BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA
|
|
|
- Yuliani Halim
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat STAI RAKHA Amuntai STAI Rasyidiyah Khalidiyah (RAKHA) Amuntai pada awalnya bernama Fakultas Tarbiyah Rasyidiyah Khalidiyah (RAKHA) Amuntai didirikan pada tanggal 6 April 1971 bertepatan 9 Safar 1391 H, berdasarkan Surat Keputusan Rektor IAIN Antasari Banjarmasin No.20/Sekr-IV/1971, sebagai dekan pertama adalah KH.Abdul Muthalib Muhyiddin berdasarkan Surat Keputusan Rektor IAIN Antasari Banjarmasin Nomor : B-VII/a-PT/481 tanggal 13 Mei Selanjutnya bedasarkan Surat Keputusan DIRJEN BIMAS ISLAM DEPAG RI Nomor.Kep/DV/140/1975 tanggal 21 Maret 1975, Fakultas Tarbiyah RAKHA Amuntai mendapatkan status TERDAFTAR. Kemudian lebih dipertegas dengan Surat Edaran DITBINPERTA ISLAM DEP.AGAMA RI Nomor.11/PP.009/Ed/73/84 tanggal 26 Juni 1984, sehingga Fakultas Tarbiyah RAKHA Amuntai tetap berstatus TERDAFTAR dan berhak melaksanakan/menyelenggarakan pendidikan tingkat tinggi Program Sarjana Muda. Dalam perkembangan selanjutnya Dewan Pengurus Yayasan Pesantren RAKHA Amuntai melalui suratnya Nomor: 43/B.1-a/PY-RKH/VI-88 tanggal 29 Juni 1988 / 14 Julqa'dah 1408 H, mengusulkan perubahan nama Fakultas Tarbiyah 95
2 96 RAKHA Amuntai kepada Menteri Agama c/q Direktur Ditbinperta Islam Depag RI u/p Ketua Kopertais Wilayah IV IAIN Sunan Ampel Surabaya. Usulan yang disampaikan Dewan Pengurus Yayasan Pesantren Rakha tersebut akhirnya dikabulkan dengan terbitnya Surat Keputusan Menteri Agama RI No.58 Tahun 1989 tanggal 11 Maret 1989, maka sejak itu Fakultas Tarbiyah Rakha Amuntai secara resmi berubah nama dan bentuk menjadi SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH RASYIDIYAH KHALIDIYAH (STIT RAKHA) Amuntai Kalsel, berstatus TERDAFTAR dan berhak melaksanakan dan menyelenggarakan pendidikan tinggi Program Strata Satu (S1) Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI). Kemudian setelah hampir lima tahun berjalan, Dewan Pengurus Yayasan Pesantren RAKHA Amuntai mengusulkan kembali perpanjangan status TERDAFTAR STIT Rakha Amuntai untuk masa operasional 5 (lima) tahun mendatang. Melalui usulan tersebut, terbitlah Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor.47 Tahun 1994 tanggal 12 Pebruari 1994 yang menetapkan kembali status "TERDAFTAR" STIT RAKHA Amuntai dan berhak menyelenggarakan pendidikan tinggi Program Strata Satu (S1) Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI). Kemudian dengan lahirnya Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor.53 Tahun 1994, tentang Pendirian PTAIS, yang diantaranya mengatur keberadaan PTAIS (Sekolah Tinggi) yang mengharuskan minimal memiliki 2 (dua) jurusan, maka Dewan Pengurus Yayasan Pesantren RAKHA Amuntai kembali
3 97 mengusulkan perubahan bentuk STIT RAKHA Amuntai kepada Menteri Agama RI sehingga lahir Keputusan Menteri Agama lewat SK Menag RI Nomor 495 Tahun 1994 tertanggal 16 Nopember 1994, yang menyatakan secara resmi sejak tahun Akademik 1994/1995, STIT RAKHA Amuntai berubah bentuk menjadi SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM RASYIDIYAH KHALIDIYAH (STAI RAKHA) Amuntai Kalimantan Selatan dengan dua Program Studi : 1. Pendidikan Agama Islam (Tarbiyah) 2. Peradilan Agama / Qadla (Syari'ah) Pada tanggal 28 Mei 1997 program studi Peradilan Agama/Qadla berubah menjadi program studi Ahwal Al-Syakhsiyyah berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama RI nomor E/83/97. Seiring dengan usul perpanjangan status TERDAFTAR prodi Pendidikan Agama Islam dan Ahwal Al-Syakhsiyyah pada tahun 1999, Dewan Pengurus Yayasan Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai juga mengusulkan permintaan status bagi Program Diploma 2 PGSD/MI dan Program Akta IV Kependidikan (mengajar) bagi Sarjana Non Kependidikan. Maka pada tanggal 17 Januari 2000 keluar Surat Keputusan Ketua Kopertais Wilayah XI Kalimantan nomor: C/II/02/2000 yang menetapkan perpanjangan dan pemberian status TERDAFTAR bagi prodi Pendidikan Agama Islam dan Ahwal Al-Syakhsiyyah serta Program Diploma 2 PGSD/MI dan Program Akta IV Kependidikan. Pada tahun akademik 2004/2005 STAI Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai mengajukan kembali perpanjangan statusnya, hingga terbitlah SK Dirjen
4 98 BAGAIS Departemen Agama RI Nomor: Dj.II/315/2004 tanggal 23 September Izin perpanjangan tersebut dilanjutkan dengan terbitnya Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor: Dj.I/368/2009 Tentang Perpanjangan Izin Penyelenggaraan Prodi (PAI STAI). Pada tahun 2007 STAI Rakha Amuntai menambah lagi penyelenggaraan sebuah program studi baru yaitu Tadris Bahasa Inggris dengan terbitnya Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor Dj.I/494/2007 tentang Izin Penyelenggaraan Prodi (TBI STAI). Kemudian Perpanjangan Izin Penyelenggaraan Prodi TBI berdasarkan Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor: 593 Tahun Keputusan ini juga berlaku untuk Prodi Ahwal Al- Syakhsiyyah. Dengan demikian sampai saat ini STAI Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai menyelenggarakan program sebagai berikut: 1. Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam (PAI) 2. Program Studi S1 Ahwal Al-Syakhsiyyah (AS) 3. Program Studi S1 Tadris Bahasa Inggris (TBI) 2. Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran serta Strategi pencapaian a. Mekanisme Penyusunan Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Program Studi, serta Pihak-Pihak yang Dilibatkan Visi dan misi STAI Rakha Amuntai dirumuskan bersama oleh pimpinan dengan melibatkan jajaran yang ada, baik di tingkat institusi, tingkat program studi sampai ketingkat lainnya. Dalam merumuskan visi dan misi perlu dilakukan diskusi dan pembahasan yang mendalam dengan menggali seluruh kemampuan yang dimiliki oleh
5 99 lembaga. Dengan demikian akan menjadi share vision (visi bersama), sehingga Visi dan Misi yang ditetapkan akan menjadi milik bersama, mendapat dukungan dan komitmen bersama setiap jajaran dalam lembaga, serta menumbuhkan rasa ikut memiliki (sense of belongingness) bagi seluruh jajaran civitas akademika STAI Rakha Amuntai. Penyusunan visi dan misi dirumuskan dengan mekanisme sebagai berikut: 1. Mengkaji makna visi lembaga di atasnya (visi Yayasan Rakha) untuk digunakan sebagai acuan; 2. Menginventarisasi rumusan tugas yang tercantum dalam struktur dan tata kerja lembaga dan melakukan review (meninjau kembali) masalah yang dihadapi dengan pendekatan analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats (SWOT); 3. Rumusan tugas tersebut dirangkum dan dirumuskan kembali menjadi konsep rumusan visi; 4. Konsep rumusan visi didiskusikan dengan jajaran-jajaran yang ada untuk memperoleh masukan, klarifikasi dan saran-saran; 5. Rumusan visi dikomunikasikan dengan seluruh stakeholders guna mendapatkan umpat balik dan memperoleh penyempurnaan; 6. Rumusan visi yang telah menjadi kesepakatan ditetapkan dengan Keputusan Pimpinan STAI Rakha Amuntai sehingga visi tersebut menjadi milik bersama, mendapat dukungan dan komitmen.
6 100 b. Visi Menjadi program Studi yang unggul dalam pengkajian dan pengembangan ilmu syari ah dan ilmu hukum terutama dalam bidang ahwal al-syakhshiyyah yang berwawasan ke Islaman dan kemasyarakatan. c. Misi 1. Menyelenggarakan program pendidikan hukum yang berorientasi pada pengembangan nalar dan keterampilan profesi dalam ranah hukum keluarga Islam. 2. Melakukan penelitian dan pengkajian keilmuan syari ah dan hukum yang tengah berkembang. 3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat khususnya dalam bidang hukum keluarga dan masyarakat. 4. Menyelenggarakan pengembangan budaya akademik. d. Tujuan 1. Menghasilkan sarjana muslim dan praktisi hukum keluarga Islam yang memiliki keunggulan kompetitif dalam persaingan global. 2. Menghasilkan sarjana yang memiliki sikap mandiri, terbuka, dan tanggap terhadap kemajuan ilmu pengetahuan. 3. Menghasilkan sarjana yang mampu menemukan, memahami dan menjelaskan permasalahan khususnya yang ada kaitannya dengan hukum keluarga Islam. 4. Mewujudkan institusi pendidikan yang mempunyai suasana akademik yang kondusif.
7 101 e. Sasaran dan Strategi Pencapaiannya 1) Sasaran Lulusan dapat menjadi tauladan dan mampu mengaplikasikan ilmunya secara kompetitif di masyarakat. Strategi Pencapaian: Peninjauan kurikulum secara periodik yang mengintegrasikan nilai-nilai Islami Peningkatan efektivitas dan kualitas kegiatan pembelajaran Peningkatan intensitas bimbingan dosen kepada mahasiswa Peningkatan softskill mahasiswa melalui kegiatan-kegiatan praktikum, Program Pengalaman Lapangan, Kuliah Kerja Nyata dan pelatihan-pelatihan. Membantu memberikan informasi lowongan pekerjaan dari stakeholders sesuai bidang keahlianya. 2) Sasaran Lulusan mampu memberikan kontribusi ilmu pengetahuan khususnya bagi masyarakat hukum keluarga Islam Strategi Pencapaian: Peningkatan kemampuan penelitian bagi mahasiswa melalui Tugas Akhir maupun penelitian bersama dosen dan mahasiswa Peningkatan kualitas pengabdian masyarakat khususnya melalui kuliah kerja nyata. Meningkatkan alokasi dana penelitian dan pengabdian masyarakat PT sendiri
8 102 Mendorong dosen aktif mengajukan proposal hibah dalam kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat 3) Sasaran Lulusan memiliki keperdulian terhadap permasalahan yang timbul di masyarakat khususnya berkenaan hukum keluarga Islam. Strategi Pencapaian: Mengadakan/mengikutsertakan mahasiswa pada kegiatan pelatihan kepribadian dan kepemimpinan, PLC (Personality Leadership Course) Pengaktualisasian minat, bakat, dan penalaran mahasiswa Menumbuhkan budaya integritas mahasiswa yang disiplin, jujur dan mandiri. 4) Sasaran Peningkatan mutu akademik dan budaya ilmiah bagi civitas akademika. Strategi Pencapaian: Mendorong semangat bagi dosen untuk melanjutkan pendidikan sesuai keahliannya. Mendorong keikutsertaan dosen dalam kegiatan-kegiatan atau pertemuan ilmiah seperti: seminar, workshop, dsb. Implementasi tata tertib secara konsisten dan berkelanjutan sehingga tercipta langkah preventif dan korektif untuk mencegah terjadinya penyimpangan. Penerapan sanksi akademik sesuai porsinya bagi mahasiswa, dosen, maupun pimpinan dan pengelola yang melakukan pelanggaran akademik Peningkatan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pembelajaran
9 103 Meningkatkan manajemen prgram studi yang baik, efektif dan optimal, serta berkesinambungan. 3. Keadaan Dosen Program Studi Ahwal al-syakhsiyyah Program Studi Ahwal al-syakhsiyyah pada tahun pelajaran 2013/2014 memiliki 10 dosen tetap dan 20 dosen tidak tetap, terdiri dari 26 laki-laki dan 4 perempuan. Berpendidikan S3 sebanyak 1 orang, berpendidikan S2 sebanyak 21 orang, dan berpendidikan S1 sebanyak 8 orang seperti pada lampiran Keadaan Mahasiswa Program Studi Ahwal al-syakhsiyyah Mahasiswa Program Studi Ahwal al-syakhsiyyah pada tahun pelajaran 2013/2014 berjumlah 174 orang, yang terdiri dari 76 orang laki-laki dan 98 orang perempuan. Untuk lebih jelasnya mengenai jumlah mahasiswa Program Studi Ahwal al-syakhsiyyah, dapat diihat pada tabel berikut: Tabel 4.1 Keadaan Mahasiswa Program Studi Ahwal al-syakhsiyyah pada Tahun Pelajaran 2013/2014. No. Semester Jenis Kelamin L P Jumlah 1. I III V VII IX Jumlah Keadaan Sarana dan Prasarana Program Studi Ahwal al- Syakhsiyyah Fasilitas utama yang menjadi unsur penting dalam pencapaian kompetensi mahasiswa program studi Ahwal al-syahkhsiyyah, antara lain:
10 104 Tabel 4.2 Keadaan Sarana dan Prasarana Program Studi Ahwal al-syakhsiyyah No. Jenis Prasarana Jumlah Total Kepemilikan Kondisi Utilisasi Unit Luas (Jam/minggu) (m 2 SD SW Terawat Tidak ) Terawat (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) 1. Kantor lama 1 24,5 52,5 2. Kantor baru ,5 3. Ruang kelas 6 346, Micro Syari ah 1 50, Perpustakaan 1 305, Lab. Bahasa 1 106, Ruang Munaqasyah 1 29,75 8 SD = Milik PT/fakultas/jurusan sendiri; SW = Sewa/Kontrak/Kerjasama Tabel 4.3 Keadaan Sarana dan Prasarana yang menunjang Kepemilikan Kondisi Total Jenis Prasarana Jumlah No. Luas Tera Tidak Unit Penunjang Unit (m 2 Pengelola ) SD SW wat Teraw at (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) 1. Ruang Senat 1 50,5 STAI Rakha 2. Ruang Menwa 1 29,26 STAI Rakha 3. Ruang Pramuka 1 29,26 STAI Rakha 4. Masjid Yayasan 5. Mushalla 1 50,5 STAI Rakha 6. Ruang Pertemuan Yayasan 7. Koperasi 1 60 Yayasan 8. Pusat Kesehatan 1 48 Yayasan 9. Halaman Kampus Yayasan 10. Parkir STAI Rakha 11. Lapangan Volyball STAI Rakha 12. Lap. Badminton 1 81,74 Pemda HSU 13. Lap. Sepak Bola Pemda HSU Keterangan: SD = Milik PT/fakultas/jurusan sendiri; SW = Sewa/Kontrak/Kerjasama
11 105 B. Penyajian Data 1. Kemampuan Mahasiswa terhadap Materi Sebelum menggambarkan kemampuan mahasiswa secara menyeluruh tentang penggunaan konsep matematika dalam penentuan arah kiblat pada Ilmu Falak A mahasiswa angkatan 2011 STAI Rakha Amuntai, maka terlebih dahulu digambarkan tentang kemampuan siswa dalam menyelesaikan instrument soal tentang azimuth kiblat, segitiga siku (segitiga kiblat), dan rashdul kiblat seperti yang dipaparkan berikut ini: a. Kemampuan Mahasiswa Menyelesaikan Soal Pilihan Ganda (Multiple Choice) Per Butir Soal Pada bagian ini akan digambarkan tingkat kemampuan dasar mahasiswa menghitung penentuan arah kiblat dalam menyelesaikan soal pilihan ganda (multiple choice). Mahasiswa dikatakan mampu menyelesaikan soal pilihan ganda (multiple choice). jika memperoleh nilai lebih atau sama besar dengan 65% dari skor total untuk instrument tes pilihan ganda. Berdasarkan hasil nilai dan kualifikasi pada lampiran 7 dapat dibuat deskripsi kemampuan mahasiswa terhadap soal pilihan ganda (multiple choice), sebagaimana disajikan pada tabel berikut: Tabel 4.4 Data Hasil Jawaban Mahasiswa Soal no. 1 Piihan ganda No. Jawaban Frekuensi Persentase (%) Benar Salah ,64 11,36
12 106 Tabel 4.4 di atas menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa menyelesaikan soal no. 1. Diketahui dari jumlah 44 orang mahasiswa, bahwa 39 orang mahasiswa atau 88,64% yang menjawab benar berada pada kualifikasi amat baik dan 5 orang mahasiswa atau 11,36% yang menjawab salah berada pada kualifikasi amat kurang. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 7. Kemudian mahasiswa dikatakan mampu secara klasikal, jika 75% dari mahasiswa seluruhnya menjawab benar. 75% dari seluruh mahasiswa adalah 33 orang mahasiswa, sedangkan berdasarkan hasil perhitungan terdapat 39 orang mahasiswa atau 88,64% yang menjawab benar. Merujuk pada standar putusan yang terdapat pada bab III, dapat dikatakan bahwa mahasiswa mampu menjawab dengan benar soal no. 1. Tabel 4.5 Data Hasil Jawaban Mahasiswa Soal no. 2 Pilihan Ganda No. Jawaban Frekuensi Persentase (%) Benar Salah ,82 18,18 Tabel 4.5 menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa menyelesaikan soal no. 2. Diketahui dari jumlah 44 orang mahasiswa, bahwa 36 orang mahasiswa atau 81,82% yang menjawab benar berada pada kualifikasi amat baik dan 8 orang mahasiswa atau 18,18% yang menjawab salah berada pada kualifikasi amat kurang. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 7. Kemudian mahasiswa dikatakan mampu secara klasikal, jika 75% dari mahasiswa seluruhnya menjawab benar. 75% dari seluruh mahasiswa adalah 33
13 107 orang mahasiswa, sedangkan berdasarkan hasil perhitungan terdapat 36 orang mahasiswa atau 81,82% yang menjawab benar. Merujuk pada standar putusan yang terdapat pada bab III, dapat dikatakan bahwa mahasiswa mampu menjawab dengan benar soal no. 2. Tabel 4.6 Data Hasil Jawaban Mahasiswa Soal no. 3 Piihan Ganda No. Jawaban Frekuensi Persentase (%) Benar Salah ,64 11,36 Tabel 4.6 di atas menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa menyelesaikan soal no. 3. Diketahui dari jumlah 44 orang mahasiswa, bahwa 39 orang mahasiswa atau 88,64% yang menjawab benar berada pada kualifikasi amat baik dan 5 orang mahasiswa atau 11,36% yang menjawab salah berada pada kualifikasi amat kurang. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 7. Kemudian mahasiswa dikatakan mampu secara klasikal, jika 75% dari mahasiswa seluruhnya menjawab benar. 75% dari seluruh mahasiswa adalah 33 orang mahasiswa, sedangkan berdasarkan hasil perhitungan terdapat 39 orang mahasiswa atau 88,64% yang menjawab benar. Merujuk pada standar putusan yang terdapat pada bab III, dapat dikatakan bahwa mahasiswa mampu menjawab dengan benar soal no. 3.
14 108 Tabel 4.7 Data Hasil Jawaban Mahasiswa Soal no. 4 Piihan Ganda No. Jawaban Frekuensi Persentase (%) Benar Salah ,36 13,64 Tabel 4.7 di atas menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa menyelesaikan soal no. 4. Diketahui dari jumlah 44 orang mahasiswa, bahwa 38 orang mahasiswa atau 86,36% yang menjawab benar berada pada kualifikasi sangat baik dan 6 orang mahasiswa atau 13,64% yang menjawab salah berada pada kualifikasi amat kurang. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 7. Kemudian mahasiswa dikatakan mampu secara klasikal, jika 75% dari mahasiswa seluruhnya menjawab benar. 75% dari seluruh mahasiswa adalah 33 orang mahasiswa, sedangkan berdasarkan hasil perhitungan terdapat 38 orang mahasiswa atau 86,36% yang menjawab benar. Merujuk pada standar putusan yang terdapat pada bab III, dapat dikatakan bahwa mahasiswa mampu menjawab dengan benar soal no. 3. Tabel 4.8 Data Hasil Jawaban Mahasiswa Soal no. 5 Piihan Ganda No. Jawaban Frekuensi Persentase (%) Benar Salah ,27 22,73 Tabel 4.8 di atas menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa menyelesaikan soal no. 5. Diketahui dari jumlah 44 orang mahasiswa, bahwa 34 orang mahasiswa atau 77,27% yang menjawab benar berada pada kualifikasi baik
15 109 dan 10 orang mahasiswa atau 22,27% yang menjawab salah berada pada kualifikasi amat kurang. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 7. Kemudian mahasiswa dikatakan mampu secara klasikal, jika 75% dari mahasiswa seluruhnya menjawab benar. 75% dari seluruh mahasiswa adalah 33 orang mahasiswa, sedangkan berdasarkan hasil perhitungan terdapat 34 orang mahasiswa atau 77,27% yang menjawab benar. Merujuk pada standar putusan yang terdapat pada bab III, dapat dikatakan bahwa mahasiswa mampu menjawab dengan benar soal no. 5. Tabel 4.9 Data Hasil Jawaban Mahasiswa Soal no. 6 Piihan Ganda No. Jawaban Frekuensi Persentase (%) Benar Salah ,82 43,18 Tabel 4.9 di atas menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa menyelesaikan soal no. 6. Diketahui dari jumlah 44 orang mahasiswa, bahwa 25 orang mahasiswa atau 56,82% yang menjawab benar berada pada kualifikasi cukup dan 19 orang mahasiswa atau 43,18% yang menjawab salah berada pada kualifikasi kurang. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 7. Kemudian mahasiswa dikatakan mampu secara klasikal, jika 75% dari mahasiswa seluruhnya menjawab benar. 75% dari seluruh mahasiswa adalah 33 orang mahasiswa, sedangkan berdasarkan hasil perhitungan terdapat 25 orang mahasiswa atau 56,82% yang menjawab benar. Merujuk pada standar putusan
16 110 yang terdapat pada bab III, dapat dikatakan bahwa mahasiswa belum mampu menjawab dengan benar soal no. 7. Tabel 4.10 Data Hasil Jawaban Mahasiswa Soal no. 7 Piihan Ganda No. Jawaban Frekuensi Persentase (%) Benar Salah , Tabel 4.10 menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa menyelesaikan soal no. 7. Diketahui dari jumlah 44 orang mahasiswa, bahwa 15 orang mahasiswa atau 34,09% yang menjawab benar berada pada kualifikasi amat kurang dan 29 orang mahasiswa atau 65,91% yang menjawab salah berada pada kualifikasi baik. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 7. Kemudian mahasiswa dikatakan mampu secara klasikal, jika 75% dari mahasiswa seluruhnya menjawab benar. 75% dari seluruh mahasiswa adalah 33 orang mahasiswa, sedangkan berdasarkan hasil perhitungan terdapat 15 orang mahasiswa atau 34,09% yang menjawab benar. Merujuk pada standar putusan yang terdapat pada bab III, dapat dikatakan bahwa mahasiswa belum mampu menjawab dengan benar soal no. 7. Tabel 4.11 Data Hasil Jawaban Mahasiswa Soal no. 8 Piihan Ganda No. Jawaban Frekuensi Persentase (%) Benar Salah ,18 56,82
17 111 Tabel 4.11 menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa menyelesaikan soal no. 9. Diketahui dari jumlah 44 orang mahasiswa, bahwa 19 orang mahasiswa atau 43,18% yang menjawab benar berada pada kualifikasi kurang dan 25 orang mahasiswa atau 56,82% yang menjawab salah berada pada kualifikasi cukup. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 7. Kemudian mahasiswa dikatakan mampu secara klasikal, jika 75% dari mahasiswa seluruhnya menjawab benar. 75% dari seluruh mahasiswa adalah 33 orang mahasiswa, sedangkan berdasarkan hasil perhitungan terdapat 19 orang mahasiswa atau 43,18% yang menjawab benar. Merujuk pada standar putusan yang terdapat pada bab III, dapat dikatakan bahwa mahasiswa belum mampu menjawab dengan benar soal no. 8. Tabel 4.12 Data Hasil Jawaban Mahasiswa Soal no. 9 Piihan Ganda No. Jawaban Frekuensi Persentase (%) Benar Salah ,36 13,64 Tabel 4.12 menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa menyelesaikan soal no. 9. Diketahui dari jumlah 44 orang mahasiswa, bahwa 38 orang mahasiswa atau 86,36% yang menjawab benar berada pada kualifikasi amat baik dan 6 orang mahasiswa atau 13,64% yang menjawab salah berada pada kualifikasi amat kurang. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 7. Kemudian mahasiswa dikatakan mampu secara klasikal, jika 75% dari mahasiswa seluruhnya menjawab benar. 75% dari seluruh mahasiswa adalah 33
18 112 orang mahasiswa, sedangkan berdasarkan hasil perhitungan terdapat 38 orang mahasiswa atau 8 6,36% yang menjawab benar. Merujuk pada standar putusan yang terdapat pada bab III, dapat dikatakan bahwa mahasiswa mampu menjawab dengan benar soal no. 9. Tabel 4.13 Data Hasil Jawaban Mahasiswa Soal no. 10 Piihan Ganda No. Jawaban Frekuensi Persentase (%) Benar Salah ,54 70,46 Tabel 4.13 menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa menyelesaikan soal no. 10. Diketahui dari jumlah 44 orang mahasiswa, bahwa 13 orang mahasiswa atau 29,54% yang menjawab benar berada pada kualifikasi amat kurang dan 31 orang mahasiswa atau 70.46% yang menjawab salah berada pada kualifikasi baik. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 7. Kemudian mahasiswa dikatakan mampu secara klasikal, jika 75% dari mahasiswa seluruhnya menjawab benar. 75% dari seluruh mahasiswa adalah 33 orang mahasiswa, sedangkan berdasarkan hasil perhitungan terdapat 13 orang mahasiswa atau 29,64% yang menjawab benar. Merujuk pada standar putusan yang terdapat pada bab III, dapat dikatakan bahwa mahasiswa belum mampu menjawab dengan benar soal no Kemampuan Menentukan Azimuth Kiblat Pada bagian ini akan digambarkan tingkat kemampuan mahasiswa dalam menentukan azimuth kiblat. Mahasiswa dikatakan mampu menentukan azimuth
19 113 kiblat jika memperoleh nilai lebih atau sama besar dengan 65% dari skor total untuk instrument pertama. Berdasarkan hasil nilai dan kualifikasi pada lampiran 8 dapat dibuat taraf penguasaan siswa terhadap soal menentukan azimuth kiblat, sebagaimana disajikan pada tabel berikut: Tabel 4.14 Taraf Penguasaan Mahasiswa Terhadap Soal Menentukan Azimuth Kiblat No. Taraf Penguasaan Frekuensi Persentasi Keterangan 1. 95, ,10 Istimewa 2. 80,00 < 95,00 4 9,10 Amat Baik 3. 65,00 < 80, ,45 Baik 4. 55,00 < 65,00 3 6,81 Cukup 5. 40,00 < 55, ,27 Kurang 6. 00,00 < 40, ,27 Amat Kurang Tabel 4.14 menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa terhadap soal menentukan azimuth kiblat 17 orang atau 38,65 % berada pada taraf penguasaan baik, amat baik, dan istimewa. Adapun siswa yang tidak tuntas dalam azimuth kiblat 27 orang 61,35% berada pada taraf cukup, kurang dan amat kurang. Kemudian mahasiswa dikatakan mampu secara klasikal, jika 75% dari siswa seluruhnya mempunyai nilai lebih atau sama dengan 65% dari skor total. 75% dari seluruh siswa adalah 33 siswa, sedangkan berdasarkan hasil perhitungan hanya terdapat 17 mahasiswa atau 38,65% yang mencapai nilai 65% dari skor total. Merujuk pada standar putusan yang terdapat pada bab III, dapat dikatakan bahwa mahasiswa belum mampu menentukan azimuth kiblat.
20 Kemampuan Menentukan Segitiga Siku (Segitiga Kiblat) Pada bagian ini akan digambarkan tingkat kemampuan mahasiswa dalam menentukan segitiga siku (segitiga kiblat). Mahasiswa dikatakan mampu menentukan segitiga siku (segitiga kiblat) jika memperoleh nilai lebih atau sama besar dengan 65% dari skor total untuk instrument kedua. Berdasarkan hasil nilai dan kualifikasi pada lampiran 8 dapat dibuat taraf penguasaan mahasiswa terhadap soal menentukan segitiga siku (segitiga kiblat), sebagaimana disajikan pada tabel berikut: Tabel 4.15 Taraf Penguasaan Mahasiswa Terhadap Soal Menentukan Segitiga Siku (Segitiga Kiblat) No. Taraf Penguasaan Frekuensi Persentasi Keterangan 1. 95, ,64 Istimewa 2. 80,00 < 95, ,36 Amat Baik 3. 65,00 < 80,00 4 9,09 Baik 4. 55,00 < 65, ,82 Cukup 5. 40,00 < 55, ,09 Kurang 6. 00,00 < 40, Amat Kurang Tabel 4.15 menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa terhadap soal menentukan segitiga siku (segitiga kiblat) 16 orang atau 34,09 % berada pada taraf penguasaan baik, amat baik, dan istimewa. Adapun siswa yang tidak tuntas dalam menentukan segitiga siku (segitiga kiblat) 28 orang atau 65,91% berada pada taraf cukup, kurang dan amat kurang. Kemudian siswa dikatakan mampu secara klasikal, jika 75% dari siswa seluruhnya mempunyai nilai lebih atau sama dengan 65% dari skor total. 75% dari
21 115 seluruh siswa adalah 33 mahasiswa, sedangkan berdasarkan hasil perhitungan hanya terdapat 15 mahasiswa atau 34,09% yang mencapai nilai 65% dari skor total. Merujuk pada standar putusan yang terdapat pada bab III, dapat dikatakan bahwa mahasiswa belum mampu menentukan segitiga siku (segitiga kiblat). 4. Kemampuan Menentukan Rashdul Kiblat Pada bagian ini akan digambarkan tingkat kemampuan mahasiswa dalam menentukan rashdul kiblat. Mahasiswa dikatakan mampu menentukan rashdul kiblat jika memperoleh nilai lebih atau sama besar dengan 65% dari skor total untuk instrument ketiga. Berdasarkan hasil nilai dan kualifikasi pada lampiran 8 dapat dibuat taraf penguasaan siswa terhadap soal menentukan rashdul kiblat, sebagaimana disajikan pada tabel berikut: Tabel 4.16 Taraf Penguasaan Mahasiswa Terhadap Soal Menentukan Rashdul Kiblat No. Taraf Penguasaan Frekuensi Persentasi Keterangan 1. 95, ,27 Istimewa 2. 80,00 < 95, ,36 Amat Baik 3. 65,00 < 80, ,91 Baik 4. 55,00 < 65,00 3 6,82 Cukup 5. 40,00 < 55, ,64 Kurang 6. 00,00 < 40, Amat Kurang Tabel 4.16 menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa terhadap soal menentukan rashdul kiblat13 orang atau 29,54 % berada pada taraf penguasaan baik, amat baik, dan istimewa. Adapun mahasiswa yang tidak tuntas dalam
22 116 menentukan rashdul kiblat 31 orang atau 63,64% berada pada taraf cukup, kurang dan amat kurang. Kemudian mahasiswa dikatakan mampu secara klasikal, jika 75% dari siswa seluruhnya mempunyai nilai lebih atau sama dengan 65% dari skor total. 75% dari seluruh siswa adalah 33 mahasiswa, sedangkan berdasarkan hasil perhitungan hanya terdapat 13 mahasiswa atau 29,54% yang mencapai nilai 65% dari skor total. Merujuk pada standar putusan yang terdapat pada bab III, dapat dikatakan bahwa mahasiswa belum mampu menentukan rashdul kiblat. 3. Kemampuan Mahasiswa Menggunakan Konsep Matematika Secara Keseluruhan a. Kemampuan Mahasiswa Menjawab Soal tes Pilihan Ganda (Multiple Choice) Secara Keseluruhan Pada bagian ini akan digambarkan tingkat kemampuan mahasiswa menjawab soal pilihan ganda secara keseluruhan sebagai kemampuan dasar dalam menghitung penentuan arah kiblat. Mahasiswa dikatakan mampu menjawab soal pilihan ganda secara keseluruhan jika mempunyai nilai lebih besar atau sama dengan 65 dari skor total pada keseluruhan penilaian pengerjaan instrumen. Berdasarkan hasil nilai dan kualifikasi pada lampiran 7 dapat dibuat taraf penguasaan siswa dalam menjawab soal pilihan ganda secara keseluruhan, sebagaimanana disajikan pada tabel berikut:
23 117 Tabel 2.17 Taraf Penguasaan Mahasiswa terhadap Soal Tes Pilihan Ganda Secara Keseluruhan No. Taraf Penguasaan Frekuensi Persentasi Keterangan 1. 95, Istimewa 2. 80,00 < 95, ,36 Amat Baik 3. 65,00 < 80, ,28 Baik 4. 55,00 < 65, ,91 Cukup 5. 40,00 < 55, ,45 Kurang 6. 00,00 < 40, Amat Kurang Tabel 4.17 menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa terhadap soal tes pilihan ganda secara menyeluruh 28 orang mahasiswa atau 63,64% berada pada taraf penguasaan baik, amat baik, dan istimewa. Adapun mahasiswa yang tidak tuntas dalam mengerjakan soal tes pilihan ganda secara menyeluruh menurut tingkatan kognitif 16 orang mahasiswa atau 36,36% berada pada taraf cukup, kurang dan amat kurang. Kemudian mahasiswa dikatakan mampu secara klasikal, jika 75% dari siswa seluruhnya mempunyai nilai lebih atau sama dengan 65% dari skor total. 75% dari seluruh siswa adalah 33 mahasiswa, sedangkan berdasarkan hasil perhitungan hanya terdapat 28 mahasiswa atau 63,64% yang mencapai nilai 65% dari skor total. Merujuk pada standar putusan yang terdapat pada bab III, dapat dikatakan bahwa bahwa mahasiswa belum mampu mengerjakan soal tes pilihan ganda secara menyeluruh.
24 118 b. Kemampuan Mahasiswa Menggunakan Konsep Matematika Secara Keseluruhan pada Tes Uraian Pada bagian ini akan digambarkan tingkat kemampuan mahasiswa mengunakan konsep matematika secara keseluruhan pada tes uraian. Mahasiswa dikatakan mampu mengunakan konsep matematika secara keseluruhan pada tes uraian jika mempunyai nilai lebih besar atau sama dengan 65 dari skor total pada keseluruhan penilaian pengerjaan instrumen. Berdasarkan hasil nilai dan kualifikasi pada lampiran 8 dapat dibuat taraf penguasaan siswa dalam mengunakan konsep matematika secara keseluruhan pada tes uraian, sebagaimanana disajikan pada tabel berikut: Tabel 4.18 Taraf Penguasaan Mahasiswa terhadap Soal Tes Uraian Secara Keseluruhan No. Taraf Penguasaan Frekuensi Persentasi Keterangan 1. 95, Istimewa 2. 80,00 < 95, ,46 Amat Baik 3. 65,00 < 80,00 3 6,82 Baik 4. 55,00 < 65, ,91 Cukup 5. 40,00 < 55, ,27 Kurang 6. 00,00 < 40, ,54 Amat Kurang Tabel 4.18 menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa terhadap soal uraian secara menyeluruh 12 orang mahasiswa atau 27,28% berada pada taraf penguasaan baik, amat baik, dan istimewa. Adapun mahasiswa yang tidak tuntas dalam mengerjakan soal tes uraian secara menyeluruh menurut tingkatan kognitif 32 orang mahasiswa atau 72,72% berada pada taraf cukup, kurang dan amat kurang.
25 119 Kemudian mahasiswa dikatakan mampu secara klasikal, jika 75% dari siswa seluruhnya mempunyai nilai lebih atau sama dengan 65% dari skor total. 75% dari seluruh mahasiswa adalah 33 siswa, sedangkan berdasarkan hasil perhitungan hanya terdapat 12 mahasiswa atau 27,28% yang mencapai nilai 65% dari skor total. Merujuk pada standar putusan yang terdapat pada bab III, dapat dikatakan bahwa bahwa mahasiswa belum mampu mengerjakan soal tes uraian secara menyeluruh. c. Kemampuan Mahasiswa Menggunakan Konsep Matematika Secara Keseluruhan Pada bagian ini akan digambarkan tingkat kemampuan mahasiswa mengunakan konsep matematika secara keseluruhan. Mahasiswa dikatakan mampu mengunakan konsep matematika secara keseluruhan jika mempunyai nilai lebih besar atau sama dengan 65 dari skor total pada keseluruhan penilaian pengerjaan instrumen. Berdasarkan hasil nilai dan kualifikasi pada lampiran 9 dapat dibuat taraf penguasaan siswa dalam mengunakan konsep matematika secara keseluruhan pada tes uraian, sebagaimanana disajikan pada tabel berikut: Tabel 4.19 Taraf Penguasaan Mahasiswa Menggunakan Konsep Matematika Secara Keseluruhan No. Taraf Penguasaan Frekuensi Persentasi Keterangan 1. 95, Istimewa 2. 80,00 < 95, ,18 Amat Baik 3. 65,00 < 80, ,45 Baik 4. 55,00 < 65, ,73 Cukup 5. 40,00 < 55, ,36 Kurang 6. 00,00 < 40,00 1 2,28 Amat Kurang
26 120 Tabel 4.19 menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa menggunakan konsep matematika secara menyeluruh 17 orang mahasiswa atau 38,63% berada pada taraf penguasaan baik, amat baik, dan istimewa. Adapun mahasiswa yang tidak tuntas dalam mengerjakan soal tes pilihan ganda dan uraian secara menyeluruh menurut tingkatan kognitif 27 orang mahasiswa atau 61,37% berada pada taraf cukup, kurang dan amat kurang. Kemudian mahasiswa dikatakan mampu secara klasikal, jika 75% dari siswa seluruhnya mempunyai nilai lebih atau sama dengan 65% dari skor total. 75% dari seluruh siswa adalah 33 mahasiswa, sedangkan berdasarkan hasil perhitungan hanya terdapat 17 mahasiswa atau 38,63% yang mencapai nilai 65% dari skor total. Merujuk pada standar putusan yang terdapat pada bab III, dapat dikatakan bahwa mahasiswa belum mampu menggunakan konsep matematika secara menyeluruh baik menggunakan tes pilihan ganda dan tes uraian. C. Analisis Data Dari tabel distribusi frekuensi yang telah disajikan pada pembahasan sebelumnya dapat dianalis beberapa deskripsi kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal penentuan arah kiblat, yaitu:
27 Gambaran Keadaan Mahasiswa Menyelesaikan Soal Penentuan Arah Kiblat a. Kemampuan Mahasiswa Mengerjakan Tes Pilihan ganda (Multiple Choice) Berdasarkan tabel 2.17 yang telah diuraikan maka akan dijelaskan tingkat kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan penentuan arah kiblat melalui tes uraian, berikut penjelasannya. Tabel 4.17 Taraf Penguasaan Mahasiswa terhadap Soal Tes Pilihan Ganda Secara Keseluruhan No. Taraf Penguasaan Frekuensi Persentasi Keterangan 1. 95, Istimewa 2. 80,00 < 95, ,36 Amat Baik 3. 65,00 < 80, ,28 Baik 4. 55,00 < 65, ,91 Cukup 5. 40,00 < 55, ,45 Kurang 6. 00,00 < 40, Amat Kurang Berdasarkan tabel di atas, taraf penguasaan mahasiswa paling banyak berada pada tingkatan amat baik dengan persentasi 36,36% dari jumlah semua mahasiswa, kemudian tingkatan terbanyak berikutnya adalah pada tingkatan baik dengan persentasi 27,28% kemudian kurang dengan persentasi 20,45%, dan paling sedikit tingkatan cukup dengan persentasi 15,91%. Tidak terdapat mahasiswa yang berada di kualifikasi istimewa dan amat kurang. Dari data tersebut, terdapat sebanyak 63,64% mahasiswa berada pada taraf penguasaan baik, amat baik, dan istimewa, dan sebanyak 36,36% yang berada pada taraf penguasaan amat kurang, kurang, dan cukup.
28 122 Soal-soal tes pilihan ganda tersebut sebagai kemampuan dasar dalam perhitungan penentuan arah kiblat. Sebelum peneliti melihat kemampuan mahasiswa dalam menghitung penentuan arah kiblat menggunakan konsep matematika, peneliti ingin melihat kemampuan dasarnya apakah mahasiswa tersebut mampu atau tidak. Soal pilihan ganda yang peneliti buat tersebut sangat berkaitan dengan kemampuan mahasiswa dalam menjawab soal uraian. Melihat dari hasil analisis soal pilihan ganda di atas, ternyata 63,64% mahasiswa mampu menjawab soal pilihan ganda. Merujuk pada standar putusan yang terdapat pada bab III, dapat dikatakan bahwa mahasiswa belum mampu menyelesaikan soal pilihan ganda tersebut. Karena secara klasikal yang mampu menyelesaikan soal tersebut kurang dari 75%. b. Kemampuan Mahasiswa mengerjakan Tes Uraian Berdasarkan tabel yang telah diuraikan maka akan dijelaskan tingkat kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan penentuan arah kiblat melalui tes uraian, berikut penjelasannya. 1) Kemampuan Mahasiswa Menggunakan Konsep Matematika pada Azimut Kiblat Tabel 4.14 Taraf Penguasaan Mahasiswa Terhadap Soal Menentukan Azimuth Kiblat No. Taraf Penguasaan Frekuensi Persentasi Keterangan 1. 95, ,10 Istimewa 2. 80,00 < 95,00 4 9,10 Amat Baik 3. 65,00 < 80, ,45 Baik 4. 55,00 < 65,00 3 6,81 Cukup 5. 40,00 < 55, ,27 Kurang 6. 00,00 < 40, ,27 Amat Kurang
29 123 Berdasarkan tabel di atas, taraf penguasaan mahasiswa paling banyak berada pada tingkatan amat kurang dan kurang dengan persentasi 27,27% dari jumlah semua mahasiswa, kemudian tingkatan terbanyak berikutnya adalah pada tingkatan baik dengan persentasi 20,45% kemudian amat baik dan istimewa dengan persentasi 9,10%, dan paling sedikit tingkatan cukup dengan persentasi 6,81%. Dari data tersebut, terdapat sebanyak 38,65% mahasiswa berada pada taraf penguasaan baik, amat baik, dan istimewa, dan sebanyak 61,35% yang berada pada taraf penguasaan amat kurang, kurang, dan cukup. Dengan demikian lebih dari setengah mahasiswa tidak mampu dalam menggunakan konsep penjumlahan sudut dan operasi penjumlahan dan perkalian pada fungsi trigonometri. Dalam menentukan azimuth kiblat pertama-tama di cari titik a dengan cara menjumlahkan sudut 90 o dengan lintang tempat dan dicari titik b dengan cara menjumlahkan sudut 90 o dengan lintang Ka bah serta mencari titik C yaitu selisih bujur Ka bah dengan bujur tempat. Untuk menentukan sudut dari fungsi trigonometri adalah dapat menggunakan rumus-rumus dari fungsi trigonometri atau dapat juga dengan menggunakan media kalkulator. Jika sudut dari fungsi sekan, fungsi kosekan dan fungsi kotangen, maka terlebih dahulu ditentukan nilai sudutnya dari fungsi kebalikan dari fungsi sekan yaitu fungsi kosinus, fungsi kebalikan dari fungsi kosekan yaitu fungsi sinus dan fungsi kebalikan dari fungsi kotangen yaitu fungsi tangen. Dari data di atas, diketahui bahwa sebagian besar mahasiswa banyak mengalami kesulitan dalam menggunakan konsep penentuan sudut dari fungsi trigonometri.
30 124 Operasi hitung perkalian pada fungsi trigonometri adalah kelipatan dari nilai-nilai fungsi trigonometri, yaitu fungsi sinus, fungsi kosinus, fungsi tangen, fungsi sekan, fungsi kosekan, dan fungsi kotangen. Fungsi sekan merupakan kebalikan dari fungsi kosinus, sehingga untuk menghitungnya adalah dengan menentukan terlebih dahulu dalam fungsi kosinus. Fungsi kosekan merupakan kebalikan dari fungsi sinus, sehingga untuk menghitungnya adalah dengan menentukan terlebih dahulu dalam fungsi sinus. Fungsi kotangen merupakan kebalikan dari fungsi tangen, sehingga untuk menghitungnya adalah dengan menentukan terlebih dahulu dalam fungsi tangen. Fungsi-fungsi trigonometri itu dapat berupa fungsi genap maupun fungsi ganjil, yaitu dapat bernilai positif maupun negatif, sesuai fungsi-fungsi trigonometri sudut kuadrantal. Untuk menentukan nilai dari perkalian pada fungsi trigonometri itu, dapat dengan menggunakan rumus-rumus pada fungsi trigonometri atau perhitungan dengan media kalkulator, yaitu dengan aturan tertentu dalam penggunaan kalkulator. Dari hasil data tersebut, bahwa lebih dari setengah mahasiswa kemampuannya rendah dalam menggunakan konsep perkalian pada fungsi trigonometri, baik itu dalam penggunaan fungsi sinus, fungsi kosinus, fungsi tangen, fungsi sekan, fungsi kosekan, maupun pada fungsi kotangen, serta kesulitan dalam penggunaan kalkulator dalam perhitungan penjumlahan dan pengurangan sudut dan operasi perkalian dan pembagian pada fungsi trigonometri.
31 125 2) Kemampuan Mahasiswa Menggunakan Konsep Matematika pada Segitiga Siku (Segitiga Kiblat) Tabel 4.15 Taraf Penguasaan Mahasiswa Terhadap Soal Menentukan Segitiga Siku (Segitiga Kiblat) No. Taraf Penguasaan Frekuensi Persentasi Keterangan 1. 95, ,64 Istimewa 2. 80,00 < 95, ,36 Amat Baik 3. 65,00 < 80,00 4 9,09 Baik 4. 55,00 < 65, ,82 Cukup 5. 40,00 < 55, ,09 Kurang 6. 00,00 < 40, Amat Kurang Berdasarkan tabel di atas, taraf penguasaan mahasiswa paling banyak berada pada tingkatan kurang dengan persentasi 34,09% dari jumlah semua mahasiswa, kemudian tingkatan terbanyak berikutnya adalah pada tingkatan cukup dengan persentasi 31,82% kemudian pada tingkatan istimewa dengan persentasi 13,64%, selanjutnya pada tingkatan amat baik dengan persentasi 11,36% dan paling sedikit tingkatan baik dengan persentasi 9,09%. Dari data tersebut, terdapat sebanyak 34,09% mahasiswa berada pada taraf penguasaan baik, amat baik, dan istimewa, dan sebanyak 65,91% yang berada pada taraf penguasaan amat kurang, kurang, dan cukup. Dengan demikian lebih dari setengah mahasiswa tidak mampu dalam menggunakan konsep perbandingan trigonometri. Pada perbandingan trigonometri kita harus mengetahui perbandingan pada segitiga siku-siku. Sinus suatu sudut adalah perbandingan antara panjang sisi sikusiku di hadapan sudut tersebut dengan hipotenusa (sisi miring). Kosinus suatu
32 126 sudut adalah perbandingan antara panjang sisi siku-siku yang mengapit sudut tersebut dengan hipotenusa. Tangen suatu sudut adalah perbandingan antara panjang sisi siku-siku di hadapan sudut dengan sisi siku-siku yang mengapit sudut tersebut. Kotangen suatu sudut adalah perbandingan antara panjang sisi siku-siku yang mengapit sudut dengan sisi siku-siku di hadapan sudut tersebut. Sekan suatu sudut adalah perbandingan antara panjang hipotenusa dengan sisi siku-siku yang mengapit sudut tersebut. Kosecan suatu sudut adalah perbandingan antara hipotenusa dengan sisi siku-siku di hadapan sudut tersebut. Dari hasil data tersebut, bahwa lebih dari setengah mahasiswa kemampuannya rendah dalam menggunakan konsep perbandingan pada fungsi trigonometri, baik itu dalam perbandingan fungsi sinus, fungsi kosinus, fungsi tangen, fungsi sekan, fungsi kosekan, maupun pada fungsi kotangen, serta kesulitan dalam operasi perkalian dan pembagian pada perbandingan fungsi trigonometri. 3) Kemampuan Mahasiswa Menggunakan Konsep Matematika pada Rashdul Kiblat Tabel 4.16 Taraf Penguasaan Mahasiswa Terhadap Soal Menentukan Rashdul Kiblat No. Taraf Penguasaan Frekuensi Persentasi Keterangan 1. 95, ,27 Istimewa 2. 80,00 < 95, ,36 Amat Baik 3. 65,00 < 80, ,91 Baik 4. 55,00 < 65,00 3 6,82 Cukup 5. 40,00 < 55, ,64 Kurang 6. 00,00 < 40, Amat Kurang
33 127 Berdasarkan tabel di atas, taraf penguasaan mahasiswa paling banyak berada pada tingkatan amat kurang dengan persentasi 50% dari jumlah semua mahasiswa, kemudian tingkatan terbanyak berikutnya adalah pada tingkatan baik dengan persentasi 15,91% kemudian pada tingkatan kurang dengan persentasi 13,64%, selanjutnya pada tingkatan amat baik dengan persentasi 11,36% berikutnya pada tingkatan cukup dengan persentasi 6,82%, dan paling sedikit tingkatan istimewa dengan persentasi 2,27%. Dari data tersebut, terdapat sebanyak 29,54% mahasiswa berada pada taraf penguasaan baik, amat baik, dan istimewa, dan sebanyak 70,46% yang berada pada taraf penguasaan amat kurang, kurang, dan cukup. Dengan demikian hampir seluruh mahasiswa tidak mampu dalam menggunakan konsep fungsi trigonometri untuk mencari sudut waktu, menjumlahkan dan mengalikan sudut untuk mencari waktu hakiki, dan mengubah waktu hakiki ke waktu daerah. Dari hasil data tersebut, bahwa hampir seluruh mahasiswa kemampuannya rendah dalam menggunakan konsep fungsi trigonometri untuk mencari sudut waktu, menjumlahkan dan mengalikan sudut untuk mencari waktu hakiki, dan mengubah waktu hakiki ke waktu daerah, serta kesulitan dalam penggunaan kalkulator dalam perhitungan serta kesulitan untuk mencari sudut waktu, menjumlahkan dan mengalikan sudut untuk mencari waktu hakiki, dan mengubah waktu hakiki ke waktu daerah. 2. Kemampuan Mahasiswa Menggunakan Konsep Matematika pada Penentuan Arah Kiblat Di antara kesalahan yang dilakukan mahasiswa dalam menyelesaikan soal penetuan arah kiblat adalah:
34 128 a. Kesalahan Mahasiswa dalam Menyelesaikan Soal Pilihan Ganda (Multiple Choice) Berdasarkan penyajian data yang telah diuraikan di atas pada tes soal pilihan ganda, kesalahan yang banyak ditemukan berada pada soal no. 6, 7, 8, dan 10. Soal pada no. 6 merupakan soal yang berkaitan dengan besaran sudut, ternyata mahasiswa banyak yang tidak mengetahui besar sudut 180 o itu sama dengan besar sudut yang dibentuk oleh arah mata angin apa. Soal pada no. 6 ini merupakan soal tentang azimut kiblat, kalau mahasiswa tidak dapat menjawab maka mereka akan kesulitan dalam menentukan arah utara sejati (UTSB). Soal pada no. 7 merupakan soal yang berkaitan dengan segitiga siku (segitiga kiblat), pada soal ini mahasiswa tidak mampu dalam menghitung panjang sisi depan segitiga. Mahasiswa yang tidak mampu mengerjakan soal ini maka mereka juga tidak akan mampu menyelesaikan soal no. 2 pada tes uraian. Soal yang tidak mampu dikerjakan mahasiswa selanjutnya soal pada no. 8 merupakan soal yang berkaitan dengan bilangan jam, di sini mahasiswa tidak mampu mengubah sudut menjadi jam. Soal pada no. 8 ini merupakan soal tentang rashdul kiblat, kalau mahasiswa tidak mampu menjawab maka mereka akan kesulitan merubah waktu hakiki dan waktu daerah. Soal pada no. 10 merupakan soal yang berkaitan dengan besaran sudut, ternyata mahasiswa banyak yang tidak mengetahui suatu besaran sudut jam kalau dibandingkan dengan besar sudut yang dibentuk oleh arah mata angin. b. Kesalahan Mahasiswa dalam Menentukan Azimuth Kiblat Pada tabel 4.24 menunjukkan kemampuan mahasiswa menentukan azimuth kiblat yang dalam langkah pengerjaannya menggunakan konsep
35 129 penjumlahan sudut dan operasi penjumlahan dan perkalian pada fungsi trigonometri. Mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal tersebut sebanyak 27 orang 61,35%. Berdasarkan lembar jawaban tes yang disajikan, dapat dilihat kesalahan yang banyak dilakukan mahasiswa adalah menjumlahkan sudut pada langkah pertama dan kedua, kebanyakan mahasiswa tidak memperhatikan tanda minus. Sehingga seharusya hasilnya negatif kebanyakan mahasiswa hasilnya positif. Kemudian pada langkah selanjutnya yaitu operasi penjumlahan dan perkalian pada fungsi trigonometri. Untuk menjumlahkan dan mengalikan fungsi trigonometri jika sudut dari fungsi sekan, fungsi kosekan dan fungsi kotangen, maka terlebih dahulu ditentukan nilai sudutnya dari fungsi kebalikan dari fungsi sekan yaitu fungsi kosinus, fungsi kebalikan dari fungsi kosekan yaitu fungsi sinus dan fungsi kebalikan dari fungsi kotangen yaitu fungsi tangen. Dari data di atas, diketahui bahwa sebagian besar mahasiswa banyak mengalami kesulitan dalam menggunakan konsep penentuan sudut dari fungsi trigonometri. Dan yang terakhir mahasiswa setelah mendapatkan arah kiblat mereka kesulitan untuk menentukan arah kiblat utara sejati, karena mereka tidak tahu berapa derajat arah menuju arah kiblat utara sejati. c. Kesalahan Mahasiswa dalam Menentukan Segitiga Siku (Segitiga Kiblat) Pada tabel 4.25 menunjukkan kemampuan mahasiswa menentukan segitiga siku (segitiga kiblat) yang dalam langkah pengerjaannya menggunakan konsep perbandinganmtrigonometri. Mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal tersebut sebanyak 28 orang atau 65,91%.
36 130 Berdasarkan lembar jawaban tes yang disajikan, dapat dilihat kesalahan yang banyak dilakukan mahasiswa adalah lupa dengan rumus perbandingan trigonometri sehingga mereka salah sampai hasil akhir. Kebanyakan mereka juga banyak salah menentukan arah kiblat, karena soal no1 dan no 2 berhubungan. Ada yang benar mnggunakan rumus tetapi salah menetukan arah kiblat pada soal no1. d. Kesalahan Mahasiswa dalam Menentukan Rashdul Kiblat Pada tabel 4.26 menunjukkan kemampuan mahasiswa menentukan rashdul kiblat yang dalam langkah pengerjaannya menggunakan menggunakan konsep fungsi trigonometri untuk mencari sudut waktu dan operasi hitung pada bilangan jam, yaitu operasi perkalian dan pembagian untuk mencari waktu hakiki, dan mengubah waktu hakiki ke waktu daerah. Mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal tersebut sebanyak 31 orang atau 63,64%. Berdasarkan lembar jawaban tes yang disajikan, dapat dilihat kesalahan yang banyak dilakukan mahasiswa adalah mencari sudut waktu pada rumus ke dua. Di sana mahasiswa banyak salah memasukkan deklinasi matahari, sudut deklinasi bernilai negatif. Pada mengoperasionalkan rumus mereka kebanyak salah memencet kalkulator, seharusnya mereka memencet tombol minus tetapi kebanyakan mereka memencet tombol tanda pengurangan sehingga menyebabkan hasil akhirnya salah. Kemudian pada rumus ke tiga yaitu rumus menentukan arah kiblat dengan waktu hakiki serta rumus ke empat yaitu mengubah waktu hakiki ke waktu lokal, kesalahan yang sama yaitu mahasiswa kebanyakan kurang memperhatikan tanda dua kurung, seharusnya yang dikerjakan pertama yaitu yang berada dalam kurung karena kurang telitinya mahasiswa sehingga mereka
37 131 mengabaikan tanda kurung tersebut sehingga hasil terakhir yang didapat juga salah. Dari kesalahan-kesalahan dalam mengerjakan soal penentuan arah kiblat dengan menggunakan konsep matematika, ternyata soal pilihan ganda sangat mempengaruhi dalam mengerjakan soal uraian. Karena soal pilihan ganda merupakan soal kemampuan dasar yang penyaji berikan. Dilihat dari tes uraian menentukan azimut kiblat di sana dikatakan mahasiswa kesulitan menentukan berapa besar derajat dalam menentukan arah utara sejati (UTSB) soal tersebut sangat berkaitan dengan soal no. 6 pada pilihan ganda. Kemudian mahasiswa kesulitan dalam menghitung segitiga siku (segitiga kiblat) diakibatkan mereka sebagian lupa rumus untuk menghitung perbandingan trigonometri, soal tersebut juga sama persis dengan soal pada no. 7 pada pilihan ganda. Dan selanjutnya mahasiswa kesulitan dalam menghitung rashdul kiblat, kesalahan yang banyak dilakukan mahasiswa pada soal ini adalah mengubah sudut menjadi jam dalam menentukan waktu hakiki dan waktu daerah soal tersebut sangat berkaitan dengan soal no. 8 pada pilihan ganda.
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Institut KeIslaman Abdullah Faqih (INKAFA) adalah perguruan tinggi Islam,
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah dan Perkembangannya Institut KeIslaman Abdullah Faqih (INKAFA) adalah perguruan tinggi Islam, INKAFA ini bagian yang tidak terpisahkan dari Pondok Pesantren
SURAT KEPUTUSAN REKTOR INSTITUT TEKNOLOGI DEL
SURAT KEPUTUSAN REKTOR INSTITUT TEKNOLOGI DEL No. 127/ITDel/Rek/SK/X/17 Tentang EVALUASI INTERNAL PROGRAM STUDI INSTITUT TEKNOLOGI DEL REKTOR INSTITUT TEKNOLOGI DEL Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelaksanaan
STANDAR 1. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN
STANDAR 1. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN 1.1 Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran serta Strategi Pencapaian 1.1.1 Mekanisme penyusunan visi, misi, tujuan, dan sasaran program studi,
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS. 1. Sejarah Singkat Berdirinya MAN Pangkalan Bun
57 BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Berdirinya MAN Pangkalan Bun Madrasah Aliyah Negeri Pangkalan Bun adalah Madrasah Aliyah Negeri yang ada di Kabupaten
BAB II PROFIL LEMBAGA. A. Sejarah Singkat Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara
BAB II PROFIL LEMBAGA A. Sejarah Singkat Fakultas Ekonomi Fakultas Ekonomi lahir di kota Medan atau di luar Propinsi Sumatera Utara. Jelasnya Fakultas Ekonomi lahir dan didirikan tahun 1959 di Darussalam
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM NOMOR : Dj.I/529/2010 TENTANG
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM NOMOR : Dj.I/529/2010 TENTANG PEDOMAN PERPANJANGAN IJIN PENYELENGGARAAN PROGRAM STUDI PADA PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM (PTAI) DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA
BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sejarah Berdirinya Madrasah Tsanawiyah Negeri Kelayan Banjarmasin Madrasah Tsanawiyah Negeri Kelayan Banjarmasin adalah merupakan
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Berdirinya MTsN 5 Amuntai Sekolah MTsN 5 Amuntai merupakan satu-satunya sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri di Amuntai
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Profil Singkat Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Barabai Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Barabai adalah sekolah tingkat menengah
KURIKULUM PROGRAM STUDI S.1 MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM (MPI) FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG TAHUN AKADEMIK
KURIKULUM PROGRAM STUDI S.1 MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM (MPI) FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG TAHUN AKADEMIK 2013-2014 A. Pendahuluan Eksistensi Jenjang S.1 Prodi MPI (Manajemen
BAB IV LAPORAN PENELITIAN
BAB IV LAPORAN PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Program Studi Program Studi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Antasari pertama kali diselenggarakan berdasarkan Surat Keputusan
BAB II DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN
BAB II DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN A. Sejarah Singkat Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Sebelum Fakultas Tarbiyah menjadi salah satu fakultas yang ada di IAIN Antasari Banjarmasin pada tahun 1980, Fakultas
KETUA SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) PONOROGO
KATA PENGANTAR Assalamu alaikum Wr. Wb Puji syukur kepada Allah SWT atas segala limpahan karunia-nya, sehingga Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Ponorogo dari waktu ke waktu semakin menunjukkan
II. Rangkuman Eksekutif
II. Rangkuman Eksekutif Konsistensi dan relevansi antara visi, misi, tujuan, dan sasaran yang dirumuskan UPI dengan visi, misi, tujuan, dan sasaran yang dijabarkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa
BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA
BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Berdirinya MAN 1 Martapura Sejak berdiri tahun 1958-1969 bernama Yayasan Pendidikan Sinar Harapan, kemudian berubah
BAB II PROFIL FAKULTAS EKONOMI. A. Sejarah Ringkas Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara
BAB II PROFIL FAKULTAS EKONOMI A. Sejarah Ringkas Fakultas Ekonomi Fakultas Ekonomi pertama kali berkedudukan di Banda Aceh. Pada tahun 1961 membuka Fakultas Ekonomi yang bertempat di Medan. Penetapan
Standar Mutu UMSIDA (di copy dari BPM UMSIDA) 0
(di copy dari BPM UMSIDA) 0 (di copy dari BPM UMSIDA) 1 STANDAR MUTU UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO STANDAR MUTU Visi, Misi, Tujuan, Sasaran serta strategi pencapaian Tata pamong, Kepemimpinan, Sistem
STANDAR 1. VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN SERTA STRATEGI PENCAPAIAN
STANDAR 1. VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN SERTA STRATEGI PENCAPAIAN 1.1 Visi, misi, tujuan, dan sasaran serta strategi pencapaian Fakultas/Sekolah Tinggi Visi dan misi Fakultas Politik Pemerintahan dibuat
STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN Universitas Respati Yogyakarta Jln. Laksda Adi Sucipto KM 6.3 Depok Sleman Yogyakarta Telp : 0274-488 781 ; 489-780 Fax : 0274-489780 B A D A N P E N J A M I N
STANDAR 1 VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN
STANDAR 1 VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN 1.1 Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran serta Strategi Pencapaian 1.1.1 Mekanisme penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran program studi,
BAB II PROFIL FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA. Medan. Penetapan pembukaan dilakukan dengan surat keputusan Menteri
10 BAB II PROFIL FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA A. Sejarah Singkat Fakultas Ekonomi pertama kali berkedudukan di Banda Aceh, pada tahun 1961 membuka Fakultas Ekonomi yang bertempat di Medan.
PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 1 PARE
PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 1 PARE BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Latar Belakang Undang-undang RI No. 20 tahun 2003 dan peraturan pemerintah RI No. 19 tahun 2005 mengamanatkan; Setiap satuan pendidikan
KOMPONEN D SUMBER DAYA MANUSIA
KOMPONEN D SUMBER DAYA MANUSIA Sumber daya manusia pada perguruan tinggi yang dimaksud pada tulisan ini adalah dosen dan tenaga kependidikan (karyawan). Dosen bertugas melaksanakan kegiatan pembelajaran,
Gambar 3.1 Siklus Penelitian Tindakan Kelas
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Setting Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Antasari Jurusan PGMI yang beralamat di Jalan Ahmad Yani Km. 4,5 Banjarmasin pada
DESKRIPSI SWOT SETIAP KOMPONEN
1 DESKRIPSI SWOT SETIAP KOMPONEN STANDAR 1 VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN Visi misi prodi S1 Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) sebagaimana tercantum pada Keputusan Dekan Fakultas
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS. 1. Sejarah Singkat Berdirinya MA PP. Al-Istiqamah Banjarmasin
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Berdirinya MA PP. Al-Istiqamah Banjarmasin Madrasah Aliyah PP Al-Istiqamah Banjarmasin berlokasi di Jalan Pekapuran
SPESIFIKASI PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS BRAWIJAYA. Universitas Brawijaya, 2008 All Rights Reserved
SPESIFIKASI PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS BRAWIJAYA Universitas Brawijaya, 2008 All Rights Reserved Spesifikasi PROGRAM STUDI PSIKOLOGI Fakultas Ilmu Sosial Universitas Brawijaya
WORKSHOP AKREDITASI PROGRAM STUDI ITY PENYUSUNAN BORANG STANDAR 2 DAN 4. di BPM UMY
WORKSHOP AKREDITASI PROGRAM STUDI ITY PENYUSUNAN BORANG STANDAR 2 DAN 4 di BPM UMY 3-4 Pebruari 2016 BOBOT PER SUBBUTIR PENILAIAN BORANG YANG DIISI OLEH PROGRAM STUDI I. 3,12 II. 6,24 III. 15,6 Visi, misi,
STANDAR 1. Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, serta strategi pencapaian
STANDAR 1. Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, serta strategi pencapaian 1.1 Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran serta Strategi Pencapaian 1.1.1 Jelaskan mekanisme penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran program
BAB II DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN
BAB II DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN Institut Agama Islam Negeri Antasari atau yang lebih dikenal dengan sebutan IAIN Antasari Banjarmasin berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani Km. 4,5 Kota Banjarmasin
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Program Studi S1 Pendidikan Geografi sebagai salah satu program studi di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta terus dituntut untuk selalu melakukan
BAB IV GAMBARAN UIN SUSKA. Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2005 tertanggal 4 Januari Keputusan Menteri Agama RI No. 194 Tahun 1970.
BAB IV GAMBARAN UIN SUSKA 4.1. Sejarah UIN Suska Riau Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau (UIN Suska Riau) diresmikan pada Tanggal 9 Februari Tahun 2005 dengan berdasarkan Peraturan Presiden
STANDAR 1. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN. 1.1 Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran serta Strategi Pencapaian
STANDAR 1. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN 1.1 Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran serta Strategi Pencapaian 1.1.1 Jelaskan mekanisme penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran program
VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN
STANDAR 1. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN 1.1 Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran serta Strategi Pencapaian 1.1.1 Jelaskan mekanisme penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran program
DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR. i DAFTAR ISI. ii RANGKUMAN EKSEKUTIF viii TIM PENYUSUN EVALUASI DIRI.. xi
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR. i DAFTAR ISI. ii RANGKUMAN EKSEKUTIF viii TIM PENYUSUN EVALUASI DIRI.. xi BAB I KOMPONEN A VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, DAN STRATEGI PENCAPAIAN 1 A. VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN,
BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA
BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sejarah Berdirinya SMP Negeri 19 Banjarmasin Sekolah Menengah Pertama Negeri 19 Banjarmasin adalah merupakan salah satu lembaga
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) 2016-2020 RS S1 01 PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2016 KATA PENGANTAR Berkat rahmat Allah dan dengan kerja keras tim penyusun bersama
BOBOT PENILAIAN BORANG PRODI
BOBOT PENILAIAN BORANG PRODI No. Butir Aspek Penilaian Bobot 1 1.1.a Kejelasan dan kerealistikan visi, misi, tujuan, dan sasaran program studi. 1.04 2 1.1.b Strategi pencapaian sasaran dengan rentang waktu
BAB II PROFIL FAKULTAS EKONOMI USU
BAB II PROFIL FAKULTAS EKONOMI USU A. Sejarah Singkat 1. Sejarah Singkat Fakultas Ekonomi Fakultas Ekonomi lahir di luar kota Medan atau di luar Provinsi Sumatera Utara. Jelasnya Fakultas Ekonomi lahir
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. Madrasah Ibtidaiyah yang bernama MIS HAYATUSY. Madrasah ini terletak di Desa Panyiuran Jalan Amutai Alabio
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat MIN Model Panyiuran MIN Model Panyiuran adalah sebuah Sekolah Dasar yang bercirikan beragama Islam yang berada di bawah
PEDOMAN PEMBUKAAN DAN PENUTUPAN PROGRAM STUDI
PEDOMAN PEMBUKAAN DAN PENUTUPAN PROGRAM STUDI UNIVERSITAS KRISTEN PETRA Pedoman Pembukaan dan Penutupan Program Studi di UK Petra Page 2 of 25 DAFTAR ISI I. Pedoman Umum Pembukaan Dan Penutupan Rogram
RENCANA OPERASIONAL FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
RENCANA OPERASIONAL FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM 2015-2019 FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS HALU OLEO APRIL 2015 Rencana Strategis FMIPA-UHO, 2015-2019 1 KATA
BAB II GAMBARAN UMUM ORGANISASI. A. Sejarah Singkat Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara
BAB II GAMBARAN UMUM ORGANISASI A. Sejarah Singkat Fakultas Ekonomi (USU) diprakarsai oleh pemuka masyarakat Sumatera Utara dan Aceh dengan membentuk Yayasan USU. Fakultas Kedokteran merupakan fakultas
TATA TERTIB ORIENTASI PENDIDIKAN MAHASISWA BARU INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) JEMBER 2017
TATA TERTIB ORIENTASI PENDIDIKAN MAHASISWA BARU 2017 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Pengertian 1. Orientasi Pendidikan adalah kegiatan awal mahasiswa baru untuk mengenal dan memahami proses pendidikan di
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA A. Gambaran Lokasi Penellitian 1. Sejarah Berdirinya Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Model Banjarmasin adalah sekolah tingkat
I. PENDAHULUAN. agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk
1 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pendidikan mempunyai peranan besar dalam memberikan kontribusi terhadap pembangunan dan kemajuan bangsa. Pendidikan merupakan kunci utama sebagai fondasi untuk meningkatkan
BAB II PROFIL INSTANSI. Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara lahir di kota Medan atau di luar
BAB II PROFIL INSTANSI A. Sejarah Ringkas Fakultas Ekonomi USU Fakultas Ekonomi lahir di kota Medan atau di luar Provinsi Sumatera Utara. Jelasnya Fakultas Ekonomi lahir dan didirikan tahun 1959 di Darussalam
RENCANA OPERASIONAL PRODI NERS STIKES MATARAM
RENCANA OPERASIONAL PRODI NERS STIKES MATARAM 2012 2013 SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) MATARAM Jalan Swakarsa III No 10 14 Grisak Kekalik Mataram 1 Kata Pengantar Puji Syukur kepada Allah SWT,
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. pada tanggal 6 Juli 1968 berdasarkan SK Menteri Agama No.124 dengan nomor
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian MTsN Kelayan yang berlokasi di Kelayan A Gang Setuju Kelurahan Kelayan Selatan Kecamatan Banjarmasin Selatan Kodya Banjarmasin. Didirikan
PROFIL INSTANSI / LEMBAGA
BAB II PROFIL INSTANSI / LEMBAGA A. Sejarah Ringkas Fakultas Ekonomi USU Fakultas Ekonomi lahir di kota Medan atau di luar Propinsi Sumatera Utara. Jelasnya Fakultas Ekonomi lahir dan didirikan tahun 1959
VISI, MISI DAN PROGRAM KERJA
VISI, MISI DAN PROGRAM KERJA Oleh Prof. Dr. Herri CALON DEKAN FEUA PERIODE TAHUN 2016-2020 Visi Menjadi Fakultas Ekonomi yang menghasilkan sumber daya insani yang kreatif, inovatif, profesional dan kompetitif,
PEDOMAN SISTEM SELEKSI, REKRUITMEN, PENEMPATAN, PENGEMBANGAN, RETENSI DAN PEMBERHENTIAN DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DI SUSUN OLEH: TIM PENYUSUN
PEDOMAN SISTEM SELEKSI, REKRUITMEN, PENEMPATAN, PENGEMBANGAN, RETENSI DAN PEMBERHENTIAN DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DI SUSUN OLEH: TIM PENYUSUN FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT PESANTREN SUNAN DRAJAT LAMONGAN
RENCANA STRATEGIS PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNIVERSITAS SRIWIJAYA
RENCANA STRATEGIS PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNIVERSITAS SRIWIJAYA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2014-2018 Kata Pengantar RENCANA STRATEGIS PROGRAM STUDI PENDIDIKAN
dan Tata Kerja STAIN Watampone dan KMA Nomor 65 Tahun 2008 tentang Statuta STAIN Watampone, struktur organisasi
A. Kondisi Objektif STAIN Watampone tahun 2014 1. Struktur Organisasi STAIN Watampone Berdasarkan PMA Nomor 46 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja STAIN Watampone dan KMA Nomor 65 Tahun 2008 tentang
KANTOR PENJAMINAN MUTU INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
KANTOR PENJAMINAN MUTU INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER 2017 INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER Kampus ITS Sukolilo-Surabaya 60111 Telp: 031-5994418 http://www.its.ac.id STANDAR MUTU SPMI (Quality
STANDAR PENGELOLAAN PEMBELAJARAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS NGUDI WALUYO
STANDAR PENGELOLAAN PEMBELAJARAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS NGUDI WALUYO SPMI-UNW SM 01 06 UNGARAN Standar Pengelolaan Pembelajaran Sistem Penjaminan Mutu Internal Universitas Ngudi Waluyo
KEMENTERIAN AGAMA RI
Nomor : In.02/1/PP.00.9/1481/KOP.IV/2013 Surabaya, 22 Nopember 2013 Lamp : Lembar Perihal : Penyerahan Laporan Beban Kerja Dosen Tahun 2013 Tahap 2 Kepada Yang Terhormat, Rektor/Ketua PTAIS Kopertais Wilayah
BAB IV GAMBARAN UMUM
BAB IV GAMBARAN UMUM A. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Profil Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) merupakan pengembangan dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Muhammadiyah
BAB II PROFIL INSTANSI. A. Sejarah Ringkas Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara
BAB II PROFIL INSTANSI A. Sejarah Ringkas Fakultas Ekonomi diprakarsai oleh pemuka masyarakat Sumatera Utara dan Aceh dengan membentuk Yayasan dan mendirikan Fakultas Kedokteran pada 20 Agustus 1952 sebagai
BUKU KODE ETIK DAN TATA TERTIB DOSEN UNIVERSITAS NGUDI WALUYO
BUKU KODE ETIK DAN TATA TERTIB DOSEN UNIVERSITAS NGUDI WALUYO TAHUN 2017 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan hidayahnya Buku Kode Etik dan Tata tertib dosen Universitas
Lampiran 4 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS I : Pertemuan I
53 Lampiran 4 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS I : Pertemuan I Nama Sekolah : SMA... Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester : X (Sepuluh) / Genap Standar Kompetensi : 5. Menggunakan
BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA. Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin
BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin Program Studi Pendidikan Matematika
BAB III STANDAR PROSES
BAB III STANDAR PROSES Bagian Kesatu Sistem Pembelajaran Pasal 11 (1) Proses pembelajaran pada Universitas Muhammadiyah Sidoarjo diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang,
STANDAR PENGELOLAAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS DIPONEGORO SPMI-UNDIP SM
STANDAR PENGELOLAAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS DIPONEGORO SPMI-UNDIP SM 04. 03 06 SEMARANG 2011 SPMI-UNDIP STANDAR PENGELOLAAN Sistem Penjaminan Mutu Internal Disetujui oleh: Rektor Revisi
BAB IV HASIL PENGEMBANGAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENGEMBANGAN DAN PEMBAHASAN A. Penyajian dan Analisis Data Hasil Penelitian 1. Penelitian dan Pengumpulan Data Penelitian dan pengumpulan data merupakan tahap awal dalam pengembangan media
KEBIJAKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL
Halaman : i dari 19 KEBIJAKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL STANDAR DAN MANUAL STANDAR PENGELOLAAN PEMBELAJARAN Halaman : ii dari 19 KATA PENGANTAR Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS DAYANU IKHSANUDDIN BAU BAU
KEBIJAKAN AKADEMIK FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS DAYANU IKHSANUDDIN BAU BAU DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI i KATA PENGANTAR ii BAB I. PENDAHULUAN 1 BAB II. ARAH KEBIJAKAN 2 2.1 Kebijakan
TATA TERTIB ORDIK 2016 INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) JEMBER BAB I KETENTUAN UMUM
TATA TERTIB ORDIK 2016 INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) JEMBER BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Pengertian 1. Orientasi Pendidikan adalah kegiatan awal mahasiswa baru untuk mengenal dan memahami proses pendidikan
TUGAS PENGENALAN DAN PENGEMBANGAN MAHASISWA BARU ( P2MABA )
TUGAS PENGENALAN DAN PENGEMBANGAN MAHASISWA BARU ( P2MABA ) Esai Deskripsi Kampus PSIK, Motivasi Masuk di PSIK, dan Kegiatan Sehari-hari di PSIK oleh Auly Via Nurul Safitri NIM 152310101238 PROGRAM STUDI
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Berdirinya MTsN 2 Gambut Madrasah Tsnawiyah Negeri (MTsN) 2 Gambut berlokasi di Jalan Ahmad Yani Km. 15.20 Kecamatan
BAB II PROFIL PERUSAHAAN / INSTANSI. di Darussalam (Universitas Syiah Kuala) kota Kuraja (Banda Aceh), dan sebagai
BAB II PROFIL PERUSAHAAN / INSTANSI A. Sejarah Singkat Fakultas Ekonomi USU Fakultas Ekonomi lahir di luar kota Medan atau di luar Provinsi Sumatera Utara. Fakultas Ekonomi lahir dan didirikan tahun 1959
STANDAR 1. Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, serta strategi pencapaian
STANDAR 1. Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, serta strategi pencapaian 1.1 Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran serta Strategi Pencapaian 1.1.1 Jelaskan mekanisme penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran program
PERATURAN PENGADERAN KELUARGA BESAR MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS AIRLANGGA TENTANG
PERATURAN PENGADERAN KELUARGA BESAR MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS AIRLANGGA TENTANG MASA ORIENTASI DAN PENGADERAN MAHASISWA BARU DI LINGKUNGAN FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS AIRLANGGA DENGAN
PROGRAM KERJA (PROGKER) PERIODE PROGRAM DOKTOR TEKNIK SIPIL
PROGRAM KERJA (PROGKER) PERIODE 2015-2016 PROGRAM DOKTOR TEKNIK SIPIL PROGRAM DOKTOR TEKNIK SIPIL JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2015 PROGRAM KERJA (PROGKER) PERIODE 2015 2016
RENCANA STRATEGIS PROGRAM STUDI S1 TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ANDALAS TAHUN
RENCANA STRATEGIS PROGRAM STUDI S1 TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ANDALAS TAHUN 2016-2021 KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS ANDALAS KATA PENGANTAR Dokumen Rencana
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) 2016-2020 RS PA 01 PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2016 KATA PENGANTAR Berkat rahmat Allah dan dengan kerja keras tim penyusun bersama
SPESIFIKASI PROGRAM STUDI
SPESIFIKASI PROGRAM STUDI PRODI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ISLAM MALANG Universitas Islam Malang, 2015 All Rights Reserved i Spesifikasi Program Studi MANAJEMEN Fakultas Ekonomi Universitas
STANDAR 1 VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN SERTA STRATEGI PENCAPAIAN. Studi, Serta Pihak-Pihak Yang Dilibatkan.
STANDAR 1 VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN SERTA STRATEGI PENCAPAIAN 1.1 Visi, Misi, Tujuan Dan Sasaran Serta Strategi Pencapaian. 1.1.1 Jelaskan Mekanisme Penyusunan Visi, Misi, Tujuan Dan Sasaran Program
BAB II PROFIL PERUSAHAAN/INSTANSI. A. Sejarah Singkat Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara
BAB II PROFIL PERUSAHAAN/INSTANSI A. Sejarah Singkat Fakultas Ekonomi pada awalnya diprakarsai oleh pemuka masyarakat Sumatera Utara dan Aceh dengan membentuk Yayasan USU dan mendirikan Fakultas Kedokeran
STANDAR NON AKADEMIK UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA TAHUN JAKARTA
STANDAR NON AKADEMIK UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA TAHUN 2007 2012 JAKARTA 2007 KATA PENGANTAR Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (UAJ) adalah sebuah universitas swasta yang didirikan pada tahun 1960
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN NEGARA / LEMBAGA (RKA-KL) TAHUN 2017 JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG
RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN NEGARA / LEMBAGA (RKA-KL) TAHUN 27 JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG KAMPUS TERPADU UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG DESA BALUNIJUK KECAMATAN
STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI Berdasarkan Permendikbud no. 49/2014
STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI Berdasarkan Permendikbud no. 49/2014 Standar yang diatur di lingkup DIKTI STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN 1. Standar Kompetensi Lulusan 2. Standar Isi 3. Standar Proses 4.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di MI An-Nuriyah 2
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Setting/Lokasi Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di MI An-Nuriyah 2 Banjarmasin dengan aspek-aspek yang berkaitan dengan madrasah
STANDAR 1. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN
STANDAR 1. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN 1.1 Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran serta Strategi Pencapaian 1.1.1 Mekanisme penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran PS, serta pihak-pihak
BAB III PENYAJIAN DATA A. DESKRIPSI SUBJEK, OBJEK, DAN LOKASI PENELITIAN
62 BAB III PENYAJIAN DATA A. DESKRIPSI SUBJEK, OBJEK, DAN LOKASI PENELITIAN 1. Subjek Penelitian Subjek penelitian adalah responden penelitian yang memberikan jawaban melalui angket. Adapun yang menjadi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan pendekatan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian yang Digunakan Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan pendekatan deskriptif yaitu metode melukiskan atau menggambarkan sistematika,
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) A. IDENTITAS Satuan Pendidikan Kelas / Semester Mata Pelajaran Program Pokok Bahasan Alokasi Waktu : Sekolah Menengah Atas : X / 2 (dua) : Matematika : Umum : Trigonometri
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Hasil Penelitian Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus s.d. 26 September 2013. Populasi dalam penelitian adalah seluruh kelas
RENCANA OPERASIONAL AKADEMI ANALIS FARMASI DAN MAKANAN (AKAFARMA) YAYASAN HARAPAN BANGSA BANDA ACEH TAHUN
RENCANA OPERASIONAL AKADEMI ANALIS FARMASI DAN MAKANAN (AKAFARMA) YAYASAN HARAPAN BANGSA BANDA ACEH TAHUN 2017 2020 Strategi: 1. Peningkatan relevansi melalui peningkatan kemampuan pengetahuan, keahlian
PEDOMAN DESKRIPSI PEKERJAAN STRUKTUR ORGANISASI. Fakultas Ekonomi
PEDOMAN DESKRIPSI PEKERJAAN STRUKTUR ORGANISASI Fakultas Ekonomi Pedoman Deskripsi Pekerjaan PEDOMAN DESKRIPSI PEKERJAAN STRUKTUR ORGANISASI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO 2010 1 Fakultas
UNIVERSITAS INTERNASIONAL BATAM
UNIVERSITAS INTERNASIONAL BATAM STANDAR TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN Kode/No. : STD/SPMI-UIB/01.05 Tanggal : 1 September Revisi : 2 Halaman : 1 dari 7 STANDAR TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN UNIVERSITAS
Visi Visi Universitas Dhyana Pura adalah Perguruan Tinggi Teladan dan Unggulan.
1. Visi, Misi, Strategi dan Tujuan Universitas Dhyana Pura Visi Visi Universitas Dhyana Pura adalah Perguruan Tinggi Teladan dan Unggulan. Misi Bertolak dari visi tersebut, maka misi universitas adalah
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN Universitas Respati Yogyakarta Jln. Laksda Adi Sucipto KM 6.3 Depok Sleman Yogyakarta Telp : 0274-488 781 ; 489-780 Fax : 0274-489780 B A D A N P E N J A M I N A N M U T U Standar
Oleh: Mahlail Syakur Sf.
1 Oleh: Mahlail Syakur Sf. Disampaikan dalam PKKMB Unwahas pada tanggal 26-28 Agustus 2017 2 Alamat: Pontren Darus Sa adah Ngembalrejo (Rt 02 Rw VI) Kudus, 59322 Pendidikan: 1. SD Negeri Serangan Bonang
BORANG BARU VS BORANG LAMA
I II III Visi, misi, tujuan dan sasaran, serta strategi pencapaian Tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu Mahasiswa dan lulusan BORANG BARU VS BORANG LAMA 1 1.1.a Kejelasan
