RENCANA KEGIATAN PEMBELAJARAN MINGGUAN
|
|
|
- Budi Wibowo
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 RENCANA KEGIATAN PEMBELAJARAN MINGGUAN Pertemuan : Minggu ke 12 Waktu : 5 menit Pokok bahasan : 1. Kasus Penyakit di Klinik Subpokok bahsan : a. Pengertian dan definisi hemostasis. b. Faktor intrinsik dan ekstrinsik dalam hemostasis. c. Mekanisme hemostasis. Tujuan khusus : 1. Mahasiswa memahami dan mampu menjelaskan definisi hemostasis dan faktor - faktor yang terlibat dalam hemostasis. 2. Mahasiswa memahami dan mampu menjelaskan mekanisme hemostasis. Metode : Kuliah dan diskusi Media : OHP Universitas Gadjah Mada 1
2 BERBAGAI MACAM KASUS PENYAKIT YANG DIJUMPAI DI KLINIK (untuk informasi detail baca Buku Schaim s Veterinary Hematology oleh Jam, N.C dan Buku Veterinary Laboratory Medicine oleh Duncan, J.R. dan Prasse, K.W. 1978) DISTEMPER ANJING (CANINE DISTEMPER) Penyakit distemper ini telah diselidiki pada 64 ekor anjing dengan memperlihatkan gejala-gejala klinis dan adanya inclusion bodies yang menciri di dalam kotoran konjungtiva, dalam eritrosit, sitoplasma sel neutrofil, limfosit dan monosit. Lama sakit biasanya 2-4 minggu atau lebih. Gejala-gejala klinis: - Keluar leleran dan mata dan hidung. - Batuk dengan disertal suara abnormal pada pemeriksaan auskultasi paru-paru, sesak nafas (dyspnea) dan pneumonia. - Ada gangguan syaraf sentral, konvulsi, chor-ea, hewan menggigit-gigit dan keluar buih dan mulut. - Ada pengkerasan di bagian telapak kaki. - Anoreksia, muntah diare, depresi dan hewan nampak selalu ingin tidur, dan panas tubuh tetap diantara F. Pada penelitian tersebut di atas, anjing yang terkena berumur antara 6 minggu s/d 8 minggu. Sepuluh (1) ekor dan 64 ekor anjing tersebut berumur di atas 2 tahun. Gambaran hematologi dan 64 ekor anjing, terdapat 3 ekor terlihat leukopenia, 2 ekor sub-normal, 21 ekor sedikit di atas normal dan 15 ekor nampak leukositosis. Pada umumnya, jumlah enitrosit, konsentrasi Hb, PCV berada di bawah normal Hiperproteiflemia terlihat pada beberapa ekor anjing, disamping ada juga yang mengalami hiperproteinemia karena dehidrasi. Gambaran yang konsisten yaitu adanya limfopenia, ini disebabkan oleh adanya atrofi dan nekrosis ja limfoid akibat serangan virus. Pada fase akut, anjing mengalami kekosongan limfosit dan degenerasi nodus limfatikus dan tonsil, dan disertai hipertrofi sel-sel retikulum. Setelah 5 minggu, terjadi regenerasi dengan terlihat adanya bentukan-bentukan baru folikel-folikel limfe dengan terdapatnya limfoblas dan limfosit. Morfologi sel darah pada kasus distemper mi tidak spesifik karena dipengaruhi oleh stadium sakitnya dan oleh adanya infeksi bakteri sekunder. Selama serangan virus, terjadi kenaikan suhu tubuh, terlihat leukopenia yang hebat, tetapi pada umumnya hanya mencapai 6-1 ribu/mm3. Sedang pada keadaan yang kompleks, yaitu dengan adanya infeksi sekunder, maka jumlah leukositnya dapat mencapai lebih dari 5 ribu/mm3. Gambaran yang karakteristik adalah adanya limfopenia absolut. Anemia dapat terjadi pada perkembangan penyakit ini, tetapi hal ini tertutup oleh adanya rendahnya jumlah leukosit dengan disertai limfopenia menunjukkan Universitas Gadjah Mada 2
3 tanda-tanda prognosa penyakit yang jelek, dan adanya kenaikan jumlah leukosit dengan neutrofiuia mungkin karena adanya pneumonia. Nilai PCV, jumlah eritrosit total, Hb, protein plasma yang tinggi ini, dikarenakan hewan mengalami dehidrasi. Gambaran hipoproteinemia bisa tertutup oleh oleh adanya hemokonsentrasi pada dehidrasi. Pada pewarnaan preparat apus darah dengan pewarna Wright - Leishman, inclusion body di dalam eritrosit berwarna biru pucat. Perlu dibedakan dengan adanya inclusion body yang lain yang terdapat dalam eritrosit, misalnya Howell Jolly bodies dan Heinz bodies. Bentukan inclusion bodies pada kasus ini, biasanya lebih besar dari pada Howell Jolly bodies. Pada pewarnaan preparat apus darah tanpa difiksasi, yaitu dengan pewarna methylene blue dapat diperlihatkan adanya inclusion bodies di dalam retikulosit. Gambar inclusion body dalam eritrosit dan leukosit. HEPATITIS INFEKSIOSA ANJING (RUBARTH S DISEASE) Merupakan penyakit infeksi akut pada anjing yang disebabkan oleh virus, menyerang anjing-anjing segala terutama anjing-anjing muda. Pada stadium permulaan danpenyakit ini sering dikelirukan dengan penyakit leptospirosis dan distemper. Gejala-gejala klinis - tonsil membengkak dan berwarna merah - bila dilakukan penekanan terhadap hati, ada rasa sakit - suhu tubuh meningkat (15-16 F) - anoreksia - lemah dan mengantuk, muntah - ikterus nampak bila keadaan melanjut Universitas Gadjah Mada 3
4 - polydipsi (rasa haus meningkat), kerato-konjufigtivitis pada 3% anjing-anjing yang diselidiki - kematian biasanya terjadi dalam waktu 4-5 hari atau mengalami kesembuhan yang cepat Diagnosa penyakit ini dengan cara nekropsi untuk menunjukkan adanya intranuclear inclusion pada sel hati. Dengan pewarnaan New Methylene Blue dalam garam fisiologis, dapat untuk mewarnai inclusion bodies. Apabila hati aengalami kerusakan, ditandai dengan perpanjangan waktu perdarahan sebab hati bertanggung jawab terhadap produksi protrombin dan fibrinogen, heparin terbebas dan janingan ati yang mengalami kerusakan. Ada hubungannya dengan jumlah trombosit dan perpanjangan waktu koagulasi darah. Waktu erdarahan untuk anjing normal sekitar 1 2 menit, sedang pada penyakit ml dapat mencapal lebih dan 3 menit. (erusakan hati dapat mengacaukan produksi protein plasma, aepingga kecepatan sedimentasi darah kurang daripada normal. Pengaruh hepatitis terhadap metabolisme Peranan hati terhadap digesti protein tidak langsung, aeiiingga pada kasus hepatitis tidak ada gangguan terhadap tigesti protein, kecuali apabila ada gangguan sekunder pada raktus digestivusnya. Dalam hati terjadi proses deaminasi, amonia diubah dan sam amino menjadi ureum. Apabila banyak karbohidrat dan lemak maka banyak asam amino yang dibentuk menjadi protein. Misalnya Hb dibentuk dalam sumsum tulang, tetapi protein yang membentuk Hb dihasilkan oleh hati. Perlu diketahui bahwa protein plasma yang dihasilkan oleh hati ialah:globulin, albumin, fibrinogen, protrombin dan kolinesterase. Kenaikan asam amino di dalam darah mencapai puncaknya pada penyakit hati, hal ini menunjukkan adanya kelemahan proses deaminasi. Deaminasi adalah proses pelepasan gugus amino (NH3) dan asam amino menjadi asam keto dan garam amonia. Proses deaminasi ada 2 macam, yaitu oksidatif dan nonoksidatif. PYOMETRA Penyakit ini biasanya sering menyerang anjing betina yang berumur lebih dan 5 tahun. Dan 5 ekor anjing yang menderita pyometra, ada 39 ekor (7%) anjing mi berumur 5-14 tahun. Gejala - gejala klinis bibir vulva membengkak serviks uterus menutup, sehingga tenjadi retensi exudat purulen dalam kornu uteri dan menyebabkan pembesaran abdomen apabila terjadi toksemia sistemik maka nampak gejala gejala klinis menyerupai nefnitis kronis yaitu: polydipsi, polyunia, muntah, depresi dan dehidrasi Universitas Gadjah Mada 4
5 eksudat purulen dalam uterus yang menderita pyometra jarang yang bersifat steril, biasanya banyak mengandung bakteni: stafilokokus, streptokokus, coliform, dan proteus vulgaris. REGENERATIVE LEFT SHIFT pada PYOMETRA Telah diselidiki pada anjing betina Weimaraner, umur 9 tahun dengan menunjukkan gejala gejala klinis: hewan nampak membesar dan ada rasa sakit di daerah abdomen suhu rektal 13 F pulsus 172x/menit, respirasi cepat konjungtiva kongesti, dehidrasi Pemeriksaan radiografi: kedua kornu uterinya sangat membesar Pengamatan sebelum dan sesudah anjing dioperasi: Hemogram 28 Oktober 1 Nopember (setelah dioperasi) Eritrosit: Eritrosit (it/mm3) Hb (g/dl) PCV (%) MCV MCHC (%) Sedimentasi darah/jam Anisositosis Polikromasia 6,1 13,2 41, 67, 32,2 42/9=33+ 6, 13,6 43, 71,6 31,6 - Leukosit: Leukosit (rb/mm3) Nielosit Metamielosit Neutrof band Neutrofil Limfosit Monosit Eosinofil Sel alami degenerasi Sel toksik absolut neutrof %,5 12,5 3, 4, 5,5 1, 1,5 membesar absolut Nampak dan %,5 2, 11, 71, 2, 9,5,5 3,5 basofilik Plasma: Protein (g/dl) Indeks ikterus (U) BUN (mg/dl) 8,3 1, 29,8 8, 46,2 Universitas Gadjah Mada 5
6 interpretasi: 1. Anemia biasanya disertai dengan hemokonsentrasi. Plasma protein di atas normal diduga karena adanya hemokonsentrasi dengan respon globulin yang absolut terhadap adanya inflamasi supuratif. 2. Kecepatan sedimantasi darah sangat meningkat biasanya mendahului pyometra. 3. Gambaran leukositosis yang jelas dengan left shift dan nampak adanya sel neutrofil toksik, mi menunjukkan adanya tuntutan granulopoisis yang ekstrem. Hemogram 1. Pada permulaan nampak gambaran leukositosis dengan left shift pada proses penyakit akut seperti pada penyakit leptospirosis dengan jumlah limfosit dan eosinofil persi sten. Hemogram 2. Jumlah limfosit dan eosinofil menurun, merupakan akibat dan stres operasi. Pada kasus pyometra mi terjadi gambaran monositosis yang spesifik. 4. Blood Urea Nitrogen (BUN) meningkat, menunjukkan adanya proses dekomposisi protein tubuh yang ada hubungannya dengan proses supuratif dalam uterus dan juga adanya dehidrasi. 5. Peningkatan jumlah leukosit dengan disertal peningkatan jumlah sel neutrofil, biasanya dijumpai selama han pertama setelah operasi pyometra. DEGENERATIVE LEFT SHIFT pada PYOMETRA Kasus ini terjadi pada anjing Poodle, umur 3 tahun dengan gejala gejala: anoreksia, depresi, polydipsi, suhu rektal 14 F, pulsus 118, palpasi abdomen terdapat benjolan, diare dan muntah. Pada pemeniksaan radiografi ada pembesaran kornu uteri. Pemberian antibiotik pada tanggal 25 dan 31 Universitas Gadjah Mada 6
7 Hemogram 28 Oktober 28 Oktober 28 Oktober Eritrosit: Eritrosit (jt/mm3) Hb PCV MCV MCHC Sedimentasi darah/jam Eritr. berinti/1 sel Leukosit Anisositosis 6,95 6, 46, 66,2 34,8 4/4=36+ 5,9 12,5 42, 71,2 29,7 42/8= ,7 13,9 44, 65, 7 31,6 3 1/6=25+ -,5 Leukosit: Leukosit (rb/mm3) Metamielosit Neutrofil band Neutrofil Limfosit Monosit Eosinofil Smudge ce 1 is Degenerative cells Neutrofil toksik: absolut sitoplasma % 5,5 25, 54,5 11, 3,,5,5 absolut % 5,5 35, 5 36, 5 7, 13,5 1, 3, Plasma: Protein (g/dl) Indeks ikterus (U) BUN (mg/dl) 8, 2, 6,3 7,9 7,5-7,5 5, 6,8 Interpretasi : 1. Bakteri piogenik penyebab pyometra mempengaruhi peningkatan protein plasma absolut, ini terjadi karena hiperglobulinemia. Protein plasma juga karena hemokonsentrasi dan kadar BUN rendah. 2. Kecepatan sedimentasi darah positif kuat. 3. Terjadi left shift tanpa adanya kenaikan neutrof ini total diperlihatkan dengan adanya basofilia persisten dan sitoplasmanya. 4. Pemberian antibiotik nampaknya mengurangi toksemia, disini nampak adanya sel neutrofil toksik seperti pada Hemogram 2. Pada tanggal 5 Nopember dapat ditunjukkan adanya Hemogram 2. Pada tanggal 5 Nopember dapat ditunjukkan adanya leukositosis (meningkatnya sel neutrofil muda maupun neutrofill dewasa). Universitas Gadjah Mada 7
8 5. Jumlah limfosit masih dalam batas normal, nampak pada stres sistemik yang biasanya ditemukan pada penyakit- penyakit supuratif kronis. 6. Gambaran monositosis merupakan gambaran karakteristik dan pyometra. NEFRITIS KRONIS PADA ANJING Penyakit nefritis knonis pada anjing dapat terjadi pada anjing-anjing umur lebih dari 5 tahun. Hipoplasia korteks ginjal secara kongenital dan nefritis kronis dapat terlihat pada anjing berumur lebih muda. Bentuk yang umum adalah nefritis interstisialis, glomerulonefritis dan pielonefnitis. Diagnosa patologik dapat dilakukan dengan pemeriksaan: analisis urina, uji biokimia dan mempelajari gambaran hematologinya. BUN dan kadar protein mengalami kenaikan jika filtrasi glomeruli menurun, disini dalam usaha memelihara hemostasis dan ginjal. Ginjal mempunyai fungsi hemostasis: 1. Pengeluaran sisa-sisa metabolisme. 2. Pengaturan volume dan komposisi cairan. 3. Pengatunan tekanan dan pengalinan darah. Kejadian uremia berhubungan dengan penurunan kapasitas tubulus ginjal. Kerusakan pada tubulus ginjal menyebabkan ekskresi fosfat anorganik dan potasium atau retensi sodium merupakan hal yang biasa terjadi pada ginjal yang mengalami penurunan kapasitas. Gejala-gejala klinis: - Polydipsi - Polyuria - Muntah - Uremia - ulserasi membrana mukosa mulut - berat badan menurun - anemia - jika melanjut terjadi gangguan syaraf pusat - berat jenis urina 1,1 ±,2 - protein-uria bervariasi, tergantung seberapa jauh glomeruli mengalami kerusakan. Pada penyakit glomerulonefritis, tubuh akan kehilangan albumin karena albumin masuk ke dalam urina yang mengakibatkan hipoproteinemia dengan hipoalbuminemia. Kerusakan tubulus menyebabkan kenaikan pengeluaran fosfat anorganik, terjadi perubahan rasio antara Ca:P (3:1). Penurunan konsentrasi Ca pada darah menstimulasi glandula paratiroidea untuk mensekresikan parathormon. Kalsium akan dimobilisasi dan tulang terutama tulang mandibula sehingga terjadi kondisi yang disebut rubber jaw atau renal Universitas Gadjah Mada 8
9 rickets. Ja tulang akan digantikan oleh ja fibrus, maka disebut osteodistrof Ia fibrosa. Gambaran darah yang terjadi yaltu anemia normositik normokromik, kecepatan sedimentasi darah naik, hiperfibrinogenemia dan limfopenia yang mencolok. Anemia yang disertai depresi eritrogenesis, umumnya nilal PCV antara 2-3%, sedang anemia yang hebat menyebabkan nilai PCV sangat rendah sampai 1%. Protein plasma total umumnya hanya 7,5 g/dl terutama pada glomerulonefritis terjadi kehilangan albumin. Hiperproteinemia dapat terjadi apabila terjadi dehidrasi, juga dapat disertai dengan kenaikan kadar fibrinogen plasma. Jumlah leukosit total bervariasi tetapi umumnya lebih tinggi dan normal, sedang leukopenia jarang terjadi. Pada perhitungan diferensial leukosit memperlihatkan gambaran neutrofilia dan monositosis, mungkin juga diikuti dengan adanya eosinopenia atau neutrof ii persisten (dalam jumlah tetap). Gambaran eosinofilia sangat jarang dijumpai. Gambaran darah yang karakteristik pada kasus ini yaitu terjadinya limfopenia yang menonjol. LEPTOSPIROSIS ANJING Gambaran klinis: Gambaran kilnis untuk leptospirosis pada anjing bervaniasi dan bentuk (tidak dapat dideteksi) sampai pada bentuk septikemik akut yang karaktenistik dengan adanya kerusakan ginjal dan kematian. Gejala-gejala klinis: - depresi, bervariasi dan yang sampai mencolok - anoreksia - rasa haus yang sangat - muntah - kongesti konjungtiva - kekakuan otot dan rasa nyeri (bagian lumbal dan abdomen) - suhu rektal 15 F, kadang-kadang sampai 17 F. Diagnosa:. Akan lebih mudah dalam mendiagnosa apabila dalam urina dapat ditemukan leptospira atau dapat dengan cara pemeriksaan kultur. Pemeriksaan dapat dilakukan pada urina yang telah dipusingkan maupun yang belum. Pada kasus leptospirosis buatan dapat diperlihatkan gambaran leptospiruria (adanya leptospira dalam urina) pada hari ke-7 setelah dilakukan inokulasi, kemudian 72-78% dan hasil pemeriksaan menunjukkan positif kuat pada 8-1 hari setelah inokulasi. Dapat pula ditunjukkan adanya perbedaan kenaikan titer antibodi serum di antara 2 sampel darah yang diambil pada hari ke-1 dan hari ke-15 setelah inokulasi. Kasus leptospirosis pada anjing terutama disebabkan karena infeksi Leptospira canicola atau Leptospira icterohemorrhagiae.. Universitas Gadjah Mada 9
10 Gambaran patologi klinik: Hasil pemeriksaan patologi klinik bervariasi, biasanya pada bagian proksimal tubulus konvulatus ginjal mengalami perubahan degeneratif, atrofi yang karakteristik. Terjadi kenaikan BUN dan kneatinin dalam darah sebagai akibat penurunan kemampuan filtrasi glomeruli dan gejala proteinuria sening pula dijumpai. Gejala ikterus tidak biasa dijumpai pada kawanan anjing yang diinfeksi dengan leptospira canicola. Adanya dehidrasi menyebabkan kenaikan konsentrasi protein pisma total (7,5 g/dl) secara reflektoris dan pernah pula dilaporkan kenaikan PCV lebih dari 5%. Radang akut akibat leptospirosis ini menyebabkan kandungan fibrinogen plasma meningkat lebih dari 4, g/l (variasi 5,-9, g/l). Pada beberapa anjing memperlihatkan kenaikan waktu sedimentasi darah dengan jelas. Jumlah leukosit total sangat bervariasi tetapi umumnya di atas normal (2.-4./mm3). Gambaran neutrofilia dengan left shift sering dijumpai. Pada anjing dewasa sering pula Universitas Gadjah Mada 1
RENCANA KEGIATAN PEMBELAJARAN MINGGUAN
RENCANA KEGIATAN PEMBELAJARAN MINGGUAN Pertemuan : Minggu ke 13 Waktu : 50 menit Pokok bahasan : 1. Kasus Penyakit di Klinik (Lanjutan) Subpokok bahsan : a. Penyakit Feline Panleukopenia. b. Penyakit Ehrlichiosis
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN Hematologi Hasil pemeriksaan hematologi disajikan dalam bentuk rataan±simpangan baku (Tabel 1). Hasil pemeriksaan hematologi individual (Tabel 5) dapat dilihat pada lampiran dan dibandingkan
RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) Nama mata kuliah : HEMATOLOGI VETERINER Kode/SKS : Patologi Klinik Veteriner (KH-354/SKS 3/1) Prasarat : MK. Biokimia (KH-220) MK. Patologi Umum (KH--350)
RENCANA KEGIATAN PEMBELAJARAN MINGGUAN
RENCANA KEGIATAN PEMBELAJARAN MINGGUAN Pertemuan : Minggu ke 3 Waktu : 50 menit Pokok Bahasan : 1. Evaluasi Eritrosit dan Interpretasinya (Lanjutan) Subpokok Bahasan : a. Fase fase proses pembentukan eritrosit.
Author : Liza Novita, S. Ked. Faculty of Medicine University of Riau Pekanbaru, Riau Doctor s Files: (http://www.doctors-filez.
Author : Liza Novita, S. Ked Faculty of Medicine University of Riau Pekanbaru, Riau 2009 0 Doctor s Files: (http://www.doctors-filez.tk GLOMERULONEFRITIS AKUT DEFINISI Glomerulonefritis Akut (Glomerulonefritis
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. rawat inap di RSU & Holistik Sejahtera Bhakti Kota Salatiga. kanker payudara positif dan di duga kanker payudara.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Penelitian Penelitian dilakukan di Laboratorium RSU & Holistik Sejahtera Bhakti Kota Salatiga pada bulan Desember 2012 - Februari 2013. Jumlah sampel yang diambil
HEMATOLOGI KLINIK ANJING PENDERITA DIROFILARIASIS. Menurut Atkins (2005), anjing penderita penyakit cacing jantung
16 HEMATOLOGI KLINIK ANJING PENDERITA DIROFILARIASIS Menurut Atkins (2005), anjing penderita penyakit cacing jantung memiliki kelainan hematologi pada tingkat ringan berupa anemia, neutrofilia, eosinofilia,
RENCANA KEGIATAN PEMBELAJARAN MINGGUAN
RENCANA KEGIATAN PEMBELAJARAN MINGGUAN Pertemuan : Minggu ke 1 Waktu : 50 menit Pokok bahasan : 1. Pendahuluan Subpokok Bahasan : a. Pengertian umum tentang Patologi b. Klinik Veteriner. c. Garis besar
ETIOLOGI : 1. Ada 5 kategori virus yang menjadi agen penyebab: Virus Hepatitis A (HAV) Virus Hepatitis B (VHB) Virus Hepatitis C (CV) / Non A Non B
HEPATITIS REJO PENGERTIAN: Hepatitis adalah inflamasi yang menyebar pada hepar (hepatitis) dapat disebabkan oleh infeksi virus dan reaksi toksik terhadap obat-obatan dan bahan kimia ETIOLOGI : 1. Ada 5
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN Data hasil perhitungan jumlah sel darah merah, kadar hemoglobin, nilai hematokrit, MCV, MCH, dan MCHC pada kerbau lumpur betina yang diperoleh dari rata-rata empat kerbau setiap
RENCANA KEGIATAN PEMBELAJARAN MINGGUAN
RENCANA KEGIATAN PEMBELAJARAN MINGGUAN Pertemuan : Minggu ke 11 Waktu : 50 menit Pokok bahasan : 1. Hemostasis (Lanjutan) Subpokok bahsan : a. Evaluasi hemostasis di laboratorium. b. Interpretasi hasil
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada kerbau lumpur betina, diperoleh jumlah rataan dan simpangan baku dari total leukosit, masing-masing jenis leukosit, serta rasio neutrofil/limfosit
INTERPRETASI HASIL LABORATORIUM DISTEMPER ANJING
PATOLOGI KLINIK VETERINER INTERPRETASI HASIL LABORATORIUM DISTEMPER ANJING OLEH: Drh. Anak Agung Sagung Kendran, M.Kes. LABORATORIUM PATOLOGI KLINIK VETERINER FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS UDAYANA
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Upaya kesehatan transfusi darah adalah upaya kesehatan berupa penggunaan darah bagi keperluan pengobatan dan pemulihan kesehatan. Sebelum dilakukan transfusi darah
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tubuh, membawa nutrisi, membersihkan metabolisme dan membawa zat antibodi
5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Umum Darah Darah dalam tubuh berfungsi untuk mensuplai oksigen ke seluruh jaringan tubuh, membawa nutrisi, membersihkan metabolisme dan membawa zat antibodi (sistem
SISTEM PEREDARAN DARAH
SISTEM PEREDARAN DARAH Tujuan Pembelajaran Menjelaskan komponen-komponen darah manusia Menjelaskan fungsi darah pada manusia Menjelaskan prinsip dasar-dasar penggolongan darah Menjelaskan golongan darah
HASIL DAN PEMBAHASAN
8 HASIL DAN PEMBAHASAN Persentase Parasitemia Menurut Ndungu et al. (2005), tingkat parasitemia diklasifikasikan menjadi tiga tingkatan, yaitu tingkat ringan (mild reaction), tingkat sedang (severe reaction),
SISTEM IMUN (SISTEM PERTAHANAN TUBUH)
SISTEM IMUN (SISTEM PERTAHANAN TUBUH) FUNGSI SISTEM IMUN: Melindungi tubuh dari invasi penyebab penyakit; menghancurkan & menghilangkan mikroorganisme atau substansi asing (bakteri, parasit, jamur, dan
dr. Agustyas Tjiptaningrum, SpPK
dr. Agustyas Tjiptaningrum, SpPK TUJUAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM Pemeriksaan laboratorium pada infeksi bertujuan: 1. Menegakkan diagnosis penyakit 2. Dasar pengobatan penyakit 3. Pemantauan perjalanan
PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR DINAS KESEHATAN PUSKESMAS LENEK Jln. Raya Mataram Lb. Lombok KM. 50 Desa Lenek Kec. Aikmel
PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR DINAS KESEHATAN PUSKESMAS LENEK Jln. Raya Mataram Lb. Lombok KM. 0 Desa Lenek Kec. Aikmel EVALUASI LAYANAN KLINIS PUSKESMAS LENEK 06 GASTROENTERITIS AKUT. Konsistensi
HASIL DAN PEMBAHASAN
18 HASIL DAN PEMBAHASAN Jumlah LeukositTotal Leukosit merupakan unit darah yang aktif dari sistem pertahanan tubuh dalam menghadapi serangan agen-agen patogen, zat racun, dan menyingkirkan sel-sel rusak
GDS (datang) : 50 mg/dl. Creatinin : 7,75 mg/dl. 1. Apa diagnosis banding saudara? 2. Pemeriksaan apa yang anda usulkan? Jawab :
Seorang laki laki 54 tahun datang ke RS dengan keluhan kaki dan seluruh tubuh lemas. Penderita juga merasa berdebar-debar, keluar keringat dingin (+) di seluruh tubuh dan sulit diajak berkomunikasi. Sesak
PS-S1 Jurusan Biologi, FMIPA, UNEJ (2017) JARINGAN IKAT SYUBBANUL WATHON, S.SI., M.SI.
PS-S1 Jurusan Biologi, FMIPA, UNEJ (2017) JARINGAN IKAT SYUBBANUL WATHON, S.SI., M.SI. Kompetensi Dasar 1. Mengetahui penyusun jaringan ikat 2. Memahami klasifikasi jaringan ikat 3. Mengetahui komponen
Reabsorbsi pada kapiler peritubuler
SISTEM UROPOETIKA Reabsorbsi pada kapiler peritubuler Substansi yang dieliminasikan dari tubuh melalui filtrasi dari kapiler peritubuler GANGGUAN GINJAL Menunjukkan gejala klinis jika 70% fungsinya terganggu
HASIL DAN PEMBAHASAN
17 HASIL DAN PEMBAHASAN Eritrosit, Hemoglobin, Hematokrit dan Indeks Eritrosit Jumlah eritrosit dalam darah dipengaruhi jumlah darah pada saat fetus, perbedaan umur, perbedaan jenis kelamin, pengaruh parturisi
HASIL DAN PEMBAHASAN
16 HASIL DAN PEMBAHASAN Jumlah Eritrosit (Sel Darah Merah) Profil parameter eritrosit yang meliputi jumlah eritrosit, konsentrasi hemoglobin, dan nilai hematokrit kucing kampung (Felis domestica) ditampilkan
Hubungan Hipertensi dan Diabetes Melitus terhadap Gagal Ginjal Kronik
Hubungan Hipertensi dan Diabetes Melitus terhadap Gagal Ginjal Kronik Latar Belakang Masalah Gagal ginjal kronik merupakan keadaan klinis kerusakan ginjal yang progresif dan irreversibel yang berasal dari
SIROSIS HEPATIS R E J O
SIROSIS HEPATIS R E J O PENGERTIAN : Sirosis hepatis adalah penyakit kronis hati oleh gangguan struktur dan perubahan degenerasi fungsi seluler dan selanjutnya perubahan aliran darah ke hati./ Jaringan
Anemia Megaloblastik. Haryson Tondy Winoto, dr.,msi.med.,sp.a Bag. Anak FK-UWK Surabaya
Anemia Megaloblastik Haryson Tondy Winoto, dr.,msi.med.,sp.a Bag. Anak FK-UWK Surabaya Anemia Megaloblastik Anemia megaloblastik : anemia makrositik yang ditandai peningkatan ukuran sel darah merah yang
TINJAUAN PUSTAKA. Ginjal adalah system organ yang berpasangan yang terletak pada rongga
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Ginjal Ginjal adalah system organ yang berpasangan yang terletak pada rongga retroperitonium. Secara anatomi ginjal terletak dibelakang abdomen atas dan di kedua sisi kolumna
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian ini telah dilakukan di Adonis Fitness pada tanggal 2-9 Agustus 2016 dan dilakukan di Sanggar Senam Adinda pada tanggal 16-30 Agustus
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Malaria merupakan penyakit kronik yang mengancam keselamatan jiwa yang
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Malaria Malaria merupakan penyakit kronik yang mengancam keselamatan jiwa yang disebabkan oleh parasit yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi. 3 Malaria
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dengue dan ditandai empat gejala klinis utama yaitu demam yang tinggi, manifestasi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. DBD (Demam Berdarah Dengue) DBD adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh empat serotype virus Dengue dan ditandai empat gejala klinis utama yaitu demam yang tinggi, manifestasi
HASIL DAN PEMBAHASAN. Tabel 1 Rata-rata persentase diferensiasi leukosit pasien anjing di RSH-IPB Momo. Kronis 1-8.
HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Gambaran Umum Berikut ini disajikan tabel hasil pemeriksaan differensial leukosit pada pasien RSH-IPB. Secara umum dapat dikatakan bahwa gambaran leukosit pada semua pasien cenderung
PENGANTAR KESEHATAN. DR.dr.BM.Wara K,MS Klinik Terapi Fisik FIK UNY. Ilmu Kesehatan pada dasarnya mempelajari cara memelihara dan
PENGANTAR KESEHATAN DR.dr.BM.Wara K,MS Klinik Terapi Fisik FIK UNY PENGANTAR Ilmu Kesehatan pada dasarnya mempelajari cara memelihara dan meningkatkan kesehatan, cara mencegah penyakit, cara menyembuhkan
PRAKTIKUM II : DARAH, PEMBULUH DARAH, DARAH DALAM BERBAGAI LARUTAN, PENGGOLONGAN DARAH SISTEM ABO DAN RHESUS.
PRAKTIKUM II : DARAH, PEMBULUH DARAH, DARAH DALAM BERBAGAI LARUTAN, PENGGOLONGAN DARAH SISTEM ABO DAN RHESUS. Praktikum IDK 1 dan Biologi, 2009 Tuti Nuraini, SKp., M.Biomed. 1 TUJUAN Mengetahui asal sel-sel
BAB I PENDAHULUAN. dari mulai faal ginjal normal sampai tidak berfungsi lagi. Penyakit gagal ginjal
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Gagal ginjal kronik adalah gangguan faal ginjal yang berjalan kronik dari mulai faal ginjal normal sampai tidak berfungsi lagi. Penyakit gagal ginjal kronik
HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG
V. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Jumlah Leukosit Data perhitungan terhadap jumlah leukosit pada tikus yang diberikan dari perlakuan dapat dilihat pada Lampiran 6. Rata-rata leukosit pada tikus dari perlakuan
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN Identifikasi dan Persentase Parasit Darah Hasil pengamatan preparat ulas darah pada enam ekor kuda yang berada di Unit Rehabilitasi Reproduksi (URR FKH IPB) dapat dilihat sebagai berikut
SISTEM EKSKRESI. - Sistem ekskresi pada uniseluler dan multiseluler. - Pembuangan limbah nitrogen dan CO 2
SISTEM EKSKRESI 1. Pendahuluan - Pengertian Ekskresi - Sistem ekskresi pada uniseluler dan multiseluler 2. Fungsi pokok sistem ekskresi - Pembuangan limbah nitrogen dan CO 2 - Keseimbangan air, garam,
SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 1. Sistem Ekskresi ManusiaLatihan Soal 1.3. Air. Asam amino. Urea. Protein
SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 1. Sistem Ekskresi ManusiaLatihan Soal 1.3 1. Zat yang tidak boleh terkandung dalam urine primer adalah... Air Asam amino Urea Protein Kunci Jawaban : D Menghasilkan urine primer
CATATAN SINGKAT IMUNOLOGI
CATATAN SINGKAT IMUNOLOGI [email protected] Apakah imunologi itu? Imunologi adalah ilmu yang mempelajari sistem imun. Sistem imun dipunyai oleh berbagai organisme, namun pada tulisan ini sistem
BAB 2 OSTEOMIELITIS KRONIS PADA RAHANG. infeksi yang terjadi dapat disebabkan oleh infeksi odontogenik. Osteomielitis dibagi
BAB 2 OSTEOMIELITIS KRONIS PADA RAHANG Osteomielitis adalah inflamasi yang terjadi pada tulang dan sumsum tulang, infeksi yang terjadi dapat disebabkan oleh infeksi odontogenik. Osteomielitis dibagi menjadi
Sistem Ekskresi. Drs. Refli, MSc Diberikan pada Pelatihan Penguatan UN bagi Guru SMP/MTS se Provinsi NTT September 2013
Sistem Ekskresi Drs. Refli, MSc Diberikan pada Pelatihan Penguatan UN bagi Guru SMP/MTS se Provinsi NTT September 2013 Pengertian & Fungsi Proses Ekskresi Penegrtian : Proses pengeluaran zat-zat sisa hasil
Ilmu Pengetahuan Alam
Ilmu Pengetahuan Alam Sistem Peredaran Darah SEKOLAH DASAR TETUM BUNAYA Kelas Yupiter Nama Pengajar: Kak Winni Ilmu Pengetahuan Alam Sistem Peredaran Darah A. Bagian-Bagian Darah Terdiri atas apakah darah
MODUL GLOMERULONEFRITIS AKUT
TEAM BASED LEARNING MODUL GLOMERULONEFRITIS AKUT Diberikan pada Mahasiswa Semester IV Fakultas Kedokteran Unhas DISUSUN OLEH : Prof. Dr. dr. Syarifuddin Rauf, SpA(K) Prof. dr. Husein Albar, SpA(K) dr.jusli
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Darah adalah suspensi dari partikel dalam larutan koloid cair yang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Darah 1. Definisi Darah adalah suspensi dari partikel dalam larutan koloid cair yang mengandung elektrolit. Peranannya sebagai medium pertukaran antara sel-sel yang terfiksasi
Review Sistem Hematology
Nama : rp, S.Kp., MNS. NIP : 19720826 200212 1 002 Departemen : Kep. Medikal Bedah & Kep. Dasar Mata Kuliah : Kep. Medikal Bedah Topik : Pengkajian Sistem Hematologi 1 Review Sistem Hematology Ikhsanuddin
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kreatinin Kreatinin adalah produk akhir metabolisme kreatin.keratin sebagai besar dijumpai di otot rangka, tempat zat terlibat dalam penyimpanan energy sebagai keratin fosfat.dalam
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Anemia Anemia adalah penurunan jumlah normal eritrosit, konsentrasi hemoglobin, atau hematokrit. Anemia merupakan kondisi yang sangat umum dan sering merupakan komplikasi dari
BAB I PENDAHULUAN. sebagai organ pengeksresi ginjal bertugas menyaring zat-zat yang sudah tidak
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Ginjal punya peran penting sebagai organ pengekresi dan non ekresi, sebagai organ pengeksresi ginjal bertugas menyaring zat-zat yang sudah tidak dibutuhkan oleh tubuh
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Darah 1. Pengertian Darah Darah merupakan komponen esensial mahluk hidup yang dalam keadaan fisiologik, darah selalu berada dalam pembuluh darah sehingga dapat menjalankan fungsinya
BAHAYA AKIBAT LEUKOSIT TINGGI
1 BAHAYA AKIBAT LEUKOSIT TINGGI TUGAS I Disusun untuk memenuhi tugas praktikum brosing artikel dari internet HaloSehat.com Editor SHOBIBA TURROHMAH NIM: G0C015075 PROGRAM DIPLOMA III ANALIS KESEHATAN FAKULTAS
2
Keseimbangan Asam Basa Dr. OK.M. Syahputra, M.Kes Dr. Almaycano Ginting, M.Kes Departemen Biokimia FK USU KESEIMBANGAN ASAM BASA Pengertian ph Defanisi ph -log (H + ) Untuk menghitung ph larutan : 1.Hitung
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. rusak dan terkontaminasi oleh zat-zat yang tidak berbahaya maupun yang
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pencemaran Udara Pencemaran udara adalah suatu kondisi di mana kualitas udara menjadi rusak dan terkontaminasi oleh zat-zat yang tidak berbahaya maupun yang membahayakan kesehatan
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran darah berupa jumlah eritrosit, konsentrasi hemoglobin, dan nilai hematokrit sapi perah FH umur satu sampai dua belas bulan ditampilkan pada Tabel 3. Tabel 3 Gambaran Eritrosit
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi subjek penelitian Subjek dalam penelitian ini berjumlah 60 ekor mencit strain DDY yang terdiri dari 30 mencit jantan dan 30 mencit betina.
Sistem Eksresi> Kelas XI IPA 3 SMA Santa Maria Pekanbaru
Sistem Eksresi> Kelas XI IPA 3 SMA Santa Maria Pekanbaru O R G A N P E N Y U S U N S I S T E M E K S K R E S I K U L I T G I N J A L H A T I P A R U - P A R U kulit K ULIT K U L I T A D A L A H O R G A
HASIL DAN PEMBAHASAN
6 Pewarnaan Proses selanjutnya yaitu deparafinisasi dengan xylol III, II, I, alkohol absolut III, II, I, alkohol 96%, 90%, 80%, dan 70% masing-masing selama 2 menit. Selanjutnya seluruh preparat organ
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. oksigen. Darah terdiri dari bagian cair dan padat, bagian cair yaitu berupa plasma
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Darah 1. Pengertian darah Dalam system sirkulasi darah merupakan bagian penting yaitu dalam transport oksigen. Darah terdiri dari bagian cair dan padat, bagian cair yaitu berupa
BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang. Glomerulonefritis akut masih menjadi penyebab. morbiditas ginjal pada anak terutama di negara-negara
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Glomerulonefritis akut masih menjadi penyebab morbiditas ginjal pada anak terutama di negara-negara berkembang meskipun frekuensinya lebih rendah di negara-negara maju
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) A. Identitas Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Cirebon Mata Pelajaran : Biologi Kelas/Program/Semester : XI IPA/1 Standar Kompetensi : 3. Menjelaskan struktur dan fungsi
KESEIMBANGAN ASAM BASA Pengertian ph Definisi ph -log (H + ) Untuk menghitung ph larutan : 1.Hitung konsentrasi ion Hidrogen (H + ) 2.Hitung logaritma
Keseimbangan Asam Basa Dr. OK.M. Syahputra, M.kes Dr. Almaycano Ginting Departemen Biokimia FK USU KESEIMBANGAN ASAM BASA Pengertian ph Definisi ph -log (H + ) Untuk menghitung ph larutan : 1.Hitung konsentrasi
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM BIOLOGI PERHITUNGAN JUMLAH ERITROSIT DARAH
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM BIOLOGI PERHITUNGAN JUMLAH ERITROSIT DARAH Dosen Pengampu: Dr. drh. Heru Nurcahyo, M.Kes Disusun Oleh : Nama: Sofyan Dwi Nugroho NIM : 16708251021 Prodi : Pendidikana IPA PRODI
BAB I PENDAHULUAN. Salmonella typhi, suatu bakteri gram-negative. Demam tifoid (typhoid fever atau
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Penyakit menular masih merupakan salah satu masalah kesehatan utama di negara berkembang termasuk di Indonesia. Penyakit menular ini terkait erat dengan
MENJELASKAN STRUTUR DAN FUNGSI ORGAN MANUSIA DAN HEWAN TERTENTU, KELAINAN/ PENYAKIT YANG MUNGKIN TERJADI SERTA IMPLIKASINYA PADA SALINGTEMAS
MENJELASKAN STRUTUR DAN FUNGSI ORGAN MANUSIA DAN HEWAN TERTENTU, KELAINAN/ PENYAKIT YANG MUNGKIN TERJADI SERTA IMPLIKASINYA PADA SALINGTEMAS KD 3.8. Menjelaskan mekanisme pertahanan tubuh terhadap benda
Kompetensi SISTEM SIRKULASI. Memahami mekanisme kerja sistem sirkulasi dan fungsinya
SISTEM SIRKULASI Kompetensi Memahami mekanisme kerja sistem sirkulasi dan fungsinya Suatu sistem yang memungkinkan pengangkutan berbagai bahan dari satu tempat ke tempat lain di dalam tubuh organisme Sistem
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Broiler adalah ayam jantan atau betina yang umumnya dipanen pada umur
3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Ayam Broiler Broiler adalah ayam jantan atau betina yang umumnya dipanen pada umur 5-6 minggu dengan tujuan sebagai penghasil daging (Kartasudjana dan Suprijatna, 2006).
Mengenal Penyakit Kelainan Darah
Mengenal Penyakit Kelainan Darah Ilustrasi penyakit kelainan darah Anemia sel sabit merupakan penyakit kelainan darah yang serius. Disebut sel sabit karena bentuk sel darah merah menyerupai bulan sabit.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. (cairan darah) dan 45% sel-sel darah.jumlah darah yang ada dalam tubuh sekitar
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Darah 1. Definisi Darah merupakan jaringan yang berbentuk cairan yang mengalir ke seluruh tubuh melalui vena atau arteri yang mengangkat oksigen dan bahan makanan ke seluruh
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1. DARAH Darah adalah cairan jaringan tubuh. Fungsi utamanya adalah mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah juga mensuplai jaringan tubuh dengan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Ginjal Ginjal merupakan organ ekskresi utama pada manusia. Ginjal mempunyai peran penting dalam mempertahankan kestabilan tubuh. Ginjal memiliki fungsi yaitu mempertahankan keseimbangan
- - SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA - - dlp5darah
- - SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA - - Modul ini singkron dengan Aplikasi Android, Download melalui Play Store di HP Kamu, ketik di pencarian dlp5darah Jika Kamu kesulitan, Tanyakan ke tentor bagaimana
Tabel 3 Tingkat prevalensi kecacingan pada ikan maskoki (Carassius auratus) di Bogor
HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Pemeliharaan Ikan Maskoki (Carassius auratus) Pengambilan sampel ikan maskoki dilakukan di tiga tempat berbeda di daerah bogor, yaitu Pasar Anyar Bogor Tengah, Batu Tulis Bogor
Anjing Anda Demam, Malas Bergerak dan Cepat Haus? Waspadai Leptospirosis
Anjing Anda Demam, Malas Bergerak dan Cepat Haus? Waspadai Leptospirosis Leptospirosis adalah penyakit berbahaya yang diakibatkan oleh bakteri Leptospira interrogans sensu lato. Penyakit ini dapat menyerang
SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 1. Sistem Ekskresi ManusiaLatihan Soal 1.2
SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 1. Sistem Ekskresi ManusiaLatihan Soal 1.2 1. Fungsi sistem ekskresi adalah... Membuang zat sisa pencernaan Mengeluarkan enzim dan hormon Membuang zat sisa metabolisme tubuh Mengeluarkan
TINJAUAN PUSTAKA. genetis ayam, makanan ternak, ketepatan manajemen pemeliharaan, dan
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kepadatan Ayam Petelur Fase Grower Ayam petelur adalah ayam yang efisien sebagai penghasil telur (Wiharto, 2002). Keberhasilan pengelolaan usaha ayam ras petelur sangat ditentukan
Kanker Serviks. Cervical Cancer / Indonesian Copyright 2017 Hospital Authority. All rights reserved
Kanker Serviks Kanker serviks merupakan penyakit yang umum ditemui di Hong Kong. Kanker ini menempati peringkat kesepuluh di antara kanker yang diderita oleh wanita dengan lebih dari 400 kasus baru setiap
MATERI DAN METODE Lokasi dan Waktu Materi Ternak Peralatan Prosedur
MATERI DAN METODE Lokasi dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di Peternakan Domba Indocement Citeureup, Bogor selama 10 minggu. Penelitian dilakukan pada awal bulan Agustus sampai pertengahan bulan Oktober
Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit. Bab 4 Batuk dan Kesulitan Bernapas Kasus II. Catatan Fasilitator. Rangkuman Kasus:
Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit Bab 4 Batuk dan Kesulitan Bernapas Kasus II Catatan Fasilitator Rangkuman Kasus: Agus, bayi laki-laki berusia 16 bulan dibawa ke Rumah Sakit Kabupaten dari sebuah
BAB I PENDAHULUAN. Di Indonesia banyak sekali masyarakat yang mengkonsumsi produk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di Indonesia banyak sekali masyarakat yang mengkonsumsi produk minuman sachet, tidak hanya dari kalangan anak-anak tetapi banyak juga remaja bahkan orang tua yang gemar
BAB I PENDAHULUAN. secara menahun dan sifatnya irreversibel, ditandai dengan kadar ureum dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyakit ginjal kronik (PGK) adalah penurunan fungsi ginjal yang terjadi secara menahun dan sifatnya irreversibel, ditandai dengan kadar ureum dan kreatinin yang sangat
biologi SET 15 SISTEM EKSKRESI DAN LATIHAN SOAL SBMPTN ADVANCE AND TOP LEVEL A. ORGAN EKSKRESI
15 MATERI DAN LATIHAN SOAL SBMPTN ADVANCE AND TOP LEVEL biologi SET 15 SISTEM EKSKRESI Pengeluaran zat di dalam tubuh berlangsung melalui defekasi yaitu pengeluaran sisa pencernaan berupa feses. Ekskresi
Asuhan Keperawatan Anak Preschool dengan ISPA A. Definisi Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) adalah radang akut saluran pernafasan atas maupun bawah yang disebabkan oleh infeksi jasad renik atau bakteri,
BAB 1 PENDAHULUAN. Penyakit Ginjal Kronik (PGK) adalah suatu gangguan pada ginjal ditandai
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyakit Ginjal Kronik (PGK) adalah suatu gangguan pada ginjal ditandai dengan abnormalitas struktur ataupun fungsi ginjal yang berlangsung lebih dari 3 bulan. PGK
SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA
A. GINJAL SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA Sebagian besar produk sisa metabolisme sel berasal dari perombakan protein, misalnya amonia dan urea. Kedua senyawa tersebut beracun bagi tubuh dan harus dikeluarkan
BAB I PENDAHULUAN. 1 P a g e
BAB I PENDAHULUAN Anemia adalah kondisi medis dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin kurang dari normal. Tingkat normal dari hemoglobin umumnya berbeda pada laki-laki dan wanita-wanita. Untuk laki-laki,
1 Universitas Kristen Maranatha
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Gangguan pada hepar dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor, antara lain virus, radikal bebas, maupun autoimun. Salah satu yang banyak dikenal masyarakat adalah
Universitas Indonusa Esa Unggul FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT Jurusan Perekam Medis dan Informasi Kesehatan ANATOMI FISIOLOGI
Universitas Indonusa Esa Unggul FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT Jurusan Perekam Medis dan Informasi Kesehatan ANATOMI FISIOLOGI Conducted by: Jusuf R. Sofjan,dr,MARS 2/17/2016 1 Darah adalah jaringan cair
Sistem Transportasi Manusia L/O/G/O
Sistem Transportasi Manusia L/O/G/O Apersepsi 1. Pernahkan bagian tubuhmu terluka, misalnya karena terjatuh atau terkena bagian tajam seperti pisau dan paku? 2. Apakah bagian tubuh yang terluka tersebut
MANAJEMEN TERPADU UMUR 1 HARI SAMPAI 2 BULAN
MANAJEMEN TERPADU BAYI MUDA UMUR 1 HARI SAMPAI 2 BULAN PENDAHULUAN Bayi muda : - mudah sekali menjadi sakit - cepat jadi berat dan serius / meninggal - utama 1 minggu pertama kehidupan cara memberi pelayanan
BAB 3 METODOLOGI. 3.1 Analisis Kebutuhan dan Masalah Analisis Masalah
BAB 3 METODOLOGI 3.1 Analisis Kebutuhan dan Masalah 3.1.1 Analisis Masalah Berdasarkan kajian jurnal, banyak pemilik anjing yang kurang memperhatikan kesehatan anjingnya karena masalah biaya, keberadaan
Penyakit Leukimia TUGAS 1. Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Browsing Informasi Ilmiah. Editor : LUPIYANAH G1C D4 ANALIS KESEHATAN
Penyakit Leukimia TUGAS 1 Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Browsing Informasi Ilmiah Editor : LUPIYANAH G1C015041 D4 ANALIS KESEHATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN DAN KEPERAWATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FISIOLOGI HEWAN I. April 2008 DARAH DAN SIRKULASI
FISIOLOGI HEWAN I April 2008 UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN DARAH DAN SIRKULASI Darah Darah dan hemolymph, cairan sirkulasi pada sistem sirkulasi terbuka dan tertutup, adalah cairan kompleks berisi banyak
UPT Balai Informasi Teknologi LIPI Pangan & Kesehatan Copyright 2009
BAB IV Darah Darah berfungsi sebagai : 1. Alat transport O 2 dari paruparu diangkut keseluruh tubuh. CO 2 diangkut dari seluruh tubuh ke paruparu. Sari makanan diangkut dari jonjot usus ke seluruh jaringan
BAB I PENDAHULUAN. hormon insulin baik secara relatif maupun secara absolut. Jika hal ini dibiarkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Diabetes mellitus merupakan suatu penyakit menahun yang ditandai dengan adanya kadar glukosa darah yang melebihi nilai normal dan gangguan metabolisme karbohidrat,
ABSTRAK. Latar belakang dan tujuan penelitian: Anemia defisiensi besi (ADB) sering bersamaan dengan anemia penyakit kronis (APK) dan keduanya
ABSTRAK Latar belakang dan tujuan penelitian: Anemia defisiensi besi (ADB) sering bersamaan dengan anemia penyakit kronis (APK) dan keduanya memberikan gambaran penurunan besi serum. Untuk membedakan ADB
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Plasma darah, merupakan bagian yang cair dan bagian korpuskuli yakni
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Darah 1. Pengertian Darah Darah merupakan bagian penting dari system transport. Darah merupakan jaringan yang berbentuk cairan yang terdiri dari dua bagian besar, yaitu: Plasma
