Keywords: butterflies visitor, Citrullus lanatus, water melon
|
|
|
- Dewi Kartawijaya
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BioCONCETTA Vol. II No.1 Tahun 2016 ISSN: /E-ISSN: BioCONCETTA: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Website: ejournal.stkip-pgri-sumbar.ac.id/index.php/bioconcetta VISITOR BUTTERFLIES OF WATERMELON (Citrullus lanatus) (THUNB.) MATSUM & NAKAI IN KATAPIANG UJUANG AND KARAMBIA AMPEK, BATANG ANAI, PADANG PARIAMAN, WEST SUMATRA KUPU-KUPU PENGUNJUNG PADA BUNGA SEMANGKA (Citrullus lanatus) (THUNB.) MATSUM & NAKAI DI KATAPIANG UJUANG DAN KARAMBIA AMPEK, BATANG ANAI, KABUPATEN PADANG PARIAMAN, SUMATERA BARAT Ratna Sari *, Dahelmi, Mairawita Jurusan Biologi, FMIPA Universitas Andalas, Jl. Universitas Andalas Limau Manis, Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat, Indonesia. Manuskript diterima: 17 Mei Revisi disetujui: 25 Juni 2016 ABSTRACT This study aimed to determine the visiting butter flies to the flower of Citrullus lanatus has been conducted in two locations, Katapiang Ujuang and Karambia Ampek, Batang Anai, Padang Pariaman, West Sumatra. Observations were done from April 2015 to December Hand collection method by using insect net was employed. Samples were identified at Laboratory of Animal Taxonomy, Biology Department, Faculty of Mathemathics and Natural Sciences, Andalas University, Padang. In this study, 16 species of butterflies were recorded that belong to 14 genera, and 5 families consisting of Hesperiidae (2 species), Pieridae (6 species), Satyridae (2 species), Lycanidae (1 species), Nymphalidae (5 species). Keywords: butterflies visitor, Citrullus lanatus, water melon ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis kupu-kupu pengunjung bunga Citrullus lanatus pada dua lokasi, Katapiang Ujuang dan Karambia Ampek Batang Anai Padang Pariaman Sumatera Barat. Pengamatan dilakukan dari April sampai dengan Desember Metode penelitian yaitu metode observasi atau pengoleksian langsung menggunakan jaring serangga. Sampel diidentifikasi di Laboratorium Taksonomi Hewan, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas, Padang. Dalam studi ini, didapatkan hasil yaitu 16 spesies kupu-kupu yang terdiri dari 14 genus, dan 5 famili yaitu dari Hesperiidae (2 spesies), Pieridae (6 spesies), Satyridae (2 spesies), Lycanidae (1 spesies), Nymphalidae (5 spesies). Kata kunci: kupu-kupu pengunjung, Citrullus lanatus, semangka Sari, Dahelmi, dan Mairawita 35
2 PENDAHULUAN Serangga penyerbuk merupakan serangga yang penting pada berbagai spesies tanaman. Di lahan pertanian, serangga penyerbuk yang umum dijumpai adalah lebah madu dan lebah liar yang dilaporkan mengunjungi 20-30% spesies tanaman. Selain itu lebah, serangga-serangga penyerbuk yang penting adalah kumbang (Coleoptera), lalat (Diptera), dan kupu-kupu (Lepidoptera) (Atmowidi, 2008). Serangga berinteraksi dengan organisme lain dalam habitatnya baik yang menguntungkan maupun merugikan. Salah satu bentuk interaksi yang menguntungkan adalah interaksi mutualisme antara serangga dengan tanaman, yaitu sebagai penyerbuk (pollinator). Tanaman yang diserbuki oleh serangga disebut Entomophyli (Dennis, 1994 dalam Yuliani, 2013). Asosiasi mutualisme antara serangga dengan tumbuhan bervariasi antara spesies dan terjadi dalam spektrum luas. Asosiasi mutualisme antara serangga dengan tumbuhan bervariasi antara spesies dan terjadi dalam spektrum luas. Bagi tumbuhan, asosiasi dengan serangga berdampak positif, terutama dengan terjadinya penyerbukan silang. Bagi serangga, asosiasi dengan tumbuhan memberi keuntungan, yaitu sebagai sumber pakan berupa serbuk sari (polen) dan nektar. Serbuk sari mengandung 15-30% protein dan nektar mengandung 50% gula dan senyawa lain, seperti lipid, asam amino, mineral, dan senyawa aromatik ( Schoonhoven dkk., 1998 dalam Yuliani, 2013). Salah satu serangga polinator adalah kupu-kupu (Ordo Lepidoptera). Kebanyakan spesies Lepidoptera mempunyai alat mulut penghisap berbentuk tabung yang diadaptasi untuk mengambil nektar tumbuhan. Kupu-kupu biasanya mengunjungi bunga yang mekar siang hari dan ngengat mengunjungi bunga yang mekar malam hari atau yang tetap mekar pada waktu malam. Bunga yang diserbuki kupu-kupu sering berwarna merah dan orange cerah, mempunyai korola yang panjang dan sempit dengan nektar pada dasar bunga yang hanya dapat dijangkau dengan mulut yang khusus (Hadi dkk., 2009). Salah satu jenis tanamantanaman yang memanfaatkan penyerbukan serangga polinator adalah semangka (Citrullus lanatus). Untuk budidaya tanaman Citrullus diperlukan adanya serangga penyerbuk yang membantu penyerbukan Sari, Dahelmi, dan Mairawita 36
3 secara optimal sehingga mendukung usaha budidaya maupun perkebunan tanaman semangka. Citrullus lanatus termasuk kedalam family Cucurbitaceae yang didominasi pada daerah tropis, 90% dari spesies banyak ditemukan di Afrika dan Madagaskar, Amerika Selatan dan Tengah dan Asia Tenggara dan Malaysia (Jeffrey, 1990). Penelitian tentang kupu-kupu pengunjung pada Citrullus lanatus belum banyak dilaporkan. Penyerbukan pada Citrullus lanatus di Kenya dilakukan oleh Apis mellifera L. (Njoroge dkk., 2004). Serangga penyerbuk yang efektif pada Citrullus lanatus di Carbondale, Amerika Serikat juga ditemukan Apis mellifera L. (Walters, 2005). Di Indonesia sendiri belum ada dilakukan penelitian tentang kupu-kupu pengunjung pada Citrullus lanatus. Terbatasnya informasi tentang kupu-kupu pengunjung pada tumbuhan tersebut, maka menjadi dasar dilakukan penelitian untuk mengetahui jenis-jenis kupu-kupu pengunjung bunga Citrullus lanatus (Thunb.) Matsum dan Nakai. BAHAN BAHAN METODE Penelitian dilakukan di dua lokasi yaitu Katapiana Ujuang dan Karambia Ampek, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Penelitian ini dilakukan pada Bulan April sampai Desember Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi atau pengoleksian langsung. Pengamatan keanekaragaman dilakukan setiap hari mulai pukul WIB yang dibagi menjadi tiga periode waktu yaitu pagi ( WIB), siang ( WIB) dan sore ( WIB). Kupu-kupu yang hinggap pada bunga C. lanatus ditangkap dengan menggunakan jala serangga, selanjutnya kupu-kupu dimatikan dengan cara menekan thoraknya lalu disimpan dalam kertas segitiga untuk penyimpanan sementara. Kemudian sampel dibawa ke Laboratorium Taksonomi Hewan Jurusan Biologi Universitas Andalas, dan sampel diidentifikasi sampai tingkat genus dan jenis berdasarkan Tsukada dan Nishiyama (1982;1985), Maruyama Kand K. Otsuka. (1991). Selain itu juga dilakukan pengukuran faktor lingkungan (suhu dan keadaan cuaca), pengamatan morfologi bunga, dan kadar gula nektar. Sari, Dahelmi, dan Mairawita 37
4 HASIL Dari penelitian ditemukan sebanyak 5 Famili kupu-kupu pengunjung yang terdiri dari 14 genus dan 16 jenis dengan total 87 individu (Tabel 1). Famili yang ditemukan yaitu Hesperiidae (2 jenis), Pieridae (6 jenis), Satyridae (2 jenis), Lycanidae (1 jenis), Nymphalidae (5 jenis). Banyaknya jenis Lepidoptera yang ditemukan dikarenakan banyak dari ordo Lepidoptera yang menjadikan nektar dan serbuk sari sebagai sumber makanannya sehingga ordo ini banyak mengunjungi bunga semangka. Yuliani (2013) juga melaporkan bahwa ordo yang paling banyak mengunjungi bunga N. oleander adalah ordo Lepidoptera. Dari ordo Lepidoptera, Individu yang paling banyak ditemukan yaitu dari famili Nymphalidae dengan jenis Acraea issoria dan Junonia orithya masing-masing 13 individu. Hal ini mungkin karena kupu-kupu jenis tersebut merupakan jenis kupu-kupu pemakan buah sehingga jenis ini banyak ditemui mengunjungi bunga semangka, karena pada saat pembungaan bunga buah semangka sudah ada yang muncul. Kemungkinan buah semangka yang menarik kupu-kupu jenis ini untuk berkunjung, atau karena adanya tanaman pendukung serta tanaman inang dari Tabel 1. Jumlah individu kupu-kupu pengunjung pada bunga semangka (C.lanatus) pada masing-masing lokasi penelitian Jumlah Individu (ekor) No Famili Spesies Ketapiang Ujuang Karambia Ampek A B C A B C Ʃ Hesperidae 1 Matapa aria Moore Taractrocera ziclea Evans Lycanidae 3 Euchrysops cnejus Fabricus Nymphalidae 4 Acraea issoria Fabricius Athyma perius Linnaeus Hypolimnas missippus Linnaeus Junonia orithya Linnaeus Neptis hylas Fruhstorfer Pieridae 9 Appias libytheafruhstorfer Appias olferna Swinhoe Catopsilia pomona Fabricius Catopsilia pyranthelinnaeus Eurema hecabe Linnaeus Leptosia ninafabricius Satyridae 15 Mycalaesis horsfieldii Moore Ypethima horsfieldii Moore Total individu Ket: A (Pagi : ), B (Siang: ), C (Sore: ), - (Tidak ditemukan) Sari, Dahelmi, dan Mairawita 38
5 Famili Nymphalidae tersebut di sekitar kebun semangka. Menurut Corbet dan Pendlebury (1956), tanaman inang dari kupu-kupu pemakan buah adalah dari family Annonaceae, Malvaceae, Tiliaceae, Rutaceae, Sapindaceae, Leguminoceae, Melastomataceae, Rubiaceae, Moraceae, dan beberapa lainnya. Pada lokasi satu (Katapiang Ujuang) didapatkan 11 jenis dan pada lokasi dua (Karambia Ampek) 11 jenis kupu-kupu pengunjung bunga C. lanatus. Pada kedua lokasi pengamatan didapatkan 6 jenis yang sama yaitu, Catopsilia pyranthe, Appias libythea, Ypethima horsfieldii, Acraea issoria, Neptis hylas, dan Junonia orithya. Hal ini diperkirakan karena, jenis tersebut persebarannya luas (kosmopolit) yang bisa ditemukan disemua jenis habitat. Selain itu, kondisi lingkungan di kedua lokasi penelitian tidak jauh berbeda. Kunjungan kupu-kupu paling banyak pada bunga C. lanatus yaitu pada pagi hari (pukul WIB) dan mulai berkurang pada siang dan sore hari. Saat siang dan mulai menjelang sore hari bunga-bunga semangka sudah mulai menutup sehingga kunjungan kupu-kupu juga sedikit bahkan hampir tidak ada pada sore hari. Menutupnya bunga mungkin juga dipengaruhi oleh faktor suhu. Kisaran suhu pada lokasi 1 (Katapiang Ujuang) o C dan lokasi 2 (Karambia Ampek) o C. Keadaan cuaca pada kedua lokasi cerah. Namun saat penelitian di lokasi 2 terjadi bencana kabut asap. Sedikitnya jumlah individu yang ditemukan pada lokasi 2 dibandingkan dengan lokasi 1 diakibatkan karena serangga kurang menyukai habitat atau tempat yang terganggu seperti adanya polusi udara, kabut asap dan lain-lain. Namun hal tersebut tidak terlalu mempengaruhi jumlah jenis kupu-kupu yang mengunjungi bunga semangka. Menurut Atmowidi (2008), kelimpahan serangga penyerbuk tinggi pada kisaran suhu udara o C, dan menurut Chasanah (2010), suhu dan intensitas cahaya berpengaruh positif terhadap jumlah individu serangga. Sedangkan kelembapan berpengaruh negatif. Suhu udara berkorelasi negatif terhadap jumlah spesies serangga, sedangkan kelembapan udara, intensitas cahaya berpengaruh positif terhadap jumlah spesies dan jumlah individu serangga. Morfologi Bunga C. lanatus dan Kaitannya dengan Serangga Pengunjung Semangka merupakan tanaman merambat dengan panjang batang 3-5 m, Sari, Dahelmi, dan Mairawita 39
6 batangnya lunak dan berambut. Daun semangka berbentuk menjari dengan ujung meruncing. Dalam satu tanaman terdapat bunga jantan dan bunga betina. Bunga semangka mempunyai lima kelopak bunga yang berwarna kuning cerah. Dengan warna kuning tersebut bunga dapat menarik serangga untuk berkunjung disamping ketersediaan nectardan serbuk sari. Morfologi bunga berkaitan erat dengan jenis serangga penyerbuk yang berkunjung. Pada penelitian ini ditemukan 5 familia yang berkunjung pada bunga semangka yaitu Hesperiidae (2 jenis), Pieridae (6 jenis), Satyridae (2 jenis), Lycanidae (1 jenis), Nymphalidae (5 jenis). Hal ini karena Ordo lepidoptera umumnya menyukai warna kuning pada kelopak bunga semangka, selain untuk mencari sumber makanan berupa nektar dan serbuk sari (Hadi dkk., 2009). Kunjungan serangga paling tinggi pada penelitian ini yaitu pada pagi hari sekitar pukul WIB, sedangkan saat siang dan sore hari kunjungan serangga sudah mulai rendah. Hal ini karena pada pukul WIB ke bawah bunga semangka sudah mulai menutup sehingga aktifitas kunjungan serangga sudah mulai berhenti. Menurut Njoroge dkk., (2010), bunga jantan mulai terbuka sekitar pukul WIB dan mulai ditutup pada pukul WIB. Di sisi lain bunga-bunga betina mulai terbuka pada sekitar pukul WIB dan ditutup jauh lebih awal sekitar pukul WIB. Kadar Gula Nektar Bunga C. lanatus Bunga C. lanatus memiliki kadar gula nektar yang kental dan sedikit, sehingga sangat susah diambil dengan mikropipet. Nektar terletak pada dasar bunga, kadar gula nektar sangat berpengaruh terhadap kunjungan serangga. Semakin banyak nektar dan kandungan gulanya pada suatu bunga maka semakin banyak serangga yang berkunjung terutama serangga yang mencari nektar sebagai sumber pakannya. Menurut Taha (2009), jumlah sekresi nektar pada bunga betina yaitu 14,49 mg lebih tinggi dari bunga jantan yaitu 9,52 mg, dalam hal konsentrasi gula lebih tinggi di bunga betina (19,24%) dibandingkan yang jantan (18,45). Hasil ini sama dengan yang diperoleh oleh Collison dan Martin (1979) cit. Taha, (2009) yang menemukan bahwa bunga betina pada mentimun menghasilkan lebih banyak nektar dan gula. Menurut Taha (2009) satu hektar semangka saat musim Sari, Dahelmi, dan Mairawita 40
7 panas bisa menghasilkan 10,47 kg madu per musim, yang cukup untuk membangun satu koloni lebah madu. SIMPULAN Kupu-kupu yang mengunjungi bunga Citrullus lanatus terdiri dari 16 jenis termasuk ke dalam 14 genus, dan 5 famili yaitu: Hesperiidae (2 jenis), Pieridae (6 jenis), Satyridae (2 jenis), Lycanidae (1 jenis), Nymphalidae (5 jenis). UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih ditujukan kepada Dr. Henny Herwina, Dr. Wilson Novarino, Nofrita, M.Si. dan Izmiarti, M.S. yang telah memberikan saran dan masukan pada penelitian ini. Terima kasih kepada Riski Budi Yani dan Zakiah Mustika yang telah ikut membantu dalam pengambilan sampel penelitian. DAFTAR PUSTAKA Atmowidi, Keanekaragaman dan Perilaku Kunjungan Serangga Penyerbuk serta Pengaruhnya dalam Pembentukan Biji Tanaman Caisin (Brassica rapa L, Brassiceae). Tesis Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Callison, C.H. dan Martin EC Behavior of Honey Bees Foraging on Male and Female flowers of Cucumis sativa. J Apic Res 18: ChasanahLR Keanekaragaman dan Frekuensi Kunjungan Serangga Penyerbuk serta Efektivitasnya dalam Pembentukan Buah Hoya Multiflora Blume (Asclepiadaceae). Tesis Pasca Sarjana Insitut Pertanian Bogor. Bogor. Corbet A.S. dan M.N. Pendlebury The Butterfly of The Malay Peninsula. Oliver and Boyd. Edinburg dan London. Dennis, S.H Agricultural Entomology. Timber Press. Oregon. Hadi, M Biologi Insecta Entomologi. Graha Ilmu: Yogyakarta. Jeffrey, C Systematics of the Cucurbitaceae.In Biology and Utilisation of the Cucurbitaceae (Editor D. M. Bates, R. W. Robinson and C. Jeffrey). Cornelln University Press, Ithaca. Njoroge G.N Pollination ecology of Citrullus lanatus at Yatta, Kenya. International Journal of Tropical Insect Science Vol. 24, No. 1, p Njoroge G.N Diversity and efficiency of wild pollinators of watermelon (Citrullus lanatus (Thunb.) Mansf.) at Yatta (Kenya). Journal of Applied Horticulture, 12(1): Schoonhoven, L.M Physiology to Evolution: Insect-Plant Biology. Chapman and Hall. London. Taha, E.K.A. dan Bayoumi Y.A The Value Of Honey Bees (Apis mellifera, L.) as Pollinators of Summer Seed Watermelon (Citrullus lanatus colothynthoides L.) in Egypt. Acta Biologica Szegediensis Vol. 53(1): Walters, S.A Honey Bee Pollination Requirements for Triploid Watermelon. HORTSCIENCE 40 (5) YulianiW Jenis-jenis Serangga Pengunjung Bunga Nerium oleander Lin Sari, Dahelmi, dan Mairawita 41
8 (Apocynaceae) di Kecamatan Pauh. Padang. Jurnal Biologi Universitas Andalas (J. Bio. UA.). 2(2) Juni 2013 : (ISSN : ). Sari, Dahelmi, dan Mairawita 42
I. PENDAHULUAN. Desa Serang merupakan salah satu desa di Kecamatan Karangreja,
I. PENDAHULUAN Desa Serang merupakan salah satu desa di Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Desa Serang terletak pada ketinggian 800-1200 dpl dan memiliki curah hujan bulanan mencapai
1. PENDAHULUAN a. Latar Belakang
1. PENDAHULUAN a. Latar Belakang Asosiasi antara serangga penyerbuk (insect pollinators) dengan tanaman angiospermae merupakan bentuk asosiasi mutualisme yang spektakuler. Asosiasi ini diduga telah terjadi
DAFTAR PUSTAKA. Bolton, B Identification Guide to the Ant Genera of the World. Harvard University Press. London.
43 DAFTAR PUSTAKA Aditya, W. 2008. Uji Daya Hasil 17 Hibrida Harapan Semangka ( Citrullus lanatus (Thurnberg.) Matsum & Nakai)). Skripsi Sarjana Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor Andersen, N.
Jenis-Jenis Serangga Pengunjung Bunga NeriumoleanderLinn.(Apocynaceae) di Kecamatan Pauh, Padang
96 Jenis-Jenis Serangga Pengunjung Bunga NeriumoleanderLinn.(Apocynaceae) di Kecamatan Pauh, Padang An inventory of insects visiting the flower of NeriumoleanderLinn.(Apocynaceae) in Pauh Subdistrict,
I. PENDAHULUAN. yang terletak pada posisi BT dan LS. Purbalingga
I. PENDAHULUAN Indonesia merupakan salah satu negara tropis yang memiliki kekayaan alam melimpah berupa flora dan fauna. Indonesia juga memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha peternakan lebah
BioLink JURNAL BIOLOGI LINGKUNGAN, INDUSTRI, KESEHATAN
BioLink Vol. 4 (1) Agustus 2017 p-issn: 2356-458x e-issn:2597-5269 BioLink JURNAL BIOLOGI LINGKUNGAN, INDUSTRI, KESEHATAN Available online http://ojs.uma.ac.id/index.php/biolink INVENTARISASI KUPU-KUPU
PEMANFAATAN TANAMAN PILADANG
PEMANFAATAN TANAMAN PILADANG (Coleus blumei Benth.) SEBAGAI SUMBER PAKAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI MADU LEBAH Apis cerana Fabr. DI PERLEBAHAN APIARI SAKATO PADANG PARIAMAN Sri wahyuni 1 Jasmi 2, Yosmed
KEANEKARAGAMAN DAN FREKUENSI KUNJUNGAN SERANGGA PENYERBUK SERTA EFEKTIVITASNYA DALAM PEMBENTUKAN BUAH Hoya multiflora Blume (ASCLEPIADACEAE)
KEANEKARAGAMAN DAN FREKUENSI KUNJUNGAN SERANGGA PENYERBUK SERTA EFEKTIVITASNYA DALAM PEMBENTUKAN BUAH Hoya multiflora Blume (ASCLEPIADACEAE) LILIH RICHATI CHASANAH SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN
2016 PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI MACAM PAKAN ALAMI TERHAD APPERTUMBUHAN D AN PERKEMBANGAN FASE LARVA
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Kupu-kupu merupakan satwa liar yang menarik untuk diamati karena keindahan warna dan bentuk sayapnya. Sebagai serangga, kelangsungan hidup kupu-kupu sangat
Hubungan Jenis Serangga Penyerbuk dengan Morfologi Bunga Pada Tanaman Tomat (Lycopersicon Esculentum Mill.) dan Sawi (Brassica Juncea Linn.
JURNAL SAINTIFIK VOL 3 NO.1, JANUARI 2017 Hubungan Jenis Serangga Penyerbuk dengan Morfologi Bunga Pada Tanaman Tomat (Lycopersicon Esculentum Mill.) dan Sawi (Brassica Juncea Linn.) Phika Ainnadya Hasan*
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Meidita Aulia Danus, 2015
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Lepidoptera merupakan salah satu ordo dari ClassisInsecta(Hadi et al., 2009). Di alam, lepidoptera terbagi menjadi dua yaitu kupu-kupu (butterfly) dan ngengat
Key words : Polinator, Apis cerana Fabr., Cucumis sativus L., Production.
PEMANFAATAN LEBAH Apis cerana Fabr. UNTUK HASIL BUAH MENTIMUN (Cucumis sativus L.) DI PALAK JUHA VII KOTO KABUPATEN PADANG PARIAMAN Firdaus Dwi Maesya, Jasmi, Lince Meriko Program Studi Pendidikan Biologi
Warta. Forcipomyia spp.: Sang Penghulu Bunga Kakao
Forcipomyia spp.: Sang Penghulu Bunga Kakao Fakhrusy Zakariyya 1), Dwi Suci Rahayu 1), Endang Sulistyowati 1), Adi Prawoto 1), dan John Bako Baon 1) 1) Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Jl. PB.
KEANEKARAGAMAN DAN FREKUENSI KUNJUNGAN SERANGGA PENYERBUK SERTA EFEKTIVITASNYA DALAM PEMBENTUKAN BUAH Hoya multiflora Blume (ASCLEPIADACEAE)
KEANEKARAGAMAN DAN FREKUENSI KUNJUNGAN SERANGGA PENYERBUK SERTA EFEKTIVITASNYA DALAM PEMBENTUKAN BUAH Hoya multiflora Blume (ASCLEPIADACEAE) LILIH RICHATI CHASANAH SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN
Inventarisasi Spesies Serangga pada Bunga Clerodendrum paniculatum L. (Lamiaceae)
Inventarisasi Spesies Serangga pada Bunga Clerodendrum paniculatum L. (Lamiaceae) Species Inventory of Insect on Flowering Trees of Clerodendrum paniculatum L. (Lamiaceae) Nendi Syafrina *), Dahelmi, Siti
TINJAUAN PUSTAKA A. Penyerbukan oleh Serangga
4 TINJAUAN PUSTAKA A. Penyerbukan oleh Serangga Penyerbukan pada tumbuhan dapat dibedakan berdasarkan sumber serbuksari, yaitu penyerbukan sendiri (self pollination) dan penyerbukan silang (cross pollination).
II. TINJAUAN PUSTAKA
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Lebah Trigona Lebah trigona adalah lebah yang tidak memiliki sengat atau dikenal dengan nama Stingless bee (Inggris), termasuk famili Apidae. Berikut adalah klasifikasi dari lebah
I. PENDAHULUAN. Kehidupan serangga sudah dimulai sejak 400 juta tahun (zaman devonian). Kirakira
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Serangga merupakan kelompok hewan dengan jumlah spesies serta kelimpahan tertinggi dibandingkan denga n makhluk hidup lainnya seperti tumbuhan dan hewan. Terdapat berbagai
KEANEKARAGAMAN KUPU-KUPU (LEPIDOPTERA: RHOPALOCERA) DI KAWASAN PENYANGGA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT KILIRAN JAO KECAMATAN KAMANG BARU KABUPATEN SIJUNJUNG
KEANEKARAGAMAN KUPU-KUPU (LEPIDOPTERA: RHOPALOCERA) DI KAWASAN PENYANGGA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT KILIRAN JAO KECAMATAN KAMANG BARU KABUPATEN SIJUNJUNG Oleh : Imelgawati Zusri P.S 1, Dahelmi 2, Elza Safitri
TINJAUAN PUSTAKA Apis cerana Sebagai Serangga Sosial
TINJAUAN PUSTAKA Apis cerana Sebagai Serangga Sosial Apis cerana merupakan serangga sosial yang termasuk dalam Ordo Hymenoptera, Famili Apidae hidup berkelompok membentuk koloni. Setiap koloni terdiri
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Serangga polinator adalah serangga yang berfungsi sebagai agen menempelnya serbuk sari pada putik (Erniwati, 2009). Menurut Prakash (2008) serangga yang berperan
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS Test Seleksi Calon Peserta International Biology Olympiad (IBO) 2014 2 8 September
KEANEKARGAMAN KUPU-KUPU DIURNAL (SUB ORDO: RHOPALOCERA) DI KOMPLEK GUNUNG BROMO KPH SURAKARTA KABUPATEN KARANGANYAR TAHUN 2013
17-147 KEANEKARGAMAN KUPU-KUPU DIURNAL (SUB ORDO: RHOPALOCERA) DI KOMPLEK GUNUNG BROMO KPH SURAKARTA KABUPATEN KARANGANYAR TAHUN 2013 The Diversity Diurnal Buterfly (Sub Ordo: Rhopalocera) Complex in The
BAB I PENDAHULUAN. manusia yang melakukan kontak langsung dengan insektisida kimia (Soetopo,
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pengendalian hama dengan insektisida kimia telah menimbulkan resistensi hama terhadap insektisida, tercemarnya tanah dan air, dan bahaya keracunan pada manusia yang
KATA PENGANTAR. 1. Bapak Dr. Anthony Agustien selaku Ketua Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Univeritas Andalas.
KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis atas kehadirat Allah Yang Esa karena dengan berkah nikmat kesehatan, waktu dan kekukatan yang senantiasa dilimpahkan-nya sehingga penulisan skripsi ini dapat diselesaikan
JURNAL WIWIT SATRIA NIM:
KOMPOSISI SERANGGA MALAM YANG DITEMUKAN DI AREAL KEBUN BUAH NAGA BERDAGING MERAH DI KENAGARIAN IV KOTO HILIE KECAMATAN BATANG KAPAS KABUPATEN PESISIR SELATAN JURNAL WIWIT SATRIA NIM: 09010077 PROGRAM STUDI
BAB I PENDAHULUAN. daya tarik tinggi baik untuk koleksi maupun objek penelitian adalah serangga
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan negara dengan kekayaan keanekaragaman jenis flora dan fauna yang tinggi. Salah satu kekayaan fauna di Indonesia yang memiliki daya tarik tinggi
4 PERILAKU KUNJUNGAN SERANGGA PENYERBUK PADA TANAMAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.: Euphorbiaceae) PENDAHULUAN
4 PERILAKU KUNJUNGAN SERANGGA PENYERBUK PADA TANAMAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.: Euphorbiaceae) 53 PENDAHULUAN Kunjungan serangga penyerbuk tergantung pada ketersediaan serbuksari dan nektar tanaman
KUNJUNGAN LEBAH TUKANG KAYU
KUNJUNGAN LEBAH TUKANG KAYU Xylocopa confusa Linn. (Hymenoptera: Anthophoridae) PADA PERTANAMAN KACANG PANJANG DI KELURAHAN KORONG GADANG KEC. KURANJI KOTA PADANG Rahma Sri Aluvira,Jasmi,Elza safitri Program
KUPU-KUPU (RHOPALOCERA) DI KAWASAN TAMAN SATWA KANDI KOTA SAWAHLUNTO, SUMATRA BARAT. Oleh : HUSNI MUBAROK PULUNGAN BP :
KUPU-KUPU (RHOPALOCERA) DI KAWASAN TAMAN SATWA KANDI KOTA SAWAHLUNTO, SUMATRA BARAT Oleh : HUSNI MUBAROK PULUNGAN BP : 06 133 057 JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS
POLINATOR PADA TANAMAN KAYU PUTIH
POLINATOR PADA TANAMAN KAYU PUTIH Noor Khomsah Kartikawati Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta I. PENDAHULUAN Produksi biji merupakan puncak dari serangkaian aktifitas
L.) DI KELURAHAN PASAR AMBACANG KECAMATAN KURANJI KOTA PADANG E-JURNAL
KUNJUNGAN Xylocopa confusa Linn. (Hymenoptera: Anthophoridae) PADA PERTANAMAN PARE (Momordica charantia L.) DI KELURAHAN PASAR AMBACANG KECAMATAN KURANJI KOTA PADANG E-JURNAL MARDALENA NIM: 09010176 PROGRAM
INVENTARISASI KUPU-KUPU (LEPIDOPTERA: RHOPALOCERA) DI RESORT PANCUR KAWASAN TAMAN NASIONAL ALAS PURWO (TNAP) BANYUWANGI JAWA TIMUR SKRIPSI.
INVENTARISASI KUPU-KUPU (LEPIDOPTERA: RHOPALOCERA) DI RESORT PANCUR KAWASAN TAMAN NASIONAL ALAS PURWO (TNAP) BANYUWANGI JAWA TIMUR SKRIPSI Oleh Erfan Budiarto NIM 101810401049 JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS
Aderianto Syahputra, Jasmi, Lince Meriko
PEMANFAATAN LEBAH Trigona sp. UNTUK EFEKTIVITAS PENYERBUKAN TANAMAN PARE (Momordica charantia L.) DI PALAK JUHA KECAMATAN VII KOTO KABUPATEN PADANG PARIAMAN Aderianto Syahputra, Jasmi, Lince Meriko Program
I. PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki keanekaragaman hayati
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi baik flora maupun fauna. Flora dan fauna tersebut tersebar luas di Indonesia baik di
II. TINJAUAN PUSTAKA. Semangka merupakan tanaman semusim yang termasuk ke dalam famili
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Botani Tanaman Semangka Semangka merupakan tanaman semusim yang termasuk ke dalam famili Cucurbitaceae sehingga masih mempunyai hubungan kekerabatan dengan melon (Cucumis melo
Jenis-jenis Kupu-kupi Di Perkebuan Sawit dan Karet Di Wilayah Ragusa Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat
Jenis-jenis Kupu-kupi Di Perkebuan Sawit dan Karet Di Wilayah Ragusa Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat Naboya. R 1), Moerfiah 2), Wiedarti. S 3) 1,2,3) Program Studi Biologi FMIPA Universitas Pakuan
II.TINJAUAN PUSTAKA. Mamalia lebih dikenal dari pada burung (Whitten et al, 1999). Walaupun
II.TINJAUAN PUSTAKA A. Burung Mamalia lebih dikenal dari pada burung (Whitten et al, 1999). Walaupun demikian burung adalah satwa yang dapat ditemui dimana saja sehingga keberadaanya sangat sulit dipisahkan
Spesies Kupu-Kupu (Rhopalocera) Di Tanjung Balai Karimun Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau
35 Spesies Kupu-Kupu (Rhopalocera) Di Tanjung Balai Karimun Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau Species of butterflies (Rhopalocera) in Tanjung Balai Karimun, Karimun Regency, Riau Archipelago Nofri Sea
KUPU-KUPU (RHOPALOCERA) DI SEKITAR KAMPUS UNIVERSITAS PASIR PENGARAIAN KABUPATEN ROKAN HULU PROVINSI RIAU
KUPU-KUPU (RHOPALOCERA) DI SEKITAR KAMPUS UNIVERSITAS PASIR PENGARAIAN KABUPATEN ROKAN HULU PROVINSI RIAU Mala Rodianti *), Rofiza Yolanda 1), Jismi Mubarrak 2) 1&2) Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas
METODE A. Waktu dan Tempat Penelitian
11 METODE A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilakukan dari bulan Januari sampai Juni 2009. Pengamatan serangga dilakukan di dua lokasi, yaitu pada pertanaman H. multifora di lingkungan Kampus Institut
TINJAUAN PUSTAKA. Teknik Budidaya Melon
TINJAUAN PUSTAKA Botani dan Diskripsi Tanaman Melon Melon (Cucumis melo L.) merupakan salah satu anggota famili Cucurbitaceae genus Cucumis. Melon berasal dari Afrika Timur dan Afrika Timur-Laut. Melon
KEANEKARAGAMAN DAN SEBARAN KUPU-KUPU (Lepidoptera: Rhacalopera) DI KAWASAN KAMPUS UNIVERSITAS SRIWIJAYA INDRALAYA SUMATERA SELATAN
KEANEKARAGAMAN DAN SEBARAN KUPU-KUPU (Lepidoptera: Rhacalopera) DI KAWASAN KAMPUS UNIVERSITAS SRIWIJAYA INDRALAYA SUMATERA SELATAN DISTRIBUTION AND DIVERSITY OF BUTTERFLIES (Lepidoptera: Rhopalocera) IN
TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Biodiversitas Ekologi Kupu-kupu Superfamili Papilionoidea
20 TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Biodiversitas Biodiversitas atau keanekaragaman hayati merupakan suatu istilah yang mencakup pada kelimpahan spesies, komposisi genetik, komunitas, dan ekosistem. Biodiversitas
II. TINJAUAN PUSTAKA. luas di seluruh dunia sebagai bahan pangan yang potensial. Kacang-kacangan
5 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Klasifikasi Tanaman Kacang Hijau Kacang-kacangan (leguminosa), sudah dikenal dan dimanfaatkan secara luas di seluruh dunia sebagai bahan pangan yang potensial. Kacang-kacangan
TINJAUAN PUSTAKA. energi pada kumunitasnya. Kedua, predator telah berulang-ulang dipilih sebagai
TINJAUAN PUSTAKA Pentingnya predasi sebagai strategi eksploitasi dapat diringkas dalam empat kategori utama. Pertama, predator memainkan peran penting dalam aliran energi pada kumunitasnya. Kedua, predator
Rivaldi Putra Jamal, Jasmi, Novi
PEMANFAATAN Trigona sp. (Hymenoptera: Meliponinae) UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI POLONG KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) (Savi ex Hassk) DI PALAK JUHA VII KOTO PADANG PARIAMAN Rivaldi Putra Jamal, Jasmi,
bio.unsoed.ac.id Di dalam konsep Agrowisata, usaha pertanian unggulan dikembangkan a. Latar belakang 1. PENDAHULUA}{
Makalah pengabdian Pada Masyarakat "Penerapan Teknik Pembuatan Taman Kupu-Kupu Di Desa Serang Untuk Meningkatkan Destinasi Wisata" 2016 Design Taman Kupu-kupu di Rest Area Desa Wisata Serang, Kecamatan
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
38 BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Habitat Kupu-Kupu Menurut Alikodra (1990) habitat merupakan suatu tempat yang digunakan oleh satwa untuk makan, minum, berlindung, bermain dan berkembangbiak. Habitat
1. Pendahuluan KEANEKARAGAMAN KUPU-KUPU DI WILAYAH PEMUKIMAN DESA PANGANDARAN CIAMIS JAWA BARAT
Ethos (Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat): 48-54 KEANEKARAGAMAN KUPU-KUPU DI WILAYAH PEMUKIMAN DESA PANGANDARAN CIAMIS JAWA BARAT THE BUTTERFLIES DIVERSITY IN SETTLEMENT REGION OF THE PANGANDARAN
Jenis-Jenis Serangga Pengunjung Bunga Pacar Air (Impatiens balsamina Linn. :Balsaminaceae)
9 Jenis-Jenis Serangga Pengunjung Bunga Pacar Air (Impatiens balsamina Linn. :Balsaminaceae) The species of visitor insects of balsam flower (Impatiens balsamina Linn. :Balsaminaceae) Nadra Khairiah 1),
Oleh: Asih Zulnawati. (Di bawah bimbingan Prof. Dr. Dahelmi dan Dr. Resti Rahayu) RINGKASAN
PENGARUH TUMBUHAN INANG Citrus aurantifolia dan Citrus hystrix (RUTACEAE) TERHADAP PEMILIHAN PAKAN, PERTUMBUHAN DAN RESPIRASI Papilio memnon Linnaeus, 1758 Oleh: Asih Zulnawati (Di bawah bimbingan Prof.
TINJAUAN PUSTAKA. Kelapa sawit dapat tumbuh pada jenis tanah podzolik, latosol, hidromorfik
TINJAUAN PUSTAKA Kelapa Sawit Kelapa sawit dapat tumbuh pada jenis tanah podzolik, latosol, hidromorfik kelabu, alluvial atau regosol, tanah gambut saprik, dataran pantai dan muara sungai. Tingkat keasaman
Keanekaragaman Serangga Penyerbuk Tanaman Mentimun (Cucumis sativus, L.) di Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), Lembang, Jawa Barat
Prosiding Seminar Nasional MIPA 206 Jatinangor, 27-28 Oktober 206 ISBN 978-602-7226-- Keanekaragaman Serangga Penyerbuk Tanaman Mentimun (Cucumis sativus, L.) di Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa),
Vol. 08 No. 01 April 2012 ISSN Jurnal Ilmiah. Konservasi Hayati. Variasi warna Nepenthes mirabilis
Vol. 08 No. 01 April 2012 ISSN 0216-9487 Jurnal Ilmiah Konservasi Hayati Variasi warna Nepenthes mirabilis DAFTAR ISI Halaman Tanaman Obat yang Terdapat di Kota Bengkulu yang Berpotensi Sebagai Obat Penyakit
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran
BAB I PENDAHULUAN. hayati memiliki potensi menjadi sumber pangan, papan, sandang, obat-obatan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Keanekaragaman hayati di suatu negara memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Keanekaragaman hayati merupakan sumber penghidupan dan kelangsungan
BAB I PENDAHULUAN. pencernaan dan dapat mencegah kanker. Salah satu jenis sayuran daun yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Sayuran daun merupakan salah satu sumber vitamin dan mineral essensial yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia, selain itu sayuran daun banyak mengandung serat. Serat
BAB I PENDAHULUAN. Komoditas hortikultura buah apel (Malus sylvestris (L.) Mill) merupakan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Komoditas hortikultura buah apel (Malus sylvestris (L.) Mill) merupakan bagian penting dalam sektor pertanian, karena kebutuhan apel di Indonesia memiliki permintaan
KERAGAMAN LEPIDOPTERA PADA DUKUH DAN KEBUN KARET DI DESA MANDIANGIN KABUPATEN BANJAR
KERAGAMAN LEPIDOPTERA PADA DUKUH DAN KEBUN KARET DI DESA MANDIANGIN KABUPATEN BANJAR Oleh/by SUSILAWATI Program Studi Budidaya Hutan, Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat Jl. A. Yani KM 36
II. TINJAUAN PUSTAKA. Kedelai merupakan tanaman pangan berupa semak yang tumbuh tegak. Kedelai
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tanaman Kedelai 2.1.1 Klasifikasi tanaman kedelai Kedelai merupakan tanaman pangan berupa semak yang tumbuh tegak. Kedelai jenis liar Glycine ururiencis, merupakan kedelai yang
TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Rukmana (1997), sistematika tanaman jagung (Zea mays L.) adalah sebagai
TINJAUAN PUSTAKA Ekologi Tanaman Jagung berikut : Menurut Rukmana (1997), sistematika tanaman jagung (Zea mays L.) adalah sebagai Kingdom Divisi Subdivisi Kelas Ordo Famili Genus : Plantae : Spermatophyta
ABSTRAK KEMELIMPAHAN DAN POLA DISTRIBUSI KUPU-KUPU DI TEPIAN SUNGAI KAPUAS KELURAHAN SELAT TENGAH KECAMATAN SELAT KABUPATEN KAPUAS.
ABSTRAK KEMELIMPAHAN DAN POLA DISTRIBUSI KUPU-KUPU DI TEPIAN SUNGAI KAPUAS KELURAHAN SELAT TENGAH KECAMATAN SELAT KABUPATEN KAPUAS Oleh: Sulistio Serangga dewasa mudah dikenal karena seluruh badan dan
PENDAHULUAN Latar belakang
PENDAHULUAN Latar belakang Lepidoptera adalah serangga bersayap yang tubuhnya tertutupi oleh sisik (lepidos = sisik, pteron = sayap) (Kristensen 2007). Sisik pada sayap kupu-kupu mengandung pigmen yang
Kelompok Papilionidae lebih banyak aktif di siang hari untuk menghindari predator, seperti burung yang aktif pada pagi hari (Homziak & Homziak 2006).
35 PEMBAHASAN Di kawasan hutan wisata alam Gunung Meja ditemukan 113 spesies kupukupu dengan total 4049 individu. Indeks Shannon Wiener dan nilai evenness keragaman kupu-kupu di Gunung Meja, menunjukkan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. laboratorium alami bagi mahasiswa jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI.
33 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Lokasi Penelitian Kebun botani merupakan salah satu kawasan yang digunakan sebagai laboratorium alami bagi mahasiswa jurusan Pendidikan
KEANEKARAGAMAN DAN PERILAKU KUNJUNGAN SERANGGA PENYERBUK SERTA PENGARUHNYA DALAM PEMBENTUKAN BIJI TANAMAN CAISIN (Brassica rapa L.
KEANEKARAGAMAN DAN PERILAKU KUNJUNGAN SERANGGA PENYERBUK SERTA PENGARUHNYA DALAM PEMBENTUKAN BIJI TANAMAN CAISIN (Brassica rapa L.: Brassicaceae) TRI ATMOWIDI SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR
Pengaruh Blok Refugia Terhadap Pola Kunjungan Serangga Polinator di Perkebunan Apel Poncokusumo, Malang
248 NATURAL B, Vol. 2, No. 3, April 2014 Pengaruh Blok Refugia Terhadap Pola Kunjungan Serangga Polinator di Perkebunan Arif Mustakim 1)*, Amin Setyo Leksono 1) and Zaenal Kusuma 2) 1) Jurusan Biologi,
Analisis Keanekaan dan Kekerabatan Kupu-Kupu Cagar Alam Leuweung Sancang Berdasarkan Karakter Morfologi
Analisis Keanekaan dan Kekerabatan Kupu-Kupu Cagar Alam Leuweung Sancang Berdasarkan Karakter Morfologi Cindy Hervina, Mirda Sylvia, Annisa*, Hikmat Kasmara, Nurullia Fitriani Departemen Biologi, Universitas
I. PENDAHULUAN. Madu merupakan bahan pangan berbentuk cairan kental yang memiliki
I. PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Madu merupakan bahan pangan berbentuk cairan kental yang memiliki rasa manis alami yang dihasilkan oleh lebah berbahan baku nektar bunga. Madu kaya akan kandungan nutrisi
FREKUENSI KUNJUNGAN KUMBANG PENYERBUK Elaeidobius kamerunicus PADA BUNGA BETINA TANAMAN KELAPA SAWIT DI PERKEBUNAN PTPN VIII CIMULANG, BOGOR KOMAL
FREKUENSI KUNJUNGAN KUMBANG PENYERBUK Elaeidobius kamerunicus PADA BUNGA BETINA TANAMAN KELAPA SAWIT DI PERKEBUNAN PTPN VIII CIMULANG, BOGOR KOMAL DEPARTEMEN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
AKTIVITAS Apis cerana MENCARI POLEN, IDENTIFIKASI POLEN, DAN KOMPETISI MENGGUNAKAN SUMBER PAKAN DENGAN Apis mellifera YUDI CATUR ANENDRA
AKTIVITAS Apis cerana MENCARI POLEN, IDENTIFIKASI POLEN, DAN KOMPETISI MENGGUNAKAN SUMBER PAKAN DENGAN Apis mellifera YUDI CATUR ANENDRA SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2010 PERNYATAAN
TAMBAHAN PUSTAKA. Distribution between terestrial and epiphyte orchid.
TAMBAHAN PUSTAKA Distribution between terestrial and epiphyte orchid. Menurut Steeward (2000), distribusi antara anggrek terestrial dan epifit dipengaruhi oleh ada atau tidaknya vegetasi lain dan juga
DEMOGRAFI DAN POPULASI KUMBANG Elaeidobius kamerunicus Faust (Coleoptera: Curculionidae) SEBAGAI PENYERBUK KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq)
DEMOGRAFI DAN POPULASI KUMBANG Elaeidobius kamerunicus Faust (Coleoptera: Curculionidae) SEBAGAI PENYERBUK KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) YANA KURNIAWAN SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR
I PENDAHULUAN. dengan burung layang-layang. Selain itu, ciri yang paling khas dari jenis burung
1 I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Burung Walet memiliki beberapa ciri khas yang tidak dimiliki oleh burung lain. Ciri khas tersebut diantaranya melakukan hampir segala aktivitasnya di udara seperti makan
I. PENDAHULUAN. mudah dikenali oleh setiap orang. Seperti serangga lainnya, kupu-kupu juga mengalami
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kupu-kupu merupakan serangga yang memiliki keindahan warna dan bentuk sayap sehingga mudah dikenali oleh setiap orang. Seperti serangga lainnya, kupu-kupu juga mengalami
Jenis Lebah Yang Ada di Indonesia Friday, 08 February 2013 Pemutakhiran Terakhir Tuesday, 28 May 2013
Jenis Lebah Yang Ada di Indonesia Friday, 08 February 2013 Pemutakhiran Terakhir Tuesday, 28 May 2013 eskalisa.sch.id Jenis Lebah Yang Ada di Indonesia Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki jenis
PENDAHULUAN Latar Belakang
1 PENDAHULUAN Latar Belakang Budidaya lebah madu merupakan salah satu alternatif usaha peternakan yang dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen terhadap produk madu secara nasional. Beberapa
II. TINJAUAN PUSTAKA. Tanaman mentimun papasan (Coccinia gandis) merupakan salah satu angggota
6 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Mentimun Papasan Tanaman mentimun papasan (Coccinia gandis) merupakan salah satu angggota Cucurbitaceae yang diduga berasal dari Asia dan Afrika. Tanaman mentimun papasan memiliki
TINJAUAN PUSTAKA Tanaman Wijen secara Umum
11 TINJAUAN PUSTAKA Tanaman Wijen secara Umum Wijen (Sesamum indicum L.) merupakan tanaman setahun yang tumbuh tegak dan bisa mencapai ketinggian 1.5 m 2.0 m. Tanaman wijen berbentuk semak yang berumur
KOMPOSISI KUPU-KUPU PAPILIONIDAE DI KAWASAN CAGAR ALAM LEMBAH HARAU KABUPATEN LIMA PULUH KOTA SUMATERA BARAT ARTIKEL ILMIAH
KOMPOSISI KUPU-KUPU PAPILIONIDAE DI KAWASAN CAGAR ALAM LEMBAH HARAU KABUPATEN LIMA PULUH KOTA SUMATERA BARAT ARTIKEL ILMIAH ELSA MAYASARI NIM. 11010276 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI SEKOLAH TINGGI KEGURUAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Arboretum Nyaru Menteng, (Gambar 4.6). Adapun deskripsinya sebagai berikut:
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Lokasi Penelitian Penangkapan kupu-kupu dilakukan pada empat lokasi yang berbeda, di kawasan Arboretum Nyaru Menteng, (Gambar 4.6). Adapun deskripsinya sebagai
Keanekaragaman kupu-kupu (Insekta: Lepidoptera) di Wana Wisata Alas Bromo, BKPH Lawu Utara, Karanganyar, Jawa Tengah
PROS SEM NAS MASY BIODIV INDON Volume 1, Nomor 6, September 2015 ISSN: 24078050 Halaman: 12841288 DOI: 10.13057/psnmbi/m010604 Keanekaragaman kupukupu (Insekta: Lepidoptera) di Wana Wisata Alas Bromo,
II. TINJAUAN PUSTAKA
II. TINJAUAN PUSTAKA Lalat penggorok daun, Liriomyza sp, termasuk serangga polifag yang dikenal sebagai hama utama pada tanaman sayuran dan hias di berbagai negara. Serangga tersebut menjadi hama baru
PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP PERKEMBANGAN KOLONI LEBAH MADU, Apis cerana Fabr. (HYMENOPTERA : APIDAE)
PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP PERKEMBANGAN KOLONI LEBAH MADU, Apis cerana Fabr. (HYMENOPTERA : APIDAE) TESIS MAGISTER Oleh DIDA HAMIDAH 20698009 BIDANG KHUSUS ENTOMOLOGI PROGRAM STUDI MAGISTER BIOLOGI PROGRAM
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Klasifikasi Attacus atlas (L.) Klasifikasi Attacus atlas (L.) menurut Peigler (1980) adalah Filum Klasis Ordo Subordo Superfamili Famili Subfamily Genus : Arthropoda : Insecta
TINJAUAN PUSTAKA Biologi Tanaman Stroberi
4 TINJAUAN PUSTAKA Biologi Tanaman Stroberi Klasifikasi tanaman stroberi sebagai berikut (Benson, 1957) : Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Famili : Rosaceae Genus
KEANEKARAGAMAN SERANGGA PENGUNJUNG BUNGA KOPI DI HUTAN KEMASYARAKATAN LANTAN KECAMATAN BATUKLIANG UTARA KABUPATEN LOMBOK TENGAH
42 KEANEKARAGAMAN SERANGGA PENGUNJUNG BUNGA KOPI DI HUTAN KEMASYARAKATAN LANTAN KECAMATAN BATUKLIANG UTARA KABUPATEN LOMBOK TENGAH INSECTS DIVERSITY OF COFFEE FLOWER VISITORS IN LANTAN COMMUNITY FOREST
TINJAUAN PUSTAKA Tanaman Buah Naga
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tanaman Buah Naga Tanaman buah naga yang awalnya berasal dari Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan. Buah naga masuk ke Indonesia dan menjadi populer sekitar tahun 2000
BAB IV METODE PENELITIAN
28 BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Waktu dan Lokasi Penelitian dilaksanakan selama satu bulan, dimulai dari bulan November- Desember 2011. Lokasi pengamatan disesuaikan dengan tipe habitat yang terdapat di
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Klasifikasi tanaman mentimun ( Cucumis sativus L.) (Cahyono, 2006) dalam tata nama tumbuhan, diklasifikasikan kedalam :
1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Mentimun Klasifikasi tanaman mentimun ( Cucumis sativus L.) (Cahyono, 2006) dalam tata nama tumbuhan, diklasifikasikan kedalam : Divisi :
TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Kalshoven (1981) Spodoptera litura F. dapat diklasifikasikan
TINJAUAN PUSTAKA Biologi Hama Spodoptera litura F. Menurut Kalshoven (1981) Spodoptera litura F. dapat diklasifikasikan sebagai berikut : Filum Kelas Ordo Famili Subfamili Genus : Arthropoda : Insecta
TINJAUAN PUSTAKA. anthesis (mekar) seperti bunga betina. Tiap tandan bunga memiliki
4 TINJAUAN PUSTAKA Biologi Bunga Kelapa Sawit Tandan bunga jantan dibungkus oleh seludang bunga yang pecah jika akan anthesis (mekar) seperti bunga betina. Tiap tandan bunga memiliki 100-250 spikelet (tangkai
IDENTIFIKASI KUPU-KUPU (LEPIDOPTERA) DI KAWASAN PT
1 IDENTIFIKASI KUPU-KUPU (LEPIDOPTERA) DI KAWASAN PT. PERKEBUNAN NUSANTARA (PTPN) XII (PERSERO) BANJARSARI JEMBER DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI SMA (Identification of Butterflies (Lepidoptera)
BAB III METODE PENELITIAN
26 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitan ini adalah penelitian deskriptif. Metode penelitian deskriptif adalah suatu metode yang dilakukan dengandesain tujuan utama untuk membuat
BIOEDUKASI Jurnal Pendidikan Biologi e ISSN Universitas Muhammadiyah Metro p ISSN
BIOEDUKASI Jurnal Pendidikan Biologi e ISSN 2442-9805 Universitas Muhammadiyah Metro p ISSN 2086-4701 STUDI KEANEKARAGAMAN KUPU-KUPU DI BANTARAN SUNGAI BATANGHARI KOTA METRO SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI
TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.)
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) Menurut Fachruddin (2000) tanaman kacang panjang termasuk famili leguminoceae. Klasifikasi tanaman kacang panjang
PERBAIKAN MUTU BUAH SIRSAK MELALUI PENYERBUKAN
iptek hortikultura PERBAIKAN MUTU BUAH SIRSAK MELALUI PENYERBUKAN Sebagai buah subtropis yang telah lama beradaptasi di Indonesia, Sirsak (Annona muricata L.) merupakan salah satu buah yang banyak digemari
TINJAUAN PUSTAKA. atas. Umumnya para petani lebih menyukai tipe tegak karena berumur pendek
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kacang Tanah Secara garis besar kacang tanah dibedakan menjadi dua tipe yaitu tipe tegak dan menjalar. Kacang tanah tipe tegak percabangannya lurus atau sedikit miring ke atas.
