PENALARAN PADA PARADOKS KEBOHONGAN
|
|
|
- Yohanes Tan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PENALARAN PADA PARADOKS KEBOHONGAN Nikolaus Indra Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung Jalan Ganesa 10, Bandung [email protected] ABSTRAK Kebohongan merupakan hal manusiawi yang sering dilakukan oleh kita semua. Entah itu hal kecil ataupun besar. Kebohongan yang sering dilakukan ialah membuat pernyataan pernyataan yang dapat mengecoh lawan bicara, dengan kata lain membuat lawan bicara kita bingung akan pernyataan kita sehingga mereka menganggap bahwa pernyataan tersebut adalah benar. Kebohongan dikaitkan dengan ilmu bahasa / linguistik, karena kebohongan sering disampaikan melalui ucapan dan kata kata manusia. Sebuah pernyataan yang bohong pun dalam ilmu logika dapat dicari nilai kebenarannya yakni benar atau salah. Namun pada abad ke-4 sebelum masehi, seorang ahli filosofis Yunani pertama kali menguraikan tentang kebohongan dan menamainya dengan liar paradox (paradoks kebohongan). Paradoks kebohongan ini berbeda dari sebuah pernyataan kebohongan yang dapat dicari nilai kebenarannya. Namun terdapat berbagai solusi jika dilihat dari sisi yang berlainan pula. Pada makalah ini, akan dibahas mengenai paradoks kebohongan dan hubungannya dengan penalaran manusia dengan tujuan agar pengetahuan tentang logika (penalaran) semakin bertambah. Kata kunci: kebohongan, paradoks, penalaran 1. PENDAHULUAN Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan panca indra (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui.[2] Penalaran pada suatu pernyataan pasti dilakukan dengan tujuan untuk mencari nilai kebenaran yang ada. Untuk mendapatkan kebenaran dari sebuah pernyataan yang kita belum tahu kebenarannya adalah dengan menggunakan tabel kebenaran. Dimana kita memilah premis premis dari sebuah kalimat / pernyataan yang ada lalu menjabarkannya dalam tabel kebenaran. Sebagai contoh, terdapat argumen argumen berikut : Jika air laut surut setelah gempa di laut, maka tsunami datang. Air laut surut setelah gempa di laut. Karena itu tsunami datang. Proposisi Air laut surut setelah gempa di laut dimisalkan p, dan q adalah proposisi tsunami datang. Maka argumen tersebut dapat ditulis dalam notasi sebgai berikut : p q p q Lalu dibentuk tabel kebenaran sebagai berikut p q p q T T T T F F F T T F F T Tabel 1.1 Tabel kebenaran untuk p, q, dan p q Argumen tersebut sahih jika hipotesisnya benar, maka konklusinya benar. Diperiksa apabila hipotesis p dan p q benar, maka konklusi q juga benar sehingga argumen dikatakan benar. Pada tabel 1.1 p dan p q benar secara bersama sama pada baris ke-1. Pada baris ke-1 ini q juga benar. Jadi argumen di atas adalah sahih.[9] Pada contoh di atas, setiap pernyataan untuk mengetahui nilai kebenarannya dapat diketahui dengan melakukan cara yang sama, yaitu dengan menggunakan tabel kebenaran dengan sebelumnya menentukan premis premis yang ada dari sebuah pernyataan. MAKALAH IF2091 STRUKTUR DISKRIT TAHUN 2009
2 Namun tidak semua pernyataan (kebohongan) dapat dijabarkan ke dalam tabel kebenaran yang kita kenal. Adalah paradoks kebohongan, pertama kali dijelaskan oleh ahli filosofi Yunani bernama Eubulides yang mencantumkan tujuh teka teki lainnya. Paradoks adalah situasi yang timbul dari sejumlah premis yang diakui kebenarannya yang bertolak dari suatu pernyataan dan akan tiba pada suatu konflik atau kontradiksi. Sebuah paradoks adalah sebuah pernyataan yang betul atau sekelompok pernyataan yang menuju ke sebuah kontradiksi atau ke sebuah situasi yang berlawanan dengan intuisi.[1] Kata paradoks seringkali digunakan dengan kontradiksi, tetapi sebuah kontradiksi oleh definisi tidak dapat benar, banyak paradoks dapat memiliki sebuah jawaban, meskipun banyak yang tetap tak terpecahkan, atau hanya terpecahkan dengan perdebatan. 2. PARADOKS KEBOHONGAN Contoh paradoks kebohongan adalah kalimat ini bernilai salah. Dalam kasus seperti ini, bila preposisi tersebut dianggap bernilai benar, maka konklusinya adalah salah. Dan juga sebaliknya preposisi tersebut dianggap bernilai salah, maka konklusinya adalah benar. Namun tidak ada preposisi yang bernilai ganda. Suatu preposisi haruslah bernilai benar saja atau salah saja, tidak boleh keduanya. Itu berarti paradoks kebohongan tidak bernilai benar atau salah. Dengan kata lain ini bukan sebuah preposisi, atau pernyataan yang tidak bermakna. [3]Contoh yang lainnya adalah sebagai berikut, pada selembar kertas tertulis : THE SENTENCE ON THE OTHER SIDE OF THIS CARD IS TRUE dan pada lembar sebaliknya tertulis : THE SENTENCE ON THE OTHER SIDE OF THIS CARD IS FALSE. Persoalan tersebut saling mengacu kepada kalimat berikutnya dan bukan mengacu kepada kalimat itu sendiri. Hal ini berarti persoalan tersebut tidak ada jawabannya karena selalu berputar pada pemikiran yang sama. Pernyataan tersebut membentuk suatu loop. Maka penjelasan yang sederhana dari kebingungan yang dibuat oleh loop ini adalah : Jika hal tersebut BENAR maka itu SALAH, namun jika hal itu SALAH maka itu BENAR dan selanjutnya Penjelasan lebih lanjut, pada contoh paradoks kebohongan di selembar kertas, bila hal tersebut dianggap bukan sebuah preposisi atau tidak bermakna, namun kertas tersebut tetap dibalik, itu berarti kalimat pada salah satu sisi kertas tersebut adalah bermakna atau sebuah preposisi. Namun bila pernyataan pada selembar kertas tersebut adalah sebuah preposisi, preposisi tersebut tidaklah memenuhi hukum bivalensi (sebuah preposisi haruslah bernilai benar saja atau salah saja). [4] Versi paradoks kebohongan lainnya yang populer adalah sebagai berikut, terdapat 3 pernyataan pada satu lembar kartu : 1. This Sentence Contains Five Words 2. This Sentence Contains Eight Words 3. Exactly One Sentence On This Card Is True Penjelasan pada contoh ini sama dengan penjelasan pada contoh sebelumnya, yaitu setiap pernyataan mengacu kepada kalimat berikutnya. Pernyataan paradoks kebohongan yang tertua dan sangat terkenal adalah Epimenides si orang Kreta mengatakan bahwa orang Kreta adalah pembohong. Dari pernyataan tersebut, premis premisnya adalah : 1. Jika apa yang dikatakan Epimenides benar, ia bukan pembohong 2. Jika Epimenides bukan pembohong, apa yang dikatakannya tidak benar 3. Jika apa yang dikatakannya tidak benar, ia pembohong Konklusi yang dapat diambil adalah : 1. Ia adalah pembohong dan bukan orang jujur 2. Jika yang dikatakan Epimenides tidak benar, ia adalah pembohong 3. Jika ia pembohong, apa yang dikatakannya tidak benar 4. Jika apa yang dikatakannya tidak benar, itu berarti bahwa ia adalah orang jujur Apa yang dikatakan Epimenides sebenarnya secara serentak mengandung kebohongan dan kebenaran. Jika kebohongan, berarti ia benar benar pembohong, dan jika kebenaran, berarti ia adalah seorang yang jujur. Secara sederhana bila pernyataan tersebut benar, berarti dia berbohong, namun bila dia jujur, berarti dia berbohong. Salah satu cara menanggapinya adalah berhubungan dengan acuan terhadap diri sendiri, yakni, Epimenides mengacu pada dirinya sendiri saat mengatakan orang Kreta adalah pembohong. Cara lain untuk menjelaskan pernyataan Epimenides adalah seperti yang dijelaskan oleh David Tribble [11] yang menganalisis sebagai berikut : Dari pernyataan orang Kreta adalah pembohong dapat diambil keterangan bahwa: 1. Epimenides adalah orang Kreta 2. Epimenides bisa saja seorang yang jujue atau bohong 3. Pernyataan Epimenides dapat benar atau salah Dan diasumsikan orang Kreta ada banyak (tidak hanya Epimenides seorang)
3 4. Ada lebih dari satu orang Kreta Dan diasumsikan juga bahwa Epimenides adalah benar benar pembohong. 5. Epimenides adalah seorang pembohong 6. Pernyataan Epimenides adalah salah 7. Orang Kreta adalah pembohong adalah salah 8. Tidak semua orang Kreta adalah pembohong 9. Beberapa orang Kreta bukan pembohong 10. Sekurang kurangnya salah satu dari orang Kreta adalah pembohong Dari beberapa asumsi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa Epimenides orang Kreta adalah pembohong, maka tidak ada yang dinamakan paradoks kebohongan, karena didapatkan sebuah jawabannya. Namun kekurangannya adalah bahwa pernyataan David Tribble adalah berupa pengandaian / asumsi. Jadi kesimpulan akhirnya adalah tetap bahwa pernyataan Epimenides adalah sebuah paradoks. Beberapa orang juga mencoba untuk menjelaskan tentang paradoks kebohongan dan berusaha untuk mendapatkan jawaban yang sebenarnya. Sebagai contoh seorang filsuf dan ahli matematika bernama Bertrand Russel [5] menyatakan penyebab paradoks kebohongan tidak sahih adalah adanya frase this sentence (kalimat ini) karena frase seperti itu aakan mengacu pada diri sendiri. Willard van Orman Quine [6] ahli filsuf dan logika berkebangsaan Amerika berkata lain tentang paradoks kebohongan ini. Hal yang menyebabkan kebohongan menjadi paradoks menurutnya adalah frase is false (adalah salah) sebab frase tersebut haruslah dipenuhi oleh tingkatan bahasa hierarki bawah. Ahli filsuf dan logika lainnya, Saul Kripke [7] berpendapat juga bahwa pernyataan bohong adalah bermakna / sebuah preposisi, namun kalimat tersebut tidak bernilai salah maupun benar (tidak memunyai nilai kebenaran). Lain lagi pendapat Arthur Prior [8] yang menyatakan bahwa tidak ada yang dinamakan dengan paradoks kebohongan. Dia menyatakan bahwa setiap kalimat menyatakan sendiri kebenarannya secara implisit. Sebagai contoh, kalimat It is true that two plus two equals four (adalah benar dua ditambah dua sama dengan empat) tidak mengandung informasi lain selain two plus two equals four (dua ditambah dua sama dengan empat) karena adanya frase It is true (adalah benar) yang secara implisit menjelaskan kalimat tersebut. Oleh karena itu kedua kalimat berikut adalah ekivalen : 1. Pernyataan ini salah 2. Pernyataan ini benar dan pernyataan ini salah Pernyataan kedua adalah sebuah kontradiksi sederhana berbentuk p dan tidak p, dan bernilai salah sesuai logika konjungsi. Dari beberapa pernyataan para ahli di atas dan masih banyak lagi pendapat orang banyak dapat dinyatakan bahwa banyak cara penanganan kasus paradoks kebohongan, namun tidak ada penjelasan secara formal dan pasti tentang hal tersebut. Beberapa dari mereka hanya memberikan argumen filosifis bahwa diperlukan pembangunan ulang pola pikir, konseptual. Biasanya yang muncul adalah alasan bahwa penanganan yang formal tidak mungkin berhasil memberikan solusi tentang paradoks kebohongan. Secara garis besar solusi untuk paradoks kebohongan adalah diperlukannya pembaharuan logika klasik, logika formal dimana sebuah preposisi hanyalah memiliki dua kemungkinan nilai, benar atau salah. Pernyataan Saul Kripke tentang terdapatnya tiga kemungkinan nilai kebenaran suatu kalimat, yaitu benar, salah, atau tidak keduanya. Beberapa ahli berpendapat untuk menjawab paradoks kebohongan, logika klasik tidaklah berlaku lagi. Para ahli juga menolak untuk memperbarui logika klasik demi mencari penjelasan formal tentang paradoks kebohongan. Seorang ahli memberikan daftar 5 kriteria yang berhubungan dengan solusi paradoks kebohongan. Ahli tersebut bernama Richard L. Kirkham. Dan solusinya adalah sebagai berikut : 1. Spesifik. Solusi haruslah jelas and gamblang memperlihatkan bagian premis dari pernyataan 2. Tidak ada postulat ad hoc. Sebuah solusi haruslah memberi alasan yang mandiri mengenai penolakan premis. Mandiri yakni mandiri dari fakta bahwa penolakan seperti itu akan menguak paradoks tersebut 3. Tidak berlebihan. Tidak menganggap sebuah preposisi benar ataua salah secara berlebihan 4. Lengkap. Sebuah solusi haruslah mencakup keseluruhan jenis paradoks 5. Cocok dengan intuisi. Solusi harus cocok, sejalan dengan intuisi kita dalam menentukan kesahihan sebuah argumen atau preposisi. Solusi lainnya untuk menemukan kebenaran dari paradoks kebohongan adalah secara intuitif, namun cara ini tidak sah, sebab tidak ada dasar dari jawaban yang ada. Solusi seperti ini dikatakan solusi bodoh. 3. PERSOALAN LAINNYA Agar dapat lebih mengerti tentang paradoks kebohongan, berikut adalah contoh persoalan yang dekat kaitannya dengan paradoks kebohongan yaitu sebuah cerita tentang orang bohong dan orang jujur. Pada dahulu kala terdapat seorang pengelana yang ingin pergi ke Kota A. Pada tengah tengah perjalanan, ia menemukan persimpangan jalan, ke kiri dan ke kanan, dan pada masing masing persimpangan tersebut ada orang yang menjaga. Untuk mencapai Kota A, sang pengelana harus memilih jalan ke kiri atau ke kanan. Namun ke dua orang yang menjaga masing masing jalan tersebut menyatakan pernyataan sebagai berikut :
4 1. Salah satu dari kami adalah selalu berbohong, dan yang lainnya selalu berkata jujur. 2. Orang yang menjaga jalan ke kanan berkata, Yang benar adalah melalui jalan ini. 3. Orang yang menjaga jalan ke kiri berkata, Yang benar adalah melalui jalan ini. Untuk sampai di Kota A, pengelana tidak mungkin memilih secara intuitif dan asal jalan mana yang benar. Oleh karena itu pengelana tersebut diberi satu kesempatan bertanya kepada kedua penunggu jalan tersebut. Jika pengelana tersebut bertanya, Manakah jalan yang benar?, pengelana tersebut akan terjerat pada paradoks kebohongan, karena masing masing argumen memberikan pernyataan dengan nilai kebenaran yang tidak pasti (bisa bernilai benar, salah, atau keduanya). Jadi untuk menghindari paradoks kebohongan di sini adalah dengan mengajukan pernyataan Tunjukkan kepada saya jalan yang benar. Maka kedua penungggu jalan tersebut akan menunjuk pada satu jalan, entah itu kiri atau kanan, yang merupakan jalan menuju Kota A. Hal ini disebabkan ada pernyataan salah satu dari kami adalah selalu berbohong, dan yang lainnya selalu berkata jujur. Orang yang jujur akan menunjuk pada jalan yang benar di mana ia menunggu, sesuai pernyataan utamanya yakni Yang benar adalah melalui jalan ini. Dan orang yang berbohong akan menunjuk ke jalan yang bukan sedang ia jaga karena pernyataan yang ia sampaikan, yakni Yang benar adalah melalui jalan ini merupakan sebuah kebohongan. Namun tetap hal tersebut tak luput dari sebuah asumsi bahwa apa yang dikatakan penjaga yang mengaku jujur adalah benar benar jujur dan apa yang dikatan penjaga yang mengaku pendusta adalah benar benar suatu kebohongan. Sebab kita tidak tahu 100% bahwa apa yang diucapkan mereka adalah apa adanya. Contoh lainnya adalah pada permasalahan yang serupa namun terlihat lebih rumit, yaitu pada teka teki populer di Inggris. Suku Floppybottom sedang memilih kepala suku mereka yang baru. Ini akan menjadi anggota suku pertama yang dapat dengan benar mengidentifikasi para anggota keluarga Grunter yang jujur suatu masalah yang membingungkan para sesepuh suku tersebut. Lima anggota keluarga Grunter dibawa sebelum seluruh anggota suku yang lain. Dari kelima orang tadi, dua dikenal secara konsisten berkata dusta dan tiga lainnya dikenal jujur. Tetapi, tak seorangpun pernah dapat memutuskan siapa yang melakukan apa. Maka tiap anggota keluarga Grunter diundang untuk membuat pernyataan tentang anggota keluarganya yang lain. Appu berkata, Hanya satu dari Babble dan Cowa yang berkata jujur. Babble menegaskan, Tak seorangpun dari Appu dan Eva berkata dusta. Cowa melaporkan, Tidak satupun dari Appu dan Dobi berdusta. Dobi berkata, Hanya satu dari Cowa dan Eva yang berdusta. Eva menyatakan, Jika tidak kedua Babble dan Dobie jujur, maka keduanya adalah pendusta. Anggota keluarga Grunter mana yang jujur? Teka teki ini sekilas rumit dan setiap pernyataan yang dibuat oleh anggota keluarga Grunter selalu mengacu pada kalimat lainnya sehingga teka teki ini dapat menjadi sebuah persoalan paradoks kebohongan. Namun untuk menyelesaikan persoalan tersebut, kita hanya perlu menelusuri setiap pernyataan yang diberikan oleh masing masing anggota keluarga Grunter. Asumsikan Cowa berkata dusta, maka akan muncul tiga kemungkinan sebagai berikut : 1. Appu jujur dan Dobi berdusta 2. Appu dusta dan Dobi jujur 3. Appu dan Dobi keduanya berdusta. Dari kemungkinan tersebut, tidak satupun yang menghasilkan tepat dua pendusta. Maka asumsi bahwa Cowa berkata dusta adalah salah, dengan kata lain yang diucapkan oleh Cowa adalah suatu kejujuran yang pasti. Ini berarti bahwa Appu dan Dobi juga orang jujur, sementara Babble dan Eva adalah pendusta. Dalam menyelesaikan permasalahan di atas, kita tidak bisa menentukan secara formal siapa saja yang berdusta dan siapa saja yang jujur. Persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan dengan adanya asumsi bahwa Cowa berkata dusta sehingga kita dapat menarik kesimpulan seperti yang dijelaskan di atas. 4. KESIMPULAN Berdasarkan penjelasan pada makalah ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa paradoks kebohongan tidak dapat diselesaikan dengan cara yang formal dan secara pasti. Jika dikaitkan dengan ilmu logika,bahwa suatu pernyataan pasti bernilai benar atau salah, paradoks kebohongan tidak berkaitan secara langsung. Sebab dapat dilihat pada beberapa contoh persoalan yang dapat diselesaikan hanya dengan asumsi. Lain halnya dengan ilmu logika yang tidak mengenal adanya asumsi. Solusi lain untuk menyelesaikan persoalan paradoks kebohongan adalah bahwa pernyataan tersebut bergantung pada penalaran masing masing individu dan juga jenis permasalahannya. Banyak juga teori teori berkembang di antar para ahli filsuf, logika, dan matematika, namun tetap setiap teori masih terlalu lemah dan banyak kekurangannya sehingga tidak ada sebuah kepastian dalam menjelaskan hal ini. Ini juga dapati diartikan bahwa suatu paradoks kebohongan akan berbeda penjelasannya antara satu individu dengan individu lainnya, sebab asumsi / pola pikir setiap individu adalah unik. Oleh karena itu hal ini disebut paradoks kebohongan, sebab sifatnya yang akan menimbulkan kontradiksi.
5 REFERENSI [1] [2] [3] [4] dox.html Tanggal akses 19 Desember 2009, pukul [5] Tanggal akses 19 Desember 2009, pukul [6] e Tanggal akses 19 Desember 2009, pukul [7] Tanggal akses 19 Desember 2009, pukul [8] Tanggal akses 19 Desember 2009, pukul [9] Munir, Rinaldi. Diktat Kuliah IF2091 Struktur Diskrit. Edisi keempat. Program Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung [10] Clarke, Barry R Bermain Teka Teki untuk Kesenangan Hati. Jakarta : Abdi Tandur [11] Tanggal akses 19 Desember 2009, pukul 15.00
Liar Paradox Serta Contoh Persoalannya
Liar Paradox Serta Contoh Persoalannya Aloysius Adrian (13506031) Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Sekolah Teknik Elektro Informatika Institut Teknologi Bandung Jalan Ganesha 10 Bandung, email
Program Studi Teknik Informatika STMIK Tasikmalaya
Materi Kuliah Logika Matematika Oleh: Dadang Mulyana Program Studi Teknik Informatika STMIK Tasikmalaya dadang mulyana 2013 1 Info Dosen Nama : Dadang Mulyana Alamat : Ciamis HP. :- E-mail tugas : [email protected]
Masalah Induksi : Raven Paradox
Masalah Induksi : Raven Paradox Ruth Nattassha (13510096) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia [email protected]
PROPOSISI MAJEMUK. dadang mulyana
PROPOSISI MAJEMUK Perangkai logika digunakan untuk mengkombinasikan proposisi-proposisi atomik jadi proposisi majemuk Jangan ada ambiguitas (slah tafsir) Harus ada tanda kurung yang tepat Proposisi-proposisi
LOGIKA. /Nurain Suryadinata, M.Pd
Nama Mata Kuliah Kode Mata Kuliah/SKS Program Studi Semester Dosen Pengampu : Matematika Diskrit : MAT-3615/ 3 sks : Pendidikan Matematika : VI (Enam) : Nego Linuhung, M.Pd /Nurain Suryadinata, M.Pd Referensi
Penerapan Logika dan Peluang dalam Permainan Minesweeper
Penerapan Logika dan Peluang dalam Permainan Minesweeper Kharis Isriyanto 13514064 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung
Kuliah 2 1. LOGIKA (LOGIC) Matematika Diskrit. Dr.-Ing. Erwin Sitompul
Kuliah 2 1. LOGIKA (LOGIC) Dr.-Ing. http://zitompul.wordpress.com Solusi Pekerjaan Rumah (PR 1) Dua pedagang barang kelontong mengeluarkan semboyan dagang untuk menarik pembeli. Pedagang pertama mengumbar
BAB I PENDAHULUAN. a. Apa sajakah hukum-hukum logika dalam matematika? b. Apa itu preposisi bersyarat?
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Secara etimologi, istilah Logika berasal dari bahasa Yunani, yaitu logos yang berarti kata, ucapan, pikiran secara utuh, atau bisa juga ilmu pengetahuan. Dalam arti
Pengantar Logika. Didin Astriani Prasetyowati, M.Stat UIGM
Pengantar Logika Didin Astriani Prasetyowati, M.Stat UIGM 1 BAB I PENGANTAR LOGIKA Konsep Logika Apakah logika itu? Seringkali Logika didefinisikan sebagai ilmu untuk berfikir dan menalar dengan benar
Representasi Kalimat Logika ke dalam Matriks Trivia
Representasi Kalimat Logika ke dalam Matriks Trivia Rio Chandra Rajagukguk 13514082 Program Studi Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132,
KATA PENGANTAR. Assalamu alaikum Wr. Wb.
KATA PENGANTAR Assalamu alaikum Wr. Wb. Alhamdulillah.. Puji syukur kehadirat Allah SWT. atas segala rahmat dan hidayah-nya. Segala pujian hanya layak kita aturkan kepada Allah SWT. Tuhan seru sekalian
EKSKLUSIF OR (XOR) DEFINISI
Logika Matematik EKSKLUSIF OR (XOR) DEFINISI : Misalkan p dan q adalah proposisi. Proposisi salah satu p atau q ditulis p q adalah proposisi yang bernilai benar jika tepat satu diantara p atau q BENAR,
Memecahkan Puzzle Hidato dengan Algoritma Branch and Bound
Memecahkan Puzzle Hidato dengan Algoritma Branch and Bound Hanny Fauzia 13509042 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung
Paradoks dalam Logika Induktif : Hempel's Raven
Paradoks dalam Logika Induktif : Hempel's Raven Karunia Ramadhan (13508056) Program Studi Teknik Informatika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10, Bandung
Russel Paradox dan The Barber Puzzle
Russel Paradox dan The Barber Puzzle Lucky Cahyadi Kurniawan / 13513061 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132,
PENGANTAR LOGIKA INFORMATIKA
P a g e 1 PENGANTAR LOGIKA INFORMATIKA 1. Pendahuluan a. Definisi logika Logika berasal dari bahasa Yunani logos. Logika adalah: ilmu untuk berpikir dan menalar dengan benar ilmu pengetahuan yang mempelajari
Materi Kuliah IF2091 Struktur Diskrit. Pengantar Logika. Oleh: Rinaldi Munir. Program Studi Informatika STEI - ITB
Materi Kuliah IF2091 Struktur Diskrit Pengantar Logika Oleh: Rinaldi Munir Program Studi Informatika STEI - ITB 1 Logika Perhatikan argumen di bawah ini: Jika anda mahasiswa Informatika maka anda pasti
Penerapan Algoritma Brute Force pada Teka-teki Magic Square 3 x 3
Penerapan Algoritma Brute Force pada Teka-teki Magic Square 3 x 3 Dzar Bela Hanifa 13515007 Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung Bandung, Indonesia [email protected] Abstract Teka-teki
Algoritma Penentuan Graf Bipartit
Algoritma Penentuan Graf Bipartit Zain Fathoni - 13508079 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung Kampus ITB Jln. Ganesha No. 10 Bandung e-mail:
APLIKASI KOMBINATORIAL DALAM TEXAS HOLD `EM
APLIKASI KOMBINATORIAL DALAM TEXAS HOLD `EM William Eka Putra 13508071 Program Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung Jalan Ciumbuleuit no. 141 Bandung [email protected] ABSTRAK
Matematika Industri I
LOGIKA MATEMATIKA TIP FTP - UB Pokok Bahasan Proposisi dan negasinya Nilai kebenaran dari proposisi Tautologi Ekuivalen Kontradiksi Kuantor Validitas pembuktian Pokok Bahasan Proposisi dan negasinya Nilai
Penerapan Algoritma Greedy Pada Permainan Kartu Truf
Penerapan Algoritma Greedy Pada Permainan Kartu Truf Nikolaus Indra - 13508039 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung
KOMPARASI PENGGUNAAN METODE TRUTH TABLE DAN PROOF BY FALSIFICATION DALAM PENENTUAN VALIDITAS ARGUMEN. Abstrak
Komparasi Penggunaan Metode Truth Table Dan Proof By Falsification Untuk Penentuan Validitas Argumen (Yani Prihati) KOMPARASI PENGGUNAAN METODE TRUTH TABLE DAN PROOF BY FALSIFICATION DALAM PENENTUAN VALIDITAS
Penerapan Algoritma Knuth Morris Pratt dalam Aplikasi Penerjemah Teks
Penerapan Algoritma Knuth Morris Pratt dalam Aplikasi Penerjemah Teks Okharyadi Saputra (13510072) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl.
Pengaplikasian Logika, Rekursi dan Rekurens, Teori Graf, dan Teori Pohon pada Video Game Professor Layton
Pengaplikasian Logika, Rekursi dan Rekurens, Teori Graf, dan Teori Pohon pada Video Game Professor Layton Yudhi Septiadi - 13513053 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika
TEORI BILANGAN DALAM PERSAMAAN DIOPHANTINE
TEORI BILANGAN DALAM PERSAMAAN DIOPHANTINE Ginan Ginanjar Pramadita NIM: 150601 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha 10, Bandung
PERTEMUAN TAUTOLOGI, KONTRADIKSI, DAN CONTINGENT
PERTEMUAN 5 1.1 TAUTOLOGI, KONTRADIKSI, DAN CONTINGENT Tautologi adalah suatu bentuk kalimat yang selalu bernilai benar (True) tidak peduli bagaimanapun nilai kebenaran masing-masing kalimat penyusunnya,
Penerapan Algoritma Greedy dalam Permainan Tetris
Penerapan Algoritma Greedy dalam Permainan Tetris Mario Orlando Teng / 13510057 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung
PEMAKAIAN GRAF UNTUK PENDETEKSIAN DAN PENCEGAHAN DEADLOCK PADA SISTEM OPERASI
PEMAKAIAN GRAF UNTUK PENDETEKSIAN DAN PENCEGAHAN DEADLOCK PADA SISTEM OPERASI Mira Muliati NIM : 13505110 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro Informatika Institut Teknologi Bandung
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Proposisi adalah pernyataan yang dapat ditentukan nilai kebenarannya, bernilai benar atau salah tetapi tidak keduanya. Sedangkan, Kalkulus Proposisi (Propositional
Matematika Diskrit LOGIKA
Matematika Diskrit LOGIKA 1 Logika Logika merupakan dasar dari semua penalaran (reasoning). Penalaran didasarkan pada hubungan antara pernyataan (statements). Proposisi Pernyataan atau kalimat deklaratif
ANALISIS ALGORITMA PEMBANGUN POHON EKSPRESI DARI NOTASI PREFIKS DAN POSTFIKS
ANALISIS ALGORITMA PEMBANGUN POHON EKSPRESI DARI NOTASI PREFIKS DAN POSTFIKS R. Raka Angling Dipura NIM : 13505056 Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung Jalan Ganesha 10, Bandung
PENYELESAIAN TEKA-TEKI PENYUSUNAN ANGKA MENGGUNAKAN ALGORITMA RUNUT BALIK
PENYELESAIAN TEKA-TEKI PENYUSUNAN ANGKA MENGGUNAKAN ALGORITMA RUNUT BALIK Febri Ardiansyah Program Studi Teknik Informatika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB Jl. Ganesha no 10,Bandung [email protected]
Penggunaan Graf Semi-Hamilton untuk Memecahkan Puzzle The Hands of Time pada Permainan Final Fantasy XIII-2
Penggunaan Graf Semi-Hamilton untuk Memecahkan Puzzle The Hands of Time pada Permainan Final Fantasy XIII-2 Michael - 13514108 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut
Logika Matematika Diskret (TKE132107) Program Studi Teknik Elektro, Unsoed
Logika Matematika Diskret (TKE132107) Program Studi Teknik Elektro, Unsoed Iwan Setiawan Tahun Ajaran 2013/2014 Logika Klasik Matematika Diskret (TKE132107) - Program Studi Teknik
Penggunaan Kombinatorial dan Probabilitas Pada Pengambilan Keputusan Pada Permainan Blackjack
Penggunaan Kombinatorial dan Probabilitas Pada Pengambilan Keputusan Pada Permainan Blackjack Rifky Hamdani Program Studi Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung Jalan Ganeca 10 Bandung e-mail: [email protected]
Penerapan Algoritma DFS pada Permainan Sudoku dengan Backtracking
Penerapan Algoritma DFS pada Permainan Sudoku dengan Backtracking Krisna Dibyo Atmojo 13510075 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
kusnawi.s.kom, M.Eng version
Propositional Logic 3 kusnawi.s.kom, M.Eng version 1.1.0.2009 Properties of Sentences Adalah sifat-sifat yang dimiliki oleh kalimat logika. Ada 3 sifat logika yaitu : - Valid(Tautologi) - Kontradiksi -
ALGORITMA RUNUT BALIK DALAM PENYELESAIAN PERMAINAN WORD DIAGRAM
ALGORITMA RUNUT BALIK DALAM PENYELESAIAN PERMAINAN WORD DIAGRAM Ivan Saputra Mahasiswa Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung e-mail: [email protected]
Contoh 1.36 Diberikan pernyataan Tidak benar bahwa dia belajar Algoritma tetapi tidak belajar Matematika.
Contoh 1.36 Diberikan pernyataan Tidak benar bahwa dia belajar Algoritma tetapi tidak belajar Matematika. (a) Nyatakan pernyataan di atas dalam notasi simbolik (ekspresi logika) (b) Berikan pernyataan
BAB I PENDAHULUAN. A. Pengertian Logika. B. Tujuan Penulisan
BAB I PENDAHULUAN A. Pengertian Logika Logika berasal dari kata Logos yaitu akal, jika didefinisikan Logika adalah sesuatu yang masuk akal dan fakta, atau Logika sebagai istilah berarti suatu metode atau
Penerapan Logika dalam Card Game Cluedo
Penerapan Logika dalam Card Game Cluedo Nikodemus Adriel Limanthie 13510089 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132,
Program Studi Teknik Informatika STMIK Tasikmalaya
Materi Kuliah Logika Matematika Oleh: Dadang Mulyana Program Studi Teknik Informatika STMIK Tasikmalaya 1 Info Dosen Nama : Dadang Mulyana Alamat : Ciamis HP. :- E-mail tugas : [email protected] Web
MATEMATIKA DISKRIT LOGIKA
MATEMATIKA DISKRIT LOGIKA Logika Perhatikan argumen di bawah ini: Jika anda mahasiswa Informatika maka anda tidak sulit belajar Bahasa Java. Jika anda tidak suka begadang maka anda bukan mahasiswa Informatika.
Mahdhivan Syafwan. PAM 123 Pengantar Matematika
Mahdhivan Syafwan PAM 123 Pengantar Matematika APAKAH LOGIKA ITU PENTING? http://hukum.kompasiana.com/2012/03/31/dpr-menunda-sementara-kenaikan-bbm-bersubsidi-451248.html Pasal 7 Ayat 6 : Harga jual eceran
Logika. Apakah kesimpulan dari argumen di atas valid? Alat bantu untuk memahami argumen tsb adalah Logika
Pengantar Logika 1 Logika Perhatikan argumen di bawah ini: Jika anda mahasiswa Informatika maka anda pasti belajar Bahasa Java. Jika anda tidak suka begadang maka anda bukan mahasiswa Informatika. Tetapi,
: SRI ESTI TRISNO SAMI
By : SRI ESTI TRISNO SAMI 08125218506 / 082334051324 E-mail : [email protected] Bahan Bacaan / Refferensi : 1. F. Soesianto dan Djoni Dwijono, Logika Matematika untuk Ilmu Komputer, Penerbit Andi Yogyakarta.
Pertemuan 1. Pendahuluan Proposisi Jenis-Jenis Proposisi
Pertemuan 1 Pendahuluan Proposisi Jenis-Jenis Proposisi Sejarah Pekembangan Logika Logika dalam ilmu komputer digunakan sebagai dasar dalam belajar bahasa pemrograman, struktur data, kecerdasan buatan,
PENARIKAN KESIMPULAN/ INFERENSI
PENARIKAN KESIMPULAN/ INFERENSI Proses penarikan kesimpulan dari beberapa proposisi disebut inferensi (inference). Argumen Valid/Invalid Kaidah-kaidah Inferensi Modus Ponens Modus Tollens Silogisme Hipotesis
Penerapan Prinsip Greedy dalam Permainan Kartu Hearts
Penerapan Prinsip Greedy dalam Permainan Kartu Hearts Adrian Edbert Luman Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung Jalan Ganesha 10, Bandung e-mail:
Logika Logika merupakan dasar dari semua penalaran (reasoning). Penalaran didasarkan pada hubungan antara pernyataan (statements).
Logika Matematik 1 Logika Logika merupakan dasar dari semua penalaran (reasoning). Penalaran didasarkan pada hubungan antara pernyataan (statements). Proposisi Pernyataan atau kalimat deklaratif yang bernilai
PENERAPAN ALGORITMA RUNUT-BALIK (BACKTRACKING) DALAM PENYELESAIAN PERMAINAN SUDOKU
PENERAPAN ALGORITMA RUNUT-BALIK (BACKTRACKING) DALAM PENYELESAIAN PERMAINAN SUDOKU Sibghatullah Mujaddid Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung
Penerapan Algoritma Runut-Balik (Backtracking) pada Permainan Nurikabe
Penerapan Runut-Balik (Backtracking) pada Permainan Nurikabe Putri Amanda Bahraini Program Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung Jalan Ganesha 10, Bandung e-mail: [email protected]
PENERAPAN TEORI KOMBINATORIAL DAN PELUANG DISKRIT DALAM PERMAINAN POKER
PENERAPAN TEORI KOMBINATORIAL DAN PELUANG DISKRIT DALAM PERMAINAN POKER Irma Juniati - 13506088 Jurusan Teknik Informatika ITB, Bandung 40116, email: [email protected] Abstrak Makalah ini membahas
BAB I PENDAHULUAN. digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kegiatan pembelajaran matematika tentu tidak akan terlepas dari masalah matematika. Pemecahan masalah merupakan hal yang sangat penting dalam pembelajaran matematika,
Logika Logika merupakan dasar dari semua penalaran (reasoning). Penalaran didasarkan pada hubungan antara proposisi atau pernyataan (statements).
Logika (logic) 1 Logika Logika merupakan dasar dari semua penalaran (reasoning). Penalaran didasarkan pada hubungan antara proposisi atau pernyataan (statements). Proposisi Kalimat deklaratif yang bernilai
PENERAPAN ALGORITMA GREEDY DALAM PENCARIAN SOLUSI TERBAIK PADA PERMAINAN TETRIS
PENERAPAN ALGORITMA GREEDY DALAM PENCARIAN SOLUSI TERBAIK PADA PERMAINAN TETRIS Muhammad Riza Putra Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung Jl.
1.3 Pembuktian Tautologi dan Kontradiksi. Pernyataan majemuk yang selalu bernilai benar bagaimanapun nilai proposisi
1.3 Pembuktian 1.3.1 Tautologi dan Kontradiksi Pernyataan majemuk yang selalu bernilai benar bagaimanapun nilai proposisi yang membentuknya disebut toutologi, sedangkan proposisi yang selalu bernilai salah
Bab 5 Proposisi Lanjutan 29 BAB V PROPOSISI LANJUTAN TUJUAN PRAKTIKUM TEORI PENUNJANG
Bab 5 Proosisi Lanjutan 29 BAB V PROPOSISI LANJUTAN TUJUAN PRAKTIKUM 1. Memahami tentang Inferensi 2. Memahami tentang Argumentasi dan roosisi 3. Memahami dan menyelesaikan ermasalahan Inferensi TEORI
Analisis Penerapan Algoritma Backtracking Pada Pencarian Jalan Keluar di Dalam Labirin
Analisis Penerapan Algoritma Backtracking Pada Pencarian Jalan Keluar di Dalam Labirin Andika Pratama 13505048 Alamat: Jl. Dago Asri Blok C No.16 e-mail: [email protected] Program Studi Teknik
Logika Permainan Sudoku
Logika Permainan Sudoku Aminah Nuraini (13509055) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia [email protected]
IMPLEMENTASI ALGORITMA LAYER-BY-LAYER UNTUK MENYELESAIKAN RUBIK S CUBE DALAM KODE PROGRAM
IMPLEMENTASI ALGORITMA LAYER-BY-LAYER UNTUK MENYELESAIKAN RUBIK S CUBE DALAM KODE PROGRAM Khandar William Program Studi Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi
Pemecahan Teka-Teki Zebra dengan Graf
Pemecahan Teka-Teki Zebra dengan Graf Freddy Ekoyanto Perkoso NIM : 13502020 Program Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha 10, Bandung E-mail : [email protected]
Penggunaan Graf dalam Pemodelan Matematis Permainan Delapan Jari
Penggunaan Graf dalam Pemodelan Matematis Permainan Delapan Jari Evan 1) 1) Program Studi Teknik Informatika ITB, Bandung, email: [email protected] Abstract Makalah ini membahas aplikasi graf dalam
Aplikasi Algoritma Greedy untuk Pergerakan Musuh pada Permainan Pac-Man
Aplikasi Algoritma Greedy untuk Pergerakan Musuh pada Permainan Pac-Man Timotius Nugroho Chandra / 13508002 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
Modul ke: Logika Matematika. Proposisi & Kuantor. Fakultas FASILKOM BAGUS PRIAMBODO. Program Studi SISTEM INFORMASI.
Modul ke: 5 Logika Matematika Proposisi & Kuantor Fakultas FASILKOM BAGUS PRIAMBODO Program Studi SISTEM INFORMASI http://www.mercubuana.ac.id Materi Pembelajaran Kalkulus Proposisi Konjungsi Disjungsi
Partisi Maksimum pada Poligon
Partisi Maksimum pada Poligon Muhammad Nassirudin - 13511044 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia
Mencari Solusi Persamaan Rekursif Bilangan Catalan dengan Prinsip-prinsip Kombinatorial
Mencari Solusi Persamaan Rekursif Bilangan Catalan dengan Prinsip-prinsip Kombinatorial Ahmad Zaky - 13512076 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi
LOGIKA & PEMBUKTIAN. Anita T. Kurniawati, MSi LOGIKA
LOGIKA & PEMBUKTIAN Anita T. Kurniawati, MSi LOGIKA Logika merupakan dasar dari semua penalaran (reasoning). Penalaran didasarkan pada hubungan antara pernyataan (statements). 1 Definisi: Kalimat deklaratif
Matematika Diskret (Logika) Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs.
Matematika Diskret (Logika) Instruktur : Ferry Wahyu Wibowo, S.Si., M.Cs. 1 Logika Perhatikan argumen di bawah ini: Jika anda mahasiswa Informatika maka anda tidak akan sulit belajar Bahasa Java. Jika
Aplikasi Kombinatorial dan Peluang Diskrit dalam Permainan Poker
Aplikasi Kombinatorial dan Peluang Diskrit dalam Permainan Poker Verisky Mega Jaya - 13514018 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
Logika hanya berhubngan dengan bentukbentuk logika dari argumen-argumen, serta penarikan kesimpulan tentang validitas dari argumen tersebut.
TABEL KEBENARAN Logika hanya berhubngan dengan bentukbentuk logika dari argumen-argumen, serta penarikan kesimpulan tentang validitas dari argumen tersebut. Logika tidak mempermasalahkan arti sebenarnya
(Contoh Solusi) PR 1 METODE FORMAL (CIG4F3) Semester Ganjil
(Contoh Solusi) PR 1 METODE FORMAL (CIG4F3) Semester Ganjil 2015-2016 Dikumpulkan paling lambat pukul 15:00, Jumat, 25 September 2015, di slot pengumpulan PR di idea (softcopy) atau Loker Pengumpulan PR
Logika Proposisi 3: Translasi Bahasa Alami ke Formula Logika Proposisi Masalah Dalam Inferensi Logika Proposisi
Logika Proposisi 3: Translasi Bahasa Alami ke Formula Logika Proposisi Masalah Dalam Inferensi Logika Proposisi Kuliah Logika Matematika Semester Ganjil 2015-2016 MZI Fakultas Informatika Telkom University
PENGGUNAAN TABEL KEBENARAN DALAM MERANCANG DESAIN DIGITAL
PENGGUNAAN TABEL KEBENARAN DALAM MERANCANG DESAIN DIGITAL Tommy NIM : 13507109 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha no. 10 Bandung
Pendahuluan. Bab I Logika Manusia
Bab I Pendahuluan 1.1. Logika Manusia Manusia, diantara makhluk yang lain, merupakan pengolah informasi. Kita membutuhkan informasi mengenai dunia dan menggunakan informasi ini untuk kepentingan yang lebih
Penerapan Algoritma Greedy dan Breadth First Search pada Permainan Kartu Sevens
Penerapan Algoritma Greedy dan Breadth First Search pada Permainan Kartu Sevens Kharis Isriyanto 13514064 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
Keterampilan Berpikir Kritis dengan Prinsip Logika
Keterampilan Berpikir Kritis dengan Prinsip Logika Rahmi Yuwan (13510031) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132,
Logika Proposisi. Adri Priadana ilkomadri.com
Logika Proposisi Adri Priadana ilkomadri.com Matematika Diskrit Apa? Cabang matematika yg mempelajari tentang obyek diskrit. Apa yang dimaksud dengan kata diskrit (discrete)? Objek disebut diskrit jika:
Argumen 1. Contoh 1. Saya akan pergi bekerja hari ini atau besok. Saya tidak keluar rumah hari ini. Jadi, saya akan pergi bekerja besok.
Argumen 1 II. Argumen dan Kevalidannya 1 Pengertian Argumen Pembuktian memegang peranan penting dalam matematika dan sebagian besar didasarkan pada penalaran deduktif, yaitu kesimpulan yang bersifat khusus
Memanfaatkan Pewarnaan Graf untuk Menentukan Sifat Bipartit Suatu Graf
Memanfaatkan Pewarnaan Graf untuk Menentukan Sifat Bipartit Suatu Graf Gianfranco Fertino Hwandiano - 13515118 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi
Argumen premis konklusi jika dan hanya jika Tautolog
INFERENSI LOGIKA Argumen adalah suatu pernyataan tegas yang diberikan oleh sekumpulan proposisi P 1, P 2,...,P n yang disebut premis (hipotesa/asumsi) dan menghasilkan proposisi Q yang lain yang disebut
MATEMATIKA DISKRIT. Logika
MATEMATIKA DISKRIT Logika SILABUS KULIAH 1. Logika 2. Himpunan 3. Matriks, Relasi dan Fungsi 4. Induksi Matematika 5. Algoritma dan Bilangan Bulat 6. Aljabar Boolean 7. Graf 8. Pohon REFERENSI Rinaldi
Filsafat Ilmu dan Logika
Filsafat Ilmu dan Logika Modul ke: METODE-METODE FILSAFAT Fakultas Psikologi Masyhar Zainuddin, MA Program Studi Psikologi www.mercubuana.ac.id Pengantar metode filsafat bukanlah metode ketergantungan
MODUL PERKULIAHAN EDISI 1 MATEMATIKA DISKRIT
MODUL PERKULIAHAN EDISI 1 MATEMATIKA DISKRIT Penulis : Nelly Indriani Widiastuti S.Si., M.T. JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA BANDUNG 2011 DAFTAR ISI Daftar Isi. 2 Bab 1 LOGIKA
LOGIKA PERMAINAN UNO KARTU
LOGIKA PERMAINAN UNO KARTU Shirley (13508094) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung Jalan Ganesha no 10 Bandung e-mail: [email protected]
Penerapan Teori Peluang Dalam Permainan Poker
Penerapan Teori Peluang Dalam Permainan Poker Difa Kusumadiani Program Studi Teknik Informatika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologa Bandung Bandung 01 email : [email protected]
Aplikasi Graf dalam Merancang Game Pong
Aplikasi Graf dalam Merancang Game Pong Willy Fitra Hendria/13511086 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia
LOGIKA (LOGIC) Logika merupakan dasar dari semua penalaran (reasoning). Penalaran didasarkan pada hubungan antara pernyataanpernyataan
LOGIKA (LOGIC) Logika merupakan dasar dari semua penalaran (reasoning). Penalaran didasarkan pada hubungan antara pernyataanpernyataan (statements). Proposisi kalimat deklaratif yang bernilai benar (true)
APLIKASI ALGORITMA GREEDY DALAM PERMAINAN CAPSA BANTING
APLIKASI ALGORITMA GREEDY DALAM PERMAINAN CAPSA BANTING Sanrio Hernanto Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung Jalan Ganesha No 10
Pengantar Logika Lanjut
Pengantar Logika Lanjut 1 Soal Latihan 1. Ubahlah proposisi di bawah ini dalam bentuk standard jika p maka q : 1) Syarat cukup agar pom bensin meledak adalah percikan api dari rokok. 2) Syarat perlu bagi
Penerapan Kombinatorial dalam Permainan Sudoku
Penerapan Kombinatorial dalam Permainan Sudoku Dendy Suprihady /13514070 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132,
PERBANDINGAN KOMPLEKSITAS ALGORITMA PENCARIAN BINER DAN ALGORITMA PENCARIAN BERUNTUN
PERBANDINGAN KOMPLEKSITAS ALGORITMA PENCARIAN BINER DAN ALGORITMA PENCARIAN BERUNTUN Yudhistira NIM 13508105 Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika ITB Jalan Ganesha No.10 Bandung e-mail: [email protected]
Penerapan Algoritma Greedy dan Backtrackng Dalam Penyelesaian Masalah Rubik s Cube
Penerapan Algoritma Greedy dan Backtrackng Dalam Penyelesaian Masalah Rubik s Cube Amir Muntaha NIM: 13505041 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi
Algoritma Backtracking Pada Permainan Peg Solitaire
Algoritma Backtracking Pada Permainan Peg Solitaire Gilbran Imami, 13509072 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132,
Algoritma Greedy pada Board Game Saboteur
Algoritma Greedy pada Board Game Saboteur Lathifah Nurrahmah - 13515046 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132,
IMPLEMENTASI ALGORITMA GREEDY PADA PERMAINAN OTHELLO
IMPLEMENTASI ALGORITMA GREEDY PADA PERMAINAN OTHELLO Nur Fajriah Rachmah NIM 13506091 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung Jalan Ganesha nomor
kusnawi.s.kom, M.Eng version
Propositional Logic 3 kusnawi.s.kom, M.Eng version 1.0.0.2009 Adalah sifat-sifat yang dimiliki oleh kalimat logika. Ada 3 sifat logika yaitu : - Valid(Tautologi) - Kontradiksi - Satisfiable(Contingent).
PENERAPAN INDUKSI MATEMATIKA DALAM PEMBUKTIAN MATEMATIKA
Penerapan Induksi Matematika Dalam Pembuktian.. PENERAPAN INDUKSI MATEMATIKA DALAM PEMBUKTIAN MATEMATIKA Miksalmina, S.Pd ABSTRAK Induksi matematika merupakan sebuah teknik pembuktian pernyataan yang berkaitan
Matematika Diskrit. Nelly Indriani Widiastuti S.Si., M.T Prodi Teknik Informatika UNIKOM
Matematika Diskrit Nelly Indriani Widiastuti S.Si., M.T Prodi Teknik Informatika UNIKOM 1 Kontrak Belajar Prasyarat : Logika Matematika & Kalkulus II Jadwal: 3 SKS: 3 jam kuliah Toleransi keterlambatan??
