Inventarisasi Spesies Serangga pada Bunga Clerodendrum paniculatum L. (Lamiaceae)
|
|
|
- Benny Hermanto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Inventarisasi Spesies Serangga pada Bunga Clerodendrum paniculatum L. (Lamiaceae) Species Inventory of Insect on Flowering Trees of Clerodendrum paniculatum L. (Lamiaceae) Nendi Syafrina *), Dahelmi, Siti Salmah Laboratorium Taksonomi Hewan, Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Andalas *) [email protected] Abstract A species inventory of insects visited flowering trees of Clerodendrum paniculatum has been conducted at two locations, low land (Bungus Teluk Kabung, Padang, 0-5 m asl.) and high land (Bukittinggi, m asl.). This study used scan sampling and direct collection methods. Insects were identified at the Laboratory of Animal Taxonomy, Biology Department, Faculty of Sciences, Andalas University, Padang. There were totally 28 species of insects that belong to 19 genera, 10 families and three orders that actively visited the flowers. Lepidoptera was the most common insect visited the flower followed by Hymenoptera and Diptera only by one species. Keyword : insects, inventory, flower, Clerodendrum paniculatum. Pendahuluan Serangga merupakan hewan yang dominan di muka bumi. Jumlahnya melebihi semua hewan melata dan ditemukan hampir di semua tipe habitat. Serangga telah hidup dimuka bumi kira-kira 350 juta tahun. Selama kurun waktu tersebut, serangga mengalami perubahan evolusi dalam beberapa hal dan menyesuaikan kehidupan pada hampir setiap tipe habitat (Borror, Johnson and Triplehorn, 1992). Kehadiran serangga pada tumbuhan dapat membantu proses penyerbukan silang dan dapat meningkatkan hasil buah dan biji. Keuntungan dari penyerbukan silang pada tanaman adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas buah dan biji yang terbentuk (Bart, 1991). Biasanya bunga yang disukai oleh serangga adalah bunga yang berwarna cerah dan indah, terlihat jelas, mempunyai ukuran sedang dan produksi nektar yang cukup banyak (Free, 1990). Salah satu tumbuhan yang memiliki bunga yang cerah adalah Clerodendrum paniculatum. Tumbuhan ini bersifat perdu atau pohon kecil dengan tinggi mencapai 1,2 meter (Triwahyuni dan Kadir, 2000). C. paniculatum atau disebut juga dengan bunga pagoda mempunyai rangkaian bunga berbentuk segitiga. Bunga tersusun dalam malai yang terdiri atas banyak bunga (Suhono dan Tim LIPI, 2010). Bunganya kecil bersusun-susun membentuk kerucut keatas seperti bangunan pagoda, tumbuh pada ujung dahan dan berbatang kayu lunak (Don, Hadibroto dan Emir,2000). Daunnya tunggal dengan bentuk membulat dan berwarna hijau (Suhono dan LIPI, 2010). Tanaman C. paniculatum sering dikunjungi oleh kupu-kupu (Soekardi, 2007) dan kemungkinan juga sering dikunjungi oleh serangga lain, namun informasi mengenai hal itu masih sangat terbatas. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk meng-inventarisasi jenisjenis serangga pengunjung pada bunga C. paniculatum. Metode Penelitian Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan pada dua lokasi, yaitu dataran rendah dan dataran tinggi. Untuk dataran rendah berlokasi di Kecamatan Bungus Teluk Kabung yang merupakan salah satu kecamatan di wilayah Selatan Submitted: 17 Januari 2014 Accepted: 25 Januari 2014
2 kota Padang dengan luas 100,78 km 2. Daerah ini berada pada ketinggian rata-rata 0-5 m dpl (diatas permukaan laut) (BPS, 2006). Untuk dataran tinggi adalah Ngarai sianok, Bukittinggi yang merupakan sebuah 261 lembah curam yang terletak di pinggir kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Ketinggian daerah ini berkisar antara 813 m dpl. hingga 1013 m dpl. (Dinparsenibud, 2008) (Gambar 1). A B Gambar 1. Lokasi Pengambilan sampel. A. Bungus Teluk Kabung, B. Bukittinggi. Pengamatan Lapangan Metode yang digunakan untuk pengambilan sampel adalah dengan metode Direct sampling, yaitu dengan menghitung jumlah spesies dan individu serangga pengunjung selama empat hari pengamatan. Koleksi Serangga Pengunjung di Lapangan Pengamatan dilakukan setiap hari dalam tiga periode waktu, yaitu pagi ( ), siang ( ) dan sore hari ( ) pada saat cuaca cerah. Serangga yang hinggap ditangkap dengan menggunakan jala serangga dan pinset. Serangga yang didapatkan lalu dimatikan. Untuk kupu-kupu ditekan thoraksnya lalu diberi kapur barus agar tidak diserang predator seperti semut dan dimasukkan ke dalam kertas segitiga setelah itu disimpan dalam kotak segitiga. Apabila yang didapatkan semut, diambil menggunakan pinset. Jika didapatkan serangga lain seperti lebah, penyengat dan kumbang langsung dimatikan menggunakan botol pembunuh yang telah diberi kloroform dan dimasukkan ke dalam botol koleksi yang berisi alkohol 70% yang telah diberi label. Identifikasi Serangga Pengunjung Serangga yang telah dikoleksi di lapangan kemudian diawetkan dengan cara ditusuk thoraksnya secara tegak lurus dengan jarum dan ditancapkan diatas papan perentang. Sayapnya direntangkan dengan bantuan kertas minyak dan ditusuk dengan jarum setara dengan sayap yang direntangkan. Lalu dikeringkan dalam oven selama lebih kurang tiga hari dengan suhu C. Setelah kering, serangga dimasukkan ke dalam kotak koleksi, diberi label dan kapur barus sebagai pengawet. Untuk serangga yang berukuran kecil, ditempelkan pada kertas lancipan atau ditempelkan pada jarum. Selanjutnya serangga diidentifikasi dengan menggunakan buku acuan Corbet and Pendlebury (1956), Otsuka (1988), Sakaguti (1979, 1981), Tsukada and Nishiyama (1982) dan Michener (2000). Pengidentifikasian dilanjutkan dengan beberapa pengukuran seperti panjang tubuh, panjang sayap depan, panjang sayap belakang, rentang sayap, panjang probosis, panjang kepala, lebar kepala panjang antena, panjang lidah, panjang antena, panjang thoraks dan panjang paha. Analisis Data Jenis dan jumlah individu serangga pada tumbuhan C. paniculatum ditampilkan dalam bentuk tabel. Masing-masing dideskripsikan dengan menampilkan foto. Hasil dan Pembahasan Dari pengamatan pada kedua lokasi, yaitu Bungus Teluk Kabung dan Bukittinggi dan hasil identifikasi di laboratorium, didapatkan 28 jenis serangga pengunjung dari 19 genus, 10 famili dan tiga ordo (Tabel 1 dan Lampiran 1). Sebanyak 18 jenis didapatkan di Bungus Teluk Kabung sedangkan di Bukittinggi didapatkan sebanyak 16 jenis.
3 Serangga yang paling banyak berkunjung pada bunga C. paniculatum adalah pada pagi hari yaitu pada daerah Bungus Teluk Kabung sebanyak 10 jenis 262 dari 32 individu dan pada daerah Bukittinggi sebanyak lima jenis dari 22 individu. Tabel 1. Jenis dan jumlah individu serangga pengunjung bunga Clerodendrum paniculatum L. pada masing-masing lokasi dan waktu penangkapan. Ordo Teluk Kabung Bukittinggi Famili Σ A B C A B C Jenis Diptera Stratiomyidae 1. Hermatia illucens Linnaeus Hymenoptera Anthroporidae 2. Xylocopa confusa Linnaeus Apidae 3. Apis cerana Fabricius Formicidae 4. Anaplolepis gracilipes F. Smith Monomorius sp Paratrechina. Sp Technomirmex sp Vespidae 8. Vespa tropica Smith Lepidoptera Arctiidae 9. Nyctemera adversata Schaller Nyctemera baulus Boisduval Danaidae 11. Euploea diocletianus Butler E. leucostictos Butler Nymphalidae 13. Hypolimnas bolina Linnaeus Junonia atlytes Linnaeus J. hedonia Cramer Neptis hylas Fruhstorfer Papilionidae 17. Graphium agamemnon Linnaeus Papilio demoeus Linnaeus P. memnon Linnaeus P. nepheleus Forbes P. polytes C&R Felder Pieridae 22. Appias olferna Swinhoe Catopsillia pomona Fibricius C. scylla Linnaeus Delias baracasa Smith D. belisama Cramer D. hyparete Fruhstorer Eurema hecabe Linnaeus Total Individu Ket: - (tidak ditemukan), A (Pagi : ), B Siang : ), C Sore : ), Σ (Jumlah Individu).
4 263 Tabel 2. Perbandingan Ordo, famili dan Jenis Serangga Pengunjung pada Bunga Clerodendrum paniculatum L. dengan penelitian sebelumnya. Jumlah Jumlah Jumlah Metode NamaBunga Lokasi Ordo Famili Jenis Koleksi Clibadium surinamense Direct sampling HPPB Unand, Padang *Aldilani (1998) Impatiens balsamina *Khairiah (2012) Nerium oleander *Yuliani (2013) Clerodendrum paniculatum *Syafrina (penelitian ini) Direct sampling Direct sampling Padang Direct Sampling Solok dan Pauh, Padang Bungus, Padang danbukittinggi Ketersediaan vegetasi tanaman pakan merupakan faktor penting yang dibutuhkan serangga untuk kelangsungan hidupnya. Namun, selain faktor vegetasi juga terdapat faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi habitat serangga. Sebagaimana menurut Jumar (2000), faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap habitat serangga berupa faktor fisik seperti suhu dan kelembaban udara serta faktor makanan. Serangga yang didapatkan pada kedua lokasi yaitu Xylocopa confusa, Anaplolepis gracilipes, Monomorium sp., Eurema hecabe, dan Papilio polytes. Hal ini dikarenakan Xylocopa confusa, Anaplolepis gracilipes dan Monomorium sp. memiliki penyebaran yang luas. Semut bisa ditemukan dimana-mana pada kawasan tersterial akan tetapi mengalami penurunan keanekaragaman jenis sampai pada ketinggian 2500 mdpl (Holldobler dan Wilson, 1990). Papilio polytes ditemukan pada dua lokasi karena kupu-kupu superfamili Papilionoidae sangat menyukai cahaya matahari (Rahayuningsih, Oqtafiana dan Priyono, 2012) dan pada lokasi terdapat tumbuhan Citrus sp. yang merupakan tumbuhan inang dari jenis ini. Cahaya sangat diperlukan oleh serangga karena serangga berdarah dingin. Cahaya akan memberikan panas energi tubuh sehingga menaikkan suhu tubuh dan metabolisme menjadi lebih cepat (Sunjaya, 1970). Sedangkan Eurema hecabe selalu didapatkan karena kupu-kupu jenis ini menyukai bunga-bunga yang tumbuh ditempat terbuka dan terang dan hampir ditemukan di setiap tipe habitat (Corbet and Pendlebury, 1956). Tanaman inangnya adalah Caesalpinaceae, Fabaceae, Euporbiaceae, Mimosaceae dan Compositae (Suantara, 2000) yang juga ditemukan pada lokasi penelitian ini. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa Serangga Pengunjung pada bunga Clerodendrum paniculatum lebih sedikit jumlah jenisnya dibandingkan dengan serangga pengunjung pada bunga Clibadium surinamense, hal ini di karenakan pengamatan pada bunga C. surinamense lebih lama dibandingkan pengamatan pada bunga C. paniculatum, sehingga memungkinkan serangga lebih banyak mengunjungi bunga C. surinamense (Tabel.2). Apabila dibandingkan dengan bunga Impatiens balsamina dan Nerium oleander serangga pengunjung lebih banyak didapatkan pada bunga C. paniculatum (Tabel. 2). Adanya perbedaan jenis serangga yang berkunjung dipengaruhi oleh perbedaan karakter bunga dan banyaknya bunga yang dihasilkan oleh tumbuhan. Pada bunga C. paniculatum merupakan bunga majemuk dan mempunyai tabung corolla yang panjang sehingga memudahkan kupukupu untuk mengambil makanannya menggunakan probossis (Cribbs, 1990). Menurut Gilman (1999), keanekaragaman serangga berkaitan dengan banyaknya bunga yang dihasilkan oleh tumbuhan. Kesimpulan Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, didapatkan serangga yang mengunjungi bunga Clerodendrum paniculatum L. terdiri dari tiga Ordo, yaitu Lepidoptera didapatkan 20 jenis, Hymenoptera didapatkan tujuh jenis dan Diptera didapatkan satu jenis.
5 Ucapan Terima Kasih Terima kasih kepada Dr. Henny Herwina, Dr. Wilson Novarino, Dr. Mairawita dan Dr. Rizaldi atas saran dalam penulisan artikel ini serta terima kasih kepada Nurul Aida, Silvy Olivia Hanum, Lili Dian Pertiwi, Hartini Rahmayani, Rista Novalinda, Diyona Putri, Ainul Mardiya dan Yove Vernanda yang telah membantu penulis selama penelitian di lapangan dan di laboratorium. Daftar Pustaka Aldilani Serangga pengunjung pada Bunga Clibadium surinamense L di HPPB Unand Padang. Universitas Andalas. Padang. Bart, F. G Insect and Flowers. The Biology of Partnership. Princeton University Press. New Jersey. Borror, D. J., C. A. Triplehorn dan N. F. Jonhson Pengenalan Pelajaran Serangga. Universitas Gajah mada. Yogyakarta. Badan Pusat Statistik (BPS) Monografi Kecamatan Bungus Teluk Kabung. Padang : BPS Kota Padang Corbet, A. S and M. N. Pendlebury The Butterflies of the Malay Peninsula. Oliver Boyd, Edinburg and London. Cribbs, D Pollination of Tomato Crops by Honey Bees. Bee Craft 172: Dinparsenibud Perkembangan Kepariwisataan Bukitinggi. Kantor Pariwisata Seni dan Budaya. Kota Bukittinggi. Don, W. S., C. Hadibroto and T. Emir Rahasia Kebun Asri. Informasi Lengkap 600 Ragam Tanaman Hias Tropis untuk Taman Anda. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta Free, J. B Bees and Mankind. George Allen and Unwin. London. Gilman, E. F Hoya carnosa. Cooperative Extention Servis Institude of Food and Agriculture Sciense. University of Florida. Florida. 264 Hölldobler, B. and E. O. Wilson The Ants. Harvard University Press. Cambridge. U. S. A Jumar Entomologi Pertanian. Rineka Cipta. Jakarta. Khairiah, N Jenis-Jenis Serangga Pengunjung Bunga Pacar Air (Impatiens balsamina Linn. : Balsaminaceae). Skripsi. Universitas Andalas. Padang. Michener, C. D The Bees of The World. Baltimore: The John Hopkins University Press. Otsuka, K Butterflies of Borneo Vol.1. Tobishima Corp. Tokyo, Japan. Rahayuningsih, M, R. Oqtafiana, B. Priyono Keanekaragaman Jenis Kupu-Kupu Superfamili Papilionoidae di Dukuh Banyuwindu, Desa Limbangan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal. Unes. Semarang. Sakaguti, K Insect of the World 1. Southeast Asia Including Australia. Hoikusha Publ. Co. Ltd Insect of the World 2. Southeast Asia Including Australia. Hoikusha Publ. Co. Ltd. Soekardi, H Kupu-kupu di kampus UNILA. Universitas Lampung. Lampung. Suantara, I. N Keanekaragaman Kupu-Kupu (Lepidotera) di Taman Nasional Gunung Halimun, Jawa Barat. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Suhono, B dan Tim LIPI Ensiklopedia Flora. PT. Khaisma Ilmu. Bogor. Sunjaya, P. I Dasar-dasar Ekologi Serangga. Bagian Ilmu Hama Tanaman Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Triwahyuni, T. C. dan Kadir, A Serial Galeri Eksotika. Pesona 500 Jenis Tanaman Hias Bunga. Lily Publisher. Yogyakarta. Tsukada, E. E Butterflies of The South East Asian Island Vol.III. Satyrinae- Libythiidae. Plapac. Ltd. Tokyo. Japan.
6 Yuliani, W Serangga Pengunjung pada Bunga Nerium Oleander. L. 265 Skripsi Sarjana Biologi. Universitas Andalas. Padang. Lampiran 1. Serangga yang Mengunjungi Bunga Clerodendrum paniculatum Hermatia illucens, 2.Xylocopa confusa, 3.Apis cerana, 4.Anaplolepis gracilipes, 5.Technomyrmex sp., 6.Paratrechina sp., 7.Monomorium sp., 8.Vespa tropica, 9.Nycte-mera adversata, 10.Nyctemera baulus, 11.Euploea diocletianus, 12.Euploea leucos-tictos, 13.Hypolimnas bolina,
7 266 Lampiran 1. Lanjutan Junonia atlites, 15.Junonia hedonia, 16.Neptis hylas, 17.Graphium agamemnon, 18.Papilio demoleus, 19.Papilio memnon, 20.Papilio nephe-leus, 21.Papilio polytes, 22.Appias olferna, 23.Catopsilia Scylla, 24.Catopsillia Pomo-na, 25.Delias baracasa, 26.Delias belisama, 27. Delias hyperate, 28. Eurema hecabe.
KUPU-KUPU (RHOPALOCERA) DI KAWASAN TAMAN SATWA KANDI KOTA SAWAHLUNTO, SUMATRA BARAT. Oleh : HUSNI MUBAROK PULUNGAN BP :
KUPU-KUPU (RHOPALOCERA) DI KAWASAN TAMAN SATWA KANDI KOTA SAWAHLUNTO, SUMATRA BARAT Oleh : HUSNI MUBAROK PULUNGAN BP : 06 133 057 JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS
Keywords: butterflies visitor, Citrullus lanatus, water melon
BioCONCETTA Vol. II No.1 Tahun 2016 ISSN: 2460-8556/E-ISSN:2502-1737 BioCONCETTA: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Website: ejournal.stkip-pgri-sumbar.ac.id/index.php/bioconcetta VISITOR BUTTERFLIES
KEANEKARAGAMAN KUPU-KUPU (LEPIDOPTERA: RHOPALOCERA) DI KAWASAN PENYANGGA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT KILIRAN JAO KECAMATAN KAMANG BARU KABUPATEN SIJUNJUNG
KEANEKARAGAMAN KUPU-KUPU (LEPIDOPTERA: RHOPALOCERA) DI KAWASAN PENYANGGA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT KILIRAN JAO KECAMATAN KAMANG BARU KABUPATEN SIJUNJUNG Oleh : Imelgawati Zusri P.S 1, Dahelmi 2, Elza Safitri
Jenis-Jenis Serangga Pengunjung Bunga NeriumoleanderLinn.(Apocynaceae) di Kecamatan Pauh, Padang
96 Jenis-Jenis Serangga Pengunjung Bunga NeriumoleanderLinn.(Apocynaceae) di Kecamatan Pauh, Padang An inventory of insects visiting the flower of NeriumoleanderLinn.(Apocynaceae) in Pauh Subdistrict,
PENDAHULUAN Latar belakang
PENDAHULUAN Latar belakang Lepidoptera adalah serangga bersayap yang tubuhnya tertutupi oleh sisik (lepidos = sisik, pteron = sayap) (Kristensen 2007). Sisik pada sayap kupu-kupu mengandung pigmen yang
Jenis-Jenis Serangga Pengunjung Bunga Pacar Air (Impatiens balsamina Linn. :Balsaminaceae)
9 Jenis-Jenis Serangga Pengunjung Bunga Pacar Air (Impatiens balsamina Linn. :Balsaminaceae) The species of visitor insects of balsam flower (Impatiens balsamina Linn. :Balsaminaceae) Nadra Khairiah 1),
LAPORAN IVENTARISASI KUPU-KUPU Di Hutan Banyuwindu, Limbangan Kabupaten Kendal
2010 LAPORAN IVENTARISASI KUPU-KUPU Di Hutan Banyuwindu, Limbangan Kabupaten Kendal Sekretariat I : Kp. Tawangsari RT 03/04 Limbangan - Kendal 51383 Sekretariat II : Jl. Pemuda No. 11B Kendal. telp : 0294
I. PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki keanekaragaman hayati
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi baik flora maupun fauna. Flora dan fauna tersebut tersebar luas di Indonesia baik di
INVENTARISASI KUPU-KUPU (LEPIDOPTERA: RHOPALOCERA) DI RESORT PANCUR KAWASAN TAMAN NASIONAL ALAS PURWO (TNAP) BANYUWANGI JAWA TIMUR SKRIPSI.
INVENTARISASI KUPU-KUPU (LEPIDOPTERA: RHOPALOCERA) DI RESORT PANCUR KAWASAN TAMAN NASIONAL ALAS PURWO (TNAP) BANYUWANGI JAWA TIMUR SKRIPSI Oleh Erfan Budiarto NIM 101810401049 JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS
METODE A. Waktu dan Tempat Penelitian
11 METODE A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilakukan dari bulan Januari sampai Juni 2009. Pengamatan serangga dilakukan di dua lokasi, yaitu pada pertanaman H. multifora di lingkungan Kampus Institut
BioLink JURNAL BIOLOGI LINGKUNGAN, INDUSTRI, KESEHATAN
BioLink Vol. 4 (1) Agustus 2017 p-issn: 2356-458x e-issn:2597-5269 BioLink JURNAL BIOLOGI LINGKUNGAN, INDUSTRI, KESEHATAN Available online http://ojs.uma.ac.id/index.php/biolink INVENTARISASI KUPU-KUPU
Hubungan Jenis Serangga Penyerbuk dengan Morfologi Bunga Pada Tanaman Tomat (Lycopersicon Esculentum Mill.) dan Sawi (Brassica Juncea Linn.
JURNAL SAINTIFIK VOL 3 NO.1, JANUARI 2017 Hubungan Jenis Serangga Penyerbuk dengan Morfologi Bunga Pada Tanaman Tomat (Lycopersicon Esculentum Mill.) dan Sawi (Brassica Juncea Linn.) Phika Ainnadya Hasan*
KEANEKARAGAMAN DAN SEBARAN KUPU-KUPU (Lepidoptera: Rhacalopera) DI KAWASAN KAMPUS UNIVERSITAS SRIWIJAYA INDRALAYA SUMATERA SELATAN
KEANEKARAGAMAN DAN SEBARAN KUPU-KUPU (Lepidoptera: Rhacalopera) DI KAWASAN KAMPUS UNIVERSITAS SRIWIJAYA INDRALAYA SUMATERA SELATAN DISTRIBUTION AND DIVERSITY OF BUTTERFLIES (Lepidoptera: Rhopalocera) IN
IV. KONDISI DAN GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. administratif berada di wilayah Kelurahan Kedaung Kecamatan Kemiling Kota
IV. KONDISI DAN GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Pembentukan Taman Kupu-Kupu Gita Persada Taman Kupu-Kupu Gita Persada berlokasi di kaki Gunung Betung yang secara administratif berada di wilayah Kelurahan
BAB IV METODE PENELITIAN
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan selama dua bulan pengamatan dari bulan Juli hingga Agustus 2009 di Pondok Ambung, Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan
Vol. 08 No. 01 April 2012 ISSN Jurnal Ilmiah. Konservasi Hayati. Variasi warna Nepenthes mirabilis
Vol. 08 No. 01 April 2012 ISSN 0216-9487 Jurnal Ilmiah Konservasi Hayati Variasi warna Nepenthes mirabilis DAFTAR ISI Halaman Tanaman Obat yang Terdapat di Kota Bengkulu yang Berpotensi Sebagai Obat Penyakit
BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat
BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Nopember 2010 di PPKA Bodogol, Sukabumi, Jawa Barat (Gambar 2). Lokasi pengambilan data kupu-kupu di PPKA Bodogol, meliputi
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
38 BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Habitat Kupu-Kupu Menurut Alikodra (1990) habitat merupakan suatu tempat yang digunakan oleh satwa untuk makan, minum, berlindung, bermain dan berkembangbiak. Habitat
2016 PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI MACAM PAKAN ALAMI TERHAD APPERTUMBUHAN D AN PERKEMBANGAN FASE LARVA
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Kupu-kupu merupakan satwa liar yang menarik untuk diamati karena keindahan warna dan bentuk sayapnya. Sebagai serangga, kelangsungan hidup kupu-kupu sangat
1. Pendahuluan KEANEKARAGAMAN KUPU-KUPU DI WILAYAH PEMUKIMAN DESA PANGANDARAN CIAMIS JAWA BARAT
Ethos (Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat): 48-54 KEANEKARAGAMAN KUPU-KUPU DI WILAYAH PEMUKIMAN DESA PANGANDARAN CIAMIS JAWA BARAT THE BUTTERFLIES DIVERSITY IN SETTLEMENT REGION OF THE PANGANDARAN
BAB III METODE PENELITIAN
46 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian 1. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang akan dilaksanakan adalah deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan
KOMPOSISI KUPU-KUPU PAPILIONIDAE DI KAWASAN CAGAR ALAM LEMBAH HARAU KABUPATEN LIMA PULUH KOTA SUMATERA BARAT ARTIKEL ILMIAH
KOMPOSISI KUPU-KUPU PAPILIONIDAE DI KAWASAN CAGAR ALAM LEMBAH HARAU KABUPATEN LIMA PULUH KOTA SUMATERA BARAT ARTIKEL ILMIAH ELSA MAYASARI NIM. 11010276 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI SEKOLAH TINGGI KEGURUAN
Jurnal Biology Education Vol. 4 No. 1 April 2015
INVENTARISASI JENIS LEPIDOPTERA SEBAGAI BAHAN AJAR KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP IPA SMP DI KAWASAN HUTAN KOTA BNI KOTA BANDA ACEH Oleh : 1 Musriadi 2 Mauliza 1 Dosen Program Studi Pendidikan Biologi Universitas
JENIS-JENIS KUPU-KUPU DI SUAKA ELANG TAMAN NASIONAL GUNUNG HALIMUN SALAK, BOGOR ( Butterflies in Suaka Elang Mount Halimun Salak National Park, Bogor)
JENIS-JENIS KUPU-KUPU DI SUAKA ELANG TAMAN NASIONAL GUNUNG HALIMUN SALAK, BOGOR ( Butterflies in Suaka Elang Mount Halimun Salak National Park, Bogor) Nopi Rianti Suryani 1, Moerfiah 2, Rouland Ibnu Darda
Spesies Kupu-Kupu (Rhopalocera) Di Tanjung Balai Karimun Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau
35 Spesies Kupu-Kupu (Rhopalocera) Di Tanjung Balai Karimun Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau Species of butterflies (Rhopalocera) in Tanjung Balai Karimun, Karimun Regency, Riau Archipelago Nofri Sea
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Meidita Aulia Danus, 2015
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Lepidoptera merupakan salah satu ordo dari ClassisInsecta(Hadi et al., 2009). Di alam, lepidoptera terbagi menjadi dua yaitu kupu-kupu (butterfly) dan ngengat
ABSTRAK KEMELIMPAHAN DAN POLA DISTRIBUSI KUPU-KUPU DI TEPIAN SUNGAI KAPUAS KELURAHAN SELAT TENGAH KECAMATAN SELAT KABUPATEN KAPUAS.
ABSTRAK KEMELIMPAHAN DAN POLA DISTRIBUSI KUPU-KUPU DI TEPIAN SUNGAI KAPUAS KELURAHAN SELAT TENGAH KECAMATAN SELAT KABUPATEN KAPUAS Oleh: Sulistio Serangga dewasa mudah dikenal karena seluruh badan dan
KUNJUNGAN LEBAH TUKANG KAYU
KUNJUNGAN LEBAH TUKANG KAYU Xylocopa confusa Linn. (Hymenoptera: Anthophoridae) PADA PERTANAMAN KACANG PANJANG DI KELURAHAN KORONG GADANG KEC. KURANJI KOTA PADANG Rahma Sri Aluvira,Jasmi,Elza safitri Program
4 PERILAKU KUNJUNGAN SERANGGA PENYERBUK PADA TANAMAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.: Euphorbiaceae) PENDAHULUAN
4 PERILAKU KUNJUNGAN SERANGGA PENYERBUK PADA TANAMAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.: Euphorbiaceae) 53 PENDAHULUAN Kunjungan serangga penyerbuk tergantung pada ketersediaan serbuksari dan nektar tanaman
BAB IV METODE PENELITIAN
28 BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Waktu dan Lokasi Penelitian dilaksanakan selama satu bulan, dimulai dari bulan November- Desember 2011. Lokasi pengamatan disesuaikan dengan tipe habitat yang terdapat di
KOMUNITAS SERANGGA PENYERBUK DI KEBUN BELIMBING (Averrhoa carambola L.) DESA NGRINGINREJO KECAMATAN KALITIDU KABUPATEN BOJONEGORO
KOMUNITAS SERANGGA PENYERBUK DI KEBUN BELIMBING (Averrhoa carambola L.) DESA NGRINGINREJO KECAMATAN KALITIDU KABUPATEN BOJONEGORO Mifta Cahya Giartika (1), Fatchur Rohman (1), Hawa Tuarita (1) Program
KUPU-KUPU (RHOPALOCERA) DI SEKITAR KAMPUS UNIVERSITAS PASIR PENGARAIAN KABUPATEN ROKAN HULU PROVINSI RIAU
KUPU-KUPU (RHOPALOCERA) DI SEKITAR KAMPUS UNIVERSITAS PASIR PENGARAIAN KABUPATEN ROKAN HULU PROVINSI RIAU Mala Rodianti *), Rofiza Yolanda 1), Jismi Mubarrak 2) 1&2) Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas
KATA PENGANTAR. 1. Bapak Dr. Anthony Agustien selaku Ketua Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Univeritas Andalas.
KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis atas kehadirat Allah Yang Esa karena dengan berkah nikmat kesehatan, waktu dan kekukatan yang senantiasa dilimpahkan-nya sehingga penulisan skripsi ini dapat diselesaikan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. laboratorium alami bagi mahasiswa jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI.
33 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Lokasi Penelitian Kebun botani merupakan salah satu kawasan yang digunakan sebagai laboratorium alami bagi mahasiswa jurusan Pendidikan
bio.unsoed.ac.id Di dalam konsep Agrowisata, usaha pertanian unggulan dikembangkan a. Latar belakang 1. PENDAHULUA}{
Makalah pengabdian Pada Masyarakat "Penerapan Teknik Pembuatan Taman Kupu-Kupu Di Desa Serang Untuk Meningkatkan Destinasi Wisata" 2016 Design Taman Kupu-kupu di Rest Area Desa Wisata Serang, Kecamatan
Oleh: Asih Zulnawati. (Di bawah bimbingan Prof. Dr. Dahelmi dan Dr. Resti Rahayu) RINGKASAN
PENGARUH TUMBUHAN INANG Citrus aurantifolia dan Citrus hystrix (RUTACEAE) TERHADAP PEMILIHAN PAKAN, PERTUMBUHAN DAN RESPIRASI Papilio memnon Linnaeus, 1758 Oleh: Asih Zulnawati (Di bawah bimbingan Prof.
Kelompok Papilionidae lebih banyak aktif di siang hari untuk menghindari predator, seperti burung yang aktif pada pagi hari (Homziak & Homziak 2006).
35 PEMBAHASAN Di kawasan hutan wisata alam Gunung Meja ditemukan 113 spesies kupukupu dengan total 4049 individu. Indeks Shannon Wiener dan nilai evenness keragaman kupu-kupu di Gunung Meja, menunjukkan
Keanekaragaman kupu-kupu (Lepidoptera) di kawasan Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat
PROS SEM NAS MASY BIODIV INDON Volume 1, Nomor 8, Desember 2015 ISSN: 2407-8050 Halaman: 1816-1820 DOI: 10.13057/psnmbi/m010811 Keanekaragaman kupu-kupu (Lepidoptera) di kawasan Desa Pasirlangu, Kecamatan
Jenis-jenis Kupu-kupi Di Perkebuan Sawit dan Karet Di Wilayah Ragusa Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat
Jenis-jenis Kupu-kupi Di Perkebuan Sawit dan Karet Di Wilayah Ragusa Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat Naboya. R 1), Moerfiah 2), Wiedarti. S 3) 1,2,3) Program Studi Biologi FMIPA Universitas Pakuan
TINJAUAN PUSTAKA. A. Karakteristik dan Klasifikasi Kupu-Kupu Klasifikasi kupu-kupu menurut Scobel (1995) adalah sebagai berikut :
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Karakteristik dan Klasifikasi Kupu-Kupu Klasifikasi kupu-kupu menurut Scobel (1995) adalah sebagai berikut : Kerajaan Filum Kelas Bangsa : Animalia : Arthropoda : Insecta : Lepidoptera
3. KEANEKARAGAMAN SERANGGA PENYERBUK PADA PERTANAMAN CAISIN (Brassica rapa L.: Brassicaceae)
3. KEANEKARAGAMAN SERANGGA PENYERBUK PADA PERTANAMAN CAISIN (Brassica rapa L.: Brassicaceae) PENDAHULUAN Lebah madu dan bumble bees merupakan serangga penyerbuk utama pada tanaman pertanian. Lebah tersebut
Biosaintifika 5 (1) (2013) Biosantifika. Berkala Ilmiah Biologi.
Biosaintifika 5 (1) (2013) Biosantifika Berkala Ilmiah Biologi http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/biosaintifika Keanekaragaman Jenis Kupu-Kupu Superfamili Papilionoidae di Banyuwindu, Limbangan Kendal
I. PENDAHULUAN. Lampung memiliki keanekaragaman kupu-kupu yang cukup tinggi. Keanekaragaman kupu-kupu ini merupakan potensi sumber daya alam hayati
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Lampung memiliki keanekaragaman kupu-kupu yang cukup tinggi. Keanekaragaman kupu-kupu ini merupakan potensi sumber daya alam hayati namun belum dimanfaatkan secara optimal.
IDENTIFIKASI KUPU-KUPU (LEPIDOPTERA) DI KAWASAN PT
1 IDENTIFIKASI KUPU-KUPU (LEPIDOPTERA) DI KAWASAN PT. PERKEBUNAN NUSANTARA (PTPN) XII (PERSERO) BANJARSARI JEMBER DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI SMA (Identification of Butterflies (Lepidoptera)
POPULASI KUPU-KUPU (LEPIDOPTERA ) DI PULAU MANTEHAGE, SULAWESI UTARA POPULATION OF BUTTERFLY (LEPIDOPTERA) IN MANTEHAGE ISLAND, NORTH SULAWESI
POPULASI KUPU-KUPU (LEPIDOPTERA ) DI PULAU MANTEHAGE, SULAWESI UTARA Debry C. Lamatoa 1), Roni Koneri 1), Ratna Siahaan 1), Pience V. Maabuat 1) 1) Program Studi Biologi FMIPA Universitas Sam Ratulangi
L.) DI KELURAHAN PASAR AMBACANG KECAMATAN KURANJI KOTA PADANG E-JURNAL
KUNJUNGAN Xylocopa confusa Linn. (Hymenoptera: Anthophoridae) PADA PERTANAMAN PARE (Momordica charantia L.) DI KELURAHAN PASAR AMBACANG KECAMATAN KURANJI KOTA PADANG E-JURNAL MARDALENA NIM: 09010176 PROGRAM
Analisis Keanekaan dan Kekerabatan Kupu-Kupu Cagar Alam Leuweung Sancang Berdasarkan Karakter Morfologi
Analisis Keanekaan dan Kekerabatan Kupu-Kupu Cagar Alam Leuweung Sancang Berdasarkan Karakter Morfologi Cindy Hervina, Mirda Sylvia, Annisa*, Hikmat Kasmara, Nurullia Fitriani Departemen Biologi, Universitas
I. PENDAHULUAN. Kehidupan serangga sudah dimulai sejak 400 juta tahun (zaman devonian). Kirakira
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Serangga merupakan kelompok hewan dengan jumlah spesies serta kelimpahan tertinggi dibandingkan denga n makhluk hidup lainnya seperti tumbuhan dan hewan. Terdapat berbagai
KUPU-KUPU (RHOPALOCERA) SEBAGAI MEDIA EDUKASI BAGI SISWA SMA NEGERI 1 DI TAMBUSAI KABUPATEN ROKAN HULU PROVINSI RIAU
KUPU-KUPU (RHOPALOCERA) SEBAGAI MEDIA EDUKASI BAGI SISWA SMA NEGERI DI TAMBUSAI KABUPATEN ROKAN HULU PROVINSI RIAU Joni Iskandar ), Rena Lestari, M.Pd ), Rofiza Yolanda, M.Si ) Mahasiswa Program Studi
I. PENDAHULUAN. mudah dikenali oleh setiap orang. Seperti serangga lainnya, kupu-kupu juga mengalami
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kupu-kupu merupakan serangga yang memiliki keindahan warna dan bentuk sayap sehingga mudah dikenali oleh setiap orang. Seperti serangga lainnya, kupu-kupu juga mengalami
BAB I PENDAHULUAN. daya tarik tinggi baik untuk koleksi maupun objek penelitian adalah serangga
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan negara dengan kekayaan keanekaragaman jenis flora dan fauna yang tinggi. Salah satu kekayaan fauna di Indonesia yang memiliki daya tarik tinggi
1. PENDAHULUAN a. Latar Belakang
1. PENDAHULUAN a. Latar Belakang Asosiasi antara serangga penyerbuk (insect pollinators) dengan tanaman angiospermae merupakan bentuk asosiasi mutualisme yang spektakuler. Asosiasi ini diduga telah terjadi
KEANEKARGAMAN KUPU-KUPU DIURNAL (SUB ORDO: RHOPALOCERA) DI KOMPLEK GUNUNG BROMO KPH SURAKARTA KABUPATEN KARANGANYAR TAHUN 2013
17-147 KEANEKARGAMAN KUPU-KUPU DIURNAL (SUB ORDO: RHOPALOCERA) DI KOMPLEK GUNUNG BROMO KPH SURAKARTA KABUPATEN KARANGANYAR TAHUN 2013 The Diversity Diurnal Buterfly (Sub Ordo: Rhopalocera) Complex in The
I. PENDAHULUAN. yang terletak pada posisi BT dan LS. Purbalingga
I. PENDAHULUAN Indonesia merupakan salah satu negara tropis yang memiliki kekayaan alam melimpah berupa flora dan fauna. Indonesia juga memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha peternakan lebah
ABSTRACT. Keywords: Graphium agamemnon, Graphium doson, Mechelia champaca, Annona muricata, life cycle, food consumption.
ABSTRACT ESWA TRESNAWATI. The Life Cycle and Growth of Graphium agamemnon L. and Graphium doson C&R. Butterflies (Papilionidae: Lepidoptera) Fed by Cempaka (Michelia champaca) and Soursoup (Annona muricata).
Perhitungan Tingkat Kekerabatan Ordo Lepidoptera (Kupu Kupu) di Tahura Bromo Karanganyar Menggunakan Indeks Kesamaan Sorensen dan Dendogram
SP-011-00 Proceeding Biology Education Conference (ISSN: 5-57), Vol 1(1) 016: 5-60 Perhitungan Tingkat Kekerabatan Ordo Lepidoptera (Kupu Kupu) di Tahura Bromo Karanganyar Menggunakan Indeks Kesamaan Sorensen
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Serangga polinator adalah serangga yang berfungsi sebagai agen menempelnya serbuk sari pada putik (Erniwati, 2009). Menurut Prakash (2008) serangga yang berperan
KERAGAMAN KUPU-KUPU DI TAMAN WISATA ALAM BANING SINTANG. Hilda Aqua Kusuma Wardhani 1 Abdul Muis 2 1. Staf Pengajar FKIP Universitas Kapuas Sintang 2
ISSN 2580-5703 KERAGAMAN KUPU-KUPU DI TAMAN WISATA ALAM BANING SINTANG Hilda Aqua Kusuma Wardhani 1 Abdul Muis 2 1 Staf Pengajar FKIP Universitas Kapuas Sintang 2 Mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP Univrsitas
II. TINJAUAN PUSTAKA
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Lebah Trigona Lebah trigona adalah lebah yang tidak memiliki sengat atau dikenal dengan nama Stingless bee (Inggris), termasuk famili Apidae. Berikut adalah klasifikasi dari lebah
PEMANFAATAN TANAMAN PILADANG
PEMANFAATAN TANAMAN PILADANG (Coleus blumei Benth.) SEBAGAI SUMBER PAKAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI MADU LEBAH Apis cerana Fabr. DI PERLEBAHAN APIARI SAKATO PADANG PARIAMAN Sri wahyuni 1 Jasmi 2, Yosmed
BAB III METODE PENELITIAN
26 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitan ini adalah penelitian deskriptif. Metode penelitian deskriptif adalah suatu metode yang dilakukan dengandesain tujuan utama untuk membuat
STUDI MORFOMETRIK LEBAH TUKANG KAYU Xylocopa confusa Linn. (Hymenoptera: Anthophoridae) PADA DUA KETINGGIAN DI SUMATERA BARAT
1 STUDI MORFOMETRIK LEBAH TUKANG KAYU Xylocopa confusa Linn. (Hymenoptera: Anthophoridae) PADA DUA KETINGGIAN DI SUMATERA BARAT Oleh Alan Dwiyono 1, Jasmi 2, Elza Safitri 3. Program Studi Pendidikan Biologi
HUBUNGAN PANJANG PROBOSIS KUPU-KUPU DENGAN PREFERENSI PAKAN DI AREAL KAMPUS I UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
HUBUNGAN PANJANG PROBOSIS KUPU-KUPU DENGAN PREFERENSI PAKAN DI AREAL KAMPUS I UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA KHOIRUL BARIYAH PROGRAM STUDI BIOLOGI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
Inventarisasi Serangga Pada Pohon Tembesu (Fragraea fragrans Roxb) INVENTARISASI SERANGGA PADA POHON TEMBESU (Fragraea fragrans Roxb)
INVENTARISASI SERANGGA PADA POHON TEMBESU (Fragraea fragrans Roxb) Ria Rosdiana Hutagaol Fakultas Pertanian Universitas Kapuas Sintang Email : [email protected] Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk
Inventarisasi Jenis Kupu-kupu pada Hutan Kerangas di Kawasan Cagar Alam Mandor Kabupaten Landak
Protobiont (205) Vol. 4 () : 260265 Inventarisasi Jenis Kupukupu pada Hutan Kerangas di Kawasan Cagar Alam Mandor Kabupaten Landak Margareta Florida, Tri Rima Setyawati, Ari Hepi Yanti Program Studi Biologi,
68 Media Bina Ilmiah ISSN No
68 Media Bina Ilmiah ISSN No. 1978-3787 PENGUKURAN KEANEKARAGAMAN KUPU-KUPU (LEPIDOPTERA) DENGAN MENGGUNAKAN METODE TIME SEARCH Oleh: Maiser Syaputra Program Studi Kehutanan Universitas Mataram Abstrak
KEANEKARAGAMAN DAN FREKUENSI KUNJUNGAN SERANGGA PENYERBUK SERTA EFEKTIVITASNYA DALAM PEMBENTUKAN BUAH Hoya multiflora Blume (ASCLEPIADACEAE)
KEANEKARAGAMAN DAN FREKUENSI KUNJUNGAN SERANGGA PENYERBUK SERTA EFEKTIVITASNYA DALAM PEMBENTUKAN BUAH Hoya multiflora Blume (ASCLEPIADACEAE) LILIH RICHATI CHASANAH SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN
BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriptif - eksploratif, yang
36 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriptif - eksploratif, yang merupakan suatu penyelidikan terhadap sejumlah individu, baik secara sensus atau
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriptif, yang merupakan suatu penyelidikan terhadap sejumlah individu, baik secara sensus atau dengan menggunakan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran
BIOEDUKASI Jurnal Pendidikan Biologi e ISSN Universitas Muhammadiyah Metro p ISSN
BIOEDUKASI Jurnal Pendidikan Biologi e ISSN 2442-9805 Universitas Muhammadiyah Metro p ISSN 2086-4701 STUDI KEANEKARAGAMAN KUPU-KUPU DI BANTARAN SUNGAI BATANGHARI KOTA METRO SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI
TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Biodiversitas Ekologi Kupu-kupu Superfamili Papilionoidea
20 TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Biodiversitas Biodiversitas atau keanekaragaman hayati merupakan suatu istilah yang mencakup pada kelimpahan spesies, komposisi genetik, komunitas, dan ekosistem. Biodiversitas
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Kupu-kupu merupakan salah satu kekayaan hayati yang dimiliki Indonesia dan harus dijaga kelestariannya dari kepunahan maupun penurunan keanekaragaman jenisnya.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kota Bogor merupakan kota yang terus berkembang serta mengalami peningkatan jumlah penduduk dan luas lahan terbangun sehingga menyebabkan terjadinya penurunan luas
I. PENDAHULUAN. Indonesia di pasaran dunia. Kopi robusta (Coffea robusta) adalah jenis kopi
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kopi (Coffea spp.) merupakan salah satu komoditi ekspor yang penting bagi Indonesia di pasaran dunia. Kopi robusta (Coffea robusta) adalah jenis kopi yang banyak tumbuh
SUSUNAN ACARA SEMINAR NASIONAL BIOLOGI 2010 Fakultas Biologi UGM, September JUM AT, 24 SEPTEMBER 2010 Waktu Acara Tempat
SEMINAR NASIONAL BIOLOGI 2010 Perspektif Biologi dalam Pengelolaan Sumberdaya Hayati Dalam Rangka Lustrum XI Fakultas Biologi UGM Sekaligus Menghantarkan Purna Tugas bagi Prof. Dr. Jusup Subagja, M.Sc.,
I. PENDAHULUAN. yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan,
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Taman hutan raya merupakan kawasan pelestarian alam untuk tujuan koleksi tumbuhan dan atau satwa yang alami atau buatan, jenis asli dan atau bukan asli, yang dimanfaatkan
II. TINJAUAN PUSTAKA
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Ruang Terbuka Hijau di Yogyakarta Open space atau ruang terbuka menurut William, et al. (1969), merupakan suatu daerah hijau yang relatif tidak berkembang dan disediakan dalam suatu
I. PENDAHULUAN. Perkebunan memiliki peran yang penting dalam pembangunan nasional,
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkebunan memiliki peran yang penting dalam pembangunan nasional, khususnya pembangunan sektor pertanian. Perkebunan juga berperan dalam membangun perekonomian nasional,
KERAGAMAN LEPIDOPTERA PADA DUKUH DAN KEBUN KARET DI DESA MANDIANGIN KABUPATEN BANJAR
KERAGAMAN LEPIDOPTERA PADA DUKUH DAN KEBUN KARET DI DESA MANDIANGIN KABUPATEN BANJAR Oleh/by SUSILAWATI Program Studi Budidaya Hutan, Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat Jl. A. Yani KM 36
BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif, yang. sensus atau dengan menggunakan sampel (Nazir,1999).
26 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Metode penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif, yang merupakan suatu penyelidikan terhadap sejumlah individu, baik secara sensus atau
BAB I PENDAHULUAN. hayati memiliki potensi menjadi sumber pangan, papan, sandang, obat-obatan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Keanekaragaman hayati di suatu negara memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Keanekaragaman hayati merupakan sumber penghidupan dan kelangsungan
Jurnal MIPA 35 (1) (2012) Jurnal MIPA.
Jurnal MIPA 35 (1) (2012) Jurnal MIPA http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jm KEANEKARAGAMAN JENIS KUPU-KUPU SUPERFAMILI PAPILIONOIDAE DI DUKUH BANYUWINDU DESA LIMBANGAN KECAMATAN LIMBANGAN KABUPATEN
TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Rukmana (1997), sistematika tanaman jagung (Zea mays L.) adalah sebagai
TINJAUAN PUSTAKA Ekologi Tanaman Jagung berikut : Menurut Rukmana (1997), sistematika tanaman jagung (Zea mays L.) adalah sebagai Kingdom Divisi Subdivisi Kelas Ordo Famili Genus : Plantae : Spermatophyta
Gambar 2.1. Peta Lokasi Penelitian
II. METODE PENELITIAN A. Materi, Lokasi dan Waktu Penelitian, Deskripsi Lokasi 1. Materi Penelitian a. Bahan Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah semut, alkohol 70% dan gliserin. b. Alat Alat-alat
KERAGAMAN KUPU-KUPU DI KAWASAN TELAGA WARNA CISARUA BOGOR DIAN SARI
KERAGAMAN KUPU-KUPU DI KAWASAN TELAGA WARNA CISARUA BOGOR DIAN SARI DEPARTEMEN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2008 ii ABSTRAK DIAN SARI. Keragaman
KEANEKARAGAMAN KUPU-KUPU
KEANEKARAGAMAN KUPU-KUPU (Lepidoptera) DI PLAWNGAN KAWASAN TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (The Diversity of Butterflies (Lepidoptera) in Plawangan The Area Gunung Merapi National
Keanekaragaman kupu-kupu (Insekta: Lepidoptera) di Wana Wisata Alas Bromo, BKPH Lawu Utara, Karanganyar, Jawa Tengah
PROS SEM NAS MASY BIODIV INDON Volume 1, Nomor 6, September 2015 ISSN: 24078050 Halaman: 12841288 DOI: 10.13057/psnmbi/m010604 Keanekaragaman kupukupu (Insekta: Lepidoptera) di Wana Wisata Alas Bromo,
I PENDAHULUAN. dengan burung layang-layang. Selain itu, ciri yang paling khas dari jenis burung
1 I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Burung Walet memiliki beberapa ciri khas yang tidak dimiliki oleh burung lain. Ciri khas tersebut diantaranya melakukan hampir segala aktivitasnya di udara seperti makan
DESKRIPSI HABITAT KUPU-KUPU DI TAMAN KUPU-KUPU GITA PERSADA KELURAHAN KEDAUNG KECAMATAN KEMILING KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2012
DESKRIPSI HABITAT KUPU-KUPU DI TAMAN KUPU-KUPU GITA PERSADA KELURAHAN KEDAUNG KECAMATAN KEMILING KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2012 Viva Desi Handayani, I Gede Sugiyanta, Zulkarnain Abstract: The aim of this
Biosaintifika 5 (2) (2013) Biosaintifika. Journal of Biology & Biology Education.
Biosaintifika 5 (2) (2013) Biosaintifika Journal of Biology & Biology Education http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/biosaintifika KEANEKARAGAMAN JENIS KUPU-KUPU DI TAMAN KEHATI UNNES Bambang Priyono,
Keanekaragaman, perilaku kunjungan, dan efektivitas serangga penyerbuk pada tanaman mentimun (Cucumis sativus Linn.)
Jurnal Entomologi Indonesia Indonesian Journal of Entomology ISSN: 1829-7722 Maret 2017, Vol. 14 No. 1, 1 9 Online version: http://jurnal.pei-pusat.org DOI: 10.5994/jei.14.1.1 Keanekaragaman, perilaku
Biodiversitas kupu-kupu superfamili Papilionoidea (LEPIDOPTERA) di Hutan Kota Arboretum Wanawisata Pramuka Cibubur, Jakarta
ISBN 9499 BioETI Biodiversitas kupukupu superfamili Papilionoidea (LEPIDOPTERA) di Hutan Kota Arboretum Wanawisata Pramuka Cibubur, Jakarta HASNI RUSLAN DAN DWI ANDAYANINGSIH Fakultas Biologi, Universitas
DIVERSITAS KUPU-KUPU (RHOPALOCERA) DI DUSUN KUMU BARU KECAMATAN RAMBAH HILIRKABUPATEN ROKAN HULU RIAU
DIVERSITAS KUPU-KUPU (RHOPALOCERA) DI DUSUN KUMU BARU KECAMATAN RAMBAH HILIRKABUPATEN ROKAN HULU RIAU Elisa Putri *), Rofiza Yolanda 1), Jismi Mubarrak 2) 1&2) Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas
SKRIPSI KEANEKARAGAMAN JENIS KUPU-KUPU PADA RUANG TERBUKA HIJAU DI BABARSARI, DEPOK, SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
SKRIPSI KEANEKARAGAMAN JENIS KUPU-KUPU PADA RUANG TERBUKA HIJAU DI BABARSARI, DEPOK, SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Disusun oleh : Anita Febriawati Sela NPM : 060800995 UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA
Yustina Laboratorium Zoologi FKIP Universitas Riau
KEANEKARAGAMAN DAN DISTRIBUSI KUPU- KUPU (SUBORDO RHOPALOCERA) DI AREA KAMPUS BINAWIDYA UNIVERSITAS RIAU Yustina Laboratorium Zoologi FKIP Universitas Riau ABSTRAK Telah dilakukan penelitian keanekaragaman
PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP PERKEMBANGAN KOLONI LEBAH MADU, Apis cerana Fabr. (HYMENOPTERA : APIDAE)
PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP PERKEMBANGAN KOLONI LEBAH MADU, Apis cerana Fabr. (HYMENOPTERA : APIDAE) TESIS MAGISTER Oleh DIDA HAMIDAH 20698009 BIDANG KHUSUS ENTOMOLOGI PROGRAM STUDI MAGISTER BIOLOGI PROGRAM
TINJAUAN PUSTAKA Klasifikasi dan Morfologi Kupu-kupu
TINJAUAN PUSTAKA Klasifikasi dan Morfologi Kupu-kupu Kupu-kupu termasuk ordo Lepidoptera, kelas Insekta yang dicirikan dengan sayap tertutup oleh sisik. Ordo Lepidoptera mempunyai 47 superfamili, salah
I. PENDAHULUAN. Desa Serang merupakan salah satu desa di Kecamatan Karangreja,
I. PENDAHULUAN Desa Serang merupakan salah satu desa di Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Desa Serang terletak pada ketinggian 800-1200 dpl dan memiliki curah hujan bulanan mencapai
