SESSION 5 and SESSION 6
|
|
|
- Yenny Cahyadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 SESSION 5 and SESSION 6
2 Membahas PR unit 3 Melanjutkan tata bahasa tingkat pemula (introductory level)untuk susunan kalimat sederhana Tambahan: Daftar angka, kalender Membahas UNIT 4 Jangan lupa kerjakan PR UNIT 4 setelah kuliah nanti untuk dibahas minggu depan! Juga mulai membaca kata sifat i-keiyoshi dan na-keiyoshi, dan bacalah kata kerja yang sering dipakai pada daftar kata kerja untuk tingkat pemula-dasar yang diberikan (Introductorybasic level verbs)
3 Ada 10 Kalimat sederhana sebagai dasar membuat kalimat 1. dalam Watashi bahasa wa Indoneshia-jin Jepang, masing-masing desu. Watashi wa memiliki Wulan desu. 1 hingga 4 bagian. Secara lengkap akan dijelaskan setelah UTS. Untuk 2. kali a) Sore ini wa cukup watashi 3 jenis no (hon) bentukan desu. b) Watashi kalaimat wa saja, 30-sai yang desu. masingmasing terdiri dari 1 hingga 3 c) bagian Sono/Kono/Ano shinbun wa anata no desu. Sono/Kono/Ano zasshi mo anata no desu. 1. KB + wa/mo + KB + desu 2. Kepemilikan I, Umur, Kepemilikan II: a) K. Tunjuk + wa + 3. a) KB LIJ wa + no koko + desu. (KB) + desu, b) KB+ wa + umur~sai+ desu, c) b) K. Kore Tunjuk+ wa hon KB+ desu. wa/mo + KB + no desu 3. Menunjukkan Tempat: a) KB + wa+ K.Tunjuk+ desu, b)k.tunjuk+ wa + KB + desu Contoh lagi yang sejenis bagian 2.a), 2. c) dan 3.b) adalah: kono hon wa watashi no hon desu, kochira wa LIJ desu, sochira wa PDAM desu, achira wa Takigawa Resutoran desu, kore wa Nihon-go no hon desu, dsb.
4 Angka biasa 1 ichi 2 ni 3 san 4 yon, shi 5 go 6 roku 7 nana, shichi 8 hachi 9 kyuu, ku 10 juu 20 nijuu 40 yonjuu 50 gojuu 100 hyaku 200 nihyaku 300 sanbyaku Dibaca: sambyaku 400 yonhyaku 500 gohyaku 550 gohyaku gojuu 600 roppyaku 700 nanahyaku 800 happyaku 900 kyuuhyaku 1000 sen 2000 nisen 2500 nisen gohyaku 5000 gosen man (ichiman) Bulan 1 ichi gatsu 2 ni gatsu 3 san gatsu 4 shigatsu 5 gogatsu 6 rokugatsu 7 shichi gatsu 8 hachi gatsu 9 kugatsu 10 juu gatsu 11 juuichi gatsu 12 juuni gatsu Bulan apa? Nan gatsu desuka
5 Menit 1 ippun 2 nipun 3 sanpun 4 yonpun 5 gofun 6 roppun 7 nanafun 8 happun 9 kyuufun 10 juppun, jippun 15 juu gofun 30 sanjuppun, sanjippun, han 45 yonjuu gofun 60 rokujuppun, rokujippun Berapa menit? Nan pun desuka Jam 1 ichi ji 2 ni ji 3 san ji 4 yo ji 5 go ji 6 roku ji 7 shichi ji 8 hachi ji 9 ku ji 10 juu ji 11 juu ichi ji 12 juu ni ji Jam berapa? Nan ji desuka
6 Tanggal 1 tsuitachi 2 futsuka 3 mikka 4 yokka 5 itsuka 6 muika 7 nanoka 8 yooka 9 kokonoka 10 tooka 11 juu ichi nichi 12 juu ni nichi 13 juu san nichi 14 juu yokka 15 juu go nichi Tanggal 16 juu roku nichi 17 juu shichi nichi 18 juu hachi nichi 19 juu ku nichi 20 hatsuka 21 nijuu ichi nichi 22 nijuu ni nichi 23 nijuu san nichi 24 nijuu yokka 25 nijuu go nichi 26 nijuu roku nichi 27 nijuu shichi nichi 28 nijuu hachi nichi 29 nijuu ku nichi 30 sanjuu nichi 31 sanjuu ichi nichi Tanggal berapa? Nan nichi desuka Catatan: untuk umur: sai (misal 22 tahun = nijuu ni sai) Kecuali untuk 20 tahun: hatachi
7 Tinggi= takai i Mahal= takai i Pendek= hikui i Murah= yasui i Luas= hiroi i Sempit= semai i Pintar= jouzu na Bodoh= heta na Panjang= nagai i Pendek (ukuran)= mijikai i Jauh= tooi i Dekat= chikai i Berat= omoi i Ringan= karui i Baik = ii, yoi i Suka= suki na Benci=kirai na Cantik/tampan/lucu-manis= kirei na /hansamu na /kawaii i Besar=ookii i Kecil= chiisai na Ramai= nigiyaka na Tenang= shizuka na Manis= amai i Asin= shuppai i Asam= shoppai i Pahit= nigai i Gelap= kurai i Terang=akarui i Sakit = byouki na Sehat, kuat = genki, joubu na Lemah = yowai i
8 Godan Doushi (Group 1) Agaru (agarimasu) = naik, masuk Aku (akimasu) = memulai, terbuka Arau (araimasu) = mencuci Aru (arimasu) = ada (to be), mempunyai Aruku (arukimasu) = berjalan Asobu (asobimasu) = bermain Au (aimasu) = bertemu Dasu (dashimasu) = mengirim keluar (mengeluarkan), membayar Erabu (erabimasu) = memilih Furu (furimasu) = jatuh (turun) Hairu (hairimasu) = masuk, bergabung Ichidan Doushi (Group 2) Ageru (agemasu) = memberi, mengangkut Akeru (akemasu) = membuka, mengosongkan Akiru (akimasu) = capek, bosan Dekakeru (dekakemasu) = pergi, keluar Dekiru (dekimasu) = bisa/dapat, selesai Deru (demasu) = pergi keluar, meninggalkan, menghadiri, diterbitkan Hajimeru (hajimemasu) = memulai Ireru (iremasu) = memasukkan Iru (imasu) = ada (to be), tinggal
9 Godan Doushi (Group 1) Hajimaru (hajimarimasu) = memulai (KK intransitif) Hanasu (hanashimasu) = berbicara Harau (haraimasu) = membayar Hashiru (hashirimasu) = lari Hataraku (hatarakimasu) = belajar Hiku (hikimasu) = a)menarik, menggambar, b)bermain Iku (ikimasu) = pergi Iru (irimasu) = membutuhkan Isogu (isogimasu) = tergesa-gesa Iu (iimasu) = mengatakan Kaeru (kaerimasu) = pulang Ichidan Doushi (Group 2) Kaeru (kaemasu) = menukar Kakeru (kakemasu) = menelepon (denwa o kakeru), mengalikan, menggunakan, mengunci, duduk (o kakete kudasai), menggantung/menempel Kangaeru (kagaemasu) = berfikir Kariru (karimasu) = meminjam Kikoeru (kikoemasu) = terdengar, dikenali Kireru (kiremasu) = terpotong, habis (expire), tajam Kiru (kimasu) = memakai Kureru (kuremasu) = memberi
10 Godan Doushi (Group 1) Kaesu (kaeshimasu) = mengembalikan Kaku (kakimasu) = menulis Kasu (kashimasu) = meminjam Kau (kaimasu) = membeli Kesu (keshimasu) = menghapus, mematikan, menghilang Kiku (kikimasu) = mendengar Kiru (kirimasu) = memotong Komaru (komarimasu) = gawat, dalam keadaan bahaya (in trouble) Magaru (magarimasu) = membelok Matsu (machimasu) = menunggu Ichidan Doushi (Group 2) Mieru (miemasu) = terlihat Miru (mimasu) = melihat Miseru (misemasu) = memperlihatkan Naraberu (narabemasu) = membariskan, mengatur/menyiapkan, menata Neru (nemasu) = tidur Oboeru (oboemasu) = menghafal, mengingat Okiru (okimasu) = bangun Oriru (orimasu) = turun, jatuh Oshieru (oshiemasu) = mengajar
11 Godan Doushi (Group 1) Morau (moraimasu) = menerima, mendapatkan Motsu (mochimasu) = membawa, mempunyai, memegang Nakusu (nakushimasu) = kehilangan Naoru (naorimasu) = sembuh, membaik Naosu (naoshimasu) = memperbaiki Narabu (narabimasu) = berbaris Narau (naraimasu) = belajar Naru (narimasu) = menjadi Nomu (nomimasu) = minum Ichidan Doushi (Group 2) Shimeru (shimemasu) = menutup Shiraberu (shirabemasu) = menyelidiki, mencari, mempelajari, memeriksa, menginvestigasi Taberu (tabemasu) = makan Tomeru (tomemasu) = menghentikan/memberhentikan Tsukamaeru (tsukamaemasu) = menangkap Tsukareru (tsukaremasu) = capek, lelah Umareru (umaremasu) = lahir
12 Godan Doushi (Group 1) Noru (norimasu) = naik Nugu (nugimasu) = melepas (baju, sepatu) Nuru (nurimasu) = mewarnai, menggambar Okosu (okoshimasu) = membangunkan Oku (okimasu) = meletakkan Okuru (okurimasu) = mengirim Omou (omoimasu) = berfikir Osu (oshimasu) = mendorong, memencet Owaru (owarimasu) = selesai Ichidan Doushi (Group 2) Wasureru (wasuremasu) = lupa Yameru (yamemasu) = berhenti
13 Godan Doushi (Group 1) Ichidan Doushi (Group 2) Oyogu (oyogimasu) = berenang Shibaru (shibarimasu) = menali Shimau (shimarimasu) = tertutup Shinu (shinimasu) = mati Shiru (shirimasu) = mengenali Sumu (sumimasu) = hidup, tinggal Suu (suimasu) = menghisap, menghirup Suwaru (suwarimasu) = duduk Tatsu (tachimasu) = berdiri Tetsudau (tetsudaimasu) = membantu Tobu (tobimasu) = terbang
14 Godan Doushi (Group 1) Ichidan Doushi (Group 2) Tomaru (tomarimasu) = berhenti Tooru (toorimasu) = lewat Toru (torimasu) = mengambil Tsukau (tsukaimasu = memakai Tsuku (tsukimasu) = sampai Tsukuru (tsukurimasu) = membuat Ugoku (ugokimasu) = bergerak Uru (urimasu) = menjual Utau (utaimasu) = menyanyi Wakaru (wakarimasu) = mengerti Warau (waraimasu) = tertawa
15 Godan Doushi (Group 1) Ichidan Doushi (Group 2) Wataru (watarimasu) =menyeberang Yaru (yarimasu) = melakukan Yasumu (yasumimasu) = libur, istirahat Yobu (yobimasu) = memanggil Yomu (yomimasu) = membaca
16 Jangan lupa mengerjakan PR dan latihannya Untuk mempelajari kata kerja (sekitar 100 kata untuk level pemula hingga dasar) dan kata sifat untuk minggu depan yang telah ada di daftar.ppt ini, tidak perlu khawatir, untuk ujian hanya digunakan yang sering dipelajari di kelas (Unit 1 sampai Unit 6), tetapi untuk wacana diperlukan paling sedikit sekitar 100 kata kerja (untuk level Introductory-Basic/ Bahasa Jepang Tingkat Pemula sampai Dasar, dalam buku Minna no Nihongo sampai selesai buku 1), jika sempat dipelajari semua lebih baik. Kata kerja tingkat dasar-menengah (Basic-Intermediate) sekitar 200 an (keseluruhan kata dengan perubahannya sekitar 1500 kosa kata), biasanya dipelajari dalam waktu 3-4 tahun dengan tata bahasanya dengan sekitar 500 kanji (untuk program non-sastra Jepang, dan dipelajari 1-2 tahun untuk program sastra Jepang); untuk level dasar cukup sekitar 150 kanji dan sekitar 100 kata kerja (total dengan perubahannya dan kosakata lain sekitar 500 kata). Tapi untuk tingkat pemula di T. Sipil dan Lngkungan cukup hiragana dan katakana dengan sedikit pengenalan kanji (tidak perlu hafal kanji)... Jadi harus dirasakan sangat ringan ya :) Untuk kata sifat, harus diingat i-keiyoshi atau na-keiyoshi. GANBATTE!!
17 Pohon sakura
18 Membahas PR unit 4 Tata bahasa : penggunaan i-keiyoshi dan na-keiyoshi dalam suatu kalimat Tambahan: Daftar satuan/bilangan dan penggunaannya Membahas UNIT 5 Jangan lupa kerjakan PR UNIT 5 dan belajar UNIT 6 sampai tuntas setelah kuliah nanti untuk dibahas minggu depan! Pelajari juga tatabahasa UNIT 1 sampai UNIT 6, dan penggunaannya GANBATTE!
19 a) i-keiyoshi: KB + wa + KS + (KB) + desu Jakarta wa ookii desu. Jakarta wa ookii machi desu. b) na-keiyoshi: KB + wa + KS + (na + KB) + desu Jakarta wa nigiyaka desu. Jakarta wa nigiyaka na machi desu.
20 Orang (nin) : hitori, futari, sannin, yonnin, gonnin, nan nin desuka Buah (tsu) : hitotsu, futatsu, mittsu, yottsu, itsutsu, muttsu, nanatsu, yattsu, kokonotsu, too, juichi ikutsu desuka Lembar (mai) : ichimai, nimai nan mai desuka Unit (dai) : ichidai, nidai nan dai desuka Jilid (satsu) : issatsu, nisatsu nan satsu desuka Batang (hon) : ippon, nihon, sanbon, yonhon nanbon desuka Pasang (soku) : issoku, nisoku, sanzoku, yonsoku, gosoku nanzoku desuka Benda yang kecil, misal dadu, karet penghapus pensil, dsb (ko) : ikko, niko, sanko, yonko, goko, rokko, nanako, hakko, kyuuko, jukko/jikko nanko desuka
21 Ekor, untuk binatang kecil (hiki) : ippiki, nihiki, sanbiki, yon hiki nanbiki desuka Bangunan/rumah (ken) : ikken, niken, sangen, yonken, goken, rokken, nanaken, hakken, kyuuken, jukken/jikken nangen desuka Ekor, untuk unggas (wa) : ichiwa, niwa nanwa desuka Cangkir (hai) : ippai, nihai, sanbai, yonhai, gohai, roppai, nanahai, happai, kyuuhai, juppai/jippai nanbai desuka Frekuensi, kali (kai) : ikkai, nikai, sankai, yonkai, gokai, rokkai, nanakai, hakkai, kyuukai, jukkai/jikkai nankai desuka
22 ~ga imasu menyatakan ada untuk manusia dan hewan ~ga arimasu menyatakan ada untuk benda Tata Bahasa: KB + ga + K. Bilangan + KK Contoh: (+) Ringo ga mittsu arimasu. (?) Ringo ga ikutsu arimasuka (+)Hito ga futari imasu. (?)Hito ga nan nin imasuka
23 Watashi wa KB desu Watashi wa kaishain desu Watashi wa KB ja arimasen Watashi wa sensei ja arimasen Ano hito wa KB desuka Ano hito wa dare (donata) desuka Santosan wa Burajiru-jin desu Ariasan mo Burajiru-jin desu KB wa KB no KB desu Karinasan wa Fuji-daigaku no gakusei desu Teresachan wa 9 sai desu Teresachan wa nansai (oikutsu) desuka UNIT 1
24 Kore wa KB desu Kore wa jisho desu Kore wa nan desuka Kore wa KB desuka, KB desuka Kore wa boorupen desuka, shaapupenshiru desuka Are wa watashi no tsukue desu Are wa dare no tsukue desuka K.Tunjuk wa KB no desu Are wa watashi no desu Are wa dare no desuka Kore wa KB no KB desu Kore wa jidousha no hon desu Kore wa nan no hon desuka Kono KB wa KB no desu Kono kaban wa watashi no desu UNIT 2
25 Koko wa KB desu Koko wa kyoushitsu desu KB wa K.Tunjuk desu Uketsuke wa koko desu Uketsuke wa doko desuka KB wa K.Tunjuk desu Satousan wa asoko desu Satousan wa doko desuka KB wa K.Tunjuk desu Erebeeta wa kochira desu Erebeeta wa dochira desuka K.Tunjuk wa KB (negara asal) no KB desu Kore wa Nihon no jidousha desu Kore wa doko no jidousha desuka K.Tunjuk KB wa en (yen) desu Kono nekutai wa 1500-en desu Kono nekutai wa ikura desuka UNIT 3
26 Ket.Waktu jam desu Ima 4-ji 5-fun desu Ima nan-ji desuka KB wa jam kara jam made desu Hiruyasumi wa 12-ji kara 1-ji made desu Hiruyasumi wa nan-ji kara nan-ji made desuka KB wa hari desu Yasumi wa suiyoubi desu Yasumi wa nanyoubi desuka Watashi (KB/Pronomina) wa jam (Ket.Waktu) kara jam (Ket.Waktu) made KK Watashi wa 9-ji kara 5-ji made hatarakimasu Watashi wa Ket.Waktu jam ni KK Watashi wa maiasa 6-ji ni okimasu Anata wa maiasa nan-ji ni okimasuka Watashi (KB/Pronomina) wa Ket.Waktu KK (kala kini/kala lampau) Watashi wa mainichi benkyoushimasu (kala kini) Watashi wa kinou benkyoushimashita (kala lampau, KK dengan bentuk ta) Perubahan kata kerja (sedikit saja), misal: (+)Hatarakimasu, (-)hatarakimasen (kala kini) (+)Hatarakimashita, (-) hatarakimasendeshita (kala lampau) UNIT 4
27 Watashi wa KB e KK Watashi wa suupaa e ikimasu Anata wa doko e ikimasuka Watashi wa KB de KB e KK Watashi wa basu de kaisha e ikimasu Anata wa nan de kaisha e ikimasuka KB/Pronomina wa Ket.Waktu KB (negara) e pulang Watashi wa raishuu kuni e kaerimasu Anata wa itsu kuni e kaerimasuka UNIT 5 KB/Pronomina wa Pronomina/KB to Ket.tempat e telah datang Watashi wa Miraasan to Nihon e kimashita Anata wa dare to Nihon e kimashitaka
28 Watashi/pronomina wa KB o KK (melakukan kerja) Watashi wa pan o tabemasu Anata wa nani o tabemasuka Watashi wa nani mo KK (-) (tidak melakukan apa-apa) Watashi wa nani mo kaimasen Watashi wa nani mo kaimasendeshita KB/pronomina wa KB de KB (obyek) o KK (telah melakukan KK) Watashi wa depaato de tokei o kaimashita Anata wa doko de tokei o kaimashitaka Kalimat ajakan masenka? Isshoni ocha o nomimasenka Isshoni Kyouto e ikimasenka Isshoni eiga o mimasenka Kalimat ajakan mashou! Yasumimashou Ikimashou Tabemashou Shimashou UNIT 6
29 Jangan lupa melancarkan membaca dan menulis hiragana dan katakana dengan bahan pada unit 1 hingga unit 6 dari Minna no Nihongo buku 1, semua soal ujian dalam hiragana dan katakana, sesuai level pemula buku bagi orang asing, karena di Jepang hampir tidak ada tulisan latin sehingga akan memudahkan dalam kehidupan sehari hari jika suatu saat ke Jepang atau berteman dengan orang Jepang Ganbatte!
Daftar KS (Kata Sifat)
Daftar KS (Kata Sifat) i= i-keiyoshi, na= na-keiyoshi Tinggi= takai i Mahal= takai i Pendek= hikui i Murah= yasui i Luas= hiroi i Sempit= semai i Pintar= jouzu na Bodoh= heta na Panjang= nagai i Pendek
Introductory Japanese. SESSION 3 and SESSION 4
Introductory Japanese SESSION 3 and SESSION 4 Pelajaran hari ini Meneruskan percakapan/ekspresi sehari hari Tata bahasa tingkat pemula (introductory): he (e), ni, de, wo (o) Tambahan: Daftar kata benda
INTRODUCTORY JAPANESE. Session 7 Session 9
INTRODUCTORY JAPANESE Session 7 Session 9 Session 7: Bentuk ~ta dan contoh pemakaiannya dalam kalimat Bentuk ini digunakan secara umum untuk menunjukkan bentuk lampau, misalnya: telah datang (kimashita
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) Nama Mata Kuliah : Bahasa Jepang 2 Kode/SKS : 2 Semester : 3 Kelompok Mata Kuliah : MKU/MKDP/MKKP/MKKF/MKKPS/MKPP *) Status Mata Kuliah : Wajib/Pilihan
Yarimorai (memberi dan menerima)
Yarimorai (memberi dan menerima) oleh Belajar Bahasa Jepang - Nihongo o Benkyoushimasu pada 21 Februari 2011 pukul 13:11 Penggunaan ~ageru, ~kureru, ~morau I. AGERU, KURERU, MORAU AGERU ageru artinya memberi
5. Apakah fungsi wa didalam kalimat... a. Bentuk positif
Contoh Soal PG kelas X Bahasa Jepang semester ganjil 1. Kata yang diucapkan setelah memperkenalkan diri... a. Ohay ō gozaimasu b. Minasan c. Hajimemashite d. Sayōnara e. Dōzo yoroshiku 2. Indojin dalam
no ni digunakan untuk menunjukkan tujuan kegunaan, cara penggunaan,dll. Memiliki arti "memiliki kegunaan untuk...".
no ni no ni digunakan untuk menunjukkan tujuan kegunaan, cara penggunaan,dll. Memiliki arti "memiliki kegunaan untuk...". pembentukannya: bentuk kamus + no ni... biasanya setelah no ni di gunakan kata
KURSUS CEPAT BAHASA JEPANG JILID 1
Raja Cik Zainal Hitam KURSUS CEPAT BAHASA JEPANG JILID 1 KHUSUS BUAT ANDA YANG INGIN BELAJAR TANPA GURU Pendahuluan 1. Sebetulnya huruf yang dipakai oleh orang Jepang untuk menuliskan bahasanya ada 2 macam
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN. : VII/Ganjil (Penelitian Skripsi) : Kata Tunjuk Benda (Kono, Sono, dan Ano)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN NAMA SEKOLAH MATA PELAJARAN KELAS/SEMESTER TOPIK ALOKASI WAKTU : SMP Laboratorium UPI : Bahasa Jepang : VII/Ganjil (Penelitian Skripsi) : Kata Tunjuk Benda (Kono, Sono,
PERUBAHAN KATA KERJA
PERUBAHAN KATA KERJA O L E H ZULNAIDI,SS,M.Hum NIP: 132316223 DEPARTEMEN SASTRA JEPANG DEPARTEMEN SASTRA JEPANG FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2007 i KATA PENGANTAR Alhamdulillah, segala
Berapa Harganya? いくらですか
Berapa Harganya? いくらですか i Copyright Ahmad Hasnan Artikel ini boleh dicopy,diubah, dikutip, di cetak dalam media kertas atau yang lain, dipublikasikan kembali dalam berbagai bentuk dengan tetap mencantumkan
Ekor Verba -u/-ru sebagai Konstituen Penyambung dalam Bahasa Jepang, Sebuah Pemikiran
HUMANIORA INOVASI Vol.16/XXII/Maret 2010 Ekor Verba -u/-ru sebagai Konstituen Penyambung dalam Bahasa Jepang, Sebuah Pemikiran R o n i Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya Fakultas Sastra
Status resmi Bahasa resmi di: Jepang (de facto), Angaur (Palau) Diatur oleh: Pemerintah. Jepang Kode bahasa ISO 639-1 ja ISO 639-2 jpn SIL JPN
Bahasa Jepang Dituturkan di: Jepang, Guam, Kepulauan Marshall, Palau, Taiwan Wilayah: Asia Timur, Oseania Jumlah penutur: 127 juta Urutan ke: 8 Klasifikasi rumpun bahasa: Tidak diklasifikasikan Jepanik
BAB II GAMBARAN UMUM. kalimat sangat bervariasi dan tidak ada aturan-aturan khusus. Predikat dalam
BAB II GAMBARAN UMUM 2.1 Kata Kerja Bahasa yang kita gunakan diungkapkan dalam bentuk kalimat. Bentuk kalimat sangat bervariasi dan tidak ada aturan-aturan khusus. Predikat dalam sebuah kalimat merupakan
Pelajaran Bahasa Jepang Tingkat Dasar
Pelajaran Bahasa Jepang Tingkat Dasar Ekspresi yang sering digunakan Salam Memperkenalkan diri sendiri Memperkenalkan orang lain Menunjuk benda Kepemilikan benda Posisi dan keberadaan benda www.bahasajepangmudah.com
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan Berikut ini adalah kesimpulan yang berdasarkan pada data kalimat dan analisis idiom di Bab IV, serta mengacu pada setiap butir tujuan penelitian ini. Oleh karena itu,
KESALAHAN SINTAKSIS BAHASA JEPANG TULIS MAHASISWA SASTRA JEPANG UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
KESALAHAN SINTAKSIS BAHASA JEPANG TULIS MAHASISWA SASTRA JEPANG UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Mhd. Pujiono Departemen Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Penelitian ini bertujuan
UNGKAPAN DALAM BAHASA JEPANG YANG MENUNJUKKAN KERAMAHAN DAN KEAKRABAN. Oleh Fenny Febrianty. Abstrak
UNGKAPAN DALAM BAHASA JEPANG YANG MENUNJUKKAN KERAMAHAN DAN KEAKRABAN Oleh Fenny Febrianty Abstrak Ungkapan yang menunjukkan keramahan dan keakraban dalam bahasa Jepang dapat ditunjukkan dengan berbagai
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Semua kegiatan yang kita lakukan di dunia ini memerlukan metode yang
3.1 Metode Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Semua kegiatan yang kita lakukan di dunia ini memerlukan metode yang tepat. Dengan adanya metode, seseorang akan terbantu untuk mencapai tujuan dari
Pergi kemana? どこへ行きますか
Pergi kemana? どこへ行きますか i Oleh : Ahmad Hasnan www.oke.or.id doko e ikimasuka. pergi kemana, pertanyaan ini mudah dan sering digunakan dalam bepergian,dalam artikel edisi ini akan di bahas cara bertanya
BAB II LANDASAN TEORI. ). Huruf hiragana dan katakana disebut huruf kana ( ). 1946, pemerintah Jepang mengeluarkan daftar 1850 Kanji Masa Kini (
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Kanji sebagai Aksara Bahasa Jepang Seperti yang telah diungkapkan sebelumnya, aksara yang dipakai dalam penulisan bahasa Jepang disebut moji ( ). Moji mencakup hurufhuruf yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi experiment. Adapun yang dimaksud dengan metode quasi experiment adalah Penelitian
KALA DAN ASPEK DALAM BAHASA JEPANG Bayu Aryanto Universitas Dian Nuswantoro
KALA DAN ASPEK DALAM BAHASA JEPANG Bayu Aryanto Universitas Dian Nuswantoro Abstract: Tense and aspect are two important variables in determining meaning of sentence in any language. Tense and aspect in
BAB II TINJAUAN UMUM TERHADAP NOMINA BAHASA JEPANG, PENGERTIAN DAN PEMAKAIAN NOMINA TOMODACHI, YUUJIN, DAN NAKAMA
BAB II TINJAUAN UMUM TERHADAP NOMINA BAHASA JEPANG, PENGERTIAN DAN PEMAKAIAN NOMINA TOMODACHI, YUUJIN, DAN NAKAMA 2.1 Pengertian Nomina Nomina atau kata benda dalam gramatikal bahasa Jepang disebut meishi.
097/098.ML-01 M O D U L BAHASA JEPANG (1B) Untuk SMK Kelompok Pariwisata. LALU HAMIDI, SS & NURUL AINI, S.Pd.
M O D U L 097/098.ML-01 BAHASA JEPANG (1B) Untuk SMK Kelompok Pariwisata LALU HAMIDI, SS & NURUL AINI, S.Pd. MODUL BAHASA JEPANG (XB) C2-15b.X-2/UPW/KUR13 Untuk SMK Kelompok Pariwisata Oleh : LALU HAMIDI,
Pengantar Belajar Bahasa Jepangi
Pengantar Belajar Bahasa i (introduction to Japanese language ) Oleh : Ahmad Hasnan 1 Introduction Bahasa jepang termasuk dalam rumpun bahasa Ural Alta, namun dalam perkembangannya tidak menunjukkan hubungan
BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG PEMBENTUKAN KATA DALAM BAHASA JEPANG. kata daigaku universitas terdiri atas dua huruf kanji yaitu dai dan gaku.
BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG PEMBENTUKAN KATA DALAM BAHASA JEPANG 2.1 Morfem Dalam Bahasa Jepang Morfem (keitaiso) merupakan satuan bahasa terkecil yang memiliki makna dan tidak bisa dipecahkan lagi ke
Chi e: Journal of Japanese Learning and Teaching
CHI E 1 (1) (2012) Chi e: Journal of Japanese Learning and Teaching http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/chie PENGGUNAAN METODE INDUKTIFDALAM PENGAJARAN KATA KERJA BENTUK ~TE DI SMA NEGERI 7 CIREBON
KESALAHAN PADA PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG SISWA SMPK I HARAPAN
KESALAHAN PADA PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG SISWA SMPK I HARAPAN Jackline Octarina Pandan College Jl. Cok Agung Tresna No.15 Griya Alamanda No.7 Renon 081805521628 Email : [email protected] I Nengah
[~temo ii] & [~nakutemo ii]
[~temo ii] & [~nakutemo ii] oleh Belajar Bahasa Jepang - Nihongo o Benkyoushimasu pada 26 Februari 2011 pukul 16:33 [~temo ii] [~temo ii] menunjukkan izin/persetujuan, dalam bahasa indo berarti "boleh~"
INTRODUCTORY JAPANESE. SESSION 12 SESSION 13 Japanese Course にほんご日本語のコース
INTRODUCTORY JAPANESE SESSION 12 SESSION 13 Japanese Course にほんご日本語のコース SESSION 12 Membahas PR Unit 9 Membahas Unit 10 Bentuk Kamus (bentuk ngoko atau biasa dipakai oleh anakanak, atau sering juga disebut
PUSAT KURIKULUM DAN PERBUKUAN Kementerian Pendidikan Nasional
PUSAT KURIKULUM DAN PERBUKUAN Kementerian Pendidikan Nasional Hak Cipta pada Kementerian Pendidikan Nasional Dilindungi oleh Undang-Undang Pelajaran Bahasa Jepang SMA Penulis : Neneng Maulyanti Ukuran
BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG PARTIKEL GURAI DAN GORO. Menurut Drs. Sugihartono ( 2001:178 ), joshi adalah jenis kata yang tidak
BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG PARTIKEL GURAI DAN GORO 2.1 Pengertian Partikel Menurut Drs. Sugihartono ( 2001:178 ), joshi adalah jenis kata yang tidak mengalami perubahan dan tidak bisa berdiri sendiri
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN UNGKAPAN YANG MENUNJUKKAN WAKTU (KALA DAN ASPEK) DALAM KARANGAN BAHASA JEPANG
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN UNGKAPAN YANG MENUNJUKKAN WAKTU (KALA DAN ASPEK) DALAM KARANGAN BAHASA JEPANG Lispridona Diner Universitas Negeri Semarang 130 Lingua V/2 Juli 2009 Abstrak Dalam bahasa Jepang,
Ungkapan Kata Hanasu, Iu, dan Shaberu dalam Bahasa Jepang
Ungkapan Kata Hanasu, Iu, dan Shaberu dalam Bahasa Jepang Oleh Nandi S. Departemen Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya USU Abstrak Di dalam bahasa Jepang banyak sekali terdapat ungkapan (hyougen) kata-kata
INTERFERENSI BAHASA INDONESIA DALAM PENGGUNAAN BAHASA JEPANG (Studi Kasus Mahasiswa Sastra Jepang, Universitas Udayana)
INTERFERENSI BAHASA INDONESIA DALAM PENGGUNAAN BAHASA JEPANG (Studi Kasus Mahasiswa Sastra Jepang, Universitas Udayana) Ni Putu Luhur Wedayanti Program Studi Sastra Jepang Universitas Udayana Abstract
ANALISIS MATERI AJAR VERBA BENTUK TE. Kun M. Permatasari, Juariah, Riri Hendriati Sastra Jepang Fakultas Sastra. Abstrak
ANALISIS MATERI AJAR VERBA BENTUK TE Kun M. Permatasari, Juariah, Riri Hendriati Sastra Jepang Fakultas Sastra Abstrak Penelitian ini dilakukan karena adanya keluhan dari mahasiswa tingkat dasar dalam
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah : SMAN 1 Temanggung Mata Pelajaran : Bahasa Jepang Kelas/Semester : X / 1 Pertemuan : 1 (BAB 1 Aisatsu) Alokasi Waktu : 2 X 4 menit Standar Kompetensi : mendengarkan
PDF created with FinePrint pdffactory trial version YUK BELAJAR NIHONGO
1 YUK BELAJAR NIHONGO PENGANTAR Saat ini sedang bekerja di sebuah perusahaan Jepang? Atau barangkali sedang kuliah jurusan Bahasa Jepang, atau suatu saat anda ingin pergi ke Jepang baik untuk belajar atau
BAB 1 MEMPERKENALKAN DIRI
BAHASA JEPANG DASAR BAB 1 MEMPERKENALKAN DIRI Ungkapan Yang Sering Dipakai 1. Hajimemashite Senang berkenalan dengan anda 2. Dȏzoyoroshiku Senang berkenalan dengan anda ( dipakai waktu akhir kalimat) 3.
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN II DI SMA NEGERI 4 SEMARANG
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN II DI SMA NEGERI 4 SEMARANG Disusun oleh: Nama : Yusrina Dwi Savitri NIM : 2302911004 Prodi : Pend. Bahasa Jepang FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
DOSEN : TEAM TEACHING Drs. AHMAD DAHIDI, M.A. LINNA MEILIA.R, M. Pd. JUJU JUANGSIH, M.Pd. NOVIYANTI. A, M. Pd.
Silabus 1 08/09 SILABUS SHOKYU SAKUBUN I TAHUN AKADEMIK 2008/ DOSEN : TEAM TEACHING Drs. AHMAD DAHIDI, M.A. LINNA MEILIA.R, M. Pd. JUJU JUANGSIH, M.Pd. NOVIYANTI. A, M. Pd. JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA JEPANG
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tidak dapat dimungkiri bahwa saat ini Jepang memainkan peranan di dunia, terutama dalam perkembangan teknologi. Kemampuan itulah yang membuat Negara sakura ini kian
` SILABUS MATA KULIAH Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang
` SILABUS MATA KULIAH Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang A. Identitas Mata Kuliah Mata Kuliah/Kode : Shokyu (JP 111) Bobot : 2 SKS Semester : 2 Jenjang : S-1 Dosen/Kode : Linna Meilia. R, S. Pd., M. Pd.
PERBANDINGAN VERBA TRANSITIF DAN INTRANSITIF BAHASA INDONESIA DAN BAHASA JEPANG: TINJAUAN ANALISIS KONTRASTIF
PERBANDINGAN VERBA TRANSITIF DAN INTRANSITIF BAHASA INDONESIA DAN BAHASA JEPANG: TINJAUAN ANALISIS KONTRASTIF Diana Kartika Jurusan Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta [email protected]
BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG JOSHI
BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG JOSHI 2.1 Pengertian Joshi Joshi memiliki beberapa pengertian. Salah satu pengertian joshi dapat dilihat dari penulisannya. Istilah joshi ditulis dengan dua buah huruf kanji.
BAB I PENDAHULUAN. hal ini disebabkan karena keunikan dari bahasa-bahasa tersebut.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa-bahasa di dunia sangat banyak, dan para penuturnya juga terdiri dari berbagai suku bangsa atau etnis yang berbeda-beda. Oleh sebab itu setiap bahasa
IHWAL ANALISIS BUKU AJAR
IHWAL ANALISIS BUKU AJAR Oleh Ahmad Dahidi, M.A. (Disampaikan pada Kegiatan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) di Pusdiklat Pos Jl. Sarijadi Bandung Tanggal 20 s.d. 28 Nopember 2008) A. PENGERTIAN
BAB I PENDAHULUAN. Untuk kepentingan komunikasi dengan dunia internasional dengan baik,
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Untuk kepentingan komunikasi dengan dunia internasional dengan baik, kini di Indonesia disamping diajarkan bahasa Indonesia, juga diajarkan bahasa asing seperti bahasa
0rganized: Supported by:
0rganized: Supported by: DAFTAR ISI KATA SAMBUTAN iii DINAMIKA PERKEMBANGAN PENDIDIKAN BAHASA JEPANG DI INDONESIA DAN PERMASALAHANNYA Dedi Sutedi 7 STRATEGI PENGUASAAN TEKS TULIS BAHASA JEPANG Tatang Hariri
BAB I PENDAHULUAN. negara lain yang menggunakan bahasa Jepang sebagai bahasa nasionalnya
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Bahasa Jepang adalah bahasa yang unik karena tidak ada masyarakat negara lain yang menggunakan bahasa Jepang sebagai bahasa nasionalnya (Sudjianto dan Dahidi,
S I L A B U S UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA FAKULTAS : SASTRA JURUSAN : SASTRA JEPANG
S I L A B U S UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA FAKULTAS : SASTRA JURUSAN : SASTRA JEPANG MATA KULIAH : SAKUBUN II (SKS: 2 ) KODE MATA KULIAH : 03SJI NAMA DOSEN : AHMAD DAHIDI, DRS, M.A. PROGRAM STUDI : BAHASA
BAB I PENDAHULUAN. salah satu kelas kata dalam bahasa Jepang yang dapat berdiri sendiri dan dipakai untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Verba dalam bahasa Jepang disebut dengan 働詞 doushi. Doushi termasuk salah satu yoogen dalam kelas kata bahasa Jepang. Menurut Sudjianto (2007:149), verba merupakan
BAB I PENDAHULUAN. Dalam berkomunikasi kita memerlukan bahasa. Bahasa merupakan alat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam berkomunikasi kita memerlukan bahasa. Bahasa merupakan alat komunikasi yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, melalui bahasa manusia dapat
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kesalahan dalam berbahasa lumrah terjadi dalam proses belajar bahasa, karena dengan adanya kesalahan pembelajar berusaha untuk mengerti dan memahami apa yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian adalah suatu proses mencari sesuatu secara sistematis dalam
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Penelitian adalah suatu proses mencari sesuatu secara sistematis dalam waktu yang lama dengam menggunakan ilmiah serta aturan-aturan yang berlaku, untuk
VERBAL CLAUSAL STRUCTURE IN INDONESIAN AND JAPANESE: CONTRASTIVE ANALYSIS
STRUKTUR KLAUSA VERBAL DALAM BAHASA INDONESIA DAN BAHASA JEPANG: SUATU ANALISIS KONTRASTIF Wahya, Nani Sunarni, Endah Purnamasari Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran Jatinangor, Bandung 40600 ABSTRAK
BAB II LANDASAN TEORI
10 2.1 Ungkapan Yari-Morai BAB II LANDASAN TEORI Ungkapan yari-morai digunakan untuk mengunkapkan kelompok verba yang menyatakan perbuatan memindahkan benda (pindah) dari suatu tempat ke tempat lain. Verba-verba
Belajar Bahasa Jepang
Belajar Bahasa Jepang 勉強するほど 知識が増えて 能力も上がる semakin belajar, ilmu semakin bertambah, kemampuan semakin meningkat. ただ 勉強に近道はない hanya saja, tidak ada jalan pintas dalam belajar. 下手と上手との仕切りはキリのようなものです pemisah
Edisi Vol.13/XXI/Maret 2009 Tanggal cetak : Senin, 08 Februari 2010 Kolom : Catatan Riset
1 / 7 2010/02/08 17:59 INOVASI Online Website : http://io.ppi-jepang.org Email : [email protected] CETAK TUTUP Edisi Vol.13/XXI/Maret 2009 Tanggal cetak : Senin, 08 Februari 2010 Kolom : Catatan
BAB III METODE PENELITIAN. keadaan (Syamsuddin dan Vismaia, 2007: 14). Metode yang digunakan dalam
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan cara pemecahan masalah penelitian yang dilaksanakan secara terencana dan cermat dengan maksud mendapatkan fakta dan simpulan agar
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian 3.1.1 Metode Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian quasi experiment dengan menggunakan pola satu grup pre-test dan post-test design,
litid!t? c:fi1ij 8 ~~otbm
litid!t? c:fi1ij 8 ~~otbm PRAKATA Idiom merupakan kelompok kata yang dirangkai dengan susunan tertentu yang artinya tidak dapat ditebak dari arti kata-kata pembentuknya secara terpisah. Idiom dalam bahasa
EUFEMISME DALAM BAHASA JEPANG. Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran a b
EUFEMISME DALAM BAHASA JEPANG a Nani Sunarni, b Jonjon Johana a,b Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran E-mail: a [email protected], b [email protected] Abstrak Penelitian ini bertujuan
Artikel ini sudah dimuat dalam jurnal Sastra Jepang Fakultas Sastra Universitas Kristen Maranatha vol. 4 no. 2 edisi Februari 2005
Artikel ini sudah dimuat dalam jurnal Sastra Jepang Fakultas Sastra Universitas Kristen Maranatha vol. 4 no. 2 edisi Februari 2005 Gramatika Bahasa Jepang Renariah Abstrak : Pada umumnya orang berpendapat
Eliora. orang yang sedang menjalaninya. 1 Artinya, seberat-berat kami melihat sesuatu terjadi, lebih menyakitkan lagi bagi
1 Nadia Eliora Yuda Putri Bahasa Indonesia 7 13 September 2012 Pelarian Jauh Di Hutan Duarr! Bunyi ledakan bom tentara-tentara Jepang. Setelah ledakan pertama itu, orang-orang di desaku menjadi kalang
BAB II JOSHI. berarti klasifikasi kelas kata berdasarkan berbagai karakteristiknya secara. dalam dua kelompok besar, yakni jiritsugo dan fuzokugo.
BAB II JOSHI 2.1 Pengertian Joshi Di dalam gramatika bahasa Jepang terdapat pembagian kelas kata yang disebut hinshi bunrui. Hinshi berarti jenis kata atau kelas kata, sedangkan bunrui berarti penggolongan,
Universitas Negeri Semarang. Fakultas Bahasa dan Seni. Bahasa dan Sastra Asing
LAPORAN PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN II R-SMA-BI KESATRIAN 1 SEMARANG Disusun oleh: Nama : Gatya Pararti Tisanoga NIM : 2302409012 Program Studi : Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Negeri Semarang Fakultas
BAB I PENDAHULUAN. Setiap bahasa terdiri dari unsur kalimat, klausa, frase dan kata. Salah satu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Setiap bahasa terdiri dari unsur kalimat, klausa, frase dan kata. Salah satu unsur yang menarik adalah mengenai kalimat, karena kalimat merupakan bentuk penyampaian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengumpulkan data penelitiannya (Arikunto, 2006:160). Sehingga penelitian
30 BAB III METODOLOGI PEELITIA 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya (Arikunto, 2006:160). Sehingga penelitian merupakan
2015 ANALISIS MAKNA ASPEKTUAL HOJODOUSHI TE IKU DAN TE KURU
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kata kerja bantu dalam bahasa Jepang terbagi menjadi dua jenis, yaitu jodoushi dan hojodoushi. Jodoushi adalah kata kerja bantu murni yang tidak bisa berdiri
SILABUS. Kognitif: 1. Menentukanjenisruangan di rumah 2. Menentukan jenis peralatan. tangga 3. Mengidentifikasi pola kalimat yang menyatakan kebradaan
SILABUS Sekolah : SMA Negeri 5 Surabaya Mata Pelajaran : Kelas / Semester : XI/1 Referensi : BSNP / CIE Standar Kompetensi : 1. Memahami wacana lisan berbentuk paparan atau dialog tentang Kehidupan Keluarga
PENERAPAN PRINSIP KERJASAMA DALAM TUTURAN STAF GRO JEPANG DI TRAVEL HIS TOUR. A.A.Ayu Dian Andriyani STIBA Saraswati Denpasar
PENERAPAN PRINSIP KERJASAMA DALAM TUTURAN STAF GRO JEPANG DI TRAVEL HIS TOUR A.A.Ayu Dian Andriyani STIBA Saraswati Denpasar [email protected] Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan
mahasiswa dalam memulai sebuah komunikasi, seperti あの 失礼します, こん
BAB IV PEMBAHASAN Setelah analisa dilakukan didapatkan hasil berupa rangkaian tindak tutur (speech act set) ajakan yang dibagi menjadi 3 jenis bagian yaitu pra-invite, invite dan post-invite. Di dalam
BAB I PENDAHULUAN. tukar informasi dengan manusia lainnya. Dalam hal ini, keberadaan suatu bahasa
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia sebagai makhluk sosial diharuskan untuk saling berinteraksi dan saling tukar informasi dengan manusia lainnya. Dalam hal ini, keberadaan suatu bahasa
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Umumnya pembelajar bahasa Jepang adalah siswa tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan tingkat perguruan tinggi. Namun saat ini siswa tingkat Sekolah Menengah
Noriko Sensei no Otanjoubi
Noriko Sensei no Otanjoubi Hendra Di sebuah kota megapolitan Tokyo yang merupakan ibu kota dari negara Jepang alias Nihon atau Nippon, terdapat sebuah sekolah yang cukup megah dan terkenal. Suasana sekolah
SILABUS SHOKYUU KAIWA I JP 104
No.: SILABUS SHOKYUU KAIWA I JP 104 Linna Meilia Rasiban, S.Pd., M.Pd. Dra. Hj. Melia Dewi Judiasri, M.Pd., M.Hum. Novia Hayati, S.Pd., M.Ed. JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA JEPANG FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA
SILABUS. Kognitif: 1. Menentukanjenistempat rekreasi 2. Mengidentifikasi pola kalimat yang mengajak melakukan suatu kegiatan
SILABUS Sekolah : SMA Negeri 5 Surabaya Mata Pelajaran : Kelas / Semester : XI/1 Referensi : BSNP / CIE Standar Kompetensi : 1. Memahami wacana lisan berbentuk paparan atau dialog tentang Hobi Kompetensi
BENTUK DAN PERBEDAAN MAKNA [UCHI NI], [AIDA NI], DAN [KAGIRI] YANG BERFUNGSI SEBAGAI SETSUZOKUSHI DALAM NOVEL RYOMA GA YUKU KARYA RYŌTARŌ SHIBA.
BENTUK DAN PERBEDAAN MAKNA [UCHI NI], [AIDA NI], DAN [KAGIRI] YANG BERFUNGSI SEBAGAI SETSUZOKUSHI DALAM NOVEL RYOMA GA YUKU KARYA RYŌTARŌ SHIBA oleh K. Nastya Anggaraini 1001705008 Program Studi Sastra
FUKUGOOGO DALAM BAHASA JEPANG. Justien R.Wuisang. Abstrak
Justien R.Wuisang Abstrak Artikel ini membahas dan memaparkan contoh-contoh dari salah satu unsur bahasa yang masuk dalam kategori kosa kata bahasa Jepang yaitu fukugoogo 複合語 atau gabungan kata. Gabungan
Lampiran Desertasi Ishartiwi, 2007) ROGRAM PEMBELAJARAN TERINDIVIDUALISASIKAN SUBJEK A
Lampiran Desertasi Ishartiwi, 2007) ROGRAM PEMBELAJARAN TERINDIVIDUALISASIKAN SUBJEK A I. Identitas: 1. Kode siswa : Subjek A 2. Usia : 13 tahun 3. Matapelajaran : Perilaku adaptif 4. Aspek : Berkomunikasi,
BAB I PENDAHULUAN. sesamanya. Menurut Kridalaksana (2001:21), bahasa adalah sistem lambang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Setiap manusia menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dengan sesamanya. Menurut Kridalaksana (2001:21), bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang
DAFTAR CAPAIAN PEMBELAJARAN BIDANG KURSUS DAN PELATIHAN SESUAI DENGAN LAMPIRAN PERMENDIKBUD NO
DAFTAR CAPAIAN PEMBELAJARAN BIDANG KURSUS DAN PELATIHAN SESUAI DENGAN LAMPIRAN PERMENDIKBUD NO. 131 TAHUN 2014 TENTANG STANDAR KOMPETENSI LULUSAN KURSUS DAN PELATIHAN 19. Bidang Bahasa Jepang DESKRIPSI
Bab III METODE PENELITIAN
Bab III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian adalah cara penemuan kebenaran atau pemecahan masalah yang dilakukan secara ilmiah. Prosesnya dilakukan melalui cara tertentu yang dilakukan
BAB I PENDAHULUAN. Bahasa Jepang terbagi dalam 10 jenis kelas kata. Partikel merupakan salah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa Jepang terbagi dalam 10 jenis kelas kata. Partikel merupakan salah satu dari 10 jenis kelas kata tersebut. Partikel dalam bahasa Jepang disebut juga joshi. Jumlah
