ANALISIS METODE CAPITAL ASSET PRICING MODEL
|
|
|
- Ari Cahyadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 ANALISIS METODE CAPITAL ASSET PRICING MODEL DALAM UPAYA PENGAMBILAN KEPUTUSAN TERHADAP INVESTASI SAHAM (Studi pada Saham-Saham Perusahaan Sektor Properti dan Real Estate di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode ) Rizky Nasuha Moch. Dzulkirom Zahroh Z.A Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang ABSTRAK Penelitian ini dilatar-belakangi oleh perkembangan dunia usaha, dimana perusahaan sangat bergantung terhadap investasi. Sebelum melakukan keputusan investasi, dalam hal ini investasi saham, perlu mempertimbangkan kemungkinan- kemungkinan yang akan dihadapi investor. Salah satu metode yang digunakan untuk menilai keputusan investasi adalah CAPM (Capital Asset Pricing Model). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis metode CAPM terkait pengambilan keputusan investasi saham. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel yang diambil sebanyak 19 saham perusahaan sektor properti dan real estate. Hasil analisis yang telah dilakukan, menunjukkan hasil bahwa rata-rata return saham individual ( ) dari 19 perusahaan sampel penelitian lebih besar daripada rata-rata return pasar ( ). Sedangkan ratarata risiko dari 19 saham perusahaan sampel penelitian berada di atas 1 (β>1). Serta rata-rata tingkat suku bunga Bank Indonesia yang berada pada 0,52%, yang merupakan tingkat return bebas risiko ( ). Selanjutnya, dengan menggunakan metode analisis Capital Asset Pricing Model (CAPM), diperoleh hasil dari estimasi bahwa 14 saham yang tergolong saham undervalued, Sedangkan 5 saham tergolong saham yang overvalued. Kata kunci: CAPM, Return, Beta, Keputusan Investasi Saham 1. PENDAHULUAN Dalam perkembangan dunia usaha, perusahaan sangat bergantung terhadap investasi. Investasi memberikan andil dalam pengembangan sebuah usaha yang dijalankan. Tujuan dilakukannya investasi adalah untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar daripada yang diinvestasikan sekarang. Investasi dapat berupa investasi riil maupun investasi finansial. Investasi riil berbentuk fasilitas yang berkaitan kegiatan produksi perusahaan, seperti tanah, bangunan, peralatan, dan lain-lain. Sedangkan investasi finansial hanya merupakan bukti kepemilikan perusahaan tetapi tidak memiliki kontribusi langsung terhadap produksi perusahaan, bentuknya seperti saham, obligasi, dan surat berharga lainnya. Untuk memudahkan pengumpulan dana dari masyarakat yang ingin berinvestasi, maka 1 dibutuhkan suatu wadah kegiatan investasi yang disebut dengan pasar modal. Pasar modal berdiri dalam rangka mempertemukan pembeli dan penjual modal/sekuritas. Sekuritas yang dijual pada pasar modal antara lain saham, obligasi, serta surat berharga lainnya. Sekuritas yang sering diperjualbelikan pada pasar modal adalah saham. Dengan menerbitkan saham, perusahaan akan mendapatkan pendanaan jangka panjang dengan memberikan imbalan uang tunai. Jenis saham yang diperdagangkan adalah saham biasa dan saham preferen. Namun, di Indonesia sebagian besar perusahaan hanya menjual saham biasa. Di Indonesia, pasar modal yang membawahi kegiatan jual-beli surat berharga adalah Bursa Efek Indonesia (BEI). Bursa Efek Indonesia merupakan wadah bagi pelaku saham untuk memperjualbelikan setiap saham/efek yang mereka miliki. Perusahaan yang terdaftar dan
2 menjual sahamnya di BEI merupakan perusahaan yang sudah Go Public atau perusahaan terbuka. Saham-saham yang terdaftar di BEI akan tercantum pada IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan). Pada dasarnya keputusan investasi bersifat individual dan tergantung pada investor sebagai pribadi bebas. Dalam melakukan pembelian sekuritas saham tidak serta-merta membeli sesuai keinginan, hal ini didasarkan pada tujuan awal dilakukan kegiatan investasi yakni memperoleh return (keuntungan) dengan berbagai pertimbangan di dalamnya. Harapan seorang investor dalam berinvestasi adalah menginginkan return yang tinggi dengan risiko yang serendah mungkin. Untuk melakukan keputusan investasi yang optimal perlu dilakukan perhitungan estimasi atas return yang akan didapat dimasa akan datang. Salah satu metode perhitungan estimasi yang dinilai paling objektif menilai kelayakan investasi salah satunya adalah dengan menggunakan metode CAPM (Capital Asset Pricing Model). Di dalam BEI terdapat salah satu sektor yang menjadi obyek perhatian peneliti, yaitu sektor Properti dan Real Estate. Saham-saham Sektor Properti dan Real Estate yang terdaftar di BEI dinilai mampu bertahan serta relatif stabil di tengah krisis global yang melanda akhir-akhir ini. Di saat ketidakstabilan perekonomian dunia, sektor properti mampu menunjukkan kinerja positif dengan return sebesar 11,38% di bulan Januari ( Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode CAPM (Capital Asset Pricing Model) terkait pengambilan keputusan investasi saham. 2. KAJIAN PUSTAKA 2.1 Investasi Investasi pada dasarnya dilakukan dengan maksud mengharapkan sejumlah keuntungan di masa datang dengan menanam modal di masa sekarang. Investasi merupakan penundaan konsumsi sekarang untuk digunakan di dalam produksi yang efisien selama periode waktu yang tertentu (Jogiyanto, 2012: 5). Tujuan investasi dalam saham yang dikelompokkan sebagai investasi jangka panjang adalah untuk mengawasi perusahaan lain, memperoleh pendapatan tetap setiap periode, membentuk suatu dana khusus, menjamin kontiunuitas suplai bahan baku, dan untuk menjaga hubungan antar perusahaan (Baridwan, 2004: 227). Dalam investasi terdapat dua bagian utama investasi yaitu investasi riil dan investasi finansial. Investasi riil dalam wujud aktiva tetap (misalnya, membeli mesin dan mendirikan pabrik) dan investasi finansial (portofolio) dalam bentuk sekuritas (saham dan obligasi) (Mardiyanto, 2008: 196). Komitmen pada investasi keuangan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu investasi langsung dan tidak langsung. (a) Investasi langsung Investasi langsung dapat diartikan sebagai suatu pemilikan surat-surat berharga secara langsung dalam suatu entitas yang secara resmi telah go-public dengan harapan akan mendapatkan keuntungan berupa dividen dan capital gains. (b) Investasi tidak langsung Investasi tidak langsung terjadi bilamana surat-surat berharga yang dimiliki diperdagangkan kembali oleh perusahaan investasi yang berfungsi sebagai perantara (Sunariyah, 2004: 4). Proses keputusan investasi dilakukan dengan melakukan langkah pertama dengan menentukan tujuan investasi, kemudian menentukan kebijakan investasi, selanjutnya pemilihan strategi portofolio, yang keempat melakukan pemilihan asset, yang terakhir yaitu pengukuran dan evaluasi kinerja portofolio. 2.2 Pasar Modal Dalam sebuah investasi aktiva finansial diperlukan fasilitator perdagangan surat berharga. Fasilitas yang dimaksud adalah pasar modal. Pasar modal memiliki fungsi mediasi antara penjual dan pembeli (investor) surat berharga. Pasar Modal merupakan kegiatan yang berhubungan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang kaitannya dengan efek yang diterbitkankannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek (Rusdin, 2006: 1). Instrumen pasar modal terdiri dari saham, obligasi 2
3 dan surat berharga lain (opsi, warrant, right, bond, dan lain-lain). Jenis pasar modal terbagi atas tingkatan dan proses transaksi. Jenis pasar modal berdasarkan tingkatan terdiri dari pasar primer, sekunder dan pararel. Sedangkan berdasarkan proses transaksi pasar modal terdiri dari pasar spot, pasar future, dan pasar opsi. Instrumen pasar modal merupakan semua surat-surat berharga (securities) yang diperdagangkan di bursa. Surat berharga tersebut memiliki hubungan tingkat return dan tingkat risiko yang berbeda-beda. Surat berharga pada umumnya dibedakan menjadi dua jenis, yaitu: surat berharga bersifat utang atau pengakuan utang dari suatu perusahaan dan surat berharga yang bersifat pemilikan atau bukti penyertaan dalam suatu perusahaan (Ahmad, 2004: 67). Dari kedua jenis surat berharga tersebut terdapat beberapa instrumen pasar modal yang sering diperdagangkan di pasar modal, instrumen pasar modal terdiri dari saham, obligasi dan surat berharga lain (opsi, warrant, right, bond, dan lainlain). Di dalam pasar modal terdapat sistem yang membuat kegiatan jual beli surat berharga menjadi efisien. Agar sistem tersebut dapat berjalan dengan baik, maka diperlukan pelaku-pelaku pasar modal. Pelaku pasar modal terdiri dari pemerintah, perusahaan emiten, perusahaan efek, lembaga penunjang pasar modal, dan profesi penunjang pasar modal. 2.3 Investasi Dalam Bentuk Saham Saham merupakan bentuk kepemilikan suatu perusahaan. Dengan memiliki satu lembar saham suatu perusahaan menunjukkan hak atas pendapatan dan kekayaan perusahaan. Lembaran saham merupakan salah satu surat berharga yang mudah dipindahtangankan. Saham terdiri atas beberapa jenis saham yang terbagi atas tiga pandangan, antara lain menurut cara pengalihan, menurut hak tagihan, dan menurut kinerja perdagangan. Menurut cara pengalihan saham terdiri dari saham atas unjuk (bearer stocks) dan saham atas nama (registered stocks). Sedangkan menurut hak tagihan terdiri dari saham biasa dan saham preferen. Kemudian menurut kinerja perdagangan terdiri dari blue chip stock, income stock, growth stock, cyclical stock, defensive stock, dan speculative stock. 2.4 Indeks Harga Saham Untuk mengetahui perkembangan harga saham, para investor akan mengamati perubahan yang terjadi pada indeks harga saham. Indeks harga saham merupakan indikator utama yang mengambarkan pergerakan harga saham (Darmadji, 2012: 95). Indeks harga saham terdiri dari indeks harga saham individu dan indeks harga saham gabungan. Indeks harga saham individual menggambarkan suatu rangkaian informasi historis mengenai pergerakan harga masingmasing saham, sampai pada tanggal tertentu (Sunariyah, 2004: 139). Sedangkan indeks harga saham gabungan dapat berupa seluruh saham atau indeks harga saham kelompok. 2.5 Harapan Investasi Saham Return merupakan salah satu faktor yang memotivasi investor untuk melakukan investasi dan juga hal yang merupakan imbal hasil atas keberanian investor mengambil risiko (Tandelilin, 2001: 47). Return adalah keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan, individu dan institusi dari hasil kebijakan investasi yang dilakukannya (Fahmi, 2012: 189). Return dapat berupa return realisasi (realized return) atau sering disebut actual return dan return ekspektasi (expected return). Komponen laba atas investasi terdiri dari yield dan capital gain. Yield merupakan bagian laba yang didapat sebesar kepemilikan saham. Sedangkan, capital gain adalah selisih antara harga beli dan harga pasar saat ini (Jones 2008: 141). Pencapaian sebuah keuntungan akan diperoleh dengan mencermati seberapa besar tingkat keuntungan yang dihadapi. Tingkat keuntungan tersebut antara lain tingkat pengembalian saham individu, tingat pengembalian bebas risiko, dan tingkat pengembalian pasar. Tingkat pengembalian saham individu merupakan tingkat pengembalian (return) yang menunjukkan besarnya keuntungan atau kerugian dari transaksi perdagangan saham yang dihitung secara bulanan. Sedangkan, tingkat pengembalian bebas risiko merupakan angka atau tingkat 3
4 pengembalian atas aset finansial yang tidak berisiko. Kemudian, tingkat pengembalian pasar merupakan tingkat pengembalian yang didasarkan pada perkembangan indeks harga saham. Di samping besarnya manfaat return yang dapat dinikmati investor, terdapat kemungkinan risiko yang akan terjadi. Risiko merupakan besarnya penyimpangan antara tingkat pengembalian yang diharapkan (expected return) dengan tingkat pengembalian yang dicapai secara nyata (actual return) (Halim, 2009: 73). Risiko ini dapat berupa melesetnya imbal hasil dari nilai ekspektasi, ketidakjelasan imbal hasil di masa mendatang, dan kemungkinan hasil yang berlawanan (Utami, 2010: 45). Adapun risiko yang akan dihadapi, di antaranya: a. Tidak ada pembagian dividen b. Capital Loss c. Risiko Likuidasi d. Saham Delisting dari Bursa (Rusdin, 2006: 74). Risiko memiliki beberapa jenis yang memiliki karakteristik yang berbeda, yaitu risiko sistematis dan risiko tidak sistematis. Risiko sistematis adalah risiko yang tidak dapat dihindari, sedangkan risiko tidak sistematis adalah risiko yang dapat dihindari atau dapat didiversifikasi. Beta menunjukkan hubungan (gerakan) antara saham dan pasarnya (saham secara keseluruhan) (Kelana dalam Fahmi, 2012: 293). Ukuran beta akan mengambarkan kondisi risiko saham. 2.5 CAPM (Capital Asset Pricing Model) Model CAPM merupakan model keseimbangan yang menggambarkan hubungan risiko dan return secara lebih sederhana, dan hanya menggunakan satu variabel (disebut juga sebagai variabel beta) untuk menggambarkan risiko (Tandelilin, 2001: 89). Model CAPM didasari oleh teori portofolio yang dikemukakan oleh Markowitz. Berdasarkan Teori Markowitz, masing-masing investor akan mendiversifikasikan portofolionya dan memilih portofolio yang optimal atas dasar preferensi investor terhadap return dan risiko, pada titiktitik portofolio yang terletak di sepanjang garis portofolio efisien. Dalam penilaian portofolio yang efisien perlu melihat posisi sekuritas pada keadaan overvalued atau undervalued. Jika tingkat return saham yang diharapkan lebih besar dari return realisasi, maka saham termasuk overvalued atau saham siap untuk dijual. Sedangkan, jika tingkat return saham yang diharapkan lebih kecil dari return realisasi, maka saham termasuk undervalued atau layak untuk dibeli. 3. METODE Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Tujuan dari metode deskriptif adalah mengumpulkan informasi aktual secara rinci, mengidentifikasi masalah, membuat perbandingan, dan menentukan apa yang dilakukan orang lain dalam menghadapi masalah dan belajar dari pengalaman mereka (Fauzi, 2010: 25). Kemudian jika dilihat dari pendekatan analisisnya, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Variabel yang diidentifikasi antara lain, tingkat pengembalian saham individual (Ri), tingkat pengembalian bebas risiko (Rf), tingkat pengembalian pasar (Rm), risiko beta (β), dan expected return (E(Ri)). Metode pengambilan sampel dengan menggunakan metode purposive sampling, sehingga sampel yang diambil sebanyak 19 saham perusahaan dari sektor Properti dan Real Estate. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode dokumentasi. Metode analisis data yang dipergunakan adalah analisis deskriptif. Analisis data yang dilakukan menggunakan bantuan program komputer Microsoft Office Excel Adapun tahapan yang dilakukan dalam analisis data adalah sebagai berikut. 1) Menghitung tingkat pengembalian saham individu (R i ) tiap bulannya. 2) Menghitung tingkat pengembalian pasar (R m ). 3) Menghitung rata-rata dan varian terhadap return individu (R i ) dan return market (R m ). 4) Menghitung risiko sistematis dari masingmasing saham individu (βi). 5) Menghitung tingkat pengembalian bebas risiko (R f ) melalui suku bunga SBI. 6) Menghitung tingkat pengembalian yang diharapkan [E(R i) ]. 4
5 7) Menggambarkan Security Market Line (SML). 4. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Tingkat Pengembalian Saham Individu (Ri) Harga penutupan saham Periode rata-rata mengalami kenaikan. Pada tahun 2012, seluruh perusahaan sampel telah membagikan dividen. Pada dua periode sebelumnya, dividen juga dibagikan oleh sebagian besar perusahaan sampel. Enam dari 19 perusahaan sampel, pada periode 2011 dan 2010, memilih untuk menahan untuk membagikan dividen, dengan salah satu alasan untuk mengivestasikan kembali hasil keuntungan perusahaan. Tingkat pengembalian saham individu dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut. R P = V 1 V 0 + D 1 V 0 (Fabozzi, 1999: 257) Hasil perhitungan dari tingkat pengembalian saham individu (Ri) periode , menunjukkan bahwa 19 saham memiliki rata-rata tingkat pengembalian positif [(Ri) > 0] sebesar 0, Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA) memiliki rata-rata tingkat pengembalian saham tertinggi, yaitu sebesar 0,09195 atau 9,195%. Sedangkan perusahaan Cowell Development Tbk. (COWL) memiliki rata-rata tingkat pengembalian saham terendah, yaitu sebesar -0,00270 atau - 0,270%. 4.2 Tingkat Pengembalian Bebas Risiko (Rf) Tingkat suku bunga Bank Indonesia pada bulan Februari-September 2011 berada di tingkat tertinggi, yaitu sebesar 8,25%. Sedangkan, tingkat suku bunga Bank Indonesia terendah terjadi pada tahun 2012 (bulan Februari hingga Desember), yaitu sebesar 5,75%. Rata-rata tingkat suku bunga Bank Indonesia selama adalah sebesar 6,28%. Sedangkan besarnya return bebas risiko adalah 0.52%. return bebas risiko tersebut diperoleh dari Rf= 6,28%/12= 0,52%. 4.3 Tingkat Pengembalian Pasar IHSG selama periode tercatat IHSG selalu mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan semakin membaiknya kondisi 5 ekonomi Indonesia setelah pada tahun 2009 sempat terpengaruh oleh krisis dunia. Pengaruh tersebut nampak pada awal tahun 2010, terindikasi bahwa investor masih ragu-ragu untuk melakukan transaksi. Namun kondisi tersebut tidak berlangsung lama, IHSG selalu mencatatkan kenaikan yang signifikan dari tahun ke tahun. Peningkatan terbesar sebesar 91,31% terjadi di tahun 2012, di awal bulan IHSG berada di posisi 3941,69 menjadi 4316,69 di akhir tahun Perhitungan tingkat pengembalian pasar dapat menggunakan rumus sebagai berikut. Rm = IHSG t IHSG t 1 IHSG t 1 (Fahmi, 2012: 292) Hasil perhitungan tingkat pengembalian pasar dapat diketahui rata-rata tingkat pengembalian pasar selama periode adalah sebesar atau 1,568%. Tingkat pengembalian pasar tertinggi selama periode terjadi di bulan September 2010, yaitu sebesar 0,13609 atau 13,609%. Pada bulan September 2010 menunjukkan bahwa transaksi perdagangan di bursa efek sangat aktif. Sedangkan, tingkat pengembalian pasar terendah terjadi pada bulan Mei 2012, yaitu sebesar -0,0832 atau -8,32%. Pada bulan Mei 2012 menunjukkan bahwa transaksi perdagangan di bursa efek mengalami kelesuan. 4.4 Risiko Sistematis (Beta) Masing-Masing Saham Individu Beta merupakan ukuran risiko yang berasal dari hubungan anata tingkat pengembalian suatu saham dengan tingkat pengembalian pasar. Perhitungan beta dapat menggunakan rumus sebagai berikut. β i = Σ n t=1 R it R it. R mt R mt n Σ t=1 R mt R 2 mt (Jogiyanto, 2012: 375) Rata-rata beta dari 19 saham perusahaanperusahaan sampel adalah 1,2668, sehingga dapat disimpulkan bahwa pada tahun ratarata risiko perusahaan-perusahaan sampel penelitian berada di atas 1 (β>1). Hal ini menggambarkan kondisi risiko saham menunjukkan harga saham perusahaan lebih
6 mudah berubah dibandingkan indeks pasar. Saham Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) menjadi saham yang paling agresif dengan beta sebesar 1,9232. Sedangkan Gowa Makassar Tourism Development Tbk. (GMTD) memiliki nilai beta terendah, yaitu sebesar 0, Tingkat Pengembalian yang Diharapkan [E(Ri)] Return yang diharapkan dari sekuritas dapat dihitung dengan menggunakan rumus SML: (Tandelilin, 2001: 97) Rata-rata tingkat pengembalian yang diharapkan dari 19 saham perusahaan-perusahaan yang diteliti adalah sebesar 0,0185 atau 1,85%. Saham individu perusahaan Adhi Karya (persero) Tbk. (ADHI) memiliki tingkat pengembalian yang diharapkan tertinggi dibandingkan 19 saham individu lainnya, yaitu sebesar 0,0254 atau 2,54%. Sedangkan, saham individu perusahaan Gowa Makassar Tourism Development Tbk. (GMTD) memiliki tingkat pengembalian yang diharapkan terendah, yaitu sebesar 0,0061 atau 0,61%. 4.6 Penggambaran Security Market Line (SML) Security Market Line (SML) atau Garis Pasar Sekuritas (GPS) merupakan suatu garis yang menghubungkan antara tingkat return yang diharapkan dari suatu sekuritas (E(Ri)) dengan risiko sistematis (β) (Fahmi, 2012: 294). Penggambaran hubungan antara nilai risiko beta (β) dan tingkat pengembalian yang diharapkan (E(Ri)) dari 19 perusahaan sampel penelitian berurutan dari nilai terkecil hingga terbesar, yang dapat disajikan pada Gambar 1 berikut. Gambar 1 Security Market Line 0,0300 0,0200 0,0100 E(R i ) = R F + β i {(ER M ) R F } 0,0000 0,00 0,50 1,00 1,50 2,00 2,50 Sumber: Data Diolah Grafik SML Gambar di atas menampakkan bahwa risiko sistematis sama dengan 1 (β=1), maka diharapkan sekuritas mempunyai return ekspektasian yang sama dengan dengan return ekspektasian portofolio pasar E(Rm). Saham perusahaan Cowell Development Tbk. (COWL) dan Intiland Development Tbk. (DILD) memiliki nilai beta yang hampir mendekati nilai beta 1, yaitu COWL (β=1.04) dan DILD (β=1.06). COWL memiliki E(Ri) sebesar , sedangkan DILD memiliki E(Ri) sebesar Klasifikasi Investasi Saham Mengingat bahwa kondisi pasar tidak selalu berada dalam kondisi yang diharapkan (actual return), maka sekuritas tersebut artinya tidak berada pada posisi garis SML yang disebabkan sekuritas tersebut overvalued atau undervalued (Fahmi, 2012: 296). Kondisi yang undervalued dan kondisi overvalued akan mempengaruhi investor untuk menentukan sikap. Penggolongan undervalued atau overvalued sebagai dasar keputusan investasi saham dari perusahaan-perusahaan sampel penelitian adalah pada Tabel 1. Dari 19 perusahaan sampel penelitian diperoleh 14 saham yang tergolong saham undervalued dengan rekomendasi membeli saham atau menahan untuk menjual saham, sedangkan 5 saham tergolong saham yang overvalued dengan rekomendasi menjual saham sebelum harga saham tersebut turun. Gowa Makassar Tourism Development Tbk. (GMTD) memiliki selisih terbesar antara Ri dan E(Ri), yakni sabesar 0,08418 atau 8,418%. Sedangkan Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) memiliki selisih terendah dengan nilai sebesar -0,02095 atau sebesar - 2,095%. 5. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis, peneliti dapat menyimpulkan bahwa rata-rata return saham individual ( ) dari 19 perusahaan sampel penelitian lebih besar daripada rata-rata return pasar ( ), hal ini menunjukkan saham dalam performance yang baik. Sedangkan rata-rata risiko dari 19 saham perusahaan sampel penelitian berada di atas 1 (β>1), hal ini menggambarkan kondisi risiko saham menunjukkan harga saham 6
7 perusahaan lebih mudah berubah dibandingkan indeks pasar. Serta rata-rata tingkat suku bunga Bank Indonesia yang berada pada 0,52%, yang merupakan tingkat return bebas risiko ( ). Selanjutnya, dengan menggunakan metode analisis Capital Asset Pricing Model (CAPM) yang diharapkan dapat memberikan prediksi yang tepat antara hubungan risiko sebuah aset dan tingkat harapan pengembalian, diperoleh hasil dari estimasi bahwa dari 19 perusahaan sampel penelitian diperoleh 14 saham yang tergolong saham undervalued karena tingkat return individu (Ri) lebih besar daripada yang diharapkan (E(Ri)). Sedangkan 5 saham tergolong saham yang overvalued, dikarenakan tingkat return individu (Ri) lebih kecil dari return yang diharapkan (E(Ri)). Pada saat posisi sekuritas undervalued, rekomendasi untuk keputusan yang diambil oleh investor adalah membeli/menahan saham tersebut, sedangkan keputusan terhadap sekuritas overvalued adalah menjual sekuritas tersebut sebelum harga saham mengalami penurunan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode CAPM ini layak untuk digunakan sebagai metode estimasi dalam estimasi investasi untuk memperoleh hasil yang efektif dan efisien. 5.2 Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka saran-saran yang dapat diberikan oleh peneliti adalah sebagai berikut. 1. Bagi Investor dan Calon Investor Metode CAPM sesuai digunakan sebagai metode estimasi untuk saham individual sektor Properti dan Real Estate, tidak menutup kemungkinan sesuai untuk saham yang lainnya. 2. Bagi Emiten Metode CAPM ini dapat dipergunakan sebagai pertimbangan dalam memaksimalkan potensi yang dihasilkan oleh saham individual. Darmadji, Tjiptono, Hendi M. Fachrudin Pasar Modal Di Indonesia: Pendekatan Tanya Jawab. Jakarta: Salemba Empat. Fabozzi, Frank J. Alih Bahasa Tim Penerjemah Salemba Empat Manajemen Investasi. Jakarta: Salemba Empat. Fahmi, Irham Pengantar Pasar Modal. Bandung: Alfabeta. Fauzi, Muchamad Metode Penelitian Kuantitatif. Semarang: Walisongo Press. Jogiyanto Teori Portofolio dan Analisis Investasi ed. 7. Yogyakarta: BPFE- YOGYAKARTA. Jones, Charles P, et.al Investment: Analysis and Management (An Indonesian Adaption). Jakarta: Salemba Empat. Halim, Abdul Analisis Kelayakan Investasi Bisnis. Yogyakarta: Graha Ilmu. Mardiyanto, Handono Inti Sari Manajemen Keuangan. Jakarta: Grasindo. Rusdin Pasar Modal: Teori, Masalah, dan Kebijakan dalam Praktik. Bandung: Alfabeta. Sunariyah, Pengantar Pengetahuan Pasar Modal Edisi keempat. Jogjakarta: AMP YKPN. Tandelilin, Eduardus Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio. Yogyakarta: BPFE- YOGYAKARTA Utami, Endah Tri Cara Cerdas Berinvestasi via Online Trading. Jakarta: TransMedia Pustaka. Informasi mengenai Kinerja Saham Sektoral. Diakses pada 28 April 2013 dari DAFTAR PUSTAKA Ahmad, Kamaruddin Dasar-Dasar Manajemen Investasi. Jakarta: PT Rineka Cipta. Baridwan, Zaki Intermediate Acounting Edisi Enam. Cetakan Pertama. Jakarta: Salemba Empat. 7
8 Tabel 1 Penggolongan Undervalued dan Overvalued Stock E(Ri) Av.Ri Nilai Undervalued Overvalued Keputusan ADHI Undervalued - Membeli/Menahan ASRI Undervalued - Membeli/Menahan BSDE Overvalued Menjual COWL Overvalued Menjual CTRA Undervalued - Membeli/Menahan CTRP Undervalued - Membeli/Menahan CTRS Undervalued - Membeli/Menahan DILD Overvalued Menjual GMTD Undervalued - Membeli/Menahan GPRA Overvalued Menjual JKON Undervalued - Membeli/Menahan JRPT Undervalued - Membeli/Menahan LPKR Undervalued - Membeli/Menahan PLIN Overvalued Menjual PWON Undervalued - Membeli/Menahan SMRA Undervalued - Membeli/Menahan SSIA Undervalued - Membeli/Menahan TOTL Undervalued - Membeli/Menahan Sumber: Data diolah 8
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Pada penelitian ini terdapat 9 sampel perusahaan dari sektor Property dan
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Pada penelitian ini terdapat 9 sampel perusahaan dari sektor Property dan Real Estate yang membagikan dividen kepada para pemegang saham secara tunai dan rutin selama
Menentukan Return Portofolio yang Dikenakan Pajak terhadap Deviden dan Capital Gain Menggunakan Capital Asset Pricing Model
Prosiding Matematika ISSN: 2460-6464 Menentukan Return Portofolio yang Dikenakan Pajak terhadap Deviden dan Capital Gain Menggunakan Capital Asset Pricing Model 1 Siti Jubaedah, 2 Eti Kurniati, 3 Onoy
BAB I PENDAHULUAN. ini diperlukan peranan pasar modal sebagai suatu wadah untuk memobilisasi. dana masyarakat selain lembaga keuangan.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator keberhasilan suatu negara. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tersebut, salah satu hal yang harus dilakukan
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. bagi keuntungan masa depan, dengan demikian maka pengertian investasi dapat
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Landasan Teori dan Konsep 2.1.1 Investasi Menanamkan uang sekarang, berarti uang tersebut seharusnya dapat dikonsumsi namun karena kegiatan investasi
BAB 1 PENDAHULUAN. dapat dilakukan dalam bentuk investasi riil (real investment) dan dalam bentuk
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Investasi di Indonesia merupakan salah satu cara yang banyak diminati masyarakat dalam memperoleh keuntungan dana guna memenuhi kebutuhan di masa yang akan
PENERAPAN METODE CAPITAL ASSET PRICING MODEL
PENERAPAN METODE CAPITAL ASSET PRICING MODEL (CAPM) SEBAGAI SALAH SATU UPAYA UNTUK MENENTUKAN KELOMPOK SAHAM EFISIEN (Studi pada Saham Perusahaan Sektor Industri Pengolahan yang Terdaftar di BEI Tahun
Zul Firda Adha
ANALISIS PERKEMBANGAN PORTOFOLIO OPTIMAL TAHUNAN DENGAN METODE INDEKS TUNGGAL PADA SEKTOR PROPERTY AND REAL ESTATE DI BURSA EFEK INDONESIA SELAMA PERIODE 2012-2015 Zul Firda Adha 18212029 80,00% LATAR
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang
BAB I PENDAHULUAN Pendahuluan berisikan latar belakang permasalahan, pertanyaan penelitian, tujuan penelitian, batasan masalah serta sistematika penulisan dalam pembuatan laporan tugas akhir. 1.1 Latar
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Investasi dapat diartikan sebagai suatu komitmen penempatan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Investasi dapat diartikan sebagai suatu komitmen penempatan dana pada satu atau beberapa objek investasi dengan harapan akan mendapatkan keuntungan di masa mendatang.
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Kegiatan investasi pada umumnya dilakukan untuk memperoleh
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kegiatan investasi pada umumnya dilakukan untuk memperoleh keuntungan tertentu. Investasi memiliki 2 bentuk yaitu investasi pada real asset produktif seperti
BAB I PENDAHULUAN. dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu investasi (investment), sering juga
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian keuangan dan juga teori keuangan biasanya dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu investasi (investment), sering juga disebut teori pasar modal
Ilona Cherie Darminto Devi Farah Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang
PENERAPAN METODE CAPM (CAPITAL ASSET PRICING MODEL) UNTUK MENENTUKAN PILIHAN INVESTASI PADA SAHAM (Studi Pada Perusahaan Sektor Consumer Good Industry di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2012) Ilona Cherie
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Tinjuan Umum Terhadap Objek Studi Gambaran Umum LQ Kriteria Pemilihan Saham LQ45
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Tinjuan Umum Terhadap Objek Studi 1.1.1 Gambaran Umum LQ45 Indeks LQ45 terdiri dari 45 saham dengan likuiditas (liquidity) tinggi yang diseleksi melalui beberapa kriteria pemilihan.
I. PENDAHULUAN. investor. Para investor yang menginvestasikan dananya, pasti akan. mengharapkan return (tingkat pengembalian) berupa capital gain, dan
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Investasi merupakan salah satu kegiatan yang sangat menarik bagi seorang investor. Para investor yang menginvestasikan dananya, pasti akan mengharapkan return
Model-model Keseimbangan
Materi 5 Model-model Keseimbangan Prof. Dr. DEDEN MULYANA, SE., M.Si. MODEL-MODEL MODEL KESEIMBANGAN CAPITAL ASSET PRICING MODEL (CAPM) PORTOFOLIO PASAR GARIS PASAR MODAL (CAPITAL GARIS PASAR SEKURITAS
II. TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Sharpe et.al (1997:1) : Investasi dalam pengertian luas, berarti
13 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Investasi Menurut Sharpe et.al (1997:1) : Investasi dalam pengertian luas, berarti pengorbanan dollar sekarang. Dua berbeda atribut biasanya
BAB II LANDASAN TEORI. penempatan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh
12 BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Investasi Investasi adalah menempatkan dana dengan harapan memperoleh tambahan uang atau keuntungan tersebut (Rodoni, 1996). Investasi pada hakikatnya meruapakan penempatan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Penelitian Terdahulu Adapun penelitian mengenai CAPM salah satunya penelitian yang dilakukan oleh Dewi Irawati (2010) melakukan penelitian yang berjudul Analisis Metode CAPM
Arinda Sasmita Rahma Raden Rustam Hidayat Devi Farah Azizah Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang
PENERAPAN METODE CAPITAL ASSET PRICING MODEL (CAPM) UNTUK PENETAPAN KELOMPOK SAHAM EFISIEN (Studi Pada Saham Saham Perusahaan yang Terdaftar di Indeks LQ-45 Periode 2012 2015) Arinda Sasmita Rahma Raden
BAB III METODE PENELITIAN
35 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian deskripsif adalah kegiatan pengumpulan data sekunder dan analisis data dengan
MATERI 6 MODEL-MODEL KESEIMBANGAN
MATERI 6 MODEL-MODEL KESEIMBANGAN CAPITAL ASSET PRICING MODEL (CAPM) PORTOFOLIO PASAR GARIS PASAR MODAL (CAPITAL MARKET LINE/CML) GARIS PASAR SEKURITAS (SECURITY MARKET LINE/SML) PENGUJIAN TERHADAP CAPM
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pasar modal memiliki peranan yang sangat penting dalam sektor
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pasar modal memiliki peranan yang sangat penting dalam sektor ekonomi pada sebuah negara. Hal tersebut di dukung oleh peranan pasar modal yang sangat strategis
BAB II KAJIAN TEORITIS DAN PENGUJIAN HIPOTESIS. keuangan jangka panjang yang bisa diperjual-belikan, baik dalam bentuk hutang
BAB II KAJIAN TEORITIS DAN PENGUJIAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Teoritis 2.1.1. Pasar Modal Menurut Husnan (2003) pasar modal adalah pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjual-belikan,
I. PENDAHULUAN. dalam waktu dua tahun atau lebih secara bertahap. Secara umum investasi dikenal
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Investasi merupakan pengeluaran modal saat ini, untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu dua tahun atau lebih secara bertahap. Secara umum investasi dikenal sebagai kegiatan
BAB I PENDAHULUAN. yang dimaksud adalah kesejahteraan secara finansial. Di dalam investasi terdapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Investasi merupakan penempatan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan di masa mendatang. Tujuan investasi adalah untuk meningkatkan
PENGGUNAAN METODE CAPITAL ASSET PRICING MODEL
Penggunaan Metode Capital (Herarum Sekarwati) 425 PENGGUNAAN METODE CAPITAL ASSET PRICING MODEL DALAM MENENTUKAN KEPUTUSAN BERINVESTASI SAHAM ( Studi Pada Saham Indeks Kompas 100 di Bursa Efek Indonesia
BAB II URAIAN TEORITIS. Rahayu (2006) melakukan penelitian dengan judul Reaksi Pasar Terhadap
37 BAB II URAIAN TEORITIS A. Penelitian Terdahulu Rahayu (2006) melakukan penelitian dengan judul Reaksi Pasar Terhadap Peristiwa Stock Split yang Terjadi di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini dilakukan
BAB 2. Tinjauan Teoritis dan Perumusan Hipotesis
10 BAB 2 Tinjauan Teoritis dan Perumusan Hipotesis 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Pasar Modal a. Pengertian Pasar Modal Pengertian pasar modal secara umum adalah suatu tempat bertemunya para penjual dan pembeli
Abstrak. Universitas Kristen Maranatha
Abstrak Perkembangan pasar modal di Indonesia saat ini semakin meningkat. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya investor yang menjadikan pasar modal sebagai alternatif berinvestasi. Meskipun demikian,
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data 1. Sampel Penelitian Perusahaan industri jasa, sektor Property dan Real Estate mempunyai 2 sub sektor, yaitu sub sektor Property & Real Estate dan
EVALUASI KINERJA REKSA DANA PENDAPATAN TETAP BERDASARKAN METODE SHARPE, METODE TREYNOR DAN METODE JENSEN
EVALUASI KINERJA REKSA DANA PENDAPATAN TETAP BERDASARKAN METODE SHARPE, METODE TREYNOR DAN METODE JENSEN Fitaning Intan Pradani R. Rustam Hidayat Topowijono Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya
PENERAPAN METODE CAPITAL ASSET PRICING MODEL
PENERAPAN METODE CAPITAL ASSET PRICING MODEL (CAPM) UNTUK MENENTUKAN KELOMPOK SAHAM-SAHAM EFISIEN (Studi Pada Perusahaan Sektor Asuransi Go-Public Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2014)
BAB I PENDAHULUAN. modal dan industri-industri sekuritas yang ada pada suatu negara tersebut. Peranan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan perekonomian suatu negara dapat diukur dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan mengetahui tingkat perkembangan dunia pasar modal dan industri-industri
BAB I PENDAHULUAN. menjadikan perusahaan-perusahaan saling bersaing untuk dapat menyesuaikan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan era globalisasi di Indonesia mengakibatkan perkembangan teknologi yang sangat pesat. Perkembangan era globalisasia ini menjadikan perusahaan-perusahaan
BAB I PENDAHULUAN. memperoleh rasa aman melalui tindakan berjaga-jaga dengan mencadangkan. yang mungkin akan timbul karena adanya ketidakpastian.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kegiatan investasi pada hakikatnya memiliki tujuan untuk memperoleh suatu keuntungan tertentu. Tujuan mencari keuntungan merupakan hal yang membedakan kegiatan
BAB I PENDAHULUAN. aktiva produktif selama periode tertentu (Jogiyanto, 2010:5). Dengan kata lain
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Investasi adalah penundaan konsumsi sekarang untuk dimasukkan ke aktiva produktif selama periode tertentu (Jogiyanto, 2010:5). Dengan kata lain mengorbankan sesuatu
PORTFOLIO EFISIEN & OPTIMAL
Bahan ajar digunakan sebagai materi penunjang Mata Kuliah: Manajemen Investasi Dikompilasi oleh: Nila Firdausi Nuzula, PhD Portofolio Efisien PORTFOLIO EFISIEN & OPTIMAL Portofolio efisien diartikan sebagai
BAB I PENDAHULUAN. Pada saat sekarang ini banyak orang tertarik untuk melakukan investasi.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada saat sekarang ini banyak orang tertarik untuk melakukan investasi. Mereka berharap dengan melakukan investasi dapat memperoleh keuntungan di waktu mendatang. Sesuai
BAB 1 PENDAHULUAN. investasi tersebut ada suatu keuntungan (return) yang diinginkan oleh investor.
BAB 1 PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Investasi merupakan suatu penanaman modal secara langsung ataupun tidak langsung, jangka pendek maupun jangka panjang, dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan yang
I. PENDAHULUAN. pasif dan investor aktif. Investor pasif menganggap bahwa pasar modal adalah
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Investasi dapat dilakukan oleh perorangan atau perusahaan yang kelebihan dana. Berdasarkan pengambilan keputusan, investor dibagi menjadi dua yaitu investor pasif dan
BAB 1 PENDAHULUAN. Pada dasarnya pasar keuangan ( financial market) merupakan. pendek, dapat melakukan pada pasar uang ( money market), karena
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada dasarnya pasar keuangan ( financial market) merupakan pasar yang dibutuhkan oleh para investor yang inginmenginvestasikan dananya, baik dalam bentuk investasi
II. LANDASAN TEORI. lainnya. Laporan neraca dapat menggambarkan posisi keuangan suatu
II. LANDASAN TEORI 2.1 Laporan Keuangan Laporan keuangan diperlukan sebagai bahan untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan, dan kondisi keuangan tersebut mengindikasikan kondisi keuangan secara umum
BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. Menurut Sharpe et al (dalam, Setiyono 2016) pengumuman informasi
BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS 1. a 2.1 Tinjauan Teoretis 2.1.1 Teori Persinyalan (Signaling Theory) Menurut Sharpe et al (dalam, Setiyono 2016) pengumuman informasi akuntansi memberikan
2015 PENGARUH FAKTOR FUND AMENTAL TERHAD AP HARGA SAHAM PAD A EMITEN SEKTOR PROPERTI D AN REAL ESTATE D I BURSA EFEK IND ONESIA
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pasar modal merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang atau long-term financial assets. Pasar modal memiliki peranan penting bagi perekonomian
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Ketidakpastian kondisi penghasilan dan kebutuhan akan konsumsi di masa
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Ketidakpastian kondisi penghasilan dan kebutuhan akan konsumsi di masa datang merupakan salah satu masalah yang dihadapi oleh banyak orang. Salah satu cara
BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. Pasar modal merupakan tempat
23 BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1. Pasar Modal 1. Pengertian Pasar Modal Menurut UU No 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, pengertian pasar modal adalah kegiatan
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Tingkat Pengembalian Pasar Dalam penelitian ini, akan dibahas mengenai besarnya risiko tingkat pengembalian pada industri otomotif dan komponennya yang go public di Bursa
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Investasi. cukup, pengalaman, serta naluri bisnis untuk menganalisis efek-efek mana yang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Investasi Investasi pada hakikatnya merupakan penempatan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan di masa mendatang (Halim, 2005:4). Untuk melakukan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Keadaan perekonomian Indonesia yang selama beberapa tahun terakhir
66 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Keadaan perekonomian Indonesia yang selama beberapa tahun terakhir yang tidak stabil disebabkan oleh beberapa hal yaitu krisis ekonomi, naik turunnya harga
ANALISIS FUNDAMENTAL SAHAM SEKTOR PERBANKAN PERIODE TAHUN BERDASARKAN CAPITAL ASSET PRICING MODEL (CAPM)
ANALISIS FUNDAMENTAL SAHAM SEKTOR PERBANKAN PERIODE TAHUN 2001 2008 BERDASARKAN CAPITAL ASSET PRICING MODEL (CAPM) Welin Kusuma*, Dessy Mulyani** *Program Studi Ilmu Manajemen Pascasarjana Universitas
BAB 1 PENDAHULUAN. pengambilan keputusan investasi di pasar modal juga semakin kuat.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar modal merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk sarana mendapatkan dana dalam jumlah besar dari masyarakat pemodal (investor), baik dari dalam
BAB 1 PENDAHULUAN. dana. Menurut Fahmi dan Hadi (2009:41), pasar modal (capital market) adalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar modal mempunyai peranan sangat penting dalam perekonomian suatu negara, sebagai sarana untuk mengalokasikan sumber daya ekonomi secara optimal dengan
PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar modal merupakan sarana efektif sebagai penggalang dana jangka panjang dari masyarakat untuk disalurkan ke sektor-sektor produktif. Aktivitas pasar modal
BAB II LANDASAN PUSTAKA. antara pihak yang membutuhkan modal dengan pihak yang memiliki modal.
BAB II LANDASAN PUSTAKA 2.1. Tinjauan Pustaka 2.1.1. Pasar Modal Pasar modal pada hakikatnya adalah suatu kegiatan yang mempertemukan antara pihak yang membutuhkan modal dengan pihak yang memiliki modal.
II. TINJAUAN PUSTAKA. Pasar modal adalah pasar dengan berbagai instrumen keuangan jangka panjang
14 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pasar Modal Pasar modal adalah pasar dengan berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa di perjual belikan, baik dalam bentuk hutang maupun modal sendiri, baik yang
Wildan Deny Saputra Suhadak Devi Farah Azizah Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang
PENGGUNAAN METODE CAPITAL ASSET PICING MODEL (CAPM) DALAM MENENTUKAN SAHAM EFISIEN (Studi pada Saham-Saham Perusahaan yang Terdaftar di Indeks Kompas100 Periode 2010-2013) Wildan Deny Saputra Suhadak Devi
LANDASAN TEORI. atau keuntungan atas uang tersebut (Ahmad, 1996:3). Investasi pada hakikatnya
II. LANDASAN TEORI 2.1. Investasi Investasi adalah menempatkan dana dengan harapan memperoleh tambahan uang atau keuntungan atas uang tersebut (Ahmad, 1996:3). Investasi pada hakikatnya merupakan penempatan
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bab ini, penulis akan melakukan analisis terhadap data yang telah diperoleh penulis dari Bursa Efek Jakarta dan Bank Indonesia. Data tersebut merupakan data sekunder
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Penelitian Terdahulu Mustain (2007) dengan judul analisis pembentukan portofolio saham optimal penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui saham apa saja yang dapat
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. investasi adalah pemahaman hubungan antara return yang diharapkan dan. return yang diharapkan. (Tandelilin, 2001 : 3)
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Investasi Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumberdaya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa datang. Hal
BAB I PENDAHULUAN. peningkatan dengan ditandai semakin maraknya kegiatan investasi di Pasar
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan dan keberadaan isu globalisasi tidak dapat di elakkan lagi. Hal itu dapat kita lihat dampaknya pada perkembangan perekonomian dunia yang semakin
BAB I PENDAHULUAN. Secara faktual, pasar modal telah menjadi financial nerve-centre
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Secara faktual, pasar modal telah menjadi financial nerve-centre (saraf finansial dunia) bagi dunia ekonomi modern. 1 Banyak industri dan perusahaan yang menggunakan
BAB 1 PENDAHULUAN. memfasilitasi jual-beli sekuritas yang umumnya berumur lebih dari satu tahun,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan ekonomi secara keseluruhan dapat dilihat dari perkembangan pasar modal dan industri sekuritas pada suatu negara. Pasar modal memiliki peranan penting
I. PENDAHULUAN. bidang ekonomi pada umumnya dan di bidang investasi khususnya. Investasi
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat telah mengubah pola pikir masyarakat di bidang ekonomi pada umumnya dan di bidang investasi khususnya. Investasi dapat dilakukan baik
Manajemen Investasi. SUTIA BUDI STIE AHMAD DAHLAN JAKARTA
Manajemen Investasi SUTIA BUDI [email protected] STIE AHMAD DAHLAN JAKARTA INVESTMENT MANAGEMENT Session 2 Times 2 Times 2 Times 2 Times 2 Times 2 Times 2 Times Chapter Introduction Capital Market
ANALISIS HUBUNGAN RETURN DAN RISIKO SAHAM DENGAN MENGGUNAKAN METODE CAPITAL ASSET PRICING MODEL (CAPM) PADA JAKARTA ISLAMIC INDEX (JII)
ANALISIS HUBUNGAN RETURN DAN RISIKO SAHAM DENGAN MENGGUNAKAN METODE CAPITAL ASSET PRICING MODEL (CAPM) PADA JAKARTA ISLAMIC INDEX (JII) Anton ([email protected]) Ervita Safitri ([email protected])
ANALISIS PENETAPAN HARGA INTRINSIK SAHAM DENGAN MENGGUNAKAN METODE PRICE EARNING RATIO
ANALISIS PENETAPAN HARGA INTRINSIK SAHAM DENGAN MENGGUNAKAN METODE PRICE EARNING RATIO (PER) SEBAGAI DASAR KEPUTUSAN INVESTASI SAHAM (Studi Pada Sektor Konstruksi Bangunan yang Terdaftar di Bursa Efek
PORTOFOLIO OPTIMAL PADA SEKTOR PROPERTI, REAL ESTATE DAN KONSTRUKSI BANGUNAN DENGAN MODEL INDEKS TUNGGAL
PORTOFOLIO OPTIMAL PADA SEKTOR PROPERTI, REAL ESTATE DAN KONSTRUKSI BANGUNAN DENGAN MODEL INDEKS TUNGGAL Laporan Tugas Akhir sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana dari Universitas Atma
BAB I PENDAHULUAN. yang memiliki kelebihan dana kepada pihak yang membutuhkan dana. Fungsi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pasar modal adalah tempat bagi perusahaan untuk mengumpulkan modal dengan cara menawarkan sahamnya kepada masyarakat maupun publik. Keterlibatan masyarakat
Model-model keseimbangan
Model-model keseimbangan Model-model keseimbangan Capital aset pricing model (CAPM) Model Capital aset pricing model (CAPM) merupakan model keseimbangan yang menggambarkan hubungan risiko dan return secara
BAB I PENDAHULUAN. datang. (Tandelilin, 2010:2). Investasi merupakan Penundaan konsumsi sekarang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa datang.
BAB I PENDAHULUAN. menginvestasikan modal dengan harapan memperoleh imbalan berupa return atas
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pasar modal merupakan salah satu tempat bagi para investor untuk menginvestasikan modal dengan harapan memperoleh imbalan berupa return atas investasinya.
METODE PENELITIAN. Objek yang akan diteliti dalam penelitian ini mengenai analisis komparasi
III. METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek yang akan diteliti dalam penelitian ini mengenai analisis komparasi kelayakan investasi reksadana saham syariah dengan reksadana saham konvensional dimana
I. PENDAHULUAN. Pengambilan keputusan untuk melakukan investasi diawali dengan penentuan
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pengambilan keputusan untuk melakukan investasi diawali dengan penentuan tujuan investasi yang dinyatakan dalam risiko maupun return. Investor harus memahami bahwa ada
TINJAUAN PUSTAKA. Pengertian investasi menurut Jogiyanto (2003) adalah penundaan konsumsi
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Investasi 2.1.1 Pengertian Investasi Pengertian investasi menurut Jogiyanto (2003) adalah penundaan konsumsi sekarang untuk digunakan di dalam produksi yang efisien selama periode
BAB 1 PENDAHULUAN. 2010:26), dengan adanya pasar modal (capital market), investor sebagai pihak
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pertumbuhan ekonomi sebagai alat ukur dalam menganalisa seberapa besar perkembangan perekonomian di suatu negara. Selain meningkatkan pertumbuhan ekonomi
TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Pasar Modal Pengertian pasar modal secara umum adalah suatu sistem keuangan yang
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pasar Modal Pengertian pasar modal secara umum adalah suatu sistem keuangan yang terorganisasi, yang termasuk didalamnya adalah bank-bank komersial dan semua lembaga perantara
BAB I PENDAHULUAN. keuntungan di masa datang. Harapan keuntungan (return) di masa datang tersebut
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Investasi merupakan komitmen sejumlah dana dengan tujuan memperoleh keuntungan di masa datang. Harapan keuntungan (return) di masa datang tersebut merupakan kompensasi
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Industri
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Industri Bursa Efek Indonesia (disingkat BEI, atau Indonesia Stock Exchange (IDX)), merupakan bursa hasil penggabungan dari Bursa Efek Jakarta (BEJ) dengan Bursa Efek
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan dalam pasar modal saat ini kian menarik banyak investor untuk melakukan investasi. Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumberdaya lainnya
