Leukemia akut adalah keganasan tersering
|
|
|
- Liani Kusumo
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Artikel Asli Terapi Leukemia Mieloblastik Akut Anak: Protokol Ara-C, Doxorubycine dan Etoposide Nordic Society of Pediatric Hematology and Oncology (m-nopho) Eddy Supriyadi, Ignatius Purwanto, Pudjo Hagung Widjajanto Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada/ RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta Latar belakang. Pengobatan leukemia mieloblastik akut (LMA) telah banyak mengalami kemajuan. Di negara maju, keberhasilan pengobatan sudah mencapai 65%, sementara di Indonesia diperkirakan masih di bawah 10%. Tujuan. Mengetahui profil LMA mengevaluasi keberhasilan pengobatan. Metode. Dilakukan analisis terhadap catatan medis pasien LMA yang dirawat di bangsal anak Rumah Sakit Sardjito Jogjakarta pada tahun Diagnosis ditetapkan berdasarkan analisis morfologi dan sitokimia terhadap apus sumsum tulang dan atau darah tepi. Analisis survival dilakukan terhadap pasien yang diberi pengobatan dengan protokol ADE atau m-nopho. Hasil. didapatkan 210 pasien berumur 0 17 tahun yang didiagnosis LMA. Enampuluh delapan mendapat kemoterapi, 46 (32%) dengan protokol ADE, 91 (64%) dengan protokol m-nopho, dan 5 (4%) pasien diobati dengan protokol lain. Event Free Survival (EFS) setelah lima tahun pada pasien yang mendapat kemoterapi adalah 2,4%, pasien sesudah 4 tahun dengan protokol m-nopho (3,7% ± 2,3%), sedangkan semua pasien yang menggunakan protokol ADE meninggal sebelum 1,5 tahun pengamatan (p=0,005). Kesimpulan. Tingkat keberhasilan pengobatan LMA di RS Dr. Sardjito masih sangat rendah. Pengobatan dengan protokol m-nopho mempunyai tingkat keberhasilan yang lebih baik dibandingkan protokol ADE. Sari Pediatri 2013;14(6): Kata kunci: leukemia, event free survival (EFS), cytarabine, anthracycline Alamat korespondensi: Dr. Eddy Supriyadi, Sp.A. Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada/ RSUP Dr. Sardjito, l. Kesehatan No. 1 Yogyakarta. Telp. (0274) [email protected], [email protected] Leukemia akut adalah keganasan tersering pada anak. Angka kejadiannya mencapai sepertiga dari keganasan pada anak. 1, 2 Terdapat dua kelompok besar leukemia akut, yaitu leukemia limfoblastik akut (LLA) dan leukemia 345
2 mieloblastik akut (LMA). Leukemia limfoblastik akut (LLA) adalah leukemia tersering terjadi pada anak. Sedangkan proporsi LMA sebesar 15%-20% dengan insiden 7,1 per satu juta populasi. 3, 4 Di Eropa, dalam kurun waktu antara insiden leukemia akut sebesar 22,6 per satu juta dengan proporsi LMA 15%. 5 Di Jerman Barat, proporsi LMA 13,1% sedangkan di Amerika Serikat 15,6%. 6 Di Yogyakarta, insiden LLA sebesar 20,8/ sedangkan LMA sebesar 8/ Angka tersebut menghasilkan proporsi LMA terhadap leukemia akut sebesar 27,7%. 7 Proporsi ini cukup tinggi apabila dibandingkan dengan negara barat,. Berbeda dengan LLA, LMA lebih sulit diobati. Pada tahun 60-an overall survival di negara maju kurang dari 10%. Namun demikian, pengobatan LMA mengalami kemajuan dari waktu ke waktu yang berdampak pada membaiknya prognosis LMA, baik pada anak maupun dewasa yang meningkat pada dekade terakhir. Di negara maju, angka harapan hidup LMA mencapai 65%. 8, 9 Keberhasilan tersebut bukan hanya karena pemberian kemoterapi saja, akan tetapi juga dipengaruhi oleh membaiknya supportive care dan klasifikasi LMA yang didasarkan pada pemeriksaan sitogenetik dan respon awal terhadap pengobatan. Respon awal ini diukur dengan respon sumsum tulang setelah pemberian kemoterapi tahap awal dan atau dengan mengukur minimal residual disease (MRD) yang bisa dilakukan dengan teknik polymerase chain reaction (PCR) maupun flow cytometer Metode Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil LMA, dan mengevaluasi keberhasilan pengobatannya di RSUP Dr. Sardjito. Faktor yang mempengaruhi atau menghambat keberhasilan pengobatan LMA juga dianalisis, sehingga diharapkan akan memberi kontribusi dalam peningkatan pengobatan anak anak dengan LMA. Penelitian dilakukan di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta yang merupakan rumah sakit pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Rumah sakit ini juga merupakan rumah sakit rujukan utama kasus kasus keganasaan pada anak, termasuk LMA anak untuk Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Provinsi Jawa Tengah bagian Selatan dan sebagaian Provinsi Jawa Timur bagian Barat Daya. Data diambil secara retrospektif dari catatan medik pasien LMA anak yang dirawat di RSUP Dr. Sardjito antara Maret 1999 sampai dengan September Kriteria inklusi adalah pasien anak umur kurang dari 15 tahun yang terdiagnosis LMA. Kriteria eksklusi adalah pasien LMA yang sudah mendapat pengobatan sebelumnya, pasien yang terdiagnosis dengan mixed leukemia. Pasien yang menggunakan protokol selain ADE atau NOPHO tidak diikutkan dalam analisis. Data yang didapat kemudian dianalisis secara deskriptif dan EFS dihitung dengan menggunakan program SPSS v.13. Diagnosis dan klasifikasi LMA Di RSUP Dr. Sardjito sampai dengan tahun 2006, diagnosis LMA ditegakkan hanya berdasar pada morfologi dan sitokimia dari sumsum tulang dan atau darah tepi. Pengecatan sumsum tulang dan atau preparat darah tepi dilakukan dengan May-Grunwald-Giemsa. Pemeriksaan sitokimia dilakukan dengan pengecatan Sudan Black-B (SBB) dan Periodic Acid-Schiff (PAS). Sejak pertengahan tahun 2006, selain pemeriksaan tersebut juga dilakukan immunophenotyping untuk penegakkan diagnosis leukemia. Pengelompokan LMA di rumah sakit ini dilakukan sesuai dengan klasifikasi dari French-American- British/FAB (Tabel 1). Klasifikasi dari World Health Organization (WHO) 2008 memasukkan unsur biologi, temuan klinis, morfologi, sitogenetik dan immunofenotyping dalam diagnosis leukemia akut termasuk LMA. Akan tetapi, klasifikasi ini belum secara rutin diterapkan mengingat berbagai perbedaan dan keterbatasan sarana diagnostik pada masing-masing pusat hematologi - onkologi anak. Protokol Selama periode penelitian ( ), pengobatan LMA di RSUP Dr. Sardjito menggunakan 3 macam protokol, yaitu Nordic Society of Pediatric Hematology and Oncology yang di modifikasi (m-nopho), terdiri dari: 6-mercaptopurin, cytarabine, etoposide, anthracycline, metothrexate dan L-asparaginase. Protokol diberikan selama 12 minggu fase intensifikasi dan dilanjutkan fase rumatan mulai minggu 13 sampai minggu ke 110. Ara-C, Doxorubycine dan Etoposide (ADE), protokol ini memiliki lama terapi 12 minggu dan Cancer and Leukemia group B (CALGB): cytarabine dan anthracycline, memiliki lama terapi 16 minggu. 346
3 Hasil Dari bulan Maret 1999 sampai dengan September 2011 terdapat 210 pasien baru LMA yang didiagnosis di RSUP Dr. Sardjito. Rerata jumlah per tahun adalah 16 pasien dengan jumlah tertinggi pada tahun 2010 sebanyak 27 pasien (Gambar 1). Karakteristik dasar pasien tertera pada Tabel 2. Berdasarkan klasifikasi FAB, LMA-M1 merupakan diagnosis yang paling sering dijumpai (40%), sedangkan mixed leukemia didapatkan pada 2 (1%) pasien. Tidak semua pasien mendapatkan kemoterapi. Alasan utama 68 (32%) pasien yang tidak mendapatkan kemoterapi adalah masalah ekonomi. Alasan lainnya adalah menghendaki pengobatan alternatif seperti pengobatan herbal atau pergi ke dukun. Dari 142 (68%) pasien yang mendapatkan kemoterapi, 46 (32%) dengan protokol ADE, 91 (64%) pasien dengan protokol m-nopho, dan sisanya menggunakan protokol CALGB. Dari 142 pasien yang mendapat protokol kemoterapi, 10 pasien dieksklusi, dan 132 pasien dianalisis. Luaran pasien LMA selama masa penelitian tertera pada Gambar 3. Pada protokol ADE, 28 (64%) pasien drop out, relaps 2 (4%), meninggal 14 (32%) dan tidak ada pasien yang survived. Pada protokol m-nopho, pasien drop out 43 (49%), relaps 4 (4%), meninggal 36 (41%) dan survived 5 (6%) pasien. Secara keseluruhan, 2,4% EFS setelah empat tahun pada anak dengan LMA di RS sardjito yang mendapat kemoterapi adalah. Sedangkan apabila dibandingkan antara dua protokol yaitu ADE dan m-nopho, didapatkan semua pasien yang menggunakan protokol ADE meninggal sebelum 1,5 tahun pengamatan. Sedangkan EFS pasien yang menggunakan protokol m-nopho sebesar 3,7%±2,3%, p=0,005 (Gambar 2.). Tabel 2. Karakteristik subjek LMA n=210 % Jenis kelamin Laki laki ,9 Perempuan ,1 Usia saat diagnosis (tahun) , >16 FAB M0 M1 M2 M3 M4 M5 M6 M7 Mixed Tidak ada data ,4 12,4 3,3 1, ,4 6,2 13,3 6,7 4,8 11,4 1 2,4 Kemoterapi Ya ,6 Tidak 68 32,4 Protokol (n=142) ADE 46 32,4 m-nopho Lain ,1 3,5 LMA: Leukemia Mieloblastik Akut; FAB: French-American British; ADE: Protokol Ara-C, Doxorubycie dan Etoposide; m-nopho: Nordic Society of Pediatric Hematology and Oncology yang dimodifikasi 30 Tabel 1. Klasifikasi FAB untuk LMA M0 LMA dengan diferensiasi minimal M1 LMA tanpa maturasi M2 LMA dengan maturasai M3 Leukemia promielositik akut M4 Leukemia mielomonositik akut M5 Leukemia monoblastik akut M6 Leukemia eritroblastik akut M7 Leukemia megakarioblastik akut FAB: French-American British; LMA: Leukemia Mieloblastik Akut Jumlah Gambar 1. Histogram pasien LMA yang didiagnosis di RS DR. Sardjito, Jumlah pasien AML per tahun
4 Gambar 2. Event Free Survival pasien LMA yang diterapi dengan protokol m-nopho (garis putus) dan protokol ADE (garis utuh) pendukung (supportive care) termasuk pengendalian infeksi (infection control) Pada penelitian kami, sebagian besar pasien meninggal karena infeksi yang dialaminya. Salah satu kelemahan penelitian kami adalah pengumpulan data dilakukan secara retrospektif. Hal tersebut mengakibatkan terbatasnya informasi yang didapat sehingga data lain yang mempengaruhi survival seperti status sosial-ekonomi pasien, status gizi, penyebab kematian tidak didapatkan untuk semua subjek penelitian. Data pasien yang kurang lengkap pada catatan medis merupakan masalah tersering terjadi di negara berkembang. Hal tersebut terjadi karena infrastruktur di negara berkembang masih sangat terbatas Pengobatan mutakhir LMA terdiri atas kemoterapi yang berbasis pada cytarabine dan anthracycline yang diberikan secara intensif. Keberhasilan yang dicapai dengan protokol tersebut menyebabkan sebagian Gambar 3. Luaran klinis protokol ADE dan m-nopho Pembahasan Secara keseluruhan, survival pasien anak LMA yang mendapat kemoterapi di RSUP Dr. Sardjito masih sangat rendah, yaitu 2,4%±1,5%. Angka tersebut masih sangat jauh dari yang diharapkan, apabila dibandingkan dengan negara maju yang sudah mencapai 65%. 8, 13 Apabila dianalisis lebih jauh didapatkan sebagian besar pasien meninggal dalam tahun pertama pengamatan, bahkan kelompok yang menggunakan protokol ADE, semua pasien meninggal sebelum mencapai 1,5 tahun pengamatan. Penyebab kematian tahun pertama tersebut bisa terjadi karena efek samping dari penggunaan kemoterapi (toxic-related death) ataupun kematian yang berhubungan dengan penyakitnya sendiri (disease-related death). Hal tersebut sangat berkaitan erat dengan kualitas dari pelayanan besar grup LMA di Eropa memilih untuk tidak melakukan transplantasi sumsum tulang pada remisi pertama. 8,10,23 Pengobatan LMA di RS Dr. Sardjito digunakan dua protokol yang berbasis pada cytarabine dan anthracycline. Perbedaannya adalah penggunaan 6-mercaptopurin, methotrexate, dan L-asparaginase pada protokol yang didaptasi dari protokol NOPHO yang dimodifikasi, dan lama pengobatannya. Protokol ADE yang digunakan, sejak tahun 1999 sampai pertengahan Semua pasien yang menggunakan protokol ini meninggal dengan waktu pengamatan paling lama 1,4 tahun. Dengan berbagai macam pertimbangan sejak pertengahan tahun 2005, mulai diterapkan m-nopho. Sembilanpuluh satu pasien menggunakan protokol ini. Pengamatan yang dilakukan selama hampir 5 tahun terhadap 88 pasien yang masuk kriteria 348
5 inklusi menghasilkan EFS sebesar 3,7%. Secara statistik p=0,005, terdapat perbedaan yang bermakna di antara 2 protokol yang diterapkan. Kesimpulan Keberhasilan pengobatan LMA masih sangat rendah. Diperlukan kerjasama dari berbagai pihak untuk mewujudkan tingkat keberhasilan pengobatan yang tinggi. Perawatan suportif termasuk di dalamnya pengendalian infeksi mempunyai pengaruh yang cukup besar dalam keberhasilan pengobatan LMA, disamping kemoterapinya sendiri yang idealnya disesuaikan dengan karakteristik populasi kita. Daftar pustaka 1. Chowdhury T, Brady HJ. Insights from clinical studies into the role of the MLL gene in infant and childhood leukemia. Blood Cells Mol Dis 2008;40: Golub TR, Arceci RJ. Acute Myelogenous Leukemia. Dalam: Pizzo PA, Poplack DG, penyunting. Princples and Practice of Pediatric Oncology. Edisi ke-4. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins;2002.h Margolin JF, Steuber CP, Poplack DG. Acute Lymphoblastic Leukemia. Dalam: Pizzo PA, Poplack DG, penyunting. Principles and practice of pediatric oncology. Edisi ke-5. Philadelphia: Lippincott, Williams & Wilkins; 2002.h Kinlen L. Infections and immune factors in cancer: the role of epidemiology. Oncogene 2004;23: Coebergh JW, Reedijk AM, de Vries E. Leukaemia incidence and survival in children and adolescents in Europe during Report from the Automated Childhood Cancer Information System project. Eur J Cancer 2006;42: Bhatia S, Ross JA, Greaves MF, Robinson LL. Epidemiology and etiology. Dalam: Pui CH, penyunting. Childhood Leukemias. Cambridge: Cambridge University Press; h Supriyadi E, Widjajanto PH, Purwanto I, Cloos J, Veerman AJ, Sutaryo S. Incidence of childhood leukemia in Yogyakarta, Indonesia, Pediatr Blood Cancer 2011;57:588-93, Epub ahead of print. 8. Kaspers GJ, Creutzig U. Pediatric acute myeloid leukemia: international progress and future directions. Leukemia 2005;19: Shah M, Agarwal B. Recent advances in management of acute myeloid leukemia (AML). Indian J Pediatr 2008;75: Kaspers GJ, Zwaan CM. Pediatric acute myeloid leukemia: towards high-quality cure of all patients. Haematologica 2007;92: Bacher U, Kern W, Schoch C, Schnittger S, Hiddemann W, Haferlach T. Evaluation of complete disease remission in acute myeloid leukemia: a prospective study based on cytomorphology, interphase fluorescence in situ hybridization, and immunophenotyping during followup in patients with acute myeloid leukemia. Cancer 2006;106: Zwaan CM, Meshinchi S, Radich JP. FLT3 internal tandem duplication in 234 children with acute myeloid leukemia: prognostic significance and relation to cellular drug resistance. Blood 2003;102: Rubnitz JE, Crews KR, Pounds S, et al. Combination of cladribine and cytarabine is effective for childhood acute myeloid leukemia: results of the St Jude AML97 trial. Leukemia 2009;23: Creutzig U, Zimmermann M, Reinhardt D, Dworzak M, Stary J, Lehrnbecher T. Early deaths and treatmentrelated mortality in children undergoing therapy for acute myeloid leukemia: analysis of the multicenter clinical trials AML-BFM 93 and AML-BFM 98. J Clin Oncol 2004;22: Lehrnbecher T, Varwig D, Kaiser J, Reinhardt D, Klingebiel T, Creutzig U. Infectious complications in pediatric acute myeloid leukemia: analysis of the prospective multi-institutional clinical trial AML-BFM 93. Leukemia 2004;18: Slats AM, Egeler RM, van der Does-van den Berg A. Causes of death--other than progressive leukemia--in childhood acute lymphoblastic (ALL) and myeloid leukemia (AML): the Dutch Childhood Oncology Group experience. Leukemia 2005;19: Howard SC, Marinoni M, Castillo L. Improving outcomes for children with cancer in low-income countries in Latin America: a report on the recent meetings of the Monza International School of Pediatric Hematology/Oncology (MISPHO)-Part I. Pediatr Blood Cancer 2007;48: Rubnitz JE, Gibson B, Smith FO. Acute myeloid leukemia. Hematol Oncol Clin North Am 2010;24: Usmani GN. Pediatric oncology in the third world. Curr Opin Pediatr 2001;13:
6 20. Nandakumar A, Anantha N, Appaji L. Descriptive epidemiology of childhood cancers in Bangalore, India. Cancer Causes Control 1996;7: Kasili EG. Leukaemia and lymphoma in Kenya. Leuk Res 1985;9: Howard SC, Metzger ML, Wilimas JA. Childhood cancer epidemiology in low-income countries. Cancer 2008;112: Gibson BE, Wheatley K, Hann IM. Treatment strategy and long-term results in paediatric patients treated in consecutive UK AML trials. Leukemia 2005;19:
Hasil Pengobatan Leukemia Mieloblastik Akut pada Anak
Artikel Asli Hasil Pengobatan Leukemia Mieloblastik Akut pada Anak Hikari Ambara Sjakti, Djajadiman Gatot, Endang Windiastuti Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RS.
BAB 1 PENDAHULUAN. sampai bulan sesudah diagnosis (Kurnianda, 2009). kasus baru LMA di seluruh dunia (SEER, 2012).
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Leukemia Mieloid Akut (LMA) adalah salah satu kanker darah yang ditandai dengan transformasi ganas dan gangguan diferensiasi sel-sel progenitor dari seri mieloid. Bila
JST Kesehatan, Januari 2016, Vol.6 No.1 : ISSN HUBUNGAN JENIS KELAMIN DAN RELAPS PADA LEUKEMIA LIMFOBLASTIK AKUT-L1 (LLA-L1) ANAK
JST Kesehatan, Januari 2016, Vol.6 No.1 : 76 82 ISSN 2252-5416 HUBUNGAN JENIS KELAMIN DAN RELAPS PADA LEUKEMIA LIMFOBLASTIK AKUT-L1 (LLA-L1) ANAK Correlation Sex and Relapse of Childhood Acute Lymphoblastic
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. yang paling sering dijumpai pada anak. Data di Departemen Ilmu Kesehatan Anak,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Leukemia limfoblastik akut (LLA) merupakan jenis penyakit keganasan yang paling sering dijumpai pada anak. Data di Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran
HUBUNGAN JENIS KELAMIN DAN RELAPS PADA LEUKEMIA. Rahma, Nadirah Rasyid Ridha, Dasril Daud
HUBUNGAN JENIS KELAMIN DAN RELAPS PADA LEUKEMIA Rahma, Nadirah Rasyid Ridha, Dasril Daud Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, Makassar Email korespondensi: [email protected]
BAB 1 PENDAHULUAN. sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kesehatan sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Menurut World Health Organization (WHO), kematian akibat kanker di
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menurut World Health Organization (WHO), kematian akibat kanker di dunia diprediksikan akan terus meningkat jika tidak ditangani dengan baik. Diperkirakan terdapat
Pola Lekemia Limfoblastika akut di Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK-USU/RS. Dr. Pirngadi Medan
Pola Lekemia Limfoblastika akut di Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUSU/RS. Dr. Pirngadi Medan Zairul Arifin Bagian Fisika Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Abstrak Telah dilakukan suatu penelitian
ANALISIS KADAR KREATININ PADA ANAK DENGAN LEUKEMIA LIMFOBLASTIK AKUT DI PUSAT KANKER ANAK ESTELLA BLU RSUP PROF DR RD KANDOU
ANALISIS KADAR KREATININ PADA ANAK DENGAN LEUKEMIA LIMFOBLASTIK AKUT DI PUSAT KANKER ANAK ESTELLA BLU RSUP PROF DR RD KANDOU 1 Fajrul Falakh Tamsil 2 Max F.J Mantik 2 Adrian Umboh 1 Kandidat Skripsi Fakultas
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. dengan kerusakan jaringan ( Davis dan Walsh, 2004). Nyeri merupakan salah satu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Nyeri merupakan pengalaman sensoris atau emosional yang berhubungan dengan kerusakan jaringan ( Davis dan Walsh, 2004). Nyeri merupakan salah satu gejala
I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Penyakit kanker yang sering terjadi pada anak adalah leukemia, mencapai
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyakit kanker yang sering terjadi pada anak adalah leukemia, mencapai 30%-40% dari seluruh keganasan. Insidens leukemia mencapai 2,76/100.000 anak usia 1-4 tahun (Permono,
MEDIKA TADULAKO, Jurnal Ilmiah Kedokteran, Vol.1 No.2 Mei 2014
RASIONALITAS PEMBERIAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN DEMAM TIFOID DI RSUD UNDATA PALU TAHUN 2012 Puspita Sari*, Oktoviandri Saputra** * Bagian Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas
Hubungan Subtipe Sel Limfosit dengan Tingkat Remisi Pascakemoterapi Fase Induksi Leukemia Limfoblastik Akut
Hubungan Subtipe Sel Limfosit dengan Tingkat Remisi Pascakemoterapi Fase Induksi Leukemia Limfoblastik Akut Nur Suryawan, Ponpon Idjradinata, Lelani Reniarti Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran
BAB I PENDAHULUAN. tulang, ditandai oleh proliferasi sel-sel darah putih, dengan manifestasi
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Leukemia merupakan keganasan sel darah yang berasal dari sumsum tulang, ditandai oleh proliferasi sel-sel darah putih, dengan manifestasi penambahan sel-sel abnormal
PERAN SITOGENETIK PADA KEGANASAN DARAH. Ninik Sukartini Dept. Patologi Klinik FKUI / RSCM
PERAN SITOGENETIK PADA KEGANASAN DARAH Ninik Sukartini Dept. Patologi Klinik FKUI / RSCM Yang dibicarakan... Sitogenetika dasar Kromosom Terminologi Prinsip pemeriksaan Kelainan jumlah dan struktur Peran
Komalasari, K. T. 1, Ariawati, K.. 2 Niruri, R. 1 ABSTRAK
Evaluasi Peningkatan Kadar Bilirubin Akibat Kemoterapi Metotreksat Dosis Tinggi dan 6-Merkaptopurin Pada Anak dengan Leukemia Limfoblastik Akut di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Komalasari, K. T. 1, Ariawati,
BAB I PENDAHULUAN. sumsum tulang yang paling sering ditemukan pada anak-anak (Wong et al, normal di dalam sumsum tulang (Simanjorang, 2012).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Leukemia merupakan kanker pada jaringan pembuluh darah yang disebabkan karena terjadinya kerusakan pada pabrik pembuat sel darah yaitu sumsum tulang yang paling sering
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Kanker adalah salah satu penyakit yang dapat terjadi pada anak. Kejadian
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Kanker adalah salah satu penyakit yang dapat terjadi pada anak. Kejadian kanker pada anak terus mengalami peningkatan dan menjadi salah satu penyebab kematian.
BAB 4. METODE PENELITIAN
BAB 4. METODE PENELITIAN 4.1.Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian ini adalah Ilmu Kesehatan Anak khususnya bagian Hematologi Onkologi. 4.2.Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kanker merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat, baik di dunia maupun di Indonesia (Anonim, 2008b). Di dunia, 12%
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang berjudul Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik untuk
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian yang berjudul Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik untuk pengobatan ISPA pada balita rawat inap di RSUD Kab Bangka Tengah periode 2015 ini
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. terhadap kualitas hidup anak, termasuk pada anak dengan Leukemia Limfoblastik
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyakit kronis beserta pengobatannya mempunyai dampak besar terhadap kualitas hidup anak, termasuk pada anak dengan Leukemia Limfoblastik Akut (LLA). LLA merupakan
Kejadian Anemia Pada Penderita Leukemia Limfoblastik Akut di RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung
Kejadian Anemia Pada Penderita Leukemia Limfoblastik Akut di RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Sri Ari Isnaini 1,2, Maria Tuntun 3 1 Program Studi Diploma IV Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan
Profil Pasien Leukemia Anak di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Periode Tahun
Profil Pasien Leukemia Anak di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Periode Tahun 2-24 Fridayenti, Huriatul Masdar 2, Sherly Asriani ABSTRACT Leukemia is a malignancy of hematologic disease characterized by
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. merupakan penyakit dengan angka kematian tinggi. Data Global
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kanker merupakan penyakit dengan angka kematian tinggi. Data Global Action Againts Cancer (2006) dari WHO menyatakan bahwa angka kematian akibat kanker dapat
ABSTRAK KARAKTERISTIK PENDERITA LEUKEMIA AKUT (LEUKEMIA LIMFOBLASTIK AKUT DAN LEUKEMIA MIELOBLASTIK AKUT) YANG DIRAWAT DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN
ABSTRAK KARAKTERISTIK PENDERITA LEUKEMIA AKUT (LEUKEMIA LIMFOBLASTIK AKUT DAN LEUKEMIA MIELOBLASTIK AKUT) YANG DIRAWAT DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2014-2015 Minimnya data atau informasi mengenai studi
BAB 1 PENDAHULUAN. saat menghadapi berbagai ancaman bagi kelangsungan hidupnya seperti kesakitan. dan kematian akibat berbagai masalah kesehatan.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Berbagai upaya pembangunan di bidang kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kelangsungan hidup bayi dan anak. Bayi menjadi fokus dalam setiap program kesehatan karena
BAB I PENDAHULUAN. dunia, dimana saat ini merupakan peringkat kedua penyakit kanker setelah kanker
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kanker payudara merupakan salah satu masalah kesehatan penting di dunia, dimana saat ini merupakan peringkat kedua penyakit kanker setelah kanker paru-paru
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Leukemia akut merupakan 30-40% dari keganasan pada masa anak-anak. Insiden
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Leukemia akut merupakan 30-40% dari keganasan pada masa anak-anak. Insiden rata-rata 4-4,5 kasus/tahun/100.000 anak dibawah 15 tahun (Ugrasena, 2006). Secara luas terapi
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Flaviviridae dan ditularkan melalui vektor nyamuk. Penyakit ini termasuk nomor dua
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Infeksi dengue disebabkan oleh virus dengue yang tergolong dalam famili Flaviviridae dan ditularkan melalui vektor nyamuk. Penyakit ini termasuk nomor dua paling sering
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Penyakit infeksi sistem saraf pusat masih. merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama di
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyakit infeksi sistem saraf pusat masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama di negara-negara berkembang (Yoes, 1996). Infeksi pada sistem saraf pusat
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kanker serviks merupakan kanker yang banyak. menyerang perempuan. Saat ini kanker serviks menduduki
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kanker serviks merupakan kanker yang banyak menyerang perempuan. Saat ini kanker serviks menduduki urutan kedua dari penyakit kanker yang menyerang wanita di dunia dan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. jantung koroner yang utama dan paling sering mengakibatkan kematian (Departemen
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Acute coronary syndrome (ACS) adalah salah satu manifestasi klinis penyakit jantung koroner yang utama dan paling sering mengakibatkan kematian (Departemen Kesehatan
BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di RSUP Dr.Kariadi Semarang setelah ethical
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang lingkup penelitian Ruang lingkup penelitian ini adalah bidang Ilmu Kesehatan Anak dan Ilmu Penyakit Dalam. 4.2 Tempat dan waktu penelitian Penelitian ini dilakukan di
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. masalah-masalah lain, fisik, psikososial dan spiritual (World Health Organization,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pelayanan paliatif pada penyakit kanker merupakan pelayanan yang bertujuan untuk menurunkan permasalahan yang diakibatkan oleh penyakit kanker meskipun dengan
Prosiding SNaPP2011 Sains, Teknologi, dan Kesehatan
Prosiding SNaPP011 Sains, Teknologi, dan Kesehatan ISSN:089-358 HUBUNGAN KARAKTERISTIK PASIEN DENGAN KEJADIAN KANKER SERVIKS YANG DIRAWAT INAP DI BAGIAN OBSTETRI GINEKOLOGI RUMAH SAKIT HASAN SADIKIN BANDUNG
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Ruang lingkup penelitian Penelitian ini mencakup bidang ilmu bedah digestif, ilmu bedah onkologi, dan ilmu gizi 4.2 Tempat dan waktu Lokasi penelitian ini adalah ruang
BAB I PENDAHULUAN. jantung yang prevalensinya paling tinggi dalam masyarakat umum dan. berperan besar terhadap mortalitas dan morbiditas.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perubahan pola hidup menyebabkan berubahnya pola penyakit infeksi dan penyakit rawan gizi ke penyakit degeneratif kronik seperti penyakit jantung yang prevalensinya
PREVALENSI LIMA KANKER TERTINGGI PADA ANAK DI BEBERAPA LABORATORIUM DI DAERAH KOTA MEDAN PADA TAHUN Oleh : NG JO YE NIM :
PREVALENSI LIMA KANKER TERTINGGI PADA ANAK DI BEBERAPA LABORATORIUM DI DAERAH KOTA MEDAN PADA TAHUN 2009 Oleh : NG JO YE NIM : 070100257 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2010 PREVALENSI
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Infeksi sistem saraf pusat merupakan penyakit. yang menjadi perhatian dunia dan penyebab yang penting
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Infeksi sistem saraf pusat merupakan penyakit yang menjadi perhatian dunia dan penyebab yang penting dalam morbiditas dan mortalitas (Krcmery, 2007 cited in Michiori
Leukemia merupakan jenis penyakit tidak menular yang menyebabkan kematian
ARTIKEL PENELITIAN Perbedaan Kesintasan 5 Tahun Pasien Leukemia Limfoblastik Akut dan Leukemia Mieloblastik Akut pada Anak di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta, 1997-2008 CHANDRAYANI SIMANJORANG 1,
ANGKA KEJADIAN DIARE PADA ANAK DENGAN LEUKEMIA LIMFOBLASTIK AKUT DI RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO PERIODE TAHUN
ANGKA KEJADIAN DIARE PADA ANAK DENGAN LEUKEMIA LIMFOBLASTIK AKUT DI RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO PERIODE TAHUN 2011-2015 Fatmawati Latamu Jeanette I. Ch. Manoppo Max F. J. Mantik 1 Kandidat Skripsi
BAB IV METODE PENELITIAN
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Penelitian 4.1.1 Ruang lingkup keilmuan Ruang lingkup keilmuan dalam penelitian ini adalah bidang ilmu Mikrobiologi Klinik dan ilmu penyakit infeksi. 4.1.2 Ruang
BAB I PENDAHULUAN. Hockenberry, Wilson, Winkelstein & Schwartz, 2008; American Cancer. sisanya sebagian besar AML (Rudolph, 2007).
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Leukemia adalah sekumpulan penyakit yang ditandai oleh adanya akumulasi leukosit ganas dalam sumsum tulang dan darah (Hoffbrand, Pettit & Moss, 2005). Leukemia merupakan
BAB IV METODE PENELITIAN. Ruang lingkup keilmuan dalam penelitian ini adalah bidang Ilmu. Mikrobiologi Klinik dan ilmu penyakit infeksi.
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang Lingkup Penelitian 4.1.1 Ruang lingkup keilmuan Ruang lingkup keilmuan dalam penelitian ini adalah bidang Ilmu Mikrobiologi Klinik dan ilmu penyakit infeksi. 4.1.2 Ruang
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Kanker payudara merupakan salah satu kanker dengan insidensi terbanyak, terutama pada wanita. Perkembangan terapi banyak dilakukan untuk meningkatkan survival
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Di zaman yang semakin berkembang, tantangan. terhadap pelayanan kesehatan ini mengisyaratkan bahwa
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di zaman yang semakin berkembang, tantangan terhadap pelayanan kesehatan ini mengisyaratkan bahwa mekanisme pasar didominasi oleh organisasi kesehatan yang mampu memberikan
Demam disertai dengan neutropenia merupakan
Artikel Asli Hubungan Antara Parameter Hematologi saat Perawatan Fase Induksi dengan Kejadian Demam Neutropenia pada Anak Leukemia Limfoblastik Akut Adhitya Putra Pratama, Sunartini Hapsara, Eddy Supriyadi
BAB IV METODE PENELITIAN. Infeksi dan Penyakit Tropis dan Mikrobiologi Klinik. RSUP Dr. Kariadi Semarang telah dilaksanakan mulai bulan Mei 2014
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Ruang lingkup penelitian Penelitian ini mencakup bidang Ilmu Kesehatan Anak Divisi Infeksi dan Penyakit Tropis dan Mikrobiologi Klinik. 4.2 Tempat dan waktu penelitian Pengambilan
BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang. Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular. langsung yang disebabkan oleh Mycobacterium
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang sebagian besar menyerang paru-paru tetapi juga dapat mengenai
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. mengalami peningkatan, terutama di negara-negara yang sedang berkembang. Di
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kanker pada anak menjadi masalah bagi dunia karena kejadiannya terus mengalami peningkatan, terutama di negara-negara sedang berkembang. Di Pakistan tercatat
*) Alumni Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro. **) Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro
ANALISIS DESKRITIF LAMA PERAWATAN, KARAKTERISTIK PASIEN DAN PEMBIAYAAN PADA KASUS HEMATOLOGI DENGAN TINDAKAN KEMOTERAPI PASIEN BPJS NON PBI PADA TAHUN 2015 DI RSUP DR KARIADI SEMARANG Dwi Ratna Yuliyanti
A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penyakit tidak menular (Non Comunicable Disease) terdiri dari penyakit jantung, kanker, penyakit pernafasan kronis dan diabetes, penyakit ini bertanggung jawab
Artikel Penelitian. Abstrak. Abstract. Vivit Erdina Yunita, 1 Afdal, 2 Iskandar Syarif 3
705 Artikel Penelitian Gambaran Faktor yang Berhubungan dengan Timbulnya Kejang Demam Berulang pada Pasien yang Berobat di Poliklinik Anak RS. DR. M. Djamil Padang Periode Januari 2010 Desember 2012 Vivit
HUBUNGAN KEJADIAN KANKER ANAK DENGAN RIWAYAT KANKER PADA KELUARGA LAPORAN AKHIR HASIL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH
HUBUNGAN KEJADIAN KANKER ANAK DENGAN RIWAYAT KANKER PADA KELUARGA LAPORAN AKHIR HASIL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat sarjana strata-1 kedokteran
CURRICULUM VITAE DATA PRIBADI : DR. HARLINDA HAROEN, SP PD, K-HOM. TEMPAT TANGGAL LAHIR : CIMAHI, 26 MARET 1957.
CURRICULUM VITAE DATA PRIBADI NAMA : DR. HARLINDA HAROEN, SP PD, K-HOM. TEMPAT TANGGAL LAHIR : CIMAHI, 26 MARET 1957. KEBANGSAAN : INDONESIA. ALAMAT RUMAH : JLN YOS SUDARSO NO 17, KAIRAGI WERU, MANADO
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pasien keganasan berisiko tinggi menderita anemia (Estrin, 1999). Penelitian
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pasien keganasan berisiko tinggi menderita anemia (Estrin, 1999). Penelitian yang dilakukan European Survey on Cancer Anemia (ECAS), dengan nilai potong kadar Hb 12
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Di Rumah Sakit di Australia, sekitar 1 % dari seluruh pasien mengalami adverse
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Medication error merupakan masalah yang cukup pelik dalam pelayanan kesehatan. Di Amerika Serikat, medication error diperkirakan membahayakan 1,5 juta pasien
AZIMA AMINA BINTI AYOB
Kejadian Anemia Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruang Rawat Jalan dan Ruang Rawat Inap Divisi Endokrinologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, RSUP H. Adam Malik, Medan Pada Tahun 2011-2012 AZIMA
BAB III METODE PENELITIAN. deskriptif. Pada penelitian ini menggunakan data retrospektif dengan. Muhammadiyah Yogyakarta periode Januari-Juni 2015.
25 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dan bersifat deskriptif. Pada penelitian ini menggunakan data retrospektif dengan melakukan
BAB 1 PENDAHULUAN. berdampak pula pada peningkatan angka kematian dan kecacatan. World Health
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyakit tidak menular (PTM) seperti kardiovaskular, stroke, kanker, diabetes mellitus, penyakit paru kronik obstruktif di banyak negara, terutama di negara berkembang
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Antibiotik merupakan golongan obat yang paling banyak digunakan di dunia terkait dengan banyaknya kejadian infeksi bakteri. Sekitar 10-40% anggaran kesehatan di dunia
BAB 3 KERANGKA KONSEP PENELITIAN DAN DEFINISI OPERASIONAL
BAB 3 KERANGKA KONSEP PENELITIAN DAN DEFINISI OPERASIONAL 3.1. Kerangka konsep penelitian Berdasarkan tujuan penelitian yang telah dikemukakan, kerangka konsep mengenai angka kejadian relaps sindrom nefrotik
HUBUNGAN CRP (C-REACTIVE PROTEIN) DENGAN KULTUR URIN PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH PADA ANAK DI RSUP. HAJI ADAM MALIK TAHUN 2014.
HUBUNGAN CRP (C-REACTIVE PROTEIN) DENGAN KULTUR URIN PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH PADA ANAK DI RSUP. HAJI ADAM MALIK TAHUN 2014 Oleh : PUTRI YUNITA SIREGAR 120100359 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS
Study Deskriptif Children Well Being Anak Penderita Leukimia All di Rumah Cinta Bandung
Prosiding Psikologi ISSN: 2460-6448 Study Deskriptif Children Well Being Anak Penderita Leukimia All di Rumah Cinta Bandung 1 Nunik Mariska Cahyani, 2 Fanni Putri Diantina 1,2 Fakultas Psikologi, Universitas
BAB 1 PENDAHULUAN. Perubahan struktur masyarakat agraris ke masyarakat industri banyak
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perubahan struktur masyarakat agraris ke masyarakat industri banyak memberi andil terhadap perubahan fertilitas, gaya hidup, dan sosial ekonomi yang memacu semakin
BAB I PENDAHULUAN. A.Latar Belakang. Donasi darah merupakan praktik klinis yang umum. dilakukan. Pada tahun 2012 World Health Organization
BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Donasi darah merupakan praktik klinis yang umum dilakukan. Pada tahun 2012 World Health Organization (WHO) memperkirakan terdapat sekitar 108 juta donasi darah terkumpul
Leukemia. Leukemia / Indonesian Copyright 2017 Hospital Authority. All rights reserved
Leukemia Leukemia merupakan kanker yang terjadi pada sumsum tulang dan sel-sel darah putih. Leukemia merupakan salah satu dari sepuluh kanker pembunuh teratas di Hong Kong, dengan sekitar 400 kasus baru
MATA KULIAH Onkologi dan Kemoterapi
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) MATA KULIAH Onkologi dan Kemoterapi Tim Pengampu : Nurrochmad, MSi, (Koord) drh. Retno, PhD Dra. Sri Kadarinah, PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER
POLA KUMAN DAN SENSITIVITAS ANTIBIOTIKA PADA ANAK DENGAN LEUKEMIA LIMFOBLASTIK AKUT YANG MENGALAMI DEMAM NEUTROPENIA
POLA KUMAN DAN SENSITIVITAS ANTIBIOTIKA PADA ANAK DENGAN LEUKEMIA LIMFOBLASTIK AKUT YANG MENGALAMI DEMAM NEUTROPENIA Utami, A.A.I.A.Y.T 1., Niruri, R 1., Ariawati, K 2 1 Jurusan Farmasi-Fakultas Matematika
BAB I PENDAHULUAN. umum kanker pada anak-anak dibawah usia 15 tahun dengan mayoritas
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Leukemia limfositik akut atau biasa disebut LLA merupakan bentuk umum kanker pada anak-anak dibawah usia 15 tahun dengan mayoritas tertinggi pada anak usia 2-5 tahun.
BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang. Infeksi nosokomial atau Hospital-Acquired Infection. (HAI) memiliki kontribusi yang besar terhadap tingkat
BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Infeksi nosokomial atau Hospital-Acquired Infection (HAI) memiliki kontribusi yang besar terhadap tingkat mortalitas di dunia. Infeksi nosokomial menempati urutan keempat
BAB I PENDAHULUAN. Laporan Akhir Kasus Longitudinal MS-PPDS I IKA Fakultas Kedokteran UGM 1
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Henoch-Schonlein Purpura (HSP) merupakan suatu mikrovaskular vaskulitis sistemik dengan karakteristik adanya deposisi kompleks imun dan keterlibatan immunoglobulin A
BAB I PENDAHULUAN. yang ditandai dengan meningkatnya sel myeloid (Perrotti et al., 2010). Di Asia,
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Chronic myelogenous leukemia (CML) merupakan keganasan hematologi yang ditandai dengan meningkatnya sel myeloid (Perrotti et al., 2010). Di Asia, CML merupakan keganasan
LEUKEMIA. - pendesakan kegagalan sumsum tulang - infiltrasi ke jaringan lain
LEUKEMIA Keganasan sistem hemopoietik: transformasi maligna suatu progenitor/prekursor sel darah klon sel ganas proliferasi patologis (abnormal) & tidak terkendali menyebabkan: - pendesakan kegagalan sumsum
BAB 1 PENDAHULUAN. menyebabkan kematian. Lebih dari satu juta orang per tahun di dunia meninggal
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kanker paru masih merupakan masalah kesehatan karena masih banyak menyebabkan kematian. Lebih dari satu juta orang per tahun di dunia meninggal karena kanker paru.
BAB I PENDAHULUAN. Meningkatnya prevalensi diabetes melitus (DM) akibat peningkatan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Meningkatnya prevalensi diabetes melitus (DM) akibat peningkatan kemakmuran di negara berkembang banyak disoroti. Peningkatan pendapatan perkapita dan perubahan gaya
BAB III METODE PENELITIAN. bersifat deskriptif dengan metode cross sectional. Pengambilan data dari
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian non-eksperimental yang bersifat deskriptif dengan metode cross sectional. Pengambilan data dari penelitian ini
BAB I PENDAHULUAN. sekitar 8,2 juta orang. Berdasarkan Data GLOBOCAN, International Agency
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kanker adalah penyakit tidak menular yang ditandai dengan pertumbuhan sel tidak normal/terus-menerus dan tidak terkendali yang dapat merusak jaringan sekitarnya serta
BAB I PENDAHULUAN jiwa dan Asia Tenggara sebanyak jiwa. AKI di Indonesia
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Angka Kematian Ibu (AKI) di dunia menurut World Health Organization (WHO) mencapai 289.000 jiwa terbagi atas beberapa negara antara lain Amerika Serikat sebanyak 9300
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kanker paru merupakan penyebab kematian terbanyak di dunia akibat kanker, baik pada pria maupun wanita di dunia. Di seluruh dunia, kematian akibat kanker paru sendiri
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG LEUKEMIA ANAK PADA PETUGAS KESEHATAN PUSKESMAS MANADO
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG LEUKEMIA ANAK PADA PETUGAS KESEHATAN PUSKESMAS MANADO 1 Fransisca Sepang 2 Stefanus Gunawan 3 Vivekenanda Pateda Bagian Ilmu Kesehatan
BAB 1 PENDAHULUAN. dan mortalitas yang tinggi di dunia. Menurut data World Health Organization
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyakit kardiovaskuler merupakan masalah kesehatan dengan morbiditas dan mortalitas yang tinggi di dunia. Menurut data World Health Organization (WHO), penyakit kardiovaskuler
Perbedaan Kecepatan Kesembuhan Anak Gizi Buruk yang Diberi Modisco Susu Formula dan Modisco Susu Formula Elemental Di RSU dr.
Sari Pediatri, Sari Vol. Pediatri, 8, No. Vol. 3, Desember 8, No. 3, 2006: Desember 226-2006 230 Perbedaan Kecepatan Kesembuhan Anak Gizi Buruk yang Diberi Modisco Susu Formula dan Modisco Susu Formula
BAB I PENDAHULUAN. Obat merupakan salah satu intervensi medis yang paling efektif, jika
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Obat merupakan salah satu intervensi medis yang paling efektif, jika digunakan secara tepat dan rasional. 1 Penggunaan obat secara rasional adalah pasien mendapatkan
Kata Kunci: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), Dengue Shock Syndrome (DSS), morbiditas, mortalitas. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK PREVALENSI DAN MORTALITAS PADA ANAK-ANAK AKIBAT DENGUE HEMORRHAGIC FEVER DI RUMAH SAKIT IMMANUEL PERIODE JANUARI 2006 SAMPAI DENGAN DESEMBER 2006 Dharma Indraprasta, 2007; Pembimbing: H. Tisna
BAB 3 METODA PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian adalah Ilmu Penyakit Syaraf. RSUP Dr. Kariadi Semarang pada periode Desember 2006 Juli 2007
50 BAB 3 METODA PENELITIAN 3.1. Ruang lingkup penelitian Ruang lingkup penelitian adalah Ilmu Penyakit Syaraf 3.2. Tempat dan waktu penelitian Penelitian akan dilakukan di Bangsal Rawat Inap UPF Penyakit
BAB I PENDAHULUAN. I.1.Latar Belakang. Stroke adalah sindroma yang ditandai oleh onset. akut defisit neurologis/ gangguan fungsi otak yang
BAB I PENDAHULUAN I.1.Latar Belakang Stroke adalah sindroma yang ditandai oleh onset akut defisit neurologis/ gangguan fungsi otak yang berlangsung selama (minimal) 24 jam atau lebih, ada keterlibatan
