Hana Liando Rina Kundre Yolanda Bataha
|
|
|
- Benny Iskandar
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENINGKATAN BERAT BADAN IBU PENGGUNA ALAT KONTRASEPSI SUNTIK DMPA (DEPO MEDROKSI PROGESTERON ESETAT) DI PUSKESMAS KUMELEMBUAI KABUPATEN MINAHASA SELATAN Hana Liando Rina Kundre Yolanda Bataha Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Samratulagi Manado [email protected] Abstract : Family planning ( KB ) program is one of the main health service of preventive for women. Increase of weight is one side effects that complained by Family Planning Injection acceptors. The Objective of this research is to analyzis the factors increased weight of mother who using DMPA injection (Depot Medroksi Progesterone Acetic) in Health Center In Kumelembuai, South Minahasa region. Methodology analysis survey with design cross sectional and statistical test by chi-square test. Samples the 33 mothers that are active acceptors using DMPA injectable contraceptive in Puskesmas (Healthy Center) in Kumelembuai, South Minahasa Region. The results indicate p value from usage period with increasing weight is α < 0,05 (p = 0,012), the p value of physical activity with increasing weight α < 0,05 (p = 0,012) and the p value of diets with increasing weight is α > 0,05 (p = 0,544 ). Conclusions there is relationship between DMPA period of time (timeline) and physical activity with increased weight. There is no relationship between diets and increased weight of mother who used DMPA contraceptive injection. Proposition give the socialization first about the factors of increased weight of using DMPA injection and then hoped the user can be comprehended and apply it. Keywords : Contraception, Weight Abstrak : Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu pelayanan kesehatan preventif utama bagi wanita. Penambahan berat badan merupakan salah satu efek samping yang sering dikeluhkan akseptor KB suntik. Tujuan penelitian ini menganalisa faktor-faktor yang berhubungan dengan peningkatan berat badan ibu pengguna alat kontrasepsi suntik DMPA (Depo Medroksi Progesteron Asetat) di Puskesmas Kumelembuai Kabupaten Minahasa Selatan. Metode penelitian survey analitik dengan design cross sectional dan uji statistik yang digunakan yaitu uji chi-square. Sampel yaitu akseptor yang aktif menggunakan kontrasepsi suntik DMPA yakni 33 ibu. Hasil penelitian ini menunjukan nilai p dari jangka waktu penggunaan dengan peningkatan berat badan adalah α < 0,05 (p = 0,021), nilai p dari aktivitas fisik dengan peningkatan berat badan adalah α < 0,05 (p = 0,042) dan nilai p pola makan dengan peningkatan berat badan adalah α > 0,05 (p = 0,072). Kesimpulan Terdapat hubungan antara jangka waktu penggunaan dan aktivitas fisik dengan peningkatan berat badan ibu pengguna alat kontrasepsi suntik DMPA. Tidak terdapat hubungan antara pola makan dengan peningkatan berat badan ibu pengguna alat kontrasepsi suntik DMPA. Saran memberikan sosialisasi terlebidahulu mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan peningkatan berat badan dalam penggunaan alat kontrasepsi suntik DMPA dan diharapkan akseptor dapat memahami dan menerapkannya. Kata Kunci : Kontrasepsi, Berat badan 1
2 PENDAHULUAN Program Keluarga Berencana (KB) nasional telah diawali dan dirancangkan oleh pemerintah pada tahun Tujuan dari pemerintah tersebut untuk mengurangi jumlah penduduk dan juga mengurangi tingkat kematian pada ibu hamil dan bayi yang dilahirkan. Pelayanan Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu usaha untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu yang sedemikian tinggi akibat kehamilan yang diawali oleh wanita (Herti, 2008). Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu pelayanan kesehatan preventif yang paling dasar dan utama bagi wanita, meskipun demikian tidak selalu diakui demikian. Dalam memilih suatu metode, wanita harus menimbang berbagai faktor, termasuk status kesehatan mereka, efek samping potensial suatu metode, konsekuensi terhadap kehamilan yang tidak diinginkan, kerja sama pasangan dan norma budaya mengenai kemampuan mempunyai anak (Maryani, 2008). Penambahan berat badan merupakan salah satu efek samping yang sering dikeluhkan oleh akseptor KB suntik. Efek samping suatu metode kontrasepsi merupakan suatu faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan keputusan terhadap kelangsungan pemakaian metode kontrasepsi. Maka perlu di upayakan perlindungan dari efek samping sekaligus kelestariannya. (Hartanto, 2004). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan sebelumnya di kelurahan Tarok Dipo wilayah kerja Puskesmas Guguk Panjang Bukittinggi menunjukkan bahwa dari 62 responden terdapat 33 atau 53,2% akseptor KB suntik DMPA mengalami kenaikan berat badan (Nofria, 2013). Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian pada ibu pengguna alat kontrasepsi suntik DMPA (Depo Medroksi Progesteron Asetat) dengan judul : Faktor- 2 Faktor yang Berhubungan dengan Peningkatan Berat Badan pada Ibu Pengguna Alat Kontrasepsi Suntik DMPA (Depo Medroksi Progesteron Asetat) di Puskesmas Kumelembuai Kabupaten Minahasa Selatan. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian survey analitik dengan design cross sectional (Setiadi, 2013). Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 2 Maret 13 Maret 2015 di Puskesmas Kumelembuai Kecamatan Kumelembuai Kabupaten Minahasa Selatan. Populasi seluruh ibu pengguna alat kontrasepsi suntik DMPA yang ada di Puskesmas Kumelembuai Kabupaten Minahasa Selatan yakni sebanyak 33 orang dan sampel sebanyak 33 orang dengan menggunakan teknik total sampling dimana semua populasi diambil sebagai sampel. Instrument penelitian yang digunakan adalah berbentuk kuesioner food frequency, kuesioner aktivitas fisik, rekam medik kartu status peserta KB dan wawancara. Kuesioner food frequency bertujuan untuk melihat seberapa sering ibu mengkonsumsi jenisjenis makanan sumber karbohidrat, sumber protein, sumber serat dan makanan siap saji. Setiap pernyataan dijawab dengan pilihan kategori sering yaitu 4-7 kali per minggu dan kategori jarang yaitu 1-3 kali per minggu. Kuesioner aktivitas fisik terdiri dari 6 pertanyaan dan penentuan jawaban menurut skala Likert dimana jawaban Tidak Pernah diberi nilai 1, Jarang diberi nilai 2, Kadang-kadang diberi nilai 3, Sering diberi nilai 4 dan Sangat Sering diberi nilai 5. Untuk penetapan kategori dilakukan berdasarkan median, yaitu : a. Skore terendah x jumlah pertanyaan : 1 x 6 = 6 b. Skore tertinggi x jumlah pertanyaan : 5 x 6 = 30 c. Nilai median yang diperoleh adalah :
3 (6 + 30) : 2 = 18 dengan kategori ringan jika skore jawaban < 18 (nilai median) dan kategori berat jika skore jawaban 18. Rekam medik kartu status peserta KB suntik digunakan untuk melihat kenaikan berat badan yang dialami oleh akseptor. Disitu akan dilihat apakah akseptor mengalami peningkatan berat badan 1-5 kg, > 5 kg atau tidak mengalami peningkatan berat badan/berat badan tetap. Wawancara akan dilakukan apabila masih ada hal-hal yang perlu ditanyakan kepada responden atau data yang belum jelas terisi di lembar kuesioner atau di rekam medik kartu status peserta KB. Prosedur Pengumpulan Data Tahap persiapan : Kegiatan penelitian ini yang dilakukan meliputi survei pendahuluan, pengajuan judul dan pembuatan proposal. Setelah selesai pembuatan proposal dan konsultasi proposal kemudian dilakukan seminar ujian proposal dan dilanjutkan dengan pengesahan proposal. Setelah proposal telah disahkan maka pembuatan surat permohonan izin penelitian untuk diberikan di Puskesmas Kumelembuai Kabupaten Minahasa Selatan. Setelah surat izin diterima, peneliti melakukan sosialisasi judul, manfaat, tujuan dan proses penelitian yang akan dilakukan. Untuk pelaksanaan penelitian, peneliti menunggu responden yang memiliki jadwal suntik bulan maret di Puskesmas sedangkan untuk menemui responden yang lain peneliti melakukan kunjungan ke rumah masing-masing responden. Pada saat penelitian dilangsungkan, peneliti memberitahukan maksud penelitian kepada responden dan didahului dengan memperkenalkan diri kemudian memberikan lembar persetujuan kepada responden yang termasuk dalam kriteria yang sudah ditetapkan sebelumnya. Setelah responden menyetujui lembar persetujuan untuk siap menjadi responden, peneliti membagikan kuesioner yang terdiri dari beberapa pertanyaan yang harus di jawab atau diisi oleh responden. Setelah prosedur selesai dan data terkumpul, peneliti melakukan pemeriksaan kelengkapan dari data yang diperoleh dari responden. Apabila ada halhal yang peneliti perlu ditanyakan atau yang belum jelas terisi di lembar kuesioner maka peneliti berkomunikasi langsung dengan responden dengan cara wawancara. Kelengkapan data lainnya dilihat dari rekam medik kartu status peserta KB dari masing-masing responden kemudian di catat oleh peneliti. Hasil data yang diperoleh akan diolah oleh peneliti sendiri. Prosedur pengolaan data : Editing (Memeriksa), Coding (Memberi Tanda Kode), Processing, Pembersihan Data (Cleaning). Analisis univariat dalam penelitian ini adalah melihat gambaran karakteristik responden dan variabel dependen yang dianalisa adalah kebermaknaan hidup pada lansia. Analisa Bivariat dengan menggunakan uji chisquare dengan tingkat kepercayaan 95% (α 0,05) namun karena hasil yang didapatkan tidak memenuhi syarat maka digunakan uji alternatif yaitu uji kolmogorov-smirnov. HASIL dan PEMBAHASAN A. Analisa Univariat Analisis univariat dalam penelitian ini yaitu terdiri dari umur, jangka waktu penggunaan, pola makan, aktivitas fisik dan kenaikan berat badan yang akan dijelaskan pada uraian berikut ini : 1. Umur Tabel 1. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Umur Responden Umur n % Tahun 8 24, Tahun 13 39, Tahun 5 15, Tahun 4 12, ,1 Tahun 3
4 2. Jangka Waktu Penggunaan Tabel 2. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Jangka Waktu Penggunaan Alat Kontrasepsi Suntik DMPA (Depo Medroksi Progesteron Asetat) Jangka Waktu n % Penggunaan Cukup Lama 16 48,5 Lama 17 51,5 3. Pola Makan Tabel 3. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pola Makan Responden Pola Makan n % Sering 2 6,1 Jarang 31 93,9 4. Aktivitas Fisik Tabel 4. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Aktivitas Fisik Responden Aktivitas Fisik n % Ringan 10 30,3 Berat 23 69,7 5. Kenaikan Berat Badan Tabel 5. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Kenaikan Berat Badan Responden Kenaikan Berat Badan n % Tetap kg 21 63,6 > 5 kg 11 33,3 B. Analisa Bivariat Table 6. Analisis hubungan jangka waktu penggunaan dengan peningkatan berat badan ibu pengguna alat kontrasepsi suntik DMPA (Depo Medroksi Progesteron Asetat) Jangka Waktu Penggunaan Kenaikan Berat Badan (kg) Tetap 1-5 kg > 5 kg n % n % n % Cukup Lama 1 12, , Lama , ,8 Total Tabel 7. Analisis hubungan pola makan dengan peningkatan berat badan ibu pengguna alat kontrasepsi suntik DMPA (Depo Medroksi Progesteron Asetat) Pola Makan Kenaikan Berat Badan (kg) Tetap 1-5 kg > 5 kg n % n % n % p value p value Sering Jarang 1 3, , , Total
5 Tabel 8. Analisis hubungan aktivitas fisik dengan peningkatan berat badan ibu kenaikan berat badan 1-5 kg yakni 21 ibu (63,6%). pengguna alat kontrasepsi suntik DMPA Berdasarkan hasil analisis chisquare (Depo Medroksi Progesteron Asetat) (pearson chi-square) namun tidak Kenaikan Berat Badan (kg) memenuhi syarat maka digunakan uji Aktivita p alternatif yaitu uji kolmogorov-smirnov, Tetap 1-5 kg > 5 kg s Fisik value menunjukkan bahwa terdapat hubungan n % n % n % yang bermakna antara jangka waktu penggunaan dengan peningkatan berat Ringan badan ibu pengguna alat kontrasepsi suntik DMPA (Depo Medroksi Berat 1 4, ,3 4 17, Progesteron Asetat). Hal ini didukung Total oleh penelitian yang dilakukan Winarsih (2012), bahwa terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata berat badan sesudah C. PEMBAHASAN penggunaan alat kontrasepsi suntik Penelitian ini dilakukan selama DMPA yaitu dalam jangka waktu kurang lebih dua minggu dari tanggal 2 penggunaan lebih dari satu tahun. Pada Maret 13 Maret 2015 di Puskesmas pemakaian lebih dari dua tahun rata-rata Kumelembuai Minahasa Selatan. berat badan mengalami peningkatan. Pada beberapa kategori penilaian Penelitian selanjutnya dari Sriwahyuni Efi dalam penelitian ini didapati bahwa (2010), dimana penelitian ini sebagian besar ibu dengan umur menunjukkan adanya hubungan antara tahun yakni sebanyak 13 ibu (39,4%) lama penggunaan alat kontrasepsi sesuai data jumlah akseptor KB suntik hormonal dengan peningkatan berat badan DMPA yang diperoleh di Puskesmas yaitu dalam jangka waktu penggunaan Kumelembuai bahwa sebagian besar ibu lebih dari satu tahun sebagian besar berusia di atas 25 tahun yakni sekitar responden mengalami peningkatan berat 65%. Dengan jangka waktu penggunaan badan dan hanya empat responden yang KB suntik DMPA yang lama yakni 17 ibu tidak mengalami peningkatan berat badan (51,5%) hal ini ditunjang dengan sedangkan jangka waktu penggunaan penelitian yang dilakukan oleh Diana kurang dari satu tahun sebagian besar (2009) dimana dari 30 responden terdapat mengalami peningkatan berat badan dan 15 ibu (50%) yang jangka waktu 17 responden yang tidak mengalami penggunaan KB suntik DMPA lebih dari 4 peningkatan berat badan. tahun atau termasuk dalam kategori Hal ini juga didukung oleh teori jangka waktu penggunaan yang lama. Pola Hartanto (2004) yang menyatakan makan responden dinilai dari seberapa umumnya penambahan berat badan tidak sering mengkonsumsi jeni-jenis makanan terlalu besar, bervariasi antara kurang dari sumber karbohidrat, serat, lemak, protein 1 kg sampai 5 kg dalam tahun pertama dan makanan siap saji dan didapati dan mengalami peningkatan lemak tubuh sebagian besar jenis-jenis makanan sebanyak 3,4% dalam waktu pemakaian tersebut jarang dikonsumsi oleh responden dua tahun keatas. yakni terdapat 31 ibu (93,9%). Dan Berdasarkan hasil analisis chisquare (pearson chi-square) namun tidak aktivitas fisik responden sebagian besar adalah responden dengan aktivitas fisik memenuhi syarat maka digunakan uji yang berat yakni terdapat 23 ibu (69,7%) alternatif yaitu uji kolmogorov-smirnov, sedangkan kenaikan berat badan menunjukkan bahwa tidak terdapat responden sebagian besar mengalami hubungan yang bermakna antara pola 5
6 makan dengan peningkatan berat badan ibu pengguna alat kontrasepsi suntik Depo Medroksi Progesteron Asetat (DMPA). Menurut Nurahmah (2007) dalam Diana (2009) efek penambahan berat badan pada pemakaian KB suntik DMPA disebabkan karena pengaruh hormon progesteron yang mempermudah perubahan karbohidrat dan gula yang dikonsumsi dari makanan menjadi lemak. Namun demikian terdapat juga beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi berat badan antara lain olahraga, mengkonsumsi serat makanan, mengurangi konsumsi lemak, lebih banyak mengkonsumsi protein dan serat serta adanya perubahan perilaku. Menurut Narudin (2008) dalam Haryani Dwi (2010), faktor psikologis juga mempengaruhi kebiasaan makan, bahkan ada orang yang tiba-tiba ingin makan banyak saat sedang emosi. Selain itu, metabolisme yang lambat juga dapat meningkatkan berat badan karena perempuan mempunyai otot tubuh yang lebih kecil dari laki-laki, otot membakar kalori lebih banyak dari jaringan tubuh yang lain sehingga metabolisme pada perempuan jauh lebih lambat dari pada laki-laki. Hal ini akan menyebabkan perempuan akan lebih mudah gemuk jika dibanding dengan laki-laki. Faktor psikologis juga mempengaruhi kebiasaan makan, bahkan ada orang yang tiba-tiba ingin makan banyak saat sedang emosi. Hasil penelitian berbeda yang dilakukan oleh Andriardus (2011) di SMA 4 Semarang mengenai hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian berat badan lebih dengan menggunakan uji pearson chi-square dengan hasil p = 0,005 berarti pola makan merupakan faktor resiko dari kejadian overweight dan secara statistik terdapat hubungan bermakna antara pola makan dan berat badan lebih. Menurut Ardi (2007) dalam Haryani Dwi (2010) penyebab adanya keseimbangan berat badan dimungkinkan karena didalam usia yang masih reproduksi sehat atau usia produktif mereka masih mempunyai semangat untuk beraktivitas fisik, masih mempunyai keinginan kuat untuk menjaga berat badan agar tetap ideal dengan cara berdiit. Oleh karena itu sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti bahwa umur terbanyak responden yang memakai kontrasepsi suntik DMPA adalah antara umur tahun yaitu sebanyak 21 responden, maka menurut peneliti hal ini dikarenakan usia antara tahun dikategorikan tingkat kesuburan reproduksi lebih tinggi dibanding dalam usia kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun serta faktor jenis kelamin karena dalam penelitian ini responden semuanya berjenis kelamin perempuan sehubungan dengan judul penelitian ini lakukan pada akseptor alat kontrasepsi suntik DMPA yang digunakan khusus pada perempuan, dimana sesuai teori pendukung diatas bahwa perempuan akan lebih mudah gemuk jika dibanding dengan laki-laki oleh karena otot tubuh yang lebih kecil, otot membakar kalori lebih banyak dari jaringan tubuh yang lain sehingga metabolisme pada perempuan jauh lebih lambat dari pada laki-laki. Berdasarkan hasil analisis chisquare (pearson chi-square) namun tidak memenuhi syarat maka digunakan uji alternatif yaitu uji kolmogorov-smirnov, menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik dengan peningkatan berat badan ibu pengguna alat kontrasepsi suntik Depo Medroksi Progesteron Asetat (DMPA). Menurut Wijayanti (2006), bahwa aktivitas fisik dapat mempengaruhi peningkatkan berat badan seseorang. Hal ini disebabkan karena asupan energi yang melebihi kebutuhan tubuh yang biasanya dialami oleh orang yang kurang olah raga atau kurang aktivitas fisik sehingga energi yang masuk kedalam tubuh tidak dibakar atau digunakan yang kemudian disimpan dalam bentuk lemak sehingga 6
7 menyebabkan berat badan naik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Andriardus (2011) di SMA 4 Semarang mengenai hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian berat badan lebih dengan menggunakan uji pearson chi-square dengan hasil terdapat hubungan yang bermakna atau signifikan dan secara statistik terdapat hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan berat badan lebih. Menurut peneliti, meskipun aktivitas fisik seseorang dikatakan aktivitas fisik berat namun ada beberapa pertimbangan juga misalnya aktivitas hanya dilakukan di dalam rumah sebagai ibu rumah tangga. Karena aktivitas di rumah relatif sedikit karena ada sarana pembantu yang mengerjakan keperluan mereka, sehingga cenderung aktivitas yang dilakukan tidak begitu banyak mengeluarkan energi sehingga asupan nutrisi yang dimasukkan ke dalam tubuh tidak seimbang dengan energi yang dikeluarkan lewat aktivitas fisik yang dilakukan maupun yang dikeluarkan lewat keringat atau pembakaran lemak. Dan penelitian yang dilakukan peneliti sebagian besar pekerjaan responden adalah ibu rumah tangga. SIMPULAN Sebagian besar responden telah menggunakan alat kontrasepsi suntik dalam jangka waktu penggunaan yang lama yakni > 4 tahun (51,5%). Sebagian besar responden memiliki pola makan atau kebiasaan mengkonsumsi jenis makanan sumber karbohidrat, protein, lemak, serat dan makanan siap saji yang jarang (93,9%). Sebagian besar reponden menjalani aktivitas fisik yang berat (69,7). Sebagian besar responden mengalami peningkatan berat badan yakni 1-5 kg (63,6). Terdapat hubungan yang signifikan antara jangka waktu penggunaan alat kontrasepsi suntik DMPA dengan peningkatan berat badan. Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan peningkatan berat badan ibu pengguna alat kontrasepsi suntik DMPA. Tidak adanya hubungan antara pola makan dengan peningkatan berat badan ibu pengguna alat kontrasepsi suntik DMPA. DAFTAR PUSTAKA Andriardus. (2011). Hubungan Pola Makan dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Berat Badan Lebih pada Remaja. Semarang. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2007). Pencapaian Peserta KB Baru Menurut Jenis Kontrasepsi. Sulawesi Utara. t.aspx Diakses tanggal 25 November 2014 pukul 20:18 WITA. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2010). Kebijakan teknis KB dan Kesehatan Reproduksi. Jakarta. Dahlan Sopiyudin. (2011). Statistik Untuk Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta : Salemba Medika Depkes RI. (2008). Pedoman Penanggulangan Efek Samping Komplikasi Kontrasepsi. Jakarta : YBPSP. Diana. (2009). Hubungan Antara Lama Pemakaian Alat Kontrasepsi Suntik Depo Medroksi Progesteron Asetat (DMPA) dengan Peningkatan Berat Badan. Surakarta : eprints.uns.ac.id/5734/1/ pdf Diakses tanggal 18 November 2014 pukul 13:31 WITA. Hartanto, Hanafi. (2004). Keluarga Berencana dan Kontrasepsi. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan. 7
8 Haryani Dwi. (2010). Pengaruh Frekuensi Kontrasepsi Suntik DMPA Terhadap Kenaikan Berat Badan pada Akseptor Kontrasepsi Suntik DMPA. Semarang : Bidan Prada. Herti. (2008). Faktor yang Berhubungan dengan Pemakaian KB Suntik. Jakarta : http// 5 Diakses tanggal 18 November pukul 13:45 WITA. Icemi Sukarni K & Wahyu P. (2013). Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Yogyakarta : Nuha Medika Pustaka. Kusumaningrum, Radita. (2009). Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Jenis Kontrasepsi yang Digunakan pada Pasangan Usia Subur. Radita_Kusumaningrum.pdf Diakses tanggal 29 Oktober Maryani. (2008). Cara Tepat Untuk Memilih Alat Kontrasepsi Keluarga Berencana Bagi Wanita Diakses tanggal 3 November Misnadiarly. (2007). Obesitas Sebagai Faktor-Faktor Beberapa Benyakit, Jakarta : Pustaka Obor Populer. Nofria Sari. (2013). Hubungan Penggunaan KB Suntik Tiga Bulan dengan Kenaikan Berat Badan pada Akseptor KB di Kelurahan Tarok Dipo Wilayah Kerja Guguk Panjang Bukittinggi. Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Penerbit RINEKA. Pendit Brahm & Winny. (2006), Ragam Metode Kontrasepsi, Jakarta : Buku Kedokteran EGC. PSIK Universitas Sam Ratulangi (2014). Panduan Penulisan Tugas Akhir Proposal dan Skripsi. Manado. Saifuddin, Abdul Bari. (2006). Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka. Setiadi. (2013). Konsep dan Praktik Penulisan Riset Keperawatan (2 nd ed). Yogyakarta : Graha Ilmu. Sri, Handayani. (2010). Buku Ajar Pelayanan Keluarga Berencana. Yogyakarta : Pustaka Rihama. Sriwahyuni Efi. (2010). Hubungan antara Jenis dan Lama Pemakaian Alat Kontrasepsi Hormonal dengan Peningkatan Berat Badan Akseptor. Surabaya. FKM UNA. Suyanto. (2011). Metodologi dan Aplikasi Penelitian Keperawatan. Yogyakarta : Nuha Medika. Wijayanti. (2006). Perbedaan Peningkatan Berat Badan Antara Akseptor Keluarga Berencana suntik Progesteron Tunggal Dan Kombinasi Progesteron Estrogen di Klinik Kebidanan Dan Reproduksi Bahagia Surakarta. Surakarta : UNS. Winarsih. (2012). Pengaruh Kontrasepsi Hormonal Terhadap Berat Badan dan Lapisan Lemak pada Akseptor Kontrasepsi Suntik DMPA. Surakarta. Wita, Rizki. (2009). Hubungan Antara Pola Makan Aktivitas Fisik dan Status Gizi dengan Lemak Tubuh pada Pramusaji Unit Pelayanan Gizi RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo. Jakarta : UI. 8
Jurnal Keperawatan, Volume XI, No. 2, Oktober 2015 ISSN
PENELITIAN HUBUNGAN PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI SUNTIK TIGA BULAN DEPO MEDOKRASI PROGESTRONE ASETAT (DMPA) DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN Ayu Safitri *, Holidy Ilyas **, Nurhayati ** *Alumni Jurusan Keperawatan
Selfi Elisabeth Kansil Rina Kundre Yolanda Bataha
HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DEPO MEDROKSI PROGESTERON ASETAT (DMPA) DENGAN PERUBAHAN FISIOLOGIS PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI PUSKESMAS RANOMUUT KOTA MANADO Selfi Elisabeth Kansil Rina Kundre
HUBUNGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI SUNTIK DEPOMEDROKSI PROGESTERON ASETAT (DMPA) DENGAN TEKANAN DARAH PADA IBU DI PUSKESMAS RANOTANA WERU
HUBUNGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI SUNTIK DEPOMEDROKSI PROGESTERON ASETAT (DMPA) DENGAN TEKANAN DARAH PADA IBU DI PUSKESMAS RANOTANA WERU Bella Tendean Rina Kundre Rivelino S. Hamel Program Studi Ilmu
HUBUNGAN LAMA PEMAKAIAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PENINGKATAN BERAT BADAN PADA AKSEPTOR SUNTIK DEPO MEDROKSI PROGESTERON ASETAT
HUBUNGAN LAMA PEMAKAIAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PENINGKATAN BERAT BADAN PADA AKSEPTOR SUNTIK DEPO MEDROKSI PROGESTERON ASETAT DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI (BPM) SUGIYATI KAJORAN MAGELANG NASKAH PUBLIKASI
HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DMPA DENGAN KENAIKAN BERAT BADAN DI PUSKESMAS KRATON YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI
HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DMPA DENGAN KENAIKAN BERAT BADAN DI PUSKESMAS KRATON YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI Disusun Oleh : Gani Puspitasari NIM : 201110104253 PROGAM STUDI BIDAN PENDIDIK
e-journal Keperawatan (ekp) volume 3 Nomor 2 Oktober 2015
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MINAT IBU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM ( ) DI PUSKESMAS TUMINTING KOTA MANADO Ayu Putri K Marikar Rina Kundre Yolanda Bataha Program Studi Ilmu
BAB 1 : PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang World Health Statistic 2013 menyatakan bahwa WUS Indonesia
BAB 1 : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang World Health Statistic 2013 menyatakan bahwa WUS Indonesia merupakan jumlah terbesar di Asia Tenggara yakni 65 juta di ikuti Vietnam (25,3 juta) dan Filipina (23
HUBUNGAN PENGGUNAAN KB SUNTIK 3 BULAN (DMPA) DENGAN KENAIKAN BERAT BADAN DI PUSKESMAS CENDRAWASIH KOTA MAKASSAR
HUBUNGAN PENGGUNAAN KB SUNTIK 3 BULAN (DMPA) DENGAN KENAIKAN BERAT BADAN DI PUSKESMAS CENDRAWASIH KOTA MAKASSAR Sutriani 1, Ilham Syam 2,A. Arnoli 3 1 STIK Makassar 2 STIK Makassar 3 RS Pelamonia Makassar
Volume 2 / Nomor 2 / November 2015 ISSN :
HUBUNGAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI PASANGAN USIA SUBUR DENGAN PEMILIHAN KONTRASEPSI KELUARGA BERENCANA DI KECAMATAN SERENGAN Devi Pramita Sari APIKES Citra Medika Surakarta ABSTRAK Pasangan Usia
PERBEDAAN PENGARUH KB SUNTIK 1 BULAN DAN KB SUNTIK 3 BULAN TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN DI BPS BIDAN S KECAMATAN TAWANGSARI KOTA TASIKMALAYA
PERBEDAAN PENGARUH KB SUNTIK 1 BULAN DAN KB SUNTIK 3 BULAN TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN DI BPS BIDAN S KECAMATAN TAWANGSARI KOTA TASIKMALAYA Ai Riska Wulansari MA 0712002 Abstrak Pertumbuhan penduduk
ANALISIS FAKTOR PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DI PUSKESMAS CIMANDALA KABUPATEN BOGOR
ANALISIS FAKTOR PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DI PUSKESMAS CIMANDALA KABUPATEN BOGOR Sri Wahyuni 1 dan Yohana Wulan Rosaria 2 Program Studi Kebidanan Bogor, Jl. Dr. Semeru No.116Bogor - 16111 Email: [email protected]
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF AKSEPTOR AKTIF HORMONAL SUNTIK 1 BULAN PADA Ny E DENGAN PENINGKATAN BB DI PUSKESMAS LAMONGAN TAHUN 2015
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF AKSEPTOR AKTIF HORMONAL SUNTIK 1 BULAN PADA Ny E DENGAN PENINGKATAN BB DI PUSKESMAS LAMONGAN TAHUN 2015 Ida Susila *Dosen Program Studi D III Kebidanan Universitas Islam Lamongan
HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI PIL KB KOMBINASI DENGAN HIPERTENSI PADA AKSEPTOR PIL KB DI PUSKESMAS ENEMAWIRA KABUPATEN SANGIHE
HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI PIL KB KOMBINASI DENGAN HIPERTENSI PADA AKSEPTOR PIL KB DI PUSKESMAS ENEMAWIRA KABUPATEN SANGIHE Cici Sumiati Tatali Rina M. Kundre Yolanda B. Bataha Program Studi Ilmu
Hubungan Lama Penggunaan Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Dengan Kenaikan Berat Badan 1
HUBUNGAN PENGGUNAAN KB SUNTIK 3 BULAN DENGAN KENAIKAN BERAT BADAN PADA WANITA AKSEPTOR KB DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LOK BAINTAN Adriana Palimbo 1, Hariadi Widodo 2, Nur Redha 3 1 Dosen Program Studi DIV
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEIKUTSERTAAN SUAMI PADA PROGRAM KB VASEKTOMI DI WILAYAH KECAMATAN BANJARMASIN TIMUR
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEIKUTSERTAAN SUAMI PADA PROGRAM KB VASEKTOMI DI WILAYAH KECAMATAN BANJARMASIN TIMUR Yuniarti 1, Rusmilawaty 2, Zakiah 3 1, 2, 3 Poltekkes Kemenkes Jurusan Kebidanan Email:
HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DMPA DENGAN KEJADIAN PENINGKATAN BERAT BADAN DAN UPAYA PENANGANANNYA NASKAH PUBLIKASI
HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DMPA DENGAN KEJADIAN PENINGKATAN BERAT BADAN DAN UPAYA PENANGANANNYA NASKAH PUBLIKASI Disusun oleh: Heni Fitrianingsih 201410104115 PROGRAM STUDI BIDAN PENDIDIK JENJANG
e-journal Keperawatan (e-kp) Volume 6 Nomor 1, Februari 2018
HUBUNGAN TINGKAT DEMENSIA DENGAN KONSEP DIRI PADA LANJUT USIA DI BPLU SENJA CERAH PROVINSI SULAWESI UTARA Meiske Gusa Hendro Bidjuni Ferdinand Wowiling Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran
Pengguna Kontrasepsi Hormonal Suntikan dengan Kenaikan I. PENDAHULUAN. kontrasepsi yang populer di Indonesia. adalah kontrasepsi suntik.
I. PENDAHULUAN kontrasepsi yang populer di Indonesia Fertilitas atau kelahiran adalah salah adalah kontrasepsi suntik. Kontrasepsi satu faktor penambah bagi jumlah penduduk. Untuk mengatasi hal tersebut
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan berbagai
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan berbagai masalah, salah satunya di bidang kependudukan yaitu masih tingginya pertumbuhan penduduk. Data demografi
METODE PENELITIAN. wawancara terstruktur dengan panduan kuisioner. Waktu penelitian : Bulan Desember 2013
41 III. METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian merupakan penelitian analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional dimana objek penelitian hanya diobservasi sekali dan pengukuran dilakukan
SURVEY PENAMBAHAN BERAT BADAN PADA AKSEPTOR KB SUNTIK 3 BULAN DI PUSKESMAS MAYONG I KECAMATAN MAYONG KABUPATEN JEPARA
SURVEY PENAMBAHAN BERAT BADAN PADA AKSEPTOR KB SUNTIK 3 BULAN DI PUSKESMAS MAYONG I KECAMATAN MAYONG KABUPATEN JEPARA Oleh: Ita Rahmawati 1, Yayuk Norazizah 2 Dosen Akademi Kebidanan Islam Al Hikmah Jepara,
32 Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu Vol. 08 No. 01 Januari 2017
32 Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu Vol. 08 No. 01 Januari 2017 EFEK SAMPING AKSEPTOR KB SUNTIK DEPO MEDROKSI PROGESTERONE ACETAT (DMPA) SETELAH 2 TAHUN PEMAKAIAN Side Effects Acceptors KB Depo Injection
Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Volume 14, Juli 2017
HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN DENGAN EFEK SAMPING ALAT KONTRASEPSI SUNTIK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA MANNA KABUPATEN BENGKULU SELATAN Eka Rati Astuti Akademi Kebidanan Manna Abstrak: Alat kontrasepsi suntik
Jl. Ki Ageng Selo no. 15 Pati ABSTRAK
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Akbid Bakti Utama Pati ISSN: 2087-4154 Vol. 7 No. 2 Juli 2016 On-line http://akbidbup.ac.id/jurnal-2/ HUBUNGAN EFEK SAMPING
STUDI KOMPARASI KENAIKAN BERAT BADAN PADA AKSEPTOR KB SUNTIK 1 BULAN DAN 3 BULAN DI KLINIK GRIYA HUSADA KARANGANYAR
STUDI KOMPARASI KENAIKAN BERAT BADAN PADA AKSEPTOR KB SUNTIK 1 BULAN DAN 3 BULAN DI KLINIK GRIYA HUSADA KARANGANYAR Comparison Study On Weight Gain The Acceptors Kb Injection 1 Month And 3 Months In Clinical
GAMBARAN KENAIKAN BERAT BADAN AKSEPTOR KONTRASEPSI SUNTIK PROGESTIN Aibah 1, Tyasning Yuni Astuti Anggraini 1
220 Media Ilmu Kesehatan Vol. 4, No. 3, Desember 2015 GAMBARAN KENAIKAN BERAT BADAN AKSEPTOR KONTRASEPSI SUNTIK PROGESTIN Aibah 1, Tyasning Yuni Astuti Anggraini 1 1 Stikes Jenderal Achmad Yani Yogyakarta
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PARTISIPASI PRIA DALAM KELUARGA BERENCANA DI LINGKUNGAN IV KELURAHAN TELING ATAS KOTA MANADO
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PARTISIPASI PRIA DALAM KELUARGA BERENCANA DI LINGKUNGAN IV KELURAHAN TELING ATAS KOTA MANADO Fitri Wulandani Suikromo 1), Ardiansa Tucunan 1), Christian Tilaar
Jurnal Keperawatan, Volume XI, No. 1, April 2015 ISSN HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DMPA DENGAN SIKLUS HAID
PENELITIAN HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DMPA DENGAN SIKLUS HAID Anisa K.A*,Titi Astuti* *Alumni Jurusan Keperawatan Poltekkes Tanjungkarang **Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Tanjungkarang
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI SUNTIK DI PUSKESMAS PAAL X KOTA
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI SUNTIK DI PUSKESMAS PAAL X KOTA Dwi Haryanti Akademi Kebidanan Keluarga Bunda Korespondensi penulis: [email protected] ABSTRAK
Hubungan Lama Pemakaian Kontrasepsi Implant dengan Kenaikan Berat Badan
Hubungan Lama Pemakaian Kontrasepsi Implant dengan Kenaikan Berat Badan Anna Uswatun Qoyyimah* 1, Wiwin Rohmawati 2 1 Prodi D3 Kebidanan, STIKES Muhammadiyah Klaten 2 Prodi D3 Kebidanan, STIKES Muhammadiyah
BAB I PENDAHULUAN. cara operasional dan dampaknya terhadap pencegahan kelahiran.tahap
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Program KB di Indonesia telah mengalami perkembangan yang sangat pesat, ditinjau dari sudut, tujuan, ruang lingkup geografi, pendekatan, cara operasional dan dampaknya
FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI HORMONAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANYARAN SEMARANG
FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI HORMONAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANYARAN SEMARANG Maya Cobalt Angio S. * ) Wagiyo** ), Purnomo** ) * ) Mahasiswa Program Studi S1 Ilmu
HUBUNGAN LAMA PEMAKAIAN LAMA KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN DI PUSKESMAS RANOMUUT MANADO
HUBUNGAN LAMA PEMAKAIAN LAMA KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN DI PUSKESMAS RANOMUUT MANADO Mentari Moloku Ester Hutagaol Gresty Masi Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran
INTISARI PENGARUH PEMAKAIAN KONTRASEPSI ORAL DAN SUNTIK TERHADAP PENINGKATAN TEKANAN DARAH WANITA DI PUSKESMAS TAPIN UTARA KABUPATEN TAPIN
INTISARI PENGARUH PEMAKAIAN KONTRASEPSI ORAL DAN SUNTIK TERHADAP PENINGKATAN TEKANAN DARAH WANITA DI PUSKESMAS TAPIN UTARA KABUPATEN TAPIN Shela Fuspita Maharani 1 ; Riza Alfian 2 ; Erny Karmila 3 Berdasarkan
INTISARI. Kata Kunci : Kontrasepsi Suntik, Produksi ASI, 1,2 Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin, 3 Puskesmas Perawatan Kelua Kabupaten Tabalong
INTISARI PENGARUH PEMAKAIAN KONTRASEPSI SUNTIK 1 BULAN DAN 3 BULAN TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI PUSKESMAS PERAWATAN KELUA KABUPATEN TABALONG Tri Yusna Sari 1 ;Erna Prihandiwati 2 ; Enggar
STIKES NGUDI WALUYO. Skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Sains Terapan
STIKES NGUDI WALUYO HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG EFEK SAMPING KB SUNTIK DEPO MEDROXY PROGESTERONE ACETAT (DMPA) DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI PADA PERIODE BERIKUTNYA DI BPS MURWANTI Skripsi
HUBUNGAN LAMA PEMAKAIAN KB SUNTIK 1 BULAN DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN AKSEPTOR KB DI BPS NY. YULIANA KABUPETEN LAMONGAN.
HUBUNGAN LAMA PEMAKAIAN KB SUNTIK 1 BULAN DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN AKSEPTOR KB DI BPS NY. YULIANA KABUPETEN LAMONGAN Diah Eko Martini.......ABSTRAK....... Kontrasepsi hormonal 1 bulan merupakan Alat
KAJIAN RESIKO PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DAN PIL TERHADAP TEKANAN DARAH WANITA DI PUSKESMAS KABUPATEN NGAWI NASKAH PUBLIKASI
KAJIAN RESIKO PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DAN PIL TERHADAP TEKANAN DARAH WANITA DI PUSKESMAS KABUPATEN NGAWI NASKAH PUBLIKASI Oleh: ALIN YAMA PUSPITA K100100081 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
Keywords: hormonal contraceptive pills, hypertension, women in reproductive age.
HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN KONTRASEPSI HORMONAL PIL DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA WANITA USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RANOTANA WERU KOTA MANADO Chaterine J. M. Tulenan*, Budi T. Ratag *, Shane
PENGETAHUAN IBU TENTANG PERAWATAN TALI PUSAT BERHUBUNGAN DENGAN WAKTU LEPAS TALI PUSAT
PENGETAHUAN IBU TENTANG PERAWATAN TALI PUSAT BERHUBUNGAN DENGAN WAKTU LEPAS TALI PUSAT Puji Hastuti Poltekkes Kemenkes Semarang E-mail: [email protected] Abstract: The purpose of this cross-sectional research
HUBUNGAN PENAMBAHAN BERAT BADAN PADA AKSEPTOR KONTRASEPSI HORMONAL DI BPM ZUNIAWATI PALEMBANG
HUBUNGAN PENAMBAHAN BERAT BADAN PADA AKSEPTOR KONTRASEPSI HORMONAL DI BPM ZUNIAWATI PALEMBANG Annisa Khoiriah STIK Siti Khadijah Palembang Email: [email protected] Abstrack: The Relations in Addition
BAB I PENDAHULUAN. menjadi BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) dengan. variabel yang mempengaruhi fertilitas (Wiknjosastro, 2009).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan negara keempat terbesar penduduknya di dunia dengan lebih dari 253 juta jiwa (BPS, 2014). Fertilitas atau kelahiran adalah salah satu faktor
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PEMILIHAN KONTRASEPSI SUNTIK
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PEMILIHAN KONTRASEPSI SUNTIK Dian Utami 1, Suherni 2, Niken Meilani 3 Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta ABSTRACT In the last
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. JENIS ATAU RANCANGAN PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah explanatory research atau penelitian yang menjelaskan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat
Rika herawati : Hubungan Berat Badan Ibu Dengan Pemakaian KB Hormonal Di Desa Pekan Tebih Wilayah Kerja Puskesmas Kepenuhan Hulu
Hubungan Berat Badan Ibu Dengan Pemakaian KB Hormonal Di Desa Pekan Tebih Wilayah Kerja Relationships Weight Loss Mother With Hormonal birth control usage Pekan Tebih In the village Rika Herawati* *Dosen
ANALISIS PERBEDAAN BERAT BADAN ASEPTOR KB MENGGUNAKAN KONTRASEPSI SUNTIK TIGA BULAN
Syntax Literate : Jurnal Ilmiah Indonesia ISSN : 2541-0849 e-issn : 2548-1398 Vol. 1, no 2 Oktober 2016 ANALISIS PERBEDAAN BERAT BADAN ASEPTOR KB MENGGUNAKAN KONTRASEPSI SUNTIK TIGA BULAN Merlly Amalia
Kustriyanti 1),Priharyanti Wulandari 2)
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI PADA WANITA USIA SUBUR DI PUSKESMAS NGESREP KELURAHAN NGESREP KECAMATAN BANYUMANIK SEMARANG Kustriyanti 1),Priharyanti Wulandari 2) 1 Program
BAB I PENDAHULUAN. dan merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang banyak
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hipertensi adalah istilah medis untuk penyakit tekanan darah tinggi, dan merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang banyak diderita di seluruh dunia, termasuk
HUBUNGAN ANTARA LAMA PEMAKAIAN KB SUNTIK DMPA DENGAN KEJADIAN AMENORHEA
HUBUNGAN ANTARA LAMA PEMAKAIAN KB SUNTIK DMPA DENGAN KEJADIAN AMENORHEA (Studi pada Akseptor KB di Desa Cigalontang Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2015) Ayuningsih Dwi Purwanti 1) Nur
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI PADA PASANGAN USIA SUBUR (PUS) DI DESA KARANGJATI KABUPATEN SEMARANG
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI PADA PASANGAN USIA SUBUR (PUS) DI DESA KARANGJATI KABUPATEN SEMARANG Dessy Yunita Dewi Program Studi DIV Kebidanan STIKES Ngudi Waluyo Ungaran
Kata Kunci: Akseptor KB suntik 1 bulan, Akseptor KB suntik 3 bulan, pemenuhan kebutuhan seksual.
PERBEDAAN PEMENUHAN KEBUTUHAN SEKSUAL PADA AKSEPTOR KB SUNTIK 1 BULAN DAN 3 BULAN DI WILAYAH PUSKESMAS MRANGGEN Oleh: Ns.Sri Wahyuni, M.Kep., Sp.Kep.Mat *, Ns. Tutik Rahayu, M.Kep.,Sp.Kep.Mat**, Anik Juwariyah,
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Desain Penelitian Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan cross sectional yaitu penelitian non-eksperimental dengan menggunakan data primer untuk mengetahui
Sartika Zefanya Watugigir Esther Hutagaol Rina Kundre
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG ANTENATAL CARE DENGAN PENGGUNAAN BUKU KIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RANOTANA WERU KECAMATAN WANEA MANADO Sartika Zefanya Watugigir Esther Hutagaol Rina
PENGARUH PENGGUNAAN KONTRASEPSI HORMONAL TERHADAP PERUBAHAN BERAT BADAN AKSEPTOR KB DI BPM CHOIRUL MALA HUSIN PALEMBANG TAHUN 2015
PENGARUH PENGGUNAAN KONTRASEPSI HORMONAL TERHADAP PERUBAHAN BERAT BADAN AKSEPTOR KB DI BPM CHOIRUL MALA HUSIN PALEMBANG TAHUN 2015 Reni Saswita Program Studi D III Kebidanan STIKES Mitra Adiguna Palembang
HUBUNGAN ANTARA LAMA PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI HORMONAL DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI
HUBUNGAN ANTARA LAMA PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI HORMONAL DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI Indah Putri Lestari*) Wagiyo**), Elisa**) *)Mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang, **)
BAB 1 PENDAHULUAN. dan kehamilan. Alat kontrasepsi non hormonal artinya tidak mengandung
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Alat kontrasepsi hormonal merupakan alat kontrasepsi yang mengandung hormon estrogen dan progesteron yang dapat mencegah ovulasi dan kehamilan. Alat kontrasepsi non
BAB I PENDAHULUAN. A. LATAR BELAKANG Menurut Word Health Organisation (WHO) Expert Commite
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Menurut Word Health Organisation (WHO) Expert Commite 1970, Keluarga Berencana adalah tindakan yang membantu individu atau pasangan suami istri untuk mendapatkan objektif-objektif
Correlation Between Mother s Knowledge and Education On Use Of Contraceptive In Yukum Jaya Village Central Lampung In 2013
Correlation Between Mother s Knowledge and Education On Use Of Contraceptive In Yukum Jaya Village Central Lampung In 2013 Ayuza, D 1), Sibero, HT 2), Karyus, A 3) Medical Faculty of Lampung University
FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) DI PUSKESMAS PEKAUMAN BANJARMASIN
FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) DI PUSKESMAS PEKAUMAN BANJARMASIN Novita Dewi Iswandari 1, Mohdari 2, Maulida Putri* 1 Dosen, Stikes Sari Mulia
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah eplanatory research, yaitu penelitian yang menjelaskan hubungan dua variabel atau lebih dengan rancangan
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu peneliti melakukan pengukuran terhadap
IDENTIFIKASI SIKAP IBU USIA SUBUR TENTANG ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM DI RT 04 RW 07 KELURAHAN BALEARJOSARI KECAMATAN BLIMBING KOTA MALANG
IDENTIFIKASI SIKAP IBU USIA SUBUR TENTANG ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM DI RT 04 RW 07 KELURAHAN BALEARJOSARI KECAMATAN BLIMBING KOTA MALANG Eva Inayatul Faiza 1, Riski Akbarani 2 [email protected]
Mitha Destyowati ABSTRAK
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG KONTRASEPSI IUD DENGAN MINAT PEMAKAIAN KONTRASEPSI IUD DI DES HARJOBINANGUN KECAMATAN GRABAK KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2011 Mitha Destyowati ABSTRAK 12 i + 34 hal
Associated Factors With Contraceptive Type Selection In Bidan Praktek Swasta Midwife Norma Gunung Sugih Village
Associated Factors With Contraceptive Type Selection In Bidan Praktek Swasta Midwife Norma Gunung Sugih Village Arief AR, Dewiarti AN, Sibero HT Medical Faculty of Lampung University Abstract The rate
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI PADA WANITA USIA SUBUR (WUS)DI KELURAHAN CAMPANG RAYA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2014
JURNAL KEBIDANAN Vol 1, No 3, Oktober 2015: 110-115 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI PADA WANITA USIA SUBUR (WUS)DI KELURAHAN CAMPANG RAYA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2014 Sunarsih
Jurnal Keperawatan, Volume XII, No. 2, Oktober 2016 ISSN
PENELITIAN HUBUNGAN KEPATUHAN AKSEPTOR KB PIL DENGAN KEGAGALAN KONTRASEPSI PIL DI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Helmi Yenie* *Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Tanjungkarang Prevalensi kegagalan KB pil di
AKSEPTOR KB SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN DI KELURAHAN KARAMAT WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANG TENGAH KOTA SUKABUMI
AKSEPTOR KB SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN DI KELURAHAN KARAMAT WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANG TENGAH KOTA SUKABUMI Oleh: Elisya Handayani S, S.ST Efek samping yang paling tinggi frekuensinya dalam
HUBUNGAN ANTARA EFEK SAMPING KONTRASEPSI DMPA DENGAN KEJADIAN DROP OUT
HUBUNGAN ANTARA EFEK SAMPING KONTRASEPSI DMPA DENGAN KEJADIAN DROP OUT PADA PASANGAN USIA SUBUR (PUS) DI DESA MANDIREJO KECAMATAN MERAKURAK KABUPATEN TUBAN Umu Qonitun* *Dosen Program Studi D III Kebidanan
*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado **Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado.
HUBUNGAN ANTARA UMUR DAN PENGGUNAAN PIL KELUARGA BERENCANA PADA WANITA USIA SUBUR DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PINELENG KABUPATEN MINAHASA Bill S. I. Risakota*, Billy J. Kepel**,
HUBUNGAN ANTARA PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN TEKANAN DARAH PADA AKSEPTOR KB SUNTIK DI PUSKESMAS DELANGGU KLATEN
HUBUNGAN ANTARA PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN TEKANAN DARAH PADA AKSEPTOR KB SUNTIK DI PUSKESMAS DELANGGU KLATEN SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Meraih Derajat Sarjana
ANALISIS PERBEDAAN BERAT BADAN SEBELUM DAN SELAMA MENGGUNAKAN KB SUNTIK 3 BULAN DI BPS NY
ANALISIS PERBEDAAN BERAT BADAN SEBELUM DAN SELAMA MENGGUNAKAN KB SUNTIK 3 BULAN DI BPS NY.ISMIATI DESA JATIRUNGGO KECAMATAN PRINGAPUS KABUPATEN SEMARANG WEIGHT DIFFERENCE ANALYSIS BEFORE AND DURING THE
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Peningkatan jumlah penduduk di Indonesia yang terus menerus apabila tidak dikendalikan akan membawa dampak yang kurang baik, di antaranya menjadi beban pembangunan,
MIKIA KEJADIAN AMENORE SEKUNDER PADA AKSEPTOR SUNTIK DMPA. Artikel Penelitian. Nurya Viandika 1 Nurfitria Dara Latuconsina 2
Artikel Penelitian KEJADIAN AMENORE SEKUNDER PADA AKSEPTOR SUNTIK DMPA Nurya Viandika 1 Nurfitria Dara Latuconsina 2 MIKIA Maternal And Neonatal Health Journal Diterbitkan Oleh: 1, 2 STIKes Widya Cipta
III. METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitik ( menggambarkan
III. METODELOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitik ( menggambarkan pemakaian alat kontrasepsi pada WUS di Desa Yukum Jaya dan menganalisis hubungan antara
KARAKTERISTIK, STATUS GIZI DAN PRAKTIK MENYUSUI DENGAN POLA MENSTRUASI AKSEPTOR KONTRASEPSI SUNTIK DI DESA DOMBO KECAMATAN SAYUNG DEMAK ABSTRAK
KARAKTERISTIK, STATUS GIZI DAN PRAKTIK MENYUSUI DENGAN POLA MENSTRUASI AKSEPTOR KONTRASEPSI SUNTIK DI DESA DOMBO KECAMATAN SAYUNG DEMAK Sri Rejeki 1, Nikmatul Khayati 1, Rohmatun Novianti Solekah 2 1 Fakultas
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI IUD PADA AKSEPTOR KB DI DESA PULO ARA KECAMATAN KOTA JUANG KABUPATEN BIREUEN
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI IUD PADA AKSEPTOR KB DI DESA PULO ARA KECAMATAN KOTA JUANG KABUPATEN BIREUEN Ridha Andria 1*) 1 Dosen STIKes Darussalam Lhokseumawe
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN MOTIVASI PASANGAN USIA SUBUR (PUS) TERHADAP PEMAKAIAN KONTRASEPSI KB
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN MOTIVASI PASANGAN USIA SUBUR (PUS) TERHADAP PEMAKAIAN KONTRASEPSI KB SUNTIK 3 BULAN DI PUSKESMAS KONI KOTA JAMBI TAHUN 2015 THE RELATIONSHIP OF KNOWLEDGE AND MOTIVATION OF FERTILE
Jurnal Kesehatan STIKes Prima Nusantara Bukittinggi, Vol.4 No 1 Januari
HUBUNGAN PENGGUNAAAN METODE KONTRASEPSI HORMONAL DENGAN PERTAMBAHAN BERAT BADAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANDIANGIN KOTO SELAYAN KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2013 1,* Mutia Fellina, 2 Tuti Oktriani ABSTRAK
HUBUNGAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PENINGKATAN BERAT BADAN AKSEPTOR (Studi Di BPS Dwenti K.R. Desa Sumberejo Kabupaten Lamongan 2015)
HUBUNGAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PENINGKATAN BERAT BADAN AKSEPTOR (Studi Di BPS Dwenti K.R. Desa Sumberejo Kabupaten Lamongan 205) Ida Susila* Triana Riski Oktaviani** *Dosen Program Studi D III Kebidanan
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1.Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian cross sectional, yakni mengambil data pada satu waktu, dimana pengumpulan variabel dependen dan independen
HUBUNGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI HORMONAL DAN STATUS GIZI DENGAN SIKLUS MENSTRUASI DI PUSKESMAS PEKAUMAN BANJARMASIN ABSTRAK
HUBUNGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI HORMONAL DAN STATUS GIZI DENGAN SIKLUS MENSTRUASI DI PUSKESMAS PEKAUMAN BANJARMASIN Zulliati 1, Muhammad Basit 2,Tria Dwi Putri 1 1 AKBID Sari Mulia Banjarmasin 2 STIKES
HUBUNGAN ANTARA PERAN KELUARGA DENGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI PADA ANAK USIA SEKOLAH (11-12 TAHUN) DI SDK NIMASI KABUPATEN TIMOR TENGAH
HUBUNGAN ANTARA PERAN KELUARGA DENGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI PADA ANAK USIA SEKOLAH (11-12 TAHUN) DI SDK NIMASI KABUPATEN TIMOR TENGAH Maria Novianti Nino a, Yohanes Dion S.Kep.,Ns.,M.Kes b, dan Maryati
HUBUNGAN LAMA PEMAKAIAN KB SUNTIK 3 BULAN DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN DI BPM DEWI ANGGRIANI PALEMBANG TAHUN 2017
HUBUNGAN LAMA PEMAKAIAN KB SUNTIK 3 BULAN DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN DI BPM DEWI ANGGRIANI PALEMBANG TAHUN 2017 Junie Harista Dosen Tetap Program Studi Kebidanan STIK Bina Husada Palembang Email : [email protected]
rumus : n = (P 1 -P Ket : Z 1- - P 1 Kebiasaan makan..., Evi Heryanti, FKM UI, )²
BAB 4 METODOLOGI PENELITIP AN 4.1. Desain Penelitian Penelitian ini mengenai kebiasaan makan cepat saji (fast food modern), aktivitas fisik dan faktor lainnyaa dengan status gizi mahasiswa penghuni Asrama
Nuke Devi Indrawati. Tlp : ABSTRAK
ANALISIS FAKTOR KEBIJAKAN DAN PENGETAHUAN TENTANG PELAYANAN KB YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI IUD PADA IBU PASANGAN USIA SUBUR AKSEPTOR KB DI KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG Nuke
BAB I PENDAHULUAN. jumlah remaja dan kaum muda berkembang sangat cepat. Menurut World
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap satu diantara enam penduduk dunia adalah remaja. Di Indonesia, jumlah remaja dan kaum muda berkembang sangat cepat. Menurut World Health Organization (WHO)
Hubungan Antara Penggunaan Kontrasepsi Hormonal Suntik DMPA dengan Peningkatan Berat Badan di Puskesmas Lapai Kota Padang
365 Artikel Penelitian Hubungan Antara Penggunaan Kontrasepsi Hormonal Suntik DMPA dengan Peningkatan Berat Badan di Puskesmas Lapai Kota Padang Dhania Pratiwi 1, Syahredi 2, Erkadius 3 Abstrak Kontrasepsi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ledakan penduduk merupakan salah satu masalah serius yang dihadapi oleh Negara Indonesia. Ledakan penduduk mengakibatkan tingkat kesehatan masyarakat semakin menurun,
HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI PIL DENGAN BERAT BADAN PADA AKSEPTOR KB DI PUSKESMAS TELUK TIRAM BANJARMASIN
HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI PIL DENGAN BERAT BADAN PADA AKSEPTOR KB DI PUSKESMAS TELUK TIRAM BANJARMASIN Getha Annisa Rayma 1*, Dede Mahdiyah 1, Mahpolah 2 1 Akademi Kebidanan Sari Mulia Banjarmasin
FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI INTRA UTERINE DEVICE
FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI INTRA UTERINE DEVICE (IUD) DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE. TAHUN 2013 Nurbaiti Mahasiswi Pada STIKes U Budiyah Banda
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
23 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran umum tempat penelitian Penelitian ini dilakukan di PT Primatex CO Indonesia Batang, yang merupakan pabrik pembuatan kain. Hasil produksi biasanya dipasarkan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian adalah bidang oftalmologi. Penelitian ini dilakukan selama bulan September 2012 sampai selesai di Universitas Muhammadiyah
BAB I PENDAHULUAN. dimulai sejak tahun 1968 dengan mendirikan LKBN (Lembaga Keluarga Berencana
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu masalah terpenting yang dihadapi oleh negara berkembang, seperti di Indonesia yaitu ledakan penduduk. Untuk mengatasi permasalahan tersebut pemerintah
HUBUNGAN FAKTOR MAKANAN DENGAN KADAR GULA DARAH PRA LANSIA DI DESA PESUDUKUH KECAMATAN BAGOR KABUPATEN NGANJUK
HUBUNGAN FAKTOR MAKANAN DENGAN KADAR GULA DARAH PRA LANSIA DI DESA PESUDUKUH KECAMATAN BAGOR KABUPATEN NGANJUK Lexy Oktora Wilda STIKes Satria Bhakti Nganjuk [email protected] ABSTRAK Background. Prevalensi
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, STATUS PENDIDIKAN, DAN STATUS PEKERJAAN IBU DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, STATUS PENDIDIKAN, DAN STATUS PEKERJAAN IBU DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS TELING ATAS KECAMATAN WANEA KOTA MANADO Gabriela A. Lumempouw*, Frans J.O Pelealu*,
