OLIMPIADE ASTRONOMI Tingkat Provinsi
|
|
|
- Suryadi Halim
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 OLIMPIADE ASTRONOMI Tingkat Provinsi Copyright (c) 2016 Ridlo W. Wibowo ([email protected]) Sulistiyowati ([email protected]) Solusi ini dibuat tanpa jaminan kesesuaian dengan solusi resmi dari juri olimpiade sains bidang Astronomi. Pengguna boleh menyebarluaskan dan/atau memodifikasi solusi ini dengan mencantumkan sumber asli. Hak cipta soal ada pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan dilindungi undang-undang. Soal Pilihan Ganda 1. Perbedaan utama antara lensa dan cermin sebagai pengumpul cahaya dalam sistem teleskop adalah A. Panjang fokus lensa bergantung pada panjang gelombang, sedangkan cermin tidak B. Panjang fokus cermin bergantung pada panjang gelombang, sedangkan lensa tidak C. Cermin berbentuk cembung, sedangkan lensa harus berbentuk cekung D. Objek tidak dapat ditegakkan dengan kedua sistem pengumpul cahaya ini E. Membuat cermin lebih mudah daripada membuat lensa untuk pengumpul cahaya Jawaban: A atau E* Aberasi khromatis Lensa mengalami aberasi khromatis, menyebabkan panjang gelombang yang berbeda memiliki fokus yang sedikit berbeda. Hal ini terjadi karena cahaya polikromatis melewati dua medium yang berbeda, sedangkan kecepatan cahaya berubah ketika melewati suatu medium bergantung pada panjang gelombangnya (menyebabkan indeks refraksi berbeda untuk setiap panjang gelombang). Pada cermin, cahaya tidak melewati medium yang berbeda (atau melewati hanya sedikit) sehingga aberasi khromatis bisa dibilang tidak ada. Mana yang lebih susah untuk dibuat, cermin atau lensa? Untuk pengumpul cahaya (teleskop) berukuran besar maka dengan teknologi saat ini membuat cermin lebih mudah. Untuk lensa perlu bahan yang bisa meneruskan sebanyak mungkin gelombang elektromagnetik dan tanpa cacat dalam pembuatannya (gelembung, dlsb). Kita perlu menghaluskan kedua sisi lensa. Sedangkan cermin hanya perlu menghaluskan satu sisi bahan dan memberi pelapis perak atau alumunium (terkadang ditambah lapisan lain sesuai kebutuhan). Tidak hanya itu, untuk menyangga lensa berukuran besar sangatlah susah karena hanya sisinya yang tipis yang boleh di sentuh, sedangkan cermin dapat kita taruh begitu saja di sisi yang tidak dilapisi. Diperkirakan 4000 S.M. cermin sudah dibuat walaupun tanpa proses coating, sedangkan lensa sudah digunakan 700 S.M., walaupun demikian teleskop pertama dibuat menggunakan lensa, kamera kita dibuat dengan lensa, mengapa? Teleskop reflektor butuh meletakkan cermin pemantul dibagian depan teleskop. Hal ini tentu tidak mudah dan tidak efisien untuk teleskop berukuran sangat kecil (juga kamera). Jadi untuk masa sekarang semuanya punya tantangan masing-masing karena kebutuhan yang berbeda, susah untuk memilih mana yang lebih sulit dibuat. 2. Pada tanggal 17 Januari 2016, komet Catalina berada pada posisi terdekatnya, yaitu 110 juta km dari Bumi. Jika pada saat itu terdapat ekor tampak sepanjang 1 dan diasumsikan ekor tegak lurus garis pandang, maka panjang ekor (dalam satuan km) adalah
2 OSP Astronomi 2016 Halaman 2 dari 17 A B C D E Jawaban: A Andaikan panah vertikal berikut adalah komet, tan 0.5 = x x = x = km 3. Radius bintang katai putih memenuhi hubungan R R 74 ( ) 1/3 M M Jika bintang katai putih dianggap sebagai benda hitam sempurna serta memiliki massa 0,4 massa Matahari (M ) dan temperatur efektif (T eff ) K, maka luminositas bintang (dalam satuan L ) adalah A. 3, B. 3, C. 1, D. 2, E. 7, Jawaban: B Untuk M = 0,4M kita peroleh R R 74 ( M 0.4M ) 1/3 = 0,0183R
3 OSP Astronomi 2016 Halaman 3 dari 17 Luminositas bintang katai putih menjadi L = σt 4 4πR 2 L σt 44πR2 ( T L L = T ( ) 4 ( R R L L = L L = 2, ) 2 ) 4 ( 0,0183R R ) 2 4. Misalkan M menyatakan magnitudo mutlak bolometrik sebuah bintang dan P menyatakan energi yang dipancarkan setiap detik (dalam satuan watt), maka berlaku hubungan A. P = 3, ,4M B. P = 3, ,4M C. log P = 26,591 0,4M D. log P = 28, ,4M E. P = 2,500 log M Jawaban: B Magnitudo mutlak bolometrik terkait dengan luminositas dengan hubungan Pogson berikut M M = 2,5 log P P M 4,72 = P 2,5 log 3, M 4,72 = 2,5 (log P 26,591) log P = 28,479 0,4M P = 3, ,4M 5. Di antara lima pernyataan berikut, manakah pernyataan yang benar? A. Urutan garis spektrum dalam kemunculam mereka pada bintang-bintang dengan menurunnya temperatur adalah: garis hidrogen yang sangat kuat, garis helium terionisasi, garis helium netral, garis logam netral, metal terionisasi, pita molekul titanium oksida B. Periode bintang ganda visual selalu lebih pendek daripada periode bintang ganda spektroskopi C. Bintang Sirius adalah bintang paling terang di langit, berarti ia merupakan bintang paling dekat dengan kita D. Bintang Alpha Centauri adalah bintang paling dekat dengan kita, berarti ia merupakan bintang paling terang di langit E. Sifat paling dasar dari bintang yang menentukan lokasinya di deret utama adalah massanya
4 OSP Astronomi 2016 Halaman 4 dari 17 Jawaban: E (A) Suhu mempengaruhi garis-garis spektrum yang terbentuk (karena bergantung pada tingkat energinya), untuk bintang diurutkan dari suhu yang paling tinggi harusnya adalah Helium terionisasi, Helium netral, metal terionisasi, Hidrogen netral, logam netral, dan pita molekul TiO. (B) Bintang ganda visual tentu jarak pisahnya harus lebar sehingga periodenya biasanya yang sangat panjang. (C dan D) Terang bintang dilangit dipengaruhi terang intrinsik dan jaraknya. (E) Semakin besar massa maka ia akan lahir sebagai bintang dengan menempati bagian deret utama makin ke kiri. 6. Perhatikan gambar di bawah yang merupakan skema kerja interferometer teleskop radio A dan B. Untuk mencapai resolusi sudut 1 dari objek astronomi yang di amati pada panjang gelombang 21 cm orde pertama, maka jarak minimal antara teleskop radio A dan B adalah A. 40,8 km B. 41,3 km C. 42,3 km D. 43,3 km E. 44,3 km Jawaban: D Rumus resolusi sudut untuk teleskop dengan circular single aperture (bukaan tunggal berbentuk lingkaran) dapat diturunkan (integral), θ res = 1,22λ D Untuk keperluan interferometer persamaan ini biasa didekati dengan θ res λ D 1 21 rad D D cm = 43.3 km
5 OSP Astronomi 2016 Halaman 5 dari Rasi bintang zodiak yang dapat diamati pada saat bersamaan dengan peristiwa Gerhana Matahari Total 2016 di Indonesia, adalah A. Pisces B. Gemini C. Virgo D. Orion E. Canis Jawaban: A Seperti yang disebutkan pada soal nomor 8, gerhana Matahari terjadi pada tanggal 9 Maret Kita tahu rasi zodiak merupakan rasi-rasi bintang yang berada di ekliptika yang dilalui Matahari sepanjang tahun. Pada tanggal 9 Maret Matahari berada di antara rasi Pisces dan Aquarius, namun menurut batasan wilayah rasi yang ditetapkan IAU, seharusnya Matahari masih berada di daerah rasi Aquarius. Posisi Matahari di rasi zodiak dapat dilihat pada kolom Astronomi di tabel berikut. Kalangan astrologi pecah menjadi dua kelompok, yang tetap menggunakan aturan di bawah (kolom astrologi) dan yang sesuai dengan posisi Matahari yang benar namun hanya melibatkan 12 rasi (tanpa Ophiuchus). Rasi Simbol Astrologi (tropical) Astronomi Aries 21 Maret - 20 April 19 April - 13 Mei Taurus 21 April - 21 Mei 14 Mei - 19 Juni Gemini 22 Mei - 21 Juni 20 Juni - 20 Juli Cancer 22 Juni - 22 Juli 21 Juli - 9 Agustus Leo 23 Juli - 22 Agustus 10 Agustus - 15 September Virgo 23 Agustus - 23 September 16 September - 30 Oktober Libra 24 September - 23 Oktober 31 Oktober - 22 November Scorpio 24 Oktober - 22 November 23 November - 29 November Ophiuchus - 30 November - 17 Desember Sagittarius 23 November - 21 Desember 18 Desember - 18 Januari Capricorn 22 Desember - 20 Januari 19 Januari - 15 Februari Aquarius 21 Januari - 19 Februari 16 Februari - 11 Maret Pisces 20 Februari - 20 Maret 12 Maret - 18 April Matahari paling lama berada di rasi Virgo (45 hari) dan paling sebentar berada di rasi Scorpio (7 hari) karena luas daerah rasi yang berbeda (ditetapkan IAU). 8. Pada tanggal 9 Maret 2016 pagi hari akan berlangsung Gerhana Matahari Total yang jalurnya melewati Indonesia, di antaranya kota Palembang, Palangkaraya, dan Palu. Perkiraan posisi Bulan dalam sistem koordinat ekuatorial (α, δ) pada saat tersebut adalah A. (23 jam, 4 ) B. (01 jam, +4 ) C. (23 jam, 1 ) D. (23 jam, +1 ) E. (24 jam, +0 ) Jawaban: A Pada saat terjadi gerhana Matahari total maka posisi Bulan di langit akan sama dengan posisi Matahari. Pada tanggal 20 Maret α = 0 h dan δ = 0, maka pada tanggal 9 Maret α = α 24 h 11 4 m 23 h 16 m
6 OSP Astronomi 2016 Halaman 6 dari 17 ( ) 11 δ = δ 23,5 sin 365, ,4 9. Diketahui jarak rata-rata Bumi-Bulan adalah km dan periode orbit Bulan adalah 27,3 hari. Berapakah periode orbit sebuah satelit buatan yang mengitari Bumi pada ketinggian km jika orbitnya berupa lingkaran? A. 3,41 hari B. 3,76 hari C. 7,28 hari D. 10,40 hari E. 10,70 hari Jawaban: B Hukum Kepler III dapat ditulis ulang menjadi 4π 2 a 3 T 2 = G(m 1 + m 2 ) Untuk Bulan dan satelit yang mengorbit Bumi dapat kita abaikan massanya karena jauh lebih kecil dari massa Bumi. Kemudian dapat kita bandingkan keduanya 4π 2 a 3 /T 2 4π 2 a 3 /T 2 = GM GM ( ) T 2 ( ) a 3 = T a ( ) T 2 ( ) = 27, T = 3,753 hari Untuk empat soal berikut ini (No ), jawablah A. jika 1, 2, dan 3 benar B. jika 1 dan 3 benar C. jika 2 dan 4 benar D. jika 4 saja benar E. jika semua benar 10. Jika atmosfer Bumi 50% lebih rapat daripada keadaan saat ini, maka 1. Cahaya Matahari akan tampak lebih merah daripada keadaan sekarang, karena dengan bertambahnya kerapatan, akan lebih banyak cahaya pada panjang gelombang biru yang dihamburkan ke segala arah. 2. Cahaya yang sampai ke permukaan Bumi akan semakin tampak berwarna biru 3. Cahaya yang sampai ke permukaan Bumi akan semakin tampak berwarna merah 4. Cahaya Matahari akan tampak lebih biru daripada keadaan sekarang, karena dengan bertambahnya kerapatan, akan lebih banyak cahaya pada panjang gelombang merah yang dihamburkan ke segala arah.
7 OSP Astronomi 2016 Halaman 7 dari 17 Jawaban: B Semakin tebal gas/debu maka efek pemerahan akan semakin kuat, panjang gelombang biru lebih banyak dihamburkan daripada merah. 11. Konstanta Hubble H 0 menyatakan laju pengembangan alam semesta saat ini. Karena kesalahan dalam penentuan jarak beberapa galaksi yang digunakannya, Edwin Hubble mendapatkan nilai sekitar 500 km/s/mpc untuk H 0. Nilai yang diterima sekarang oleh para astronom berdasarkan berbagai pengukuran adalah 70 km/s/mpc. Manakah pernyataanpernyataan yang benar di bawah ini? 1. Laju pengembangan alam semesta menurut Hubble lebih cepat daripada seharusnya 2. Jarak galaksi-galaksi yang digunakan Hubble lebih jauh daripada seharusnya 3. Umur alam semesta menurut Hubble lebih muda daripada umur sebenarnya 4. Jika sejak Big Bang alam semesta mengembang dengan laju konstan H 0, maka menurut Hubble ukuran alam semesta saat ini kurang lebih sepertujuh dari nilai yang diterima sekarang Jawaban: B (1) Konstanta Hubble menunjukkan kecepatan pengembangan alam semesta, (2) kesalahan Hubble dalam menentukan konstanta tersebut karena jarak galaksi yang digunakannya salah (lebih dekat dari yang seharusnya). Selain itu galaksi yang diamati semasa Hubble hanya galaksi-galaksi dekat saja (jika dibandingkan dengan hasil pengamatan modern). (3) Waktu Hubble yang sebanding dengan umur alam semesta dapat ditentukan dengan 1/H 0. (4) Pernyataan 4 bisa benar apabila yang dimaksud adalah jarak Hubble (c/h 0 ), yang menunjukkan jarak dimana galaksi menjauhi kita dengan kecepatan cahaya akibat pengembangan alam semesta. Ukuran alam semesta yang sebenarnya tidak dapat diketahui hanya dengan konstanta Hubble. 12. Di antara empat pernyataan berikut, yang merupakan karakteristik materi antar bintang adalah 1. Dalam besaran massa, materi antar bintang tersusun atas Hidrogen, Helium, dan sedikit unsur berat 2. Daerah hidrogen terionisasi (HII region) terjadi akibat radiasi ultraviolet dari bintang panas di dekatnya 3. Materi antar bintang dapat terkait dengan pembentukan dan kematian bintang 4. Hanya ada satu kelompok daerah dalam materi antar bintang yaitu yang berhubungan dengan pembentukan bintang Jawaban: E Penjelasan untuk masing-masing pernyataan: 1. Ambigu; Jika yang dimaksud adalah diurutkan berdasarkan massa penyusun MAB, maka pernyataan 1 benar. 2. Ionisasi hidrogen dapat terjadi akibat foton UV yang energinya berkesesuaian (Pernyataan 2 benar) 3. Bintang terbentuk di daerah materi antar bintang yang sangat rapat (molecular cloud). MAB dapat diperbaharui oleh proses kematian bintang (supernovae, planetary nebulae) dan angin bintang (Pernyataan 3 benar)
8 OSP Astronomi 2016 Halaman 8 dari Ambigu; MAB terutama molecular cloud memang terkait langsung dengan pembentukan bintang (Pernyataan 4 benar) 13. Yang merupakan karakteristik dalam proses pembentukan bintang adalah 1. Materi antar bintang yang melimpah dalam periode waktu yang lama, tidak selalu cukup untuk membentuk bintang 2. Proses pembentukan bintang dapat terjadi bila energi kinetik materi antar bintang lebih kecil dari setengah energi potensial gravitasi 3. Syarat terjadinya pembentukan bintang bergantung pada temperatur dan kerapatan partikel 4. Proses pembentukan bintang hanya dapat terjadi di daerah dengan konsentrasi debu tinggi Jawaban: A (1 dan 3) Proses runtuhnya awan dipengaruhi massa, kerapatan, dan temperatur (tekanan). Andaikan temperatur lingkungannya terlalu tinggi maka dimungkinkan awan untuk tidak runtuh menjadi bintang. (2) Temperatur adalah besaran statistik yang merepresentasikan energi kinetik rata-rata partikel dalam sistem, dari teorema virial diperoleh hubungan agar sistem dapat terikat dalam waktu lama maka Ek = 1 2 E p. (4) Tidak selalu, jika begitu maka tidak ada bintang yang lahir ketika alam semesta masih dini (belum ada debu). Gunakan petunjuk ini untuk menjawab dua soal berikut (No ): A. Pernyataan pertama dan kedua benar serta memiliki hubungan sebab-akibat. B. Pernyataan pertama dan kedua benar, tetapi tidak memiliki hubungan sebab-akibat. C. Pernyataan pertama benar, sedangkan pernyataan kedua salah. D. Pernyataan pertama salah, sedangkan pernyataan kedua benar E. Kedua pernyataan salah. 14. Tepi bayangan sebuah objek yang dibentuk oleh sinar Matahari tidak tajam SEBAB Jarak Bumi dari Matahari yang sangat jauh menyebabkan Matahari dianggap sebagai suatu sumber titik dan cahayanya mengalami difraksi atau pembelokan cahaya Jawaban: C Tepi bayangan yang dibentuk oleh sinar Matahari memang tidak tajam, hal ini akan terlihat lebih jelas apabila bendanya kita jauhkan dari layar. Penyebabnya adalah karena Matahari BUKAN benda titik (point source). Cahaya yang berasal dari satu tepi dan tepi lainnya dari Matahari mengenai tepi benda dengan sudut yang sedikit berbeda, prosesnya sama seperti terbentuknya penumbra saat gerhana. 15. Bulan mengorbit Bumi, sedangkan asteroid mengorbit Matahari. SEBAB
9 OSP Astronomi 2016 Halaman 9 dari 17 Ukuran asteroid lebih kecil daripada Bulan. Jawaban: B Bulan mengorbit Bumi dan bersama-sama mereka mengorbit Matahari. Asteroid secara definisi adalah benda-benda kecil yang mengorbit Matahari. (pernyataan 1 benar) Ukuran asteroid memang lebih kecil daripada Bulan (pernyataan 2 benar), namun hal ini bukanlah penyebab dari perbedaan orbitnya dengan Bulan. Asteroid mengorbit Matahari karena pengaruh gravitasi Matahari lebih besar daripada planet, sedangkan Bulan mengorbit Bumi karena pada jarak itu pengaruh gravitasi Bumi lebih kuat daripada Matahari. Asteroid bisa saja berubah mengorbit planet ketika berpapasan dekat dengan planet. Soal Isian Singkat 16. Jarak antara dua sumber titik yang direkam oleh detektor pada bidang fokus sebuah teleskop bergantung pada Jawaban: Panjang fokus teleskop DAN jarak pisah dua titik itu (jarak sudut). Pembentukan bayangan di bidang fokus dapat disederhanakan menggunakan prinsip pinhole camera seperti berikut: 17. Gugus bola IAU C memiliki magnitudo semu V = +13,0 dan magnitudo mutlak M V = 4,15. Gugus ini terletak 9,0 kpc dari Bumi, 11,9 kpc dari pusat Galaksi, dan sekitar 0,5 kpc di selatan bidang Galaksi. Besar serapan materi antar bintang per kpc yang kita amati ke arah IAU C adalah Jawaban: mag/kpc Data jarak tidak self-consistent antara jarak dari Bumi (9 kpc) dengan apabila menghitungnya menggunakan keterangan selanjutnya (serta data jarak pusat galaksi ke Bumi 8.5 kpc).
10 OSP Astronomi 2016 Halaman 10 dari 17 Asumsi kita gunakan jarak dari Bumi 9 kpc sebagai jarak sebenarnya. m M = log d + A v 13 ( 4,15) = log A v A v = 2,378 mag A v = k d A v = k 9 k = mag/kpc 18. Diduga terdapat sebuah planet X yang merupakan planet kesembilan di Tata Surya. Planet yang diperkirakan seukuran Uranus ini belum pernah teramati karena jaraknya yang jauh (20 kali jarak Matahari-Neptunus). Very Large Telescope digunakan untuk mencari keberadaan planet tersebut dengan menggunakan teknik interferometer. Dengan detektor inframerah 20 mikron, jarak pisah minimal antar teleskop (baseline) yang dibutuhkan untuk dapat menentukan ukuran planet secara langsung adalah sekitar Jawaban: 35,2 meter Diameter sudut planet X α = diameter jarak = 20 4, , = 5, rad Resolusi minimal yang diperlukan membutuhkan θ res α θ res λ D D = 5, D = 35,2 meter interferometer 19. Salah satu sumber pemancar radio terkuat di langit setelah Matahari dan Cassiopeia A (sisa supernova yang relatif dekat) adalah Galaksi Cygnus A. Pada panjang gelombang 0,75 cm, rapat fluks spektral yang diukur oleh teleskop radio dengan diameter 25 m adalah 4500 Jy (jansky). Dengan menganggap efisiensi teleskop radio 100% dan lebar pita frekuensi adalah 5 MHz, daya total yang dideteksi penerima adalah sebesar watt. Jawaban: 1, Jy = watt m 2 Hz 1 Total daya yang diterima teleskop adalah P total = F Area bandwidth = ( ) watt m 2 Hz 1 ( 1 4 π 252 ) m 2 ( ) Hz = 1, watt
11 OSP Astronomi 2016 Halaman 11 dari Jika Matahari berevolusi menjadi bintang raksasa merah dengan ukuran 100 kali jejari Matahari saat ini dan temperaturnya menjadi 3200 C, maka magnitudo semu Matahari raksasa adalah Jawaban: -34,56 Asumsikan kita melihatnya dari Bumi (jarak 1 sa). m m 0 = 2,5 log E E 0 m m 0 = 2,5 log L L ( 0 ( ) R 2 ( ) ) T 4 m m 0 = 2,5 log m ( 26,78) = 2,5 log m = 34,56 R 0 ( (100R0 R 0 T 0 ) 2 ( ) ) Soal Esai 21. Pada pukul 18:00, tinggi dan azimuth Bulan adalah +39 dan 196, sedangkan tinggi dan azimuth Saturnus adalah +34 dan 210. Jika Bulan dan Saturnus dianggap benda titik, hitunglah jarak pisah kedua benda tersebut dalam satuan derajat! Jawaban: cos x = cos (90 39 ) cos (90 34 ) + sin (90 39 ) sin (90 34 ) cos ( ) cos x = sin 39 sin 34 + cos 39 cos 34 cos 14 cos x = x = 12,3 22. Dengan teleskop Hubble, astronom dapat mengamati bintang seperti Matahari pada jarak 100 kpc. Bintang-bintang Cepheid yang paling terang memiliki kecerlangan intrinsik kali lebih besar daripada Matahari. Jika serapan materi antar bintang diabaikan, tentukanlah jarak Cepheid terjauh yang dapat diamati teleskop Hubble! Jawaban: Keterangan bahwa teleskop Hubble dapat melihat bintang sekelas Matahari hingga jarak 100 kpc dapat kita gunakan sebagai batasan maksimum. Untuk cepheid yang lebih terang tentu jarak maksimumnya bisa lebih jauh. Fluks energi yang diterima dari kedua benda harusnya sama pada jarak maksimumnya masing-masing sebagai batas fluks minimal yang
12 OSP Astronomi 2016 Halaman 12 dari 17 masih terdeteksi oleh Hubble, L 4πd 2 = L ceph 4πd 2 ceph ( dceph ) 2 = L ceph L = d ceph d = 173,2 d ceph = 17320,5 kpc = 17,32 Mpc d 23. Gunung Olympus yang memiliki tinggi 25 km adalah gunung tertinggi di Mars sekaligus tertinggi di Tata Surya. Bahkan tiga kali lebih tinggi dari gunung Himalaya. Untuk mengetahui mengapa planet Mars dapat memiliki gunung tertinggi di Tata Surya, maka (a) Hitunglah tinggi maksimum gunung di Bumi bila gunung dianggap berbentuk kerucut! Ambillah nilai batas elastisitas kerak Bumi sebesar N/m 2! (b) Jelaskan mengapa gunung tertinggi di Tata Surya dapat berada di planet Mars! Jawaban: a. Batas elastisitas adalah nilai tekanan di mana suatu benda tidak dapat kembali lagi seperti semula (terjadi deformasi permanen). Sebagai contoh sederhana andaikan kita memiliki meja kayu, tentu ada batasan tekanan dari benda yang kita taruh di atasnya sehingga maja kayu tersebut akan patah. Andaikan meja tersebut adalah kerak Bumi dengan nilai limit elastisitas N/m 2, maka kita dapat memperkirakan tinggi maksimum benda yang berada di atasnya (gunung), apabila kita mengetahui tekanan yang ia berikan ke kerak Bumi. Bagian tengah gunung seperti digambarkan di atas (biasanya bagian paling tinggi) adalah bagian dengan berat terbesar yang ditahan oleh kerak Bumi. Jika berat maksimum yang ditahan Bumi per meter perseginya adalah N, maka hal ini berkesesuaian dengan tinggi W = M g W = ρ V g = m 2 tinggi maks 9.8 tinggi maks = 5545 m
13 OSP Astronomi 2016 Halaman 13 dari 17 Nilai kerapatan yang digunakan di atas adalah kerapatan rata-rata Bumi dari daftar konstanta massa dan jari-jari Bumi. Seharusnya nilai kerapatan yang digunakan adalah nilai kerapatan kerak Bumi yang lebih rendah. Tinggi gunung Everest adalah 8848 meter. b. Percepatan gravitasi yang lebih kecil menyebabkan berat menjadi lebih kecil. Jika kerapatan Mars dan batas elastisitas permukaan Mars kira-kira sama dengan Bumi maka tentu saja gunung di Mars bisa dimungkinkan lebih tinggi dari gunung di Bumi. Percepatan gravitasi di permukaan di Mars dapat dihitung g = GM R 2 = 3,7m/s2 Sedikit lebih besar dari sepertiga percepatan gravitasi di Bumi. Selain itu aktivitas dipermukaan planet Mars relatif lebih kecil dibanding planet terestrial lain seperti Bumi dan Venus (aktivitas ini berupa aktivitas atmosfer dan vulkanik), sehingga memungkinkan struktur lebih tinggi tersebut dapat bertahan. 24. Di Galaksi, sebuah proton berenergi 10 7 ev melintasi medan magnet antar bintang yang homogen (B = T) dalam arah tegak lurus sehingga bergerak melingkar. Proton tersebut memiliki laju awal v c (non relativistik). (a) Hitunglah momentum linear proton tersebut! (b) Hitunglah radius gerak melingkar proton (gyroradius) dan frekuensi sudut yang dihasilkan! (c) Gambarkan arah gerak dan lintasan proton jika proton membentuk sudut tertentu (dengan sudut sekitar 30 ) terhadap garis medan magnet! Jawaban: a. Momentum linear proton E k = p2 2m p = , p = 7, kg m/s Kecepatannya dapat dihitung yang sebenarnya cukup relativistik yaitu 0,146 c. Karena proton mengalami gerak melingkar (terdapat percepatan sentripetal) maka ia akan menghasilkan radiasi yang disebut dengan radiasi cyclotron. Jika kecepatannya hyperrelativistic (v c) maka akan menghasilkan radiasi synchrotron. b. Radius gerak melingkar dapat ditentukan dengan m v2 r = qv B = qvb r = mv qb = p qb = r = 4, m 7, , c. Gerak proton jika membentuk sudut tidak tegak lurus (dan tidak sejajar) maka menjadi spiral seperti berikut,
14 OSP Astronomi 2016 Halaman 14 dari 17 Hal itu terjadi karena yang terpengaruh oleh medan magnet hanya komponen kecepatan yang arahnya tegak lurus dengannya (qv B = qvb sin θ ). Gambar di atas tidak terlalu merepresentasikan dengan baik dari data sudut 30 (harusnya lebih melar ke samping). 25. Pada akhir Januari 2016 terjadi fenomena langka yaitu 5 planet klasik tampak berparade di langit fajar. Merkurius tampak di arah Timur, diikuti Venus, Saturnus, Mars, dan Jupiter di sebelah Barat. Jika jarak sudut Jupiter dan Merkurius adalah 100 sementara sudut elongasi Merkurius dari Matahari adalah 15, hitunglah jarak antara Jupiter dan Merkurius dalam satuan astronomi! Anggap orbit kelima planet berada dalam satu bidang! Jawaban: Sebelumnya dapat kita hitung jarak Bumi-Merkurius (EM) dan jarak Bumi-Jupiter (EJ) saat itu SM 2 = ES 2 + EM 2 2 ES EM cos 15 0 = EM 2 1,93185EM + 0, Solusi persamaan kuadrat tersebut adalah EM 12 = 1,93185 ± 1, , EM 1 = EM = 1,2538 dan EM 2 = EM = 0,6781 Terlihat bahwa terdapat dua solusi positif dari persamaan kuadrat ini yang memang wajar karena ada dua posisi yang mungkin seperti ditunjukkan pada gambar berikut (M dan M ):
15 OSP Astronomi 2016 Halaman 15 dari 17 Jarak Jupiter dapat ditentukan dengan cara yang sama SJ 2 = ES 2 + EJ 2 2 ES EJ cos = EJ 2 + 0, EJ 26, EJ 1 = 4, dan EJ 2 = 5,5458 di mana hanya ada satu nilai positif yang dapat kita gunakan (nilai negatif menunjukkan posisi Jupiter yang berseberangan (J ), sehingga tidak sesuai soal). Jarak Jupiter dan Merkurius dapat ditentukan dengan cara yang sama pula menghasilkan MJ 2 = EM 2 + EJ 2 2 EM EJ cos 100 M J = 4,86438 sa M J 2 = EM 2 + EJ 2 2 EM EJ cos 100 M J = 5,07092 sa Hasil akhirnya ada dua nilai jarak yang memenuhi, yakni 4,864 dan 5,071 sa. - Cara yang lain dapat dilakukan dengan menghitung sudut di Matahari antara Merkurius dan Jupiter saat itu, kemudian dapat kita hitung jarak keduanya. - Jika menggunakan rumus sinus ingat bahwa nilai arcsin ada dua, kalkulator biasanya hanya menunjukkan satu angka.
16 OSP Astronomi 2016 Halaman 16 dari 17 Daftar Konstanta Nama Besaran Notasi Harga Satuan astronomi au 1, m Parsek pc 3, m Tahun Cahaya ly 0, m Tahun Sideris 365,2564 hari Tahun Tropik 365,2422 hari Tahun Gregorian 365,2425 hari Tahun Julian 365,2500 hari Periode sinodis Bulan (synodic month) 29,5306 hari Periode sideris Bulan (sidereal month) 27,3217 hari Hari Matahari rerata (mean solar day) 24 j 3 m 56 d,56 Hari sideris rerata (mean sidereal day) 23 j 56 m 4 d,00 Massa Matahari M 1, kg Jejari Matahari R 6, m Temperatur efektif Matahari T eff 5785 K Luminositas Matahari L 3, W Magnitudo semu visual Matahari V -26,78 Indeks warna Matahari B V 0,62 U B 0,10 Magnitudo mutlak visual Matahari M V 4,79 Magnitudo mutlak biru Matahari M B 5,48 Magnitudo mutlak bolometrik Matahari M bol 4,72 Massa Bulan M 7, kg Jejari Bulan R m Jarak rerata Bumi-Bulan m Konstanta Hubble H 0 69,3 km/s/mpc Jansky Jy watt m 2 Hz 1
17 OSP Astronomi 2016 Halaman 17 dari 17 Objek Jejari Jarak rerata Massa ekuatorial P rotasi P sideris ke Matahari (kg) (km) (hari) (10 3 km) Merkurius 3, ,646 hari 87, Venus 4, ,019 hari 224, Bumi 5, j 56 m 4 d,1 365, Mars 6, j 37 m 22 d,6 686, Jupiter 1, j 55 m 30 d 4330, Saturnus 5, j 39 m 22 d 10746, Uranus 8, j 14 m 24 d 30588, Neptunus 1, j 6 m 36 d 59799, Nama konstanta Simbol Harga Kecepatan cahaya c 2, m/s Konstanta gravitasi G 6, m 3 /kg/s 2 Konstanta Planck h 6, Js Konstanta Boltzmann k 1, J/K Konstanta kerapatan radiasi a 7, J/m 3 /K 4 Konstanta Stefan-Boltzmann σ 5, Watt/m 2 /K 4 Muatan elektron e 1, C Massa elektron m e 9, kg Massa proton m p 1, kg Massa neutron m n 1, kg Massa atom 1 H 1 m H 1, kg Massa atom 2 He 4 m He 6, kg Massa inti 2 He 4 6, kg Konstanta gas R 8,3145 J/K/mol Solusi ini dapat diperoleh di
SOAL UJIAN SELEKSI CALON PESERTA OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2016 TINGKAT PROVINSI
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG SOAL UJIAN SELEKSI CALON PESERTA OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2016 TINGKAT PROVINSI BIDANG ASTRONOMI Waktu : 180 Menit KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Hak Cipta Dilindungi Undang-undang DRAFT SOAL UJIAN SELEKSI CALON PESERTA OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2016 TINGKAT PROVINSI ASTRONOMI Waktu: 180 menit KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SOAL OLIMPIADE SAINS NASIONAL ASTRONOMI Ronde : Analisis Data Waktu : 240 menit KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Hak Cipta Dilindungi Undang-undang SOLUSI OLIMPIADE SAINS NASIONAL TAHUN 2015 ASTRONOMI RONDE TEORI Waktu: 210 menit KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SOAL OLIMPIADE SAINS NASIONAL ASTRONOMI Ronde : Teori Waktu : 240 menit KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS TAHUN 2014
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS Nama Kelas & Sekolah Provinsi Kabupaten/Kota Tanggal Lahir Tanda Tangan Naskah ini
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Hak Cipta Dilindungi Undang-undang SOAL OLIMPIADE SAINS NASIONAL TAHUN 2015 ASTRONOMI RONDE TEORI Waktu: 210 menit KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT
SOAL UJIAN SELEKSI CALON PESERTA OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2014 TINGKAT PROVINSI
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG SOAL UJIAN SELEKSI CALON PESERTA OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2014 TINGKAT PROVINSI BIDANG ASTRONOMI Waktu : 210 Menit KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DITJEN MANAJEMEN PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA Tes Seleksi Olimpiade Astronomi Tingkat Provinsi 2012 Waktu 180 menit Nama Provinsi Tanggal Lahir.........
KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS
Dapatkan soal-soal lainnya di http://forum.pelatihan-osn.com KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS Tes Seleksi Olimpiade Astronomi
JAWABAN DAN PEMBAHASAN
JAWABAN DAN PEMBAHASAN 1. Dalam perjalanan menuju Bulan seorang astronot mengamati diameter Bulan yang besarnya 3.500 kilometer dalam cakupan sudut 6 0. Berapakah jarak Bulan saat itu? A. 23.392 km B.
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Hak Cipta Dilindungi Undang-undang SOAL UJIAN SELEKSI CALON PESERTA OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2015 TINGKAT PROVINSI ASTRONOMI Waktu: 210 menit KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDRAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH UMUM
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDRAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH UMUM Tes Seleksi Olimpiade Astronomi Tingkat Provinsi 2004 Materi Uji : ASTRONOMI Waktu :
SOAL UJIAN SELEKSI CALON PESERTA OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2013 TINGKAT PROVINSI
SOAL UJIAN SELEKSI CALON PESERTA OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2013 TINGKAT PROVINSI ASTRONOMI Waktu : 180 menit KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Hak Cipta Dilindungi Undang-undang SOAL OLIMPIADE SAINS NASIONAL TAHUN 2015 ASTRONOMI RONDE ANALISIS DATA Waktu: 240 menit KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Hak Cipta Dilindungi Undang-undang SOLUSI SOAL UJIAN SELEKSI CALON PESERTA OLIMPIADE SAINS NASIONAL 014 TINGKAT PROVINSI ASTRONOMI Waktu : 180 menit KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
Dapatkan soal-soal lainnya di http://forum.pelatihan-osn.com DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDRAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA Soal Test Olimpiade Sains Nasional
SOAL SELEKSI OLIMPIADE SAINS TINGKAT KABUPATEN/KOTA 2014 CALON TIM OLIMPIADE ASTRONOMI INDONESIA 2015
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG SOAL SELEKSI OLIMPIADE SAINS TINGKAT KABUPATEN/KOTA 2014 CALON TIM OLIMPIADE ASTRONOMI INDONESIA 2015 Bidang Astronomi Waktu : 150 menit KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SOAL PILIHAN GANDA ASTRONOMI 2008/2009 Bobot nilai masing-masing soal : 1
SOAL PILIHAN GANDA ASTRONOMI 2008/2009 Bobot nilai masing-masing soal : 1 1. [SDW] Tata Surya adalah... A. susunan Matahari, Bumi, Bulan dan bintang B. planet-planet dan satelit-satelitnya C. kumpulan
indahbersamakimia.blogspot.com Soal Olimpiade Astronomi Tingkat Provinsi 2011, Waktu : 150 menit
Soal Olimpiade Astronomi Tingkat Provinsi 2011, Waktu : 150 menit Pilihan Berganda, 20 Soal 1. Jika jarak rata-rata planet Mars adalah 1,52 SA dari Matahari, maka periode orbit planet Mars mengelilingi
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DITJEN MANAJEMEN PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DITJEN MANAJEMEN PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA Olimpiade Sains Nasional Bidang Astronomi 2012 Tes Teori Waktu 180 menit Nomor Peserta Provinsi Tanggal
KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DITJEN MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DITJEN MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA Soal Test Olimpiade Sains Nasional 2010 Bidang : ASTRONOMI Materi : Teori (Pilihan Berganda) Tanggal
KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDRAL PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA. Soal Tes Olimpiade Sains Nasional 2011
KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDRAL PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA Soal Tes Olimpiade Sains Nasional 2011 Bidang : ASTRONOMI Materi : Teori Tanggal : 14 September 2011 Soal
PROGRAM PERSIAPAN OLIMPIADE SAINS BIDANG ASTRONOMI 2014 SMA 2 CIBINONG TES 20 MEI 2014
PROGRAM PERSIAPAN OLIMPIADE SAINS BIDANG ASTRONOMI 2014 SMA 2 CIBINONG TES 20 MEI 2014 NAMA PROVINSI TANGGAL LAHIR ASAL SEKOLAH KABUPATEN/ KOTA TANDA TANGAN 1. Dilihat dari Bumi, bintang-bintang tampak
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
Dapatkan soal-soal lainnya di http://forum.pelatihan-osn.com DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDRAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA Tes Seleksi Olimpiade Astronomi Tingkat
indahbersamakimia.blogspot.com
Tes Seleksi Olimpiade Astronomi Tingkat Provinsi 2007 Materi Uji : Astronomi Waktu : 150 menit Tidak diperkenankan menggunakan alat hitung (kalkultor). Di bagian akhir soal diberikan daftar konstanta yang
Luminositas Matahari menyatakan jumlah energi total yang dipancarkan Matahari per satuan waktu.
OLIMPIADE ASTRONOMI Tingkat Provinsi - 2014 Copyright (c) 2014 Ridlo W. Wibowo ([email protected]) Sulistiyowati ([email protected]) Solusi ini dibuat tanpa jaminan kesesuaian dengan solusi
SIFAT BINTANG. Astronomi. Ilmu paling tua. Zodiac of Denderah
PERTEMUAN KE 2 Ide Dasar: Matahari dan bintang-bintang menggunakan reaksi nuklir fusi untuk mengubah materi menjadi energi. Bintang padam Ketika bahan bakar nuklirnya habis. SIFAT BINTANG Astronomi Ilmu
3. MEKANIKA BENDA LANGIT
3. MEKANIKA BENDA LANGIT 3.1. ELIPS Sebelum belajar Mekanika Benda Langit lebih lanjut, terlebih dahulu perlu diketahui salah satu bentuk irisan kerucut yaitu tentang elips. Gambar 3.1. Geometri Elips
PENGENALAN ASTROFISIKA
PENGENALAN ASTROFISIKA Hukum Pancaran Untuk memahami sifat pancaran suatu benda kita hipotesakan suatu pemancar sempurna yang disebut benda hitam (black body) Pada keadaan kesetimbangan termal, temperatur
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DITJEN MANAJEMEN PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DITJEN MANAJEMEN PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA Olimpiade Sains Nasional Bidang Astronomi 2012 ESSAY Solusi Teori 1) [IR] Tekanan (P) untuk atmosfer planet
PEKERJAAN RUMAH SAS PERTEMUAN-1 DAN PERTEMUAN-2 A.Pilihan Ganda
PEKERJAAN RUMAH SAS PERTEMUAN-1 DAN PERTEMUAN-2 A.Pilihan Ganda 1. Tinggi bintang dari bidang ekuator disebut a. altitude b. latitude c. longitude d. deklinasi e. azimut 2. Titik pertama Aries, didefinisikan
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDRAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDRAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA Soal Tes Olimpiade Sains Nasional 2006 Bidang : ASTRONOMI Materi : TEORI: Essay Tanggal : 6 September
SOAL SELEKSI OLIMPIADE SAINS TINGKAT KABUPATEN/KOTA 2014 CALON TIM OLIMPIADE ASTRONOMI INDONESIA 2015
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG SOAL SELEKSI OLIMPIADE SAINS TINGKAT KABUPATEN/KOTA 2014 CALON TIM OLIMPIADE ASTRONOMI INDONESIA 2015 Bidang Astronomi Waktu : 150 menit KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SELEKSI TINGKAT PROVINSI CALON PESERTA INTERNATIONAL ASTRONOMY OLYMPIAD (IAO) TAHUN 2009
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIRJEN MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS SELEKSI TINGKAT PROVINSI CALON PESERTA INTERNATIONAL ASTRONOMY OLYMPIAD (IAO) TAHUN
Satuan Besaran dalam Astronomi. Dr. Chatief Kunjaya KK Astronomi ITB
Satuan Besaran dalam Astronomi Dr. Chatief Kunjaya KK Astronomi ITB Kompetensi Dasar X.3.1 Memahami hakikat fisika dan prinsipprinsip pengukuran (ketepatan, ketelitian dan aturan angka penting) X.4.1 Menyajikan
θ = 1.22 λ D...1 point θ = 2R d...2 point θ Bulan θ mata = 33.7 θ Jupiter = 1.7
Soal & Kunci Jawaban 1. [HLM] Diketahui diameter pupil mata adalah 5 mm. Dengan menggunakan kriteria Rayleigh, (a) hitunglah limit resolusi sudut mata manusia pada panjang gelombang 550 nm, (b) hitunglah
Ide Dasar: Matahari dan bintang-bintang menggunakan reaksi nuklir fusi untuk mengubah materi menjadi energi. Bintang padam Ketika bahan bakar
PERTEMUAN KE 2 Ide Dasar: Matahari dan bintang-bintang menggunakan reaksi nuklir fusi untuk mengubah materi menjadi energi. Bintang padam Ketika bahan bakar nuklirnya habis. SIFAT BINTANG Astronomi Ilmu
Oleh : Chatief Kunjaya. KK Astronomi, ITB
Oleh : Chatief Kunjaya KK Astronomi, ITB Kompetensi Dasar XI.3.10 Menganalisis gejala dan ciri-ciri gelombang secara umum XII.3.1 Menerapkan konsep dan prinsip gelombang bunyi dan cahaya dalam teknologi
Soal Ujian Olimpiade Astronomi Kabupaten-Kota Tingkat SMA, 2008
Soal Ujian Olimpiade Astronomi Kabupaten-Kota Tingkat SMA, 008 Waktu : 150 menit Nama : Sekolah: kabupaten/kota : Provinsi: Tanggal Lahir: Kelas (tahun ajaran 007/008): DAFTAR KONSTANTA Konstanta gravitasi,
SOAL SELEKSI OLIMPIADE SAINS TINGKAT KABUPATEN/KOTA 2016 CALON TIM OLIMPIADE ASTRONOMI INDONESIA 2017
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG SOAL SELEKSI OLIMPIADE SAINS TINGKAT KABUPATEN/KOTA 2016 CALON TIM OLIMPIADE ASTRONOMI INDONESIA 2017 Bidang Astronomi Waktu : 150 menit KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Medan Magnet Benda Angkasa. Oleh: Chatief Kunjaya KK Astronomi ITB
Medan Magnet Benda Angkasa Oleh: Chatief Kunjaya KK Astronomi ITB Kompetensi Dasar XII.3.4 Menganalisis induksi magnet dan gaya magnetik pada berbagai produk teknologi XII.4.4 Melaksanakan pengamatan induksi
Ikhlasul-pgsd-fip-uny/iad. Tata Surya, sebuah kerajaan di langit
Tata Surya, sebuah kerajaan di langit Kata solar berasal dari bahasa Latin Sol yang artinya Matahari atau Surya. Jadi, yang dimaksud dengan Tata Surya adalah sebutan yang diberikan pada Matahari dan seluruh
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDRAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
Dapatkan soal-soal lainnya di http://forum.pelatihan-osn.com DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDRAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA Solusi Tes Olimpiade Sains Nasional
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDRAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDRAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA Tes Seleksi Olimpiade Astronomi Tingkat Kabupaten/Kota 2010 Waktu : 150 menit Nama Provinsi Tanggal
seperti sebuah bajak, masyarakat Cina melihatnya seperti kereta raja yang ditarik binatang, dan masyarakat Jawa melihatnya seperti bajak petani.
GALAKSI Pada malam yang cerah, ribuan bintang dapat kamulihat di langit. Sesungguhnya yang kamu lihat itu belum seluruhnya, masih terdapat lebih banyak lagi bintang yangtidak mampu kamu amati. Di angkasa
PETA KONSEP. Revolu si. Rotasi. Mataha ri TATA SURYA. satelit buata n. satelit. alami. satelit. Bulan. palapa. Kalender Masehi. Revolu si.
PETA KONSEP TATA SURYA Matahar i Planet Asteroi d Komet Meteor id Pusat Tata Surya Merkuri us Venus Bumi Mars Jupiter Saturnus Uranus Neptunu s Rotasi Revolu si satelit buata n satelit alami Pembagi an
Cahaya sebagai bentuk informasi dari langit Teleskop sebagai kolektor cahaya
CAHAYA & TELESKOP Cahaya sebagai bentuk informasi dari langit Teleskop sebagai kolektor cahaya Kompetensi Dasar: Memahami konsep cahaya sebagai bentuk informasi dari langit dan mengembangkan kemampuan
Bintang Ganda DND-2006
Bintang Ganda Bintang ganda (double stars) adalah dua buah bintang yang terikat satu sama lain oleh gaya tarik gravitasi antar kedua bintang tersebut. Apabila sistem bintang ini lebih dari dua, maka disebut
SOAL DAN PEMBAHASAN FINAL SESI I LIGA FISIKA PIF XIX TINGKAT SMA/MA SEDERAJAT PAKET 1
SOAL DAN PEMBAHASAN FINAL SESI I LIGA FISIKA PIF XIX TINGKAT SMA/MA SEDERAJAT PAKET 1 1. Terhadap koordinat x horizontal dan y vertikal, sebuah benda yang bergerak mengikuti gerak peluru mempunyai komponen-komponen
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS Nama... Kelas & Sekolah... Provinsi... Kabupaten/Kota... Tanggal Lahir... Tanda
LATIHAN UJIAN NASIONAL
LATIHAN UJIAN NASIONAL 1. Seorang siswa menghitung luas suatu lempengan logam kecil berbentuk persegi panjang. Siswa tersebut menggunakan mistar untuk mengukur panjang lempengan dan menggunakan jangka
SOAL SELEKSI PESERTA OLIMPIADE SAINS NASIONAL BIDANG ASTRONOMI
SOAL SELEKSI PESERTA OLIMPIADE SAINS NASIONAL BIDANG ASTRONOMI Waktu Jumlah Soal : 150 menit : 30 Soal 1. Bintang A memiliki tingkat kecemerlangan tiga kali lebih besar dibandingkan dengan Bintang B. Bintang
SOAL OLIMPIADE SAINS NASIONAL SMP SELEKSI TINGKAT KABUPATEN/KOTA TAHUN 2007
SOAL OLIMPIADE SAINS NASIONAL SMP SELEKSI TINGKAT KABUPATEN/KOTA TAHUN 2007 Tes Pilihan Ganda Petunjuk: Pilihlah salah satu opsi jawaban yang paling benar, dengan cara memberikan tanda silang (X) pada
FISIKA MODERN UNIT. Radiasi Benda Hitam. Hamburan Compton & Efek Fotolistrik. Kumpulan Soal Latihan UN
Kumpulan Soal Latihan UN UNIT FISIKA MODERN Radiasi Benda Hitam 1. Suatu benda hitam pada suhu 27 0 C memancarkan energi sekitar 100 J/s. Benda hitam tersebut dipanasi sehingga suhunya menjadi 327 0 C.
SMP kelas 9 - FISIKA BAB 4. SISTEM TATA SURYALatihan Soal 4.1. (1) Yupiter Berupa gas dan massanya terbesar diantara planet tata surya
1. Perhatikan ciri-ciri planet pada tabel berikut. SMP kelas 9 - FISIKA BAB 4. SISTEM TATA SURYALatihan Soal 4.1 Nama Planet Ciri Ciri (1) Yupiter Berupa gas dan massanya terbesar diantara planet tata
Fisika Ujian Akhir Nasional Tahun 2003
Fisika Ujian Akhir Nasional Tahun 2003 UAN-03-01 Perhatikan tabel berikut ini! No. Besaran Satuan Dimensi 1 Momentum kg. ms 1 [M] [L] [T] 1 2 Gaya kg. ms 2 [M] [L] [T] 2 3 Daya kg. ms 3 [M] [L] [T] 3 Dari
Apakah bintang itu? Jika malam datang dan langit sedang cerah, pergilah ke halaman rumah lalu
Apakah bintang itu? Jika malam datang dan langit sedang cerah, pergilah ke halaman rumah lalu lihatlah ke langit. Indah bukan? Benda di angkasa yang berkelap-kelip memancarkan cahaya itulah bintang. Apakah
CALON TIM OLIMPIADE ASTRONOMI INDONESIA 2015
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG CALON TIM OLIMPIADE ASTRONOMI INDONESIA 2015 Bidang Astronomi Waktu : 150 menit KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Hak Cipta Dilindungi Undang-undang SOLUSI SOAL OLIMPIADE SAINS NASIONAL TAHUN 2016 ASTRONOMI RONDE TEORI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN
Pertanyaan Final (rebutan)
Pertanyaan Final (rebutan) 1. Seseorang menjatuhkan diri dari atas atap sebuah gedung bertingkat yang cukup tinggi sambil menggenggam sebuah pensil. Setelah jatuh selama 2 sekon orang itu terkejut karena
Info Astronomy JELAJAH SEMESTA. Penerbit Info Astronomy
Info Astronomy JELAJAH SEMESTA Penerbit Info Astronomy JELAJAH SEMESTA Oleh: Info Astronomy Hak Cipta 2013 by Info Astronomy Penerbit Info Astronomy www.infoastronomy.uni.me [email protected] Desain
D. 30 newton E. 70 newton. D. momentum E. percepatan
1. Sebuah benda dengan massa 5 kg yang diikat dengan tali, berputar dalam suatu bidang vertikal. Lintasan dalam bidang itu adalah suatu lingkaran dengan jari-jari 1,5 m Jika kecepatan sudut tetap 2 rad/s,
BAB GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK
BAB GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK I. SOAL PILIHAN GANDA Diketahui c = 0 8 m/s; µ 0 = 0-7 Wb A - m - ; ε 0 = 8,85 0 - C N - m -. 0. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut : () Di udara kecepatannya cenderung
Tata Surya. karena planet bergerak mengedari matahari. Planet tidak dapat. planet hampir berbentuk lingkaran. Pada awal abad ke-17 Johanes Kepler
Tata Surya I. Pengertian Tata Surya Tata surya adalah suatu kelompok benda antariksa yang berpusat pada matahari dan bergerak mengedari matahari. Tata surya dapat diartikan sebagai keluarga matahari. Anggota
FISIKA MODERN. Staf Pengajar Fisika Departemen Fisika,, FMIPA, IPB
FISIKA MODERN Staf Pengajar Fisika Departemen Fisika,, FMIPA, IPB 1 MANFAAT KULIAH Memberikan pemahaman tentang fenomena alam yang tidak dapat dijelaskan melalui fisika klasik Fenomena alam yang berkaitan
GAYA GESEK. Gaya Gesek Gaya Gesek Statis Gaya Gesek Kinetik
GAYA GESEK (Rumus) Gaya Gesek Gaya Gesek Statis Gaya Gesek Kinetik f = gaya gesek f s = gaya gesek statis f k = gaya gesek kinetik μ = koefisien gesekan μ s = koefisien gesekan statis μ k = koefisien gesekan
FOTOMETRI OBJEK LANGIT
FOTOMETRI OBJEK LANGIT Kecerahan Cahaya Bintang: * Semu (apparent) * Mutlak (absolute) * Bolometrik Warna Bintang Kompetensi Dasar: Memahami konsep dasar astrofisika Judhistira Aria Utama, M.Si. Lab. Bumi
ρ menyatakan kerapatan proton di dekat Bumi, sedangkan A menyatakan luas penampang yang ditembus proton di dekat Bumi, A = 4πd 2 maka,
OLIMPIADE ASTRONOMI Tingkat Propinsi - 2017 Copyright (c) 2017 Ridlo W. Wibowo ([email protected]) Sulistiyowati ([email protected]) Solusi ini dibuat tanpa jaminan kesesuaian dengan solusi
Fisika Modern (Teori Atom)
Fisika Modern (Teori Atom) 13:05:05 Sifat-Sifat Atom Atom stabil adalah atom yang memiliki muatan listrik netral. Atom memiliki sifat kimia yang memungkinkan terjadinya ikatan antar atom. Atom memancarkan
Riwayat Bintang. Alexandre Costa, Beatriz García, Ricardo Moreno, Rosa M Ros
Riwayat Bintang Alexandre Costa, Beatriz García, Ricardo Moreno, Rosa M Ros International Astronomical Union - Comm. 46 Escola Secundária de Loulé, Portugal Universidad Tecnológica Nacional, Argentina
Antiremed Kelas 9 Fisika
Antiremed Kelas 9 Fisika Tata Surya - Latihan Ulangan Doc Name : AR09FIS0599 Version : 2012-10 halaman 1 01. Berikut ini adalah planet-planet pada tata surya kita. Urutan yang benar dari yang terdekat
NAMA :... NIM :... KELAS :......
NAMA :... NIM :... KELAS :...... T A T A S U R Y A Tata surya terdiri dari matahari sebagai pusat tata surya, planet-planet (termasuk bumi) dan benda langit lain semuanya secara langsung dan tidak langsung
PREDIKSI UN FISIKA V (m.s -1 ) 20
PREDIKSI UN FISIKA 2013 1. Perhatikan gambar berikut Hasil pengukuran yang bernar adalah. a. 1,23 cm b. 1,23 mm c. 1,52mm d. 1,73 cm e. 1,73 mm* 2. Panjang dan lebar lempeng logam diukur dengan jangka
Pengertian Planet, Macam-Macam Planet Serta Ciri-Cirinya
Pengertian Planet, Macam-Macam Planet Serta Ciri-Cirinya Secara Umum, Pengertian Planet adalah benda langit yang mengorbit atau mengelilingi suatu bintang dengan lintasan dan kecepatan tertentu. Contohnya
KELOMPOK I. Raditya Budi Satria ( ) Imelsa Heni Priyayik ( ) Sergius Prastowo ( ) Rina Metasari ( )
KELOMPOK I Raditya Budi Satria (101134007) Imelsa Heni Priyayik (101134098) Sergius Prastowo (101134116) Rina Metasari (101134131) BERTAMASYA MENJELAJAHI TATA SURYA KI-KD EVALUASI INDIKATOR BERTAMASYA
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SOAL OLIMPIADE SAINS NASIONAL ASTRONOMI Ronde : Analisis Data Waktu : 180 menit KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS
2 A (C) - (D) - (E) -
01. Gaya F sebesar 12 N bekerja pada sebuah benda yang masanya m 1 menyebabkan percepatan sebesar 8 ms -2. Jika F bekerja pada benda yang bermassa m 2 maka percepatannya adalah 2m/s -2. Jika F bekerja
D. 30 newton E. 70 newton. D. momentum E. percepatan
1. Sebuah benda dengan massa 5 kg yang diikat dengan tali, berputar dalam suatu bidang vertikal. Lintasan dalam bidang itu adalah suatu lingkaran dengan jari-jari 1,5 m Jika kecepatan sudut tetap 2 rad/s,
PEMBAHASAN SOAL OLIMPIADE ASTRONOMI SELEKSI KOTA TAHUN
PEMBAHASAN SOAL OLIMPIADE ASTRONOMI SELEKSI KOTA TAHUN 2010 Typed and Solved by Mariano N. Mohon saya dikontak jika ada yang perlu direvisi [email protected] http://soal-olim-astro.blogspot.com
Sistem Magnitudo Terang suatu bintang dalam astronomi dinyatakan dalam satuan magnitudo Hipparchus (abad ke-2 SM) membagi terang bintang
Fotometri Bintang Sistem Magnitudo Terang suatu bintang dalam astronomi dinyatakan dalam satuan magnitudo Hipparchus (abad ke-2 SM) membagi terang bintang dalam 6 kelompok, Bintang paling terang tergolong
PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA MUSYAWARAH KERJA KEPALA SEKOLAH (MKKS) SMA TRY OUT UJIAN NASIONAL 2010
PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA MUSYAWARAH KERJA KEPALA SEKOLAH (MKKS) SMA TRY OUT UJIAN NASIONAL 200 Mata Pelajaran : Fisika Kelas : XII IPA Alokasi Waktu : 20 menit
D. I, U, X E. X, I, U. D. 5,59 x J E. 6,21 x J
1. Bila sinar ultra ungu, sinar inframerah, dan sinar X berturut-turut ditandai dengan U, I, dan X, maka urutan yang menunjukkan paket (kuantum) energi makin besar ialah : A. U, I, X B. U, X, I C. I, X,
BUMI DAN ALAM SEMESTA
BUMI DAN ALAM SEMESTA ALAM SEMESTA Universe (alam semesta berasal dari bahasa Perancis kuno (Univers/Universum), dari kata : #Uni yang berarti satu #Vorsum yang berarti sesuatu yang berputar, menggulung,
ARSIP SOAL UJIAN NASIONAL FISIKA (BESERA PEMBAHASANNYA) TAHUN 1996
ARSIP SOAL UJIAN NASIONAL FISIKA (BESERA PEMBAHASANNYA) TAHUN 1996 BAGIAN KEARSIPAN SMA DWIJA PRAJA PEKALONGAN JALAN SRIWIJAYA NO. 7 TELP (0285) 426185) 1. Kelompok besaran berikut yang merupakan besaran
PERTEMUAN KEEMPAT FISIKA MODERN TEORI KUANTUM TENTANG RADIASI ELEKTROMAGNET TEKNIK PERTAMBANGAN UNIVERSITAS MULAWARMAN
PERTEMUAN KEEMPAT FISIKA MODERN TEORI KUANTUM TENTANG RADIASI ELEKTROMAGNET TEKNIK PERTAMBANGAN UNIVERSITAS MULAWARMAN TEORI FOTON Gelombang Elektromagnetik termasuk cahaya memiliki dwi-sifat (Dualisme)
BAB FISIKA ATOM. a) Tetes minyak diam di antara pasangan keping sejajar karena berat minyak mg seimbang dengan gaya listrik qe.
BAB FISIKA ATOM Contoh 9. Hitungan mengenai percobaan Milikan. Sebuah tetes minyak yang beratnya,9-4 N diam di antara pasangan keping sejajar yang kuat medan listriknya 4, 4 N/C. a) Berapa besar muatan
SOAL SELEKSI OLIMPIADE SAINS TINGKAT KABUPATEN/KOTA 2017 CALON TIM OLIMPIADE ASTRONOMI INDONESIA 2018
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG SOAL SELEKSI OLIMPIADE SAINS TINGKAT KABUPATEN/KOTA 2017 CALON TIM OLIMPIADE ASTRONOMI INDONESIA 2018 Bidang Astronomi Waktu : 150 menit KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
TATA KOORDINAT BENDA LANGIT. Kelompok 6 : 1. Siti Nur Khotimah ( ) 2. Winda Yulia Sari ( ) 3. Yoga Pratama ( )
TATA KOORDINAT BENDA LANGIT Kelompok 6 : 1. Siti Nur Khotimah (4201412051) 2. Winda Yulia Sari (4201412094) 3. Yoga Pratama (42014120) 1 bintang-bintang nampak beredar dilangit karena bumi berotasi. Jika
KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL
KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA Olimpiade Sains Tingkat Prvinsi 2010 Bidang : ASTRONOMI Waktu : 150 menit Jika diperlukan,
Klik. Korona pada Matahari
Klik Korona pada Matahari Klik Kromosfer pada Matahari Klik TATA SURYA Susunan Matahari dan anggota tata surya yang mengitarinya. Anggota Tata Surya 1. Planet 2. Asteroid 3. Satelit 4. Meteoroid 5. Komet
Kunci dan pembahasan soal ini bisa dilihat di dengan memasukkan kode 5976 ke menu search. Copyright 2017 Zenius Education
01. Batas ambang frekuensi dari seng untuk efek fotolistrik adalah di daerah sinar ultraviolet. Manakah peristiwa yang akan terjadi jika sinar-x ditembakkan ke permukaan logam seng? (A) tidak ada elektron
Bab III INTERAKSI GALAKSI
Bab III INTERAKSI GALAKSI III.1 Proses Dinamik Selama Interaksi Interaksi merupakan sebuah proses saling mempengaruhi yang terjadi antara dua atau lebih obyek. Obyek-obyek yang saling berinteraksi dapat
PERINGATAN. Singapura, 5 April David Orlando Kurniawan SOLUSI SOAL SELEKSI OLIMPIADE SAINS KABUPATEN/KOTA BIDANG ASTRONOMI 2014
PERINGATAN Solusi ini bukanlah solusi resmi dari pihak panitia, solusi ini hanyalah solusi versi saya pribadi. Jawaban sudah saya cocokkan dengan kunci yang saya dapat, namun solusi saya bisa jadi kurang
Copyright all right reserved
Latihan Soal UN SMA / MA 2011 Program IPA Mata Ujian : Fisika Jumlah Soal : 20 1. Gas helium (A r = gram/mol) sebanyak 20 gram dan bersuhu 27 C berada dalam wadah yang volumenya 1,25 liter. Jika tetapan
PR ONLINE MATA UJIAN: FISIKA (KODE A07)
PR ONLINE MATA UJIAN: FISIKA (KODE A07) 1. Gambar di samping ini menunjukkan hasil pengukuran tebal kertas karton dengan menggunakan mikrometer sekrup. Hasil pengukurannya adalah (A) 4,30 mm. (D) 4,18
OLIMPIADE ASTRONOMI Tingkat Kabupaten/Kota
OLIMPIADE ASTRONOMI Tingkat Kabupaten/Kota - 2016 Copyright (c) 2016 Ridlo W. Wibowo ([email protected]) Sulistiyowati ([email protected]) Solusi ini dibuat tanpa jaminan kesesuaian dengan
Intensitas spesifik Fluks energi Luminositas Bintang sebagai benda hitam (black body) Kompetensi Dasar: Memahami konsep pancaran benda hitam
RADIASI BENDA HITAM Intensitas spesifik Fluks energi Luminositas Bintang sebagai benda hitam (black body) Kompetensi Dasar: Memahami konsep pancaran benda hitam Teori Benda Hitam Jika suatu benda disinari
Draft Marking Scheme. (Berdasarkan Solusi OSP Astronomi 2013)
Draft arking Scheme (Berdasarkan Solusi OSP Astronomi 013) A. C No A B C D E 1 X X 3 X 4 X 5 X 6 X 7 X 8 X 9 X 10 X 11 X 1 X 13 X 14 X 15 X 16 X 17 X 18 19 X 0 X 1 X X 3 X 4 X 5 X Berdasarkan dokumen Petunjuk
Antiremed Kelas 12 Fisika
Antiremed Kelas 12 Fisika Persiapan UAS 1 Doc. Name: AR12FIS01UAS Version: 2016-09 halaman 1 01. Sebuah bola lampu yang berdaya 120 watt meradiasikan gelombang elektromagnetik ke segala arah dengan sama
