Jurnal MIPA 35 (1) (2012) Jurnal MIPA.
|
|
|
- Deddy Lesmono
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Jurnal MIPA 35 (1) (2012) Jurnal MIPA KEANEKARAGAMAN JENIS KUPU-KUPU SUPERFAMILI PAPILIONOIDAE DI DUKUH BANYUWINDU DESA LIMBANGAN KECAMATAN LIMBANGAN KABUPATEN KENDAL M. Rahayuningsih, R. Oqta iana, B. Priyono Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang, Indonesia Info Artikel Sejarah Artikel: Diterima 20 Januari 2012 Disetujui 14 Maret 2012 Dipublikasikan April 2012 Keywords: Banyuwindu Biodiversity Butter ly Papilionoidae Abstrak Kupu-kupu merupakan bagian dari biodiversitas yang harus dijaga kelestariannya. Kupu-kupu memberikan keuntungan bagi kehidupan manusia. Secara ekologis kupu-kupu memberikan sumbangan dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan memperkaya biodiversitas. Dukuh Banyuwindu merupakan salah satu pedukuhan di Desa Limbangan terletak di lembah dan berperan sebagai daerah ekoturisme. Tujuan kajian ini adalah untuk menentukan keanekaragaman spesies kupu-kupu superfamili Papilionoidae di Dukuh Banyuwindu Desa Limbangan Kabupaten Kendal, khususnya pada habitat hutan sekunder, pemukiman, daerah aliran sungai, dan persawahan. Penelitian dilakukan dengan metode Abundance Point Index. Penelitian menunjukkan terdapat 62 spesies kupu-kupu superfamili Papilionoidae yang terdiri dari 737 individu dan diklasi ikasikan menjadi empat famili dinamai Papilionoidae, Pieridae, Lycaenidae, dan Nymphalidae. Indeks keanekaragaman jenis kupu-kupu superfamili Papilionoidae di Dukuh Banyuwindu berkisar antara 2,74-3,09, indeks kemerataan jenis berkisar antara 0,86-0,87 dan memiliki dominansi berkisar antara 0,07-0,09. Indeks keanekaragaman jenis dan indeks kemerataan jenis tertinggi tercatat pada habitat pemukiman yaitu 3,09 dan 0,87 sedangkan terendah tercatat pada habitat persawahan masing-masing sebesar 2,74 dan 0,86. Abstract The butter lies are part of biodiversity which must be preserved. These insect provide bene its to human life. Ecologically, butter ly contributed in maintain the balance of ecosystem and enrich the biodiversity. Banyuwindu Hamlet is one of the hamlets in Limbangan Village, located in the hills and will serve as an ecotourism area. The purpose of this study was to determine the diversity of butter ly species in the superfamily Papilionoidae at Banyuwindu Hamlet, Limbangan Village, Limbangan District, Kendal Regency, especially in secondary forest habitats, settlements, watershed, and rice ields. Research performed with Abundance Point Index Method. The research found there are 62 species of butter lies in superfamily Papilionoidae, consist of 737 individuals which classi ied into four families namely Papilionoidae, Pieridae, Lycaenidae, and Nymphalidae. The results analysis of species diversity index and evenness index showed that the type of species diversity ranged from , evenness index ranged from and the type of dominance between Species diversity index and evenness index recorded the highest type of settlement habitats in 3.09 and 0.87, respectively, and the lowest was recorded in rice ield habitats were 2.74 and 0.86, respectively Universitas Negeri Semarang Alamat korespondensi: Gedung D6 Lantai 1 FMIPA Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, [email protected] ISSN
2 Pendahuluan Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi. Indonesia dengan luas wilayah 1,3 % dari seluruh luas permukaan bumi, memiliki 10 % lora berbunga, 12 % mamalia, 17 % jenis burung, 25 % jenis ikan, dan 15 % serangga. Kekayaan jenis yang tinggi tersebut, membuat Indonesia sering disebut dengan megabiodiversity (Endarwati 2005). Kupu-kupu merupakan komponen biotik yang mudah dikenali dalam ekosistem, karena mereka terlihat menarik baik dari bentuk dan macam warna. Peran ekologi kupu-kupu dalam ekosistem tidak hanya sebagai herbivora semata, tetapi juga sebagai komponen yang penting dalam penyerbukan (Subahar et al. 2007) Kupu-kupu merupakan bagian dari keanekaragaman hayati yang harus dijaga kelestariannya dari kepunahan maupun penurunan keanekaragaman jenisnya. Kupukupu mempunyai nilai penting antara lain: nilai ekologi, endemisme, konservasi, pendidikan, budaya, estetika, dan ekonomi (Achmad 2002). Penyebaran jenis kupu-kupu dibatasi oleh faktorfaktor geologi dan ekologi yang cocok, sehingga terjadi perbedaan keragaman jenis kupu-kupu. Perbedaan ini disebabkan adanya perbedaan iklim, musim, ketinggian tempat, serta jenis makanannya (Amir & Kahono 2000) Dukuh Banyuwindu merupakan salah satu dukuh di Desa Limbangan yang akan dijadikan kawasan ekoturisme, karena diperkirakan memiliki keanekaragaman hayati yang cukup tinggi, salah satunya adalah kupukupu. Berdasarkan data laporan inventarisasi jenis kupu-kupu di hutan Dukuh Banyuwindu Desa Limbangan Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal yang dilakukan oleh Green Community Jurusan Biologi Universitas Negeri Semarang, ditemukan 57 jenis kupu-kupu superfamili Papilionoidae. Penelitian mengenai keanekaragaman jenis kupu-kupu di daerah ini belum pernah dilakukan, oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian tentang keanekaragaman jenis kupu-kupu Superfamili Papilionoidae di Dukuh Banyuwindu, sebagai data awal upaya konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis kupu-kupu Superfamili Papilionoidae di Dukuh Banyuwindu Desa Limbangan/Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal khususnya di habitat hutan sekunder, permukiman, Daerah Aliran Sungai (DAS), dan persawahan. Metode Penelitian dilakukan di Dukuh Banyuwindu, Desa Limbangan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal (Gambar 1), khususnya di habitat hutan sekunder: permukiman, DAS, dan persawahan. Metode pengumpulan data dilakukan menggunakan Metode Indeks Point Abudance (IPA) atau lebih dikenal dengan metode titik hitung. Pada metode titik hitung, pengamat berhenti di suatu lokasi yang telah ditetapkan (sebuah titik hitung) selama 15 menit dan mencatat serta menghitung jumlah jenis dan jumlah individu jenis kupu-kupu superfamili Papilionoidae yang teramati. Batas radius pengamatan sekitar 10 meter dari titik pengamat berdiri. Penempatan lokasi titik hitung berdasarkan jalur yang sudah ada pada masingmasing habitat. Jarak antar titik hitung adalah 100 m, hal ini dimaksudkan untuk memperkecil kemungkinan terjadinya perhitungan ganda. Pengambilan sampel dilakukan pada pukul WIB dan dilanjutkan pukul WIB. Pengambilan sampel pada waktu tersebut berdasarkan pertimbangan waktu kupukupu aktif terbang (Erniwati 2009). Pengukuran parameter lingkungan meliputi kelembaban, suhu, intensitas cahaya, tumbuhan inang, dan ketinggian tempat. Kupu-kupu yang belum teridenti ikasi di lapangan, ditangkap kemudian ditekan bagian toraksnya dan dimasukkan ke dalam amplop/kertas papilot agar sayapnya tidak rusak. Setiap amplop/kertas papilot yang di dalamnya terdapat spesies kupu-kupu diberi kode abjad atau angka untuk membedakan spesies satu dengan yang lain. Identi ikasi kupu-kupu dilakukan di Laboratorium Biologi Universitas Negeri Semarang menggunakan buku panduan Tsukada & Nishiyama (1982), Borror et al. (1992), Feltwell (2001), dan Peggie & Amier (2006). Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman jenis (H ), indeks kemerataan jenis (E), dominansi (D), dan indeks kesamaan jenis (IS). Nilai indeks keanekaragaman jenis kupukupu superfamili Papilionoidae ditentukan dengan menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (Maggurran 2004) dengan rumus: s ni ID = H = - Pi ln Pi, Pi = i 1 N Pi= kelimpahan N = jumlah total seluruh jenis kupu-kupu 12
3 Gambar 1. Lokasi penelitian superfamili Papilionoidae ni = jumlah tiap jenis kupu-kupu superfamili Papilionoidae H = indeks keanekeragaman Shannon-Wiener Kemerataan penyebaran individu jenis kupu-kupu superfamili Papilionoidae dalam komunitas dapat dihitung menggunakan indeks kemerataan jenis (evenness) (Maggurran 2004) dengan rumus: E = H H max ', Hmax adalah ln S H = indeks Shannon-Wiener S = jumlah jenis kupu-kupu superfamili Papilionoidae e = indeks kemerataan jenis (nilai antara 0-1) Untuk menentukan jenis kupu-kupu superfamili Papilionoidae yang dominan di dalam kawasan penelitian dapat ditentukan dengan menggunakan indeks dominansi (D) Simpson (Maggurran 2004). 2 ni D = pi, dimana pi adalah N ni = jumlah tiap jenis kupu-kupu superfamili Papilionoidae N = jumlah total seluruh jenis kupu-kupu superfamili Papilionoidae D = indeks dominansi Untuk mengetahui kesamaan jenis pada dua area yang berbeda dilakukan perhitungan dengan menggunakan indeks kesamaan jenis Sorensen (Maggurran 2004). 2C IS = 100% A B IS= indeks kesamaan jenis Sorensen (nilai antara 0-1) C= jenis kupu-kupu superfamili Papilionoidae yang sama di kedua area A dan B A= jumlah jenis kupu-kupu superfamili Papilionoidae A B= jumlah jenis kupu-kupu superfamili Papilionoidae B Hasil dan Pembahasan Kekayaan jenis dan keanekaragaman jenis kupu-kupu superfamili Papilionoidae di Dukuh Banyuwindu. Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan sebanyak 62 jenis kupu-kupu superfamili Papilionoidae, terdiri dari 737 individu yang tergolong ke dalam empat famili. Empat famili kupu-kupu tersebut adalah Papilionidae, Pieridae, Lycaenidae dan Nymphalidae (Tabel 1 dan 2). Dari keseluruhan pengambilan sampel, jenis kupu-kupu dari famili Nymphalidae merupakan jenis kupu-kupu yang paling banyak ditemukan yaitu sebanyak 66 % yang terdiri dari 41 jenis. Famili Lycaenidae merupakan famili kupu-kupu yang paling sedikit ditemukan yaitu 3 % yang terdiri dari dua jenis dan hanya ditemukan pada habitat hutan sekunder (Gambar 2). Hasil penelitian tersebut apabila dibandingkan penelitian yang dilakukan 13
4 Tabel 1. Jumlah spesies (S) dan jumlah individu (N) kupu-kupu Superfamili Papilionoidae di Dukuh Banyuwindu Famili HS PM DAS PS TOTAL S N S N S N S N S N Papilionidae Pieridae Lycaenidae Nymphalidae TOTAL HS : hutan sekunder PM : permukiman DAS : daerah Aliran Sungai PS : persawahan Gambar 2. Proporsi jenis kupu-kupu superfamili Papilionoidae per famili di Dukuh Banyuwindu Widhiono (2009) di kawasan hutan Gunung Slamet Jawa Tengah (105 jenis kupu-kupu), jumlah jenisnya lebih sedikit. Namun lebih banyak jika dibandingkan hasil survei di Hutan Ireng-ireng wilayah konservasi Senduro Lumajang kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN-BTS), tercatat sebanyak 31 jenis dari delapan famili berhasil ditemukan (Suharto et al. 2005) dan di Taman Nasional Halimun sebanyak 51 jenis (Nengah 2000). Hasil analisis indeks keanekaragaman jenis, kemerataan jenis, dan dominansi menunjukkan indeks keanekaragaman jenis berkisar antara 2,74-3,40, indeks kemerataan jenis berkisar antara 0,82-0,87 dan dominansi berkisar antara 0,06-0,09 (Tabel 3). Faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap kehidupan kupu-kupu antara lain kelembaban, suhu, intensitas cahaya, dan ketinggian tempat diambil sebagai data pendukung penelitian. Dukuh Banyuwindu mempunyai kelembaban berkisar antara %, suhu berkisar antara o C, intensitas cahaya berkisar antara lux, dan ketinggian tempat m dpl. Menurut Panjaitan (2008) kupu-kupu dapat ditemukan sampai ketinggian 2200 mdpl. Data mengenai faktor lingkungan pada masing-masing habitat tempat penelitian di Dukuh Banyuwindu dapat dilihat pada Tabel 4. Kupu-kupu famili Papilionidae yang ditemukan sebanyak 15 %, terdiri dari sembilan jenis dan 82 individu. Famili ini kebanyakan ditemukan sedang terbang di sekitar pohon kopi dan sekitar sungai. Hasil pengamatan juga menemukan satu jenis kupu-kupu superfamili Papilionoidae yang dilindungi berdasarkan SK. Menteri Pertanian No. 576/Kpts/Um/8/1980 dan SK. Menteri Pertanian No. 716/Kpts/ 14
5 Tabel 2. Jenis kupu-kupu Superfamili Papilionoidae di Dukuh Banyuwindu No. Famili Nama Spesies 1 Papilionidae Atrophaneura nox Troides helena 2 Graphium agamemnon Papilio memnon 3 Graphium doson Papilio polytes 4 Graphium sarpedon Papilio helenus 5 Papilio demolion 6 Pieridae Catopcilia pomona Prioneris philonome 7 Catopcilia scylla Leptosia nina 8 Delias belisama Gandaca harina 9 Delias hyparete Eurema sari 10 Eurema blanda Eurema hecabe 11 Lycaenidae Prosatus gracilis Neopithecops zalmora 12 Nymphalidae Chersonesia rahria Junonia erigone 13 Cupha erymantis Junonia atlites 14 Doleschallia bisaltide Junonia almana 15 Elymnias hypermnestra Ideopsis juventa 16 Elymnias nasaea Hypolimnas bolina 17 Euploea climena Hypolimnas anomala 18 Euploea gamelia Faunis canens 19 Euploea mulciber Euthalia monina 20 Euploea tulliolus Euthalia mahadeva 21 Junonia hedonia Ypthima baldus 22 Junonia iphita Vannesa cardui 23 Junonia orithya Tanaecia palguna 24 Lassipa tiga Tanaecia japis 25 Lebadea martha Polyura athamas 26 Lethe confusa Phaedyma columella 27 Lethe manthara Parantica aspasia 28 Melanitis phedima Pantoporia hordonia 29 Moduza procris Neptis hylas 30 Neptis clinioides Ypthima philomela 31 Ypthima iarba Ypthima pandocus 32 Ypthima nigricans Um/10/1980 yaitu Troides helena (Gambar 3). Jenis tanaman inang dan sekaligus sebagai sumber makanan utamanya adalah sirih hutan (Aristolochia tagala) (Hughes & Pickfold 1977; Barua & Slowik 2007; Bodang 2008), dan jenis tersebut banyak ditemukan di sekitar Banyuwindu. Hal ini menunjukkan perlunya pelestarian kawasan sebagai habitat jenis kupukupu yang ada di Dukuh Banyuwindu. Di Pulau Jawa, Troides helena sudah mulai berkurang populasinya, tetapi masih dapat ditemukan di Taman Nasional Ujung Kulon (New et al. 1987) dan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (Suharto et al. 2005). Kupu-kupu famili Pieridae yang ditemukan di Dukuh Banyuwindu yaitu 15
6 Tabel 3. Jumlah jenis (S), jumlah individu (N), indeks keanekaragaman jenis (H ), indeks kemerataan jenis (E) dan dominansi (D) kupu-kupu Superfamili Papilionoidae Kode Jumlah HS PM DAS PS Total S F N H * E * D sebanyak 16 % terdiri dari sepuluh jenis dan 348 individu. Delias hyparete yang ditemukan lebih suka terbang dan hinggap di pohon yang tinggi, pohon asam (Tamarindus indica). Genus Eurema yang ditemukan merupakan genus yang berukuran kecil dibandingkan jenis yang lain dan mempunyai variasi karakter fenotipik baik ukuran maupun warna (Jeratthikul et al. 2009). Eurema sari, Eurema blanda, dan Eurema hecabe, umumnya ditemukan pada saat terbang dan ada yang hinggap di bunga sedang menghisap nektar. Kupu-kupu famili Lycaenidae merupakan famili kupu-kupu superfamili Papilionoidae yang paling sedikit ditemukan yaitu 3%, terdiri dari dua jenis dan 15 individu, dan hanya ditemukan pada habitat hutan sekunder. Dua jenis kupu-kupu famili Lycaenidae yang ditemukan pada habitat ini yaitu Prosatus gracilis dan Neopithecops zalmora, umumnya ditemukan pada saat terbang di sekitar rumput dan semak dan ada juga yang sedang hinggap di atas batu. Famili Lycaenidae kebanyakan berukuran kecil kurang lebih 15 mm, berwarna cemerlang, memiliki kemampuan terbang yang cepat dan menyukai tempat yang teduh. Ukuran tubuhnya yang relatif kecil diduga mempengaruhi kemampuan terbang yang rendah dan daerah jelajah yang sempit sehingga hanya ditemukan pada habitat hutan sekunder. Hutan sekunder merupakan habitat yang stabil sehingga mampu menyediakan sumber daya yang mendukung kehidupan kupu-kupu famili Lycaenidae. Jenis tumbuhan yang dapat digunakan sebagai sumber makanan oleh famili Lycaenidae di antaranya adalah Leguminosae (kacang-kacangan), tanaman orok-orok, semak, rambutan, delima dan anggrek (Wijayanti 2009). Habitat hutan sekunder memiliki kelembaban antara %, suhu berkisar antara o C dan intensitas cahaya yang berkisar antara lux. Pengambilan sampel dilakukan pada musim hujan diduga menyebabkan rendahnya keanekaragaman jenis kupu-kupu famili Lycaenidae yang ditemukan. Kupu-kupu famili Nymphalidae merupakan jenis kupu-kupu yang paling banyak ditemukan yaitu sebanyak 66 %, terdiri dari 41 jenis dan 292 individu. Hasil ini sama dengan hasil inventarisasi jenis kupu-kupu yang dilakukan oleh Green Community Jurusan Biologi Universitas Negeri Semarang pada tahun 2009 di hutan Dukuh Banyuwindu Desa Limbangan Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal. Banyaknya jumlah jenis kupu-kupu famili Nymphalidae diduga karena di Dukuh Banyuwindu terdapat beberapa tumbuhan yang sesuai untuk mendukung kehidupan kupukupu famili Nymphalidae, baik untuk sumber makanannya maupun sebagai tempat berlindung. Jenis tumbuhan yang dapat digunakan sebagai sumber makanan oleh famili Nymphalidae sangat banyak di antaranya adalah Annonaceae, Leguminosae dan Compositae (Nengah 2000), sehingga famili Nymphalidae terdapat di manamana, dengan jumlah jenis yang banyak. Famili Nymphalidae merupakan famili kupu-kupu yang berukuran sedang sampai besar antara mm dan warna sayap beraneka warna, kebanyakan memiliki warna jingga bercampur coklat atau hitam. Pada umumnya sayap belakang tidak berekor meskipun beberapa jenis ada yang memiliki sayap berekor. Famili Nymphalidae juga sering disebut kupu-kupu kaki sikat karena kakinya ditutupi bulu-bulu yang tampak seperti sikat. Famili Nymphalidae lebih menyukai tempat yang teduh. Dukuh Banyuwindu secara umum merupakan daerah yang cukup terbuka sehingga banyak mendapat sinar matahari dan memiliki berbagai macam tipe seperti tegakan pohon, vegetasi semak berumput, semak belukar, alang-alang, berdekatan dengan ladang, kebun, sawah, pekarangan penduduk dan juga terdapat 16
7 sungai yang mengalir sebagai sumber air yang berbatasan dengan hutan sekunder, permukiman dan persawahan. Tumbuhan yang ada antara lain jarong (Achyranthes aspera), rumput, semak, kopi (Coffea robusta L.), paku, kemadu (Laportea sinuata), pagoda hutan (Clerodendron paniculatum), lantana, babandotan (Ageratum conizoides), alpukat (Persea americana), jeruk (Citrus hystrix), Leguminosae, nangka (Artocarpus heterophylus), durian (Durio zibethinus), pisang (Musa paradisiaca), Impatiens dan Eupatorium. Variasi dan heterogenesitas lahan vegetasi tersebut akan mempengaruhi keberadaan dan keanekaragaman kupu-kupu (Kerr 2001). Semua jenis kupu-kupu superfamili Papilionoidae sangat menyukai cahaya matahari (Daly et al dalam Nengah 2000). Dukuh Banyuwindu mempunyai kelembaban yang berkisar antara %, suhu yang berkisar antara o C dan intensitas cahaya berkisar antara lux. Adanya keadaan seperti ini merupakan tempat yang sesuai untuk berkumpulnya kupu-kupu superfamili Papilionoidae dan kemungkinan diduga mempengaruhi keanekaragaman jenis kupukupu di Dukuh Banyuwindu. Suhu akan sangat mempengaruhi aktivitas kupu-kupu, penyebaran, pertumbuhan dan perkembangbiakan kupukupu. Cahaya sangat diperlukan oleh kupu-kupu karena kupu-kupu berdarah dingin (poikiloterm). Cahaya akan memberikan energi panas sehingga menaikkan suhu tubuh dan metabolisme menjadi lebih cepat, pada larva kupu-kupu peningkatan suhu tubuh akan mempercepat perkembangan larva kupu-kupu (Sunjaya 1970 dalam Nengah 2000). Berdasarkan hasil analisis indeks keanekaragaman jenis dan kemerataan jenis kupu-kupu superfamili Papilionoidea pada pada habitat hutan sekunder, masing-masing sebesar 3,00 dan 0,86 serta memiliki dominansi 0,07. Tingginya indeks keanekaragaman jenis dan kemerataan jenis menunjukkan habitat hutan sekunder lebih stabil dibandingkan dengan habitat lainnya dan adanya ketersediaan sumber daya yang mendukung kehidupan kupu-kupu. Kupu-kupu memiliki mobilitas yang tinggi dan kemampuan daya adaptif terhadap faktor lingkungan yang ada. Adanya aliran sungai yang melintasi kawasan hutan sekunder diduga berpengaruh terhadap jumlah jenis kupu-kupu yang mengunjungi habitat ini dengan variasi vegetasi lebih beragam yang merupakan pakan bagi kupu-kupu. Tumbuhan yang ada pada habitat ini antara lain jarong, babandotan, Impatiens, semak, kopi, rumput, paku, pagoda hutan, kemadu dan lantana. Habitat permukiman memiliki indeks keanekaragaman jenis dan kemerataan jenis yang paling tinggi dibandingkan dengan habitat lainnya yaitu 3,09 dan 0,87 dan memiliki dominansi 0,07. Tingginya indeks keanekaragaman jenis pada habitat permukiman menunjukkan habitat ini stabil dan mampu menyediakan sumber daya makanan maupun tempat tinggal yang dibutuhkan oleh kupu-kupu superfamili Papilionoidae lebih baik dibandingkan dengan habitat lainnya. Indeks keanekaragaman jenis yang tinggi pada habitat permukiman tersebut didukung oleh tingginya nilai indeks kemerataan jenis yang menunjukkan jenis-jenis kupu-kupu superfamili Papilionoidae pada habitat permukiman memiliki nilai kelimpahan yang hampir sama dan tersebar lebih merata. Vegetasi pada habitat permukiman banyak terdapat tanaman berbunga dan adanya tanaman inang seperti pohon alpukat (Persea americana), jeruk (Citrus hystrix), Leguminosae (pohon aren, pohon asam, sengon dan pete), babandotan, dan kopi. Struktur vegetasi berupa pohon, tanaman berbunga, rumput dan semak serta lokasinya yang berdekatan dengan sumber air sehingga mampu menyediakan sumber pakan yang beragam. Hal ini memungkinkan kupukupu superfamili Papilionoidae memperoleh makanan serta tempat untuk berkembangbiak. Penelitian ini didukung pernyataan Yudhistira (2002), bahwa habitat merupakan tempat hidup bagi suatu organisme dalam hal ini bukan hanya berarti sebagai tempat tinggal saja tetapi tempat tersebut harus menyediakan makanan dan juga memenuhi syarat sebagai tempat berlindung, bermain, istirahat, berkembangbiak, mengasuh dan membesarkan anak-anaknya. Sementara Uniyal & Mathur (1998) mengatakan bahwa jenis vegetasi merupakan faktor penting untuk keberadaan dan kelangsungan hidup suatu jenis. Kelimpahan jumlah individu antar jenis pada habitat permukiman paling seragam sehingga nilai indeks kemerataan jenisnya paling besar yaitu 0,87. Indeks kemerataan jenis pada habitat hutan sekunder, DAS, dan persawahan memiliki nilai yang sama yaitu 0,86 tetapi memiliki jumlah jenis yang berbeda-beda. Pada habitat hutan sekunder ditemukan 33 jenis, pada habitat DAS ditemukan 28 jenis, dan pada habitat persawahan ditemukan 24 jenis, sehingga habitat persawahan mempunyai kekayaan jenis yang lebih kecil. Habitat DAS memiliki indeks keanekaragaman jenis dan indeks kemerataan jenis lebih rendah dibandingkan dengan habitat permukiman yaitu 2,86 dan 0,86 dan 17
8 Tabel 4. Faktor lingkungan di Dukuh Banyuwindu Desa Limbangan Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal Faktor Lingkungan HS PM DAS PS Kelembaban 69-84% 49-65% 49-67% 49-60% Suhu C C C C Intensitas cahaya lux lux lux lux Ketinggian tempat mdpl mdpl mdpl mdpl Gambar 3. Troides helena memiliki dominansi 0,09. Hal ini menunjukkan persebaran jumlah jenis kupu-kupu superfamili Papilionoidae pada habitat ini merata dan mengindikasikan tidak ada dominansi suatu jenis terhadap jenis lainnya. Tumbuhan yang ada di sekitar DAS antara lain Impatiens, rumput, pisang, nangka dan durian. Sumber daya yang ada pada habitat ini mempengaruhi banyaknya jenis kupu-kupu yang ditemukan. Habitat persawahan memiliki indeks keanekaragaman jenis dan kemerataan jenis yang paling rendah dibandingkan dengan habitat lainnya yaitu 2,74 dan 0,86 dan memiliki dominansi 0,09. Rendahnya indeks keanekaragaman jenis menunjukkan ketersediaan sumber daya makanan yang mendukung kehidupan kupu-kupu terbatas dan daya adaptif terhadap faktor lingkungan. Habitat persawahan memiliki keseimbangan lingkungan yang kurang stabil karena adanya pengolahan lahan. Vegetasi yang terdapat pada habitat persawahan pada waktu pengamatan didominasi oleh tanaman padi yang bukan merupakan tanaman inang kupu-kupu, selain padi terdapat juga Eupatorium, rumput, semak, Impatiens, alpukat dan pisang. Indeks keanekaragaman jenis yang rendah pada habitat ini juga didukung oleh indeks kemerataan jenis yang rendah, hal ini mengindikasikan adanya dominansi satu atau beberapa jenis kupu-kupu superfamili Papilionoidae yang artinya persebaran individu jenis kupu-kupu superfamili Papilionoidae tidak merata. Kesamaan jenis kupu-kupu superfamili Papilionoidae di Dukuh Banyuwindu. Hasil analisis indeks kesamaan jenis kupu-kupu superfamili Papilionoidae pada empat tipe habitat dalam penelitian ini menunjukkan indeks kesamaan jenis berkisar antara 0,47 hingga 0,58. Indeks kesamaan jenis tertinggi sebesar 0,58 antara habitat permukiman dan persawahan, sedangkan terendah 0,47 antara habitat hutan sekunder dan permukiman (Tabel 5). Berdasarkan indeks kesamaan jenis antar habitat tersebut terlihat bahwa habitat persawahan memiliki hubungan kemiripan yang lebih dekat dengan permukiman dibandingkan dengan habitat lainnya (Gambar 4). Indeks kesamaan jenis kupu-kupu superfamili Papilionoidae yang ditemukan pada habitat permukiman dan habitat persawahan lebih besar dibandingkan dengan jenis kupukupu superfamili Papilionoidae yang ditemukan pada habitat permukiman dan habitat hutan 18
9 Tabel 5. Indeks kesamaan jenis kupu-kupu Superfamili Papilionoidae Habitat HS PM DAS PS HS 1 PM 0,47 1 DAS 0,52 0,51 1 PS 0,49 0,58 0,58 1 PM : permukiman PS : persawahan DAS : daerah Aliran Sungai HS : hutan Sekunder Gambar 4. Dendogram indeks kesamaan jenis sekunder, sehingga proporsi jenis kupu-kupu superfamili Papilionoidae yang sama antara habitat permukiman dan habitat persawahan juga lebih besar. Hal ini disebabkan karena habitat persawahan berbatasan langsung dengan habitat permukiman sehingga jenis kupu-kupu superfamili Papilionoidae pada habitat permukiman banyak ditemukan pada habitat persawahan, sedangkan habitat hutan sekunder tidak berbatasan langsung dengan habitat permukiman. Hal ini juga dipengaruhi oleh adanya pergerakan kupu-kupu yang cepat untuk berpindah habitat dan vegetasi antar habitat yang beragam sehingga mempengaruhi keberadaan jenis kupu-kupu. Vegetasi yang lebih beragam pada suatu habitat memiliki potensi ketersediaan pakan yang lebih baik dibandingkan dengan habitat lain dengan vegetasi yang kurang beragam. Vegetasi yang ada pada habitat persawahan selalu bisa dijumpai pada habitat permukiman misalnya rumput, semak, alpukat. Simpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa terdapat 62 jenis kupu-kupu superfamili Papilionoidae di Dukuh Banyuwindu Desa Limbangan Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal. Indeks keanekaragaman jenis kupu-kupu superfamili Papilionoidae di Dukuh Banyuwindu berkisar antara 2,74-3,09, indeks kemerataan jenis berkisar antara 0,86-0,87 dan memiliki dominansi berkisar antara 0,07-0,09. Indeks keanekaragaman jenis dan indeks kemerataan jenis tertinggi tercatat pada habitat permukiman yaitu 3,09 dan 0,87 sedangkan terendah tercatat pada habitat persawahan yaitu 2,74 dan 0,86. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka: perlu dilakukan pelestarian kawasan dan jenis kupu-kupu yang ada di Dukuh Banyuwindu dalam upaya konservasi, perlu dilakukan penelitian khusus mengenai tanaman inang kupu-kupu yang ada di Dukuh Banyuwindu dan perlu ada usaha penangkaran kupu-kupu yang ada di dukuh ini, memperhatikan musim untuk waktu pengambilan sampel kupu-kupu di lapangan. Ucapan Terimakasih Terimakasih kepada rekan-rekan Green Community dan Pelatuk Bird Study 19
10 Club Jurusan Biologi FMIPA Unnes yang telah membantu selama penelitian di lapangan, Suwarti S.Pd, teknisi Laboratorium Taksonomi Hewan Jurusan Biologi FMIPA Unnes yang telah membantu identi ikasi dan preservasi spesimen, dan Pak Bekel Kadus Limbangan yang menjadi penunjuk jalan di lapangan. Daftar Pustaka Achmad A Potensi dan sebaran kupu-kupu di Kawasan Taman Wisata Alam Bantimurung. Dalam: Workshop Pengelolaan Kupu-Kupu Berbasis Masyarakat. Bantimurung, 05 Juni On line at com/2007/11/kupu-kupu2.html [accessed 09 Juni 2010] Amir M & Kahono S Serangga Taman Nasional Gunung Nasional Halimun Jawa bagian Barat. Jawa Barat: JICA Barua KK & Slowik J Study on the biology and consumption potential on common rose Pachliopta aristolochiae aristolochiae F. (Lepidoptera: Papilionodae) on Aristolochia tagala. Pol J Entomol 76: Bodang Y Beberapa aspek biologi kupu-kupu Troides helena hephaestus Felder (Papilionidae) pada tumbuhan Aristolochia tagala CHAM. Agrotek 1(3): Borror DJ, Triplehorn CA, & Johnson NF Pengenalan Serangga. Diterjemahkan oleh Setiyono Parto Soedjono. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press Endarwati Keanekaragaman hayati dan konservasinya di Indonesia. On line at keanekaragaman-hayati-dan.html [accessed 07 Juni 2010] Erniwati Keanekaragaman dan sebaran serangga di kawasan pulau-pulau kecil Taman Nasional Karimunjawa. Berita Biologi 9(4): Feltwell J The Illustrated Encyclopedia of Butter lies. Rochester: Grange Book Hughes J & Pickford JB The Occurrence of Troides helena (Linn) in Hongkong. JHKBRAS 16: Jeratthikul E, Lewvanich A, Butcher B & Lekprayoon C A taxonomic study of the genus Eurema Hübner [1819] Lepidoptera: Pieridae) in Thailand. Nat History J Chulangkorn University 9(1): 1-20 Kerr JT Butter ly species richness in Canada: Energy, heteroneity, and the potential consequences of climate change. Conserv Ecol 5(1): 1-14 Maggurran AE Measuring Biological Diversity. USA: Blackwell Publishing Company Nengah IS Keragaman kupu-kupu (Lepidoptera) di Taman Nasional Gunung Halimun Jawa Barat. On line at jspui/ bitstream /19926/1/A0 0in s_ abstract.pdf [accessed 28 Desember 2009] New TR, Bush MB & Sudarman HK Butter lies from The Ujung Kulon National Park Indonesia. J Lepidop Soc 41: Panjaitan R Distribusi kupu-kupu (Superfamili Papilionoidae: Lepidoptera) di Minyambou, Cagar Alam Pegunungan Arfak Manokwari, Papua Barat. Berkala Ilmiah Biologi 7(1): Peggie D & Amier M Panduan Praktis Kupu-Kupu di Kebun Raya Bogor. Bogor: Puslitbang Biologi LIPI Subahar TS, Anzilni FA & Devi NC Butter ly (Lepidoptera:Rhopalocera) distribution along an altitudinal gradient on Mount Tangkuban Parahu West Java, Indonesia. Raf les Bull Zool 55(1): Suharto, Wagiyana & Zulkarnain R Survei Kupu- Kupu (Rhopalocera: Lepidoptera) di Hutan Ireng-Ireng Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. J Ilmu Dasar 6: 1-5 Tsukada E & Nishiyama Y Butter lies of The South East Asian Island. Vol.I Papilionidae. Kyoto: Plapac Co Ltd Uniyal VP, Mathur PK Diversity of butter lies in The Great Himalayan National Park, Western Himalaya. Indian J For 21(2): Widhiono I Dampak modi ikasi hutan terhadap keragaman hayati kupu-kupu di Gunung Slamet Jawa Tengah. On line at w o r d p r e ss. c o m / / 1 0 / 0 5 / d a m p a k- modi ikasi-hutan Wijayanti R Inventarisasi parasitoid pada larva dan pupa kupu-kupu serta tingkat parasitisasinya di lapang. Laporan Penelitian. Bogor: LPPM IPB Darmaga Yudistira Studi Populasi dan Habitat Kehicap Flores di Flores Barat Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur. Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor 20
Biosaintifika 5 (1) (2013) Biosantifika. Berkala Ilmiah Biologi.
Biosaintifika 5 (1) (2013) Biosantifika Berkala Ilmiah Biologi http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/biosaintifika Keanekaragaman Jenis Kupu-Kupu Superfamili Papilionoidae di Banyuwindu, Limbangan Kendal
LAPORAN IVENTARISASI KUPU-KUPU Di Hutan Banyuwindu, Limbangan Kabupaten Kendal
2010 LAPORAN IVENTARISASI KUPU-KUPU Di Hutan Banyuwindu, Limbangan Kabupaten Kendal Sekretariat I : Kp. Tawangsari RT 03/04 Limbangan - Kendal 51383 Sekretariat II : Jl. Pemuda No. 11B Kendal. telp : 0294
Biosaintifika 5 (2) (2013) Biosaintifika. Journal of Biology & Biology Education.
Biosaintifika 5 (2) (2013) Biosaintifika Journal of Biology & Biology Education http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/biosaintifika KEANEKARAGAMAN JENIS KUPU-KUPU DI TAMAN KEHATI UNNES Bambang Priyono,
Keanekaragaman kupu-kupu (Insekta: Lepidoptera) di Wana Wisata Alas Bromo, BKPH Lawu Utara, Karanganyar, Jawa Tengah
PROS SEM NAS MASY BIODIV INDON Volume 1, Nomor 6, September 2015 ISSN: 24078050 Halaman: 12841288 DOI: 10.13057/psnmbi/m010604 Keanekaragaman kupukupu (Insekta: Lepidoptera) di Wana Wisata Alas Bromo,
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
38 BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Habitat Kupu-Kupu Menurut Alikodra (1990) habitat merupakan suatu tempat yang digunakan oleh satwa untuk makan, minum, berlindung, bermain dan berkembangbiak. Habitat
LAMPIRAN. Sumber : Kementerian Kehutanan BBTNGL (Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser)
129 LAMPIRAN Lampiran 1. Peta Lokasi Lokasi Penelitian Sumber : Kementerian Kehutanan BBTNGL (Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser) 130 Lampiran 2. Rekapitulasi Kupu-kupu yang Diperoleh pada Lokasi
KEANEKARAGAMAN DAN SEBARAN KUPU-KUPU (Lepidoptera: Rhacalopera) DI KAWASAN KAMPUS UNIVERSITAS SRIWIJAYA INDRALAYA SUMATERA SELATAN
KEANEKARAGAMAN DAN SEBARAN KUPU-KUPU (Lepidoptera: Rhacalopera) DI KAWASAN KAMPUS UNIVERSITAS SRIWIJAYA INDRALAYA SUMATERA SELATAN DISTRIBUTION AND DIVERSITY OF BUTTERFLIES (Lepidoptera: Rhopalocera) IN
JENIS-JENIS KUPU-KUPU DI SUAKA ELANG TAMAN NASIONAL GUNUNG HALIMUN SALAK, BOGOR ( Butterflies in Suaka Elang Mount Halimun Salak National Park, Bogor)
JENIS-JENIS KUPU-KUPU DI SUAKA ELANG TAMAN NASIONAL GUNUNG HALIMUN SALAK, BOGOR ( Butterflies in Suaka Elang Mount Halimun Salak National Park, Bogor) Nopi Rianti Suryani 1, Moerfiah 2, Rouland Ibnu Darda
68 Media Bina Ilmiah ISSN No
68 Media Bina Ilmiah ISSN No. 1978-3787 PENGUKURAN KEANEKARAGAMAN KUPU-KUPU (LEPIDOPTERA) DENGAN MENGGUNAKAN METODE TIME SEARCH Oleh: Maiser Syaputra Program Studi Kehutanan Universitas Mataram Abstrak
Jurnal Biology Education Vol. 4 No. 1 April 2015
INVENTARISASI JENIS LEPIDOPTERA SEBAGAI BAHAN AJAR KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP IPA SMP DI KAWASAN HUTAN KOTA BNI KOTA BANDA ACEH Oleh : 1 Musriadi 2 Mauliza 1 Dosen Program Studi Pendidikan Biologi Universitas
INVENTARISASI KUPU-KUPU (LEPIDOPTERA: RHOPALOCERA) DI RESORT PANCUR KAWASAN TAMAN NASIONAL ALAS PURWO (TNAP) BANYUWANGI JAWA TIMUR SKRIPSI.
INVENTARISASI KUPU-KUPU (LEPIDOPTERA: RHOPALOCERA) DI RESORT PANCUR KAWASAN TAMAN NASIONAL ALAS PURWO (TNAP) BANYUWANGI JAWA TIMUR SKRIPSI Oleh Erfan Budiarto NIM 101810401049 JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS
KEANEKARGAMAN KUPU-KUPU DIURNAL (SUB ORDO: RHOPALOCERA) DI KOMPLEK GUNUNG BROMO KPH SURAKARTA KABUPATEN KARANGANYAR TAHUN 2013
17-147 KEANEKARGAMAN KUPU-KUPU DIURNAL (SUB ORDO: RHOPALOCERA) DI KOMPLEK GUNUNG BROMO KPH SURAKARTA KABUPATEN KARANGANYAR TAHUN 2013 The Diversity Diurnal Buterfly (Sub Ordo: Rhopalocera) Complex in The
PENDAHULUAN Latar belakang
PENDAHULUAN Latar belakang Lepidoptera adalah serangga bersayap yang tubuhnya tertutupi oleh sisik (lepidos = sisik, pteron = sayap) (Kristensen 2007). Sisik pada sayap kupu-kupu mengandung pigmen yang
I. PENDAHULUAN. mudah dikenali oleh setiap orang. Seperti serangga lainnya, kupu-kupu juga mengalami
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kupu-kupu merupakan serangga yang memiliki keindahan warna dan bentuk sayap sehingga mudah dikenali oleh setiap orang. Seperti serangga lainnya, kupu-kupu juga mengalami
BioLink JURNAL BIOLOGI LINGKUNGAN, INDUSTRI, KESEHATAN
BioLink Vol. 4 (1) Agustus 2017 p-issn: 2356-458x e-issn:2597-5269 BioLink JURNAL BIOLOGI LINGKUNGAN, INDUSTRI, KESEHATAN Available online http://ojs.uma.ac.id/index.php/biolink INVENTARISASI KUPU-KUPU
KEANEKARAGAMAN JENIS KUPU-KUPU PADA EKOSISTEM HUTAN RAWA AIR TAWAR DAN HUTAN DATARAN RENDAH DI DESA BELITANG DUA KECAMATAN BELITANG KABUPATEN SEKADAU
KEANEKARAGAMAN JENIS KUPU-KUPU PADA EKOSISTEM HUTAN RAWA AIR TAWAR DAN HUTAN DATARAN RENDAH DI DESA BELITANG DUA KECAMATAN BELITANG KABUPATEN SEKADAU Diversity of Butterfly on Freshwater Swamp Forest Ecosystem
IV. KONDISI DAN GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. administratif berada di wilayah Kelurahan Kedaung Kecamatan Kemiling Kota
IV. KONDISI DAN GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Pembentukan Taman Kupu-Kupu Gita Persada Taman Kupu-Kupu Gita Persada berlokasi di kaki Gunung Betung yang secara administratif berada di wilayah Kelurahan
Kelompok Papilionidae lebih banyak aktif di siang hari untuk menghindari predator, seperti burung yang aktif pada pagi hari (Homziak & Homziak 2006).
35 PEMBAHASAN Di kawasan hutan wisata alam Gunung Meja ditemukan 113 spesies kupukupu dengan total 4049 individu. Indeks Shannon Wiener dan nilai evenness keragaman kupu-kupu di Gunung Meja, menunjukkan
I. PENDAHULUAN. Lampung memiliki keanekaragaman kupu-kupu yang cukup tinggi. Keanekaragaman kupu-kupu ini merupakan potensi sumber daya alam hayati
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Lampung memiliki keanekaragaman kupu-kupu yang cukup tinggi. Keanekaragaman kupu-kupu ini merupakan potensi sumber daya alam hayati namun belum dimanfaatkan secara optimal.
KERAGAMAN KUPU-KUPU DI TAMAN WISATA ALAM BANING SINTANG. Hilda Aqua Kusuma Wardhani 1 Abdul Muis 2 1. Staf Pengajar FKIP Universitas Kapuas Sintang 2
ISSN 2580-5703 KERAGAMAN KUPU-KUPU DI TAMAN WISATA ALAM BANING SINTANG Hilda Aqua Kusuma Wardhani 1 Abdul Muis 2 1 Staf Pengajar FKIP Universitas Kapuas Sintang 2 Mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP Univrsitas
BAB III METODE PENELITIAN
26 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitan ini adalah penelitian deskriptif. Metode penelitian deskriptif adalah suatu metode yang dilakukan dengandesain tujuan utama untuk membuat
BAB I PENDAHULUAN. daya tarik tinggi baik untuk koleksi maupun objek penelitian adalah serangga
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan negara dengan kekayaan keanekaragaman jenis flora dan fauna yang tinggi. Salah satu kekayaan fauna di Indonesia yang memiliki daya tarik tinggi
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. laboratorium alami bagi mahasiswa jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI.
33 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Lokasi Penelitian Kebun botani merupakan salah satu kawasan yang digunakan sebagai laboratorium alami bagi mahasiswa jurusan Pendidikan
SUSUNAN ACARA SEMINAR NASIONAL BIOLOGI 2010 Fakultas Biologi UGM, September JUM AT, 24 SEPTEMBER 2010 Waktu Acara Tempat
SEMINAR NASIONAL BIOLOGI 2010 Perspektif Biologi dalam Pengelolaan Sumberdaya Hayati Dalam Rangka Lustrum XI Fakultas Biologi UGM Sekaligus Menghantarkan Purna Tugas bagi Prof. Dr. Jusup Subagja, M.Sc.,
Biodiversitas kupu-kupu superfamili Papilionoidea (LEPIDOPTERA) di Hutan Kota Arboretum Wanawisata Pramuka Cibubur, Jakarta
ISBN 9499 BioETI Biodiversitas kupukupu superfamili Papilionoidea (LEPIDOPTERA) di Hutan Kota Arboretum Wanawisata Pramuka Cibubur, Jakarta HASNI RUSLAN DAN DWI ANDAYANINGSIH Fakultas Biologi, Universitas
BAB IV METODE PENELITIAN
28 BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Waktu dan Lokasi Penelitian dilaksanakan selama satu bulan, dimulai dari bulan November- Desember 2011. Lokasi pengamatan disesuaikan dengan tipe habitat yang terdapat di
bio.unsoed.ac.id Di dalam konsep Agrowisata, usaha pertanian unggulan dikembangkan a. Latar belakang 1. PENDAHULUA}{
Makalah pengabdian Pada Masyarakat "Penerapan Teknik Pembuatan Taman Kupu-Kupu Di Desa Serang Untuk Meningkatkan Destinasi Wisata" 2016 Design Taman Kupu-kupu di Rest Area Desa Wisata Serang, Kecamatan
1. Pendahuluan KEANEKARAGAMAN KUPU-KUPU DI WILAYAH PEMUKIMAN DESA PANGANDARAN CIAMIS JAWA BARAT
Ethos (Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat): 48-54 KEANEKARAGAMAN KUPU-KUPU DI WILAYAH PEMUKIMAN DESA PANGANDARAN CIAMIS JAWA BARAT THE BUTTERFLIES DIVERSITY IN SETTLEMENT REGION OF THE PANGANDARAN
Analisis Keanekaan dan Kekerabatan Kupu-Kupu Cagar Alam Leuweung Sancang Berdasarkan Karakter Morfologi
Analisis Keanekaan dan Kekerabatan Kupu-Kupu Cagar Alam Leuweung Sancang Berdasarkan Karakter Morfologi Cindy Hervina, Mirda Sylvia, Annisa*, Hikmat Kasmara, Nurullia Fitriani Departemen Biologi, Universitas
Keanekaragaman kupu-kupu (Lepidoptera) di kawasan Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat
PROS SEM NAS MASY BIODIV INDON Volume 1, Nomor 8, Desember 2015 ISSN: 2407-8050 Halaman: 1816-1820 DOI: 10.13057/psnmbi/m010811 Keanekaragaman kupu-kupu (Lepidoptera) di kawasan Desa Pasirlangu, Kecamatan
KEANEKARAGAMAN KUPU-KUPU
KEANEKARAGAMAN KUPU-KUPU (Lepidoptera) DI PLAWNGAN KAWASAN TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (The Diversity of Butterflies (Lepidoptera) in Plawangan The Area Gunung Merapi National
KEANEKARAGAMAN JENIS KUPU-KUPU (Subordo Rhopalocera) DI KAWASAN WISATA HAPANASAN ROKAN HULU SEBAGAI SUMBER BELAJAR PADA KONSEP KEANEKARAGAMAN HAYATI
KEANEKARAGAMAN JENIS KUPU-KUPU (Subordo Rhopalocera) DI KAWASAN WISATA HAPANASAN ROKAN HULU SEBAGAI SUMBER BELAJAR PADA KONSEP KEANEKARAGAMAN HAYATI Elya Febrita, Yustina dan Dahmania Program Studi Pendidikan
METODE A. Waktu dan Tempat Penelitian
11 METODE A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilakukan dari bulan Januari sampai Juni 2009. Pengamatan serangga dilakukan di dua lokasi, yaitu pada pertanaman H. multifora di lingkungan Kampus Institut
I. PENDAHULUAN. (Sujatnika, Joseph, Soehartono, Crosby, dan Mardiastuti, 1995). Kekayaan jenis
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia memiliki 1539 spesies burung atau 17 persen dari jumlah seluruh spesies burung dunia, 381 spesies diantaranya merupakan spesies endemik (Sujatnika, Joseph, Soehartono,
KEANEKARAGAMAN KUPU-KUPU (LEPIDOPTERA: RHOPALOCERA) DI KAWASAN PENYANGGA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT KILIRAN JAO KECAMATAN KAMANG BARU KABUPATEN SIJUNJUNG
KEANEKARAGAMAN KUPU-KUPU (LEPIDOPTERA: RHOPALOCERA) DI KAWASAN PENYANGGA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT KILIRAN JAO KECAMATAN KAMANG BARU KABUPATEN SIJUNJUNG Oleh : Imelgawati Zusri P.S 1, Dahelmi 2, Elza Safitri
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Herlin Nur Fitri, 2015
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Diversitas atau keanekaragaman makhluk hidup termasuk salah satu sumber daya lingkungan dan memberi peranan yang penting dalam kestabilan lingkungan. Semakin tinggi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kota Bogor merupakan kota yang terus berkembang serta mengalami peningkatan jumlah penduduk dan luas lahan terbangun sehingga menyebabkan terjadinya penurunan luas
KEANEKARAGAMAN JENIS KANTONG SEMAR (Nepenthes SPP) DALAM KAWASAN HUTAN LINDUNG GUNUNG SEMAHUNG DESA SAHAM KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK
KEANEKARAGAMAN JENIS KANTONG SEMAR (Nepenthes SPP) DALAM KAWASAN HUTAN LINDUNG GUNUNG SEMAHUNG DESA SAHAM KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK (Diversity Of Pitcher Plants ( Nepenthes Spp ) Forest
BAB I PENDAHULUAN. hayati memiliki potensi menjadi sumber pangan, papan, sandang, obat-obatan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Keanekaragaman hayati di suatu negara memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Keanekaragaman hayati merupakan sumber penghidupan dan kelangsungan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Meidita Aulia Danus, 2015
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Lepidoptera merupakan salah satu ordo dari ClassisInsecta(Hadi et al., 2009). Di alam, lepidoptera terbagi menjadi dua yaitu kupu-kupu (butterfly) dan ngengat
Kata kunci: kupu-kupu, keanekaragaman, kelimpahan, Universitas Jambi.
Keanekaragaman dan Kelimpahan Jenis Kupu-kupu (Lepidoptera; Rhopalocera) di Sekitar Kampus Pinang Masak Universitas Jambi Diversity and Abundance of Butterflies (Lepidoptera; Rhopalocera) around Campus
Jl. Prof.Dr. Soemantri Brojonegoro No. 1, Bandarlampung, Lampung, Indonesia, Surel: ABSTRACT
DIVERSITY OF NYMPHALIDAE IN TEGAL ISLAND AND PUHAWANG KECIL ISLAND, LAMPUNG BAY Eka Fitri Wulan Sari 1, Herawati Soekardi 1, Nismah Nukmal 1 da Martinus 2 1 Jurusan Biologi FMIPA, Universitas Lampung,
KEANEKARAGAMAN JENIS KANTONG SEMAR (Nepenthes spp) KAWASAN HUTAN LINDUNG GUNUNG AMBAWANG DESA KAMPUNG BARU KECAMATAN KUBU KABUPATEN KUBU RAYA
KEANEKARAGAMAN JENIS KANTONG SEMAR (Nepenthes spp) KAWASAN HUTAN LINDUNG GUNUNG AMBAWANG DESA KAMPUNG BARU KECAMATAN KUBU KABUPATEN KUBU RAYA The Diversity Of Kantong Semar (Nepenthes spp) Protected Forest
Jenis-jenis Kupu-kupi Di Perkebuan Sawit dan Karet Di Wilayah Ragusa Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat
Jenis-jenis Kupu-kupi Di Perkebuan Sawit dan Karet Di Wilayah Ragusa Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat Naboya. R 1), Moerfiah 2), Wiedarti. S 3) 1,2,3) Program Studi Biologi FMIPA Universitas Pakuan
BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat
BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Nopember 2010 di PPKA Bodogol, Sukabumi, Jawa Barat (Gambar 2). Lokasi pengambilan data kupu-kupu di PPKA Bodogol, meliputi
Perhitungan Tingkat Kekerabatan Ordo Lepidoptera (Kupu Kupu) di Tahura Bromo Karanganyar Menggunakan Indeks Kesamaan Sorensen dan Dendogram
SP-011-00 Proceeding Biology Education Conference (ISSN: 5-57), Vol 1(1) 016: 5-60 Perhitungan Tingkat Kekerabatan Ordo Lepidoptera (Kupu Kupu) di Tahura Bromo Karanganyar Menggunakan Indeks Kesamaan Sorensen
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA KEANEKARAGAMAN KUPU-KUPU DI TAMAN NASIONAL BUKIT BAKA BUKIT RAYA. Jenis Kegiatan : PKM Analisis Ilmiah.
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA KEANEKARAGAMAN KUPU-KUPU DI TAMAN NASIONAL BUKIT BAKA BUKIT RAYA Jenis Kegiatan : PKM Analisis Ilmiah Diusulkan oleh: Maiser Syaputra E3406302 Angkatan 2006 Raya Akbar R E34060430
STUDI KEANEKARAGAMAN JENIS KANTONG SEMAR
STUDI KEANEKARAGAMAN JENIS KANTONG SEMAR (Nepenthes spp) DI KAWASAN KONSERVASI RUMAH PELANGI DUSUN GUNUNG BENUAH KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG KABUPATEN KUBU RAYA Diversity Study of Kantong Semar Plants (Nepenthes
9-077 STRUKTUR KOMUNITAS KUPU-KUPU PADA AREA WANA WISATA AIR TERJUN COBAN RAIS DI BATU
STRUKTUR KOMUNITAS KUPU-KUPU PADA AREA WANA WISATA AIR TERJUN COBAN RAIS DI BATU Butterfly Community Structure In Coban Rais Waterfall Tour Forest Area At Batu City Sofia Ery Rahayu, Hawa Tuarita Jurusan
Di Area Kampus Binawidya Universitas Riau. Yustina 1
Keanekaragaman Dan Distribusi Kupu-kupu (Subordo Rhopalocera) Di Area Kampus Binawidya Universitas Riau Yustina 1 1 Laboratorium Zoologi FKIP Universitas Riau Abstrak Telah dilakukan penelitian keanekaragaman
KERAGAMAN KUPU-KUPU DI KAWASAN TELAGA WARNA CISARUA BOGOR DIAN SARI
KERAGAMAN KUPU-KUPU DI KAWASAN TELAGA WARNA CISARUA BOGOR DIAN SARI DEPARTEMEN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2008 ii ABSTRAK DIAN SARI. Keragaman
KOMPOSISI KUPU-KUPU PAPILIONIDAE DI KAWASAN CAGAR ALAM LEMBAH HARAU KABUPATEN LIMA PULUH KOTA SUMATERA BARAT ARTIKEL ILMIAH
KOMPOSISI KUPU-KUPU PAPILIONIDAE DI KAWASAN CAGAR ALAM LEMBAH HARAU KABUPATEN LIMA PULUH KOTA SUMATERA BARAT ARTIKEL ILMIAH ELSA MAYASARI NIM. 11010276 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI SEKOLAH TINGGI KEGURUAN
I. PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki keanekaragaman hayati
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi baik flora maupun fauna. Flora dan fauna tersebut tersebar luas di Indonesia baik di
4 KARAKTERISTIK SUMBER DAYA KUPU-KUPU (Lepidoptera) YANG DIMANFAATKAN SECARA KOMERSIAL
KARAKTERISTIK SUMBER DAYA KUPU-KUPU (Lepidoptera) YANG DIMANFAATKAN SECARA KOMERSIAL. Kupu-Kupu Hasil Tangkapan Pengamatan hasil tangkapan kupu-kupu meliputi jumlah individu setiap jenis dan rasio kelamin.
KEANEKARAGAMAN DAN DISTRIBUSI JENIS KUPU-KUPU (LEPIDOPTERA) DI KAWASAN HUTAN TAMAN WISATA ALAM SURANADI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI
KEANEKARAGAMAN DAN DISTRIBUSI JENIS KUPU-KUPU (LEPIDOPTERA) DI KAWASAN HUTAN TAMAN WISATA ALAM SURANADI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI Linda Ariani 1, I Putu Artayasa 2, H. M. Liwa Ilhamdi 2 1 Mahasiswa
II. TINJAUAN PUSTAKA. Burung merupakan satwa yang mempunyai arti penting bagi suatu ekosistem
6 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Burung Burung merupakan satwa yang mempunyai arti penting bagi suatu ekosistem maupun bagi kepentingan kehidupan manusia dan membantu penyebaran Tumbuhan yang ada disuatu kawasan
Keanekaragaman Parasitoid dan Parasitisasinya pada Pertanaman Padi di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun
Hayati, September 2003, hlm. 85-90 ISSN 0854-8587 Vol. 10. No. 3 Keanekaragaman Parasitoid dan Parasitisasinya pada Pertanaman Padi di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Diversity and Parasitism of
BAB IV METODE PENELITIAN
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan selama dua bulan pengamatan dari bulan Juli hingga Agustus 2009 di Pondok Ambung, Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan
2015 PENGARUH PEMBERIAN PAKAN ALAMI DAN PAKAN SINTETIS TERHADAP LAMANYA SIKLUS HIDUP
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kupu kupu adalah kelompok serangga yang termasuk ke dalam bangsa Lepidotera, yang berarti mempunyai sayap bersisik. Kupu-kupu merupakan bagian kecil dari 155.000 spesies
Inventarisasi Jenis Kupu-kupu pada Hutan Kerangas di Kawasan Cagar Alam Mandor Kabupaten Landak
Protobiont (205) Vol. 4 () : 260265 Inventarisasi Jenis Kupukupu pada Hutan Kerangas di Kawasan Cagar Alam Mandor Kabupaten Landak Margareta Florida, Tri Rima Setyawati, Ari Hepi Yanti Program Studi Biologi,
Oleh: Munifah NIM
KEANEKARAGAMAN KUPU-KUPU (LEPIDOPTERA) DI TAMAN KYAI LANGGENG MAGELANG SEBAGAI SUMBER BELAJAR UNTUK PENYUSUNAN MODUL PENGAYAAN MATERI KEANEKARAGAMAN HAYATI BAGI SISWA SMA KELAS X SEMESTER 2 SKRIPSI Diajukan
BAB I PENDAHULUAN. dijumpai disetiap tempat dan mempunyai posisi penting sebagai salah satu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Burung merupakan salah satu kekayaan hayati yang dimiliki oleh Indonesia. Keberadaan pakan, tempat bersarang merupakan faktor yang mempengaruhi kekayaan spesies burung
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Kupu-kupu merupakan salah satu kekayaan hayati yang dimiliki Indonesia dan harus dijaga kelestariannya dari kepunahan maupun penurunan keanekaragaman jenisnya.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Serangga merupakan bagian dari keanekaragaman hayati yang harus dijaga kelestariannya dari kepunahan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Serangga merupakan bagian dari keanekaragaman hayati yang harus dijaga kelestariannya dari kepunahan maupun penurunan ragam jenisnya. Serangga memiliki beberapa
II. TINJAUAN PUSTAKA
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Ruang Terbuka Hijau di Yogyakarta Open space atau ruang terbuka menurut William, et al. (1969), merupakan suatu daerah hijau yang relatif tidak berkembang dan disediakan dalam suatu
Keanekaragaman Jenis dan Pola Distribusi Nepenthes spp di Gunung Semahung Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak
Vol. 2 (1): 1 6 Keanekaragaman Jenis dan Pola Distribusi Nepenthes spp di Gunung Semahung Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak Gustap Baloari 1, Riza Linda 1, Mukarlina 1 1 Program Studi Biologi, Fakultas
BIRD PREFERENCE HABITATS AROUND SERAYU DAM BANYUMAS CENTRAL JAVA
BIRD PREFERENCE HABITATS AROUND SERAYU DAM BANYUMAS CENTRAL JAVA Enggar Lestari 12/340126/PBI/1084 ABSTRACT Interaction between birds and habitat is the first step to determine their conservation status.
2016 PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI MACAM PAKAN ALAMI TERHAD APPERTUMBUHAN D AN PERKEMBANGAN FASE LARVA
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Kupu-kupu merupakan satwa liar yang menarik untuk diamati karena keindahan warna dan bentuk sayapnya. Sebagai serangga, kelangsungan hidup kupu-kupu sangat
Program Studi Entomologi Pascasarjana Universitas Sam Ratulangi Manado * korespondensi:
Keanekaragaman dan Perbedaan Jenis Kupu-kupu (Ordo Lepidoptera) Berdasarkan Topografi pada Tiga Lokasi Hutan di Sulawesi Utara Diversity and Differences type of Butterfly species (Order Lepidoptera) based
KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN BAWAH DI HUTAN PENELITIAN DRAMAGA DAN KEBUN KELAPA SAWIT, CIKABAYAN KAMPUS IPB RIZKI KURNIA TOHIR E
KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN BAWAH DI HUTAN PENELITIAN DRAMAGA DAN KEBUN KELAPA SAWIT, CIKABAYAN KAMPUS IPB RIZKI KURNIA TOHIR E34120028 Dosen Prof. Dr. Ir. Yanto Santosa, DEA PROGRAM STUDI KONSERVASI BIODIVERSITAS
KERAGAMAN LEPIDOPTERA PADA DUKUH DAN KEBUN KARET DI DESA MANDIANGIN KABUPATEN BANJAR
KERAGAMAN LEPIDOPTERA PADA DUKUH DAN KEBUN KARET DI DESA MANDIANGIN KABUPATEN BANJAR Oleh/by SUSILAWATI Program Studi Budidaya Hutan, Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat Jl. A. Yani KM 36
I. PENDAHULUAN. dijadikan sebagai salah satu habitat alami bagi satwa liar. Habitat alami di
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Lahan basah merupakan daerah peralihan antara sistem perairan dan daratan yang dijadikan sebagai salah satu habitat alami bagi satwa liar. Habitat alami di Indonesia
BIOEDUKASI Jurnal Pendidikan Biologi e ISSN Universitas Muhammadiyah Metro p ISSN
BIOEDUKASI Jurnal Pendidikan Biologi e ISSN 2442-9805 Universitas Muhammadiyah Metro p ISSN 2086-4701 STUDI KEANEKARAGAMAN KUPU-KUPU DI BANTARAN SUNGAI BATANGHARI KOTA METRO SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI
ABSTRAK KEMELIMPAHAN DAN POLA DISTRIBUSI KUPU-KUPU DI TEPIAN SUNGAI KAPUAS KELURAHAN SELAT TENGAH KECAMATAN SELAT KABUPATEN KAPUAS.
ABSTRAK KEMELIMPAHAN DAN POLA DISTRIBUSI KUPU-KUPU DI TEPIAN SUNGAI KAPUAS KELURAHAN SELAT TENGAH KECAMATAN SELAT KABUPATEN KAPUAS Oleh: Sulistio Serangga dewasa mudah dikenal karena seluruh badan dan
PERBANDINGAN KOMUNITAS KUPU-KUPU PADA BERBAGAI TIPE, KARAKTERISTIK, DAN GANGGUAN LINGKUNGAN HUTAN KOTA
Perbandingan Komunitas Kupu-Kupu PERBANDINGAN KOMUNITAS KUPU-KUPU PADA BERBAGAI TIPE, KARAKTERISTIK, DAN GANGGUAN LINGKUNGAN HUTAN KOTA (A Comparison of Butterfly Communities in Various Types, Characteristics,
BAB IV METODE PENELITIAN
16 BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan pada lima tipe habitat yaitu hutan pantai, kebun campuran tua, habitat danau, permukiman (perumahan), dan daerah perkotaan
Yustina Laboratorium Zoologi FKIP Universitas Riau
KEANEKARAGAMAN DAN DISTRIBUSI KUPU- KUPU (SUBORDO RHOPALOCERA) DI AREA KAMPUS BINAWIDYA UNIVERSITAS RIAU Yustina Laboratorium Zoologi FKIP Universitas Riau ABSTRAK Telah dilakukan penelitian keanekaragaman
STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DI DESA MARTAJASAH KABUPATEN BANGKALAN
STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DI DESA MARTAJASAH KABUPATEN BANGKALAN Supriadi, Agus Romadhon, Akhmad Farid Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Trunojoyo Madura e-mail: [email protected] ABSTRAK
KUPU-KUPU (RHOPALOCERA) DI SEKITAR KAMPUS UNIVERSITAS PASIR PENGARAIAN KABUPATEN ROKAN HULU PROVINSI RIAU
KUPU-KUPU (RHOPALOCERA) DI SEKITAR KAMPUS UNIVERSITAS PASIR PENGARAIAN KABUPATEN ROKAN HULU PROVINSI RIAU Mala Rodianti *), Rofiza Yolanda 1), Jismi Mubarrak 2) 1&2) Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas
TINJAUAN PUSTAKA Klasifikasi dan Morfologi Kupu-kupu
TINJAUAN PUSTAKA Klasifikasi dan Morfologi Kupu-kupu Kupu-kupu termasuk ordo Lepidoptera, kelas Insekta yang dicirikan dengan sayap tertutup oleh sisik. Ordo Lepidoptera mempunyai 47 superfamili, salah
BAB III METODE PENELITIAN. serangga yang ada di perkebunan jeruk manis semi organik dan anorganik.
36 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Penelitian bersifat deskriptif kuantitatif. Pengambilan data menggunakan metode eksplorasi, yaitu dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap serangga
II. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR
10 II. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR A. Tinjauan Pustaka Dalam rangka memecahkan masalah yang akan diteliti, maka penulis mengemukakan beberapa pendapat ahli yang berkaitan dengan penelitian ini
INVENTARISASI KEANEKARAGAMAN SPESIES KUPU-KUPU DI KAWASAN HUTAN DALIT DESA BENAO HULU KECAMATAN LAHEI BARAT KABUPATEN BARITO UTARA SKRIPSI
INVENTARISASI KEANEKARAGAMAN SPESIES KUPU-KUPU DI KAWASAN HUTAN DALIT DESA BENAO HULU KECAMATAN LAHEI BARAT KABUPATEN BARITO UTARA SKRIPSI Diajukan Untuk Melengkapi dan Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar
Konsep Keanekaragaman METODE Tempat dan Waktu Penelitian
5 salinitas, ph, kandungan bahan-bahan, suhu dll.), dan atmosfer (atmosphere, udara: iklim, cuaca, angin, suhu, dll.) (Tarumingkeng 1991). Tarumingkeng (1991) menambahkan bahwa lingkungan biotik merupakan
Jenis-Jenis Kupu-Kupu (Sub Ordo Rhopalocera) yang Terdapat di Kawasan Hapanasan, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau
Jurnal Riau Biologia (8): 06, Januari 06 JenisJenis KupuKupu (Sub Ordo Rhopalocera) yang Terdapat di Kawasan Hapanasan, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau ENNIE CHAHYADI, ELPE BIBAS Jurusan Biologi, Fakultas
Unnes Journal of Life Science
Unnes J Life Sci 3 (1) (2014) Unnes Journal of Life Science http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/unnesjlifesci KEANEKARAGAMAN JENIS KUPU-KUPU (LEPIDOPTERA: RHOPALOCERA) DI CAGAR ALAM ULOLANANG KECUBUNG
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hutan Sekipan merupakan hutan pinus yang memiliki ciri tertentu yang membedakannya dengan hutan yang lainnya.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hutan Sekipan merupakan hutan pinus yang memiliki ciri tertentu yang membedakannya dengan hutan yang lainnya. Adapun yang membedakannya dengan hutan yang lainnya yaitu
DESKRIPSI HABITAT KUPU-KUPU DI TAMAN KUPU-KUPU GITA PERSADA KELURAHAN KEDAUNG KECAMATAN KEMILING KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2012
DESKRIPSI HABITAT KUPU-KUPU DI TAMAN KUPU-KUPU GITA PERSADA KELURAHAN KEDAUNG KECAMATAN KEMILING KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2012 Viva Desi Handayani, I Gede Sugiyanta, Zulkarnain Abstract: The aim of this
BAB III METODE PENELITIAN
46 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian 1. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang akan dilaksanakan adalah deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan menggunakan metode deskriptif. Bertujuan untuk membuat deskripsi, atau gambaran mengenai kelimpahan dan keragaman anggrek di
KEANEKARAGAMAN KUPU-KUPU DI TAMAN NASIONAL BANTIMURUNG BULUSARAUNG. (Butterfly diversities in Bantimurung Bulusaraung National Park)
Media Konservasi Vol. 18, No. 2 Agustus 2013 : 63 68 KEANEKARAGAMAN KUPU-KUPU DI TAMAN NASIONAL BANTIMURUNG BULUSARAUNG (Butterfly diversities in Bantimurung Bulusaraung National Park) ABDUL HARIS MUSTARI
KEANEKARAGAMAN JENIS MERANTI (SHORE SPP) PADA KAWASAN HUTAN LINDUNG GUNUNG AMBAWANG KABUPATEN KUBU RAYA PROPINSI KALIMANTAN BARAT
KEANEKARAGAMAN JENIS MERANTI (SHORE SPP) PADA KAWASAN HUTAN LINDUNG GUNUNG AMBAWANG KABUPATEN KUBU RAYA PROPINSI KALIMANTAN BARAT Diversity of Species Meranti (Shore spp) In Protected Forest Area Ambawang
Inventarisasi Spesies Serangga pada Bunga Clerodendrum paniculatum L. (Lamiaceae)
Inventarisasi Spesies Serangga pada Bunga Clerodendrum paniculatum L. (Lamiaceae) Species Inventory of Insect on Flowering Trees of Clerodendrum paniculatum L. (Lamiaceae) Nendi Syafrina *), Dahelmi, Siti
POPULASI KUPU-KUPU (LEPIDOPTERA ) DI PULAU MANTEHAGE, SULAWESI UTARA POPULATION OF BUTTERFLY (LEPIDOPTERA) IN MANTEHAGE ISLAND, NORTH SULAWESI
POPULASI KUPU-KUPU (LEPIDOPTERA ) DI PULAU MANTEHAGE, SULAWESI UTARA Debry C. Lamatoa 1), Roni Koneri 1), Ratna Siahaan 1), Pience V. Maabuat 1) 1) Program Studi Biologi FMIPA Universitas Sam Ratulangi
KEANEKARAGAMAN JENIS BAMBU (Bambusodae) DALAM KAWASAN HUTAN AIR TERJUN RIAM ODONG DUSUN ENGKOLAI KECAMATAN JANGKANG KABUPATEN SANGGAU
KEANEKARAGAMAN JENIS BAMBU (Bambusodae) DALAM KAWASAN HUTAN AIR TERJUN RIAM ODONG DUSUN ENGKOLAI KECAMATAN JANGKANG KABUPATEN SANGGAU (The Diversity of Bamboo (Bambusodae) In Riam Odong Waterfall Forest
V. SIMPULAN DAN SARAN. Gunung Merapi tergolong rendah dengan nilai H 1,92. yang ada di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi.
V. SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan Jenis kupu-kupu yang ditemukan selama bulan Desember 2015-Febuari 2016 di Taman Nasional Gunung Merapi sebanyak 9 jenis terdiri dari 2 suku, yaitu Pieridae (4 jenis),
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif, karena dalam penelitian ini, Lepidoptera yang menjadi variabel tidak diberi perlakuan khusus
9-074 ANALISIS TIPOLOGI LEPIDOPTERA BERDASARKAN OBSERVASI HABITAT DI KAWASAN HUTAN LINDUNG NUSAKAMBANGAN, CILACAP, JAWA TENGAH
9-074 ANALISIS TIPOLOGI LEPIDOPTERA BERDASARKAN OBSERVASI HABITAT DI KAWASAN HUTAN LINDUNG NUSAKAMBANGAN, CILACAP, JAWA TENGAH Typology Analysis of Lepidoptera Based on Habitat Observation on Protected
