Design and Analysis of Algorithm
|
|
|
- Iwan Rachman
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Design and Analysis of Algorithm Week 5: Kompleksitas waktu algoritma rekursif part 2 Dr. Putu Harry Gunawan 1 1 Department of Computational Science School of Computing Telkom University Dr. Putu Harry Gunawan (Telkom University) Design and Analysis of Algorithm 1 / 34
2 Outline 1 Review 2 Metode Karakteristik:Solusi Umum Metode Karakteristik:Solusi Umum 3 Menyelesaikan relasi rekursi HOMOGEN Menyelesaikan relasi rekursi HOMOGEN 4 Menyelesaikan relasi rekursi NON-HOMOGEN Menyelesaikan relasi rekursi NON-HOMOGEN 5 Teorema Master Teorema Master 6 References References 7 Exercise Exercise Dr. Putu Harry Gunawan (Telkom University) Design and Analysis of Algorithm 2 / 34
3 Exercise 1 Tentukan kompleksitas waktu Big-Oh untuk relasi rekursi berikut: { 1, n = 1 T (n) = T (n 1) + 1, n 2 (1.1) Dr. Putu Harry Gunawan (Telkom University) Design and Analysis of Algorithm 3 / 34
4 Exercise 2 Tentukan kompleksitas waktu Big-Oh untuk relasi rekursi berikut: { 2, n = 0 T (n) = T (n 1) + T (n 2), n 1 (1.2) Dr. Putu Harry Gunawan (Telkom University) Design and Analysis of Algorithm 4 / 34
5 Outline 1 Review 2 Metode Karakteristik:Solusi Umum Metode Karakteristik:Solusi Umum 3 Menyelesaikan relasi rekursi HOMOGEN Menyelesaikan relasi rekursi HOMOGEN 4 Menyelesaikan relasi rekursi NON-HOMOGEN Menyelesaikan relasi rekursi NON-HOMOGEN 5 Teorema Master Teorema Master 6 References References 7 Exercise Exercise Dr. Putu Harry Gunawan (Telkom University) Design and Analysis of Algorithm 5 / 34
6 Metode Karakteristik:Solusi Umum Relasi rekursi dibedakan menjadi dua, yakni relasi rekursi non homogen dan homogen. Penyelesaian menggunakan metode karakteristik, dibedakan berdasarkan tipe dari relasi rekursi. Berikut adalah diberikan tahapan penyelesaian secara umum bentuk relasi rekursif: Dr. Putu Harry Gunawan (Telkom University) Design and Analysis of Algorithm 6 / 34
7 Rekursif Diberikan bentuk rekursif: T (n) = α 1 T (n 1) + α 2 T (n 2) + + α k T (n k) + f (n) (2.1) dengan: f (n) = t n P d (n) (2.2) P d (n) = b 0 n d + b 1 n d b k (2.3) Dr. Putu Harry Gunawan (Telkom University) Design and Analysis of Algorithm 7 / 34
8 Rekursif Langkah pertama dalam menyelesaikan relasi rekursi menggunakan metode karakteristik adalah mengasumsikan bahwa relasi rekursi dalam tipe homogen yakni f (n) = 0, sehingga relasinya: T (n) = α 1 T (n 1) + α 2 T (n 2) + + α k T (n k). (2.4) Selanjutnya dengan memisalkan T (n) = x n, sehingga didapat: x n = α 1 x n 1 + α 2 x n α k x n k, (2.5) x n α 1 x n 1 α 2 x n 2 α k x n k = 0. (2.6) Dr. Putu Harry Gunawan (Telkom University) Design and Analysis of Algorithm 8 / 34
9 Rekursif Selanjutnya dengan memisalkan T (n) = x n, sehingga didapat: x n = α 1 x n 1 + α 2 x n α k x n k, (2.7) x n α 1 x n 1 α 2 x n 2 α k x n k = 0. (2.8) Kemudian, jika x n k merupakan suku dengan orde terkecil, maka Persamaan (2.8) dibagi dengan x n k menjadi x k α 1 x k 1 α 2 x k 2 α k = 0 (2.9) Dr. Putu Harry Gunawan (Telkom University) Design and Analysis of Algorithm 9 / 34
10 Rekursif Sehingga diperoleh persamaan karakteristik: (x k α 1 x k 1 α 2 x k 2 α k ) (x t) d+1 = 0 (2.10) dengan t dan d didapatkna dari langkah 1 (INGAT suku (x t) d+1 hanya berlaku untuk kasus relasi rekursi NON HOMOGEN, JIka HOMOGEN maka bernilai 1). Dr. Putu Harry Gunawan (Telkom University) Design and Analysis of Algorithm 10 / 34
11 Rekursif Cari solusi dari Persamaan (2.10). Secara umum, solusi dari persamaan karakteristik ada dua macam kasus: Kasus solusi berbeda: Jika semua akar persamaan karakteristik berbeda {x 1, x 2, x 3, }, maka solusi umumnya adalah: T (n) = c 1 x n 1 + c 2 x n 2 + c 3 x n 3 + (2.11) dengan c 1, c 2, c 3, merupakan konstanta yang harus dicari. Dr. Putu Harry Gunawan (Telkom University) Design and Analysis of Algorithm 11 / 34
12 Rekursif Kasus solusi sama: Jika semua akar persamaan karakteristik sama {x 1 = x 2 = x 3 = = x}, maka solusi umumnya adalah: T (n) = (c 1 + c 2 n + c 3 n 2 + )x n (2.12) dengan c 1, c 2, c 3, merupakan konstanta yang harus dicari. Dr. Putu Harry Gunawan (Telkom University) Design and Analysis of Algorithm 12 / 34
13 Algoritma Berikut Algoritma untuk menggunakan Metode Karakteristik: 1 Start. 2 Tentukan bentuk persamaan rekursif. 3 Selesaikan bentuk rekursif dalam bentuk HOMOGEN dan misalkan T (n) = x m, kemudian bagi dengan suku orde terkecil. 4 Bentuk persamaan Karakteristik. 5 Bentuk solusi umum berdasarkan akar-akar persamaan Karakteristik. 6 Temukan koefisien-koefisien dari solusi umum. 7 End. Dr. Putu Harry Gunawan (Telkom University) Design and Analysis of Algorithm 13 / 34
14 Outline 1 Review 2 Metode Karakteristik:Solusi Umum Metode Karakteristik:Solusi Umum 3 Menyelesaikan relasi rekursi HOMOGEN Menyelesaikan relasi rekursi HOMOGEN 4 Menyelesaikan relasi rekursi NON-HOMOGEN Menyelesaikan relasi rekursi NON-HOMOGEN 5 Teorema Master Teorema Master 6 References References 7 Exercise Exercise Dr. Putu Harry Gunawan (Telkom University) Design and Analysis of Algorithm 14 / 34
15 Homogen Berikut akan diberikan contoh-contoh untuk menyelesaikan relasi rekursi bentuk Homogen: Diberikan relasi berikut 0, n = 0 T (n) = 1, n = 1 (3.1) 3T (n 1) 2T (n 2), n 2 Dr. Putu Harry Gunawan (Telkom University) Design and Analysis of Algorithm 15 / 34
16 Homogen Exercise: diberikan relasi rekursi dari masalah Barisan Fibonacci berikut 0, n = 0 T (n) = 1, n = 1 (3.2) T (n 1) + T (n 2), n 2 Dr. Putu Harry Gunawan (Telkom University) Design and Analysis of Algorithm 16 / 34
17 Homogen Exercise: diberikan relasi rekursi berikut 0, n = 0 1, n = 1 T (n) = 2, n = 2 7T (n 1) 15T (n 2) + 9T (n 3), n 3 (3.3) Dr. Putu Harry Gunawan (Telkom University) Design and Analysis of Algorithm 17 / 34
18 Outline 1 Review 2 Metode Karakteristik:Solusi Umum Metode Karakteristik:Solusi Umum 3 Menyelesaikan relasi rekursi HOMOGEN Menyelesaikan relasi rekursi HOMOGEN 4 Menyelesaikan relasi rekursi NON-HOMOGEN Menyelesaikan relasi rekursi NON-HOMOGEN 5 Teorema Master Teorema Master 6 References References 7 Exercise Exercise Dr. Putu Harry Gunawan (Telkom University) Design and Analysis of Algorithm 18 / 34
19 Non-Homogen Berikut akan diberikan contoh-contoh untuk menyelesaikan relasi rekursi bentuk Non-Homogen: Diberikan relasi rekursi untuk masalah faktorial { 0, n = 0 T (n) = (4.1) T (n 1) + 1, n > 1 Dr. Putu Harry Gunawan (Telkom University) Design and Analysis of Algorithm 19 / 34
20 Non-Homogen Diberikan relasi rekursi untuk masalah Menara Hanoi { 1, n = 1 T (n) = 2T (n 1) + 1, n > 1 (4.2) Dr. Putu Harry Gunawan (Telkom University) Design and Analysis of Algorithm 20 / 34
21 Non-Homogen Diberikan relasi rekursi untuk masalah Minimum dan Maksimum 0, n = 1 T (n) = 1, n = 2 2T ( (4.3) ) n 2 + 2, n > 2 Dr. Putu Harry Gunawan (Telkom University) Design and Analysis of Algorithm 21 / 34
22 Outline 1 Review 2 Metode Karakteristik:Solusi Umum Metode Karakteristik:Solusi Umum 3 Menyelesaikan relasi rekursi HOMOGEN Menyelesaikan relasi rekursi HOMOGEN 4 Menyelesaikan relasi rekursi NON-HOMOGEN Menyelesaikan relasi rekursi NON-HOMOGEN 5 Teorema Master Teorema Master 6 References References 7 Exercise Exercise Dr. Putu Harry Gunawan (Telkom University) Design and Analysis of Algorithm 22 / 34
23 Teorema Master Pembahasan menggunakan metode karakteristik untuk algoritma rekursif pada bab sebelumnya hanya berlaku untuk kasus umum. Kasus khusus yakni untuk strategi Divide & Conquer, Kompleksitas waktu asimtotik dapat dicari menggunakan teorema Master Theorem (Master) Untuk suatu general Divide and Conquer recurrence: ( n ) T (n) = at + f (n) (5.1) b Jika f (n) O(n d ) dengan d 0, dalam persamaan general Divide and Conquer recurrence di atas, maka O(n d ) a < b d T (n) O(n d log n) a = b d (5.2) O(n b log a ) a > b d Dr. Putu Harry Gunawan (Telkom University) Design and Analysis of Algorithm 23 / 34
24 Teorema Master Exercise Gunakan Teorema Master untuk mencari kompleksitas waktu asimtotik pada relasi rekursi untuk masalah Minimum dan Maksimum di bawah ini: 0, n = 1 T (n) = 1, n = 2 2T ( (5.3) ) n 2 + 2, n > 2 Dr. Putu Harry Gunawan (Telkom University) Design and Analysis of Algorithm 24 / 34
25 Outline 1 Review 2 Metode Karakteristik:Solusi Umum Metode Karakteristik:Solusi Umum 3 Menyelesaikan relasi rekursi HOMOGEN Menyelesaikan relasi rekursi HOMOGEN 4 Menyelesaikan relasi rekursi NON-HOMOGEN Menyelesaikan relasi rekursi NON-HOMOGEN 5 Teorema Master Teorema Master 6 References References 7 Exercise Exercise Dr. Putu Harry Gunawan (Telkom University) Design and Analysis of Algorithm 25 / 34
26 References References 1 Anany, L. (2003). Introduction to the design and analysis of algorithms. Villanova University. Dr. Putu Harry Gunawan (Telkom University) Design and Analysis of Algorithm 26 / 34
27 Outline 1 Review 2 Metode Karakteristik:Solusi Umum Metode Karakteristik:Solusi Umum 3 Menyelesaikan relasi rekursi HOMOGEN Menyelesaikan relasi rekursi HOMOGEN 4 Menyelesaikan relasi rekursi NON-HOMOGEN Menyelesaikan relasi rekursi NON-HOMOGEN 5 Teorema Master Teorema Master 6 References References 7 Exercise Exercise Dr. Putu Harry Gunawan (Telkom University) Design and Analysis of Algorithm 27 / 34
28 Exercise 1 Selesaikan relasi rekurensi berikut: { 0, n = 1 T (n) = T (n 1) + 5, n 2 (7.1) Dr. Putu Harry Gunawan (Telkom University) Design and Analysis of Algorithm 28 / 34
29 Exercise 2 Selesaikan relasi rekurensi berikut: { 4, n = 1 T (n) = 3T (n 1), n 2 (7.2) Dr. Putu Harry Gunawan (Telkom University) Design and Analysis of Algorithm 29 / 34
30 Exercise 3 Selesaikan relasi rekurensi berikut: { 0, n = 0 T (n) = T (n 1) + n, n > 0 (7.3) Dr. Putu Harry Gunawan (Telkom University) Design and Analysis of Algorithm 30 / 34
31 Exercise 4 Selesaikan relasi rekurensi berikut: { 1, n = 1 T (n) = T (n/2) + n, n > 1 (7.4) Dr. Putu Harry Gunawan (Telkom University) Design and Analysis of Algorithm 31 / 34
32 Exercise 5 Selesaikan relasi rekurensi berikut: { 1, n = 1 T (n) = T (n/3) + 1, n > 1 (7.5) Dr. Putu Harry Gunawan (Telkom University) Design and Analysis of Algorithm 32 / 34
33 Exercise 6 Diberikan algoritma untuk menghitung jumlah pangkat 3 dari deret, S(n) = n 3 + (n 1) ALGORITHM S(n) //Input: A positive integer n //Output: The sum of the first n cubes if n = 1 return 1 else return S(n - 1) + n * n * n 1 Tentukan relasi rekursi dari algoritma di atas dan selesaikan. 2 Bandingkan dengan algoritma yang tidak ditulis dengan rekursif. Dr. Putu Harry Gunawan (Telkom University) Design and Analysis of Algorithm 33 / 34
34 The end of week 4 Thank you for your attention! Dr. Putu Harry Gunawan (Telkom University) Design and Analysis of Algorithm 34 / 34
Design and Analysis of Algorithms CNH2G3- Week 5 Kompleksitas waktu algoritma rekursif part 2: Metode Karakteristik
Design and Analysis of Algorithms CNH2G3- Week 5 Kompleksitas waktu algoritma rekursif part 2: Metode Karakteristik Dr. Putu Harry Gunawan (PHN Review 1. Tentukan kompleksitas waktu Big-Oh untuk relasi
Design and Analysis of Algorithm
Design and Analysis of Algorithm Week 4: Kompleksitas waktu algoritma rekursif part 1 Dr. Putu Harry Gunawan 1 1 Department of Computational Science School of Computing Telkom University Dr. Putu Harry
Design and Analysis of Algorithms CNH2G3- Week 4 Kompleksitas waktu algoritma rekursif part 1
Design and Analysis of Algorithms CNH2G3- Week 4 Kompleksitas waktu algoritma rekursif part 1 Dr. Putu Harry Gunawan (PHN) Quiz I 1. Tentukan operasi dasar, c op dan C(n) untung masing-masing algoritma
Design and Analysis of Algorithm
Design and Analysis of Algorithm Week 3: Notasi Asymptotic dan Kelas Dasar Efisiensi Dr. Putu Harry Gunawan 1 1 Department of Computational Science School of Computing Telkom University Dr. Putu Harry
PROGRAM STUDI S1 SISTEM KOMPUTER UNIVERSITAS DIPONEGORO. Oky Dwi Nurhayati, ST, MT email: [email protected]
PROGRAM STUDI S1 SISTEM KOMPUTER UNIVERSITAS DIPONEGORO Oky Dwi Nurhayati, ST, MT email: [email protected] Kinerja yang perlu ditelaah pada algoritma: beban komputasi efisiensi penggunaan memori Yang perlu
Design and Analysis of Algorithm
Design and Analysis of Algorithm Week 7: Brute Force Algorithm Part 2: Exhaustive Search Dr. Putu Harry Gunawan 1 1 Department of Computational Science School of Computing Telkom University Dr. Putu Harry
Design and Analysis of Algorithm
Design and Analysis of Algorithm Week 6: Brute Force Algorithm Part 1: Design Strategy Dr. Putu Harry Gunawan 1 1 Department of Computational Science School of Computing Telkom University Dr. Putu Harry
Decrease and Conquer
Decrease and Conquer Bahan Kuliah IF2211 Strategi Algoritma Oleh: Rinaldi Munir Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB 1 Decrease and conquer: metode desain algoritma
Design and Analysis Algorithm
Design and Analysis Algorithm Pertemuan 04 Drs. Achmad Ridok M.Kom Imam Cholissodin, S.Si., M.Kom M. Ali Fauzi, S.Kom., M.Kom. Ratih Kartika Dewi, ST, M.Kom Contents Dasar Analisis Algoritma Rekursif 2
Design and Analysis of Algorithms CNH2G3- Week 8 Greedy Algorithm
Design and Analysis of Algorithms CNH2G3- Week 8 Greedy Algorithm Dr. Putu Harry Gunawan (PHN) Daftar Isi 1 Greedy Algorithm.................................. 1 2 Contoh-contoh Algoritma Greedy........................
Design and Analysis Algorithm. Ahmad Afif Supianto, S.Si., M.Kom. Pertemuan 03
Design and Analysis Algorithm Ahmad Afif Supianto, S.Si., M.Kom Pertemuan 03 Contents 31 2 Fungsi Rekursif Format Fungsi Rekursif 3 Analisa Efisiensi Algoritma Rekursif 2 Apa itu fungsi rekursif? Fungsi
Kata kunci: definisi, relasi rekursi linier berkoefisien konstan, solusi relasi rekurensi, dan solusi homogen & partikelir
Relasi Rekursi *recurrence rekurens rekursi perulangan. Kata kunci: definisi, relasi rekursi linier berkoefisien konstan, solusi relasi rekurensi, dan solusi homogen & partikelir menuliskan definisi dari
Design and Analysis of Algorithms CNH2G3- Week 6 Brute Force Algorithm Part 1: Design Strategy
Design and Analysis of Algorithms CNH2G3- Week 6 Brute Force Algorithm Part 1: Design Strategy Dr. Putu Harry Gunawan (PHN) Daftar Isi 1 Introduction and Definitions........................... 2 2 Contoh-contoh
Analisa dan Perancangan Algoritma. Ahmad Sabri, Dr Sesi 2: 16 Mei 2016
Analisa dan Perancangan Algoritma Ahmad Sabri, Dr Sesi 2: 16 Mei 2016 Teknik rekursif dan iteratif Algoritma rekursif adalah algoritma yang memanggil dirinya sendiri sampai tercapai kondisi yang ditetapkan
ALGORITHM. 3 Rekursif Algorithm. Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom dahlia74march.wordpress.com
ALGORITHM 3 Rekursif Algorithm Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom [email protected] dahlia74march.wordpress.com Rekursif adalah salah satu metode dalam dunia matematika dimana definisi sebuah fungsi
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Teknologi informasi sudah berkembang sangat pesat pada masa ini. Pencarian informasi yang berjumlah besar dalam waktu yang singkat sangat dibutuhkan sebagai upaya
Design and Analysis of Algorithm
Design and Analysis of Algorithm Week 1: Introduction Dr. Putu Harry Gunawan 1 1 Department of Computational Science School of Computing Telkom University Dr. Putu Harry Gunawan (Telkom University) Design
RESUME ALGORITMA MERGE SORT DAN REKURENS
RESUME ALGORITMA MERGE SORT DAN REKURENS SRY WAHYUNI H12111292 Statistika Unhas ALGORITMA MERGE SORT Merge sort merupakan algoritma pengurutan dalam ilmu komputer yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan
Aplikasi Divide and Conquer pada Perkalian Large Integer untuk Menghitung Jumlah Rute TSP Brute Force
Aplikasi Divide and Conquer pada Perkalian Large Integer untuk Menghitung Jumlah Rute TSP Brute Force Martin Lutta Putra - 13515121 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika
Karena relasi rekurens menyatakan definisi barisan secara rekursif, maka kondisi awal merupakan langkah basis pada definisi rekursif tersebut.
Relasi Rekurens 1 Relasi Rekurens Barisan (sequence) a 0, a 1, a 2,, a n dilambangkan dengan {a n } Elemen barisan ke-n, yaitu a n, dapat ditentukan dari suatu persamaan. Bila persamaan yang mengekspresikan
Design and Analysis of Algorithms CNH2G3- Week 7 Brute Force Algorithm Part 2: Exhaustive Search
Design and Analysis of Algorithms CNH2G3- Week 7 Brute Force Algorithm Part 2: Exhaustive Search Dr. Putu Harry Gunawan (PHN) Daftar Isi 1 Pendahuluan..................................... 1 2 Traveling
Algoritma Pemrograman
Algoritma Pemrograman Pertemuan Ke-14 (Rekursi) :: Noor Ifada :: S1 Teknik Informatika-Unijoyo 1 Sub Pokok Bahasan Pendahuluan Faktorial Menara Hanoi S1 Teknik Informatika-Unijoyo 2 Pendahuluan Algoritma
Rekursif. Rekursif adalah salah satu metode dalam dunia matematika dimana definisi sebuah fungsi mengandung fungsi itu sendiri.
Rekursif Rekursif adalah salah satu metode dalam dunia matematika dimana definisi sebuah fungsi mengandung fungsi itu sendiri. Dalam dunia pemrograman, rekursi diimplementasikan dalam sebuah fungsi yang
Relasi Rekursi. Definisi Relasi Rekursi
Relasi Rekursi Definisi Relasi Rekursi Relasi rekursi adalah sebuah formula rekursif dimana setiap bagian dari suatu barisan dapat ditentukan menggunakan satu atau lebih bagian sebelumnya. Jika ak adalah
SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) Mata Kuliah : Struktur Data Kode : TIS3213 Semester : III Waktu : 1 x 3 x 50 Menit Pertemuan : 3
A. Kompetensi 1. Utama SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) Mata Kuliah : Struktur Data Kode : TIS3213 Semester : III Waktu : 1 x 3 x 50 Menit Pertemuan : 3 Mahasiswa dapat memahami tentang konsep pemrograman
CHAPTER 8. Advanced Counting Techniques
CHAPTER 8 Advanced Counting Techniques Banyak problem counting yang tidak dapat dipecahkan dengan menggunakan hanya aturan dasar, kombinasi, permutasi, dan aturan sarang merpati. Misalnya: Ada berapa banyak
5.3 RECURSIVE DEFINITIONS AND STRUCTURAL INDUCTION
5.3 RECURSIVE DEFINITIONS AND STRUCTURAL INDUCTION Rekursif Ada kalanya kita mengalami kesulitan untuk mendefinisikan suatu obyek secara eksplisit. Mungkin lebih mudah untuk mendefinisikan obyek tersebut
Analisis dan Strategi Algoritma
Analisis dan Strategi Algoritma Deskripsi Mata Kuliah Konsep dasar analisis algoritma Beberapa jenis algoritma 28/02/2011 2 Standar Kompetensi Mahasiswa mampu membandingkan beberapa algoritma dan menentukan
Logika dan Algoritma Yuni Dwi Astuti, ST 2
ALGORITMA Istilah algoritma pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli matematika yaitu Abu Ja far Muhammad Ibnu Musa Al Khawarizmi. Yang dimaksud dengan algoritma adalah : Urutan dari barisan instruksi
UNIVERSITAS GUNADARMA
UNIVERSITAS GUNADARMA SK No. 92 / Dikti / Kep /1996 Fakultas Ilmu Komputer, Teknologi Industri, Ekonomi,Teknik Sipil & Perencanaan, Psikologi, Sastra Program Diploma (D3) Manajemen Informatika, Teknik
Algoritma Pemrograman
Algoritma Pemrograman Pertemuan Ke-14 (Rekursi) Noor Ifada [email protected] S1 Teknik Informatika-Unijoyo 1 Sub Pokok Bahasan Pendahuluan Faktorial Menara Hanoi S1 Teknik Informatika-Unijoyo
Setelah mempelajari topik Analisis Algoritma di kuliah SDA, ada beberapa kompetensi yang perlu Anda kuasai:
Setelah mempelajari topik Analisis Algoritma di kuliah SDA, ada beberapa kompetensi yang perlu Anda kuasai: Menentukan kompleksitas waktu (Big-Oh) dari beberapa algoritma (logaritmik, linier, kuadratik,
Algoritma Heap Sort. Sekolah Teknik Elektro & Informatika Departemen Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha 10, Bandung
Algoritma Heap Sort Paul Gunawan Hariyanto 1, Dendy Duta Narendra 2, Ade Gunawan 3 Sekolah Teknik Elektro & Informatika Departemen Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha 10, Bandung
NASKAH UJIAN UTAMA. JENJANG/PROG. STUDI : DIPLOMA TIGA / MANAJEMEN INFORMATIKA HARI / TANGGAL : Kamis / 18 FEBRUARI 2016
NASKAH UJIAN UTAMA MATA UJIAN : LOGIKA DAN ALGORITMA JENJANG/PROG. STUDI : DIPLOMA TIGA / MANAJEMEN INFORMATIKA HARI / TANGGAL : Kamis / 18 FEBRUARI 2016 NASKAH UJIAN INI TERDIRI DARI 80 SOAL PILIHAN GANDA
BAB VII ALGORITMA DIVIDE AND CONQUER
BAB VII ALGORITMA DIVIDE AND CONQUER Pemrogram bertanggung jawab atas implementasi solusi. Pembuatan program akan menjadi lebih sederhana jika masalah dapat dipecah menjadi sub masalah - sub masalah yang
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH LOGIKA DAN ALGORITMA (MI/D3) KODE: IT SKS: 3 SKS. Kemampuan Akhir Yang Diharapkan
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH LOGIKA DAN ALGORITMA (MI/D3) KODE: IT013323 SKS: 3 SKS Pertemuan Ke Pokok Bahasan dan TIU Sub Pokok Bahasan dan Sasaran Belajar Kean Akhir Yang Diharapkan Strategi
Pohon Biner Sebagai Struktur Data Heap dan Aplikasinya
Pohon Biner Sebagai Struktur Data Heap dan Aplikasinya Muhammad Adinata/13509022 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung
SATUAN ACARA PERKULIAHAN PERANCANGAN DAN ANALISIS ALGORITMA ** (S1/TEKNIK INFORMATIKA) PTA 2010/2011
SATUAN ACARA PERKULIAHAN PERANCANGAN DAN ANALISIS ALGORITMA ** (S1/TEKNIK INFORMATIKA) PTA 2010/2011 KODE : / 3 SKS Pertemuan Pokok Bahasan dan TIU Sub Pokok Bahasan dan TIK Teknik Pembelajaran 1 Pendahuluan
REKURSIF. Arkham Zahri Rakhman, S.Kom., M.Eng. Rev.: Dr. Fazat Nur Azizah
REKURSIF DASAR PEMROGRAMAN Arkham Zahri Rakhman, S.Kom., M.Eng. Rev.: Dr. Fazat Nur Azizah THE HANDSHAKE PROBLEM Ada n orang di dalam sebuah ruangan. Jika masing-masing orang harus bersalaman dengan setiap
MUHAMMAD BURHANUDDIN. Teknik Industri Universitas Borobudur (NIM # )
SOAL #1: ALOGARITMA MENENTUKAN BILANGAN PRIMA ATAU BUKAN 1. Bilangan prima adalah bilangan asli yang lebih besar dari 1, yang faktor pembaginya adalah 1 dan bilangan itu sendiri 2. Untuk pengecekan kita
Divide and Conqueradalah strategi militer yang dikenal dengan nama divide ut imperes.
Divide and Conquer Divide and Conqueradalah strategi militer yang dikenal dengan nama divide ut imperes. Strategi tersebut menjadi strategi fundamental di dalam ilmu komputer dengan nama Divide and Conquer.
Analisis Kecepatan Sorting Dengan Notasi Big O
Analisis Kecepatan Sorting Dengan Notasi Big O Rama Aulia NIM : 13506023 Program Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha 10, Bandung E-mail : [email protected] Abstrak Sorting
STRATEGI DIVIDE AND CONQUER
Pemrogram bertanggung jawab atas implementasi solusi. Pembuatan program akan menjadi lebih sederhana jika masalah dapat dipecah menjadi sub masalah - sub masalah yang dapat dikelola. Penyelesaian masalah
Penyelesaian Barisan Rekursif dengan Kompleksitas Logaritmik Menggunakan Pemangkatan Matriks
Penyelesaian Barisan Rekursif dengan Kompleksitas Logaritmik Menggunakan Pemangkatan Matriks Luqman Arifin Siswanto - 13513024 Program Sarjana Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut
Algoritma Pemrograman
Algoritma Pemrograman Pertemuan Ke-14 (Rekursi) :: NoorIfada :: S1 Teknik Informatika-Unijoyo 1 Sub Pokok Bahasan Pendahuluan Faktorial Menara Hanoi S1 Teknik Informatika-Unijoyo 2 1 Pendahuluan Algoritma
Algoritma. Begin at the beginning and go on /ll you come to the end: then stop. Lewis Caroll, Alice s Adventures in Wonderland, 1865
Algoritma Begin at the beginning and go on /ll you come to the end: then stop. Lewis Caroll, Alice s Adventures in Wonderland, 1865 1 Algoritma Abu Ja far Mohammed Ibn Musa Al- Khowarizmi (Sumber: Kenneth
Relasi Rekursi. Matematika Informatika 4. Onggo
Relasi Rekursi Matematika Informatika 4 Onggo Wiryawan @OnggoWr Definisi Definisi 1 Suatu relasi rekursi untuk sebuah barisan {a n } merupakan sebuah rumus untuk menyatakan a n ke dalam satu atau lebih
Recursion, Algoritma, Struktur Data. Recursion. Erick Pranata. Edisi II
Recursion, Algoritma, Struktur Data Recursion Erick Pranata Edisi II 04/04/2013 Definisi Bayangkan definisi suatu frase yang bersifat sirkular Status Galau: Kondisi galau yang dicerminkan dalam bentuk
REKURSIF. Dari bahan Dasar Pemrograman oleh: Arkham Zahri Rakhman Rev.: Fazat Nur Azizah
REKURSIF IF2121/ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Dari bahan Dasar Pemrograman oleh: Arkham Zahri Rakhman Rev.: Fazat Nur Azizah THE HANDSHAKE PROBLEM Ada n orang di dalam sebuah ruangan. Jika masing-masing
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH GRAPH & ANALISIS ALGORITMA (SI / S1) KODE / SKS : KK / 3 SKS
Pertemuan ke Pokok Bahasan dan TIU Sub Pokok Bahasan dan TIK 1 Pendahuluan Penjelasan mengenai ruang lingkup mata kuliah, sasaran, tujuan dan kompetensi lulusan 2 1. Dasar-dasar 1.1. Kelahiran Teori Graph
Algoritma dan Pemrograman Lanjut. Pertemuan Ke-5 Rekursif
Algoritma dan Pemrograman Lanjut Pertemuan Ke-5 Rekursif Disusun Oleh : Wilis Kaswidjanti, S.Si.,M.Kom. Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
Design and Analysis Algorithm. Ahmad Afif Supianto, S.Si., M.Kom. Pertemuan 07
Design and Analysis Algorithm Ahmad Afif Supianto, S.Si., M.Kom Pertemuan 07 Contents 31 2 3 4 35 Divide and Conguer MinMax Problem Closest Pair Sorting Problem Perpangkatan 2 Algoritma divide and conquer
Quick Sort dan Merge Sort. Arna Fariza Yuliana Setiowati
Quick Sort dan Merge Sort Arna Fariza Yuliana Setiowati Ide Quicksort Tentukan pivot. Bagi Data menjadi 2 Bagian yaitu Data kurang dari dan Data lebih besar dari pivot. Urutkan tiap bagian tersebut secara
CHAPTER 3 ALGORITHMS 3.1 ALGORITHMS
CHAPTER 3 ALGORITHMS 3.1 ALGORITHMS Algoritma Definisi 1. Algoritma adalah himpunan hingga perintah yang terinci dalam melakukan perhitungan atau pemecahan masalah. Contoh 1. Program komputer adalah suatu
STRUKTUR DATA KULIAH KE : 3 ALGORITMA
STRUKTUR DATA KULIAH KE : 3 ALGORITMA Ciri-ciri algoritma 1. Input 2. Output 3. Definite 4. Efective 5. Terminate : masukan : keluaran : jelas : efektif : berakhir 1. Input 2. Output terdapat nol masukan
Kompleksitas Waktu untuk Algoritma Rekursif. ZK Abdurahman Baizal
Kompleksitas Waktu utuk Algoritma Rekursif ZK Abdurahma Baizal Algoritma Rekursif Betuk rekursif : suatu subruti/fugsi/ prosedur yag memaggil diriya sediri. Betuk dimaa pemaggila subruti terdapat dalam
Perulangan Rekursif dan Perulangan Iteratif
Struktur Rekursif Perulangan Rekursif dan Perulangan Iteratif Rekursif adalah suatu proses yang bisa memenggil dirinya sendiri. Perulangan rekursif merupakan salah satu metode didalam pemrograman yang
Perbandingan Algoritma Brute Force, Divide and conquer, dan Dynamic Programming untuk Solusi Maximum Subarray Problem
Perbandingan Algoritma Brute Force, Divide and conquer, dan Dynamic Programming untuk Solusi Maximum Subarray Problem Reinhard Denis Najogie - 13509097 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro
MODUL PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA April 1, 2010 BAB 8 REKURSIF
1. Tujuan Instruksional Umum MODUL PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA April 1, 2010 BAB 8 REKURSIF a. Mahasiswa dapat melakukan perancangan aplikasi menggunakan algoritma rekursif. b. Mahasiswa mampu
PENGGUNAAN ALGORITMA DIVIDE AND CONQUER UNTUK OPTIMASI KONVERSI BILANGAN DESIMAL KE BINER
PENGGUNAAN ALGORITMA DIVIDE AND CONQUER UNTUK OPTIMASI KONVERSI BILANGAN DESIMAL KE BINER Danang Arief Setyawan NIM : 3559 Program Studi Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung e-mail: [email protected]
Analisis Algoritma: Anany Levitin, Introduction to Design and Analysis of Algorithm, 3 rd Edition, Pearson Education, Inc.
Analisis Algoritma: Anany Levitin, Introduction to Design and Analysis of Algorithm, 3 rd Edition, Pearson Education, Inc., Addison-Wesley Agenda. Introduction Bab 6: Transform-and-Conquer Fakultas Teknologi
FUNGSI. setiap elemen di dalam himpunan A mempunyai pasangan tepat satu elemen di himpunan B.
FUNGSI Dalam matematika diskrit, konsep fungsi sangat penting, dimana fungsi merupakan relasi yang mempunyai syarat setiap anggota dari daerah definisi (domain) mempunyai pasangan tepat satu anggota dari
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) IKG2F4 ANALISIS DAN PERANCANGAN ALGORITMA Disusun oleh: Z K Abdurahman Baizal PROGRAM STUDI S1 ILMU KOMPUTASI FAKULTAS INFORMATIKA TELKOM UNIVERSITY LEMBAR PENGESAHAN
Algoritma Pemrograman 2B (Pemrograman C++)
Algoritma Pemrograman 2B (Pemrograman C++) Jurusan Sistem Komputer Dr. Lily Wulandari Materi 4 FUNGSI (FUNCTION) PADA C++ 1 Outline Konsep Dasar Fungsi Standar File Header Definisi Fungsi Deklarasi Fungsi
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) CSG3F3 DESAIN DAN ANALISIS ALGORITMA Disusun oleh: Gia Septiana Wulandari Rimba Widhiana Cipta Sari PROGRAM STUDI S1 TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS INFORMATIKA TELKOM UNIVERSITY
2. Sebuah prosedur langkah demi langkah yang pasti untuk menyelesaikan sebuah masalah disebut : a. Proses b. Program c. Algoritma d. Prosesor e.
1. Dalam menyusun suatu program, langkah pertama yang harus dilakukan adalah : a.membuat program b. Membuat Algoritma c. Membeli komputer d. Proses e. Mempelajari program 2. Sebuah prosedur langkah demi
ANALISA RUNNING TIME
ANALISA RUNNING TIME Maximum Contiguous Subsequence Sum I KETUT RESIKA ARTHANA NPM : 1006747864 MAGISTER ILMU KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS INDONESIA 1 Deskripsi Singkat Permasalahan Maximum
ANALISIS ALGORITMA BINARY SEARCH
ANALISIS ALGORITMA BINARY SEARCH Metode Binary search Binary search merupakan salah satu algoritma untuk melalukan pencarian pada array yang sudah terurut. Jika kita tidak mengetahui informasi bagaimana
Aplikasi Divide and Conquer pada: 1. Grafika Komputer 2. Evaluasi expression tree. Oleh: Rinaldi Munir Informatika STEI-ITB
Aplikasi Divide and Conquer pada: 1. Grafika Komputer 2. Evaluasi expression tree Oleh: Rinaldi Munir Informatika STEI-ITB Bezier Curve Bezier Curve adalah kurva yang sering digunakan dalam grafika komputer
Kompleksitas Komputasi
Kompleksitas Komputasi Big O Notation O(f(n)) Kompleksitas komputasi pada sebuah algoritma dibagi menjadi dua bagian, yaitu Kompleksitas Waktu T(n) Kompleksitas Ruang S(n) Kompleksitas Waktu diukur dari
FUNGSI BESSEL. 1. PERSAMAAN DIFERENSIAL BESSEL Fungsi Bessel dibangun sebagai penyelesaian persamaan diferensial.
FUNGSI BESSEL 1. PERSAMAAN DIFERENSIAL BESSEL Fungsi Bessel dibangun sebagai penyelesaian persamaan diferensial. x 2 y ''+xy'+(x 2 - n 2 )y = 0, n ³ 0 (1) yang dinamakan persamaan diferensial Bessel. Penyelesaian
UNIVERSITAS GUNADARMA
UNIVERSITAS GUNADARMA SK No. 92 / Dikti / Kep /1996 Fakultas Ilmu Komputer, Teknologi Industri, Ekonomi,Teknik Sipil & Perencanaan, Psikologi, Sastra Program Diploma (D3) Manajemen Informatika, Teknik
CCH1A4 / Dasar Algoritma & Pemrogramanan
CCH1A4 / Dasar Algoritma & Pemrogramanan Yuliant Sibaroni M.T, Abdurahman Baizal M.Kom KK Modeling and Computational Experiment Outline Perintah Dasar Input Assignment Output Beberapa Aturan Tambahan Contoh
Pemrograman Dasar L A T I H A N M E T H O D / F U N G S I M E T H O D R E K U R S I F
Pemrograman Dasar L A T I H A N M E T H O D / F U N G S I M E T H O D R E K U R S I F Latihan 1 2 Buatlah program untuk menampilkan kuadrat dari suatu bilangan secara berulang sebanyak n kali 1. Buat method
Metode Koefisien Tak Tentu untuk Penyelesaian PD Linier Homogen Tak Homogen orde-2 Matematika Teknik I_SIGIT KUSMARYANTO
Metode Koefisien Tak Tentu untuk Penyelesaian Persamaan Diferensial Linier Tak Homogen orde-2 Solusi PD pada PD Linier Tak Homogen ditentukan dari solusi umum PD Linier Homogen dan PD Linier Tak Homogen.
Sorting Algorithms. Algoritma dan Struktur Data. Sorting algorithms
1. Insertion 2. Selection 3. Bubble 4. Shell 5. Quick 6. Merge Sorting Algorithms Sorting algorithms Metode Insertion, selection dan bubble sort memiliki worst-case performance yang bernilai quadratik
BAB II PROSES REKURSI DAN ITERASI
1 BAB II PROSES REKURSI DAN ITERASI 2.1. Konsep Rekursi dan Iterasi Proses rekursi merupakan suatu fenomena yang menarik dalam pemrograman komputer. Rekursi adalah suatu proses perulangan untuk menyelesaikan
Design and Analysis Algorithm
Design and Analysis Algorithm Pertemuan 02 Drs. Achmad Ridok M.Kom Fitra A. Bachtiar, S.T., M. Eng Imam Cholissodin, S.Si., M.Kom Aryo Pinandito, MT Contents 31 2 Analisis Algoritma Analisis Efisiensi
Pengantar Metode Perturbasi Bab 1. Pendahuluan
Pengantar Metode Perturbasi Bab 1. Pendahuluan Mahdhivan Syafwan Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas PAM 454 KAPITA SELEKTA MATEMATIKA TERAPAN II Semester Ganjil 2016/2017 Review Teori Dasar Terkait
Algoritma Divide and Conquer. (Bagian 2)
Algoritma Divide and Conquer (Bagian 2) (c) Quick Sort Termasuk pada pendekatan sulit membagi, mudah menggabung (hard split/easy join) Tabel A dibagi (istilahnya: dipartisi) menjadi A1 dan A2 sedemikian
I Putu Gede Darmawan
Cepat Mahir Algoritma dalam C I Putu Gede Darmawan [email protected] Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan
Komparasi Algoritma Mergesort dengan Quicksort pada Pengurutan Data Integer
Komparasi Algoritma Mergesort dengan Quicksort pada Pengurutan Data Integer Atika Azzahra Akbar 13514077 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
ANALISIS PERBANDINGAN ALGORITMA SELECTION SORT DENGAN MERGE SORT
ANALISIS PERBANDINGAN ALGORITMA SELECTION SORT DENGAN MERGE SORT Disusun untuk memenuhi tugas UTS mata kuliah : Analisis Algoritma Oleh : Eka Risky Firmansyah 1110091000043 Program Studi Teknik Informatika
Penerapan Algoritma DFS pada Permainan Sudoku dengan Backtracking
Penerapan Algoritma DFS pada Permainan Sudoku dengan Backtracking Krisna Dibyo Atmojo 13510075 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
Penyelesaian Masalah Josephus Sederhana dalam Bentuk Eksplisit
Penyelesaian Masalah Josephus Sederhana dalam Bentuk Eksplisit Jehian Norman Saviero - 13515139 Program Sarjana Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl.
Algoritma dan Struktur Data
Algoritma dan Struktur Data Click to edit Master subtitle style Pertemuan 3 Pengantar Analisis Efisiensi Algoritma Analisa efisiensi algoritma bertujuan mengestimasi waktu dan memori yang dibutuhkan untuk
Kompleksitas Algoritma
Kompleksitas Algoritma Sebuah algoritma tidak saja harus benar, tetapi juga harus mangkus (efisien). Algoritma yang bagus adalah algoritma yang mangkus. Kemangkusan algoritma diukur dari berapa jumlah
BAB V Tujuan 5.1 Rekursi Dasar
BAB V Rekursi Tujuan 1. Memahami rekursi sebagai konsep yang dapat digunakan untuk merumuskan solusi sederhana dalam sebuah permasalahan yang sulit untuk diselesaikan secara iteratif dengan menggunakan
Kunci Jawaban & Hint Try Out OSK 2017 Oleh : Lie, Maximilianus Maria Kolbe
Kunci Jawaban & Hint Try Out OSK 2017 Oleh : Lie, Maximilianus Maria Kolbe 1. Jawaban : E Hint : Gunakan sistem persamaan linear untuk menyelesaikan problem ini. 2. Jawaban : A Hint : Perhatikan bahwa
KONSEP DASAR. menyusunnya menjadi potongan-potongan mudah untuk ditangani dibanding. conquer.
FUNGSI (FUNCTION) PADA C++ KONSEP DASAR Program komputer yang dibuat untuk menjawab permasalahan umumnya berukuran sangat besar. Pengalaman telah menunjukkan bahwa cara terbaik untuk mengembangkan dan
Analisa dan Perancangan Algoritma. Ahmad Sabri, Dr Sesi 1: 9 Mei 2016
Analisa dan Perancangan Algoritma Ahmad Sabri, Dr Sesi 1: 9 Mei 2016 Apakah algoritma itu? Asal istilah: Al Khwarizmi (± 800 M), matematikawan dan astronomer Persia. Pengertian umum: "suatu urutan langkah-langkah
Kompleksitas Algoritma
Kompleksitas Algoritma Bahan Kuliah IF2120 Matematika Disktit Rinaldi M/IF2120 Matdis 1 Rinaldi M/IF2120 Matdis 2 Pendahuluan Sebuah masalah dapat mempunyai banyak algoritma penyelesaian. Contoh: masalah
Multithreading untuk Algoritma Divide and Conquer
Multithreading untuk Algoritma Divide and Conquer Novan Parmonangan Simanjuntak(13509034) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
Penerapan Divide And Conquer Dalam Mengalikan Polinomial
Penerapan Divide And Conquer Dalam Mengalikan Polinomial Jauhar Arifin 13515049 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung
Algoritma Brute Force (Bagian 1) Oleh: Rinaldi Munir
Algoritma Brute Force (Bagian 1) Oleh: Rinaldi Munir Bahan Kuliah IF2251 Strategi Algoritmik 1 Definisi Brute Force Brute force : pendekatan yang lempang (straightforward) untuk memecahkan suatu masalah
Recursion, Algoritma, Struktur Data. Recursion. Erick Pranata. Edisi I
Recursion, Algoritma, Struktur Data Recursion Erick Pranata Edisi I Maret 2013 Definisi Bayangkan definisi suatu frase yang bersifat sirkular Status Galau: Kondisi galau yang dicerminkan dalam bentuk tulisan
Analisis Kompleksitas Algoritma dalam Operasi BigMod
Analisis Kompleksitas Algoritma dalam Operasi BigMod Calvin sadewa / 13512066 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung
Solusi UTS Stima. Alternatif 1 strategi:
Solusi UTS Stima 1. a. (Nilai 5) Representasikanlah gambar kota di atas menjadi sebuah graf, dengan simpul merepresentasikan rumah, dan bobot sisi merepresentasikan jumlah paving block yang dibutuhkan.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung. Waktu penelitian dilakukan
A. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Memahami mengenai konsep rekursif 2. Mampu memecahkan permasalahan dengan konsep rekursif
PRAKTIKUM 7 REKURSIF 1 A. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Memahami mengenai konsep rekursif 2. Mampu memecahkan permasalahan dengan konsep rekursif B. DASAR TEORI Rekursif adalah suatu proses atau prosedur dari
