LAPORAN TAHUNAN 2013

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "LAPORAN TAHUNAN 2013"

Transkripsi

1 LAPORAN TAHUNAN 2013 BUKU 1 Kementerian Kehutanan Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan a

2 b

3 Laporan Tahunann Badan Litbang Kehutanan tahun 2013 disusun sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Litbang Kehutanan pada tahun Laporan ini terdiri dari dua bagian yaitu Buku-1 dan Buku-2. Buku-1 menyajikan data dan informasi capaian kegiatann seluruh unit kerja Badan Litbang Kehutanan khususnya kegiatan pendukung penelitian. Disamping itu, Buku-1 juga menyajikan kondisi organisasi Badan Litbang Kehutanan, rencana dan realisasi r kegiatan tahun 2013, serta catatan tindak lanjut terhadap permasalahan yang ada. Buku-2 memuat kumpulan ringkasan hasil penelitian dan pengembangan yang telah dicapaii oleh tiap unit kerja tahunn 2013 berdasarka n Renstraa Badan Litbang Kehutanan dan Rencana Kerja Badan Litbang Kehutanan tahun Secara keseluruhan Laporan Tahunan 2013 ini menggambarkan keadaan terbaru sebagai hasil dari perbaikan kinerja yang telah dilakukan sebelumnya. Gambaran ini juga harus bisa dimanfaatkan sebagai bahan untuk perumusanp n kebijakan lebih lanjut. Buku-1 yang menggambarkan kondisi umum harus menjadi dasar bagi pengembangan institusi, SDM dan sarprasnya. Buku-22 dapat digunakan sebagai acuan pemanfaatan lebih lanjut dari hasil penelitiann yang ada, yaitu untuk pengembangan, diseminasii serta penerapan yang lain. Semoga Buku membutuhkan. Laporan Tahunan ini bermanfaat bagi semua pihak yang Jakarta, 2014 Plt. Kepalaa Badan Dr.Ir. I.B. Putera Parthama, MSc NIP i

4 ii

5 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... iii DAFTAR TABEL.... iv DAFTAR GAMBAR... vi DAFTAR LAMPIRAN... vii I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang... 1 B. Maksud dan Tujuan II. KONDISI ORGANISASI TAHUN A. Struktur Organisasi... 5 B. Sumber Daya Manusia... 6 C. Sarana dan Prasarana D Anggaran III. RENCANA KEGIATAN TAHUN IV. REALISASI KEGIATAN TAHUN A. Administrasi dan Tata Laksana B. ISO dan Kepegawaian C. Perencanaan Kegiatan dan Anggaran D. Kerjasama Penelitian E. Penelitian dan Pengembangan F Diseminasi Hasil Penelitian G. Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan H. Pelaksanaan Anggaran V. PERMASALAHAN DAN TINDAK LANJUT VI. PENUTUP iii

6 DAFTAR TABEL Tabel 1. Keterkaitan antara bidang tugas Badan Litbang Kehutanan dengan Kebijakan Prioritas Kementerian Kehutanan... 2 Tabel 2. Keadaan pegawai berdasarkan jabatan tahun Tabel 3. Penyebaran pegawai (PNS dan CPNS) berdasarkan tingkat pendidikan tahun Tabel 4. Penyebaran pegawai berdasarkan golongan tahun Tabel 5. Penyebaran peneliti berdasarkan jenjang jabatan fungsional tahun Tabel 6. Profesor Riset Badan Litbang Kehutanan tahun Tabel 7. Tabel 8. Tabel 9. Tabel 10. Penyebaran teknisi litkayasa berdasarkan jenjang jabatan fungsional tahun Penyebaran pustakawan pada unit kerja Badan Litbang Kehutanan berdasarkan jenjang jabatan fungsional pustakawan Penyebaran pranata komputer berdasarkan jenjang jabatan fungsional Kondisi pegawai non PNS berdasarkan tingkat pendidikan tahun Tabel 11. Posisi Barang Milik Negara di Neraca Badan Litbang Kehutanan Tabel 12. Anggaran Badan Litbang Kehutanan tahun Tabel 13. Anggaran dan realisasi pada tahun Tabel 14. Kegiatan kepegawaian tahun Tabel 15. Pegawai yang mengikuti pendidikan S3, S2 dan S1 tahun Tabel 16. Pegawai yang sekolah tahun Tabel 17. Peneliti yang mengikuti program Research School Tabel 18. Pegawai yang telah menyelesaikan pendidikan program S2 dan S Tabel 19. Pegawai yang mengikuti diklat/kursus tahun Tabel 20. Realisasi kegiatan kepegawaian Badan Litbang Kehutanan tahun Tabel 21. Kegiatan program dan rencana anggaran pada tahun Tabel 22. Pelaksanaan kerjasama penelitian tahun Tabel 23. Tabel 24. Pelaksanaan penelitian dan pengembangan lingkup Badan Litbang Kehutanan tahun Publikasi yang diterbitkan lingkup Badan Litbang Kehutanan tahun iv

7 Tabel 25. Kegiatan seminar/ekspose/diskusi/lokakarya yang diselenggarakan/ diikuti lingkup Badan Litbang Kehutanan tahun Tabel 26. IPTEK hasil litbang yang dijadikan bahan ajar. 37 Tabel 27. Gelar teknologi dan alih teknologi yang diselenggarakan/diikuti tahun Tabel 28. Pameran yang diselenggarakan/diikuti Badan Litbang Kehutanan Tabel 29. Pemantauan, evaluasi dan pelaporan lingkup Badan Litbang Kehutanan tahun Tabel 30. Realisasi anggaran lingkup Badan Litbang Kehutanan tahun Tabel 31. Permasalahan yang dihadapi dan tindak lanjut v

8 DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Keadaan pegawai (PNS dan CPNS) berdasarkan tingkat pendidikan tahun Gambar 2. Penyebaran pegawai berdasarkan golongan tahun Gambar 3. Penyebaran peneliti berdasarkan jenjang jabatan fungsional tahun Gambar 4. Penyebaran teknisi litkayasa berdasarkan jenjang jabatan fungsional tahun vi

9 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Struktur organisasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Lampiran 2a. Struktur organisasi Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Lampiran 2b. Struktur organisasi Pusat lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Lampiran 2c. Struktur organisasi Balai Besar lingkup Badan Penelitran dan Pengembangan Kehutanan Lampiran 3. Struktur organisasi Balai lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan.. 56 Lampiran 4. Kondisi laboratorium dan pemanfaatan laboratorium tahun Lampiran 5. Kondisi kendaraan roda 2 (dua), 3 (tiga), 4 (empat) dan 6 (enam) lingkup Badan Litbang Kehutanan tahun Lampiran 6. Kondisi dan pemanfaatan perpustakaan Badan Litbang Kehutanan tahun Lampiran 7. Jumlah pengunjung perpustakaan lingkup Badan Litbang Kehutanan tahun Lampiran 8. Perubahan jumlah pustaka lingkup Badan Litbang Kehutanan tahun Lampiran 9. Kondisi dan kegiatan di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK)/Hutan Penelitian tahun Lampiran 10. Jenis surat yang masuk dan keluar tahun Lampiran 11. Surat Keputusan Kepala Badan Litbang Kehutanan tahun Lampiran 12 Diklat/kursus dalam dan luar negeri yang diikuti pegawai tahun Lampiran 13. Kerjasama penelitian dalam negeri Badan Litbang Kehutanan tahun Lampiran 14. Kerjasama penelitian luar negeri Badan Litbang Kehutanan tahun Lampiran 15. Kemajuan proses/perencanaan kerjasama baru (dalam dan luar negeri) tahun Lampiran 16. Penerbitan publikasi hasil litbang Badan Litbang Kehutanan tahun Lampiran 17. Ekspose/seminar/diskusi/lokakarya yang diikuti Badan Litbang Kehutanan tahun vii

10 Lampiran 18. Kegiatan peningkatan jejaring kerja Badan Litbang Kehutanan tahun Lampiran 19. Progres pengelolaan HAKI Badan Litbang Kehutanan tahun Lampiran 20. Alih teknologi/gelar teknologi Badan Litbang Kehutanan tahun Lampiran 21. Advis teknis/bimbingan teknis yang diselenggarakan Badan Litbang Kehutanan tahun Lampiran 22. Pameran yang diselenggarakan/diikuti Badan Litbang Kehutanan tahun viii

11 A. Latar Belakang Berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan No. P.40/Menhut-II/2010, tanggal 20 Agustus 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kehutanan, Badan Litbang Kehutanan merupakan unsur pendukung pelaksanaan tugas Kementerian Kehutanan. Pada level strategis, posisi sebagai unsur pendukung diinterpretasikan sebagai leading the way, setting the course, guiding the moves bahwa Badan Litbang Kehutanan adalah 1) pemandu Kementerian Kehutanan; 2) penyedia informasi dan Iptek sebagai basis solusi permasalahan aktual yang dihadapi Kementerian Kehutanan); dan 3) pendorong (menghasilkan informasi dan inovasi teknologi untuk akselerasi pencapaian tujuan Kementerian Kehutanan). Secara teknis operasional, unsur pendukung dapat diterjemahkan bahwa Badan Litbang Kehutanan harus dapat mengambil peran dalam semua kegiatan Kementerian Kehutanan yang memerlukan dukungan Iptek. Bidang tugas Badan Litbang Kehutanan adalah menyelenggarakan penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan Iptek yang diperlukan dalam pembangunan kehutanan. Dengan demikian secara substansial program penelitian dan pengembangan harus tetap sejalan (inline) dengan 6 Kebijakan Prioritas Kementerian Kehutanan yaitu 1) Pemantapan kawasan hutan; 2) Rehabilitasi hutan dan peningkatan daya dukung Daerah Airan Sungai (DAS); 3) Pengamanan hutan dan pengendalian kebakaran hutan; 4) Konservasi keanekaragaman hayati; 5) Revitalisasi pemanfaatan hutan dan industri kehutanan; 6) Pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan. Renstra Badan Litbang Kehutanan secara eksplisit memuat strategi yang akan ditempuh dalam mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran organisasi dengan mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan organisasi serta peluang dan tantangan yang dihadapi. 1

12 Berdasarkan Renstra tersebut, arah kegiatan penelitian dan pengembangan Badan Litbang Kehutanan diakomodasikan ke dalam 9 (sembilan) program penelitian dan pengembangan, yaitu: 1. Lansekap Hutan 2. Pengelolaan Hutan Alam 3. Pengelolaan Hutan Tanaman 4. Pengelolaan Biodiversitas 5. Pengelolaan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) 6. Pengelolaan Daerah Aliran Sungai 7. Perubahan Iklim 8. Pengolahan Hasil Hutan 9. Kebijakan Kehutanan Kesembilan program penelitian dan pengembangan tersebut selanjutnya dijabarkan ke dalam 25 Rencana Penelitian Integratif (RPI). Di samping kesembilan program tersebut, dilaksanakan juga 3 program komplemen yaitu: 1. Penguatan Institusi dan Peningkatan Kualitas SDM 2. Pemantapan Pelaksanaan Penelitian dan Komunikasi Hasil Litbang 3. Peningkatan Sarana dan Prasarana Litbang Sejalan dengan hal tersebut, setiap tahun Badan Litbang Kehutanan menyelenggarakan berbagai kegiatan yang bermuara pada penyediaan teknologi dan bermanfaat bagi pemecahan masalah di sektor kehutanan, baik lokal maupun nasional. Namun demikian tidak semua kebijakan prioritas serta fokus kegiatan perlu dukungan penelitian dan pengembangan yang seimbang. Secara garis besar keterkaitan bidang tugas Badan Litbang Kehutanan dengan Kebijakan Prioritas Kementerian Kehutanan disajikan dalam Tabel 1. Tabel 1. Keterkaitan antara bidang tugas Badan Litbang Kehutanan dengan Kebijakan Prioritas Kementerian Kehutanan No. Kebijakan Prioritas Program Litbang Rencana Penelitian Integratif Terkait 1. Pemantapan Kawasan Hutan 2. Rehabilitasi Hutan dan Peningkatan Daya Dukung Daerah Aliran Sungai (DAS) Lansekap Hutan Pengelolaan Hutan Alam Manajemen Lansekap Hutan Berbasis DAS Pengembangan Hutan Kota/Lansekap Perkotaan Pengelolaan Hutan Lahan Kering Pengelolaan Hutan Mangrove dan Ekosistem Pantai Pengelolaan Hutan Rawa Gambut 2

13 No. Kebijakan Prioritas Program Litbang Rencana Penelitian Integratif Terkait 3. Pengamanan Hutan dan Pengendalian Kebakaran Hutan 4. Konservasi Keanekaragaman Hayati 5. Revitalisasi Pemanfaatan Hutan dan Industri Kehutanan 6. Pemberdayaan Masyarakat di Sekitar Hutan Pengelolaan DAS Pengelolaan Biodiversitas Pengelolaan Biodiversitas Pengelolaan Hutan Tanaman Pengolahan Hasil Hutan Kebijakan Kehutanan Pengelolaan Hasil Hutan Bukan Kayu Pengolahan Hasil Hutan Sistem Pengelolaan DAS Hulu, Lintas Kabupaten, Lintas Propinsi Pengelolaan Sumberdaya Lahan dan Air Pendukung Pengelolaan DAS Model Pengelolaan Kawasan Konservasi Berbasis Ekosistem Konservasi Flora, Fauna dan Mikroorganisme Pengelolaan Hutan Produksi Lestari Pengelolaan Hutan Tanaman Penghasil Kayu Pengelolaan Dipterokarpa Agroforestry Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Sifat Dasar Kayu dan Bukan Kayu Keteknikan dan Pemanenan Hasil Hutan Pengolahan Hasil Hutan dan Bambu Perekayasaan Alat dan Substitusi Bahan Pembantu Penguatan Tata Kelola Industri dan Perdagangan Hasil Hutan Pengelolaan HHBK FEMO (Food, Energy, Medicine) and others Pengolahan Hasil Hutan Bukan Kayu Badan Litbang Kehutanan adalah salah satu institusi pemerintah yang bekerja untuk kepentingan publik serta hampir sepenuhnya dibiayai dengan dana publik (APBN). Sehubungan dengan hal tersebut, merupakan suatu keharusan bagi Badan Litbang Kehutanan untuk melaporkan secara transparan pada setiap akhir tahun mengenai hal-hal apa yang telah dilakukan serta dicapai selama kurun waktu 1 tahun sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Hal yang telah dilakukan Badan Litbang Kehutanan dalam mengimplementasikan program litbang dan program komplemen dalam tahun 2013 perlu didokumentasikan dalam bentuk Laporan Tahunan. Laporan dimaksud mencakup kegiatan seluruh unit kerja (Pusat dan UPT) litbang meliputi pelaksanaan kegiatan litbang dan penerapan hasil litbang serta kegiatan Sekretariat yang meliputi keadaan organisasi, administrasi dan tatalaksana, kepegawaian, kegiatan perencanaan program dan anggaran, serta kerjasama penelitian. 3

14 B. Maksud dan Tujuan Laporan Tahunan Badan Litbang Kehutanan dimaksudkan sebagai dokumen yang memberikan informasi secara menyeluruh mengenai kondisi dan perkembangan Badan Litbang Kehutanan tahun 2013 serta hal-hal yang telah dilaksanakan dan dicapai dalam mengemban tugas dan fungsinya. Tujuan yang ingin dicapai ialah memberikan kontribusi bagi tercapainya peningkatan kinerja instansi melalui penyediaan data dan informasi yang dapat dijadikan acuan dan atau dasar dalam pembuatan kebijakan serta perencanaan kegiatan litbang kehutanan di masa mendatang. 4

15 A. Struktur Organisasi Sesuai dengan Peraturan Menteri Kehutanan No. P.40/Menhut-II/2010, tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kehutanan, Badan Litbang Kehutanan terdiri dari 4 (empat) Pusat Litbang dan 1 (satu) Sekreteriat yaitu: 1. Sekretariat Badan Litbang Kehutanan 2. Pusat Litbang Konservasi dan Rehabilitasi 3. Pusat Litbang Peningkatan Produktivitas Hutan 4. Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan 5. Pusat Litbang Perubahan Iklim dan Kebijakan. Di samping itu, terdapat 15 (lima belas) Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang terdiri dari 2 (dua) Balai Besar dan 7 (tujuh) Balai yang menangani penelitian kehutanan secara umum dan 6 (enam) Balai khusus, yaitu: Balai Besar: 1. Balai Besar Penelitian Bioteknologi Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta 2. Balai Besar Penelitian Dipterokarpa Samarinda Balai Umum: 1. Balai Penelitian Kehutanan Aek Nauli 2. Balai Penelitian Kehutanan Makassar 3. Balai Penelitian Kehutanan Kupang 4. Balai Penelitian Kehutanan Manokwari 5. Balai Penelitian Kehutanan Manado 6. Balai Penelitian Kehutanan Banjarbaru 7. Balai Penelitian Kehutanan Palembang Balai Khusus: 1. Balai Penelitian Teknologi Kehutanan Pengelolaan DAS Solo 2. Balai Penelitian Teknologi Agroforestry Ciamis 3. Balai Penelitian Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu Mataram 4. Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan Bogor 5

16 5. Balai Penelitian Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam Samboja 6. Balai Penelitian Teknologi Serat Tanaman Hutan Kuok Struktur Organisasi Badan Litbang Kehutanan dapat dilihat pada Lampiran 1. Struktur organisasi setingkat Eselon II lingkup Badan Litbang Kehutanan dapat dilihat pada Lampiran 2a, 2b, dan 2c sedangkan struktur organisasi Balai dapat dilihat pada Lampiran 3. B. Sumber Daya Manusia 1. Pegawai Berdasarkan Jabatan dan Tingkat Pendidikan Sumberdaya manusia merupakan potensi penggerak dari suatu organisasi dalam mencapai tujuannya. Secara keseluruhan jumlah pegawai PNS dan CPNS Badan Litbang Kehutanan tahun 2013 adalah orang, terdiri dari laki-laki dan 516 perempuan. Selain PNS dan CPNS terdapat 269 orang tenaga kontrak kerja/ honorer. Keadaan pegawai berdasarkan jabatan dibedakan menjadi jabatan struktural, non struktural dan fungsional, secara rinci dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Keadaan pegawai berdasarkan jabatan tahun 2013 No. Jabatan Jumlah L P Jumlah 1. Tenaga Struktural/Non Struktural a. Struktural b. Non Struktural/Fungsional Umum Tenaga Fungsional a. Peneliti b. Calon Peneliti c. Teknisi Litkayasa d. Calon Teknisi Litkayasa e. Pustakawan f. Calon Pustakawan g. Analis Kepegawaian h. Calon Analis Kepegawaian i. Pranata Komputer j. Calon Pranata Komputer k. Arsiparis l. Calon Arsiparis m. Pranata Humas n. Calon Pranata Humas o. Pranata Laboratorium p. Calon Pranata Laboratorium 1-1 Jumlah PNS dan CPNS Honorer/Kontrak Kerja Jumlah

17 Penyebaran pegawai (PNS dan CPNS) pada setiap unit kerja berdasarkan tingkat pendidikan, secara rinci dapat dilihat pada Tabel 3 dan Gambar 1. Tabel 3. Penyebaran pegawai (PNS dan CPNS) berdasarkan tingkat pendidikan tahun 2013 Tingkat Pendidikan No. Unit Kerja S3 S2 S1 S0 SLTA SLTP SD JUMLAH L P L P L P L P L P L P L P L P L+P 1. Puskonser Pusprohut Pustekolah Puspijak B2PBPTH Yogyakarta B2PD Samarinda BPK Aek Nauli BPTSTH Kuok BPK Palembang BPTPTH Bogor BPTA Ciamis BPTKPDAS Solo BPTHHBK Mataram BPK Kupang BPK Banjarbaru BPTKSDA Samboja BPK Manado BPK Makassar BPK Manokwari Sekretariat Jumlah Gambar 1. Keadaan pegawai (PNS dan CPNS) berdasarkan tingkat pendidikan tahun

18 Berdasarkan Tabel 3, pegawai Badan Litbang Kehutanan didominasi oleh pegawai yang berpendidikan SLTA yaitu sebanyak 563 orang (35%), dan yang paling sedikit adalah pegawai dengan pendidikan SLTP yaitu sebanyak 28 orang (2%). Tingkat pendidikan seorang PNS merupakan hal yang sangat penting dalam pengembangan SDM dalam suatu organisasi, karena pendidikan mempunyai peran strategis terhadap keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuan. 2. Pegawai Berdasarkan Golongan Keadaan pegawai Badan Litbang Kehutanan berdasarkan golongan secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4 dan Gambar 2. Tabel 4. Penyebaran pegawai berdasarkan golongan tahun 2013 Golongan No Unit Kerja Gol. IV Gol. III Gol. II Gol. I Jumlah Jumlah L P L P L P L P L P L+P 1. Puskonser Pusprohut Pustekolah Puspijak B2PBPTH Yogyakarta B2PD Samarinda BPK Aek Nauli BPTSTH Kuok BPK Palembang BPTPTH Bogor BPTA Ciamis BPTKPDAS Solo BPTHHBK Mataram BPK Kupang BPK Banjarbaru BPTKSDA Samboja BPK Manado BPK Makassar BPK Manokwari Sekretariat Jumlah Gol. IV 14% Gol. I 3% Gol. II 24% Gol. III 59% Gambar 2. Penyebaran pegawai berdasarkan golongan tahun

19 Berdasarkan Tabel 4, keadaan pegawai Badan Litbang Kehutanan didominasi oleh pegawai dengan golongan III, yaitu sebanyak 956 orang (59%) sedangkan paling sedikit adalah pegawai dengan golongan I sebanyak 46 orang (3%). 3. Pegawai Berdasarkan Jenjang Fungsional Peneliti Tenaga fungsional peneliti merupakan tenaga operasional yang sangat menentukan keberhasilan pencapaian visi dan misi Badan Litbang Kehutanan. Namun sampai saat ini jumlah/tenaga fungsional peneliti relatif masih sangat kurang jika dibandingkan dengan jumlah seluruh pegawai Badan Litbang Kehutanan, yaitu sebanyak 470 (28,94%) dengan rincian 428 orang peneliti dan 42 orang calon peneliti. Komposisi jabatan fungsional peneliti Badan Litbang Kehutanan dapat dilihat pada Tabel 5 dan Gambar 3. Tabel 5. Penyebaran peneliti berdasarkan jenjang jabatan fungsional tahun 2013 Peneliti Utama Peneliti Madya Jenjang Jabatan Fungsional Peneliti Muda Peneliti Pertama Calon Peneliti No. Unit Kerja Jumlah L P L P L P L P L P 1. Puskonser Pusprohut Pustekolah Puspijak B2PBPTH Yogyakarta B2PD Samarinda BPK Aek Nauli BPTSTH Kuok BPK Palembang BPTPTH Bogor BPTA Ciamis BPTKPDAS Solo BPTHHBK Mataram BPK Kupang BPK Banjarbaru BPTKSDA Samboja BPK Manado BPK Makassar BPK Manokwari Jumlah

20 Peneliti Utama 9% Calon Peneliti 9% Peneliti Madya 27% Peneliti Pertama 22% Peneliti Muda 33% Gambar 3. Penyebaran peneliti berdasarkan jenjang jabatan fungsional tahun 2013 Berdasarkan tabel 5, terlihat bahwa jenjang jabatan fungsional peneliti yang paling banyak adalah Peneliti Muda yaitu sebanyak 155 orang (33%), sedangkan yang paling sedikit adalah Peneliti Utama dan Calon Peneliti yaitu masing-masing sebanyak 42 orang (9%). Pada tahun 2013 terdapat 10 Profesor Riset yang masih aktif, sebagaimana disajikan pada Tabel 6. Tabel 6. Profesor Riset Badan Litbang Kehutanan tahun 2013 No. Nama Peneliti Unit Kerja Bidang Kepakaran Tahun Orasi 1. Prof. Riset. Dr. Ir. Hendi Suhaendi, MS. Pusprohut Pemuliaan Pohon Prof. Riset. Dr. Ir. R. Sudradjat, MSc Pustekolah Pengolahan Hasil Hutan Prof. Riset. Dr. Ir. Abdullah Syarief Mukhtar, MS Puskonser Biologi Satwa Liar Prof. Riset. Ir. Dulsalam, MM. Pustekolah Eksploitasi Hutan Prof. Riset. Dr. Drs. Bismark, MS. Puskonser Satwa Liar Prof. Riset. Dr. Ir. Pratiwi, M.Sc. Puskonser Hidrologi dan Konservasi Hutan Prof. Riset. Dr. Gustan Pari, BSc. Dipl. IV, M.Si. Pustekolah Pengelolaan Hasil Hutan Prof. Riset. Dr. Drs. Adi Santoso, M.Si. Pustekolah Pengolahan Hasil Hutan Prof. Riset. Dr. Ir. Chairil Anwar Siregar Puskonser Hidrologi dan Konservasi Tanah Prof. Riset. Dr. Ir. Nina Mindawati, M.Si. Pusprohut Silvikultur Pegawai Berdasarkan Jenjang Fungsional Teknisi Litkayasa Teknisi litkayasa merupakan tenaga fungsional yang bertugas membantu peneliti dalam melaksanakan kegiatan penelitian. Jumlah teknisi litkayasa masih relatif sedikit apabila dibandingkan dengan jumlah peneliti, yaitu sebanyak 280 orang yang terdiri dari 271 orang teknisi litkayasa dan 9 orang calon teknisi litkayasa. Idealnya rasio antara peneliti dan teknisi litkayasa minimal 1:2. 10

21 Komposisi tenaga fungsional teknisi litkayasa Badan Litbang Kehutanan dapat dilihat pada Tabel 7 dan Gambar 4. Tabel 7. Penyebaran teknisi litkayasa berdasarkan jenjang jabatan fungsional tahun Jenjang Fungsional Teknisi Litkayasa No. Unit Kerja Teknisi Litkayasa Teknisi Litkayasa Teknisi Litkayasa Teknisi Litkayasa Calon Teknisi Jumlah Penyelia Pelaksana Lanjtn Pelaksana Pemula Litkayasa 1. Puskonser Pusprohut Pustekolah Puspijak B2PBPTH Yogyakarta B2PD Samarinda BPK Aek Nauli BPTSTH Kuok BPK Palembang BPTPTH Bogor BPTA Ciamis BPTKPDAS Solo BPTHHBK Mataram BPK Kupang BPK Banjarbaru BPTKSDA Samboja BPK Manado BPK Makassar BPK Manokwari Jumlah % 3% 1% 17% 31% Calon Tek. Litkayasa Tek. Litk. Pemula Tek. Litk. Pelaksana Tek. Litk. Pelaksana Lanjutan Tek. Litk. Penyelia Gambar 4. Penyebaran teknisi litkayasa berdasarkan jenjang jabatan fungsional tahun 2013 Pada tahun 2013 jabatan teknisi litkayasa didominasi oleh Teknisi Litkayasa Penyelia yaitu berjumlah 133 orang (48%). Sedangkan jumlah jabatan teknisi litkayasa terendah adalah Teknisi Litkayasa Pemula berjumlah 2 orang (1%). 11

22 5. Pegawai Berdasarkan Jabatan Fungsional Pustakawan Pada tahun 2013 terdapat 11 perpustakaan yang tersebar pada unit kerja lingkup Badan Litbang Kehutanan. Sedangkan jumlah Pustakawan dan Calon Pustakawan seluruh Badan Litbang adalah 17 orang, dimana 6 orang diantaranya berada di Perpustakaan Sekretariat Badan Litbang Kehutanan. Penyebaran Pustakawan dan Calon Pustakawan pada unit kerja lingkup Badan Litbang Kehutanan dapat dilihat pada Tabel 8. Tabel 8. Penyebaran pustakawan pada unit kerja Badan Litbang Kehutanan berdasarkan jenjang jabatan fungsional pustakawan Jenjang Fungsional No. Unit Kerja Pustakawan Madya Pustakawan Plkn Lnjt Pustakawan Pelaksana Pustakawan Pertama Calon Jumlah 1. Puskonser Pusprohut Pustekolah Puspijak B2PBPTH Yogyakarta B2PD Samarinda BPK Aek Nauli BPTSTH Kuok BPK Palembang BPTPTH Bogor BPTA Ciamis BPTKPDAS Solo BPTHHBK Mataram BPK Kupang BPK Banjarbaru BPTKSDA Samboja BPK Manado BPK Makassar BPK Manokwari Sekretariat Jumlah Pegawai Berdasarkan Jabatan Fungsional Pranata Komputer Pada tahun 2013, terdapat 10 tenaga calon fungsional Pranata Komputer yang tersebar pada unit kerja lingkup Badan Litbang Kehutanan. Kondisi pegawai fungsional pranata komputer yang tersebar di beberapa unit kerja lingkup Badan Litbang Kehutanan dapat dilihat pada Tabel 9. Tabel 9. Penyebaran pranata komputer berdasarkan jenjang jabatan fungsional No. Unit Kerja Jenjang Fungsional Pertama Muda Madya Calon Jumlah 1. Puskonser Pustekolah Puspijak

23 No. Unit Kerja Jenjang Fungsional Pertama Muda Madya Calon Jumlah 4. BBPBPTH Yogyakarta BPK Aek Nauli BPTHHBK Mataram BPK Manokwari Sekretariat Jumlah Keadaan Pegawai Tenaga Non PNS (Kontrak Kerja/Honorer) Pegawai non PNS lingkup Badan Litbang Kehutanan merupakan tenaga Kontrak Kerja/Honorer. Kondisi pegawai non PNS pada masing-masing unit kerja lingkup Badan Litbang Kehutanan dapat dilihat pada Tabel 10. Tabel 10. Kondisi pegawai non PNS berdasarkan tingkat pendidikan tahun 2013 No. Unit Kerja Tingkat Pendidikan S2 S1 S0 SLTA SLTP SD Jumlah 1. Puskonser Pusprohut Pustekolah Puspijak B2PBPTH Yogyakarta B2PD Samarinda BPK Aek Nauli BPTSTH Kuok BPK Palembang BPTPTH Bogor BPTA Ciamis BPTKPDAS Solo BPTHHBK Mataram BPK Kupang BPK Banjarbaru BPTKSDA Samboja BPK Manado BPK Makassar BPK Manokwari Sekretariat Jumlah Berdasarkan tabel 4 di atas, pegawai kontrak kerja/honorer Badan Litbang Kehutanan didominasi oleh pegawai dengan pendidikan SLTA sebanyak 169 orang, sedangkan paling sedikit didominasi oleh tenaga berpendidikan Sarjana (S1) sebanyak 21 orang. 13

24 C. Sarana dan Prasarana 1. Kondisi Sarana dan Prasarana Sarana dan prasarana merupakan pendukung pelaksanaan kegiatan yang dilakukan Badan Litbang Kehutanan dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan pada tahun Kondisi sarana dan prasarana Badan Litbang Kehutanan sampai dengan laporan tahun 2013 atau posisi Barang Milik Negara di Necara per 31 Desember 2013 sebagai aset Badan Litbang Kehutanan sebesar Rp ,- dengan rincian sebagaimana disajikan pada Tabel 11. Tabel 11. Posisi Barang Milik Negara di Neraca Badan Litbang Kehutanan Akun Neraca Jumlah (Rp) Kode Uraian Barang konsumsi Amunisi Bahan untuk pemeliharaan Suku cadang Pita Cukai, Meterai dan Leges Hewan dan Tanaman untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat Barang lainnya untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat Bahan Baku Persediaan lainnya Tanah Peralatan dan mesin Gedung dan bangunan Jalan dan Jembatan Irigasi Jaringan Aset tetap lainnya Konstruksi dalam Pengerjaan Akomulasi Penyusutan Peratalatan dam Mesin ( ) Akumulasi Penyusutan Gedung dan bengunan ( ) Akumulasi jalan dan Jembatan ( ) Akumulasi Penyustan Irigasi ( ) Akumulasi Penyusuatan Jaringan ( ) Akumluasi Penyusutan Asset Tetap Lannya ( ) Akumulasi Penyusutan asset Tetap Lainnya ( ) Software Hasil Kajian/Penelitian Asset Tak Berwujud Lainnya Aset tetap yang tidak digunakan dalam operasi pemerintahan Akumulasi Penyusutan Asset Tetap yang Tidak Digunakan dalam opersi ( ) Jumlah Kondisi Peralatan dan Pemanfaatan Laboratorium Sebagai salah satu Kementerian yang bergerak di bidang penelitian dan pengembangan, Badan Litbang Kehutanan dituntut untuk menghasilkan IPTEK yang berguna untuk pembangunan kehutanan maupun dalam meningkatkan 14

25 kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu dibutuhkan sarana penujang untuk mendukung penelitian yang memadai antara lain adanya laboratorium. Laboratorium lingkup Badan Litbang Kehutanan antara lain terdiri dari: laboratorium hama, mikrobiologi, tanah, botani, anatomi, kultur jaringan, pengeringan, pengawetan dan lain-lain. Kondisi dan pemanfaatan laboratorium selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran Kondisi Kendaraan Dalam menunjang kelancaran tugas pegawai perlu penyediaan sarana kerja yang memadai, salah satunya adalah transportasi berupa kendaraan dinas. Jumlah kendaraan roda 6, roda 4, roda 3 dan roda 2 lingkup Badan Litbang Kehutanan, masing-masing roda 6 sebanyak 6 unit, roda 4 sebanyak 231 unit, roda 3 sebanyak 3 unit dan roda 2 sebanyak 289 unit. Kondisi kendaraan sebagian besar dalam keadaan baik dan secara rinci dapat dilihat pada Lampiran Kondisi dan Pemanfaatan Perpustakaan Perpustakaan sebagai salah satu sarana penunjang sangat penting bagi isntitusi penelitian. Keberadaan perputakaan dimaksudkan untuk mendukung kegiatan institusi tersebut. Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan dan pemanfaatannya, perpustakaan Badan Litbang Kehutanan pada tahun 2013 telah melengkapi sarana dan prasarana perpustakaan dan pengembangan sistem data perpustakaan. Badan Litbang Kehutanan setiap tahun selalu mengupayakan pengadaan buku-buku perpustakaan atau koleksi lainnya berupa audiovisual, referensi, peta baik yang dilakukan di pusat/daerah. Koleksi tersebut diperoleh melalui pembelian ataupun hibah dari institusi lain seperti CIFOR, ICRAF, Perguruan Tinggi, LIPI, dan lembaga lainnya. Perpustakaan bersifat terbuka, dapat dikunjungi/dimanfaatkan oleh pengguna baik dari dalam maupun dari luar Badan Litbang Kehutanan seperti mahasiswa, pegawai pemerintah daerah, pegawai LSM dan lain-lain. Kondisi dan pemanfaatan perpustakaan Badan Litbang Kehutanan tersebut dapat dilihat pada Lampiran 6. Sedangkan jumlah 15

26 pengunjung dan perubahan jumlah pustaka dapat dilihat pada Lampiran 7 dan Lampiran Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus dan Hutan Penelitian Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) merupakan kawasan hutan yang ditetapkan dengan peraturan Menteri Kehutanan yang pemanfaatannya untuk kegiatan penelitian dan pengembangan. Badan Litbang Kehutanan mengelola 33 KHDTK yang tersebar di seluruh Indonesia yang ditunjuk berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan secara bertahap sejak tahun 2003 sampai dengan tahun Sesuai dengan pemanfaatannya, KHDTK tersebut digunakan untuk kegiatan penelitian lapangan, sedangkan pengelolaannya dilaksanakan oleh Puslitbang (terutama Puskonser dan Pusprohut) serta sebagian besar Unit Pelaksana Teknis Badan Litbang Kehutanan. Selain KHDTK, Badan Litbang Kehutanan juga memiliki sarana hutan penelitian non KHDTK sejumlah 16 unit, yang memiliki berbagai nama yaitu Hutan Penelitian, Kebun Percobaan, SPPK, Stasiun Penelitian, Wana Riset yang telah dikelola oleh beberapa UPT di daerah. Berkaitan dengan pengelolaan KHDTK, Badan Litbang kehutanan telah menetapkan kriteria dan indikator pengelolaan KHDTK lingkup Badan Litbang Kehutanan sesuai dengan Keputusan Kepala Badan Litbang Kehutanan No. SK. 49/VIII-SET/2010 tanggal 23 Juli 2010, sebagai dasar acuan bagi setiap unit kerja pengelola KHDTK untuk mengelola KHDTK dengan baik sesuai prinsip-prinsip kelestarian hutan. Kriteria indikator tersebut secara detail memuat beberapa tahapan pengelolaan KHDTK yang disertai dengan alat/cara serta metode penilaiannya, sehingga akan memudahkan bagi pengelola KHDTK untuk penerapannya di lapangan. Melalui kriteria dan indikator tersebut diharapkan KHDTK-KHDTK yang tersebar di seluruh Indonesia dapat dikelola secara berkelanjutan berdasarkan prinsip kelestarian hutan dan Iptek hasil litbang. Pengelolaan KHDTK yang lestari ini bisa menjadi Show Window Badan Litbang Kehutanan dalam mendemonstrasikan model pengelolaan hutan secara lestari. Kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan di KHDTK dapat dilihat pada Lampiran 9. 16

27 Untuk periode Renstra , Badan Litbang Kehutanan telah menunjuk 10 KHDTK untuk disertifikasi sesuai dengan kriteria dan indikator pengelolaan KHDTK yaitu: 1. KHDTK Haurbentes 2. KHDTK Benakat 3. KHDTK Carita 4. KHDTK Aek Nauli 5. KHDTK Malili 6. KHDTK Rarung 7. KHDTK Tumbang Nusa 8. KHDTK Labanan 9. KHDTK Wonogiri 10. Petak 93 Gunung Kidul. Terkait dengan KHDTK tersebut di atas, pada tahun 2013 Sekretariat Badan Litbang Kehutanan telah melakukan pemetaan permasalahan pada 33 KHDTK Badan Litbang Kehutanan. Secara umum permasalahan pada KHDTK meliputi masalah tata batas, pengamanan, aturan pemanfaatan, kurangnya SDM, sarana dan prasarana pada KHDTK. Permasalahan dimaksud menimbulkan beberapa kendala dalam pengelolaan KHDTK pada tingkat operasional di lapangan misalnya pemanfaatan hasil penelitian/penanaman/hhbk dan potensi eksplorasi nilai ekonomi lainnya terhadap pendapatan negara dan peningkatan pendapatan masyarakat di sekitar KHDTK, permasalahan pengamanan terkait perambahan dan okupasi oleh masyarakat. Sebagai tindak lanjut mencari solusi terkait dengan permasalahan KHDTK saat ini Kemenhut cq Biro Hukum sedang melakukan pembahasan intensif Draft Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut) mengenai KHDTK. D. Anggaran Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, Badan Litbang Kehutanan pada tahun 2013 mendapat alokasi anggaran berdasarkan surat pengesahan DIPA tahun 2013 DIPA /2013, tanggal 5 Desember 2012 sebesar Rp ,-. Namun dalam perjalanannya mengalami beberapa kali revisi 17

28 terkait dengan kebijakan pemerintah. Sampai dengan akhir Desember 2013, pagu anggaran Badan Litbang Kehutanan termasuk Hibah Luar Negeri (HLN) sebesar Rp ,- dengan rincian sebagaimana disajikan pada Tabel 12. Tabel 12. Anggaran Badan Litbang Kehutanan tahun 2013 No. Sumber Dana Anggaran (Rp) 1. Rupiah Murni (RM) Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNP) Hibah Luar Negeri (HLN) Jumlah Dari total anggaran tersebut, yang dialokasikan untuk kegiatan non penelitian sebesar Rp ,- untuk kegiatan sarana prasarana sebesar Rp ,- dan alokasi untuk program penelitian dan pengembangan adalah sebesar Rp ,-. Alokasi dan realisasi anggaran Badan Litbang Kehutanan selama kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir dapat dilihat pada Tabel 13. Tabel 13. Anggaran dan realisasi pada tahun Tahun Pagu (Rp) Realisasi (Rp) % Berdasarkan Tabel di atas terlihat bahwa alokasi anggaran dari tahun 2009 s/d 2013 cenderung meningkat setiap tahunnya. 18

29 Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Badan Litbang Kehutanan tahun 2013, didukung dari sumber dana Rupiah Murni (RM) dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang tersusun dalam satu dokumen untuk setiap unit kerja, sehingga terdapat 20 dokumen dari 20 unit kerja lingkup Badan Litbang Kehutanan. Pada tahun 2013 jumlah anggaran Badan Litbang Kehutanan secara keseluruhan sebesar Rp ,-. Anggaran tersebut direncanakan untuk melaksanakan kegiatan yang termasuk dalam program litbang kehutanan maupun program komplemen yang tercantum dalam Renstra Tahun Khusus program penelitian dan pengembangan pada tahun 2013, terdiri dari 9 program dengan jumlah anggaran sebesar Rp ,- dengan rincian sebagai berikut: Program-1 : Lansekap Hutan Program ini dilaksanakan oleh Puslitbang Perubahan Iklim dan Kebijakan, Balai Penelitian Teknologi Pengelolaan DAS Solo, BPK Aek Nauli, BPK Makassar, Balai Penelitian Kehutanan Palembang, Balai Penelitian Teknologi Agroforestry Ciamis dengan total anggaran Rp ,- Program-2 : Pengelolaan Hutan Alam Program ini dilaksanakan oleh Puslitbang Konservasi dan Rehabilitasi, Balai Penelitian Kehutanan Manokwari, Balai Penelitian Kehutanan Kupang, Balai Penelitian Kehutanan Manado, Balai Penelitian Kehutanan Aek Nauli, Balai Penelitian Kehutanan Kupang dan Balai Penelitian Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam Samboja dengan total anggaran Rp ,- Program-3 : Pengelolaan Hutan Tanaman Program ini dilaksanakan oleh Puslitbang Peningkatan Produktivitas Hutan, Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta, Balai Besar Penelitian Dipterokarpa Samarinda, Balai Penelitian Kehutanan Manokwari, 19

30 Balai Penelitian Teknologi Serat Tanaman Hutan Kuok, Balai Penelitian Teknologi Agroforestry Ciamis, Balai Penelitian Kehutanan Banjarbaru, Balai Penelitian Kehutanan Palembang, Balai Penelitian Kehutanan Manado dan Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan Bogor dengan total anggaran Rp ,- Program-4 : Pengelolaan Biodiversitas Program ini dilaksanakan oleh Puslitbang Konservasi dan Rehabilitasi, Balai Besar Penelitian Dipterokarpa Samarinda, Balai Penelitian Kehutanan Manokwari, Balai Penelitian Kehutanan Makassar, Balai Penelitian Kehutanan Kupang, Balai Penelitian Kehutanan Banjarbaru, Balai Penelitian Kehutanan Manado, Balai Penelitian Kehutanan Aek Nauli, dan Balai Penelitian Teknologi Konservasi Sumberdaya Alam Samboja dengan total anggaran Rp ,- Program-5 : Pengelolaan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Program ini dilaksanakan oleh Puslitbang Peningkatan Produktivitas Hutan, Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta, Balai Penelitian Kehutanan Makassar, Balai Penelitian Kehutanan Manokwari, Balai Penelitian Kehutanan Banjarbaru, Balai Penelitian Kehutanan Palembang, Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan Bogor, Balai Penelitian Teknologi Agroforestry Ciamis, Balai Penelitian Kehutanan Palembang, dan Balai Penelitian Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu Mataram dengan total anggaran Rp ,- Program-6 : Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Program ini dilaksanakan oleh Puslitbang Konservasi dan Rehabilitasi, Balai Penelitian Kehutanan Manokwari, Balai Penelitian Kehutanan Makassar, Balai Penelitian Kehutanan Manado, Balai Penelitian Kehutanan Aek Nauli, Balai Penelitian Kehutanan Kupang, Balai Penelitian Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam Samboja dan Balai Penelitian Teknologi Kehutanan Pengelolaan DAS Solo dengan total anggaran Rp ,- 20

31 Program-7 : Perubahan Iklim Program ini dilaksanakan oleh Puslitbang Perubahan Iklim dan Kebijakan, Balai Besar Penelitian Dipterokarpa Samarinda, Balai Besar Bioteknologi Tanaman Hutan Yogyakarta, Balai Penelitian Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu Mataram, Balai Penelitian Kehutanan Manokwari, Balai Penelitian Teknologi Serat Tanaman Hutan Kuok, Balai Penelitian Teknologi Agroforestry Ciamis, Balai Penelitian Kehutanan Palembang, Balai Penelitian Kehutann Kupang, Balai Penelitian Kehutanan Banjarbaru dan Balai Penelitian Teknologi Kehutanan Pengelolaan DAS Solo dengan total anggaran Rp ,- Program-8 : Pengolahan Hasil Hutan Program ini dilaksanakan oleh Puslitbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan, dengan total anggaran Rp ,- Program-9 : Kebijakan Kehutanan Program ini dilaksanakan oleh Puslitbang Perubahan Iklim dan Kebijakan, Balai Penelitian Kehutanan Manokwari, Balai Penelitian Kehutanan Banjarbaru dengan total anggaran Rp ,- Selain program-program litbang di atas, terdapat 3 (tiga) program komplemen yang terdiri dari berbagai kegiatan sebagai pendukung kegiatan litbang. Program dimaksud adalah: Program-10. Penguatan dan Peningkatan Kualitas SDM Program ini kegiatannya meliputi pemantapan kelembagaan, tugas-tugas pimpinan yang mendesak, diklat, perencanaan pengelolaan anggaran dan kerjasama, kegiatan-kegiatan evaluasi dan pelaporan serta pengelolaan keuangan dan umum dengan anggaran sebesar Rp ,- Program-11: Pemantapan Pelaksanaan Penelitian dan Komunikasi Hasil Litbang Diseminasi hasil, kerjasama dan jejaring kerja litbang kegiatannya meliputi penerbitan (majalah/jurnal, leaflet/booklet), pelayanan perpustakaan, pameran, ceramah/diskusi/seminar dan pembudidayaan & pemasyarakatan IPTEK lainnya, 21

32 peningkatan kegiatan kerjasama dan jejaring kerja dengan pihak-pihak terkait. Untuk kegiatan tersebut telah dianggarkan sebesar Rp ,- Program-12: Peningkatan Sarana dan Prasarana litbang Program ini meliputi kegiatan pengadaan sarana dan prasarana: inventaris kantor, alat laboratorium, pemeliharaan gedung, renovasi gedung dan lain-lain yang dihimpun dalam satu judul kegiatan yaitu Administrasi Umum yang dilakukan di masing masing unit kerja lingkup Badan Litbang Kehutanan dengan anggaran sebesar Rp ,- 22

33 A. Administrasi dan Tatalaksana Kegiatan administrasi dan tatalaksana meliputi surat menyurat termasuk penerbitan surat keputusan, pengelolaan keuangan rutin dan pengelolaan sarana/ prasarana. 1. Persuratan dan Surat Keputusan Secara keseluruhan, selama tahun 2013 Badan Litbang Kehutanan menerima surat masuk sebanyak surat dan surat keluar sebanyak surat. Volume surat menyurat tersebut merupakan cerminan volume dan intensitas kegiatan administrasi di lingkup Badan Litbang Kehutanan. Rekapitulasi surat masuk dan keluar secara rinci disajikan pada Lampiran 10. Selain itu pada tahun 2013 telah diterbitkan sebanyak 47 Surat Keputusan Kepala Badan Litbang Kehutanan yang terkait dengan pelaksanaan kegiatan, secara rinci disajikan pada Lampiran Sarana-Prasarana Selama tahun 2013 telah dilakukan pengadaan sejumlah peralatan kantor, peralatan penelitian/laboratorium serta kendaraan dinas. Selain itu juga dilakukan pembangunan dan renovasi sejumlah gedung/bangunan. Pengadaan sarana dan prasarana gedung seluruhnya dibiayai dari anggaran DIPA tahun 2013 sebesar Rp ,- dengan realisasi sebesar Rp (94.85%). B. ISO dan Kepegawaian Beberapa kegiatan yang terkait dengan kegiatan ISO dan kepegawaian sebagai berikut: 1. Sertifikat International Organization for Standardization (ISO) Badan Litbang Kehutanan telah memperoleh sertifikat ISO 9001:2008 Sistem Manajemen Mutu Organisasi dan ISO/IEC 17025:2995 Sistem Mutu Laboratorium 23

34 Badan Litbang Kehutanan. Penyerahan sertifikat ISO tersebut diberikan oleh Sucofindo International Certification Service pada tanggal 12 Januari 2009 bertempat di Ruang Sonokeling Gedung Manggala Wanabakti Jakarta kepada Menteri Kehutanan disaksikan para pejabat Eselon I lingkup Kementerian Kehutanan, Lembaga Penelitian dan NGO. Standar Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 yang ditetapkan oleh International Organisation for Standardization (ISO) tersebut adalah standar yang telah diakui secara international yang mencakup seluruh aspek manajemen, merupakan manajemen mutu yang siap pakai yang bisa diterapkan untuk bidang apa saja dan dapat dibuktikan penerapannya. Manfaat yang diperoleh dari penerapan sistem ini adalah terciptanya pelayanan prima, efisiensi, kepastian mutu pelayanan dan transparansi yang berkesinambungan. Sampai dengan tahun 2013 sebanyak 8 (delapan) unit kerja terdiri dari 4 unit organisasi setingkat Eselon II dan 4 (empat) Balai Penelitian Kehutanan (Eselon III) lingkup Badan Litbang Kehutanan telah menerima sertifikat ISO Sistem Manajemen Mutu Organisasi, yaitu: 1. Sekretariat Badan Litbang Kehutanan 2. Pusat Litbang Peningkatan Produktivitas Hutan (Pusprohut) 3. Pusat Litbang Perubahan Iklim dan Kebijakan (Puspijak) 4. Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta 5. Balai Penelitian Kehutanan Makassar 6. Balai Penelitian Teknologi Kehutanan Pengelolaan DAS Solo 7. Balai Penelitian Teknologi Agroforestry Ciamis 8. Balai Penelitian Teknologi Serat Tanaman Hutan Kuok Selain itu terdapat 1 (satu) unit organisasi setingkat Eselon II yang menerima ISO Sistem Manajemen Mutu Laboratorium ISO/IEC (The International Electrotechnical Commission) 17025:2995 yaitu Pusat Litbang Hasil Hutan Bogor (Puslitbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan) Khusus untuk Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan mengingat unit kerja tersebut sesuai tupoksinya lebih kepada pengujian hasil hutan, maka prioritas pertama difokuskan pada ISO/IEC 17025:2005 Sistem Manajemen Mutu Laboratorium, meskipun di dalamnya mencakup sebagian substansi ISO 9001 : Dengan diperolehnya ISO/ IEC17025:2005, maka Puslitbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan diharapkan akan 24

35 lebih dipercaya stakeholders dalam memberikan pelayanan pengujian sampel produk hasil hutan untuk tujuan ekspor. Selain ISO, Puslitbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan juga akan mengajukan aplikasi Komisi Nasional Akreditasi Pranata dan Pengembangan (KNAPPP). Penyerahan ISO tersebut merupakan langkah awal Badan Litbang Kehutanan yang masih memerlukan upaya keras dan komitmen kuat untuk mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan. 2. Kegiatan Kepegawaian Kegiatan rutin kepegawaian yang dilaksanakan selama tahun 2013 meliputi pengurusan kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala, kenaikan jabatan fungsional peneliti dan teknisi litkayasa, penyertaan ujian dinas, mutasi pegawai, pensiun pegawai, pelantikan pejabat struktural, pemberian ijin/tugas belajar dan pemberian penghargaan pegawai. Kegiatan kepegawaian secara rinci dapat dilihat pada Tabel 14. Tabel 14. Kegiatan kepegawaian tahun 2013 No. Kegiatan/Pelayanan Kepegawaian Satuan Jumlah 1. Kenaikan Pangkat Orang Kenaikan Gaji Berkala Orang Kenaikan Jabatan Fungsional Peneliti Orang Kenaikan Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa Orang Penyertaan Ujian Dinas Orang Mutasi Pegawai Orang Pensiun Orang Pelantikan Jabatan Struktural Orang Pemberian Penghargaan Orang Pegawai yang mengikuti Pendidikan Lanjutan S3, S2 dan S1 Peningkatan kualitas sumberdaya manusia melalui pendidikan baik di dalam negeri maupun di luar negeri sangat diperlukan. Selama tahun 2013, pegawai Badan Litbang Kehutanan yang sedang mengikuti pendidikan formal S3, S2, dan S1, secara rinci dapat dilihat pada Tabel

36 Tabel 15. Pegawai yang mengikuti pendidikan S3, S2 dan S1 Tahun 2013 Jumlah Pegawai yang Mengikuti Pendidikan Lanjutan No. Program Pendidikan Dalam Negeri Luar Negeri Jumlah Karya Siswa Swadana Karya Siswa Swadana 1. Program Doktor (S3) Program Magister (S2) Program Sarjana (S1) Diploma (D4) Jumlah Berdasarkan tabel 15, sebagian besar pegawai mengikuti pendidikan dalam negeri dengan biaya sendiri yaitu sebanyak 88 orang. Pegawai Badan Litbang Kehutanan yang sedang sekolah pada masing-masing unit kerja baik di dalam maupun luar negeri disajikan pada Tabel 16. Tabel 16. Pegawai yang sekolah tahun 2013 No. Unit Kerja Dalam Negeri Luar Negeri D4 S1 S2 S3 S2 S3 Jumlah 1. Puskonser Pusprohut Pustekolah Puspijak B2PBPTH Yogyakarta B2PD Samarinda BPK Aek Nauli BPTSTH Kuok BPK Palembang BPTPTH Bogor BPTA Ciamis BPTKPDAS Solo BPTHHBK Mataram BPK Kupang BPK Banjarbaru BPTKSDA Samboja BPK Manado BPK Makassar BPK Manokwari Sekretariat Jumlah Sebagian pegawai yang sedang sekolah tersebut adalah pegawai yang mengikuti Program Research School. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pegawai terutama peneliti, yang dimulai sejak tahun 2008 yang merupakan kerjasama antara Badan Litbang Kehutanan dengan Perguruan Tinggi Negeri (UGM dan IPB). Program ini memberikan kesempatan kepada peneliti 26

37 untuk mengikuti jenjang pendidikan yang lebih tinggi melalui program Research School untuk S2 dan S3. Peneliti yang mengikuti program Research School dapat dilihat pada Tabel 17. Tabel 17. Peneliti yang Mengikuti program Research School Jumlah Pegawai yang Mengikuti Research School No. Unit Kerja UGM IPB Jumlah S2 S3 S2 S3 1. Puskonser Pustekolah Pusprohut Pupjak BBPBPTH Yogyakarta BPK Aek Nauli BPK Makassar BPK Kupang BPK Manokwari BPK Banjarbaru BPTA Ciamis BPTHHBK Mataram BPTKPDAS Solo BPTPTH Bogor BPTSTH Kuok Jumlah Selama tahun 2013 pegawai lingkup Badan Litbang Kehutanan yang telah menyelesaikan tugas belajar mengikuti program baik S2 maupun S3 sebanyak 41 orang yang tersebar di berbagai Universitas Negeri baik dalam maupun luar negeri. Secara rinci dapat dilihat pada Tabel 18. Tabel 18. Pegawai yang telah menyelesaikan pendidikan program S2 dan S3 No. Unit Kerja Dalam Negeri Luar Negeri Jumlah S2 S3 S2 S3 1. Puskonser Pustekolah Pusprohut Puspijak BBPBPTH Jogja BPK Aek Nauli BPK Manokwari BPK Manado BPK Solo BPK Palembang

38 No. Unit Kerja Dalam Negeri Luar Negeri Jumlah 11. BPK Banjarbaru BPTPTH Bogor BPTKSDA Samboja BPTSTH Kuok Jumlah Pegawai Yang Mengikuti Diklat/Kursus Peningkatan kualitas tenaga administrasi salah satunya dilakukan dengan mengikutsertakan pegawai untuk mengikuti kursus sesuai dengan bidang tugas masing-masing seperti SAI, pengelolaan BMN, pengelolaan kepegawaian, tata persuratan dan lain-lain. Pegawai yang mengikuti diklat/kursus baik dalam negeri maupun luar negeri lingkup Badan Litbang Kehutanan dapat dilihat pada Tabel 19 dan Lampiran 12. Tabel 19. Pegawai yang mengikuti diklat/kursus tahun 2013 No. Unit Kerja Diklat/Kursus Dalam Negeri Luar Negeri Jumlah 1. Puskonser Pusprohut Pustekolah Puspijak B2PBPTH Yogyakarta B2PD Samarinda BPK Aek Nauli BPTSTH Kuok BPK Palembang BPTPTH Bogor BPTA Ciamis BPTKPDAS Solo BPTHHBK Mataram BPK Kupang BPK Banjarbaru BPTKSDA Samboja BPK Manado BPK Makassar BPK Manokwari Sekretariat Jumlah

39 5. Kegiatan Kepegawaian Lainnya Kegiatan Badan Litbang Kehutanan akan dapat berjalan efektif dan efisien jika didukung oleh organisasi yang memadai dan SDM yang berkualitas (terdidik dan terlatih). Pada tahun 2013 sudah dilakukan beberapa kegiatan yang mendukung ke arah tersebut, seperti terlihat pada Tabel 20. Tabel 20. Realisasi kegiatan kepegawaian Badan Litbang Kehutanan tahun 2013 Keuangan No. Uraian Kegiatan Rencana Luaran Realisasi (Rp) % (Rp) A. DIKLAT SDM LITBANG ,68 1. Peningkatan kapabilitas dan kualitas SDM Laporan peningkatan kualitas SDM 2. Pembinaan pengelola Laporan pembinaan dan pelatihan kepegawaian SDM Badan Litbang B. PERATURAN LINGKUP BADAN LITBANG 1. Pengkajian draft peraturan & Peraturan Kabadan tentang sosialisasi perundangan Pedoman dan Prosedur Tata Cara Ijin Pemasukan dan Pengeluaran Sumberdaya Genetik Tanaman Hutan untuk Litbang Introduksi dan Pemberian Suvenir Kenegaraan Draft SK Kabadan tentang Pedoman Kehadiran Balitbang Draft Permenhut tentang Pedoman Kerjasama Penelitian dan Pengembangan Kehutanan 2. Pembinaan ketatalaksanaan Draft Standar Operasional Prosedur Adminsitrasi Pemerintahan 3. Penyusunan analisa jabatan Analisa jabatan Badan Litbang C. ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN ,88 Database kepegawaian 1. Pemutakhiran data pegawai ,28 Data pegawai terupdate dan rekonsiliasi kepegawaian 2. Pembinaan pengelola Laporan kegiatan pembinaan kepegawaian 3. Penyusunan laporan tahunan Laporan triwulandan tahunan kepegawaian 4. Monitoring & evaluasi penegakan disiplin pegawai dan penyelesaian masalah adminstrasi kepegawaian 5. Pelantikan dan pengambilan sumpah D. ADMINISTRASI JABATAN FUNGSUIONAL 1. Pembuatan data base jabatan fungsional kepegawaian Laporan monitoring hukuman disiplin pegawai Laporan pelantikan dan sumpah jabatan Database jabatan fungsional 29

40 No. Uraian Kegiatan 2. Pembinaan tenaga fungsional peneliti 3. Pembinaan tenaga fungsional teknisi litkayasa 4. Sosialisasi peraturan jabatan fungsional teknisi litkayasa 5. Pembinaan tenaga fungsional lainnya Keuangan Rencana Luaran Realisasi (Rp) % (Rp) Laporan peningkatan SDM peneliti Laporan peningkatan SDM litkayasa Lapopran peningkatan pengetahuan teknisi litkayasa Laporan pembinaan tenaga fungsional C. Perencanaan Kegiatan dan Anggaran Pada tahun 2013 telah dilakukan berbagai kegiatan berkaitan dengan penyusunan rencana program, baik rencana jangka panjang maupun rencana jangka pendek/tahunan. Untuk kegiatan penerapan pengarusutamaan gender (PUG) lingkup Badan Litbang Kehutanan, pada tahun 2013 ini masih difokuskan pada tahap sosialisasi mengenai pentingnya kegiatan yang responsif gender. Berkaitan dengan rencana jangka pendek/tahunan dilakukan penyusunan Rencana Kerja (Renja) Badan Litbang Kehutanan tahun 2013 dan untuk lebih memantapkan kegiatan perencanaan anggaran dilakukan Sosialisasi RKA-KL lingkup Badan Litbang Kehutanan. Pengarusutamaan Gender adalah strategi pembangunan untuk mengintegrasikan gender menjadi satu dimensi integral dari perencanaan, penyusunan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi atas kebijakan dan program pembangunan nasional. Badan Litbang Kehutanan sebagai salah satu eselon I Kemenhut berperan aktif dalam melaksanakan salah satu stategi pembangunan nasional lintas sektoral ini. Bentuk nyata peran tersebut adalah dengan membentuk Sub Kelompok Kerja (Sub Pokja) Badan Litbang Kehutanan. Dasar hukum pembentukan yaitu melalui SK Kabadan Nomor. SK.36/VII-SET/2012 tanggal 27 September Bidang kerja pokja meliputi bidang perencanaan, data terpilah serta monitoring dan evaluasi. Bidang perencanan telah melakukan berbagai kegiatan diantaranya, sosialisasi konsep gender untuk peneliti dan struktural, sosialisasi PUG ke beberapa satker, berperan aktif dalam Pokja PUG Kemenhut, workshop penyusunan proposal responsif gender. Bidang data terpilah 30

41 berperan dalam pedoman data terpilah untuk menyusun statistik responsif gender Badan Litbang Kehutanan. Bidang monev melakukan penyusunan juknis monitoring dan evaluasi kegiatan penelitian responsif gender. Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 112/PMK.02/2013 tentang Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga, menyebutkan bahwa teknik penyusunan anggaran yang responsif gender dilakukan melalui 2 tahap yaitu analisis gender dan penyusunan Gender Budget Statement (GBS). Selanjutnya terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan RKAKL terkait anggaran responsif gender (ARG): 1. ARG bukan anggaran yang terpisah untuk laki-laki dan perempuan 2. ARG merupakan pola anggaran yang akan menjembatani kesenjangan status, peran, kebutuhan dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan 3. ARG bukan dasar valid untuk mengajukan tambahan alokasi anggaran 4. Tidak harus semua output/kebijakan ditetapkan menjadi ARG Selanjutnya sesuai PMK di atas, penelaahan RKAKL 2014 akan dilakukan oleh Aparat Pengawas Internal Pemerintahan (APIP-KL) yaitu Inspektorat Jenderal. Menindaklanjuti telah ditetapkannya alokasi anggaran 2014 pada tanggal 29 Oktober 2013 oleh Kementerian Keuangan maka setiap satker harus mengajukan RKAKL sesuai pagu definitif. Dalam acara ini akan dilakukan pengecekan kembali tindak lanjut yang dilakukan satker dengan mengacu pada Catatan Hasil Reviu yang disampaikan pada saat Rakorbanghutnas tanggal 30 September Pejabat struktural dalam hal menjalankan fungsi dukungan manajemen membutuhkan kemampuan dalam menentukan kegiatan penelitian responsif gender dan penelaahan RKAKL Terkait dengan hal tersebut, Sekretariat Badan Litbang Kehutanan telah melaksanakan workshop dengan tema Penyusunan Kegiatan dan Anggaran Responsif Gender serta Penyiapan Dokumen RKAKL 2014 Workshop tersebut dimaksudkan sebagai salah satu upaya Badan Litbang Kehutanan dalam peningkatan kemampuan struktural dalam penyusunan anggaran responsif gender dan penyiapan dokumen RKAKL

42 Sedangkan tujuannya adalah: Memperoleh bahan perencanaan kegiatan penelitian dan pengembangan kehutanan responsif gender. Meningkatkan pemahaman dan kemampuan struktural dalam seleksi proposal penelitian dan pengembangan responsif gender. Mengidentifikasi kegiatan-kegiatan litbang tahun 2014 responsif gender dalalm mendukung kegiatan PUG Kementerian Kehutanan. Menyiapkan dokumen RKAKL 2014 beserta dokumen pendukungnya sebagai dalam menghadapi penelaahan anggaran oleh Ditjen Anggaran Kegiatan-kegiatan perencanaan dan perencanaan anggaran tahun 2013 disajikan pada Tabel 21. Tabel 21. Kegiatan program dan rencana anggaran pada tahun 2013 No. Uraian Kegiatan Keuangan Rencana (Rp) Realisasi (Rp) % Luaran A. DOKUMEN PERENCANAAN ,58 PROGRAM 1. Penyusunan Rencana Kerja Dokumen Renja 2013 (Renja-KL) Badan Litbang Kehutanan 2013, RPJP dan RPJM 2. Penyusuanan PUG Badan Laporan hasil penerapan PUG Litbang Kehutanan 3. Penyelenggaraan Rakor dan Proseding Rakornis Konsolidasi Badan Litbang Pelaksanaan Tugas Dewan Riset ,94 Laporan Kegiatan Tugas Dewan Riset B. DOKUMEN RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN (RKA) 1. Administrasi kegiatan DIPA ,96 DIPA Tindak lanjut kebijakan pimpinan ,38 Laporan kebijakan pimpinan 3. Penyusunan RKA KL ,52 RKA tahun Penyelenggaraan sosialisasi anggaran ,48 Laporan kegiatan sosialisasi 5. Laporan pengelolaan KHDTK Penyelenggaraan rapat untuk penelitian pengelolaan KHDTK 6. Laporan kajian issue aktual Pembahasan rencana Litbang kehutanan C. LAPORAN HASIL KEGIATAN DAN EVALUASI KINERJA INSTANSI Penyusunan laporan dan bahan Laporan bulanan dan triwulan koordinasi 2. Penyelenggaraan evaluasi capaian program dan kegiatan Badan Litbang Kehutanan Laporan capaian program 32

43 D. Kerjasama Penelitian Selama tahun 2013 telah dilakukan berbagai kegiatan kerjasama penelitian untuk meningkatkan volume dan intensitas kerjasama penelitian di lingkup Badan Litbang Kehutanan. Kegiatan kerjasama dapat dilihat pada Tabel 22. Tabel 22. Pelaksanaan kerjasama penelitian tahun 2013 No. Uraian Kegiatan Keuangan Rencana (Rp) Realisasi (Rp) % Luaran A. LAPORAN HASIL KERJASAMA TEKNIS 1. Fasilitas dan monitoring kerjasama Dokumen MoU, proposal, hasil pelatihan/training 2. Bantuan delegasi RI ke sidang international Laporan hasil mengikuti sidang ke luar negeri B. PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN Pengadaan buku perpustakaan Pengadaan buku 10 judul buku 2. Penyelenggaraan perpustakaan Jejaring kerja antar perpustakaan UPT dan instansi lain termasuk akademisi Apdate database perpustakaan dengan UPT (Winisis) C. PAMERAN/GELAR TEKNOLOGI HASIL LITBANG Penyelenggaraan pameran/gelar teknologi hasil litbang Laporan penyelenggaraan pameran/gelar teknologi D. TERBITAN PUBLIKASI PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN Penerbitan majalah/jurnal dan Jurnal/leaflet/poster pembuatan poster/leaflet E. BUKU IPTEK HASIL LITBANGHUT Penerbitan buku Iptek Buku Seri Iptek 2 F. SEMINAR/EKSPOSE HASIL LITBANG Penyelenggaraan seminar hasil Laporan hasil seminar INAFOR penelitian G. PENGELOLAAN DATA DAN INFORMASI 1. Buku s Statistik Buku Statistik 2. Website Instansi Website Forda, REDD dan Jaringan Internet 3. Pengelolaan Database Database hasil litbang Aplikasi SIG Kegiatan kerjasama penelitian dilaksanakan oleh Puslitbang dan UPT lingkup Badan Litbang Kehutanan. Kerjasama tersebut berupa kegiatan penelitian baik kerjasama luar negeri maupun dalam negeri. Kerjasama luar negeri yang telah 33

44 dilaksanakan seperti kerjasama dengan JICA, ITTO, ERDB Philipina, UC Davis, KFRI, KOICA, KFS, AFoCo, Worl Bank, ACIAR, Komatsu Ltd dan TROPENBOS. Kerjasama dalam negeri juga telah dilakukan seperti kerjasama dengan mitra instansi pemerintah maupun swasta antara lain meliputi: PT. Indah Kiat Pulp, PT Musi Hutan Persada, Universitas Negeri Jember, Lembaga Penelitian UNDANA, PT. Inhutani II, Perum Perhutani, Dinas Kehutanan di beberapa Kabupaten dan instansi pemerintah yang terkait. Kerjasama dalam negeri dan luar negeri tersebut secara rinci dapat dilihat pada Lampiran 13 dan 14. Disamping itu pada tahun 2013 juga terdapat proses kerjasama baru baik dalam dan luar negeri disajikan sebagaimana pada Lampiran 15. E. Penelitian dan Pengembangan Kegiatan penelitian dan pengembangan sepenuhnya diselenggarakan oleh unitunit kerja baik Pusat Litbang maupun UPT lingkup Badan Litbang Kehutanan. Berbagai kegiatan penelitian dan pengembangan dari 9 program litbang dibiayai dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (DIPA 2013) sebesar Rp ,-. Realisasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan pada tahun 2013 dapat dilihat pada Tabel 23. Tabel 23. Pelaksanaan penelitian dan pengembangan lingkup Badan Litbang Kehutanan tahun 2013 No. Program Litbang Keuangan Fisik Target (Rp) Realisasi (Rp) % Target (%) Realisasi (%) 1. Lansekap Hutan Pengelolaan Hutan Alam Pengelolaan Hutan Tanaman Pengelolaan Biodiversitas Pengelolaan HHBK-FEMO Pengelolaan DAS Perubahan Iklim Pengolahan Hasil Hutan Kebijakan Kehutanan Jumlah F. Diseminasi Hasil Penelitian Badan Litbang Kehutanan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan di bidang kehutanan termasuk penyebarluasan hasil-hasil penelitian dan pengembangan kepada pengguna baik internal maupun eksternal. 34

45 Penyebarluasan hasil-hasil penelitian dan pengembangan kehutanan tersebut dilakukan melalui penerbitan publikasi yang berupa publikasi ilmiah dan publikasi populer. Selain itu hasil penelitian juga disebarluaskan melalui pameran, ekspose/seminar dan advis teknis/bimbingan teknis, alih teknologi, dan gelar teknologi. 1. Publikasi Penerbitan publikasi oleh Puslitbang dan UPT lingkup Badan Litbang Kehutanan pada tahun 2013 sebanyak 257 terbitan, secara rinci dapat dilihat pada Tabel 24 dan Lampiran 16. Tabel 24. Publikasi yang diterbitkan lingkup Badan Litbang Kehutanan tahun 2013 No. Unit Kerja Nama Publikasi Warta Info Booklet Leaflet Prosiding Poster Jurnal Buku Atlas Jumlah 1. Puskonser Pusprohut Pustekolah Puspijak B2PBPTH Yogyakarta 6. B2PD Samarinda 7. BPK Aek Nauli BPTSTH Kuok BPK Palembang BPTPTH Bogor BPTA Ciamis BPTKPDAS Solo BPTHHBK Mataram 14. BPK Kupang BPK Banjarbaru BPTKSDA Samboja 17. BPK Manado BPK Makassar BPK Manokwari Sekretariat Jumlah Ekspose/Seminar/Diskusi/Lokakarya. Pada tahun 2013, penyebarluasan hasil penelitian yang telah dilakukan berupa ekspose hasil penelitian, seminar, lokakarya, diskusi, workshop dan simposium. Secara rinci dapat dilihat pada Tabel 25 dan Lampiran

46 Tabel 25. Kegiatan seminar/ekspose/diskusi/lokakarya yang diselenggarakan/ diikuti lingkup Badan Litbang Kehutanan tahun 2013 No. Unit Kerja Ekspose Seminar/ Lokakarya Diskusi Workshop Jumlah 1. Puskonser Pusprohut Pustekolah Puspijak B2PBPTH Yogyakarta B2PD Samarinda BPK Aek Nauli BPTSTH Kuok BPK Palembang BPTPTH Bogor BPTA Ciamis BPTKPDAS Solo BPTHHBK Mataram BPK Kupang BPK Banjarbaru BPTKSDA Samboja BPK Manado BPK Makassar BPK Manokwari Sekretariat Jumlah Kegiatan Peningkatan Jejaring Kerja Litbang Sebagai media ruang temu, media komunikasi, dan fasilitasi untuk membangun sinergi dalam penelitian dan pengembangan kehutanan, Badan Litbang Kehutanan bekerjasama dengan BP2SDMK memfasilitasi pertemuan Forum Komunikasi Peneliti, Widyaiswara dan Penyuluh Kehutanan (FKPWP) pada tanggal Desember 2013 di Hotel Braja Mustika Bogor, dengan tema Peran FKPWP dalam Mendukung Kebutuhan Penelitian dan Materi Penyuluhan bagi Masyarakat. Pada kegiatan tersebut, 6 (enam) IPTEK hasil litbang dipaparkan untuk dijadikan bahan ajar oleh para widyaiswara dan bahan penyuluhan oleh para penyuluh. Judul IPTEK hasil litbang dan nara sumbernya sebagaimana disajikan pada Tabel

47 Tabel 26. IPTEK hasil litbang yang dijadikan bahan ajar No. Judul IPTEK Nara Sumber Satuan Kerja 1. Budidaya jamur tiram dan jamur Dra. Sihati Suprapti Pustekolah sitake sebagai sumber pangan Drs. Djarwanto, M.Si 2. Microhydro elektrik Ir. Hunggul Yudono SHN, MSi BPK Makassar 3. Teknik persemaian dan produksi Rusmana, S.Hut BPK Banjarbaru bibit Beny Rahmanto, S.Hut 4. Sengon (Falcataria moluccana) Dr.Liliana Baskorowati BBPBPTH Yogyakarta 5. Teknik inokulasi gaharu Dr. Erdi Santoso Puskonser 6. Pengelolaan lebah hutan Drs. Kuntadi, M.Agr Puskonser Selain Forum FKPWP, kegiatan jejaring kerja litbang juga telah dilakukan oleh Pusat, Balai Besar maupun UPT/Balai, yang secara rinci dapat dilihat pada Lampiran Pengembangan Website Salah satu cara untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian adalah melalui website. Setiap ada kegiatan yang akan dan sudah diselenggarakan oleh unit kerja lingkup Badan Litbang Kehutanan, informasinya akan diupdate secara berkala di Website Badan Litbang Kehutanan ( Dengan demikian masyarakat pengguna bisa mendapatkan informasi terkini dan akurat yang telah dihasilkan oleh Badan Litbang Kehutanan. 5. Kegiatan Pengelolaan HAKI Badan Litbang Kehutanan telah mendaftarkan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dari hasil penelitian yang telah dihasilkan. Sampai dengan tahun 2013, kemajuan kegiatan pengelolaan HAKI dapat dilihat pada Lampiran 19. Khusus paten dari batang sawit milik PT. Inhutani IV, Pustekolah sebagai inventor telah dimulai untuk operasional produksi. Upaya Pustekolah dalam memasarkan paten tersebut melalui promosi paten sampai saat ini belum ada yang dimanfaatkan oleh pengguna. 6. Gelar Teknologi dan Alih Teknologi Kegiatan gelar teknologi/alih teknologi diberikan langsung kepada para pengguna baik terhadap instansi pemerintah, swasta maupun masyarakat 37

48 umum. Pada tahun 2013 kegiatan alih teknologi/gelar teknologi yang telah dilakukan oleh Badan Litbang Kehutanan dapat dilihat pada Tabel 27, sedangkan detil kegiatannya dapat dilihat pada Lampiran 20. Tabel 27. Gelar teknologi dan alih teknologi yang diselenggarakan/diikuti Badan Litbang Kehutanan tahun 2013 No. Unit Kerja Alih Teknologi Gelar Teknologi 1. Puskonser Pusprohut Pustekolah Puspijak 4-5. B2PBPTH Yogyakarta B2PD Samarinda BPK Aek Nauli BPTSTH Kuok BPK Palembang BPTPTH Bogor BPTA Ciamis BPTKPDAS Solo BPTHHBK Mataram BPK Kupang BPK Banjarbaru BPTKSDA Samboja BPK Manado BPK Makassar BPK Manokwari Sekretariat - 1 Jumlah Advis teknis/bimbingan Teknis Kegiatan advis teknis/bimbingan diberikan langsung kepada para pengguna baik perorangan maupun kelompok terhadap instansi pemerintah, swasta, umum atau terhadap mahasiswa yang memerlukan bimbingan atau pengarahan. Pada tahun 2013 kegiatan advis teknis/bimbingan teknis yang telah dilakukan oleh Pusat dan UPT dapat dilihat pada Lampiran

49 8. Penyelenggaraan Pameran Pada tahun 2013 kegiatan pameran yang diselenggarakan/diikuti sebanyak 60 kali sebagaimna disajikan pada Tabel 28 dan secara rinci dapat dilihat pada Lampiran 22. Tabel 28. Pameran yang diselenggarakan/diikuti Badan Litbang Kehutanan No. Unit Kerja Jumlah 1. Puskonser Pusprohut 7 3. Pustekolah 5 4. Puspijak 1 5. B2PBPTH Yogyakarta 6 6. B2PD Samarinda 3 7. BPK Aek Nauli - 8. BPTSTH Kuok - 9. BPK Palembang BPTPTH Bogor BPTA Ciamis BPTKPDAS Solo BPTHHBK Mataram BPK Kupang BPK Banjarbaru BPTKSDA Samboja BPK Manado BPK Makassar BPK Manokwari Sekretariat 8 Jumlah 60 G. Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Monitoring, evaluasi dan pelaporan merupakan bagian integral dari seluruh kegiatan Badan Litbang Kehutanan. Selama tahun 2013, kegiatan monitoring dan evaluasi telah dilakukan oleh masing-masing unit kerja meliputi: Monitoring dan evaluasi kegiatan Monitoring dan evaluasi Monitoring dan evaluasi kinerja 39

50 Hasil monitoring dan evaluasi tersebut kemudian disajikan dalam laoran kegiatan terdiri dari bulanan, triwulan, semester dan tahunan, LAKIP, pelaksanaan pemantauan dan pengendalian kegiatan penelitian dan non penelitian dan lainlain. Pemantauan, evaluasi dan pelaporan tersebut dapat dilihat pada Tabel 29. Tabel 29. Pemantauan, evaluasi dan pelaporan lingkup Badan Litbang Kehutanan tahun 2013 No. Unit Kerja Laporan Kegiatan Jumlah Bulanan Triwulan Semester Tahunan Laporan Hasil Pemantauan Pengendalian Buku Statistik 1. Puskonser Pusprohut Pustekolah Puspijak B2PBPTH Yogyakarta B2PD Samarinda BPK Aek Nauli BPTSTH Kuok BPK Palembang BPTPTH Bogor BPTA Ciamis BPTKPDAS Solo BPTHHBK Mataram BPK Kupang BPK Banjarbaru BPTKSDA Samboja BPK Manado BPK Makassar BPK Manokwari Sekretariat LAKIP Lainlain H. Pelaksanaan Anggaran Sampai dengan akhir Desember 2013, realisasi keuangan pelaksanaan kegiatan lingkup Badan Litbang Kehutanan sebesar Rp ,- (95,45%) dari pagu anggaran sebesar Rp ,-. Realisasi anggaran disajikan pada Tabel 30 40

51 Tabel 30. Realisasi anggaran lingkup Badan Litbang Kehutanan tahun 2013 No. Unit Kerja Anggaran (Rp) Realisasi Keuangan Rp (%) Realisasi Fisik (%) Sisa Anggaran (Rp.) 1. Puskonser ,95 95, Pusprohut , Pustekolah ,74 98, Puspijak , B2PBPTH Yogyakarta , B2PD Samarinda ,26 95, BPK Aek Nauli , BPTSTH Kuok ,11 98, BPK Palembang , BPTPTH Bogor , BPTA Ciamis , BPTKPDAS Solo ,76 99, BPTHHBK Mataram ,65 95, BPK Kupang ,87 96, BPK Banjarbaru ,94 96, BPTKSDA Samboja , BPK Manado , BPK Makassar , BPK Manokwari , Sekretariat , Jumlah ,

52 42

53 Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya selama tahun 2013, Badan Litbang Kehutanan tidak terlepas dari berbagai permasalahan yang secara langsung maupun tidak langsung cukup berpengaruh terhadap kinerja organisasi. Sebagian besar dari permasalahan tersebut muncul pada level operasional atau teknis. Ringkasan dari permasalahan-permasalahan yang dihadapi serta langkah tindak lanjut yang telah diambil maupun direncanakan, disajikan pada Tabel 31. Tabel 31. Permasalahan yang dihadapi dan tindak lanjut No. Permasalahan Tindak Lanjut I. Pengembangan Sumberdaya Manusia (SDM): 1. Komposisi SDM terutama tenaga Mengusulkan untuk penambahan jumlah SDM baik melalui fungsional peneliti tidak sebanding pengadaan CPNS baru maupun dari tenaga kontrak dengan tenaga teknisi sehingga Perlu dikaji kembali mekanisme penugasan peneliti pada kesulitan mengatur jadwal pelaksanaan kegiatan yang berakibat pelaksanaan judul penelitian dikaitkan dengan jumlah dan kapabilitas peneliti yang tersedia di UPT. kegiatan tidak sesuai target waktu, dan berakibat lambatnya kegiatan di lapangan maupun laboratorium. SDM teknisi yang menguasai bidang GIS, bidang silvikultur, bidang hidrologi, ilmu tanah, kebijakan kehutanan masih kurang. Mengoptimalkan teknisi yang tersedia melalui peningkatan kualitas SDM teknisi dengan mengikutkan beberapa peneliti, teknisi dan staf untuk mengikuti kursus/training terkait GIS dan ujian sertifikasi GIS, begitu juga untuk bidang kepakaran lainnya termasuk silvikultur, hidrologi. Mengirim pegawai untuk mengikuti diklat tentang keterampilan tertentu Mengajukan penambahan pegawai sesuai dengan bidang kepakaran yang diperlukan Masih terdapat calon peneliti yang jabatan fungsionalnya belum memungkinkan ke peneliti pertama 2. Jumlah dan kualitas tenaga fungsional peneliti berdasarkan tingkat pendidikan masih perlu ditingkatkan Memacu dan membantu pengusulan calon peneliti menjadi peneliti Mendorong para peneliti untuk melanjutkan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Tenaga peneliti untuk bidang-bidang tertentu belum ada Tenaga fungsional umum untuk jabatan tertentu masih terbatas dari segi kualitas. Mengusulkan perlunya penambahan keahlian tenaga peneliti khususnya yang sudah punya jabatan peneliti untuk bidangbidang tertentu Mengusulkan penambahan tenaga fungsional antara lain pranata komputer, desain grafis, akuntan dan mengikutsertakan pegawai dalam diklat-diklat yang sesuai dengan bidang tugasnya 43

54 No. Permasalahan Tindak Lanjut 3. Terdapat beberapa pegawai yang telah dan akan memasuki usia pensiun sedangkan regenerasi kembali belum ada. SDM pengelola laboratorium maupun perpustakaan dirasa kurang memadai. Hanya ada 1 orang tenaga analis laboratorium dan 1 orang pustakawan. Pemberdayaan SDM yang ada secara optimal, pengkaderan terhadap pegawai yang ada sehingga lebih efisien dan mengusulkan untuk penambahan SDM. Perlu secara kontinyu dilakukan peningkatan kualitas SDM laboratorium dan perpustakaan melalui kursus/pelatihan/seminar terkait bidangnya serta penambahan personil 4. Masih lemahnya kemampuan SDM dalam membangun jejaring 5. Kurangnya SDM yang dapat melakukan penulisan dari hasil penelitian ke bahasa popular ke dalam warta, leaflet, dan membuat poster yang baik. Memacu peneliti untuk lebih aktif dalam organisasi-organisasi yang ada Memberikan kesempatan kepada struktural/non struktural dan teknisi mengikuti pelatihan jurnalistik agar mempunyai kemampuan dalam menulis berita, artikel yang dapat dituangkan pada warta, leaflet dan poster. Penyelesaian studi yang tugas belajar kebanyakan melampaui batas waktu yang sudah ditentukan/diijinkan sehingga terjadi kekurangan SDM. II. Penyelenggaraan Kegiatan Penelitian: 1. Beberapa kegiatan litbang tidak dapat dilaksanakan secara optimal terutama yang berkaitan dengan pembangunan tanaman. Hal ini antara lain disebabkan: Terdapat beberapa kegiatan penelitian yang yang pelaksanaan tergantung pada musim, sehingga pelaksanaan kegiatan tidak berjalan sesuai target waktu. Penyediaan material tanaman (bibit) jenis tertentu sulit didapat sesuai dengan jumlah yang diperlukan Tenaga peneliti yang terbatas, sehingga ada beberapa peneliti yang merangkap melaksanakan lebih dari satu judul penelitian dikarenakan ada peneliti yang melanjutkan sekolah S2 dan S3 2. Pelaksanaan kegiatan yang bersumber dana PNP sempat tertunda/terhenti karena adanya kebijakan pemberhentian pencairan sumber dana PNP pada bulan Oktober, sehingga mengganggu kelancaran pelaksanaan kegiatan. Mendorong yang bersangkutan untuk segera menyelesaikan studi. Selalu memantau perkembangan studi yang bersangkutan Mengusulkan perpanjangan SK tugas belajar Merencanakan dengan baik terhadap kegiatan-kegiatan yang pelaksanaannya tergantung pada musim sehingga tidak banyak terjadi keterlambatan pelaksanaan kegiatan. Mengantisipasi tidak cairnya dana PNP sampai dengan akhir tahun, maka telah dilakukan revisi anggaran kegiatan demi tercapainya output kegiatan, tetapi pada kenyataannya pertengahan November 2013 PNP sudah dicairkan kembali. Terdapat beberapa kegiatan penelitian dimana output sudah mencapai 100 % tetapi outcome masih di bawah dari target sasaran minimal 60 %.) Meningkatkan koordinasi antara struktural, peneliti, koordinator RPI agar capaian hasil bisa sesuai sasaran yang direncanakan, dan lebih mendorong peneliti dan berkomitmen agar bisa menghasilkan nilai outcome penelitian untuk meningkatkan kinerja balai. Kedepan akan mengusahakan agar prosiding seminar dicetak tahun berjalan sehingga target minimal outcome 60 % bisa tercapai. 44

55 No. Permasalahan Tindak Lanjut 3. Waktu untuk penentuan tema/topik ekspose hasil-hasil penelitian yang layak untuk didiseminasikan, terkait materi/naskah KTI hasil litbang belum terkumpul di awal tahun, sehingga belum dapat disintesa untuk menghasilkan tema khusus. Persiapan pelaksanaan kegiatan harus dilakukan lebih awal, terutama untuk penyusunan tema sesuai hasil litbang yang telah layak untuk dipublikasikan. Dalam pelaksanaan Expose 2013, peserta expose banyak yang belum pernah membaca hasil IPTEK litbang pengelolaan DAS. Perlunya peningkatan kuantitas penyebarluasan hasil IPTEK Penelitian dan Pengembangan Pengelolaan DAS kepada pengguna melalui media publikasi yang menarik dan mudah dipahami salah satunya dalam bentuk film dokumenter. Materi alih teknologi sebagian masih berupa teori kurang aplikatif karena keterbatasan waktu yang tersedia. Sirkulasi naskah publikasi masih sering terhambat dikarenakan kualitas beberapa tulisan belum memenuhi standar, koreksi dari Dewan Redaksi maupun perbaikan dari penulis melewati deadline. Pengumpulan naskah karya tulis ilmiah (KTI) yang akan didiseminasikan mengalami keterlambatan. Penyampaian hasil litbang pengelolaan DAS dalam bahasa popular belum optimal, sehingga proses adopsi Iptek Pengelolaan DAS belum maksimal. Penyusunan poster/leaflet belum optimal. Pelaksanaan visualisasi hasil litbang tidak sesuai dengan perencanaan yang semula direncanakan untuk pembuatan film dokumenter tentang hasil litbang BPTKPDAS dialihkan dalam bentuk kalender 2013 berisi hasil-hasil litbang bisa disebabkan karena SDM dan peralatan untuk membuat visualisasi (rekaman gambar, video, dll) kurang memadai. Pendistribusian publikasi hasil litbang kurang tercatat dengan baik. Penambahan waktu pelaksanaan alih teknologi sehingga bisa melakukan semacam fieldtrip/praktek aplikasi di lapangan. Mengoptimalkan fungsi Dewan Redaksi internal dan perlunya meningkatkan kemampuan menulis KTI serta membuat kartu kontrol status kemajuan perkembangan KTI dan penagihan tulisan dilakukan lebih intensif jika perlu menggunakan nota dinas. Untuk peningkatan kualitas (substansi) KTI perlu meningkatkan ketrampilan menulis melalui pelatihanpelatihan, tahun 2013 sudah difasilitasi oleh KSBTU untuk workshop penulisan ilmiah dan teknik fotografi. Perlu meningkatkan kedisiplinan dan komitmen untuk mengumpulkan KTI sesuai deadline yang telah disepakati bersama demi kelancaran kegiatan diseminasi hasil litbang sehingga bisa dimanfaatkan oleh pengguna secara tepat. Perlunya dilaksanakan kegiatan penelitian yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna/masyarakat setempat dan penyusunan media publikasi hasil litbang dengan bahasa umum (mengurangi bahasa riset) agar lebih mudah dipahami oleh orang awam. Perlu memperketat sistem kontrol, sehingga penyusunan poster/leaflet tidak melewati batas deadline yang ditentukan. Perlu meningkatkan kualitas SDM dan fasilitas pendukung seperti software atau ruang multimedia, pengusulan pengadaan alat dokumentasi yang lebih memadai sehingga dapat menghasilkan visualisasi yang bagus untuk keperluan diseminasi hasil litbang BTPKPDAS. Perlu penertiban catatan distribusi dengan penyusunan tabel pendistribusian per buku, dilengkapi dengan tanda terima. Selain itu perlu koordinasi dengan pengelola barang persediaan agar catatan distribusi lengkap dan sesuai. 45

56 No. Permasalahan Tindak Lanjut 4. Para peneliti sangat sibuk sehingga tata waktu kegiatan penelitian tidak sesuai jadwal. Kelemahan metodologi penelitian Mekanisme outsourcing pembantu peneliti dari luar. Mengoptimalkan pelaksanaan pembahasan draft RPTP dengan mengundang tim akademisi. Atau berkolaborasi melakukan kegiatan penelitian dengan pihak akademisi 5. Penyusunan TOR kegiatan kerjasama hibah luar negeri FCPF membutuhkan waktu lama dan perlu persetujuan WB, dan pegawainya kurang. 6. Adanya penghematan anggaran untuk memenuhi tunjangan fungsional peneliti yang mengakibatkan pengurangan jenis tanaman hutan untuk penelitian namun target RPTP tetap tercapai 7. Beberapa kegiatan penelitian terkendala dengan kesiapan lokasi penelitian (ijin penelitian dari pihak/perusahaan yang memiliki areal penelitian tidak dapat dipastikan). 8. Kerjasama penelitian masih terdapat kekurangan dalam pembagian peran dan kewajiban pihak kedua 9. Publikasi sebagai media informasi hasil penelitian belum optimal sehingga hasilhasil penelitian belum terdiseminasi secara maksimal Kendalanya adalah bahan publikasi dari para peneliti tidak tersedia secara rutin belum adanya dewan redaksi untuk pengelolaan website keterlambatan mitra bestari dalam menyunting naskah yang masuk sarana sambungan internet satelit yang sangat terbatas kapasitasnya. III. Penyelenggaraan Keuangan : 1. Keterlambatan Surat Edaran pencairan PNP menyebabkan terhambatnya pelaksanaan kegiatan penelitian di tahap akhir seperti analisis data, pengujian sampel yang berpengaruh pada tata waktu penyelesaian laporan hasil penelitian 2. Terdapat 1 paket pengadaan peralatan tidak terlaksana 3. Kekurangan belanja pegawai untuk pemenuhan tunjangan fungsional 4. Terdapat beberapa pelaksanaan kegiatan yang mundur tidak sesuai jadwal yang telah direncanakan (POK), dikarenakan kesiapan unit lain/materi dan atau instansi di luar balai. Proses penyelesaian administrasi/ SPJ kegiatan yang seringkali lambat sehingga menghambat untuk pelaksanaan kegiatan selanjutnya. Mengintensifkan komunikasi dengan para pihak terkait hibah untuk penyusunan TOR. Mengoptimalkan seluruh karyawan untuk membantu FCPF sesuai tupoksi masing-masing. Melakukan revisi anggaran dan RPTP, dan jenis tanaman hutan untuk penelitian yang tertunda akan diusulkan pada kegiatan penelitian tahun 2014 Koordinasi yang lebih intensif dengan pihak pengelola areal yang dijadikan lokasi penelitian. Mencari alternatif lokasi yang lebih memungkinkan aksesibilitasnya dan kondisinya siap Kerjasama terkait pelaksanaan tugas pkok dan fungsi BPTKSDA harus direncanakan dengan baik masing-masing pihak melaksanakan hasil kerjasama secara konsisten Penerbitan publikasi ilmiah sangat penting untuk dilakukan sebagai media informasi hasil penelitian. Diharapkan para pneliti dan teknisi untuk membuat publikasi atas setiap kegiatan penelitian yang dikerjakan sebagai wujud pertanggungjawaban dan dalam rangka meningkatkan kader. Pada tahun 2014, mengalokasikan sumberdana kegiatan penelitian dari sumber RM Meningkatkan koordinasi dan tertib tata waktu pelaksanaan pengadaan barang Revisi DIPA Meningkatkan kecermatan perhitungan kebutuhan belanja pegawai Perlu komitmen dalam pelaksanaan kegiatan sesuai dengan tata waktu yang telah direncanakan, perencanaan kegiatan lebih matang dan pembuatan jadwal kegiatan lebih terinci sehingga kegiatan berjalan tepat waktu dan lancar Kedepan agar penyelesaian SPJ bisa sesuai ketentuan/sop yang berlaku dan mengontrol penyelesaian SPJ dengan membuat buku pengendali/ kontrol untuk memantau kemajuan dalam penyelesaian SPJ, demi kelancaran pelaksanaan kegiatan. 46

57 No. Permasalahan Tindak Lanjut Terdapat proses revisi DIPA sampai berulang kali diantaranya penghematan untuk pengendalian subsidi BBM dan percepatan RAPBNP 2013 dan tunjangan peneliti, sedangkan proses revisi DIPA membutuhkan waktu yang relatif lama (Bulan Agustus baru terbit DIPA revisi final), sehingga mengganggu dalam pencapaian realisasi pelaksanaan kegiatan. 5. Proses pengadaan terlambat karena tim pengadaan terbatas dan sangat sibuk. Selain itu biasanya anggaran pengadaan rawan untuk direvisi penghematan sehingga tim pengadaan biasanya menunggu kepastian anggaran 6. Kegiatan yang dilaksanakan berdasarkan RPI terkadang tidak sesuai dengan bidang kepakaran peneliti yang tersedia. 7. Dukungan data sekunder yang tersedia untuk kegiatan penelitian sangat terbatas sehingga hasil penelitian kurang tercapai secara optimal. 8. Berbagai penelitian yang sifatnya lokal dan penting tidak tersedia dalam kegiatan penelitian RPI, sehingga Balai dianggap kurang peka terhadap isu lokal di daerah. 9. Mekanisme pengelolaan keuangan masih belum berjalan secara optimal sehingga masih terdapat ketidaksesuaian antara realisasi dan rencana. 10. Realisasi pelaksanaan kegiatan DIPA Tahun 2013, keuangan mencapai 95,65% dan fisik 100%. 11. Mekanisme pengelolaan keuangan yang belum optimal 12. Terdapat overestimasi dalam mengukur kebutuhan dana untuk research school sehingga mengurangi serapan. 13. Adanya kebijakan pemerintah dalam pengelolaan anggaran DIPA tahun 2013, menyebabkan perlunya revisi anggaran, penyusunan ulang prioritas kegiatan sehingga menyebabkan terjadinya penundaan pelaksanaan beberapa kegiatan penting. Terjadi kelambatan dalam penetapan batas pencairan anggaran sumber dana PNP sehingga kegiatan-kegiatan yang sudah dipersiapkan sebelumnya harus menunggu turunnya edaran batas pencairan dana. Akibatnya, kegiatan menjadi tertunda dan pelaksanaan kegiatan menjadi kurang optimal. Berkoordinasi aktif dengan DJA dan DJPB Kanwil Jawa Tengah untuk memantau perkembangan proses revisi DIPA Menyusun tim administrasi pengadaan di luar tim inti (pejabat pengadaan) untuk membantu penyelesaian proses pengadaan. Peneliti memerlukan konsultasi atau bimbingan dari koordinator RPI secara mendalam, dan atau mengundang pihak Universitas untuk melaksanakan penelitian tersebut. Penelitian perlu dilaksanakan dalam waktu yang relatif panjang. Diperlukan penelitian-penelitian khusus diluar RPI untuk menjawab kebutuhan riset ditingkat lokal. Sebagai salah satu contoh: penelitian HHBK (persuteraan). Menyusun perencanaan (ROK/POK) yang disesuaikan atau mendekati dengan kondisi riil di lapangan, melaksanakan kegiatan sesuai perencanaan yang telah ditetapkan, serta meningkatkan kerjasama tim pengelola keuangan Melakukan optimalisasi dalam perencanaan keuangan agar sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan. Restrukturisasi pengelola DIPA pada tahun Melakukan penyegaran terhadap semua penanggungjawab kegiatan dalam mekanisme pengelollan DIPA. Merekalkulasi kebutuhan untuk pelaksanaan DIPA Dengan adanya perubahan alokasi anggaran yang berasal dari sumber dana pada DIPA Tahun 2013, maka hendaknya tiap-tiap bagian atau bidang membuat skala prioritas kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan dengan sumber dana dimaksud. Kegiatankegiatan yang mempunyai prioritas lebih tinggi dan sifatnya mendesak harus didahulukan untuk dilaksanakan, sedangkan kegiatan yang prioritasnya lebih rendah bisa ditunda pelaksanaannya. Perlunya evaluasi dan perbaikan terhadap sistem pencairan anggaran yang ada. Hal ini menjadi penting untuk menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan dapat dilaksanakan tepat pada waktunya 47

58 No. Permasalahan Tindak Lanjut 14. Anggaran dari sumber dana PNP cair di akhir tahun sehingga menghambat pelaksanaan kegiatan terutama penelitian 15. Banyak revisi sesuai dengan kondisi nasional, sehingga beberapa kegiatan tidak terlaksana karena masuk penghematan IV. Pengembangan Sarana Prasarana : 1. Kurangnya peralatan laboratorium yang memadai untuk memperlancar kegiatan penelitian dan pengembang-an Sarana dan prasarana persemaian masih perlu ditingkatkan. Sarana prasarana di hutan penelitian/khdtk belum memadai. 2. Sebagian areal KHDTK Rantau dan Kintap, termasuk dalam Areal Penggunaan Lain (APL), dengan kata lain berada di luar Kawasan Hutan. Perambahan dan klaim lahan oleh masyarakat di dalam areal KHDTK Riam Kiwa. Terjadi tumpang tindih lahan dengan CIMPTROP di KHDTK Tumbang Nusa. 3. Realisasi pengadaan barang/jasa yang tidak tepat waktu sehingga menyebabkan beberapa pelaksanaan kegiatan yang memerlukan peralatan/ perangkat yang dimaksud tidak sesuai dengan target waktu yang direncanakan 4. Sarana prasarana di lokasi KHDTK, yang mana pada awal tahun Pondok kerja di KHDTK Gombong mengalami kerusakan bangunan pondok kerja/roboh disebabkan angin putting beliung yang menimpa wilayah tersebut 5. Terdapat beberapa peralatan laboratorium tanah-hidrologi dan lab. PJ dan SIG yang kondisinya rusak parah dan tidak memungkinkan untuk di perbaiki, seperti Plotter (HP Design 750 C). Berhubungan dengan kondisi tersebut sementara lab.tanah dan hidrologi tidak dapat mengerjakan analisa lain selain analisa sedimentasi. 6. Beberapa kegiatan pelaksanaannya tidak sesuai dengan target waktu yang direncanakan diantaranya realisasi pengadaan barang/jasa yang tidak sesuai target waktu. 7. Wanariset Anggresi (status tanah adalah pinjam pakai pada DinHut Kab Manokwari) Penetapan luas lahan yang akan dipertahankan sebagai wanariset Pembuatan matrik pelaksanaan kegiatan berdasarkan prioritas kegiatan Menentukan prioritas sehingga tidak mengganggu pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Aset sarana prasarana agar diiventarisasi, diidentifikasi, dan dihapuskan sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku. Mengusulkan pengadaan peralatan laboratorium yang memadai untuk memperlancar kegiatan litbang. Mengusulkan penambahan dan perbaikan sarana penelitian dan pengembangan. Secara bertahap melengkapi sarana prasarana di hutan penelitian. Areal KHDTK Kintap dan Rantau telah di koordinasikan dengan BPKH wilayah V untuk dilakukan tata batas dengan APL. Melakukan koordinasi dengan kepolisian dalam pengamanan kawasan KHDTK dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar dengan lebih intensif. Dalam menyusun perencanaan kebutuhan barang agar lebih cermat dengan mempertimbangkan berbagai aspek, a.l.: jenis/spesifikasi barang, rekanan, SDM, anggaran, dan ketepatan waktu serta penyelesaian administrasi mengikuti ketentuan berlaku. Untuk bangunan pondok kerja di KHDTK Gombong sedang proses pengajuan untuk penghapusan terlebih dahulu disebabkan terkena bencana untuk kemudian diusulkan kembali pembangunan bangunan pondok kerja Perlu secara bertahap melakukan perbaikan peralatan laboratorium yang rusak untuk mengoptimalkan fungsi laboratorium atau mengganti peralatan yang rusak berat yang sudah tidak bisa diperbaiki melalui pengadaan barang. Untuk sementara kegiatan selaian analisa sedimen dilakukan di laboratorium luar. Kedepan dalam menyusun perencanaan kegiatan agar lebih cermat dengan mempertimbangkan berbagai aspek SDM, spek barang yang dibutuhkan, jenis anggaran, dan ketepatan waktu. Serta meningkatkan pemantauan dan koordinasi internal balai demi kelancaran pelaksanaan kegiatan baik dalam segi administrasi maupun fisik kegiatan. Telah di tandatangani MoU antara PT Ragam Karya Citra dan BPK Manokwari dan selanjutnya akan dilakukan pengukuran ulang batas untuk menetapkan luas Wanariset Anggresi 48

59 No. Permasalahan Tindak Lanjut 8. Kasus KHDTK Kapau Jaya yang belum Mempercepat proses penyelesaian kasus KHDTK Kapau Jaya tuntas 9. Belum terealisasinya akreditasi Perlu dilanjutkan proses akreditas laboratorium ISO/EC laboratorium melalui ISO/EC Belum tersedianya peralatan penunjang Perlu pengadaan peralatan laboratorium kultur jaringan dan alat kegiatan penelitian di bidang pembiakan penyimpanan benih. vegetatif dan teknik penyiapan benih. 11. Adanya klaim penguasaan lahan dari masyarakat pada Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) serta maraknya kegiatan illegal logging (Samarinda) 12. Sertifikasi dalam KHDTK Mengkendek Penggembalaan liar Pembangunan rumah di KHDTK Pengusulan kepada Badan Litbang Kehutanan untuk penunjukan ulang KHDTK Mengkendek sesuai kondisi di lapangan. Telah dilakukan koordinasi intensif ke pihak-pihak terkait untuk penyelesaian permasalahan penguasaan lahan oleh masyarakat Melakukan kerjasama dalam hal pengamanan KHDTK dengan BKSDA dan Dinas Kehutanan Kabupaten Konsultasi Dinas Kehutanan perihal sertifikat lahan. Koordinasi dengan pemerintah setempat dan tokoh masyarakat. Koordinasi dengan BPKH Wilayah VII Makassar. Sosialisasi dengan masyarakat sekitar KHDTK. Pembangunan jalan menuju rencana Bandara KHDTK Mengkendek Sarana prasarana kurang memadai Okupasi lahan oleh masyarakat dijadikan lahan. Pemasangan papan petunjuk/ pengumuman Patroli secara rutin Pengkayaan tanaman pada lokasi KHDTK/tempat yang terbuka. Klaim kepemilikan lahan oleh masyarakat sekitar KHDTK. 13 Perubahan tata guna lahan di KHDTK Borisallo berdasarkan SK Menhut RI Nomor : 434/Menhut-1/2009 tentang Penunjukan Kawasan Hutan dan Konservasi Perairan di Provinsi Sulsel, sehingga KHDTK Borisallo menjadi Areal Penggunaan Lain (APL) Klaim kepemilikan lahan oleh masyarakat sekitar KHDTK. Penggembalaan liar Perambahan oleh masyarakat sekitar. Petunjuk pal banyak yang hilang/ bergeser. 14. Sosialisasi dan pemberdayaan Hutan Penelitian yang telah ditetapkan sebagai KHDTK belum optimal (Puskonser) 15. Kurangnya tenaga penjaga hutan penelitian/khdtk jika dibandingkan dengan luas hutan penelitian/khdtk, (Puskonser) 16. Adanya beberapa pohon tumbang di beberapa Hutan Penelitian 17. Kegiatan kerjasama untuk non penelitian khususnya untuk pemanfaatan hutan penelitian/khdtk belum diatur secara jelas (misalnya untuk pembuatan film, wisata, ground camping, dll.) Koordinasi dengan BPKH Wilayah VII Makassar. Koordinasi dengan Kepala Badan Litbang Kehutanan. Sosialisasi dengan Pemda dan tokoh masyarakat sekitar Pengusulan untuk direkonstruksi ulang oleh BPKH Wilayah VII Makassar. Dilakukan sosialisasi secara menyeluruh dengan jalan mengadakan kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait dengan pengelolaan hutan penelitian/khdtk baik dengan Pemda maupun LSM serta masyarakat sekitar. Telah dilakukan penambahan beberapa tenaga kontrak untuk membantu pemeliharaan di setiap KHDTK dan Hutan Penelitian Dimanfaatkan untuk kegiatan sosial/keperluan penelitian Pelaksanaan kerjasama dengan pihak ketiga (swasta, Pemda, lembaga/organisasi lain) agar mengacu kepada peraturan atau ketentuan yang berlaku mengingat hutan penelitian sebagai asset/milik Negara 49

60 No. Permasalahan Tindak Lanjut 18 Kurangnya sarana dan prasarana dan rusaknya sebagian werkit yang terdapat di hutan penelitian/khdtk 19 KHDTK sebagai kawasan hutan penelitian seluas Ha belum dikelola secara optimal sehingga masih terdapat kegiatan ilegal oleh masyarakat (BPTKSDA Samboja) 20`. Sarana dan prasarana kantor banyak yang mengalami kerusakan karena asset sudah lama berupa perolehan hibah khsususnya kendaraan operasional 21. Masih terdapatnya masyarakat yang belum mengakui wilayah KHDTK Hambala yang telah dilakukan tata batasnya oleh BPK Kupang Perlu diupayakan anggaran untuk melengkapi sarana dan prasarana dan renovasi werkit yang terdapat di hutan penelitian/khdtk KHDTK sebagai show window hasil penelitian agar dikelola dengan baik dan perlu disediakan peta potensi kawasan dan data kondisi actual di lapangan Sarana dan prasarana kantor yang rusak perlu dirawat, dihapuskan atau dilakukan pengadaan peralatan baru secara bertahap sesuai kebutuhan untuk mendukung kegiatan balai Terus melakukan pendekatan ke lingkungan pejabat daerah dan ke masyarakat sekitar 50

61 Laporan ini menyajikan gambaran tentang hasil pembangunan yang telah dilakukan oleh jajaran Badan Litbang Kehutanan. Berdasarkan asas-asas umum pemerintahan yang baik Badan Litbang Kehutanan akan melakukan berbagai langkah penyempurnaan khususnya dalam penyajian pelaporan sehingga terwujud transparansi, baik kepada pemberi mandat maupun kepada publik. Mengacu pada tupoksi dan Renstra yang ada, Badan Litbang Kehutanan akan terus konsisten menjalankan perannya sebagai unsur penunjang Kementerian Kehutanan. Badan Litbang Kehutanan diharapkan juga mampu meningkatkan kualitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) hasil Litbang Kehutanan. Dalam rangka efektifitas pelayanan kepada pengguna, Badan Litbang Kehutanan akan melakukan upaya yang diperlukan sesuai dengan peran dan kewenangannya untuk mendorong agar pembangunan kehutanan di Indonesia baik pusat maupun daerah dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dengan dukungan Iptek. 51

62 Lampiran 1. Struktur organisasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan BADAN LITBANG KEHUTANAN SEKRETARIAT BADAN PUSLITBANG KONSERVASI DAN REHABILITASI PUSLITBANG KETEKNIKAN KEHUTANAN DAN PENGOLAHAN HASIL HUTAN PUSLITBANG PENINGKATAN PRODUKTIVITAS HUTAN PUSLITBANG PERUBAHAN IKLIM & KEBIJAKAN BALAI BESAR PENELITIAN DIPTEROKARPA BALAI BESAR PENELITIAN BIOTEKNOLOGI DAN PEMULIAAN TANAMAN HUTAN BPK MANOKWARI BPK KUPANG BPK MAKASSAR BPK MANADO BPK AEK NAULI BPK PALEM- BANG BPK BANJAR- BARU BPTKPDAS SOLO BPTHHBK MATARAM BPTKSDA SAMBOJA BPTA CIAMIS BPTPTH BOGOR BPTSTH KUOK 52

63 Lampiran 2a. Struktur organisasi Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan SEKRETARIAT BADAN BAGIAN PROGRAM DAN KERJASAMA BAGIAN EVALUASI, DISEMINASI & PERPUSTAKAAN BAGIAN KEUANGAN DAN UMUM SUBBAG PROGRAM SUBBAG DATA DAN INFORMASI SUBBAG TATA USAHA SUBBAG ANGGARAN SUBBAG EVALUASI & PELAPORAN SUBBAG ADMINISTRASI KEUANGAN SUBBAG KERJASAMA SUBBAG DISEMINASI, PUBLIKASI DAN PERPUSTAKAAN SUBBAG PERLENGKAPAN BAGIAN KEPEGAWAIAN, HUKUM, ORGANISASI DAN TATALAKSANA SUBBAG ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SUBBAG ADMINISTRASI JABATAN FUNGSIONAL SUBBAG HUKUM, ORGANISASI DAN TATALAKSANA 53

64 Lampiran 2b. Struktur organisasi Pusat lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan PUSAT BIDANG PROGRAM DAN EVALUASI PENELITIAN BIDANG PENGEMBANGAN DATA DAN TINDAK LANJUT PENELITIAN BAGIAN TATA USAHA SUB BIDANG PROGRAM DAN ANGGARAN PENELITIAN SUB BIDANG DATA, INFORMASI DAN DISEMINASI SUBBAGIAN TATA USAHA DAN KEPEGAWAIAN SUBBIDANG EVALUASI DAN PELAPORAN SUBBIDANG TINDAK LANJUT HASIL PENELITIAN SUBBAGIAN KEUANGAN DAN PERLENGKAPAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL 54

65 Lampiran 2c. Struktur organisasi Balai Besar lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan BALAI BESAR BAGIAN UMUM SUB BAGIAN TATA USAHA & KEPEGAWAIAN SUB BAGIAN KEUANGAN & BMN BIDANG PROGRAM & EVALUASI BIDANG DATA, INFORMASI & KERJASAMA SEKSI PROGRAM DAN ANGGARAN SEKSI EVALUASI & PELAPORAN SEKSI DATA, INFORMASI & DISEMINASI SEKSI KERJASAMA, KHDTK & PENGEMBANGAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL 55

66 Lampiran 3. Struktur organisasi Balai lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan (1) (2) BALAI BALAI SUB BAGIAN TATA USAHA SUB BAGIAN TATA USAHA SEKSI PROGRAM & EVALUASI SEKSI SARANA PENELITIAN SEKSI DATA, INFORMASI & KERJASAMA SEKSI PROGRAM, EVALUASI & KERJAMA SEKSI DATA,INFORMASI & SARANA PENELITIAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL 56

67 Lampiran 4. Kondisi laboratorium dan pemanfaatan laboratorium tahun 2013 NO. NAMA LABORATORIUM LUAS (m 2 ) KONDISI UMUM FISIK LAB PEMANFAATAN I. Balai Penelitian Kehutanan Makassar 1. Silvikultur Mikrobiologi Peralatan yang ada dalam laboratorium sudah berfungsi sesuai dengan fungsinya Peralatan yang ada dalam laboratorium sudah berfungsi sesuai dengan fungsinya Penelitian dan praktek mahasiswa Penelitian intern dan praktek mahasiswa 2. Ekologi Hutan dan Konservasi Alam 30 Oven rusak ringan Penelitian berbagai jenis flora dan fauna dan praktek mahasiswa Peminjaman alat-alat lab. lingkup kelti BPK Makassar Penelitian dan praktek mahasiswa bidang erosi dan DAS 3. Sosial Forestry 9 - Terbatas untuk intern BPK Makassar, mencakup: Diskusi peneliti Social Forestry Diskusi peneliti (kerjasama FORDA - ACIAR) Konsultasi penelitian Social Forestry 4. Fisika Mekanika Kayu 30 Peralatan yang ada dalam laboratorium sudah berfungsi sesuai dengan fungsinya Penelitian dan praktek pengujian fisika dan mekanika hasil hutan kayu dan non kayu Penelitian dan praktek pengolahan hasil hutan non kayu Anatomi Kayu 30 Peralatan yang ada dalam laboratorium sudah berfungsi sesuai dengan fungsinya Praktek dan pengujian struktur anatomi dan dimensi serat hasil hutan non kayu Destilasi dan pengujian mutu hasil hutan non kayu II. Balai Penelitian Kehutanan Manado 1. Laboratorium Silvikultur Baik 2. Laboratorium Flora Fauna 128 Baik 3. Laboratorium Hidrologi dan Tanah Baik Penyimpanan benih, ekstraksi benih, penyimpanan herbarium, pensortiran tanah Penyimpanan feses anoa, analisa feses, penyimpanan spesimen tumbuhan dan flora, penyimpanan herbarium Persiapan/pensortiran sampel tanah yang akan dianalisis (pengeringan, penimbangan, penyimpanan alat-alat lapangan 57

68 NO. NAMA LABORATORIUM LUAS (m 2 ) KONDISI UMUM FISIK LAB PEMANFAATAN III. Bali Penelitian Kehutanan Palembang 1. Green House 72 Baik Penelitian, bimbingan teknis 2. Persemaian 200 Baik Penelitian, bimbingan teknis 3. Garasi 132 Baik Parkir kendaraan 4. Garasi 32 Baik Parkir kendaraan 5. Weerket Benakat 40 Baik Pondok kerja 6. Weerket Kemampo 35 Baik Pondok kerja 7. Weerket Kemampo 36 Baik Pondok kerja 8. Weerket Kp. Lampug 36 Baik Pondok kerja 9. Weerket Kp. Lampug 36 Baik Pondok kerja 10. Weerket Kp. Lampug 64 Baik Pondok kerja IV. Balai Penelitian Teknologi Agroforestry (Ciamis) 1. Laboratorium 54 Baik Analisa sampel tanah 2. Rumah Kaca 56 Baik Penelitian silvikultur V. Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan (Bogor) 1. Lab. Penyimpanan Benih 40 Baik Kegiatan penelitian, magang dan pelatihan 2. Lab. Pengujian Benih 364 Baik Kegiatan penelitian, magang dan pelatihan 3. Rumah Kaca 210 Rusak Berat Kegiatan penelitian, magang dan pelatihan VI. Balai Penelitian Teknologi Serat Tanaman Hutan (Kuok) 1. Laboraturium Perlebahan 120 Baik Pelayanan penelitian pemanfaatan hasil hutan 2. Laboratorium Tanah 200 Baik Pelayanan penelitian silvikultur 3. Laboratorium Kimia 50 Baik Pelayanan penelitian kimia 4. Laboratorium Satwa 50 Baik Pelayanan penelitian silvikultur 58

69 Lampiran 5. Kondisi kendaraan roda 2 (dua), 3 (tiga), 4 (empat) dan 6 (enam) lingkup Badan Litbang Kehutanan tahun 2013 NO. UNIT KERJA RODA 2 RODA 3 RODA 4 RODA 6 B R RB B R RB B R RB B R RB 1. Sekretariat Puskonser Pustekolah Pusprohut Puspijak BBPD Samarinda BBPBPTH Yogjakarta BPK Kupang BPK Aek Nauli BPTHHBK Mataram BPK Makassar BPK Manado BPK Manokwari BPK Palembang BPK Banjarbaru BPTP DAS Solo BPTPTH Bogor BPTA Ciamis BPTSTH Kuok BPTKSDA Samboja Jumlah Keterangan: B = Baik R = Rusak RB = Rusak Berat = Jumlah 59

70 Lampiran 6. Kondisi dan pemanfaatan perpustakaan Badan Litbang Kehutanan tahun 2013 NO. NAMA PERPUSTAKAAN LUAS (m 2 ) JUMLAH KOLEKSI KONDISI UMUM 1. Perpustakaan Badan Litbang Kehutanan R. Ardi Koesoema 894, Baik 2. Perpustakaan Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (Yogyakarta) Baik 3. Perpustakaan Balai Besar Penelitian Dipterokarpa (Samarinda) Baik 4. Perpustakaan Balai Penelitian Kehutatan Aek Nauli Baik 5. Perpustakaan Balai Penelitian Kehutatan Kupang Baik 6. Perpustakaan Balai Penelitian Kehutanan Makassar Baik 7. Perpustakaan Balai Penelitian Kehutanan Manado Baik 8. Perpustakaan Balai Penelitian Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu (Mataram) Baik 9. Perpustakaan Balai Penelitian Kehutanan Banjarbaru Baik 10. Perpustakaan Balai Penelitian Teknologi Kehutanan Pengelolaan DAS (Solo) Baik 11. Perpustakaan Balai Penelitian Kehutanan Palembang Baik 12. Perpustakaan Balai Penelitian Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam (Samboja) Baik 13. Perpustakaan Balai Penelitian Tekonologi Perbenihan Tanaman Hutan (Bogor) Baik 14. Perpustakaan Balai Penelitian Teknologi Agroforestry (Ciamis) Baik 15. Balai Penelitian Teknologi Serat Tanaman Hutan (Kuok) Baik 16. Balai Penelitian Kehutanan Manokwari Baik 17. Balai Penelitian Kehutanan Kupang Baik 60

71 Lampiran 7. Jumlah pengunjung perpustakaan lingkup Badan Litbang Kehutanan tahun 2013 NO. UNIT KERJA LITBANG KEHUTANAN ASAL PENGUNJUNG INSTANSI PEMERINTAH MAHASISWA/ PELAJAR INSTITUSI LAINNYA 1. Sekretariat Badan Litbang Kehutanan JUMLAH 2. Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (Yogyakarta) Balai Besar Penelitian Dipterokarpa (Samarinda) Balai Penelitian Kehutanan Aek Nauli Balai Penelitian Kehutan Kupang Balai Penelitian Kehutanan Manokwari Balai Penelitian Kehutanan Makassar Balai Penelitian Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu (Mataram) Balai Penelitian Kehutanan Manado Balai Penelitain Kehutanan Banjarbaru Balai Penelitian Kehutanan Palembang Balai Penelitian Teknologi Kehutanan Pengelolaan DAS (Solo) Balai Penelitian Teknologi Agroforestry (Ciamis) Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan (Bogor) Balai Penelitian Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam (Samboja) Balai Penelitian Teknologi Serat Tanaman Hutan (Kuok)

72 Lampiran 8. Perubahan jumlah pustaka lingkup Badan Litbang Kehutanan tahun 2013 NO. PENGELOMPOKAN BUKU JUMLAH KOLEKSI TAHUN LALU JUMLAH PENAMBAHAN KOLEKSI JUMLAH KOLEKSI TAHUN INI I. Badan Litbang Kehutanan 1. Text book Reference Koleksi lama Koleksi cadangan Audio visual Peta II. Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (Yogyakarta) 1. Text book Reference Audio visual III. Balai Besar Penelitian Dipterokarpa (Samarinda) 1. Text book Reference IV. Balai Penelitian Kehutanan Aek Nauli 1. Text book Reference V. Balai Penelitian Kehutanan Kupang 1. Text book Reference Koleksi lama CD VI. Balai Penelitian Kehutanan Makassar 1. Text book Reference

73 NO. PENGELOMPOKAN BUKU JUMLAH KOLEKSI TAHUN LALU JUMLAH PENAMBAHAN KOLEKSI JUMLAH KOLEKSI TAHUN INI VII. Balai Penelitian Kehutanan Manokwari 1. Text book Reference Audio visual 2-2 VIII. Balai Penelitian Kehutanan Palembang 1. Text book Peta, Reference IX. Balai Penelitian Kehutanan Banjarbaru 1. Text book Reference X. Balai Penelitian Teknologi Kehutanan Pengelolaan DAS (Solo) 1. Text book Reference XI. Balai Penelitian Teknologi Agroforestry (Ciamis) 1. Text book Reference XII. Balai Penelitian Kehutanan Manado 1. Text book Reference Audio visual Peta CD XIII. Balai Penelitian Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu (Mataram) 1. Text book Reference Audio visual Peta VCD

74 NO. PENGELOMPOKAN BUKU JUMLAH KOLEKSI TAHUN LALU JUMLAH PENAMBAHAN KOLEKSI JUMLAH KOLEKSI TAHUN INI XIV. Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan (Bogor) 1. Text book Reference XV. Balai Penelitian Teknologi Konservasi Sumberdaya Alam (Samboja) 1. Text book Reference XVI. Balai Penelitian Teknologi Serat Tanaman Hutan (Kuok) 1 Text book Reference

75 Lampiran 9. Kondisi dan kegiatan di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK)/Hutan Penelitian/Stasiun Penelitian tahun 2013 NO. LOKASI KHDTK LUAS (ha) SK MENHUT KEGIATAN PENELITIAN I. Pusat Litbang Konservasi dan Rehabilitasi 1. KHDTK Yanlapa, Bogor 46 Nomor 60/Menhut/II/2005, Tanggal 9 Maret 2005 Penelitian Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA) pada pulai gading dan pulai hitam Jenis tanaman andalan yang unggul (meranti) Demplot tanaman harendong pada lahan tegakan dan terbuka Demplot tanaman bermikoriza (jabon, albizia, jati belanda, gmelina, nyamplung) Pemeliharaan Pembuatan persemaian 2. HP Pasir Awi, Bogor 14,25 - Pemeliharaan Pembabadan jalur-jalur petak 3. HP Arcamanik, Bandung 16,27 - Pemeliharaan Pembabadan jalur-jalur petak Pembuatan persemaian 4. HP Pasir Hantap, Sukabumi 35,00 - Pemeliharaan Pembabadan jalur-jalur petak Pembuatan persemaian 5. HP Cikole, Bandung 39,80 - Kegiatan penelitian Pularia javanica dan Mucona mengenai cover crops Kegiatan pemeliharaan tanaman (penelitian Pusprohut) Pemeliharaan Pembabadan jalur-jalur petak Pembuatan persemaian 6. HP Dramaga, Bogor 60,00 - Penelitian tentang Dipterocarpaceae Pemeliharaan Pembabadan jalur-jalur petak Pembuatan persemaian Perawatan jalan Penanaman di areal kosong (5.000 pohon) 65

76 NO. LOKASI KHDTK LUAS (ha) SK MENHUT KEGIATAN PENELITIAN 7. KHDTK Carita, Pandeglang SK Penunjukan No. 290/Kpts- II/2003, tanggal 26 Agustus 2003 dan dalam proses perubahan fungsi HP Terbatas, HP Tetap & TWA menjadi Tahura Penelitian tentang Dipterocarpaceae, Social Forestry, gaharu Pemeliharaan tanaman Pembabadan jalur-jalur petak Pembuatan persemaian Pengamanan Membantu informasi tentang wisata II. Pusat Litbang Peningkatan Produktivitas Hutan 1. KHDTK Cikampek (orientasi dan rekonstruksi batas 2008 BPKH Wilayah XI Yogyakarta) ± 45 ha (SK Menhut, 2003) 51,1 No. 305/Kpts-III/2003, tanggal 11 September 2003 tentang Penunjukan KHDTK Cikampek sebagai Hutan Penelitian SK. Menhut Nomor: 306/Kpts- II/2003 tanggal 11 September 2003 tentang Penggunaan KHDTK Cikampek sebagai Hutan Penelitian Kegiatan pengamanan kawasan KHDTK Kegiatan pemeliharaan rutin KHDTK Koordinasi pengelolaan KHDTK dengan Pemerintah Daerah Desa Cikampek Timur, Desa Kamojing dan instansi terkait Pemenuhan kriteria dan indikator pengelolaan KHDTK Cikampek Kegiatan pemeliharaan dan pengambilan data-data di petak uji/demplot oleh masing-masing peneliti lingkup Badan Litbang Patroli gabungan bersama aparat pemangkuan setempat Patroli gabungan bersama kelembagaan KHDTK Cikampek tanggal 14 Desember 2013 SK. Kabadan Litbang No. SK.90/Kpts/VIII/2007 tanggal 25 Mei 2007 tentang Penunjukan Pengelola KHDTK lingkup Badan Litbang Kehutanan 2. KHDTK Haurbentes (tatabatas, 2005 BPKH XI Yogyakarta) ± 100 ha (SK. Menhut, 2003) 105,5 SK. No. 288/Kpts-II/2003, tanggal 26 Agustus 2003 (SK Penunjukan) SK. Menhut No. 289/Kpts-II/ 2003, tanggal 26 Agustus 2003 tentang Penggunaan KHDTK Haurbentes sebagai Hutan Penelitian Kegiatan pengamanan rutin KHDTK Haurbentes Kegiatan pemeliharaan rutin KHDTK Koordinasi pengelolaan KHDTK Haurbentes dengan instansi terkait, Perum Perhutani, Balai TNGHS Kegiatan pemeliharaan dan pengambilan data-data di petak uji demplot penelitian oleh masing-masing peneliti lingkup Badan Litbang Pemeliharaan dan penataan demplot koleksi jenis bambu (demplot keragaman genetik) Indonesia 66

77 NO. LOKASI KHDTK LUAS (ha) SK MENHUT KEGIATAN PENELITIAN 3. HP Sobang, Banten 167,45 Dalam proses perjanjian kerjasama antara Perum Perhutani (Cepu) dengan Puslitbang Peningkatan Produktivitas Hutan Kegiatan pengamanan rutin kawasan Hutan Penelitian Kegiatan pemeliharaan rutin Hutan Penelitian Kegiatan pemeliharaan dan pengambilan data-data di petak uji/demplot oleh masing-masing peneliti lingkup Badan Litbang Koordinasi pengelolaan HP Sobang dengan instansi terkait: Perum Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten, Puslitbang Perum Perhutani Cepu Pembahasan perjanjian kerjasama (PKS) dalam pengelolaan HP Sobang antara Puslitbang Perum Perhutani dengan Puslitbang Peningkatan Produktivitas Hutan Patroli gabungan bersama Perhutani Unit III III. Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (Yogyakarta) 1. Arboretum dan Rumah Kaca: Desa Purwobinangun, Kec Pakem, Kabupaten Sleman, Provinsi DIY 2,0 Pemeliharaan tanaman koleksi dan tanaman sisa hasil penelitian, pembersihan semak dan belukar di arboretum terdiri dari plot jati, E. pellita, kebun pangkas A. mangium, Araucaria, kayu putih, pulai, cendana, merbau, koleksi tanaman langka Pemeliharaan di persemaian berupa pembersihan jalan antar bedeng persemaian Kegiatan pemeliharaan berupa penataan dan pembersihan di dalam areal persemaian terdiri dari penataan bedengan, pemupukan, penyiraman, pembersihan areal dan perbaikan saluran air Kegiatan di luar persemaian terdiri dari pembabatan semak belukar di sekitar areal persemaian, untuk menciptakan kondisi lingkungan persemaian yang sehat Desa Hargobinangun/Kaliurang Kec. Pakem, Kabupaten Sleman, DIY 1,5 Koordinasi dan pengawasan penggunaan 1 buah rumah kaca oleh peneliti lab. kultur jaringan 2. Persemaian Desa Purwobinangun Kec. Pakem, Kabupaten Sleman, Provinsi DIY 3,5 - Membersihkan rumah kaca besar di dalam maupun di luar area Membersihkan bedeng persemaian yang telah dikembalikan peminjamannya Mengganti polybag bibit pongamia sebanyak bibit Menyapih bibit cendana dan sawo kecik dan memindahkan ke bedeng sebelah utara Menanam bibit camcai dari Pacitan Mengangkut bibit shorea dan bambu untuk ditanam di KHDTK Kaliurang 67

78 NO. LOKASI KHDTK LUAS (ha) SK MENHUT KEGIATAN PENELITIAN Desa Hargobinangun, Kec. Pakem, Kabupaten Sleman, DIY 0.1 Koordinasi dan pengawasan penggunaan 1 buah rumah kaca oleh peneliti lab. kultur jaringan Membersihkan rumput dan gulma di lima bedengan Pembersihan persemaian lab kultur jaringan di Kaliurang 3. Kaliurang Dusun Kaliurang Timur Desa Hargobinangun Kaliurang Kec. Pakem, Kabupaten Sleman, DIY 10 SK No. 455/Menhut-II/2005, tanggal 9 Desember 2005 Pembinaan teknis petugas lapangan Pemeliharaan kegiatan di KHDTK Kaliurang. Bulan Januari - April 2013 telah dilakukan kegiatan penanaman tanaman asli dari KHDTK Kaliurang berupa bibit jamuju, puspa, pronojiwo. Kegiatan selanjutnya mencari anakan di sekitar KHDTK untuk ditanam di persemaian berupa Phobe mucropyla, cryptomeria, javanica, asam londo, ketapang dan nyamplung Pemeliharaan dengan cara pendangiran pada tanaman tahun 2013 Mendampingi peneliti KSDG dalam rangka pengamatan suksesi alam pasca erupsi merapi Memasang plang nama pohon sebanyak 100 buah, mengganti plang nama pohon yang sudah rusak Pada bulan Mei 2013 telah dilakukan rehabilitasi KHDTK Kaliurang pasca erupsi merapi berupa penanaman pohon jenis Shorea leprosula sebanyak pohon di petak 5,6,7,8; pemeliharaan di KHDTK Kaliurang berupa pemeliharaan jalan trek atau jalan inpeksi, pemeliharaan persemaian non permanen Pada bulan Nopember 2013 dilakukan penanaman jenis bambu di petak 62 s/d petak 68 dilakukan oleh seluruh pegawai dalam rangka pembinaan pegawai Pada bulan Desember 2013 melakukan penanaman jenis pongamia sebanyak pohon di petak 69 s/d petak 77 serta melakukan kegiatan patroli rutin dan pemeliharaan batas petak dan batas KHDTK Pembersihan jalan setapak Rehabilitasi KHDTK Kaliurang berupa: pembuatan plat nomor pohon KHDTK, pengadaan bibit, pengadaan bahan lapangan untuk rehabilitasi, penanaman Memberikan pembinaan secara teknis pada petugas lapangan untuk memperketat setiap tamu dalam rangka kunjungan ke dalam lokasi KHDTK dan petugas lapangan wajib untuk menanyakan surat tugas dan menyarankan supaya tamu yang tidak membawa surat tugas untuk menghubungi kantor BBPBPTH di Purwobinangun Koordinasi dengan instansi terkait Balai Taman Nasional Gunung Merapi Laporan kegiatan pemeliharaan dapat disampaikan secara rinci sebagai berikut: 68

79 NO. LOKASI KHDTK LUAS (ha) SK MENHUT KEGIATAN PENELITIAN - Luas areal pemeliharaan KHDTK Kaliurang yaitu 10 ha, dengan sasaran kegiatan pemeliharaan dilakukan terhadap tanaman konservasi maupun lingkungan KHDTK, baik berupa pembersihan jalur jalan inspeksi - Pemasangan tanda batas lokasi telah dipasang sekeliling lokasi dan pemasangan tanda batas petak dipasang pada setiap pertemuan garis petak sesuai dengan kegiatan pada redesain dan rehabilitasi KHDTK - Pemeliharaan tanaman konservasi dilakukan pembersihan pohon dari tanaman pengganggu baik semak/perdu liar yang sangat berdekatan dengan tanaman maupun membebaskan tanaman dari hama tanaman merambat /liana, serta pemberantasan dari hama/penyakit 4. KHDTK untuk Hutan Penelitian Playen dan Watusipat Kab. Gunung Kidul Dusun Kepek I, Desa Banyusuco/Dusun Sendang Mule dan Dusun Gading V, Desa Gading, Kec. Playen, Kab. Gunung Kidul 112,9 SK. Penetapan No. 346/ Menhut-II/2010, tanggal 25 Mei 2010 Pembinaan dan pemeliharaan: Pembinaan teknis petugas lapangan dan petani pesanggem Pembuatan dan pembersihan jalan inspeksi Pembabadan semak dan belukar di areal petak 95 masih dilakukan secara manual dengan menggunakan parang atau sabit. Pemeliharaan pada tahun 2013 berupa pembabadan semak belukar di sekitar pondok kerja, tanaman langka, dan tanaman kayu putih, pemeliharaan di sekitar batas hutan penelitian dan jalan inpseksi Pemeliharaan jalan inspeksi, pemeliharaan batas hutan penelitian, pembabadan semak dan belukar di areal sekitar tanaman kayu putih, pembangunan industri minyak skala kecil Pengamanan hutan penelitian Koordinasi dengan instansi terkait dengan RPH Menggoro dan Dinas Kehutanan dan Propinsi DIY Memberikan masukan secara teknis pada petugas lapangan untuk memperketat setiap tamu dalam rangka kunjungan ke dalam lokasi hutan penelitian dan petugas lapangan wajib untuk menanyakan surat tugas dan menyarakan supaya tamu yang tidak membawa surat tugas untuk menghubungi kantor BBPBPTH di Purwobinangun 5. WONOGIRI Dusun Seneng Kelurahan Giriwono, Kec. Wonogiri, Kab. Wonogiri Dusun Sendangsari, Kelurahan Giriwono, Kec. Wonogiri, Kab. Wonogiri 93 SK No. 60/Menhut-II/2004 tanggal 1 Maret 2004 Pembinaan dan pemeliharaan: Pembinaan teknis petugas lapangan Pemeliharaan berupa pembabadan semak dan gulma pada Border Acasia mangium dan Eucalyptus pellita F1. Pembersihan sekitar pal batas dan jalan inpeksi. Pembersihan pada uji multi lokasi Eucalyptus pellita. Pembersihan pada uji multi lokasi Acasia mangium. 69

80 NO. LOKASI KHDTK LUAS (ha) SK MENHUT KEGIATAN PENELITIAN Memberikan masukan secara teknis pada petugas lapangan untuk memperketat setiap tamu dalam rangka kunjungan ke dalam lokasi KHDTK dan petugas lapangan wajib untuk menanyakan surat tugas dan menyarakan supaya tamu yang tidak membawa surat tugas untuk menghubungi kantor BBPBPTH di Purwobinangun Penyusunan Rencana Pengelolaan KHDTK Wonogiri dalam rangka sertifikasi KHDTK. Kordinasi dengan instansi terkait dengan BKPH Wonogiri dan KPH Surakarta Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah, dalam rangka meningkatkan keamanan dari pencurian kayu dan penebangan tanaman pohon penelitian dan tindak lanjut penanganan pengamanan dengan Polres Wonogiri. Laporan kegiatan pemeliharaan dapat disampaikan secara rinci sebagai berikut : Luas areal pemeliharaan KHDTK Wonogiri yaitu 93 ha. Di areal KHDTK ini terdapat kegiatan penelitian berupa pembangunan kebun benih klon jenis Acacia mangium seluas m 2 dan Eucalyptus pellita seluas m 2, pembangunan uji keturunan generasi kedua Acacia mangium dan Eucalyptus pellita seluas 2,05 ha, pembangunan uji keturunan multi lokasi jenis Acacia mangium dan Eucalyptus pellita seluas 2,56 ha, uji hibrid Acacia, kebun komposit Acacia mangium, uji lapangan hasil kultur jaringan jati, konservasi genetik jati,konservasi genetik Pometi spp, Anthocephalus cadamba. Realisasi kegiatan pemeliharaan dilakukan terhadap pemeliharaan lingkungan hutan penelitian, baik berupa pembersihan alur batas petak, jalan inspeksi, serta pemeliharaan tanaman border, tanaman pengisi, maupun tanaman gerhan. Pemeliharaan dilakukan dengan cara pendangiran, pemupukan, pembersihan pohon dari tanaman pengganggu baik semak/perdu liar yang sangat berdekatan dengan tanaman maupun membebaskan tanaman dari hama tanaman merambat/liana, pemberantasan dari hama/penyakit, serta pencegahan keamanan hutan dari gangguan manusia dan kebakaran. Pemeliharaan tanaman border dan tanaman gerhan Pemeliharaan tanaman border dan tanaman gerhan dilakukan dengan tujuan konservasi lahan, mengingat sebagian besar dari total luas hutan penelitian yang ada masih belum ditutupi vegetasi. Kegiatan dilakukan dengan cara pendangiran, pemupukan, pembersihan pohon dari tanaman pengganggu baik semak/perdu liar yang sangat berdekatan dengan tanaman maupun membebaskan tanaman dari hama tanaman merambat/liana, serangan rayap, serta pemberantasan dari hama/penyakit. Pembangunan KBSUK Jabon Merah dalam rangka kegiatan Pengembangan hasil litbang 70

81 NO. LOKASI KHDTK LUAS (ha) SK MENHUT KEGIATAN PENELITIAN 6. BONDOWOSO Dusun Darungan, Desa Sumberwringin, Kec. Sumberwringin, Kab. Bondowoso, Propinsi Jawa Timur 23.6 SK No. 221/Menhut-II/2004 tanggal 22 Juni 2004 Pembinaan dan pemeliharaan: Pemeliharaan tanaman konservasi. Pemeliharaan jalan setapak. Pembinaan teknis petugas lapangan. Pengembangan kegiatan penelitian. Pengamanan KHDTK. Rencana pembuatan persemaian untuk tanaman pagar Pengambilan titik-titik koordinat pada bulan Oktober 2013 untuk digitasi dan overlay plot penelitian dan pembuatan peta digital. Koordinasi dengan instansi terkait yaitu Perum Perhutani dan Desa Wringinanom. Pemeliharaan pada tahun 2013 di KHDTK Bondowoso dengan pembersihan semak dan gulma pada jalan inspeksi, sekitar weerkit dan pemeliharaan batas KHDTk dan batas petak. Renovasi weerkit berupa perbaikan weerkit yang lama, pemeliharaan persemaian semi permanen, pembersihan pada kayu yang roboh dan selanjutnya kayu tersebut dibiarkan sampai dengan lapuk, melakukan kegiatan patroli rutin dan pemeliharaan batas petak dan batas KHDTK. Memberikan masukan secara teknis pada petugas lapangan untuk memperketat setiap tamu dalam rangka kunjungan ke dalam lokasi KHDTk dan petugas lapangan wajib untuk menanykan surat tugas dan menyarankan supaya tamu yang tidak membawa surat tugas untuk menghubungi kantor BBPBPTH di Purwobinangun Laporan kegiatan pemeliharaan dapat disampaikan secara rinci sebagai berikut: Total realisasi kegiatan pemeliharaan di KHDTK Bondowoso seluas 21 ha dilakukan bertahap terhadap tanaman pengisi maupun lingkungan KHDTK, baik berupa pembersihan alur batas petak, maupun jalan inspeksi. Pemeliharaan tanaman dilakukan dengan cara pembersihan pohon dari tanaman penggangu baik semak/perdu liar yang sangat berdekatan dengan tanaman maupun membebaskan tanaman dari hama tanaman merambat/ liana, serta pemberantasan dari hama/penyakit. Pengembangan kegiatan penelitian dilakukan dengan mengkonversi beberapa petak yang tidak produktif, dengan jenis penelitian baru yaitu penelitian bambu, araucaria, ulin dan merbau. Pembinaan teknis petugas lapangan dilakukan secara intensif langsung di lapangan terhadap para petugas lapangan (pengelola KHDTK). Pemeliharaan tanaman bambu seluas 1,8 ha yang dilakukan yaitu pembabadan gulma dan tanaman pengganggu serta jalan inspeksi. 71

82 NO. LOKASI KHDTK LUAS (ha) SK MENHUT KEGIATAN PENELITIAN 7. SITUBONDO Desa Paowan, Kec. Panarukan Kabupaten Situbondo, Propinsi Jawa Timur 21.4 SK No. 293/KPTS-II/2003 tanggal 26 Agustus 2003 Pembinaan dan pemeliharaan: Pemeliharaan tanaman konservasi Pengelolaan areal kegiatan penelitian Pembinaan teknis petugas lapangan Pengamanan KHDTK Pemeliharaan persemaian tanaman pagar Pembuatan border dari tanaman hidup jenis mimba dan melanjutkan pembuatan pagar hidup berupa tanaman jenis mimba di luar batas KHDTK sebanyak 2000 pohon. Pemeliharaan tanaman cendana pada tahun 2013 dan menyulam yang mati. Renovasi weerkit berupa pemasangan keramik dan pasang pintu, pemeliharaan persemaian non permanen. Melakukan kegiatan patroli rutin. Pemeliharaan batas petak dan batas KHDTK. Pengambilan titik koordinat untuk digitasi dan overlay plot penelitian pada bulan Oktober Memberikan masukan secara teknis pada petugas lapangan untuk memperketat setiap tamu dalam rangka kunjungan ke dalam lokasi KHDTK dan petugas lapangan wajib untuk menanyakan surat tugas dan menyarankan supaya tamu yang tidak membawa surat tugas untuk menghubungi kantor BBPBPTH di Purwobinangun. Penataan lokasi Dalam rangka penataan hutan, di lapangan penataan ulang jalan inspeksi, dengan memperjelas batas tepi jalan dengan memasang batu pada setiap jarak 1 m. Laporan kegiatan pemeliharaan dapat disampaikan secara rinci sebagai berikut: Total realisasi kegiatan pemeliharaan seluas 21,4 ha dilakukan terhadap tanaman penelitian dan tanaman pengisi maupun lingkungan KHDTK yang dilakukan secara bertahap. Pemeliharaan tanaman dilakukan dengan cara pembersihan pohon dari tanaman pengganggu baik semak/perdu liar yang sangat berdekatan dengan tanaman maupun membebaskan tanaman dari hama tanaman merambat/liana, serta pemberantasan dari hama/penyakit. Pemeliharaan lingkungan KHDTK dilakukan baik berupa pembersihan alur batas petak, maupun jalan inspeksi. Pembinaan teknis petugas lapangan dilakukan secara intensif langsung di lapangan terhadap para petugas lapangan (pengelola KHDTK). Gangguan keamanan hutan yang sering terjadi adalah pencurian kayu dan kebakaran hutan. Upaya preventif pencurian kayu dilakukan dengan cara pendekatan dan pembinaan masyarakat sekitar hutan oleh petugas lapangan dan kegiatan pa-troli rutin. Sedangkan pencegahan keba-karan hutan dilakukan dengan upaya pem-bersihan seresah yang ada dibawah tegakan dan pembuatan ilaran api di batas wilayah dengan Hutan Perhutani. 72

83 NO. LOKASI KHDTK LUAS (ha) SK MENHUT KEGIATAN PENELITIAN Pemanfaatan Lahan: 1. PETAK 95 Kec. Paliyan Kab. Gunungkidul Prop. DIY 10 - Hutan penelitian kayu putih Kebun benih uji keturunan Pembangunan hutan tanaman kayu putih skala kecil sebagai model pengelolaan industri minyak kayu putih skala kecil Penanaman hutan kayu putih sebagai model pengelolaan industri minyak kayu putih skala kecil luas 5 ha, tahun tanam Kebun benih uji keturunan kayu putih seluas 1 ha tahun tanam 1998 Koleksi tanaman langka seluas 0,25 ha tahun tanam PETAK 22 Kec. Playen Kab. Gunungkidul Prop. DIY 40,5 - Pembangunan uji provenan nyamplung Pembangunan plot penelitian konservasi ex-situ nyawai Pembangunan plot uji spesies dan provenan spesies teridentifikasi (Populasi Pemuliaan Spesies Adaptif pada Kondisi Ekstrim untuk Antisipasi Perubahan Iklim) Pembangunan plot konservasi ex-situ eboni 3. RPH Mangunan Bantul 9 - Plot KSDG jenis nyawai dan kepel (APFORGEN) 4. KHDTK Sobang, RPH Gunung Tali Alas BKPH Sobang, KPH Banten 10 - Uji keturunan merbau seluas 4 ha tahun tanam 2008, dari 100 pohon induk, 4 tree plot, 6 blok jarak tanam 4x4 m Uji perbanyakan hasil vegetatif seluas 2,16 ha tahun tanam 2007, berasal dari 120 pohon induk, 3 tree plot, 5 blok, jarak tanam 6x2 m 5. Cikampek - - Plot uji keturunan sengon generasi I seluas 1,8 ha, tahun tanam 2009 IV. Balai Besar Penelitian Dipterokarpa Samarinda 1. KHDTK Labanan SK. Penetapan Menhut No. 64/ Menhut-II/2012, tanggal 3 Pebruari 2012 Pengamanan KHDTK Labanan kolaborasi dengan pihak terkait (Dinas Kehutanan Kabupaten Berau, Polsek Berau dan Polhut) Koordinasi dengan pihak terkait mengenai pengamanan KHDTK Hutan Penelitian Labanan Penelitian dilaksanakan di plot STREK oleh Balai Besar Yogyakarta. 2. KHDTK Sangai 630,1 SK. Penetapan Menhut. 105/ Kpts-II/1997, tanggal 18 Pebruari

84 NO. LOKASI KHDTK LUAS (ha) SK MENHUT KEGIATAN PENELITIAN 3. KHDTK Sebulu 2,96 SK. Penunjukan Menhut No. 203/Menhut-II/2004, tanggal 14 Juni 2004 Pengecekan lapangan dalam rangka pengamanan KHDTK Sebulu Dokumentasi KHDTK Sebulu V. Balai Penelitian Kehutanan Aek Nauli 1. KHDTK Siali-ali, Kab. Tapanuli Selatan 130,10 SK. No. 7/Menhut-II/2004, tanggal 10 Maret 2004 Patroli rutin Pemeliharaan rutin batas kawasan Pemeliharaan plot dan sekat bakar Pemeliharaan tanaman: kayu putih (0,75 ha), mangga (5 km) Sosialisasi terhadap masyarakat perambah Pembinaan terhadap pemelihara kawasan KHDTK 2. KHDTK Aek Godang, Kabupaten Tapanuli Selatan 8,4 SK.No.78/Menhut-II/2004, tanggal 10 Maret Kebun Percobaan Sipiso-piso 45 - Patroli rutin Pemeliharaan batas plot dan sekat bakar Pemeliharaan jalan patroli Pemeliharaan tanaman: lemo (1 ha), makadamia (1 ha), kemenyan (1 ha), ingul (1 ha) dan kaliandra (2000 batang) VI. Balai Penelitian Kehutanan Makassar 1. KHDTK Borisallo Bili-Bili Kabupaten Gowa 180 SK No. 367/Menhut -II/2004 tanggal 5 Oktober 2004 Pembuatan bibit/anakan Pemeliharaan tanaman KHDTK dan non KHDTK Pemeliharaan persemaian Sosialisasi kepada masyarakat sekitar KHDTK Pengamanan dan perlindungan 2. KHDTK Malili Kecamatan Malili Luwu Timur SK No. 367/Menhut-II/2004 tanggal 5 Oktober 2004 Pemeliharaan tanaman KHDTK Pengkayaan tanaman di KHDTK Pembuatan bibit/anakan Sosialisasi KHDTK Pemeliharaan persemaian Pembuatan plot rotan Plot pengamatan stok karbon (REDD) Pengamanan dan perlindungan KHDTK 74

85 NO. LOKASI KHDTK LUAS (ha) SK MENHUT KEGIATAN PENELITIAN 3. KHDTK Mengkendek Kecamatan Mengkendek Kabupaten Tator 100 SK. No. 367/Menhut-II/2004 tanggal 5 Oktober 2004 Pembuatan bibit/anakan Pemeliharaan tanaman KHDTK Pengkayaan tanaman di KHDTK Sosialisasi kepada masyarakat sekitar KHDTK Pengamanan dan perlindungan Pemeliharaan plot bambu VII. Balai Penelitian Kehutanan Kupang 1. KHDTK Hambala Kabupten Sumba Timur 509,42 SK. No. 136/Menhut-II/2004 tanggal 24 Mei 2004 Pembersihan plot-plot tanaman penelitian dan non penelitian Pemeliharaan plot-plot tanaman penelitian dan non penelitian Pemeliharaan bibit di persemaian Pembuatan ilaran api Pelaksanaan patroli rutin Pemeliharaan sarana prasarana KHDTK Hambala Penelitian pengembangan model RLKT berbasis agrosilvopasture (persemaian dan demplot penelitian) Penanaman eucalyptus dan mahoni Pemeliharaan tanaman percobaan 2. Stasiun Penelitian Oilsonbai, Kel. Fatukoa, Kecamatan Mualafa, Kupang 21,82 - Pembinaan tenaga pengelola stasiun Pemeliharaan sarana prasarana stasiun penelitian Pemeliharaan rusa timor, burung endemik NTT 3. Stasiun Penelitian Bu at, Kec. Mollo Selatan, Kabupaten TTS 52,90 - Pembersihan plot tanaman dalam stasiun Penanaman cendana sebanyak 400 anakan, johar 400 anakan, gmelina 50 anakan, kayu merah 150 anakan dan cassuarian sebanyak 50 anakan Patroli rutin pengamanan kawasan Pemeliharaan demplot penangkaran mini ranch rusa timor Patroli batas kawasan Pemeliharaan persemaian Pemeliharaan 294 pohon (areal produksi benih cendana) seluas 4,09 ha di Desa Netpala dan Oelbobok Kec. Mollo Tengah/Mollo Utara Pemeliharaan areal produksi benih ampupu seluas 24,39 ha di Desa Bu at, Kec. Mollo Selatan Pemeliharaan areal produksi benih kayu merah seluas 100,19 ha di Desa Benlutu dan Biloto Kec. Mollo Selatan 75

86 NO. LOKASI KHDTK LUAS (ha) SK MENHUT KEGIATAN PENELITIAN Penelitian pemanfaatan pestisida nabati dan hayati untuk pengendalian hama kutu sisik cendana (persemaian) Penelitian teknik konservasi loba (Symplocos sp.) sebagai flora penghasil mordant pewarna alami (persemaian 150 anakan, penanaman 120 anakan seluas 0,15 ha) 4. Stasiun Penelitian Banamlaat, Kel. Banamlaat, Kab. TTU Pembuatan pagar hidup di lokasi penanaman Pemeliharaan demplot penelitian dan pagar serta batas kawasan Pembuatan ilaran api Pembersihan jalur demplot kayu putih Patroli rutin pengamanan kawasan stasiun Pembuatan bak penampungan air di lokasi penanaman Pemeliharaan 424 tanaman kayu putih (uji keturunan F-2) seluas 0,87 ha Penelitian teknik konservasi gaharu, kadimbil, injuwatu (penanaman kadimbil 360 anakan, seluas 0,32 ha dan penanaman injuwatu 240 anakan, seluas 0,2 ha) Penelitian konservasi dan domestikasi faloak (Sterculia quadrifida) (persemaian faloak anakan dan penanaman 600 anakan) Penelitian konservasi eksitu cendana (penanaman plot konservasi sumber daya genetik berjumlah 750 anakan cendana seluas 1,92 ha, jarak tanam 4 x 4 m) Kegiatan sumber benih (penanaman 990 anakan cendana seluas 2,8 ha, jarak tanam 4 x 4 m (plot uji keturunan F-1) Penanaman gmelina dan mahoni masing-masing 500 anakan VII. Balai Penelitian Kehutanan Manado 1. Hutan Penelitian Batu Angus - Bitung, Sulawesi Utara 100 MoU: PKS.03/VIII/BPKMND/ 2012 dan S.341/IV/BKSDA. Sulut-2/PHKM/2012 tanggal 19 Juni 2012 (5 tahun) Konservasi eksitu ebony, pembangunan demplot kebun benih jenis unggulan lokal, demplot silvikultur jenis-jenis lokal dan demplot silvikultur intensif (kegiatan: pemeliharaan, pemberian perlakuan, pengamatan dan pengukuran tanaman) 2. Hutan Penelitian Mengkang - TN. Bogani Nani Wartabone, Sulawesi Utara 100 MoU: PKS.02/VIII/BPKMND/ 2012 dan PKS. 495/BTNBNW- 1/2012 tanggal 29 Mei 2012 (5 tahun) Kegiatan penelitian sistem implementasi pada DAS skala mikro: Pembersihan lahan untuk pengembangan demplot Pemeliharaan tanaman Pengamatan dan pengukuran tanaman Pengambilan data sosek 76

87 NO. LOKASI KHDTK LUAS (ha) SK MENHUT KEGIATAN PENELITIAN 3. Hutan Penelitian Halmahera Barat - Maluku Utara 125 MoU: PKS.04/VIII/BPKMND/ 2012 Nomor 522.5/479/2012 tanggal 31 Juli 2012 Survey lokasi Pengukuran lokasi untuk rencana plot uji jenis seluas 1 Ha Pengambilan data pendukung: suhu dan tanah VIII. Balai Penelitian Kehutanan Palembang 1. KHDTK Benakat Kabupaten Muara Enim 3.728,8 SK.No. 11/Menhut-II/2004 Pemeliharaan kayu putih Arboretum Kajian manipulasi lingkungan tembesu Patroli kebakaran (pengamanan) 2. KHDTK Kemampo Kabupaten Banyu Asin 250 SK. No. 57/Menhut-II/2007 Pembinaan KHDTK Arboretum Kemampo Pemeliharaan jati Pemeliharaan pulai Kajian manipulasi lingkungan kayu bawang Kajian manipulasi lingkungan sungkai Pembudidayaan rotan jernang IX. Balai Penelitian Kehutanan Banjarbaru 1. KHDTK Riam Kiwa SK.No.75/MENHUT/II/2004 Pembinaan dan pemeliharaan hutan penelitian dan 1 kegiatan penelitian 2. KHDTK Kintap SK.No.83/MENHUT/II/2004 Pembinaan dan pemeliharaan hutan penelitian dan 1 kegiatan penelitian, pembuatan demplot 3. KHDTK Tumbang Nusa SK. No.76/MENHUT/II/2005 Pembinaan dan pemeliharaan hutan penelitian dan 9 kegiatan penelitian 4. Hutan Penelitian Hutan Rakyat Rantau Pembinaan dan pemeliharaan hutan penelitian dan pembuatan arboretum X. Balai Penelitian Teknologi Agroforestry Ciamis 1. Hutan Penelitian Cigerendeng 7,65 - Pembuatan persemaian beberapa jenis tanaman langka 2. Kebun Koleksi Energi Ciromed 0,58 - Pemeliharaan koleksi pohon energi XI. Balai Penelitian Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu Mataram 1. KHDTK Rarung, Lombok Tengah, NTB 306,60 SK.No.390/Menhut-II/2004 Teknik pengendalian hama ulat daun gaharu melalui pola tanam campuran dan insektisida nabati Model rehabilitasi hutan lindung pola partisipatif berbasis bahan bakar nabati (BBN) 77

88 NO. LOKASI KHDTK LUAS (ha) SK MENHUT KEGIATAN PENELITIAN Ujicoba rehabilitasi hutan lindung berbasis HHBK di KHDTK Penyediaan bahan dan perlengkapan Kegiatan pembibitan Kegiatan pemeliharaan demplot tanaman sumber benih Kegiatan pemeliharaan demplot hasil penelitian dan pengembangan Kegiatan pemeliharaan rusa model kandang pedok Kegiatan pemeliharaan jalan inspeksi Kegiatan pengamanan kawasan Kegiatan pengkayaan tanaman jenis mahoni dan rajumas Kegiatan penanaman jenis nyamplung Kegiatan pemeliharaan instalasi saluran 2. KHDTK Nusa Penida, Klungkung, Bali 157,70 SK.No.459/Menhut-II/2005 Ujicoba teknik manipulasi lingkungan dalam rehabilitasi lahan kritis dengan jenis mimba di Nusa Penida Ujicoba pola tanam jenis cendana di Nusa Penida Model rehabilitasi hutan lindung pola partisipatif berbasis bahan bakar nabati (BBN) Ujicoba rehabilitasi hutan lindung berbasis HHBK di KHDTK Kegiatan pemeliharaan demplot hasil pengelolaan dan pengembangan Kegiatan pemeliharaan jalan masuk/jalan inspeksi menuju KHDTK Nusa Penida Kegiatan pemeliharaan demplot tanaman kerjasama jenis kemiri sunan ±7 ha XII. Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan Bogor 1. Stasiun Penelitian Nagrak 1 A. Pembibitan secara vegetatif antara lain: Teknik pembibitan vegetatif jenis pilang tahun 2013 Teknik kebun pangkas jenis rasamala dan jamuju tahun 2013 Pembibitan generatif jenis ganitri, bambang lanang, jabon putih tahun 2013 B. Pemeliharaan Pembersihan rumah pengkabutan dan pemasangan kawat kasa Pembersihan lahan untuk pembangunan rumah kaca Pengecetan tower penampung air dan pembersihan persemaian Pembabadan halaman weerkit, kiri kanan jalan inspeksi, rumah kaca dan gudang C. Pengembangan Evaluasi kebun pangkas Pembuatan bibit jenis mahoni, pemasangan rak 78

89 NO. LOKASI KHDTK LUAS (ha) SK MENHUT KEGIATAN PENELITIAN 2. Hutan Penelitian (KHDTK) Rumpin 6 - Pembabadan pada blok jati jarak tanam dan jati klonal Pembabadan blok tanaman AYU dan eksotik Pembersihan gazebo dan perbaikan pagar weerket Pembabadan pada blok jati vegetative, blok mimba Pembabadan blok jati spacing trial Pembersihan dan pembabadan blok tanaman sawo kecik dan blok tanaman 1000 pohon 3. Hutan Penelitian Parung Panjang 134,42 - Pembersihan dan pembabadan gulma blok tanaman Acacia spp Pembuatan pagar pada plot tanaman kayu bawang dan nyawai Pendangiran mindi besar, kayu bawang dan nyawai Pemeliharaan tanaman nyamplung Pengunduhan dan ekstraksi buah mahoni Pengunduhan dan ekstraksi buah Acacia mangium CSIRO dan Acacia mangium introduksi Perbaikan pagar Pembersihan jalan masuk area hutan penelitian Memasang ajir pada tanaman tisuk Pembuatan lubang tanam untuk penyulaman tanaman tisuk Penyulaman tanaman tisuk Pembabadan petak mahoni Perbaikan dan pembersihan gazebo dan weerkit XIII. Balai Penelitian Teknogi Konservasi Sumberdaya Alam Samboja 1. KHDTK Samboja SK.No.201/MENHUT-II/2004 tanggal 10 Juni 2004 Pemeliharaan persemaian dan lingkungan UUCD Pemeliharaan batas KHDTK Pembuatan bibit Pemeliharaan tanaman plot penelitian ulin Penyapihan bibit Penataan persemaian UUCD Pemeliharaan tanaman plot penelitian AYU Penataan persemaian Pemeliharaan tanaman rehabilitasi Pemeliharaan sekat bakar Pemeliharaan arboretum Pengukuran batas kawasan KHDTK 79

90 NO. LOKASI KHDTK LUAS (ha) SK MENHUT KEGIATAN PENELITIAN XIV. Balai Pelitian Teknologi Serat Tanaman Hutan Kuok 1. Arboretum (di Kuok) 9 - Penambahan bahan koleksi dari jenis endemik Sumatera (dalam tahap penyemaian) Konsultasi perencanaan, penataan dan pengembangan, studi banding pengelolaan arborettum Pemeliharaan areal dan perawatan tanaman koleksi Pemangkasan (sterilisasi) di sekitar bangunan dan pembersihan kayu lapuk 2. Dusun Kembang Damai, Kec. Pagaran Tapah (plot penelitian dan uji coba gaharu) Pemeliharaan Labeling Inokulasi (dalam skala penelitian) 3. Kabupaten Rokan Hulu (plot penelitian dan uji coba meranti) +5 - Pemeliharaan Penelitian 4. Kebun Benih Jabon di KHDTK Bukit Suligi Uji keturunan jabon dari 25 famili 5. KHDTK Kepau Jaya SK. Menhut No. 74/Menhut-II/ 2005, tanggal 29 Maret 2005 Penanaman areal KHDTK (penanaman tanaman geronggang sebanyak 100 batang di areal kebakaran di arah timur balai benih) Pembuatan plot kebun pangkas jenis ramin seluas 0,5 ha kerjasama dengan ITTO Pemeliharaan rutin pada demplot tanaman di sekitar weerkit seluas 1,2 ha 80

91 Lampiran 10. Jenis surat yang masuk dan keluar tahun 2013 NO. INSTANSI Surat Biasa JENIS SURAT SURAT MASUK (1) SURAT KELUAR (2) Surat Rahasia Jumlah Surat Biasa JUMLAH (1) + (2) 1. Sekretariat Badan Litbang Puskonser Pustekolah Pusprohut Puspijak BBPBTH Jogyakarta BBP Dipterokarpa Samarinda BPK Aek Nauli BPTKP DAS Solo BPK Makassar BPK Kupang BPK Manokwari BPK Palembang BPK Banjarbaru BPTA Ciamis BPK Manado BPTHHBK Mataram BPPTPTH Bogor BPTKSDA Samboja BPTSTH Kuok JUMLAH Surat Rahasia Jumlah 81

92 Lampiran 11. Surat Keputusan Kepala Badan Litbang Kehutanan tahun 2013 NO. NOMOR SK TANGGAL PENERBITAN PERIHAL 1. SK.1/VIII-SET/ /01/2013 Pembentukan Tim Penilai Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa 2. SK.2/VIII-P3PPH/ /02/2013 Pembentukan Tim Pelaksana Pengelolaan Kerjasama REDD+ Readiness Preparation FCPF Tahun SK.3/VIII-SET/ /02/2013 Tim Penyusun Buku 100 Tahun Penelitian Kehutanan Indonesia 4. SK.4/VIII-SET/ /02/2013 Perubahan Koordinator 5. SK. 5/VIII-SET/ /02/2013 Dewan Redaksi dan Sekretariat Redaksi Journal of Forestry Research 6. SK.6/VIII-SET/ /02/2013 Penetapan Dewan Riset Badan Litbang Kehutanan 7. SK.7/VIII-SET/ /02/2013 Susunan Dewan Redaksi dan Sekretariat Redaksi Terbitan Ilmiah Pusat Litbang Konservasi dan Rehabilitasi. 8. SK.8/VIII-SET/ /02/2013 Indonesia Forest 9. SK.9/VIII-SET/ /02/2013 Pembentukan Tim Redaksi Tekno Hutan Tanaman Tahun SK.10/VIII-SET/ /02/2013 Pembentukan Tim Redaksi Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Tahun SK.11/VIII-SET/ /03/2013 Pembentukan Panitia INAFOR 12. SK.12/VIII-P3PPH/ /03/2013 Pemasukan Izin Benih Tanaman Hutan a.n. PT. Korintiga Hutani 13. SK.13/VIII-P3PPH/ /03/2013 Pemasukan Benih Tanaman Hutan a.n. PT. Riau Pulp and Paper 14. SK.14/VIII-P3PPH/ /03/2013 Pemasukan Izin Benih Tanaman Hutan a.n. PT. Riau Pulp andalan Pulp and Paper 15. SK.15/VIII-P3PPH/ /03/2013 Pemasukan Izin Benih Tanaman Hutan 16. SK.16/VIII-SET/2013 1/04/2013 Tim Penatausaha Barang Milik Negara (BMN)/Pengelola BMN Badan Litbang Kehutanan TA SK.17/VIII-SET// /4/2013 Pembentukan Panitia Pameran dan Talkshow The 5th Indogreen Forestry Expo SK.19/VIII/P3KR/2013 6/05/2013 Tim Penataan Arboretum Badan Litbang Kehutanan 19. SK.20/VIII/SET/ /05/2013 Pembentukan Panitia Penyelenggara Gelar Teknologi Badan Litbang Kehutanan 20. SK.21/VIII/SET/ /05/2013 Perubahan Koordinator 21. SK.22/VIII-SET/ /05/2013 Penunjukan Dewan Redaksi, Mitra Bestari/Penilai dan Redaksi Pelaksana Jurnal Pemulian Tanaman Hutan pada Balai Besar Yogyakarta 22. SK.23/VIII-SET/ /05/2013 Penugasan Editor Bahasa Inggris Journal of Forestry Research 23. SK.24/VIII-SET/ /05/2012 Perubahan Koordinator RPI Sistim Pengelolaan DAS Hulu, Lintas Kabupaten Lintas Provinsi 24. SK. 25/VIII-SET/ /05/2013 Perubahan Koordinator RPI SK. 26/VIII-SET/ /2013 Laporan Hasil Rapat Persiapan Rakornis Balitbanghut Tahun SK.27/VIII-SET/ /06/2013 Satuan Tugas Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan 82

93 NO. NOMOR SK TANGGAL PENERBITAN PERIHAL 27. SK.28/VIII-SET/ /7/2013 Susunan Personil Mitra Bestari, Dewan Redaksi dan Sekretariat Redaksi Jurnal Penelitian Agroforestry 28. SK.29/VIII-SET/ /7/2013 Perubahan Keputusan Kepala Balitbanghut. No. SK.49/VIII-SET/2011 tentang Penunjukan Koordinator Rencana Penelitian Integratif SK.30/VIII-SET/ /7/2013 Pembentukan Sekretariat Tim Penilai Peneliti Instansi Kemenhut 30. SK.31/VIII-SET/ /7/2013 Penetapan Nama Kelti dan Penunjukan Ketua Kelti pada BPTA 31. SK.32/VIII-SET/ /08/2013 Penetapan Nama Kelti dan Penunjukan Ketua Kelti pada BPTA Ciamis 32. SK.33VIII-SET/ /08/2013 Revisi SK Kepala Badan Litbang tentang Tim Kebijakan dan Kelompok Kerja REDD+ Badan Litbang Kehutanan Tahun SK.34/VIII-SET/ /08/2013 Revisi SK Kepala Badan Litbang tentang Tim Kebijakan dan Kelompok Kerja REDD+ Badan Litbang Kehutanan Tahun SK.35/VIII-SET/ /07/2012 Rencana Kerja Badan Litbang Kehutanan Tahun SK.36/VIII-SET/ /08/2013 Penunjukan Team Leader Proyek Kerjasama Balitbang-ITTO 36. SK.37/VIII-SET/ /09/2013 Pembangunan Permanent Sample Plot (PSP) di Lokasi Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) 37. SK.38/VIII-P3KR/ /09/2013 Pemberian Perpanjangan Ijin Pemasukan Benih/Bibit Tanaman Hutan ke Dalam Wilayah Republik Indonesia 38. SK.39/VIII-SET/ /09/2013 Pemberian Perpanjangan Ijin Pemasukan Benih/Bibit Tanaman Hutan ke Dalam Wilayah RI an. PT. Sumber Graha Sejahtera Balaraja Tangerang 39. SK.40/VIII-SET/ /09/2013 Pemberian Perpanjangan Ijin Pemasukan Benih/Bibit Tanaman Hutan ke Dalam Wilayah RI. an. PT. Riau Andalan Pulp and Paper Riau 40. SK.41/VIII-P3KR/ /09/2013 Rumusan Hasil Focus Grup Discussion 41. SK.42/VIII-SET/ /09/2013 Tim Penyusun Buku 100 Tahun Penelitian Kehutanan Indonesia Versi Populer Tahun SK.43/VIII-SET/ /10/2013 Pembentukan Tim Pemantapan Pengelolaan KHDTK lingkup Badan Litbang Kehutanan 43. SK.44/VIII-P3KR/ /11/2013 Perubahan Waktu Penunjukan Team Leader Kegiatan Kerjasama Badan Litbanghut - ITTO (ITTO - CITES Phase II - Promoting Conservation of Plant Genetic Resources of Aquilaria and Gyrinops Species in Indonesia) 44. SK.45/VIII-P3kR/ /11/2013 Revisi Keputusan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Nomor. SK.18/VIII-P3PIK/2013 tentang Pembentukan Tim Pelaksana Pengelolaan Kerjasama REDD+ Readiness Preparation (FCPF) SK.46/VIII-SET/ /11/2013 Susunan Dewan Penyunting dan Sekretariat Redaksi Prosiding the 2nd INAFOR 2013 Badan Litbang Kehutanan 46. SK. 47/VIII-SET/2013 4/12/2013 Tim Penyusunan Buku Panduan Kehutanan Indonesia 47. SK. 48/VIII-SET/ /12/2013 Kerjasama ASEAN - Korea on Forest Cooperation (AFoCo) 83

94 Lampiran 12. Diklat/kursus dalam dan luar negeri yang diikuti pegawai tahun 2013 NO. KURSUS/TRAINING/DIKLAT JUMLAH (ORANG) LAMANYA DIKLAT PENYELENGGARA LOKASI I. Sekretariat Badan Litbang Kehutanan 1. Training 4 2 hari Fokus Line Bandung 2. Diklatpim IV 1 28 hari Diklat Kehutanan Bogor Bogor 3. Diklat 2 5 hari Diklat Kehutanan Bogor Bogor II. Pusat Litbang Konservasi dan Rehabilitasi 1. Post-doc 1 2 tahun UC Davis Amerika Serikat 2. Diklat Fungsional Peneliti 3 7 hari LIPI Cibinong III. Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan 1. Kursus Bahasa Inggris 1 72 hari ACIAR IPB 2. Training of Trainers (TOT) Widyaiswara Luar Biasa/Fasilitator Diklat 2 2 hari LIPI Pusbindiklat Peneliti LIPI Jabatan Fungsional Peneliti Tingkat Pertama Cibinong 3. In House Training Perumusan RSNI 6 3 hari Pustanling IPB 4. In House Training Perumusan RSNI 1 2 hari Pustanling Hotel Royal Bogor 5. Diklat Jabatan Fungsional Peneliti Tingkat Pertama Gol. IV 1 1 hari LIPI Pusdik Peneliti LIPI Cibinong 6. Diklat Kepemimpinan Tingkat I 1 56 hari LAN Jakarta 7. Diklat Kepemimpinan Tingkat III 2 18 hari LAN bekerjasama dengan Pusdiklat Kehutanan 8. Diklat Pembentukan Assesor SDM di Setjen Kemenhut 1 2 hari Jakarta 9. Pembicara pada pelatihan Pengelolaan Ekosistem Mangrove di Kab. 1 3 hari Balai Pengelolaan Hutan Karangasem Bali Mangrove Wilayah I Denpasar Pusdiklat Kehutanan Bogor Balai Pengelolaan Hutan Mangrove Wilayah I Denpasar 10. Pelatihan Pembuatan GAP, GBS, TOR Responsif Gender 1 1 hari Sekjen Hotel Padjadjaran Suites, Bogor 11. Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Populer 3 2 hari Badan Litbang Kehutanan Pusprohut, Bogor 12. Pelatihan Yunior Analis SIG 2 4 hari Badan Litbang Kehutanan Lab. SIG Badan Litbang Kehutanan 13. Pelatihan Operator SIK 2 1 hari Sekretariat Jenderal Kemenhut Hotel Twin Plaza, Jakarta 14. Pelatihan Manajemen Pengadaan Barang/Jasa 2 3 hari Biro Umum Royal Safari Bogor 15. Pelatihan Writing Communication Intelektual Publik dan Menulis Artikel 3 3 hari Badan Litbang Kehutanan Hotel Padjadjaran Suites, Bogor Ilmiah Populer 84

95 NO. KURSUS/TRAINING/DIKLAT 16. Pelatihan Tenaga Teknis Pengelolaan Hutan Produksi Lestari Penguji Kayu Lapis (GANISPHPL-PKL) JUMLAH (ORANG) LAMANYA DIKLAT PENYELENGGARA LOKASI 2 1 hari STIESTIA STIESTIA Surabaya 17. Sosialisasi tentang Proses Usulan Penilaian Angka Kredit Jabatan 1 1 hari Puspijak Hotel Pangrango 2, Bogor Peneliti 18. Sosialisasi Peraturan Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa 2 2 hari Badan Litbang Kehutanan Royal Safari Garden, Bogor 3 1 hari Badan Litbang Kehutanan Hotel Permata, Bogor 19. Sosialisasi PP No. P5/Menhut-11/2013 dan PP No. P6/Menhut 11/ Penyegaran Ketatausahaan lingkup Badan Litbang Kehutanan 2 2 hari Badan Litbang Kehutanan Hotel Salak, Bogor 1 2 hari Badan Litbang Kehutanan Hotel Salak, Bogor 21. Pembinaan Pejabat Penandatangan SPM Bendahara Pengeluaran dan PPABP 22. Pembinaan Peningkatan Kualitas Pengujian Keuangan lingkup 1 1 hari Direktorat Bina Usaha Hutan Kemenhut Tingkat Pusat Tahun 2013 Alam, Ditjen BUK 23. Pembinaan Pejabat Pembuat Komitmen dan Petugas Verifikasi 2 2 hari Badan Litbang Kehutanan Hotel Padjadjaran Suites, Bogor IPHHK Sumatera Selatan 24. Pembinaan dan Pengendalian Pemanfaatan/Pengolahan dan Rendemen Bahan Baku 2 2 hari Dirjen BUK, Direktorat Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan IV. Pusat Litbang Peningkatan Produktivitas Hutan 1. Diklatpim IV 1 37 hari Pusdiklat Bogor 2. Diklat Fungsional Peneliti Tingkat Lanjutan Gel. IX LIPI Tahun hari LIPI Cibinong 3. Pelatihan Yunior Analis Sistem Informasi Geografis (SIG) 1 5 hari Sekretariat Badan Litbang Bogor 4. Pelatihan Menulis Artikel Ilmiah Populer Gel. II 2 3 hari Sekretariat Badan Litbang Bogor 5. Pelatihan Menulis Artikel Ilmiah Popular Gel. II 3 3 hari Badan Litbang Bogor 6. Pelatihan Pembukuan Bendahara Pengeluaran APBN Berbasis Software Aplikasi 1 1 hari INDGAF (Institute of Development Accounting & Finance) Jakarta V. Pusat Litbang Perubahan Iklim dan Kebijakan 1. Diklatpim IV 2 28 hari Pusdiklat - Kemenhut Bogor 2. International Training Workshop on REDD 1 10 hari - Filipina 3. Diklat Peneliti Lanjutan 3 7 hari Pusbindiklat Peneliti LIPI Bogor 4. Pelatihan GIS 3 5 hari Sekretariat Badan Litbang Bogor 5. Training/Pemanfaatan Alat AWS 4 2 hari Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Bogor 85

96 NO. KURSUS/TRAINING/DIKLAT JUMLAH (ORANG) LAMANYA DIKLAT PENYELENGGARA LOKASI VI. Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemulian Tanaman Hutan Yogyakarta 1. Diklat 2 72 Lembaga Administrasi Negara Jakarta 2. Diklat Multimedia Tingkat Dasar Tahun hari Balai Diklat Kehutanan Bogor 3. Diklat Jabatan Fungsional Peneliti Tingkat Pertama Gol. V LIPI 1 21 hari Pusbindiklat Peneliti LIPI Cibinong 4. Diklat Penggunaan GPS dan Aplikasinya Tahun hari Balai Diklat Kehutanan Kadipaten Kadipaten 5. Diklat Sistem Informasi Geografis 1 17 hari Balai Diklat Kehutanan Bogor 6. Diklatpim IV Angkatan I 1 39 hari Balai Diklat Kehutanan Bogor 7. Diklat Penjenjangan Jabatan Fungsional Peneliti Tingkat Lanjutan Gel. IV-LIPI Tahun hari Pusbindiklat Peneliti LIPI Cibinong 8. Diklat Jabatan Fungsional Peneliti Tingkat Pertama Gel. XII-LIPI 1 21 hari Pusbindiklat Peneliti LIPI Cibinong 9. Pelatihan dan Ujian Sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa 2 5 hari Balai Diklat Industri Regional IV Pemerintah 10. Fasilitasi Teknik Penyusunan Proposal Kerjasama Luar Negeri ITTO 1 4 hari Sekretariat Badan Litbang Kehutanan 11. Pelatihan Sekuensing DNA di Laboratorium Terpadu UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2 2 hari Lab. Terpadu UIN 12. Pelatihan Multimedia dengan Topik Video Editing 1 4 hari Sekretariat Badan Litbang Kehutanan 13. Pelatihan Manajemen Pengadaan Barang dan Jasa 1 5 hari Sekretariat Badan Litbang Kehutanan 14. Pelatihan Geodatabase 2 3 hari Sekretariat Badan Litbang Kehutanan 15. Pelatihan Pengelolaan Sumber Benih 1 4 hari Balai Perbenihan Tanaman Hutan Jawa dan Madura 16. Sosialiasi Peraturan Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa 2 3 hari Sekretariat Badan Litbang Kehutanan 86

97 NO. KURSUS/TRAINING/DIKLAT JUMLAH (ORANG) LAMANYA DIKLAT PENYELENGGARA LOKASI VII. Balai Besar Penelitian Diterokarpa Samarinda 1. Diklat Fungsional 2 15 hari LIPI Pusbindiklat Peneliti LIPI Cibinong 2. Diklatpim III 1 48 hari Pusdiklat Kehutanan Bogor Bogor 3. English Course 1 95 hari Australian Award Scholarship Indonesia Australia Language Foundation (IALF) Denpasar VIII. Balai Penelitian Kehutanan Aek Nauli 1. Diklat Fungsional Peneliti Tingkat Pertama 3 30 hari LIPI Cibinong 2. Diklat Pengenalan GPS dan Aplikasinya 2 15 hari BDK Pematang Siantar Pematang Siantar 3. Diklat Penyusunan Rancangan RHL 3 15 hari BDK Pematang Siantar Pematang Siantar 4. Diklat Pengawasan dan Peredaran Flora dan Fauna 1 15 hari BDK Pematang Siantar Pematang Siantar IX. Balai Penelitian Teknologi Kehutanan Pengeloaan DAS Solo 1. Diklat Teknisi 1 3 hari Ortala Bogor 2. Diklat Fungsional Peneliti Lanjutan (Peneliti Muda ke Peneliti Madya) 1 6 hari LIPI Cibinong 3. Diklat Teknis Klasifikasi UDC (Universal Decimal Clasification) 1 4 hari Klub Perpustakaan Indonesia Jakarta 4. Diklat Fungsional Peneliti 1 6 hari LIPI Cibinong 5. Diklat Pengelola Kepegawaian 2 4 hari Ortala Bogor 6. Training Peningkatan Motivasi Pegawai 40 2 hari BPTKPDAS Karanganyar 7. Training Workshop Penulisan Ilmiah & Teknik Fotografi 38 2 hari BPTKPDAS Surakarta X. Balai Penelitian Kehutanan Manado 1. Diklatpim IV 1 35 hari BDK Makassar Makassar 2. Diklatpim III 1 60 hari BDK Bogor Bogor 3. Diklat Teknisi 3 2 hari Sekretariat Badan litbang Bogor 4. Pelatihan Jurnalisme Warga dan Fotografi 6 2 hari PPWI Manado 5. Pelatihan Analisa Resiko, Deteksi Dini dan Langkah Cepat Penanggulangan Tumbuhan Asing Invasi di Ekosistem Hutan 3 4 hari Seameo Biotrop Bogor 6. Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah 25 1 hari Universitas Sam Ratulangi Manado 7. ITTO Penyuluh Kehutanan 15 3 hari LSM, ITTO Manado 87

98 NO. KURSUS/TRAINING/DIKLAT JUMLAH (ORANG) LAMANYA DIKLAT PENYELENGGARA LOKASI XI. Balai Penelitian Kehutanan Makassar 1. EAP hari Pusdiklathut, Bogor Bogor 2. SIG bagi Operator 1 15 hari BDK Makassar Makassar 3. Penggunaan GPS dan Aplikasinya 1 15 hari BDK Makassar Makassar XII Balai Penelitian Kehutanan Kupang 1. Mengikuti Pre Departure Training (PDT) di Denpasar, Bali 1 42 hari Indonesia Australia Language Foundation (IALF) Denpasar, Bali 2. Mengikuti Pre Departure Training (PDT) Indonesia - Australia 2 6 bulan, Indonesia Australia Language Denpasar, Bali Foundation (IALF) 3. Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Sistem Informasi Geografi bagi 1 15 hari BDK Kupang BDK Kupang Operator 4. Mengikuti Pre Departure Training (PDT) Indonesia - Australia 2 6 bulan Indonesia Australia Language Denpasar, Bali Foundation (IALF) 5. Mengikuti Pelatihan English Language Skill Upgrading dan IELTS 2 12 hari Universitas Nusa Cendana Kupang Preparation Kupang 6. Mengikuti Pelatihan Video Editing 1 5 hari Sekretariat Badan Litbang Bogor Kehutanan 7. Mengikuti Pelatihan Urban Flood Management and Disaster Risk 1 27 hari Beasiswa Stuned Delf, Belanda Mitigation 8. Mengikuti Sosialisasi Permenhut No. P.5/Menhut-II/2013 tentang Bogor Pedoman Kehadiran PNS di lingkup Kemenhut dan P.6/Menhut-II/2013 tentang Pedoman Penyusunan dan Penilaian Sasaran Kerja PNS lingkup Kemenhut 9 Mengikuti Sosialisasi Perpres 54/2010 dan Perpres 70/2012 lingkup Kemenhut 1 4 hari Sekretariat Badan Litbang Kehutanan 1 6 hari Sekretariat Badan Litbang Kehutanan 10. Mengikuti Sosialisasi SAK lingkup Kemenhut 1 4 hari 11. Mengikuti Sosialisasi Peraturan Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa 1 5 hari 12. Mengikuti Sosialisasi dan Lokakarya Perbenihan Tanaman Hutan 1 3 hari Bina Perbenihan Tanaman Jakarta Hutan 13. Mengikuti Sosialisasi Permenhut P.51/Menhut-II/ hari BPK Kupang Soe, TTS dan TTU Bogor 88

99 NO. KURSUS/TRAINING/DIKLAT JUMLAH (ORANG) LAMANYA DIKLAT PENYELENGGARA LOKASI 14. Mengikuti Diklat Karya Tulis Ilmiah 3 6 hari BDK Kupang BDK Kupang 15. Mengikuti Diklat Teknik Pembuatan Video Dokumentasi dan Animasi 2 8 hari BDK Kupang BDK Kupang 16. Mengikuti Diklat Fungsional Peneliti Pertama 2 21 hari LIPI Cibinong, Bogor 17. Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Pelaksana Pengukuran dan Pemetaan 18. Mengikuti Sosialisasi SAK lingkup Kemenhut 1 4 hari 19. Mengikuti Diklat Fungsional Peneliti Pertama dan Pelatihan Wildlife 1 21 hari 1 30 hari BDK Kupang BDK Kupang XIII Balai Penelitian Kehutanan Manokwari 1. Diklat Penulisan Karya Tulis Ilmiah Dalam Rangka Program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2 7 hari LIPI Ambon, Maluku 2. Pendidikan dan Pelatihan 1 10 hari Puslit Korea Selatan 3. Diklat Bendahara Pengeluaran 2 14 hari BLK Manokwari Manokwari, Papua Barat 4. Penyegaran Pengelolaan Persuratan dan Kearsipan lingkup Balitbang Kehutanan 2 5 hari Sekretariat Badan Litbang Bogor 5. Penyegaran Fungsional Pranata Komputer 1 5 hari Sekretariat Badan Litbang Bogor 6. Pembinaan Bendahara 1 5 hari Biro Keuangan Solo 7. Pembinaan SPI/Diseminasi lingkup Kementerian Kehutanan 2 4 hari Kementerian Kehutanan Makassar 8. Pembinaan Pengelola Kepegawaian lingkup Balitbang Kehutanan 2 5 hari Sekretariat Badan Litbang Bogor 9. Pembinaan KPA/PPK lingkup Kementerian Kehutanan 2 5 hari Kemenhut Bandung 10. Sosialisasi SPIP dan Konsultasi 2 5 hari Sekretariat Badan Litbang Bogor 11. Sosialisasi dan Pembianaan SAK lingkup Kemenhut Tahun hari Biro Keuangan Kemenhut Surabaya 12. Sosialisasi Peraturan Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa 1 5 hari Sekretariat Badan Litbang Bogor 13. Pelatihan Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa 3 4 hari Bappeda Provinsi Papua Barat Manokwari, Papua Barat 14. Pelatihan Petugas Penatausahaan Barang Persediaan 1 5 hari Kementerian Kehutanan Bogor XIV. Balai Penelitian Kehutanan Palembang 1. Diklat Fungsional Peneliti 2 14 hari LIPI Bogor 2. Diklat Fungsiobal Peneliti 1 3 hari LIPI Bogor 89

100 NO. KURSUS/TRAINING/DIKLAT JUMLAH (ORANG) LAMANYA DIKLAT PENYELENGGARA LOKASI XV. Balai Penelitian Kehutanan Banjarbaru 1. Diklat Fungsional Lanjutan 1 5 hari LIPI Cibinong 2. Diklat PPAKP Kelas Manajemen Angkatan I Tahun hari Kanwil DJPB Banjarmasin Banjarmasin 3. Pelatihan Video Editing 1 5 hari Sekretariat Badan Litbang Bogor 4. Peningkatan Pengetahuan Bendaharawan & PABPB 2 2 hari Sekretariat Badan Litbang Bogor XVI. Balai Penelitian Teknologi Agroforestry Ciamis 1. Diklat Jabatan Fungsional Peneliti Tingkat Lanjutan 3 6 hari LIPI Cibinong 2. Diklat Sistem Informasi Geografi 1 15 hari Pusdiklat Kehutanan Bogor 3. Diklatpim IV 1 37 hari Pusdiklat Kehutanan Majalengka 4. Pengelolaan Basis Data Penelitian dan Publikasi 2 3 hari ICRAF Bogor 5. Inhouse Training Resutrukturisasi dan Redesain Website 4 4 hari BPTA dan ICRAF Ciamis 6. Training Pre-MTCNA (Mikrotik) 1 4 hari PT. Netkrom Solusindo Bandung 7. Traning dan Sertifikasi Mikrotik (MTCNA dan MTCRE) 1 5 hari Router Indonesia Bandung XVII. Balai Penelitian Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu Mataram 1. Diklat Penulisan Karya Tulis Ilmiah 1 6 hari BDK Kupang Kupang 2. Diklat Jabatan Fungsional Peneliti Tingkat Lanjutan Gol. IV - LIPI 2 5 hari LIPI Bogor 3. Diklat English Language Training Asitant (ELTA) hari Program Kerjasama Indonesia- Australia, fasilitasi BKD Prop. NTB Mataram XVIII. Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan Bogor 1. Diklat Bahasa Inggris (EAP-1) 1 25 hari Pusdiklat Kehutanan Pusdiklat Bogor 2. Diklatpim IV 1 36 hari Setjen Pusdiklat Bogor 3. Diklat Englist for Presentation Informal Meeting 1 17 hari Pusdiklathut Pusdiklathut 4. Pelatihan Yunior Analissing 2 5 hari Sekretariat Badan Litbang Bogor 5. Rekonsiliasi Internal SAK dan SIMAK BMN lingkup Badan Litbang 5 2 hari Badan Litbang Hotel Pajajaran Suit, Bogor 6. Konsolidasi Internal Badan Litbang 2 2 hari Badan Litbang Hotel Peninsula, Jakarta 7. Sosialisasi Permenhut No. P.5/Menhut-II/2013 dan P.6/Menhut-11/ hari Badan Litbang Hotel Permata, Bogor 8. Pembinaan Pejabat Penandatangan SPM, Bendahara Pengeluaran dan KPA 3 2 hari Badan Litbang Hotel Salak, Bogor 90

101 NO. KURSUS/TRAINING/DIKLAT 9. Sosialisasi Zona Benih Indonesia Reg. Kalimantan, Sulawesi, Bali NTB, NTT dan Maluku Papua JUMLAH (ORANG) LAMANYA DIKLAT PENYELENGGARA LOKASI 1 2 hari PTH Makassar 10. Pembahasan Database Jabatan Fungsional 2 2 hari Badan Litbang Kehutanan Hotel Braja Mustika, Bogor 11. Sosialisasi Penatausahaan Barang Milik Negara 1 2 hari BBKSDA Jabar Bandung 12. Pelatihan Menulis Artikel Ilmiah Populer 4 3 hari Sekretariat Badan Litbang R. R. Pusprohut 13. Fasilitasi Teknik Penyusunan Proposal ITTO 2 2 hari Sekretariat Badan Litbang Hotel Braja Mustika, Bogor 14. Bintek Pelaksana Anggaran 1 3 hari Sekjen Hotel Sahid, Yogyakarta 15. Bintek Aplikasi SAKPA, Aplikasi SPM dan Gaji 2 1 hari KPPN Aula KPPN 16. Pelatihan Vidio Editing 1 3 hari Sekretariat Badan Litbang R. Sudianto 17. Rekonsilasi Laporan Keuangan Triwulan I 2 4 hari Kanwil Jabar Dirjen Perendaharaan Bandung 18. Rekonsiliasi Surat-surat Dinas Badan Litbang Kehutanan 3 1 hari Sekretariat Badan Litbang Bogor Permai, Bogor 19. Pelatihan ISO hari LIPI LIPI 20. Pembinaan Peningkatan Kualitas Pengujian Keuangan 1 1 hari Sekjen Hotel Salak, Bogor 21. Pembinaan Pejabat Pembuat Komitmen dan Verifikasi 2 2 hari Sekretariat Badan Litbang Hotel Pajajaran Suites, Bogor 22. Rekonsiliasi Tata Persuratan 2 1 hari Sekretariat Badan Litbang Hotel Salak, Bogor 23. Pembinaan Pejabat Pembuat Komitmen lingkup Kehutanan 1 3 hari Sekjen H. Savoy Homan 2, Bandung 24. Pembinaan SPIP 1 Desiminasi lingkup Kehutanan 2 3 hari Irjen Kehutanan Bandung 25. Pembinaan Jabatan Fungsional 2 2 hari Sekretariat Badan Litbang Hotel Safari Garden, Cisarua 26. Penyegaran Ketatausahaan lingkup Badan Litbang 2 2 hari Sekretariat Badan Litbang Hotel Salak, Bogor 27. Penyegaran Perpustakaan 2 2 hari Sekretariat Badan Litbang Hotel Safari Garden, Cisarua 28. Penyegaran Teknisi Sumber Benih 8 2 hari BPTH Sumsel BPTH Sumsel 29. Sosialisasi Peraturan Jabatan Teknisi Litkayasa 2 3 hari Sekretariat Badan Litbang Hotel Safari Garden, Cisarua 30. Sosialisasi dan Lokakarya 1 3 hari BPTH Hotel Lumine, Jakarta XIX. Balai Penelitian Konservasi Sumberdaya Alam Samboja 1. Diklat Jabatan Fungsional Peneliti 2 20 hari LIPI Bogor 2. Diklat Jabatan Fungsional Peneliti Lanjutan 2 6 hari LIPI Bogor 3. Diklat Pengelolaan Sumber Benih 2 4 hari BPTH Kalimantan Samarinda 4. Diklat Valuasi Kawasan Hutan 1 15 hari BDK Samarinda Samarinda 5. Diklat SIG 1 16 hari BDK Samarinda Samarinda 91

102 NO. KURSUS/TRAINING/DIKLAT JUMLAH (ORANG) LAMANYA DIKLAT PENYELENGGARA LOKASI 6. Diklat Vidio Editing 1 5 hari Sekjen Jakarta 7. Diklat PPAKP Kelas Managerial 1 6 hari Kanwil Kemenkeu Samarinda 8. Diklat Fasilitas Hutan Kemasyarakatan 3 7 hari BDK Samarinda Samarinda 9. Diklat Perencanaan Partisipatif 1 15 hari BDK Samarinda Samarinda 10. Diklat Aplikasi Teknik Molekuler Identifikasi Klon Tanaman 3 5 hari Balai Bioteknologi Yogyakarta 11. Pre Departure Training ADS hari ADS-IALF Denpasar XX. Balai Penelitian Teknologi Serat Tanaman Hutan Kuok 1. Diklat Satpam 1 20 hari POLDA Riau POLDA Riau 2. Pelatihan Perpustakaan 1 2 hari BDK Pekanbaru BDK Pekanbaru 92

103 Lampiran 13. Kerjasama penelitian dalam negeri Badan Litbang Kehutanan tahun 2013 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN I. Pusat Litbang Konservasi dan Rehabilitasi 1. Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Pembangunan dan Pengelolaan Tengah, Pusat Konservasi Kebun Raya Baturraden, Provinsi Tumbuhan Kebun Raya Bogor- Jawa Tengah LIPI, Perum Perhutani dan Pemerintah Kabupaten Banyumas 5 tahun ( ) 1. Meningkatkan upaya konservasi eksitu dalam bentuk KR bagi segala macam jenis tumbuhan 2. Meningkatkan penelitian dan pendidikan botani dan laboratorium alam hutan tropis yang masih cukup lengkap 3. Mempercepat pembangunan KRB 4. Meningkatkan objek wisata alam di Prov. Jateng 5. Meningkatkan pemanfaatan potensi daerah secara optimal dan berkesinambungan melalui penelitian, pengkajian dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk pembangunan berkelanjutan di Prov. Jateng Pelaksana: BTPDAS Solo 2. Puslitbang PERHUTANI CEPU Pemanfaatan Kawasan Hutan Arcamanik, Cikole, Gn. Dahu, Pasirawi untuk Litbang Kehutanan di Provinsi Jawa Barat 5 tahun (2012 s/d 2017) 1. Memanfaatkan kawasan hutan untuk kegiatan litbang konservasi dan rehabilitasi SDA 2. Guna menghasilkan IPTEK di bidang konservasi dan rehabilitasi SDA Melanjutkan penelitian tahun sebelumnya 3. PT. Cibaliung Sumberdaya, Provinsi Banten Penangkaran Rusa Timor (Rusa timorensis) untuk Pemberdayaan Masyarakat di Desa Mangkualam, Kec.Cimanggu, Kab. Pandeglang, Provinsi Banten 5 tahun (2012 s/d 2017) 1. Telah menitipkan rusa sebanyak 10 individu (2 jantan dan 8 betina) dengan status F2 2. Telah menghasilkan anak rusa hasil penangkaran sebanyak 6 individu Penyusunan draft kerjasama tahunan 93

104 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN (4 betina dan 2 jantan) sehingga total rusa dari Puskonser sebanyak 16 individu. 3. Rusa titipan dari Kebun Binatang Gembira Loka Jogjakarta sebanyak 7 individu (4 jantan dan 3 betina) 4. Total rusa di penangkaran PT. CSD s/d Agustus 2013 berjumlah 23 individu II. Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan 1. PT Inhutani IV (Pekanbaru, Riau) Realisasi bersama aplikasi teknologi pemanfaatan dan pengembangan produksi panel dari batang kelapa sawit dalam bentuk pembangunan pabrik pertama serta pencapaian produksi komersial 2 tahun (2013 s/d 2015) Tujuan: Melakukan realisasi bersama aplikasi teknologi pemanfaatan dan pengembangan produksi panel dari batang kelapa sawit dalam bentuk pembangunan pabrik pertama serta pencapaian produksi komersial Telah dilakukan penandatanganan MoU kerjasama pada tanggal 28 Januari 2013 dengan no. PKS1/VIII/ P3KKPHH-3/2013 dan 02.2/Dir-A/II-10/PKS/01/2013 Ruang lingkup: Asistensi dan transfer teknologi melalui rancangan mesin dan peralatan, pelatihan tenaga kerja, pencapaian efisiensi dan efektifitas produksi serta pengembangan industri pengolahan panel kayu sawit 2. PT Sinar Makmur Organik (Banten) Penelitian peningkatan kualitas arang serta peningkatan kemurnian, riset aplikasi dan promosi produk cuka kayu 2 tahun (2012 s/d 2014) Penelitian produk arang untuk tujuan khusus dan riset aplikasi serta promosi cuka kayu Sudah dilakukan penandatanganan MoU kerjasama pada tanggal 11 Juni 2012 dengan no PKS. 3/VIII/ P3KKPHH-3/ Yayasan Persekutuan Perempuan Kampung (Tana Toraja, Sulawesi Selatan) Kerjasama dan bimbingan pelatihan arang terpadu 2 tahun (2011 s/d 2013) Tujuan: Melakukan alih teknologi arang terpadu ramah lingkungan Telah dilakukan pelatihan di Yayasan Persekutuan Perempuan Kampung pada tanggal 1 5 April 2013 oleh peneliti dan teknisi litkayasa dari Pustekolah. 94

105 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN Ruang lingkup: Bimbingan pelatihan arang terpadu ramah lingkungan, asistensi pembuatan arang terpadu dan peralatan sederhana untuk pengembangan industri pembuatan arang terpadu 4. PT Buana Centra Swakarsa Penelitian pengujian sifat fisik, kimia, pengawetan dan peningkatan kualitas jenis-jenis kayu alternatif untuk kebutuhan industri packaging 3 tahun (2012 s/d 2015 Penelitian kayu untuk kebutuhan industri packaging Sudah dilakukan penandatanganan MoU kerjasama tanggal 29 Juli 2011 no. PKS 2/VIII/P3KKPHH-3/ 2012 dan 123/CBS/DIR/V/2012. Telah dilakukan pelatihan untuk meningkatkan kualitas jenis-jenis kayu alternatif untuk kebutuhan industri packaging 5. PT Kemakmuran Berkah Timber (Kalimantan Timur) Penelitian perhitungan faktor eksploitasi (fe) di areal IUPHHK-HA PT Kemakmuran Berkah Timber Kalimantan Timur Penelitian perhitungan faktor ekploitasi (fe) di areal IUPHHK-HA PT Kemakmuran Berkah Timber guna meningkatkan kualitas pengelolaan hutan untuk perhitungan Jatah Produksi Tahunan (JPT) dalam penetapan target RKT Sudah dilakukan penandatanganan MoU kerjasama tanggal 24 Oktober 2013 no. PKS 5/VIII/P3KKPHH- 3/2012 Telah dilakukan penelitian dan sudah didapatkan nilai fe-nya. 6. PT Roda Mas Timber (Kalimantan Timur) Penelitian perhitungan faktor eksploitasi (fe) di areal IUPHHK-HA PT Roda Mas Timber Kalimantan Timur 1 tahun (1 April-31 Maret 2014) Penelitian perhitungan faktor ekploitasi (fe) di areal IUPHHK-HA PT Roda Mas Timber untuk perhitungan Jatah Produksi Tahunan (JPT) dalam penetapan target RKT Sudah dilakukan penandatanganan MoU kerjasama tanggal 1 April 2013 no. PKS 2/VIII/P3KKPHH-3/2013 dan 040/RMA/C-2.e/III/ Sinarmas Forestry Kerjasama penelitian kayu Acacia dan Eucalyptus Telah dilakukan pertemuan antara Pustekolah dengan PT Sinarmas Forestry di Pustekolah pada tanggal 22 November

106 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN III. Pusat Litbang Peningkatan Produktivitas Hutan 1. PT. Arara Abadi Penelitian dan pengembangan hutan tanaman 5 tahun (2010 s/d 2014) 1. Pemuliaan tanaman hutan 2. Silvikultur 3. Pengendalian hama penyakit 4. Perbenihan tanaman hutan 5. Pengelolaan lingkungan hutan tanaman 6. Biometrika 7. Sosek hutan tanaman 8. Teknologi hasil hutan 2. PT Waterland Indonesia Penelitian dan pengembangan nyamplung, jarak dan nipah sebagai sumber bioenergi 5 tahun (2010 s/d 2014) 1. Pembangunan tanaman nyamplung di Kab. Cilacap 2. Aspek bio teknologi dan pemuliaan tanaman nyamplung dan jarak 3. Nipah sebagai sumber bioenergi 4. Pengembangan industri pengolahan minyak untuk bio energi 5. Diseminasi dan publikasi tentang nyamplung, jarak dan nipah 3. Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat Pengembangan tanaman penghasil minyak atsiri di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat 5 tahun (2011 s/d 2015) 1. Peningkatan produktivitas minyak atsiri 2. Peningkatan efisiensi pengolahan minyak atsiri 3. Peningkatan peran kelembagaan budidaya minyak atsiri 4. Pengembangan ekonomi kerakyatan masyarakat petani nilam 5. Demplot partisipatif tanaman penghasil minyak atsiri 6. Demplot kebun koleksi tanaman penghasil minyak atsiri 4. PT Sarongge Abadi Sejahtera Uji adaptasi telur ulat sutera asal Bulgaria 6 bulan (April Oktober 2013) Didapatkannya data terkait upaya budidaya dan pemeliharaan ulat sutera asal Bulgaria 96

107 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN IV. Balai Besar Penelitian Dipterokarpa, Samarinda 1. Dinas Kehutanan Malinau dan Penelitian dan pengembangan dalam Kelompok Tani Mitra Alam rangka penunjukan plot konservasi in-situ tengkawang seluas ±300 ha di Desa Kuala Lapang, Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara Juni 2013-Juni 2018 Inventarisasi dan pemetaan potensi tengkawang, pengambilan materi genetik untuk uji DNA, pengambilan bibit untuk koleksi jenis tengkawang dalam rangka penunjukan plot konservasi in-situ tengkawang seluas ±300 ha di Desa Kuala Lapang, Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah survey lokasi dan inventarisasi potensi tengkawang 2. PT Prima Mitra Jaya Mandiri Penelitian dan pengembangan pembangunan plot konservasi dipterokarpa di areal kerja PT Prima Mitra Jaya Mandiri 5 tahun (2012 s/d 2017) Pembangunan plot konservasi tanaman dipterokarpa di areal kerja PT Prima Mitra Jaya Mandiri Memperkaya keanekaragaman dari jenis tanaman dipterokarpa melalui pembangunan plot konservasi tanaman dipterokarpa Pembersihan jalur tanam Pengecekan kondisi tanaman dan pengamatan pertumbuhan dengan mengukur tinggi dan diameter tanaman 3. BAPEDALDA Kota Balikpapan, Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor, LIPI Mendukung, memperkuat dan meningkatkan pembangunan dan pengelolaan Kebun Raya Balikpapan sesuai dengan kondisi alam, sosial, ekonomi budaya dan aspirasi masyarakat 5 tahun (2013 s/d 2018) Menyediakan tempat untuk penyelamatan (konservasi) in-situ dan ex-situ bagi segala macam jenis tumbuhan di Kota Balikpapan dan Kalimantan Timur, khususnya serta Indonesia umumnya Menyediakan tempat penelitian dan pendidikan serta laboratorium tumbuhan tropis Menyediakan obyek wisata alam di Kota Balikpapan khususnya dan di Kaltim umumnya Menyediakan jasa lingkungan Menyelamatkan dan melestarikan Hutan Lindung Sungai Wain secara menyeluruh Menyediakan sarana dan prasarana air bersih dalam rangka menunjang keberadaan Kebun Raya Balikpapan dan masyarakat sekitar hutan. Koordinasi dan konsultasi teknis penyusunan draft Raperda Kebun Raya Balikpapan. 97

108 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN 4. Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman, Samarinda Pendidikan, penelitian, pelatihan, jasa konsultasi dan bantuan sesuai dengan fungsi dan wewenang para pihak 5 tahun (2009 s/d 2014) Pendidikan, penelitian, pelatihan, jasa konsultasi dan bantuan sesuai dengan fungsi dan wewenang para pihak Pemberian bimbingan teknis kepada para peneliti B2PD dalam penyusunan RPTP dan LHP Koordinasi dan konsultasi secara informal para peneliti B2PD dan Dosen Fahutan Unmul 5. Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman, Samarinda Penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pengelolaan ekosistem dipterokarpa melalui pembangunan plot konservasi eks-situ jenis tengkawang 5 tahun (2012 s/d 2017) Penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pembangunan plot konservasi eks-situ jenis tengkawang di areal Kebun Raya Unmul Samarinda, Samarinda Pembangunan plot konservasi eks-situ tengkawang tahap I seluas 10,5 ha di areal Kebun Raya Unmul, Samarinda 6. PT Kayu Tribuana Rama Penelitian dan pengembangan pada areal Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) untuk Hutan Penelitian Sangai di Kalteng 5 tahun (2010 s/d 2015) Meningkatkan optimalisasi kinerja pengelolaan areal Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) untuk Hutan Penelitian Sangai Pengamanan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Sangai oleh PT KTR Penelitian pertumbuhan pohon oleh peneliti B2PD 7. Dinas Kehutanan Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan Pembangunan demplot tanaman dipterokarpa 5 tahun (2009 s/d 2014) Pembangunan demplot tanaman dipterokarpa di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan Pemeliharaan plot oleh Dinas Kehutanan Kabupaten Tabalong 8. Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (Yayasan BOS) Pemeliharaan dan pengembangan tegakan benih meranti di areal kerja yayasan BOS seluas 100 ha 5 tahun (2010 s/d 2015) Terjadinya pemeliharaan, penelitian, serta pengembangan dan pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dalam rangka pemeliharaan dan pengembangan tegakan benih meranti Pengamanan tegakan benih oleh yayasan BOS 9. Indominco Mandiri Terbangunnya plot uji coba di lahan bekas tambang batu bara yang menggunakan jenis tanaman lokal 4 tahun (2010 s/d 2014) Melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi revegetasi lahan bekas tambang batu bara di areal kerja PT Indominco Mandiri, Kab. Kutai Timur Monitoring capaian hasil kerjasama oleh Balai Besar Penelitian Dipterokarpa dan PT Indominco Mandiri Pengukuran dan pemeliharaan tanaman oleh peneliti B2PD 10. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sanggau dan yayasan Perhutanan Sosial Bumi Khatulistiwa Pembentukan dan peningkatan kapasitas kelembagaan ekonomi masyarakat dalam pemanfaatan, pengelolaan dan pemasaran buah tengkawang di Dusun Entakai-1 Desa 5 tahun (2013 s/d 2018) Pembentukan Koperasi Desa Berbasis Tengkawang di Dusun Entakai-1 Desa Entakai Kecamatan Kapuas, Dusun Ngalok Desa Sejuah Kec. Kembayan dan Dusun Tukun Desa Sei Dangin Terbentuknya Koperasi Desa di Dusun Entakai-1 Desa Entakai Kecamatan Kapuas, Dusun Ngalok Desa Sejuah Kec. Kembayan dan Dusun Tukun Desa Sei Dangin Kecamatan Noyan, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat 98

109 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN Entakai Kecamatan Kapuas, Dusun Ngalok Desa Sejuah Kec. Kembayan dan Dusun Tukun Desa Sei Dangin Kec. Noyan, Kab. Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat Kecamatan Noyan, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat 11. Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi & UKM, Kab. Kapuas Hulu & People, Resources and Conservation Foundation Indonesia Pembentukan dan peningkatan kapasitas kelembagaan ekonomi masyarakat dalam pemanfaatan, pengelolaan dan pemasaran buah tengkawang di Desa Ng Yen, Kec. Hulu Gurung, Kab. Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat 5 tahun (2013 s/d 2018) Pembentukan model koperasi desa berbasis tengkawang di Desa Ng Yen, Kecamatan Hulu Gurung, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat Terbentuknya koperasi desa di Desa Ng Yen, Kecamatan Hulu Gurung, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat 12. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi & UKM Kab. Sekadau dan Lembaga Energi Hijau Pembentukan dan peningkatan kapasitas kelembagaan ekonomi masyarakat dalam pemanfaatan, pengelolaan dan pemasaran buah tengkawang di Dusun Kelampuk, Desa Meragun, Kecamatan Nanga Taman, Kab. Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat 5 tahun (2013 s/d 2018) Pembentukan model koperasi desa berbasis tengkawang di Dusun Kelampuk, Desa Meragun, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat Terbentuknya koperasi desa berbasis tengkawang di Dusun Kelampuk, Desa Meragun, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat 13. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi & UKM Kab. Sintang dan People, Resources and Conservation Foundation Indonesia Pembentukan dan peningkatan kapasitas kelembagaan ekonomi masyarakat dalam pemanfaatan, pengelolaan dan pemasaran buah tengkawang di Ensaid Panjang, Kec. Kelam Permai, Kab. Sintang, Provinsi Kalimantan Barat 5 tahun (2013 s/d 2018) Pembentukan model koperasi desa berbasis tengkawang di Desa Ensaid Panjang, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat Koperasi desa berbasis tengkawang di Desa Ensaid Panjang, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat 99

110 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN V. Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemulian Tanaman Hutan Yogjakarta 1. Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis/Dinas Kehutanan dan Perkebunan Ciamis a. Pembangunan Plot Penelitian dan Pengembangan Pemuliaan Jenis nyamplung (Calophyllum inophyllum) 522/1185/Dishutbun/2010 S /VIII/BBPBPTH-1/2010 Tanggal: Ir. Hj. Nurhastuti Lokasi: Desa Babakan Kec. Pangandaran, Kabupaten Ciamis Ketua Pelaksana: Dr. Ir. Budi Leksono, MP 5 tahun (2010 s/d 2015) Pembangunan uji provenan/ras lahan seluas 2,25 ha (tahap I tahun 2010) Pembangunan tegakan provenan seluas 5 ha (tahap II tahun 2011) Telah dilakukan pembangunan plot uji provenan nyamplung dari 6 populasi di Jawa seluas 2,25 ha pada tahun 2010 Telah dilakukan pembangunan plot tegakan benih provenan nyamplung seluas 5 ha pada tahun 2011 Evaluasi pertumbuhan tanaman nyamplung umur 6 bulan dan 1 tahun pada plot uji provenan serta plot uji yang terpelihara dan tumbuh dengan baik pada tahun 2011 Evaluasi pertumbuhan tanaman nyamplung umur 6 bulan dan 1 tahun pada plot tegakan benih provenan serta plot uji yang terpelihara dan tumbuh dengan baik pada tahun 2012 Evaluasi pertumbuhan tanaman nyamplung umur 1,5 tahun dan 2 tahun pada uji provenan serta plot uji yang terpelihara dan tumbuh dengan baik pada tahun 2012 Hasil dari pengukuran pada plot uji provenan populasi Jawa rata-rata persen hidup dari setiap populasi umur 1,5 tahun sebesar 79% dan pada umur 2 tahun sebesar 74%. Rata-rata tinggi tanaman umur 1,5 tahun sebesar 51 cm dan umur 2 tahun sebesar 48 cm Hasil dari pengukuran pada plot tegakan benih provenan umur 6 bulan rata-rata persen hidup tanaman adalah 90%, rerata tinggi 37 cm Hasil pengukuran pada plot tegakan benih provenan umur 1 tahun rata-rata persen hidup tanaman adalah 78%, rata-rata tinggi sebesar 43 cm Pemeliharaan periodik berupa penyiangan, pemupukan (NPK) dan pendangiran pada bulan Maret 2013 Pengukuran tanaman Mei 2013 Telah dilakukan pengukuran plot uji provenan umur 2,5 tahun dan plot tegakan benih umur 1,5 tahun Pemeliharaan dan pengamatan tanaman pada bulan September 2013 Pengukuran dan pemeliharaan tanaman pada bulan Nopember

111 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN b. Uji pertanaman vegetatif jenis nyamplung (Callophyllum inophylum) /011/22.3 S.025/VIII/BBPBPTH-1/2009 Sudjiman, SP., MP. Alamat: Jl. Kalimantan no. 34. Cilacap Lokasi: lahan Pemda blok Bumi Perkemahan Desa Jambusari, Kec. Jeruk Legi, Kabupaten Cilacap Ketua Pelaksana: Hamdan AA, S. Hut, M.Sc. 5 tahun (2010 s/d 2015) Melaksanakan pembangunan uji pertanaman jenis nyamplung (Callophyllum inophylum) Penyediaan materi genetik nyamplung dengan cara okulasi dan cangkok Pemeliharaan bibit nyamplung untuk bahan sulaman Pemeliharaan tanaman pada plot pertanaman vegetatif di Cilacap Evaluasi dan pemeliharaan tanaman vegetatif nyamplung di Cilacap Rencana penyulaman dan evaluasi akhir tahun 2012 Kegiatan pemeliharaan berupa pemupukan pada November Dinas Kehutanan Cilacap a. Pembangunan plot konservasi exsitu nyamplung (Callophyllum inophylum) /011/22.3 S.025/VIII/BBPBPTH-1/2009 Tanggal: Sudjiman, SP., MP. Alamat: Jl. Kalimantan no. 34 Cilacap Lokasi: lahan Pemda blok Bumi Perkemahan Desa Jambusari, Kec. Jeruk Legi, Kab.Cilacap Ketua Pelaksana: Ir. Ari Fiani, M.Sc 5 tahun (2010 s/d 2015) Melaksanakan pembangunan plot konservasi ex-situ nyamplung (Callophyllum inophylum) Telah dilakukan kegiatan penanaman nyamplung seluas 9 ha pada tahun Materi genetik yang digunakan berasal dari 6 populasi yaitu Sobang, Carita, Cilacap, Purworejo, Yogyakarta dan Banyuwangi dengan jarak tanam 5 x 5 m Telah dilakukan kegiatan penanaman (Nopember 2009), pemeliharaan, dan evaluasi. Kegiatan pengukuran dan pengamatan bulan April 2011, kegiatan pemeliharaan oleh Dishutbun, Kabupaten Cilacap Evaluasi dan pengukuran tanaman bulan Mei 2012 Kegiatan pengukuran dan pengamatan bulan Nopember 2012 Hasil pengukuran pada umur tanaman 30 bulan: - Persen hidup berkisar antara 49,5-92,5% - Rerata diameter berkisar antara 19, ,6396 mm - Rerata tinggi berkisar antara 135, , 676 cm Hasil pengukuran pada umur tanaman 36 bulan: - Persen hidup berkisar antara 48-92,5% - Rerata diameter berkisar antara 24,858-38,74 mm - Rerata tinggi berkisar antara 156,38 221,59 cm 101

112 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN Pemeliharaan tanaman pada bulan Mei 2013 Pengukuran tanaman pada bulan Juni 2013 Rencana pengukuran tanaman pada bulan Oktober 2013 Pemeliharaan tanaman pada bulan Nopember 2013 b. Uji pertanaman vegetatif jenis nyamplung (Callophyllum inophylum) /011/22.3 S.025/VIII/BBPBPTH-1/2009 Tanggal: Sudjiman, SP., MP. Alamat: Jl. Kalimantan no. 34 Cilacap Lokasi: lahan Pemda blok Bumi Perkemahan Desa Jambusari, Kec. Jeruk Legi, Kab.Cilacap Ketua Pelaksana: Hamdan AA, S. Hut, M.Sc 5 tahun (2010 s/d 2015) Melaksanakan pembangunan uji pertanaman jenis nyamplung (Callophyllum inophylum) Plot uji dibangun dengan rancangan RCBD, 7 blok, setiap blok 240 tanaman, jarak tanam 4 x 4 m dengan bibit hasil sambungan dan okulasi. Persentase hidup tanaman 18,75-60,42%. Tinggi tanaman bervariasi mulai dari yang berukuran 40 s/d 250 cm, diameter batang berkisar antara 0,6 s/d 4 cm dengan lebar tajuk 15 s/d 100 cm Pemeliharaan bibit nyamplung untuk bahan sulaman Penanaman pada bulan Januari dan Desember 2011 Pemeliharaan tanaman pada plot pertanaman vegetatif Evaluasi dan pemeliharaan tanaman vegetatif nyamplung Kegiatan pemeliharaan berupa pemupukan pada November 2012 Pemeliharaan pada bulan April 2013 Pengukuran tanaman pada bulan Juli 2013 Kegiatan pengukuran dan pemeliharaan tanaman, hasil pengamatan menunjukkan persentase hidup tanaman rata-rata 10-55%. Tinggi tanaman rata-rata cm dan diameter tanaman 7,75-5,0 cm Pemeliharaan dan penyulaman tanaman pada bulan Nopember

113 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN 3. Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah a. Pembangunan plot penelitian konservasi ex-situ jenis Shorea stenoptera di Taman Hutan Raya (Tahura), Ngargoyoso Propinsi Jawa Tengah 522.5/2291/2010 S.0464/VIII/BBPBPTH-1/2010 Tanggal: Dr. Ir. Sri Puryono KS, MP Alamat: Jl. Menteri Supeno 1/2 Semarang Lokasi: Taman Hutan Raya Ngargoyoso, Kab. Karanganyar, Provinsi Jateng Ketua Pelaksana: Ir. Ari Fiani, M.Sc 5 tahun (2010 s/d 2015) Pembangunan plot penelitian konservasi ex-situ jenis shorea penghasil tengkawang (Shorea stenoptera) Penanaman seluas 3,5 ha meliputi 3 species yang berasal dari sebaran di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, dengan jarak tanam 5 x 5 m dan jarak antar plot 10 m dan bibit sejumlah pada bulan Pebruari 2011 Kegiatan pegukuran dan pengamatan bulan Oktober 2012 Hasil pengukuran tengkawang umur 15 bulan: - Rerata tinggi: 59,99 64,1 cm - Rerata diameter: 8,04 9,57 cm - Persen hidup: 67,89 86,6% Hasil pengukuran tengkawang umur 21 bulan: - Rerata tinggi: 55,02 67,07 cm - Rerata diameter: 8,97 11,2 cm - Persen hidup: 46,6 79,1% Pengukuran tanaman bulan April 2013 Telah dilakukan pengukuran tanaman pada bulan Mei 2013 Rencana pengukuran tanaman pada bulan Oktober 2013 b. Pembangunan plot penelitian konservasi ex-situ jenis Shorea leprosula di Taman Hutan Raya (Tahura), Ngargoyoso Provinsi Jawa Tengah 522.5/2291/2010 S.0464/VIII/BBPBPTH-1/2010 Tanggal: Dr. Ir. Sri Puryono KS,MP Alamat: Jl. Menteri Supeno 1/2 Semarang Lokasi: Taman Hutan Raya Ngargoyoso, Kab Karanganyar, Provinsi Jateng. Ketua Pelaksana: Ir. M. Charomaini Z 5 tahun (2010 s/d 2015) Pembangunan plot penelitian konservasi ex-situ jenis meranti merah (Shorea leprosula) Pemeliharaan plot seluas 3 ha dilakukan oleh Tahura Penanaman dilakukan pada bulan Desember 2010 Jumlah bibit yang ditanam sebanyak bibit Telah dilakukan pengukuran periodik tahun 2011 Pengukuran tanaman bulan Agustus 2012 Penyulaman sebanyak 400 bibit pada bulan Maret 2013 Persen hidup tanaman kurang lebih 70% Pengukuran tanaman pada bulan Juli 2013 Pengukuran tanaman pada bulan September

114 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN c. Pengembangan Acacia decurrens Willd. sebagai bahan baku sumber energi untuk daerah dataran tinggi melalui pemuliaan. No: S.0445/VIII/BBPBPTH-1/2011 tanggal 4 Juli 2011 dan No: 522.5/ 2693 tanggal 1 Agustus 2011 Lokasi: Taman Hutan Raya Ngargoyoso, Kab. Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah Ketua Pelaksana: Dr. Liliana Baskorowati, S.Hut, MP 5 tahun (2010 s/d 2015) Melakukan pembangunan plot penelitian tanaman hutan jenis Acacia decurrens Kegiatan pembangunan sumber benih berupa tegakan provenan Acacia decurrens merupakan kegiatan yang dibiayai dari dana RISTEK tahun 2010 dan 2011 Pada tahun 2010 telah dilakukan eksplorasi benih di berbagai populasi alam Penanaman dilaksanakan pada Desember 2011 sebanyak 2 plot uji dengan menggunakan 60 family materi genetik yang berupa benih hasil eksplorasi degan 4 tree plot dan 8 replikasi per plot uji Pada tahun 2012 sampai dengan Maret 2013, masih dilakukan pemeliharaan berupa pembersihan jalur pada lokasi 104

115 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN 4. Perum Perhutani a. Uji pertanaman genetik jenis Acacia mangium dan Acacia auriculiformis hasil pemuliaan tanaman hutan (KPH Bogor) 771/SJ/PLB/2009 S /VIII/BBPBPTH-1/2009 Tanggal: Ir. Wibowo Hadi HS, MM. Alamat: Jl. Wonosari, Batokan Tromol Pos 6 Cepu Lokasi: areal Perum Perhutani KPH Bogor, Jawa Barat Ketua Pelaksana: Dr. Ir. AYPBC Widyatmoko, M.A 5 tahun (2010 s/d 2015) Untuk mendapatkan klon Acacia mangium dan Acacia auriculiformis yang unggul Untuk mengetahui kombinasi tetua yang menghasilkan keturunan yang unggul Menerapkan metode pemuliaan berbasis molekuler: Progeny Test without Progeny Trial Penyerahan biji Acacia mangium dan Acacia auriculiformis dari 68 pohon plus (38 pohon Acacia mangium dan 30 pohon Acacia auriculiformis), total 4,7 kg biji Memonitor penyemaian dan penanaman di 2 lokasi Jonggol dan Parung Panjang, luas 180 ha, 160 ha untuk Acacia mangium dan 20 ha untuk Acacia auriculiformis Penanaman tahun 2008 Pemeliharaan (penyiangan, pendangiran dan penyulaman) tahun 2009 Memonitor pertumbuhan umur 1 tahun Belum diperoleh data tentang uji yang telah dibangun b. Pembangunan plot uji multi lokasi Petak Ukur Permanen jenis Acacia mangium hasil pemuliaan tanaman hutan (KPH Bogor) 768/SJ/PLB/2009 S /VIII/BBPBPTH-1/2009 Tanggal: Ir. Wibowo Hadi HS, MM. Alamat: Jl. Wonosari, Batokan, Tromol Pos 6 Cepu Lokasi: Blok Dadata, RPH Gunungkarang, BKPH Jonggol, KPH Bogor Ketua Pelaksana: Sri Sunarti, S.Hut, MP 5 tahun (2010 s/d 2015) Melaksanakan pembangunan plot uji multi-lokasi jenis Acacia mangium untuk verifikasi kualitas dan produktifitas benih unggul hasil pemuliaan tanaman yang dilaksanakan oleh Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman hutan dalam skala operasional lapangan Mendapatkan data dan informasi benih unggul dari sumber benih yang paling sesuai untuk dikembangkan di wilayah Perum Perhutani KPH Bogor Survey dan pemetaan calon lokasi serta ploting dan penyusunan rancangan desain telah dilakukan yaitu 2 unit plot jarak tanam (2 x 2 m, 3 x 3 m), 12 plot sumber benih, masing-masing unit 4 ulangan (blok). Telah dilakukan pembuatan persemaian Persiapan lahan telah dilakukan seluas 8,08 ha. Penanaman telah dilakukan pada bulan April 2009 sebanyak batang. Telah dilakukan penyulaman tanaman. Pengukuran tanaman umur 6 bulan 1 tahun Pemeliharaan berupa penyiangan dan pemupukan Analisa data telah dilakukan untuk umur tanaman 6 bulan. Pengukuran periodik bulan April 2011 Pengukuran tanaman pada bulan April 2012 Telah dilakukan entri data dan analisis data hasil pengukuran periodik umur 36 bulan Pengukuran umur 4 tahun dan pembersihan gulma Entry data dan analisa data hasil pengukuran periodik umur 4 tahun 105

116 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN c. Pembangunan plot konservasi exsitu suren (Kedu Utara) 02/SJ/PLB/2008 S.650.1/VIII/BBPBPTH-1/2008 Tanggal: Ir. Sarkoro Doso B, M.Sc. Alamat: Cepu Lokasi: Petak 24 J, RPH Petung, BKPH Candiroto, KPH Kedu Utara Ketua Pelaksana: Liliek Haryjanto,M.Sc 10 tahun (2008 s/d 2018) Penelitian pembangunan plot konservasi ex-situ suren Pada tahun 2005 telah dilaksanakan pembangunan plot konservasi seluas 1,2 ha dengan 15 populasi dari Jawa Pada tahun 2006 telah dilaksanakan pembangunan plot konservasi seluas 4 ha dengan 21 populasi dari Sumatera dan Kalimantan Pada tahun 2007 telah dilaksanakan pembangunan plot konservasi seluas 5 ha dengan 10 populasi dari Sulawesi, NTB, Maluku dan Papua Telah dilakukan pemeliharaan tanaman dan evaluasi pertumbuhan pada tahun 2008, 2009, 2010, 2011 dan 2012 untuk tanaman seluas 10,2 ha dengan lokasi di RPH Candiroto tahun tanam 2005 seluas 1,5 ha dan tahun tanam 2006 seluas 4 ha, serta RPH Petung tahun tanam 2007 seluas 5 ha Hasil evaluasi rata-rata persen hidup, tinggi dan diameter tanaman suren tahun tanam 2005 masingmasing: 68%, 9,58 m dan 9,89 cm Hasil evaluasi rata-rata persen hidup, tinggi dan diameter tanaman suren tahun tanam 2006 masingmasing: 75,78%, 10,8 m dan 9,9 cm Hasil evaluasi rata-rata persen hidup, tinggi dan diameter tanaman suren tahun tanam 2007 masingmasing berkisar antara: 71,87 97%, 4,9 12,4 m dan 6 9,8 cm Telah dilakukan pemeliharaan tanaman pada bulan April 2013 Telah dilakukan pemeliharaan tanaman seluas 5,2 ha di RPH Candiroto dan 5 ha di RPH Petung BKPH Candiroto Telah dilakukan pengukuran tanaman pada bulan September

117 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN d. Pembangunan Kebun Benih Semai uji keturunan suren (Toona sinensis Roem) (KPH Kedu Utara) 02/SJ/PLB/2008 S.650.1/VIII/BBPBPTH-1/2008 Tanggal: Ir. Sarkoro Doso B, M.Sc Alamat: Cepu Lokasi: Petak 17 H, RPH Candiroto, BKPH Candiroto, KPH Kedu Utara Ketua Pelaksana: Ir. Jayusman 10 tahun (2008 s/d 2018) Penelitian seleksi, pemapanan klon untuk Kebun Pangkas dan Kebun Benih Semai Penelitian pembangunan Kebun Benih Semai hasil uji keturunan suren (Toona sinensis Roem) Penanaman uji progeny telah selesai dilakukan seluas 2,5 ha, 100 famili, spasing 2 x 3 m Telah dilakukan pemeliharaan: penyiangan, pendangiran dan pemupukan (April) Pengukuran periodik (Juli 2011) Telah dilakukan pengukuran dan pemupukan Telah dilakukan pemeliharaan tanaman (penyiangan dan pembersihan gulma pengganggu) Kegiatan penyiapan benih untuk penyulaman sedang dilaksanakan e. Pembangunan Kebun Benih Semai uji keturunan jenis sengon (Paraserianthes falcataria) (KPH Kediri) 770/SJ/PLB/2009 S /VIII/BBPBPTH-1/2009 Tanggal: Ir. Wibowo Hadi HS., MM. Alamat: Jl.Wonosari, Batokan Tromol Pos 6 Cepu Lokasi: areal Perum Perhutani, Petak 110A, RPH Pandantoyo, BKPH Pare, KPH Kediri Ketua Pelaksana: Dr. Liliana Baskorowati, S.Hut, MP f. Pembangunan Kebun Benih uji keturunan sengon di wilayah Perum Perhutani Unit II, KRPH Sumberjati, BKPH Sempolan, KPH Jember Jawa Timur seluas 2,16 ha 5 tahun (2009 s/d 2014) Melaksanakan penelitian pembangunan Kebun Benih Semai uji keturunan jenis Paraserianthes falcataria (sengon ) Generasi I Setelah dilakukan penjajagan lapangan terdapat hama uret di lokasi calon penelitian yang kemungkinan dapat mengganggu tanaman sengon Proses pengalihan lokasi penanaman telah disetujui oleh Perum Perhutani Pengalihan calon lokasi baru - Pembangunan Kebun Benih uji keturunan sengon di wilayah Perum Perhutani Unit II, KRPH Sumberjati, BKPH Sempolan, KPH Jember Jawa Timur seluas 2,16 ha (ditanam November 2011) - Pembangunan plot uji resistensi sengon (Falcataria moluccana) terhadap penyakit karat tumor seluas 1 ha di petak 12 b, RPH Kenjuran, BKPH Candiroto, KPH Kedu Utara Telah dilakukan pengukuran guna mengetahui intensitas serangan dan pemberian tanda/tolet terkait rencana penebangan seleksi pada bulan Agustus 2012 Tindakan penebangan diserahkan kepada pihak Perum Perhutani Ditanam November 2011 Telah dilakukan penyulaman, inventarisasi telah dilakukan dengan persen hidup 75% 107

118 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN g. Pembangunan plot uji resistensi sengon (Falcataria moluccana) terhadap penyakit karat tumor seluas 1 ha di petak 12 b, RPH Kenjuran, BKPH Candiroto, KPH Kedu Utara, Jawa Tengah Telah dilakukan pengukuran dan pemeliharaan sampai umur 1 tahun (November 2012) Pengukuran, pemeliharaan tanaman sudah dilakukan sampai umur 1,5 tahun pada bulan Mei 2013 Pertumbuhan secara umum bagus Rencana pemeliharaan, pengukuran dan scoring penyakit pada bulan November 2013 Ditanam bulan Nopember 2011 Penyulaman dan inventarisasi telah dilakukan dengan % hidup 97% Telah dilakukan pemeliharaan dan pengukuran pada bulan Maret 2013 Pemeliharaan, pengukuran dan scoring penyakit pada bulan Maret dan Juni 2013 Pengukuran, pemeliharaan sudah dilakukan sampai umur 1,5 th (Juli 2013) Pemeliharaan, pengukuran, scoring penyakit pada bulan September

119 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN h. Pembangunan Kebun Benih Semai komposit jenis Acacia mangium Generasi III (KPH Bogor) 769/SJ/PLB/2009 S /VIII/BBPBPTH-1/2009 Tanggal: Ir. Wibowo Hadi HS., MM. Alamat: Jl.Wonosari, Batokan Tromol Pos 6 Cepu Lokasi: Areal Perum Perhutani KPH Propinsi Jawa Barat Ketua Pelaksana: Ir. Sugeng Pujiono, MP 5 tahun (2009 s/d 2014) Untuk melaksanakan pembangunan Kebun Benih Semai komposit dalam rangka memenuhi kebutuhan produksi benih unggul jenis Acacia mangium Perum Perhutani Pada tahun 2010 telah dilakukan pengambilan materi genetik A.mangium berupa benih dari beberapa lokasi Kebun Benih F2 A.mangium. dari kegiatan tahun tersebut diperoleh benih A.mangium sebanyak 4 x 10 famili terbaik yang diambil dari Kalimantan Timur dan Kalimanatan Selatan Penanaman dilakukan pada akhir tahun 2011 dalam bentuk kebun benih semai komposit F3 A.mangium 40 famili dengan rancangan RCBD, single tree plot, 50 blok, jarak tanam 4 x 4 m, total tanaman sebanyak tanaman, seluas 3,2 ha Pada tahun 2012 dilakukan evaluasi berupa pengukuran pertumbuhan tanaman dan pemeliharaan: Tanaman umur 6 bulan: - Rata-rata tinggi berkisar antara 122,15-202,87 cm - Rata-rata diameter berkisar antara 6,30-11,50 mm - Rata-rata persentase hidup 93,3% Tanaman umur 12 bulan: - Rata-rata tinggi berkisar antara 169,10-292,82 cm - Rata-rata diameter berkisar antara 11,867-21,683 Rata-rata persentase hidup 91,95% Pengukuran periodik tanggal Juni 2012 (BBPBPTH) Pihak Perum pada bulan Juni 2012: pemeliharaan berupa pembabadan semak belukar, dari BBPBPTH supervisi Pengukuran kedua serta pemeliharaan pada bulan Oktober Nopember 2012 Telah dilakukan pemeliharaan berupa pembabadan semak, pemupukan dan pendangiran oleh Perum Perhutani pada bulan Maret 2013 Telah dilakukan pembabadan dan pendangiran oleh Perum Perhutani pada bulan April 2013 Pengukuran tanaman umur 18 bulan Juni 2013 Pemeliharaan berupa pembabadan semak pada bulan September 2013 oleh Perum Perhutani 109

120 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN i. Pembangunan Kebun Benih Semai uji keturunan Generasi I (F-1) jenis kayu putih (Melaleuca cajuputi) (Pusbanghut) 772/SJ/PLB/2009 S /VIII/BBPBPTH-1/2009 Tanggal: Ir. Wibowo Hadi HS., MM. Alamat: Jl. Wonosari, Batokan Tromol Pos 6 Cepu Lokasi : Petak 41, RPH Sukun, BKPH Sukun, KPH Madiun Petak 42, RPH Kedungtawing, BKPH Juworo, KPH Gundih Petak 48, RPH Kejalen, BKPH Ledok, KPH Cepu Ketua Pelaksana: Dr. Anto Rimbawanto 5 tahun (2009 s/d 2014) Melaksanakan penelitian pembangunan Kebun Benih Semai uji keturunan Generasi I jenis kayu putih (Melaleuca cajuputi) Data pertumbuhan individu pohon kayu putih di kebun uji keturunan di Gundih telah didapatkan sedangkan data kualitas minyak belum didapatkan karena proses analisis kualitas minyak belum selesai dilakukan Seleksi pohon kedua di kebun benih uji keturunan di Ponorogo dengan menyisakan 78 individu terbaik, seleksi pohon pertama di kebun benih uji keturunan di Cepu dengan menyisakan 3 individu terbaik dari setiap plot (490 individu) telah dilaksanakan j. Uji perolehan genetik jenis kayu putih (Melaleuca cajuputi) (Cepu, Madiun, dan Gundih) 772/SJ/PLB/2009 S /VIII/BBPBPTH-1/2009 Tanggal: Ir. Wibowo Hadi HS, MM. Alamat: Jl. Wonosari, Batokan Tromol Pos 6 Cepu Ketua Pelaksana: Dr. Anto Rimbawanto 5 tahun (2010 s/d 2015) Melaksanakan penelitian uji perolehan genetik jenis kayu putih (Melaleuca cajuputi) Hasil pengukuran pertumbuhan pada uji perolehan genetik menunjukkan bahwa lokasi, group (asal benih) dan ulangan tidak mempengaruhi sifat tinggi pohon, tetapi mempengaruhi diameter batang Telah dilakukan kegiatan pemeliharaan berupa pemupukan dan pendangiran pada plot uji genetik kayu putih seluruh plot uji dalam kondisi pertumbuhan yang baik Dari hasil kegiatan pemeliharaan dan pengukuran informasi persen hidup tanaman 91,2% rata-rata diameter tanaman 10 mm dan rata-rata tinggi tanaman 104 cm 110

121 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN k. Pemuliaan dan pembangunan jenis jabon (Anthochepalus cadamba) (KPH Cepu) 006/SJ/PLB/2010 S.0776/VIII/BBPBPTH-1/2010 Tanggal: Ir. Wibowo Hadi HS., MM. Alamat: Jl. Wonosari, Batokan Tromol Pos 6 Cepu Lokasi: Areal KPH Kediri, Perum Perhutani Unit II Jawa Timur Petak 14 c RPH Temanggal, BKPH Magelang, Kedu Utara Ketua Pelaksana: Teguh Setyaji, S.Hut Tri Pamungkas, S.Hut, M.Sc 5 tahun (2010 s/d 2014) Pemuliaan dan pengembangan jenis jabon (Anthochepalus cadamba): Pembangunan plot penelitian konservasi exsitu jenis jabon Pembangunan plot penelitian Kebun Benih Semai uji keturuan jenis jabon Pembangunan plot penelitian uji silvikultur jenis jabon Penanaman jenis jabon seluas 4,1 ha dilaksanakan pada bulan Desember 2010 sebanyak tanaman dengan komposisi bibit dari populasi Sumsel sebanyak 597 dan Jatim sebanyak 640 Pengukuran dan pengamatan bulan Februari 2011, kegiatan pemeliharaan bulan Mei Pada tahun 2012 telah dilakukan kegiatan pengukuran tinggi tanaman dan pemeliharaan. Kisaran diameter dan tinggi tanaman jabon dari populasi Sumsel pada umur 16 bulan masingmasing 24 90,8 mm dan cm. Kisaran diameter dan tinggi tanaman jabon dari populasi Jatim pada umur 16 bulan masing-masing adalah 10 86,2 mm dan cm. Secara umum, tanaman di tempat yang lebih rendah menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan tanaman yang di bagian atas Sampai dengan bulan Desember 2012 jumlah tanaman jabon dari populasi Sumsel dan Jawa Timur masing-masing 539 tanaman (90,3%) dan 333 tanaman 52%) Pada tanggal Maret 2013 telah dilakukan pendangiran, pemupukan dan pembuatan guludan untuk populasi Sumatera Selatan dan Jawa Timur Pengukuran pada bulan Mei 2013 Pemberantasan hama pada bulan Juni 2013 Pemeliharaan pada bulan Nopember 2013 Pembangunan plot penelitian kebun benih semai uji keturunan jenis jabon dan pembangunan plot penelitian uji silvikultur jenis jabon Pengukuran tanaman umur 6 bulan Pertumbuhan tanaman terganggu oleh serangan hama uret. Disinyalir gangguan tersebut berkaitan dengan kegiatan tumpangsari nanas dan penggunaan tetes tebu sebagai pupuknya), sudah dilakukan inventarisir/sensus 100% dan dilakukan upaya pengendalian dengan penggunaan pestisida) Pengukuran dan evaluasi pertumbuhan tanaman pada bulan Juni

122 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN Pertumbuhan tanaman terganggu oleh serangan hama uret, dikhawatirkan tidak dapat digunakan lagi sebagai penelitian pemuliaan (uji keturunan) Berdasarkan hasil inventarisasi terakhir yang dilakukan SPH Jombang pada bulan Mei 2012 diketahui persen hidup tanaman sebesar 74% Pada bulan Nopember 2012 telah dilakukan pengamatan dan inventarisasi ulang pada plot penelitian uji keturunan jabon Hasil pengamatan terdapat 12 blok seluas 2 ha tanaman yang masih layak digunakan sebagai plot uji keturunan Telah dilakukan pendangiran, pemupukan dan pembuatan guludan untuk populasi Sumatera Selatan dan Jawa Timur Telah dilakukan penataan ulang batas plot uji keturunan dan plot genetik base, penandaan batas family dan pengukuran periodik tanaman umur 2 tahun pada bulan Maret BPTH Bali dan Nusa Tenggara a. Pembangunan Kebun Benih uji keturunan jenis Alstonia scholaris (pulai) Nomor: S.074/VIII/BBPBPTH-1/ 2009 dan S.374/BPTH.BNT/2009 Tanggal: 30 Nopember 2009 Lokasi: Sumber, Klampok, Kabupaten Buleleng, Bali Ketua Pelaksana: Ir. Mashudi 5 tahun (2009 s/d 2014) Terbangunnya plot uji keturunan generasi pertama jenis Alstonia scholaris (pulai) Terevaluasinya plot uji keturunan generasi pertama jenis Alstonia scholaris (pulai) Terpeliharanya plot uji keturunan generasi pertama jenis Alstonia scholaris (pulai) Penanaman pada tahun 2008 sebanyak 5 populasi yang di dalamnya terdapat 46 pohon induk (famili) Pengukuran periodik dan supervisi untuk tanaman pulai (Alstonia scholaris) Oktober 2011 Hasil evaluasi: Persen hidup tahun I: 85,8%, tinggi: 100,94 cm, Ø = 12,8 mm Persen hidup tahun II: 66%, tinggi: 93,27 cm, Ø = 13,54 mm Persen hidup tahun III: 46%, tinggi: 105 cm, Ø = 21,3 mm Pada tahun 2012 kegiatan supervisi dan evaluasi terhadap plot uji keturunan generasi pertama pulai tidak dilakukan lagi, karena persen hidup tanaman yang rendah dan pertumbuhan tanaman yang tidak normal c. Pembangunan Kebun Benih jenis Falcataria moluccana (sengon) 5 tahun (2011 s/d 2016) Pembangunan Kebun Benih uji keturunan jenis Antochepalus cadamba Perjanjian kerjasama dan kerangka acuan telah ditandatangani Juli

123 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN Lokasi: RTK 19 Dusun Pakung Tanah Kauh, Desa Melaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, wilayah RPH Penginuman, UPT KPH Bali Barat (jabon), dan Falcataria moluccana (sengon) Kegiatan persemaian sudah dimulai bulan Juli (persiapan media dalam polybag), pemetaan lahan dan materi genetik sudah diserahkan, MTA sudah ditandatangani Supervisi kegiatan penanaman Desember 2012 Telah dilakukan supervise penanaman dan pengukuran pada Januari BKSDA Jateng Pembangunan plot konservasi ex-situ suren (Toona sinensis Roem) PKS.1258/IVK.13/BLA/09 S.0589/VIII/BBPBPTH/09 Tanggal: Ir. Minto Basuki Alamat: Jl. DR. Suratmo, No. 171, Semarang Lokasi: Kawasan konservasi Suaka Margasatwa Gunung Tunggangan, Sragen, Jateng Ketua Pelaksana: Ir. Jayusman, MP 10 tahun (2009 s/d 2019) Penelitian pembangunan plot konservasi ex-situ suren (Toona sinensis Roem) Pemeliharaan tanaman di areal plot konservasi tidak optimal, sehingga survival rate tanaman tidak optimal Terdapat penutupan vegetasi jenis sonokeling sehingga tanaman suren banyak yang mati/ pertumbuhan tertekan Tidak terdapat alokasi biaya pemeliharaan pada kedua belah pihak Telah dilakukan koordinasi dan evaluasi pada lokasi plot kerjasama pada bulan Maret 2013 oleh Tim BBPBPTH (Seksi Kerjasama) didampingi oleh Tim BKSDA Jawa Tengah. Dari hasil evaluasi hanya dapat ditemui kurang lebih 12 tanaman suren. Telah disusun draft Berita Acara Pembatalan Perjanjian Kerjasama. 7. PT. Arara Abadi Pembangunan Kebun Benih Semai uji keturunan Generasi Ketiga (F-3) jenis Acacia mangium, Acacia crassicarpa, Eucalyptus pellita dan Aplikasi Genetika Molekuler Nomor: 020/RDD-LFL-SP-AA/VI/08 S /VIII/BBPBPTH-1/2008 Tanggal: Tjing Kong Tat Alamat: Jl. Raya Serpong, KM. 8, Wisma Indah Kiat, Gedung B, Pakulonan, Serpong, Tangerang 5 tahun (2008 s/d 2013) Melakukan pembangunan kebun benih semai uji keturunan generasi ketiga (F-3) Menghasilkan benih unggul dari KBS generasi ketiga secara lebih cepat dengan kualitas dan produktifitas yang lebih tinggi Memperoleh keuntungan yang lebih tinggi dari segi ekonomi karena produktifitas tegakan meningkat akibat dampak pemakaian benih unggul Memperoleh materi dasar berupa benih ataupun klon Pembangunan kebun benih uji keturunan F-3 Pengumpulan materi genetik: telah dilakukan pengiriman materi genetik ke Arara Abadi untuk pembangunan kebun benih grup A, B, D, dan E sebanyak 199 famili dengan berat total benih 796 gram Persemaian (Acacia mangium): telah dilakukan pembuatan persemaian grup A, B, D dan E Persiapan lahan: telah dilakukan persiapan lahan untuk grup A, B, D dan E Pembuatan Rancangan Percobaan: telah dilakukan pengiriman desain kebun benih dari BBPBPTH ke Arara Abadi untuki grup A dan E 113

124 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN Lokasi: Areal konsesi PT. Arara Abadi Analisis DNA di PT. Arara Abadi dan BBPBPTH Ketua Pelaksana: Dr. Ir. AYPBC Widyatmoko, M.Agr Seleksi bibit dan penanaman: telah dilakukan penanaman kebun benih grup A dan E Penyulaman: telah dilakukan penyulaman dalam peneneman kebun benih grup A dan E Pengukuran Seleksi Pemeliharaan: telah dilakukan pemeliharaan berupa penyiangan dan pemupukan Supervisi, analisis dan data dan pelaporan: telah dilakukan supervise satu kali untuk membahas rencana kerja Aplikasi Genetika Molekuler Pengumpulam materi genetik Optimalisasi penanda SCAR Optimalisasi penanda SSR Konstruksi peta tautan genetik Aliran gen dan mating system Identifikasi klon Analisis tetua Identifikasi hybrid Laporan tahun 2011 telah disusun dan dikirim ke PT Arara Abadi Perencanaan, persiapan dan koordinasi kegiatan tahun 2013 Rencana kegiatan tahun 2013: Pembangunan Kebun Benih Semai uji keturunan Generasi III (F-3) Acacia mangium Grup C Pembangunan Kebun Benih Semai uji keturunan Generasi III (F-3) Acacia crassicarpa Pembangunan Kebun Benih Semai uji keturunan Generasi III (F-3) Eucalyptus pellita Pengukuran periodik Kebun Benih Semai uji keturunan Generasi III (F-3) Acacia mangium Grup A, B, D dan E Kunjungan supervisi Pengembangan penanda DNA (SCAR dan SSR) (Development DNA markers) 114

125 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN Analisa keragaman genetik, sistem perkawinan dan koefisien inbreeding pada kebun benih A.crassicarpa dan E.pellita (Assesment genetic diversity, mating system and inbreeding coefficient in A.crassicarpa and E.pellita seed orchard) Analisa problematik pada A.crassicarpa (Problematic asessment in A.crassicarpa (fine pale bark & Shrubby)) Identifikasi jamur/bakteri pathogen and antagonist menggunakan penanda DNA (Detection fungi/ bacteria pathogen and antagonist using DNA markers) Memproses penyelesaian administrasi 8. PT. Silva Tropika Kultura Monitoring dan bimbingan teknis perbanyakan jenis jati (Tectona grandis) dengan teknik kultur jaringan S.083/VIII/BBPBPTH1/10 10./DIR/STK/1/2010 Tanggal: Ninin krisnawati, SP. Alamat: Jl. Gili Samping II No. 49, Kebun Jeruk Jakarta Barat Lokasi: PT. Silva Tropika Kultura (Kantor Jakarta dan di Laboratorium Bogor, Jabar) Ketua Pelaksana: Hamdan Adma A,S.Hut, M.Sc 5 tahun (2010 s/d 2015) Bimbingan teknis perbanyakan jenis jati dengan teknik kultur jaringan dari 20 nomor induk jati terseleksi yang berasal dari beberapa areal pertanaman jati di Indonesia yang merupakan koleksi BBPBPTH Draft addendum perjanjian kerjasama masih dalam proses Perbanyakan kultur jaringan telah dilakukan 115

126 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN 9. PT. Bumindo Hastajaya Utama Bimbingan teknis dan penyediaan materi genetik kebun pangkas jati (Tectona grandis) untuk perbanyakan dengan teknik kultur jaringan. Lokasi: Desa Bambu Apus, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Ketua Pelaksana: Hamdan Adma A,S.Hut, M.Sc 10. Dinas Kehutanan Kabupaten Lumajang 11. Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi DIY Pembangunan tegakan provenan jenis sengon yang toleran terhadap penyakit karat tumor Lokasi: Areal Dinas Kehutanan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur Ketua pelaksana: Dr. Liliana Baskorowati, S.Hut, MP Pembangunan plot penelitian dan pengembangan pemuliaan tanaman hutan Nomor: 525/2029 dan S.0187VIII/ BBPBPTH/2011 Lokasi: BDH Playen Gunung Kidul Blok Sudimoro I RPH Mangunan, Bantul Ketua Pelaksana: Liliek Haryjanto, S.Hut, M.Sc 5 tahun (2010 s/d 2015) 5 tahun (2011 s/d 2014) 5 tahun (2011 s/d 2015) Melakukan bimbingan teknis dan penyediaan materi genetik kebun pangkas jati (Tectona grandis) untuk perbanyakan dengan teknik kultur jaringan. Melakukan pembangunan tegakan provenan sengon (Falcataria moluccana) pada areal Dinas Kehutanan Kab. Lumajang, Jawa Timur yang didukung dengan tindakan pemuliaan untuk menghasilkan benih yang berkualitas Pembangunan plot penelitian konservasi ex-situ jenis nyawai (Ficus variegata), tembesu (Fragraea spp) Draft addendum perjanjian kerjasama masih dalam proses Penyediaan materi genetik jati dengan teknik okulasi di persemaian BBPBPTH sebanyak 10 klon Pemeliharaan bibit di persemaian Perjanjian kerjasama telah ditandatangani Sudah dilakukan ploting desain & pembersihan lahan Evaluasi Desember 2011 persen hidup ± 95% Kegiatan pengukuran pada November 2012 Kegiatan pengukuran bulan Mei 2013 Rencana pemeliharaan, pengukuran dan scoring penyakit pada bulan November 2013 Telah dibangun plot konservasi ex-situ nyawai di petak 22 seluas 1,5 ha (ditanam Februari 2011) jarak tanam 5 x 5 m sebanyak 597 batang dengan populasi berasal dari Kalimantan Timur sebanyak 13 famili tersebar dalam 5 blok Penyulaman sebanyak 310 batang Pemeliharaan I (pemupukan, pengguludan) Kegiatan pengukuran tanggal 21 Juni 2012 Kegiatan pemeliharaan II pada bulan Nopember 2012 Telah dilakukan pemeliharaan Telah dilakukan evaluasi tanaman nyawai seluas 1,5 ha Pemeliharaan tanaman pada bulan Nopember 2013 Petak 95 Paliyan, Gunung Kidul Penanaman hutan kayu putih sebagai model pengelolaan industri minyak kayu putih skala kecil seluas 5 ha, tahun tanam Kebun Benih uji keturunan kayu putih seluas 1 ha tahun tanam 1998-sekarang (Noor Khomsah,S.Hut) 116

127 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN Petak 22 BDH Playen Gunung Kidul Ketua Pelaksana: Ir. Rina Laksmi Hendrati, MP, PhD 5 tahun (2011 s/d 2015) Uji spesies dan provenansi spesies teridentifikasi di lahan masyarakat (populasi pemuliaan spesies adaptif pada kondisi ekstrim untuk antisipasi perubahan iklim) Ditanam bulan Februari 2011 sebanyak 20 jenis yang terdiri dari 5 blok tanaman Pengukuran awal umur 4 bulan Hasil pengukuran 25 spesies tanaman di 3 lokasi uji lapangan umur 9 10 bulan: - Rata-rata persentase hidup: 69% - Rata-rata tinggi: 52 cm - Rata-rata diameter: 8 mm Karena adanya pengurangan biaya sehingga pemeliharaan dan pengukuran semester tidak bisa dilakukan dengan semestinya Telah dilakukan pengukuran tanaman pada bulan April 2013 Telah dilakukan pengukuran tanaman pada bulan Mei 2013 Rencana pengukuran dan pengambilan sampel pada bulan Oktober 2013 Pemeliharaan, pengamatan hama dan penyakit pada bulan Nopember 2013 Petak 22 BDH Playen Gunung Kidul Ketua Pelaksana: Tri Pamungkas, S.Hut, M.Sc Terlaksananya pembangunan plot konservasi ex-situ jabon dari paopulasi Lombok Barat, Sumatera Barat, Sumbawa dan Sulawesi Utara masingmasing seluas 1,5 ha (total seluas 6 ha) Terlaksananya pembangunan plot konservasi ex-situ binuang dari populasi Sumatera Barat seluas 1,5 ha Terlaksananya kegiatan pemeliharaan, karakterisasi dan evaluasi pada plot konservasi ex situ jabon dan binuang Penanaman jabon dari populasi Lombok Barat bulan Nopember 2011 seluas 1,5 ha sebanyak 600 batang menggunakan jarak tanaman 5 x 5 m, 18 famili dan 33 blok Penanaman jabon dari populasi Sumatera Barat seluas 1,5 ha sebanyak 600 batang menggunakan jarak tanam 5 x 5 m, 14 famili dan 24 blok Penanaman jabon dari populasi Sulawesi Utara seluas 1,5 ha sebanyak 600 bibit menggunakan jarak tanam 5 x 5 m, 16 famili dan 20 blok Pemeliharaan tanaman jabon meliputi pelabelan, pembersihan gulma, pemberantasan hama secara manual, pembuatan piringan, pembuatan guludan, penyiraman, pemulsaan, penyulaman dan pemupukan dilakukan pada tan umur 4 dan 12 bulan Penyulaman tanaman jabon dilakukan pada Desember 2012 sebanyak 126 batang 117

128 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN Sampai dengan Desember 2012 persen hidup tanaman jabon mencapai 85%. Karakterisasi dan evaluasi pada plot konservasi exsitu jabon dari populasi Lombok Barat pada umur tanaman 6 dan 12 bulan Pengukuran tanaman jabon populasi Lombok Barat pada bulan Mei 2013 Pengukuran jabon populasi Sumbawa pada bulan Juni 2013 Penanaman tanaman binuang seluas 1,5 ha pada bulan Nopember 2012 menggunakan populasi dari Sumatera Barat dengan jarak tanam 5 x 5 m, 22 famili dan 20 blok sebanyak 600 bibit Pada tanggal 6 8 Maret 2013 pemeliharaan tanaman jabon berupa pendangiran, pemupukan dan pembuatan guludan untuk jabon populasi Lombok Barat dan Sumbawa Telah dilakukan pemeliharaan tanaman binuang berupa pendangiran, pemupukan dan pembuatan guludan untuk binuang populasi Sumatera Barat pada bulan Maret 2013 Pengukuran tanaman binuang populasi Sumatera Barat pada bulan Juni 2013 Pemeliharaan tanaman pada bulan September 2013 Pemeliharaan tanaman pada bulan Nopember

129 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN Pembangunan plot litbang jenis nyamplung petak 22 BDH Playen Gunung Kidul Ketua pelaksana: Dr. Budi Leksono, MP Terbangunnya plot litbang jenis nyamplung Materi genetik yang digunakan untuk pembangunan uji provenan nyamplung berasal dari 8 populasi: Gunung Kidul, Madura, Selayar, Padang, Ketapang, Dompu, Yapen dan Bali Rancangan percobaan yang digunakan dengan jumlah plot 8 provenan/ras lahan (2 x 3 plot), jumlah treeplot 25 pohon (5 x 5 pohon), 6 blok dan jarak tanam 5 x 5 m Penanaman awal bulan Desember 2012 karena menunggu datangnya hujan stabil Sebanyak 1200 tanaman Pemeliharaan periodik berupa penyiangan, pemupukan (NPK) dan pendangiran pada bulan Maret 2013 Pemeliharaan dan pengukuran tanaman umur 6 bulan pada bulan Juni 2013 Persiapan lahan pada bulan September 2013 Pengukuran dan pemeliharaan tanaman pada bulan Nopember 2013 Blok Sudimoro I RPH Mangunan, Bantul Ketua Pelaksana: Liliek Haryjanto, S.Hut, M.Sc Pembangunan plot KSDG tingkat desa (APFORGEN) dengan jenis tanaman langka kepel Telah dilakukan pengukuran lokasi pada RPH Mangunan, Sudimoro, Kab. Bantul seluas 5 ha rencana digunakan sebagai pembangunan plot KSDG tingkat desa (APFORGEN) dengan jenis tanaman langka kepel. Persiapan penanaman Penanaman pada bulan Nopember 2013 Pembangunan plot penelitian dan pengembangan pemuliaan tanaman hutan Lokasi: Blok Kediwung, RPH Mangunan Ketua Pelaksana: Liliek Haryjanto, S.Hut, M.Sc Pembangunan plot penelitian konservasi ex-situ jenis nyawai (Ficus variegata), tembesu (Fragraea spp) Perjanjian kerjasama dalam proses Telah dilakukan survey dan pengukuran lokasi pada kawasan hutan blok Kediwung yang berada pada ketinggian m dpl, dengan kelerengan relatif datar hingga curam. Terdapat tegakan kayu putih dan Acacia mangium yang agak rapat dan sudah tidak produktif Telah dilakukan penyiapan lahan berupa pembersihan lahan dan pemasangan ajir yang akan 119

130 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN digunakan untuk penanaman seluas 6 ha yang terbagi 4,5 ha untuk jenis nyawai dan 1,5 ha untuk tembesu Ploting desain dengan menggunakan desain antar populasi terpisah. Untuk nyawai populasi berasal dari Cilacap/Pangandaran (Jawa Bagian Tengah, 19 famili, 28 ulangan), Banyuwangi (Jawa Bagian Timur, 15 faili, 40 ulangan) dan Nusa Tenggara Barat (NTB, 17 famili, 35 ulangan). Sedangkan untuk tembesu berasal dari Sumatera Selatan (20 famili, 30 ulangan). Tiap populasi dirancang dengan single treeplot dengan jarak tanam yang digunakan 5 x 5 m Telah dilakukan penanaman pada bulan Desember 2012, nyawai seluas 4,5 ha dan tembesu seluas 1,5 ha Telah dilakukan penyulaman pada bulan Maret 2013 Pengukuran pada bulan Juni 2013 Pemeliharaan tanaman pada bulan Nopember

131 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN Pembangunan plot konservasi ex-situ eboni (Diospyros celebica Bakh) Ketua pelaksana: Prastyono, S.Hut, M.Sc Melakukan pembangunan plot konservasi ex-situ jenis eboni (Diospyros celebica Bakh) yang dapat dimanfaatkan sebagai tegakan konservasi genetik Telah dilaksanakan survey lokasi pada bulan Agustus 2012 Perjanjian kerjasama dalam proses Perjanjian kerjasama telah ditandatangani 12. Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bangkalan Pembangunan plot kombinasi uji spesies provenans daerah kering untuk antisipasi perubahan iklim Lokasi: Desa Kranggan Timur, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan Ketua Pelaksana: Ir. Rina Laksmi Hendrati, MP, PhD Menyediakan spesies-spesies yang potensial dari daerah kering di Indonesia melalui seleksi dari hasil pengujian terkontrol serta pengujian lapangan melalui pembangunan kombinasi uji spesies provenan di 3 lokasi Perjanjian kerjasama penelitian telah ditandatangani Telah dilakukan persemaian sebanyak 10 jenis Penanaman dilakukan bulan Desember Januari 2012 sebanyak batang dari 20 spesies dengan 5 jenis berasal dari 2 provenan Penyulaman tanaman pada bulan Februari 2012 Pengukuran bulan Juli dan Nopember 2012 Dari hasil evaluasi tanaman pada umur 9-10 bulan: - Rata-rata persen hidup: 51% - Rata-rata tinggi: 63 cm - Rata-rata diameter: 8 mm Pengukuran tanaman pada bulan Juni 2013 Rencana pengambilan sampel tanaman pada bulan Oktober 2013 Pengambilan sampel tanaman dan pengukuran persen hidup tanaman pada bulan Oktober Pemerintah Kabupaten Wonogiri (Dinas Kehutanan dan Perkebunan/Kantor Lingkungan Hidup Kab. Wonogiri) Pembangunan plot penelitian uji keturunan jenis tanaman hutan di Kabupaten Wonogiri Lokasi: Lingkungan Gandul, Giriwono, Wonogiri Ketua Pelaksana: Teguh Setyaji, S.Hut Pembangunan plot penelitian uji keturunan jenis jabon Penandatanganan MoU dan kesepakatan perjanjian pada tanggal 28 Desember 2011 Terdiri dari 8 blok sebanyak batang Telah dilakukan ploting desain, pembuatan lubang tanam, pengajiran, pemupukan awal bulan Februari 2012 dan dilanjutkan penanaman pada akhir bulan Telah dilakukan pemeliharaan berupa pembuatan piringan tanaman jabon dan penyiraman Pemeliharaan dan pemupukan 2,3 ha Pengukuran periodik umur 12 bulan seluas 2,3 ha Telah dilakukan pengamatan dan pengukuran periodik tanaman jabon merah umur 1 tahun Pengawasan dan pengamanan 121

132 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN Pembangunan plot penelitian uji spesies adaptif di daerah kering untuk mengantisipasi perubahan iklim Lokasi: Desa Gebangharjo, Kecamatan Pracimantoro, Kab. Wonogiri Ketua Pelaksana: Ir. Rina Laksmi Hendrati, MP, PhD Melaksanakan pembangunan plot penelitian uji species adaptif di daerah kering untuk mengantisipasi perubahan iklim sebanyak sekitar 21 jenis tanaman hutan Penandatanganan MoU dan kesepakatan perjanjian pada tanggal 28 Desember 2011 Ditanam bulan Februari 2012 sebanyak batang, 6 blok Persiapan pengembangan prosedur pelaksanaan uji kekeringan pada kondisi terkontrol Kekeringan sudah mulai terlihat di lahan karst, penyiraman intensif sudah diupayakan Hasil pengukuran 25 spesies tanaman umur 9 10 bulan: - Rata-rata persen hidup: 84% - Rata-rata tinggi: 70 cm - Rata-rata diameter: 12 mm Telah dilakukan pengukuran tanaman pada bulan April 2013 Telah dilakukan pemeliharaan tanaman pada bulan Mei 2013 Rencana pengukuran dan pengambilan sampel pada Oktober PT. Pindo Deli Pulp and Paper Mills Kerjasama penelitian dan pembangunan demplot penanaman dan konservasi sumberdaya genetik ramin (Gonystylus bancanus) di Sumatera Nomor: S.0634/VIII/BBPBPTH-2/ 2012 tanggal: 14 September tahun (2012 s/d 2017) Melakukan koleksi materi genetik ramin di Sumatera dan Kalimantan, perbanyakan ramin, pembangunan demplot penanaman dan plot konservasi sumberdaya genetik ramin Kegiatan dari Oktober 2012 Maret 2013: Penyiapan perjanjian kerjasama dan kerangka acuan kerjasama Studi literatur dan kontak person Penyusunan proposal kegiatan Review proposal oleh para pakar ramin Identifikasi distribusi ramin di lapangan tentang distribusi ramin di Sumatera dan Kalimantan Survey tapak ramin di Sumatera (Giam Siak Kecil, Riau dan Tanjung Jabung, Jambi) serta di Kalimantan (Ketapang, Kalimantan Barat dan Tanjung Putting, Kalimantan Tengah) Eksplorasi dan koleksi materi genetik ramin dari Sumatera (Giam Siak Kecil, Riau dan Tanjung Jabung, Jambi) serta dari Kalimantan (Ketapang, Kalimantan Barat dan Tanjung Putting, Kalimantan Tengah) 122

133 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN Pembangunan persemaian ramin di PT. Arara Abadi Penyiapan aklimatisasi bibit ramin Perbanyakan makro melalui stek Perbanyakan mikro melalui kultur jaringan Survey lokasi demonstrasi plot konservasi dan lokasi penanaman ramin di kawasan PT. Arara Abadi 15. UGM Penelitian dan pengembangan Kehutanan Nomor: S.0258/VIII/BBPBPTH/2013 dan 79/KS/2013 tanggal: tahun (2013 s/d 2018) Mengadakan kerjasama yang bersinergi dan saling menguntungkan dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung pengelolaan keanekaragaman hayati dan sumberdaya hutan yang lestari Penyusunan rencana kerja tentang Studi Keragaman Genetik Banteng Penyusunan proposal rencana kerjasama antara UGM dengan Malaysia 16. Sinarmas Forestry a. Pengembangan klon hibrid Acaia dan uji klon Eucalyptus pellita No: S /VIII/BBPBPTH-2/ 2013 dan 30/RDD/VI/2013 tanggal 18 Maret tahun (2013 s/d 2017) Melakukan pengembangan bersama klon hibrid acacia dan uji klon Eucalyptus pellita di areal PT. Arara Abadi dan PT. Wirakarya Sakti untuk menghasilkan klon unggul dalam produktivitas, sifat kayu dan toleransi terhadap serangan hama penyakit Perjanjian kerjasama telah ditandatangani Melakukan diskusi bersama untuk merencanakan pelaksanaan workplan kegiatan bersama secara teknis sesuai yang tercantum dalam kerangka acuan yang telah disepakati bersama Survey dan plotting area lokasi pembangunan plot uji klon hibrid Acacia dan E. pellita Supervisi mengenai hibridisasi Penyerahan materi genetik berupa klon hibrid acacia sebanyak 40 klon dan klon Eucalyptus pellita sebanyak 9 klon Menghadiri undangan sebagai pengajar training Genetic and Breeding dalam rangka kerjasama pengembangan klon hibrid acacia dan klon Eucalyptus pellita di PT. Arara Abadi di Riau b. Pembangunan Kebun Benih Semai uji keturunan Generasi Ketiga (KBSUK F-3) jenis Acacia crassicarpa dan Acacia mangium Nomor: S /VIII/BBPBPTH-2/ 2013 dan 40/RDD/VI/2013 tanggal 18 Maret tahun (2013 s/d 2017) Melakukan kerjasama pembangunan Kebun Benih Semai uji keturunan Generasi Ketiga (KBSUK F-3) jenis Acacia crassicarpa dan Acacia mangium di areal PT. Wirakarya Sakti untuk menghasilkan benih/bibit unggul dengan produktivitas yang lebih tinggi Perjanjian kerjasama telah ditandatangani Melakukan diskusi bersama merencanakan pelaksanaan workplan kegiatan bersama secara teknis sesuai yang tercantum dalam kerangka acuan yang telah disepakati bersama Survey dan plotting area lokasi pembangunan KBSUK F-3 jenis A. crassicarpa dan A. mangium 123

134 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN Supervisi mengenai pembangunan KBSUK F-3 jenis A. crassicarpa dan A. mangium 17. Dinas Kehutanan dan Konservasi Provinsi Papua Pembangunan tegakan provenan jenis sengon (Falcataria moluccana) Melakukan pembangunan tegakan provenan jenis sengon (Falcataria moluccana) 18. Dinas Kehutanan Kabupaten Pacitan Pembangunan plot kebun benih dan pengembangan hasil pemuliaan di hutan rakyat antara BBPBPTH dan Dishutbun Kabupaten Pacitan Melakukan pembangunan plot kebun benih luas 2,25 ha (2.150 bibit) acacia & jabon merah dan pengembangan hasil pemuliaan di hutan rakyat bibit: jabon dan acacia antara BBPBPTH dan Dishutbun Kabupaten Pacitan 124

135 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN VI. Balai Penelitian Kehutanan Manokwari 1. PT. Ragamkarya Cipta Pratama Pengelolaan Wanariset Anggresi 5 tahun Mempertahankan keberadaan Wanariset Anggresi & mengelola Wanariset Anggresi untuk kegiatan penelitian, pendidikan, latihan dan wisata alam dan jasa lingkungan 2. UGM Yogyakarta Penyelenggaraan Sekolah Riset 5 tahun Meningkatkan kualitas SDM Balitbang melalui pendidikan Pascasarjana bergelar Master of Scince (M.Sc) dan bergelar Doktor (Dr.) 3 orang jenjang S2 dan 3 orang jenjang S3 VII. Balai Penelitian Kehutanan Aek Nauli 1. PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. di Bimbingan teknis budidaya dan Sumatera Utara pasca panen kemenyan 5 tahun Pembuatan plot kemenyan seluas 1 ha yang akan dikelola oleh petani kemenyan di sekitar lokasi Terlaksananya alih teknologi budidaya kemenyan Terlaksananya pembuatan 1 demplot kemenyan dengan luas 1 ha di wilayah PT. TPL Terlaksana sampai dengan 2 tahap dari 4 tahap rencana kegiatan Bimbingan teknis budidaya lebah madu 1 tahun Terselenggaranya pelatihan budidaya dan teknik pemanenan lebah madu di 2 lokasi wilayah kerja PT. TPL Terlaksananya pelatihan budidaya dan pasca panen lebah madu di sektor wilayah kerja PT. TPL yaitu sektor Habinsaran dan sektor Aek Nauli 2. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara Pembangunan sarpras pendukung penangkaran Penelitian dan pengelolaan demplot penangkaran Diseminasi dan publikasi hasil kerjasama 5 tahun Pengkajian, penelitian dan pengembangan satwa liar trenggiling dan beo nias untuk memperoleh teknik penangkaran yang optimal Peningkatan pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia khususnya dalam penangkaran satwa liar trenggiling dan beo nias Peningkatan pengetahuan dalam upaya pengembangan budidaya satwa liar trenggiling dan beo nias bagi masyarakat Terlaksananya prasarana penangkaran trenggiling 125

136 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN VIII. Balai Penelitian Kehutanan Kupang 1. Dinas Kehutanan Kabupaten TTS 1. Pembangunan pemanfaatan sumber benih jenis andalan NTT, antara lain cendana, ampupu, kayu merah 2. Penyebarluasan dan tukar menukar informasi hasil penelitian dan produksi benih jenis andalan NTT 3. Persyaratan kelembagaan, peningkatan kapasitas institusi dan alih teknologi IPTEK hasil penelitian dan pengembangan yang tepat untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat 4. Pembangunan/restorasi/renovasi sarana prasarana pendukung sumber benih yang rusak 5 tahun (2011 s/d 2015) Penerapan IPTEK hasil penelitian untuk pembangunan, pengembangan dan pemanfaatan sumber benih kehutanan andalan setempat secara efisien berdasarkan prinsip kerjasama sinergis yang saling menghormati, saling percaya, saling mendukung dan menguntungkan semua pihak Telah terbangun 3 (tiga) sumber benih: 1. APB cendana di Oelbubuk-Netpala Kabupaten TTS 2. APB ampupu di Bu at Kabupaten TTS 3. TBT kayu merah di Biloto Kabupaten TTS 4. Telah terbangun pondok kerja di APB cendana 5. Telah terpasang papan nama di ke-3 sumber benih yang telah terbangun IX. Balai Penelitian Kehutanan Makassar 1. PT. Semen Tonasa Bioprospeksi FMA untuk bioreklamasi lahan bekas tambang kapur 4 tahun (2010 s/d 2014 Data pertumbuahan tanaman bitti umur 27 dan 30 bulan Pengukuran lokasi pembanding seluas 0,2 ha, diperuntukkan 200 tanaman dan pemasangan ajir tanaman Terpasangnya tiang patok pagar untuk keamanan dari ternak Data pengukuran lokasi pembanding seluas 0,2 ha diperuntukkan 200 tanaman dan pemasangan ajir tanaman Koordinasi dan konsultasi progres capaian penelitian tabulasi data, analisis data dan penyusunan draft laporan hasil penelitian tahun PT. AMI Kegiatan rehabilitasi lahan bekas tambang nikel PT. AMI di Pulau Kabaena Provinsi Sulawesi Tenggara 2 tahun (2013 s/d 2015 Aplikasi teknik rehabilitasi lahan bekas tambang nikel Penanaman lahan bekas tambang dengan teknik aplikasi biorehabilitasi lahan Aplikasi mikoriza (FMA) untuk kegiatan rehabilitasi lahan bekas tambang nikel 126

137 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN X. Balai Penelitian Kehutanan Manado 1. BPDAS Tondano Silvikultur Intensif 2 tahun (2011 s/d 2013) Telah dilakukan kegiatan antara lain: 1. Pemeliharaan: - pembersihan lokasi, pendangiran dan pemupukan - penyulaman 8000 bibit 2. Pembuatan laporan 3. BPDAS Tondano Persemaian permanen 10 tahun Mengembangkan sentra bibit yang secara rutin dapat memproduks bibit dalam jumlah, jenis dan kualitas yang cukup untuk kegiatan RHL 4. BKSDA Sulut Penangkaran flora dan fauna 5 tahun Terselenggaranya konservasi exsitu flora dan fauna dalam bentuk penangkaran melalui kegiatan penelitian Telah dilakukan penagkaran pada beberapa fauna antara lain anoa, rusa dan burung 5. BTN Bogani Nani Wartabone Hutan Penelitian 5 tahun Tersedianya hutan khusus untuk kegiatan penelitian 6. BKSDA Sulut Hutan Penelitian 5 tahun Tersedianya hutan khusus untuk kegiatan penelitian 7. Dinas Kehutanan Kabupaten Halmahera Barat Hutan Penelitian 10 tahun Tersedianya hutan khusus untuk kegiatan penelitian 8. SEAMEO BIOTROP Konservasi flora dan fauna 2 tahun Terselenggaranya konservasi flora dan fauna langka endemik walace Kegiatan telah berjalan dan sekarang sudah pada tingkat analisis hormon anoa melalui fases 9. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) REDD+ Readiness Preparation 2 tahun Membangun Permanen Sample Plot (PSP) Kegiatan sudah berjalan dan pada tingkat monitoring PSP 10. Universitas Sam Ratulangi Manado Tri Dharma Perguruan Tinggi 5 tahun Melakukan kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat Terselenggaranya kegiatan seminar Internasional hutan dan biodiversitas serta dewan redaksi publikasi ilmiah 127

138 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN 11. GEF Seminar Internasional 3 bulan Terselenggaranya seminar Internasional hutan dan biodiversitas Seminar Internasional hutan dan biodiversitas telah dilaksanakan dengan baik 12. Setbadan Litbang Seminar Internasional 3 bulan Terselenggaranya seminar Internasional hutan dan biodiversitas Seminar Internasional hutan dan biodiversitas telah dilaksanakan dengan baik XI. Balai Penelitian Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu Mataram 1. PT Bahtera Hijau Lestari Model teknik rehabilitasi hutan berbasis kemiri sunan (Aleurites trisperma) sebagai penghasil bahan bakar alternatif 5 tahun (2009 s/d 2014) Tersedianya teknik rehabilitasi hutan lindung (HL) terdegradasi dan kritis dengan melibatkan partisipasi aktif petani dalam memanfaatkan kemiri sunan sebagai tanaman konservasi dan penghasil bahan bakar nabati. Tersedianya model-model agroforestry berbasis kemiri sunan, teknik pengendalian hama dan penyakit, teknik pengelolaan lingkungan, teknik penangkaran benih, sosial-ekonomi dan kelembagaan, teknik pemanfaatan benih menjadi bahan bakar biodiesel dan produk turunannya dan pemasaran hasil industri sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. KHDTK Rarung: Tahun 2013; Pengukuran pohon Pemeliharaan 300 pohon KHDTK Nusa Penida: Tahun 2013; Pemeliharaan tanaman secara rutin setiap 6 bulan sekali 2. Kelompok Tani Madu Hutan Alam Lestari. Lokasi: Desa Batu Dulang, Kec. Batu Lanteh, Kab. Sumbawa, NTB Inovasi dan alih teknologi penurunan kadar air madu hutan 3 tahun (2010 s/d 2013) Tersedianya bangunan penurun kadar air madu pola hisap Meningkatkan kualitas madu alam (hutan) Sumbawa sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani madu hutan alam Bangunan penurun kadar air madu digunakan secara rutin oleh Kelompok Tani Madu Hutan Alam Lestari 128

139 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN 3. Kelompok tani madu hutan alam Ompusu Lokasi: Desa Saneo, Kec. Wajo, Kab. Dompu, NTB. Inovasi dan alih teknologi penurunan kadar air madu hutan 3 tahun (2010 s/d 2013) Tersedianya bangunan penurun kadar air madu pola hisap Meningkatkan kualitas madu alam (hutan) Dompu sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani madu hutan alam Bangunan penurun kadar air madu digunakan secara rutin oleh Kelompok Tani madu hutan alam Ompusu 4. PT. Gaharu Mitra Nusantara Kerjasama kemitraan penelitian dan pengembangan budidaya dan rekayasa produksi gaharu 5 tahun (2011 s/d 2016) Tersedianya data, informasi, rekomendasi, IPTEK, formula, bahan, produk dan kekayaan intelektual khususnya di bidang litbang budidaya dan rekayasa produksi gaharu Alih teknologi gaharu bekerjasama dengan Dishut Sangota di Kalimantan Timur yang akan direncanakan pada bulan Desember Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, UNRAM Pengembangan Ilmu Pengetahuan dalam Upaya Pelestarian Sumberdaya Hutan di Nusa Tenggara Barat 3 tahun (2011 s/d 2014) Membangun hubungan yang harmonis dan sinergis antara Balai Penelitian Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu dengan Lembaga Perguruan Tinggi, dalam rangka mendukung program pengelolaan sumber daya alam yang lestari dan bekelanjutan Sudah berjalan dengan adanya praktek lapangan di KHDTK Rarung, camping ilmiah dan praktek kerja lapangan oleh mahasiswa UNRAM XII. Balai Penelitian Kehutanan Palembang 1. PT. MHP Penelitian dan pengembangan di bidang pengelolaan hutan tanaman dengan melibatkan masyarakat sekitar kawasan hutan Meningkatkan jejaring kerjasama penelitian yang dapat mengurangi porsi pendanaan dari pemerintah Penyelesaian draft SK. Menhut yang mengatur pemanfaatan hasil penelitian berupa kayu (dalam proses) 2. PT. Citra Sembawa Penelitian 3 tahun Terbangunnya demplot kayu pertukangan dan karet di HTR Terpeliharanya tegakan bambang lanang dan karet 129

140 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN XIII. Balai Penelitian Kehutanan Banjarbaru 1. PT. ADARO Indonesia Pembangunan model hutan di area reklamasi lahan bekas tambang batubara PT. Adaro Indonesia tahun ke 3 sub kegiatan penanaman pengkayaan dan peningkatan produktivitas tanaman pengkayaan 1 tahun (2013 s/d 2014 Terbangunnya tanaman demplot untuk meningkatkan produktivitas tanaman pengkayaan pada areal tanaman revegetasi Diperolehnya jenis jenis yang paling sesuai untuk tanaman pengkayaan pada areal Diketahuinya teknik persiapan lahan (lobang+tanam+teknik tanam) pada tapak untuk revegetasi Tanaman demplot untuk peningkatan produktivitas tanaman pengkayaan di areal tanaman revegetasi Diketahui data jenis yang sesuai untuk pengkayaan di areal revegetasi dan teknik persiapan lahan pada tapak untuk revegetasi 2. Universitas Lambung Mangkurat Kerjasama dalam hal peningkatan sumberdaya manusia, penelitian dan pengabdian pada masyarakat 2 tahun (2011 s/d 2013) Saling menunjang dalam melaksanakan tugas-tugas pembangunan hutan dan kehutanan khususnya dalam bidang penelitian Terjalinnya kerjasama dalam pelaksanaan kegiatan penelitian yang bisa diwujudkan dalam bentuk pemberian bimbingan/konsultasi, fasilitasi, baik bagi mahasiswa maupun peneliti Balai 3. Universitas Brawijaya Malang Kerjasama dalam hal peningkatan sumberdaya manusia, penelitian dan pengabdian pada masyarakat 2 tahun (2011 s/d 2013) Saling menunjang dalam melaksanakan tugas-tugas pembangunan hutan dan kehutanan khususnya dalam bidang penelitian Terjalinnya kerjasama dalam pelaksanaan kegiatan penelitian yang bisa diwujudkan dalam bentuk pemberian bimbingan/konsultasi, fasilitasi, baik bagi mahasiswa maupun peneliti Balai 4. PT. EBL Pembangunan model hutan di areal bekas tambang batubara PT. EBL 5 tahun (2012 s/d 2017) Diketahuinya teknik penanaman covercrop di areal bekas tambang Diketahuinya jenis pioneer yg sesuai Diketahuinya jenis klimaks yang sesuai Terlaksananya supervisi pembangunan persemaian dan teknik Informasi teknik penanaman covercrop yang sesuai Informasi jenis pioneer yang sesuai untuk ditanam di lahan tersebut Informasi jenis klimaks yang sesuai ditanam di lahan tersebut 5. Konsorsium Pusat Unggulan Pengelolaan Hutan Tropis Berkelanjutan (PU-PHTB) Kerjasama dengan Fakultas Kehutanan Unlam, Baristand, dan BPK Banjarbaru 4 tahun (2012 s/d 2016) Untuk mewujudkan Kalimantan sebagai pusat unggulan PHTB untuk meningkatkan daya saing industri khususnya produk kayu dan non kayu serta pengelolaan hutan tropis 6. BPTH Banjarbaru Kerjasama pembangunan kebun benih belangeran 5 tahun (2012 s/d 2017) Terbangunnya kebun benih belangeran di KHDTK Tumbang Nusa seluas 2 ha 130

141 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN 7. BPDAS Kahayan Pinjam pakai lahan untuk pembangunan persemaian permanen Terbangunnya persemaian permanen di KHDTK Tumbang Nusa XIV. Balai Penelitian Teknologi Kehutanan Pengelolaan DAS Solo 1. MOU antara Puslitbang Konservasi dan Rehabilitasi dengan Dishut Jawa Tengah No. SKB.02/VII/P3KR/2011 dan No /1106 tentang Kerjasama Penelitian dan Pengembangan Kehutanan di Propinsi Jawa Tengah pada tanggal 4 Oktober Kerjasama dalam rangka pembangunan sumber benih antara BPK Solo dengan BPTP Tahura disepakati melalui surat Perjanjian Kerjasama No. S.031/VIII/BPK.Solo-1/2011 dan No /1089 tentang Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Sumber Benih Jenis Toona sureni dan Arenga Pinnata di Tahura KGPAA Mangkunagoro I Propinsi Jawa Tengah pada tanggal 4 Oktober Pembangunan Kebun Benih Jenis Toona sureni dan Arenga pinnata. Lokasi: Taman Hutan Raya (Tahura) K.G.P.A.A. Mangkunagoro I, Kec. Ngargoyoso, Kab. Karanganyar, Prov. Jawa Tengah. BPTKPDAS: penyediaan substansi benih (mulai explorasi benih jenis tanaman suren dan aren, penaburan, pembuatan persemaian, pembuatan blocking untuk kebun benih tanaman suren dan aren) Tahura K.G.P.A.A. Mangkunagoro I: penanaman (pengangkutan benih ke lokasi kebun benih, penanaman) Terbangun kebun benih semai uji keturunan (progenitas) jenis tanaman suren (Toona sinensis) seluas 1,8 ha Terbangun kebun benih semai uji keturunan (progenitas) jenis tanaman aren (Arenga pinnata) seluas 2 ha Terpeliharanya plot KBSUK jenis suren dan aren di Tahura KGPAA Mangkunagoro I Terbangunnya demplot sumber benih jenis tanaman langka/hampir punah yaitu tegakan konservasi genetik jenis kalimasada (Cordia subcordata) Review sampai dengan tahun 2012, telah terbangun KBSUK jenis suren (Toona sinensis) seluas 1,8 ha di Tahura KGPAA Mangkunagoro I, Karanganyar dan KBSUK jenis aren (Arenga pinnata) seluas 2 ha di Tahura KGPAA Mangkunagoro I, Karanganyar. Telah dilakukan pengamanan terhadap KBSUK jenis suren dan aren berupa patroli secara berkala oleh pihak Tahura. Telah dilakukan pemeliharaan terhadap KBSUK jenis suren dan aren berupa pemasangan pal batas, babat dangir piringan dan pemupukan. Telah dilakukan tambal sulam terhadap beberapa jenis tanaman aren yang mati. Pembangunan demplot sumber benih jenis tanaman langka kalimasada dan dewadaru di TN. Karimunjawa batal dilaksanakan terkait adanya Surat dari Kepala Balai TN Karimunjawa Nomor: S.251/BTNKJ-1.6/2013 tanggal 2 April 2013 tentang naskah Perjanjian Kerjasama Pembangunan Kebun Benih yang menyatakan bahwa kerjasama tersebut tidak dapat dilanjutkan. Hal ini dikarenakan pihak Taman Nasional Karimunjawa tidak memiliki lahan seluas 2 (dua) hektar yang cocok untuk membangun sumber benih kedua jenis tanaman tersebut. Selain itu, kondisi penutupan vegetasi yang cukup rapat yang tidak memungkinkan menanam di sela-sela tegakan. Kemudian jenis ini akan diganti jenis tanaman langka Dipterocarpus retusus (Plahlar Gunung). Telah dilakukan eksplorasi benih jenis tanaman langka/terancam punah jenis Dipterocarpus retusus (Plahlar Gunung) ke Hutan Lindung Cakrabuana 131

142 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN (Sumedang), CA. Pringombo (Banjarnegara) dan CA Capar (Brebes) berupa anakan Palhlar Gunung dan telah ditanam di lokasi Tahura K.G.P.A.A Mangkunagoro I. Pemeliharaan terhadap anakan Plahlar Gunung secara optimal. Tingkat prosen hidup pada plot KBSUK jenis suren di atas 80%, dan sudah dilakukan penyulaman untuk tanaman yang mati. Tingkat prosen hidup jenis aren di atas 50%, dan sudah dilakukan penyulaman untuk tanaman yang mati karena serangan hama (a/l. landak). Telah terbangun demplot tegakan konservasi genetik jenis tanaman kalimasada (Cordia subcordata) lokasi di Stasiun Penelitian Jumantono. Telah dilakukan penanaman pada akhir bulan November Tersedia materi genetik jenis tanaman langka/ terancam punah jenis Dipterocarpus retusus (Plalar Gunung) yang berupa permudaan alam dengan sistim cabutan sebanyak ± 300 bibit cabutan yang berasal dari tiga lokasi yaitu CA Pringamba II Banjarnegara dengan ketinggian 826 m dpl, Hutan Lindung Gunung Capar Brebes dengan ketinggian 900 m dpl dan dan Hutan Lindung Gunung Cakrabuana Sumedang dengan ketinggian m dpl. Jumlah materi genetik tersebut dirasa masih kurang sehingga pada tahun 2014 explorasi materi genetik masih akan dilakukan. Lokasi di Tahura K.G.P.A.A Mangkunagoro I (Ngargoyoso, Kab. Karanganyar). Proyeksi tingkat sumber benih berjenis Tegakan Konservasi Genetik. 132

143 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN 2. Perjanjian Kerjasama antara BPTKPDAS dengan BPDAS Solo tentang Pembangunan, Pengelolaan dan Pemanfaatan Persemaian Permanen pada Nomor PKS. 01/BPTKPDAS/2012 dan Nomor PKS.20/BPDAS.Slo- 1/2012 yang ditandatangani tanggal 30 Juli Pemanfaatan lahan aset Barang Milik Negara (BMN) UPT Badan Litbanghut untuk pembangunan, pengelolaan dan pemanfaatan persemaian permanen. Lokasi Stasiun Penelitian Jumantono, Karanganyar milik BPTKPDAS Mendukung penyediaan bibit berkualitas dan teknologi pembibitan tanaman hutan guna rehabilitasi hutan dan lahan melalui pembangunan persemaian permanen yang dilaksanakan di lahan milik BPTKPDAS yaitu di Stasiun Penelitian Jumantono, Karanganyar Terwujudnya kepastian hak dan kewajiban masing-masing pihak dalam kesepakatan kerjasama pengelolaan persemaian permanen; Terwujudnya dasar hukum bagi parapihak dalam otoritas pengelolaan untuk optimalisasi tugas masingmasing Termanfaatkannya persemaian permanen untuk kegiatan litbang terkait pengelolaan DAS. Kegiatan kerjasama ini tidak mengalami perkembangan yang berarti. Di dalam perjanjian kerjasama yang telah disepakati, peneliti BPTKPDAS diperbolehkan menggunakan fasilitas persemaian permanen untuk kegiatan penelitian dan pengembangan. Akan tetapi, hingga saat ini persemaian permanen tesebut kurang dimanfaatkan secara optimal dikarenakan belum ada kegiatan litbang dari Badan Litbang Kehutanan yang menggunakan fasilitas tersebut. 3. BPTKPDAS dengan Puslitbang Perum Perhutani. Perjanjian Kerjasama antara BPTKPDAS dengan Puslitbang Perum Perhutani tentang Penelitian, Pengembangan dan Pengelolaan Kolaboratif KHDTK Cemoro Modang di Kabupaten Blora dan KHDTK Gombong di Kabupaten Kebumen Nomor PKS.02/BPTKPDAS/2013 dan Nomor 003/SJ/PLB/2013 yang disahkan pada tanggal 5 September 2013 Penelitian, pengembangan dan pengelolaan kolaboratif KHDTK Cemoro Modang di Kabupaten Blora dan KHDTK Gombong di Kabupaten Kebumen Melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan di lokasi KHDTK Cemoro Modang dan KHDTK Gombong Penyusunan Buku Sintesis Hasil Litbang berisi hasil-hasil penelitian yang dihasilkan BPTKPDAS dan Pusat Litbang Perum Perhutani. Direncanakan akan dilaunching dalam suatu forum, misalnya ekspose hasil penelitian dengan target peserta meliputi jajaran Direksi Perum Perhutani. Telah dilakukan rapat koordinasi dengan pihak Puslitbang Perum Perhutani. Telah dilakukan penyusunan draft Buku Sintesa Hasil Penelitian dengan Pusat Litbang Perum Perhutani. Pada dasarnya buku sintesa ini seperti rangkuman hasil penelitian dari BPTKPDAS dan Pusat Litbang Perum Perhutani kemudian disusun dengan bahasa populer. Buku tersebut mensintesakan 19 naskah dari Pusat Litbang Perum Perhutani dan 29 naskah hasil penelitian BPTKPDAS yang dilaksanakan di wilayah kerja Perum Perhutani. Harapannya buku ini bisa menjadi bahan acuan bagi Direksi Perum Perhutani dalam mengambil kebijakan. Hasil rapat kerjasama telah disepakati diantaranya : dipilih jenis tanaman pinus dan jati agar lebih fokus; membahas 3 (tiga) buah aspek yaitu aspek produksi, 133

144 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN lingkungan serta sosial dan ekonomi serta design buku yang menarik. 4. Kerjasama Akses Data dan Informasi Bidang Klimatologi dengan Stasiun Klimatologi Klas I Semarang. Stasiun Klimatologi Klas I Semarang merupakan unit kerja dibawah BMKG RI yang bertugas mengelola data dan informasi terkait unsur-unsur iklim di Jawa Tengah Kerjasama akses data dan informasi bidang klimatologi ini bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi terkait unsur-unsur iklim di Jawa Tengah. Akses data dan informasi bidang klimatologi ini untuk mendukung kebutuhan data bagi kegiatan penelitian dan pengembangan kehutanan dan pengelolaan DAS yang dilaksanakan oleh BPTKPDAS. - Diperolehnya data dan informasi terkait unsur-unsur iklim di Jawa Tengah, untuk mendukung kegiatan penelitian di BPTKPDAS. Kemudahan dalam menginginkan akses data dan informasi bidang klimatologi dengan tidak dikenakan biaya. Telah disusun draft perjanjian kerjasama antara BPTKPDAS dengan Stasiun Klimatologi Klas I Semarang terkait akses data dan informasi bidang klimatologi. Namun hingga saat ini draft tersebut masih dalam proses koreksi oleh Kepala Stasiun Klimatologi Klas I Semarang. XV. Balai Penelitian Teknologi Agroforestry Ciamis 1. BPTPTH Bogor Pemanfaatan KHDTK/hutan penelitian Parung Panjang 5 tahun Pembangunan demplot uji keturunan Calliandra calothyrsus Terbangunnya plot uji genetik Calliandra calothyrsus Pemeliharaan demplot 2. Universitas Silwangi Bidang pendidikan, penelitian dan pengembangan agroforestry 10 tahun Pembangunan dan pengelolaan hutan pendidikan dan penelitian. Penelitian dan pengembangan agroforestry. Laboratorium lapangan untuk kegiatan pendidikan dan penelitian. Pembangunan demplot teknologi silvikultur intensif untuk pengembangan agroforestry. Mempercepat penemuan atau perakitan teknologi tepat guna berdasarkan penguasaan PTEK dan menyebarluaskan hasil penelitian, khususnya masyarakat petani. Pemanfaatan lahan milik Unsil untuk kegiatan penelitian BPTA sesuai MOU yang disepakati. 134

145 NO. MITRA KERJASAMA CAKUPAN/MATERI KERJASAMA DURASI SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN Meningkatkan peran serta mitra kerjasama dalam konteks pengembangan agroforestry. 3. PT Holcim Tbk Indonesia Pembangunan hutan kota 2 tahun Pembangunan hutan kota di areal PT Holcim seluas ± 10 ha Perbaikan proposal dan penyusunan draft MoU XVI. Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan Bogor 1. Perum Perhutani Unit III Jawa Ijin penggunaan lahan yang terletak Barat di RPH Jagabaya BKPH Parung Panjang Rencana selama 20 tahun (1996 s/d ) Pembangunan kebun benih tanaman kehutanan dan klonal guna menghasilkan kebun benih yang bermutu Pengamanan hutan penelitian Pembuatan tata batas Penjarangan tata batas Penjarangan jenis Accacia mangium dan A.crassicarpa 2. Dinas Kehutanan Kab. Garut dan Desa Neglasari Kec. Limbangan Izin penggunaan lahan di Desa Neglasari Kec. Limbangan 5 tahun (10 Juni 2013) Pembangunan sumber benih Pengamanan hutan penelitian Penanaman jabon putih XVII. Balai Penelitian Teknologi Konservasi Sumberdaya Alam Samboja 1. PT. Singlurus Penelitian uji coba penanaman jenisjenis lokal untuk rehabilitasi lahan bekas tambang batubara dan penelitian perbaikan kualitas tanah bekas tambang dengan bahan organik 5 tahun Mengetahui jenis-jenis lokal yang dapat digunakan untuk rekalamasi lahan pasca tambang batubara Mengetahui jenis dan dosis terbaik bahan organik yang cocok untuk pertumbuhan nyawai pada lahan pasca tambang batubara Obeservasi keanekaragaman jenis burung di areal plot penelitian Mengumpulkan data lanjutan XVIII. Balai Penelitian Tanaman Serat Kuok 1. BBPK Bandung Pengolahan pulp dan kertas 1 tahun Data analisis pulp dan kertas Selesai sesuai target 2. UPT Benih Rehabilitasi dan Konservasi Hutan, Dinas Kehutanan Provinsi Riau. Pemanfaatan KHDTK Kepau Jaya 5 tahun Terjaga dan terkelolanya KHDTK Kepau Jaya Pembuatan demplot arboretum dan sumber benih Penanaman demplot arboretum dengan jenis: bintangur, jabon, hopea, naga laut dan meranti 135

146 Lampiran 14. Kerjasama Penelitian Luar Negeri Badan Litbang Kehutanan Tahun 2013 NO. MITRA KERJASAMA/ DURASI CAKUPAN/MATERI KERJASAMA I. Pusat Litbang Konservasi dan Rehabilitasi 1. Follow up research on rehabilitation of degraded forest and land (Indonesia- Komatsu Indonesia) (Ir. Atok Subiakto,M.App,Sc.) Produksi bibit stek jenisjenis dipterokarpa dan rehabilitasi lahan 2 tahun (2013 s/d ) SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN Melaksanakan penelitian lanjutan di bidang rehabilitasi lahan terdegradasi menggunakan jenis-jenis dipterokarpa (meranti) dan menyebarluaskan teknologi stek pucuk kesektor kehutanan Telah diproduksi bibit stek sebanyak ± bibit telah disalurkan keberbagai institusi, antara lain : PT.Adaro Indonesia, PT.KMSI, OISCA Training Centre Sukabumi Fahutan IPB, dll Fasilitas KOFFCO telah digunakan untuk magang dan penelitian para mahasiswa IPB serta dukungan tekniske institusi-institusi pemerintah lainnya Telah menghadiri pertemuan koordinasi Pengelolaan PHLN 211 di Yogyakarta dan Bogor Berpartisipasi pada acara INAFOR (Desember 2011) Terbangun plot konservasi gemor, ulin dan eboni di KHDTK Carita Diperoleh data pengukuran dari plot yang telah dibangun Menghadiri rekonsiliasi PHLN di Gedung Manggala Membangun model unit pembuatan pupuk organic Telah diselesaikan pembangunan rumah genset uk. 2.5m x 2.5m Perbaikan plafon ruang meeting Menghadiri sosialisasi pendampingan triwulan I dan pengelolaan PHLN Menghadiri sosialisasi peraturan menteri keuangan no 190/PMK 05/2012 Mengikuti sosialisasi permenhut no. 19/Menhut- II/2013 di gedung Manggala Mengikuti sosialisasi inhouse training dan rekon hibah semester I di menara peninsula hotel 136

147 NO. MITRA KERJASAMA/ DURASI 2. Support to ITTO-CITES Implementation for Tree Species and Trade/ Market Transparency (TMT) The assessment of Ramin Plantation requirement and the Establistment of Ramin Genetic Resources Conservation Gardens CAKUPAN/MATERI KERJASAMA - Rehabilitasi dan penanaman ramin - Meningkatkankeberhas ilan implementasi CITES - Mendorong upaya konservasi ramin 1 tahun September 2012 s/d Desember 2013 SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN 1.Teridentifikasinya lokasi penanaman ramin di Sumatera Mengikuti evaluasi pelaporan triwulan dan laporan monitoring di menara peninsula hotel Pembuatan plot uji konservasi 5 jenis dipterocarpa dan pengukuran plot uji jenis dipterocarpa Eksplorasi ke Pulau Mursala Mendapatkan Materi Genetik Jenis Dipterocarpus cinereus (Lagan Beras) Pengumpulan Anakan dan bahan Stek jenis-jenis Dipterocarpa dan Non Dipterocarpa baik yang masuk maupun yang tidak masuk IUCN Redlist di Pulau Natuna Pengumpulan Anakan dan bahan Stek jenis-jenis Dipterocarpa dan Non Dipterocarpa baik yang masukmaupun yang tidak masuk IUCN Redlist di Pulau Bintan dan Batam Mengikuti Sosialisasi Pengaturan Pengelolaan Keuangan dan Pengadaan Barang Puslitbang Konservasi dan Rehabilitasi di Hotel Puri Avia Cipayung Pengumpulan anakan dan bahan stek jenis-jenis dipterocarpa dan non dipterocarpa baik yang masuk maupun yang tidak masuk IUCN Redlist di Kepulauan Maluku Pembibitan jenis terancam punah (list IUCN) dipersemaian Puskonser Bogor % 137

148 NO. MITRA KERJASAMA/ DURASI a. ITTO CITES-2 b. 1 (satu) tahun (September 2012 Agustus 2013) c. USA, Jepang, Korea dan Australia d. International Tropical Timber Organization (ITTO) (Ir. Tajudin E.K, M.Sc) 3. Removing Barriers to Invasive Species Management in Production and Protection Forest in South East Asia UNEP-GEF Project - Indonesia Programme (GEF Trust Fund Project 0515) (Dr. Titiek Setyawati, MSc ) CAKUPAN/MATERI KERJASAMA Manajemen invasif spesies pada hutan produksi dan konservasi 3 tahun 1 July November 2015 SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN 2. Teridentifikasinya lokasi penanaman ramin di Kalimantan 3.Teridentifikasinya jumlah bibit yang dibutuhkan untuk penanaman 4.Produksi stek pucuk ramin di Sumatera dan Kalimantan 5.Penanaman bibit ramin di Sumatera dan Kalimantan 1. Establishing National Policy and Institutional Framework 2. Regional Cooperation in South East Asia 3. National capacity building and Institutional support 4. National Pilots on the prevention, control and management of priority forests IAS 5. National and regional information and awareness program 6. Establish and implement project M&E Plan % % % % Draft STRANAS Draft Pedoman (Giude Book) jenis tumbuhan asing invasive di Indonesia Survey IAS di 4 lokasi TN di Jawa (Alas Purwo, Meru Betiri, Halimun-Salak dan Gunung Merapi) Draft analisa resiko untuk IAS tumbuhan 4 (empat) orang mahasiswa telah menyelesaikan riset dan dalam proses pembuatan naskah ilmiah dan persiapan maju siding di UNILA Percobaan aplikasi herbisida dan eradikasi do kedua lokasi plot sudah menunjukkan hasil dan ukuran contoh akan diperluas Pelatihan tentang Analisa Resiko Lingkungan, Deteksi Dini dan Respon Cepat sudah dilaksanakan bekerjasama dengan BIOTROP 138

149 NO. MITRA KERJASAMA/ DURASI 4. Promoting concervation of plant genetic resources of Aquilaria and Gyrinops species in Indonesia (Ir. Didik Purwito, M.Sc) CAKUPAN/MATERI KERJASAMA 1. Melakukan kajian eksplorasi terhadap status taksonomi dan populasi jenis-jenis Aquilaria dan Gyrinops 2. Melaksanakan workshop teknis untuk membahas hasil kegiatan no.1 3. Melakukan tinjauan terhadap konservasi in-situ dan eks-situ jenis-jenis Aquilaria dan Gyrinops 4. Melaksanakan diskusi dengan berbagai pihak dalam rangka pembangunan kebun konservasi jenis2 penghasil gaharu 5. Pembangunan awal kebun konservasi jenis-jenis Aquilaria dan Gyrinops 1 tahun (Oktober 2013 September 2014) SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN 1. Status populasi dan taksonomi spesies Aquilaria dan Gyrinops 2. Pembangunan awal genepool beberapa Aquilaria dan Gyrinops Workshop persebaran dan data base IAS telah dilaksanakan di Fakultas Kehutanan, IPB, Dramaga Kehadiran dan keikutsertaan dalam beberapa seminar/workshop domestic dan intersioanl International Steering Committee meeting di Hanoi dan Vietnam Bahan2 untuk kampanye (poster, film, flyer dll) Nomor register Persetujuan rekening Pembukaan rekening Penunjukkan TAC Penunjukkan Tenaga ahli nasional. Penunjukkan sekretaris kegiaan Pertemuan awal persiapan kegiatan Pertemuan persiapan kegiatan 1.1. dan 2.3. Identifikasi lokasi pengambilan bibit/benih gaharu Pertemuan pembahasan workplan dan persiapan pengambilan data lapangan kegiatan 1.1., 2.1, dan 2.3 Ekplorasi dan pengambilan bibit dan biji gaharu ke Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Pembuatan persemaian gaharu Ekplorasi dan pengambilan bibit dan biji gaharu ke Nusa Tenggara Timur Ekplorasi dan pengambilan bibit dan biji gaharu ke Kalimantan Timur Melaksanakan survei peninjauan calon lokasi kebun konservasi gaharu Menyusun laporan perkembangan kegiatan 139

150 NO. MITRA KERJASAMA/ DURASI CAKUPAN/MATERI KERJASAMA II. Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan Pengolahan Hasil Hutan 1. ACIAR Improving added value Tujuan pelaksanaan : and small medium enterprises capacity in the utilisation of plantation timber for furniture production in Jepara Region III. Pusat Litbang Peningkatan Produktivitas Hutan 1. ACIAR - ICRAF Pengembangan HHBK di Indonesia 2. KFRI (Korea Forest Research Institue) Bioteknologi, untuk jenisjenis lokal dalm peningkatan produktivitas hutan SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN Meningkatkan nilai tambah pemanfaatan kayu dari hutan tanaman sebagai bahan baku mebel di IKM Jepara Output yang diharapkan : Peningkatan nilai tambah pemanfaatan kayu dari hutan tanaman sebagai bahan baku mebel di IKM Jepara Indikator Kinerja Output : Meningkatnya pemanfaatan kayu dari hutan tanaman sebagai bahan baku mebel di IKM Jepara Kegiatan pokok : Penelitian di lapangan, penelitian di laboratorium, pelatihan dan pendampingan bagi IKM mebel kayu di Jepara serta kunjungan peneliti ke Australia - Teridentifikasi dan terbangunnya model pengembangan HHBK di Indonesia Model Usaha Pengembangan HHBK di Indonesia 5 tahun ( ) 1. Pemanfaatan jenis lokal dalam kegiatan penanaman di lahan basah. 2. Penerapan bioteknologi dalam produk tanaman melalui percepatan perkembangan biakan & modifikasi organisme hidup(imo) 3. Penyusunan strategi pembiakan varitas baru Kegiatan penelitian yang telah dilaksanakan Pendampingan cara mengeringkan kayu yang baik terhadap IKM mebel di jepara Penelitian awal praktek pelengkungan kayu Kajian pengawetan kayu di Jepara Pengadaan kompetisi desain mebel kayu tingat Jawa Tengah dan DIY (Juli-Agustus 2013) Pelatihan konstruksi mebel kayu (Semarang, 2-3 Maret 2013) Pelatihan penentuan biaya produksi mebel kayu (Jepara, 23 Maret 2013) Pelatihan finishing kayu(semarang, Juni 2013) Pelatihan pelengkungan kayu (31 Agustus-1 September 2013) Pelatihan pengepakan produk mebel kayu (Semarang, 28 September 2013) Pelatihan pengeringan kayu (Jepara, 9 September 2013) Kajian Impact assesment dampak proyek terhadap masyarakat Pengembangan HHBK di lombok NTB, Sumbawa Coacing enumerator, penentuan sampling frame di Desa Mangkung Household survey di 2 dusun: Desa mangkung, Lombok Tengah Penyusunan Laporan 140

151 NO. MITRA KERJASAMA/ DURASI 3. ITTO (International Tropical Timber Organization) CAKUPAN/MATERI KERJASAMA Model peningkatan kapasitas dalam pemanfaatan sumberdaya bamboo yang effisien dan lestari di Indonesia. IV. Pusat Litbang Perubahan Iklim dan dan Kebijakan 1. FCPF World bank (On FCPF Readiness Fund Budget On Treasury Grant: REDD+ Readiness Preparation Grant No. TF ID 2. Kerjasama ACIAR Improving Governance Policy and Institution Arrengements To REDD s/d Desember 2013 Improving Governance, Policy,and Institution Arrangement to Reduce Emission from Deforestation and Degradation (REDD) SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN 3 Tahun (Nov-Okt 2013) Terbangunnya Kapasitas Kelembagaan dalam pengembangan dan Pemanfaatan Bambu di Indonesia Inception meeting dan YPO (Yearly Plan Operation) Koordinasi dengan Pemkab Bangli Revisi DIPA ,5 tahun (2011 s/d 2014) 25 Maret Maret 2013 Penyediaan teknologi dasar dan terapan silvikultur, pengolahan hasil hutan, konservasi alam dan social ekonomi guna mendukung pengelolaan hutann lestari sebanyak 25 judul Penyediaan teknologi dasar dan terapan, silvikultur, pengolahan hasil hutan, konservasi alam dan sosial ekonomi guna mendukung pengelolaan hutan lestari sebanyak 25 judul Telah dilaksanakan workhop PSP di 4 Provinsi. Sehingga workshop yang belum dilaksanakan kurang satu provinsi lagi. Kegiatan training dan penelitian di beberapa daerah mulai berjalan Pembangunan PSP sedang berjalan Alih teknologi pembangunan PSP dan penghitungan cadangan karbon hutan Lokakarya strategi monev PSP di tingkat Propinsi Pembahasan pelaksanaan PSP di hotel Aston Penyerahan GPS dan PC kepada pelaksana PSP di daerah Pembahasan draft laporan akhir setiap kegiatan FCPF Penyusunan laporan akhir kegiatan dan keuangan Sharing of ACIAR project implementation among FORDA researcher and project manager Seminar on Involving of local community in payment scheme for carbon emission reduction from land use change and forest degradation (REDD+) in Indonesia tanggal 9 Februari 2012 Final repot on Analysis of problems and stakeholders influencing the timber supply chain in production forests and land clearing permits has been submitted Participating on national REDD+ training design by the Center for Forestry Training and Education April June

152 NO. MITRA KERJASAMA/ DURASI 3. Kerjasama ACIAR Overcoming Constraints to Communit Based Commercial Forestry in Indonesia s/d Desember Pelaksanaan Kerjasama ACIAR Facilitating and Deepening Democracy for Improving Local Forest Governance The case in Wonosadi Customary Forest CAKUPAN/MATERI KERJASAMA Overcoming Constraints to Community-Based Commercial Forestry in Indonesia Facilitating and Deepening Democracy for Improving Local Forest Governance The case in Wonosadi Customary Forest SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN 4 tahun (2011 s/d 2015) Penyediaan teknologi dasar dan terapan silvikultur, pengolahan hasil hutan, konservasi alam dan sosial ekonomi guna mendukung pengelolaan hutan lestari Mei - Desember 2013 (13) Penyediaan teknologi dasar dan terapan silvikultur, pengolahan hasil hutan, konservasi alam dan sosial ekonomi guna mendukung pengelolaan hutan lestari Pembahasan Consep Note ACIAR tanggal 18 Juli 2012 Steering Committee Meeting Tanggal 24 Agustus 2012 Pertemuan sharing hasil penelitian bersama Prof. Luca Tacconi. Pencetakan Publikasi Policybiref Pembahasan Publikasi Proyek ACIAR FST 2007/052 Pencetakan Buku2 Kegiatan Proyek ACIAR FST 2007/052 Pencetakan Buku Kegiatan Proyek Aciar tahun 2012 Workshop Arsitektur REDD Yuridiction Penyusunan laporan akhir kegiatan dan keuangan Pelaksanaan kegiatan penelitian, analisis data dan penulisan laporan untuk Research Task #2 dan #3 (Januari April 2013) Pelaksanaan workshop hasil penelitian dari Research Task #2 dan #3 Pelaksanaan pertemuan tahunan, diskusi dan desain metode untuk Research Task #4, dan workshop penulisan ilmiah pada Agustus- September 2013 Pencetakan publikasi Brief Info No.4/2013 berjudul Research Task #1 Results: Summary of Social Dimension Analysis Penyusunan laporan kegiatan akhir dan keuangan Penelitian lapangan di Selopuro, Wonogiri telah dilaksanakan dan 23 September-29 September 2013 penelitian lapangan kedua di Wonosadi, Kabupaten Gunung Kidul Penyusunan laporan akhir Finalisasi draft jurnal 142

153 NO. MITRA KERJASAMA/ DURASI 5. Kerjasama ITTO - Marubeni tentang Feasibility Study for bilateral offset scheme FY Pelaksanaan Kerjasama ITTO - Tropical forest conservation for reducing emission from deforesta-tion and enhancing carbon stocks in Meru Betiri National Park CAKUPAN/MATERI KERJASAMA REDD+ Feasibility Study for the Bilateral Offseet Scheme FY 2012 in Central Kalimantan, Indonesia Tropical Forest Conservation for Reducing Emissions from deforestation and forest degradation and Enhancing Carbon stocks in Meru Betiri National Park, Indonesia 1 tahun ( 2012 s/d 2013) 4 tahun (2010 s/d 2013) SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN Penyediaan teknologi dasar dan terapan silvikultur, pengolahan hasil hutan, konservasi alam dan sosial ekonomi guna mendukung pengelolaan hutan lestari Sasaran utama proyek: (1) Pemerintah Pusat (Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup); (2) Masyarakat lokal yang hidup di dalam dan sekitar TNMB; (3) Pengelola TNMB; (4) Pemerintah Propinsi dan Kabupaten yang berkaitan dengan TMB; (5) Dinas Kehutanan Propinsi dan Kabupaten; (6) Lembaga Penelitian; (7) Universitas; (8) LSM Melakukan review stratifikasi lahan gambut Melakukan analisis cadangan karbon total Melakukan estimasi faktor emisi dan reduksi emisi neto Melakukan pemetaan penggunaan lahan secara partisipatip bersama masyarakat Membangun sistem agroforestry serta praktek pengelolaan lahan yang lestari Laporan akhir Activity Scale up lessons learnt and good practices gained and disseminate them (telah dilaksanakan pada tanggal 4 april 2013) Activity Conduct awareness raising programme (telah dilaksanakan pada tanggal April 2013) Activity Enhance community level institutions to reduce illegal logging and empower them (telah dilaksanakan pada tanggal mei 2013) Activity Set up institutional system for monitoring forest carbon stocks (tahap pelporan) Activity Identify measures to enhance the sustainable emissions reductions and enhancement of carbon stocks in the MBNP (tahap pelporan) Financial Audit (bulan februari-maret 2013) Project Technical Meeting (14 februari 2013) The fifth PSC Meeting (20 februari 2013) Melakukan pelatihan bagi tokoh masyarakat, polisi dan staf pemerintahlokal lainnya untuk perlindungan TNMB Mengembangkan sistem kelembagaan untuk pemantauan cadangan karbon hutan. Site Visit ke TN Meru Betiri Penyusunan brief info dan technical report 143

154 NO. MITRA KERJASAMA/ DURASI CAKUPAN/MATERI KERJASAMA V. Balai Besar Penelitian Dipterokarpa Samarinda 1. ITTO Konservasi genetik tengkawang Sosial ekonomi masyarakat lokal 2. Kesepahaman antara B2PD dan TNC 3. Nota Kesepahaman (MoU) CIFOR 1. Mengumpulkan dan berbagi data pada pohon dan akar untuk mengembangkan model alometrik untuk hutan dipterokarpa 2. Mengumpulkan dan berbagi data stok karbon di Kalimantan Timur 3. Penerbitan hasil-hasil emuan dalam jurnal internasional 1. Mengumpulkan dan membagi data pada pohon dan akar untuk mengembangkan model alometrik untuk hutan dipterokarpa 3 tahun ( 2011 s/d 2014) 2 Tahun (2012 s/d 2014) 2 tahun (2012 s/d 2014) SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN Konservasi keanekaragaman hayati Dipterokarpa khususnya jenis Tengkawang dan penghidupan masyarakat lokal meningkat Menanggulangi proses menurunnya keragaman genetik Tengkawang di Kalimantan Kegiatan penelitian perhitungan karbon hutan yang berlokasi di Kabupaten Berau dan kabupaten-kabupaten yang berbatasan dengan kabupaten Berau dalam rangka mendukung program Karbon Hutan di Kabupaten Berau yang merupakan program kemitraan antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan mitra lainnya. 1. Survey potensi untuk periapan pembangunan plot insitu tengkawang dan pengambilan materi genetic untuk uji DNA tengkawang di Malnau, Kalmantan Utara. 2. Penerbitan buku panduan lapangan identifikasi tengkawang. 3. Pertemuan teknis lokal membahas evaluasi dan monitoring kegiatan proyek ITTO di lingkup Kementerian Kehuatanan. 4. Pembangunan model koperasi desa. Persiapan pembangunan koperasi desa Kabupaten Sanggau dan Sekadau di Kalimantan Barat. 5. Pelaksanaan Pertemuan ITTO Project steering comitee (PSE) ITTO PD. 586/10/Rev 1 CF 1. Pengumpulan dan pembagian data biomassa pohon dan akar dalam rangka pengembangan persamaan allometrik hutan Dipterokarpa 2. Pengumpulan dan pertukaran data tentang stok karbon di Kalimantan Timur Mengumpulkan dan membagi data stok karbon di Kalimantan Timur khususnya pada hutan tanaman dipterokarpa. 1. Pengumpulan dan pembagian data biomassa pohon dan akar dalam rangka pengembangan persamaan allometric hutan Dipterokarpa 2. Pengumpulan dan pertukaran data tentang stok karbon di Kalimantan Timur 144

155 NO. MITRA KERJASAMA/ DURASI CAKUPAN/MATERI KERJASAMA 2. Mengumpulkan dan membagi data stok karbon di Kalimantan Timur 3. Membantu dalam penerbitan jurnal internasional VI. Balai Besar Penelitian Bioteknologi Tanaman Hutan Jogjakarta 1. ACIAR Project The Forestry Research and Development Agency of the Ministry of Forestry (FORDA)//The Australian Centre for International Agricultural Research ACIAR) No. FST/2009/051 Increasing Productivity and Profitability of Indonesian Smallholder Plantations. 3 tahun (2011 s/d 2014) SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN Peningkatan produktivitas dan manfaat penanaman tanaman kayu melalui pemilihan spesies target, pemupukan dan pengendalian penyakit jamur busuk akar Kegiatan Januari 2013: Pembuatan media agar miring MEA + sawdust sebanyak 250 dan media agar MEA dalam petridish disposable sebanyak 650an buah Subkultur koleksi isolat-isolat yang sudah mulai mengering (drying up) dan yang terkontaminasi jamur ataupun bakteri ke dalam media petridish baru Subkultur koleksi isolat untuk kode Logas (LS), treatment T1-T3 ke dalam media penyimpanan bentuk agar miring Entry data untuk isolat-isolat hasil subkultur dan perubahan database sesuai dengan kondisi isolat yang ada Kegiatan Februari 2013 : Pembuatan media agar miring MEA + sawdust sebanyak 320 dan media agar MEA dalam petridish disposable sebanyak 300an buah Subkultur koleksi isolat-isolat yang sudah mulai mengering (drying up) dan yang terkontaminasi jamur ataupun bakteri ke dalam media petridish baru Subkultur koleksi isolat untuk kode Logas (LS), treatment T4 ke dalam media penyimpanan bentuk agar miring Entry data untuk isolat-isolat hasil subkultur dan perubahan database sesuai dengan kondisi isolat yang ada 145

156 NO. MITRA KERJASAMA/ DURASI CAKUPAN/MATERI KERJASAMA VII. Balai Penelitian Kehutanan Makassar 1. ACIAR Overcoming constraints to community-based commercial forestry in Indonesia SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN Identifikasi sampel dari company-partner berupa inokulum blok dan tubuh buah jamur yang tumbuh pada inokulum blok Kegiatan Maret 2013 : Monitoring ke Riau Pemeliharaan kultur sampai tahap penyimpanan dan persiapan pairing test untuk jamur antagonis Dilakukan monitoring kegiatan dan plot penelitian di PT. RAPP dan PT. Arara Penyusunan draft SOP inokulasi jamur dan uji antagonistik terhadap tanaman HTI Penanaman plot uji silvikultur Acacia auriculiformis dan Acacia mangium di Petak 93 KHDTK Gunung Kidul Isolasi dan sub kultur jamur yang sudah dikoleksi pada kegiatan sebelumnya Dilakukan monitoring kegiatan dan plot penelitian di PT. RAPP dan PT. Arara Penyusunan draft SOP inokulasi jamur dan uji antagonistik terhadap tanaman HTI Penanaman plot uji silvikultur Acacia auriculiformis dan Acacia mangium di Petak 93 KHDTK Gunung Kidul Isolasi dan sub kultur jamur yang sudah dikoleksi pada kegiatan sebelumnya 5 tahun (2010 s/d 2015) Pelaksanaan Reseach Task2 Forestry Silvelihard Pelaksanaan Reseach Task3 Value Chim Analysis Workshop 4 Finalisasi dtaft laporan research Task 2 & 3 Review (mid-term) kegiatan ACIAR di Yogyakarta. 146

157 NO. MITRA KERJASAMA/ DURASI CAKUPAN/MATERI KERJASAMA 2. ICRAF Agroforestry dengan aplikasi teknologi biorehabili-tasi lahan di Kab. Bulukumba VIII. Balai Penelitian Kehutanan Manado SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN 2013 Penentuan lokasi plot penelitian yang akan diaplikasikan dengan teknologi biorehabilitasi lahan Penanaman tanaman pangan (jagung, kacang dan kedelai) pada plot tegakan gmelina. SEAMEO BIOTROP Konservasi Flora dan Fauna IX. Balai Penelitian Teknologi Hasil Hutan Bukan Kaytu Mataram 2 tahun Terselenggaranya Konservasi flora dan fauna langka endemik walace Kegiatan telah berjalan dan sekarang sudah pada tingkat analisis hormon Anoa melalui Fases 2. ACIAR-CIFOR-FORDA (NTB dan NTT) Project Title: Development of timber and NTFP Production and Market Strategies for Improvement of Smallholders Livelihoods in Indonesia X. Balai Penelitian Kehutanan Banjarbaru 1. Komatsu. Ltd Pembiakan vegetatif metode KOFFCO 2. Sumitomo. Corp Research to the Trial of Agroforestry System and the Monitoring of the Natural Regeneration after forest fire on peatland 3. 4 tahun (2013 s/d 2017 Mengembangkan dan implementasi system integrasi produksi kayu dan non kayu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal Mengidentifikasi dan meningkatkan strategi pasar dan tata niaga untuk meningkatkan jaringan pasar kayu dan non kayu untuk petani (produsen) Menganalisa dan memperbaiki kerangka kebjakan (Intervensi kebijakan) untuk menfailitasi produksi petani dan integrasi pemsaran kayu dan non kayu 2005 s/d 2013 Dapat dikembangkan teknologi produksi bibit system KOFFCO utk jenis yang sulit diperoleh bibitnya 2012 s/d 2014 Diketahuinya data ketinggian muka air pada gambut pada areal bekas kebakaran Dikembangkannya system agrofores-try di lahan gambut dengan model yg sudah diterapkan masyarakat Diketahuinya data suksesi merapat dan garunggang pada arealbekas kebakaran Pelaksanaan survey lapangan dalam penentuan lokasi kegiatan. Pelaksanaan kegiatan diputuskan untuk dilaksanakan di Desa Mangkung, Kec. Praya Barat Daya, Kab. Lombok Tengah. Sudah dilaksanakan pre-survey menjelang pelaksanaan base line survey pada awal tahun Diketahuinya jenis yang dapat dikembangkan dengan pembiakan vegetative (stek) Pemetaan tapak sebagai informasi untuk persiapan lahan/manipulasi lingkungan untuk kegiatan rehabili-tasi pada lahan gambut bekas kebakaran yg suksesi alamnya adalah ramin dan gerunggang Pengembangan syatem agroforestry di lahan gambut 147

158 NO. MITRA KERJASAMA/ DURASI 4. Puspijak dan Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) : REDD + Readness Preparation 5. ITTO (The developpment of integrated pet and diseases management Gaharu CAKUPAN/MATERI KERJASAMA Pembuatan PSP untuk mendukung MRV sttok karbon hutan di Kalteng XI. Balai Penelitian Kehutanan Palembang 1. ITTO Promoting The Partnership Efforts to Reduce Emission From Deforestation and Forest Degradation of Tropical Peatland in South Sumatra Through The Enhancement of Conservation and Restoration Activities SASARAN YANG AKAN DICAPAI KEMAJUAN PELAKSANAAN Agustus Desember 2013 Terbangunnya PSP di KHDTK Tumbang Nusa PSP (Permanen Sample Plot) sejumlah 18 buah 2014 Terbangunnya database tentang hama dan penyakit gaharu Diketahuinya teknik pengendalian dan pencegahan hama dan penyakit gaharu Database tentang hama dan penyakit gaharu Teknik pengendalian dan pencegah-an hama dan penyakit gaharu Rehabilitasi, restorasi dan konservasi hutan rawa gambut dalam kerangka REDDES di Sumatera Selatan 1. Seting kelembagaan untuk pencegahan deforestasi dan degradasi hutan rawa gambut 2. Penerapan dan penyebarluasan teknologi yang aplikabel untuk restorasi dan rehabilitasi hutan rawa gambut Mengumpulkan dan pemperbanyak bibit tanaman untuk kegiatan rehabilitasi dan restorasi hutan rawa gambut (5 jenis pohon unggulan rawa gambut 148

159 Lampiran 15. Kemajuan Proses/Perencanaan Kerjasama Baru (Dalam dan Luar Negeri) Tahun 2013 A. Kerjasama Dalam Negeri NOMOR URAIAN KEGIATAN KEMAJUAN PELAKSANAAN I. Pulitbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan 1. Perum Perhutani Unit III KPH Banten, Pengembangan teknologi pengangkutan kayu dengan skyline pada skala operasional tebangan di KPH Banten Penyusunan TOR Pertemuan dan penyusunan naskah kesepakatan kerjasama II. Pusat Litbang Peningkatan Produktivitas Hutan 1. Puslitbang Perum Perhutani Cepu Proses penandatangan Perjanjian Kerjasama 2. Pemerintah Daerah Pacitan Jawa Timur Diskusi dan Identifikasi Kegiatan dan Pengembangan yang akan dilakukan 3. Pemerintah Daerah Prop. Sulawesi Utara, Pemda Tomohon Kelompok Tani Pelatihan persuteraan alam untuk petani di Pangolombian, Tomohon 4. Pemerintah Daerah Kabupaten Malang Dilaksanakan pertemuan dan diskusi multi pihak dalam pengembangan bambu di Kab. Malang dan sekitarnya 23 OKtober Balai Besar Bioteknologi Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta 6. Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Judul Kegiatan : Pembangunan Penelitian Plot Konservasi Genetik Tanaman Hutan Penyusunan draft Perjanjian Kerjasama dan Kerangka Acuan Memproses surat ke Dishutbun Provinsi DIY nomor : S.0678/VIII/BBPBPTH-2/2012 tanggal 3 Oktober 2012 tentang Kerjasama Penelitian Memproses surat ke Dishutbun Provinsi DIY nomor : S.0751/VIII/BBPBPTH-2/2012 tanggal 12 Nopember 2012 tentang Kerjasama Penelitian Perjanjian Kerjasama telah ditandatangani oleh Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan DIY Memproses Nota Dinas dari Kabid DIK ke Kababes Nomor ND.114/VII/DIK/2013 tanggal 17 Juli 2013 tentang Kerjasama Penelitian Pembangunan Plot Penelitian Konservasi Genetik Tanaman Hutan Pembahasan Perjanjian Kerjasama Penelitian Pembangunan Plot Penelitian Konservasi Genetik Tanaman Hutan Finalisasi draft Perjanjian Kerjasama Penelitian Pembangunan Plot Penelitian Konservasi Genetik Tanaman Hutan 149

160 NOMOR URAIAN KEGIATAN KEMAJUAN PELAKSANAAN 7. Kerjasama pengembangan benih unggul Acacia mangium dan Jabon dengan Pemkab Pacitan Penjajagan kerjasama di Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Pacitan dan PT. Linggarjati Mahardika Mulya (LMM) serta melihata kondisi hutan rakyat di Kabupaten Pacitan Koordinasi secara non formal dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Pacitan melalui Kabid Kehutanan Menindaklanjuti dengan mengirimkan surat penawaran kerjasama kepada Dinas Kehutanan Kab. Pacitan Persiapan penyemaian jenis Acacia mangium sebanyak 9000 batang dan jenis Jabon sebanyak 6000 batang. Penyusunan draft Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerjasama Pembangunan Plot Kebun Benih dan Pengembangan hasil Pemuliaan di Hutan Rakyat antara BBPBPTH dan Dishutbun Kabupaten Pacitan Pemeliharaan semai Jabon dan Acacia sebanyak bibit di persemaian BBPBPTH berupa penyiangan, penyiraman, pemupukan dan penyemprotan pestisida Komunikasi intensif dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Pacitan dalam hal rencana kegiatan pengembangan jenis Acacia dan Jabon di Kab. Pacitan Mendampingi Tim Kerjasama Pusprohut dalam rangka kerjasama penelitian silvikultur hutan rakyat dan pengendalian hama penyakit Pertemuan dengan Bupati Kabupaten Pacitan dalam rangka pemantapan lokasi calon kebun benih Acacia mangium dan Jabon merah di lokasi milik Dinas Pertanian Kab. Pacitan Koordinasi penyusunan TOR, MoU dan Perjanjian Kerjasama melalui dan pos dengan Pemda Pacitan Pemeliharaan semai Jabon dan Acacia sebanyak bibit di persemaian BBPBPTH berupa penyiangan, penyiraman, pemupukan dan penyemprotan pestisida Terbangunnya Kebun Benih A. amngium dan jabon Merah seluas 2.25 ha Pelabelan bibit yang akan ditanam dsebagai plot kebun benih sebanyak 2500 bibit yang terdiri dari jenis acacia mangium dan jabon merah Pengeplotan untuk penentuan blok untuk calon lokasi kebun benih 150

161 NOMOR URAIAN KEGIATAN KEMAJUAN PELAKSANAAN Supervisi penanaman berupa penentuan titik ajir Pemasangan ajir Penanaman bibit Acacia mangium dan Jabon merah untuk pembangunan kebun benih di desa Pring Kuku, Kecamatan Wunung Kab. Pacitan Jawa timur sebanyak bibit, Penandatanganan kerjasama MoU antara Kepala BBPBPTH dengan Bupati Pacitan pada tanggal 13 Desember 2013 Penyerahan kebun benih Acacia mangium dan jabon merah yang telah dibangun. Penyerahan bibit sebanyak bibit Acacia mangium dan 2000 jabon merah kepada masyarakat di dua desa di Kab. Pacitan Pemeliharaan bibit Jabon dan Acacia untuk bahan sulaman kegiatan pengembangan di Pacitan Supervisi penanaman bibit unggul di hutan rakyat di Desa Ketepung, Wonogondo, Pringkuku dan Tambak rejo di Kab Pacitan 8. Dinas Kehutanan dan Konservasi Provinsi Papua Judul Kegiatan: Pembangunan Tegakan Provenan Jenis Sengon (Falcataria moluccana) Pembangunan Kebun Benih Jenis Acacia mangium dan Acacia crassicarpa Memproses surat balasan dari surat Kepala Dinas Kehutanan dan Konservasi Provinsi Papua Nomor : 522/2941 tanggal 10 Juni 2013 perihal Tindak Lanjut Proposal Kerjasama Penelitian Pembangunan Kebun Benih Provenan Jenis Falcataria moluccana Penyusunan draft Perjanjian Kerjasama Pembangunan Tegakan Provenan Jenis Sengon (Falcataria moluccana) Finalisasi draft Perjanjian Kerjasama Pembangunan Kebun Benih Provenan Jenis Falcataria moluccana Penyusunan draft MTA untuk penyerahan materi genetik sesuai rencana kerjasama Pembangunan Tegakan Provenan Jenis Falcataria moluccana Memproses surat balasan dari surat Kepala Dinas Kehutanan dan Konservasi Provinsi Papua Nomor : 522/2942 tanggal 10 Juni 2013 tentang Permohonan Materi Genetik Jenis Acacia mangium dan Acacia crasicarpa Penyusunan draft Perjanjian Kerjasama Pembangunan Kebun Benih Jenis Acacia mangium dan Acacia crassicarpa Finalisasi draft Perjanjian Kerjasama Pembangunan Kebun Benih Jenis Acacia mangium dan Acacia crassicarpa Penyusunan draft MTA untuk penyerahan materi genetik sesuai rencana kerjasama Pembangunan Kebun Benih Jenis Acacia mangium dan Acacia crassicarpa Penandatanganan PKS Pembangunan Kebun Benih Provenan jenis F,moluccana pada tanggal 23 Nopember

162 NOMOR URAIAN KEGIATAN KEMAJUAN PELAKSANAAN III. Balai Besar Penelitian Dipterokarpa Samarinda 1. Perjanjian kerjasama antara B2PD, Dinas Kehutanan Malinau dan Kelompok Inventarisasi dan pemetaan potensi Tengkawang, di Desa Tani Mitra Alam tentang Penelitian dan Pengembangan dalam rangka Kuala Lapang Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau, penunjukan plot konservasi In-situ tengkawang di Kabupaten Malinau, Propinsi Kalimantan Utara Propinsi Kalimantan Utara 2. Perjanjian kerjasama antara B2PD, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Kapuas Hulu dan People Recoucer and Conservation Fundation Indonesia tentang Penelitian dan Pengembangan dalam rangka pembentukan model koperasi desa berbasis tengkawang di Kabupaten Kapuas Hulu, Propinsi Kalimantan Barat 3. Nota Kesepahaman antara B2PD, Dinas Kehutanan Kabupaten Berau, Polres Berau, PT. Berau Coal dan PT Hutan sanggam Lestari Pembangunan model koperasi desa. Persiapan pembangunan koperasi desa Kabupaten Sanggau dan Sekadau di Kalimantan Barat PT Hutan Sanggam Labanan Lestari saat ini sedang mempelajari materi nota kesepahaman IV. Balai Penelitian Kehutanan Makassar Pembuatan Plot Sampling Permanen (PSP) Untuk Mendukung Sistem MRV Stok Karbon Hutan di Prov. Sulsel V. Balai Penelitian Kehutanan Palembang 1. Kerjasama dengan PT. Bumi Mekar Hijau Mengikuti kemajuan project ITTO 2. Kerjasama dengan PT. Andira Agro Mengikuti kemajuan project ITTO 3. Dinas Kehutanan Kab. Ogan Komering Ilir Mengikuti kemajuan project ITTO VI. Balai Penelitian Kehutanan Manado 1. Konservasi Flora dan Fauna (SEAMEO BIOTROP) Kegiatan telah berjalan dan sekarang sudah pada tingkat analisis hormon Anoa melalui Fases 2. Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) REDD+ Readiness Preparation Kegiatan sudah berjalan dan pada tingkat monitoring PSP VII. Balai Penelitian Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu Mataram 1. Fakultas Bilologi UGM Tahap kesepakatan MoU 2. KPHL Rinjani Barat Tahap kesepakatan MoU 3. Universitas Nusa Tenggara Barat (UNTB) Tahap kesepakatan MoU VIII. Balai Penelitian Teknologi Agroforestry Ciamis 1. PT Holcim Tbk Indonesia Perbaikan proposal dan penyusunan draft MoU Kerjasama 152

163 B. Kerjasama Luar Negeri Nomor URAIAN KEGIATAN KEMAJUAN PELAKSANAAN I. Balai Penelitian Kehutann Palembang 1. ITTO Project kegiatan penelitian areal sumur pengeboran di PT. Pertamina EP Melaksanakan kegiatan review kebijakan dan pelaksanaan Asset II Limau Field pengelolaan hutan rawa gambut di lapangan Mengumpulkan dan pemperbanyak bibit tanaman untuk kegiatan rehabilitasi dan restorasi hutan rawa gambut (5 jenis pohon unggulan rawa gambut Kegiatan restorasi dan rehabilitasi lahan daerah terpilih di Sumatera Selatan dengan menggunakan jenis tanaman asli yang mempunyai nilai ekonomi bagi masyarakat setempat II. Balai Penelitian Kehutanan Manado 1. Konservasi Flora dan Fauna (SEAMEO BIOTROP) Kegiatan telah berjalan dan sekarang sudah pada tingkat analisis hormon Anoa melalui Fases 2. Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) REDD+ Readiness Preparation Kegiatan sudah berjalan dan pada tingkat monitoring PSP III. Balai Penelitian Teknologi Hasdil Hutan Bukan Kayu Mataram FCPF (Forest Carbon Partnership Facility) -Puspijak Plot Sample Permanent (PSP)- Pengukuran Stock Carbon IV. Balai Penel;itian Kehutanan Manokwari Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) :REDD+ Readiness Preparation/Pembuatan Plot Sample Permanen(PSP) untuk mendukung sistem Measurement Reporting and Verification (MRV) Stok Karbon Hutan di Provinsi Papua Barat V. Balai Penelitian Kehutanan Palembang ITTO Project kegiatan penelitian areal sumur pengeboran di PT. Pertamina EP Asset II Limau Field Monitoring PSP di KHDTK Rarung Pembuatan plot sample permanen (PSP Proses MoU 153

164 Lampiran 16. Penerbitan Publikasi Hasil Litbang Badan Litbang Kehutanan Tahun 2013 NO. NAMA / JUDUL PUBLIKASI NOMOR/ TANGGAL TERBIT EKSEMPLAR I. 500 Sekretariat Badan Litbang Kehutanan 1. Leaflet, Postr Informasi umum Perpustakaan R.I Ardi Koesoema Oktober 2013 Teknologi bioinduks pembentuk gaharu Oktober Penanggulangan hama dan penyakit tanaman penghasil gaharu Oktober Jurnal Pencetakan Journal of Forestry Research Vol. 9 (2) 2012 April Pencetakan Journal of Forestry Research Vol. 10 (1) 2013 November, Desember 2013 Pencetakan Journal of Forestry Reserach Vol. 10 No. 2 Tahun 2013 Desember Buku Buku Panduan Kehutanan Indonesia Desember Buku IPTEK: Satu Abad Penelitian Kehutanan Indonesia Agustus Forestry Research Collaboration between FORDA and Partners: Improving sustainable research and Agustus development Pencetakan Seri IPTEK 3 Desember Seri IPTEK 1 (kegiatan Laporan Pengelolaan Perpustakaan) Desember II. Pusat Litbang Konservasi dan Rehabilitasi 1. Jurnal Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol. 10. No.1 Tahun 2013 Maret Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol. 10. No. 2 Tahun 2013 Juli Jurnal Indonesian Forest Rehabilitation Journal Vol. 1 No. 1 Tahun 2013 September Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol. 10 No. 3 Tahun 2013 Desember Flyer Flyer Teknologi Bio-induksi Pembentuk Gaharu 100 Tahun Litbang Kehutanan April Flyer Konservasi dan Pemanfaatan Mikroba Hutan Sebagai Masa Depan Energi Bersih dan Aplikasi April 2013 Teknologi Pemulihan Lahan Terdegradasi

165 NO. NAMA / JUDUL PUBLIKASI Flyer Jaring Sabut Kelapa Plus Mikroba Simbiotik Sebagai Teknologi Rehabilitasi Lahan Pasca Tambang NOMOR/ TANGGAL TERBIT EKSEMPLAR April Buku Orasi Karya Ilmiah September Fragmentasi Hutan Desember Wana Tropika : Wana Tropika Vol. 6 No. 1 Tahun 2013 Maret Wana Tropika Vol. 6 No. 2 Tahun 2013 September Poster : KOFFCO; Arboretum; HP Dramaga; Potensi jenis pohon lokal untuk lingkungan perkotaan; Budidaya gaharu; Rekayasa produksi gaharu; Penangkaran rusa; Prospek aplikasi cendawan mikoriza; Potensi Bio energy Ceiba petandra; Dampak lingkungan pertambangan; KP Dramaga; KP Cikole; KP Arcamanik; Paper Mill Sludge; Cultivation of shade tolerant paddy under teak; Utilization of palmplants; Penyulingan gaharu; Trenggiling; Mikroba Gn. Merapi; Bioreklamasi; Pohon hutan potensi pemanfaatan bukan kayu; Model alometrik; Biomas sampling April Prosiding : Bondowoso Maret Waingapu Desember Publikasi Khusus : - - Rekam Jejak : Gaharu Inokulasi Badan Litbang Kehutanan Desember III. Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan 1. Jurnal Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol. 31 No 1 Maret Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol. 31 No 2 Juni Himpunan Bunga Rampai Orasi Ilmiah APU tahun 2012 Juli Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol. 31 No 3 September Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol. 31 No 4 Desember Majalah Majalah FORPRO Vol. 2 No. 1 Juni Majalah FORPRO Vol. 2 No 2 Desember

166 NO. NAMA / JUDUL PUBLIKASI 3. Warta Warta Hasil Hutan/Ranting (Laporan Penting) majalah ilmiah Populer dan Berita Hasil Hutan dan Keteknikan Hasil Hutan Vol 8 No.2 Warta Hasil Hutan/Ranting (Laporan Penting) majalah ilmiah Populer dan Berita Hasil Hutan dan Keteknikan Hasil Hutan Vol. 8 No 1 NOMOR/ TANGGAL TERBIT EKSEMPLAR Desember Agustus Buku Buku Atlas Kayu Indonesia Jilid IV November Buku Rotan Sumberdaya, Sifat dan Pengolahannya Agustus Proseding Prosiding Ekspose Hasil Penelitian tahun 2012 Juli News letter/leaflet News letter/leaflet Teknologi Pembuatan Cuka Kayu Maret News letter/leaflet Wesyan Alat Sederhana dan Praktis Mengukur Diamter Pohon Maret IV. Pusat Litbang Peningkatan Produktivitas Hutan 1. Jurnal Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol. 10 No. 1 Maret 400 Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol. 10 No. 2 Juni 400 Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol. 10 No. 3 September 400 Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol. 10 No. 4 Desember Tekno Tekno Hutan Tanaman vol. 6 No. 1 Maret 200 Tekno Hutan Tanaman vol. 6 No. 2 Agustus Proseding Prosiding Kesehatan Hutan dan Kesehatan Pengusahaan Hutan untuk Produktivitas Hutan s) m November Booklet Booklet jenis pohon potensial bahan baku pulp di wilayah sumatera bagian barat muln Juli Leaflet Leaflet pemeliharaan pohon dengan mulsa daun kering di hutan tanaman April

167 NO. NAMA / JUDUL PUBLIKASI NOMOR/ TANGGAL TERBIT EKSEMPLAR Leaflet sagu sebagai sumber pangan dan sumber energy potensial April 300 Leaflet songga bidara laut Oktober 1000 Leaflet seminar internasional TOI (Bahasa Indonesia) Mei 300 Leaflet seminar internasional TOI (Bahasa Inggris) Mei 300 Leaflet KHDTK Haurbentes Desember 500 Leaflet KHDTK Cikampek Desember 500 Leaflet HP Sobang Desember Buku Budidaya Murbei dan Ulat Sutera Desember Booklet kering Booklet jenis pohon potensial bahan baku pulp di wilayah sumatera bagian barat Juli Publikasi ilmiah semi popular Infosheat teknologi rotan jernang (daemonorops spp) April 300 V. Pusat Litbang Perubahan Iklim dan dan Kebijakan 1. Jurnal Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan Vol 10 no 1 April Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan Vol 10 no 2 Agustus Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan Vol 10 no 3 Desember Jurnal Penelitian Sosek Kehutanan Vol 10 No. 1 Maret Jurnal Penelitian Sosek Kehutanan Vol 10 No. 2 Juni Jurnal Penelitian Sosek Kehutanan Vol 10 No. 3 Sepetembe Jurnal Penelitian Sosek Kehutanan Vol 10 No. 4 Desember 2. Buku Jalan terjal reforma agraria Desember 157

168 NO. NAMA / JUDUL PUBLIKASI Pedoman SEKI Desember Hutan rawa gambut dan HTI pulp dalam bingkai REDD+ Juni 3. Polycy Brief Sistem verifikasi legalitas kayu vs lacey act: peluang dan tantangan Desember Dampak putusan MK no. 35/PUU-X/2012 terhadap pengurusan dan pengelolaan hutan Desember Sejauhmana tupoksi kemenhut mendukung pembangunan KPH? Desember Sudahkah tuposi kemenhut selaras dengan kebijakan desentralisasi pengelolaan hutan produksi Desember mencapai target nasional penurunan GRK sektor kehutanan Desember Bagaiman pandangan para aktor yang terkait dengan implementasi REDD+ di daerah Desember Penentuan tingkat tingkat emisi referensi GRK sektor kehutanan Desember Adaptasi masyarakat pesisir mengelola ketidakpastian dampak Perubahan iklim Desember Menuju komersialisasi kayu hutan rakyat: hambatan, peluang dan saran kebijakan Desember Apakah organisasi belajar dapat meningkatkan kinerja program kehutanan Desember Perkembangan hutan kota ditinjau dari aspek kebijakan, aspek zonasi dan aspek jenis pohon Desember Pelaksanaan inventarisasi GRK sektor kehutanan Desember Melestarikan lanskap hutan sumbawa melalui penguatan kelompok tani madu hutan Desember Sumur resapan salah satu teknologi yang paling memungkinkan dalam menanggulangi banjir DAS Desember ciliwung 4. Prosiding Dialog prospek perdagang karbon dari mekanisme redd+ Mei Ekspose hasil litbang puspijak dalam mendukung pembangunan sektor kehutanan di jateng Mei 5. Leaflet 6. Hutan dan PI Oktober Dampak PI terhadap kehidupan Oktober 7. Flyer Bagaimana hutan ditatakelola? Oktober Pentingnya insentif usaha budidaya rotan komersial Oktober Inventarisasi GRK Oktober Pentingnya pembangunan hutan kota: konsep, fungsi dan manfaat Oktober Strategi keberhasilan implementasi redd+ Oktober Species adaptif pada daerah kering utk antisipasi PI Oktober Optimalisasi manfaat hutan melalui pengelolaan lanskap berbagai DAS Oktober Global warming ancaman serius planet bumi Oktober PI dan redd+ Oktober NOMOR/ TANGGAL TERBIT EKSEMPLAR 158

169 NO. NAMA / JUDUL PUBLIKASI NOMOR/ TANGGAL TERBIT EKSEMPLAR Dampak PI terhadap kehidupan Oktober Hutan dan PI Oktober VI. Balai Besar Diperokarpa Samarinda 1. Buku The Hidden Treasure of Labanan Agustus Jurnal Buku panduan identifikasi jenis pohon Tengkawang Oktober 400 Jurnal Penelitian Dipterokarpa Vol. 7 No. 1 Tahun 2013 Oktober 300 Jurnal Penelitian Dipterokarpa Vol. 7 No. 2 Tahun 2013 Desember 300 VI. Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemulian Tanaman Hutan Yogyakarta 1 Jurnal Vol. 7 No. 1, Juli 2013 November Vol. 7 No. 2, Seprtember 2013 Desember V0l. 7 No. 3, Nopember 2013 Desember Pubilkasi SemiPopuler Wana Benih Vol. 14 No. 1 Juli 2013 September Vol. 14 No. 1 Juli 2013 Desember

170 NO. NAMA / JUDUL PUBLIKASI 3. Info Teknis NOMOR/ TANGGAL TERBIT EKSEMPLAR Vol. 11 No. 1 Juli 2013 September Vol. 11 No. 2 September 2013 Desember Warta Vol. 13 No. 1 Juli 2013 Desember Vol. 13 No. 2 Nopember 2013 Desember Proseding Prosiding : Seminar Nasional Bioteknologi Hutan 2012 November Booklet Booklet Terbit ; 1. KHDTK Situbondo (83 eks) 2. KHDTK Bondowoso (83 eks) 3. KHDTK Wonogiri (83 eks) 4. KHDTK Blok Playen Gunung Kidul (83 eks) 5. KHDTK Blok Watusipat Gunung Kidul (83 eks) 6. KHDTK Kaliurang (85 eks) 7. Leaflet Desember Pemuliaan Benih Unggul A.mangium November Teknik Produksi Bibit Nyamplung November Buku Buku Benih Unggul Pengembangan Hutan Jati Rakyat 10. Kalender Kalender 2014 Desember 2013 Desember

171 NO. NAMA / JUDUL PUBLIKASI NOMOR/ TANGGAL TERBIT EKSEMPLAR VII. Balai Penelitian Kehutanan Makassar 1. Leaflet Leaflet Murbei Varietas NI Agustus Leaflet Alat Sensor Peringatan Tanah Longsor Agustus Leaflet Alat Peringatan Banjir dengan SMS Agustus Leaflet Optimalisasi Pemanfaatan Hutan Rakyat Agustus Banner Banner ISO Agustus Jurnal Jurnal penelitian kehutanan Wallacea, Vol.2 No. 2 Juli Warta Warta Balai, Vol. 2 Tahun Bosur Brosur Teknologi Pengolahan Nira Mei Proseding Prosiding Ekspose Hasi-hasil Penelitian BPK Makassar 7. Poster Poster Sediment Related Disasted Induced By Heavy Rainfall Under The Influence of Change in Mountainous Ranges of Mexico, Japan and Indonesia Poster Why Forestry Development in Indonesia Need to Enchange Social Capital Development on Farmer Forestry Group ISBN / September 2013 Agustus Ahustus Buku Statistik BPK Makassar April, Tahun Info Teknis Info Teknis, Vol. 10 No. 2, Desember Info Teknis Eboni BPK Makassar, Vol. 10 No. 1 1 Mei Warta Warta BPK Makassar, Vol. 3 No. 1 Desember VIII. Balai Penelitian Kehutanan Manado 1. Buku Buku Prospek Pengembangan Cempaka di Sulawesi Utara Juni 100 Buku Prospek Pengembangan Jabon Merah, Solusi Kebutuhan Kayu Masa Depan Juni

172 NO. NAMA / JUDUL PUBLIKASI NOMOR/ TANGGAL TERBIT EKSEMPLAR Buku INFO BPK Manado Vol. 1 No. 3 Tahun 2013 Juni 100 Buku Statistik Balai Penelitian Kehutanan Manado Oktober 90 Buku Prosiding Ekspose Balai Penelitian Kehutanan Manado Tahun 2013 September 100 Buku INFO BPK Manado Vol.2 No.3 Tahun 2013 Desember 100 Anoa dan Habitatnya Nopember 100 Mengembalikan Kejayaan Eboni di Sulawesi Utara Nopember Poster Poster Strategi Pembangunan Sumber Benih Agustus 1 Poster Kombinasi Kayu Kehutanan pada Areal Tanaman Kelapa Agustus 1 Poster Cempaka Agustus 1 Poster Jabon Agustus 1 Poster Persemaian Permanen Agustus 1 3. Booklet Booklet Tumbuhan Hutan Potensial Berkhasiat untuk Obat Diabetes Maret 94 Booklet Tumbuhan Hutan Potensial Berkhasiat untuk Obat Kanker Maret Warta Warta BPK Manado Edisi I Tahun 2013 Pebruari 150 Warta BPK Manado Edisi II Tahun 2013 April 150 Warta BPK Manado Edisi III tahun 2013 Juli 150 Warta BPK Manado Edisi IV Tahun 2013 September 150 IX. Balai Penelitian Kehutanan Manokwari 1. Poster Poster Populasi dan Habitat Peneluran Labi-Labi Moncong Babi di Papua Agustus 3 Poster Tumbuhan Invasif pada Rawa-Rawa Taman Nasional Wasur Merauke Agustus 3 2. Leaflet Leaflet Tali Kuning Agustus 230 Leaflet Tanaman Sagu Agustus 200 Leaflet Tanaman Obat Potensial Papua Agustus

173 NO. NAMA / JUDUL PUBLIKASI 3 Buku NOMOR/ TANGGAL TERBIT EKSEMPLAR Buku Statistik BPK Manokwari Tahun 2013 Desember 100 X. Balai Penelitian Kehutanan Kupang 1. Leaflet Faloak : Pohon Kaya Manfaat Desember 416 Loba (Symplocos, sp.) : Potensi Terpendam dari NTT September 300 Teknik Persemaian Cendana (Santalum album) September 300 Faloak : Pohon Kaya Manfaat Juni 300 Sifat Dasar Kayu Timo Juni Poster Poster : Faloak Desember 2 Poster : Cendana Desember 2 Poster : Burung Desember 2 3. Banner Banner : Cendana Desember 4 Banner : Faloak Desember 4 4. Buku Buku Statistik BPK Kupang 2012 September Warta Warta Cendana Edisi VI No. 2 Desember 200 Warta Cendana Edisi VI No.1 Oktober 300 Warta Cendana Edisi V No. 2 Juni Booklet Profil BPK Kupang Juni Proseding Prosiding : Gelar Teknologi Desember

174 NO. NAMA / JUDUL PUBLIKASI NOMOR/ TANGGAL TERBIT EKSEMPLAR XI. Balai Penelitian Kehutanan Aek Nauli 1. Prosiding Prosiding ekspose hasil-hasil penelitian 2013 Desember Leaflet 1. strategi pemilihan jenis untuk hutan bekas tebangan Mei Dolok tusam calon sumber benih tegakan teridentifikasi Pinus merkusii Strain Tapanuli Mei Kelembagaan DAS Hulu Kab. Samosir Desember Poster Ingul tanaman kehutanan favorit masyarakat Toba Desember Kemenyan Desember Perlindungan kawasan hutan Desember Prospek cerah dengan Gaharu Desember Keragaman burung di KHDTK Aek Nauli Desember Orang Utan Mei Pinus merkusii Strain Kerinci Mei Pinus merkusii Strain Tapanuli Mei Dilarang menjerat satwa di KHDTK Aek Nauli Mei Booklet Aneka burung di Kompleks Aek Nauli Desember Gaharu Desember Buku Kemenyan Desember Lintas DAS Sumatera Utara Desember XII. Balai Penelitian Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu Mataram 1 Warta Warta BPTHHBK Vol. 7, No. 1, Maret 2013 Maret Warta BPTHHBK Vol. 7, No. 2, Juni 2013 Juni Warta BPTHHBK Vol. 7, No. 3, September 2013 September Leaflet Leaflet dengan judul Standar Mutu Gaharu Lokal NTB Gyrinops verstegii April

175 NO. NAMA / JUDUL PUBLIKASI Leaflet dengan judul Karakteristik Serangan Jamur Pembentuk Gaharu Lokal NTB Gyrinops verstegii NOMOR/ TANGGAL TERBIT EKSEMPLAR April Leaflet dengan judul Produksi Propolis Lebah Trigona di Pulau Lombok Nopember Leaflet dengan judul Kesesuaian Jenis-jenis HHBK Penghasil Energi Nabati untuk Rehabilitasi Lahan Kritis di Bali dan NTB 3. Booklet Booklet dengan judul Pemanfaatan Hidrogel dan Pupuk Organik Sebagai Pembenah Tanah Dalam Rehabilitasi Lahan Kritis Berbasis Mimba (Azadirachta indica A.Juss ) di Daerah Kering. 4. Proseding Prosiding dalam Seminar Nasional HHBK tema Peranan Hasil Litbang HHBK Dalam Mendukung Pembangunan Kehutanan XIII. Balai Penelitian Kehutanan Palembang 1. Leaflet Nopember April Desember Mengenal Kayu Bawang Desember 500 Stek Pucuk Kayu Bawang Desember 500 Hama Bambang Lanang Desember 500 Tanaman Obat Desember Poster Warta Tembesu Edisi III September Booklet 1. Hutan Penelitian Lampung Desember 200. Hutan Sungkai, panduan praktis untuk petani Desember Proseding PROSIDING ITTO Stakeholder Consultation The Application of PSF Ecosystem Juni 100 PROSIDING Seminar 1. Integrasi IPTEK dalam Kebijakan dan Pengelolaan Hutan Tanaman di Sumatera bagian Selatan Desember

176 NO. NAMA / JUDUL PUBLIKASI 5. Kalender Kalender Meja NOMOR/ TANGGAL TERBIT EKSEMPLAR Desember 200 Kalender Dinding Desember 500 XIV. Balai Penelitian Kehutanan Banjarbaru 1 Info Teknis Vol.4 No.1 Peb 2013 Peberuari Vol.4 No.2 April 2013 April Vol.4 No.3 Juni 2013 Juli Vol.4 No.4 Agustus 2013 Desember Vol.4 No.5 Oktober 2013 Desember Vol.4 No.6 Desember 2013 Desember Leaflet April Juli Juli Desember Desember Desember Buku Buku Saku Agroforestry Juli Buku Statistik BPK Banjarbaru Maret Booklet Booklet Karakteristik dan cara pengendalian Hama dan Ulat pada Tanaman penghasil Gaharu Desember Booklet Gemor nothaphoebe coriacea kostern HHBK dari rawa gambut yang prospektif Desember Booklet Diagnosa Hama dan penyakit pada tanaman kehutanan Desember Poster Juli Banner Banner Desember Ex Banner Roll Banner Juli Desember

177 NO. NAMA / JUDUL PUBLIKASI NOMOR/ TANGGAL TERBIT EKSEMPLAR XV. Balai Penelitian Teknologi Kehutanan Pengelolaan DAS Solo 1. Proseding Prosiding Seminal Nasional Penelitian dan Pengembangan Pengelolaan DAS 2012 Oktober Buku Buku Profil BPTKPDAS Desember Buku Sistem Perencanaan Pengelolaan DAS, Cetakan III Desember Leaflet Leaflet Agustus Poster Poster Agustus CD CD Publikasi Hasil Litbang BPTKPDAS Mei keping 7. Visualisasi Visualisasi Hasil Litbang berupa bahan promosi mug BPTKPDAS Juni Visualisasi Hasil Litbang berupa kalender Desember XVI. Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan Bogor 1. Proseding April Prosiding Seminar Teknologi Perbenihan Jenis-Jenis Potensial Untuk Rehabilitasi Lahan Bekas Tambang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung April Seri Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan Saga Pohon Oktober Pedoman Teknis Pembibitan Jenis-Jenis Tanaman HHBK Oktober Profil Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan Oktober Jurnal Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan Vol.1, No. 1 tahun 2013 Desember Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan Vol.1, No. 2 tahun 2013 Desember Leaflet Leaflet Uji Cepat Viabilitas Benih April XVII. Balai Penelitian Teknologi Agroforestry Ciamis 1. Leaflet Pita Volume Sengon Februari

178 NO. NAMA / JUDUL PUBLIKASI NOMOR/ TANGGAL TERBIT Leaflet Kutu Putih Manglid Februari 1000 Pita Volume Jati Budiman Mei 300 Pita Volume Mahoni Budiman Mei 300 Sidik Cepat Juli 160 Leaflet Agroforestry versi B. Indonesia Juli 500 Leaflet Agroforestry versi B. Inggris Juli 500 Leaflet Info Teknis Kepuh Oktober 200 Leaflet Info Teknis Lame Oktober 200 Leaflet Info Teknis Picung Oktober 200 Leaflet Info Teknis Heras Oktober 200 Leaflet Info Teknis Kupa Oktober 200 Leaflet Info Teknis Bandotan November 100 Leaflet Info Teknis Ciplukan November 100 Leaflet Info Teknis Semanggi November 100 Leaflet Info Teknis Sisik Naga November 100 Leaflet Info Teknis Jabon November 100 Leaflet Info Teknis Gmelina November 100 Leaflet Info Teknis Caruy November 100 Leaflet Info Teknis Kareumbi November 100 Leaflet Info Teknis Jambu Bol November 100 Leaflet Info Teknis Som Jawa November Info Teknis Info Teknis Caliandra Februari 100 Info Teknis Ganitri Februari 100 Info Teknis Dukuh Februari 100 Info Teknis Durian Februari 100 Info Teknis Jambu batu Februari 100 EKSEMPLAR 168

179 NO. NAMA / JUDUL PUBLIKASI NOMOR/ TANGGAL TERBIT EKSEMPLAR 3. Poster Poster Agroforestry Januari 4 Poster Agroforestry Oktober 120 Poster Oktober 5 Poster kebun benih April 4 Poster Hasil Riset September Buku Buku: Pohon Inang Penghasil Gaharu Juli 300 Buku Arboretum November 40 Buku Arboretum Oktober 200 Buku Status Riset Agroforestry Desember 150 Buku RIPA Desember 150 Albazia (2 volume) Desember Booklet Booklet Kompos November 250 Booklet Hutan Rakyat Oktober Proseding Prosiding Seminar Tahun 2013 Desember 100 XVIII. Balai Penlitian Teknoklogi Konservasi Sumberdaya Alam Samboja 1. Leaflet Jeniks Pohon kalimantan Timur untuk revegetasi lahan pasca tambang batubara Desember Tumbuhan berkasiat obat etnis asli kalimantan untuk pengobatan wanita pasca melahirkan Desember Habitat dan poipulasi ke beusi di kalimantan Desember Pelesatarian Bekantan di luar kawasan konservasi di Kulala samboja Desember Tegakan Benih Ulin di KHDTK Samboja Desmber Konservasi genetiuk pohon hutan sebagai materi pembangunan sumber benih Nopember Kalender Kalender bahan sosislisasi Balai Nopember Majalah Swara Samboja Vol.2/No.1/2013 April 201\3 200 Vol.2/No.2/2013 Agustus Vol.2/No.3/2012 Desember Poster Oktober Habitat populasi ki beusi Desember

180 NO. NAMA / JUDUL PUBLIKASI NOMOR/ TANGGAL TERBIT EKSEMPLAR Jenis pohon lokal untuk revegetasi lahan pasca tambang batubara Desember Tumbuhan berkasiat obat etnis asli kalimantan untuk pengobatan wanita pasca melahirkan Desember Biodiversitas di areal bekas tambang di PT Kideco Nopember Satwa Liar di liar bekas tambang PT. Singlurus Pranata Nopember Tegakan benih ulin di KHDTK Samboja Desember Agroforestry Nopember Silfofishery Nopember Ancaman Orangutan Oktober Bekantan the Umbrella Species Oktober Proseding Prosiding hasil penelitian Balitek KSDA Hasil-hasil Riset Untuk Mendukung Konservasi yang Bermanfaat dan Pemanfaatan yang Konservatif Desember Buku Buku Agenda Nopember Buku Iptek Bekantan Kuala samboja (cetyakan ke 2) Nopember Buku Iptek Strategi pengelolaan ekosistem gunung Desember

181 Lampiran 17. Ekspose/Seminar/ Diskusi/Lokakarya yang diikuti Badan Litbang Kehutanan Tahun 2013 NO EKSPOSE/SEMINAR/ DISKUSI/LOKAKARYA I. Sekretariat badan Litbang Kehutanan 1. Diskusi TEMPAT/TANGGAL PENYELENGGARAAN TOPIK/MATERI AUDIEN KETERANGAN Diskusi Berkala Hasil IPTEK - I Ruang R Soediarto, Kampus Litbang Gunung Batu Bogor/ 22 Februari Diskusi Berkala Hasil IPTEK - II 2013 Ruang R. Soediarto / Kamis, 11 Juli 2013 Hutan Tanaman Jabon Peneliti Puslit badan Litbang Kehutanan di Bogor, Widyaiswara dan Penyuluh Kehutanan Pusat Penelitian Integratif Bioetanol Peneliti Pusat lingkup Badan Litbang Kehutanan, Widyaiswara dan Penyuluh Pusat Diskusi Berkala Hasil IPTEK - III Senin, 9 September 2013R. Soediarto Kampus Litbang Gunung Batu Bogor Pendayagunaan Mikroba untuk Penjernihan Peneliti badan Litbang Kehutanan di Bogor, Widyaiswara dan Penyuluh Kehutanan Pusat Diskusi Berkala Hasil IPTEK - IV 2. Sosilisasi Sosialisasi Hasil Litbang : Pencanangan dimulainya peringatan 100 tahun kelitbangan kehutanan Indonesia Sosialisasi Hasil Litbang : Open day Kampus Litbang Kehutanan dalam rangka peringatan 100 tahun Kamis, 12 Desember 2013 R. Soediarto Kampus Litbang Gunung Batu Bogor Kampus Badan Litbang Kehutanan Gunung Batu - / Kamis, 7 Maret 2013 Kampus Badan Litbang Kehutanan Gunung Batu - / Kamis, 25 April 2013 Seminar Draft I Buku Panduan Kehutanan Indonesia Satu Abad Litbang Berkarya untuk Kehutanan Indonesia Satu Abad Litbang Berkarya untuk Kehutanan Indonesia Peer Review Steering Committee (Eselon I lingkup Kementerian Kehutanan) Tim Penyusun Buku Menteri Kehutanan Keluarga Besar Badan Litbang di Jakarta /Bogor (Sekretariat dan Puslit lingkup Badan Litbang Kehutanan Menteri Kehutanan Staf Ahli Menteri Kehutanan Perwakilan eselon I dan II lingkup kemenhut 171

182 NO EKSPOSE/SEMINAR/ DISKUSI/LOKAKARYA Kelitbangan Kehutanan Indonesia) TEMPAT/TANGGAL PENYELENGGARAAN 3. Bedah Buku Senin, 26 Agustus 2013 Ruang Rimbawan I Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta 4. Presentasi Resepsi Puncak Peringatan 100 th Selasa, 27 Agustus 2013 Auditorium Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta 5. Seminar 2 nd INAFOR 2013 Rabu, 28 Agustus 2013 Hotel Menara Peninsula TOPIK/MATERI AUDIEN KETERANGAN Satu Abad Litbang Berkarya untuk Kehutanan Indonesia Kel. besar Badan Litbang di Jakarta/Bogor Kepala Balai Besar/Balai lingkup Badan Litbang Kehutnan dan Perwakilan Penelitinya Mitra Badan Litbang LSM / NGO peneliti, widyaiswara, penyuluh kehutanan, peserta dari Setbakorluh dan Balitbangda seluruh Indonesia, perwakilan eselon II lingkup Kementerian Kehutanan, Mitra Badan Litbang Kehutanan, BUMN dan perusahaan swasta kehutanan, LSM/NGO. Satu Abad Litbang Berkarya untuk Kehutanan Indonesia Menteri, Eselon I & II Lingkup Kemenhut Mantan Menteri dan Kabadan Kepala UPT Lingkup Badan Litbang Kehutanan, Peneliti Badan Litbang, Institusi Litbang terkait, Lembaga Mitra Asing, BUMN, Assosiasi Perusahaan Swasta Mitra Badan Litbang, Perguruan Tinggi, Kelompok yang Menerapkan Hasil Litbang LSM Nasional Mau/Internasional Penyuluh dan Widyaiswara Pusat Forestry Research for Sustainable Forest Management and Community Wellfare Peneliti Kehutanan, Mahasiswa, Dosen, Pemerhati Kehutanan dan Praktisi Kehutanan berasal dari 172

183 NO EKSPOSE/SEMINAR/ DISKUSI/LOKAKARYA TEMPAT/TANGGAL PENYELENGGARAAN TOPIK/MATERI AUDIEN KETERANGAN Jakarta Perusahaan swasta, BUMN. NGO, Instansi Pemerintah dan Instansi Litbangl ainnya yang terkait dengan Kehutanan II. Pusat Litbang Keteknikan Kehutan dan Pengolahan Hasil Hutan 1. Ekspose 2. Diskusi Ekpose Hasil Penelitian 30 April 2013 di Botanic Scuare IICC, Jl. Pajajaran Bogor Diskusi Litbang Anatomi Kayu Indonesia Diskusi mendalam mengenai capaian, substansi RPI, & Rencana kelanjutan RPI III. Pusat Litbang Perubahan Iklim dan Kebijakan Dialog Dialog Prospek Perdagangan karbon Hutan dari Mekanisme REDD+ 3-4 Juni 2013 IPB International Convention Centre (IICC) Batanic Square danpustekolah Teknologi Peningkatan Nilai Tambah Hasil Hutan Kehutanan, Perguruan Tinggi, Pemda, Asosiasi, LIPI, Peneliti, LSM, Industri Kayu, SMK Kehutanan, Anatomi kayu Pustekolah dan Perguruan Tinggi 27 Mei 2013 Badan Litbang Kehutanan Royal Safari Garden Cisarua Bogor 7 Maret 2013 Botani Square IICC Perubahan Iklim Peneliti puspijak, Lembaga donor, perusahaan, LSM, eselon 1 kementerian Kehutanan, Bappenas, Kemenkeu, DNPI, PT. Chevron, PT. RMU, DA Merubetiri 2. Lokakarya Lokakarya Rancangan Arsitektur REDD+ di 18 April 2013 Botani Square IICC Perubahan Iklim Peneliti puspijak, Lembaga donor, perusahaan, LSM, eselon 1 173

184 NO EKSPOSE/SEMINAR/ DISKUSI/LOKAKARYA TEMPAT/TANGGAL PENYELENGGARAAN TOPIK/MATERI AUDIEN KETERANGAN Indonesia kementerian Kehutanan, DA Merubetiri Lokakarya Strategi Monitoring PSP di Tingkat Provinsi Lokakarya Strategi Monitoring dan Pelaporan PSP di Tingkat Provinsi Lokakarya Strategi Monitoring dan Pelaporan PSP di Tingkat Provinsi Lokakarya Strategi Monitoring & 3. Workshop Pelaporan PSP di Tingkat Provinsi 7 8 Mei 2013 The Santosa, Senggigi, Lombok Mei 2013 Aston Hotel, Ambon Manado Mei Oktober2013 Aston Hotel, Palembang Perubahan Iklim Dishut Prov, Bappeda, UPT, Dishut Kabupaten, LSM, Perguruan Tinggi Perubahan Iklim Dishut Prov, Bappeda, UPT, Dishut Kabupaten, LSM, Perguruan Tinggi Perubahan Iklim Dishut Prov, Bappeda, UPT, Dishut Kabupaten, LSM, Perguruan Tinggi Perubahan Iklim Dishut Prov, Bappeda, UPT, Dishut Kabupaten, LSM, Perguruan Tinggi Workshop Pembelajaran dan Diseminasi dari Pelaksanaan DA REDD+ di TN Meru Betiri 4 April 2013 Botani Square IICC Perubahan Iklim Peneliti puspijak, Lembaga donor, perusahaan, LSM, eselon 1 kementerian Kehutanan, DA Merubetiri 4. Seminar Workshop Strategy to Link PSP to Lokal Government PSP Workshop Training Komunikasi Riset Teknik Penulisan Jurnalistik Populer & Dasar Dasar Fotografi Jurnalistik April 2013 Padang Perubahan Iklim Dishut Prov, Bappeda, UPT, Dishut Kabupaten, LSM, Perguruan Tinggi 4 5 September 2013 Royal Safari Garden, Cisarua Pengembangan penelitian Peneliti puspijak, Seminar Aplication and Challenges of Green Economy Strategy for Sustainable Forest 24 April 2013 R. Soediarto Kebijakan Peneliti Badan LitbangMenko Perekonomian 174

185 NO EKSPOSE/SEMINAR/ DISKUSI/LOKAKARYA 5. Diskusi Development Semiloka Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) dan Implikasinya bagi Pengusaha Hutan dan Industri Kayu Skala Kecil TEMPAT/TANGGAL PENYELENGGARAAN 11 April 2013 R. Sonokeling, Manggala Wanabakti TOPIK/MATERI AUDIEN KETERANGAN Perdagangan kayu Ditjen BUK, APHI, Peneliti Puspijak,,IPB,LSM Diskusi para pihak Expert IAFCP Bogor, 31 Juli 2013 Perubahan Iklim Peneliti puspijak, Lembaga donor, perusahaan, LSM, eselon 1 kementerian Kehutanan, Diskusi Ilmaih terkait INCAS Bogor, 3 Juli 2013 Perubahan Iklim Peneliti puspijak, Lembaga donor, perusahaan, LSM, eselon 1 kementerian Kehutanan, IV. Pusat Litbang Peningkatan Produktivitas Hutan 1. Seminar Seminar Internasional IPB Internation Convention Centre, Bogor Seminar Internasional : Hutan dan Tumbuhan Obat bagi Kesejahteraan Masyarakat Symposium Tree Breeding & Forest Genetics of East Asia Tree Species Regional Workshop for Asia Apsific & Oceania : Identification of Timber Spesies & Origin IPB Internation Convention Centre, Bogor Hutan dan tumbuhan obat bagi kesejahteraan masyarakat Tumbuhan obat PNS, Umum dan Swasta PNS, Umum dan Swasta Suwon, Korea Pemuliaan PNS, Swasta, Umum Beijing, China Asal usul kayu PNS, Swasta, Umum 2. Diskusi Diskusi jejaring kerja Resolusi Hotel Santika Bogor - PNS, Umum dan Swasta 175

186 NO EKSPOSE/SEMINAR/ DISKUSI/LOKAKARYA Konflik Pengelolaan Hutan (antara masyarakat sekitar dan pemegang IUPHHK HTI di KPH Rinjani Barat, Lombok Utara Diskusi Multipihak Pengembangan Bambu di Kabupaten Malang Diskusi jejaring kerja Resolusi Konflik Pengelolaan Hutan (antara masyarakat sekitar dan pemegang IUPHHK HTI di KPH Rinjani Barat, Lombok Utara Diskusi ilmiah II tahun 2013 penelitian integratif Bioetanol TEMPAT/TANGGAL PENYELENGGARAAN TOPIK/MATERI AUDIEN KETERANGAN Santika Hotel Malang Bambu PNS, Swasta Hotel Santika Bogor Resolusi konflik PNS, Umum Ruang Soediarto, Bogor Bioetanol PNS, Swasta, Umum 3. Workshop Workshop Perbenihan Nasional Yogyakarta Perbenihan PNS, Swasta, Umum Workshop Perbenihan Nasional Bandung Perbenihan PNS, Swasta, Umum Workshop Peningkatan Peran KHDTK/HP dalam Kegiatan Penelitian Workshop Areal Sumber Daya Genetik Workshop konvensi nasional minyak atsiri 2013 Workshop upaya konservasi dan pencegahan biopyracy, biodiversitas tumbuhan obat Indonesia Workshop bamboo platform for green industry Regional Workshop for Asia Apsific & Oceania : Identification of IPB Internation Convention Centre, Bogor Pengelolaan KHDTK PNS, Swasta Yogyakarta Sumber daya genetik PNS, Swasta, Umum Padang, Sumatera Barat Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah Minyak atsiri PNS, Swasta, Umum Tumbuhan obat PNS, Swasta, Umum Aston Hotel Denpasar, Bambu PNS, Swasta, Umum Bali Beijing, China Asal usul kayu PNS, Swasta, Umum 176

187 NO EKSPOSE/SEMINAR/ DISKUSI/LOKAKARYA Timber Spesies & Origin Workshop Areal Sumber Daya Genetik TEMPAT/TANGGAL PENYELENGGARAAN TOPIK/MATERI AUDIEN KETERANGAN Yogyakarta Sumber daya genetik PNS, Swasta, Umum 4. Sosialisasi Sosialisasi dan Pelatihan Persuteraan Alam Kalurahan Pangolombian Kec. Tomohon, Sulawesi Utara Sutera Alam PNS, Swasta 5. Seminar Seminar Nasional Silvikultur Tahun 2013 Seminar : Kiat menjadi Jurnal Ilmiah Terindeks Lembaga Pengindeks Internasional dan Prasosialisasi : Draft Peraturan Bersama Kepala LIPI dan Dirjen DIKTI tentang Pedoman Akreditasi Terbitan Berkala Ilmiah The 2nd international conference of Indonesia forestry researchers (INAFOR) 2013 Forestry research for suistainable forest management and community welfare Makasar Silvikultur PNS Pusdiklat Peneliti, LIPI, Bogor Seminar Nasional Agroforestry Universitas Brawijaya, Malang Karya tulis ilmiah PNS, Umum Jakarta Manajemen hutan PNS, Swasta, Umum Agroforestry PNS, Swasta, Umum Seminar Multisistem Silvikultur Fakultas Kehutanan IPB Multisistem Silvikultur PNS, Swasta, Umum Seminar Green Economiy Soediarto, Puskonser Ekonomi berwawasan lingkungan PNS, Swasta, Umum Seminar Nasional Agroforestry Universitas Brawijaya, Malang Agroforestry PNS, Swasta, Umum 177

188 NO EKSPOSE/SEMINAR/ DISKUSI/LOKAKARYA 6. Symposium Symposium Tree Breeding & Forest Genetics of East Asia Tree Species 7. Ekspose Ekspose hasil Penelitian Restorasi Ekosistem Dipterokarpa Ekspose hasil penelitian BPTHHBK : Iptek HHBK dan jasa lingkungan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat 8. Pelatihan Pelatihan pembuatan produk hasil hutan bukan kayu & tanaman obat keluarga (PUG) Pelatihan pembuatan produk hasil hutan bukan kayu & tanaman obat keluarga (PUG) 9. Presntasi Presentasi dalam seminar nasional Pokjanas TOI 10. Rapat Kerja Rapat Kerja Dewan POKJANAS TOI tahun 2013 Rapat nasional kebangkitan rotan Indonesia TEMPAT/TANGGAL PENYELENGGARAAN TOPIK/MATERI AUDIEN KETERANGAN Suwon, Korea Pemuliaan PNS, Swasta, Umum Samarinda Restorasi Ekosistem PNS, Umum Mataram HHBK PNS, Swasta, Umum KHDTK Cikampek Tanaman obat PNS, Umum KHDTK Cikampek Tanaman obat PNS, Umum Palembang Tanaman obat PNS, Umum IPB Internation Convention Centre, Bogor Manggala wanabakti, Jakarta Tanaman obat PNS, Umum dan Swasta Rotan PNS, Swasta, Umum 178

189 NO EKSPOSE/SEMINAR/ DISKUSI/LOKAKARYA TEMPAT/TANGGAL PENYELENGGARAAN TOPIK/MATERI AUDIEN KETERANGAN V. Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemulaian Tanaman Hutan Yogyakarta Lokakarya Perbenihan Nasional Gedung Manggala Biotechnology Pemerintah, mahasiswa, pelajar, Wanabakti Jakarta masyarakat umum VI. Balai Besar Penelitian Dipterokarpa Samarinda 1. Lokakarya Perpustakaan Digital Surabaya Juni 2013 Berbagi pengalaman dan pelajaran dalam pengembangan perpustakaan digital Universitas, Pemerintah Daerah Baik INAFOR 2013 Manggala Wanabakti 100 Tahun Litbang Berkarya Kemenhut, Swasta, LSM, dan lain-lain Baik VII. Balai Penelitian Kehutanan Manokwari Seminar Internasional hutan dan biodiversitas 2. Konferensi Internasional Peneliti Kehutanan Indonesia (INAFOR) 3. Ekspose Manado (International seminar on Biodiversity and Integrated pest management Working Together for Sustainable Future) Instnasi pemerintah terkait Hotel Peninsula, Jakarta Instnasi Pemerintah terkait Akademisi Ekspose hasil penelitian BPK Manokwari tahun 2013 VIII. Balai Penelitian Kehutanan Kupang Swissbell Hotel Manokwari, Papua Barat Seminar Regional Hotel Swiss-Bellin Kristal Kupang IX. Balai Penelitian Kehutanan Aek Nauli 1. Pertemuan ilmiah Bogor Peran penelitian integratif dalam pembangunan kehutanan di Tanah Papua Pembangunan Kehutanan Berkelanjutan Dalam Perspektif Tata Ruang Fasilitasi teknik penyusunan proposal ITTO Instnasi pemerintah terkait Instansi pemerintah, sawasta UPT terkait Pengsaha, Instansi terkait Medan Productknowledge propolisqueen instansi terkait 179

190 NO EKSPOSE/SEMINAR/ DISKUSI/LOKAKARYA TEMPAT/TANGGAL PENYELENGGARAAN Yogyakarta -- TOPIK/MATERI AUDIEN KETERANGAN Jakarta 100 tahun Badan Litbang Kehutanan Bedah buku Pameran foto Pameran hasil penelitian Intansi terkait Peneliti UPT litbang Melaksanakan GETEK Gaharu 2. Ekspose Melaksanakan kegiatan ekspose hasil penelitian BPK Anu tahun Seminar Asahan Aplikasi IPTEK Gaharu untuk meningkatkan pendapatan masyarakat Medan Satu abad litbang berkarya untuk kehutanan Indonesia kontribusi IPTEK untuk hutan lestari di Sumbagut Instansi terkait Masyarakat Gaharu Instansi terkait, Mahasiswa Dosen Mengikuti Seminar Inafor Jakarta 100 tahun Badan Litbang Kehutanan Bedah buku Pameran foto Pameran hasil penelitian Medan proposal ITTO Productknowledge propolisquee Instansi pemerintah terkait Mahasiswa Akademisi Pengsaha, Instansi terkait Instansi terkait 180

191 NO EKSPOSE/SEMINAR/ DISKUSI/LOKAKARYA X. Balai Penelitian Kehutanan Manado TEMPAT/TANGGAL PENYELENGGARAAN Temu Ilmiah Aula Desa Kaweruan, Minahasa Utara INAFOR 2013 Auditorium Manggala Wanabakti XI. Balai Penelitian Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu Mataram TOPIK/MATERI AUDIEN KETERANGAN Menangani hama pada tanaman hutan 1. Ekspose Hasil Penelitian Hotel Santika, Mataram Iptek HHBK dan jasa lingkungan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat Petani Hutan, Peneliti, Penyuluh Pameran 100 thn litbang berkarya Kementerian Kehutanan, Peneliti, masyarakat umum Pejabat lingkup Prop. NTB, pejabat lingkup Balitbanghut, perguruan tinggi, LSM dan instansi terkait Sangat Baik 2. Seminar Penyuluh Kehutanan Hotel Dewi, Sumbawa Iptek HHBK (perlebahan, gaharu, dan rehabilitasi lahan kritis) Publikasi: Warta duabanga Leaflet Poster/banner Booklet Produk: Sampel gaharu Produk turunan gaharu Madu Trigona dan Polen Stup koloni lebah Trigona Bokerosin Insektisida Nabati. XII. Balai Penelitian Kehutanan Banjarbaru 1. Seminar Seminar Dies Natalis UNS ke 37 Surakarta Aspek Penunjang (Kelembagaan, perkreditan, Pendidikan, Sosial Budaya, dan Peran Media Masa) untuk kemandirian pangan dan Energi Berbasis Pertanian Peserta ± 100 Orang Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan di bawah BP4K Kab. Sumbawa. 181

192 NO EKSPOSE/SEMINAR/ DISKUSI/LOKAKARYA Seminar Nasional Agroforestry di Unibraw Malang Seminar Internasional Hutan dan Biodiversitas TEMPAT/TANGGAL PENYELENGGARAAN Malang Agroforestry untuk Pangan dan Lingkungan yang lebih baik Manado Pengelolaan Sumber Daya Hutan Berkelanjutan INAFOR 2 nd Jakarta Riset Kehutanan untuk Pengelolaan hutan lestari dan kesejahteraan Masyarakat Seminar Nasional Silvikultur di Makasar Optimalisasi Peran Silvikultur untuk Fahutan Universitas Hasanuddin Makasar Internasional Seminar IPC Conventional Center TOPIK/MATERI AUDIEN KETERANGAN menjawab Tantangan Kehutanan Masa Depan Bogor Forest And Medicinal Plants For Better Human Welfare 2. Diskusi Seminar Nasional Agroforestri IV Fahutan UNLAM Diskusi Ilmiah Hutan Rawa Gambut Terdegradasi 3. Ekspose Ekspo 30 th Balai Penelitian Kehutanan Banjarbaru BANJARBARU Agroforestry untuk mendukung Ketahanan Pangan, Energi dan Kehutanan Aula BPK Banjarbaru Pengelolaan Hutan Rawa Gambut Tergradasi Hotel Novotel Banjarmasin 4. Workshop - Workshop Puskonser bekerjasama dengan Proyek Hasil Penelitian Balai Penelitian Kehutanan Banjarbaru Bogor Identifikasi, Lokasi, Sumber benih, Jumlah Kebutuhan Bibit dan Alumni Heinns Seidel Fahutan Unlam Balittra Peneliti dan Teknisi BPK Banjarbaru Dinas Kehutanan Daerah dan Pusat. Penyuluh Daerah Akademisi, LSM dan Praktisi 182

193 NO EKSPOSE/SEMINAR/ DISKUSI/LOKAKARYA TEMPAT/TANGGAL PENYELENGGARAAN ITTO-CITIES Program Kerjasama untuk Pengembangan Konservasi Jenis Ramin The 4 th International Workshop on Wild Fire and Carbon Management in Peat Forest in Indonesia Palangkaraya XIII. Balai Penelitian Kehutanan Palembang Seminar Hasil Palembang Hotel Grand Zuri Palembang XIV. Balai Penelitian Teknologi Kehutanan Pengelolaan DAS Solo 1. Seminar Seminar Hasil Penelitian BPTKPDAS tanggal 12 Juni Sosialisasi Sosialisasi hasil Penelitian, tanggal 28 November 2013 Palangkaraya Agroforestry and Sosial Forestry The Sunan Hotel, Surakarta TOPIK/MATERI AUDIEN KETERANGAN Integrasi IPTEK dalam Kebijakan dan Pengelolaan Hutan Tanaman di Sumatera bagian Selatan Seminar Hasil Penelitian Teknologi Pengelolaan DAS Aston Hotel, Bogor Kajian Pengendalian Banjir di DAS Ciliwung Instansi daerah Provinsi Sematera Selatan, Dinas Kehutanan Kabupaten Se-Sumatera Selatan, Akademisi, Pelaku Usaha, LSM dan Kelompok Tani Hutan di Sumatera Selatan Pengambil kebijakan Akademisi/ Perguruan Tinggi Praktisi lingkup kehutanan Pemerintah daerah LSM BUMN Lembaga penelitian Dinas Tata Pemerintahan Prov. DKI Bappeda Prov. DKI Bappeda Kota Depok Bappeda Kota Bogor Bappeda Kab. Bogor Kementerian Lingkungan Hidup Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok BLH Kab. Bogor BLH Kota Bogor 183

194 NO EKSPOSE/SEMINAR/ DISKUSI/LOKAKARYA 3. Diskusi Diskusi Ilmiah II, tanggal 18 September 2013 TEMPAT/TANGGAL PENYELENGGARAAN BPTKPDAS Tulisan KTI yang sudah terbit maupun belum terbit Jilid I TOPIK/MATERI AUDIEN KETERANGAN BPDAS Citarum-Ciliwung Peneliti BPTKPDAS Peneliti Puspijak - Peneliti dan Teknisi BPTKPDAS Diskusi Ilmiah I, tanggal 8 Juli 2013 BPTKPDAS Buku Sejarah BPTKPDAS dalam Menyambut 100 th Badan Litbang Kehutanan Diskusi Ilmiah III, tanggal 16 BPTKPDAS Tulisan KTI yang sudah terbit Desember 2013 maupun belum terbit Jilid II XV. Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan Bogor 1. Seminar Seminar Nasional Agroforestry 2013 BPT Agroforestry Ciamis Seminar Nsional Silvikultur UNHAS Makassar Seminar Internasional Tanaman Obat Pusprohut 2nd INAFOR Tahun 2013Badan Litbang Kehutanan IZADA EXPO 2013 Seminar dan Penanaman Pohon Bersama Selasa, 21 Mei 2013 Universitas Brawijaya, Malang Agustus 2013 Fahutan Unhas Makassar September 2013 IPB ICC-Bogor Agustus 2013 Auditorium Manggala Wanabakti Rabu, 15 Mei 2013 SMA IZADA, Pondok Aren Agroforestry Untuk Pangan dan Lingkungan Yang lebih Baik Peneliti dan Teknisi BPTKPDAS Peneliti dan Teknisi BPTKPDAS Silvikultur untuk RHL Peneliti, akademisi Peningkatan Peran Hutan dan Kehutanan dalam Penggalian, Pelestarian dan Pemanfaatan Tumbuhan Obat Untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat 100 tahun Penelitian Kehutanan di Indonesia Tema : Memaknai Kelestarian Lingkungan Hidup dalam Pembangunan Berkelanjutan Peneliti, pengusaha tanaman obat Peneliti, Praktisi, dan Akademisi yang berkaitan dengan kehutanan Staf Pengajar dan Siswa-siswi SMA IZADA 184

195 NO EKSPOSE/SEMINAR/ DISKUSI/LOKAKARYA 2. Ekspose Ekspose Hasil-hasil Penelitian Tahun 2013 BPK Aek Nauli 3. Sosialisasi Sosialisasi, Lokakarya dan Pameran Perbenihan 4 Training In House Training Perbenihan Tanaman Hutan Praktek Lapang Pengujian Benih Program Edukasi Siswa-siswi SD An-Nisaa TEMPAT/TANGGAL PENYELENGGARAAN Mei 2013 Hotel Grand Antares, Medan Jum at, 15 November 2013 Gdg. Manggala Wanabhakti 3-5 April 2013 BPTPTH Bogor 4 April 2013 BPTPTH Bogor Kamis, 2 Mei 2013 SD An-Nisaa, Pondok Aren XVI. Balai Penelitian Konservasi Sumberdaya Alam Samboja Seminar 2. Seminar Nasional Agroforestri di Malang TOPIK/MATERI AUDIEN KETERANGAN Satu Abad Litbang Berkarya Untuk Kehutanan Indonesia : Kontribusi Hutan Lestari untuk Sumbagut Launching Jenis Tanaman Hutan yang Benihnya Wajib Diambil dari Sumber Benih Pengenalan Ruang Lingkup Kerja BPTPTH Bogor Teori Umum tentang Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan Praktek Pengujian Laboratorium Pengujian Benih di Laboratorium Analisa hasil Pengujian Laboratorium Tema : Lestari Hutanku Narasumber : Endang Pujiastuti, S.Hut. Bantuan 100 bibit BPDASPS, Peneliti, Pengusaha Benih, Peserta sebanyak 10 orang: Kepala UPT Perbenihan Tanaman hutan Kepala Seksi Sumber Benih Tanaman Hutan pada UPT Perbenihan Tanaman Hutan Kepala Seksi Sertifikasi Perbenihan Tanaman Hutan pada UPT Perbenihan Tanaman Hutan. Penguji dan Staf UPT Perbenihan Tanaman Hutan sebanyak 7 (tujuh) orang PEH Tingkat Ahli Kementerian Kehutanan Staf Pengajar dan Siswa-siswi SD An-Nisaa Malang, 21 Mei 2013 Seminar Nasional Agroforestry Inatansi Pemerintah, Swasta 185

196 NO EKSPOSE/SEMINAR/ DISKUSI/LOKAKARYA TEMPAT/TANGGAL PENYELENGGARAAN TOPIK/MATERI AUDIEN KETERANGAN Seminar Jasa Lingkungan Bontang, 3 Oktober 2013 Seminar Jasa Lingkungan Instansi Pemerintah, Swasta Seimnar International Hutan dan Tumbuhan Obat 3. Ekspose Ekspose hasil penelitian BPK Banjarbaru Ekspose Hasil Penelitian Balai Besar Penelitian Dipterokarpa 4. Lokakarya Lokakarya Mitigasi konflik Orangutan XVII. Balai Penelitian Teknologi Agroforestry Ciamis Bogor, 10 September 2013 Banjarbaru, 19 September 2013 Samarinda, 22 Oktober 2013 Bontang, 10 Desember 2013 Seimnar International Hutan dan Tumbuhan Obat Instansi Pemerintah, Swasta, akademisi Hasil Penelitoian BPK Banjarbaru Inatansi Pemerintah, Swasta Ekspose Hasil Penelitian Dipterocarpa Lokakarya Mitigasi konflik Orangutan dan manuasia Seminar Nasional Agroforestry Malang Agroforestry untuk Pangan dan Lingkungan yang Lebih Baik Instansi Pemerintah, Swasta Instansi Pemerintah, Swasta Instansi Pemerintah Swasta 186

197 Lampiran 18. Kegiatan Peningkatan Jejaring Kerja Badan Litbang Kehutanan 2013 NO. WADAH/FORUM/ORANG MATERI INSTITUSI TERKAIT I. Sekretariat Badan Litbang Kehutanan 1. Forum Komunikasi Peneliti Widayiswara dan Penyuluh - Badan Pengembangan SDM Kehutanan II. Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan 1. Jejaring Anatomi Kayu Anatomi kayu Pustekolah dan Perguruan Tinggi III. Pusat Litbang Perubahan Iklim dan Kebijakan 1. Tim Kebijakan 1. Pelaksanaan Kebijakan SVLK: Evaluasi Setelah Empat tahun Berjalan Ditjen BUK IPB CIFOR Badan Litbang Kehutanan FREKUENSI PERTEMUAN HASIL YANG DICAPAI 2 (dua)kali Media komunikasi hasil penelitian menjadi bahan ajar bagi widyaiswara dan bahan penyuluh bagi penyuluh kehutanan Sinergi dan pertukaran informasi anatomi kayu 1 kali Saran kebijakan: Dilakukannya penelitian yang lebih mendalam dan berskala lebih luas untuk dapat memotret dampak penerapan SVLK terhadap industri kayu, terutama industri kecil dan menengah. Dilakukannya formalisasi kegiatan-kegiatan skala kecil karena merupakan salah satu upaya untuk menjadikan SVLK atau skema sertifikasi lainnya dapat berjalan di tingkat masyarakat; Melengkapi kajian /hasil penelitian dengan data yang lebih akurat dari lapangan sehingga dapat memberikan 187

198 NO. WADAH/FORUM/ORANG MATERI INSTITUSI TERKAIT 2. No Surprise Policy CIFOR: REDD+ Policy Network di Indonesia Badan Litbang Kehutanan CIFOR 3. Putusan Mahkamah Konstitusi RI No. 35/PUU- X/2012 tanggal 26 Maret SAM Bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim Staf Khusus Menhut Bid. FREKUENSI PERTEMUAN HASIL YANG DICAPAI gambaran yang lebih lengkap mengenai dampak penerapan SVLK terhadap industri perkayuan, terutama industri kayu skala kecil dan petani hutan rakyat; Dirumuskannya kembali kerangka analisis kebijakan dengan memasukkan analisis diskursus dan pelaku 1 kali Saran Kebijakan : Perlunya dibuat sebuah mekanisme yang memberi kesepakatan kepada pemerintah Indonesia untuk mengetahui lebih awal sebelum sesuatu hasil kegiatan dipublikasikan oleh CIFOR sehingga mendapat informasi awal terkait kegiatan dimaksud terlebih dahulu Perlunya CIFOR memberikan asistensi berupa pelatihan bagi peneliti FORDA dan berbagi informasi terkait isu penting dengan Puspijak dalam kerangka kerjasama CIFOR dan FORDA 1 kali Saran Kebijakan: Perlunya dikaji suatu kebijakan 188

199 NO. WADAH/FORUM/ORANG MATERI INSTITUSI TERKAIT 2013 tentang dikabulkannya sebagai gugatan AMAN tentang Hutan Adat Pengembangan SDM dan Reformasi Birokrasi Staf Ahli Bid. Hub. Antar Lembaga Ditjen RLPS BAPLAN Biro Hukum IPB Evistema Institute Badan Litbang Kehutanan 4. Rancangan Undang- Undang Tentang Pengakuan dan Perlindungan Hak Masyarakat Hukum Adat Biro Hukum Badan Litbang Kehutanan FREKUENSI PERTEMUAN HASIL YANG DICAPAI atau peraturan yang menegaskan status Hutan Adat agar tidak menimbulkan salah penafsiran atau pemanfaatan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung-jawab, sehingga menimbulkan konflik di lapangan (baik konflik vertikal maupun horisontal); perlu merumuskan langkah strategis dan mekanisme implementasi keputusan MK RI No. 35/PUU-X/2012 tanggal 26 Maret 2013 (bagi Kemenhut, Kementerian Dalam Negeri, BPN, Pemerintah Daerah, Kelompok Masyarakat Hukum Adat dan pihak terkait lainnya; Perlu direvisinya UU No. 41 Tahun 1999 dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip dalam pembentukan peraturan perundang-undangan 1 kali Saran Kebijakan: Perbaikan draft RUU Perlindungan Masyarakat Hukum Adat oleh Tim Puspijak kepada Biro Hukum; Perlu didorong peran aktif Pemerintah Pusat cq. Kemenhut, tidak hanya Pemda saja dalam permasalahan 189

200 NO. WADAH/FORUM/ORANG MATERI INSTITUSI TERKAIT 5. Apakah Struktur Organisasi Kementerian Kehutanan Perlu Diubah? BAPLAN PHKA Badan Litbang Kehutanan Tim Perubahan Iklim dan REDD 1. Kebutuhan Riset Pasca Doha 2. Update Kelembagaan REDD+ 3. Tindak Lanjut Hasil Kajian Wood Pellet Sebagai Energi Bersih dan Opsi Mitigasi Perubahan Iklim BAPLAN Ditjen PHKA Ditjen RLPS PUSTANLING KLN Badan Litbang Kehutanan FREKUENSI PERTEMUAN HASIL YANG DICAPAI masyarakat hukum adat; Pembentukan Kantor pemerintah yang mengatur permasalahan masy. Hukum adat; 1 kali Saran Kebijakan: Perlu dibentuknya Pengadilan Tanah tersendiri; Perlu dibentuk Tupoksi yang ditujukan pada problem solving dan solusi selama lima tahun kerja kabinet; Pengukuran kinerja pejabat melalui pengukuran pengelolaan/manajemen hutan tidak hanya pada indikator serapan keuangan saja. 1 kali Saran/masukan : Penelitian lebih lanjut terhadap masalah finansial dan benefit sharing REDD+ dengan melibatkan banyak pihak, terutama kementerian keuangan; Perlunya disusun skenarioskenario pelaksanaan REDD+ khas Indonesia yang dapat dijadikan pegangan para negosiator REDD+ di kancah perundingan internasional; 190

201 NO. WADAH/FORUM/ORANG MATERI INSTITUSI TERKAIT 2. Protokol Sharing Data Monitoring Karbon Hutan Ditjen BUK CIFOR Pustanling Badan Litbang Kehutanan 3. Penyusunan REL dan Kegiatan Inventarisasi GRK Sektor Kehutanan Ditjen BUK CIFOR Pustanling FREKUENSI PERTEMUAN HASIL YANG DICAPAI 1 kali Saran/masukan : Diciptakannya penelitian yang mampu mengembangkan modelmodel alternatif pelaksanaan REDD+ termasuk implikasi masing-masing alternatif tersebut; Diciptakannya kajian yang mampu mengkritisi REDD, jadi bukan menempatkan REDD+ sebagai sebuah kewajiban negara berkembang, termasuk Indonesia, sehingga ada daya tagih/tawar Indonesia ke negara-negara maju. adanya complementary antara Pustanling, Puspijak dan institusi lainnya sehingga database nya percieved dan embeded dan jejaring data yang diinisiasi oleh Pustanling dapat berjalan; Disusunnya suatu inisiatif insentif (tidak bersifat finansial) yaitu apabila institusi-institusi tersebut mau berkontribusi dalam database monitoring karbon hutan yang nantinya dibangun 1 kali Saran/masukan: Penyebarluasan pemahaman 191

202 NO. WADAH/FORUM/ORANG MATERI INSTITUSI TERKAIT IV. Balai Penelitian Kehutanan Makassar 1. Pra Pembentukan Forum Komunikasi Peneliti, Widyaiswara dan Penyuluh Kehutanan (FPWP) di Makassar Media komunikasi hasil penelitian menjadi bahan ajar bagi widyaiswara dan bahan penyuluhan bagi penyuluh kehutanan FREKUENSI PERTEMUAN HASIL YANG DICAPAI Badan Litbang Kehutanan yang amat mendasar bagaimana para pihak memahami pengukuran penurunan Gas Rumah Kaca; perlu disusunsuatu pedoman terkait ionventarisasi GRK; Peneliti BPK Makassar, Widyaiswara BDK Makassar, Badan Koordinasi Penyuluhan Prov.Sulsel V. Balai Penelitian Kehutanan Manokwari 1. Task Force Climate change Penyusunan SRAD Bappeda, Dishutbun Prov PaBar, Dishut, Unipa 2. Forum KTI Informasi pembangunan diberbagai kawasan timur indonesia Insitansi, NGO, perorangan, dari Kawasan Timur Indonesia VI. Balai Penelitian Kehutanan Manado 1. POKJA Mangrove Konservasi Mangrove Sulut Biro SDH, BLG, LSM, Bappeda dll. 6 bulan sekali POKJA RHL Forum DAS Timdu Pengamanan Hutan Rehabilitasi hutan dan lahan di Sulut Teknik Pengelolaan DAS Tondano Ketrerpaduan pengamanan hutan Biro SDH, BLH, LSM, Dinas Kehutanan, BPDAS dll. Biro SDH, BLH, LSM, Dishut, Bappeda dll Polda, Dishut, Kodim, AL, AU, Kehutanan 1 kali Tahap penyusunan program kegiatan FPWP Tahun 2014 insidental Rumusan STRAP-CC insidental Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia Strategi konservasi mangrove di Sulut 6 bulan sekali Teknologi RHL 6 bulan sekali Teknologi dan koordinasi pengelolaan DAS 6 bulan sekali Koordinasi pengamanan hutan 5. Forum Litbang, DAS, Diklat Desiminasi hasil Litbang Penyuluh, Peneliti 6 bulan sekali Alih Teknplpgi dan Desiminasi VII. Balai Penelitian Kehutanan Palembang 1. Forum Komunikasi Multipihak Kayu Pertukangan Kayu Pertukangan Dinas Kehutanan, Masyarakat Pengelola Hutan Rakyat, Penyuluh 192

203 Lampiran 19. Progres PengelolaaN HAKI Badan Litbang Kehutanan Tahun 2013 NO. JENIS HAKI SUBSTANSI PROGRES USER POTENSIAL KETERANGAN I. Pusat Litbang Konservasi dan Rehabiliatsi Hak Paten Rekayasa Produksi Gaharu Metode untuk menghasilkan Gaharu Inokulan gaharu II. Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan 1. Paten Biasa Kereta Angkut Kayu Km Exp-1 pada sistem kabel layang 2. Paten Sederhana Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Nyamplung Dengan Proses Eksterifikasi-Transesterifikasi Prof. Ir. Dr. R.Sudradjat, M.Sc. 3. Paten Sederhana Pembuatan Perekat Fenol- Formaldehide Dari Lindi Hitam (Black Liquor) Prof. Ir. Dr. R.Sudradjat, M.Sc. 4. Paten Sederhana Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Kesambi Dengan Proses Eksterifikasi-Transesterifikasi Prof.Ir. R. Sudradjat,MSc. dan Djeni Hendra, M.Si 5. Paten Sederhana Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Kepuh Dengan Proses Esterifikasi Transesterifikasi Prof.Ir. R. Sudradjat, MSc. dan Djeni Hendra, M.Si 6. Paten Sederhana Teknik pemurnian minyak mentah dari fraksi non minyak pada pembuatan biodiesel Prof.Ir. R. Sudradjat,MSc. Dan Djeni Hendra, M.Si Telah memperoleh paten dengan NO. Hak Paten ID.P Pemeriksaan subsantif Sudah dilakukan pembayaran pemeriksaan substantif Sudah dilakukan pembayaran pemeriksaan substantif Sudah dilakukan pembayaran pemeriksaan substantif Sudah dilakukan pembayaran pemeriksaan substantif Sudah dilakukan pembayaran pemeriksaan substantif Peneliti Pengusaha gaharu Pedagang Pengumpul/ pemungut gaharu Eksportir 193

204 NO. JENIS HAKI SUBSTANSI PROGRES USER POTENSIAL KETERANGAN 7. Paten Sederhana Pembuatan Bioetanol dari Biji Mangrove Prof.Ir. R. Sudradjat,MSc. dan Djeni Hendra, M.Si 8. Paten Sederhana Perekat lignin untuk kayu pertukangan Prof. Dr. Adi Santoso, M.Si. 9. Paten Sederhana Sistem pengeringan dengan sumber panas sinar matahari dan prosesnya 10. Paten Sederhana Rekayasa kereta gantung kabel layang serbaguna Wesman Endom, M.Sc. 11. Paten Sederhana Komposisi pencegah jamur biru Barly, BSc, SH dan Fahir Mulyana 12. Paten Sederhana Perekat resolsinol alami dari ekstrak serbuk kayu gergajian merbau untuk produk panel kayu komposit Prof. Dr. Adi Santoso, M.Si dan Jamaludin Malik, S.Hut, MT. 13. Paten Sederhana Komposisi pernis Erik Dahlian dan R Esa Pangersa Gusti, S.Hut 14. Paten Sederhana Stimulasi berbahan dasar cuka kayu Sukadaryati, S.Hut, MP dan Prof. Dr. Gustan Pari, MS. 15. Paten Sederhana Proses Pembuatan Karbon Sphere Prof. Dr. Gustan Pari, M.Si. dan Saptadi Darmawan, S.Hut, M.Si. III. Pusat litbang Perubahan Iklim dan Kebijakan Kehutanan 1. Hak Cipta Buku REDD+ and Forest Governance informasi mengenai keterkaitan Redd+ dan forest governance Sudah dilakukan pembayaran pemeriksaan substantif Sudah dilakukan pembayaran pemeriksaan substantif Sudah dilakukan pembayaran pemeriksaan substantif Sudah dilakukan pembayaran pemeriksaan substantif Sudah dilakukan pembayaran pemeriksaan substantif Sudah dilakukan pembayaran pemeriksaan substantif Baru didaftarkan Baru didaftarkan Baru didaftarkan Tanggal 1 Agustus 2012 telah mendapat hak cipta dengan nomor Peneliti, Pengajar/dosen, Mahasiswa, 194

205 NO. JENIS HAKI SUBSTANSI PROGRES USER POTENSIAL KETERANGAN Praktisi/peminat masalah 2. Hak Cipta Buku Social Forestry 3. Hak Cipta Booklet Cadangan Karbon pada Berbagai Tipe Hutan dan Jenis Tanaman di Indonesia 4. Hak Cipta Booklet pedoman Pengukuran Karbon untuk Mendukung Penerapan REDD+ di Indonesia 5. Hak Cipta Program Komputer Software Neraca Sumber Data Hutan (NSDH) 6. Buku Pedoman Analisis Penelitian Sosial Ekonomi Kehutanan Bunga rampai mengenai konsepsi, kondisi terkini, dan ragam pengelolaan social Forestry di Indoneisa informasi cadangan karbon pada berbagai tipe hutan dan jenis tanaman di Indonesia pedoman praktis pengukuran karbon untuk mendukung penerapan Redd+ di Indonesia Informasi passiva dan aktiva luas kawasan hutan serta potensi kayu dan non-kayu dalam kawasan hutan di setiap Provinsi kumpulan informasi metodemetode dalam penelitian social ekonomi kehutanan Tanggal 1 Agustus 2012 telah mendapat hak cipta dengan nomor Tanggal 1 Agustus 2012 telah mendapat hak cipta dengan nomor Tanggal 1 Agustus 2012 telah mendapat hak cipta dengan nomor Tanggal 1 Agustus 2012 telah mendapat hak cipta dengan nomor Tanggal 1 Agustus 2012 telah mendapat hak cipta dengan nomor kehutanan Peneliti, Pengajar/dosen, Mahasiswa, Praktisi/peminat masalah kehutanan, Pengambil kebijakan tingkat pusat (BP- DAS PS) dan daerah seperti Dinas Kehutanan serta instansi teknis terkait Peneliti, Praktisi seperti Penyelenggaran jasa usaha karbon dan Pengelola Demonstration Activity, Mahasiswa Peneliti, Praktisi seperti Penyelenggaran jasa usaha karbon dan Pengelola Demonstration Activity, Mahasiswa Peneliti, Pengajar (Dosen, Widyaiswara), Mahasiswa, Penyuluh Peneliti, Pengajar (Dosen, Widyaiswara), Mahasiswa, Penyuluh 195

206 Lampiran 20. Alih Teknologi/Gelar Teknologi Badan Litbang Kehutanan Tahun 2013 NO URAIAN KEGIATAN LOKASI PENYELENGGARAAN I. Sekretariat Badan Litbang Kehutanan 1. Gelar Teknologi Badan Litbang Hotel Eden I Kaliurang Kehutanan pada Jambore Jogyakarta Nasional Penyuluh Kehutanan Tahun 2013 TOPIK/MATARI AUDIEN KETERANGAN Satu Abad Litbang Berkarya untuk Kehutanan Indonesia penyuluh kehutanan. penyuluh kehutanan swasta, penyuluh kehutanan daerah, kelompok tani, Pengurus Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM), pengurus HPHA, pengurus DPP, DPW dan DPD IPKINDO seluruh wilayah Indonesia II. Pusat Litbang Konservasi dan Rehabilitasi 1. Alih teknologi inokulasi gaharu Banjarnegara Alih teknologi untuk 35 orang penyuluh kehutanan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banjarnegara 2. Alih teknologi inokulasi gaharu Kabupaten Balangan Alih teknologi untuk 17 orang masyarakat dan dinas kehutanan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Balangan 3. Alih teknologi inokulasi gaharu Kalimantan Selatan Alih teknologi untuk 12 orang penyuluh kehutanan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Kalimantan Seatan 4. Gelar Teknologi Hasil Penelitian Pemanfaatan Iptek Kehutanan dalam Upaya Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Balikpapan Gaharu Dinas Kehutanan, Petani dan Penyuluh Penyelenggara 5. Alih teknologi inokulasi gaharu Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banjarnegara Alih teknologi untuk 35 orang penyuluh kehutanan 5. Alih teknologi inokulasi gaharu Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Balangan Alih teknologi untuk 17 orang masyarakat dan dinas kehutanan

207 NO URAIAN KEGIATAN LOKASI PENYELENGGARAAN 6. Alih teknologi inokulasi gaharu Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Kalimantan Seatan TOPIK/MATARI AUDIEN KETERANGAN Alih teknologi untuk 12 orang penyuluh kehutanan III. Pusat Litbang Perubahan Iklim dan Kebijakan Kehutanan 1. Alih Teknologi Wood Biomass Renewable Energy, A Metamorphic of Fuel Wood Kayu Bakar 13 Maret 2013 Menara Peninsula Bioenergi CO2 Operate BV, Netherland, PT. Inhutani III, PT. Indonesia Power, Ideas Consultan, Bappenas, Kedutaan besar Swedia, Netherland, Australia,Amerika dan Korea, APHI, Peneliti terkait bioenergi badan litbang kehutanan, pokja perubahan iklim kemenhut, BUK 2. Alih Teknologi Peran Jasa Lingkungan Hutan sebagai Alternatif Sumber Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Alih Teknologi Penghitungan Karbon 23 Mei 2013 Bogor Pengelolaan hutan Kelompok pecinta alamfungsional PEHForum pengelola air, Penyuluh,Widyaiswara Botani Square IICC 30 Juli 2013 Perdagangan kayu Ditjen BUK, APHI, Peneliti Puspijak, IPB, LSM Alih Teknologi Pembangunan PSP dan Penghitungan Cadangan Karbon Hutan 3 4 Oktober2013 Gularaya, Kendari IV. Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta 1. Gelar Teknologi Hotel Santika Tasikmalaya Pemanfaatan benih unggul untuk pengembangan hutan rakyat dalam rangka pemberdayaan masyarakat Perubahan Iklim Dishut Prov, Bappeda, UPT, Dishut Kabupaten, LSM, Perguruan Tinggi Penyuluh Pengrajin Petani Dinas kehutanan kabupaten Tasikmalaya, Banjar, Ciamis dan Kota Tasikmalaya

208 NO URAIAN KEGIATAN LOKASI PENYELENGGARAAN V. Balai Besar Penelitian Dipterokarpa Samarinda TOPIK/MATARI AUDIEN KETERANGAN Gelar Teknologi Badan Litbang Kehutanan Pada Acara Jambore Nasional Penyuluh Kehutanan Lapangan Karang Pramuka Hargobinangun, Yogyakarta, Satu Abad Litbang Berkarya Untuk Kehutanan Indonesia Insatnsi Pemerintah lingkup Kementerian Kehutanan. VI. Balai Penelitrian Kehutanan Aek Nauli 1. Melaksanakan GETEK Gaharu Asahan Aplikasi IPTEK Gaharu untuk meningkatkan pendapatan masyarakat Instansi terkait Masyarakat Gaharu VII. Balai Penelitian Kehutanan Kupang Gelar Teknologi Teknik Kabupaten Belu Teknik Persemaian Cendana Instnasi pemerintah terkait Persemaian Cendana VIII. Balai Penelitian Kehutanan Makassar Gelar Teknologi hasil penelitian, tanggal 15 Mei 2013 IX. Balai Penelitian Kehutanan Manado Geltek Badan Litbang Lapangan Karang Pramuka Hargobinangun Yogyakarta Masyarakat Aparat Desa se Kab. Barru Aparat Lurah se kab.barru Aparat Camat se Kab. Barru Aparat Kadishut Kab. Barru Penyuluh perkebunan, pertanian & kehutanan Aparat Bupati Kab. Barru BadanPenyelenggara bencana daerah Kab. Barru Pameran dalam rangka Jambore Penyuluh Kabupaten Barru Penyuluh dan Masyarakat Umum X. Balai Penelitrian Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu Mataram Alih Teknologi Budidaya Lebah Trigona Hotel Graha Ayu Mataram dan Desa Karang Bayan, Jenis pakan, teknik pembuatan dan pemeliharaan koloni, pemanenan Instansi Pemerintah Petani / kelompok tani madu

209 NO URAIAN KEGIATAN LOKASI PENYELENGGARAAN Lombok Barat polen, madu dan propolis, pembuatan minuman segar polen, madu, propolis dan kelembagaan pengusahaan madu XI. Balai Penelitian Kehutanan Banjarbaru Alih Teknologi Balai Penelitian Kandangan ( HSS ) - Persemaian dan Pembibitan Kehutanan Banjarbaru - Polatanam dan Penanaman - Perlindungan H dan P Gaharu - Prospek usaha Gaharu - Analisis usaha gaharu - Teknik dan Proses inakolasi gaharu TOPIK/MATARI AUDIEN KETERANGAN trigona, Penyuluh kehutanan, Petugas dinas kehutanan seluruh kabupaten se pulau Lombok, Petani Desa Gombel dan desa Mandala Penyuluh Kehutanan Kecamatan XII. Balai Penelitian Agroforestry Ciamis 1. Gelar Teknologi Malang Pita Volume Budiman Instansi pemerintah, swasta XIII. Balai Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan Bogor 1. Gelar Teknologi dan Jambore PenyuluhBadan Litbang dan BP2SDM Kemenhut Kaliurang, Jogjakarta Kesinambungan Diseminasi Hasil Litbang ke Masyarakat Pengguna Melalui Kegiatan Penyuluhan Penyuluh Kehutanan Se-Indonesia 2. Gelar Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan BPTPTH 21 Agustus 2013 Hotel Puri Khatulistiwa, Janinagor- Bandung Satu Abad Litbang Berkarya untuk Kehutanan Indonesia : Aplikasi Teknologi Perbe-nihan dalam Mendukung Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di Provi. Jawa Barat Penyuluh kehutanan Seluruh Jawa Barat, MPPIK, dan masyarakat yang terkait dengan perbenihan 199

210 Lampiran 21. Advis Teknis/Bimbingan Teknis yang Diselenggarakan Badan Litbang Kehutanan Tahun 2013 NO. KEGIATAN PEMBIMBING PESERTA LAMA PELAKSANAAN I. Balai Penelitian Kehutanan Makassar 1. Magang SMK Kehutanan Kelompok Peneliti 4 orang 2 Bulan 2. Magang SMK Sub Bag. TU dan Seksi 5 orang 3 bulan 3. Magang siswa SMK Darussalam Sub Bag. TU dan Seksi 4 orang 4 bulan 4. Magang Mahasiswa STIMIK Dipanegara Sub Bag. TU dan Seksi 4 Orang 3 bulan 5. Magang Siswa SMK Kehutanan Kelompok Peneliti 5 Orang 1 1/2 bulan II. Balai Penelitian Kehutanan Banjarbaru 1. Pelatihan Pembuatan Tanaman Kehutanan Rusmana. S.Hut Fajar Lestari. S.Hut Benny R. S.Hut Tri Wira Yuwati, S.Hut,MSc Reny SW, S.Hut, MSc Budi Hermawan Arif Susianto Isa Anwar III. Balai Penelitian Teknologi Kehutanan Pengelolaan DAS Solo A. Bimbingan Teknis Mahasiswa Ir. Gunardjo Tjakrawarsa, M.Sc - 9 orang 2 hari, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, UNS [Gathot Bayu Ariansyah] Jurusan Informastika, Fakultas MIPA, UNS Ir. Heru D Riyanto [Andy Bekti Widiyanto] Jurusan Konservasi Sumber Daya Hutan, Fakultas Kehutanan, UGM [Lasmiwati Wulandari] Jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Drs. Irfan B Pramono, M.Sc Pertanian, UGM [M. Zilma Rezaki Firdaus] Jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Dr. Ir. Tyas M Basuki, M.Sc Pertanian, UGM [Lidya Kartini Gultom] Drs. Raharyan N Adi Jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi 200

211 NO. KEGIATAN PEMBIMBING PESERTA LAMA PELAKSANAAN Pertanian, UGM [Rinie Nova Anjani] Agung B Supangat, S.Hut, MT Fakultas Geografi, UMS [Fitriyani] B. Permohonan Narasumber Nunung P. Nugroho, S.Hut, M.Sc Drs. Irfan B. Pramono, M.Sc Ir. Paimin, M.Sc Fakultas Geografi, UMS - Ir. Purwanto, M.Si - Dr.rer.agr. Evi Irawan Puslitbang Perhutani Drs. Irfan B. Pramono, M.Sc BPDAS Pemali Jratun Drs. Irfan B. Pramono, M.Sc BPDAS Ake Malamo Ir. Paimin, M.Sc Pusat Penelitian dan pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan DAS Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan DAS dan Perhutanan Sosial Ir. Paimin, M.Sc Sekretaris Badan Litbang Kehutanan Ir. Beny Harjadi, M.Sc Eko Priyanto, SP Ir. Beny Harjadi, M.Sc Drs. Agus Wuryanta, M.Sc Ir. Paimin, M.Sc Ir. Purwanto, M.Si Drs. Irfan B. Pramono, M.Sc Kepala Laboratorium Penelitian Tanah dan Tanaman Tebu, PT Perkebunan Nusantara IX (PERSERO) Ketua Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian - Universitas Sebelas Maret Direktur Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan DAS, Ditjen BPDAS PS 201

212 Lampiran 22. Pameran Yang Diselenggarakan/diikuti Badan Litbang Kehutanan Tahun 2013 NO URAIAN KEGIATAN LOKASI TOPIK/MATERI AUDIEN KETERANGAN I. Sekeretariat Badan Litbang kehutanan 1. Partisipasi Pameran pada Regional Workshop on ASEAN Forestry Extension, Education and Training (ASEAN-FEET) 2. The 5th Indogreen Forestry Expo 2013, 3. Pameran hasil karya penyuluh kehutanan pada Jambore Nasional Penyuluh Kehutanan Tahun Pameran hasil penelitian pada puncak acara 100tahun kelitbangan kehutanan Indonesia Hotel Hyatt Regency, Jakarta di Jakarta Convention Center Lapangan Karang Pramuka Jogjakarta Selasar Auditorium Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta / Selasa, 27 Agustus Pameran Foto Riset Auditorium Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Publikasi Badan Litbang Kehutanan (berbahasa inggris) Sustainable Growh with Equity in Forestry Sector Toward 2020 Penyuluh Kehutanan yang Kompeten dan Profesional 100 tahun Litbang Berkarya untuk kehutanan Indonesia 100 tahun Litbang Berkarya untuk kehutanan Indonesia Perwakilan dari negara ASEAN bidang Forestry Extension, Education and training, Penyuluh, Widyaswara Perwakilan negara sahabat, Pejabat pemeritah dari berbagai kementerian/ badan terkait, Pengusaha sektor kehutanan, Profesional dan eksekutif perusahaan, Akademisi, Aktivitas pecinta lingkungan, LSM/NGO dan Masyarakat umum penyuluh kehutanan, instansi pemerintah, swasta,, akademisi, dan masyarakat umum Peserta INAFOR, Kementerian Kehutanan dan lembaga penelitian kehutanan dalam dan luar negeri instansi terkait, Akademisi, Aktivitas pecinta lingkungan, LSM/NGO dan Masyarakat umum Peserta INAFOR, Kementerian Kehutanan dan lembaga penelitian kehutanan 202

213 NO URAIAN KEGIATAN LOKASI TOPIK/MATERI AUDIEN KETERANGAN dalam dan luar negeri instansi terkait, Akademisi, Aktivitas pecinta lingkungan, LSM/NGO dan Masyarakat umum 6. Pameran Forestry JobFair and Expo Pameran Expo Perbenihan Tanaman Kehutanan 8. Pameran Hari Pangan Sedunia (HPS) Auditorium Manggala Wanabakti Jakarta Auditorium Manggala Wanabakti Jakarta Padang Sumatra Barat II. Pusat Litbang Konservasi dan Rehabilitasi 1. Pameran Indogreen Forestry Expo Jakarta Convention ke 5 Center (JCC) Jakarta 2. Pameran Gelar Teknologi Badan Litbang Kehutanan dan Jambore Nasional Penyuluh Kaliurang Yogyakarta menampilkan materi pameran berupa publikasi hasil-hasil penelitian (jurnal, buletin, info, prosiding, leaflet, buku iptek), produk turunan gaharu dan arang aktif. jenis-jenis benih tanaman hutan, Ulat Sutera dan membagikan publikasi yang terkait dengan perbenihan dan pembibitan serta membagikan beih Acacia Mangium hasil genetik (F1). (SM) SustainableFood Systems for Food Security and Nutrition (Sistem pangan berkelanjutan untuk ketahanan pangan dan gizi) Gaharu Lebah Madu Rusa KOFFCO Allometrik Gaharu Lebah Madu Rusa Kementerian Kehutanan dan instansi terkait Akademisi Aktivitas pecinta lingkungan LSM/NGO dan Masyarakat umum Kementerian Kehutanan dan instansi terkait, Akademisi, Aktivitas pecinta lingkungan, LSM/NGO dan Masyarakat umum Pejabat pemerintah pusat/daerah akademisi, swasta, pengusaha, profesional dan eksekutif muda dan masyarakat umum Instansi Pemerintah Dunia usaha/ swasta Masyarakat Instansi Pemerintah Swasta Masyarakat Peserta peserta Coco fiber 203

214 NO URAIAN KEGIATAN LOKASI TOPIK/MATERI AUDIEN KETERANGAN Allometik 3. Gelar Teknologi Hasil Penelitian Pemanfaatan Iptek Kehutanan dalam Upaya Meningkatkan Pendapatan Masyarakat 4. Pameran Indogreen Forestry Expo Jakarta Gaharu Lebah Madu Rusa KOFFCO 5. Pameran Inafor ke-2 dan 100 th Badan Litbang Kehutanan 6. Pameran Hari Kebangkitan Teknologi Nasional 7. Pameran 1 st SEAMEO BIOTROP International Conference on Tropical Biologi 8. Pameran Kongres ke-1 Himpunan Peneliti Indonesia Balikpapan Gaharu Dinas Petani Penyuluh Jakarta Gaharu Lebah Madu Rusa Coco fiber Allometik Masyarakat Instansi Pemerintah Pelaku Usaha Swasta Akademisi/ Pelajar Peneliti, Isntansi pemerintah terkait Peserta peserta Peserta Jakarta Gaharu Instansi Pemerintah terkait, Umum peserta Botani Square, Bogor Penangkaran Rusa Gaharu Koffco Publikasi Puskonser III. Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengelolahan Hasil Hutan 1. Pameran yang diselenggarakan Pustekolah: Pameran dalam rangka Ekpose Hasil Penelitian Instansi terkait Swasta LSM Masyarakat Peserta Jakarta Publikasi Puskonser Peneliti peserta Royal Hotel, Jl Ir. H.Juanda Bogor Tema : Teknologi Peningkatan Nilai Tambah Hasil Hutan. Kementerian Kehutanan Pemda BUMN HPHTI, Industri Kayu dan non kayu, Perusahaan Tambang, 204

215 NO URAIAN KEGIATAN LOKASI TOPIK/MATERI AUDIEN KETERANGAN Bio Farmaka Asosiasi, Cifor, ICRAF Akademisi LSM, dan lain-lain. 2. Pameran yang diikuti Pustekolah : Pameran 5 th Indo Green Forestry Expo Assembly Hall JCC Jakarta Sustainable grouth with equity in Forestry Sector Toward 2020 Perguruan Tinggi, Pemda Asosiasi, LIPI, Peneliti, LSM, Industri Kayu, SMK Kehutanan dan lain-lain 3. Pameran yang diikuti Pustekolah :2 nd Inafor Pameran yang diikuti Pustekolah : Pameran Hari Pangan Sedunia Auditorium Manggala Wanabakti, Jakarta Padang Sumatera Barat Riset Kehutanan untuk Pengelolaan Hutan Lestari dan Kesejahteraan Masyarakat Arkoba Cuka kayu Teknologi pengolahan sukun Budidaya jamur Pengawetan kayu Partisipasi publik terbitan Pustekolah IV. Pusat Litbang Peningkatan Produktivitas Hutan 1. Pameran Penyuluh-penyuluh se - Yogyakarta - PNS, Umum ASEAN 2. Pameran Gelar Teknologi Badan Kaliurang, Yogyakarta - PNS, Umum Litbang Kehutanan Pameran Jambore Nasional tahun Pameran Inafor Gedung Manggala Wanabakti Kaliurang, Yogyakarta 1 abad Litbang berkarya untuk kehutanan Indonesia - PNS, Umum Pemda Tk.I dan Tk II se Sumatera Barat Kementerian Perindustrian, Kehutanan Pengrajin, LSM, Perguruan Tinggi, dll. Penyuluh Kehutanan Se Indonesia, Swasta 205

216 NO URAIAN KEGIATAN LOKASI TOPIK/MATERI AUDIEN KETERANGAN - Umum, Swasta 5. Pameran JOB FAIR dan EXPO Jakarta Manggala Wanabakti 6. Pameran Flora dan Flori Yogyakarta Hortikultura Nusantara Sebagai Gaya Hidup PNS, Umum dan Swasta 7. Pameran Hari Pangan Sedunia (HPS) Padang "Optimalisasi Sumber Daya Lokal Melalui Diversifikasi Pangan Menuju Kemandirian Pangan dan Perbaikan Gizi Masyarakat." PNS, Umum dan Swasta V. Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta 1. Hotel Hyatt Regency Yogyakarta Hasil-hasil penelitian - - BBPBPTH 2. Universitas Kristen Duta Wacana Pameran Bio Tech Expo Mahasiswa, dan masyarakat umum Instansi pemerintah 2013 Instansi Pemda terkait, 3. JCC Jakarta Indogreen Foretry Expo Yogyakarta Hortikultura Nusantara Sebagai Gaya Hidup Sehat 5. Lapangan Karang, Kaliurang Tema : satu abad litbang berkarya untuk Kehutanan Indonesia Menuju Penyuluh Kehutanan Yang Profesional dan Kompeten 6. Auditorium Manggala Wanabakti Jakarta Konferensi Internasional INAFOR ke II tahun 2013 VI. Balai Besar Penelitian Dipterkarpa Samarinda 1. Kaltim Fair 2013 Stadion Madya Sempaja, Samarinda, Pemerintah, pengusaha, mahasiswa, aktifis, pencibta lingkungan, pelajar, masyarakat umum Asosiasi, Kelompok Tani, pelaku usaha hortikultura, usaha kecil dan menengah, asuransi, perbankan, Perguruan Tinggi, Dinas Pertanian Propinsi/Kabupaten/Kota, Lembaga Penelitian Penyuluh kehutanan seluruh Indonesia dan masyarakat umum Peneliti lingkup Badan Litbang Kehutanan, Lembaga Pemerintah, Perguruan Tinggi Swasta /,BUMN LSM, Instansi pemerintah Instansi Pemda terkait, swasta /,BUMN LSM, Instansi pemerintah Instansi Pemda terkait, Swasta /,BUMN LSM, Instansi pemerintah, Instansi Pemda terkait, Swasta /,BUMN LSM, Instansi pemerintah, Instansi Pemda terkait, Swasta /,BUMN LSM, Instansi Pemerintah, Badan Usaha, Masyarakat umum 206

217 NO URAIAN KEGIATAN LOKASI TOPIK/MATERI AUDIEN KETERANGAN 2. Indo Green Expo 2013 Gedung Jakarta Convention Centre, Jakarta, 3. Agrinex Hall B Gedung Jakarta Convention Centre, Jakarta, VII. Balai Penelitian Kehutanan Makassar 1. Pameran Puncak acara 100 Manggala Wanabakti, tahun Kelitbangan Kehutanan Jakarta Indonesia, 2. Pameran Pem-bangunan Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Celebes Convention Center, Makassar Sustainable growth with equity in forestry actor toward 2020 Agribussines for food and bioenergy security Microhydro electrik Alat Sensor Peringatan Tanah Longsor Alat peringatan banjir dan SMS ATHUS ver-3 Isolat Mikoriza MK1 Murbei varietas N1 Nata Pinata Buku Jurnal Penelitian Wallacea Vol. I dan Vol. II Mikrohidro Electrik Athus Ver.3 Murbei Varietas Ni Alat Sensor Peringatan Tanah Longsor Alat Peringatan Banjir dengan SMS Isolat Mikoriza (Isomik Mk1) Nata Pinnata Pembuatan Biopot Sebagai Media Semai Instansi Pemerintah BUMN, Pengusaha Kayu dan Rotan, Pertambangan, Biofarmika. Unsur Pemerintah, BUMN, Perguruan Tinggi, Seluruh Stakeholder Bidang Pertanian. Para Peneliti lingkup Badan Litbang Kehutanan Peneliti dari LN UPT lingkup Badan Litbang Kehutanan Pemda Provinsi Sulsel Dinas-dinas Kab. dan Kota Pihak Swasta BUMN UPT lingkup Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan VIII. Balai Penelitian Kehutanan Manokwari 1. Pameran pada Gelar IPTEK Pendopo Usu Medan Gelar IPTEK Sumatera Utara 2012 Instansi terkait, Akademisi Sumatera Utara

218 NO URAIAN KEGIATAN LOKASI TOPIK/MATERI AUDIEN KETERANGAN IX Balai Penelitian Kehutanan Manado 1. Pameran dan Seminar Hasil Litbang BPK Manado 2. INAFOR 2013 Auditorium Manggala Wanabakti 3. Pameran Pembangunan Prov. Sulawesi Utara X. Balai Penelitian Kehutanan Kupang 1. The 5th IndoGreen Forestry Jakarta Convention Expo Tahun 2013 Center, Jakarta 2. Pameran Pembangunan di NTT GKIC Manado Hutan dan Biodiversitas Kemeterian Kehutanan, Akademisi Pemerintah Provinsi dan Kabupaten, Petani, LSM, SEAMEO Biotrop, Swasta Pameran 100 thn litbang berkarya Kementerian Kehutanan Peneliti, Kayuwatu Manado Pameran pembangunan daerah Provinsi Sulawesi Utara Arena Promosi Kerajinan Rakyat, Fatululi, Kota Kupang NTT XI. Balai Penelitian Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu Mataram 1. Pameran Hasil Litbang dalam rangka 100 tahun Litbang berkarya Auditorium Manggala Wanabakti Green Growth Economy Toward 2020 Materi/bahan : leaflet cendana, produk cendana, hasil kerajinan daerah (khas) Dengan Peringatan HUT ke-68 Proklamasi Kemerdekaan RI Th.2013 Dengan Jiwa Rimbawan Kita Kembalikan Harum Cendana di Bumi NTT Publikasi: Bidara Laut (Strychnos lucida) si pahit yang berkhasiat. Boan tempat tinggalku Pengembangan, ujicoba rehabilitasi hutan lindung berbasis HHBK di KHDTK. Hutan sumber panganku. Koloni Trigona sp masyarakat umum Masyarakat Umum Instansi pemerintah, swasta Instansi pemerintah, swasta IUFRO, CIRAD, INBAR, Tropenbos Internasional, FRIM, CIFOR, Yamaguchi University dan Hokaido University Instnasi pemerintah Balitbangda, Satbakorluh seluruh Indonesia, perusahaan swasta kehutanan, BUMN, LSM, penylulh dan widyaiswara, perwakilan seluruh 208

219 NO URAIAN KEGIATAN LOKASI TOPIK/MATERI AUDIEN KETERANGAN eselon II Kemenhut serta undangan dari seluruh mitra Balitbanghut. 2. Inafor Foyer Auditorium Manggala Wanabakti Publikasi: Warta duabanga Leaflet Poster/banner Produk: Sampel gaharu Produk turunan gaharu Bibit gaharu Bibit kemiri sunan Bibit cendana Madu Trigona Polen XII. Balai Penelitian Kehutanan Banjarbaru 3. Pameran Indogreen Forestry JCC Jakarta Sustainable Growth With Equity in Expo 2013 Forestry Sektor toward Pameran BBGRM X dan HKG- PKK ke 41 Lapangan Dr. Murjani Banjarbaru Bangkitkan Semangat Gotong Royong melalui Gerakan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga menuju masyarakat Mandiri dan Sejahtera IUFRO, CIRAD, INBAR, Tropenbos Internasional, FRIM, CIFOR, Yamaguchi University dan Hokaido University Japan. Balitbangda, Satbakorluh seluruh Indonesia, perusahaan swasta kehutanan, BUMN, LSM, penylulh dan widyaiswara, perwakilan seluruh eselon II Kemenhut serta undangan dari seluruh mitra Balitbanghut. Kemenhut Dinas Kehutanan Propinsi Swasta/perusahaan BUMN sektor Kehutanan Dinas Kehutanan Propinsi Swasta Perusahaan PKK se Indonesia 5. Pameran Inafor 2013 Manggala Wanabakti Jakarta Hasil Penelitian BPK Banjarbaru Peserta Inafor Pameran Harteknas 2013 TMII Jakarta Hasil Penelitian BPK Banjarbaru Masyarakat Umum 7. Kalsel Expo 2013 Lapangan Murjani Hasil Penelitian BPK Banjarbaru Masyarakat Umum Banjarbaru XIII. Balai Penelitian Kehutanan Palembang 1 Pameran hasil Litbang Dining Hall Wisma Atlet Palembang Gd. Manggala Wanabakti South Sumatera Expo 2013 Umum Hasil Litbang BPK Palembang Peserta Seminar Inafor 2 nd Tahun

220 NO URAIAN KEGIATAN LOKASI TOPIK/MATERI AUDIEN KETERANGAN XIV. Balai Penelitian Teknologi Kehutanan Pengelolaan DAS Solo 1. Pameran : The 5 th Indogreen Forestry Expo Pameran : Jambore Nasional 3. Pameran : Jateng Fair 2013 Jakarta Convention Centre Lapangan Karang Pramuka, Desa Hargobinangun, Yogyakarta Susitainable Growth with Equity in Forest Sector Toward 2020 Menuju Penyuluh Kehutanan yang Kompeten dan Profesional Instansi Lingkup Litbang Kehutanan Instansi Kehutanan terkait Instansi Pemerintah Masyarakat Instansi Kehutanan terkait Instansi Pemerintah Masyarakat PRPP, Semarang Semarak Wisata Jawa Tengah Instansi Kehutanan terkait Instansi Pemerintah Masyarakat 4. Pameran : Soropadan Agro Expo ke VI 5. Pameran : 2 nd International Conference of Indonesia Forestry Researchers 2013 dan Peringatan 100 th Kelitbangan Kehutanan Indonesia 6. Pameran : Pameran Produk Inovasi Soropadan, Temanggung Auditorium Gedung Manggala Wanabakti Jakarta Peningkatan Kemitraan Usaha dalam rangka Optimalisasi Pengembangan Pasar Global Forestry Research for Sustainable Forest Management and Community Welfare Instansi Kehutanan terkait Instansi Pemerintah Pengusaha Agro, Peternak, dan Masyarakat. Peneliti Lingkup Badan Litbang Kehutanan Eselon I Kemenhut NGO (IUFRO, ICRAF, CIFOR, Tropenbos, dll) Universitas PRPP Semarang "Inovasi untuk Kemajuan bangsa" Instansi Pemerintah Masyarakat 7. Pojok Display Pojok Display The Sunan Hotel, Surakarta, tanggal 12 Juni Pojok Display Pojok Display pada saat Alih Teknologi MONEV DAS dengan DATA MINIMAL Fave Hotel, Surakarta, tanggal 8 11 Oktober 2013 XV. Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan Bogor 1. Pameran Indogreen Assembly Hall JCC, Ekonomi Hijau Kehutanan Jakarta (Green Economy Forestry) Instansi pmerintah terkait, swasta Instansi Pemerintah, swasta Semua pihak yang terkait dengan kegiatan kehutanan 210

221 NO URAIAN KEGIATAN LOKASI TOPIK/MATERI AUDIEN KETERANGAN 2. Pameran pada Gelar Teknologi Badan Litbang kehutanan Hotel Horison, Jl. Simpang Lima, Semarang. XVI. Balai Penelitian Teknologi Agroforestry Ciamis 1. Pameran Kec. Sidamulih Kab. Pangandaran 2. Pameran Gd. Manggala Wanabakti, Jakarta Sinergitas Peneliti dan Penyuluh Kehutanan untuk Peningkatan Kegiatan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat Instansi pemerintah Pemerintah Daerah terkait, Swasta Hari Krida Pertanian Ke-41 Instansi pemerintah, Swasta, Akademisi INAFOR Instansi pemerintah, Swasta, Akademisi XVII. Balai Penelitian Teknologi Konservasi Sumberdaya Alam Samboja 1. Samarinda Pameran Kaltim Fair 2013 Masyarakat umum Mengikuti Pameran The 2 nd kaltim fair di Stadion Sempaja 2. Pameran The 5Th IndoGreen Forestry Expo 2013 Jakarta Convention Center XVIII. Balai Penelitian Teknologi Serat Tanaman Hutan Kuok 1. Pameran Photo Riset dan INAFOR Aula Gedung Manggala Wana Bakti Kemenhut. Jakarta 2. Riau Ekspo Tahun 2013 Halaman Gedung MTQ, Pekanbaru, Riau. 3. Hari Pangan Sedunia Halaman Gedung TVRI, Padang Sumatera Barat IndoGreen Forestry Expo ke ) Pameran Photo Riset dan INAFOR 2) Presentasi Makalah Internasional a.n: - Siti Wahyuningsih, SP - Avry Pribady, S.Si - Rima Rinanda, SP - Pebriyanti Kurniasih, S.Sos - Buku, Leaflet Madu dan Gaharu Buku dan Leaflet Madu dan Buku-Buku Hasil Penelitian, Leaflet Pelajar Akademisi, Pelajar Instansi Pemerintah, akademisi Isntansi pemerintah, Swasta Akademisi Instansi pemerintah terkait Perusahaan Swasta Dalam maupun Luar Masyarakat Riau Seluruh Instansi RI, BUMN, Swasta, dan Masyarakat 211

Buku Statistik BLI 4/11/2016

Buku Statistik BLI 4/11/2016 4/11/216 Buku Statistik BLI 1. Menyajikan data statistik dan informasi yg menggambarkan fakta obyektif Badan Litbang dan Inovasi 2. Cerminan kondisi terkini BLI dari waktu ke waktu 3. Data & informasi

Lebih terperinci

Tabel 7.1. Keadaan pegawai Badan Litbang Kehutanan berdasarkan jabatan tahun

Tabel 7.1. Keadaan pegawai Badan Litbang Kehutanan berdasarkan jabatan tahun Tabel 7.1. Keadaan pegawai Badan Litbang Kehutanan berdasarkan jabatan tahun 2006 2010 Jumlah (orang) No. Kelompok Pegawai 2006 2007 2008 2009 2010 1. Tenaga Struktural/Non Struktural Tenaga Struktural

Lebih terperinci

LAKIP. Tahun Kementerian Kehutanan. Badan Litbang Kehutanan. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan

LAKIP. Tahun Kementerian Kehutanan. Badan Litbang Kehutanan. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan LAKIP Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Badan Litbang Kehutanan Tahun 2013 Kementerian Kehutanan Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan LAKIP Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Jakarta, Mei Kepala Badan, Dr. Ir. R. Iman Santoso, M.Sc. NIP

KATA PENGANTAR. Jakarta, Mei Kepala Badan, Dr. Ir. R. Iman Santoso, M.Sc. NIP KATA PENGANTAR Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan mengemban tanggung jawab melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang kehutanan. Dalam melaksanakan tugas tersebut, dibutuhkan dukungan

Lebih terperinci

17/09/2014. Rencana Kerja Sekretariat Badan Litbang Kehutanan. Disampaikan pada Pembahasan Renja 2015 Tanggal 17 September 2014

17/09/2014. Rencana Kerja Sekretariat Badan Litbang Kehutanan. Disampaikan pada Pembahasan Renja 2015 Tanggal 17 September 2014 Rencana Kerja 2015 Sekretariat Badan Litbang Kehutanan Disampaikan pada Pembahasan Renja 2015 Tanggal 17 September 2014 Profil Anggaran Litbang 2015 1 Perbandingan Thn 2014 dan 2015 berdasar Sumber Dana

Lebih terperinci

BAGIAN KEPEGAWAIAN, HOT

BAGIAN KEPEGAWAIAN, HOT BAGIAN KEPEGAWAIAN, HOT Balikpapan, 11 Juni 2015 PMPRB Setiap tahun secara berkala dilakukan penilaian pelaksanaan RB pada Kementerian/KL oleh Kementerian PAN dan RB, yang dilakukan melalui mekanisme PMPRB

Lebih terperinci

Implementasi PUG Badan Litbang Kehutanan

Implementasi PUG Badan Litbang Kehutanan Implementasi PUG Badan Litbang Kehutanan Disampaikan oleh: Sekretaris Badan Litbang Kehutanan (Penanggung Jawab Pelaksanaan PUG Badan Litbang Kehutanan) Hotel Peninsula Jakarta 16 September 2014 OUTLINE

Lebih terperinci

Laporan Tahunan Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat 2016

Laporan Tahunan Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat 2016 Laporan Tahunan Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat 2016 1. Keuangan BAB VI SUMBERDAYA Pada tahun 2016 Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat memperoleh anggaran dari APBN yang bersumber dari Rupiah

Lebih terperinci

DEPARTEMEN KEHUTANAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN J A K A R T A

DEPARTEMEN KEHUTANAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN J A K A R T A DEPARTEMEN KEHUTANAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN J A K A R T A KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN Nomor: SK.38/VIII-SET/2009 TENTANG PEMBINAAN UNIT PELAKSANA TEKNIS

Lebih terperinci

ARAHAN Penyusunan Program Litbang (RENSTRA) dan Kegiatan Penelitian Integratif (RPI) BADAN LITBANG KEHUTANAN

ARAHAN Penyusunan Program Litbang (RENSTRA) dan Kegiatan Penelitian Integratif (RPI) BADAN LITBANG KEHUTANAN ARAHAN Penyusunan Program Litbang (RENSTRA) dan Kegiatan Penelitian Integratif (RPI) 2015-2019 BADAN LITBANG KEHUTANAN IB Putera Parthama, Ph.D PLT Kepala Badan Litbang Kehutanan Jakata, 18 Februari 2014

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN ORGANISASI UNIT PELAKSANA TUGAS (UPT) LINGKUP BADAN LITBANG DAN INOVASI PASCA LAHIRNYA KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

PENGEMBANGAN ORGANISASI UNIT PELAKSANA TUGAS (UPT) LINGKUP BADAN LITBANG DAN INOVASI PASCA LAHIRNYA KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN BADAN PENELITIAN, PENGEMBANGAN DAN INOVASI Kampus Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Jalan Gunung Batu Nomor 5 Bogor STRATEGI PENGEMBANGAN ORGANISASI

Lebih terperinci

KOMPILASI HASIL IDENTIFIKASI RESIKO UPT BADAN LITBANG. Bogor, 16 Desember 2014 PROGRESS

KOMPILASI HASIL IDENTIFIKASI RESIKO UPT BADAN LITBANG. Bogor, 16 Desember 2014 PROGRESS DEPARTEMEN KEHUTANAN REPUBLIK KOMPILASI HASIL IDENTIFIKASI RESIKO UPT BADAN LITBANG Bogor, 16 Desember 2014 PROGRESS 15 Satker telah mengirimkan, 5 Satker belum mengirimkan Bentuk: Peta Resiko, draft desain

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KEHUTANAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN J A K A R T A

KEMENTERIAN KEHUTANAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN J A K A R T A KEMENTERIAN KEHUTANAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN J A K A R T A KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN Nomor: SK.24/VIII-SET/2010 TENTANG PENETAPAN PENELITIAN INTEGRATIF

Lebih terperinci

Organisasi Sumber Daya Manusia

Organisasi Sumber Daya Manusia Organisasi Sumber Daya Manusia Badan Litbang Pertanian saat ini didukung oleh sumber daya manusia dalam jumlah relatif besar yaitu 7.780 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 3.344 orang (42,%) adalah tenaga

Lebih terperinci

VISI, MISI & SASARAN STRATEGIS

VISI, MISI & SASARAN STRATEGIS VISI, MISI & SASARAN STRATEGIS BADAN LITBANG KEHUTANAN 2010-2014 V I S I Menjadi lembaga penyedia IPTEK Kehutanan yang terkemuka dalam mendukung terwujudnya pengelolaan hutan lestari untuk kesejahteraan

Lebih terperinci

SUMBER DAYA MANUSIA 31 (1,22%) 197 (7,76%) 2 (0,08%) 1 (0,04%) 5 (0,20%) 87 (3,43%) (60,71%)

SUMBER DAYA MANUSIA 31 (1,22%) 197 (7,76%) 2 (0,08%) 1 (0,04%) 5 (0,20%) 87 (3,43%) (60,71%) Sumber Daya Manusia. Badan Litbang Pertanian saat ini didukung oleh sumber daya manusia dalam jumlah relatif besar yaitu 8.229 orang. Dari jumlah tersebut, sepertiganya atau sekitar 2.540 orang (30,8%)

Lebih terperinci

PROFIL KERJASAMA BADAN LITBANG KEHUTANAN

PROFIL KERJASAMA BADAN LITBANG KEHUTANAN DEPARTEMEN KEHUTANAN REPUBLIK PROFIL KERJASAMA BADAN LITBANG KEHUTANAN Pembahasan Pengelolaan Kerjasama Bogor, 23 Oktober 2014 Plot 170 Primary PSF medium density Peat 5.13 m OUT LINE PAPARAN Dasar Hukum

Lebih terperinci

Evaluasi Kegiatan

Evaluasi Kegiatan Evaluasi Kegiatan 2010-2014 Balai Penelitian Kehutanan Kupang Bogor, 13 November 2014 Balai Penelitian Kehutanan Kupang VISI, MISI & SASTRA VISI Menjadi lembaga penyedia IPTEK Kehutanan wilayah semi arid

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 84 TAHUN 2016 TENTANG

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 84 TAHUN 2016 TENTANG GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 84 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, URAIAN TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS KEHUTANAN PROVINSI JAWA TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

CAPAIAN OUTPUT DAN OUTCOME

CAPAIAN OUTPUT DAN OUTCOME CAPAIAN OUTPUT DAN OUTCOME BOGOR, 13 NOV NO Kegiatan Target Output Penelitian dan Pengembangan Produktifitas Hutan 1. Laporan Hasil Penelitian Pengelolaan Hutan Tanaman Penghasil Kayu 1.1 Studi Kebutuhan

Lebih terperinci

Struktur organisasi Badan Litbang Kehutanan

Struktur organisasi Badan Litbang Kehutanan Bagan 1.1. Struktur organisasi Badan Litbang Kehutanan BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN SEKRETARIAT BADAN Konservasi dan Rehabilitasi Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Peningkatan Produktivitas

Lebih terperinci

BALAI PENELITIAN TEKNOLOGI PERBENIHAN TANAMAN HUTAN (BPTPTH)

BALAI PENELITIAN TEKNOLOGI PERBENIHAN TANAMAN HUTAN (BPTPTH) BALAI PENELITIAN TEKNOLOGI PERBENIHAN TANAMAN HUTAN (BPTPTH) Jl. Pakuan Ciheuleut PO BOX 105. Bogor-Indonesia 16001 Telp./Fax : +62 251 8327768 http: //www. bptpbogor.litbang.go.id Kondisi Kantor Luas

Lebih terperinci

SUMBER DAYA MANUSIA. Gambar 2. Komposisi Tenaga Fungsional Badan Litbang Pertanian, Agustus 2006

SUMBER DAYA MANUSIA. Gambar 2. Komposisi Tenaga Fungsional Badan Litbang Pertanian, Agustus 2006 Sumber Daya Manusia Pada tahun 2006 Badan Litbang Pertanian didukung sumber daya manusia sejumlah 7.643 orang. Dari jumlah tersebut, 2.840 orang (37,16%) adalah tenaga fungsional khusus, sisanya adalah

Lebih terperinci

RENCANA KERJA SATUAN KERJA PERANGKAT ACEH (RENJA-SKPA) BAPEDAL ACEH TAHUN 2015

RENCANA KERJA SATUAN KERJA PERANGKAT ACEH (RENJA-SKPA) BAPEDAL ACEH TAHUN 2015 RENCANA KERJA SATUAN KERJA PERANGKAT ACEH (RENJA-SKPA) BAPEDAL ACEH TAHUN 2015 BADAN PENGENDALIAN DAMPAK LINGKUNGAN (BAPEDAL ) Nomor : / /2014 Banda Aceh, Maret 2014 M Lampiran : 1 (satu) eks Jumadil Awal

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.6/Menhut-II/2010 TENTANG

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.6/Menhut-II/2010 TENTANG PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.6/Menhut-II/2010 TENTANG NORMA, STANDAR, PROSEDUR DAN KRITERIA PENGELOLAAN HUTAN PADA KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN LINDUNG (KPHL) DAN KESATUAN PENGELOLAAN

Lebih terperinci

Sumber Daya Manusia SUMBER DAYA MANUSIA

Sumber Daya Manusia SUMBER DAYA MANUSIA Sumber Daya Manusia Pada September 2007 Badan Litbang Pertanian didukung sumber daya manusia sejumlah 7.812 orang. Dari jumlah tersebut, 2.553 orang (32,68%) adalah tenaga fungsional khusus, sisanya adalah

Lebih terperinci

Pelayanan EDP di tingkat Nasional

Pelayanan EDP di tingkat Nasional Pelayanan EDP di tingkat Nasional 1. Evaluasi dan Pelaporan 2. SPIP 3. Pengelolaan website FORDA dan REDDI 4. Aplikasi database hasil penelitian 5. Teleconference berbasis web 6. Pengelolaan dan Pemanfaatan

Lebih terperinci

RPI 7 : PENGELOLAAN HUTAN TANAMAN

RPI 7 : PENGELOLAAN HUTAN TANAMAN RPI 7 : PENGELOLAAN HUTAN TANAMAN Tujuan Menyediakan IPTEK peningkatan produktivitas hutan tanaman penghasil kayu pertukangan, kayu pulp dan kayu energi dalam mendukung kemandirian KPH Sasaran Tersedianya

Lebih terperinci

Sumber Daya Manusia. dalam jumlah relatif besar yaitu orang. Dari jumlah tersebut,

Sumber Daya Manusia. dalam jumlah relatif besar yaitu orang. Dari jumlah tersebut, Sumber Daya Manusia B adan LitbangPertanian Pertaniansaat saatini inididukung didukung oleh oleh sumber sumber daya daya manusia manusia Badan Litbang dalam jumlah relatif besar yaitu 7.643 orang. Dari

Lebih terperinci

RPI 8: PENGELOLAAN HHBK

RPI 8: PENGELOLAAN HHBK RPI 8: PENGELOLAAN HHBK Masih mengandalkan WILD HARVEST padahal DATA POTENSI dan SEBARAN belum tersedia (PUSKONSER) TEKNIK BUDIDAYA BELUM DIKUASAI (PUSPROHUT) Tata kelola belum baik (PUSPIJAK) Rantai nilai

Lebih terperinci

2. Seksi Pengembangan Sumberdaya Manusia; 3. Seksi Penerapan Teknologi g. Unit Pelaksana Teknis Dinas; h. Jabatan Fungsional.

2. Seksi Pengembangan Sumberdaya Manusia; 3. Seksi Penerapan Teknologi g. Unit Pelaksana Teknis Dinas; h. Jabatan Fungsional. BAB XVII DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN Bagian Kesatu Susunan Organisasi Pasal 334 Susunan organisasi Dinas Kehutanan dan Perkebunan terdiri dari: a. Kepala Dinas; b. Sekretaris, membawahkan: 1. Sub Bagian

Lebih terperinci

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2015 NOMOR : SP DIPA /2015

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2015 NOMOR : SP DIPA /2015 SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK NOMOR SP DIPA-033.11-0/2015 A. DASAR HUKUM 1. 2. 3. UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan

Lebih terperinci

enyusunann Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2016

enyusunann Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2016 Kata Pengantar enyusunann Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 206 ini didasarkan pada Undang-undang Nomor 23 Tahun 204 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun

Lebih terperinci

B. KRITERIA DAN INDIKATOR PENILAIAN SATKER LINGKUP BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN

B. KRITERIA DAN INDIKATOR PENILAIAN SATKER LINGKUP BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN B. KRITERIA DAN INDIKATOR SATKER LINGKUP BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN STANDAR ALAT PANDUAN I. SUBSTANSI PENELITIAN 1.1. Progress capaian RPI 1.2. Progress pelaksanaan PIU Merupakan tolok

Lebih terperinci

BAB 2 Perencanaan Kinerja

BAB 2 Perencanaan Kinerja BAB 2 Perencanaan Kinerja 2.1 Rencana Strategis Tahun 2013-2018 Rencana Stategis Dinas Kean Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013-2018 mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi

Lebih terperinci

BAB II. PERENCANAAN KINERJA

BAB II. PERENCANAAN KINERJA BAB II. PERENCANAAN KINERJA A. Rencana Strategis Organisasi Penyelenggaraan pembangunan kehutanan di Sumatera Selatan telah mengalami perubahan paradigma, yaitu dari pengelolaan yang berorientasi pada

Lebih terperinci

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA,

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA, - 1 - PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR P.25/Menlhk/Setjen/OTL.0/1/2016 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA BALAI PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN LINGKUNGAN HIDUP DAN

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA TAHUN ANGGARAN 2017

RENCANA KINERJA TAHUN ANGGARAN 2017 RENCANA KINERJA TAHUN ANGGARAN 2017 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN INDUSTRI BALAI BESAR TEKNOLOGI PENCEGAHAN PENCEMARAN INDUSTRI Jalan Ki Mangunsarkoro 6 Semarang 50136 Tromol Pos 829 Telp. (024) 8316315,

Lebih terperinci

2.1 Tugas Pokok, Fungsi dan Struktur Organisasi SKPD

2.1 Tugas Pokok, Fungsi dan Struktur Organisasi SKPD Bab II Gambaran Pelayanan SKPD 2.1 Tugas Pokok, Fungsi dan Struktur Organisasi SKPD Pembentukan Organisasi Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandung ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 12

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : P.46/Menhut-II/2013 TENTANG

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : P.46/Menhut-II/2013 TENTANG PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : P.46/Menhut-II/2013 TENTANG TATA CARA PENGESAHAN RENCANA PENGELOLAAN HUTAN JANGKA PANJANG KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN LINDUNG DAN KESATUAN PENGELOLAAN

Lebih terperinci

Memperhatikan pokok-pokok dalam pengelolaan (pengurusan) hutan tersebut, maka telah ditetapkan Visi dan Misi Pembangunan Kehutanan Sumatera Selatan.

Memperhatikan pokok-pokok dalam pengelolaan (pengurusan) hutan tersebut, maka telah ditetapkan Visi dan Misi Pembangunan Kehutanan Sumatera Selatan. BAB II. PERENCANAAN KINERJA A. Rencana Strategis Organisasi Penyelenggaraan pembangunan kehutanan di Sumatera Selatan telah mengalami perubahan paradigma, yaitu dari pengelolaan yang berorientasi pada

Lebih terperinci

BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 36 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN BUPATI MADIUN,

BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 36 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN BUPATI MADIUN, BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 36 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN BUPATI MADIUN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal

Lebih terperinci

RENCANA KERJA 2015 DAN PENELITIAN INTEGRATIF

RENCANA KERJA 2015 DAN PENELITIAN INTEGRATIF RENCANA KERJA 2015 DAN PENELITIAN INTEGRATIF 2015-2019 PUSLITBANG PERUBAHAN IKLIM DAN KEBIJAKAN Bogor, 7 Agustus 2014 OUTLINE Visi dan Misi Rencana Kerja 2015 RPI Kontribusi Sektor Kehutanan dalam Penanganan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.42/Menhut-II/2010 TENTANG SISTEM PERENCANAAN KEHUTANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.42/Menhut-II/2010 TENTANG SISTEM PERENCANAAN KEHUTANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.42/Menhut-II/2010 TENTANG SISTEM PERENCANAAN KEHUTANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

BAB III KONDISI KINERJA TAHUN BERJALAN

BAB III KONDISI KINERJA TAHUN BERJALAN BAB III KONDISI KINERJA TAHUN BERJALAN A. GAMBARAN UMUM KINERJA TAHUN BERJALAN 1. Aspek Keuangan. Baristand Industri Surabaya dalam melaksanakan tugas pokoknya didukung oleh anggaran yang bersumber dari

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KEHUTANAN. Penyelenggaraan. Sistem Informasi.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KEHUTANAN. Penyelenggaraan. Sistem Informasi. No.3, 2010 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KEHUTANAN. Penyelenggaraan. Sistem Informasi. PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR P.02/Menhut-II/2010 TENTANG SISTEM INFORMASI KEHUTANAN

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS. Direktorat Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung. Tahun (Perubahan)

RENCANA STRATEGIS. Direktorat Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung. Tahun (Perubahan) RENCANA STRATEGIS Direktorat Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Tahun 2015-2019 (Perubahan) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Direktorat Jenderal Pengendalian Daerah

Lebih terperinci

dalam merefleksikan penelitian dan pengembangan pertanian pada TA. 2013

dalam merefleksikan penelitian dan pengembangan pertanian pada TA. 2013 Sarana dan Kegiatan Prasarana Penelitian KKegiatan Badan Litbang Pertanian saat ini didukung oleh sumber daya manusia dalam merefleksikan penelitian dan pengembangan pertanian pada TA. 2013 jumlah relatif

Lebih terperinci

ARAHAN KEPALA BADAN LITBANG DAN INOVASI PADA EVALUASI KINERJA 2015 RENSTRA BADAN LITBANG INOVASI

ARAHAN KEPALA BADAN LITBANG DAN INOVASI PADA EVALUASI KINERJA 2015 RENSTRA BADAN LITBANG INOVASI ARAHAN KEPALA BADAN LITBANG DAN INOVASI PADA EVALUASI KINERJA 2015 dan RENSTRA BADAN LITBANG INOVASI CISARUA, 22 JANUARI 2016 KINERJA 2015 KLHK berdasarkan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA TRIWULAN II Pusat Penelitian Geoteknologi

LAPORAN KINERJA TRIWULAN II Pusat Penelitian Geoteknologi LAPORAN KINERJA TRIWULAN II Pusat Penelitian Geoteknologi Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Bandung, 2016 CATATAN/REVIEW PEJABAT ESELON 1 Bagian ini diisi catatan/review

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sesuai Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 7 tahun 1999 tentang Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah serta Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan

Lebih terperinci

Pelayanan Terbaik Menuju Hutan Lestari untuk Kemakmuran Rakyat.

Pelayanan Terbaik Menuju Hutan Lestari untuk Kemakmuran Rakyat. BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN STRATEGIS DAN KEBIJAKAN 4.1. Visi dan Misi Visi Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah adalah Pelayanan Terbaik Menuju Hutan Lestari untuk Kemakmuran Rakyat. Pelayanan

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN KEHUTANAN. UPT. Pembenihan. Tanaman. Klasifikasi. Kriteria.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN KEHUTANAN. UPT. Pembenihan. Tanaman. Klasifikasi. Kriteria. No.9, 008 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN KEHUTANAN. UPT. Pembenihan. Tanaman. Klasifikasi. Kriteria. PERATURAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR: P.66/Menhut-II/008 TENTANG KRITERIA DAN KLASIFIKASI

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KEHUTANAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN. [Revisi]

KEMENTERIAN KEHUTANAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN. [Revisi] [Revisi] KEMENTERIAN KEHUTANAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN [Revisi] ii Rencana Strategis Badan Litbang Kehutanan iii iv Rencana Strategis Badan Litbang Kehutanan v LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN

Lebih terperinci

BUPATI SUKAMARA PERATURAN BUPATI SUKAMARA NOMOR 20 TAHUN 2008 T E N T A N G RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN SUKAMARA

BUPATI SUKAMARA PERATURAN BUPATI SUKAMARA NOMOR 20 TAHUN 2008 T E N T A N G RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN SUKAMARA BUPATI SUKAMARA Menimbang Mengingat : PERATURAN BUPATI SUKAMARA NOMOR 20 TAHUN 2008 T E N T A N G RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN SUKAMARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2016 NOMOR : SP DIPA /2016

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2016 NOMOR : SP DIPA /2016 SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 216 NOMOR SP DIPA-33.11-/216 DS795-932-979-37 A. DASAR HUKUM 1. 2. 3. UU No. 17 Tahun 23 tentang Keuangan Negara. UU No.

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang TAHURA Bukit Soeharto merupakan salah satu kawasan konservasi yang terletak di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara dengan luasan 61.850 ha. Undang-Undang

Lebih terperinci

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2015 NOMOR : SP DIPA /2015

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2015 NOMOR : SP DIPA /2015 SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 215 NOMOR SP DIPA-18.1-/215 DS791-3632-6284-16 A. DASAR HUKUM 1. 2. 3. UU No. 17 Tahun 23 tentang Keuangan Negara. UU No.

Lebih terperinci

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2014

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah 2014 BAB I Pendahuluan Bab ini disajikan penjelasan umum organisasi, dengan penekanan kepada aspek strategis organisasi serta permasalahan utama (strategic issued yang sedang dihadapi organisasi. 1.1 Latar

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER.15/MEN/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER.15/MEN/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER.15/MEN/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK

Lebih terperinci

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2016 NOMOR : SP DIPA /2016

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2016 NOMOR : SP DIPA /2016 SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 216 NOMOR SP DIPA-18.1-/216 DS933-1269-654-625 A. DASAR HUKUM 1. 2. 3. UU No. 17 Tahun 23 tentang Keuangan Negara. UU No.

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA TAHUN ANGGARAN 2016

RENCANA KINERJA TAHUN ANGGARAN 2016 RENCANA KINERJA TAHUN ANGGARAN 2016 BADAN PENGKAJIAN KEBIJAKAN IKLIM DAN MUTU INDUSTRI BALAI BESAR TEKNOLOGI PENCEGAHAN PENCEMARAN INDUSTRI Jalan Ki Mangunsarkoro 6 Semarang 50136 Tromol Pos 829 Telp.

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : P. 66/Menhut-II/2008 TENTANG KRITERIA DAN KLASIFIKASI UNIT PELAKSANA TEKNIS PERBENIHAN TANAMAN HUTAN

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : P. 66/Menhut-II/2008 TENTANG KRITERIA DAN KLASIFIKASI UNIT PELAKSANA TEKNIS PERBENIHAN TANAMAN HUTAN PERATURAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : P. 66/Menhut-II/008 TENTANG KRITERIA DAN KLASIFIKASI UNIT PELAKSANA TEKNIS PERBENIHAN TANAMAN HUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEHUTANAN, Menimbang :

Lebih terperinci

KONDISI SUMBERDAYA MANUSIA DI PERPUSTAKAAN IPB: ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN 1 Oleh: Ir. Abdul Rahman Saleh, Dip.Lib., M.Sc. 2

KONDISI SUMBERDAYA MANUSIA DI PERPUSTAKAAN IPB: ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN 1 Oleh: Ir. Abdul Rahman Saleh, Dip.Lib., M.Sc. 2 KONDISI SUMBERDAYA MANUSIA DI PERPUSTAKAAN IPB: ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN 1 Oleh: Ir. Abdul Rahman Saleh, Dip.Lib., M.Sc. 2 PENDAHULUAN Perpustakaan di perguruan tinggi merupakan salah satu unit penunjang

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2015

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2015 RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2015 BALAI BESAR PERBENIHAN DAN PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN (BBPPTP) MEDAN KATA PENGANTAR Perencanaan kinerja merupakan proses penetapan target kinerja berikut kegiatan-kegiatan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER.15/MEN/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER.15/MEN/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER.15/MEN/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK

Lebih terperinci

WALIKOTA TASIKMALAYA

WALIKOTA TASIKMALAYA WALIKOTA TASIKMALAYA KEPUTUSAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR : 17 TAHUN 2003 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN RINCIAN TUGAS UNIT DINAS PERTANIAN KOTA TASIKMALAYA WALIKOTA TASIKMALAYA Menimbang : a. bahwa dengan

Lebih terperinci

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2017 NOMOR : SP DIPA /2017

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2017 NOMOR : SP DIPA /2017 SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 217 NOMOR SP DIPA-32.11-/217 DS3194-532-4847-285 A. DASAR HUKUM 1. 2. 3. UU No. 17 Tahun 23 tentang Keuangan Negara. UU

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. 2.1 Gambaran Umum Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. 2.1 Gambaran Umum Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Gambaran Umum Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam 2.1.1 Sejarah Singkat Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Balai Besar KSDA Jawa Timur merupakan salah satu

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 95 TAHUN 2008

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 95 TAHUN 2008 GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 95 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS SEKRETARIAT, BIDANG, SUB BAGIAN DAN SEKSI DINAS KEHUTANAN PROVINSI JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR MENIMBANG :

Lebih terperinci

DATA DAN INFORMASI KEHUTANAN

DATA DAN INFORMASI KEHUTANAN DATA DAN INFORMASI KEHUTANAN Pangkal Pinang 16-17 April 2014 BAGIAN DATA DAN INFORMASI BIRO PERENCANAAN KEMENHUT email: [email protected] PENDAHULUAN Latar Belakang Perkembangan pelaksanaan pembangunan

Lebih terperinci

PENGANTAR. Jakarta, 29 Agustus 2016 KEPALA BADAN, Dr. Ir. Bambang Soepijanto, MM NIP

PENGANTAR. Jakarta, 29 Agustus 2016 KEPALA BADAN, Dr. Ir. Bambang Soepijanto, MM NIP PENGANTAR Setiap pengambil kebijakan dituntut untuk dapat menyusun langkah pencapaian yang strategis untuk dapat mendukung terwujudnya tujuan pembangunan nasional. Sebagai konsekuensi akibat adanya perubahan

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2016

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2016 RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2016 Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian 2015 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Lebih terperinci

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2016 NOMOR : SP DIPA /2016

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2016 NOMOR : SP DIPA /2016 SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 216 NOMOR SP DIPA-33.1-/216 DS2286-196-725-318 A. DASAR HUKUM 1. 2. 3. UU No. 17 Tahun 23 tentang Keuangan Negara. UU No.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam upaya mendorong penyelenggaraan kepemerintahan yang baik, Majelis Permusyawaratan Rakyat telah menetapkan Tap MPR RI Nomor : XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan

Lebih terperinci

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 71 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DINAS KEHUTANAN PROVINSI BALI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 71 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DINAS KEHUTANAN PROVINSI BALI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 71 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DINAS KEHUTANAN PROVINSI BALI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. 2.1 Sejarah Singkat Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. 2.1 Sejarah Singkat Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Singkat Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur Balai Besar KSDA Jawa Timur merupakan salah satu dari 8 (delapan) Balai Besar KSDA di Indonesia

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM PELAYANAN DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

GAMBARAN UMUM PELAYANAN DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL GAMBARAN UMUM PELAYANAN DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalimantan Tengah dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 4 Tahun

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN SITUBONDO

PEMERINTAH KABUPATEN SITUBONDO 1 PEMERINTAH KABUPATEN SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 39 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN SITUBONDO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci