PERSONALIZATION SISTEM E-LEARNING BERBASIS ONTOLOGY
|
|
|
- Widyawati Kurnia
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 192 PERSONALIZATION SISTEM E-LEARNING BERBASIS ONTOLOGY Bernard Renaldy Suteja 1*), Suryo Guritno 2, Retantyo Wardoyo 2, dan Ahmad Ashari 3 1. Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Infomasi, UK. Maranatha, Bandung 40164, Indonesia 2. Program Studi Ilmu Komputer, Universitas Gadjah Mada, Sekip Utara Bulaksumur, Yogyakarta 55281, Indonesia 3. Elektronika dan Instrumentasi, Universitas Gadjah Mada, Sekip Utara Bulaksumur, Yogyakarta 55281, Indonesia *) [email protected] Abstrak Saat ini telah muncul teknologi web 2.0 yang mengakomodasi/memfasilitasi interaksi antar-web dapat terlaksana dengan baik. Interaksi tersebut meliputi saling bertukar informasi (sharing) dalam bentuk dokumen (slideshare), gambar (flickr), video (youtube), eksploitasi informasi (wikipedia), dan pembuatan komunitas-komunitas online (weblog dan webforum) yang prinsipnya adalah layanan pemberdayaan komunitas (inti dari web 2.0). Hal ini mengakibatkan banyaknya interaksi sosial dalam dunia maya (internet), diikuti dengan munculnya interaksi pembelajaran dan pelatihan anywhere-anytime sehingga munculah istilah e-learning. Hakekatnya, pembelajaran online sangat membutuhkan cara belajar mandiri dan kebiasaan untuk belajar. Dengan sistem pembelajaran tersebut, peran terpenting terletak pada pembelajar. Kehadiran sistem pembelajaran online (e-learning) yang diharapkan mampu meningkatkan intensitas belajar mandiri belum bias menunjukkan peran pentingnya karena di Indonesia masih banyak pembelajar yang belum memiliki budaya belajar mandiri. Oleh karena itu, akan dibangun sistem e-learning yang mampu mendorong pembelajar untuk berperan aktif, menitik beratkan pada personalization yang meliputi kemampuan menyesuaikan diri (adaptif) terhadap tingkat kemampuan pembelajar, serta mengoleksi sumberdaya pengetahuan yang saling mendukung. Sistem e-learning yang dibangun berbasiskan pada teknologi web 2.0 dan memanfaatkan ontology sebagai representasi dari meaning of knowledge yang dibentuk oleh pembelajar. Abstract Personalization of Ontology Based E-learning System. Today, a form of technology known as Web 2.0 that thoroughly supports web-to-web interactions is present. Interactions, such as information sharing in the forms of document sharing (slideshare), picture sharing (flickr), video sharing (youtube), Wikis, and online networking (weblog and web-forum) are principally accomodating community empowerment services. These factors cause the appearance of social interaction through Internet as well as learning interaction and anywhere-anytime training which is recently called e-learning. Basically, e-learning needs a self-employed learning method and learning habits that emphasize on the learner as the most important role. However, e-learning system which is expected to boost the intensity of selfemployed learning is uncapable to represent the importance. This is proven with the current e-learning system in Indonesia that only accomodates the delivery of learning materials identical to all active learners, ignores the cognitive aspects and does not offer any approach or experience of interactive self-learning and disregards the aspect of users ability to adapt. The proposed e-learning system which is Web 2.0-based utilizes ontology as the representation of meaning of knowledge formed by the learner. Keywords: adaptive e-learning, e-learning, ontology, personalization e-learning 1. Pendahuluan Pemanfaatan teknologi internet yang sedemikian pesat di negara maju dan juga di negara berkembang seperti Indonesia telah mampu mengubah gaya hidup dan sendi-sendi kegiatan operasional. Di Indonesia sendiri pengguna internet menurut data Internet World Stat tahun 2007 telah mencapai 20 juta dan berada di urutan 14 setelah Canada [1]. Internet juga telah mampu merubah paradigma mengenai tempat dan jarak yang semula terasa jauh menjadi semakin terasa dekat sehingga pemanfaatannya sangat diperlukan bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan. Website merupakan wujud nyata dari adanya teknologi internet. Melihat dari sisi pemanfaatannya hingga saat ini maka website sendiri telah berevolusi. Awalnya, website hanya mengakomodasi kebutuhan searching 192
2 193 dan browsing informasi. Tahap awal munculnya website ini sering disebut sebagai teknologi web 1.0. Kini muncul teknologi web 2.0 yang semakin memudahkan interaksi antar-web. Jenis interaksi yang dapat dilakukan antara lain saling bertukar informasi (sharing) baik dalam bentuk dokumen (slideshare), gambar (flickr), atau video (youtube), eksploitasi informasi (wikipedia), dan juga pembuatan komunitas-komunitas online (weblog, webforum) yang pada prinsipnya adalah sebuah layanan yang memberdayakan komunitas (inti dari web 2.0). Hal ini mengakibatkan bermunculannya interaksi sosial dalam dunia maya (internet) yang diikuti dengan munculnya interaksi pembelajaran dan pelatihan anywhere-anytime sehingga munculah istilah e-learning. Perkembangan e-learning telah berhasil mencuri perhatian banyak pihak baik dunia industri maupun dunia pendidikan. Dalam dunia industri, kehadiran e- Learning telah membantu peningkatan kompetensi pegawai. Sebagai contoh, Bank Mandiri telah meluncurkan learning management sistem (LMS) untuk melatih sekitar 18 ribu orang karyawannya yang tersebar di hampir 700 kantor cabang [2]. Selain itu, CISCO, P.T. SAP Indonesia, P.T. Telekomunikasi Indonesia dan IBM Indonesia juga telah menerapkan e-learning untuk mengembangkan sumber daya manusia mereka [3]. Demikian juga dalam dunia pendidikan, e-learning telah mampu memberikan perubahan cara pandang dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan hasil survey ASTD (American Society for Training & Development) tahun 2004, diperoleh data bahwa 90% dari universitas Amerika Serikat yang memiliki lebih dari siswa telah memanfaatkan e-learning. Sementara itu, di dunia bisnis persentasenya mencapai 60% [4]. Secara sederhana e-learning dalam dunia pendidikan dapat dijelaskan sebagai proses belajar mengajar yang dilakukan melalui sebuah komputer yang terhubung ke jaringan internet dan semua fasilitas yang biasa tersedia di tempat pembelajaran dapat tergantikan fungsinya oleh suatu aplikasi. Materi pelajaran dapat diperoleh secara langsung dalam bentuk file yang di-download sedangkan interaksi antara guru dan siswa dalam bentuk pemberian tugas dapat dilakukan secara intensif dalam bentuk forum diskusi atau melalui video conference. Seiring dengan perkembangan e-learning maka vendor pengembang sistem marak bermunculan dari yang berbasis pada opensource seperti Moodle, Dokeos, Sakai, dan sebagainya serta yang propitery seperti Blackboard (Web CT). Perkembangan sistem berbasis opensource cukup pesat karena kecilnya investasi sistem e-learning. Investasi yang dimaksud adalah hardware dan software bila dibandingkan dengan pembelajaran dengan cara konvensional. Beberapa perguruan tinggi baik di Indonesia dan juga di luar negri telah banyak menerapkan sistem e-learning ini. Namun, sistem e-learning yang ada saat ini ternyata masih belum bisa menjamin transformasi pembelajaran atau kelancaran penerapan pembelajaran itu sendiri. Sebuah studi tahun 2000 yang dilakukan oleh Forrester Group terhadap 40 perusahaan menunjukkan bahwa 68% menolak melakukan pelatihan dengan konsep e- Learning sedangkan studi lain mengindikasikan bahwa dari peserta yang terdaftar pada sistem e-learning, 50-80% justru tidak pernah menyelesaikan sampai akhir [5]. Lebih parahnya lagi, banyak sistem e-learning yang dibangun pada akhirnya harus ditutup. Hakekatnya pembelajaran online sangat membutuhkan cara belajar mandiri dan kebiasaan untuk belajar, peran terpenting terletak pada pembelajar. Kehadiran sistem pembelajaran online (e-learning) yang diharapkan mampu meningkatkan intensitas belajar mandiri tersebut justru belum bisa menunjukkan peran pentingnya. Hal ini dapat dilihat dari kondisi sistem e-learning yang hanya mengedepankan penyampaian (delivery) konten materi pembelajaran secara sama kepada semua pembelajar yang ada. Sistem yang ada masih mengabaikan aspek kognitif, dan belum menawarkan pendekatan atau pengalaman belajar mandiri yang interaktif serta memperhatikan aspek adaptasi pengguna. Pembelajaran online yang membutuhkan cara belajar mandiri dan kebiasaan untuk belajar akan diwujudkan ke sebuah sistem e-learning dengan memanfaatkan teknologi web 2.0 (wiki, blog, flickr, dan youtube) yang berfokus pada layanan pemberdayaan komunitas. Contentlearning akan dikoleksi dari sumber daya knowledge berbasis web 2.0 yang kemudian meta datanya dikelola dengan menggunakan ontology. Ontology memiliki banyak pengertian seperti yang dijelaskan dalam berbagai sumber, termasuk yang dikemukakan oleh beberapa ilmuan: Neches dan rekannya memberikan definisi awal tentang ontology, yaitu sebuah ontology merupakan definisi dari pengertian dasar dan relasi vokabulari dari sebuah area sebagaimana aturan dari kombinasi istilah dan relasi untuk mendefinisikan vakabulari [6]. Gruber mempunyai definisi ontology yang sering digunakan orang, yaitu Ontology merupakan sebuah spesifikasi eksplisit dari konseptualisme [7]. Sedangkan Barnaras pada proyek KACTUS memberikan definisi ontology yang berdasarkan pada pengembangan ontology. Definisinya adalah sebagai berikut, sebuah ontology memberikan pengertian untuk penjelasan secara eksplisit dari konsep terhadap representasi pengetahuan pada sebuah knowledgebase [8]. Ada pula buku yang memberikan definisi tentang ontology, salah satunya adalah The Semantic Web [9]: 1) Salah satu cabang metafisika yang terfokus pada alam dan hubungan antara mahluk hidup; 2) Teori tentang sifat alami mahluk hidup.
3 194 Ontology merupakan suatu teori tentang makna dari suatu objek, property dari suatu objek, serta relasi objek tersebut yang mungkin terjadi pada suatu domain pengetahuan. Pada tinjauan filsafat, ontology adalah studi tentang sesuatu yang ada. Selain itu, ontology adalah sebuah konsep yang secara sistematik menjelaskan tentang segala sesuatu yang ada atau nyata. Dalam bidang artificial intelligence (AI) ontology memiliki dua pengertian yang berkaitan. Pertama, ontology merupakan kosakata representasi yang sering dikhususkan untuk domain atau subjek pembahasan tertentu. Kedua, sebagai body of knowledge untuk menjelaskan bahasan tertentu. Secara umum, ontology digunakan pada AI dan persentasi pengetahuan. Segala bidang ilmu yang ada di dunia, dapat menggunakan metode ontology untuk dapat berhubungan dan saling berkomunikasi dalam hal pertukaran informasi antara sistem-sistem yang berbeda. Untuk dapat digunakan, sebuah ontology harus diekspresikan dalam notasi yang nyata. Bahasa ontology adalah bahasa formal dari sebuah pembuatan ontology. Beberapa komponen yang menjadi struktur ontology, antara lain [10]: 1) extensible markup language (XML) menyediakan sintaksis untuk output dokumen terstruktur, tetapi belum dipaksakan untuk dokumen XML menggunakan semantic constrains, 2) XML schema bahasa untuk pembatasan struktur dari dokumen XML, 3) Resource description framework (RDF) model data untuk objek (resources) dan relasi di antaranya, menyediakan semantik yang sederhana untuk model data tersebut, dan data model ini dapat diwujudkan dalam sintaks XML, 4) RDF schema adalah kosakata untuk menjelaskan properties dan classes dari sumber RDF, dengan sebuah semantik untuk hierarki penyamarataan dari properties dan classes, 5) Ontology web language (OWL) menambahkan beberapa kosakata untuk menjelaskan properties dan classes, antara lain: relasi antara classes (misalkan disjointness), kardinalitas (misalkan tepat satu ), equality, berbagai tipe dari properties, karakteristik dari properties (misalkan symmetry), menyebutkan satu persatu classes. Berbagai bahasa yang menyusun ontology, seperti yang telah dijelaskan, memiliki kedudukan tertentu dalam struktur ontology. Setiap layer akan memiliki fungsi tambahan dan kompleksitas tambahan dari layer sebelumnya. Pengguna atau user yang memiliki fungsi pemrosesan layer paling rendah dapat memahami walaupun tidak seluruh ontology terletak di layer atasnya. Dalam setiap layer tersebut, masing-masing bagian memiliki fungsi masing-masing: 1) XML memiliki fungsi menyimpan isi halaman web, 2) RDF adalah layer untuk merepresentasikan semantik dari isi halaman tersebut, 3) Ontology layer untuk menjelaskan vocabulary dari domain, 4) Logic layer memungkinkan untuk mengambil data yang diinginkan. Sebuah penelitian Cui Guangzuo dikembangkan OntoEdu yang merupakan ontology dan digunakan untuk menggambarkan konsep dari komunikasi dan hubungan antar-platform education. Terdapat dua macam ontology dalam OntoEdu: content ontology dan activity ontology [11]. Educational ontology merupakan modul inti untuk mengatur komponen lainnya. Dengan ontology maka OntoEdu dapat belajar knowledge dari education specialist dan juga information specialist sehingga secara otomatis dapat mengemas menjadi suatu content yang sesuai dengan keinginan pengguna (user request). Berdasarkan pada ontology dan teknologi web semantik maka akan tercipta sebuah platform arsitektur hubungan education yang fleksibel disebut dengan arsitektur OntoEdu. Terdapat lima komponen dalam OntoEdu ini yaitu [11]: 1) User adaptation, 2) Menerima parameter dari pengguna berkaitan dengan transformasi adaptasi terhadap sistem, 3) Auto composition, 4) Bertanggung jawab untuk memberikan penugasan sebagai respon dari pengguna, 5) Education ontology, 6) Melibatkan aktivitas ontology dan material ontology, 7) Servicemodul, 8) Model dinamis yang digunakan meningkatkan distribusi learning, 9) Content modul, 11) Model dinamis yang digunakan meningkatkan distribusi content learning. Pada akhirnya, ontology yang merupakan representasi pengetahuan pada sebuah knowledge base akan terbentuk untuk dimanfaatkan sebagai bagian pedagogi bagi pengguna sistem yang akan dikembangkan pada social network yang terbentuk. Sistem e-learning yang dibangun menitik beratkan pada personalization yang dirancang untuk mempertahankan aspek kognitif penggunanya dengan mampu mengerti dan menyesuaikan diri terhadap tingkat penggunaannya dan pada akhirnya mampu meningkatkan minat pembelajar dari pengguna sistem e-learning. 2. Metode Penelitian Electronic learning atau e-learning adalah proses pembelajaran mandiri yang difasilitasi dan didukung melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi [12]. Dari beberapa sistem e-learning yang dikembangkan hingga saat ini, secara umum dapat dibagi berdasarkan sifat interaktivitasnya menjadi 2 (dua) kelompok: (1) E-Learning yang bersifat statis. Pengguna sistem ini hanya dapat men-download bahanbahan (content) belajar yang diperlukan sedangkan dari sisi administrator, ia hanya dapat meng-upload file-file materi. Pada sistem ini, suasana belajar yang sebenarnya tak dapat dihadirkan, misalnya jalinan komunikasi. Sistem ini cukup berguna bagi mereka yang mampu belajar otodidak dari sumber-sumber bacaan yang disediakan, baik yang berformat HTML, PowerPoint,
4 195 PDF, maupun yang berupa video. Kalaupun digunakan, sistem ini berfungsi untuk menunjang aktivitas belajarmengajar yang dilakukan secara tatap muka di kelas. (2) E-Learning yang bersifat dinamis. Fasilitas yang ada pada sistem ini lebih bervariasi dari apa yang ditawarkan sistem pertama. Pada sistem kedua ini, fasilitas seperti forum diskusi, chating, , alat bantu evaluasi pembelajaran, manajemen pengguna, serta manajemen materi elektronis sudah tersedia sehingga pengguna (siswa) mampu belajar dalam lingkungan belajar yang tidak jauh berbeda dengan suasana kelas. Sistem kedua ini dapat digunakan untuk membantu proses transformasi paradigma pembelajaran dari teacher-centered menuju student-centered. Bukan lagi pengajar yang aktif memberikan materi atau meminta siswa bertanya mengenai sesuatu yang belum dipahami, tetapi di sini siswa dilatih untuk belajar secara kritis dan aktif. Sistem e-learning yang dikembangkan dapat menggunakan pendekatan metode belajar kolaboratif (collaborative learning) maupun belajar dari proses memecahkan problem yang disodorkan (problem-based learning). Personalisasi merupakan tahapan selanjutnya dari evolusi e-learning. Paulo Gomes dan kawan-kawan menyatakan bahwa pembelajar dapat merasakan beragam gaya kognitif dan membuat efisiensi yang tepat dalam penggunaan sistem e-learning untuk masingmasing pembelajar yang berbeda latar belakang dan tingkat kemampuannya. Terdapat dua personalisasi model yaitu: real time personalization dan non-real time personalization. Realtime personalization yang ditunjukkan pada Gambar 1 mengamati interaksi siswa dengan sistem secara continue dan real time serta selalu memberikan content materi yang sesuai [13]. Non-real time personalization yang ditunjukkan pada Gambar 2 berjalan dengan menggabungkan data siswa yang ada untuk kemudian dianalisis untuk memperoleh rekomendasi perubahan course content [13]. Munculnya teknologi web semantik, e-learning content dapat ditambahkan meta data (termasuk di dalamnya atribut-atribut pedagogik) dan kemudian diatur atau diorganisasikan ke dalam ontology sehingga memudahkan penyebaran, penemuan, dan penggunaan content dengan cara yang lebih baik. Dengan cara ini, tidak hanya manusia yang dengan mudah menemukan dan mengatur content yang diperlukan, tetapi juga agen cerdas. Agen cerdas yang ada pada aplikasi akan menemukan dan mengelola content dari sumber content yang heterogen kemudian mengombinasikan menjadi customized courseware dengan kriteria spesifik dan aturan-aturan lainnya. Customized courseware ini mengacu pada sekumpulan content (bersumber dari heterogent content) yang mana content-content saling terkait dan aturan pedagogik tetap terjaga [14]. Gambar 1. Real Time Personalization Model Gambar 2. Non-real Time Personalization Model Sistem yang akan dikembangkan dengan berpedoman pada standarisasi e-learning yang harus digunakan sebagai acuan pengembangan sistem [15]: a) LTSC (Learning Technology Standards Committee) Diciptakan oleh Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE) yang telah membentuk banyak standar teknologi untuk elektrikal, teknologi informasi, dan ilmu pengetahuan. Tujuan dari LTSC ini adalah untuk membentuk akreditasi standar teknis, memberikan rekomendasi pelatihan, dan menjadi acuan dalam teknologi pembelajaran. b) IMS (Instructional Managements Systems) Merupakan organisasi yang penting dalam komunitas e- Learning sejak consortium antara akademisi, perusahaan dan pemerintah untuk membangun dan mendukung open spesification untuk distribusi learning dan pengembangan content dan pertukaran siswa antara sistem yang berbeda.
5 196 c) ADL (Advanced Distributed Learning) Membuat shareable courseware object reference model (SCORM). SCORM merupakan sebuah spesifikasi standar untuk reusability dan interoperability dari content pembelajaran [9]. SCORM fokus pada dua aspek terpenting pada interoperability dari content pembelajaran: 1) Mendefinisikan secara agregrat model untuk mengemas content pembelajaran, 2) Mendefinisikan API yang dapat digunakan untuk komunikasi antara content pembelajaran dengan sistem yang digunakan. Spesifikasi SCORM terdiri atas dua bagian, yaitu content aggregation model dan Run-time environment. content aggregation model menyediakan spesifikasi untuk pengembangan isi berdasar pada pedoman pembuatan obyek pembelajaran sedangkan Run-time environment merupakan mekanisme pembentukan komunikasi antara learning management system dan shareable content object (SCOs). Web semantik adalah perkembangan generasi web berikutnya atau yang bisa di sebut sebagai evolusi dari WWW (world wide web) yang dicetuskan pada tahun 2002 [16]. Web semantik didefinisikan sebagai sekumpulan teknologi, yang memungkinkan komputer untuk memahami arti sebuah informasi berdasarkan metadata, yaitu informasi mengenai isi informasi. Dengan adanya metadata, komputer diharapkan mampu mengartikan hasil pemasukan informasi sehingga hasil pencarian menjadi lebih detail dan tepat. W3C (world wide web consortium) mendefinisikan format metadata tersebut dalam RDF. Tiap unit dari RDF terdiri dari tiga komposisi, yaitu subject, predicate, dan object. Subject dan object adalah entitas yang ditunjukkan oleh teks sedangkan predicate adalah komposisi yang menerangkan sudut pandang dari subject yang di jelaskan object. Hal yang paling menarik dari RDF adalah object dapat menjadi subject yang nantinya diterangkan oleh object yang lainnya sehingga object atau masukan dapat diterangkan secara jelas dan detail, serta sesuai dengan keinginan pengguna yang memberikan masukan. Teknologi web semantik dapat digunakan untuk membangun sistem dengan mengumpulkan content e- Learning dari sumber yang berbeda untuk kemudian diproses, dikelola, dan di-share untuk pengguna atau artificial agent dengan menggunakan ontology. Terdapat tiga teknologi penting yang terlibat dalam penggunaan web semantik yaitu XML, RDF, dan OWL. 3. Hasil dan Pembahasan Pengembangan agent yang pintar atau berbasis intelligent pada pembuatan personalization system e- Learning ini turut berperan dalam terjadinya evolusi e- Learning itu sendiri. Agent mempunyai kemampuan untuk melakukan suatu tugas/pekerjaan dalam kapasitas untuk sesuatu atau untuk orang lain terhadap komponen sistem e-learning yang lain (repository knowledge seperti yang ada dalam Gambar 3). Oleh karenanya, dengan memasukan konsep intelligent agent yang bertugas menganalisis profile, kualitas knowledge dan kapasitas pembelajar kedalam sistem e-learning maka akan diperoleh sistem e-learning yang lebih bersifat personal. Intelligentagent yang dimasukkan kedalam e-learning menganalisis model-model pembelajaran yang ada sehingga dapat dikategorikan sebagai intelligent tutoring system. Intelligent tutoring sistem menerapkan strategi pembelajaran secara pedagogis artinya adalah menitik beratkan pada urutan content, bentuk dari feedback yang diterima dan bagaimana materi ajar diberikan atau di jelaskan. Agent tersebut mengelola sumber daya knowledge dari teknologi web 2.0 yang ada pada knowledge repository dan representasinya ke dalam sistem dibuat dengan berdasarkan pada ontology baik bagi pembelajar maupun pengajarnya. Perancangan dilakukan dengan membuat sistem e- Learning dengan menerapkan asynchronous meliputi course content, discussion forum, mailing list, s. Selanjutnya, dikembangkan ke synchronous yang meliputi quiz, chatting, video-conferencing. Selanjutnya, mengembangkan agent berbasis ontology yang mengelola tag dan folksonomi untuk dapat mengelola sumber daya pengetahuan berbasis teknologi web 2.0, seperti wiki, flickr, dan youtube yang dapat digunakan sebagai pendukung content course yang ada di sistem e-learning. Untuk mendukung personalisasi terhadap pengguna e- Learning tersebut maka pengguna dapat melakukan customize interface e-learning termasuk mengelola sumber daya pengetahuan baik yang dikoleksi sendiri ataupun yang disarankan oleh sistem. Sumber daya pengetahuan di kelola oleh intelligent agent dengan menerapkan ontology untuk melakukan representasi dari pengetahuan. Sistem e-learning yang dibangun menerapkan lima konsep utama dari intelligent learning sistem, yaitu student model, pedagogical module, comunication model, domain knowledge, dan expert model. Dalam pedagogical module pencapaian hasil terbaik dibantu oleh agent teacher character yang mampu mengetahui tingkat kemampuan pembelajaran dan juga dapat memberikan motivasi berupa feedback ke pengguna e- Learning tersebut serta feedback untuk pengajar yang terlibat mengenai course yang dikelola di sistem e- Learning.
6 197 Gambar 3. Personalization e-learning Framework Berikut disampaikan rancangan sebuah prototipe e- Learning dengan memanfaatkan ontology pada pendidikan, khususnya pada bagian pengajaran. Dalam pembuatan ontology ini, langkah awal meliputi searching dan browsing web dan kemudian melakukan kategorisasi terhadap materi yang ditemukan sehingga akhirnya diproses dengan identifikasi dan definisi dari main concept serta metadata content [14]. Hasil dari kategorisasi yang dihasilkan menghasilkan domain concept untuk ontology seperti yang ada pada Gambar 4: a) Courses: mengidentifikasikan course dengan syllabus, notes, courseworks, b) Teaching material: mencakup tutorial (artikel yang menjelaskan secara detail mengenai tugas-tugas), lectures (lecturenotes atau slides dalam bentuk/format yang bermacam-macam), lab material, book (Onlinebook), tool (software yang siap digunakan, codesample, workexample, dan whitepaper, c) Assessments: Quizzes (pertanyaan singkat dengan jawaban singkat, multiple choice questions (MCQ), exams tests dengan pertanyaan terbuka, bentuk tes lainnya, d) Support materials: Collections (meliputi berbagai sumber, seperti homepage dan portal) backgroundreadings (pengetahuan dasar), forum, sumber daya yang dapat mendukung pengajaran, e) Experts: - mengidentifikasikan sebagai komunitas pengajar yang berpengalaman, f) Institutions: - Termasuk di dalamnya organisasi sumberdaya pengajar dan ahli di bidangnya. Termasuk juga Universitas/ Perguruan Tinggi. Gambar 4. Skema Perancangan Ontology E-Learning Untuk merancang ontology dapat digunakan beberapa macam tool dari yang mulai berbasis open source seperti Portege (dibawah pengembangan Stanford University) dan yang proprietary seperti Altova. Dalam perancangan ini digunakan tool Altova Semantic Work karena pembuatannya dilakukan dengan gambar-gambar. Menggunakan Altova Semantic Work, pengembangan ontology dilakukan dengan gambar-gambar (visual). Berikut adalah tampilan perancangan ontology dengan menggunakan tool Altova.
7 198 Gambar 5. RDF dan Diagram Ontology Couses-Expert Perancangan ontology, sebagai contoh ontology dari couses dan expert yang saling terkait beserta bentuk representasi dalam RDF akan diperoleh tampilan seperti Gambar 5. Tampak bahwa domain courses memiliki korelasi berupa property assessed_by dengan domain assessment dan property support_by dengan domain support materials. Sistem dibangun berbasis pada object oriented programming dengan menggunakan LAMP technology (Linux, Apache, MySql, PHP) serta memanfaatkan Prado framework. Adapun class diagram dari sistem adalah sebagai berikut: Class e-learning page merupakan kelas turunan dari kelas TPage. Kelas e-learning page menyediakan metode-metode yang berhubungan dengan page (halaman web), seperti perpindahan page, inisialisasi page, dan tampilan atau isi page. Pada bagian awal, sistem (Gambar 6) akan meminta autentikasi pengguna. Masing-masing account yang terdaftar akan memiliki hak akses yang berbeda-beda serta penciptaan ontology dari knowledge yang dibentuk dari setiap tingkat pembelajaran dari penggunanya. Pengguna yang login ke sistem akan mendapati menu pull down yang tertata secara sistematis di bagian atas. Menu-menu yang muncul ini sangat bergantung dari hak akses dari penggunanya. Pada bagian setup profile akan dijadikan sebagai acuan dasar (awal) oleh agent dalam menganalisis tingkat kemampuan dan adaptasi sistem ke penggunanya.
8 199 Implementasi user interface pengelolaan tugas dari aplikasi e-learning tampak pada Gambar 7. Tugas yang ada dikolaborasikan dengan analisis oleh agent ontology terhadap kemampuan pembelajar dengan repositori pengetahuan yang terbentuk sehingga tugas yang akan diperoleh pembelajar akan sesuai dengan tingkatan kemampuan dan adaptasi pembelajar. Tugas yang diberikan oleh agent akan muncul bersama sumber daya pengetahuan web 2.0 yang bersesuaian seperti wiki, flikr, dan sebagainya. Selanjutnya, implementasi dari user interface pengelolaan soal dan pilih soal latihan dari aplikasi e- Learning akan dikembangkan pada Gambar 8. Soal yang ada dikolaborasikan dengan analisis oleh agent ontology terhadap kemampuan pembelajar dengan repositori knowledge yang terbentuk sehingga soal yang akan diperoleh pembelajar akan sesuai dengan tingkatan kemampuan dan adaptasi pembelajar. Gambar 8. Tampilan Pengelolaan Soal dan Ujian Gambar 6. Tampilan Profil Pengguna Gambar 7. Tampilan Pengelolaan Tugas 4. Simpulan Sistem e-learning yang dikembangkan memanfaatkan ontology sebagai proses memetakan pengetahuan pembelajar dalam proses belajar dan melatih konsep pemahaman terhadap materi. Dalam proses tersebut dapat diperoleh model perkembangan pembelajar yang lebih baik dan dapat mengadaptasikan isi dan struktur materi dari pembelajar yang berhasil dalam belajar online ke pembelajar lain yang baru ikut serta dalam sistem ini. Berikut adalah hasil yang dapat diperoleh dari pemanfaatan ontology dalam pengembangan sistem e- Learning: 1) turut serta meningkatkan kualitas pembelajaran, 2) mengarahkan pengajar serta pembelajar untuk mendapatkan informasi yang relevan, 3) pembuktian tingkat efektivitas terhadap retrieval dari sistem e- Learning (waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh informasi), 4) terciptanya agent yang menangani repositori pengetahuan berbasis ontology, 5) menerapkan kemudahan dalam mengakses informasi yang dibutuhkan, 6) improvisasi pengajaran dan pembelajaran oleh pengguna secara maksimal.
9 200 Pada pengembangan selanjutnya, perluasan atau pengembangan domain ontology perlu dilakukan agar tercipta integritas yang baik dalam sistem e-learning yang dibangun. Daftar Acuan [1] Internet World Stat, com /top20.html, [2] E-Learning US$ Jutaan Bank Mandiri, Efektifkan?, Majalah Swa, tren/details.php?cid=1&id=1125, [3] S. Bharwani, e-learning-understanding its True Business Value and Opportunity, [4] R. Ellis, Learning Circuits e-learning Trends, _Trends_2004.html, [5] M. Delio, Report: Online Training Boring. Wired News, ,00.html, [6] T. Finin, T.R. Gruber, T. Senator, R. Neches, R.E. Fikes, W.R. Swartout, AI Magazine 12 (1991) 36. [7] T.R. Gruber, Int. J. Hum.-Comput Stud. 43 (1995) 907. [8] A. Barnaras, L. Laresgoiti, J. Corera, In: W. Wahlster (Eds.), Building and Reusing Ontologies for Electrical Network Applications, European Conference on Artificial Intelligence (ECAI'96), John Wiley and Sons, Budapest, Hungary, 1996, p [9] M.C. Daconta, L.J. Obrst, K.T. Smith, A Guide to the Future of XML, Web Services, and Knowledge Management, Wiley Publishing, Indianapolis, Indiana, 2003, p.85. [10] I.W.S. Wicaksana, K. Tiryanto, L. Yuniar, Proceedings of KOMMIT, Depok, Indonesia, 2006, p.1. [11] C. Guangzuo, C. Fei, C. Hu, L. Shufang, GCCCE Journal 22 (2004) 401. [12] H.B. Santoso, e-learning: Belajar Kapan Saja, Dimana Saja, Learning.pdf, [13] S.B. Renaldy, S. Guritno, R. Wardoyo, A. Ashari, IJCSI 7 (2010) 488. [14] S.B. Renaldy, A. Ashari, Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2008 (SNATI 2008), Yogyakarta, Indonesia, 2008, p.c13. [15] C. Lewis, International Standards and Trends in elearning, IHRM Human Resources Butterworths, Hong Kong, 2001, p.167. [16] P. Iko, Semantic Web-Hypermedia in Education: A Framework for Building Web-based Educational Portals,
PENGUJIAN TOOL ONTOLOGY ENGINEERING
PENGUJIAN TOOL ONTOLOGY ENGINEERING I Wayan Simri Wicaksana, Kris Triyantio, Lintang Y. Banowosari. Universitas Gunadarma PT. Radiant Centra Nusa E-mail: {iwayan,lintang}@staff.gunadarma.ac.id, antio [email protected]
Ontology e-learning Content berbasis Web Semantic
Ontology e-learning Content berbasis Web Semantic Bernard Renaldy Suteja 1, Ahmad Ashari 2 1 Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Infomasi UK. Maranatha; [email protected] 2 Elektronika
SISTEM ONTOLOGI E-LEARNING BERBASIS SEMANTIC WEB.
SISTEM ONTOLOGI E-LEARNING BERBASIS SEMANTIC WEB Bernard Renaldy Suteja 1, Suryo Guritno 2, Retantyo Wardoyo 2, Ahmad Ashari 3 1 Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Infomasi UK. Maranatha [email protected]
CASE TOOL UNTUK PEMODELAN SEMANTIK DATA DALAM WEB ONTOLOGY LAGUANGE (OWL)
CASE TOOL UNTUK PEMODELAN SEMANTIK DATA DALAM WEB ONTOLOGY LAGUANGE (OWL) Catur Bawa 1), Daniel Siahaan 2) Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
IMPLEMENTASI ONTOLOGI UNTUK PERSONALISASI E-LEARNING
IMPLEMENTASI ONTOLOGI UNTUK PERSONALISASI E-LEARNING Bernard Renaldy Suteja, Suryo Guritno, Retantyo Wardoyo, dan Ahmad Ashari Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Infomasi UK. Maranatha Ilmu Komputer
Mengapa menggunakan ICT. Bagaimana level kompetensi ICT bagi seorang guru? Pemanfaatan ICT untuk Pembelajaran 5/24/12. Learning: dahulu vs sekarang
Learning: dahulu vs sekarang Pemanfaatan ICT untuk Pembelajaran Herman Dwi Surjono, Ph.D. Dosen FT dan PPs UNY Kepala Puskom UNY [email protected] http://blog.uny.ac.id/hermansurjono http://herman.elearning-jogja.org
Perancangan Model Ontologi Pada Sistem Informasi Manajemen Skripsi
Perancangan Model Ontologi Pada Sistem Informasi Manajemen Skripsi Fajar Saptono, Idria Maita Jurusan Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Pekanbaru
S Pembelajaran berbasis komputer (CBL) S CD pembelajaran S Multimedia pembelajaran S Aplikasi tutorial S Games, dll. S Pembelajaran berbasis web (WBL)
Belajar: dahulu vs sekarang Perkembangan Teknologi E-Learning Herman Dwi Surjono, Ph.D. Dosen FT dan PPs UNY Kepala Puskom UNY http://blog.uny.ac.id/hermansurjono http://herman.elearning-jogja.org http://www.facebook.com/hermands
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Peranan regulasi dari pemerintah atau departemen terkait dalam mendukung realisasinya e-learning dalam proses pendidikan di tanah air tersirat dalam Undang-undang
Definisi Semantic Web
Semantic Web 1 Definisi Semantic Web Semantic web adalah sebuah visi: ide atau pemikiran dari bagaimana memiliki data pada web yang didefinisikan dan dihubungkan dengan suatu cara dimana dapat digunakan
URi. Program Studi Sistem Informasi Universitas Gunadarma.
APLIKASI PENCARIAN PARIWISATA PERAIRAN DI INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN WEB SEMANTIK ABSTRAK Aplikasi pencarian Pariwisata berbasis Web dengan menggunakan pendekatan Semantic Web ini bertujuan
Implementasi Ontologi untuk Personalisasi Pembelajaran Online pada Mata Kuliah Jaringan Komputer
Implementasi Ontologi untuk Personalisasi Pembelajaran Online pada Mata Kuliah Jaringan Komputer Bernard Renaldy Suteja Fakultas Teknologi Infomasi, Universitas Kristen Maranatha, Bandung Abstract Cognitive
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1.Latar Belakang Penelitian
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Penelitian Teknologi mengalami kemajuan yang pesat termasuk di bidang pendidikan. Pembelajaran online menjadi terobosan yang menggembirakan di bidang pendidikan. Namun,
E-Learning SMKN 2 Kediri PRAKTEK
E-Learning SMKN 2 Kediri PRAKTEK Login dan Logout Course Administration Turn Editing On: Menu ini dipilih jika kita akan mengedit kelas seperti menambahkan materi dan aktivitas. Jika tidak diaktifkan,
EVALUATION MANAGEMENT SYSTEM BERBASIS WEB UNTUK MENDUKUNG PENILAIAN TES ONLINE
EVALUATION MANAGEMENT SYSTEM BERBASIS WEB UNTUK MENDUKUNG PENILAIAN TES ONLINE M. Udin Harun Al Rasyid, Setiawardhana Jurusan Teknologi Informasi, Politeknik ELektronika Negeri Surabaya (PENS) - ITS E-mail:
BAB I PENDAHULUAN. Proses penyimpanan makna dan kandungan dari suatu domain pengetahuan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Proses penyimpanan makna dan kandungan dari suatu domain pengetahuan dengan menggunakan basis data relasional atau dalam bentuk dokumen terstruktur memiliki
e-learning: Belajar Kapan Saja, Dimana Saja
e-learning: Belajar Kapan Saja, Dimana Saja Oleh: Harry B. Santoso Dulu mungkin kita berpikir bahwa kegiatan belajar mengajar harus dalam ruang kelas. Dengan kondisi dimana guru atau dosen mengajar di
MEMBANGUN ONTOLOGI JURNAL MENGGUNAKAN PROTÉGÉ (Build Journal Of Use Protege Ontology)
MEMBANGUN ONTOLOGI JURNAL MENGGUNAKAN PROTÉGÉ (Build Journal Of Use Protege Ontology) Atmoko Nugroho Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Semarang Abstract In this time a lot of journal
1. Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Masalah
1. Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Masalah Dalam e-learning terutama yang berbasis web, terdapat dua konsep belajar yang berbeda, yaitu Virtual Learning Environment (VLE) dan Personal Learning Environment
Pengembangan Aplikasi E-learning dengan Menggunakan PHP Framework Prado
Pengembangan Aplikasi E-learning dengan Menggunakan PHP Framework Prado Djoni Setiawan K, Purnomo Wisnu Aji Program Studi D3 Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Maranatha
BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Indonesia
1 BAB 1 PENDAHULUAN Bab ini berisi tentang latar belakang tugas akhir mahasiswa, permasalahan, serta tujuan pembuatan tugas akhir. Selain itu akan dibahas pula mengenai ruang lingkup tugas akhir, metodologi
Alat Bahasa isyarat alat peraga gambar Bahasa verbal Teks (symbol atau huruf) Interaksi: Langsung Tidak langsung. sumber media tujuan
KholidA.Harras Alat Bahasa isyarat alat peraga gambar Bahasa verbal Teks (symbol atau huruf) Interaksi: Langsung Tidak langsung sumber media tujuan 2 Media tak langsung (Offline) Orang lain Buku Kaset
The next big killer application for the Internet is going to be education John Chambers, CEO of Cisco Systems
Pengantar e-learning dan Pengembangannya The next big killer application for the Internet is going to be education John Chambers, CEO of Cisco Systems Pendahuluan Seiring dengan perkembangan Teknologi
PENGEMBANGAN KONSEP ONTOLOGY DALAM PEMANFAATAN LEARNING MANAGEMENT SYSTEM (LMS) Heri Sismoro 1 dan Ahmad Luthfi 2 1. STMIK AMIKOM Yogyakarta 2
PENGEMBANGAN KONSEP ONTOLOGY DALAM PEMANFAATAN LEARNING MANAGEMENT SYSTEM (LMS) Heri Sismoro 1 dan Ahmad Luthfi 2 1 STMIK AMIKOM Yogyakarta 2 Universitas Bina Darma Palembang Abstract The development of
IMPLEMENTATION OF WEB SEMANTIC DATA INTEROPERABILITY IN SPORTS INDUSTRY WITH GRDDL
IMPLEMENTASI INTEROPERABILITAS DATA WEB SEMANTIK PADA INDUSTRI OLAHRAGA DENGAN GRDDL Junaedi Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, Universitas Gunadarma Jl. Margonda Raya no. 100, Depok 16424,
RANCANG BANGUN SISTEM E-LEARNING JURUSAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMPUTER
RANCANG BANGUN SISTEM E-LEARNING JURUSAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMPUTER Huzaeni Hasanun 1, Salahuddin 2 1,2 urusan Teknologi Informasi dan Komputer Politeknik Negeri Lhokseumawe Jln. B.Aceh Medan Km.280
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi beberapa tahun ini sangat pesat, seiring dengan perkembangan ini tuntutan akan informasi juga semakin besar. Media teknologi informasi
soal tes + ujian asil + ujian BUKU PANDUAN SISTEM MANAJEMEN KONTEN PADA PLATFORM MOODLE Buku Panduan CMS pada Platform Moodle 1
soal tes + ujian asil + ujian BUKU PANDUAN SISTEM MANAJEMEN KONTEN PADA PLATFORM MOODLE Buku Panduan CMS pada Platform Moodle 1 Daftar Isi Daftar Isi...2 BAB I. PENDAHULUAN...3 1.1. Sekilas Tentang Moodle...3
Mengapresiasi e-learning Berbasis MOODLE Basori 1
Mengapresiasi e-learning Berbasis MOODLE Basori 1 A. Pendahuluan Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat mendorong berbagai lembaga pendidikan memanfaatkan sistem e-learning untuk
IMPLEMENTASI MODEL ONTOLOGY UNTUK PENCARIAN INFORMASI BERITA BERBASIS SEMANTIK TUGAS AKHIR
IMPLEMENTASI MODEL ONTOLOGY UNTUK PENCARIAN INFORMASI BERITA BERBASIS SEMANTIK TUGAS AKHIR Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Meraih Gelar Sarjana Strata 1 Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Malang
Pemanfaatan ICT untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
Pemanfaatan ICT untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Herman Dwi Surjono, Ph.D. [email protected] http://blog.uny.ac.id/hermansurjono http://herman.elearning-jogja.org http://www.facebook.com/hermands
BAB V PERANCANGAN MOXIE
BAB V PERANCANGAN MOXIE Bab ini berisi penjabaran dari hasil perancangan Moxie. Pembahasan pada bab ini mencakup perancangan arsitektur dan model skenario untuk Moxie. Model skenario merupakan produk dari
APLIKASI E-LEARNING DENGAN OPEN SOURCE WEBELS
Media Informatika Vol. 8 No. 1 (2009) APLIKASI E-LEARNING DENGAN OPEN SOURCE WEBELS Ana Hadiana Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer LIKMI Jl. Ir. H. Juanda 96 Bandung 40132 E-mail: [email protected]
Adi Heru Utomo Jurusan Teknologi Informasi, Politeknik Negeri Jember Jalan Mastrip Kotak Pos 164 Jember
Sistem Monitoring dan Evaluasi pada Moodle untuk kegiatan E-learning pada Program S-2 Pascasarjana Fakultas Teknologi Informasi Jurusan Teknik Informatika Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya Adi
MANAJEMEN INTERNET CONTENT DAN INTEGRASI APLIKASI UNTUK MENDUKUNG ENTERPRISE INFORMATION PORTAL EKSEKUTIF
MANAJEMEN INTERNET CONTENT DAN INTEGRASI APLIKASI EMAIL UNTUK MENDUKUNG ENTERPRISE INFORMATION PORTAL EKSEKUTIF D. Faroq Romdhoni 1, Rengga Asmara 2, Arif Basofi 2 Mahasiswa 1, Dosen Pembimbing 2 Politeknik
Bab 2. Tinjauan Pustaka
Bab 2 Tinjauan Pustaka 2.1 Penelitian Terdahulu Penelitian sebelumnya yang terkait dengan penelitian ini, dengan judul Software Support for XML Schema Design Patterns and Pattern Matching of XML Schemas
SISTEM INFORMASI BIMBINGAN BELAJAR PRIVAT STUDI KASUS LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR INDONESIA COLLEGE
SISTEM INFORMASI BIMBINGAN BELAJAR PRIVAT STUDI KASUS LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR INDONESIA COLLEGE Ihsan Abi Rijal Syakir Jurusan Informatika Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Indonesia [email protected]
PEMANFAATAN SHARABLE CONTENT OBJECT REFERENCE MODEL DALAM MENCIPTAKAN APLIKASI WEB E-LEARNING
PEMANFAATAN SHARABLE CONTENT OBJECT REFERENCE MODEL DALAM MENCIPTAKAN APLIKASI WEB E-LEARNING Hendri, S.Kom, M.S.I Dosen Tetap STIKOM Dinamika Bangsa Jambi Email: [email protected] Abstrak Perkembangan
Pengembangan E-learning menggunakan LMS. E-learning
Pengembangan E-learning menggunakan LMS Herman Dwi Surjono E-learning Materi pembelajaran melalui media elektronik (definisi konvensional) Perkembangan teknologi Pergeseran konten & adaptivity Pengelolaan
Kata Pengantar. Irwinda Putri W.
Kata Pengantar Alhamdulillah, Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah subhanahu wa ta ala, yang berkat rahmat serta karunia-nya penulis dapat menyelesaikan tugas akhir berjudul Implementasi
WEB-BASED INTERPRISE sebagai SOLUSI BISNIS
WEB-BASED INTERPRISE sebagai SOLUSI BISNIS Latar Belakang Dengan lingkungan sistem informasi yang semakin terdistribusi dan heterogen akan sangat dibutuhkan pola manajemen system yang secara konsisten
Knowledge Management System: Perspektif Multimedia
Knowledge Management System: Perspektif Multimedia Novi Sofia Fitriasari Departemen Pendidikan Ilmu Komputer Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, Indonesia [email protected] Abstrak Aplikasi multimedia
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem Informasi Pada dasarnya sistem informasi merupakan suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu
Komponen. E-Learning. 17 Maret MK E-Learning. Taufik Ikhsan Slamet
Komponen E-Learning 17 Maret 2015 Tujuan Isi Proses Hasil Siswa Guru Komponen Pembelajaran (Konvensional) Keuntungan dan tantangan pembelajaran konvensional dan online learning Benefit Challenges Classroom
PENGANTAR E-LEARNING
PENGANTAR E-LEARNING Prof. Herman Dwi Surjono, Ph.D. Dosen FT dan PPs UNY Kaprodi S2 TP PPs UNY http://blog.uny.ac.id/hermansurjono Apa yang kita bahas? Perkembangan TIK Mengapa perlu TIK untuk pembelajaran
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Universitas merupakan intuisi akademis yang memiliki karakteristik yang sama dengan organisasi pembelajaran. Dimana dalam organisasi ini banyak subsub kegiatan yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bagi perusahaan yang bergerak dalam industri manufaktur, sistem informasi produksi yang efektif merupakan suatu keharusan dan tidak lepas dari persoalan persediaan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pencarian Pencarian adalah proses untuk menemukan suatu informasi yang kita butuhkan. Misalnya, kita ingin mencari sebuah kata didalam dokumen digital yang kita miliki. Kita
Sistem Informasi untuk Pendidikan (3) Pengembangan Kurikulum S2 KRK640 3 SKS
Sistem Informasi untuk Pendidikan (3) Pengembangan Kurikulum S2 KRK640 3 SKS SISTEM BELAJAR MENGAJAR ON-LINE Pembelajaran on-line adalah pembelajaran yang menggunakan internet untuk menyampaikan bahan
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN Pada bab ini, akan dijelaskan mengenai pendahuluan, rumusan masalah,tujuan, batasan yang dikerjakan, hipotesis, metodologi penyelesaian masalah, sistematika penulisan, dan jadwal pengerjaan
Mengembangkan Perkuliahan dengan Elearning berbasis Moodle
Mengembangkan Perkuliahan dengan Elearning berbasis Moodle Oleh: Sugeng Rianto [email protected] http://lecture.ub.ac.id/anggota/priantos/blogs/ A. Pendahuluan Elearning kini banyak dikembangkan dengan
PENGANTAR E-LEARNING Apa yang kita bahas? Perkembangan/Trends ICT Tantangan Pendidik Bagaimana menghadapinya?
1 2 PENGANTAR E-LEARNING Apa yang kita bahas? Perkembangan TIK Mengapa perlu TIK untuk pembelajaran Pengertian E-learning Kelebihan dan kekurangan Framework E-learning Komponen E-learning Konten E-learning
Desain dan Pengembangan e-learning Pendahuluan Desain E-learning Desain E-learning
1 2 Desain dan Pengembangan e-learning Prof. Herman Dwi Surjono, Ph.D. http://blog.uny.ac.id/hermansurjono Pendahuluan Pembelajaran di kelas Transfer pengetahuan/informasi Pendekatan kuliah/ceramah Permasalahan
Yusnaeni A & Udin SS, Faktor-faktor Terpenting dalam Pembangunan E-Learning System
Jurnal MEDTEK, Volume 1, Nomor 1, April 2009 FAKTOR-FAKTOR TERPENTING DALAM PEMBANGUNAN E-LEARNING SYSTEM Yusnaeni Arifin 1) dan Udin Sidik Sidin 2) 1) Jurusan Teknik Elektro Universitas Tadulako 2)Jurusan
Desain dan Pengembangan e-learning
Desain dan Pengembangan e-learning Prof. Herman Dwi Surjono, Ph.D. http://blog.uny.ac.id/hermansurjono Pendahuluan Pembelajaran di kelas Transfer pengetahuan/informasi Pendekatan kuliah/ceramah Permasalahan
KNOWLEDGE MANAGEMENT. Perangkat Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management Tools) Rani Puspita D, M.Kom
KNOWLEDGE MANAGEMENT Perangkat Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management Tools) Rani Puspita D, M.Kom Tujuan Pembelajaran Agar mahasiswa mengerti perangkat manajemen pengetahuan apa saja yang dapat diterapkan
Web Services merupakan salah satu bentuk implementasi dari arsitektur model aplikasi N-Tier yang berorientasi layanan. Perbedaan Web Services dengan
Overview Web Service (sebagai software) adalah sebuah sistem didesain untuk mendukung mesin interoperabilitas untuk berinteraksi dalam jaringan. Seringnya Web service hanya berupa application programming
E-LEARNING BERBASIS WEB SEBAGAI MEDIA PENDUKUNG PROSES BELAJAR MENGAJAR PADA SMA NEGERI 2 SEMARANG
E-LEARNING BERBASIS WEB SEBAGAI MEDIA PENDUKUNG PROSES BELAJAR MENGAJAR PADA SMA NEGERI 2 SEMARANG Muhammad Luthfi H, Program Studi Teknik Informatika S1, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro
1. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perpustakaan digital merupakan aplikasi praktis yang mengelola koleksi berbagai macam dokumen dalam bentuk digital dan dapat diakses melalui komputer. Melalui aplikasi
: ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. berbasis web dengan gambaran umum rancangannya.
BAB 4 : ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Bab ini berisi tentang perancangan sistem aplikasi E- Learning berbasis web dengan gambaran umum rancangannya. BAB 5 : IMPLEMENTASI SISTEM Bab ini penulis menyajikan
BAB IV PERANCANGAN. IV.2 Perancangan Model Komunitas Belajar Learner-Centered
BAB IV PERANCANGAN Pada bab ini dilakukan perancangan model komunitas belajar dengan prinsip psikologis learner-centered sesuai dengan analisis yang telah dilakukan sebelumnya, berikut penjelasannya. IV.1
Evolusi Sistem Informasi Pendidikan: Pembuatan Template e- Learning untuk Pendidikan Tinggi
Evolusi Sistem Informasi Pendidikan: Pembuatan Template e- Learning untuk Pendidikan Tinggi Leo Willyanto Santoso Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto
PENERAPAN WEB SEMANTIK UNTUK APLIKASI PENCARIAN PADA REPOSITORI KOLEKSI PENELITIAN, STUDI KASUS: PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI STMIK MIKROSKIL MEDAN
PENERAPAN WEB SEMANTIK UNTUK APLIKASI PENCARIAN PADA REPOSITORI KOLEKSI PENELITIAN, STUDI KASUS: PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI STMIK MIKROSKIL MEDAN Gunawan 1, Fandi Halim 2 Program Studi Sistem Informasi,
MODEL INTERAKSI DALAM E-LEARNING
MODEL INTERAKSI DALAM E-LEARNING Rahmi Eka Putri Program Studi Sistem Komputer Fakultas Teknologi Informasi Universitas Andalas e-mail : [email protected] Abstrak E-Learning atau electronic learning
Andie Hariyadi Supriyatna
APLIKASI PENCARIAN PARIWISATA PERAIRAN DI INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN WEB SEMANTIK Andie Hariyadi Supriyatna Mahasiswa S1 Program Studi Sistem Informasi Universitas Gunadarma, Jl. Margonda
untuk mengembangkan kualifikasi tenaga kesehatan
PJJ& TIK untuk mengembangkan kualifikasi tenaga kesehatan Direktorat Pembelajaran, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, KEMENRISTEKDIKTI, 2017 Uwes A. Chaeruman Pendidikan Jarak Jauh proses
Pengantar E-learning dan Learning Management System (LMS)
Pengantar E-learning dan Learning Management System (LMS) Nurkhamid Email: [email protected] Blog: http://nurkhamid.blogspot.com E-learning dan LMS E-learning merupakan sarana pembelajaran melalui teknologi,
Pembuatan Aplikasi Konversi Metadata Menggunakan Standar Open Archive untuk Koleksi Artikel Elektronik Pusat Penelitian Universitas Kristen Petra
Pembuatan Aplikasi Konversi Metadata Menggunakan Standar Open Archive untuk Koleksi Artikel Elektronik Pusat Penelitian Universitas Kristen Petra Iwan Handoyo Putro 1), Resmana Lim 2), Hendri Kurnia Wijaya
WORKSHOP Pelatihan Pembelajaran Online Dosen
Fakultas Syari ah Universitas Islam Negeri SMH Banten WORKSHOP Pelatihan Pembelajaran Online Dosen Oleh : Edy Nasri,M.Kom Serang, 26 April 2017 Pembelajaran Online Sistem pembelajaran online adalah hasil
Analisis E-Learning Sebagai Media Bantuan Pengajaran di Lingkungan Kampus
Analisis E-Learning Sebagai Media Bantuan Pengajaran di Lingkungan Kampus Rachmat Aulia Jurusan Teknik Informatika Sekolah tinggi Teknik Harapan Medan Jl. HM Joni No 70 A Medan 20152 Indonesia Email :
Pemanfaatan E-Learning sebagai Media Pembelajaran
Pemanfaatan E-Learning sebagai Media Pembelajaran Merry Agustina Fakultas Ilmu Komputer Universitas Bina Darma Jalan A. Yani No. 12 Plaju Palembang 30264 [email protected] Abstrak Seiring
PEMANFAATAN OPEN SOURCE EXCAMPUS DALAM IMPLMENTASI E-LEARNING
Media Informatika Vol. 8 No. 2 (2009) PEMANFAATAN OPEN SOURCE EXCAMPUS DALAM IMPLMENTASI E-LEARNING Ana Hadiana Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer LIKMI Jl. Ir. H. Juanda 96 Bandung 40132
BAB 2 KONSEP PEMBELAJARAN
10 BAB 2 KONSEP PEMBELAJARAN Pada bab ini dijelaskan mengenai hasil studi literatur yang dilakukan penulis selama penelitian mengenai teori dan konsep yang berkaitan dengan proses pembelajaran dalam lingkungan
BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini, fitur dan layanan teknologi komunikasi sudah demikian maju.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini, fitur dan layanan teknologi komunikasi sudah demikian maju. Teknologi komunikasi dapat membawa seorang individu melintasi batas ruang dan waktu
MENGENAL STANDAR FORMAT MATERI E-LEARNING
MENGENAL STANDAR FORMAT MATERI E-LEARNING Abstrak Perkembangan elearning berakibat pada berkembangnya Learning Management System (LMS) yang beragam yang mengakibatkan suatu materi dapat menjadi tidak kompatibel
e-learning: Konsep dan Pemanfaatan Outline Definisi E-learning Konsep e-learning
1 2 3 4 e-learning: Konsep dan Pemanfaatan Prof. Herman Dwi Surjono, Ph.D. http://blog.uny.ac.id/hermansurjono Outline Definisi e-learning Konsep e-learning E-learning framework Komponen e-learning Pemanfaatan
Digital Library & Distance Learning Lab. Petunjuk Teknis Pengembangan Konten Pembelajaran
Petunjuk Teknis Pengembangan Konten Pembelajaran KATA PENGANTAR Pendidikan merupakan salah satu pilar bangsa yang perlu diselenggarakan dan ditingkatkan pelaksanaannya. Perguruan Tinggu (PT) dan Sekolah
PENGEMBANGAN VIRTUAL CLASS UNTUK PEMBELAJARAN AUGMENTED REALITY BERBASIS ANDROID
PENGEMBANGAN VIRTUAL CLASS UNTUK PEMBELAJARAN AUGMENTED REALITY BERBASIS ANDROID Rifiana Arief dan Naeli Umniati ABSTRACT who join New Media course. To develop this application, the knowladge about visual
PENGEMBANGAN WEBSITE DAN E-LEARNING SEKOLAH
PENGEMBANGAN WEBSITE DAN E-LEARNING SEKOLAH Dedi Trisnawarman 1 Abstract: Internet is a technology that has been popular in the community, especially in urban communities and the website is one of the
USU e-learning PANDUAN BAGI DOSEN. Pusat Sistem Informasi USU UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
USU e-learning PANDUAN BAGI DOSEN Pusat Sistem Informasi USU - 2017 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA PENDAHULUAN A. Apa Itu E-Learning Sistem pembelajaran online (E-Learning) merupakan sarana yang memungkinkan
Metodologi Penelitian
Bab III Metodologi Penelitian III.1 Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang dikendalikan oleh analisis teks. Metode deskriptif adalah suatu metode penelitian
Pemodelan Ontologi Web Semantik pada Pencarian Lowongan Pekerjaan Berdasarkan Profil Pencari Kerja
P-ISSN : 2087-9571, E-ISSN : 2541-335X IJCCS, Vol.x, No.x, Julyxxxx, pp. 1~5 1 Pemodelan Ontologi Web Semantik pada Pencarian Lowongan Pekerjaan Berdasarkan Profil Pencari Kerja * Yunita Universitas Sriwijaya:
1 P edo m a n P J J S 2 A p t i k o m T e k n o l o g i P e m b e l a j a r a n
1 P edo m a n P J J S 2 A p t i k o m T e k n o l o g i P e m b e l a j a r a n Kebutuhan Teknologi Seperti telah diketahui bersama, dalam e-learning peserta didik tidak memiliki kesempatan bertatap muka
IbM KELAS VIRTUAL UNTUK SMPN 6 DAN SMAN2 SALATIGA
IbM KELAS VIRTUAL UNTUK SMPN 6 DAN SMAN2 SALATIGA Helmie Arif Wibawa, Indra Waspada, Panji Wisnu Wirawan Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro Email: [email protected] Abtrak. Salah
ABSTRAK. Kata kunci : distribusi materi kuliah, PHP, MYSQL, Dreamweaver. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK merupakan salah satu universitas swasta yang ada di Bandung. Setiap tahun ajaran baru jumlah mahasiswa selalu meningkat, maka Universitas Kristen Maranatha dituntut untuk memberikan pelayanan yang
PEMBERDAYAAN SISTEM PEMERINTAHAN DAN POTENSI DESA PADA KABAPUTEN PRINGSEWU BERBASIS WEB
PEMBERDAYAAN SISTEM PEMERINTAHAN DAN POTENSI DESA PADA KABAPUTEN PRINGSEWU BERBASIS WEB Asih Mekar Sari Jurusan Sistem Informasi, Sekolah Tinggi Manajemen dan Informatika STMIK Pringsewu Lampung Jl. Wismarini
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI. Aplikasi E-Learning semacam ini pernah dibuat oleh Sdr. Rendra
5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Aplikasi E-Learning semacam ini pernah dibuat oleh Sdr. Rendra Kurniawan dalam skripsi berjudul Analisis dan perancangan Aplikasi E-Learning
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Hasil penelitian ini adalah sebuah LMS yang berbasis website yang terintegrasi dengan aplikasi berbasis windows melalui sistem API, website ini dibangun dengan dukungan
BAB I PENDAHULUAN. E-Learning adalah pembelajaran jarak jauh (distance Learning) yang memanfaatkan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kerja Praktek E-Learning adalah pembelajaran jarak jauh (distance Learning) yang memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer dan Internet. E-Learning memungkinkan
01. Pengenalan Internet
01. Pengenalan Internet Rio Andrianto, S.Kom INTERNET (Interconected Network) Secara umum Internet adalah sebuah sistem komunikasi global yang menghubungkan berbagai mesin komputer dan jaringan-jaringan
APLIKASI E-DOCUMENT PADA BURSA PENGETAHUAN KAWASAN TIMUR INDONESIA
APLIKASI E-DOCUMENT PADA BURSA PENGETAHUAN KAWASAN TIMUR INDONESIA Andreas Handojo, Yuliana Chandra, Agustinus Noertjahyana Universitas Kristen Petra [email protected] ABSTRACT Nowadays, people are more
Sistem Basis Data Lanjut. Interoperability & Resource Description Framework (RDF)
Interoperability & Resource Description Framework (RDF) Tim Penyusun : Pengajar Universitas Gunadarma 2008 Outline Interoperabilitas Metadata Aplikasi Metadata Implementasi Metadata Resource Description
Makalah disajikan pada acara Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia ke 3 Tahun 2010 di Bandung Jawa Barat.
Mengelola Portal E-Learning Bagi Pustakawan di Nusantara: Gagasan membangun portal www.ahlipustaka.com Oleh : Revi Kuswara (email: [email protected]) Makalah disajikan pada acara Konferensi Perpustakaan
