Berbicara adalah tindakan berkomunikasi
|
|
|
- Iwan Tanuwidjaja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Artikel Asli Karakteristik Keterlambatan Bicara di Klinik Khusus Tumbuh Kembang Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita Tahun Attila Dewanti,* Joanne Angelica Widjaja,** Anna Tjandrajani,* Amril A Burhany* * Kelompok Kerja Neurologi Anak, Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita ** S1 Profesi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Latar belakang. Keterlambatan berbicara dan berbahasa adalah masalah yang cukup umum pada anakanak usia 2-5 tahun. Prevalensi dari keterlambatan berbicara dan berbahasa bervariasi antara 1%-32% pada populasi normal, dipengaruhi berbagai faktor dan menurut metode yang digunakan untuk mendiagnosis. Keterlambatan dalam gangguan perkembangan berbicara dapat merupakan gejala dari berbagai penyakit, seperti keterbelakangan mental, gangguan pendengaran, gangguan bahasa ekspresif, autisme, selektif mutisme, afasia reseptif dan cerebral palsy, dan penyakit lainnya. Gangguan berbicara mungkin sekunder karena keterlambatan perkembangan atau disebabkan bilingualisme. Tujuan. Mengetahui karakteristik keterlambatan bicara di Klinik Khusus Tumbuh Kembang (KKTB) RSAB Harapan Kita, Jakarta. Metode. Desain penelitian deskriptif retrospektif dari rekam medik pasien baru berusia 1-5 tahun yang datang ke KKTK RSAB Harapan Kita pada Januari 2008 sampai dengan Desember Hasil. Terdapat 260 pasien baru dengan keterlambatan bicara di KKTK RSAB Harapan Kita, 116 (44,6%) anak dengan diagnosis developmental dysphasia. Dijumpai 69,6% kasus, diagnosis ditegakkan pada usia antara bulan, dan lebih banyak anak laki laki 185 (71,2%) anak. Latar belakang pendidikan ibu pasien 65,8% berpendidikan tinggi. Kesimpulan. Keterlambatan bicara di KKTK sebagian besar adalah developmental dysphasia. Ibu pasien membawa ke KKTK pada usia dini sehingga dapat ditindaklanjuti dan diterapi lebih cepat sehingga mendapat luaran yang lebih baik. Sari Pediatri 2012;14(4): Kata kunci: keterlambatan bicara, angka kejadian, karakteristik Alamat korespondensi: Dr. Attila Dewanti, Sp.A. Staf Divisi Neurologi Anak RS Anak dan Bunda Harapan Kita Jakarta, Jl. Letjen S. Parman Kav. 87, Slipi. Telp. (021) Berbicara adalah tindakan berkomunikasi dengan ekspresi artikulasi verbal, sedangkan berbahasa adalah pengetahuan mengenai sistem simbol yang digunakan untuk berkomunikasi secara interpersonal. Anak dinilai 230 Sari Pediatri, Vol. 14, No. 4, Desember 2012
2 mempunyai keterlambatan dalam berbicara jika perkembangan bicara secara signifikan berada di bawah normal dibandingkan anak seusianya. 1 Gangguan berbicara dan berbahasa adalah masalah yang sangat umum pada anak usia 3-5 tahun. 2,3 Prevalensi gangguan bicara berupa keterlambatan bahasa dengan kosakata ekspresif kurang dari 50 kata dan atau tidak adanya kombinasi kata, diperkirakan terjadi pada 15% anak usia bulan. 2,4 Prevalensi gangguan berbicara dan berbahasa bervariasi antara 1%-32% pada populasi normal, dipengaruhi berbagai faktor seperti usia anak, dan metode yang digunakan untuk menegakkan diagnosis. Prevalensi gangguan bicara pada anak prasekolah 3%-15%. 3,5 Gangguan dalam berbicara dapat merupakan suatu hal normal dalam perkembangan bicara anak, namun dapat pula menjadi suatu gejala dari gangguan psikiatri, neurologis maupun gangguan perilaku anak. 3 Keterlambatan dalam gangguan perkembangan berbicara dapat merupakan gejala dari berbagai penyakit, seperti keterbelakangan mental, gangguan pendengaran, gangguan bahasa ekspresif, kurang psikososial, autisme, bisu elektif, afasia reseptif, dan cerebral palsy. Gangguan berbicara dapat disebabkan sekunder karena keterlambatan dari perkembangan atau bilingualisme. 1,5,6 Berbagai diagnosis gangguan dalam berbicara dan berbahasa menyebabkan seorang dokter harus menentukan diagnosis yang tepat dan cepat. Gangguan berbicara dan berbahasa pada umumnya akan menjadi normal, namun dapat pula menetap dan akan menyebabkan gangguan komunikasi di kemudian hari. 7 Keterlambatan dan gangguan bicara dapat memiliki dampak serius dalam perkembangan pribadi, sosial dan akademik, oleh karena itu diperlukan diagnosis serta intervensi dini. Dengan penentuan diagnosis penyebab, dapat diketahui prognosis pasien di kemudian hari, serta terapi yang tepat. 1,2,4,8 Metode Subjek penelitian adalah pasien baru yang berobat di KKTK di RSAB Harapan Kita Jakarta berusia kurang dari 5 tahun, dengan keluhan gangguan bicara. Data diperoleh dari rekam medis dari bulan Januari 2008 sampai dengan Desember Diagnosis keterlambatan bicara ditegakkan apabila didapatkan keterlambatan bicara reseptif atau ekspresif lebih dari tiga bulan dibandingkan usia perkembangannya. Keterlambatan perkembangan umum (KPU) atau global developmental delay (GDD) adalah keterlambatan dalam dua bidang, atau lebih dari perkembangan motorik kasar halus, bicara/berbahasa, kognisi, personal/sosial, dan aktifitas sehari-hari. Istilah tersebut digunakan bagi anak berusia kurang dari lima tahun. Gangguan austik/autisme menurut DSM IV adalah gangguan perkembangan kompleks pada anak, yang mencakup tiga bidang yaitu sosial, komunikasi, dan perilaku. Gangguan kualitatif dalam interaksi sosial secara timbal balik yang tampak pada paling sedikit 2 dari 4 gejala berikut (1) perilaku non-verbal untuk interaksi sosial, seperti kontak mata, ekspresi fasial dan gerak/bahasa tubuh, hampir tak ada; (2) kegagalan untuk mengembankan hubungan dengan teman sebaya yang sesuai dengan tahapan perkembangannya; (3) kurangnya sifat yang spontan untuk berbagi rasa senang, minat dan keberhasilan dengan orang lain; dan (4) kurang dapat berbagi rasa maupun berinteraksi sosial secara timbal balik. Secara kualitatif terdapat kendala dalam komunikasi, seperti terlihat pada sedikitnya 1 dari 4 gejala berikut, (1) hambatan atau sama sekali tidak berkembangnya kemampuan berbahasa secara verbal (tanpa diikuti usaha untuk berkomunikasi secara non verbal dengan bahasa tubuh/isyarat); (2) pada mereka yang sudah dapat bicara, terdapat ketidakmampuan untuk memulai atau mempertahankan dialog dengan orang lain; (3) pembicaraan sering diulang-ulang dan stereotif dengan bahasa yang idiosinkratik; (4) cara bermain kurang variasi, kurang imajinatif, dan kurang spontan. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif dan dengan menggunakan SPSS Hasil Didapatkan 260 pasien baru yang datang ke Klinik Khusus Tumbuh Kembang Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita dengan gangguan berbicara. Tabel 1 memperlihatkan 69,6% pasien dengan gangguan berbicara didiagnosis pada saat berusia bulan. Didapatkan bahwa sebagian besar pasien (71,2%) laki-laki. Didapatkan 85,3% pasien mempunyai lingkar kepala yang normal, dan 52,3% dengan status gizi cukup. Sebagian besar pasien lahir sesuai masa kehamilan, yaitu 95,0% dan 93,5% pasien memiliki berat lahir normal. Secara umum pendidikan ibu cukup baik, 65,8% berpendidikan tinggi (lulusan Sari Pediatri, Vol. 14, No. 4, Desember
3 akademi dan perguruan tinggi). Tabel 2 memperlihatkan sebaran diagnosis pasien 116 (44,6%) anak dengan developmental dysphasia, 80 (30,8%) global delay develpoment, 39 (15%) autisme, sisanya 20 (7,7%) sindrom Down, dan 5 (1,9%) anak dengan ketulian (SNHL). Tabel 1. Karakteristik pasien dengan gangguan bicara Frekuensi Persentase Usia (bulan) Jenis kelamin Laki-laki Perempuan Lingkar kepala Mikrosefali Normal Makrosefali Gizi Kurang Cukup Baik Lebih Maturitas kehamilan Premature Sesuai masa kehamilan Postmatur Berat lahir (gram) <1500 <2500 >2500 Pendidikan ibu Rendah Menengah Tinggi ,9 69,6 28,5 71,2 28,8 13,1 85,3 1,6 21,5 52,3 23,1 3,1 4,6 95,0 0,4 0,8 5,8 93,5 2,3 31,9 65,8 Pembahasan Gangguan berbicara dan berbahasa adalah masalah yang sangat umum terjadi pada anak usia 2-5 tahun. 2,3 Prevalensi gangguan berbicara berupa keterlambatan bahasa dengan kosakata ekspresif kurang dari 50 kata dan atau tidak adanya kombinasi kata diperkirakan terjadi 15% pada anak dengan usia bulan. 2 Prevalensi dari gangguan berbicara dan berbahasa bervariasi antara 1%-32% pada populasi normal dan dipengaruhi berbagai faktor seperti usia dari anak, cara mendidik anak dengan mengajarkan lebih dari satu bahasa, dan menurut metode yang digunakan untuk mendiagnosis. 9,10 Sebaran responden, laki-laki (71,2%) lebih banyak dibandingkan dengan perempuan (28,8%). Hasil tersebut sama dengan data epidemiologi bahwa gangguan berbicara dapat mencapai tiga-empat kali lebih banyak pada anak laki-laki dibandingkan dengan anak perempuan. 4,11 Dari beberapa penelitian terdahulu didapatkan bahwa pada laki-laki lebih banyak penyimpangan dalam area kognitif, bahasa, dan sosial. 5,12 Pada penelitian lain dikatakan bahwa anak laki-laki mempunyai perkembangan fisiologis lebih lambat dan lebih rentan untuk mengalami gangguan neurologis. 4 Selain itu anak laki-laki lebih mudah diketahui oleh orang tuanya bahwa mereka mempunyai kelainan dalam perkembangan maupun keterlambatan bicara. 12 Lebih dari delapanpuluh persen anak mempunyai lingkar kepala normal, separuh anak mempunyai status gizi cukup, dan 91,2% anak dengan berat lahir normal. Ini memperlihatkan bahwa developmental dysphasia tidak memperlihatkan gejala lain yang Hal tersebut nyata selain kemampuan bicara terlambat. Temuan tersebut sesuai dengan penelitian Downey dkk 5 bahwa keterlambatan bicara tidak disertai ciri- Tabel 2. Diagnosis pasien dengan gangguan bicara Diagnosis Frekuensi (N=260) Persentase Global delay development Sindrom Down Development dysphasia SNHL* ASD/**autisme Total *SNHL= sensori neural hearing loss **ASD/= autistic spectrum disorder 232 Sari Pediatri, Vol. 14, No. 4, Desember 2012
4 ciri lain. Penelitian lain memperlihatkan anak dengan keterlambatan bicara pada umumnya dihubungkan dengan riwayat prematur, namun kami hanya mendapatkan 12 anak dengan riwayat kelahiran prematur. 13 Hampir 70% pasien didiagnosis mempunyai keterlambatan bicara pada usia bulan, menggambarkan frekuensi diagnosis dini cukup tinggi. Diagnosis dini akan membantu tindakan dini dari berbagai stimulasi serta edukasi orangtua sehingga tumbuh kembang anak optimal, dan akan memberikan hasil yang lebih baik di kemudian hari. 1,5 Pada beberapa penelitian dikatakan 50%-60% kasus dengan gangguan berbicara akan mengalami perbaikan pada usia 3 tahun. 14 Kesadaran ibu membawa anaknya berkonsultasi ke dokter pada usia lebih dini mungkin berkaitan dengan tingkat pendidikan ibu yang sebagian besar berpendidikan tinggi (65,8%). Tingkat pendidikan ibu yang tinggi mendukung pernyataan bahwa perhatian orangtua pada perkembangan anak diduga berhubungan dengan tingkat pendidikan orangtua. Hal tersebut sesuai dengan penelitian lain, dikatakan bahwa pendidikan ibu berperan dalam faktor yang menentukan perkembangan anak. Pendidikan ibu mempengaruhi stimulasi yang diberikan kepada anak, cara mendidik dan cara untuk mengasuh anak, serta bagaimana cara memecahkan masalah. Ibu dengan pendidikan yang rendah meningkatkan risiko keterlambatan perkembangan pada anak. 9,15-7 Orang tua dengan pendidikan yang tinggi dan juga status sosial yang lebih tinggi, lebih banyak mempunyai kesempatan pada akses informasi serta pelayanan kesehatan. Pada umumnya orang tua dengan pendidikan tinggi, lebih sadar akan gangguan dalam perkembangan anak mereka. Global delayed development merupakan salah satu penyebab paling umum keterlambatan bicara setelah developmental dysphasia, kami mendapatkan 30,8% keterlambatan perkembangan umum (KPU) menggambarkan keadaan klinis yang berhubungan dengan berbagai penyebab dan ketidaksesuaian perkembangan adaptasi serta belajar pada kelompok umur tertentu. 1-5 Limabelas persen anak menderita autisme. Mereka datang sebelum usia 2 tahun dengan keluhan utama gangguan bicara, tetapi ternyata didapatkan gejala lain berupa tidak adanya kontak mata dan atau perilaku tertentu yang dilakukan berulang ulang. Hal tersebut sesuai dengan penelitian Deutsch dkk 18 yang mendapatkan anak autisme pada awalnya mengalami gangguan bicara. Sindrom Down ditemukan pada 7,7% anak yang datang dengan keluhan keterlambatan bicara dan 6 anak dengan keluhan tuli. Pada umumnya anak tuli pada usia kurang dari 2 tahun seringkali tidak disadari oleh orangtuanya, sehingga anak dibawa ke dokter karena keluhan belum bisa bicara Kesimpulan Di Klinik Khusus Tumbuh Kembang, RS Harapan Kita Jakarta pada tahun pasien yang datang dengan keluhan utama keterlambatan bicara didapatkan sebagian besar mengalami developmental dysphasia, 44,6% anak. Sebagian besar (69,6%) didiagnosis pada usia antara bulan, lebih banyak pada anak laki-laki 71,2% anak. Latar belakang pendidikan ibu yang tinggi berpengaruh pada usia anak untuk berkonsultasi ke KKTK, sehingga dapat ditindaklanjuti dan diberikan pengobatan lebih cepat untuk mendapat hasil yang lebih baik. Daftar pustaka 1. Leung AKC, Kao CP. Evaluation and Management of the Child with Speech Delay. Diunduh dari : org/afp/990600ap/3121.html. Diakses tanggal 18 Agustus Buschmann A, Jooss B, Rupp A. Children with developmental language delay at 24 months of age: results of a diagnostic work-up. Developmental Medicine & Child Neurol 2008;50: Busari JO,Weggelaar NM. How to investigate and manage the child who is slow to speak. BMJ 2004;328: Mcleod S, Harrison LJ. Epidemiology of speech and language impairment in a nationally representative sample of 4- to 5-year-old children. J speech, language, and hearing research 2009;52: Downey D, Mraz R, Knott J. Diagnosis and evaluation of children who are not talking. Infant and young children 2002;15: Mashburn AJ, Myers SS. Advancing research on children with speech-language impairment: an introduction to the early childhood longitudinal study kindergarten cohort. Language, speech, and hearing services in schools. 2010;41:61-9. Sari Pediatri, Vol. 14, No. 4, Desember
5 7. Campbell TF, Dollaghan CA, Rockette HE, Paradise JL, Feldman HD. Risk factors for speech delay of unknown origin in 3 year old children. Child development 2003;74: Jessup B, Ward E, Cahill L, Keating D. Teacher identification of speech and language impairment in kindergarten students using the Kindergarten Development Check. In J Speech-Language Pathol 2008;10: Glennen S. Language development and delay in internationally adopted infants and toddlers : a review. Am J Speech Language Pathol 2002;11: Carscadden J, Corsiatto P, Ericson L, Illchuk R, Esopenko C. A pilot study to evaluate a new early screening instrument for speech and language delays. Canadian J Speech-Language Pathol and Audiology 2010;34: Shevell M, Majnnmer A, Rosenbaum P, Abrahamowicz M. Profile of referrals for early childhood developmental delay to ambulatory subspecialty clinics. J Child Neurol 2001;9: Tang KML, Chen TYK, Lau VWY, Wu MMF. Cognitive outcome of children with developmental delay in Hongkong. Diunduh dari: asp?id=662&show=12. Diakses tanggal 18 Agustus Harrison LJ, Mcleod S. Risk and protective factors associated with speech and language impairment in a nationally representative sample of 4 to 5 years old children. J Speech, Language, and Hearing Research 2010;53: HO DWL, Whitelhill T. Clinical supervision of speechlanguage pathology students: comparison of two models of feedback. In J Speech Language Pathol 2009;11: Niccols A, Feldman M. Maternal sensitivity and behavior problems in young children with developmental delay. Inf child dev 2006;15: Delgado CEF, Vagi SJ, Scott K. I1dentification of early risk factors for developmental delay. Exceptionality 2007;15: Chapman DA, Scott KG, Mason CA. Early risk factors for mental retardation:role of maternal age and maternal education. Am J Ment Retard 2002;107: Deutsch CK, Joseph RM. Brief report: cognitive correlates of enlarged head circumference in children with autism. J Autism and Developmental Disorders 2003;33: Moeller MP. Early intervention and language developmental in children who are deaf and hard of hearing. Pediatrics 2000;106: Skinnar S, Rapin I, Arnold S. Language regression in childhood. Pediatr Neurol 2001;24: Stein MI, Parker S, Coplan J, Feldman H. Expressive language delay in a toddler. Pediatrics 2001;107: Sari Pediatri, Vol. 14, No. 4, Desember 2012
Masalah perkembangan pada anak. Keluhan Utama pada Keterlambatan Perkembangan Umum di Klinik Khusus Tumbuh Kembang RSAB Harapan Kita
Artikel Asli Keluhan Utama pada Keterlambatan Perkembangan Umum di Klinik Khusus Tumbuh Kembang RSAB Harapan Kita Anna Tjandrajani,* Attila Dewanti,* Amril A. Burhany,* Joanne Angelica Widjaja** *Kelompok
BAB 1 PENDAHULUAN. anak di Indonesia, mencatat populasi kelompok usia anak di. 89,5 juta penduduk termasuk dalam kelompok usia anak.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pusat data dan informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2014 tentang kondisi pencapaian program kesehatan anak di Indonesia, mencatat populasi
BAB I PENDAHULUAN. yang telah ada, maupun timbulnya perubahan karena unsur-unsur yang baru. 1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Perkembangan adalah suatu proses yang berlangsung secara teratur dan terus menerus, baik perubahan itu berupa bertambahnya jumlah atau ukuran dari hal-hal yang telah
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG STIMULASI VERBAL DENGAN PERKEMBANGAN BAHASA PADA ANAK PRASEKOLAH DI TK PGRI 116 BANGETAYU WETAN
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG STIMULASI VERBAL DENGAN PERKEMBANGAN BAHASA PADA ANAK PRASEKOLAH DI TK PGRI 116 BANGETAYU WETAN 1 Anik Handayani*, Amin Samiasih**, Mariyam*** ABSTRAK Penelitian
SAMPUL LUAR... i SAMPUL DALAM...ii. PERSETUJUAN PEMBIMBING... iii
DAFTAR ISI Halaman SAMPUL LUAR... i SAMPUL DALAM....ii PERSETUJUAN PEMBIMBING... iii PENETAPAN PANITIA PENGUJI... iii KATA PENGANTAR... iv PERNYATAAN KEASLIAN PENELITIAN... v ABSTRAK... vi ABSTRACT...
Jurnal Ilmu Kesehatan Anak
Jurnal Ilmu Kesehatan Anak VOLUME I Desember 202 NOMOR Naskah Asli PREVALENSI DAN KARAKTERISTIK KETERLAMBATAN BICARA PADA ANAK PRASEKOLAH DI TPA WERDHI KUMARA I DENGAN EARLY LANGUAGE MILESTONE SCALE-2
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Hasil survei Badan Pusat Statistik pada tahun 2010 menyatakan bahwa dari
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hasil survei Badan Pusat Statistik pada tahun 2010 menyatakan bahwa dari 237.641.326 jiwa total penduduk Indonesia, 10% diantaranya yaitu sebesar + 22.960.000 berusia
BAB I PENDAHULUAN. kejadian anak yang mengalami keterlambatan bicara (speech delay) cukup tinggi.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Keterlambatan bicara (speech delay) adalah salah satu penyebab gangguan perkembangan yang paling sering ditemukan pada anak. Gangguan ini semakin hari tampaknya semakin
Artikel Penelitian. Abstrak. Abstract. Vivit Erdina Yunita, 1 Afdal, 2 Iskandar Syarif 3
705 Artikel Penelitian Gambaran Faktor yang Berhubungan dengan Timbulnya Kejang Demam Berulang pada Pasien yang Berobat di Poliklinik Anak RS. DR. M. Djamil Padang Periode Januari 2010 Desember 2012 Vivit
HUBUNGAN LINGKAR KEPALA DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA 1-24 BULAN DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK PERTIWI MAKASSAR
HUBUNGAN LINGKAR KEPALA DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA 1-24 BULAN DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK PERTIWI MAKASSAR Wa Ode Sri Asnaniar 1, Magfira B. Lasini 2 1 Program Studi Ilmu Keperawatan FKM UMI
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang juta diantaranya terdapat di Asia Tenggara. Dari hasil WHO Multi Center
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendengaran sebagai salah satu indera, memegang peranan yang sangat penting karena perkembangan bicara sebagai komponen utama komunikasi pada manusia sangat tergantung
BAB I PENDAHULUAN. Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH) atau Attention
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH) atau Attention Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan gangguan perilaku yang paling sering terjadi pada
Salah satu keluhan terbanyak dari orang tua. Mengapa terlambat? Apa penyebabnya? Boleh ditunggu, sampai umur berapa? Perlu terapi?
Yazid Dimyati Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUSU RSHAM Medan Terlambat bicara Salah satu keluhan terbanyak dari orang tua Mengapa terlambat? Apa penyebabnya? Boleh ditunggu, sampai umur berapa? Perlu
BAB I PENDAHULUAN UKDW. perkembangan fase selanjutnya (Dwienda et al, 2014). Peran pengasuhan tersebut
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Peningkatan kualitas kesejahteraan anak menduduki posisi sangat strategis dan sangat penting dalam pembangunan masyarakat Indonesia, sehingga anak prasekolah merupakan
BAB I PENDAHULUAN. tersebut dapat berkembang secara baik atau tidak. Karena setiap manusia memiliki
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Setiap orang tua menginginkan anaknya lahir secara sehat sesuai dengan pertumbuhannya. Akan tetapi pola asuh orang tua yang menjadikan pertumbuhan anak tersebut dapat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sindrom Waardenburg (SW) adalah kumpulan kondisi genetik yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran dan perubahan warna (pigmentasi) dari rambut, kulit dan mata.
BAB 1 PENDAHULUAN. kompleks pada anak, mulai tampak sebelum usia 3 tahun. Gangguan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Autisme dipandang sebagai kelainan perkembangan sosial dan mental yang disebabkan oleh gangguan perkembangan otak akibat kerusakan selama pertumbuhan fetus, atau saat
Anak Penyandang Autisme dan Pendidikannya. Materi Penyuluhan
Anak Penyandang Autisme dan Pendidikannya Materi Penyuluhan Disajikan pada Penyuluhan Guru-guru SD Citepus 1-5 Kecamatan Cicendo, Kota Bandung Dalam Program Pengabdian Masyarakat Dosen Jurusan PLB, FIP,
FAKTOR RISIKO DISFASIA PERKEMBANGAN PADA ANAK. Oleh. Oleh : Zuhriah Hidajati
Ringkasan Tesis FAKTOR RISIKO DISFASIA PERKEMBANGAN PADA ANAK Oleh Oleh : Zuhriah Hidajati Pembimbing : dr. HM Sholeh Kosim, SpA(K) dr. Hendriani Selina, SpA(K), MARS BAGIAN ILMU KESEHATAN ANAK FK UNDIP
I Gusti Ayu Trisna Windiani, Soetjiningsih Bagian Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana RS Sanglah Denpasar
Artikel Asli Penilaian CAT (cognitive adaptive test)/clams (clinical linguistic & auditory milestone scale) pada Anak di Tempat Penitipan Anak Werdhi Kumara I Denpasar I Gusti Ayu Trisna Windiani, Soetjiningsih
Kata kunci :pengetahuan orang tua perkembangan bahasa anak prasekolah
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG STIMULASI VERBAL DENGAN PERKEMBANGAN BAHASA PADA ANAK PRASEKOLAH DI TK PGRI 116 BANGETAYU WETAN Anik Handayani, Amin Samiasih, Mariyam Abstrak Penelitian
Sandu Siyoto* *Progam Studi Pendidikan Ners STIKES Surya Mitra Husada Kediri Jl. Manila Sumberece No. 37 Kediri
VISUAL SCHEDULE TERHADAP PENURUNAN BEHAVIOR PROBLEM SAAT AKTIVITAS MAKAN DAN BUANG AIR PADA ANAK AUTIS (Visual Schedule towards the Decline of Behavioral Problems in Feeding Activities and Defecation in
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang. bayi dengan faktor risiko yang mengalami ketulian mencapai 6:1000 kelahiran
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Tuli kongenital merupakan masalah yang cukup serius dalam dunia kedokteran saat ini. Diperkirakan dalam 1000 bayi baru lahir terdapat 1 bayi menderita tuli kongenital
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Balita di Kelurahan Baros Wilayah Kerja Puskesmas Baros Kota Sukabumi
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Balita di Kelurahan Baros Wilayah Kerja Puskesmas Baros Kota Sukabumi Siti Hardianti, Sri Janatri [email protected] Abstrak Periode penting dalam tumbuh
Seri penyuluhan kesehatan
Seri penyuluhan kesehatan Penyakit Autisme Klinik Umiyah Jl. Lingkar Utara Purworejo, Jawa Tengah, Indonesia Pengertian dan gejala Autisme Autisme adalah salah satu dari sekelompok masalah gangguan perkembangan
BAB I PENDAHULUAN. UNESCO pada tahun 2014 mencatat bahwa jumlah anak autis di dunia mencapai
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Anak-anak autis di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya. Data UNESCO pada tahun 2014 mencatat bahwa jumlah anak autis di dunia mencapai 35 juta jiwa
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Penjelasan dari individu dengan gejala atau gangguan autisme telah ada
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penjelasan dari individu dengan gejala atau gangguan autisme telah ada sejak sekitar abad 18, namun titik kritis dalam sejarah keilmuan gangguan autisme adalah pada
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Asma masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di. dunia dan merupakan penyakit kronis pada sistem
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Asma masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia dan merupakan penyakit kronis pada sistem respirasi tersering pada anak (GINA, 2009). Dalam 20 tahun terakhir,
BAB I PENDAHULUAN. peningkatan di seluruh dunia. Jumlah penyandang autis di Indonesia naik delapan
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah Saat ini, prevalensi anak penyandang autisme telah mengalami peningkatan di seluruh dunia. Jumlah penyandang autis di Indonesia naik delapan kali lipat dalam
Is There Any Specific Measurement to Monitor Growth and Development in Infant Born with Small for Gestational Age
Is There Any Specific Measurement to Monitor Growth and Development in Infant Born with Small for Gestational Age DR. Dr. Hartono Gunardi, SpA (K) Menurut data WHO tahun 2013, prevalensi bayi yang lahir
DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG (DDTK)
DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG (DDTK) KONSEP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN DEFINISI Pertumbuhan Berkembangnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan intraseluler Bertambah ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang Masalah. Pendengaran adalah salah satu indera yang memegang peran sangat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Masalah Pendengaran adalah salah satu indera yang memegang peran sangat penting karena perkembangan bicara sebagai komponen utama komunikasi. Kesehatan indera pendengaran
BAB I PENDAHULUAN. perkembangan yang dimulai dari bayi hingga remaja. Anak usia prasekolah adalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Anak merupakan individu yang berada dalam satu rentang perubahan perkembangan yang dimulai dari bayi hingga remaja. Anak usia prasekolah adalah anak yang berumur 36-60
Retardasi Mental. Dr.dr. Tjhin Wiguna, SpKJ(K)
Retardasi Mental Dr.dr. Tjhin Wiguna, SpKJ(K) Retardasi Mental (RM) Suatu keadaan perkembangan mental yang terhenti atau tidak lengkap atau tidak sesuai dengan tingkat perkembangan anak seusianya. Ditandai
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa balita. Pada masa balita, perkembangan kemampuan berbahasa, kreativitas, kesadaran sosial, emosional, dan intelegensia
BAB I PENDAHULUAN. sekitar 9,1%, usia tahun sebesar 8,13%. pada anak dengan frekuensi kejadian 4-6 kasus/1.000 anak (Nelson, 2000).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Anak merupakan individu yang berada dalam satu rentang perubahan perkembangan yang dimulai dari bayi hingga remaja. Masalah kesehatan anak merupakan salah satu masalah
ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Apakah yang dimaksud dengan ABK (exceptional children)? a. berkaitan dengan konsep/istilah disability = keterbatasan b. bersinggungan dengan tumbuh kembang normal--abnormal, tumbuh
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kata kunci pembangunan bangsa di negara berkembang, termasuk di Indonesia adalah sumber daya manusia (SDM). Terciptanya keberhasilan pembangunan berkaitan erat dengan
ABSTRAK Program Magister Psikologi Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Penelitian ini berjudul Peningkatan Kemampuan Bahasa Ekspresif Melalui Program Verbal Imitation pada Anak yang Mengalami Keterlambatan Bicara. Penelitian ini dilatarbelakangi fenomena semakin banyak
Hubungan Mengikuti Kelompok Bermain dan Perkembangan Anak
Artikel Asli Hubungan Mengikuti Kelompok Bermain dan Perkembangan Anak Elsa Maimon, Djauhar Ismail, Mei Neni Sitaresmi Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada/RSUP. Dr. Sardjito,
BAB 3 METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian adalah Ilmu Kesehatan Anak
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1. Ruang Lingkup Penelitian. Ruang lingkup penelitian adalah Ilmu Kesehatan Anak 3.. Tempat dan Waktu Penelitian. Penelitian akan dilaksanakan di Bangsal Anak RS. Dr. Kariadi
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN KEJANG DEMAM DI RUANG PERAWATAN ANAK RSU ANUTAPURA PALU. Adhar Arifuddin
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN KEJANG DEMAM DI RUANG PERAWATAN ANAK RSU ANUTAPURA PALU Adhar Arifuddin Program studi kesehatan masyarakat, fakultas kedokteran dan ilmu kesehatan Universitas tadulako,
PERBANDINGAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA 0-3 TAHUN DI PANTI ASUHAN DAN KELUARGA
PERBANDINGAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA 0-3 TAHUN DI PANTI ASUHAN DAN KELUARGA NASKAH PUBLIKASI Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada Jurusan Pendidikan Dokter
BAB 1 PENDAHULUAN. Down, gangguan mental dan lain-lain. Oleh karena itu penyimpangan
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Proses pertumbuhan dan proses perkembangan pada anak terjadi sejak dalam intra uterine hingga dewasa. Namun tak jarang dalam proses tersebut terjadi penyimpangan-penyimpangan
PERVASIVE DEVELOPMENTAL DISORDER (lanjutan) Dr. Ika Widyawati, SpKJ(K)
PERVASIVE DEVELOPMENTAL DISORDER (lanjutan) Dr. Ika Widyawati, SpKJ(K) SINDROMA RETT DEFINISI Suatu kondisi progresif yang berkembang setelah beberapa bulan perkembangan normal. Lingkar kepala waktu lahir:
Dr. Soeroyo Machfudz, Sp.A(K), MPH Sub.bag Tumbuh Kembang/Ped. Sosial INSKA RS. Hermina / Bag. IKA FK-UII Yogyakarta
Dr. Soeroyo Machfudz, Sp.A(K), MPH Sub.bag Tumbuh Kembang/Ped. Sosial INSKA RS. Hermina / Bag. IKA FK-UII Yogyakarta CEREBRAL PALSY CP Sindrom kerusakan otak yang statis Tidak progresif Keterlambatan motorik
BAB I PENDAHULUAN. badan kurang dari 2500 gram saat lahir 1, sedangkan Berat Badan Lahir
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bayi berat badan lahir rendah (BBLR) adalah bayi yang memiliki berat badan kurang dari 2500 gram saat lahir 1, sedangkan Berat Badan Lahir Sangat Rendah adalah berat
DETEKSI DINI DALAM PERKEMBANGAN
DETEKSI DINI DALAM PERKEMBANGAN TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM: Setelah mengikuti perkuliahan, diharapkan mahasiswa mampu memahami alasan perlunya melakukan deteksi dini dalam perkembangan, permasalahan, dan
Anak memiliki ciri khas yaitu selalu tumbuh
Artikel Asli Penapisan Perkembangan Anak Usia 6 Bulan 3 Tahun dengan Uji Tapis Perkembangan Denver II Robert Sinto, Salma Oktaria, Sarah Listyo Astuti, Siti Mirdhatillah, Rini Sekartini,* Corrie Wawolumaya**
Deteksi dini penyimpangan pertumbuhan
Artikel Asli Anak Usia 0-3 Tahun Gladys Gunawan,* Destiana R,* Kusnandi Rusmil** * Bagian Tumbuh Kembang/Pediatri Sosial-Bagian/SMF Ilmu Kesehatan Anak FK Unlam/RSUD Ulin **Departmen Ilmu Kesehatan Anak,
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR, RIWAYAT PEMBERIAN AIR SUSU IBU DAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DENGAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA 3-5 TAHUN
Volume, Maret - HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR, RIWAYAT PEMBERIAN AIR SUSU IBU DAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DENGAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA - TAHUN Isti Istianah*; Maryuni** *Penulis Utama **Postgraduate
Pengaruh Perkembangan Bahasa Terhadap Perkembangan Kognitif Anak Usia 1-3 Tahun
Artikel Asli Pengaruh Perkembangan Bahasa Terhadap Perkembangan Kognitif Anak Usia 1-3 Tahun Fitri Hartanto, Hendriani Selina, Zuhriah H, Saldi Fitra Bagian Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Gangguan tumbuh kembang pada anak merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak terjadi di kehidupan masyarakat. Kemajuan teknologi dan informasi dalam ilmu kesehatan
BAB I PENDAHULUAN. Usia toddler merupakan usia anak dimana dalam perjalanannya terjadi
1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Usia toddler merupakan usia anak dimana dalam perjalanannya terjadi pertumbuhan dasar yang akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan selanjutnya dari seorang anak,
BAB I PENDAHULUAN. dunia. Berbagai macam vitamin, gizi maupun suplemen dikonsumsi oleh
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Anak adalah suatu titipan Tuhan yang sangat berharga. Saat diberikan kepercayaan untuk mempunyai anak, maka para calon orang tua akan menjaga sebaik-baiknya dari mulai
BAB 1 PENDAHULUAN. Bahasa dan berbahasa adalah dua hal yang berbeda. Bahasa adalah alat verbal
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Bahasa dan berbahasa adalah dua hal yang berbeda. Bahasa adalah alat verbal yang digunakan untuk berkomunikasi, sementara berbahasa adalah proses penyampaian
BAB I PENDAHULUAN. pembangunan diarahkan pada meningkatnya mutu SDM yang berkualitas. Salah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Program Pembangunan Nasional (PROPENAS) mengamanatkan bahwa pembangunan diarahkan pada meningkatnya mutu SDM yang berkualitas. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Kementrian
BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang. Berdasarkan WHO (2012), rubela adalah penyakit. infeksi virus RNA yang menular dan belum ada pengobatan
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Berdasarkan WHO (2012), rubela adalah penyakit infeksi virus RNA yang menular dan belum ada pengobatan khusus untuk infeksi rubela. Virus rubela bersifat teratogen
Adriatik Ivanti, M.Psi, Psi
Adriatik Ivanti, M.Psi, Psi Autism aritnya hidup sendiri Karakteristik tingkah laku, adanya defisit pada area: 1. Interaksi sosial 2. Komunikasi 3. Tingkah laku berulang dan terbatas A. Adanya gangguan
Volume 08 No. 02. November 2015 ISSN :
HUBUNGAN RIWAYAT UMUR KEHAMILAN DENGAN RESIKO MENDERITA AUTIS PADA ANAK UMUR 18-36 BULAN DI POSYANDU WILAYAH DESA MENGANTI Ita Rahmawati 1 Dosen Akademi Kebidanan Islam Al Hikmah Jepara Email : [email protected]
BAB I PENDAHULUAN. Hearing loss atau kurang pendengaran didefinisikan sebagai kurangnya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hearing loss atau kurang pendengaran didefinisikan sebagai kurangnya pendengaran lebih dari 40 desibel (db) dari pendengaran normal orang dewasa (lebih dari 15 tahun)
Oleh TIM TERAPIS BALAI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KHUSUS DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TENGAH
Oleh TIM TERAPIS BALAI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KHUSUS DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TENGAH Pendahuluan Tidak ada anak manusia yang diciptakan sama satu dengan lainnya Tidak ada satupun manusia tidak memiliki
BAB I PENDAHULUAN. dapat diperkirakan, dan diramalkan sebagai hasil dari proses diferensiasi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan merupakan hasil interaksi antara kematangan susunan saraf pusat dengan organ yang dipengaruhinya, sehingga perkembangan ini beperan penting dalam kehidupan
BAB I PENDAHULUAN. Kualitas masa depan anak dapat dilihat dari perkembangan dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kualitas masa depan anak dapat dilihat dari perkembangan dan pertumbuhan anak yang optimal, sehingga sejak dini, deteksi, stimulasi dan intervensi berbagai
BAB I PENDAHULUAN. Periode lima tahun pertama kehidupan anak (masa balita) merupakan masa
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Periode lima tahun pertama kehidupan anak (masa balita) merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang paling pesat pada otak manusia, periode ini merupakan masa yang
BAB I PENDAHULUAN. kedokteran disebut dengan Systemic Lupus Erythematosus (SLE), yaitu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Saat ini masyarakat dihadapkan pada berbagai penyakit, salah satunya adalah penyakit Lupus, yang merupakan salah satu penyakit yang masih jarang diketahui oleh masyarakat,
GAMBARAN KEJADIAN GIZI BURUK PADA BALITA DI PUSKESMAS CARINGIN BANDUNG PERIODE SEPTEMBER 2012 SEPTEMBER 2013
GAMBARAN KEJADIAN GIZI BURUK PADA BALITA DI PUSKESMAS CARINGIN BANDUNG PERIODE SEPTEMBER 2012 SEPTEMBER 2013 PROFILE OF TODDLER MALNUTRITION AT PRIMARY HEALTH CENTER CARINGIN BANDUNG AT SEPTEMBER 2012
BAB I PENDAHULUAN. manusia. Komunikasi merupakan bagian dari kehidupan manusia sehari-hari, bahkan
13 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Komunikasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Komunikasi merupakan bagian dari kehidupan manusia sehari-hari, bahkan merupakan
KETERLAMBATAN BICARA YANG HARUS DIWASPADAI Dr Widodo Judarwanto SpA
1 KETERLAMBATAN BICARA YANG HARUS DIWASPADAI Dr Widodo Judarwanto SpA Korespondensi & Komunikasi: (021) 70081995-4264126 email :[email protected] - htpp://www.childrenfamily.com Beberapa waktu terakhir
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Lima tahun pertama kehidupan anak adalah masa yang sangat penting karena
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Lima tahun pertama kehidupan anak adalah masa yang sangat penting karena anak mulai menerima berbagai macam bentuk rangsangan serta proses pembelajaran. Masa ini disebut
BAB I PENDAHULUAN. (Wong, 2009). Usia pra sekolah disebut juga masa emas (golden age) karena pada
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Anak usia pra sekolah merupakan anak yang berusia antara 3-6 tahun (Wong, 2009). Usia pra sekolah disebut juga masa emas (golden age) karena pada usia ini pertumbuhan
BAB I PENDAHULUAN. Meningkatnya angka harapan hidup penduduk adalah salah satu indikator
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Meningkatnya angka harapan hidup penduduk adalah salah satu indikator kesejahteraan rakyat pada suatu negara. Angka harapan hidup penduduk Indonesia naik dari 70,45
FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BAYI. Nurlia Savitri
FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BAYI (Studi di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kawalu Kota Tasikmalaya Tahun 2014 ) Nurlia Savitri e-mail : [email protected] Program Studi
BAB III METODE PENELITIAN. Ruang lingkup keilmuan dari penelitian ini adalah Ilmu Kesehatan Telinga
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup keilmuan dari penelitian ini adalah Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan Bedah Kepala Leher, Ilmu Kesehatan Anak, serta Ilmu Kebidanan
BAB I PENDAHULUAN. manusia (SDM). SDM yang baik dapat diperoleh dengan mengoptimalkan. <3 tahun atau 0-35 bulan atau belum mengalami ulang tahun
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hakikat dari pembangunan nasional adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). SDM yang baik dapat diperoleh dengan mengoptimalkan tumbuh kembang anak. 1
BAB 4 METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini adalah Bagian Ilmu Kesehatan Anak, khususnya
BAB 4 METODE PENELITIAN 4.1. Ruang lingkup penelitian Ruang lingkup penelitian ini adalah Bagian Ilmu Kesehatan Anak, khususnya Perinatologi dan Neurologi. 4.. Waktu dan tempat penelitian Penelitian ini
HUBUNGAN PERKEMBANGAN KEMAMPUAN BAHASA DENGAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI NONFORMAL LAPORAN HASIL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH
HUBUNGAN PERKEMBANGAN KEMAMPUAN BAHASA DENGAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI NONFORMAL LAPORAN HASIL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai gelar sarjana Strata-1
PENDIDIKAN BAGI ANAK AUTIS. Mohamad Sugiarmin
PENDIDIKAN BAGI ANAK AUTIS Mohamad Sugiarmin Pengantar Perhatian pemerintah dan masyarakat Upaya bantuan Sumber dukungan Tantangan dan Peluang Konsep Anak Autis dan Prevalensi Autism = autisme yaitu nama
KLASIFIKASI GANGGUAN JIWA
KLASIFIKASI GANGGUAN JIWA PSIKOLOGIS; didasarkan atas letak dominasi gangguan pada fungsi psikologis FISIOLOGIS; setiap proses psikologis didasari fisiologis/faali ETIOLOGIS; berdasarkan penyebab gangguan
KATA PENGANTAR. rahmat-nya penulis dapat menyelesaikan skripsi penelitian yang berjudul. Kembang Anak di Kota Denpasar Tahun 2017 tepat pada waktunya.
KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat-nya penulis dapat menyelesaikan skripsi penelitian yang berjudul Pengetahuan dan Keterampilan Ibu Balita
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ADHD merupakan istilah berbahasa Inggris kependekan dari Attention Deficit Hiperactivity Disorder (Attention = perhatian, Deficit = kekurangan, Hiperactivity
