BAB IV METODOLOGI PENELITIAN
|
|
|
- Sucianty Irawan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1.Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian cross sectional, yakni mengambil data pada satu waktu, dimana pengumpulan variabel dependen dan independen dilakukan dalam waktu yang bersamaan. 4.2.Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu (SMA IT) Nurul Fikri Depok selama bulan April-Mei Populasi dan Sampel Populasi Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 1 dan 2 SMA IT Nurul Fikri Depok, yang terdaftar sebagai siswa-siswi tahun ajaran 2007/2008 yang memiliki status gizi normal, kurang, lebih dan obesitas. Siswa-siswi kelas 3 tidak diikutsertakan dalam penelitian karena beberapa waktu sebelum pengambilan data mereka akan menghadapi ujian akhir nasional dan ujian akhir sekolah sehingga peneliti tidak ingin mengganggu konsentrasi mereka dalam mempersiapkan ujian. 40
2 41 Jumlah seluruh siswa kelas 1 dan 2 yang terdaftar sebagai siswa-siswi tahun ajaran 2007/2008 di SMA IT Nurul Fikri berjumlah 171 siswa. Setiap level di SMA IT Nurul Fikri terdiri dari beberapa kelas paralel. Kelas X, terdiri dari kelas X IPA 1 yang berjumlah 28 siswa, X IPA 2 berjumlah 29 siswa, X IPS 1 berjumlah 21 siswa, dan X IPS 2 berjumlah 20 siswa. Sedangkan kelas XI, terdiri dari 3 kelas paralel, yakni kelas XI IPA 1 berjumlah 31 siswa, kelas XI IPS 1 berjumlah 21 siswa dan kelas XI IPS 2 berjumlah 21 siswa Sampel Agar syarat sampel minimal yang mewakili populasi dapat terpenuhi maka ingin diketahui berapa jumlah sampel minimal yang harus diambil untuk dapat menggambarkan status gizi obesitas di SMA IT Nurul Fikri Depok. Adapun rumus sampel minimal yang digunakan ialah rumus uji hipotesis untuk populasi tunggal yang dikembangkan oleh Lameshow, η = [Z1-α/2 Po(1-Po)+ Z1-β/2 Pa(1-Pa)] 2 (Pa-Po) 2 Keterangan: η = besar sampel minimal 1-α = tingkat kepercayaan (confidence interval), yakni kesalahan menolak Ho padahal Ho benar= 5%; 1- α= derajat kemaknaan uji dua sisi Z1-α/2 = probabilitas tidak membuat kesalahan atau batas kemaknaan atau tingkat kepercayaan (confidence interval) sebesar 95% 1-β = tingkat kekuatan uji (power of the test), yakni kesalahan tidak menolak Ho padahal sesungguhnya Ho salah
3 42 Z1-β/2 = probabilitas kesalahan untuk menolak Ho yang benar (power of the test) sebesar 95% Po = prevalensi obesitas pada remaja berdasarkan penelitian terdahulu yakni sebesar 34,7% (Sari, 2005) Pa = prevalensi obesitas pada remaja sesuai dengan yang diperkirakan yakni sebesar 20%. Berdasarkan hasil perhitungan, didapat nilai η sama dengan 118, dengan kata lain jumlah sampel minimal yang harus dikumpulkan untuk menjamin kereabilitasan penelitian ini ialah sebanyak 118 siswa. Dan untuk menghindari kemungkinan adanya data yang tidak valid maka kami menambahkan jumlah sampel sebanyak 10% menjadi 130 siswa. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan data, didapatkan sebanyak 11 responden tidak mengisi kuesioner secara lengkap. Responden yang tidak mengisi kuesioner secara lengkap dikeluarkan dalam sampel penelitian sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini menjadi 119 responden. 4.4.Pengumpulan Data Instrumen Penelitian 1. BIA/ Body Fat Monitoring digital merk Omron type HBF 302 untuk mengukur persen lemak tubuh responden 2. Timbangan injak elektrik (seca digital) dengan ketelitian 0,1 kg dan kapasitas mencapai 200 kg yang berfungsi untuk mengukur berat badan responden
4 43 3. Microtoise dengan ketelitian 0,1 cm yang mempunyai kapasitas pengukuran sampai dengan 200 cm dan berfungsi untuk mengukur tinggi badan responden 4. Kuesioner terstruktur yang telah disediakan alternatif jawabannya, yang meliputi data identitas responden, pola makan, aktivitas fisik, dan pengetahuan gizi responden. 5. Food Frequency Questionaire (FFQ) Pengumpul Data Petugas pengumpul data adalah peneliti dan dibantu dengan oleh 3 orang rekan mahasiswa FKM-UI jurusan Gizi Kesehatan Masyarakat yang memiliki kemampuan dalam penggunaan alat dan pengukuran persen lemak tubuh dengan menggunakan BIA. Pada pengumpulan data kuesioner, peneliti dibantu oleh 1 orang staf pengajar di SMA IT Nurul Fikri Jenis dan Cara Pengumpulan Data Data Pola Makan Data pola makan, yang terdiri dari kebiasaan sarapan, kebiasaan jajan, kebiasaan konsumsi fast food, dan kebiasaan konsumsi serat diperoleh melalui beberapa pertanyaan dalam kuesioner. Pertanyaan mengenai kebiasaan sarapan, terdiri dari 4 pertanyaan, kebiasaan jajan terdiri dari 4 pertanyaan, kebiasaan konsumsi fast food terdiri dari 3 pertanyaan, dan pertanyaan mengenai kebiasaan konsumsi sumber serat terdiri dari 6 pertanyaan.
5 Data Aktivitas Fisik Data aktivitas fisik diperoleh dari sejumlah pertanyaan kuesioner mengenai aktivitas fisik yang dikembangkan oleh Baecke et al. (1982). Pertanyaan yang diajukan meliputi waktu bekerja, waktu olahraga, dan waktu luang. Seluruhnya terdapat 21 pertanyaan dan setiap jawaban diberi skor 1-5. Pertanyaan terdiri dari kegiatan waktu bekerja, kegiatan waktu olahraga dan kegiatan pada waktu luang. Dan adapun contoh dalam perhitungan skor aktivitas fisik, sebagai berikut: Kegiatan waktu bekerja Kategori Skor a1. Pekerjaan utama pelajar 1 a2. Beraktivitas sambil duduk sangat sering 5 a3. Beraktivitas sambil berdiri kadang-kadang 3 a4. Beraktivitas sambil berjalan jarang 2 a5. Beraktivitas sambil mengangkat beban berat tidak pernah 1 a6. Setelah beraktivitas merasa lelah sering 4 a7. Setelah beraktivitas berkeringat kadang-kadang 3 a8. Aktivitas fisik termasuk sedang 3 Kegiatan waktu bekerja = [a1 + (6-a2) + a3 + a4 + a5 + a6 + a7 + a8] / 8 [1 + (6-5) ] / 8 = 2,25 Kegiatan waktu olahraga Kategori Skor a9. Jenis olahraga: renang intensitas (sedang) 1,26 a10. Berapa jam dalam seminggu waktu (>4 jam) 4,5 a11. Berapa bulan dalam setahun proporsi (7-9 bln) 0,67
6 45 a12. Jenis olahraga lain: basket intensitas (berat) 1,76 a13. Berapa jam dalam seminggu waktu (2-3 jam) 2,5 a14. Berapa bulan dalam setahun proporsi (6-7 bln) 0,42 2 rumus : a = (intensitas x waktu x proporsi) a=1 a = [(a9 x a10 x a11) + (a12 x a13 x a14)] a = [(1,26 x 4,5 x 0,67) + (1,26 x 2,5 x 0,42)] = 5,12 a15. Aktivitas fisik pada waktu luang biasa saja 3 a16. Beraktivitas dan berkeringat kadang-kadang 3 a17. Olahraga di waktu luang jarang 2 Kegiatan waktu berolahraga = (a + a15 + a16 + a17) / 4 (5, ) / 4 = 3,28 Kegiatan waktu luang Kategori Skor a18. Waktu luang menonton TV sering 4 a19. Waktu luang berjalan-jalan kadang-kadang 3 a20. Waktu luang bersepeda jarang 2 a21. Jalan kaki / bersepeda ke sekolah 5-15 menit 2 Kegiatan waktu luang = [(6-a18) + a19 + a20 + a21] / 4 [(6-4) ] / 4 = 2,25 TOTAL AKTIVITAS FISIK Kegiatan waktu bekerja + kegiatan waktu berolahraga + kegiatan waktu luang Aktivitas fisik = 2,25 = 3,28 + 2,25 = 7,78 (termasuk kategori sedang) Kategori : Nilai indeks < 7,5 : aktivitas ringan Nilai indeks 7,5 10 : aktivitas sedang Nilai indeks > 7,5 : aktivitas berat
7 46 Untuk memudahkan dalam menganalisis data maka peneliti membagi lagi kategori aktivitas fisik ke dalam 2 kategori, yaitu: Kategori : Nilai indeks 7,5 : aktivitas ringan Nilai indeks > 7,5 : aktivitas sedang Data Pengetahuan Gizi Data pengetahuan gizi diperoleh melalui beberapa pertanyaan mengenai pengetahuan gizi umum dan obesitas siswa. Kuesioner pengetahuan gizi terdiri dari 15 buah pertanyaan yang berisi tentang pengetahuan gizi umum sebanyak 9 pertanyaan dan 7 pertanyaan yang berkaitan dengan obesitas. Hanya ada satu jawaban dalam setiap pertanyaan dengan skor nilai 0-1 (0= jawaban salah dan 1= jawaban benar) dalam setiap pertanyaan. Sistem pengkategorian pengetahuan gizi berdasarkan total skor yang diperoleh responden. Kategori: Jawaban benar <60% Jawaban benar 60-80% Jawaban benar > 80% : pengetahuan gizi kurang : pengetahuan gizi cukup : pengetahuan gizi baik Untuk memudahkan dalam menganalisis data maka peneliti membagi lagi kategori pengetahuan gizi ke dalam 2 kategori, yaitu: Kategori: Jawaban benar 80% Jawaban benar > 80% : pengetahuan gizi cukup : pengetahuan gizi baik Data Jenis Kelamin Data jenis kelamin responden diperoleh berdasarkan keterangan responden yang tertulis dalam kuesioner, bagian identitas responden.
8 Persen Lemak Tubuh Data persen lemak tubuh diperoleh melalui pengukuran dengan menggunakan alat BIA merk Omron type HBF 302 dengan cara memasukkan data tinggi badan, berat badan, usia, dan jenis kelamin. Responden yang diukur harus berdiri tegak dan kedua tangan memegang alat itu membentuk sudut 90 o terhadap tubuhnya. Cara memegang alat ini harus sempurna, yaitu jari tengah berada pada lekukan yang telah tersedia dan sisanya menggenggam bagian lainnya. Lalu responden tidak boleh bergerak dan menahan nafas sampai hasilnya terdeteksi. Pengukuran persen lemak tubuh dilakukan satu kali Pengolahan Data Data pada penelitian ini menggunakan pendekatan-pendekatan kuantitatif dengan tujuan untuk menarik kesimpulan setelah menganalisis data. Adapun langkah-langkahnya adalah: 1. Mengkode data (coding) adalah kegiatan mengklasifikasi data dan memberi kode pada masing-masing data yang dikembangkan saat mengembangkan kuesioner 2. Menyunting data (editing) adalah penyeleksian data yang salah atau meragukan. Dilakukan di lapangan agar kesalahan dapat ditelusuri kembali pada responden yang bersangkutan, sebelum proses pemasukan data. 3. Membuat struktur data adalah suatu cara untuk menetapkan nama, skala, jumlah digit dari data yang ada
9 48 4. Entry data adalah memasukkan data ke dalam program pengolahan data secara komputerisasi. 5. Data cleaning adalah suatu cara untuk menjaga kualitas data dengan cara pembersihan data dari kesalahan-kesalahan manusiawi (human error) yang mungkin terjadi, yakni dilakukan dengan metode pencarian missing data, variasi data dan konsistensi data dengan analisis frekuensi sederhana dari masing-masing variabel. 6. Penyajian data adalah penyajian data dengan tabulator dan bahasa ilmiah yang baik. 4.6.Analisis Data Analisis Univariat Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis univariat untuk melihat gambaran distribusi frekuensi pada setiap variabel dependen terhadap variabel independen yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi dan juga dalam bentuk deskriptif.
10 Analisis Bivariat Tujuan dilakukannya analisis bivariat adalah untuk menguji hubungan antara variabel dependen dan independen serta memberikan gambaran kemungkinan adanya hubungan yang signifikan antara masing-masing variabel. Analisa ini juga memberikan hasil tentang pembuktian hipotesis yang dianjukan. Pembuktian hipotesis ini menggunakan uji statistik Chisquare dengan derajat kemaknaan p< 0,05. hasil uji statistik tersebut akan bermakna bila menunjukkan nilai p< 0,05 dan tidak bermakna bila menunjukkan nilai p> 0,05. Selanjutnya hasil analisa uji Chi-square ini akan divisualisasikan dalam bentuk tabel.
BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 4 METODOLOGI ENELITIAN 4.1 Desain enelitian enelitian ini menggunakan jenis rancangan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional yang digunakan untuk mengetahui gambaran konsumsi
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4. 1. Jenis Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif yang menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain cross sectional karena pengambilan data
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Desain Penelitian Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif deskriptif yang menggunakan data primer yaitu dengan cara meminta responden untuk mengisi kuesioner
rumus : n = (P 1 -P Ket : Z 1- - P 1 Kebiasaan makan..., Evi Heryanti, FKM UI, )²
BAB 4 METODOLOGI PENELITIP AN 4.1. Desain Penelitian Penelitian ini mengenai kebiasaan makan cepat saji (fast food modern), aktivitas fisik dan faktor lainnyaa dengan status gizi mahasiswa penghuni Asrama
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Desain Penelitian Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan cross sectional yaitu penelitian non-eksperimental dengan menggunakan data primer untuk mengetahui
BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN
32 BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional untuk mengetahui hubungan antara variabel independen jenis kelamin, sikap terhadap
BAB 4 METODE PENELITIAN
BAB 4 METODE PENELITIAN 4.1 Desain Penelitian Melihat tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh dan faktor-faktor lainnya dengan status lemak tubuh pada pramusaji di Pelayanan
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. kuesioner. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional, dimana
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dari data primer melalui kuesioner. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional, dimana
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN
31 BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Desain Penelitian Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, yaitu pengambilan data yang dilakukan dalam satu kurun waktu, maksimal
BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Jenis Rancangan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif, dengan desain cross sectional dimana pengukuran variabel independen dan variabel
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN
37 BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Jenis dan Desain Penelitian Penelitian ini adalah suatu survey (non eksperimen) dengan data primer yang dianalisis dengan menggunakan metode potong lintang atau cross
BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN
41 BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN 4.1. Desain Penelitian Penelitian menggunakan rancangan kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional study, yaitu suatu pendekatan yang sifatnya sesaat pada
BAB 4 METODE PENELITIAN
BAB 4 METODE PENELITIAN 4.1. Rancangan penelitian Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional, yang bertujuan untuk mempelajari dinamika korelasi antara
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN
28 BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Desain Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik dengan desian Cross Sectional yang bertujuan mengukur variabel bebas (independen) yaitu umur, jenis
BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif observasional dengan
BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN 4.1. Disain Penelitian Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif observasional dengan pendekatan cross sectional study, yaitu suatu pendekatan yang sifatnya sesaat pada
(jenis kelamin), faktor lingkungan (jumlah anggota keluarga), faktor sosial ekonomi
57 BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1. Desain Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara faktor biologis (jenis kelamin), faktor lingkungan (jumlah anggota keluarga), faktor sosial
BAB 4 METODE PENELITIAN
32 BAB 4 METODE PENELITIAN 4.1 Desain Penelitian Desain penelitian ini merupakan cross sectional yaitu untuk mengetahui kedua variabel baik dependen maupun independen yang dilakukan observasi pada saat
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian cross
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1. Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional.pemilihan desain cross sectional karena penelitian ini
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Kerangka Konsep VARIABEL BEBAS Konsumsi Minuman Beralkohol Frekuensi konsumsi minuman beralkohol Banyaknya konsumsi minuman beralkohol VARIABEL TERIKAT Kejadian Obesitas Abdominal
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian kuantitatif
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Jenis dan Desain Penelitian Penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian kuantitatif observasional untuk mengetahui tingkat kelelahan (fatigue) kerja akibat kegiatan
BAB 4 METODE PENELITIAN
BAB 4 METODE PENELITIAN 4.1. Desain Penelitian Metode penelitian ini bersifat kuantitatif yang menggunakan desain penelitian cross sectional dimana semua variabel yang ditetapkan diteliti pada waktu yang
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Metode Penelitian Pada Data Primer Kegiatan Praktek Kesehatan Masyarakat dengan melakukan penelitian / survei yang berjudul Gambaran Umum Status Gizi dan Kesehatan Baduta,
BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN 4.1. Desain Penelitian Penelitian menggunakan rancangan kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional study, yaitu suatu pendekatan yang sifatnya sesaat pada suatu
BAB IV METODE PENELITIAN
36 BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup keilmuan dalam penelitian ini adalah Ilmu Penyakit Dalam dan Ilmu Gizi 4.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di area
METODE PENELITIAN Desain, Tempat dan Waktu Penelitian Jumlah dan Cara Penarikan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data
18 METODE PENELITIAN Desain, Tempat dan Waktu Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cross Sectional. Pemilihan lokasi SMA dilakukan secara purposive dengan pertimbangan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. JENIS ATAU RANCANGAN PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah explanatory research atau penelitian yang menjelaskan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1. Disain studi Penelitian ini merupakan penelitian yang memanfaatkan penelitian sebelumnya mengenai Pengaruh Asupan Asam Lemak Trans terhadap Profil Lipid Darah yang dilakukan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah eksplanatory research yaitu penelitian yang menjelaskan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat.
BAB 4 METODE PENELITIAN
BAB 4 METODE PENELITIAN 4.1 Desain Penelitian Dalam penelitian mengenai perilaku pacaran pada remaja di SMA PATRIOT Bekasi, penulis menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional,
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN OBESITAS BERDASARKAN PERSEN LEMAK TUBUH PADA REMAJA DI SMA ISLAM TERPADU NURUL FIKRI DEPOK TAHUN 2008
UNIVERSITAS INDONESIA FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN OBESITAS BERDASARKAN PERSEN LEMAK TUBUH PADA REMAJA DI SMA ISLAM TERPADU NURUL FIKRI DEPOK TAHUN 2008 OLEH NUR RATNA INTAN 1004001184 DEPARTEMEN
BAB III METODE PENELITIAN
26 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian menggunakan rancangan penelitian kuantitatif pendekatan analitik dengan menggunakan desain cross sectional study. Cross sectional study yaitu
BAB III METODE PENELITIAN. Cross Sectional dimana pengukuran variabel bebas dan variabel terikat
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan Cross Sectional dimana pengukuran variabel bebas dan variabel terikat dilakukan pada
BAB. 4 METODOLOGI PENELITIAN. dependen diambil secara bersamaan ketika penelitian dilaksanakan.
BAB. 4 METODOLOGI PENELITIAN 4. 1. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survey dengan rancangan cross sectional (potong lintang) dimana variabel independen dan
BAB IV METODE PENELITIAN
BAB IV METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik cross sectional. Yaitu dengan menggunakan metode kuantitatif dan dengan pendekatan cross sectional, dimana
METODE PENELITIAN. Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian
23 METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Desain penelitian ini adalah crosssectional study dimana seluruh paparan dan outcome diamati pada saat bersamaan dan pengumpulan data dilakukan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis Penelitian ini merupakan explanatory research yaitu penelitian yang menjelaskan hubungan dua atau lebih variabel yang akan diteliti. Metode yang digunakan
LAMPIRAN. Universitas Indonesia
90 LAMPIRAN 91 Lampiran 1: Prosedur Tes Bangku 3 Menit YMCA METODE TES KEBUGARAN: TES BANGKU 3 MENIT YMCA/ YMCA 3-MINUTE STEP TEST (Nieman, 2007) Tes bangku 3 menit YMCA dilakukan pada responden yang telah
BAB V HASIL PENELITIAN
BAB V HASIL PENELITIAN 5.1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu Nurul Fikri Depok merupakan salah satu sekolah swasta yang cukup terkenal di Kota Depok, terletak di Jalan
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1. Desain Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan osteopenia pada kelompok vegetarian umur 20-35 tahun di Pusdiklat Maitreyawira,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik. Bidang penelitian di bidang gizi masyarakat yang dilakukan pada ibu-ibu rumah tangga desa Meteseh kecamatan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah eplanatory research, yaitu penelitian yang menjelaskan hubungan dua variabel atau lebih dengan rancangan
BAB III METODE PENELITIAN. antar variabel bebas dan variabel terikat dengan menggunakan pendekatan cross
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan dan Jenis Penelitian Penelitian ini adalah penelitian penjelasan yaitu menjelaskan hubungan antar variabel bebas dan variabel terikat dengan menggunakan pendekatan
BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN
37 BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode studi kuantitatif dengan desain crosssectional, yaitu penelitian dengan satu kali pengamatan pada suatu waktu tertentu.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengungkapkan hubungan korelasi antara korelatif antara variabel independen
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1. Desain Penelitian Penelitian Faktor-faktor Risiko Hipertensi Pada Jamaah Pengajian Majelis Dzikir SBY Nurussalam Tahun 2008 dilakukan dengan menggunakan desain penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian merupakan wadah untuk menjawab pertanyaan
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Desain penelitian merupakan wadah untuk menjawab pertanyaan penelitian, dan mengkaji kesahihan hipotesis (Sudigdo, 1995). Jenis penelitian ini adalah deskripitif
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan merupakan penelitianan deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional study yaitu suatu pendekatan yang sifatnya sesaat
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN
56 BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1.Jenis Penelitian dan Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berasal dari hasil penelitian Pengembangan Surveilans Faktor Risiko Penyakit dan
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. bersifat survey analitik, dengan menggunakan desain penelitian cross sectional,
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian yang dilaksanakan bersifat survey analitik, dengan menggunakan desain penelitian cross sectional,
BAB 4 METODE PENELITIAN
BAB 4 METODE PENELITIAN 4.1. Desain Penelitian Penelitian ini mengenai gambaran tingkat kepatuhan membaca label informasi zat gizi, komposisi dan kedaluwarsa, serta faktor-faktor yang dapat mempengaruhi
LEMBAR KESEDIAAN DALAM PENELITIAN. Penelitian yang berjudul : Hubungan status gizi dengan tingkat kebugaran pada siswa kelas XI SMAN 1 Palimanan.
Lampiran 1. LEMBAR KESEDIAAN DALAM PENELITIAN Penelitian yang berjudul : Hubungan status gizi dengan tingkat kebugaran pada siswa kelas XI SMAN 1 Palimanan. Bahwa : Saya... Kelas... Menyatakan : Bersedia
METODE PENELITIAN Desain, Waktu, dan Tempat Penelitian Cara Pengambilan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data
METODE PENELITIAN Desain, Waktu, dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain Cross Sectional Study. Penelitian ini dilaksanakan bulan Agustus-September 2011 di SMA Negeri 6
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Rancangan Studi Penelitian ini merupakan studi analitik dengan menggunakan rancangan Cross Sectional, yaitu mengukur variabel independen dan dependen secara bersamaan.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian adalah bidang oftalmologi. Penelitian ini dilakukan selama bulan September 2012 sampai selesai di Universitas Muhammadiyah
METODE PENELITIAN. pendekatan cross sectional, yaitu pengukuran variabel-variabelnya
III. METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, yaitu pengukuran variabel-variabelnya dilakukan hanya satu kali
BAB 4 METODE PENELITIAN. secara deskriptif untuk melihat gambaran distribusi frekuensi.
- 6 - BAB 4 METODE PENELITIAN 4.1. Desain Penelitian Dalam penelitian mengenai gambaran sikap dan perilaku merokok dosen UI di tahun 2008, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif secara deskriptif
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. (variabel dependen) dilakukan pada saat yang sama yaitu tiap subyek hanya
116 BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Desain Penelitian Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional dimana pengukuran faktor-faktor yang menimbulkan perilaku
BAB IV METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini adalah ilmu gizi. Semarang. periode Mei Juni 2014
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang lingkup penelitian Ruang lingkup penelitian ini adalah ilmu gizi. 4.2 Tempat dan waktu penelitian - Tempat : Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang - Waktu
III. METODE PENELITIAN. variabel terikat dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan (Notoatmodjo,
III. METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dimana data yang berkaitan dengan variabel bebas dan variabel terikat
METODE PENELITIAN. N 1+ Ne 2. n =
27 METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional dengan metode survei. Penelitian cross-sectional adalah penelitian yang dilakukan
Lampiran I Daftar Riwayat Hidup. : Afdhal Putra. : Islam. :
49 Lampiran I Daftar Riwayat Hidup Nama Lengkap Jenis Kelamin : Afdhal Putra : Laki-laki Tempat/Tanggal Lahir : Kubang, 16 September 1994 Warga Negara Agama Alamat : Indonesia : Islam : Jalan Nazir Alwi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis / Rancangan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional dimana variabel dependen dan variabel independent
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia sebagai akibat dari kecenderungan pasar global, telah memberikan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kemajuan ekonomi yang dialami oleh negara-negara berkembang seperti Indonesia sebagai akibat dari kecenderungan pasar global, telah memberikan berbagai dampak pada
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan 15 Maret-28 Mei tahun akan dikumpulkan dalam waktu bersamaan (Notoatmodjo, 2010).
33 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 3.1.1 Lokasi Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Gorontalo, Kota Gorontalo. 3.1.2 Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan
Bab III METODE PENELITIAN. pada satu waktu tertentu (Sastroasmoro, 2002).
Bab III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional dengan rancangan penelitian cross sectional yaitu pengambilan atau pengukuran data
METODE PENELITIAN. Desain, Waktu, dan Tempat
24 METODE PENELITIAN Desain, Waktu, dan Tempat Desain penelitian ini adalah cross sectional study, yaitu pengambilan data dilakukan pada waktu yang bersamaan atau pada satu saat, baik variabel independen
BAB III METODE PENELITIAN. Quasi Experiment (eksperimen pura-pura) disebut demikian karena
59 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini menggunakan penelitian Quasi Experiment. Quasi Experiment (eksperimen pura-pura) disebut demikian karena eksperimen jenis
BAB III METODE PENELITIAN. adalah cross sectional yaitu suatu penelitian dengan cara pendekatan,
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Rancangan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah jenis penelitian Non Experimental (Nazir, 1999). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan
BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Gambaran Umum IVS (Indonesia Vegetarian Society) adalah organisasi vegetarian Indonesia yang bersifat nirlaba, yang berdiri di Jakarta pada tanggal 8 Agustus 1998. IVS telah
BAB III METODE PENELITIAN. metode survei dengan pendekatan Cross Sectional. Cross Sectional adalah data
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini adalah analitik. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan Cross Sectional. Cross Sectional adalah data
Hubungan status gizi..., Ratih Agustin P., FKMUI, Lampiran 3. Surat Kerjasama Pemeriksaan Osteoporosis
Lampiran 3. Surat Kerjasama Pemeriksaan Osteoporosis Lanjutan Lanjutan Lampiran 5. Kuesioner KUESIONER PENELITIAN HUBUNGAN UMUR, STATUS GIZI, GAYA HIDUP, DAN KEBIASAAN KONSUMSI KALSIUM DAN VITAMIN D DENGAN
METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Jumlah dan Cara Penarikan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data
METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Desain penelitian ini adalah cross sectional study, dilakukan di SDN 09 Pagi Pademangan Barat Jakarta Utara. Pemilihan lokasi sekolah dasar dilakukan secara
METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Jumlah dan Cara Pemilihan Contoh
19 METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian ini bersifat deskriptif dan menggunakan metode survey dengan desain cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 6 Bogor. Penentuan
METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Jumlah dan Cara Penarikan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data
METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Desain penelitian ini adalah Cross Sectional Study yaitu seluruh variabel diamati pada saat yang bersamaan ketika penelitian berlangsung. Penelitian
BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang dilakukan terhadap
34 BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang dilakukan terhadap sejumlah subyek menurut keadaan sebenarnya, tanpa ada intervensi dari peneliti.
BAB III METODE PENELITIAN. survei dengan menggunakan alat bantu kuesioner dan menggunakan metode
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Metode Pendekatan Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan cara survei dengan menggunakan alat bantu kuesioner dan menggunakan
METODE PENELITIAN. cross sectional, dimana variabel bebas yaitu perilaku makan pagi (sarapan)
III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, dimana variabel bebas yaitu perilaku makan pagi (sarapan) dan status
METODE PENELITIAN Desain, Waktu dan Tempat Penelitian Jumlah dan Cara Pengambilan Contoh
19 METODE PENELITIAN Desain, Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Cross sectional study yaitu rancangan yang digunakan pada penelitian dengan variabel sebab
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan studi cross-sectional untuk melihat gambaran secara deskriptif analisis mengenai faktor-faktor risiko penyakit kardiovaskular
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN)
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Ruang Lingkup Penelitian 3.1.1. Lingkup Tempat Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Semarang. 3.1.2. Lingkup Waktu Penelitian dilakukan sejak
BAB III METODA PENELITIAN. A. Jenis/ Rancangan Penelitian dan Metode Pendekatan. wawancara menggunakan kuesioner dengan pendekatan cross sectional.
BAB III METODA PENELITIAN A. Jenis/ Rancangan Penelitian dan Metode Pendekatan Jenis penelitian eksplanatory research dengan metode observasi dan wawancara menggunakan kuesioner dengan pendekatan cross
BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN
43 BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN 4.1. Desain Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan desain penelitian cross sectional. Desain ini dipilih sesuai dengan kegunaan dari desain studi cross sectional,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian dan Metode Pendekatan Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah explanatory research yaitu penelitian yang menjelaskan hubungan 2 variabel
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional dengan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional, yaitu peneliti mempelajari hubungan antara asupan energi, asupan
METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Jumlah dan Teknik Penarikan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data
METODE PENELITIAN Desain, Tempat, dan Waktu Penelitian Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, bertempat di Pabrik Hot Strip Mill (HSM) PT. Krakatau Steel Cilegon, Propinsi Banten. Lokasi penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis / Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksplanatory digunakan untuk menjelaskan suatu keadaan atau fenomena sosial yang terjadi secara objektif,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Kerangka Konsep Variabel Bebas Umur Jenis Kelamin Pekerjaan Pendidikan VariabelTerikat Status Perkawinan Kejadian Malnutrisi Riwayat Penyakit Aktifitas Fisik Perilaku Merokok
III. METODE PENELITIAN. Jenis penelitian observasional dengan rancangan Cross Sectional, yaitu
37 III. METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian observasional dengan rancangan Cross Sectional, yaitu pengukuran variabel-variabelnya (status merokok orang tua, pergaulan teman sebaya,
METODE PENELITIAN. d 2. dimana n : Jumlah sampel Z 2 1-α/2 : derajat kepercayaan (1.96) D : presisi (0.10) P : proporsi ibu balita pada populasi (0.
METODE PENELITIAN Desain Penelitian, Waktu dantempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Sumur Batu, Bantar Gebang Bekasi. Penelitian dilakukan pada bulan Agustusi 2012. Desain penelitian
