BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN
|
|
|
- Suparman Hermanto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 27 BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN 4.1. Analisis Sistem yang Berjalan Analisis Dokumen Berikut ini adalah dokumen dokumen yang terdapat pada pembuatan Exit Re-entry Permit : 1. Nama dokumen : Formulir permohonan Exit Re-entry Permit Fungsi Sumber Jumlah : Data yang dibutuhkan : Kantor Imigrasi : 1 lembar Periode pembuatan : - Item data : Nama, Kebangsaan, Sponsor dll 2. Nama dokumen : Kartu izin tinggal terbatas (KITAS) atau Kartu izin tinggal tetap (KITAP) Fungsi Sumber Jumlah : Validasi izin tinggal yang masih berlaku : Pemohon : 1 buah Periode pembuatan : - Item data : Nama, Kebangsaan, Tempat dan tanggal lahir dll
2 28 3. Nama dokumen : Paspor asing Fungsi Sumber Jumlah Periode pembuatan Item data : Identitas : Pemohon : 1 buah : 5 tahun masa berlaku : Nama, Kebangsaan, Tempat dan tanggal lahir Dll 4. Nama dokumen : Buku pengawasan warga asing Fungsi Sumber Jumlah : Pengawasan terhadap warga Negara asing : Pemohon : 1 buah Periode pembuatan : - Item data : Nama, Kebangsaan, Tempat dan tanggal lahir Dll Analisis Sistem Data yang digunakan Sebagai Input Pada proses pembuatan EXIT RENTRY PERMIT ada beberapa persyaratan yang dijadikan sebagai inputan yang selanjutnya akan diproses serta menghasilkan output, yaitu: o Kartu Izin Tinggal Terbatas ( KITTAS ) / Kartu Izin Tinggal Menetap ( KITAP )
3 29 o o o Paspor Asing Buku Pengawasan Orang Asing. Surat Sponsor Aplikasi yang digunakan Seluruh Kantor Imigrasi di Indonesia terintegrasi dalam Sistem Informasi yang disebut dengan Sistem Informasi Keimigrasian. Semua data yang masuk tersimpan pada sebuah database yang disebut dengan Pusat Data Keimigrasian ( PUSDAKIM ). Kantor imigrasi membutuhkan aplikasi aplikasi yang diperlukan untuk semua proses yang terjadi didalamnya. Tidak ada perbedaan aplikasi yang digunakan di seluruh Indonesia, baik itu pada pembuatan Paspor, pembuatan Exit Reentry Permit dll. Karena aplikasi yang dibangun merupakan aplikasi berbasis web yang semuanya dijalankan secara online. Semua aplikasi tersebut dibungkus dalam satu paket yang disebut Aplikasi SPRI ( APLIKASI SURAT PERJALANAN REPUBLIK INDONESIA ). Seperti yang telah disebutkan bahwa aplikasi tersebut merupakan aplikasi berbasis web. Sehingga hanya bisa dijalankan secara online dengan IP Address yang dizinkan dilengkapi dengan username dan password. Sehingga hanya dapat dijalankan pada komputer kantor imigrasi saja.
4 Analisis Prosedur yang Sedang Berjalan Evenlist Pembuatan Exit Re-entry Permit (ERP) Berikut ini merupakan tahapan tahapan pada Pembuatan Exit Reentry Permit (ERP) : 1. Pemohon menyerahkan map permohonan Exit Reentry Permit disertai persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan. 2. Petugas loket memeriksa persyaratan yang diserahkan oleh. 3. Petugas loket menginput biodata ke sistem. 4. Petugas loket memberikan output dari sistem berupa no register permohonan. 5. Berkas di periksa oleh kepala subseksi perizinan. 6. Infokim ( Informasi Keimigrasian ) memeriksa data apakah termasuk dalam daftar cekal. 7. Berkas dikembalikan ke Petugas Loket. 8. Pemohon datang kembali ( Setelah 2 Hari Kerja ) untuk melunasi Biaya administrasi pada kasir. 9. Petugas Loket memberikan waktu Izin keluar pada sistem. 10. Pemohon kembali ke loket dan memberikan No Register Pembayaran. 11. Infokim ( Informasi Keimigrasian ) melakukan pengecapan pada paspor. 12. Kepala Seksi Lantaskim ( Kasi Lantaskim )menandatangani permohonan ERP pada buku biru/ buku pengawasan orang Asing.
5 Pemohon datang kembali ( Setelah 2 Hari Kerja ) untuk mengambil berkas dan ERP Flow Map Dikarenakan aplikasi yang digunakan merupakan aplikasi berbasis web, sehingga tidak ada aliran dokumen yang mengalir dan dapat digambarkan dengan flowmap Diagram Konteks Berikut ini merupakan diagram konteks prosedur yang berjalan pada proses pembuatan ERP. Gambar 4.1. Diagram Konteks Prosedur yang sedang berjalan pada proses Pembuatan Exit Reentry Permit
6 32 Penjelasan diagram konteks tersebut di atas adalah sebagai berikut : 1. Pemohon merupakan entitas eksternal yang merupakan data inputan Sistem Pembuatan ERP. Menyerahkan persyaratan berupa KITTAS / KITTAP, Paspor asing, buku pengawasan orang asing, dan surat sponsor. 2. Petugas loket, merupakan entitas internal yang bertugas dalam verifikasi berkas. 3. INFOKIM ( Informasi Keimigrasian ), merupakan entitas internal yang bertugas memeriksa apakah termasuk dalam daftar cekal atau tidak. 4. PUSDAKIM ( Pusat Data Keimigrasian ), merupakan database dari seluruh data yang masuk ke dalam aktivitas keimigrasian Data Flow Diagram Berikut ini merupakan diagram konteks prosedur yang berjalan pada proses pembuatan ERP.
7 33 Gambar 4.2. DFD Prosedur yang sedang berjalan pada proses Pembuatan Exit Reentry Permit
8 34 Penjelasan tiap proses DFD diatas adalah sebagai berikut : 1. Pemohon mengajukan permohonan pembuatan Exit Reentry Permit dan menyertakan persyaratan (berupa KITTAS / KITTAP, Paspor asing, buku pengawasan orang asing, dan surat sponsor. 2. Proses cek kelengkapan merupakan proses untuk mengecek kelengkapan persyaratan. 3. Proses ketiga yaitu penginputan data yang kemudian tersimpan pada Pusdakim. 4. Pusdakim menyimpan data registrasi ke dalam database. 5. Infokim melakukan pemeriksaan daftar cekal, jika termasuk dalam daftar cekal maka tidak akan dilanjutkan ke proses selanjutnya. Proses ini memerlukan akses ke Pusdakim. 6. Pemohon melakukan pembayaran. 7. Proses ketujuh yaitu pengecekan status pembayaran oleh bagian Infokim, proses ini berfungsi untuk memverifikasi apakah sudah melakukan pembayaran. 8. Proses Pengambilan ERP dengan menyerahkan no. pembayaran. 9. Petugas loket menentukan masa berlaku ERP. 10. Pusdakim menyimpan masa berlaku ERP yang ditentukan petugas. 11. Proses kesebelas merupakan proses Pengesahan ERP.
9 Evaluasi Sistem yang berjalan Setelah melakukan analisis terhadap sistem yang berjalan, Berikut ini merupakan evaluasi dari sistem yang berjalan. Tabel 4.1. Tabel Evaluasi Sistem yang Berjalan Permasalahan 1. Petugas loket harus memeriksa masa berlaku KITAS yang cukup membuang waktu. 2. Petugas loket harus menentukan masa berlaku dari ERP yang dibuat. Hal ini tidak efisien karena Rencana Penyelesaian 1. Masa berlaku KITAS secara otomatis ditampilkan pada aplikasi ERP. 2. Masa berlaku ERP dihitung oleh sistem berdasarkan masa berlaku KITAS. petugas loket harus memeriksa masa berlaku KITAS terlebih dahulu dan menghitung sendiri masa berlaku ERP tersebut Usulan Perancangan Sistem Tujuan Perancangan Sistem ERP ( Exit Re-entry Permit ) merpakan permohonan bagi orang asing untuk keluar dan masuk dari wilayah Indonesia, ERP terdiri dari 4 macam yaitu :
10 36 SERP / Single Exit Re-entry Permit yaitu Permohonan izin keluar dari wilayah Indonesia dengan masa berlaku selama 3 bulan terhitung sejak diserahkannya ERP dengan biaya Rp ,-. MERP / Multiple Exit Re-entry Permit yaitu Permohonan izin keluar dari wilayah Indonesia dengan masa berlaku selama 6 bulan terhitung sejak diserahkannya ERP dengan biaya Rp ,-. MERP 1 th / Multiple Exit Re-entry Permit yaitu Permohonan izin keluar dari wilayah Indonesia dengan masa berlaku selama 1 tahun terhitung sejak diserahkannya ERP dengan biaya Rp ,-. MERP 2 th / Multiple Exit Re-entry Permit yaitu Permohonan izin keluar dari wilayah Indonesia dengan masa berlaku selama 2 tahun terhitung sejak diserahkannya ERP dengan biaya Rp ,-. Perancangan sistem ini bertujuan untuk mempermudah petugas loket dalam memeriksa masa berlaku KITAS serta menentukan masa berlaku ERP yang dibuat. Saat ini masa berlaku kitas diperiksa oleh petugas loket secara manual. Hal ini tentu saja tidak efisien, karena data data WNA termasuk masa berlaku KITAS sudah tersimpan pada PUSDAKIM ( Pusat Data Keimigrasian ) dan dapat ditampilkan pada aplikasi ERP. Selain itu, Masa berlaku ERP juga ditentukan secara manual oleh Petugas loket. Hal ini juga kurang efektif karena masa berlaku ERP dapat dihitung oleh sistem dengan menambahkan sebuah fungsi. Sebagai contoh : SERP berlaku selama 3 bulan. Ini berarti ERP tersebut berlaku 3 bulan terhitung sejak disahkannya SERP tersebut. Dengan catatan masa berlaku
11 37 KITTAS harus lebih dari 3 bulan. Jika masa berlaku KITAS kurang dari 3 bulan, maka masa berlaku SERP tersebut adalah 1 bulan sebelum masa berlaku KITTAS habis Perancangan Prosedur yang diusulkan Diagram Konteks Berikut ini merupakan diagram konteks prosedur yang berjalan pada proses pembuatan ERP. Gambar 4.3. Diagram Konteks Prosedur yang diusulkan pada proses Pembuatan Exit Reentry Permit Penjelasan diagram konteks tersebut di atas adalah sebagai berikut : 1. Pemohon merupakan entitas eksternal yang merupakan data inputan Sistem Pembuatan ERP. Menyerahkan persyaratan berupa KITTAS /
12 38 KITTAP, Paspor asing, buku pengawasan orang asing, dan surat sponsor. 2. Petugas loket, merupakan entitas internal yang bertugas dalam verifikasi berkas. 3. INFOKIM ( Informasi Keimigrasian ), merupakan entitas internal yang bertugas memeriksa apakah termasuk dalam daftar cekal atau tidak. 4. PUSDAKIM ( Pusat Data Keimigrasian ), merupakan database dari seluruh data yang masuk ke dalam aktivitas keimigrasian. Perbedaan diagram konteks prosedur yang sedang berjalan dan prosedur yang diusulkan : Pada entitas petugas loket, pada sistem yang berjalan petugas loket memberikan masukan berupa masa berlaku ERP. Sedangkan pada prosedur yang diusulkan, masa berlaku ERP ditentukan oleh sistem.
13 Data Flow Diagram Map permohonan & persyaratan Berkas Petugas loket Berkas No. permohonan No permohonan 1. mengajukan permohonan exit re-entry permit Data registrasi 2. cek Kelengkapan persyaratan No. Pembayaran 6. melakukan pembayaran 9. Cek masa berlaku ERP Berkas 3. Input data 8. Pengambilan ERP No. Pembayaran Data Data registrasi PUSDAKIM Data registrasi ERP dan dokumen ERP ERP dan dokumen 11. Pengesahan ERP Masa berlaku ERP Data 4. Simpan data registrasi 10. Hitung masa berlaku ERP Data registrasi Data registrasi 5. Pemeriksaan daftar cekal Berkas terverifikasi daftar cekal Data Data registrasi Infokim No. pembayaran No pembayaran 7. Cek status pembayaran & verifikasi no. pmbyaran Gambar 4.4. No. pembayaran DFD Prosedur yang diusulkan pada proses Pembuatan Exit Reentry Permit
14 40 Penjelasan tiap proses DFD diatas adalah sebagai berikut : 1. Pemohon mengajukan permohonan pembuatan Exit Reentry Permit dan menyertakan persyaratan (berupa KITTAS / KITTAP, Paspor asing, buku pengawasan orang asing, dan surat sponsor. 2. Proses cek kelengkapan merupakan proses untuk mengecek kelengkapan persyaratan. 3. Proses ketiga yaitu penginputan data yang kemudian tersimpan pada Pusdakim. 4. Pusdakim menyimpan data registrasi ke dalam database. 5. Infokim melakukan pemeriksaan daftar cekal, jika termasuk dalam daftar cekal maka tidak akan dilanjutkan ke proses selanjutnya. Proses ini memerlukan akses ke Pusdakim. 6. Pemohon melakukan pembayaran. 7. Proses ketujuh yaitu pengecekan status pembayaran oleh bagian Infokim, proses ini berfungsi untuk memverifikasi apakah sudah melakukan pembayaran. 8. Proses Pengambilan ERP dengan menyerahkan no. pembayaran. 9. Petugas loket mengecek masa berlaku ERP yang telah ditentukan sistem. 10. Pusdakim menghitung masa berlaku ERP 11. Proses kesebelas merupakan proses Pengesahan ERP. Perbedaan DFD prosedur yang sedang berjalan dan prosedur yang diusulkan yaitu pada proses kedelapan. Pada sistem yang berjalan, petugas loket harus menentukan secara manual masa berlaku ERP yang dibuat.
15 41 Proses menentukan masa berlaku ERP cukup memakan waktu. Petugas harus memeriksa terlebih dahulu masa berlaku kitas. Lalu menghitung masa berlaku ERP sesuai dengan jenis ERP yang dibuat dan tergantung dari masa berlaku kitas. Sedangkan pada prosedur yang diusulkan, sistem secara otomatis mengecek masa berlaku kitas dan menentukan masa berlaku ERP sesuai dengan masa berlaku kitas dan jenis ERP yang dibuat Evaluasi Prosedur yang diusulkan Sistem yang berjalan 1. Petugas mengecek secara manual masa berlaku KITTAS. Prosedur yang diusulkan 1. Sistem secara otomatis mengambil data masa berlaku KITTAS dari Pusdakim dan ditampilkan melalui aplikasi. 2. Petugas menetapkan secara manual masa berlaku ERP. Contoh : pada tanggal 1 Oktober 2010 di keluarkan MERP 6 bulan asing. Masa berlaku MERP tersebut adalah 6 bulan. Maka seharusnya masa berlaku MERP tersebut adalah sampai dengan 1 April Akan tetapi 2. Sistem secara otomatis menghitung masa berlaku ERP sesuai dengan prosedur yang berlaku Sehingga mengoptimalkan teknologi. penggunaan
16 42 masa berlaku KITTAS tersebut adalah 24 Februari Dengan demikian masa berlaku MERP adalah 1 bulan sebelum masa berlaku KITTAS habis yaitu 24 Januari 2011.
GLOSARIUM. : Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian : Kartu Izin Tinggal Terbatas
GLOSARIUM FIFO Kanim Polonia Kanwil Kemenkumham Kasi. Insarkom Kasi. Lantuskim Kasi. Statuskim Kasi. Wasdakim KITAP KITAS Pusdakim Rudenim SIMKIM SOP SPRI TPI UPT : First In First Out : Kantor Imigrasi
BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN
BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN 4.1 Analisis Sistem Yang Berjalan Analisis sistem (system analysis) dapat didefiniskan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian
DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA PALANGKA RAYA
DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA PALANGKA RAYA Nomor SOP 065 /.c / DKPS / II / 014 Tanggal Pembuatan 0 Februari 014 Tanggal Revisi 07 Oktober 014 Tanggal Pengesahan Disahkan Oleh dan Pencatatan
DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL KOTA MAKASSAR
1 PERATURAN WALIKOTA MAKASSAR NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG PERSYARATAN DAN TATA CARA PENDAFTARAN PENDUDUK DAN PENCATATAN SIPIL BERDASARKAN PERATURAN DAERAH KOTA MAKASSAR NOMOR 9 TAHUN 2009 TENTANG PENYELENGGARAAN
BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN
BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN 4.1 Analisis Sistem Analisis sistem yang sedang berjalan adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud
4.1. Analisa Sistem Informasi validasi pindahan siswa yang sedang berjalan
BAB IV 4.1. Analisa Sistem Informasi validasi pindahan siswa yang sedang berjalan Sebelum membuat sistem proses validasi pindahan siswa, terlebih dahulu penulis melakukan berbagai analisis, baik analisis
BAB IV PERANCANGAN SISTEM
BAB IV PERANCANGAN SISTEM 4.1 Perancangan Sistem Perancangan sistem adalah suatu gambaran sketsa sistem atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam kesatuan yang utuh dan berfungsi. Perancangan
BAB IV ANALISIS KERJA PRAKTEK
34 BAB IV ANALISIS KERJA PRAKTEK 4.1. Evaluasi Sistem Yang Berjalan Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan serta diskusi dengan pembimbing Kerja Praktek, maka identifikasi masalahnya adalah sebagai
BAB IV. Analisis Sistem
26 BAB IV Analisis Sistem 4.1 Analisis Sistem Yang Berjalan Analisa sistem yang sedang berjalan bertujuan untuk mengetahui lebih jelas bagaimana cara kerja sistem tersebut dan masalah yang dihadapi sistem
BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN Analisis Proses Pengajuan Proposal Dana Bantuan Pemerintah
BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN 4.1. Analisis Proses Pengajuan Proposal Dana Bantuan Pemerintah Analisa sistem dapat diartikan sebagai suatu proses untuk memahami sistem yang ada yaitu sistem informasi
STANDAR PELAYANAN PUBLIK SURAT PINDAH ANTAR KABUPATEN/KOTA DAN ANTAR PROVINSI.
STANDAR PUBLIK SURAT PINDAH ANTAR KABUPATEN/KOTA DAN ANTAR PROVINSI. 1 1. MENGISI FOMULIR F1 08, DI TANDA TANGANI OLEH PIHAK DESA DAN KECAMATAN. 2. KARTU KELUARGA ASLI 3. PAS FOTO 3X4 = 2 LEMBAR 3 JANGKA
BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN
15 BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN 4.1 Pengumpulan Data 4.1.1 Prosedur Pembuatan Paspor Dalam proses pembuatan paspor diperlukan standarisasi atau ketetapan yang telah ditentukan perusahaan. Seperti yang telah
BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN. Pada bab ini kami akan menganalisa sistem yang sedang berjalan untuk mengetahui
BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN 4.1.Analisis Sistem Yang Berjalan Pada bab ini kami akan menganalisa sistem yang sedang berjalan untuk mengetahui lebih jelas apa saja prosedur-prosedur yang ada
DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA PALANGKA RAYA
DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA PALANGKA RAYA Nomor SOP 065 / 3.c / DKPS / II / 014 Tanggal Pembuatan 03 Februari 014 Tanggal Revisi 07 Oktober 014 Tanggal Pengesahan Disahkan Oleh dan Pencatatan
DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA PALANGKA RAYA
DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA PALANGKA RAYA Nomor SOP 065 / 23.c / DKPS / II / 2014 Tanggal 03 Februari 2014 Tanggal Revisi 07 Oktober 2014 Tanggal Pengesahan Disahkan Oleh Kependudukan
KOTA PONTIANAK KEPUTUSAN KEPALA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA PONTIANAK NOMOR 22 TAHUN 2015
KOTA PONTIANAK KEPUTUSAN KEPALA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA PONTIANAK NOMOR 22 TAHUN 2015 TENTANG STANDAR PELAYANAN PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA PONTIANAK KEPALA DINAS
STANDAR PELAYANAN MINIMAL DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA PALOPO
Hal. 1 STANDAR PELAYANAN MINIMAL DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA PALOPO 1. Dasar Hukum : - Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan; - Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2002 tentang
BUPATI BANDUNG BARAT PERATURAN BUPATI BANDUNG BARAT NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENYELENGGARAAN PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN
1 BUPATI BANDUNG BARAT PERATURAN BUPATI BANDUNG BARAT NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENYELENGGARAAN PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN Menimbang : a. DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANDUNG
DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA PALANGKA RAYA
DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA PALANGKA RAYA Nomor SOP 065 /.c / DKPS / II / 014 Tanggal Pembuatan 0 Februari 014 Tanggal Revisi 07 Oktober 014 Tanggal Pengesahan Disahkan Oleh Kependudukan
WALIKOTA KEDIRI PERATURAN WALIKOTA KEDIRI NOMOR 56 TAHUN 2009
WALIKOTA KEDIRI PERATURAN WALIKOTA KEDIRI NOMOR 56 TAHUN 2009 T E N T A N G PETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH KOTA KEDIRI NOMOR 7 TAHUN 2009 TENTANG PENYELENGGARAAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DAN RETRIBUSI
WALIKOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 85 TAHUN 2007 TENTANG
WALIKOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 85 TAHUN 2007 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA NOMOR 7 TAHUN 2007 TENTANG PENYELENGGARAAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN
DAFTAR ISI.. RIWAYAT HIDUP PENULIS Abstrak Abstract Lembar Pengesahan KATA PENGANTAR... UCAPAN TERIMA KASIH..
DAFTAR ISI RIWAYAT HIDUP PENULIS Abstrak Abstract Lembar Pengesahan KATA PENGANTAR.... UCAPAN TERIMA KASIH.. DAFTAR ISI.. DAFTAR GAMBAR..... DAFTAR TABEL.. DAFTAR SIMBOL.... Hal. i ii iv vii ix x BAB I
INOVASI LAYANAN DI LINGKUNGAN DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI. Oleh : SEKRETARIS DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI
INOVASI LAYANAN DI LINGKUNGAN DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI Oleh : SEKRETARIS DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI To Do List Ditjen Imigrasi Inovasi Layanan Pelayanan permohonan Visa Online Pendaftaran Permohonan
QANUN KOTA BANDA ACEH NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN
QANUN KOTA BANDA ACEH NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DENGAN RAHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA WALIKOTA BANDA ACEH, Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan
KECAMATAN COBLONG PROSEDUR MUTU PELAYANAN KK. No. Dok : PM SIEPEL - 02 No. Revisi : 00 Tgl. Berlaku : 12 September 2011 TIDAK DIKENDALIKAN
Jabatan Tanda Tangan Dibuat oleh Staf Pelayanan Diperiksa oleh Disetujui oleh Camat Status TIDAK DIKENDALIKAN No Salinan Halaman : 1 dari 7 1.0 TUJUAN Sebagai pedoman dalam memberikan pelayanan permohonan
SISTEM INFORMASI PELAYANAN PEMBUATAN DAN PERPANJANGAN KTP BERBASIS WEB PADA KELURAHAN SUMBEREJO
SISTEM INFORMASI PELAYANAN PEMBUATAN DAN PERPANJANGAN KTP BERBASIS WEB PADA KELURAHAN SUMBEREJO Akhlis Munazilin, S.Kom., M.T. Amik Ibrahimy Email: [email protected] Abstrak Pada Kelurahan Sumberejo,
BAB IV PERANCANGAN SISTEM. mengembangkan solusi yang terbaik bagi permasalahan. perancangan sistem
BAB IV PERANCANGAN SISTEM 4.1 Perancangan Sistem Perancangan sistem adalah strategi untuk memecahkan masalah dengan mengembangkan solusi yang terbaik bagi permasalahan. perancangan sistem adalah termasuk
WALIKOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 10 TAHUN 2009 TENTANG
WALIKOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 10 TAHUN 2009 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA NOMOR 7 TAHUN 2007 TENTANG PENYELENGGARAAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN
BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 99 TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDAFTARAN PENDUDUK KABUPATEN SIDOARJO
BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 99 TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDAFTARAN PENDUDUK KABUPATEN SIDOARJO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIDOARJO, Menimbang
BERITA DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 5 TAHUN 2010 PERATURAN BUPATI BANDUNG NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG
BERITA DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 5 TAHUN 2010 PERATURAN BUPATI BANDUNG NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN DAN PETUNJUK TEKNIS PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG
BUPATI BANTUL PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 51 TAHUN 2008 TENTANG
1 BUPATI BANTUL PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 51 TAHUN 2008 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANTUL NOMOR 26 TAHUN 2008 TENTANG PENYELENGGARAAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN BUPATI BANTUL,
BAB III PEMBAHASAN 3.1 Analisis sistem yang berjalan
BAB III PEMBAHASAN 3.1 Analisis sistem yang berjalan Analisis adalah penguraian dari suatu masalah atau objek yang akhirnya menghasilkan suatu kesimpulan, hal ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi dan
SPP DAN SOP PENERBITAN KTP ELEKTRONIK (KTP-el) TEKO LANGSUNG CETAK DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KAB. PONOROGO TAHUN 2016
SPP DAN SOP PENERBITAN KTP ELEKTRONIK (KTP-el) TEKO LANGSUNG CETAK DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KAB. PONOROGO TAHUN 2016 A. Ketentuan Umum Kartu Tanda Penduduk Elektronik, selanjutnya disingkat
KECAMATAN COBLONG PROSEDUR MUTU PELAYANAN SKTS/ PINDAH DATANG. No. Dok : PM SIEPEL - 04 No. Revisi : 00 Tgl. Berlaku : 12 September 2011
Jabatan Tanda Tangan Dibuat oleh Staf Pelayanan Diperiksa oleh Disetujui oleh Camat Status TIDAK DIKENDALIKAN No Salinan Halaman : 1 dari 5 1.0 TUJUAN Sebagai pedoman dalam memberikan pelayanan permohonan
BAB IV ANALISIS KERJA PRAKTEK
27 BAB IV ANALISIS KERJA PRAKTEK 4.1. Analisis Sistem Yang Berjalan Pengelolaan data perawatan dan perbaikan hardware maupun software komputer yang berada di direktorat Aerostructure PT. Dirgantara Indonesia
SISTEM DAN PROSEDUR PENDAFTARAN PENDUDUK. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Magelang
SISTEM DAN PROSEDUR PENDAFTARAN PENDUDUK Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Magelang PENGERTIAN 1. Administrasi Kependudukan adalah rangkaian kegiatan penataan dan penertiban dalam penerbitan
BERITA DAERAH KABUPATEN BANTUL BUPATI BANTUL
1 2016 No.35,2016 BERITA DAERAH KABUPATEN BANTUL Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bantul. ADMINISTRASI. WARGA NEGARA. Kependudukan. Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Bantul
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2008 TENTANG PERSYARATAN DAN TATA CARA PENDAFTARAN PENDUDUK DAN PENCATATAN SIPIL
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2008 TENTANG PERSYARATAN DAN TATA CARA PENDAFTARAN PENDUDUK DAN PENCATATAN SIPIL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, www.bpkp.go.id
BAB IV ANALISIS SISTEM. Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai suatu proses penguraian dari
54 BAB IV ANALISIS SISTEM 4.1 Analisis Sistem yang Sedang Berjalan Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai suatu proses penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponen
DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA PALANGKA RAYA
DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA PALANGKA RAYA Nomor SOP 065 / 23.c / DKPS / II / 2014 Tanggal Pembuatan 03 Februari 2014 Tanggal Revisi 07 Oktober 2014 Tanggal Pengesahan Disahkan Oleh Kependudukan
BAB IV ANALISIS KERJA PRAKTEK
24 BAB IV ANALISIS KERJA PRAKTEK 4.1. Analisis Sistem 4.1.1. Analisis Dokumen Aliran dokumen menggambarkan bagaimana, dan untuk apa saja dokumen-dokumen itu digunakan dalam sistem penerimaan nasabah. Untuk
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
40 BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisis Sistem Yang Berjalan 4.1.1 Analisis Dokumen Analisis dokumen bertujuan untuk mengetahui dokumen apa saja yang terlibat dalam sistem informasi pelayanan
DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA PALANGKA RAYA
DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA PALANGKA RAYA Nomor SOP 065 / 23.c / DKPS / II / 2014 Tanggal Pembuatan 03 Februari 2014 Tanggal Revisi 07 Oktober 2014 Tanggal Pengesahan Disahkan Oleh Kependudukan
BAB I PENDAHULUAN. lebih 40 staff dan pengajar tetap maupun tidak tetap. SMA MUHAMMADIYAH
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang SMA MUHAMMADIYAH 1 TAMAN yang terletak di daerah Sepanjang yang bergerak di bidang pendidikan. SMA tersebut saat ini mempunyai kurang lebih 700 siswa total keseluruhan
KECAMATAN COBLONG PROSEDUR MUTU PELAYANAN SURAT PINDAH. No. Dok : PM SIEPEL - 03 No. Revisi : 00 Tgl. Berlaku : 12 September 2011 TIDAK DIKENDALIKAN
Jabatan Tanda Tangan Dibuat oleh Staf Pelayanan Diperiksa oleh Disetujui oleh Camat Status TIDAK DIKENDALIKAN No Salinan Halaman : 1 dari 5 1.0 TUJUAN Sebagai pedoman dalam memberikan pelayanan permohonan
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. gerlong futsal yang sedang berjalan. Analisis sistem yang sedang berjalan
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1. Analisis Sistem yang Berjalan Pada bab ini akan dijelaskan mengenai Analisis Sistem pembokingan di gerlong futsal yang sedang berjalan. Analisis sistem yang
BAB IV ANALISIS KERJA PRAKTEK
BAB IV ANALISIS KERJA PRAKTEK 4.1 Analisis Sistem Dalam analisis sistem yang berjalan akan dibahas mengenai prosedur, flowmap, dokumen, diagram, konteks, data flow diagram, diagram Sistem Informasi Pembuatan
BAB III ANALISA SISTEM
BAB III ANALISA SISTEM 3.1 Analisis Prosedur Yang Sedang Berjalan Analisis prosedur merupakan serangkaian proses yang harus dijalankan dengan cara yang telah ditetapkan oleh instansi sebelum adanya sistem
PETUNJUK PELAKSANAAN DIREKTUR JENDERAL IMIGRASI NOMOR : F-315.PW TAHUN 1995 TENTANG TATA CARA PENDAFTARAN ORANG ASING DI INDONESIA
PETUNJUK PELAKSANAAN DIREKTUR JENDERAL IMIGRASI NOMOR : F-315.PW.09.02 TAHUN 1995 TENTANG TATA CARA PENDAFTARAN ORANG ASING DI INDONESIA PENDAHULUAN A. Maksud dan Tujuan 1. Petunjuk Pelaksanaan ini dimaksudkan
PEDOMAN PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN
PEDOMAN PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN Disusun Oleh: DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA SURAKARTA JL. Jenderal Sudirman No. 2 Surakarta, Telp. (0271) 639554 ; (0271) 642020 psw 552, 553
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2008 TENTANG PERSYARATAN DAN TATA CARA PENDAFTARAN PENDUDUK DAN PENCATATAN SIPIL
PERATURAN PRESIDEN NOMOR 25 TAHUN 2008 TENTANG PERSYARATAN DAN TATA CARA PENDAFTARAN PENDUDUK DAN PENCATATAN SIPIL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan
DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA PALANGKA RAYA
DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA PALANGKA RAYA Nomor SOP 065 / 23.c / DKPS / II / 2014 Tanggal Pembuatan 03 Februari 2014 Tanggal Revisi 07 Oktober 2014 Tanggal Pengesahan Disahkan Oleh Kependudukan
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2008 TENTANG PERSYARATAN DAN TATA CARA PENDAFTARAN PENDUDUK DAN PENCATATAN SIPIL
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2008 TENTANG PERSYARATAN DAN TATA CARA PENDAFTARAN PENDUDUK DAN PENCATATAN SIPIL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang
SPP DAN SOP PENERBITAN KTP ELEKTRONIK (KTP-el) TEKO LANGSUNG CETAK DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KAB. PONOROGO TAHUN 2016
SPP DAN SOP PENERBITAN KTP ELEKTRONIK (KTP-el) TEKO LANGSUNG CETAK DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KAB. PONOROGO TAHUN 2016 A. Ketentuan Umum Kartu Tanda Penduduk Elektronik, selanjutnya disingkat
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR BADAN PELAYANAN PERIZINAN
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR BADAN PELAYANAN PERIZINAN Nomor BPPJBG/03/SOP/22 Revisi 00 Tanggal 01 Agustus 2012 Halaman 2 dari 3 PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN JOMBANG BADAN PELAYANAN PERIZINAN Nama SOP :
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENERBITAN AKTA KELAHIRAN
DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCAAAN SIPIL KABUPAEN CIANJUR No. Dokumen 003A/SOP-01/Dukcapil-Cjr /2016 Revisi Mulai Berlaku 01 SEPEMBER 2016 SANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENERBIAN AKA KELAHIRAN Diberikan Kepada
BUPATI TANAH DATAR PROVINSI SUMATERA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH DATAR NOMOR 2 TAHUN 2017 TENTANG
SALINAN BUPATI TANAH DATAR PROVINSI SUMATERA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH DATAR NOMOR 2 TAHUN 2017 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH DATAR NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARAAN
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BEKASI
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BEKASI TAHUN 2007 NOMOR PERATURAN DAERAH KABUPATEN BEKASI NOMOR 8 TAHUN 2007 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDAFTARAN PENDUDUK, PENCATATAN SIPIL DAN RETRIBUSI PENGGANTIAN BIAYA CETAK
BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENGAMATAN
BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENGAMATAN Seperti yang sudah dijelaskan pada BAB II (Tinjauan Pustaka), bahwa EFIN merupakan Nomor Identitas yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak kepada Wajib Pajak
DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA PALANGKA RAYA
DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA PALANGKA RAYA Nomor SOP 065 / 23.c / DKPS / II / 2014 Tanggal Pembuatan 03 Februari 2014 Tanggal Revisi 07 Oktober 2014 Tanggal Pengesahan Disahkan Oleh Kependudukan
BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN. yang ada yaitu system informasi absensi. System ini meliputi analisis prosedur,
19 BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN 1.1. Analisis Sistem yang Berjalan Analisis system dapat di artikan sebagai suatu proses untuk memahami system yang ada yaitu system informasi. System ini meliputi
BAB III ANALISIS SISTEM
BAB III ANALISIS SISTEM Analisis sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan dan
BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN 4.1 Identifikasi Masalah Dari Sistem Yang Ada Sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan di beberapa tempat maka pembahasan akan melibatkan dua objek sebagai berikut: 1.
/1. Flowmap Usulan Daftar Anggota
37 /1. Flowmap Usulan Daftar Anggota Gambar 4.1 Flowmap Usulan Pendaftaran Anggota 38 Prosedur flowmap usulan pendaftaran anggota sebagai berikut : a. Pendaftar datang ke toko ingin menjadi anggota baru.
Isikan alamat website
BUKU MANUAL PENDAFTARAN PERIZINAN ONLINE 1. Cara Masuk ke Aplikasi Adapun untuk masuk ke dalam aplikasi Perizinan Online Provinsi Jawa Tengah, terlebih dahulu jalankan aplikasi browser Google Chrome. Pada
KECAMATAN COBLONG PROSEDUR MUTU PELAYANAN KTP. No. Dok : PM SIEPEL - 01 No. Revisi : 00 Tgl. Berlaku : 12 September 2011 TIDAK DIKENDALIKAN
PELAYANAN Jabatan Tanda Tangan Dibuat oleh Staf Pelayanan Diperiksa oleh Disetujui oleh Camat Status TIDAK DIKENDALIKAN No Salinan Halaman : 1 dari 6 PELAYANAN 1.0 TUJUAN Sebagai pedoman dalam memberikan
BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN
1 BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN 4.1. Analisis Sistem Yang Berjalan 4.1.1. Analisis Dokumen Dalam prosedur pengajuan pasang baru listrik harus ada dokumendokumen dan alat-alat yang dipergunakan
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan permasalahan kesempatan,
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Analisis Sistem yang Berjalan Analisis sistem merupakan penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian bagian komponennya dengan maksud untuk
Gambar 4.1 Flowmap Usulan Pengecekan Berkas
41 Marketing Back Office Pimpinan Pengajuan Form BI T Lengkap Pengecekan BI Tanda Tangan Y Form Cek BI DB BI Cetak Hasil Cek Pengembalian T Hasil Cek Tanda Tangan Kolektibilitas Y Informasi Input Data
DFD (DATA FLOW DIAGRAM)
DFD (DATA FLOW DIAGRAM) SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN BERBASIS WEBSITE untuk : SMA Negeri 2 Peusangan Dipersiapkan oleh: IMAM SAYUTI 1457301052 Program Studi Teknik Informatika Jurusan Teknologi Informatika
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2008 TENTANG PERSYARATAN DAN TATA CARA PENDAFTARAN PENDUDUK DAN PENCATATAN SIPIL
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2008 TENTANG PERSYARATAN DAN TATA CARA PENDAFTARAN PENDUDUK DAN PENCATATAN SIPIL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:
TANDA DAFTAR PERUSAHAAN (TDP) TERLAMPIR PEMERINTAH KOTA CILEGON DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU PELAYANAN PERIZINAN JASA USAHA
LAMPIRAN NOMOR SOP 32 SK KEPALA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KOTA CILEGON NOMOR : 503/ /DPMPTSP/2017 TANGGAL JUNI 2017 KEPALA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU
Aplikasi permohonan paspor online adalah aplikasi yang dibuat untuk menghindari penumpukan calon pemohon paspor di unit layanan paspor / kantor
DAFTAR ISI... 2 1. PENGENALAN... 3 2. PANDUAN PENGGUNAAN...4-8 A. Halaman Utama... 4 B. Pendaftaran Dan Login... 4 C. Daftar Kanim Dan Permohonan Antrian... 6 D. Lupa Password... 8 2 Aplikasi permohonan
BAB IV ANALISIS KERJA PRAKTEK. Analisis sistem yang berjalan pada PT. Kereta Api (Persero) bertujuan
31 BAB IV ANALISIS KERJA PRAKTEK 4.1 Analisis Sistem Analisis sistem yang berjalan pada PT. Kereta Api (Persero) bertujuan untuk mengetahui lebih jelas bagaimana cara kerja sistem tersebut dan masalah
BAB IV ANALISIS KERJA PRAKTEK. Analisis sistem diklasifikasikan sebagai penguraian dari suatu sistem
BAB IV ANALISIS KERJA PRAKTEK 4.1. Analisis Sistem Analisis sistem diklasifikasikan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponen dengan maksud untuk mengidentifikasikan
PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN KECAMATAN NGEMPLAK STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP) PELAYANAN KARTU KELUARGA
PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN KECAMATAN NGEMPLAK STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP) PELAYANAN KARTU KELUARGA Nomor SOP Tanggal Pembuatan 30 Oktober 2014 PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN Tanggal Revisi - KECAMATAN
BAB I PENDAHULUAN. komputer. Dalam hal ini komputer sangat berperan aktif dalam penyebaran
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi elektronika di Indonesia saat ini sangat pesat sekali, khususnya dibidang komputer mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Sesuai
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Perkembangan internet sangat luar biasa dan jauh berbeda
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan internet sangat luar biasa dan jauh berbeda dengan masa awal kehadirannya. web merupakan salah satu sumber daya internet yang berkembang pesat. Web telah
BUPATI KUDUS PERATURAN BUPATI KUDUS NOMOR 20 TAHUN 2006 TENTANG
BUPATI KUDUS PERATURAN BUPATI KUDUS NOMOR 20 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN LAMPIRAN PERATURAN BUPATI KUDUS NOMOR 32 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL PADA KANTOR CATATAN SIPIL DAN KEPENDUDUKAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. aplikasi yang akan dibuat, yaitu Rancang Bangun Aplikasi Penanganan Berkas
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini dijelaskan tentang analisis dan perancangan dari sistem atau aplikasi yang akan dibuat, yaitu Rancang Bangun Aplikasi Penanganan Berkas Perkara Di Polres
PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARANGASEM NOMOR 2 TAHUN 2012 T E N T A N G PENYELENGGARAAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
1 PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARANGASEM NOMOR 2 TAHUN 2012 T E N T A N G PENYELENGGARAAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KARANGASEM, Menimbang : a. bahwa Pemerintah Kabupaten
Pembuatan Sietem Pendaftaran Beasiswa (PPA/BBM) Secara Online
Pembuatan Sietem Pendaftaran Beasiswa (PPA/BBM) Secara Online Latar Belakang Masalah Jumlah pendaftar tidak terkontrol dalam kurun waktu tertentu. Hal ini menyebabkan pengantrian yang panjang pada saat
BAB IV PERANCANGAN SISTEM. Perancangan ini dibuat untuk ditunjukkan kepada user, programmer, atau ahli
BAB IV PERANCANGAN SISTEM Perancangan sistem adalah suatu gambaran sketsa sistem atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam kesatuan yang utuh dan berfungsi. Perancangan ini dibuat untuk
BAB IV ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN. mengetahui proses kerja yang sedang dikerjakan/berjalan.
BAB IV ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN 4.1 Analisis Sistem yang sedang Berjalan Analisis sistem yang sedang berjalan dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui proses kerja yang sedang dikerjakan/berjalan.
PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 11 TAHUN 2009 TENTANG PENYELENGGARAAN PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA MALANG
SALINAN NOMOR 7/E, 2009 PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 11 TAHUN 2009 TENTANG PENYELENGGARAAN PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA MALANG WALIKOTA MALANG, Menimbang : a. bahwa
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Sistem informasi pengelolaan sertifikat tanah merupakan pengembangan dari
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Sistem informasi pengelolaan sertifikat tanah merupakan pengembangan dari sistem yang saat ini sedang berjalan, dimana dengan sistem yang akan dikembangkan, semua
STANDARD OPERATION PROCEDURE ( SOP ) TENTANG PELAYANAN SURAT TANDA MELAPOR ( STM )
KEPOLISIAN DAERAH NUSA TENGGARA BARAT DIREKTORAT INTELIJEN KEAMANAN Jalan Langko 77 Mataram 83114 STANDARD OPERATION PROCEDURE ( SOP ) TENTANG PELAYANAN SURAT TANDA MELAPOR ( STM ) Mataram, Januari 2016
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN ASAHAN
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN ASAHAN NOMOR : 5 TAHUN 2009 PERATURAN DAERAH KABUPATEN ASAHAN NOMOR : 5 TAHUN 2009 TENTANG PELAYANAN PENYELENGGARAAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI KABUPATEN ASAHAN DENGAN RAHMAT
BAB I PENDAHULUAN. agar dapat membuat keputusan secara cepat dan akurat, maka teknologi sistem
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Pengguna teknologi informasi dalam menunjang sistem informasi membawa pengaruh terhadap hamper semua aspek dalam pengelolaan penjualan termasuk dalam pengelolaan bisnis
PERATURAN DAERAH KABUPATEN SRAGEN NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARAAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SRAGEN NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARAAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SRAGEN, Menimbang : a. bahwa untuk memberikan perlindungan,
PEMERINTAH KABUPATEN MUSI RAWAS
PEMERINTAH KABUPATEN MUSI RAWAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN MUSI RAWAS NOMOR 19 TAHUN 2009 TENTANG PENYELENGGARAAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MUSI RAWAS, Menimbang
PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 88 TAHUN 2016 TENTANG TATA CARA PELAYANAN KARTU IDENTITAS ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG,
SALINAN NOMOR 88/2016 PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 88 TAHUN 2016 TENTANG TATA CARA PELAYANAN KARTU IDENTITAS ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG, Menimbang : bahwa sebagai tindak
