BAB II TINJAUAN PUSTAKA
|
|
|
- Yulia Tan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 II BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pada bab ini akan dibahas beberapa tinjauan pustaka yang digunakan pada penelitian. Bagian pertama dari bab ini menjelaskan hal-hal mengenai konsep dasar dashboard, bagian kedua mengenai konsep Key Performance Indicator(KPI), bagian ketiga mengenai konsep visualisasi data, bagian keempat mengenai konsep dasar pembangunan dashboard, dan bagian kelima mengenai hasil pembandingan metodologi-metodologi pembangunan dashboard yang telah dikembangkan oleh beberapa vendor. II.1 Konsep Dasar Dashboard Pada bagian pertama akan dijelaskan konsep dasar mengenai dashboard, yang meliputi definisi, tujuan penggunaan, karakteristik, serta jenis dashboard. II.1.1 Definisi Dashboard Dashboard dinyatakan dalam beberapa istilah yang berbeda pada pustaka-pustaka yang ada. Shadan Malik (9) menggunakan istilah enterprise dashboard yang didefinisikan sebagai sebuah antar muka komputer yang banyak menampilkan bagan, laporan, indikator visual, dan mekanisme alert, yang dikonsolidasikan ke dalam platform informasi yang dinamis dan relevan. Enterprise dashboard berperan sebagai live console untuk mengelola inisiatif bisnis. Stephen Few (4) menggunakan istilah information dashboard, yang didefinisikan sebagai tampilan visual dari informasi penting, yang diperlukan untuk mencapai satu atau beberapa tujuan, dengan mengkonsolidasikan dan mengatur informasi dalam satu layar(single screen), sehingga kinerja organisasi dapat dimonitor secara sekilas. Tampilan visual disini mengandung pengertian bahwa penyajian informasi harus dirancang sebaik mungkin, sehingga mata manusia dapat menangkap informasi secara cepat dan otak manusia dapat memahami maknanya secara benar. Daryl Orts (14) menggunakan istilah dashboard, yang didefinisikan sebagai alat untuk memonitor organisasi dari hari ke hari. Informasi ditampilkan dalam sebuah 6
2 7 antar muka tunggal, sehingga pengambil keputusan dapat mengakses Key Performance Indicators, yaitu informasi yang dapat digunakan untuk memberikan panduan secara aktif terhadap kinerja bisnis. Dashboard berfungsi seperti intranet eksekutif, situs dimana semua informasi penting ditampilkan dalam kelompokkelompok logik. Wayne Eckerson (2) menggunakan istilah dashboard, yang didefinisikan sebagai mekanisme penyajian informasi secara visual di dalam sistem manajemen kinerja, yang menyajikan informasi kritis mengenai kinerja proses operasional secara sekilas. Wayne menitikberatkan penggunaan dashboard untuk monitoring kinerja dari proses operasional. Berdasarkan penjelasan-penjelasan tersebut, dapat dinyatakan bahwa istilah enterprise dashboard, information dashboard, dan dashboard memiliki pengertian yang sama, yaitu sebuah alat yang memberikan tampilan antar muka visual, yang mengkonsolidasikan dan menyajikan informasi penting yang diperlukan untuk mencapai tujuan tertentu, secara sekilas dalam satu layar(single screen). Pada tesis ini, dipilih istilah dashboard yang dianggap lebih mudah untuk dipahami dan digunakan dalam penulisan. II.1.2 Tujuan Penggunaan Dashboard Shadan Malik (9) menyatakan bahwa tujuan penggunaan dashboard mirip dengan dashboard yang terdapat pada pesawat, yaitu untuk memonitor dan mengarahkan sebuah sistem yang kompleks dan interdependent. Organisasi diibaratkan seperti sebuah pesawat. Pada saat mengoperasikan pesawat, pilot memerlukan informasi mengenai kondisi pesawat, baik internal maupun eksternal. Informasi tersebut digunakan untuk membuat keputusan mengenai hal-hal yang harus dilakukan oleh pilot dalam mengoperasikan pesawat, agar berhasil sampai pada tujuan yang ditentukan dalam kondisi baik. Demikian pula dalam menjalankan organisasi, pihak manajemen memerlukan berbagai informasi untuk membuat keputusan dan strategi organisasi, agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Informasi penting yang dapat menggambarkan kondisi organisasi biasanya adalah informasi yang menjadi indikator utama dari proses atau aktifitas organisasi, yaitu KPI
3 8 Wayne Eckerson (2) menyatakan bahwa dashboard didesain untuk membantu organisasi dalam mencapai tujuan strategisnya. Dashboard digunakan untuk mengukur proses yang telah berjalan, memonitor kinerja yang sedang berjalan, dan memprediksi kinerja di masa mendatang. Dengan melakukan hal tersebut, organisasi dapat membuat, menilai, menyesuaikan, dan menyusun kembali strategi yang telah dibuat untuk mengoptimalkan kinerjanya. Dalam (2) juga dinyatakan bahwa dashboard memberikan tiga manfaat utama, yaitu 1. Mengkomunikasikan strategi. Dashboard digunakan untuk mengkomunikasikan strategi dan tujuan yang dibuat oleh eksekutif, kepada semua pihak yang berkepentingan, sesuai dengan peran dan levelnya dalam organisasi. 2. Memonitor dan menyesuaikan pelaksanaan strategi. Dashboard digunakan untuk memonitor pelaksanaan dari rencana dan strategi yang telah dibuat. Dashboard memungkinkan pihak eksekutif untuk mengidentifikasi permasalahan kritis dan membuat strategi untuk mengatasinya. 3. Menyampaikan wawasan dan informasi ke semua pihak. Dashboard menyajikan informasi secara sekilas menggunakan grafik, simbol, bagan dan warna-warna yang memudahkan pengguna dalam memahami dan mempersepsi informasi secara benar. Manfaat-manfaat itulah yang menyebabkan dashboard menjadi sebuah kebutuhan bagi organisasi. II.1.3 Karakteristik Dashboard Dashboard memiliki beberapa karakteristik mendasar. Shadan Malik menyatakan karakteristik dashboard dalam akronim S-M-A-R-T(Synergetic, Monitor, Accurate, Responsive, Timely) dan I-M-P-A-C-T(Interactive, More data history, Personalized, Analytical, Collaborative, Trackability) (9). Penjelasan mengenai karakteristik tersebut dapat dilihat pada tabel II.1.
4 9 Tabel II.1. Karakteristik Dashboard (9) Karakteristik Synergetic Monitor Accurate Responsive Timely Interactive More data history Personalized Analytical Collaborative Trackability Penjelasan Ergonomis dan memiliki tampilan visual yang mudah dipahami oleh pengguna. Dashboard mensinergikan informasi dari berbagai aspek yang berbeda dalam satu layar. Menampilkan KPI yang diperlukan dalam pembuatan keputusan dalam domain tertentu, sesuai dengan tujuan pembangunan dashboard tersebut. Informasi yang disajikan harus akurat, dengan tujuan untuk mendapatkan kepercayaan dari penggunanya. Merespon threshold yang telah didefinisikan, dengan memberikan alert (seperti bunyi alarm, blinker, ) untuk mendapatkan perhatian pengguna terhadap hal-hal yang kritis. Menampilkan informasi terkini yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Pengguna dapat melakukan drill down dan mendapatkan informasi lebih detail, analisis sebab akibat dan sebagainya. Pengguna dapat melihat tren sejarah dari KPI, misalkan melihat perbandingan market share periode saat ini dengan beberapa tahun yang lalu, untuk mengetahui apakah kondisi sekarang lebih baik atau tidak. Penyajian informasi harus spesifik untuk setiap jenis pengguna sesuai dengan domain tanggung jawab, hak akses, dan batasan akses data. Memberikan fasilitas bagi pengguna untuk melakukan analisis, seperti analisis sebab akibat. Memberikan fasilitas pertukaran catatan(laporan) antar pengguna mengenai hasil pengamatan dashboardnya masing-masing, sebagai sarana untuk komunikasi dalam rangka melakukan fungsi manajemen dan kontrol. Memungkinkan setiap pengguna untuk mengkustomisasi metrik yang akan dilacaknya. Karakteristik tersebut harus dimiliki oleh sebuah dashboard, dalam menjalankan fungsinya baik untuk mengukur proses yang telah berjalan, memonitor kinerja yang sedang berjalan, dan memprediksi kinerja di masa mendatang. Sedangkan pada literatur yang lain, Novell (13) menyatakan bahwa ada 4(empat) kriteria utama yang harus dimiliki oleh dashboard, yaitu: a. Mengkonsolidasikan informasi bisnis yang relevan dan menyajikannya dalam satu kesatuan pandangan(single holistic view). b. Menyampaikan informasi yang akurat secara tepat waktu.
5 10 c. Memberikan akses yang aman terhadap informasi yang sensitif. Dashboard harus memiliki mekanisme pengamanan, agar data atau informasi tidak diberikan pada pihak yang tidak berkepentingan. d. Memberikan solusi yang komprehensif. Dashboard bisa memberikan solusi secara menyeluruh tentang domain permasalahan yang ditanganinya. II.1.4 Jenis Dashboard Dashboard dikembangkan dalam organisasi dengan berbagai tujuan. Sebuah organisasi bisa memiliki lebih dari satu jenis dashboard, yang ditujukan untuk domain permasalahan yang berbeda. Shadan Malik (9) membagi dashboard menjadi beberapa kelompok, yaitu enterprise performance dashboards, divisional dashboards, process/activity monitoring dashboards, application dashboards, customer dashboards, dan vendor dashboard. Penjelasan mengenai kelompok dashboard yang dikemukakan oleh Shadan Malik dapat dilihat pada lampiran A. Sedangkan Wayne Eckerson (2) menyatakan bahwa dashboard dapat dikelompokkan menjadi 3(tiga), berdasarkan level manajemen yang didukungnya, yaitu operational dashboard, tactical dashboard, dan strategic dashboard. Stephen few (4) juga menyatakan hal yang sama, yaitu bahwa dashboard dapat dikelompokkan berdasarkan level manajemen yang didukungnya, yaitu dashboard untuk level operasional, analitikal/taktikal, dan strategik. Berdasarkan penjelasan di atas, secara umum dashboard bisa dikelompokkan sesuai dengan level manajemen yang didukungnya, yaitu strategic dashboard, tactical dashboard, dan operational dashboard. Ciri khas dari setiap jenis dashboard dapat dilihat pada tabel II.2.
6 11 Tabel II.2. Ciri Khas Tiap Jenis Dashboard (2)(4) Strategic Dashboard Tactical Dashboard Operational Dashboard Mendukung manajemen level strategis. Memberikan informasi untuk membuat keputusan bisnis, memprediksi peluang, dan memberikan arahan pencapaian tujuan strategis. - Fokus pada pengukuran kinerja high-level dan pencapaian tujuan strategis organisasi. - Mengadopsi konsep Balance Score Card. - Informasi yang disajikan tidak terlalu detail. - Konten informasi tidak terlalu banyak dan disajikan secara ringkas. Informasi disajikan dengan mekanisme yang sederhana. melalui tampilan yang unidirectional. Tidak didesain untuk berinteraksi, dalam melakukan analisis yang lebih detail. Tidak memerlukan data realtime. II.2 Key Performance Indicator Mendukung manajemen level taktikal Memberikan informasi yang diperlukan oleh analis untuk mengetahui penyebab suatu kejadian. Fokus pada proses analisis untuk menemukan penyebab dari suatu kondisi atau kejadian tertentu. Memiliki konten informasi yang lebih banyak(analisis perbandingan, pola/tren, evaluasi kinerja) Menggunakan media penyajian yang cerdas, yang memungkinkan pengguna melakukan analisis terhadap data yang kompleks beserta keterhubungannya. - Didesain untuk berinteraksi dengan data. - Dengan fungsi drill-down dan navigasi yang baik. Tidak memerlukan data realtime Mendukung manajemen level operasional. - Memberikan informasi mengenai aktifitas yang sedang terjadi, beserta perubahannya secara realtime untuk memberikan kewaspadaan terhadap halhal yang perlu direspon secara cepat. Fokus pada monitoring aktifitas dan kejadian yang berubah secara konstan. Informasi yang disajikan sangat spesifik, dengan tingkat kedetailan yang cukup dalam. - Menggunakan media penyajian yang sederhana. - Alert disajikan dengan cara yang mudah dipahami, dan mampu menarik perhatian pengguna. Didesain untuk berinteraksi dengan data, untuk mendapatkan informasi yg lebih detail, maupun informasi pada level yang lebih atas(higher-level data). Bersifat dinamis, sehingga memerlukan data real-time. Key Performance Indicator(KPI) merupakan salah satu jenis indikator dari ukuran kinerja, selain Performance Indicator(PI) dan Key Result Indicator(KRI) yang disebut juga Key Goal Indicator(KGI). Ukuran kinerja adalah indikator yang digunakan oleh manajemen untuk mengukur, membuat laporan, dan mengelola kinerja (15).
7 12 KPI adalah indikator yang merepresentasikan kinerja dari proses yang dilaksanakan. KPI menyatakan sekumpulan ukuran mengenai aspek kinerja yang paling kritis, yang menentukan kesuksesan organisasi pada masa sekarang dan masa yang akan datang. KPI dapat digunakan untuk memprediksi peluang kesuksesan atau kegagalan dari proses-proses yang dilaksanakan organisasi, sehingga KPI dapat digunakan sebagai alat untuk meningkatkan kinerja organisasi secara dramatis. Berbeda dengan KPI, KGI adalah indikator yang menyatakan sesuatu yang telah dilakukan organisasi. KGI digunakan untuk mendeskripsikan dampak(outcome) dari sebuah proses. KGI dapat digunakan untuk mengukur proses, jika proses tersebut telah selesai dilaksanakan. Di antara KPI dan KGI terdapat beberapa PI. Pada dasarnya KPI diidentifikasi, dikembangkan, dan diimplementasikan secara internal dalam organisasi. Proses identifikasi sampai implementasi KPI melibatkan partisipasi dari semua bagian dalam organisasi. Kesuksesan pengembangan KPI di dalam organisasi, ditentukan oleh 4(empat) faktor mendasar (15), yaitu: a. Kerjasama dengan staf, serikat pekerja, suplier utama, dan kustomer utama. b. Transfer kekuatan ke bagian front line dalam organisasi. c. Mengintegrasikan upaya pengukuran, pelaporan dan peningkatan kinerja. d. Menghubungkan pengukuran kinerja dengan strategi organisasi. Sedangkan kunci sukses untuk mengembangkan dan mengimplenetasikan KPI di dalam organisasi (15) adalah sebagai berikut: a. Mendapatkan komitmen dari Senior Management Team(SMT). b. Membentuk tim kecil KPI. c. Menerapkan budaya just do it untuk mengimplementasikan KPI. d. Merancang strategi pengembangan KPI secara menyeluruh. e. Mensosialisasikan KPI ke seluruh bagian organisasi. f. Mengidentifikasi Critical Success Factor(CSF) organisasi, yaitu faktorfaktor penting yang menentukan kesuksesan atau kegagalan dari proses yang dijalankan organisasi.
8 13 g. Menentukan KPI organisasi dengan mengikuti praktik terbaik 10/80/10, yaitu 10 KPI, 80 PI, dan 10 KGI. h. Membangun basis data ukuran kinerja yang dimiliki organisasi. Basis data harus dapat diakses oleh semua bagian dalam organisasi, sebagai upaya sosialisasi ke semua bagian organisasi. i. Menentukan ukuran kinerja untuk semua tim/divis/departemen yang ada di organisasi. j. Mengembangkan kerangka kerja pelaporan pada semua level organisasi. k. Memfasilitasi penggunaan dan implementasi KPI. l. Menyesuaikan KPI dengan perkembangan bisnis organisasi untuk memelihara relevansinya. KPI yang dimiliki organisasi dapat mengalami perubahan, sejalan dengan perkembangan bisnis dan strategi yang dijalankan oleh organisasi. Oleh karena itu, upaya pengembangan KPI dilakukan secara terus menerus untuk menjamin agar proses pengukuran kinerja sesuai dengan tujuan dan strategi organisasi. II.3 Visualisasi Data dan Informasi Seperti yang dijelaskan pada bagian II.1.1, bahwa dashboard adalah alat yang memberikan tampilan antar muka visual, yang mengkonsolidasikan dan menyajikan informasi penting untuk mencapai tujuan tertentu, secara sekilas dalam satu layar(single screen). Tampilan visual yang mampu mengkomunikasikan informasi secara jelas, cepat, dan memberikan persepsi yang benar, merupakan kunci dari keberhasilan dashboard. Konsep visualisasi data dan informasi akan digunakan pada saat melakukan perancangan antar muka dashboard. Visualisasi data dan informasi berkaitan dengan hal-hal mengenai persepsi visual dan media penyaian data. II.3.1 Persepsi Visual Berkaitan dengan konsep persepsi visual, perancangan antar muka dashboard perlu memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan persepsi visual (4), seperti:
9 14 a. Memahami batasan short-term memory. b. Visualisasi data untuk mendapatkan persepsi secara cepat, dengan memperhatikan faktor ketebalan, ukuran, dan warna objek yang digunakan. c. Prinsip Pola(gestalt principle) dalam persepsi visual. II Mamahami Batasan Short-Term Memory Perancangan antar muka dashboard perlu dilakukan dengan mempertimbangkan keterbatasan short-term memory dari otak manusia. Pada saat melihat sebuah objek, short-term memory hanya mampu menyimpan 3 sampai 9 potongan objek(chunk) informasi dalam satu waktu. Karakteristik dari short-term memory ini digunakan sebagai dasar pertimbangan untuk menyajikan informasi dalam bentuk objek yang bersifat single-chunk, misalnya saja grafik. Oleh karena itulah, informasi yang disajikan dalam bentuk grafik lebih mudah dipahami dan diingat oleh otak manusia dibandingkan dengan bentuk teks. Batasan short-term memory tersebut juga digunakan sebagai dasar untuk menyajikan keseluruhan informasi dalam layar tunggal. Informasi yang dianggap paling penting dan diperlukan oleh pengguna akan ditampilkan secara utuh dalam satu layar. Sedangkan detail yang melengkapi informasi tersebut cukup diletakkan pada layar yang berbeda, yang dapat diakses jika pengguna memerlukannya. II Visualisasi Data Untuk Persepsi Secara Cepat Proses utama dalam persepsi visual adalah preattentive processing, yang bertujuan untuk mendeteksi sifat-sifat visual dari objek. Preattentive processing terjadi sangat cepat di luat kesadaran manusia, berbeda dengan attentive processing yang dilakukan secara sadar dan penuh perhatian oleh manusia. Sifat-sifat objek yang mudah dikenali dalam preattentive processing dapat dikelompokkan menjadi 4(empat) yaitu warna, bentuk, posisi, dan gerakan (4). Sifat-sifat tersebut dapat dijadikan sebagai konsep dasar dalam merancang tampilan visual pada dashboard, sehingga pengguna dapat dengan mudah mempersepsi informasi yang disajikan.
10 15 II Prinsip Pola dalam Persepsi Visual Gestalt Principle atau Prinsip Pola merupakan prinsip persepsi manusia terhadap karakteristik visual dari objek yang mengelompok. Prinsip ini sering digunakan sebagai dasar dalam desain visual untuk menentukan apakah data harus dikelompokkan, dipisah, atau dibedakan dari data yang lain. Ada 6 prinsip dalam Prinsip Pola (4), yaitu kedekatan(proximity), penutupan(closure), kesamaan(similarity), keberlanjutan(continuity), pemagaran(enclosure), keterhubungan(connection). Penjelasan dari keenam prinsip pola tersebut dapat dilihat pada lampiran B. Pinsip pola digunakan sebagai dasar pemikiran dalam merancang antar muka visual dashboard, untuk menentukan pola pengelompokan dan urutan penyajian informasi. II.3.2 Media Penyajian Data Media penyajian data bergantung pada jenis informasi dan pesan yang ingin disampaikan, serta kebutuhan dan selera pengguna. Perancang dapat memilih bentuk teks, grafik, atau mengkombinasikan keduanya. Pemilihan media penyajian yang kurang tepat akan mengurangi efektifitas penyampaian informasi, dan menimbulkan persepsi yang salah menganai informasi yang disajikan. Ada dua prinsip dalam memilih media penyajian informasi (4), yaitu: a. Media dapat memberikan persepsi yang benar tentang informasi yang disajikan pada dashboard. b. Media dapat menyajikan informasi sesuai dengan tujuan, tanpa memakan banyak tempat pada layar dashboard. Setiap jenis media memiliki kekuatan dan kelemahan tersendiri dalam menyajikan suatu jenis informasi. Media yang paling banyak digunakan dalam menyajikan informasi pada dashboard adalah tabel dan grafik. Tabel dapat menyajikan data dengan lebih detail, menyajikan angka-angka dengan format yang lebih presisi. Tabel dapat menampilkan data kuantitatif maupun kualitatif. Namun demikian, informasi yang disajikan dalam tabel tidak dapat dipahami secara cepat dan sekilas.
11 16 Grafik merupakan media penyajian informasi yang memungkinkan pengguna dapat memahami informasi secara cepat dan sekilas. Grafik memvisualisasikan data kuantitatif secara efektif. Tabel II.3. Keterhubungan Data dan Jenis Grafik yang Sesuai (3) Keterhubungan Data Perbandingan nominal Time-series Ranking Bagian-dari-keseluruhan Deviasi Distribusi frekuensi Korelasi Jenis Grafik yang Sesuai - Grafik bar (horisontal atau vertikal) - Grafik titik (jika 0 tidak termasuk dalam skala nilai) - Grafik garis (untuk melihat tren seluruh data) - Grafik bar (untuk melihat perbandingan antar nilai individu) - Grafik titik yang dihubungkan dengan garis (untuk melihat nilai individu sekaligus tren data secara keseluruhan) - Grafik bar (horisontal atau vertikal) - Grafik titik (jika 0 tidak termasuk dalam skala nilai) - Grafik bar (horisontal maupun vertikal) - Grafik stack bar - Pie chart - Grafik garis - Grafik titik yang dihubungkan dengan garis - Grafik bar vertikal/ histogram (untuk menunjukkan nilai individu) - Grafik garis/ poligon frekuensi (untuk menunjukkan tren data secara keseluruhan) - Grafik titik dan garis (scatter-plot) Grafik dapat digunakan untuk menunjukkan keterhubungan antar data, seperti perbandingan nominal, time-series, deviasi, korelasi, dan sebagainya (3). Ada berbagai macam bentuk grafik yang dapat dipilih untuk menggambarkan setiap jenis keterhubungan data, seperti yang terdapat pada tabel II.3. Namun demikian, grafik kurang bisa menampilkan angka dengan format yang presisi. II.4 Pembangunan Dashboard Proses pembangunan dashboard seringkali dianggap sebagai usaha yang kompleks. Shadan Malik (9) mendeskripsikan 4(empat) elemen kunci yang harus dilakukan dalam pembanguan dashboard. Elemen-elemen kunci tersebut adalah pengumpulan meta-informasi, penilaian pengguna dashboard, dan penyajian informasi pada dashboard.
12 17 II.4.1 Pengumpulan Meta-Informasi Meta-informasi adalah informasi tentang informasi. Tahapan yang dilakukan untuk mengumpulkan meta-informasi ini adalah sebagai berikut: 1. Mendokumentasikan semua KPI yang didapatkan melalui laporan reguler atau laporan ad hoc. Pada tahap ini juga dilakukan identifikasi KPI yang diperlukan oleh pembuat keputusan, namun belum tersedia. Setiap KPI diidentifikasi berdasarkan 4 elemen, yaitu: a. Sumber data. Sumber data merupakan lokasi data yang diperlukan untuk mendapatkan KPI, seperti basis data, sumber data OLAP, file, laporanlaporan, dan sebagainya. Proses ini dapat dilakukan bersamaan dengan upaya untuk standarisasi data dan perbaikan data mart atau data warehouse. b. Granularitas. Granularitas menyatakan bahwa setiap KPI bisa memiliki perbedaan bedasarkan tiga dimensi dasar, yaitu waktu, geografi, dan produk/layanan. c. Perhitungan. Menyatakan operasi matematika yang diperlukan untuk mendapatkan sebuah nilai KPI. d. Varians. Memungkinkan upaya untuk melakukan perbandingan setiap KPI. Misalkan untuk melihat kondisi KPI selama dua tahun terakhir, perubahan selama 4 bulan terakhir, dan sebagainya. Secara bersama-sama, keempat elemen ini dapat memberikan gambaran tentang KPI secara lengkap. 2. Mendefinisikan KPI threshold. Threshold merupakan parameter yang ditentukan oleh organisasi untuk mengevaluasi kinerja dan mengorganisasikan tindakan yang harus dilakukan. Threshold menyatakan ukuran kondisi kinerja, seperti baik, sedang, atau buruk. 3. Mendefinisikan alert. Alert adalah hal-hal yang akan dilakukan oleh dashboard jika KPI threshold tercapai. Biasanya alert digunakan sebagai sistem peringatan, sehingga umumnya digunakan untuk threshold yang menyatakan kondisi buruk/kritis, yang memerlukan perhatian dan penanganan dari pengguna.
13 18 4. Mendefinisikan hierarkhi. Hierarkhi merupakan struktur organisasi yang berhubungan dengan manajemen organisasi. Setiap dimensi granularitas dari KPI(waktu, geografi, dan produk) memiliki hierarkhinya masing-masing. Hierarkhi digunakan untuk menentukan layout dan navigasi dashboard, serta profiling dan kustomisasi pengguna. II.4.2 Penilaian Pengguna Dashboard Elemen kunci selanjutnya dalam pembangunan dashboard adalah penilaian pengguna dashboard. Pengguna merupakan faktor kunci untuk desain arsitektur dashboard. Dashboard yang efektif hanya menyajikan KPI yang relevan, sesuai dengan domain hak akses pengguna. Personalisasi dashboard memerlukan pengelompokan dan hierarkhi pengguna, domain hak akses, serta domain isi. 1. Pengelompokan dan hierarkhi pengguna(user groups and hierarchies). Tujuan pembangunan kelompok dan hierarkhi pengguna adalah untuk menghindari alokasi hak akses yang berulang-ulang bagi pengguna dalam domain sama. 2. Domain hak akses(privilege domain) Sebuah hak akses menyatakan satu atau lebih fungsi yang disediakan dalam sebuah aplikasi. 3. Domain isi(content domain) Domain isi menyatakan data dan KPI yang dapat dilihat oleh pengguna dalam dashboardnya. Pengelolaan domain isi meliputi dua aspek, yaitu keamanan dan relevansi. Keamanan menyatakan bahwa informasi hanya disampaikan kepada pihak yang memiliki hak akses untuk informasi tersebut. Relevansi menyatakan bahwa informasi harus disaring agar relevan dengan kebutuhan pengguna. II.4.3 Penyajian Informasi Setelah mengumpulkan meta-informasi dan melakukan penilaian terhadap pengguna dashboard, bagian selanjutnya adalah penyajian informasi, yang meliputi desain, layout, dan navigasi dashboard. Penyajian informasi bukanlah hal yang mudah, mengingat dashboard harus mampu memvisualisasikan informasi dalam tempat yang terbatas(single screen).
14 19 Perancangan desain dashboard harus memperhatikan elemen-elemen seperti tampilan grafik, warna, bentuk bagan, animasi, dan penempatan isi infomasi Sedangkan pada perancangan layout dashboard hal-hal yang perlu dipertimbangkan antara lain jumlah frame di dalam dashboard, simetri dan proporsi, masalah resolusi komputer, dan pemilihan isi. Selain desain dan layout dashboard, navigasi juga membawa peranan penting dalam penyampaian informasi secara efisien dan efektif. Efisien berarti bahwa informasi dapat dipahami dengan mudah dan cepat oleh penerimanya. Sedangkan efektif berarti bahwa makna yang terkandung dalam informasi dapat dipersepsi dengan benar oleh penerimanya, sehingga tujuan dari penyampaian informasi tersebut dapat tercapai. Navigasi meliputi upaya membagi konten informasi ke dalam beberapa layar yang berbeda, dengan menyediakan penghubung yang tepat. Navigasi memungkinkan pengguna melakukan drill-down, untuk mendapatkan informasi yang lebih detail. II.5 Pendekatan Pembangunan Dashboard Secara umum, ada dua pendekatan yang digunakan dalam pembangunan perangkat lunak, khususnya dashboard, yaitu data centric dan user centric (8). Kedua pendekatan memiliki perbedaan mendasar. Pendekatan data-centric menekankan pada aktifitas pembuatan model dan struktur data, yang digunakan sebagai dasar dalam membangun kode program dan desain antar muka. Sedangkan pendekatan user-centric menekankan pada pembangunan antar muka melalui perancangan prototype, dengan fokus pada kebutuhan dan selera pengguna (8). Beberapa perbedaan antara pendekatan data-centric dengan usercentric, dapat dilihat pada tabel II.4.
15 20 Tabel II.4 Perbedaan Pendekatan Data-Centric dengan User-Centric (8) Data-Centric Menggunakan pendekatan bottom-up. Fokus pada hal-hal teknis, yaitu data. Dimulai dengan identifikasi data yang digunakan dalam proses bisnis. Menekankan pada aktifitas pembuatan model data dan struktur data. Desain antar muka dan kontrol navigasi dilakukan dengan mengikuti struktur data yang dibuat. Menghasilkan struktur tabel yang efisien. Bertujuan menyediakan akses secara cepat ke data tertentu saja, yang diperlukan pengguna. User-Centric Menggunakan pendekatan top-down. Fokus pada kebutuhan dan selera pengguna. Dimulai dengan identifikasi informasi mengenai kebutuhan pengguna, seperti informasi apa yang perlu disajikan, kepada siapa informasi diberikan, dan seberapa detail informasi tersebut perlu untuk disampaikan. Menekankan pada aktifitas pengembangan antar muka pengguna, melalui perancangan prototype. Model data mengikuti desain prototype yang telah dibuat. Pembuatan struktur data dilakukan melalui teknik filtering dan summarizing. Menghasilkan struktur tabel yang tidak efisien. Bertujuan membuat sistem yang menyajikan data dan informasi, yang mudah dipahami oleh pengguna. Dashboard merupakan alat yang mengandalkan antar muka visual dalam menyajikan informasi di dalamnya. Antar muka yang sesuai dengan kebutuhan dan selera pengguna merupakan kunci keberhasilan dashboard. Informasi yang disajikan pada dashboard harus dapat dipahami secara cepat dan dipersepsi dengan benar oleh penggunanya. Pendekatan user-centric yang memfokuskan pada perancangan antar muka sesuai dengan kebutuhan dan selera pengguna, merupakan pendekatan yang paling tepat untuk pembangunan dashboard dibandingkan dengan pendekatan data-centric. II.6 Metodologi Pembangunan Dashboard Pada bagian ini akan diuraikan beberapa metodologi untuk pembangunan dashboard yang telah dikembangkan oleh vendor PureShare, Noetix, dan BrightPoint.
16 21 II.6.1 Metodologi PureShare Metodologi ini dikembangkan oleh vendor PureShare untuk memfasilitasi projek yang berhubungan dengan upaya pengukuran dan pengelolaan kinerja organisasi, termasuk pembangunan dashboard. Projek pembangunan dashboard dirancang agar selaras dengan tujuan bisnis dan kebutuhan teknologinya (16). Metodologi menggunakan dua pendekatan yang disebut top-down design dan bottom-up implementation, yang diilustrasikan pada gambar II.1. Metodologi melibatkan pengguna secara aktif dalam projek pembangunan dashboard secara cepat. Gambar II.1. Tahapan Metodologi Pureshare (16) Tahapan-tahapan dalam metodologi, dapat dijelaskan sebagai berikut (16): 1. Perencanaan dan desain Tahap ini dipimpin oleh analis bisnis. Perancangan desain dilakukan dengan pendekatan top-down dan difokuskan pada kebutuhan bisnis pengguna. Tujuan pembangunan dashboard mengacu pada Key Result Area(KRA). KRA ini digunakan untuk mengidentifikasi KPI. KPI dikategorisasikan sebagai alert, monitor, atau results/trends. Pada bagian akhir perancang membuat model hierarkhi dashboard, dan draft dari layout dashboard. Perancang harus memahami kebutuhan pengguna dan mampu berkomunikasi dengan pengguna untuk menentukan fitur-fitur kunci yang akan ditampilkan pada dashboard. 2. Review sistem dan data Tahap ini dilaksanakan bersamaan dengan tahapan perencanaan dan desain. Review sistem dan sumber data dilakukan dengan pendekatan bottom-up implementation. Analis data melakukan identifikasi sumber data, cara
17 22 pengaksesan, dan membangun pengukuran kualitas data tersebut. Pada bagian akhir, analis data mengembangkan beberapa contoh query. 3. Perancangan prototype Pada tahap ini, perancang melakukan pendekatan top-down dan bottom-up secara bersama-sama. Prototype dashboard dibangun secepat mungkin untuk memberikan gambaran bentuk tampilan akhir dari dashboard. Pengguna dilibatkan untuk memberikan umpan balik terhadap prototype yang dibuat, dan melakukan diskusi secara aktif selama proses implementasi. 4. Perbaikan prototype Pada tahap ini, serangkaian prototype yang telah dibuat direview bersama dengan pengguna untuk mengumpulkan umpan balik. Umpan balik digunakan untuk membuat penyesuaian yang diperlukan. Pada tahap ini, pengembang dashboard harus menentukan threshold dan target secara tepat, dan mempertimbangkan masalah-masalah keamanan, usability dan integrasi sistem. 5. Release Dashboard diimplementasikan pada lingkungan operasionalnya. Dashboard disosialisasikan ke seluruh pengguna melalui pelatihan-pelatihan. Pihak pengembang dashboard harus menjelaskan sumber data untuk setiap informasi yang ditampilkan pada dashboard serta mendefinisikan arti dari threshold dan target, sehingga pengguna dapat menggunakan dashboard secara produktif, dan mengerti arti dari setiap hasil pengukuran yang ditampilkan. 6. Perbaikan terus menerus Metodologi ini dapat digunakan ulang untuk pembangunan dashboard di berbagai area organisasi. Beberapa tahapan seperti review sumber data dan analisis data dapat dilakukan dengan lebih cepat atau dapat dihilangkan jika data yang didapatkan dari projek sebelumnya telah lengkap.
18 23 II.6.2 Metodologi Noetix Metodologi yang dikembangkan oleh Noetix memperhatikan semua tahapan dalam siklus hidup projek perangkat lunak. Tahap-tahap dalam metodologi dapat dilihat pada gambar II.2. Gambar II.2. Tahapan Metodologi Noetix (12) 1. Perencanaan Pada tahap ini dilakukan pembentukan tim projek dan penentuan pihak-pihak yang menjadi sponsor dan penanggung jawab projek. Pada tahap ini, juga ditentukan lingkup projek pembangunan dashboard yang dikerjakan. Tujuan dan lingkup projek harus realistis, dengan menyeimbangkan antara kebutuhan pengguna dengan kemampuan developer untuk melaksanakan projek Tahap perencanaan juga meliputi aktifitas seperti identifikasi KPI, menentukan sumber data yang mendukung KPI dan lokasinya, serta menentukan threshold dan kondisinya. Proses analisis KPI merupakan tahapan yang kritis. Proses ini memerlukan waktu yang cukup lama, karena sebuah KPI bisa diturunkan dari dua atau lebih sumber data. 2. Identifikasi kebutuhan dan perancangan prototype Identifikasi kebutuhan dilakukan untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan stakeholder kunci terhadap dashboard yang akan dibangun. Kebutuhan dan keinginan stakeholder ini harus sesuai dengan KPI yang telah diidentifikasi. Pihak pengembang melakukan identifikasi elemen data dan fitur dashboard dari setiap kelompok pengguna. Pengguna dengan level yang berbeda, akan memakai dashboard dengan fitur yang berbeda pula, sesuai dengan kebutuhan.
19 24 3. Desain Setelah didapatkan kesepakatan mengenai konten dan tampilan yang dibutuhkan oleh pengguna, tahap selanjutnya adalah melengkapi aspek utama desain yang diperlukan seperti memperhalus antar muka pengguna, memastikan sumber data, menentukan cara untuk mendapatkan data jika data tidak tersedia dalam basis data, mendefinisikan query, dan menentukan jalur drill-down. 4. Implementasi dan validasi Tahap ini merupakan proses pembangunan dashboard secara nyata. Beberapa proses dapat dilakukan secara bersamaan dan terkoordinasi satu dengan lainnya. Tahap implementasi bisa dibedakan menjadi: a. Implementasi Front End, yang merupakan perancangan bentuk antar muka dashboard, seperti bentuk grafik/bagan, alert, serta navigasi untuk jalur drill-down. b. Implementasi Query, yang merupakan perancangan query untuk mengambil informasi dari basis data. c. Konfigurasi jadwal, up-date, dan keamanan. Query dikonfigurasi agar dapat menyampaikan informasi secara regular, untuk menjamin bahwa isi informasi pada dashboard selalu up-to-date. Aturan keamanan juga diterapkan untuk menjamin keamanan informasi yang disajikan. d. Validasi dashboard, merupakan proses pengujian yang dilakukan untuk memastikan bahwa dashboard yang dihasilkan telah sesuai dengan spesifikasi kebutuhan dalam rencana projek. 5. Deployment Setelah dashboard memenuhi semua kriteria pengujian, maka selanjutnya adalah mengimplementasikan dashboard dalam lingkungan operasionalnya. 6. Pemeliharaan Kebutuhan organisasi terhadap fungsi yang diberikan oleh dashboard akan terus berubah, sesuai dengan dinamika bisnis yang dialami organisasi. Oleh
20 25 karena itulah, perlu dilakukan proses pemeliharaan untuk menjamin agar fungsi dashboard tetap sesuai dengan kebutuhan organisasi. II.6.3 Metodologi BrightPoint Metodologi BrightPoint memiliki 3 tahapan utama, yaitu desain dan prototyping dashboard, konstruksi dan integrasi dashboard, serta deployment dan maintenance dashboard. Masing-masing tahap tersebut akan dijelaskan sebagai berikut (5): 1. Desain dan prototyping dashboard Tahap ini difokuskan pada tiga aktifitas utama, yaitu: a. Mendefinisikan metrik dan KPI. Metrik dan KPI dashboard ditentukan melalui analisis kebutuhan pengguna dashboard. Kebutuhan pengguna dijadikan sebagai dasar dalam menentukan metrik dan KPI, sehingga informasi pada dashboard sesuai dengan kebutuhan bisnis pengguna. b. Pembuatan prototype dashboard dan visualisasi data. Pembuatan prototype dilakukan secara cepat, dengan melibatkan pengguna secara aktif. Pada tahap ini juga dilakukan perancangan navigasi, sistem menu, drill down, serta fasilitas penghubung antar dashboard. c. Mendefinisikan kebutuhan data. Informasi yang disajikan pada dashboard bisa berupa summary atau kesimpulan dari beberapa data yang tersebar di berbagai sistem yang berbeda. Pada tahap ini dilakukan pembuatan katalog kebutuhan data yang berisi penjelasan lengkap mengenai data yang dibutuhkan. 2. Konstruksi dan integrasi dashboard Konstruksi dan integrasi dashboard melibatkan beberapa aktifitas, yaitu: a. Integrasi data sumber. Dashboard dapat menyajikan informasi secara detail, maupun informasi yang berupa kesimpulan dari hasil analisis berbagai data. Pada tahap ini dilakukan upaya untuk pembangunan data mart, dengan cara Extraction- Transformation-Load(ETL) data sumber menjadi format yang optimal,
21 26 atau dengan menciptakan layanan integrasi secara khusus, yang mengumpulkan data secara langsung dari sistem sumber. b. Integrasi prototype dashboard dan format akhir. Pada tahap ini, desain dashboard dihubungkan secara dinamis dengan sumber datanya. Konsep teknologi web service dapat digunakan untuk membuat dashboard yang dinamis, yang memungkinkan pengguna untuk melakukan drill-down ke berbagai informasi yang disediakan dashboard. c. Pengujian. Pengujian dapat dilakukan dengan menggunakan kasus bisnis yang nyata, untuk menguji fungsionalitas dari prototype dashboard. 3. Deployment dan maintenance dashboard Pada tahap ini dilakukan dokumentasi terhadap proses pembangunan dashboard yang dilakukan, membuat panduan pengguna, dan prosedur maintenance. Beberapa aktifitas yang dilakukan adalah: a. Dokumentasi dan deployment. Pada tahap ini dibuat dokumen rencana deployment dan maintenance, serta dokumen penduan pengguna yang berisi aspek teknis dan non-teknis dari sistem. Tujuan dari pembuatan dokumentasi ini adalah untuk memudahkan pengguna dalam menggunakan dan mengembangkan dashboard sesuai dengan perkembangan bisnis organisasi. b. Pelatihan pengguna. Pelatihan pengguna dilakukan untuk mensosialisasikan dashboard yang telah dibangun untuk menjamin bahwa pengguna mendapatkan keuntungan maksimum dari dashboard yang digunakan. c. Maintenance. Prosedur maintenance sistem dibuat secara detail untuk menjamin agar pihak pengguna memiliki kemampuan untuk memelihara dan mengembangkan sistem.
BAB III ANALISIS DAN PEMBUATAN METODOLOGI
III BAB III ANALISIS DAN PEMBUATAN METODOLOGI Pada bab ini dilakukan pembuatan metodologi untuk pembangunan dashboard. Metodologi difokuskan pada tahap identifikasi kebutuhan, perencanaan, dan perancangan
TINJAUAN UMUM METODE PENDEKATAN DASHBOARD PADA PROSES BUSINESS INTELIGENCE
TINJAUAN UMUM METODE PENDEKATAN DASHBOARD PADA PROSES BUSINESS INTELIGENCE Kusnawi STMIK AMIKOM Yogyakarta [email protected] ABSTRAKSI Organisasi perlu melakukan monitoring dan pengukuran secara terus-menerus
TINJAUAN UMUM METODE PENDEKATAN DASHBOARD PADA PROSES BUSINESS INTELIGENCE
TINJAUAN UMUM METODE PENDEKATAN DASHBOARD PADA PROSES BUSINESS INTELIGENCE Kusnawi Abstract Organisasi perlu melakukan monitoring dan pengukuran secara terus-menerus terhadap kinerjanya untuk memastikan
PENGEMBANGAN METODOLOGI PEMBANGUNAN INFORMATION DASHBOARD UNTUK MONITORING KINERJA ORGANISASI
PENGEMBANGAN METODOLOGI PEMBANGUNAN INFORMATION DASHBOARD UNTUK MONITORING KINERJA ORGANISASI Eva Hariyanti Magister Sistem Informasi - Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang
I BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini dikemukakan hal-hal yang menjadi latar belakang penelitian, rumusan permasalahan, tujuan, batasan masalah, kegunaan hasil, dan metodologi yang digunakan pada penelitian.
PERANCANGAN SISTEM DASHBOARD UNTUK MONITORING INDIKATOR KINERJA UNIVERSITAS
Seminar Nasional Sistem Informasi Indonesia, 22 September 2014 PERANCANGAN SISTEM DASHBOARD UNTUK MONITORING INDIKATOR KINERJA UNIVERSITAS Eva Hariyanti 1), Endah Purwanti 2) 1) 2) Program Studi Sistem
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah [1] [1]
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi yang sangat pesat terutama dalam dunia komputer mempengaruhi sebuah organisasi untuk mengoptimalkan data dan informasi yang dimiliki.
Pengembangan Dashboard Information System (DIS)
Pengembangan Dashboard Information System (DIS) Studi Kasus : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) di ST3 Telkom Purwokerto Dwi Januarita 1., Teduh Dirgahayu 2 1 Sekolah Tinggi Teknologi
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka Banyak penelitian tentang rancang bangun dashboard berbasis visual untuk pemantauan kinerja. Beberapa hasil penelitian yang relevan dengan penelitian ini dalam
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Sistem Informasi Sistem Informasi adalah suatu kumpulan dari komponen yang berinteraksi untuk menyelesaikan tugas bisnis. pendapat ini didukung dengan pendapat Satzinger, Jackson,
BAB III LANDASAN TEORI. order penjualan, nomor penjualan. (Stair, 2006) daripada kumpulan kebenaran itu sendiri. (Stair, 2006)
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Data Dan Informasi Data adalah sebuah kebenaran, atau kenyataan, contoh nama pegawai, order penjualan, nomor penjualan. (Stair, 2006) Informasi adalah sekumpulan kebenaran atau
PERANCANGAN DASHBOARD MONITORING KINERJA PEGAWAI (Studi Kasus : Perusahaan Cakrawala Aksara Katulistiwa Estungkara (CAKE) Bandung)
PERANCANGAN DASHBOARD MONITORING KINERJA PEGAWAI (Studi Kasus : Perusahaan Cakrawala Aksara Katulistiwa Estungkara (CAKE) Bandung) TUGAS AKHIR Disusun sebagai salah satu syarat untuk kelulusan Program
Jurnal Informasi Volume VIII No.1 / Februari / 2016
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PELAYANAN PUBLIK SERTIFIKASI BENIH PADI DENGAN DUKUNGAN INFORMATION DASHBOARD (Studi Kasus Instalasi PSBTPH Wilayah Subang) Jaja Rakhmayudhi ABSTRAK Abad 21 merupakan era kemajuan
PERANCANGAN DASHBOARD SEBAGAI SISTEM INFORMASI MONITORING KINERJA UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
PERANCANGAN DASHBOARD SEBAGAI SISTEM INFORMASI MONITORING KINERJA UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA Skripsi Sebagai Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik YONATHAN ADRIAN WIJAYANTO I 0307024
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XXI Program Studi MMT-ITS, Surabaya 19 Juli 2014
PURWARUPA PERFORMANCE DASHBOARD UNTUK MEMBANTU ANALISIS DATA EVALUASI DIRI PERGURUAN TINGGI (PT) BERDASARKAN KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI) STUDI KASUS: PT X Ahmad Yusri Authoni 1) dan Erma Suryani 2)
Dashboard Profile Calon Mahasiswa Baru (Studi Kasus: Pada STMIK MURA Lubuklinggau) ABSTRAK
Dashboard Profile Calon Mahasiswa Baru (Studi Kasus: Pada STMIK MURA Lubuklinggau) Program Studi Teknik Informatika, STMIK Musi Rawas Lubuklinggau Jl. Jend Besar Soeharto Kel.Lubuk Kupang Kec.Lubuklinggau
4.1.1 Deskripsi Umum Struktur RSUD Dr. Soekardjo Analisis Data Analisis Kebutuhan Informasi
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGESAHAN ii PERNYATAAN.. iii HALAMAN MOTO DAN PERSEMBAHAN.. iv PRAKATA. v DAFTAR ISI. vii DAFTAR GAMBAR.. x DAFTAR TABEL.. xii INTISARI... xiii ABSTRACT... xiv BAB
PENGEMBANGAN PERFORMANCE DASHBOARD UNTUK MEMBANTU EVALUASI PENGUJIAN BAHAN DAN BARANG. Aneke Rintiasti 1), Ahmad Affandi 2) Mahendrawathi ER 3)
PENGEMBANGAN PERFORMANCE DASHBOARD UNTUK MEMBANTU MONITORING DAN EVALUASI PENGUJIAN BAHAN DAN BARANG Aneke Rintiasti 1), Ahmad Affandi 2) Mahendrawathi ER 3) LATAR BELAKANG Turban (2007) mengatakan Organisasi,
Bab V Perancangan Model Ensiklopedia
Bab V Perancangan Model Ensiklopedia Bab perancangan model ensiklopedia berisi pemetaan elemen dalam lingkungan kolaborasi ke dalam ensiklopedia. Pemetaan ini menghasilkan sebuah ensiklopedia lingkungan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
digilib.uns.ac.id BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Executive Information System (EIS) Executive Information System (EIS) adalah sebuah sistem penunjang keputusan yang dibangun secara khusus
IV BAB IV PENERAPAN METODOLOGI PADA STUDI KASUS
IV BAB IV PENERAPAN METODOLOGI PADA STUDI KASUS Pada bab ini dibahas mengenai penerapan metodologi yang diusulkan, pada studi kasus. Studi kasus mengenai pembangunan dashboard untuk menunjang upaya penjaminan
Sistem Panel Kinerja Untuk Program Studi Sarjana Berbasis BAN PT
Jurnal Sistem Informasi Bisnis 01(2013) On-line : http://ejournal.undip.ac.id/index.php/jsinbis 13 Sistem Panel Kinerja Untuk Program Studi Sarjana Berbasis BAN PT Agus Prasetyo Utomo a,*, Ibnu Widiyanto
PENGUKURAN TINGKAT MATURITY TATA KELOLA SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT DENGAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT VERSI 4.1 (Studi Kasus : Rumah Sakit A )
Media Indormatika Vol. 8 No. 3 (2009) PENGUKURAN TINGKAT MATURITY TATA KELOLA SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT DENGAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT VERSI 4.1 (Studi Kasus : Rumah Sakit A ) Hartanto Sekolah Tinggi
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. dashboard dirancang untuk membantu pihak Rajawali Reload dalam
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Sistem Visualisasi informasi penjualan voucher pulsa menggunakan sistem dashboard dirancang untuk membantu pihak Rajawali Reload dalam memonitoring
METODOLOGI PEMBANGUNAN DASHBOARD SEBAGAI ALAT MONITORING KINERJA ORGANISASI STUDI KASUS: INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG TESIS
METODOLOGI PEMBANGUNAN DASHBOARD SEBAGAI ALAT MONITORING KINERJA ORGANISASI STUDI KASUS: INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG TESIS Karya tulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister dari Institut
E-CRM (1) Pertemuan 6 Diema Hernyka Satyareni, M.Kom
E-CRM (1) Pertemuan 6 Diema Hernyka Satyareni, M.Kom E-CRM strategis bisnis yang menggunakan teknologi informasi yang memberikan perusahaan suatu pandangan pelanggannya secara luas, yang dapat diandalkan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang diangkat yaitu meliputi Rekayasa Perangkat Lunak, Dashboard, Evaluasi
ADLN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA BAB II TINJAUAN PUSTAKA Dalam bab ini dijelaskan beberapa hal yang mendasari dari permasalahan yang diangkat yaitu meliputi Rekayasa Perangkat Lunak, Dashboard,
DESAIN DASHBOARD INFORMATION SYSTEM UNTUK POST AUDIT REWIEW
DESAIN DASHBOARD INFORMATION SYSTEM UNTUK POST AUDIT REWIEW Indri Sudanawati Rozas 1), Awalludiyah Ambarwati 2), dan Hersa Farida Qoriani 3) 1) Information Systems, Science and Technology Faculty Universitas
Jurnal Sistem Informasi Situs Jurnal :
JSIKA Vol 3, No 2 (2014) ISSN 2338-137X Jurnal Sistem Informasi Situs Jurnal : http://jurnal.stikom.edu/index.php/jsika RANCANG BANGUN VISUALISASI INFORMASI SALES ACHIEVEMENT TV BERLANGGANAN MENGGUNAKAN
PROSES PERANCANGAN BASIS DATA
PROSES PERANCANGAN BASIS DATA Seperti telah disebutkan sebelumnya, sebuah sistem basis data merupakan komponen dasar sistem informasi organisasi yang besar. Oleh karena itu siklus hidup aplikasi basis
BAB 1 PENDAHULUAN 1-1
BAB 1 PENDAHULUAN Bab ini berisi penjelasan mengenai latar belakang masalah, identifikasi masalah, tujuan tugas akhir, lingkup tugas akhir, metodologi tugas akhir, serta sistematika penulisan tugas akhir.
Bab IV Usulan Model Pengelolaan Teknologi Informasi PT. Surveyor Indonesia
Bab IV Usulan Model Pengelolaan Teknologi Informasi PT. Surveyor Indonesia IV.1 Rekomendasi Untuk Mengatasi Gap Kematangan Proses TI Rekomendasi untuk mengatasi perbedaan (gap) tingkat kematangan merupakan
HASIL DAN PEMBAHASAN. Microsoft SQL Server Microsoft Sharepoint Microsoft.Net Framework 4.0.
3 warehouse dan data mart memiliki batasan yang sangat tipis, namun perbedaan ini tidak perlu dikhawatirkan karena secara subtansi tujuan dari pembuatannya memiliki kesamaan (Noviandi 2010). Konsep data
Business Intelligence. Data Warehousing, Data Acquisition, Data Mining, Business Analytics, and Visualization
Business Intelligence Data Warehousing, Data Acquisition, Data Mining, Business Analytics, and Visualization DEFINISI DATA WAREHOUSE Data warehouse adalah database yang saling bereaksi yang dapat digunakan
Cobit memiliki 4 Cakupan Domain : 1. Perencanaan dan Organisasi (Plan and organise)
COBIT Control Objective for Information and related Technology Dikeluarkan dan disusun oleh IT Governance Institute yang merupakan bagian dari ISACA (Information Systems Audit and Control Association)
BAB III 3 LANDASAN TEORI
BAB III 3 LANDASAN TEORI 3.1 Sistem Informasi Menurut Jogiyanto HM (2003), sistem Informasi merupakan suatu sistem yang tujuannya menghasilkan informasi sebagai suatu sistem, untuk dapat memahami sistem
Pengembangan Sistem Analisis Visual Untuk Meningkatkan Kualitas Informasi dan Pengambilan Keputusan dengan Tools BI TABLEAU
Pengembangan Sistem Analisis Visual Untuk Meningkatkan Kualitas Informasi dan Pengambilan Keputusan dengan Tools BI TABLEAU 1. Latar Belakang Permasalahan Banyak kendala yang semakin sering muncul dalam
BAB II. 2.1 Model Data High Level Data Model (Conceptual Data Model)
BAB II PENGEMBANGAN SISTEM BASIS DATA Bab ini akan membahas lebih lanjut mengenai arsitektur sistem basis data dan pengembangan sistem basis data. Sistem basis data tidak berdiri sendiri, tetapi selalu
PERANCANGAN BASIS DATA
PERANCANGAN BASIS DATA Lintang Yuniar Banowosari http://lintang.staff.gunadarma.ac.id 1 ALASAN PERANCANGAN BASIS DATA Sistem basis data telah menjadi bagian dalam sistem informasi suatu organisasi Kebutuhan
Visualisasi Dashboard Penerimaan Mahasiswa Baru di STIKOM Bali
Konferensi Nasional Sistem & Informatika 2017 STMIK STIKOM Bali, 10 Agustus 2017 Visualisasi Dashboard Penerimaan Mahasiswa Baru di STIKOM Bali I Gst Ngurah Nyoman Bagiarta 1), I Gst Ngurah Wardana 2)
TUGAS MANAJEMEN JARINGAN PRODUK DAN FITUR NMS (NETWORK MONITORING SYSTEM) BESERTA PERBANDINGANNYA
TUGAS MANAJEMEN JARINGAN PRODUK DAN FITUR NMS (NETWORK MONITORING SYSTEM) BESERTA PERBANDINGANNYA NAMA : ANDIKA ATMANEGARA PUTRA NIM : 09011281419055 SISTEM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS
Obyektif : Mahasiswa dapat mengerti dan memahami konsep perancangan basis data Mahasiswa dapat merancang basis data sesuai dengan fase-fasenya
PROSES PERANCANGAN DATABASE Obyektif : Mahasiswa dapat mengerti dan memahami konsep perancangan basis data Mahasiswa dapat merancang basis data sesuai dengan fase-fasenya PROSES PERANCANGAN DATABASE Tujuan
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI DATA WAREHOUSE
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI DATA WAREHOUSE 4.1 Arsitektur Data Warehouse Pelaksanaan rancangan data warehouse dimulai dengan menjalankan pencarian data yang berhubungan dengan pembuatan laporan bagi
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Analisis dan Perancangan Dashboard untuk Monitoring dan Evaluasi Pasien Rawat Inap [4]
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terkait Terdapat penelitian yang memiliki keterkaitan dengan topik peninjauan kinerja menggunakan Dashboard. Penelitian tersebut masih 5 (lima) tahun terakhir yang
IMPLEMENTASI SISTEM DASHBOARD PADA APLIKASI KEPENDUDUKAN (STUDI KASUS: DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN CIAMIS)
IMPLEMENTASI SISTEM DASHBOARD PADA APLIKASI KEPENDUDUKAN (STUDI KASUS: DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN CIAMIS) Andi Nur Rachman 1, Cecep Muhamad Sidik Ramdani 2, Siti Hasanah Nisya 3
Gambar V.1.Tindak lanjut arsitektur informasi rantai pasok BBM
BAB V TINDAK LANJUT UNTUK ARSITEKTUR INFORMASI Tindak lanjut untuk arsitektur informasi BBM memberikan langkah berikutnya setelah dihasilkan rancangan arsitektur informasi rantai pasok BBM. Tindak lanjut
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. hasil analisis ini digambarkan dan didokumentasiakan dengan metodologi
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem yang Sedang Berjalan Kegiatan analisis sistem yang berjalan dilakukan dengan analisis yang berorientasi pada objek-objek yang diperlukan oleh
Bab II. Tinjauan Pustaka
Bab II Tinjauan Pustaka Pada bab ini akan dijelaskan mengenai tinjauan pustaka yang digunakan dalam pemodelan Customer Relationship Management. Adapun teori yang akan dijelaskan antara lain adalah Customer
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Definisi Rekayasa Ulang Proses Bisnis Definisi rekayasa ulang menurut Hammer & Champy (1993) adalah pemikiran ulang secara fundamental dan perancangan ulang secara radikal atas
DASHBOARD INFORMATION UNTUK SISTEM NILAI KINERJA DOSEN DENGAN PENDEKATAN DATA CENTRIC
DASHBOARDINFORMTIONJJN T U K S IS TE M NILA I K IN E R JA DOSEN DENGAN PEND EKATAN DATA CENTRIC DASHBOARD INFORMATION UNTUK SISTEM NILAI KINERJA DOSEN DENGAN PENDEKATAN DATA CENTRIC H ari Setiaji Jurusan
DASHBOARD UNTUK VISUALISASI PENJUALAN VOUCHER PULSA ELEKTRIK DI RAJAWALI RELOAD MOJOKERTO
DASHBOARD UNTUK VISUALISASI PENJUALAN VOUCHER PULSA ELEKTRIK DI RAJAWALI RELOAD MOJOKERTO Angga Khatulistiwa 1) Henry Bambang S 2) Anjik Sukmaaji 3) S1/Jurusan Sistem Informasi Fakultas Teknologi dan Informatika
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengenalan Rekayasa Informasi Saat ini banyak perusahaan-perusahaan yang sudah memanfaatkan sistem informasi untuk mendukung aktivitas perusahaan. Sebagian besar pemanfaatan sistem
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN MUTU PENYELENGGARAAN DIKLAT BERBASIS KOMPETENSI DI PUSDIKLAT MINERAL DAN BATUBARA. Yusup Jauhari Shandi
Media Informatika Vol. 15 No. 1 (2016) ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN MUTU PENYELENGGARAAN DIKLAT BERBASIS KOMPETENSI DI PUSDIKLAT MINERAL DAN BATUBARA Yusup Jauhari Shandi Sekolah Tinggi
PENGANTAR RUP & UML. Pertemuan 2
PENGANTAR RUP & UML Pertemuan 2 PENGANTAR RUP Rational Unified Process (RUP) atau dikenal juga dengan proses iteratif dan incremental merupakan sebuah pengembangan perangkat lunak yang dilakukan secara
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Teori Umum 2.1.1. Pengertian Data Menurut McLeod (2007, p9), data terdiri dari fakta fakta dan angka angka yang relatif tidak berarti bagi pemakai. Sedangkan menurut O'Brien (2005,
Bab 4 Hasil dan Pembahasan
Bab 4 Hasil dan Pembahasan Setelah membuat metode penelitian pada bab sebelumnya, maka pada bab ini akan ditampilkan hasil dari analisis yang dilakukan pada RSUD kota Salatiga. 4.1 Analisis Maturity Level
LAMPIRAN A KUISIONER UNTUK PEMBOBOTAN KORPORAT
LAMPIRAN A KUISIONER UNTUK PEMBOBOTAN KORPORAT Faktor Domain Bisnis 1. Strategic Values 1.1. Strategic Match Dititikberatkan pada tingkat/derajat dimana semua proyek teknologi informasi atau sistem informasi
Enterprise Resource Planning
MODUL PERKULIAHAN Enterprise Resource Planning Supply Chain Management and Customer Relationship Management Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Sistem Informasi Sistem Informasi 04 MK18046
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Berdirinya sebuah organisasi di dasarkan oleh visi atau tujuan yang ingin dicapai oleh organisasi tersebut. Dilakukan berbagai cara untuk mencapai tujuan agar kinerja
BAB III METODOLOGI. proses penyusunan perencanaan strategi, terdapat beberapa komponen yang perlu. diperhatikan. Komponen-komponen tersebut adalah :
19 BAB III METODOLOGI 3.1. Komponen Sebuah Perencanaan Penyusunan sebuah perencanaan terdiri atas beberapa komponen. Pada proses penyusunan perencanaan strategi, terdapat beberapa komponen yang perlu diperhatikan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka Sistem adalah rangkaian dari suatu komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya dan mempunyai tujuan tertentu yang sesuai dengan pengembangan yang
PEMBUATAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK BERBASIS WEB PADA LEMBAGA BAHASA LIA SURABAYA
PEMBUATAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK BERBASIS WEB PADA LEMBAGA BAHASA LIA SURABAYA TUGAS AKHIR Program Studi S1 Sistem Informasi Oleh: DANICA AUDI ORYZA PRAMIJAS 13410100063 FAKULTAS TEKNOLOGI DAN INFORMATIKA
Tugas. Data Warehouse. OLAP, Operasi OLAP, dan Jenis Rolap
Tugas Data Warehouse OLAP, Operasi OLAP, dan Jenis Rolap Renhard Soemargono 1562001 PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS ATMA JAYA MAKASSAR 2017 OLAP (On-Line Analytical
Data Warehouse. Komponen Data warehouse
Data Warehouse Komponen Data warehouse Komponen Data warehouse Komponen Data warehouse 1. Sumber Data (Data Source) 2. Pementasan Data (Data Staging) 3. Penyimpanan Data (Data Storage) 4. Penyampaian Informasi
Customer Relationship Management (CRM) Software dari SAP Fitur & Fungsi Sistem CRM: Marketing Software
Customer Relationship Management (CRM) Software dari SAP Fitur & Fungsi Sistem CRM: Marketing Software disusun oleh Satrya Nurrachman 09.11.2820 Kelas : E-Bisnis 2 JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Penelitian Kerangka penelitian ini adalah langkah demi langkah dalam penyusunan Tugas Akhir mulai dari tahap persiapan penelitian hingga pembuatan dokumentasi
BAB V PENGEMBANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN
BAB V PENGEMBANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN A. Tujuan Pengambangan Sistem Performance (kinerja), dapat diukur dengan 2 parameter yaitu throughput dan respon time. Throughput adalah banyaknya transaksi
INTERAKSI MANUSIA DAN MESIN. Prototyping. Budhi Irawan, S.Si, M.T
INTERAKSI MANUSIA DAN MESIN Prototyping Budhi Irawan, S.Si, M.T DEFINISI PROTOTYPE Proses membangun model dari suatu sistem. Bentuk awal (contoh) atau standar ukuran dari sebuah objek. Salah satu metode
Perancangan Database
Perancangan Database Database System Development Live cycle ( SDLC) Database System Development Live cycle (SDLC) merupakan komponen yang penting dalam sistem database karena aplikasi dari database life
PROSES PERANCANGAN DATABASE
PROSES PERANCANGAN DATABASE PENDAHULUAN Sistem informasi berbasiskan komputer terdiri dari komponen-komponen berikut ini : Database Database software Aplikasi software Hardware komputer termasuk media
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM) merupakan sistem yang mengumpulkan dan menjelaskan sumber daya manusia, mengubah data menjadi
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM DASHBOARD EKSEKUTIF PADA PDAM A
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM DASHBOARD EKSEKUTIF PADA PDAM A Wicaksono Widodo 1) dan Daniel Oranova Siahaan 2) 1) Program Studi Magister Manajemen Teknologi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS),
Bab IV Usulan Perencanaan Investasi Teknologi Informasi
Bab IV Usulan Perencanaan Investasi Teknologi Informasi IV.1 Usulan Perencanaan Investasi Teknologi Informasi dengan Val IT Perencanaan investasi TI yang dilakukan oleh Politeknik Caltex Riau yang dilakukan
BAB 4 EVALUASI PENGENDALIAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN PADA PT. BANGUNAN JAYA. kematangan penerapan sistem informasi pada PT. Bangunan Jaya.
BAB 4 EVALUASI PENGENDALIAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN PADA PT. BANGUNAN JAYA 4.1 Prosedur Evaluasi Evaluasi terhadap sistem informasi penjualan pada PT. Bangunan Jaya adalah merupakan suatu proses evaluasi
Tulisan ini bersumber dari : WikiPedia dan penulis mencoba menambahkan
Tulisan ini bersumber dari : WikiPedia dan penulis mencoba menambahkan Control Objectives for Information and related Technology (COBIT) adalah seperangkat praktik terbaik (kerangka) untuk teknologi informasi
MANAJEMEN LAYANAN SISTEM INFORMASI SERVIS STRATEGI & DESIGN 2KA30
MANAJEMEN LAYANAN SISTEM INFORMASI SERVIS STRATEGI & DESIGN 2KA30 Disusun oleh: Mukhamad Arif Kurniawan (17114619) Richart Wirianto (19114247) Indra Oktamara (15114300) FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN INFORMASI
BAB III METODE PENELITIAN. berbasis augmented reality untuk menunjang promosi gedung Fakultas
33 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metodologi Penelitian Tujuan utama dari penelitian ini yaitu mengembangkan media brosur berbasis augmented reality untuk menunjang promosi gedung Fakultas Universitas Pendidikan
METODE PENINJAUAN DASHBOARD DARI BUSINESS INTELLIGENCE UNTUK MEMBUAT KEPUTUSAN LEBIH BAIK
METODE PENINJAUAN DASHBOARD DARI BUSINESS INTELLIGENCE UNTUK MEMBUAT KEPUTUSAN LEBIH BAIK Oleh Soleh 1), Meta Amalya Dewi 2), Arfiah 3), Asdin 4) 1) 2 ) Dosen Jurusan Sistem Informasi, STMIK RAHARJA Jl.
Perancangan Basis Data
Modul ke: Perancangan Basis Data Fakultas FASILKOM DATA WAREHOUSE Program Studi Sistem Informasi www.mercubuana.ac.id Anita Ratnasari, S.Kom, M.Kom DATA WAREHOUSE Definisi Data Warehouse Salah satu efek
CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (CRM) SOFTWARE FROM SAP
CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (CRM) SOFTWARE FROM SAP Karya Ilmiah E Business Sujiwo (09.11.3212) STMIK AMIKOM YOGYAKARTA ABSTRAK Karya ilmiah e-business ini berisikan uraian mengenai lingkungan bisnis
Framework Penyusunan Tata Kelola TI
Bab IV Framework Penyusunan Tata Kelola TI Dalam bab ini akan dibahas tahapan-tahapan dalam penyusunan tata kelola TI Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Terdapat beberapa tahapan dalam penyusunan tata kelola
Modul ke: CHAPTER 12 ENHANCING DECISION MAKING. Fakultas. Dr. Istianingsih. Ekonomi Dan Bisnis. Program Studi Magister Akuntansi.
Modul ke: Fakultas Ekonomi Dan Bisnis CHAPTER 12 ENHANCING DECISION MAKING Dr. Istianingsih Program Studi Magister Akuntansi www.mercubuana.ac.id Jenis Keputusan Ada tiga klasifikasi umumnya keputusan:
BAB 1 PENDAHULUAN. tidak bisa dipisahkan dari proses bisnis, bahkan tidak jarang teknologi informasi menjadi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini, teknologi informasi telah menjadi salah satu bagian penting yang tidak bisa dipisahkan dari proses bisnis, bahkan tidak jarang teknologi informasi menjadi
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil analisis, pengujian, dan pembahasan sebelumnya, maka
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis, pengujian, dan pembahasan sebelumnya, maka dapat diperoleh kesimpulan dari hasil penelitian sebagai berikut: a. Variabel kualitas sistem
Waktu yang lebih efisien. Lebih Aman. Memahami dan Memilih Tool Manajemen Network
Memahami dan Memilih Tool Manajemen Network Mengapa memahami dan memilih Tool Manajemen network begitu penting? antara pemakaian dan performa berbagai macam tool manajemen network dalam grafik ditunjukkan
MENINGKATKAN MUTU PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJEMEN UNTUK PERUSAHAAN DIGITAL
MENINGKATKAN MUTU PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJEMEN UNTUK PERUSAHAAN DIGITAL PENDAHULUAN Salah satu kegiatan manajemen yang penting adalah memahami sistem sepenuhnya untuk mengambil keputusan-keputusan yang
Business Intelligence Dashboard
[Pick the da Business Intelligence Dashboard Abstrak Business Intelligence menggabungkan data operasional dengan alat analisis untuk menyajikan informasi secara kompleks dan kompetitif dari data acak untuk
PROSES PERANCANGAN DATABASE
PROSES PERANCANGAN DATABASE PENDAHULUAN Sistem informasi berbasiskan komputer terdiri dari komponen-komponen berikut ini : Database Database software Aplikasi software Hardware komputer termasuk media
Kontrak Kuliah. Desain Sistem. Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom
Kontrak Kuliah Desain Sistem Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom Desain Sistem Setelah tahap analisis selesai, maka analis sistem mendapatkan gambaran dengan jelas apa yang harus dikerjakan. Setelah itu tiba waktunya
Universitas Putra Indonesia YPTK Padang Fakulas Ilmu Komputer Program Studi Teknik Informatika. Knowledge Discovery in Databases (KDD)
Universitas Putra Indonesia YPTK Padang Fakulas Ilmu Komputer Program Studi Teknik Informatika Knowledge Discovery in Databases (KDD) Knowledge Discovery in Databases (KDD) Definisi Knowledge Discovery
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang P erubahan lingkungan bisnis yang semakin cepat menuntut organisasi untuk selalu terus menerus melakukan perbaikan proses bisnisnya. Organisasi dituntut untuk dapat
BAB 3 METODE PENELITIAN
36 BAB 3 METODE PENELITIAN 1.1 Objek Penelitian Penelitian dilakukan di Toko Kampung Gaya yang beralamatkan di Jalan Raya Tanjung-Banjarharjo KM.12 Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes. Pengambilan data
