ABSTRACT. Keywords: Food Handler s Hygiene Sanitation Practice, Escherichia coli RINGKASAN
|
|
|
- Hadian Cahyadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 HUBUNGAN PRAKTIK HIGIENE SANITASI PENJAMAH MAKANAN TERHADAP CEMARAN Escherichia coli PADA MAKANAN GADO-GADO DI SEPANJANG JALAN KOTA MANADO CORRELATION FOOD HANDLER S HYGIENE SANITATION PRACTICE WITH CONTENT OF Escherichia coli in GADO-GADO ON MANADO CITY STREETS Ika Puspita, Henry Palandeng, J. Sinolungan Bidang Minat Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi ABSTRACT Background: Food is something that is very important for human s health. Now days, there are diseases happened through food that is often called Food Borne Disease. These diseases influenced lot of causal factor, one of them is pathogen bacterium called Escherichia coli (E. coli). Methods: This Study uses an analytic survey with cross sectional approach. The total samples in this study were 31 samples. Data were collected over gado-gado food s sample and interview technique and measurement were taken. The statistical tests were used to analyze the correlation between variable using Spearman Rank tests. Results: The results of study showed that 35.5% food handler s hygiene sanitation practice is not good and 48.4% food handler s hygiene sanitation practice is good enough. There are 16.1% food handler s hygiene sanitation practice is good. As a result of 31 gado-gado s food sample, 26 sample showed number of germ E. coli more than 0 colony/gr and 5 sample showed number of germ E. coli is 0 colony/gr. Conclusion: The result from analyzed data showed that there are no correlation between food handler s hygiene sanitation practice with content Escherichia coli on gado-gado on Manado City streets. Keywords: Food Handler s Hygiene Sanitation Practice, Escherichia coli RINGKASAN Latar belakang: Makanan merupakan hal yang penting bagi kesehatan manusia. Saat ini banyak terjadi penyakit melalui makanan yang disebut Food Borne Disease Penyebab penyakit bawaan makanan dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya bakteri patogen seperti Escherichia coli (E. coli). Metode penelitian : Penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 31 sampel. Pengambilan data melalui pengambilan sampel makanan gado-gado dan wawancara dengan menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel menggunakan uji Spearman Rank. Hasil Penelitian : Hasil Penelitian menunjukkan 35.5% penjamah makanan melakukan praktik higiene sanitasi kurang baik, 48.4% penjamah makanan melakukan praktik higiene sanitasi dengan cukup baik dan 16.1% penjamah makanan melakukan praktik higiene sanitasi dengan baik. Dari 31 sampel makanan gado-gado, 26 sampel menunjukkan angka kuman E. coli lebih dari 0 koloni/gr dan 5 sampel menunjukkan angka kuman E. coli 0 koloni/gr. Kesimpulan: Hasil Uji menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara praktik higiene sanitasi penjamah makanan terhadap cemaran Escherichia coli pada makanan gado-gado di sepanjang jalan Kota Manado. Kata Kunci : Praktik Higiene Sanitasi Penjamah Makanan, Escherichia coli
2 PENDAHULUAN Makanan merupakan hal yang penting bagi kesehatan manusia. Saat ini banyak terjadi penyakit melalui makanan yang disebut Food Borne Disease atau penyakit bawaan makanan seperti diare atau keracunan makanan. Penyebab penyakit bawaan makanan dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya bakteri patogen seperti Escherichia coli (E. coli). Food Borne Disease biasanya bersifat toksik maupun infeksius, disebabkan oleh agen penyakit yang masuk kedalam tubuh melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi (WHO, 2005). Berdasarkan laporan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nasional kasus keracunan tahun 2010 yang disebabkan oleh makanan menduduki peringkat kelima sebanyak 592 kasus dan pada tahun 2004 penyebab terjadinya Food Borne Diseases (Januari hingga Agustus) yaitu 16% disebabkan oleh mikroba patogen dan 2% oleh senyawa kimia (Suwondo, 2004). Makanan jajanan yang berair dan tidak panas mempunyai risiko tinggi terhadap kejadian kontaminasi (Vitayata, 1995). Gadogado merupakan salah satu makanan yang tidak panas ketika disajikan sehingga berpotensi terjadi kontaminasi oleh mikroba. Masalah utama pada makanan siap saji makanan gado-gado adalah masalah keamanan yang disebabkan oleh tahap persiapan dan pengolahan yang kurang memperhatikan aspek higiene dan sanitasi oleh penjamah makanan. Sayuran merupakan salah satu bahan pangan yang sering terkontaminasi oleh E. coli sehingga jika dalam tahap persiapannya dan pengolahannya tidak memenuhi syarat seperti perebusan sayur pada suhu yang tidak mencapai 60 o C selama 15 menit hal ini bisa menjadi salah satu faktor risiko terjadinya kontaminasi E. coli pada gado-gado. Sepanjang jalan Kota Manado tersedia berbagai rumah makan dengan menu bervariatif salah satunya gado-gado dan biasanya menjadi tempat wisata kuliner bagi masyarakat Kota Manado maupun luar Kota Manado karena tempat yang mudah dijangkau. Mengingat pentingnya sanitasi dan higiene makanan untuk mencegah terjadinya Food Borne Disease dan mendukung visi Kota Manado menjadi Kota Ekowisata tahun 2015 sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang hubungan praktik higiene sanitasi penjamah makanan terhadap cemaran E. coli pada makanan gado-gado di sepanjang jalan Kota Manado. Berdasarkan hal diatas, maka tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan praktik higiene sanitasi terhadap cemaran Escherichia coli pada makanan gadogado di sepanjang jalan Kota Manado. METODE Jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan rancangan cross sectional di rumah makan sepanjang jalan Kota Manado pada bulan Mei-Juni Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah sama yaitu seluruh rumah makan yang menjual gado-gado di sepanjang jalan Kota Manado sebanyak 31 rumah makan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner praktik higiene sanitasi penjamah makanan dan pemeriksaan laboratorium untuk pemeriksaan angka kuman E. coli pada sampel gado-gado. Analisis univariat dilakukan untuk mengetahui/menunjukkan distribusi frekuensi dari data masing-masing variabel dan analisis bivariat untuk menunjukkan hasil uji hubungan antara variabel bebas (praktik higiene sanitasi penjamah makanan) dan variabel terikat (cemaran Escherichia coli) dengan menggunakan Uji Spearman Rank. HASIL PENELITIAN 1. Karakteristik Penjamah Tabel 1. Distribusi Penjamah Makanan Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin N % Laki-Laki Perempuan Jumlah Berdasarkan tabel 1 dapat dilihat jumlah penjamah makanan dengan jenis kelamin lakilaki, yakni 18 orang (58.1%) sedangkan untuk
3 jenis kelamin perempuan sebanyak 13 orang (41.9%). Tabel 2. Distribusi Penjamah Makanan Berdasarkan Umur Jenis Kelamin N % Laki-Laki Perempuan Jumlah Berdasarkan tabel 2 penjamah makanan dengan umur diantara sebanyak 19 orang (61.3%), sebanyak 9 orang (32.3%) dan lebih dari 50 tahun sebanyak 3 orang (6.4%). 2. Analisis Univariat Tabel 3. Distribusi Praktik Higiene Sanitasi Penjamah Makanan Praktik Penjamah N % Makanan Kurang Cukup Baik Jumlah Berdasarkan tabel 3 dapat dilihat penjamah makanan yang melakukan praktik higiene sanitasi kurang baik sebanyak 11 penjamah (35.5%), praktik higiene sanitasi cukup baik sebanyak 15 penjamah (48.4%) dan praktik higiene sanitasi baik sebanyak 5 penjamah (16.1%). Tabel 4. Distribusi Cemaran E. coli Pada Makanan Gado-Gado Angka Kuman E. coli Cemaran (Koloni/gr) E. coli Pada > 0 0 koloni/gr Gado-Gado koloni/gr N (%) Cluster 1 Cluster 2 Cluster 3 2 (20) 2 (20) 1 (9.1) N (%) 8(80 ) 8 (80) 10 (90.9) Total N (%) 10 (100) 10 (100) 11 (100) Berdasarkan tabel 4 dapat dilihat pada cluster 1 dan cluster 2 memiliki hasil sampel yang sama yaitu 2 sampel (20 %) dengan hasil pemeriksaan angka kuman E. coli 0 koloni/gr dan 8 sampel (80 %) dengan hasil pemeriksaan angka kuman E. coli lebih dari 0 koloni/gr. Sedangkan pada cluster 3 terdapat 1 sampel (9.1 %) dengan hasil pemeriksaan angka kuman E. coli 0 koloni/gr dan 10 sampel (90.9 %) dengan hasil pemeriksaan angka kuman E. coli lebih dari 0 koloni/gr. Praktik Penjamah Makanan Kurang Cukup Baik Angka Kuman E. coli (Koloni/gr) 0 koloni/gr > 0 koloni/gr N (%) N (%) 1 (9.1) 10 (90.9 ) 3 (20) 12 (80) 1 (20) 4 (80) Total N (%) p Value 11 (100) 15 (100) 5 (100) Berdasarkan tabel 5 dapat dilihat bahwa praktik penjamah makanan kurang baik dengan hasil pemeriksaan angka kuman E. coli 0 koloni/gr sebanyak 1 penjamah (9.1%) sedangkan praktik kurang baik dengan hasil pemeriksaan angka kuman E. coli lebih dari 0 koloni/gr sebanyak 10 penjamah (90.9%). Praktik penjamah makanan cukup baik dengan hasil pemeriksaan angka kuman E. coli 0 koloni/gr sebanyak 3 penjamah (20%) sedangkan praktik penjamah makanan cukup baik dengan hasil pemeriksaan angka kuman E. coli lebih dari 0 koloni/gr sebanyak 12 penjamah (80%). Praktik penjamah makanan baik dengan hasil pemeriksaan angka kuman E. coli 0 koloni/gr sebanyak 1 penjamah (20%) sedangkan praktik penjamah makanan baik dengan hasil pemeriksaan angka kuman E. coli lebih dari 0 koloni/gr sebanyak 4 penjamah (80%). Hubungan antara praktik higiene sanitasi makanan dengan cemaran E. coli pada makanan gado-gado memperoleh nilai probabilitas sebesar yang berarti nilainya lebih besar dari 0.05 (p > 0.05) sehingga H0 diterima yaitu tidak ada hubungan antara praktik higiene sanitasi penjamah makanan terhadap cemaran E. coli pada makanan gadogado. PEMBAHASAN 1. Praktik Higiene Sanitasi Penjamah Makanan Berdasarkan distribusi pada praktik higiene sanitasi penjamah makanan pada tabel 3 menunjukkan 11 penjamah (35.5%) telah
4 melakukan praktik higiene sanitasi kurang baik dan 15 penjamah (48.4%) cukup baik dan 5 penjamah (16.1%) baik dalam melakukan praktik higiene sanitasi. Penelitian lain juga dilakukan oleh Budiyono (2008) pada warung makan di Tembalang Semarang menunjukkan bahwa 28 penjamah makanan melakukan praktik higiene sanitasi dengan baik dan 8 penjamah makanan melakukan praktik higiene sanitasi tidak baik. Berdasarkan pengamatan dan wawancara ada beberapa praktik yang telah dilakukan dengan baik tapi ada beberapa praktik juga yang belum dilakukan dengan baik seperti dalam penggunaan celemek tidak ditemukan seorang penjamah yang menggunakan celemek. Penelitian yang dilakukan Budiyono (2008) juga menunjukkan dari 36 penjamah makanan yang diteliti hanya 4 penjamah (11.1%) yang menggunakan celemek sedangkan 32 penjamah (88.9%) tidak menggunakan celemek, hal ini menunjukkan kesadaran penjamah untuk menggunakan celemek masih rendah. Celemek adalah kain penutup baju dari dada atau pinggang sampai lutut yang berfungsi untuk menjaga kebersihan pakaian. Menurut Moehyi (1992) pakaian kerja yang bersih akan menjamin sanitasi dan higiene pengolahan makanan karena tidak terdapat debu atau kotoran yang melekat pada pakaian yang secara tidak langsung dapat menyebabkan pencemaran makanan. Dari hasil penelitian menunjukkan 64.5% tidak pernah, 16.1% jarang, 12.9% kadang dan 3.2% sering dalam praktik mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menangani makanan. Kebiasaan mencuci tangan sebelum menangani makanan dapat membantu memperkecil risiko terjadi kontaminasi bakteri dari tangan ke makanan. Kuku merupakan bagian dari tangan. Kuku tangan sering menjadi sumber kontaminan atau mengakibatkan kontaminasi silang (Fathonah, 2005). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 16.1% kuku bersih dan pendek, 64.5% kuku pendek tapi tampak kotor, dan 19.4% kuku panjang dan tampak kotor. Dari hasil penelitian dalam praktik penyimpanan peralatan makan 58.1% tidak baik dan 41.9% baik. Berdasarkan pengamatan selama penelitian ditemukan setelah pencucian peralatan makan, penjamah hanya meletakkan peralatan makan di tempat terbuka. Ada pula yang ditutupi dengan kain/serbet serta tempat sendok yang tidak memiliki penutup. Peralatan makan tersebut tidak sepenuhnya terbebas dari debu maupun serangga sehingga dapat memberikan kontribusi terjadinya kontaminasi kuman pada makanan. Hasil penelitian Susanna dan Hartono (2003) juga menyatakan penempatan piring diletakkan pada tempat terbuka dan tidak bersih serta penggunaan kain lap dalam mengeringkan sendok, piring dan garpu. Dari hasil penelitian 74.2% penjamah meletakkan makanan di lemari yang terbuka dan 25.8% penjamah meletakkan makanan di lemari yang tertutup. Menurut Moehyi (1992) apabila memajang makanan tertutup rapat kemungkinan terjadinya pencemaran makanan akan menjadi kecil. Berdasarkan hasil penelitian penjamah lebih banyak meletakkan makanan di lemari yang terbuka karena lebih memudahkan mereka untuk mengambil makanan. Ada pula lemari yang memiliki penutup dari kain yang tidak sesuai dengan peraturan atau makanan yang hanya di tutupi dengan selembar kertas. Hal ini tidak dapat menghindari kontaminasi dari debu maupun serangga. Dari hasil penelitian dalam praktik kebiasaan merokok saat menunggu pelanggan menunjukkan 77.4% penjamah tidak merokok saat menunggu pelanggan, 6.5% sering, 3.2% kadang, 3.2% jarang dan 9.7% selalu merokok ketika menunggu pelanggan. Menurut Depkes RI (2001) kebiasaan merokok di lingkungan pengolahan makanan mengandung banyak risiko antara lain bakteri atau kuman dari mulut dan bibir dapat dipindahkan ke tangan sehingga tangan menjadi kotor dan akan mengotori makanan, abu rokok dapat jatuh kedalam makanan serta dapat menimbulkan bau asap rokok yang dapat mengotori udara. 2. Cemaran E. coli Pada Gado-Gado Berdasarkan distribusi pada praktik higiene sanitasi penjamah makanan pada tabel 4 dari hasil pemeriksaan angka kuman E. coli dari 31 sampel menunjukkan 5 sampel (16.1%) dengan angka kuman E. coli 0 koloni/gr sedangkan 26 sampel (83.9%) dengan angka
5 kuman E. coli lebih dari 0 koloni/gr yang tersebar dalam 3 cluster yang telah ditentukan. Penelitian gado-gado dan ketoprak yang dilakukan oleh Susanna (2003) di lingkungan kampus UI Depok, hasil pemeriksaan 10 sampel gado-gado yang diambil ditemukan seluruh sampel sampel angka kumannya melebihi 0 koloni/gram. Penelitian yang dilakukan Ermayanti (2004) dari 30 sampel nasi pecel yang diperiksa ditemukan 5 sampel (16.7%) tidak mengandung E. coli dan 25 sampel (83.3%) mengandung E. coli. Penelitian lain pada nasi rames juga di lakukan di Tembalang oleh Hidayat (2010) sebanyak 19 sampel. Ditemukan 8 sampel mengandung E. coli dan 11 sampel tidak mengandung E. coli. Makanan jajanan yang berair dan tidak panas mempunyai risiko tinggi terhadap kejadian kontaminasi (Vitayata, 1995). Nasi rames, nasi pecel, ketoprak dan gado-gado merupakan makanan yang tidak panas ketika disajikan sehingga rentan terhadap kontaminasi. Menurut Rahayu dkk (2011), bahan pangan yang sering terkontaminasi oleh E. coli diantaranya sayuran. Pecel, ketoprak dan gado-gado merupakan jenis makanan yang terdiri dari bermacam-macam sayuran. Dari bermacam-macam sayuran ini memungkinkan terjadinya kontaminasi bakteri dari cara pencucian atau dari cara memasak yang tidak sesuai. 3. Hubungan Antara Praktik Higiene Sanitasi Penjamah Makanan dengan Cemaran E. coli Hasil análisis data memperoleh hasil yaitu antara praktik higiene sanitasi penjamah makanan dengan cemaran E. coli mempunyai probabilitas sebesar (p > 0.05) yang berarti bahwa tidak ada hubungan antara praktik higiene sanitasi penjamah makanan dengan cemaran E. coli pada makanan di sepanjang jalan Kota Manado. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Hakim (2012) tentang hubungan kondisi higiene dan sanitasi dengan keberadaan E. coli pada nasi kucing yang di jual di wilayah Tembalang Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara praktik dengan keberadaan E. coli (p> 0.05). Penelitian oleh Marlina (2007) tentang hubungan kondisi sanitasi dan praktik penjamah makanan dengan kandungan E. coli pada tempe penyet di warung makan Tembalang Semarang. Berdasarkan uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan antara praktik penjamah dengan kandungan E. coli. Sebagian besar penjamah makanan melakukan praktik higiene sanitasi dengan cukup baik, namun hasil pemeriksaan angka kuman E. coli pada makanan yang menunjukkan angka kuman lebih dari 0 koloni/gr bisa disebabkan berbagai faktor seperti : a. Air Menurut Rahayu dkk (2011) kontaminasi bakteri ini pada pangan biasanya berasal dari kontaminasi air yang digunakan. b. Kebersihan Peralatan Makan Kebersihan peralatan makan merupakan salah satu faktor penting dalam higiene dan sanitasi makanan. Peralatan makan perlu dijaga kebersihannya setiap akan digunakan karena peralatan makan yang bersih dapat membantu mencegah terjadinya kontaminasi makanan oleh bakteri melalui peralatan makanan yang digunakan. c. Lama Waktu Memasak Lama waktu pemasakan bisa mempengaruhi kandungan E. coli pada makanan karena E. coli merupakan bakteri yang sensitif terhadap panas dan bakteri ini dapat bertahan pada suhu 60 o C selama 15 menit atau 55 o C selama 60 menit. Oleh karena itu, jika air atau sayuran yang terkontaminasi dengan E. coli kemudian tidak dimasak lebih dari suhu di atas maka E. coli tetap ada. d. Vektor Vektor seperti lalat dapat menularkan penyakit melalui makanan yang tidak ditutup karena kebiasaan lalat yang menyukai tempat kotor seperti sampah basah maupun kotoran dan kemudian hinggap di makanan sehingga dapat mengkontaminasi bakteri dari tempat kotor tersebut ke makanan yang dapat menyebabkan penyakit bawaan makanan seperti diare.
6 KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa : 1. Sebagian besar penjamah makanan melakukan praktik higiene sanitasi dengan cukup baik sebanyak 15 penjamah. 2. Sebagian besar sampel gado-gado yang diteliti memiliki angka kuman E. coli lebih dari 0 koloni per gram sebanyak 26 sampel. 3. Tidak ada hubungan antara praktik higiene sanitasi penjamah makanan dengan cemaran E. coli pada makanan gado-gado di sepanjang jalan Kota Manado. SARAN Berdasarkan kesimpulan di atas, maka dapat disarankan untuk: 1. Perlunya diadakan penyuluhan dan pelatihan mengenai higiene sanitasi makanan serta pembinaan untuk penjamah makanan. 2. Menggunakan alat pelindung diri untuk menjaga kebersihan diri seperti memakai celemek dan penutup kepala serta membiasakan diri untuk selalu mencuci tangan sebelum menangani makanan. 3. Perlunya adanya penelitian lanjut tentang sanitasi makanan dengan faktor-faktor lain yang mempengaruhi. DAFTAR PUSTAKA Budiyono Tingkat Pengetahuan dan Praktik Penjamah Makanan Tentang Higiene dan Sanitasi Makanan Pada Warung Makan di Tembalang Kota Semarang tahun FKM Undip (online) ( p/jpki/article/view/2411/2136 diakses tanggal 1 juli 2013) Depkes RI, Prinsip-Prinsip Higiene dan Sanitasi Makanan. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta Ermayani, D Hubungan Kondisi Sanitasi dan Praktik Penjamah Makanan dengan Kandungan Escherichia coli pada Nasi Pecel di Kelurahan Sumurboto dan Tembalang Semarang. Skripsi. FKM UNDIP. Semarang Fathonah, S Higiene dan Sanitasi Makanan. Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Semarang Hakim, A.R Hubungan Kondisi Higiene dan Sanitasi dengan Keberadaan Escherichia coli Pada Nasi Kucing yang Dijual di Wilayah Tembalang Semarang tahun FKM Undip (online) ( w/1373/1394 diakses tanggal 1 juli 2013) Hidayat, H.A Hubungan Pengetahuan dan Praktik Penjamah Makanan Mengenai Higiene Sanitasi Makanan dengan Keberadaan Escherichia coli Pada Nasi Rames (Studi Pada Kantin di Lingkungan Universitas Diponegoro Tembalang). FKM Undip (online) ( diakses tanggal 1 juli 2013) Marlina Hubungan Kondisi Sanitasi dan Praktik Penjamah Makanan dengan Kandungan Escherichia coli pada tempe penyet di Warung Makan Tembalang Semarang. FKM Undip (online) ( diakses tanggal 1 juli 2013) Moehyi, Syahmin Penyelenggaraan Makanan Institusi dan Jasa Boga. Jakarta: Bhratara Rahayu, W dkk Keamanan Pangan : Keperdulian Kita Bersama. Bogor : IPB Press Susanna, D. Hartono, B Pemantauan Kualitas Makanan Ketoprak dan Gado- Gado di Lingkungan Kampus UI Depok, melalui pemeriksaan Bakteriologis. FKM UI (online) ( si/2/881afd4e6559e236721be556a933f2 2c d.pdf diakses tanggal 1 juli 2013) Suwondo, A Makalah Food Borne Disease Sebagai Salah Satu Sinyal Kontaminasi dan Bahan Toksik Pada
7 Pangan, Seminar Nasional Pangan dan Kesehatan. Universitas Dipanegoro. Semarang Vitayata, A Pembinaan Pengusaha Makanan Jajanan dalam Upaya Peningkatan Kualitas, Seminar Nasional Sehari dan Festival Makanan Tradisional. PusLitBang TekLemLit UNDIP. Semarang WHO Penyakit Bawaan Makanan : Fokus Pendidikan Kesehatan. Jakarta : EGC
8
9
Tingkat Pengetahuan Dan Praktik Penjamah Makanan Tentang Hygiene Dan Sanitasi Makanan Pada Warung Makan Di Tembalang Kota Semarang Tahun 2008
Tingkat Pengetahuan Dan Praktik Penjamah Makanan Tentang Hygiene Dan Sanitasi Makanan Pada Warung Makan Di Tembalang Kota Semarang Tahun 2008 Budiyono *), Hasrah Junaedi **), Isnawati **), Tri Wahyuningsih
Sandi Fauzi Abdilah 1) Anto Purwanto M. Kes 2) Nur Lina S.KM., M.Kes 3)
PRAKTIK HIGIENE SANITASI PENJAMAH MAKANAN DAN KONTAMINASI ESHCERCHIA COLI PADA MAKANAN GADO-GADO YANG DIJUAL DI KECAMATAN MALEBER KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2017 Sandi Fauzi Abdilah 1) Anto Purwanto M. Kes
BAB I PENDAHULUAN. bersih. 4 Penyakit yang menonjol terkait dengan penyediaan makanan yang tidak
bersih. 4 Penyakit yang menonjol terkait dengan penyediaan makanan yang tidak BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Makanan merupakan hal yang penting bagi kesehatan manusia. Saat ini banyak terjadi penyakit
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Makanan diperlukan untuk kehidupan karena makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia (Mansauda, 2014). Makanan yang sehat dan aman merupakan
STUDI IDENTIFIKASI KEBERADAAN Escherichia coli PADA AIR CUCIAN DAN MAKANAN KETOPRAK DI KAWASAN KAMPUS UNDIP TEMBALANG
Volume 4, Nomor 3, Juli 6 (ISSN: 356-3346) http://ejournal-s.undip.ac.id/index.php/jkm STUDI IDENTIFIKASI KEBERADAAN Escherichia coli PADA AIR CUCIAN DAN MAKANAN KETOPRAK DI KAWASAN KAMPUS UNDIP TEMBALANG
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Makanan merupakan salah satu dari tiga unsur kebutuhan pokok manusia,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Makanan merupakan salah satu dari tiga unsur kebutuhan pokok manusia, selain kebutuhan sandang dan papan. Sandang dan papan menjadi kebutuhan pokok manusia karena
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dari luar Provinsi Gorontalo maupun mahasiswa yang berasal dari luar Kota Gorontalo.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian 4.1.1 Deskriptif Lokasi Penelitian Asrama Mahasiswa Nusantara UNG merupakan salah satu fasilitas pendukung milik Universitas Negeri
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Ancaman penyakit yang berkaitan dengan higiene dan sanitasi khususnya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Ancaman penyakit yang berkaitan dengan higiene dan sanitasi khususnya yang berkaitan dengan makanan dan minuman masih menjadi masalah yang paling sering ditemukan di
BAB I PENDAHULUAN. menentukan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, kesehatan perlu dijaga dari hal-hal
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kesehatan merupakan hak dasar manusia dan merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, kesehatan perlu
HUBUNGAN PENGETAHUAN, MOTIVASI, DAN PERAN PETUGAS TERHADAP KONDISI HYGIENE
HUBUNGAN PENGETAHUAN, MOTIVASI, DAN PERAN PETUGAS TERHADAP KONDISI HYGIENE SANITASI MAKANAN JAJANAN KAKI LIMA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AUR DURI KOTA JAMBI TAHUN 2014 1* Erris, 2 Marinawati 1 Poltekes
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Makanan merupakan kebutuhan mendasar bagi hidup manusia. Makanan yang dikonsumsi beragam jenis dengan berbagai cara pengolahannya (Santoso & Anne, 1999). Warung makan
Unnes Journal of Public Health
UJPH 2 (3) (2013) Unnes Journal of Public Health http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujph HUBUNGAN PRAKTEK HIGIENE PEDAGANG DENGAN KEBERADAAN ESCHERICIA COLI PADA RUJAK YANG DI JUAL DI SEKITAR KAMPUS
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dewasa ini masalah keamanan pangan sudah merupakan masalah global, sehingga mendapat perhatian utama dalam penetapan kebijakan kesehatan masyarakat. Letusan penyakit
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Gorontalo dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Letak Geografis Desa Kaliyoso terdapat di Kecamatan Bongomeme Kabupaten Gorontalo dengan batas-batas wilayah sebagai berikut : Sebelah barat
BAB I PENDAHULUAN. dapat melangsungkan kehidupan selain sandang dan perumahan. Makanan, selain mengandung nilai gizi, juga merupakan media untuk dapat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia untuk dapat melangsungkan kehidupan selain sandang dan perumahan. Makanan, selain mengandung nilai gizi, juga merupakan
BAB I PENDAHULUAN. merupakan media untuk dapat berkembang biaknya mikroba atau kuman.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Makanan merupakan kebutuhan pokok setiap manusia yang diperlukan setiap saat dan memerlukan pengolahan yang baik dan benar agar bermanfaat bagi tubuh. Makanan juga
DAFTAR PUSTAKA. Almatsier, S Prinsip dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
DAFTAR PUSTAKA Almatsier, S. 2013. Prinsip dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Andry Hartono. 2005. Penyakit Bawaan Makanan. Jakarta: EGC. Astuti dkk, 2010. The Correlation Between Knowledge
*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi
GAMBARAN HYGIENE SANITAS PENGOLAHAN MAKANAN DAN PEMERIKSAAN ANGKA KUMAN PADA PERALATAN MAKAN DI INSTALASI GIZI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TINGKAT IV KOTA MANADO Inayah Akmalia Waleuru*, Rahayu H. Akili*,
BAB I PENDAHULUAN. dibutuhkan oleh manusia biasanya dibuat melalui bertani, berkebun, ataupun
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Makanan adalah bahan yang biasanya berasal dari hewan atau tumbuhan, dimakan oleh mahluk hidup untuk memberikan tenaga dan nutrisi. Makanan yang dibutuhkan
Kata Kunci: Perilaku, Penjamah Makanan, Mie Basah, Bakteri
HUBUNGAN PERILAKU PERILAKU PENJAMAH PENJAMAH MAKANAN MAKANAN DENGAN KEBERADAAN DENGAN KEBERADAAN BAKTERI BAKTERI PADA MIE PADA BASAH MIE DI BASAH LINGKUNGAN DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS NEGERI UNIVERSITAS
BAB I PENDAHULUAN. karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan sebagainya (Depkes RI, 2000).
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Makanan penting untuk pertumbuhan maupun mempertahankan kehidupan. Makanan memberikan energi dan bahan-bahan yang diperlukan untuk membangun dan mengganti sel-sel tubuh
GAMBARAN JUMLAH ANGKA KUMAN DAN BAKTERI ESCHERICHIA COLI PADA PIRING DI RUMAH MAKAN PASAR SERASI KOTA KOTAMOBAGU TAHUN 2015 Cindy Stevani Sape
GAMBARAN JUMLAH ANGKA KUMAN DAN BAKTERI ESCHERICHIA COLI PADA PIRING DI RUMAH MAKAN PASAR SERASI KOTA KOTAMOBAGU TAHUN 2015 Cindy Stevani Sape *Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi
BAB I PENDAHULUAN. Kejadian Luar Biasa (KLB) adalah timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan/kematian yang bermakna secara epidemiologi pada
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Makanan merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Makanan penting baik untuk pertumbuhan maupun untuk mempertahankan kehidupan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN JUMLAH KOLONI BAKTERI DAN KEBERADAAN E. coli PADA AIR CUCIAN PERALATAN MAKAN PEDAGANG MAKANAN DI TEMBALANG
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN JUMLAH KOLONI BAKTERI DAN KEBERADAAN E. coli PADA AIR CUCIAN PERALATAN MAKAN PEDAGANG MAKANAN DI TEMBALANG Rifka Fauzia Bilqis, Nur Endah Wahyuningsih, Yusniar Hanani
Hubungan Personal Higiene dan Fasilitas Sanitasi dengan Kontaminasi Escherichia Coli Pada Makanan di Rumah Makan Padang Kota Manado Dan Kota Bitung
ARTIKEL PENELITIAN Hubungan Personal Higiene dan Fasilitas Sanitasi dengan Kontaminasi Escherichia Coli Pada Makanan di Rumah Makan Padang Kota Manado Dan Kota Bitung Relationship Personal Hygiene and
GAMBARAN ANGKA KUMAN DAN BAKTERI
GAMBARAN ANGKA KUMAN DAN BAKTERI Escherichia coli PADA PERALATAN MAKAN RUMAH MAKAN DI PASAR PINASUNGKULAN KOTA MANADO Muhammad Ichsan Hadiansyah*, Franckie. R. R. Maramis*, Dina V. Rombot* *Fakultas Kesehatan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang World Health Organization atau WHO (2006), mendefinisikan foodborne disease sebagai istilah umum untuk menggambarkan penyakit yang disebabkan oleh makanan dan minuman
FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBERADAAN BAKTERI Escherichia coli PADA JAJANAN ES BUAH YANG DIJUAL DI SEKITAR PUSAT KOTA TEMANGGUNG
Volume 1, Nomor 2, Tahun 212, Halaman 147-153 FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBERADAAN BAKTERI Escherichia coli PADA JAJANAN ES BUAH YANG DIJUAL DI SEKITAR PUSAT KOTA TEMANGGUNG * ) Alumnus FKM
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. atau dikenal dengan kampus induk/pusat, kampus 2 terletak di Jalan Raden Saleh,
33 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Universitas Negeri Gorontalo merupakan salah satu perguruan tinggi di Gorontalo. Kampus Universitas Negeri Gorontalo terbagi atas 3, yaitu kampus
Ririh Citra Kumalasari 1. Bagian Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip *)Penulis korespondensi:
HUBUNGAN SANITASI DENGAN STATUS BAKTERIOLOGI (STATUS Koliform DAN KEBERADAAN Salmonella sp) PADA JAJANAN DI SEKOLAH DASAR WILAYAH KECAMATAN TEMBALANG, SEMARANG Ririh Citra Kumalasari 1 1) Bagian Epidemiologi
HUBUNGAN HIGIENE SANITASI DENGAN KEBERADAAN BAKTERI Eschericia coli PADA JAJANAN ES KELAPA MUDA (SUATU PENELITIAN DI KOTA GORONTALO TAHUN 2013)
Lampiran 1. Summary HUBUNGAN HIGIENE SANITASI DENGAN KEBERADAAN BAKTERI Eschericia coli PADA JAJANAN ES KELAPA MUDA (SUATU PENELITIAN DI KOTA GORONTALO TAHUN 2013) Djamaludin Musa NIM. 811409137 Jurusan
HUBUNGAN KONDISI FASILITAS SANITASI DASAR DAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN DIARE DI KECAMATAN SEMARANG UTARA KOTA SEMARANG.
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT, Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012, Halaman 922-933 Online di http://ejournals1.undip.ac.id/index.php/jkm HUBUNGAN KONDISI FASILITAS SANITASI DASAR DAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN
Lembar Kuesioner Hygiene Sanitasi Pada Pedagang Siomay di Jl. Dr. Mansyur. Padang Bulan Di Kota Medan Tahun Nama : No.
LAMPIRAN Lembar Kuesioner Hygiene Sanitasi Pada Pedagang Siomay di Jl. Dr. Mansyur Padang Bulan Di Kota Medan Tahun 2011 Nama : No.Sampel : Lokasi : Jenis Kelamin : Umur : Lama Berjualan : No Pertanyaan
HYGIENE SANITASI PENJAMAH MAKANAN TERHADAP KANDUNGAN
Nurlaili Ramli & Putri Santy P-ISSN : 2527-3310 E-ISSN : 2548-5741 Jurnal AcTion: Aceh Nutrition Journal, November 2017; 2(2): 132-136 HYGIENE SANITASI PENJAMAH MAKANAN TERHADAP KANDUNGAN Escherichia Coli
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. a. Sebelah Barat : berbatasan dengan Sungai Bulango. b. Sebelah Timur : berbatasan dengan Kelurahan Ipilo
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 1.1 Deskripsi Lokasi Penelitian Berikut ini adalah deskripsi lokasi penelitian yang dilihat atas dua aspek, yaitu Geografi dan Demografi : 1.1.1 Keadaan Geografis Pasar jajan
4 HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN. Karakteristik.. Karakteristik Food Handler Umumnya responden berumur sampai tahun (77.%) dengan rentang umur antara - tahun dan memiliki pengalaman berdagang sampai tahun (7.%). Berdasarkan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia, sebab makanan yang kita makan bukan saja harus memenuhi gizi tetapi harus juga aman dalam arti tidak
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Kota Gorontalo merupakan salah satu wilayah yang ada di Provinsi Gorontalo,
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Gambaran Lokasi Penelitian Kota Gorontalo merupakan salah satu wilayah yang ada di Provinsi Gorontalo, yang luas wilayahnya 64,79 KM atau sekitar
BAB I PENDAHULUAN. Dalam Undang-undang Kesehatan No. 36 tahun 2009 pasal 48 telah. kesehatan keluarga, perbaikan gizi, pengawasan makanan dan minuman,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam Undang-undang Kesehatan No. 36 tahun 2009 pasal 48 telah dijelaskan bahwa upaya penyelenggaraan kesehatan dilaksanakan melalui kegiatankegiatan kesehatan keluarga,
LEMBAR KUESIONER UNTUK PENJAMAH MAKANAN LAPAS KELAS IIA BINJAI. Jenis Kelamin : 1.Laki-laki 2. Perempuan
LAMPIRAN 1 LEMBAR KUESIONER UNTUK PENJAMAH MAKANAN LAPAS KELAS IIA BINJAI A. IDENTITAS PEKERJA Nama Alamat Usia :... :... :. Tahun Jenis Kelamin : 1.Laki-laki 2. Perempuan Status Perkawinan : 1.Kawin 2.
ARTIKEL PENELITIAN HUBUNGAN KONDISI SANITASI DASAR RUMAH DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS REMBANG 2
ARTIKEL PENELITIAN HUBUNGAN KONDISI SANITASI DASAR RUMAH DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS REMBANG 2 Lintang Sekar Langit [email protected] Peminatan Kesehatan Lingkungan,
DAFTAR GAMBAR. Gambar 2.7 Kerangka Teori Gambar 3.1 Kerangka Konsep... 24
DAFTAR TABEL Tabel 5.1 Persentase Analisis Univariat Masing-masing Variabel Berdasarkan Kepmenkes No.715 Tahun 2008 Penelitian di Universitas X (n=100)... 38 Tabel 5.2.1 Hubungan Sanitasi Kantin Dengan
Mutu Pecel yang Dijual di Pasar Beringharjo Yogyakarta Berdasarkan Skor Keamanan Pangan dan Uji Mikrobiologi
Nutrisia, Volume 15 Nomor 2, September 2013, halaman 76-81 Mutu Pecel yang Dijual di Pasar Beringharjo Yogyakarta Berdasarkan Skor Keamanan Pangan dan Uji Mikrobiologi Atikah hanif 1, Elza Ismail 2, Noor
STUDI KANDUNGAN BAKTERI Salmonella sp. PADA MINUMAN SUSU TELUR MADU JAHE (STMJ) DI TAMAN KOTA DAMAY KECAMATAN KOTA SELATAN KOTA GORONTALO TAHUN 2012
1 Summary STUDI KANDUNGAN BAKTERI Salmonella sp. PADA MINUMAN SUSU TELUR MADU JAHE (STMJ) DI TAMAN KOTA DAMAY KECAMATAN KOTA SELATAN KOTA GORONTALO TAHUN 2012 TRI ASTUTI NIM 811408115 Program Studi Kesehatan
BAB I PENDAHULUAN. sekarang ini. Setiap penyedia jasa penyelanggara makanan seperti rumah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Persaingan dalam dunia bisnis terutama bisnis makanan semakin ketat sekarang ini. Setiap penyedia jasa penyelanggara makanan seperti rumah makan, kantin maupun kafetaria
BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN A.
BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang diperlukan manusia untuk pertumbuhan dan perkembangan badan. Makanan yang dikonsumsi harus aman dan
BAB 1 : PENDAHULUAN. aman dalam arti tidak mengandung mikroorganisme dan bahan-bahan lain yang
BAB 1 : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Makanan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia, sebab makanan yang kita makan bukan saja harus memenuhi gizi tetapi harus juga aman dalam
HUBUNGAN ANTARA HIGIENE PERORANGAN, FREKUENSI KONSUMSI DAN SUMBER MAKANAN JAJANAN DENGAN KEJADIAN DIARE
HUBUNGAN ANTARA HIGIENE PERORANGAN, FREKUENSI KONSUMSI DAN SUMBER MAKANAN JAJANAN DENGAN KEJADIAN DIARE NASKAH PUBLIKASI SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Derajat Sarjana Gizi Pada Fakultas
BAB I PENDAHULUAN. Bakso merupakan makanan jajanan yang paling populer di Indonesia.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bakso merupakan makanan jajanan yang paling populer di Indonesia. Penggemar makanan jajanan ini merata mulai dari anak-anak sampai orang dewasa sehingga pedagang makanan
HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN, PERSONAL HIGIENE DENGAN JUMLAH BAKTERI Escherichia coli PADA DAMIU DI KAWASAN UNIVERSITAS DIPONEGOROTEMBALANG
HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN, PERSONAL HIGIENE DENGAN JUMLAH BAKTERI Escherichia coli PADA DAMIU DI KAWASAN UNIVERSITAS DIPONEGOROTEMBALANG Haryudi Okta Sofiyanto 1), Tri Joko 2), Nur Endah W 2) 1 Mahasiswa
HIGIENE SANITASI PANGAN
HIGIENE SANITASI PANGAN Oleh Mahmud Yunus, SKM.,M.Kes KA. SUBDIT HIGIENE SANITASI PANGAN DIREKTORAT PENYEHATAN LINGKUNGAN, DITJEN PP & PL KEMENTERIAN KESEHATAN RI Disampaikan pada Workshop Peringatan Hari
BAB 1 PENDAHULUAN. akan dikonsumsi akan semakin besar. Tujuan mengkonsumsi makanan bukan lagi
15 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang penting. Semakin maju suatu bangsa, tuntutan dan perhatian terhadap kualitas pangan yang akan dikonsumsi
The Condition of Food Handler s Higiene and Canteen Sanitation in Senior High School 15 Surabaya
KONDISI HIGIENE PENJAMAH MAKANAN DAN SANITASI KANTIN DI SMAN 15 SURABAYA The Condition of Food Handler s Higiene and Canteen Sanitation in Senior High School 15 Surabaya M. Dikry Alfin Nugroho dan Ririh
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PRAKTIK PEDAGANG PENJUAL MAKANAN TENTANG HIGIENE DAN SANITASI MAKANAN JAJANAN DI PASAR KULINER KOTA TOMOHON TAHUN
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PRAKTIK PEDAGANG PENJUAL MAKANAN TENTANG HIGIENE DAN SANITASI MAKANAN JAJANAN DI PASAR KULINER KOTA TOMOHON TAHUN 2017 Gabriella Veronika Wawoh*, Woodford B.S. Joseph*, Jootje
BAB 1 PENDAHULUAN. Derajat kesehatan masyarakat merupakan salah satu indikator harapan hidup
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Derajat kesehatan masyarakat merupakan salah satu indikator harapan hidup manusia yang harus dicapai, untuk itu diperlukan upaya-upaya dalam mengatasi masalah kesehatan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia untuk dapat melangsungkan kehidupan selain kebutuhan sandang dan papan. Makanan mengandung nilai gizi yang dibutuhkan
ABSTRAK DUKUNGAN SEKOLAH BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTEK KEAMANAN PANGAN JAJANAN ANAK SEKOLAH DI KANTIN SEKOLAH DASAR KECAMATAN GIANYAR
ABSTRAK DUKUNGAN SEKOLAH BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTEK KEAMANAN PANGAN JAJANAN ANAK SEKOLAH DI KANTIN SEKOLAH DASAR KECAMATAN GIANYAR Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) merupakan makanan siap saji yang ditemui
Keywords : hygiene sanitation, eating utensils, the number of germ, Escherichia coli
GAMBARAN HIGIENE SANITASI DAN PEMERIKSAAN BAKTERIOLOGIS PADA PERALATAN MAKAN DI INSTALASI GIZI RS X Ismayuni Sumira ), Rita Endriani 2), Fifia Chandra ) ABSTRACT One of the principle hygiene and sanitation
PEMANTAUAN KUALITAS MAKANAN KETOPRAK DAN GADO-GADO DI LINGKUNGAN KAMPUS UI DEPOK, MELALUI PEMERIKSAAN BAKTERIOLOGIS
PEMANTAUAN KUALITAS MAKANAN KETOPRAK DAN GADO-GADO DI LINGKUNGAN KAMPUS UI DEPOK, MELALUI PEMERIKSAAN BAKTERIOLOGIS Dewi Susanna, Budi Hartono Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Manusia sebagai makhluk hidup sangat tergantung pada sumber daya alam yang ada di sekitarnya. Sebagai kebutuhan dasar, manusia memerlukan makanan yang terdiri dari flora
BAB 1 : PENDAHULUAN. Keadaan higiene dan sanitasi rumah makan yang memenuhi syarat adalah merupakan faktor
BAB 1 : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Upaya higiene dan sanitasi rumah makan merupakan kebutuhan utama terhadap terwujudnya makanan dan minuman aman, oleh karena itu keadaan higiene dan sanitasi rumah
*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi
HUBUNGAN ANTARA SIKAP DAN PERILAKU KEPALA KELUARGA DENGAN SANITASI LINGKUNGAN DI DESA PINTADIA KECAMATAN BOLAANG UKI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW SELATAN Suharto S. Bunsal*, A. J. M. Rattu*, Chreisye K.F.
*Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi
GAMBARAN KEBERADAAN BAKTERI ESCHERICHIA COLI PADA PERALATAN MAKAN DI RUMAH MAKAN PASAR TUMINTING KOTA MANADO Handriansyah Malah*, Janno Bernadus *, Joy A. M Rattu * *Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Makanan Makanan diperlukan untuk kehidupan karena makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia. Makanan berfungsi untuk memelihara proses tubuh dalam
KEMENTERIAN KESEHATAN RI
KEMENTERIAN KESEHATAN RI DIREKTORAT JENDERAL PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT BALAI BESAR TEKNIK KESEHATAN LINGKUNGAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT JAKARTA Jl. Balai Rakyat No.2 Cakung Timur Jakarta Timur
BAB I PENDAHULUAN. untuk dikonsumsi. Maka dari itu, dalam hal ini higienitas sangat berperan penting
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Makanan yang bergizi sangat penting untuk kebutuhan tubuh tetapi makanan yang aman atau terjamin mutunya juga sangat penting agar tidak merusak tubuh karena penularan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan khususnya bidang gizi terus berkembang dari waktu ke waktu sehingga memberikan dampak bagi pelayanan gizi.
HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE DIDUGA AKIBAT INFEKSI DI DESA GONDOSULI KECAMATAN BULU KABUPATEN TEMANGGUNG
Volume, Nomor, Tahun 0, Halaman 535-54 Online di http://ejournals.undip.ac.id/index.php/jkm HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE DIDUGA AKIBAT INFEKSI DI DESA GONDOSULI KECAMATAN BULU KABUPATEN
BAB IV HASIL PENELITIAN. Karanganyar terdapat 13 perusahaan tekstil. Salah satu perusahaan di daerah
BAB IV HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Berdasarkan data dari kelurahan desa Waru, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar terdapat 13 perusahaan tekstil. Salah satu perusahaan di daerah
HUBUNGAN FREKUENSI JAJAN ANAK DENGAN KEJADIAN DIARE AKUT. (Studi pada Siswa SD Cibeureum 1 di Kelurahan Kota Baru) TAHUN 2016
HUBUNGAN FREKUENSI JAJAN ANAK DENGAN KEJADIAN DIARE AKUT (Studi pada Siswa SD Cibeureum 1 di Kelurahan Kota Baru) TAHUN 2016 Karina AS 1) Nurlina dan Siti Novianti 2) Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan
PERBEDAAN PERILAKU PENJAMAH MAKANAN SEBELUM DAN SESUDAH MENDAPATKAN PENYULUHAN HIGIENE SANITASI MAKANAN PADA WARUNG MAKAN DI TERMINAL TERBOYO SEMARANG
PERBEDAAN PERILAKU PENJAMAH MAKANAN SEBELUM DAN SESUDAH MENDAPATKAN PENYULUHAN HIGIENE SANITASI MAKANAN PADA WARUNG MAKAN DI TERMINAL TERBOYO SEMARANG Meidia Atika Sari, Sulistiyani, Nikie Astorina Yunita
Studi Kualitas Bakteriologis Peralatan Makan Pada Rumah Makan di Kota Makassar
ISSN : 2443 1141 P E N E L I T I A N Studi Kualitas Bakteriologis Peralatan Makan Pada Rumah Makan di Kota Makassar Haderiah 1 *, Sulasmi 2, Novi 3 Abstract Rumah makan adalah suatu tempat umum dimana
HUBUNGAN HIGIENE SANITASI DENGAN KUALITAS MIKROBIOLOGIS PADA MAKANAN GADO-GADO DI KECAMATAN TEMBALANG KOTA SEMARANG
HUBUNGAN HIGIENE SANITASI DENGAN KUALITAS MIKROBIOLOGIS PADA MAKANAN GADO-GADO DI KECAMATAN TEMBALANG KOTA SEMARANG Tuti Yuniatun, Martini, Susiana Purwantisari, Sri Yuliawati Peminatan Epidemiologi dan
LAMPIRAN 1 KUESIONER PENJAMAH MAKANAN DI RUMAH MAKAN
LAMPIRAN 58 LAMPIRAN 1 KUESIONER PENJAMAH MAKANAN DI RUMAH MAKAN KARAKTERISTIK SAMPEL Responden adalah penjamah makanan di rumah makan Jumlah responden adalah seluruh penjamah makanan di rumah makan Lembar
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. masyarakat, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Makanan jajanan (street food)
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Makanan jajanan sudah menjadi bagian yang penting dalam kehidupan masyarakat, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Makanan jajanan (street food) adalah makanan dan
BAB I PENDAHULUAN. Indonesia telah melakukan pembangunan berwawasan kesehatan untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia telah melakukan pembangunan berwawasan kesehatan untuk mewujudkan pencapaian tujuan dan target Millenium Development Goals (MDGs) dengan membuat Rencana Jangka
Unnes Journal of Public Health
UJPH 4 (4) (2015) Unnes Journal of Public Health http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujph GAMBARAN SANITASI LINGKUNGAN DAN HIGIENE PERORANGAN PEDAGANG JUS BUAH DI SEKARAN GUNUNGPATI SEMARANG Tri Khuswataningrum,
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-journal) Volume 3, Nomor 3, April 2015 (ISSN: )
ANALISIS HUBUNGAN DAN SANITASI DENGAN KEBERADAAN COLIFORM FECAL PADA HANDLE PINTU TOILET DI TEMPAT TEMPAT UMUM DI KOTA SEMARANG Purwita Sari *), Nurjazuli **), Sulistiyani *) *) Mahasiswa Fakultas Kesehatan
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Pada waktu dimekarkan Kabupaten Bone Bolango hanya terdiri atas empat
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum 4.1.1 Gambaran Lokasi Penelitian Kabupaten Bone Bolango adalah sebuah kabupaten di Provinsi Gorontalo Indonesia, Kabupaten ini merupakan hasil pemekaran Kabupaten
BAB 1 PENDAHULUAN. mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda-benda yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pangan merupakan kebutuhan dasar dalam kehidupan manusia.keamanan pangan menurut UU RI No. 7 Tahun (1996) adalah upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan
Studi Sanitasi Dan Pemeriksaan Angka Kuman Pada Usapan Peralatan Makan Di Rumah Makan Kompleks Pasar Sentral Kota Gorontalo Tahun 2012
Studi Sanitasi Dan Pemeriksaan Angka Kuman Pada Usapan Peralatan Makan Di Rumah Makan Kompleks Pasar Sentral Kota Gorontalo Tahun 2012 Febriyani Bobihu, 811408025 Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas
ABSTRAK GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU SISWA TERHADAP PHBS DAN PENYAKIT DEMAM TIFOID DI SMP X KOTA CIMAHI TAHUN 2011.
ABSTRAK GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU SISWA TERHADAP PHBS DAN PENYAKIT DEMAM TIFOID DI SMP X KOTA CIMAHI TAHUN 2011. Rika Prastiwi Maulani,2012. Pembimbing I : Dani, dr., M.kes Pembimbing II
I. PENDAHULUAN. terkontaminasi baik secara bakteriologis, kimiawi maupun fisik, agar
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Makanan jajanan adalah makanan dan minuman yang diolah oleh pengrajin makanan di tempat penjualan atau disajikan sebagai makanan siap santap untuk dijual bagi umum selain
KARAKTERISTIK PENGETAHUAN DAN PERILAKU TENTANG HIGIENE DAN SANITASI PENJAMAH MAKANAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SRAGEN
KARAKTERISTIK PENGETAHUAN DAN PERILAKU TENTANG HIGIENE DAN SANITASI PENJAMAH MAKANAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SRAGEN Lituhayu Gutomo 1, Pramudya Kurnia 2, Endang Nur Widiyaningsih 2 1 Instalasi Gizi
Lampiran 1. Formulir Persetujuan Partisipasi Dalam Penelitian FORMULIR PERSETUJUAN PARTISIPASI DALAM PENELITIAN (INFORMED CONSENT) NASKAH PENJELASAN
97 Lampiran 1. Formulir Persetujuan Partisipasi Dalam Penelitian FORMULIR PERSETUJUAN PARTISIPASI DALAM PENELITIAN (INFORMED CONSENT) NASKAH PENJELASAN Sebagai persyaratan untuk menyelesaikan studi di
BAB I PENDAHULUAN. bisa melaksanakan rutinitasnya setiap hari(depkesri,2004).
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Makanan adalah produk pangan yang siap hidang atau yang langsung dapat dimakan, biasanya dihasilkan dari bahan pangan setelah terlebih dahulu diolah atau di masak.
BAB I PENDAHULUAN. Makanan adalah salah satu kebutuhan dasar manusia dan merupakan hak
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Makanan adalah salah satu kebutuhan dasar manusia dan merupakan hak asasi setiap orang untuk keberlangsungan hidupnya. Makanan adalah unsur terpenting dalam menentukan
HUBUNGAN HIGIENE PENJAMAH SANITASI MINUMAN DENGAN KEBERADAAN BAKTERI Escherichia coli PADA MINUMAN JUS BUAH DI DAERAH TEMBALANG
HUBUNGAN HIGIENE PENJAMAH SANITASI MINUMAN DENGAN KEBERADAAN BAKTERI Escherichia coli PADA MINUMAN JUS BUAH DI DAERAH TEMBALANG Dyah Puji Lestari*, Nurjazuli**, Yusniar*** *Kampus Undip Tembalang Jl. Prof.
LEMBAR OBSERVASI HIGIENE SANITASI PENGOLAHAN BUBUR AYAM DI KECAMATAN MEDAN SUNGGAL TAHUN
LEMBAR OBSERVASI HIGIENE SANITASI PENGOLAHAN BUBUR AYAM DI KECAMATAN MEDAN SUNGGAL TAHUN 2012 (Sumber: Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 942/MENKES/SK/VII/2003) No Objek Pengamatan Prinsip I : Pemilihan
FAKTOR KONTAMINASI BAKTERI E. coli PADA MAKANAN JAJANAN DILINGKUNGAN KANTIN SEKOLAH DASAR WILAYAH KECAMATAN BANGKINANG ABSTRACT
Kurniadi, Y.,Saam, Z., Afandi, D 2013:7 (1) FAKTOR KONTAMINASI BAKTERI E. coli PADA MAKANAN JAJANAN DILINGKUNGAN KANTIN SEKOLAH DASAR WILAYAH KECAMATAN BANGKINANG Yepi Kurniadi UPT Dinas Kesehatan Kabupaten
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mereka sedang dalam puncak pertumbuhan. Pada anak usia sekolah akan terus
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Anak Usia Sekolah Anak usia sekolah yaitu anak yang berusia 6 sampai 12 tahun memiliki fisik lebih kuat dibandingkan dengan balita, memiliki sifat indifidual yang aktif, dimana
BAB 1 : PENDAHULUAN. kesehatan, dan keturunan. Berdasarkan ke empat faktor tersebut, di negara yang
BAB 1 : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menurut Blum yang dikutip oleh Notoadmodjo (2007), bahwa derajat kesehatan dipengaruhi oleh 4 (empat) faktor yaitu : lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan, dan
BAB 1 : PENDAHULUAN. bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pancasila dan Undang Undang
BAB 1 : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesehatan masyarakat merupakan salah satu modal pokok dalam rangka pertumbuhan dan kehidupan bangsa.kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan
sebagai vector/ agen penyakit yang ditularkan melalui makanan (food and milk
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal.
BAB I PENDAHULUAN. yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Undang Undang No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan mengamanatkan bahwa kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan
BAB I PENDAHULUAN. dalam kesehatan dan kesejahteraan manusia (Sumantri, 2010).
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Air merupakan zat yang memiliki peranan sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia.tanpa air, berbagai proses kehidupan tidak dapat berlangsung. Oleh karena itu,
BAB I PENDAHULUAN. berbahaya dalam makanan secara tidak sengaja (Fathonah, 2005). Faktorfaktor
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kontaminasi makanan adalah terdapatnya bahan atau organisme berbahaya dalam makanan secara tidak sengaja (Fathonah, 2005). Faktorfaktor penyebab kontaminasi makanan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 4,48 Ha yang meliputi 3 Kelurahan masing masing adalah Kelurahan Dembe I, Kecamatan Tilango Kab.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian 4.1.1 Geografi Luas Puskesmas Pilolodaa Kecamatan Kota Barat Kota Gorontalo yaitu 4,48 Ha yang meliputi 3 Kelurahan masing masing
