BAB 2 TINJAUAN TEORI
|
|
|
- Susanto Rachman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 2 TINJAUAN TEORI 2.1 Sistem Pakar Sistem pakar merupakan salah satu bidang teknik kecerdasan buatan yang cukup diminati karena penerapannya di berbagai bidang, baik bidang ilmu pengetahuan maupun bisnis yang terbukti sangat membantu dalam mengambil keputusan dan sangat luas penerapannya. Sistem pakar adalah suatu sistem komputer yang dirancang agar dapat melakukan penalaran seperti layaknya seorang pakar pada suatu bidang keahlian tertentu (Setiawan, 1993). Sistem pakar dibuat pada wilayah pengetahuan tertentu untuk suatu kepakaran tertentu yang mendekati kemampuan manusia di salah satu bidang. Sistem pakar mencoba mencari solusi yang memuaskan sebagaimana yang dilakukan oleh seorang pakar. Selain itu sistem pakar juga dapat memberikan penjelasan terhadap langkah yang diambil dan memberikan alasan atas saran atau kesimpulan yang ditemukannya Ciri-Ciri Sistem Pakar Sistem pakar merupakan program-program praktis yang menggunakan strategi heuristik yang dikembangkan oleh manusia untuk menyelesaikan permasalahanpermasalahan yang spesifik (M.Arhami, 2005). Oleh karena keheuristikannya dan sifatnya yang berdasarkan pada pengetahuan, maka pada umumnya sistem pakar memiliki ciri-ciri sebagai berikut (Kusrini, 2006):
2 1. Terbatas pada bidang yang spesifik. 2. Dapat memberikan penalaran untuk data-data yang tidak lengkap atau tidak pasti. 3. Dapat mengemukakan rangkaian alasan yang diberikannya dengan cara yang dapat dipahami. 4. Berdasarkan pada rule atau kaidah tertentu. 5. Dirancang untuk dapat dikembangkan secara bertahap. 6. Outputnya bersifat nasihat atau anjuran. 7. Output tergantung dari dialog dengan user. 8. Knowledge base dan inference engine terpisah Keuntungan Sistem Pakar Sistem pakar merupakan paket perangkat lunak atau paket program komputer yang ditujukan sebagai penyedia nasihat dan sarana bantu dalam memecahkan masalah di bidang-bidang spesialisasi tertentu seperti sains, perekayasaan, matematika, kedokteran, pendidikan, dan sebagainya. Sistem pakar merupakan subset dari artificial intelligence. Ada banyak keuntungan bila menggunakan sistem pakar, di antaranya adalah (M.Arhami, 2005): 1. Menjadikan pengetahuan dan nasihat lebih mudah didapat. 2. Meningkatkan output dan produktivitas. 3. Menyimpan kemampuan dan keahlian pakar. 4. Meningkatkan penyelesaian masalah menerusi panduan pakar, penerangan, sistem pakar khas. 5. Meningkatkan reliabilitas. 6. Memberikan respons (jawaban) yang cepat. 7. Merupakan panduan yang intelligence (cerdas). 8. Dapat bekerja dengan informasi yang kurang lengkap dan mengandung ketidakpastian.
3 9. Intelligence database (basis data cerdas), bahwa sistem pakar dapat digunakan untuk mengakses basis data dengan cara cerdas Arsitektur Sistem Pakar Sistem pakar memiliki beberapa komponen utama, yaitu antarmuka pengguna (user interface), basis data sistem pakar (expert system database), fasilitas akuisisi pengetahuan (knowledge acquisition facility), dan mekanisme inferensi (inference mechanism). Selain itu ada satu komponen yang hanya ada pada beberapa sistem pakar, yaitu fasilitas penjelasan (explanation facility) (Martin dan Oxman, 1988). Antarmuka pengguna adalah perangkat lunak yang menyediakan media komunikasi antara pengguna dengan sistem. Basis data sistem pakar berisi pengetahuan setingkat pakar pada subyek tertentu. Berisi pengetahuan yang dibutuhkan untuk memahami, merumuskan, dan menyelesaikan masalah. Basis data ini terdiri dari 2 elemen dasar yakni : 1. Fakta, situasi masalah dan teori terkait. 2. Heuristik khusus atau rules, yang langsung menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan masalah khusus. Pengetahuan ini dapat berasal dari pakar, jurnal, majalah, dan sumber pengetahuan lain. Fasilitas akuisisi pengetahuan merupakan perangkat lunak yang menyediakan fasilitas dialog antara pakar dengan sistem. Fasilitas akuisisi ini digunakan untuk memasukkan fakta-fakta dan kaidah-kaidah sesuai dengan perkembangan ilmu. Fasilitas ini meliputi proses pengumpulan, pemindahan, dan perubahan dari kemampuan pemecahan masalah seorang pakar atau sumber pengetahuan terdokumentasi (buku, jurnal, dll.) ke program komputer, yang bertujuan untuk memperbaiki dan atau mengembangkan basis pengetahuan (knowledge-base).
4 Mekanisme inferensi merupakan perangkat lunak yang melakukan penalaran dengan menggunakan pengetahuan yang ada untuk menghasilkan suatu kesimpulan atau hasil akhir. Dalam komponen ini dilakukan pemodelan proses berpikir manusia. Fasilitas penjelasan berguna dalam memberikan penjelasan kepada pengguna mengapa komputer meminta suatu informasi tertentu dari pengguna dan dasar apa yang digunakan komputer sehingga dapat menyimpulkan suatu kondisi. Ada empat tipe penjelasan yang digunakan dalam sistem pakar, yaitu (Schnupp, 1989): 1. Penjelasan mengenai jejak aturan yang menunjukkan status konsultasi. 2. Penjelasan mengenai bagaimana sebuah keputusan diperoleh. 3. Penjelasan mengapa sistem menanyakan suatu pertanyaan. 4. Penjelasan mengapa sistem tidak memberikan keputusan seperti yang dikehendaki pengguna. Arsitektur dasar dari sistem pakar dapat dilihat pada Gambar 2.1 (Giarrantano dan Riley, 1994). BASIS PENGETAHUAN MESIN AGENDA MEMORI KERJA FASILITAS PENJELASAN FASILITAS AKUISISI ANTARMUKA PENGGUNA Gambar 2.1 Arsitektur Sistem Pakar Sumber : (Giarrantano dan Riley, 1994)
5 Memori kerja dalam arsitektur sistem pakar merupakan bagian dari sistem pakar yang berisi fakte-fakta masalah yang ditemukan dalam suatu sesi, berisi fakta-fakta tentang suatu masalah yang ditemukan dalam proses konsultasi Representasi Pengetahuan Representasi pengetahuan adalah metode yang digunakan untuk mengodekan pengetahuan dalam sebuah sistem pakar yang berbasis pengetahuan. Perepresentasian ini dimaksudkan untuk menangkap sifat-sifat penting problema dan membuat informasi itu dapat diakses oleh prosedur pemecahan problema. Pengetahuan dapat direpresentasikan dalam bentuk yang sederhana atau kompleks, tergantung dari masalahnya (Schnupp, 1989). Beberapa model representasi pengetahuan yang penting adalah (Kusrini, 2006): 1. Logika (logic) 2. Jaringan semantik (semantic nets) 3. Object-Atribute-Value (OAV) 4. Bingkai (frame) 5. Kaidah produksi (production rule) Kaidah Produksi Kaidah merupakan cara formal untuk merepresentasikan rekomendasi, arahan, atau strategi. Kaidah produksi dituliskan dalam bentuk jika-maka (if-theni). Kaidah if-then menghubungkan anteseden dengan konskuensi yang diakibatkannya. Berbagai struktur kaidah if-then yang menghubungkan obyek atau atribut adalah sebagai berikut: JIKA premis MAKA konklusi JIKA masukan MAKA keluaran JIKA kondisi MAKA tindakan
6 JIKA anteseden MAKA konsekuen JIKA data MAKA hasil JIKA tindakan MAKA tujuan Metode Inferensi Ketika representasi pengetahuan pada bagian knowledge base telah lengkap, atau paling tidak telah berada pada level yang cukup akurat, maka representasi pengetahuan tersebut telah siap digunakan. Inference engine merupakan modul yang berisi program tentang bagaiman mengendalikan proses reasoning. Ada dua metode inferensi yang penting dalam sistem pakar, yaitu runut maju (forward chaining) dan runut balik (backward chaining) Runut Maju (Forward Chaining) Suatu perkalian inferensi yang menghubungkan suatu permasalahan dengan solusinya disebut rantai (chain). Suatu rantai yang dicari atau dilewati/dilintasi dari suatu permasalahan untuk memperoleh solusinya disebut dengan forward chaining. Cara lain menggambarkan forward chaining ini adalah dengan penalaran dari fakta menuju konklusi yang terdapat dari fakta. Suatu rantai yang dilintasi dari suatu hipotesa kembali ke fakta yang mendukung hipotesa tersebut adalah backward chaining. Cara lain menggambarkan backward chaining adalah dalam hal tujuan yang dapat dipenuhi dengan pemenuhan sub tujuannya. Chaining dapat dengan mudah diekspresikan dalam inferensi. Sebagai contoh, anggaplah sistem memiliki kaidah dari modus ponens berikut ini. p q p q Yang berbentuk inferensi seperti berikut ini.
7 gajah(x) mamalia(x) mamalia(x) binatang(x) Kaidah ini digunakan dalam rantai sebab-akibat dari inferensi forward yang menarik kesimpulan bahwa Clyde adalah binatang yang memperlihatkan juga bahwa Clyde adalah seekor gajah. Rantai inferensi tersebut diilustrasikan dalam Gambar 2.2 berikut. Gajah (Clyde) Gajah (x) Mamalia (x) Mamalia (x) Binatang (x) Binatang (Clyde) Gambar 2.2 Forward Chaining Sumber: (M. Arhami, 2004) Runut Mundur (Backward Chaining) Backward chaining adalah proses kebalikan dari forward chaining. Pokok permasalahan backward chaining adalah untuk mendapatkan suatu rantai yang menghubungkan fakta-fakta ke hipotesis. Fakta gajah (clyde) disebut sebagai evidence (fakta) dalam backward chaining untuk menunjukkan fakta tersebut digunakan untuk mendukung hipotesis. Analoginya, cara tersebut digunakan untuk mendukung hipotesis.
8 Secara khusus penjelasan (explanation) dimudahkan dalam backward chaining karena sistem ini dapat dengan mudah menjelaskan secara tepat tujuan apa yang dicoba untuk dipenuhi. Dalam forward chaining penjelasan tidak dimudahkan karena subtujuannya tidak secara eksplisit diketahui sehingga ditemukan. Ringkasan beberapa karakteristik umum dari forward chaining dan backward chaining disajikan dalam bentuk tabel berikut ini. Forward Cahining Perencanaan, monitoring, kontrol Disajikan untuk masa depan Antecedent ke konsekuen Data memandu, penalaran dari bawah ke atas Bekerja ke depan untuk mendapatkan solusi apa yang mengikuti fakta Breadth first search dimudahkan Antecedent menentukan pencarian Penjelasan tidak difasilitasi Backward Chaining Diagnosis Disajikan untuk masa lalu Konsekuen ke antecedent Tujuan memandu, penalaran dari atas ke bawah Bekerja ke belakang untuk mendapatkan fakta yang mendukung hipotesis Depth first search dimudahkan Konsequent menentukan pencarian Penjelasan difasilitasi Tabel 2.1 Karakteristik Forward dan Backward Chaining Sumber : (M. Arhami, 2005) Ringkasan ini hanya merupakan panduan untuk karakteristik dari kedua metode tersebut. Hal ini tentu saja memungkinkan untuk melakukan diagnosis dalam sistem forward chaining dan perencanaan dalam backward chaining. 2.2 Algoritma Generate-and-Test Algoritma Generate-and-Test adalah prosedur DFS (Depth First Search) karena solusi harus dibangkitkan secara lengkap sebelum dilakukan test. Algoritma ini berbentuk sistematis, pencarian sederhana yang mendalam dari ruang permasalahan. Generate-
9 and-test juga dapat dilakukan dengan pembangkitan solusi secara acak, tetapi tidak ada jaminan solusinya akan ditemukan. Algoritma Generate-and-Test merupakan algoritma yang paling sederhana dari algoritma heuristik lainnya. Langkah-langkah melakukan pendekatan dengan algoritma Generate-and- Test antara lain sebagai berikut. 1. Buatlah/bangkitkan sebuah solusi yang memungkinkan. Untuk sebuah problema hal ini dapat berarti pembuatan sebuah titik khusus dalam ruang problema. 2. Lakukan pengujian untuk melihat apakah solusi yang dibuat benar- benar merupakan sebuah solusi, dengan cara membandingkan titik khusus tersebut dengan goal-nya (solusi). 3. Jika telah diperoleh sebuah solusi, langkah langkah tersebut dapat dihentikan. Jika belum, kembalilah ke langkah pertama. Jika pembangkitan atau pembuatan solusi solusi yang dimungkinkan dapat dilakukan secara sistematis, maka algoritma ini akan dapat segera menemukan solusinya (bila ada). Namun, jika ruang problema sangat besar, maka algoritma ini akan membutuhkan waktu yang lama. 2.3 Penyakit-Penyakit pada Hewan Ternak Unggas Untuk sukses dalam usaha peternakan, mengenal gejala masing-masing penyakit ternak, mengetahui sumber penyebabnya, dan dapat melakukan pencegahan penyakit merupakan salah satu bekal yang penting. Berikut ini akan dijelaskan secara singkat mengenai jenis-jenis penyakit yang sering menyerang unggas secara umum Newcastle Disease (ND) Newcastle disease disebabkan oleh virus golongan paramyxo yang mempunyai struktur RNA (Reoxiribo Nukleat Acid), virus ini bersifat menggumpalkan sel-sel
10 darah merah (haemagglutinasi). Newcastle disease dapat menular secara langsung yakni langsung dari unggas yang sakit atau melalui alat-alat yang tercemar bibit penyakit, melalui udara, manusia, binatang peliharaan serta hewan liar. 1. Kaki lumpuh. 2. Lehernya terpuntir. 3. Berjalan berputar-putar. 4. Diare. 5. Sulit bernafas. 6. Batuk. 7. Ngorok. 8. Nafsu makan hilang. 9. Sering berkumpul pada tempat yang hangat. 10. Jalan menyeret. Belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan penyakit newcastle disease. 1. Melakukan revaksinasi dengan vaksin Delvax ND Clone LZ 58 dengan cara spray, tetes mata atau suntikan. 2. Memberikan Vita Stress dalam air minum. 3. Memberi vaksin Boster pada umur 21 hari, 60 hari, 120 hari dan selanjutnya tetap diulang tiap 3-4 bulan Flu Burung (Avian Influence) Flu burung merupakan jenis penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza yang ditularkan oleh unggas.
11 1. Keluar cairan dari hidung dan mata. 2. Jengger, pial, serta kulit perut yang tidak ditumbuhi bulu berwarna biru keunguan. 3. Terjadi pembengkakan disekitar kepala dan muka. 4. Batuk, bersin dan ngorok. 5. Diare. 6. Pendarahan titik (plechie) pada daerah dada, kaki dan telapak kaki. 7. Pendarahan dibawah kulit. Hingga saat ini penyakit flu buurung belum ditemukan obatnya. 1. Melakukan penyemprotan disinfektan terhadap kandang unggas untuk mencegah serangan flu burung. 2. Model kandang unggas harus memiliki sirkulasi udara yang baik untuk mengurangi resiko penyebaran penyakit flu burung. 3. Melakukan proses pemusnahan unggas yang diduga telah terjangkit virus penyakit flu burung. Pemusnahan dapat dilakukan dengan cara membakar unggas atau dengan mengubur unggas hingga kedalaman minimal 15 meter Gumboro Penyakit gumboro disebabkan oleh virus golongan Reovirus dan mempunyai struktur RNA (Reoxiribo Nukleat Acid). Pada umumnya penyakit gumboro menular secara langsung dari tinja atau bahan-bahan muntahan yang mengandung virus aktif. Penularan secara tidak langsung dapat melalui makanan, minuman atau peralatan kandang yang tercemar.
12 1. Nafsu makan hilang. 2. Bulu suram. 3. Diare berwarna keputih-putihan. 4. Bulu berdiri. 5. Suka mengantuk. 6. Malas bergerak. 7. Kelihatan lesu. 8. Sering duduk membungkuk. 9. Mudah terkejut. Tidak ada pengobatan efektif terhadap penyakit Gumboro. 1. Pemberian vitamin elektrolit seperti Elektrostress. 2. Pemberian air gula + garam untuk mengatasi kelemahan dan dehidrasi. 3. Pemberian disinfektan dengan penyemprotan untuk membunuh virus yang dilaksanakan secara teratur. 4. Pemberian vaksin Delvax Gomboro diberikan pada unggas yang berumur 3 minggu Fowl Fox Fowl Pox adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus yang dapat menimbulkan jejas-jejas dalam ruang mulut, sekitar lubang hidung, dan disekitar mulut. Fowl Pox dapat mengakibatkan unggas mengalami kesulitan bernafas. 1. Terdapat bungkul-bungkul kecil yang biasanya tampak jelas pada bagian kulit yang tidak berbulu seperti pial, pangkal paruh, dan kulit disekitar bola mata.
13 2. Sesak nafas. 3. Mata membengkak dan berisi pus yang telah mengkeju. Praktis tidak ada pengobatan yang tepat, jejas-jejas diptheri dapat diobati dengan iodium. 1. Pemberian vitamin A untuk meningkatkan daya tahan tubuh. 2. Pemberian multivitamin Electrostress atau Spiravit secara teratur. 3. Pemberian vaksin cacar terhadap unggas yang berumur dibawah 1 bulan dengan tusuk sayap Marek s Disease Penyakit marek disebabkan oleh herpes virus yang mempunyai struktur DNA (Deoxiribo Nukleat Acid). 1. Salah satu kaki pada unggas mengalami kelumpuhan sehingga tidak mampu berdiri dan hanya terbaring dengan salah satu kaki, sedang salah satu kaki terjulur ke depan. 2. Sayap pada unggas terkulai. 3. Sulit bernafas. 4. Lumpuh didaerah leher yang mengakibatkan leher terpuntir. Praktis tidak ada pengobatan yang efektif untuk penyakit ini. 1. Pemberian vaksinasi marek pada unggas umur 1 hari. 2. Pembelian bibit unggas yang telah memperoleh breeding farm.
14 2.3.6 Infectious Coryza Infectious coryza disebabkan oleh bakteri Hemophilus gallinarum. Bakteri ini mudah mati terhadap keadaan diluar tubuh induk semang. 1. Bengkak pada muka terutama disekitar mata. 2. Jika diraba pada daerah muka akan terasa lunak seprti spons dan keluar cairan melalui mata. 3. Sesak nafas dan sering bernafas melalui mulut. 4. Dari lubang hidung keluar lendir yang mula-mula berwarna kuning dan encer yang lambat laun berubah menjadi kental, bernanah dan bau. 5. Kerdil dan kurus. 6. Nafsu makan berkurang 7. Kelopak mata membengkak dan mata nyaris tertutup. 8. Diare berwarna hijau. Pemberian obat-obatan yang mengandung sulfa seperti Ipertrim, Ipancoxin, Sulfamix, Trymexzyn, Medoxy, serta memberi Vita Stress selama 5-7 hari setelah pengobatan selesai. 1. Melakukan sanitasi kandang dan lingkungan termasuk mencegah hewan liar masuk kandang. 2. Memberikan suasana yang nyaman bagi unggas termasuk melakukan perluasan terhadap kandang dan memberikan ventilasi yang cukup pada kandang unggas. 3. Melakukan vaksinasi secara teratur sesuai anjuran.
15 2.3.7 Pullorum Pullorum disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum yaitu bakteri gram negatif, berbentuk batang, dan tidak membentuk spora. 1. Diare dengan tinja berwarna keputih-putihan yang mengeras seperti kapur. 2. Jengger pucat. 3. Nafsu makan hilang. 4. Sulit bernafas. 5. Persendian kaki membengkak disertai berak darah. 6. Mengantuk. 7. Kepalanya selalu menunduk. Tidak ada obat yang memuaskan, tetapi pemberian obat membantu mengurangi kematian. Therapy, Medoxy, Sulfamix, Koleridin, Tetra-Chlor, Trimezyn merupakan pilihan obat yang dapat menekan kematian akibat pullorum serta pemberian Vita Stress 4-5 hari untuk membantu proses penyembuhan penyakit. 1. Melakukan sanitasi kandang dan mencegah banyak hewan liar masuk kandang. 2. Memberikan ventilasi kandang yang cukup. 3. Melakukan perluasan pada kandang.
16 2.3.8 Colibacillosis Colibacillosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Coliform. Coliform merupakan bakteri yang normal hidup pada saluran pencernaan dan umumnya terdapat banyak di peternakan unggas tepatnya peternakan ayam. 1. Sulit bernafas. 2. Lesu. 3. Malas berpindah tempat/bergerak. 4. Diare mengeluarkan lendir bercampur darah. Pemberian Tetra-Chlor, Medoxy, Sulfamix, Trimezyn, serta Vita Stress 4-5 hari setelah pengobatan selesai. 1. Melakukan sanitasi kandang dan lingkungan termasuk mencegah banyak hewan liar masuk kedalam kandang. 2. Melakukan perluasan kandang antara lain jumlah unggas didalam kandang tidak terlalu padat. 3. Melakukan vaksinasi secara teratur sesuai dengan anjuran Fowl Cholera Fowl Cholera disebabkan oleh Pasteurella multocida, Pasteurella aviseptica atau Pasteurella gallinarum. Secara normal bakteri tersebut terdapat di saluran pernafasan unggas. 1. Bengkak pada jengger dan pial yang berisi cairan oedem/ massa perkejuan.
17 2. Keluarnya kotoran dari mata. 3. Sulit bernafas. 4. Diare berwarna hijau kekuning-kuningan. 5. Lumpuh akibat adanya radang pada sendi tarsus pada daerah kaki dan sayap. 6. Nafsu makan hilang. 7. Depresi. 8. Ngorok dan mengeluarkan cairan/ lendir yang berlebihan pada mulut dan hidung. Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian obat-obatan yang mengandung antibiotik yang sensitif terhadap kuman pasteurella seperti Ipervator, Ipermycine, Ipercillin, atau pemberian obat yang mengandung prefarat sulfa seperti Ipancocxin, Ipertrim, dimana hasil obat-obat ini akan sangat memuaskan bila dipakai sesuai dengan anjuran. Pencegahan dapat dilakukan dengan pemberian vaksin non aktif yang pada umumnya dilakukan dua kali yakni pada umur 4 dan 8 minggu Aspergillosis Aspergillosis adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur Aspergillus sp yang menimbulkan gangguan terutama pada saluran pernafasan. Aspergillosis dapat menyebabkan kelumpuhan, gangguan saraf serta infeksi pada mata yang dapat mengakibatkan mata tertutup oleh cairan kental berwarna kuning. 1. Nafsu makan hilang. 2. Mengantuk. 3. Sulit bernafas (bernafas tersenggal-senggal).
18 4. kejang-kejang. 5. Lumpuh. 6. Mata tertutup oleh cairan kental berwarna kuning. 7. Batuk. 8. Kurus. Tidak ada pengobatan yang efektif untuk penyakit ini. Namun, infeksi lokal jamur pada kulit tubuh unggas dapat diobati dengan mengoleskan Mold Stop. 1. Unggas yang sakit harus dijauhkan dari unggas yang sehat. 2. Makanan unggas harus dijaga jangan sampai berjamur. 3. Tidak memberikan antibiotik melebihi jangka waktu yang ditentukan. 4. Kandang unggas harus difumigasikan sebelum digunakan Candidiosis Candidiosis merupakan sebuah penyakit akibat makanan yang menyerang ayam, kalkun, dan kadang-kadang sejenis burung lainnya. Penyakit ini secara khusus mengakibatkan kerusakan pada unggas dibagian usus, kloaka, proventriculus (kadangkadang) yang pada akhirnya akan mengakibatkan terkikisnya tembolok pada unggas. 1. Mulut unggas sering mengeluarkan cairan (lendir) berwarna putih. 2. Stress. 3. Penurunan berat badan. 4. Kurus. Pemberian obat-obatan yang mengandung sulfa seperti Ipertrim, Ipancoxin yang efektif menyembuhkan penyakit ini. Untuk mempercepat pemulihan dapat
19 diberikan vitamin elektrolit seperti Elektrostress kedalam air minum selama 5-7 hari berturut-turut sampai gejala stress hilang. 1. Kandang harus selalu dalam keadaan kering dan tidak lembab. 2. Ventilasi udara dan sinar matahari harus cukup. 3. Tinja unggas didalam kandang harus segera dibersihkan agar tidak dimakan kembali oleh unggas yang lain Coccidiosis Coccidiosis atau sering disebut juga dengan berak darah adalah penyakit parasiter yang menimbulkan gangguan terutama pada saluran pencernaan bagian aborsal (usus). 1. Tinja mengandung darah. 2. Mengantuk. 3. Jengger dan pial tampak pucat dan mengecil. 4. Nafsu makan hilang. 5. Banyak minum. 6. Kurus. 7. Depresi. 8. Bulu kusut dan pucat. Pemberian obat-obatan khusus untuk berak darah seperti Ipancoxin Sol, dengan dosis 5 g/1 liter air minum dengan sistem (3 hari pengobatan, 2 hari air putih, 3 hari pengobatan. 1. Kandang harus selalu dalam keadaan kering dan tidak lembab. 2. Ventilasi udara dan sinar matahari harus cukup.
20 3. Tinja unggas didalam kandang harus segera dibersihkan agar tidak dimakan kembali oleh unggas yang lain Cryptosporidiosis Cryptosporidiosis lebih dikenal dengan radang usus menular. Penyebab dari penyakit ini adalah Protozoa. Infeksi cryptosporidiosis dapat disebabkan oleh air dan makanan yang tercemar oleh tinja. 1. Diare. 2. Demam. 3. Nafsu makan hilang. 4. Dehidrasi. Pemberian obat-obatan yang mengandung sulfa seperti Ipertrim, Ipancoxin yang efektif menyembuhkan penyakit ini. Untuk mempercepat pemulihan dapat diberikan vitamin elektrolit seperti Elektrostress kedalam air minum. 1. Memisahkan kandang unggas yang sakit dengan unggas yang sehat. 2. Menjaga kebersihan kandang dari kotoran dan sisa makanan unggas. 3. Tidak membiarkan kandang dalam keadaan lembab Histomoniasis Histomoniasis pada unggas disebabkan oleh Histomonas melagridis yakni sejenis protozoa yang bersifat parasit yang mengakibatkan kondisi dimana unggas mengalami bintik-bintik hitam.
21 1. Tubuh unggas terdapat bintik-bintik hitam. 2. Depresi. 3. Tidak nafsu makan. 4. Pertumbuhan unggas sangat lambat. 5. Diare (mencret). 6. Berak darah 7. Kurus Tidak ada pengobatan yang efektif untuk mengatasi penyakit ini. Namun untuk menekan angka kematian unggas dapat dilakukan pengobatan dengan pemberian obat-obatan khusus untuk berak darah seperti Ipancoxin Sol, dengan dosis 5 g/1 liter air minum dengan sistem (3 hari pengobatan, 2 hari air putih, 3 hari pengobatan). 1. Melakukan penyemprotan desinfektan terhadap kandang unggas. 2. Kandang harus selalu dalam keadaan kering dan tidak lembab. 3. Ventilasi udara dan sinar matahari harus cukup. 4. Tinja unggas didalam kandang harus segera dibersihkan agar tidak dimakan kembali oleh unggas yang lain Trichomoniasis Trichomoniasis pada unggas disebabkan oleh Trichomonas gallinae yakni sejenis protozoa yang bersifat parasit yang sering menyerang burung merpati dan ayam. 1. Mulut terbuka. 2. Mengeluarkan banyak air liur. 3. Seringkali menelan air liur berulang-ulang.
22 4. Kondisi tubuh lemah. 5. Unggas sering mengeluarkan airmata. 6. Unggas gampang terkejut (gugup). Tidak ada pengobatan yang efektif untuk mengatasi penyakit ini. 1. Melakukan penyemprotan desinfektan terhadap kandang unggas. 2. Kandang harus selalu dalam keadaan kering dan tidak lembab. 3. Ventilasi udara dan sinar matahari harus cukup. 4. Tidak membiarkan sisa-sisa makanan unggas selama berhari-hari didalam kandang Limfoid Leukosis Limfoid leukosis disebabkan oleh virus yang termasuk Retrovirus, golongan Oncorna C yang bersifat menggertak pembentukan tumor (onkogenik). 1. Kurus. 2. Pucat dan tidak berkembang. 3. Nafsu makan menurun. 4. Jengger mengecil (atropi). 5. Tidak mampu berdiri. 6. Jengger berwarna pucat hingga kebiruan. 7. Bulu tampak kotor karna asam urat atau zat warna empedu. Hingga saat ini belum ditemukan adanya vaksin yang mampu mengobati penyakit ini.
23 1. Pembelian bibit unggas yang telah memperoleh breeding farm. 2. Melakukan pemisahan kandang menurut kelompok umur masing-masing unggas. 3. Memberikan multivitamin seperti Spiravit, Electrostress, atau Staregg secara teratur dan sesuai anjuran Chronic Respiratory Disease Chronic respiratory disease disebabkan oleh bakteri Mycoplasma galisepticum. Chronic respiratory disease merupakan penyakit saluran pernafasan ringan, namun bila disertai dengan faktor komplikasi lain akan berakibat kematian pada unggas. 1. Mengeluarkan ingus dan airmata. 2. Sukar bernafas yang ditandai dengan adanya suara saat bernafas. 3. Ngorok. 4. Pembengkakan pada muka karna terjadinga timbunan cairan. 5. Diare berwarna hijau, kuning keputih-putihan. Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian Ipermed, Ipevet, atau Ipertrim melalui air minum atau makanan. Dilakukan juga pemberian vitamin Electrostress atau Spiravit untuk menambah daya tahan tubuh dan mempercepat pemulihan kondisi seperti semula. 1. Melakukan penyemprotan desinfektan terhadap kandang unggas. 2. Kandang harus selalu dalam keadaan kering dan tidak lembab. 3. Ventilasi udara dan sinar matahari harus cukup.
24 4. Tinja unggas didalam kandang harus segera dibersihkan agar tidak dimakan kembali oleh unggas yang lain Dilatasi Esofagus Dilatasi esofagus disebabkan oleh unggas yang sering menelan makanan yang terlalu keras. Untuk mencegah penyakit ini, peternak dapat memberikan makanan encer pada ternak unggasnya. Selain itu para peternak juga harus memperhatikan posisi tempat pakan unggas, diharapkan tempat pakan unggas setinggi kepala sehinga unggas tidak perlu menunduk dan muntah. 1. Sulit menelan makanan. 2. Sering memuntahkan makanan. 3. Sering menunduk. 4. Tidak nafsu makan. 5. Kurus. Pemberian obat-obatan yang mengandung sulfa seperti Ipertrim, Ipancoxin yang efektif menyembuhkan penyakit ini. Untuk mempercepat pemulihan dapat diberikan vitamin elektrolit seperti Elektrostress kedalam air minum selama 5-7 hari berturut-turut sampai gejala stress hilang. 1. Peternak dapat memberikan makanan encer pada ternak unggasnya. 2. Peternak juga harus memperhatikan posisi tempat pakan unggas, diharapkan tempat pakan unggas setinggi kepala sehinga unggas tidak perlu menunduk dan muntah.
25 Infectious Bronchitis Infectious Bronchitis disebabkan oleh virus. Penyakit ini menimbulkan gangguan terutama pada saluran pernafasan unggas. 1. Sukar bernafas sehingga bila menarik nafas akan memanjangkan leher dan membuka paruh lebar-lebar. 2. Ngorok. 3. Bersin dan mengluarkan cairan ingus kental dari hidung. 4. Nafsu makan hilang. 5. Mata tampak selalu basah. 6. Tidak mau minum. 7. Mata merah. 8. Diare dengan tinja berwarna hijau bercampur kuning keputih-putihan. Praktis tidak ada pengobatan yang efektif karena penyakit ini disebabkan oleh virus. Pemberian antibiotik yang peka untuk penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti Ipermed, Ipervet, atau Ipertrim perlu diberikan untuk mengatasi infeksi sekunder yang menyertainya. Pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan vaksinasi. Vaksinasi dapat dilakukan pada umur 4 minggu dengan H120 kemudian dilanjutkan pada umur 8 minggu, dan H52 pada umur 14 minggu Infectious Laryngotracheitis Infctious laryngotracheitis merupakan penyakit menular pada unggas yang menimbulkan gangguan terutama pada saluran pernafasan. Penyakit ini dapat
26 mengakibatkan kematian, dikarenakan oleh tersumbatnya saluran pernafasan (aspeksia). 1. Bulu secara mendadak rontok. 2. Ngorok. 3. Batuk disertai bersin. 4. Sulit bernafas sehingga sebentar-sebantar lehernya dijulurkan. 5. Keluarnya lendir bercampur darah dari mata dan lubang hidung. 6. Pada saat batuk terkadang mengeluarkan cairan berwarna putih kekuning-kuningan yang terkadang bercampur darah. Tidak ada pengobatan yang efektif untuk penyakit ini. Pemberian antibiotik yang peka untuk penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti Ipermed, Ipervet, atau Ipertrim perlu diberikan untuk mengatasi infeksi sekunder yang menyertainya. 1. Melakukan vaksinasi dengan vaksin ILT yang dilakukan pada umur 10 dan 20 minggu. 2. Pemberian vaksin melalui tetes mata merupakan cara yang paling baik dan memiliki tingkat kekebalan tubuh yang paling tinggi dibandingkan dengan cara yang lain Koliseptikemia Koliseptikemia terjadi karena adanya Eschericia coli serotype patogen dalam jumlah besar menyebar melalui darah dan menginvasi serta menimbulkan kerusakan pada berbagai jaringan. 1. Tinja bercampur darah.
27 2. Tidak ada nafsu makan. 3. Sesak nafas. 4. Mengantuk. 5. Kurus. Pemberian Tetra-Chlor, Medoxy, Sulfamix, Trimezyn, serta Vita Stress 4-5 hari setelah pengobatan selesai. 1. Melakukan sanitasi kandang dan lingkungan termasuk mencegah banyak hewan liar masuk kedalam kandang. 2. Melakukan perluasan kandang antara lain jumlah unggas didalam kandang tidak terlalu padat. 3. Melakukan vaksinasi secara teratur sesuai dengan anjuran. 4. Tinja unggas didalam kandang harus segera dibersihkan agar tidak dimakan kembali oleh unggas yang lain. 5. Melakukan penyemprotan desinfektan terhadap kandang unggas Neoplasia Akibat Infeksi Spirocercalupi Cacing Spirocerca lupi ditemukan didalam tumor kerongkongan, lambung dan aorta unggas. Unggas yang terjangkit penyakit ini bila dipotong maka akan ditemukan cacing pada usus, usus yang menebal, beradang, berdarah dan kadang-kadang terjadi perobekan dinding usus. 1. Kurus. 2. Pucat. 3. Diare bercampur darah.
28 Obat cacing yang mengandung Tetramisol HCL seperti Ipermisol dapat membunuh cacing dan larva cacing dari berbagai jenis cacing baik yang berada di jaringan maupun yang berada di lumen usus. Obat-obat cacing yang mengandung Piperazine dapat juga untuk mengatasi cacing-cacing yang berada di usus walaupun tidak membunuh melainkan hanya melumpuhkan syaraf-syaraf cacing yang bersifat sementara. 1. Menjaga lingkungan dan kandang harus selalu bersih dan kering. 2. Kandang unggas harus memiliki ventilasi udara dan sinar matahari yang cukup sehingga kandang menjadi tidak lembab dan kotor. 3. Pemberian obat cacing tiap 3-6 bulan sekali dapat dilakukan terutama pada unggas-unggas yang memiliki kandang yang tidak bersih.
1. Penyakit Tetelo (ND=Newcastle Disease) Penyebab : Virus dari golongan paramyxoviru.
Ayam kampong atau kita kenal dengan nama ayam buras (bukanras) merupakan salah satu potensi unggas lokal, yang mempunyai prospek dikembangkan terutama masyarakat di perdesaan. Ayam buras, selain memiliki
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. ayam ayam lokal (Marconah, 2012). Ayam ras petelur sangat diminati karena
3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Ayam Petelur Ayam petelur dikenal oleh sebagian masyarakat dengan nama ayam negeri yang mempunyai kemampuan bertelur jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan ayam ayam
PERANCANGAN SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSIS PENYAKIT PADA HEWAN TERNAK UNGGAS SKRIPSI HERINA SARI SINAGA
PERANCANGAN SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSIS PENYAKIT PADA HEWAN TERNAK UNGGAS SKRIPSI HERINA SARI SINAGA 051401031 PROGRAM STUDI S1 ILMU KOMPUTER DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian berisi rencana kerja yang berurutan agar hasil yang didapatkan sesuai dengan yang diharapkan. Berikut ini Tahapan yang digunakan dalam penelitian tugas
BAB 2 TINJAUAN TEORI. Artificial Intelligence. Jika diartikan Artificial memiliki makna buatan,
BAB 2 TINJAUAN TEORI 2.1 Kecerdasan Buatan Kecerdasan buatan adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa Inggris yaitu Artificial Intelligence. Jika diartikan Artificial memiliki makna buatan, sedangkan
TELEMATIKA, Vol. 06, No. 02, JANUARI, 2010, Pp ISSN X SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSIS PENYAKIT AYAM YANG DISEBABKAN OLEH VIRUS
TELEMATIKA, Vol. 06, No. 02, JANUARI, 20, Pp. 41 4 ISSN 129-667X SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSIS PENYAKIT AYAM YANG DISEBABKAN OLEH VIRUS Bambang Yuwono Jurusan Teknik Informatika UPN Veteran Yogyakarta E-mail
SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT BABI DENGAN METODE BACKWARD CHAINING
SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT BABI DENGAN METODE BACKWARD CHAINING Wisha Alvaliani Wirata (1) Rosa Delima (2) Katon Wijana (3) [email protected] [email protected] [email protected] Abstraksi
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan perangkat keras dan perangkat lunak dewasa ini sangat mempengaruhi pola pemakaian komputer. Komputer yang pada awalnya hanya digunakan oleh para akademisi
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Masalah Analisa masalah untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap Sistem Pakar Mendeteksi Penyakit Pada Unggas Bebek Menggunakan Metode Dempster-Shafer,
Perancangan Aplikasi Sistem Pakar Penyakit Ayam Muhammad Hasbi 7)
ISSN : 1693 1173 Perancangan Aplikasi Sistem Pakar Penyakit Ayam Muhammad Hasbi 7) Abstrak Penentuan penyakit ayam dapat digunakan dengan sistem pakar. Perancangan aplikasi untuk menentukan penyakit ayam
Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Penyakit yang Disebabkan Nyamuk dengan Metode Forward Chainning
Nur Nafi iyah dkk: Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Penyakit 20 Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Penyakit yang Disebabkan Nyamuk dengan Metode Forward Chainning Nur Nafi iyah dan Endang Setyati Program Pascasarjana
Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Penyakit Kucing Menggunakan Metode Backward Chaining
Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Penyakit Kucing Menggunakan Metode Backward Chaining Mardiah Fadhli Politeknik Caltex Riau Jl. Umbansari No.1, telp/fax: 0761 53939/0761 554224 e-mail: [email protected] Abstrak
Penyebab, gejala dan cara mencegah polio Friday, 04 March :26. Pengertian Polio
Pengertian Polio Polio atau poliomyelitis adalah penyakit virus yang sangat mudah menular dan menyerang sistem saraf. Pada kondisi penyakit yang bertambah parah, bisa menyebabkan kesulitan 1 / 5 bernapas,
By: Sulindawaty, M.Kom
By: Sulindawaty, M.Kom 1 Kata Pengantar Sistem Pakar adalah mata kuliah yang mendukung untuk membuat aplikasi yang dapat memecahkan masalah dengan pengetahuan seorang pakar yang di dimasukkan dalam komputer.
IMPLEMENTASI SISTEM PAKAR BERBASIS ATURAN UNTUK DIAGNOSA PRODUKTIVITAS TERNAK AYAM RAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING
IMPLEMENTASI SISTEM PAKAR BERBASIS ATURAN UNTUK DIAGNOSA PRODUKTIVITAS TERNAK AYAM RAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING Febri Hadi Universitas Putra Indonesia YPTK Padang e-mail: [email protected]
BUDIDAYA BURUNG PUYUH. : Coturnix-coturnix Japonica
BUDIDAYA BURUNG PUYUH ( Coturnix-coturnix Japonica ) 1. SEJARAH SINGKAT Puuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Burung puyuh disebut
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP PENYAKIT AVIAN
69 GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP PENYAKIT AVIAN INFLUENZA DI KELURAHAN WANGUNSARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEMBANG KECAMATAN LEMBANG TAHUN 2007 1. Nama : 2. Alamat : Kelurahan
Peluang Bisnis Beternak Puyuh
Peluang Bisnis Beternak Puyuh Sebagian besar masyarakat Indonesia pasti sudah menikmati sedapnya telur puyuh. Jenis unggas yang dikenal sebagai Gemak merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran
DIAGNOSA PENYAKIT JANTUNG DENGAN METODE PENELUSURAN FORWARD CHAINNING-DEPTH FIRST SEARCH
DIAGNOSA PENYAKIT JANTUNG DENGAN METODE PENELUSURAN FORWARD CHAINNING-DEPTH FIRST SEARCH Putri Kurnia Handayani Jurusan Sistem Informasi Universitas Muria Kudus PO BOX 53 Gondangmanis Kudus e-mail : [email protected]
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Salah satu hewan ternak yang paling banyak diternakkan adalah unggas. Unggas memberikan banyak manfaat dan keuntungan, antara lain dapat dimanfaatkan dagingnya,
Sistem Pakar Pendeteksi Penyakit Ayam Dengan Menggunakan Metode Backward Chaining Berbasis Desktop. Artikel Ilmiah
Sistem Pakar Pendeteksi Penyakit Ayam Dengan Menggunakan Metode Backward Chaining Berbasis Desktop Artikel Ilmiah Diajukan Kepada Fakultas Teknologi Informasi Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Sistem Informasi
NEWCASTLE DISEASE VIRUS,,,, Penyebab Newcastle Disease. tahukan Anda???? Margareta Sisca Ganwarin ( )
Pendahuluan : NEWCASTLE DISEASE VIRUS,,,, Penyebab Newcastle Disease tahukan Anda???? Margareta Sisca Ganwarin (078114032) Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Newcastle Disease (ND) juga di kenal
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri Peternakan Unggas di Indonesia pada lima tahun belakangan ini sedang mengalami kemerosotan. Hal ini cenderung dikarenakan oleh kurangnya perhatian pemerintah
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia semakin meningkat. Hal ini ditandai dengan banyaknya berdiri
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan dunia peternakan saat ini khususnya perunggasan di Indonesia semakin meningkat. Hal ini ditandai dengan banyaknya berdiri perusahaan peternakan perunggasan.
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Pakar Sistem pakar merupakan salah satu cabang kecerdasan buatan yang mempelajari bagaimana mengadopsi cara seorang pakar berfikir dan bernalar dalam menyelesaikan suatu
SISTEM PAKAR ANALISIS PENYAKIT LUPUS ERITEMATOSIS SISTEMIK PADA IBU HAMIL MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING
SISTEM PAKAR ANALISIS PENYAKIT LUPUS ERITEMATOSIS SISTEMIK PADA IBU HAMIL MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING Sry Yunarti Program Studi Sistem Informasi STMIK Profesional Makassar [email protected]
BAB 2 LANDASAN TEORI. berkonsultasi dengan seorang pakar atau ahli. Seorang pakar adalah seseorang yang
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Pakar Ketika dihadapkan pada sebuah kasus dan diharuskan membuat suatu keputusan yang komplek untuk memecahkan suatu masalah, tidak jarang kita meminta nasehat atau berkonsultasi
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan komputer sekarang ini sangat pesat dan salah. satu pemanfaatan komputer adalah dalam bidang kecerdasan buatan.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan komputer sekarang ini sangat pesat dan salah satu pemanfaatan komputer adalah dalam bidang kecerdasan buatan. Di dalam bidang kecerdasan buatan, termasuk
BAB IV HASIL DAN UJI COBA
BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Tampilan Hasil Berikut ini akan dijelaskan tentang tampilan hasil program dan pembahasan dari Sistem Pakar Mendeteksi Penyakit Burung Puyuh Dan cara pengobatannya. Tampilan
SISTEM PAKAR. Entin Martiana, S.Kom, M.Kom
SISTEM PAKAR Entin Martiana, S.Kom, M.Kom EXPERT SYSTEM (SISTEM PAKAR) Definisi : Sebuah program komputer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan menyelesaikan masalah seperti layaknya seorang pakar
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung. Waktu penelitian dilakukan
Sistem Diagnosa Pendeteksi Penyakit Pada Ayam Oleh Baskara Ekaputra ABSTRAK
Sistem Diagnosa Pendeteksi Penyakit Pada Ayam Oleh Baskara Ekaputra ABSTRAK Dalam kehidupan sehari-hari ayam merupakan hewan ternak yang banyak di ambil manfaatnya oleh masyarakat. Maka dari itu ayam banyak
Gambar 3.1 Arsitektur Sistem Pakar (James Martin & Steve Osman, 1988, halaman 30)
BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Landasan Teori 3.1.1. Konsep Dasar Sistem Pakar Sistem pakar adalah program komputer cerdas yang menggunakan pengetahuan dan prosedur-prosedur inferensi untuk menyelesaikan
SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT KELAMIN PADA PRIA MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING DAN CERTAINTY FACTOR BERBASIS WEB
SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT KELAMIN PADA PRIA MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING DAN CERTAINTY FACTOR BERBASIS WEB Bima Dwi Kurnianto 1), Dawam Zainul Husna 2), Ziyan Basyarah Mansyur 3) 1), 2), 3)
MENGENAL SECARA SEDERHANA TERNAK AYAM BURAS
MENGENAL SECARA SEDERHANA TERNAK AYAM BURAS OLEH: DWI LESTARI NINGRUM, S.Pt Perkembangan ayam buras (bukan ras) atau lebih dikenal dengan sebutan ayam kampung di Indonesia berkembang pesat dan telah banyak
Kelas A & B Jonh Fredrik Ulysses
Kelas A & B Jonh Fredrik Ulysses [email protected] Pendahuluan Suatu perkalian inferensi yang menghubungkan suatu permasalahan dengan solusinya disebut dengan rantai (chain). Suatu rantai yang dicari
FAKTOR DAN AGEN YANG MEMPENGARUHI PENYAKIT & CARA PENULARAN PENYAKIT
FAKTOR DAN AGEN YANG MEMPENGARUHI PENYAKIT & CARA PENULARAN PENYAKIT LATAR BELAKANG FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYAKIT KESEHATAN KUNCI SUKSES USAHA BUDIDAYA PETERNAKAN MOTO KLASIK : PREVENTIF > KURATIF
BAB I PENDAHULUAN. energi, vitamin dan mineral untuk melengkapi hasil-hasil pertanian. Salah
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Fungsi terbesar produk peternakan adalah menyediakan protein, energi, vitamin dan mineral untuk melengkapi hasil-hasil pertanian. Salah satu nutrisi penting asal produk
TINJAUAN PUSTAKA Penyakit Unggas Cekaman (Stress)
TINJAUAN PUSTAKA Penyakit Unggas Pencegahan penyakit pada ternak ayam lebih utama dibandingkan pengobatan, sebab biaya untuk pencegahan relatif murah dibandingkan dengan pengobatan. Penyakit yang sering
PROGRAM PEMELIHARAAN KESEHATAN AYAM JANTAN
Medivac vaksin bermutu PROGRAM PEMELIHARAAN KESEHATAN AYAM JANTAN TANGGAL UMUR OBAT ATAU VAKSIN YANG DOSIS CARA TUJUAN (HARI) DIBERIKAN PEMBERIAN 1 3 / 5 gram/ liter air Meningkatkan kondisi tubuh, mengatasi
Bab 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang masalah
Bab 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang masalah Perkembangan teknologi yang sangat pesat sekarang ini terutama dalam bidang teknik informasi telah menjadikan informasi merupakan kebutuhan yang sangat penting.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. Tabel 2.1 Perbandingan Tinjauan Pustaka
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1 Tunjauan Pustaka Tabel 2.1 Perbandingan Tinjauan Pustaka NO Penulis Objek Metode Hasil Penelitian Perbandingan dengan Penelitian Sebelumnya 1 Christine Natalia
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Ayam petelur merupakan ayam yang dipelihara dengan tujuan untuk
3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Ayam Petelur Ayam petelur merupakan ayam yang dipelihara dengan tujuan untuk menghasilkan telur (Setyono dkk., 2013). Ayam ras petelur merupakan ayam penghasil telur dengan
VOLT. Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro. Journal homepage: jurnal.untirta.ac.id/index.php/volt Vol 2, No. 1, April 2017, 45-54
P-ISSN: 2528-5688 E-ISSN: 2528-5696 VOLT Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro Journal homepage: jurnal.untirta.ac.id/index.php/volt Vol 2, No. 1, April 2017, 45-54 KLASIFIKASI PENYAKIT AYAM MENGGUNAKAN
Feriani A. Tarigan Jurusan Sistem Informasi STMIK TIME Jln. Merbabu No. 32 AA-BB Medan
Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Ginjal dengan Metode Backward Chaining Feriani A. Tarigan Jurusan Sistem Informasi STMIK TIME Jln. Merbabu No. 32 AA-BB Medan Abstrak Sistem pakar adalah sistem berbasis
Backward Chaining & Forward Chaining UTHIE
Backward Chaining & Forward Chaining UTHIE Inferensi merupakan proses untuk menghasilkan informasi dari fakta yang diketahui atau diasumsikan. Inferensi adalah konklusi logis (logical conclusion) atau
BAB I PENDAHULUAN. kandungan berbagai asam amino, DHA dan unsur-unsur lainnya yang dibutuhkan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Fungsi terbesar produk peternakan adalah menyediakan protein, energi, vitamin dan mineral untuk melengkapi hasil-hasil pertanian. Salah satu nutrisi penting asal produk
BAB 3 METODOLOGI. 3.1 Analisis Kebutuhan dan Masalah Analisis Masalah
BAB 3 METODOLOGI 3.1 Analisis Kebutuhan dan Masalah 3.1.1 Analisis Masalah Berdasarkan kajian jurnal, banyak pemilik anjing yang kurang memperhatikan kesehatan anjingnya karena masalah biaya, keberadaan
APLIKASI SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT AYAM STUDI KASUS:PADA CV. INTAN JAYA ABADI SUKABUMI
APLIKASI SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT AYAM STUDI KASUS:PADA CV. INTAN JAYA ABADI SUKABUMI Yusti Farlina 1, Jamal Maulana Hudin 2 1 Program Studi Manajemen Informatika AMIK BSI Sukabumi Jl. Cemerlang
Pengetahuan 2.Basis data 3.Mesin Inferensi 4.Antarmuka pemakai (user. (code base skill implemetation), menggunakan teknik-teknik tertentu dengan
Bab II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Sistem Pakar Sistem pakar (expert system) adalah sistem yang berusaha mengapdosi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti
2/22/2017 IDE DASAR PENGANTAR SISTEM PAKAR MODEL SISTEM PAKAR APLIKASI KECERDASAN BUATAN
APLIKASI KECERDASAN BUATAN PENGANTAR SISTEM PAKAR Shinta P. Sari Prodi. Informatika Fasilkom UIGM, 2017 Definisi : Sebuah program komputer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan menyelesaikan masalah
Lampiran 1. DFD Level 1 (Data Flow Diagram). Lampiran 2. Halaman utama sistem.
LAMPIRAN 5 Lampiran. DFD Level (Data Flow Diagram). Lampiran 2. sistem. 6 Lampiran 3. Halaman pengisian form input untuk data pengguna. Lampiran 4. Halaman pengisian data klinis. Lampiran 5. untuk. 7 Lampiran
MENGENAL SISTEM PAKAR
MENGENAL SISTEM PAKAR Bidang teknik kecerdasan buatan yang paling popular saat ini adalah system pakar. Ini disebabkan penerapannya diberbagai bidang, baik dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan terutama
EXPERT SYSTEM DENGAN BEBERAPA KNOWLEDGE UNTUK DIAGNOSA DINI PENYAKIT-PENYAKIT HEWAN TERNAK DAN UNGGAS
EXPERT SYSTEM DENGAN BEBERAPA KNOWLEDGE UNTUK DIAGNOSA DINI PENYAKIT-PENYAKIT HEWAN TERNAK DAN UNGGAS Agus Sasmito Aribowo Teknik Informatika. UPN Veteran Yogyakarta Jl. Babarsari no 2 Tambakbayan 55281
PENERAPAN METODE CERTAINTY FACTOR DALAM MENDETEKSI DINI PENYAKIT TROPIS PADA BALITA
Jurnal Informatika Mulawarman Vol. 8 No. 1 Edisi Februari 2013 20 PENERAPAN METODE CERTAINTY FACTOR DALAM MENDETEKSI DINI PENYAKIT TROPIS PADA BALITA Septya Maharani Program Studi Ilmu Komputer FMIPA Universitas
LAMPIRAN KUESIONER GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP PENCEGAHAN PENYAKIT AVIAN INFLUENZA
LAMPIRAN KUESIONER GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP PENCEGAHAN PENYAKIT AVIAN INFLUENZA (AI) DI RW02 KELURAHAN PANUNGGANGAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANUNGGANGAN KOTA TANGERANG
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Usaha pembibitan ayam merupakan usaha untuk menghasilkan ayam broiler
3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pembibitan Ayam Usaha pembibitan ayam merupakan usaha untuk menghasilkan ayam broiler konsumsi yang memiliki produksi unggul. Bibit- bibit yang bisa dikembangkan di Indonesia
Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Lambung dengan Metode Forward Chaining Berbasis Android
Sistem Pakar Diagnosa Lambung dengan Metode Forward Chaining Berbasis Android Joko S Dwi Raharjo 1, Damdam Damiyana 2, Miftach Hidayatullah 3 1,2 Dosen STMIK Bina Sarana Global, 3 Mahasiswa STMIK Bina
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Penelitian dengan judul Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Ayam. Dalam penelitiannya, penulis menggunakan metode forward chaining untuk melakukan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. penghasil telur. Ayam bibit bertujuan untuk menghasilkan telur berkualitas tinggi
3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Ayam Pembibit Bibit merupakan ayam muda yang akan dipelihara menjadi ayam dewasa penghasil telur. Ayam bibit bertujuan untuk menghasilkan telur berkualitas tinggi dan daya
SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA JENIS PENYAKIT PADA AYAM MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING
SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA JENIS PENYAKIT PADA AYAM MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING Resdi Hadi Prayoga Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Informatika Universitas Yudharta Pasuruan ABSTRACT Diagnosis
Pengendalian Penyakit pada Sapi Potong
Pengendalian Penyakit pada Sapi Potong Potensi sapi potong di Indonesia sangat menjanjikan, dengan keadaan tanah yang subur sehingga pakan berupa hijauan yang merupakan kebutuhan sapi seharusnya juga lebih
BAB II LANDASAN TEORI. Landasan teori atau kajian pustaka yang digunakan dalam membangun
BAB II LANDASAN TEORI Landasan teori atau kajian pustaka yang digunakan dalam membangun sistem informasi ini, terdapat teori-teori ilmu terkait yang digunakan untuk membantu menyelesaikan permasalahan
Sistem Pakar. Pertemuan 2. Sirait, MT
Sistem Pakar Pertemuan 2 Definisi Sistem pakar adalah suatu program komputer yang dirancang untuk mengambil keputusan seperti keputusan yang diambil oleh seorang atau beberapa orang pakar. Menurut Marimin
Gejala Penyakit CAMPAK Hari 1-3 : Demam tinggi. Mata merah dan sakit bila kena cahaya. Anak batuk pilek Mungkin dengan muntah atau diare.
PENYAKIT CAMPAK Apakah setiap bintik-bintik merah yang muncul di seluruh tubuh pada anak balita merupakan campak? Banyak para orangtua salah mengira gejala campak. Salah perkiraan ini tak jarang menimbulkan
IMPLEMENTASI SISTEM PAKAR BERBASIS ATURAN UNTUK DIAGNOSA PRODUKTIVITAS TERNAK AYAM RAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING
IMPLEMENTASI SISTEM PAKAR BERBASIS ATURAN UNTUK DIAGNOSA PRODUKTIVITAS TERNAK AYAM RAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING Febri Hadi, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. badan yang bertujuan untuk memproduksi daging. Ayam pedaging dikenal dengan
3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Ayam Pedaging Ayam pedaging merupakan jenis ayam unggul dalam pertambahan bobot badan yang bertujuan untuk memproduksi daging. Ayam pedaging dikenal dengan sebutan ayam potong
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 1.1 Sistem Pakar Sistem pakar adalah suatu program komputer yang dirancang untuk mengambil keputusan seperti keputusan yang diambil oleh seorang atau beberapa orang pakar. Menurut
SISTEM PAKAR DETEKSI PENYAKIT AYAM DENGAN MEDIA INTERAKTIF
SISTEM PAKAR DETEKSI PENYAKIT AYAM DENGAN MEDIA INTERAKTIF Andry Sandjaja 1, Andi Wahju Rahardjo Emanuel 2, Maresha Caroline Wijanto 3 1,2,3 Program Studi S1 Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Ayam broiler pembibit merupakan ayam yang menghasilkan bibit ayam
3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Ayam Broiler Pembibit Ayam broiler pembibit merupakan ayam yang menghasilkan bibit ayam broiler (Sudaryani dan Santosa, 2003). Pembibitan ayam merupakan suatu kegiatan pemeliharaan
BAB III LANDASAN TEORI. Pada bab ini akan dipaparkan teori-teori yang melandasi di dalam pembangunan sistem pakar yang penulis akan buat.
BAB III LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dipaparkan teori-teori yang melandasi di dalam pembangunan sistem pakar yang penulis akan buat. 3.1. Sistem Pakar Sistem pakar adalah sistem yang berusaha mengadopsi
BUDIDAYA TERNAK AYAM BURAS
BUDIDAYA TERNAK AYAM BURAS I. PENDAHULUAN. Pembangunan Sub Sektor Peternakan sebagai bagian integral dari pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Grobogan mempunyai andil yang cukup besar dan strategis
Aplikasi Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Gangguan Pernafasan pada Anak Menggunakan Metode CF (Certainty Factor)
Jurnal Komputer Terapan Vol. 2, No. 2, November 2016, 159-168 159 Jurnal Politeknik Caltex Riau http://jurnal.pcr.ac.id Aplikasi Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Gangguan Pernafasan pada Anak Menggunakan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Imunisasi 1. Definisi Imunisasi Imunisasi adalah suatu upaya untuk mendapatkan kekebalan terhadap suatu penyakit dengan cara memasukkan kuman atau produk kuman yang sudah dilemahkan
Desain sistem Analisis sistem Implementasi sistem Pemeliharaan Sistem HASIL DAN PEMBAHASAN Investigasi sistem
5 akuisisi pengetahuan untuk pengambilan keputusan berdasarkan gejala klinis dan gejala yang bersifat fuzzy, serta pembuatan fuzzy inference system (FIS). Dalam pembutan FIS, dinakan representasi fungsi
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Berjalan Analisa sistem yang berjalan pada bab ini adalah sebagai bahan perbandingan dengan sistem yang akan di rancang. Penulis akan memaparkan
MACAM-MACAM PENYAKIT. Nama : Ardian Nugraheni ( C) Nifariani ( C)
Nama : Ardian Nugraheni (23111307C) Nifariani (23111311C) MACAM-MACAM PENYAKIT A. Penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue) 1) Pengertian Terjadinya penyakit demam berdarah dengue disebabkan oleh virus dengue
BAB I PENDAHULUAN. akut, TBC, diare dan malaria (pidato pengukuhan guru besar fakultas
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Di negara yang sedang berkembang, khususnya di puskesmas sangat sulit dijumpai tenaga ahli kesehatan (spesialis), padahal orang tua sangat membutuhkan dokter spesialis
BAB III VIRUS TOKSO PADA KUCING
BAB III VIRUS TOKSO PADA KUCING 3.1. Virus Tokso Pada Kucing Toksoplasmosis gondii atau yang lebih sering disebut dengan tokso adalah suatu gejala penyakit yang disebabkan oleh protozoa toksoplasmosis
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Pakar Sistem pakar pertama kali dikembangkan oleh komunitas AI pada pertengahan tahun 1960. Sistem pakar yang muncul pertama kali adalah General Purpose Problem Solver (GPS)
PENDAHULUAN 1. Latar Belakang 2. Rumusan Masalah 3. Tujuan Dan Manfaat
PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Perkembangan ilmu kedokteran mengalami kemajuan pesat yang ditandai dengan ditemukannya penyakit-penyakit tropis baru yang belum teridentifikasi sebelumnya. Para dokter ahli
INFERENCE & EXPLANATION TEKNIK PENARIKAN KESIMPULAN & MEMBERI PENJELASAN
INFERENCE & EXPLANATION TEKNIK PENARIKAN KESIMPULAN & MEMBERI PENJELASAN Pendahuluan Inferensi adalah suatu program komputer yang merupakan suatu algoritma yang mengontrol beberapa proses penalaran dan
SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT PADA BEBEK BERBASIS ANDROID
SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT PADA BEBEK BERBASIS ANDROID PUBLIKASI ILMIAH Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Jenjang Strata I pada Jurusan Informatika Fakultas Komunikasi dan Informatika
MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT MODUL - 2 PENILAIAN DAN KLASIFIKASI ANAK SAKIT UMUR 2 BULAN SAMPAI 5 TAHUN
MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT MODUL - 2 PENILAIAN DAN KLASIFIKASI ANAK SAKIT UMUR 2 BULAN SAMPAI 5 TAHUN PENDAHULUAN Seorang ibu akan membawa anaknya ke fasilitas kesehatan jika ada suatu masalah atau
Aplikasi untuk Diagnosis Penyakit pada Anak dan Balita Menggunakan Faktor Kepastian
Aplikasi untuk Diagnosis Penyakit pada Anak dan Balita Menggunakan Faktor Kepastian Helen Sastypratiwi 1, Fatma Agus Setyaningsih 2 Program Studi Teknik Informatika Universitas Tanjungpura Jl. Ahmad Yani,
DIAGNOSIS PENYAKIT AKIBAT INFEKSI VIRUS PADA ANAK MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR
DIAGNOSIS PENYAKIT AKIBAT INFEKSI VIRUS PADA ANAK MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR Heri, Helfi Nasution, Helen Sasty Pratiwi Program Studi Teknik Infornatika Universitas Tanjungpura e-mail: [email protected]
BAB III TEORI DASAR SISTEM PAKAR DAN SISTEM KONTROL BERBASIS SISTEM PAKAR 20 BAB III TEORI DASAR SISTEM PAKAR DAN SISTEM KONTROL BERBASIS SISTEM PAKAR
SISTEM PAKAR 20 BAB III TEORI DASAR SISTEM PAKAR DAN SISTEM KONTROL BERBASIS SISTEM PAKAR 3.1 Sistem Pakar Sistem pakar adalah suatu program komputer cerdas yang menggunakan knowledge (pengetahuan) dan
IMPLEMENTASI METODE CERTAINTY FACTOR UNTUK PENENTUAN KEPASTIAN ATURAN PENYAKIT PADA ANAK
IMPLEMENTASI METODE CERTAINTY FACTOR UNTUK PENENTUAN KEPASTIAN ATURAN PENYAKIT PADA ANAK 1) Aldi Rifaldi, 2) Yusni Nyura 1), 2) Program Studi Teknik Informatika Politeknik Negeri Samarinda Samarinda Email:
SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT BURUNG PARUH BENGKOK MENGGUNKAN METODE DEMPSTER-SHAFER BERBASIS WEB
SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT BURUNG PARUH BENGKOK MENGGUNKAN METODE DEMPSTER-SHAFER BERBASIS WEB Krisna Adi Wulan Sari 1, Yan Watequlis Syaifudin 2, Hendra Pradibta 3 Program Studi Teknik Informatika,
MODEL HEURISTIK. Capaian Pembelajaran. N. Tri Suswanto Saptadi
1 MODEL HEURISTIK N. Tri Suswanto Saptadi 2 Capaian Pembelajaran Mahasiswa dapat memahami dan mampu mengaplikasikan model Heuristik untuk menyelesaikan masalah dengan pencarian solusi terbaik. 1 3 Model
By: Sulindawaty, M.Kom
By: Sulindawaty, M.Kom 1 Kata Pengantar Sistem Pakar adalah mata kuliah yang mendukung untuk membuat aplikasi yang dapat memecahkan masalah dengan pengetahuan seorang pakar yang di dimasukkan dalam komputer.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Ayam pedaging Ayam broiler adalah galur ayam hasil rekayasa teknologi yang memiliki karakteristik ekonomis dengan ciri khas pertumbuhan cepat sebagai penghasil daging, masa
SISTEM PAKAR UNTUK MENDETEKSI PENYAKIT AKIBAT BAKTERI SALMONELLA DALAM TUBUH MANUSIA MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR
SISTEM PAKAR UNTUK MENDETEKSI PENYAKIT AKIBAT BAKTERI SALMONELLA DALAM TUBUH MANUSIA MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR Nita Sari Br Sembiring STMIK Potensi Utama Medan Jl. K.L Yos Sudarso No 3A Medan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penetasan telur ada dua cara, yaitu melalui penetasan alami (induk ayam)
2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Mesin Tetas Penetasan telur ada dua cara, yaitu melalui penetasan alami (induk ayam) dan melaui penetasan buatan (mesin tetas) (Paimin, 2000). Penetasan buatan dilakukan
Written by Administrator Sunday, 07 August :30 - Last Updated Wednesday, 07 September :03
Muntah tanpa Sebab Bayi belum selesai makan, tiba-tiba "BOOMM!" Makanannya mengotori baju. Mengapa? Gumoh hingga muntah kerap terjadi pada bayi berusia kurang dari enam bulan. Perilaku ini membuat ibu
SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT YANG DISEBABKAN OLEH VIRUS INFLUENZA MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING DAN CERTAINTY FACTOR
SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT YANG DISEBABKAN OLEH VIRUS INFLUENZA MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING DAN CERTAINTY FACTOR SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana
SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT SALURAN PENCERNAAN MENGGUNAKAN METODE DEMPSTER SHAFER
SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT SALURAN PENCERNAAN MENGGUNAKAN METODE DEMPSTER SHAFER 1 Yasidah Nur Istiqomah (07018047), 2 Abdul Fadlil (0510076701) 1 Program Studi Teknik Informatika 2 Program
SISTEM PAKAR ONLINE MENGGUNAKAN RULE BASE METHOD UNTUK DIAGNOSIS PENYAKIT AYAM SKRIPSI KIKI HENDRA SITEPU
SISTEM PAKAR ONLINE MENGGUNAKAN RULE BASE METHOD UNTUK DIAGNOSIS PENYAKIT AYAM SKRIPSI KIKI HENDRA SITEPU 060823019 DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN Tingkat terjangkitnya penyakit adalah salah satu faktor penentu keberhasilan sebuah peternakan, terutama peternakan unggas broiler dan layer. Untuk mengetahui penyakit yang menjangkiti
