HASIL DAN PEMBAHASAN
|
|
|
- Widya Kusuma
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 HASIL DAN PEMBAHASAN Tingkat terjangkitnya penyakit adalah salah satu faktor penentu keberhasilan sebuah peternakan, terutama peternakan unggas broiler dan layer. Untuk mengetahui penyakit yang menjangkiti unggas, perlu dilihat ciri-ciri yang terlihat pada tubuh unggas, dan bila unggas telah mati, organ dalam unggas harus dilihat untuk melihat tanda-tanda yang menunjukkan pada penyakit tertentu. Hal ini dibutuhkan untuk mencegah penyebaran penyakit, dengan mengetahui penyakit itu sendiri dan kemudian melakukan langkah pencegahan yang tepat. Pada penelitian ini sistem yang dibuat merupakan sistem dinamis berupa website agar lebih mudah dijangkau oleh semua kalangan, terutama oleh para peternak unggas agar lebih cepat mengetahui penyakit apa yang terjadi pada unggas yang terjangkit, untuk melakukan pengobatan dan pencegahan yang cocok dan tepat guna terhadap unggas dan agar kedepannya tidak terjadi hal serupa. Pada halaman pertama diperkenalkan nama website yaitu Sistem Pencegahan Penyakit Unggas Secara Dini, yang terlihat pada Gambar 8. Untuk mempermudah user mengenali sistem, modul menu ditempatkan di bagian kiri atas, terdiri dari Beranda, Diagnosa, Konsultasi, Berita, Alamat Penting, dan F.A.Q. setiap halaman jika di-klik akan pindah ke halaman tersendri sesuai fungsinya masing-masing. Halaman ini juga memuat gambar konsultasi yang juga sekaligus merupakan link untuk mengisi konsultasi tentang unggas. Ucapan Selamat Datang di website Unggas-Sehat.com terdapat pada halaman utama untuk menyambut user, disertai dengan display gambar unggas untuk memperkuat estétika desain interface. Pemilihan warna abu-abu bertujuan untuk memperkuat kesan minimalis dan bersih. Pada halaman ini juga diperlihatkan overview potongan berita yang berhubungan dengan dunia nutrisi dan kesehatan secara umum. Halaman ini akan muncul jika logo unggas, judul website atau beranda di-klik. 21
2 Gambar 8. Halaman Beranda Halaman kedua yaitu diagnosa akan muncul setelah di-klik menú Diagnosa, yang terlihat pada Gambar 9. Pada halaman ini pertanyaan langsung diperlihatkan, dan user dapat mengakses jawabannya setelah meng-klik kalimat pertanyaannya. Setelah user selesai memilih gejala dan pertanyaannya, user akan menekan tombol Lihat Hasil untuk mendapatkan hasil dari tes penyakitnya. Gambar 9 adalah contoh modul pertanyaan dalam diagnosa ketika meng-klik pertanyaan pertama yaitu apakah terlihat hal berikut ini pada kepala unggas. Pilihan yang terdapat di pertanyaan ini yaitu Muka cerah, mata bening, jengger merah, lubang hidung dan mulut bersih tidak berlendir atau tidak ada exudate, serta ayam tidak mengantuk dan muka buram, mata sayu, kadang kadang berair dan mengantuk, jengger pucat dan mengecil, serta lubang hidung dan mulut berlendir atau ada exudate.. 22
3 Gambar 9. Halaman Diagnosa Jika user memilih pilihan pertama maka tidak akan muncul hal apapun. Jika user memilih pilihan kedua maka akan muncul pilihan yang lebih spesifik yang terlihat pada kepala unggas. Hal yang sama juga terlihat pada module lainnya yang terdapat pada pertanyaan berikutnya. Pada pengujian data hasil wawancara, penguji memilih pilihan yang paling mendekati gejala yang diberikan oleh peternak. Sistem Beta memiliki tiga modul berurutan yang dua diantaranya merupakan modul pertanyaan yang harus dijawab oleh user. Interface sistem beta terlihat pada gambar 10. Pertanyaan modul pertama jika diuraikan terlihat pada Gambar 11. Modul pertama memiliki 3 level pertanyaan yang akan terlihat apabila user memilih gejala tertentu yang umum. Level 1 merupakan gejala umum yang akan terlihat pertama kali ketika user meng-expand pertanyaan. Jika Level 1 dipilih maka akan terlihat level 2 yang merupakan gejala khusus yang masih terkait dengan gejala umum dari level 1. 23
4 Gambar 10. Interface Sistem Beta Level 3 merupakan gejala paling khusus yang hanya akan mucul ketika level 2 dipilih. Pada contoh gambar, level 1 diantaranya yaitu batuk, sinus/ada ingusnya, hidung dan mulut ada lendir, dan sebagainya. Level 2 yaitu bersin, mata berair hanya bisa terlihat ketika level 1 yaitu batuk dipilih, dan level 3 yaitu nafas terengahengah dan ngorok hanya bisa terlihat ketika ayam sulit bernapas dipilih oleh user. Hal ini dilakukan agar tidak semua gejala muncul pada permulaan, sehingga memperbaiki interface sistem, juga mempermudah user untuk memilih tiap kategorinya. Setelah user memilih gejala dari modul satu, user kemudian akan diarahkan ke Modul 2 dimana pertanyaan khusus yang mewakili gejala bagian dalam tubuh unggas diperlihatkan. Pertanyaan ini sangat spesifik dan hanya mewakili dua penyakit yang paling mungkin terjadi pada unggas berdasarkan hasil kalkulasi gejala yang dipilih pada modul satu. Setelah memilih proses dan gejala yang dirasa paling mendekati gejala yang nampak pada organ dalam unggas, user dapat memilih process untuk mendapatkan hasil test, atau memilih back jika user tidak yakin dengan pilihannya, dan kembali ke beranda. Modul 2 terlihat pada Gambar
5 Gambar 11. Modul Sistem mode expand Gambar 12. Modul 2 Sistem Hasil test sistem yaitu hasil dari gejala yang dipilih terlihat pada Gambar 13. User diberikan hasil test berupa nama penyakit yang paling mungkin menjangkiti unggas, gejala yang dipilih, dan gejala lain yang tidak dipilih oleh user. Hasil ini terdapat pada modul tiga sistem beta. 25
6 Gambar 13. Modul 3 Sistem Halaman ketiga memuat modul Konsultasi seperti terlihat pada Gambar 14. Setiap orang bebas konsultasi disini tanpa harus menjadi member dari website ini. Disini diperlihatkan contoh input Penanya, Pertanyaan, Jawaban, dan Penjawab. Pada halaman ini terdapat link isi konsultasi yang jika di-klik akan mengarahkan ke halaman formulir yang harus diisi, setelah itu jika user menekan tombol tanya, maka akan muncul konfirmasi konsultasi sudah disimpan. Untuk menjawabnya, tersedia link di bawah pertanyaan yang belum terjawab yang bisa di klik dan akan mengarahkan ke formulir jawaban yang bisa diisi oleh setiap user tanpa harus menjadi member terlebih dahulu. 26
7 Gambar 14. Halaman Konsultasi Halaman keempat berisi berita yang berhubungan dengan dunia unggas, seperti terlihat pada Gambar 15. Berita dan informasi ini sangat penting untuk menjelaskan penyakit pada unggas secara umum. Halaman kelima berisi alamat penting yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang penyakit unggas, terutama apabila user membutuhkan tes lebih lanjut dari penyakit yang menjangkiti ternak unggas. Halaman keenam berisi frequently asked question yaitu pertanyaan yang paling sering ditanyakan. Halaman ini juga berfungsi sebagai halaman panduan yang menjelaskan cara untuk menggunakan website ini. 27
8 Gambar 15. Halaman Berita Test sistem dilakukan dengan cara mewawancara narasumber yaitu user target dari program ini, diantaranya para peternak dan teknisi yang bergelut di bidang peternakan unggas. Wawancara narasumber dilakukan dengan mendatangi sumber langsung ke peternakan unggas yang tersebar di Kecamatan Cibungbulang, Pamijahan dan Leuwipanjang. jumlah responden yaitu sebanyak 24 orang, dan ditanyai langsung tentang jenis penyakit unggas tertentu dan responden diminta untuk menjelaskan ciri-ciri penyakit unggas tersebut berdasarkan pengalaman yang terjadi di lapangan, yaitu dengan cara yang umum dilakukan, yaitu dengan melihat tanda-tanda fisik unggas secara umum dan bila unggas telah mati, dengan membuka bagian dalam tubuhnya. Hasil wawancara diujikan ke sistem untuk menguji keakurasian sistem. Setelah didapatkan hasil tingkat akurasi sistem, dilakukan perbaikan sistem. Pada tahap ini, 28
9 dilakukan perombakan pada database, interface dan pertanyaan unggas agar lebih uservaluable dan mudah dimengerti system interface-nya. Uji Coba Sistem Setelah test system alpha, system diperbaiki di bagian database dan user interfacenya. Untuk bagian database, penyakit yang terdapat dalam system dikurangi hingga tinggal tersisa 23 penyakit yang terdiri dari 152 gejala. Pada tahap pengujian kedua ini untuk menghindari input yang salah, gejala hasil wawancara hanya dicocokkan dengan gejala penyakit yang sama yang terdapat pada database sistem. Hasil test terdapat 2 jenis, yaitu Tidak Dapat Dilanjutkan atau Cocok. Hasil tes sistem ini pada peternak terlihat pada Gambar 16 dan Tabel CRD/Mycoplasma Gallisepticum Infection 7. Newcastle Disease 2. Marek s Disease 8. Avian Colibacillosis 3. Cholera 9. Berak Kapur (Pullorum Disease atau Fowl 4. Infectious Coryza/Snot Typhoid) 5. Ascites 10. Pendulous Crop 6. Gumboro 11. Avian Influenza Gambar 16. Test Akurasi Sistem Beta Dalam penelitian ini, didapatkan 12 jenis penyakit yang sesuai dengan database, 9 jenis penyakit yang tidak terdapat dalam database dan tidak jelas jika harus dikategorikan ke dalam penyakit tertentu, dan 1 jenis penyakit yang baru ditemukan pada awal abad 21 seperti yang terlihat pada Tabel 1. 29
10 Tabel 1. Perbandingan Hasil Wawancara dengan Test No Nama Penyakit Jumlah ditemukan Jumlah yang dalam wawancara dihasilkan dalam test 1 Pendulous Crop Avian Influenza Berak Kapur Avian Colibacillosis Newcastle Disease Gumboro Candidiasis Ascites Snot Cholera Marek's Disease Chronical Respiratory Disease(CRD) 11 5 Penyakit yang tidak terdapat dalam database 1 Ngorok 13 2 Coccidiosis 4 3 Mencret 3 4 Sudden Death Syndrome (SDS) 1 5 Mencret Hijau 1 6 Dingin 1 7 Bengek 1 8 Ngorok Kering 1 9 Meriang 1 10 Masuk angin 1 Penyakit ini didapatkan dari banyaknya kemunculan dalam wawancara, berdasarkan pengalaman peternak, tapi tidak akurat mengingat peneliti tidak menanyakan jumlah penyakit tertentu yang terjadi dalam kurun waktu tertentu. Untuk penyakit yang tidak terdapat dalam database, penyakit ini tidak diikutsertakan dalam test. Penyakit lain yang tidak muncul dalam wawancara terlihat pada Tabel 2. 30
11 Tabel 2. Penyakit yang Tidak Muncul Pada Wawancara Abscesses Avian Viral Tumor Cestodosis Acute Septicemia Bedbugs Collyriclum Faba Aflatoxicosis Internal Laying Eggs Cropworms Airsacculitis Bloody Gut Cryptosporodiosis Alpha Virus Breast Blister Dactylariosis Arizona Infection Bumblefoot Defisiensi Vitamin E Atrhtitis / Synovitis Cacing Menyerang Usus Buntu Syndrom Encephalomalacia Askariosis Cacing Yang Menyerang Daerah Proventikulus Exudate Diathesis Aspergillosis Capillariosus Muscular Dystrophy Avian Tuberculossis Cellulitis Discopondylitis Perosis Pneumovirus Infection Reticuloendotheliosis Roundworms Ruptured Gastrocnemius Tendon Tibial Dischondroplasia Trichothecene Mycotoxicosis Rtungau Pratyphoid Infection Perosis Pneumovirus Infection Mycoplasma Synoviae Infection Inclusion Body Hepatitis Gizzardwormd Round Heart Disease Infectious Laryngotracheitis Hemorrhagic Syndrome Staphylococcis Kanibalisme Rickets Xanthomatosis Kutu Salpingitis Zearalenone Mycotoxicosis Blackflies Viral Arthritis Fowl Pox Leucocytozoonosis Pododermatitis Gapeworms Limberneck Eggs Drop Syndrome 1976 Eyeworms Lymphoid Endocarditis Favus Leukosis Enteritis Ergotism Hasil dari test beta ini terlihat pada Gambar 16. Jika dibandingkan dengan test alpha secara keseluruhan mengalami penurunan dan kenaikan. Pada penyakit Pendulous Crop dan Snot, pada test alpha masing-masing terdapat 5 kemunculan dan 21 kemunculan pada wawancara, pada test beta masing-masing tidak terdapat hasil dan hanya terdapat 1 hasil yang benar. Peningkatan Akurasi terlihat pada penyakit Marek s Disease, Ascites, Colibacillosis, masing masing terdapat 1, 1, dan 16 kemunculan, pada 31
12 test alpha tidak mendapatkan result sedangkan pada test beta mendapatkan result masing masing 1, 1, dan 8 kasus yang cocok. Pada kasus CRD/Mycoplasma Gallisepticum Infection, terdapat 21 gejala yang tidak cocok dengan database dari 44 gejala yang dideskripsikan oleh user. Gejala yang paling banyak muncul yaitu berat badan turun (P005) dan kantung udara tampak mengeruh seperti awan dan berisi lendir (G018). Untuk penyakit yang tidak kunjung mengalami perbaikan akurasi, misalnya Gumboro, hal ini dikarenakan menurut peternak, Gumboro terjadi ketika kondisi tubuh ternak ayam sudah turun dan ayam sudah dijangkiti oleh penyakit lain selain Gumboro, bisa dikatakan Gumboro adalah kumpulan dari berbagai penyakit yang terjadi pada ayam dan Gumboro merupakan tahap paling parah yang terlihat pada ayam. Selain it terdapat gejala yang tidak disebutkan yaitu pembengkakan bursa of fabricious dan masa inkubasi selama 3 hari. Hal ini sangat penting mengingat gumboro biasanya hanya menyerang unggas dalam masa pertumbuhan yang masih memiliki bursa of fabricious. Untuk Avian Influenza, penyebab ketidak-akuratannya pada test beta adalah karena terlalu sedikit input gejala yang bisa dimasukkan sehingga tidak dapat melewati tahap gejala khusus. Untuk Pendulous Crop, penyebab ketidak-akuratannya yaitu dikarenakan penyakit ini kekurangan input bagian dalam tubuh yang cocok dengan gejala yang terdapat dalam database, sehingga database harus diperbaiki untuk mendapatkan result yang benar. Untuk Berak Kapur (Fowl Typhoid dan Pullorum Disease) hal yang menyebabkan ketidak-akurat-annya sistem ini yaitu dikarenakan gejala utama penyakit ini juga muncul dalam gejala penyakit lain, sedangkan untuk gejala bagian dalam tubuh unggasnya biasanya sudah komplikasi dengan gejala penyakit lain, sehingga keakuratannya sangat rendah. Untuk penyakit Avian Colibacillosis, penyebab ketidak-akuratannya yaitu adalah karena input databasenya kurang dan tidak tepat sehingga tidak bisa didapatkan gejala bagian dalam tubuh yang tepat untuk penyakit ini. Untuk penyakit Newcastle Disease, penyebab ketidak-akuratannya yaitu karena kekurangan input gejala yang tepat sehingga proses berhenti pada gejala khusus (gejala khusus tidak dapat dipilih karena tidak ada data yang cocok yang disebutkan dalam wawancara). 32
13 Untuk penyakit Snot, penyebab ketidak-akuratannya yang drastis adalah karena snot merupakan penyakit dasar yang hanya menunjukkan gejala luar dan tidak terlalu banyak menunjukkan gejala penyakit dari dalam tubuh unggas dan masih bisa diobati dalam keadaan hidup (tidak perlu dibuka) sehingga kekurangan input gejala bagian dalam tubuh unggas. Untuk penyakit Cholera, penyebab ketidak-akuratannya yaitu karena gejala diare hijau dan putih juga merupakan gejala dari penyakit lain. Pada penyakit CRD, penyebab ketidak-akuratannya yaitu karena kekurangan input gejala untuk dimasukkan ke dalam sistem. Setelah dilakukan test, database diperbaiki untuk meningkatkan efektivias dan mengurangi redudansi. Perbaikan ini mengubah struktur gejala umum pada module 1 dan gejala khusus pada module 2. Pada module 1, gejala digolongkan menjadi 5 bagian besar yaiu Pernapasan, Pencernaan, Umum, Luar, dan Dalam. Deskripsi gejala dipersimpel agar mudah dimengerti. Gejala yang hanya terlihat secara pos-mortem digabungkan dalam gejala umum seperti terlihat pada Gambar 17. Gambar 17. Perubahan Module 1 33
14 Pada module 2, gejala khusus yang diberikan tidak hanya gejala yang tampak jika ayam sudah mati, namun juga gejala khusus yang terlihat ketika unggas masih hidup. Hal ini terlihat pada Gambar 18. Gambar 18. Perubahan Module 2 Pada module 3 tidak ada perubahan sama sekali karena yang diperbaiki hanya gejala yang muncul pada database. 34
SISTEM DETEKSI DINI DAN PENCEGAHAN PENYAKIT PADA TERNAK UNGGAS SECARA ONLINE. SKRIPSI INEU MAULINA KARYANA HAMIJAYA
SISTEM DETEKSI DINI DAN PENCEGAHAN PENYAKIT PADA TERNAK UNGGAS SECARA ONLINE. SKRIPSI INEU MAULINA KARYANA HAMIJAYA DEPARTEMEN ILMU NUTRISI DAN TEKNOLOGI PAKAN FAKULTAS PETERNAKAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. ayam ayam lokal (Marconah, 2012). Ayam ras petelur sangat diminati karena
3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Ayam Petelur Ayam petelur dikenal oleh sebagian masyarakat dengan nama ayam negeri yang mempunyai kemampuan bertelur jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan ayam ayam
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Ayam pedaging Ayam broiler adalah galur ayam hasil rekayasa teknologi yang memiliki karakteristik ekonomis dengan ciri khas pertumbuhan cepat sebagai penghasil daging, masa
TINJAUAN PUSTAKA Penyakit Unggas Cekaman (Stress)
TINJAUAN PUSTAKA Penyakit Unggas Pencegahan penyakit pada ternak ayam lebih utama dibandingkan pengobatan, sebab biaya untuk pencegahan relatif murah dibandingkan dengan pengobatan. Penyakit yang sering
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian berisi rencana kerja yang berurutan agar hasil yang didapatkan sesuai dengan yang diharapkan. Berikut ini Tahapan yang digunakan dalam penelitian tugas
Sistem Diagnosa Pendeteksi Penyakit Pada Ayam Oleh Baskara Ekaputra ABSTRAK
Sistem Diagnosa Pendeteksi Penyakit Pada Ayam Oleh Baskara Ekaputra ABSTRAK Dalam kehidupan sehari-hari ayam merupakan hewan ternak yang banyak di ambil manfaatnya oleh masyarakat. Maka dari itu ayam banyak
BAB I PENDAHULUAN. energi, vitamin dan mineral untuk melengkapi hasil-hasil pertanian. Salah
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Fungsi terbesar produk peternakan adalah menyediakan protein, energi, vitamin dan mineral untuk melengkapi hasil-hasil pertanian. Salah satu nutrisi penting asal produk
MATERI DAN METODE. Investigasi Sistem. Analisis Sistem. Desain Sistem. Pemeliharaan Sistem. Implementasi Sistem
MATERI DAN METODE Lokasi dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor mulai Maret 2011 sampai Mei 2012. Materi Alat
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Tampilan Hasil Berikut ini akan dijelaskan tentang tampilan hasil program dan pembahasan dari Sistem Pakar Mendeteksi Penyakit Burung Puyuh Dan cara pengobatannya. Tampilan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. badan yang bertujuan untuk memproduksi daging. Ayam pedaging dikenal dengan
3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Ayam Pedaging Ayam pedaging merupakan jenis ayam unggul dalam pertambahan bobot badan yang bertujuan untuk memproduksi daging. Ayam pedaging dikenal dengan sebutan ayam potong
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Ayam petelur merupakan ayam yang dipelihara dengan tujuan untuk
3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Ayam Petelur Ayam petelur merupakan ayam yang dipelihara dengan tujuan untuk menghasilkan telur (Setyono dkk., 2013). Ayam ras petelur merupakan ayam penghasil telur dengan
PERANCANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT AYAM DENGAN METODE FORWARD CHAINING
PERANCANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT AYAM DENGAN METODE FORWARD CHAINING Mohamad Hadi (1), M.Misdram (2), Ratih Fitri Aini (3) Program Studi Teknik Informatika, FakultasTeknologi Informasi, Universitas
Lampiran 1. DFD Level 1 (Data Flow Diagram). Lampiran 2. Halaman utama sistem.
LAMPIRAN 5 Lampiran. DFD Level (Data Flow Diagram). Lampiran 2. sistem. 6 Lampiran 3. Halaman pengisian form input untuk data pengguna. Lampiran 4. Halaman pengisian data klinis. Lampiran 5. untuk. 7 Lampiran
VOLT. Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro. Journal homepage: jurnal.untirta.ac.id/index.php/volt Vol 2, No. 1, April 2017, 45-54
P-ISSN: 2528-5688 E-ISSN: 2528-5696 VOLT Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro Journal homepage: jurnal.untirta.ac.id/index.php/volt Vol 2, No. 1, April 2017, 45-54 KLASIFIKASI PENYAKIT AYAM MENGGUNAKAN
PERANCANGAN SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSIS PENYAKIT PADA HEWAN TERNAK UNGGAS SKRIPSI HERINA SARI SINAGA
PERANCANGAN SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSIS PENYAKIT PADA HEWAN TERNAK UNGGAS SKRIPSI HERINA SARI SINAGA 051401031 PROGRAM STUDI S1 ILMU KOMPUTER DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... BAB I MENGENAL SISTEM PAKAR... 1
DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... i ii BAB I MENGENAL SISTEM PAKAR... 1 1.1. Defenisi Sistem Pakar... 6 1.2. Struktur Sistem Pakar... 7 1.3. Pengembangan Sistem Pakar... 10 1.4. Metode
By: Sulindawaty, M.Kom
By: Sulindawaty, M.Kom 1 Kata Pengantar Sistem Pakar adalah mata kuliah yang mendukung untuk membuat aplikasi yang dapat memecahkan masalah dengan pengetahuan seorang pakar yang di dimasukkan dalam komputer.
BAB I PENDAHULUAN. kandungan berbagai asam amino, DHA dan unsur-unsur lainnya yang dibutuhkan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Fungsi terbesar produk peternakan adalah menyediakan protein, energi, vitamin dan mineral untuk melengkapi hasil-hasil pertanian. Salah satu nutrisi penting asal produk
PROGRAM PEMELIHARAAN KESEHATAN AYAM JANTAN
Medivac vaksin bermutu PROGRAM PEMELIHARAAN KESEHATAN AYAM JANTAN TANGGAL UMUR OBAT ATAU VAKSIN YANG DOSIS CARA TUJUAN (HARI) DIBERIKAN PEMBERIAN 1 3 / 5 gram/ liter air Meningkatkan kondisi tubuh, mengatasi
ILMU KESEHATAN TERNAK
ILMU KESEHATAN TERNAK ILMU PENYAKIT UNGGAS DRH. FARIDA NUR YULIATI, M.Si. ILMU PENYAKIT UNGGAS SEHAT menurut Kesmavet: 1. Bebas dari penyakit menular/tidak menular 2. Bebas penyakit zoonosis 3. Tidak mengandung
Sistem Pakar Pendeteksi Penyakit Ayam Dengan Menggunakan Metode Backward Chaining Berbasis Desktop. Artikel Ilmiah
Sistem Pakar Pendeteksi Penyakit Ayam Dengan Menggunakan Metode Backward Chaining Berbasis Desktop Artikel Ilmiah Diajukan Kepada Fakultas Teknologi Informasi Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Sistem Informasi
STMIK GI MDP. Program Studi Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Genap Tahun 2010/2011 SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT PADA AYAM
STMIK GI MDP Program Studi Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Genap Tahun 2010/2011 SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT PADA AYAM Boris 2006250048 Tomy Kawira 2006250128 Abstrak Pada zaman
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan perangkat keras dan perangkat lunak dewasa ini sangat mempengaruhi pola pemakaian komputer. Komputer yang pada awalnya hanya digunakan oleh para akademisi
FAKTOR DAN AGEN YANG MEMPENGARUHI PENYAKIT & CARA PENULARAN PENYAKIT
FAKTOR DAN AGEN YANG MEMPENGARUHI PENYAKIT & CARA PENULARAN PENYAKIT LATAR BELAKANG FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYAKIT KESEHATAN KUNCI SUKSES USAHA BUDIDAYA PETERNAKAN MOTO KLASIK : PREVENTIF > KURATIF
SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT AYAM. Oleh : MEILANY NONSI TENTUA. Dosen Tetap Program Studi Teknik Informatika, Universitas PGRI Yogyakarta ABSTRAK
SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT AYAM Oleh : MEILANY NONSI TENTUA Dosen Tetap Program Studi Teknik Informatika, Universitas PGRI Yogyakarta ABSTRAK Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali jenis hewan yang
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Masalah Analisa masalah untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap Sistem Pakar Mendeteksi Penyakit Pada Unggas Bebek Menggunakan Metode Dempster-Shafer,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Rumusan Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang IB (Infectious Bronchitis) merupakan suatu penyakit viral pada saluran pernapasan ayam yang bersifat akut dan sangat mudah. Penyakit ini tersifat oleh adanya cairan
Perancangan Aplikasi Sistem Pakar Penyakit Ayam Muhammad Hasbi 7)
ISSN : 1693 1173 Perancangan Aplikasi Sistem Pakar Penyakit Ayam Muhammad Hasbi 7) Abstrak Penentuan penyakit ayam dapat digunakan dengan sistem pakar. Perancangan aplikasi untuk menentukan penyakit ayam
SKRIPSI SISTEM PAKAR UNTUK MENDETEKSI PENYAKIT PADA AYAM PETELUR DENGAN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING
SKRIPSI SISTEM PAKAR UNTUK MENDETEKSI PENYAKIT PADA AYAM PETELUR DENGAN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING REZA WAHYU PRATAMA 12531584 PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
BAB 2 TINJAUAN TEORI
BAB 2 TINJAUAN TEORI 2.1 Sistem Pakar Sistem pakar merupakan salah satu bidang teknik kecerdasan buatan yang cukup diminati karena penerapannya di berbagai bidang, baik bidang ilmu pengetahuan maupun bisnis
PROGRAM PEMELIHARAAN KESEHATAN AYAM PETELUR
Gbr 4 / D / ARSIP / Prog.pemeliharaan / PPKAT 8 / Mei 8 / uk. F (6 hal) / sr: PMPPKAT() PROGRAM PEMELIHARAAN KESEHATAN AYAM PETELUR Medivac vaksin bermutu UMUR OBAT ATAU VAKSIN YANG CARA TANGGAL (HARI)
1. Penyakit Tetelo (ND=Newcastle Disease) Penyebab : Virus dari golongan paramyxoviru.
Ayam kampong atau kita kenal dengan nama ayam buras (bukanras) merupakan salah satu potensi unggas lokal, yang mempunyai prospek dikembangkan terutama masyarakat di perdesaan. Ayam buras, selain memiliki
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Berjalan Analisa sistem yang berjalan pada bab ini adalah sebagai bahan perbandingan dengan sistem yang akan di rancang. Penulis akan memaparkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Salah satu hewan ternak yang paling banyak diternakkan adalah unggas. Unggas memberikan banyak manfaat dan keuntungan, antara lain dapat dimanfaatkan dagingnya,
4. Halaman Kelasku. Gambar Hasil Jalannya Program Kelasku. Ketika siswa memilih pilihan pada tombol Kelasku, maka akan muncul
301 4. Halaman Kelasku Gambar 4.125 Hasil Jalannya Program Kelasku Ketika siswa memilih pilihan pada tombol Kelasku, maka akan muncul halaman seperti gambar yang ada diatas. Di halaman ini akan ditampilkan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Pakar Sistem pakar pertama kali dikembangkan oleh komunitas AI pada pertengahan tahun 1960. Sistem pakar yang muncul pertama kali adalah General Purpouse Problem Solver
MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT MODUL - 2 PENILAIAN DAN KLASIFIKASI ANAK SAKIT UMUR 2 BULAN SAMPAI 5 TAHUN
MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT MODUL - 2 PENILAIAN DAN KLASIFIKASI ANAK SAKIT UMUR 2 BULAN SAMPAI 5 TAHUN PENDAHULUAN Seorang ibu akan membawa anaknya ke fasilitas kesehatan jika ada suatu masalah atau
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP)
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) Mata Kuliah : Ilmu Kesehatan Ternak Nomor Kode/SKS : 3 SKS Deskripsi Singkat : Mata kuliah ini membahas tentang kesehatan ternak, baik pada unggas maupun ternak
PANDUAN INPUT KRS REGULER DI WEBSITE KRS
PANDUAN INPUT KRS REGULER Alamat & Halaman Login KRS DI WEBSITE KRS Akses website KRS dengan alamat sebagai berikut : http://krs.dinus.ac.id Masukkan NIM & password SiAdin Anda. WAJIB DIBACA! Beberapa
BAB III ANALISA SISTEM 3.1. ANALISA SISTEM YANG SEDANG BERJALAN Penjelasan mengenai analisa sistem kali ini akan dilengkapi dengan flowchart. Flowchart adalah penggambaran secara grafik dari langkah-langkah
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT AYAM BROILER DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW)
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT AYAM BROILER DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) Makalah Program Studi Teknik Informatika Fakultas Komunikasi dan Informatika Diajukan oleh
Desain sistem Analisis sistem Implementasi sistem Pemeliharaan Sistem HASIL DAN PEMBAHASAN Investigasi sistem
5 akuisisi pengetahuan untuk pengambilan keputusan berdasarkan gejala klinis dan gejala yang bersifat fuzzy, serta pembuatan fuzzy inference system (FIS). Dalam pembutan FIS, dinakan representasi fungsi
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP PENYAKIT AVIAN
69 GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP PENYAKIT AVIAN INFLUENZA DI KELURAHAN WANGUNSARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEMBANG KECAMATAN LEMBANG TAHUN 2007 1. Nama : 2. Alamat : Kelurahan
SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT BABI DENGAN METODE BACKWARD CHAINING
SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT BABI DENGAN METODE BACKWARD CHAINING Wisha Alvaliani Wirata (1) Rosa Delima (2) Katon Wijana (3) [email protected] [email protected] [email protected] Abstraksi
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN Kualitas Ransum Ransum penelitian disusun berdasarkan rekomendasi Leeson dan Summers (2005) dan dibagi dalam dua periode, yakni periode starter (0-18 hari) dan periode finisher (19-35
SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT AYAM PADA KELOMPOK TERNAK AYAM DESA KALISIDI SEMARANG
SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT AYAM PADA KELOMPOK TERNAK AYAM DESA KALISIDI SEMARANG John Manuahe 1, Zaenal Arifin, SE, M.Kom 2 1,2 Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Dian Nuswantoro
SISTEM PAKAR DETEKSI PENYAKIT AYAM DENGAN MEDIA INTERAKTIF
SISTEM PAKAR DETEKSI PENYAKIT AYAM DENGAN MEDIA INTERAKTIF Andry Sandjaja 1, Andi Wahju Rahardjo Emanuel 2, Maresha Caroline Wijanto 3 1,2,3 Program Studi S1 Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi,
APLIKASI SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT AYAM STUDI KASUS:PADA CV. INTAN JAYA ABADI SUKABUMI
APLIKASI SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT AYAM STUDI KASUS:PADA CV. INTAN JAYA ABADI SUKABUMI Yusti Farlina 1, Jamal Maulana Hudin 2 1 Program Studi Manajemen Informatika AMIK BSI Sukabumi Jl. Cemerlang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penyakit cacar air dan campak mungkin sudah tidak asing lagi dan merupakan penyakit yang mendunia. Penyakit cacar air merupakan penyakit menular yang dapat menyerang
BUDIDAYA BURUNG PUYUH. : Coturnix-coturnix Japonica
BUDIDAYA BURUNG PUYUH ( Coturnix-coturnix Japonica ) 1. SEJARAH SINGKAT Puuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Burung puyuh disebut
PENYAKIT VIRUS UNGGAS PENYAKIT VIRUS UNGGAS
PENYAKIT VIRUS UNGGAS PENYAKIT VIRUS UNGGAS i DR. DRH. GUSTI AYU YUNIATI KENCANA, MP Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta Lingkup Hak Cipta Pasal 2 1. Hak Cipta merupakan
BAB V. Kompetensi Inti Guru : Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran kesehatan hewan
SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN KESEHATAN HEWAN BAB V KEKEBALAN DAN VAKSIN PADA HEWAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
Peluang Bisnis Beternak Puyuh
Peluang Bisnis Beternak Puyuh Sebagian besar masyarakat Indonesia pasti sudah menikmati sedapnya telur puyuh. Jenis unggas yang dikenal sebagai Gemak merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran
Ayam Kampung. Atasi Penyakit. Ayam
Atasi Penyakit Ayam Kampung Semua usaha ternak ayam mengharapkan keuntungan sebaik mungkin. Hasil produksi maksimal dan biaya produksi serendah mungkin. Tujuan utama bisa saja berantakan lantaran serangan
PENGEMBANGAN SISTEM DIAGNOSA AWAL GANGGUAN KESEHATAN PADA AYAM POTONG MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR
ENGEMBANGAN SISTEM DIAGNOSA AWAL GANGGUAN KESEHATAN ADA AYAM OTONG MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR Muhammad Hamdan Mukafi, Dwi uspitasati,s.kom.,m.kom 2, Nurudin Santoso,ST.,MT 3,2 rogram Studi Teknik
FORMAT 2 A BAHAN KUESIONER PERSONAL UNTUK ANAK / REMAJA (USIA 18) Harus ditanyakan oleh dokter
FORMAT 2 A BAHAN KUESIONER PERSONAL UNTUK ANAK / REMAJA (USIA 18) I. Validasi Nama Pewawancara Tanggal Wawancara Tanggal Input Data Tanggal Lahir Harus ditanyakan oleh dokter / / (bulan/tanggal/tahun)
LAMPIRAN KUESIONER GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP PENCEGAHAN PENYAKIT AVIAN INFLUENZA
LAMPIRAN KUESIONER GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP PENCEGAHAN PENYAKIT AVIAN INFLUENZA (AI) DI RW02 KELURAHAN PANUNGGANGAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANUNGGANGAN KOTA TANGERANG
PT. BINER TEKNOLOGI INDONESIA 4
DAFTAR ISI DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL i ii iii BAB I PENGGUNAAN AKUN 4 A. Tampilan Login EXPERT dan KUMKM 4 B. Tampilan Pendaftaran 5 C. Tampilan Konfirmasi Email 6 D. Tampilan Utama Website
BETERNAK AYAM RAS PETELUR
Petunjuk Teknis BETERNAK AYAM RAS PETELUR Disusun Oleh : Y. Suci Pramudyati Agung Prabowo GTZ MERANG REDD PILOT PROJECT (MRPP) BEKERJASAMA DENGAN BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN (BPTP) SUMATERA SELATAN
Analisa Dan Pembuatan Aplikasi Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Pernapasan Organ Paru Khususnya TB Paru Berbasis Website Dan Android
Analisa Dan Pembuatan Aplikasi Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Pernapasan Organ Paru Khususnya TB Paru Berbasis Website Dan Android Nama: Risti Mustika Brilianti NPM: 50408732 Jurusan:Teknik Informatika
MANAJEMEN RISIKO USAHA PETERNAKAN AYAM PEDAGING (BROILER) DI KECAMATAN GANDING KABUPATEN SUMENEP
MANAJEMEN RISIKO USAHA PETERNAKAN AYAM PEDAGING (BROILER) DI KECAMATAN GANDING KABUPATEN SUMENEP RISK MANAGEMENT OF BROILER POULTRY IN DISTRICT GANDING SUMENEP REGENCY Lukman Hakim, Slamet Widodo, dan
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Tampilan Hasil Pada bab ini akan dijelaskan tampilan hasil dari aplikasi yang telah dibuat, yang digunakan untuk memperjelas tentang tampilan-tampilan yang ada pada aplikasi
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 1.1 Kerangka Berpikir Pneumonia merupakan penyakit mematikan yang kurang ditanggapi serius oleh masyarakat, padahal penyakit ini selalu berada pada daftar 10 penyakit terbesar
TUGAS AKUISISI PENGETAHUAN SISTEM PAKAR
TUGAS AKUISISI PENGETAHUAN SISTEM PAKAR A. Topik : SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT AYAM DENGAN METODE INFERENSI FUZZY MAMDANI B. Pakar : Ade dahlan Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali jenis hewan
Jurnal Sistem Informasi
JSIKA Vol 3, No 2 (2014) Jurnal Sistem Informasi Situs Jurnal : http://jurnal.stikom.edu/index.php/jsika SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT PADA AYAM PETELUR MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR Abstract:
BAB I PENDAHULUAN. influenza tipe A termasuk dalam famili Orthomyxoviridae. Virus AI tergolong
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Avian influenza (AI) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus influenza tipe A termasuk dalam famili Orthomyxoviridae. Virus AI tergolong virus RNA (Ribonucleic acid)
I. PENDAHULUAN. Indonesia merupakan salah satu negara yang jumlah penduduknya terus
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Masalah Indonesia merupakan salah satu negara yang jumlah penduduknya terus mengalami peningkatan sehingga permintaan makanan yang memiliki nilai gizi baik akan meningkat.
DAFTAR ISI. BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian...
DAFTAR ISI RIWAYAT HIDUP... Error! Bookmark not defined. ABSTRAK... Error! Bookmark not defined. ABSTRACT... Error! Bookmark not defined. UCAPAN TERIMA KASIH... Error! Bookmark not defined. DAFTAR ISI...
Aplikasi Mahasiswa dan KRS Online
2010 Aplikasi Mahasiswa dan KRS Online http://mahasiswa.unpad.ac.id USER MANUAL MAHASISWA MODUL MAHASISWA DCISTEM UNPAD 2010 Daftar Isi Daftar Isi... 2 Daftar Gambar... 3 ABSTRAK... 4 TUJUAN... 4 MEMULAI
Diagnosa Penyakit Pada Burung Kenari Dengan Theorema Bayes Berbasis Web
ISSN: 0216-3284 1325 Diagnosa Penyakit Pada Burung Kenari Dengan Theorema Bayes Berbasis Web Rahmi Norfitriani, Nidia Rosmawanti, Ratna Fitriani Program Studi Sistem Informasi, STMIK Banjarbaru, Jl. A.
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM PAKAR. yang ahli dalam bidang tertentu dan mempunyai pengetahuan atau keahlian
48 BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM PAKAR 3.1 Analisis Sistem Pakar Dalam mengembangkan sistem pakar ini diperlukan pengetahuan dan informasi yang diperoleh dari beberapa sumber, yaitu dari para pakar,
SALMONELLOSIS (PULLORUM)
SALMONELLOSIS (PULLORUM) Penyebab : bakteri Salmonella pullorum Nama lain : pullorum/berak kapur penyakit septicemia pada ayam umur 3 4 minggu Anak ayam mati : 2 5 hr post infeksi Kematian embrio ayam
SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA JENIS PENYAKIT PADA AYAM MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING
SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA JENIS PENYAKIT PADA AYAM MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING Resdi Hadi Prayoga Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Informatika Universitas Yudharta Pasuruan ABSTRACT Diagnosis
MANUAL BOOK v2 APLIKASI DATABASE STATISTIK PROVINSI JAWA BARAT
MANUAL BOOK v2 APLIKASI DATABASE STATISTIK PROVINSI JAWA BARAT 1. PETUNJUK UMUM 1.1 INFORMASI APLIKASI Gambar 1 Informasi APlikasi Kotak merah : Tab Aplikasi Kotak Putih : Kotak pesan baru yang belum dibaca
LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 40/Permentan/OT.140/7/2011 TANGGAL : 20 Juli 2011 PEDOMAN PEMBIBITAN AYAM RAS YANG BAIK BAB I PENDAHULUAN
LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 40/Permentan/OT.140/7/2011 TANGGAL : 20 Juli 2011 PEDOMAN PEMBIBITAN AYAM RAS YANG BAIK A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Bibit merupakan salah satu sarana
Panduan Peserta Mengenai panduan ini
Epidemiologi Lapangan Tingkat Dasar Panduan Peserta Mengenai panduan ini Panduan ini terdiri atas ikhtisar singkat mengenai judul-judul sesi dan konsep-konsep utama dari kursus pelatihan pada Epidemiologi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Penelitian dengan judul Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Ayam. Dalam penelitiannya, penulis menggunakan metode forward chaining untuk melakukan
BAB 1 PENDAHULUAN. kepercayaan, kita dihadapkan lagi dengan sebuah ancaman penyakit dan kesehatan,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada saat negara kita baru mulai bangkit dari krisis, baik krisis ekonomi, hukum dan kepercayaan, kita dihadapkan lagi dengan sebuah ancaman penyakit dan kesehatan,
BAB I PENDAHULUAN. menimbulkan berbagai spektrum penyakit dari tanpa gejala atau infeksi ringan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit saluran pernapasan atas atau bawah, yang disebabkan oleh agen infeksius yang dapat menimbulkan berbagai
Penyebab, gejala dan cara mencegah polio Friday, 04 March :26. Pengertian Polio
Pengertian Polio Polio atau poliomyelitis adalah penyakit virus yang sangat mudah menular dan menyerang sistem saraf. Pada kondisi penyakit yang bertambah parah, bisa menyebabkan kesulitan 1 / 5 bernapas,
20. Halaman Detail Produk Setelah Login
178 20. Halaman Detail Produk Setelah Login Gambar 4.20 Layar Customer-Detail Produk Setelah Login Halaman detail produk menampilkan informasi lengkap tentang produk beserta spesifikasinya dan harga. Terdapat
Aplikasi Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Gangguan Pernafasan pada Anak Menggunakan Metode CF (Certainty Factor)
Jurnal Komputer Terapan Vol. 2, No. 2, November 2016, 159-168 159 Jurnal Politeknik Caltex Riau http://jurnal.pcr.ac.id Aplikasi Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Gangguan Pernafasan pada Anak Menggunakan
Rahmat Tullah, Arni R Mariani, dan Eric Sendy Christian Jurnal Sisfotek Global ISSN : Vol. 6 No. 1 / Maret 2016
Rahmat Tullah, Arni R Mariani, dan Eric Sendy Christian Jurnal Sisfotek Global ISSN : 2088 1762 Vol. 6 No. 1 / Maret 2016 LATAR BELAKANG Usaha peternakan ayam negeri cukup pesat perkembangannya. Banyaknya
Jika tidak terjadi komplikasi, penyembuhan memakan waktu 2 5 hari dimana pasien sembuh dalam 1 minggu.
Virus Influenza menempati ranking pertama untuk penyakit infeksi. Pada tahun 1918 1919 perkiraan sekitar 21 juta orang meninggal terkena suatu pandemik influenza. Influenza terbagi 3 berdasarkan typenya
BAB IV ANALISIS SISTEM BERJALAN. ada yaitu Analisis Antarmuka dan Aliran Data pada Sistem Informasi Dinas Komunikasi
BAB IV ANALISIS SISTEM BERJALAN 4.1 Prosedur Sistem Berjalan Analisis Sistem dapat diartikan sebagai suatu proses untuk memahami sistem yang ada yaitu Analisis Antarmuka dan Aliran Data pada Sistem Informasi
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM. serangan musuh, dengan terlihat sehat, musuh tidak akan menyerang. Berdasarkan
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Burung termasuk hewan yang pandai menyembunyikan keadaan kesehatannya. Hal ini karena sifat alami burung untuk mempertahankan diri dari serangan
I. PENDAHULUAN. Latar Belakang. yang dapat menimbulkan kerugian ekonomi (Wibowo, 2014). Hal ini disebabkan
I. PENDAHULUAN Latar Belakang Penyakit Avian Influenza (AI) adalah salah satu penyakit infeksi penting yang dapat menimbulkan kerugian ekonomi (Wibowo, 2014). Hal ini disebabkan adanya kematian yang tinggi
Teknologi informasi sangat berperan penting terhadap proses otomatisasi. terhadap akses informasi, akurasi, kecepatan dan kelengkapan sebuah
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Teknologi informasi sangat berperan penting terhadap proses otomatisasi terhadap akses informasi, akurasi, kecepatan dan kelengkapan sebuah sistem yang terintegrasi,
BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Newcastle disease (ND) merupakan penyakit viral disebabkan oleh Newcastle disease virus (NDV) yang sangat penting dan telah menyebar di seluruh wilayah Indonesia. Morbiditas
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Tampilan Hasil Hasil dari penerapan Metode Fuzzy TSukamoto dalam Pendukung Keputusan Penilaian Kinerja Karyawan pada PT. Taspen (Persero) Medan yang dibangun dapat dilihat
