BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA
|
|
|
- Budi Johan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Profil Singkat Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Barabai Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Barabai adalah sekolah tingkat menengah sederajad SMU yang berciri khas Agama Islam di bawah Kementrian Agama. Madrasah ini terletak di jalan Telaga Sungai Tabuk No. 13 Desa Mandingin Kelurahan Barabai Timur Kecamatan Barabai dengan luas seluruhnya m 2. Adapun kepala sekolah MAN 2 Barabai yang menjabat sekarang adalah ibu Dra. Hj. Salmah Nor. Sesuai dengan visi dari MAN 2 Barabai yaitu Berimtaq, Beriptek, Bermutu dan Mandiri. Di Madrasah Aliyah Negeri 2 Barabai para siswa dibekali ilmu pengetahuan agama agar mereka mengamalkan dan mewujudkan keimanan mereka kepada Allah Swt sesuai dengan garis-garis agama Islam dalam kehidupan sehari-hari. Para siswa juga dibekali pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan keinginan mereka masing-masing agar setelah keluar dari MAN 2 Barabai diharapkan mereka dapat hidup mandiri atau bekerja sesuai dengan bekal yang mereka bawa. Keterampilan-keterampilan itu seperti keterampilan las/lapalo, keterampilan otomotif dan keterampilan tata busana. 72
2 73 2. Keadaan Sarana dan Prasarana Tersedianya berbagai sarana dan prasarana pendidikan mutlak harus dimiliki oleh sebuah sekolah untuk menunjang proses belajar dan mengajar, selain itu dengan tersedianya sarana dan prasarana pendidikan dapat meningkatkan mutu pendidikan. Adapun keadaan sarana dan prasarana yang tersedia di Madrasah Aliyah Negeri 2 Barabai dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.1 Keadaan Sarana dan Prasarana MAN 2 Barabai No Ruangan Jumlah Baik Kondisi Rusak Ringan Rusak Berat 1. Ruang Kelas Ruang Dewan Guru Ruang Tata Usaha Ruang Kepala Sekolah Ruang BP Perpustakaan Ruang Keterampilan Ruang Laboratorium Ruang UKS Ruang OSIS Kantin WC Sumber: Kantor Tata Usaha MAN 2 Barabai 3. Keadaan Guru dan Staf Tata Usaha Madrasah Aliyah Negeri 2 Barabai pada tahun pelajaran 2011/2012 memiliki 26 orang tenaga pengajar tetap dan 17 orang tenaga pengajar tidak tetap, terdiri dari 20 laki-laki dan 23 perempuan. 2 orang staf tata usaha/administrasi
3 74 tetap dan 6 orang staf tata usaha/administrasi tidak tetap, terdiri dari 7 laki-laki dan 1 perempuan seperti pada lampiran 10. Sedangkan jumlah guru pengajar matematika dan guru pengajar kimia sebanyak 6 orang, seperti pada tabel berikut: Tabel 4.2 Keadaan Guru Mata Pelajaran Matematika dan Kimia MAN 2 Barabai No. Nama Guru Mata Pelajaran Pendidikan 1. Harisuddin, S. Pd. I Matematika S1 Tadris Matematika 2. Aspiah, S. Pd Matematika S1 Pendidikan Matematika 3. Rahmansyah, S. Pd Matematika S1 Pendidikan Matematika 4. Syam Suhaidi, S. Pd Matematika S1 Pendidikan Matematika 5. Budi Hariyafi, S. Pd Kimia S1 Pendidikan Kimia 6. Asni Urbani, S. Pd Kimia S1 Pendidikan Kimia 4. Keadaan Siswa Madrasah Aliyah Negeri 2 Barabai Siswa MAN 2 Barabai tahun pelajaran 2011/2012 berjumlah 519 orang, yang terdiri dari 229 laki-laki dan 290 perempuan. Untuk lebih jelasnya mengenai jumlah siswa di MAN 2 Barabai, dapat diihat pada tabel berikut: Tabel 4.3 Keadaan Siswa MAN 2 Barabai Tahun Pelajaran 2011/2012 No Kelas Siswa Laki-laki Perempuan Jumlah 1. X A X B X C X D X E X F XI IPA XI IPA
4 75 Lanjutan Tabel 4.3 Keadaan Siswa MAN 2 Barabai Tahun Pelajaran 2011/2012 No Kelas Siswa Laki-laki Perempuan Jumlah 9. XI IPS XI IPS XI Agama XII IPA XII IPA XII IPS XII IPS XII Agama Jumlah Sumber: Kantor Tata Usaha MAN 2 Barabai B. Penyajian Data 1. Kemampuan Siswa Terhadap Materi Sebelum menggambarkan kemampuan siswa secara menyeluruh tentang penggunaan konsep matematika dalam menyelesaikan soal-soal kimia kelas XI IPA di Madrasah Aliyah Negeri 2 Barabai, maka terlebih dahulu digambarkan tentang kemampuan siswa dalam menyelesaikan instrument soal yang berkaitan dengan materi pada asam dan basa, larutan penyangga, hidrolisis garam serta kelarutan dan hasil kali kalarutan, seperti yang dipaparkan berikut ini: a. Kemampuan Menentukan ph Suatu Larutan Asam atau Basa Pada bagian ini akan digambarkan tingkat kemampuan siswa dalam menentukan derajat keasaman (ph) suatu larutan asam atau basa. Siswa dikatakan mampu menentukan ph suatu larutan asam atau basa jika memperoleh nilai lebih atau sama besar dengan 65% dari skor total untuk instrument pertama.
5 76 Berdasarkan seberan nilai dan kualifikasi pada lampiran 9 dapat dibuat taraf penguasaan siswa terhadap soal menentukan ph suatu larutan asam atau basa, sebagaimana disajikan pada tabel berikut: Tabel 4.4 Taraf Penguasaan Siswa Terhadap Soal Menentukan ph Suatu Larutan Asam atau Basa Taraf Penguasan Frekuensi Persentasi Keterangan 95, ,5% Istimewa 80,00 < 95,00 1 1,5% Amat Baik 65,00 < 80,00 1 1,5% Baik 55,00 < 65,00 1 1,5% Cukup 40,00 < 55, % Kurang 00,00 < 40, % Amat Kurang Jumlah % Tabel 4.4 menunjukkan bahwa kemampuan siswa terhadap soal menentukan ph suatu larutan asam atau basa 4,5 % berada pada taraf penguasaan baik, amat baik, dan istemewa. Adapun siswa yang tidak tuntas dalam menghitung ph suatu larutan asam atau basa 95,5% berada pada taraf cukup, kurang dan amat kurang. Kemudian siswa dikatakan mampu secara klasikal, jika 75% dari siswa seluruhnya mempunyai nilai lebih atau sama dengan 65% dari skor total. 75% dari seluruh siswa adalah 49 siswa, sedangkan berdasarkan hasil perhitungan hanya terdapat 3 siswa atau 4,5% yang mencapai nilai 65% dari skor total. Merujuk pada standar putusan yang terdapat pada bab III, dapat dikatakan bahwa siswa belum mampu menentukan derajat keasaman (ph) suatu larutan asam atau basa.
6 77 b. Kemampuan Menentukan ph Suatu larutan Penyangga Pada bagian ini akan digambarkan tingkat kemampuan siswa dalam menentukan derajat keasaman (ph) suatu larutan penyangga. Siswa dikatakan mampu menentukan ph suatu larutan penyangga jika memperoleh nilai lebih atau sama besar dengan 65 % dari skor total untuk instrument kedua. Berdasarkan seberan nilai dan kualifikasi pada lampiran 9 dapat dibuat taraf penguasaan siswa terhadap soal menentukan ph suatu larutan penyangga, sebagaimana disajikan pada tabel berikut: Tabel 4.5 Taraf Penguasaan Siswa Terhadap Soal Menentukan ph Suatu Larutan Penyangga Taraf Penguasan Frekuensi Persentasi Keterangan 95, % Istimewa 80,00 < 95,00 3 4,6% Amat Baik 65,00 < 80,00 4 6,2% Baik 55,00 < 65,00 3 4,6% Cukup 40,00 < 55, ,9% Kurang 00,00 < 40, ,7% Amat Kurang Jumlah % Tabel 4.5 menunjukkan bahwa kemampuan siswa terhadap soal menentukan ph suatu larutan penyangga 10,8% berada pada taraf penguasaan baik, amat baik, dan istemewa. Adapun siswa yang tidak tuntas dalam menghitung ph suatu larutan penyangga 89,2% berada pada taraf cukup, kurang dan amat kurang. Kemudian siswa dikatakan mampu secara klasikal, jika 75% dari siswa seluruhnya mempunyai nilai lebih atau sama dengan 65% dari skor total. 75% dari
7 78 seluruh siswa adalah 49 siswa, sedangkan berdasarkan hasil perhitungan hanya terdapat 7 siswa atau 10,8% yang mencapai nilai 65% dari skor total. Merujuk pada standar putusan yang terdapat pada bab III, dapat dikatakan bahwa siswa belum mampu menentukan derajat keasaman (ph) suatu larutan penyangga. c. Kemampuan Menentukan ph Larutan Garam yang Mengalami Hidrolisis Pada bagian ini akan digambarkan tingkat kemampuan siswa dalam menentukan derajat keasaman (ph) larutan garam yang mengalami hidrolisis. Siswa dikatakan mampu menentukan ph larutan garam jika memperoleh nilai lebih atau sama besar dengan 65% dari skor total untuk instrument ketiga. Berdasarkan seberan nilai dan kualifikasi pada lampiran 9 dapat dibuat taraf penguasaan siswa terhadap soal menentukan ph larutan garam, sebagaimana disajikan pada tabel berikut: Tabel 4.6 Taraf Penguasaan Siswa Terhadap Soal Menentukan ph Larutan Garam yang Mengalami Hidrolisis Taraf Penguasan Frekuensi Persentasi Keterangan 95, ,7% Istimewa 80,00 < 95,00 6 9,2% Amat Baik 65,00 < 80, % Baik 55,00 < 65,00 6 9,2% Cukup 40,00 < 55, ,3% Kurang 00,00 < 40, ,6% Amat Kurang Jumlah % Tabel 4.6 menunjukkan bahwa kemampuan siswa terhadap soal menentukan ph larutan garam 33,9% berada pada taraf penguasaan baik, amat
8 79 baik, dan istemewa. Adapun siswa yang tidak tuntas dalam menghitung ph larutan garam 66,1% berada pada taraf cukup, kurang dan amat kurang. Kemudian siswa dikatakan mampu secara klasikal, jika 75% dari siswa seluruhnya mempunyai nilai lebih atau sama dengan 65% dari skor total. 75% dari seluruh siswa adalah 49 siswa, sedangkan berdasarkan hasil perhitungan hanya terdapat 22 siswa atau 33,9% yang mencapai nilai 65% dari skor total. Merujuk pada standar putusan yang terdapat pada bab III, dapat dikatakan bahwa siswa belum mampu menentukan derajat keasaman (ph) larutan garam yang menagalami hidrolisis. d. Kemampuan Menentukan Tetapan Hasil Kali Kelarutan jika Kelarutannya (s) Diketahui Pada bagian ini akan digambarkan tingkat kemampuan siswa dalam menentukan tetapan hasil kali kelarutan jika kelarutannya diketahui. Siswa dikatakan mampu menentukan hasil kali kelarutan jika memperoleh nilai lebih atau sama besar dengan 65 % dari skor total untuk instrument keempat. Berdasarkan sebaran nilai dan kualifikasi pada lampiran 9 dapat dibuat taraf penguasaan siswa terhadap soal menentukan tetapan hasil kali kelarutan jika kelarutannya diketahui, sebagaimana disajikan pada tabel berikut: Tabel 4.7 Taraf Penguasaan Siswa Terhadap Soal Menentukan Tetapan Hasil Kali Kelarutan Taraf Penguasan Frekuensi Persentasi Keterangan 95, ,6% Istimewa 80,00 < 95,00 1 1,5% Amat Baik 65,00 < 80, ,5% Baik 55,00 < 65, % Cukup
9 80 Lanjutan Tabel 4.7 Taraf Penguasaan Siswa Terhadap Soal Menentukan Tetapan Hasil Kali Kelarutan Taraf Penguasan Frekuensi Persentasi Keterangan 40,00 < 55,00 3 4,6% Kurang 00,00 < 40, ,8% Amat Kurang Jumlah % Tabel 4.7 menunjukkan bahwa kemampuan siswa terhadap soal menentukan tetapan hasil kali kelarutan 24,6% berada pada taraf penguasaan baik, amat baik, dan istemewa. Adapun siswa yang tidak tuntas dalam menghitung tetapan hasil kali kelarutan 75,4% berada pada taraf cukup, kurang dan amat kurang. Kemudian siswa dikatakan mampu secara klasikal, jika 75% dari siswa seluruhnya mempunyai nilai lebih atau sama dengan 65% dari skor total. 75% dari seluruh siswa adalah 49 siswa, sedangkan berdasarkan hasil perhitungan hanya terdapat 16 siswa atau 24,6% yang mencapai nilai 65% dari skor total. Merujuk pada standar putusan yang terdapat pada bab III, dapat dikatakan bahwa siswa belum mampu menentukan tetapan hasil kali kelarutan jika kelarutannya diketahui. e. Kemampuan Menentukan Kelarutan (s) Suatu Larutan jika Tetapan Hasil Kali Kelarutannya Diketahui Pada bagian ini akan digambarkan tingkat kemampuan siswa dalam menentukan kelarutan (s) suatu larutan jika tetapan hasil kali kelarutannya diketahui. Siswa dikatakan mampu menentukan hasil kali kelarutan jika memperoleh nilai lebih atau sama besar dengan 65 % dari skor total untuk instrument kelima.
10 81 Berdasarkan seberan nilai dan kualifikasi pada lampiran 9 dapat dibuat taraf penguasaan siswa terhadap soal menentukan kelarutan (s) suatu larutan jika tetapan hasil kali kelarutannya diketahui, sebagaimana disajikan pada tabel berikut: Tabel 4.8 Taraf Penguasaan Siswa Terhadap Soal Menentukan Kelarutan (s) Suatu Larutan Taraf Penguasan Frekuensi Persentasi Keterangan 95, ,3% Istimewa 80,00 < 95, ,3% Amat Baik 65,00 < 80,00 6 9,2% Baik 55,00 < 65,00 5 7,7% Cukup 40,00 < 55,00 3 4,6% Kurang 00,00 < 40, ,8% Amat Kurang Jumlah % Tabel 4.8 menunjukkan bahwa kemampuan siswa terhadap soal menentukan kelarutan (s) suatu larutan 33,8% berada pada taraf penguasaan baik, amat baik, dan istemewa. Adapun siswa yang tidak tuntas dalam menghitung kelarutan (s) suatu larutan 66,1% berada pada taraf cukup, kurang dan amat kurang. Kemudian siswa dikatakan mampu secara klasikal, jika 75% dari siswa seluruhnya mempunyai nilai lebih atau sama dengan 65% dari skor total. 75% dari seluruh siswa adalah 49 siswa, sedangkan berdasarkan hasil perhitungan hanya terdapat 22 siswa atau 33,8% yang mencapai nilai 65% dari skor total. Merujuk pada standar putusan yang terdapat pada bab III, dapat dikatakan bahwa siswa
11 82 belum mampu menentukan kelarutan (s) jika tetapan hasil kali kelarutannya diketahui. 2. Kemampuan Siswa Menggunakan Konsep Matematika Secara Keseluruhan Pada bagian ini akan digambarkan tingkat kemampuan siswa menggunakan konsep matematika dalam menyelesaikan soal-soal kimia secara keseluruhan. Siswa dikatakan mampu menggunakan konsep matematika dalam menyelesaikan soal-soal kimia jika mempunyai nilai lebih besar atau sama dengan 65 dari skor total pada keseluruhan penilaian pengerjaan instrumen. Berdasarkan sebaran nilai dan kualifikasi pada lampiran 9 dapat dibuat taraf penguasaan siswa dalam menggunakan konsep matematika dalam menyelesaikan soal-soal kimia secara keseluruhan, sebagaimanana disajikan pada tabel berikut: Tabel 4.9 Taraf Penguasaan Siswa Terhadap Soal-Soal Kimia Secara Keseluruhan Taraf Penguasan Frekuensi Persentasi Keterangan 95, % Istimewa 80,00 < 95,00-0% Amat Baik 65,00 < 80, ,8% Baik 55,00 < 65, ,3% Cukup 40,00 < 55, ,8% Kurang 00,00 < 40, ,1% Amat Kurang Jumlah % Tabel 4.9 menunjukkan bahwa kemampuan siswa terhadap soal-soal kimia secara keseluruhan 10,8% berada pada taraf penguasaan baik, amat baik, dan
12 83 istemewa. Adapun siswa yang tidak tuntas dalam menyelesaikan soal-soal kimia secara keseluruhan 89,2% berada pada taraf cukup, kurang dan amat kurang. Kemudian siswa dikatakan mampu secara klasikal, jika 75% dari siswa seluruhnya mempunyai nilai lebih atau sama dengan 65% dari skor total. 75% dari seluruh siswa adalah 49 siswa, sedangkan berdasarkan hasil perhitungan hanya terdapat 7 siswa atau 10,8% yang mencapai nilai 65% dari skor total. Merujuk pada standar putusan yang terdapat pada bab III, dapat dikatakan bahwa siswa belum mampu menyelesaikan soal-soal kimia secara keseluruhan. C. Analisis Data Dari tabel distribusi frekuensi yang telah disajikan pada pembahasan sebelumnya dapat dianalis beberapa deskripsi kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal kimia, yaitu: 1. Gambaran Keadaan Siswa dalam Menyelesaikan Soal-Soal Kimia Kelas XI IPA Semester 2 a. Kemampuan Menentukan ph Suatu Larutan Asam atau Basa Berdasarkan tabel 4.4 dapat dilihat bahwa kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal menentukan derajat keasaman (ph) suatu larutan asam atau basa, dari 65 orang siswa yang menyelesaikan soal terdapat 3 orang siswa atau 4,5% yang mampu menyelesaikan soal dengan kualifikasi baik, amat baik dan istemewa. Sedangkan siswa yang menyelesaikan soal dengan kualifikasi cukup, kurang dan amat kurang ada 62 siswa atau 95,5%. Dari hasil diatas, dapat dianalisis bahwa siswa belum mampu menentukan ph suatu larutan asam atau basa pada mata pelajaran kimia, yang berarti siswa
13 84 pun belum mampu menggunakan konsep akar, pangkat, dan logaritma dengan benar dalam menyelesaikan soal-soal kimia. b. Kemampuan Menentukan ph Suatu Larutan Penyangga Berdasarkan tabel 4.5 dapat dilihat bahwa kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal menentukan derajat keasaman (ph) suatu larutan penyangga, dari 65 orang siswa yang menyelesaikan soal terdapat 7 orang siswa atau 10,8% yang mampu menyelesaikan soal dengan kualifikasi baik, amat baik dan istemewa. Sedangkan siswa yang menyelesaikan soal dengan kualifikasi cukup, kurang dan amat kurang ada 58 siswa atau 89,2%. Dari hasil diatas dapat dianalisis bahwa siswa belum mampu menentukan ph suatu larutan penyangga pada mata pelajaran kimia, yang berarti siswa pun belum mampu menggunakan konsep pangkat dan logaritma dengan benar dalam menyelesaikan soal-soal kimia. c. Kemampuan Menentukan ph Larutan Garam yang Mengalami Hidrolisis Berdasarkan tabel 4.6 dapat dilihat bahwa kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal menentukan derajat keasaman (ph) larutan garam, dari 65 orang siswa yang menyelesaikan soal terdapat 22 orang siswa atau 33,9% yang mampu menyelesaikan soal dengan kualifikasi baik, amat baik dan istemewa. Sedangkan siswa yang menyelesaikan soal dengan kualifikasi cukup, kurang dan amat kurang ada 43 siswa atau 66,1%. Dari hasil diatas dapat dianalisis bahwa siswa belum mampu menentukan ph larutan garam pada mata pelajaran kimia, yang berarti siswa pun belum
14 85 mampu menggunakan konsep akar, pangkat dan logaritma dengan benar dalam menyelesaikan soal-soal kimia. d. Kemampuan Menentukan Tetapan Hasil Kali Kelarutan jika Kelarutannya (s) Diketahui Berdasarkan tabel 4.7 dapat dilihat bahwa kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal menentukan tetapan hasil kali kelarutan jika kelarutannya (s) diketahui, dari 65 orang siswa yang menyelesaikan soal terdapat 16 orang siswa atau 24,6% yang mampu menyelesaikan soal dengan kualifikasi baik, amat baik dan istemewa. Sedangkan siswa yang menyelesaikan soal dengan kualifikasi cukup, kurang dan amat kurang ada 49 siswa atau 75,4%. Dari hasil diatas dapat dianalisis bahwa siswa belum mampu menentukan tetapan hasil kali kelarutan jika kelarutannya (s) diketahui pada mata pelajaran kimia, yang berarti siswa pun belum mampu menggunakan konsep pangkat dengan benar dalam menyelesaikan soal-soal kimia. e. Kemampuan Menentukan Kelarutan (s) Suatu Larutan jika Tetapan Hasil Kali Kelarutannya Diketahui Berdasarkan tabel 4.8 dapat dilihat bahwa kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal menentukan kelarutan (s) suatu larutan jika tetapan hasil kali kelarutannya diketahui, dari 65 orang siswa yang menyelesaikan soal terdapat 22 orang siswa atau 33,8% yang mampu menyelesaikan soal dengan kualifikasi baik, amat baik dan istemewa. Sedangkan siswa yang menyelesaikan soal dengan kualifikasi cukup, kurang dan amat kurang ada 43 siswa atau 66,2%. Dari hasil diatas dapat dianalisis bahwa siswa belum mampu menentukan kelarutan (s) jika tetapan hasil kali kelarutannya diketahui pada mata pelajaran
15 86 kimia, yang berarti siswa pun belum mampu menggunakan konsep akar dan pangkat dengan benar dalam menyelesaikan soal-soal kimia. f. Kemampuan Siswa Menggunakan Konsep Matematika Secara Keseluruhan Berdasarkan tabel 4.9 dapat dilihat bahwa kemampuan siswa menggunakan konsep matematika dalam menyelesaikan soal-soal kimia secara keseluruhan, dari 65 orang siswa yang menyelesaikan soal terdapat 7 orang siswa atau 10,8% yang mampu menyelesaikan soal dengan kualifikasi baik, amat baik dan istemewa. Sedangkan siswa yang menyelesaikan soal dengan kualifikasi cukup, kurang dan amat kurang ada 58 siswa atau 89,2%. Dari hasil diatas dapat dikatakan bahwa siswa belum mampu menyelesaikan soal-soal kimia, yang berarti siswa belum menguasai konsep akar, pangkat dan logaritma untuk digunakan dalam menyelesaikan soal-soal kimia secara keseluruhan. 2. Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal-Soal Kimia Kelas XI IPA Semester 2 kimia adalah: Diantara kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal-soal Basa a. Kesalahan Siswa dalam Menentukan ph Suatu Larutan Asam atau Pada tabel 4.4 menunjukkan kemampuan siswa menentukan ph suatu larutan asam atau basa yang dalam langkah pengerjaannya menggunakan konsep akar dan pangkat. Siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal tersebut sebanyak 62 siswa atau 95,5%.
16 87 Berdasarkan lembar jawaban tes yang disajikan, dapat dilihat kesalahan yang banyak dilakukan siswa adalah dalam hal: 1) Mensubtitusi nilai yang diketahui ke dalam rumus pada langkah 2. 2) Menggunakan sifat pangkat bulat a p x a q = a p+q pada langkah 3. 3) Menggunakan definisi pangkat pecahan a m n n = a m, dimana a bilangan real tidak nol, m bilangan bulat dan n bilangan asli 2 pada langkah 4. g 4) Menggunakan sifat logaritma log a n g = n x log a pada langkah 7. b. Kesalahan Siswa dalam Menentukan ph Suatu Larutan Penyangga Pada tabel 4.5 menunjukkan kemampuan siswa menentukan ph suatu larutan penyangga yang dalam langkah pengerjaannya menggunakan konsep pangkat dan logaritma. Siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal tersebut sebanyak 58 siswa atau 89,2%. Berdasarkan lembar jawaban tes yang disajikan, dapat dilihat kesalahan yang banyak dilakukan siswa adalah dalam hal: 1) Mensubtitusi nilai yang diketahui ke dalam rumus pada langkah 6. 2) Mengubah bilangan desimal menjadi notasi ilmiah/baku pada langkah 7. 3) Menggunakan sifat pangkat bulat a p a q = a p q pada langkah 8. 4) Menggunakan sifat logaritma log (a x b) = log a + g g g log b dan g log a n = n x g log a pada langkah 11 dan 12. 5) Pengerjaan operasi hitung pada langkah 14.
17 88 c. Kesalahan Siswa dalam Menentukan ph Larutan Garam yang Mengalami Hidrolisis Pada tabel 4.6 menunjukkan kemampuan siswa menentukan ph larutan garam yang dalam langkah pengerjaannya menggunakan konsep akar, pangkat dan logaritma. Siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal tersebut sebanyak 43 siswa atau 66,1%. Berdasarkan lembar jawaban tes yang disajikan, dapat dilihat kesalahan yang banyak dilakukan siswa adalah dalam hal: 1) Mensubtitusi nilai yang diketahui ke dalam rumus pada langkah 4. 2) Pengerjaan operasi hitung pada langkah 5 dan 6. 3) Menggunakan sifat pangkat a p x a q = a p+q dan a p a q = a p q pada langkah 5 dan 6. 4) Menggunakan definisi pangkat pecahan a m n n = a m, dimana a bilangan real tidak nol, m bilangan bulat dan n bilangan asli 2 pada langkah 7. d. Kesalahan Siswa dalam Menentukan Tetapan Hasil Kali Kelarutan jika Kelarutannya (s) Diketahui Pada tabel 4.7 menunjukkan kemampuan siswa menentukan tetapan hasil kali kelarutan jika kelarutannya (s) diketahui yang dalam langkah pengerjaannya menggunakan konsep pangkat. Siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal tersebut sebanyak 49 siswa atau 75,4%. Berdasarkan lembar jawaban tes yang disajikan, dapat dilihat kesalahan yang banyak dilakukan siswa adalah dalam hal: 1) Mensubtitusi nilai yang diketahui ke dalam rumus pada langkah 4.
18 89 2) Menggunakan definisi pangkat bulat positif a n = a x a x. x a x a dan sifat pangkat bulat (a p ) q = a p x q pada langkah 7. e. Kesalahan Siswa dalam Menentukan Kelarutan (s) Suatu Larutan jika Tetapan Hasil Kali Kelarutannya Diketahui Pada tabel 4.8 menunjukkan kemampuan siswa menentukan kelarutan (s) suatu larutan jika tetapan hasil kali kelarutannya diketahui yang dalam langkah pengerjaannya menggunakan konsep akar dan pangkat. Siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal tersebut sebanyak 43 siswa atau 66,2%. Berdasarkan lembar jawaban tes yang disajikan, dapat dilihat kesalahan yang banyak dilakukan siswa adalah dalam hal: 1) Menggunakan definisi pangkat pecahan a 1 n n = a pada langkah 5. 2) Menggeser tanda desimal bentuk notasi baku pada langkah 6. 3) Menyederhanakan bentuk akar menggunakan sifat a x b = a x b pada langkah 7.
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Profil Singkat Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tanjung Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tanjung adalah sekolah tingkat menengah sederajat
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA A. Gambaran Lokasi Penellitian 1. Sejarah Berdirinya Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Banjarmasin Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Model Banjarmasin adalah sekolah tingkat
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS. Hulu Sungai Tengah. Dengan Nomor Statistik Sekolah
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Profil Sekolah MAN 1 Barabai Kegiatan penelitian ini dilaksanakan di MAN 1 Barabai yang beralamat di Jalan H. Damanhuri Komplek Mesjid
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. Lambung Mangkurat Banjarmasin, Kecamatan Banjarmasin Selatan,
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Lokasi Penelitian SMA PGRI 7 adalah salah satu SMA PGRI yang ada di Kabupaten/ Kota Banjarmasin, khususnya di Kecamatan
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS. Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Dengan Nomor Statistik Sekolah
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Profil Sekolah MAN 1 Barabai Kegiatan penelitian ini dilaksanakan di MAN 1 Barabai yang beralamat di Jalan H. Damanhuri Komplek Mesjid
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Berdirinya SMAN 1 Barabai SMAN 1 Barabai didirikan pada tahun 1962 dan merupakan salah satu sekolah menengah atas
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. A. Deskripsi Data Madrasah Aliyah Negeri 3 Barabai
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data Madrasah Aliyah Negeri 3 Barabai 1. Gambaran Umum MAN 3 Barabai MAN 3 Barabai terletak di kelurahan Birayang sebagai ibu kota kecamatan Batang Alai Selatan
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS. 1. Sejarah Singkat Berdirinya MAN Pangkalan Bun
57 BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Berdirinya MAN Pangkalan Bun Madrasah Aliyah Negeri Pangkalan Bun adalah Madrasah Aliyah Negeri yang ada di Kabupaten
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS. Hulu Sungai Tengah. Dengan Nomor Statistik Sekolah
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS A. Deskripsi Lokasi Penelitian Kegiatan penelitian ini dilaksanakan di MAN 1 Barabai yang beralamat di Jalan H. Damanhuri Komplek Mesjid Agung Barabai Kecamatan Barabai
BAB IV LAPORAN PENELITIAN. 1. Sejarah (singkat berdirinya) Madrasah Aliyah Negeri 2 Rantau
BAB IV LAPORAN PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sejarah (singkat berdirinya) Madrasah Aliyah Negeri 2 Rantau Madrasah Aliyah Negeri 2 Rantau terletak di Jl. Sarang Burung Desa Tungkap Kecamatan
BAB I PENDAHULUAN. dikemukakan oleh Muhammad Noor Syam bahwa...nampaknya hubungan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju, maka ilmu pengetahuan dan teknologi pun menjadi semakin pesat. Kemajuan tersebut dapat terealisasi dalam
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS. 1. Sejarah Singkat Berdirinya MA PP. Al-Istiqamah Banjarmasin
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Berdirinya MA PP. Al-Istiqamah Banjarmasin Madrasah Aliyah PP Al-Istiqamah Banjarmasin berlokasi di Jalan Pekapuran
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian. Gambaran Umum Madrasah Tsanawiyah Negeri Kelayan Banjarmasin Madrasah Tsanawiyah Negeri Kelayan Banjarmasin didirikan pada tanggal 5
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kimia merupakan pelajaran yang banyak memiliki konsep yang bersifat abstrak. Konsep tertentu tidak bisa dijelaskan tanpa menggunakan analogi atau model sehingga
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
52 BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Sejarah singkat berdirinya SMPN 1 Angkinang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Angkinang terletak di Jalan Jendral A.Yani Km
BILANGAN BERPANGKAT DAN BENTUK AKAR
BILANGAN BERPANGKAT DAN BENTUK AKAR 1. Bilangan Berpangkat Sederhana Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menemui perkalian bilangan-bilangan dengan faktorfaktor yang sama. Misalkan kita temui perkalian
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Berdirinya MAN 1 Barabai Pada tahun 1960 Yayasan Persatuan Perguruan Islam (PPI) mendirikan Madrasah setingkat Tsanawiyah
BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA
BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sejarah Berdirinya SMP Negeri 19 Banjarmasin Sekolah Menengah Pertama Negeri 19 Banjarmasin adalah merupakan salah satu lembaga
BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA. 1. Sejarah Berdirinya MAN 3 Balangan. Mesjid Syuhada Sungai Awang Kecamatan Lampihong Kabupaten Balangan.
BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sejarah Berdirinya MAN 3 Balangan MAN 3 Balangan adalah lembaga pendidikan yang terletak di Jl. Mesjid Syuhada Sungai Awang Kecamatan
EKSPONEN DAN LOGARITMA
Materi W1f EKSPONEN DAN LOGARITMA Kelas X, Semester 1 F. Logaritma www.yudarwi.com F. Logaritma 1. Pengertian logaritma Misalkan a, b dan c adalah bilangan real dimana a > 0, b > 0 dan a 1 maka berlaku
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS. yang dimiliki SMAN 2 Tanjung adalah sebagai berikut: a. Nama Sekolah : SMAN 2 Tanjung
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS A. Profil Sekolah Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 2 Tanjung Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong. Secara umum keadaan sekolah, sarana dan prasarana
SILABUS. Kegiatan Pembelajaran Teknik. Tugas individu.
SILABUS NAMA SEKOLAH : MATA PELAJARAN : Matematika KELAS : X STANDAR KOMPETENSI : Memecahkan masalah berkaitan dengan konsep operasi bilangan real. KODE KOMPETENSI : ALOKASI WAKTU : 57 x 45 Kompetensi
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Sejarah Singkat Berdirinya Madrasah Ibtidaiyah Al-Muhajirin Madrasah Al-Muhajirin yang berlokasi di Jl. Pramuka Km. 6 Rt. 31 No. 37 Gang
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. Madrasah Ibtidaiyah (MI) Siti Mariam beralamatkan di Jalan Kelayan A Gg. PGA
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Letak Geografis MI Siti Mariam Banjarmasin Madrasah Ibtidaiyah (MI) Siti Mariam beralamatkan di Jalan Kelayan A Gg. PGA Kelurahan Kelayan
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
69 BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS A. Deskripsi Lokasi penelitian 1. Sejarah Singkat Berdirinya MTsN 2 Gambut. Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Gambut berlokasi di jalan Ahmad Yani Km 15.20 kecamatan Gambut
Bentuk Pangkat, Akar dan Logaritma
BAB 1 Bentuk Pangkat, Akar dan Logaritma Penggunaan bentuk pangkat, akar, dan logaritma banyak dijumpai di pelajaran lain, misalnya fisika, kimia, biologi, dan lain-lain. Dalam fisika, logaritma dapat
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Penyajian Data 1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian a. Letak Geografis MA PIP (Pendidikan Islam Parigi) Madrasah Aliyah PIP (Pendidikan Islam Parigi) terletak di Jalan
PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA MELALUI STRATEGI INTERACTIVE QUESTION AND READING ORIENTATION BERBASIS PROBLEM POSING
Eko Budi Susatyo, dkk., Peningkatan Hasil Belajar Melalui... 463 PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA MELALUI STRATEGI INTERACTIVE QUESTION AND READING ORIENTATION BERBASIS PROBLEM POSING Eko Budi Susatyo,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan proses untuk membantu manusia dalam mengembangkan dirinya sehingga mampu menghadapi setiap perubahan yang terjadi. Dewasa ini pendidikan
Tentukan ph dari suatu larutan yang memiliki konsentrasi ion H + sebesar 10 4 M dengan tanpa bantuan alat hitung kalkulator!
Kimia Study Center - Contoh soal dan pembahasan tentang cara menghitung ph dan poh larutan asam basa berdasarkan konsentrasi ion [H + ] dan [OH ] SMA kelas 11 IPA. Berikut contoh-contoh soal yang bisa
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Berdirinya MTsN 2 Gambut Madrasah Tsnawiyah Negeri (MTsN) 2 Gambut berlokasi di Jalan Ahmad Yani Km. 15.20 Kecamatan
DESKRIPSI KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL HIDROLISIS GARAM DI KELAS XI IPA SMA KATOLIK TALINO
DESKRIPSI KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL HIDROLISIS GARAM DI KELAS XI IPA SMA KATOLIK TALINO Wilianus Boncel, Eny Enawaty, Rody Putra Sartika Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Untan Pontianak
BAB IV. Hasil penelitian dan Pembahasan. 2012/2013 pada SDN Gambut2. Kecamatan Gambut, Siswa kelas V berjumlah
BAB IV Hasil penelitian dan Pembahasan A. Deskripsi Setting Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas V semester II tahun 2012/2013 pada SDN Gambut2. Kecamatan Gambut, Siswa kelas
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Berdirinya SDN Pekapuran Raya 2 SDN Pekapuran Raya 2 berlokasi di Jl. Tunjung Maya AMD Gg. H. Hasan RT 30 No. 53 Kelurahan
BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA
BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Berdirinya MAN 1 Martapura Sejak berdiri tahun 1958-1969 bernama Yayasan Pendidikan Sinar Harapan, kemudian berubah
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS. 1. Sejarah Singkat Berdirinya MTsN Batu Benawa
66 BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Berdirinya MTsN Batu Benawa Madrasah Tsanawiyah Negeri Batu Benawa yang terletak di jalan Tanjung Pura No.5 Pagat
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Hasil Penelitian 1. Data Umum tentang Responden Populasi a. Sejarah Berdirinya Madrasah Aliyah Negeri Pemalang MAN Pemalang dilatarbelakangi oleh
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Berdirinya MAN 1 Banjarmasin Madrasah Aliyah Negeri 1 Banjarmasin adalah sekolah tingkat menengah sederajat SMU
BAB I PENDAHULUAN. dalam teknologi. Salah satu materi pokok yang terkait dengan kemampuan kimia
BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Masalah Mata pelajaran kimia di SMA/MA bertujuan untuk membentuk sikap positif pada diri peserta didik terhadap kimia yaitu merasa tertarik untuk mempelajari kimia
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. fasilitas serta sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan pembelajaran.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Latar dan Karakteristik Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri I Tapa Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo. Keadaan sekolah SMA Negeri 1 Tapa cukup baik
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Sejarah Singkat Berdirinya SMA Negeri 1 Gorontalo
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 4.. Sejarah Singkat Berdirinya SMA Negeri Gorontalo SMA Negeri Gorontalo adalah Sekolah Menengah Atas yang pertama berdiri di Grorontalo.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 2014/2015 pada MTs. Ar Rahmah Sei Tabuk. Siswa kelas VII A berjumlah 28 orang
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Lokasi Penelitian Tindakan kelas ini dilakukan di kelas VII A semester genap tahun pelajaran 201/2015 pada MTs. Ar Rahmah Sei
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS. 1. Sejarah Singkat Berdirinya MA. Darul Ulum Kotabaru
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Berdirinya MA. Darul Ulum Kotabaru Madrasah Aliyah Darul Ulum Kotabaru berdiri dikarenakan adanya Madrasah Tsanawiyah
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS. 1. Sejarah Singkat Berdirinya MTs Hidayatullah Lawahan
80 BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Berdirinya MTs Hidayatullah Lawahan Madrasah Tsanawiyah Hidayatullah Lawahan terletak di Desa Lawahan RT. 07 Komp.
DAFTAR ISI... JUDUL... LEMBAR PENGESAHAN... PERNYATAAN... ABSTRAK... KATA PENGANTAR... DAFTAR GAMBAR. DAFTAR TABEL. xiii. DAFTAR LAMPIRAN.
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL...... LEMBAR PENGESAHAN...... PERNYATAAN... ABSTRAK... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR GAMBAR. i ii iii iv v viii xi DAFTAR TABEL. xiii DAFTAR LAMPIRAN. xiv BAB I PENDAHULUAN..
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. pelajaran 2014/2015 pada MTs. Ar Rahmah Sei Tabuk. Siswa kelas VII C
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Lokasi Penelitian Tindakan kelas ini dilakukan di kelas VII C semester genap tahun pelajaran 201/2015 pada MTs. Ar Rahmah Sei
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. Madrasah Ibtidaiyah Al-Musyawarah Banjarmasin beralamat di Jalan
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Madrasah Ibtidaiyah Al-Musyawarah Banjarmasin beralamat di Jalan Pekapuran A RT. 18 No. 84 Kelurahan Karang Mekar Kecamatan Banjarmasin
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Sekolah Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV SD Negeri Kalisari Kecamatan Blado Kabupaten Batang. Siswa kelas IV berjumlah 24 siswa yang
III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA semester genap SMA
19 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA semester genap SMA Negeri 1 Gadingrejo tahun pelajaran 2011/2012 yang berjumlah
BAB IV HASIL PENELITIAN
42 BAB IV HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Berdirinya SMAN I Tabukan Kabupaten Barito SMAN I Tabukan berdiri pada tahun 2006 dengan SK Nomor: 422 Tahun 2006 dan Nomor
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN No. 01/1
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN No. 01/1 Nama Sekolah : SMK Diponegoro Lebaksiu Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester : X / 1 Alokasi Waktu : 12 x 45 menit (3 x pertemuan) Standar Kompetensi Kompetensi
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. 1. Letak Geografis MA Al-Istiqamah. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di MA Al-Istiqamah yang
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Letak Geografis MA Al-Istiqamah Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di MA Al-Istiqamah yang beralamat di Jl. Kali Martapura
Selamat Belajar dan Bekerja!
i M Tinjauan Mata Kuliah ata Kuliah Pembelajaran Matematika SD (PDGK4406) dengan bobot 3 sks merupakan mata kuliah yang akan membekali Anda dengan pengetahuan dan keterampilan yang akan membantu Anda dalam
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Berdirinya MTsN 2 Gambut Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Gambut berlokasi di Jalan Ahmad Yani Km. 15.2 Kecamatan Gambut
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 2014/2015 pada MTs. Al Hidayah Keliling Benteng Martapura. Siswa kelas VIII A
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Lokasi Penelitian Tindakan kelas ini dilakukan di kelas VIII A semester genap tahun pelajaran 201/2015 pada MTs. Al Hidayah
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. Madrasah Ibtidaiyah Al-Aman Banjarmasin lokasinya berada di lingkungan
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Letak Geografis Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di MI Al-Aman Kuin Utara Banjarmasin. Madrasah Ibtidaiyah Al-Aman Banjarmasin
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. 1. Sejarah singkat berdirinya Madrasah Ibtidaiyah Negeri Teluk Dalam
A. Lokasi Penelitian BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN 1. Sejarah singkat berdirinya Madrasah Ibtidaiyah Negeri Teluk Dalam MIN Teluk Dalam didirikan pada tahun 1954 oleh tokoh masyarakat desa Teluk Dalam,
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Tindakan kelas ini dilakukan di kelas VIII semester genap tahun pelajaran
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Tindakan kelas ini dilakukan di kelas VIII semester genap tahun pelajaran 201/2015 pada MTs. Raudhatusshibyan Martapura Barat.
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Letak Geografis MI Al Mujtahidin Penelitian tindakan kelas ini mengambil tempat di MI Al Mujtahidin. Madrasah ini terletak di Desa
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian 1. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), yang bersifat deskriptif yang memusatkan perhatiannya
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan. Penelitian lapangan adalah penelitian yang dilakukan dengan terjun langsung ke lapangan untuk meneliti
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Penelitian ini berlokasi di Madrasah Ibtidaiyah Hidayatul Islamiyah yang beralamat jalan A. Yani Km. 13. 500 kelurahan Gambut Kecamatan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Penelitian ini berlokasi di MIN Rumpiang Kecamatan Beruntung Baru Kabupaten Banjar, yang merupakan sebuah lembaga formal berada
BAB 5 Bilangan Berpangkat dan Bentuk Akar
BAB 5 Bilangan Berpangkat dan Bentuk Akar Untuk materi ini mempunyai 3 Kompetensi Dasar yaitu: Kompetensi Dasar : 1. Mengidentifikasi sifat-sifat bilangan berpangkat dan bentuk akar 2. Melakukan operasi
BAB IV LAPORAN PENELITIAN
BAB IV LAPORAN PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Berdirinya SMAN 1 Kahayan Kuala Sebelum berdirinya SMAN 1 Kahayan Kuala, sekitar tahun 2005 berdiri sebuah sekolah menengah
BAB IV PERTIDAKSAMAAN. 1. Pertidaksamaan Kuadrat 2. Pertidaksamaan Bentuk Pecahan 3. Pertidaksamaan Bentuk Akar 4. Pertidaksamaan Nilai Mutlak
BAB IV PERTIDAKSAMAAN 1. Pertidaksamaan Kuadrat. Pertidaksamaan Bentuk Pecahan 3. Pertidaksamaan Bentuk Akar 4. Pertidaksamaan Nilai Mutlak 86 LEMBAR KERJA SISWA 1 Mata Pelajaran : Matematika Uraian Materi
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. madrasah tsanawiyah yang ada di Kecamatan Tamban. Untuk lebih mengenal
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Madrasah Tsanawiyah Negeri Tamban (MTsN Tamban) adalah salah satu madrasah tsanawiyah yang ada di Kecamatan Tamban. Untuk lebih mengenal
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. dan XI IPA2 pada bulan April- Mei Pada bulan April 2014 peneliti
33 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian Penelitian dilaksanakan di SMAN 1 Kasihan untuk kelas XI IPA1 dan XI IPA2 pada bulan April- Mei 2014. Pada bulan April 2014 peneliti melakukan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Penelitian ini berlokasi di Madrasah Ibtidaiyah Thalabul Khair yang beralamat di Jalan A. Yani Km 9.300 Gg. H. Bulan RT. 03 RW.
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. penelitian adalah di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN)
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Letak Geografis MIN Manarap Baru Lokasi penelitian adalah di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Manarap Baru yang merupakan sebuah lembaga
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Berdirinya SMP Negeri 1 Rantau Badauh SMP Negeri 1 Rantau Badauh adalah suatu lembaga pendidikan sekolah lanjutan
SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
PENERAPAN MODEL NHT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PENGUASAAN KONSEP OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 02 JATIPURWO, JATIPURO, KARANGANYAR TAHUN 2012/2013 SKRIPSI Untuk memenuhi
BAB I PENDAHULUAN. berperan penting dalam usaha peningkatan kualitas pendidikan.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan mempunyai peranan penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kualitas kehidupan tersebut akan sangat ditentukan oleh kualitas
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian. Sejarah singkat berdirinya MAN 3 Amuntai Lembaga pendidikan ini pada mulanya masih bernama MA Darun Najah didirikan akibat adanya keluhan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian Madrasah Aliyah Negeri 1 Model Banjarmasin terletak di Jl.Kampung Melayu Darat RT.11 No.31. Merupakan Sekolah Tingkat Menengah sederajat
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CIRC (COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION)
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CIRC (COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION) DENGAN TSTS (TWO STAY TWO STRAY) PADA MATERI POKOK ASAM, BASA DAN GARAM TERHADAP HASIL BELAJAR
MODUL 1. Teori Bilangan MATERI PENYEGARAN KALKULUS
MODUL 1 Teori Bilangan Bilangan merupakan sebuah alat bantu untuk menghitung, sehingga pengetahuan tentang bilangan, mutlak diperlukan. Pada modul pertama ini akan dibahas mengenai bilangan (terutama bilangan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Profil Sekolah Tempat Penelitian Kegiatan penelitian dilaksanakan di MA Hidayatullah Martapura yang beralamat di Jalan Pangeran Hidayatullah No. 1 Kelurahan Keraton Kecamatan
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat Berdirinya MIS Darul Istiqamah Kota Banjarmasin Madrasah Ibtidaiyah Darul Istiqamah pada awalnya dibangun atas aspirasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Proses pembelajaran di kelas pada hakikatnya adalah proses komunikasi, baik komunikasi antara siswa dengan guru, komunikasi antar siswa, atau bahkan komunikasi
BAB III METODE PENELITIAN. dilaksanakan di SMA Tridharma, pada semester genap tahun ajaran 2012/2013.
3.1 Setting dan Karakteristik Penelitian 3.1.1 SettingPenelitian BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan suatu penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan di SMA Tridharma, pada semester
