SURVEI PROYEKSI INDIKATOR MAKRO EKONOMI
|
|
|
- Widya Atmadjaja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Triwulan I SURVEI PROYEKSI INDIKATOR MAKRO EKONOMI Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 215 Diperkirakan Meningkat Survei Proyeksi Indikator Makro Ekonomi (SPIME) Bank Indonesia pada triwulan I-215 mengindikasikan ekonomi tahun 215 akan tumbuh sebesar 5,5% (yoy), meningkat dibandingkan 5,2% (yoy) pada tahun 214 dan berada pada kisaran proyeksi Bank Indonesia sebesar -5,8% (yoy). Ekspektasi pertumbuhan ekonomi tahun 215 antara lain dipengaruhi oleh perkiraan membaiknya kegiatan investasi dan peningkatan daya beli masyarakat sehingga mendorong konsumsi sejalan dengan terkendalinya tekanan inflasi. Responden optimis tekanan inflasi pada tahun 215 akan berada pada level 4,72% (yoy), lebih rendah dibandingkan realisasi inflasi tahun 214 sebesar 8,36% (yoy) dan berada pada sasaran inflasi tahun 215 sebesar 4±1%. Menurunnya harga komoditas internasional, terkendalinya kenaikan harga akibat penyesuaian administered prices, dan ketersediaan barang yang mencukupi kebutuhan nasional ditengarai menjadi faktor pendukung membaiknya inflasi tahun 215. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan kembali terdepresiasi. Sejalan dengan masih tingginya tekanan yang bersumber dari faktor eksternal, perkiraan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada tahun 215 terkoreksi menjadi Rp per dolar AS. Kondisi Ekonomi Makro Triwulan II-215 Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada awal 215 diperkirakan meningkat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-215 diperkirakan meningkat. Ekonomi Indonesia pada triwulan I-215 diperkirakan tumbuh sebesar 5,13% (yoy), lebih tinggi dibandingkan 5,1% (yoy) pada triwulan sebelumnya dan relatif sama dibandingkan 5,14% (yoy) pada triwulan I-214 (Grafik 1). Meningkatnya optimisme pertumbuhan ekonomi ditengarai dipengaruhi oleh peningkatan investasi dan konsumsi masyarakat sejalan dengan semakin terkendalinya tekanan inflasi. Responden optimis ekonomi Indonesia akan terus membaik pada triwulan II-215 yang diperkirakan tumbuh sebesar 5,15% (yoy). Metodologi Survei Proyeksi Indikator Makro Ekonomi (perubahan nama dari Survei Persepsi Pasar) merupakan survei triwulanan yang dilaksanakan sejak Triwulan IV-21 terhadap responden terpilih yang terdiri dari para ekonom, pengamat/peneliti ekonomi, analis pasar uang/modal serta akademisi. Responden dipilih berdasarkan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui aplikasi SPIME online berbasis web atau melalui mail, faksimili maupun . Hasil survei disajikan dengan metode pooling (persentase responden yang menjawab paling banyak) dan mean point estimates (mpe). 21
2 Grafik 1 PDB Per Triwulan 6, 5,5 5, 5,14 5,3 5,1 4,92 5,13 5,15 5, ,5 4, Q I Q II Q III Q IV Q I* Q II** Q III** Q IV** Q I** Sumber: SEKI, Bank Indonesia * Update Hasil SPIME Q IV-214 ** Hasil SPIME Q I-215 Memasuki triwulan II-215, tekanan inflasi diperkirakan semakin melambat. Pada triwulan II-215, inflasi diperkirakan sebesar 6,4% (yoy), lebih rendah dari 7,32% (yoy) pada triwulan I-215 (Grafik 2). Keyakinan responden terhadap menurunnya harga komoditas internasional menjadi faktor pendukung membaiknya inflasi. Namun demikian, meningkatnya permintaan masyarakat seiring dengan aktivitas menjelang puasa Ramadhan dan hari raya Idul Fitri ditengarai dapat berpotensi memberikan tekanan terhadap laju inflasi. Grafik 2 Proyeksi Inflasi ,32 6,7 4,53 8,36 7,32 6,4 5,58 4,72 5,2 4 2 Q I Q II Q III Q IV Q I Q II Q III Q IV Q I Sumber: SEKI, Bank Indonesia (SPIME Q I-215) Dari aspek nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, responden memperkirakan nilai tukar rupiah pada triwulan II-215 secara rata-rata berada pada level Rp per dolar AS, terdepresiasi dibandingkan dengan rata-rata nilai tukar rupiah pada triwulan I-215 (Maret 215) sebesar Rp13.67 per dolar AS (Grafik 3). Melemahnya nilai tukar rupiah tersebut terutama didorong oleh perkembangan ekonomi global, terutama AS, dan berlanjutnya penguatan dolar AS terhadap semua mata uang dunia. Nilai tukar rupiah pada triwulan II-215 diperkirakan kembali melemah. 22
3 (Rp/USD) 15, Grafik 3 Nilai Tukar 14, 13, 12, 11,44 11,969 12,212 12,44 13,67 13,236 13,234 13,325 13,343 11, 1, 9, 8, Q I Q II Q III Q IV Q I Q II Q III Q IV Q I Sumber: SEKI, Bank Indonesia & CEIC (SPIME Q I-215) Pada Maret 215, nilai tukar rupiah secara rata-rata tercatat sebesar Rp13.67 per dolar AS atau terdepresiasi sebesar 1,58% (mtm), lebih rendah dibandingkan depresiasi bulan sebelumnya (1,89%, mtm) (Grafik 4). Sementara itu secara triwulanan, rupiah terdepresiasi sebesar % (qtq), melemah dibandingkan triwulan sebelumnya yang terdepresiasi sebesar 1,87% (qtq). Pelemahan mata uang rupiah pada triwulan I-215 sejalan dengan arah pergerakan mata uang beberapa negara berkembang di kawasan Asia (Grafik 5). Grafik 4 Performa Nilai Tukar Maret 215 KRW SGD PHP -1,23-1,4-1,28-1,63 -,51,86 THB MYR IDR -2,28-1,89-1,58 -,2 -,35,51 %, mtm Sumber: Bank Indonesia & CEIC Februari 215 Maret
4 Grafik 5 Performa Nilai Tukar Triwulan I-215 KRW -6,44 -,93 SGD -4,5-4,71 PHP -1,37,52 THB -2,14,8 MYR -5,82 IDR - -1,87 %, qtq Sumber: Bank Indonesia & CEIC Q IV-214 Q I-215 Tabel 1 Indikator Ekonomi Triwulanan No. Indikator Ekonomi Q I 214* Q II Q III Q IV 215* Q I Q IV **) Q I Pertumbuhan Ekonomi 5,14 5,3 4,92 5,1 na. 5,1-5,25 5,1-5,19 (mpe: 5,16) (mpe: 5,15) 2. Inflasi 7,32 6,7 4,53 8,36 6,38 8,1-8,5 6,1-6,5 (mpe: 8,32) (mpe: 6,4) 3. Nilai Tukar (Rp/USD) > 13. (mpe: ) (mpe: ) Keterangan: *) Angka GDP sementara **) Hasil SPIME Pertumbuhan Ekonomi Tahun 215 Optimisme responden terhadap pertumbuhan ekonomi tahun 215 meningkat. Ekonomi Indonesia tahun 215 diperkirakan tumbuh sebesar 5,5% (yoy), meningkat dibandingkan realisasi pertumbuhan ekonomi 5,2% (yoy) pada tahun 214 dan berada pada kisaran proyeksi Bank Indonesia sebesar -5,8% (yoy) (Tabel 2). Ekspektasi pertumbuhan ekonomi tahun 215 antara lain dipengaruhi oleh pertumbuhan investasi yang membaik dan peningkatan daya beli masyarakat yang mendorong kuatnya konsumsi sejalan dengan semakin terkendalinya tekanan inflasi. Optimisme responden terhadap pertumbuhan ekonomi 215 meningkat. Laju inflasi tahun 215 diperkirakan sebesar 4,72% (yoy), lebih rendah dibandingkan realisasi inflasi tahun 214 sebesar 8,36% (yoy) dan berada pada sasaran inflasi tahun 215 sebesar 4±1%. Menurunnya harga komoditas internasional, terkendalinya kenaikan harga akibat penyesuaian administered prices, dan ketersediaan 24
5 barang yang mencukupi kebutuhan nasional ditengarai menjadi faktor pendorong membaiknya inflasi tahun 215. Namun demikian, beberapa faktor yang ditengarai berpotensi memberikan tekanan terhadap laju inflasi pada tahun 215 antara lain kenaikan harga minyak dunia dan pengurangan kembali subsidi untuk energi (BBM, tarif tenaga listrik dan Liquified Petroleum Gas/LPG). Sejalan dengan masih tingginya tekanan yang bersumber dari faktor eksternal, perkiraan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada tahun 215 terkoreksi menjadi Rp per dolar AS, melemah dibandingkan dengan realisasi nilai tukar pada tahun 214 sebesar Rp12.44 per dolar AS. Tabel 2 Indikator Ekonomi Tahun 215 dan 216 No. Indikator Ekonomi 2141) Survei Q IV Tahun 215 Survei Q I Tahun 216 Survei Q I Asumsi Makro RAPBN 2152) Proyeksi PDB dan Sasaran Inflasi 2153) 1. Pertumbuhan Ekonomi 5,2 5,26-5,5 5,7-5,8 (mpe: 5,37) (mpe: 5,5) (mpe: 5,64) 2. Inflasi 8,36 7,1-7,5 6, 6, 5, 4 ± 1 (mpe: 7,35) (mpe: 4,72) (mpe: 4,99) 3. Nilai Tukar (Rp/USD) > 13. > (mpe: ) (mpe: ) (mpe: ) Keterangan: 1) Angka GDP sementara 2) Kementerian Keuangan RI 3) Tinjauan Kebijakan Moneter Bank Indonesia, Maret 215 Kondisi Ekonomi Makro 216 Ekonomi tahun 216 diperkirakan tumbuh lebih baik dibandingkan tahun 215. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 216 diperkirakan lebih baik dibandingkan tahun 215. Sebanyak 83,3% responden memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun 216 lebih tinggi dari % (yoy) (mpe: 5,64%, yoy) (Grafik 6). Faktor yang diperkirakan berpengaruh terhadap laju pertumbuhan ekonomi tahun 216 antara lain pertumbuhan investasi dan konsumsi sejalan dengan terkendalinya laju inflasi. Laju inflasi tahun 216 diperkirakan lebih rendah dari level 6,% (yoy) (mpe: 4,99%, yoy) (Grafik 7). Keyakinan menurunnya harga komoditas internasional dan ketersediaan barang yang mencukupi kebutuhan nasional menjadi faktor pendukung optimisme responden terhadap membaiknya inflasi tahun 216. Nilai tukar rupiah tahun 216 secara rata-rata diperkirakan kembali terdepresiasi. Sementara itu dari aspek nilai tukar, depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan kembali terjadi. Responden memperkirakan nilai tukar rupiah tahun 216 secara rata-rata akan mencapai level Rp per dolar AS (Grafik 8). Faktor sentimen terkait dengan perkembangan ekonomi global, kekhawatiran terhadap penurunan pertumbuhan ekonomi dan kinerja neraca perdagangan menjadi faktor yang dipertimbangkan oleh responden dalam memperkirakan pergerakan nilai tukar rupiah tahun
6 1 8 Grafik 6 PDB Tahun 215 dan , ,6 25, 21,4 1,7 1, 1,7-3,6-3,3 3,3 < 5, 5, - 5,9 5,1-5,19 5,2-5,29 5,3-5,39 > = Sumber: CEIC Grafik 7 Inflasi Tahun 215 dan ,7 7, ,2 8,1 - - <= 6, 6,1-6,5 6,51-7, 7,1-7,5 7,51-8, > 8, Sumber: CEIC Grafik 8 Nilai Tukar Tahun 215 dan ,2 1,8 29,7 24, > 13. (IDR/USD) 56,8 43, Sumber: CEIC 26
7 PERKIRAAN INDIKATOR EKONOMI HASIL SURVEI TRIWULAN I-215 Grafik 9 Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II Grafik 1 Inflasi Triwulan II , 23,3 PDB Q II-215 2, 2, ,6 32,4 29,7 Inflasi Q II ,7 1, ,5 Grafik 11 Nilai Tukar Rupiah/USD Triwulan II , < 5, 5,-5,9 5,1-5,19 5,2-5,29 5,3-5,39 > = Sebanyak 23,3% responden memperkirakan PDB triwulan II-215 berkisar 5,1-5,19% (mpe: 5,15%, yoy). 1,8 Grafik 13 Inflasi ,2 Nilai Tukar Q II-215 Inflasi 215 <= 6, 6,1-6,5 6,51-7,7,1-7,5 7,51-8, > 8, 18,9-67, > 13. (IDR/USD) Nilai tukar rupiah terhadap US Dollar pada triwulan II-215 diperkirakan mencapai Rp per dolar AS. Laju inflasi tahun 215 diperkirakan lebih rendah dari 6,% (mpe: 4,72%, yoy) Grafik 12 Pertumbuhan Ekonomi Tahun <= 6, 6,1-6,5 6,51-7, 7,1-7,5 7,51-8, Inflasi triwulan II-215 diperkirakan berkisar 6,1-6,5% (mpe: 6,4%, yoy). 1,7 < 5, 5,-5,9 5,1-5,195,2-5,29 5,3-5,39 > = Grafik 14 Nilai Tukar , ,7 1, ,4 Nilai Tukar PDB ,6 25, PDB tahun 215 diperkirakan diatas % (mpe: 5,5%, yoy). 24, ,8 > 13. (IDR/USD) Nilai tukar rupiah terhadap US Dollar pada 215 diperkirakan diatas Rp13. per dolar AS. 27
8 Grafik 15 Pertumbuhan Ekonomi Tahun , 1-3,3 3,3 PDB ,3 5,-5,9 5,1-5,19 5,2-5,29 5,3-5,39 > = Responden memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun 216 sebesar 5,64% (yoy) ,7 Grafik 16 Inflasi Tahun 216 8,1 Inflasi <= 6, 6,1-6,5 6,51-7, 7,1-7,5 7,51-8, > 8, Responden memperkirakan inflasi tahun 216 berkisar 4,99% (yoy). Grafik 17 Nilai Tukar Rupiah/USD Tahun Nilai Tukar , ,7 16, > 13. (IDR/USD) Responden memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap US Dollar pada tahun 216 diatas Rp13. per dolar AS (mpe: Rp per dolar AS). 28
SURVEI PROYEKSI INDIKATOR MAKRO EKONOMI
SURVEI PROYEKSI INDIKATOR MAKRO EKONOMI Triwulan II 2017 Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2017 Diperkirakan Membaik Survei Proyeksi Indikator Makro Ekonomi (SPIME) Bank Indonesia periode triwulan II-2017 mengindikasikan
SURVEI PERSEPSI PASAR
1 SURVEI PERSEPSI PASAR Triwulan I 29 Perlambatan pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-29 dan selama tahun 29 diperkirakan masih akan berlanjut sebagaimana kondisi perekonomian dunia yang belum menunjukkan
SURVEI PERSEPSI PASAR
1 SURVEI PERSEPSI PASAR Triwulan III 2010 Pertumbuhan ekonomi tahun 2010 diperkirakan sebesar 6,1%. Inflasi berada pada kisaran 6,1-6,5% Perkembangan ekonomi global dan domestik yang semakin membaik, kinerja
SURVEI PERSEPSI PASAR
1 SURVEI PERSEPSI PASAR Triwulan II 29 Responden Survei Persepsi Pasar (SPP) memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-29 (yoy) dan selama tahun 29 berada pada kisaran 4,1-4,5%. Perkiraan pertumbuhan
SURVEI PERSEPSI PASAR
1 SURVEI PERSEPSI PASAR Triwulan I 2010 Inflasi dan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2010 diperkirakan berada pada kisaran 5,1-5,5%. Mayoritas responden (58,8%) optimis bahwa pertumbuhan ekonomi pada tahun
SURVEI PERSEPSI PASAR
1 SURVEI PERSEPSI PASAR Triwulan III 2008 Kondisi ekonomi makro pada triwulan IV-2008 dan selama tahun 2008 diperkirakan akan mengalami tekanan akibat perekonomian dunia yang lesu dan krisis keuangan global.
SURVEI PERSEPSI PASAR
1 SURVEI PERSEPSI PASAR Triwulan II 2008 Pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2008 diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan triwulan III-2007, tingkat inflasi diperkirakan diatas 10%, dan nilai tukar
SURVEI PERSEPSI PASAR
1 SURVEI PERSEPSI PASAR Triwulan III 2007 Kondisi ekonomi makro pada triwulan IV 2007 diperkirakan relatif sama dengan realisasi triwulan IV 2006. Kondisi ekonomi makro pada 2007 diperkirakan lebih baik
Perkiraan Kondisi Ekonomi Makro Triwulan IV Perkiraan Tw. I Perkiraan Kondisi Ekonomi Realisasi
SURVEI 1 PERSEPSI PASAR Triwulan III - 2005 Kondisi ekonomi makro triwulan IV-2005 dan keseluruhan diperkirakan memburuk, dengan tingkat inflasi dan pengangguran yang meningkat Responden optimis kondisi
SURVEI PERSEPSI PASAR
1 SURVEI PERSEPSI PASAR Triwulan I 2008 Responden memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahunan pada triwulan II-2008 relatif sama dengan triwulan II-2007, namun tingkat inflasi pada triwulan II-2008 diperkirakan
SURVEI PERSEPSI PASAR. Triwulan II 2006
SURVEI 1 PERSEPSI PASAR Triwulan II 2006 Kondisi ekonomi Indonesia pada triwulan I- 2006 diperkirakan membaik Pertumbuhan ekonomi triwulan III-2006 diperkirakan melambat dibanding pertumbuhan triwulan
TPI dan Pokjanas TPID. Analisis Inflasi. Analisis Inflasi Januari 2016 TPI dan Pokjanas TPID 1. Inflasi Januari 2016 Melambat dan Terkendali
Inflasi Januari 2016 Melambat dan Terkendali Inflasi pada awal tahun 2016 mengalami perlambatan dibandingkan dengan bulan lalu. Pada Januari 2016, inflasi IHK tercatat sebesar 0,51% (mtm), lebih rendah
ANALISIS TRIWULANAN: Perkembangan Moneter, Perbankan dan Sistem Pembayaran, Triwulan IV
ANALISIS TRIWULANAN: Perkembangan Moneter, Perbankan dan Sistem Pembayaran, Triwulan IV - 2009 263 ANALISIS TRIWULANAN: Perkembangan Moneter, Perbankan dan Sistem Pembayaran, Triwulan IV - 2009 Tim Penulis
1. Tinjauan Umum
1. Tinjauan Umum Perekonomian Indonesia dalam triwulan III-2005 menunjukkan kinerja yang tidak sebaik perkiraan semula, dengan pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan lebih rendah sementara tekanan terhadap
TPI dan Pokjanas TPID. Analisis Inflasi. Analisis Inflasi Januari 2016 TPI dan Pokjanas TPID 1
Penurunan Harga Pangan dan Komoditas Energi Dorong Deflasi IHK Bulan Februari Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan Februari 2016 mengalami deflasi. Deflasi IHK pada bulan ini mencapai -0,09% (mtm). Realisasi
RELEASE NOTE INFLASI FEBRUARI 2017
RELEASE NOTE INFLASI FEBRUARI 217 TPI dan Pokjanas TPID INFLASI IHK Inflasi Bulan Februari 217 Terkendali Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat,23% (mtm) di bulan Februari. Inflasi di bulan ini
Juni 2017 RESEARCH TEAM
RESEARCH TEAM RINGKASAN Ekonomi Indonesia kuartal pertama 2017 tumbuh 5,01% yoy. Angka ini lebih tinggi dibandingkan PDB pada kuartal keempat 2016 sebesar 4,94%(yoy) dan kuartal ketiga 2016 sebesar 4,92%
PERKEMBANGAN INDIKATOR SEKTOR RIIL TERPILIH
Mei 2015 PERKEMBANGAN INDIKATOR SEKTOR RIIL TERPILIH Survei Konsumen Mei 2015 (hal. 1) Survei Penjualan Eceran April 2015 (hal. 13) PERKEMBANGAN INDIKATOR SEKTOR RIIL TERPILIH Mei 2015 Alamat Redaksi :
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Sebagai negara yang menganut sistem perekonomian terbuka,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Sebagai negara yang menganut sistem perekonomian terbuka, seperti Indonesia serta dalam era globalisasi sekarang ini, suatu negara tidak terlepas dari kegiatan
Ringkasan eksekutif: Di tengah volatilitas dunia
Ringkasan eksekutif: Di tengah volatilitas dunia Perlambatan pertumbuhan Indonesia terus berlanjut, sementara ketidakpastian lingkungan eksternal semakin membatasi ruang bagi stimulus fiskal dan moneter
Inflasi IHK 2015 Berada dalam Sasaran Inflasi Bank Indonesia
Inflasi IHK 2015 Berada dalam Sasaran Inflasi Bank Indonesia Inflasi di bulan Desember menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan bulan lalu dan lebih tinggi dari historisnya. Inflasi
INDONESIA PADA GUBERNUR BANK PANITIA ANGGARAN SEMESTER
PANDANGAN GUBERNUR BANK INDONESIA PADA RAPAT KERJA PANITIA ANGGARAN DPR RI MENGENAI LAPORAN SEMESTER I DAN PROGNOSIS SEMESTER II APBN TA 2006 2006 Anggota Dewan yang terhormat, 1. Pertama-tama perkenankanlah
Realisasi Asumsi Dasar Ekonomi Makro APBNP 2015
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sep Okt Nov Des Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2015 Asumsi Dasar Ekonomi Makro Tahun 2015 Indikator a. Pertumbuhan ekonomi (%, yoy) 5,7 4,7 *) b. Inflasi (%, yoy) 5,0 3,35
RELEASE NOTE INFLASI MEI 2017
RELEASE NOTE INFLASI MEI 2017 INFLASI IHK Inflasi Mei 2017 Terkendali Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat mengalami inflasi 0,39% (mtm) di bulan Mei (Tabel 1). Inflasi IHK bulan ini meningkat dibanding
RELEASE NOTE INFLASI APRIL 2016
Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi (TPI) Kelompok Kerja Nasional Tim Pengendalian Inflasi Daerah (Pokjanas TPID) RELEASE NOTE INFLASI APRIL 2016 Penurunan Harga BBM dan Panen Raya Dorong Deflasi Bulan
SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA
SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA TRIWULAN IV-2008 Sebagai dampak dari krisis keuangan global, kegiatan dunia usaha pada triwulan IV-2008 mengalami penurunan yang tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT)
SURVEI PENJUALAN ECERAN
SURVEI PENJUALAN ECERAN Mei 2017 Penjualan eceran tumbuh meningkat pada Mei 2017. Hal tersebut terindikasi dari Indeks Penjualan Riil (IPR) hasil Survei Penjualan Eceran Mei 2017 yang tumbuh 4,3% (yoy),
SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA
SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA B U S I N E S S S U R V E Y TRIWULAN II-2003 Kegiatan usaha pada triwulan II-2003 mengalami ekspansi, demikian juga prakiraan pada triwulan III-2003 Namun sesuai dengan polanya,
Monthly Market Update
Monthly Market Update RESEARCH TEAM RINGKASAN Ekonomi Indonesia tumbuh 4,94% yoy pada kuartal keempat 2016. Angka ini lebih rendah dibandingkan PDB pada kuartal sebelumnya yaitu sebesar 5,02% (yoy). Pada
RELEASE NOTE INFLASI MARET 2017
RELEASE NOTE INFLASI MARET 2017 TPI dan Pokjanas TPID INFLASI IHK Panen Dorong Deflasi Maret 2017 Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat mengalami deflasi 0,02% (mtm) di bulan Maret (Tabel 1). Deflasi bulan
ANALISA TRIWULANAN: Perkembangan Moneter, Perbankan dan Sistem Pembayaran, Triwulan III
ANALISA TRIWULANAN: Perkembangan Moneter, Perbankan dan Sistem Pembayaran,Triwulan III - 2005 135 ANALISA TRIWULANAN: Perkembangan Moneter, Perbankan dan Sistem Pembayaran, Triwulan III - 2005 Tim Penulis
LAPORAN PEMERINTAH TENTANG PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA SEMESTER PERTAMA TAHUN ANGGARAN 2012 R E P U B L I K I N D O N E S I A
LAPORAN PEMERINTAH TENTANG PELAKSANAANN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJAA NEGARA SEMESTER PERTAMA TAHUN ANGGAR RAN 2012 R E P U B L I K I N D O N E S I A Daftar Isi DAFTAR ISI Daftar Isi... Daftar Tabel...
PERKEMBANGAN MONETER, PERBANKAN DAN SISTEM PEMBAYARAN TRIWULAN III 2003
1 PERKEMBANGAN MONETER, PERBANKAN DAN SISTEM PEMBAYARAN TRIWULAN III 2003 Tim Penulis Laporan Triwulanan III 2003, Bank Indonesia Sampai dengan triwulan III-2003, kondisi perekonomian Indonesia masih mengindikasikan
BAB I PENDAHULUAN. saat ini. Sekalipun pengaruh aktifitas ekonomi Indonesia tidak besar terhadap
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Small open economic, merupakan gambaran bagi perekonomian Indonesia saat ini. Sekalipun pengaruh aktifitas ekonomi Indonesia tidak besar terhadap perekonomian dunia,
ANALISIS TRIWULANAN: Perkembangan Moneter, Perbankan dan Sistem Pembayaran, Triwulan III
ANALISIS TRIWULANAN: Perkembangan Moneter, Perbankan dan Sistem Pembayaran, Triwulan III - 2009 127 ANALISIS TRIWULANAN: Perkembangan Moneter, Perbankan dan Sistem Pembayaran, Triwulan III - 2009 Tim Penulis
ANALISA TRIWULANAN: Perkembangan Moneter, Perbankan dan Sistem Pembayaran
ANALISA TRIWULANAN: Perkembangan Moneter, Perbankan dan Sistem Pembayaran 1 ANALISA TRIWULANAN: Perkembangan Moneter, Perbankan dan Sistem Pembayaran Tim Penulis Laporan Triwulanan, Bank Indonesia I.1
I. PENDAHULUAN. aspek yang tidak terpisahkan dari perkembangan ekonomi negara terbuka. Keterbukaan ekonomi Indonesia akan membawa konsekuensi pada
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia sebagai negara berkembang menggunakan sistem perekonomian terbuka dalam menjalankan aktivitas perekonomiannya sehingga hal tersebut memungkinkan terjadinya interaksi
RELEASE NOTE INFLASI APRIL 2017
RELEASE NOTE INFLASI APRIL 2017 TPI dan Pokjanas TPID INFLASI IHK Inflasi April 2017 Terkendali Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat mengalami inflasi 0,09% (mtm) di bulan April (Tabel 1). Inflasi IHK
Perkembangan Terkini Perekonomian Global dan Nasional serta Tantangan, dan Prospek Ekonomi ke Depan. Kantor Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Timur
1 Perkembangan Terkini Perekonomian Global dan Nasional serta Tantangan, dan Prospek Ekonomi ke Depan Kantor Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Timur ALUR PIKIR 2 PEREKONOMIAN GLOBAL PEREKONOMIAN DOMESTIK
SURVEI PENJUALAN ECERAN
o April Konsumsi masyarakat pada April menurun SURVEI PENJUALAN ECERAN Tingkat konsumsi masyarakat pada bulan April menurun sebagaimana tercermin dari indeks penjualan riil yang turun 1,1% (mtm), namun
RELEASE NOTE INFLASI JULI 2017
RELEASE NOTE INFLASI JULI 2017 INFLASI IHK Inflasi Juli 2017 Terkendali Inflasi Juli 2017 terkendali sehingga masih mendukung pencapaian sasaran inflasi 2017 sebesar 4,0±1%. Inflasi Indeks Harga Konsumen
BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI ACEH
BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI ACEH No.51/11/12/Th.VII, 5 November 2012 PERTUMBUHAN EKONOMI ACEH TRIWULAN III-2012 Pertumbuhan ekonomi Aceh dengan migas pada triwulan III-2012 secara triwulanan (q-to-q)
RELEASE NOTE INFLASI JANUARI 2017
Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi (TPI) Kelompok Kerja Nasional Tim Pengendalian Inflasi Daerah (Pokjanas TPID) RELEASE NOTE INFLASI JANUARI 2017 Inflasi Bulan Januari 2017 Meningkat, Namun Masih
PERKEMBANGAN TRIWULAN PEREKONOMIAN INDONESIA Keberlanjutan ditengah gejolak. Juni 2010
PERKEMBANGAN TRIWULAN PEREKONOMIAN INDONESIA Keberlanjutan ditengah gejolak Juni 2010 viii Ringkasan Eksekutif: Keberlanjutan di tengah gejolak Indonesia terus memantapkan kinerja ekonominya yang kuat,
ANALISIS TRIWULANAN: Perkembangan Moneter, Perbankan dan Sistem Pembayaran, Triwulan IV
ANALISIS TRIWULANAN: Perkembangan Moneter, Perbankan dan Sistem Pembayaran, Triwulan IV - 2010 245 ANALISIS TRIWULANAN: Perkembangan Moneter, Perbankan dan Sistem Pembayaran, Triwulan IV - 2010 Tim Penulis
ANALISIS Perkembangan Indikator Ekonomi Ma kro Semester I 2007 Dan Prognosisi Semester II 2007
ANALISIS Perkembangan Indikator Ekonomi Makro Semester I 2007 Dan Prognosisi Semester II 2007 Nomor. 02/ A/B.AN/VII/2007 Perkembangan Ekonomi Tahun 2007 Pada APBN 2007 Pemerintah telah menyampaikan indikator-indikator
RELEASE NOTE INFLASI AGUSTUS 2016
Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi (TPI) Kelompok Kerja Nasional Tim Pengendalian Inflasi Daerah (Pokjanas TPID) RELEASE NOTE INFLASI AGUSTUS 2016 Koreksi Harga Paska Idul Fitri Dorong Deflasi Agustus
DAFTAR ISI. Halaman Daftar Isi... i Daftar Tabel... v Daftar Grafik... vii
Daftar Isi DAFTAR ISI Halaman Daftar Isi... i Daftar Tabel... v Daftar Grafik... vii BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Umum... 1.2 Realisasi Semester I Tahun 2013... 1.2.1 Realisasi Asumsi Dasar Ekonomi Makro Semester
OPTIMISME KINERJA PEREKONOMIAN INDONESIA PASCA BREXIT. Oleh: Irfani Fithria dan Fithra Faisal Hastiadi Vol. 2. Pendahuluan. Pertumbuhan Ekonomi
OPTIMISME KINERJA PEREKONOMIAN 2016 Vol. 2 INDONESIA PASCA BREXIT Oleh: Irfani Fithria dan Fithra Faisal Hastiadi Pendahuluan T ahun 2016 disambut dengan penuh optimisme dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi
RELEASE NOTE INFLASI JUNI 2016
Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi (TPI) Kelompok Kerja Nasional Tim Pengendalian Inflasi Daerah (Pokjanas TPID) RELEASE NOTE INFLASI JUNI 2016 Inflasi Ramadhan 2016 Cukup Terkendali INFLASI IHK Mtm
BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN. A. Perkembangan Penanaman Modal Dalam Negeri di Indonesia
BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN A. Perkembangan Penanaman Modal Dalam Negeri di Indonesia PMDN dapat diartikan sebagai kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia
BAB I PENDAHULUAN. Pencerminan tingkat inflasi merupakan persentasi kecepatan naiknya harga-harga
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perekonomian suatu negara dapat ditinjau dari variabelvariabel makroekonomi yang mampu melihat perekonomian dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Variabelvariabel
LAPORAN MINGGUAN KONDISI EKONOMI MAKRO & SEKTOR KEUANGAN 30 April-4 Mei 2012
HIGHLIGHT PEREKONOMIAN GLOBAL Optimisme pemulihan perekonomian Amerika Serikat (AS) yang terjadi sejak awal tahun tampaknya akan memudar. Saat ini pasar mengkhawatirkan bahwa pemulihan ekonomi telah kehilangan
RELEASE NOTE INFLASI JUNI 2017
RELEASE NOTE INFLASI JUNI 2017 INFLASI IHK Inflasi Juni 2017 Terkendali Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat mengalami inflasi 0,69% (mtm) di bulan Juni (Tabel 1). Inflasi IHK pada periode puasa dan lebaran
SURVEI KONSUMEN. April 2015
SURVEI KONSUMEN April Survei mengindikasikan bahwa tingkat keyakinan konsumen pada April melemah, namun masih berada pada level optimis (>100). Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) April
BAB IV GAMBARAN UMUM PEREKONOMIAN INDONESIA. negara selain faktor-faktor lainnya seperti PDB per kapita, pertumbuhan ekonomi,
BAB IV GAMBARAN UMUM PEREKONOMIAN INDONESIA 4.1 Perkembangan Laju Inflasi di Indonesia Tingkat inflasi merupakan salah satu indikator fundamental ekonomi suatu negara selain faktor-faktor lainnya seperti
Ringkasan Eksekutif Kajian Ekonomi Regional Triwulan II-2013
Ringkasan Eksekutif Kajian Ekonomi Regional Triwulan II-2013 Asesmen Ekonomi Perekonomian Kepulauan Riau (Kepri) pada triwulan II-2013 mengalami pelemahan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Pada
RELEASE NOTE INFLASI DESEMBER 2017
RELEASE NOTE INFLASI DESEMBER 2017 TPI dan Pokjanas TPID INFLASI IHK Inflasi 2017 Terkendali Dan Berada Pada Sasaran Inflasi Inflasi IHK sampai dengan Desember 2017 terkendali dan masuk dalam kisaran sasaran
Pelemahan Rupiah: Haruskah Kita Panik? Mohammad Indra Maulana (Alumni FEB UGM)
Pelemahan Rupiah: Haruskah Kita Panik? Mohammad Indra Maulana (Alumni FEB UGM) 12/14/2014 Pertanyaan 1: Benarkah selalu melemah selama Desember? 12/14/2014 M. Indra Maulana 2 Nilai tukar Rupiah saat ini
SURVEI KREDIT PERBANKAN
SURVEI KREDIT PERBANKAN B A N K L O A N S U R V E Y TRIWULAN II-2003 Permintaan maupun pemberian persetujuan kredit baru diindikasikan mengalami peningkatan Kondisi tersebut diprakirakan akan berlanjut
LAPORAN LIAISON. Triwulan I Konsumsi rumah tangga pada triwulan I-2015 diperkirakan masih tumbuh
Triwulan I - 2015 LAPORAN LIAISON Konsumsi rumah tangga pada triwulan I-2015 diperkirakan masih tumbuh terbatas, tercermin dari penjualan domestik pada triwulan I-2015 yang menurun dibandingkan periode
BAB I PENDAHULUAN. Pertumbuhan sektor properti dan real estat yang ditandai dengan kenaikan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pertumbuhan sektor properti dan real estat yang ditandai dengan kenaikan harga tanah dan bangunan yang lebih tinggi dari laju inflasi setiap tahunnya menyebabkan semakin
LPEM LAPORAN TRIWULAN PEREKONOMIAN 2017 Q1
LPEM FEB UI LPEM LAPORAN TRIWULAN PEREKONOMIAN 2017 Q1 Highlight Ÿ Petumbuhan PDB Q1 2017 sekitar 5.0% (y.o.y.), PDB 2017 diprediksi akan tumbuh pada kisaran 5.1-5.3% (y.o.y.); Ÿ Pertumbuhan konsumsi domestik
LAPORAN PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO SAMPAI DENGAN TRIWULAN I/2001 DAN PROYEKSI PERTUMBUHAN EKONOMI TAHUN 2001
REPUBLIK INDONESIA LAPORAN PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO SAMPAI DENGAN TRIWULAN I/2001 DAN PROYEKSI PERTUMBUHAN EKONOMI TAHUN 2001 Dalam tahun 2000 pemulihan ekonomi terus berlangsung. Namun memasuki tahun
LAPORAN PEMERINTAH TENTANG PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA SEMESTER PERTAMA TAHUN ANGGARAN 2014 REPUBLIK INDONESIA
LAPORAN PEMERINTAH TENTANG PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA SEMESTER PERTAMA TAHUN ANGGARAN 2014 REPUBLIK INDONESIA Daftar Isi DAFTAR ISI Halaman Daftar Isi... i Daftar Tabel... vi Daftar
Inflasi IHK Provinsi Sulawesi Utara. Inflasi Komoditas Utama. Periode. mtm -1,52% yoy 0,35% ytd 0,35% avg yoy 1 7,11% Beras.
Inflasi IHK Provinsi Sulawesi Utara mtm -1,52% yoy 0,35% ytd 0,35% avg yoy 1 7,11% Inflasi Komoditas Utama Beras Minyak Goreng Daging Ayam Ras Cabai Rawit Bawang Merah Tomat Sayur Cakalang Inflasi Sulawesi
KAJIAN EKONOMI REGIONAL Triwulan IV 2012
KAJIAN EKONOMI REGIONAL Triwulan IV 2012 Januari 2013 Kinerja Ekonomi Daerah Cukup Kuat, Inflasi Daerah Terkendali Ditengah perlambatan perekonomian global, pertumbuhan ekonomi berbagai daerah di Indonesia
Ringkasan Eksekutif Kajian Ekonomi Regional
Ringkasan Eksekutif Kajian Ekonomi Regional Asesmen Ekonomi Pemulihan ekonomi Kepulauan Riau di kuartal akhir 2009 bergerak semakin intens dan diperkirakan tumbuh 2,47% (yoy). Angka pertumbuhan berakselerasi
Inflasi IHK Provinsi Sulawesi Utara. Inflasi Komoditas Utama. Periode. mtm -0,68% yoy 2,28% ytd -0,94% avg yoy 1 6,41% Beras.
Inflasi IHK Provinsi Sulawesi Utara mtm -0,68% yoy 2,28% ytd -0,94% avg yoy 1 6,41% Inflasi Komoditas Utama Beras Minyak Goreng Daging Ayam Ras Cabai Rawit Bawang Merah Tomat Sayur Cakalang Inflasi Sulawesi
Analisis Asumsi Makro Ekonomi RAPBN Nomor. 01/ A/B.AN/VI/2007 BIRO ANALISA ANGGARAN DAN PELAKSANAAN APBN SETJEN DPR RI
Analisis Asumsi Makro Ekonomi RAPBN 2008 Nomor. 01/ A/B.AN/VI/2007 Asumsi Dasar dan Kebijakan Fiskal 2008 Sesuai dengan ketentuan UU Nomor 17 Tahun 2003, Pemerintah Pusat diwajibkan untuk menyampaikan
