LAMPIRAN D DATA SHEET
|
|
|
- Benny Johan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 LAMPIRAN D DATA SHEET
2 D-1
3 D-2
4 D-3
5 D-4
6 D-5
7 D-6
8 D-7
9 D-8
10 D-9
11 D-10
12 D-11 Instruksi-instruksi Keluarga MCS51 A. Operasi Aritmatika 1. ADD ADD A,Rn Tambahkan Akumulator A dengan Rn di mana n = 0 7 dan simpan hasil di Akumulator A Add A,R7 Isi dari R7 akan ditambahkan dengan akumulator A dan hasilnya disimpan di Akumulator A ADD A,direct Tambahkan Akumulator A dengan data di alamat memori tertentu secara langsung. Add A,00H Isi dari Akumulator A akan ditambahkan dengan isi dari memori RAM Internal di alamat 00H ADD A,@Ri Tambahkan Akumulator A dengan data yang berada di alamat Ri (ditunjuk oleh Ri) dan hasilnya disimpan di Akumulator A. Ri adalah Register Index di mana pada MCS51 adalah berupa R0 atau R1 Add A,@R0 Isi dari Akumulator A akan ditambahkan dengan isi dari memori RAM Internal yang ditunjuk oleh R0. Apabila R0 berisi 05H maka, isi dari alamat 05H akan dijumlahkan dengan Akumulator A dan hasilnya disimpan di Akumulator A ADD A,#data Tambahkan Akumulator A dengan sebuah konstanta dan hasilnya disimpan dalam akumulator A.
13 D-12 Add A,#05H Isi Akumulator A ditambah dengan data 05H dan hasilnya disimpan dalam Akumulator A 2. ADDC ADDC A,Rn Tambahkan Akumulator A dengan Rn di mana n = 0 7 dan simpan hasil di Akumulator A Addc A,R7 Isi dari R7 akan ditambahkan dengan akumulator A beserta carry flag dan hasilnya disimpan di Akumulator A. Apabila carry flag set maka hasil yang tersimpan di Akumulator A adalah A + R ADDC A,direct Tambahkan Akumulator A dan carry flag dengan data di alamat memori tertentu secara langsung. Addc A,00H Isi dari Akumulator A akan ditambahkan dengan isi dari memori RAM Internal di alamat 00H beserta carry flag dan hasilnya disimpan di Akumulator A, Apabila carry flag set maka hasil yang tersimpan di Akumulator A adalah A + isi alamat 00H + 1 ADDC A,@Ri Tambahkan Akumulator A beserta carry flag dengan data yang berada di alamat Ri (ditunjuk oleh Ri) dan hasilnya disimpan di Akumulator A. Ri adalah Register Index di mana pada MCS51 adalah berupa R0 atau R1 ADDC A,#data Tambahkan Akumulator A beserta carry flag dengan sebuah konstanta dan hasilnya disimpan dalam akumulator A.
14 D-13 Addc A,#05H Isi Akumulator A beserta carry flag ditambah dengan data 05H dan hasilnya disimpan dalam Akumulator A. Apabila carry flag set maka hasil di Akumulator A adalah A + 5H SUBB SUBB A,Rn Lakukan pengurangan data di Akumulator A dengan Rn (n = 0 7) dan simpan hasilnya di Akumulator A Subb A,R0 Data di akumulator A beserta carry flagnya dikurangi dengan isi R0 dan hasilnya disimpan di Akumulator A SUBB A,direct Lakukan pengurangan data di Akumulator A dengan data di memori tertentu yang ditunjuk secara langsung. Subb A,00H Data di Akumulator A beserta carry flagnya dikurangi dengan data dialamat 00H dari RAM Internal dan hasilnya disimpan di Akumulator A SUBB A,@Ri Lakukan pengurangan data di Akumulator A beserta carry flag dengan data yang ditunjuk oleh Ri (Register Index) di mana Ri dapat berupa R0 atau R1 SUBB A,@R0 Data di Akumulator A beserta carry flagnya dikurangi dengan data yang ditunjuk oleh R0 dan hasilnya disimpan di Akumulator A SUBB A,#data Lakukan pengurangan data di Akumulator A beserta carry flag dengan sebuah konstanta dan hasilnya disimpan di Akumulator A SUBB A,#05H
15 D-14 Data di Akumulator A beserta carry flag dikurangi dengan data 05H dan hasilnya disimpan di Akumulator A 4. INC INC A Tambahkan nilai Akumulator A dengan 1 dan hasilnya disimpan di Akumulator A INC Rn Tambahkan nilai Rn (n= 0 7) dengan 1 dan hasilnya disimpan di Rn tersebut INC direct Tambahkan data yang di RAM Internal yang alamatnya ditunjuk secara langsung dengan 1 dan hasilnya disimpan di alamat tersebut. Inc 00H Data di alamat 00H ditambah dengan 1 dan hasilnya disimpan di alamat 00H. Tambahkan data yang alamatnya ditunjuk oleh Ri (Register Index) dengan 1 dan simpan hasilnya di alamat tersebut. Data di alamat yang ditunjuk oleh R1 dan hasilnya disimpan di alamat tersebut, apabila R1 berisi 10H maka data di alamat 10H ditambah dengan 1 dan simpan kembali di alamat 10H. INC DPTR 5. DEC DEC A Lakukan pengurangan pada nilai Akumulator A dengan 1 dan hasilnya disimpan di Akumulator A DEC Rn Lakukan pengurangan pada nilai Rn (n= 0 7) dengan 1 dan hasilnya disimpan di Rn tersebut
16 D-15 DEC direct Lakukan pengurangan pada data yang di RAM Internal yang alamatnya ditunjuk secara langsung dengan 1 dan hasilnya disimpan di alamat tersebut. Dec 00H Data di alamat 00H dikurangi dengan 1 dan hasilnya disimpan di alamat 00H. Lakukan pengurangan pada data yang alamatnya ditunjuk oleh Ri (Register Index) dengan 1 dan simpan hasilnya di alamat tersebut. Data di alamat yang ditunjuk oleh R1 dan hasilnya disimpan di alamat tersebut, apabila R1 berisi 10H maka data di alamat 10H dikurangi dengan 1 dan simpan kembali di alamat 10H. B. Operasi Logika dan Manipulasi Bit 1. ANL ANL A,Rn Melakukan operasi AND antara akumulator A dan Rn (R0 R7) dan hasilnya disimpan di akumulator A ANL A,direct Melakukan operasi AND antara akumulator A dan alamat langsung dan hasilnya disimpan di akumulator A. ANL A,05H Akumulator A di AND dengan data di alamat 05H dan hasilnya disimpan di akumulator A ANL A,@Ri Melakukan operasi AND antara akumulator A dan data yang ditunjuk oleh Register Index (R0 atau R1) serta hasilnya disimpan di akumulator A.
17 D-16 ANL Akumulator A di AND dengan data yang ditunjuk oleh R0, misalkan R0 berisi 50H, maka akumulator A di AND dengan data yang tersimpan di alamat 50H dan hasilnya disimpan di akumulator A. ANL A,#data Melakukan operasi AND antara akumulator A dan immediate data serta hasilnya disimpan di akumulator A ANL direct,a Melakukan operasi AND antara alamat langsung dengan akumulator A serta hasilnya disimpan di alamat langsung tersebut. ANL 07H,A Data di alamat 07H di AND dengan akumulator A dan hasilnya kembali disimpan di alamat 07H ANL direct,#data Melakukan operasi AND antara alamat langsung dengan immediate data serta hasilnya disimpan di alamat langsung tersebut. 2. ORL ORL A,Rn Melakukan operasi OR antara akumulator A dan Rn (R0 R7) dan hasilnya disimpan di akumulator A ORL A,direct Melakukan operasi OR antara akumulator A dan alamat langsung dan hasilnya disimpan di akumulator A. ORL A,05H Akumulator A di OR dengan data di alamat 05H dan hasilnya disimpan di akumulator A ORL A,@Ri Melakukan operasi OR antara akumulator A dan data yang ditunjuk oleh Register Index (R0 atau R1) serta hasilnya disimpan di akumulator A.
18 D-17 ORL Akumulator A di OR dengan data yang ditunjuk oleh R0, misalkan R0 berisi 50H, maka akumulator A di OR dengan data yang tersimpan di alamat 50H dan hasilnya disimpan di akumulator A. ORL A,#data Melakukan operasi OR antara akumulator A dan immediate data serta hasilnya disimpan di akumulator A ORL direct,a Melakukan operasi OR antara alamat langsung dengan akumulator A serta hasilnya disimpan di alamat langsung tersebut. ORL 07H,A Data di alamat 07H di OR dengan akumulator A dan hasilnya kembali disimpan di alamat 07H ORL direct,#data Melakukan operasi OR antara akumulator A dan immediate data serta hasilnya disimpan di akumulator A 3. CLR CLR A Memberikan nilai 0 pada 8 bit Akumulator A 4. CPL CPL A Melakukan komplemen pada setiap bit dalam akumulator A. Contoh : Bila nilai akumulator A adalah 55H atau b, maka setelah terjadi proses komplemen nilai akumulator A berubah menjadi AAH atau b. 5. RL RL A Melakukan pergeseran ke kiri 1 bit untuk setiap bit dalam akumulator A
19 D-18 Nilai Akumulator A adalah 05H atau b, setelah dilakukan proses pergeseran maka nilai Akumulator A akan berubah menjadi b atau 0AH. 6. RR RR A Melakukan pergeseran ke kanan 1 bit untuk setiap bit dalam akumulator A Nilai Akumulator A adalah 05H atau b, setelah dilakukan proses pergeseran maka nilai Akumulator A akan berubah menjadi b atau 0AH. 7. SWAP SWAP A Melakukan operasi penukaran nibble tinggi dan nibble rendah di akumulator A Isi akumulator A adalah 51H, setelah instruksi SWAP A dilakukan maka data 5 di nibble tinggi akan ditukar dengan data 1 di nibble rendah menadi 15H 8. SETB SETB bit Set bit atau mengubah bit-bit pada RAM Internal maupun register yang dapat dialamat secara bit (bit addressable) menjadi 1 9. JC JC rel Melakukan lompatan ke suatu alamat yang didefinisikan apabila carry flag set. Apabila carry flag clear maka program akan menjalankan instruksi selanjutnya. Jc Alamat1 Mov A,#05H Alamat1: Mov R1,#00H
20 D-19 Apabila carry flag set, maka program akan lompat label alamat 1 dan menjalankan instruksi Mov R1,#00H, namun bila carry flag clear maka program akan menjalankan instruksi Mov A,#05H terlebih dahulu sebelum menjalankan instruksi di label alamat JNC JNC rel Melakukan lompatan ke suatu alamat yang didefinisikan apabila carry flag clear. Apabila carry flag set maka program akan menjalankan instruksi selanjutnya. Jnc Alamat1 Mov A,#05H Alamat1: Mov R1,#00H Apabila carry flag clear, maka program akan lompat label alamat 1 dan menjalankan instruksi Mov R1,#00H, namun bila carry flag set maka program akan menjalankan instruksi Mov A,#05H terlebih dahulu sebelum menjalankan instruksi di label alamat 1. C. Transfer Data 1. MOV MOV A,Rn Melakukan pemindahan data dari Rn (R0 R7) menuju ke akumulator A MOV A,direct Melakukan pemindahan data dari alamat langsung ke akumulator A Mov A,@Ri Melakukan pemindahan data dari alamat yang ditunjuk oleh Register Index (R0 atau R1) menuju ke akumulator A Mov A,#data Melakukan pemindahan data dari immediate menuju ke akumulator A Data EQU 05H Mov A,#Data
21 D-20 Konstanta Data yang dideklarasikan sebagai 05H dipindah ke akumulator A sehingga nilai akumulator A menjadi 05H Mov Rn,A Melakukan pemindahan data dari akumulator A menuju ke Rn (R0 R7) Mov Rn,direct Melakukan pemindahan data dari alamat langsung menuju ke Rn (R0 R7) Mov R7,10H Data di alamat 10H dipindah ke dalam R7 Mov Rn,#data Melakukan pemindahan data dari immediate menuju ke Rn (R0 R7) Mov R7,#05H Data 05H dipindah ke dalam R7 Mov direct,a Melakukan pemindahan data dari akumulator A menuju ke alamat langsung Mov 10H,A Data di akumulator A dipindah ke alamat 10H Mov direct,rn Melakukan pemindahan data dari Rn (R0 R7) menuju ke alamat langsung Mov direct,direct Melakukan pemindahan data dari alamat langsung menuju ke alamat langsung. Mov direct,@ri Melakukan pemindahan data dari alamat yang ditunjuk oleh Register Index (R0 atau R1) ke alamat langsung Mov 05H,@R0
22 D-21 Bila R0 sebelumnya berisi 20H, maka nilai atau data yang tersimpan di alamat 20H akan dipindah ke alamat 05H. Mov direct,#data Melakukan pemindahan data dari immediate ke alamat langsung. Melakukan pemindahan data dari akumulator A menuju ke alamat yang ditunjuk oleh Register Index (R0 atau R1). Melakukan pemindahan data dari alamat langsung menuju ke alamat yang ditunjuk oleh Register Index (R0 atau R1) Melakukan pemindahan data immediate menuju ke alamat yang ditunjuk oleh Register Index (R0 atau R1) Mov DPTR,#data16 Melakukan pemindahan data immediate 16 bit menuju ke DPTR. Mov DPTR,#2000H Data 2000H dalam bentuk 16 bit dipindah ke alamat Register DPTR Movc A,@A+DPTR Mov A,#50H Mov DPTR,#2000H Movc A,@A+DPTR Data yang terletak di komponen memori di luar AT89S51 dan terletak pada alamat 2000H + 50H akan dibaca dan hasilnya disimpan di akumulator A D. Percabangan 1. ACALL ACALL addr11 Melakukan lompatan ke suatu subroutine yang ditunjuk oleh alamat pada addr11. Lompatan yang dapat dilakukan berada di area sebesar 2K byte.
23 D-22 2.RET RET Instruksi ini digunakan pada saat kembali dari subroutine yang dipanggil dengan instruksi ACALL atau LCALL. RETI Instruksi ini digunakan untuk melompat ke alamat tempat akhir instruksi yang sedang dijalankan ketika. 3. JUMP LJMP addr16 Long Jump, melompat dan menjalankan program yang berada di alamat yang ditentukan oleh addr16. LJMP Lompatan2 Mov A,#05H Lompatan2: Mov R0,#00H Program akan melompat ke alamat lompatan 2 dan menjalankan instruksi Mov R0,#00H, tanpa melalui instruksi MOV A,#05H JZ rel Melakukan lompatan ke alamat yang ditentukan apabila akumulator A adalah 00H dan langsung meneruskan instruksi dibawahnya bila akumulator A tidak 00H. JZ Lompat1 MOV A,#07H Lompat1: MOV B,#00H Apabila nilai akumulator A tidak 00H maka program akan langsung meneruskan instruksi dibawahnya yaitu MOV A,#07H dan program akan menjalankan instruksi di alamat Lompat1 yaitu MOV B,#00H apabila nilai akumulator A adalah 00H.
24 D-23 JNZ rel Melakukan lompatan ke alamat yang ditentukan apabila akumulator A adalah bukan 00H dan langsung meneruskan instruksi dibawahnya bila akumulator A adalah 00H. JNZ Lompat1 MOV A,#07H Lompat1: MOV B,#00H Apabila nilai akumulator A adalah 00H maka program akan langsung meneruskan instruksi dibawahnya yaitu MOV A,#07H dan program akan menjalankan instruksi di alamat Lompat1 yaitu MOV B,#00H apabila nilai akumulator A adalah bukan 00H. 4. CJNE Instruksi ini melakukan perbandingan antara data tujuan dan data sumber serta melakukan lompatan ke alamat yang ditentukan apabila hasil perbandingan tidak sama. CJNE A,#data,rel Melakukan perbandingan antara akumulator A dan data immediate serta melakukan lompatan ke alamat yang ditentukan apabila hasil perbandingan tidak sama. CJNE A,#00H,lompat1 Program akan menuju ke alamat lompat 1 apabila data akumulator A tidak sama dengan data 00H.. 5. DJNZ DJNZ Rn,rel Melakukan pengurangan pada Rn (R0 R7) dengan 1 dan lompat ke alamat yang ditentukan apabila hasilnya bukan 00. Apabila hasilnya telah mencapai 00, maka program akan terus menjalankan instruksi di bawahnya.
25 D-24 Tunggu: DJNZ R7,Tunggu RET Selalu melakukan lompatan ke alamat tunggu dan mengurangi R7 dengan 1 selama nilai R7 belum mencapai NOP NOP Instruksi ini berfungsi untuk melakukan tundaan pada program sebesar 1 cycle tanpa mempengaruhi register-register maupun flag.
LM124/LM224/LM324/LM2902
LM124/LM224/LM324/LM2902 Low Power Quad Operational Amplifiers General Description The LM124 series consists of four independent, high gain, internally frequency compensated operational amplifiers which
DESKRIPSI SINGKAT INSTRUKSI-INSTRUKSI PADA AT89S51
DESKRIPSI SINGKAT INSTRUKSI-INSTRUKSI PADA AT89S51 (Dikemas oleh : Sumarna, Jurdik Fisika, FMIPA, UNY E-mail : [email protected]) No. Instruksi Deskripsi Contoh 1. ADD A,R n Menambahkan isi A dengan isi
INSTRUKSI DAN BAHASA PEMOGRAMAN MIKROKONTROLER
INSTRUKSI DAN BAHASA PEMOGRAMAN MIKROKONTROLER Yoyo Somantri dan Erik Haritman Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Elektro FPTK Universitas Pendidikan Indonesia Pendahuluan Dalam bab ini akan dibahas tujuan
Program Studi Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lambung Mangkurat
Program Studi Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lambung Mangkurat MIKROKONTROLLER MCS-51 Salah satu tipe mikrokontroler arsitektur MCS-51 yang banyak digunakan saat ini adalah
Ringkasan Set Instruksi Dan Mode pengalamatan ( Addressing Mode )
Ringkasan Set Instruksi Dan Mode pengalamatan ( Addressing Mode ) Mikroprosessor 8051, sebagaimana terdaftar dalam 8051 set instruction in numerical order memiliki sekumpulan instruksi yang terintegrasi
INTRUKSI-INTRUKSI BAHASA PEMROGRAMAN ASSEMBLY
INTRUKSI-INTRUKSI BAHASA PEMROGRAMAN ASSEMBLY Mubtasir [email protected] Abstrak Program yang ditulis dengan bahasa Assembly terdiri dari label, kode mnemonic dan lain sebagainya, pada umumnya dinamakan
BAHASA PEMOGRAMAN AT89S/Cxx (assembly)
1 BAHASA PEMOGRAMAN AT89S/Cxx (assembly) Operand dalam pemograman mikrokontroler adalah data yang tersimpan dalam memory, register dan input/output (I/O). Instruksi yang dikenal secara umum dikelompokan
Instruction Set Mikrokontroler
BAGIAN 1 Instruction Set Mikrokontroler Tujuan Pembelajaran Umum: 1. Mahasiswa mampu mendeskripsikan Instruction Set Mikrokontroler AT89S51 Tujuan Pembelajaran Khusus: 1. Mahasiswa memahami Instruction
PERTEMUAN SET INSTRUKSI MIKROKONTROLER AT 89C51
PERTEMUAN SET INSTRUKSI MIKROKONTROLER AT 89C51 Pendahuluan Dalam materi sebelumnya sudah di bahas untuk menjalankan suatu tugas maka mikrokontroler 89C51 membutuhkan sebuah program yang terdiri dari susunan
BAB 2 LANDASAN TEORI. Dalam bab ini penulis akan membahas tentang komponen-komponen yang
BAB 2 LANDASAN TEORI Dalam bab ini penulis akan membahas tentang komponen-komponen yang digunakan dalam seluruh unit sistem ini. Agar pembahasan tidak melebar dan menyimpang dari topik utama laporan ini,
Mengenal bahasa assembly
Mengenal bahasa assembly adiatma [email protected] Abstrak Komputer adalah mesin penghitung elektronik yang cepat dan dapat menerima informasi input digital, kemudian memprosesnya sesuai dengan program
PERTEMUAN. SET INSTRUKSI MIKROKONTROLER AT 89C51 (Lanjutan)
PERTEMUAN SET INSTRUKSI MIKROKONTROLER AT 89C51 (Lanjutan) Rotate Perintah Rotate identik dengan Shift register dimana bit-bit dalam byte di geser ke kiri atau kekanan dengan atau tanpa carry. Perintah-perintah
Daftar Isi Daftar Isi. I. Pendahuluan A. Pengenalan DT51 Debugger. B. Istilah pada Instruksi MCS-51 1) Program Status Word (PSW).
Daftar Isi Daftar Isi. i I. Pendahuluan A. Pengenalan DT51 Debugger. 1 B. Istilah pada Instruksi MCS-51 1) Program Status Word (PSW). 2 2) Addressing Modes... 2 3) Daftar Istilah pada Instruksi MCS-51
PERTEMUAN BAHASA PEMOGRAMAN ASSEMBLER
PERTEMUAN BAHASA PEMOGRAMAN ASSEMBLER Bahasa merupakan media komunikasi. Manusia dapat berintegrasi dengan baik jika jika memahami apa yang diinginkan oleh orang lain. Pada dasarnya bahasa yang di gunakan
PETUNJUK PEMROGRAMAN DAN SET INSTRUKSI
Lab Elektronika Industri Mikrokontroler - 1 PETUNJUK PEMROGRAMAN DAN SET INSTRUKSI I. ORGANISASI MEMORI AT89C51 AT89C51 memisahkan antara memori untuk program dan untuk data dalam FLASH dan RAM. Metode
PEMBUATAN ALAT PRAKTIKUM MIKROKONTROLER (AT89S51)
MATERI WORKSHOP PEMBUATAN ALAT PRAKTIKUM MIKROKONTROLER (AT89S51) Dikemas Ulang Oleh : Sumarna JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 15 MARET
MODUL ROBOTIK. Disusun Oleh : SUYATNO BUDIHARJO
MODUL ROBOTIK Disusun Oleh : SUYATNO BUDIHARJO Modul 1 Hardware dan Perakitan Robot Tujuan Pembelajaran : Menjadi familiar dengan hardware Robot Mekanik : Motor Roda Sistem Gear Elektronik : Sensor Power
Menggunakan Bahasa Pemrograman Assembly
BAGIAN 1 Tujuan Pembelajaran Umum: 1. Mahasiswa trampil menggunakan bahasa pemrograman assembly Tujuan Pembelajaran Khusus: 1. Mahasiswa memahami konstruksi program assembly 2. Mahasiswa memahami proses
BAB 2 LANDASAN TEORI. Agar kendaraan lebih teratur dan tidak terlalu padat, biasanya tempat perparkiran ini dibagi
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Inteligent Parking System Agar kendaraan lebih teratur dan tidak terlalu padat, biasanya tempat perparkiran ini dibagi menjadi beberapa tempat. Dengan demikian kendaraan yang
Pengendalian 8 buah Motor oleh DST-51
Ib2 Pengendalian 8 buah Motor oleh DST-51 Pada aplikasinya, seringkali suatu sistem mikrokontroler digunakan untuk mengendalikan beberapa buah motor secara bersamaan. Berikut ini adalah pengendalian delapan
PERTEMUAN SET INSTRUKSI MIKROKONTROLER AT 89C51
PERTEMUN SET INSTRUKSI MIKROKONTROLER T 89C5 PERTEMUN SET INSTRUKSI MIKROKONTROLER T 89C5 Pendahuluan Dalam materi sebelumnya sudah di bahas untuk menjalankan suatu tugas maka mikrokontroler 89C5 membutuhkan
PETUNJUK PRAKTIKUM MIKROKONTROLER. (AT89Sxx) Disusun oleh : Sumarna.
PETUNJUK PRAKTIKUM MIKROKONTROLER (AT89Sxx) Disusun oleh : Sumarna E-mail : [email protected] JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA YOGYAKARTA
BAB 2 LANDASAN TEORI. Dalam bidang elektronika, perlahan-lahan peralatan-peralatan manual mulai digantikan
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Sistem Pendeteksi dan Pemadam Kebakaran Otomatis Dalam bidang elektronika, perlahan-lahan peralatan-peralatan manual mulai digantikan dengan peralatan elektronik yang dapat bekerja
PERCOBAAN 3 INSTRUKSI ARITMATIK DAN LOGIK. Oleh : Sumarna, Jurdik Fisika, FMIPA, UNY
PERCOBAAN 3 INSTRUKSI ARITMATIK DAN LOGIK Oleh : Sumarna, Jurdik Fisika, FMIPA, UNY E-mail : [email protected] Tujuan dari percobaan ini adalah untuk membiasakan diri dengan berbagai instruksi aritmatik
PENGATURAN KECEPATAN MOTOR DENGAN PC OLEH DST-5 2
PENGATURAN KECEPATAN MOTOR DENGAN PC OLEH DST-5 2 Penggunaan motor DC dewasa ini sudah sangatlah umum, salah satu kelebihan motor DC adalah relatif gampang didapat dan mudah diatur kecepatan putarnya.
Memprogram Port sebagai Output dan Input Sederhana
BAGIAN 1 Tujuan Pembelajaran Umum: 1. Mahasiswa trampil memprogram Port sebagai Input dan Output sederhana menggunakan bahasa pemrograman assembly Tujuan Pembelajaran Khusus: 1. Mahasiswa memahami Konstruksi
Memprogram Interface Motor
BAGIAN 1 Tujuan Pembelajaran Umum: 1. Mahasiswa trampil memprogram interface motor Tujuan Pembelajaran Khusus: 1. Mahasiswa memahami dasar-dasar interface motor stepper 2. Mahasiswa memahami pemrograman
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Perangkat Keras (Hardware) 2.1.1 Arsitektur Mikrokontroler AT89S52 AT89S52 merupakan mikrokontroler yang dikembangkan dari 8051 standar (semua pin dan instruksi assembler sesuai
BAB 3 SET ARAHAN. Bahasa Tahap Rendah. Bahasa yang memudahkan pengaturcaraan tanpa memikirkan bagaimana data diolah (pindahmemindah)
3.1 Tiga Jenis Bahasa Pengaturcaraan BAB 3 SET ARAHAN Bahasa tahap tinggi Bahasa Penghimpunan Bahasa Mesin Bahasa Tahap Rendah 3.1.1 Bahasa Tahap Tinggi Bahasa yang memudahkan pengaturcaraan tanpa memikirkan
BAB II DASAR TEORI. Laporan Tugas Akhir Controller Aktuator Plant/Process. Gambar 2.1 Sistem Kontrol Closed Loop
BAB II DASAR TEORI 2.1 Sistem Kontrol Sistem kontrol adalah kumpulan suatu alat yang berfungsi untuk memerintah, mengatur dan mengendalikan keadaan suatu sistem. Untuk menunjang suatu sistem kontrol yang
PEMROGRAMAN 8085 Kelompok Instruksi Email : [email protected] [email protected]@gmail Web Site : www.salahuddinali.com Kelompok Instruksi Transfer Data MOV MVI transfer data transfer
BAB VII KOMPUTER SEDERHANA SAP-3 (SIMPLE AS POSSIBLE-3)
Tony Darmanto, ST / IV / TI / STMIK Widya Dharma / Hal 1 BAB VII KOMPUTER SEDERHANA SAP-3 (SIMPLE AS POSSIBLE-3) 7.1. Model Pemrograman Komputer SAP-3 adalah komputer 8-bit yang memiliki keselarasan (compatibel)
PENGGUNAAN KEYPAD 4X3 DAN PC KEYBOARD PADA MODUL DST-52 DENGAN TAMPILAN M1632 LCD
PENGGUNAAN KEYPAD 4X3 DAN PC KEYBOARD PADA MODUL DST-52 DENGAN TAMPILAN M1632 LCD Setelah kita bahas penggunaan keypad 4x3 (tipe KP-43865) dengan metode penulisan karakter pada keypad handphone di mana
MIKROKONTROLLER AT89S51
MIKROKONTROLLER AT89S51 Mikrokontroller 8 bit dengan 4K byte ISP ( In System Programmable ) ( dari berbagai sumber ) DISKRIPSI AT89S51 mempunyai konsumsi daya rendah, mikrokontroller 8-bit CMOS dengan
Laporan Modul 2, EL3006 Timer/Counter dan Interrupt Jongguran Sondang DN ( )/ Kelompok 48/ Jumat, 14 Maret 2008 Asisten: Virgilius
Laporan Modul 2, EL3006 Timer/Counter dan Interrupt Jongguran Sondang DN (132 05 110)/ Kelompok 48/ Jumat, 14 Maret 2008 Asisten: Virgilius Abstrak pada praktikum kali ini, praktikan diharapkan mampu membuat
PERCOBAAN 2 SAKLAR PUSH BUTTON
TUJUAN: PERCOBAAN 2 SAKLAR PUSH BUTTON 1. Memahami rangkaian mikrokontroller dengan interface ke saklar 2. Memahami program assembly untuk mengambil data saklar dan mengeluarkan data ke LED. 3. Memahami
Aplikasi Pengukur Ketinggian Air Mengunakan Modul Sensor InfraRed Object Detector
Aplikasi Pengukur Ketinggian Air Mengunakan Modul Sensor InfraRed Object Detector Pada tempat-tempat penampungan air seringkali diperlukan suatu mekanisme untuk mengetahui ketinggian permukaan air. Seringkali
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Mengingat betapa pentingnya perkembangan teknologi sekarang ini yang mana semua pada berlomba-lomba menciptakan dan mengkonversi pekerjaan rumit yang kemudian dikemas
BELAJAR MIKROKONTOLER AT89C51/52/55 (Teori dan aplikasi)
Judul : BELAJAR MIKROKONTOLER AT89C51/52/55 (Teori dan aplikasi) Back Cover: Agfianto Eko Putra Buku ini ditujukan bagi mereka yang ingin memanfaatkan mikrokontroler tipe CISC yaitu AT89C51/52/55 (seri
BAB I TUGAS MATA KULIAH SISTEM MIKROPROSESOR DOSEN PEMBERI TUGAS : FATAH YASIN, ST, MT.
1 BAB I TUGAS MATA KULIAH SISTEM MIKROPROSESOR DOSEN PEMBERI TUGAS : FATAH YASIN, ST, MT. A. Deskripsi Tugas 1. Jelaskan perbedaan mikroprosesor dan mikrokontroler. 2. Jelaskan mode-mode pengalamatan yang
Simple As Possible (SAP) - 2. Abdul Syukur
Simple As Possible (SAP) - 2 Abdul Syukur [email protected] http://skurlinux.blogspot.com 053740514 Arsitektur Komputer SAP-2 Persamaan dengan SAP-1 : Sama-sama komputer bit. Kesamaan ini dapat
Pendahuluan (1) D E F
Andrian Rakhmatsyah Pendahuluan (1) A PC B C SP D E F H L Pendahuluan (2) Mikrokomputer 8-bit yang kompatibel dengan mikroprocessor 8085 SAP-3 lebih berfokus pada model pemrograman Memiliki register tambahan,
PENULISAN KARAKTER DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK PENULISAN PADA KEYPAD HANDPHONE OLEH MODUL DST-51, KEYPAD 4X3 DAN M1632 LCD
PENULISAN KARAKTER DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK PENULISAN PADA KEYPAD HANDPHONE OLEH MODUL DST-51, KEYPAD 4X3 DAN M1632 LCD Keypad 4x3 adalah merupakan keypad dengan konfigurasi 4 baris dan 3 kolom dan terdiri
Simple As Possible (SAP) - 2. Abdul Syukur
Simple As Possible (SAP) - 2 Abdul Syukur [email protected] http://skurlinux.blogspot.com 053740514 Arsitektur Komputer SAP-2 Persamaan dengan SAP-1 : Sama-sama komputer bit. Kesamaan ini dapat
PERANCANGAN ALAT PEMBERI MAKAN IKAN SECARA OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C51
PERANCANGAN ALAT PEMBERI MAKAN IKAN SECARA OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C51 Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Guna Mengikuti Ujian Sarjana Untuk Mencapai Gelar Ke-Sarjanaan Oleh : Nama : MURGIANTO
APLIKASI MODUL DST -52 SEBAGAI JAM DIGITAL DENGAN INPUT DARI PC KEYBOARD DAN M1632 LCD SEBAGAI PENAMPIL
APLIKASI MODUL DST -52 SEBAGAI JAM DIGITAL DENGAN INPUT DARI PC KEYBOARD DAN M1632 LCD SEBAGAI PENAMPIL Pada artikel kali ini akan dibahas contoh bagaimana menggabungkan antara modul RTC-1287, modul LCD
BAB I P E N D A H U L U A N. Man-Machine Interface (MMI) adalah kebutuhan standar di dunia industri
BAB I P E N D A H U L U A N 1.1 Pendahuluan Man-Machine Interface (MMI) adalah kebutuhan standar di dunia industri manufaktur. Perangkat teknologi informasi dan komunikasi yang membangun MMI berfungsi
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Perangkat Keras 2.1.1. Pengenalan Mikrokontroler AT89S52 Mikrokontroler adalah mikroprosessor yang dirancang khusus untuk aplikasi kontrol, dan dilengkapi dengan ROM, RAM dan
Tahun Akademik 2015/2016 Semester I DIG1B3 Konfigurasi Perangkat Keras Komputer
Tahun Akademik 2015/2016 Semester I DIG1B3 Konfigurasi Perangkat Keras Komputer SAP-3 Mohamad Dani (MHM) E-mail: [email protected] Hanya dipergunakan untuk kepentingan pengajaran di lingkungan Telkom
MESIN KETIK ELEKTRONIK DENGAN TAMPILAN M1632 LCD OLEH MODUL DST-52
MESIN KETIK ELEKTRONIK DENGAN TAMPILAN M1632 LCD OLEH MODUL DST-52 Akhir-akhir ini, keberadaan mesin ketik sudah mulai tergusur dengan adanya printer. Namun sebuah printer membutuhkan komputer untuk mengendalikannya.
LAMPIRAN 1 PROGRAM PADA MIKROKONTROLER ATMEGA 89S52
LAMPIRAN 1 PROGRAM PADA MIKROKONTROLER ATMEGA 89S52 MOV TMOD,#20H ; boutrate 9600 stopbit 1, data bit 8, parity none, flow control none MOV SCON,#50H MOV TH1,#-3 SETB TR1 rs equ p2.5 rw equ p2.6 en equ
Oleh : Hendawan Soebhakti, ST. Program Studi Teknik Elektro Politeknik Batam Juni 2007
Oleh : Hendawan Soebhakti, ST Program Studi Teknik Elektro Politeknik Batam Juni 27 Pokok Bahasan Pendahuluan Arsitektur MCS-5 Operasi Pemindahan Data Operasi Logika Operasi Aritmatika Operasi Percabangan
Memprogram Interupsi AT89S51
BAGIAN 1 AT89S51 Tujuan Pembelajaran Umum: 1. Mahasiswa trampil memprogram interupsi Tujuan Pembelajaran Khusus: 1. Mahasiswa memahami dasar-dasar interupsi Mikrokontroler AT89S51 2. Mahasiswa memahami
DAFTAR PUSTAKA. Agfianto Eko Putra, BELAJAR MIKROKONTROLLER AT89C51/52/53, Gava Media, 2005.
DAFTAR PUSTAKA Dr.Sjukri Karim, Dr Peter Kabo, EKG dan Penanggulangan beberapa penyakit jantung untuk dokter umum, Fakultas Kedokteran Unversitas Indonesia, 1996. Hendra Marwazi ST. MT, Anshor Usman Ibrahim
PERCOBAAN 5 STACK DAN SUBROUTINE. Oleh : Sumarna, Jurdik Fisika, FMIPA, UNY
PERCOBAAN 5 STACK DAN SUBROUTINE Oleh : Sumarna, Jurdik Fisika, FMIPA, UNY E-mail : [email protected] Tujuan dari percobaan ini adalah untuk memberikan pengertian mengenai arti stack, dapat menggunakan
DASAR INPUT/OUTPUT (1) (PORT PPI DAN PORT 1 SEBAGAI OUTPUT)
Percobaan DASAR INPUT/OUTPUT () (PORT PPI DAN PORT SEBAGAI OUTPUT) Menggunakan DT-5 MinSys Mengamati keluaran data berupa nyala LED setelah proses pemindahan data (akses eksternal) dari sebuah register
BAB 2 DASAR TEORI. Dalam bab ini penulis akan membahas tentang komponen komponen yang digunakan
xiv BAB 2 DASAR TEORI Dalam bab ini penulis akan membahas tentang komponen komponen yang digunakan dalam seluruh unit sistem ini. Agar pembahasan tidak melebar dan menyimpang dari topik utama laporan ini,
Tahun Akademik 2015/2016 Semester I DIG1B3 Konfigurasi Perangkat Keras Komputer
Tahun Akademik 2015/2016 Semester I DIG1B3 Konfigurasi Perangkat Keras Komputer SAP-2 Mohamad Dani (MHM) E-mail: [email protected] Hanya dipergunakan untuk kepentingan pengajaran di lingkungan Telkom
Register-register MT8888
Register-register MT8888 MT8888 mempunyai 3 buah register yaitu Register Kontrol untuk mengatur kerja IC MT8888, Register Status untuk melihat status IC MT8888 dan Register Data untuk mengirim dan menerima
LAPORAN PRAKTIKUM. Praktek Mikroprosesor 1 Job Sheet 2
LAPORAN PRAKTIKUM Instruksi Aritmatika dan Operasi Logika Praktek Mikroprosesor 1 Job Sheet 2 Nama : DENNY SETIAWAN NIM : 3201311036 Kelas : V B Kelompok : 1 Anggota Kelompok : Denny Setiawan Ranto susilo
PERCOBAAN 7 PEMBAGIAN BINER
PERCOBAAN 7 PEMBAGIAN BINER Oleh : Sumarna, Jurdik Fisika, FMIPA, UNY E-mail : [email protected] Tujuan dari percobaan ini agar memahami cara merancang subroutine pembagian biner untuk suatu mikrokomputer.
PENAMPIL TOMBOL-TOMBOL REMOTE CONTROL SONY PADA M1632 LCD OLEH MODUL DST-52
PENAMPIL TOMBOL-TOMBOL REMOTE CONTROL SONY PADA M1632 LCD OLEH MODUL DST-52 Pada artikel-artikel sebelumnya, banyak dibahas penggunaan keypad ataupun PC keyboard sebagai media input data dari suatu system
Gambar 1. Rangkaian interface ke LCD Karakter 2 x16
PERCOBAAN 4 LCD KARAKTER TUJUAN: 1. Memahami rangkaian interface mikrokontroller dengan LCD Karakter 2 x 16 2. Dapat memahami program assembly untuk menampilkan data ke LCD Karakter 2 x 16 3. Memahami
KBK 635 MIKROKONTROLER PENDAHULUAN
KBK 635 MIKROKONTROLER PENDAHULUAN PERTEMUAN 1 Program Studi Sistem Komputer - Fakultas Ilmu Komputer UNIVERSITAS NAROTAMA SURABAYA Informasi Kuliah HP : 08123313678 Email : [email protected] Website
BAB 3 Pemrograman Zilog Z80 Lanjutan
BAB 3 Pemrograman Zilog Z8 Lanjutan Buku: Bahasa Oleh : Setiawardhana Bahasa Assembly (Buku( Komputer 3) oleh : Son Kuswadi Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Pokok Bahasan Addressing Mode? FLAG? Instruksi
Universitas Sumatera Utara
; = = = = = = = = = = = = = = = ; ; prog.pengaman rumah ; ; = = = = = = = = = = = = = = = ; ;== initialisasi port uc ==; motor1 bit p1.0 motor2 bit p1.1 motor3 bit p1.2 motor4 bit p1.3 alarm bit p2.3 hape
Memprogram Interface Display
BAGIAN 1 Tujuan Pembelajaran Umum: 1. Mahasiswa trampil memprogram interface display Tujuan Pembelajaran Khusus: 1. Mahasiswa memahami dasar-dasar interface display 2. Mahasiswa trampil memprogram interface
PORT SERIAL MIKROKONTROLER ATMEL AT89C51
Lab Elektronika Industri Mikrokontroler - 1 PORT SERIAL MIKROKONTROLER ATMEL AT89C51 I. FISIK AT89C51 Mikrokontroler AT89C51 umumnya mempunyai kemasan 40 pin seperti gambar berikut. AT89C51 telah dilengkapi
Arsitektur SAP-2 W BUS ACKNOWLEDGE HEXADECIMAL KEYBOARD ENCODER ACCUMULATOR INPUT PORT 1 ALU FLAGS READY INPUT PORT 2 SERIAL IN PROGRAM COUNTER TMP
W BUS ACKNOWLEDGE HEXADECIMAL KEYBOARD ENCODER 16 ACCUMULATOR INPUT PORT 1 READY SERIAL IN 0 7 INPUT PORT 2 ALU 2 FLAGS PROGRAM COUNTER 16 TMP MAR 16 B 16 64 K MEMORY C Arsitektur SAP-2 MDR OUTPUT PORT
PENGENALAN SISTEM KENDALI BERBASIS MIKROPROSESOR
KEGIATAN BELAJAR 1 PENGENALAN SISTEM KENDALI BERBASIS MIKROPROSESOR Lembar Informasi Automasi dan Pengendalian Pabrik dan industri modern memerlukan kendali automatik. Kendali automatik memegang peranan
Akses I2C dengan menggunakan Delta I2C System
Akses I2C dengan menggunakan Delta I2C System DESKRIPSI Modul ini merupakan antarmuka I2C yang memiliki Serial EEPROM, RTC, ADC dan DAC dalam 1 modul dan dapat dihubungkan dengan berbagai macam system
PERCOBAAN 1 DISPLAY LED
PERCOBAAN 1 DISPLAY LED TUJUAN: 1. Memahami rangkaian mikrokontroller untuk menghidupkan dan mematikan LED. 2. Memahami program assembly untuk menghidupkan dan mematikan LED. 3. Memahami beberapa instruksi
BAB IV ANALISA DAN HASIL UJI COBA RANGKAIAN
BAB IV ANALISA DAN HASIL UJI COBA RANGKAIAN 4.1 Prinsip Kerja Rangkaian Rangkaian ini bekerja berdasarkan dua buah sensor yang di pasang secara berdampingan, dengan memanfaatkan Phototransistor sebagai
MODUL 5 SISTEM PENGENDALIAN BERBASIS MIKROKONTROLER
Buku Petunjuk Praktikum Sistem Kendali Industri M5-1 MODUL 5 SISTEM PENGENDALIAN BERBASIS MIKROKONTROLER I. KISI-KISI 1. Sistem Mikrokontroler 2. Arsitektur Mikrokontroler ATMEL AT89S51 3. Organisasi Memori
LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM MIKROPROSESSOR STACK DAN SUBROUTINE
LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM MIKROPROSESSOR STACK DAN SUBROUTINE Disusun oleh : Nama : Yudi Irwanto (021500456) Rekan Kerja : Safira Rachmadewi (021500453) Tri Handayani (021500454) Prodi : Elektronika Instrumentasi
PENGENALAN DASAR MIKROKONTROLER MCS-51 AT89S51/52. DI SUSUN OLEH: RENI NURAENI,ST M.Pd
PENGENALAN DASAR MIKROKONTROLER MCS-51 AT89S51/52 DI SUSUN OLEH: RENI NURAENI,ST M.Pd 1 KEGIATAN BELAJAR 1 MIKROKONTROLLER AT89S51/52 Mikrokontroller 8-bit dengan 4 K Byte, ISP ( In System Programming
Microcontroller: Bahasa Pemrograman Assembly 8051
Microcontroller: Bahasa Pemrograman Assembly 8051 Oleh: Ali Sofyan Kholimi Universitas Muhammadiyah Malang E-Mail / IM: [email protected] Blog: http://kholimi-id.blogspot.com Tujuan Belajar Mendaftar register
DCH1B3 Konfigurasi Perangkat Keras Komputer SAP-2
DCH1B3 Konfigurasi Perangkat Keras Komputer SAP-2 1 11/20/2016 1 Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat: Memahami Arsitektur SAP-2. Menjelaskan cara kerja SAP-2. Menjelaskan instruksi-instruksi
2. Unit Praktikum Perhitungan Aritmatika
2. Unit Praktikum Perhitungan Aritmatika Data yang dipakai dalam mikrokontroler ATmega8535 direpresentasikan dalam sistem bilangan biner, desimal dan bilangan heksadesimal. Data yang terdapat di mikrokontroler
PORT PARALEL MIKROKONTROLER ATMEL AT89C51
Lab Elektronika Industri Mikrokontroler - 1 PORT PARALEL MIKROKONTROLER ATMEL AT89C51 I. FISIK AT89C51 Mikrokontroler AT89C51 umumnya mempunyai kemasan 40 pin seperti gambar berikut. AT89C51 mempunyai
Instruksi logika (1) Memanipulasi isi Accumulator, dibagi menjadi 2. Panjang instruksi : 1 byte. Panjang instruksi : 2 byte
Andrian Rakhmatsyah Instruksi logika (1) Memanipulasi isi Accumulator, dibagi menjadi 2 1. Operand kedua adalah register B dan C Panjang instruksi : 1 byte Format : Opcode Contoh : ANA B 2. Operand kedua
Simple As Posible 2 (bag-1)
Simple As Posible 2 (bag-1) (Pertemuan ke-17) Disusun ulang oleh: Andrian Rakhmatsyah Diedit ulang oleh: Endro Ariyanto Prodi S1 Teknik Informatika Fakultas Informatika Universitas Telkom Maret 2016 Arsitektur
BAB 2 DASAR TEORI. membantu perkembangan didunia elektronika. Arsitektur mikrocontroler banyak
BAB 2 DASAR TEORI 2.1 MIKROKONTROLER AT89C51 2.1.1 Gambaran Umum Mikrokontroler sebagai teknologi semi konduktor, kehadirannya sangat membantu perkembangan didunia elektronika. Arsitektur mikrocontroler
MIKROKONTROLER ATMEL AT89C51
Lab Elektronika Industri Mikrokontroler - 1 MIKROKONTROLER ATMEL AT89C51 I. KISI-KISI 1. Sistem Mikrokontroler 2. Arsitektur Mikrokontroler ATMEL AT89C51 3. Organisasi Memori AT89C51 4. Set intruksi AT89C51
Aplikasi Modul InfraRed Object Detector Sebagai Pengukur Jarak
Aplikasi Modul InfraRed Object Detector Sebagai Pengukur Jarak Pada saat ini perkembangan teknologi sudah sangatlah maju, banyak sekali penemuan-penemuan baru. Misalnya dalam hal teknologi robot, sudah
INSTRUKSI-INSTRUKSI MIKROPROSESOR Z80. Yoyo somantri Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Elektro FPTK Universitas Pendidikan Indonesia
INSTRUKSI-INSTRUKSI MIKROPROSESOR Z80 Yoyo somantri Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Elektro FPTK Universitas Pendidikan Indonesia Pendahuluan Pada bab ini akan dibahas tujuan perkuliahan, instruksi yang
TUGAS AKHIR JAM DIGITAL BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51. Disusun oleh : MUHAMAD YUSUF PARDEDE NIM:
TUGAS AKHIR JAM DIGITAL BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 Disusun oleh : MUHAMAD YUSUF PARDEDE NIM:04106013 PROGRAM STUDI SISTEM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS NAROTAMA SURABAYA 2010 JAM DIGITAL
ANTAR MUKA DST-51 DENGAN MODUL AD-0809
ANTAR MUKA DST-51 DENGAN MODUL AD-0809 ADC0809 ADC0809 adalah IC pengubah tegangan analog menjadi digital dengan masukan berupa 8 kanal input yang dapat dipilih. IC ADC0809 dapat melakukan proses konversi
Simple As Posible 2 (bag-2)
Simple As Posible 2 (bag-2) (Pertemuan ke-18) Disusun ulang oleh: Andrian Rakhmatsyah Diedit ulang oleh: Endro Ariyanto Prodi S1 Teknik Informatika Fakultas Informatika Universitas Telkom Maret 2016 Instruksi
LAMPIRAN A PERANGKAT LUNAK
LAMPIRAN LAMPIRAN LAMPIRAN A PERANGKAT LUNAK ; Program SMS Antrian #INCLUDE "8051.H" DISP_SELECT1.EQU P1.0 DISP_SELECT2.EQU P1.1 DISP_SELECT3.EQU P1.2 DATADISPLAY.EQU P0 DATAPRINTER.EQU P0 KONTROLPRINTER.EQU
LABORATORIUM ROBOTIKA FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI
MODUL PAKTIKUM ASITEKTU DAN OGANISASI KOMPUTE UNIVESITAS INDO GLOBAL MANDII LABOATOIUM OBOTIKA FAKULTAS ILMU KOMPUTE UNIVESITAS INDO GLOBAL MANDII Laboratorium obotika Universitas Indo Global Mandiri PENDAHULUAN
Tabel Perbandingan ROM dan RAM pada beberapa seri ATMEL
Pendahuluan Mikroprosessor 8051 (Struktur dan Organisasi Memori, SFR ) Tabel Perbandingan ROM dan RAM pada beberapa seri ATMEL A. Organisasi Memori Mikroprosesor 8051 Pada mikrokontroler keluarga MCS51
Bahasa Pemrograman Assembler 8051
Bahasa Pemrograman Assembler 8051 A. Struktur Bahasa Assembler Program bahasa assembly berisikan : 1. Instruksi instruksi mesin 2. pengarah pengarah assembler 3. kontrol kontrol assembler 4. komentar komentar
Lab Elektronika Industri Mikrokontroler - 1 AT89C1051
Lab Elektronika Industri Mikrokontroler - 1 AT89C1051 I. FITUR AT89C1051 Kompatibel dengan produk MCS51 1k byte program flash ROM yang dapa diprogram ulang hingga 1000 kali Tegangan operasi 2.7 volt hingga
