2015 PENGARUH STORE ATMOSPHERE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN
|
|
|
- Irwan Irawan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perlambatan ekonomi global berdampak hampir di semua negara sehingga berpengaruh terhadap target pencapaian jangka panjang, hal ini disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi yang tidak merata akibatnya terjadi ketimpangan yang membuat negara dalam keadaan berkembang semakin sulit tumbuh karena sangat dipengaruhi oleh kondisi negara maju yang sedang mengalami krisis. Negara maju sebagai penyokong utama perekonomian dunia kemudian melakukan perbaikan yang membuatnya lebih berfokus pada upaya pemulihan sehingga membuat kerjasama ekonomi yang sedang dilakukan tidak berlangsung dengan baik dan berdampak kepada melemahnya prospek pertumbuhan negara berkembang karena dipersulit oleh ketatnya kebijakan moneter yang ditetapkan negara maju. Meskipun terjadi perlambatan ekonomi global pada Negara maju dan juga Negara berkembang, perkembangan positif dapat terlihat di sektor perdagangan barang yang terus menunjukan kenaikan persentase pertumbuhan dan diprediksi dapat terus meningkat sehingga membuat posisi ekonomi global berada dalam keadaan moderat. Pendorong utama peningkatan presentase tersebut diperkirakan berasal dari kawasan Asia Pasifik yaitu di sektor penjualan barang pada bisnis ritel yang terus mengalami pertumbuhan hingga dapat mencakup seluruh kebutuhan pasar dunia. Hal itulah yang menjadi salah satu faktor yang membuat perekonomian dunia masih sanggup bertahan di kondisi moderat dan memberikan kesempatan lebih lama untuk memperbaiki kondisi perekonomian agar kembali dapat mencapai target peningkatan pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang akan berpengaruh kepada stabilitas di setiap Negara. Pertumbuhan volume penjualan ritel dikawasan Asia Pasifik pada tahun dapat dilihat pada gambar 1.1, berikut ini: 1
2 2 Vietnam 3,8 9,5-2,4-0,6 Thailand Taiwan 2,9 2,5 Korea Selatan -0,1 Singapore Philipines 1,2 1,6 4,6 4,2 4,4 Pakistan 3,9 5,1 New Zealand 3,2 6,3 Malaysia 5,4 6,4 Japan 0,2 0,7 Indonesia India 1,7 3,8 4,3 4 Hong Kong 3,1 6,6 China 8,8 9,3 Australia 1,3 1, Sumber: Gambar 1. 1 Pertumbuhan Volume Penjualan Ritel Di Kawasan Asia Pasifik Tahun
3 3 Indonesia termasuk negara di Asia Pasifik yang mengalami pertumbuhan bisnis ritel yang baik meski dalam kategori barang tertentu masih mengalami minus namun pada kategori barang lain menunjukan perbaikan yang signifikan salah satunya dari kategori ritel pakaian. Produk pakaian merupakan kebutuhan pokok dengan tingkat permintaan yang semakin tinggi karena populasi masyarakat Indonesia begitu besar, oleh sebab itu perlu diseimbangkan dengan penawaran yang juga tinggi akibatnya bisnis tersebut mengalami pertumbuhan yang pesat sehingga memperketat persaingan di usaha sejenis. Pada umumnya konsumen sekarang ini lebih tertarik melakukan pembelian karena disertai dengan fasilitas yang bersifat rekreatif, terutama pada bisnis ritel oleh karena itu banyak toko didesain dengan suasana senyaman mungkin dan memudahkan konsumen melakukan transaksi pembelian seperti pada konsep butik, department store, distribution store, factory outlet dan lainnya. Semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing juga mengalami pertumbuhan yang baik terutama pada factory outlet yang telah menjadi tujuan wisatawan untuk datang kesuatu kota. Bandung merupakan kota yang terkenal dengan wisata belanja khususnya factory outlet dan tersebar secara strategis di sepanjang jalan menuju objek wisata lainnya, selain daripada itu suasana Bandung yang kondusif menjadikannya nyaman untuk dikunjungi sehingga membuat jumlah wisatawan setiap tahunnya mengalami peningkatan yang dapat dilihat pada Tabel 1.1 berikut ini. Tabel 1. 1 Jumlah Wisatawan Yang Datang ke Kota Bandung Tahun Tahun Wisatawan Wisatawan Jumlah Persentase Mancanegara Nusantara Wisatawan Pertumbuhan % % % % Sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung 2015
4 4 Berdasarkan tabel 1.1 terlihat bahwa pertumbuhan wisatawan yang datang ke kota Bandung secara umum mengalami peningkatan yang sangat baik setiap tahunnya terutama di tahun 2011 yang mengalami pelonjakan wisatawan baik nusantara maupun manca negara. Pelonjakan tersebut disebabkan oleh strategi yang dilakukan dengan meningkatkan kualitas pelayanan transportasi penerbangan yang semakin banyak jumlahnya yang bertujuan untuk mempermudah para wisatawan datang ke kota Bandung dan juga perbaikan akses jalan ke sejumlah objek wisata di Bandung menjadi prioritas pemerintah setempat dalam upaya peningkatan jumlah kunjungan, selain itu juga momen yang strategis terjadi dimana waktu liburan keluarga menjadi lebih panjang karena bertepatan dengan libur nasional kemudian dilanjutkan libur kalender pendidikan. Di setiap tahunnya daya tarik utama wisatawan datang ke kota Bandung adalah untuk berbelanja karena di kota tersebut terdapat banyak factory outlet dan tempat belanja lainnya yang tersebar secara strategis seperti yang ditunjukan pada tabel 1.2 berikut ini. Tabel 1. 2 Klasifikasi Pasar Modern di Kota Bandung Menurut Jenis No. Jenis Pasar Modern Jumlah Departement Store Hypermarket Mall Minimarket Perkulakan Distribution Outlet Factory Outlet Supermarket Total Sumber: diolah dari Berdasarkan tabel 1.2 dapat dilihat bahwa tidak ada peningkatan signifikan di hampir semua jenis pasar modern di kota Bandung hal ini di karenakan terjadi
5 5 pembatasan pendirian pasar modern karena jumlah tersebut sudah sangat banyak sehingga membuat pangsa pasar semakin kecil terutama pada industri ritel pakaian dimana factory outlet bersaing dengan pasar ritel modern dari jenis lainnya untuk melakukan pengembangan dalam pelayanan toko. Di awal perkembangannya, factory outlet menawarkan harga murah karena langsung menjual barang dari pabriknya, namun kini dengan mempertimbangkan pesaing akhirnya factory outlet mulai memperhatikan strategi lain seperti kestrategisan lokasi, pelayanan yang ramah, keragaman dan kualitas produk, kenyamanan suasana toko, dan promosi yang membuat konsumen tertarik untuk berbelanja. Selain menghadapi pesaing dari jenis pasar berbeda saat factory outlet yang jumlahnya sudah terhitung banyak di Bandung membuat persaingan sejenis tetap tinggi, hanya factory outlet dengan pengelolaan yang baik dapat mengungguli para pesaing. Dengan semakin banyaknya pilihan toko ritel pakaian selain factory outlet yang beroperasi membuat pangsa pasar terbagi dan menyebabkan pertumbuhan penjualan semakin menurun setiap tahunnya, seperti yang terjadi pada The Summit, Stamp, dan The Oasis yang berada di sepanjang jalur wisata yaitu Jl. L.L.R.E. Martadinata, dapat dilihat pada Tabel 1.3 berikut ini. Tabel 1. 3 Jumlah Pengunjung di Factory Outlet The Summit, Stamp, dan The Oasis Tahun Nama Factory Outlet Jumlah Pengunjung Persentase Pertumbuhan The Summit ,81% Stamp ,00% The Oasis ,60% Jumlah Sumber: Pengolahan Data Factory outlet The Summit, Stamp, dan The Oasis tahun 2015
6 6 Berdasarkan tabel 1.3, terlihat bahwa yang menjadi perhatian utama yaitu jumlah pengunjung The Summit, Stamp, dan The Oasis pada tahun 2013 yang menjadi kunjungan tertinggi yaitu sebanyak orang, namun pada tahun 2014 menurun menjadi atau sebesar -5,81%. Berbeda dengan jumlah Stamp yang pada tahun 2013 terdapat pengunjung, namun pada tahun 2014 menurun menjadi orang atau sebesar -14%. Pengunjung The Oasis pada tahun 2013 sebanyak orang, namun pada tahun berikutnya mengalami penurunan pengunjung menjadi orang atau sebesar -17,60%. Dengan kondisi penurunan jumlah pengunjung tentu akan berpengaruh pada jumlah calon pembeli sehingga dapat menurunkan omset penjualan yang berdampak pada kelangsungan bisnis, hal tersebut terbukti pada jumlah konsumen yang menurun pada The Summit, Stamp, dan The Oasis pada tahun seperti pada Tabel 1.4 berikut ini. Tabel 1. 4 Jumlah Konsumen yang Melakukan Pembelian di Factory Outlet The Summit, Stamp, dan The Oasis Tahun Nama Jumlah Konsumen Persentase Factory Outlet yang Melakukan Pertumbuhan Pembelian The Summit ,76% Stamp ,25% The Oasis ,78% Jumlah Sumber: Pengolahan Data factory outlet The Summit, Stamp, dan The Oasis tahun 2015
7 7 Berdasarkan tabel 1.4 dapat diketahui bahwa terjadi penurunan jumlah konsumen yang melakukan pembelian seperti pada jumlah pembeli The Summit, Stamp, dan The Oasis pada tahun 2013 yaitu sebanyak orang lalu menurun pada tahun 2014 menjadi atau sebesar -4,76%. Pembeli Stamp yang pada tahun 2013 terdapat orang, namun pada tahun 2014 menurun menjadi orang atau sebesar -7,25%. Pembeli The Oasis pada tahun 2013 sebanyak orang, namun pada tahun berikutnya menurun menjadi orang atau sebesar -12,78%. Penurunan yang terjadi pada The Summit, Stamp, dan The Oasis terjadi karena pada saat ini sudah banyak beroperasi factory outlet dan juga pesaing pasar modern lainnya yang menjual pakaian jadi dengan strategi pemasaran untuk berusaha menarik pengunjung calon pembeli sebanyak mungkin. Selain itu factory outlet tidak dapat mempertahankan keunggulannya dengan menjual barang berkualitas dengan harga murah sehingga menjual pakaian jadi pada umumnya membuat daya tarik pengunjung untuk membeli mengalami penurunan. Sebagai bisnis ritel yang menjual pakaian jadi kepada konsumennya secara langsung, The Summit, Stamp, dan Thep Oasis harus memperhatikan apa saja yang menjadi bauran ritel yang dapat dijadikan strategi pemasarannya yaitu tempat (place), prosedur pelayanan (operation procedures), proses perdagangan (merchandising), harga (pricing tactics), suasana toko (store atmosphere), karyawan toko (employee), dan metode promosi (promotion). Dari berbagai bauran tersebut yang umumnya ditonjolkan oleh factory outlet untuk menarik konsumennya adalah store atmosphere yang dapat memberikan kesan pertama dan seterusnya kepada setiap konsumen yang datang dan dari hasil pra-survei yang dilakukan kepada 30 orang konsumen The Summit, stamp, dan The Oasis tentang kelebihan yang diharapkan tersedia di setiap factory outlet yang mereka kunjungi dapat dilihat pada gambar 1.2 berikut ini.
8 8 Suasana toko yang nyaman 8 Seringnya melakukan promosi 6 Produk yang berkualitas 5 Pelayanan yang ramah 4 Lokasi yang strategis 3 Harga yang murah Sumber: Hasil pengolahan angket Pra-Survei tahun 2015 Gambar 1. 2 Kelebihan yang Diharapkan Tesedia di Setiap Factory Outlet Data pra survei tersebut menunjukan bahwa suasana toko (store atmosphere) menjadi nilai tertinggi sebagai kelebihan yang diharapkan tersedia pada factory outlet terutama The Summit, Stamp, dan The Oasis untuk dapat ditingkatkan kedepannya sehingga konsumen merasa nyaman saat berbelanja. Store atmosphere berperan dalam memberikan kesan kepada para konsumen yang datang dan apabila kesan yang ditimbulkan buruk maka konsumen tidak tertarik untuk berbelanja bahkan tidak ingin kembali ke toko tersebut. Store atmosphere juga dapat menunjukan seberapa besar target yang bisa didapatnya, oleh karena itu jika hal tersebut dapat dipahami sebagai strategi yang harus segera diaplikasikan maka konsumen akan menjadikannya sebagai pilihan pertama dalam aktivitas berbelanjanya. Dengan tantangan baru kedepannya The Summit, Stamp, dan The Oasis harus meningkatkan keputusan pembelian pemasaran demi peningkatan usahanya, yang dalam hal ini diperlukan adanya perhatian serius mengenai faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian dan perlu memahami situasi bisnis secara detil. Itulah yang perlu dilakukan The Summit, Stamp, dan The Oasis karena
9 9 pesaing dan konsumen akan berubah setiap waktu sehingga untuk dapat mempertahankan kelangsungan bisnis perlu adanya perbaikan strategi pemasaran. Pengamatan yang telah dilakukan kepada konsumen The Summit, Stamp, dan The Oasis di kota Bandung menunjukan penurunan jumlah pengunjung dan jumlah penjualannya yang membuat penulis tertarik untuk mengetahui apa penyebab utamanya dalam bentuk penyusunan skripsi ini, dengan judul Pengaruh Store Atmosphere Terhadap Keputusan Pembelian (Survei pada Konsumen Factory Outlet The Summit, Stamp, dan The Oasis di Kota Bandung). 1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang yang sudah dijelaskan sebelumnya, tingginya tingkat persaingan usaha ritel pakaian modern membuat factory outlet The Summit, Stamp, dan The Oasis harus meningkatkan strategi pemasarannya dimana hal itu terindikasi dari jumlah pengunjung dan jumlah pembeli yang menurun pada The Summit, Stamp, dan The Oasis. Perhatian konsumen di Indonesia terhadap tempat belanja yang memadukan unsur rekreatif perlu disadari sebagai strategi yang cocok untuk meningkatkan probabilitas keputusan pembelian. Pendekatan yang menyentuh emosi pengunjung harus menjadi perhatian dalam strategi pemasaran saat ini untuk menghadapi pesaing. Pengaplikasian Store atmosphere menjadi strategi yang cocok diterapkan pada factory outlet The Summit, Stamp, dan The Oasis dalam memperbesar probabilitas keputusan pembelian Rumusan Masalah Berdasarkan uraian yang disampaikan pada latar belakang, maka peneliti merumuskan masalah sebagai berikut:
10 10 1. Bagaimana store atmosphere di factory outlet The Summit, Stamp, dan The Oasis? 2. Bagaimana keputusan pembelian di factory outlet The Summit, Stamp, dan The Oasis? 3. Seberapa besar pengaruh antara pelaksanaan store atmosphere terhadap keputusan pembelian di factory outlet The Summit, Stamp, dan The Oasis? 1.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mendeskripsikan store atmosphere di factory outlet The Summit, Stamp, dan The Oasis. 2. Untuk mendeskripsikan keputusan pembelian di factory outlet The Summit, Stamp, dan The Oasis. 3. Untuk mendeskripsikan pengaruh antara pelaksanaan store atmosphere terhadap keputusan pembelian di factory outlet The Summit, Stamp, dan The Oasis. 1.4 Kegunaan Penelitian Kegunaan Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan dalam aspek teoritis untuk mengkaji ilmu manajemen pemasaran, terutama pada bauran ritel yaitu store atmosphere yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian sehingga kedepannya para akademisi dapat lebih baik dalam mengkaji hal serupa dan memberikan kontribusi secara berkesinambungan sebagai upaya pemahaman mengenai teori ilmu pemasaran yang senantiasa berkembang dengan pesat.
11 Kegunaan Praktis Pada kegunaan praktis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan yang dapat diaplikasikan pada factory outlet untuk meningkatkan proses keputusan pembelian melalui perbaikan pada store atmosphere yang berpengaruh pada pertumbuhan positif pendapatan usaha, selain dari factory outlet tentu strategi pemasaran ini dapat diterapkan pada toko dengan jenis lainnya.
BAB I PENDAHULUAN. henti-hentinya bagi perusahaan-perusahaan yang berperan di dalamnya. Banyaknya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat saat ini, dapat dilihat bahwa sektor dunia usaha saat ini telah menjadi suatu arena persaingan yang sengit dan tidak
BAB I PENDAHULUAN. Dalam beberapa tahun terakhir ini kota Bandung menjadi salah satu tujuan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dalam beberapa tahun terakhir ini kota Bandung menjadi salah satu tujuan wisata terpenting. Selain terkenal dengan kulinernya, kota Bandung belakangan ini
BAB I PENDAHULUAN. Termasuk dalam bidang ritel yang saat ini tumbuh dan berkembang pesat seiring
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Persaingan dunia usaha di Indonesia semakin ketat, setiap perusahaan bersaing untuk menarik pelanggan dan mempertahankan eksistensinya di pasar. Termasuk
I. PENDAHULUAN. Dewasa ini perkembangan dunia bisnis semakin pesat, ditandai dengan makin
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini perkembangan dunia bisnis semakin pesat, ditandai dengan makin besarnya antusiasme dan agresifitas para pelaku bisnis baik di sektor industri, jasa,
BAB I PENDAHULUAN. maksimal guna mempertahankan keberadaan perusahaan di tengah persaingan.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Kegiatan usaha pada dasarnya bertujuan untuk mendapat keuntungan yang maksimal guna mempertahankan keberadaan perusahaan di tengah persaingan. Perusahaan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Masalah Pada era globalisasi saat ini persaingan bisnis antar industri ritel sangat ketat, baik di pasar
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Masalah Pada era globalisasi saat ini persaingan bisnis antar industri ritel sangat ketat, baik di pasar domestik maupun di pasar internasional. Industri ritel yang
BAB I PENDAHULUAN. membuat sebagian besar rakyat Indonesia terjun ke bisnis ritel. Bisnis ritel
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Industri ritel merupakan industri yang strategis bagi perkembangan ekonomi Indonesia. Karakteristik industri ritel yang tidak begitu rumit membuat sebagian besar
BAB I PENDAHULUAN. Bisnis ritel tersebut antara lain hypermart, supermarket, specialty store,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bisnis eceran atau sering disebut dengan bisnis ritel di Indonesia saat ini perkembangannya cukup pesat. Selain jumlahnya banyak dan mudah ditemui di kota besar,
BAB I PENDAHULUAN. pembelian dan mengkonsumsi. Untuk memenuhi ketiga aktivitas tersebut, terjangkau terutama bagi masyarakat berpenghasilan sedang.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Aktivitas konsumen terdiri dari tiga kegiatan, yaitu: berbelanja, melakukan pembelian dan mengkonsumsi. Untuk memenuhi ketiga aktivitas tersebut, konsumen
I. PENDAHULUAN. Jenis Wisatawan Domestik Asing Jumlah Domestik Asing Jumlah Domestik Asing
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia memiliki keanekaragaman budaya yang berpotensi untuk dijadikan objek pariwisata. Perkembangan industri pariwisata Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun
I PENDAHULUAN. Indonesia masih memperlihatkan kinerja ekonomi makro nasional yang relatif
I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam kondisi persaingan global yang semakin ketat diseluruh sektor ekonomi, Indonesia masih memperlihatkan kinerja ekonomi makro nasional yang relatif baik. Pertumbuhan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebutuhan sehari-hari adalah kebutuhan yang krusial dan harus dipenuhi setiap harinya. Kebutuhan sehari-hari atau yang biasa disebut FMCG (Fast Moving Consumer Goods)
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bisnis ritel adalah bisnis yang memiliki kemungkinan yang sangat besar untuk mendapatkan keuntungan yang lebih dan juga merupakan bisnis yang memiliki banyak peluang
BAB I - PENDAHULUAN 1 BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I - PENDAHULUAN 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini pusat perbelanjaan modern atau dikenal dengan sebutan mall mengalami pergeseran fungsi. Pada mulanya masyarakat ke mall khusus untuk
BAB I PENDAHULUAN. bidang ekonomi yang semakin membuka peluang pengusaha untuk turut
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pekembangan persaingan bisnis di Indonesia adalah salah satu fenomena yang sangat menarik untuk kita simak, terlebih dengan adanya globalisasi dalam bidang
BAB I PENDAHULUAN. jumlah penduduk. Seiring dengan pesatnya daya beli masyarakat dalam bidang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perkembangan bisnis kuliner di Indonesia saat berkembang sangat pesat seiring dengan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat dan bertambahnya jumlah penduduk.
BAB I PENDAHULUAN. persaingan bisnisnya menunjukan perkembangan yang cukup pesat, namun tidak
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Bisnis Ritel di Indonesia makin hari dirasakan semakin berkembang dan persaingan bisnisnya menunjukan perkembangan yang cukup pesat, namun tidak menjadi
BAB I PENDAHULUAN. kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi global. Dari tahun ke tahun, jumlah. kegiatan wisata semakin mengalami peningkatan.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pariwisata merupakan salah satu industri yang memiliki pertumbuhan pembangunan yang cepat. Saat ini sektor pariwisata banyak memberikan kontribusi terhadap
BAB I PENDAHULUAN. tiap tahun naik sekitar 14%-15%, dalam rentang waktu tahun 2004 sampai dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perdagangan pada pasar modern di Indonesia mengalami perkembangan dan persaingan yang sangat ketat. Pada saat ini perkembangannya diperkirakan tiap tahun
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan bisnis eceran (retailer business) yang ada di Indonesia
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan bisnis eceran (retailer business) yang ada di Indonesia dewasa ini meningkat begitu tinggi. Puluhan arena belanja berupa pusat-pusat pertokoan,
BAB I PENDAHULUAN. diprediksi terutama pada sektor perusahaan jasa. Setiap perusahaan berlomba
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam era ekonomi baru atau era "digitalization", ditandai dengan persaingan yang semakin ketat, lingkungan yang cepat berubah dan semakin sulit untuk diprediksi terutama
BAB I PENDAHULUAN. memberikan keuntungan dan menghidupi banyak orang. Pada saat krisis UKDW
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bisnis ritel, merupakan bisnis yang menjanjikan karena dapat memberikan keuntungan dan menghidupi banyak orang. Pada saat krisis ekonomi melanda Indonesia di akhir
BAB I PENDAHULUAN. Sektor pariwisata merupakan usaha yang pada umumnya menjanjikan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sektor pariwisata merupakan usaha yang pada umumnya menjanjikan dalam meraih devisa Negara. Hal ini perlu mendapatkan perhatian khusus sebagai peluang bisnis dalam
2015 PENGARUH STORE ATTRIBUTE TERHADAP LOYALITAS WISATAWAN DIKONTROL OLEH MOTIVASI BERBELANJA
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Wisata belanja merupakan salah satu sektor industri pariwisata yang mengalami pertumbuhan yang signifikan di dunia. Berbelanja sudah menjadi suatu hal yang
BAB I PENDAHULUAN. Industri ritel merupakan salah satu industri yang strategis di Indonesia.
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Industri ritel merupakan salah satu industri yang strategis di Indonesia. Industri ini merupakan sektor kedua terbesar dalam hal penyerapan tenaga kerja,
BAB I PENDAHULUAN. munculnya pasar tradisional maupun pasar modern, yang menjual produk dari
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Berkembangnya bisnis ritel di Indonesia disebabkan oleh semakin luasnya pangsa pasar yang membuat produsen kesulitan untuk menjual produknya langsung ke
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini menguraikan kesimpulan dan saran yang didasarkan pada hasil analisa yang telah dilakukan dalam penelitian ini. Kesimpulan dan saran disusun berdasarkan hasil penelitian
V. KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan
154 V. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan mengenai pengaruh bauran ritel terhadap kepuasan konsumen di UKM Mart Koperasi Mahasiswa
BAB I PENDAHULUAN. mereka memanfaatkan peluang-peluang bisnis yang ada dan berusaha untuk
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang masalah Kemajuan dibidang perekonomian selama ini telah banyak membawa akibat perkembangan yang pesat dalam bidang usaha. Sejalan dengan hal tersebut banyak bermunculan
BAB I Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang
BAB I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Perkembangan bisnis ritel pada saat ini berkembang sangat pesat. Hal ini ditandai dengan masuk dan semakin berkembangnya ritel global seperti munculnya Hypermarket,
I. PENDAHULUAN. Pusat perbelanjaan moderen merupakan tempat berkumpulnya. pedagang yang menawarkan produknya kepada konsumen.
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pusat perbelanjaan moderen merupakan tempat berkumpulnya pedagang yang menawarkan produknya kepada konsumen. Pasar ini terdiri dari sekelompok lokasi usaha ritel dan
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia banyak tertolong oleh sektor perdagangan ritel. Industri ritel
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bisnis ritel merupakan suatu bisnis yang dapat menghidupi banyak orang. Pada saat krisis moneter melanda Indonesia pada akhir tahun 1997, yang kemudian berkembang
BAB I PENDAHULUAN. bagi perusahaan yang beroperasi di Indonesia. Di satu sisi, Era globalisasi
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Era globalisasi menjanjikan suatu peluang dan tantangan bisnis baru bagi perusahaan yang beroperasi di Indonesia. Di satu sisi, Era globalisasi memperluas pasar produk
BAB I PENDAHULUAN. langsung. Disadari atau tidak bisnis ritel kini telah menjamur dimana-mana baik
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan bisnis di indonesia terus berkembang dengan pesat setiap tahunnya, khususnya bagi bisnis ritel. Bisnis ritel secara umum adalah kegiatan usaha menjual
BAB I PENDAHULUAN. tertentu. Keberadaan perusahaan ritel yang bermunculan di dalam negeri
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Bisnis Ritel di Indonesia makin hari dirasakan semakin ramai dan persaingan bisnisnya menunjukan perkembangan yang cukup pesat, namun tidak menjadi halangan
BAB I PENDAHULUAN. yang bergerak dibidang perdagangan eceran (retail) yang berbentuk toko,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemajuan dibidang ekonomi selama ini telah banyak membawa perkembangan yang pesat dalam bidang usaha. Dengan banyaknya perkembangan di bidang usaha banyak bermunculan
BAB I PENDAHULUAN. mengalami perkembangan yang cukup positif. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Industri ritel merupakan salah satu dari sekian banyak industri yang mengalami perkembangan yang cukup positif. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo)
BAB I PENDAHUALAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Kemajuan dibidang perekonomian selama ini telah banyak
1 BAB I PENDAHUALAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kemajuan dibidang perekonomian selama ini telah banyak membawa akibat perkembangan yang pesat dalam bidang usaha. Sejalan dengan itu banyak bermunculan perusahaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Pasar Seni Sukawati terletak di kabupaten Gianyar, Bali yang berada di jalan raya Desa Sukawati, pada dimana di awal tahun 1983 beberapa pengerajin
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian (Info Bisnis, Maret 2007:30 (www.about;retail 8/10/2009).
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Era globalisasi menjanjikan suatu peluang dan tantangan bisnis baru bagi perusahaan yang beroperasi di Indonesia. Di satu sisi, era globalisasi memperluas
BAB I PENDAHULUAN. Industri pariwisata merupakan salah satu sektor ekonomi, juga merupakan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Industri pariwisata merupakan salah satu sektor ekonomi, juga merupakan bagian dari pembangunan nasional suatu bangsa. Pariwisata mempunyai efek terhadap
1.1 DATA KUNJUNGAN WISATAWAN KE KOTA BANDUNG PADA TAHUN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Kota Bandung merupakan salah satu tujuan wisata yang menarik dan banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun asing. Sektor pariwisata menjadi salah satu
BAB 1 PENDAHULUAN. dibidang perdagangan eceran yang berbentuk toko, minimarket, departement
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Untuk meraih dan merebut hati para pelanggan merupakan tantangan bagi setiap pelaku bisnis di tengah situasi persaingan yang semakin ketat dewasa ini. Sejalan
BAB I PENDAHULUAN. dan Perdagangan Nomor 23/MPP/KEP/1/1998 tentang Lembaga-lembaga
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kehidupan masyarakat dalam sebuah pemukiman tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan akan berbagai fasilitas pendukung yang dibutuhkan warga setempat. Fasilitas umum yang
BAB 1 PENDAHULUAN. semakin banyaknya bisnis ritel tradisional yang mulai membenahi diri menjadi bisnis ritel
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Bisnis ritel eceran saat ini mengalami perkembangan cukup pesat, ditandai dengan semakin banyaknya bisnis ritel tradisional yang mulai membenahi diri menjadi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan Bisnis waralaba telah berkembang dengan pesat pada saat ini. Hal tersebut memberikan pengaruh besar bagi perekonomian negara dan terlebih lagi dengan semakin
BAB I PENDAHULUAN. Pertumbuhan bisnis ritel dari tahun ke tahun cukup pesat. Hal ini dapat dari
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pertumbuhan bisnis ritel dari tahun ke tahun cukup pesat. Hal ini dapat dari banyaknya bisnis ritel tradisional yang memulai membenahi diri menjadi bisnis ritel modern
BAB I PENDAHULUAN. Kepariwisataan di Indonesia telah tumbuh dan berkembang menjadi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kepariwisataan di Indonesia telah tumbuh dan berkembang menjadi sumber penghasilan devisa Negara dan menjadi penunjang perkembangan pembangunan Negara. Indonesia
I. PENDAHULUAN. Lapangan Usaha * 2011** Pertanian, Peternakan, Kehutanan & Perikanan
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sektor perdagangan merupakan salah satu sektor yang berperan penting sebagai penggerak dalam pembangunan ekonomi nasional (Hartati, 2006). Tabel 1 menunjukkan bahwa
BAB I PENDAHULUAN. perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Globalisasi perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul Aktifitas konsumen terdiri dari tiga kegiatan yaitu : berbelanja, melakukan pembelian dan mengkonsumsi. Untuk memenuhi ketiga aktifitas tersebut, konsumen
BAB I PENDAHULUAN. Pariwisata muncul sebagi salah satu sektor yang cukup menjanjikan dalam
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pariwisata muncul sebagi salah satu sektor yang cukup menjanjikan dalam pembangunan Negara Indonesia saat ini. Menurut Djulianto Susatio (2003: 1) Pariwisata merupakan
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan pembangunan di Indonesia diikuti pula dengan. perkembangan di bidang ekonomi. Sejalan dengan kemajuan tersebut
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan pembangunan di Indonesia diikuti pula dengan perkembangan di bidang ekonomi. Sejalan dengan kemajuan tersebut perkembangan usaha di bidang busana pakaian
BAB I PENDAHULUAN. peritel tetap agresif melakukan ekspansi yang memperbaiki distribusi dan juga
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pertumbuhan industri modern ritel dewasa ini semakin pesat, baik pemain lokal maupun asing semakin agresif bermain dalam pasar yang empuk tersebut. Prospek
BAB 1 PENDAHULUAN. hal itu, Ghanimata (2012) mengatakan para pemasar harus menerapkan. ujung tombak keberhasilan pemasaran.
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Era globalisai telah menuntut adanya perubahan dalam segala bidang. Salah satunya adalah bidang pemasaran. Semakin tingginya tingkat persaingan di dunia bisnis dan kondisi
BAB I PENDAHULUAN. kepuasaan pelanggan untuk memaksimalkan laba dan menjaga. keberlangsungan perusahaanya. Hal ini juga untuk memberikan kepuasan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perusahaan yang menghasilkan barang dan jasa perlu menjaga kepuasaan pelanggan untuk memaksimalkan laba dan menjaga keberlangsungan perusahaanya. Hal ini juga untuk
BAB 1 PENDAHULUAN. Fenomena ini dapat dibuktikan dengan adanya perubahan gaya hidup masyarakat
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pertumbuhan perekonomian dan perkembangan zaman yang semakin modern, berdampak pada pergeseran budaya berbelanja masyarakat di Indonesia. Fenomena ini dapat
BAB 1 PENDAHULUAN. hanya untuk bersenang - senang, memenuhi rasa ingin tahu, menghabiskan waktu senggang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pariwisata merupakan aktivitas perjalanan yang dilakukan untuk sementara waktu diluar tempat tinggal semula ke daerah tujuan dengan alasan bukan untuk menetap
BAB I PENDAHULUAN. menjadi pendorong utama perekonomian dunia pada abad ke-21, dan menjadi salah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam era globalisasi saat ini, sektor pariwisata merupakan industry terbesar dan terkuat dalam pembiayaan ekonomi global. Sektor pariwisata akan menjadi pendorong
Judul : Pengaruh Retail Marketing Mix
Judul : Pengaruh Retail Marketing Mix Terhadap Kepuasan dan Loyalitas Pelanggan (Studi pada Indomaret Denpasar Barat) Nama : Made Arly Dwi Cahyana Nim : 1215251165 ABSTRAK Loyalitas pelanggan merupakan
ANALISIS KEPUTUSAN PEMBELIAN DITINJAU DARI FAKTOR PSIKOGRAFIS KONSUMEN MATAHARI DEPARTMENT STORE SOLO SQUARE SKRIPSI. Untuk Memenuhi Persyaratan
ANALISIS KEPUTUSAN PEMBELIAN DITINJAU DARI FAKTOR PSIKOGRAFIS KONSUMEN MATAHARI DEPARTMENT STORE SOLO SQUARE SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Persaingan bisnis ritel dewasa ini semakin meningkat. Peningkatan persaingan bisnis ritel dipicu oleh semakin menjamurnya bisnis ritel modern yang sekarang banyak
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Dalam kehidupan ini, manusia dihadapkan pada berbagai macam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam kehidupan ini, manusia dihadapkan pada berbagai macam kebutuhan dan keinginan dengan adanya perkembangan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, sosial
BAB I PENDAHULUAN. dan lain-lain oleh masing-masing destinasi pariwisata. melayani para wisatawan dan pengungjung lainnya 1
1 BAB I PENDAHULUAN I. LATAR BELAKANG Aktivitas wisata dalam hakekatnya merupakan salah satu kebutuhan tersier untuk menghilangkan kepenatan yang diakibatkan oleh rutinitas. Umumnya orang berlibur ketempat-tempat
BAB I PENDAHULUAN. ekonomi Indonesia. Menurut Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU),
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Industri ritel merupakan industri yang strategis bagi perkembangan ekonomi Indonesia. Menurut Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Industri ini merupakan
BAB I PENDAHULUAN. maupun wilayahnya sebagai daerah wisata hingga mampu meningkatkan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pariwisata merupakan suatu daya tarik bagi setiap negara maupun daerahnya masing-masing. Pariwisata adalah industri jasa yang menanggani mulai dari transportasi,
Jumlah Restoran dan Kafe
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2010 yang cukup kuat yaitu 4,4%, walaupun pertumbuhan ekonomi kuartal II-2009 lebih slowdown, bisa di bawah
BAB I PENDAHULUAN. yang ketat antar perusahaan, terutama persaingan yang berasal dari perusahaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perkembangan teknologi dan industri membawa dampak bagi kehidupan manusia terutama pada dunia usaha saat ini. Di samping itu, banyaknya usaha bermunculan
BAB I PENDAHULUAN. disebabkan oleh adanya perkembangan ekonomi global yang bergerak di bidang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dalam era globalisasi ini, persaingan bisnis akan menjadi sangat ketat. Hal ini disebabkan oleh adanya perkembangan ekonomi global yang bergerak di bidang
BAB I PENDAHULUAN. Pariwisata merupakan salah satu sektor yang mampu menunjang kemajuan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pariwisata merupakan salah satu sektor yang mampu menunjang kemajuan suatu daerah terutama dengan adanya hubungan dengan otonomi daerah khususnya di Indonesia.
BAB I PENDAHULUAN. mengelola, mengatur, dan memanfaatkan pegawai sehingga dapat berfungsi
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Berbagai pengaruh perubahan yang terjadi akibat reformasi menuntut organisasi untuk berinovasi guna menghadapi tuntutan perubahan dan berupaya menyusun
BAB I PENDAHULUAN. ritel yang telah mengglobalisasi pada operasi-operasi ritel. Pengertian ritel secara
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu cara atau bentuk bisnis yang saat ini sedang berkembang pesat adalah dengan mendirikan ritel. Sejak dekade yang lalu, terdapat perubahan pada bisnis ritel
BAB I PENDAHULUAN. segi kebutuhan primer, sekunder, maupun tersier merupakan suatu kebutuhan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dunia bisnis yang tumbuh dengan cepat menjadi tantangan maupun ancaman bagi para pelaku usaha agar dapat memenangkan persaingan dan mempertahankan kelangsungan
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Agribisnis merupakan suatu mega sektor karena mencakup banyak sektor, baik secara vertikal (sektor pertanian, perdagangan, industri, jasa, keuangan, dan sebagainya), maupun
BAB I PENDAHULUAN UKDW. ritel modern seperti minimarket daripada pasar tradisional. strategis serta promosi yang menarik minat beli.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan zaman yang semakin modern saat ini membuat kebutuhan dan keinginan manusia semakin bermacam - macam. Era yang modern ini memberikan dampak kehidupan
BAB I PENDAHULUAN. produk dan jasa yang tersedia. Didukung dengan daya beli masyarakat yang terus
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring perkembangan jaman, masyarakat kini lebih selektif dalam berbelanja. Terlihat dari masyarakat yang semakin memiliki banyak pilihan dalam produk dan jasa yang
BAB I PENDAHULUAN. lagi. Penelitian yang dilakukan oleh World Tourism Organizatioan (WTO)
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pariwisata sebagai indusri terbesar di dunia, tidak ada yang meragukan lagi. Penelitian yang dilakukan oleh World Tourism Organizatioan (WTO) menunjukkan kecenderungan
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan usaha dalam bidang ritel dalam perkembangannya sangat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan usaha dalam bidang ritel dalam perkembangannya sangat meningkat, di iringi dengan daya beli konsumen yang meningkat. Bisnis ritel di Indonesia sendiri
BAB I PENDAHULUAN. Sektor pariwisata merupakan usaha yang pada umumnya sangat
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Sektor pariwisata merupakan usaha yang pada umumnya sangat menjanjikan dalam meraih devisa negara. Salah satu komponen industri pariwisata yang besar peranannya
BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan ekonomi pada dasarnya dicerminkan oleh terjadinya
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pembangunan ekonomi pada dasarnya dicerminkan oleh terjadinya perubahan dalam aliran-aliran baru yang menyangkut arus pendapatan dan manfaat (benefit) kepada
TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN
TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN Tinjauan Pustaka Pasar dalam pengertian teori ekonomi adalah suatu situasi dimana pembeli (konsumen) dan penjual (produsen dan pedagang) melakukan
BAB I PENDAHULUAN. ruko (rumah toko) sehingga diseluruh pelosok Surabaya tidak menutup
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kota Surabaya saat ini dipenuhi dengan banyaknya bangunan-bangunan ruko (rumah toko) sehingga diseluruh pelosok Surabaya tidak menutup kemungkinan kemudahan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Kotler (2009 ; 215) : Eceran (retailing)
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Tantangan era globalisasi serta kondisi perekonomian yang kondusif memberikan suatu peluang bagi para pelaku bisnis untuk terus berinovasi dan berkreasi
BAB I PENDAHULUAN UKDW. alat pemasaran yang disebut dengan bauran pemasaran(marketing mix). Marketing
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan bisnis saat ini disebabkan oleh perubahaan pola pikir konsumen yang dinamis. Dengan dasar inilah maka dapat dikatakan bahwa kegiatan pemasaran sangat dibutuhkan
BAB 1 PENDAHULUAN. jenis seperti kios, pasar modern/tradisional, department store, butik dan lain-lainnya
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bisnis ritel adalah penjualan barang secara langsung dalam berbagai macam jenis seperti kios, pasar modern/tradisional, department store, butik dan lain-lainnya termasuk
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semakin ketatnya kondisi persaingan yang ada menuntut setiap perusahaan untuk mampu mempertahankan usahanya. Hal ini merupakan suatu peluang dan tantangan bisnis
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Bisnis eceran yang kini populer disebut bisnis ritel, merupakan bisnis yang menghidupi banyak orang dan memberi banyak keuntungan bagi sebagian orang. Pada saat
BAB I PENDAHULUAN. bidang ekonomi yang semakin membuka peluang pengusaha asing untuk turut
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pekembangan persaingan bisnis di Indonesia adalah salah satu fenomena yang sangat menarik untuk kita simak, terlebih dengan adanya globalisasi dalam bidang
BAB I PENDAHULUAN. Pariwisata adalah suatu kegiatan yang unik, karena sifatnya yang sangat
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Pariwisata adalah suatu kegiatan yang unik, karena sifatnya yang sangat kompleks, mencakup hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Oleh karena itu, sudah
BAB I PENDAHULUAN. sementara, tidak bekerja yang sifatnya menghasilkan upah, dilakukan perorangan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pariwisata adalah perjalanan dari satu tempat ke tempat lain, bersifat sementara, tidak bekerja yang sifatnya menghasilkan upah, dilakukan perorangan maupun
PERKEMBANGAN PERDAGANGAN INDONESIA - THAILAND PERIODE : JANUARI AGUSTUS 2014
PERKEMBANGAN PERDAGANGAN INDONESIA - THAILAND PERIODE : JANUARI AGUSTUS 2014 A. Perkembangan perekonomian dan perdagangan Thailand 1. Selama periode Januari-Agustus 2014, neraca perdagangan Thailand dengan
