AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1
|
|
|
- Yenny Hermawan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1 Dr. Bandi, M.Si., Ak 10/8/2014 Bandi,
2 PENDAHULUAN Persekutuan/CV/Firma: asosiasi PIHAK (orang), >< PT Tambah pihak terbentuk Persktuan baru Kurang pihakterbentuk Perskutuan baru Chapter 1 fokus pd: KEPENTINGAN tiap sekutu Akuntansi Diteruskan atau buat baru Tambah pihak: penghargaan bg sekutu baru atau lama Kurang pihak: penghargaan bg sekutu mundur atau bertahan 10/8/2014 Bandi,
3 PERUBAHAN PEMILIK Bertambah N Persekutuan (KLMN) Persekutuan (KLM) Berkurang M Persekutuan (KL) 10/8/2014 Bandi,
4 Contoh: Neraca sebelum Perubahan PERUSAHAAN KLM NERACA Per. 30 Oktober 2014 Kas 10,000 Utang dagang 5,000 Piutang dagang Cad penghapusan ( 1.000) 60,000 Persediaan barang 40,000 Persd Suplies Inventaris Modal K 60,000 - Akml depresiasi ( ) 70,000 Modal L 60,000 Modal M 60, , ,000 10/8/2014 Bandi,
5 CONTOH 1 Persekutuan KLM membagi laba (rugi) sama. Pada 30 Oktober 2014 N bergabung dengan membayar untuk memperoleh ½ kepentingan M. Neraca perusahaan sesaat sebelum N bergabung tampak seperti slide sebelumnya 10/8/2014 Bandi,
6 Contoh 1 PERUSAHAAN KLMN NERACA Per. 30 Oktober 2014 Kas 10,000 Utang dagang 5,000 Piutang dagang Cad penghapusan ( 1.000) 60,000 Persediaan barang 40,000 Persd Suplies Inventaris Modal K 60,000 - Akml depresiasi ( ) 70,000 Modal L 60,000 Modal M 30,000 Modal N 30, , ,000 10/8/2014 Bandi,
7 CONTOH 2 Persekutuan KLM membagi laba (rugi) sama. Pada 30 Oktober 2014 N bergabung dengan menyetor ke perusahaan sebesar untuk memperoleh 1/4 bagian/kepentingan perusahaan Neraca perusahaan sesaat sebelum N bergabung tampak seperti slide sebelum contoh 1 10/8/2014 Bandi,
8 Contoh: Neraca sebelum Perubahan PERUSAHAAN KLM NERACA Per. 30 Oktober 2014 Kas 10,000 Utang dagang 5,000 Piutang dagang Cad penghapusan ( 1.000) 60,000 Persediaan barang 40,000 Persd Suplies Inventaris Modal K 60,000 - Akml depresiasi ( ) 70,000 Modal L 60,000 Modal M 60, , ,000 10/8/2014 Bandi,
9 Contoh 2 PERUSAHAAN KLMN NERACA Per. 30 Oktober 2014 Kas 70,000 Utang dagang 5,000 Piutang dagang Cad penghapusan ( 1.000) 60,000 Persediaan barang 40,000 Persd Suplies Inventaris Modal K 60,000 - Akml depresiasi ( ) 70,000 Modal L 60,000 Modal M 60,000 Modal N 60, , ,000 10/8/2014 Bandi,
10 Bonus atau Goodwill Bagi Sekutu Bonus Baru Sekutu baru (N) memperoleh hak > apa yang disetorkannya ke dalam perusahaan. Selisihnya dibebankan kpd sekutu lama Goodwill Sekutu baru (N) memperoleh hak > apa yang disetorkannya ke dalam perusahaan. Selisihnya dibebankan kpd persekutuan baru 10/8/2014 Bandi,
11 CONTOH 3: Bonus bagi sekutu Baru Persekutuan KLM membagi laba (rugi) sama. Pada 30 Oktober 2014 N bergabung dengan menyetor uang ke perusahaan sebesar untuk memperoleh 1/4 bagian/kepentingan perusahaan baru Neraca perusahaan sesaat sebelum N bergabung tampak seperti slide sebelum contoh 1 10/8/2014 Bandi,
12 Contoh 3: Neraca sebelum Perubahan PERUSAHAAN KLM NERACA Per. 30 Oktober 2014 Kas 10,000 Utang dagang 5,000 Piutang dagang Cad penghapusan ( 1.000) 60,000 Persediaan barang 40,000 Persd Suplies Inventaris Modal K 60,000 - Akml depresiasi ( ) 70,000 Modal L 60,000 Modal M 60, , ,000 10/8/2014 Bandi,
13 CONTOH 3: Bonus Total modal = (60.000x3) = Kepentingan N= /4 = Bonus = = (pengurangan modal didestribusi pada KLM). Debet Modal K = 1/3 x = L = 1/3 x = M= 1/3 x = /8/2014 Bandi,
14 CONTOH 3: Bonus u/ skt Baru Jurnal Bonus unt sekutu Baru (=N) KETERANGAN DEBIT KREDIT Kas Modal K Modal L Modal M Modal N /8/2014 Bandi,
15 Contoh 3 PERUSAHAAN KLMN NERACA Per. 30 Oktober 2014 Kas 50,000 Utang dagang 5,000 Piutang dagang Cad penghapusan ( 1.000) 60,000 Persediaan barang 40,000 Persd Suplies Inventaris Modal K 55,000 - Akml depresiasi ( ) 70,000 Modal L 55,000 Modal M 55,000 Modal N 55, , ,000 10/8/2014 Bandi,
16 CONTOH 4-Goodwill Sekutu Baru Persekutuan KLM membagi laba (rugi) sama. Pada 30 Oktober 2014 N bergabung dengan menyetor ke perusahaan sebesar untuk memperoleh 1/4 bagian/kepentingan perusahaan baru Neraca perusahaan sesaat sebelum N bergabung tampak seperti slide sebelum contoh 1 10/8/2014 Bandi,
17 Contoh: Neraca sebelum Perubahan PERUSAHAAN KLM NERACA Per. 30 Oktober 2014 Kas 10,000 Utang dagang 5,000 Piutang dagang Cad penghapusan ( 1.000) 60,000 Persediaan barang 40,000 Persd Suplies Inventaris Modal K 60,000 - Akml depresiasi ( ) 70,000 Modal L 60,000 Modal M 60, , ,000 10/8/2014 Bandi,
18 CONTOH 4 Total modal = (60.000x3) = Kepentingan N = /4 = Goodwill = = Kas Goodwill Modal N /8/2014 Bandi,
19 Contoh 4 PERSEKUTUAN KLMN NERACA Per. 30 Oktober 2014 Kas Utang dagang 5,000 Piutang dagang Cad penghapusan ( 1.000) Persediaan barang Persd Suplies Inventaris Modal K 60,000 - Akml depresiasi ( ) Modal L 60,000 Goodwill Modal M 60,000 Modal N 55, ,000 10/8/2014 Bandi,
20 Bonus atau Goodwill Bagi Sekutu Bonus Lama Sekutu Lama (KLM) memperoleh hak > kepentingannya (kenaikan saldo) dalam perusahaan. Selisihnya dibebankan kpd sekutu baru (N) Goodwill Sekutu Lama (KLM) memperoleh hak > kepentingannya (saldo modalnya) dalam perusahaan. Selisihnya dibebankan kpd persekutuan baru 10/8/2014 Bandi,
21 CONTOH 5: Bonus Persekutuan KLM membagi laba (rugi) sama. Pada 30 Oktober 2014 N bergabung dengan menyetor uang ke perusahaan sebesar untuk memperoleh 1/4 bagian/kepentingan perusahaan Neraca perusahaan sesaat sebelum N bergabung tampak seperti slide sebelum contoh 1 10/8/2014 Bandi,
22 Contoh: Neraca sebelum Perubahan PERUSAHAAN KLM NERACA Per. 30 Oktober 2014 Kas 10,000 Utang dagang 5,000 Piutang dagang Cad penghapusan ( 1.000) 60,000 Persediaan barang 40,000 Persd Suplies Inventaris Modal K 60,000 - Akml depresiasi ( ) 70,000 Modal L 60,000 Modal M 60, , ,000 10/8/2014 Bandi,
23 CONTOH 5: Bonus Total modal = (60.000x3) = Kepentingan N= /4 = Bonus = = (penambahan modal didestribusi pada KLM). Debet Modal K = 1/3 x = L = 1/3 x = M = 1/3 x = /8/2014 Bandi,
24 CONTOH 5: Bonus u/ skt Lama Jurnal Bonus unt sekutu Baru (=N) KETERANGAN DEBIT KREDIT Kas Modal K Modal L Modal M Modal N /8/2014 Bandi,
25 Contoh 5 PERUSAHAAN KLMN NERACA Per. 30 Oktober 2014 Kas 80,000 Utang dagang 5,000 Piutang dagang Cad penghapusan ( 1.000) 60,000 Persediaan barang 40,000 Persd Suplies Inventaris Modal K 62,500 - Akml depresiasi ( ) 70,000 Modal L 62,500 Modal M 62,500 Modal N 62, , ,000 10/8/2014 Bandi,
26 CONTOH 6-Goodwill Sekutu Lama Persekutuan KLM membagi laba (rugi) sama. Pada 30 Oktober 2014 N bergabung dengan menyetor ke perusahaan sebesar untuk sebagai1/4 bagian/kepentingan perusahaan baru Disetujui kenaikan saldo Sekutu lama sebagai goodwill Neraca perusahaan sesaat sebelum N bergabung tampak seperti slide sebelum contoh 1 10/8/2014 Bandi,
27 Contoh: Neraca sebelum Perubahan PERUSAHAAN KLM NERACA Per. 30 Oktober 2014 Kas 10,000 Utang dagang 5,000 Piutang dagang Cad penghapusan ( 1.000) 60,000 Persediaan barang 40,000 Persd Suplies Inventaris Modal K 60,000 - Akml depresiasi ( ) 70,000 Modal L 60,000 Modal M 60, , ,000 10/8/2014 Bandi,
28 CONTOH 6 Total modal = 4 x = , atau = / 0,25 = Kepentingan N = /4 = , atau Goodwill = ((3x60.000) ) = u/ sekutu lama = (per sekutu lama) Kas Goodwill Modal N Modal K Modal L Modal M /8/2014 Bandi,
29 Contoh 6 PERSEKUTUAN KLMN NERACA Per. 30 Oktober 2014 Kas Utang dagang 5,000 Piutang dagang Cad penghapusan ( 1.000) Persediaan barang Persd Suplies Inventaris Modal K Akml depresiasi ( ) Modal L Goodwill Modal M Modal N ,000 10/8/2014 Bandi,
30 Bonus atau Goodwill Bagi Sekutu Bonus Mundur Sekutu mundur (M) memperoleh hak > kepentingannya dalam perusahaan. Selisihnya dibebankan kpd sekutu bertahan Goodwill Sekutu mundur (M) memperoleh hak > kepentingannya dalam perusahaan. Selisihnya dibebankan kpd persekutuan baru 10/8/2014 Bandi,
31 CONTOH 7: Bonus Skt Mundur Persekutuan KLM membagi laba (rugi) sama. Pada 30 Oktober 2014 M mundur dengan memperoleh aset dr perusahaan sebesar (Persediaan , Inventaris baru ) Neraca perusahaan sesaat sebelum N bergabung tampak seperti slide sebelum contoh 1 10/8/2014 Bandi,
32 Contoh: Neraca sebelum Perubahan PERUSAHAAN KLM NERACA Per. 30 Oktober 2014 Kas 10,000 Utang dagang 5,000 Piutang dagang Cad penghapusan ( 1.000) 60,000 Persediaan barang 40,000 Persd Suplies Inventaris Modal K 60,000 - Akml depresiasi ( ) 70,000 Modal L 60,000 Modal M 60, , ,000 10/8/2014 Bandi,
33 CONTOH 7: Bonus bagi Sekutu Mundur Saldo modal M = Aset yang diperoleh = Bonus = = (penambahan modal M, didestribusi pada KL). Debet Modal K = 1/2 x = L = 1/2 x = /8/2014 Bandi,
34 CONTOH 7: Bonus u/ skt Mundur Jurnal Bonus unt sekutu Baru (=N) KETERANGAN DEBIT KREDIT Modal N Modal K Modal L Aset (Persd 20, Inventrs 50) /8/2014 Bandi,
35 Contoh 7 PERUSAHAAN KLMN NERACA Per. 30 Oktober 2014 Kas 10,000 Utang dagang 5,000 Piutang dagang Cad penghapusan ( 1.000) 60,000 Persediaan barang 20,000 Persd Suplies Inventaris Modal K Akml depresiasi ( ) 20,000 Modal L , ,000 10/8/2014 Bandi,
36 CONTOH 8: Bonus Skt Bertahan Persekutuan KLM membagi laba (rugi) sama. Pada 30 Oktober 2014 M mundur dengan memperoleh aset dr perusahaan sebesar (Persediaan , Inventaris baru ) Selisih dikompensasi ke modal sekutu bertahan Neraca perusahaan sesaat sebelum N bergabung tampak seperti slide sebelum contoh 1 10/8/2014 Bandi,
37 Contoh: Neraca sebelum Perubahan PERUSAHAAN KLM NERACA Per. 30 Oktober 2014 Kas 10,000 Utang dagang 5,000 Piutang dagang Cad penghapusan ( 1.000) 60,000 Persediaan barang 40,000 Persd Suplies Inventaris Modal K 60,000 - Akml depresiasi ( ) 70,000 Modal L 60,000 Modal M 60, , ,000 10/8/2014 Bandi,
38 CONTOH 8: Bonus bagi Sekutu Bertahan Saldo modal M = Aset yang diperoleh = Bonus = = (pengurangan modal M, didestribusi kepada KL). Kredit Modal K = 1/2 x = L = 1/2 x = /8/2014 Bandi,
39 CONTOH 8: Bonus u/ skt Bertahan Jurnal Bonus unt sekutu Baru (=N) KETERANGAN DEBIT KREDIT Modal N Modal K Modal L Aset (Persd 20, Inventrs 50) /8/2014 Bandi,
40 Contoh 8 PERUSAHAAN KLMN NERACA Per. 30 Oktober 2014 Kas 10,000 Utang dagang 5,000 Piutang dagang Cad penghapusan ( 1.000) 60,000 Persediaan barang 20,000 Persd Suplies Inventaris Modal K Akml depresiasi ( ) 40,000 Modal L , ,000 10/8/2014 Bandi,
41 CONTOH 9-Goodwill Sekutu Mundur Persekutuan KLM membagi laba (rugi) sama. Pada 30 Oktober 2014 M mundur dengan memperoleh (Persediaan , Inventaris baru ) K dan L, setuju selisihnya dianggap sbg goodwill Neraca perusahaan sesaat sebelum N bergabung tampak seperti slide sebelum contoh 1 10/8/2014 Bandi,
42 Contoh: Neraca sebelum Perubahan PERUSAHAAN KLM NERACA Per. 30 Oktober 2014 Kas 10,000 Utang dagang 5,000 Piutang dagang Cad penghapusan ( 1.000) 60,000 Persediaan barang 40,000 Persd Suplies Inventaris Modal K 60,000 - Akml depresiasi ( ) 70,000 Modal L 60,000 Modal M 60, , ,000 10/8/2014 Bandi,
43 CONTOH 9 Saldo modal M = Aset yang diperoleh = Goodwill = = (penambahan modal M, disetujui sbg goodwill). Modal N Goodwill Aset (Persediaan 20, Inv 50) /8/2014 Bandi,
44 Contoh 9 PERSEKUTUAN KLMN NERACA Per. 30 Oktober 2014 Kas Utang dagang 5,000 Piutang dagang Cad penghapusan ( 1.000) Persediaan barang Persd Suplies Inventaris Modal K 60,000 - Akml depresiasi ( ) Modal L 60,000 Goodwill ,000 10/8/2014 Bandi,
45 CONTOH 6-Goodwill Sekutu Bertahan Persekutuan KLM membagi laba (rugi) sama. Pada 30 Oktober 2014 M mundur dengan memperoleh (Persediaan , Inventaris baru ) K dan L, setuju sepeninggalan M dimunculkan goodwill $ Neraca perusahaan sesaat sebelum N bergabung tampak seperti slide sebelum contoh 1 10/8/2014 Bandi,
46 Contoh: Neraca sebelum Perubahan PERUSAHAAN KLM NERACA Per. 30 Oktober 2014 Kas 10,000 Utang dagang 5,000 Piutang dagang Cad penghapusan ( 1.000) 60,000 Persediaan barang 40,000 Persd Suplies Inventaris Modal K 60,000 - Akml depresiasi ( ) 70,000 Modal L 60,000 Modal M 60, , ,000 10/8/2014 Bandi,
47 CONTOH 10 Saldo modal M = Aset yang diperoleh = Goodwill = = (penambahan modal K & L, disetujui sbg goodwill). Modal N Goodwill Aset (Persediaan 20, Inv 40) Modal K Modal L /8/2014 Bandi,
48 Contoh 9 PERSEKUTUAN KLMN NERACA Per. 30 Oktober 2014 Kas Utang dagang 5,000 Piutang dagang Cad penghapusan ( 1.000) Persediaan barang Persd Suplies Inventaris Modal K 65,000 - Akml depresiasi ( ) Modal L 65,000 Goodwill ,000 10/8/2014 Bandi,
49 Latihan LM: Ex 1-8; 1-9; 1-13 D: P2-1 10/8/2014 Bandi,
50 REFERENSI Drebin, Allan R Advance Accounting. 5 th. Ed. Ohio: South-Western Publishing Co. (D) Chapter 2 Larsen, John E., dan A. N. Mosich Modern Advance Accounting. 4 th. Ed. New York: McGraw-Hill Book Co (LM) Chapter 1 Cameron, James B. Advance Accounting: Theory and Practise. Chapter 10 10/8/2014 Bandi,
Akuntansi Keuangan Lanjutan 1
Akuntansi Keuangan Lanjutan 1 Sesi 2: Persekutuan Pembentukan & Usaha Persekutuan Bab 1 Persekutuan Pembentukan & Usaha Persekutuan Copyright 2014 (kecuali gambar, diambil dari Google) Bandi FE UNS: bandi.staff.fe.uns.ac.id
SIKLUS (PROSES) AKUNTANSI KEUANGAN
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1 Dr. Bandi, M.Si., Ak 10/4/2009 Bandi, 2009 1 Materi 3 LIKUIDASI 10/4/2009 Bandi, 2009 2 SIKLUS (PROSES) AKUNTANSI KEUANGAN Penjurnalan penutupan Bukti Bk Jurnal Bk Besar BB
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1 Dr. Bandi, M.Si., Ak 10/13/2014 Bandi, 2014 1 Materi 3 LIKUIDASI 10/13/2014 Bandi, 2014 2 SIKLUS (PROSES) AKUNTANSI KEUANGAN Penjurnalanpenutupan Bukti Bk Jurnal Bk Besar
SIKLUS (PROSES) AKUNTANSI KEUANGAN
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1 Dr. Bandi, M.Si., Ak 1 Materi 4 LIKUIDASI BERANGSUR 2 SIKLUS (PROSES) AKUNTANSI KEUANGAN Penjurnalan penutupan Bukti Kesepakatan skt unt likuidasi: Realisasi >1x Bk Jurnal
SIKLUS (PROSES) AKUNTANSI KEUANGAN
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1 Dr. Bandi, M.Si., Ak 10/21/2010 Bandi, 2009 1 Materi 4 LIKUIDASI BERANGSUR 2 SIKLUS (PROSES) AKUNTANSI KEUANGAN Penjurnalan penutupan Bukti Kesepakatan skt unt likuidasi:
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1 Dr. Bandi, M.Si., Ak 2/26/2018 Bandi, 2011 1 Materi 8 HUBUNGAN PUSAT-CABANG 2: Masalah Khusus 2/26/2018 Bandi, 2011 2 SIKLUS (PROSES) AKUNTANSI KEUANGAN Penjurnalan memorial
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1 Dr. Bandi, M.Si., Ak 8/31/21 Bandi, 29 1 Materi 8 HUBUNGAN PUSATCABANG: 2 Masalah Khusus 8/31/21 Bandi, 29 2 SIKLUS (PROSES) AKUNTANSI KEUANGAN Penjurnalan penutupan Bukti
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1 Dr. Bandi, M.Si., Ak 12/23/2014 Bandi, 2011 1 Materi 8 HUBUNGAN PUSAT-CABANG 3: Cabang di Luar Negeri 12/23/2014 Bandi, 2011 2 KANTOR CABANG DI LUAR NEGERI PT B Dlm Rp K Cabang
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1 Dr. Bandi, M.Si., Ak 8/31/2010 Bandi, 2009 1 Materi 7 PENJUALAN KONSINYASI 8/31/2010 Bandi, 2009 2 SIKLUS (PROSES) AKUNTANSI KEUANGAN Penjurnalan penutupan Bukti Bk Jurnal
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1 Dr. Bandi, M.Si., Ak 8/31/2010 Bandi, 2009 1 Materi 8 HUBUNGAN PUSATCABANG: 1 Prosedur Umum 8/31/2010 Bandi, 2009 2 SIKLUS (PROSES) AKUNTANSI KEUANGAN Penjurnalan penutupan
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1 Dr. Bandi, M.Si., Ak 9/3/21 Bandi, 29 1 Materi 6 PENJUALAN ANGSURAN 9/3/21 Bandi, 29 2 SIKLUS (PROSES) AKUNTANSI KEUANGAN Penjurnalan penutupan Bukti Bk Jurnal Pisah? Bk Besar
10/21/2010 Bandi,
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1 Dr. Bandi, M.Si., Ak 10/21/2010 Bandi, 2009 1 Materi 5 LIKUIDASI BERANGSUR 10/21/2010 Bandi, 2009 2 SIKLUS (PROSES) AKUNTANSI KEUANGAN Penjurnalan penutupan Bukti Bk Jurnal
Akuntansi Keuangan Lanjutan 2
Bab 17: Consolidated Statements: Foreign Subsidiaries LK Konsolidasian Perusahaan Anak di Luar Negeri Sesi 12 Copyright 2010 Bandi.staff.fe.uns.ac.id. 1. Memahamkan pengertian pemilikan PT A di luar negeri
Akuntansi Keuangan Lanjutan 2
Sesi 3: Penyusunan Lap Keu Konsolidasian LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN: Hubungan Induk dgn Anak Bab 10 Copyright 2010 Bandi.staff.fe.uns.ac.id. 1. Memahamkan pengertian Induk dan Anak 2. Memahamkan pengertian
Akuntansi Keuangan Lanjutan 2 Bandi, Dr., M.Si., Ak., CA. Bab 13: LK Konsolidasian Masalah Khusus
Bab 13: LK Konsolidasian Masalah Khusus LK Konsolidasian - Masalah Khusus Sesi 6 Copyright 2014 Bandi.staff.fe.uns.ac.id. 1. Memahamkan pengertian masalah khusus 2. Memahamkan pengaruh masalah khusus pd
PERTEMUAN -2 PARTNERSHIP: Pembubaran. Sutaryo, SE., M.Si., Ak., CA.
PERTEMUAN -2 PARTNERSHIP: Pembubaran Sutaryo, SE., M.Si., Ak., CA. SEBAB PEMBUBARAN PARTNERSHIP Berdasarkan perjanjian partnership berakhirnya jangka waktu kesepakatan bersama pengunduran diri sekutu Berdasarkan
Akuntansi Keuangan Lanjutan 2
Bab 12: LK Konsolidasian Masalah Khusus LK Konsolidasian Masalah Khusus Sesi 6 Copyright 2010 Bandi.staff.fe.uns.ac.id. 1. Memahamkan pengertian masalah khusus 2. Memahamkan pengaruh masalah khusus pd
Akuntansi Keuangan Lanjutan 2
Bab 11: LK Konsolidasian Metode Ekuitas Metode Ekuitas Sesi 4 Copyright 2010 Bandi.staff.fe.uns.ac.id. 1. Memahamkan pengertian equity method 2. Memahamkan pengakuan perubahan investasi dlm PT A 3. Memahamkan
Akuntansi Keuangan Lanjutan 2
Bab 12: LK Konsolidasian Metode COST LK Konsolidasian Metode COST Sesi 5 Copyright 2010 Bandi.staff.fe.uns.ac.id. 1. Memahamkan pengertian cost method 2. Memahamkan pengaruh penurunan NB PT A dg cost method
BAB AKUNTANSI PERSEKUTUAN. secara bersama dengan tujuan untuk memperoleh laba
BAB AKUNTANSI PERSEKUTUAN 1. Pengertian Persekutuan Secara umum Persekutuan dapat didefinisikan sebagai suatu gabungan atau asosiasi dari dua individu atau lebih untuk memiliki dan menyelenggarakan suatu
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN 2. Dr Bandi, M.Si., Ak, CA
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN 2 Dr Bandi, M.Si., Ak, CA KURIKULUM MENUJU AKL 2 Akuntansi Pengantar 1 Akuntansi Pengantar 2 Ak. Biaya Ak Keu Menengah 1 Ak Keu Menengah 2 SIA Ak Keu Lanjutan 1 Ak Keu Lanjutan
AKUN suatu alat untuk mencatat transaksi transaksi keuangan yang bersangkutan dengan aset, kewajiban, modal, pendapatan & beban.
AKUN suatu alat untuk mencatat transaksi transaksi keuangan yang bersangkutan dengan aset, kewajiban, modal, pendapatan & beban. Tujuan pemakaian akun mencatat data yang akan menjadi dasar penyusunan laporan-laporan
BAB V. Laporan Konsolidasi Pada Tanggal Akuisisi
BAB V Laporan Konsolidasi Pada Tanggal Akuisisi PT PERON Nilai Buku PT SERIAL Nilai Buku Kas 350.000 50.000 Piutang 75.000 50.000 Persediaan 100.000 60.000 Tanah 175.000 40.000 Bangunan - Peralatan 800.000
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH LAB. AKUNTANSI KEUANGAN LANJUT 1 (ED) KODE / SKS : KK / 2 SKS
MATA KULIAH LAB. AKUNTANSI KEUANGAN LANJUT 1 (ED) 1 & 2 FIRMA 1. Pengertian Firma Setelah praktikum bab ini, maka diharapkan PEMBENTUKAN 2. Akuntansi Dalam akuntansi dalam pembentukan mahasiswa dapat :
AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH 2. Dr. Bandi, M.Si., Ak
AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH 2 Dr. Bandi, M.Si., Ak Sesi 2 UTANG LANCAR DAN KONTIJENSI Chapter 13: Current Liabilities and Contingencies Setelah mempelajari bab ini anda diharapkan dapat melakukuan hal-hal
Likuidasi dapat dilakukan sebagai berikut: 1. Penjualan aktiva nonkas sekaligus 2. Penjualan aktiva nonkas bertahap 3. Program kas
PEMBUBARAN (Likuidasi) Hal-hal yang menyebabkan pembubaran (likuidasi): 1. Salah seorang sekutu menghendaki pembubaran 2. Salah seorang sekutu meninggal dunia, dan ahli warisnya tidak menyetujui untuk
AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH 2
AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH 2 Dr. Bandi, M.Si., Ak 1 Sesi 2 UTANG LANCAR DAN KONTIJENSI 2 SIKLUS (PROSES) AKUNTANSI KEUANGAN Penjurnalanpenutupan Bukti Bk Jurnal Bk Besar BB Pembantu LAP KEUANGAN: ~Neraca
Akuntansi Keuangan Lanjutan 2
Akuntansi Keuangan Bandi, Dr., M.Si., Ak Sesi 3: Perkembangan Akuntansi Bab 9 Akuntansi Penggabungan BU Copyright 2010 Bandi FE UNS: bandi.staff.fe.uns.ac.id Bandi, Dr., M.Si., Ak PENDAHULUAN Perseroan
Akuntansi Keuangan Lanjutan 2
Bab 14: LK Konsolidasian Perubahan Kepentingan LK Konsolidasian Perubahan Kepentingan Sesi 7 Copyright 2010 Bandi.staff.fe.uns.ac.id. 1. Memahamkan pengertian perubahan kepentingan dlm perusahaan anak
JAWABAN AKUNTANSI BISNIS PENGANTAR 1
JAWABAN AKUNTANSI BISNIS PENGANTAR 1 SIKLUS PADA AKHIR PERIODE: PENYIAPAN LAPORAN KEUANGAN JAWABAN SOAL 1 Besarnya laba/rugi PT IBADAH untuk periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2012 adalah: Penghasilan
BAB 11 MATEMATIKA LAPORAN KEUANGAN
BAB 11 MATEMATIKA LAPORAN KEUANGAN A. Ragam Laporan Keuangan Akuntansi menyajikan berbagai jenis informasi keuangan, diantaranya adalah laporan keuangan (financial statements). Terdapat empat macam laporan
BAB 14 PEMBUATAN LAPORAN PERUBAHAN MODAL, NERACA, & LAPORAN ARUS KAS. Asgard Chapter
BAB 14 PEMBUATAN LAPORAN PERUBAHAN MODAL, NERACA, & LAPORAN ARUS KAS Asgard Chapter 2008 www.cherrycorner.com PEMBUATAN LAPORAN PERUBAHAN MODAL, NERACA, DAN LAPORAN ARUS KAS Disamping laporan laba/rugi,
MASUKNYA SEKUTU BARU DENGAN MEMBELI KEPENTINGAN SEKUTU LAMA
PEMBUBARAN (Dissolution) Hal-hal yang menyebabkan pembubaran (dissolution): 1. Masuknya sekutu baru untuk meningkatkan modal persekutuan 2. Meninggalnya salah seorang sekutu, dimana perusahaan ingin tetap
Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerja Pada PT. Gajah Tunggal, Tbk. : Emilia Fery S NPM :
Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerja Pada PT. Gajah Tunggal, Tbk NAMA : Emilia Fery S NPM : 22212485 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Laba Kegiatan Operasional Modal Kerja RUMUSAN DAN BATASAN MASALAH
COST ACCOUNTING MATERI-12 SISTEM BIAYA TAKSIRAN
Novera KM COST ACCOUNTING MATERI-12 SISTEM BIAYA TAKSIRAN UNIVERSITAS ESA UNGGUL JAKARTA SISTEM BIAYA TAKSIRAN Adalah sistem akuntansi biaya produksi yang menggunakan suatu bentuk biaya-biaya yang ditentukan
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN I
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN I oleh: Moch Imron, M.Si. Nopember 2005 Program studi Akuntansi FE UAD YOGYAKARTA KATA PENGANTAR Puji Syukur kami panjatkan kehadiran Allah SWT karena buku ini dapat selesai
Iman P. Hidayat, SE., M.,Si., Ak., CA.
Iman P. Hidayat, SE., M.,Si., Ak., CA. Perusahaan yang sudah maju ada yang mempunyai kantor cabang diluar negeri. Dalam hal ini laporan konsolidasi harus berdasarkan mata uang negara tempat kantor pusat
SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA
SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA Siklus Akuntansi Transaksi Bukti Transaksi Jurnal Buku Besar Laporan Keuangan Posting Salah satu aktivitas di dalam siklus akuntansi yang cukup menyita waktu dan tenaga
BAB KONDISI YANG MENIMBULKAN PEMBUBARAN PERSEKUTUAN FIRMA PEMBUBARAN OLEH PERUBAHAN DALAM PEMILIKAN. Sulaiman S.Manggala, SE.Ak.
BAB 2 PERSEKUTUAN FIRMA PEMBUBARAN OLEH PERUBAHAN DALAM PEMILIKAN Sulaiman S.Manggala, SE.Ak.,MBA 2.1 KONDISI YANG MENIMBULKAN PEMBUBARAN 1. Pembubaran oleh Tindakan Sekutu Tindakan tertentu seorang sekutu
SATUAN ACARA PERKULIAHAN
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN I FAKULTAS : EKONOMI JENJANG/JURUSAN : D & S / AKUNTANSI KODE : KK-046 KOORDINATOR MATA KULIAH : IMAM SUBAWEH, SE.AK, MM UNIVERSITAS GUNADARMA
PERSEKUTUAN FIRMA FORMASI DAN OPERASI
Akuntansi Lanjutan PERSEKUTUAN FIRMA FORMASI DAN OPERASI Sulaiman S.Manggala, SE.Ak.,MBA Persekutuan Firma Persekutuan Firma adalah kaitan atau hubungan yuridis yang timbul dari perjanjian sukarela antara
Kredit yang Diberikan Keterangan Tahun Dana yang Diterima Keterangan Tahun Kredit yang Diberikan Keterangan Tahun 2012
Perhitungan Loan To Deposit Ratio (LDR) Kredit yang Diberikan Keterangan Tahun 2011 Kredit yang Diberikan 8.735.951 Jumlah 8.735.951 Dana yang Diterima Keterangan Tahun 2011 Tabungan Wadiah 879.000 Tabungan
BAB 3 PROSES PENCATATAN TRANSAKSI
BAB 3 PROSES PENCATATAN TRANSAKSI Definisi Akun Pengelompok kan Akun Kode Akun Bentuk Akun Jurnal Buku Besar 3.1 Akun 3.1.1. Pengertian Akun (Account) Akun atau perkiraan ialah suatu media untuk mencatat
Siklus Akuntansi. Transaksi Bukti. Pencatatan dalam Buku Harian (Jurnal) Pencatatan ke Buku Besar. Neraca Lajur & Jurnal Penyesuaian.
PENYESUAIAN Siklus Akuntansi Transaksi Bukti Pencatatan dalam Buku Harian (Jurnal) Pencatatan ke Buku Besar Neraca Lajur & Jurnal Penyesuaian Jurnal Penutup Neraca Saldo setelah penutupan Laporan Keuangan
Berikut transaksi yang terjadi pada perusahaan jasa : "Penelitian Linda Sukamto" Tahun 2015 Tgl Transaksi Jumlah
Berikut transaksi yang terjadi pada perusahaan jasa : "Penelitian Linda Sukamto" Tahun 2015 Tgl Transaksi Jumlah 1/8 Linda menyerahkan setoran modal berupa uang tunai Rp. 50,000,000 5/8 Membeli bangunan
IV. PENYESUAIAN. Universitas Gadjah Mada
IV. PENYESUAIAN mencatat (menjurnal dan mengakunkan) data-data transaksi akhir tahun sehingga jumlah yang terdapat dalam tiap rekening sesuai dengan kenyataannya. Manfaat penyesuaian: 1. Kepraktisan Jika
KONSINYASI (CONSIGNMENT)
MODUL PERTEMUAN XIII KONSINYASI (CONSIGNMENT) MATA KULIAH : AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN DOSEN : ATIQAH, SE, MS.AK PROGRAM KELAS KARYAWAN FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA
PADA AKHIR TOPIK INI MAHASISWA DIHARAPKAN DAPAT:
PADA AKHIR TOPIK INI MAHASISWA DIHARAPKAN DAPAT: Menjelaskan definisi jurnal Menjelaskan alasan-alasan melakukan pencatatan transaksi di dalam buku jurnal Menjelaskan bentuk buku jurnal Melakukan pencatatan
BAB 20 AKUNTANSI DI PERUSAHAAN DAGANG JURNAL PENYESUAIAN & NERACA SALDO SETELAH JURNAL PENYESUAIAN
BAB 20 AKUNTANSI DI PERUSAHAAN DAGANG JURNAL PENYESUAIAN & SETELAH JURNAL PENYESUAIAN Asgard Chapter 2008 www.cherrycorner.com AKUNTANSI DI PERUSAHAAN DAGANG: JURNAL PENYESUAIAN & SETELAH JURNAL PENYESUAIAN
Chapter 4 Teknik dan Prosedur Konsolidasi
Chapter 4 Teknik dan Prosedur Konsolidasi (Kuliah Akuntansi Keuangan Lanjutan I) Program Studi Akuntansi Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia
BAB 16 LAPORAN KEUANGAN MATA UANG ASING
BAB 16 LAPORAN KEUANGAN MATA UANG ASING A. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Mahasiswa dapat menjelaskan perbedaan laporan keuangan mata uang asing dengan laporan keuangan biasa tanpa adanya unsur mata uang asing.
PERTEMUAN 4 & 5 PERSEKUTUAN FIRMA
PERTEMUAN 4 & 5 PERSEKUTUAN FIRMA A. Pengertian Persekutuan dan Unsur Pokok Persekutuan 1. Pengertian Persekutuan Secara umum Persekutuan dapat didefinisikan sebagai suatu gabungan atau asosiasi dari dua
DASAR-DASAR PROSEDUR PEMBUKUAN. Chapter 2 DASAR-DASAR AKUNTANSI Eka Dewi Nurjayanti, S.P.,M.Si
DASAR-DASAR PROSEDUR PEMBUKUAN Chapter 2 DASAR-DASAR AKUNTANSI Eka Dewi Nurjayanti, S.P.,M.Si Pengaruh transaksi tidak digambarkan langsung dlm laporan keuangan, tetapi ditampung dulu dlm alat pencatatan
AKUNTANSI TRANSAKSI DALAM MATA UANG ASING (PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NO.10)
ISSN 0000-000 AKUNTANSI TRANSAKSI DALAM MATA UANG ASING (PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NO.10) Akhmad Riduwan *) ABSTRAK Mata uang yang digunakan sebagai dasar pencatatan transaksi dan pelaporan
RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) MATA KULIAH: AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN I (KODE MATA KULIAH)
RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) MATA KULIAH: AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN I (KODE MATA KULIAH) Oleh : Drs. Jonhar, MS., Ak PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERISTAS ANDALAS
PT GARUDA METALINDO Tbk
LAPORAN KEUANGAN INTERIM 31 MARET 2016 DAN 31 DESEMBER 2015 SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 MARET 2016 DAN 2015 (MATA UANG INDONESIA) LAPORAN KEUANGAN INTERIM 31 MARET 2016
SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP)
SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP) Mata Kuliah : Pengantar Akuntansi I KMK / SKS : AKT 010 / 3(2-1) Waktu : 3 x 50 menit Pertemuan : 1 A. Kompetensi Dasar dan Indikator: 1. Kompetensi Dasar: Setelah mengikuti
BAB 13 PENCATATAN JURNAL PENUTUP. Asgard Chapter
BAB 13 PENCATATAN JURNAL PENUTUP Asgard Chapter 2008 www.cherrycorner.com PENCATATAN JURNAL PENUTUP Setelah laporan laba/rugi dibuat maka kita menutup akun-akun nominal ke akun Ikhtisar laba/rugi (selanjutnya
JURNAL DAN POSTING. DASAR DASAR AKUNTANSI Eka Dewi Nurjayanti, S.P.,M.Si UNIVERSITAS WAHID HASYIM SEMARANG
JURNAL DAN POSTING DASAR DASAR AKUNTANSI Eka Dewi Nurjayanti, S.P.,M.Si UNIVERSITAS WAHID HASYIM SEMARANG Dlm praktek akuntansi yg sesungguhnya, setiap pencatatn atas suatu transaksi harus didasari oleh
ekonomi Sesi JURNAL PENYESUAIAN PERUSAHAAN DAGANG A. PENGERTIAN DAN FUNGSI JURNAL PENYESUAIAN B. AKUN YANG PERLU DISESUAIKAN a.
ekonomi 18 Sesi KELAS XII IPS - KURIKULUM GABUNGAN N JURNAL PENYESUAIAN PERUSAHAAN DAGANG A. PENGERTIAN DAN FUNGSI JURNAL PENYESUAIAN Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan saldo-saldo
BAB 23 AKUNTANSI DI PERUSAHAAN DAGANG
BAB 23 AKUNTANSI DI PERUSAHAAN DAGANG LAPORAN PERUBAHAN MODAL, NERACA, DAN LAPORAN ARUS KAS Asgard Chapter 2008 Page 0 www.cherrycorner.com AKUNTANSI DI PERUSAHAAN DAGANG: LAPORAN PERUBAHAN MODAL, NERACA
AKUNTANSI UNTUK PAJAK PENGHASILAN
AKUNTANSI UNTUK PAJAK PENGHASILAN Laba yang dihasilkan oleh perusahaan merupakan obyek pajak penghasilan. Jumlah Laba Kena Pajak (SPT) dihitung berdasar ketentuan dan Undang undang yang berlaku dalam tahun
Laporan Keuangan. Laporan Laba/ Rugi. Laporan Perubahan Modal. Neraca. Laporan Arus Kas
MATERI K.D 1.5 Kompetensi Dasar : 1.5 Menyusun Laporan Keuangan Perusahaan Dagang Kegiatan akhir dari proses akuntansi perusahaan dagang di antaranya adalah membuat laporan keuangan. Secara umum komponen
AKUNTANSI BASIS AKRUAL SATUAN PERANGKAT KERJA DAERAH
1 AKUNTANSI BASIS AKRUAL SATUAN PERANGKAT KERJA DAERAH KASUS : Berikut ini diberikan data anggaran yang ada SKPD- Dinas Kesehatan di Pemda SUKAMULYA yang ditetapkan tanggal 1 Januari 2015. KETERANGAN Anggaran
AKUNTANSI PAJAK PERTAMBAHAN NILAI DAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH
ISSN 0000-0000 AKUNTANSI PAJAK PERTAMBAHAN NILAI DAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH Akhmad Riduwan *) ABSTRAK Di samping Pajak Penghasilan (PPh) -- yang sudah pasti dikenakan pada setiap perusahaan
Buku Manual JIBAS Keuangan JIBAS: Jaringan Informasi Bersama Antar Sekolah ROAD TO COMMUNITY
Buku Manual JIBAS Keuangan JIBAS: Jaringan Informasi Bersama Antar Sekolah ROAD TO COMMUNITY JIBAS Jaringan Informasi Bersama Antar Sekolah http://www.jibas.net Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
SILABUS RANCANGAN PEMBELAJARAN SEMESTER GANJIL
SILABUS RANCANGAN PEMBELAJARAN SEMESTER GANJIL 2017-2018 Nama Mata Kuliah Kode SKS Program Studi Fakultas Dosen Pembina Mata Kuliah : Akuntansi Keuangan : EKO475 : 9 SKS : D3 Akuntansi : Ekonomi : 1. Nurzi
contoh soal akuntansi perusahaan dagang
contoh soal akuntansi perusahaan dagang 1.3 Siklus Akuntansi Pada Perusahaan Dagang Siklus Akuntansi pada Perusahaan Dagang tidak berbeda dengan Perusahaan Jasa. Baik dalam Perusahaan Jasa maupun Perusahaan
Armini Ningsih Politeknik Negeri Samarinda 2017
Armini Ningsih Politeknik Negeri Samarinda 2017 1 Pada akhir topik ini mahasiswa diharapkan dapat: Membuat jurnal penutup Menjelaskan tujuan pembuatan jurnal penyesuaian kembali Membuat jurnal penyesuaian
INSTITUT KEUANGAN PERBANKAN DAN INFORMATIKA ASIA (ASIAN BANKING FINANCE AND INFORMATICS INSTITUTE) PERBANAS JAKARTA SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP)
INSTITUT KEUANGAN PERBANKAN DAN INFORMATIKA ASIA (ASIAN BANKING FINANCE AND INFORMATICS INSTITUTE) PERBANAS JAKARTA SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP) Edisi : Maret tahun 2011 MATA KULIAH KODE MATA KULIAH
PERSEKUTUAN FORMASI DAN OPE RASI
PERSEKUTUAN FORMASI DAN OPERASI PERTEMUAN 1 1 Pengertian Persekutuan Didefinisikan sebagai suatu gabungan atau asosiasi dari dua individu atau lebih untuk memiliki dan menyelenggarakan suatu usaha secara
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : AKUNTANSI KEU. LANJUT 2 FAKULTAS : EKONOMI JENJANG/JURUSAN : D3 & S1 / AKUNTANSI KODE : KK
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : AKUNTANSI KEU. LANJUT 2 FAKULTAS : EKONOMI JENJANG/JURUSAN : D3 & S1 / AKUNTANSI KODE : KK-024217 KOORDINATOR MATA KULIAH : WIDADA, SE., MM UNIVERSITAS GUNADARMA
Pertemuan II 9/18/2012. Persamaan Dasar Akuntansi. Persamaan Dasar Akuntansi. Persamaan Dasar Akuntansi. Status awal: A = U + M
Persamaan Dasar Pertemuan II Kreditor (/) Perusahaan Investor () Persamaan Dasar Persamaan Dasar Dengan Sistem Sederhana: Status awal: A U M Selama perioda: A U M Status akhir: A U M Dengan Sistem Pemisahan
Laporan Keuangan Kosolidasi Perolehan Perusahaan Anak
Laporan Keuangan Kosolidasi Perolehan Perusahaan Anak Dalam bab sebelumnya membahas tentang kombinasi pengendalian dan kesatuan usaha melalui peleburan atau konsolidasi. Di samping itu, pengendalian melalui
CHAPTER 2 PSAK DALAM MANAJEMEN KEUANGAN KOPERASI
CHAPTER 2 PSAK DALAM MANAJEMEN KEUANGAN KOPERASI Kedudukan dan Fungsi Akuntansi Koperasi Akuntansi Koperasi adalah suatu tahap penyediaan jasa, sistem informasi, dan analisa dalam Koperasi Akuntansi bukan
BAB 10 HUBUNGAN KANTOR PUSAT DAN KANTOR CABANG DI LUAR NEGERI
BAB 10 HUBUNGAN KANTOR PUSAT DAN KANTOR CABANG DI LUAR NEGERI BAB 10 HUBUNGAN KANTOR PUSAT dan KANTOR CABANG di LUAR NEGERI ' Pengertian ' Metode Terpisah ' Penjabaran ke dalam Mata Uang yang Dipakai
JURNAL PENYESUAIAN. Armini Ningsih Politeknik Negeri Samarinda
JURNAL PENYESUAIAN Armini Ningsih Politeknik Negeri Samarinda Pada akhir topik ini mahasiswa diharapkan dapat: Memahami maksud dan tujuan dibuatnya jurnal penyesuaian Menentukan rekening/perkiraan apa
AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas 2c,2e,4, Penyertaan sementara 2c,2f,
NERACA KONSOLIDASIAN (UNAUDITED) AKTIVA Catatan 2008 2007 AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas 2c,2e,4,43 10.942.829 10.828.433 Penyertaan sementara 2c,2f,43 182.685 188.139 Piutang usaha 2c,2g,5,36,43 Pihak
Persekutuan/Partnership
Persekutuan/Partnership Soal Firma Antono Bersaudara selama tahun 1999 memperoleh laba sebesar Rp 100.000. Perkiraan Modal Antono, Kholid dan Edi, pemilik Firma pada tanggal 31 Desember 1999 sebagai berikut
Bab 4 Penyelesaian Siklus Akuntansi. Pengantar Akuntansi, Edisi ke-21 Warren Reeve Fess
Bab 4 Penyelesaian Siklus Akuntansi Pengantar Akuntansi, Edisi ke-21 Warren Reeve Fess Tujuan 1. Mengkaji ulang tujuh langkah dasar dalam siklus akuntansi. 2. Menyusun neraca lajur (worksheet). 3. Menyusun
Mengatur perlakuan akuntansi untuk pajak penghasilan Bagaimana mempertanggungjawabkan konsekuensi pajak pada periode berjalan dan mendatang:
AGENDA Pengantar Pengertian dasar Akuntansi Pajak Penghasilan sesuai SAK 46 Implementasi Pajak Kini dan Pajak Tangguhan Penyajian Pajak Kini dan Pajak Tangguhan dalam Laporan Keuangan Komersial Aset dan
PSAK 46 AKUNTANSI PAJAK PENGHASILAN REVISI 2014
PSAK 46 AKUNTANSI PAJAK PENGHASILAN REVISI 2014 Dipotong Pajak oleh pihak lain saat menerima penghasilan SPT Pajak Penghasilan Beban yang dapat dikurangkan Penghasilan kena pajak X tarif pajak Pajak terutang
Sumber pencatatan kertas kerja adalah dari neraca saldo dan jurnal penyesuaian. Kedua sumber ini sekaligus akan terlihat pada bagian kertas kerja.
Siklus tansi Jasa F. (Worksheet) Kertas Kerja (Workseet) atau sering pula disebut neraca lajur adalah suatu daftar berkolomkolom (berlajurlajur) yang direncanakan secara khusus untuk menghimpun semua data
SATUAN ACARA PERKULIAHAN. GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN GBPP) Mata Kuliah : Akuntansi Bobot SKS : 3 Jumlah Jam: Semester:
SATUAN ACARA PERKULIAHAN GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN GBPP) Mata Kuliah : Akuntansi Bobot SKS : 3 Jumlah Jam: Semester: a. Deskripsi Singkat b. Tujuan Instruksi Umum (TIu) Setelah mengikuti mata
Buku Manual KEUANGAN. JIBAS Jaringan Informasi Bersama Antar Sekolah. Yayasan Mahadhika.
Buku Manual KEUANGAN JIBAS Jaringan Informasi Bersama Antar Sekolah Yayasan Mahadhika http://www.mahadhika.or.id 1 2 DAFTAR ISI 1. Sistem Keuangan (SIMKEU)... 7 2. Aplikasi JIBAS Keuangan (SIMKEU)... 10
Scott (2006): Chapter 11 EARNINGS MANAGEMENT (EM)
Scott (2006): Chapter 11 EARNINGS MANAGEMENT (EM) Pendahuluan EM: pilihan manajer atas kebijakan akuntansi untuk mencapai tujuan tertentu EM dipandang dari dua perspektif: Pelaporan keuangan: unt mencapai
BAB IV PEMBAHASAN. 4.1 Kondisi yang Melatarbelakangi Kesalahan atas Kewajiban Pemotongan PPh 23
BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Kondisi yang Melatarbelakangi Kesalahan atas Kewajiban Pemotongan PPh 23 PT. AMK merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa ekspor impor barang. Kewajiban perpajakan PT.
AKUNTANSI MULTINASIONAL TRANSLASI LAPORAN KEUANGAN ENTITAS ASING MATERI AKL 1
AKUNTANSI MULTINASIONAL TRANSLASI LAPORAN KEUANGAN ENTITAS ASING MATERI AKL 1 Pada saat perusahaan multinasional Indonesia menyusun laporan keuangan untuk pelaporan kepada pemegang sahamnya, perusahaan
SILABUS RANCANGAN PEMBELAJARAN SEMESTER GANJIL
SILABUS RANCANGAN PEMBELAJARAN SEMESTER GANJIL 2017-2018 Nama Mata Kuliah Kode SKS Program Studi Fakultas Dosen Pembina Mata Kuliah : Akuntansi Keuangan : EKO475 : 9 SKS : D3 Akuntansi : Ekonomi : 1. Nurzi
BAB XIV AKUNTANSI PIUTANG
SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN AKUNTANSI BAB XIV AKUNTANSI PIUTANG Drs. Heri Yanto, MBA, PhD Niswah Baroroh, SE, M.Si Kuat Waluyojati, SE, M.Si KEMENTERIAN PENDIDIKAN
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK (KJPP) O, P, Q DAN REKAN. LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) KOMPARATIF 31 DESEMBER 2013 DAN 2014 (Dinyatakan dalam Rupiah)
Berikut di bawah ini merupakan (contoh) ilustrasi sederhana penyajian laporan keuangan yang terdiri atas: 1. Laporan Posisi Keuangan (Neraca) Komparatif; 2. Laporan Laba Rugi Komparatif; 3. Catatan Atas
03FEB. Akuntansi Biaya
Akuntansi Biaya Modul ke: Fakultas 03FEB Cost System and Cost Accumulation, 1. Flows of Cost In a Manufacturing Enterprise, 2. Reporting the Result of Operation, 3. Cost System, 4. Cost Accumulation Angela
Konsolidasi Pada Anak Perusahaan Yang Dimiliki Kurang Dari Kepemilikan Penuh
Konsolidasi Pada Anak Perusahaan Yang Dimiliki Kurang Dari Kepemilikan Penuh pendahuluan Persentase kepemilikan induk atas anak perusahaan tidak mempengaruhi besarnya jumlah laporan keuangan konsolidasi-100%
Laporan Keuangan Konsolidasi : Dengan Metode Ekuitas
Laporan Keuangan Konsolidasi : Dengan Metode Ekuitas Apabila saham perusahaan anak diperoleh, maka harga pokok perolehan saham ini dicatat dalam perkiraan investasi. Sesudah itu, perusahaan induk dapat
MODUL (1) AKUNTANSI (DMH1G3) Program Studi D3 Manajemen Pemasaran. Penyusun: Fanni Husnul Hanifa, SE., MM NPM : KELAS :
AS MODUL (1) AKUNTANSI (DMH1G3) Program Studi D3 Manajemen Pemasaran Penyusun: Fanni Husnul Hanifa, SE., MM NAMA LENGKAP : NPM : KELAS : SEMESTER GENAP 2016/2017 UNIVERSITAS TELKOM 2016 1 BAHAN KAJIAN
BAB 7 PEMBUATAN DAFTAR SALDO PERCOBAAN
BAB 7 PEMBUATAN DAFTAR SALDO PERCOBAAN A. Penghitungan Saldo Akun Akuntansi menyajikan informasi keuangan yang terdiri dari saldo (balance) tiap akun. Penghitungan saldo sepenuhnya berdasar pada ketentuan
ULANGAN HARIAN AKUNTANSI FIRMA
PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO DINAS PENDIDIKAN SMK NEGERI 1 GIRIMULYO Alamat : Sukomoyo, Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo, 55674 e-mail : [email protected] ULANGAN HARIAN AKUNTANSI FIRMA
