Jl. Cipaku No.87 Paseh Tlp. (022) Fax

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Jl. Cipaku No.87 Paseh Tlp. (022) Fax"

Transkripsi

1 Jl. Cipaku No.87 Paseh Tlp. (022) Fax [email protected] [Type the company name] - 1 -

2 KATA PENGANTAR Pelaksanaan pelayanan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan sektor kesehatan di wilayah Kabupaten Bandung, yang telah memberikan kemajuan baik dari segi kenaikan indeks kesehatan dan angka harapan hidup (AHH) maupun penurunan angka kematian bayi (AKB) dapat dijadikan tolak ukur kinerja pelayanan publik dari sarana rujukan fasilitas kesehatan masyarakat. Searah dengan kebijakan pemerintah dalam menyelenggarakan pelayanan publik yang mengarah pada pelayanan profesional dengan melaksanakan berbagai langkah nyata guna mendukung tercapainya tujuan yang di harapkan sesuai perencanaan strategis pembangunan Kabupaten Bandung yang diarahkan pada terpenuhinya kebutuhan kebutuhan dasar manusia yang semuanya bermuara pada Indeks Pembangunan Manusia ( IPM ) yang merupakan gabungan dari tiga komponen pokok yaitu pendidikan, kesehatan dan daya beli masyarakat. Kami mencoba menyusun Rencana Kerja RSUD Kelas B Majalaya tahun 2014 sebagai tindak lanjut penjabaran dari Rencana Strategis RSUD Kelas B Majalaya Kabupaten Bandung dengan segala keterbatasan yang ada sehingga dalam penyusunan Rencana Kerja an ini masih jauh dari harapan, oleh karena itu kami sangat mengharapkan sekali adanya saran, kritik dan petunjuk guna penyempurnaan Rencana Kerja an ini. Demikian Rencana Kerja RSUD Majalaya Kabupaten Bandung dalam 2014 ini kami buat, mudah-mudahan dapat dipergunakan sebagai bahan acuan pembangunan di Kabupaten Bandung bilamana diperlukan. [Type the company name] - 2 -

3 Majalaya, 04 Maret 2013 RSUD Kelas B Majalaya Direktur Utama, dr. H. Kusmawan Dardja, Sp.Pk Pembina Utama Muda NIP [Type the company name] - 3 -

4 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan dan/atauserangkaian kegiatan yang dilakukan secara terpadu,terintregasi dan berkesinambungan untuk memelihara danmeningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam bentuk pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan,pengobatan penyakit, dan pemulihan kesehatan olehpemerintah dan/atau masyarakat.dalam Undang-Undang Nomor tentang Kesehatan pada Bab IV tentang Tanggung Jawab Pemerintah pada pasal 14 ayat (1) dinyatakan bahwa Pemerintah bertanggung jawab merencanakan, mengatur, menyelenggarakan, membina, dan mengawasi penyelenggaraan upaya kesehatan yang merata dan terjangkau oleh masyarakat. Salah satu upaya kesehatan adalah upaya kesehatan perorangan.tugas upaya kesehatan tersebut dilaksanakan oleh rumah sakit yang mengacu pada tercapainya tujuan pembangunan kesehatan yaitu meningkatkankesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yangsetinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunansumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis. Bagi Pemerintah Kabupaten Bandung tugas upaya kesehatan perseorangan sebagai mana diamanahkan dalam Undang-Undang tersebut sangat sejalan dengan Misi Pemerintah Kabupaten Bandung yaitu Meningkatkan kualitas SDM (Pendidikan dan Kesehatan) yang berlandaskan Iman dan Taqwa serta melestarikan budaya sunda. Melalui Misi ini diharapkan akan mewujudkan masyarakat Kabupaten Bandung yang Maju, Mandiri dan Berdaya Saing. Sehubungan dengan itu, RSUD Kelas B MajalayaKabupaten Bandung sebagai Instansi Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung yang Lembaga Teknis Daerah yang merupakan unsur pendukung tugas Kepala Daerah di bidang pelayanan kesehatan, dipimpin oleh Seorang Kepala dengan sebutan Direktur yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah dan secara teknis operasional dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan,yang setiap tahunnya menyusun Renja yang merupakan bagian dari Renstra RSUD Kelas B MajalayaKabupaten Bandung. [Type the company name] - 4 -

5 1.2. Landasan Hukum Penyusunan rencana kerja (renja) tahun anggaran 2013 didasarkan kepada landasan hukum sebagai berikut: 1. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor VII/MPR/2001 tentang Visi Indonesia Masa Depan; 2. Undang-Undang Nomor tentang Pembentukan Daerah- Daerah Kota Kecil dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat; 3. Undang-Undang Nomor tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme; 4. Undang-Undang Nomor tentang Keuangan Negara; 5. Undang-Undang Nomor tentang Sistem Pendidikan Nasional; 6. Undang-Undang Nomor tentang Pemeriksaan, Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara; 7. Undang-Undang Nomor tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional; 8. Undang-Undang Nomor tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 tahun 2005 tentang Penetapan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang- Undang; 9. Undang-Undang Nomor tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah; 10. Undang-Undang Nomor tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional ; 11. Peraturan Pemerintah Nomor tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara 2005 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara nomor 4578); 12. Peraturan Pemerintah Nomor tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan; 13. Peraturan Pemerintah Nomor tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional 14. Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota; 15. Peraturan Pemerintah Nomor tentang Organisasi Perangkat Daerah; 16. Peraturan Pemerintah Nomor tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; 17. Peraturan Pemerintah Nomor tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah; [Type the company name] - 5 -

6 18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor , tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pencapaian Standar Pelayanan Minimal; 19. Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah; 20. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 741/Menkes/Per/VII/2008, tentang SPM Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota; 21. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor , tentang Petunjuk Teknis tentang Penyusunan dan Penetapan Standar Pelayanan Minimal; 22. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 228/MenKes/SK/III/2002, tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit yang Wajib dilaksanakan Daerah; 23. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129/MenKes/SK/II/2008, tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit; 24. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Bandung ; 25. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Bandung ; 26. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor tentang Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bandung sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor tentang Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bandung (Lembaran Daerah Kabupaten Bandung 2009 Nomor 25); 27. Peraturan Bupati Bandung Nomor tentang Rincian Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bandung (Berita Daerah Kabupaten Bandung 2009 Nomor 1); 28. Peraturan Bupati Bandung Nomor tentang Standar Pelayanan Minimal Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Kelas B MajalayaKabupaten Bandung (Berita Daerah Kabupaten Bandung 2009 Nomor 40); 29. Keputusan Bupati Bandung Nomor 900/Kep.493-Org/2009 tentang Penetapan Rumah Sakit Umu Daerah Kelas B Majalaya Sebagai yang Menerapkan Pola pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah Secara Penuh 1.3. Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan dari rencana kerja iniadalah : 1. Mengefektifkan proses pelaksanaan program dan kegiatan yang dituangkan dalam perencanaan kinerja tahunan atau terarahnya [Type the company name] - 6 -

7 pelaksanaan program dan kegiatan dalam mencapai tujuan atau tercapainya tujuan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. 2. Memberikan arahan atau acuan serta pedoman bagi pelaksanaan program dan kegiatan untuk tercapainya sasaran dan tujuan Sistematika Penulisan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Landasan Hukum 1.3. Maksud dan Tujuan 1.4. Sistematika Penulisan BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN LALU 2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja Lalu dan CapaianRenstra 2.2 Analisis Kinerja Pelayanan 2.3 Isu-Isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi 2.4 Review terhadap Rancangan Awal RKPD 2.5 Penelaahan Usulan dan Masyarakat. BAB III TUJUAN, SASARAN DAN PROGRAM KEGIATAN 3.1 Telaahan terhadap kebijakan Nasional 3.2 Tujuan dan Sasaran Renja 3.3 dan BAB IV PENUTUP [Type the company name] - 7 -

8 BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN LALU 2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja Lalu dan Capaian Renstra Keberhasilan yang telah dicapai dalam pelaksanaan kegiatan pada Rumah Sakit Umu Daerah Kelas B Majalaya Kabupaten Bandung pada 2012 ditentukan dari hasil pelaksanaan program dan kegiatan yang disesuaikan dengan Renja tahun bersangkutan dan APBD Kabupaten Bandung. Adapun program dan kegiatan yang telah dilaksanakan atau yang telah direalisasikan sesuai dengan pagu anggaran yang ditetapkan pada tahun 2012 adalah : 1. : Pelayanan Administrasi Perkantoran [Type the company name] - 8 -

9 : Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik Penyelesaian Pekerjaan: 100 % Anggaran : Rp. 535,800,000,- : Rp. 525,849,518,- Prosentase : 98,14 % 2. : Pelayanan Administrasi Perkantoran : Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan Kerja Penyelesaian Pekerjaan: 100 % Anggaran : Rp. 52,000,000,- : Rp. 29,288,500,- Prosentase : 56,32 % 3. : Pelayanan Administrasi Perkantoran : Penyediaan Alat Tulis Kantor Penyelesaian Pekerjaan: 100 % Anggaran : Rp. 213,507,000,- : Rp. 212,567,710,- Prosentase : 99,56 % 4. : Pelayanan Administrasi Perkantoran : Penyediaan Barang Cetakan Dan Penggandaan Penyelesaian Pekerjaan: 100 % Anggaran : Rp. 353,617,500,- : Rp. 353,597,400,- Prosentase : 99,99 % 5. : Pelayanan Administrasi Perkantoran : Penyediaan Komponen Instalasi Listrik / Penerangan Bangunan Kantor Penyelesaian Pekerjaan: 100 % Anggaran : Rp. 73,700,000,- : Rp. 73,573,145,- Prosentase : 99,83 % 6. : Pelayanan Administrasi Perkantoran : Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor Penyelesaian Pekerjaan: 100 % Anggaran : Rp. 130,800,000,- : Rp. 132,563,000,- Prosentase : 101,35 % 7. : Pelayanan Administrasi Perkantoran : Penyediaan Makanan Dan Minuman Penyelesaian Pekerjaan: 100 % [Type the company name] - 9 -

10 Anggaran : Rp. 118,465,000,- : Rp. 80,292,320,- Prosentase : 67,78 % 8. : Pelayanan Administrasi Perkantoran : Rapat-Rapat Koordinasi Dan Konsultasi Ke Luar Daerah Penyelesaian Pekerjaan: 100 % Anggaran : Rp. 109,050,000,- : Rp. 109,019,000,- Prosentase : 99,97 % 9. : Pelayanan Administrasi Perkantoran : Rapat-Rapat Koordinasi Dan Konsultasi Ke DalamDaerah Penyelesaian Pekerjaan: 100 % Anggaran : Rp. 147,640,000,- : Rp. 111,119,000,- Prosentase : 75,26 % 10. : Pelayanan Administrasi Perkantoran : Penunjang Perayaan Hari-Hari Bersejarah Penyelesaian Pekerjaan: 100 % Anggaran : Rp ,- : Rp. 9,481,000,- Prosentase : 63,21 % 11. : Peningkatan Sarana Dan Prasarana Aparatur : Pengadaan Alat Kendaraan Bermotor Penyelesaian Pekerjaan: 100 % Anggaran : Rp.164,000,000,- : Rp.162,225,000,- Prosentase : 98,94 % 12. : Peningkatan Sarana Dan Prasarana Aparatur : Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional Penyelesaian Pekerjaan: 100 % Anggaran : Rp. 230,020,000,- : Rp. 224,865,000,- Prosentase : 97,76 % 13. : Upaya Kesehatan Masyarakat : Penyediaan Biaya Operasional dan Pemeliharaan ( BLUD ) Penyelesaian Pekerjaan: 100 % Anggaran : Rp. 30,000,000,000,- : Rp. 37,405,916,887,- [Type the company name]

11 Prosentase : 124,69 % 14. : Peningkatan Sarana Prasarana Rumah Sakit : Pengadaan Alat alat Kesehatan Rumah Sakit (DAK) Penyelesaian Pekerjaan: 100 % Anggaran : Rp. 933,385,000,- : Rp. 904,530,000,- Prosentase : 96,90 % 15. : Peningkatan Sarana Prasarana Rumah Sakit : Pengadaan Alat-Alat Kesehatan Rumah Sakit ( Dana Pendamping APBD ) Penyelesaian Pekerjaan: 100 % Anggaran : Rp. 99,740,700,- : Rp. 90,750,000,- Prosentase : 90,98 % 16. : Peningkatan Sarana Prasarana Rumah Sakit : Pengadaan Alat alat Kesehatan RS ( BANGUB ) Penyelesaian Pekerjaan: 100 % Anggaran : Rp. 10,000,000,000,- : Rp. 9,714,650,000,- Prosentase : 97,14 % Rumah Sakit Umum Daerah Kelas B Majalaya Kabupaten Bandung menyadari bahwa masihada kelemahan/kekurangan yang harus diperbaiki dan dilakukan untuk mencapai kinerja yang lebih baik. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi terhadap apa yang telah dilaksanakan guna mengetahui penyebab kekurangan/kegagalan tersebut sebagai umpan balik/feed back dari apa yang telah dan akan dilaksanakan. Beberapa evaluasi realisasi kegiatan dapat dikategorikan sebagai berikut : 1. program/kegiatan yang tidak memenuhi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan. Dalam hal ini Rumah Sakit Umu Daerah Kelas B Majalaya Kabupaten Bandung tidak ada program/kegiatan yang tidak memenuhi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan pada tahun [Type the company name]

12 2. program/kegiatan yang telah memenuhi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan. Rumah Sakit Umu Daerah Kelas B Majalaya Kabupaten Bandung pada tahun 2012, realisasi program/kegiatan telah memenuhi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan. Adapun realisasi dimaksud adalah : [Type the company name]

13 Tabel 2.1 Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja dan Pencapaian Renstra s/d 2014 Kabupaten Bandung Nama : RSUD Majalaya Kode Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah Dan / Indikator Kinerja (outcomes)/ (output) Kinerja Capaian (Renstra ) Kinerja Hasil dan Keluaran s/d dengan tahun (n-3) dan Kinerja dan Lalu (n-2) Renja tahun (n-2) Renja tahun (n-2) Tingkat (%) program dan kegiatan (Renja tahun n-1) Perkiraan Capaian Renstra s/d tahun berjalan Capaian dan s/d tahun berjalan (tahun n-1) Tingkat Capaian Renstra (%) =(7/6) 9 10=(5+7+9) 11=(10/4) 1 Urusan Wajib Bidang Urusan Kesehatan Upaya Kesehatan Masyarakat Tersedianya Terlayaninya Terlayaninya [Type the company name]

14 Nama : RSUD Majalaya Kode Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah Dan / Indikator Kinerja (outcomes)/ (output) Kinerja Capaian (Renstra ) Kinerja Hasil dan Keluaran s/d dengan tahun (n-3) dan Kinerja dan Lalu (n-2) Renja tahun (n-2) Renja tahun (n-2) Tingkat (%) program dan kegiatan (Renja tahun n-1) Perkiraan Capaian Renstra s/d tahun berjalan Capaian dan s/d tahun berjalan (tahun n-1) Tingkat Capaian Renstra (%) =(7/6) 9 10=(5+7+9) 11=(10/4) Penyediaan Biaya Operasional dan Pemeliharaan sarana dan pasien ranap pasien ranap prasarana dan rajal dan rajal pendukung upaya kesehatan masyarakat sebanyak 3325 orang sebanyak orang orang orang Penyediaan Biaya Operasional dan Pemeliharaan (BLUD) Tersedianya Terlayaninya sarana dan pasien ranap prasarana dan rajal pendukung upaya sebanyak orang kesehatan masyarakat orang orang orang [Type the company name]

15 Nama : RSUD Majalaya Kode Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah Dan / Indikator Kinerja (outcomes)/ (output) Kinerja Capaian (Renstra ) Kinerja Hasil dan Keluaran s/d dengan tahun (n-3) dan Kinerja dan Lalu (n-2) Renja tahun (n-2) Renja tahun (n-2) Tingkat (%) program dan kegiatan (Renja tahun n-1) Perkiraan Capaian Renstra s/d tahun berjalan Capaian dan s/d tahun berjalan (tahun n-1) Tingkat Capaian Renstra (%) =(7/6) 9 10=(5+7+9) 11=(10/4) Pengadaan, Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit Rehabilitasi bangunan rumah sakit Tersedianya bangunan rumah sakit yang memadai Lancarnya proses pelayanan rumah sakit 100% 4 unit bangunan 6 unit bangunan Pengadaan alat-alat rumah sakit Terlayaninya Pasien Rawat dan Rawat Inap di rumah Kenyamanan pasien rawat jalan dan pengunjung rawat inap tersedianya alat dan penunjang pelayanan kesehatan di Rumah Sakit 88 jenis, 13 unit 55 jenis 12 unit jenis, 54 unit - - [Type the company name]

16 Nama : RSUD Majalaya Kode Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah Dan / Indikator Kinerja (outcomes)/ (output) Kinerja Capaian (Renstra ) Kinerja Hasil dan Keluaran s/d dengan tahun (n-3) dan Kinerja dan Lalu (n-2) Renja tahun (n-2) Renja tahun (n-2) Tingkat (%) program dan kegiatan (Renja tahun n-1) Perkiraan Capaian Renstra s/d tahun berjalan Capaian dan s/d tahun berjalan (tahun n-1) Tingkat Capaian Renstra (%) =(7/6) 9 10=(5+7+9) 11=(10/4) sakit 90% 90% Pengadaan mebeulair rumah sakit Rasio antara pengunjung dan alat pendukung pelayanan Kenyamanan pasien rawat jalan dan pengunjung rawat inap 90% Kenyamanan pasien rawat jalan dan pengunjung rawat inap.7 jenis, 1 Unit Pengadaan perlengkapan rumah tangga Rumah Sakit Rasio antara Kenyamanan pengunjung pasien rawat dan alat jalan dan pendukung pengunjung pelayanan rawat 2inap 90% Kenyamanan pasien rawat jalan dan pengunjung rawat inap.7 jenis, 1 Unit Peningkatan Pengembangan tipe sertifikasi Terlaksanany - 16 Pelayana 16 Pelayanan [Type the company name]

17 Nama : RSUD Majalaya Kode Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah Dan / Indikator Kinerja (outcomes)/ (output) Kinerja Capaian (Renstra ) Kinerja Hasil dan Keluaran s/d dengan tahun (n-3) dan Kinerja dan Lalu (n-2) Renja tahun (n-2) Renja tahun (n-2) Tingkat (%) program dan kegiatan (Renja tahun n-1) Perkiraan Capaian Renstra s/d tahun berjalan Capaian dan s/d tahun berjalan (tahun n-1) Tingkat Capaian Renstra (%) =(7/6) 9 10=(5+7+9) 11=(10/4) rumah sakit rumah sakit a akreditasi n akreditasi akreditasi pemeliharaan sarana dan prasarana rumah sakit Pemeliharaan rutin/berkala rumah sakit Tersedianya Bangunan bangunan Rumah Sakit rumah sakit Terpelihara yang memadai 5 unit 7 unit 7 unit unit Pemeliharaan rutin/berkala Terpeliharan nya bangunan Proses Pembuangan Limbah RS 100% 100% 100% % - - [Type the company name]

18 Nama : RSUD Majalaya Kode Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah Dan / Indikator Kinerja (outcomes)/ (output) Kinerja Capaian (Renstra ) Kinerja Hasil dan Keluaran s/d dengan tahun (n-3) dan Kinerja dan Lalu (n-2) Renja tahun (n-2) Renja tahun (n-2) Tingkat (%) program dan kegiatan (Renja tahun n-1) Perkiraan Capaian Renstra s/d tahun berjalan Capaian dan s/d tahun berjalan (tahun n-1) Tingkat Capaian Renstra (%) =(7/6) 9 10=(5+7+9) 11=(10/4) instalasi pengolahan limbah rumah sakit IPAL lancar 100% Kemitraan peningkatan pelayanan kesehatan Kemitraan Peningkatan Kualitas Dokter dan Paramedis Serta Non Medis Tersedianya dana kemitraan peningkatan pelayanan kesehatan Kemampuan Keterampilan Tenaga Pelayanan di Rumah Sakit meningkat [Type the company name]

19 Nama : RSUD Majalaya Kode Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah Dan / Indikator Kinerja (outcomes)/ (output) Kinerja Capaian (Renstra ) Kinerja Hasil dan Keluaran s/d dengan tahun (n-3) dan Kinerja dan Lalu (n-2) Renja tahun (n-2) Renja tahun (n-2) Tingkat (%) program dan kegiatan (Renja tahun n-1) Perkiraan Capaian Renstra s/d tahun berjalan Capaian dan s/d tahun berjalan (tahun n-1) Tingkat Capaian Renstra (%) =(7/6) 9 10=(5+7+9) 11=(10/4) sebesar 90% 2 Urusan Pilihan 2 01 Pelayanan Administrasi Perkantoran Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya air dan Listrik Terpenuhiny Kenyamanan a Utilitas pelayanan Rumah Sakit terpenuhi 90% 90% 90% 90% % Penyediaan Jasa Terpenuhiny Kelancaran a Perbaikan kerja 90% 90% 90% % - - [Type the company name]

20 Nama : RSUD Majalaya Kode Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah Dan / Indikator Kinerja (outcomes)/ (output) Kinerja Capaian (Renstra ) Kinerja Hasil dan Keluaran s/d dengan tahun (n-3) dan Kinerja dan Lalu (n-2) Renja tahun (n-2) Renja tahun (n-2) Tingkat (%) program dan kegiatan (Renja tahun n-1) Perkiraan Capaian Renstra s/d tahun berjalan Capaian dan s/d tahun berjalan (tahun n-1) Tingkat Capaian Renstra (%) =(7/6) 9 10=(5+7+9) 11=(10/4) Perbaikan Peralatan Kerja Peralatan Kerja terpenuhi 90% Penyediaan Alat Tulis Kantor Rasio antara Pekerjaan Karyawan Administrasi dan Alat di Rumah Pendukung Adminsitrasi Sakit terlayani 90% 90% 90% 90% % Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan Tersedianya Bahan Cetakan dan Penggandaa n Bahan Cetakan dan Penggandaa n tersedia 90% 90% 90% 90% % Penyediaan Komponen Instalasi Terpenuhiny a Kebutuhan Suku Cadang Kenyamanan pelayanan terpenuhi 90% 90% 90% % - - [Type the company name]

21 Nama : RSUD Majalaya Kode Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah Dan / Indikator Kinerja (outcomes)/ (output) Kinerja Capaian (Renstra ) Kinerja Hasil dan Keluaran s/d dengan tahun (n-3) dan Kinerja dan Lalu (n-2) Renja tahun (n-2) Renja tahun (n-2) Tingkat (%) program dan kegiatan (Renja tahun n-1) Perkiraan Capaian Renstra s/d tahun berjalan Capaian dan s/d tahun berjalan (tahun n-1) Tingkat Capaian Renstra (%) =(7/6) 9 10=(5+7+9) 11=(10/4) Listrik / Penerangan Bangunan Kantor Alat Listrik 90% Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor Rasio antara Pekerjaan Karyawan Administrasi dan Alat di Rumah Pendukung Adminsitrasi Sakit terlayani 90% 90% 90% 90% % Penyediaan Makanan dan Minuman Terpenuhiny Kebutuhan a Konsumsi akan Rapat dan Konsumsi Tamu terpenuhi 90% 90% 90% 90% % Rapatrapat Koordinasi dan Konsultasi Ke Tercukupinya Biaya Perjalanan Biaya Perjalanan Dinas 90% 90% 90% % - - [Type the company name]

22 Nama : RSUD Majalaya Kode Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah Dan / Indikator Kinerja (outcomes)/ (output) Kinerja Capaian (Renstra ) Kinerja Hasil dan Keluaran s/d dengan tahun (n-3) dan Kinerja dan Lalu (n-2) Renja tahun (n-2) Renja tahun (n-2) Tingkat (%) program dan kegiatan (Renja tahun n-1) Perkiraan Capaian Renstra s/d tahun berjalan Capaian dan s/d tahun berjalan (tahun n-1) Tingkat Capaian Renstra (%) =(7/6) 9 10=(5+7+9) 11=(10/4) Luar Daerah Dinas terpenuhi 90% Rapatrapat Koordinasi dan Konsultasi di Dalam Daerah Tercukupinya Biaya Perjalanan Dinas Biaya Perjalanan Dinas terpenuhi 90% 90% 90% 90% % Peringatan Hari Besar Nasional Terselengara nya Peringatan Hari Bersejarah Peringatan Hari Bersejarah terselenggar a 90% 90% 90% 90% % - - [Type the company name]

23 Nama : RSUD Majalaya Kode Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah Dan / Indikator Kinerja (outcomes)/ (output) Kinerja Capaian (Renstra ) Kinerja Hasil dan Keluaran s/d dengan tahun (n-3) dan Kinerja dan Lalu (n-2) Renja tahun (n-2) Renja tahun (n-2) Tingkat (%) program dan kegiatan (Renja tahun n-1) Perkiraan Capaian Renstra s/d tahun berjalan Capaian dan s/d tahun berjalan (tahun n-1) Tingkat Capaian Renstra (%) =(7/6) 9 10=(5+7+9) 11=(10/4) 2 02 Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Pengadaan Kendaraan Dinas Operasional Tersedianya Kendaraan Operasional Disiplin Kerja tercipta 90% - 1 unit 1 unit Pemeliharaan Rutin/berkala Kendaraan Dinas / Operasional Terpeliharan ya opersional Kendaraan terlayani 90% Dinas dan operasional 90% 90 % 90 % % - - [Type the company name]

24 Nama : RSUD Majalaya Kode Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah Dan / Indikator Kinerja (outcomes)/ (output) Kinerja Capaian (Renstra ) Kinerja Hasil dan Keluaran s/d dengan tahun (n-3) dan Kinerja dan Lalu (n-2) Renja tahun (n-2) Renja tahun (n-2) Tingkat (%) program dan kegiatan (Renja tahun n-1) Perkiraan Capaian Renstra s/d tahun berjalan Capaian dan s/d tahun berjalan (tahun n-1) Tingkat Capaian Renstra (%) =(7/6) 9 10=(5+7+9) 11=(10/4) Peningkatan Disiplin Aparatur Pengadaan Pakaian Kerja Lapangan Tersedianya Perlengkapa n Pakaian Kerja Disiplin Kerja tercipta 90% 90% 90% - - Majalaya, 04 Maret Direktur Utama RSUD Kelas B Majalaya [Type the company name]

25 dr. H. Kusmawan Dardja, Sp.PK NIP [Type the company name]

26 3. program/kegiatan yang melebihi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan. Rumah Sakit Umu Daerah Kelas B Majalaya Kabupaten Bandung ada program/kegiatan yang melebihi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan yaitu Upaya Kesehatan Masyarakat untuk Penyediaan Biaya Operasional dan Pemeliharaan (BLUD) dari Rp. 30,000,000,000,- yang dianggarkan dan teralisasi Rp. 37,405,916,887,-atau 124,69 %. 4. Faktor-faktor yang penyebab tidak tercapainya, terpenuhinya atau melebihi target kinerja program/kegiatan. Faktor-faktor penyebab terpenuhinya target kinerja program/kegiatan adalah adanya perencanaan yang matang dalam penyusunan rencana kinerja untuk tahun yang bersangkutan sehingga target kinerja dapat dicapai sesuai harapan, dalam hal ini koordinasi dan pemahaman tugas sangat perlu guna penyeimbangan dalam pelaksanaan program/kegiatan yang terarah serta relevansi antara program dan pagu anggaran yang tersedia. Sedangkan faktor-faktor penyebab melebihi target kinerja program/kegiatan adalah adanya fleksibilitas pengeluaran biaya BLUD dengan ambang batas sebesar 50%. 5. Implikasi yang timbul terhadap target capaian program renstra. Dari program dan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Rumah Sakit Umu Daerah Kelas B Majalaya Kabupaten Bandung sehingga implikasi yang timbul dari pelaksanaan program dan kegiatan terhadap target capaian program Renstra adalah adanya peningkatan profesionalisme sumber daya manusia dalam melaksanakan program/kegiatan yang tercantum dalam rencana strategis Rumah Sakit Umu Daerah Kelas B Majalaya Kabupaten Bandung. 6. Kebijakan/tindakan perencanaan penganggaran yang perlu diambil untuk mengatasi faktor-faktor penyebab tersebut. Adapun kebijakan/tindakan yang dilakukan dalam perencanaan penganggaran untuk rencana program/kegiatan adalah mengadakan pendekatan dan penyesuaian anggaran terhadap pelaksanaan program dan kegiatan dimaksud dan memberikan argumentasi atas program/kegiatan tersebut sehingga nantinya dapat dianggarkan pelaksanaan program/kegiatan yang mengarah pada peningkatanpelayanan kesehatan yang berorientasi pada konsumen, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan serta pelaksanaan pengembangan aplikasi telemedicine. 2.2 Analisis Kinerja Pelayanan Rumah Sakit Umu Daerah Kelas B Majalaya Kabupaten Bandung mempunyai tugas pokok mendukung tugas Kepala Daerah di bidang pelayanan kesehatan sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten [Type the company name]

27 Bandung Nomor tentang Penataan Organisasi dan Kelembagaan Rumah Sakit Umum Daerah Kelas B Majalaya Kabupaten Bandung. Dalam menyelenggarakan tugas pokok tersebut, rumah sakit sebagai sarana pelayanan dan pusat rujukan di wilayah kerjanya mengemban misi untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan agar dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal dengan meningkatkan mutu pelayanan secara intensif dan berkesinambungan serta ditunjang oleh kelengkapan sarana yang memadai dan tenaga pelaksana yang kompeten. Pelayanan Rumah Sakit yang bermutu akan meningkatkan kepuasan pengguna pelayanan kesehatan. Dalam rangka menganalisis kinerja pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umu Daerah Kelas B Majalaya Kabupaten Bandung mengacu pada indikator kinerja yang sudah ditentukan dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Sesuai dengan Peraturan Bupati Bandung Nomor tentang Standar Pelayanan Minimal Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Kelas B MajalayaKabupaten Bandung, Standar Pelayanan Minimal yang selanjutnya disebut SPM adalah ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga secara minimal. Ditetapkannya Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang rumah sakit adalah guna memberikan pelayanan atau kegiatan minimal yang harus dilakukan rumah sakit sebagai tolok ukur kinerja dalam menentukan capaian jenis dan mutu pelayanan kesehatan rujukan di RSUD Kelas B MajalayaKabupaten Bandung.Tujuan ditetapkannya SPM bidang rumah sakit adalah : 1. Terlaksananya peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pelayanan rumah sakit yang bermutu dan terjangkau; 2. Terlaksananya kegiatan peningkatan mutu berkelanjutan yang sesuai standar berbasis profesionalisme dengan tetap mengedepankan masalah aksesibilitas masyarakat; 3. Telaksananya pelayanan rujukan yang tepat guna dan berjalan lancar sesai dengan tuntutan masyarakat diwilayah cakupannya. Standar Pelayanan Minimal bidang rumah sakit pada RSUD Kelas B Majalayameliputi jenis indikator dan standar pencapaian kinerja pelayanan rumah sakit, jenis pelayanan rumah sakit yang disediakan RSUD Kelas B Majalayameliputi : [Type the company name]

28 1. Pelayanan gawat darurat; 2. Pelayanan rawat jalan; 3. Pelayanan rawat inap; 4. Pelayanan bedah; 5. Pelayanan persalinan dan perinatologi; 6. Pelayanan intensif; 7. Pelayanan radiologi; 8. Pelayanan laboratorium patologi klinik; 9. Pelayanan rehabilitasi medik; 10. Pelayanan farmasi; 11. Pelayanan gizi; 12. Pelayanan tranfusi darah; 13. Pelayanan keluarga miskin; 14. Pelayanan rekam medis; 15. Pengolahan limbah; 16. Pelayanan administrasi manajemen; 17. Pelayanan ambulance / kereta jenazah; 18. Pelayanan pemulasaraan jenazah; 19. Pelayanan laundry; 20. Pelayanan pemeliharaan sarana rumah sakit; 21. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi. Indikator dan capaian standar pelayanan minimal bidang rumah sakit adalah sebagai berikut: [Type the company name]

29 Tabel 2.2 Pencapaian Kinerja Pelayanan Rumah Sakit Umu Daerah Kelas B Majalaya Kabupaten Bandung NO Jenis Layanan Indikator standar Renstra Capaian Proyeksi Catatan Analisis (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) 1 IGD 1. Kemampuan menangani life saving anak dan dewasa 2. Jam buka Pelayanan Gawat Darurat 3. Pemberian pelayanan kegawatdaruratan yang bersetifikat ATLS / BTLS / ACLS / PPGD 4. Ketersediaan tim penanggulangan bencana 5. Waktu tanggap pelayanan Dokter di gawat darurat 100% 100% 100% 100% 100% 90% 90% 99,35% 100% 100% 24 jam 24 jam 24 jam 24 jam 24 jam 24 jam 24 jam 24 jam 24 jam 100% 100% 100% 100% 100% 100% 800% 800% 52% 900% 100% satu tim satu tim satu tim satu tim satu tim satu tim satu tim satu tim satu tim 100% 5 menit terlayani, setelah pasien datang 5 menit terlayani, setelah pasien 5 menit terlayani, setelah pasien 5 menit terlayani, setelah pasien 5 menit terlayani, setelah pasien Paling lama 10 menit terlayani, Paling lama 10 menit terlayani, 5 menit terlayani, setelah 5 menit terlayani, setelah 98% [Type the company name]

30 NO Jenis Layanan Indikator standar Renstra Capaian Proyeksi Catatan Analisis datang datang datang datang setelah pasien datang setelah pasien datang pasien datang pasien datang 6. Kepuasan pelanggan 70% 70% 70% 70% 70% 70% 0% 80% 70% 85% 2 Rawat Jalan 7. Kematian pasien 24 jam 8. Tidak adanya pasien yang diharuskan membayar uang muka 1. Dokter pemberi Pelayanan di Poliklinik Spesialis 2 per seribu (pindah ke pe layanan rawat inap setelah 8 jam) 6 per seribu 5 per seribu 4 per seribu 3 per seribu 5 per seribu 5 per seribu 5,4/ per seribu 5 per seribu 1/ % 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100 % 100% Dokter Spesialis 80% Dokter Spesialis 90% Dokter Spesialis 90% Dokter Spesialis 100% Dokter Spesialis 100% Dokter Spesialis 100% Dokter Spesialis 100% Dokter Spesialis 100% Dokter Spesialis 100% Dokter Spesialis 2. Ketersediaan Pelayanan Anak Penyakit Dalam Kebidanan Bedah Mata THT Kulit dan Kelamin Kesehatan Jiwa Anak Penyakit Dalam Kebidanan Bedah Mata THT dan Kelamin Kesehatan Kulit Anak Penyakit Dalam Kebidanan Bedah Mata THT Kulit dan Kelamin Kesehatan Jiwa Anak Penyakit Dalam Kebidanan Bedah Mata THT dan Kelamin Kesehatan Kulit Anak Penyakit Dalam Kebidanan Bedah Mata THT Kulit dan Kelamin Kesehatan Jiwa Anak Penyakit Dalam Kebidanan Bedah Mata THT dan Kelamin Kesehatan Jiwa Kulit Anak Penyakit Dalam Kebidanan Bedah Mata THT Kulit dan Kelamin Kesehatan Jiwa Anak Penyakit Dalam Kebidana n Bedah Mata THT Anak Anak Penyakit Penyakit Dalam Dalam Kebidana Kebidana n n Bedah Bedah Mata Mata THT THT [Type the company name]

31 NO Jenis Layanan Indikator standar Renstra Capaian Proyeksi Catatan Analisis Syaraf Gigi dan Mulut Ortopedi Rehabiliitasi Medik DOTS Jiwa Syaraf Gigi dan Mulut Ortopedi Rehabiliitasi Medik DOTS Syaraf Gigi dan Mulut Ortopedi Rehabiliitasi Medik DOTS Autis Jiwa Syaraf Gigi dan Mulut Ortopedi Rehabiliitasi Medik DOTS Autis Syaraf Gigi dan Mulut Ortopedi Rehabiliitasi Medik DOTS Autis Syaraf Gigi dan Mulut Ortopedi Rehabiliitasi Medik DOTS Autis Syaraf Gigi dan Mulut Ortopedi Rehabiliitasi Medik DOTS Autis Kulit dan Kelamin Kesehata n Jiwa Syaraf Gigi dan Mulut Ortopedi Rehabiliit asi Medik DOTS Autis Kulit dan Kelamin Kesehata n Jiwa Syaraf Gigi dan Mulut Ortopedi Rehabiliit asi Medik DOTS Autis Kulit dan Kelamin Kesehata n Jiwa Syaraf Gigi dan Mulut Ortopedi Rehabiliit asi Medik DOTS Autis 3. Ketersediaan Pelayanan pasien di RS Jiwa Anak remaja NAPZA Gangguan Psikotik Gangguan Neurotik Mental retardasi Mental Organik Usia lanjut Anak remaja NAPZA Gangguan Psikotik Gangguan Neurotik Mental retardasi Mental Organik Usia lanjut Anak remaja NAPZA Gangguan Psikotik Gangguan Neurotik Mental retardasi Mental Organik Usia lanjut Anak remaja NAPZA Gangguan Psikotik Gangguan Neurotik Mental retardasi Mental Organik Usia lanjut Anak remaja NAPZA Gangguan Psikotik Gangguan Neurotik Mental retardasi Mental Organik Usia lanjut Anak remaja NAPZA Gangguan Psikotik Gangguan Neurotik Mental retardasi Mental Organik Usia lanjut Anak remaja NAPZA Gangguan Psikotik Gangguan Neurotik Mental retardasi Mental Organik Usia lanjut Anak remaja NAPZA Ganggua n Psikotik Ganggua n Neurotik Mental retardasi Mental Organik Anak Anak remaja remaja NAPZA NAPZA Ganggua Ganggua n Psikotik n Psikotik Ganggua Ganggua n n Neurotik Neurotik Mental Mental retardasi retardasi Mental Mental Organik Organik [Type the company name]

32 NO Jenis Layanan Indikator standar Renstra Capaian Proyeksi Catatan Analisis Usia lanjut Usia lanjut Usia lanjut 4. Buka pelayanan sesuai ketentuan setiap hari kerja kecuali Jum at s/d setiap hari kerja kecuali jumat s/d s/d setiap hari kerja kecuali Jumat s/d s/d setiap hari kerja kecuali Jumat s/d s/d setiap hari kerja kecuali Jumat s/d s/d setiap hari kerja kecuali Jumat s/d s/d setiap hari kerja kecuali Jumat s/d s/d setiap hari kerja kecuali Jumat s/d s/d s/d 13.00setia p hari kerja setiap hari Jumat kerja s/d kecuali Jumat s/d s/d setiap hari kerja kecuali Jumat s/d Waktu tunggu di rawat jalan 60 menit 90 menit 80 menit 70 menit 60 menit 70 menit 70 menit 60 Menit 60 menit 60 menit 6. Kepuasan Pelanggan 90% 80% 80% 90% 90% 70% 80% 76 Menit 90% 90% 3 Rawat Inap 7. a. Penegakan diagosis TB melalui pemeriksaan mikroskopis TB b. Terlaksananya kegiatan pencatatan dan pelaporan TB di RS 1. Pemberian pelayanan di dokter spesialis Rawat Inap (dokter spesialis dan tenaga perawat minimal pendidikan D3) perawat min pendidikan D3 60% 60% 60% 60% 60% 45% 50% 75,8% 60% 85% >60% >60% >60% >60% >60% 65% >60% 95% >60% 85% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 2. Dokter penanggungjawab 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% [Type the company name]

33 NO Jenis Layanan Indikator standar Renstra Capaian Proyeksi Catatan Analisis pasien rawat inap 3. Ketersediaan pelayanan Rawat Inap Anak Penyakit Dalam Kebidanan Bedah Anak Penyakit Dalam Kebidanan Bedah THT Mata Kulit Kelamin Syaraf Gigi mulut Anak Penyakit Dalam Kebidanan Bedah THT Mata Kulit Kelamin Syaraf Gigi mulut Rehabilitasi medik Anak Penyakit Dalam Kebidanan Bedah THT Mata Kulit Kelamin Syaraf Gigi mulut Rehabilitasi medik Anak Penyakit Dalam Kebidanan Bedah THT Mata Kulit Kelamin Syaraf Gigi mulut Rehabilitasi medik Anak Penyakit Dalam Kebidanan Bedah THT Mata Kulit Kelamin Syaraf Gigi mulut Rehabilitasi medik Anak Penyakit Dalam Kebidanan Bedah THT Mata Kulit Kelamin Syaraf Gigi mulut Rehabilitasi medik Anak Penyakit Dalam Kebidana n Bedah THT Mata Kulit Kelamin Syaraf Gigi mulut Rehabilitas i medik Anak Penyakit Dalam Kebidana n Bedah THT Mata Kulit Kelamin Syaraf Gigi mulut Rehabilitas i medik Anak Penyakit Dalam Kebidana n Bedah THT Mata Kulit Kelamin Syaraf Gigi mulut Rehabilita si medik 4. Jam Visite Dokter Spesialis setiap hari kerja setiap hari kerja setiap hari kerja setiap hari kerja setiap hari kerja setiap hari kerja setiap hari kerja setiap hari kerja setiap hari kerja 99% 5. Kejadian infeksi pasca operasi 6. Kejadian infeksi nosokomial 7. Tidak adanya kejadian pasien jatuh yang berakibat kecacatan / kematian 1,5% 1,5% 1,5% 1,5% 1,5% 1,5% 1,5% 0.00% 1,5% 0.25% 1,5 % 5% 3% 1,5% 1,5% 1,5% 1,5% 2,2% 1,5% 0.25% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% [Type the company name]

34 NO Jenis Layanan Indikator standar Renstra Capaian Proyeksi Catatan Analisis 8. Kematian pasien >48 jam 0,24% 0,24% 0,24% 0,24% 0,24% 0,15% 0,20% 1,20% 0,24% 0.15% 9. Kejadian pulang paksa 5% 5% 5% 5% 5% 5% 5% 3,00% 5% 2.00% 10. Kepuasan pelanggan >90% >90% >90% >90% >90% 80% >90% 72% >90% 92% 11. Rawat inap TB a. penegakan diagnosis TB melalui pemeriksaan mikroskopis TB b. terlaksananya kegiatan pencatatan dan pelaporan TB di rumah sakit >60% >60% >60% >60% >60% >60% >60% >60% >60% >60% 45% 65% >60% >60% >60% >60% >60% >60% 85% 85% 12. Ketersediaan pelayanan Napza, gangguan rawat inap di rumah sakit spikotik, nerotik yang memberikan dan mental organik pelayanan jiwa 13. Tidak adanya kejadian kematian pasien % [Type the company name]

35 NO Jenis Layanan Indikator standar Renstra Capaian Proyeksi Catatan Analisis 4 Bedah Sentral (Bedah saja) gangguan jiwa karena bunuh diri 14. Kejadian re-adminssion pasien gangguan jiwa dalam waktu 1 bulan 15. Lama hari perawatan pasien gangguan jiwa 1. Waktu tunggu operasi elektif 2. Kejadian kematian di meja operasi 3. Tidak adanya kejadian operasi salah sisi 4. Tidak adanya kejadian operasi salah orang 5. Tidak adanya kejadian salah tindakan pada operasi 6. Tidak adanya kejadian tertinggalnya benda asing / lain pada tubuh pasien setelah operasi 7. Komplikasi anesthesi karena overdosis, reaksi anestesi dan salah penempatan 100% minggu hari 2 hari 2 hari 2 hari 2 hari 2 hari 2 hari 2 hari 2 hari 98% 1% 1% 1% 1% 1% 1% 1% 0% 1% 0.40% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 6% 6% 6% 6% 6% 6% 6% 0% 6% 2.50% [Type the company name]

36 NO Jenis Layanan Indikator standar Renstra Capaian Proyeksi Catatan Analisis endotracheal tube 5 Persalinan 1. Kejadian kematian ibu dan perinatologi karena persalinan (kecuali rumah sakit khusus di luar rumah sakit ibu dan anak) dan KB Pendarahan 1% Pre-eksampsia 30% Sepsis 0,2% 2. Pemberian pelayanan Dokter Sp.OG persalinan normal (dokter spesialis, Obtestri, Dokter umum Ginekolog, dokter umum terlatih (asuhan terlatih asuhan persalinan persalinan normal) normal dan bidan) Bidan 3. Pemberian pelayanan persalinan dengan penyulit (dokter spesialis Obtestri Ginekolog) Tim PONEK yang terlatih 4. Pemberian pelayanan Dokter Sp.OG persalinan dengan tindakan operasi : (dokter Sp.OG, Dokter Sp.A, dokter Sp,An) Dokter Sp.A Pendarahan 1% Preeksampsia 30% Sepsis 0,2% Dokter Sp.OG Dokter umum terlatih (asuhan persalinan normal) Bidan Tim PONEK yang terlatih Pendarahan 1% Preeksampsia 30% Sepsis 0,2% Dokter Sp.OG Dokter umum terlatih (asuhan persalinan normal) Bidan Tim PONEK yang terlatih Pendarahan 1% Preeksampsia 30% Sepsis 0,2% Dokter Sp.OG Dokter umum terlatih (asuhan persalinan normal) Bidan Tim PONEK yang terlatih Pendarahan 11% Preeksampsia 0% Sepsis 0% Dokter Sp.OG Dokter umum terlatih (asuhan persalinan normal) Bidan Tim PONEK yang terlatih Pendarahan 1% Preeksampsia 30% Sepsis 0,2% Dokter Sp.OG Dokter umum terlatih (asuhan persalinan normal) Bidan Tim PONEK yang terlatih Pendarahan 1% Preeksampsia 30% Sepsis 0,2% Dokter Sp.OG Dokter umum terlatih (asuhan persalinan normal) Bidan Tim PONEK yang terlatih Pendarah an 1,4% Preeksampsi a 1,4% Sepsis 0,10% Dokter Sp.OG Dokter umum terlatih (asuhan persalina n normal) Bidan Tim PONEK yang terlatih Dokter Sp.OG Dokter Dokter Sp.OG Dokter Sp.OG Dokter Sp.OG Dokter Sp.OG Dokter Dokter Sp.A Sp.OG Dokter Sp.A Dokter Sp.A Dokter Sp.A Dokter Sp.A Dokter Sp.A Dokter Sp.An Dokter Sp.An Dokter Sp.An Dokter Sp.An Sp.OG Dokter Sp.A Dokter Sp.An Pendarah an 1% Preeksampsi a 30% Sepsis 0,2% Pendara han 0,30% Preeksampsi 5% Sepsis 0,05 Dokter Dokter Sp.OG Sp.OG Dokter Dokter umum umum terlatih terlatih (asuhan (asuhan persalina persalina n normal) n normal) Bidan Bidan Tim PONEK yang terlatih Dokter Sp.OG Dokter Sp.A Dokter Sp.An Tim PONEK yang terlatih Dokter Sp.OG Dokter Sp.A Dokter Sp.An [Type the company name]

37 NO Jenis Layanan Indikator standar Renstra Capaian Proyeksi Catatan Analisis Dokter Sp.An 5. Kemampuan menangani BBLR <1500gr gr 6. Pertolongan Persalinan melalui seksio cesaria 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 96 % 100 % 100% 20% 20% 20% 20% 20% 26% 20% 25% 20% 10% 7. Keluarga Berencana a. Presentase KB (vasektomi & tubektomi) yang dilakukan oleh tenaga kompeten dr.sp.og, dr.sp.b,dr.sp.u,dr.umum terlatih b. Presentase peserta KB mantap yang mendapat konseling KB mantap oleh bidan terlatih 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 8. Kepuasan Pasien >80% >80% >80% >80% >80% 80% >80% 100% >80% 90% 6 Intensif 1. Rata-rata Pasien yang kembali ke perawatan intensif dengan kasus yang sama < 72 jam 2. Pemberian pelayanan Unit intensif (dokter Spesialis, Perawat D3 dengan sertifikat Perawat Mahir ICU/setara) 3% 3% 3% 3% 3% 3% 3% 0% 3% 1% dr Sp. Anestesi dr dan dr spesialis sesuai dengan kasus yang spesialis sesuai dengan kasus yang ditangani dr sesuai dengan kasus spesialis yang ditangani dr spesialis sesuai dengan kasus yang ditangani dr spesialis sesuai dengan kasus yang ditangani dr spesialis sesuai dengan kasus yang ditangani dr spesialis sesuai dengan kasus yang ditangani dr spesialis sesuai dengan kasus dr spesialis sesuai dengan kasus dr spesialis sesuai dengan kasus [Type the company name]

38 NO Jenis Layanan Indikator standar Renstra Capaian Proyeksi Catatan Analisis 7 Radiologi 1. Waktu tunggu hasil pelayanan thorax foto ditangani 100% perawat min D3 de sertifikat perawat mahir ICU / setara D4 60% perawat min D3 ngan sertifikat perawat mahir ICU / setara D4 60% perawat min D3 ngan sertifikat perawat mahir ICU / setara D4 80% perawat min D3 ngan sertifikat perawat mahir ICU / setara D4 90% perawat min D3 ngan sertifikat perawat mahir ICU / setara D4 100% perawat min D3 ngan sertifikat perawat mahir ICU / setara D4 100% perawat min D3 ngan sertifikat perawat mahir ICU / setara D4 yang ditangani 100% perawat min D3 ngan sertifikat perawat mahir ICU / setara D4 79 % yang ditangani 100% perawat min D3 ngan sertifikat perawat mahir ICU / setara D4 yang ditangani 100% perawat min D3 ngan sertifikat perawat mahir ICU / setara D 3 jam 3 jam 3 jam 3 jam 3 jam 3 jam 3 jam 3,5 jam 3 jam 100% 2. Pelaksana ekspertisi (Dokter Sp.Rad) Dokter Sp. Rad Dokter Sp. Rad Dokter Sp. Rad Dokter Sp. Rad Dokter Sp. Rad Dokter Sp. Rad Dokter Sp. Rad Dokter Sp. Rad Dokter Sp. Rad 100% 3. Kejadian kegagalan pelayanan Rontgen karena kerusakan foto Kerusakan poto 2% Kerusakan poto 2% Kerusakan poto 2% Kerusakan poto 2% Kerusakan poto 2% Kerusakan foto 3,92% Kerusakan poto 2% Kerusakan poto 2,80% Kerusakan poto 2% 4. Kepuasan Pelanggan 80% 70% 75% 80% 80% 70% 80% 72% 80% 90% 1% 8 Lab. Patologi 1. Waktu tunggu hasil pelayanan Laboratorium 140 menit kimia darah & darah rutin 140 menit kimia darah & darah rutin 140 menit kimia darah & darah rutin 140 menit kimia darah & darah rutin 140 menit kimia darah & darah rutin menit kimia darah & darah rutin 140 menit kimia darah & darah rutin 93,09 menit kimia darah & darah rutin 140 menit kimia darah & darah rutin 100% 2. Pelaksanaan ekstertisi (Dokter Sp.PK) Dokter Sp.PK Dokter Sp.PK Dokter Sp.PK Dokter Sp.PK Dokter Sp.PK Dokter Sp.PK Dokter Sp.PK Dokter Sp.PK Dokter Sp.PK 100% 3. Tidak adanya kesalahan pemberian hasil pemeriksaan laboratorium 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% [Type the company name]

39 NO Jenis Layanan Indikator standar Renstra Capaian Proyeksi Catatan Analisis 4. Kepuasan pelanggan 80% 80% 80% 80% 80% 80% 80% 72% 80% 90% 9 Rehabilitas i Medik 1. Kejadian Drop Out 50% 50% 50% 50% 50% 15% 50% 0% 50% 25% pasien terhadap pelayananan rehabilitasi Medik yang direncanakan 2. Tidak adanya kejadian 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% kesalahan tindakan rehabilitasi medik 3. Kepuasan Pelanggan 80% 80% 80% 80% 80% 80% 80% 78% 80% 90% 10 Farmasi 1. Waktu tunggu pelayanan : a. Obat jadi 30 menit 30 menit 30 menit 30 menit 30 menit 30 menit 30 menit 44,55 menit b. Obat racikan 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 60 menit 55,11 menit 2. Tidak adanya kejadian kesalahan pemberian obat 30 menit 60 menit 30 menit 60 menit 100% 100% 100% 100% 100% 80% 100% 100% 100% 100% 3. Kepuasan pelanggan 80% 80% 80% 80% 80% 80% 80% 73% 80% 90% 4. Penulisan resep sesuai formularium 100% 100% 100% 100% 100% 80% 100% 80% 100% 100% 11 Gizi 1. Ketepatan waktu pemberian makanan kepada pasien 2. Sisa makanan yang tidak termakan oleh pasien 90% 90% 90% 90% 90% 90% 90% 98% 90% 100% 20% 20% 20% 20% 20% 30% 20% 25% 20% 10% [Type the company name]

40 NO Jenis Layanan Indikator standar Renstra Capaian Proyeksi Catatan Analisis 12 Tranfusi Darah 3. Tidak adanya kejadian kesalahan pemberian diet 1. Kebutuhan darah bagi setiap pelayanan tranfusi 2. Kejadian Reaksi transfusi 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% terpenuhi 90% terpenuhi 90% terpenuhi 100% terpenuhi 100% terpenuhi 90% terpenuhi 100% terpenuhi 100% terpenuhi 100% terpenuhi 0,01% 0,01% 0,01% 0,01% 0,01% 0,01% 0,01% 0% 0,01% 0.01% 100% 13 Pelayanan Gakin 14 Rekam Medik 15 Pengolaha n Limbah Pelayanan terhadap pasien GAKIN yang datang ke RS pada setiap unit pelayanan 1. Kelengkapan pengisian rekam medik 48 jam setelah selesai pelayanan 2. Kelengkapan Informed Concent setelah mendapat informasi yang jelas 3. Waktu penyediaan dokumen rekam medik pelayanan rawat jalan 4. Waktu penyelesaian dokumen rekam medik pelayanan rawat inap 1. Baku mutu limbah cair sesuai standar : 100% terlayani 100% terlayani 100% terlayani 100% terlayani 100% terlayani 100% terlayani 100% terlayani 100% terlayani 100% terlayani 100% 100% 100% 100% 100% 93% 100% 95,97% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 80% 100% 95,37% 100% 100% 100% terlayani 10 menit 10 menit 10 menit 10 menit 10 menit 8,7 menit 10 menit 6 menit 10 menit 10 menit 15 menit 15 menit 15 menit 15 menit 15 menit 14,4 menit 15 menit 7 menit 15 menit 15 menit BOD < 30 mg/i COD < 80 mg/i BOD < 30 mg/i COD < 80 mg/i TSS < 30 BOD < 30 mg/i COD < 80 mg/i TSS < 30 BOD < 30 mg/i COD < 80 mg/i TSS < 30 BOD < 30 mg/i COD < 80 mg/i TSS < 30 BOD 10,88 mg/i COD 20,18 mg/i TSS 32 mg/i BOD < 30 BOD < BOD < BOD < mg/i 30 mg/i 30 mg/i 30 mg/i COD < 80 COD < COD < COD < mg/i 80 mg/i 80 mg/i 80 mg/i TSS < 30 TSS < 30 TSS < 30 TSS < 30 [Type the company name]

41 NO Jenis Layanan Indikator standar Renstra Capaian Proyeksi Catatan Analisis TSS < 30 mg/i PH 6-9 mg/i PH 6-9 mg/i PH 6-9 mg/i PH 6-9 mg/i PH 6-9 PH 6,81 mg/i PH 6-9 mg/i PH 6-9 mg/i PH 6-9 mg/i PH Pengelolaan limbah padat infeksius sesuai dengan aturan 16 Administra 1. Tindak lanjut si dan penyelesaian hasil Manajeme pertemuan direksi n 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 80% 90% 100% 100% 100% 2. Kelengkapan laporan akuntabilitas 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 3. Ketepatan waktu naik pangkat 100% 100% 100% 100% 100% 90% 100% 100% 100% 100% 4. Ketepatan waktu pengurusan gaji berkala 5. Karyawan yang mendapat pelatihan minimal 20 jam/tahun 100% 100% 100% 100% 100% 90% 100% 100% 100% 100% 60% 60% 60% 60% 60% 75% 60% 60% 60% 90% [Type the company name]

42 NO Jenis Layanan Indikator standar Renstra Capaian Proyeksi Catatan Analisis 6. Cost Recovery 40% 40% 40% 40% 60% 40% 60% Mnimal 80,20% 60% 80% 7. Ketepatan waktu penyusunan laporan keuangan 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 8. Kecepatan waktu pemberian informasi tentang tagihan pasien rawat inap 2 jam 2 jam 2 jam 2 jam 2 jam 30 menit 2 jam maksimal 2 jam 2 jam 100% 9. Ketepatan waktu pemberian imbalan (insentif) sesuai kesepakatan waktu 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 17 Ambulanc e/kereta Jenazah 1. Waktu pelayanan ambulance/kereta jenazah 24 jam 24 jam 24 jam 24 jam 24 jam 24 jam 24 jam 24 jam 24 jam 24 jam 2. Kecepatan memberikan pelayanan ambulance/kereta jenazah di RS 60 menit 30 menit 30 menit 30 menit 30 menit menit 30 menit 30 menit 30 menit 60 menit 3. Response time pelayanan ambulance oleh masyarakat yang membutuhkan Sesuai ketentuan daerah 45 menit 45 menit 45 menit 45 menit 30 menit 45 menit 45 menit 45 menit Sesuai ketentuan daerah [Type the company name]

43 NO Jenis Layanan Indikator standar Renstra Capaian Proyeksi Catatan Analisis 18 Pemulasar an Jenazah Waktu tanggap (response time) pelayanan pemulasaran jenazah 2 jam 2 jam 2 jam 2 jam 2 jam 2 jam 2 jam Maksimal 2 jam 2 jam 2 jam 19 Pelayanan Pemelihar an Sarana RS 1. Kecepatan waktu menanggapi kerusakan alat 2. Ketepatan waktu pemeliharaan alat 3. Peralatan lab dan alat ukur yang digunakan dalam pelayanan kalibrasi tepat waktu sesuai dengan ketentuan kalibrasi 80% 80% 80% 80% 80% 80% 80% 80% 80% 80% 100% 100% 100% 100% 100% 80% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 90% 100% 100% 100% 100% 20 Pelayanan Laundry 1. Tidak adanya kejadian linen yang hilang 100% 100% 100% 100% 100% 90% 100% 100% 100% 100% 2. Ketepatan waktu penyediaan linen untuk ruang rawat inap 100% 100% 100% 100% 100% 90% 100% 100% 100% 100% 21 Pencegah an dan pengendali an Infeksi 1. Anggota Tim PPI yang terlatih 75% 50% 60% 70% 75% 40% 60% 70% 75% 60% 2. Tersedia APD di setiap 60% 60% 60% 60% 60% 50% 60% 60% 60% 60% [Type the company name]

44 NO Jenis Layanan Indikator standar Renstra Capaian Proyeksi Catatan Analisis instalasi/departemen 3. pencatatan dan pelaporan infeksi nosokomial/hai (Healthcare Associated Infection) di RS (minial 1 parameter) 75% 75% 75% 75% 75% 75% 75% 75% 75% 75% [Type the company name]

45 2.3 Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi a. Isu Internal 1) Sumber Daya Manusia yang Berkualitas Salah satu modal utama pengembangan pelayanan kesehatan adalah sumber daya manusia yang berkualitas dalam arti SDM yang sehat, mandiri, beriman, taqwa, tangguh, kreatif, berdedikasi, profesional, dan berwawasan kebangsaan serta memiliki jiwa enterprenuer melalui suatu sistem pendidikan dan pelatihan baik formal maupun informal di bidang Kesehatan yang terencana untuk mampu memiliki kompetensi keunggulan kompetitif. Oleh karena itu, diperlukan pembinaan dan pengembangan SDM bidang kesehatan di rumah sakit, agar lebih berorientasi pada peningkatan kualitas SDM. Dalam perkembangannya ke depan, pengembangan sumber daya manusia dalam bidang kesehatan di rumah sakit harus memiliki standar kapasitas dan kompetensi yang baik untuk meningkatkan kualitas SDM bidang kesehatan. Hal ini untuk meningkatkan daya saing di tingkat global. Pada tingkat global, isu standarisasi sumber daya manusia maupun standarisasi produk dan pelayanan kesehatan terus meningkat. Sumber daya manusia yang kompeten adalah seseorang yang memiliki unsur-unsur pengetahuan (knowledge), ketrampilan (skill), peran sosial (social role), citra diri (self-image), perilaku (behave), dan motivasi (motive) sesuai dengan jenis pekerjaannya dan jenjang jabatannya. Dari unsur-unsur kandungan kompetensi tersebut, ketrampilan (skill)merupakan langkah pertama yang harus diberikan kepada semua pihak yang terlibat dalam pengembangan dan penyelenggaraan pelayanan kesehatan di rumah sakit. 2) Koordinasi Lintas Sektoral yang Belum Sinergis Pembangunan kesehatan dalam konteksnya merupakan bidang pembangunan yang sangat kompleks dan memiliki banyak keterkaitan dengan pihak lainnya, baik yang terkait secara langsung ataupun tidak langsung. Pengelompokan stakeholders dalam dapat dijabarkan sebagai berikut : pemerintah; swasta; dan masyarakat. Gambaran pelaku dalam pembangunan kesehatan tersebut mengisyaratkan bahwa setiap upaya dan langkah-langkah pengembangan kesehatan akan memiliki pengaruh terhadap pihak-pihak yang terkait. Hubungan kelembagaan dalam wujud koordinasi antara pelaku kesehatan dirasakan masih belum optimal, sehingga upaya meningkatkan program-program pembangunan kesehatan yang [Type the company name]

46 lebih terpadu dan terintegrasi menjadi prasyarat keberhasilan pembangunan kesehatan. Pemerintah baik pusat maupun daerah sebagai fasilitator dan pembinan pembangunan bidang Kebudayaan dan Pariwisata memegang kunci untuk membuka keterpaduan pembangunan bidang kesehatan, sehingga pihak terkait swasta dan masyarakat akan berpartisipasi aktif dalam rangka pencapaian sasaran pembangunan kesehatan. Sehingga kondisi keterpaduaan antar pihak dalam pembangunan kesehatan di rumah sakit perlu segera diperbaiki, hubungan antar asosiasi profesi perlu ditingkatkan, demikian pula hubungan pusat-daerah serta dinas atau badan yang perlu lebih diberdayakan. 3) Keterbatasan Kemampuan Anggaran Pemerintah Daerah Upaya untuk membangun kesehatan daerah pada saat ini dihadapkan pada suatu dilema, bahwa di satu sisi diharapkan sektor kesehatan akan mampu berperan dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) nasional. Namun di sisi lain pemerintah pusat dalam komitmennya untuk menjadikan sektor kesehatan sebagai penyumbang angka bagi IPM Nasional tersebut tidak diimbangi dengan penyediaan anggaran yang memadai. Keterbatasan pada kemampuan anggaran tersebut tidak saja dialami oleh pemerintah pusat namun juga dialami oleh pemerintah daerah Kabupaten Bandung. Salah satu konsekuensi menjadi daerah otonom harus mampu membiayai seluruh kebutuhan daerah, sehingga Kabupaten Bandung menerapkan skala prioritas untuk berbagai kebutuhannya. Sedangkan promosi-kesehatan belum menjadi prioritas untuk mendapat anggaran yang cukup. Sehingga perkembangan sektor kesehatan Kabupaten Bandung cenderung kurang mampu bergerak cepat. 4) Terbatasnya Investasi Bidang Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Salah satu kunci untuk tumbuh dan berkembangnya pembangunan kesehatan pada masa-masa mendatang adalah, terciptanya pelayanan rumah sakit yang berkualitas di tingkat nasional maupun internasional. Untuk itu rumah sakit daerah Kabupaten Bandung membutuhkan keterlibatan berbagai sektor usaha yang akan membentuk pembangunan tersebut. Dalam hal ini peran swasta (baik daerah, nasional maupun multinasional) akan menjadi sangat besar dan menentukan kuat lemahnya pembangunan bidang kesehatan Kabupaten Bandung. Salah satu indikasi ketertarikan swasta dalam pembangunan bidang kesehatan ditunjukkan pada tingkat investasi yang ditanamkan. Dalam hal ini kegiatan investasi pelayanan kesehatan [Type the company name]

47 rumah sakit di Kabupaten Bandung sangat dipengaruhi oleh kondisi internal dan eksternal. 5) Kurangnya Pengembangan Produk Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Kabupaten Bandung Masih rendahnya tingkat kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit daerah yang ada di Kabupaten Bandung salah satunya disebabkan karena kurang adanya tawaran produk pelayanan kesehatan baru. Produk-produk yang ada sekarang lebih merupakan prasyarat kelas rumah sakit.ditambah lagi dengan belum adanya jenis pelayanan kesehatan rumah sakit yang mampu kebutuhan masyarakat tertentu (penyakit tertentu) di Kabupaten Bandung. Indikator kekurangan tersebut diantaranya terlihat dari semakin banyaknya jumlah pasien yang menggunakan jasa pelayanan rumah sakit swasta dan rumah sakit umum pusat dan meningkatnya motivasi pasien Jamkesmas/Kamkesda untuk melakukan kunjungan ulang (revisit. Apabila kondisi ini terus berlangsung, maka akan berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit daerah Kabupaten Bandung secara keseluruhan. b. Isu Eksternal 1) Millennium Development Goal (MDGs) Isu di bidang kesehatan telah merumuskan tujuan pembangunan millennium yang lebih dikenal Millennium Development Goal (MDGs) diantaranyapenurunan angka kematian anak, perbaikan kesehatan ibu, pemberantasan HIV/AIDS, malaria dan penyakit lain. Pembangunan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat dunia termasuk Indonesia. MDGs saat ini tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Kementerian Kesehatan mengarahkan pembangunan kesehatan melalui peningkatan promotif dan preventif disamping peningkatan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin. Peningkatan kesehatan masyarakat dilakukan dengan penekanan untuk hidup sehat melalui pencegahan penyakit menular maupun tidak menular. pencapaian MDGs di Rumah Sakit dengan mengurangi tingkat kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu dan perlawanan terhadap HIV/AIDS, Malaria, dan Penyakit lainnya. Oleh sebab itu, upaya aksi Rumah Sakit dilakukan melalui Pelayanan Emergency Ibu & Anak (PONEK), Penambahan [Type the company name]

48 kapasitas NICUPICU, Pemantauan bayi risiko tinggi (PERISTI), Pelatihan tenaga kesehatan yang berhubungan dengan kegawatan Neonatal (In House Trainning), sayang bayi, memberikan penyuluhan dan pelayanan mengenai imunisasi pada bayi dan anak, penyuluhan tentang Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). 2) Sumber Daya Manusia Kesehatan WHO sebagai badan Kesehatan Dunia, telah memberikan batas keberhasilan pembangunan kesehatan bagi sebuah negara berkembang, yaitu 80 persen ditentukan oleh SDM kesehatan di samping biaya kesehatan bagi masyarakat. Jumlah, jenis, distribusi, dan mutu sumber daya manusia kesehatan belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan pembangunan dan pelayanan kesehatan di Indonesia. Pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan, dalam hal penempatannya di berbagai rumah sakit, belum bisa dipenuhi pemerintah. Hal tersebut akibat dari beragamnya pelayanan yang dijalankan para tenaga kesehatan. Pada saat ini, Kementerian Kesehatan hanya mampu berupaya menerapkan skema pemenuhan tenaga kesehatan saja yaitu dokter, dokter gigi, bidan, dan perawat. Skema pemenuhan yang dimaksud itu ternyata tidak mengakomodir kebutuhan dokter spesialis di rumah sakit daerah. 3) Sistem Informasi Kesehatan (e-health) Teknologi Informasi dan Komunikasi terus berkembang mengikuti kebutuhan dan trend yang ada. Salah satu pemanfaatan TIK yang kini sedang marak yaitu pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam bidang kesehatan adalah E-Health. E-Health merupakan istilah baru pelayanan kesehatan yang digunakan untuk menggambarkan penggunaan gabungan komunikasi elektronik dan teknologi informasi dalam sektor kesehatan, dimana digital data ditransmisikan, disimpan dan diambil secara elektronik untuk kepentingan klinis, pendidikan dan administrasi. Adapun konsep teknologi yang digunakan adalah Cloud Computing (Komputasi awan) yaitu gabungan pemanfaatan teknologi komputer dan pengembangan berbasis Internet. Salah satu implementasi e-health di rumah sakit adalah SIMRS. [Type the company name]

49 Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) adalah sebuah sistem informasi yang terintegrasi dan disiapkan untuk menangani keseluruhan proses manajemen rumah sakit, mulai dari registrasi, apotik, penagihan, medical record, database personalia, penggajian karyawan, proses akuntansi sampai dengan pengendalian oleh manajemen. Sistem ini dikembangkan untuk dioperasikan pada perangkat komputer menggunakan jaringan komputer sehingga antara modul satu dengan lainnya dapat saling berkomunikasi. SIMRS merupakan bagian dari TIK yang penting dalam mewujudkan upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Sistem ini secara umum bertujuan untuk mengintegrasikan berbagai subsistem di rumah sakit untuk menghasilkan informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan. 4) Reformasi Birokrasi Reformasi birokrasi telah mendorong dilaksanakannya berbagai perubahan-perubahan penting dalam praktek penyelenggaraan good corporategovernance dangood clinical governance di rumah sakitdengan menerapkan prinsip partisipasi masyarakat, transparansi, dan akuntabilitas. Dibutuhkan komitmen dari semua pihak, pemerintah, dan masyarakat serta pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas dan nyata supaya penyelenggaraan good corporategovernance dangood clinical governanceserta pembangunan kesehatan dapat berlangsung secara berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggungjawab serta bebas dari KKN. Terkait dengan penyelenggaraan tugas dan fungsi, maka Rumah Sakit Umu Daerah Kelas B Majalaya Kabupaten Bandung telah melaksanakan tugas dan fungsi sesuai dengan arah dan tujuan dari penyelenggaraan kesehatan. Hal ini dapat dilihat dari hasil yang telah dilaksanakan dalam penyelenggaraan tugasnya diantaranya : a. Tersedianya dan terselenggaranya pelayanan hemodialisa. b. Tersedianya dan terselenggaranya Pelayanan HCU ( High Care unit ) c. Tersedianya Pelayanan Tumbuh Kembang d. Tersedia dan terpublikasinya data atau informasi rumah sakit melalui elektronik/ internet dalam web site e. Meningkatkan pelayanan kesehatan bagi pasien Jamkesmas dan Jamkesda. f. Terlaksananya pembangunan sistem telemedicine. [Type the company name]

50 Isu-isu penting yang strategis untuk ditindaklanjuti dalam perumusan program dan kegiatan prioritas RSUD Kelas B Majalaya pada tahun 2014 adalah Membuka Autis dan Trauma Centre 2.4 Review Terhadap Rancangan Awal RKPD Dari rancangan awal yang telah disusun pada RSUD Kelas B MajalayaKabupaten Bandung telah disesuaikan dengan perencanaan kinerja rumah sakit. Perencanaan Kinerja merupakan proses penjabaran dari sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis RSUD Kelas B MajalayaKabupaten Bandung, yang akan dilaksanakan melalui berbagai kegiatan tahunan. Dalam Dokumen Rencana Kinerja memuat informasi tentang sasaran yang ingin dicapai berikut indikator kinerja sasaran, dan rencana capaiannya yang merupakan representasi tugas pokok dan fungsi RSUD Kelas B MajalayaKabupaten Bandung. Di samping itu, dokumen rencana kinerja juga memuat informasi tentang program, kegiatan, serta kelompok indikator kinerja dan rencana capaiannya. Melalui dokumen kinerja ini akan diketahui keterkaitan antara kegiatan dengan sasaran, kebijakan dengan programnya, serta keterkaitan dengan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan pada RSUD Kelas B MajalayaKabupaten Bandung. [Type the company name]

51 [Type the company name]

52 Tabel 2.3 Review terhadap Rancangan Awal RKPD tahun 2014 Kabupaten Bandung Nama : RSUD Majalaya Lembardari Rancangan Awal RKPD Hasil Analisis Kebutuhan No / Lokasi Indikator kinerja capaian Pagu indikatif (Rp.000) / Lokasi Indikator kinerja capaian Kebutuhan Dana (Rp.000) Catatan Penting (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) 1 Pelayanan Administrasi Perkantoran Pelayanan Administrasi Perkantoran a Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik Cipaku Paseh Terpenuhinya Utilitas Rumah Sakit Terealisasinya pembayaran utilitas rumah sakit Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik Cipaku Paseh Terpenuhinya Utilitas Rumah Sakit Terealis asinya pembay aran utilitas rumah sakit b Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja Cipaku Paseh Terpenuhinya kelancaran kerja Terealisasiinya biaya perbaikan peralatan kerja Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja Cipaku Paseh Terpenuhinya kelancaran kerja Terealis asiinya biaya perbaika n peralata n kerja c Penyediaan alat tulis Cipaku Paseh Terlayaninya Pekerjaan Terealisasinya Penyediaan alat tulis Cipaku Terlayaninya Pekerjaan Terealis asinya [Type the company name]

53 kantor Administrasi di Rumah Sakit alat tulis kantor kantor Paseh Administrasi di Rumah Sakit alat tulis kantor d Penyediaan barang cetakan dan penggandaan Cipaku Paseh Tersedianya barang cetak dan penggandaan Tersedianya Bahan Cetakan dan Penggandaan Penyediaan barang cetakan dan penggandaan Cipaku Paseh Tersedianya barang cetak dan penggandaan Tersedia nya Bahan Cetakan dan Pengga ndaan e Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor Cipaku Paseh Tersedianya barang cetak dan penggandaan Tersedianya Bahan Cetakan dan Penggandaan Penyediaan komponen instalasi listrik/peneran gan bangunan kantor Cipaku Paseh Tersedianya barang cetak dan penggandaan Tersedia nya Bahan Cetakan dan Pengga ndaan f Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor Cipaku Paseh Terpenuhinya kebutuhan suku cadang alat listrik Terpenuhinya Kenyamanan Pelayanan Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor Cipaku Paseh Terpenuhinya kebutuhan suku cadang alat listrik Terpenu hinya Kenyam anan Pelayan an g Penyediaan makanan dan minuman Cipaku Paseh Rasio antara karyawan dan alat pendukung administrasi Terlayaninya Pekerjaan Administrasi di Rumah Sakit Penyediaan makanan dan minuman Cipaku Paseh Rasio antara karyawan dan alat pendukung administrasi Terlayan inya Pekerjaa n Administ rasi di Rumah Sakit h Rapat-rapat kordinasi dan konsultasi ke luar daerah Cipaku Paseh Terpenuhinya konsumsi rapat dan tamu Terpenuhinya Kebutuhan akan Konsumsi Rapat-rapat kordinasi dan konsultasi ke luar daerah Cipaku Paseh Terpenuhinya konsumsi rapat dan tamu Terpenu hinya Kebutuh an akan Konsum [Type the company name]

54 si i Rapat-rapat kordinasi dan konsultasi di dalam daerah Cipaku Paseh Tercukupinya biaya perjalanan dinas Terpenuhinya Biaya Perjalanan Dinas Rapat-rapat kordinasi dan konsultasi di dalam daerah Cipaku Paseh Tercukupinya biaya perjalanan dinas Terpenu hinya Biaya Perjalan an Dinas j Penunjang Peringatan Hari-hari Besar Bersejarah Cipaku Paseh Terselenggaranya rapat-apat koordinasi dan konsultasi di dalam daerah Terpenuhinya Biaya Perjalanan Dinas Penunjang Peringatan Hari-hari Besar Bersejarah Cipaku Paseh Terselenggara nya rapat-apat koordinasi dan konsultasi di dalam daerah Terpenu hinya Biaya Perjalan an Dinas peningkatan sarana dan prasarana aparatur peningkatan sarana dan prasarana aparatur a Pengadaan kendaraan dinas/operasional Cipaku Paseh Tersedianya kendaraan operasional Terciptanya Disiplin Kerja Pengadaan kendaraan dinas/operasio nal Cipaku Paseh Tersedianya kendaraan operasional Tercipta nya Disiplin Kerja b Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional Cipaku Paseh Tercukupinya pemeliharaan rutin/berkala kendaraan operasional Terlayaninya Operasional Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasio nal Cipaku Paseh Tercukupinya pemeliharaan rutin/berkala kendaraan operasional Terlayan inya Operasi onal peningkatan disiplin aparatur peningkatan disiplin aparatur a Pengadaan pakaian kerja lapangan Cipaku Paseh Tersedianya perlengkapan pakaian kerja Terciptanya Disiplin Kerja Pengadaan pakaian kerja lapangan Cipaku Paseh Tersedianya perlengkapan pakaian kerja Tercipta nya Disiplin [Type the company name]

55 Kerja 4 Upaya Kesehatan Masyarakat Upaya Kesehatan Masyarakat a Penyediaan operasional pemeliharaan biaya dan Cipaku Paseh Terlayaninya Pasien Rawat Jalan dan Rawat Inap di rumah sakit Tersedianya Pelayanan Kesehatan dan Alat Penunjang Kesehatan Penyediaan biaya operasional dan pemeliharaan Cipaku Paseh Terlayaninya Pasien Rawat Jalan dan Rawat Inap di rumah sakit Tersedia nya Pelayan an Kesehat an dan Alat Penunja ng Kesehat an b Penyediaan biaya operasional dan pemeliharaan (BLUD) Cipaku Paseh Terlayaninya Pasien Rawat Jalan dan Rawat Inap di rumah sakit Tersedianya Pelayanan Kesehatan dan Alat Penunjang Kesehatan Penyediaan biaya operasional dan pemeliharaan (BLUD) Cipaku Paseh Terlayaninya Pasien Rawat Jalan dan Rawat Inap di rumah sakit Tersedia nya Pelayan an Kesehat an dan Alat Penunja ng Kesehat an pengadaan, peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit pengadaan, peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit a Pengadaan alat-alat Cipaku Paseh Terlayaninya Pasien Rawat dan Lancarnya Proses Pengadaan alat-alat Cipaku Terlayaninya Pasien Rawat Lancarn ya [Type the company name]

56 rumah sakit Rawat Inap di rumah sakit Pelayanan Rumah Sakit rumah sakit Paseh dan Rawat Inap di rumah sakit Proses Pelayan an Rumah Sakit b Pengadaan ambulance Cipaku Paseh Terlayaninya Pasien Rawat dan Rawat Inap di rumah sakit Tersedianya Alat dan Penunjang Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Pengadaan ambulance Cipaku Paseh Terlayaninya Pasien Rawat dan Rawat Inap di rumah sakit Tersedia nya Alat dan Penunja ng Pelayan an Kesehat an di Rumah Sakit c Pembangunan gedung rawat inap kelas III (2 lantai) Cipaku Paseh Terlayaninya Pasien Rawat dan Rawat Inap di rumah sakit Tersedianya Alat dan Penunjang Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Pembangunan gedung rawat inap kelas III (2 lantai) Cipaku Paseh Terlayaninya Pasien Rawat dan Rawat Inap di rumah sakit Tersedia nya Alat dan Penunja ng Pelayan an Kesehat an di Rumah Sakit d Pengadaan perlengkapan rumah tangga rumah sakit Cipaku Paseh Rasio antara pengunjung dan alat pendukung pelayanan Terciptanya kenyamanan Pengunjung Rumah Sakit Pengadaan perlengkapan rumah tangga rumah sakit Cipaku Paseh Rasio antara pengunjung dan alat pendukung pelayanan Tercipta nya kenyam anan Pengunj ung Rumah Sakit [Type the company name]

57 e Pengembangan rumah sakit tipe Cipaku Paseh Peningkatan sertifikasi rumah sakit Terciptanya Tipe Rumah Sakit Kelas B Pengembanga n tipe rumah sakit Cipaku Paseh Peningkatan sertifikasi rumah sakit Tercipta nya Tipe Rumah Sakit Kelas B f Pembangunan Rehabilitasi Rumah Sakit Cipaku Paseh Tersedianya Bangunan Rumah Sakit Yang Memadai Lancarnya Proses Pelayanan Rumah sakit Rehabilitasi Bangunan Rumah Sakit Cipaku Paseh Tersedianya bangunan rumah sakit yang memadai Lancarn ya Proses Pelayan an Rumah Sakit 6 pemeliharaan sarana dan prasarana rumah sakit pemeliharaan sarana dan prasarana rumah sakit a Pemeliharaan rutin/berkala rumah sakit Cipaku Paseh Tersedianya bangunan rumah sakit yang memadai Lancarnya Proses Pelayanan Rumah Sakit Pemeliharaan rutin/berkala rumah sakit Cipaku Paseh Tersedianya bangunan rumah sakit yang memadai Lancarn ya Proses Pelayan an Rumah Sakit b Pemeliharaan rutin/berkala instalasi pengolahan limbah rumah sakit Cipaku Paseh Terpeleiharannya bangunan IPAL Lancarnya Proses Pembuangan Limbah Rumah Sakit Pemeliharaan rutin/berkala instalasi pengolahan limbah rumah sakit Cipaku Paseh Terpeleiharan nya bangunan IPAL Lancarn ya Proses Pembua ngan Limbah Rumah Sakit Kemitraan peningkatan pelayanan Kemitraan peningkatan [Type the company name]

58 kesehatan pelayanan kesehatan a Kemitraan peningkatan kualitas dokter dan paramedis Cipaku Paseh Tercapainya pendidikan spesialis bagi tenaga medis, S1 bagi tenaga paramedis Meningkatnya Kemampuan Keterampilan Tenaga Pelayanan di Rumah Sakit Kemitraan peningkatan kualitas dokter dan paramedis Cipaku Paseh Tercapainya pendidikan spesialis bagi tenaga medis, S1 bagi tenaga paramedis Meningk atnya Kemam puan Keteram pilan Tenaga Pelayan an di Rumah Sakit [Type the company name]

59 2.5 Penelaahan Usulan dan Masyarakat Dikarenakan RSUD Kelas B Majalayatidak memiliki wilayah maka tidak ada usulan program dan kegiatan dari masyarakat. [Type the company name]

60 [Type the company name]

61 BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN 3.1 Telaahan terhadap Kebijakan Nasional Keterkaitan Kebijakan Kabupaten, Provinsi dan Nasional dapat dijelaskan sebagai berikut: NO KEBIJAKAN KET. KABUPATEN PROVINSI NASIONAL (1) (2) (3) (4) (5) 1 Kualitas sumber daya manusia (pendidikan, kesehatan, dan kesalehan sosial) Aksesibilitas dan pelayanan kesehatan masyarakat Peningkatan Akses dan Kualitas Pelayanan Kesehatan Adapun arah kebijakan RSUD Kelas B MajalayaKabupaten Bandung : a. Kebijakan peningkatan kapasitas kesadaran hidup sehat dan kualitas kesehatan masyarakat. b. Kebijakan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. c. Kebijakan peningkatan sarana dan prasarana kesehatan. 3.2 Tujuan dan sasaran Renja Terwujudnya Rumah Sakit yang mampu memberikan pelayanan sesuai Visi dan Misi yang merupakan hasil akhir yang akan dicapai sehingga bisa mendapat akreditasi penuh untuk 16 kegiatan pelayanan serta terwujudnya Akreditasi Rumah Sakit taraf Internasional. Dengan Sasaran yang merupakan penjabaran dari tujuan, yang merupakan hal yang akan dicapai atau dihasilkan adalah sebagai berikut : a. Penjabaran perencanaan strategis menjadi Strategic Action Plan (SAP) tahunan (Rencana an) berdasarkan analisis kondisi / fakta yang bersifat lokal spesifik dan pengembangan programprogram inovatif. b. Melaksanakan manajemen kinerja yang akuntabel dengan orientasi komprehensif ( input, proses, output dan outcome ) sebagai alat pemantau kinerja semua unit pelayanan. c. Memberikan pelayanan yang berkualitas, nyaman & manusiawi, pelayanan pro-aktif dalam pelayanan promotif & preventif serta sensitif terhadap keluhan akan mutu pelayanan. [Type the company name]

62 d. Pengembangan SDM melalui pelatihan yang efektif dan berkesinambungan serta pendayagunaan hasil pendidikan bagi semua tingkatan, baik tenaga fungsional maupun tenaga struktural. e. Pengembangan SIM RS agar selalu dapat menyediakan data akurat & mutakhir untuk pengambilan Keputusan & penentuan strategi. f. Memantau, merevisi & mengembangkan standar, prosedur tetap (protap), indikantor keberhasilan pelayanan Rumah Sakit dan pengembangan pelayanan yang inovatif. g. Mengupayakan pengembangan, fisik RS sesuai dengan master plan, melalui studi kelayakan, analisa kebijakan publik dan proposal pengembangan fisik Rumah Sakit. 3.3 dan Rumah Sakit Umu Daerah Kelas B Majalaya dalam pelaksanaan pembangunan kesehatan mempunyai beberapa program sebagaimana termuat dalam RPJMD Kabupaten Bandung program upaya kesehatan masyarakat. Tolak ukur dari hasil program ini adalah terlaksananya upaya pelayanan kesehatan di sarana pelayanan maupun di luar sarana pelayanan kesehatan. Disamping berdasarkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah(RPJMD) Kabupaten Bandung tahun dalam pelaksanaan program dan kegiatan juga berdasarkan pada Peraturan Pemerintah No. 13 tahun 2006 / 59 tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Sehubungan dengan hal tersebut maka pada tahun 2013 Rumah Sakit Umu Daerah Kelas B Majalaya merencanakan 6 ( enam ) program yang berkaitan dengan bidang kesehatan yaitu : a. pelayanan administrasi perkantoran b. peningkatan sarana dan prasarana aparatur c. upaya kesehatan masyarakat. d. pemeliharaan sarana Dan Prasarana Rumah Sakit e. Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan f. Peningkatan Pengadaan sarana Dan Prasarana Rumah Sakit Dari program tersebut diimplementasikan melalui kegiatan-kegiatan sebagai berikut : a. pelayanan administrasi perkantoran - penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik - penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja - penyediaan alat tulis kantor - penyediaan barang cetakan dan penggandaan - penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor [Type the company name]

63 - penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor - Penyediaan makanan dan minuman - rapat-rapat kordinasi dan konsultasi ke luar daerah - rapat-rapat kordinasi dan konsultasi di dalam daerah - penunjang peringatan hari-hari besar bersejarah b. peningkatan sarana dan prasarana aparatur - pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional c. upaya kesehatan masyarakat - Penyediaan biaya operasional dan pemeliharaan (BLUD). d. Pengadaan Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit - Rehabilitasi sedang/berat Bangunan Rumah Sakit - Pengadaan Alat-alat Rumah Sakit - Pengadaan Perlengkapan Rumah Tangga rumah Sakit e. Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan - Kemitraan Peningkatan Kualitas Dokter, Para Medis serta non Medis f. pemeliharaan sarana Dan Prasarana Rumah Sakit - Pemeliharaan Rutin Berkala Rumah Sakit - Pemeliharaan Rutin Berkala IPAL ( Instalasi Pemeliharaan Air Limbah ) Tabel program/kegiatan, indikator kinerj. Lokasi, pagu indkatif dan sumber dana, secara jelas dapat dilihat pada tabl di bawah ini : [Type the company name]

64 Tabel 3.1 Rumusan Rencana dan 2014 dan Prakiraan Maju 2015 Kabupaten Bandung Nama :RSUD Majalaya Kode Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah dan / Indikator Rencana 2014 Kinerja / Lokasi target capaian kinerja Kebutuhan Dana/ pagu indikatif Sumb er Dana Catatan Penting Prakiraan Maju Rencana 2015 target capaian kinerja Kebutuhan Dana/ pagu indikatif x xx 01 Pelayanan Administrasi Perkantoran RSUD MAJALAYA Terwujudnya peningkatan administrasi perkantoran rumah sakit Karyawan dan Pasien rumah sakit x xx Pelayanan Administrasi Perkantoran Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik Terpenuhinya Utilitas Rumah Sakit Karyawan dan Pasien rumah sakit ,162,240 APBD KAB ,604,084 x xx Pelayanan Administrasi Perkantoran Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja Terpenuhinya Perbaikan Peralatan Kerja Karyawan rumah sakit 12 57,865,600 APBD KAB ,077,857 [Type the company name]

65 x xx Pelayanan Administrasi Perkantoran Penyediaan alat tulis kantor Rasio antara Karyawan dan Alat Tulis Kantor Penyediaan Pendukung Administrasi dan Teknis Perkantoran 2:1 237,590,290 APBD KAB 3:1 242,568,001 x xx Pelayanan Administrasi Perkantoran Penyediaan barang cetakan dan penggandaan Tersedianya Bahan Cetakan dan Penggandaan Tenaga Administrasi rumah sakit ,505,340 APBD KAB ,749,311 x xx Pelayanan Administrasi Perkantoran Penyediaan komponen instalasi listrik/peneranga n bangunan kantor Terpenuhinya Kebutuhan Suku Cadang Alat Listrik Karyawan dan Pasien rumah sakit 12 82,013,360 APBD KAB 12 83,731,502 x xx Pelayanan Administrasi Perkantoran Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor Rasio antara Karyawan dan Alat Pendukung Adminsitrasi Penyediaan Pendukung Administrasi dan Teknis Perkantoran 2:1 145,554,240 APBD KAB 3:1 148,603,533 x xx Pelayanan Administrasi Perkantoran Penyediaan makanan dan minuman Terpenuhinya konsumsi rapat dan tamu Karyawan dan Tamu rumah sakit 12 61,621,300 APBD KAB 12 62,912,237 x xx Pelayanan Administrasi Perkantoran Rapat-rapat kordinasi dan konsultasi ke luar daerah Tercukupinya Biaya Perjalanan Dinas Karyawan rumah sakit ,515,380 APBD KAB ,648,094 x xx Pelayanan Administrasi Perkantoran Rapat-rapat kordinasi dan konsultasi di dalam daerah Tercukupinya Biaya Perjalanan Dinas Karyawan rumah sakit dan Pasien Rujukan ,293,150 APBD KAB ,735,670 [Type the company name]

66 x xx Pelayanan Administrasi Perkantoran Penunjang Peringatan Harihari Besar Bersejarah Terselengaranya Peringatan Hari Bersejarah Masyarakat Kabupaten Bandung 12 16,692,000 APBD KAB 12 17,041,690 x xx 02 peningkatan sarana dan prasarana aparatur Tersedianya peralatan pendukung peningkatan sarana dan prasaran aparatur Karyawan dan Pasien rumah sakit x xx peningkatan sarana dan prasarana aparatur Pengadaan kendaraan dinas/operasion al Tersedianya kendaraan operasional Karyawan rumah sakit 1:1 x xx peningkatan sarana dan prasarana aparatur Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasion al Terpeliharanya Kendaraan Dinas dan operasional Karyawan rumah sakit dan Pasien Rujukan ,993,400 APBD KAB ,675,676 x xx 03 peningkatan disiplin aparatur Tersedianya peralatan pendukung disiplin kerja Terpenuhinya peralatan pendukung disiplin kerja x xx peningkatan disiplin aparatur Pengadaan pakaian kerja lapangan Tersedianya perlengkapan pakaian kerja Karyawan rumah sakit dan Pasien ,773, ,612,021 Jumlah 1 2,070,579,470 2,613,596, Upaya Kesehatan Masyarakat Tersedianya sarana dan prasarana pendukung upaya kesehatan masyarakat Karyawan dan Pasien rumah sakit [Type the company name]

67 Upaya Kesehatan Masyarakat Penyediaan biaya operasional dan pemeliharaan Terlayaninya Pasien Rawat Jalan dan Rawat Inap di Rumah Sakit Pasien Rumah Sakit dan BOR 80% ,000,000,000 BLUD BLUD ,257,600,000 Jumlah 2 30,000,000,000 42,257,600,000 Jumlah (1+2) 32,070,579,470 44,871,559,676 [Type the company name]

68 BAB IV PENUTUP Rencana Kerja Rumah Sakit Umu Daerah Kelas B Majalaya Kabupaten Bandung yangdi dalamnya mencakup Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Kebijakan, dan yang disusun ini agar dapat dipakai pedoman atau acuan dalam mencapai tujuan pembangunan di bidang Kesehatan. Adanya Rencana kerja ini diharapkan agar Rumah Sakit Umu Daerah Kelas B Majalaya Kabupaten Bandung serta seluruh aparatnya dapat melaksanakan tugas secara terarah,bertahap dan berkesinambungan dengan tetap mengadakan koordinasi denganinstansi terkait dan untuk mengantisipasi tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang bersifat cepat, akurat, dan berkualitas. Rumah Sakit Umum Daerah Kelas B Majalaya secara simultan harus segera memenuhi sarana dan prasarana RSUD untuk memenuhi keperluan dan tuntutan masyarakat. Beberapa langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut : 1. Melengkapi kebutuhan tenaga spesialis,. Melengkapi paramedis profesional dan profesional non medis. 2. Melengkapi peralatan medik dan obat obatan sesuai dengan kebutuhan standar,untuk meningkatkan kinerja dokter spesialis, dokter dan paramedik profesional yang berdampak terhadap mutu pelayanan. 3. Mengembangkan kompetensi SDM secara berkesinambungan agar mutu pelayanan senantiasa bisa ditingkatkan dengan cara memberikan pelayanan yang mampu menyenangkan pelanggan, berperilaku santun dan menarik serta tercipta budaya kerja yang sesuai dengan nilai nilai di masyarakat. Brand image Rumah sakit diharapakan meningkat secara signifikan. 4. Melengkapi dan menyempurnakan perencanaan, strategic action plan, accountability system, suporting IT system dan standar operating procedure dari seluruh unit pelayanan untuk menunjang kelancaran manajemen rumah sakit. 5. Optimalisasi jaminan pelayanan kesehatan daerah bagi masyarakat miskin sesuai prosedur yang berlaku. 6. Mengupayakan UKL-UPL, menempuh akreditasi dan ISO RS berdasarkan peraturan yang berlaku sekaligus menata kualitas pelayanan secara standart. [Type the company name] 68

69 DIREKTUR UTAMA RSUD MAJALAYA B MAJALAYA, dr. KUSMAWAN DARDJA, Sp.PK NIP [Type the company name] 69

prioritas area yang akan dilakukan adalah sebagai berikut: No Prioritas Area Indikator Standart 1. Kemampuan menangani life saving anak dan dewasa

prioritas area yang akan dilakukan adalah sebagai berikut: No Prioritas Area Indikator Standart 1. Kemampuan menangani life saving anak dan dewasa Penetapan Area Prioritas Pengelompokan Indikator Mutu Rumah Sakit Khusus Bedah SS Medika berdasarkan prioritas area yang akan dilakukan adalah sebagai berikut: No Prioritas Area Indikator Standart 1 Unit

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum dan

BAB I PENDAHULUAN. Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum dan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Latar belakang Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan peraturan tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Daerah) yaitu Peraturan Pemerintah Nomor

Lebih terperinci

LAMPIRAN : JENIS PELAYANAN, INDIKATOR DAN STANDAR

LAMPIRAN : JENIS PELAYANAN, INDIKATOR DAN STANDAR LAMPIRAN : JENIS PELAYANAN, INDIKATOR DAN STANDAR Jenis 1 Gawat Darurat 2 Rawat Jalan Input 1. Kemampuan menangani life saving 2. Pemberi pelayanan kegawat-daruratan bersertifikat (ATLS/BTLS/ACLS/PPGD/

Lebih terperinci

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DOKTER ABDOER RAHEM KABUPATEN SITUBONDO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Kondisi Umum Identifikasi Masalah

BAB I PENDAHULUAN Kondisi Umum Identifikasi Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Kondisi Umum RSUD Pasaman Barat merupakan Rumah sakit Kelas C yang berdiri berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2005 pada tanggal 1 April 2005 dalam bentuk Lembaga Teknis Daerah

Lebih terperinci

STANDAR PELAYANAN MINIMAL UPT PUSKESMAS KELAPA DUA KABUPATEN TANGERANG

STANDAR PELAYANAN MINIMAL UPT PUSKESMAS KELAPA DUA KABUPATEN TANGERANG LAMPIRAN PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 48 TAHUN 2017 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL UNIT PELAKSANA TEKNIS PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT KELAPA DUA PADA DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANGERANG STANDAR PELAYANAN

Lebih terperinci

G U B E R N U R J A M B I

G U B E R N U R J A M B I G U B E R N U R J A M B I PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 2 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT JIWA DAERAH PROVINSI JAMBI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAMBI, Menimbang

Lebih terperinci

STANDARD PELAYANAN MINIMAL (SPM) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BELITUNG TIMUR

STANDARD PELAYANAN MINIMAL (SPM) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BELITUNG TIMUR LAMPIRAN I : PERATURAN BUPATI BELITUNG TIMUR NOMOR 49 TAHUN 2014 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BELITUNG TIMUR STANDARD PELAYANAN MINIMAL (SPM) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH

Lebih terperinci

1. Dokter pemberi pelayanan di poliklinik spesialis

1. Dokter pemberi pelayanan di poliklinik spesialis LAMPIRAN PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 47 TAHUN 2017 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL PADA UPT. RSUD BALI MANDARA PROVINSI BALI A. JENIS PELAYANAN, INDIKATOR DAN STANDAR No Jenis Pelayanan 1 Pelayanan

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR : 45 TAHUN 2012 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMUM RSUD BALARAJA KABUPATEN TANGERANG

PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR : 45 TAHUN 2012 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMUM RSUD BALARAJA KABUPATEN TANGERANG LAMPIRAN : PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR : 45 TAHUN 2012 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMUM RSUD BALARAJA KABUPATEN TANGERANG No Jenis Pelayanan 1 Pelayanan Gawat Darurat 2 Pelayanan Rawat Jalan Indikator

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG 1.2. LANDASAN HUKUM

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG 1.2. LANDASAN HUKUM BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, maka Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung yang telah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG LAMPIRAN PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR : 10 TAHUN 2015 TANGGAL : 10 MARET 2015 TENTANG : STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BADUNG STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT BAB I PENDAHULUAN

Lebih terperinci

URAIAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH POLEWALI

URAIAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH POLEWALI LAMPIRAN II PERATURAN BUPATI POLEWALI MANDAR NOMOR : 10 TAHUN 2014 TANGGAL : 3 FEBRUARI 2014 I. Pelayanan Gawat Darurat URAIAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH POLEWALI a. Presentase life

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA YOGYAKARTA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA YOGYAKARTA, WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 109 TAHUN 2017 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA YOGYAKARTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

BUPATI GUNUNGKIDUL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI GUNUNGKIDUL,

BUPATI GUNUNGKIDUL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI GUNUNGKIDUL, BUPATI GUNUNGKIDUL PERATURAN BUPATI GUNUNGKIDUL NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WONOSARI KABUPATEN GUNUNGKIDUL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI GUNUNGKIDUL,

Lebih terperinci

BUPATI SERANG PERATURAN BUPATI SERANG Nomor 22 TAHUN 2011 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN SERANG

BUPATI SERANG PERATURAN BUPATI SERANG Nomor 22 TAHUN 2011 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN SERANG BUPATI SERANG PERATURAN BUPATI SERANG Nomor 22 TAHUN 2011 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN SERANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SERANG Menimbang : bahwa dalam

Lebih terperinci

STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM Dr. WAHIDIN SUDIRO HUSODO KOTA MOJOKERTO

STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM Dr. WAHIDIN SUDIRO HUSODO KOTA MOJOKERTO PERATURAN WALIKOTA MOJOKERTO NOMOR 50 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM Dr. WAHIDIN SUDIRO HUSODO KOTA MOJOKERTO WALIKOTA MOJOKERTO, Menimbang : a. bahwa rumah sakit merupakan

Lebih terperinci

WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT

WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT PERATURAN WALIKOTA PADANG NOMOR 39 TAHUN 2014 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr RASIDIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PADANG,

Lebih terperinci

BUPATI BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 11 TAHUN 2012 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BELITUNG

BUPATI BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 11 TAHUN 2012 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BELITUNG BUPATI BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 11 TAHUN 2012 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BELITUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BELITUNG, Menimbang :

Lebih terperinci

Pemberian pelayanan kegawat daruratan yang bersertifikat ATLS/BTLS/ACLS/

Pemberian pelayanan kegawat daruratan yang bersertifikat ATLS/BTLS/ACLS/ LAMPIRAN II PERATURAN BUPATI ACEH TIMUR NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH IDI KABUPATEN ACEH TIMUR 1. Kemampuan menangani life saving

Lebih terperinci

PERUBAHAN RENCANA KERJA KABUPATEN JOMBANG TAHUN 201 7

PERUBAHAN RENCANA KERJA KABUPATEN JOMBANG TAHUN 201 7 PERUBAHAN RENCANA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PLOSO KABUPATEN JOMBANG TAHUN 201 7 RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PLOSO JL. DARMO SUGONDO NO.83 REJOAGUNG PLOSO TELP. (0321) 888615, FAX. (0321) 885311 KODE POS

Lebih terperinci

REVIEW PROGRAM DAN KEGIATAN APBD 2015 TERHADAP PERUBAHAN RKPD-P TAHUN 2015

REVIEW PROGRAM DAN KEGIATAN APBD 2015 TERHADAP PERUBAHAN RKPD-P TAHUN 2015 REVIEW PROGRAM DAN KEGIATAN APBD 2015 TERHADAP PERUBAHAN RKPD-P TAHUN 2015 NAMA SKPD : CICALENGKA Indikator Kinerja Program /Kegiatan Lokasi Target capaian kinerja Pagu Indikatif Kode Urusan/Bidang Urusan

Lebih terperinci

BUPATI BANYUWANGI SALINAN PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 60 TAHUN 2012 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH GENTENG

BUPATI BANYUWANGI SALINAN PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 60 TAHUN 2012 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH GENTENG 1 BUPATI BANYUWANGI SALINAN PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 60 TAHUN 2012 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH GENTENG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANYUWANGI, Menimbang

Lebih terperinci

BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT NOMOR TAHUN 2016

BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT NOMOR TAHUN 2016 BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT NOMOR TAHUN 2016 PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 3 TAHUN 2016 TENTANG STADAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT H.L. MANAMBAI ABDULKADIR DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

GUBERNUR ACEH PERATURAN GUBERNUR ACEH NOMOR 34 TAHUN 2011 TENTANG STANDAR PELA YANAN MINIMAL RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK DENGAN RAHMAT ALLAH YANG MARA KUASA Menimbang Mengingat GUBERNUR ACEH, a. bahwa dalam

Lebih terperinci

BUPATI PENAJAM PASER UTARA

BUPATI PENAJAM PASER UTARA 9 BUPATI PENAJAM PASER UTARA PERATURAN BUPATI PENAJAM PASER UTARA NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DOKTER MOHAMAD SOEWANDHIE KOTA SURABAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURABAYA,

TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DOKTER MOHAMAD SOEWANDHIE KOTA SURABAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURABAYA, SALINAN PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 50 TAHUN 2012 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DOKTER MOHAMAD SOEWANDHIE KOTA SURABAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURABAYA,

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN ENDE DINAS KESEHATAN KABUPATEN ENDE PUSKESMAS KOTARATU. KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS KOTARATU Nomor : / / / / 2017 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN ENDE DINAS KESEHATAN KABUPATEN ENDE PUSKESMAS KOTARATU. KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS KOTARATU Nomor : / / / / 2017 TENTANG PEMERINTAH KABUPATEN ENDE DINAS KESEHATAN KABUPATEN ENDE PUSKESMAS KOTARATU KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS KOTARATU Nomor : / / / / 2017 TENTANG INDIKATOR PRIORITAS MONITORING DAN PENILAIAN KINERJA PUSKESMAS

Lebih terperinci

BUPATI SINJAI PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI SINJAI NOMOR 48 TAHUN 2015 TENTANG

BUPATI SINJAI PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI SINJAI NOMOR 48 TAHUN 2015 TENTANG BUPATI SINJAI PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI SINJAI NOMOR 48 TAHUN 2015 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL TAHUN 2014-2018 RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN SINJAI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

BUPATI GARUT PERATURAN BUPATI GARUT NOMOR 173 TAHUN 2013

BUPATI GARUT PERATURAN BUPATI GARUT NOMOR 173 TAHUN 2013 BUPATI GARUT PERATURAN BUPATI GARUT NOMOR 173 TAHUN 2013 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KESEHATAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. SLAMET GARUT DENGAN STATUS POLA PENGELOLAAN KEUANGAN BADAN LAYANAN

Lebih terperinci

BUPATI BOYOLALI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOYOLALI NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG

BUPATI BOYOLALI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOYOLALI NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG BUPATI BOYOLALI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOYOLALI NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG TARIF PELAYANAN KESEHATAN KELAS III PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PANDAN ARANG KABUPATEN BOYOLALI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

jtä ~Éàt gtá ~ÅtÄt PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR : 77 TAHUN 2011

jtä ~Éàt gtá ~ÅtÄt PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR : 77 TAHUN 2011 jtä ~Éàt gtá ~ÅtÄt PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR : 77 TAHUN 2011 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA TASIKMALAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

19. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan dan Penetapan Standar Pelayanan Minimal;

19. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan dan Penetapan Standar Pelayanan Minimal; Menimbang BUPATI BULUNGAN PERATURAN BUPATI BULUNGAN NOMOR 24 TAHUN 2009 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. H. SOEMARNO SOSROATMODJO TANJUNG SELOR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR

WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BLITAR NOMOR 45 TAHUN 2016 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MARDI WALUYO KOTA BLITAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA SALATIGA DAFTAR INFORMASI PUBLIK RINGKASAN RENCANA KERJA RSUD KOTA SALATIGA TAHUN 2017

PEMERINTAH KOTA SALATIGA DAFTAR INFORMASI PUBLIK RINGKASAN RENCANA KERJA RSUD KOTA SALATIGA TAHUN 2017 PEMERINTAH KOTA SALATIGA DAFTAR INFORMASI PUBLIK RINGKASAN RENCANA KERJA RSUD KOTA SALATIGA TAHUN 2017 1 BAB II PERENCANAAN KINERJA A. PERENCANAAN STRATEGIS SKPD VISI DAN MISI 1. Pernyataan Visi Visi RSUD

Lebih terperinci

PROGRAM DAN KEGIATAN RSUD KABUPATEN PASAMAN BARAT TAHUN 2014

PROGRAM DAN KEGIATAN RSUD KABUPATEN PASAMAN BARAT TAHUN 2014 PROGRAM DAN KEGIATAN RSUD KABUPATEN PASAMAN BARAT TAHUN 2014 Kode Urusan/Bidang Urusan Pemerintah Daerah dan Program Kegiatan Indikator Kinerja Program/Kegiatan Lokasi Rencana Tahun 2014 Target capaian

Lebih terperinci

Rencana Tahun Kab. Bandung 100% 100% Cicalengka. Cicalengka. Cicalengka. Cicalengka

Rencana Tahun Kab. Bandung 100% 100% Cicalengka. Cicalengka. Cicalengka. Cicalengka RENCANA KERJA CICALENGKA TAHUN 2015 KABUPATEN BANDUNG NAMA SKPD : CICALENGKA Kode Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah dan Program/Kegiatan Indikator Kinerja Program /Kegiatan Lokasi Target capaian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG IKHTISAR EKSEKUTIF Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) RSUD Kabupaten Buleleng disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja instansi pemerintah secara periodik dalam mencapai

Lebih terperinci

URAIAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL I. PELAYANAN GAWAT DARURAT

URAIAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL I. PELAYANAN GAWAT DARURAT 1 LAMPIRAN II : PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR : 60 TAHUN 2012 TANGGAL : 4 DESEMBER 2012 URAIAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL I. PELAYANAN GAWAT DARURAT 1. Kemampuan menangani life saving anak dan dewasa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Sedangkan Luas Bangunan Rumah Sakit terdiri dari 2 Lantai Gedung, yaitu : Lantai Bawah : 5.721,71 m 2 Lantai Atas : 813,84 m 2

BAB I PENDAHULUAN. Sedangkan Luas Bangunan Rumah Sakit terdiri dari 2 Lantai Gedung, yaitu : Lantai Bawah : 5.721,71 m 2 Lantai Atas : 813,84 m 2 BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Penyusunan Laporan Tahunan Rumah Sakit Umum Daerah Cicalengka merupakan bagian pertanggung jawaban Rumah Sakit sebagai SKPD dalam menyampaikan laporan hasil program

Lebih terperinci

RSUD KOTA BANDUNG RENJA 2014 BAB I PENDAHULUAN. Rencana Kerja (Renja) RSUD Kota Bandung Tahun 2014 merupakan dokumen

RSUD KOTA BANDUNG RENJA 2014 BAB I PENDAHULUAN. Rencana Kerja (Renja) RSUD Kota Bandung Tahun 2014 merupakan dokumen BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Rencana Kerja (Renja) RSUD Kota Bandung Tahun 2014 merupakan dokumen rencana pembangunan RSUD Kota Bandung periode tahun 2014 yang penyusunannya berdasarkan pada program

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR,

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR, z GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 58 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN DAN PENERAPAN STANDAR PELAYANAN MINIMUMDI RUMAH SAKIT GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang : a. bahwa dalam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan adalah kebutuhan primer yang harus dipenuhi oleh seluruh

BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan adalah kebutuhan primer yang harus dipenuhi oleh seluruh BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kesehatan adalah kebutuhan primer yang harus dipenuhi oleh seluruh manusia, karena kesehatan menentukan segala aktivitas dan kinerja manusia. Pengertian sehat

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MOJOKERTO NOMOR 24 TAHUN 2000 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MOJOKERTO NOMOR 24 TAHUN 2000 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN MOJOKERTO NOMOR 24 TAHUN 2000 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO Menimbang : Mengingat : 1.

Lebih terperinci

Jumlah alat yang dimiliki di UGD dalam rangka penyelamatan jiwa

Jumlah alat yang dimiliki di UGD dalam rangka penyelamatan jiwa LAMPIRAN : URAIAN INDIKATOR. a. Pelayanan gawat Darurat 1. Kemampuan Menangani Life Saving. Kemampuan menangani life saving Dimensi Mutu Keselamatan Operasional Pengumpulan Data Periode Analisa Denominator

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT RENCANA KERJA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (RENJA SKPD) * * * * * * * RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD)

PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT RENCANA KERJA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (RENJA SKPD) * * * * * * * RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT RENCANA KERJA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (RENJA SKPD) * * * * * * * RUMAH SAKIT UMUM DAERAH () SULTAN IMANUDDIN PANGKALAN BUN TAHUN ANGGARAN 2015 1 DAFTAR ISI

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 9 TAHUN 2013 SERI D NOMOR 9 TAHUN 2013 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 9 TAHUN 2013 SERI D NOMOR 9 TAHUN 2013 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 9 TAHUN 2013 SERI D NOMOR 9 TAHUN 2013 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT

Lebih terperinci

BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 70 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN REMUNERASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN SUKOHARJO

BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 70 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN REMUNERASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN SUKOHARJO 1 BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 70 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN REMUNERASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN SUKOHARJO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUKOHARJO,

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI ACEH TIMUR NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG

PERATURAN BUPATI ACEH TIMUR NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG PERATURAN BUPATI ACEH TIMUR NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH IDI KABUPATEN ACEH TIMUR ATAS RAHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA, BUPATI ACEH

Lebih terperinci

BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 13 TAHUN 2013 TENTANG

BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 13 TAHUN 2013 TENTANG BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 13 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA STRATEGIS BISNIS DAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SULTAN IMANUDDIN PANGKALAN BUN DENGAN

Lebih terperinci

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 129/Menkes/SK/II/2008 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 129/Menkes/SK/II/2008 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 129/Menkes/SK/II/2008 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa dengan berlakunya Otonomi Daerah,

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA CILEGON TAHUN : 2013 NOMOR : 17 PERATURAN WALIKOTA CILEGON NOMOR 17 TAHUN 2013 TENTANG TARIF PELAYANAN PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH

BERITA DAERAH KOTA CILEGON TAHUN : 2013 NOMOR : 17 PERATURAN WALIKOTA CILEGON NOMOR 17 TAHUN 2013 TENTANG TARIF PELAYANAN PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BERITA DAERAH KOTA CILEGON TAHUN : 2013 NOMOR : 17 PERATURAN WALIKOTA CILEGON NOMOR 17 TAHUN 2013 TENTANG TARIF PELAYANAN PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA CILEGON DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA

Lebih terperinci

BUPATI PURBALINGGA PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 23 TAHUN 2010 TENTANG

BUPATI PURBALINGGA PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 23 TAHUN 2010 TENTANG BUPATI PURBALINGGA PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 23 TAHUN 2010 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN VISI : BERKUALITAS DI SEMUA LINI PELAYANAN MISI TUJUAN SASARAN

TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN VISI : BERKUALITAS DI SEMUA LINI PELAYANAN MISI TUJUAN SASARAN TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN VISI : BERKUALITAS DI SEMUA LINI MISI TUJUAN SASARAN Meningkatan Pengembangan Pelayanan Medis Spesialis Pengembangan Pelayanan Rumah Sakit Memenuhi Kebutuhan Sarana

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Blitar, 19 Juni 2017 DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MARDI WALUYO KOTA BLITAR

KATA PENGANTAR. Blitar, 19 Juni 2017 DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MARDI WALUYO KOTA BLITAR KATA PENGANTAR Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan karunia-nya, Rencana Kinerja (Renja) RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar tahun 2018 telah dilakukan. Pada dasarnya Renja merupakan

Lebih terperinci

PERATURANWALIKOTASURAKARTA NOMOR II IA\-\VN BO\;;l TENTANG STANDARPELAYANANMINIMAL RUMAH SAKITUMUM DAILRAHKOTASURAKARTA DENGANRAHMATTUHANYANGMAHAESA

PERATURANWALIKOTASURAKARTA NOMOR II IA\-\VN BO\;;l TENTANG STANDARPELAYANANMINIMAL RUMAH SAKITUMUM DAILRAHKOTASURAKARTA DENGANRAHMATTUHANYANGMAHAESA , WALIKOTA SURAKARTA PERATURANWALIKOTASURAKARTA NOMOR II IA\-\VN BO\;;l TENTANG STANDARPELAYANANMINIMAL RUMAH SAKITUMUM DAILRAHKOTASURAKARTA DENGANRAHMATTUHANYANGMAHAESA WALIKOTASURAKARTA, Menimbang: Mengingat:

Lebih terperinci

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF Umum Daerah Kabupaten Tahun 2011 2016 BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF Rencana Program Kegiatan adalah cara untuk melaksanakan tujuan sasaran

Lebih terperinci

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. A.Sejarah Singkat Perkembangan Rumah Sakit Dr. H. Kumpulan Pane Kota

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. A.Sejarah Singkat Perkembangan Rumah Sakit Dr. H. Kumpulan Pane Kota BAB II PROFIL PERUSAHAAN A.Sejarah Singkat Perkembangan Rumah Sakit Dr. H. Kumpulan Pane Kota Tebing Tinggi Rumah Sakit Dr. H. Kumpulan Pane Kota Tebing Tinggi mulai dibangun oleh anggota Dewan Perwakilan

Lebih terperinci

RENCANA KERJA (RENJA)

RENCANA KERJA (RENJA) PEMERINTAH KABUPATEN KLUNGKUNG RUMAH SAKIT UMUM DAERAH RENCANA KERJA (RENJA) TAHUN Jalan Flamboyan No. 40 Telp. (0366) 21172 Fax. (0366) 21371 SEMARAPURA 1 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke

Lebih terperinci

1 BAB I PENDAHULUAN. pengentasan kemiskinan. Tujuan MDGs di bidang kesehatan merupakan tujuan

1 BAB I PENDAHULUAN. pengentasan kemiskinan. Tujuan MDGs di bidang kesehatan merupakan tujuan BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang Millennium Development Goals (MDGs) adalah sebuah komitmen bersama masyarakat internasional untuk mempercepat pembangunan manusia dan pengentasan kemiskinan. Tujuan MDGs

Lebih terperinci

PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI BARITO KUALA NOMOR 53 TAHUN 2016 TENTANG

PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI BARITO KUALA NOMOR 53 TAHUN 2016 TENTANG BUPATI BARITO KUALA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI BARITO KUALA NOMOR 53 TAHUN 2016 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH H. ABDUL AZIZ MARABAHAN

Lebih terperinci

BAB III TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN. masyarakat. RSUD kota Bandung beralamat di Jl. Rumah Sakit No. 22 Ujung

BAB III TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN. masyarakat. RSUD kota Bandung beralamat di Jl. Rumah Sakit No. 22 Ujung 45 BAB III TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN 3.1 Sejarah Berdirinya RSUD Kota Bandung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kota Bandung merupakan salah satu instansi pemerintah kota Bandung yang bergerak dibidang layanan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Rencana Kerja (Renja) RSUD Kota Bandung Tahun 2015 merupakan. dokumen rencana pembangunan RSUD Kota Bandung periode tahun

BAB I PENDAHULUAN. Rencana Kerja (Renja) RSUD Kota Bandung Tahun 2015 merupakan. dokumen rencana pembangunan RSUD Kota Bandung periode tahun BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Rencana Kerja (Renja) RSUD Kota Bandung Tahun 2015 merupakan dokumen rencana pembangunan RSUD Kota Bandung periode tahun 2015 yang penyusunannya masih berpedoman pada

Lebih terperinci

BUPATI BENGKULU SELATAN

BUPATI BENGKULU SELATAN BUPATI BENGKULU SELATAN PERATURAN BUPATI BENGKULU SELATAN NOMOR 12 TAHUN 2012 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH HASANUDDIN DAMRAH MANNA KABUPATEN BENGKULU SELATAN DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA BANDUNG RUMAH SAKIT KHUSUS IBU DAN ANAK (RSKIA)

PEMERINTAH KOTA BANDUNG RUMAH SAKIT KHUSUS IBU DAN ANAK (RSKIA) PEMERINTAH KOTA BANDUNG RUMAH SAKIT KHUSUS IBU DAN ANAK () RENCANA KERJA (RENJA) KOTA BANDUNG TAHUN 2015 RUMAH SAKIT KHUSUS IBU DAN ANAK () Jalan Astanaanyar Nomor 224 Telp. 022-5201139 Faks. 022-5221531

Lebih terperinci

Rencana Kerja Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Pacitan tahun 2015 disusun berdasarkan :

Rencana Kerja Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Pacitan tahun 2015 disusun berdasarkan : BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Peran Rumah Sakit Daerah dalam bidang kesehatan berorientasi kepada pelayanan masyarakat yang bersifat sosial dan masih perlu mendapat subsidi pemerintah. Namun disadari

Lebih terperinci

BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD

BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD Indikator Kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Pacitan yang secara langsung mendukung visi, misi, tujuan dan sasaran RPJMD

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN PACITAN TAHUN 2015

RENCANA KINERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN PACITAN TAHUN 2015 RENCANA KINERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN PACITAN TAHUN 2015 Pemerintah Kabupaten Pacitan DINAS KESEHATAN Jl. Letjend Soeprapto No. 42 Pacitan KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala

Lebih terperinci

S A L I N A N DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PROBOLINGGO,

S A L I N A N DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PROBOLINGGO, 06 JANUARI 2015 BERITA DAERAH KABUPATEN PROBOLINGGO NOMOR 11 S A L I N A N PERATURAN BUPATI PROBOLINGGO NOMOR : 11 TAHUN 2015 TENTANG PELAYANAN KESEHATAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WALUYO JATI KRAKSAAN

Lebih terperinci

1V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

1V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 65 1V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Sejarah RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek pada mulanya merupakan Rumah Sakit Onderneming Pemerintahan hindia belanda yang

Lebih terperinci

BUPATI BANYUMAS PERATURAN BUPATI BANYUMAS NOMOR 61 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANYUMAS

BUPATI BANYUMAS PERATURAN BUPATI BANYUMAS NOMOR 61 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANYUMAS BUPATI BANYUMAS PERATURAN BUPATI BANYUMAS NOMOR 61 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANYUMAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANYUMAS, Menimbang

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN SANGGAU DINAS KESEHATAN PUSKESMAS ENTIKONG KEPALA PUSKESMAS ENTIKONG,

PEMERINTAH KABUPATEN SANGGAU DINAS KESEHATAN PUSKESMAS ENTIKONG KEPALA PUSKESMAS ENTIKONG, PEMERINTAH KABUPATEN SANGGAU DINAS KESEHATAN PUSKESMAS ENTIKONG Jl. Lintas Malindo Entikong (78557) Telepon (0564) 31294 Email : [email protected] KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS ENTIKONG NOMOR

Lebih terperinci

BUPATI PROBOLINGGO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PROBOLINGGO,

BUPATI PROBOLINGGO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PROBOLINGGO, SALINAN BUPATI PROBOLINGGO PERATURAN BUPATI PROBOLINGGO NOMOR : 30 TAHUN 2016 TENTANG JASA PELAYANAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WALUYO JATI KRAKSAAN YANG MENERAPKAN POLA PENGELOLAAN KEUANGAN BADAN LAYANAN

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 115 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN DAN PENETAPAN BESARAN TARIF PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN

Lebih terperinci

EVALUASI KINERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) PATUT PATUH PATJU KABUPATEN LOMBOK BARAT TAHUN 2015

EVALUASI KINERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) PATUT PATUH PATJU KABUPATEN LOMBOK BARAT TAHUN 2015 EVALUASI KINERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) PATUT PATUH PATJU KABUPATEN LOMBOK BARAT TAHUN 2015 I. Pelayanan RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat RSUD Patut Patuh Patju kabupaten Lombok Barat merupakan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA BANDUNG RUMAH SAKIT KHUSUS IBU DAN ANAK (RSKIA)

PEMERINTAH KOTA BANDUNG RUMAH SAKIT KHUSUS IBU DAN ANAK (RSKIA) `a PEMERINTAH KOTA BANDUNG RUMAH SAKIT KHUSUS IBU DAN ANAK () DRAFT REVISI RENCANA STRATEGIS KOTA BANDUNG TAHUN 2013-2018 RUMAH SAKIT KHUSUS IBU DAN ANAK () Jalan Astanaanyar Nomor 224 Telp. 022-5201139

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. termasuk Indonesia. Doktrin New Public Management (NPM) atau Reinveting

BAB I PENDAHULUAN. termasuk Indonesia. Doktrin New Public Management (NPM) atau Reinveting 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pelaksanaan reformasi administrasi publik makin nyata di berbagai negara termasuk Indonesia. Doktrin New Public Management (NPM) atau Reinveting Government yang didasarkan

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 45 TAHUN 2012 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BALARAJA KABUPATEN TANGERANG

PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 45 TAHUN 2012 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BALARAJA KABUPATEN TANGERANG PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 45 TAHUN 2012 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BALARAJA KABUPATEN TANGERANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TANGERANG, Menimbang : a.

Lebih terperinci

BUPATI PURWOREJO PERATURAN BUPATI PURWOREJO

BUPATI PURWOREJO PERATURAN BUPATI PURWOREJO BUPATI PURWOREJO PERATURAN BUPATI PURWOREJO NOMOR : 30. p TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN PURWOREJO BUPATI PURWOREJO, Menimbang : bahwa

Lebih terperinci

BUPATI TRENGGALEK SALINAN PERATURAN BUPATI TRENGGALEK NOMOR 51 TAHUN 2012 TENTANG

BUPATI TRENGGALEK SALINAN PERATURAN BUPATI TRENGGALEK NOMOR 51 TAHUN 2012 TENTANG BUPATI TRENGGALEK SALINAN PERATURAN BUPATI TRENGGALEK NOMOR 51 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PEMBERIAN BANTUAN SOSIAL PELAYANAN KESEHATAN BAGI PASIEN DENGAN JAMINAN KESEHATAN MASYARAKAT DAERAH DI RUMAH

Lebih terperinci

BUPATI PURWOREJO TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN PURWOREJO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI PURWOREJO TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN PURWOREJO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PURWOREJO PERATURAN BUPATI PURWOREJO NOMOR : 103 TAHUN 2013 103 TAHUN 2013 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN PURWOREJO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANTUL NOMOR TAHUN 2012 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANTUL NOMOR TAHUN 2012 TENTANG RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANTUL NOMOR TAHUN 2012 TENTANG TARIF LAYANAN KESEHATAN KELAS III RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PANEMBAHAN SENOPATI KABUPATEN BANTUL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG BERITA DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN 2007 NOMOR 16 SERI D PERATURAN WALIKOTA SEMARANG NOMOR 16 TAHUN 2007 T E N T A N G PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA SEMARANG DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 15 TAHUN 2018 TENTANG

BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 15 TAHUN 2018 TENTANG BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 15 TAHUN 2018 TENTANG PEMBENTUKAN, KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH PADA

Lebih terperinci

RENCANA PROGRAM, KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF RSUD CIBINONG KABUPATEN BOGOR TAHUN

RENCANA PROGRAM, KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF RSUD CIBINONG KABUPATEN BOGOR TAHUN RENCANA,, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK PENAAN INDIKATIF RSUD CIBINONG KABUPATEN BOGOR TAHUN 2008- TUJUAN INDIKATOR KINERJA KERANGKA PENAAN (OUTCOME) PADA TAHUN AWAL PADA AKHIR PERIODE KERJA RENSTRA SKPD

Lebih terperinci

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH 1 SALINAN GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 10 TAHUN 2014 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT JIWA KALAWA ATEI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR

Lebih terperinci

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA BAB III AKUNTABILITAS KINERJA Secara umum telah dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pelaksana pembangunan di Kabupaten Lamongan dan secara proporsional telah berjalan dengan baik, hal

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA TASIKMALAYA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH JL. Rumah sakit No.33 Telp Fax

PEMERINTAH KOTA TASIKMALAYA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH JL. Rumah sakit No.33 Telp Fax PEMERINTAH KOTA TASIKMALAYA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH JL. Rumah sakit No.33 Telp.0265.331683 Fax. 0265.331747 SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA TASIKMALAYA SELAKU PENGGUNA ANGGARAN NOMOR

Lebih terperinci

BUPATI MANDAILING NATAL

BUPATI MANDAILING NATAL - 1 - BUPATI MANDAILING NATAL [[ PERATURAN BUPATI MANDAILING NATAL NOMOR 43 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PANYABUNGAN KABUPATEN MANDAILING NATAL DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI TANAH DATAR NOMOR 2 TAHUN 2012 T E N T A N G POLA TARIF BLUD RSUD PROF.DR.M.A HANAFIAH SM BATUSANGKAR

PERATURAN BUPATI TANAH DATAR NOMOR 2 TAHUN 2012 T E N T A N G POLA TARIF BLUD RSUD PROF.DR.M.A HANAFIAH SM BATUSANGKAR BERITA DAERAH KABUPATEN TANAH DATAR TAHUN 2012 NOMOR 2 SERI E PERATURAN BUPATI TANAH DATAR NOMOR 2 TAHUN 2012 T E N T A N G POLA TARIF BLUD RSUD PROF.DR.M.A HANAFIAH SM BATUSANGKAR DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

PENYUSUNAN INDIKATOR KINERJA KLINIK DALAM STANDAR PELAYANAN MINIMAL DI RS DR KARIADI SEBAGAI BADAN LAYANAN UMUM. Farichah Hanum

PENYUSUNAN INDIKATOR KINERJA KLINIK DALAM STANDAR PELAYANAN MINIMAL DI RS DR KARIADI SEBAGAI BADAN LAYANAN UMUM. Farichah Hanum PENYUSUNAN INDIKATOR KINERJA KLINIK DALAM STANDAR PELAYANAN MINIMAL DI RS DR KARIADI SEBAGAI BADAN LAYANAN UMUM Farichah Hanum PENDAHULUAN RS Dr Kariadi telah ditetapkan dari RS Perjan menjadi Badan Layanan

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 87 TAHUN : 2008 SERI : C PERATURAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 6 TAHUN 2008

LEMBARAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 87 TAHUN : 2008 SERI : C PERATURAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 6 TAHUN 2008 LEMBARAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 87 TAHUN : 2008 SERI : C PERATURAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 6 TAHUN 2008 TENTANG PENETAPAN TARIF PELAYANAN KESEHATAN RUMAH SAKIT UMUM CIBABAT CIMAHI DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR : 66 TAHUN : 2004 SERI : D NOMOR : 25

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR : 66 TAHUN : 2004 SERI : D NOMOR : 25 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR : 66 TAHUN : 2004 SERI : D NOMOR : 25 PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR 54 TAHUN 2004 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN PENGELOLAAN RUMAH

Lebih terperinci

GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG NOMOR: 30 TAHUN 2017 TENTANG

GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG NOMOR: 30 TAHUN 2017 TENTANG GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG NOMOR: 30 TAHUN 2017 TENTANG TARIF PELAYANAN PADA RUMAH SAKIT JIWA DAERAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

- 1 - BUPATI ACEH TAMIANG PROVINSI ACEH PERATURAN BUPATI ACEH TAMIANG NOMOR 77 TAHUN 2016

- 1 - BUPATI ACEH TAMIANG PROVINSI ACEH PERATURAN BUPATI ACEH TAMIANG NOMOR 77 TAHUN 2016 - 1 - BUPATI ACEH TAMIANG PROVINSI ACEH PERATURAN BUPATI ACEH TAMIANG NOMOR 77 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN ACEH TAMIANG

Lebih terperinci

BUPATI ALOR PERATURAN BUPATI ALOR NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG REVOLUSI KESEHATAN IBU DAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI ALOR,

BUPATI ALOR PERATURAN BUPATI ALOR NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG REVOLUSI KESEHATAN IBU DAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI ALOR, BUPATI ALOR PERATURAN BUPATI ALOR NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG REVOLUSI KESEHATAN IBU DAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI ALOR, Menimbang Mengingat : a. bahwa kesehatan merupakan hak asasi

Lebih terperinci