh Responden No. Desain Fitur Tipe Rank 1 Simple Dapat menjadi sendal Casual 3 2 Dapat menjadi sendal Athletic 5 3 Anti air Work 11 4 Anti air Casual 7 5 Cheerful Dapat menjadi sendal Casual 4 6 Dapat menjadi sendal Athletic 6 7 Anti air Work 12 8 Anti air Casual 10 9 Limited Dapat menjadi sendal Casual 1 10 Dapat menjadi sendal Athletic 2 11 Anti air Athletic 8 12 Anti air Work 9

18 85 Setelah mengetahui ranking untuk masing-masing profil, maka perhitungan dilakukan kembali seperti pada tahap nilai kegunaan taraf atribut dan tingkat kepentingan atribut disagregat, mulai dari menghitung rata-rata ranking keseluruhan, hingga menghitung nilai kegunaan. Hasilnya dapat dilihat pada tabel No. Tabel 4.11 Perhitungan Tingkat Kepentingan Atribut Untuk Seluruh Responden Atribu t 1 Desai n Taraf Atribut 2 Fitur Dapat menjadi sendal Ratarata Rankin g Devias i Devias i Kuadra t Koefisie n Rang e Tingkat Kepentinga n (%) Simple 6, ,284 20,46 Cheerfu 8 1,5 2,25-0,642 l Limited 5-1,5 2,25 0,642 3, ,283 2,566 40,88 Anti air 9, ,283 3 Tipe Casual 5-1,5 2,25 0,642 2,426 38,66 Athletic 5,25-1,25 1,5625 0,535 Work 10,67 4,17 17,389-1,784 Total 43,7 6, ,00 B. Nilai Taraf Atribut Untuk mengetahui preferensi taraf-taraf atribut dalam pemilihan sepatu, dapat dilakukan dengan cara melakukan perhitungan nilai taraf atribut yang merupakan nilai kegunaan taraf atribut yang telah dikonversikan pada skala yang sama sehingga semua atribut dapat dibandingkan. Berikut ini adalah langkah-langkahnya : 1. Nilai utilitas terendah dari setiap atribut dijadikan nol

19 86 2. Nilai utilitas setiap taraf atribut ke-i dijumlahkan dengan nilai pembuat nol atribut ke-i tersebut. Hasilnya dapat dilihat pada tabel Tabel 4.12 Utilitas Penyesuaian No. Atribut Taraf Atribut Utilitas Utilitas Penyesuaian 1 Desain Simple 0 1,5 Cheerful -1,5 0 Limited 1,5 3 2 Fitur Dapat menjadi 3 6 sendal Anti air Tipe Casual 1,5 5,67 Athletic 1,25 5,42 Work -4, Mencari nilai konstanta yang diperoleh dari nilai kegunaan taraf atribut penyesuaian tertinggi diubah menjadi 100 pada kolom nilai pada tabel Nilai kegunaan taraf atribut penyesuaian tertinggi adalah fitur dapat menjadi sendal sebesar 6. Sehingga nilai konstantanya adalah sebagai berikut 100 NilaiKons tan ta = = 16, Menghitung nilai taraf atribut dengan cara mengalikan nilai utilitas penyesuaian setiap taraf atribut dengan nilai konstanta. Contohnya pada desain simple, nilai taraf atributnya adalah sebagai berikut Nilai Taraf Atribut Desain Simple = 1,5 x 16,67 = 25,01 Hasil perhitungan lengkap dapat dilihat pada tabel 4.13.

20 87 Tabel 4.13 Nilai Taraf Atribut Agregat No. Atribut Taraf Atribut Utilitas Utilitas Penyesuaian Nilai Taraf Atribut 1 Desain Simple 0 1,5 25,01 Cheerful -1,5 0 0 Limited 1,5 3 50,01 2 Fitur Dapat menjadi sendal Anti air Tipe Casual 1,5 5,67 94,52 Athletic 1,25 5,42 90,35 Work -4, Kombinasi Atribut Optimal Dari nilai taraf atribut yang telah ada, dapat diperoleh nilai preferensi untuk profil simulasi nyata. Produk yang diuji dapat dilihat pada tabel Tabel 4.14 Profil Produk Yang Diuji Produk Desain Fitur Tipe 1 Limited Dapat menjadi Casual sendal 2 Simple Dapat menjadi Athletic sendal 3 Cheerful Anti air Work Skor kombinasi atau nilai skor agregat produk dihitung dengan menggunakan rumus P = K + U + U U i 1 2 j Dimana P i = Nilai skor kombinasi ke-i

21 88 K = Nilai Rata-rata Ranking Keseluruhan / Konstanta U j = Nilai kegunaan taraf atribut ke-j Pada perhitungan nilai skor agregat produk, semua nilai kegunaan U j setiap taraf atribut dapat dilihat dari kolom utilitas pada tabel 4.13 yang disesuaikan dengan tabel Hasil perhitungannya dapat dilihat pada tabel Tabel 4.15 Perhitungan Nilai Skor Agregat Produk Produk Desain Fitur Tipe Konstanta Skor 1 1,5 3 1,5 6,5 12, ,25 6,5 10,75 3-1,5-3 -4,17 6,5-2,17 Setelah mendapatkan skor agregat untuk masing-masing produk, perhitungan kemudian dilanjutkan dengan menghitung probabilitas untuk memilih profil produk yang paling disukai dengan metode BTL ( Bradley-Terry-Luce ). Nilai probabilitas BTL diperoleh dengan cara membagi skor agregat tiap produk dengan total skor agregat seluruh produk, dikalikan dengan 100 %. Sebagai contoh, nilai probabilitas BTL untuk produk 1 adalah 12,5 BTL Produk 1 = x 100% = 59,3% 21,08 Untuk selanjutnya dapat dilihat pada tabel Tabel 4.16 Probabilitas Pemilihan Profil Produk Produk Skor BTL 1 12,5 59,3 % 2 10,75 50,9 % 3-2,17-10,2 %

22 89 Total 21, % Dari tabel 4.16 dapat diketahui bahwa kombinasi yang paling disukai adalah kombinasi pada produk 1 dengan nilai BTL sebesar 59,3 %. Dapat diartikan bahwa konsumen menyukai kombinasi sepatu dengan desain limited, fitur dapat menjadi sendal, serta tipe casual Penghitungan Nilai Asosiasi Dalam menggunakan conjoint analysis, terdapat perhitungan untuk mengetahui tingkat kebaikan dalam menentukan tingkat preferensi kombinasi atribut yang dilakukan melalui perangkingan kartu, yakni dengan melakukan perhitungan korelasi Kendall. Koefisien korelasi Kendall dapat digunakan untuk mengukur tingkat kecocokan antara nilai dugaan dengan nilai sebenarnya. Besarnya nilai korelasi Kendall yang diperoleh dari analisis konjoin adalah 0,727 dengan tingkat signifikansi 0,01 yang berarti hubungannya searah, korelasi kuat, dan hubungannya signifikan. 4.4 Pengolahan Data TRIZ Setelah mengetahui kombinasi optimal dari proses analisis konjoin, tahapan perancangan dan pengembangan produk dilanjutkan pada tahap berikutnya, yaitu TRIZ. TRIZ merupakan metode yang dapat digunakan untuk mencari konsep solusi dalam proses perancangan produk. Solusi yang akan didapatkan hanya secara garis

23 90 besar saja, jadi diperlukan kekreatifitasan pengembang untuk mendapatkan konsep solusi yang terperinci. Proses pengembangan produk harus mempertimbangkan fungsi fungsi dari produk tersebut. Sebagai langkah lanjut untuk dapat mencegah masalah yang timbul pada produk tersebut, maka dengan metode TRIZ dapat dicari alternatif solusi yang sesuai Innovation Situation Questionnaire ( ISQ ) ISQ merupakan pemecahan masalah dengan cara mengamati obyek dan melakukan pemisahan obyek dari fungsi utamanya menjadi sub-sub fungsi bagian obyek. 1. Informasi Mengenai Produk A. Nama Produk : Sepatu B. Fungsi : Bepergian C. Struktur Sistem : - Terdiri dari bagian sol, sol dalam, sol tengah, sol luar, hak, dan bagian atas - Terbagi dalam tipe casual, athletic, dan work D. Lingkungan Sistem : - Digunakan untuk bepergian - Digunakan untuk melindungi kaki dari kotoran dan bahaya lain saat bepergian 2. Sumber Daya

24 91 Bahan yang digunakan biasanya terbuat dari kulit, kanvas, dan karet. Dari hasil identifikasi kebutuhan konsumen ditemukan bahwa sepatu yang ada di pasaran sekarang ini belum mampu menginterpretasikan kebutuhan konsumen. 3. Informasi Mengenai Situasi Masalah A. Pada kondisi saat ini, hampir keseluruhan kegiatan seperti bersekolah, kuliah, bekerja, bahkan untuk keperluan refreshing, mengharuskan penggunaan sepatu. Namun pada saat kegiatan tersebut telah selesai, banyak konsumen yang memilih untuk menggantinya dengan sendal agar dapat lebih santai dan leluasa. Namun untuk membawa sepatu dan sendal secara bersamaan dinilai terlalu merepotkan, terutama bagi mereka yang tidak memiliki tempat yang besar dan tidak bepergian dengan kendaraan pribadi. B. Anak-anak muda dikenal sangat enerjik dan selalu ingin tampil beda. Mereka ingin memakai produk yang membuat mereka tampak bagus, menarik, mengikuti gaya zaman sekarang, namun produk tersebut tidak pasaran atau tidak sama dengan milik orang lain Problem Formulation Problem Formulation ( PF ) dimulai dengan menentukan Primary Useful Function ( PUF ), yaitu fungsi utama dari produk, dan Primary Harmful Function ( PHF ) yang merupakan bahaya utama yang timbul dari suatu produk, kemudian

25 92 dijabarkan fungsi ( UF ) dan bahaya lain ( HF ) yang berkaitan dengan produk tersebut. 1. Hubungan antara PUF dengan 3 UF Gambar 4.2 Hubungan Antara PUF dengan 3 UF 2. Hubungan antara PHF dengan 3 HF

26 93 Gambar 4.3 Hubungan Antara PHF dengan 3 HF 3. Hubungan antara PUF dan PHF

27 94 Gambar 4.4 Hubungan Antara PUF dengan PHF Problem Statement

28 95 Berikut ini akan dijelaskan mengenai hubungan antara UF dengan HF pada produk sepatu yang akan dirancang dan dikembangkan. Membawa sepatu dan sendal Diperlukan untuk Bepergian Membawa sepatu dan sendal Menyebabkan Tempat terlalu besar Tempat terlalu besar Menyebabkan Tidak menarik Fashion Diperlukan untuk Bepergian Fashion Menyebabkan Desain pasaran Desain pasaran Menyebabkan Tidak menarik Melindungi kaki dari kotoran Diperlukan untuk Bepergian Melindungi kaki dari kotoran Menyebabkan Tipe rumit Tipe rumit menyebabkan Menyebabkan Tidak menarik Elimination Function Dalam produk sepatu, terdapat beberapa fungsi yang dipakai untuk mengatasi harmful function, yaitu. Fitur dapat menjadi sendal Mengatasi Tempat terlalu besar Tipe casual Mengatasi Tipe rumit Desain limited Mengatasi Desain pasaran Namun dalam proses elimination function, masih terdapat HF yang ditimbulkan oleh UF, oleh karena itu dilakukan lagi eliminasi terhadap HF. Desain dapat dibuat konsumen Mengatasi Biaya produksi mahal

29 96 Dari hasil hubungan-hubungan sebelumnya, dapat ditambahkan pula mekanisme yang akan diambil beserta material yang akan dipakai. Hal ini dilakukan untuk mempermudah proses arsitektur produk dan design for manufacturing. Seluruh fungsi yang berguna dan fungsi yang berbahaya telah diutarakan, pada gambar 4.5 dapat dilihat interaksi antara fungsi yang berguna dan fungsi yang berbahaya Analisis Kontradiksi Gambar 4.5 Diagram Alir Hubungan Seluruh Fungsi

30 97 Metode ini menggunakan tabel kontradiksi untuk menentukan prinsip-prinsip yang akan dipakai dalam perancangan dan pengembangan produk melalui 39 parameter dan 40 prinsip dari TRIZ. Dilihat dari permasalahan yang ada, maka dapat diambil parameter yang dapat mewakili permasalahan, serta prinsip untuk mengatasi permasalahan, untuk dijadikan tabel kontradiksi Secara jelasnya dapat dilihat pada tabel Tabel 4.17 Tabel Kontradiksi Worsening Lenght of Area of Volume of Feature moving object moving object moving object Improving Feature Shape 29, 34, 5, 4 5, 34, 4, 10 14, 4, 15, 22 Stability of the object s 13, 15, 1, 28 2, 11, 13 28, 10, 19, 39 composition Reliability 15, 9, 14, 4 17, 10, 14, 16 3, 10, 14, 24 Ease of operation 1, 17, 13, 12 1, 17, 13, 16 1, 16, 35, 15 Adaptability or Versatility 35, 1, 29, 2 35, 30, 29, 7 15, 35, 29 Dari hasil tabel kontradiksi terpilih beberapa prinsip yang direkomendasikan untuk mengatasi permasalahan yang ada. Prinsip-prinsip yang direkomendasikan

31 98 adalah prinsip 1, 4, 10, 13, 14, 15, dan 35. Untuk mengetahui secara jelas mengenai prinsip-prinsip yang telah terpilih, dapat dilihat pada tabel Tabel 4.18 Rekomendasi Prinsip No. No. Prinsip Nama Prinsip 1 1 Segmentation 2 4 Asymmetry 3 10 Preliminary Action 4 13 The Other Way Around 5 14 Spheroidality 6 15 Dynamics 7 35 Parameter Changes Berikut ini adalah keterangan dari masing-masing prinsip : 1. Segmentation : Membagi obyek menjadi bagian yang mampu berdiri sendiri 2. Asymmetry : Mengganti bentuk simetris dengan bentuk asimetris dari obyek 3. Preliminary Action : Susun obyek sehingga dapat digunakan tanpa ada waktu yang terbuang untuk menunggu tindakan 4. The Other Way Around : Lakukan tindakan sebaliknya / bertentangan untuk menyelesaikan masalah 5. Sphereoidality : Ganti bagian yang datar dengan bagian yang lengkung

32 99 6. Dynamics : Membagi obyek menjadi elemen-elemen yang mampu untuk mengubah posisi 7. Parameter Changes : Ganti jumlah keseluruhan dari obyek, besar massa, atau tingkat fleksibilitas. 4.5 Arsitektur Produk Dari hasil analisis konjoin didapatkan kombinasi optimal dari sepatu, yaitu desain limited, fitur dapat menjadi sendal, serta tipe casual. Hasil dari rekomendasi prinsip pada tahapan TRIZ yang telah didapatkan akan diimplementasikan kedalam arsitektur produk. Berikut ini adalah beberapa hasil dari implementasi prinsip tersebut. 1. Segmentation : Sepatu dapat dirubah menjadi sepatu sendal, dan sendal. Komponennya terdiri dari 3 komponen utama, dimana setiap bagian tidak saling berketergantungan. 2. Asymmetry : Bentuk dari sepatu dapat berubah sesuai dengan keadaan pemakai. 3. Preliminary Action : Bagian-bagian sepatu dapat dipasang dan dilepas dengan mudah dengan bantuan connector. 4. The Other Way Around : Sepatu dapat dirubah menjadi sepatu sendal dan sendal. Hal ini untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan tempat menyimpan yang terlalu besar. 5. Sphereoidality : Bagian-bagian sepatu menghindari bentuk datar atau kotak.

33 Dynamics : Komponen sepatu dibagi menjadi 3 komponen, sehingga pemakai dapat menyesuaikan keadaan dengan mudah. 7. Parameter Changes : Sepatu dibuat dengan sangat fleksibel, mudah untuk dipakai dan disimpan. Berikut ini adalah hasil terjemahan dari kombinasi optimal analisis konjoin beserta implementasi rekomendasi prinsip TRIZ yang telah terpilih, yang kemudian dijadikan suatu rancangan desain.

34 Gambar 4.6 Bagian Terpisah Sepatu 101

35 102 Sepatu terdiri dari tiga komponen utama, yaitu bagian sepatu, bagian sepatu sendal, dan bagian sendal, serta satu komponen pendukung, yaitu bagian koneksi. Bagian koneksi terdapat pada bagian sepatu dan bagian sepatu sendal. Bagian ini berfungsi sebagai pengait antara bagian sepatu dan bagian sepatu sendal, dengan bagian sendal. Cara memakainya adalah bagian koneksi dikaitkan kedalam lubang yang telah tersedia pada bagian sendal. Bagian sepatu berfungsi seperti casing, terbuat dari bahan yang elastis. Pada saat bagian sepatu sendal telah tersambung dengan bagian sendal, sarungkan bagian sepatu mulai dari depan, dan tarik hingga ke belakang, sehingga akan terbentuk sepatu seperti pada gambar dibawah ini. Gambar 4.7 Penggabungan Bagian Sepatu

36 103 Sepatu dapat didesain sesuai dengan keinginan konsumen. Pendesainan dilakukan dengan menggunakan cat acrylic dan tinner yang telah tersedia dalam paket penjualan. Apabila terjadi kesalahan pada proses pendesainan, cat acrylic dapat dihapus dengan menggunakan tinner. Pada keseluruhan bagian-bagian sepatu, dapat dilakukan proses pendesainan. Dengan demikian, konsumen dapat dengan bebas mendesain sepatunya dan membuatnya menjadi sepatu yang berbeda. Gambar 4.8 Contoh Sepatu Yang Telah Didesain

37 104 Hanya dengan melepas bagian sepatu dan bagian koneksi, sepatu dapat berubah menjadi sepatu sendal. Contohnya dapat dilihat pada gambar 4.9. Sedangkan untuk menjadikan sepatu menjadi sendal, yang harus dilakukan hanya melepaskan bagian sepatu sendal dan bagian koneksi. Contohnya dapat dilihat pada gambar Gambar 4.9 Contoh Sepatu Menjadi Sepatu Sendal

38 105 Gambar 4.10 Contoh Sepatu Menjadi Sendal Tempat untuk menyimpan sepatu merupakan salah satu tools yang penting. Pada produk ini, kotak sepatu didesain secara khusus untuk menyesuaikan kelebihan dari produk. Kotak sepatu terlihat lebih ramping, karena dalam penyimpanan, bagianbagian My Shoes dapat dilepaskan, sehingga dapat menghemat tempat. My Shoes ditujukan untuk anak muda, sehingga kotak sepatu didesain secara menarik agar tidak menjadi tempat menyimpan yang sekedarnya, namun dapat menjadi salah satu bagian dari produk itu sendiri serta menjadi salah satu alat untuk promosi.

39 Gambar 4.11 Kotak Sepatu 106

40 Design For Manufacturing ( DFM ) Dari metode TRIZ didapatkan beberapa material utama untuk melakukan produksi, yaitu bahan karet, bahan plastik, cat acrylic, dan tinner. Dengan memperoleh informasi tersebut, ditambah dengan hasil dari arsitektur produk, maka dapat dilakukan perhitungan perkiraan biaya produksi. Untuk memperkirakan biaya produksi, digunakan asumsi-asumsi dibawah ini. 1. Perkiraan penjualan My Shoes per tahun adalah unit, sehingga dalam satu bulan diperkirakan produksi sebanyak unit. 2. Asumsi jumlah hari kerja adalah 20 hari dalam sebulan, dengan jam kerja 8 jam dalam sehari. Dengan asumsi ini diperkirakan produksi dalam sehari mencapai 50 unit. 3. Asumsi biaya material per unit dapat diperhitungkan seperti pada tabel 4.19.

41 108 Tabel 4.19 Perkiraan Biaya Material Per Unit No. Material Unit Jumlah Harga ( Rp ) 1 Karet m Plastik Set Cat Acrylic Buah Tinner Liter 0, Packaging Set Total Sehingga biaya material dalam satu bulan adalah Rp x unit = Rp Dan untuk satu tahun adalah Rp x unit = Rp

42 Jumlah sumber daya manusia yang digunakan adalah Tabel 4.20 Sumber Daya Manusia Divisi Sub Divisi Jabatan Jumlah Direksi - Director 1 Marketing - Manager 1 Sales Supervisor 1 Staff 3 Promotion Supervisor 1 Staff 3 Customer Relationship Management Supervisor 1 Staff 3 Development - Manager 1 Product Design & Development Supervisor 1 Staff 2 Bussines Development Supervisor 1 Staff 2 HRD - Manager 1 Recruitment Supervisor 1 Staff 1 Internal Activity Supervisor 1 Staff 2

43 110 Tabel 4.20 Sumber Daya Manusia ( Lanjutan ) Divisi Sub Divisi Jabatan Jumlah Production - Manager 1 Cutting Supervisor 1 Operator 4 Sewing Supervisor 1 Operator 4 Assembling Supervisor 1 Operator 6 PPIC Supervisor 1 Staff 2 General Affair - Manager 1 Cleaning Service Helper 10 Security Helper 4 Total 63 Untuk perkiraan biaya tenaga kerja secara lebih lengkap dapat dilihat pada tabel 4.21.

44 111 Tabel 4.21 Perkiraan Biaya Tenaga Kerja No. Jabatan Jumlah Biaya ( Rp ) Total Biaya ( Rp ) 1 Direktur Manajer Supervisor Staff Operator Helper Total Biaya tenaga kerja dalam 1 tahun adalah Rp x 12 = Rp Biaya tenaga kerja per unit adalah Rp : 1000 unit = Biaya oherhead dibebankan sebesar 10 % dari biaya material dan 80 % dari biaya tenaga kerja, sehingga Biaya overhead = (10% x Rp ) + (80% x Rp ) = Rp Rp = Rp Dari asumsi-asumsi diatas didapatkan biaya produksi per unit adalah BP = TotalBiayaMaterial + TotalBiayaTenagaKerja + Biayaverhead 1000Unit

45 112 = Rp Rp Rp Unit = Rp / Unit 4.7 Analisis Ekonomi Tahapan ini dilakukan untuk memperkirakan gambaran prospek dari penjualan produk ini beberapa periode kedepan. Hasil dari analisis ini akan menentukan keputusan untuk terus menjalankan produksi atau tidak. Perhitungan dilakukan menggunakan Net Present Value ( NPV ). Berikut ini adalah data-data yang dibutuhkan dalam melakukan penghitungan dengan NPV. 1. Perhitungan dilakukan dengan periode 2 tahun, dimana dalam setahun dibagi menjadi 4 kuartal ( 3 bulanan ). Tujuannya adalah agar bentuk tabel menjadi lebih ringkas dan sederhana. 2. Biaya pengembangan diasumsikan sebesar Rp selama 6 bulan yang digunakan untuk keperluan riset, perancangan, pengembangan, dan pembuatan prototype. 3. Pembelian mesin-mesin diasumsikan sebesar Rp yang digunakan untuk pembelian mesin cutting dan mesin sewing. Sedangkan untuk biaya pembelian lahan dan pendirian bangunan sebesar Rp

46 Biaya pemasaran dan pendukung per kuartal diasumsikan sebesar Rp yang digunakan untuk keperluan iklan dalam berbagai media masa, kerjasama, sponsorship, pengelolaan website, serta distribusi. 5. Volume produksi per kuartal adalah 3000 unit dengan harga per unit sebesar Rp Biaya produksi per kuartal adalah Rp Keuntungan penjualan per unit adalah 50 %, sehingga didapatkan keuntungan sebesar Rp Harga penjualan adalah Rp Pendapatan penjualan per kuartal adalah Rp Asumsi bunga kredit pinjaman untuk modal usaha adalah 10% per tahun. Dengan data-data tersebut dapat dilakukan perhitungan menggunakan metode NPV.

47 114 Nilai Dalam Ribuan Biaya Pengemba ngan Tabel 4.22 Net Present Value Tahun 1 Tahun 2 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q Fasilitas Biaya Pemasaran dan P enunjang Biaya P roduksi Volume P roduksi Biaya Per Unit Pendapata n P enjualan Volume P enjualan Harga Per Unit ,5-313,5-313,5-313,5-313,5-313, ,25 470,25 470,25 470,25 470,25 470,25 Aliran Kas Per Periode Nilai saat ini tahun 1, r + 10% Nilai Bersih Untuk Proyek Saat Ini , 315 2, , , , , , ,0 197 Dari tabel 4.22 dapat dilihat bahwa nilai komulatif dari NPV pada kuartal ketiga telah bernilai positif, artinya bahwa break event point ( BEP ) berada pada kuartal tersebut. Modal akan kembali dalam waktu 7-9 bulan. Itu bukan merupakan

48 115 waktu yang lama, mengingat produk sepatu memiliki pangsa pasar yang besar. Siklus produk akan bertahan seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Nilai bersih saat ini adalah Rp ,-. Jumlah tersebut adalah jumlah yang cukup besar. Karena NPV bernilai positif, maka proyek layak untuk dijalankan.

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengumpulan Data 4.1.1 Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini hanya dibatasi di kalangan konsumen teh kemasan dengan umur antara 15 22 tahun di wilayah Jakarta saja. Hal

Lebih terperinci

n = n = BAB 3 HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 Sampel Dan Teknik Pengambilan sampel

n = n = BAB 3 HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 Sampel Dan Teknik Pengambilan sampel BAB 3 HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 Sampel Dan Teknik Pengambilan sampel Responden penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 14 Medan. Data jumlah siswa yang diperoleh adalah sebagai berikut: Tabel 3.1 Jumlah

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis Kebutuhan Penelitian preferensi konsumen terhadap produk pra bayar CDMA didapatkan dengan menyebarkan kuisioner pada mahasiswa Universitas Bina Nusantara jurusan

Lebih terperinci

PENERAPAN ANALISIS KONJOIN PADA PREFERENSI MAHASISWA TERHADAP PEKERJAAN

PENERAPAN ANALISIS KONJOIN PADA PREFERENSI MAHASISWA TERHADAP PEKERJAAN Saintia Matematika ISSN: 2337-9197 Vol. 2, No. 2 (2014), pp. 189 200. PENERAPAN ANALISIS KONJOIN PADA PREFERENSI MAHASISWA TERHADAP PEKERJAAN Wiwit Widyawati Rachmad Sitepu, Normalina Napitupulu Abstrak.

Lebih terperinci

Tahapan yang umumnya dilakukan dalam merancang dan melaksanakan analisis konjoin secara umum adalah sebagai berikut :

Tahapan yang umumnya dilakukan dalam merancang dan melaksanakan analisis konjoin secara umum adalah sebagai berikut : ANALISIS KONJOIN Analisis konjoin adalah suatu teknik analisis yang dapat digunakan untuk menentukan tingkat kepentingan relatif berdasarkan persepsi pelanggan yang dibawa oleh suatu produk tertentu dan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. menjadi kebutuhan pangan, papan dan sandang. Kebutuhan tersebut tidak pernah

BAB 1 PENDAHULUAN. menjadi kebutuhan pangan, papan dan sandang. Kebutuhan tersebut tidak pernah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manusia memiliki beberapa kebutuhan pokok yang dapat dikelompokan menjadi kebutuhan pangan, papan dan sandang. Kebutuhan tersebut tidak pernah lepas untuk menunjang

Lebih terperinci

BAB III Riset Pemasaran

BAB III Riset Pemasaran BAB III Riset Pemasaran Riset pemasaran atau marketing research adalah kegiatan penelitian di bidang pemasaran yang dilakukan secara sistematis mulai dari perumusan masalah, tujuan penelitian, pengumpulan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengembangan Produk Produk merupakan sesuatu yang dijual oleh perusahaan kepada pembeli. Pengembangan produk merupakan serangkaian aktivitas yang dimulai dari analisa persepsi

Lebih terperinci

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA Bagian ini berisi tentang keseluruhan tahapan pengumpulan dan pengolahan data yang dilakukan dalam penelitian. Untuk lebih jelasnya akan diuraikan pada sub bab di

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI 6 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Definisi dan Konsep Bimbingan Belajar Masalah belajar merupakan inti dari masalah pendidikan, karena belajar merupakan kegiatan utama dalam pendidikan dan pengajaran. Perkembangan

Lebih terperinci

ANALISIS KONJOIN FULL-PROFILE UNTUK MENGETAHUI FEATURE TELEPON SELULAR YANG IDEAL DIPASARKAN DI KECAMATAN BANYUMANIK SEMARANG

ANALISIS KONJOIN FULL-PROFILE UNTUK MENGETAHUI FEATURE TELEPON SELULAR YANG IDEAL DIPASARKAN DI KECAMATAN BANYUMANIK SEMARANG ANALISIS KONJOIN FULL-PROFILE UNTUK MENGETAHUI FEATURE TELEPON SELULAR YANG IDEAL DIPASARKAN DI KECAMATAN BANYUMANIK SEMARANG Ayu Anastasia Adhi 1, Diah Safitri 2 1) Alumni Program Studi Statistika, Jurusan

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 19 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Variabel Penelitian Variabel adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek, atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Analisis Konjoin 2.1.1 Pengertian Analisis Konjoin Kata conjoint menurut para praktisi riset diambil dari kata CONsidered JOINTly. Dalam kenyataannya kata sifat conjoint diturunkan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Preferensi Konsumen Menurut Kotler dan Armstrong (2006), preferensi konsumen menunjukkan kesukaan konsumen dari berbagai pilihan produk yang ada. Preferensi konsumen berhubungan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS KONJOIN. Dalam upaya untuk memprediksi preferensi warga mengenai sistem

BAB III ANALISIS KONJOIN. Dalam upaya untuk memprediksi preferensi warga mengenai sistem BAB III ANALISIS KONJOIN Dalam upaya untuk memprediksi preferensi warga mengenai sistem pengelolaan air yang paling diminati, penelitian secara langsung penulisan ini telah mengarah kepada studi kasus

Lebih terperinci

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Penentuan Kansei Word. Langkah awal penentuan kansei word yaitu dengan memberikan beberapa gambar produk dopplet bookcase kepada penguji atau responden yang akan

Lebih terperinci

PERBAIKAN PROSES PERANCANGAN PRODUK INDUSTRIAL LATEX GLOVES DENGAN PENDEKATAN CONCURRENT ENGINEERING TOOLS

PERBAIKAN PROSES PERANCANGAN PRODUK INDUSTRIAL LATEX GLOVES DENGAN PENDEKATAN CONCURRENT ENGINEERING TOOLS PERBAIKAN PROSES PERANCANGAN PRODUK INDUSTRIAL LATEX GLOVES DENGAN PENDEKATAN CONCURRENT ENGINEERING TOOLS TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik

Lebih terperinci

Perbandingan Tingkat Kemudahan Tiga Metode Konjoin pada Preferensi Mahasiswa terhadap Kualitas Dosen STIS

Perbandingan Tingkat Kemudahan Tiga Metode Konjoin pada Preferensi Mahasiswa terhadap Kualitas Dosen STIS SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY S - Perbandingan Tingkat Kemudahan Tiga Metode Konjoin pada STIS Fitri Catur Lestari Sekolah Tinggi Ilmu Statistik [email protected]

Lebih terperinci

APLIKASI ANALISIS KONJOIN UNTUK MENGUKUR PREFERENSI MAHASISWA FMIPA USU DALAM MEMILIH PRODUK PASTA GIGI

APLIKASI ANALISIS KONJOIN UNTUK MENGUKUR PREFERENSI MAHASISWA FMIPA USU DALAM MEMILIH PRODUK PASTA GIGI Saintia Matematika Vol. 1, No. 1 (2013), pp. 63 71. APLIKASI ANALISIS KONJOIN UNTUK MENGUKUR PREFERENSI MAHASISWA FMIPA USU DALAM MEMILIH PRODUK PASTA GIGI Syahfitriani Gim Tarigan, Pengarapen Bangun Abstrak.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan 15 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan Restoran cepat saji adalah salah satu industri di dunia yang berkembang dengan cepat, khususnya di area perkotaan, sebagai tanggapan terhadap gaya

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tempat Penelitian Penelitian akan dilakukan di wilayah DKI Jakarta, yang meliputi daerah Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, serta Jakarta Pusat.

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Product Bundling Product bundling adalah strategi penjualan yang diterapkan di pemasaran. Product bundling mempunyai tujuan untuk memaksimalkan keuntungan dalam berbagai macam

Lebih terperinci

KUESIONER PENELITIAN FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2013

KUESIONER PENELITIAN FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2013 LAMPIRAN 1. Kuesioner Penelitian KUESIONER PENELITIAN FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2013 Dengan Hormat, Dalam rangka melengkapi data yang diperlukan untuk penelitian

Lebih terperinci

3 METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 3.2 Bahan dan Alat 3.3 Metode Penelitian

3 METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 3.2 Bahan dan Alat 3.3 Metode Penelitian 25 3 METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian adalah di PPI Muara Angke Jakarta karena PPI Muara angke berperan penting dalam pemasaran hasil tangkapan di Jakarta (Gambar 1).

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang BAB III METODE PENELITIAN 3.. Metode yang digunakan Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk

Lebih terperinci

Validitas dan Reliabilitas

Validitas dan Reliabilitas 1 Pendahuluan Tujuan pengukuran suatu obyek adalah menghasilkan informasi yang akurat dan obyektif mengenai obyek tersebut. Pengukuran berat suatu logam mulia bertujuan mengetahui berapa gram bobot logam

Lebih terperinci

STATISTIK NONPARAMETRIK (2)

STATISTIK NONPARAMETRIK (2) PERTEMUAN KE-13 Ringkasan Materi: STATISTIK NONPARAMETRIK () 1. Korelasi Spearman Rank Dari semua statistik yang didasarkan atas ranking (peringkat), koefisien korelasi Spearman Rank merupakan statistik

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengembangan Produk Proses Pengembangan produk secara umum terdiri dari tahapan-tahapan atau sering juga disebut sebagai fase. Menurut Karl T. Ulrich dan Steven D. Eppinger dalam

Lebih terperinci

K O R E L A S I. Referensi :

K O R E L A S I. Referensi : K O R E L A S I Referensi : Korelasi ANALISIS KORELASI: Merupakan suatu analisis untuk mengetahui tingkat keeratan hubungan antara dua variabel. Tingkat hubungan tersebut dapat dibagi menjadi tiga kriteria,

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Teori teori yang digunakan sebagai landasan dalam desain dan. implementasi dari sistem ini adalah sebagai berikut :

BAB II LANDASAN TEORI. Teori teori yang digunakan sebagai landasan dalam desain dan. implementasi dari sistem ini adalah sebagai berikut : BAB II LANDASAN TEORI Teori teori yang digunakan sebagai landasan dalam desain dan implementasi dari sistem ini adalah sebagai berikut : 2.1. Sistem Informasi Manajemen Sistem Informasi Manajemen adalah

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Laptop Laptop adalah komputer pribadi yang portable atau mudah dibawa kemana-mana. Nama laptop itu sendiri diambil dari cara orang menggunakan komputer pribadi ini. Dahulu komputer

Lebih terperinci

IV METODE PENELITIAN. 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian

IV METODE PENELITIAN. 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Kusuma Agrowisata yang terletak di Jalan Abdul Gani Atas Batu, Malang, Jawa Timur. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penelitian Persaingan yang semakin ketat, membuat setiap perusahaan harus memiliki suatu keunggulan bersaing agar dapat bertahan dan memenangkan persaingan.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Tabel 3.1 Desain Penelitian. T-2 Survey & Analisis Deskriptif Individu -> konsumen Cross-sectional

BAB III METODE PENELITIAN. Tabel 3.1 Desain Penelitian. T-2 Survey & Analisis Deskriptif Individu -> konsumen Cross-sectional BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Tabel 3.1 Desain Penelitian Tujuan Jenis dan Metode Analisis Unit Analisis Time Horizon T-1 Survey & Importance Performance Analysis serta Analisis Deskriptif

Lebih terperinci

Resume Regresi Linear dan Korelasi

Resume Regresi Linear dan Korelasi Rendy Dwi Ardiansyah Putra 7410040018 / 2 D4 IT A Statistika Resume Regresi Linear dan Korelasi 1. Regresi Linear Regresi linear merupakan suatu metode analisis statistik yang mempelajari pola hubungan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang diteliti oleh peneliti yang berjudul pengaruh atribut produk terhadap minat beli sepeda motor Yamaha MT-25 di Kota Bandung, maka diperoleh

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian merupakan proses mencari sesuatu secara sistematik dengan melakukan metode ilmiah serta aturan-aturan yang berlaku. Untuk menerapkan metode ilmiah

Lebih terperinci

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA. Penentuan Kansei Word ini berdasarkan persepsi atau andangan penguji atau

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA. Penentuan Kansei Word ini berdasarkan persepsi atau andangan penguji atau BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Penentuan Kansei Word Langkah awal penentuan Kansei Word yaitu dengan memberikan beberapa gambar produk Workstation kepada penguji atau responden yang akan di

Lebih terperinci

Statistik Deskriptif untuk Data Nominal dan Ordinal

Statistik Deskriptif untuk Data Nominal dan Ordinal Statistik Deskriptif untuk Data Nominal dan Ordinal Salah satu ciri utama sehingga sebuah data harus diproses dengan metode nonparametrik adalah jika tipe data tersebut semuanya adalah data nominal atau

Lebih terperinci

Bab 1 Pendahuluan 1 7 BAB 1 PENDAHULUAN

Bab 1 Pendahuluan 1 7 BAB 1 PENDAHULUAN BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan dalam bidang fashion yang meningkat saat ini, mendorong masyarakat Indonesia untuk mengikuti mode yang semakin pesat. Tuntutan masyarakat yang

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Konseptual English First Bogor adalah lembaga kursus bahasa Inggris yang menggunakan tenaga pengajar penutur asli bahasa Inggris, memiliki jadwal kursus

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. pada Lampiran 1. Pada survey awal, didapat jenis aplikasi yang dibutuhkan oleh

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN. pada Lampiran 1. Pada survey awal, didapat jenis aplikasi yang dibutuhkan oleh BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Data dan Pembahasan 4.1.1 Survey Jenis Aplikasi Survey awal dilakukan pada 325 orang responden yaitu mahasiswa Fakutas Ilmu Komputer BINUS University tanpa memandang

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Pada era globalisasi seperti sekarang ini, teknologi dan informasi sudah bukanlah hal yang asing bagi masyarakat. Perkembangan teknologi dan informasi semakin sangat

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. ABSTRAK. i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... iv DAFTAR TABEL... vii DAFTAR GAMBAR...ix DAFTAR LAMPIRAN... x

DAFTAR ISI. ABSTRAK. i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... iv DAFTAR TABEL... vii DAFTAR GAMBAR...ix DAFTAR LAMPIRAN... x DAFTAR ISI ABSTRAK. i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... iv DAFTAR TABEL... vii DAFTAR GAMBAR...ix DAFTAR LAMPIRAN... x BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian...... 1 1.2. Identifikasi Masalah....

Lebih terperinci

MODUL V REGRESI, KORELASI, ANALISIS VARIAN, VALIDITAS DAN RELIABILITAS

MODUL V REGRESI, KORELASI, ANALISIS VARIAN, VALIDITAS DAN RELIABILITAS REGRESI, KORELASI, ANALISIS VARIAN, VALIDITAS DAN RELIABILITAS A. TUJUAN PRAKTIKUM Dengan adanya Praktikum Statistika Industri Modul V tentang Regresi, Korelasi, Analisis Varian, Validitas dan Reliabilitas

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Desain penelitian mengenai jenis penelitian, metode penelitian, unit

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Desain penelitian mengenai jenis penelitian, metode penelitian, unit BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian mengenai jenis penelitian, metode penelitian, unit analisis, time horizon berdasarkan tujuan penelitian secara ringkas dijelaskan pada

Lebih terperinci

ANALISIS PREFERENSI WISATAWAN TERHADAP DESTINASI EKOWISATA KEPULAUAN SERIBU DENGAN PENDEKATAN ANALISIS KONJOIN (STUDI KASUS PULAU PRAMUKA) SKRIPSI

ANALISIS PREFERENSI WISATAWAN TERHADAP DESTINASI EKOWISATA KEPULAUAN SERIBU DENGAN PENDEKATAN ANALISIS KONJOIN (STUDI KASUS PULAU PRAMUKA) SKRIPSI ANALISIS PREFERENSI WISATAWAN TERHADAP DESTINASI EKOWISATA KEPULAUAN SERIBU DENGAN PENDEKATAN ANALISIS KONJOIN (STUDI KASUS PULAU PRAMUKA) Oleh Silvy Fauziah 1201001864 SKRIPSI PROGRAM SARJANA EKONOMI

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Definisi operasional yang dimaksud yaitu untuk menghindari kesalahan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Definisi operasional yang dimaksud yaitu untuk menghindari kesalahan BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Definisi Operasional Definisi operasional yang dimaksud yaitu untuk menghindari kesalahan pemahaman dan perbedaan penafsiran yang berkaitan dengan istilah-istilah dalam

Lebih terperinci

PENGENALAN APLIKASI STATISTICAL PRODUCT AND SERVICE SOLUTIONS (SPSS)

PENGENALAN APLIKASI STATISTICAL PRODUCT AND SERVICE SOLUTIONS (SPSS) MODUL 8 PENGENALAN APLIKASI STATISTICAL PRODUCT AND SERVICE SOLUTIONS (SPSS) Tujuan Praktikum : Mahasiswa mengenal aplikasi pengolah data statistik yaitu SPSS Mahasiswa dapat menggunakan aplikasi SPSS

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian dan tujuan rancang fasilitas Wignjosoebroto (2009; p. 67) menjelaskan, Tata letak pabrik adalah suatu landasan utama dalam dunia industri. Perancangan tata letak pabrik

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sebagai mahluk sosial manusia membutuhkan kerjasama, maka dari itu manusia berserikat membentuk suatu tatanan masyarakat berkuasa yang biasa dikenal dengan pemerintahan.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Proses pemberian zat aditif mempunyai peran yang sangat penting dalam perkembangan industri pertanian sekarang ini. Zat aditif yang dimaksud adalah berbagai

Lebih terperinci

UJI VALIDITAS KUISIONER

UJI VALIDITAS KUISIONER UJI VALIDITAS KUISIONER Validitas adalah ketepatan atau kecermatan suatu instrumen dalam mengukur apa yang ingin dukur. Dalam pengujian instrumen pengumpulan data, validitas bisa dibedakan menjadi validitas

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA DATA 4.1. PENDAHULUAN

BAB IV ANALISA DATA 4.1. PENDAHULUAN BAB IV ANALISA DATA 4.1. PENDAHULUAN Pada Bab ini akan dijelaskan mengenai proses analisa data, termasuk gambaran umum data yang di analisa guna mendapatkan jawaban dari pertanyaan penelitian dan pengolahan

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN. yang disesuaikan dengan tujuan penelitian sehingga dapat melakukan analisis. Berikut. Jenis dan Metode. pelanggan.

BAB 3 METODE PENELITIAN. yang disesuaikan dengan tujuan penelitian sehingga dapat melakukan analisis. Berikut. Jenis dan Metode. pelanggan. BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Untuk mengetahui jenis penelitian yang dilakukan, digunakan desain penelitian yang disesuaikan dengan tujuan penelitian sehingga dapat melakukan analisis.

Lebih terperinci

TIN305 - Perancangan dan Pengembangan Produk Materi #1 Genap 2014/2015. TIN305 - Perancangan dan Pengembangan Produk

TIN305 - Perancangan dan Pengembangan Produk Materi #1 Genap 2014/2015. TIN305 - Perancangan dan Pengembangan Produk Materi #1 TIN305 Perancangan dan Pengembangan Produk Deskripsi Mata Kuliah 2 Mata kuliah Perencanaan dan Perancangan Produk memuat tentang tahapan dalam perancangan produk dengan aplikasinya pada dunia

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. dengan menggunakan jenis penelitian eksplanatif dan metode penelitian kuantitatif.

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. dengan menggunakan jenis penelitian eksplanatif dan metode penelitian kuantitatif. BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Jenis dan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan jenis penelitian eksplanatif dan metode penelitian kuantitatif.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan peningkatan taraf hidup kebutuhan seseorang maka pemenuhan kebutuhan hidup tak lagi berbatas pada kebutuhan fisiologis saja, namun kebutuhan akan keselamatan

Lebih terperinci

ISSN : Uji Chi-Square pada Statistika dan SPSS Ari Wibowo 5)

ISSN : Uji Chi-Square pada Statistika dan SPSS Ari Wibowo 5) ISSN : 1693 1173 Uji Chi-Square pada Statistika dan SPSS Ari Wibowo 5) Abstrak Uji Chi-Square digunakan untuk pengujian hipotesa terhadap beda dua proporsi atau lebih. Hasil pengujian akan menyimpulkan

Lebih terperinci

MAKALAH UJI PERLUASAN MEDIAN

MAKALAH UJI PERLUASAN MEDIAN MAKALAH UJI PERLUASAN MEDIAN Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengolahan Data Penelitian Dosen Pengampu : Dr. Nur Karomah Dwidayati, M.Si. Oleh: Sulis Rinawati (0401516042) Retno Indarwati (0401516049)

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. perparkiran di Stikom Surabaya yang menggunakan teknologi RFID (Radio

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. perparkiran di Stikom Surabaya yang menggunakan teknologi RFID (Radio BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Objek Penelitian PARIS (Parking Information System) merupakan sistem informasi perparkiran di Stikom Surabaya yang menggunakan teknologi RFID (Radio Frequency

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Gambaran Umum Amarta Multi Corporation. bagi industri. Berdiri di Yogyakarta sejak tahun 2004.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Gambaran Umum Amarta Multi Corporation. bagi industri. Berdiri di Yogyakarta sejak tahun 2004. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Amarta Multi Corporation Amarta Multi Corporation adalah sebuah perusahaan penyedia jasa pelatihan dan konsultasi Sumber Daya Manusia bagi industri.

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Gaplek merupakan ubi kayu yang sudah melewati proses pengeringan yang. selanjutnya akan diolah menjadi beras siger

III. METODE PENELITIAN. Gaplek merupakan ubi kayu yang sudah melewati proses pengeringan yang. selanjutnya akan diolah menjadi beras siger III. METODE PENELITIAN A. Konsep Dasar dan Definisi Operasional Gaplek merupakan ubi kayu yang sudah melewati proses pengeringan yang selanjutnya akan diolah menjadi beras siger Beras Siger adalah salah

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Diagram alir di bawah ini untuk memberikan gambaran langkah-langkah yang dilakukan untuk menjalankan penelitian atas proses pengembangan produk. Gambar

Lebih terperinci

ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN PENGGUNA JASA MASKAPAI PENERBANGAN UNTUK RUTE SEMARANG-JAKARTA DENGAN

ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN PENGGUNA JASA MASKAPAI PENERBANGAN UNTUK RUTE SEMARANG-JAKARTA DENGAN ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN PENGGUNA JASA MASKAPAI PENERBANGAN UNTUK RUTE SEMARANG-JAKARTA DENGAN METODE CHOICE-BASED CONJOINT (FULL PROFILE) (Studi Kasus di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang)

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi dan industri membawa dampak bagi kehidupan manusia terutama dunia usaha pada saat ini. Di samping itu banyaknya usaha yang bermunculan baik

Lebih terperinci

Nilai Brand Equity Sour Sally

Nilai Brand Equity Sour Sally BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran Brand Equity Brand Brand Perceived Brand Awareness Loyalty Quality Association Penyebaran Kuesioner Nilai Brand Equity Sour Sally 46 47 3.2 Metode Pengumpulan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Uji kruskal-wallis merupakan salah satu pengujian dari statistik nonparametrik. Perhitungan dari uji kruskal-wallis dilakukan dengan menggabungkan semua subjek dan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap orang memerlukan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Peranan pekerjaan sangatlah besar dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, terutama kebutuhan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dengan semakin majunya teknologi pada masa sekarang ini, kebutuhan akan informasi yang cepat dan akurat sangat

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dengan semakin majunya teknologi pada masa sekarang ini, kebutuhan akan informasi yang cepat dan akurat sangat BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dengan semakin majunya teknologi pada masa sekarang ini, kebutuhan akan informasi yang cepat dan akurat sangat diperlukan di segala bidang baik itu dunia pendidikan,

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Antrian sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari contohnya dalam

BAB II LANDASAN TEORI. Antrian sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari contohnya dalam BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Antrian (Queue) Antrian sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari contohnya dalam sistem pembelian karcis kereta api atau bioskop, dimana orang yang datang pertama akan diberi

Lebih terperinci

MENGUBAH DATA ORDINAL KE DATA INTERVAL DENGAN METODE SUKSESIF INTERVAL (MSI) Oleh: Jonathan Sarwono

MENGUBAH DATA ORDINAL KE DATA INTERVAL DENGAN METODE SUKSESIF INTERVAL (MSI) Oleh: Jonathan Sarwono MENGUBAH DATA ORDINAL KE DATA INTERVAL DENGAN METODE SUKSESIF INTERVAL (MSI) Oleh: Jonathan Sarwono Cara Penghitungan MSI Apa yang dimaksud dengan metode suksesif interval (Method of Successive Interval

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah suatu proses menemukan pengetahuan

Lebih terperinci

Bagian I Jawablah Pertanyaan Di Bawah Ini Dengan Menyilang Pada Huruf a, b, c, d, atau e Pada Kertas Soal ini

Bagian I Jawablah Pertanyaan Di Bawah Ini Dengan Menyilang Pada Huruf a, b, c, d, atau e Pada Kertas Soal ini Bagian I Jawablah Pertanyaan Di Bawah Ini Dengan Menyilang Pada Huruf a, b, c, d, atau e Pada Kertas Soal ini 1. Dibawah ini yang merupakan peranan dari fungsi analis sistem adalah: a. Penganalis sistem

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN III. METODOLOGI PENELITIAN A. TAHAPAN PENELITIAN Penelitian dibagi menjadi lima tahap, yaitu (1) penyusunan kuesioner, (2) pembuatan kuesioner online, (3) uji coba kuesioner, (4) pengumpulan data, dan

Lebih terperinci

A. Kerangka Pemikiran Restoran fast food yang banyak bermunculan di kota Bogor saat ini memicu persaingan antar restoran fast food tersebut di kota

A. Kerangka Pemikiran Restoran fast food yang banyak bermunculan di kota Bogor saat ini memicu persaingan antar restoran fast food tersebut di kota III. METODOLOGI A. Kerangka Pemikiran Restoran fast food yang banyak bermunculan di kota Bogor saat ini memicu persaingan antar restoran fast food tersebut di kota Bogor. Tiap perusahaan akan mengunggulkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Rumusan dari permasalahan yang ditemukan adalah sebagai berikut.

BAB I PENDAHULUAN. Rumusan dari permasalahan yang ditemukan adalah sebagai berikut. BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG ( Cukup 3 paragraf saja ) - Jelaskan mengenai keadaan/masalah perusahaan yang diamati - Uraikan fungsi simulasi untuk mengatasi permasalahan yang ada pada obyek yang

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. makin banyaknya perusahaan yang menjalani proses produksi di Indonesia. Makin

BAB 1 PENDAHULUAN. makin banyaknya perusahaan yang menjalani proses produksi di Indonesia. Makin 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Industri pada saat ini telah mengalami kemajuan yang pesat. Terlihat dari makin banyaknya perusahaan yang menjalani proses produksi di Indonesia. Makin banyaknya

Lebih terperinci

EXECUTIVE SUMMARY MARKETING PLAN. Business Plan Salon Mobil ++ Kewirausahaan/Contoh Proposal Usaha/ BDS-Doc. Latar belakang. Tujuan dan Manfaat Bisnis

EXECUTIVE SUMMARY MARKETING PLAN. Business Plan Salon Mobil ++ Kewirausahaan/Contoh Proposal Usaha/ BDS-Doc. Latar belakang. Tujuan dan Manfaat Bisnis EECUTIVE SUMMARY Latar belakang Tujuan dan Manfaat Bisnis Tujuan bagi konsumen : Manfaat bagi konsumen : Tujuan bagi pihak salon mobil : Manfaat bagi pihak salon mobil : Ruang Lingkup Bisnis Nature of

Lebih terperinci

Pengantar Pengolahan Data Statistik Menggunakan SPSS 22. Isram Rasal ST, MMSI, MSc

Pengantar Pengolahan Data Statistik Menggunakan SPSS 22. Isram Rasal ST, MMSI, MSc Pengantar Pengolahan Data Statistik Menggunakan SPSS 22 Isram Rasal ST, MMSI, MSc Statistika Statistika Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi,

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN III. METODE PENELITIAN A. Definisi dan Batasan Operasional Untuk memperjelas dan menghindari kesalahpamaham mengenai pengertian tentang istlah-istilah dalam penelitian ini maka dibuat definisi dan batasan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Untuk mengetahui keinginan konsumen akan minuman kesehatan, kepuasan konsumen merupakan salah satu faktor terpenting yang harus diperhatikan oleh perusahaan.

Lebih terperinci

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 40 BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Pengumpulan Data 4.1.1 Sejarah Perusahaan National Garment merupakan perusahaan yang bergerak dibidang industri pembuatan barang fashion seperti kaos,kemeja,celana,jaket

Lebih terperinci

Distribusi Frekuensi dan Statistik Deskriptif Lainnya

Distribusi Frekuensi dan Statistik Deskriptif Lainnya BAB 2 Distribusi Frekuensi dan Statistik Deskriptif Lainnya Misalnya seorang penjaga gudang mencatat berapa sak gandum keluar dari gudang selama 15 hari kerja, maka diperoleh distribusi data seperti berikut.

Lebih terperinci

PREFERENSI WISATAWAN TERHADAP KUNJUNGAN WISATA PULAU SAMOSIR DENGAN ANALISIS KONJOIN. Sari C Kembaren Pengarapen Bangun, Rachmad Sitepu

PREFERENSI WISATAWAN TERHADAP KUNJUNGAN WISATA PULAU SAMOSIR DENGAN ANALISIS KONJOIN. Sari C Kembaren Pengarapen Bangun, Rachmad Sitepu Saintia Matematika ISSN: 2337-9197 Vol. 02, No. 03 (2014), pp. 267 275. PREFERENSI WISATAWAN TERHADAP KUNJUNGAN WISATA PULAU SAMOSIR DENGAN ANALISIS KONJOIN Sari C Kembaren Pengarapen Bangun, Rachmad Sitepu

Lebih terperinci

STATISTIK NONPARAMETRIK (1)

STATISTIK NONPARAMETRIK (1) PERTEMUAN KE-1 Ringkasan Materi: STATISTIK NONPARAMETRIK (1) Statistik nonparametrik disebut juga statistik bebas distribusi/ distributif free statistics karena tidak pernah mengasumsikan data harus berdistribusi

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Masyarakat menjadi kritis dalam penentuan kartu paket internet di dalam kualitas jaringan, kuota dan harga. Masyarakat terkadang bingung ketika

Lebih terperinci

PEMODELAN SISTEM 6.1. KONFIGURASI MODEL

PEMODELAN SISTEM 6.1. KONFIGURASI MODEL VI. PEMODELAN SISTEM 6.1. KONFIGURASI MODEL Sistem Penunjang Keputusan Perencanaan Pengembangan Agroindustri Manggis dirancang dan dikembangkan dalam suatu paket perangkat lunak ng diberi nama mangosteen

Lebih terperinci

STATISTIKA DESKRIPTIF

STATISTIKA DESKRIPTIF STATISTIKA DESKRIPTIF 1 Statistika deskriptif berkaitan dengan penerapan metode statistika untuk mengumpulkan, mengolah, menyajikan dan menganalisis data kuantitatif secara deskriptif. Statistika inferensia

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Seiring dengan perkembangan jaman yang semakin modern dan teknologi yang semakin maju yang bergerak disemua bidang akan membutuhkan teknologi yang jauh lebih modern

Lebih terperinci