Kurikulum Program Magister (S2)
|
|
|
- Hadi Tedja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Program Pascasarjana Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada Jl. Fauna 3, Kampus UGM, Bulaksumur, Yogyakarta, Tlp/Fax BAHAN REFERENSI PENILAIAN KURIKULUM S2 Kurikulum Program Magister (S2) 1. Mata Kuliah Wajib Program Studi 1. PTU 6001 Biokimia Ternak Lanjut 2/0 2. PTU 6002 Rancangan dan Analisis Percobaan Bidang Peternakan 3/0 3. PTU 6003 Ilmu Lingkungan dan Tingkah Laku Ternak Tropik 2/0 4. PTU 6004 Fisiologi Ternak Lanjut 2/0 1. PTU 6005 Sistem Usaha Peternakan 3/0 2. PTU 6006 Filsafat Ilmu 2/0 /Genap 1. PTU 7096 Seminar I (proposal penelitian) 1/0 2. PTU 7097 Seminar II (hasil penelitian) 1/0 3. PTU 7099 Tesis 8/0 2. Mata Kuliah Pilihan 1. Minat Studi NUTRISI DAN MAKANAN TERNAK 1 PTN 6101 Biokimia 2/1 2 PTN 6103 Teknologi Fermentasi dan Enzim 2/1 3 PTN 6203 Manajemen Padang Penggembalaan Alam 2/1 4 PTN 6204 Kultur Jaringan Tanaman Pakan 2/1 5 PTN 6301 Nutrisi Komparatif 2/1 6 PTN 6303 Nutrisi Ruminansia 3/0 7 PTN 6401 Teknologi Pakan 2/1 9 PTN 6402 Kontrol Kualitas Pakan 1/1 1 PTN 6102 Mikrobiologi Rumen 1/1 2 PTN 6104 Biokimia Nutrisi Vitamin dan Mineral 2/1 3 PTN 6201 Budidaya Hijauan Pakan dan Pastura 2/1 4 PTN 6202 Pengembangan Tanaman Hijauan Pakan dalam Pertanian 2/1 5 PTN 6302 Nutrisi Non-Ruminansia, Aneka Ternak, dan Hewan Laboratorium 2/0 6 PTN 6304 Nutrisi Unggas 2/0 7 PTN 6403 Ruminologi 2/1 8 PTN 6404 Teknologi Fabrikasi Pakan 2/1 9 PTN 6001 Instrumentasi Nutrisi dan Makanan Ternak 2/0 10 PTN 7001 Teknik Penelitian Nutrisi dan Makanan Ternak 2/0
2 2. Minat Studi PRODUKSI TERNAK 1 PTD 6102 Pemuliaan Ternak Perah dan Potong 3/0 2 PTD 6103 Penilaian Ternak Potong dan Evaluasi Lanjut 2/1 3 PTD 6201 Fisiologi Reproduksi Ternak 2/1 4 PTD 6301 Ilmu Ternak Perah Lanjut 2/0 5 PTD 6302 Industri dan Perdagangan Susu 2/1 6 PTD 6401 Ilmu Ternak Potong Ruminansia Lanjut 2/1 7 PTD 6501 Ilmu dan Industri Perunggasan di Tropik 2/1 8 PTD 6503 Pemuliaan Ternak Unggas 2/1 1 PTD 6001 Biologi Sel Ternak 2/0 2 PTD 6202 Endokrinologi Ternak 3/0 3 PTD 7201 Peningkatan Efisiensi Reproduksi Ternak 2/1 4 PTD 6303 Agroindustri Ternak Perah 2/1 5 PTD 6304 Ilmu Ternak Perah di Tropik 2/1 6 PTD 6402 Ilmu Ternak Potong Non-Ruminansia Lanjut 2/1 7 PTD 6403 Ilmu Ternak Kerja Lanjut 2/1 8 PTD 6502 Tingkah Laku dan Fisiologi Unggas 3/0 9 PTD 6504 Perencanaan dan Manajemen Pembibitan Unggas 3/0 10 PTD 7001 Teknik Penelitian Produksi Ternak 2/0 11 PTD 7101 Sitogenetika 3/0 12 PTD 7102 Perbaikan Mutu Genetik Ternak 3/0 3. Minat Studi KOMUNIKASI, MANAJEMEN, DAN BISNIS PETERNAKAN 1 PTE 6102 Ekonomi Pembangunan Pertanian / Peternakan 3/0 2 PTE 6103 Ekonomi Manajerial 2/0 3 PTE 6202 Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Peternakan 2/1 4 PTE 6203 Psikologi Industri Lanjut 2/0 5 PTE 6212 Statistika Sosial dan Bisnis 3/0 1 PTE 6101 Ekonometrika 2/1 2 PTE 6111 Manajemen Proyek 3/0 3 PTE 6201 Komunikasi Pembangunan Peternakan 2/1 4 PTE 6211 Manajemen dan Komunikasi Pemasaran Bisnis Peternakan 2/0 5 PTE 7001 Teknik Penelitian Sosial-Ekonomi Peternakan 2/0 4. Minat Studi TEKNOLOGI HASIL TERNAK 1 PTH 6101 Biologi Otot dan Daging 2/1 2 PTH 6204 Ilmu dan Teknologi Susu dan Telur Lanjut 2/1 3 PTH 6301 Ilmu dan Industri Kulit 2/1 4 PTH 6203 Bioproses Hasil Ternak 2/1 1 PTH 6102 Teknologi Daging Lanjut 2/1 2 PTH 6103 Keamanan Pangan Hasil Ternak Lanjut 2/1 3 PTH 6302 Teknologi Penanganan Limbah Peternakan 2/1 4 PTH 7001 Teknik Penelitian Teknologi Hasil Ternak 2/0
3 Matakuliah dan Silabus No Matakuliah dan Silabus 1 Biokimia PTN 6101 (2-1) Logika molekuler kehidupan, pengenalan sel tanaman, hewan dan mikroorganisme, dan organisasinya, komponen kimiawi sel termasuk air dan buffer. Metabolisme senyawa biologis yang meliputi karbohidrat, protein, lipida dan asam nukleat. Konsep bioenergetika, fungsi dan mekanisme kerja ensim kaitannya dengan proses metabolisme. Jalur informasi seluler dan biodinamika. 2 Teknologi Fermentasi dan Enzim PTN 6103 (2-1) Proses biofermentasi dan ruang lingkup, kaitannya dengan teknologi enzim, serta aplikasinya dalam bidang peternakan yang meliputi penanganan produk dan limbah ternak, produk zat tambahan, peningkatan kualitas dan efisiensi pemanfaatan pakan dan evaluasi pakan. Media fermentasi, metabolisme zat gizi oleh mikrobia, pertumbuhan mikrobia dan analisis kinetika fermentasi. Pengaturan metabolisme dalam rangka mendapatkan isolat terseleksi dan cara preservasi mikrobia sebagai starter dan aplikasinya dalam bidang industri. Mekanisme kerja dan kinetika reaksi enzimatis, cara isolasi dan purifikasi enzim dan purifikasi produk fermentasi. Terapan rekayasa genetik dalam rangka peningkatan efisiensi produk fermentasi berbagai teknologi produksi enzim dan fermentasi. 3 Manajemen Padang Penggembalaan Alam PTN 6203 (2/1) Definisi, pengertian dan prospek pengembangan padang penggembalaan alam (PPA). Morfologi dan fisiologi tanaman serta hubungannya dengan penggembalaan. Pengaruh penggembalaan pada pertumbuhan akar, vegetasi dan reproduksi. Konsep ekosistem dalam manajemen PPA succession. Metode inventarisasi dan analisis kondisi PPA. Penentuan nilai nutrien hijauan secara kimia dan penentuan kecernaan dengan ternak. Estimasi kecernaan menggunakan marker/indikator dan ternak berfistula. Perencanaan penggembalaan di PPA untuk produksi ternak dan hijauan. 4 Kultur Jaringan Tanaman Pakan PTN 6204 (2-1) Prinsip dasar kultur jaringan dan medium kultur jaringan. Teknik aseptis, kultur kalus tanaman pakan, kultur suspensi sel, kultur mikrospora dan kultur protoplasma. 5 Nutrisi Komparatif PTN 6301 (2-1) Perbedaan aspek fisiologi pencernaan meliputi pencernaan makanan, absorpsi dan metabolisme nutrien serta penggunaannya pada ruminansia, non ruminansia. Komparasi metabolisme mikrobia dalam saluran pencernaan dan metabolisme pada ternak inang, dan kaitannya dengan produk ternak. 6 Nutrisi Ruminansia PTN 6303 (3-0) Perkembangan nutrisi dan pakan ruminansia, membahas perkembangan saluran pencernaan, pengambilan pakan dan produksi saliva, degradasi dan laju pakan, kontrol konsumsi, penyerapan dan metabolisme nutrien. Gangguan saluran pencernaan dan metabolisme yang dikaitkan terhadap kerugian produksi ternak. 7 Teknologi Pakan PTN 6401 (2-1) Prinsip, metode, pengawasan dan manfaat teknik-teknik dasar dan perkembangan konservasi, perlakuan, pengolahan, penyimpanan dan evaluasi pakan yang mencakup hijauan, konsentrat limbah pertanian suplemen dan aditif. 8 Kontrol Kualitas Pakan PTN 642 (1-1) Klasifikasi ingredient, bahan pakan, suplemen, aditif dan bahan palsuan/subalan (adulterants). Praktikum mencakup penentuan kualitas bahan pakan dan pakan komersial secara mikroskopik dan secara kimia. 9 Mikrobiologi Rumen PTN 6102 (1/1) Klasifikasi mikrobia rumen, peranan bakteri, protozoa, dan kapang dalam ekologi rumen. Interaksi biokimiawi antar mikrobia dan mikrobia-sel ternak. Analisis fermentasi secara kontinyu, teori dan aplikasi teknik simulasi rumen dalam evaluasi pakan. Rekayasa genetik mikrobia rumen serta manipulasi fermentasi rumen dalam peningkatan kinerja ternak ruminansia. 10 Biokimia Nutrisi Vitamin dan Mineral PTN 6104 (2-1) Struktur, sifat kimia, metabolisme, transportasi dan ekskresi mikro nutrien terutama vitamin baik yang larut dalam air maupun lemak. Peran mikronutrien dalam proses metabolisme, serta kaitannya dengan senyawa biologis. Absorbsi, transportasi, metabolisme dan ekskresi mineral makro dan mikro. Interaksi antara mineral dengan mineral, dan antara mineral dengan zat makanan serta bioavailability mineral. 11 Budidaya Hijauan Pakan dan Pastura PTN 6201 (2-1) Lingkungan tropik, botani dan sistematika rumput dan legum, introduksi tanaman HMT, perbaikan pastura, praktek budidaya, agronomi, dan reproduksi tanaman HMT, pakan suplemen, preservasi dan konservasi hijauan, pengukuran produksi. Introduksi tanaman pakan dalam pertanian/tanaman crops (integrated farming). 12 Pengembangan Tanaman Hijauan Pakan dalam Pertanian PTN 6202 (2-1) Konsep pengembangan tanaman hijauan pakan pada usaha ternak terpadu. Teori pelaksanaan, diagnosis dan perencanaan usaha ternak terpadu di lahan konservasi, klasifikasi usaha tani berkelanjutan, budidaya tanaman hijauan dan ternak serta aspek ekonomi dan ekologi.
4 13 Nutrisi Unggas PTN 6304 (2-0) Perkembangan keilmuan di bidang nutrisi dan pakan unggas, sistem pencernaan, nilai cerna nutrien, absorpsi dan hambatan absorpsi nutrien. Peran dan persyaratan nutrien pada unggas. 14 Nutrisi Non Ruminasia, Aneka Ternak dan Hewan Laboratorium PTN 6302 (2-0) Perkembangan nutrisi dan pakan ternak, saluran dan sistem pencernaan, nilai cerna, penyerapan dan hambatan penyerapan nutrien, metabolisme, dan kebutuhan nutrien untuk hidup pokok dan produksi pada non-ruminansia dan aneka ternak, serta hewan laboratorium. 15 Ruminologi PTN 6403 (2-1) Aktivitas biokimia, mikrobiologi dan fisiologi yang terjadi dalam rumen dan fungsi rumen dalam hubungannya dengan produksi ternak (termasuk teknik fistulasi, pengambilan dan pengamatan cairan rumen dan teknik in sacco). 16 Teknologi Fabrikasi Pakan PTN 6404 (2-1) Sejarah perkembangan teknologi pengolahan dan industri pakan ternak nasional dan dunia, perencanaan usaha produksi pakan komersial yang meliputi aspek kelayakan tekno-ekonomis, design dan kontruksinya, penanganan bahan baku, teknologi dan proses produksi (receiving, proportioning, mixing, pelleting, blocking, extrusion, expanding, packing, warehousing) pakan untuk ternak, hewan kesayangan dan ikan serta aspek manajemen industri dan lingkungan. 17 Instrumentasi Nutrisi dan Makanan Ternak PTN 6001 (2-0) Prinsip dan penggunaan instrumen laboratorium untuk analisis dan evaluasi pakan. 18 Teknik Penelitian Nutrisi dan Makanan Ternak PTN 7001 (2-0) Perencanaan, pengembangan, dan pelaksanaan penelitian di bidang nutrisi dan makanan ternak. 19 Pemuliaan Ternak Perah dan Potong PTD 6102 (3-0) Ekspresi fenotip gen, mutasi, variasi fenotip dan penyebabnya, parameter genetik, seleksi, sistem perkawinan, pemuliaan pada ternak perah dan pada ternak potong, kapita selekta pemuliaan ternak. 20 Penilaian Ternak Potong dan Evaluasi PTD 6103 (2-1) Metode penilaian ternak potong dan evaluasinya baik secara teori dan praktek, yang berhubungan dengan nilai biologi, ekonomi, dan mutu genetik ternak. 21 Fisiologi Reproduksi Ternak PTD 6201 (2-1) Proses reproduksi, fertilitas, infertilitas dan sterilitas dengan fenomenanya dari ternak dan hewan laboratorium dari sudut genetika, fisiologi, kimiawi, histologi dan hormonal. 22 Ilmu Ternak Perah Lanjut PTD 6301 (2-0) Fisiologi perambingan, tahapan laktasi, biosintesis susu dan komponen gizinya (khususnya aspek molekul sintesis lemak), sekresi hormon produksi susu dan pengeluaran susu, fisiologi kebutuhan nutrisi ternak perah (produksi tinggi), kontrol manajemen pakan terhadap performans produksi susu, dan kajian genetik sapi perah. 23 Industri dan Perdagangan Susu PTD 6302 (2-1) Strategi dan pengembangan industri susu dilatarbelakangi situasi dan sistem produksi dan politik perdagangan susu dunia. Pengertian industri susu yang menjabarkan konsep pengembangan industri susu sesuai kebutuhan konsumen, situasi produksi dan konsumsi, trend industri, pola perdagangan, tata niaga, dan pemasaran susu. Analisis ekonomi terhadap kegiatan produksi, kesehatan, pasca panen, perencanaan bisnis, kajian koperasi dan pengembangan kebutuhan susu secara nasional. 24 Ilmu Ternak Potong Ruminansia Lanjut PTD 6401 (2-1) Faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas ternak potong ruminansia dari aspek teknis maupun non teknis serta interaksinya agar diperoleh manfaat dengan keuntungan maksimal. Strategi pengembangan ternak potong pada skala industri maupun peternakan rakyat melalui berbagai macam pola usaha dan sistem pemeliharaan termasuk breeding, fattening/feedlot, dan ranch, serta aplikasi kemajuan teknologinya. 25 Ilmu dan Industri Perunggasan Tropis PTD 6501 (2-1) Respon fisiologi terhadap faktor lingkungan industri perunggasan penghasil telur dan daging di daerah tropis, termasuk topik tentang hipotermi, termonetral, hipertermi dan adaptabilitas serta konsep estimasi dan pemanfaatan energi (metabolizable energy, heat production, heat loss). Perkembangan industri perunggasan di Asia Tenggara dan khususnya di Indonesia dari sejak era bimas ayam sampai sekarang serta ketersediaan sarana penunjang : feed mill, breeding, equipment (kandang), obat/vaksin, dan processing plant dan isu lingkungan. 26 Pemuliaan Ternak Unggas PTD 6503 (2-1) Sifat kualitatif dan kuantitatif serta model pewarisan sifat genetik unggas. Pelaksanaan teori breeding pada ternak unggas, termasuk pemecahan masalah yang berkaitan dengan perkembangan breeding unggas. 27 Sitogenetika PTD 7101 (3-0) Sejarah perkembangan sitogenetika. Teori kromosom tentang pewarisan karakter. Perubahan dan perilaku kromosom. Fungsi struktur, jumlah dan keragaman kromosom. Manipulasi kromosom melalui perekayasaan kromosom atau genom dan mutasi buatan. 28 Perbaikan Mutu Genetik Ternak PTD 7102 (3-0) Hukum keseimbangan Hardy Weinberg, struktur populasi dan genetic drift, sifat kualitatif dan kuantitatif, seleksi sifat kuantitatif, interaksi genetik dan lingkungan, efek aditif dan heterosis dalam sistem perkawinan. Program perbaikan ternak bibit dan produktivitas ternak niaga.
5 29 Endokrinologi Ternak PTD 6202 (3-0) Kelenjar endokrin serta semua hormon yang terdapat pada tubuh ternak maupun preparat hormon sintetis. Metode pendekatan yang digunakan adalah melalui: struktur makro maupun mikro, sistem dan faali, sistem biokimiawi, sistem biologi, sistem neuroendokrin, sistem biokimiawi, dan sistem hormonal saluran pencernaan. 30 Peningkatan Efisiensi Reproduksi Ternak PTD 7201 (2-1) Berbagai teknik dalam upaya meningkatkan produktivitas ternak ditinjau dari segi reproduksi. 31 Agroindustri Ternak Perah PTD 6303 (2/1) Agroindustri ternak perah sejak pemilihan dan pengadaan induk bibit, budidaya industri pedet, dara, dan laktasi, manajemen fasilitas farm dan tata ruang perkandangan, manajemen kandang, limbah, dan kompos, manajemen transportasi dan kesejahteraan ternak, serta aneka hasil olahan susu yang bernilai-tambah tinggi. 32 Ilmu Ternak Perah di Tropik PTD 6304 (2/1) Ternak perah (kambing, domba, sapi dan kerbau) di daerah tropik, sistem peternakan dan produktivitas, komposisi dan kualitas susu, bioklimatologi, pengaturan panas pada tubuh hewan dan proses aklimatisasi, pengaruh iklim tropik pada reproduksi, kemampuan makan, produksi susu, dan formulasi pakan ternak perah khususnya di daerah tropik. 33 Ilmu Ternak Potong Non Ruminansia Lanjut PTD 6402 (2-1) Faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas ternak potong non ruminansia dari aspek teknis, non teknis, dan interaksinya, dikaitkan dengan keuntungan maksimal. Strategi pengembangan ternak dengan pola pemeliharaan disesuaikan dengan potensi wilayah, akses pemasaran, kondisi sosial-ekonomi masyarakat dan aplikasi kemajuan teknologi. 34 Ilmu Ternak Kerja Lanjut PTD 6403 (2-1) Faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas ternak kerja dari aspek teknis, non teknis, dan interaksinya untuk mendapatkan prestasi kerja maksimal. Seleksi ternak kerja, cara pelatihan, biokonversi pakan untuk pembentukan energi mekanik, dinamika fisiologis, penggunaan energi mekanik pada beberapa tipe kerja, pengukuran prestasi kerja. Strategi pengembangan ternak kerja, dengan memperhatikan potensi wilayah serta kemajuan teknologi. 35 Tingkah Laku dan Fisiologi Unggas PTD 6502 (3-0) Aspek tingkah laku unggas berdasarkan konsep kenyamanan (welfare concept), stres, instalasi dan bentuk kandang serta aspek fisiologi dan genetik terutama terhadap kemampuan adaptasi lingkungan di daerah tropis dan pengaruhnya secara langsung dan tidak langsung terhadap produktivitas unggas. 36 Perencanaan dan Manajemen Pembibitan Unggas PTD 6504 (3-0) Teknik perencanaan dan manajemen program pembibitan ternak unggas, metode breeeding, aplikasi parameter breeding, sistem perkawinan, seleksi, dan nilai breeding. Inseminasi buatan pada unggas, inbreeding depression dan manajemen penetasan. 37 Teknik Penelitian Produksi Ternak PTD 7001 (2-0) Perencanaan, pengembangan, dan pelaksanaan penelitian di bidang produksi ternak. 38 Ekonomi Pembangunan Pertanian/Peternakan PTE 6102 (3-0) Konsep ekonomi pembangunan, pertumbuhan ekonomi, pemerataan, stabilitas, sustainabilitas, liberalisasi pertanian, dan revitalisasi pertanian. 39 Ekonomi Manajerial PTE 6103 (2-0) Konsep ekonomi dan metodologi ilmu keputusan untuk memecahkan masalah-masalah manajerial, ruang lingkup manajerial, teknik analisis, analisis permintaan, analisis penawaran, peran pemerintah dalam perekonomian pasar, dan analisis resiko dan ketidak pastian serta anggaran investasi. 40 Pembangunan dan Pemberdayan Masyarakat Peternakan PTE 6202 (2-1) Perspektif pembangunan masyarakat, elemen-elemen pada proses pembangunan masyarakat, manajemen sumberdaya berbasis masyarakat, kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat, pertanian sebagai sektor pemimpin, serta pembangunan institusi dengan konsep dan perkembangan koperasi. Koperasi dan pembangunan masyarakat, koperasi untuk nilai tambah agrobisnis. 41 Psikologi Industri Lanjut PTE 6203 (2-0) Hubungan antara kekuatan dan proses dalam manajemen industri, pengertian kerja dan performans, serta hubungannya dengan perilaku, motivasi dan sistem reward. Kemimpinan dan perubahan, manajemen konflik, stres dan keselamatan kerja, serta penyelesaian kasus-kasus dalam industri peternakan. 42 Statistika Sosial dan Bisnis PTE 6212 (3-0) Konsep-konsep dasar statistik dan aplikasinya dalam bidang sosial dan bisnis, menampilkan data dalam tabel dan chart, pengambilan data dan sampling, probabilitas, distribusi sampling, analisis varians, uji chi-square, regresi linear sederhana, regresi linear berganda, analisis time series dan peramalan, dan Statistik Non-parametrik.
6 43 Ekonometrika PTE 6101 (2-1) Sumber dan jenis data untuk analisis ekonometri, analisis model regresi sederhana meliputi asumsi-asumsi klasik, estimasi parameter dan koefisien regresi, uji hipotesis, contoh penerapan. Analisis model regresi berganda meliputi asumsi-asumsi terkait dengan multicollinearity, heteroscedasticity, autocorrelation, estimasi parameter dan koefisien regresi, uji hipotesis, contoh penerapan di bidang pertanian/peternakan, analisis regresi berganda model Cobb Douglass dan contoh penerapannya, dan dummy variable. 44 Manajemen Proyek PTE 6111 (3-0) Manajemen proyek, siklus proyek, studi kelayakan proyek ditinjau dari aspek teknis, manajemen, lingkungan, sosial, politik dan budaya. Perencanaan strategik, proses pemecahan masalah dan pengambilan keputusan, model perencanaan dan kontrol dengan program evaluation review technique dan critical path method serta keputusan dalam perencanaan, kontrol, monitoring dan evaluasi serta penilaian potensi kawasan dan pedesaan dengan pendekatan participatory rural appraisal/rapid rural appraisal. 45 Komunikasi Pembangunan Peternakan PTE 6201 (2-1) Proses, dan bentuk komunikasi, komunikasi personal dan massa, teori-teori komunikasi massa kontemporer, model-model komunikasi, peranan khalayak massa dalam komunikasi, hubungan komunikasi dengan pembangunan, pendekatan-pendekatan komunikasi dalam pembangunan, proses komunikasi dalam model pembangunan pertanian, mitos komunikasi dalam pembangunan, media komunikasi dan pembangunan, penelitian tentang komunikasi interpersonal dan jaringan sosial. 46 Manajemen dan Komunikasi Pemasaran Bisnis Peternakan PTE 6211 (2-0) Konsep manajemen pemasaran meliputi analisis pasar dan bisnis industri peternakan secara makro dan mikro, analisis konsumen, merek, komunikasi pemasaran, organisasi pemasaran. Konsep disertai kajian empiris berbagai produk yang dihasilkan dalam industri peternakan. 47 Teknik Penelitian Sosial Ekonomi Peternakan PTE 7001 (2-0) Perencanaan, pengembangan, dan pelaksanaan penelitian di bidang sosial ekonomi peternakan. 48 Biologi Otot dan Daging PTH 6101 (2-1) Otot dan daging serta jaringan-jaringan yang menyertainya termasuk lemak dan jaringan ikat, struktur makro, dan mikro, fisiologis, biokimiawi, mikrobiologis, termasuk metabolisme serta perubahan kualitas dan kuantitas daging. 49 Ilmu dan Teknologi Susu dan Telur Lanjut PTH 6104 (2-1) Sifat kimia, fisik, dan fungsional komponen-komponen susu yang terkait dengan proses pengolahan susu seperti proses pengolahan susu cair, susu kental, susu bubuk, krim, susu fermentasi dan keju. Struktur dan komposisi kimia telur, sifat fisiko-kimia dan fungsional telur, mikrobiologi dan antimikrobia telur, nutrisi telur dan produk telur, potensi yolk sebagai sumber immunoglobulin yolk dan kolin, designer egg, penggunaan kerabang dan membran kerabang telur. 50 Ilmu dan Industri Kulit PTH 6201 (2-1) Biokimia, struktur jaringan, sifat fisik dan kimia, prinsip-prinsip pengawetan dan penyamakan, industri kulit dihubungkan dengan ketersediaan bahan baku kulit dari sektor peternakan. 51 Bioproses Hasil Ternak PTH 6203 (2-1) Mikrobiologi, enzim dan bioproses, rekayasa bioproses susu, telur, daging, dan sisa hasil ternak (limbah) serta mobilisasi bioproses enzim dan mikroba. 52 Teknologi Daging Lanjut PTH 6102 (2-1) Teknologi produksi daging lean, metabolisme lemak daging, enzim proteolitik dan kualitas daging, evaluasi problem stres dan biokimia, variabel biologis, spesifik kualitas daging, teknologi daging unggas, fabrikasi daging, prosesing daging dan daging proses, serta teknologi pengolahan, nilai nutrisi dan kualitas daging dan daging proses. 53 Keamanan Pangan Hasil Ternak Lanjut PTH 6104 (2-1) Nutrisi pangan hasil ternak, toksikologi, toksikasi dan detoksikasi, aditif nutritif dan non nutritif, metabolit sekunder, dan regulasi bahan aditif. 54 Teknologi Penanganan Limbah Peternakan PTH 6202 (2-1) Potensi dan ancaman limbah dan hasil ikutan ternak, teknologi penanganan dan pengolahan baik secara fisik, kimiawi dan biologis, aspek biokimia dan mikrobiologi penanganan limbah, biometanogen dan composting, serta bioremediasi lingkungan tercemar logam berat. 55 Teknik Penelitian Teknologi Hasil Ternak PTH 7001 (2-0) Perencanaan, pengembangan, dan pelaksanaan penelitian di bidang teknologi hasil ternak. 56 Rancangan Percobaan Bidang Peternakan PTO 6001 (3-1) Metode ilmiah dalam penelitian, pemahaman penelitian, langkah-langkah dalam penelitian. Macam-macam penelitian. Percobaan (eksperimen) meliputi pengertian tentang percobaan, arti pentingnya error percobaan dan usaha meminimalkan. Macam-macam rancangan percobaan dan cara-cara randomisasi alokasi perlakuan, cara pengumpulan data, penerapan analisis variansi serta inferensinya. Penggunaan software dalam analisis statistik.
7 57 Ilmu Lingkungan Ternak Lanjut PTO 6003 (2-1) Faktor-faktor lingkungan, seperti lingkungan fisik, kimiawi, hayati dan sosial yang dapat mempengaruhi homeostasis, status faali, produktivitas, serta reproduktivitas ternak, di daerah tropis dan nontropis. Kemampuan adaptasi berbagai spesies ternak, termasuk kemampuan adaptasi di daerah tropik. Bahaya toksikan dan polutan di lingkungan. 58 Fisiologi Ternak Lanjut PTO 6004 (3-0) Fisiologi ternak meliputi sistem sirkulasi, respirasi, digesti, metabolisme, termoregulasi, balans air dan ekskresi, mineral, tulang dan perototan skeletal, syaraf, hormon, reproduksi, dan laktasi. 59 Biologi Sel Ternak PTO 6005 (2-0) Organisasi, fungsi, struktur, koordinasi, komunikasi dan komposisi kimia serta fungsi dari komponen dan seluruh sel sebagai satuan terkecil dari makhluk hidup pada ternak. Hewan transgenik, hubungan sel dengan hormon, regulasi genetik, kultur jaringan dan bio-energetik serta pengaruh sel terhadap proses penuaan. 60 Seminar I PTO 7096 (1-0) Seminar sebagai salah satu wahana komunikasi ilmiah dengan baik dan benar. Mahasiswa diwajibkan secara aktif sebagai peserta, pembahas, dan pembicara membawakan proposal tesisnya. 61 Seminar II PTO 7097 (1-0) Seminar sebagai salah satu wahana komunikasi ilmiah dengan baik dan benar. Mahasiswa diwajibkan secara aktif sebagai peserta, pembahas, dan pembicara membawakan hasil penelitian. 62 Tesis PTO 7099 (8) Karya ilmiah berupa hasil penelitian. Kompetenti Lulusan Program S2 A. Pengetahuan dan Pemahaman 1. Mengerti dan memahami sains dasar ilmu peternakan yaitu : Biokimia, Fisiologi. 2. mengerti dan memahami prinsip produksi, nutrisi dan makanan ternak, teknologi hasil dan sosial ekonomi peternakan dalam hubungannya dengan ketahanan pangan 3. Mengerti dan memahami prinsip perancangan usaha dalam industri peternakan (produksi, nutrisi dan makanan ternak, teknologi hasil dan sosial ekonomi peternakan) 4. Mengerti dan memahami cara perancangan usaha dalam industri peternakan B. Ketrampilan Intelektual dan Praktis 1. Menguasai penerapan ilmu dasar peternakan dalam industri peternakan 2. Menguasai perencanaan dan pelaksanaan penelitian pengembangan peternakan termasuk analisis dan interpretasinya 3. Menguasai perancangan sistem usaha dalam industri peternakan 4. Menguasai cara mengidentifikasi, merumuskan, dan menyelesaikan persoalan dalam usaha dan industri peternakan. 5. Menguasai teknologi dan sistem usaha dalam industri peternakan 6. Menguasai secara aktif perkembangan ilmu dan industri peternakan 7. Mampu menganalisis dan mensintesis informasi perkembangan ilmu dan industri peternakan C. Ketrampilan Manajerial dan Sikap 1. menjunjung tinggi norma, tata-nilai, moral, agama, etika dan tanggungjawab professional di bidang peternakan 2. mampu melaksanakan komunikasi ilmiah 3. mampu menyelesaikan masalah dan dampak dalam bidang ilimu dan industri peternakan 4. Mampu mengantisipasi isu-isu dalam perkembangan peternakan 5. Mengembangkan diri dan mampu berfikir secara logis dan analitis untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam ilmu dan industri peternakan. 6. mampu bekerjasama dan menyesuaikan diri dengan lingkungan
Buku Panduan Program Studi Ilmu Peternakan
I. PENDAHULUAN Program Magister pada Program Studi Ilmu Peternakan terbuka bagi lulusan pendidikan sarjana dari seluruh fakultas di lingkungan Ilmu-Ilmu Pertanian baik dari Perguruan Tinggi Negeri maupun
KURIKULUM PROGRAM MAGISTER PROGRAM STUDI ILMU PETERNAKAN
1. Minat Studi NUTRISI DAN MAKANAN TERNAK 1.1. Semester Gasal KURIKULUM PROGRAM MAGISTER PROGRAM STUDI ILMU PETERNAKAN 1. PTN 6101 Biokimia Biochemistry 2. PTN 6103 Teknologi Fermentasi dan Enzim Fermentation
SILABUS MATA KULIAH MAYOR TEKNOLOGI PRODUKSI TERNAK
SILABUS MATA KULIAH MAYOR TEKNOLOGI PRODUKSI TERNAK PTP101 Dasar Produksi Ternak 3(2-3) Mata kuliah ini memberikan pengetahuan kepada mahasiswa untuk dapat menjelaskan, memahami tentang arti, fungsi jenis
PROGRAM DOKTOR ILMU PRODUKSI DAN TEKNOLOGI PETERNAKAN DEPARTEMEN ILMU PRODUKSI DAN TEKNOLOGI PETERNAKAN FAKULTAS PETERNAKAN IPB
PROGRAM DOKTOR ILMU PRODUKSI DAN TEKNOLOGI PETERNAKAN DEPARTEMEN ILMU PRODUKSI DAN TEKNOLOGI PETERNAKAN FAKULTAS PETERNAKAN IPB 1 Setelah menyelesaikan program studi ini, lulusan mampu : bidang ilmu dan
SILABUS MATA KULIAH S2. 1. PTP 601 Kebijakan dan Peraturan Perundangan Peternakan 2(2-0)
SILABUS MATA KULIAH S2 1. PTP 601 Kebijakan dan Peraturan Perundangan Peternakan 2(2-0) Memahami perkembangan kebijakan internasional yang berdampak signifikan pada industri peternakan dalam negeri, mereview
C. KURIKULUM. SEMESTER 2 NO KODE MATA KULIAH WAJIB SKS AT201 Agama Islam AT202 Agama Katholik 1 AT203 Agama Kristen
C. KURIKULUM 1. PRODI AGROTEKNOLOGI SEMESTER 1 1 AT101 Pendidikan Pancasila 2 0 2 AT102 Pendidikan Kewarganegaraan 2 0 3 AT103 Pengantar Ilmu Pertanian 2 0 4 AT104 B o t a n i 2 1 5 AT105 Agroklimatologi
Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan
Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan Program Studi : Teknologi Produksi Ternak Capaian Pembelajaran : 1. Mampu mengidentifikasi dan menganalisis masalah, menemukan solusi alternatif dan menyeleksi
LEARNING OUTCOMES. Oleh Tim Departemen INTP
PROGRAM STUDI SARJANA DAN PASCASARJANA DEPARTEMEN ILMU NUTRISI DAN TEKNOLOGI PAKAN Oleh Tim Departemen INTP FAKULTAS PETERNAKAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR November 2012 1 PROGRAM STUDI SARJANA NUTRISI DAN
I. PENDAHULUAN. dalam memenuhi kebutuhan protein hewani adalah kambing. Mengingat kambing
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah Salah satu jenis ternak pengahasil daging dan susu yang dapat dikembangkan dalam memenuhi kebutuhan protein hewani adalah kambing. Mengingat kambing adalah
PENDAHULUAN. Sapi perah merupakan sumber penghasil susu terbanyak dibandingkan
1 I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sapi perah merupakan sumber penghasil susu terbanyak dibandingkan hewan ternak perah lainnya. Keunggulan yang dimiliki sapi perah tersebut membuat banyak pengusaha-pengusaha
PENJABARAN KKNI JENJANG KUALIFIKASI V KE DALAM LEARNING OUTCOMES DAN KURIKULUM PROGRAM KEAHLIAN TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN TERNAK
PENJABARAN KKNI JENJANG KUALIFIKASI V KE DALAM LEARNING OUTCOMES DAN KURIKULUM PROGRAM KEAHLIAN TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN TERNAK PROGRAM DIPLOMA IPB 2012 Halaman 1 PENJABARAN KKNI JENJANG KUALIFIKASI V KE
Silabus Olimpiade BOF XI Soal SMP
Silabus Olimpiade BOF XI Soal SMP No Materi pokok Lingkup materi 1 Makhluk Hidup a. Asal usul makhluk hidup b. Ciri-ciri makhluk hidup c. Perbedaan makhluk hidup dan benda mati d. Pengukuran Pada makhluk
I. PENDAHULUAN. Pakan merupakan masalah yang mendasar dalam suatu usaha peternakan. Minat
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah Pakan merupakan masalah yang mendasar dalam suatu usaha peternakan. Minat masyarakat yang tinggi terhadap produk hewani, terutama daging kambing, menyebabkan
DUKUNGAN TEKNOLOGI PENYEDIAAN PRODUK PANGAN PETERNAKAN BERMUTU, AMAN DAN HALAL
DUKUNGAN TEKNOLOGI PENYEDIAAN PRODUK PANGAN PETERNAKAN BERMUTU, AMAN DAN HALAL Prof. Dr. Ir. Achmad Suryana MS Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian I. PENDAHULUAN Populasi penduduk
Kisi-Kisi Uji Kompetensi Awal Program Studi Keahlian Agribisnis Produksi Ternak
Kisi-Kisi Uji Kompetensi Awal Program Studi Keahlian Agribisnis Produksi Ternak A. DASAR KOMPETENSI KEJURUAN. Menjelaskan potensi sektor pean 2. Menjelaskan dasardasar budidaya 3. Menjelaskan sistem organ
LEARNING OUTCOMES (LO) PROGRAM STUDI SARJANA DAN PASCASARJANA DEPARTEMEN ILMU PRODUKSI DAN TEKNOLOGI PETERNAKAN FAKULTAS PETERNAKAN INSTITUT
LEARNING OUTCOMES (LO) PROGRAM STUDI SARJANA DAN PASCASARJANA DEPARTEMEN ILMU PRODUKSI DAN TEKNOLOGI PETERNAKAN FAKULTAS PETERNAKAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 0 PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU PRODUKSI DAN TEKNOLOGI
Materi Pokok Materi penjabaran Lingkup materi Fisiologi Tumbuhan. Struktur Bagian Tubuh Tanaman. Reproduksi Tumbuhan. Sistem Transportasi
Materi Pokok Materi penjabaran Lingkup materi Fisiologi Tumbuhan 1 ANATOMI, MORFOLOGI, DAN FISIOLOGI TUMBUHAN Struktur Bagian Tubuh Tanaman a. Mekanisme fotosintesis b. Mekanisme respirasi, fotorespirasi,
PENDAHULUAN. masyarakat. Permintaan daging broiler saat ini banyak diminati oleh masyarakat
I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Broiler merupakan unggas penghasil daging sebagai sumber protein hewani yang memegang peranan cukup penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Permintaan daging
I. PENDAHULUAN. Kebutuhan daging sapi setiap tahun selalu meningkat, sementara itu pemenuhan
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kebutuhan daging sapi setiap tahun selalu meningkat, sementara itu pemenuhan kebutuhan daging sapi lebih rendah dibandingkan dengan kebutuhan daging sapi. Ternak sapi,
DASAR KOMPETENSI KEJURUAN DAN KOMPETENSI KEJURUAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
DASAR KOMPETENSI KEJURUAN DAN KOMPETENSI KEJURUAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG STUDI KEAHLIAN : AGRIBISNIS DAN AGROTEKNOLOGI PROGRAM STUDI KEAHLIAN : AGRIBISNIS PRODUKSI TERNAK KOMPETENSI KEAHLIAN
BAB I IDENTIFIKASI KEBUTUHAN
BAB I IDENTIFIKASI KEBUTUHAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia telah berhasil dalam swasembada daging ayam dan telur, namun data statistika peternakan mengungkapkan bahwa Indonesia belum dapat memenuhi
I. PENDAHULUAN. sangat besar untuk memenuhi kebutuhan daging di tingkat nasional. Kenyataan
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah Pembangunan subsektor peternakan provinsi Lampung memiliki peranan yang sangat besar untuk memenuhi kebutuhan daging di tingkat nasional. Kenyataan ini sejalan
PENDAHULUAN. produksi yang dihasilkan oleh peternak rakyat rendah. Peternakan dan Kesehatan Hewan (2012), produksi susu dalam negeri hanya
1 I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Peternakan sapi perah di Indonesia, 90% merupakan peternakan sapi perah rakyat dengan kepemilikan kecil dan pengelolaan usaha yang masih tradisional. Pemeliharaan yang
KURIKULUM PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN ANGKATAN 2012, 2013, 2014, 2015 FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNMUL
KURIKULUM PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN ANGKATAN 0, 0, 04, 0 Jumlah SKS minimum yang harus ditempuh : 48 SKS Indeks Prestasi Kumulatif :,0 : Maksimum (tujuh) tahun, dimungkinkan kurang dari 4 (empat)
Kompetensi Lulusan, Learning Outcomes dan Kurikulum Program Studi Doktor Ilmu Pangan Berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia
Kompetensi Lulusan, Learning Outcomes dan Kurikulum Program Studi Doktor Ilmu Pangan Berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian
JADWAL UJIAN AKHIR SEMESTER GASAL 2017/2018 PROGRAM STUDI S-1 FAKULTAS PETERNAKAN DAN PERTANIAN UNDIP
JADWAL UJIAN AKHIR SEMESTER GASAL 2017/2018 PROGRAM STUDI S-1 FAKULTAS PETERNAKAN DAN PERTANIAN UNDIP No Hari Jam Mata Kuliah P.S. Kls smt Jml R 1 SELASA 08.00-09.40 Biologi Pet C I 46 D1.01 5-Dec-17 BPFR
Mayor Bioteknologi Tanah Dan Lingkungan
Mayor Bioteknologi Tanah Dan Lingkungan Kurikulum Program Magister Sains Kode Mata Kuliah SKS Semester Mata Kuliah Wajib SPs (6 SKS) PPS 500 Bahasa Inggris 3(3-0) Genap STK 511 Analisis Statistik 3(2-2)
Daftar Pustaka. Leng, R.A Drought Feeding Strategies : Theory and Pactice. The University of New England Printery, Armidale - New South Wales.
1 Strategi Pemberian Pakan Berkualitas Rendah (Jerami Padi) Untuk Produksi Ternak Ruminansia Oleh Djoni Prawira Rahardja Dosen Fakultas Peternakan Unhas I. Pendahuluan Ternak menggunakan komponen zat-zat
PENDAHULUAN. pangan hewani. Sapi perah merupakan salah satu penghasil pangan hewani, yang
I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Peternakan merupakan bagian penting dari sektor pertanian dalam sistem pangan nasional. Industri peternakan memiliki peran sebagai penyedia komoditas pangan hewani. Sapi
Nutrisi dan Pakan Kambing dalam Sistem Integrasi dengan Tanaman
Nutrisi dan Pakan Kambing dalam Sistem Integrasi dengan Tanaman Nutrisi dan Pakan Kambing dalam Sistem Integrasi dengan Tanaman Penyusun: Simon P Ginting BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN KEMENTERIAN
PENDAHULUAN Latar Belakang
PENDAHULUAN Latar Belakang Sektor peternakan merupakan sektor yang strategis, mengingat dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan dan mencerdaskan bangsa, sektor peternakan berperan penting melalui penyediaan
I. PENDAHULUAN. Seiring dengan pertambahan penduduk dari tahun ke tahun yang terus meningkat
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Masalah Seiring dengan pertambahan penduduk dari tahun ke tahun yang terus meningkat yakni pada tahun 2011 berjumlah 241.991 juta jiwa, 2012 berjumlah 245.425 juta
PENGANTAR. Latar Belakang. Tujuan pembangunan sub sektor peternakan Jawa Tengah adalah untuk
PENGANTAR Latar Belakang Tujuan pembangunan sub sektor peternakan Jawa Tengah adalah untuk meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga yang berbasis pada keragaman bahan pangan asal ternak dan potensi sumber
I. PENDAHULUAN. masyarakat meningkat pula. Namun, perlu dipikirkan efek samping yang
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah limbah tidak dapat lepas dari adanya aktifitas industri, termasuk industri ternak ayam pedaging. Semakin meningkat sektor industri maka taraf hidup masyarakat meningkat
I. PENDAHULUAN. ekonomi, perubahan pola hidup, peningkatan kesadaran gizi, dan perbaikan
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permintaan pangan hewani (daging, telur, dan susu) dari waktu ke waktu cenderung meningkat sejalan dengan pertambahan penduduk, perkembangan ekonomi, perubahan pola hidup,
I. PENDAHULUAN. pesat. Perkembangan tersebut diiringi pula dengan semakin meningkatnya
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah Peternakan di Indonesia saat ini sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Perkembangan tersebut diiringi pula dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat
PENDAHULUAN. Tingkat keperluan terhadap hasil produksi dan permintaan masyarakat berupa daging
I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Ayam lokal saat ini menjadi salah satu bahan pangan yang digemari masyarakat luas untuk dikonsumsi baik dalam bentuk telur maupun dagingnya. Tingkat keperluan terhadap
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN Konsumsi Pakan Penambahan daun Som Jawa pada ransum menurunkan kandungan serat kasar dan bahan kering ransum, namun meningkatkan protein kasar ransum. Peningkatan protein disebabkan
I. PENDAHULUAN. Meningkatnya jumlah penduduk yang disertai dengan meningkatnya kesadaran
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Meningkatnya jumlah penduduk yang disertai dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pemenuhan gizi khususnya protein hewani menyebabkan semakin meningkatnya konsumsi
I. PENDAHULUAN. pokok, produksi, dan reproduksi. Pemberian pakan yang mencukupi baik
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah Pakan merupakan salah satu komponen yang berperan penting dalam budidaya ternak untuk mencapai hasil yang diinginkan. Pakan berguna untuk kebutuhan pokok, produksi,
No Hari Jam Mata Kuliah P.S. Kls smt Jml R 1 SENIN Fisiologi Ternak Pet E II 71 D May-18 Ransum Ruminansia Pet C IV 46 D1.
JADWAL UJIAN AKHIR SEMESTER GENAP 2017/2018 PROGRAM STUDI S-1 FAKULTAS PETERNAKAN DAN PERTANIAN UNDIP No Hari Jam Mata Kuliah P.S. Kls smt Jml R 1 SENIN 08.00-09.40 Fisiologi Ternak Pet E II 71 D3.01 28-May-18
I. PENDAHULUAN. Pakan merupakan masalah yang mendasar dalam suatu peternakan. Pakan
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah Pakan merupakan masalah yang mendasar dalam suatu peternakan. Pakan merupakan salah satu komponen dalam budidaya ternak yang berperan penting untuk mencapai
Penyisihan Osteologi Sitologi Fisiologi Agen Penyakit (Protozoa) Biologi Molekuler (Genetika Umum) Kesehatan Masyarakat Veteriner
Penyisihan Osteologi 1. Mengetahui tentang osteologi pada bagian kepala beberapa hewan 2. Mengetahui tentang osteologi pada bagian ekstremitas cranial pada beberapa hewan 3. Mengetahui tentang osteologi
PENDAHULUAN. Latar Belakang. yang sangat besar. Hal ini dipengaruhi oleh pertumbuhan penduduk yang
PENDAHULUAN Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk yang sangat besar. Hal ini dipengaruhi oleh pertumbuhan penduduk yang tinggi, serta memiliki wilayah kepulauan yang
BIOPROSES 3 SKS. By: KUSNADI,MSI.
BIOPROSES 3 SKS By: KUSNADI,MSI. Pengertian dan ruang lingkup Bioproses adalah kajian mengenai prosesproses yang melibatkan organisme (mikroorganisme) sebagai jasad pemroses substat (bahan Baku) menjadi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kambing Kacang yang lebih banyak sehingga ciri-ciri kambing ini lebih menyerupai
4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kambing Jawarandu Kambing Jawarandu merupakan kambing hasil persilangan antara kambing Peranakan Etawa dengan kambing Kacang. Kambing ini memiliki komposisi darah kambing
Kompetensi Lulusan dan Learning Outcomes Program Studi Magister Ilmu Pangan Berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia
Kompetensi Lulusan dan Learning Outcomes Program Studi Magister Ilmu Pangan Berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Institut
Bidang : Biologi Terapan
Bidang : Biologi Terapan Lingkup kegiatan : a. Test project mencakup aspek tes teori 1 dan 2 (hari pertama) dan praktek (hari kedua) b. Materi uji aspek teori tertulis meliputi seluruh kemampuan dasar
Fisiologi Ternak Pet A II 50 D1.01
JADWAL UJIAN AKHIR SEMESTER GENAP 2016/2017 PROGRAM STUDI S-1 FAKULTAS PETERNAKAN DAN PERTANIAN UNDIP No Hari Jam Mata Kuliah P.S. Kls smt Jml R 1 SELASA 08.00-09.40 Fisiologi Ternak Pet B II 50 D1.01
CAPAIAN PEMBELAJARAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA (UB)
CAPAIAN PEMBELAJARAN PROGRAM STUDI S1 ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN () UNIVERSITAS BRAWIJAYA (UB) KIMIA DAN ANALISA PANGAN A1 Memahami kejadian kimia yang 1.1. Menjelaskan kejadian kimia utama mendasari sifat
DEKAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET NOMOR : 802/UN27.7/PP/2014 TENTANG
DEKAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET NOMOR : 802/UN27.7/PP/2014 TENTANG PROFIL, KOMPETENSI, DAN KURIKULUM FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET TAHUN 2014 DEKAN FAKULTAS PERTANIAN
PENDAHULUAN. yaitu ekor menjadi ekor (BPS, 2016). Peningkatan
I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Ternak Domba Garut merupakan ternak ruminansia kecil yang banyak dipelihara oleh masyarakat, karena pemeliharaannya yang tidak begitu sulit, dan sudah turun temurun dipelihara
Standar Isi / Kompetensi Dasar Mengidentifikasi ruang lingkup Biologi
Pusat Penelitian dan Pelayanan Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta KISI KISI TES UJI KOMPETENSI GURU Mata Pelajaran : Biologi Tingkat : SMA No Standar Kompetensi Guru Memahami konsep-konsep,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. persilangan antara sapi Jawa dengan sapi Bali (Rokhana, 2008). Sapi Madura
14 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Sapi Madura Sapi Madura termasuk dalam sapi lokal Indonesia, yang berasal dari hasil persilangan antara sapi Jawa dengan sapi Bali (Rokhana, 2008). Sapi Madura memiliki
PENDAHULUAN. Latar Belakang. peternak dengan sistem pemeliharaan yang masih tradisional (Hoddi et al.,
PENDAHULUAN Latar Belakang Sebagian besar populasi ternak sapi di Indonesia dipelihara oleh petani peternak dengan sistem pemeliharaan yang masih tradisional (Hoddi et al., 2011). Usaha peningkatan produktivitas
Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan dirumuskan sebagai berikut ini.
7. KOMPETENSI INTI DAN KOMPTENSI DASAR BIOLOGI SMA/MA KELAS: X Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan.
LAPORAN PELATIHAN PENYUSUNAN LEARNING OUTCOME PROGRAM STUDI
LAPORAN PELATIHAN PENYUSUNAN LEARNING OUTCOME PROGRAM STUDI PROGRAM STUDI S: TEKNOLOGI HASIL PERAIRAN (THP) PROGRAM STUDI S: TEKNOLOGI HASIL PERAIRAN (THP) PROGRAM STUDI S: TEKNOLOGI HASIL PERAIRAN (THP)
I. PENDAHULUAN. Sumber : BPS (2009)
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pengembangan peternakan saat ini, menunjukan prospek yang sangat cerah dan mempunyai peran yang sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi pertanian Indonesia. Usaha peternakan
20.1. Mengembangkan Potensi Peternakan Ruminansia Menerapkan Tingkah laku Ternak Ruminansia Menerapkan Penanganan Ternak ruminansia
2 Profesional 20. Menguasai materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung 20.1. Mengembangkan Potensi Peternakan 20.1.1. Menganalisis potensi ternak 20.1.2. Menganalisis kontribusi ternak
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pakan. Biaya untuk memenuhi pakan mencapai 60-70% dari total biaya produksi
4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. 1. Pakan Sapi Perah Faktor utama dalam keberhasilan usaha peternakan yaitu ketersediaan pakan. Biaya untuk memenuhi pakan mencapai 60-70% dari total biaya produksi (Firman,
1. PENDAHULUAN. pengetahuan dan tingkat kesadaran masyarakat tentang kebutuhan gizi
1 1. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah Pertambahan jumlah penduduk Indonesia yang disertai dengan perkembangan pengetahuan dan tingkat kesadaran masyarakat tentang kebutuhan gizi menyebabkan terjadinya
TINJAUAN PUSTAKA Peternakan Sapi Potong di Indonesia
TINJAUAN PUSTAKA Peternakan Sapi Potong di Indonesia Sapi lokal memiliki potensi sebagai penghasil daging dalam negeri. Sapi lokal memiliki kelebihan, yaitu daya adaptasi terhadap lingkungan tinggi, mampu
I. PENDAHULUAN. nutrien pakan dan juga produk mikroba rumen. Untuk memaksimalkan
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Produktivitas ternak ruminansia sangat tergantung oleh ketersediaan nutrien pakan dan juga produk mikroba rumen. Untuk memaksimalkan produktivitas ternak tersebut selama
HASIL DAN PEMBAHASAN. (BBPTU-HPT) Baturraden merupakan pusat pembibitan sapi perah nasional yang
IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Keadaan Umum BBPTU-HPT Baturraden Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTU-HPT) Baturraden merupakan pusat pembibitan sapi perah nasional yang ada
PENDAHULUAN. memadai, ditambah dengan diberlakukannya pasar bebas. Membanjirnya susu
I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sapi perah mempunyai potensi yang sangat besar untuk dikembangkan di Indonesia, dikarenakan kebutuhan akan susu domestik dari tahun ke tahun terus meningkat seiring dengan
KISI- KISI UJI KOMPETENSI GURU (UKG) Kompetensi Dasar Indikator Esensial
KISI- KISI UJI KOMPETENSI GURU (UKG) MATA PELAJARAN JENJANG PENDIDIKAN : BIOLOGI : SMA Kompetensi 1.Pedagogi guru 1. Menguasai karakteristik peserta didik yang berkaitan dengan aspek fisik, intelektual,
I. PENDAHULUAN. sekitar 60% biaya produksi berasal dari pakan. Salah satu upaya untuk menekan
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah Pakan merupakan faktor utama penentu keberhasilan usaha peternakan, karena sekitar 60% biaya produksi berasal dari pakan. Salah satu upaya untuk menekan biaya
HASIL DAN PEMBAHASAN. Kandungan Zat Makanan Biomineral Dienkapsulasi
HASIL DAN PEMBAHASAN Kandungan Zat Makanan Biomineral Dienkapsulasi Kandungan nutrien biomineral tanpa proteksi dan yang diproteksi serta mineral mix dapat dilihat pada Tabel 7. Kandungan nutrien biomineral
PENGANTAR. Latar Belakang. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki potensi yang sangat besar
PENGANTAR Latar Belakang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan sektor peternakan dalam rangka mendukung upaya pemerintah dalam program pemenuhan kebutuhan
I. PENDAHULUAN. pembangunan kesehatan dan kecerdasan bangsa. Permintaan masyarakat akan
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah Perunggasan merupakan komoditi yang secara nyata mampu berperan dalam pembangunan nasional, sebagai penyedia protein hewani yang diperlukan dalam pembangunan
penampungan [ilustrasi :1], penilaian, pengenceran, penyimpanan atau pengawetan (pendinginan dan pembekuan) dan pengangkutan semen, inseminasi, pencat
Problem utama pada sub sektor peternakan saat ini adalah ketidakmampuan secara optimal menyediakan produk-produk peternakan, seperti daging, telur, dan susu untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat akan
X. REKOMENDASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN BERKELANJUTAN BERBASIS PETERNAKAN SAPI POTONG TERPADU DI KABUPATEN SITUBONDO
X. REKOMENDASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN BERKELANJUTAN BERBASIS PETERNAKAN SAPI POTONG TERPADU DI KABUPATEN SITUBONDO 10.1. Kebijakan Umum Penduduk Kabupaten Situbondo pada umumnya banyak
PENDAHULUAN. terhadap produktivitas, kualitas produk, dan keuntungan. Usaha peternakan akan
1 I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pakan menjadi salah satu faktor penentu dalam usaha peternakan, baik terhadap produktivitas, kualitas produk, dan keuntungan. Usaha peternakan akan tercapai bila mendapat
TERNAK PERAH SEBAGAI PRODUSEN SUSU
TERNAK PERAH SEBAGAI PRODUSEN SUSU TIK : Setelah mengikuti kuliah II ini mahasiswa dapat menjelaskan peranan ternak perah dalam kehidupan manusia Sub pokok bahasan : 1. Peranan susu dan produk susu dalam
HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Umum Penelitian
HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Umum Penelitian Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ternak disamping manajemen pemeliharaan dan pemberian pakan adalah faktor manajemen lingkungan. Suhu dan kelembaban yang
LAPORAN KINERJA 2014 BAB I. PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG
BAB I. PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 9 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi
PENDAHULUAN. karena Indonesia memiliki dua musim yakni musim hujan dan musim kemarau.
I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Peternakan di Indonesia sampai saat ini masih sering dihadapkan dengan berbagai masalah, salah satunya yaitu kurangnya ketersediaan pakan. Ketersediaan pakan khususnya
KOMPOSISI PAKAN DAN TUBUH HEWAN
1 KOMPOSISI PAKAN DAN TUBUH HEWAN M.K. Pengantar Ilmu Nutrisi Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan IPB Zat makanan adalah unsur atau senyawa kimia dalam pangan / pakan yang dapat
I. PENDAHULUAN. atau sampai kesulitan mendapatkan hijauan makanan ternak (HMT) segar sebagai
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah Peternak Indonesia pada umumnya sering mengalami permasalahan kekurangan atau sampai kesulitan mendapatkan hijauan makanan ternak (HMT) segar sebagai pakan
II. TINJAUAN PUSTAKA. Tanaman Singkong (Manihot utilissima) adalah komoditas tanaman pangan yang
7 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Potensi Tanaman Singkong Tanaman Singkong (Manihot utilissima) adalah komoditas tanaman pangan yang cukup potensial di Indonesia selain padi dan jagung. Tanaman singkong termasuk
BAB I PENDAHULUAN. masyarakat. Kebutuhan daging di Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kontribusi sub sektor peternakan dalam memenuhi kebutuhan pangan dan gizi masyarakat merupakan fungsi integral dalam pembangunan sektor pertanian secara keseluruhan.
PENGANTAR. Latar Belakang. kegiatan produksi antara lain manajemen pemeliharaan dan pakan. Pakan dalam
PENGANTAR Latar Belakang Peningkatan produksi peternakan tidak terlepas dari keberhasilan dalam kegiatan produksi antara lain manajemen pemeliharaan dan pakan. Pakan dalam kegiatan produksi ternak sangat
TINJAUAN PUSTAKA Sapi Perah Sapi Friesian Holstein (FH) Produktivitas Sapi Perah
TINJAUAN PUSTAKA Sapi Perah Pemeliharaan sapi perah bertujuan utama untuk memperoleh produksi susu yang tinggi dan efisien pakan yang baik serta mendapatkan hasil samping berupa anak. Peningkatan produksi
PENDAHULUAN. kebutuhan zat makanan ternak selama 24 jam. Ransum menjadi sangat penting
1 I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Ransum merupakan campuran bahan pakan yang disusun untuk memenuhi kebutuhan zat makanan ternak selama 24 jam. Ransum menjadi sangat penting dalam pemeliharaan ternak,
BAB I PENDAHULUAN. Statistik peternakan pada tahun 2013, menunjukkan bahwa populasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Statistik peternakan pada tahun 2013, menunjukkan bahwa populasi kambing di Indonesia berjumlah 18 juta ekor. Jumlah ini sangat besar dibandingkan dengan jenis ternak
PENDAHULUAN. terhadap lingkungan tinggi, dan bersifat prolifik. Populasi domba di Indonesia pada
1 I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Domba merupakan ternak ruminansia yang banyak dipelihara masyarakat dan dimanfaatkan produksinya sebagai ternak penghasil daging dan sebagai tabungan. Domba memiliki
KAJIAN KEPUSTAKAAN. kebutuhan konsumsi bagi manusia. Sapi Friesien Holstein (FH) berasal dari
II KAJIAN KEPUSTAKAAN 2.1 Karakteristik Sapi perah Sapi perah (Bos sp.) merupakan ternak penghasil susu yang sangat dominan dibanding ternak perah lainnya dan sangat besar kontribusinya dalam memenuhi
PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kebutuhan produksi protein hewani untuk masyarakat Indonesia selalu meningkat dari tahun ke tahun yang disebabkan oleh peningkatan penduduk, maupun tingkat kesejahteraan
PRODUKSI DAN. Suryahadi dan Despal. Departemen Ilmu Nutrisi &Teknologi Pakan, IPB
EFEK PAKAN TERHADAP PRODUKSI DAN KUALITAS AIR SUSU Suryahadi dan Despal Departemen Ilmu Nutrisi &Teknologi Pakan, IPB PENDAHULUAN U Perkembangan sapi perah lambat Populasi tidak merata, 98% di P. Jawa
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN ( G B P P ) (versi Selasa 1 Pebruari 2005)
JUDUL MATAKULIAH : BIOLOGI KODE MATAKULIAH/SKS : BIO 1/3(2-3) DESKRIPSI MATAKULIAH GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN ( G B P P ) (versi Selasa 1 Pebruari 05) : Mata kiah Biologi mengajarkan mahasiswa
BAB I PENDAHULUAN. penyedia protein, energi, vitamin, dan mineral semakin meningkat seiring
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Peternakan merupakan sektor yang memiliki peluang sangat besar untuk dikembangkan sebagai usaha di masa depan. Kebutuhan masyarakat akan produk produk peternakan akan
BAB I PENDAHULUAN. berjalannya waktu. Hal ini merupakan pertanda baik khususnya untuk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kesadaran masyarakat akan konsumsi ikan meningkat seiring dengan berjalannya waktu. Hal ini merupakan pertanda baik khususnya untuk masyarakat Indonesia karena
Prof.Dr.Ir. Kusmartono Dedes Amertaningtyas, S.Pt. MP BIOKIMIA - BAHAN KULIAH I
Prof.Dr.Ir. Kusmartono Dedes Amertaningtyas, S.Pt. MP Setelah menyelesaikan Matakuliah ini diharapkan mahasiswa dapat menjelaskan perubahan biokimia dalam tubuh ternak atau tanaman pakan ternak serta dapat
BIOKIMIA NUTRISI. : PENDAHULUAN (Haryati)
BIOKIMIA NUTRISI Minggu I : PENDAHULUAN (Haryati) - Informasi kontrak dan rencana pembelajaran - Pengertian ilmu biokimia dan biokimia nutrisi -Tujuan mempelajari ilmu biokimia - Keterkaitan tentang mata
MASALAH DAN KEBIJAKAN PENINGKATAN PRODUK PETERNAKAN UNTUK PEMENUHAN GIZI MASYARAKAT*)
MASALAH DAN KEBIJAKAN PENINGKATAN PRODUK PETERNAKAN UNTUK PEMENUHAN GIZI MASYARAKAT*) I. LATAR BELAKANG 1. Dalam waktu dekat akan terjadi perubahan struktur perdagangan komoditas pertanian (termasuk peternakan)
I. PENDAHULUAN. Minat masyarakat yang tinggi terhadap produk hewani terutama, daging kambing,
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah Minat masyarakat yang tinggi terhadap produk hewani terutama, daging kambing, menyebabkan ketersediaan produk hewani yang harus ditingkatkan baik dari segi
laboratorium FISIOLOGI TERNAK DAN BIOKIMIA
laboratorium FISIOLOGI TERNAK DAN BIOKIMIA Kuliah Perdana FISIOLOGI TERNAK Laboratorium Fisiologi Ternak dan Biokimia Staf Laboratorium 1. Dr. Ir. Lovita Adriani, M.S. (Kepala Lab.) 2. Ir. Heni St. Mainah,
BEBAN STUDI SESUAI INDEKS PRESTASI (IP) SEMESTER
BEBAN STUDI SESUAI INDEKS PRESTASI (IP) SEMESTER Ketentuan beban studi yang boleh diambil pada semester berikutnya diberikan dalam tabel di bawah ini. IP semester yang diperoleh Beban studi dalam semester
KISI-KISI SOAL UKA 2015 AGRIBISNIS PRODUKSI TERNAK
KISI-KISI SOAL UKA 2015 AGRIBISNIS PRODUKSI TERNAK Kompetensi Utama St. Inti/SK Standar Kompetensi Guru Kompet. Guru Mapel Kompetensi Inti KD Indikator Esensial Pedagogik 1. karakteristik peserta didik
I. PENDAHULUAN. Peternakan di Indonesia setiap tahunnya mengalami peningkatan, sehingga
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Peternakan di Indonesia setiap tahunnya mengalami peningkatan, sehingga membutuhkan ketersediaan pakan yang cukup untuk ternak. Pakan merupakan hal utama dalam tata laksana
