PT MANDIRI TUNAS FINANCE

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PT MANDIRI TUNAS FINANCE"

Transkripsi

1 Jadwal Tanggal Efektif : 11 Desember 2015 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 18 Desember 2015 Masa Penawaran Umum : Desember 2015 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 21 Desember 2015 Tanggal Penjatahan : 16 Desember 2015 OTORITAS JASA KEUANGAN ( OJK ) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM PT MANDIRI TUNAS FINANCE ( PERSEROAN ) DAN PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI ATAU FAKTA MATERIAL, SERTA KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI. PT MANDIRI TUNAS FINANCE Kegiatan Usaha : Pembiayaan Investasi, Pembiayaan Modal Kerja, Pembiayaan Multiguna Berkedudukan di Jakarta, Indonesia Kantor Pusat : Graha Mandiri Lt. 3A, Jl. Imam Bonjol No.61, Jakarta Tel. (021) ; Fax. (021) Website : [email protected] Kantor Cabang : 92 (sembilan puluh dua) kantor cabang yang terletak di Banda Aceh, Medan, Rantau Prapat, Padang, Agam, Lubuk Linggau, Batam, Pekanbaru, Rokan Hulu,Tanjung Pinang, Ogan Komering Ilir, Bengkalis, Jambi, Muara Bungo, Bengkulu, Palembang, Bandar Lampung (7 cabang), Pangkal Pinang,Cilegon, Serang, Tangerang (3 Cabang), Lebak, Jakarta (8 Cabang), Bekasi (2 Cabang), Karawang, Depok, Cibubur, Bogor, Sukabumi, Bandung (2 Cabang), Tasikmalaya, Cirebon, Garut, Subang, Cikarang, Cibinong, Tegal, Purwokerto, Semarang, Solo, Kudus, Magelang, Yogyakarta, Pekalongan, Mojokerto, Surabaya (2 Cabang), Malang, Kediri, Jember, Madiun, Tuban, Gresik, Denpasar, Gianyar, Mataram, Pontianak, Banjarmasin, Tanjung, Palangkaraya, Samarinda, Balikpapan, Tarakan, Banjar Baru, Bontang, Makassar, Parepare, Kendari, Manado, Palu, Gorontalo, Sintang, Sampit, Mamuju dan Kotamobagu dan 21 (dua puluh satu) kantor satelit yang terletak di Pasuruan, Pahuwanto, Solok, Salatiga, Blitar, Pasaman Barat, Sumbawa, Ogan Komering Ulu, Bone, Lahat, Belitung, Sumedang, Lamongan, Indramayu, Cilacap, Banjarnegara, Bulukumba, Kolaka, Palopo, Singaraja dan Kupang. PROSPEKTUS PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN EFEK BERSIFAT UTANG OBLIGASI BERKELANJUTAN II MANDIRI TUNAS FINANCE DENGAN TARGET DANA YANG AKAN DIHIMPUN SEBESAR Rp (DUA TRILIUN RUPIAH) DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN BERSIFAT UTANG TERSEBUT, UNTUK TAHAP PERTAMA PERSEROAN AKAN MENERBITKAN DAN MENAWARKAN: OBLIGASI BERKELANJUTAN II MANDIRI TUNAS FINANCE TAHAP I TAHUN 2015 DENGAN JUMLAH POKOK OBLIGASI BERKELANJUTAN II TAHAP I SEBESAR RP (ENAM RATUS MILIAR RUPIAH) ( OBLIGASI ) Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat dan dijamin secara Kesanggupan Penuh (Full Commitment) yang terdiri dari 2 (dua) Seri. Obligasi ini memberikan pilihan bagi masyarakat untuk memilih Seri Obligasi yang dikehendaki sebagai berikut: Seri A : Obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,2% (sepuluh koma dua persen) per tahun berjangka waktu 3 (tiga) tahun sejak Tanggal Emisi. Jumlah Pokok Obligasi Seri A yang ditawarkan adalah sebesar Rp ,- (lima ratus miliar Rupiah) secara Kesanggupan Penuh (Full Commitment). Pembayaran Obligasi Seri A tersebut akan dilakukan secara penuh (bullet payment) sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah pokok Obligasi Seri A pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi untuk Obligasi Seri A yaitu pada tanggal 18 Desember Seri B : Obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,8% (sepuluh koma delapan persen) per tahun berjangka waktu 5 (lima) tahun sejak Tanggal Emisi. Jumlah Pokok Obligasi Seri B yang ditawarkan adalah sebesar Rp ,- (seratus miliar Rupiah) secara Kesanggupan Penuh (Full Commitment). Pembayaran Obligasi Seri B tersebut akan dilakukan secara penuh (bullet payment) sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah pokok Obligasi Seri B pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi untuk Obligasi Seri B yaitu pada tanggal 18 Desember Bunga Obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sesuai dengan Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi yang bersangkutan. Pembayaran Bunga Obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 18 Maret 2016 sedangkan Pembayaran Bunga Obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo masing-masing seri Obligasi adalah pada tanggal 18 Desember 2018 untuk Obligasi Seri A dan 18 Desember 2020 untuk Obligasi Seri B. Pembayaran Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo. Dalam hal Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi jatuh pada hari yang bukan Hari Bursa, maka Bunga Obligasi dibayar pada Hari Bursa sesudahnya tanpa dikenakan denda. Tingkat Bunga Obligasi tersebut merupakan persentase per tahun dari nilai nominal yang dihitung berdasarkan jumlah Hari Kalender yang lewat dengan perhitungan 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) Hari Kalender. PENTING UNTUK DIPERHATIKAN OBLIGASI INI AKAN DIJAMIN DENGAN JAMINAN FIDUSIA BERUPA PIUTANG PERFORMING SEKURANG-KURANGNYA SEBESAR 60% (ENAM PULUH PERSEN) DARI NILAI POKOK OBLIGASI YANG PENGIKATANNYA DILAKUKAN SELAMBAT-LAMBATNYA PADA TANGGAL EMISI. APABILA JUMLAH PIUTANG PERFORMING KURANG DARI YANG DIPERSYARATKAN MAKA WAJIB DIPENUHI DENGAN UANG TUNAI SEJUMLAH KEKURANGAN NILAI JAMINAN TERSEBUT YANG DITEMPATKAN PADA REKENING ATAS NAMA PERSEROAN PADA BANK YANG DITENTUKAN OLEH WALI AMANAT DAN PERSEROAN. KETERANGAN SELENGKAPNYA DAPAT DILIHAT PADA BAB XVI TENTANG KETERANGAN MENGENAI OBLIGASI. PERSEROAN DAPAT MELAKUKAN PEMBELIAN KEMBALI (BUY BACK) OBLIGASI DAPAT DITUJUKAN SEBAGAI PELUNASAN ATAU DISIMPAN UNTUK KEMUDIAN DIJUAL KEMBALI DENGAN HARGA PASAR, PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI BARU DAPAT DILAKUKAN 1 (SATU) TAHUN SETELAH TANGGAL PENJATAHAN, PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI (BUY BACK) TIDAK DAPAT DILAKUKAN APABILA HAL TERSEBUT MENGAKIBATKAN PERSEROAN TIDAK DAPAT MEMENUHI KETENTUAN- KETENTUAN DALAM PERJANJIAN PERWALIAMANATAN. PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI TIDAK DAPAT DILAKUKAN APABILA PERSEROAN MELAKUKAN KELALAIAN (WANPRESTASI) SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM PERJANJIAN PERWALIAMANATAN, KECUALI TELAH MEMPEROLEH PERSETUJUAN RUPO. RENCANA PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI WAJIB DILAPORKAN KEPADA OJK OLEH PERSEROAN PALING LAMBAT 2 (DUA) HARI KERJA SEBELUM PENGUMUMAN RENCANA PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI TERSEBUT DI SURAT KABAR. PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI, BARU DAPAT DILAKUKAN SETELAH PENGUMUMAN RENCANA PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI. PENGUMUMAN TERSEBUT WAJIB DILAKUKAN PALING SEDIKIT MELALUI 1 (SATU) SURAT KABAR HARIAN BERBAHASA INDONESIA YANG BERPEREDARAN NASIONAL PALING LAMBAT 2 (DUA) HARI KALENDER SEBELUM TANGGAL PENAWARAN UNTUK PEMBELIAN KEMBALI DIMULAI. RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN ADALAH KREDIT/PEMBIAYAAN YAITU KETIDAKMAMPUAN KONSUMEN UNTUK MEMBAYAR KEMBALI FASILITAS PEMBIAYAAN YANG DIBERIKAN, SEHINGGA MENYEBABKAN TIDAK TERTAGIHNYA PIUTANG PEMBIAYAAN KEPADA KONSUMEN YANG DAPAT MENURUNKAN PENDAPATAN DAN KINERJA PERSEROAN. RISIKO-RISIKO USAHA PERSEROAN LAINNYA DAPAT DILIHAT DALAM BAB V TENTANG RISIKO USAHA. RISIKO YANG MUNGKIN DIHADAPI INVESTOR PEMBELI OBLIGASI ADALAH TIDAK LIKUIDNYA OBLIGASI YANG DITAWARKAN DALAM PENAWARAN UMUM INI YANG ANTARA LAIN DISEBABKAN KARENA TUJUAN PEMBELIAN OBLIGASI SEBAGAI INVESTASI JANGKA PANJANG. PERSEROAN HANYA MENERBITKAN SERTIFIKAT JUMBO OBLIGASI YANG DIDAFTARKAN ATAS NAMA PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIA ( KSEI ) DAN AKAN DIDISTRIBUSIKAN DALAM BENTUK ELEKTRONIK YANG DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN KOLEKTIF DI KSEI. DALAM RANGKA PENERBITAN OBLIGASI INI, PERSEROAN TELAH MEMPEROLEH HASIL PEMERINGKATAN ATAS SURAT HUTANG JANGKA PANJANG (OBLIGASI) DARI PT PEMERINGKAT EFEK INDONESIA (PEFINDO): idaa (Double A) HASIL PEMERINGKATAN DI ATAS BERLAKU UNTUK PERIODE 30 SEPTEMBER 2015 SAMPAI DENGAN 1 SEPTEMBER KETERANGAN LEBIH LANJUT TENTANG HASIL PEMERINGKATAN TERSEBUT DAPAT DILIHAT PADA BAB XVII PROPEKTUS INI. Pencatatan atas Obligasi yang ditawarkan ini akan dilakukan pada Bursa Efek Indonesia PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI PT MANDIRI SEKURITAS (TERAFILIASI) PENAWARAN OBLIGASI INI DIJAMIN SECARA KESANGGUPAN PENUH (FULL COMMITMENT) WALI AMANAT PT BANK MEGA Tbk Prospektus ini diterbitkan pada tanggal 14 Desember 2015

2 PT Mandiri Tunas Finance (selanjutnya dalam Prospektus ini disebut Perseroan ) telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Emisi Obligasi sehubungan dengan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance seluruhnya sebesar Rp (dua triliun Rupiah) kepada Otoritas Jasa keuangan ( OJK ) di Jakarta dengan surat No. 119/MTF- CSC/X/2015 tanggal 6 Oktober Perseroan merencanakan untuk mencatatkan Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 dengan jumlah pokok sebesar Rp ,00 (enam ratus miliar Rupiah) pada PT Bursa Efek Indonesia ( BEI ) sesuai dengan Perjanjian Pendahuluan Pencatatan Efek No. SP-00006/BEI.PG1/ tanggal 2 Oktober 2015 yang dibuat antara Perseroan dengan BEI. Apabila syarat-syarat pencatatan Obligasi di BEI tidak terpenuhi, maka Penawaran Umum batal demi hukum dan uang pemesanan pembelian Obligasi yang telah diterima akan dikembalikan kepada para pemesan Obligasi sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi. Perseroan, Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi, Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam rangka Penawaran Umum Obligasi ini bertanggung jawab sepenuhnya atas kebenaran semua data, informasi atau fakta material, serta kejujuran pendapat yang disajikan dalam Prospektus ini sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing, berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia, serta kode etik, norma dan standar profesinya masingmasing. Sehubungan dengan Penawaran Umum ini, semua pihak, termasuk setiap Pihak Terafiliasi tidak diperkenankan memberikan keterangan atau membuat pernyataan apapun mengenai data atau hal-hal yang tidak diungkapkan dalam Prospektus ini tanpa sebelumnya memperoleh persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Perseroan dan Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi. PT Mandiri Sekuritas selaku Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi merupakan pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam rangka Penawaran Umum Obligasi ini bukan merupakan pihak yang terafiliasi dengan Perseroan, baik secara langsung maupun tidak langsung sesuai dengan definisi Afiliasi dalam UUPM. Penjelasan mengenai definisi Afiliasi dapat dilihat pada Bab XII tentang Penjaminan Emisi Obligasi. PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN OBLIGASI BERKELANJUTAN II MANDIRI TUNAS FINANCE TAHAP I TAHUN 2015 INI TIDAK DIDAFTARKAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG ATAU PERATURAN LAIN SELAIN YANG BERLAKU DI INDONESIA. BARANG SIAPA DI LUAR WILAYAH INDONESIA MENERIMA PROSPEKTUS INI, MAKA DOKUMEN TERSEBUT TIDAK DIMAKSUDKAN SEBAGAI PENAWARAN UNTUK MEMBELI OBLIGASI, KECUALI BILA PENAWARAN DAN PEMBELIAN OBLIGASI TERSEBUT TIDAK BERTENTANGAN ATAU BUKAN MERUPAKAN PELANGGARAN TERHADAP PERUNDANG-UNDANGAN SERTA KETENTUAN-KETENTUAN BURSA EFEK YANG BERLAKU DI NEGARA ATAU YURISDIKSI DI LUAR WILAYAH INDONESIA TERSEBUT. SEMUA INFORMASI YANG WAJIB DIKETAHUI OLEH PUBLIK, TELAH DIUNGKAPKAN OLEH PERSEROAN DAN TIDAK TERDAPAT LAGI INFORMASI YANG BELUM DIUNGKAPKAN SEHINGGA TIDAK MENYESATKAN PUBLIK.

3 DAFTAR ISI DAFTAR ISI i DEFINISI & SINGKATAN... iii RINGKASAN... xii I. PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN... 1 II. RENCANA PENGGUNAAN DANA YANG DIPEROLEH DARI PENAWARAN UMUM OBLIGASI III. PERNYATAAN UTANG IV. ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN A. UMUM B. KEUANGAN PENDAPATAN USAHA BEBAN LABA PERIODE/ TAHUN BERJALAN ASET LIABILITAS EKUITAS ARUS KAS LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, IMBAL HASIL INVESTASI, IMBAL HASIL MODAL SENDIRI DAN SUMBER PENDANAAN CAPITAL EXPENDITURE C. KEMAMPUAN MANAJEMEN D. MANAJEMEN RISIKO E. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN F. KUALITAS PENDAPATAN G. PROSPEK USAHA V. RISIKO USAHA VI. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR VII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN A. RIWAYAT SINGKAT B. PERKEMBANGAN KEPEMILIKAN SAHAM PERSEROAN C. PENGURUSAN DAN PENGAWASAN D. SUMBER DAYA MANUSIA E. STRUKTUR ORGANISASI PERSEROAN F. STRUKTUR HUBUNGAN KEPEMILIKAN, PENGAWASAN DAN PENGURUSAN G. KETERANGAN SINGKAT MENGENAI PEMEGANG SAHAM UTAMA H. TRANSAKSI DENGAN PIHAK AFILIASI I. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING DENGAN PIHAK KETIGA J. PERLINDUNGAN ASURANSI ATAS HARTA KEKAYAAN K. PERKARA PENGADILAN & SOMASI YANG SEDANG DIHADAPI PERSEROAN L. STRUKTUR GRUP PERSEROAN M. LISENSI, FRANCHISE, KONSESI UTAMA DAN HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL (HAKI) N. JARINGAN KANTOR i

4 VIII. KEGIATAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN A. UMUM B. KEUNGGULAN KOMPETITIF C. KEGIATAN USAHA D. PEMBIAYAAN KONSUMEN E. FASILITAS PEMBIAYAAN DAN KOLEKTIBILITAS PIUTANG F. PROSPEK USAHA G. PERSAINGAN USAHA H. PROSES PEMBIAYAAN KONSUMEN I. PEMASARAN J. TEKNOLOGI DAN INFORMASI K. STRATEGI USAHA L. PROSPEK USAHA M. TINGKAT KESEHATAN PERSEROAN N. PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK (GOOD CORPORATE GOVERNANCE) O. PELAKSANAAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERSEROAN P. PENGHARGAAN IX. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING X. EKUITAS XI. PERPAJAKAN XII. PENJAMINAN EMISI OBLIGASI XIII. LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL XIV. PENDAPAT DARI SEGI HUKUM XV. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAN LAPORAN KEUANGAN PERSEROAN XVI. KETERANGAN MENGENAI OBLIGASI A. UMUM B. SYARAT-SYARAT OBLIGASI C. JAMINAN D. PEMBATASAN-PEMBATASAN DAN KEWAJIBAN-KEWAJIBAN PERSEROAN E. HAK-HAK PEMEGANG OBLIGASI F. KELALAIAN PERSEROAN G. PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI H. RAPAT UMUM PEMEGANG OBLIGASI I. PERUBAHAN PERJANJIAN PERWALIAMANATAN J. PEMBERITAHUAN XVII. KETERANGAN MENGENAI PEMERINGKATAN OBLIGASI XVIII. ANGGARAN DASAR PERSEROAN XIX. PERSYARATAN PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI XX. KETERANGAN TENTANG WALI AMANAT XXI. AGEN PEMBAYARAN XXII. PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN FORMULIR PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI ii

5 DEFINISI & SINGKATAN Afiliasi : Berarti pihak sebagaimana didefinisikan dalam pasal 1 angka 1 UUPM Nomor 8 tahun 1995, yaitu: Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horisontal maupun vertikal; Hubungan antara pihak dengan pegawai, Direktur atau Komisaris dari pihak tersebut; Hubungan antara 2 (dua) perusahaan dimana terdapat satu atau lebih anggota Direksi atau Dewan Komisaris yang sama; Hubungan antara perusahaan dengan pihak, baik langsung maupun tidak langsung, mengendalikan atau dikendalikan oleh perusahaan tersebut; Hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan, baik langsung maupun tidak langsung, oleh pihak yang sama; atau Hubungan antara perusahaan dan pemegang saham utama Agen Pembayaran : Berarti KSEI, yang membuat Perjanjian Agen Pembayaran dengan Perseroan, yang berkewajiban membantu melaksanakan pembayaran Bunga Obligasi dan/atau pelunasan Pokok Obligasi termasuk Denda (jika ada) kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening untuk dan atas nama Perseroan sebagaimana tertuang dalam Perjanjian Agen Pembayaran. Akta Pengakuan Utang : Berarti akta yang memuat pengakuan Perseroan atas utang yang diperoleh sehubungan dengan Emisi Obligasi, sebagai mana tercantum dalam Akta Pengakuan Hutang Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 No. 8 tanggal 5 Oktober 2015, juncto Addendum I Akta Pengakuan Hutang Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 No. 4 tanggal 3 Desember 2015 yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, berikut perubahan-perubahannya dan/atau penambahan-penambahannya dan/atau pembaharuan-pembaharuannya yang sah yang dibuat oleh pihak-pihak yang bersangkutan di kemudian hari. ATPM : Berarti Agen Tunggal Pemegang Merk Kendaraan Bermotor. Bank Kustodian : Berarti berarti bank umum yang telah memperoleh persetujuan OJK untuk melakukan kegiatan usaha sebagai Kustodian sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Pasar Modal. Bapepam : Berarti Badan Pengawas Pasar Modal sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 ayat 1 UUPM atau para pengganti dan penerima hak dan kewajibannya. Bapepam dan LK : Berarti Bapepam dan Lembaga Keuangan yang merupakan penggabungan dari Bapepam dan Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan (DJLK), sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor:606/KMK.01/2005 tanggal 30 Desember 2005 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan dan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor: 184/PMK.01/2010 tanggal 11 Oktober 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan, atau para pengganti dan penerima hak dan kewajibannya. BEI : Berarti PT Bursa Efek Indonesia. Bunga Obligasi : Berarti bunga Obligasi dari masing-masing Seri Obligasi yang harus dibayar oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi kecuali Obligasi yang dimiliki Perseroan, sebagaimana ditentukan dalam Pasal 5 Perjanjian Perwaliamanatan. iii

6 Bursa Efek : Berarti pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan/atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan Efek di antara mereka, yang dalam hal ini adalah perseroan terbatas PT Bursa Efek Indonesia, berkedudukan di Jakarta Selatan, atau para pengganti dan penerima hak dan kewajibannya. Consumer Financing Receivable Daftar Pemegang Rekening : Berarti piutang pembiayaan yang diberikan Perseroan kepada konsumennya. : Berarti daftar yang dikeluarkan oleh KSEI yang memuat keterangan tentang kepemilikan Obligasi oleh Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening dan/atau Pemegang Obligasi di KSEI yang memuat keterangan, antara lain: nama, jumlah kepemilikan Obligasi, status pajak dan kewarganegaraan Pemegang Obligasi berdasarkan data yang diberikan oleh Pemegang Rekening kepada KSEI. Dealer/ Showroom : Berarti perusahaan yang melakukan penjualan kendaraan bermotor. Denda : Berarti sejumlah dana yang wajib dibayar akibat adanya keterlambatan kewajiban pembayaran Bunga Obligasi dan/atau Pokok Obligasi, yaitu sebesar 1% (satu perseratus) per tahun di atas tingkat Bunga Obligasi masing-masing Seri Obligasi dari jumlah dana yang terlambat dibayar, yang dihitung secara harian, sejak hari keterlambatan sampai dengan dibayar lunas suatu kewajiban yang harus dibayar berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan, dengan ketentuan 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) Hari dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) Hari. Dokumen Emisi : Berarti : - Pernyataan Penawaran Umum Berkelanjutan; - Pengakuan Hutang; - Informasi Tambahan; - Perjanjian Perwaliamanatan; - Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi; - Perjanjian Agen Pembayaran; - Perjanjian Pendaftaran Obligasi di KSEI; - Perjanjian Pendahuluan Pencatatan Efek; - Prospektus; - Dokumen Jaminan; - Dokumen lainnya yang dibuat dalam rangka Penawaran Umum Obligasi; Dokumen Jaminan : Berarti dokumen yang dibuat oleh Perseroan dan Wali Amanat sehubungan dengan Jaminan. EBITDA : Berarti laba usaha sebelum pajak, bunga, amortisasi dan depresiasi. Efek : Berarti surat berharga yaitu surat pengakuan hutang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti hutang, Unit Penyertaan Kontrak Investasi Kolektif, Kontrak Berjangka atas Efek dan setiap derivatif Efek. Emisi : Berarti Penawaran Umum Obligasi oleh Perseroan untuk ditawarkan dan dijual kepada Masyarakat melalui Penawaran Umum. Emiten dan/atau Perseroan : Berarti pihak yang melakukan Emisi, dalam hal ini adalah PT Mandiri Tunas Finance, berkedudukan di Jakarta Pusat, atau pengganti dan penerima hak dan kewajibannya. Force Majeure : Berarti kejadian-kejadian yang berkaitan dengan keadaan diluar kemampuan dan kekuasaan para pihak seperti banjir, gempa bumi, gunung meletus, kebakaran, perang atau huru hara di Indonesia, yang mempunyai akibat negatif terhadap kemampuan masing-masing pihak untuk memenuhi kewajibannya berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan. iv

7 Hari Bank : Berarti hari pada setiap saat Kantor Pusat Bank Indonesia di Jakarta menyelenggarakan kegiatan kliring antar bank. Hari Bursa : Berarti hari-hari dimana Bursa Efek melakukan aktivitas transaksi perdagangan Efek menurut peraturan perundang-undangan di Negara Republik Indonesia yang berlaku dan ketentuan-ketentuan Bursa Efek tersebut. Hari Kalender : Berarti berarti setiap hari dalam 1 (satu) tahun sesuai dengan Gregorius Calendar tanpa kecuali, termasuk hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional yang sewaktu-waktu ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia. Hari Kerja : Berarti hari Senin sampai dengan Jumat, kecuali hari libur nasional yang ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia atau Hari Kerja biasa yang karena suatu keadaan tertentu ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai bukan Hari Kerja biasa. Jaminan : Berarti jaminan yang diberikan oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 Perjanjian Perwaliamanatan. Joint Financing : Berarti kerjasama antara perbankan dengan Perseroan dalam hal penerusan pinjaman untuk pembiayaan. Jumlah Terhutang : Berarti jumlah uang yang harus dibayar oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan serta perjanjian-perjanjian lainnya yang berhubungan dengan Emisi ini termasuk tetapi tidak terbatas Pokok Obligasi, Bunga Obligasi serta Denda (jika ada) yang terhutang dari waktu ke waktu. Kantor Cabang : Berarti kantor penjualan Perseroan di lokasi-lokasi tertentu yang telah mendapat ijin sebagai Kantor Cabang dari OJK. Konfirmasi Tertulis : Berarti konfirmasi tertulis dan/atau laporan saldo Obligasi dalam Rekening Efek yang diterbitkan oleh KSEI atau Pemegang Rekening berdasarkan perjanjian pembukaan Rekening Efek dengan Pemegang Obligasi dan konfirmasi tersebut menjadi dasar bagi Pemegang Obligasi untuk pembayaran Bunga Obligasi, pelunasan Pokok Obligasi dan hak-hak lain yang berkaitan dengan Obligasi. Konfirmasi Tertulis Untuk RUPO (KTUR) : Berarti surat konfirmasi kepemilikan Obligasi yang diterbitkan oleh KSEI kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening, khusus untuk keperluan menghadiri RUPO atau mengajukan permintaan diselenggarakannya RUPO. KSEI : Berarti PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, berkedudukan di Jakarta Selatan, yang menjalankan kegiatan usaha sebagai Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian sebagaimana didefinisikan dalam Undang-Undang Pasar Modal (UUPM) yang dalam Emisi bertugas sebagai Agen Pembayaran berdasarkan Perjanjian Agen Pembayaran dan mengadministrasikan Obligasi berdasarkan Perjanjian Pendaftaran Obligasi di KSEI. Konfirmasi Tertulis : Berarti konfirmasi tertulis atas kepemilikan Obligasi dan/atau laporan saldo Obligasi dalam Rekening Efek yang diterbitkan oleh KSEI atau Pemegang Rekening berdasarkan perjanjian pembukaan Rekening Efek dengan Pemegang Obligasi dan konfirmasi tersebut menjadi dasar bagi Pemegang Obligasi untuk mendapatkan pembayaran Bunga Obligasi, pelunasan Pokok dan hak-hak lain yang berkaitan dengan Obligasi. Konfirmasi Tertulis Untuk RUPO atau KTUR : Berarti surat konfirmasi kepemilikan Obligasi yang diterbitkan oleh KSEI kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening, khusus untuk menghadiri RUPO atau meminta diselenggarakannya RUPO, dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan KSEI. v

8 Kustodian : Berarti pihak yang memberikan jasa penitipan Obligasi dan harta lain yang berkaitan dengan Obligasi serta jasa lainnya termasuk menerima pembayaran bunga dan hak-hak lain, menyelesaikan transaksi efek dan mewakili Pemegang Rekening yang menjadi nasabahnya sesuai dengan ketentuan UUPM, yang meliputi KSEI, Perusahaan Efek dan Bank Kustodian. Masyarakat : Berarti perorangan dan/atau badan, baik Warga Negara Indonesia/Badan Indonesia maupun Warga Negara Asing/Badan Asing baik yang bertempat tinggal/berkedudukan di Indonesia maupun yang bertempat tinggal/berkedudukan di luar wilayah Indonesia. Merek Dagang : Berarti perusahaan yang ditunjuk untuk memasarkan suatu produk atau merk tertentu di Indonesia oleh produsen (principle) yang umumnya berada di luar negeri. Obligasi : Berarti surat berharga bersifat hutang, sesuai dengan Seri Obligasi, dengan nama Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015, yang dibuktikan dengan Sertifikat Jumbo Obligasi, yang dikeluarkan oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi melalui Penawaran Umum Berkelanjutan, yang merupakan penerbitan obligasi tahap I dari rangkaian Penawaran Umum Berkelanjutan, dengan jangka waktu terlama 5 (lima) tahun sejak Tanggal Emisi, dalam jumlah pokok sebesar Rp ,00 (enam ratus miliar Rupiah) dan akan dicatatkan di Bursa Efek serta didaftarkan di KSEI. Kepastian jumlah Pokok Obligasi dan jumlah pokok masing-masing Seri Obligasi akan ditentukan dalam perubahan perjanjian perwaliamanatan. Jumlah Pokok Obligasi tersebut dapat berkurang sehubungan dengan pelunasan Pokok Obligasi dari masing-masing Seri Obligasi dan/atau pelaksanaan pembelian kembali sebagai pelunasan Obligasi sebagaimana dibuktikan dengan Sertifikat Jumbo Obligasi, dengan memperhatikan ketentuan dalam Pasal 5 Perjanjian Perwaliamanatan. Otoritas Jasa Keuangan atau OJK : Berarti lembaga yang independen dan bebas dari campur tangan pihak lain, yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang peraturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 21 tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan. (UU Nomor: 21 Tahun 2011). Sejak tanggal (tiga puluh satu Desember dua ribu dua belas), fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan dan pengawasan kegiatan jasa keuangan di sektor Pasar Modal, beralih dari Bapepam dan LK ke OJK, sesuai dengan Pasal 55 UU Nomor: 21 Tahun 2011, atau para pengganti dan penerima hak dan kewajibannya. Pemegang Obligasi : Berarti pemegang Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 yaitu Masyarakat yang memiliki manfaat atas sebagian atau seluruh Obligasi yang disimpan dan diadministrasikan dalam: Rekening Efek pada KSEI; atau Rekening Efek pada KSEI melalui Bank Kustodian atau Perusahaan Efek. Pemegang Rekening : Berarti pihak yang namanya tercatat sebagai pemilik Rekening Efek di KSEI yang meliputi Bank Kustodian dan/atau Perusahaan Efek dan/atau pihak lain yang disetujui oleh KSEI dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Pemeringkat : Berarti PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), atau para pengganti dan penerima hak dan kewajibannya atau perusahaan pemeringkat lain yang terdaftar di OJK dan disetujui sebagai penggantinya oleh Wali Amanat. Pemerintah : Berarti Pemerintah Negara Republik Indonesia. vi

9 Penawaran Umum : Berarti kegiatan penawaran Obligasi, yang merupakan penawaran umum Obligasi Berkelanjutan II Tahap I, yang dilakukan oleh Perseroan melalui Penjamin Emisi Efek untuk menjual Obligasi kepada Masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam Undang-Undang Pasar Modal. Penawaran Umum Berkelanjutan : Berarti kegiatan penawaran umum atas obligasi yang dilakukan secara bertahap oleh Perseroan. Pengakuan Utang : Berarti berarti pengakuan hutang Perseroan sehubungan dengan Obligasi, sebagaimana tercantum dalam akta Pengakuan Hutang Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 No. 8, tanggal 5 Oktober 2015 yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta berikut perubahan-perubahannya dan/atau penambahan-penambahannya dan/atau pembaharuanpembaharuannya yang sah yang dibuat oleh pihak-pihak yang bersangkutan di kemudian hari. Penitipan Kolektif : Berarti jasa penitipan kolektif atas efek yang dimiliki bersama oleh lebih dari 1 (satu) pihak yang kepentingannya diwakili oleh Kustodian, sebagaimana dimaksud dalam UUPM. Penjamin Emisi Obligasi : Berarti pihak yang membuat perjanjian dengan Perseroan untuk melakukan Penawaran Umum ini atas nama Perseroan dan melakukan pembayaran kepada Perseroan, yang ditunjuk oleh Perseroan berdasarkan Perjanjian Penjaminan Emisi Efek, yang dalam hal ini adalah PT Mandiri Sekuritas, sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Efek. Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi : Berarti pihak yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan Penawaran Umum, yang dalam hal ini adalah PT Mandiri Sekuritas sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Efek Peraturan Nomor: IX.A.2 : Berarti Peraturan Nomor:IX.A.2 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-122/BL/2009 tanggal (dua puluh sembilan Mei dua ribu sembilan) tentang Tata Cara Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum. Peraturan Nomor: VI.C.3 : Berarti Peraturan Nomor:VI.C.3 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-309/BL/2008 tanggal (satu Agustus dua ribu delapan) tentang Hubungan Kredit dan Penjaminan antara Wali Amanat dengan Perseroan. Peraturan Nomor: VI.C.4 : Berarti Peraturan Nomor: VI.C.4, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-412/BL/2010 tanggal (enam September dua ribu sepuluh) tentang Ketentuan Umum dan Kontrak Perwaliamanatan Efek Bersifat Utang. Peraturan Nomor: IX.A.2 : Berarti Peraturan Nomor: IX.A.2, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-122/BL/2009 tanggal (dua puluh sembilan Mei dua ribu sembilan) tentang Tata Cara Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum Peraturan Nomor: IX.C.11 : Berarti Peraturan Nomor:IX.C.11 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-135/BL/2006 tanggal (empat belas Desember dua ribu enam) tentang pemeringkatan Atas Efek Bersifat Utang. Peraturan Nomor: X.K.4 : Berarti Peraturan Nomor: X.K.4, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep-15/PM/1997 tanggal (tiga puluh April seribu sembilan ratus sembilan puluh tujuh) sebagaimana diubah dengan Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep-27/PM/2003 tanggal (tujuh belas Juli dua ribu tiga) tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum. vii

10 Peraturan OJK Nomor 36/POJK.04/2014 Peraturan OJK Nomor 34/POJK.04/2014 Peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2014 Perjanjian Agen Pembayaran Perjanjian Pendaftaran Obligasi di KSEI Perjanjian Pendahuluan Pencatatan Efek Perjanjian Penjaminan Emisi Efek Perjanjian Perwaliamanatan Pernyataan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi : Berarti Peraturan Otoritas jasa Keuangan Nomor: 36/POJK.04/2014 tanggal (delapan -Desember dua ribu empat belas) tentang Penawaran Umum Berkelanjutan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk. : Berarti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor:34/POJK.04/2014 tanggal (delapan -Desember dua ribu empat belas) tanggal tentang Komite Nominasi dan Remunerasi Emiten atau Perusahaan Publik, Perseroan. : Berarti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor:35/POJK.04/2014 tanggal (delapan -Desember dua ribu empat belas) tentang Sekretaris Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik. : Berarti Perjanjian Agen Pembayaran Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015, No.10 tanggal 5 Oktober 2015 yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, berikut perubahan-perubahannya dan/atau penambahan-penambahannya dan/atau pembaharuan-pembaharuannya yang sah yang dibuat oleh pihak-pihak yang bersangkutan di kemudian hari. : Berarti perjanjian yang dibuat antara Perseroan dan KSEI, perihal pendaftaran Obligasi di KSEI No. SP-0037/PO/KSEI/0515 tanggal 5 Oktober 2015 yang dibuat di bawah tangan bermaterai cukup berikut perubahan-perubahannya dan/atau penambahan-penambahannya dan/atau pembaharuan pembaharuannya yang sah yang dibuat oleh pihak-pihak yang bersangkutan di kemudian hari. : Berarti perjanjian yang akan dibuat antara Perseroan dengan PT Bursa Efek Indonesia perihal pencatatan efek No.SP-00006/BEI.PG1/ tanggal 2 Oktober 2015 yang dibuat yang dibuat di bawah tangan bermaterai cukup, berikut perubahan-perubahannya dan/atau penambahan-penambahannya dan/atau pembaharuanpembaharuannya yang sah yang dibuat oleh pihak-pihak yang bersangkutan di kemudian hari. : Berarti Perjanjian Penjaminan Emisi Efek Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 No. 9 tanggal 5 Oktober 2015, juncto Addendum I Perjanjian Penjaminan Emisi Efek Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 No.35 tanggal 29 Oktober 2015, juncto Addendum II Perjanjian Penjaminan Emisi Efek Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 No. 5 tanggal 3 Desember 2015 yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, berikut perubahanperubahannya dan/atau penambahan-penambahannya dan/atau pembaharuan-pembaharuannya yang sah yang dibuat oleh pihak-pihak yang bersangkutan di kemudian hari. : Berarti Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 No.7 tanggal 5 Oktober 2015, juncto Addendum I Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 No.34 tanggal 29 Oktober 2015, juncto Addendum II Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 No. 3 tanggal 3 Desember 2015 yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta sebagaimana termaktub dalam akta ini, berikut perubahan-perubahannya dan/atau penambahan - penambahannya dan/atau pembaharuan- pembaharuannya yang sah yang dibuat oleh pihak-pihak yangbersangkutan di kemudian hari. : Berarti Pernyataan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance, Nomor: 6 tanggal 5 Oktober 2015, juncto Addendum I Pernyataan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Nomor 33 tanggal 29 Oktober 2015 yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta dan perubahan-perubahannya dan/atau penambahanpenambahannya dan/atau pembaharuan-pembaharuannya yang sah yang dibuat oleh Perseroan yang bersangkutan di kemudian hari. viii

11 Pernyataan Pendaftaran : Berarti pernyataan pendaftaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 Angka 19 Undang-Undang Pasar Modal juncto-peraturan Nomor: IX.C.1 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam tanggal (dua puluh tujuh Oktober dua ribu) Nomor: Kep-42/PM/2000 Tentang Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Pernyataan Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum, dan Peraturan Nomor: IX.A.1 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK tanggal (tiga puluh Desember dua ribu sebelas) Nomor: Kep-690/BL/2011 Tentang Ketentuan Umum Pengajuan Pernyataan Pendaftaran, dan dengan memperhatikan Peraturan OJK Nomor: 36, berikut dokumen-dokumen yang diajukan oleh Perseroan kepada OJK sebelum melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan kepada Masyarakat termasuk perubahan-perubahan, tambahan tambahan serta pembetulanpembetulan untuk memenuhi persyaratan OJK. Pernyataan Pendaftaran Menjadi Efektif : Berarti terpenuhinya seluruh persyaratan Pernyataan Pendaftaran sesuai dengan ketentuan angka 4 Peraturan Nomor: IX.A.2 yaitu: Pernyataan Pendaftaran dapat menjadi efektif dengan memperhatikan ketentuan sebagai berikut: 1. atas dasar lewatnya waktu, yakni: a. 45 (empat puluh lima) hari sejak tanggal Pernyataan Pendaftaran diterima OJK secara lengkap, yaitu telah mencakup seluruh kriteria yang ditetapkan dalam peraturan yang terkait dengan Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum dan peraturan yang terkait dengan Penawaran Umum; atau b. 45 (empat puluh lima) hari sejak tanggal perubahan terakhir yang disampaikan Perseroan atau yang diminta OJK dipenuhi; atau 2. atas dasar pernyataan efektif dari OJK bahwa tidak ada lagi perubahan dan/atau tambahan informasi lebih lanjut yang diperlukan. Perseroan : Berarti PT Mandiri Tunas Finance, berkedudukan di Jakarta Pusat. Perusahaan Efek : Berarti pihak yang melakukan kegiatan usaha sebagai Penjamin Emisi Obligasi, Perantara Pedagang Efek dan/atau Manajer Investasi sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Pasar Modal. Piutang : Berarti piutang Perseroan berupa pembiayaan konsumen dan/atau anjak piutang dan/atau sewa operasi dan/atau piutang lainnya sesuai dengan kegiatan usaha Perseroan. Piutang Performing : Berarti Piutang selain Piutang Non Performing. Piutang Non Performing : Berarti Piutang yang telah jatuh tempo dan belum dibayar setelah melewati 90 (sembilan puluh) Hari Kalender dari tanggal jatuh tempo angsuran masing-masing piutang tersebut. Pokok Obligasi : Berarti jumlah pokok pinjaman Perseroan kepada Pemegang Obligasi, yang ditawarkan dan diterbitkan Perseroan melalui Penawaran Umum yang merupakan rangkaian dari Penawaran Umum Berkelanjutan II, berdasarkan Obligasi yang terhutang dari waktu ke waktu bernilai nominal sebesar Rp ,00 (enam ratus miliar Rupiah). Jumlah Pokok Obligasi tersebut dapat berkurang sehubungan dengan pelunasan Pokok Obligasi dan/atau pembelian kembali sebagai pelunasan Obligasi sebagaimana dibuktikan dengan Sertifikat Jumbo Obligasi sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 5 Perjanjian Perwaliamanatan. Program Referral : Berarti program kerja sama antara Perseroan dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ( Bank Mandiri ) untuk meningkatkan pembiayaan konsumen dengan memanfaatkan infrastruktur dan jaringan Bank Mandiri untuk mereferensikan nasabah-nasabah Bank Mandiri kepada Perseroan. ix

12 Prospektus : Berarti setiap informasi tertulis sehubungan dengan Emisi Obligasi dengan tujuan agar masyarakat membeli Obligasi sebagaimana diatur dalam UUPM dan Peraturan Bapepam Nomor: IX.C.2 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep-51/PM/1996 tanggal 17 Januari 1996 Tentang Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Prospektus Dalam Rangka Penawaran Umum. Prospektus Awal : Berarti setiap informasi tertulis sehubungan dengan Emisi Obligasi yang disusun oleh Perseroan bersama-sama dengan Penjamin Pelaksana Emisi Efek dengan tujuan agar Masyarakat kembali membeli Obligasi, sebagaimana dimaksud dalam Psal 1 butir 26 Undang- Undang Pasar Modal dan Peraturan Bapepam Nomor: IX.C.2 lampiran keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep-51/PM/1996 tanggal (tujuh belas Januari seribu sembilan ratus sembilan puluh enam) tentang pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Prospektus Dalam Rangka Penawaran Umum. Prospektus Ringkas : Berarti setiap informasi tertulis sehubungan dengan Emisi Obligasi yang disusun oleh Perseroan bersama-sama dengan Penjamin Pelaksana Emisi Efek dengan tujuan agar masyarakat membeli Obligasi, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 butir 26 Undang- Undang Pasar Modal dan Peraturan Bapepam Nomor: IX.C.3 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep-43/PM/2000 tanggal 27 Oktober 2000 Tentang Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Prospektus Ringkas Dalam Rangka Penawaran Umum. Rekening Efek : Berarti rekening yang memuat catatan posisi Obligasi dan/atau dana milik Pemegang Obligasi yang diadministrasikan oleh KSEI, Bank Kustodian atau Perusahaan Efek berdasarkan perjanjian pembukaan rekening efek yang ditandatangani oleh Pemegang Obligasi. RUPO : Berarti Rapat Umum Pemegang Obligasi sebagaimana diatur dalam Pasal 10 Perjanjian Perwaliamanatan. Satuan Pemindahbukuan : Berarti satuan jumlah Obligasi yang dapat dipindahbukukan dari satu Rekening Efek ke Rekening Efek lainnya, sebagaimana ditentukan dalam Pasal Perjanjian Perwaliamanatan. Satuan Perdagangan : Berarti Satuan Perdagangan Obligasi yang diperdagangkan adalah senilai Rp ,00 (lima juta Rupiah) dan/atau kelipatannya atau sesuai degan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan sebagaimana ditentukan dalam peraturan Bursa Efek. Seri Obligasi : Berarti 2 (dua) Seri Obligasi, yaitu: Obligasi Seri A dengan jumlah pokok Rp ,- (lima ratus miliar Rupiah), dengan jangka waktu 3 (tiga) tahun sejak Tanggal Emisi, dan pembayaran Obligasi Seri A tersebut akan dilakukan secara penuh atau bullet payment sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah pokok Obligasi Seri A pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi untuk Obligasi Seri A. Obligasi Seri B dengan jumlah pokok Rp ,- (seratus miliar Rupiah), dengan jangka waktu 5 (lima) tahun sejak Tanggal Emisi, dan pembayaran Obligasi Seri B tersebut akan dilakukan secara penuh atau bullet payment sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah pokok Obligasi Seri B pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi untuk Obligasi Seri B. Sertifikat Jumbo Obligasi : Berarti bukti penerbitan Obligasi yang disimpan dalam penitipan kolektif di KSEI yang diterbitkan oleh Perseroan atas nama atau tercatat atas nama KSEI untuk kepentingan Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening, yang terdiri dari Obligasi Seri A dan Obligasi Seri B. SO : Berarti Sales Officer, adalah karyawan Perseroan yang bertugas untuk mencari calon pelanggan potensial, melakukan survey dan analisa serta mengajukan usulan kredit. x

13 Suara : Berarti hak suara yang dimiliki oleh Pemegang Obligasi dalam RUPO sebagaimana lebih lanjut diuraikan dalam Bab XVI Keterangan Mengenai Obligasi. Tanggal Distribusi : Berarti tanggal penyerahan Sertifikat Jumbo Obligasi hasil Penawaran Umum beserta bukti kepemilikan Obligasi yang wajib dilakukan kepada pembeli Obligasi dalam Penawaran Umum, yang akan didistribusikan secara elektronik paling lambat 2 (dua) Hari Kerja terhitung setelah Tanggal Penjatahan. Tanggal Emisi : Berarti tanggal distribusi Obligasi ke dalam Rekening Efek Penjamin Pelaksana Emisi Efek berdasarkan penyerahan Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterima oleh KSEI dari Perseroan, yang juga merupakan tanggal pembayaran hasil Emisi Obligasi dari Penjamin Pelaksana Emisi Efek kepada Perseroan, yang kepastian tanggalnya akan ditentukan dalam perubahan perjanjian perwaliamanatan. Tanggal Pembayaran : Berarti tanggal pembayaran seluruh nilai Pokok Obligasi kepada Perseroan yang telah disetor oleh Penjamin Emisi Efek melalui Penjamin Pelaksana Emisi Efek kepada Perseroan berdasarkan Perjanjian Penjaminan Emisi Efek, yang juga merupakan Tanggal Emisi. Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi : Berarti tanggal-tanggal saat mana Bunga Obligasi menjadi jatuh tempo dan wajib dibayar kepada Pemegang Obligasi yang namanya tercantum dalam Daftar Pemegang Rekening melalui Agen Pembayaran dan dengan memperhatikan ketentuan dalam Pasal 5 Perjanjian Perwaliamanatan. : Berarti tanggal dimana jumlah Pokok Obligasi masing-masing Seri Obligasi menjadi jatuh tempo dan wajib dibayar kepada Pemegang Obligasi sebagaimana ditetapkan dalam Daftar Pemegang Rekening, melalui Agen Pembayaran, yang kepastian tanggalnya akan ditentukan dalam perubahan perjanjian perwaliamanatan, dengan memperhatikan ketentuan dalam Pasal 5 Perjanjian Perwaliamanatan. Tanggal Penjatahan : Berarti tanggal dilakukannya penjatahan Obligasi. TURI : Berarti PT Tunas Ridean Tbk. Undang-Undang Pasar Modal/UUPM : Berarti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor: 8 Tahun 1995 tanggal (sepuluh November seribu sembilan ratus sembilan puluh lima) tentang Pasar Modal dan peraturan-peraturan pelaksanaannya. Wali Amanat : Berarti pihak yang mewakili kepentingan Pemegang Obligasi sebagaimana dimaksud dalam UUPM yang dalam hal ini adalah PT Bank Mega Tbk, suatu perseroan terbatas terbuka, berkedudukan di Jakarta Selatan, para pengganti dan penerima hak dan kewajibannya berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan. xi

14 RINGKASAN Ringkasan di bawah ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan harus dibaca dalam kaitannya dengan keterangan yang lebih rinci dan laporan keuangan serta catatan-catatan yang tercantum di dalam Prospektus ini. Semua informasi keuangan Perseroan disusun dalam mata uang Rupiah dan telah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Ringkasan ini dibuat atas dasar fakta-fakta dan pertimbangan-pertimbangan yang paling penting bagi Perseroan. RIWAYAT SINGKAT PERSEROAN Perseroan berkedudukan di Jakarta Pusat dan didirikan dengan nama PT Tunas Financindo Corporation sebagaimana termaktub dalam Akta Pendirian No.262 tanggal 17 Mei 1989, yang dibuat di hadapan Misahardi Wilamarta, S.H., Notaris di Jakarta dan telah memperoleh pengesahan Menteri Kehakiman Republik Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan No. C HT TH'89 tanggal 1 Juni 1989 serta telah didaftarkan di dalam buku register Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat di bawah No. 1206/1989 tanggal 21 Juni 1989 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.57, tanggal 18 Juli 1989, Tambahan No Anggaran dasar Perseroan telah beberapa kali diubah dan perubahan seluruh anggaran dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan peraturan pasar modal adalah sebagaimana termaktub dalam Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No.8 tanggal 6 Februari 2009 yang dibuat dihadapan Dr.Amrul Partomuan Pohan, S.H., LL.M., Notaris di Jakarta dan telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH tanggal 11 Maret 2009, dan didaftarkan pada Daftar Perseroan No. AHU AH tanggal 11 Maret Selanjutnya pada tahun yang sama, para pemegang saham Perseroan sepakat bahwa nama Perseroan diubah menjadi PT Mandiri Tunas Finance sesuai dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No.181 tanggal 26 Juni 2009 yang dibuat dihadapan Dr. Irawan Soerodjo,S.H.,M.Si, Notaris di Jakarta, Akta mana telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU AH Tahun 2009 tanggal 20 Agustus 2009, dan didaftarkan pada Daftar Perseroan No.AHU AH Tahun 2009, tanggal 20 Agustus Perubahan terakhir yang mengubah beberapa ketentuan dalam anggaran dasar Perseroan adalah berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No.31 tanggal 13 April 2015 yang dibuat dihadapan Lenny Janis Ishak, S.H., Notaris di Jakarta, akta mana telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU AH TAHUN 2015 tanggal 20 April 2015 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU AH TAHUN 2015 tanggal 20 April Keterangan: Berdasarkan Surat Keterangan No.120/NOT/IV/2015 yang dikeluarkan oleh Ny.Lenny Janis Ishak,S.H., Notaris di Jakarta dan sesuai Surat Pernyataan tangggal 1 Desember 2015, proses pengumuman pada Berita Negara Republik Indonesia atas Akta Pernyataan Keputusan Rapat No.31 tanggal 13 April 2015 yang dibuat dihadapan Ny.Lenny Janis Ishak, S.H., Notaris di Jakarta sedang dalam proses pengurusan. Untuk menjalankan kegiatan usaha tersebut di atas, Perseroan telah memperoleh izin usaha sebagai lembaga pembiayaan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.KEP-352/KM.10/2009 tanggal 29 September 2009 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.1021/KMK.013/1989 tentang Pemberian Izin Usaha Lembaga Pembiayaan Kepada PT Tunas Financindo Corporation sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.19/KMK.017/2001, yang menyatakan pengesahan perubahan nama menjadi PT Mandiri Tunas Finance. KEGIATAN USAHA PERSEROAN Sebagaimana termaktub dalam Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan sebagaimana dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No.31 tanggal 13 April 2015 yang dibuat dihadapan Lenny Janis Ishak, S.H., Notaris di Jakarta, akta mana telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU AH TAHUN 2015 tanggal 20 April 2015 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU AH TAHUN 2015 tanggal 20 April 2015, maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan adalah sebagai berikut: 1. Maksud dan tujuan Perseroan adalah: Berusaha dalam bidang perusahaan pembiayaan. 2. Untuk Mencapai Maksud dan Tujuan tersebut di atas, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan Usaha sebagai berikut: xii

15 a. Pembiayaan Investasi, yaitu Pembiayaan untuk pengadaan barang-barang modal beserta jasa yang diperlukan untuk aktivitas usaha/investasi, rehabilitasi, modernisasi, ekspansi atau relokasi tempat usaha/investasi yang diberikan kepada debitur dalam jangka waktu lebih dari 2 (dua) tahun; b. Pembiayaan Modal Kerja, yaitu pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran-pengeluaran yang habis dalam satu siklus usaha debitur dan merupakan pembiayaan dengan jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun; c. Pembiayaan Multiguna, yaitu pembiayaan untuk pengadaan barang dan/atau jasa yang diperlukan oleh debitur untuk pemakaian/konsumsi dan bukan untuk keperluan usaha (aktivitas produktif) dalam jangka waktu yang diperjanjikan; d. Kegiatan usaha pembiayaan lain berdasarkan persetujuan dari OJK. 3. Selain kegiatan usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Perseroan dapat melakukan sewa operasi (operating lease) dan/atau kegiatan berbasis fee sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundangundangan di sektor jasa keuangan. Untuk menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan telah memperoleh ijin untuk melakukan kegiatan usaha di bidang pembiayaan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.1021/KMK.13/1989 tanggal 7 September 1989 yang kemudian diperbaharui oleh Surat Keputusan No. 54/KMK-013/1992 tanggal 15 Januari 1992 dan No. 19/KMK.017/2001 tanggal 19 Januari 2001 dan terakhir diubah dengan No. KEP-352/KM.10/2009 tanggal 29 September STRUKTUR PERMODALAN DAN SUSUNAN PEMEGANG SAHAM PERSEROAN Komposisi struktur permodalan per 30 Juni 2015 adalah sebagai berikut: Keterangan Nilai Nominal Rp100 per saham Persentase Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) (%) Modal Dasar Pemegang Saham: 1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ,00 2. PT Tunas Ridean Tbk ,00 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh ,00 Jumlah Saham dalam Portepel IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING Tabel dibawah ini menggambarkan ikhtisar data keuangan penting dari Perseroan berdasarkan laporan keuangan auditan Perseroan tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan untuk periode enam bulan dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut yang seluruhnya tercantum dalam prospektus ini, serta tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal tersebut yang seluruhnya tidak tercantum dalam prospektus ini. Laporan keuangan Perseroan tanggal 30 Juni 2015 dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut, telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja, firma anggota Ernst & Young Global Limited (partner penanggung jawab: Danil Setiadi Handaja, CPA), akuntan publik independen, berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), dalam laporannya tertanggal 28 Oktober 2015 dengan opini audit wajar tanpa modifikasian dengan paragraf hal lain sehubungan dengan rencana Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 di Bursa Efek Indonesia, dan untuk memenuhi permintaan OJK, Perseroan telah menerbitkan kembali laporan keuangan tersebut yang disertai dengan beberapa perubahan dan tambahan pengungkapan pada catatan atas laporan keuangan. Laporan keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2014 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja, firma anggota Ernst & Young Global Limited (partner penanggung jawab: Danil Setiadi Handaja, CPA), akuntan publik independen, berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), dalam laporannya tertanggal 23 Januari 2015 dengan opini audit wajar tanpa modifikasian. Laporan keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2013 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja, firma anggota Ernst & Young Global Limited (partner penanggung jawab: Peter Surja, CPA), akuntan publik independen, berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), dalam laporannya tertanggal 24 Januari 2014 dengan opini audit wajar tanpa modifikasian. Laporan keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja, firma anggota Ernst & Young Global Limited (partner penanggung jawab: Peter Surja, CPA), akuntan publik independen, berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), dalam laporannya tertanggal 20 Februari 2013 dengan opini audit wajar tanpa pengecualian. xiii

16 Laporan keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2011 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana & Rekan, firma anggota jaringan global PwC (partner penanggung jawab: Lucy Luciana Suhenda, S.E., Ak., CPA), akuntan publik independen, berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), dalam laporannya tertanggal 5 Maret 2012 berisi pendapat wajar tanpa pengecualian. Laporan keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2010 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana & Rekan, firma anggota jaringan global PwC (partner penanggung jawab: Lucy Luciana Suhenda, S.E., Ak., CPA), akuntan publik independen, berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), dalam laporannya tertanggal 4 Februari 2011 berisi pendapat wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan mengenai pengadopsian Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 50 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan, dan PSAK 55 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, yang diterapkan secara prospektif. Sesuai dengan SA 700 yang berlaku efektif sejak 1 Januari 2013, opini wajar tanpa pengecualian disebut opini wajar tanpa modifikasian. Setelah tanggal 7 April 2015, KAP Tanudiredja, Wibisana & Rekan, firma anggota jaringan global PwC, bernama KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan. Laporan keuangan Perseroan pada dan untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2014, , 2011 dan 2010 tersebut tersedia secara publik dan dapat diperoleh di Laporan Posisi Keuangan (dalam jutaan Rupiah) 30 Juni 31 Desember (disajikan 2013 (disajikan 2012 (disajikan Uraian kembali) kembali) kembali) Aset Kas dan setara kas Piutang pembiayaan konsumen *) *) Investasi neto dalam sewa pembiayaan Piutang lain-lain Pihak ketiga Pihak berelasi *) *) Cadangan kerugian penurunan nilai (794) (794) (813) (979) (1.195) - Tagihan kelebihan pajak Aset pajak tangguhan Aset tetap Aset lain-lain Total Aset Liabilitas dan Ekuitas Liabilitas Utang usaha Pihak ketiga Utang lain-lain Pihak ketiga Pihak berelasi Utang pajak kini Beban yang masih harus dibayar Pinjaman bank Surat berharga yang diterbitkan Liabilitas imbalan kerja karyawan Total Liabilitas Ekuitas Modal dasar Kerugian aktuarial atas liabilitas imbalan kerja - karyawan (13.555) (6.080) (2.103) (4.539) - Saldo laba sudah ditentukan penggunaannya belum ditentukan penggunaannya Total Ekuitas Total Liabilitas dan Ekuitas Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain (dalam jutaan Rupiah) Uraian 30 Juni 31 Desember (disajikan kembali) (tidak diaudit) 2014 (disajikan kembali) 2013 (disajikan kembali) 2012 (disajikan kembali) Pendapatan Pembiayaan konsumen Sewa pembiayaan xiv

17 (dalam jutaan Rupiah) Uraian 30 Juni 31 Desember (disajikan kembali) 2014 (disajikan 2013 (disajikan 2012 (disajikan (tidak diaudit) kembali) kembali) kembali) Bunga Lain-lain neto Total pendapatan Beban Beban keuangan ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Gaji dan tunjangan ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) (98.024) *) (75.552) *) Beban umum dan administrasi ( ) (92.005) ( ) ( ) ( ) (77.836) *) (37.641) *) Penyisihan kerugian penurunan nilai: Pembiayaan konsumen ( ) (95.772) ( ) ( ) ( ) ( ) (46.116) Sewa pembiayaan (4.746) (10.805) (6.756) (1.570) (197) - Piutang lain-lain (83) Total beban ( ( ) ( ) ) ( ) ( ) ( ) ( ) Laba sebelum beban pajak Beban pajak (51.775) (39.515) (78.277) (60.847) (39.026) (25.059) (23.143) Laba Periode/Tahun Berjalan Pos-Pos yang tidak akan di reklasifikasi ke laba rugi: Keuntungan (kerugian) aktuarial atas liabilitas imbalan kerja (9.697) (2.651) (5.302) (3.421) - - Pajak penghasilan terkait (812) Penghasilan komprehensif lain (7.475) (1.988) (3.977) (2.566) - - Laba Penghasilan Komprehensif Periode/Tahun Berjalan (*) Perseroan melakukan reklasifikasi atas sejumlah akun dalam laporan keuangan pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 agar sesuai dengan pengungkapan laporan keuangan di bagian lain dalam Prospektus ini. Berikut merupakan akunakun yang direklasifikasi: Pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2011 Sebagaimana Sebagaimana Dilaporkan Dilaporkan Sebelumnya Reklasifikasi di Atas ASET Piutang pembiayaan konsumen net ( ) Piutang lain-lain Pihak berelasi BEBAN Gaji dan tunjangan Umum dan administrasi (98.025) Pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2010 Sebagaimana Sebagaimana Dilaporkan Dilaporkan Sebelumnya Reklasifikasi di Atas ASET Piutang pembiayaan konsumen net (44.630) Piutang lain-lain Pihak berelasi BEBAN Gaji dan tunjangan Umum dan administrasi (75.552) Rasio Data Keuangan Penting Deskripsi 30 Juni 31 Desember Rasio Pertumbuhan Total pendapatan 29,14% 29,79% 38,66% 24,06% 57,53% 10,34% Laba tahun berjalan 35,63% 32,62% 51,32% 77,15% -6,37% 17,16% Total aset 10,88% 31,59% 28,49% 24,81% 55,87% 25,88% Total liabilitas 10,51% 31,74% 28,17% 24,41% 64,50% 28,85% Total ekuitas 13,63% 30,47% 30,79% 27,80% 11,56% 12,54% Rasio Usaha Laba sebelum beban pajak / pendapatan 22,25% 20,64% 20,35% 18,51% 13,41% 21,71% Pendapatan / total aset 11,17% 20,39% 20,68% 19,16% 19,28% 19,07% Laba tahun berjalan / pendapatan 16,62% 15,46% 15,13% 13,87% 9,71% 16,34% Laba sebelum beban pajak/rata-rata aset 2,61% 4,78% 4,73% 3,94% 3,15% 4,62% Laba tahun berjalan / rata-rata ekuitas 15,99% 29,62% 29,17% 24,96% 16,92% 20,25% Laba tahun berjalan / rata-rata aset 1,95% 3,58% 3,52% 2,95% 2,28% 3,47% Total liabilitas / total ekuitas (x) 7,10x 7,30x 7,22x 7,37x 7,57x 5,14x Total liabilitas / total aset (x) 0,88x 0,88x 0,88x 0,88x 0,88x 0,84x Piutang non performing* 1,10% 1,15% 1,16% 1,23% 1,09% 0,91 Gearing ratio (x) 6,39x 6,41x 6,47x 6,56x 7,06x 4,85x *) Tunggakan lebih dari 90 hari xv xv

18 FAKTOR RISIKO A. Risiko Yang Berkaitan Dengan Usaha Perseroan Risiko utama Perseroan adalah risiko pembiayaan dimana konsumen tidak mampu untuk membayar kembali fasilitas pembiayaan yang diberikan. Hal ini menyebabkan tidak tertagihnya piutang pembiayaan kepada konsumen, yang berdampak pada penurunan pendapatan Perseroan. Sedangkan urutan risiko yang dihadapi Perseroan adalah sebagai berikut : 1. Risiko kredit 2. Risiko pendanaan 3. Risiko persaingan 4. Risiko operasional 5. Risiko atas kebijakan moneter 6. Risiko tingkat suku bunga 7. Risiko perekonomian 8. Risiko depresiasi mata uang rupiah B. Risiko Investasi Yang Berkaitan Dengan Obligasi Risiko yang dihadapi investor pembeli Obligasi adalah: 1. Risiko tidak likuidnya Obligasi yang ditawarkan dalam Penawaran Umum ini yang antara lain disebabkan karena tujuan pembelian Obligasi sebagai investasi jangka panjang. 2. Risiko gagal bayar disebabkan kegagalan dari Perseroan untuk melakukan pembayaran bunga serta hutang pokok pada waktu yang telah ditetapkan, atau kegagalan Perseroan untuk memenuhi ketentuan lain yang ditetapkan dalam kontrak Obligasi yang merupakan dampak dari memburuknya kinerja dan perkembangan usaha Perseroan. Penjelasan mengenai risiko-risiko usaha Perseroan tersebut dapat dilihat dalam Bab V Prospektus tentang Risiko Usaha. RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM OBLIGASI Seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi ini, setelah dikurangi biaya-biaya Emisi, seluruhnya akan dipergunakan sebagai modal kerja untuk pembiayaan kendaraan bermotor Perseroan. KETERANGAN TENTANG OBLIGASI Nama Obligasi : Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 Jumlah Pokok Obligasi : Sebesar Rp ,00 (enam ratus miliar Rupiah). Obligasi Seri A : dengan jumlah pokok sebesar Rp ,- (lima ratus miliar Rupiah), yang akan dibayarkan secara penuh (bullet payment) pada tanggal jatuh tempo Obligasi Seri A. Obligasi Seri B : dengan jumlah pokok sebesar Rp ,- (seratus miliar Rupiah), yang akan dibayarkan secara penuh (bullet payment) pada tanggal jatuh tempo Obligasi Seri B. Jangka Waktu : Obligasi Seri A dengan jangka waktu 3 (tiga) tahun sejak Tanggal Emisi; Obligasi Seri B dengan jangka waktu 5 (lima) tahun sejak Tanggal Emisi; Harga Penawaran : 100% dari nilai Pokok Obligasi. Tingkat Bunga Obligasi : Obligasi Seri A dengan tingkat bunga tetap 10,2% (sepuluh koma dua persen) per tahun; Obligasi Seri B dengan tingkat bunga tetap 10,8% (sepuluh koma delapan persen) per tahun; Tingkat Bunga Obligasi tersebut merupakan persentase per tahun dari nilai nominal yang dihitung berdasarkan jumlah Hari Kalender yang lewat dengan perhitungan 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) hari dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) hari. Bunga Obligasi dibayarkan setiap Triwulan terhitung sejak Tanggal Emisi pada Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi. Pembayaran Bunga Obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 18 Maret 2016, sedangkan pembayaran Bunga Obligasi terakhir akan dilakukan bersamaan dengan Pelunasan Pokok masing-masing seri Obligasi. xvi

19 Harga Penawaran : 100% dari nilai Pokok Obligasi. Satuan Pemesanan : Rp ,00 (lima juta Rupiah) atau kelipatannya. Satuan Pemindahbukuan : Rp1,00 (satu Rupiah) atau kelipatannya. Pembayaran Kupon Bunga : Triwulanan. Jaminan : Guna menjamin pembayaran dari seluruh jumlah uang yang oleh sebab apapun juga terhutang dan wajib dibayar oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi berdasarkan ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan, Perseroan akan memberikan Jaminan kepada Pemegang Obligasi. Jenis benda jaminan adalah jaminan fidusia berupa Piutang Performing untuk kepentingan Pemegang Obligasi melalui Wali Amanat, yang dibebankan dengan fidusia. Nilai benda Jaminan: Nilai jaminan selambat-lambatnya pada Tanggal Emisi, sekurang-kurangnya sebesar 60% (enam puluh perseratus) dari Pokok Obligasi; Perseroan dengan ini berjanji dan mengikatkan diri akan mempertahankan pada setiap saat nilai Jaminan sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan dan Perseroan berkewajiban untuk menambah uang tunai sesuai dengan ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan, jika nilai jaminan fidusia berupa Piutang Performing kurang dari nilai sebagaimana ditentukan dalam Perjanjian Perwaliamanatan. Perseroan wajib melakukan penyetoran uang tunai sejumlah kekurangan nilai Jaminan tersebut selambat-lambatnya 14 (empat belas) Hari Kerja sejak tanggal diterimanya surat pemberitahuan dari Wali Amanat mengenai adanya kewajiban penyetoran uang tunai tersebut. Uang tunai tersebut ditempatkan pada rekening atas nama Perseroan pada bank yang ditentukan oleh Wali Amanat dan Perseroan. Uang tunai dalam rekening tersebut dapat ditempatkan dalam bentuk deposito atau instrumen bank lainnya yang disetujui oleh Wali Amanat. Pendapatan atas penempatan uang tunai tersebut menjadi milik Perseroan. Dalam hal nilai Jaminan tersebut telah kembali memenuhi 60% (enam puluh perseratus) dari nilai Pokok Obligasi sampai dengan Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi, maka uang tunai yang ada dalam rekening tersebut menjadi hak Perseroan sepenuhnya. Status Kepemilikan : Piutang Performing yang dijaminkan adalah Piutang milik Perseroan. Pembebanan Jaminan Fidusia : Pembebanan Jaminan wajib dilakukan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku khususnya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor: 42 Tahun 1999 tentang jaminan fidusia, tanggal (tiga puluh September seribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan). Pembebanan tersebut akan dilakukan untuk kepentingan Pemegang Obligasi melalui Wali Amanat, dan Perseroan dengan ini berjanji dan mengikatkan diri akan menandatangani akta jaminan fidusia dalam waktu selambat-lambatnya pada tanggal Emisi. Wali Amanat dengan bantuan dari notaris yang ditunjuk Perseroan berkewajiban mendaftarkan akta jaminan fidusia pada kantor pendaftaran fidusia Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari Kalender setelah penandatanganan akta jaminan fidusia tersebut dan Wali Amanat akan menyerahkan fotokopi bukti pendaftaran fidusia tersebut kepada OJK setelah diperolehnya bukti pendaftaran fidusia atas Jaminan tersebut dari notaris. Permohonan pendaftaran jaminan fidusia dilakukan oleh Wali Amanat setelah Perseroan memenuhi seluruh persyaratan yang diperlukan guna dapat dilakukannya permohonan pendaftaran fidusia tersebut dan terpenuhinya semua persyaratan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku, namun Wali Amanat tidak bertanggung jawab apabila tidak diterbitkannya Sertifikat Jaminan Fidusia oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia xvii

20 Hak Pemegang Obligasi atas piutang performing yang dijaminkan adalah dengan preferen terhadap hak-hak kreditur Perseroan lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia. Penyisihan Dana : Perseroan tidak menyelenggarakan penyisihan dana untuk Obligasi ini dengan pertimbangan untuk mengoptimalkan penggunaan dana hasil Penawaran Umum Obligasi ini sesuai dengan tujuan rencana penggunaan dana hasil Penawaran Umum Obligasi. Pembelian Kembali : Pembelian kembali Obligasi dapat dilakukan 1 (satu) tahun setelah Tanggal Penjatahan. Pembelian kembali Obligasi ditujukan sebagai pelunasan atau disimpan untuk kemudian dijual kembali dengan harga pasar. Pembelian kembali Obligasi hanya dapat dilakukan oleh Perseroan dari Pihak yang tidak terafiliasi. Rencana pembelian kembali Obligasi wajib dilaporkan kepada OJK oleh Perseroan paling lambat 2 (dua) Hari Kerja sebelum pengumuman rencana pembelian kembali Obligasi tersebut di surat kabar. Pembelian kembali Obligasi baru dapat dilakukan setelah pengumuman rencana pembelian kembali Obligasi. Pengumuman tersebut wajib dilakukan paling sedikit melalui 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional paling lambat 2 (dua) Hari Kalender sebelum tanggal penawaran untuk pembelian kembali dimulai. Keterangan lebih lanjut mengenai Pembelian Kembali diuraikan dalam Bab XVI Prospektus perihal Keterangan Mengenai Obligasi. Wali Amanat : PT Bank Mega Tbk. OBLIGASI YANG TELAH DITERBITKAN PERSEROAN No. Nama Obligasi 1 PUB I Obligasi Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2013 Dengan Tingkat Bunga Tetap 2 PUB I Obligasi Mandiri Tunas Finance Tahap II Tahun 2014 Dengan Tingkat Bunga Tetap 3 PUB I Obligasi Mandiri Tunas Finance Tahap III Tahun 2015 Dengan Tingkat Bunga Tetap Seri Jumlah Nominal (Rp juta) Tingkat Bunga A ,75% B ,80% A ,70% B ,85% ,75% xviii Jangka Waktu 36 (tiga puluh enam) bulan 48 (empat puluh delapan) bulan 36 (tiga puluh enam) bulan 48 (empat puluh delapan) bulan 36 (tiga puluh enam) bulan Peringkat idaa idaa idaa Tanggal Efektif OJK 28 Mei Mei Mei 2013 Jatuh Tempo Jumlah Terhutang (Rp juta) 05 Juni Juni Mei Mei Juni Total Obligasi Yang Masih Terhutang HAK-HAK PEMEGANG OBLIGASI 1. Menerima pelunasan Pokok Obligasi dan/atau pembayaran Bunga Obligasi dari Perseroan yang dibayarkan melalui KSEI sebagai Agen Pembayaran pada Tanggal Pembayaran dan/atau Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi yang bersangkutan. Pokok Obligasi harus dilunasi dengan harga yang sama dengan jumlah Pokok Obligasi yang tertulis pada Konfirmasi Tertulis yang dimiliki oleh Pemegang Obligasi. 2. Yang berhak atas Bunga Obligasi adalah Pemegang Obligasi yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Rekening pada 4 (empat) Hari Bursa sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi. Dengan demikian jika terjadi transaksi Obligasi dalam waktu 4 (empat) Hari Bursa sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi, pembeli Obligasi yang menerima pengalihan Obligasi tersebut tidak berhak atas Bunga Obligasi pada periode Bunga Obligasi yang bersangkutan, kecuali ditentukan lain oleh KSEI sesuai dengan ketentuan KSEI yang berlaku.

21 3. Bila terjadi kelalaian dalam pelunasan Pokok Obligasi dan/atau pembayaran Bunga Obligasi, Pemegang Obligasi berhak untuk menerima pembayaran denda atas setiap kelalaian pembayaran pelunasan Pokok Obligasi dan/atau pembayaran Bunga Obligasi sebesar 1% (satu persen) diatas tingkat Bunga Obligasi masing-masing Seri Obligasi yang bersangkutan dari jumlah dana yang terlambat dibayar atas Jumlah Terhutang. Jumlah denda tersebut dihitung harian berdasarkan jumlah hari yang terlewat, dengan perhitungan 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) Hari Kalender. 4. Seorang atau lebih Pemegang Obligasi yang mewakili sedikitnya 20% (dua puluh persen) dari jumlah Pokok Obligasi yang terhutang (tidak termasuk obligasi yang dimiliki oleh Perseroan dan Afiliasi Perseroan) berhak mengajukan permintaan tertulis kepada Wali Amanat agar diselenggarakan RUPO dengan memuat acara yang diminta dengan melampirkan asli KTUR dengan ketentuan sejak diterbitkannya KTUR tersebut Obligasi yang dimiliki oleh Pemegang Obligasi yang mengajukan permintaan tertulis kepada Wali Amanat tersebut akan dibekukan oleh KSEI sejumlah obligasi yang tercantum dalam KTUR tersebut. Hak Suara Pemegang Obligasi ditentukan bahwa setiap Pokok Obligasi senilai Rp1,00 (satu Rupiah) memberikan hak kepada pemegangnya untuk mengeluarkan 1 (satu) Suara. STRATEGI USAHA PERSEROAN Dalam rangka menghadapi persaingan yang semakin ketat dalam industri pembiayaan, Perseroan telah memiliki beberapa strategi untuk dapat terus tumbuh dan berkembang : 1. Meningkatkan aliansi strategis antara Perseroan, Bank Mandiri, TURI melalui program referral dan peningkatan kontribusi TURI 2. Meningkatkan porsi direct selling melalui pembentukan telesales 3. Ekspansi portofolio kredit melalui pembukaan cabang sejalan potensi pertumbuhan ekonomi daerah 4. Mencari alternatif sumber pendanaan yang kompetitif melalui penerbitan surat berharga dan/ atau pinjaman bank melalui penerbitan surat berharga dan atau pinjaman bank 5. Pengembangan berbagai produk baru yang memberikan nilai tambah untuk konsumen 6. Meningkatkan kompetensi SDM secara berkesinambungan 7. Implementasi performance based culture dengan membuat program apresiasi karyawan yang mendukung akselerasi bisnis yang disesuaikan dengan kontribusi yang dihasilkan oleh karyawan 8. Mengoptimalkan pasar komersial di luar jawa dengan penugasan beberapa team khusus yang berasal dari personel di kantor pusat dan cabang untuk membuka pasar (kerjasama bisnis) di jaringan kantor yang baru dibuka guna melakukan pendampingan untuk memastikan semua rencana bisnis on track. Team ini bersifat fleksibel (flying team) 9. Meningkatkan corporate image melalui kombinasi communication strategy above and below the line, implementasi corporate culture PERWIRA serta perbaikan infrastruktur 10. Menyusun stakeholders management agar untuk mengantisipasi beberapa isu/kebijakan lebih awal dengan mengidentifikasi beberapa aktifitas yang dilakukan oleh stakeholders yang dapat menunjang pengembangan bisnis Perseroan PROSPEK USAHA Meskipun pertumbuhan bisnis multifinance sampai dengan pertengahan tahun 2015 mengalami perlambatan pertumbuhan dibanding periode yang sama tahun lalu yang diakibatkan menurunnya penjualan otomotif dan melemahnya nilai tukar mata uang Rupiah terhadap US dollar, namun Perseroan tetap berupaya untuk mencapai target pembiayaan sebesar Rp20 triliun sebagaimana telah ditetapkan di awal tahun Sampai dengan bulan Juni 2015, Perseroan telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp7,9 triliun atau tumbuh 9,5% dibanding periode yang sama tahun Perseroan optimis dapat mencapai pertumbuhan diatas rata-rata pertumbuhan industri. Keyakinan pertumbuhan di atas rata-rata industri ini didukung oleh peningkatan daya beli masyarakat seiring bertambahnya populasi keluarga kelas menengah yang akan membutuhkan kendaraan bermotor serta semakin banyaknya varian kendaraan bermotor dengan model yang menarik dan harga yang cukup terjangkau. Selain itu, sektor industri transportasi, distribusi dan infrastruktur yang terus berkembang sejalan dengan program Pemerintah akan menjadi potensi pembiayaan bagi Perseroan dalam mengembangkan kinerjanya. Untuk mencapai target pembiayaan di tahun 2015, selain menciptakan produk-produk pembiayaan yang makin kompetitif, Perseroan juga akan semakin memperluas jaringan kantor pemasaran terutama dengan dukungan jaringan kantor satelit di kantor cabang Bank Mandiri. Perseroan tetap akan fokus pada pembiayaan mobil baru dengan melakukan diversifikasi pada pembiayaan multiguna sebagaimana telah diatur oleh OJK. Program efisiensi biaya operasional dan pengembangan teknologi informasi tetap akan dilanjutkan di tahun Perseroan juga akan lebih mengoptimalkan menggarap customer based Bank Mandiri baik untuk segmen passenger car maupun commercial car. Melalui program aliansi strategis dengan Bank Mandiri, penetrasi market kepada anchor clients Bank Mandiri dapat dilakukan lebih efektif. Dengan dukungan dari group Bank Mandiri dan TURI, Perseroan optimis memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan kinerjanya di tahun mendatang. xix

22 Dengan demikian, prospek usaha Perseroan dalam industri pembiayaan kendaraan bermotor masih sangat menjanjikan. Dengan dukungan sumber pendanaan yang berkelanjutan, jaringan kantor cabang yang semakin luas, hubungan yang baik dengan jaringan dealer nasional dan SDM yang berkualitas, manajemen berkeyakinan mampu mencapai target di tahun Untuk memanfaatkan peluang bisnis di tahun 2015, Perseroan akan melakukan strategi bisnis guna meningkatkan kinerja Perseroan untuk tumbuh secara berkelanjutan seperti yang tercantum dalam pembahasan strategi bisnis dalam aspek pemasaran. WALI AMANAT PT Bank Mega Tbk telah ditunjuk sebagai Wali Amanat dalam penerbitan Obligasi ini sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalan Perjanjian Perwaliamanatan. HASIL PEMERINGKATAN OBLIGASI Dalam rangka Penawaran Umum Obligasi ini, Perseroan telah melakukan pemeringkatan yang dilaksanakan oleh Pefindo. Berdasarkan surat Pefindo No.1243/PEF/-Dir/IX/2015 tanggal 30 September 2015, hasil pemeringkatan atas surat hutang jangka panjang (Obligasi) Perseroan adalah: idaa (Double A) Peringkat tersebut mencerminkan dukungan yang kuat dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terhadap Perseroan, perbaikan bisnis melalui sinergi dengan pemegang saham, dan diversifikasi yang baik. Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh tingkat profitabilitas Perseroan yang moderat dan peningkatan tren atas piutang bermasalah. Perseroan tidak memiliki hubungan Afiliasi dengan Pefindo selaku Perusahaan Pemeringkat yang melakukan pemeringkatan atas Obligasi ini. Perseroan juga akan melakukan pemeringkatan atas Obligasi ini setiap 1 (satu) tahun sekali selama kewajiban atas efek tersebut belum lunas sebagaimana diatur dalam Peraturan Nomor IX.C.11 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-135/BL/2006 Tanggal 14 Desember 2006 tentang Pemeringkatan Atas Efek Bersifat Utang. Untuk keterangan lebih lanjut dapat dilihat pada Bab XVII Prospektus ini perihal Keterangan Mengenai Pemeringkatan Obligasi. xx

23 I. PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN EFEK BERSIFAT UTANG OBLIGASI BERKELANJUTAN II MANDIRI TUNAS FINANCE DENGAN TARGET DANA YANG AKAN DIHIMPUN SEBESAR RP (DUA TRILIUN RUPIAH) DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN BERSIFAT UTANG TERSEBUT, UNTUK TAHAP PERTAMA PERSEROAN AKAN MENERBITKAN DAN MENAWARKAN: OBLIGASI BERKELANJUTAN II MANDIRI TUNAS FINANCE TAHAP I TAHUN 2015 DENGAN JUMLAH POKOK OBLIGASI BERKELANJUTAN II TAHAP I SEBESAR RP (ENAM RATUS MILIAR RUPIAH) ( OBLIGASI ) Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat dan dijamin secara Kesanggupan Penuh (Full Commitment) yang terdiri dari 2 (dua) Seri. Obligasi ini memberikan pilihan bagi masyarakat untuk memilih Seri Obligasi yang dikehendaki sebagai berikut: Seri A : Obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,2% (sepuluh koma dua persen) per tahun berjangka waktu 3 (tiga) tahun sejak Tanggal Emisi. Jumlah Pokok Obligasi Seri A yang ditawarkan adalah sebesar Rp ,- (lima ratus miliar Rupiah) secara Kesanggupan Penuh (Full Commitment). Pembayaran Obligasi Seri A tersebut akan dilakukan secara penuh (bullet payment) sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah pokok Obligasi Seri A pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi untuk Obligasi Seri A yaitu pada tanggal 18 Desember Seri B : Obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,8% (sepuluh koma delapan persen) per tahun berjangka waktu 5 (lima) tahun sejak Tanggal Emisi. Jumlah Pokok Obligasi Seri B yang ditawarkan adalah sebesar Rp ,- (seratus miliar Rupiah) secara Kesanggupan Penuh (Full Commitment). Pembayaran Obligasi Seri B tersebut akan dilakukan secara penuh (bullet payment) sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah pokok Obligasi Seri B pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi untuk Obligasi Seri B yaitu pada tanggal 18 Desember Bunga Obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sesuai dengan Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi yang bersangkutan. Pembayaran Bunga Obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 18 Maret 2016, sedangkan Pembayaran Bunga Obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo masing-masing seri Obligasi adalah pada tanggal 18 Desember 2018 untuk Obligasi Seri A dan 18 Desember 2020 untuk Obligasi Seri B. Pembayaran Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo. Dalam hal Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi jatuh pada hari yang bukan Hari Bursa, maka Bunga Obligasi dibayar pada Hari Bursa sesudahnya tanpa dikenakan denda. Tingkat Bunga Obligasi tersebut merupakan persentase per tahun dari nilai nominal yang dihitung berdasarkan jumlah Hari Kalender yang lewat dengan perhitungan 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) Hari Kalender. OBLIGASI INI AKAN DICATATKAN PADA PT BURSA EFEK INDONESIA Dalam rangka penerbitan Obligasi Berkelanjutan ini, Perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan atas surat utang jangka panjang dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo): idaa (Double A) Hasil pemeringkatan di atas berlaku untuk periode 30 September 2015 sampai dengan 1 September Untuk keterangan lebih lanjut dapat dilihat pada Bab XVII Prospektus ini perihal Keterangan Mengenai Pemeringkatan Obligasi PT MANDIRI TUNAS FINANCE Kegiatan Usaha : Pembiayaan Investasi, Pembiayaan Modal Kerja, Pembiayaan Multiguna Berkedudukan di Jakarta, Indonesia Kantor Pusat: Graha Mandiri Lt.3A, Jl. Imam Bonjol No.61, Jakarta Tel. (021) ; Fax. (021) Website : [email protected] Kantor Cabang: 92 (sembilan puluh dua) kantor cabang yang terletak di Banda Aceh, Medan, Rantau Prapat, Padang, Agam, Lubuk Linggau, Batam, Pekanbaru, Rokan Hulu,Tanjung Pinang, Ogan Komering Ilir, Bengkalis, Jambi, Muara Bungo, Bengkulu, Palembang, Bandar Lampung (7 cabang), Pangkal Pinang,Cilegon, Serang, Tangerang (3 Cabang), Lebak, Jakarta (8 Cabang), Bekasi (2 Cabang), Karawang, Depok, Cibubur, Bogor, Sukabumi, Bandung (2 Cabang), Tasikmalaya, Cirebon, Garut, Subang, Cikarang, Cibinong, Tegal, Purwokerto, Semarang, Solo, Kudus, Magelang, Yogyakarta, Pekalongan, Mojokerto, Surabaya (2 Cabang), Malang, Kediri, Jember, Madiun, Tuban, Gresik, Denpasar, Gianyar, Mataram, Pontianak, Banjarmasin, Tanjung, Palangkaraya, Samarinda, Balikpapan, Tarakan, Banjar Baru, Bontang, Makassar, Parepare, Kendari, Manado, Palu, Gorontalo, Sintang, Sampit, Mamuju dan Kotamobagu. Kantor Satelit: Pasuruan, Pahuwanto, Solok, Salatiga, Blitar, Pasaman Barat, Sumbawa, Ogan Komering Ulu, Bone, Lahat, Belitung, Sumedang, Lamongan, Indramayu, Cilacap, Banjarnegara, Bulukumba, Kolaka, Palopo, Singaraja dan Kupang RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN ADALAH KREDIT/PEMBIAYAAN YAITU KETIDAKMAMPUAN KONSUMEN UNTUK MEMBAYAR KEMBALI FASILITAS PEMBIAYAAN YANG DIBERIKAN, SEHINGGA MENYEBABKAN TIDAK TERTAGIHNYA PIUTANG PEMBIAYAAN KEPADA KONSUMEN YANG DAPAT MENURUNKAN PENDAPATAN DAN KINERJA PERSEROAN. 1

24 Perseroan didirikan dengan nama PT Tunas Financindo Corporation berdasarkan Akta Pendirian No.262 tanggal 17 Mei 1989 yang dibuat dihadapan Misahardi Wilamarta S.H., Notaris di Jakarta dan telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan No.C HT TH'89, tanggal 1 Juni 1989, dan didaftarkan dalam buku Register Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat di bawah No 1206/1989, tertanggal 21 Juni 1989 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.57, tanggal 18 Juli 1989, Tambahan No Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan No.8 tanggal 6 Februari 2009 yang dibuat dihadapan Dr. Amrul Partomuan Pohan, S.H., LL.M., Notaris di Jakarta, akta mana telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No.AHU-AH tanggal 11 Maret 2009, dan didaftarkan pada Daftar Perseroan No.AHU AH Tahun 2009, tanggal 11 Maret 2009, susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut: Keterangan Nilai Nominal Rp100 per saham Persentase Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) (%) Modal Dasar Pemegang Saham: 1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ,00 2. PT Tunas Ridean Tbk ,00 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh ,00 Jumlah Saham dalam Portepel Selanjutnya pada tahun 2009, para pemegang saham Perseroan sepakat bahwa nama Perseroan diubah menjadi PT Mandiri Tunas Finance sesuai dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No.181 tanggal 26 Juni 2009 yang dibuat dihadapan Dr. Irawan Soerodjo,S.H.,M.Si, Notaris di Jakarta, Akta mana telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU AH Tahun 2009 tanggal 20 Agustus 2009, dan didaftarkan pada Daftar Perseroan No.AHU AH Tahun 2009, tanggal 20 Agustus 2009 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.65 tanggal 13 Agustus 2010 Tambahan Berita Negara No Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan Anggaran Dasar, dengan perubahan terakhir adalah perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan mengenai maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan serta perubahan Pasal 11 ayat 3 butir a mengenai masa jabatan Direksi dan pasal 14 ayat 3 butir a mengenai Masa Jabatan Dewan Komisaris sebagaimana dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No.31 tanggal 13 April 2015 yang dibuat dihadapan Lenny Janis Ishak, S.H., Notaris di Jakarta, akta mana telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU AH Tahun 2015 tanggal 20 April 2015 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No.AHU AH Tahun 2015 tanggal 20 April 2015 dan telah diterima dan dicatat dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar PT Mandiri Tunas Finance Nomor AHU- AH tanggal 20 April NAMA OBLIGASI Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 JANGKA WAKTU DAN JATUH TEMPO Perseroan menawarkan Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 dalam 2 (dua) Seri yaitu, Obligasi Seri A dengan jangka waktu 3 (tiga) tahun sejak Tanggal Emisi dan Obligasi Seri B dengan jangka waktu 5 (lima) tahun sejak Tanggal Emisi. JENIS OBLIGASI Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan untuk didaftarkan atas nama KSEI sebagai bukti hutang untuk kepentingan Pemegang Obligasi. Obligasi ini didaftarkan atas nama KSEI untuk kepentingan Pemegang Rekening di KSEI yang selanjutnya untuk kepentingan Pemegang Obligasi dan didaftarkan pada tanggal diserahkannya Sertifikat Jumbo Obligasi oleh Perseroan kepada KSEI. Bukti kepemilikan Obligasi bagi Pemegang Obligasi adalah Konfirmasi Tertulis yang diterbitkan oleh KSEI, Perusahaan Efek atau Bank Kustodian. JUMLAH POKOK OBLIGASI Obligasi ini diterbitkan dengan jumlah pokok sebesar Rp (enam ratus miliar Rupiah) yang terdiri dari 2 (dua) Seri yaitu: 2

25 Obligasi Seri A : Obligasi Seri B : Jumlah pokok sebesar Rp ,- (lima ratus miliar Rupiah) Jumlah pokok sebesar Rp ,- (seratus miliar Rupiah) Jumlah Pokok Obligasi tersebut dapat berkurang sehubungan dengan pelaksanaan pembelian kembali sebagai pelunasan Obligasi sebagaimana dibuktikan dengan Sertifikat Jumbo Obligasi. HARGA PENAWARAN 100,00% (seratus persen) dari Jumlah Nominal Obligasi. BUNGA OBLIGASI Tanggal-tanggal Pembayaran Bunga Obligasi adalah sebagai berikut: Bunga Ke Seri A Tanggal Pembayaran Bunga Seri B 1 18 Maret Maret Juni Juni September September Desember Desember Maret Maret Juni Juni September September Desember Desember Maret Maret Juni Juni September September Desember Desember Maret Juni September Desember Maret Juni September Desember 2020 Bunga Obligasi dihitung berdasarkan jumlah hari yang lewat terhitung sejak Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik, dimana 1 (satu) bulan dihitung 30 (tiga puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) tahun dihitung 360 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender dan akan dibayarkan setiap triwulanan (3 bulan). Bunga tersebut akan dibayarkan oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening KSEI pada Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi yang bersangkutan. SATUAN PEMINDAHBUKUAN OBLIGASI Satuan pemindahbukuan Obligasi adalah senilai Rp1 (satu Rupiah) atau kelipatannya. SATUAN PERDAGANGAN OBLIGASI Perdagangan Obligasi dilakukan di Bursa Efek dengan syarat-syarat dan ketentuan sebagaimana ditentukan dalam peraturan Bursa Efek. Satuan perdagangan Obligasi di Bursa Efek dilakukan dengan nilai sebesar Rp ,00 (lima juta Rupiah) dan kelipatannya atau dengan nilai sebagaimana ditentukan dalam peraturan Bursa Efek dan/atau Perjanjian yang ditandatangani oleh Perseroan dan Bursa Efek. JUMLAH MINIMUM PEMESANAN Pemesanan Pembelian Obligasi harus dilakukan dalam jumlah sekurang-kurangnya sebesar satu satuan perdagangan sebesar Rp ,00 (lima juta Rupiah) atau kelipatannya. PENGGUNAAN DANA Seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi ini, setelah dikurangi biaya-biaya Emisi, seluruhnya akan dipergunakan sebagai modal kerja untuk pembiayaan kendaraan bermotor Perseroan. Keterangan lebih lanjut mengenai hal ini dapat dilihat pada Bab II Prospektus ini perihal Penggunaan Dana yang Diperoleh dari Penawaran Umum Obligasi. 3

26 JAMINAN Guna menjamin pembayaran dari seluruh jumlah uang yang oleh sebab apapun juga terhutang dan wajib dibayar oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi berdasarkan ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan, Perseroan akan memberikan Jaminan kepada Pemegang Obligasi. Jenis benda jaminan adalah jaminan fidusia berupa piutang performing untuk kepentingan Pemegang Obligasi melalui Wali Amanat, yang dibebankan dengan fidusia. Nilai benda Jaminan: a. Nilai Jaminan selambat-lambatnya pada Tanggal Emisi, sekurang-kurangnya sebesar 60% (enam puluh persen) dari nilai Pokok Obligasi; b. Perseroan dengan ini berjanji dan mengikatkan diri akan mempertahankan pada setiap saat nilai jaminan sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan dan Perseroan berkewajiban untuk menambah uang tunai sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan, jika nilai jaminan fidusia berupa piutang performing kurang dari nilai sebagaimana ditentukan dalam Perjanjian Perwaliamanatan. c. Perseroan wajib melakukan penyetoran uang tunai sejumlah kekurangan nilai Jaminan tersebut selambatlambatnya 14 (empat belas) Hari Kerja sejak tanggal diterimanya surat pemberitahuan dari Wali Amanat mengenai adanya kewajiban penyetoran uang tunai tersebut. Uang tunai tersebut ditempatkan pada rekening penampungan atas nama Perseroan pada bank yang ditentukan oleh Wali Amanat dan Perseroan. Uang tunai dalam rekening penampungan tersebut dapat ditempatkan dalam bentuk deposito atau instrumen bank lainnya yang disetujui oleh Wali Amanat. Pendapatan atas penempatan uang tunai tersebut menjadi milik Perseroan. Dalam hal nilai Jaminan tersebut telah kembali memenuhi 60% (enam puluh persen) dari nilai Pokok Obligasi sampai dengan Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi, maka uang tunai yang ada dalam rekening penampungan tersebut menjadi hak Perseroan sepenuhnya. Status Kepemilikan : Piutang performing yang dijaminkan adalah piutang milik Perseroan. Pembebanan Jaminan Fidusia : Pembebanan Jaminan wajib dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku khususnya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor: 42 Tahun 1999 tentang jaminan fidusia, tanggal (tiga puluh September seribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan). Pembebanan tersebut akan dilakukan untuk kepentingan Pemegang Obligasi melalui Wali Amanat, dan Perseroan dengan ini berjanji dan mengikatkan diri akan menandatangani akta jaminan fidusia dalam waktu selambat-lambatnya pada Tanggal Emisi. Wali Amanat dengan bantuan dari notaris berkewajiban mendaftarkan akta jaminan fidusia pada kantor pendaftaran fidusia Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari Kalender setelah penandatanganan akta jaminan fidusia tersebut dan Wali Amanat akan menyerahkan fotokopi bukti pendaftaran fidusia atas Jaminan tersebut dari notaris. Permohonan pendaftaran jaminan fidusia dilakukan oleh Wali Amanat setelah Perseroan memenuhi seluruh persyaratan yang diperlukan guna dapat dilakukannya permohonan pendaftaran fidusia tersebut dan terpenuhinya semua persyaratan dalam peraturan perundangundangan yang berlaku, namun Wali Amanat tidak bertanggung jawab apabila tidak diterbitkannya Sertifikat Jaminan Fidusia oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Hak Pemegang Obligasi atas piutang performing yang dijaminkan adalah dengan preferen terhadap hak-hak kreditur Perseroan lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia. Keterangan lebih lanjut mengenai hal ini dapat dilihat pada Bab XVI Prospektus ini perihal Keterangan Mengenai Obligasi. PEMBATASAN-PEMBATASAN DAN KEWAJIBAN-KEWAJIBAN PERSEROAN Perseroan, tanpa persetujuan tertulis dari Wali Amanat tidak akan melakukan hal-hal sebagai berikut : a. Pembatasan keuangan dan pembatasan-pembatasan lain terhadap Perseroan (debt covenants) adalah sebagai berikut: 1) Melakukan pembagian dividen pada tahun buku Perseroan selama Perseroan lalai dalam melakukan pembayaran Jumlah Terhutang atau Perseroan tidak melakukan pembayaran jumlah terhutang berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan dan Pengakuan Hutang, kecuali apabila Perseroan melakukan penawaran umum saham. 2) memberikan pinjaman atau kredit kepada Afiliasi, dimana keseluruhan jumlah dari semua pinjaman tersebut melebihi 20 % (dua puluh perseratus) dari ekuitas Perseroan (mana yang lebih kecil), kecuali a) hutang yang telah ada sebelum Perjanjian Perwaliamanatan ditandatangani; b) pinjaman dalam rangka menjalankan kegiatan usaha Perseroan. 4

27 3) Menjual, mentransfer atau mengalihkan suatu transaksi atau beberapa transaksi baik yang berhubungan maupun yang tidak berhubungan dan baik pada satu waktu atau dalam suatu jangka waktu mengenai seluruh atau sebagian dari harta kekayaan Perseroan, baik satu persatu ataupun jumlah total dari pengalihan berdasarkan butir 4) ini adalah sebesar 50% (lima puluh persen) atau lebih dari harta kekayaan Perseroan, kecuali kegiatan usaha Perseroan sehari-hari. 4) Melakukan penggabungan, konsolidasi dan peleburan kecuali dengan perusahaan lain kecuali sepanjang dilakukan pada bidang usaha yang sama dan tidak mempunyai dampak negatif terhadap jalannya usaha Perseroan serta tidak mempengaruhi kemampuan Perseroan dalam melakukan pembayaran Pokok Obligasi dan/atau Bunga Obligasi. b. Pemberian persetujuan tertulis sebagaimana dimaksud dalam pasal a di atas akan diberikan oleh Wali Amanat dengan ketentuan sebagai berikut: 1) Permohonan persetujuan tersebut tidak akan ditolak tanpa alasan yang jelas dan wajar; 2) Wali Amanat wajib memberikan persetujuan, penolakan atau meminta tambahan data/ dokumen pendukung lainnya dalam waktu 10 (sepuluh) Hari Kerja setelah permohonan persetujuan tersebut dan dokumen pendukungnya diterima secara lengkap oleh Wali Amanat, dan jika dalam waktu 10 (sepuluh) Hari Kerja tersebut Perseroan tidak menerima persetujuan, penolakan atau permintaan tambahan data/ dokumen pendukung lainnya dari Wali Amanat maka Wali Amanat dianggap telah memberikan persetujuannya; dan 3) Jika Wali Amanat meminta tambahan data/ dokumen pendukung lainnya, maka persetujuan atau penolakan wajib diberikan oleh Wali Amanat dalam waktu 10 (sepuluh) Hari Kerja setelah data/ dokumen pendukung lainnya tersebut diterima secara lengkap oleh Wali Amanat dan jika dalam waktu 10 (sepuluh) Hari Kerja tersebut Perseroan tidak menerima persetujuan atau penolakan dari Wali Amanat maka Wali Amanat dianggap telah memberikan persetujuan. c. Perseroan berkewajiban untuk: 1) Menyetorkan dana (in good funds) yang diperlukan untuk pelunasan Pokok Obligasi dan/ atau pembayaran Bunga Obligasi yang jatuh tempo kepada Agen Pembayaran paling lambat 1 (satu) Hari Bursa sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi dan/atau Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi dan menyerahkan kepada Wali Amanat fotokopi bukti penyetoran dana tersebut pada hari yang sama. Apabila lewat jatuh tempo Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi dan/ atau Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi, Perseroan harus membayar Denda. Denda yang dibayarkan oleh Perseroan yang merupakan hak Pemegang Obligasi akan dibayarkan kepada Pemegang Obligasi secara proporsional berdasarkan besarnya Obligasi yang dimilikinya sesuai dengan ketentuan Perjanjian Agen Pembayaran; 2) Memperoleh, mematuhi segala ketentuan dan melakukan hal- hal yang diperlukan untuk menjaga tetap berlakunya segala kuasa, ijin, dan persetujuan (baik dari pemerintah maupun lainnya) dan dengan segera memberikan laporan dan masukan dan melakukan hal-hal yang diwajibkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia sehingga Perseroan dapat secara sah menjalankan kewajibannya berdasarkan setiap Dokumen Emisi dalam mana Perseroan menjadi salah satu pihaknya atau memastikan keabsahan, keberlakuan, dapat dilaksanakannya setiap dokumen Emisi di Republik Indonesia; 3) Memastikan pada setiap saat keadaan keuangan Perseroan yang tercantum dalam laporan keuangan tahunan Perseroan terakhir yang telah diaudit atau laporan keuangan semesteran yang terakhir, diserahkan kepada Wali Amanat berdasarkan ketentuan Pasal c.7), harus berada dalam rasio jumlah pinjaman terhadap ekuitas tidak melebihi rasio 10 : 1 (sepuluh berbanding satu) dengan tetap memperhatikan pembatasan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor: 84/PMK.012/2006 tanggal (dua puluh sembilan September dua ribu enam) tentang Perusahaan Pembiayaan atau perubahan-perubahannya; 4) Mematuhi ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan; 5) Memelihara asuransi-asuransi yang sudah berjalan dan berhubungan dengan kegiatan usaha dan harta kekayaan Perseroan pada perusahaan asuransi yang bereputasi terhadap segala risiko yang biasa dihadapi oleh perusahan-perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha yang sama dengan Perseroan; 6) Mengijinkan Wali Amanat (atas biayanya sendiri) dan atau orang yang diberi kuasa oleh Wali Amanat (termasuk tetapi tidak terbatas, auditor atau akuntan yang ditunjuk untuk maksud tersebut) dari waktu ke waktu memiliki akses dan memeriksa buku-buku, memberikan tanggapan atas segala pertanyaan atau informasi yang diminta oleh wakilnya tersebut dan mendiskusikan dengan orang tersebut dengan itikad baik atas segala aspek dari pembukuan Perseroan, dengan ketentuan Wali Amanat memberitahukan secara tertulis dengan alasan yang jelas maksudnya tersebut kepada Perseroan 3 (tiga) Hari Kerja sebelumnya; 7) Menyerahkan laporan-laporan yang diminta oleh OJK kepada Wali Amanat dan persetujuan-persetujuan atas penerbitan dan penawaran Obligasi sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan, dan untuk membuat dan mengimplementasikan setiap perjanjian yang berhubungan dengan hal tersebut, termasuk tetapi tidak terbatas penyerahan atas: 5

28 a) Laporan keuangan tahunan Perseroan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik yang terdaftar di OJK dalam waktu bersamaan pada saat dilaporkannya laporan keuangan tahunan Perseroan tersebut kepada OJK, dengan memperhatikan peraturan Pasar Modal. b) Laporan-laporan keuangan intern tengah tahunan Perseroan yang telah disahkan oleh Direksi Perseroan. c) Laporan keuangan triwulan Perseroan yang telah diserahkan Direksi Perseroan selambatlambatnya 30 (tiga puluh) Hari Kalender setelah periode laporan berakhir. d) Memberikan laporan kolektibilitas tiga bulanan dari Jaminan yang tersebut dalam Perjanjian Perwaliamanatan, selambat-lambatnya 10 (sepuluh) Hari Kerja setelah tanggal akhir periode laporan tersebut. Selain laporan yang diserahkan sebagaimana tersebut di atas, Perseroan juga berkewajiban menyerahkan laporan keuangan triwulan Perseroan yang telah diserahkan Direksi Perseroan selambatlambatnya 30 (tiga puluh) Hari Kalender setelah periode laporan berakhir; 8) Memelihara sistem akuntansi, pembukuan dan pengawasan biaya sesuai dengan prinsip-prinsip Akuntansi, dan mengesampingkan hal-hal dalam pembukuannya yang menurut prinsip-prinsip Akutansi yang diterapkan di Indonesia; 9) Mengusahakan agar harta kekayaan yang digunakan dalam menjalankan kegiatan usahanya berada dalam keadaan baik, memperbaikinya dan melakukan hal-hal yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan usaha Perseroan; 10) Memberitahu Wali Amanat atas: a) setiap perubahan anggaran dasar, susunan Direksi dan Komisaris, susunan pemegang saham Perseroan dan pembagian dividen; b) perkara pidana, perdata, tata usaha negara dan arbitrase yang dihadapi Perseroan yang secara material mempengaruhi kemampuan Perseroan dalam menjalankan dan mematuhi segala kewajibannya berdasarkan segala Dokumen Emisi; c) terjadinya salah satu dari peristiwa kelalaian dengan segera, dan melalui permintaan tertulis dari Wali Amanat, menyerahkan pada Wali Amanat suatu pernyataan yang ditandatangani oleh seseorang yang dapat diterima oleh Wali Amanat untuk maksud tersebut, yang mengkonfirmasikan bahwa kecuali sebelumnya telah diberitahukan kepada Wali Amanat atau diberitahukan pada saat konfirmasi bahwa peristiwa kelalaian tersebut tidak terjadi, atau apabila terjadi peristiwa kelalaian, memberikan gambaran lengkap atas kejadian tersebut dan tindakan atau langkah-langkah yang diambil (atau diusulkan untuk diambil) oleh Perseroan untuk memperbaiki kejadian tersebut; 11) Melakukan atau memelihara seluruh tindakan-tindakannya dari waktu ke waktu atas permintaan dari Wali Amanat dan melaksanakan atau memelihara pelaksanaan dari seluruh dokumen-dokumen berdasarkan pendapat yang wajar dari Wali Amanat diperlukan atau, untuk menjalankan Perjanjian Perwaliamanatan ini atau memberikan jaminan yang penuh atas hak, kekuasaan dan perbaikan yang diberikan kepada Wali Amanat berdasarkan Dokumen Emisi; 12) Akan melakukan penyetoran uang tunai sejumlah kekurangan nilai jaminan tersebut dibawah ini, yang ditempatkan pada rekening penampungan atas nama Perseroan pada bank yang ditunjuk Wali Amanat, dalam hal nilai jaminan kurang dari 80% (delapan puluh perseratus) dari nilai Pokok Obligasi yang terhutang, sebagaimana tercantum dalam Perjanjian Perwaliamanatan, dengan ketentuan apabila nilai jaminan telah kembali memenuhi 80% (delapan puluh perseratus) dari nilai Pokok Obligasi yang terhutang pada Tanggal Emisi sampai dengan Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi, maka uang tunai yang ada dalam rekening penampungan tersebut menjadi hak Perseroan sepenuhnya. Perseroan dengan ini memberi kuasa kepada Wali Amanat untuk menguasai uang tunai senilai kekurangan jaminan tersebut diatas dan menandatangani dokumen-dokumen yang diperlukan sehubungan dengan penguasaan uang tunai tersebut. Apabila Perseroan melakukan kelalaian berdasarkan Perjanjian Perwaliamantan maka Wali Amanat dengan ini diberi kuasa oleh Perseroan untuk mengambil, menerima dan melakukan tindakan-tindakan lain sehubungan dengan penerimaan uang tersebut sejumlah kekurangan tersebut diatas termasuk menandatangani dokumen-dokumen yang diperlukan, yang akan dipergunakan untuk pembayaran Jumlah Terhutang; 13) Mempertahankan jaminan sebagaimana dimaksud dalam Perjanjian Perwaliamanatan setiap saat dengan nilai sekurang-kurangnya 80% (delapan puluh perseratus) dari nilai Pokok Obligasi yang terhutang pada Tanggal Emisi, dan dengan memperhatikan ketentuan perjanjian penjaminan fidusia (tagihan) yang akan ditandatangani oleh Perseroan dan Wali Amanat. Pada Tanggal Emisi dengan nilai jaminan fidusia berupa Piutang Performing sebesar sekurang-kurangnya 80% (delapan puluh perseratus) dari nilai Pokok Obligasi yang terhutang, dengan memperhatikan ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan. Perseroan berkewajiban mengganti dengan Piutang baru apabila terdapat Piutang yang dijaminkan dalam Perjanjian Perwaliamanatan sudah lunas dan/ atau Piutang Non Performing. 14) Menerbitkan dan menyerahkan Sertifikat Jumbo Obligasi kepada KSEI untuk kepentingan Pemegang Obligasi termasuk pembaharuannya (apabila ada) dan menyampaikan fotokopi Sertifikat Jumbo Obligasi kepada Wali Amanat; 15) Melakukan pemeringkatan atas Obligasi sesuai dengan Peraturan Nomor: IX.C.11 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: KEP-712/BL/2012 Tanggal (dua puluh enam Desember dua ribu dua belas) dan perubahannya (jika ada) tentang Pemeringkatan Atas Efek Bersifat Utang, antara lain melakukan pemeringkatan atas Obligasi yang dilakukan oleh Pemeringkat yaitu: 6

29 a) Pemeringkatan atas Obligasi yang dilakukan setiap tahun sekali selama jangka waktu Obligasi, dan Perseroan wajib menyampaikan kepada Pemeringkat seluruh dokumen yang diperlukan untuk melakukan pemeringkatan tahunan selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sebelum periode peringkatan terakhir berakhir, dan selambat-lambatnya 14 (empat belas) Hari Kalender setelah masa berlakunya hasil pemeringkatan terakhir berakhir Perseroan wajib menyampaikan hasil pemeringkatan tersebut kepada OJK, Wali Amanat dan Bursa Efek dan mengumumkan hasil pemeringkatan dimaksud dalam sekurang-kurangnya 1 (satu) surat kabar berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional. b) Pemeringkatan atas Obligasi wajib dilakukan selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja sejak adanya fakta material atau kejadian penting yang dapat mempengaruhi kemampuan Perseroan untuk memenuhi kewajiban atas Obligasi dan mempengaruhi risiko yang dihadapi oleh Pemegang Obligasi dan Perseroan wajib menyampaikan hasil pemeringkatan tersebut kepada OJK, Wali Amanat dan Bursa Efek selambat-lambatnya akhir Hari Kerja ke-2 (kedua) setelah diterimanya hasil pemeringkatan baru, pernyataan atau pendapat serta mengumumkan hasil pemeringkatan baru, pernyataan atau pendapat dimaksud dalam sekurang-kurangnya 1 (satu) surat kabar berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional, selambat-lambatnya Hari Kerja ke-2 (kedua) setelah diterimanya hasil pemeringkatan baru, pernyataan atau pendapat tersebut. c) Perseroan wajib menyampaikan kepada Pemeringkat seluruh dokumen yang diperlukan untuk melakukan pemeringkatan selambat-lambatnya 120 (seratus dua puluh) hari sebelum Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi, dan selambat-lambatnya 90 (sembilan puluh) Hari Kalender sebelum Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi Perseroan wajib menyampaikan hasil pemeringkatan tersebut kepada OJK, Wali Amanat dan Bursa Efek dan mengumumkan hasil pemeringkat dimaksud dalam sekurang-kurangnya 1 (satu) surat kabar berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional. 16) Perseroan tidak akan menjaminkan Jaminan yang diberikan Perseroan kepada Pemegang Obligasi kepada pihak manapun. PENYISIHAN DANA PELUNASAN POKOK OBLIGASI Perseroan tidak menyelenggarakan penyisihan dana untuk Obligasi ini dengan pertimbangan untuk mengoptimalkan penggunaan dana hasil Penawaran Umum Obligasi ini sesuai dengan tujuan rencana penggunaan dana Penawaran Umum Obligasi. PERPAJAKAN Diuraikan dalam Bab XI Prospektus ini perihal Perpajakan. CARA DAN TEMPAT PELUNASAN POKOK OBLIGASI DAN PEMBAYARAN BUNGA OBLIGASI Pelunasan Pokok Obligasi dan pembayaran Bunga Obligasi akan dilakukan oleh KSEI selaku Agen Pembayaran atas nama Perseroan kepada Pemegang Obligasi yang menyerahkan konfirmasi kepemilikan Obligasi sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Perjanjian Agen Pembayaran kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening di KSEI sesuai dengan jadwal waktu pembayaran masingmasing sebagaimana yang telah ditentukan. Bilamana tanggal pembayaran jatuh pada bukan Hari Bursa, maka pembayaran akan dilakukan pada Hari Bursa berikutnya. WALI AMANAT Sehubungan dengan Penawaran Umum Obligasi ini, Perseroan dan Wali Amanat telah menandatangani Akta Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 No.7 tanggal 5 Oktober 2015, juncto Addendum I Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 No.34 tanggal 29 Oktober 2015, juncto Addendum II Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 No. 3 tanggal 3 Desember 2015 yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta. Sesuai dengan ketentuan yang dimuat dalam Perjanjian Perwaliamanatan, PT Bank Mega Tbk telah ditunjuk oleh Perseroan sebagai Wali Amanat yang mewakili Pemegang Obligasi ini. Alamat Wali Amanat adalah sebagai berikut: PT Bank Mega Tbk Menara Bank Mega, Lantai 16 Jl. Kapten Tendean Kav A Jakarta Telp : (021) Fax : (021)

30 KELALAIAN PERSEROAN Kondisi-kondisi dan pengaturan mengenai kelalaian (cidera janji) diatur sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Perjanjian Perwaliamanatan, yang juga dijelaskan pada Bab XVI Prospektus ini perihal Keterangan Mengenai Obligasi. PROSEDUR PEMESANAN Prosedur Pemesanan Obligasi dapat dilihat pada Prospektus Bab XIX Prospektus ini perihal Persyaratan Pemesanan Pembelian Obligasi. HASIL PEMERINGKATAN OBLIGASI Dalam rangka Penawaran Umum Obligasi ini, Perseroan telah melakukan pemeringkatan yang dilaksanakan oleh Pefindo. Berdasarkan surat Pefindo No.1243/PEF-Dir/IX/2015 tanggal 30 September 2015, hasil pemeringkatan atas surat hutang jangka panjang (Obligasi) Perseroan adalah: idaa (Double A) Hasil Pemeringkatan ini berlaku untuk periode 30 September 2015 sampai dengan 1 September Perseroan dengan tegas menyatakan tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan Pefindo, baik langsung maupun tidak langsung sesuai dengan yang didefinisikan dalam UUPM. Sesuai dengan Peraturan No. IX.C.11 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. KEP-712/BL/2012 tanggal 26 Desember 2012 tentang Pemeringkatan Atas Efek Bersifat Utang, Perseroan wajib menyampaikan Peringkat Tahunan atas Obligasi kepada Otoritas Jasa Keuangan paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja setelah berakhirnya masa berlaku peringkat terakhir sampai Perseroan telah menyelesaikan seluruh kewajiban yang terkait dengan Obligasi yang diterbitkan. PERTIMBANGAN (RATIONALE) Faktor-faktor pendukung peringkat tersebut adalah: a. Anak perusahaan inti dari Bank Mandiri. Perseroan merupakan anak usaha inti Bank Mandiri, dengan peran utama membantu Induk mempercepat penetrasi di segmen pembiayaan konsumer. Per 30 Juni 2015 (1H2015), net service assets (NSA) Perseroan berkontribusi sebesar 4,3% terhadap total kredit konsolidasi Bank Mandiri sebesar Rp545,1 triliun. Sebagai bank komersial terbesar di Indonesia, dengan profil bisnis yang dan kinerja keuangan yang sangat kuat, Pefindo memandang Bank Mandiri memiliki kemampuan dan komitmen yang kuat untuk memberikan dukungan kepada Perseroan. Dukungan Induk Perseroan dibuktikan dengan penyediaan sumber pendanaan, penggunaan jaringan kantor cabang Bank Mandiri, dan kebijakan dividen yang moderat untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Sinergi yang kuat antara Bank Mandiri dan Perseroan terlihat dari penggunaan nama dan logo yang sama, menggambarkan adanya pembagian risiko reputasi. Selain itu Bank Mandiri menempatkan wakilnya pada personel kunci Perseroan dan menerapkan program aliansi yang lebih kuat terhadap kegiatan operasional Perseroan. Dengan adanya integrasi bisnis yang sangat erat, Pefindo berpendapat bahwa Bank Mandiri memiliki kepentingan yang kuat untuk menjaga kesehatan keuangan Perseroan. b. Posisi bisnis yang kuat. Pefindo berpendapat bahwa Perseroan dapat mempertahankan pertumbuhan bisnisnya yang baik ke depannya dengan dukungan yang berkesinambungan dari Bank Mandiri dalam hal pendanaan dan infrastruktur. Perseroan telah mencapai pertumbuhan pembiayaan yang stabil selama periode review. Perseroan mencatatkan NSA senilai Rp23,6 triliun per 1H2015, naik sebesar 11,6% dari Rp21,2 triliun per FY2014. Pangsa pasar Perseroan di pembiayaan mobil baru dibandingkan dengan penjualan mobil baru sangat kuat sebesar 9,5% di 1H2015 meningkat dari 8,3% di FY2014. Total pembiayaan baru mencapai Rp7,9 triliun di 1H2015 yang terutama berasal dari pembiayaan mobil baru (95,1%). Perseroan juga dapat mengelola kualitas aset pada tingkat yang baik, walaupun non-performing receivables (NPR, telat> 30 hari) sedikit memburuk ke 2,9% per 1H2015 dari 2,7% di FY2014. Pefindo memproyeksikan Perseroan dapat mempertahankan NPR di 3,0%-3,2% dalam jangka menengah. Pefindo berpendapat bahwa Perseroan mampu untuk berkompetisi dengan perusahaan pembiayaan besar lainnya melalui dukungan pendanaan dari Bank Mandiri, jaringan infrastruktur, dan database konsumen yang besar dari Bank Mandiri. Kehadiran Tunas Ridean yang kuat di industri otomotif juga mendukung Perseroan untuk meningkatkan pangsa pasarnya. c. Fleksibilitas keuangan yang kuat. Pefindo berpandangan Perseroan memiliki manajemen aset liabilitas (ALM) yang konservatif, ditandai dengan minimnya eksposur terhadap kesenjangan (mismatch) suku bunga dan jatuh tempo. Perseroan juga memiliki risiko eksposur mata uang yang minimal karena tidak memiliki kewajiban dalam mata uang asing. Per 1H2015 dan FY2014, skema pembiayaan bersama berkontribusi sebesar 67,5% dari total aset yang dikelola. Kami memproyeksikan likuiditas Perusahaan akan tetap kuat dalam jangka menengah, dengan mempertimbangkan fleksibilitas keuangan yang kuat untuk mengakses pendanaan dan tingkat pertumbuhan yang moderat. 8

31 Faktor-faktor yang membatasi peringkat tersebut adalah: Tingkat profitabilitas yang moderat. Perseroan memiliki profil profitabilitas yang moderat, ditunjukkan oleh rasio marjin bunga bersih (NIM, pendapatan bunga bersih/ rata-rata NSA) yang rendah sebesar 3,5% di 1H2015 dan 3,4% di 2014, lebih rendah dibandingkan peers dalam portfolio Pefindo di atas 4%. Perseroan menghadapi tingkat persaingan yang ketat terutama dalam hal tingkat bunga, karena sifat pelanggan yang membandingkan tarif pembiayaan. Selain itu, penurunan marjin sejalan dengan strategi Perseroan untuk memperbesar segmen pembiayaan mobil baru terutama di segmen premium. Walaupun memiliki tingkat risiko yang lebih rendah, segmen tersebut memberikan marjin yang relatif rendah. Rasio biaya terhadap pendapatan (cost to income ratio/cir) juga relatif moderat sebesar 44%-48% dalam empat tahun terakhir (2001-1H2015), lebih tinggi dibandingkan peers dibawah 40%. Struktur biaya operasional Perseroan yang moderat merefleksikan tingkat skala ekonomi (economies of scale) yang menengah dan ekspansi jaringan yang dilakukan saat ini. Dengan persaingan ketat di pembiayaan konsumer, Pefindo memproyeksikan tingkat profitabilitas Perseroan akan tetap moderat dalam jangka menengah. Perseroan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Pefindo yang bertindak sebagai lembaga pemeringkat. Perseroan akan melakukan pemeringkatan atas Obligasi ini setiap 1 (satu) tahun sekali selama kewajiban atas efek tersebut belum lunas sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Nomor IX.C.1 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam tanggal 27 Oktober 2000 Nomor: Kep-42/PM/2000 dan Peraturan Nomor: IX.C.11 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: KEP-135/BL/2006 Tanggal 14 Desember 2006 tentang Pemeringkatan Atas Efek Bersifat Utang. Untuk keterangan lebih lanjut dapat dilihat pada Bab XVII Prospektus ini perihal Keterangan Mengenai Pemeringkatan Obligasi. PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI Dalam hal Perseroan melakukan pembelian kembali Obligasi maka berlaku ketentuan sebagai berikut : a. Pembelian kembali Obligasi ditujukan sebagai pelunasan atau disimpan untuk kemudian dijual kembali dengan harga pasar; b. Pelaksanaan pembelian kembali Obligasi dilakukan melalui Bursa Efek atau di luar Bursa Efek; c. Pembelian kembali Obligasi baru dapat dilakukan 1 (satu) tahun setelah Tanggal Penjatahan; d. Pembelian kembali Obligasi tidak dapat dilakukan apabila hal tersebut mengakibatkan Perseroan tidak dapat memenuhi ketentuan-ketentuan di dalam Perjanjian Perwaliamanatan; e. Pembelian kembali Obligasi tidak dapat dilakukan apabila Perseroan melakukan kelalaian (wanprestasi) sebagaimana dimaksud dalam Perjanjian Perwaliamanatan, kecuali telah memperoleh persetujuan RUPO; f. Pembelian kembali Obligasi hanya dapat dilakukan oleh Perseroan dari Pihak yang tidak terafiliasi; g. Rencana pembelian kembali Obligasi wajib dilaporkan kepada OJK oleh Perseroan paling lambat 2 (dua) Hari Kerja sebelum pengumuman rencana pembelian kembali Obligasi tersebut di surat kabar; h. Pembelian kembali Obligasi, baru dapat dilakukan setelah pengumuman rencana pembelian kembali Obligasi. Pengumuman tersebut wajib dilakukan paling sedikit melalui 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional paling lambat 2 (dua) Hari Kalender sebelum tanggal penawaran untuk pembelian kembali dimulai; i. Rencana pembelian kembali Obligasi sebagaimana dimaksud dalam butir 7 dan sebagaimana dimaksud dalam butir 8, paling sedikit memuat informasi tentang: 1) Periode penawaran pembelian kembali; 2) Jumlah dana maksimal yang akan digunakan untuk pembelian kembali; 3) Kisaran jumlah Obligasi yang akan dibeli kembali; 4) Harga atau kisaran harga yang ditawarkan untuk pembelian kembali Obligasi; 5) Tata cara penyelesaian transaksi; 6) Persyaratan bagi Pemegang Obligasi yang mengajukan penawaran jual; 7) Tata cara penyampaian penawaran jual oleh Pemegang Obligasi; 8) Tata cara pembelian kembali Obligasi; dan 9) Hubungan Afiliasi antara Perseroan dan Pemegang Obligasi; j. Perseroan wajib melakukan penjatahan secara proporsional sebanding dengan partisipasi setiap Pemegang Obligasi yang melakukan penjualan Obligasi apabila jumlah Obligasi yang ditawarkan untuk dijual oleh Pemegang Obligasi, melebihi jumlah Obligasi yang dapat dibeli kembali; k. Perseroan wajib menjaga kerahasiaan atas semua informasi mengenai penawaran jual yang telah disampaikan oleh Pemegang Obligasi; 9

32 l. Perseroan dapat melaksanakan pembelian kembali Obligasi tanpa melakukan pengumuman sebagaimana dimaksud dalam butir 9 dengan ketentuan: 1) Jumlah pembelian kembali tidak lebih dari 5% (lima perseratus) dari jumlah Obligasi untuk masingmasing jenis Obligasi yang beredar dalam periode satu tahun setelah Tanggal Penjatahan; 2) Obligasi yang dibeli kembali tersebut bukan Obligasi yang dimiliki oleh Afiliasi Perseroan; dan 3) Obligasi yang dibeli kembali hanya untuk disimpan yang kemudian hari dapat dijual kembali; dan wajib dilaporkan kepada OJK paling lambat akhir Hari Kerja ke-2 (kedua) setelah terjadinya pembelian kembali Obligasi; m. Perseroan wajib melaporkan kepada OJK dan Wali Amanat serta mengumumkan kepada publik dalam waktu paling lambat 2 (dua) Hari Kerja setelah dilakukannya pembelian kembali Obligasi, informasi yang meliputi antara lain: 1) Jumlah Obligasi yang telah dibeli; 2) Rincian jumlah Obligasi yang telah dibeli kembali untuk pelunasan atau disimpan untuk dijual kembali; 3) Harga pembelian kembali yang telah terjadi; dan 4) Jumlah dana yang digunakan untuk pembelian kembali Obligasi. n. Dalam hal terdapat lebih dari (satu) obligasi yang diterbitkan oleh Perseroan, maka pembelian kembali obligasi dilakukan dengan mendahulukan obligasi yang tidak dijamin; o. Dalam hal terdapat lebih dari satu obligasi yang tidak dijamin, maka pembelian kembali wajib mempertimbangkan aspek kepentingan ekonomis Perseroan atas pembelian kembali tersebut; p. Dalam hal terdapat jaminan atas seluruh obligasi, maka pembelian kembali wajib mempertimbangkan aspek kepentingan ekonomis Perseroan atas pembelian kembali Efek bersifat utang tersebut; q. Pembelian kembali Obligasi oleh Perseroan mengakibatkan: 1. Hapusnya segala hak yang melekat pada Obligasi yang dibeli kembali, hak menghadiri RUPO, hak suara, dan hak memperoleh bunga serta manfaat lain dari Obligasi yang dibeli kembali jika dimaksudkan untuk pelunasan; atau 2. Pemberhentian sementara segala hak yang melekat pada Obligasi yang dibeli kembali, hak menghadiri RUPO, hak suara, dan hak memperoleh bunga serta manfaat lain dari Obligasi yang dibeli kembali, jika dimaksudkan untuk disimpan untuk dijual kembali. HAK-HAK PEMEGANG OBLIGASI 1. Menerima pelunasan Pokok Obligasi dan/atau pembayaran Bunga Obligasi dari Perseroan yang dibayarkan melalui KSEI sebagai Agen Pembayaran pada Tanggal Pembayaran Pokok Obligasi dan/atau Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi yang bersangkutan. Pokok Obligasi harus dilunasi dengan harga yang sama dengan jumlah Pokok Obligasi yang tertulis pada Konfirmasi Tertulis yang dimiliki oleh Pemegang Obligasi. 2. Yang berhak atas Bunga Obligasi adalah Pemegang Obligasi yang namanyá tercatat dalam Daftar Pemegang Rekening pada 4 (empat) Hari Bursa sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi. Dengan demikian jika terjadi transaksi Obligasi dalam waktu 4 (empat) Hari Bursa sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi, pembeli Obligasi yang menerima pengalihan Obligasi tersebut tidak berhak atas Bunga Obligasi pada periode Bunga Obligasi yang bersangkutan, kecuali ditentukan lain oleh KSEI sesuai dengan ketentuan KSEI yang berlaku. 3. Bila terjadi kelalaian dalam pelunasan Pokok Obligasi dan/atau pembayaran Bunga Obligasi, Pemegang Obligasi berhak untuk menerima pembayaran denda atas setiap kelalaian pembayaran pelunasan Pokok Obligasi dan/atau pembayaran Bunga Obligasi sebesar 1% (satu persen) diatas tingkat Bunga Obligasi masing-masing Seri Obligasi yang bersangkutan dari jumlah dana yang terlambat dibayar atas Jumlah Terhutang. Jumlah denda tersebut dihitung harian berdasarkan jumlah hari yang terlewat, dengan perhitungan 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) Hari Kalender. 4. Seorang atau lebih Pemegang Obligasi yang mewakili sedikitnya 20% (dua puluh persen) dari jumlah Pokok Obligasi yang terhutang (tidak termasuk obligasi yang dimiliki oleh Perseroan dan Afiliasi Perseroan) berhak mengajukan permintaan tertulis kepada Wali Amanat agar diselenggarakan RUPO dengan memuat acara yang diminta dengan melampirkan asli KTUR dengan ketentuan sejak diterbitkannya KTUR tersebut Obligasi yang dimiliki oleh Pemegang Obligasi yang mengajukan permintaan tertulis kepada Wali Amanat tersebut akan dibekukan oleh KSEI sejumlah obligasi yang tercantum dalam KTUR tersebut. 5. Hak Suara Pemegang Obligasi diatur bahwa setiap Pokok Obligasi senilai Rp1,00 (satu Rupiah) memberikan hak kepada pemegangnya untuk mengeluarkan 1 (satu) suara. 10

33 HAK DIUTAMAKAN ATAS UTANG Kewajiban Perseroan berhubungan dengan atau berdasarkan Dokumen Perjanjian dan perjanjian-perjanjian lain yang ditandatangani oleh Perseroan sehubungan dengan Dokumen Perjanjian adalah kewajiban Perseroan yang berkedudukan sekurang-kurangnya pari passu dengan kewajiban Perseroan lainnya, baik yang telah ada maupun yang akan ada. TAMBAHAN UTANG YANG DAPAT DIBUAT PERSEROAN PADA MASA AKAN DATANG Sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan, sebelum dilunasinya semua Pokok Obligasi dan Bunga Obligasi, Perseroan tidak akan melakukan pengeluaran obligasi, atau melakukan pengeluaran instrumen utang lain yang sejenis dengan obligasi dengan jaminan preferen yang memiliki rasio jaminan lebih tinggi tanpa persetujuan tertulis dari Wali Amanat. PEMENUHAN KRITERIA PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN Perseroan telah memenuhi kriteria untuk melaksanakan Penawaran Umum Berkelanjutan sebagaimana yang diatur dalam Peraturan OJK Nomor 36, sebagai berikut: a. Penawaran Umum Berkelanjutan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk dapat dilaksanakan dalam periode 2 (dua) tahun dengan ketentuan pemberitahuan pelaksanaan Penawaran Umum Berkelanjutan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk terakhir disampaikan kepada OJK paling lambat pada ulang tahun kedua sejak efektifnya Pernyataan Pendaftaran. b. Merupakan Emiten atau Perusahaan Publik dalam kurun waktu paling singkat 2 (dua) tahun dan tidak pernah mengalami Gagal Bayar selama 2 (dua) tahun terakhir sebelum penyampaian Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk. c. Hal ini telah dipenuhi oleh Perseroan dengan Surat Pernyataan No. 121/MTF-CSC/X/2015 tanggal 6 Oktober 2015 dan oleh Kantor Akuntan Publik dengan Laporan No. RPC-044/PSS/2015/DAU tanggal 6 Oktober d. Efek yang diterbitkan melalui Penawaran Umum Berkelanjutan adalah Efek bersifat utang yang memiliki peringkat yang termasuk dalam kategori 4 (empat) peringkat teratas yang merupakan urutan 4 (empat) peringkat terbaik dan masuk dalam kategori peringkat layak investasi berdasarkan standar yang dimiliki oleh Perusahaan Pemeringkat Efek. 11

34 Halaman ini sengaja dikosongkan 12

35 II. RENCANA PENGGUNAAN DANA YANG DIPEROLEH DARI PENAWARAN UMUM OBLIGASI Perseroan merencanakan untuk menggunakan penerimaan hasil Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 setelah dikurangi biaya-biaya Emisi, seluruhnya akan dipergunakan sebagai modal kerja untuk pembiayaan kendaraan bermotor Perseroan. Perseroan akan melaporkan realisasi penggunaan dana secara berkala kepada OJK dan para pemegang Obligasi melalui Wali Amanat serta dipertanggungjawabkan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan secara berkala setiap tahun sesuai dengan Peraturan Nomor X.K.4. Apabila dana hasil Penawaran Umum Obligasi belum dipergunakan seluruhnya, maka penempatan sementara dana hasil Penawaran Umum Obligasi tersebut akan disimpan dalam bentuk deposito dan/atau tabungan. Apabila Perseroan bermaksud mengubah penggunaan dana hasil Emisi Obligasi dari rencana semula seperti yang tercantum dalam Informasi Tambahan dan Perjanjian Perwaliamanatan, maka harus dilaporkan terlebih dahulu kepada OJK dengan mengemukakan alasan beserta pertimbangannya dan mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Wali Amanat setelah disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Obligasi sesuai dengan Peraturan Nomor X.K.4. Sesuai dengan Surat Edaran yang diterbitkan oleh OJK SE-05/BL/2006 tanggal 29 September 2006 tentang Keterbukaan Informasi Mengenai Biaya yang Dikeluarkan Dalam Rangka Penawaran Umum, total biaya (belum termasuk perpajakan yang berlaku) yang dikeluarkan oleh Perseroan adalah kurang lebih setara dengan 0,5596% dari nilai emisi Obligasi yang meliputi: Biaya jasa untuk penjaminan emisi efek: 0,1700% (yang terdiri dari biaya jasa penjaminan (underwriting fee): 0,0250%; biaya jasa penyelenggaraan (management fee) 0,1200% dan biaya jasa penjualan (selling fee) 0,025%); Biaya Profesi Penunjang Pasar Modal: 0,2147% (yang terdiri dari biaya jasa Akuntan: 0,1662%; Konsultan Hukum: 0,0400%; dan Notaris: 0,0085%); Biaya Lembaga Penunjang Pasar Modal: 0,0640% (yang terdiri dari biaya jasa Wali Amanat: 0,0073% dan Badan Pemeringkat Efek: 0,0567%); Biaya Pencatatan (terdiri dari Biaya KSEI dan BEI: 0,0231%); Biaya Lain-lain (percetakan, iklan dan public expose): 0,0878%. Penggunaan dana hasil Penawaran Umum Berlanjutan I Obligasi Mandiri Tunas Finance Tahap III Tahun 2015, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, telah digunakan seluruhnya sebagaimana telah disampaikan dalam pelaporan penggunaan dana kepada Otoritas Jasa Keuangan dalam surat Perseroan perihal Penyampaian Laporan Realisasi Penggunaan Dana Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Mandiri Tunas Finance Tahap III Tahun 2015 per 30 Juni 2015 No.100/MTF-CSC/VII/2015 Tanggal 1 Juli 2015 dan Surat Perseroan perihal Penyampaian Revisi Laporan Realisasi Penggunaan Dana Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Mandiri Tunas Finance Tahap III Tahun 2015 per 30 Juni 2015 No.104/MTF- CSC/VII/2015 tanggal 14 Juli 2015 yang telah diterima OJK sesuai Surat Tanda Terima Nomor tanggal 3 Juli 2015 dan Tanda Terima Nomor tanggal 14 Juli

36 Halaman ini sengaja dikosongkan 14

37 III. PERNYATAAN UTANG Jumlah kewajiban dalam Pernyataan utang diambil dari angka-angka dalam laporan keuangan Perseroan pada tanggal 30 Juni 2015 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja, firma anggota Ernst & Young Global Limited (partner penanggung jawab: Danil Setiadi Handaja, CPA), akuntan publik independen, berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), dalam laporannya tertanggal 28 Oktober 2015 dengan opini audit wajar tanpa modifikasian dengan paragraf hal lain sehubungan dengan rencana Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 di Bursa Efek Indonesia, dan untuk memenuhi permintaan OJK, Perseroan telah menerbitkan kembali laporan keuangan tersebut yang disertai dengan beberapa perubahan dan tambahan pengungkapan pada catatan atas laporan keuangan. Segala perbedaan dalam penjumlahan merupakan akibat dari pembulatan. Pada tanggal 30 Juni 2015, Perseroan mempunyai liabilitas yang keseluruhannya berjumlah Rp juta, dengan rincian sebagai berikut: (dalam jutaan Rupiah) Uraian Jumlah Utang usaha Utang lain-lain - Pihak ketiga Pihak berelasi Utang pajak kini Beban yang masih harus dibayar Pinjaman bank - Pihak ketiga Pihak berelasi Biaya provisi yang belum diamortisasi (15.017) Surat berharga yang diterbitkan - Pihak ketiga Pihak berelasi Beban emisi yang belum diamortisasi (1.989) Liabilitas imbalan kerja karyawan Total Liabilitas Tidak terdapat pembatasan-pembatasan (negative covenant) yang kemungkinan dapat merugikan hak-hak pemegang Obligasi, sehingga tidak ada pencabutan dari pembatasan-pembatasan tersebut. A. Utang Usaha Saldo utang usaha pada tanggal 30 Juni 2015 adalah sebesar Rp juta yang merupakan utang kepada pemasok atas pembiayaan kendaraan bermotor serta utang kepada perusahaan asuransi yang berkaitan dengan pembiayaan kendaraan bermotor. Saldo utang usaha pada tanggal 30 Juni 2015 terdiri dari: (dalam jutaan Rupiah) Uraian Jumlah Pihak ketiga Utang kendaraan Utang asuransi Jumlah B. Utang Lain-lain Saldo utang lain-lain pada tanggal 30 Juni 2015 adalah sebesar Rp juta yang merupakan titipan konsumen dan lain-lain. Titipan konsumen terutama berhubungan dengan cicilan pembayaran piutang pembiayaan konsumen yang masih dalam proses identifikasi. Lain-lain terutama terdiri dari utang kepada pihak ketiga yang berkaitan dengan biaya notaris, fidusia, dan pembelian aset tetap. Utang lain-lain kepada pihak berelasi terutama berhubungan dengan utang angsuran pokok termasuk bunga kepada permberi pembiayaan bersama. Rincian saldo utang lain-lain pada tanggal 30 Juni 2015 terdiri dari: (dalam jutaan Rupiah) Uraian Jumlah Pihak ketiga Titipan konsumen Liabilitas pajak - Pasal Pasal PPh Final PPN keluaran Lain-lain Pihak berelasi Pembiayaan bersama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Tunas Ridean Tbk. 240 Total

38 C. Utang Pajak Saldo utang pajak pada tanggal 30 Juni 2015 adalah sebesar Rp juta yang terdiri dari: (dalam jutaan Rupiah) Uraian Jumlah Pajak penghasilan badan Pasal Jumlah D. Beban yang Masih Harus Dibayar Saldo beban yang masih harus dibayar pada tanggal 30 Juni 2015 sebesar Rp juta. Yang merupakan beban bunga pinjaman, gaji dan tunjangan dan lain-lain. Lain-lain merupakan beban tenaga ahli, listrik dan air, telepon, jamuan dan sewa Electronic Data Capture (EDC) yang masih harus dibayar. Saldo beban yang masih harus dibayar pada tanggal 30 Juni 2015 terdiri dari: (dalam jutaan Rupiah) Uraian Jumlah Pihak ketiga Gaji dan tunjangan Bunga yang masih harus dibayar Promosi Telepon Perbaikan dan pemeliharaan Lain-lain Pihak berelasi Bunga yang masih harus dibayar Total E. Pinjaman Bank Saldo pinjaman bank pada tanggal 30 Juni 2015 adalah sebesar Rp juta yang terdiri dari: (dalam jutaan Rupiah) Uraian Jumlah Revolving Non revolving Sub-Total Beban provisi yang belum diamortisasi (15.017) Jumlah (dalam jutaan Rupiah) Fasilitas Jumlah fasilitas Jumlah pinjaman Jatuh tempo Fasilitas Revolving Rupiah Pihak ketiga PT Bank Central Asia Tbk Maret Juli 2015 PT Bank Danamon Indonesia Tbk Juli Juni Juni 2016 PT HSBC Indonesia Tbk Juli 2015 PT Bank KEB Hana Indonesia Maret 2016 PT Bank Panin Tbk Mei 2016 Sub-total Pihak yang berelasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Juni Juni Juni Juli Juli Agustus Agustus Agustus September September September September Oktober Oktober Oktober Oktober November November Februari Februari April Mei Juni

39 (dalam jutaan Rupiah) Fasilitas Jumlah fasilitas Jumlah pinjaman Jatuh tempo Fasilitas April Juni Agustus 2015 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Desember Desember Desember Januari Januari Januari Februari Februari Maret Maret Maret Juni 2018 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Desember Desember 2015 Sub-total Total revolving Non-Revolving Rupiah Pihak ketiga PT Bank Central Asia Tbk Juni Juni Juli Juli Juli Agustus September Oktober Januari Januari Februari Maret Maret September September Maret Juni Juni Juni Maret 2016 PT Bank Commowealth Maret Maret April Juni Juni 2017 PT Bank Panin Tbk September September Oktober Oktober November Desember Desember Desember Desember Desember Januari Januari Januari Maret Maret Maret Maret Juni Juni Juni Agustus Agustus Desember Maret Maret Maret Mei Juni Juni Juni Agustus September Desember Desember Desember

40 (dalam jutaan Rupiah) Fasilitas Jumlah fasilitas Jumlah pinjaman Jatuh tempo Fasilitas Desember Januari Januari Mei Mei Mei Juni Juni Juni Juni 2018 Bank of China Limited, Cabang Jakarta Juni Oktober Oktober November 2015 PT Bank CTBC Indonesia Desember Desember 2017 PT Bank KEB Hana Indonesia Maret April 2018 Sub-total Pihak Berelasi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Oktober Oktober Oktober Oktober November November November Desember Desember Desember Januari April Mei Mei Juni Juni Juli Agustus Desember Januari Januari Februari Februari Februari Februari Maret Maret Juni September September September September Oktober Oktober November November November November 2017 PT Bank DKI Juni September Desember Desember Januari Juni Juli Juli September Januari Oktober Desember Januari Februari Maret Maret April 2018 PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk November November November November November November April

41 (dalam jutaan Rupiah) Fasilitas Jumlah fasilitas Jumlah pinjaman Jatuh tempo Fasilitas Maret April Desember Mei Desember 2018 Sub-total Total non-revolving Total Rincian cicilan pinjaman bank adalah sebagai berikut: (dalam jutaan Rupiah) Tahun Jumlah dan sesudahnya Total Pinjaman bank dalam Rupiah di atas dikenakan bunga antara 8,50% - 12,00% per tahun Pinjaman-pinjaman diatas dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen sejumlah Rp juta dan piutang investasi neto sewa pembiayaan sejumlah Rp juta. Fasilitas pinjaman dari bank-bank tersebut mensyaratkan Perseroan untuk mendapatkan persetujuan tertulis dalam hal pembagian deviden, perubahan modal dan pemegang saham, perubahan susunan direksi dan komisaris, perubahan bisnis utama, investasi, dan perolehan pinjaman baru dari bank lain. Dalam perjanjian pinjaman tersebut, Perseroan juga diwajibkan untuk memenuhi persyaratan keuangan seperti rasio jumlah utang bunga terhadap ekuitas tidak melebihi rasio 10:1 dan kewajiban penyampaian laporan lainnya. Pada tanggal 30 Juni 2015 dan sampai dengan tanggal Prospektus ini diterbitkan, Perseroan telah memenuhi batasan-batasan yang diwajibkan dalam perjanjian-perjanjian pinjaman di atas dan Perseroan telah melakukan pembayaran dan cicilan pokok dan bunganya sesuai skedul yang ditetapkan. Jumlah utang baru yang timbul sehubungan dengan pencairan fasilitas modal kerja untuk mendanai transaksi pembiayaan Perseroan dari tanggal laporan posisi keuangan sampai dengan tanggal diterbitkannya prospektus adalah sebesar Rp juta yang berasal dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, sebesar Rp5.752juta, PT Bank Jabar Banten sebesar Rp juta, PT Bank KEB Hana sebesar Rp juta, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, sebesar Rp juta, PT Bank Panin Indonesia Tbk, sebesar Rp juta dan PT Bank Central Asia sebesar Rp juta. Sampai dengan 29 Oktober 2015, Perseroan telah menggunakan fasilitas pinjaman sebesar Rp juta. F. Surat Berharga yang Diterbitkan Utang Obligasi Saldo bersih utang obligasi pada tanggal 30 Juni 2015 sebesar Rp juta, dengan rincian sebagai berikut: (dalam jutaan Rupiah) Uraian Jumlah Obligasi Berkelanjutan I tahap I Obligasi Berkelanjutan I tahap II Obligasi Berkelanjutan I tahap III Total utang obligasi Beban emisi belum diamortisasi (1.989) Total utang obligasi bersih Perseroan mempunyai utang obligasi pada tanggal 30 Juni 2015 sebagai berikut: Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2013 Obligasi Nilai nominal Tingkat bunga tetap per tahun Jatuh tempo (dalam jutaan Rupiah) Cicilan pokok Obligasi Seri A ,75% 5 Juni 2016 Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo. Seri B ,80% 5 Juni 2017 Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo. 19

42 Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2014 Obligasi Nilai nominal Tingkat bunga tetap per tahun Jatuh tempo Cicilan pokok Obligasi (dalam jutaan Rupiah) Seri A ,70% 23 Mei 2017 Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo. Seri B ,85% 23 Mei 2018 Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo. Obligasi Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2015 Obligasi Nilai nominal Tingkat bunga tetap per tahun Jatuh tempo (dalam jutaan Rupiah) Cicilan pokok Obligasi BKL I Thp III ,75% 9 Juni 2018 Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo. Dari tanggal laporan posisi keuangan sampai dengan tanggal Prospektus ini diterbitkan, Perseroan telah membayar bunga obligasi sebesar Rp juta, dimana Obligasi Berkelanjutan I tersebut belum jatuh tempo. G. Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan Saldo Liabilitas Imbalan Kerja pada tanggal 30 Juni 2015, sebesar Rp juta. Imbalan kerja sehubungan dengan pensiun, uang pisah, uang jasa, uang kompensasi hak dan hak-hak lainnya diakui sesuai dengan masa kerja karyawan yang bersangkutan sesuai dengan UU Ketenagakerjaan No. 13/2003 dan Peraturan Perusahaan. Perseroan tidak memiliki kewajiban kontijensi dan komitmen yang signifikan pada tanggal 30 Juni SELURUH LIABILITAS PERSEROAN PADA TANGGAL 30 JUNI 2015 TELAH DIUNGKAPKAN DALAM PROSPEKTUS INI. SAMPAI DENGAN TANGGAL DITERBITKANNYA PROSPEKTUS INI. PERSEROAN TELAH MELUNASI SELURUH LIABILITASNYA YANG TELAH JATUH TEMPO. SAMPAI DENGAN TANGGAL DITERBITKANNYA PROSPEKTUS INI. PERSEROAN TIDAK MEMILIKI LIABILITAS DAN PERIKATAN YANG TERJADI SETELAH TANGGAL 30 JUNI 2015 SAMPAI DENGAN TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS LAPORAN KEUANGAN PERSEROAN TANGGAL 11 SEPTEMBER DAN YANG TERJADI SEJAK TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN TERSEBUT DI ATAS SAMPAI DENGAN TANGGAL EFEKTIFNYA PERNYATAAN PENDAFTARAN. SELAIN YANG TELAH DIUNGKAPKAN DALAM PROSPEKTUS INI DAN LAPORAN KEUANGAN TERSEBUT DI ATAS. SERTA SELAIN LIABILITAS DAN PERIKATAN YANG TERJADI DARI KEGIATAN USAHA NORMAL. DENGAN ADANYA PENGELOLAAN YANG SISTEMATIS ATAS ASET DAN LIABILITAS SERTA PENINGKATAN HASIL OPERASI DI MASA YANG AKAN DATANG. PERSEROAN MENYATAKAN KESANGGUPANNYA UNTUK DAPAT MENYELESAIKAN SELURUH LIABILITASNYA SESUAI DENGAN PERSYARATAN SEBAGAIMANA MESTINYA. PERSEROAN TELAH MEMENUHI SEMUA RASIO KEUANGAN YANG DIPERSYARATKAN DALAM PERJANJIAN UTANG PERSEROAN. TIDAK TERDAPAT NEGATIVE COVENANTS YANG AKAN MERUGIKAN HAK-HAK PEMEGANG SAHAM DAN HAK-HAK PEMEGANG OBLIGASI. 20

43 IV. ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN Analisis dan pembahasan kondisi keuangan dan hasil operasi Perseroan dibawah ini harus dibaca bersamasama dengan laporan keuangan Perseroan beserta catatan-catatan di dalamnya, untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2015 dan tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 yang terdapat pada Bab XV (Laporan Auditor Independen dan Laporan Keuangan) dari Prospektus ini. Analisis dan pembahasan yang disajikan berikut mengandung kalimat-kalimat yang juga menggambarkan risiko dan ketidakpastian. Hasil akhir sebenarnya dapat berbeda secara signifikan dengan hal-hal yang dimaksud dalam kalimat-kalimat tersebut. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan perubahan signifikan sudah termasuk dalam kalimat-kalimat tersebut, tetapi tidak terbatas pada analisis dan pembahasan berikut dan bagian yang terkait dalam Prospektus, khususnya Bab V mengenai Risiko Usaha. Laporan keuangan Perseroan tanggal 30 Juni 2015 dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut, telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja, firma anggota Ernst & Young Global Limited (partner penanggung jawab: Danil Setiadi Handaja, CPA), akuntan publik independen, berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), dalam laporannya tertanggal 28 Oktober 2015 dengan opini audit wajar tanpa modifikasian dengan paragraf hal lain sehubungan dengan rencana Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 di Bursa Efek Indonesia, dan untuk memenuhi permintaan OJK, Perseroan telah menerbitkan kembali laporan keuangan tersebut yang disertai dengan beberapa perubahan dan tambahan pengungkapan pada catatan atas laporan keuangan. Laporan keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2014 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja, firma anggota Ernst & Young Global Limited (partner penanggung jawab: Danil Setiadi Handaja, CPA), akuntan publik independen, berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), dalam laporannya tertanggal 23 Januari 2015 dengan opini audit wajar tanpa modifikasian. Laporan keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2013 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja, firma anggota Ernst & Young Global Limited (partner penanggung jawab: Peter Surja, CPA), akuntan publik independen, berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), dalam laporannya tertanggal 24 Januari 2014 dengan opini audit wajar tanpa modifikasian. Laporan keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja, firma anggota Ernst & Young Global Limited (partner penanggung jawab: Peter Surja, CPA), akuntan publik independen, berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), dalam laporannya tertanggal 20 Februari 2013 dengan opini audit wajar tanpa pengecualian. A. UMUM Perseroan didirikan dan mulai beroperasi pada tahun Meskipun Perseroan telah memperoleh ijin untuk menyelenggarakan kegiatan usaha dalam bidang pembiayaan konsumen, sewa guna usaha dan anjak piutang, pada saat ini Perseroan fokus dalam bidang pembiayaan konsumen. Dalam menjalankan usahanya Perseroan memberikan kredit konsumen untuk pembelian berbagai merk kendaraan bermotor. Perseroan bergerak dalam bidang pembiayaan konsumen. Sampai dengan saat ini, Perseroan memiliki 92 (sembilan puluh dua) Kantor Cabang yang berlokasi di kota-kota yang strategis meliputi Banda Aceh, Medan, Rantau Prapat, Padang, Agam, Lubuk Linggau, Batam, Pekanbaru, Rokan Hulu,Tanjung Pinang, Ogan Komering Ilir, Bengkalis, Jambi, Muara Bungo, Bengkulu, Palembang, Bandar Lampung (7 cabang), Pangkal Pinang,Cilegon, Serang, Tangerang (3 Cabang), Lebak, Jakarta (8 Cabang), Bekasi (2 Cabang), Karawang, Depok, Cibubur, Bogor, Sukabumi, Bandung (2 Cabang), Tasikmalaya, Cirebon, Garut, Subang, Cikarang, Cibinong, Tegal, Purwokerto, Semarang, Solo, Kudus, Magelang, Yogyakarta, Pekalongan, Mojokerto, Surabaya (2 Cabang), Malang, Kediri, Jember, Madiun, Tuban, Gresik, Denpasar, Gianyar, Mataram, Pontianak, Banjarmasin, Tanjung, Palangkaraya, Samarinda, Balikpapan, Tarakan, Banjar Baru, Bontang, Makassar, Parepare, Kendari, Manado, Palu, Gorontalo, Sintang, Sampit, Mamuju dan Kotamobagu serta 21 (dua puluh satu) Kantor Satelit yang berlokasi di Pasuruan, Pahuwanto, Solok, Salatiga, Blitar, Pasaman Barat, Sumbawa, Ogan Komering Ulu, Bone, Lahat, Belitung, Sumedang, Lamongan, Indramayu, Cilacap, Banjarnegara, Bulukumba, Kolaka, Palopo, Singaraja dan Kupang. Perseroan memfokuskan usahanya pada kegiatan pembiayaan mobil baru yang dapat memberikan pengembalian yang tinggi dengan tingkat risiko yang aman yang terdiri dari merk-merk Toyota, Daihatsu, Honda, Nissan, Mazda, Mitsubishi dan Suzuki maupun merk yang dijual secara resmi melalui ATPM. Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan memiliki visi yaitu: To be the most progressive and reliable multifinance in Indonesia. 21

44 Adapun misi yang diemban oleh Perseroan adalah Berorientasi kepada pemenuhan kebutuhan kredit masyarakat untuk mensejahterakan bangsa, ikut berkontribusi positif dalam perekonomian nasional, mengembangkan sumber daya manusia profesional dan memberikan keuntungan maksimal bagi Stakeholders. Dalam menjalankan usahanya, Perseroan menerapkan bahwa setiap karyawan Perseroan wajib memiliki budaya kerja PERWIRA, yang merupakan singkatan dari: 1. KEPERCAYAAN, bahwa setiap karyawan Perseroan wajib menjunjung tinggi nilai-nilai: Jujur dan dapat dipercaya; Bertanggung jawab; Berkomitmen. 2. KEWIRAUSAHAAN, bahwa setiap karyawan Perseroan wajib mempunyai: Rasa memiliki yang tinggi terhadap Perseroan; Profesionalisme; Fokus kepada pelanggan. 3. KEGEMBIRAAN, bahwa setiap karyawan Perseroan harus: Antusias, Ulet dan Pantang Menyerah; Bersinergi; Gembira. Faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan usaha dan kondisi keuangan Perseroan antara lain kondisi perekonomian, kompetisi dalam industri pembiayaan dan otomotif, tingkat suku bunga dan variasi produk baru dari bidang otomotif. Saat ini, pasar pembiayaan semakin kompetitif karena bertambahnya perusahaan pembiayaan serta regulasi/aturan baru yang keluar terkait bisnis pembiayaan. Dengan adanya regulasi serta aturan baru ini, semakin banyaknya perusahaan-perusahaan pembiayaan baru yang terbentuk di Indonesia. Di samping dengan dukungan regulator yang mendukung lembaga pembiayaan yang ada, jumlah penduduk menengah yang ada di Indonesia menjadi salah satu pemicu munculnya lembaga pembiayaan di Indonesia. Hal ini didukung oleh produk-produk otomotif yang semakin bervariasi dengan design terkini menjadikan lembaga pembiayaan menjadi industri usaha di Indonesia yang mempunyai potensi besar di Indonesia di masa mendatang. Perseroan berupaya untuk senantiasa dekat dengan konsumen dan penjual (Dealer) dengan prinsip bahwa kepuasan konsumen dan Dealer adalah misi utama Perseroan. Adapun cara yang Perseroan lakukan adalah menambah jaringan operasional agar lebih dekat dengan konsumen dan Dealer termasuk dengan membuka kantor satelit di beberapa cabang Bank Mandiri sebagai perluasan jaringan pemasaran Perseroan, membuat produk pembiayaan yang lebih kompetitif di pasar dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Kompetisi yang ketat dalam industri pembiayaan dan otomotif membuat kompetitor selalu mengeluarkan berbagai program untuk menarik konsumen dan Dealer. Sehingga Perseroan dituntut untuk lebih profesional, kreatif dan efisien dalam mengelola Perseroan agar tetap memiliki competitive advantage yang lebih dari para kompetitor. Dengan semakin banyaknya perusahaan pembiayaan-pembiayaan yang ada di Indonesia, Perseroan memiliki strategi usaha untuk menciptakan produk-produk yang inovatif serta sesuai dengan kondisi pasar yang ada. Salah satu produk yang dihasilkan adalah melakukan sinergi dengan Bank Mandiri selaku pemegang saham dalam melakukan pemasaran dimana hal ini merupakan salah satu kelebihan yang dimiliki dari Perseroan. Perseroan dikenal oleh industri sebagai lembaga pembiayaan yang memiliki track record yang baik dalam hal mendapatkan pendanaan serta pelunasannya. Berdasarkan hal tersebut, Perseroan telah memiliki akses kepada lembaga perbankan serta instrument obligasi dalam sumber pendanaan usaha. Perseroan telah beberapa kali menerbitkan obligasi sehingga industri pasar modal sudah mengenal karakter dan kemampuan Perseroan yang berimplikasi pada biaya dana yang menarik. Masyarakat Indonesia saat ini sudah mulai bisa memilih antara fasilitas pembiayaan dengan DP murah atau cicilian murah. Hal ini disebabkan oleh kondisi perekonomian yang sedang melambat serta kemampuan daya beli masyarakat yang sedikit menurun. Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar turut serta menyebabkan daya beli masyarakat menurun sehingga masyarakat akan cenderung memilih pembiayaan yang menawarkan DP murah atau cicilan murah. Perkembangan pemasaran Perseroan sangat progresif, karena kemajuan teknologi dan customer needs yang sudah semakin mature terhadap produk. Disamping itu, dengan dukungan 92 cabang yang tersebar di Indonesia, kegiatan pemasaran Perseroan dapat berjalan secara menyeluruh di seluruh Indonesia. Dukungan pemegang saham, Bank Mandiri, juga memperkuat posisi Perseroan dalam penyebarluasan informasi mengenai produkproduk terbaru dan inovatif dari Perseroan. 22

45 Perusahaan pembiayaan khususnya Perseroan memiliki nature business yang amat bergantung pada tingkat suku bunga. Perubahan tingkat suku bunga yang sangat mempengaruhi bunga jual perusahaan, sehingga akan mengakibatkan penjualan produk pembiayaan perusahaan. Volume penjualan sangat dipengaruhi oleh tingkat harga (suku bunga) dan kecepatan servis karena harga sangat berpengaruh dalam industri pembiayaan otomotif. Konsumen cenderung mencari alternatif pembiayaan dengan suku bunga yang komptetitif sedangkan untuk dapat memberikan pembiayan dengan suku bunga yang kompetitif maka Perseroan harus mendapatkan dukungan dana pembiayaan dari bank maupun kreditor dengan suku bunga pinjaman yang kompetitif juga. Untuk itu Perseroan senantiasa mencari alternatif funding yang terbaik salah satunya adalah penerbitan surat hutang agar tetap dapat berkompetisi di lapangan. Selain itu Perseroan juga dituntut untuk menjaga profesionalisme dan efisiensi perusahaan dengan meningkatkan profesionalisme dan produktivitas karyawan. Ditengah ketatnya kompetisi dengan perusahaan pembiayaan lain, Perseroan dituntut untuk terus meningkatkan dan memperbaiki kinerja untuk dapat menyokong kebutuhan pembiayaan dari masyarakat. Hal-hal yang dilakukan Perseroan dalam menjawab tantangan tersebut diantaranya adalah memahami lebih dalam kondisi pasar yang sangat fluktuatif dan memberikan produk pembiayaan yang memenuhi keinginan konsumen, serta meningkatkan efektifitas kinerja tenaga pemasaran dan tenaga penunjang. Semakin banyak variasi produk baru dari otomotif maka minat konsumen untuk memiliki produk tersebut juga makin besar sehingga kebutuhan akan pembiayaan oleh konsumen juga makin tinggi. Dengan demikian akan tercipta pasar pembiayaan yang makin besar yang mendorong Perseroan untuk menciptakan berbagai paket program pembiayaan yang menarik bagi konsumen. Perseroan berkeyakinan peluang usaha dimana Perseroan beroperasi akan ikut membaik seiring dengan membaiknya perekonomian Indonesia. B. KEUANGAN Bersama ini disajikan analisis manajemen Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2015 dan 2014 serta tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014, 2013 dan (dalam jutaan Rupiah) 30 Juni 31 Desember Uraian (disajikan 2015 (disajikan (disajikan (disajikan kembali) kembali) kembali) kembali) (tidak diaudit) Pendapatan Beban ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Laba sebelum pajak penghasilan Beban pajak penghasilan (51.775) (39.515) (78.277) (60.847) (39.026) Laba Periode/Tahun Berjalan Grafik Jumlah Pendapatan dan Laba bersih (dalam jutaan Rupiah) 1,513, , ,989 1,166, , , , , , ,625 1H15 1H Total pendapatan Laba Periode/ Tahun Berjalan Sumber: Perseroan 1. PENDAPATAN USAHA Pendapatan Perseroan untuk tahun 2014, terdiri dari pendapatan pembiayaan konsumen sebesar 70,26%, pendapatan sewa pembiayaan sebesar 5,77%, pendapatan bunga sebesar 1,31% dan administrasi lainnya 22,66%. Adapun kontribusi pendapatan sampai dengan 30 Juni 2015, ditopang oleh pembiayaan konsumen sebesar 71,90%, pendapatan sewa pembiayaan sebesar 5,91%, pendapatan bunga sebesar 0,41% dan lain-lain 21,77%. Tabel di bawah ini memperlihatkan pendapatan Perseroan dari tahun ke tahun. 23

46 (dalam jutaan Rupiah) Uraian 30 Juni 31 Desember 2015 Δ% 2014 (disajikan kembali 2014 Δ% 2013 Δ% 2012 tidak diaudit) Pembiayaan konsumen ,15% ,67% ,82% Sewa pembiayaan ,14% ,87% ,70% Bunga (68,08%) ,78% ,04% Lain-lain bersih ,68% ,26% ,91% Jumlah Pendapatan ,14% ,79% ,66% Sumber: Perseroan Grafik Pendapatan (dalam jutaan Rupiah) 1,513,555 1,166, , , ,069 1H15 1H Sumber: Perseroan a. Pendapatan Pembiayaan Konsumen Grafik di bawah ini memperlihatkan perkembangan pendapatan pembiayaan konsumen Perseroan dari tahun ke tahun. Grafik Pendapatan Pembiayaan Konsumen (dalam jutaan Rupiah) 1,063, , , , ,822 1H15 1H Sumber: Perseroan Periode 6 (enam) Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2015 Dibandingkan Dengan Tahun yang Berakhir Tanggal 30 Juni 2014 Pendapatan pembiayaan konsumen pada periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2015 adalah sebesar Rp juta atau tumbuh sebesar Rp juta (32,15%) dibandingkan dengan pendapatan pada periode yang sama tahun 2014 yang mencapai Rp juta. Pertumbuhan tersebut disebabkan oleh peningkatan pangsa pasar Perseroan serta peluang bisnis yang timbul dari semakin meningkatnya jumlah penduduk menengah di Indonesia. 24

47 Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan Dengan Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2013 Pendapatan pembiayaan konsumen untuk tahun 2014 adalah sebesar Rp juta atau meningkat sebesar Rp juta (23,67%) dibandingkan dengan pendapatan tahun 2013 yang mencapai Rp juta. Peningkatan ini disebabkan realisasi pembiayaan baru mengalami peningkatan di tahun 2014 sebesar 28,63% dari Rp juta di tahun 2013 menjadi Rp juta di tahun Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2013 Dibandingkan Dengan Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2012 Pendapatan pembiayaan konsumen pada tahun 2013 adalah sebesar Rp juta atau tumbuh sebesar Rp juta (34,82%) dibandingkan dengan pendapatan pada tahun 2012 yang mencapai Rp juta. Pertumbuhan ini disebabkan oleh realisasi pembiayaan baru yang tumbuh sebesar 38,36% dari Rp juta di tahun 2012 menjadi Rp juta di tahun b. Pendapatan Sewa Pembiayaan Grafik di bawah ini memperlihatkan perkembangan pendapatan sewa pembiayaan Perseroan dari tahun ke tahun. Grafik Pendapatan Sewa Pembiayaan (dalam jutaan Rupiah) 87,369 54,385 59,897 40,543 16,514 1H15 1H Sumber: Perseroan Periode 6 (enam) Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2015 Dibandingkan Dengan Tahun yang Berakhir Tanggal 30 Juni 2014 Pendapatan sewa pembiayaan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2015 adalah sebesar Rp juta atau tumbuh sebesar Rp juta (34,14%) dibandingkan dengan pendapatan pada periode yang sama tahun 2014 yang mencapai Rp juta. Peningkatan tersebut disebabkan oleh meningkatnya realisasi pembiayaan baru seiring dengan strategi pemasaran dan produk yang inovatif. Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan Dengan Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2013 Pendapatan sewa pembiayaan pada tahun 2014 tumbuh sebesar 45,87% atau setara dengan Rp juta menjadi Rp juta dibandingkan dengan pendapatan sewa pembiayaan pada tahun 2013 yang sebesar Rp juta. Pertumbuhan ini disebabkan oleh peningkatan realisasi pembiayaan baru sebesar Rp juta pada 2014 dibandingkan tahun 2013 sebesar Rp juta atau naik 2,82% sebesar Rp juta. Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2013 Dibandingkan Dengan Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2012 Pendapatan sewa pembiayaan pada tahun 2013 adalah sebesar Rp juta atau tumbuh sebesar Rp juta (262,70%) dibandingkan dengan pendapatan pada tahun 2012 yang mencapai Rp juta. Peningkatan ini disebabkan oleh peningkatan realisasi pembiayaan baru sebesar Rp juta pada tahun 2013 dibandingkan tahun 2012 sebesar Rp juta atau naik 48,73% sebesar Rp juta. 25

48 c. Pendapatan Bunga Grafik di bawah ini memperlihatkan perkembangan pendapatan bunga Perseroan dari tahun ke tahun. Grafik Pendapatan Bunga (dalam jutaan Rupiah) 19,798 11,941 3,812 7,026 6,626 1H15 1H Sumber: Perseroan Pendapatan bunga merupakan pendapatan bunga yang diperoleh dari penempatan dana pada deposito berjangka dan rekening koran. Tren peningkatan pendapatan bunga dipengaruhi oleh kebijakan Perseroan untuk menempatkan dana pada bank lebih besar dibandingkan dengan bunga instrumen utang yang telah ditetapkan. Periode 6 (enam) Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2015 Dibandingkan Dengan Tahun yang Berakhir Tanggal 30 Juni 2014 Pendapatan bunga Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir sampai dengan 30 Juni 2015 sebesar Rp3.812 juta turun sebesar Rp8.129 juta (68,08%) dibandingkan dengan pendapatan pada periode yang sama tahun 2014 sebesar Rp juta. Penurunan tersebut disebabkan karena Perseroan lebih fokus menempatkan dana pada aset pembiayaan konsumen yang memberikan return yang lebih tinggi (pembiayaan konsumen). Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan Dengan Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2013 Pendapatan bunga pada tahun 2014 adalah sebesar Rp juta. Pendapatan bunga pada tahun 2014 meningkat sebesar Rp juta (181,78%) dibandingkan dengan pendapatan pada tahun 2013 yang mencapai Rp7.026 juta. Peningkatan tersebut disebabkan kebijakan Perseroan yang menempatkan dana pada bank lebih besar dibandingkan tahun 2013 guna membayar kewajiban MTN yang jatuh tempo pada Januari Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2013 Dibandingkan Dengan Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2012 Pendapatan bunga pada tahun 2013 adalah sebesar Rp7.026 juta atau tumbuh sebesar Rp400 juta (6,04%) dibandingkan dengan pendapatan pada tahun 2012 yang mencapai Rp6.626 juta. Peningkatan pendapatan ini terutama disebabkan oleh kebijakan Perseroan yang menempatkan dana pada bank lebih besar dibandingkan tahun 2012 guna membayar kewajiban obligasi yang jatuh tempo pada Mei d. Pendapatan Lain-Lain-bersih Grafik di bawah ini memperlihatkan perkembangan pendapatan lain-lain-bersih Perseroan dari tahun ke tahun. Grafik Pendapatan Lain-Lain-Bersih (dalam jutaan Rupiah) 342, , , , ,107 1H15 1H Sumber: Perseroan 26

49 (dalam jutaan Rupiah) 30 Juni 31 Desember 2015 Δ% 2014 (tidak 2014 Δ% 2013 Δ% 2012 Uraian diaudit) Pihak Ketiga Diskon asuransi ,36% ,83% ,10% Pendapatan akseptasi klaim ,15% Pendapatan penalti ,18% ,44% ,62% Pendapatan penagihan ,42% ,99% ,68% Keuntungan penjualan aset tetap 13-75,93% ,52% ,88% 227 Lain-lain ,73% ,29% ,12% Pihak Berelasi Pendapatan akseptasi klaim ,60% Jumlah ,68% ,26% ,91% Sumber: Perseroan Periode 6 (enam) Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2015 Dibandingkan Dengan Tahun yang Berakhir Tanggal 30 Juni 2014 Pendapatan lain-lain bersih Perseroan untuk periode enam bulan sampai dengan Juni 2015 mengalami pertumbuhan sebesar Rp juta (25,68%) menjadi Rp juta dari Rp juta pada periode yang sama tahun Pertumbuhan ini disebabkan oleh fee based income Perseroan yang tumbuh. Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan Dengan Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2013 Pendapatan lain-lain-bersih pada tahun 2014 adalah sebesar Rp juta, kontribusi terbesar pendapatan lain-lain berasal dari pendapatan asuransi sebesar 57,66%, pendapatan penalti sebesar 10,49%, pendapatan penagihan sebesar 8,22%, pendapatan akseptasi klaim sebesar 2,46% serta terdapat pendapatan akseptasi klaim dari pihak berelasi yang berkontribusi sebesar 14,69%. Pendapatan lain-lain bersih di tahun 2014 tumbuh sebesar 43,26% atau Rp juta dari tahun 2013 sebesar Rp juta. Peningkatan tersebut disebabkan oleh pertumbuhan pendapatan asuransi sebesar 13,83%, pendapatan penagihan sebesar 27,99%, pendapatan lain-lain sebesar 200,29% serta adanya pendapatan akseptasi klaim sebesar Rp juta. Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2013 Dibandingkan Dengan Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2012 Pendapatan lain-lain-bersih pada tahun 2013 adalah sebesar Rp juta atau meningkat sebesar Rp juta (32,91%) dibandingkan dengan pendapatan lain-lain pada tahun 2012 yang mencapai Rp juta. Pendapatan tersebut 72,56% berasal dari pendapatan asuransi, 15,09% berasal dari pendapatan penalti, 9,20% berasal dari pendapatan penagihan, 3,08% dari lain-lain dan 0,07% adalah keuntungan penjualan aset tetap. Kenaikan pendapatan lain-lain terutama karena peningkatan pendapatan asuransi sebesar Rp juta pada tahun 2013 dibandingkan dengan pendapatan asuransi sebesar Rp juta pada tahun Perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan penalti menjadi Rp juta di tahun 2013 atau meningkat sebesar Rp7.138 juta (24,62%) dari tahun 2012 sebesar Rp juta. 2. BEBAN 30 Juni 31 Desember 2015 Δ% 2014 (disajikan kembali) (tidak diaudit) 2014 (disajikan kembali) Δ% 2013 (disajikan kembali) (dalam jutaan Rupiah) Δ% 2012 (disajikan kembali) Beban keuangan ( ) 28,18% ( ) ( ) 23,72% ( ) 41,73% ( ) Gaji dan tunjangan ( ) 32,00% ( ) ( ) 31,26% ( ) 29,34% ( ) Beban umum dan administrasi ( ) 39,61% (92.005) ( ) 32,12% ( ) 32,83% ( ) Penyisihan kerugian penurunan nilai ( ) 10,84% ( ) ( ) 40,29% ( ) 29,04% ( ) Jumlah Beban ( ) 27,70% ( ) ( ) 29,32% ( ) 35,52% ( ) Sumber: Perseroan 27

50 a. Beban Keuangan Grafik di bawah ini memperlihatkan perkembangan beban keuangan Perseroan dari tahun ke tahun. Grafik Beban Keuangan (dalam jutaan Rupiah) 548, , , , ,904 1H15 1H Sumber: Perseroan Periode 6 (enam) Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2015 Dibandingkan Dengan Tahun yang Berakhir Tanggal 30 Juni 2014 Beban keuangan Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2015 sebesar Rp juta tumbuh sebesar 28,18% dari Rp juta pada periode yang sama tahun Peningkatan beban keuangan tersebut disebabkan adanya tambahan pinjaman bank yang diiringi dengan misi Perseroan untuk meningkatkan pembiayaan baru. Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan Dengan Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2013 Beban keuangan Perseroan pada tahun 2014 adalah sebesar Rp juta atau meningkat sebesar Rp juta (23,72%) dibandingkan dengan beban pada tahun 2013 yang mencapai Rp juta. Peningkatan beban ini terutama disebabkan oleh kondisi perekonomian yang sedang tidak kondusif sehingga biaya bunga semakin tinggi ditengah melambatnya daya beli masyarakat dan perekonomian Indonesia. Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2013 Dibandingkan Dengan Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2012 Beban keuangan Perseroan pada tahun 2013 adalah sebesar Rp juta atau meningkat sebesar Rp juta (41,73%) dibandingkan dengan beban pada tahun 2012 yang mencapai Rp juta. Peningkatan beban ini terutama disebabkan oleh adanya peningkatan jumlah pinjaman bank sebesar Rp juta atau sebesar 20,40% dibandingkan dengan tahun 2012 dalam rangka mendukung pencapaian target pembiayaan konsumen Perseroan yang dibiayai sendiri. b. Beban Gaji dan Tunjangan Grafik di bawah ini memperlihatkan perkembangan beban gaji dan tunjangan dari tahun ke tahun. Grafik Beban Gaji dan Tunjangan check (dalam jutaan Rupiah) 235, , , , ,466 Sumber: Perseroan 1H15 1H

51 Periode 6 (enam) Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2015 Dibandingkan Dengan Tahun yang Berakhir Tanggal 30 Juni 2014 Beban gaji dan tunjangan Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir sampai dengan 30 Juni 2015 sebesar Rp juta atau meningkat sebesar Rp juta (32%) dibandingkan dengan biaya pada periode yang sama tahun 2014 sebesar Rp juta. Peningkatan tersebut dikarenakan adanya peningkatan jumlah karyawan di tahun tersebut dan adanya penyesuaian gaji dan tunjangan serta imbalan pasca kerja disetiap tahunnya. Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan Dengan Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2013 Beban gaji dan tunjangan Perseroan pada tahun 2014 adalah sebesar Rp juta atau meningkat sebesar Rp juta (31,26%) dari tahun 2013 yang sebesar Rp juta. Peningkatan tersebut dikarenakan adanya peningkatan jumlah karyawan di tahun tersebut dan adanya penyesuaian gaji dan tunjangan serta imbalan pasca kerja disetiap tahunnya. Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2013 Dibandingkan Dengan Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2012 Beban gaji dan tunjangan Perseroan pada tahun 2013 adalah sebesar Rp juta atau meningkat sebesar Rp juta (29,34%) dari tahun 2012 yang sebesar Rp juta. Peningkatan tersebut dikarenakan adanya peningkatan jumlah karyawan di tahun tersebut dan adanya penyesuaian gaji dan tunjangan serta imbalan pasca kerja disetiap tahunnya. c. Beban Umum dan Administrasi Grafik di bawah ini memperlihatkan perkembangan beban umum dan administrasi dari tahun ke tahun. Grafik Beban Umum dan Administrasi (dalam jutaan Rupiah) 197, ,451 92, , ,577 Sumber: Perseroan 1H15 1H (dalam jutaan Rupiah) 30 Juni 31 Desember 2015 Δ% 2014 (tidak diaudit) 2014 Δ% 2013 Δ% 2012 Pihak Ketiga Biaya penagihan ,19% ,66% ,71% Sewa ,64% ,95% ,26% Penyusutan aset tetap ,24% ,54% ,33% Perjalanan dinas ,80% ,17% ,42% Komunikasi ,20% ,12% ,73% Keamanan ,41% ,33% ,97% Perbaikan dan pemeliharaan ,83% ,54% ,22% Jasa pihak ketiga ,23% ,09% ,11% Alat tulis dan cetakan ,66% ,45% ,99% Listrik dan air ,84% ,86% ,79% Iuran OJK ,54% Rekrutmen dan pelatihan ,76% (28,49%) ,92% Jamuan bisnis ,14% ,28% ,04% Jasa profesional 979 (0,41%) ,77% ,33% Lain-lain (51,32%) (4,36%) ,01% Pihak Berelasi Sewa ,94% ,98% ,29% Jumlah ,61% ,12% ,83% Sumber: Perseroan 29

52 Periode 6 (enam) Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2015 Dibandingkan Dengan Tahun yang Berakhir Tanggal 30 Juni 2014 Beban umum dan administrasi Perseroan untuk periode enam bulan sampai dengan Juni 2015 sebesar Rp juta atau meningkat sebesar Rp juta (39,61%) dari periode yang sama tahun 2014 sebesar Rp juta. Kenaikan tersebut sebagian besar disebabkan oleh kenaikan biaya pengelolaan aset (penagihan). Selain itu kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh kenaikan biaya operasional dan infrastruktur kantor cabang untuk menunjang target pembiayaan konsumen baru. Biaya operasional kantor cabang meliputi biaya sewa gedung, pemeliharaan, utilitas kantor dan pengelolaan aset (penagihan) kantor cabang. Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan Dengan Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2013 Beban umum dan administrasi Perseroan pada tahun 2014 adalah sebesar Rp juta atau meningkat sebesar Rp juta (32,12%) dari tahun 2013 sebesar Rp juta. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh kenaikan biaya pengelolaan aset (penagihan) sebesar Rp juta (42,66%) dari sebesar Rp juta pada tahun 2013 menjadi Rp juta pada tahun 2014 dan biaya jasa profesional naik sebesar Rp1.837 juta (101,77%) dari sebesar Rp1.805 juta pada tahun 2013 menjadi Rp3.642 juta pada tahun Selain itu kenaikan biaya umum dan administrasi yang berkontribusi dalam kenaikan biaya, kenaikan biaya sewa, perjalanan dinas, perbaikan & pemeliharaan, jasa pihak ketiga, jamuan bisnis. Pembukaan cabang baru merupakan salah satu faktor yang menyebabkan meningkatnya beban umum dan administrasi di tahun Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2013 Dibandingkan Dengan Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2012 Beban umum dan administrasi pada tahun 2013 sebesar Rp juta, atau meningkat sebesar Rp juta (32,83%), dari tahun 2012 yang sebesar Rp juta. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh kenaikan biaya pengelolaan aset (penagihan), perjalanan dinas, komunikasi,perbaikan dan pemeliharaan serta penyusutan aset tetap, rekrutmen dan pelatihan serta lain-lain. Hal ini sejalan dengan visi Perseroan untuk meningkatkan pembiayaan dengan pembukaan cabang baru sehingga biaya meningkat. d. Beban Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai Grafik di bawah ini memperlihatkan perkembangan beban penyisihan piutang ragu-ragu dari tahun ke tahun. Grafik Beban Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai (dalam jutaan Rupiah) 219, , , , ,471 1H15 1H Sumber: Perseroan Periode 6 (enam) Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2015 Dibandingkan Dengan Tahun yang Berakhir Tanggal 30 Juni 2014 Beban penyisihan kerugian penurunan nilai sampai dengan Juni 2015 adalah sebesar Rp juta tumbuh sebesar 10,84% dari Rp juta di Juni Peningkatan beban tersebut disebabkan oleh meningkatnya meningkatnya saldo piutang pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan sebesar Rp juta atau sebesar (21,80%) dari Rp juta di Juni 2014 menjadi Rp juta di Juni

53 Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan Dengan Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2013 Beban penyisihan kerugian penurunan nilai pada tahun 2014 adalah sebesar Rp juta atau meningkat sebesar Rp juta (40,29%) dibandingkan dengan tahun 2013 yang mencapai Rp juta. Peningkatan beban ini terutama disebabkan oleh meningkatnya penyisihan kerugian penurunan nilai (CKPN) dari pembiayaan konsumen sebesar Rp juta atau sebesar 50,51% dari Rp juta di tahun 2013 menjadi Rp juta di tahun Peningkatan penyisihan kerugian penurunan nilai dari pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan lebih disebabkan kenaikan saldo piutang pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan sebesar Rp juta atau 30,53% dari sebesar Rp juta per Desember 2013 menjadi Rp juta per Desember Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2013 Dibandingkan Dengan Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2012 Beban penyisihan kerugian penurunan nilai pada tahun 2013 adalah sebesar Rp juta atau meningkat sebesar Rp juta atau 29,04% dibandingkan dengan tahun 2012 yang mencapai Rp juta. Peningkatan beban ini terutama disebabkan oleh meningkatnya penyisihan kerugian penurunan nilai (CKPN) dari pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan sebesar Rp juta atau sebesar 51,81% dari Rp juta di tahun 2012 menjadi Rp juta di tahun Peningkatan penyisihan kerugian penurunan nilai dari pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan lebih disebabkan kenaikan saldo piutang pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan sebesar Rp juta atau 27,23% dari sebesar Rp juta per Desember 2012 menjadi Rp juta per Desember LABA PERIODE/ TAHUN BERJALAN Grafik di bawah ini memperlihatkan perkembangan laba periode/ tahun Perseroan dari tahun ke tahun. Grafik Laba Periode/ Tahun Berjalan (dalam jutaan Rupiah) 234, , , , ,625 Sumber: Perseroan 1H15 1H Periode 6 (enam) Bulan yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2015 Dibandingkan Dengan Tahun yang Berakhir Tanggal 30 Juni 2014 Laba periode/ tahun berjalan Perseroan sampai dengan Juni 2015 mencapai Rp juta, tumbuh sebesar Rp juta (35,63%) dari Rp juta di Juni Pertumbuhan laba tersebut disebabkan oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 29,14% dari Rp juta menjadi Rp di Juni Peningkatan laba juga disumbang oleh pertambahan dari pendapatan fee based yang berasal dari pendapatan asuransi, akseptasi klaim, penalti dan pendapatan penagihan. Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan Dengan Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2013 Laba periode/ tahun berjalan Perseroan pada tahun 2014 adalah sebesar Rp juta atau meningkat sebesar Rp juta (32,62%) jika dibandingkan dengan laba periode/ tahun berjalan Perseroan pada tahun 2013 sebesar Rp juta. Peningkatan ini disebabkan oleh peningkatan marjin pembiayaan konsumen pada tahun 2014 adalah sebesar Rp juta seiring meningkatnya realisasi pembiayaan baru, dan semakin banyak kelas menengah di Indonesia sehingga hal ini dapat meningkatkan daya beli masyarahakat. Peningkatan marjin pembiayaan ini diimbangi dengan kenaikan beban umum dan administrasi sebesar Rp juta yang terutama merupakan biaya ekspansi Perseroan untuk pengembangan bisnis di tahun 2014 yang diharapkan akan meningkatkan pendapatan di masa datang serta kenaikan biaya keuangan sebesar Rp juta dibandingkan dengan tahun

54 Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2013 Dibandingkan Dengan Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2012 Laba bersih Perseroan untuk tahun 2013 adalah Rp juta, atau tumbuh sebesar Rp juta (51,32%) dibandingkan dengan tahun 2012 yang mencapai Rp juta. Pertumbuhan tersebut disebabkan oleh peningkatan marjin pembiayaan konsumen pada tahun 2013 sebesar Rp juta. Sebagai tambahan, kenaikan laba komprehensif di tahun 2013 disebabkan oleh peningkatan pendapatan dari kegiatan utama yaitu sewa pembiayaan di tahun 2013 yaitu sebesar Rp juta seiring pertumbuhan usaha Perseroan. Peningkatan fee based turut berkontribusi pada peningkatan laba komprehensif Perseroan. 4. ASET Grafik di bawah ini memperlihatkan perkembangan aset Perseroan dari tahun ke tahun. Grafik Aset (dalam jutaan Rupiah) 8,229,430 7,421,789 5,640,147 4,389,679 1H Sumber: Perseroan Uraian 30 Juni 31 Desember 2015 Δ% 2014 (disajikan kembali) Δ% 2013 (disajikan kembali Δ% (dalam jutaan Rupiah) 2012 (disajikan kembali) Aset Kas dan setara kas ,27% ,99% ,36% Piutang pembiayaan konsumen ,06% ,62% ,36% Investasi neto dalam sewa pembiayaan (1,64%) ,22% ,81% Piutang lain-lain - Pihak ketiga ,49% ,45% ,86% Pihak berelasi ,77% ,52% ,39% Cadangan kerugian penurunan nilai (794) - (794) (2,34%) (813) 16,96% (979) Tagihan kelebihan pajak Aset pajak tangguhan ,17% ,99% ,55% Aset tetap ,90% ,37% ,95% Aset lain-lain ,43% ,38% ,79% Total aset ,88% ,59% ,49% Sumber: Perseroan Posisi Tanggal 30 Juni 2015 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2014 Posisi aset Perseroan pada tanggal 30 Juni 2015 sebesar Rp juta, atau meningkat sebesar Rp juta (10,88%) dari Rp juta per 31 Desember Peningkatan aset disebabkan oleh peningkatan piutang pembiayaan konsumen sebesar 13,06%, piutang lain sebesar 3,83%, aset pajak tangguhan sebesar 10,17%, aset tetap sebesar 16,90% dan aset lain-lain sebesar 44,43%. Posisi Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2013 Pada tanggal 31 Desember 2014, jumlah aset Perseroan sebesar Rp juta, atau meningkat sebesar Rp juta (31,59%) dibandingkan dengan jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2013 sebesar Rp juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan portofolio piutang pembiayaan konsumen seiring dengan peningkatan volume pembiayaan konsumen. 32

55 Posisi Tanggal 31 Desember 2013 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2012 Pada tanggal 31 Desember 2013, jumlah aset Perseroan adalah sebesar Rp juta atau tumbuh sebesar Rp juta (28,49%) dibandingkan dengan jumlah aset sebesar Rp juta pada tanggal 31 Desember Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan portofolio piutang pembiayaan konsumen seiring dengan peningkatan volume pembiayaan konsumen. (i) Kas dan Setara Kas Posisi Tanggal 30 Juni 2015 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2014 Saldo kas dan setara kas Perseroan per 30 Juni 2015 sebesar Rp juta, meningkat sebesar 2,27% dari Rp juta pada 31 Desember Peningkatan ini disebabkan oleh peningkatan kas yang ditempatkan di bank. Posisi Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2013 Saldo kas dan setara kas Perseroan pada 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp juta, mengalami peningkatan sebesar Rp juta atau sebesar 42,99% dibandingkan dengan saldo kas dan setara kas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2013 sebesar Rp juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan kas yang ditempatkan pada bank dari Rp juta pada 2013 menjadi Rp juta pada tahun Peningkatan tersebut dikarenakan kebijakan yang akan membayar kewajiban MTN, obligasi yang jatuh tempo pada Januari dan Mei Posisi Tanggal 31 Desember 2013 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2012 Saldo kas dan setara kas Perseroan pada 31 Desember 2013 adalah sebesar Rp juta, mengalami peningkatan sebesar Rp juta atau sebesar 15,36% dibandingkan dengan saldo kas dan setara kas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 sebesar Rp juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan kas yang ditempatkan pada bank dari Rp juta pada tahun 2012 menjadi Rp juta pada tahun Peningkatan tersebut dikarenakan kebijakan Perseroan yang akan membayar kewajiban obligasi yang jatuh tempo dibulan Mei (ii) Piutang Pembiayaan Konsumen Posisi Tanggal 30 Juni 2015 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2014 Piutang pembiayaan konsumen per 30 Juni 2015 sebesar Rp juta meningkat sebesar Rp juta (13,06%) dari Rp juta per 31 Desember Peningkatan tersebut disebabkan oleh peningkatan realisasi pembiayaan baru seiring dengan ekspansi bisnis Perseroan. Posisi Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2013 Saldo piutang pembiayaan konsumen Perseroan pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp juta, mengalami peningkatan sebesar Rp juta atau sebesar 30,62% dibandingkan dengan saldo piutang pembiayaan konsumen Perseroan pada tanggal 31 Desember 2013 sebesar Rp juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan realisasi pembiayaan baru. Realisasi pembiayaan baru untuk tahun 2014 adalah sebesar Rp juta atau meningkat sebesar Rp juta atau 28,63% dari realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp juta. Pertumbuhan new lending Perseroan cukup baik yang mana didukung dengan perkembangan industri otomotif. Posisi Tanggal 31 Desember 2013 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2012 Saldo piutang pembiayaan konsumen Perseroan pada tanggal 31 Desember 2013 adalah sebesar Rp juta, mengalami peningkatan sebesar Rp juta atau sebesar 21,36% dibandingkan dengan saldo piutang pembiayaan konsumen Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 sebesar Rp juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan realisasi pembiayaan baru. Realisasi pembiayaan baru untuk tahun 2013 adalah sebesar Rp juta atau meningkat sebesar Rp juta atau 38,36% dari realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp juta. (iii) Piutang lain-lain Posisi Tanggal 30 Juni 2015 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2014 Saldo piutang lain-lain terdiri dari pihak ketiga dan pihak berelasi. Piutang lain-lain dari pihak ketiga Perseroan pada tanggal 30 Juni 2015 adalah sebesar Rp juta, tumbuh sebesar Rp5.048 juta (11,49%) dibandingkan dengan saldo piutang dari pihak ketiga Perseroan pada tanggal 31 Desember 2014 sebesar Rp juta. 33

56 Piutang dengan pihak berelasi pada tanggal 30 Juni 2015 sebesar Rp juta tumbuh sebesar Rp juta (2,77%) dari Rp juta. Posisi Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2013 Saldo piutang lain-lain terdiri dari pihak ketiga dan pihak berelasi. Saldo piutang lain-lain dari pihak ketiga Perseroan pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp juta, mengalami peningkatan sebesar Rp juta atau sebesar 59,45% dibandingkan dengan saldo piutang dari pihak ketiga Perseroan pada tanggal 31 Desember 2013 sebesar Rp juta. Saldo piutang dari pihak berelasi Perseroan pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp juta, mengalami peningkatan sebesar Rp juta atau sebesar (43,52%) dibandingkan dengan saldo piutang dari pihak berelasi Perseroan pada tanggal 31 Desember 2013 sebesar Rp juta. Posisi Tanggal 31 Desember 2013 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2012 Saldo piutang dari pihak ketiga Perseroan pada tanggal 31 Desember 2013 adalah sebesar Rp juta, mengalami peningkatan sebesar Rp juta atau sebesar 139,86% dibandingkan dengan saldo piutang dari pihak ketiga Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 sebesar Rp juta. Saldo piutang dari pihak berelasi Perseroan pada tanggal 31 Desember 2013 adalah sebesar Rp juta, mengalami peningkatan sebesar Rp juta atau sebesar 100,39% dibandingkan dengan saldo piutang dari pihak berelasi Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 sebesar Rp juta. (iv) Aset Pajak Tangguhan Posisi Tanggal 30 Juni 2015 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2014 Saldo aset pajak tangguhan Perseroan pada tanggal 30 Juni 2015 adalah sebesar Rp juta, mengalami kenaikan sebesar Rp1.310 juta atau sebesar 10,17% dibandingkan dengan saldo aset pajak tangguhan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2014 sebesar Rp juta. Peningkatan ini disebabkan oleh kenaikan pajak tangguhan atas perbedaan temporer untuk liabilitas imbalan kerja karyawan. Posisi Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2013 Saldo aset pajak tangguhan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp juta, mengalami kenaikan sebesar Rp4.463 juta atau sebesar 52,99% dibandingkan dengan saldo aset pajak tangguhan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2013 sebesar Rp8.422 juta. Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan pajak tangguhan atas penambahan beban imbalan kerja. Posisi Tanggal 31 Desember 2013 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2012 Saldo aset pajak tangguhan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2013 adalah sebesar Rp8.422 juta, mengalami pertumbuhan sebesar Rp2.299 juta atau 37,55% dari Rp6.123 juta. Peningkatan tersebut disebabkan oleh kenaikan pajak tangguhan atas penambahan imbalan kerja. (v) Aset Tetap Posisi Tanggal 30 Juni 2015 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2014 Aset tetap Perseroan per tanggal 30 Juni 2015 sebesar Rp juta atau meningkat sebesar Rp juta (16,90%) dari Rp juta pada 31 Desember Peningkatan aset tetap Perseroan disebabkan oleh penambahan aset berupa tanah, gedung dan peralatan kantor untuk mendukung kinerja Perseroan. Posisi Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2013 Saldo aset tetap Perseroan pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp juta, mengalami peningkatan sebesar Rp juta atau sebesar 69,37% dibandingkan dengan saldo aset tetap Perseroan pada tanggal 31 Desember 2013 sebesar Rp juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh penambahan hardware dan software untuk mendukung fungsi supporting unit. Penambahan aset berupa tanah dan gedung berlokasi di Surabaya, Duren Tiga dan Bogor dengan nilai masing-masing sebesar Rp juta, Rp9.600 juta dan Rp4.200 juta. Posisi Tanggal 31 Desember 2013 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2012 Saldo aset tetap Perseroan pada tanggal 31 Desember 2013 adalah sebesar Rp juta, mengalami peningkatan sebesar Rp juta atau sebesar 57,95% dibandingkan dengan saldo aset tetap Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 sebesar Rp juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan aset tetap peralatan kantor untuk mendukung operasional Perseroan, sejalan dengan bertambahnya kantor cabang baru pada tahun

57 (vi) Aset Lain-lain Posisi Tanggal 30 Juni 2015 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2014 Posisi aset lain-lain Perseroan mengalami pertumbuhan sebesar Rp juta (44,43%) dari Rp juta di 31 Desember 2014 menjadi Rp juta pada 30 Juni Peningkatan ini disebabkan oleh kenaikan setoran dalam perjalanan (konsumen membayar angsuran kredit melalui kantor pos). Posisi Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2013 Saldo aset lain-lain Perseroan pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp juta, mengalami peningkatan sebesar Rp juta atau sebesar 65,38% dibandingkan dengan saldo aset lain-lain operasi Perseroan pada tanggal 31 Desember 2013 sebesar Rp juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan setoran dalam perjalanan(konsumen membayar angsuran kredit melalui kantor pos) sebesar Rp7.783 juta seiring dengan bertambahnya aset kelolaan Perseroan dan sewa gedung dibayar dimuka sebesar Rp5.592 juta. Posisi Tanggal 31 Desember 2013 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2012 Saldo aset lain-lain Perseroan pada tanggal 31 Desember 2013 adalah sebesar Rp juta, mengalami peningkatan sebesar Rp2.038 juta atau sebesar 9,79% dibandingkan dengan saldo aset lain-lain Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 sebesar Rp juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan bertambahnya sewa gedung dibayar dimuka sebesar Rp4.947 juta. 5. LIABILITAS Grafik di bawah ini memperlihatkan perkembangan jumlah liabilitas Perseroan dari tahun ke tahun. Grafik Liabilitas (dalam jutaan Rupiah) 7,212,878 6,527,136 4,954,406 3,865,373 Sumber: Perseroan 1H Uraian 30 Juni 31 Desember 2015 Δ% 2014 (disajikan kembali Δ% 2013 (disajikan kembali) Δ% (dalam jutaan Rupiah) 2012 (disajikan kembali) Utang usaha - Pihak ketiga ,39% ,74% ,77% Utang lain-lain - Pihak ketiga ,22% ,30% ,94% Pihak berelasi ,62% ,12% ,81% Utang pajak ,92% ,29% ,56% Beban yang masih harus dibayar (13,76%) ,65% ,62% Pinjaman bank ,22% ,40% ,49% Surat berharga yang diterbitkan (13,77%) ,94% ,61% Liabilitas imbalan kerja ,45% ,82% ,34% Total Liabilitas ,51% ,74% ,17% Posisi Tanggal 30 Juni 2015 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2014 Jumlah liabilitas Perseroan per 30 Juni 2015 sebesar Rp juta atau meningkat sebesar Rp juta (10,51%) dari Rp juta pada 31 Desember Peningkatan jumlah liabilitas ini disebabkan oleh kebutuhan dana Perseroan yang meningkat seiring dengan ekspansi bisnis pembiayaan Perseroan. Pinjaman Bank merupakan kontributor terbesar terhadap liabilitas Perseroan. 35

58 Posisi Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2013 Pada tanggal 31 Desember 2014, jumlah liabilitas Perseroan adalah sebesar Rp juta atau meningkat sebesar Rp juta (31,74%) dibandingkan dengan jumlah kewajiban sebesar Rp juta pada tanggal 31 Desember Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh pencairan fasilitas pinjaman bank baru sebesar Rp juta untuk mendukung pertumbuhan pembiayaan konsumen Perseroan. Posisi Tanggal 31 Desember 2013 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2012 Pada tanggal 31 Desember 2013, jumlah liabilitas Perseroan adalah sebesar Rp juta atau meningkat sebesar Rp juta (28,17%) dibandingkan dengan jumlah kewajiban sebesar Rp juta pada tanggal 31 Desember Peningkatan tersebut terutama disebabkan pencairan fasilitas pinjaman bank baru sebesar Rp juta untuk mendukung pertumbuhan pembiayaan konsumen Perseroan. (i) Utang Usaha Posisi Tanggal 30 Juni 2015 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2014 Utang usaha Perseroan per 30 Juni 2015 mengalami penurunan menjadi Rp dari Rp juta pada tanggal 31 Desember 2014 atau turun sebesar Rp juta (20,39%). Penurunan ini disebabkan oleh adanya percepatan pembayaran oleh konsumen. Posisi Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2013 Utang usaha Perseroan terdiri dari utang kepada pihak ketiga dan utang kepada pihak berelasi. Pada tanggal 31 Desember 2014, jumlah utang usaha kepada pihak ketiga Perseroan sebesar Rp juta atau tumbuh sebesar Rp juta (100,74%) dibandingkan dengan jumlah utang usaha kepada pihak ketiga pada tanggal 31 Desember 2013 sebesar Rp juta. Peningkatan tersebut disebabkan oleh kenaikan utang pada supplier kendaraan dan perusahaan asuransi seiring pertumbuhan usaha sehubungan dengan aktivitas pembiayaan konsumen. Posisi Tanggal 31 Desember 2013 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2012 Utang usaha Perseroan terdiri dari hutang kepada pihak ketiga dan utang kepada pihak berelasi. Pada tanggal 31 Desember 2013, jumlah utang usaha kepada pihak ketiga Perseroan sebesar Rp juta atau turun sebesar Rp juta (10,77%) dibandingkan dengan jumlah utang usaha kepada pihak ketiga pada tanggal 31 Desember 2012 sebesar Rp juta. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh meningkatnya jumlah pembayaran dan percepatan waktu pembayaran pembiayaan kepada dealer pada tahun 2013 dibandingkan dengan (ii) Utang Lain-lain Posisi Tanggal 30 Juni 2015 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2014 Utang lain-lain Perseroan terdiri dari utang kepada pihak ketiga dan utang kepada pihak berelasi. Pada tanggal 30 Juni 2015, jumlah utang lain-lain kepada pihak ketiga Perseroan sebesar Rp juta atau meningkat sebesar Rp8.646 juta (10,22%) dibandingkan dengan jumlah utang lain-lain kepada pihak ketiga pada tanggal 31 Desember 2014 sebesar Rp juta. Peningkatan tersebut disebabkan oleh pengakuan kewajiban kepada pihak ketiga terkait transaksi Perseroan. Pada tanggal 30 Juni 2015, jumlah utang lain-lain kepada pihak berelasi Perseroan sebesar Rp juta atau naik sebesar Rp juta (45,62%) dibandingkan dengan jumlah utang lain-lain kepada pihak berelasi sebesar Rp juta pada tanggal 31 Desember Kenaikan tersebut disebabkan oleh naiknya kewajiban pembayaran yang harus dibayarkan ke Bank Mandiri atas pembayaran angsuran konsumen yang joint financing. 36

59 Posisi Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2013 Utang lain-lain Perseroan terdiri dari utang kepada pihak ketiga dan utang kepada pihak berelasi. Pada tanggal 31 Desember 2014, jumlah utang lain-lain kepada pihak ketiga Perseroan sebesar Rp juta atau meningkat sebesar Rp juta (207,30%) dibandingkan dengan jumlah hutang lain-lain kepada pihak ketiga pada tanggal 31 Desember 2013 sebesar Rp juta. Peningkatan tersebut disebabkan oleh pengakuan kewajiban kepada pihak ketiga terkait transaksi Perseroan. Pada tanggal 31 Desember 2014, jumlah utang lain-lain kepada pihak berelasi Perseroan sebesar Rp juta atau turun sebesar Rp juta (60,12%) dibandingkan dengan jumlah utang lain-lain kepada pihak berelasi sebesar Rp juta pada tanggal 31 Desember Penurunan tersebut disebabkan oleh turunnya kewajiban pembayaran yang harus dibayarkan ke Bank Mandiri atas pembayaran angsuran konsumen yang joint financing. Posisi Tanggal 31 Desember 2013 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2012 Utang lain-lain Perseroan terdiri dari utang kepada pihak ketiga dan utang kepada pihak berelasi. Pada tanggal 31 Desember 2013, jumlah utang lain-lain kepada pihak ketiga Perseroan sebesar Rp juta atau meningkat sebesar Rp7.572 juta (37,94%) dibandingkan dengan jumlah hutang lain-lain kepada pihak ketiga sebesar Rp juta pada tanggal 31 Desember Peningkatan tersebut disebabkan oleh pengakuan kewajiban kepada pihak ketiga terkait transaksi non operasional Perseroan. Pada tanggal 31 Desember 2013, jumlah utang lain-lain kepada pihak berelasi sebesar Rp juta atau meningkat sebesar Rp juta (189,81%) dibandingkan dengan jumlah utang lain-lain kepada pihak berelasi pada tanggal 31 Desember 2012 sebesar Rp juta. Kenaikan tersebut disebabkan oleh naiknya kewajiban pembayaran yang harus dibayarkan ke Bank Mandiri atas pembayaran angsuran konsumen yang joint financing. (iii) Beban yang Masih Harus Dibayar Posisi Tanggal 30 Juni 2015 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2014 Jumlah beban yang masih harus dibayar pada 30 Juni 2015 adalah Rp juta atau turun sebesar 13,76% dari Rp juta pada 31 Desember Penurunan tersebut dikarenakan adanya penurunan biaya yang masih harus dibayar promosi, biaya bunga yang masih harus dibayar. Posisi Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2013 Pada tanggal 31 Desember 2014, jumlah beban yang masih harus dibayar Perseroan sebesar Rp juta atau meningkat sebesar Rp juta (43,65%) dibandingkan dengan jumlah beban yang masih harus dibayar Perseroan pada tanggal 31 Desember 2013 sebesar Rp juta. Kenaikan tersebut terutama disebabkan kenaikan biaya yang masih harus dibayar promosi Perseroan di tahun Posisi Tanggal 31 Desember 2013 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2012 Pada tanggal 31 Desember 2013, jumlah beban yang masih harus dibayar Perseroan sebesar Rp juta atau tumbuh sebesar Rp juta (71,62%) dibandingkan dengan jumlah beban yang masih harus dibayar Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 sebesar Rp juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan biaya yang masih harus dibayar gaji dan tunjangan, biaya yang harus dibayar promosi Perseroan di tahun (iv) Pinjaman Bank Posisi Tanggal 30 Juni 2015 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2014 Pada tanggal 30 Juni 2015, jumlah pinjaman bank Perseroan sebesar Rp juta atau meningkat sebesar Rp juta (22,22%) dibandingkan dengan jumlah pinjaman bank Perseroan pada tanggal 31 Desember 2014 sebesar Rp juta. Peningkatan tersebut disebabkan oleh kenaikan realisasi pembiayaan baru yang didanai dari pinjaman bank. Posisi Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2013 Pada tanggal 31 Desember 2014, jumlah pinjaman bank Perseroan sebesar Rp juta atau meningkat sebesar Rp juta (32,40%) dibandingkan dengan jumlah pinjaman bank Perseroan pada tanggal 31 Desember 2013 sebesar Rp juta. Peningkatan tersebut disebabkan oleh kenaikan realisasi pembiayaan baru yang didanai dari pinjaman bank. 37

60 Posisi Tanggal 31 Desember 2013 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2012 Pada tanggal 31 Desember 2013, jumlah pinjaman bank Perseroan sebesar Rp juta atau meningkat sebesar Rp juta (20,49%) dibandingkan dengan jumlah pinjaman bank Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 sebesar Rp juta. Peningkatan tersebut disebabkan oleh kenaikan realisasi pembiayaan baru yang didanai dari pinjaman bank. (v) Surat Berharga yang Diterbitkan Posisi Tanggal 30 Juni 2015 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 30 Juni 2014 Pada tanggal 30 Juni 2015, jumlah surat berharga yang diterbitkan Perseroan sebesar Rp juta atau menurun sebesar Rp juta (13,77%) dibandingkan dengan jumlah surat berharga yang diterbitkan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2014 sebesar Rp juta. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh Pelunasan Obligasi VI dan Medium Term Notes (MTN) oleh Perseroan pada tahun Posisi Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2013 Pada tanggal 31 Desember 2014, jumlah surat berharga yang diterbitkan Perseroan sebesar Rp juta atau naik sebesar Rp juta (20,94%) dibandingkan dengan jumlah surat berharga yang diterbitkan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2013 sebesar Rp juta. Pertumbuhan tersebut terutama disebabkan oleh penerbitan obligasi berkelanjutan I tahap II sebesar Rp juta. Posisi Tanggal 31 Desember 2013 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2012 Pada tanggal 31 Desember 2013, jumlah surat berharga yang diterbitkan Perseroan sebesar Rp juta atau naik sebesar Rp juta (59,61%) dibandingkan dengan jumlah surat berharga yang diterbitkan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 sebesar Rp juta. Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh penerbitan obligasi tahap I sebesar Rp juta. (vi) Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan Posisi Tanggal 30 Juni 2015 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2014 Pada tanggal 30 Juni 2015, jumlah kewajiban imbalan kerja Perseroan sebesar Rp juta atau meningkat sebesar Rp juta (63,45%) dibandingkan dengan jumlah kewajiban imbalan kerja Perseroan pada tanggal 31 Desember 2014 sebesar Rp juta. Peningkatan tersebut disebabkan oleh kenaikan total benefit karyawan yang diterima karyawan dan jumlah pegawai tetap Perseroan. Posisi Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2013 Pada tanggal 31 Desember 2014, jumlah kewajiban imbalan kerja Perseroan sebesar Rp juta atau meningkat sebesar Rp9.442 juta (79,82%) dibandingkan dengan jumlah kewajiban imbalan kerja Perseroan pada tanggal 31 Desember 2013 sebesar Rp juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan total benefit yang diterima karyawan dan jumlah pegawai tetap Perseroan. Posisi Tanggal 31 Desember 2013 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2012 Pada tanggal 31 Desember 2013, jumlah kewajiban imbalan kerja Perseroan sebesar Rp juta atau turun sebesar Rp937 juta (7,34%) dibandingkan dengan jumlah kewajiban imbalan kerja Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 sebesar Rp juta. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh adanya penyesuaian benefit yang diterima karyawan. 38

61 6. EKUITAS Grafik di bawah ini memperlihatkan perkembangan ekuitas Perseroan dari tahun ke tahun. Grafik Ekuitas (dalam jutaan Rupiah) 1,016, , , ,306 Sumber: Perseroan Uraian 30 Juni 31 Desember 2015 Δ% 2014 (disajikan kembali) Δ% 2013 (disajikan kembali) Modal ditempatkan dan disetor penuh Kerugian aktuarial atas liabilitas imbalan kerja karyawan Saldo laba sudah ditentukan penggunaannya belum ditentukan penggunaannya Δ% (dalam jutaan Rupiah) 2012 (disajikan kembali) ,00% ,00% ,00% (13.555) 122,94% (6.080) 189,11% (2.103) (53,67%) (4.539) ,00% ,00% ,00% ,54% ,89% ,48% Jumlah Ekuitas ,63% ,47% ,79% Sumber: Perseroan Posisi Tanggal 30 Juni 2015 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2014 Pada tanggal 30 Juni 2015, jumlah ekuitas Perseroan adalah sebesar Rp juta, atau meningkat sebesar Rp juta (13,63%) dibandingkan dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2014 sebesar Rp juta. Peningkatan tersebut disebabkan oleh meningkatnya laba bersih Perseroan. Posisi Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2013 Pada tanggal 31 Desember 2014, jumlah ekuitas Perseroan adalah sebesar Rp juta, atau meningkat sebesar Rp juta (30,47%) dibandingkan dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2013 sebesar Rp juta. Peningkatan tersebut disebabkan oleh meningkatnya laba bersih Perseroan. Posisi Tanggal 31 Desember 2013 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2012 Pada tanggal 31 Desember 2013, jumlah ekuitas Perseroan sebesar Rp juta, atau meningkat sebesar Rp juta (30,79%) dibandingkan dengan jumlah ekuitas sebesar Rp juta pada tanggal 31 Desember Peningkatan tersebut disebabkan oleh peningkatan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya dikarenakan tidak adanya pembagian dividen. 7. ARUS KAS 1H Tabel di bawah ini menampilkan data historis mengenai arus kas Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2015 dan 2014 serta tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 adalah sebagai berikut: (dalam jutaan Rupiah) Uraian 30 Juni 31 Desember Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Operasi ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Kas Neto Digunakan Untuk Aktivitas Investasi (20.924) (26.638) (42.357) (26.984) (13.422) Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan

62 (i) Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi Analisa arus kas untuk aktivitas operasi pada perusahaan pembiayaan berbeda dengan perusahaan-perusahaan di industri lain pada umumnya, yang mana nilai negatif atau penggunaan kas yang berlebihan terutama untuk pembiayaan baru menunjukkan kemampuan dari perusahaan pembiayaan tersebut dalam mendapatkan pembiayaan baru. Atau dengan kata lain, semakin besar penggunaan kas dari aktivitas operasi terutama pada pembiayaan baru mencerminkan pertumbuhan perusahaan pembiayaan tersebut semakin baik. Kas neto yang digunakan untuk aktivitas operasi sebesar Rp juta, Rp juta, Rp juta, Rp juta dan Rp juta masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2015 dan 2014 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014, 2013 dan Kas neto yang digunakan untuk aktivitas operasi sebesar (Rp ) juta di Juni 2015 dibandingkan dengan arus kas bersih yang digunakan untuk dari aktivitas operasi sebesar (Rp juta) di Juni 2014 atau peningkatan sebesar 51,70% terutama disebabkan adanya peningkatan pembayaran kepada dealer seiring dengan pertumbuhan pembiayaan Perseroan. Kas neto yang digunakan untuk aktivitas operasi sebesar (Rp ) juta di tahun 2014 dibandingkan dengan arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi sebesar (Rp juta) di tahun 2013 atau peningkatan sebesar 24,35% terutama disebabkan adanya peningkatan pembayaran kepada dealer seiring dengan pertumbuhan pembiayaan Perseroan. Kenaikan yang terjadi pada tahun 2013 dibandingkan dengan tahun 2012 sebesar Rp juta atau sebesar 54,50% terutama disebabkan adanya peningkatan pembayaran kepada dealer seiring dengan pertumbuhan pembiayaan Perseroan. (ii) Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi Kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp juta, Rp juta, Rp juta, Rp juta dan Rp juta, masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2015 dan 2014 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014, 2013, dan Kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi terutama untuk perolehan aset tetap masing-masing sejumlah (Rp juta), (Rp juta), (Rp juta), (Rp juta) dan (Rp juta) untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2015 dan 2014 dan tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014, 2013 dan Pembelian aset tetap terjadi sehubungan dengan penambahan jaringan usaha baru terutama pada prasarana, kendaraan, perabotan dan peralatan kantor dan komputer. (iii) Kas Bersih diperoleh dari/ (digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan Kas neto yang diperoleh dari aktivitas pendanaan sebesar Rp juta, Rp juta, Rp juta, Rp juta dan Rp juta, masing-masing untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2015 dan 2014 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014, 2013, dan Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan pada 30 Juni 2015 sebesar Rp juta dibandingkan dengan arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan pada 30 Juni 2014 sebesar Rp juta atau menurun sebesar Rp juta terutama disebabkan pembayaran neto surat berharga yang diterbitkan sebesar Rp juta pada tahun Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan pada tahun 2014 sebesar Rp juta dibandingkan dengan arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan pada tahun 2013 sebesar Rp juta atau kenaikan sebesar Rp juta terutama disebabkan oleh adanya kenaikan penerimaan neto pinjaman bank sebesar Rp juta dan penurunan penerimaan neto surat berharga yang diterbitkan sebesar Rp juta. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan pada tahun 2013 sebesar Rp juta dibandingkan dengan arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan pada tahun 2012 sebesar Rp juta atau peningkatan sebesar Rp juta terutama disebabkan pada tahun 2012 terdapat pembayaran neto surat berharga yang diterbitkan sebesar Rp juta. 40

63 8. LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, IMBAL HASIL INVESTASI, IMBAL HASIL MODAL SENDIRI DAN SUMBER PENDANAAN Rasio 30 Juni 31 Desember Current Ratio (x) 0,86X 1,01X 0,95X 1,00X 1,11X Debt to Equity Ratio (x) 7,10X 7,87X 7,30X 7,22X 7,37X Debt to Asset Ratio (x) 0,88X 0,89X 0,88X 0,88X 0,88X Return on Asset (%) 1,86% 1,63% 3,15% 3,13% 2,66% Return on Equity (%) 15,03% 14,50% 26,16% 25,74% 22,24% a. Likuiditas Likuiditas Perseroan merupakan kemampuan Perseroan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dengan menggunakan aset lancar yang dimilikinya. Likuiditas diukur dengan menggunakan rasio lancar (current ratio), yaitu perbandingan antara aset lancar dengan liabilitas lancar. Aset lancar terdiri dari aset yang akan jatuh tempo kurang dari 1 tahun. Sedangkan liabilitas lancar terdiri liabilitas yang akan jatuh tempo di bawah 1 tahun. Perbandingan antara aset lancar dan liabilitas lancar pada tanggal 30 Juni 2015, 30 Juni2014, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 masing-masing adalah sebesar 0,86X, 1,01X, 0,95X, 1,00X dan 1,11X. Penurunan likuiditas Perseroan tahun 2015 dibandingkan dengan tahun 2014 dikarenakan penggunaan aset likuid Perseroan yang digunakan untuk mendanai pembiayaan konsumen yang sebagian besar tenornya 4 tahun. Perseroan juga melakukan manajemen arus kas yang berasal dari kegiatan operasional dengan mengurangi saldo kas Perseroan dan mengoptimalkan penggunaan arus kas masuk untuk membiayai modal kerja pembiayaan konsumen. Likuiditas Perseroan tetap dijaga untuk membayar liabilitas Perseroan kepada pemasok, serta pengeluaran-pengeluaran rutin operasional Perseroan pada saat jatuh tempo. b. Solvabilitas Solvabilitas Perseroan merupakan kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek dan jangka panjangnya yang tercermin dari perbandingan antara jumlah liabilitas dengan modal sendiri dan juga perbandingan antara jumlah liabilitas dengan jumlah aset. Perbandingan antara jumlah liabilitas dengan modal sendiri pada tanggal 30 Juni 2015, 30 Juni 2014, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 adalah sebesar 7,10X, 7,87X, 7,30X, 7,22X dan 7,37X Penurunan rasio tahun 2015 dibandingkan dengan tahun 2014 disebabkan adanya pencairan liabilitas yang baru pada tahun c. Imbal Hasil Investasi Kemampuan imbal hasil aset Perseroan dapat diukur dengan mempergunakan rasio laba bersih dibandingkan dengan jumlah aset. Pada tanggal 30 Juni 2015, 30 Juni 2014, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012, rasio imbal hasil aset Perseroan masing-masing 1,86%, 1,63%, 3,15%, 3,13% dan 2,66%. Imbal hasil aset tahun 2014 meningkat dibandingkan dengan tahun 2013 karena kenaikan realisasi pendapatan pembiayaan konsumen yang berkontribusi pada kenaikan laba bersih sebagai pengembalian atas total aset yang dikelola Perseroan. Imbal hasil aset tahun 2015 meningkat dibandingkan dengan tahun 2014 karena naiknya realisasi pendapatan pembiayaan. d. Imbal Hasil Modal Sendiri Rasio imbal hasil modal sendiri dipergunakan untuk mengetahui kemampuan Perseroan meraih laba dari modal yang ditanamkan dan dicerminkan dari perbandingan antara laba bersih dengan modal sendiri. Pada tanggal 30 Juni 2015, 30 Juni 2014, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012, rasio imbal hasil modal sendiri masing-masing sebesar 15,03%, 14,50%, 26,16%, 25,74% dan 22,24% Imbal hasil modal sendiri tahun 2015 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2014 karena kenaikan realisasi pendapatan pembiayaan konsumen yang berkontribusi pada kenaikan laba bersih Perseroan. Imbal hasil modal sendiri tahun 2014 meningkat dibandingkan dengan tahun 2013 karena naiknya realisasi pendapatan pembiayaan konsumen. e. Sumber Pendanaan Selain dari ekuitas, Perseroan juga menggunakan sumber pendanaan berupa pinjaman bank, penerbitan obligasi untuk disalurkan sebagai pembiayaan konsumen. Pada tanggal 30 Juni 2015, saldo pinjaman bank Perseroan adalah sebesar Rp juta atau naik sebesar Rp juta (22,22%) dibandingkan dengan saldo pinjaman bank pada tanggal 31 Desember 2014 sebesar Rp juta. Pinjaman bank pada tanggal 30 Juni 2015 terdiri atas pinjaman bank revolving sebesar Rp juta dan pinjaman bank non revolving sebesar Rp juta. Sedangkan pinjaman bank pada tanggal 31 Desember 2014 pinjaman revolving sebesar Rp juta dan pinjaman bank non revolving sebesar Rp juta. 41

64 Saldo pinjaman bank per tanggal 31 Desember 2014 sebesar Rp juta mengalami peningkatan Rp juta (32,40%) dibandingkan saldo pinjaman bank pada tahun 2013 sebesar Rp juta. Peningkatan tersebut dikarenakan meningkatnya pembiayaan baru yang didanai oleh bank. Pada tanggal 30 Juni 2015, saldo surat berharga yang diterbitkan (sebelum beban emisi belum diamortisasi) adalah sebesar Rp juta atau turun sebesar Rp juta (13,79%) dibandingkan dengan saldo surat berharga yang diterbitkan (sebelum beban emisi belum diamortisasi) pada tanggal 31 Desember 2014 sebesar Rp juta. Saldo surat berharga yang diterbitkan per tanggal 31 Desember 2014 (sebelum beban emisi belum diamortisasi) sebesar Rp juta atau naik sebesar Rp juta (20,83%) dibandingkan dengan saldo surat berharga pada tahun 2013 sebesar Rp juta. Peningkatan tersebut dikarenakan adanya pencairan obligasi berkelanjutan I tahap II sebesar Rp juta dan dikurangi pembayaran obligasi VI sebesar Rp juta. 9. CAPITAL EXPENDITURE Capital Expenditure merupakan pengeluaran biaya yang digunakan untuk membeli aset-aset Perseroan berupa hak atas tanah, bangunan & prasarana, peralatan kantor, perabotan dan kendaraan terutama yang berhubungan dengan keperluan pembukaan cabang-cabang baru. Sumber pendanaan untuk capital expenditure diperoleh dari sumber hasil usaha Perseroan. Pada periode enam bulan tahun 2015, pembelian aset tetap adalah sebesar Rp juta atau turun sebesar Rp5.881 juta (21,93%) dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2014 yaitu sebesar Rp juta. Pada tahun 2013, pembelian aset tetap adalah sebesar Rp juta atau naik sebesar Rp juta (96,54%) dibandingkan dengan pembelian aset tetap pada tahun 2012 yaitu sebesar Rp juta. C. KEMAMPUAN MANAJEMEN Perseroan dalam menjalankan kegiatan usahanya didukung oleh manajemen yang terdiri dari para Direksi dan diawasi oleh jajaran Dewan Komisaris yang memiliki pengalaman dibidang pembiayaan konsumen dalam industri kendaraan bermotor. Dalam jajaran pejabat seniornya Perseroan juga didukung oleh karyawan-karyawan yang memiliki kapabilitas dan pengalaman yang luas dalam industri pembiayaan keuangan dan otomotif. D. MANAJEMEN RISIKO Sejak awal berdiri, Perseroan telah menyadari bahwa penerapan manajemen risiko yang baik akan mendukung kinerja dari Perseroan sehingga manajemen risiko menjadi faktor yang penting bagi Perseroan dalam aktivitas kegiatan usahanya. Tujuan utama penerapan manajemen risiko adalah untuk menjaga dan melindungi Perseroan dari risiko-risiko yang mungkin terjadi sehingga kegiatan usaha Perseroan dapat berjalan sesuai yang ditetapkan Perseroan. Dalam aktivitas sehari-hari sebagai Perusahaan Pembiayaan, Perseroan mewajibkan penerapan manajemen risiko yang menyeluruh sehingga bermanfaat bagi Perseroan dan seluruh pihak terkait yang berkepentingan terhadap Perseroan. Dalam penerapannya, Perseroan banyak mengadopsi pola yang diterapkan oleh sektor perbankan sebagai sektor usaha di Indonesia yang lebih dahulu menerapkan konsep manajemen risiko. Perseroan, yang merupakan anak perusahaan dari Bank Mandiri, telah menerapkan manajemen risiko yang mengacu kepada Peraturan Bank Indonesia No. 8/6/PBI/2006 tertanggal 30 Januari 2006, tentang Penerapan Manajemen Risiko. Dalam Penerapan Manajemen Risiko Secara Konsolidasi bagi Bank yang melakukan Pengendalian Terhadap Perusahaan Anak, Perseroan telah melaksanakannya dalam kapasitasnya sebagai anak perusahaan dari Bank Mandiri. Aktivitas ini mengacu kepada Peraturan Bank Indonesia, dimana penerapan manajemen risiko Perseroan merupakan pendekatan terpadu dan konsisten dalam melakukan penelaahan, pengukuran, pemantauan dan pengelolaan risiko terhadap seluruh komponen Perseroan. Lebih lanjut kemitraan antara Perseroan dengan induk perusahaan merupakan hal yang sangat penting, mengingat keduanya menghadapi tantangan yang sama dalam mengelola pertumbuhan dan kinerja perusahaan dalam bisnis yang dinamis dan kompetisi yang ketat, namun tetap harus menyelenggarakan praktek usaha yang mengacu pada prinsip kehati-hatian. Perusahaan Pembiayaan merupakan jenis usaha yang banyak dipengaruhi risiko karenanya Perseroan terus berupaya untuk mengelola risiko tersebut dengan lebih baik. Berikut penerapan dan pengelolaan Manajemen Risiko Perseroan. 42

65 a. Risiko kredit Perseroan selalu menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pemberian kredit dengan menerapkan prinsip 5 C (Character, Condition, Capital, Capacity, Collateral). Setiap pengajuan dari konsumen wajib dilakukan survei langsung dengan konsumen dan dibantu oleh sistem secara online melakukan scoring secara otomatis untuk menentukan suatu aplikasi kredit layak tidaknya untuk dibiayai serta untuk aplikasi yang lolos scoring akan diputuskan melalui proses komite kredit sesuai wewenang memutuskan kredit. Selain itu Perseroan juga mempersiapkan tim administrasi dan collection yang baik dalam menangani pembayaran konsumen seperti, telecollection untuk menagih via telpon, ATM dan kantor pos Indonesia untuk mempermudah pembayaran angsuran dan penagihan via field collector serta dibentuknya satu unit tersendiri yaitu remedial dan special asset management untuk menangani kredit bermasalah. b. Risiko likuiditas Untuk mengatasi risiko likudiditas, maka Perseroan menjalin kerja sama dengan beberapa bank besar baik nasional maupun multinasional dalam berbagai alternatif sumber pendanaan yang kompetitif serta didukung dari Bank Mandiri untuk sumber pendanaan secara Joint Financing. c. Risiko pasar Untuk mengatasi risiko pasar, Perseroan telah melakukan berbagai upaya berupa tindakan mitigasi dengan baik, seperti : valuta yang digunakan baik funding maupun lending adalah Rupiah sehingga bisnis tidak terekpose pada perubahan nilai tukar, suku bunga Funding maupun Lending bersifat fix sehingga tidak terpengaruh oleh pergerakan SB Pasar, baik Funding maupun Lending telah memperhatikan dengan cermat missmatch maturity, dan sumber pendanaan berasal dari Join Financing Bank Mandiri yang telah diikat dengan Perjanjian Kerjasama. d. Risiko operasional Dalam mengatasi risiko operasional, Perseroan telah menerapkan system secara real time online ke semua cabang perseroan dengan dilengkapi Sistem Operasional Prosedur (SOP) untuk setiap proses kerja yang disertai dengan pembatasan rambu-rambu melalui kebijakan perusahaan dan panduan dasar pengoperasian suatu proses. Selain itu perusahaan juga senantiasi memberikan pelatihan dan pengembangan seluruh karyawan Perseroan untuk meningkatkan kualitas dan kontrol yang baik. e. Risiko kepatuhan Untuk mengurangi risiko kepatuhan, maka Perseroan memiliki satuan kerja internal audit dan juga compliance untuk memastikan dipatuhinya semua peraturan dan kebijakan yang ada. Perseroan juga memiliki komite Audit untuk memastikan efektivitas sistem pengendalian internal yang dapat mengurangi kesempatan terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan Perseroan. Sebagai anak perusahaan Bank Mandiri, Perseroan akan selalu menjadi bagian perusahaan yang mengikuti kebijakan dan ketentuan regulator sepanjang sesuai dengan bisnis utama Perseroan. f. Risiko hukum Untuk mengurangi risiko hukum maka Perseroan melakukan pengelolaan risiko hukum dan menetapkan suatu kebijakan terkait hukum yang dari waktu ke waktu dilakukan kaji ulang untuk memenuhi dan menyesuaikan dengan ketentuan perundangan yang berlaku. Kebijakan hukum dapat diakses oleh seluruh unit kerja. g. Risiko reputasi Untuk mengurangi risiko reputasi, maka pengelolaan risiko reputasi dilakukan oleh unit kerja Corporate Secretary yang memiliki satuan satuan kerja yang bertugas menangani keluhan konsumen, menjalankan fungsi kehumasan dan melakukan respon pemberitaan negatif yang mempengaruhi reputasi Perseroan / menyebabkan kerugian Perseroan serta mengkomunikasikan informasi yang diperlukan para pemangku kepentingan yaitu Stakeholder. h. Risiko stratejik Pengelolaan risiko stratejik sudah dilakukan pengawasan oleh Dewan Komisaris dan Dean Direksi. Perseroan sudah memiliki kebijakan dan prosedur untuk menyusun dan menyetujui rencana stratejik termasuk pengukuran pencapaian realisasi rencana bisnis dan kinerja serta penetapan batasan penyimpangan jika dimungkinkan dari rencana stratejik. 43

66 E. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN Kebijakan akuntansi yang signifikan, yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan pada tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2015 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 adalah sebagai berikut. a. Piutang Pembiayaan Konsumen Piutang pembiayaan konsumen diakui pada awalnya dengan nilai wajar ditambah biaya-biaya transaksi dan dikurangi yield enhancing income yang dapat diatribusikan secara langsung dan selanjutnya diukur dengan biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode tingkat bunga efektif. Piutang pembiayaan konsumen diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang. Lihat Catatan 2c untuk kebijakan akuntansi atas pinjaman yang diberikan dan piutang. Penyelesaian kontrak sebelum masa pembiayaan konsumen berakhir diperlakukan sebagai pembatalan kontrak pembiayaan konsumen dan laba atau rugi yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain periode/tahun berjalan pada tanggal terjadinya transaksi. Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui merupakan selisih antara jumlah keseluruhan pembayaran angsuran yang akan diterima dari konsumen dengan jumlah pokok pembiayaan yang akan diakui sebagai penghasilan sesuai dengan jangka waktu kontrak dengan menggunakan metode tingkat suku bunga efektif. Restrukturisasi kredit dapat dilakukan dengan cara pengalihan kredit, melanjutkan kredit, mengangsur kembali, merubah jatuh tempo, merubah tenor dan/atau menambah down payment. Pembiayaan bersama Piutang pembiayaan konsumen merupakan jumlah piutang setelah dikurangi dengan bagian pembiayaan bersama dimana risiko kredit ditanggung oleh pemberi pembiayaan bersama sesuai dengan porsinya (without recourse), pendapatan pembiayaan yang belum diakui dan cadangan kerugian penurunan nilai. Piutang pembiayaan konsumen yang dibiayai bersama pihak-pihak lain dimana masing-masing pihak menanggung risiko kredit sesuai dengan porsinya (without recourse) disajikan di laporan posisi keuangan secara bersih. Pendapatan pembiayaan konsumen dan beban bunga yang terkait dengan pembiayaan bersama without recourse disajikan secara bersih di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain Dalam pembiayaan bersama without recourse, Perseroan berhak menentukan tingkat bunga yang lebih tinggi kepada pelanggan dari tingkat bunga yang ditetapkan dalam perjanjian dengan pemberi pembiayaan bersama. Selisihnya merupakan pendapatan bagi Perseroan dan disajikan sebagai Pendapatan Pembiayaan Konsumen. b. Investasi neto dalam sewa pembiayaan Investasi neto dalam sewa pembiayaan merupakan jumlah piutang sewa pembiayaan ditambah nilai sisa yang akan diterima pada akhir masa sewa pembiayaan dikurangi dengan pendapatan sewa pembiayaan tangguhan, simpanan jaminan dan cadangan kerugian penurunan nilai. Selisih antara nilai piutang usaha bruto dan nilai tunai piutang diakui sebagai pendapatan sewa pembiayaan tangguhan. Pendapatan sewa pembiayaan tangguhan dialokasikan sebagai pendapatan di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain periode/tahun berjalan berdasarkan suatu tingkat pengembalian konstan atas investasi bersih dengan menggunakan suku bunga efektif. Penyewa pembiayaan memiliki hak opsi untuk membeli aset yang disewa-pembiayaankan pada akhir masa sewa pembiayaan dengan harga yang telah disetujui bersama pada saat dimulainya perjanjian sewa pembiayaan. Penyelesaian kontrak sebelum masa sewa pembiayaan berakhir diperlakukan sebagai pembatalan kontrak sewa dan laba atau rugi yang timbul diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain periode/tahun berjalan. Investasi neto dalam sewa pembiayaan diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang. Lihat Catatan 2c untuk kebijakan akuntansi atas pinjaman yang diberikan dan piutang. c. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan, Perseroan mengevaluasi apakah terdapat bukti yang objektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Kerugian penurunan nilai telah terjadi, jika dan hanya jika, terdapat bukti yang obyektif mengenai penurunan nilai tersebut sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset tersebut (peristiwa yang merugikan), dan 44

67 peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal. Kesulitan keuangan yang dialami debitur, kemungkinan debitur akan bangkrut, atau kegagalan atau penundaan pembayaran angsuran dapat dipertimbangkan sebagai indikasi adanya penurunan nilai atas aset keuangan tersebut. Perseroan menentukan penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, dan untuk aset keuangan yang tidak signifikan secara individual, penentuan penurunan nilai dilakukan secara kolektif. Jika Perseroan menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, maka Perseroan memasukkan aset keuangan tersebut ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang serupa dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset keuangan yang penurunan nilainya dinilai secara individual tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif. Arus kas masa datang dari kelompok aset keuangan yang penurunan nilainya dievaluasi secara kolektif, diestimasi berdasarkan kerugian historis yang pernah dialami atas aset-aset yang memiliki karakteristik risiko kredit yang serupa dengan karakteristik risiko kredit kelompok tersebut di dalam Perseroan. Kerugian historis yang pernah dialami kemudian disesuaikan berdasarkan data terkini yang dapat diobservasi untuk mencerminkan kondisi saat ini yang tidak berpengaruh pada periode terjadinya kerugian historis tersebut, dan untuk menghilangkan pengaruh kondisi yang ada pada periode historis namun sudah tidak ada lagi saat ini. Ketika suatu piutang tidak tertagih, piutang tersebut dihapus buku dengan menjurnal balik cadangan kerugian penurunan nilai. Piutang tersebut dapat dihapus buku setelah semua prosedur yang diperlukan telah dilakukan dan jumlah kerugian telah ditentukan. Beban penurunan nilai yang terkait dengan pinjaman yang diberikan dan piutang diklasifikasikan ke dalam cadangan kerugian penurunan nilai. Jika pada periode berikutnya, jumlah kerugian penurunan nilai berkurang dan pengurangan tersebut dapat dikaitkan secara objektif pada peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui (seperti meningkatnya peringkat piutang debitur), maka kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui harus dipulihkan, dengan menyesuaikan akun cadangan kerugian penurunan nilai. Jumlah pemulihan aset keuangan diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Penerimaan kemudian atas piutang yang telah dihapusbukukan, dikreditkan dengan menyesuaikan pada akun cadangan kerugian penurunan nilai. d. Pengakuan pendapatan dan beban Pendapatan dari pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan, komisi asuransi dan biaya jasa perantara asuransi serta beban bunga untuk semua instrumen keuangan dengan interest bearing diakui sesuai dengan jangka waktu kontrak berdasarkan metode suku bunga efektif. Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan atau liabilitas keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga atau beban bunga selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas di masa datang selama perkiraan umur dari instrumen keuangan, atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari aset keuangan atau liabilitas keuangan. Pada saat menghitung suku bunga efektif, Perseroan mengestimasi arus kas dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut, namun tidak mempertimbangkan kerugian kredit di masa datang. Perhitungan ini mencakup biaya transaksi dan pendapatan administrasi. Pendapatan bunga bank dan denda keterlambatan pembayaran diakui pada saat terjadinya. Pendapatan bunga bank disajikan secara bruto pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Pendapatan dan beban diakui pada saat terjadinya, menggunakan dasar akrual. e. Perubahan kebijakan akuntansi dan pengungkapan Perseroan telah menerapkan standar akuntansi berikut pada tanggal 1 Januari 2015 yang dianggap relevan. PSAK No. 1 (Revisi 2013): Penyajian Laporan Keuangan, yang diadopsi dari IAS 1, mengatur perubahan penyajian kelompok pos-pos dalam Penghasilan Komprehensif Lain. Pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi disajikan terpisah dari pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi. 45

68 PSAK No. 24 (Revisi 2013): Imbalan Kerja, yang diadopsi dari IAS 19, yang menghapus mekanisme koridor dan pengungkapan atas informasi liabilitas kontinjensi untuk menyederhanakan klarifikasi dan pengungkapan. PSAK No. 46 (Revisi 2014): Pajak Penghasilan, yang diadopsi dari IAS 12, yang memberikan tambahan pengaturan untuk aset dan liabilitas pajak tangguhan yang berasal dari aset yang tidak disusutkan yang diukur dengan menggunakan model revaluasi, dan yang berasal dari properti investasi yang diukur dengan menggunakan model nilai wajar. PSAK No. 48 (Revisi 2014): Penurunan Nilai Aset, yang diadopsi dari IAS 36, yang memberikan tambahan persyaratan pengungkapan untuk setiap aset individual (termasuk goodwill) atau unit penghasil kas yang mana kerugian penurunan nilai telah diakui atau dibalik selama periode. PSAK No. 50 (Revisi 2014): Instrumen Keuangan: Penyajian, yang diadopsi dari IAS 32, yang mengatur lebih dalam kriteria mengenai hak yang dapat dipaksakan secara hokum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dan kriteria penyelesaian secara neto. PSAK No. 55 (Revisi 2014): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, yang diadopsi dari IAS 39, yang menambah pengaturan kriteria instrumen lindung nilai yang tidak dapat dianggap telah kedaluarsa atau telah dihentikan, serta ketentuan untuk mencatat instrument keuangan pada tanggal pengukuran dan pada tanggal setelah pengakuan awal. PSAK No. 60 (Revisi 2014): Instrumen Keuangan: Pengungkapan, yang diadopsi dari IFRS 7, yang menambah pengaturan pengungkapan saling hapus dengan informasi kuantitatif dan kualitatif, serta pengungkapan mengenai pengalihan instrumen keuangan. PSAK No. 68: Pengukuran Nilai Wajar, yang diadopsi dari IFRS 13, memberikan panduan tentang bagaimana pengukuran nilai wajar ketika nilai wajar disyaratkan atau diizinkan. Perseroan telah menganalisa penerapan standar akuntansi tersebut di atas dan penerapan tersebut tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap laporan keuangan kecuali yang dijelaskan berikut ini. i. Penyajian pos-pos dalam penghasilan komprehensif lain Terkait dengan penerapan PSAK No. 1 (Revisi 2013), Penyajian Laporan Keuangan, Perseroan telah memodifikasi penyajian pos-pos dalam pendapatan komprehensif lain dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, untuk menyajikan pos-pos yang akan direklasifikasikan ke laba rugi pada masa yang akan datang terpisah dari pos-pos yang tidak akan direklasifikasikan ke laba rugi. Informasi komparatif telah disajikan kembali dengan menggunakan basis yang sama. ii. Pengukuran nilai wajar Pada tanggal 1 Januari 2015, Perseroan menerapkan PSAK No. 68, Pengukuran Nilai Wajar, yang menyediakan satu sumber panduan tentang bagaimana nilai wajar diukur tetapi tidak menetapkan persyaratan baru mengenai kapan nilai wajar diperlukan. Standar ini menyediakan kerangka untuk menentukan nilai wajar dan menjelaskan faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam mengestimasi nilai wajar. PSAK ini mengatur penggunaan harga keluar (exit price) dalam pengukuran nilai wajar dan persyaratan pengungkapan yang lebih ekstensif, khususnya dengan memasukkan instrumen non-keuangan ke dalam pengungkapan hirarki nilai wajar. PSAK No. 68 diterapkan secara prospektif. Perubahan ini tidak memiliki dampak signifikan terhadap pengukuran aset dan liabilitas Perseroan. Perseroan telah menambahkan pengungkapan baru yang diwajibkan oleh PSAK No. 68 di Catatan 26 atas laporan keuangan. ii. Imbalan kerja Pada tanggal 1 Januari 2015, Perseroan menerapkan PSAK No. 24 (Revisi 2013), Imbalan Kerja, dimana ketika imbalan pasca-kerja berubah maka porsi kenaikan atau penurunan imbalan sehubungan dengan jasa yang telah diberikan oleh karyawan pada masa lalu dibebankan atau dikreditkan segera dalam laba rugi. Sebelum 1 Januari 2015, beban jasa lalu yang belum diakui (non-vested) diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama rata-rata masa kerja karyawan hingga imbalan pasca-kerja menjadi hak karyawan (vested). 46

69 F. KUALITAS PENDAPATAN Pendapatan Perseroan yang utama adalah berasal dari aktivitas pembiayaan konsumen dalam bentuk pendapatan bunga, administrasi dan lain-lain. Untuk mempertahankan kualitas pendapatan, strategi Perseroan antara lain sebagai berikut: 1. Senantiasa membina kerjasama dengan Dealer 2. Standarisasi prosedur pada semua proses kerja 3. Penyempurnaan dan peningkatan kemampuan sistem teknologi informasi 4. Prinsip kehati-hatian dalam hal pembiayaan konsumen 5. Memperkuat analisa risiko dan sistem pengelolaan manajemen risiko 6. Kecepatan penanganan kredit bermasalah secara efektif dan efisien 7. Pengawasan internal yang kuat 8. Meningkatkan SDM yang kompeten sejak proses penyeleksian sampai dengan pemberian program pelatihan dan pendidikan G. PROSPEK USAHA Meskipun pertumbuhan bisnis multifinance sampai dengan pertengahan tahun 2015 mengalami perlambatan pertumbuhan dibanding periode yang sama tahun lalu yang diakibatkan menurunnya penjualan otomotif dan melemahnya nilai tukar mata uang Rupiah terhadap US dollar, namun Perseroan tetap berupaya untuk mencapai target pembiayaan sebesar Rp20 triliun sebagaimana telah ditetapkan di awal tahun Sampai dengan bulan Juni 2015, Perseroan telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp7,9 triliun atau tumbuh 9,5% dibanding periode yang sama tahun Perseroan optimis dapat mencapai pertumbuhan diatas rata-rata pertumbuhan industri. Keyakinan pertumbuhan di atas rata-rata industri ini didukung oleh peningkatan daya beli masyarakat seiring bertambahnya populasi keluarga kelas menengah yang akan membutuhkan kendaraan bermotor serta semakin banyaknya varian kendaraan bermotor dengan model yang menarik dan harga yang cukup terjangkau. Selain itu, sektor industri transportasi, distribusi dan infrastruktur yang terus berkembang sejalan dengan program Pemerintah akan menjadi potensi pembiayaan bagi Perseroan dalam mengembangkan kinerjanya. Untuk mencapai target pembiayaan di tahun 2015, selain menciptakan produk-produk pembiayaan yang makin kompetitif, Perseroan juga akan semakin memperluas jaringan kantor pemasaran terutama dengan dukungan jaringan kantor satelit di kantor cabang Bank Mandiri sebanyak 21 (dua puluh satu) lokasi. Perseroan tetap akan fokus pada pembiayaan mobil baru dengan melakukan diversifikasi pada pembiayaan multiguna sebagaimana telah diatur oleh OJK. Program efisiensi biaya operasional dan pengembangan teknologi informasi tetap akan dilanjutkan di tahun Perseroan juga akan lebih mengoptimalkan menggarap customer based Bank Mandiri baik untuk segmen passenger car maupun commercial car. Melalui program aliansi strategis dengan Bank Mandiri, penetrasi market kepada anchor clients Bank Mandiri dapat dilakukan lebih efektif. Dengan dukungan dari group Bank Mandiri dan TURI, Perseroan optimis memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan kinerjanya di tahun mendatang. Dengan demikian, prospek usaha Perseroan dalam industri pembiayaan kendaraan bermotor masih sangat menjanjikan. Dengan dukungan sumber pendanaan yang berkelanjutan, jaringan kantor cabang yang semakin luas, hubungan yang baik dengan jaringan dealer nasional dan SDM yang berkualitas, manajemen berkeyakinan mampu mencapai target di tahun Untuk memanfaatkan peluang bisnis di tahun 2015, Perseroan akan melakukan strategi bisnis guna meningkatkan kinerja Perseroan untuk tumbuh secara berkelanjutan seperti yang tercantum dalam pembahasan strategi bisnis dalam aspek pemasaran. 47

70 Halaman ini sengaja dikosongkan 48

71 V. RISIKO USAHA Dalam menjalankan usahanya Perseroan menghadapi risiko yang dapat mempengaruhi hasil usaha dan laba Perseroan apabila tidak diantisipasi dan dipersiapkan penanganannya dengan baik. Beberapa risiko di bawah ini yang dapat mempengaruhi usaha serta laba yang dihasilkan Perseroan diurutkan berdasarkan bobot dari yang tertinggi hingga bobot yang terendah, adalah sebagai berikut: 1. Risiko Kredit/Pembiayaan Risiko pembiayaan yang dihadapi Perseroan adalah ketidakmampuan pelanggan untuk membayar kembali pinjaman yang diberikan, baik pokok maupun bunga pinjaman. Risiko ini timbul dari pengelolaan piutang dan pemilihan target konsumen yang kurang hati-hati. Ketidaklancaran pembayaran angsuran maupun pokok jika terjadi dalam jumlah yang cukup besar, berdampak kepada menurunnya pendapatan dan keberlangsungan usaha Perseroan. Kelompok industri terbesar yang memperoleh penyaluran kredit dari Perseroan adalah industri ritel. 2. Risiko Pendanaan Risiko pendanaan timbul jika Perseroan mengalami kesulitan dalam mendapatkan sumber pendanaan usaha pembiayaannya baik melalui dana perbankan maupun pasar modal yang berdampak pada penurunan pendapatan Perseroan. Risiko pendanaan dari perbankan antara lain terkait dengan kebijakan perbankan mengenai Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) yaitu kebijakan dimana suatu bank memiliki batas nilai kredit maksimal yang dapat diberikan kepada satu kelompok usaha. Perseroan sebagai anak perusahaan Bank Mandiri sehingga BMPK-nya terkait dengan BMPK Bank Mandiri. Sedangkan risiko pendanaan dari pasar modal terkait dengan batasan-batasan rasio keuangan yang ditetapkan dalam perjanjian penerbitan Obligasi ini dan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi terdahulu dimana Perseroan harus mempertahankan rasio DER sebesar 10:1, sehingga apabila rasio keuangan tersebut mendekati batas yang diperbolehkan membuat Perseroan tidak mungkin lagi menambah jumlah pinjamannya. Kesulitan mendapatkan sumber pendanaan eksternal ini menghambat perkembangan usaha Perseroan dalam memberikan fasilitas pembiayaan kepada para pelanggannya yang berdampak pada penurunan pendapatan Perseroan. 3. Risiko Persaingan Semakin meningkatnya permintaan kendaraan bermotor beberapa tahun terakhir ini mengundang banyak pesaing usaha baru, yang tidak hanya datang dari perusahaan pembiayaan sejenis, namun juga dari sektor perbankan. Dampak langsung dari semakin tingginya persaingan ini adalah semakin kompetitifnya bunga pembiayaan yang diberikan ke pelanggan, sehingga pada gilirannya Perseroan mengalami penurunan margin dan akhirnya menurunkan tingkat profitabilitas Perseroan. Selain itu masuknya perbankan yang membiayai langsung konsumen pembeli kendaraan merupakan ancaman yang mengambil pangsa pasar perusahaan pembiayaan yang pada gilirannya menurunkan pendapatan Perseroan. 4. Risiko Operasional Risiko operasional timbul apabila sistem operasional, prosedur dan kontrol tidak berjalan dengan baik. Hal ini mempengaruhi kelancaran usaha dan kualitas pelayanan terhadap pelanggan yang mengakibatkan penurunan kinerja dan daya saing Perseroan. Karena bisnis pembiayaan konsumen dan sewa guna usaha sangat memerlukan administrasi yang rapi dan terkoordinasi, maka sistem operasional dalam hal pemberian dan penagihan kredit maupun biaya sewa guna usaha memegang peranan penting dalam meningkatkan kinerja Perseroan. Kontrol dan prosedur yang tidak berjalan sebagaimana mestinya menimbulkan kesulitan dalam hal penagihan kredit maupun biaya sewa guna usaha yang diberikan kepada para pelanggan. 5. Risiko atas Kebijakan Moneter Kebijakan moneter yang diambil oleh Pemerintah secara langsung mempengaruhi sumber dana dan penggunaan dana Perseroan. Salah satu kebijakan yang berdampak negatif bagi kinerja Perseroan adalah kebijakan uang ketat yang mengakibatkan penyediaan (supply) dana menjadi langka dan selanjutnya meningkatkan tingkat suku bunga pinjaman. 6. Risiko Tingkat Suku Bunga Peningkatan suku bunga pasar mengakibatkan semakin turunnya kemampuan membeli pelanggan sehingga berdampak pada menurunnya pendapatan Perseroan. Seperti yang terjadi pada tahun 2005, peningkatan suku bunga yang drastis di bulan Agustus dan September 2005 telah mengakibatkan penjualan bulanan rata-rata mobil baru pada kuartal keempat mengalami penurunan sekitar 35% dari rata-rata tiga kuartal sebelumnya. 49

72 7. Risiko Perekonomian Risiko perekonomian merupakan risiko yang timbul sehubungan dengan perubahan kondisi perekonomian nasional secara umum yang berpengaruh baik langsung maupun tidak langsung terhadap kinerja Perseroan seperti tingkat pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, tingkat suku bunga dan fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing. Risiko ini mempengaruhi secara langsung maupun tidak langsung kepada Perseroan seperti misalnya penyaluran kredit, kualitas aset produktif, biaya pendanaan yang selanjutnya berdampak pada kegiatan operasional dan pendapatan Perseroan. 8. Risiko Depresiasi Mata Uang Rupiah Kinerja Perseroan berpengaruh secara tidak langsung dengan terdepresiasinya mata uang Rupiah. Melemahnya mata uang Rupiah ini apalagi secara ekstrim seperti yang terjadi pada tahun 1997 sampai dengan 1998 dimana Rupiah terdepresiasi sekitar empat kali lipat (dari sekitar Rp2.300 per USD sebelum Juli 1997 menjadi di atas Rp di Juni 1998) langsung meningkatkan harga jual kendaraan bermotor yang mana sebagian dari komponennya masih harus diimpor dari luar Indonesia. Kenaikan harga kendaraan akibat depresiasi mata uang rupiah tersebut akan berdampak kepada melemahnya permintaan atas kendaraan bermotor yang pada gilirannya menurunkan aktivitas kegiatan pembiayaan Perseroan. Risiko Investasi Yang Berkaitan Dengan Obligasi Risiko yang dihadapi investor pembeli Obligasi adalah: a. Risiko tidak likuidnya Obligasi yang ditawarkan dalam Penawaran Umum ini yang antara lain disebabkan karena tujuan pembelian Obligasi sebagai investasi jangka panjang. b. Risiko gagal bayar disebabkan kegagalan dari Perseroan untuk melakukan pembayaran bunga serta hutang pokok pada waktu yang telah ditetapkan, atau kegagalan Perseroan untuk memenuhi ketentuan lain yang ditetapkan dalam kontrak Obligasi yang merupakan dampak dari memburuknya kinerja dan perkembangan usaha Perseroan. Manajemen Perseroan dengan ini menyatakan bahwa risiko-risiko di atas adalah risiko yang dihadapi Perseroan dalam menjalankan kegiatan usahanya. Manajemen Perseroan yang menyatakan bahwa semua risiko yang dihadapi oleh Perseroan dalam melaksanakan kegiatan usaha telah diungkapkan dan disusun berdasarkan bobot dari dampak masing-masing risiko terhadap kinerja keuangan Perseroan dalam Prospektus. 50

73 VI. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR Laporan keuangan Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2015 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 yang seluruhnya tercantum dalam Prospektus ini telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja, firma anggota Ernst & Young Global Limited, akuntan publik independen, berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), dalam laporannya tertanggal 28 Oktober 2015 dengan opini audit wajar tanpa modifikasian dengan paragraf hal lain sehubungan dengan rencana Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 di Bursa Efek Indonesia, dan untuk memenuhi permintaan Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ), Perseroan telah menerbitkan kembali laporan keuangan tersebut yang disertai dengan beberapa perubahan dan tambahan pengungkapan pada catatan atas laporan keuangan. Kejadian penting setelah tanggal Laporan auditor Independen tersebut adalah sebagai berikut: Pada tanggal 10 November 2015, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman modal kerja dari PT Bank OCBC NISP Tbk dengan batas kredit maksimum sebesar Rp200 miliar. 51

74 Halaman ini sengaja dikosongkan 52

75 VII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN A. RIWAYAT SINGKAT Perseroan didirikan dengan nama PT Tunas Financindo Corporation berdasarkan Akta Pendirian No.262 tanggal 17 Mei 1989 yang dibuat dihadapan Misahardi Wilamarta S.H., Notaris di Jakarta dan telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan No.C HT TH'89, tanggal 1 Juni 1989, dan didaftarkan dalam buku Register Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat di bawah No 1206/1989, tertanggal 21 Juni 1989 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.57, tanggal 18 Juli 1989, Tambahan No Pada awal berdiri, Perseroan adalah salah satu anak perusahaan dari PT Tunas Ridean Tbk (selanjutnya disebut TURI), sebuah perusahaan publik yang telah tercatat di Bursa Efek Jakarta sejak tanggal 16 Mei Perseroan didirikan terutama dalam rangka menunjang pembiayaan konsumen bagi para pelanggan kelompok usaha TURI. Kegiatan utama kelompok usaha ini adalah dalam bidang Dealer resmi mobil baru, perdagangan mobil bekas, jasa perbengkelan dan jasa lainnya yang berkaitan dengan kendaraan bermotor. Pada tahun 1993 terjadi pengalihan saham Perseroan sebesar 50% (lima puluh persen) dari PT Kharisma Setia Utama kepada PT Tunas Mobilindo Parama, anak perusahaan TURI berdasarkan Perjanjian Jual Beli Saham di bawah tangan tertanggal 19 Agustus 1993 yang telah disetujui oleh para pemegang saham Perseroan sebagaimana dituangkan dalam Berita Acara Rapat Umum Luar Biasa yang dibuat di bawah tangan tertanggal 18 Agustus Selanjutnya untuk memperkuat kegiatan usaha, para pemegang saham Perseroan memutuskan untuk meningkatkan Modal Dasar Perseroan dari semula sebesar Rp ,00 (sepuluh miliar Rupiah) menjadi sebesar Rp ,00 (seratus miliar Rupiah) serta Modal Ditempatkan dan Disetor penuh dari semula sebesar Rp ,00 (lima miliar Rupiah) menjadi sebesar Rp ,00 (dua puluh lima miliar Rupiah) dan perubahan susunan anggota Direksi sesuai dengan Akta Berita Acara Rapat No. 373 tanggal 30 Juni 1995 yang dibuat oleh Adam Kasdarmadji, SH, Notaris di Jakarta. Kemudian untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang No.1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas, maka berdasarkan Akta Berita Acara Rapat No.361 tanggal 30 Oktober 1996 yang dibuat oleh Adam Kasdarmadji, SH, Notaris, di Jakarta, para pemegang saham Perseroan menyetujui untuk merubah seluruh Anggaran Dasar Perseroan. Kedua Akta tersebut dimuat dalam Data Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan dan Laporan Data Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan, Data Akta Perubahan tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia No.C2-60.HT Th.97 tanggal 6 Januari 1997 dan Laporan Data Akta Perubahan telah diterima dan dicatat oleh Departemen Kehakiman Republik Indonesia No.C2-HT A.38 tanggal 6 Januari Kedua Akta berikut data-data tersebut telah didaftarkan di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Pusat No.454/BH.09.05/II/97 tanggal 28 Februari 1997 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.22 tanggal 17 Maret 1998 Tambahan No Sejalan dengan perkembangan kegiatan usaha, maka pada tahun 1997, Perseroan merubah nilai nominal saham Perseroan dari semula sebesar Rp ,00 (satu juta Rupiah) menjadi sebesar Rp500,00 (lima ratus Rupiah) per saham dan meningkatkan Modal Dasar Perseroan dari semula sebesar Rp ,00 (seratus miliar Rupiah) menjadi sebesar Rp ,00 (dua ratus lima puluh miliar Rupiah) dan Modal Ditempatkan dan Disetor penuh dari semula sebesar Rp ,00 (dua puluh lima miliar Rupiah) menjadi sebesar Rp ,00 (enam puluh lima miliar Rupiah), serta perubahan susunan Komisaris sesuai dengan Akta Berita Acara Rapat No. 323 tanggal 23 Agustus 1997 yang dibuat oleh Siti Rachmayanti, SH, Kandidat Notaris, Notaris Pengganti dari Adam Kasdarmadji, SH, Notaris di Jakarta. Pada tahun 2000, nama Perseroan diubah menjadi PT Tunas Financindo Sarana sesuai dengan Akta Berita Acara Rapat No.49, tanggal 18 Agustus 2000 yang dibuat oleh Adam Kasdarmadji, S.H., Notaris di Jakarta, Aktaakta mana telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.C HT TH.2000 tanggal 22 September 2000, dan didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Pusat No. 2229/RUB.09.05/IX/2000, tanggal 13 Oktober 2000, dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 1, tanggal 2 Januari 2001, Tambahan No. 23. Kemudian dengan ditetapkannya Undang-undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang menggantikan Undang-undang Nomor 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas dimana setiap Perseroan Terbatas wajib menyesuaikan anggaran dasarnya disesuaikan dengan Undang-undang Nomor 40 tahun 2007, Perseroan telah melakukan penyesuaian Anggaran Dasarnya sesuai dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No.94 tanggal 30 November 2007 yang dibuat dihadapan Herawati, S.H., Notaris di Jakarta, akta mana telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU AH Tahun 2008 tanggal 12 Februari 2008, dan didaftarkan pada Daftar Perseroan No.AHU AH Tahun 2008, tanggal 12 Februari 2008 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 46, tanggal 6 Juni 2008, Tambahan No Selain itu berdasarkan akta tersebut, Perseroan juga telah melakukan peningkatan modal dasar dari semula berjumlah Rp ,00 (dua ratus lima 53

76 puluh miliar Rupiah) menjadi sebesar Rp ,00 (satu triliun Rupiah) dan modal disetor dari semula Rp (enam puluh lima miliar Rupiah) menjadi sebesar Rp (dua ratus lima puluh miliar Rupiah) serta mengubah nilai nominal saham dari semula Rp500,00 (lima ratus Rupiah) menjadi Rp100,00 (seratus Rupiah) per saham. Kemudian, Perseroan mengadakan perubahan susunan pengurus Perseroan berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No.8 tanggal 6 Februari 2009 yang dibuat dihadapan Dr.Amrul Partomuan Pohan, S.H., LL.M., Notaris di Jakarta, Akta tersebut telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Data Perseroan No. AHU-AH tanggal 11 Maret 2009, dan didaftarkan pada Daftar Perseroan No. AHU AH Tahun 2009, tanggal 11 Maret Selain itu berdasarkan Akta tersebut, telah terjadi pengambilalihan saham-saham Perseroan sehingga susunan Pemegang Saham Perseroan berubah dari semula TURI sebesar (satu miliar delapan ratus tujuh puluh lima juta) lembar saham atau sebesar 75% (tujuh puluh lima persen) dan PT Tunas Mobilindo Parama sebesar (enam ratus dua puluh lima juta) lembar saham atau sebesar 25% (dua puluh lima persen) menjadi TURI sebesar (satu miliar dua ratus dua puluh lima juta) lembar saham atau sebesar 49% (empat puluh sembilan persen) dan Bank Mandiri sebesar (satu miliar dua ratus tujuh puluh lima juta) lembar saham atau sebesar 51% (lima puluh satu persen). Selanjutnya pada tahun 2009, para pemegang saham Perseroan sepakat bahwa nama Perseroan diubah menjadi PT Mandiri Tunas Finance sesuai dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No.181 tanggal 26 Juni 2009 yang dibuat dihadapan Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si, Notaris di Jakarta, Akta mana telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU AH Tahun 2009 tanggal 20 Agustus 2009, dan didaftarkan pada Daftar Perseroan No. AHU AH Tahun 2009, tanggal 20 Agustus 2009 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.65 tanggal 13 Agustus 2010 Tambahan Berita Negara No Perubahan terakhir Anggaran Dasar Perseroan adalah perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan mengenai maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan serta perubahan Pasal 11 ayat 3 butir a mengenai masa jabatan Direksi dan pasal 14 ayat 3 butir a mengenai Masa Jabatan Dewan Komisaris sebagaimana dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No.31 tanggal 13 April 2015 yang dibuat dihadapan Lenny Janis Ishak, S.H., Notaris di Jakarta, akta mana telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU AH Tahun 2015 tanggal 20 April 2015 dan telah diterima dan dicatat dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar PT Mandiri Tunas Finance Nomor AHU-AH tanggal 20 April 2015 serta telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No.AHU AH Tahun 2015 tanggal 20 April Keterangan: Berdasarkan Surat Keterangan No.120/NOT/IV/2015 yang dikeluarkan oleh Ny.Lenny Janis Ishak,S.H., Notaris di Jakarta dan sesuai Surat Pernyataan tangggal 1 Desember 2015, proses pengumuman pada Berita Negara Republik Indonesia atas Akta Pernyataan Keputusan Rapat No.31 tanggal 13 April 2015 yang dibuat dihadapan Ny.Lenny Janis Ishak, S.H., Notaris di Jakarta sedang dalam proses pengurusan. Untuk menjalankan kegiatan usaha tersebut di atas, Perseroan telah memperoleh izin usaha sebagai lembaga pembiayaan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.KEP-352/KM.10/2009 tanggal 29 September 2009 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.1021/KMK.013/1989 tentang Pemberian Izin Usaha Lembaga Pembiayaan Kepada PT Tunas Financindo Corporation sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.19/KMK.017/2001, yang menyatakan pengesahan perubahan nama menjadi PT Mandiri Tunas Finance. Adapun harta kekayaan Perseroan yang meliputi tanah, kantor beserta nilai, luas serta jenis kepemilikannya adalah sebagai berikut: No. Kantor Alamat Jakarta (Kebon Kelapa) Jakarta (Jatinegara) Jakarta (Duren Tiga) Jl. Sukarjo Wiryopranoto No. 2/6 KebonKelapa, Jakarta Pusat Jl. Raya JatinegaraTimur, Balimester, Jakarta Timur Jl. Duren Tiga, RT 005/RW 001, Kelurahan Duren Tiga, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan 54 Luas (m2) & 99 4 Bogor Jl.Siliwangi No.60-B-1 Bogor Tangerang Jl.Raya Merdeka No.89 B Tangerang Bukti Kepemilikan HGB No. 2594, Kota Jakarta Pusat HGB No.1389 Kotamadya Jakarta Timur HGB No.1389 Kotamadya Jakarta Timur HGB no.1597 Kotamadya Jakarta Selatan & HGB no.1598 Kotamadya Jakarta Selatan HGB No. 43, Kelurahan Lawanggintung HGB No. 183, Kotamadya Tangerang Nilai Buku (Rp) per April 2015 Atas Nama Perseroan Perseroan Perseroan Perseroan Perseroan

77 No. Kantor Alamat 6 Bandung 7 Depok 8 Denpasar 9 Surabaya Kopo Plaza Kaveling C Jl Peta Lingkar Selatan Bandung Jl Margonda Raya Rukan Depok Mall Blok B No.50, Kemirimuka Beji, Depok Jl. Buluh Indah No.53 Kav. 1, Kelurahan PemecutanKaja, Kecamatan Denpasar Utara, Bali Ruko Tenggilis Square Kav.5-7 Jl.Raya Tenggilis No.23 Kel. Kendangsari Kec.Tenggilis Mejoyo Surabaya Luas (m2) Bukti Kepemilikan HGB No. 390 Kotamadya Bandung HGB No. 134 Kotamadya Bogor Nilai Buku (Rp) per April 2015 Atas Nama Perseroan Perseroan 159 HGB No.64, Kota Denpasar Perseroan 72, 72 & 106 HGB no.774 Kotamadya Surabaya, HGB no.776 Kotamadya Surabaya & HGB no.779 Kotamadya Surabaya Perseroan 10 Cilegon Ruko Cilegon Business Square Blok A No 6-7 Jl. Raya Komplek PCI Kel. Kedaleman Kec.Cibeber Cilegon 75 & 75 HGB no.1833/kelurahan Kedaleman & HGB no.1834/kelurahan Kedaleman Perseroan 11 Medan*) 12 Semarang** ) Jalan Ringroad Kel.Tanjung Sari Kec.Tanjung Selayang Kota Medan Jalan Indraprasta Kota Semarang 196,12 0,120 & & 177 Akta Jual Beli Nomor 42/2015, Akta Jual Beli Nomor43/2015, Akta Jual Beli Nomor 44/2015 dan Akta Pengikatan Jual Beli Nomor 06 keempatnya tertanggal 13 Agustus 2015 dibuat dihadapan Agusnita Chairiza, S.H.,SpN., Notaris di Kota Medan Akta Pelepasan Hak Dan Jual Beli Bangunan Nomor 9 tanggal 9 Juni 2015 dan Akta Pelepasan Hak Dan Jual Beli Bangunan Nomor 10 tanggal 9 Juni 2015 yang keduanya dibuat dihadapan Agustinus Andy Toryanto, S.H.,Sp.N.,M.Kn., Notaris di Semarang [*] Perseroan [*] Perseroan TOTAL Keterangan: *) Berdasarkan surat keterangan Nomor:46/NOT/ACH/VIII/2015 tanggal 13 Agustus 2015 yang dikeluarkan oleh Agusnita Chairiza, S.H., Sp.N., Notaris di Medan, menyatakan bahwa peralihan balik nama sertifikat atas nama Perseroan sedang dalam proses pengurusan. **) Berdasarkan Surat Pernyataan Perseroan tertanggal 28 Oktober 2015, aset yang berlokasi di Jalan Indraprasta Kota Semarang sedang dalam proses pengurusan balik nama di Kantor Badan Pertanahan Nasional setempat. B. PERKEMBANGAN KEPEMILIKAN SAHAM PERSEROAN Perkembangan kepemilikan saham dalam Perseroan sampai dengan tanggal prospektus ini diterbitkan adalah sebagai berikut : Tahun 2007 Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No.94 tanggal 30 November 2007 yang dibuat dihadapan Herawati,S.H., Notaris di Jakarta, akta mana telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU AH Tahun 2008 tanggal 12 Februari 2008, dan didaftarkan pada Daftar Perseroan No.AHU AH Tahun 2008, tanggal 12 Februari 2008, yaitu persetujuan atas peningkatan modal dasar dari semula Rp ,00 (dua ratus lima puluh miliar Rupiah) menjadi Rp ,00 (satu triliun Rupiah) dan modal disetor dari semula Rp ,00 (enam puluh lima miliar Rupiah) menjadi Rp ,00 (dua ratus lima puluh miliar Rupiah) yang dilakukan dengan cara mengkapitalisasi saldo laba Perseroan bulan September 2007 serta merubah nilai nominal saham dari semula Rp500,00 (lima ratus Rupiah) per saham menjadi Rp100,00 (seratus Rupiah) per saham. Dengan demikian susunan pemegang saham Perseroan setelah dilakukan peningkatan modal dasar dan modal disetor Perseroan, menjadi sebagai berikut : Keterangan Nilai Nominal Rp100 per saham Persentase (%) Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) Modal Dasar Pemegang Saham: 1. PT Tunas Ridean Tbk ,00 2. PT Tunas Mobilindo Parama ,00 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh ,00 Saham dalam Portepel

78 Tahun 2009 Sekarang Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan No.8 tanggal 6 Februari 2009 yang dibuat dihadapan Dr. Amrul Partomuan Pohan, S.H., LL.M., Notaris di Jakarta, akta mana telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Data Perseroan No.AHU-AH tanggal 11 Maret 2009, dan didaftarkan pada Daftar Perseroan No.AHU AH Tahun 2009, tanggal 11 Maret 2009, para pemegang saham Perseroan menyetujui penjualan saham-saham kepunyaan dan atau milik PT Tunas Mobilindo Parama sebanyak (enam ratus dua puluh lima juta) saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp ,00 (enam puluh dua miliar lima ratus juta Rupiah) dan saham-saham kepunyaan dan atau milik TURI sebanyak (enam ratus lima puluh juta) saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp ,00 (enam puluh lima miliar Rupiah) kepada PT Bank Mandiri (Persero), Tbk dengan nilai transaksi sebesar nilai nominal tersebut di atas, sebagaimana telah dituangkan dalam Akta Jual Beli Saham Dalam Rangka Pengambilalihan Perusahaan No.4 tanggal 6 Februari 2009, yang dibuat dihadapan Dr. Amrul Partomuan Pohan, S.H., LL.M., Notaris di Jakarta, sehingga dengan adanya jual beli saham tersebut, susunan pemegang saham Perseroan berubah menjadi sebagai berikut : Keterangan Nilai Nominal Rp100 per saham Persentase (%) Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) Modal Dasar Pemegang Saham: 1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ,00 2. PT Tunas Ridean Tbk ,00 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh ,00 Saham dalam Portepel Perseroan menyatakan bahwa tidak terdapat perubahan struktur permodalan dan susunan Pemegang Saham Perseroan hingga diterbitkannya Prospektus. C. PENGURUSAN DAN PENGAWASAN Sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan, pengelolaan Perseroan dilakukan oleh Dewan Direksi, yang terdiri dari seorang Direktur atau lebih, bila diperlukan satu diantaranya menjabat sebagai Direktur Utama di bawah pengawasan Dewan Komisaris, yang terdiri dari seorang Komisaris atau lebih, bila diperlukan satu diantaranya menjabat sebagai Komisaris Utama. Para anggota Direksi dan Dewan Komisaris diangkat dan diberhentikan oleh Rapat Umum Pemegang Saham untuk jangka waktu yang ditentukan lamanya yaitu 3 (tiga) tahun. Tugas dan Wewenang Direksi dan Dewan Komisaris diatur dalam Anggaran Dasar Perseroan. Pada saat ini susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan diangkat berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Perseroan No.01 tanggal 6 Februari 2012 yang dibuat dihadapan Emi Susilowati, S.H., Notaris di Jakarta, akta mana telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan No.AHU-AH tanggal 6 Juni 2012 dan telah didaftarkan pada Daftar Perseroan No.AHU AH Tahun 2012 tanggal 6 Juni 2012 jo. Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Perseroan No.31 tanggal 13 April 2015 yang dibuat dihadapan Lenny Janis Ishak, S.H., Notaris di Jakarta, akta mana telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No.AHU-AH tanggal 20 April 2015 dan telah didaftarkan pada Daftar Perseroan No.AHU AH Tahun 2015 tanggal 20 April 2015, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris Komisaris Utama : Anton Setiawan Komisaris : Sarastri Baskoro Komisaris (Independen) : Hanifah Purnama Direksi Direktur Utama : Ignatius Susatyo Wijoyo Direktur : Ade Cahyo Nugroho Direktur : Harjanto Tjitohardjojo 56

79 Berikut ini adalah keterangan singkat mengenai masing-masing anggota Komisaris dan Direksi: DEWAN KOMISARIS Anton Setiawan, Komisaris Utama Warga negara Indonesia, dilahirkan di Jakarta pada tahun 1946 dan berusia 69 tahun. Pendiri dari kelompok usaha Tunas Ridean Group antara lain sebagai pendiri PT Tunas Andalan Pratama, PT Tunas Mobilindo Parama, PT Tunas Ridean Tbk dan Perseroan. Beliau menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Ekonomi jurusan Ekonomi Perusahaan Universitas Nusantara di Jakarta pada tahun Menjabat sebagai Komisaris Utama Perseroan sejak tahun 2010 sampai saat ini. Sebelumnya menjabat sebagai komisaris Perseroan sejak tahun 2009 hingga tahun Selain itu beliau juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Rahardja Ekalancar (2012 sekarang), Komisaris Utama PT Tunas Ridean Tbk (2010 sekarang), Direktur Utama PT Tunas Ridean Tbk ( ), Komisaris Utama PT Tunas Dwipa Matra (2005 sekarang), Komisaris Independen PT Metropolitan Kentjana Tbk (2009 sekarang), Komisaris Utama PT Surya Sudeco (2005 sekarang), Komisaris Utama PT Surya Mobil Megahtama (2005 sekarang), Komisaris Utama PT Tunas Asset Sarana (2002 sekarang), Komisaris Utama PT Tunas Mobilindo Parama (1997 sekarang) dan Komisaris Utama PT Tunas Mobilindo Perkasa (1997 sekarang). Sarastri Baskoro, Komisaris Warga Negara Indonesia, dilahirkan di Jakarta pada tahun 1960 dan berusia 55 tahun. Menyelesaikan pendidikan S1 jurusan Mathematic Economy di York University, Canada, pada tahun 1983 dan S2 Magister Banking & Finance di Monash University, Australia, pada tahun Menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak tahun 2010 sampai saat ini. Selain sebagai Komisaris Perseroan, beliau juga menjabat sebagai Executive Vice President Consumer Loans Group PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (2000 sekarang), Komisaris Utama PT Mandiri Tunas Finance ( ), Consumer Banking Director PT Bank Papan Sejahtera ( ) dan Assistant Vice President Credit Cycle Head Citibank Card Centre ( ). Hanifah Purnama, Komisaris (Independen) Warga Negara Indonesia, dilahirkan di Jakarta pada tahun 1961 dan berusia 54 tahun. Menyelesaikan pendidikan di University of Southern California, Los Angeles dengan gelar Bachelor of Science in Electrical Engineering pada tahun 1984 dan Master of Business Administration di California State Polytechnic University, Pomona, pada tahun 1987, keduanya di Amerika Serikat. Menjabat sebagai Komisaris Independen Perseroan dan juga sebagai Ketua Komite Audit sejak tahun 2009 hingga saat ini. Menjabat sebagai General Manager PT International Master Plan Development ( ), Komisaris Independen di PT Tunas Financindo ( ), Vice President Treasury Operations HSBC Indonesia Management Office ( ), Operations and Credit Manager PT HSBC Securities Indonesia ( ), Direktur Operasi dan Keuangan PT Kharisma Bank ( ), General Manager PT Tritunggal Duta Perkasa tahun 1990, dan Cost 57

80 Analyst Electronic Plating Service Inc, Gardena, Amerika Serikat ( ) dan Analyst di Wells Fargo Bank N.A, Commercial Banking Group, Los Angeles, Amerika Serikat ( ). DlREKSI Ignatius Susatyo Wijoyo, Direktur Utama Warga Negara Indonesia, dilahirkan di Yogyakarta pada tahun 1969 dan berusia 46 tahun. Menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Ekonomi, jurusan Manajemen, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, pada tahun 1993 dan S2 Manajemen Internasional di Prasetya Mulya pada tahun Menjabat sebagai Direktur Utama Perseroan sejak Juni 2010 hingga saat ini. Bergabung dengan Perseroan sebagai Direktur Perseroan ( Juni 2010). Pernah menjabat sebagai Senior General Manager Recovery Asset Management Division & Recovery Division di PT Adira Dinamika Multifinance ( ) dan Operation Division Head PT Astra Sedaya Finance (2005). Memulai karir sebagai Management Trainee di PT Toyota Astra Motor (1993). Harjanto Tjitohardjojo, Direktur Warga Negara Indonesia, dilahirkan di Jakarta pada tahun 1968 dan berusia 47 tahun. Menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen, Universitas Krida Wacana, Jakarta pada tahun Bergabung dengan Perseroan pada tahun 2010 sebagai Direktur Perseroan. Sebelumnya menjabat sebagai Vice President Tunas Toyota ( ),Operation Director Tunas Toyota ( ),Operation Manager Tunas Toyota ( ), Kepala Cabang beberapa Dealer Tunas Toyota ( ) dan Sales Manager Toyota Astra International GSO ( ). Memulai karir sebagai Management Trainee Auto 2000 ( ). Ade Cahyo Nugroho, Direktur Warga Negara Indonesia, dilahirkan di Jakarta pada tanggal 19 Maret 1978 dan berusia 37 tahun. Menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi, Universitas Indonesia, Jakarta pada tahun 2002 dan Master in Business Administration dari Rotterdam School of Management, Erasmus University, Netherland, pada tahun 2011 melalui program beasiswa dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Bergabung dengan Perseroan pada bulan Oktober tahun 2014 sebagai Deputi Direktur. Beliau pernah menjabat beberapa posisi di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yaitu sebagai Department Head Decision Support Consumer Finance pada Strategic & Performance Group (Juni 2012 Oktober 2014), Senior Manager Strategic & Performance Group (Maret 2007 May 2010), Manager General Admin & Support Finance & Strategy Directorate (Maret 2005 Maret 2007). Karir beliau di Bank Mandiri diawali sebagai peserta Officer Development Program (ODP) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk pada tahun Penunjukkan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan telah sesuai dengan Peraturan OJK Nomor 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Komisaris Emiten Atau Perusahaan Publik dan Peraturan OJK Nomor 4/POJK.05/2013 tentang Penilaian Kemampuan Dan Kepatutan Bagi Pihak Utama Pada Perusahaan Perasuransian, Dana Pensiun, Perusahaan Pembiayaan Dan Perusahaan Penjaminan. 58

81 Anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan juga telah memenuhi ketentuan mengenai rangkap jabatan sebagaimana diatur dalam Pasal 9 juncto Pasal 18 ayat (4) Peraturan OJK Nomor 30/POJK.05/2014 tentang Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Bagi Perusahaan Pembiayaan. Jumlah gaji dan tunjangan yang dibayarkan kepada para anggota Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012, 2013, dan 2014 serta 30 Juni 2015, masing-masing sebesar Rp2.056 juta, Rp2.731 juta, Rp3.819 juta dan Rp3.230 sedangkan jumlah gaji dan tunjangan yang dibayarkan kepada para Direksi Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012, 2013, dan 2014 serta 30 Juni 2015, masing-masing sebesar Rp6.821 juta, Rp7.190 juta, dan Rp juta serta Rp6.998 juta yang ditentukan berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan. Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary) Untuk memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2014 tentang Sekretaris Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik tanggal 8 Desember 2014, Direksi Perseroan telah menunjuk dan mengangkat Hengki Heriandono sebagai Sekretaris Perusahaan Perseroan terhitung sejak tanggal 24 April 2010 sebagaimana termaktub dalam Surat Penunjukan No. 0263/SK-TTP/HRD/IV/2010 tanggal 24 April Berikut ini adalah informasi tentang Sekretaris Perusahaan Perseroan: Nama : Hengki Heriandono Nomor Telepon : (62-21) Faksmili : (62-21) [email protected] ; [email protected] Alamat : Graha Mandiri Lt. 3A, Jl. Imam Bonjol 61, Jakarta Tugas-tugas Sekretaris Perusahaan antara lain sebagai berikut: 1. Mengikuti perkembangan Pasar Modal khususnya peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang Pasar Modal; 2. Memberikan masukan kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan untuk mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal; 3. Membantu Direksi dan Dewan Komisaris dalam pelaksanaan tata kelola perusahaan yang meliputi: a) Keterbukaan informasi kepada masyarakat, termasuk ketersediaan informasi pada situs Web Perseroan; b) Penyampaian laporan kepada OJK tepat waktu; c) Penyelenggaraan dan dokumentasi Rapat Umum Pemegang Saham; d) Penyelenggaraan dan dokumentasi rapat Direksi dan/atau Dewan Komisaris; dan e) Pelaksanaan program orientasi terhadap perusahaan bagi Direksi dan/atau Dewan Komisaris. 4. Sebagai penghubung antara Perseroan dengan pemegang saham Perseroan, OJK, dan pemangku kepentingan lainnya. 5. Menjaga kerahasiaan dokumen, data dan informasi yang bersifat rahasia kecuali dalam rangka memenuhi kewajiban sesuai dengan peraturan perundang-undangan atau ditentukan lain dalam peraturan perundangundangan. 6. Dilarang mengambil keuntungan pribadi baik secara langsung maupun tidak langsung, yang merugikan Perseroan. Komite Audit Sesuai dengan Peraturan POJK 36/POJK.04/2014, Perseroan telah membentuk Komite Audit sebagaimana termaktub dalam Keputusan Dewan Komisaris Perseroan No.Kep.Kom/001/2012 tertanggal 12 Maret 2012, dengan susunan sebagai berikut: Ketua : Hanifah Purnama Anggota : Rodion Wikanto Njotowidjojo Anggota : Sunardi Edirianto Tugas Komite Audit Perseroan meliputi : 1. Melakukan penelaahan atas informasi keuangan yang akan dikeluarkan oleh Perseroan kepada publik dan/atau pihak otoritas antara lain seperti laporan keuangan, proyeksi dan laporan lainnya terkait dengan informasi keuangan perseroan. 2. Melakukan penelaahan atas pelaksanaan pemeriksaan oleh auditor internal dan mengawasi pelaksanaan tindak lanjut oleh Direksi atas temuan auditor internal. 3. Melakukan penelaahan atas ketaatan perseroan terhadap peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan kegiatan perseroan. 4. Memberikan pendapat independen dalam hal terjadi perbedaan pendapat antara manajemen dan akuntan atas jasa yang diberikannya. 59

82 5. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai penunjukkan akuntan yang didasarkan pada independensi, ruang lingkup penugasan dan fee. 6. Memberikan rekomendasi mengenai penyempurnaan sistem pengendalian intern perusahaan serta pelaksanaannya. 7. Melakukan penelaahan terhadap aktivitas pelaksanaan manajemen risiko yang dilakukan oleh Direksi, jika Perseroan tidak memiliki fungsi pemantau risiko dibawah Dewan Komisaris. 8. Menelaah pengaduan yang berkaitan dengan proses akuntansi dan pelaporan keuangan perseroan. 9. Menelaah dan memberikan saran kepada Dewan Komisaris terkait dengan adanya potensi benturan kepentingan perseroan. 10. Menjaga kerahasiaan dokumen data dan informasi Perseroan. Hanifah Purnama, Ketua Komite Audit Beliau selain menjabat sebagai Komisaris Independen juga merangkap sebagai Ketua Komite Audit sejak tahun 2005 hingga saat ini. Rodion Wikanto Njotowidjojo, Anggota Komite Audit Warga Negara Indonesia, 51 tahun, dilahirkan pada tahun 1961, anggota Komite Audit sejak tahun 2009 hingga saat ini. Memiliki latar belakang pendidikan teknik mesin dari Akademi Tehnik Mesin Industri, Solo pada tahun 1984 dan memperoleh gelar Master of Business Administration dari IPWI Jakarta pada tahun Saat ini selain menjabat sebagai anggota Komite Audit perusahaan semenjak tahun 2009, beliau juga menjabat sebagai anggota Komite Audit pada PT. Indo Kordsa Tbk. sejak tahun 2007, PT. Tunas Ridean Tbk. sejak tahun 2007, PT. BD Agriculture Indonesia sejak tahun 2008, dan PT. Sierad Produce Tbk. sejak tahun Menjabat sebagai Manufacturing Director Pada PT. United Can Company ( ). Pada ADR Group of Companies, beliau menjabat beberapa posisi penting, diantaranya sebagai President Director pada PT. Bank Eksekutif Internasional ( ) dan PT. Adrindo Executive Finance ( ), sebagai Vice President pada PT. Selamat Sempurna Tbk. ( ), sebagai Operation Director pada PT. Prapat Tunggal Cipta ( ), dan sebagai Independent Commissioner & Head of Audit Committee pada PT. Andhi Chandra Automotive Product Tbk. ( ). Sebagai Bussiness Development Manager pada PT Inti Putramodern ( ), Sebagai Ass. Production Director pada PT Matahari Alka ( ). Dan Beliau memulai karir pada PT Cakung Utama Indonesia sebagai Assistant Factory Manager ( ). Sunardi Edirianto, Anggota Komite Audit Warga Negara Indonesia, 58 tahun, lahir pada tahun 1953, anggota Komite Audit sejak tahun 2009 hingga saat ini. Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Krisnadwipayana jurusan Manajemen Keuangan pada tahun 1984 dan menyandang gelar Magister Hukum dari Universitas Diponegoro pada tahun Beliau pernah menjabat sebagai Regional Internal Control Manager Assistant Vice President PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kanwil VII Semarang ( ), Senior Relationship Manager BBD Cabang Duta Merlin Jakarta ( ), Internal Control BBD cab. Duta Merlin Jakarta ( ), dan Relationship Manager BBD Cabang Kudus ( ). Komite Nominasi dan Remunerasi Sesuai ketentuan Peraturan OJK Nomor 34/POJK.04/2014 tentang Komite Nominasi dan Remunerasi Emiten atau Perusahaan Publik, Perseroan telah membentuk Komite Nominasi dan Remunerasi berdasarkan Keputusan Dewan Komisaris Perseroan No.Kep.Kom/01/2014 tentang Pembentukan dan Pengangkatan Komite Nominasi dan Remunerasi PT Mandiri Tunas Finance tertanggal 26 November 2014 yang telah diubah dengan Surat Keputusan Dewan Komisaris Perseroan No.002/SK-KNR/VIII/2015 tanggal 27 Agustus 2015, dengan susunan sebagai berikut: Ketua : Hanifah Purnama Anggota : Sarastri Baskoro Anggota merangkap sekretaris Komite Nenny Lasmanawati Tugas Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan meliputi : Terkait dengan fungsi nominasi: 1. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai: a.komposisi jabatan anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris; b.kebijakan dan kriteria yang dibutuhkan dalam proses nominasi; c.kebijakan evaluasi kinerja bagi anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris. 2. Membantu Dewan Komisaris melakukan penilaian kinerja anggota Direksi/Dewan Komisaris berdasarkan tolak ukur yang telah disusun sebagai bahan evaluasi. 3. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai program pengembangan kemampuan anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris; dan 4. Memberikan usulan calon yang memenuhi syarat sebagai anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan ke RUPS. Terkait dengan fungsi remunerasi : 5. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai: 60

83 a.struktur remunerasi; b.kebijakan atas remunerasi; c.besaran atas remunerasi; 6. Membantu Dewan Komisaris melakukan penilaian kinerja dengan kesesuaian remunerasi yang diterma masing-masing anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris. D. SUMBER DAYA MANUSIA Perseroan menyadari pentingnya sumber daya manusia sebagai salah satu faktor utama dalam mencapai tujuan perusahaan. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa pembiayaan konsumen, sumber daya manusia yang profesional adalah mutlak. Rekrutmen Sumber Daya Manusia Perseroan menerapkan metode rekrutmen dan seleksi yang tepat dan cepat dalam menjaring SDM yang berkualitas serta kompeten di bidangnya dengan mengacu pada rencana bisnis unit kerja berdasarkan Man Power Planning (MPP). MPP berisi beberapa persyaratan kompetensi SDM yang dipilih melalui proses seleksi yang transparan, obyektif, dan profesional, yang disusun berdasarkan rencana kerja tahunan (business plan) Perseroan sesuai dengan keputusan dari Manajemen. Perhitungan mengenai jumlah MPP bersumber dari hal-hal berikut 1. Masukan masing-masing Kepala Divisi terhadap target yang telah ditetapkan Manajemen yang mengacu pada evaluasi produktivitas masing-masing divisi atau unit kerja. 2. Keputusan budget MPP yang telah disetujui oleh Manajemen. Selama ini sampai dengan bulan Juni 2015, kegiatan perekrutan yang dilakukan Perseroan kurang lebih sebanyak 15 kegiatan, di antaranya walk in interview, job fair dan campus hiring. Pelatihan dan Potensi Perseroan selalu berusaha untuk menjaga dan meningkatkan mutu sumber daya manusianya. Sistem pelatihan ditujukan sebagai media pengembangan kualitas sumber daya manusia yang ditata secara sistematis berdasar kebutuhan. Pelatihan dilakukan secara rutin dan terstruktur untuk memastikan terpenuhinya kompetensi yang dibutuhkan, sekaligus untuk mempersiapkan karyawan-karyawan handal yang direncanakan menduduki posisi strategis di masa yang akan datang. Dalam sistem pelatihan, Perseroan memilki model standar kompetensi yang menjadi dasar dan arah pengembangan karyawan dan dalam pelaksanannya selalu dilakukan secara terjadwal berdasarkan matriks pelatihan yang telah ditetapkan dan dikaji ulang setiap tahunnya. Bentuk pelatihan dan pendidikan yang diberikan pada dasarnya terdiri dari 2 fokus, yaitu hard skill dan soft skill. Untuk pendidikan dan pelatihan yang sifatnya soft skill, Perseroan menjalankannya berdasarkan matriks pelatihan yang sudah disiapkan untuk tiap posisi, baik itu untuk level staf, supervisor dan manajer. Matriks pelatihan untuk staf antara lain Time Management. Untuk level supervisor antara lain Effective Supervisory, Presentation Skills,dan effective communication. Sedangkan untuk level manajer antara lain Leadership, Problem Solving Decision Making, dan Coaching & Counseling. Untuk pelatihan yang sifatnya hard skill, secara reguler masing-masing organisasi fungsional Perseroan juga mengadakan pelatihan dan pendidikan sesuai dengan fungsinya masing-masing, contohnya : Basic SO Training, Metode Survei, Credit Analysis for SO, dan lain-lain. Selain itu juga, untuk memastikan proses kaderisasi di Perseroan, mulai tahun 2007 sudah dijalankan program Succession Plan untuk level manajer, sehingga ada kelas-kelas khusus yang diharapkan dapat mengisi kompetensi supervisor-supervisor terbaik untuk dijadikan manajer diantaranya program Manager Development Program (MDP) & Area Manager Development Program (AMDP). Serikat Pekerja Perseroan tidak memiliki serikat pekerja. Komposisi Jumlah Karyawan Pada tanggal 30 Juni 2015 memiliki sumber daya manusia sejumlah karyawan yang terdiri dari berbagai tingkat pendidikan dan keahlian. Menurut Jabatan Jabatan 30 Juni 31 Desember Staff Supervisor Manager Direksi/ Dewan Komisaris Jumlah

84 Pendidikan Menurut Pendidikan 30 Juni 31 Desember Sekolah Dasar SLTP dan sederajat SLTA dan sederajat Akademi Sarjana Jumlah Usia Menurut Jenjang Usia 30 Juni 31 Desember < 20 Tahun Tahun Tahun Tahun > 50 Tahun Total Dari jumlah karyawan orang tersebut, sebanyak orang merupakan karyawan kontrak. Sampai saat ini Perseroan tidak mempekerjakan Tenaga Kerja Asing. Dalam hal pemberhentian karyawan, Perseroan selalu mengikuti dan mematuhi peraturan Departemen Tenaga Kerja. Kesejahteraan Karyawan Sistem pembayaran gaji/upah bagi karyawan Perseroan telah memenuhi ketentuan Upah Minimum Provinsi (UMP) sesuai dengan ketentuan pembayaran upah minimum yang berlaku di lokasi-lokasi kegiatan usaha Perseroan. Perseroan memberikan perhatian yang besar terhadap kesejahteraan karyawan melalui penyediaan berbagai fasilitas seperti: a. BPJS Ketenagakerjaan yang mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian serta Jaminan Hari Tua. b. BPJS Kesehatan sesuai ketentuan Pemerintah terhitung 1 Januari 2015 c. Tunjangan makan, transportasi, kinerja dan untuk jenjang tertentu berupa program kepemilikan kendaraan dan asuransi kesehatan d. Tunjangan pengobatan e. Tunjangan Hari Raya dan Bonus f. Penilaian Prestasi Kerja Tahunan yang dilakukan setiap tahun untuk mendapatkan masukan tentang kebutuhan pelatihan, pengembangan karir serta peninjauan gaji, dimana Perseroan telah memenuhi ketentuan mengenai Upah Minimal Provinsi ( UMP ) sebagaimana ditentukan oleh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia. 62

85 E. STRUKTUR ORGANISASI PERSEROAN Sumber: Perseroan 63

86 F. STRUKTUR HUBUNGAN KEPEMILIKAN, PENGAWASAN DAN PENGURUSAN Berikut ini adalah struktur hubungan kepemilikan, pengawasan dan pengurusan Perseroan : Sumber: Perseroan Berikut ini merupakan tabel hubungan kepemilikan, pengawasan dan pengurusan Perseroan: Nama Jabatan pada Perseroan Jabatan pada TURI Jabatan pada BM Anton Setiawan Komisaris Utama Komisaris Utama - Sarastri Baskoro Komisaris - SEVP Consumer Loan Group Hanifah Purnama Komisaris (independen) - - Ignatius Susatyo Wijoyo Direktur Utama - - Ade Cahyo Nugroho Direktur - - Harjanto Tjitohardjojo Direktur - - Catatan : TURI : PT Tunas Ridean Tbk BM : PT Bank Mandiri (Persero) Tbk G. KETERANGAN SINGKAT MENGENAI PEMEGANG SAHAM UTAMA Pada saat Prospektus ini diterbitkan, Perseroan mempunyai 2 (dua) pemegang saham utama yang berbentuk badan hukum yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Tunas Ridean Tbk. 1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ( Bank Mandiri ) a. Riwayat Singkat PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. didirikan berdasarkan Akta Pendirian No.10 tanggal 2 Oktober 1998 yang dibuat dihadapan Sutjipto, S.H., Notaris di Jakarta, dengan nama Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bank Mandiri atau disingkat PT Bank Mandiri (Persero). Akta tersebut disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Keputusan No.C HT Th.98 tertanggal 2 Oktober 1998, didaftarkan dalam Daftar Perusahaan dengan TDP No di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kotamadya Jakarta Selatan No.3264/BH.09.03/X/98 tanggal 9 Oktober 1998 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.97 tanggal 4 Desember 1998, Tambahan No.6859 Tahun

87 Dalam rangka memenuhi ketentuan dalam Undang-undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Bank Mandiri Tbk telah menyesuaikan Anggaran Dasarnya sebagaimana dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bank Mandiri Tbk atau disingkat PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. No.48 tanggal 25 Juni 2008, dibuat dihadapan Doktor Amrul Partomuan Pohan, S.H., LL.M., Notaris di Jakarta, akta mana telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI sesuai dengan Surat Keputusannya No.AHU AH Tahun 2008 tentang Persetujuan Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan tanggal 8 Juli 2008 dan telah didaftarkan pada Daftar Perusahaan No.AHU AH Tahun 2008 tanggal 8 Juli Anggaran Dasar Bank Mandiri telah beberapa kali mengalami perubahan yang terakhir berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk No.14 tanggal 14 April 2015 yang dibuat dihadapan Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta yang menyetujui untuk mengubah Pasal 4 ayat 4, Pasal 4 ayat 5, Pasal 9, Pasal 10, Pasal 11, Pasal 12, Pasal 13, Pasal 14, Pasal 15, Pasal 16, Pasal 17, Pasal 18, Pasal 19, Pasal 20, Pasal 21, Pasal 22, Pasal 24, Pasal 25, Pasal 26. Akta tersebut telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republi Indonesia sesuai Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar Nomor AHU-AH tanggal 16 April 2015 dan telah didaftarkan pada Daftar Perseroan Nomor AHU AH TAHUN2015 tanggal 16 April b. Maksud dan Tujuan Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Bank Mandiri berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk No.14 tanggal 14 April 2015 yang dibuat dihadapan Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, akta mana telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar Nomor AHU-AH tanggal 16 April 2015 dan telah didaftarkan pada Daftar Perseroan Nomor AHU AH TAHUN 2015 tanggal 16 April 2015, maksud dan tujuan Bank Mandiri adalah melakukan usaha di bidang perbankan sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundangundangan. c. Permodalan Sesuai dengan Pasal 4 Anggaran Dasar Bank Mandiri berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk No.14 tanggal 14 April 2015 yang dibuat dihadapan Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan, akta mana telah diberitahukan ke Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai surat penerimaan pemberitahuan atas perubahan anggaran dasar Nomor AHU-AH tanggal 16 April 2015 dan telah didaftarkan di Daftar Perseroan Nomor AHU AH TAHUN 2015 tanggal 16 April 2015, para pemegang saham telah menyetujui peningkatan modal disetor dan ditempatkan Perseroan sebagai berikut : Keterangan Jumlah Saham Nilai Nominal Rp500,00 per saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) Modal Dasar Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Negara Republik Indonesia - Saham Seri A Dwiwarna ,0 - Saham Biasa Seri B ,0 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh : Negara Republik Indonesia - Saham Seri A Dwiwarna ,0 - Saham BiasaSeri B ,00 Masyarakat (masing-masing dibawah 5%) - Saham BiasaSeri B ,00 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh ,0 Jumlah Saham dalam Portepel ,0 d. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Bank Mandiri berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk No.26 tanggal 26 Agustus 2015 yang dibuat di hadapan Himawan Sutanto,S.H., berdasarkan Surat Keputusan Majelis Pengawas Daerah Notaris Jakarta Selatan tertanggal 4 Agustus 2015 Nomor 18/MPDN.JKT.SELATAN/CT/VII/2015 selaku pengganti Ashoya Ratam,S.H.,M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan, akta mana telah diberitahukan ke Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan Nomor AHU-AH tanggal 31 Agustus 2015 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan Nomor AHU AH TAHUN 2015 tanggal 31 Agustus 2015, adalah sebagai berikut: 65

88 Dewan Komisaris Komisaris Utama : Darmin Nasution Wakil Komisaris Utama : Imam Apriyanto Putro Komisaris Independen : Dra.Aviliani Komisaris Independen : Abdul Aziz Komisaris Independen : Goei Siauw Hong Komisaris Independen : Ir Bangun Sarwito Kusmulyono Komisaris : Suwhono Komisaris : Askolani Direksi Direktur Utama : Budi Gunadi Sadikin Wakil Direktur Utama : Sulaiman Arif Arianto Direktur : Sentot A. Sentausa Direktur : Ogi Prastomiyono Direktur : Pahala Nugraha Mansury Direktur : Royke Tumilaar Direktur : Drs.Hery Gunardi Direktur : Kartini Sally Direktur : Ahmad Siddik Badruddin Direktur : Kartika Wirjoatmodjo Direktur : Tardi*) Keterangan: *): Efektif menunggu persetujuan fit & proper test dari OJK e. Kegiatan Usaha Bank Mandiri adalah salah satu bank terkemuka di Indonesia yang memberikan pelayanan kepada konsumen yang meliputi segmen usaha Corporate, Commercial, Micro & Retail, Consumer Finance dan Treasury & International Banking. Bank Mandiri pada saat ini memiliki anak-anak perusahaan untuk mendukung bisnis utamanya yaitu Mandiri Sekuritas (Terafiliasi) (jasa dan layanan pasar modal), Bank Syariah Mandiri (perbankan syariah), AXA-Mandiri Financial Services (asuransi jiwa), Bank Sinar Harapan Bali (UMKM) dan Mandiri Tunas Finance (perusahaan multifinance). f. Ikhtisar Keuangan Pokok Di bawah ini disajikan data keuangan penting Bank Mandiri untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2015 dan 2014 (tidak diaudit) serta 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana & Rekan (firma anggota jaringan global PwC) akuntan publik independen, berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian. (dalam jutaan rupiah) Uraian 30 Juni 31 Desember Jumlah Aset Jumlah Liabilitas Jumlah Ekuitas Jumlah Pendapatan Bunga, Syariah dan Premi bersih Jumlah Pendapatan Opersional Lainnya Jumlah Beban Operasional Lainnya ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Laba Operasional Laba Bersih PT Tunas Ridean Tbk ( TURI ) a. Riwayat Singkat PT Tunas Ridean Tbk, ( TURI ) berkedudukan di Jakarta, didirikan berdasarkan Akta Pendirian No.102 tanggal 24 Juli 1980, sebagaimana diubah dengan Akta Perubahan No. 141 tanggal 24 Oktober 1980, keduanya dibuat dihadapan Winanto Wiryomartani, S.H, Notaris di Jakarta yang telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.Y.A.5/140/1, tanggal 7 April 1981, didaftarkan dalam buku Register Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat di bawah No. 1431/1983 tanggal 17 Maret 1983 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.84 tanggal 21 Oktober 1983 Tambahan No.935. Anggaran Dasar TURI telah beberapa kali diubah, diantaranya dalam rangka TURI melaksanakan Penawaran Umum saham kepada masyarakat berdasarkan Akta No.224 tanggal 26 November 1994 yang dibuat dihadapan Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta dan telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman 66

89 Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.C HT TH.95 tanggal 30 Maret 1995, didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat di bawah No.1084/1995 tanggal 5 Oktober 1995 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.92 tanggal 17 November 1995, Tambahan No Selanjutnya, untuk memenuhi ketentuan dalam Undang-undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, TURI telah menyesuaikan Anggaran Dasarnya sebagaimana dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No.43 tanggal 8 Agustus 2008 yang dibuat dihadapan Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta dan telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai Surat Keputusannya No.AHU AH Tahun 2008 tanggal 13 Oktober 2008, anggaran dasar tersebut telah diubah dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 09 tanggal 6 Mei 2010 yang dibuat dihadapan nyonya Poerbaningsih Adiwarsito, S.H., Notaris di Jakarta, Akta mana telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-AH tanggal 14 Mei Anggaran dasar TURI terakhir telah diubah berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Nomor 48 tanggal 31 Juli 2015 yang dibuat dihadapan Ir.Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito,S.H., Notaris di Jakarta, akta mana telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar Nomor: AHU-AH tanggal 6 Agustus 2015 dan telah didaftarkan pada Daftar Perseroan Nomor AHU AH TAHUN 2015 tanggal 6 Agustus Akta tersebut menyetujui perubahan pada Pasal 10 Pasal 24 dan Pasal Anggaran Dasar TURI. b. Maksud dan Tujuan Sesuai dengan ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar TURI sebagaimana tersebut dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Nomor 48 tanggal 31 Juli 2015 yang dibuat dihadapan Ir.Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito,S.H., Notaris di Jakarta, akta mana telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar Nomor: AHU- AH tanggal 6 Agustus 2015 dan telah didaftarkan pada Daftar Perseroan Nomor AHU AH TAHUN 2015 tanggal 6 Agustus 2015, maksud dan tujuan TURI adalah sebagai berikut: 1. Maksud dan tujuan TURI ialah: Berusaha dalam bidang keagenan, distributor, industri, perdagangan, pengangkutan yang berhubungan dengan kendaraan bermotor dan kontraktor. 2. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas TURI dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut: 1. Menjalankan usaha dalam bidang keagenan penjualan kendaraan bermotor baik dari dalam maupun luar negeri termasuk pemeliharaan dan perbaikan kendaraan bermotor; 2. Menjalankan usaha dalam grosir, leveransir dan distributor barang-barang dagangan yang berhubungan dengan kendaraan bermotor; 3. Menjalankan usaha dalam bidang industri yang berhubungan dengan kendaraan bermotor; 4. Menjalankan usaha dalam bidang perdagangan umum, baik atas tanggungan sendiri maupun atas tanggungan pihak lain secara komisi termasuk didalamnya perdagangan impor, ekspor, lokal dan antar pulau; 5. Menjalankan usaha dalam bidang angkutan darat; 6. Menjalankan usaha dalam bidang perencana, pelaksana dan pemborong dari bangunan, jalan dan jembatan serta pekerjaan sipil lainnya. c. Permodalan Berdasarkan Daftar Pemegang Saham TURI yang dikeluarkan oleh PT Datindo Entrycom per tanggal 31 Agustus 2015 struktur permodalan TURI adalah sebagai berikut: Keterangan Nilai Nominal Rp25 per saham Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) Persentase (%) Modal Dasar ,000 Pemegang Saham: 1. PT Tunas Andalan Pratama , Jardine Cycle & Carriage Ltd , Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) ,329 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh ,000 Jumlah Saham dalam Portepel

90 d. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat TURI No.07 tanggal 3 Juli 2015 yang dibuat dihadapan Ir.Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito,S.H., Notaris di Jakarta, akta mana telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan telah diterima sesuai dengan suratnya perihal Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data PT Tunas Ridean Tbk. No.AHU-AH tanggal 6 Juli 2015 jo. Akta Pernyataan Keputusan Rapat Nomor 39 tanggal 19 Mei 2015 yang dibuat dihadapan Ir.Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta, akta mana telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan telah diterima sesuai dengan suratnya perihal Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data PT Tunas Ridean Tbk No.AHU-AH tanggal 21 Mei 2015, susunan Dewan Komisaris dan Direksi TURI adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris Komisaris Utama : Anton Setiawan Wakil Komisaris Utama (Independen) : Dr. Cosmas Batubara Komisaris : Debby Katarina Setiawan Komisaris : Haslam Preeston Komisaris (Independen) : Heng Carla Hendriek Direksi Direktur Utama : Rico Adisurja Setiawan Direktur : Hong Anton Leoman Direktur : Kent Theo Direktur : Tenny Febyana Halim Direktur tidak terafiliasi : Nugraha Indra Permadi e. Kegiatan Usaha TURI pada awalnya adalah importir dan penjual mobil baru dan bekas merek Fiat, Holden, dan Mercedes-Benz yang mengawali usahanya dengan nama Tunas Motor pada tahun Sejak tahun 1974, Tunas Ridean mendapat kepercayaan dari PT Astra International Inc (ATPM Toyota dan Daihatsu) untuk menyalurkan kendaraan bermotor tersebut di daerah Jakarta. Sejalan dengan perkembangan kegiatan usahanya, TURI kemudian juga ditunjuk menjadi Dealer resmi mobil BMW untuk wilayah DKI Jakarta dan Bandung, Peugeot dan mobil Daihatsu untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Bengkulu dan Lampung Selatan. Untuk sepeda motor Honda, TURI menjadi main Dealer untuk wilayah Lampung dan Dealer untuk wilayah Riau, Bengkulu, Bangka, Belitung, Sumatera Selatan, Jambi, Jakarta dan sekitarnya, Bandung, Yogyakarta, Kalimantan bagian Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Bali. TURI adalah grup otomotif independen terbesar di Indonesia yang mempunyai jaringan pemasaran mencakup kota-kota besar di Indonesia yaitu 138 outlet di seluruh Indonesia. Melalui anak perusahaannya, TURI memiliki cabang Toyota sebanyak 20 cabang, BMW sebanyak 7 cabang, Daihatsu sebanyak 17 cabang, Peugeot sebanyak 1 cabang, Honda sebanyak 74 cabang, rental sebanyak 17 dan Isuzu sebanyak 2 cabang. f. Ikhtisar Keuangan Pokok Di bawah ini disajikan data keuangan penting TURI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2015 dan 2014 serta 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana & Rekan (firma anggota jaringan global PwC) akuntan publik independen, yang berisi pendapat Wajar Tanpa Pengecualian. Uraian (dalam jutaan rupiah) 30 Juni 31 Desember Jumlah Aset ,465, JUmlah Liabilitas ,478, Jumlah Ekuitas ,987, Jumlah Pendapatan bersih ,013, Jumlah Beban pokok pendapatan ( ) ( ) ( ) (10,304,336) ( ) Laba Kotor , Laba Tahun Berjalan ,

91 H. TRANSAKSI DENGAN PIHAK AFILIASI Pihak berelasi adalah perusahaan yang mempunyai keterkaitan kepemilikan atau kepengurusan secara langsung maupun tidak langsung dengan Perusahaan. Perusahaan-perusahaan afiliasi adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dan PT Tunas RideanTbk. Dalam kegiatan usahanya, Perseroan melakukan transaksi tertentu dengan pihak afiliasi. Transaksi-transaksi tersebut meliputi antara lain: a. Aset (dalam jutaan Rupiah) 30 Juni 2015 Kas pada bank PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. 313 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 454 PT Bank DKI 25 PT Bank Mandiri Taspen Pos 24 PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. 23 Jumlah Kas pada bank Deposito berjangka PT Bank Mandiri Taspen Pos PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 3 Jumlah Deposito berjangka Piutang pembiayaan konsumen Personel manajemen kunci Grup PT Adhi Karya (Persero) Tbk 45 PT Berdikari (Persero) 11 PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) 4 PT Barata Indonesia (Persero) 2 PT Perikanan Nusantara 19 Jumlah Piutang pembiayaan konsumen Piutang lain-lain PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) PT Tunas Ridean Tbk. 620 Jumlah piutang lain-lain Sewa dibayar di muka PT Bumi Daya Plaza 839 PT Wahana Optima Permai 5 Jumlah sewa dibayar di muka 844 Jumlah aset kepada pihak berelasi Persentase terhadap total aset 7,11% b. Liabilitas (dalam jutaan Rupiah) 30 Juni 2015 Utang lain-lain PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Tunas Ridean Tbk. 240 Jumlah utang lain-lain Beban masih harus dibayar PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. 940 PT Bank DKI 795 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. 71 Jumlah beban masih harus dibayar Pinjaman bank PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk PT Bank DKI PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Jumlah pinjaman bank Surat berharga yang diterbitkan PT Taspen (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Dana Pensiun Bank Mandiri BPJS Kesehatan & Ketenagakerjaan PT Bank Jatim PT AXA Mandiri PT Asuransi Jasa Raharja Putra PT Bumi Daya Plaza PT Mandiri AXA General Insurance

92 30 Juni 2015 PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) DPLK Bank Mandiri Jumlah surat berharga yang diterbitkan Jumlah liabilitas kepada pihak berelasi Persentase terhadap total liabilitas 36,06% c. Pendapatan (dalam jutaan Rupiah) 30 Juni 2015 Pembiayaan konsumen Personil manajemen kunci Grup 945 PT Adhi Karya (Persero) Tbk 12 PT Perikanan Nusantara. 6 PT PINDAD (Persero) 4 PT Berdikari (Persero) 3 PT Barata Indonesia (Persero) 1 Jumlah Pembiayaan konsumen 971 Bunga PT Bank Mandiri Taspen Pos PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 825 PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk 7 PT Bank DKI 12 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 5 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. 1 Jumlah Pendapatan Bunga Lain-lain PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) Jumlah Pendapatan Lain-lain Jumlah pendapatan dari pihak berelasi Persentase terhadap total pendapatan 4,13% d. Beban (dalam jutaan Rupiah) 30 Juni 2015 Beban umum dan administrasi Beban sewa gedung PT Bumi Daya Plaza PT Wahana Optima Permai 156 Jumlah beban umum dan administrasi Beban gaji dan tunjangan Kompensasi Dewan Komisaris Dan Direksi Dewan Komisaris Imbalan kerja jangka pendek: Gaji dan tunjangan Tantiem Dewan Direksi Imbalan kerja jangka pendek: Gaji dan tunjangan Tantiem Jumlah beban gaji dan tunjangan Beban Keuangan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank DKI PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Jumlah Beban Keuangan Jumlah beban kepada pihak berelasi Persentase terhadap total beban 17,85% e. Sifat hubungan dengan pihak afiliasi Pihak berelasi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Tunas Ridean Tbk PT Bumi Daya Plaza PT Bank Mandiri Taspen Pos (dahulu PT Bank Sinar Harapan Bali) PT AXA Mandiri PT Mandiri AXA General Insurance Dana Pensiun Bank Mandiri DPLK Bank Mandiri PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. PT BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan PT Adhi Karya Sifat hubungan dengan pihak berelasi Pemegang saham mayoritas Pemegang saham minoritas Dimiliki sebagian besar oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Dimiliki sebagian besar oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Dimiliki sebagian besar oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Dimiliki sebagian besar oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Bank Mandiri sebagai pendiri Bank Mandiri sebagai pendiri Badan usaha milik negara Badan usaha milik negara Badan usaha milik negara Badan usaha milik negara Badan usaha milik negara 70

93 Pihak berelasi PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) PT Barata Indonesia (Persero) PT Taspen (Persero) PT Asuransi Jasa Raharja Putra PT Reasuransi Internasional Indonesia PT Perikanan Nusantara PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) PT Pindad (Persero) PT Berdikari (Persero) PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. PT Bank DKI PT Bank Jatim PT Wahana Optima Permai Personil manajemen kunci Grup/Group s Key management personnel Sifat hubungan dengan pihak berelasi Badan usaha milik negara Badan usaha milik negara Badan usaha milik negara Badan usaha milik negara Badan usaha milik negara Badan usaha milik negara Badan usaha milik negara Badan usaha milik negara Badan usaha milik negara Badan usaha milik daerah Badan usaha milik daerah Badan usaha milik daerah Dikendalikan oleh Dana Pensiun Bank Mandiri Personil manajemen kunci Group Bank Mandiri Dalam transaksi dengan pihak afiliasi, Perseroan menerapkan kebijakan harga dan syarat yang sama dengan transaksi dengan pihak ketiga. Manajemen berpendapat, transaksi-transaksi afiliasi dilakukan dengan syarat-syarat normal sebagaimana halnya dilakukan dengan pihak ketiga. I. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING DENGAN PIHAK KETIGA PERJANJIAN KERJASAMA No. Keterangan Nomor dan Tanggal Perjanjian Pihak Ketiga Jangka Waktu Kerjasama Fasilitas Pembiayaan No. MTF: 136/PKS-LGL/MTF/XII/2012 PT AXA Financial 1 Konsumen Kendaraan Bermotor 4 Desember 2017 tanggal 5 Desember 2012 Indonesia Roda Empat No.[005/BTEL-PKS/MANDIRI TUNAS Kerjasama Fasilitas Pembiayaan Konsumen Kendaraan Bermotor Roda Empat Kerjasama Fasilitas Pembiayaan Konsumen Kendaraan Bermotor Roda Empat Kerjasama Fasilitas Pembiayaan Konsumen Kendaraan Bermotor Roda Empat FINANCE/I/2013] No.MTF:001/PKS- LGL/MTF/I/2013 tanggal 2 Januari 2013 yang diubah dengan Addendum Pertama Perjanjian Kerjasama Tentang Pemberian Fasilitas Car Ownership Program antara Perseroan dan BTEL tanggal 2 Januari 2014 No. MTF: 010/PKS-LGL/MTF/I/2013 tanggal 23 Januari 2013 No. MTF: 057/PKS-LGL/MTF/VII/2012 tanggal 16 Juli 2012 PT Bakrie Telecom Tbk 1 Januari 2019 PT JCO Donut & Coffee 22 Januari 2018 PT Mandiri AXA General Insurance 8 Februari Kerjasama Fasilitas Pembiayaan Konsumen Kendaraan Bermotor Roda Empat Kerjasama Fasilitas Pembiayaan Konsumen Kendaraan Bermotor Roda Empat Kerjasama Fasilitas Pembiayaan Konsumen Kendaraan Bermotor Roda Empat Kerjasama Fasilitas Pembiayaan Konsumen Kendaraan Bermotor Roda Empat Kerjasama Fasilitas Pembiayaan Konsumen Kendaraan Bermotor Roda Empat Kerjasama Induk Penyediaan Jasa Kerjasama Fasilitas Pembiayaan Konsumen Kendaraan Bermotor Roda Empat Kerjasama Fasilitas Pembiayaan Konsumen Kendaraan Bermotor Roda Empat Kerjasama Pemberian Perlindungan Asuransi Jiwa Kepada Nasabah Perseroan Kerjasama Pemberian Perlindungan Asuransi Jiwa Kepada Nasabah Perseroan Kerjasama Penawaran Produk Asuransi Kesehatan 16 Kerjasama Asuransi Jiwa Debitur Nomor: 055A/PKS-LGL/MTF/VI/2013 tanggal 13 Juni 2013 Nomor: 035/PKS-LGL/MTF/V/2013 tanggal 15 Mei 2013 No.MTF: 082A/PKS-LGL/MTF/VII/2014 Tanggal 16 Juli 2014 No.MTF: 096/PKS-LGL/MTF/VIII/2014 Tanggal 8 Agustus 2014 No.MTF: 1088/PKS-LGL/MTF/X/2014 Tanggal 23 Oktober 2014 No.MTF: 005B/PKS-LGL/MTF/II/2015 Tanggal 2 Februari 2015 No.MTF: 014/PKS-LGL/MTF/III/2015 Tanggal 5 Maret 2015 No.MTF: 010/PKS-LGL/MTF/III/2014 Tanggal 3 Maret 2014 No.MTF: 095E/PKS-LGL/MTF/VIII/2014 dan No.AMFS: 051A/ AGR-Lgl/AMFS/VIII/2014 tanggal 1 Agustus 2014 No.MTF: 036/PKS-LGL/MTF/V/2013 dan No.AMFS: 002/AGR-Leg/AMFS/4/2013 tanggal 20 Mei 2013 No.MTF: 114/PKS-LGL/MTF/XII/2014 No.AMFS: 065/AGR-Lgl/AMFS/XI/2014 Tanggal 1 Desember 2014 No. 013/PKS-LGL/MTF/II/2012-No. 408A/CIGNA-MTF/II/12 tanggal 1 Februari PT Asuransi Agrapana Aksata 13 Juni 2018 PT Relife Realty Indonesia 15 Mei 2018 PT Arthaasia Finance PT Panasonic Gobel Eco Solutions Sales Indonesia 15 Juli Agustus 2019 PT Bekaert Southern Wire 21 Oktober 2019 PT Arnott s Indonesia 2 Februari 2016 PT Trouw Nutrition Indonesia PT Modern International Tbk PT AXA Mandiri Financial Services PT AXA Mandiri Financial Services PT AXA Mandiri Financial Services PT Asuransi CIGNA 5 Maret Maret Juli 2017 dan dapat diperpanjang oleh para pihak 20 Mei 2016 dan dapat diperpanjang oleh para pihak 30 November 2016 dan dapat diperpanjang oleh para pihak 29 Oktober 2013 dan diperpanjang otomatis satu kali

94 No. Keterangan Nomor dan Tanggal Perjanjian Pihak Ketiga Jangka Waktu selama 3 (tahun) 17 Kerjasama Penutupan Asuransi No.MTF: 051/PKS-LGL/MTF/VII/2014 Jiwa tanggal 7 Juli 2014 PT ACE LIFE Assurance 6 Juli (tiga puluh enam) 18 Kerjasama Sewa PC dan No.003/PKS-LGL/MTF/I/2013 tanggal 2 bulan terhitung pada PT Intikom Berlian Mustika Notebook Januari 2013 tanggal diterimanya mesin 16 April 2013 serta diperpanjang secara No.069/JM-FSI/SMS Broadcast-PT Mandiri otomatis untuk 19 Kerjasama Layanan Mobile Tunas Finance/III/2012 No.:040B/PKS- PT Informasi Teknologi tahun-tahun LGL/MTF/V/2012 tanggal 1 Mei 2012 Indonesia berikutnya, kecuali diakhiri atas persetujuan para pihak Bank Mandiri dan PT 20 Kerjasama Pembiayaan 28 Oktober 2013 Mandiri AXA General 4 November 2016 Insurance 3 (tiga) tahun sejak tanggal mulai 21 layanan Pembayaran Kerjasama Layanan Pemrosesan No.MTF:[148.1A/PKS-LGL/MTF/XII/2013] PT Sarana Pactindo Online Yang Tagihan Biller No.PAC: [0016/PAC/I/2014] dinyatakan dalam Berita Acara Mulai operasional 1 (satu) tahun sejak tanggal Perjanjian No.MTF: 098/PKS-LGL/MTF/IX/2013 Penerimaan Pembayaran Secara dan akan 22 Bank Mandiri Host To Host 23 Pengelolaan Post Dated Cheque Warehouse 24 Sewa Kendaraan Kerjasama Paket Kendaraan Mitsubishi Kerjasama Pembayaran Pembiayaan Penerimaan Angsuran Kerjasama Penutupan Asuransi Kendaraan Bermotor Kerjasama Penutupan Asuransi Kendaraan Bermotor Kerjasama Penutupan Asuransi Kendaraan Bermotor Kerjasama Penutupan Asuransi Kendaraan Bermotor Kerjasama Penutupan Asuransi Kendaraan Bermotor Kerjasama Penutupan Asuransi Kendaraan Bermotor Kerjasama Penutupan Asuransi Kendaraan Bermotor Kerjasama Penutupan Asuransi Jiwa Kredit 35 Perjanjian Kerjasama Kerjasama Program Pemberian Kerjasama Kartu Keanggotaan MTF & Penyedia Merchant CO Branding Kerjasama Pembiayaan Kendaraan Merek Maxus Dengan No.Bank Mandiri: CBB.WTB/ICS.042/2013 tanggal 17 September 2013 No.MTF: 002a/PKS-LGL/MTF/I/2014 No.BM: TBG.PRD/CMD/PKS/006/2014 Tanggal 27 Februari 2014 No.ASSA:LT /LEG/IX/2013 No.MTF:098AA/PKS-LGL/MTF/IX/2013 tanggal 17 September 2013 No.MTF: 001.1B/PKS-LGL/MTF/I/2015 No.KTB: 178/KTB-Agr/I/2015 Tanggal 23 Januari 2015 No.POS: PKS.210/DIRUT/1214 No.MTF: 117/PKS-LGL/MTF/XII/2014 Tanggal 12 Desember 2014 No.MTF: 009F7/PKS-LGL/MTF/II/2014 No.ACA: 002A/DIR/EA/II/2014 tanggal 28 Februari 2014 No.MTF: 001B/PKS-LGL/MTF/I/2015 No.AJP: PKS.003.DIR tanggal 5 Januari 2015 No.MTF: 009F5/PKS-LGL/MTF/II/2014 No.ASM: 498/PKS-LS/MTF-ASM/XII/2014 tanggal 28 Februari 2014 No.MTF: 009FF/PKS-LGL/MTF/II/2014 No.AAD: 031/AAD-LEG-AGR/II/2014 tanggal 24 Februari 2014 No.MTF: 009F4/PKS-LGL/MTF/II/2014 No.Jasindo: PKS.11D/AJI/II/2014 tanggal 28 Februari 2014 No.MTF: 151/PKS-LGL/MTF/XII/2013 No.MAGI: 040/MAGI-LC/XI/2011 tanggal 31 Desember 2013 No.MTF: 134/PKS-LGL/MTF/XII/2014 No.ACP: 034/Dir-ACP/XII/2014 tanggal 31 Desember 2014 No.MTF: 022/PKS-LGL/MTF/IV/2015 No.Inhealth : 504/KTR/0415 tanggal 1 April 2015 No. MTF: 024/PKS-LGL/MTF/V/2015 No. PLN: 0318.PJ/DAN.02.07/DIVMUM/2015 Tanggal 4 Mei 2015 No.MTF: No.103A/PKS-LGL/MTF/IX/2014 No.El John: 067/EMW-MTF/IX/2014 tanggal 30 September 2014 Yang di Addendum Kedua berdasarkan No. MTF: 024/PKS-LGL/MTF/IX/2015 No. El John: 077/EMW-MTF/IX/2015 Tanggal 15 September 2015 No.142A/PKS-LGL/MTF/XI/2015 tanggal 19 November diperpanjang secara otomatis untuk setiap 1 (satu) tahun Bank Mandiri 27 Januari 2016 PT Adi Sarana Armada Tbk PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor PT Pos Indonesia (Persero) 16 September 2016 Merujuk pada periode paket pembiayaan untuk masing-masing kendaraan 17 Oktober 2016 PT Asuransi Central Asia 28 Januari 2017 PT Ace Jaya Proteksi 28 Februari 2017 PT Asuransi Sinar Mas 28 Februari 2017 PT Asuransi Adira Dinamika PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) PT Mandiri Axa General Insurance PT Asuransi Cakrawala Proteksi Indonesia PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia PT PLN (Persero) Jakarta Pusat PT El John Metropolitan Wisata PT Weststar Maxus Indonesia 28 Februari Februari Desember Februari Maret Mei Oktober November 2016

95 No. Keterangan Nomor dan Tanggal Perjanjian Pihak Ketiga Jangka Waktu Roda Empat Atau Lebih Nomor SIM: 40/PKS/SIM-MTF/XI/2014 Nomor MTF: 110.1C/PKS-LGL/MTF/XI/2014 tanggal 3 November Kerjasama pengadaan PT Swakarya Insan Yang di Addendum berdasarkan buruh/tenaga kerja alih daya Mandiri 30 Oktober 2016 No.SIM: 14/ADD/SIM-MTF/X/2015 No. MTF: 137A/PKS-LGL/MTF/X/2015 Tanggal 30 Oktober 2015 PERJANJIAN FASILITAS PEMBIAYAAN NO KETERANGAN NOMOR PERJANJIAN SUKU BUNGA KREDIT JANGKA WAKTU PENARIKAN PELUNASAN PIHAK KETIGA JUMLAH LIABILITAS TERUTANG PER 31 Oktober 2015 (dalam Rupiah) 1 1. Fasilitas Kredit Lokal senilai Rp55 miliar 2. Fasilitas Installment Loan VI senilai Rp250 miliar (Jangka waktu penarikan telah berakhir) 3. Fasilitas Installment Loan VII senilai Rp300 miliar (Jangka waktu penarikan telah berakhir) 4. Fasilitas PInjaman Berjangka Money Market (PBMM)senilai Rp100 miliar 5. Fasilitas Uncommitted Installment Loan VIII senilai Rp.500 miliar (Jangka waktu penarikan telah berakhir) 6. Fasilitas Installment Loan IX senilai Rp.500 miliar Akta Perubahan Kedua Puluh atas Perjanjian Kredit No.90 tanggal 30 Maret 2015 yang dibuat dihadapan Sri Buena Brahmana, S.H.,M.Kn Notaris di Jakarta 1. 11,75% (sebelas koma tujuh puluh lima persen) per tahun 2. 9,5% (sembilan koma lima persen) per tahun 3. 9% (sembilan persen) per tahun 4. Untuk fasilitas PBMM, sebagaimana tercantum dalam surat konfirmasi dan penarikan, yang terhitung mulai dari tanggal penarikan fasilitas PBMM sampai dengan tanggal jatuh waktu berdasarkan surat sanggup/aksep yang telah ditandatangani oleh Perseroan 5. Khusus untuk Fasilitas Uncommitted Installment Loan VIII: - 11,05% (sebelas koma nol lima persen) per tahun, yang berlaku tetap (fixed) selama jangka waktu 3 (tiga) tahun, untuk fasilitas uncommitted Installment Loan VIII yang telah ditarik Perseroan pada tanggal 10 September ,20% (sebelas koma dua puluh persen) per tahun, yang berlaku tetap (fixed) selama jangka waktu 3 (tiga) tahun, untuk fasilitas uncommitted Installment Loan VIII yang telah ditarik oleh Perseroan pada tanggal 27 September ,50% (sebelas koma lima puluh persen) per tahun, yang berlaku tetap (fixed) selama jangka waktu 3 (tiga) tahun, untuk fasilitas uncommitted Installment Loan VIII yang telah ditarik oleh Perseroan pada tanggal 28 Maret Untuk Fasilitas Installment Loan IX, sebesar suku bunga yang telah ditetapkan pada setiap tanggal penarikan fasilitas Maret Jangka waktu penarikan telah berakhir 3. Jangka waktu penarikan telah berakhir Maret Jangka waktu penarikan telah berakhir Maret Maret telah dilunasi Maret maksimal 3 bulan per penarikan Sept Juni 2017 PT Bank Central Asia Tbk Fasilitas Kredit Modal Kerja senilai Rp300 miliar*) Akta Addendum III (Kedua) Perjanjian Kredit Modal Kerja Nomor: CRO.KP/312/KMK/14 Nomor 39 tanggal 19 Desember 2014 dibuat dihadapan Indrasari Kresnadjaja,S.H.,M.Kn., Notaris di Jakarta 10,75% (sepuluh koma tujuh puluh lima persen) per annum dibayar efektif tanggal 23 (dua puluh tiga) setiap bulannya dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai ketentuan yang berlaku di Bank Mandiri, perubahan tersebut mengikat Perseroan maupun penjamin cukup dengan cara pemberitahuan secara tertulis kepada Perseroan. 23 Desember Desember 2015 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

96 3 Fasilitas Kredit Modal Kerja senilai Rp , 41 Addendum I (kesatu) Perjanjian Kredit Modal Kerja Nomor CRO.KP/208/KMK/12 Akta No.38 tanggal 27 September 2012 tanggal 10 April 2013 yang dibuat di bawah tangan Suku Bunga Fixed Rate per penarikan dan dibayarkan setiap bulannya sesuai tanggal penarikan dengan ketentuan sebagai berikut : a. Tenor pinjaman sampai dengan 1 (satu) tahun sebesar 9,50% (sembilan koma lima puluh persen) per tahun. b. Tenor pinjaman lebih dari 1 (satu) tahun sampai dengan 2 (dua) tahun sebesar 9,50% (sembilan koma lima puluh persen) per tahun. c. Tenor pinjaman lebih dari 2 (dua) tahun sampai dengan 3 (tiga) tahun sebesar 9,50% (sembilan koma lima puluh persen) per tahun. jangka waktu penarikan telah berakhir 26 Maret 2017 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Fasilitas Kredit Modal Kerja senilai Rp400 miliar (Jangka waktu penarikan telah berakhir) Akta Perjanjian Kredit Modal Kerja Nomor CRO.KP/082/KMK/13 No.12 tanggal 10 April 2013 dibuat dihadapan Lenny Janis Ishak, S.H., Notaris di Jakarta - Tenor pinjaman sampai dengan 1 (satu) tahun: 8,00% (delapan persen) per annum. - Tenor pinjaman lebih besar 1 (satu) sampai dengan 2 (dua) tahun: 8,25% (delapan koma dua puluh lima persen) per annum. - Tenor pinjaman lebih besar 2 (dua) sampai dengan 3 (tiga) tahun: 9,00% (sembilan persen) per annum. jangka waktu penarikan telah berakhir maksimal 36 (tiga puluh enam) bulan sejak tanggal penarikan fasilitas kredit (30 Agt 2016) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Fasilitas Kredit Modal Kerja senilai Rp500 miliar Akta Perjanjian Kredit Modal Kerja Nomor CRO.KP/366/KMK/13 No.56 tanggal 24 Desember 2013 yang dibuat dihadapan Lenny Janis Ishak, S.H., Notaris di Jakarta Fixed rate per penarikan: a. Tenor pinjaman sampai dengan 1 (satu) tahun: 10,50% (sepuluh koma lima puluh persen) per annum. b. Tenor pinjaman lebih besar 1 (satu) sampai dengan 2 (dua) tahun: 10,50% (sepuluh koma lima puluh persen) per annum. c. Tenor pinjaman lebih besar 2 (dua) sampai dengan 3 (tiga) tahun: 10,50% (sepuluh koma lima puluh persen) per annum. d. Floating Rate: 10,00% (sepuluh persen). jangka waktu penarikan telah berakhir 48 (empat puluh delapan) bulan sejak tanggal penarikan fasilitas kredit yakni 25 Juni 2017) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Fasilitas Kredit Modal Kerja senilai Rp 500 miliar Akta Perjanjian Kredit Modal Kerja Nomor CRO.KP/181/KMK/14 No.54 tanggal 27 Agustus 2014 dibuat dihadapan Lenny Janis Ishak, S.H., Notaris di Jakarta Fixed rate per penarikan sebagai berikut: a. Tenor pinjaman sampai dengan 1 (satu) tahun: 11,50% (sebelas koma lima puluh persen) per annum. b. Tenor pinjaman lebih besar 1 (satu) sampai dengan 2 (dua) tahun: 11,50% (sebelas koma lima puluh persen) per annum. c. Tenor pinjaman lebih besar 2 (dua) sampai dengan 3 (tiga) tahun: 11,50% (sebelas koma lima puluh persen) per annum. jangka waktu penarikan telah berakhir 25 Nov 2017 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Fasilitas Kredit Modal Kerja senilai Rp500M Akta Perjanjian Kredit Modal Kerja Nomor CRO.KP/313/KMK/14 Nomor 40 tanggal 19 Desember 2014 dibuat dihadapan Indrasari Kresnadjaja,S.H.,M.Kn., Notaris di Jakarta Fixed rate per penarikan: a. Tenor pinjaman sampai dengan 1 (satu) tahun: 11,50% (sebelas koma lima puluh persen) per annum. b. Tenor pinjaman lebih dari 1 (satu) sampai dengan 2 (dua) tahun: 11,50% (sebelas koma lima puluh persen) per annum. c. Tenor pinjaman lebih dari 2 (dua) sampai dengan 3 (tiga) tahun: 11,50% (sebelas koma lima puluh persen) per annum. 19 Des (empat puluh delapan) bulan sejak tanggal penarikan fasilitas kredit, sampai dengan tanggal 18 Desember 2019 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

97 7 Fasilitas Kredit Jangka Pendek senilai Rp150 miliar Perubahan Perjanjian Pemberian Fasilitas Korporasi No.JAK/140595/U/ tanggal 3 Juli 2014 Dikenakan bunga harian sebesar Term Lending Rate dari HSBC dan dibayarkan per semester pada tiap akhir tenor pinjaman yang terlama (tetapi akan berfluktuasi sesuai kebijakan HSBC) dan dengan mendebit rekening maupun milik Perseroan yang ada pada HSBC. Maksimum 12 (dua belas) bulan terhitung sejak tanggal pencairan dan setiap tranche harus minimal sebesar Rp akan terus berlaku sampai Bank secara tertulis membatalka n, menghentik an atau membebask an Perseroan dari kewajibanny a The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited nihil 8 9 Fasilitas Kredit Jangka Menengah senilai Rp100 miliar 1.Fasilitas Kredit Modal Kerja senilai Rp100 miliar 2.Fasilitas Kredit Angsuran Berjangka (KAB)senilai Rp200 miliar Akta Perjanjian Fasilitas Kredit No.45 tanggal 18 Desember 2014 dibuat dihadapan Antonius Wahono Prawirodirdjo, S.H., Notaris di Jakarta Perjanjian Perpanjangan terhadap Perjanjian Kredit Nomor 151/PPWK/CBD/VI/201 5 tanggal 22 Juni 2015 Bunga sebesar 11,25% (sebelas koma dua puluh lima persen) tetap per tahun 1. Bunga Fasilitas Kredit Modal Kerja sebesar 9% (sepuluh koma lima persen) pertahun. 2. Bunga Fasilitas KAB sebesar 12,5% (sepuluh koma lima persen) pertahun. jangka waktu penarikan telah berakhir Juni Juni Desember Juni Juni 2016 PT Bank CTBC Indonesia (d/h PT Bank Chinatrust Indonesia) PT Bank Danamon Indonesia Tbk Fasilitas Money Market senilai Rp300 miliar Perubahan Perjanjian Kredit Nomor:001/IBD- MM/LEG/15 tanggal 12 Mei Untuk jangka waktu pinjaman 1 (satu) minggu sampai dengan 2 (minggu) sebesar Tingkat Suku Bunga Acuan ditambah 1,75% (satu koma tujuh puluh lima persen); - Untuk jangka waktu pinjaman 1 (satu) bulan sebesar Tingkat Suku Bunga Acuan ditambah 2,00% (dua persen); - Untuk jangka waktu pinjaman 3 (tiga) bulan sebesar Tingkat Suku Bunga Acuan ditambah 2,25% (dua koma dua puluh lima persen). 12 Mei Mei 2016 PT Bank Pan Indonesia Tbk Fasilitas Pinjaman Tetap VII senilairp300 miliar Akta Perjanjian Kredit No.21 tanggal 12 November 2012 yang dibuat dihadapan Antonius Wahono Prawirodirdjo, S.H., Notaris di Jakarta. a. Jangka waktu pinjaman 36 (tiga puluh enam) bulan, tingkat suku bunga sebesar 9,20% (sembilan koma dua puluh persen) per tahun. b. Jangka waktu pinjaman 48 (empat puluh delapan) bulan, tingkat suku bunga sebesar 9,75% (sembilan koma tujuh puluh lima persen) per tahun. c. Jangka waktu pinjaman 60 (enam puluh) bulan, tingkat suku bunga sebesar 10,00% (sepuluh koma nol nol persen) per tahun. jangka waktu penarikan telah berakhir 28 Desember 2017 PT Bank Pan Indonesia Tbk Fasilitas Pinjaman Tetap VIII senilai Rp300 miliar Akta Perjanjian Kredit No.12 tanggal 5 Maret 2013 dibuat dihadapan Antonius Wahono Prawirodirdjo,S.H., Notaris di Jakarta a. Jangka waktu pinjaman 12 (dua belas) bulan, tingkat suku bunga sebesar 7,80% (tujuh koma delapanpuluh persen) per tahun. b. Jangka waktu pinjaman 36 (tiga puluh enam) bulan, tingkat suku bunga sebesar 8,80% (delapan koma delapan puluh persen) per tahun. c. Jangka waktu pinjaman 48 (empat puluh delapan) bulan, tingkat suku bunga sebesar 9,25% (sembilan koma dua puluh lima persen) per tahun. jangka waktu penarikan telah berakhir 28 Desember 2017 PT Bank Pan Indonesia Tbk Fasilitas Pinjaman Tetap IX senilai Rp300 miliar Akta Perjanjian Kredit No.28 tanggal 20 Mei 2013 yang dibuat dihadapan Antonius Wahono Prawirodirdjo, S.H., Notaris di Jakarta a. Jangka waktu pinjaman 12 (dua belas) bulan, tingkat suku bunga sebesar 7,80% (tujuh koma delapanpuluh persen) per tahun. b. Jangka waktu pinjaman 36 (tiga puluh enam) bulan, tingkat suku bunga sebesar 8,80% (delapan koma delapan puluh persen) per tahun. c. Jangka waktu pinjaman 48 (empat puluh delapan) bulan, tingkat suku bunga sebesar 9,25% (sembilan koma dua puluh lima persen) per tahun. jangka waktu penarikan telah berakhir 20 Agustus 2017 PT Bank Pan Indonesia Tbk

98 14 Fasilitas Pinjaman Tetap X senilai Rp500miliar Akta Perjanjian Kredit No.19 tanggal 20 November 2013 yang dibuat dihadapan Antonius Wahono Prawirodirdjo, S.H., Notaris di Jakarta yang telah diubah dengan Perubahan Perjanjian Kredit Nomor:001/IBD- PT/Leg/13 tanggal 31 Desember 2013 yang dibuat dibawah tangan Tingkat suku bunga tertinggi antara sebesar 11% (sebelas persen) per tahun atau sebesar tingkat suku bunga acuan ditambah 3,75% per tahun. jangka waktu penarikan telah berakhir 31 Maret 2017 PT Bank Pan Indonesia Tbk Fasilitas Pinjaman Tetap XI senilai Rp500miliar Akta Perjanjian Fasilitas Kredit No.39 tanggal 23 Mei 2014 yang dibuat dihadapan Antonius Wahono Prawirodirdjo, S.H., Notaris di Jakarta Tingkat suku bunga ditetapkan oleh Bank Panin pada saat penarikan pinjaman dengan mengacu kepada ketentuan sebagai berikut: a. Jangka waktu pinjaman 12 (dua belas) bulan, berlaku tingkat suku bunga tertinggi antara: - Sebesar 10,75% (sepuluh koma tujuh puluh lima persen) per tahun, atau - Sebesar Tingkat Suku Bunga Acuan ditambah 3,25% (tiga koma dua lima persen) per tahun b. Jangka waktu pinjaman 24 (dua puluh empat) bulan, berlaku tingkat suku bunga tertinggi antara: - Sebesar 11% (sebelas persen) per tahun, atau - Sebesar Tingkat Suku Bunga Acuan ditambah 3,50% (tiga koma lima puluh persen) per tahun c. Jangka waktu pinjaman 36 (tiga puluh enam) bulan, berlaku tingkat suku bunga tertinggi antara: - Sebesar 11,25% (sebelas koma dua puluh lima persen) per tahun, atau - Sebesar Tingkat Suku Bunga Acuan ditambah 3,75% (tiga koma tujuh lima persen) per tahun d. Jangka waktu pinjaman 48 (empat puluh delapan) bulan, berlaku tingkat suku bunga tertinggi antara: - Sebesar 12% (dua belas persen) per tahun, atau - Sebesar Tingkat Suku Bunga Acuan ditambah 4,50% (empat koma lima nol persen) per tahun jangka waktu penarikan telah berakhir 23 Agustus 2018 PT Bank Pan Indonesia Tbk Fasilitas Pinjaman Tetap XII senilai Rp500miliar Akta Perjanjian Fasilitas Kredit No.28 tanggal 22 Oktober 2014 yang dibuat dihadapan Antonius Wahono Prawirodirdjo, S.H., Notaris di Jakarta Tingkat suku bunga ditetapkan oleh Bank Panin pada saat penarikan pinjaman dengan mengacu kepada ketentuan sebagai berikut: a. Jangka waktu pinjaman 36 (tiga puluh enam) bulan, berlaku tingkat suku bunga tertinggi antara: - Sebesar 11,50% (sebelas koma lima puluh persen) per tahun, atau - Sebesar Tingkat Suku Bunga Acuan ditambah 4,00% (empat koma nol nol persen) per tahun b. Jangka waktu pinjaman 48 (empat puluh delapan) bulan, berlaku tingkat suku bunga tertinggi antara: - Sebesar 12,25% (dua belas koma dua puluh lima persen) per tahun, atau - Sebesar Tingkat Suku Bunga Acuan ditambah 4,75% (empat koma tujuh puluh lima persen) per tahun jangka waktu penarikan telah berakhir 22 Januari 2018 PT Bank Pan Indonesia Tbk

99 17 Fasilitas Pinjaman Tetap XIII senilai Rp750 miliar Akta Perjanjian Fasilitas Kredit No.19 tanggal 12 Mei 2015 yang dibuat dihadapan Antonius Wahono Prawirodirdjo, S.H., Notaris di Jakarta Tingkat suku bunga ditetapkan oleh Bank Panin pada saat penarikan pinjaman dengan mengacu kepada ketentuan sebagai berikut: a. Jangka waktu pinjaman 36 (tiga puluh enam) bulan, berlaku tingkat suku bunga tertinggi antara: - Sebesar 11,25% (sebelas koma dua puluh lima persen) per tahun, atau - Sebesar Tingkat Suku Bunga Acuan ditambah 3,75% (tiga koma tujuh puluh lima persen) per tahun b. Jangka waktu pinjaman 48 (empat puluh delapan) bulan, berlaku tingkat suku bunga tertinggi antara: - Sebesar 12,00% (dua belas persen) per tahun, atau - Sebesar Tingkat Suku Bunga Acuan ditambah 4,50% (empat koma lima puluh persen) per tahun jangka waktu penarikan telah berakhir 12 Agustus 2019 PT Bank Pan Indonesia Tbk Fasilitas Pinjaman Tetap XIV senilai Rp1.250 miliar Akta Perjanjian Fasilitas Kredit No.66 tanggal 30 September 2015 yang dibuat dihadapan Antonius Wahono Prawirodirdjo, S.H., Notaris di Jakarta Tingkat suku bunga ditetapkan oleh Bank Panin pada saat penarikan pinjaman dengan mengacu kepada ketentuan sebagai berikut: a. Jangka waktu pinjaman 36 (tiga puluh enam) bulan, berlaku tingkat suku bunga tertinggi antara: - Sebesar 11,25% (sebelas koma dua puluh lima persen) per tahun, atau - Sebesar Tingkat Suku Bunga Acuan ditambah 3,75% (tiga koma tujuh puluh lima persen) per tahun b. Jangka waktu pinjaman 48 (empat puluh delapan) bulan, berlaku tingkat suku bunga tertinggi antara: - Sebesar 12,00% (dua belas persen) per tahun, atau - Sebesar Tingkat Suku Bunga Acuan ditambah 4,50% (empat koma lima puluh persen) per tahun 3 (tiga) bulan sejak tangal 30 September 2015 tanggal 30 Desember 2019 PT Bank Pan Indonesia Tbk Fasilitas Kredit Modal Kerja senilai Rp90 miliar Akta Perjanjian Kredit No.27 tanggal 24 September 2012 yang dibuat dihadapan Emi Susilowati, S.H., Notaris di Jakarta - Sebesar 9,25% (sembilan koma dua puluh lima persen) efektif per tahun untuk penarikan fasilitas yang dilaksanakan selambatlambatnya tanggal 30 September Sebesar 9,50% (sembilan koma lima puluh persen) efektif per tahun untuk penarikan fasilitas yang dilaksanakan setelah tanggal 30 September jangka waktu penarikan telah berakhir 24 Maret 2016 PT DKI Bank Fasilitas Kredit Modal Kerja Executing Loan sebesar Rp.100 miliar Akta Perjanjian Kredit No.38 tanggal 15 April 2013 yang dibuat dihadapan Ir.Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta 9,00% (sembilan persen) efektif per tahun fixed selama jangka waktu kredit. jangka waktu penarikan telah berakhir 42 (empat puluh dua) bulan sejak tanggal penandatan gan perjanjian kredit. PT DKI Bank Fasilitas Kredit senilai Rp.125miliar Akta Perjanjian Kredit No.29 tanggal 17 September 2013 yang dibuat dihadapan Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta Suku bunga kredit yang dibebankan Bank DKI kepada Perseroan adalah sebesar 11,00% (sebelas persen) efektif per tahun. Tarif suku bunga fixed untuk yang sudah dicairkan dan terhadap fasilitas yang belum terpakai (disponible) tarif suku bunga dapat berubah setiap saat sesuai dengan ketentuan Bank DKI. jangka waktu penarikan telah berakhir 42 (empat puluh dua) bulan sejak tanggal penandatan gan perjanjian kredit. PT DKI Bank Fasilitas Kredit senilai Rp.250miliar Akta Perjanjian Kredit No.18 tanggal 10 Oktober 2014 yang dibuat dihadapan Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta Suku bunga kredit yang dibebankan Bank DKI kepada Perseroan adalah sebesar 11,25% (sebelas koma dua puluh lima persen) efektif per tahun. Tarif suku bunga fixed untuk yang sudah dicairkan. jangka waktu penarikan telah berakhir 42 (empat puluh dua) bulan sejak tanggal penandatan gan perjanjian kredit. PT DKI Bank

100 23 24 Fasilitas Kredit senilai Rp.300miliar Fasilitas Kredit Modal Kerja senilai Rp200 Miliar Akta Perjanjian Kredit No.01 tanggal 2 Desember 2015 yang dibuat dihadapan Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta Akta Perjanjian Kredit Nomor 02 tanggal 8 Juni 2015 dibuat dihadapan Hilda Yulistiawati,S.H., Notaris di Jakarta 11% (sebelas persen) efektif per tahun, tarif suku bunga dapat berubah setiap saat sesuai dengan ketentuan Bank DKI. Tarif suku bunga fixed untuk yang sudah dicairkan 11,00% (sebelas koma nol nol) persen per annum efektif floating rate per penarikan dan berlaku fixed selama jangka waktu kredit 6 (enam) bulan sejak tanggal penandatanga nan perjanjian kredit 42 (empat puluh dua) bulan sejak tanggal penandatan gan perjanjian kredit. PT DKI Bank 8 Des Juni 2018 PT Bank Pembangun an Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk Nihil Ket: Fasilitas diperoleh setelah tanggal 31 Oktober Fasilitas Kredit Modal Kerja senilai Rp175 miliar Akta Perjanjian Kredit No.22 tanggal 22 April 2014 yang dibuat dihadapan Masdiana, S.H., Notaris di Kota Depok Bunga sebesar 12,00% (dua belas persen) per annum floating rate per penarikan dan berlaku fixed selama jangka waktu kredit jangka waktu penarikan telah berakhir 22 April 2017 PT Bank Pembangun an Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk Fasilitas Kredit Modal Kerja senilai Rp100 miliar Akta Perjanjian Kredit No.28 tanggal 23 Desember 2014 yang dibuat dihadapan Masdiana, S.H., Notaris di Kota Depok Bunga Fasilitas Kredit Modal Kerja sebesar 11% (sebelas persen) per annum floating rate per penarikan dan berlaku fixed selama jangka waktu kredit jangka waktu penarikan telah berakhir 24 Desember 2017 PT Bank Pembangun an Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk Fasilitas Kredit senilai Rp250 miliar Akta Persetujuan Perubahan Perjanjian Kredit Nomor 03 tanggal 6 Oktober 2015 yang dibuat dihadapan Syafran, S.H., Notaris di Jakarta a. 10,50% (sepuluh koma lima puluh persen) pertahun, berlaku tetap untuk penarikan kredit dengan jangka waktu pembayaran angsuran kredit 1 (satu) tahun; b. 11,25% (sebelas koma dua puluh lima persen) pertahun, berlaku tetap untuk penarikan kredit dengan jangka waktu pembayaran angsuran kredit 2 (dua) tahun; c. 12,00% (duabelas persen) pertahun, berlaku tetap untuk penarikan kredit dengan jangka waktu pembayaran angsuran kredit 3 (tiga) tahun; d. 12,50% (dua belas koma lima puluh persen) pertahun, berlaku tetap untuk penarikan kredit dengan jangka waktu pembayaran angsuran kredit 4 (empat) tahun; 31 Agustus Agustus 2016 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Fasilitas Kredit senilai Rp.130M Fasilitas Kredit senilai Rp100 miliar Akta Perjanjian Kredit No.10 tanggal 5 Maret 2013 yang dibuat dihadapan Antonius Wahono Prawirodirdjo,S.H., Notaris di Jakarta Akta Perjanjian Kredit No.56 tanggal 27 Maret 2014 yang dibuat dihadapan Antonius Wahono Prawirodirdjo, S.H., Notaris di Jakarta 9% (sembilan persen) pertahun Suku bunga yang berlaku pada saat penarikan fasilitas kredit jangka waktu penarikan telah berakhir jangka waktu penarikan telah berakhir 36 (tiga puluh enam) bulan sejak masingmasing tanggal penarikan 36 (tiga puluh enam) bulan sejak masingmasing tanggal penarikan PT Bank Commonwe alth PT Bank Commonwe alth Fasilitas Kredit senilai Rp.150 miliar Fasilitas Kreditsenilai Rp.100miliar Fasilitas Kredit senilai Rp.300 miliar Akta Perjanjian Fasilitas No.21 tanggal 20 November 2013 yang dibuat dihadapan Antonius Wahono Prawirodirdjo, S.H., Notaris di Jakarta dan Perubahan Perjanjian fasilitas kredit Nomor 002/AMD/AGMT/VI/MT F/2014 tanggal 27 Juni 2014 dibuat di bawah tangan Akta Perjanjian Kredit dan Pengakuan Hutang Nomor 30 tanggal 19 Maret 2015 yang dibuat dihadapan Antonius Wahono Prawirodirdjo, S.H., Notaris di Jakarta Akta Perjanjian Kredit dan Pengakuan Hutang Nomor 62 tangal 31 Juli 2015 dibuat dihadapan Antonius Wahono Prawirodirdjo,S.H.,Nota ris di Jakarta Dengan suku bunga JIBOR 1 (satu) tahun ditambah Margin. JIBOR akan ditentukan setiap tahun berlaku fixed (tetap) selama 12 (dua belas) bulan, 2 (dua) hari kerja sebelum hari peringatan dari setiap tanggal penarikan dan diberitahukan kepada Perseroan 1 (satu) hari kerja sebelum hari peringatan. 11,25% (sebelas koma dua puluh lima persen) fixed 3 tahun dihitung dari keadaan debet (debet stand) dari rekening Perseroan pada Bank HANA 11,25% (sebelas koma dua puluh lima persen) fixed 3 tahun dihitung dari keadaan debet (debet stand) dari rekening Perseroan pada Bank HANA jangka waktu penarikan telah berakhir jangka waktu penarikan telah berakhir maksimal sampai dengan 3 (tiga) tahun dari setiap tanggal penarikan. 3 (tiga) tahun sejak tanggal pencairan kredit 31 Okt (tiga) tahun sejak tanggal pencairan kredit Bank Of China Limited PT Bank KEB Hana Indonesia PT Bank KEB Hana Indonesia

101 33 Fasilitas Kredit senilai Rp.200 miliar Akta Perjanjian Pinjaman Nomor 4 tanggal 10 November 2015 yang dibuat dihadapan Dedy Syamri, S.H., Notaris di Jakarta Jangka waktu 1 (satu) minggu sebesar 10% Jangka waktu 2 minggu sebesar 10,65% Jangka waktu 3 minggu sebesar 11,75% 12 (dua belas) bulan sejak tanggal penandatanga nan Perjanjian Pinjaman *) Berdasarkan keterangan Perseroan, fasilitas kredit tersebut akan diperpanjang oleh Perseroan 12 (dua belas) bulan sejak tanggal penandatan ganan Perjanjian Pinjaman PT Bank OCBC NISP Nihil Ket: Fasilitas diperoleh setelah tanggal 31 Oktober 2015 PERJANJIAN KERJASAMA PEMBIAYAAN BERSAMA NO KETERANGAN NOMOR PERJANJIAN PIHAK KETIGA JANGKA WAKTU PENARIKAN JANGKA WAKTU PELUNASAN JUMLAH LIABILITAS HUTANG PER 30 Agustus Fasilitas Kerjasama Pembiayaan Limit Kerjasama senilai Rp.20,5 triliun Akta Addendum VIII (Kedelapan) Perjanjian Kerjasama Pembiayaan Bersama Kendaraan Bermotor No.08 tanggal 4 Desember 2014 yang dibuat dihadapan Lenny Janis Ishak, S.H., Notaris di Jakarta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 28 Feb tahun sejak pencairan kredit

102 PERJANJIAN SEWA MENYEWA Perseroan mengadakan perjanjian-perjanjian sewa menyewa bangunan-bangunan sebagai berikut: No. Lokasi Luas (m2) Jangka Waktu Dikuasai Perseroan Berdasarkan Kantor Pusat: - Imam Bonjol, yang terletak di Gedung Graha Mandiri (d/h. Plaza Bumidaya) Jl. Imam Bonjol No.61 Lantai 3A, Jakarta Pusat (lima) tahun, sejak tanggal 1 September 2014 s/d 31 Agustus 2019 Perjanjian Sewa Menyewa Ruangan Kantor No. 097A1/PKS- LGL/MTF/VIII/2014 tanggal 21 Agustus 2014 yang dibuat di bawah tangan (satu) tahun, terhitung sejak tanggal 15 April 2015 s/d 14 April 2016 Perjanjian Sewa Menyewa Ruangan No.P/3A/09/KU- BDP/ tanggal 14 April 2011 dan Addendum Kesatu Perjanjian Sewa Menyewa Ruangan No. P/03A/16/KU-BDP/ No.MTF.:007K/PKS- LGL/MTF/II/2015 tanggal 10 Februari 2015 yang dibuat di bawah tangan 1. - Imam Bonjol, yang terletak di Gedung Graha Mandiri (d/h. Plaza Bumidaya) Jl. Imam Bonjol No.61 Lantai 3, Jakarta Pusat (satu) tahun, terhitung sejak tanggal 1 April 2015 s/d 31 Maret 2016 Addendum Kedua Perjanjian Sewa Menyewa Ruangan No.P/03/24/KU-BDP/ No.MTF: 006/PKS- LGL/MTF/II/2015 tanggal 10 Februari 2015 yang dibuat dibawah tangan - Imam Bonjol, yang terletak di Gedung Graha Mandiri (d/h. Plaza Bumidaya) Jl. Imam Bonjol No.61 Lantai 1, Jakarta Pusat (satu) tahun, terhitung sejak tanggal 15 November 2015 s/d 14 November 2016 Perjanjian Sewa Menyewa Ruangan Kantor No.P/01/32/KU- BDP/ E/PKS- LGL/MTF/X/2015 tanggal 12 Oktober 2015 yang dibuat dibawah tangan 2. - Imam Bonjol, yang terletak di Gedung Graha Mandiri (d/h. Plaza Bumidaya), Lantai Basement, Jl. Imam Bonjol No.61, Jakarta Pusat Kantor Cabang: Kantor Cabang Medan, yang terletak di Jl. Iskandar Muda No.75, Batubara, Medan Baru, Medan (dua belas) bulan, sejak tanggal 1 Mei 2015 s/d 30 April (tiga) tahun, sejak tanggal 1 Februari 2013 s/d 1 Februari 2016 Addendum Ketiga Perjanjian Sewa Menyewa Ruangan Lantai Basement No.B/30/KU- BDP/ No.MTF: 008/PKS- LGL/MTF/II/2015 tanggal 16 Februari 2015 yang dibuat dibawah tangan Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.16 tanggal 11 Januari 2013 yang dibuat dihadapan Syamsurizul Akbar Bispo, S.H., Notaris di Medan Kantor Cabang Pekanbaru, yang terletak di Jl. Arifin Ahmad Komplek Platinum Bisnis Center No.25 dan No.26, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Propinsi Riau Kantor Cabang Jambi, yang terletak di Jl. Gajahmada Nomor 85 RT 022 RW 06 Kelurahan Jelutung Kotamadya Jambi, Propinsi Jambi (tiga) tahun, sejak tanggal 10 Januari 2014 s/d 10 Januari (tiga) tahun, sejak tanggal 1 Mei 2014 s/d 1 Mei 2017 Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.21 tanggal 18 Desember 2013 yang dibuat dihadapan Nusyirwan Koto, S.H., M.Kn., Notaris di Kota Pekanbaru Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.865 tanggal 28 April 2014 yang dibuat dihadapan Bambang Hadinata, S.H., M.Kn., Notaris di Jambi 5. Kantor Cabang Bengkulu, yang terletak di Pangeran Natadirja, Kelurahan Jl. Gudang, Kecamatan Gading Cempaka, Propinsi Bengkulu (tiga) tahun, sejak tanggal 10 Juli 2013 s/d 10 Juli 2016 Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.509 tanggal 26 Juni 2013 yang dibuat dihadapan Susanti, S.H., M.Kn., Notaris di Kota Bengkulu Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.5 tanggal 1 April 2014 yang dibuat dihadapan Mahani, S.H., Notaris di Kota Palembang 6. Kantor Cabang Palembang, yang terletak di Jl. Veteran No.931 Komplek Ruko Rajawali, Kel. 9 Ilir, Kec. Ilir Timur II, Palembang, Propinsi Sumatera Selatan (tiga) tahun, sejak tanggal 1 April 2014 s/d 1 April Kantor Cabang Bandar Lampung, yang terletak di Jl. Pangeran Antasari No.91 AB & C, Kelurahan Kedamaian, Kecamatan Tanjung Karang Timur, Kotamadya Bandar Lampung, Propinsi Lampung 160 & 93,75 Masing-masing 3 (tiga) tahun untuk Ruko No.91AB terhitung sejak tanggal 30 Mei 2014 s/d 30 Mei 2017 dan Ruko No.91C terhitung sejak tanggal 10 Juli 2014 s/d 10 Juli 2017 Akta Perpanjangan Sewa Menyewa No.908 dan No.909 tanggal 28 Mei 2013 yang keduanya dibuat dihadapan Yulian Suhandi, S.H., M.Kn., Notaris di Bandar Lampung 80

103 8. 9. Kantor Cabang Metro Lampung, yang terletak di Jl. AH. Nasution No.12, Kel. Yosodadi, Kec. Metro Timur, Kota Metro Kantor Cabang Tanggamus Lampung, yang terletak di Jl. Ahmad Yani No.46A LK II, Pringgombo II RT 001, Kel. Pringsewu Timur, Kec. Pringsewu, Kab. Pringsewu, Propinsi Lampung (tiga) tahun, sejak tanggal 12 April 2013 s/d 11 April (lima) tahun, sejak tanggal 1 April 2013 s/d 1 April 2018 Akta Perpanjangan Perjanjian Sewa Menyewa No. 587 tanggal 12 April 2013 yang dibuat dihadapan Zulkarnain, S.H., M.Kn., Notaris di Kota Metro Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.276 tanggal 25 Maret 2013 yang dibuat dihadapan Mohammad Reza, S.H., Notaris di Pringsewu 10. Kantor Cabang Tulang Bawang, yang terletak di Kelurahan Dwi Warga Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang, Propinsi Lampung (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 1 Januari 2015 s/d 31 Desember 2017 Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.41 tanggal 11 Desember 2014 yang dibuat dihadapan Andry Yulian, S.H., Notaris di Bandar Lampung 11. Kantor Cabang Kalianda, yang terletak di Jl. Kesuma Bangsa, Kel. Way Urang, Kec. Kalianda, Kab. Lampung Selatan, Propinsi Lampung (satu) tahun, terhitung sejak tanggal 2 April 2015 s/d 1 April 2016 Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.694 tanggal 14 April 2015 yang dibuat dihadapan Yulian Suhandi, S.H., M.Kn., Notaris di Kota Bandar Lampung Kantor Cabang Kotabumi, yang terletak di Jl. Jendral Sudirman No.88A, Kel. Tanjung Aman, Kec. Kotabumi Selatan, Kab. Lampung Utara, Propinsi Lampung 280 Kantor Cabang BSD Tangerang, yang terletak di BSD Junction Blok A 39 & Kantor Cabang Fatmawati, yang terletak di Kel. Cipete Utara, Kec. Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Propinsi DKI Jakarta Kantor Cabang Tanjung Duren, Jakarta Barat, yang terletak di Jl. Prof. Dr. Latumenten, Komplek Ruko Seasons City, Blok A No.28, Kelurahan Jembatan Besi, Seasons City, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat Kantor Cabang Kelapa Gading, yang terletak di Jl. Boulevard Barat Blok. C No.63A, Plaza Kelapa Gading, Kel. Kelapa Gading Barat, Kec. Kelapa Gading, Kota Administrasi Jakarta Utara, Propinsi DKI Jakarta (tiga) tahun, sejak tanggal 12 Desember 2013 s/d 12 Desember (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 1 Oktober 2014 s/d 1 Oktober (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 6 Juni 2014 s/d 5 Juni (tiga) tahun, sejak tanggal 1 April 2014 s/d 31 Maret (tiga) tahun, sejak tanggal 1 September 2013 s/d 1 September 2016 Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.05 tanggal 7 November 2013 yang dibuat dihadapan Mujiriyatno AM, S.H., Notaris di Kabupaten Lampung Utara Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.1982 tanggal 26 September 2014 yang dibuat dihadapan Riza Nurmansyah, S.H., M.Kn., Notaris di Kota Tangerang Selatan Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.2496 tanggal 23 April 2014 yang dibuat dihadapan Muhammad Hafidz, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.304 tanggal 25 Februari 2014, yang dibuat dihadapan Yulianti, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten Tangerang Akta Sewa Menyewa No.84 tanggal 5 Juni 2013 yang dibuat dihadapan Esther Agustina Ferdinandus, S.H., Notaris di Jakarta Kantor Cabang Bekasi, yang terletak di Bekasi Square Blok RK-067, RT 001 RW 002 Kantor Cabang Karawang, yang terletak di Blok XII-a Kavling D-3, Kelurahan Sukaharja, Kecamatan Telukjambe, Kabupaten Karawang, Propinsi Jawa Barat Kantor Cabang Tasikmalaya, yang terletak di Komplek Ruko Asia Blok B 7-8 Jalan K.Hz.Mustofa Nomor 326 Tasikmalaya Kantor Cabang Cirebon, yang terletak di Jl. Kesambi dan Jl. Satria, Kelurahan Kesambi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Propinsi Jawa Barat Kantor Cabang Tegal, yang terletak di Jl. Martoloyo, Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Propinsi Jawa Tengah Kantor Cabang Purwokerto, yang terletak di Jl. MT. Haryono No.3A-4A, Kelurahan Purwokerto Wetan, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Propinsi Jawa Tengah Kantor Cabang Yogyakarta, yang terletak di Sumber Baru Square Kavling W, Kel. Sendangadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta 212, & (tiga) tahun, sejak tanggal 9 April 2014 s/d 8 April (tiga) tahun, sejak tanggal 1 Agustus 2013 s/d 31 Juli (tiga) tahun, sejak tanggal 29 Oktober 2015 s/d 29 Oktober (lima) tahun, sejak tanggal 30 April 2014 s/d 30 April (tiga) tahun, sejak tanggal 1 Juli 2013 s/d 30 Juni (lima) tahun, sejak tanggal 1 Maret 2014 s/d 1 Maret (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 15 September 2014 s/d 15 September 2017 Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.555 tanggal 22 April 2014 yang dibuat dihadapan Jauhar Arifin, S.H., Notaris di Bekasi Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.01 tanggal 1 Juli 2013 yang dibuat dihadapan Hj. Yenni Srie Mulyani, S.H., Notaris di Kabupaten Karawang Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.326 tanggal 29 Oktober 2015 yang dibuat dihadapan Linda Rachmania, S.H.,M.Kn. Notaris di Kota Tasikmalaya Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.28 tanggal 28 Januari 2014 yang dibuat dihadapan Deddy Suardi, S.H., Notaris di Kota Cirebon Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.160 tanggal 22 Juni 2013 yang dibuat dihadapan Christian, S.H., Notaris di Kota Tegal Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.61 tanggal 21 Januari 2014 yang dibuat dihadapan Dewi Rubijanto, S.H., Notaris di Purwokert Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.06 tanggal 15 September 2014, yang dibuat dihadapan Lanny Ayu Yuliati, S.H., Notaris di Kabupaten Sleman 81

104 Kantor Cabang Surakarta, Solo, yang terletak di Jl. Adi Sucipto 167, RT 003 / RW 011, Kelurahan Kerten, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Propinsi Jawa Tengah Kantor Cabang Malang, yang terletak di Jl. Letjen Sutoyo No. 55, Kel. Lowokwaru, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur Kantor Cabang Kediri, yang terletak di Kel. Mojoroto, Kec. Mojoroto, Kota Kediri, Propinsi Jawa Timur 99 Kantor Cabang Makasar, yang terletak di Jl. Veteran No.135B dan 135C, Kelurahan Mamajang Dalam, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Propinsi Sulawesi Selatan Kantor Cabang Parepare, yang terletak di Jl. Bau Massepe, Kel. Labukkang, Kec. Ujung, Parepare, Propinsi Sulawesi Selatan Kantor Cabang Kendari, yang terletak di Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari Kantor Cabang Manado, yang terletak di Kelurahan Wenang Utara, Kecamatan Wenang, Kotamadya Manado, Propinsi Sulawesi Utara Kantor Cabang Banjarmasin, yang terletak di Jalan Veteran, Kelurahan Pengembangan, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin, Propinsi Kalimantan Selatan Kantor Cabang Palangkarya, yang terletak di Jl. Cilik Riwut Km. 3,2, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangkaraya, Propinsi Kalimantan Tengah ,75 3 (tiga) tahun, sejak tanggal 1 November 2013 s/d tanggal 1 November (tiga) tahun, sejak tanggal 6 Januari 2013 s/d 6 Januari (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 1 Juli 2015 s/d 30 Juni (tiga) tahun, sejak tanggal 1 Mei 2013 s/d 1 Mei (empat) tahun, sejak tanggal 14 Mei 2013 s/d 1 Oktober (dua) tahun, terhitung sejak tanggal 10 April 2015 s/d 10 April (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 15 Agustus 2014 s/d 15 Agustus (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 10 Januari 2015 s/d 10 Januari (tiga) tahun, sejak tanggal 1 April 2013 s/d 31 Maret 2016 Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.15 tanggal 11 Desember 2013 yang dibuat dihadapan Augustine Esther, S.H., Notaris di Surakarta Akta Perjanjian Kontrak No.69 tanggal 14 Desember 2012 yang dibuat dihadapan Benediktus Bosu, S.H., Notaris di Malang Akta Perpanjangan Perjanjian Sewa Menyewa No.284 tanggal 17 April 2015 yang dibuat dihadapan Mohroni, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten Kediri Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.01 tanggal 1 Mei 2013 yang dibuat dihadapan Hendrik Jaury, S.H., Notaris di Makassar Akta Pemindahan Hak Sewa No.18 tanggal 14 Mei 2013 yang dibuat di hadapan Hendrik Jaury, S.H., Notaris di Kota Makassar Akta Sewa Menyewa No.836 tanggal 24 Februari 2015 yang dibuat dihadapan Albert Sudirman, S.H., M.Kn., Notaris di Kendari Akta Perpanjangan Perjanjian Sewa Menyewa No.480 tanggal 25 September 2014 yang dibuat dihadapan Tessar Brandy Soewarno, S.H., M.Kn, Notaris di Kota Manado Akta Perpanjangan Sewa Menyewa No. 17 tanggal 9 Januari 2015 yang dibuat dihadapan Agustina Kusuma Wardani, S.H., M.Kn., Notaris di Banjarmasin Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.97 tanggal 18 Maret 2013 yang dibuat dihadapan Agustri Paruna, S.H., Notaris di Palangkaraya Kantor Cabang Samarinda, yang terletak di Jl. KH. Wahid Hasyim, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, Propinsi Kalimantan Timur Kantor Cabang Balikpapan, yang terletak di Jalan MT. Haryono No. 12 RT 33 Kelurahan Sungai Nangka, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur Kantor Cabang Tarakan, yang terletak di Jl. Yos Sudarso, RT 014, Kelurahan Selumit Pantai, Kecamatan Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Propinsi Kalimantan Timur Kantor Cabang Pontianak, yang terletak di Komplek Sentra Bisnis Ahmad Yani Mega Mall Blok B No. 23, Kelurahan Benua Melayu Darat, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Propinsi Kalimantan Barat Kantor Cabang Pangkalpinang, yang terletak dijl. Soekarno Hatta, Kelurahan Bukit Besar, Kecamatan Girimaya, Kepulauan Bangka Belitung Kantor Cabang Padang, yang terletak di Jl. S. Parman No.236 A, Kelurahan Ulak Karang Barat, Kecamatan Padang Utara, Propinsi Sumatera Barat Kantor Cabang Banda Aceh, yang terletak di Jl. Profesor DR. Muhammad Hasan, Desa Blang Cut, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh Kantor Cabang Muara Bungo, yang terletak di Jl. Lintas Sumatera KM. 0, Kelurahan Balang Bungo, Kecamatan Pasar Muara Bungo, Kabupaten Bungo, Propinsi Jambi (tiga) tahun, sejak tanggal 1 Januari 2014 s/d 1 Januari (dua) tahun, terhitung sejak tanggal 13 Agustus 2015 s/d 12 Agustus (tiga) tahun, sejak tanggal 1 Agustus 2013 s/d 31 Juli (tiga) tahun, sejak tanggal 31 Mei 2013 s/d 30 Mei (tiga) tahun, sejak tanggal 18 November 2013 s/d 18 November (tiga) tahun, sejak tanggal 24 Desember 2013 s/d 23 Desember (tiga) tahun, sejak tanggal 23 November 2013 s/d 23 November (tiga) tahun, sejak tanggal 1 September 2013 s/d 1 September 2016 Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.336 tanggal 16 November 2013 yang dibuat dihadapan Novalin Mussy, S.H., M.Kn., Notaris di Samarinda Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.260 tanggal 28 Agustus 2015 yang dibuat di hadapan Anita Feliciana, S.H., M.Kn., Notaris di Kota Balikpapan Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.18 tanggal 20 Mei 2013 yang dibuat dihadapan Muhammad Astra, S.H., M.Kn., Notaris di Kota Tarakan Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.363 tanggal 24 April 2013 yang dibuat dihadapan Ronald U. P. Sagala, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten Kubu Raya Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.18 tanggal 18 November 2013 yang dibuat dihadapan Muhammad Iskandar, S.H., Notaris di Pangkalpinang Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.211 tanggal 18 November 2013 yang dibuat dihadapan Indra Jaya, S.H., Notaris di Padang Akta Perpanjangan Jangka Waktu Sewa Menyewa No.20 tanggal 22 Oktober 2013 yang dibuat dihadapan Teuku Irwansyah, S.H., Notaris di Banda Aceh Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.86 tanggal 7 September 2013 yang dibuat dihadapan Sischa Rahayu, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten Bungo 82

105 Kantor Cabang Rantau Prapat, yang terletak di Jl. Jenderal Ahmad Yani No. 38 Rantau Prapat, Kel. Kartini, Kab. Labuhanbatu, Propinsi Sumatera Utara Kantor Cabang Pondok Gede Bekasi, yang terletak di Pondok Gede Plaza Blok A No.34 dan No.35, Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Propinsi Jawa Barat ,5 2 (dua) bulan, terhitung sejak tanggal 1 November 2015 s/d 31 Desember (tiga) tahun, sejak tanggal 1 Januari 2014 s/d 31 Desember 2016 Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.245 tanggal 27 September 2013 yang dibuat dihadapan Dessy Aryany, S.H., M.Kn., Notaris di Labuhanbatujuncto Addendum Pertama Perjanjian Sewa Menyewa Ruko No. 125/PKS- LGL/MTF /X/2015 tanggal 7 Oktober 2015, dibuat dibawah tangan Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.4008 tanggal 31 Oktober 2013 yang dibuat dihadapan Jauhar Arifin, S.H., Notaris di Bekasi Kantor Cabang Kebon Jeruk, yang terletak di Rich Palace Shop House and Sweet Regency Blok B No.3, Jl. Meruya Ilir (Lapangan Bola) No.34-4, Kelurahan Serengseng, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat Kantor Cabang Sukabumi, yang terletak di Jl. Otto Iskandar Di Nata No.80, Kel. Citamiang, Kec. Citamiang, Sukabumi Propinsi Jawa Barat Kantor Cabang Gorontalo, yang terletak dikelurahan Heledulaa Selatan, Kecamatan Kota Selatan, Propinsi Gorontalo Kantor Cabang Tuban, yang terletak di Jl. Diponegoro No.34C, Kelurahan Latsari, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Propinsi Jawa Timur 276, , (tiga) tahun, sejak tanggal 1 Januari 2014 s/d 31 Desember (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 1 Januari 2014 s/d 31 Desember (tiga) tahun, sejak tanggal 10 Desember 2013 s/d 9 Desember (tiga) tahun, sejak tanggal 5 Januari 2014 s/d 5 Januari 2017 Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.19 tanggal 6 Januari 2014 yang dibuat dihadapan Pieter Tamba Simbolon S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten Tangerang Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.824 tanggal 22 April 2014 yang dibuat dihadapan Markus A. Mamesah, S.H., Notaris di Kota Sukabumi Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.559 tanggal 27 November 2013 yang dibuat dihadapan Andi Eka Yunita Devi Tawil, BB, S.H., M.Kn., Notaris di Kota Gorontalo Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.07 tanggal 28 Januari 2014 yang dibuat dihadapan Mudji Wahaju, S.H., Notaris di Kabupaten Tuban Kantor Cabang Mataram, yang terletak di Jalan Selaparang, Kelurahan Cakranagara Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, Propinsi Nusa Tenggara Barat Kantor Cabang Magelang, yang terletak di Ruko Grand Viko No.12 A, Jl. Soekarno Hatta, Kelurahan Rejowinangun, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, Propinsi Jawa Tengah 128 dan (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 1 Agustus 2015 sampai dengan Agustus (tiga) tahun, sejak tanggal 31 Januari 2014 s/d 31 Januari 2017 Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.297 tanggal 28 April 2015 yang dibuat di hadapan Erwin Asbarin, S.H., M.Kn., Notaris di Lombok Barat Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.13 tanggal 23 Januari 2014 yang dibuat dihadapan Hiasinta Yanti Susanti Tan, S.H., M.H., Notaris di Magelang Kantor Cabang Kudus, yang terletak di Jl. Raden Agil Kusumadya No.8, Desa Jati Kulon, Kec. Jati, Kab. Kudus, Propinsi Jawa Tengah Kantor Cabang Gianyar, yang terletak di Jl. Erlangga No. 15 C, Kel. Gianyar, Kec. Gianyar, Kab. Daerah Tingkat II Gianyar, Propinsi Daerah Tingkat I Bali Kantor Cabang Jember, yang terletak di Kelurahan Kaliwates, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Propinsi Jawa Timur Kantor Cabang Madiun, yang terletak di Jl. Kelurahan Pandean, Kecamatan Taman, Kotamadya Madiun, Propinsi Jawa Timur Kantor Cabang Palu, yang terletak di Perkantoran Vatulemo Jalan Muhammad Yamin Blok D1 Palu Kantor Cabang Karapitan Bandung, yang terletak di Jl. Karapitan No. 106 B, Kel.Cikawao, Kec. Lengkong, Kota Bandung, Propinsi Jawa Barat Kantor Cabang WTC Mangga Dua, yang terletak di lantai 3A Blok AL No.001, Jl. Mangga Dua Raya Nomor 8, Jakarta Utara ,51 3 (tiga) tahun, sejak tanggal 1 Februari 2014 s/d 1 Februari (tiga) tahun, terhitung sejak bulan Januari 2015 s/d bulan Januari (tiga) tahun, sejak tanggal 1 Januari 2014 s/d 1 Januari (tiga) tahun, sejak tanggal 1 Januari 2014 s/d 1 Januari (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 1 September 2015 s/d 1 September (lima) tahun, sejak tanggal 21 Maret 2014 s/d 21 Maret (dua) tahun, terhitung sejak tanggal 1 Januari2015 s/d 31 Desember 2016 Akta Perpanjangan Kontrak Sewa Menyewa No.43 tanggal 15 Januari 2014 yang dibuat dihadapan Suryanto, S.H., M.Kn., Notaris di Kudus Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.13 tanggal 3 Desember 2014 yang dibuat dihadapan Ida Ayu Adi Dwipayanti, S.H., M.Kn., Notaris di Tabanan Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.916 tanggal 10 Oktober 2013 yang dibuat dihadapan Nurul Nadira, S.H., M.Kn., Notaris di Kota Jember Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.34 tanggal 5 Desember 2013 yang dibuat dihadapan Djoko Santoso, S.H., M.Kn., Notaris di Kota Madiun Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.02 tanggal 2 September 2015 yang dibuat di hadapan Andi Herniati Massarappi, S.H., M.Kn., Notaris di Palu Akta Perpanjangan Perjanjian Sewa Menyewa No.43 tanggal 28 Januari 2014 yang dibuat dihadapan Rinny Sri Hardini, S.H., Notaris di Bandung Akta Addendum No.63 tanggal 5 Maret 2015 yang dibuat dihadapan Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si., Notaris di Jakarta 83

106 Kantor Cabang Tangerang II, yang terletak di Komplek Perumahan Gading Serpong, Jl. Graha Boulevard Timur, Blok GBVD Nomor 019, Sektor Graha Boulevard, wilayah Summarecon Serpong, Tangerang, Propinsi Banten Kantor Cabang Ogan Komering Ulu, yang terletak di Jl. Dr. Moha. Hatta, Kelurahan Sukaraya, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Provinsi Sumatera Selatan Kantor Cabang Banjarbaru, yang terletak di Jl. Jenderal Achmad Yani Km , Kelurahan Banjarbaru Kota, Kecamatan Banjarbaru, Kota Banjarbaru Kantor Cabang Lampung Tengah, yang terletak di Jl. Proklamator RT 12/RW 09, Kelurahan Yukum Jaya, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung Kantor Cabang Cibubur (Bekasi), yang terletak di Kelurahan Jatikarya, Kecamatan Jati Sampurna, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat Kantor Cabang Bengkalis, yang terletak di Kelurahan/Desa Balai Makam, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau Kantor Cabang Agam, yang terletak di Jl. Raya Bukittinggi-Padang Km.5 Petak 7, Desa Padang Luar, Kecamatan Banuhampu, Propinsi Sumatera Barat Kantor Cabang Batam, yang terletak di Komplek PT Trikarsa Ekualita Blok A Nomor 38 Batam Kantor Cabang Lubuklinggau, yang terletak di Jalan Yos Sudarso No.90 RT VI Kel Taba Lubuk Linggau Kantor Cabang Tanjung Pinang, Jl. D.I. Panjaitan KM. 9, Kelurahan Air Raja, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Propinsi Kepulauan Riau Kantor Cabang Subang, Jl. Otistas No.254, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, Propinsi Jawa Barat Kantor Cabang Rangkas Bitung, By Pass, Desa Kaduagung Timur, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten Kantor Cabang Pekalongan, Kel. Baros, Kec. Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Propinsi Jawa Tengah Kantor Cabang Mojokerto, Desa Kranggan, Kec. Mojokerto, Kotamadya Mojokerto, Propinsi Jawa Timur Kantor Cabang Gresik, Kel. Sidomoro, Kec. Kebomas, Kabupaten Gresik, Propinsi Jawa Timur Kantor Cabang Garut, Blok C-12, Kel. Pakuwon, Kec. Garut Kota, Kabupatem Garut, Provinsi Jawa Barat Kantor Cabang Cikarang, Jl. MH. Thamrin Lippo Cikarang, Desa Cibatu, Kec. Lemahabang, Kabupaten Bekasi, Propinsi Jawa Barat Kantor Cabang Cibinong, Cibinong City Centre Blok D3/B, Desa Pakansari, Kec. Cibinong, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat , (tiga) tahun, sejak tanggal 27 Juni 2013 s/d tanggal 26 Juni (tiga) tahun, sejak tanggal 26 April 2013 s/d 26 April (tiga) tahun, sejak tanggal 1 April 2013 s/d 31 Maret (tiga) tahun, sejak tanggal 6 April 2013 s/d 7 April (tiga) tahun, sejak tanggal 8 April 2013 s/d 7 April (tiga) tahun, sejak tanggal 30 April 2013 s/d 30 April (tiga) tahun, sejak tanggal 5 Maret 2013 s/d 5 Maret (tiga) tahun, sejak tanggal 18 Februari 2013 s/d 29 Februari (tiga) tahun, sejak tanggal 24 April 2013 s/d 24 April (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 1Februari 2014s/d31 Januari (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 1Februari 2014s/d31 Januari (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 1 Juni 2014 s/d31 Mei (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 1 Februari 2014s/d1 Februari (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 11 Maret 2014s/d11 Maret (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 7 Februari 2014 s/d 7 Februari (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 1 Februari 2014 s/d 31 Januari (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 1 Februari 2014 s/d 31 Januari (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 10 Januari 2014 s/d 10 Januari 2017 Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.155 tanggal 27 Juni 2013 yang dibuat dihadapan Yulianti, S.H., M.Kn., Notaris di Serpong Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.111 tanggal 26 April 2013 yang dibuat dihadapan Endang Purwaningsih, S.H., Notaris di Baturaja Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.832 tanggal 18 Maret 2013 yang dibuat dihadapan Afred Kusuma, S.H., M.Kn., Notaris di Kota Banjarmasin Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.06 tanggal 9 April 2013 yang dibuat dihadapan Zul April, S.H., Notaris di Lampung Tengah Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.5 tanggal 8 April 2013 yang dibuat dihadapan Githa Nadya Maridina, S.H., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Pusat Akta Sewa Menyewa No.53 tanggal 8 Mei 2013 yang dibuat dihadapan Ichlas Rachman, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten Siak Akta Sewa Menyewa No.04 tanggal 5 Maret 2013 yang dibuat dihadapan Zulfia, S.H., M.Kn., Notaris di Bukittinggi Akta Perjanjian Sewa Menyewa Nomor 45 tanggal 14 Februari 2013 dibuat dihadapan Soehendro Gautama,S.H., M.Hum. Akta Perjanjian Sewa Menyewa Nomor 225 tanggal 24 April 2013 yang dibuat dihadapan Ida Kesuma,S.H., Notaris di Lubuk Linggau Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.96 tanggal 30 Januari 2014 yang dibuat dihadapan Astri Dwi Puspita,S.H., M.Kn., Notaris di Tanjung Pinang Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.23 tanggal 15 Januari 2014 yang dibuat dihadapan Galuh Candrarini,S.H.,Notaris di Kabupaten Subang Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.25 tanggal 12 Mei 2014 yang dibuat dihadapan Faizal Irawan,S.H.,Notaris di Kota Serang Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.52 tanggal 9 Januari 2014 yang dibuat dihadapan Christian,S.H., M.Kn., Notaris di Kota Tegal Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.164 tanggal 11 Maret 2014 yang dibuat dihadapan Della Kusuma Chandra,S.H., M.H., M.Kn., Notaris di Mojokerto Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.145 tanggal 7 Februari 2014 yang dibuat dihadapan Rully Maharany, S.H., M.Kn., Notaris di Gresik Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.09 tanggal 13 Januari 2014 yang dibuat dihadapan Ny. Yayah Kusnariah, S.H., Notaris di Kabupaten Garut Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.106 tanggal 3 Februari 2014 yang dibuat dihadapan Jaufar Arifin, S.H., Notaris di Kota Bekasi Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.19 tanggal 10 Januari 2014 yang dibuat dihadapan Enggar Listantri, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten Bogor 84

107 Kantor Cabang Bontang, Jl. Samratulangi, Kel. Tanjung Laut Indah, Kec. Bontang Selatan, Kota Bontang, Propinsi Kalimantan Timur Kantor Cabang Tangerang I, Jl. Jenderal Sudirman No.1, Kel. Babakan, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Propinsi Banten Kantor Cabang Ujung Batu, Jl. Jenderal Sudirman Ujung Batu, Kel.Ujung Batu, Kec.Ujung Batu, Propinsi Riau Kantor Cabang Sintang, Kelurahan Ladang, Kecamatan Sintang, Provinsi Kalimantan Barat Kantor Cabang Sampit, Jl. Pangeran Antasari RT/RW 020/003, Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Kantor Cabang Mamuju, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Simboro, Kecamatan Simboro dan Kepulauan, Kabupaten Mamuju Kantor Cabang Kotamobagu, di Kelurahan Mogolaing, Kecamatan Kotamobagu, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara ,75 3 (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 1 Februari 2014 s/d 31 Januari (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 20 Agustus 2014 s/d 19 Agustus (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 11 Maret 2014 s/d 10 Maret (dua) tahun, terhitung sejak tanggal 11 Mei 2015 s/d 10 Mei (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 10 Maret 2015 s/d 9 April (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 18 Mei 2015 s/d 17 Mei (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 15 Mei 2015 s/d 15 Mei 2018 Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.41 tanggal 24 Januari 2014 yang dibuat dihadapan Winarti Wilami, S.H., Notaris di Bontang Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.33 tanggal 17 Juli 2014 yang dibuat dihadapan Pieter Tamba Simbolon, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten Tangerang Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.4 tanggal 13 Maret 2014 yang dibuat dihadapannusyirwan Koto, S.H., M.Kn., Notaris di Kota Pekanbaru Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.09 tanggal 8 Mei 2015, yang dibuat dihadapan Dodon Almury Baron Jatan, S.H., S.H.,M.Kn., Notaris di Sintang Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.30 tanggal 9 Maret 2015, yang dibuat dihadapan Vebriani, S.H., M.Kn., Notaris di Pulang Pisau Akta Perjanjian Sewa Menyewa No. 21 tanggal 18 Mei 2015, yang dibuat di hadapan Muhammad Ridwan Ambarala, S.H., Notaris di Kabupaten Mamuju Akta Perjanjian Sewa Menyewa No. 208 tanggal 15 Mei 2015, yang dibuat di hadapan Tessar Brandy Soewarno, S.H., M.Kn., Notaris di Kota Tomohon 1. SEWA MENYEWA LAHAN ATAU POOL KENDARAAN Gudang Cabang Bandar Lampung, yang terletak di Jl. Pangeran Antasari Gg. Sadar I No.37 RT 002/RW 001 Lingkungan VI, Kel. Kedamaian, Kec. Tanjung Karang Timur, Kotamadya Bandar Lampung, Propinsi Lampung (tiga) tahun, sejak tanggal 1 Juni 2013 s/d 1 Juni 2016 Akta Perpanjangan Jangka Waktu Sewa Menyewa No.1509 tanggal 28 Mei 2013 yang dibuat dihadapan Yulian Suhandi, S.H., M.Kn., Notaris di Bandar Lampung Pool Kendaraan Cabang Banda Aceh, Desa Lhong Raya, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh Pool Kendaraan Cabang Denpasar, Desa Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara Pool Kendaraan Cabang Gorontalo, Jalan Madura, Kelurahan Paguyaman, Kecamatan Kota Utara, Kotamadya Daerah Tingkat II Gorontalo (sekarang Kota Gorontalo), Propinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Utara (sekarang Propinsi Gorontalo) Pool Kendaraan Cabang Kediri dan Madiun, Jalan Mayjend Panjaitan A3, Kelurahan Pandean, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Propinsi Jawa Timur*) Pool Kendaraan Cabang Kendari, Kelurahan Wua-Wua, Kecamatan Mandonga, Kabupaten Kendari, Propinsi Sulawesi Tenggara**) Pool Kendaraan Cabang Magelang, Solo, Yogyakarta, Desa Danurejo, Kecamatan Mertoyudan, Propinsi Jawa Tengah Pool Kendaraan Cabang Medan, Jalan Pasar II, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, Propinsi Sumatera Utara Pool Kendaraan Cabang Palembang, Kelurahan Sako, Kecamatan Sako (d/h Talang Kelapa), Kotamadya Palembang, Propinsi Sumatera Selatan (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 16 Februari 2015 s/d 16 Februari (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 22 Januari 2015 s/d 22 Januari ,16 3 (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 1 Maret 2015 s/d 28 Februari (satu) tahun, terhitung sejak tanggal 1 November 2014 s/d 1 November (satu) tahun, terhitung sejak tanggal 1 Desember 2014 s/d 30 November (dua) tahun, terhitung sejak tanggal 10 Agustus 2014 s/d 10 Agustus (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 18 Maret 2015 s/d 18 Maret (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 1 Februari 2015 s/d 31 Januari 2018 Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.01 tanggal 2 Maret 2015 yang dibuat dihadapan Muhammad Zaki, S.H., M.Kn., Notaris di Banda Aceh Akta Perjanjian Pemindahan Dan Penyerahan Hak Sewa No.374 tanggal 22 Januari 2015 yang dibuat dihadapan Ida Ayu Adi Dwipayanti, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten Tabanan Akta Perjanjian Sewa Menyewa Pool No.269 tanggal 11 Maret 2015 yang dibuat dihadapan Ardy Chandra, S.H., M.Kn., Notaris di Kota Gorontalo Perjanjian Sewa Menyewa Pool Kendaraan No.110/PKS- LGL/MTF/X/2014 tanggal 31 Oktober 2014 yang dibuat dibawah tangan Perjanjian Sewa Menyewa Pool Kendaraan No.113/PKS- LGL/MTF/XI/2014 tanggal 20 November 2014 yang dibuat dibawah tangan Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.75 tanggal 8 Agustus 2014 yang dibuat dihadapan Wing Mahareny Yudiati, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten Magelang Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.321 tanggal 18 Maret 2015 yang dibuat dihadapan Vincent, S.H., M.Kn., Notaris di Kota Medan Akta Perjanjian Sewa Menyewa Pool Kendaraan No.287 tanggal 24 Februari 2015 yang dibuat dihadapan Mahani, S.H., M.Kn., Notaris di Kota Sekayu 85

108 Pool Kendaraan Cabang Palu, Kelurahan Silae, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Propinsi Sulawesi Tengah Pool Kendaraan Cabang Pangkalpinang, Jalan Kacang Pedangi, Kelurahan Kacang Pedang I, Kecamatan Pangkalpinang I, Kotamadya Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung Pool Kendaraan Cabang Purwokerto dan Tegal, Desa Cilongok, Kabupaten Banyumas, Propinsi Jawa Tengah Pool Kendaraan Cabang Rantauprapat, Jalan Simpang Mangga Rantauprapat, Kelurahan Bakaran Batu, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, Propinsi Sumatera Utara Pool Kendaraan Cabang Samarinda, Jalan Mayjen Panjaitan, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur Pool Kendaraan Cabang Semarang, Kudus dan Pekalongan, yang terletak di Kota Semarang Pool Kendaraan Cabang Tulang Bawang, yang terletak di Desa Tunggal Warga, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang, Propinsi Lampung Pool Kendaraan Cabang Jambi, yang terletak di Kelurahan Pasal Lima, Kecamatan Kota Baru, Kotamadya Jambi, Provinsi Jambi Pool Kendaraan Cabang Kalianda, yang terletak di Desa Bumi Agung, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung Pool Kendaraan Cabang Pekanbaru, yang terletak di Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau (dua) tahun, terhitung sejak tanggal 1 Agustus 2014 s/d 1 Agustus (satu) tahun, terhitung sejak tanggal 16 Desember 2014 s/d 15 Desember (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 2 Februari 2015 s/d 2 Februari (dua) tahun, terhitung sejak tanggal 20 Mei 2015 s/d 19 Mei (dua) tahun, terhitung sejak tanggal 1 September 2014 s/d 1 September (dua) tahun, terhitung sejak tanggal 19 Desember 2014 s/d 19 Desember (satu) tahun, terhitung sejak tanggal 1 Oktober 2015 s/d 1 Oktober (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 21 September 2015 s/d 20 September (satu) tahun, terhitung sejak tanggal 31 Agustus 2015 s/d 31 Juli (dua) tahun, terhitung sejak tanggal18 Juli 2015 sampai dengan 17 Juli Akta Perjanjian Sewa (Kontrak) No.30 tanggal 24 Juli 2014 yang dibuat dihadapan Siane Mormin Lamasigi, S.H., M.Kn., Notaris di Palu Perjanjian Sewa Menyewa Pool Kendaraan No.118A/PKS- LGL/MTF/XII/2014 tanggal 16 Desember 2014 yang dibuat dibawah tangan Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.1 tanggal 2 Februari 2015 yang dibuat dihadapan Haris Effendy, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten Banyumas Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.40 tanggal 5 Juni 2014 yang dibuat dihadapan Dessy Aryany, S.H., M.Kn., Notaris di Rantauprapat Akta Perjanjian Sewa Menyewa No.257 tanggal 12 September 2014 yang dibuat dihadapan Meyliani Febriyanti, S.H., M.Kn., Notaris di Samarinda Akta Perjanjian Sewa Menyewa Pool Kendaraan No.1237 tanggal 19 September 2014 yang dibuat dihadapan Akhmad Zainal Abidin, S.H., M.Kn., Notaris di Jepara Perjanjian Sewa Menyewa Pool Kendaraan No.105/PKS- LGL/MTF/X/2014 tanggal 1 Oktober 2014 yang dibuat dibawah tangan juncto Addendum Pertaman Perjanjian Sewa Menyewa No. 131/PKS-LGL/MTF/X/2015 tanggal 2 Oktober 2015 Addendum Pertama Perjanjian Sewa Menyewa No. 111/PKS- LGL/MTF/VIII/2015 tanggal 19 Agustus 2015, dibuat di bawah tangan Perjanjian Sewa Menyewa Pool Kendaraan No.105.1D/PKS- LGL/MTF/VII/2015 tanggal 31 Juli 2015 yang dibuat dibawah tangan Addendum Pertama Perjanjian Sewa Menyewa No. 103A/PKS- LGL/MTF/VII/2015 tanggal 10 Juli 2015, dibuat di bawah tangan *) Perseroan berencana untuk memperpanjang kontrak sewa pool kendaraan cabang Kediri dan Madiun di mana saat ini sedang dalam proses negosiasi harga. **) Perseroan berencana untuk memperpanjang kontrak sewa pool kendaraan cabang Kendari di mana saat ini sedang dalam proses negosiasi harga. J. PERLINDUNGAN ASURANSI ATAS HARTA KEKAYAAN Untuk melindungi harta kekayaan yang dimiliki dan atau dikuasai Perseroan, dalam menjalankan kegiatan usahanya Perseroan melakukan perlindungan atas harta kekayaannya berupa tanah serta bangunan kantor dan peralatannya baik yang ada di kantor pusat maupun kantor cabang Perseroan, adapun perlindungan asuransi tersebut antara lain: I. PT Asuransi Raksa Pratikara ( Asuransi RAKSA ) Property All Risk Insurance Perseroan telah mengasuransikan seluruh harta kekayaannya, bangunan kantor dan peralatannya untuk kantor pusat dan kantor cabang Perseroan berdasarkan Cover Note Nomor: 286/COV/PAR/IV/2015 tanggal 16 April 2015 dan Polis Nomor: 01-PAR tanggal 24 April 2015 yang telah diubah dengan Endorsement No.01-PAR /02 tanggal 14 Agustus 2015 dan Endorsement No.01-PAR /05 tanggal 23 Oktober 2015 dengan jenis asuransi Property All Risk dan Earthquake Insurance dan total nilai pertanggungan sebagaimana disebutkan dalam tabel di bawah. Jangka waktu Polis Asuransi tersebut berlaku selama 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal 14 April 2015 sampai dengan 14 April

109 Tabel Nilai dan Lokasi Pertanggungan sebagai berikut: No. Lokasi Kantor Obyek 1 Regional 1 & 2 Jl. H.M. Hasan Kec. Lueng Bata Kota Banda Aceh Office Equipment Building Nilai Pertanggungan (dalam Rupiah) Jl. Iskandar Muda No.75 Medan 3 Jl.Arifin Ahmad No Komp.Platinum Bisnis Center Pekanbaru 4 Jl. Veteran Komplek Ruko Rajawali No , Kel. 9 Ilir, Kec. Ilir Timur II, Palembang 5 Tanggamus Jl. A. Yani No.46A, Pringsewu Timur Tanggamus 6 Jl. Lintas Timur Pasar Unit II (depan Telkom Unit II) Banjar Agung Tulang Bawang Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building Kalianda Jl. Kesuma Bangsa No.127, Way Urang Kalianda Office Equipment Building Jl. Jend. Sudirman No.88, Kel. Tj Aman, Kota Bumi, Lampung Utara Office Equipment Building Jl. Gajah Mada no.82 Jelutung Jambi Office Equipment Building Jl. Pangeran Antasari No.91A-B-C, Bandar Lampung Office Equipment Building 11 Bengkulu Jl. Natadirja No.29 RT/RW 02/01 Kel. Jalan Gedang Kec. Gading Cempaka Bengkulu 12 Rantau Prapat Jl. Ahmad Yani No.38, Rantau Prapat, Sumatera Utara 13 Jl. Sudirman RT.14 RW.05 Kel. Batang Kec. Pasar Muara Bungo Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building Jl. S. Parman No.236A Kel. Urak Karang Barat Kec. Padang Utara Padang 15 Jl. AH. Nasution No.123 Blk VII RT.26 RW.09 Yosorejo Metro Timur Kota Metro Lampung Office Equipment Building Office Equipment Building 16 Jl. Soekarno Hatta Ruko BB Tower No.7A Pangkal Pinang Office Equipment Building 17 Komplek Ruko Triraksa Ekualita Blok A No.36 Sungai Pantas Batam 18 Jl. Raya Bukit Tinggi Padang km.5 Padang Luar Bukit Tinggi Bandar Jaya Jl. Proklamator RT/RW 15/06 LK III Kel Yukum Jaya Kec. Terbanggi Besar Kab. Lampung Tengah 20 Lubuk Linggau Jl. Yos Sudarso RT.06 Kel. Majapahit Kec. Lubuk Linggau Timur I Lubuk Linggau 21 Baturaja Jl. Dr. Moh Hatta No.589E (jalan lintas) Kel. Sukaraya Kec. Baturaja Timur Baturaja OKU 22 Duri Jl. Hang Tuah No.356 RT.04 RW.02 Kel. Balai Makam Kec. Mandau Kab. Bengkalis 23 Tanjung Pinang Jl. DI. Panjaitan km.9 No.19 Ruko Grand Bintan Center Kel Batu IX Kec. Tanjung Pinang Timur Tanjung Pinang Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building

110 No. Lokasi Kantor Obyek 24 Ujung Batu Jl. Jend Sudirman No.142 Kel. Ujung Batu Kec. Ujung Batu Rokan Hulu Riau 25 Regional 3 & 4 Jl. Soekarjo Wiryopranoto 2/6 Pecenongan Jakarta Pusat 26 Jl. Raya Boulevard Barat Plaza Inkopal Blok C2 No.63 Kelapa Gading Jakarta Utara 27 Rukan Tangcity Business Park Blok D60 Jl. Jend Sudirman No.I Cikokol Tangerang Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building 28 Jl. Raya Merdeka No.89 Pabuaran Cimone Tangerang Office Equipment Building 29 Ruko Mall Bekasi Square Jl. Jend A Yani Pekayon Jaya No.67 Bekasi ITC Fatmawati Ruko Duta Mas Blok A1 No.43 Jl. RS Fatmawati Jaksel 31 Komp Ruko Season City Blok A No. 28 Jl. Prof Dr. Latumenten Tambora Jakbar 32 Jl. Margonda Raya No.88 Rukan Depok Mall Blok B. No.50 Depok 33 Matraman Jl. Jatinegara Timur No.37 Kel. Balimester Kec. Jatinegara Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building Nilai Pertanggungan (dalam Rupiah) WTC Mangga Dua Lt.3A Blok AL Jl. Mangga Dua Raya Jakut 35 BSD Jl. Pahlawan 1000 Ruko BSD Junctions Blok A39-40 Kel. Lengkong Wetan Kec. Serpong Tangsel 36 Ruko Rich Palace Shop House and Sweet Regency Blok B No.3 Jl. Raya Meruya No Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building 37 Jl. Duren Tiga Raya No.29A-B Duren Tiga Jakarta Selatan Office Equipment Building 38 Plaza Pondok Gede Blok A No.34 Jl. Raya Pondok Gede Bekasi Office Equipment Building 39 Cibubur Times Square Blok B4 No.21 Jl. Alternatif Cibubur Office Equipment Building 40 Gedung Serpong Tangerang 2 Ruko Graha Boulevard Blok D No.19 Gading Serpong Office Equipment Building Cilegon Ruko Cilegon Business Square Blok A No.6-7 Jl. Raya PCI Kec. Kedaleman Kec. Cibeber Cilegon 42 Serang Ruko Serang City Square Blok A No.07 Jl Raya Serang Cilegon km.3 Kel. Drangong Kec. Taktaka 43 Cibinong Cibinong City Centre Blok D/38 Jl. Tegar Beriman No.1 Cibinong 44 Cikarang Ruko Roxy B-16 Jl. MH. Thamrin Lippo Cikarang 45 Rangkas Bitung Jl.. Soekarno Hatta By Pass Sumur Buang Cibadak Lebak Rangkas Bitung Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building Graha Mandiri lt. 3. 3A & Basement Jl. Imam Bonjol No.61 Jakarta Pusat Office Equipment Server Building 47 Graha Mandiri lt. 1 Jl. Imam Bonjol No.61 Jakarta Pusat Office Equipment Building

111 No. Lokasi Kantor Obyek 48 Regional 5 & 6 Kopo Plaza Kav. C Jl. Peta Lingkar Selatan Bandung Office Equipment Building 49 Jl. Karapitan No.106B Bandung Office Equipment Building 50 Jl. Raya Kesambi Ruko Kesambi Regency No.4 Cirebon Office Equipment Building 51 Ruko Sumber Baru Square Kav. W Jl. Ringroad Utara Jombor Sinduadi Mlati Sleman Yogyakarta Office Equipment Building 52 Ruko Tasik Indah Plaza No.29 Jl. HZ Mustofa Tasikmalaya Office Equipment Building 53 Jl. Adisucipto 67C Ruko Adi Sucipto Kerten Laweyan Solo Jalan Indraprasta No.30A-B Semarang Office Equipment Building Office Equipment Building 55 JL. MT Haryono No.3A & 4A Ruko eks IAIN Purwokerto Office Equipment Building 56 Jl. Yos Sudarso Komp. Ruko Nirmala Square Blok D/2 Tegal Office Equipment Building 57 Jl. AKBP Agil Kusumadya No.32 Ruko No.8 Jati Kulon Kudus Office Equipment Building 58 Ruko Grand Villa No.12A Jl. Seokarno-Hatta Magelang Office Equipment Building 59 Jl. Otista No.80A Sukabumi Office Equipment Building 60 Subang Jl. Otista No.254 Karanganyar Subang 61 Garut Ruko IBC Blok C No.12 Jl. Pramuka Pakuwon Garut 62 Pekalongan Ruko Dupan Square Blok B2 no.10 Jl. Dr. Sutomo Baros Pekalongan Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building 63 Jl. Siliwangi 60 B-1 Bogor, Jawa Barat Office Equipment Building 64 Ruko Arcadia Blok D No.2-3 Galuh Mas Ds. Sukaharja Kel, Teluk Jambe Timur Karawang 65 Regional 7 Jl. Raya Tenggilis no.23 Ruko Tenggilis Square Kav Surabaya Office Equipment Building Office Equipment Building Nilai Pertanggungan (dalam Rupiah) Jl. Letjen Sutoyo No.56 Malang Office Equipment Building 67 Jl. Buluh Indah No.53 Kav.1 Kel Pemecutan Kaja Kec. Denpasar Utara Office Equipment Building 68 Jl. Kawi No.21 Mojoroto Kediri Office Equipment Building 69 Jl. Airlangga No.15C Gianyar Office Equipment Building 70 Jl. Gajah Mada No.187 Ruko Gajah Mada Square A9 Jember Office Equipment Building 71 Jl. Panca Usaha No.9X Cakranegara Mataram Office Equipment Building 72 Jl. Mayjend Panjaitan Blok A-2 Perum Gading Indah Madiun Office Equipment Building 73 Jl. Diponegoro No.34C Tuban Office Equipment Building 74 Mojokerto Jl. Mojopahit No.456 Mojokerto Office Equipment Building ,

112 No. Lokasi Kantor Obyek 75 Gresik Ruko Kartini Jl. RA. Kartini No.156 Kav. A-10 Kel Sidomoro Kel Kebomas Gresik Office Equipment Building Nilai Pertanggungan (dalam Rupiah) Regional 8 & 9 Jl.MT Haryono No.12 RT 33 Kel Sungai Nangka Kec. Balikpapan Selatan Balikpapan Office Equipment Building 77 Jl. Wahid Hasyim No.26C Samarinda Office Equipment Building 78 Jl. Veteran Selatan No.135B (311) Makassar Sulsel Office Equipment Building 79 Jl. Simpang Sultan Adam Komplek Ruko STIHSA No.3-4 Banjarmasin 80 Jl. Piere Tendean No.5 Kawasan Boulevard Mega Smart Blok H. Manado 81 Komp Senopati Land Blok A No.8 Jl. Brigjen M. Yunus By Pass Kendari 82 Jl. Yos Sudarso No.5 RT 14 Kel. Selumit Pantai Kec. Tarakan tengah Tarakan Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building 83 Jl. Sultan Hasanuddin No.16A Parepare Office Equipment Building 84 Jl. Cilik Riwut Km.3 Kel Palangkaraya Kec Jekan Raya Palangkaraya 85 Jl. Nani Wartabone no.131 Heledulaa Selatan Kec. Kota Timur Gorontalo Office Equipment Building Office Equipment Building 86 Jl. Emmy Saelan No.38 Palu Selatan Office Equipment Building 87 Banjar Baru Banjarmasin 2 Jl. A. Yani km.35 Ruko Fortuna No.48 RT/RW 005/001 Kec. Guntung Paikat Kota Banjar Baru 88 Jl. A. Yani Komplek Bisnis A. Yani Mega Mall Blok B No.23 Pontianak 89 Bontang Jl. Sam Ratulangi No.79 Kel Tanjung Laut Indah Kec. Bontang Selatan Bontang Kaltim Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building Jalan Gagak Hitam Ring Road No Kel Tanjung Sari Building Kec Medan Selayang Medan 91 Jalan Indraprasta No,30A-B Semarang Building , Jalan Pangeran Antasari Ruko No.7 RT 20 RW 03 Kel Mentawa Baru Hilir Sampit Kalimantan Tengah 93 Jalan Lintas Melawi Komp.Ruko Golden Square Blok A9 RT 03 RW 01 Kel Ladang Sintang Kalimantan Barat 94 Jalan Jend Sudirman (Depan Hotel Tipalayo) Kel Simboro Kec Simboro Kab Mamuju Sulawesi Barat 95 Jalan Adampe Dolot Kel Mogolain Kec Kotamobagu Barat Sulawesi Utara Office Equipment Building Office Equipment Office Equipment Building Office Equipment Earthquake Insurance Perseroan telah mengasuransikan seluruh harta kekayaannya, bangunan kantor dan peralatannya untuk kantor pusat dan kantor cabang berdasarkan Polis Nomor: 01-EQ tanggal 29 April 2015 yang telah diubah dengan Endorsement No.01-EQ tanggal 29 April 2015 dan Endorsement No.01-EQ /05 tanggal 29 April 2015 dengan jenis Earthquake Insurance dan total nilai pertanggungan adalah sebesar Rp ,-. Jangka waktu Polis Asuransi tersebut berlaku selama 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal 14 April 2015 sampai dengan 14 April

113 Tabel Nilai dan Lokasi Pertanggungan sebagai berikut: No. Lokasi Kantor Obyek 1 Regional 1 & 2 Jl. H.M. Hasan Kec. Lueng Bata Kota Banda Aceh Office Equipment Building Nilai Pertanggungan (dalam Rupiah) Jl. Iskandar Muda No.75 Medan 3 Jl.Arifin Ahmad No Komp.Platinum Bisnis Center Pekanbaru 4 Jl. Veteran Komplek Ruko Rajawali No , Kel. 9 Ilir, Kec. Ilir Timur II, Palembang 5 Tanggamus Jl. A. Yani No.46A, Pringsewu Timur Tanggamus 6 Jl. Lintas Timur Pasar Unit II (depan Telkom Unit II) Banjar Agung Tulang Bawang Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building Kalianda Jl. Kesuma Bangsa No.127, Way Urang Kalianda Office Equipment Building Jl. Jend. Sudirman No.88, Kel. Tj Aman, Kota Bumi, Lampung Utara Office Equipment Building Jl. Gajah Mada no.82 Jelutung Jambi Office Equipment Building Jl. Pangeran Antasari No.91A-B-C, Bandar Lampung Office Equipment Building 11 Bengkulu Jl. Natadirja No.29 RT/RW 02/01 Kel. Jalan Gedang Kec. Gading Cempaka Bengkulu Office Equipment Building Rantau Prapat Jl. Ahmad Yani No.38, Rantau Prapat, Sumatera Utara 13 Jl. Sudirman RT.14 RW.05 Kel. Batang Kec. Pasar Muara Bungo Office Equipment Building Office Equipment Building Jl. S. Parman No.236A Kel. Urak Karang Barat Kec. Padang Utara Padang 15 Jl. AH. Nasution No.123 Blk VII RT.26 RW.09 Yosorejo Metro Timur Kota Metro Lampung Office Equipment Building Office Equipment Building 16 Jl. Soekarno Hatta Ruko BB Tower No.7A Pangkal Pinang Office Equipment Building 17 Komplek Ruko Triraksa Ekualita Blok A No.36 Sungai Pantas Batam 18 Jl. Raya Bukit Tinggi Padang km.5 Padang Luar Bukit Tinggi Bandar Jaya Jl. Proklamator RT/RW 15/06 LK III Kel Yukum Jaya Kec. Terbanggi Besar Kab. Lampung Tengah 20 Lubuk Linggau Jl. Yos Sudarso RT.06 Kel. Majapahit Kec. Lubuk Linggau Timur I Lubuk Linggau 21 Baturaja Jl. Dr. Moh Hatta No.589E (jalan lintas) Kel. Sukaraya Kec. Baturaja Timur Baturaja OKU 22 Duri Jl. Hang Tuah No.356 RT.04 RW.02 Kel. Balai Makam Kec. Mandau Kab. Bengkalis 23 Tanjung Pinang Jl. DI. Panjaitan km.9 No.19 Ruko Grand Bintan Center Kel Batu IX Kec. Tanjung Pinang Timur Tanjung Pinang Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building

114 No. Lokasi Kantor Obyek 24 Ujung Batu Jl. Jend Sudirman No.142 Kel. Ujung Batu Kec. Ujung Batu Rokan Hulu Riau 25 Regional 3 & 4 Jl. Soekarjo Wiryopranoto 2/6 Pecenongan Jakarta Pusat 26 Jl. Raya Boulevard Barat Plaza Inkopal Blok C2 No.63 Kelapa Gading Jakarta Utara 27 Rukan Tangcity Business Park Blok D60 Jl. Jend Sudirman No.I Cikokol Tangerang Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building 28 Jl. Raya Merdeka No.89 Pabuaran Cimone Tangerang Office Equipment Building 29 Ruko Mall Bekasi Square Jl. Jend A Yani Pekayon Jaya No.67 Bekasi ITC Fatmawati Ruko Duta Mas Blok A1 No.43 Jl. RS Fatmawati Jaksel 31 Komp Ruko Season City Blok A No. 28 Jl. Prof Dr. Latumenten Tambora Jakbar 32 Jl. Margonda Raya No.88 Rukan Depok Mall Blok B. No.50 Depok 33 Matraman Jl. Jatinegara Timur No.37 Kel. Balimester Kec. Jatinegara Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building Nilai Pertanggungan (dalam Rupiah) WTC Mangga Dua Lt.3A Blok AL Jl. Mangga Dua Raya Jakut 35 BSD Jl. Pahlawan 1000 Ruko BSD Junctions Blok A39-40 Kel. Lengkong Wetan Kec. Serpong Tangsel 36 Ruko Rich Palace Shop House and Sweet Regency Blok B No.3 Jl. Raya Meruya No Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building 37 Jl. Duren Tiga Raya No.29A-B Duren Tiga Jakarta Selatan Office Equipment Building 38 Plaza Pondok Gede Blok A No.34 Jl. Raya Pondok Gede Bekasi Office Equipment Building 39 Cibubur Times Square Blok B4 No.21 Jl. Alternatif Cibubur Office Equipment Building 40 Gedung Serpong Tangerang 2 Ruko Graha Boulevard Blok D No.19 Gading Serpong Office Equipment Building Cilegon Ruko Cilegon Business Square Blok A No.6-7 Jl. Raya PCI Kec. Kedaleman Kec. Cibeber Cilegon 42 Serang Ruko Serang City Square Blok A No.07 Jl Raya Serang Cilegon km.3 Kel. Drangong Kec. Taktaka 43 Cibinong Cibinong City Centre Blok D/38 Jl. Tegar Beriman No.1 Cibinong 44 Cikarang Ruko Roxy B-16 Jl. MH. Thamrin Lippo Cikarang 45 Rangkas Bitung Jl.. Soekarno Hatta By Pass Sumur Buang Cibadak Lebak Rangkas Bitung Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building Graha Mandiri lt. 3. 3A & Basement Jl. Imam Bonjol No.61 Jakarta Pusat Office Equipment Server Building 47 Graha Mandiri lt. 1 Jl. Imam Bonjol No.61 Jakarta Pusat Office Equipment Building

115 No. Lokasi Kantor Obyek 48 Regional 5 & 6 Kopo Plaza Kav. C Jl. Peta Lingkar Selatan Bandung Office Equipment Building 49 Jl. Karapitan No.106B Bandung Office Equipment Building 50 Jl. Raya Kesambi Ruko Kesambi Regency No.4 Cirebon Office Equipment Building 51 Ruko Sumber Baru Square Kav. W Jl. Ringroad Utara Jombor Sinduadi Mlati Sleman Yogyakarta Office Equipment Building 52 Ruko Tasik Indah Plaza No.29 Jl. HZ Mustofa Tasikmalaya Office Equipment Building 53 Jl. Adisucipto 67C Ruko Adi Sucipto Kerten Laweyan Solo Jalan Indraprasta No.30A-B Semarang Office Equipment Building Office Equipment Building 55 JL. MT Haryono No.3A & 4A Ruko eks IAIN Purwokerto Office Equipment Building 56 Jl. Yos Sudarso Komp. Ruko Nirmala Square Blok D/2 Tegal Office Equipment Building 57 Jl. AKBP Agil Kusumadya No.32 Ruko No.8 Jati Kulon Kudus Office Equipment Building 58 Ruko Grand Villa No.12A Jl. Seokarno-Hatta Magelang Office Equipment Building 59 Jl. Otista No.80A Sukabumi Office Equipment Building 60 Subang Jl. Otista No.254 Karanganyar Subang 61 Garut Ruko IBC Blok C No.12 Jl. Pramuka Pakuwon Garut 62 Pekalongan Ruko Dupan Square Blok B2 no.10 Jl. Dr. Sutomo Baros Pekalongan Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building 63 Jl. Siliwangi 60 B-1 Bogor, Jawa Barat Office Equipment Building 64 Ruko Arcadia Blok D No.2-3 Galuh Mas Ds. Sukaharja Kel, Teluk Jambe Timur Karawang 65 Regional 7 Jl. Raya Tenggilis no.23 Ruko Tenggilis Square Kav Surabaya Office Equipment Building Office Equipment Building Nilai Pertanggungan (dalam Rupiah) Jl. Letjen Sutoyo No.56 Malang Office Equipment Building 67 Jl. Buluh Indah No.53 Kav.1 Kel Pemecutan Kaja Kec. Denpasar Utara Office Equipment Building 68 Jl. Kawi No.21 Mojoroto Kediri Office Equipment Building 69 Jl. Airlangga No.15C Gianyar Office Equipment Building 70 Jl. Gajah Mada No.187 Ruko Gajah Mada Square A9 Jember Office Equipment Building 71 Jl. Panca Usaha No.9X Cakranegara Mataram Office Equipment Building 72 Jl. Mayjend Panjaitan Blok A-2 Perum Gading Indah Madiun Office Equipment Building 73 Jl. Diponegoro No.34C Tuban Office Equipment Building 74 Mojokerto Jl. Mojopahit No.456 Mojokerto Office Equipment Building ,

116 No. Lokasi Kantor Obyek 75 Gresik Ruko Kartini Jl. RA. Kartini No.156 Kav. A-10 Kel Sidomoro Kel Kebomas Gresik Office Equipment Building Nilai Pertanggungan (dalam Rupiah) Regional 8 & 9 Jl.MT Haryono No.12 RT 33 Kel Sungai Nangka Kec. Balikpapan Selatan Balikpapan Office Equipment Building 77 Jl. Wahid Hasyim No.26C Samarinda Office Equipment Building 78 Jl. Veteran Selatan No.135B (311) Makassar Sulsel Office Equipment Building 79 Jl. Simpang Sultan Adam Komplek Ruko STIHSA No.3-4 Banjarmasin 80 Jl. Piere Tendean No.5 Kawasan Boulevard Mega Smart Blok H. Manado 81 Komp Senopati Land Blok A No.8 Jl. Brigjen M. Yunus By Pass Kendari 82 Jl. Yos Sudarso No.5 RT 14 Kel. Selumit Pantai Kec. Tarakan tengah Tarakan Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building 83 Jl. Sultan Hasanuddin No.16A Parepare Office Equipment Building 84 Jl. Cilik Riwut Km.3 Kel Palangkaraya Kec Jekan Raya Palangkaraya 85 Jl. Nani Wartabone no.131 Heledulaa Selatan Kec. Kota Timur Gorontalo Office Equipment Building Office Equipment Building 86 Jl. Emmy Saelan No.38 Palu Selatan Office Equipment Building 87 Banjar Baru Banjarmasin 2 Jl. A. Yani km.35 Ruko Fortuna No.48 RT/RW 005/001 Kec. Guntung Paikat Kota Banjar Baru 88 Jl. A. Yani Komplek Bisnis A. Yani Mega Mall Blok B No.23 Pontianak 89 Bontang Jl. Sam Ratulangi No.79 Kel Tanjung Laut Indah Kec. Bontang Selatan Bontang Kaltim Office Equipment Building Office Equipment Building Office Equipment Building Jalan Gagak Hitam Ring Road No Kel Tanjung Sari Building Kec Medan Selayang Medan 91 Jalan Indraprasta No,30A-B Semarang Building , Jalan Pangeran Antasari Ruko No.7 RT 20 RW 03 Kel Mentawa Baru Hilir Sampit Kalimantan Tengah 93 Jalan Lintas Melawi Komp.Ruko Golden Square Blok A9 RT 03 RW 01 Kel Ladang Sintang Kalimantan Barat 94 Jalan Jend Sudirman (Depan Hotel Tipalayo) Kel Simboro Kec Simboro Kab Mamuju Sulawesi Barat 95 Jalan Adampe Dolot Kel Mogolain Kec Kotamobagu Barat Sulawesi Utara II. PT Mandiri AXA General Insurance Office Equipment Building Office Equipment Office Equipment Building a) No. Polis : Jenis Asuransi : Cash In Transit; Tertanggung : Perseroan; Jangka Waktu : 28 Mei 2015 s/d 28 Mei 2016; b) No. Polis : ; Jenis Asuransi : Cash In Safe/Cash in Cashier Box; Tertanggung : Perseroan; Jangka Waktu : 28 Mei 2015 s/d 28 Mei 2016; Nilai Pertanggungan : Rp , Office Equipment

117 Lokasi & Jumlah Pertanggungan Cash In Safe & Cash in Cashier Box sebagai berikut: No. Lokasi Kantor Jumlah Pertanggungan Cash in Cashier Box (Dalam Rupiah) Regional 1 & 2 1 Jl. H.M. Hasan Kec. Lueng Bata Kota Banda Aceh Jl. Iskandar Muda No.75, Medan Jl. Arifin Ahmad No Komp. Platinum Bisnis Center Pekanbaru Jl. Veteran Komplek Ruko Rajawali No Kel.9 Ilir, Kec. Ilir Timur II Palembang 5 Jl. A. Yani No.46A, Pringsewu Timur, Tanggamus Jl. Lintas Timur Pasar Unit II (depan Telkom Unit II) Banjar Agung Tulang Bawang 7 Jl. Kesuma Bangsa No.127, Way Urang Kalianda Jl. Jend. Sudirman No.88 A, Kel. Tj Aman, Kota Bumi, Lampung Utara 9 Jl. Gajah Mada No.82, Jeluntung, Jambi Jl. Pangeran Antasari No.91 A-B-C, Bandar Lampung Jl. P. Natadirja No. 29 RT.02 RW.01 Kel. Jalan Gedang Kec Gading Cempaka km 6,5 Bengkulu 12 Jl. Ahmad Yani No.38, Rantau Prapat, Sumatera Utara Jl. Sudirman RT.14 RW.05 Kel Batang Bungo Kec. Pasar Muara Bungo 14 Jl. S. Parman No. 236A Kel. Ulak Karang Barat Kec. Padang Utara Padang 15 Jl. AH. Nasution No. 123 Blk VII RT 26 RW 09, Yosorejo Metro Timur, Kota Metro Lampung 16 Jl. Soekarno Hatta Ruko BB Tower No.7A, Pangkal Pinang Komplek Ruko Triraksa Ekualita Blok. A No.38 Sungai Panas Batam Jl. Raya Bukti Tinggi Padang km 5 Ruko A1 Padang Luar Bukit Tinggi Bandar Jaya Jl. Proklamator RT/RW.15/06 LK.III Kel. Yukum Jaya Kec. Terbanggu Besar Kab Lamp 20 Jl. Yos Sudarso RT.06 Kel. Majapahit Kec. Lubuk Linggau Timur I Lubuk Linggau 21 Jl. Dr. Moh. Hatta No.589E (jalan lintas) Kel. Sukaraya Kec Baturaja Timur Baturaja OKU 22 Duri Jl. Hang Tuah No.386 RT.04 RW.02 Kel. Balai Makam Kec. Mandau Kab. Bengkalis 23 Tanjung Pinang Jl. DI. Panjaitan km.9 Ruko Grand Bintan Center No. 19 Kel. Batu IX Kec. Tanjung Pinang 24 Ujung Batu Jl. Jend Sudirman No.142 Kel. Ujung Batu Kec. Ujung Batu Kab. Rokan Hulu Riau Regional III & IV 1 Jl. Soekarjo Wiryopranoto 2/6 Pecenongan Jakarta Pusat Jl. Raya Boulevard Barat Plaza Inkopal Blok C2 No.63 Kelapa Gading Jakarta Utara 3 Rukan Tangcity Business Park Blok D60 Jl. Jend Sudirman No.1 Cikokol Tangerang Ruko Mall Bekasi Square Jl. Jend A Yani Pekayon Jaya No Bekasi ITC Fatmawati Ruko Duta Mas Blok A1 No.43 Jl. RS. Fatmawati Jaksel 6 Latumenten/Tanjung Duren Komp Ruko Seasons City Blok A.No.28 Jl. Prof Dr. Latumenten Tambora Jakbar 7 Jl. Siliwangi 60 B-1 Bogor, Jawa Barat Jl. Margonda Raya No.88, Rukan Depok Mall Blok B. No 50 Depok Matraman Jl. Jatinegara Timur No.37 RT.08 RW.04 Kel Balimester Kec. Jatinegara Jaktim 10 WTC Mangga Dua Lt.3A Blok AL Jl. Mangga Dua Raya Jakut

118 No. Lokasi Kantor 11 BSD Jl. Pahlawan 1000 Ruko BSD Junctions Blok A39-40Kel.Lenmgkong Wetan Kec.Serpong Tangsel Jumlah Pertanggungan Cash in Cashier Box (Dalam Rupiah) Kebon Jeruk Ruko Rich Palace Shop House and Sweet Regency Blok B No.3 Jl. Raya Meruya Ilir No Kembangan 13 Jl. Duren Tiga Raya No.29A-B Duren Tiga Jakarta Selatan Plaza Pondok Gede Blok A No Jl. Raya Pondok Gede Bekasi Cibubur Times Square Blok B4 No.21 Jl. Alternative Cibubur Gading Serpong/Tangerang Ruko Graha Boulevard Blok D No.19 Gading Serpong 17 Cilegon Ruko Cilegon Business Square Blok A No.6-7 Jl. Raya PCI Kel.Kedaleman Kec.Cibeber Cilegon Serang Ruko Serang City Square Blok A No.07 Jl. Raya Serang Cilegon km.3 Kel. Dragong Kec. Taktakan Serang 19 Ruko Arcadia Blok D No.2-3 Galuh Mas Ds. Sukaharja Kel. Teluk Jambe Timur Karawang 20 Cibinong Cibinong City Centre Blok D/38 Jl. Tegar Beriman No.1 Cibinong 21 Cikarang Ruko Roxy B-16 Jl. MH Thamrin Lippo Cikarang 22 Rangkas Bitung Jl. By Pass Rangkas Cikande Kadu Agung Timur Cibadak Lebak. 23 Graha Mandiri Lt. 3A Jl. Imam Bonjol No.61 Jakarta Pusat Graha Mandiri Lt. 3A Jl. Imam Bonjol No.61 Jakarta Pusat Regional 5 & 6 1 Kopo Plaza Kav. C10-11 Jl. Peta Lingkar Selatan Bandung Bandung Jl. Karapitan No. 106B, Bandung 3 Jl. Raya Kesambi Ruko Kesambi Regency No.4 Cirebon Yogyakarta Ruko Sumber Baru Square Kav.W Jl.Ringroad Utara Jombor Sinduadi Mlati Sleman Yogyakarta Ruko Tasik Indah Plaza No.29 Jl. HZ Mustofa Tasikmalaya Jl. Adi Sucipto 67C Ruko Adi Sucipto Kerten Laweyan Solo Ruko Mataram Plaza Blok E No.1 Jl. MT Haryono No Semarang 8 Jl. MT Haryono No.3A & 4A Ruko eks IAIN Purwokerto Jl. Yos Sudarso Komp. Ruko Nirmala Square Blok D/2 Tegal Jl. AKBP Agil Kusumadya No.32 Ruko No.8 Jati Kulon Kudus Ruko Grand Viko No.12A Jl. Soekarno Hatta Magelang Jl. Otista No.80A, Sukabumi Subang Jl. Otista No.254 Karanganyar Subang 14 Garut Ruko IBC Blok C No.12 Jl. Pramuka Pakuwon Garut 15 Pekalongan Ruko Dupan Square Blok B2 no.10 Jl. Dr Sutomo Baros Pekalongan Regional 7 1 Jl. Karimun Jawa Kav. 09 Ruko Permata Gubeng Surabaya Jl. Letjend Sutoyo No.55 Malang Jl. Buluh Indah No.53 Kav. 1 Kel. Pemecutan Kaja Kec. Denpasar Utara Bali 4 Surabaya Jl. Raya Jemur Sari No A Surabaya Jl. Kawi Ruko Mojoroto Indah Kav.20 Mojoroto Kediri Jl. Airlangga No.15C Gianyar Jl. Gajah Mada No.187 Ruko Gajah Mada Square A9 Jember Jl. Panca Usaha No. 9X Cakranegara Mataram Jl. Mayjend Panjaitan Blok A2 Perum Gading Indah Madiun Jl. Diponegoro No.34C Tuban

119 No. Lokasi Kantor Jumlah Pertanggungan Cash in Cashier Box (Dalam Rupiah) 11 Mojokerto Jl. Mojopahit No.456 Mojokerto 12 Gresik Ruko Kartini Megah Jl. RA Kartini No Kav. A.10 Kel. Sidomoro Kel. Kebomas Gresik Regional 8 & 9 1 Jl. Ruhul Rahayu RT.101 No.140 Ring Road 1 Balikpapan Jl. Wahid Hasyim No.26C Samarinda Jl. Veteran Selatan No.135B (311) Makassar, Sulsel Jl. Veteran km 4,5 Ruko A.Yani no.86 RT.14 RW Kel.Pengambangan Kec Banjarmasin Timur Banjarmasin 5 Jl. Piere Tendean No.5 Kawasan Boulevard Mega Smart Blok H Manado 6 Komp. Senapati Land Blok A No.8 Jl. Brigjen M. Yunus By Pass Kendari 7 Jl. Yos Sudarso No.5 RT 14 Kel. Selumit Pantai Kec. Tarakan Tengah Tarakan 8 Jl. Sultan Hasanuddin No.16A Parepare Jl. Cilik Riwut Km.3 Kel. Palangkaraya Kec. Jekan Raya Palangkaraya 10 Jl. Nani Wartobone no.131 Kel. Heledulaa Selatan Kec. Kota Timur Gorontalo 11 Jl. Emmy Saelan No.38 Palu Selatan Banjar Baru/Banjarmasin Jl. A. Yani km.35 Ruko Fortuna No.48 RT/RW 005/001 Kel. Guntung Palkat Kota Banjarmasin 13 Jl. A. Yani Komplek Bisnis A Yani Mega Mall Blok B No Pontianak 14 Bontang Jl. Sam Ratulangi No.79 Kel. Tanjung Laut Indah Kec. Bontang Selatan Bontang Kaltim Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan. Perseroan tidak mempunyai hubungan Afiliasi dengan perusahaan-perusahaan asuransi tersebut di atas. K. PERKARA PENGADILAN & SOMASI YANG SEDANG DIHADAPI PERSEROAN Saat ini, Perseroan terlibat dalam beberapa perkara perdata. Perkara-perkara perdata yang dihadapi oleh Perseroan pada umumnya timbul dalam kaitannya dengan tindakan Perseroan melakukan eksekusi barang Jaminan Fidusia para nasabahnya, berupa kendaraan bermotor (yang menjadi objek pembiayaan) karena adanya kelalaian para nasabah dalam melakukan liabilitas pembayaran atas fasilitas pembiayaan kendaraan bermotor yang diberikan Perseroan. Dari total jumlah perkara perdata yang sedang dihadapi oleh Perseroan, 9 perkara diantaranya saat ini sedang dalam proses di badan peradilan di Indonesia, dan 13 perkara yang saat ini sedang dalam proses di Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). Selain itu Perseroan juga menerima 2 (dua) surat somasi dari pihak ketiga. Adapun perincian perkara yang dihadapi oleh Perseroan saat ini adalah sebagai berikut: NO NOMOR REGISTRASI PERKARA 533/Pdt.G/201 1/PN. Jakarta Selatan 335/Pdt.G/201 1/PN. Jakarta Timur 70/Pdt.G/2012/ PN. Kediri 55/Pdt.G/2011/ PN. Tasikmalaya POSISI PERSEROAN Tergugat Penggugat Tergugat I Tergugat PIHAK LAWAN Ong Tik Gie 1) Rahmat Sori Alam Harahap, S.H. (Tergugat 1) 2) Solahudin (Tergugat II) Ahmad Farid Irma Fitriana dan Asep Saepul Hidayat (Para Penggugat) MATERI PERKARA Perbuatan Melawan Hukum Perbuatan Ingkar Janji / Wanprestasi Perbuatan Melawan Hukum Perbuatan Melawan Hukum NILAI GUGATAN PERKARA Materiil Rp ,- Immateriil Rp ,- Materiil Rp ,- Immateriil Rp ,- Materiil Rp ,- Immateriil Rp ,- Materiil Rp ,- TANGGAL PERKARA 4 Oktober Juni November Desember 2011 PUTUSAN PADA PENGADILAN TINGKAT SEBELUMNYA Pengadilan Tinggi menyatakan Gugatan Penggugat tidak dapat diterima Pengadilan Tinggi Mengabulkan Gugatan Penggugat Sebagian Pengadilan Tinggi menolak Gugatan Penggugat untuk seluruhnya Pengadilan Tinggi menolak Gugatan Para Penggugat Untuk Seluruhnya dan STATUS PERKARA Proses Kasasi Proses Kasasi Proses Kasasi Proses Kasasi 97

120 NO NOMOR REGISTRASI PERKARA 9/BPSK/PERK ARA/XII/ /Pdt.G/2014/ PN.Jkt.Ut 04/Pdt.Plw/201 4/PN.CN No.843/Pdt.G/ 2014/PN.Sby No.212/Pdt.Su s/bpsk/2014/ PN.Pbr No.46/Pdt.Sus- Pailit/2014/PN. Niaga.Jkt.Pst. No.129/Pdt.Su s/bpsk/2015/ PN.Pbr 243/K/BPSK/B B/V/ /P3K/BPSK /BB/V/ /Pen/BPSK /Mdn/VIII/2015 No.278/Arbitra se/bpsk- BB/VIII/ /PG- ARB/BPSK/BB /VIII/2015 POSISI PERSEROAN Teradu PIHAK LAWAN Adek Oktavia MATERI PERKARA Pengaduan Konsumen di BPSK Penggugat Tonny Wanprestasi Penggugat Feri Harianto (Terlawan Penyita), Ria Kartika (Terlawan Tersita I), Risnawati (Terlawan Tersita II) dan Sosi K. (Terlawan Tersita III) Gugatan Perlawanan Atas Sita Jaminan Tergugat Kristono Wanprestasi Pemohon Keberatan Kreditur Lain Pemohon Keberatan Teradu Teradu Teradu Termohon Kasasi Teradu Sudirman PT Pundi Abadi Intisari Chandra Yusuf Gajali Dahryani Mulkan Dalimunthe Dorres Nababan Sudaryanto Berlan Sitinjak Pengaduan Konsumen di BPSK Kepailitan Konsumen Mengajukan Kasasi Pengaduan Konsumen di BPSK Kabupaten Batubara Pengaduan Konsumen di BPSK Kab. Batu Bara Pengaduan Konsumen di BPSK Kota Medan Konsumen Mengajukan Kasasi atas Putusan PN Tanjung Balai Pengaduan Konsumen di BPSK Kab. Batu Bara NILAI GUGATAN PERKARA Materiil Rp ,- Materiil Rp , - Immateriil Rp , - Materiil Rp ,- Materiil Rp ,- Materiil Rp ,- Materiil Rp Materiil Rp Materiil Rp Materiil Rp Materiil Rp Materiil Rp TANGGAL PERKARA 19 Desember Februari Januari Oktober November Desember 2014 Juni 2015 PUTUSAN PADA PENGADILAN TINGKAT SEBELUMNYA mengabulkan Gugatan Penggugat Rekonpensi untuk sebagian Putusan Pengadilan Negeri Bukit Tinggi Membatalkan Putusan BPSK Kota Bukit Tinggi Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara menolak gugatan Penggugat Putusan Pengadilan Negeri Cirebon mengabulkan gugatan Penggugat Putusan Pengadilan Negeri Surabaya menyatakan menolak gugatan Penggugat Putusan Pengadilan Negeri Pekanbaru menyatakan permohonan Pemohon Keberatan tidak bisa diterima Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyatakan bahwa debitur (PT Pundi Abadi Intisari) telah dinyatakan pailit MTF Kalah pada BPSK Kota Pekanbaru, MTF menang Pada PN Pekanbaru STATUS PERKARA Proses Kasasi Proses Banding Proses Kasasi Proses Banding Proses Kasasi Adanya penetapan bahwa akan adanya pelunasan terhadap barang modal Perseroan Proses Kasasi Mei Proses BPSK Mei Proses BPSK 18 Agustus Agustus Agustus 2015 Atas Pengaduan Konsumen tersebut Perseroan telah menghadiri dan memberikan Eksepsi/ jawaban MTF Kalah Pada BSPK Kab. Batu Bara, MTF menang Pada PN Tanjung Balai Atas Pengaduan Konsumen (Berlan), Perseroan telah Mengajukan Eksepsi/Jawaba n Keberatan Proses BPSK Proses Kasasi Proses BPSK 98

121 NO NOMOR REGISTRASI PERKARA 1145/PG/BPS K/BB/IX/ /PG-ARB- I/BPSK/BB/X/ /RED/BP SK-DKI/X/ /PK/IX/201 5 POSISI PERSEROAN Pemohon Keberatan Pemohon Keberatan Teradu Teradu PIHAK LAWAN Suriati Khairul Syahri Hasibuan Komarudin Akyas YOYO HERYAMAN MATERI PERKARA Pengajuan Keberatan oleh MTF atas Putusan BPSK Kab. Batubara Pengajuan Keberatan oleh MTF atas Putusan BPSK Kab. Batubara Pengaduan Konsumen di BPSK Provinsi DKI Jakarta Pengaduan Konsumen di BPSK Kab. Sumedang NILAI GUGATAN PERKARA Materiil Rp Materiil Rp Materil Rp Materiil Rp ,- TANGGAL PERKARA 27 Agustus Oktober Oktober November 2015 PUTUSAN PADA PENGADILAN TINGKAT SEBELUMNYA - - Dalam Proses Mediasi di BPSK DKI Jakarta Dalam Proses Mediasi di BPSK Kab. Sumedang STATUS PERKARA MTF Mengajukan keberatan atas Putusan BPSK Kab. Batu Bara di PN Padang Sidimpuan MTF Mengajukan keberatan atas Putusan BPSK Kab. Batu Bara di PN Rantau Prapat Proses BPSK Proses BPSK /PK/IX/201 5 Teradu SYAIPULLOH Pengaduan Konsumen di BPSK Kab. Sumedang Materiil Rp ,- 6 November 2015 Dalam Proses Mediasi di BPSK Kab. Sumedang Proses BPSK /BPSK/XI/2 015 Teradu Zafirman PengaduanKo nsumen di BPSK Kab. Sragen Materiil 189,660, November Proses BPSK SOMASI Perseroan telah menerima 2 (dua) surat somasi, dengan uraian sebagai berikut: 1. Surat Somasi No.01/SAH-BD/SOM/VI/2015 tanggal 8 Juni 2015 dari S.A.H Law Office yang bertindak untuk dan atas nama Budi Darmawan, yang meminta agar Perseroan mengembalikan mobil/objek pembiayaan atau Perseroan dapat memberikan penyelesaian yang dapat diterima Budi Darmawan. Perseroan telah memberikan tanggapan atas somasi tersebut dimana Perseroan meminta agar Budi Darmawan segera menyelesaikan seluruh kewajibannya kepada Perseroan dan juga mengundang kuasa hukum Budi Darmawan yaitu S.A.H Law Office untuk hadir dan datang ke kantor pusat Perseroan untuk melakukan konfirmasi dan mediasi terkait perkara tersebut 2. Surat Somasi No.01/MTN-ADV/SOM/IX/2015 tanggal 15 September 2015 dari Meitin Alfun, yang meminta meminta agar Perseroan bersama-sama dengan PT Mandiri AXA General Insurance, PT Asuransi Cigna, dan Universal Motor untuk membayar biaya ganti rugi kepada Meitin Alfun sebesar Rp ,00 (tiga ratus juta Rupiah) dan mengembalikan mobil Meitin Alfun dengan yang baru dan jenis yang sama. Perseroan telah memberikan tanggapan atas somasi Meitin Alfun, dimana Perseroan menyampaikan bahwa yang berwenang menanggung kerusakan kendaraan milik Meitin Alfun adalah PT Mandiri AXA General Insurance sebagaimana dimaksud dalam Polis Asuransi Nomor Tanggal 6 Januari 2014, dan Perseroan bersedia membantu Meitin Alfun untuk melakukan proses klaim kepada PT Mandiri AXA General Insurance Berdasarkan Surat Pernyataan Perseroan, Perkara-perkara dan Somasi-somasi yang diterima Perseroan tidak berdampak terhadap kegiatan usaha dan kondisi keuangan Perseroan dan Perseroan dengan ini menyatakan tidak ada perkara hukum lainnya dan potensi perkara yang dihadapi Perseroan yang dapat menghalangi kelangsungan usaha Perseroan. 99

122 L. STRUKTUR GRUP PERSEROAN Diagram hubungan kepemilikan Bank Mandiri, TURI dengan Perseroan pada saat Prospektus ini diterbitkan adalah sebagai berikut: Sumber: Perseroan M. LISENSI, FRANCHISE, KONSESI UTAMA DAN HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL (HAKI) Dalam menjalankan kegiatan operasional dan usaha, Perseroan tidak memiliki lisensi, franchise, konsesi utama dan Hak Atas Kekayaan Intelektual. N. JARINGAN KANTOR Pada saat Informasi Tambahan ini diterbitkan, Perseroan menjalankan usahanya yang terbagi atas Kantor Pusat, 92 (sembilan puluh dua) kantor cabang yang terletak di Banda Aceh, Medan, Rantau Prapat, Padang, Agam, Lubuk Linggau, Batam, Pekanbaru, Rokan Hulu, Tanjung Pinang, Ogan Komering Ilir, Bengkalis, Jambi, Muara Bungo, Bengkulu, Palembang, Bandar Lampung (7 cabang), Pangkal Pinang,Cilegon, Serang, Tangerang (3 Cabang), Lebak, Jakarta (8 Cabang), Bekasi (2 Cabang), Karawang, Depok, Cibubur, Bogor, Sukabumi, Bandung (2 Cabang), Tasikmalaya, Cirebon, Garut, Subang, Cikarang, Cibinong, Tegal, Purwokerto, Semarang, Solo, Kudus, Magelang, Yogyakarta, Pekalongan, Mojokerto, Surabaya (2 Cabang), Malang, Kediri, Jember, Madiun, Tuban, Gresik, Denpasar, Gianyar, Mataram, Pontianak, Banjarmasin, Tanjung, Palangkaraya, Samarinda, Balikpapan, Tarakan, Banjar Baru, Bontang, Makassar, Parepare, Kendari, Manado, Palu, Gorontalo, Sintang, Sampit, Mamuju dan Kotamobagu serta 21 (dua puluh satu) Kantor Satelit yang terletak di Pasuruan, Pahuwanto, Solok, Salatiga, Blitar, Pasaman Barat, Sumbawa, Ogan Komering Ulu, Bone, Lahat, Belitung, Sumedang, Lamongan, Indramayu, Cilacap, Banjarnegara, Bulukumba, Kolaka, Palopo, Singaraja dan Kupang. No. Kantor Kantor Pusat: Imam Bonjol, yang terletak di Gedung Graha Mandiri (d/h. Plaza Bumidaya) Jl. Imam Bonjol No.61 Lantai 3A, Jakarta Pusat Luas (m2) Jangka Waktu 5 (lima) tahun, sejak tanggal 1 September 2014 s/d 31 Agustus (satu) tahun, terhitung sejak tanggal 15 April 2015 s/d 14 April 2016 Status Sewa Sewa 1. Imam Bonjol, yang terletak di Gedung Graha Mandiri (d/h. Plaza Bumidaya) Jl. Imam Bonjol No.61 Lantai 3, Jakarta Pusat (satu) tahun, terhitung sejak tanggal 1 April 2015 s/d 31 Maret 2016 Sewa Imam Bonjol, yang terletak di Gedung Graha Mandiri (d/h. Plaza Bumidaya) Jl. Imam Bonjol No.61 Lantai 1, Jakarta Pusat (satu) tahun, terhitung sejak tanggal 15 November 2015 s/d 14 November 2016 Sewa 100

123 No. Kantor Imam Bonjol, yang terletak di Gedung Graha Mandiri (d/h. Plaza Bumidaya), Lantai Basement, Jl. Imam Bonjol No.61, Jakarta Pusat Luas Jangka Waktu (m2) (dua belas) bulan, sejak tanggal 1 Mei 2015 s/d 30 April 2016 Status Sewa 2. Kantor Cabang: Kantor Cabang Medan, yang terletak di Jl. Iskandar Muda No.75, Batubara, Medan Baru, Medan (tiga) tahun, sejak tanggal 1 Februari 2013 s/d 1 Februari 2016 Sewa Kantor Cabang Pekanbaru, yang terletak di Jl. Arifin Ahmad Komplek Platinum Bisnis Center No.25 dan No.26, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Propinsi Riau Kantor Cabang Jambi, yang terletak di Jl. Gajahmada Nomor 85 RT 022 RW 06 Kelurahan Jelutung Kotamadya Jambi, Propinsi Jambi (tiga) tahun, sejak tanggal 10 Januari 2014 s/d 10 Januari (tiga) tahun, sejak tanggal 1 Mei 2014 s/d 1 Mei 2017 Sewa Sewa 5. Kantor Cabang Bengkulu, yang terletak di Pangeran Natadirja, Kelurahan Jl. Gudang, Kecamatan Gading Cempaka, Propinsi Bengkulu (tiga) tahun, sejak tanggal 10 Juli 2013 s/d 10 Juli 2016 Sewa 6. Kantor Cabang Palembang, yang terletak di Jl. Veteran No.931 Komplek Ruko Rajawali, Kel. 9 Ilir, Kec. Ilir Timur II, Palembang, Propinsi Sumatera Selatan (tiga) tahun, sejak tanggal 1 April 2014 s/d 1 April 2017 Sewa Kantor Cabang Bandar Lampung, yang terletak di Jl. Pangeran Antasari No.91 AB & C, Kelurahan Kedamaian, Kecamatan Tanjung Karang Timur, Kotamadya Bandar Lampung, Propinsi Lampung Kantor Cabang Metro Lampung, yang terletak di Jl. AH. Nasution No.12, Kel. Yosodadi, Kec. Metro Timur, Kota Metro Kantor Cabang Tanggamus Lampung, yang terletak di Jl. Ahmad Yani No.46A LK II, Pringgombo II RT 001, Kel. Pringsewu Timur, Kec. Pringsewu, Kab. Pringsewu, Propinsi Lampung 160 & 93,75 Masing-masing 3 (tiga) tahun untuk Ruko No.91AB terhitung sejak tanggal 30 Mei 2014 s/d 30 Mei 2017 dan Ruko No.91C terhitung sejak tanggal 10 Juli 2014 s/d 10 Juli (tiga) tahun, sejak tanggal 12 April 2013 s/d 11 April (lima) tahun, sejak tanggal 1 April 2013 s/d 1 April 2018 Sewa Sewa Sewa Kantor Cabang Tulang Bawang, yang terletak di Kelurahan Dwi Warga Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang, Propinsi Lampung Kantor Cabang Kalianda, yang terletak di Jl. Kesuma Bangsa, Kel. Way Urang, Kec. Kalianda, Kab. Lampung Selatan, Propinsi Lampung Kantor Cabang Kotabumi, yang terletak di Jl. Jendral Sudirman No.88A, Kel. Tanjung Aman, Kec. Kotabumi Selatan, Kab. Lampung Utara, Propinsi Lampung Kantor Cabang BSD Tangerang, yang terletak di BSD Junction Blok A 39 & 40 Kantor Cabang Fatmawati, yang terletak di Kel. Cipete Utara, Kec. Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Propinsi DKI Jakarta Kantor Cabang Tanjung Duren, Jakarta Barat, yang terletak di Jl. Prof. Dr. Latumenten, Komplek Ruko Seasons City, Blok A No.28, Kelurahan Jembatan Besi, Seasons City, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat Kantor Cabang Kelapa Gading, yang terletak di Jl. Boulevard Barat Blok. C No.63A, Plaza Kelapa Gading, Kel. Kelapa Gading Barat, Kec. Kelapa Gading, Kota Administrasi Jakarta Utara, Propinsi DKI Jakarta (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 1 Januari 2015 s/d 31 Desember (satu) tahun, terhitung sejak tanggal 2 April 2015 s/d 1 April (tiga) tahun, sejak tanggal 12 Desember 2013 s/d 12 Desember (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 1 Oktober 2014 s/d 1 Oktober (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 6 Juni 2014 s/d 5 Juni (tiga) tahun, sejak tanggal 1 April 2014 s/d 31 Maret (tiga) tahun, sejak tanggal 1 September 2013 s/d 1 September 2016 Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Kantor Cabang Bekasi, yang terletak di Bekasi Square Blok RK-067, RT 001 RW 002 Kantor Cabang Karawang, yang terletak di Blok XII-a Kavling D-3, Kelurahan Sukaharja, Kecamatan Telukjambe, Kabupaten Karawang, Propinsi Jawa Barat 212,50 3 (tiga) tahun, sejak tanggal 9 April 2014 s/d 8 April (tiga) tahun, sejak tanggal 1 Agustus 2013 s/d 31 Juli 2016 Sewa Sewa 101

124 No. 19. Kantor Kantor Cabang Tasikmalaya, yang terletak di Komplek Ruko Asia Blok B 7-8 Jalan K.Hz.Mustofa Nomor 326 Tasikmalaya Luas Jangka Waktu (m2) 72 & 74 3 (tiga) tahun, sejak tanggal 29 Oktober 2015 s/d 29 Oktober 2016 Status Sewa Kantor Cabang Cirebon, yang terletak di Jl. Kesambi dan Jl. Satria, Kelurahan Kesambi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Propinsi Jawa Barat Kantor Cabang Tegal, yang terletak di Jl. Martoloyo, Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Propinsi Jawa Tengah Kantor Cabang Purwokerto, yang terletak di Jl. MT. Haryono No.3A-4A, Kelurahan Purwokerto Wetan, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Propinsi Jawa Tengah Kantor Cabang Yogyakarta, yang terletak di Sumber Baru Square Kavling W, Kel. Sendangadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Kantor Cabang Surakarta, Solo, yang terletak di Jl. Adi Sucipto 167, RT 003 / RW 011, Kelurahan Kerten, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Propinsi Jawa Tengah Kantor Cabang Malang, yang terletak di Jl. Letjen Sutoyo No. 55, Kel. Lowokwaru, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 80 5 (lima) tahun, sejak tanggal 30 April 2014 s/d 30 April (tiga) tahun, sejak tanggal 1 Juli 2013 s/d 30 Juni (lima) tahun, sejak tanggal 1 Maret 2014 s/d 1 Maret (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 15 September 2014 s/d 15 September (tiga) tahun, sejak tanggal 1 November 2013 s/d tanggal 1 November (tiga) tahun, sejak tanggal 6 Januari 2013 s/d 6 Januari 2016 Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa 26. Kantor Cabang Kediri, yang terletak di Kel. Mojoroto, Kec. Mojoroto, Kota Kediri, Propinsi Jawa Timur 99 3 (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 1 Juli 2015 s/d 30 Juni 2018 Sewa Kantor Cabang Makasar, yang terletak di Jl. Veteran No.135B dan 135C, Kelurahan Mamajang Dalam, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Propinsi Sulawesi Selatan Kantor Cabang Parepare, yang terletak di Jl. Bau Massepe, Kel. Labukkang, Kec. Ujung, Parepare, Propinsi Sulawesi Selatan (tiga) tahun, sejak tanggal 1 Mei 2013 s/d 1 Mei (empat) tahun, sejak tanggal 14 Mei 2013 s/d 1 Oktober 2017 Sewa Sewa 29. Kantor Cabang Kendari, yang terletak di Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari (dua) tahun, terhitung sejak tanggal 10 April 2015 s/d 10 April 2017 Sewa 30. Kantor Cabang Manado, yang terletak di Kelurahan Wenang Utara, Kecamatan Wenang, Kotamadya Manado, Propinsi Sulawesi Utara (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 15 Agustus 2014 s/d 15 Agustus 2017 Sewa Kantor Cabang Banjarmasin, yang terletak di Jalan Veteran, Kelurahan Pengembangan, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin, Propinsi Kalimantan Selatan Kantor Cabang Palangkarya, yang terletak di Jl. Cilik Riwut Km. 3,2, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangkaraya, Propinsi Kalimantan Tengah (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 10 Januari 2015 s/d 10 Januari ,75 3 (tiga) tahun, sejak tanggal 1 April 2013 s/d 31 Maret 2016 Sewa Sewa 33. Kantor Cabang Samarinda, yang terletak di Jl. KH. Wahid Hasyim, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, Propinsi Kalimantan Timur (tiga) tahun, sejak tanggal 1 Januari 2014 s/d 1 Januari 2017 Sewa Kantor Cabang Balikpapan, yang terletak di Jalan MT. Haryono No. 12 RT 33 Kelurahan Sungai Nangka, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur Kantor Cabang Tarakan, yang terletak di Jl. Yos Sudarso, RT 014, Kelurahan Selumit Pantai, Kecamatan Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Propinsi Kalimantan Timur Kantor Cabang Pontianak, yang terletak di Komplek Sentra Bisnis Ahmad Yani Mega Mall Blok B No. 23, Kelurahan Benua Melayu Darat, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Propinsi Kalimantan Barat (dua) tahun, terhitung sejak tanggal 13 Agustus 2015 s/d 12 Agustus (tiga) tahun, sejak tanggal 1 Agustus 2013 s/d 31 Juli (tiga) tahun, sejak tanggal 31 Mei 2013 s/d 30 Mei 2016 Sewa Sewa Sewa 102

125 No. 37. Kantor Kantor Cabang Pangkalpinang, yang terletak dijl. Soekarno Hatta, Kelurahan Bukit Besar, Kecamatan Girimaya, Kepulauan Bangka Belitung Luas Jangka Waktu (m2) 76 3 (tiga) tahun, sejak tanggal 18 November 2013 s/d 18 November 2016 Status Sewa 38. Kantor Cabang Padang, yang terletak di Jl. S. Parman No.236 A, Kelurahan Ulak Karang Barat, Kecamatan Padang Utara, Propinsi Sumatera Barat 95 3 (tiga) tahun, sejak tanggal 24 Desember 2013 s/d 23 Desember 2016 Sewa 39. Kantor Cabang Banda Aceh, yang terletak di Jl. Profesor DR. Muhammad Hasan, Desa Blang Cut, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh 64 3 (tiga) tahun, sejak tanggal 23 November 2013 s/d 23 November 2016 Sewa 40. Kantor Cabang Muara Bungo, yang terletak di Jl. Lintas Sumatera KM. 0, Kelurahan Balang Bungo, Kecamatan Pasar Muara Bungo, Kabupaten Bungo, Propinsi Jambi 64 3 (tiga) tahun, sejak tanggal 1 September 2013 s/d 1 September 2016 Sewa 41. Kantor Cabang Rantau Prapat, yang terletak di Jl. Jenderal Ahmad Yani No. 38 Rantau Prapat, Kel. Kartini, Kab. Labuhanbatu, Propinsi Sumatera Utara (dua) bulan, terhitung sejak tanggal 1 November 2015 s/d 31 Desember 2015 Sewa Kantor Cabang Serang, yang terletak di Jl. Ruko Serang City Square No. 7, Jl. Raya Cilegon, Cibeber, Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang Kantor Cabang Pondok Gede Bekasi, yang terletak di Pondok Gede Plaza Blok A No.34 dan No.35, Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Propinsi Jawa Barat (tiga) tahun, sejak tanggal 10 Januari 2013 s/d 9 Januari ,5 3 (tiga) tahun, sejak tanggal 1 Januari 2014 s/d 31 Desember 2016 Sewa Sewa Kantor Cabang Kebon Jeruk, yang terletak di Rich Palace Shop House and Sweet Regency Blok B No.3, Jl. Meruya Ilir 44. (Lapangan Bola) No.34-4, Kelurahan Serengseng, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat Kantor Cabang Sukabumi, yang terletak di Jl. Otto Iskandar Di Nata No.80, Kel. 45. Citamiang, Kec. Citamiang, Sukabumi Propinsi Jawa Barat 46. Kantor Cabang Gorontalo, yang terletak dikelurahan Heledulaa Selatan, Kecamatan Kota Selatan, Propinsi Gorontalo 276,08 3 (tiga) tahun, sejak tanggal 1 Januari 2014 s/d 31 Desember (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 1 Januari 2014 s/d 31 Desember ,06 3 (tiga) tahun, sejak tanggal 10 Desember 2013 s/d 9 Desember 2016 Sewa Sewa Sewa Kantor Cabang Tuban, yang terletak di Jl. Diponegoro No.34C, Kelurahan Latsari, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Propinsi Jawa Timur Kantor Cabang Mataram, yang terletak di Jalan Selaparang, Kelurahan Cakranagara Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, Propinsi Nusa Tenggara Barat (tiga) tahun, sejak tanggal 5 Januari 2014 s/d 5 Januari dan (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 1 Agustus 2015 sampai dengan Agustus 2018 Sewa Sewa 49. Kantor Cabang Magelang, yang terletak di Ruko Grand Viko No.12 A, Jl. Soekarno Hatta, Kelurahan Rejowinangun, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, Propinsi Jawa Tengah 70 3 (tiga) tahun, sejak tanggal 31 Januari 2014 s/d 31 Januari 2017 Sewa 50. Kantor Cabang Kudus, yang terletak di Jl. Raden Agil Kusumadya No.8, Desa Jati Kulon, Kec. Jati, Kab. Kudus, Propinsi Jawa Tengah (tiga) tahun, sejak tanggal 1 Februari 2014 s/d 1 Februari 2017 Sewa 51. Kantor Cabang Gianyar, yang terletak di Jl. Erlangga No. 15 C, Kel. Gianyar, Kec. Gianyar, Kab. Daerah Tingkat II Gianyar, Propinsi Daerah Tingkat I Bali (tiga) tahun, terhitung sejak bulan Januari 2015 s/d bulan Januari 2018 Sewa 52. Kantor Cabang Jember, yang terletak di Kelurahan Kaliwates, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Propinsi Jawa Timur 85 3 (tiga) tahun, sejak tanggal 1 Januari 2014 s/d 1 Januari 2017 Sewa 103

126 No. 53. Kantor Kantor Cabang Madiun, yang terletak di Jl. Kelurahan Pandean, Kecamatan Taman, Kotamadya Madiun, Propinsi Jawa Timur Luas (m2) Jangka Waktu (tiga) tahun, sejak tanggal 1 Januari 2014 s/d 1 Januari 2017 Status Sewa Kantor Cabang Palu, yang terletak di Perkantoran Vatulemo Jalan Muhammad Yamin Blok D1 Palu Kantor Cabang Karapitan Bandung, yang terletak di Jl. Karapitan No. 106 B, Kel.Cikawao, Kec. Lengkong, Kota Bandung, Propinsi Jawa Barat (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 1 September 2015 s/d 1 September (lima) tahun, sejak tanggal 21 Maret 2014 s/d 21 Maret 2019 Sewa Sewa Kantor Cabang WTC Mangga Dua, yang terletak di lantai 3A Blok AL No.001, Jl. Mangga Dua Raya Nomor 8, Jakarta Utara Kantor Cabang Tangerang II, yang terletak di Komplek Perumahan Gading Serpong, Jl. Graha Boulevard Timur, Blok GBVD Nomor 019, Sektor Graha Boulevard, wilayah Summarecon Serpong, Tangerang, Propinsi Banten Kantor Cabang Ogan Komering Ulu, yang terletak di Jl. Dr. Moha. Hatta, Kelurahan Sukaraya, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Provinsi Sumatera Selatan Kantor Cabang Banjarbaru, yang terletak di Jl. Jenderal Achmad Yani Km , Kelurahan Banjarbaru Kota, Kecamatan Banjarbaru, Kota Banjarbaru Kantor Cabang Lampung Tengah, yang terletak di Jl. Proklamator RT 12/RW 09, Kelurahan Yukum Jaya, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung Kantor Cabang Cibubur (Bekasi), yang terletak di Kelurahan Jatikarya, Kecamatan Jati Sampurna, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat Kantor Cabang Bengkalis, yang terletak di Kelurahan/Desa Balai Makam, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau Kantor Cabang Agam, yang terletak di Jl. Raya Bukittinggi-Padang Km.5 Petak 7, Desa Padang Luar, Kecamatan Banuhampu, Propinsi Sumatera Barat Kantor Cabang Batam, yang terletak di Komplek PT Trikarsa Ekualita Blok A Nomor 38 Batam Kantor Cabang Lubuklinggau, yang terletak di Jalan Yos Sudarso No.90 RT VI Kel Taba Lubuk Linggau Kantor Cabang Tanjung Pinang, Jl. D.I. Panjaitan KM. 9, Kelurahan Air Raja, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Propinsi Kepulauan Riau Kantor Cabang Subang, Jl. Otistas No.254, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, Propinsi Jawa Barat Kantor Cabang Rangkas Bitung, By Pass, Desa Kaduagung Timur, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten Kantor Cabang Pekalongan, Kel. Baros, Kec. Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Propinsi Jawa Tengah Kantor Cabang Mojokerto, Desa Kranggan, Kec. Mojokerto, Kotamadya Mojokerto, Propinsi Jawa Timur Kantor Cabang Gresik, Kel. Sidomoro, Kec. Kebomas, Kabupaten Gresik, Propinsi Jawa Timur Kantor Cabang Garut, Blok C-12, Kel. Pakuwon, Kec. Garut Kota, Kabupatem Garut, Provinsi Jawa Barat Kantor Cabang Cikarang, Jl. MH. Thamrin Lippo Cikarang, Desa Cibatu, Kec. Lemahabang, Kabupaten Bekasi, Propinsi Jawa Barat 63,51 2 (dua) tahun, terhitung sejak tanggal 1 Januari2015 s/d 31 Desember (tiga) tahun, sejak tanggal 27 Juni 2013 s/d tanggal 26 Juni (tiga) tahun, sejak tanggal 26 April 2013 s/d 26 April (tiga) tahun, sejak tanggal 1 April 2013 s/d 31 Maret (tiga) tahun, sejak tanggal 6 April 2013 s/d 7 April (tiga) tahun, sejak tanggal 8 April 2013 s/d 7 April (tiga) tahun, sejak tanggal 30 April 2013 s/d 30 April (tiga) tahun, sejak tanggal 5 Maret 2013 s/d 5 Maret (tiga) tahun, sejak tanggal 18 Februari 2013 s/d 29 Februari (tiga) tahun, sejak tanggal 24 April 2013 s/d 24 April ,5 3 (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 1Februari 2014s/d31 Januari (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 1Februari 2014s/d31 Januari (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 1 Juni 2014 s/d31 Mei (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 1 Februari 2014s/d1 Februari (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 11 Maret 2014s/d11 Maret (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 7 Februari 2014 s/d 7 Februari (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 1 Februari 2014 s/d 31 Januari (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 1 Februari 2014 s/d 31 Januari 2017 Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa 104

127 No Kantor Kantor Cabang Cibinong, Cibinong City Centre Blok D3/B, Desa Pakansari, Kec. Cibinong, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat Kantor Cabang Bontang, Jl. Samratulangi, Kel. Tanjung Laut Indah, Kec. Bontang Selatan, Kota Bontang, Propinsi Kalimantan Timur Kantor Cabang Tangerang I, Jl. Jenderal Sudirman No.1, Kel. Babakan, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Propinsi Banten Kantor Cabang Ujung Batu, Jl. Jenderal Sudirman Ujung Batu, Kel.Ujung Batu, Kec.Ujung Batu, Propinsi Riau Kantor Cabang Sintang, Kelurahan Ladang, Kecamatan Sintang, Provinsi Kalimantan Barat Kantor Cabang Sampit, Jl. Pangeran Antasari RT/RW 020/003, Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Kantor Cabang Cilegon, Komp.pci Cilegon Businees Square Blok. A 6-7, RT.05/06, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon. Surat Keterangan ini berlaku sampai dengan tanggal 23 Februari 2016 Kantor Cabang Depok, Jalan Margonda Raya Rukan Depok Mall Blok B 1 No.50, Kel. Kemirimuka, Kec. Beji, Propinsi Jawa Barat Kantor Cabang Bogor, Jalan Siliwangi, Kel. Lawanggintung, Kec. Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat Kantor Cabang Bandung 1, Kopo Plaza Kaveling C 10-11, Jalan Lingkar Selatan, Kel. Sukaasih, Kec. Bojoriloa Kaler, Kotamadya Bandung, Jawa Barat Kantor Cabang Surabaya 2, Jalan Raya Tenggilis No.23, Kelurahan Kendangsari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur Kantor Cabang Surabaya 1, Jl Karimun Jawa Kav No.3 Gubeng Surabaya Kantor Cabang Denpasar, Jalan Buluh Indah No.53 Kav. 1, Kelurahan Pemecutan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Bali Kantor Cabang Duren Tiga, Jalan Duren Tiga, RT 005/RW 001, Kelurahan Duren Tiga, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan Kantor Cabang Tanjung Tabalong, Jalan Jaksa Agung Suprapto No.74, RT 15, Depan Rutan Tanjung, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan Kantor Cabang Kebon Kelapa, Sukarjo Wiryopranoto No.2/6, Kel. Kebon Kelapa, Kec. Gambir, Jakarta Pusat, Propinsi DKI Jakarta Kantor Cabang Jatinegara, Jalan Raya Jatinegara Timur, Balimester, Jakarta Timur Kantor Cabang Mamuju, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Simboro, Kecamatan Simboro dan Kepulauan, Kabupaten Mamuju Kantor Cabang Kotamobagu, di Kelurahan Mogolaing, Kecamatan Kotamobagu, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara Luas Jangka Waktu (m2) (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 10 Januari 2014 s/d 10 Januari (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 1 Februari 2014 s/d 31 Januari (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 20 Agustus 2014 s/d 19 Agustus (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 11 Maret 2014 s/d 10 Maret (dua) tahun, terhitung sejak tanggal 11 Mei 2015 s/d 10 Mei (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 10 Maret 2015 s/d 9 April (tiga puluh) tahun s/d 16 Oktober (tiga puluh) tahun s/d tanggal 24 September (tiga puluh) tahun s/d tanggal 27 April (dua puluh) tahun s/d tanggal 8 Januari , 72 & (tiga puluh) tahun s/d tanggal 19 September tahun, sejak tanggal 25 Februari 2009 s/d 25 Februari (tiga puluh) tahun s/d tanggal 10 Desember & (tiga puluh) tahun s/d tanggal 7 November Sedang tidak aktif - Sedang tidak aktif (tiga puluh) tahun s/d tanggal 22 Oktober (tiga puluh) tahun s/d tanggal 4 Februari (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 18 Mei 2015 s/d 17 Mei ,75 3 (tiga) tahun, terhitung sejak tanggal 15 Mei 2015 s/d 15 Mei 2018 Status Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa Sewa HGB No.1833/Kelurahan Kedaleman & HGB No.1834/Kelurahan Kedaleman HGB No.134, Kotamadya Bogoratas nama Perseroan HGB No.43, Kelurahan Lawanggintungatas nama Perseroan HGB No.390, Kotamadya Bandungatas nama Perseroan HGB No.776/ Kelurahan Kendangsari, HGB No.776/ Kelurahan Kendangsari & HGB No.779/Kelurahan Kendangsari, ketiganya atas nama Perseroan Sewa HGB No.64, Kota Denpasaratas nama Perseroan HGB No.1597/Kelurahan Duren Tiga & HGB No.1598/Kelurahan Duren Tiga, keduanya atas nama Perseroan - Sedang tidak aktif HGB No.2594, Kotamadya Jakarta Pusat, atas nama Perseroan HGB No.1389, Kotamadya Jakarta Timur, atas nama Perseroan Sewa *) Berdasarkan Surat Pernyataan Perseroan tanggal 1 Desember 2015, Status kantor cabang Tanjung Tabalong milik Perseroan sedang dalam keadaan non aktif akibat kondisi pasar/market di wilayah tersebut sedang menurun dan seluruh aktifitas kegiatan usaha Perseroan di wilayah tersebut dialihkan ke kantor cabang Perseroan terdekat. Sewa 105

128 Kantor Satelit Kantor Satelit Lokasi Kantor Izin Bank Mandiri Pasuruan Jalan Panglima Sudirman No. 11, Pasuruan 8.CB.PSN/356/2015 tanggal 16 Maret 2015 Pahuwato Desa Buntulia Selatan, Kecamatan Duhiadaa, Kabupaten Pohuwato, 10.Br.MRS/112/2015 tanggal 13 Propinsi Gorontalo April 2015 Solok Jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan (Pandan Dekat), KelurahanPasar 2.Br.SLK/030/2015 tanggal 21 April Pandan Air Mtai, Kecamatan Tanjung Harapan, Kotamadya 2015 Solak, Propinsi Sumatera Barat Salatiga Kelurahan Salatiga, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Propinsi 7.CB.SLG/0398/2015 Jawa Tengah Tanggal 27 Maret 2015 Blitar Pasaman Barat Sumbawa Ogan Komering Ulu Bone Lahat Ruko Merdeka Trade Center, Jalan A. Yani No. 7, Kelurahan Kepanjelor, Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar, Propinsi Jawa Timur Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat Jalan Diponegoro No. 10, Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat Jalan Lintas Timur, Kampung III, RT 001, Kelurahan Tugu Mulyo, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan Jalan Bajoe Desa Watampone, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten DT II Bone, Sulawesi Selatan Jalan Mayor Ruslan II, Komplek Pertokoan Citra Niaga Lahat, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan Jalan Merdeka, Desa Kelurahan Kota, Kecamatan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung 8.Rr.BLR//2015 tanggal 12 Maret CB.PSM/99/2015 tanggal 15 April Br.SBW/111/2015 tanggal 23 April Br.Tgm/090/2015 tanggal 24 Maret Br.WTN/048/2015 tanggal 22 April CB.LHT/387/2015 tanggal 8 Juli 2015 Belitung 2.Br.TPN/062/2015 tanggal 23 Maret 2015 Sumedang Jalan Prabu Geusan Ulun No. 137, Sumedang, Jawa Timur 6.Br.SMD/149/2015 Tanggal 11 Maret 2015 Lamongan Jalan Lamongrejo No. 120, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan 8.Br.LMG/123/2015 Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur Tanggal 26 Maret 2015 Indramayu Desa Karanganyar, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten 6.CB.IPN/GA.132/2015 tanggal 14 Indramayu, Jawa Barat April 2015 Cilacap Jalan Jend A. Yani, No. 100 RT 03 RW 14, Kelurahan Sidakaya, 7.B.CLP/133/2015 tanggal 31 Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah Maret 2015 Banjarnegara Jalan S. Parman No. 31, Banjarnegara, Kelurahan Semarang, 7.BR.BNA/093/2015 tanggal 4 Mei Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa 2015 Tengah Bulukumba Jalan Doktor Sam Ratulangi Kelurahan Caile Kecamatan Ujung Batu Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan 10.Br.BLK/027/2015 tanggal 21 April 2015 Kolaka Jalan Chairil Anwar No. 34 B-C, Kelurahan Lomokato, Kecamatan 10.Ar.KMA/1130/2015 tanggal 7 Kolaka, Kabupaten Kolaka Agustus 2015 Palopo Kelurahan Surutanga, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo 10.Bp.PLP/055/2015 tanggal 13 April 2015 Singaraja Jalan A. Yani No. 60, Kelurahan Kaliuntu, Kecamatan Buleleng, 11.CB.Srj.GA/294/2015 Kabupaten Buleleng, Bali Tanggal 30 Maret 2015 Kupang Kelurahan Solar, Kecamatan Kupang Utara, Kabupaten Kupang, 11.Br.KUS.GA/053/2015 Nusa Tenggara Timur Tanggal 20 Mei 2015 Sampai saat ini cabang Jakarta masih merupakan cabang yang memberikan kontribusi terbesar bagi pendapatan nilai kontrak Perseroan secara keseluruhan. Untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi informasi yang cepat dan akurat antar cabang, Perseroan saat ini telah mengimplementasikan sistem Teknologi Informasi dengan berbasis internet web yang andal untuk keperluan proses kredit dan proses transaksi lainnya secara online dengan konsep single platform. Dengan adanya sistem tersebut semua transaksi termasuk untuk keperluan pengambilan keputusan oleh manajemen Perseroan dapat dilakukan dalam waktu yang singkat, tepat dan aman. Selain itu Perseroan telah mempunyai Disaster Recovery Center yang berlokasi di Bandung, untuk mengantisipasi adanya gangguan yang disebabkan oleh bencana alam. Untuk menjaga keamanan dokumen transaksi pembiayaan yang berupa surat-surat kendaraan bermotor (Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor/BPKB) yang diagunkan kepada Perseroan, maka dokumen BPKB tersebut disimpan dalam ruang khusus yang tahan api (fire proof strong room). 106

129 VIII. KEGIATAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN A. UMUM Perseroan didirikan dengan nama PT Tunas Financindo Corporation pada tahun Selanjutnya, Perseroan memperoleh ijin untuk melakukan kegiatan usaha di bidang pembiayaan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.1021/KMK.13/1989 tanggal 7 September 1989 yang kemudian diperbaharui oleh Surat Keputusan No. 54/KMK-013/1992 tanggal 15 Januari 1992 dan No. 19/KMK.017/2001 tanggal 19 Januari 2001 dan terakhir diubah dengan No. KEP-352/KM.10/2009 tanggal 29 September Pada awal kegiatan usahanya Perseroan hanya berfokus pada usaha pembiayaan untuk penjualan kendaraan bermotor yang dilakukan oleh TURI yang merupakan pemegang saham Perseroan. Namun sesuai dengan berjalannya waktu dan dengan berkembangnya kegiatan usaha, Perseroan mulai melakukan kegiatan usaha pembiayaan kendaraan bermotor yang dijual oleh Dealer resmi lain yang bukan merupakan afiliasi dari Perseroan. Kebijakan usaha tersebut terus berlanjut hingga saat ini. Pada tahun 2000, untuk memenuhi ketentuan Pemerintah mengenai penggunaan nama perusahaan, Perseroan mengubah nama menjadi PT Tunas Financindo Sarana. Kemudian pada bulan Agustus 2009, Perseroan resmi mengubah namanya menjadi PT Mandiri Tunas Finance. Tujuan Perseroan adalah untuk menjalankan usaha di bidang jasa pembiayaan investasi, pembiayaan modal kerja dan pembiayaan multiguna. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, pada saat ini Perseroan memfokuskan kegiatan usaha di bidang pembiayaan konsumen dalam bentuk penyediaan dana bagi para pelanggan yang ingin membeli dengan pembayaran secara angsuran baik dari TURI maupun dari luar kelompok usaha tersebut. Perseroan memfokuskan usahanya pada pada kegiatan pembiayaan mobil baru yang dapat memberikan pengembalian yang tinggi dengan tingkat risiko yang aman yang terdiri dari merek-merek Toyota, Daihatsu, Honda, Nissan, Mazda, Mitsubishi dan Suzuki maupun merk yang dijual dari ATPM. Sebagai salah satu perusahaan pembiayaan yang mampu bertahan dari krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak pertengahan tahun 1997 yang lalu, Perseroan saat ini terus maju dan berkembang dengan jaringan distribusi yang meliputi 68 kantor cabang di kota-kota strategis di Indonesia. Kinerja yang baik dari seluruh karyawan dan jajaran manajemen dalam mengelola Perseroan terbukti telah membawa Perseroan memperoleh penghargaan. Pada tahun 2015, Perseroan menerima penghargaan Best of Multifinance Indonesia of the Year 2015, Excellent Company in Good Corporate Governance 2015 dari Majalah Economic Review, penghargaan Kategori Car Leasing Silver Award 2015 dari MarkPlus Inc, Kategori Multifinance dengan Aset Rp 5 T s/d 10 TMultifinance Predikat Sangat Bagus dari Majalah Infobank. Untuk tahun 2014, Perseroan menerima penghargaan Indonesia Multifinance Awards 2014 dari Majalah Economic Review, penghargaan Kriteria Multifinance Sangat Bagus dari Infobank Multifinance Award, penghargaan Indonesia Most Trusted Companies Award 2014 dari Majalah SWA & The Indonesia Institute for Corporate Governance (IICG). B. KEUNGGULAN KOMPETITIF Perseroan berkeyakinan memiliki keunggulan bersaing di dalam industri pembiayaan di Indonesia sebagai berikut: 1. Dukungan penuh dari pemegang saham Bank Mandiri mendukung Program Kredit Pemilikan Mobil (KPM) yang dapat dilaksanakan diseluruh cabang Bank Mandiri, sehingga memungkinkan penambahan lending dari segmen referral baik untuk pembelian ritel maupun fleet, selain itu aliansi kerjasama dengan bisnis unit terkait di Bank Mandiri memungkinkan Perseroan dapat menggarap nasabah mitra karya Bank Mandiri. Tunas Group mendukung Perseroan dengan memberikan kesempatan pertama (prioritas) Perseroan untuk membiayai kredit pembiayaan kendaraan Tunas Group, yang memungkinkan Perseroan dapat menambah lending dari segmen mobil baru. 2. Brand Mandiri menambah nilai jual Dengan menyandang nama besar Bank Mandiri memungkinkan Perseroan dapat bekerjasa sama dengan ATPM mobil baru untuk membantu pembiayaan kredit kendaraannya selain itu bagi pelanggan Perseroan, nama besar Bank Mandiri memberikan kepercayaan dan rasa aman untuk menjalin kerjasama dengan Perseroan. 107

130 3. Sumber pendanaan yang berkelanjutan melalui Joint Financing Faktor yang paling penting dari perusahaan pembiayaan adalah keberadaan sumber dana untuk pembiayaan yang memungkinkan perusahaan pembiayaan senantiasa mendukung Dealer/Showroom dalam menjual kendaraannya melalui pembelian kredit. Dan dengan adanya ketersediaan dana yang berkelanjutan akan memberikan rasa aman bagi Dealer/Showroom berbisnis dengan Perseroan. 4. Memiliki hubungan baik dengan sumber-sumber pendanaan utama Selain dana dari joint financing, dana non joint financing juga diperlukan dalam struktur pembiayaan, oleh karena itu hubungan baik dengan sumber dana non joint financing akan memberikan kepastian ketersediaan dana bagi Perseroan. 5. Jaringan yang tersebar luas di seluruh Indonesia dan didukung aliansi strategis Bank Mandiri Guna memberikan layanan yang cepat dan berkualitas kepada Dealer/Showroom dan pelanggan, maka diperlukan respon service level yang baik, untuk itu Perseroan perlu mendekati pasar yang potensial dengan menambah jaringan kantor yang ada untuk medekatkan Perseroan dengan konsumennya. 6. Hubungan baik dan luas dengan jaringan dealer dan ATPM Perseroan telah menjalin hubungan baik dengan lebih dari dealer dan lebih dari 51 ATPM terkemuka di Indonesia, termasuk dengan dealer mobil premium/luxury car dan dealer motor besar. C. KEGIATAN USAHA Pendapatan Perseroan berasal dari pembiayaan konsumen, administrasi, bunga, pendapatan penalti dan lainlain. Rincian dari pendapatan Perseroan beserta persentase peningkatannya untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2015 dan 2014 serta 31 Desember 2014, 2013, 2012, 2011 dan 2010 adalah sebagai berikut: (dalam jutaan Rupiah, kecuali %) Uraian 30 Juni 31 Desember 2015 % % 2013 % 2012 % 2011 % 2010 Pembiayaan konsumen , , , , , Sewa Operasi , , , , Bunga (68,08) , , (8,77) (45,40) Pendapatan lainlain ,68% , , , , Jumlah Pendapatan ,14% , , , , D. PEMBIAYAAN KONSUMEN Pada tabel berikut ini terlihat data perkembangan nilai piutang pembiayaan konsumen yang menunjukkan perkembangan kegiatan pembiayaan konsumen yang dilakukan oleh Perseroan pada tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013, 2012, 2011 dan 2010: Keterangan 30 Juni 31 Desember Piutang Pembiayaan Konsumen bersih (dalam jutaan Rupiah) Peningkatan/penurunan 13,06% 30,62% 17,85% 20,19% 49,34% 51,91% Jumlah kontrak kelolaan ,057 Peningkatan/penurunan 7,19% 23,42% 27,66% 23,59% 33,86% 30,86% Kegiatan pembiayaan diberikan dalam bentuk kredit pemilikan kendaraan bermotor dengan ketentuan pembayaran kembali secara angsuran tetap setiap bulannya Perseroan mengklasifikasikan fasilitas pembiayaannya ke dalam tiga jenis yaitu mobil baru, mobil bekas dan sepeda motor. Karena itu Perseroan juga menerapkan persyaratan yang berbeda untuk ketiga jenis usaha ini. Secara umum, jangka waktu pembiayaan ditetapkan 1 (satu) sampai 7 (tujuh) tahun dengan jangka waktu pembiayaan terbanyak adalah 4 (empat) tahun. Sebagai agunan untuk kredit tersebut adalah berupa Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) asli yang ditahan dan disimpan oleh Perseroan. Dokumen tersebut akan diserahkan kepada pelanggan apabila seluruh kewajibannya kepada Perseroan telah dilunasi. Perkembangan nilai kontrak berdasarkan komposisi jenis kendaraan yang dibiayai oleh Perseroan pada tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013, 2012, 2011 dan 2010 terlihat pada tabel di bawah ini: 108

131 (dalam jutaan Rupiah, kecuali dalam persentase) 30 Juni 31 Desember Jenis Pembiayaan UNIT JUMLAH UNIT JUMLAH UNIT JUMLAH UNIT JUMLAH UNIT JUMLAH UNIT JUMLAH Mobil Baru Peningkatan/ penurunan N/A N/A 39,74% 37,83% 58,63% 55,94% 24,12% 21,10% 94,84% 86,94% 246,35% 282,52% Mobil Bekas , Peningkatan/ penurunan N/A N/A -52,92% -48,72% -24,62% -25,23% 16,91% 16,09% (6,66%) 6,70% 17,85% 31,56% Motor , Peningkatan/ penurunan N/A N/A -12,11% -7,22% 8,53% 18,96% -44,00% -37,46% 3,54% 5,71% 74.64% 83,70% Total Peningkatan/ penurunan N/A N/A 18,71% 27,48% 29,67% 38,79% -2,10% 16,99% 27,82% 56,94% 78,79% 132,36% Dari tabel di atas terlihat bahwa pembiayaan mobil baru dari tahun 2010 sampai dengan 30 Juni 2015 kian meningkat sebagai salah satu penyumbang terbesar bagi nilai kontrak yang diperoleh Perseroan. Sedangkan banyaknya jumlah kontrak baru pada periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013, 2012, 2011, dan 2010 adalah sebagai berikut : Keterangan 30 Juni 31 Desember Nilai pembiayaan (dalam jutaan Rupiah) Peningkatan/ penurunan -46,96% 27,48% 38,79% 16,99% 27,82% 132,36% Jumlah kontrak baru Peningkatan/ penurunan -52,58% 18,71% 29,67% -2,10% 27,82% 78,79% Dalam melakukan kegiatannya, Perseroan tidak dibatasi hanya pada penjualan yang berasai dari ataupun merek-merek kendaraan yang diageni oleh Tunas Ridean. Namun Perseroan juga menjalin hubungan dengan para Dealer yang beroperasi di wilayah kerja Perseroan dan untuk para Dealer yang menjual berbagai merek kendaraan. Perkembangan nilai kontrak berdasarkan asal kontrak dari Tunas Ridean atau Non Group yang berhasil diperoleh Perseroan pada tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013, 2012, 2011 dan 2010 terlihat pada tabel di bawah ini: (dalam jutaan Rupiah, kecuali dalam unit dan persentase) 30 Juni 31 Desember Cabang UNIT JUMLAH UNIT JUMLAH UNIT JUMLAH UNIT JUMLAH UNIT JUMLAH UNIT JUMLAH Group , Peningkatan/ penurunan N/A N/A 20,63% 25,70% 19,26% 29,08% -11,77% 4,12% 17.50% 45,82% 77,28% 181,89% Non Group Peningkatan/ penurunan N/A N/A 18,27% 27,86% 32,27% 41,02% 0,65% 20,41% 31,10% 60,19% 79,27% 121,01% Total Peningkatan/ penurunan N/A N/A 18,70% 27,48% 29,67% 38,79% -2,10% 16,99% 27,82% 56,94% 78,79% 132,36% Dalam mencari calon pelanggan Perseroan mengandalkan petugas Sales Officer (SO). SO bertugas untuk memperoleh aplikasi kredit dari Dealer dan Showroom rekanan Perseroan sekaligus melakukan analisa kredit, memproses kredit dan membantu memonitor kelancaran pembayaran kredit para pelanggan tersebut. Dengan demikian SO merupakan ujung tombak Perseroan dalam menjalankan kegiatan usahanya. Untuk tetap menjaga kualitas kredit yang dihasilkan, Perseroan menempatkan minimal 1 (satu) orang Credit Head pada setiap cabang Perseroan yang berfungsi sebagai penyeleksi atas usulan kredit yang diajukan para SO dan petugas Credit Head dimaksud merupakan karyawan Kantor Pusat Perseroan yang ditempatkan di cabang sehingga kemandirian keputusan kredit tetap terjaga dengan baik. Sampai dengan 30 Juni 2015, Perseroan memiliki orang SO dalam menjalankan usahanya. Adapun perkembangan jumlah SO dan jumlah kontrak yang berhasil diperoleh pada tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013, 2012, 2011 dan 2010 adalah sebagai berikut: Keterangan 30 Juni 31 Desember Jumlah SO Jumlah Kontrak baru Pelayanan prima diberikan tidak terbatas hanya oleh setiap SO yang akan memproses aplikasi kredit di awal transaksi, tetapi juga oleh seluruh bagian selama masa kredit dan hingga selesainya kredit di akhir periode pembayaran. 109

132 E. FASILITAS PEMBIAYAAN DAN KOLEKTIBILITAS PIUTANG Dalam menjalankan usahanya Perseroan selalu memperhatikan prinsip kehati-hatian (prudent). Setiap pemohonan kredit harus melalui proses analisis kredit secara cermat dan berbagai tahapan persetujuan. Pengelolaan portfolio secara konservatif dilakukan dengan menerapkan penyisihan secara progresif atas semua piutang yang telah masuk kategori ragu-ragu. Saat ini Perseroan menerapkan penyisihan piutang ragu-ragu berdasarkan review terhadap status saldo pada akhir periode. Sampai saat ini, Perseroan memiliki tingkat kolektibilitas yang baik yang dihasilkan dari kebijakan kredit yang hati-hati. Perkembangan tunggakan atau kredit bermasalah Perseroan dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tunggakan Piutang (Jumlah Kontrak) 30 Juni 31 Desember Keterangan 2015 Porsi (%) 2014 Porsi (%) 2013 Porsi (%) 2012 Porsi (%) 2011 Porsi (%) 2010 Porsi (%) Jumlah Kontrak , , , , ,00 Lancar , , , , , ,17 Tunggakan 1 30 hari , , , , , ,62 Tunggakan hari , , , , , ,45 Tunggakan hari , , , , , ,61 Tunggakan >90 hari (piutang non performing) , , , , , ,15 Berdasarkan jumlah kontrak, jumlah kontrak lancar Perseroan dengan porsi masing-masing per 30 Juni 2015 sebesar 92,59%, per 31 Desember 2014 mencapai 93,91%, 31 Desember 2013 mencapai 93,40%, dan 31 Desember 2012 mencapai 92,15% serta 31 Desember 2011 sebesar 92,13% dan 2010 sebesar 93,17%. Perseroan konsisten melakukan penanganan dalam pembiayaan yang bermasalah dengan lebih menitikberatkan prinsip kehati-hatian atau (prudent) dan menjaga ketaatan konsumennya untuk melakukan pembayaran tepat waktu dengan cara reminding (mengingatkan), collecting (menagih), dan repossess (menarik kendaraan). Perusahaan juga mempunyai divisi penyelamatan kredit yang dinamakan Account Receivable Management Division yang dipimpin oleh seorang Account Receivable Division Head yang membawahi beberapa orang Account Receivable Departemen Head dan setiap Account Receivable Department Head akan membawahi beberapa orang Remedial Head dan Collection Head. Tunggakan Piutang Pembiayaan Konsumen Berdasarkan Tunggakan Angsuran (dalam jutaan Rupiah) 30 Juni 31 Desember Keterangan 2015 Porsi (%) 2014 Porsi (%) 2013 Porsi (%) 2012 Porsi (%) 2011 Porsi (%) 2010 Porsi (%) Total Piutang , , , , , ,00 Lancar , , , , ,03 Tunggakan 1 30 hari , , , , ,28 Tunggakan hari , , , , ,25 Tunggakan hari , , , , ,54 Tunggakan >90 hari (piutang non performing) , , , , ,91 Sedangkan komposisi piutang yang tergolong lancar terhadap total piutang per 30 Juni 2015 adalah sebesar 92,97%, dimana masih dalam posisi terjaga bagi kesehatan keuangan Perseroan. Tunggakan Piutang Pembiayaan Konsumen Bersih (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 30 Juni 31 Desember 2015 % 2014 % 2013 % 2012 % 2011 % 2010 % Total Piutang , , , , , ,38 Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui ( ) 20,82 ( ) 47,04 ( ) 34,05 ( ) 27,10 ( ) 44,05 ( ) 54,77 Piutang pembiayaan konsumen bersih , , , , , ,03 Total pembiayaan konsumen Perseroan per Juni 2015 sebesar Rp juta. Berdasarkan table diatas, tren peningkatan terjadi pada piutang pembiayaan konsumen bersih yang menunjukan ekspansi dan peningkatan daya saing diantara perusahaan pembiayaan sejenis. 110

133 Tunggakan Investasi Dalam Sewa Pembiayaan Bersih (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 30 Juni 31 Desember 2015 % 2014 % 2013 % 2012 % 2011 % 2010 Total Piutang , , , , Nilai sisa yang terjamin , , , , Pendapatan - - sewapembiayaan yang ditangguhkan ( ) -5,10 ( ) 46,18 (93.641) 67,61 (55.869) 782,05 (6.334) Simpanan jaminan ( ) 7,99 ( ) 36,44 ( ) 111,66 (81.789) 819,60 (8.894) - - Investasi dalam sewa pembiayaan , , , , F. PROSPEK USAHA Meskipun pertumbuhan bisnis multifinance sampai dengan pertengahan tahun 2015 mengalami perlambatan pertumbuhan dibanding periode yang sama tahun lalu yang diakibatkan menurunnya penjualan otomotif dan melemahnya nilai tukar mata uang Rupiah terhadap US dollar, namun Perseroan tetap berupaya untuk mencapai target pembiayaan sebesar Rp20 triliun sebagaimana telah ditetapkan di awal tahun Sampai dengan bulan Juni 2015, Perseroan telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp7,9 triliun atau tumbuh 9,5% dibanding periode yang sama tahun Perseroan optimis dapat mencapai pertumbuhan diatas rata-rata pertumbuhan industry. Keyakinan pertumbuhan di atas rata-rata industri ini didukung oleh peningkatan daya beli masyarakat seiring bertambahnya populasi keluarga kelas menengah yang akan membutuhkan kendaraan bermotor serta semakin banyaknya varian kendaraan bermotor dengan model yang menarik dan harga yang cukup terjangkau. Selain itu, sektor industri transportasi, distribusi dan infrastruktur yang terus berkembang sejalan dengan program Pemerintah akan menjadi potensi pembiayaan bagi Perseroan dalam mengembangkan kinerjanya. Untuk mencapai target pembiayaan di tahun 2015, selain menciptakan produk-produk pembiayaan yang makin kompetitif, Perseroan juga akan semakin memperluas jaringan kantor pemasaran terutama dengan dukungan jaringan kantor satelit di kantor cabang Bank Mandiri. Perseroan tetap akan fokus pada pembiayaan mobil baru dengan melakukan diversifikasi pada pembiayaan multiguna sebagaimana telah diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan. Program efisiensi biaya operasional dan pengembangan teknologi informasi tetap akan dilanjutkan di tahun Perseroan juga akan lebih mengoptimalkan menggarap customer based Bank Mandiri baik untuk segmen passenger car maupun commercial car. Melalui program aliansi strategis dengan Bank Mandiri, penetrasi market kepada anchor clients Bank Mandiri dapat dilakukan lebih efektif. Dengan dukungan dari group Bank Mandiri dan Tunas Ridean, Perseroan optimis memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan kinerjanya di tahun mendatang. Dengan demikian, prospek usaha Perseroan dalam industri pembiayaan kendaraan bermotor masih sangat menjanjikan. Dengan dukungan sumber pendanaan yang berkelanjutan, jaringan kantor cabang yang semakin luas, hubungan yang baik dengan jaringan dealer nasional dan SDM yang berkualitas, manajemen berkeyakinan mampu mencapai target di tahun Untuk memanfaatkan peluang bisnis di tahun 2015, Perseroan akan melakukan strategi bisnis guna meningkatkan kinerja Perseroan untuk tumbuh secara berkelanjutan seperti yang tercantum dalam pembahasan strategi bisnis dalam aspek pemasaran. G. PERSAINGAN USAHA Dalam menjalankan usahanya, Perseroan memiliki beberapa kompetitor di antaranya PT Astra Sedaya Finance, Oto Multi Artha dan Summit Oto Finance, PT Adira Finance, PT Federal International Finance (FIF), BCA Finance dan PT CIMB Niaga Auto Finance. Persaingan di antara kompetitor biasanya dalam hal tingkat suku bunga (rate), down payment (DP), pemberian reward. Adapun Perseroan mencatatkan sebagai salah satu perusahaan pembiayaan terbaik ketiga pada tahun 2014 berdasarkan data yang diperoleh dari APPI. Pertumbuhan industri pembiayaan kendaraan bermotor mengalami lonjakan drastis selama lima tahun terakhir yang meningkat seiring dengan meningkatnya penjualan kendaraan bermotor khususnya roda empat. Lonjakan pasar otomotif ini diluar perkiraan banyak pihak dan menjadikan industri otomotif sebagai salah satu industri paling prospektif di Indonesia. Keadaan ini diiringi oleh meningkatnya penjualan kendaraan bermotor melalui skema kredit yang menjadikan industri pembiayaan ini diminati oleh para pelaku industri pembiayaan dan perbankan mengingat masih besarnya pangsa pasar pada sektor usaha pembiayaan ini. Banyaknya perusahaan pembiayaan sejenis dan perbankan yang masuk dalam industri pembiayaan kendaraan bermotor beberapa tahun terakhir ini telah menimbulkan tingkat persaingan yang semakin ketat di sektor ini. Dengan semakin tingginya tingkat persaingan, maka perusahaan pembiayaan dituntut lebih kreatif dalam menyalurkan kredit kepada pelanggannya, dengan cara memberikan pelayanan yang terbaik kepada para konsumennya diantaranya kemudahan dalam mendapatkan kredit kendaraan bermotor, kemudahan melakukan 111

134 pembayaran cicilan, kecepatan dalam survei dan juga memberikan paket kredit yang menarik dan bersaing, baik dalam segi rate pembiayaan, masa tenor dan uang muka. Dalam menghadapi persaingan usaha yang tinggi tersebut Perseroan telah mempersiapkan strategi yang secara konsisten memberikan pelayanan yang terbaik bagi konsumen dan juga dealer/showroom, diantaranya secara konsisten mengembangkan jaringan kantor cabang maupun outlet. Perseroan memberikan penawaran yang menarik dan menguntungkan bagi konsumen dengan memberikan paket kredit yang bersaing dan menarik baik dalam hal rate, masa tenor dan uang muka yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen di berbagai wilayah di Indonesia. Menurut data Gaikindo per 30 Juni 2015, Perseroan memiliki kontribusi pembiayaan terhadap keseluruhan penjualan (baik kredit maupun cash) sebagai berikut : MEREK MOBIL Daihatsu Toyota Mitsubishi Suzuki Isuzu Honda Nissan Peogeot BMW UD Truck Others TOTAL M/S Credit To MTF POLREG NASIONAL POLREG CREDIT Passenger Commercial Total Passenger Commercial Total Passenger Commercial Total Unit % Unit % Unit % ,44% ,62% ,15% ,78% ,56% ,90% ,49% ,90% ,02% ,31% ,44% ,40% ,91% ,67% 559 8,30% ,53% - 0,00% ,53% ,97% - 0,00% 411 1,97% ,00% - 0,00% - 0,00% ,11% - 0,00% ,11% ,00% 10 0,21% 10 0,21% ,83% ,97% ,23% ,24% ,79% ,70% 112

135 H. PROSES PEMBIAYAAN KONSUMEN Berikut ini adalah skema proses pembiayaan konsumen yang dilakukan Perseroan :? Catatan : MH = Marketing Head; CH = Credit Head; WMK = Wewenang Memutus Kredit Sumber: Perseroan SO menghubungi calon pelanggan yang membutuhkan fasilitas pembiayaan. Diawali pada saat para SO menawarkan jasa pembiayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan baik mobil ataupun motor. Setiap SO merupakan ujung tombak usaha Perseroan karena merupakan pihak yang terlibat secara langsung dengan calon pelanggan sekaligus bertindak sebagai tenaga penjual jasa pembiayaan. Selanjutnya analisis secara cermat dilakukan terhadap setiap aplikasi kredit termasuk wawancara dan kunjungan terhadap calon pelanggan dan verifikasi setiap data pendukungnya. Usulan kredit yang diajukan oleh SO selanjutnya akan diseleksi kembali oleh Credit Head sebelum diteruskan kepada pejabat cabang atau Kantor Pusat Perseroan sesuai dengan Wewenang Memutuskan Kredit (WMK) yang dimiliki masing-masing pejabat. Untuk membantu petugas yang melakukan proses kredit, Perseroan telah menerapkan sistem Credit Scoring yang terintegrasi dalam sistem yang digunakan oleh Perseroan yang disebut E-Star. Paramater dalam pembuatan Credit Scoring telah diuji dengan seksama dengan integritas data yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga kebijakan Prudent Financing benar-benar dijalankan secara konsisten oleh Perseroan. Dalam melakukan pemberian kredit, Perseroan memperhatikan batasan-batasan seperti tersebut di bawah ini : 1. Pembayaran uang muka sejumlah persentase tertentu dari harga mobil. 2. Untuk pembiayaan mobil bekas, maksimum berumur 12 (dua belas) tahun. 3. Jangka waktu kredit adalah minimum 6 (enam) bulan dan maksimum 7 (tujuh) tahun. 4. Selama masa kredit, mobil tersebut harus dilindungi asuransi dari perusahaan asuransi yang telah ditetapkan oleh Perseroan, yang pada saat ini berjumlah lima perusahaan besar di Indonesia. Perseroan pada saat ini mengenakan biaya kepada pelanggannya terdiri atas : 1. Biaya bunga dengan angsuran bulanan dalam jumlah yang tetap selama masa kredit. 2. Biaya administrasi kredit. 3. Denda, untuk pelanggan yang melakukan penunggakan atas kewajiban angsurannya. 4. Biaya pembebanan fidusia. 5. Biaya pelunasan dipercepat dan lain sebagainya. Sebagai penerapan prinsip kehati-hatian, maka plafon persetujuan kredit untuk setiap jenjang dibuat tidak terlalu besar untuk setiap aplikasi kredit. Wewenang Memutuskan Kredit tersebut selalu ditinjau secara berkala dan ditetapkan berdasarkan rekomendasi dari suatu Komite Kredit yang perlu mendapat persetujuan dari Komisaris Perseroan. Hal ini sejalan dengan prinsip kehati-hatian (prudent financing) yang dianut Perseroan. 113

136 Dengan adanya kebijakan kredit sebagaimana diuraikan di atas, Perseroan diharapkan mampu menekan tingkat piutang yang bermasalah seminimal mungkin dalam menjalankan kegiatan usahanya. Untuk mengelola kegiatan usaha pembiayaan serta upayanya untuk selalu menjaga tingkat kolektibilitas yang baik maka kegiatan penagihan merupakan salah satu kunci keberhasilan Perseroan. Untuk itu Perseroan telah menerapkan kebijakan penagihan yang cukup ketat dengan skema proses penagihan sebagai berikut : Sumber:Perseroan Aplikasi kredit yang hasilnya lulus scoring selanjutnya akan diseleksi kembali oleh Credit Head sebelum diteruskan kepada pejabat cabang atau Kantor Pusat Perseroan sesuai dengan Wewenang Memutuskan Kredit (WMK) yang dimiliki masing masing pejabat. Dalam melakukan pemberian kredit, Perseroan memperhatikan batasan-batasan : Kualitatif yaitu karakter, informasi-informasi industri/usaha, kemampuan manajemen dan kelangsungan usaha. Kuantitatif yaitu penghasilan, kondisi keuangan dan modal yang dimilikinya. I. PEMASARAN Cakupan wilayah pemasaran bisnis pembiayaan Perseroan meliputi pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tengara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Sampai dengan akhir tahun 2015, Perseroan berencana untuk mengembangkan kantor jaringan pemasaran baru yang sebagian besar berada di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Di masa datang, Perseroan akan memfokuskan pada wilayah Daerah Tingkat II dengan intensitas pembiayaan yang lebih besar. Untuk menghadapi persaingan usaha di masa yang akan datang dan untuk mempertahankan pangsa pasar yang sudah dimiliki di bidang pembiayaan konsumen, Perseroan menerapkan langkah-langkah pemasaran sebagai berikut: 1. Memfokuskan pada pembiayaan mobil terutama mobil baru melalui program-program pembiayaan yang menarik dan kompetitif. Selain itu juga mengoptimalkan pembiayaan segmen luxury car serta pembiayaan sepeda motor besar seperti brand Harley Davidson dan Ducati. 2. Menggarap segmen pembiayaan baru yaitu pembiayaan multiguna pendidikan bekerja sama dengan berbagai institusi pendidikan. Perseroan juga berencana memasuki segmen pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), infrastruktur dan maritim setelah melakukan pengkajian bisnis lebih mendalam. 3. Menjalankan program Kredit Pemilikan Mobil (KPM) khusus nasabah Bank Mandiri. 4. Memberikan jasa layanan yang unggul dalam arti jasa pembiayaan yang cepat, fleksibel dan mudah dengan tetap berpegang pada konsep pembiayaan secara hati-hati ("Prudent Financing"). 5. Meningkatkan porsi pembiayaan langsung (direct financing) kepada konsumen baik secara retail maupun fleet melalui berbagai aktifitas pemasaran seperti direct mail, telemarketing, iklan, kunjungan langsung ke calon pelanggan yang potensial, dsb dengan tujuan jangka panjang untuk lebih meningkatkan tingkat rentabilitas Perseroan. 6. Memperluas pasar retail maupun korporasi melalui utilisasi jaringan cabang dan pembukaan kantor-kantor satelit di cabang Bank Mandiri yang sebagian besar berlokasi di daerah tingkat 2, serta menjalin aliansi strategis dengan unit kerja dan grup usaha Bank Mandiri. 7. Meningkatkan kegiatan promosi terutama yang bersifat below the line activities seperti turut aktif dalam pameran, sponsorship, Showroom gathering, dan sebagainya. 8. Menyediakan program-program pembiayaan yang dibuat secara khusus atau customized kepada para Dealer dan Showroom seperti suku bunga yang bersaing disertai hadiah-hadiah menarik baik untuk para pelanggan maupun para Dealer dan Showroom rekanan Perseroan. 9. Memelihara dan memanfaatkan database pelanggan potensial untuk menjaring kesempatan mendapatkan pembiayaan ulang (repeat order). 10. Melakukan cross selling dari produk & database pelanggan Bank Mandiri maupun TURI Group. 114

137 11. Melakukan review dan reposisi atas jaringan usaha yang telah ada, serta memperluas jaringan usaha dengan membuka cabang-cabang baru atas pertimbangan bisnis yang cermat. 12. Melakukan diversifikasi portfolio yang meliputi jenis kendaraan, merek kendaraan, area/ daerah pelanggan. 13. Memelihara dan meningkatkan kerjasama dengan Dealer/ sub-dealer/ ruang pamer (Showroom) yang merupakan keagenan (Dealer/sub-dealer) resmi dari berbagai ATPM di Indonesia. 14. Meningkatkan kontribusi bisnis dari Dealer-dealer TURI Group. J. TEKNOLOGI DAN INFORMASI Teknologi Informasi merupakan faktor yang penting dalam kegiatan Perseroan. Dukungan teknologi informasi dalam Perseroan menghasilkan data dan analisa akurat yang dapat digunakan dalam mengambil keputusankeputusan strategis demi kepentingan Perseroan. Sejak awal berdiri hingga kini Perseroan terus melakukan investasi dan pengembangan yang dianggap perlu guna menggembangkan teknologi informasi. Divisi Teknologi Informasi dibentuk untuk memberikan dukungan penuh pada kegiatan bisnis Perseroan dengan cara menyediakan solusi dalam bentuk hardware ataupun software yang tepat guna sebagai media kerja proses bisnis Perseroan. Dukungan Divisi Teknologi Informasi adalah dalam rangka memastikan pelaksanaan hal-hal sebagai berikut: 1. Penyediaan pelayanan komputer dan jaringan yang tanpa interupsi/gangguan kepada unit kerja Perseroan. 2. Kemampuan untuk memulihkan kembali secara efektif dan efisien dari kejadian yang mengganggu (troubleshooting). 3. Pemeliharaan kerahasiaan, kehandalan, ketersediaan dan integritas sumber daya informasi Perseroan. 4. Perlindungan aset-aset teknologi informasi Perseroan termasuk data, piranti lunak dan perangkat keras dari kemungkinan kerusakan atau kewajiban yang disebabkan penggunaan fasilitas untuk tujuan yang bertentangan dengan kebijakan teknologi informasi Perseroan. 5. Penyediaan mekanisme yang efektif untuk merespon keluhan dan pertanyaan dari pihak internal dan pihak lain mengenai kemungkinan kejadian penggunaan fasilitas Teknologi Informasiyang tidak semestinya. 6. Pertanggungjawaban atas perawatan dan pengimplementasian petunjuk-petunjuk yang berhubungan dengan Perseroan. Untuk memberikan kemudahan kepada konsumen dalam melakukan pembayaran, Perseroan mengembangkan metode pembayaran dengan cara melakukan debet langsung ke rekening konsumen. Divisi Teknologi Informasi mengimplementasikan modul yang terintegrasi dengan bank untuk memberikan perintah pendebetan langsung rekening konsumen yang sudah diperjanjikan pada awal penandatanganan kontrak. Dengan adanya modul ini, diharapkan dapat mengurangi aktifitas manual pembayaran di kasir dan penginputan data serta mengurangi resiko adanya uang tunai di kantor cabang Perseroan. Semakin berkembangnya bisnis membuat Perseroan memiliki ketergantungan yang tinggi akan kelangsungan dan ketersediaan teknologi informasi. Untuk menjaga kelangsungan operasional, Divisi Teknologi Informasi melakukan desain dan implementasi Pusat Pemulihan Data atau yang dikenal sebagai Data Recovery Center. Pusat Pemulihan Data dibangun dan dikembangkan dengan kondisi serta area yang dianalisa dan diputuskan berdasarkan beberapa variabel yang umum digunakan. Pusat Pemulihan data dibangun dan telah diimplementasikan sejak tahun 2007, terdiri dari serangkaian server dan peralatan jaringan yang mampu di operasikan pada saat terjadi kegagalan fungsi pada server dan peralatan jaringan utama. Secara rutin dalam periode tertentu dilakukan uji coba yang mensimulasikan kemungkinan terburuk yang terjadi. Pada periode tahun 1990-an Perseroan mengerti akan pentingnya teknologi informasi dalam menunjang kegiatan operasional, dimulai dengan pembuatan sistem yang sederhana yang terus dikembangkan menjadi sistem yang cukup kompleks, mampu membantu Perseroan dalam menjalankan operasional secara baik. Ujian awal Divisi Teknologi Informasi adalah mengimplementasikan sistem yang digunakan secara online di beberapa cabang yang ada. Dengan keterbatasan teknologi jaringan yang ada pada masa itu Divisi Teknologi Informasi bekerja sama dengan beberapa penyedia jasa telekomunikasi menghubungkan cabang-cabang dengan kantor pusat. Cabang-cabang yang berhasil dihubungkan dengan kantor pusat adalah cabang Surabaya, Semarang, Bandung, Bogor dan Samanhudi. Krisis Moneter yang melanda Indonesia pada akhir tahun 90-an mengakibatkan terhentinya perkembangan teknologi informasi. Divisi Teknologi Informasi harus melakukan inovasi-inovasi yang tidak membebankan Perseroan dari sisi keuangan. Pada tahun 1999, Divisi Teknologi Informasi kembali dihadapkan pada tantangan yang besar yaitu bahaya ancaman yang dikenal dengan Millenium Bug. Bersama dengan manajemen dan operasional membuat Businness Contigency Plan sebagai rencana pemulihan apabila terjadi masalah terutama pada sistem ketika terjadi peralihan tahun dari 1999 ke tahun Di dalam internal Divisi Teknologi Informasi bekerja keras untuk melakukan review terhadap semua kode program untuk mengantisipasi Millenium Bug, melakukan perubahan yang dirasa perlu dan mencatat perubahan yang dilakukan. Semua kerja keras yang dilakukan berbulan-bulan terbayar, ketika memasuki 1 Januari 2000, semua sistem mampu beroperasi secara normal dan sempurna tanpa mengalami kendala yang berarti. 115

138 Divisi Teknologi Informasi pada awal milenium baru menyadari bahwa sistem yang digunakan saat itu sudah tidak mampu lagi dikembangkan secara maximal karena keterbatasan teknologi. Divisi Teknologi Informasi mulai mencari solusi teknologi baru yang dianggap bisa menggantikan peran dan fungsi sistem yang ada saat itu. Sejak akhir tahun 2002 Divisi Teknologi Informasi bekerja sama dengan penyedia jasa pembuatan sistem melakukan pemuktahiran sistem menggunakan teknologi berbasiskan Web yang digunakan untuk menunjang bisnis Perseroan mulai dari akuisisi account, kustodian hingga ke collection. Dibuat berdasarkan cetak biru bisnis proses multi finance yang lengkap, sehingga dapat memimalisasi aktifitas manual, meningkatkan produktifitas, memastikan konsistensi data secara aman dan akurat serta menghasilkan laporan-laporan, termasuk di dalamnya proses persetujuan diproses secara otomasi terintegrasi ke dalam system. Aplikasi yang dinamakan e- loan ini telah diimplementasikan sejak akhir 2003 dan hingga kini tetap dikembangkan mengikuti proses bisnis Perseroan yang dinamis. Pada tahun 2004 seluruh kantor cabang telah terhubung dengan kantor pusat melalui media komunikasi yang disediakan oleh pengelola jasa komunikasi dengan media yang bervariasi. Hal ini membuat aplikasi yang dikembangkan dapat diimplementasikan di seluruh kantor cabang guna menunjang kegiatan operasional secara terpusat. Perbaikan dan perkembangan secara terus menerus diperlukan guna memperlancar dan mempermudah operasional Perseroan. Salah satunya diwujudkan dengan pengembangan kerja sama dengan salah satu bank terkemuka pada awal tahun Untuk memberikan kemudahan kepada konsumen dalam melakukan pembayaran. Perseroan mengembangkan metode pembayaran dengan cara melakukan debet langsung ke rekening konsumen. Divisi Teknologi Informasi mengimplementasikan modul yang terintegrasi dengan bank untuk memberikan perintah pendebetan langsung rekening konsumen yang sudah diperjanjikan pada awal penandatangan kontrak. Dengan adanya modul ini, diharapkan dapat mengurangi aktifitas manual pembayaran di kasir dan penginputan data serta mengurangi resiko adanya uang tunai di kantor cabang Perseroan. Modul ini diimplementasikan secara terpusat. Melanjutkan pengembangan dan perbaikan Teknologi Informasi, pada tahun 2006 Divisi Teknologi Informasi melakukan pembuatan dan implementasi modul yang mengintegrasikan aplikasi Perseroan dengan Cash Management System yang disediakan oleh Bank Mandiri. Modul ini menghilangkan aktifitas manual pembayaran kepada Dealer dan Showroom yang bekerja sama dengan Perseroan. Dengan dikembangkan dan diimplementasikannya modul ini proses pembayaran kepada rekan kerja Perseroan menjadi lebih cepat, terintegrasi serta meminimalisasi kemungkinan terjadinya kesalahan proses dan input data, sehingga komitmen Perseroan dalam melakukan pembayaran dapat dijaga dengan baik. Semakin berkembangnya bisnis membuat Perseroan memiliki ketergantungan yang tinggi akan kelangsungan dan ketersediaan Teknologi informasi. Untuk menjaga kelangsungan operasional, Divisi Teknologi Informasi melakukan desain dan implementasi Pusat Pemulihan Data atau yang dikenal sebagai Data Recovery Center. Pusat Pemulihan Data dibangun dan dikembangkan dengan kondisi serta area yang dianalisa dan diputuskan berdasarkan beberapa variabel yang umum digunakan. Pusat Pemulihan data dibangun dan diimplementasikan pada tahun 2007, terdiri dari serangkaian server dan peralatan jaringan yang mampu di operasikan pada saat terjadi kegagalan fungsi pada server dan peralatan jaringan utama. Secara rutin dalam periode tertentu dilakukan uji coba yang mensimulasikan kemungkinan terburuk yang terjadi. Kebutuhan atas sumber dana yang beragam untuk membiayai kredit konsumen, membuat Perseroan mulai melirik skema pembiayaan bersama (joint finance). Pembiayaan bersama antara Perseroan dan Bank, membutuhkan perubahan yang cukup signifikan di dalam aplikasi yang dikelola Divisi Teknologi Informasi. Mulai tahun 2008, Perseroan mulai menjajaki pembiayaan bersama dengan beberapa Bank. Divisi Teknologi Informasi turut aktif dengan memperlajari dan melakukan sistem desain yang akan digunakan. Dari informasi yang dikumpulkan mulai didapatkan benang merah bisnis proses pembiayaan bersama. Berdasarkan informasi yang sudah dikumpulkan, Divisi Teknologi Informasi bekerja sama dengan unit kerja terkait secara intensif melakukan perubahandan mengetesan pada sistem yang dibuat. Modul baru ini diselesaikan pada akhir 2008 yang kemudian diimplementasikan pada skema pembiayaan bersama Perseroan dengan Bank Mandiri pada awal Pengambilalihan 51% saham Perseroan oleh Bank Mandiri pada awal 2009, merubah struktur Divisi Informasi Teknologi yang sebelumnya dikelola bersama dengan Divisi Teknologi Informasi PT Tunas Ridean Tbk. Divisi Teknologi Informasi Mandiri Tunas Finance di bentuk dengan struktur organisasi yang sederhana dipimpin oleh satu orang Kepala Divisi dan dibagi menjadi 2 seksi yaitu Software dan Hardware. Tugas Divisi yang baru berdiri ini dalam waktu yang singkat harus membuat Divisi Teknologi Informasi berdiri sendiri dan independent sehingga bisa mengelola segala hal yang berkaitan dengan Teknologi Informasi Perseroan, tugas-tugas tersebut meliputi: 1. Pembangunan pusat data di kantor pusat yang baru 2. Pembuatan Pusat pemulihan data yang baru 3. Pembuatan jaringan komputer di kantor pusat yangbaru 4. Independensi fungsi Divisi Teknologi Informasi, dan 5. Implementasi modul pembiayaan bersama dengan Bank Mandiri 116

139 Dengan dukungan penuh dari managemen Perseroan, Divisi Teknologi Informasi dapat menyelesaikan tugastugas tersebut dengan hasil yang memuaskan, sehingga pada akhir tahun 2009 Divisi Teknologi Informasi sudah dapat beroperasi secara independent terlepas dari induk Perseroan. Tahun 2010 merupakan tahun dengan target yang tinggi dan tuntutan kerja yang tinggi bagi Divisi Teknologi Informasi, karena pada tahun ini Perseroan melakukan pengembangan jaringan kantor cabang yang cukup signifikan guna menunjang target menjualan yang meningkat lebih dari 100 %. Menjalani tugas dengan target yang tinggi diawali dengan pengembangan Divisi Teknologi Informasi yang awalnya terdiri dari 2 seksi, menjadi 2 departemen dengan fungsi yang dibagi secara garis besar berdasarkan pembagian besar hardware dan software masing-masing departemen dipimpin oleh kepala departemen yang bertanggung jawab langsung kepada kepala divisi. Pada tahun 2010 Divisi Teknologi Informasi telah menyelesaikan beberapa hal antara lain: 1. Standard Operating Procedure (SOP). Untuk mengatur tugas dan tanggung jawab semua personel, Divisi Teknologi Informasi mengembangkan dan membuat SOP yang merupakan petunjuk dan standar yang digunakan dalam operasional sehari-hari divisi Teknologi Informasi. 2. Budget Control System merupakan suatu aplikasi pendukung yang terintegrasi dengan e-loan sebagai aplikasi inti. Aplikasi ini membantu Perseroan dalam melakukan kontrol terhadap penggunaan biaya-biaya yang sudah direncakan. Semua pengeluaran Perseroan diproses secara sistematis dari mulai permintaan awal, persetujuan sampai dengan pembayaran. 3. Procurement System dikembangkan untuk membantu Departemen General Affairs dalam melakukan kontrol dan proses pembelian yang sudah direncanakan Perseroan. Proses dimulai dari permintaan pembelian sampai dengan persetujuan pembayaran, modul ini diintegrasikan dengan modul Fixed Asset pada buku besar. Sehingga semua aset Perseroan dapat dikelola dengan baik. 4. PSAK 50/55 Rev 2006 merupakan regulasi internal yang mengharuskan Perseroan keuangan melakukan perubahan dalam hal penyajian laporan keuangan, dibantu oleh auditor eksternall dan akuntansi. Divisi Teknologi Informasi mengembangkan modul yang dapat melakukan proses data dari e-loan menghasilkan journal dan laporan yang sudah disesuaikan. Perubahan yang dilakukan meliputi Amortisasi Transaction Cost dan perubahan metode perhitungan penyisihan dengan menghitung faktor resiko berdasarkan kerugian yang sudah terjadi. Modul ini berhasil diimplementasikan pada awal 2010, sehingga laporan keuangan Perseroan pada Januari 2010 sudah sesuai dengan regulasi yang ditetapkan. 5. Insurance Paperless dikembangkan berdasarkan kebutuhan Perseroan, dengan tingkat transaksi yang semakin tinggi, maka aktifitas manual menjadi tidak efisien lagi. Modul ini dikembangkan dengan bekerja sama dengan Divisi Operation dan Perseroan asuransi rekanan sehingga proses asuransi dari mulai melakukan cover asuransi, penerimaan polis, penagihan dapat dilakukan dengan terpusat dan terintegrasi meminimalisasi kesalahan yang mungkin terjadi. 6. Floor Financing, bekerja sama dengan Bank Mandiri dalam pemberian modal kerja kepada rekanan Showroom. Divisi Teknologi informasi mengembangkan aplikasi yang melakukan pencatatan jaminan terhadap pinjaman modal kerja yang diberikan Bank Mandiri kepada Showroom. Perseroan melakukan kontrol dan verifikasi atas jaminan yang diberikan berupa BPKB. 7. SMS Center dikembangkan menjadi SMS interaktif yang dapat memberikan informasi singkat kepada manajemen tentang kondisi operasional Perseroan. Dengan teknologi sederhana dan biaya yang relatif terjangkau, SMS Center telah mampu menyajikan kebutuhan manajemen akan informasi akurat yang real time secara cepat, antara lain kondisi penjualan dan kondisi kualitas AR. Di masa yang akan datang SMS Center akan dikembangkan untuk memaximalkan fungsi-fungsi yang dianggap perlu sebagai media yang paling mudah dan cepat dalam penyampaian informasi. 8. GL System menggunakan SUN GL, bekerja sama dengan MII sebagai pemenenang tender pengadaan GL System, implementasi dilakukan dengan cepat karena tidak banyak perubahaan yang dilakukan mengingat sebelumnya Perseroan sudah menggunakan SUN GL milik PT Tunas Ridean Tbk. Selesai diimplementasikan pada laporan keuangan November Divisi Teknologi Informasi berhasil menjaga uptime semua jaringan dan server sesuai dengan KPI yang ditetapkan pada awal tahun High Availability diperlukan agar kelangsung perangkat-perangkat teknologi informasi berada pada taraf yang wajar dan dapat terus mendukung bisnis Perseroan. Pada akhir 2010 Divisi Teknologi Informasi membangun perangkat-perangkat yang handal dengan sistem clustering yang mampu berjalan pada saat terjadi gangguan dan tidak dapat berfungsi dengan baik. 11. Secara rutin melakukan evaluasi terhadap keamanan infrastruktur teknologi. Evaluasi ini dilakukan untuk mengurangi resiko kelemahan dan kerawanan terhadap keamanan infrastrukturteknologi informasi. Untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi informasi yang cepat dan akurat antar cabang, Perseroan saat ini telah mengimplementasikan sistem Teknologi Informasi dengan berbasis internet web yang andal untuk keperluan proses kredit dan proses transaksi lainnya secara online dengan konsep single platform. Dengan adanya sistem tersebut semua transaksi termasuk untuk keperluan pengambilan keputusan oleh manajemen Perseroan dapat dilakukan dalam waktu yang singkat, tepat dan aman. Selain itu Perseroan telah mempunyai Disaster Recovery Center yang berlokasi di Bandung, untuk mengantisipasi adanya gangguan yang disebabkan oleh bencana alam. 117

140 Tahun 2011 merupakan tahun dengan target yang lebih tinggi bagi Divisi Teknologi Informasi, karena Perseroan melakukan lanjutan pengembangan jaringan kantor cabang dan sekaligus menambah kapasitas Disaster Recovery Center menjadi 100%. Pada tahun 2011 Divisi Teknologi Informasi telah menyelesaikan beberapa pekerjaan antara lain: 1. Pengkinian Standard Operating Procedure (SOP). Beberapa hal teknis seperti Proses Backup dan pengkinian bentuk Form agar lebih efektif membantu Perseroan dalam menjalankan operasional 2. Divisi Teknologi Informasi berhasil menambah kapasitas Disaster Recovery Center menjadi 100% sesuai dengan yang ditetapkan di awal tahun Pembuatan Adequate Data Warehouse, merupakan suatu sistem yang mengarsipkan dan menganalis data historis seperti data penjualan, tunggakan, dan informasi lainnya dari operasi harian. Sistem ini akan menghasilkan suatu bentuk data yang ditujukan guna kepentingan report management. 4. Upgrade Backoffice System, Divisi Teknologi Informasi berhasil mengupgrade Backoffice System menggunakan teknologi terbaru dengan tujuan memperkecil lubang keamanan yang muncul di system lama. 5. Data Recovery Test, Divisi Teknologi Informasi secara rutin melakukan Data Recovery Test dari lokasi DRC di Bandung dengan hasil yang baik. 6. Printed Matter Inventory, bekerjasama dengan Departemen General Affair dalam melakukan inventaris barang cetakan. 7. Secara rutin melakukan evaluasi terhadap keamanan infrastruktur teknologi. Evaluasi ini dilakuka untuk mengurangi resiko kelemahan dan kerawanan terhadap keamanan infrastruktur teknologi informasi. Ditahun 2012, Divisi Teknologi Informasi melakukan pembenahan di sisi management. Pengembangan disisi management ini dilakukan untuk mendukung optimalisasi kebijakan IT yang sudah berlaku di perseroan. Berikut ini adalah pekerjaan yang telah diselesaikan Divisi Teknologi Informasi di Tahun 2012: 1. Desktop Management, Divisi Teknologi Informasi melakukan pemasangan perangkat yang mampu mengontrol terhadap semua komputer yang tersambung dalam jaringan. Perangkat ini membantu agar semua komputer di Perseroan dalam keadaan prima secara software sehingga meminimalisir gangguan yang mempengaruhi pekerjaan operasional. 2. Bandwidth Management, Divisi Teknologi Informasi melakukan pembenahan dalam memaksimalkan penggunaan bandwidth untuk seluruh Kantor Pusat dan Kantor Cabang. Pemakaian bandwidth diprioritaskan kepada hal-hal yang penting, sehingga tidak terjadi gangguan yang mempengaruhi kinerja sistem secara signifikan. 3. Management, Divisi Teknologi Informasi melakukan pemasangan perangkat yang mampu melakukan filter atas semua konten dan yang tidak diinginkan. Tujuannya adalah agar penggunaan sebagai penunjang komunikasi kerja menjadi maksimal. 4. HRIS, Divisi Teknologi Informasi bekerjasama dengan Divisi HR mengimplementasikan system yang mampu menjalankan beberapa aspek pekerjaan di Divisi HR. Tujuannya adalah untuk membantu Divisi HR dalam menerapkan Employee Self Service System. Ditahun 2013, dengan target perusahaan yang naik dalam angka yang besar dibandingkan dengan tahun 2012, Divisi Teknologi Informasi mengembangkan dukungan bisnis dengan mengadopsi teknologi nirkabel (wireless technology) dan juga meng-upgrade kapasitas dari system Utama yaitu e-loan dan juga mengupdate teknologi yang digunakan agar bisa mendukung bisnis dengan baik. Beberapa pekerjaan yang telah dilakukan di tahun 2013 adalah 1. Koneksi Nirkabel di Cabang (Wireless Branch Connectivity), Divisi Teknologi Infornasi telah melakukan penggantian model jaringan komputer yang ada di cabang dari teknologi kabel menjadi teknologi nirkabel. Selain menekan biaya implementasi, teknologi nirkabel juga efektif dalam mengurangi troubleshoot jaringan komputer di cabang. Hal ini masih berlangsung hingga 2014 untuk cabang-cabang yang akan dibuka. 2. Video Conference, Divisi Teknologi Informasi telah berhasil mengembangkan dukungan bisnis dengan cara membantu komunikasi antara Head Office Cabang dengan menggunakan aplikasi video conference dimana antara Head Office dan cabang dapat berkumunikasi tatap muka. Tujuannya untuk menambah kualitas komunikasi,dan juga membantu efisiensi dalam biaya perjalanan dinas. 3. Upgrade Infrastruktur, Divisi Teknologi Informasi melakukan beberapa upgrade infrastruktur yaitu a. Aplikasi inti e-loan mobile, Divisi Teknologi Informasi telah berhasil melakukan mengembangkan aplikasi inti pada Mobile Phone. Dengan ini penggunaan aplikasi inti semakin optomal untuk mendukung perkembangan bisnis perusahaan yang semakin besar. b. Upgrade infrastruktur jalur komunikasi cabang Head Office yang bertujuan mendukung reliabilitas performansi aplikasi. c. Upgrade perangkat server yang bertujuan menambah performansi layanan dan juga mengganti server yang sudah berumur 5 tahun. Ditahun 2014, Divisi Teknologi Informasi berinisiatif mengembangkan dukungan bisnis dengan teknologi berbasis mobile dan juga teknologi berbasis web yang difokuskan untuk sistem kolaborasi. Beberapa pekerjaan yang akan dilakukan pada tahun 2014 adalah : 118

141 1. Mobile Collection, Divisi Teknologi Informasi mengembangkan aplikasi yang dipadukan dengan teknologi mobile phone, geo tagging dan juga EDC (Electronic Data Capture). Mobile Collection akan memadukan teknologi smartphone dan EDC untuk menerima pembayaran baik melalui cash maupun secara debit. Dengan penggunaan teknologi mobile collection ini, perusahaan menargetkan perbaikan kualitas di umur piutang 1 s.d 30 hari dan juga membantu kenaikan produktivitas dari field collector. Dengan teknologi ini, Field Collector bisa melakukan penagihan langsung ke debitur dan melakukan proses penagihan dan pencetakan kwitansi on the spot di tempat debitur. Bagi management, teknologi ini membantu melihat secara real time posisi field collector untuk proses monitoring. 2. Sistem Pengelolaan Dokumen (Document Management System), Divisi Teknologi Informasi mengembangkan teknologi berbasis web yang membantu dalam pengelolaan dokumen untuk peningkatan produktifitas dan efisiensi pengelolaan dokumen, sehingga membantu perusahaan memiliki pengelolaan dokumen yang terorganisasi dengan baik. 3. Upgrade Reporting Services, Divisi Teknologi melakukan upgrade pada Reporting Services yang bertujuan meningkatkan performansi penyediakan data report yang lebih baik dan lebih cepat untuk analisa data dan pengambilan keputusan. 4. Upgrade Infrasuktur, Divisi Teknologi Informasi melakukan beberapa upgrade pada infrastruktur yakni : a. Upgrade perangkat Network, bertujuan untuk meningkatkan performansi aplikasi inti. b. Penambahan kapasitas perangkat Disaster Recovery Center yakni melakukan penambahan beberapa server aplikasi inti dan perangkat jaringan Inti. Tujuannya agar DRC yang dimiliki cukup memadai dan siap untuk mengoperasikan sistem informasi perusahaan jika bencana terjadi atau kerusakan pada Data Center. c. Virtualisasi Server, cara untuk melakukan efektifitas pekerjaan dan efisiensi budget, Divisi Teknologi Informasi akan melakukan virtualisasi untuk beberapa server pada Datacenter maupun DRC. Hal ini dilakukan untuk mempercepat pengembangan sistem serta efektifitas penggunaan sumber data dan efisiensi penggunaan budget serta penggunaan listrik. Tahun 2015, Divisi Teknologi Informasi mengintensifikasi pengembangan teknologi berbasis mobile karena melihat perkembangan bisnis yang semakin cepat dan membutuhkan dukungan baik secara on site maupun off site. Implementasi mobile application yang dilakukan pada Tahun 2014 memiliki impact yang cukup membantu di sisi bisnis dimana Mandiri Tunas Finance bisa mencapai profit yang direncanakan. Pengembangan dari teknologi mobile collection yang dilakukan tahun 2014 adalah mobile survey dan mobile marketing. Pekerjaan yang dilakukan Divisi Teknologi Informasi di Tahun 2015 adalah adalah : 1. Marketing Mobile Application, Divisi Teknologi Informasi mengembangkan aplikasi berbasis mobile yang akan digunakan Sales & Marketing sebagai alat bantu dalam melakukan entry data. Entry data bisa dilakukan ditempat calon debitur maupun di tempat lainnya yang bertujuan untuk mempercepat proses kredit. Tujuan dari teknologi ini adalah memperbaiki SLA Kredit yang ada di MTF. 2. Survey Mobile Application, Divisi Teknologi Informasi mengembangkan aplikasi mobile yang akan digunakan oleh Divisi Credit untuk membantu dalam melakukan proses survey. Teknologi ini membantu team sales & surveyor untuk melakukan proses survey dan pengambilan dokumen di tempat calon debitur dan langsung terkoneksi dengan system Utama yang ada di kantor pusat. Sama seperti Mobile marketing, tujuan dari teknologi ini adalah mempercepat proses kredit di MTF. Teknologi ini juga mengadopsi teknologi geotagging dimana posisi proses survey akan ditangkap dan dicatat dalam system. 3. Dashboard Data Warehouse, Divisi Teknologi Informasi mengembangkan aplikasi berbasis web yang membantu menghubungkan semua data yang dimiliki MTF, aplikasi ini bertujuan untuk dikelola menjadi data baru atau report, mengurangi kesalahan dalam penyajian data dan mempercepat pembuatan report yang digunakan dalam pengambilan keputusan ataupun menyusun Business Strategy. 4. Upgrade Infrastruktur, Divisi Teknologi Informasi melakukan beberapa upgrade pada infrastruktur yakni: a. Upgrade Link Internet, bertujuan meningkatkan kualitas internet yang digunakan untuk VPN dan mengupdate informasi. b. Penambahan Link SDL ke DRC, bertujuan untuk jalur replikasi data antara Datacenter dengan DRC agar semua data yang ada pada Datacenter dapat direplikasi dengan baik dan realtime terpisah dengan link backbone yang dipergunakan untuk operasional sehingga operasional dan replikasi data tidak terganggu. K. STRATEGI USAHA Dalam rangka menghadapi persaingan yang semakin ketat dalam industri pembiayaan, Perseroan telah memiliki beberapa strategi untuk dapat terus tumbuh dan berkembang : 1. Meningkatkan aliansi strategis antara Perseroan, Bank Mandiri, TURI melalui program referral dan peningkatan kontribusi TURI a. Meningkatkan kualitas pelaksanaan referral program; b. Meningkatkan kontribusi penjualan kredit dari Dealer TURI; c. Meningkatkan kolaborasi dengan Corporate dan Commercial Banking Bank Mandiri;dan 119

142 d. Optimalisasi kerjasama dengan AXA Mandiri untuk bundling produk pembiayaan dan asuransi jiwa untuk meningkatkan fee based. 2. Meningkatkan porsi direct selling melalui pembentukan telesales a. Membentuk telesales sebagai media penjualan secara langsung (Non Dealer) dan program member get member guna meningkatkan fee based;dan b. End user gathering dengan tema yang berhubungan dengan otomotif diharapkan akan meningkatkan loyalitas untuk existing customer dan akuisisi new customer. 3. Ekspansi portofolio kredit melalui pembukaan cabang sejalan potensi pertumbuhan ekonomi daerah a. Pembukaan 27 jaringan kantor baru di 23 daerah dengan pertumbuhan ekonomi cukup baik dan diharapkan dapat memberikan kontribusi pembiayaan baru;dan b. Penyusunan paket-paket pembiayaan yang disesuaikan dengan karakteristik daerah setempat 4. Mencari alternatif sumber pendanaan yang kompetitif melalui penerbitan surat berharga dan/ atau pinjaman bank melalui penerbitan surat berharga dan atau pinjaman bank 5. Pengembangan berbagai produk baru yang memberikan nilai tambah untuk konsumen a. Point reward untuk konsumen yang selalu melakukan pembayaran tepat waktu untuk meningkatkan kolektibilitas sehingga A/R loss dapat terjaga maksimum di level 2%;dan b. Membuat produk yang disesuaikan dengan arus kas khusus untuk kriteria konsumen tertentu. 6. Meningkatkan kompetensi SDM secara berkesinambungan a. Membangun M-ODP (MTF-Officer Development Program) untuk menghasilkan workforce supervisory level diseluruh area bisnis MTF; b. Meningkatkan kompetensi teknis workforce MTF melalui e-learning;dan c. Meningkatkan kapabilitas SDM MTF melalui pelatihan dan penugasan dengan didukung oleh KPI yang terukur 7. Implementasi performance based culture dengan membuat program apresiasi karyawan yang mendukung akselerasi bisnis yang disesuaikan dengan kontribusi yang dihasilkan oleh karyawan 8. Mengoptimalkan pasar komersial di luar jawa dengan penugasan beberapa team khusus yang berasal dari personel di kantor pusat dan cabang untuk membuka pasar (kerjasama bisnis) di jaringan kantor yang baru dibuka guna melakukan pendampingan untuk memastikan semua rencana bisnis on track. Team ini bersifat fleksibel (flying team) 9. Meningkatkan corporate image melalui kombinasi communication strategy above and below the line, implementasi corporate culture PERWIRA serta perbaikan infrastruktur a. Mulai melakukan promosi produk di media massa daerah dan bekerja sama dengan grup terkait di Bak Mandiri untuk promosi yang bersifat nasional; b. Melaksanakan Dealer gathering secara berkala dengan target bisnis yang terukur; c. Turut aktif dalam aktifitas Dealer; d. Internalisasi budaya PERWIRA melalui peran kepala cabang sebagai role model; e. Standarisasi gedung kantor terutama untuk kantor-kantor yang baru dibuka;dan f. Simplifikasi dokumen kontrak dan perbaikan tampilan seluruh dokumen 10. Menyusun stakeholders management agar untuk mengantisipasi beberapa isu/kebijakan lebih awal dengan mengidentifikasi beberapa aktifitas yang dilakukan oleh stakeholders yang dapat menunjang pengembangan bisnis MTF, misalnya : 1) Turut aktif dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh regulator terkait dengan usaha multi finance. 2) Turut berperan aktif dalam kegiatan APPI atau asosiasi lain yang relevan 120

143 L. PROSPEK USAHA 1. Industri Mobil di Indonesia Industri otomotif di Indonesia berada dalam kondisi yang cukup memikat periode dimana pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor mengalami pertumbuhan sebesar 2,8% ditengah kondisi perekonomian yang melambat. Penjualan mobil mengalami pertumbuhan sebesar 12,1% CAGR periode Adapun untuk penjualan motor tumbuh sebesar 1,6% CAGR periode Total Penjualan Kendaraan Bermotor Unit Kendaraan Mobil Motor Total Sumber: Gaikindo dan AISI Berdasarkan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia yang dikutip dari BPS, jumlah kendaraan bermotor di Indonesia bertambah di setiap tahunnya. Pertumbuhan mobil yang beredar di jalan sebesar 9,8% CAGR periode Pertumbuhan mobil diikuti dengan pertumbuhan motor yang beredar di jalan sebesar 12,6 CAGR periode yang sama. Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia dipicu oleh jumlah penduduk berpenghasilan menengah sehingga kemampuan masyarakat untuk membeli kendaraan bermotor meningkat. Hal lain yang memicu pertumbuhan kendaraan bermotor di Indonesia adalah kondisi transportasi umum yang tidak memadai sehingga masyarakat memiliki kecenderungan untuk menggunakan kendaraan pribadi. Jumlah Kendaraan Bermotor di Indonesia Unit Kendaraan Mobil Motor Total Sumber: BPS. 2. Prospek Industri kendaraan bermotor di Indonesia Berdasarkan proyeksi penduduk yang diterbitkan oleh BPS, jumlah penduduk di Indonesia akan mencapai ribu di tahun Dengan pertumbuhan per tahun sebesar 1% CAGR periode , Indonesia akan menjadi salah satu pasar otomotif yang menjanjikan bagi pelaku bisnis industri. Hal ini perlu didukung oleh kebijakan ekonomi yang transparan dan dukungan pemerintah kedepannya dalam menanamkan kebijakan investasi bagi investor yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia. Jumlah penduduk yang besar dapat meningkatkan kinerja perusahaan pembiayaan karena probabilitas masyarakat untuk menggunakan jasa pembiayaan semakin tinggi. Proyeksi Penduduk Indonesia 238, , , , , , Sumber: Oktober 2015, BPS 121

144 3. Industri Pembiayaan di Indonesia Kondisi perekonomian di Indonesia saat ini dapat digolongkan sebagai salah satu pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia setelah Cina. Salah satu faktor pendukng pertumbuhan ekonomi tersebut adalah konsumsi yang tinggi. Berdasarkan data dan grafik dibawah ini, pertumbuhan aset perusahaan pembiayaan adalah 10,93% CAGR periode Pertumbuhan tersebut didukung oleh kondisi ekonomi yang kondusif serta meningkatnya jumlah masyarakat golongan menengah. Di sisi lain, piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan turut meningkat sehingga penjualan kendaraan bermotor pun meningkat. Grafik Aset & Piutang Perusahaan Pembiayaan (miliar Rupiah) 341, , , , , , , , Juni 2015 Aset Piutang Pembiayaan Sumber: Oktober 2015, Bank Indonesia Dari total piutang pembiayaan per 30 Juni 2015, pembiayaan konsumen mencakup 65,54%, diikuti oleh sewa guna usaha sebesar 29,21% dan sisanya terbagi antara anjak piutang dan kartu kredit. Komposisi pembiayaan konsumen cenderung memiliki tren yang meningkat sejak tahun 2012, seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi pada tahun tersebut. Pembiayaan di sektor sewa guna usaha relatif stagnan, sehingga pembiayaan konsumen menjadi salah satu penggerak perekonomian di Indonesia sampai dengan saat ini. Pembiayaan Menurut Jenis 191, , , , , , , ,900 5,150 7,701 9,448 9, Juni 2015 Sewa Guna Usaha Pembiayaan Konsumen Anjak Piutang dan Kartu Kredit Sumber: Oktober 2015, Bank Indonesia Jika dilihat dari sumber pendanaannya, maka pendanaan dari perusahaan pembiayaan di Indonesia masih didominasi oleh perbankan dengan rata-rata tiga tahun terakhir sebesar 82% dan diikuti oleh obligasi sebesar 17%. Per Juni 2015, pendanaan dari obligasi mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan sebesar 22% di tahun Hal ini disebabkan biaya dana yang lebih murah disbanding dengan perbankan. Peningkatan pendanaan dari obligasi ini tentunya berdampak positif ke industri pembiayaan. Dari sisi aset-kewajiban, obligasi 122

145 menawarkan tenor yang relatif panjang dengan bunga yang tetap, sehingga bisa membantu mengurangi maturity mismatch. Namun demikian, kendala rating menyebabkan hanya perusahaan-perusahaan pembiayaan besar yang bisa memiliki akses ke pasar obligasi. Sebagai akibatnya, maka pinjaman Bank kemungkinan masih akan tetap mendominasi sumber pendanaan perusahaan pembiayaan. Sumber Dana Perusahaan Pembiayaan , ,211 53,160 55, , , , , Juni 2015 Pinjaman Bank Surat Berharga yang diterbitkan Subordinasi Sumber: Oktober 2015, Bank Indonesia Permintaan yang tinggi terhadap jasa pembiayaan dan otomotif membuat banyak perusahaan memasuki industri pembiayaan. Tercatat pada tahun 2000 ada 245 perusahaan pembiayaan yang terdaftar. Namun seiring berjalannya waktu dan krisis subprime mortgage yang menjadi pemicu krisis global, seleksi alamiah pun terjadi. Meski jumlah pemain yang bergerak di industri pembiayaan masih cukup banyak, pasar masih terkonsentrasi pada pemain-pemain besar. Pemain-pemain besar ini pada umumnya memiliki jaringan khusus dengan bank sebagai sumber pendanaan serta produsen otomotif (bagi perusahaan pembiayaan yang bergerak di bidang otomotif), yang memudahkan mereka dalam mendapatkan banyak pelanggan. M. TINGKAT KESEHATAN PERSEROAN Sesuai dengan peraturan yang tertuang dalam KMK No. 84/PMK.012/2006 pada Bab VII, pasal 25 ayat 3 dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 29/POJK.05/2015 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan tanggal 19 November 2014 dijelaskan bahwa tingkat kesehatan pembiayaan diukur dengan gearing ratio setinggi-tingginya 10 kali. Tingkat perbandingan antara kewajiban yang mengandung unsur bunga dibandingan dengan ekuitas Perseroan berturut-turut pada periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014, 2013, 2012 dan 2011 adalah 6,39x, 6,41x, 6,47x, 6,56x dan 7,06x. N. PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK (GOOD CORPORATE GOVERNANCE) Sebagai perusahaan yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Perusahaan Terbuka, Perseroan selalu berusaha menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik dalam setiap operasional dan kegiatan Perseroan. Implementasi tata kelola perusahan yang baik telah menjadi komitmen dari segenap manajemen dan karyawan Perseroan untuk melaksanakan praktek penyelenggaraan bisnis yang sehat, beretika, dan bertanggung jawab kepada pemangku kepentingan. Manajemen berkeyakinan bahwa implementasi tata kelola perusahaan yang baik akan mendukung pencapaian sasaran bisnis dalam jangka panjang dan memberikan keunggulan kompetitif dalam menghadapi persaingan. Adapun tujuan Perseroan menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik antara lain untuk : 1. Memberikan nilai tambah bagi Perseroan maupun pemegang saham; 2. Memaksimalkan nilai Perseroan agar memiliki daya saing yang kuat; 3. Meningkatkan kepatuhan terhadap regulator; 4. Mendorong pengelolaan Perseroan secara professional, transparan dan efisien serta memberdayakan fungsi Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, Komite Nominasi dan Remunerasi, Internal Audit dan Sekretaris Perusahaan; 5. Mendorong agar setiap pengambilan keputusan atau kebijakan dilandasi nilai moral yang tinggi dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku; 6. Melindungi Dewan Komisaris dan Direksi dari kemungkinan adanya tuntutan hukum. 123

146 Dalam kinerja Perseroan di tahun 2014 sampai dengan September 2015, Perseroan selalu berusaha memberikan yang terbaik baik pemegang saham dan stakeholder lainnya agar mampu mencapai hasil yang maksimal. Untuk itu, dalam menjalankan setiap aktifitas usahanya agar sesuai dengan tata kelola perusahaan yang baik, Perseroan selalu mengedepankan 5 (lima) prinsip, yaitu : 1. TRANSPARANSI. Perseroan menilai prinsip transparansi sebagai keterbukaan dalam mengungkap informasi Perseroan mengungkapkan informasi material tersebut tidak hanya kepada pemegang saham tetapi juga kepada seluruh stakeholder Perseroan. Sehingga diharapkan pemegang saham dan para stakeholder dapat lebih dini mengetahui perkembangan usaha Perseroan. 2. AKUNTABILITAS. Penerapan prinsip akuntabilitas diimplementasikan oleh Perseroan dengan menetapkan kejelasan fungsi, struktur, sistem dan pertanggungjawaban masing-masing organ dalam Perseroan sehingga pengelolaan Perseroan dapat terlaksana secara efektif. Dengan diterapkannya prinsip akuntabilitas ini maka ada kejelasan fungsi, hak, kewajiban, wewenang dan tanggung jawab antara pemegang saham, Dewan Komisaris dan Direksi maupun di setiap bagian dalam Perseroan. 3. PERTANGGUNGJAWABAN. Perseroan mendefinisikan prinsip pertanggungjawaban sebagai dipatuhinya baik prosedur operasional maupun peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam setiap aktivitas bisnis yang dilaksanakan. Pertanggungjawaban juga diikuti dengan komitmen untuk menjalankan aktivitas bisnis sesuai dengan standar etika yang baik. Selain itu, pengawasan yang dilakukan oleh Dewan Komisaris lebih ditingkatkan terhadap pengelolaan Perseroan oleh Direksi sehingga dapat berjalan efektif, disertai adanya tuntutan pencapaian target terhadap Direksi. 4. INDEPENDENSI. Perseroan mengartikan kemandirian sebagai dijalankannya tugas, kewajiban serta wewenang masing-masing organ Perseroan tanpa campur tangan dari organ-organ Perseroan yang lain maupun pihak lain yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kemandirian diwujudkan antara lain dengan dihormatinya peran dan fungsi masing-masing Organ Perseroan serta keputusan pengurusan Perseroan merupakan keputusan Direksi demi sebaik-baiknya kepentingan Perseroan. Prinsip independensi sangat diperlukan terutama dalam proses pengambilan keputusan atau kebijakan manajemen yang harus dilakukan secara obyektif dan menempatkan kepentingan Perseroan sebagai prioritas utama. 5. KEWAJARAN. Perseroan mengartikan kewajaran atau keadilan sebagai perlakuan yang setara terhadap setiap pihak yang berkepentingan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam penerapannya, antara lain Perseroan selalu menjaga hubungan baik dengan karyawan dan menghindari praktek diskriminasi serta menghormati hak-hak karyawan. Perseroan telah berupaya senantiasa memenuhi ketentuan dalam Peraturan OJK Nomor 30/POJK.05/2014 tentang Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Bagi Perusahaan Pembiayaan. Implementasinya antara lain adalah : 1. Perseroan selalu tepat waktu dalam penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham. 2. Dewan Komisaris, Direksi dan Komite Audit melakukan pertemuan secara berkala minimal sebulan sekali. 3. Perseroan menyampaikan laporan kepada regulator secara tepat waktu dan akurat. 4. Melakukan transparansi kinerja keuangan baik melalui website maupun press conference secara berkala 3 (tiga) bulan sekali. 5. Mengoptimalkan whistleblowing system sebagai sarana pelaporan dan pengaduan pelanggaran etika. 6. Mematuhi ketentuan di bidang perusahaan pembiayaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 7. Membentuk Pedoman Tata Kelola Terintegrasi dengan induk perusahaan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Sepanjang tahun 2014 dan sampai dengan bulan September 2015, Perseroan menerima beberapa penghargaan terkait implementasi Good Corporate Governance yaitu : 1. The Best GCG dari Majalah Economic Review dalam acara Indonesia Multifinance Award The 2nd Best GCG dari Majalah Economic Review dalam acara Indonesia Multifinance Award Trusted Company in GCG dari Majalah Swa dan The Indonesia Institute for Corporate Governance (IICG) tahun Excellent Company in GCG dari Majalah Economic Review dan IPMI International Business School tahun O. PELAKSANAAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERSEROAN Dalam menjalankan bisnis, Perseroan senantiasa menyelaraskan kegiatan-kegiatan sosial Perseroan terhadap kebutuhan masyarakat dan lingkungan sekitar. Kegiatan sosial ini sebagai bagian dari tanggung jawab sosial Perseroan (Corporate Social Responsibilities) sebagai wujud kepedulian terhadap sesama dan dalam rangka membantu program Pemerintah untuk meringankan beban masyarakat yang kurang mampu atau yang sedang tertimpa musibah serta memberikan edukasi literasi keuangan kepada masyarakat. Selama tahun 2014 hingga September 2015, program CSR yang telah dijalankan oleh Perseroan meliputi : 124

147 Bidang sosial dan kesehatan Aksi Donor Darah sebanyak 9 kali dengan jumlah pendonor seluruhnya sebanyak 761 orang. Pemberian sumbangan dana untuk korban banjir Bandang di Manado. Pemberian bantuan dana dan kebutuhan bahan pokok kepada Panti Asuhan di Jakarta, Lampung dan Pontianak. Mengadakan pengobatan massal gratis bagi warga di Cilegon. Mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis di Lampung dan Palembang dengan total 800 orang. Pemberian bantuan kepada Yayasan Jantung Sehat Lampung. Kegiatan Fun Walk di Lampung dengan peserta orang dan di Palembang sebanyak orang. Bidang Keagamaan Acara bagi-bagi takjil sebanyak paket untuk pengendara kendaraan bermotor yang ada di seputaran kantor cabang MTF Kebon Jeruk, Tanjung Pinang dan MTF Pekalongan. Kunjungan ke beberapa Panti Asuhan serta pemberian sumbangan dalam rangka memperingati bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Natal. Santunan kepada anak yatim Yayasan Andalusia, Jakarta. Bidang Lingkungan Pemberian bantuan pemeliharaan lingkungan disekitar kantor-kantor cabang Perseroan. Pemberian sumbangan 235 bibit tanaman untuk anak-anak SD Kartika di Makassar. Melakukan kampanye hemat energi melalui poster di seluruh kantor cabang Perseroan. Bidang Pendidikan dan Ketenagakerjaan Pelaksanaan Program Magang bagi siswa SMU dan Universitas untuk memberi kesempatan kepada mereka menggali pengalaman bekerja di Perseroan. Pemberian Program Beasiswa setiap tahun bagi anak karyawan Perseroan yang berprestasi dari tingkat Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Umum. Pemberian sumbangan 4 komputer dan 1 infocus di SMA Muhamadiyah 1 Tanggamus, Lampung. Sumbangan buku pengetahuan dan Genset untuk membantu pendidikan anak-anak jalanan yang berada di bawah naungan Sekolah Kolong Pelangi Jakarta. Pelaksanaan kuliah umum sebagat Program Direksi Mengajar yang dilakukan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman, Samarinda, Universitas Lampung, Universitas Sriwijaya dan STIE TRISAKTI, Jakarta, sebagai bagian partisipasi aktif Perseroan dalam melakukan Edukasi Literasi Keuangan yang juga merupakan program nasional Otoritas Jasa Keuangan dengan menghadirkan pembicara dari jajaran manajemen Perseroan. Bidang Kepedulian Konsumen Mengadakan kegiatan soalialisasi Safety Riding di Lampung bekerjasama dengan Dealer sepeda Motor Honda, Kepolisian dan Mahasiswa. Mendukung setiap aksi sosial yang diadakan oleh mitra bisnis (dealer), contohnya sumbangan untuk korban bencana alam, dll. Selain aktivitas tersebut diatas, Perseroan dan karyawan Perseroan juga turut memberikan bantuan donasi bagi karyawan atau keluarga karyawan yang sedang mengalami sakit atau kedukaan sebagai wujud solidaritas serta agar dapat membantu meringankan beban karyawan dan keluarganya. Biaya yang telah dikeluarkan Perseroan untuk melakukan aktivitas sosial pada tahun 2012, 2013 dan 2014 berturut-turut adalah sebesar Rp ,- (seratus lima puluh tujuh juta Rupiah), Rp ,- (dua ratus tiga puluh dua juta seratus dua puluh dua ribu lima puluh Rupiah) dan Rp ,- (tiga ratus empat puluh empat juta tujuh ratus empat puluh empat ribu tujuh ratus tiga puluh enam Rupiah). Sampai dengan September 2015, Perseroan telah mengeluarkan dana untuk aktivitas sosial sebesar Rp ,- (dua ratus sembilan puluh delapan juta dua ratus dua puluh lima ribu enam ratus enam puluh Rupiah). Di tahun 2015 Perseroan akan lebih meningkatkan program tanggung jawab sosial perusahaan agar dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dengan melakukan berbagai aktivitas sosial. 125

148 P. PENGHARGAAN Pada saat Prospektus ini diterbitkan, Perseroan telah menerima penghargaan sebagai berikut: No Penghargaan Acara Tanggal Penyelenggara 1 The Best CEO Indonesia Multifinance Awards Juni 2014 Majalah Economic Review 2 Best 1st Overall Indonesia Multifinance Awards Juni 2014 Majalah Economic Review 3 Best 1st Non Listed Company with asset > Rp5 T Indonesia Multifinance Awards Juni 2014 Majalah Economic Review 4 Best 1st GCG Indonesia Multifinance Awards Juni 2014 Majalah Economic Review 5 Best 1st Finance Indonesia Multifinance Awards Juni 2014 Majalah Economic Review 6 Best 1st Information Technology Indonesia Multifinance Awards Juni 2014 Majalah Economic Review 7 Best 2nd CSR Indonesia Multifinance Awards Juni 2014 Majalah Economic Review 8 Best 2nd Risk Management Indonesia Multifinance Awards Juni 2014 Majalah Economic Review 9 Best 3rd Human Capital Indonesia Multifinance Awards Juni 2014 Majalah Economic Review 10 Kriteria Multifinance Sangat Bagus Infobank Multifinance Award September 2014 Infobank 11 Kategori Trusted Company Indonesia Most 17 Desember Majalah SWA & Trusted Companies 2014 The Indonesia Award 2014 Institute for Corporate Governance (IICG) 12 The Most Progressive Business Penghargaan Internal 2 Desember Bank Mandiri Growth Mandiri Group Mandiri Group The Best Subsidiaries Culture Penghargaan Internal 14 Februari Bank Mandiri Execution Award 2013 Mandiri Group The Best CEO Indonesia Multifinance Awards Juni 2015 Majalah Economic Review 15 Rank 1st Non Listed Company asset > Rp5 T Indonesia Multifinance Awards Juni 2015 Majalah Economic Review 16 Rank 1st Finance Indonesia Multifinance Awards Juni 2015 Majalah Economic Review 17 Rank 1st HC Management System Indonesia Multifinance Awards Juni 2015 Majalah Economic Review 18 Rank 2nd GCG Indonesia Multifinance Awards Juni 2015 Majalah Economic Review 19 Rank 2nd Marketing Indonesia Multifinance Awards Juni 2015 Majalah Economic Review 20 Rank 2nd Information Technology Indonesia Multifinance Awards Juni 2015 Majalah Economic Review 21 Rank 2nd CSR Indonesia Multifinance Awards Juni 2015 Majalah Economic Review 22 Rank 3rd Risk Management Indonesia Multifinance Awards Juni 2015 Majalah Economic Review 23 Rank 3rd HC Leadership System Indonesia Multifinance Awards Juni 2015 Majalah Economic Review 24 Best of Multifinance Indonesia of the Year 2015 Indonesia Multifinance Awards Juni 2015 Majalah Economic Review 25 Kategori Excellent Company in Good Corporate Governance Agustus Kategori Car Leasing Silver Award Kategori Multifinance dengan Aset Rp 5 T s/d 10 T Multifinance Predikat Sangat Bagus Indonesia Good Corporate Governance Award 2015 Indonesia WOW Brand 2015 Infobank Multifinance Awards September September 2015 Majalah Economic Review & IPMI International Business School MarkPlus Inc Majalah Infobank 126

149 IX. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING Berikut ini adalah informasi keuangan Perseroan yang berasal dari laporan keuangan Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir tanggal 30 Juni 2015 dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2014, 2013, 2012, 2011 dan Laporan keuangan Perseroan tanggal 30 Juni 2015 dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut, telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja, firma anggota Ernst & Young Global Limited (partner penanggung jawab: Danil Setiadi Handaja, CPA), akuntan publik independen, berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), dalam laporannya tertanggal 28 Oktober 2015 dengan opini audit wajar tanpa modifikasian dengan paragraf hal lain sehubungan dengan rencana Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 di Bursa Efek Indonesia, dan untuk memenuhi permintaan OJK, Perseroan telah menerbitkan kembali laporan keuangan tersebut yang disertai dengan beberapa perubahan dan tambahan pengungkapan pada catatan atas laporan keuangan. Laporan keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2014 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja, firma anggota Ernst & Young Global Limited (partner penanggung jawab: Danil Setiadi Handaja, CPA), akuntan publik independen, berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), dalam laporannya tertanggal 23 Januari 2015 dengan opini audit wajar tanpa modifikasian. Laporan keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2013 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja, firma anggota Ernst & Young Global Limited (partner penanggung jawab: Peter Surja, CPA), akuntan publik independen, berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), dalam laporannya tertanggal 24 Januari 2014 dengan opini audit wajar tanpa modifikasian. Laporan keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja, firma anggota Ernst & Young Global Limited (partner penanggung jawab: Peter Surja, CPA), akuntan publik independen, berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), dalam laporannya tertanggal 20 Februari 2013 dengan opini audit wajar tanpa pengecualian. Laporan keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2011 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana & Rekan, firma anggota jaringan global PwC (partner penanggung jawab: Lucy Luciana Suhenda, S.E., Ak., CPA), akuntan publik independen, berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), dalam laporannya tertanggal 5 Maret 2012 berisi pendapat wajar tanpa pengecualian. Laporan keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2010 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana & Rekan, firma anggota jaringan global PwC (partner penanggung jawab: Lucy Luciana Suhenda, S.E., Ak., CPA), akuntan publik independen, berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), dalam laporannya tertanggal 4 Februari 2011 berisi pendapat wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan mengenai pengadopsian Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 50 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan, dan PSAK 55 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, yang diterapkan secara prospektif. Setelah tanggal 7 April 2015, KAP Tanudiredja, Wibisana & Rekan, firma anggota jaringan global PwC, bernama KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan. Laporan keuangan Perseroan pada dan untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2014, 2013, 2012, 2011 dan 2010 tersebut tersedia secara publik dan dapat diperoleh di LAPORAN POSISI KEUANGAN (dalam jutaan Rupiah) 30 Juni 31 Desember (disajikan (disajikan (disajikan Uraian kembali) kembali) kembali) Aset Kas dan setara kas Piutang pembiayaan konsumen *) *) Investasi neto dalam sewa pembiayaan Piutang lain-lain Pihak ketiga Pihak berelasi *) *) Cadangan kerugian penurunan nilai (794) (794) (813) (979) (1.195) - Tagihan kelebihan pajak Aset pajak tangguhan

150 (dalam jutaan Rupiah) 30 Juni 31 Desember (disajikan (disajikan (disajikan Uraian kembali) kembali) kembali) Aset tetap Aset lain-lain Total Aset Liabilitas dan Ekuitas Liabilitas Utang usaha Pihak ketiga Utang lain-lain Pihak ketiga Pihak berelasi Utang pajak kini Beban yang masih harus dibayar Pinjaman bank Surat berharga yang diterbitkan Liabilitas imbalan kerja karyawan Total Liabilitas Ekuitas Modal dasar Kerugian aktuarial atas liabilitas imbalan - kerja karyawan (13.555) (6.080) (2.103) (4.539) - Saldo laba sudah ditentukan penggunaannya belum ditentukan penggunaannya Total Ekuitas Total Liabilitas dan Ekuitas

151 LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN (dalam jutaan Rupiah) Uraian 30 Juni 31 Desember 2014 (disajikan kembali) (disajikan (disajikan (disajikan (tidak kembali) kembali) kembali) diaudit) Pendapatan Pembiayaan konsumen Sewa pembiayaan Bunga Lain-lain neto Total pendapatan Beban Beban keuangan ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Gaji dan tunjangan ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) (98.024) *) (75.552) *) Beban umum dan administrasi ( ) (92.005) ( ) ( ) ( ) (77.836) *) (37.641) *) Penyisihan kerugian penurunan nilai: Pembiayaan konsumen ( ) (95.772) ( ) ( ) ( ) ( ) (46.116) Sewa pembiayaan (4.746) (10.805) (6.756) (1.570) (197) - Piutang lain-lain (83) Total beban ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Laba sebelum beban pajak Beban pajak (51.775) (39.515) (78.277) (60.847) (39.026) (25.059) (23.143) Laba Periode/Tahun Berjalan Pos-Pos yang tidak akan di reklasifikasi ke laba rugi: Keuntungan (kerugian) aktuarial atas liabilitas imbalan kerja (9.697) (2.651) (5.302) (3.421) - - Pajak penghasilan terkait (812) Penghasilan komprehensif lain (7.475) (1.988) (3.977) (2.566) - - Laba Penghasilan Komprehensif Periode/Tahun Berjalan (*) Perseroan melakukan reklasifikasi atas sejumlah akun dalam laporan keuangan pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 agar sesuai dengan pengungkapan laporan keuangan di bagian lain dalam Prospektus ini. Berikut merupakan akunakun yang direklasifikasi: Pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2011 Sebagaimana Sebagaimana Dilaporkan Dilaporkan Sebelumnya Reklasifikasi di Atas ASET Piutang pembiayaan konsumen net ( ) Piutang lain-lain Pihak berelasi BEBAN Gaji dan tunjangan Umum dan administrasi (98.025) Pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2010 Sebagaimana Sebagaimana Dilaporkan Dilaporkan Sebelumnya Reklasifikasi di Atas ASET Piutang pembiayaan konsumen net (44.630) Piutang lain-lain Pihak berelasi BEBAN Gaji dan tunjangan Umum dan administrasi (75.552) RASIO KEUANGAN PENTING Deskripsi 30 Juni 31 Desember Rasio Pertumbuhan Total pendapatan 29,14% 29,79% 38,66% 24,06% 57,53% 10,34% Laba tahun berjalan 35,63% 32,62% 51,32% 77,15% -6,37% 17,16% Total aset 10,88% 31,59% 28,49% 24,81% 55,87% 25,88% Total liabilitas 10,51% 31,74% 28,17% 24,41% 64,50% 28,85% Total ekuitas 13,63% 30,47% 30,79% 27,80% 11,56% 12,54% Rasio Usaha Laba sebelum beban pajak / pendapatan 22,25% 20,64% 20,35% 18,51% 13,41% 21,71% Pendapatan / total aset 11,17% 20,39% 20,68% 19,16% 19,28% 19,07% Laba tahun berjalan / pendapatan 16,62% 15,46% 15,13% 13,87% 9,71% 16,34% Laba sebelum beban pajak/rata-rata aset 2,61% 4,78% 4,73% 3,94% 3,15% 4,62% 129

152 Deskripsi 30 Juni 31 Desember Laba tahun berjalan / rata-rata ekuitas 15,99% 29,62% 29,17% 24,96% 16,92% 20,25% Laba tahun berjalan / rata-rata aset 1,95% 3,58% 3,52% 2,95% 2,28% 3,47% Total liabilitas / total ekuitas (x) 7,10x 7,30x 7,22x 7,37x 7,57x 5,14x Total liabilitas / total aset (x) 0,88x 0,88x 0,88x 0,88x 0,88x 0,84x Piutang non performing* 1,10% 1,15% 1,16% 1,23% 1,09% 0,91 Gearing ratio (x) 6,39x 6,41x 6,47x 6,56x 7,06x 4,85x *) Tunggakan lebih dari 90 hari PERSEROAN TELAH MEMENUHI RASIO TOTAL LIABILITAS/ JUMLAH EKUITAS YANG DIPERSYARATKAN DALAM PERJANJIAN UTANG YANG TELAH DIUNGKAPKAN PERSEROAN DALAM INFORMASI TAMBAHAN INI. 130

153 X. EKUITAS Tabel di bawah ini menunjukkan perkembangan posisi Ekuitas Perseroan yang diambil dari Laporan keuangan Perseroan tanggal 30 Juni 2015 dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut dan tanggal 31 Desember 2014, 2013, 2012, 2011 dan 2010 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut. Laporan keuangan Perseroan tanggal 30 Juni 2015 dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal tersebut, telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja, firma anggota Ernst & Young Global Limited (partner penanggung jawab: Danil Setiadi Handaja, CPA), akuntan publik independen, berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), dalam laporannya tertanggal 28 Oktober 2015 dengan opini audit wajar tanpa modifikasian dengan paragraf hal lain sehubungan dengan rencana Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 di Bursa Efek Indonesia, dan untuk memenuhi permintaan OJK, Perseroan telah menerbitkan kembali laporan keuangan tersebut yang disertai dengan beberapa perubahan dan tambahan pengungkapan pada catatan atas laporan keuangan. Laporan keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2014 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja, firma anggota Ernst & Young Global Limited (partner penanggung jawab: Danil Setiadi Handaja, CPA), akuntan publik independen, berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), dalam laporannya tertanggal 23 Januari 2015 dengan opini audit wajar tanpa modifikasian. Laporan keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2013 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja, firma anggota Ernst & Young Global Limited (partner penanggung jawab: Peter Surja, CPA), akuntan publik independen, berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), dalam laporannya tertanggal 24 Januari 2014 dengan opini audit wajar tanpa modifikasian. Laporan keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja, firma anggota Ernst & Young Global Limited (partner penanggung jawab: Peter Surja, CPA), akuntan publik independen, berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), dalam laporannya tertanggal 20 Februari 2013 dengan opini audit wajar tanpa pengecualian. Laporan keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2011 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana & Rekan, firma anggota jaringan global PwC (partner penanggung jawab: Lucy Luciana Suhenda, S.E., Ak., CPA), akuntan publik independen, berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), dalam laporannya tertanggal 5 Maret 2012 berisi pendapat wajar tanpa pengecualian. Laporan keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2010 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana & Rekan, firma anggota jaringan global PwC (partner penanggung jawab: Lucy Luciana Suhenda, S.E., Ak., CPA), akuntan publik independen, berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), dalam laporannya tertanggal 4 Februari 2011 berisi pendapat wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan mengenai pengadopsian Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 50 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan, dan PSAK 55 (Revisi 2006), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, yang diterapkan secara prospektif. Setelah tanggal 7 April 2015, KAP Tanudiredja, Wibisana & Rekan, firma anggota jaringan global PwC, bernama KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan. (dalam jutaan Rupiah) 30 Juni 31 Desember Keterangan (disajikan (disajikan (disajikan 2010 kembali) kembali) kembali) Modal dasar Modal ditempatkan dan disetor penuh Kerugian aktuarial atas liabilitas imbalan kerja karyawan (13.555) (6.080) (2.103) (4.539) - - Saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya Saldo laba yang belum di tentukan penggunaannya Total ekuitas Berdasarkan Akta Berita Acara No. 3 tanggal 18 Juli 2002, yang dibuat oleh Ny. Bertha Suriati Ihalauw Halim, S.H., Notaris di Jakarta, yaitu persetujuan atas penjualan saham-saham yang telah dikeluarkan oleh Perseroan milik PT Tunas Ridean Tbk., sebanyak (sembilan belas juta lima ratus ribu) saham atau sebesar 131

154 Rp ,00 (sembilan miliar tujuh ratus lima puluh juta Rupiah) kepada PT Tunas Mobilindo Parama, yang kemudian dituangkan dalam suatu Akta Jual Beli No. 4 tanggal 18 Juli 2002 yang dibuat oleh Notaris yang sama. Sehubungan dengan peraturan Menteri Keuangan No.84/PMK.012/2006 yang terbit pada 29 September 2006, dimana perusahaan pembiayaan wajib memiliki modal disetor sebesar minimal Rp (seratus miliar Rupiah), Perseroan telah melakukan peningkatan modal dasar Perseroan dari Rp (dua ratus lima puluh miliar Rupiah) menjadi Rp (satu triliun Rupiah) dan modal disetor dari Rp (enam puluh lima miliar Rupiah) menjadi Rp (dua ratus lima puluh miliar Rupiah) dengan mengkapitalisasi saldo laba Perseroan September 2007 sebesar Rp (seratus delapan puluh lima miliar Rupiah) sebagaimana dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No.94 Tanggal 30 November 2007 yang dibuat di hadapan Herawati, S.H., Notaris di Jakarta. Tidak terdapat perubahan struktur permodalan Perseroan yang terjadi setelah laporan keuangan terakhir. 132

155 XI. PERPAJAKAN PERPAJAKAN UNTUK PEMEGANG OBLIGASI Pajak atas penghasilan yang diperoleh dari kepemilikan Obligasi yang diterima atau diperoleh Pemegang Obligasi diperhitungkan dan diperlakukan sesuai dengan Peraturan Perpajakan yang berlaku. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 100 Tahun 2013 tanggal 31 Desember 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2009 tanggal 9 Pebruari 2009 tentang Pajak Penghasilan Atas Penghasilan Berupa Bunga Obligasi, penghasilan yang diterima atau diperoleh bagi Wajib Pajak berupa bunga dan diskonto obligasi dikenakan pemotongan Pajak Penghasilan yang bersifat final: 1. atas Bunga Obligasi dengan kupon (interest bearing debt securities) sebesar: (i) 15% bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap ( BUT ); dan (ii) 20% atau sesuai dengan tarif berdasarkan persetujuan penghindaran pajak berganda bagi Wajib Pajak luar negeri selain BUT. Jumlah yang terkena pajak dihitung dari jumlah bruto bunga sesuai dengan masa kepemilikan (holding period) obligasi. 2. atas diskonto obligasi dengan kupon sebesar: 15% bagi Wajib Pajak dalam negeri dan BUT; dan (ii) 20% atau sesuai dengan tarif berdasarkan persetujuan penghindaran pajak berganda bagi Wajib Pajak luar negeri selain BUT. Jumlah yang terkena pajak dihitung dari selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan obligasi, tidak termasuk bunga berjalan (accrued interest). 3. atas diskonto obligasi tanpa bunga (zero coupon bond) sebesar: (i) 15% bagi Wajib Pajak dalam negeri dan BUT; dan (ii) 20% atau sesuai dengan tarif berdasarkan persetujuan penghindaran pajak berganda bagi Wajib Pajak luar negeri selain BUT. Jumlah yang terkena pajak dihitung dari selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan obligasi. 4. atas bunga dan/atau diskonto dari obligasi yang diterima dan/atau diperoleh Wajib Pajak reksadana yang terdaftar pada OJK sebesar 5,00% untuk tahun 2014 sampai dengan tahun 2020 dan 10,00% untuk tahun 2021 dan seterusnya. Pemotongan pajak yang bersifat final ini tidak dikenakan terhadap bunga atau diskonto obligasi yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak: 1. dana pensiun yang pendirian atau pembentukannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan dan memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam Pasal 4 ayat (3) huruf h Undang-undang No. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-undang No. 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat Atas Undang-undang No. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan dan 2. bank yang didirikan di Indonesia atau cabang bank luar negeri di Indonesia. PERPAJAKAN PERSEROAN Sebagai Wajib Pajak, Perseroan memiliki kewajiban perpajakan untuk Pajak Penghasilan ( PPh ), Pajak Pertambahan Nilai ( PPN ), dan Pajak Bumi dan Bangunan ( PBB ). Perseroan telah memenuhi kewajiban perpajakannya sesuai dengan perundang-undangan dan peraturan perpajakan yang berlaku. CALON PEMBELI OBLIGASI DALAM PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN INI DIHARAPKAN UNTUK BERKONSULTASI DENGAN KONSULTAN PAJAK MASING-MASING MENGENAI AKIBAT PERPAJAKAN YANG TIMBUL DARI PENERIMAAN BUNGA, PEMBELIAN, PEMILIKAN MAUPUN PENJUALAN ATAU PENGALIHAN DENGAN CARA LAIN OBLIGASI YANG DIBELI MELALUI PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN INI. 133

156 Halaman ini sengaja dikosongkan 134

157 XII. PENJAMINAN EMISI OBLIGASI Berdasarkan persyaratan dan ketentuan-ketentuan yang tercantum di dalam Akta Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 No.9 tanggal 5 Oktober 2015, juncto Addendum I Akta Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 No.35 tanggal 29 Oktober 2015, juncto Addendum II Akta Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 No. 5 tanggal 3 Desember 2015 yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi yang namanya tercantum di bawah ini telah menyetujui untuk menawarkan kepada masyarakat Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 secara kesanggupan penuh (full commitment) dengan jumlah pokok sebesar Rp ,00 (enam ratus miliar Rupiah). Perjanjian tersebut diatas merupakan perjanjian lengkap yang menggantikan semua persetujuan atau perjanjian yang mungkin telah dibuat sebelumnya mengenai perihal yang dimuat dalam perjanjian dan setelah itu tidak ada lagi Perjanjian yang dibuat oleh para pihak yang isinya bertentangan dengan Perjanjian ini. Susunan dan jumlah porsi serta persentase dari Penjamin Emisi Obligasi adalah sebagai berikut: Penjaminan Total Penjaminan No. Keterangan Seri A Seri B (%) (Rp) (Rp) (Rp) PT Mandiri Sekuritas , , ,- 100,00 (Terafiliasi) TOTAL , , ,- 100,00 Selanjutnya Penjamin Emisi Obligasi yang turut dalam Emisi Obligasi ini telah sepakat untuk melaksanakan tugasnya masing-masing sesuai dengan Peraturan Nomor IX.A.7 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor Kep-691/BL/2011 tanggal 30 Desember 2011 tentang Pemesanan dan Penjatahan Efek Dalam Penawaran Umum. Pihak yang bertindak sebagai Manajer Penjatahan atas Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 adalah PT Mandiri Sekuritas. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 8 tahun 1995 tanggal 10 November 1995 tentang Pasar Modal yang dimaksud dengan Afiliasi adalah Pihak (orang perseorangan, perusahaan, usaha bersama, asosiasi atau kelompok yang terorganisasi) yang mempunyai: a. Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal; b. Hubungan antara pihak dengan pegawai, direktur, atau komisaris dari pihak tersebut; c. Hubungan antara 2 (dua) perusahaan dimana terdapat satu atau lebih anggota direksi atau dewan komisaris yang sama; d. Hubungan antara perusahaan dengan Pihak, baik langsung maupun tidak langsung, mengendalikan atau dikendalikan oleh perusahaan tersebut; e. Hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan, baik langsung maupun tidak langsung, oleh pihak yang sama; atau f. Hubungan antara perusahaan dengan pemegang saham utama. 135

158 Halaman ini sengaja dikosongkan 136

159 XIII. LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal yang berpartisipasi dalam rangka Penawaran Umum ini adalah sebagai berikut: 1. Akuntan Publik : Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja (Firma anggota Ernst & Young Global Limited) Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 7 Jl. Jend. Sudirman Kav Jakarta 12190, Indonesia Telepon: (021) Faksimili: (021) Nomor STTD : 04/PM.22/STTD-AP/2014 atas nama Danil Setiadi Handaja, CPA tanggal 7 Mei 2014 Keanggotaan Asosiasi : Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) Pedoman Kerja : Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP). Perseroan menunjuk Kantor Akuntan Publik berdasarkan Surat No.257/SPK-GA/VII/2015 tanggal 31 Juli Tugas Pokok : Melakukan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia. Standar tersebut mengharuskan Akuntan Publik merencanakan dan melaksanakan audit agar diperoleh keyakinan yang memadai bahwa laporan keuangan bebas dasi salah saji material. Akuntan Publik bertanggung jawab atas pendapat yang diberikan terhadap laporan keuangan yang diaudit. Tugas Akuntan Publik meliputi pemeriksaan atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlahjumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. 2. Konsultan Hukum : BM & Partners Advocates & Counselors at Law Wisma Haroen Jalan Pasar Minggu Nomor 2A Jakarta Selatan Jakarta Tel : (021) Fax : (021) Nomor STTD : No.523/BL/STTD-KH/2008 tanggal 13 Februari 2008 Keanggotaan Asosiasi : Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal (HKHPM) No Pedoman Kerja : Standar Profesi HKHPM Surat Penunjukan Perseroan menunjuk Konsultan Hukum berdasarkan Surat No.308/SPK- GA/IX/2015 tanggal 4 September Tugas Pokok: : Melakukan pemeriksaan segi hukum atas fakta yang ada mengenai Perseroan sebagaimana disampaikan oleh Perseroan. Hasil pemeriksaan mana telah dimuat dalam Laporan Pemeriksaan dari segi Hukum yang menjadi dasar dari Pendapat dari segi Hukum yang diberikan secara obyektif dan mandiri. 3. Notaris: : Fathiah Helmi, SH Gedung Graha Irama Lt. 6C Jl. HR Rasuna Said Blok X-1, Kav. 1-2 Jakarta Selatan Tlp. : (021) , (021) Fax. : (021) Nomor STTD : 02/STTD-N/PM/1996 atas nama Fathiah Helmi, S.H. 137

160 Keanggotaan Asosiasi : Ikatan Notaris Indonesia (INI) No Pedoman Kerja : Pernyataan Undang-Undang No. 30 tahun 2004 tentang Jabatan Notaris dan Kode Etik Ikatan Notaris Indonesia. Perseroan menunjuk Notaris berdasarkan Surat No. 296/SPK- GA/MTF/IX/2015 tanggal 1 September Tugas Pokok : Membuat akta-akta dalam rangka Penawaran Umum Obligasiantara lain Perjanjian Perwaliamanatan, Perjanjian Penjaminan Emisi Efek, Pengakuan Hutang, akta jaminan serta akta-akta pengubahannya. 4. Wali Amanat : PT Bank Mega Tbk Menara Bank Mega, Lantai 16 Jl. Kapten Tendean Kav A Jakarta Telp : (021) Fax : (021) Nomor STTD : No. 20/STTD-WA/PM/2000 tanggal 2 Agustus 2000 Pedoman Kerja : Standar prosedur operasional Wali Amanat PT Bank Mega Tbk. Perseroan menunjuk Wali Amanat berdasarkan Surat No. 307/SPK- GA/MTF/IX/2015 tanggal 4 September Tugas Pokok : Mewakili kepentingan Pemegang Obligasi baik di dalam maupun di luar pengadilan dalam melakukan tindakan hukum yang berkaitan dengan hak dan kewajiban Pemegang Obligasi sesuai dengan syarat-syarat Emisi, dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Perjanjian Perwaliamanatan serta peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia khususnya peraturan di bidang Pasar Modal. Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal yang terlibat dalam Penawaran Umum Obligasi ini tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan Perseroan sebagaimana definisi hubungan afiliasi dalam Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Sesuai dengan ketentuan Peraturan Bapepam dan LK No. VI.C.3, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-309/BL/2008 tanggal 1 Agustus 2008 tentang Hubungan Kredit Dan Penjaminan Antara Wali Amanat Dengan Perseroan, PT Bank Mega Tbk selaku Wali Amanat menyatakan hal-hal berikut ini: - tidak mempunyai hubungan kredit dengan Perseroan dan tidak akan memberikan kredit kepada Perseroan dalam jumlah lebih dari 25% dari jumlah pokok obligasi yang diwaliamanati selama menjadi Wali Amanat dalam penerbitan Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015; - tidak merangkap menjadi penanggung dan/atau pemberi agunan dalam penerbitan Efek bersifat utang, Sukuk, dan/atau kewajiban Perseroan dan menjadi Wali Amanat dari pemegang Efek yang diterbitkan oleh Perseroan. 138

161 XIV. PENDAPAT DARI SEGI HUKUM 139

162 140

163 141

164 142

165 143

166 144

167 145

168 146

169 147

170 148

171 149

172 150

173 151

174 152

175 153

176 154

177 155

178 156

179 157

180 158

181 XV. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN DAN LAPORAN KEUANGAN PERSEROAN 159

182 PT Mandiri Tunas Finance Laporan keuangan tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2015 dan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dengan angka perbandingan enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) beserta laporan auditor independen/ Financial statements as of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and for the six-month period ended June 30, 2015 and years ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with comparative figures for six-month period ended June 30, 2014 (unaudited) with independent auditors report 160

183 PT MANDIRI TUNAS FINANCE LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 JUNI 2015, 31 DESEMBER 2014, 2013 DAN 2012 DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2015 DAN TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TANGGAL 31 DESEMBER 2014, 2013 DAN 2012 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2014 (TIDAK DIAUDIT) BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Daftar Isi PT MANDIRI TUNAS FINANCE FINANCIAL STATEMENTS AS OF JUNE 30, 2015, DECEMBER 31, 2014, 2013 AND 2012 AND FOR THE SIX-MONTH PERIOD ENDED JUNE 30, 2015 AND YEARS ENDED DECEMBER 31, 2014, 2013 AND 2012 WITH COMPARATIVE FIGURES FOR SIX-MONTH PERIOD ENDED JUNE 30, 2014 (UNAUDITED) WITH INDEPENDENT AUDITORS REPORT Table of Contents Halaman/ Page Laporan Auditor Independen Independent Auditors Report Laporan Posisi Keuangan Statements of Financial Position Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Statements of Profit or Loss and Komprehensif lain Other Comprehensive Income Laporan Perubahan Ekuitas Statements of Changes in Equity Laporan Arus Kas Statements of Cash Flows Catatan atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements ************************** 161

184 162

185 163

186 164

187 PT MANDIRI TUNAS FINANCE LAPORAN POSISI KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 31 Desember/December 31 (Disajikan kembali/as restated) (Catatan 30/Note 30) Catatan/ 30 Juni/ Notes June 30, ASET ASSETS 2c,2e,2f,2r, Kas dan setara kas 4,24a,25, Cash and cash equivalents 2c,2g,5,25, Piutang pembiayaan konsumen 26,27 Consumer financing receivables Pihak ketiga Third parties Pihak berelasi 2r,5,24a Related parties Dikurangi: cadangan kerugian Less: allowance for penurunan nilai 2i ( ) ( ) ( ) (90.777) impairment losses c,2h,6, Piutang sewa pembiayaan 25,26 Finance lease receivables Pihak ketiga Third parties Dikurangi cadangan kerugian Less: allowance for penurunan nilai 2i (11.992) (17.213) (7.537) (1.767) impairment losses Piutang lain-lain 2c,7,25,26 Other receivables Pihak ketiga Third parties Pihak berelasi 2r,7,24a Related parties Dikurangi cadangan kerugian Less: allowance for penurunan nilai 2i (794) (794) (813) (979) impairment losses Tagihan kelebihan pajak 8a Claim for tax refund Aset pajak tangguhan 2l,8d, Deferred tax assets Aset tetap Fixed assets (setelah dikurangi akumulasi (net of accumulated penyusutan sebesar Rp53.389, depreciation of Rp53,389, Rp45.741, Rp dan Rp45,741, Rp35,858 and Rp pada tanggal-tanggal Rp25,727 as of June 30, 2015, 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, December 31, 2014, 2013 and 2013 dan 2012) 2k, , respectively) 2c,2j,2r,10, Aset lain-lain 24a,25,26, Other assets TOTAL ASET TOTAL ASSETS Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. The accompanying notes to the financial statements form an integral part of these financial statements taken as a whole. 165

188 PT MANDIRI TUNAS FINANCE LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan) Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION (continued) As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 31 Desember/December 31 (Disajikan kembali/as restated) (Catatan 30/Note 30) Catatan/ 30 Juni/ Notes June 30, LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY Utang usaha 2c,11,25, Trade payables Utang lain-lain 2c,12,25,26 Other payables Pihak ketiga Third parties Pihak berelasi 2r,12,24b, Related parties Utang pajak kini 2l,8b Current tax liabilities 2c,2r,13, Beban yang masih harus dibayar 24b,25, Accrued expenses Pinjaman bank 2c,14,25,26 Bank loans Pihak ketiga Third parties Pihak berelasi 2r,14,24b Related parties Biaya provisi yang belum diamortisasi (15.017) (14.662) (14.764) (14.136) Unamortized provision cost c,2q, Surat berharga yang diterbitkan 15,25,26 Securities issued Pihak ketiga Third parties Pihak berelasi 2r,15,24b Related parties Beban emisi yang belum diamortisasi (1.989) (2.631) (3.265) (2.200) Unamortized issuance cost Liabilitas imbalan kerja karyawan 2m,16, Employee benefits liabilities TOTAL LIABILITAS TOTAL LIABILITIES EKUITAS EQUITY Modal saham Share capital Authorized capital - Modal dasar ,000,000,000 ordinary lembar saham biasa dengan shares with a par value nilai nominal Rp100 (nilai penuh) of Rp100 (full amount) per saham per share Modal ditempatkan dan disetor Issued and fully paid up penuh lembar capital - 2,500,000,000 saham 2n, ordinary shares Kerugian aktuarial atas liabilitas imbalan Actuarial losses on kerja karyawan 2m,16,30 (13.555) (6.080) (2.103) (4.539) employee benefits liabilities Saldo laba Retained earnings Sudah ditentukan penggunaannya Appropriated Belum ditentukan penggunaannya Unappropriated TOTAL EKUITAS TOTAL EQUITY TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS TOTAL LIABILITIES AND EQUITY Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. The accompanying notes to the financial statements form an integral part of these financial statements taken as a whole. 166

189 PT MANDIRI TUNAS FINANCE LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE STATEMENTS OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember/ Periode Enam Bulan yang Berakhir Years ended December 31 pada tanggal 30 Juni/ (Disajikan kembali/as restated) Six Month period ended June 30, (Catatan 30/Note 30) 2014 (tidak diaudit/ unaudited) (Disajikan kembali/ as restated) Catatan/ (Catatan30/ Notes 2015 Note 30) PENDAPATAN 2s REVENUE Pembiayaan konsumen 2r,19a,24c Consumer financing Sewa pembiayaan 19b Financial lease Bunga 2r,19c,24c Interest Lain-lain - neto 2r,19d,24c Others - net Total pendapatan Total revenue BEBAN 2s EXPENSES Beban keuangan 2r,20,24d ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Financial charges Gaji dan tunjangan 2r,21,24d ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Salaries and benefits Beban umum dan administrasi 2r,22,24d ( ) (92.005) ( ) ( ) ( ) General and administration Penyisihan kerugian penurunan nilai: Provision for impairment losses: Pembiayaan konsumen 2c,2i,5 ( ) (95.772) ( ) ( ) ( ) Consumer financing Sewa pembiayaan 2c,2i, (4.746) (10.805) (6.756) (1.570) Financial leases Piutang lain-lain 2c,2i, Other receivables Total beban ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Total expenses INCOME BEFORE TAX LABA SEBELUM BEBAN PAJAK EXPENSE BEBAN PAJAK 2l,8c (51.775) (39.515) (78.277) (60.847) (39.026) TAX EXPENSE LABA PERIODE/TAHUN INCOME FOR THE BERJALAN PERIOD/YEAR PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN OTHER COMPREHENSIVE INCOME Pos-pos yang tidak akan Items that will not be direklasifikasi ke laba rugi: reclassified to profit or loss: Keuntungan (kerugian) aktuarial atas liabilitas imbalan kerja Actuarial gains (losses) on karyawan 2m,16,30 (9.967) (2.651) (5.302) (3.421) employee benefit liabilities Pajak penghasilan terkait (812) 855 Income tax effect Penghasilan komprehensif lain - Other comprehensive income - setelah pajak (7.475) (1.988) (3.977) (2.566) net of tax TOTAL PENGHASILAN TOTAL COMPREHENSIVE KOMPREHENSIF PERIODE/ INCOME FOR THE PERIOD/ TAHUN BERJALAN YEAR LABA PER SAHAM DASAR BASIC EARNINGS PER SHARE (Rupiah penuh) 2p, (Full amount) Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. The accompanying notes to the financial statements form an integral part of these financial statements taken as a whole. 167

190 PT MANDIRI TUNAS FINANCE LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) Keuntungan (kerugian) aktuarial atas liabilitas imbalan kerja karyawan/ Saldo laba/ Actuarial Retained earnings gains (losses) Sudah ditentukan Belum ditentukan Catatan/ Modal saham/ on employee penggunaannya/ penggunaannya/ Total Ekuitas/ Notes Share capital benefit liabilities Appropriated Unappropriated Total Equity Saldo 31 Desember Balance 31 December 2011 Dampak atas penerapan Effect of first implementation awal PSAK No. 24 of SFAS No. 24 (Revisi 2013) 2u,30 - (1.973) - (197) (2.170) (Revised 2013) Saldo 1 Januari 2012, Balance 1 January 2012, disajikan kembali (1.973) as restated Kerugian aktuarial atas Actuarial loss on liabilitas imbalan kerja - (2.566) - - (2.566) employee benefit liabilities Laba periode berjalan Income for the period 2012 Penyisihan untuk cadangan Appropriation for wajib (12.500) - general reserve Saldo 31 Desember 2012, Balance 31 December 2012, disajikan kembali (4.539) as restated Keuntungan aktuarial atas Actuarial gain on liabilitas imbalan kerja employee benefit liabilities Laba periode berjalan Income for the period 2013 Pembayaran dividen kas 2o, (17.483) (17.483) Payment of cash dividends Saldo 31 Desember 2013, Balance 31 December 2013, disajikan kembali (2.103) as restated Kerugian aktuarial atas Actuarial loss on liabilitas imbalan kerja - (1.988) - - (1.988) employee benefit liabilities Laba periode berjalan Income for the period 2014 Pembayaran dividen kas 2o, (21.157) (21.157) Payment of cash dividends Saldo 30 Juni 2014, Balance 30 June 2014, disajikan kembali as restated (tidak diaudit) (4.091) (unaudited) Saldo 31 Desember 2013, Balance 31 December 2013, disajikan kembali (2.103) as restated Kerugian aktuarial atas Actuarial loss on liabilitas imbalan kerja - (3.977) - - (3.977) employee benefit liabilities Laba periode berjalan Income for the period 2014 Pembayaran dividen kas 2o, (21.157) (21.157) Payment of cash dividends Saldo 31 Desember 2014, Balance 31 December 2014, disajikan kembali (6.080) as restated Kerugian aktuarial atas Actuarial loss on liabilitas imbalan kerja - (7.475) - (7.475) employee benefit liabilities Laba periode berjalan Income for the period 2015 Pembayaran dividen kas 2o, (23.399) (23.399) Payment of cash dividends Saldo 30 Juni (13.555) Balance 30 June 2015 Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. The accompanying notes to the financial statements form an integral part of these financial statements taken as a whole. 168

191 PT MANDIRI TUNAS FINANCE LAPORAN ARUS KAS Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE STATEMENTS OF CASH FLOWS For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember/ Periode Enam Bulan yang Berakhir Years ended December 31 pada tanggal 30 Juni/ (Disajikan kembali/as restated) Six Month period ended June 30, (Catatan 30/Note 30) 2014 (tidak diaudit/ unaudited) (Disajikan kembali/ as restated) Catatan/ (Catatan 30/ Notes 2015 Note 30) ARUS KAS DARI CASH FLOWS FROM AKTIVITAS OPERASI OPERATING ACTIVITIES Penerimaan kas dari konsumen: Cash received from customers: Pembiayaan konsumen Consumer financing Sewa pembiayaan Financial leases Bunga Interest Pendapatan penalti Late payment penalties Penerimaan dari piutang Recovery from yang telah dihapusbukukan written-off receivables Premi asuransi Insurance premiums Penerimaan atas restitusi pajak Receipt from tax refund Collection of receivable Penerimaan piutang pihak berelasi from related parties Pengeluaran kas untuk: Cash disbursements for: Pembayaran fasilitas Repayments of joint pembiayaan bersama ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) financing Pembayaran kepada penyalur kendaraan ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Payments to car dealers Pembayaran beban keuangan ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Payments for financial charges Pembayaran pajak penghasilan (49.814) (45.533) (86.211) (63.871) (36.104) Payments for income tax Pembayaran gaji dan Payments for tunjangan ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) salaries and allowances Pembayaran beban Payments for general and umum dan administrasi ( ) ( ) ( ) ( ) (99.690) administrative expenses Pembayaran kepada perusahaan Payments to insurance asuransi ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) companies Kas neto yang digunakan Net cash used in untuk aktivitas operasi ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) operating activities ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM INVESTASI INVESTING ACTIVITIES Proceeds from sales of Hasil penjualan aset tetap fixed assets Pembelian aset tetap 9 (20.938) (26.819) (42.474) (27.382) (13.932) Purchases of fixed assets Kas neto yang digunakan Net cash used in untuk aktivitas investasi (20.924) (26.638) (42.357) (26.984) (13.422) investing activities ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM PENDANAAN FINANCING ACTIVITIES Penerimaan pinjaman bank Proceeds from bank loans Penerimaan utang obligasi Proceeds from bonds issued dan Medium-Term Notes and Medium-Term Notes Pembayaran pinjaman bank ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Repayment of bank loans Pembayaran utang obligasi Repayment of bonds issued dan Medium-Term Notes 15 ( ) ( ) ( ) (52.000) ( ) and Medium-Term Notes Pembayaran beban emisi Payment of securities surat berharga 15 (790) (2.577) (2.607) (3.624) (1.448) issuance costs Pembayaran dividen kas 18 (23.399) (21.157) (21.157) (17.483) - Payment of cash dividends Kas neto yang diperoleh Net cash provided by dari aktivitas pendanaan financing activities Kenaikan (penurunan) neto Net increase (decrease) kas dan setara kas (69.605)in cash and cash equivalents Kas dan setara kas pada Cash and cash equivalents awal periode/tahun at beginning of period/year Kas dan setara kas pada Cash and cash equivalents akhir periode/tahun at end of period/year Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. The accompanying notes to the financial statements form an integral part of these financial statements taken as a whole. 169

192 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 1. INFORMASI UMUM 1. GENERAL INFORMATION PT Mandiri Tunas Finance ( Perseroan ) didirikan dengan nama PT Tunas Financindo Corporation pada tanggal 17 Mei 1989 berdasarkan Akta Notaris Misahardi Wilamarta, S.H., Notaris di Jakarta, No Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan No. C HT TH 89 tanggal 1 Juni 1989 serta diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 57, Tambahan No tanggal 18 Juli Pada tanggal 18 Agustus 2000, Perseroan melakukan perubahan nama menjadi PT Tunas Financindo Sarana berdasarkan Akta Notaris Adam Kasdarmadji S.H., M.H., Notaris di Jakarta No. 49. Akta perubahan ini disetujui oleh Menteri Hukum dan Perundang-Undangan melalui Surat Keputusan No. C-21195HT TH2000 tanggal 22 September Pada tanggal 30 November 2007, Perseroan melakukan penyesuaian Anggaran Dasar terhadap Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas berdasarkan Akta Notaris Herawati, S.H., Notaris di Jakarta, No. 94. Akta tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan No. AHU AH Tahun 2008 tanggal 12 Februari Pada tanggal 26 Juni 2009, Perseroan mengubah nama Perseroan menjadi PT Mandiri Tunas Finance berdasarkan perubahan Anggaran Dasar sesuai dengan Akta Notaris Dr. Irawan Soerodjo, S.H.,Msi., Notaris di Jakarta, No Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, perubahan terakhir dengan Akta, No. 38 tanggal 21 Juni 2011 yang dibuat dihadapan Emi Susilowati, S.H., Notaris di Jakarta, sehubungan dengan penghapusan satu ketentuan dalam Anggaran Dasar Perseroan. Perubahan ini telah diterima dan dicatatkan dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH tanggal 3 Agustus PT Mandiri Tunas Finance (the Company ) was incorporated with the name of PT Tunas Financindo Corporation on 17 May 1989 based on Notarial Deed of Misahardi Wilamarta, S.H., Notary in Jakarta, No The Company s Articles of Association were approved by the Ministry of Justice in its Decision Letter No. C HT TH 89 dated 1 June 1989 and were published in the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 57, Supplement No dated 18 July On 18 August 2000, the Company changed its name to PT Tunas Financindo Sarana based on Notarial Deed of Adam Kasdarmadji S.H., M.H., Notary in Jakarta No. 49. This deed was approved by the Minister of Law and Regulation in its Decision Letter No. C HT TH2000 dated 22 September On 30 November 2007, The Company complied its Articles of Association to The Law Number 40 of 2007 concerning Limited Liability Company based on Notarial Deed Herawati, S.H., Notary in Jakarta, No. 94. This Deed approved by Minister of Laws74/ and Human Rights in Decision Letter No. AHU AH Tahun 2008 dated 12 February On 26 June 2009, the Company changed its name to PT Mandiri Tunas Finance based on the amendment of the Articles of Association by the Notarial Deed of Dr. Irawan Soerodjo, S.H.,Msi., Notary in Jakarta, No The Articles of Association have been amended from time to time, the latest amendment by the Deed of No. 38 dated 21 June 2011 made before Emi Susilowati S.H., Notary in Jakarta, concerning the removal of one clause in the Company s Articles of Association. This deed was approved by the Minister of Laws and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. AHU-AH dated 3 August

193 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued) Perubahan susunan anggota Dewan Komisaris yang terakhir dilakukan pada tanggal 6 Februari 2012, sebagaimana ternyata dalam Akta No. 01 yang dibuat oleh Emi Susilowati, S.H., Notaris di Jakarta, yang penerimaan pemberitahuan perubahan data Perseroannya telah diterima dan dicatat di dalam database sistem administrasi Badan Hukum di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH tanggal 6 Juni Perubahan susunan Direksi yang terakhir dilakukan pada tanggal 13 April 2015, sebagaimana ternyata dalam Akta No. 31 yang dibuat oleh Lanny Janis Ishak, S.H., Notaris di Jakarta, yang penerimaan pemberitahuan perubahan data Perseroannya telah diterima dan dicatat di dalam database sistem administrasi Badan Hukum di Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH tanggal 20 April Kegiatan komersial Perseroan dimulai pada tahun Perseroan memperoleh ijin usaha sebagai Perseroan pembiayaan dalam bidang sewa guna usaha, anjak piutang dan pembiayaan konsumen dari Menteri Keuangan berdasarkan Surat Keputusan No. 1021/KMK.013/1989 tanggal 7 September 1989, sebagaimana diubah dengan Surat Keputusan No. 54/KMK.013/1992 tanggal 15 Januari 1992 dan No. 19/KMK.017/2001 tanggal 19 Januari 2001 dan terakhir diubah dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. KEP- 352/KM.10/2009 tanggal 29 September Saat ini, Perseroan bergerak dalam kegiatan pembiayaan konsumen dan sewa guna usaha. Perseroan berdomisili di Jakarta Pusat dan mempunyai 89 kantor cabang yang berlokasi di beberapa tempat di Indonesia. Pada tanggal 6 Februari 2009, PT Tunas Ridean Tbk. dan PT Tunas Mobilindo Parama mengalihkan kepemilikan sahamnya di Perseroan sejumlah masing-masing lembar saham dan lembar saham atau sebesar 51% dari total saham ditempatkan dan disetor penuh kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dengan akta notaris Dr. A. Partomuan Pohan, S.H., LL.M., No. 8 tanggal 6 Februari The latest change in the composition of the Board of Commissioners as stated on the Deed No. 01 dated 6 February 2012, was made before Emi Susilowati, S.H., Notary in Jakarta, which the notification receipt of the change in corporate data has been received and recorded in the database administration system of legal entity in the Ministry of Laws and Human Rights of the Republic of Indonesia No. AHU-AH dated 6 June The latest change in the composition of Directors conducted on 13 April 2015 as stated on the Deed No. 31, was made before Lanny Janis Ishak, S.H., Notary in Jakarta, which the notification receipt of the change in the corporate data has been received and recorded in the database administration system of legal entity in the Ministry of Laws and Human Rights of the Republic of Indonesia No. AHU-AH dated 20 April The Company commenced commercial activities in The Company obtained a business license to operate in leasing, factoring and consumer financing from the Ministry of Finance in its Decision Letter No. 1021/KMK.013/1989 dated 7 September 1989, as amended by the Decision Letter No. 54/KMK.013/1992 dated 15 January 1992 and No. 19/KMK.017/2001 dated 19 January 2001 and the latest amendment by the Ministry of Finance Decision Letter No. KEP-352/KM.10/2009 dated 29 September Currently, the Company is engaged in consumer financing activities and finance lease. The Company is domiciled in Central Jakarta and has 89 branches throughout Indonesia. On 6 February 2009, PT Tunas Ridean Tbk. and PT Tunas Mobilindo Parama have transferred their ownership in the Company amounting to 650,000,000 shares and 625,000,000 shares, respectively, representing 51% of total issued and fully paid-up shares, to PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. by the Notarial Deed of Dr. A. Partomuan Pohan, S.H., LL.M., No. 8 dated 6 February

194 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued) Perseroan menerbitkan dan mendaftarkan Obligasi Mandiri Tunas Finance ke Bursa Efek Indonesia sebagai berikut: The Company issued and registered Mandiri Tunas Finance Bonds on the Indonesian Stock Exchange as follows: Obligasi/Bonds Tanggal terbit/issue date Nilai nominal/nominal value I 29 Mei/May II 22 Juni/June III 8 JuliJuly IV 22 Februari/February V 20 Februari/February VI 6 Mei/May Berkelanjutan I tahap I/ Continuing Bonds I Phase I 5 Juni/June Berkelanjutan I tahap II/ Continuing Bonds I Phase II 23 Mei/May Berkelanjutan I tahap III/ Continuing Bonds I Phase III 9 Juni/June Pada tanggal 20 Mei 2011, Perseroan telah menerbitkan dan mendaftarkan Obligasi Mandiri Tunas Finance VI tahun 2011 ( Obligasi VI ) ke Bursa Efek Indonesia. Penerbitan Obligasi VI tahun 2011 serta Penunjukan Wali Amanat dilakukan sesuai dengan Perjanjian No. 29 tanggal 25 Februari 2011 jo. Add.1 No. 7 tanggal 5 April 2011, jo. Add II No. 16 tanggal 11 April 2011, jo. Add III No. 1 tanggal 2 Mei 2011 yang dibuat antara Perseroan dengan PT Bank Mega Tbk., yang bertindak selaku Wali Amanat pemegang Obligasi VI. Pada tanggal 7 Juni 2013, Perseroan telah menerbitkan dan mendaftarkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2013 ( Obligasi Berkelanjutan I Tahap I ) ke Bursa Efek Indonesia. Penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I ini serta Penunjukan Wali Amanat dilakukan berdasarkan Akta Perjanjian Perwaliamanatan No. 29 tanggal 22 Maret 2013, jo. Addendum I No. 61 tanggal 17 April 2013, jo Addendum II No. 47 tanggal 20 Mei 2013 yang dibuat antara Perseroan dengan PT Bank Mega Tbk., yang bertindak selaku Wali Amanat pemegang Obligasi Berkelanjutan I Tahap I. On 20 May 2011, the Company issued and registered Bonds Mandiri Tunas Finance VI ( Bonds VI ) on Indonesia Stock Exchange. The issuance of Bonds VI 2011 and Trusteeship Agreements No. 29 dated 25 February 2011 jo. Add.1 No. 7 dated 5 April 2011, jo. Add II No. 16 dated 11 April 2011, jo. Add III No. 1 dated 2 Mei 2011 was signed by the Company and PT Bank Mega Tbk., as the Trustee for the Bonds VI holders. On 7 June 2013, the Company issued and registered Mandiri Tunas Finance Continuing Bonds I Phase I Year 2013 ( Continuing Bonds I Phase I ) on the Indonesia Stock Exchange. The issuance of Continuing Bonds I Phase I and Trusteeship Agreements No. 29 dated 22 March 2013, jo. Addendum I No. 61 dated 17 April 2013, jo. Addendum II No. 47 dated 20 May 2013 was signed by the Company and PT Bank Mega Tbk., as the Trustee for the Continuing Bonds I Phase I. 172

195 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued) Pada tanggal 26 Mei 2014, Perseroan telah menerbitkan dan mendaftarkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2014 ( Obligasi Berkelanjutan I Tahap II ) ke Bursa Efek Indonesia. Penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II ini serta Penunjukan Wali Amanat dilakukan berdasarkan Akta Perjanjian Perwaliamanatan No. 5 tanggal 2 Mei 2014 yang dibuat antara Perseroan dengan PT Bank Mega Tbk., yang bertindak selaku Wali Amanat pemegang Obligasi Berkelanjutan I Tahap II. Pada tanggal 9 Juni 2015, Perseroan telah menerbitkan dan mendaftarkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2015 ( Obligasi Berkelanjutan I Tahap III ) ke Bursa Efek Indonesia. Penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahap III ini serta Penunjukan Wali Amanat dilakukan berdasarkan Akta Perjanjian Perwaliamanatan No. 29 tanggal 19 Mei 2015 yang dibuat antara Perseroan dengan PT Bank Mega Tbk., yang bertindak selaku Wali Amanat pemegang Obligasi Berkelanjutan I Tahap III. Lihat Catatan 15a untuk rincian utang obligasi. Pada tanggal 24 Januari 2012, Perseroan telah menerbitkan dan mendaftarkan Medium Term Notes ( MTN ) Mandiri Tunas Finance III tahun 2012 di Kustodian Sentral Efek Indonesia ( KSEI ). Penerbitan MTN MTF III tahun 2012 serta Penunjukan agen pemantau dilakukan sesuai dengan Perjanjian No. 09 tanggal 24 Januari 2012 yang dibuat antara Perseroan dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., yang bertindak selaku agen pemantau pemegang MTN pertama. Lihat Catatan 15b untuk rincian MTN. Susunan anggota Dewan Komisaris, Direksi dan Komite Audit Perseroan adalah sebagai berikut: On 26 May 2014, the Company issued and registered Mandiri Tunas Finance Continuing Bonds I Phase II Year 2014 ( Continuing Bonds I Phase II ) on the Indonesia Stock Exchange. The issuance of Continuing Bonds I Phase II and appoinment of Trustee based on Trusteeship Agreements No. 5 dated 2 May 2014 was signed by the Company and PT Bank Mega Tbk., as the Trustee for the Continuing Bonds I Phase II. On 9 June 2015, the Company issued and registered Mandiri Tunas Finance Continuing Bonds I Phase III Year 2015 ( Continuing Bonds I Phase III ) on the Indonesia Stock Exchange. The issuance of Continuing Bonds I Phase III and appoinment of Trustee based on Trusteeship Agreements No. 29 dated 19 May 2015 was signed by the Company and PT Bank Mega Tbk., as the Trustee for the Continuing Bonds I Phase III. Refer to Note 15a for details of bonds payable. On 24 Januari 2012, the Company issued and registered Medium-Term Notes ( MTN ) Mandiri Tunas Finance III 2012 in Kustodian Sentral Efek Indonesia ( KSEI ). The issuance of MTN MTF III 2012 and the appointment of monitoring agent No. 09 dated 24 Januari 2012 was signed by the Company and PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., as the monitoring agent for the first MTN holders. Refer to Note 15b for details of the MTN. The members of the Company`s Board of Commissioners, Directors and Audit Committee are as follows: 30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ June 30, 2015 December 31, 2014 December 31, 2013 December 31, 2012 Dewan Komisaris Board of Commissioners Komisaris Utama Anton Setiawan Anton Setiawan Anton Setiawan Anton Setiawan President Commissioner Komisaris Sarastri Baskoro Sarastri Baskoro Sarastri Baskoro Sarastri Baskoro Commissioner Komisaris Independen Hanifah Purnama Hanifah Purnama Hanifah Purnama Hanifah Purnama Independent Commissioner Direksi Directors Ignatius Susatyo Ignatius Susatyo Ignatius Susatyo Ignatius Susatyo Direktur Utama Wijoyo Wijoyo Wijoyo Wijoyo President Director Direktur Ade Cahyo Nugroho - Anton Herdianto Anton Herdianto Director Direktur Harjanto Tjitohardjojo Harjanto Tjitohardjojo Harjanto Tjitohardjojo Harjanto Tjitohardjojo Director 173

196 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued) Susunan anggota Dewan Komisaris, Direksi dan Komite Audit Perseroan adalah sebagai berikut: (lanjutan) The members of the Company`s Board of Commissioners, Directors and Audit Committee are as follows: (continued) 30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ June 30, 2015 December 31, 2014 December 31, 2013 December 31, 2012 Komite Audit Audit Committee Ketua Hanifah Purnama Hanifah Purnama Hanifah Purnama Hanifah Purnama Chairman Anggota Sunardi Edirianto Sunardi Edirianto Sunardi Edirianto Sunardi Edirianto Member Rodion Wikanto Rodion Wikanto Rodion Wikanto Rodion Wikanto Anggota Njotowidjojo Njotowidjojo Njotowidjojo Njotowidjojo Member Pembentukan Komite Audit Perseroan telah sesuai dengan Peraturan BAPEPAM-LK Nomor IX.I.5. Sekretaris Perusahaan Perseroan dan Kepala Divisi Audit Internal Perseroan adalah sebagai berikut: Establishment of the Company s Audit Committee in compliance with BAPEPAM-LK Regulation Number IX.I.5. The Company s Corporate Secretary and the Head of Internal Audit Division are as follows: 30 Juni/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ June 30, 2015 December 31, 2014 December 31, 2013 December 31, 2012 Sekretaris Perusahaan Hengki Heriandono Hengki Heriandono Hengki Heriandono Hengki Heriandono Corporate Secretary Pandji Satrijo Kepala Divisi Audit Internal Saiful Huda Saiful Huda Saiful Huda Dewandaru Head of Internal Audit Division Pembentukan Sekretaris Perusahaan Perseroan telah sesuai dengan Peraturan BAPEPAM-LK Nomor IX.I.4 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. KEP-63/PM/1996 tanggal 17 Januari Pembentukan Divisi Audit Internal Perseroan telah sesuai dengan Peraturan BAPEPAM-LK Nomor IX.I.7 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. KEP-496/BL/2008 tanggal 28 November Perseroan memiliki 3.639, 3.329, dan karyawan masing-masing pada tanggal-tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 (tidak diaudit). Entitas induk langsung dan entitas induk terakhir Perseroan adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia. Establishment of the Company s Corporate Secretary is in compliance with BAPEPAM-LK Regulation Number IX.I.4 Appendix of the Decision Decree of the Chairman of Bapepam-LK No. KEP-63/PM/1996 dated 17 January Establishment of the Company s Internal Audit Division is in compliance with BAPEPAM-LK Regulation Number IX.I.7 Appendix of the Decision Decree of the Chairman of Bapepam-LK No. KEP-496/BL/2008 dated 28 November The Company has a total of 3,639, 3,329, 2,793, and 2,371 employees as of 30 June 2015, 31 December 2014, 2013 and 2012, respectively (unaudited). The direct and ultimate holding entity of the Company is PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, stateowned company owned by the Government of the Republic of Indonesia. 174

197 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. ACCOUNTING POLICIES Kebijakan akuntansi yang signifikan, yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan Perseroan adalah sebagai berikut: The significant accounting policies, applied in the preparation of the Company s financial statements were as follows: a. Pernyataan Kepatuhan a. Statement of Compliance Laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perseroan Publik yang terdapat dalam Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni The financial statements have been prepared and presented in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards as issued by the Indonesian Institute of Accountants and the Financial Service Authority (OJK) Regulation No. VIII.G.7 regarding Emiten or Public Company s Financial Statements Presentation and Disclosure Guidelines as included in the Appendix of the Decision Decree of the Chairman of Bapepam-LK No. KEP-347/BL/2012 dated 25 June b. Dasar penyusunan laporan keuangan b. Basis of preparation of the financial statements Laporan keuangan disusun berdasarkan konsep akrual, kecuali laporan arus kas, dan menggunakan konsep biaya historis kecuali seperti yang disebutkan dalam catatan atas laporan keuangan yang relevan. Laporan arus kas disusun menggunakan metode langsung dan arus kas dikelompokkan atas dasar aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Untuk tujuan laporan arus kas, kas dan setara kas mencakup kas, kas pada bank dan deposito berjangka dengan jangka waktu jatuh tempo tiga bulan atau kurang, sepanjang tidak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman atau dibatasi penggunaannya. Dalam penyusunan laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi keuangan Indonesia, dibutuhkan estimasi dan asumsi yang mempengaruhi: - nilai aset dan liabilitas dilaporkan dan pengungkapan atas aset dan liabilitas kontinjensi pada tanggal laporan keuangan, dan - jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Walaupun estimasi ini dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen atas kejadian dan tindakan saat ini, hasil yang timbul mungkin berbeda dengan jumlah yang diestimasi semula. 175 The financial statements have been prepared on the accrual basis, except for the statements of cash flows, and using the historical cost concept of accounting, except as disclosed in the relevant notes herein. The statement of cash flows are prepared based on the direct method by classifying cash flows on the basis of operating, investing and financing activities. For the purposes of the statement of cash flows, cash and cash equivalents include cash on hand, cash in banks and time deposits with original maturity of three months or less, as long as they are not being pledged as collateral for borrowings or restricted. The preparation of financial statements in conformity with Indonesian financial accounting standards requires the use of estimates and assumptions that affects: - the reported amounts of assets and liabilities and disclosure of contingent assets and liabilities at the date of the financial statements, and - the reported amounts of revenues and expenses during the reported period. Although these estimates are based on management s best knowledge of current events and activities, actual results may differ from those estimates.

198 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) b. Dasar penyusunan laporan keuangan (lanjutan) Mata uang penyajian yang digunakan pada laporan keuangan adalah Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional. Seluruh angka dalam laporan keuangan ini, kecuali dinyatakan secara khusus, dibulatkan menjadi dan disajikan dalam jutaan Rupiah kecuali dinyatakan lain. b. Basis of preparation of the financial statements (continued) The presentation currency used in the financial statements is Indonesian Rupiah, which is the functional currency. Amounts in the financial statements are rounded to and stated in millions of Rupiah unless otherwise stated. c. Aset dan liabilitas keuangan c. Financial assets and liabilities Aset Keuangan Perseroan mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori (i) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, (ii) pinjaman yang diberikan dan piutang, (iii) aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo, dan (iv) aset keuangan tersedia untuk dijual. Klasifikasi ini tergantung dari tujuan perolehan aset keuangan tersebut. Manajemen menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada saat awal pengakuannya. Selama periode/tahun berjalan dan pada tanggal laporan posisi keuangan, Perseroan hanya memiliki aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang sehingga kebijakan akuntansi berkaitan dengan klasifikasi aset keuangan di luar pinjaman yang diberikan dan piutang tidak diungkapkan. Pinjaman yang diberikan dan piutang Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif, kecuali: yang dimaksudkan oleh Perseroan untuk dijual dalam waktu dekat, yang diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan, serta yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi; yang pada saat pengakuan awal ditetapkan dalam kelompok tersedia untuk dijual; atau Financial Assets The Company classifies its financial assets in the following categories of (i) financial assets at fair value through profit or loss, (ii) loans and receivables, (iii) held-to-maturity financial assets, and (iv) available-for-sale financial assets. The classification depends on the purpose for which the financials assets were acquired. Management determines the classification of its financial assets at initial recognition. During the periods/years and at the date of statement of financial position, the Company only has financial assets classified as loans and receivables. Therefore, the accounting policies related to classifications other than loans and receivables are not disclosed. Loans and receivables Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market, other than: those that the Company intends to sell immediately or in the short term, which are classified as held for trading, and those that the entity upon initial recognition designates as at fair value through profit or loss; those that the Company upon initial recognition designates as available for sale; or 176

199 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued) Aset Keuangan (lanjutan) Pinjaman yang diberikan dan piutang (lanjutan) dalam hal Perseroan mungkin tidak akan memperoleh kembali investasi awal secara substansial, kecuali yang disebabkan oleh penurunan kualitas pinjaman yang diberikan dan piutang. Pada saat pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan pendapatan administrasi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Pinjaman yang diberikan dan piutang meliputi kas dan setara kas, piutang pembiayaan konsumen, piutang sewa pembiayaan, piutang lain-lain dan aset lain-lain (piutang karyawan, piutang bunga, setoran dalam perjalanan dan uang jaminan). Pendapatan dari aset keuangan dalam kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang dicatat di dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dan dilaporkan sebagai Pendapatan pembiayaan konsumen dan Pendapatan sewa pembiayaan. Financial Assets (continued) Loans and receivables (continued) those for which the Company may not recover substantially all of its initial investment, other than because of credit deterioration and receivables. Loans and receivables are initially recognized at fair value plus transaction costs and administration income and subsequently measured at amortized cost using the effective interest rate method. Loans and receivables consist of cash and cash equivalent, consumer financing receivables, finance lease receivables, advances, other receivables and other assets (employee receivables, interest receivables, deposit in transit and security deposit). Income from financial assets classified as loans and receivables is included in the statement of profit or loss and other comprehensive income and is reported as Consumer financing income and Financial leases income. Dalam hal terjadi penurunan nilai, cadangan kerugian penurunan nilai dilaporkan sebagai pengurang dari nilai tercatat dari aset keuangan dalam kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang, dan diakui di dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain sebagai penyisihan kerugian penurunan nilai. In the case of impairment, allowance for impairment losses is reported as a deduction from the carrying value of the financial assets classified as loan and receivables recognized in the statement of profit or loss and other comprehensive income as provision for impairment losses. Pengakuan Perseroan menggunakan akuntansi tanggal penyelesaian untuk kontrak reguler ketika mencatat transaksi aset keuangan. Recognition The Company uses settlement date accounting for regular way contracts when recording financial assets transactions. 177

200 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued) Aset Keuangan (lanjutan) Penurunan nilai dari aset keuangan Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan, Perseroan mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Kerugian penurunan nilai telah terjadi, jika dan hanya jika, terdapat bukti yang obyektif mengenai penurunan nilai tersebut sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset tersebut (peristiwa yang merugikan), dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal. Kesulitan keuangan yang dialami debitur, kemungkinan debitur akan bangkrut, atau kegagalan atau penundaan pembayaran angsuran dapat dipertimbangkan sebagai indikasi adanya penurunan nilai atas aset keuangan tersebut. Perseroan menentukan penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, dan untuk aset keuangan yang tidak signifikan secara individual, penentuan penurunan nilai dilakukan secara kolektif. Jika Perseroan menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, maka Perseroan memasukkan aset keuangan tersebut ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang serupa dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset keuangan yang penurunan nilainya dinilai secara individual tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif. Financial Assets (continued) Impairment of financial assets The Company assesses at each reporting date whether there is objective evidence that a financial asset or group of financial assets is impaired. Impairment losses are incurred only if there is objective evidence of impairment as a result of one or more events that occured after the initial recognition of the asset (a loss event ) and that loss event (or events) has an impact on the estimated future cash flows of the financial asset or group of financial assets that can be reliably estimated. Significant financial difficulties of the debtors, probability that the debtors will enter bankruptcy and default or delinquency in payments are considered as indicators that the financial assets are impaired. The Company assesses impairment of financial assets individually for financial assets that are individually significant, and collectively for financial assets that are not individually significant. If the Company determines that no objective evidence of impairment exists for individually assessed financial assets, it includes the financial assets in a group of financial assets with similar credit risk characteristic and collectively assesses them for impairment. Financial assets that are individually assessed for impairment are not included in a collective assessment of impairment. 178

201 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued) Aset Keuangan (lanjutan) Penurunan nilai dari aset keuangan (lanjutan) Arus kas masa datang dari kelompok aset keuangan yang penurunan nilainya dievaluasi secara kolektif, diestimasi berdasarkan kerugian historis yang pernah dialami atas aset-aset yang memiliki karakteristik risiko kredit yang serupa dengan karakteristik risiko kredit kelompok tersebut di dalam Perseroan. Kerugian historis yang pernah dialami kemudian disesuaikan berdasarkan data terkini yang dapat diobservasi untuk mencerminkan kondisi saat ini yang tidak berpengaruh pada periode terjadinya kerugian historis tersebut, dan untuk menghilangkan pengaruh kondisi yang ada pada periode historis namun sudah tidak ada lagi saat ini. Ketika suatu piutang tidak tertagih, piutang tersebut dihapus buku dengan menjurnal balik cadangan kerugian penurunan nilai. Piutang tersebut dapat dihapus buku setelah semua prosedur yang diperlukan telah dilakukan dan jumlah kerugian telah ditentukan. Beban penurunan nilai yang terkait dengan pinjaman yang diberikan dan piutang diklasifikasikan ke dalam cadangan kerugian penurunan nilai. Jika pada periode berikutnya, jumlah kerugian penurunan nilai berkurang dan pengurangan tersebut dapat dikaitkan secara obyektif pada peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui (seperti meningkatnya peringkat piutang debitur), maka kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui harus dipulihkan, dengan menyesuaikan akun cadangan kerugian penurunan nilai. Jumlah pemulihan aset keuangan diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Penerimaan kemudian atas piutang yang telah dihapusbukukan, dikreditkan dengan menyesuaikan pada akun cadangan kerugian penurunan nilai. Financial Assets (continued) Impairment of financial assets (continued) Future cash flows in a group of financial assets that are collectively evaluated for impairment are estimated on the basis of historical loss experience for assets with credit risk characteristics similar to those in the Company. Historical loss experience is adjusted on the basis of current observable data to reflect the effects of current conditions that did not affect the period on which the historical loss experience is based and to remove the effects of conditions in the historical period that do not currently exist. When a receivable is uncollectible, it is written off against the related allowance for impairment losses. Such receivables are written off after all the necessary procedures have been completed and the amount of the loss has been determined. Impairment charges relating to loans and receivables are classified into allowance for impairment losses". If in a subsequent period, the amount of the impairment loss decreases and the decrease can be related objectively to an event occurring after the impairment was recognized (such as an improvement in the debtor s receivable rating), the previously recognized impairment loss is reversed by adjusting the allowance for impairment losses. The amount of the impairment reversal is recognized in the statement of profit or loss and other comprehensive income. Subsequent recoveries of receivable written off are credited to the allowance for impairment losses. 179

202 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued) Liabilitas keuangan Perseroan mengklasifikasikan liabilitas keuangan dalam kategori (i) liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dan (ii) liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Selama periode/tahun berjalan dan pada tanggal laporan posisi keuangan, Perseroan tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi sehingga kebijakan akuntansi berkaitan dengan klasifikasi ini tidak diungkapkan. Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi Pada saat pengakuan awal, liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada nilai wajar dikurangi biaya transaksi. Setelah pengakuan awal, Perseroan mengukur seluruh liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi antara lain utang usaha, utang lain-lain, beban bunga yang masih harus dibayar, pinjaman bank dan surat berharga yang diterbitkan. Penghentian pengakuan Penghentian pengakuan aset keuangan dilakukan ketika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir, atau ketika aset keuangan tersebut telah ditransfer dan secara subtansial seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset tersebut telah ditransfer (jika secara substansial seluruh risiko dan manfaat tidak ditransfer, maka Perseroan melakukan evaluasi untuk memastikan keterlibatan berkelanjutan atas kendali yang masih dimiliki tidak mencegah penghentian pengakuan). Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas telah dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluwarsa. Financial liabilities The Company classifies its financial liabilities in the category of (i) financial liabilities at fair value through profit or loss and (ii) financial liabilities measured at amortized cost. During the periods/years and at the date of statement of financial position, the Company does not have financial liabilities at fair value through profit or loss. Therefore, the accounting policies related to this classification are not disclosed. Financial liabilities measured at amortized cost Financial liabilities at amortized cost are initially recognized at fair value less transaction costs. After initial recognition, the Company measures all financial liabilities at amortized cost using effective interest rates method. Financial liabilities measured at amortized cost are trade payables, other payables, accrued interest expenses, bank loans and securities issued. Derecognition Financial assets are derecognized when the contractual rights to receive the cash flows from these assets have ceased to exist or the assets have been transferred and substantially all the risks and rewards of ownership of the assets are also transferred (if substantially all the risk and rewards were not transferred, the Company tests control to ensure that continuing involvement on the basis of any retained powers of control does not prevent derecognition). Financial liabilities are derecognized when they have been redeemed or otherwise extinguished. 180

203 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued) Penghentian pengakuan (lanjutan) Penghentian pengakuan piutang pembiayaan konsumen yang mengalami penurunan nilai, akan dilakukan ketika piutang telah dihapusbukukan. Piutang ragu-ragu akan dihapusbukukan setelah menunggak lebih dari 180 hari atau pada saat piutang tersebut diputuskan tidak dapat tertagih. Penghapusbukuan piutang ragu-ragu ini bukan merupakan hapus tagih, sehingga upaya penagihan tetap dilakukan. Piutang pembiayaan konsumen dapat diselesaikan dengan menjual kendaraan yang dibiayai Perseroan. Perseroan menerima kendaraan dari konsumen dan membantu untuk menjual kendaraan tersebut sehingga konsumen dapat melunasi utang pembiayaan konsumennya. Konsumen memberi kuasa kepada Perseroan untuk menjual kendaraan ataupun melakukan tindakan lainnya dalam upaya penyelesaian piutang pembiayaan konsumen bila terjadi wanprestasi terhadap perjanjian pembiayaan. Konsumen berhak atas selisih lebih antara nilai penjualan dengan saldo piutang pembiayaan konsumen. Jika terjadi selisih kurang, kerugian yang terjadi dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain periode/tahun berjalan. Jaminan kendaraan milik konsumen untuk pelunasan piutang pembiayaan konsumen, dinyatakan sebesar nilai terendah antara nilai tercatat piutang pembiayaan konsumen terkait atau realisasi neto dari jaminan kendaraan milik konsumen tersebut. Selisih antara nilai tercatat dan nilai realisasi neto piutang dicatat sebagai cadangan kerugian penurunan nilai dan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain periode/tahun berjalan. Derecognition (continued) Consumer financing receivables are derecognized when the receivables have been written-off. Doubtful accounts are written off when they have been overdue for more than 180 days or determined to be not collectible. The write offs of doubtful accounts do not eliminate the right to collect and hence are still to be pursued for collection continuously. Consumer financing receivables could be settled by selling their motor vehicle that financed by Company. The Company receives motor vehicles from customers and assist them in selling their motor vehicles so that the customers are able to settle their consumer financing payables. The customers give the right to the Company to sell the motor vehicles or take any other actions to settle the outstanding consumer financing receivables in the events of default. Customers are entitled to the positive difference between the proceeds from sale of the motor vehicles and the outstanding consumer financing receivables. If difference is negative, the resulting loss is charged to the current period/year statement of profit or loss and other comprehensive income. Motor vehicle collaterals owned by customers for settlement of their consumer financing receivables, presented at the lower of carrying value of the related consumer financing receivables or the net realizable value of motor vehicle collaterals. The difference between the carrying value and the net realizable value of receivables is recorded as allowance for impairment losses and charged to the current period/year statement of profit or loss and other comprehensive income. 181

204 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued) Saling hapus Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, Perseroan memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara simultan. Pendapatan dan beban disajikan dalam jumlah neto hanya jika diperkenankan oleh standard akuntansi. Klasifikasi instrumen keuangan Perseroan mengklasifikasikan instrumen keuangan ke dalam klasifikasi tertentu yang mencerminkan sifat dari informasi dan mempertimbangkan karakteristik dari instrumen keuangan tersebut. Klasifikasi ini dapat dilihat pada tabel berikut: Offsetting Financial assets and financial liabilities shall be offset and the net amount is presented in the statement of financial position when and only when, the Company has a legal enforceable right to set off the amounts and intends either to settle on a net basis or to realize the asset and settle the liability simultaneously. Income and expenses are presented on a net basis only when permitted by accounting standards. Classification of financial instruments The Company classifies the financial instruments into classes that reflects the nature of information and take into account the characteristic of those financial instruments. The classification can be seen in the table below: Kategori yang didefinisikan oleh PSAK No. 55 (Revisi 2014)/ Category as defined by SFAS No. 55 (Revised 2014) Aset keuangan/ Financial assets Liabilitas keuangan/ Financial liabilities Pinjaman yang diberikan dan piutang/loans and receivables Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi/financial liabilities at amortized cost Golongan (ditentukan oleh Perseroan)/ Class (as determined Subgolongan/ by the Company) Subclasses Kas dan setara kas/cash and cash equivalents - Kas/Cash on hand - Kas pada bank/cash in banks - Deposito berjangka/time deposit Piutang pembiayaan konsumen/consumer financing receivables Piutang sewa pembiayaan/finance lease receivables Piutang lain-lain/other receivables Aset lain-lain/other assets - Piutang karyawan/employee receivables - Piutang bunga/interest receivables - Setoran dalam perjalanan/deposit in transit - Uang jaminan/security deposit Utang usaha/trade payables - Utang kendaraan/vehicle payables - Utang asuransi/insurance payables Utang lain-lain/other payables - Kantor pendaftaran fidusia/fiduciary register office - Premi asuransi/insurance premium - Pembiayaan bersama/joint financing - Lain-lain/Others Beban bunga yang masih harus dibayar/accrued interest expenses Pinjaman bank/bank loans Surat berharga yang diterbitkan/securities issued 182

205 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) d. Penentuan nilai wajar d. Determination of fair value Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar berdasarkan asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi di: pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut, atau jika terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut. Perseroan harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan tersebut. Nilai wajar aset dan liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya. Perseroan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi. Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan dikategorikan dalam hirarki nilai wajar, sebagaimana dijelaskan di bawah ini, berdasarkan tingkatan level input yang terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan: Level 1 - harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik. Level 2 - teknik penilaian di mana tingkat level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar dapat diobservasi baik secara langsung atau tidak langsung. Level 3 - teknik penilaian di mana tingkat level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar tidak dapat diobservasi baik secara langsung atau tidak langsung. 183 Fair value is the price that would be received to sell an asset or paid to transfer a liability in an orderly transaction between market participants at the measurement date. The fair value measurement is based on the presumption that the transaction to sell the asset or transfer the liability takes place either: in the principal market for the asset or liability, or in the absence of the principal market, in the most advantageous market for the asset or liability. The principal or the most advantageous market must be accessible by the Company. The fair value of an asset or a liability is measured using the assumptions that market participants would use when pricing the asset or liability, assuming that market participants act in their economic best interest. The Company uses valuation techniques that are appropriate in the circumtances and for which sufficient data are available to measure fair value, maximising the use of relevant observable inputs and minimising the use of unobservable inputs. All assets and liabilities for which fair value is measured or disclosed in the financial statements are categorized within the fair value hierarchy, described as follows, based on the lowest level input that is significant to the fair value measurement as a whole: Level 1 - quoted (unadjusted) market prices in active markets for identical assets or liabilities Level 2 - valuation techniques for which the lowest level input that is significant to the fair value measurement is directly or indirectly observable. Level 3 - valuation techniques for which the lowest level input that is significant to the fair value measurement is directly or indirectly unobservable.

206 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) d. Penentuan nilai wajar (lanjutan) d. Determination of fair value (continued) Untuk aset dan liabilitas yang diukur secara berulang dalam laporan keuangan, Perseroan menentukan apakah perpindahan antar level hirarki telah terjadi dengan melakukan evaluasi pengelompokan (berdasarkan level input yang terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara menyeluruh) pada setiap akhir periode pelaporan. For assets and liabilities that are recognized in the financial statements on a recurring basis, the Company determines whether transfers have occured between levels in hierarchy by re-assesing categorisation (based on the lowest level input that is signifcant to the fair value measurement as a whole) at the end of each reporting period. e. Penjabaran mata uang asing e. Foreign currency translation Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan dengan kurs yang berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan. Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari transaksi dalam mata uang asing dan dari penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing, diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Pada tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012, kurs nilai tukar yang digunakan kurs tengah Bank Indonesia sebesar Rp (nilai penuh), Rp (nilai penuh), Rp (nilai penuh) dan Rp9.670 (nilai penuh) untuk 1 Dolar Amerika Serikat ( Dolar AS ). Transactions denominated in a foreign currency are translated into Rupiah at the exchange rate prevailing at the date of the transaction. At the date of statement of financial position, monetary assets and liabilities in foreign currencies are translated at the exchange rates prevailing at that date. Exchange gains and losses arising on transactions in foreign currency and on the translation of foreign currency monetary assets and liabilities are recognized in the statements of profit or loss and other comprehensive income. As of 30 June 2015, 31 December 2014, 2013 and 2012, the exchange rates used are the Bank Indonesia middle rate of Rp13,332 (full amount), Rp12,440 (full amount), Rp12,189 (full amount) and Rp9,670 (full amount) for 1 United States Dollar ( US Dollar ). f. Kas dan setara kas f. Cash and cash equivalents Kas dan setara kas mencakup kas, kas di bank dan deposito berjangka dengan jangka waktu jatuh tempo tiga bulan atau kurang, yang tidak dibatasi penggunaannya, tidak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman dan dapat segera dijadikan kas tanpa terjadi perubahan nilai yang sangat signifikan. Cash and cash equivalents include cash on hand, cash in banks and time deposits with original maturity of three months or less, which are not restricted and are not pledged as collateral for any borrowing and that are readily convertible to known amounts of cash which are subject to insignificant risk of changes in value. 184

207 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) g. Piutang pembiayaan konsumen g. Consumer financing receivables Piutang pembiayaan konsumen diakui pada awalnya dengan nilai wajar ditambah biayabiaya transaksi dan dikurangi yield enhancing income yang dapat diatribusikan secara langsung dan selanjutnya diukur dengan biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode tingkat bunga efektif. Piutang pembiayaan konsumen diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang. Lihat Catatan 2c untuk kebijakan akuntansi atas pinjaman yang diberikan dan piutang. Penyelesaian kontrak sebelum masa pembiayaan konsumen berakhir diperlakukan sebagai pembatalan kontrak pembiayaan konsumen dan laba atau rugi yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain periode/tahun berjalan pada tanggal terjadinya transaksi. Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui merupakan selisih antara jumlah keseluruhan pembayaran angsuran yang akan diterima dari konsumen dengan jumlah pokok pembiayaan yang akan diakui sebagai penghasilan sesuai dengan jangka waktu kontrak dengan menggunakan metode tingkat suku bunga efektif. Restrukturisasi kredit dapat dilakukan dengan cara pengalihan kredit, melanjutkan kredit, mengangsur kembali, merubah jatuh tempo, merubah tenor dan/atau menambah down payment. Pembiayaan bersama Piutang pembiayaan konsumen merupakan jumlah piutang setelah dikurangi dengan bagian pembiayaan bersama dimana risiko kredit ditanggung oleh pemberi pembiayaan bersama sesuai dengan porsinya (without recourse), pendapatan pembiayaan yang belum diakui dan cadangan kerugian penurunan nilai. Consumer financing receivables are recognized initially at fair value, added with directly attributable transactions costs and deducted by yield enhancing income, and subsequently measured at amortized cost using the effective interest rate method. Consumer financing receivables are classified as loans and receivables. Refer to Note 2c for the accounting policy for loans and receivables. Early termination is treated as a cancellation of an existing contract and the resulting gain or loss is credited or charged to the current period/year statement of profit or loss and other comprehensive income at the transaction date. Unearned consumer financing income is the difference between total installments to be received from customers and the total financing which is recognized as income over the term of the contract using the effective interest rate. Credit restructuring can be done by over contract, asset replacement, repay back, change the due date, change the tenor and/or increase the down payment. Joint financing Consumer financing receivables are stated net of joint financing receivables where joint financing providers bear credit risk in accordance with its portion (without recourse), unearned consumer financing income and allowance for impairment losses. 185

208 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) g. Piutang pembiayaan konsumen (lanjutan) g. Consumer financing receivables (continued) Pembiayaan bersama (lanjutan) Piutang pembiayaan konsumen yang dibiayai bersama pihak-pihak lain dimana masingmasing pihak menanggung risiko kredit sesuai dengan porsinya (without recourse) disajikan di laporan posisi keuangan secara bersih. Pendapatan pembiayaan konsumen dan beban bunga yang terkait dengan pembiayaan bersama without recourse disajikan secara bersih di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Dalam pembiayaan bersama without recourse, Perseroan berhak menentukan tingkat bunga yang lebih tinggi kepada pelanggan dari tingkat bunga yang ditetapkan dalam perjanjian dengan pemberi pembiayaan bersama. Selisihnya merupakan pendapatan bagi Perseroan dan disajikan sebagai Pendapatan Pembiayaan Konsumen. Joint financing (continued) Joint financing receivables where the Company and joint financing providers bear credit risk in accordance with their portion (without recourse) are presented on a net basis in the statement of financial position. Consumer financing income and interest expenses related to joint financing without recourse are also presented on a net basis in the statement of profit or loss and other comprehensive income. For joint financing without recourse, the Company has the right to set higher interest rates to customers than those as stated in the joint financing agreements with joint financing providers. The difference is recognized as the Company s revenue and disclosed as Consumer Financing Income. h. Piutang sewa pembiayaan h. Finance lease receivables Piutang sewa pembiayaan merupakan jumlah piutang sewa pembiayaan ditambah nilai sisa yang akan diterima pada akhir masa sewa pembiayaan dikurangi dengan pendapatan sewa pembiayaan tangguhan, simpanan jaminan dan cadangan kerugian penurunan nilai. Selisih antara nilai piutang usaha bruto dan nilai tunai piutang diakui sebagai pendapatan sewa pembiayaan tangguhan. Pendapatan sewa pembiayaan tangguhan dialokasikan sebagai pendapatan di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain periode/tahun berjalan berdasarkan suatu tingkat pengembalian konstan atas investasi bersih dengan menggunakan suku bunga efektif. Penyewa pembiayaan memiliki hak opsi untuk membeli aset yang disewa-pembiayaankan pada akhir masa sewa pembiayaan dengan harga yang telah disetujui bersama pada saat dimulainya perjanjian sewa pembiayaan. Finance lease receivables represent lease receivables plus the residual value at the end of the lease period and stated net of unearned lease income, security deposits and allowances for impairment losses. The difference between the gross lease receivable and the present value of the lease receivable is recognized as unearned lease income. Unearned lease income is allocated to current period/year statement of profit or loss and other comprehensive income based on a constant rate of return on the net investment using effective interest rates. The lessee has the option to purchase the leased asset at the end of the lease period at a price mutually agreed upon at the commencement of the agreement. 186

209 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) h. Piutang sewa pembiayaan (lanjutan) h. Finance lease receivables (continued) Penyelesaian kontrak sebelum masa sewa pembiayaan berakhir diperlakukan sebagai pembatalan kontrak sewa dan laba atau rugi yang timbul diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain periode/tahun berjalan. Piutang sewa pembiayaan diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang. Lihat Catatan 2c untuk kebijakan akuntansi atas pinjaman yang diberikan dan piutang. Early termination is treated as a cancellation of an existing contract and the resulting gain or loss is credited or charged to the current period/year statement of profit or loss and other comprehensive income. Finance lease receivables are classified as loans and receivables. Refer to Note 2c for the accounting policy of loans and receivables. i. Cadangan kerugian penurunan nilai i. Allowance for impairment losses Perseroan melakukan perhitungan cadangan kerugian penurunan nilai dengan menggunakan metode incurred losses. Lihat Catatan 2c. The Company calculates the allowance for impairment losses using the incurred losses methodology. Refer to Note 2c. j. Beban dibayar dimuka j. Prepaid expenses Beban dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus. Prepaid expenses are amortized over the periods benefited using the straight-line method. k. Aset tetap dan penyusutan k. Fixed assets and depreciation Biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha ( HGU ), Hak Guna Bangunan ( HGB ) dan Hak Pakai ( HP ) ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya perolehan tanah pada akun Aset Tetap dan tidak diamortisasi. Sementara biaya pengurusan atas perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah dalam bentuk HGU, HGB dan HP diakui sebagai bagian dari akun Beban Ditangguhkan, Neto pada laporan posisi keuangan dan diamortisasi sepanjang mana yang lebih pendek antara umur hukum hak dan umur ekonomik tanah. Aset tetap diakui sebesar harga perolehan setelah dikurangi dengan akumulasi penyusutan. Harga perolehan mencakup semua pengeluaran yang terkait secara langsung dengan perolehan aset tetap. The legal cost of land rights in the form of Business Usage Rights ( Hak Guna Usaha or HGU ), Building Usage Right (Hak Guna Bangunan or HGB ) and Usage Rights ( Hak Pakai or HP ) when the land was acquired initially are recognized as part of the cost of the land under the Fixed Assets account and not amortized. Meanwhile the extension or the legal renewal costs of land rights in the form of HGU, HGB and HP were recognized as part of Deferred Charges, Net account in the statements of financial position and were amortized over the shorter of the rights' legal life and land's economic life. Fixed assets are stated at cost less accumulated depreciation. Acquisition cost covers all expenditure that is directly attributable to the acquisition of the items. 187

210 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) k. Aset tetap dan penyusutan (lanjutan) k. Fixed assets and depreciation (continued) Tanah tidak disusutkan. Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang bersangkutan pada saat selesai dan siap di gunakan. Penyusutan aset tetap selain tanah dihitung dengan menggunakan metode garis lurus sepanjang estimasi masa manfaatnya sebagai berikut: Land is not depreciated. Construction in progress is stated at cost and transferred to the respective fixed asset account when completed and ready to use. Depreciation on fixed assets other than land is calculated using the straight-line method over their estimated useful lives as follows: Masa manfaat (tahun)/ Persentase/ Golongan Useful life (years) Percentage Classsification Bangunan 20 5,00% Buildings Perabotan dan peralatan kantor 5 20,00% Furniture and office equipment Kendaraan 5 20,00% Vehicles Renovasi bangunan sewa ,00%-33,33% Leasehold improvement Aset tetap kecuali tanah dan bangunan dalam pengerjaan disusutkan sampai dengan nilai sisanya. Biaya-biaya setelah pengakuan awal aset diakui sebagai bagian dari nilai tercatat aset atau sebagai aset yang terpisah, sebagaimana seharusnya, hanya apabila kemungkinan besar Perseroan akan mendapatkan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut dan biaya perolehan aset dapat diukur dengan handal. Nilai yang terkait dengan penggantian komponen tidak diakui. Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain selama periode dimana biaya-biaya tersebut terjadi. Nilai residu dan umur manfaat aset ditelaah dan disesuaikan, setiap tanggal laporan posisi keuangan jika diperlukan. Apabila aset tetap tidak digunakan lagi atau dijual, maka nilai tercatat dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari laporan keuangan dan keuntungan atau kerugian yang dihasilkan dari penjualan aset tetap diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Fixed assets except land and construction in progress are depreciated to their residual value. Subsequent costs are included in the asset s carrying amount or recognized as a separate asset, as appropriate, only when it is probable that future economic benefits associated with the item will flow to the Company and the cost of the item can be measured reliably. Amounts in respect of replaced parts are derecognized. All other repairs and maintenance are charged to the statement of profit or loss and other comprehensive income during the period in which they are incurred. The assets residual values and useful lives are reviewed, and adjusted if appropriate, at each date of statement of financial position. When assets are retired or otherwise disposed of, their carrying values and the related accumulated depreciation are eliminated from the financial statements and the resulting gain or loss on the disposal of fixed assets is recognized in the statement of profit or loss and other comprehensive income. 188

211 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) k. Aset tetap dan penyusutan (lanjutan) k. Fixed assets and depreciation (continued) Apabila nilai tercatat aset tetap lebih besar dari nilai yang dapat diperoleh kembali, nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali. Penilaian dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka entitas mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Setelah pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur masa manfaatnya. When the carrying amount of an asset is greater than its estimated recoverable amount, it is written down immediately to its recoverable amount. An assessment is made at each reporting period as to whether there is any indication that previously recognized impairment losses recognized may no longer exist or may have decreased. If such indication exists, the recoverable amount is estimated. A previously recognized impairment losess is reversed only if there has been a change in the assumptions used to determine the asset s recoverable amount since the last impairment loss was recognized. If that is the case, the carrying amount of the asset is increased to its recoverable amount. Reversal of an impairment loss is recognized in the statement of profit or loss and other comprehensive income. After such a reversal, the depreciation charge on the said asset is adjusted in future periods to allocate the asset s revised carrying amount, less any residual value, on a systematic basis over its remaining useful life. l. Perpajakan l. Taxation Beban pajak terdiri dari pajak kini dan tangguhan. Pajak diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Manajemen melakukan evaluasi secara periodik atas posisi yang diambil dalam surat pemberitahuan pajak apabila terdapat situasi di mana peraturan perpajakan yang berlaku adalah subjek atas interpretasi. Perseroan membentuk cadangan, jika dianggap perlu berdasarkan jumlah yang diestimasikan akan dibayarkan ke kantor pajak. The tax expense comprises current and deferred tax. Tax is recognized in the statements of profit or loss and other comprehensive income. Management periodically evaluates the positions taken in tax returns with respect to situation in which applicable tax regulation is subject to interpretation. It establishes provisions where appropriate on the basis of amounts expected to be paid to the tax authorities. 189

212 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) l. Perpajakan (lanjutan) l. Taxation (continued) Pajak penghasilan tangguhan disajikan dengan menggunakan metode posisi keuangan untuk semua perbedaan temporer yang muncul antara dasar pengenaan pajak atas aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya dalam rangka kebutuhan laporan keuangan pada setiap tanggal pelaporan. Tarif pajak yang berlaku digunakan dalam menentukan pajak penghasilan tangguhan. Aset pajak tangguhan diakui apabila terdapat kemungkinan besar bahwa jumlah laba fiskal pada masa datang akan memadai untuk mengkompensasi aset pajak tangguhan yang muncul akibat perbedaan temporer tersebut. Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui saat surat ketetapan pajak diterima atau jika mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan. Deferred income tax is determined using the financial position method, for all temporary differences arises between the tax bases of assets and liabilities and their carrying values for financial reporting purposes at each reporting date. Currently enacted or substantially enacted tax rates are used to determine deferred income tax. Deferred tax assets are recognized to the extent that it is probable that future taxable profit will be available against which the deferred tax assets are arising from temporary differences can be utilized. Amendments to taxation obligations are recorded when an assessment is received or, if appealed against, when the results of the appeal have been decided. m. Imbalan kerja m. Employee benefits Imbalan kerja jangka pendek Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat terutang kepada karyawan berdasarkan metode akrual. Imbalan pasca-kerja Imbalan pasca-kerja, seperti pensiun, uang pisah, uang penghargaan, dan imbalan lainnya, ditentukan sesuai dengan Peraturan Perseroan dan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 ( UU 13/2003 ). Short-term employee benefits Short-term employee benefits are recognized when they accrue to the employees. Post-employment benefits Post-employment employee benefits, such as pensions, severance pay, service pay, and other benefits are provided in accordance with the Company s Regulations and Labor Law No.13/2003 ( Law 13/2003 ). 190

213 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) m. Imbalan kerja (lanjutan) m. Employee benefits (continued) Imbalan pasca-kerja (lanjutan) Karena UU 13/2003 menentukan rumus tertentu untuk menghitung jumlah minimal imbalan pensiun, pada dasarnya, program pensiun berdasarkan UU 13/2003 adalah program imbalan pasti. Program pensiun imbalan pasti adalah program pensiun yang menentukan jumlah imbalan pensiun yang akan diberikan, biasanya berdasarkan pada satu faktor atau lebih seperti usia, masa kerja atau kompensasi. Liabilitas program pensiun imbalan pasti yang diakui di laporan posisi keuangan adalah nilai kini liabilitas imbalan pasti pada tanggal laporan posisi keuangan, serta disesuaikan dengan keuntungan atau kerugian aktuarial dan biaya jasa lalu yang belum diakui. Nilai kini liabilitas imbalan pasti dihitung setiap tahun oleh aktuaris independen menggunakan metode Projected Unit Credit. Nilai kini liabilitas imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas keluar masa depan dengan menggunakan tingkat bunga obligasi Perseroan berkualitas tinggi dalam mata uang yang sama dengan mata uang imbalan yang akan dibayarkan dan waktu jatuh tempo yang kurang lebih sama dengan waktu jatuh tempo imbalan yang bersangkutan. Keuntungan dan kerugian aktuarial dapat timbul dari penyesuaian yang dibuat berdasarkan pengalaman, perubahan asumsi-asumsi aktuarial dan perubahan pada program pensiun. Mulai 1 Januari 2015, ketika imbalan pascakerja berubah, porsi imbalan sehubungan dengan jasa yang telah diberikan oleh karyawan pada masa lalu, dibebankan atau dikreditkan segera dalam laba rugi. Keuntungan atau kerugian aktuaria diakui sebagai penghasilan komprehensif lain pada periode dimana hal tersebut terjadi. Post-employment benefits (continued) Since Law 13/2003 sets the formula for determining the minimum amount of benefits, in substance pension plans under this Law 13/2003 represent defined benefit plans. A defined benefit plan is a pension plan that defines an amount of pension benefit to be provided, usually as a function of one or more factors such as age, years of service or compensation. The liability recognized in the statement of financial position in respect of defined benefit pension plans is the present value of the defined benefit obligation at the date of statement of financial position, together with adjustments for unrecognized actuarial gains or losses and past service cost. The present value of defined benefit obligation is calculated annually by an independent actuary using the Projected Unit Credit method. The present value of the defined benefit obligation is determined by discounting the estimated future cash outflows using interest rates of high quality corporate bonds that are denominated in the currency in which the benefits will be paid, and that have terms to maturity approximating the terms of the related pension liability. Actuarial gains and losses arise from experience adjustments, changes in actuarial assumptions and amendments to pension plans. Starting 1 January 2015, when the plan benefits change, the portion of the benefits that relate to past service by employees is charged or credited immediately to profit or loss. Actuarial gains or losses are recognized as other comprehensive income in the period in which they arise. 191

214 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) m. Imbalan kerja (lanjutan) m. Employee benefits (continued) Imbalan pasca-kerja (lanjutan) Sebelum tanggal 1 Januari 2015, ketika imbalan pasca-kerja berubah, porsi imbalan sehubungan dengan jasa yang telah diberikan oleh karyawan pada masa lalu dibebankan atau dikreditkan dalam laba rugi dengan menggunakan metode garis lurus selama ratarata masa kerja karyawan hingga imbalan pasca-kerja menjadi hak karyawan (vested). Porsi imbalan pasca-kerja yang telah menjadi hak karyawan diakui segera sebagai beban dalam laba rugi. Keuntungan atau kerugian aktuarial diakui sebagai pendapatan atau beban apabila akumulasi keuntungan atau kerugian aktuarial neto yang belum diakui pada akhir tahun pelaporan sebelumnya melebihi 10% dari nilai kini imbalan pasti pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian diakui atas dasar metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja karyawan yang diharapkan Pesangon pemutusan hubungan kerja Pesangon pemutusan hubungan kerja terutang ketika karyawan dihentikan kontrak kerjanya sebelum usia pensiun normal. Perseroan mengakui pesangon pemutusan hubungan kerja ketika Perseroan menunjukkan komitmennya untuk memutuskan hubungan kerja dengan karyawan berdasarkan suatu rencana formal terperinci yang kecil kemungkinannya untuk dibatalkan. Pesangon yang akan dibayarkan dalam waktu lebih dari 12 bulan setelah tanggal laporan posisi keuangan didiskontokan untuk mencerminkan nilai kini. Post-employment benefits (continued) Prior to 1 January 2015, when the plan benefits change, the portion of the benefits that relate to past service by employees is charged or credited to the profit or loss on a straight-line basis over the estimated average remaining vesting period. To the extent that the benefits vest immediately, the expense is recognized immediately in profit or loss. Actuarial gains or losses are recognized as income or expense when the net cumulative unrecognized actuarial gains and losses at the end of the previous reporting year exceeded 10% of the defined benefit obligation at that date. These gains or losses are recognized on a straight-line method over the expected average remaining working lives of the employees. Termination benefits Termination benefits are payable whenever an employee s employment is terminated before the normal retirement date. The Company recognizes termination benefits when it is demonstrably committed to terminate the employment of current employment of current employees according to a detailed formal plan and the possibility to withdraw the plan is low. Benefits falling due more than 12 months after statements of financial position s date are discounted to reflect its present value. n. Saham n. Share capital Saham biasa diklasifikasikan sebagai ekuitas. Ordinary shares are classified as equity. o. Dividen o. Dividends Pembagian dividen final diakui sebagai liabilitas dalam laporan keuangan pada tanggal dividen tersebut disetujui Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan. Final dividend distributions are recognized as a liability in the financial statements at the date when the dividends are approved in the Company s General Meeting of Shareholders. 192

215 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) p. Laba per saham p. Earnings per share Laba per saham dihitung dengan membagi laba periode/tahun berjalan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar pada periode/tahun yang bersangkutan. Earnings per share is calculated by dividing income for the period/year by the weighted average number of ordinary shares outstanding during the period/year. q. Surat berharga yang diterbitkan q. Securities issued Surat berharga yang diterbitkan meliputi Medium Term Notes dan utang obligasi. Surat berharga yang diterbitkan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Biaya tambahan yang dapat diatribusikan secara langsung dengan penerbitan surat berharga dikurangkan dari jumlah surat berharga yang diterbitkan dan diamortisasi selama jangka waktu surat berharga yang diterbitkan tersebut dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Lihat Catatan 2c untuk kebijakan akuntansi atas liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Securities issued consist of Medium-Term Notes and bonds payable. Securities issued are classified as financial liabilities at amortized cost. Incremental costs directly attributable to the issuance of securities are deducted from the amount of securities issued and amortized over the period of the securities issued using the effective interest rate method. Refer to Note 2c for the accounting policy of financial liabilities at amortized cost. r. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi r. Transactions with related parties Perseroan mempunyai transaksi dengan pihak berelasi. Definisi pihak berelasi yang dipakai adalah sesuai dengan PSAK No. 7 (Revisi 2010) Pengungkapan Pihak Berelasi. Suatu pihak dianggap berelasi dengan Perseroan jika: a. Orang atau anggota keluarga dekatnya mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut: (i) memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor; (ii) memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau (iii) merupakan personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas pelapor. The Company has transactions with related parties. The definition of related parties used is in accordance with SFAS No. 7 (Revised 2010) Related Party Disclosures. The Company considers the following as its related parties: a. a person or a close member of that person's family is related to a reporting entity if that person: (i) has control or joint control of the reporting entity; (ii) has significant influence over the reporting entity; or (iii) is a member of the key management personnel of the reporting entity or of a parent of the reporting entity. 193

216 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) r. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi (lanjutan) Suatu pihak dianggap berelasi dengan Perseroan jika: (lanjutan) b. suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut: (i) entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya saling berelasi dengan entitas lainnya). (ii) satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya). (iii) kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama. (iv) satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga. (v) entitas tersebut adalah suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor. (vi) entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf (a). (vii) orang yang diidentifikasi dalam huruf (a)(i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas). Seluruh transaksi dengan pihak-pihak berelasi telah diungkapkan di catatan atas laporan keuangan. r. Transactions with related parties (continued) The Company considers the following as its related parties: (continued) b. an entity is related to a reporting entity if any of the following conditions applies: (i) (ii) the entity and the reporting entity are members of the same group (which means that each parent, subsidiary and fellow subsidiary is related to the others). one entity is an associate or joint venture of the other entity (or an associate or joint venture of a member of a group of which the other entity is a member). (iii) Both entities are joint ventures of the same third party. (iv) one entity is a joint venture of a third entity and the other entity is an associate of the third entity. (v) the entity is a post-employment benefit plan for the benefit of employees of either the reporting entity or an entity related to the reporting entity. If the reporting entity is itself such a plan, the sponsoring employers are also related to the reporting entity. (vi) the entity is controlled or jointly controlled by a person identified in (a). (vii) a person identified in (a)(i) has significant influence over the entity or is a member of the key management personnel of the entity (or of a parent of the entity). All transactions with related parties are disclosed in the notes to the financial statements. 194

217 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) s. Pengakuan pendapatan dan beban s. Income and expense recognition Pendapatan dari pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan, komisi asuransi dan biaya jasa perantara asuransi serta beban bunga untuk semua instrumen keuangan dengan interest bearing diakui sesuai dengan jangka waktu kontrak berdasarkan metode suku bunga efektif. Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan atau liabilitas keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga atau beban bunga selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas di masa datang selama perkiraan umur dari instrumen keuangan, atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari aset keuangan atau liabilitas keuangan. Pada saat menghitung suku bunga efektif, Perseroan mengestimasi arus kas dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut, namun tidak mempertimbangkan kerugian kredit di masa datang. Perhitungan ini mencakup biaya transaksi dan pendapatan administrasi. Pendapatan bunga bank dan denda keterlambatan pembayaran diakui pada saat terjadinya. Pendapatan bunga bank disajikan secara bruto pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Pendapatan dan beban diakui pada saat terjadinya, menggunakan dasar akrual. Income from consumer financing and finance leases, insurance commission and insurance brokerage fee and expense for all interest bearing financial instruments are recognized over the term of the respective contracts using the effective interest rate method. The effective interest method is a method of calculating the amortized cost of a financial asset or a financial liability and of allocating the interest income or interest expense over the relevant period. The effective interest rate is the rate that exactly discounts estimated future cash payments or receipts through the expected life of the financial instrument or, when appropriate, a shorter period to the net carrying amount of the financial asset or financial liability. When calculating the effective interest rate, the Company estimates cash flows considering all contractual terms of the financial instrument but does not consider future credit losses. These calculations include transaction costs and administration income. Interest income and late payment penalties are recognized upon receipt. Interest income is presented on a gross basis in the statements of profit or loss and other comprehensive income. Income and expense are recognized as incurred on an accrual basis. 195

218 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) t. Segmen operasi t. Operating segment Sebuah segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas: i. yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan beban yang terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama); ii. hasil operasinya dikaji ulang secara berkala oleh kepala operasional untuk pembuatan keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan, iii. tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan. Perseroan menyajikan segmen operasi berdasarkan informasi yang disiapkan secara internal untuk pengambil keputusan operasional. Pengambil keputusan operasional Perseroan adalah Direksi. Segmen operasi Perseroan disajikan berdasarkan segmen usaha yang terdiri dari: fleet dan retail (lihat Catatan 28). u. Perubahan kebijakan akuntansi dan pengungkapan Perseroan telah menerapkan standar akuntansi berikut pada tanggal 1 Januari 2015 yang dianggap relevan: PSAK No. 1 (Revisi 2013): Penyajian Laporan Keuangan, yang diadopsi dari IAS 1, mengatur perubahan penyajian kelompok pos-pos dalam Penghasilan Komprehensif Lain. Pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi disajikan terpisah dari pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi. PSAK No. 24 (Revisi 2013): Imbalan Kerja, yang diadopsi dari IAS 19, yang menghapus mekanisme koridor dan pengungkapan atas informasi liabilitas kontinjensi untuk menyederhanakan klarifikasi dan pengungkapan. An operating segment is a component of entity which: i. involves with business activities to generate income and expenses (including income and expenses relating to the transactions with other components with the same entity); ii. operation result is observed regularly by chief decision maker to make decisions regarding the allocation of resources and to evaluate the works; and, iii. separate financial information is available. The Company presents operating segments based on the information that is internally provided to the chief operating decision maker. The Company s chief operating decision-maker is the Board of Directors. The Company discloses the operating segment based on business segment that consists of fleet and retail (refer to Note 28). u. Change in accounting policies and disclosures The Company adopted the following accounting standards, which are considered relevant, starting on January 1, 2015: SFAS No. 1 (Revised 2013): Presentation of Financial Statements, adopted from IAS 1, specifies change of the grouping of items presented in Other Comprehensive Income. Items that could be reclassified to profit or loss would be presented separately from items that will never be reclassified. SFAS No. 24 (Revised 2013): Employee Benefits, adopted from IAS 19, which removes the corridor mechanism and contingent liability disclosures to simple clarifications and disclosures. 196

219 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) u. Perubahan kebijakan akuntansi dan pengungkapan (lanjutan) PSAK No. 46 (Revisi 2014): Pajak Penghasilan, yang diadopsi dari IAS 12, yang memberikan tambahan pengaturan untuk aset dan liabilitas pajak tangguhan yang berasal dari aset yang tidak disusutkan yang diukur dengan menggunakan model revaluasi, dan yang berasal dari properti investasi yang diukur dengan menggunakan model nilai wajar. PSAK No. 48 (Revisi 2014): Penurunan Nilai Aset, yang diadopsi dari IAS 36, yang memberikan tambahan persyaratan pengungkapan untuk setiap aset individual (termasuk goodwill) atau unit penghasil kas yang mana kerugian penurunan nilai telah diakui atau dibalik selama periode. PSAK No. 50 (Revisi 2014): Instrumen Keuangan: Penyajian, yang diadopsi dari IAS 32, yang mengatur lebih dalam kriteria mengenai hak yang dapat dipaksakan secara hokum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dan kriteria penyelesaian secara neto. PSAK No. 55 (Revisi 2014): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, yang diadopsi dari IAS 39, yang menambah pengaturan kriteria instrumen lindung nilai yang tidak dapat dianggap telah kedaluarsa atau telah dihentikan, serta ketentuan untuk mencatat instrument keuangan pada tanggal pengukuran dan pada tanggal setelah pengakuan awal. PSAK No. 60 (Revisi 2014): Instrumen Keuangan: Pengungkapan, yang diadopsi dari IFRS 7, yang menambah pengaturan pengungkapan saling hapus dengan informasi kuantitatif dan kualitatif, serta pengungkapan mengenai pengalihan instrumen keuangan. PSAK No. 68: Pengukuran Nilai Wajar, yang diadopsi dari IFRS 13, memberikan panduan tentang bagaimana pengukuran nilai wajar ketika nilai wajar disyaratkan atau diizinkan. u. Change in accounting policies and disclosures (continued) SFAS No. 46 (Revised 2014): Income Taxes, adopted from IAS 12, which provides additional provision for deferred tax asset or deferred tax liability arises from a non-depreciable asset measured using the revaluation model, and those arises from investment property that is measured using the fair value model. SFAS No. 48 (Revised 2014): Impairment of Assets, adopted from IAS 36, which provides additional disclosure terms for each individual asset (including goodwill) or a cash-generating unit, for which an impairment loss has been recognized or reversed during the period. SFAS No. 50 (Revised 2014): Financial Instruments: Presentation, adopted from IAS 32, which provides more deep about criterion on legally enforceable right to set off the recognized amounts and criterion to settle on a net basis. SFAS No. 55 (Revised 2014): Financial Instruments: Recognition and Measurement, adopted from IAS 39, which provides additional provision for the criteria of not an expiration or termination of the hedging instrument, and provision to account financial instruments at the measurement date and after initial recognition. SFAS No. 60 (Revised 2014): Financial Instruments: Disclosures, adopted from IFRS 7, which provides additional provision on offsetting disclosures with quantitative and qualitative information, and disclosures on Transfers of financial instruments. SFAS No. 68: Fair Value Measurement, adopted from IFRS 13, provides guidance on how to measure fair value when fair value is required or permitted. 197

220 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) u. Perubahan kebijakan akuntansi dan pengungkapan (lanjutan) Perseroan telah menganalisa penerapan standar akuntansi tersebut di atas dan penerapan tersebut tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap laporan keuangan kecuali yang dijelaskan berikut ini. i. Penyajian pos-pos dalam penghasilan komprehensif lain Terkait dengan penerapan PSAK No. 1 (Revisi 2013), Penyajian Laporan Keuangan, Perseroan telah memodifikasi penyajian pos-pos dalam pendapatan komprehensif lain dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, untuk menyajikan pos-pos yang akan direklasifikasikan ke laba rugi pada masa yang akan datang terpisah dari pos-pos yang tidak akan direklasifikasikan ke laba rugi. Informasi komparatif telah disajikan kembali dengan menggunakan basis yang sama. u. Change in accounting policies and disclosures (continued) The Company has assessed that the adoption of the above mentioned accounting standards other than specified below do not have significant impact to the financial statements. i. Presentation of items of other comprehensive income. In connection with the adoption of SFAS No. 1 (Revised 2013), Presentation of Financial Statements, the Company has modified the presentation of items of other comprehensive income in its statements of profit or loss and other comprehensive income, to present items that would be reclassified to profit or loss in the future separately from those that would never be reclassified to profit or loss. Comparative information has been re-presented on the same basis. ii. Pengukuran nilai wajar ii. Fair value measurement Pada tanggal 1 Januari 2015, Perseroan menerapkan PSAK No. 68, Pengukuran Nilai Wajar, yang menyediakan satu sumber panduan tentang bagaimana nilai wajar diukur tetapi tidak menetapkan persyaratan baru mengenai kapan nilai wajar diperlukan. Standar ini menyediakan kerangka untuk menentukan nilai wajar dan menjelaskan faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam mengestimasi nilai wajar. PSAK ini mengatur penggunaan harga keluar (exit price) dalam pengukuran nilai wajar dan persyaratan pengungkapan yang lebih ekstensif, khususnya dengan memasukkan instrumen non-keuangan ke dalam pengungkapan hirarki nilai wajar. PSAK No. 68 diterapkan secara prospektif. Perubahan ini tidak memiliki dampak signifikan terhadap pengukuran aset dan liabilitas Perseroan. Perseroan telah menambahkan pengungkapan baru yang diwajibkan oleh PSAK No. 68 di Catatan 26 atas laporan keuangan. On 1 January 2015, the Company adopted SFAS No. 68, Fair Value Measurement, which provides a single source of guidance on how fair value is measured but does not establish new requirements for when fair value is required. This standard provides a framework for determining fair value and clarifies the factors to be considered in estimating fair value. It introduces the use of an exit price in fair value measurement, as well as extensive disclosure requirements, particulary the inclusion of non-financial instruments into the fair value hierarchy disclosure. SFAS No. 68 is applied prospectively. The change had no significant impact on the measurements of the Company s assets and liabilities. The Company has included the new disclosures required under SFAS No.68 in Note 26 to the financial statements. 198

221 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) u. Perubahan kebijakan akuntansi dan pengungkapan (lanjutan) u. Change in accounting policies and disclosures (continued) iii. Imbalan kerja iii. Employee Benefits Pada tanggal 1 Januari 2015, Perseroan menerapkan PSAK No. 24 (Revisi 2013), Imbalan Kerja, dimana ketika imbalan pasca-kerja berubah maka porsi kenaikan atau penurunan imbalan sehubungan dengan jasa yang telah diberikan oleh karyawan pada masa lalu dibebankan atau dikreditkan segera dalam laba rugi. Sebelum 1 Januari 2015, beban jasa lalu yang belum diakui (non-vested) diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama rata-rata masa kerja karyawan hingga imbalan pasca-kerja menjadi hak karyawan (vested). 3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING Penyusunan laporan keuangan Perseroan mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan atas pendapatan, beban, aset dan liabilitas dan pengungkapan atas liabilitas kontinjensi, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya. Pertimbangan Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Perseroan yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan: Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan Perseroan menetapkan klasifikasi aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK No. 55 (Revisi 2014) dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Perseroan seperti diungkapkan pada Catatan 2c. 199 On 1 January 2015, the Company adopted SFAS No. 24 (Revised 2013), Employee Benefits wherein, when the plan benefits change, the portion of increased or decreased benefits relating to past service by employees is charged or credited immediately to profit or loss. Prior to 1 January 2015, the unrecognized past service cost (nonvested) was amortized on a straight-line method over the average service period until the benefits become vested. 3. CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES AND JUDGMENTS The preparation of the Company s financial statements requires management to make judgments, estimates and assumptions that affect the reported amounts of revenues, expenses, assets and liabilities, and the disclosure of contingent liabilities, at the end of the reporting period. Uncertainty about these assumptions and estimates could result in outcomes that require a material adjustment to the carrying amount of the asset and liability affected in future periods. Judgments The following judgments are made by management in the process of applying the Company s accounting policies that have the most significant effects on the amounts recognized in the financial statements: Classification of Financial Assets and Financial Liabilities The Company determines the classifications of certain assets and liabilities as financial assets and financial liabilities by judging if they meet the definition set forth in SFAS No. 55 (Revised 2014). Accordingly, the financial assets and financial liabilities are accounted for in accordance with the Company s accounting policies disclosed in Note 2c.

222 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) Pertimbangan (lanjutan) Sewa Perseroan mempunyai perjanjian-perjanjian sewa dimana perseroan bertindak sebagai lessee untuk sewa tempat. Perseroan mengevaluasi apakah terdapat risiko dan manfaat yang signifikan dari aset sewa yang diahlikan berdasarkan PSAK No. 30 (Revisi 2011), yang mensyaratkan Perseroan untuk membuat pertimbangan dengan estimasi dari pengalihan risiko dan manfaat terkait dengan kepemilikan aset. Berdasarkan hasil penelaahan yang dilakukan Perseroan atas perjanjian sewa tempat yang ada saat ini, maka transaksi sewa tersebut diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Sumber utama ketidakpastian estimasi 3. CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES AND JUDGMENTS (continued) Judgments (continued) Leases The Company has several leases whereby the Company act as lessee in respect of rental location. The Company evaluates whether significant risks and rewards of ownership of the leased assets are transferred based on SFAS No. 30 (Revised 2011) which requires the Company to make judgment and estimates of the transfer of risks and rewards related to the ownership of assets. Based on the review performed by the Company for the current rental agreement of rental location accordingly, the rent transactions were classified as operating lease. Source of uncertainty in estimates a. Cadangan kerugian penurunan nilai a. Allowance for impairment losses Perseroan melakukan review atas piutang yang diberikan pada setiap tanggal laporan untuk melakukan penilaian atas cadangan penurunan nilai yang telah dicatat. Justifikasi manajemen diperlukan dalam menentukan tingkat cadangan yang dibutuhkan. Perseroan membentuk cadangan kerugian penurunan nilai kolektif atas eksposur piutang pembiayaan konsumen dan piutang sewa pembiayaan, dimana evaluasi dilakukan berdasarkan data kerugian historis (lihat Catatan 2c). The Company reviews its receivables at reporting date to evaluate the allowance for impairment losses. Management s judgment is applied in the estimation when determining the level of allowance required. The Company estimates the collective impairment allowance for its consumer financing receivables and finance lease receivables based on historical loss experience (refer to Note 2c). b. Imbalan pasca kerja b. Post-employment benefits Imbalan pasca kerja ditentukan berdasarkan perhitungan aktuarial. Perhitungan aktuaria menggunakan asumsi-asumsi seperti tingkat diskonto, tingkat pengembalian investasi, tingkat kenaikan gaji, tingkat kematian, tingkat pengunduran diri dan lain-lain. Perubahan asumsi ini akan mempengaruhi jumlah tercatat liabilitas imbalan pasca kerja (lihat Catatan 2m). Post-employment benefits are determined based on actuarial valuation. The actuarial valuation involves making assumptions about discount rate, expected rate of return, on investments, future salary increases, mortality rate, resignation rate and others. Any changes in these assumptions will impact the carrying amount of post-employment benefits obligations (refer to Note 2m). 200

223 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) Sumber utama ketidakpastian estimasi (lanjutan) c. Penyusutan dan estimasi umur manfaat aset tetap Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap seperti diungkapkan pada Catatan 2k. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri dimana Perseroan menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. 3. CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES AND JUDGMENTS (continued) Source of uncertainty in estimates (continued) c. Depreciation and estimated useful lives of fixed assets The costs of fixed assets are depreciated on a straight-line method over their estimated useful lives. Management properly estimates the useful lives of these fixed assets as disclosed in Note 2k. These are common life expectancies applied in the industries where the Company conducts its businesses. Changes in the expected level of usage and technological development could impact the economic useful lives and the residual values of these assets, and therefore future depreciation charges could be revised. d. Nilai wajar atas instrumen keuangan d. Fair value of financial instruments Bila nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan yang terdapat pada laporan posisi keuangan tidak tersedia di pasar aktif, nilainya ditentukan dengan menggunakan berbagai teknik penilaian termasuk penggunaan model matematika. Masukan (input) untuk model ini berasal dari data pasar yang bisa diamati sepanjang data tersebut tersedia. Bila data pasar yang bisa diamati tersebut tidak tersedia, pertimbangan manajemen diperlukan untuk menentukan nilai wajar. Pertimbangan manajemen tersebut mencakup pertimbangan likuiditas dan masukan model seperti tingkat diskonto, tingkat pelunasan dipercepat dan asumsi tingkat gagal bayar (Catatan 2d). When the fair values of financial assets and liabilities recorded on the statements of financial position cannot be derived from active markets, they are determined using a variety of valuation techniques that include the use of mathematical models. The inputs to these models are derived from observable market data where possible, but when observable market data are not available, management s judgment is required to establish fair values. The management s judgments include considerations of liquidity and model inputs such as discount rates and default rate assumptions (Note 2d). e. Pajak tangguhan e. Deferred tax Aset pajak tangguhan diakui atas jumlah pajak penghasilan terpulihkan (recoverable) pada periode mendatang sebagai akibat perbedaan temporer yang boleh dikurangkan. Justifikasi manajemen diperlukan untuk menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui, sesuai dengan waktu yang tepat dan tingkat laba fiskal di masa mendatang sejalan dengan strategi rencana perpajakan ke depan (Catatan 2l). Deferred tax assets are recoqnized for the future recoverable taxable income arising from temporary difference. Management judgment is required to determine the amount of deferred tax assets that can be recoqnized, based upon the likely timing on level of future taxable profits together with future strategic planning (Note 2l). 201

224 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 4. KAS DAN SETARA KAS 4. CASH AND CASH EQUIVALENTS 31 Desember/December Juni/ June 30, Kas Cash on hand Kas pada bank Cash in banks Pihak ketiga Third parties Rupiah Rupiah PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Central Asia Tbk. PT Bank Danamon PT Bank Danamon Indonesia Tbk Indonesia Tbk. PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk. PT BPR Karyajatnika Sadaya PT BPR Karyajatnika Sadaya Bank of China Limited, Bank of China Limited, Cabang Jakarta Jakarta Branch PT Bank Panin Tbk PT Bank Panin Tbk. PT Bank Mega Tbk PT Bank Mega Tbk. PT Bank Commonwealth PT Bank Commonwealth The Hongkong & Shanghai The Hongkong & Shanghai Banking Corporation Limited Banking Corporation Limited PT Bank OCBC NISP Tbk PT Bank OCBC NISP Tbk. PT Bank KEB Hana Indonesia PT Bank KEB Hana Indonesia PT Bank CTBC Indonesia PT Bank CTBC Indonesia PT Bank Bukopin Tbk PT Bank Bukopin Tbk. PT Bank UOB Indonesia PT Bank UOB Indonesia Standard Chartered Bank, Standard Chartered Bank, Jakarta Jakarta Dolar AS US Dollars Standard Chartered Bank, Standard Chartered Bank, Jakarta Jakarta Pihak berelasi Related parties Rupiah Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (Persero) Tbk. PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Persero) Tbk. PT Bank DKI PT Bank DKI PT Bank Mandiri Taspen Pos PT Bank Mandiri Taspen Pos (dahulu PT Bank Sinar (formerly PT Bank Sinar Harapan Bali) Harapan Bali) PT Bank Pembangunan Daerah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk Jawa Barat dan Banten Tbk Deposito berjangka Time deposit Pihak ketiga Third parties Rupiah Rupiah PT Bank Mega Tbk PT Bank Mega Tbk. Pihak Berelasi Related Parties Rupiah Rupiah PT Bank Mandiri Taspen Pos PT Bank Mandiri Taspen Pos (dahulu PT Bank Sinar (formerly PT Bank Sinar Harapan Bali) Harapan Bali) PT Bank Tabungan Negara PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Persero) Tbk

225 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 4. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) 4. CASH AND CASH EQUIVALENTS (continued) Tingkat suku bunga deposito berjangka dan giro dalam mata uang Rupiah untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2015, 30 Juni 2014 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 berkisar sebagai berikut: The interest rates for time deposits and current accounts for the six-month period ended 30 June 2015, 30 June 2014 and years ended 31 December 2014, 2013 and 2012 are as follows: Periode Enam Bulan yang Berakhir pada tanggal 30 Juni/ Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember/ Six Month period ended June 30, Year ended December Deposito 4,75% - 9,25% 4,75% - 9,25% 4,75% - 9,75% 4,25% - 9,25% 4,25% - 7,00% Time deposits Giro 0,00% - 6,00% 0,00% - 3,00% 0,00% - 8,00% 0,00% - 6,25% 0,00% - 5,00% Current accounts Penempatan deposito pada PT Bank Mandiri Taspen Pos (dahulu PT Bank Sinar Harapan Bali) sebesar Rp adalah penempatan atas dana hasil usaha yang berasal dari laba neto Perseroan seperti yang dipersyaratkan oleh Undang-Undang No. 40 pasal 70 tentang Perseroan Terbatas yaitu kewajiban perusahaan untuk melakukan pencadangan atas jumlah tertentu dari laba neto setiap tahun. Lihat Catatan 24a untuk rincian saldo dan transaksi dengan pihak berelasi. Placement of time deposit at PT Bank Mandiri Taspen Pos (formerly PT Bank Sinar Harapan Bali) amounting to Rp50,000 represent the placement of the funds derived from the Company s net income as required by Law No. 40 article 70 concerning Limited Liability Companies whereby the company shall make a provision for a certain amount of the net income each year. Refer to Note 24a for details of balances and transaction with related parties. 5. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN 5. CONSUMER FINANCING RECEIVABLES 31 Desember/December Juni/ June 30, Piutang pembiayaan konsumen - Consumer financing receivables - bruto: gross: Dikurangi: Piutang pembiayaan yang dibiayai bersama pihak-pihak lain - bruto Less: Joint financing - gross: Rupiah Rupiah Pihak berelasi ( ) ( ) ( ) ( ) Related parties Piutang pembiayaan konsumen - Consumer financing receivables - bruto: gross: Pembiayaan sendiri Direct financing 203

226 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 5. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN (lanjutan) 5. CONSUMER FINANCING RECEIVABLES (continued) 31 Desember/December Juni/ June 30, Dikurangi: Less: Pendapatan pembiayaan konsumen Unearned income on consumer yang belum diakui: ( ) ( ) ( ) ( ) financing: Dikurangi: Piutang pembiayaan yang dibiayai bersama pihak-pihak lain - bruto Less: Joint financing - gross: Rupiah Rupiah Pihak berelasi Related parties Pendapatan pembiayaan Unearned income on consumer konsumen yang belum diakui: financing: Pembiayaan sendiri ( ) ( ) ( ) ( ) Direct financing Dikurangi: Less: Cadangan kerugian penurunan nilai ( ) ( ) ( ) (90.777) Allowance for impairment losses Neto Net Seluruh kontrak pembiayaan yang disalurkan Perseroan adalah untuk kendaraan bermotor. Jangka waktu kontrak pembiayaan yang disalurkan oleh Perseroan atas kendaraan bermotor berkisar antara bulan. All consumer financing contracts provided by Company are for motor vehicles. The period of consumer financing contracts for motor vehicles ranged between months. 204

227 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 5. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN (lanjutan) 5. CONSUMER FINANCING RECEIVABLES (continued) Angsuran dari saldo piutang pembiayaan konsumen - bruto per 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 yang akan diterima dari konsumen berdasarkan tanggal jatuh temponya adalah sebagai berikut: Installments of consumer financing receivables - gross balance as of 30 June 2015, 31 December 2014, 2013 and 2012 which will be received from customers based on the maturity dates are as follows: 31 Desember/December Juni/ June 30, Tahun Year dan sesudahnya and onward Rata-rata suku bunga efektif yang dikenakan kepada konsumen untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2015 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 adalah sebagai berikut: Average effective interest rates charged to customers for the six-month period ended 30 June 2015 and years ended 31 December 2014, 2013 and 2012 are as follows: Periode Enam Bulan yang Berakhir pada tanggal 30 Juni/ Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember/ Six Month period ended June 30, Year ended December Mobil 16% 14% 15% 13% 14% Car Sepeda Motor 36% 23% 35% 24% 25% Motorcycle Analisa umur piutang pembiayaan konsumen - bruto adalah sebagai berikut: The aging analysis of consumer financing receivables - gross are as follows: 31 Desember/December Juni/ June 30, Belum jatuh tempo Current Lewat jatuh tempo: Overdue: 1-90 hari days hari days hari days > 180 hari > 180 days

228 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 5. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN (lanjutan) 5. CONSUMER FINANCING RECEIVABLES (continued) Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2015 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 adalah sebagai berikut: The movements in the allowance for impairment losses for the six-month period ended 30 June 2015 and years ended 31 December 2014, 2013 and 2012 are as follows: Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember/ Year ended December Juni/ June 30, Saldo awal Beginning balance Penyisihan selama periode/ Provision made during the period/ tahun berjalan year Penghapusan piutang ( ) ( ) ( ) ( ) Receivables written-off Pemulihan kembali piutang Recovery from receivables yang telah dihapusbukukan written-off Saldo akhir Ending balance Seluruh piutang pembiayaan konsumen pada tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dievaluasi secara kolektif terhadap penurunan nilai dan Perseroan telah mencadangkan cadangan kerugian penurunan nilai. Piutang pembiayaan konsumen yang direstrukturisasi pada tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 adalah masingmasing sebesar 0,1602%, 0,0027%, 0,0189% dan 0,0197% dari saldo piutang pembiayaan konsumen - bruto. Pada tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012, piutang pembiayaan konsumen yang digunakan sebagai jaminan atas pinjaman bank yang diterima oleh Perseroan dan utang obligasi seperti yang dijelaskan pada Catatan 14 dan 15 adalah masing-masing sejumlah Rp , Rp , Rp dan Rp Manajemen berkeyakinan bahwa cadangan kerugian penurunan nilai tersebut adalah cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian dari tidak tertagihnya piutang pembiayaan konsumen. All consumer financing receivables as of 30 June 2015, 31 December 2014, 2013 and 2012 are collectively evaluated for impairment and the Company has provided allowance for impairment losses. The balance of restructured consumer financing receivables as of 30 June 2015, 31 December 2014, 2013 and 2012 each amounted to %, %, % and % of the consumer financing receivables balance - gross, respectively. As of 30 June 2015, 31 December 2014, 2013 and 2012 total consumer financing receivables pledged as collateral for bank loans and bonds payable as disclosed in Notes 14 and 15 each amounted to Rp4,128,556, Rp4,013,436, Rp3,997,095 and Rp3,384,732, respectively. Management believes that the allowance for impairment losses is sufficient to cover any possible losses from uncollectible consumer financing receivables. 206

229 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 6. PIUTANG SEWA PEMBIAYAAN 6. FINANCE LEASE RECEIVABLES 31 Desember/December Juni/ June 30, Piutang sewa pembiayaan Finance lease receivables Pihak ketiga Third parties Rupiah Rupiah Finance lease receivable - Piutang sewa pembiayaan bruto gross Nilai sisa yang terjamin Guaranteed residual value Pendapatan sewa pembiayaan yang ditangguhkan ( ) ( ) (93.641) (55.869) Unearned leased income Simpanan jaminan ( ) ( ) ( ) (81.789) Security deposit Piutang sewa pembiayaan Finance lease receivable Cadangan kerugian penurunan nilai (11.992) (17.213) (7.537) (1.767) Allowance for impairments losses Neto Net Jangka waktu kontrak pembiayaan yang disalurkan oleh Perseroan atas kendaraan bermotor berkisar antara bulan. Piutang sewa pembiayaan - bruto sesuai dengan tanggal jatuh temponya: The period of consumer financing contracts for motor vehicles ranged between months. Finance lease receivables - gross have the following settlement agreement: 31 Desember/December Juni/ June 30, Tahun Year dan seterusnya and onward Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2015 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 adalah sebagai berikut: The movements in the allowance for impairment losses for the six-month period ended 30 June 2015 and years ended 31 December 2014, 2013 and 2012 are as follows: Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember/ Year ended December Juni/ June 30, Saldo awal Beginning balance (Pembalikan) penyisihan selama (Reversal) provision made during periode/tahun berjalan (2.121) the period/year Penghapusan piutang (3.222) (1.684) (1.486) - Receivables written-off Pemulihan kembali piutang yang telah dihapusbukukan Recovery of written-off receivables Saldo akhir Ending balance 207

230 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 6. PIUTANG SEWA PEMBIAYAAN (lanjutan) 6. FINANCE LEASE RECEIVABLES (continued) Seluruh piutang sewa pembiayaan pada tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dievaluasi secara kolektif terhadap penurunan nilai dan Perseroan telah mencadangkan cadangan kerugian penurunan nilai. Rata-rata suku bunga efektif yang dikenakan kepada konsumen untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2015 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 adalah sebagai berikut: All finance lease receivables as of 30 June 2015, 31 December 2014, 2013 and 2012 are collectively evaluated for impairment and the Company has provided allowance for impairment losses. Average effective interest rates charged to customers for the six-month period ended 30 June 2015 and years ended 31 December 2014, 2013 and 2012 are as follows: Periode Enam Bulan yang Berakhir pada tanggal 30 Juni/ Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember/ Six Month period ended June 30, Year ended December Mobil 19% 15% 19% 12,3% 10% Car Alat berat 14% 14% 14% 12,3% 12,5% Heavy Equipment Analisa umur piutang sewa pembiayaan - bruto adalah sebagai berikut: The aging analysis of finance lease receivables - gross are as follows: 31 Desember/December Juni/ June 30, Belum jatuh tempo Current Lewat jatuh tempo: Overdue: 1-90 hari days hari days hari days > 180 hari > 180 days Pada saat transaksi sewa pembiayaan ditandatangani, penyewa pembiayaan memberikan uang jaminan yang akan diperhitungkan dengan nilai jual aset sewa pembiayaan pada saat transaksi berakhir bila penyewa pembiayaan menggunakan hak opsinya untuk membeli aset sewa pembiayaan tersebut. Jika penyewa tidak menggunakan hak opsinya, jaminan tersebut akan dikembalikan kepada penyewa pembiayaan. Pada tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, dan 2013, piutang sewa pembiayaan yang digunakan sebagai jaminan atas pinjaman bank yang diterima oleh Perseroan dan utang obligasi seperti yang dijelaskan pada Catatan 14 dan 15 adalah sejumlah Rp , Rp dan Rp Tidak ada piutang sewa pembiayaan yang dijadikan jaminan pada tanggal 31 Desember At the signing of lease contracts, the lessee is required to pay a security deposit, which will be applied against the selling price of the leased asset at the end of the lease term if the lessee exercises his option to purchase the leased asset. Otherwise, the security deposit will be refunded to the lessee. As of 30 June 2015, 31 December 2014 and 2013, total finance lease receivables pledged as collateral for bank loans and bonds payable as disclosed in Notes 14 and 15 amounted to Rp712,729, Rp700,175 and Rp100,488, respectively. There were no finance lease receivables pledged as collateral as of 31 December

231 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 6. PIUTANG SEWA PEMBIAYAAN (lanjutan) 6. FINANCE LEASE RECEIVABLES (continued) Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk adalah cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat tidak tertagihnya piutang sewa pembiayaan. Management believes that the existing allowance for impairment losses is adequate to cover possible losses arising from uncollectible finance lease receivables. 7. PIUTANG LAIN-LAIN 7. OTHER RECEIVABLES 31 Desember/December Juni/ June 30, Pihak ketiga Third parties Piutang asuransi Insurance receivables Piutang akseptasi klaim Claim acceptance receivables Receivables from sales of collateral Piutang penjualan kendaraan jaminan vehicle Piutang koperasi Receivables from koperasi Lain-lain Others Dikurangi: Less: Cadangan kerugian penurunan nilai (794) (794) (813) (979) Allowance for impairment losses Pihak berelasi Related parties PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Asuransi Jasa PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) Indonesia (Persero) PT Tunas Ridean Tbk PT Tunas Ridean Tbk Lihat catatan 24a untuk rincian saldo dan transaksi dengan pihak berelasi. Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2015 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 adalah sebagai berikut: Refer to Note 24a for details of balances and transactions with related parties. The movements in the allowance for impairment losses losses for the six-month period ended 30 June 2015 and years ended 31 December 2014, 2013 and 2012 are as follows: Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember/ Year ended December Juni/ June 30, Saldo awal Beginning balance Pembalikan selama periode/ Reversal made during the period/ tahun berjalan - (19) (166) (216) year Saldo akhir Ending balance Manajemen berkeyakinan bahwa cadangan kerugian penurunan nilai adalah cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian dari tidak tertagihnya piutang. Management believes that the allowance for impairment losses is sufficient to cover any possible losses from uncollectible receivables. 209

232 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 8. PERPAJAKAN 8. TAXATION a. Tagihan kelebihan pajak a. Claim for tax refund 31 Desember/December Juni/ June 30, Pajak pertambahan nilai Value added tax b. Utang pajak kini b. Current tax liabilities 31 Desember/December Juni/ June 30, Pajak penghasilan badan Corporate income tax (lihat Catatan 8d) (refer to Note 8d) Pasal Article c. Beban pajak c. Tax expense Periode Enam Bulan yang Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember/ Berakhir pada tanggal 30 Juni/ Year ended December 31 Six Month period ended June 30, (Disajikan kembali/as restated) 2014 (tidak diaudit/ unaudited) (Disajikan kembali/ 2015 as restated) Kini - final Current - final Kini - non final Current - non final Tangguhan (lihat Catatan 8c) (199) (3.138) (3.111) (2.644) Deferred (refer to Note 8c) Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan dengan hasil perkalian laba akuntansi sebelum pajak penghasilan dan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut: The reconciliation between income tax expense and the theoretical tax amount on the Company s income before tax expense are as follows: Periode Enam Bulan yang Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember/ Berakhir pada tanggal 30 Juni/ Year ended December 31 Six Month period ended June 30, (Disajikan kembali/as restated) 2014 (tidak diaudit/ unaudited) (Disajikan kembali/ 2015 as restated) Laba sebelum beban pajak Income before tax expense Pajak dihitung pada tarif pajak Tax calculated at tax rates Penghasilan bunga Interest income subject to dikenakan pajak final (953) (2.986) (4.949) (1.757) (1.656) final tax Beban yang tidak dapat dikurangkan Non-deductible expenses Pajak penghasilan pasal 4 (2) - final Income tax article 4 (2) - final Penyesuaian pajak tangguhan (27) Adjustment on deferred tax Beban pajak Tax expense 210

233 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 8. PERPAJAKAN (lanjutan) 8. TAXATION (continued) c. Beban pajak (lanjutan) c. Tax expense (continued) Rekonsiliasi antara laba sebelum beban pajak menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dengan penghasilan kena pajak adalah sebagai berikut: Reconciliation between income before tax expense, as shown in the statements of profit or loss and other comprehensive income, and estimated taxable income is as follows: Periode Enam Bulan yang Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember/ Berakhir pada tanggal 30 Juni/ Year ended December 31 Six Month period ended June 30, (Disajikan kembali/as restated) 2014 (tidak diaudit/ unaudited) (Disajikan kembali/ 2015 as restated) Laba sebelum beban pajak Income before tax expense Koreksi fiskal: Fiscal corrections: Beda temporer Temporary differences Penyisihan kerugian penurunan nilai - (19) (19) (166) (216) Provision for impairment losses Selisih antara nilai buku aset Difference in net book value tetap komersial dan fiskal (359) (545) between commercial and fiscal Penyisihan imbalan kerja karyawan Provision for employee benefits Penyisihan bonus (9.600) (5.839) Provision for bonus Penyisihan suspend Provision for suspend (4.729) Beda tetap Permanent differences Beban yang tidak dapat dikurangkan Non-deductible expenses Penghasilan bunga dikenakan pajak final (3.812) (11.941) (19.798) (7.026) (6.626) Interest income subject to final tax (497) (3.647) (15.057) 441 (4.738) Penghasilan kena pajak Taxable income Beban pajak Tax expense Dikurangi: Less: Pajak dibayar dimuka Prepaid taxes Pasal (1.567) (205) (14) Article 23 Pasal 25 (41.600) (33.174) (71.384) (51.692) (27.753) Article 25 Utang pajak penghasilan badan Corporate income tax payable Pendapatan bunga yang Interest income dikenakan pajak final subject to final tax Pajak penghasilan pasal 4 (2) - final Income tax article 4 (2) - final Dikurangi: Less: Pajak dibayar di muka (762) (2.389) (3.960) (1.405) (1.325) Prepaid tax Laba kena pajak hasil rekonsiliasi tahun 2015, 2014, 2013 dan 2012 menjadi dasar dalam pengisian Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan Badan. Taxable income which is a result from the reconciliation for the year 2014, 2013 and 2012 will be used as basis in submission of the Company s Annual Corporate Tax Return. 211

234 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 8. PERPAJAKAN (lanjutan) 8. TAXATION (continued) d. Aset/(liabilitas) pajak tangguhan - neto d. Deferred tax assets/(liabilities) - net 30 Juni/June 30, 2015 Manfaat (beban) pajak tangguhan/ Saldo awal/ Deferred tax Saldo akhir/ Beginning income Penyesuaian/ Ending balance (expenses) Adjustment balance Aset pajak tangguhan dampak dari laporan Deferred tax assets effect laba rugi dan from statement of penghasilan profit or loss and other komprehensif lain comprehensive income Cadangan kerugian Allowance for penurunan nilai impairment losses Selisih antara nilai buku Difference in net book value aset tetap komersial of fixed assets between dan fiskal commercial and fiscal Penyisihan imbalan Provision for employee kerja karyawan benefits Penyisihan bonus (2.400) Provision for bonus Penyisihan suspend Provision for suspend Aset pajak tangguhan Deferred tax assets effect dampak dari ekuitas from equity Kerugian aktuarial atas liabilitas imbalan Actuarial loss on employee kerja karyawan benefits liabilities Desember/December 31, 2014 (Disajikan kembali/as restated) Manfaat (beban) pajak tangguhan/ Saldo awal/ Deferred tax Saldo akhir/ Beginning income Penyesuaian/ Ending balance (expenses) Adjustment balance Aset pajak tangguhan dampak dari laporan Deferred tax assets effect laba rugi dan from statement of penghasilan profit or loss and other komprehensif lain comprehensive income Cadangan kerugian Allowance for penurunan nilai 203 (5) impairment losses Selisih antara nilai buku Difference in net book value aset tetap komersial of fixed assets between dan fiskal 397 (90) commercial and fiscal Penyisihan imbalan Provision for employee kerja karyawan benefits Penyisihan bonus Provision for bonus Penyisihan suspend Provision for suspend Aset pajak tangguhan Deferred tax assets effect dampak dari ekuitas from equity Kerugian aktuarial atas liabilitas imbalan Actuarial loss on employee kerja karyawan benefits liabilities

235 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 8. PERPAJAKAN (lanjutan) 8. TAXATION (continued) d. Aset/(liabilitas) pajak tangguhan - neto (lanjutan) d. Deferred tax assets/(liabilities) - net (continued) 31 Desember/December 31, 2013 (Disajikan kembali/as restated) Manfaat (beban) pajak tangguhan/ Saldo awal/ Deferred tax Saldo akhir/ Beginning income Penyesuaian/ Ending balance (expenses) Adjustment balance Aset pajak tangguhan dampak dari laporan Deferred tax assets effect laba rugi dan from statements of penghasilan profit or loss and other komprehensif lain comprehensive income Cadangan kerugian Allowance for penurunan nilai 245 (42) impairment losses Selisih antara nilai buku Difference in net book value aset tetap komersial of fixed assets between dan fiskal (63) commercial and fiscal Penyisihan imbalan Provision for employee kerja karyawan benefits Penyisihan bonus Provision for bonus Aset pajak tangguhan Deferred tax assets effect dampak dari ekuitas from equity Kerugian aktuarial atas liabilitas imbalan Actuarial loss on employee kerja karyawan (812) benefits liabilities Desember/December 31, 2012 (Disajikan kembali/as restated) Manfaat (beban) pajak tangguhan/ Saldo awal/ Deferred tax Saldo akhir/ Beginning income Penyesuaian/ Ending balance (expenses) Adjustment balance Aset pajak tangguhan dampak dari laporan Deferred tax assets effect laba rugi dan from statements of penghasilan profit or loss and other komprehensif lain comprehensive income Cadangan kerugian Allowance for penurunan nilai 299 (54) impairment losses Selisih antara nilai buku Difference in net book value aset tetap komersial of fixed assets between dan fiskal 46 (136) 27 (63) commercial and fiscal Penyisihan imbalan Provision for employee kerja karyawan benefits Penyisihan bonus Provision for bonus Aset pajak tangguhan Deferred tax assets effect dampak dari ekuitas from equity Kerugian aktuarial atas liabilitas imbalan Actuarial loss on employee kerja karyawan benefits liabilities

236 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 8. PERPAJAKAN (lanjutan) 8. TAXATION (continued) e. Surat ketetapan pajak e. Tax assessment letter Tahun pajak 2006 Fiscal year 2006 Pada bulan September 2008, Perseroan menerima surat ketetapan pajak yang menyatakan lebih bayar atas pajak penghasilan (PPh) Badan untuk tahun pajak 2006 sebesar Rp6.588 dari sejumlah Rp6.574 yang diklaim oleh Perseroan dan ketetapan kurang bayar atas Pajak Pertambahan Nilai (PPN), PPh 23 dan PPh 21 sebesar Rp Perseroan membayarkan sejumlah Rp9.438 setelah mengurangkan dengan kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan pada bulan Oktober Perseroan tidak menyetujui SKPKB PPN tahun pajak 2006 dan mengajukan keberatan atas sebagian ketetapan ini sebesar Rp pada tanggal 10 Desember Pada tanggal 2 Oktober 2009, Perseroan telah menerima Keputusan Kantor Pajak berkaitan dengan pengurangan sanksi administrasi atas PPN untuk tahun pajak 2006 sebesar Rp15. Pada tanggal 21 Oktober 2009, Kantor Pajak menolak semua sisa keberatan Perseroan. Perseroan mengajukan banding atas keputusan tersebut ke Pengadilan Pajak pada tanggal 29 Oktober Pengadilan Pajak mengabulkan banding yang diajukan oleh Perseroan melalui suratnya No. PUT.29774/PP/M/XVII/16/2011 dan PUT.29775/PP/M/XVII/16/2011 tanggal 15 Maret 2011 yang membatalkan koreksi kantor pajak mengenai objek Pajak Pertambahan Nilai atas penjualan kendaraan jaminan dan diskon asuransi, dimana Pengadilan Pajak memutuskan bahwa penjualan kendaraan jaminan dan diskon asuransi bukan merupakan objek Pajak Pertambahan Nilai. Perseroan memperoleh surat restitusi pajak tertanggal 9 Mei 2011 dan menerima pembayaran dari Kantor Pajak sejumlah Rp dan bunga sebesar Rp Kantor Pajak telah mengajukan Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung pada tanggal 30 Juni Mahkamah Agung menolak permohonan Peninjauan Kembali dari Kantor Pajak tersebut dengan surat putusan No. 749/B/PK/PJK/2011 tanggal 2 Agustus In September 2008, the Company received a tax assessment letter for fiscal year 2006 confirming an overpayment of corporate income tax amounting to Rp6,588 out of Rp6,574 claimed by the Company and underpayment of VAT, income tax article 23 and 21 amounting to Rp16,026. The Company paid the amount of Rp9,438 after offsetting with overpayment of corporate income tax in October The Company did not agree with the tax underpayment of VAT for fiscal year 2006 and submitted an objection against part of these assessments amounting to Rp16,012 on 10 December On 2 October 2009, the Company accepted the Tax Office Decision in relation to the reduction in 2006 VAT administration sanction of Rp15. On 21 October 2009, the Tax Office rejected all of the Company s remaining objections. The Company submitted an appeal to the tax court on 29 October The Tax Court accepted the Company s appeal through its letter No. PUT.29774/PP/M/XVII/16/2011 and PUT.29775/PP/M/XVII/16/2011 dated 15 March 2011 which cancelled the Tax Office s assessment concerning VAT on sale of repossessed collateral and insurance discount, whereby the Tax Court decided that sale of repossessed collateral and insurance discount were not subject to VAT. The Company obtained a tax refund letter dated 9 May 2011 and then received the tax refund from the Tax Office amounting Rp14,071 and interest of Rp6,754. The Tax Office has filed a Judicial Review to the Supreme Court on 30 June The Supreme Court has rejected the appeal for Judicial Review from the Tax Office with its decision letters No. 749/B/PK/PJK/2011 dated 2 August

237 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 8. PERPAJAKAN (lanjutan) 8. TAXATION (continued) e. Surat ketetapan pajak (lanjutan) e. Tax assessment letter (continued) Tahun pajak 2006 (lanjutan) Perseroan memperoleh surat restitusi pajak perihal pengurangan denda untuk tahun pajak 2006 tertanggal 22 Agustus 2013 dan menerima pembayaran dari Kantor Pajak sejumlah Rp Fiscal year 2006 (continued) The Company obtained a tax refund letter regarding deduction of tax penalty for fiscal year 2006 dated 22 August 2013 and then received the tax refund from the Tax Office to a total amount of Rp1,930. Tahun pajak 2005 Fiscal year 2005 Pada tahun 2007, Perseroan menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar atas berbagai macam pajak yang menghasilkan jumlah kurang bayar sebesar Rp4.037 dibandingkan Rp1.633 pajak lebih bayar yang diklaim sebelumnya oleh Perseroan. Perseroan tidak menyetujui ketetapan kurang bayar sebesar Rp5.670 dan telah mengajukan surat keberatan ke Kantor Pajak pada bulan Juni Pada bulan Juni 2007, Perseroan juga telah menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar atas pajak penghasilan badan sebesar Rp893 untuk tahun pajak 2005 dibandingkan Rp4.019 yang diklaim sebelumnya oleh Perseroan. Perseroan tidak menyetujui ketetapan lebih bayar sebesar Rp3.116 dan juga telah mengajukan surat keberatan ke Kantor Pajak pada bulan Juni Perseroan telah membayar seluruh kurang bayar tersebut setelah dikurangi dengan penerimaan restitusi pajak penghasilan badan sebesar Rp3.144 pada tanggal 23 April Jumlah sebesar Rp4.393 telah dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain tahun Pada bulan Juni 2008, Kantor Pajak memutuskan hanya menerima keberatan Perseroan sebesar Rp133 atas PPh badan dan PPh Pasal 21 untuk tahun fiskal Pada tanggal 3 September 2008, Perseroan tidak setuju atas hasil tersebut dan telah mengajukan banding ke Pengadilan Pajak. In 2007, the Company received an underpayment tax assessment letter on various taxes which resulted in net tax underpayment of Rp4,037 compared to overpayment of Rp1,633 previously claimed by the Company. The Company disagreed with the underpayment assessment amounting to Rp5,670 and submitted an objection letter to the Tax Office in June In June 2007, the Company also received a tax assessment letter confirming a corporate income tax overpayment amounting to Rp893 for fiscal year 2005 compared to overpayment of Rp4,019 previously claimed by the Company. The Company disagreed with the assessment amounting to Rp3,116 and submitted an objection letter to the Tax Office in June The Company paid all tax underpayment after deduction of the corporate income tax overpayment amounting to Rp3,144 on 23 April Total tax expenses of Rp4,393 were charged to the 2007 statement of profit or loss and other comprehensive income. In June 2008, the Tax Authority decided to only accept Rp133 of the Company s objection on the net overpayment of corporate income tax and income tax article 21 for fiscal year On 3 September 2008, the Company disagreed with this result and submitted an appeal to the Tax Court. 215

238 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 8. PERPAJAKAN (lanjutan) 8. TAXATION (continued) e. Surat ketetapan pajak (lanjutan) e. Tax assessment letter (continued) Tahun pajak 2005 (lanjutan) Pengadilan Pajak mengabulkan banding yang diajukan oleh Perseroan melalui suratnya No /PP/M/XVII/16/2009 dan 19119/PP/M/XVII tanggal 28 Juli 2009 yang membatalkan koreksi kantor pajak mengenai objek Pajak Pertambahan Nilai atas penjualan kendaraan jaminan, dimana Pengadilan Pajak memutuskan bahwa penjualan kendaraan jaminan bukan merupakan objek Pajak Pertambahan Nilai karena penyerahan aset terjadi dari konsumen kepada pemilik baru. Perseroan memperoleh surat restitusi pajak tertanggal 19 Agustus 2009 dan menerima pembayaran dari Kantor Pajak sejumlah Rp9.715 (termasuk bunga sebesar Rp1.628). Pada tanggal 9 November 2009, Perseroan telah menerima Keputusan Kantor Pajak berkaitan dengan pengurangan sanksi administrasi atas PPN untuk tahun pajak 2005 sejumlah Rp523. Sehingga, secara keseluruhan pada tahun 2009 Perseroan telah menerima restitusi pajak sejumlah Rp untuk tahun pajak Kantor Pajak telah mengajukan Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung pada tanggal 17 November Mahkamah Agung menolak permohonan Peninjauan Kembali dari Kantor Pajak tersebut dengan surat putusan No. 124/B/PK/PJK/2010 tanggal 7 Juni 2011 dan No. 126/B/PK/PJK/2010 tanggal 22 September Fiscal year 2005 (continued) The Tax Court accepted the Company s appeal through its letter No /PP/M/XVII/16/2009 and 19119/PP/M/XVII dated 28 July 2009 which cancelled the Tax Office s assessment concerning VAT on sale of repossessed collateral, whereby the Tax Court decided that sale of repossessed collateral was not subject to VAT due to the transfer of assets being from the consumer (debtor) to new owner. The Company obtained a tax refund letter dated 19 August 2009 and then received the tax refund from the Tax Office to a total amount of Rp9,715 (including Rp1,628 interest). In addition, on 9 November 2009, the Company accepted the Tax Office Decision in relation to the deduction of administration sanction for VAT fiscal year 2005 amounting to Rp523. Therefore, the Company received a tax refund amounting to Rp10,238 for fiscal year The Tax Office has filed a Judicial Review to the Supreme Court on 17 November The Supreme Court has rejected the appeal for Judicial Review from the Tax Office with its decision letter No. 124/B/PK/PJK/2010 dated 7 June, 2011 and decision letter No. 126/B/PK/PJK/2010 dated 22 September f. Administrasi f. Administration Berdasarkan Undang-Undang Perpajakan yang berlaku di Indonesia, Perseroan menghitung, menetapkan dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang. Direktur Jenderal Pajak ("DJP") dapat menetapkan atau mengubah liabilitas pajak dalam jangka waktu tertentu. Untuk tahun pajak 2007 dan sebelumnya, jangka waktu tersebut adalah sepuluh tahun sejak saat terutangnya pajak tetapi tidak lebih dari tahun 2013, sedangkan untuk tahun pajak 2008 dan seterusnya, jangka waktunya adalah lima tahun sejak saat terutangnya pajak. Under the Taxation Laws of Indonesia, the Company submits tax returns on the basis of self assessment. The Director General of Taxes ("DGT") may assess or amend taxes within a certain period. For the fiscal years of 2007 and before, this period is within ten years from the time the tax becomes due, but no later than 2013, while for fiscal years of 2008 and onwards, the period is within five years from the time the tax becomes due. 216

239 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 9. ASET TETAP 9. FIXED ASSETS 30 Juni/June 30, Januari/ Penambahan/ (Pengurangan)/ Reklasifikasi/ 30 Juni/ January 1 Additions (Deductions) Reclassifications June 30 Aset tetap Fixed assets Kepemilikan langsung Direct ownership Harga perolehan Cost Tanah Land Bangunan Buildings Kendaraan Vehicles Perabotan dan peralatan kantor (694) Furniture and office equipment Renovasi bangunan sewa Leasehold improvement Aset dalam pengerjaan Construction in progress (694) Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation Bangunan (2.262) (811) - - (3.073) Buildings Kendaraan (1) (1) - - (2) Vehicles Perabot dan peralatan kantor (31.132) (5.454) (35.893) Furniture and office equipment Renovasi bangunan sewa (12.346) (2.075) - - (14.421) Leasehold improvement (45.741) (8.341) (53.389) Nilai buku neto Net book value 31 Desember/December 31, Januari/ Penambahan/ (Pengurangan)/ Reklasifikasi/ 31 Desember/ January 1 Additions (Deductions) Reclassifications December 31 Aset tetap Fixed assets Kepemilikan langsung Direct ownership Harga perolehan Cost Tanah Land Bangunan Buildings Kendaraan Vehicles Perabotan dan peralatan kantor (2.066) Furniture and office equipment Renovasi bangunan sewa Leasehold improvement Aset dalam pengerjaan (24.857) - Construction in progress (2.066) Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation Bangunan (1.830) (432) - - (2.262) Buildings Kendaraan - (1) - - (1) Vehicles Perabot dan peralatan kantor (25.176) (8.015) (31.132) Furniture and office equipment Renovasi bangunan sewa (8.852) (3.494) - - (12.346) Leasehold improvement (35.858) (11.942) (45.741) Nilai buku neto Net book value 31 Desember/December 31, Januari/ Penambahan/ (Pengurangan)/ Reklasifikasi/ 31 Desember/ January 1 Additions (Deductions) Reclassifications December 31 Aset tetap Fixed assets Kepemilikan langsung Direct ownership Harga perolehan Cost Tanah Land Bangunan (95) Buildings Kendaraan (480) - - Vehicles Perabotan dan peralatan kantor (531) Furniture and office equipment Renovasi bangunan sewa Leasehold improvement Aset dalam pengerjaan (3.842) Construction in progress (1.106)

240 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 9. ASET TETAP (lanjutan) 9. FIXED ASSETS (continued) 31 Desember/December 31, 2013 (lanjutan/continued) 1 Januari/ Penambahan/ (Pengurangan)/ Reklasifikasi/ 31 Desember/ January 1 Additions (Deductions) Reclassifications December 31 Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation Bangunan (1.560) (306) 36 - (1.830) Buildings Kendaraan (304) Vehicles Perabot dan peralatan kantor (19.684) (6.023) (25.176) Furniture and office equipment Renovasi bangunan sewa (4.179) (4.673) - - (8.852) Leasehold improvement (25.727) (11.002) (35.858) Nilai buku neto Net book value 31 Desember/December 31, Januari/ Penambahan/ (Pengurangan)/ Reklasifikasi/ 31 Desember/ January 1 Additions (Deductions) Reclassifications December 31 Aset tetap Fixed assets Kepemilikan langsung Direct ownership Harga perolehan Cost Tanah Land Bangunan Buildings Kendaraan (970) Vehicles Perabotan dan peralatan kantor (1.989) Furniture and office equipment Renovasi bangunan sewa Leasehold improvement Aset dalam pengerjaan Construction in progress (2.959) Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation Bangunan (1.445) (115) - - (1.560) Buildings Kendaraan (733) (258) (304) Vehicles Perabot dan peralatan kantor (17.179) (4.487) (19.684) Furniture and office equipment Renovasi bangunan sewa (2.344) (1.835) - - (4.179) Leasehold improvement (21.701) (6.695) (25.727) Nilai buku neto Net book value Rincian aset dalam penyelesaian adalah sebagai berikut: Details of construction in progress are as follows: 30 Juni/June 30, 2015 Estimasi tahun Persentase penyelesaian/ penyelesaian/ Jumlah/ Estimated year Percentage of Amount of completion completion Renovasi dalam penyelesaian untuk pembukaan jaringan Renovation in progress usaha baru ,00% for new business networks Desember/December 31, 2013 Estimasi tahun Persentase penyelesaian/ penyelesaian/ Jumlah/ Estimated year Percentage of Amount of completion completion Renovasi dalam penyelesaian untuk pembukaan jaringan Renovation in progress usaha baru % - 95% for new business networks

241 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 9. ASET TETAP (lanjutan) 9. FIXED ASSETS (continued) 31 Desember/December 31, 2012 Estimasi tahun Persentase penyelesaian/ penyelesaian/ Jumlah/ Estimated year Percentage of Amount of completion completion Renovasi dalam penyelesaian untuk pembukaan jaringan Renovation in progress usaha baru % - 95% for new business networks Seluruh aset tetap kepemilikan langsung kecuali tanah, telah diasuransikan dengan, PT Asuransi Raksa Pratikara (pihak ketiga) dengan jumlah pertanggungan asuransi sebesar Rp pada tanggal 30 Juni 2015, PT Mandiri AXA General Insurance (pihak berelasi) sebesar Rp dan PT Asuransi Adira Dinamika (pihak ketiga) sebesar Rp dan Rp masing-masing pada tanggal 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 yang menurut manajemen cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian karena kebakaran, kebanjiran, huru-hara dan gempa bumi. Tanah Perseroan berupa sertifikat Hak Guna Bangunan ( HGB ) yang mempunyai masa manfaat selama 20 sampai dengan 30 tahun yang akan jatuh tempo antara 21 Oktober 2017 sampai dengan 24 September Manajemen berpendapat bahwa HGB tersebut dapat diperbaharui atau diperpanjang pada saat jatuh tempo. Rincian keuntungan atas pelepasan aset tetap adalah sebagai berikut: Direct ownership fixed assets, except for land, are insured with a third party, PT Asuransi Raksa Pratikara (third party), for a sum insured of Rp84,250 as of 30 June 2015, PT Mandiri AXA General Insurance (related party) for a sum insured of Rp98,845 and PT Asuransi Adira Dinamika (third party) for a sum insured of Rp73,680 and Rp49,655 as of 31 December 2014, 2013 and 2012, respectively which according to the management is sufficient to cover possible losses due to fire, flood, public disorder/riots and earthquake. Land is held in the form of certificates of Hak Guna Bangunan ( HGB ) which have useful lives of 20 to 30 years, which will be due ranging from 21 October 2017 to 24 September Management believes that the HGB can be renewed or extended upon expiration. Details of gain on disposal of fixed assets are as follows: Periode Enam Bulan yang Berakhir pada tanggal 30 Juni/ Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember/ Six Month period ended June 30, Year ended December (tidak diaudit/ 2015 unaudited) Proceed from disposal of fixed Hasil pelepasan aset tetap assets Nilai buku aset tetap (1) (127) (7) (235) (283) Book value Laba atas pelepasan aset tetap Gain on disposal of fixed assets Keuntungan atas pelepasan aset tetap diakui sebagai bagian dari pendapatan lain-lain pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Gain on disposal of fixed assets is recognized as part of other income in the statement of profit or loss and other comprehensive income. 219

242 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 9. ASET TETAP (lanjutan) 9. FIXED ASSETS (continued) Manajemen berpendapat tidak terdapat indikasi penurunan nilai atas aset tetap yang dimiliki perseroan pada tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan Pada tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012, jumlah bruto dari aset tetap yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan adalah masing-masing sebesar Rp24.014, Rp22.420, Rp dan Rp Tidak ada aset tetap yang dijadikan jaminan atas pinjaman bank pada tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan Management believes that there is no impairment of Company s fixed assets as of 30 June 2015, 31 December 2014, 2013 and As of 30 June 2015, 31 December 2014, 2013 and 2012, the gross amount of fixed assets which have been fully depreciated and still being used amounted to Rp24,014, Rp22,420, Rp15,013 and Rp8,946, respectively. There were no fixed assets pledged as collateral for bank loans as of 30 June 2015, 31 December 2014, 2013 and ASET LAIN-LAIN 10. OTHER ASSETS 31 Desember/December Juni/ June 30, Pihak ketiga Third parties Setoran dalam perjalanan Deposit in transit Sewa dibayar di muka Prepaid rent Asuransi dibayar di muka Prepaid insurance Piutang bunga Interest receivable Piutang karyawan Employee receivables Perbaikan dan pemeliharaan dibayar di muka Prepaid service and maintenance Lain-lain Others Pihak berelasi Related parties Sewa dibayar di muka Prepaid rent Lain-lain merupakan persediaan materai Perseroan dan uang jaminan untuk penggunaan listrik, air dan telepon yang berkaitan dengan sewa gedung. Lihat Catatan 24a untuk rincian saldo dan transaksi dengan pihak berelasi. Others mainly represent the Company s stamp duty and security deposits for electricity, water and telephone usage related to building rent. Refer to Note 24a for details of balances and transactions with related parties. 11. UTANG USAHA 11. TRADE PAYABLES 31 Desember/December Juni/ June 30, Pihak ketiga Third parties Utang kendaraan Vehicle payables Utang asuransi Insurance payables

243 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 11. UTANG USAHA (lanjutan) 11. TRADE PAYABLES (continued) Utang usaha merupakan utang kepada pemasok atas pembiayaan kendaraan bermotor dan utang kepada perusahaan asuransi yang berkaitan dengan pembiayaan kendaraan bermotor. Trade payables represent payables to suppliers for motor vehicle financing and payables to insurance companies in relation to motor vehicle financing. 12. UTANG LAIN-LAIN 12. OTHER PAYABLES 31 Desember/December Juni/ June 30, Pihak ketiga Third parties Titipan konsumen Customer deposits Liabilitas pajak Tax liabilities Pasal Article 21 Pasal Article 23 PPh Final Final Tax PPN keluaran VAT out Lain-lain Others Pihak berelasi Related parties PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT Tunas Ridean Tbk PT Tunas Ridean Tbk Titipan konsumen terutama berhubungan dengan cicilan pembayaran piutang pembiayaan konsumen yang masih dalam proses identifikasi. Lain-lain terutama terdiri dari utang kepada pihak ketiga yang berkaitan dengan biaya notaris, fidusia, dan pembelian aset tetap. Lihat Catatan 24b untuk rincian saldo dan transaksi pihak berelasi. Customer deposits represent installment of consumer financing receivables which are still in identification process. Others mainly consist of payables to third parties related to notary fee, fiduciary, and purchasing of fixed assets. Refer to Note 24b for details of balances and transactions with related parties. 13. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR 13. ACCRUED EXPENSES 31 Desember/December Juni/ June 30, Pihak ketiga Third parties Gaji dan tunjangan Salaries and allowances Bunga yang masih harus dibayar Accrued interest Promosi Promotion Telepon Telephone Perbaikan dan pemeliharaan Repairs and maintenance Lain-lain Others Pihak berelasi Related parties Bunga yang masih harus dibayar Accrued interest Lain-lain terutama terdiri dari beban yang masih harus dibayar jasa profesional, listrik dan air, jamuan dan sewa Electronic Data Capture (EDC). Others mainly consist of accrued proffesional fees, utilities, entertainment and Electronic Data Capture (EDC) rent. 221

244 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 14. PINJAMAN BANK 14. BANK LOANS 31 Desember/December Juni/ June 30, Revolving Revolving Non revolving Non revolving Biaya provisi yang belum diamortisasi (15.017) (14.662) (14.764) (14.136) Unamortized provision cost Jumlah fasilitas yang ditarik/ Jumlah pinjaman/ Jatuh tempo fasilitas/ Withdrawn facility amount Loan amount Maturity date of the facility 30 Juni/ 31 Desember/ 30 Juni/ 31 Desember/ 30 Juni/ 31 Desember/ June 30, 2015 December 31, 2014 June 30, 2015 December 31, 2014 June 30, 2015 December 31, 2014 Revolving Rupiah Pihak ketiga /Third parties Maret/ PT Bank Central Asia Tbk March Juli/ July Juli/ PT Bank Danamon Indonesia Tbk July Juni/ June Juni/ June Juli/ PT HSBC Indonesia Tbk July Maret/ PT Bank KEB Hana Indonesia March Mei/ PT Bank Panin Tbk May Jumlah /Total Revolving Revolving Rupiah Pihak berelasi/related parties Januari/ PT Bank NegaraIndonesia (Persero) Tbk January 2015 Februari/ February 2015 Maret/ March 2015 Maret/ March 2015 April/ April 2015 Mei/ May 2015 Juni/ Juni/ June 2015 June 2015 Juni/ Juni/ June 2015 June 2015 Juni/ Juni/ June 2015 June 2015 Juli/ Juli/ July 2015 July 2015 Juli/ Juli/ July 2015 July 2015 Agustus/ Agustus/ August 2015 August

245 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 14. PINJAMAN BANK (lanjutan) 14. BANK LOANS (continued) Revolving (lanjutan/continued) Rupiah (lanjutan/continued) Pihak berelasi (lanjutan)/related parties (continued) Jumlah fasilitas yang ditarik/ Jumlah pinjaman/ Jatuh tempo fasilitas/ Withdrawn facility amount Loan amount Maturity date of the facility 30 Juni/ 31 Desember/ 30 Juni/ 31 Desember/ 30 Juni/ 31 Desember/ June 30, 2015 December 31, 2014 June 30, 2015 December 31, 2014 June 30, 2015 December 31, 2014 PT Bank NegaraIndonesia (Persero) Tbk Agustus/ Agustus/ (lanjutan/continued) August 2015 August 2015 Agustus/ Agustus/ August 2015 August 2015 September/ September/ September 2015 September 2015 September/ September/ September 2015 September 2015 September/ September/ September 2015 September 2015 September/ September Oktober/ Oktober/ October 2015 October 2015 Oktober/ Oktober/ October 2015 October 2015 Oktober/ Oktober/ October 2015 October 2015 Oktober/ Oktober/ October 2015 October 2015 November/ November/ November 2015 November 2015 November/ November/ November 2015 November 2015 Februari/ February Februari/ February April/ April/ April 2016 April 2016 Mei/ Mei/ May 2016 May 2016 Juni/ Juni/ June 2016 June 2016 April/ April 2015 Mei/ May 2015 April/ April Juni/ June Agustus/ August Desember/ Desember/ PT Bank Mandiri (Persero) Tbk December 2017 December 2017 Desember/ Desember/ December 2017 December 2017 Desember/ Desember/ December 2017 December 2017 Januari/ January Januari/ January Januari/ January Februari/ February Februari/ February Maret/ March Maret/ March Maret/ March Juni/ June

246 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 14. PINJAMAN BANK (lanjutan) 14. BANK LOANS (continued) Revolving (lanjutan/continued) Rupiah (lanjutan/continued) Pihak berelasi (lanjutan)/related parties (continued) Jumlah fasilitas yang ditarik/ Jumlah pinjaman/ Jatuh tempo fasilitas/ Withdrawn facility amount Loan amount Maturity date of the facility 30 Juni/ 31 Desember/ 30 Juni/ 31 Desember/ 30 Juni/ 31 Desember/ June 30, 2015 December 31, 2014 June 30, 2015 December 31, 2014 June 30, 2015 December 31, 2014 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Desember/ (lanjutan/continued) December Desember/ December Jumlah/Total revolving Non revolving Rupiah Pihak ketiga /Third parties Juni/ Juni/ PT Bank Central Asia Tbk June 2015 June 2015 Juni/ Juni/ June 2015 June 2015 Juli/ Juli/ July 2015 July 2015 Juli/ Juli/ July 2015 July 2015 Juli/ Juli/ July 2015 July 2015 Agustus/ Agustus/ August 2015 August 2015 September/ September/ September 2015 September 2015 Oktober/ Oktober/ October 2015 October 2015 Januari/ Januari/ January 2016 January 2016 Januari/ Januari/ January 2016 January 2016 Februari/ Februari/ February 2016 February 2016 Maret/ Maret/ March 2016 March 2016 Maret/ Maret/ March 2016 March 2016 September/ September/ September 2016 September 2016 September/ September/ September 2016 September 2016 Maret/ Maret/ March 2016 March 2016 Juni/ June Juni/ June Juni/ June Maret/ March Maret/ Maret/ PT Bank Commonwealth March 2016 March 2016 Maret/ Maret/ March 2016 March 2016 April/ April/ April 2016 April 2016 Juni/ Juni/ June 2017 June 2017 Juni/ Juni/ June 2017 June

247 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 14. PINJAMAN BANK (lanjutan) 14. BANK LOANS (continued) Jumlah fasilitas yang ditarik/ Jumlah pinjaman/ Jatuh tempo fasilitas/ Withdrawn facility amount Loan amount Maturity date of the facility 30 Juni/ 31 Desember/ 30 Juni/ 31 Desember/ 30 Juni/ 31 Desember/ June 30, 2015 December 31, 2014 June 30, 2015 December 31, 2014 June 30, 2015 December 31, 2014 Non revolving (lanjutan/continued) Rupiah (lanjutan/continued) Pihak ketiga (lanjutan)/third parties (continued) Februari/ PT Bank Panin Tbk February 2015 Maret/ March 2015 April/ April 2015 Mei/ May 2015 September/ September/ September 2015 September 2015 September/ September/ September 2015 September 2015 Oktober/ Oktober/ October 2015 October 2015 Oktober/ Oktober/ October 2015 October 2015 November/ November/ November 2015 November 2015 Desember/ Desember/ December 2015 December 2015 Desember/ Desember/ December 2015 December 2015 Desember/ Desember/ December 2015 December 2015 Desember/ Desember/ December 2015 December 2015 Desember/ Desember/ December 2016 December 2016 Januari/ Januari/ January 2016 January 2016 Januari/ Januari/ January 2016 January 2016 Januari/ Januari/ January 2016 January 2016 Maret/ Maret/ March 2016 March 2016 Maret/ Maret/ March 2017 March 2017 Maret/ Maret/ March 2016 March 2016 Maret/ Maret/ March 2016 March 2016 Juni/ Juni/ June 2016 June 2016 Juni/ Juni/ June 2016 June 2016 Juni/ Juni/ June 2016 June 2016 Agustus/ Agustus/ August 2016 August 2016 Agustus/ Agustus/ August 2016 August 2016 Desember/ Desember/ December 2016 December 2016 Maret/ Maret/ March 2017 March 2017 Maret/ Maret/ March 2017 March 2017 Maret/ Maret/ March 2017 March 2017 Mei/ Mei/ May 2017 May 2017 Juni/ Juni/ June 2017 June 2017 Juni/ Juni/ June 2017 June 2017 Juni/ Juni/ June 2017 June

248 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 14. PINJAMAN BANK (lanjutan) 14. BANK LOANS (continued) Jumlah fasilitas yang ditarik/ Jumlah pinjaman/ Jatuh tempo fasilitas/ Withdrawn facility amount Loan amount Maturity date of the facility 30 Juni/ 31 Desember/ 30 Juni/ 31 Desember/ 30 Juni/ 31 Desember/ June 30, 2015 December 31, 2014 June 30, 2015 December 31, 2014 June 30, 2015 December 31, 2014 Non revolving (lanjutan/continued) Rupiah (lanjutan/continued) Pihak ketiga (lanjutan)/third parties (continued) Agustus/ Agustus/ PT Bank Panin Tbk (lanjutan/continued) August 2017 August 2017 September/ September/ September 2017 September 2017 Desember/ Desember/ December 2018 December 2018 Desember/ Desember/ December 2017 December 2017 Desember/ Desember/ December 2017 December 2017 Desember/ Desember/ December 2017 December 2017 Januari/ January Januari/ January Mei/ May Mei/ May Mei/ May Juni/ June Juni/ June Juni/ June Juni/ June Februari/ PT Bank OCBC NISP Tbk February 2015 Bank Of China Limited, Cabang Jakarta Februari/ Jakarta Branch February 2015 Februari/ February 2015 Juni/ Juni/ June 2016 June 2016 Oktober/ Oktober/ October 2015 October 2015 Oktober/ Oktober/ October 2015 October 2015 November/ November/ November 2015 November 2015 Desember/ Desember/ PT Bank CTBC Indonesia December 2017 December 2017 Desember/ Desember/ December 2017 December 2017 Maret/ PT Bank KEB Hana Indonesia March April/ April

249 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 14. PINJAMAN BANK (lanjutan) 14. BANK LOANS (continued) Jumlah fasilitas yang ditarik/ Jumlah pinjaman/ Jatuh tempo fasilitas/ Withdrawn facility amount Loan amount Maturity date of the facility 30 Juni/ 31 Desember/ 30 Juni/ 31 Desember/ 30 Juni/ 31 Desember/ June 30, 2015 December 31, 2014 June 30, 2015 December 31, 2014 June 30, 2015 December 31, 2014 Non revolving (lanjutan/continued) Rupiah (lanjutan/continued) Pihak berelasi/ Related parties Februari/ PT Bank Mandiri (Persero) Tbk February 2015 Mei/ May 2015 Mei/ May 2015 Oktober/ Oktober/ October 2015 October 2015 Oktober/ Oktober/ October 2015 October 2015 Oktober/ Oktober/ October 2015 October 2015 Oktober/ Oktober/ October 2015 October 2015 November/ November/ November 2015 November November/ November/ November 2015 November 2015 November/ November/ November 2015 November 2015 Desember/ Desember/ December 2015 December 2015 Desember/ Desember/ December 2015 December 2015 Desember/ Desember/ December 2015 December 2015 Januari/ Januari/ January 2016 January 2016 April/ April/ April 2016 April 2016 April/ April 2015 Mei/ Mei/ May 2016 May 2016 Mei/ May 2015 Mei/ Mei/ May 2016 May 2016 Juni/ Juni/ June 2016 June 2016 Juni/ Juni/ June 2016 June 2016 Juli/ Juli/ July 2016 July 2016 Agustus/ Agustus/ August 2016 August 2016 Desember/ Desember/ December 2016 December 2016 Januari/ Januari/ January 2017 January 2017 Januari/ Januari/ January 2017 January 2017 Februari/ Februari/ February 2017 February

250 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 14. PINJAMAN BANK (lanjutan) 14. BANK LOANS (continued) Jumlah fasilitas yang ditarik/ Jumlah pinjaman/ Jatuh tempo fasilitas/ Withdrawn facility amount Loan amount Maturity date of the facility 30 Juni/ 31 Desember/ 30 Juni/ 31 Desember/ 30 Juni/ 31 Desember/ June 30, 2015 December 31, 2014 June 30, 2015 December 31, 2014 June 30, 2015 December 31, 2014 Non revolving (lanjutan/continued) Rupiah (lanjutan/continued) Pihak berelasi (lanjutan)/ Related parties (continued) Februari/ Februari/ PT Bank Mandiri (Persero) Tbk February 2017 February 2017 Februari/ Februari/ February 2017 February 2017 Februari/ Februari/ February 2017 February 2017 Maret/ Maret/ March 2017 March 2017 Maret/ Maret/ March 2017 March 2017 Juni/ Juni/ June 2017 June 2017 September/ September/ September 2017 September 2017 September/ September/ September 2017 September 2017 September/ September/ September 2017 September 2017 September/ September/ September 2017 September 2017 Oktober/ Oktober/ October 2017 October 2017 Oktober/ Oktober/ October 2017 October 2017 November/ November/ November 2017 November 2017 November/ November/ November 2017 November 2017 November/ November/ November 2017 November 2017 November/ November/ November 2017 November 2017 Mei/ PT Bank DKI May 2015 Juni/ Juni/ June 2015 June 2015 September/ September/ September 2015 September 2015 Desember/ Desember/ December 2015 December 2015 Desember/ Desember/ December 2015 December 2015 Januari/ Januari/ January 2016 January 2016 Juni/ Juni/ June 2016 June 2016 Juli/ Juli/ July 2016 July 2016 Juli/ Juli/ July 2016 July 2016 September/ September/ September 2016 September 2016 Januari/ Januari/ January 2017 January 2017 Oktober/ Oktober/ October 2017 October 2017 Desember/ Desember/ December 2017 December 2017 Januari/ January Februari/ February Maret/ March Maret/ March April/ April

251 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 14. PINJAMAN BANK (lanjutan) 14. BANK LOANS (continued) Non revolving (lanjutan/continued) Rupiah (lanjutan/continued) Pihak berelasi (lanjutan)/ Related parties (continued) Jumlah fasilitas yang ditarik/ Jumlah pinjaman/ Jatuh tempo fasilitas/ Withdrawn facility amount Loan amount Maturity date of the facility 30 Juni/ 31 Desember/ 30 Juni/ 31 Desember/ 30 Juni/ 31 Desember/ June 30, 2015 December 31, 2014 June 30, 2015 December 31, 2014 June 30, 2015 December 31, 2014 PT Bank Pembangunan Daerah November/ November/ Jawa Barat dan Banten Tbk November 2015 November 2015 November/ November/ November 2015 November 2015 November/ November/ November 2015 November 2015 November/ November/ November 2015 November 2015 November/ November/ November 2015 November 2015 November/ November/ November 2015 November 2015 April/ April/ April 2017 April 2017 Maret/ Maret/ March 2017 March 2017 April/ April/ April 2017 April 2017 Desember/ Desember/ December 2017 December 2017 Mei/ May Desember/ December Jumlah/Total non-revolving Jumlah/Total Revolving Rupiah Pihak ketiga/third parties Jumlah fasilitas yang ditarik/ Jumlah pinjaman/ Jatuh tempo fasilitas/ Withdrawn facility amount Loan amount Maturity date of the facility 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ December 2013 December 2012 December 2013 December 2012 December 2013 December 2012 PT Bank Danamon Juni/ Juni/ Indonesia Tbk June 2014 June 2013 Juni/ June 2013 Agustus/ August 2013 November/ November 2013 Februari/ Februari/ February 2014 February 2014 Juli/ Juli/ July 2014 July 2014 Juli/ Juli/ July 2014 July 2014 The Hongkong & Shanghai Banking Corporation Juli/ November/ Limited (HSBC) July 2014 November 2013 September/ Maret/ PT Bank Chinatrust Indonesia September 2014 March 2013 Mei/ Mei/ PT Bank Panin Tbk May 2014 May

252 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 14. PINJAMAN BANK (lanjutan) 14. BANK LOANS (continued) Jumlah fasilitas yang ditarik/ Jumlah pinjaman/ Jatuh tempo fasilitas/ Withdrawn facility amount Loan amount Maturity date of the facility 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ December 2013 December 2012 December 2013 December 2012 December 2013 December 2012 Revolving (lanjutan/continued) Rupiah (lanjutan/continued) Pihak ketiga (lanjutan)/third parties (continued) Maret/ Maret/ PT Bank Central Asia Tbk March 2014 March 2013 Maret/ Maret/ March 2014 March 2013 September/ September September September Juli/ July Juni/ PT Bank CIMB Niaga Tbk June Pihak berelasi/related parties PT Bank Negara Oktober/ Oktober/ Indonesia (Persero) Tbk October 2014 October 2014 Oktober/ October 2013 Desember/ Desember/ December 2014 December 2014 Desember/ December 2013 Desember/ Desember/ December 2014 December 2014 Desember/ December 2013 Desember/ Desember/ December 2014 December 2014 Desember/ Desember/ December 2014 December 2014 Desember/ December 2013 Januari/ Januari/ January 2015 January 2015 Januari/ Januari/ January 2014 January 2014 Januari/ January 2013 Februari/ Februari/ February 2015 February 2015 Februari/ February 2013 Maret/ Maret/ March 2015 March 2015 Maret/ Maret/ March 2014 March 2014 Maret/ Maret/ March 2015 March 2015 Maret/ Maret/ March 2014 March 2014 April/ April/ April 2014 April 2014 April/ April/ April 2015 April 2015 April/ April/ April 2014 April 2014 April/ April 2013 Mei/ Mei/ May 2015 May 2015 Juni/ Juni/ June 2015 June 2015 Juni/ Juni/ June 2015 June 2015 Juni/ Juni/ June 2014 June

253 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 14. PINJAMAN BANK (lanjutan) 14. BANK LOANS (continued) Revolving (lanjutan/continued) Rupiah (lanjutan/continued) Pihak berelasi (lanjutan)/ Related parties (continued) Jumlah fasilitas yang ditarik/ Jumlah pinjaman/ Jatuh tempo fasilitas/ Withdrawn facility amount Loan amount Maturity date of the facility 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ December 2013 December 2012 December 2013 December 2012 December 2013 December 2012 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (lanjutan/continued) Juni/ Juni/ June 2015 June 2015 Juli/ Juli/ July 2015 July 2015 Juli/ Juli/ July 2015 July 2015 Agustus/ Agustus/ August 2015 August 2015 Agustus/ Agustus/ August 2015 August 2015 Agustus/ Agustus/ August 2015 August 2015 September/ September/ September 2015 September 2015 September/ September/ September 2015 September 2015 September/ September/ September 2015 September 2015 Oktober/ Oktober/ October 2015 October 2015 Oktober/ Oktober/ October 2015 October 2015 Oktober/ Oktober/ October 2015 October 2015 Oktober/ Oktober/ October 2015 October 2015 November/ November/ November 2015 November 2015 November/ November/ November 2015 November 2015 April/ April Mei/ May Juni/ June Agustus/ August Agustus/ August Desember/ PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. *) December 2013 Desember/ December 2013 Januari/ January 2014 Januari/ January 2014 Januari/ January 2014 Januari/ January 2014 Januari/ January 2014 Januari/ January 2014 April/ April 2014 Juli/ July 2014 September/ September 2014 Februari/ February

254 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 14. PINJAMAN BANK (lanjutan) 14. BANK LOANS (continued) Revolving (lanjutan/continued) Rupiah (lanjutan/continued) Pihak berelasi (lanjutan)/ Related parties (continued) Jumlah fasilitas yang ditarik/ Jumlah pinjaman/ Jatuh tempo fasilitas/ Withdrawn facility amount Loan amount Maturity date of the facility 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ December 2013 December 2012 December 2013 December 2012 December 2013 December 2012 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. *) Mei/ (lanjutan/continued) May 2015 Mei/ May 2015 Oktober/ October 2015 Oktober/ October 2015 Oktober/ October 2014 Oktober/ October 2014 Oktober/ October 2015 Oktober/ October 2013 Oktober/ October 2014 Oktober/ October 2015 November/ November 2015 November/ November 2014 November/ November 2014 November/ November 2014 November/ November 2015 November/ November 2013 November/ November 2015 Desember/ December 2013 Desember/ December 2014 Desember/ December 2015 Desember/ December 2013 Desember/ December 2014 Desember/ December 2015 Desember/ December 2015 Maret/ March 2014 Desember/ December Desember/ December Desember/ April/ December 2014 April Jumlah/Total revolving *) Pada tanggal 10 April 2013, diadakan perubahan tipe fasilitas dari fasilitas revolving menjadi fasilitas non revolving. *) On 10 April 2013, the type of facilities has been amended from revolving facility to non revolving facility. 232

255 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 14. PINJAMAN BANK (lanjutan) 14. BANK LOANS (continued) Jumlah fasilitas yang ditarik/ Jumlah pinjaman/ Jatuh tempo fasilitas/ Withdrawn facility amount Loan amount Maturity date of the facility 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ December 2013 December 2012 December 2013 December 2012 December 2013 December 2012 Non revolving Rupiah Pihak ketiga/third parties Mei/ PT Bank Central Asia Tbk May 2013 Agustus/ August 2013 September/ September 2013 Oktober/ October 2013 April/ April/ April 2014 April 2014 Mei/ Mei/ May 2014 May 2014 Mei/ Mei/ May 2014 May 2014 Mei/ Mei/ May 2014 May 2014 Juni/ Juni/ June 2014 June 2014 Juni/ Juni/ June 2014 June 2014 Juni/ Juni/ June 2014 June 2014 Juni/ Juni/ June 2014 June 2014 Juni/ Juni/ June 2015 June 2015 Juni/ Juni/ June 2015 June 2015 Juli/ Juli/ July 2015 July 2015 Juli/ Juli/ July 2015 July 2015 Juli/ Juli/ July 2015 July 2015 Agustus/ Agustus/ August 2015 August 2015 September/ September/ September 2015 September 2015 Oktober/ Oktober/ October 2015 October 2015 Desember/ December 2015 Januari/ January Januari/ January Februari/ February Maret/ March Maret/ March Maret/ PT Bank Commonwealth March Maret/ March April/ April Desember/ Desember/ PT Bank UOB Indonesia December 2013 December 2013 Desember/ Desember/ December 2013 December 2013 Desember/ Desember/ December 2013 December

256 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 14. PINJAMAN BANK (lanjutan) 14. BANK LOANS (continued) Jumlah fasilitas yang ditarik/ Jumlah pinjaman/ Jatuh tempo fasilitas/ Withdrawn facility amount Loan amount Maturity date of the facility 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ December 2013 December 2012 December 2013 December 2012 December 2013 December 2012 Non revolving (lanjutan/continued) Rupiah (lanjutan/continued) Pihak ketiga (lanjutan)/ Third parties (continued) Februari/ Februari/ PT Bank Panin Tbk February 2014 February 2014 Februari/ Februari/ February 2014 February 2014 Maret/ Maret/ March 2014 March 2014 Maret/ Maret/ March 2014 March 2014 Maret/ Maret/ March 2014 March 2014 April/ April/ April 2014 April 2014 April/ April/ April 2014 April 2014 Agustus/ Agustus/ August 2014 August 2014 Agustus/ Agustus/ August 2014 August 2014 Agustus/ Agustus/ August 2014 August 2014 Oktober/ Oktober/ October 2014 October 2014 November/ November/ November 2014 November 2014 Februari/ Februari/ February 2015 February 2015 Maret/ Maret/ March 2015 March 2015 April/ April/ April 2015 April 2015 Mei/ Mei/ May 2015 May 2015 Februari/ February 2013 Maret/ March 2013 Maret/ March 2013 Mei/ May 2013 Juni/ June 2013 Agustus/ August 2013 September/ September 2013 September/ September 2013 September/ September 2013 Oktober/ October 2013 Oktober/ October 2013 November/ November 2013 Agustus/ Agustus/ August 2014 August 2014 September/ September/ September 2014 September 2014 September/ September/ September 2014 September 2014 September/ September/ September 2014 September

257 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 14. PINJAMAN BANK (lanjutan) 14. BANK LOANS (continued) Jumlah fasilitas yang ditarik/ Jumlah pinjaman/ Jatuh tempo fasilitas/ Withdrawn facility amount Loan amount Maturity date of the facility 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ December 2013 December 2012 December 2013 December 2012 December 2013 December 2012 Non revolving (lanjutan/continued) Rupiah (lanjutan/continued) Pihak ketiga (lanjutan)/ Third parties (continued) Oktober/ Oktober/ PT Bank Panin Tbk. (lanjutan/continued) October 2014 October 2014 September/ September/ September 2015 September 2015 September/ September/ September 2015 September 2015 Oktober/ Oktober/ October 2015 October 2015 Oktober/ Oktober/ October 2015 October 2015 November/ November/ November 2015 November 2015 Desember/ Desember/ December 2015 December 2015 Desember/ Desember/ December 2015 December 2015 Desember/ Desember/ December 2015 December 2015 Desember/ Desember/ December 2015 December 2015 Desember/ Desember/ December 2016 December 2016 Maret/ March 2013 Januari/ January Januari/ January Januari/ January Maret/ March Maret/ March Maret/ March Maret/ March Maret/ March Maret/ March Mei/ May Juni/ June Juni/ June Juni/ June Agustus/ August Agustus/ August Desember/ December Maret/ March Juni/ Juni/ PT Bank OCBC NISP Tbk June 2014 June 2014 Juli/ Juli/ July 2014 July 2014 Juli/ Juli/ July 2014 July 2014 Desember/ Desember/ December 2014 December 2014 Februari/ Februari/ February 2015 February

258 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 14. PINJAMAN BANK (lanjutan) 14. BANK LOANS (continued) Jumlah fasilitas yang ditarik/ Jumlah pinjaman/ Jatuh tempo fasilitas/ Withdrawn facility amount Loan amount Maturity date of the facility 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ December 2013 December 2012 December 2013 December 2012 December 2013 December 2012 Non revolving (lanjutan/continued) Rupiah (lanjutan/continued) Pihak ketiga (lanjutan)/ Third parties (continued) Mei/ Bank of China Limited Cabang Jakarta/Jakarta Branch May Pihak berelasi/related parties Januari/ PT Bank Mandiri (Persero) Tbk January Januari/ January Januari/ January Januari/ January Januari/ January Januari/ January April/ April Juli/ July September/ September Februari/ February Mei/ May Mei/ May Oktober/ October Oktober/ October Oktober/ October Oktober/ October Oktober/ October Oktober/ October Oktober/ October November/ November November/ November November/ November November/ November November/ November November/ November Desember/ December Desember/ December December/ December Desember/ December Desember/ December Januari/ January

259 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 14. PINJAMAN BANK (lanjutan) 14. BANK LOANS (continued) Non revolving (lanjutan/continued) Rupiah (lanjutan/continued) Pihak berelasi (lanjutan)/ Related parties (continued) Jumlah fasilitas yang ditarik/ Jumlah pinjaman/ Jatuh tempo fasilitas/ Withdrawn facility amount Loan amount Maturity date of the facility 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ December 2013 December 2012 December 2013 December 2012 December 2013 December 2012 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Maret/ (lanjutan/continued) March April/ April April/ April April/ April Mei/ May Mei/ May Mei/ May Mei/ May Juni/ June Juni/ June Juli/ July Agustus/ August Maret/ Maret/ PT Bank DKI March 2014 March 2014 Maret/ Maret/ March 2014 March 2014 April/ April/ April 2014 April 2014 April/ April/ April 2014 April 2014 Mei/ Mei/ May 2014 May 2014 November/ November/ November 2014 November 2014 Desember/ Desember/ December 2014 December 2014 Mei/ Mei/ May 2015 May 2015 Juni/ Juni/ June 2015 June 2015 September/ September/ September 2015 September 2015 Desember/ Desember/ December 2015 December 2015 Desember/ Desember/ December 2015 December 2015 Januari/ Maret/ January 2016 March 2013 Juni/ June Juli/ July Juli/ July September/ September Maret/ March

260 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 14. PINJAMAN BANK (lanjutan) 14. BANK LOANS (continued) Non revolving (lanjutan/continued) Rupiah (lanjutan/continued) Pihak berelasi (lanjutan)/ Related parties (continued) Jumlah fasilitas yang ditarik/ Jumlah pinjaman/ Jatuh tempo fasilitas/ Withdrawn facility amount Loan amount Maturity date of the facility 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ December 2013 December 2012 December 2013 December 2012 December 2013 December 2012 PT Bank Pembangunan Daerah Oktober/ Oktober/ Jawa Barat dan Banten Tbk October 2014 October 2014 Oktober/ Oktober/ October 2014 October 2014 Oktober/ Oktober/ October 2014 October 2014 Oktober/ Oktober/ October 2014 October 2014 Oktober/ Oktober/ October 2014 October 2014 Oktober/ Oktober/ October 2014 October 2014 Mei/ May 2013 November/ November November/ November November/ November November/ November November/ November November/ November Jumlah/Total non-revolving Cicilan pinjaman bank sesuai dengan tanggal jatuh temponya. Bank loans have the following settlement aging profile. 31 Desember/December Juni/ June 30, Tahun Year dan sesudahnya and there after Pinjaman bank dalam Rupiah di atas dikenakan bunga antara 8,50% - 12,00% per tahun (2014: 8,25% - 12,00% per tahun, 2013: 7,80% - 11,25% per tahun dan 2012: 6,80%-10,50% per tahun). The bank loans denominated in Rupiah bear interest at rates ranging between 8.50% % per annum (2014: 8.25% % per annum, 2013: 7.80% % per annum and 2012: 6.80%-10.50% per annum). 238

261 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 14. PINJAMAN BANK (lanjutan) 14. BANK LOANS (continued) Selama periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2015 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014, 2013 dan 2012, Perseroan telah melakukan pembayaran cicilan pokok dan bunga pinjaman sesuai jadwal yang ditetapkan. Pinjaman-pinjaman ini dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen sejumlah Rp , Rp , Rp dan Rp masing-masing pada tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan piutang sewa pembiayaan sejumlah Rp , Rp , Rp dan RpNil masing-masing pada tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan Fasilitas pinjaman dari beberapa bank tersebut mensyaratkan Perseroan untuk memberikan pemberitahuan tertulis dalam hal pembagian dividen, perubahan modal dan pemegang saham, perubahan susunan direksi dan komisaris, perubahan bisnis utama, investasi dan perolehan pinjaman baru dari bank lain. Dalam perjanjian pinjaman tersebut, Perseroan juga diwajibkan untuk memenuhi persyaratan keuangan seperti rasio jumlah utang bunga terhadap ekuitas tidak melebihi rasio 10:1 dan kewajiban penyampaian laporan lainnya. Perseroan telah memenuhi persyaratanpersyaratan di atas. Fasilitas-fasilitas pinjaman ini dipergunakan untuk modal kerja kegiatan usaha Perseroan. Lihat Catatan 27 untuk perjanjian kerjasama pembiayaan bersama dan penyaluran pemberian kredit. During six-month period ended June 30, 2015 and years ended 31 December 2014, 2013 and 2012, the Company has paid the loan principal and interests installments on schedule. These loans are secured by consumer financing receivables amounting to Rp3,531,574, Rp3,088,414, Rp3,097,095 and Rp2,743,132 as of 30 June 2015, 31 December 2014, 2013 and 2012, respectively and finance lease receivables amounting to Rp559,687, Rp645,197, Rp100,488 and RpNil as of 30 June 2015 and 31 December 2014, 2013 and 2012, respectively. The loan facilities from those banks require the Company to provide a written notice in respect of dividend payments, changes of capital and shareholders, changes of directors and commissioners, changes of main business, investment and obtaining new loan facilities from other banks. Under the loan agreements, the Company is also obliged to comply with financial covenants such as gearing ratio not exceeding 10:1 and other reporting obligations.the Company has complied with the above requirements. The loan facilities are used for the Company s working capital. Refer to Note 27 for joint financing and credit channeling cooperation agreements. 239

262 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 15. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN 15. SECURITIES ISSUED 31 Desember/December Juni/ June 30, Obligasi VI Bonds VI Medium Term Note III Medium-term Notes III Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Continuing Bonds I Phase I Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Continuing Bonds I Phase II Obligasi Berkelanjutan I Tahap III Continuing Bonds I Phase III Dikurangi: Less: Beban emisi yang belum diamortisasi: Unamortized issuance costs: Saldo awal Beginning balance Penambahan Additions Amortisasi (lihat Catatan 20) (1.433) (3.241) (2.559) (1.837) Amortization (refer to Note 20) Jumlah Total Surat berharga yang diterbitkan sesuai dengan jatuh temponya: Securities issued have the following maturity profile: 31 Desember/December Juni/ June 30, Tahun Year dan sesudahnya and there after a. Utang obligasi a. Bonds payable Obligasi VI Pada tanggal 20 Mei 2011, Perseroan menerbitkan dan mendaftarkan Obligasi Mandiri Tunas Finance VI Tahun 2011 ( Obligasi VI ) ke Bursa Efek Indonesia dengan nilai nominal sebesar Rp yang terdiri atas empat seri: Bonds VI On 20 May 2011, the Company issued and registered Mandiri Tunas Finance Bonds VI Year 2011 ( Bonds VI ) on the Indonesia Stock Exchange with a nominal value of Rp600,000 which consist of four series: Tingkat bunga tetap per tahun/ Obligasi/ Nilai nominal/ Fixed interest Jatuh tempo/ Cicilan pokok Obligasi/ Bonds Nominal value rate per annum Due date Bonds principal instalment Seri/Series A ,60% 23 Mei/ May 2012 Seri/Series B ,60% 19 Mei/ May 2013 Seri/Series C ,00% 19 Mei/ May 2014 Seri/Series D ,70% 19 Mei / May Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo/bullet payment on due date. Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo/bullet payment on due date. Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo/bullet payment on due date. Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo/bullet payment on due date.

263 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 15. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan) 15. SECURITIES ISSUED (continued) a. Utang obligasi (lanjutan) a. Bonds payable (continued) Obligasi VI (lanjutan) Obligasi tersebut dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen Perseroan sebesar minimal 80% untuk Obligasi VI dari pokok obligasi terutang. Pada tanggal 31 Desember 2014, piutang pembiayaan konsumen yang dijaminkan adalah sejumlah Rp (2013: Rp dan 2012: Rp ) (lihat Catatan 5). Jika jumlah piutang pembiayaan konsumen kurang dari yang dipersyaratkan, maka akan dipenuhi dari uang tunai yang ditempatkan pada rekening penampungan atas nama Perseroan yang ditunjuk oleh PT Bank Mega Tbk. selaku wali amanat untuk Obligasi VI. Pada tanggal 31 Desember 2014, 2013 dan 2012, Perseroan tidak menempatkan kas pada rekening penampungan dikarenakan jaminan yang ada cukup untuk menutupi utang obligasi. Perseroan telah memenuhi batasan-batasan yang diwajibkan dalam perjanjian tersebut diatas. Sesuai dengan laporan PT Pemeringkat Efek Indonesia (PT Pefindo) No. 253/PEF- DIR/II/2011 dan No. 254/PEF-DIR/II/2011 tanggal 25 Februari 2011, peringkat obligasi VI adalah ida+ stable outlook. Dalam pemantauan tahunan atas Obligasi VI, PT Pefindo dalam suratnya No. 164/PEF- Dir/I/2012 tanggal 30 Januari 2012 telah menetapkan kembali peringkat ida+ (Single A Plus) terhadap Obligasi VI untuk periode 30 Januari 2012 sampai dengan 1 Februari Dalam Pemantauan Khusus (Special Review), PT Pefindo melalui suratnya No. 1832/PEF- Dir/XI/2012 tanggal 12 Nopember 2012 telah meningkatkan peringkat atas Obligasi VI Seri B, Seri C dan Seri D dari ida+ (Single A Plus) menjadi idaa (Double A) untuk periode 12 Nopember 2012 sampai dengan 1 Februari Bonds VI (continued) These bonds are secured by the Company s consumer financing receivables for a minimum amount of 80% of the nominal value of Bonds VI. As of 31 December 2014, the amount of consumer financing receivables that was pledged as security for bonds payable is Rp120,000 (2013: Rp400,000 and 2012: Rp441,600) (refer to Note 5). If the amount of consumer financing receivables is less than the requirement, the Company has to place sufficient cash into an escrow account established by PT Bank Mega Tbk. as trustee for Bonds VI. As of 31 December 2014, 2013 and 2012, the Company did not place cash into the escrow account as the security was sufficient to cover the outstanding bonds payable. The Company has complied with the covenants on the trustee agreements. Based on report No. 253/PEF-DIR/II/2011 and No. 254/PEF-DIR/II/2011 of PT Pemeringkat Efek Indonesia (PT Pefindo) dated 25 February Bonds VI have been rated ida+ stable outlook. In the annual monitoring for Bonds VI, PT Pefindo, in its letter, No. 164/PEF- Dir/I/2012 dated 30 January 2012 has rated ida+ (Single A Plus) the Bonds VI for period from 30 January 2012 until 1 February In the Special Monitoring (Special Review), PT Pefindo in its letter No. 1832/PEF- Dir/XI/2012 dated 12 November 2012 has increased the rank VI Bonds Series B, Series C and Series D from ida (Single A Plus) to id AA (Double A) for the period 12 November 2012 to 1 February

264 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 15. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan) 15. SECURITIES ISSUED (continued) a. Utang obligasi (lanjutan) a. Bonds payable (continued) Obligasi VI (lanjutan) Kemudian dalam Pemantauan Tahunan, PT Pefindo melalui suratnya No. 206/PEF- Dir/II/2013 tanggal 4 Februari 2013 telah menetapkan kembali peringkat Obligasi VI Seri C dan Seri D dengan peringkat idaa (Double A) untuk periode 1 Februari 2013 sampai dengan 1 Februari Dalam pemantauan kesiapan pembayaran Obligasi VI Seri B Tahun 2011, PT Pefindo melalui suratnya No. 208/PEF-Dir/II/2013 tanggal 4 Februari 2013 telah menetapkan kembali peringkat idaa (Double A) terhadap Obligasi VI Seri B Tahun 2011 untuk periode 1 Februari 2013 sampai dengan 19 Mei Dalam pemantauan berikutnya, PT Pefindo melalui suratnya No. 529/PEF-Dir/III/2013 tanggal 19 Maret 2013 telah menetapkan kembali peringkat Obligasi VI Seri C dan Seri D Tahun 2011 dengan peringkat idaa (Double A) untuk periode 18 Maret 2013 sampai dengan 1 Maret Kemudian dalam Pemantauan Tahunan, PT Pefindo melalui suratnya No. 360/PEF- Dir/III/2014 tanggal 5 Maret 2014 telah menetapkan kembali peringkat Obligasi VI Seri C dan Seri D dengan peringkat idaa (Double A) untuk periode 5 Maret 2014 sampai dengan 1 Maret Kemudian dalam Pemantauan Tahunan, PT Pefindo melalui suratnya No. 333A/PEF- Dir/III/2015 tanggal 9 Maret 2015 telah menetapkan kembali peringkat Obligasi VI Seri D dengan peringkat idaa (Double A) untuk periode 6 Maret 2015 sampai dengan 19 Mei Perseroan telah melunasi Utang Obligasi VI seri A, B, C dan D masing-masing sebesar Rp48.000, Rp52.000, Rp dan Rp pada tanggal 23 Mei 2012, 17 Mei 2013, 19 Mei 2014 dan 18 Mei Bonds VI (continued) Then in the Annual Monitoring, PT Pefindo through letter No. 206/PEF-Dir/II/2013 dated 4 February 2013 has rated idaa (Double A) the Bonds VI Bonds Series C and Series D for the period 1 February 2013 until 1 February In the monitoring of payment readiness for Series B Bonds VI in 2011, PT Pefindo in its letter No. 208/PEF-Dir/II/2013 dated February 4, 2013 has rated idaa (Double A) the Series B Bonds VI in 2011 for the period 1 February 2013 until 19 May In the monitoring through letter No. 529/PEF- Dir/III/2013 dated March 19, 2013 has rated idaa (Double A) the Bonds VI for Series C and Series D in 2011 for the period March 18, 2013 untill March 1, Then in the Annual Monitoring, PT Pefindo through letter No. 360/PEF-Dir/III/2014 dated 5 March 2014 has rated id AA (Double A) the Bonds VI Bonds Series C and Series D for the period 5 March 2014 until 1 March Then in the Annual Monitoring, PT Pefindo through letter No. 333A/PEF-Dir/III/2015 dated 9 March 2015 has rated id AA (Double A) the Bonds VI Bonds Series D for the period 6 March 2015 until 19 May The Company has settled Bonds VI Series A, B, C and D each amounted to Rp48,000, Rp52,000, Rp350,000 and Rp150,000 on 23 May 2012, 17 May 2013, 19 May 2014 and 18 May 2015, respectively. 242

265 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 15. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan) 15. SECURITIES ISSUED (continued) a. Utang obligasi (lanjutan) a. Bonds payable (continued) Obligasi Berkelanjutan I Obligasi Berkelanjutan I Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2013 Pada Tanggal 28 Mei 2013, Perseroan telah memperoleh persyaratan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan melalui surat No. S-144/D.04/ 2013 dalam rangka penawaran umum Obligasi Berkelanjutan I Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2013 ( Obligasi Berkelanjutan I ) dengan nilai nominal Rp yang terdiri atas dua seri: Continuing Bonds I Mandiri Tunas Finance Continuing Bonds I Phase I Year 2013 On 28 May 2013, the Company received the effective notification from the Financial Services Authority through its letter No S-144/ D.04/2013 in conjunction with continuing public offering of Mandiri Tunas Finance continuing Bonds I Phase I Year 2013 ( continuing Bonds I ) with a nominal value of Rp500,000 which consist of two series: Tingkat bunga tetap per tahun/ Obligasi/ Nilai nominal/ Fixed interest Jatuh tempo/ Cicilan pokok Obligasi/ Bonds Nominal value rate per annum Due date Bonds principal instalment Seri/Series A ,75% 5 Juni/June 2016 Seri/Series B ,80% 5 Juni/June 2017 Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo/bullet payment on due date. Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo/bullet payment on due date. Obligasi tersebut dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen Perseroan sebesar minimum 60% untuk Obligasi Berkelanjutan I Tahap I dari pokok obligasi terutang. Pada tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014 dan 2013, piutang pembiayaan konsumen yang dijaminkan adalah sejumlah Rp , Rp dan Rp dan piutang sewa pembiayaan yang dijaminkan adalah sejumlah dan Rp69.815, Rp dan RpNil (lihat Catatan 5 dan 6). Jika jumlah piutang pembiayaan konsumen kurang dari yang dipersyaratkan, maka akan dipenuhi dari uang tunai yang ditempatkan pada rekening penampungan atas nama Perseroan yang ditunjuk oleh PT Bank Mega Tbk. selaku wali amanat untuk Obligasi Berkelanjutan I Tahap I. These bonds are secured by the Company s consumer financing receivables for a minimum amount of 60% of the nominal value of Continuing Bonds I Phase I. As of 30 june 2015, 31 December 2014 and 2013, the amount of consumer financing receivables that was pledged as security for bonds payable are Rp230,186, Rp275,792 and Rp300,000 and finance lease receivables that was pledged are Rp69,815, Rp24,208 and RpNil (refer to Note 5 and 6). If the amount of consumer financing receivables is less than the requirement, the Company has to place sufficient cash into an escrow account established by PT Bank Mega Tbk. as trustee for Continuing Bonds I Phase I. 243

266 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 15. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan) 15. SECURITIES ISSUED (continued) a. Utang obligasi (lanjutan) a. Bonds payable (continued) Obligasi Berkelanjutan I (lanjutan) Obligasi Berkelanjutan I Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2013 (lanjutan) Dalam perjanjian perwaliamanatan juga diatur beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh Perseroan, antara lain memberikan jaminan fidusia berupa piutang pembiayaan konsumen dan rasio jumlah pinjaman terhadap ekuitas tidak melebihi rasio 10:1. Selain itu, selama pokok obligasi belum dilunasi, Perseroan tidak diperkenankan, antara lain melakukan penggabungan usaha kecuali dilakukan pada bidang usaha yang sama serta menjual atau mengalihkan lebih dari 50% aset Perseroan kecuali untuk kegiatan usaha Perseroan sehari-hari. Perseroan telah memenuhi batasan-batasan yang diwajibkan dalam perjanjian tersebut diatas. PT Pefindo telah menetapkan peringkat idaa (Double A) terhadap obligasi berkelanjutan sesuai suratnya No. 528/PEF-Dir/III/2013 tanggal 19 Maret 2013 untuk periode 18 Maret 2013 sampai dengan 1 Maret Kemudian dalam pemantauan tahunan PT Pefindo melalui suratnya No. 359/PEFDir/III/2014 tanggal 5 Maret 2014 telah menetapkan kembali peringkat idaa (Double A) untuk Obligasi Berkelanjutan I Tahap I untuk periode 5 Maret 2014 sampai dengan 1 Maret Dalam pemantauan tahunan PT Pefindo melalui suratnya No. 333/PEFDir/III/2015 tanggal 9 Maret 2015 telah menetapkan kembali peringkat idaa (Double A) untuk Obligasi Berkelanjutan I Tahap I untuk periode 6 Maret 2015 sampai dengan 1 Maret Continuing Bonds I (continued) Mandiri Tunas Finance Continuing Bonds I Phase I Year 2013 (continued) The trustee agreement provides several negative covenants to the Company, among others, collateral with fiduciary transfer of consumer financing receivables and debt to equity ratio not to exceed 10:1. Moreover, during the year that the bonds principals are still outstanding, the Company is not allowed to, among others, merge unless performed on the same business and to sell or assign more than 50% of the Company s asset, except for Company s normal business transactions. The Company has complied with the covenants on the trustee agreements. PT Pefindo has rated idaa (Double A) the Continuing Bonds based on its report No. 258/PEF-Dir/III/2013 dated 19 March 2013 for period 18 March 2013 until 1 March Then in the Annual Monitoring, PT Pefindo through letter No. 359/PEF-Dir/III/2014 dated 5 March 2014 has rated idaa (Double A) for the Continuing Bonds I Phase I for the period 5 March 2014 until 1 March In the Annual Monitoring, PT Pefindo through letter No. 333/PEF-Dir/III/2015 dated 9 March 2015 has rated idaa (Double A) for the Continuing Bonds I Phase I for the period 6 March 2015 until 1 March

267 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 15. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan) 15. SECURITIES ISSUED (continued) a. Utang obligasi (lanjutan) a. Bonds payable (continued) Obligasi Berkelanjutan I (lanjutan) Obligasi Berkelanjutan I Mandiri Tunas Finance Tahap II Tahun 2014 Pada Tanggal 23 Mei 2014, Perseroan telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Mandiri Tunas Finance Tahap II Tahun 2014 ( Obligasi Berkelanjutan I Tahap II ) dengan nilai nominal Rp yang terdiri atas dua seri: Continuing Bonds I (continued) Mandiri Tunas Finance Continuing Bonds I Phase II Year 2014 On 23 May 2014, the Company issued Mandiri Tunas Finance Continuing Bonds I Phase I Year 2014 ( Continuing Bonds I Phase II ) with a nominal value of Rp600,000 which consist of two series: Tingkat bunga tetap per tahun/ Obligasi/ Nilai nominal/ Fixed interest Jatuh tempo/ Cicilan pokok Obligasi/ Bonds Nominal value rate per annum Due date Bonds principal instalment Seri/Series A ,70% 23 Mei/May 2017 Seri/Series B ,85% 23 Mei/May 2018 Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo/bullet payment on due date. Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo/bullet payment on due date. Obligasi tersebut dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen Perseroan sebesar minimal 60% untuk Obligasi Berkelanjutan I Tahap II dari pokok obligasi terutang. Pada tanggal 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014 piutang pembiayaan konsumen yang dijaminkan adalah sejumlah Rp dan Rp dan piutang sewa pembiayaan sejumlah Rp dan Rp (lihat Catatan 5 dan 6). Jika jumlah piutang pembiayaan konsumen dan piutang sewa pembiayaan kurang dari yang dipersyaratkan, maka akan dipenuhi dari uang tunai yang ditempatkan pada rekening penampungan atas nama Perseroan yang ditunjuk oleh PT Bank Mega Tbk. selaku wali amanat untuk Obligasi Berkelanjutan I Tahap II. PT Pefindo melalui suratnya No.359/PEFDir/III/2014 tanggal 5 Maret 2014 telah menetapkan kembali peringkat idaa (Double A) untuk obligasi berkelanjutan I Tahap II untuk periode 5 Maret 2014 sampai dengan 1 Maret These bonds are secured by the Company s consumer financing receivables for a minimum amount of 60% of the nominal value of Continuing Bonds I Phase II. As of 31 December 2014 and 2013, the amount of consumer financing receivables that was pledged as security for bonds payable is Rp286,987 and Rp329,230 and finance lease receivables Rp73,014 and Rp30,770 (refer to Note 5 and 6). If the amount of consumer financing receivables and finance lease receivables is less than the requirement, the Company has to place sufficient cash into an escrow account established by PT Bank Mega Tbk. as trustee for Continuing Bonds I Phase II. PT Pefindo through letter No. 359/PEF- Dir/III/2014 dated 5 March 2014 has rated idaa (Double A) for the Continuing Bonds I Phase II for the period 5 March 2014 until 1 March

268 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 15. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan) 15. SECURITIES ISSUED (continued) a. Utang obligasi (lanjutan) a. Bonds payable (continued) Obligasi Berkelanjutan I (lanjutan) Obligasi Berkelanjutan I Mandiri Tunas Finance Tahap II Tahun 2014 (lanjutan) Kemudian dalam pemantauan tahunan PT Pefindo melalui suratnya No. 333/PEFDir/III/2015 tanggal 9 Maret 2015 telah menetapkan kembali peringkat idaa (Double A) untuk Obligasi Berkelanjutan I Tahap II untuk periode 6 Maret 2015 sampai dengan 1 Maret Obligasi Berkelanjutan I Mandiri Tunas Finance Tahap III Tahun 2015 Pada tanggal 9 Juni 2015, Perseroan telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Mandiri Tunas Finance Tahap III Tahun 2015 ( Obligasi Berkelanjutan I Tahap III ) dengan nilai nominal Rp seperti di bawah ini: Continuing Bonds I (continued) Mandiri Tunas Finance Continuing Bonds I Phase II Year 2014 (continued) Then in the Annual Monitoring, PT Pefindo through letter No. 333/PEF-Dir/III/2015 dated 9 March 2015 has rated idaa (Double A) for the Continuing Bonds I Phase II for the period 6 March 2015 until 1 March Mandiri Tunas Finance Continuing Bonds I Phase III Year 2015 On 9 June 2015, the Company issued Mandiri Tunas Finance Continuing Bonds I Phase III Year 2015 ( Continuing Bonds I Phase III ) with a nominal value of Rp150,000 as below: Tingkat bunga tetap per tahun/ Obligasi/ Nilai nominal/ Fixed interest Jatuh tempo/ Cicilan pokok Obligasi/ Bonds Nominal value rate per annum Due date Bonds principal instalment Obligasi Berkelanjutan I Tahap III/Continuing Bonds I Phase III ,75% 9 Juni/June 2018 Pembayaran penuh pada saat jatuh tempo/bullet payment on due date. Obligasi tersebut dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen Perseroan sebesar minimal 60% untuk Obligasi Berkelanjutan I Tahap III dari pokok obligasi terutang. Pada tanggal 30 Juni 2015, piutang pembiayaan konsumen yang dijaminkan adalah sejumlah Rp dan piutang sewa pembiayaan Rp Jika jumlah piutang pembiayaan konsumen dan piutang sewa pembiayaan kurang dari yang dipersyaratkan, maka akan dipenuhi dari uang tunai yang ditempatkan pada rekening penampungan atas nama Perseroan yang ditunjuk oleh PT Bank Mega Tbk. selaku wali amanat untuk Obligasi Berkelanjutan I Tahap III. These bonds are secured by the Company s consumer financing receivables for a minimum amount of 60% of the nominal value of Continuing Bonds I Phase III. As of 30 June 2015, the amount of consumer financing receivables that was pledged as security for bonds payable is Rp79,809 and finance lease receivables Rp10,213. If the amount of consumer financing receivables and finance lease receivables is less than the requirement, the Company has to place sufficient cash into an escrow account established by PT Bank Mega Tbk. as trustee for Continuing Bonds I Phase III. 246

269 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 15. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan) 15. SECURITIES ISSUED (continued) a. Utang obligasi (lanjutan) a. Bonds payable (continued) Obligasi Berkelanjutan I (lanjutan) Obligasi Berkelanjutan I Mandiri Tunas Finance Tahap III Tahun 2015 (lanjutan) PT Pefindo melalui suratnya No. 769/PEF- Dir/V/2015 tanggal 19 Mei 2015 telah menetapkan kembali peringkat idaa (Double A) untuk Obligasi Berkelanjutan I Tahap III untuk periode 6 Maret 2015 sampai dengan 1 Maret Continuing Bonds I (continued) Mandiri Tunas Finance Continuing Bonds I Phase III Year 2015 (continued) PT Pefindo through letter No. 769/PEF- Dir/III/2015 dated 19 May 2015 has rated idaa (Double A) for the Continuing Bonds I Phase III for the period 6 March 2015 until 1 March b. Medium-Term Notes (MTN) b. Medium-Term Notes (MTN) Pada tanggal 24 Januari 2012, Perseroan telah menerbitkan dan mendaftarkan Medium Term Notes ( MTN ) Mandiri Tunas Finance III tahun 2012 dengan tingkat bunga tetap 9,95% sebesar Rp di Kustodian Sentral Efek Indonesia ( KSEI ). Penerbitan MTN MTF III tahun 2012 serta Penunjukan agen pemantau dilakukan sesuai dengan Perjanjian No. 09 tanggal 24 Januari 2012 yang dibuat antara Perseroan dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., yang bertindak selaku agen pemantau pemegang MTN III. MTN III tersebut dijamin dengan piutang pembiayaan konsumen perseroan sebesar 100%. Pada tanggal 31 Desember 2014, 2013 dan 2012, piutang pembiayaan konsumen yang dijaminkan adalah Rp Selama MTN III belum dilunasi, Perseroan tidak diperkenankan antara lain, membayar, membuat atau menyatakan deviden atau distribusi pembayaran lain selama Perseroan lalai dalam melakukan pembayaran jumlah terutang, mentransfer atau mengalihkan harta kekayaan sebesar 50% atau lebih dari aset Perseroan (kecuali untuk kegiatan usaha sehari-hari), perubahan bisnis utama, penurunan modal dasar atau modal ditempatkan dan disetor, penggabungan, konsolidasi atau peleburan, memberikan pinjaman dimana keseluruhan pinjaman melebihi Rp dan melakukan investasi secara langsung dalam bentuk portofolio saham dari perusahaan lain. On 24 January 2012, the Company issued and registered Medium-Term Notes ( MTN ) Mandiri Tunas Finance III 2012 with a 9.95% fixed interest rate, in a principal amount of Rp200,000 in Kustodian Sentral Efek Indonesia ( KSEI ). The issuance of MTN MTF III 2012 and the appointment of monitoring agent No. 09 dated 24 January 2012 was signed by the Company and PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., as the monitoring agent for MTN III holders. These MTN III are secured by 100% consumer financing receivables. As of 31 December 2014, 2013 and 2012, consumer finance receivables pledged as collateral amounted to Rp200,000. During the period that MTN III is still outstanding, the Company is not allowed to, among others, pay, make or declare any dividends or other distribution payments if the Company fails to make payment of the amount owed, or transferring or diverting assets by 50% or more of the assets of the Company (except for normal business transactions), changes in core business, decrease in authorized capital or issued and paid-up capital, merger, consolidation or amalgamation, making loans with amount greater than Rp120,000 and making direct investment in shares portfolio of other companies. 247

270 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 15. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan) 15. SECURITIES ISSUED (continued) b. Medium-Term Notes (MTN) (lanjutan) b. Medium-Term Notes (MTN) (continued) Perseroan telah melunasi MTN III sebesar Rp pada tanggal 10 Januari The Company has settled MTN III amounted to Rp 200,000 on 10 January LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN 16. EMPLOYEE BENEFITS OBLIGATION Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah sebagai berikut: The amounts recognized in the statement of profit or loss and other comprehensive income are as follows: Periode Enam Bulan yang Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember/ Berakhir pada tanggal 30 Juni/ Year ended December 31 Six Month period ended June 30, (Disajikan kembali/as restated) 2014 (tidak diaudit/ unaudited) (disajikan kembali/ 2015 as restated) Biaya jasa kini Current service costs Biaya bunga Interest costs Biaya jasa lalu Past service costs Biaya pesangon pemutusan hubungan kerja Termination Total Total Mutasi liabilitas imbalan kerja karyawan pada laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut: The movements in employee benefits obligation in the statements of financial position are as follows: Tahun yang Berahir pada tanggal 31 Desember/ Year ended December 31 (Disajikan kembali/as restated) 30 Juni/ June 30, Saldo awal, 1 Januari Beginning balance, 1 January Provision in the statement Penyisihan pada laporan laba rugi of profit or loss and other dan penghasilan komprehensif lain comprehensive income Penyisihan pada penghasilan Provision in other komprehensif lain (3.248) comprehensive income Payments during the period/ Pembayaran periode/tahun berjalan (538) (921) (757) (843) year Saldo akhir Ending balance 248

271 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 16. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan) Mutasi nilai kini kewajiban imbalan kerja karyawan yang diakui pada laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut: Tahun yang Berahir pada tanggal 31 Desember/ Year ended December 31 (Disajikan kembali/as restated) 30 Juni/ June 30, EMPLOYEE BENEFITS OBLIGATION (continued) The movements of present value of employee benefit obligation in the statements of financial position are as follows: Saldo awal, 1 Januari Beginning balance, 1 January Biaya jasa kini Current service costs Biaya bunga Interest costs Biaya jasa lalu Past service costs Payments during the period/ Pembayaran periode/tahun berjalan (245) (271) (443) (530) year (Keuntungan)/kerugian pada Actuarial (gains)/losses kewajiban aktuaria on obligation Perbedaan asumsi dan kenyataan (3.248) Experience adjustment Asumsi demografik (333) Demographic assumption Asumsi keuangan (357) Financial assumption Saldo akhir Ending balance Mutasi kerugian (keuntungan) aktuarial yang diakui sebagai penghasilan komprehensif lain, bruto pajak tangguhan: Tahun yang Berahir pada tanggal 31 Desember/ Year ended December 31 (Disajikan kembali/as restated) 30 Juni/ June 30, The movements in the balance of actuarial loss (gain) charged to other comprehensive income, gross deferred tax: Saldo awal, 1 Januari Beginning balance, 1 January Kerugian (keuntungan) aktuarial yang diakui sebagai penghasilan Actuarial loss (gain) charged to komprehensif lain (3.248) other comprehensive income Saldo akhir Ending balance Liabilitas imbalan kerja karyawan pada tanggal 30 Juni 2015 dihitung oleh aktuaris independen PT Dayamandiri Dharmakonsilindo dan pada tanggal 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 oleh PT Ricky Leonard Jasatama dengan menggunakan metode projected unit credit dalam laporan aktuarianya tanggal 9 September 2015, 15 Januari 2015, 13 Januari 2014 dan 8 Januari Asumsi-asumsi dasar yang digunakan aktuaris independen adalah sebagai berikut: The liability for employee benefits as of 30 June 2015 is calculated by independent actuary PT Dayamandiri Dharmakonsilindo and as of 31 December 2014, 2013 and 2012 by PT Ricky Leonard Jasatama which used the projected unit credit method in its report dated 9 September 2015, 15 January 2015, 13 January 2014 and 8 January The principal actuarial assumptions used by the independent actuary were as follows: Tingkat diskonto 8,6% per tahun/per annum 8,5% per tahun/per annum 9% per tahun/per annum 6,5% per tahun/per annum Discount rate Tingkat kenaikan gaji 7% per tahun/per annum 7% per tahun/per annum 7% per tahun/per annum 7% per tahun/per annum Salary increment rate Tingkat kematian TMI 3 TMI 3 TMI 3 TMI 2 Rate of mortality Tingkat cacat 10% dari/from TMI 3 10% dari/from TMI 3 10% dari/from TMI 3 10% dari/from TMI 2 Rate of disability Tingkat pengunduran diri 7% per tahun pada usia 7% per tahun pada usia 7% per tahun pada usia 7% per tahun pada usia Rate of resignations sampai dengan 40 tahun sampai dengan 40 tahun sampai dengan 40 tahun sampai dengan 40 tahun dan berkurang hingga dan berkurang hingga dan berkurang hingga dan berkurang hingga 0,00% pada usia 55 tahun/ 0,00% pada usia 55 tahun/ 0,00% pada usia 55 tahun/ 0,00% pada usia 55 tahun/ 7% per annum up to 40 7% per annum up to 40 7% per annum up to 40 7% per annum up to 40 years old and decrease years old and decrease years old and decrease years old and decrease linearly up to 0.00% at linearly up to 0.00% at linearly up to 0.00% at linearly up to 0.00% at 55 years old 55 years old 55 years old 55 years old 249

272 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 16. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (lanjutan) 16. EMPLOYEE BENEFITS OBLIGATION (continued) Tingkat pensiun 100,00% usia pensiun 100,00% usia pensiun 100,00% usia pensiun 100,00% usia pensiun Rate of retirements normal/ normal/ normal/ normal/ % at normal % at normal % at normal % at normal retirement age retirement age retirement age retirement age Tabel berikut menunjukkan sensitivitas atas kemungkinan perubahan tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji sebesar 1%, dengan variabel lain dianggap tetap, terhadap nilai kini kewajiban imbalan kerja karyawan: The following table demonstrates the sensitivity to a reasonably possible change in discount rates and salary increment rate amounted 1%, with all other variables held constant, of the present value of employee benefits obligation: 30 Juni/June 2015 Tingkat diskonto/ Discount rate Tingkat kenaikan gaji/ Salary increment rate Kenaikan/ Penurunan/ Kenaikan/ Penurunan/ Increase Decrease Increase Decrease Dampak pada nilai kini kewajiban Effect on present value of imbalan kerja karyawan (3.364) (3.559) employee benefit obligation Analisa profil jatuh tempo nilai kini kewajiban imbalan kerja karyawan pada tanggal 30 Juni 2015: The maturity profile analysis of the present value of employee benefits obligation as of 30 June 2015: 30 Juni/ June tahun 878 Within one year 2-5 tahun years Lebih dari 5 tahun More than 5 years Durasi rata-rata tertimbang dari nilai kini kewajiban imbalan kerja karyawan diakhir periode pelaporan adalah 15,24 tahun. Karyawan Perseroan juga diikutsertakan dalam program iuran pasti sejak bulan Agustus Kontribusi Perseroan pada program ini yang dilaporkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah sebesar Rp385, Rp319, Rp676, Rp513 dan Rp182 untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2015 dan 2014 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014, 2013 dan Pengelolaan program pensiun iuran pasti dilakukan oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. The weighted average duration of the present value of employee benefits obligation at the end of reporting period is years. The employees of the Company are also included in the defined contribution pension plan which was effective in August The Company s contribution to the plan which is reported in statement of profit or loss and other comprehensive income amounted to Rp385, Rp319, Rp676, Rp513 and Rp182 for the sixmonth period ended 30 June 2015 and 2014 and for the years ended 31 December 2014, 2013 and This pension plan is managed by Dana Pensiun Lembaga Keuangan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 250

273 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 17. MODAL SAHAM 17. SHARE CAPITAL Komposisi pemegang saham Perseroan pada tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 adalah sebagai berikut: The composition of the Company s shareholders as of 30 June 2015, 31 December 2014, 2013 and 2012 are as follows: Jumlah Persentase saham/ kepemilikan/ Number of Nilai/ Percentage of Pemegang saham shares Value ownership (%) Shareholders PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ,00 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT Tunas Ridean Tbk ,00 PT Tunas Ridean Tbk , PENGGUNAAN LABA 18. PROFIT DISTRIBUTIONS Cadangan wajib telah dibentuk sesuai dengan Undang-undang No. 40/2007 mengenai Perseroan Terbatas, yang mengharuskan perseroan Indonesia untuk membuat penyisihan cadangan wajib untuk ditentukan penggunaannya sebesar sekurangkurangnya 20,00% dari jumlah modal Perseroan yang ditempatkan dan disetor penuh. Undangundang tersebut tidak mengatur jangka waktu untuk mencapai cadangan wajib minimum tersebut. Saldo cadangan wajib pada tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 adalah Rp Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 13 April 2015 memutuskan hal-hal sebagai berikut: - Menyetujui pembagian dividen final tahun 2014 sejumlah Rp dari laba neto tahun Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 10 April 2014 memutuskan hal-hal sebagai berikut: - Menyetujui pembagian dividen final tahun 2013 sejumlah Rp dari laba neto tahun Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 16 Mei 2013 memutuskan hal-hal sebagai berikut: - Menyetujui pembagian dividen final tahun 2012 sejumlah Rp dari laba neto tahun Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 21 Juni 2012 memutuskan hal-hal sebagai berikut: - Menyisihkan untuk cadangan wajib sejumlah Rp dari laba neto tahun A general reserve has been established in accordance with the Indonesian Limited Company Law No. 40/2007 which requires Indonesian companies to set up a general reserve amounting to at least 20.00% of the Company s issued and paid up share capital. There is no set period of time over which this amount should be accumulated. The balance of the general reserve as of 30 June 2015, 31 December 2014, 2013 and 2012 is Rp50,000. The Annual General Shareholders Meeting on 13 April 2015 resolved the following: - Approval of the declaration of 2014 final dividends amounting to Rp23,399 from the 2014 net income. The Annual General Shareholders Meeting on 10 April 2014 resolved the following: - Approval of the declaration of 2013 final dividends amounting to Rp21,157 from the 2013 net income. The Annual General Shareholders Meeting on 16 May 2013 resolved the following: - Approval of the declaration of 2012 final dividends amounting to Rp17,483 from the 2012 net income. The Annual General Shareholders Meeting on 21 June 2012 resolved the following: - Allocation of Rp12,500 from the 2011 net income to the general reserve. 251

274 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 19. PENDAPATAN 19. REVENUE a. Pembiayaan konsumen a. Consumer financing Periode Enam Bulan yang Berakhir pada tanggal 30 Juni/ Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember/ Six Month period ended June 30, Year ended December (tidak diaudit/ 2015 unaudited) Pihak ketiga Third parties Realisasi pendapatan Realized consumer pembiayaan konsumen financing income Amortisasi biaya transaksi dan Amortization of transaction cost yield enhancing income (79.893) (49.593) (20.882) (60.768) and yield enhancing income Pendapatan yang masih harus diterima dari piutang yang mengalami Accrued income penurunan nilai on impaired asset Pendapatan dari pembiayaan bersama without Income from without recourse recourse joint financing Pihak berelasi Related parties Realisasi pendapatan Realized consumer pembiayaan konsumen financing income b. Sewa pembiayaan b. Financial lease Periode Enam Bulan yang Berakhir pada tanggal 30 Juni/ Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember/ Six Month period ended June 30, Year ended December (tidak diaudit/ 2015 unaudited) Pihak ketiga Third parties Realisasi pendapatan Realized consumer pembiayaan konsumen financing income Amortisasi biaya transaksi dan Amortization of transaction cost yield enhancing income (188) (405) (2.064) (407) 73 and yield enhancing income c. Bunga c. Interest Periode Enam Bulan yang Berakhir pada tanggal 30 Juni/ Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember/ Six Month period ended June 30, Year ended December (tidak diaudit/ 2015 unaudited) Pihak ketiga Third parties Deposito berjangka Time deposits dan rekening koran and current accounts Pihak berelasi Related parties Deposito berjangka Time deposits dan rekening koran and current accounts Lihat Catatan 24c untuk rincian saldo dan transaksi dengan pihak berelasi. Refer to Note 24c for details of balances and transactions with related parties. 252

275 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 19. PENDAPATAN (lanjutan) 19. REVENUE (continued) d. Lain-lain - neto d. Others - net Periode Enam Bulan yang Berakhir pada tanggal 30 Juni/ Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember/ Six Month period ended June 30, Year ended December (tidak diaudit/ 2015 unaudited) Pihak ketiga Third parties Diskon asuransi Insurance discount Pendapatan akseptasi klaim Acceptance claim income Pendapatan penalti Penalty income Pendapatan penagihan Collection income Keuntungan penjualan aset tetap Gains on sales of fixed asset Lain-lain Others Pihak berelasi Related parties Pendapatan akseptasi klaim Acceptance claim income Diskon asuransi merupakan pendapatan premi asuransi yang diterima oleh Perseroan sehubungan dengan kegiatan pembiayaan konsumen. Utang kepada perusahaan asuransi dicatat sebagai utang usaha di laporan posisi keuangan (lihat Catatan 11). Insurance discount represents insurance premiums income received by the Company in relation to consumer financing activities. The related payables to insurance companies are recorded as trade payables in the statement of financial position (refer to Note 11). 20. BEBAN KEUANGAN 20. FINANCIAL CHARGES Periode Enam Bulan yang Berakhir pada tanggal 30 Juni/ Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember/ Six Month period ended June 30, Year ended December (tidak diaudit/ 2015 unaudited) Pihak ketiga Third parties Bunga pinjaman bank Interest on bank loans Bunga surat berharga yang diterbitkan Securities issued interest: Medium-Term Notes Medium-Term Notes Utang obligasi Bonds payable Administrasi dan provisi bank Administration and bank provisions Amortisasi biaya emisi surat Amortization of securities berharga yang diterbitkan: issuance cost: Medium-Term Notes Medium-Term Notes Utang obligasi Bonds payable Lain-lain Others Pihak berelasi Related parties Bunga pinjaman bank Interest on bank loans Lihat Catatan 24d untuk rincian saldo dan transaksi pihak berelasi. Refer to Note 24d for details of balances and transactions with related parties. 253

276 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 21. BEBAN GAJI DAN TUNJANGAN 21. SALARIES AND BENEFITS EXPENSES Periode Enam Bulan yang Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember/ Berakhir pada tanggal 30 Juni/ Year ended December 31 Six Month period ended June 30, (Disajikan kembali/as restated) 2014 (tidak diaudit/ unaudited) (Disajikan kembali/ 2015 as restated) Pihak ketiga Third parties Gaji dan tunjangan Salaries and allowances Imbalan pasca kerja karyawan Post employment benefits Biaya pesangon Termination Pihak berelasi Related parties Gaji dan tunjangan Salaries and allowances Tantiem Tantiem Lihat Catatan 24d untuk rincian saldo dan transaksi pihak berelasi. Refer to Note 24d for details of balances and transactions with related parties. 22. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 22. GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES Periode Enam Bulan yang Berakhir pada tanggal 30 Juni/ Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember/ Six Month period ended June 30, Year ended December (tidak diaudit/ 2015 unaudited) Pihak ketiga Third parties Biaya penagihan Collection fee Sewa Rent Penyusutan aset tetap Depreciation of fixed assets (Catatan 9) (Note 9) Perjalanan dinas Travelling Komunikasi Communications Keamanan Security Perbaikan dan pemeliharaan Repairs and maintenance Jasa pihak ketiga Third parties service Alat tulis dan cetakan Stationaries and printings Listrik dan air Utilities Iuran OJK OJK fees Rekrutmen dan pelatihan Recruitment and training Jamuan bisnis Corporate entertainment Jasa profesional Professional fees Lain-lain Others Pihak berelasi Related parties Sewa Rent Lain-lain merupakan beban legal, perijinan, piknik perayaan, iklan, asuransi, sumbangan, parkir, koran dan majalah. Others represents legal, corporate event, advertising, insurance expenses, donation, parking, newspaper and magazine. 254

277 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 23. LABA PER SAHAM 23. EARNINGS PER SHARE Periode Enam Bulan yang Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember/ Berakhir pada tanggal 30 Juni/ Year ended December 31 Six Month period ended June 30, (Disajikan kembali/as restated) 2014 (tidak diaudit/ unaudited) (Disajikan kembali/ 2015 as restated) Laba periode/tahun berjalan Income for the period/year Number of ordinary shares Jumlah saham biasa yang beredar outstanding (in thousands) (dalam ribuan) (lihat Catatan 17) (refer to Note 17) Laba per saham dasar Basic earnings per share (nilai penuh) (full amount) 24. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI Sifat hubungan dengan pihak berelasi Sifat hubungan dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut: Pihak berelasi/related parties PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT Tunas Ridean Tbk. PT Bumi Daya Plaza PT Bank Mandiri Taspen Pos (dahulu/formerly PT Bank Sinar Harapan Bali) PT AXA Mandiri PT Mandiri AXA General Insurance Dana Pensiun Bank Mandiri DPLK Bank Mandiri PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. BPJS Kesehatan & Ketenagakerjaan PT Adhi Karya PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) PT Barata Indonesia (Persero) PT Taspen (Persero) PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) PT Asuransi Jasa Raharja Putra PT Reasuransi Internasional Indonesia PT Perikanan Nusantara PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) PT Pindad (Persero) 24. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES The nature of relationships with related parties The nature of relationships with related parties are as follows: Sifat hubungan dengan pihak berelasi/ Nature of relationship with the related parties Pemegang saham mayoritas/controlling shareholder Pemegang saham minoritas/minority shareholder Dimiliki sebagian besar oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk./ Majority owned by PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Dimiliki sebagian besar oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk./ Majority owned by PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Dimiliki sebagian besar oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk./ Majority owned by PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Dimiliki sebagian besar oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk./ Majority owned by PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Bank Mandiri sebagai pendiri/bank Mandiri as founder Bank Mandiri sebagai pendiri/bank Mandiri as founder Badan usaha milik negara/state-owned company Badan usaha milik negara/state-owned company Badan usaha milik negara/state-owned company Badan usaha milik negara/state-owned company Badan usaha milik negara/state-owned company Badan usaha milik negara/state-owned company Badan usaha milik negara/state-owned company Badan usaha milik negara/state-owned company Badan usaha milik negara/state-owned company Badan usaha milik negara/state-owned company Badan usaha milik negara/state-owned company Badan usaha milik negara/state-owned company Badan usaha milik negara/state-owned company Badan usaha milik negara/state-owned company 255

278 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 24. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) Sifat hubungan dengan pihak berelasi (lanjutan) Sifat hubungan dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut: (lanjutan) Pihak berelasi/related parties PT Berdikari (Persero) PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. PT Bank DKI PT Bank Jatim PT Wahana Optima Permai Personil manajemen kunci Grup/Group s key management personnel Dalam kegiatan normal usaha, Perseroan melakukan transaksi dengan pihak berelasi karena hubungan kepemilikan dan/atau kepengurusan. Transaksi dengan pihak berelasi tersebut dilaksanakan dengan syarat dan kondisi yang sama sebagaimana dilakukan dengan pihak tidak berelasi. Perseroan mendapatkan suku bunga yang serupa untuk fasilitas pinjaman bank dengan pihak berelasi dan pihak ketiga. Perseroan juga menggunakan suku bunga yang serupa antara pihak berelasi dan pihak ketiga dalam rangka pemberian piutang pembiayaan konsumen. Saldo dan transaksi dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut: 24. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (continued) The nature of relationships with related parties (continued) The nature of relationships with related parties are as follows: (continued) Sifat hubungan dengan pihak berelasi/ Nature of relationship with the related parties Badan usaha milik negara/state-owned company Badan usaha milik daerah/regional state-owned company Badan usaha milik daerah/regional state-owned company Badan usaha milik daerah/regional state-owned company Dikendalikan oleh Dana Pensiun Bank Mandiri /Controlled by Bank Mandiri s Pension Fund Personil manajemen kunci Group Bank Mandiri/ Key management personnel of Bank Mandiri Group In normal course of business, the Company enters into certain transactions with parties which are related to the management and/or owned by the same ultimate shareholder. Transactions with related parties were conducted under terms and conditions similar to those granted to third parties. The Company obtained similar interest rate for bank loan facilities from related parties and third parties. The Company also used similar interest rate between related parties and third parties for the consumer finance receivables. Balances and transactions with related parties are as follows: a. Aset a. Assets 31 Desember/December Juni/ June 30, Kas dan setara kas Cash and cash equivalents Kas pada bank (lihat Catatan 4) Cash in banks (refer to Note 4) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (Persero)Tbk. PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Persero)Tbk. PT Bank DKI PT Bank DKI PT Bank Mandiri Taspen Pos PT Bank Mandiri Taspen Pos (dahulu PT Bank Sinar (formerly PT Bank Sinar Harapan Bali) Harapan Bali) PT Bank Pembangunan Daerah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk Jawa Barat dan Banten Tbk

279 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 24. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) Saldo dan transaksi dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut: (lanjutan) 24. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (continued) Balances and transactions with related parties are as follows: (continued) a. Aset (lanjutan) a. Assets (continued) 31 Desember/December Juni/ June 30, Deposito berjangka Time deposit PT Bank Mandiri Taspen Pos PT Bank Mandiri Taspen Pos (dahulu PT Bank Sinar (formerly PT Bank Sinar Harapan Bali) Harapan Bali) PT Bank Tabungan Negara PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Persero) Tbk Personel manajemen Group s key management kunci Grup personnel PT Adhi Karya (Persero) Tbk PT Adhi Karya (Persero) Tbk PT Perikanan Nusantara PT Perikanan Nusantara PT Berdikari (Persero) PT Berdikari (Persero) PT Biro Klasifikasi PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) Indonesia (Persero) PT Barata Indonesia (Persero) PT Barata Indonesia (Persero) PT Perusahaan Perdagangan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia Indonesia PT PINDAD (Persero) PT PINDAD (Persero) Piutang lain-lain Other receivables (lihat Catatan 7) (refer to Note 7) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT Asuransi Jasa PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) Indonesia (Persero) PT Tunas Ridean Tbk PT Tunas Ridean Tbk Sewa dibayar di muka (lihat Catatan 10) Prepaid rent (refer to Note 10) PT Bumi Daya Plaza PT Bumi Daya Plaza PT Wahana Optima Permai PT Wahana Optima Permai Jumlah aset Total assets associated with kepada pihak berelasi related parties Persentase terhadap total aset 7,11% 7,81% 7,02% 5,04% Percentage to total assets Piutang lain-lain kepada pihak berelasi kepada PT Tunas Ridean Tbk dan PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) terutama berhubungan dengan transaksi usaha. Piutang lain-lain kepada pihak berelasi kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. merupakan pembayaran ke dealer untuk porsi pembiayaan bersama yang dibayarkan terlebih dahulu oleh Perseroan. 257 Other receivables from related parties to PT Tunas Ridean Tbk and PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) are in respect of trade activities. Other receivables from related party to PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. represent payment to dealers for joint financing portion which was paid in advance by the Company.

280 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 24. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) 24. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (continued) b. Liabilitas b. Liabilities 31 Desember/December Juni/ June 30, Utang lain-lain (lihat Catatan 12) Other payables (refer to Note 12) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT Tunas Ridean Tbk PT Tunas Ridean Tbk Beban masih harus dibayar Accrued expenses (lihat Catatan 13) (refer to Note 13) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT Bank Pembangunan Daerah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk Jawa Barat dan Banten Tbk. PT Bank DKI PT Bank DKI PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Persero) Tbk Pinjaman bank (lihat Catatan 14) Bank loans (refer to Note 14) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT Bank Pembangunan Daerah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk Jawa Barat dan Banten Tbk. PT Bank DKI PT Bank DKI PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Persero) Tbk Surat berharga yang diterbitkan Securities issued PT Taspen (Persero) PT Taspen (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) (Persero) Dana Pensiun Bank Mandiri Dana Pensiun Bank Mandiri BPJS Kesehatan BPJS Kesehatan & Ketenagakerjaan & Ketenagakerjaan PT Bank Jatim PT Bank Jatim PT AXA Mandiri PT AXA Mandiri PT Asuransi Jasa Raharja Putra PT Asuransi Jasa Raharja Putra PT Bumi Daya Plaza PT Bumi Daya Plaza PT Mandiri AXA General PT Mandiri AXA General Insurance Insurance PT Asuransi Jasa PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) Indonesia (Persero) DPLK Bank Mandiri DPLK Bank Mandiri PT Reasuransi Internasional PT Reasuransi Internasional Indonesia Indonesia Jumlah liabilitas kepada pihak Total liabilities associated berelasi with related parties Persentase terhadap total liabilitas 36,06% 36,58% 36,68% 31,76% Percentage to total liabilities Utang lain-lain kepada pihak berelasi terutama berhubungan dengan utang angsuran pokok termasuk bunga kepada pemberi pembiayaan bersama. 258 Other payables to related parties are mainly in respect of payables related with installments including interest to joint financing principals providers.

281 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 24. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) 24. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (continued) c. Pendapatan c. Revenue Periode Enam Bulan yang Berakhir pada tanggal 30 Juni/ Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember/ Six Month period ended June 30, Year ended December (tidak diaudit/ 2015 unaudited) Pembiayaan konsumen Consumer financing (lihat Catatan 19a) (refer to Note 19a) Personil manajemen Group s key management kunci Grup personnel PT Adhi Karya (Persero) Tbk PT Adhi Karya (Persero) Tbk PT Perusahaan PT Perusahaan Perdagangan Perdagangan Indonesia Indonesia PT Perikanan Nusantara PT Perikanan Nusantara PT PINDAD (Persero) PT PINDAD (Persero) PT Berdikari (Persero) PT Berdikari (Persero) PT Barata Indonesia PT Barata Indonesia (Persero) (Persero) Bunga (lihat Catatan 19c) Interest (refer to Note 19c) PT Bank Mandiri Taspen Pos PT Bank Mandiri Taspen Pos (dahulu PT Bank Sinar (formerly PT Bank Sinar Harapan Bali) Harapan Bali) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat PT Bank Pembangunan Daerah dan Banten Tbk Jawa Barat dan Banten Tbk. PT Bank DKI PT Bank DKI PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (Persero) Tbk. PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Persero) Tbk Lain-lain (lihat Catatan 19d) Others (refer to Note 19d) PT Asuransi Jasa PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) Indonesia (Persero) PT Mandiri AXA PT Mandiri AXA General Insurance General Insurance Jumlah pendapatan dari Total revenue associated pihak berelasi with related parties Persentase terhadap total pendapatan 4,13% 2,10% 4,16% 0,51% 0,60% Percentage to total revenue Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2015 dan 2014 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014, 2013 dan 2012, pendapatan bunga berkaitan dengan penempatan dana kepada pihak berelasi dengan tingkat bunga masing-masing sebesar 0,00% - 9,25%, 0,00% - 9,25%, 0,00% - 9,75%, 0,00% - 9,75%, 0,00% - 7,50%. For the six month period ended 30 June 2015 and 2014 and for year ended 31 Desember 2014, 2013 and 2012, interest income relates to funds placement to related parties with interest rate each from 0.00% %, 0.00% %, 0.00% %, 0.00% %, 0.00% %, respectively. 259

282 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 24. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) 24. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES (continued) d. Beban d. Expenses Periode Enam Bulan yang Berakhir pada tanggal 30 Juni/ Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember/ Six Month period ended June 30, Year ended December (tidak diaudit/ 2015 unaudited) General and Beban umum dan administrasi administrative expenses Beban sewa gedung Building rental expense PT Bumi Daya Plaza PT Bumi Daya Plaza PT Wahana Optima Permai PT Wahana Optima Permai Beban gaji dan tunjangan Salaries and benefits Kompensasi Dewan Boards of Commisioners and Komisaris dan Direksi Directors compensation Dewan Komisaris Board of Commissioners Imbalan kerja jangka pendek: Short-term employee benefits: Gaji dan tunjangan Salaries and allowances Tantiem Tantiem Direksi Directors Imbalan kerja jangka pendek: Short-term employee benefits: Gaji dan tunjangan Salaries and allowances Tantiem Tantiem Beban keuangan Financial charges PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT Bank DKI PT Bank DKI PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat PT Bank Pembangunan Daerah dan Banten Tbk Jawa Barat dan Banten Tbk. PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Persero) Tbk Jumlah beban kepada Total expenses associated pihak berelasi with related parties Persentase terhadap total beban 17,85% 15,38% 14,44% 13,96% 10,42% Percentage to total expenses 25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN 25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT Pendahuluan dan gambaran umum Perseroan memiliki eksposur terhadap risiko-risiko sebagai berikut: Risiko pasar Risiko kredit Risiko likuiditas Risiko operasional Introduction and overview The Company has exposure to the following risks: Market risk Credit risk Liquidity risk Operational risk 260

283 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) Kerangka manajemen risiko Konsep manajemen risiko Perseroan adalah mengacu dari konsep Enterprise Risk Management (ERM) yang digunakan oleh induk entitas Perseroan yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis dan operasional Perseroan. ERM adalah sebuah proses pengelolaan risiko yang melekat dalam proses bisnis Perseroan, artinya pengelolaan risiko menjadi bagian yang menyatu dalam pengambilan keputusan bisnis Perseroan sehari-hari. Dengan ERM, Perseroan akan memiliki kerangka kerja pengelolaan risiko yang sistematis dan menyeluruh (risiko kredit, risiko pasar dan risiko operasional) dengan menghubungkan pengelolaan modal dan proses bisnis dengan risiko yang dihadapi secara utuh. Tahun ini merupakan kelanjutan dari tahuntahun sebelumnya terkait dengan Penerapan Manajemen Risiko secara Konsolidasi bagi Bank yang Melakukan Pengendalian terhadap Entitas Anak, yang dilaksanakan Perseroan dalam kapasitasnya sebagai Entitas Anak dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, pemegang saham pengendali Perseroan. Kerangka pengelolaan risiko ini mengacu pada Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 5/8/PBI/2003 tanggal 19 Mei 2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum, sebagaimana telah diubah dengan PBI No. 11/25/PBI/2009 tanggal 1 Juli 2009 tentang Perubahan atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 5/8/PBI/2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum. Kerangka ini tercantum dalam Kebijakan Manajemen Risiko Bank Mandiri (KMRBM) agar sejalan dengan rencana penerapan Basel II Accord secara bertahap di Indonesia. Dalam kerangka pengelolaan risiko tersebut diatur berbagai kebijakan agar manajemen risiko berfungsi sebagai business enabler sehingga bisnis dapat tetap tumbuh dalam koridor prinsip kehati-hatian dengan menerapkan proses manajemen risiko yang ideal (identifikasi - pengukuran - pemantauan - pengendalian risiko) pada semua level organisasi. Lebih lanjut, kemitraan antara Perseroan dengan Entitas Induk merupakan hal yang sangat penting, mengingat keduanya menghadapi tantangan regional dan global yang sama dalam mengelola pertumbuhan bisnis yang cepat dan dalam suasana kompetisi yang ketat, namun pada saat yang bersamaan Perseroan harus tetap mampu menyelenggarakan praktik bisnis tersebut berdasarkan dan mengacu kepada prinsip kehatihatian. 261 Risk management framework The concept of risk management of the Company refers to Enterprise Risk Management (ERM) implemented by PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (parent company) which were adopted to the needs of business and operational of the Company. ERM is an inherent business risk management process in the Company s business process, which means, risk management becomes part of daily business decision making. By using ERM, the Company will have systematic and comprehensive framework for risk management (credit risk, market risk and operational risk) by connecting capital management and business risk encountered as whole. This year is a continuation from previous years in term of Implementation Of Consolidated Risk Management For Bank s Controlling Subsidiary Companies, which is implemented by the Company in its capacity as the Subsidiary of PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, the controlling shareholder of the Company. This risk management framework refers to Bank Indonesia regulation (PBI) No 5/8/PBI/2003 dated 19 May 2003 concerning the Application of Risk Management for Commercial Bank as amended by PBI No.11/25/PBI/2009 dated on 1 July 2009 concerning the Amendment on Bank Indonesia Regulation No.5/8/PBI/2003 concerning the Application of Risk Management for Commercial Bank. This framework is included in the Risk Management Policy of Bank Mandiri (KMRBM) in line with the plan to apply Basel II Accord gradually in Indonesia. Within this risk management framework, the Company set up a range of policies in order for risk management to function as a business enabler so that bussines can still grow within the corridor of prudential principle by applying the ideal risk management process (risk identification - measurement - monitoring - management risk) at all level of organization. Further, the partnership between the Company and the parent company is a very important thing considering both have to faced the same regional and global challenge in managing fast business growth and strict competition, but at the same time the Company must implement such of business practices based on prudential principle.

284 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) Kerangka manajemen risiko (lanjutan) Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan, manajemen Perseroan memiliki komitmen penuh untuk menerapkan manajemen risiko secara komprehensif yang secara esensi mencakup kecukupan kebijakan, prosedur dan metodologi pengelolaan risiko sehingga kegiatan usaha Perseroan tetap dapat terarah dan terkendali pada batasan risiko yang dapat diterima, serta tetap menguntungkan Perseroan. Divisi Manajemen Risiko yang berperan secara aktif dalam mengkoordinasikan tindakan-tindakan pencegahan, proaktif dan responsif dengan seluruh karyawan dari berbagai tingkatan yang ada di dalam Perseroan untuk mendukung penerapan manajemen risiko ini, karena semua bagian di dalam Perseroan masingmasing akan memainkan peranan penting. Dalam penerapan manajemen risiko, Perseroan menyadari pentingnya untuk memiliki sebuah mekanisme yang memadai dalam mengakomodasi risiko-risiko yang dihadapi oleh Perseroan. Perseroan memiliki suatu mekanisme yang bertumpu pada 4 (empat) pilar manajemen risiko, yang dapat diuraikan sebagai berikut: Pilar 1: Pengawasan Aktif Dewan Komisaris dan Direksi Pengawasan aktif tersebut tercermin sejak perencanaan bisnis tahunan, yang mencakup: Menyetujui dan melakukan evaluasi kebijakan manajemen risiko secara berkala; Melakukan evaluasi dan menyetujui aktivitas yang memerlukan persetujuan dari Dewan Komisaris atau Direksi; Menetapkan kebijakan dan strategi manajemen risiko termasuk penetapan otoritas dalam pemberian batasan serta tinjauan atas kualitas portofolio secara berkala; Terdapatnya Komite Audit dan sebagai organ Dewan Komisaris dalam melaksanakan fungsi pengawasannya; dan melalui Surat Edaran No. 030/SE/MTF/VI/2012 membentuk Forum Enterprise Risk Management dengan dikoordinir oleh Direktorat Risk Management PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai bentuk konsolidasi manajemen risiko. Risk management framework (continued) As a company engages in financing activities, the Company s management is fully committed to implement risk management comprehensively, which essentially covers the adequacy of policies, procedures and risk management methodology; hence, the Company's business activities could remain be directed and controlled at an acceptable risk limit, at the same time the Company can still be profitable. Risk Management Division is playing an active role in coordinating preventive, proactive and responsive actions with all employees from various levels within the Company in order to support the implementation of risk management, because all divisions of the Company will play their respective important roles. In the implementation of risk management, the Company realizes the importance of having an adequate mechanism to accommodate the risks faced by the Company. The Company has a mechanism that is based upon 4 (four) risk management pillars, which could be described as follows: Pillar 1: Active Supervision by Boards of Commissioners and Directors Active supervision is reflected since annual business planning, which includes: Approving and evaluating risk management policies on a regular basis; Evaluating and approving activities that require approval from the Board of Commissioners or Board of Directors; Establishing risk management policies and strategies, which include determining the authorization in limits and reviewing the quality of portfolio on a regular basis; The presence of the Audit Committee as an organ of the Board of Commissioners in carrying out their supervisory functions; and through Circular Letter No. 030/SE/MTF/VI/2012 established Enterprised Risk Management Forum coordinated by PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Risk Management Directorate in term of implementation of consolidated risk management. 262

285 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) Kerangka manajemen risiko (lanjutan) Pilar 1: Pengawasan Aktif Dewan Komisaris dan Direksi (lanjutan) Kerangka konsolidasi manajemen risiko dengan Entitas Induk dibentuk dengan menempatkan wakil dari Entitas Induk sebagai Kepala Divisi yang membawahi fungsi manajemen risiko Perseroan. Kerangka tersebut juga dilaksanakan melalui pemeriksaan kinerja secara berkala oleh Entitas Induk terhadap Perseroan, menyangkut kinerja keuangan, pengawasan sistem informasi akuntansi, serta tingkat kesehatan dan profil risiko dari piutang pembiayaan konsumen. Pilar 2: Kebijakan dan Penerapan Batasan Perseroan menyusun kebijakan-kebijakan manajemen risiko yang diperiksa secara berkala dan selalu disesuaikan dengan keadaan usaha terkini. Kebijakan tersebut diterjemahkan ke dalam Prosedur Operasi Standar dan Memo Internal yang disosialisasikan kepada seluruh karyawan. Perseroan juga memiliki kebijakan-kebijakan mengenai batasan persetujuan/ otorisasi untuk transaksi kredit maupun yang bukan transaksi kredit. Salah satu contoh kemitraan dalam pengelolaan manajemen risiko antara Perseroan dan Entitas Induk adalah perjanjian kerjasama pemberian kredit without recourse dimana Perseroan bertindak sebagai agen untuk kegiatan seleksi konsumen, penagihan dan pengurusan dokumen administrasi berdasarkan batasan produk ataupun kriteria yang telah ditentukan sebelumnya oleh Entitas Induk. Kebijakan penyisihan kerugian penurunan nilai piutang Perseroan juga mengikuti kebijakan penyisihan pada Entitas Induk yang sejalan dan patuh terhadap Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Risk management framework (continued) Pillar 1: Active Supervision by Boards of Commissioners and Directors (continued) The consolidated risk management framework with Parent Company is established through assigning representatives from Parent Company as Division Head of Risk Management. The framework is also implemented through regular performance assessment by the Parent Company on the Company, concerning the financial performance, monitoring on accounting information system, as well as the level of soundness and risk profile of the Company s consumer financing receivables. Pillar 2: Policy and Implementation of Limits The Company develops policies related to risk management, which are assessed periodically and aligned constantly to fit the most recent business situation. The policy is translated into Standard Operating Procedures and Internal Memo, which are being socialized to all employees. The Company also has policies regarding limitation on approval/ authorization for both credit and noncredit transactions. An example of partnership between the Company and Parent Company in managing risk is jointfinancing without recourse agreement where the Company acts as an agent to underwrite, collect and administer consumer financing based on limitation of product or pre-determined criteria established by Parent Company. The Company s policy in relation with allowance for impairment losses on receivables also comply with the Parent Company's policy, which is in line and in compliance with Indonesian Financial Accounting Standards. 263

286 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) Kerangka manajemen risiko (lanjutan) Pilar 3: Identifikasi, Pengukuran, Pengawasan dan Sistem Informasi Manajemen Perseroan memiliki perangkat untuk mengidentifikasi, mengukur dan mengawasi risiko terutama risiko kredit dan risiko operasional melalui mekanisme pelaporan dan sistem informasi manajemen yang ada serta melalui pertemuan berkala Forum Enterprise Risk Management (FERMA) dengan Entitas induk. Selain itu, sistem teknologi informasi utama Perseroan mampu menyediakan data/informasi secara cepat dan akurat kepada pihak manajemen, Entitas Induk atau pihak ketiga yang terkait lainnya. Kerangka konsolidasi manajemen risiko dengan Entitas Induk terlaksana melalui penyampaian paparan risiko Perseroan yang ada secara berkala kepada Komite Manajemen Risiko Entitas Induk, termasuk penyampaian laporan berkala terkait aspek kepatuhan, hukum dan lainnya kepada Entitas Induk. Pilar 4: Pengendalian Internal Perseroan memiliki Divisi Audit Internal yang secara independen melaporkan proses dan hasil pemeriksaannya kepada Direktur Utama dan melakukan koordinasi dengan Komite Audit secara rutin setiap bulan. Akuntabilitas dari Divisi Audit Internal mencakup: Menyediakan penilaian atas kecukupan dan efektivitas dari semua proses yang ada di dalam Perseroan; Melaporkan masalah-masalah penting yang terkait dengan proses pengendalian aktivitasaktivitas di dalam Perseroan, termasuk perbaikan yang potensial terhadap proses-proses tersebut; dan Koordinasi dengan fungsi pengendali dan pengawasan lainnya (manajemen risiko, kepatuhan,hukum dan audit eksternal). Kerangka konsolidasi manajemen risiko dengan Entitas Induk juga dicerminkan dengan dilaksanakannya audit reguler/audit teknologi informasi/audit terintegrasi atas unit-unit di Perseroan oleh Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) Entitas Induk. Risk management framework (continued) Pillar 3: Identification, Measurement, Monitoring and Management Information System The Company has a set of tools to identify measure and monitor risks, especially credit risk and operational risk through the existing reporting and management information system mechanism, as well as through the regular meetings of the Company s Enterprise Risk Management Forum (FERMA) with Parent Company. In addition, the Company s major information technology system is capable of providing instant and accurate data/information to the management, Parent Company or other related third parties. The consolidated risk management framework with Parent Company is conducted through the reporting of the Company's risk exposure periodically to Parent Company s Risk Management Committee, including the periodic reporting in relation to the compliance, legal and other aspects to the Parent Company. Pillar 4: Internal Control The Company has an Internal Audit Division which independently reports on the process and assessment result to the President Director and regularly coordinate with Audit Committee monthly. The accountability of the Internal Audit Division includes: Providing assessment on the adequacy and effectiveness of all existing processes within the Company; Reporting on important issues related to the control process of activities within the Company, including potential improvements to these processes; and Coordinating with other controlling and supervisory functions (risk management, compliance, legal and external audit). The consolidated risk management framework with Parent Company is also reflected in the implementation of regular audit/information technology audit/integrated audit on the business units in the Company by Parent Company s Internal Audit Unit (SKAI). 264

287 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) Pilar 4: Pengendalian Internal (lanjutan) Guna penguatan pengendalian internal dan proses konsolidasi antara Entitas Induk dengan Entitas Anak, Kepala Divisi Internal Audit perseroan diseleksi dan ditetapkan oleh Entitas Induk sebelum ditempatkan di Perseroan. Risiko pasar Risiko pasar merupakan risiko yang terutama disebabkan karena perubahan tingkat suku bunga, nilai tukar mata uang Rupiah, harga komoditas dan harga modal atau pinjaman, yang dapat membawa risiko bagi Perseroan. Dalam perencanaan usaha Perseroan, risiko pasar yang memiliki dampak langsung kepada Perseroan adalah dalam hal pengelolaan tingkat bunga. Perubahan tingkat bunga acuan akan menjadi risiko pada saat perubahannya, terutama ketika tingkat bunga dinaikkan, yang menyebabkan kerugian bagi Perseroan sehingga dapat menyebabkan risiko kredit Perseroan meningkat. Untuk itu, Perseroan menerapkan pengelolaan tingkat bunga tetap secara konsisten dengan menyesuaikan tingkat bunga kredit terhadap tingkat bunga pinjaman dan beban dana. Sumber pendanaan Perseroan yang terbesar berasal dari skema pembiayaan bersama dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dengan tingkat bunga tetap dan jangka waktu yang sama dengan piutang pembiayaan konsumen. Perseroan juga menerbitkan obligasi dan mediumterm notes yang sebagian besar mempunyai jangka waktu yang panjang, yaitu 3 (tiga) tahun dengan tingkat bunga tetap serta sejumlah kecil pinjaman dari bank swasta nasional dengan tingkat bunga mengambang. Dengan pola aktivitas usaha yang dijalankan Perseroan saat ini, risiko pasar Perseroan adalah minimal. Perseroan tidak mempunyai kegiatan usaha pembiayaan konsumen dalam mata uang asing. Pillar 4: Internal Control (continued) For the purpose of strengthening Internal Control and consolidation process between Parent Company and Subsidiary Company, Head of Internal Audit Division is selected and determined by Parent Company before being assigned in the Company. Market risk Market risk is the risk which is primarily caused by the changes in interest rates, exchange rate of Rupiah currency, commodity prices and the price of capital or loans, which could expose to the Company. In the Company's business planning, market risk with direct impact to the Company is in terms of interest rates management. Changes in interest rates would become a risk at the point of change, especially when the interest rate is raised, which would cause losses to the Company, hence resulting in increased Company's credit risk. Therefore, the Company consistently implements fixed interest rate management by doing adjustment on lending interest rate and cost of funds. The largest source of funding for the Company comes from a joint financing scheme with PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. with fixed interest rate and same period with the consumer financing receivables. The Company s funding source is also from the issuance of bonds and medium-term notes mostly for long-term, i.e. for 3 (three) years, with fixed interest rates and as well as a small number of loans from the national private banks with floating interest rates. With the pattern of business activity currently operated by the Company, the market risk of the Company is minimal. The Company does not have consumer financing business in foreign currency. 265

288 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) Risiko pasar (lanjutan) Tabel berikut menggambarkan rincian aset dan liabilitas keuangan Perseroan yang dikelompokkan menurut mana yang lebih awal antara tanggal repricing atau tanggal jatuh tempo kontraktual untuk melihat dampak perubahan tingkat suku bunga: Market risk (continued) The following tables summarize the Company s financial assets and liabilities at carrying amounts, categorized by the earlier of contractual repricing or maturity dates to see the impact of changes in interest rates: 30 Juni/June 30, 2015 Tingkat bunga tetap/fixed rate Lebih dari 1 tahun Bunga Lebih dari 3 sampai 2 Tidak mengambang Kurang dari 1 1 bulan bulan sampai 1 tahun/ Lebih dari dikenakan <3 bulan/ bulan/less sampai 3 bulan/ tahun/over 3 Over 1 2 tahun/ bunga/ No Floating Rate < 3 than 1 month months year to 2 Over 2 interest rate Jumlah/ months 1 month to 3 months to 1 year years years charges Total Aset keuangan Financial assets Kas dan setara kas Cash and cash equivalents Consumer financing Piutang pembiayaan konsumen receivable Piutang sewa pembiayaan Finance lease receivables Piutang lain lain Other receivables Aset lain-lain Other assets Jumlah aset keuangan Total financial assets Liabilitas keuangan Financial liabilities Utang usaha Trade payables Utang lain-lain Other payables Beban bunga yang masih harus dibayar Accrued interest expenses Pinjaman bank Bank loans Surat berharga yang diterbitkan Securities issued Jumlah liabilitas keuangan Total financial liabilities Jumlah selisih penilaian bunga ( ) (53.728) ( ) ( ) Total interest repricing gap 31 Desember/December 31, 2014 Tingkat bunga tetap/fixed rate Lebih dari 1 tahun Bunga Lebih dari 3 sampai 2 Tidak mengambang Kurang dari 1 1 bulan bulan sampai 1 tahun/ Lebih dari dikenakan <3 bulan/ bulan/less sampai 3 bulan/ tahun/over 3 Over 1 2 tahun/ bunga/ No Floating Rate < 3 than 1 month months year to 2 Over 2 interest rate Jumlah/ months 1 month to 3 months to 1 year years years charges Total Aset keuangan Financial assets Kas dan setara kas Cash and cash equivalents Consumer financing Piutang pembiayaan konsumen receivable Piutang sewa pembiayaan Finance lease receivables Piutang lain lain Other receivables Aset lain-lain Other assets Jumlah aset keuangan Total financial assets Liabilitas keuangan Financial liabilities Utang usaha Trade payables Utang lain-lain Other payables Beban bunga yang masih harus dibayar Accrued interest expenses Pinjaman bank Bank loans Surat berharga yang diterbitkan Securities issued Jumlah liabilitas keuangan Total financial liabilities Jumlah selisih penilaian bunga (15.175) ( ) ( ) Total interest repricing gap 266

289 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) Risiko pasar (lanjutan) Market risk (continued) 31 Desember/December 31, 2013 Tingkat bunga tetap/fixed rate Lebih dari 1 tahun Bunga Lebih dari 3 sampai 2 Tidak mengambang Kurang dari 1 1 bulan bulan sampai 1 tahun/ Lebih dari dikenakan <3 bulan/ bulan/less sampai 3 bulan/ tahun/over 3 Over 1 2 tahun/ bunga/ No Floating Rate < 3 than 1 month months year to 2 Over 2 interest rate Jumlah/ months 1 month to 3 months to 1 year years years charges Total Aset keuangan Financial assets Kas dan setara kas Cash and cash equivalents Consumer financing Piutang pembiayaan konsumen receivable Piutang sewa pembiayaan Finance lease receivables Piutang lain lain Other receivables Aset lain-lain Other assets Jumlah aset keuangan Total financial assets Liabilitas keuangan Financial liabilities Utang usaha Trade payables Utang lain-lain Other payables Beban bunga yang masih harus dibayar Accrued interest expenses Pinjaman bank Bank loans Surat berharga yang diterbitkan Securities issued Jumlah liabilitas keuangan Total financial liabilities Jumlah selisih penilaian bunga (7.308) (15.062) ( ) Total interest repricing gap 31 Desember/December 31, 2012 Tingkat bunga tetap/fixed rate Lebih dari 1 tahun Bunga Lebih dari 3 sampai 2 Tidak mengambang Kurang dari 1 1 bulan bulan sampai 1 tahun/ Lebih dari dikenakan <3 bulan/ bulan/less sampai 3 bulan/ tahun/over 3 Over 1 2 tahun/ bunga/ No Floating Rate < 3 than 1 month months year to 2 Over 2 interest rate Jumlah/ months 1 month to 3 months to 1 year years years charges Total Aset keuangan Financial assets Kas dan setara kas Cash and cash equivalents Consumer financing Piutang pembiayaan konsumen receivable Piutang sewa pembiayaan Finance lease receivables Piutang lain lain Other receivables Aset lain-lain Other assets Jumlah aset keuangan Total financial assets Liabilitas keuangan Financial liabilities Utang usaha Trade payables Utang lain-lain Other payables Beban bunga yang masih harus dibayar Accrued interest expenses Pinjaman bank Bank loans Surat berharga yang diterbitkan Securities issued Jumlah liabilitas keuangan Total financial liabilities Jumlah selisih penilaian bunga (28.703) ( ) Total interest repricing gap 267

290 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) Risiko kredit Credit risk Pengelolaan risiko kredit perseroan diarahkan untuk meningkatkan keseimbangan antara ekspansi kredit yang sehat dengan pengelolaan kredit secara prudent agar terhindar dari penurunan kualitas atau menjadi Non Performing Loan (NPL), serta mengelola penggunaan modal untuk memperoleh return yang optimal. Dimulai dari proses awal penerimaan aplikasi kredit yang selektif dan ditangani dengan prinsip kehati-hatian, yang mana aplikasi kredit akan melalui proses survey dan analisa kredit sebelum disetujui oleh Komite Kredit. Perseroan juga menerapkan Pedoman Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah yang diatur oleh Peraturan Menteri Keuangan No.30/PMK.010/2010 tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah bagi Lembaga Keuangan Non Bank dan Peraturan Ketua Bapepam-LK No.PER-05/BL/2011 tentang Pedoman Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah bagi Perseroan Pembiayaan. Tahun 2012, Perseroan juga telah menjalankan aturan uang muka kendaraan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No.43/PMK.010/2012 tentang Uang Muka Pembiayaan Konsumen untuk kendaraan Bermotor Pada Perusahaan Pembiayaan serta Surat Edaran BI No.14/10/DPNP tanggal 15 Maret 2012 tentang Penerapan Manajemen Risiko pada Bank yang Melakukan Pemberian Kredit Pemilikan Rumah dan Kredit Kendaraan Bermotor yang diberlakukan sejak 15 Juni Untuk setiap kategori aset keuangan, Perseroan harus mengungkapkan eksposur maksimum terhadap risiko kredit dan analisa konsentrasi risiko kredit. The Company s credit risk management is directed to improve the balance between healthy credit expansion with a prudent credit management to avoid from the decline in the quality or being Non Performing Loan (NPL). It starts from the process of receiving credit applications selectively and handling them with prudence principle, whereby the credit application would go through survey and credit analysis process before being approved by the Credit Committee. The Company also implemented the Manual for Implementation of Know Your Customer Principles as regulated in the Ministry of Finance Regulation No.30/PMK.010/2010 regarding the Implementation of Know Your Customer Principles for Non-Banking Financial Institutions and the Chairman of the Capital Market and Financial Institution Supervisory Board (Bapepam-LK) Regulation No.PER-05/BL/2011 regarding the Manual for Implementation of Know Your Customer Principles for Multifinance Companies. In 2012, the Company also has implemented down payment regulation as regulated in the Ministry of Finance Regulation No.43/PMK.010/2012 concerning Down Payment for Consumer Financing, and Bank Indonesia Cirrcular Letter No.14/10/DPNP dated 15 March 2012 concerning The Application of Bank s Risk Management on Mortgages and Motor Vehicle Credit effective 15 June For each financial asset category, the Company should disclose maximum exposure to credit risk and concentration of credit risk analysis. i. Eksposur maksimum terhadap risiko kredit i. Maximum exposure to credit risk Nilai tercatat dari aset keuangan Perseroan selain piutang sewa pembiayaan dan piutang pembiayaan konsumen menggambarkan eksposur maksimum atas risiko tersebut. Dalam hal piutang pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan, agunan yang diterima adalah Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) atas kendaraan yang dibiayai Perseroan. The carrying amount of the Company s financial assets other than finance lease receivables and consumer financing receivables represent the maximum exporure of credit. In case of consumer financing and finance lease receivables, collaterals accepted by the Company is Certificate of Ownership of the vehicles financed by the Company. 268

291 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) Risiko kredit (lanjutan) Credit risk (continued) ii. Analisis konsentrasi risiko kredit ii. Concentration of credit risk analysis Konsentrasi risiko kredit timbul ketika sejumlah pelanggan bergerak dalam aktivitas usaha yang sama atau aktivitas dalam wilayah geografis yang sama, atau ketika mereka memiliki karakteristik yang sejenis yang akan menyebabkan kemampuan untuk memenuhi kewajiban kontraktualnya sama-sama dipengaruhi oleh perubahan kondisi ekonomi atau yang lainnya. Perseroan bergerak di bidang usaha pembiayaan konsumen yang pelanggannya kebanyakan adalah individu dan tidak terkonsentrasi pada wilayah geografis tertentu. Tabel berikut menggambarkan jumlah risiko kredit dan konsentrasi risiko aset keuangan konsumen yang dimiliki Perseroan: (bruto) Concentrations of credit risk arise when a number of customers are engaged in similar business activities or activities within the same geographic region, or when they have similar characteristics that would cause their ability to meet contractual obligations to be similarly affected by changes in economic or other conditions. The Company is currently engaged in consumer financing business in which the customers are mainly individuals and they are not concentrated in the specific geographic region. The following tables set out the total credit risk and risk concentration of financial assets of the Company: (gross) a. Sektor geografis a. Geographical sector 30 Juni/June 30, 2015 Lainnya/ Jumlah/ Jawa Bali Sumatera Kalimantan Sulawesi Others Total Kas dan setara kas (156 ) 197 (98) Cash and cash equivalents Piutang pembiayaan Consumer financing konsumen: receivables: perorangan individual Piutang sewa pembiayaan: Finance lease receivables: korporasi corporate Piutang lain-lain Other receivables Aset lain-lain (96 ) Other assets Desember/December 31, 2014 Lainnya/ Jumlah/ Jawa Bali Sumatera Kalimantan Sulawesi Others Total Kas dan setara kas Cash and cash equivalents Piutang pembiayaan Consumer financing konsumen: receivables: perorangan individual Piutang sewa pembiayaan: Finance lease receivables: korporasi corporate Piutang lain-lain Other receivables Aset lain-lain (341 ) Other assets

292 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) Risiko kredit (lanjutan) Credit risk (continued) ii. Analisis konsentrasi risiko kredit (lanjutan) ii. Concentration of credit risk analysis (continued) a. Sektor geografis (lanjutan) a. Geographical sector (continued) 31 Desember/December 31, 2013 Lainnya/ Jumlah/ Jawa Bali Sumatera Kalimantan Sulawesi Others Total Kas dan setara kas Cash and cash equivalents Piutang pembiayaan Consumer financing konsumen: receivables: perorangan individual Piutang sewa pembiayaan: Finance lease receivables: korporasi corporate Piutang lain-lain Other receivables Aset lain-lain (682 ) Other assets Desember/December 31, 2012 Lainnya/ Jumlah/ Jawa Bali Sumatera Kalimantan Sulawesi Others Total Kas dan setara kas Cash and cash equivalents Piutang pembiayaan Consumer financing konsumen: receivables: perorangan individual Piutang sewa pembiayaan: Finance lease receivables: korporasi corporate Piutang lain-lain Other receivables Aset lain-lain (722 ) 29 (13) Other assets b. Sektor industri b. Industry sector 30 Juni/June 30, 2015 Lembaga Keuangan/ Financial Konsumen/ Lain-lain/ Jumlah/ Institution Customers Others Total Kas dan setara kas Cash and cash equivalents Piutang pembiayaan Consumer financing konsumen: receivables: perorangan individual Piutang sewa pembiayaan: Finance lease receivables: korporasi corporate Piutang lain-lain Other receivables Aset lain-lain Other assets

293 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) Risiko kredit (lanjutan) Credit risk (continued) ii. Analisis konsentrasi risiko kredit (lanjutan) ii. Concentration of credit risk analysis (continued) b. Sektor industri (lanjutan) b. Industry sector (continued) 31 Desember/December 31, 2014 Lembaga Keuangan/ Financial Konsumen/ Lain-lain/ Jumlah/ Institution Customers Others Total Kas dan setara kas Cash and cash equivalents Piutang pembiayaan Consumer financing konsumen: receivables: perorangan individual Piutang sewa pembiayaan: Finance lease receivables: korporasi corporate Piutang lain-lain Other receivables Aset lain-lain Other assets Desember/December 31, 2013 Lembaga Keuangan/ Financial Konsumen/ Lain-lain/ Jumlah/ Institution Customers Others Total Kas dan setara kas Cash and cash equivalents Piutang pembiayaan Consumer financing konsumen: receivables: perorangan individual Piutang sewa pembiayaan: Finance lease receivables: korporasi corporate Piutang lain-lain Other receivables Aset lain-lain Other assets Desember/December 31, 2012 Lembaga Keuangan/ Financial Konsumen/ Lain-lain/ Jumlah/ Institution Customers Others Total Kas dan setara kas Cash and cash equivalents Piutang pembiayaan Consumer financing konsumen: receivables: perorangan individual Piutang sewa pembiayaan: Finance lease receivables: korporasi corporate Piutang lain-lain Other receivables Aset lain-lain Other assets

294 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) Risiko kredit (lanjutan) Credit risk (continued) ii. Analisis konsentrasi risiko kredit (lanjutan) ii. Concentration of credit risk analysis (continued) c. Berdasarkan kualitas kredit dari aset keuangan Pada tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 eksposur risiko kredit atas aset keuangan terbagi atas: c. Based on quality of financial assets As of 30 June 2015, 31 December 2014, 2013 and 2012 credit risk exposure of financial asset is divided into: 30 Juni/June 30, 2015 Cadangan Jatuh tempo kerugian dan tidak penurunan Belum jatuh tempo dan mengalami Mengalami nilai/ tidak mengalami penurunan penurunan Allowance for penurunan nilai/ Neither nilai/past due nilai/ impairment Jumlah/ past due nor impaired but not impaired Impaired losses Total High grade Standard grade Kas dan setara kas Cash and cash equivalent Piutang pembiayaan Consumer financing konsumen: receivables: perorangan ( ) individual Piutang sewa pembiayaan: Finance lease receivables: korporasi (11.992) corporate Piutang lain-lain (794) Other receivables Aset lain-lain Other assets ( ) Desember/December 31, 2014 Cadangan Jatuh tempo kerugian dan tidak penurunan Belum jatuh tempo dan mengalami Mengalami nilai/ tidak mengalami penurunan penurunan Allowance for penurunan nilai/ Neither nilai/past due nilai/ impairment Jumlah/ past due nor impaired but not impaired Impaired losses Total High grade Standard grade Kas dan setara kas Cash and cash equivalent Piutang pembiayaan Consumer financing konsumen: receivables: perorangan ( ) individual Piutang sewa pembiayaan: Finance lease receivables: korporasi (17.213) corporate Piutang lain-lain (794) Other receivables Aset lain-lain Other assets ( )

295 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) Risiko kredit (lanjutan) Credit risk (continued) ii. Analisis konsentrasi risiko kredit (lanjutan) ii. Concentration of credit risk analysis (continued) c. Berdasarkan kualitas kredit dari aset keuangan (lanjutan) c. Based on quality of financial assets (continued) 31 Desember/December 31, 2013 Cadangan Jatuh tempo kerugian dan tidak penurunan Belum jatuh tempo dan mengalami Mengalami nilai/ tidak mengalami penurunan penurunan Allowance for penurunan nilai/ Neither nilai/past due nilai/ impairment Jumlah/ past due nor impaired but not impaired Impaired losses Total High grade Standard grade Kas dan setara kas Cash and cash equivalent Piutang pembiayaan Consumer financing konsumen: receivables: perorangan ( ) individual Piutang sewa pembiayaan: Finance lease receivables: korporasi (7.537) corporate Piutang lain-lain (813) Other receivables Aset lain-lain Other assets ( ) Desember/December 31, 2012 Cadangan Jatuh tempo kerugian dan tidak penurunan Belum jatuh tempo dan mengalami Mengalami nilai/ tidak mengalami penurunan penurunan Allowance for penurunan nilai/ Neither nilai/past due nilai/ impairment Jumlah/ past due nor impaired but not impaired Impaired losses Total High grade Standard grade Kas dan setara kas Cash and cash equivalent Piutang pembiayaan Consumer financing konsumen: receivables: perorangan (90.777) individual Piutang sewa pembiayaan: Finance lease receivables: korporasi (1.767) corporate Piutang lain-lain (979) Other receivables Aset lain-lain Other assets (93.523) Penjelasan pembagian kualitas kredit yang diberikan yang belum jatuh tempo dan tidak mengalami penurunan nilai: - High grade, yaitu tidak terdapat keraguan atas pengembalian aset keuangan. - Standard grade, yaitu terdapat pertimbangan tertentu terkait dengan kemampuan nasabah dalam melakukan pembayaran pada saat jatuh tempo. Namun sampai saat ini belum terdapat keterlambatan dalam pembayaran cicilan pokok dan bunga pada saat jatuh tempo. The explanation of loan under quality neither past due nor impaired were as follows: - High grade, which is no - doubt over the repayment of financial asset. - Standard grade, which is there is - certain consideration related to the ability of the customer in making payment at maturity date, however until now there has not been any delay in payment of principal and interest at maturity date. 273

296 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) Risiko kredit (lanjutan) Credit risk (continued) ii. Analisis konsentrasi risiko kredit (lanjutan) ii. Concentration of credit risk analysis (continued) c. Berdasarkan kualitas kredit dari aset keuangan (lanjutan) Piutang pembiayaan konsumen dan piutang sewa pembiayaan yang pembayaran angsurannya menunggak lebih dari 90 hari diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang mengalami penurunan nilai. Sebagai jaminan atas piutang pembiayaan konsumen yang diberikan, Perseroan menerima jaminan dari konsumen berupa Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor ( BPKB ) atas kendaraan bermotor yang dibiayai Perseroan. Tabel berikut menunjukkan aging analysis terhadap piutang pembiayaan konsumen dan piutang sewa pembiayaan yang telah jatuh tempo tetapi tidak mengalami penurunan nilai. c. Based on quality of financial assets (continued) Consumer financing and finance lease receivables which installments are overdue for more than 90 days are classified as impaired financial assets. As collateral to the consumer financing receivables, the Company receives the Certificates of Ownership ( BPKB ) of the motor vehicles financed by the Company. The following table summarizes the aging analysis of consumer financing receivables and finance lease receivables which are past due but not impaired. 30 Juni/June 30, 2015 Jumlah/ 1-30 hari/days hari/days hari/days Total Piutang pembiayaan Consumer financing konsumen: receivables: perorangan individual Piutang sewa pembiayaan: Finance lease receivables: korporasi corporate

297 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) Risiko kredit (lanjutan) Credit risk (continued) ii. Analisis konsentrasi risiko kredit (lanjutan) ii. Concentration of credit risk analysis (continued) c. Berdasarkan kualitas kredit dari aset keuangan (lanjutan) c. Based on quality of financial assets (continued) 31 Desember/December 31, 2014 Jumlah/ 1-30 hari/days hari/days hari/days Total Piutang pembiayaan Consumer financing konsumen: receivables: perorangan individual Piutang sewa pembiayaan: Finance lease receivables: korporasi corporate Desember/December 31, 2013 Jumlah/ 1-30 hari/days hari/days hari/days Total Piutang pembiayaan Consumer financing konsumen: receivables: perorangan individual Piutang sewa pembiayaan: Finance lease receivables: korporasi corporate Desember/December 31, 2012 Jumlah/ 1-30 hari/days hari/days hari/days Total Piutang pembiayaan Consumer financing konsumen: receivables: perorangan individual Piutang sewa pembiayaan: Finance lease receivables: korporasi corporate Risiko likuiditas Risiko likuiditas merupakan risiko, yang mana Perseroan tidak memiliki sumber keuangan yang mencukupi untuk memenuhi kewajibannya yang telah jatuh tempo. Mengingat Perseroan memperoleh dukungan keuangan yang kuat dari Entitas Induk melalui skema pembiayaan bersama, maka risiko ini dapat dikelola dengan baik. Liquidity risk Liquidity risk is the risk, whereby the Company does not have sufficient financial resources to discharge its matured liabilities. As the Company receives strong financial support from Parent Company through joint financing scheme, this risk could be managed properly. 275

298 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) Risiko likuiditas (lanjutan) Tabel berikut menggambarkan profil perbedaan jatuh tempo atas aset dan liabilitas keuangan Perseroan pada tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012: Liquidity risk (continued) The following table summarizes the maturity gap profile of the Company s financial assets and liabilities as of 30 June 2015, 31 December 2014, 2013 and 2012: 30 Juni/June 30, 2015 Tidak Lebih dari 6 mempunyai Kurang dari bulan sampai 1 Lebih dari kontrak jatuh Nilai satu bulan/ 1-6 tahun/ Over than 1 tahun/ tempo/no tercatat/ Less than bulan/ 6 month to Over than contractual Carrying one month months 1 year 1 year maturity value ASET ASSETS Kas dan setara kas Cash and cash equivalents Piutang pembiayaan konsumen Consumer financing receivables Piutang sewa pembiayaan Finance lease receivables Piutang lain-lain Other receivables Aset lain-lain Other assets Total aset Total assets LIABILITAS LIABILITIES Utang usaha Trade payables Utang lain-lain Other payables Beban bunga yang Accrued masih harus dibayar interest expenses Pinjaman bank Bank loans Surat berharga yang diterbitkan Securities issued Total liabilitas Total liabilities Total perbedaan jatuh tempo ( ) ( ) ( ) Total maturity gap 31 Desember/December 31, 2014 Tidak Lebih dari 6 mempunyai Kurang dari bulan sampai 1 Lebih dari kontrak jatuh Nilai satu bulan/ 1-6 tahun/ Over than 1 tahun/ tempo/no tercatat/ Less than bulan/ 6 month to Over than contractual Carrying one month months 1 year 1 year maturity value ASET ASSETS Kas dan setara kas Cash and cash equivalents Piutang pembiayaan konsumen Consumer financing receivables Piutang sewa pembiayaan Finance lease receivables Piutang lain-lain Other receivables Aset lain-lain Other assets Total aset Total assets LIABILITAS LIABILITIES Utang usaha Trade payables Utang lain-lain Other payables Beban bunga yang Accrued masih harus dibayar interest expenses Pinjaman bank Bank loans Surat berharga yang diterbitkan Securities issued Total liabilitas Total liabilities Total perbedaan jatuh tempo ( ) ( ) Total maturity gap 276

299 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) Risiko likuiditas (lanjutan) Liquidity risk (continued) 31 Desember/December 31, 2013 Tidak Lebih dari 6 mempunyai Kurang dari bulan sampai 1 Lebih dari kontrak jatuh Nilai satu bulan/ 1-6 tahun/ Over than 1 tahun/ tempo/no tercatat/ Less than bulan/ 6 month to Over than contractual Carrying one month months 1 year 1 year maturity value ASET ASSETS Cash and cash Kas dan setara kas equivalents Piutang pembiayaan konsumen Consumer financing receivables Piutang sewa pembiayaan Finance lease receivables Piutang lain-lain Other receivables Aset lain-lain Other assets Total aset Total assets LIABILITAS LIABILITIES Utang usaha Trade payables Utang lain-lain Other payables Beban bunga yang Accrued masih harus dibayar interest expenses Pinjaman bank Bank loans Surat berharga yang diterbitkan Securities issued Total liabilitas Total liabilities Total perbedaan jatuh tempo ( ) ( ) Total maturity gap 31 Desember/December 31, 2012 Tidak Lebih dari 6 mempunyai Kurang dari bulan sampai 1 Lebih dari kontrak jatuh Nilai satu bulan/ 1-6 tahun/ Over than 1 tahun/ tempo/no tercatat/ Less than bulan/ 6 month to Over than contractual Carrying one month months 1 year 1 year maturity value ASET ASSETS Cash and cash Kas dan setara kas equivalents Piutang pembiayaan konsumen Consumer financing receivables Piutang sewa pembiayaan Finance lease receivables Piutang lain-lain Other receivables Aset lain-lain Other assets Total aset Total assets LIABILITAS LIABILITIES Utang usaha Trade payables Utang lain-lain Other payables Beban bunga yang Accrued masih harus dibayar interest expenses Pinjaman bank Bank loans Surat berharga yang diterbitkan Securities issued Total liabilitas Total liabilities Total perbedaan jatuh tempo ( ) Total maturity gap 277

300 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) Risiko likuiditas (lanjutan) Tabel di bawah ini menunjukkan sisa jatuh tempo kontraktual dari liabilitas keuangan berdasarkan pada undiscounted cash flows pada tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan Liquidity risk (continued) The tables below show the remaining contractual maturities of financial liabilities based on undiscounted cash flows as of 30 June 2015, 31 December 2014, 2013 and Juni/June 30, 2015 Tidak Lebih dari 6 mempunyai Kurang dari bulan sampai 1 Lebih dari kontrak jatuh Nilai satu bulan/ 1-6 tahun/ Over than 1 tahun/ tempo/no tercatat/ Less than bulan/ 6 month to Over than contractual Carrying one month months 1 year 1 year maturity value LIABILITAS LIABILITIES Utang usaha Trade payables Utang lain-lain Other payables Beban bunga yang Accrued masih harus dibayar interest expenses Pinjaman bank Bank loans Surat berharga yang diterbitkan Securities issued Total Total 31 Desember/December 2014 Tidak Lebih dari 6 mempunyai Kurang dari bulan sampai 1 Lebih dari kontrak jatuh Nilai satu bulan/ 1-6 tahun/ Over than 1 tahun/ tempo/no tercatat/ Less than bulan/ 6 month to Over than contractual Carrying one month months 1 year 1 year maturity value LIABILITAS LIABILITIES Utang usaha Trade payables Utang lain-lain Other payables Beban bunga yang Accrued masih harus dibayar interest expenses Pinjaman bank Bank loans Surat berharga yang diterbitkan Securities issued Total Total 31 Desember/December 31, 2013 Tidak Lebih dari 6 mempunyai Kurang dari bulan sampai 1 Lebih dari kontrak jatuh Nilai satu bulan/ 1-6 tahun/ Over than 1 tahun/ tempo/no tercatat/ Less than bulan/ 6 month to Over than contractual Carrying one month months 1 year 1 year maturity value LIABILITAS LIABILITIES Utang usaha Trade payables Utang lain-lain Other payables Beban bunga yang Accrued masih harus dibayar interest expenses Pinjaman bank Bank loans Surat berharga yang diterbitkan Securities issued Total Total 31 Desember/December 31, 2012 Tidak Lebih dari 6 mempunyai Kurang dari bulan sampai 1 Lebih dari kontrak jatuh Nilai satu bulan/ 1-6 tahun/ Over than 1 tahun/ tempo/no tercatat/ Less than bulan/ 6 month to Over than contractual Carrying one month months 1 year 1 year maturity value LIABILITAS LIABILITIES Utang usaha Trade payables Utang lain-lain Other payables Beban bunga yang Accrued masih harus dibayar interest expenses Pinjaman bank Bank loans Surat berharga yang diterbitkan Securities issued Total Total 278

301 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) Risiko operasional Perseroan juga sangat peduli terhadap risiko operasional, karena permasalahan yang timbul sehubungan dengan risiko ini dapat berdampak dan berpengaruh luas terhadap kinerja Perseroan secara keseluruhan. Secara umum, risiko operasional merupakan risiko yang disebabkan karena kekurangan dan kegagalan proses internal, kesalahan manusia, kegagalan system ataupun permasalahan-permasalahan yang berdampak pada operasi Perseroan. Penanganan risiko operasional dalam Perseroan dilakukan dengan 3 (tiga) langkah, yaitu: - Pengidentifikasian risiko - Pengukuran risiko - Manajemen, pengawasan dan pengendalian risiko Ketiga langkah di atas merupakan satu kesatuan proses yang tidak terpisahkan. Langkah di atas telah diterjemahkan Perseroan dalam mekanisme manajemen risiko operasional sebagai berikut: Operational Risk Management System (ORMS) ORMS merupakan implementasi dari kewajiban Perseroan sebagai Perseroan Anak dari PT Bank Mandiri (Persero), Tbk. untuk melakukan pengendalian risiko operasional dengan cara melakukan pencatatan kejadian berisiko pada saat terjadinya kejadian berisiko tersebut, seperti yang diatur di dalam Peraturan Bank Indonesia No. 8/6/PBI/2006 tertanggal 30 Januari 2006 perihal Penerapan Manajemen Risiko secara Konsolidasi bagi Bank yang Melakukan Pengendalian terhadap Perseroan Anak. ORMS adalah sebuah aplikasi intranet berbasis web yang digunakan sebagai alat bantu pengelola risiko operasional yang dirancang agar pencatatan kejadian berisiko dapat dilakukan pada saat terjadinya kejadian berisiko tersebut dan direkam ke dalam database. Laporan yang terekam melalui menu laporan tersebut kemudian akan dipindahkan ke dalam aplikasi ORMS Entitas Induk sebagai bentuk dari perwujudan konsolidasi Laporan Risiko Operasional Bank. Operational risk The Company is also very concerned about the operational risk, because the problems arised in relation with this risk could bring significant impact and affect to the overall Company s performance. In general, operational risk is the risk caused by shortcomings and failures of internal processes, human errors, system failures or problems that could bring impact to the Company's operations. The operational risks in the Company are handled through 3 (three) steps as follows: - Risk identification - Risk measurement - Risk management, supervision and control The three steps above are inseparable unified process. The steps above have been converted to the Company's operational risk management mechanism as follows: Operational Risk Management System (ORMS) ORMS is an implementation of the obligation of the Company as a Subsidiary of PT Bank Mandiri (Persero), Tbk. to carry out operational risk control by recording risk event at the time this risk event occurred, as regulated in Bank Indonesia Regulation No. 8/6/PBI/2006 dated 30 January 2006 regarding "Implementation of Consolidated Risk Management for Banks Performing Control on Subsidiary Companies". ORMS is a web-based intranet application that is used as an operational risk management tool and is designed for recording the operational risk event at the time of occurrence of this risk event and stored into database. The report stored through the reporting menu would then be transferred to Parent Company s ORMS application as the form of the consolidated Bank s Operational Risk Report. 279

302 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) Manajemen permodalan Tujuan Perseroan dalam mengelola permodalannya adalah menjaga kelangsungan usaha Perseroan untuk dapat memberikan hasil kepada pemegang saham dan manfaat kepada pemangku kepentingan lainnya, dan memelihara optimalisasi struktur permodalan untuk mengurangi biaya modal. Dalam rangka memelihara atau menyesuaikan struktur permodalan, Perseroan dapat menyesuaikan jumlah dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham, imbalan hasil modal kepada pemegang saham atau menerbitkan saham baru untuk mengurangi pinjaman. Konsisten dengan pelaku industri lainnya, Perseroan memonitor permodalan berdasarkan gearing ratio. Rasio ini dihitung dari nilai bersih pinjaman (termasuk obligasi dan medium-term notes) dibagi dengan jumlah modal. Jumlah modal diambil dari ekuitas yang tercantum dalam laporan posisi keuangan. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 84/PMK.012/2006 tanggal 26 September 2006 tentang Perusahan Pembiayaan, jumlah maksimum gearing ratio adalah sebesar 10 kali dari total modal. Capital management The Company s objectives when managing capital are to safeguard the Company s ability to continue as a going concern in order to provide returns for shareholders and benefits for other stakeholders and to maintain an optimal capital structure to reduce the cost of capital. In order to maintain or adjust the capital structure, the Company may adjust the amount of dividends paid to shareholders, return capital to shareholders or issue new shares to reduce debt. Consistent with other players in the industry, the Company monitors capital on the basis of the gearing ratio. This ratio is calculated as net debt (including bonds payable and medium-term notes) divided by total capital. Total capital is calculated as equity as shown in the statements of financial position. Based on Minister of Finance of the Republic of Indonesia Regulation No.84/PMK.012/2006 dated 26 September 2006 regarding Multifinance Company, the maximum gearing ratio is 10 times from total capital. 31 Desember/December 31 (Disajikan kembali/as restated) 30 Juni/ June 30, Pinjaman Debt Pinjaman yang diterima - neto Borrowings - net Obligasi Bonds Payable Medium-Term Notes Medium-Term Notes Total Pinjaman Total Debt Jumlah Modal Total Capital Gearing Ratio 6,39 6,41 6,47 6,56 Gearing Ratio Perseroan senantiasa menjaga jumlah maksimum gearing ratio lebih kecil dari ketentuan yang ditetapkan melalui analisa alternatif pembiayaan baik melalui pinjaman bank, penerbitan obligasi ataupun optimalisasi dana joint financing. Perseroan juga menghitung biaya dana dari alternatif pembiayaan yang dipilih untuk memastikan biaya dana tersebut dapat menghasilkan pendapatan maksimum bagi Perseroan. The Company always maintains the maximum amount of gearing ratio at smaller level than the applicable regulation by performing an analysis to determine financing alternative whether through the bank loans, bonds issuance or joint financing fund optimization. The Company also calculates the cost of fund of each financing alternative selected by the Company to ensure it could generate a maximum income for the Company. 280

303 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 26. NILAI WAJAR ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN Tabel di bawah ini menyajikan nilai tercatat dan nilai wajar dari instrumen keuangan Perseroan: 26. FAIR VALUE OF FINANCIAL ASSETS AND LIABILITIES The following tables set out the carrying amounts and fair values of the Company s financial instruments: 30 Juni/June 30, 2015 Biaya perolehan diamortisasi Pinjaman yang lainnya/ diberikan dan Other Nilai tercatat/ piutang/loans and amortized Carrying Nilai wajar/ receivables cost value Fair value ASET KEUANGAN FINANCIAL ASSETS Kas dan setara kas Cash and cash equivalents Piutang pembiayaan konsumen Consumer financing receivables Piutang sewa pembiayaan Finance lease receivables Piutang lain-lain Other receivables Aset lain-lain Other assets Total aset keuangan Total financial assets LIABILITAS KEUANGAN FINANCIAL LIABILITIES Utang usaha Trade payables Utang lain-lain Other payables Pinjaman bank Bank loans Beban bunga yang masih harus dibayar Accrued interest expenses Surat berharga yang diterbitkan Securities issued Total liabilitas keuangan Total financial liabilities 31 Desember/December 31, 2014 Biaya perolehan diamortisasi Pinjaman yang lainnya/ diberikan dan Other Nilai tercatat/ piutang/loans and amortized Carrying Nilai wajar/ receivables cost value Fair value ASET KEUANGAN FINANCIAL ASSETS Kas dan setara kas Cash and cash equivalents Piutang pembiayaan konsumen Consumer financing receivables Piutang sewa pembiayaan Finance lease receivables Piutang lain-lain Other receivables Aset lain-lain Other assets Total aset keuangan Total financial assets LIABILITAS KEUANGAN FINANCIAL LIABILITIES Utang usaha Trade payables Utang lain-lain Other payables Pinjaman bank Bank loans Beban bunga yang masih harus dibayar Accrued interest expenses Surat berharga yang diterbitkan Securities issued Total liabilitas keuangan Total financial liabilities 281

304 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 26. NILAI WAJAR ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN (lanjutan) 26. FAIR VALUE OF FINANCIAL ASSETS AND LIABILITIES (continued) 31 Desember/December 31, 2013 Biaya perolehan diamortisasi Pinjaman yang lainnya/ diberikan dan Other Nilai tercatat/ piutang/loans and amortized Carrying Nilai wajar/ receivables cost value Fair value ASET KEUANGAN FINANCIAL ASSETS Kas dan setara kas Cash and cash equivalents Piutang pembiayaan konsumen Consumer financing receivables Piutang sewa pembiayaan Finance lease receivables Piutang lain-lain Other receivables Aset lain-lain Other assets Total aset keuangan Total financial assets LIABILITAS KEUANGAN FINANCIAL LIABILITIES Utang usaha Trade payables Utang lain-lain Other payables Pinjaman bank Bank loans Beban bunga yang masih harus dibayar Accrued interest expenses Surat berharga yang diterbitkan Securities issued Total liabilitas keuangan Total financial liabilities 31 Desember/December 31, 2012 Biaya perolehan diamortisasi Pinjaman yang lainnya/ diberikan dan Other Nilai tercatat/ piutang/loans and amortized Carrying Nilai wajar/ receivables cost value Fair value ASET KEUANGAN FINANCIAL ASSETS Kas dan setara kas Cash and cash equivalents Piutang pembiayaan konsumen Consumer financing receivables Piutang sewa pembiayaan Finance lease receivables Piutang lain-lain Other receivables Aset lain-lain Other assets Total aset keuangan Total financial assets LIABILITAS KEUANGAN FINANCIAL LIABILITIES Utang usaha Trade payables Utang lain-lain Other payables Pinjaman bank Bank loans Beban bunga yang masih harus dibayar Accrued interest expenses Surat berharga yang diterbitkan Securities issued Total liabilitas keuangan Total financial liabilities 282

305 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 26. NILAI WAJAR ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN (lanjutan) Tabel di bawah ini menyajikan analisa atas instrumen keuangan tersebut sesuai dengan masing-masing level dalam hirarki nilai wajar: 26. FAIR VALUE OF FINANCIAL ASSETS AND LIABILITIES (continued) The tables below present the analysis of the above financial instruments by the level in the fair value hierarchy: 30 Juni/June 30, 2015 Nilai tercatat/ Tingkat 1/ Tingkat 2/ Tingkat 3/ Carrying value Level 1 Level 2 Level 3 Total ASET KEUANGAN FINANCIAL ASSETS Piutang pembiayaan konsumen Consumer financing receivables Piutang sewa pembiayaan Finance lease receivables Total Total LIABILITAS KEUANGAN FINANCIAL LIABILITIES Pinjaman bank Bank loans Surat berharga yang diterbitkan Securities issued Total Total 31 Desember/December 31, 2014 Nilai tercatat/ Tingkat 1/ Tingkat 2/ Tingkat 3/ Carrying value Level 1 Level 2 Level 3 Total ASET KEUANGAN FINANCIAL ASSETS Piutang pembiayaan konsumen Consumer financing receivables Piutang sewa pembiayaan Finance lease receivables Total Total LIABILITAS KEUANGAN FINANCIAL LIABILITIES Pinjaman bank Bank loans Surat berharga yang diterbitkan Securities issued Total Total 31 Desember/December 31, 2013 Nilai tercatat/ Tingkat 1/ Tingkat 2/ Tingkat 3/ Carrying value Level 1 Level 2 Level 3 Total ASET KEUANGAN FINANCIAL ASSETS Piutang pembiayaan konsumen Consumer financing receivables Piutang sewa pembiayaan Finance lease receivables Total Total LIABILITAS KEUANGAN FINANCIAL LIABILITIES Pinjaman bank Bank loans Surat berharga yang diterbitkan Securities issued Total Total 31 Desember/December 31, 2012 Nilai tercatat/ Tingkat 1/ Tingkat 2/ Tingkat 3/ Carrying value Level 1 Level 2 Level 3 Total ASET KEUANGAN FINANCIAL ASSETS Piutang pembiayaan konsumen Consumer financing receivables Piutang sewa pembiayaan Finance lease receivables Total aset Total 283

306 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 26. NILAI WAJAR ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN (lanjutan) 26. FAIR VALUE OF FINANCIAL ASSETS AND LIABILITIES (continued) 31 Desember/December 31, 2012 (lanjutan/continued) Nilai tercatat/ Tingkat 1/ Tingkat 2/ Tingkat 3/ Carrying value Level 1 Level 2 Level 3 Total LIABILITAS KEUANGAN FINANCIAL LIABILITIES Pinjaman bank Bank loans Surat berharga yang diterbitkan Securities issued Total Total Metode dan asumsi yang digunakan untuk estimasi nilai wajar adalah sebagai berikut: Nilai wajar kas dan setara kas, piutang lain-lain, aset lain-lain, utang usaha, beban bunga yang masih harus dibayar dan utang lain-lain mendekati nilai tercatat karena jangka waktu jatuh tempo yang singkat atas instrumen keuangan tersebut. Nilai wajar piutang pembiayaan konsumen, piutang sewa pembiayaan, pinjaman yang diterima dan surat berharga yang diterbitkan dinilai menggunakan diskonto arus kas berdasarkan tingkat suku bunga pasar pada tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan The following methods and assumptions are used to estimate the fair values: The fair value of cash and cash equivalents, other receivables, other assets, trade payables, accrued interest expenses and other payables approximate their carrying amounts largerly due to short-term maturities of these instruments. The fair value of consumer financing receivables, finance lease receivables, bank loan and securities issued are determined by discounting cash flows using market interest rate as of 30 June 2015, 31 December 2014, 2013 and PERJANJIAN KERJASAMA 27. COOPERATION AGREEMENTS Pembiayaan bersama Perseroan mempunyai perjanjian kerjasama pembiayaan bersama without recourse dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Perseroan bertindak sebagai agen untuk kegiatan seleksi konsumen, penagihan dan pengurusan dokumen administrasi dan mendapatkan pendapatan atas selisih marjin yang diterima dari konsumen dan yang dibayarkan ke pemberi pembiayaan bersama. Dalam perjanjian kerjasama dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., porsi fasilitas pembiayaan yang akan diberikan untuk konsumen dari masingmasing pihak adalah minimal 5,00% dari Perseroan dan maksimal 95,00% dari pemberi pembiayaan bersama. Sejak tanggal 20 Desember 2013, porsi fasilitas pembiayaan yang akan diberikan untuk konsumen dari masing-masing pihak adalah minimal 1,00% dari Perseroan dan maksimal 99,00% dari pemberi pembiayaan bersama. Joint financing The Company entered into a joint financing without recourse agreement with PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. The Company acts as an agent to underwrite, collect and administer consumer financing and earns the spread between the margin received from customers and the interest paid to the joint financing provider. Based on the agreements with PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, the amount of funds to be financed by each party is a minimum of 5.00% from the Company and a maximum of 95.00% from joint financing providers. Since 20 December 2013, the amount of funds to be financed by each party is a minimum of 1.00% from the Company and a maximum of 99.00% from joint financing providers. 284

307 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 27. PERJANJIAN KERJASAMA (lanjutan) 27. COOPERATION AGREEMENTS (continued) Pembiayaan bersama (lanjutan) Pada tanggal 6 Februari 2009, Perseroan dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menandatangani Perjanjian Kerjasama Pembiayaan Kendaraan Bermotor dengan total fasilitas pembiayaan bersama sebesar Rp , dimana Perseroan menanggung risiko kredit sesuai dengan porsi pembiayaannya (without recourse). Perjanjian ini telah mengalami beberapa kali perubahan, perubahan terakhir melalui amandemen Perjanjian Kerjasama Kendaraan Bermotor antara PT Mandiri Tunas Finance dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. tertanggal 4 Desember 2014, yang menaikkan fasilitas pembiayaan bersama menjadi sebesar Rp dengan porsi fasilitas pembiayaan bersama sebesar minimal 1,00% dari Perseroan dan maksimal 99,00% dari pemberi pembiayaan bersama. Pada tanggal 29 Agustus 2013, Perseroan dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menandatangani Perjanjian Kerjasama Pengambilalihan Piutang Pembiayaan dengan total fasilitas pembiayaan sebesar Rp , dimana Perseroan menanggung risiko kredit sesuai dengan porsi pembiayaannya (without recourse). Perjanjian ini telah diperpanjang dengan jangka waktu sampai dengan sampai dengan tanggal 28 Februari Jumlah pembiayaan bersama dengan Bank Mandiri yang dikelola oleh Perseroan pada tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 adalah sebagai berikut: Joint financing (continued) On 6 February 2009, the Company and PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. signed a Joint Financing Agreement with the total joint financing facility in the amount of Rp2,000,000, whereby the Company bears the credit risk in accordance with its financing portion (without recourse). The agreement was amended several times, the latest by the amendment of the Joint Financing agreement between PT Mandiri Tunas Finance and PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dated 4 December 2014, which increase the total joint financing facility to Rp20,500,000 with the portion of joint financing facility minimum of 1.00% from the Company and a maximum of 99.00% from joint financing providers. On 29 August 2013, the Company and PT Bank Mandiri (Persero) Tbk signed a Consumer Asset Purchase Agreement with the total facility in the amount of Rp1,100,000, whereby the Company bears the credit risk in accordance with its financing portion (without recourse). The agreement was extended with periods up to 28 February Total joint financing amount with Bank Mandiri managed by the Company as of 30 Juni 2015, 31 December 2014, 2013 and 2012 are as follows: 31 Desember/December Juni/ June 30, Jumlah pembiayaan Amount financed Rata - rata jangka pembiayaan (tahun) Average of financing period (years) Asuransi Dalam menjalankan usahanya, Perseroan bekerja sama dengan PT Asuransi Jasindo, PT Asuransi Sinar Mas, PT Asuransi Jasa Raharja Putera, PT Asuransi Mega, PT Asuransi Central Asia, PT Asuransi Bina Dana Artha, PT Asuransi Jaya Proteksi, PT Asuransi Adira, PT Asuransi AXA, PT Asuransi Cigna dan PT Asuransi Mandiri Axa General Insurance (MAGI), PT Jasindo Life dan PT Asuransi Raksa Pratikara. Insurance In the course of business, the Company entered into insurance agreements with PT Asuransi Jasindo, PT Asuransi Sinar Mas, PT Asuransi Jasa Raharja Putera, PT Asuransi Mega, PT Asuransi Central Asia, PT Asuransi Bina Dana Artha, PT Asuransi Jaya Proteksi, PT Asuransi Adira, PT Asuransi AXA, PT Asuransi Cigna, PT Asuransi Mandiri Axa General Insurance (MAGI), PT Jasindo Life and PT Asuransi Raksa Pratikara. 285

308 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 27. PERJANJIAN KERJASAMA (lanjutan) 27. COOPERATION AGREEMENTS (continued) Sewa gedung Pada tanggal 31 Agustus 2009, Perseroan menandatangani perjanjian sewa ruangan kantor dengan PT Bumi Daya Plaza yang tidak dapat dibatalkan untuk periode lima tahun. Perjanjian tersebut akan berakhir pada tahun 2014 dengan ketentuan pembayaran di muka sebesar Rp507 untuk setiap jangka waktu 3 bulan dan akan ditinjau kembali setiap satu tahun sekali dengan kenaikan tarif maksimal sebesar 5,00% per tahun. Pada tanggal 21 Agustus 2014, Perseroan menandatangani pembaruan perjanjian sewa ruangan kantor dengan PT Bumi Daya Plaza yang tidak dapat dibatalkan untuk periode lima tahun. Perjanjian tersebut akan berakhir pada tahun 2019 dengan ketentuan pembayaran di muka sebesar Rp882 untuk setiap jangka waktu 3 bulan pada tahun pertama, Rp988 untuk setiap jangka waktu 3 bulan pada tahun kedua, Rp1.106 untuk setiap jangka waktu 3 bulan pada tahun ketiga, Rp1.239 untuk setiap jangka waktu 3 bulan pada tahun keempat, dan Rp1.388 untuk setiap jangka waktu 3 bulan pada tahun kelima. Selama periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2015 dan 2014 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014, 2013 dan 2012, Perseroan mencatat beban sewa sebesar Rp2.933, Rp1.545, Rp3.389, Rp2.859 dan Rp2.546 dari sewa ruangan kantor ini. Pada tanggal 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014, pembayaran sewa minimum masa depan dalam sewa operasi yang tidak dapat dibatalkan berdasarkan perjanjian sewa tersebut adalah sebagai berikut: Building rental On 31 August 2009, the Company signed an office space rental agreement with PT Bumi Daya Plaza which is non-cancellable for the period of five years and will expire in The Company is required to pay in advance of Rp507 for each quarter. The tariff will be reviewed on annual basis with a maximum tarif increase of 5.00% per annum. On 21 August 2014, the Company signed a renewal of the office space rental agreement with PT Bumi Daya Plaza which is non-cancellable for the period of five years and will expire in The Company is required to pay in advance of Rp882 for each quarter in the first year, Rp988 for each quarter in the second year, Rp1,106 for each quarter in the third year, Rp1,239 for each quarter in the forth year, and Rp1,388 for each quarter in the fifth year. During six-month period ended 30 June 2015 and years ended 31 December 2014, 2013 and 2012, the Company recorded rental expense of Rp2,933, Rp1,545, Rp3,389, Rp2,859 and Rp2,546 from this office space rental. As of 30 June 2015 and December 31, 2014, the future minimum rental payments under noncancellable operating leases under these lease agreement are as follows: 30 Juni/ 31 Desember/ June 30, 2015 December 31, 2014 Sampai dengan satu tahun Within one year Lebih dari satu tahun sampai After one year but not more than lima tahun five years Total Total 286

309 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 28. SEGMEN OPERASI 28. OPERATING SEGMENT Segmen operasi Perseroan dibagi berdasarkan kelompok nasabah utama dan produk, sebagai berikut: Fleet dan Retail. Dalam menentukan hasil segmen, beberapa akun aset dan liabilitas serta pendapatan dan biaya yang terkait diatribusikan ke masing-masing segmen berdasarkan kebijakan pelaporan internal manajemen. Ringkasan berikut menjelaskan operasi masingmasing segmen dalam pelaporan segmen Perseroan: - Fleet Termasuk dalam pelaporan segmen fleet adalah seluruh indikator penilaian segmen operasi yang secara nyata dapat diatribusikan sebagai bagian dari pembiayaan untuk nasabah korporasi. - Retail Termasuk dalam pelaporan segmen retail adalah seluruh indikator penilaian segmen operasi yang secara nyata dapat diatribusikan sebagai bagian dari pembiayaan konsumen untuk nasabah individu. - Lain-lain Termasuk dalam pelaporan segmen lain-lain adalah informasi pelaporan segmen operasi terkait dengan aktivitas treasuri dan kantor pusat seperti pendapatan bunga bank dan beban umum dan administrasi yang tidak dapat dialokasikan. Informasi mengenai hasil dari masing-masing bisnis segmen disajikan di bawah ini. Kinerja diukur berdasarkan laba segmen sebelum pajak penghasilan, sebagaimana dilaporkan dalam laporan internal manajemen yang ditelaah oleh manajemen Perseroan. Keuntungan segmen digunakan untuk mengukur kinerja dimana manajemen berkeyakinan bahwa informasi tersebut paling relevan dalam mengevaluasi hasil segmen tersebut relatif terhadap entitas lain yang beroperasi dalam industri tersebut. The Company s operating segments represent the key customer and product groups, as follows: Fleet and Retail. In determining the segment results, certain assets and liabilities items and related revenues and expenses are attributed to each segment based on internal management reporting policies. The following summary describes the operations in each of the Company s reportable segments: - Fleet Included in the fleet segment reporting are operating segments assessment indicators that can be actually be attributed as part of financing to corporate customers. - Retail Included in the retail segment reporting are operating segments assessment indicators that can be actually be attributed as part of consumer financing to individual customers. - Others Included in the other segment reporting is reporting segment information associated with treasury and head office activities such as bank interest income and general and administrative expenses that can t be allocated. Information regarding the results of each reportable segment is included below. Performance is measured based on segment profit before income tax, as included in the internal management reports that are reviewed by the Company s management. Segment profit is used to measure performance of that business segment as management believes that such information is the most relevant in evaluating the results of those segments relative to other entities that operate within these industries. 287

310 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 28. SEGMEN OPERASI (lanjutan) 28. OPERATING SEGMENT (continued) Retail 30 Juni/June 30, 2015 Fleet Mobil/ Motor/ Mobil/ Motor/ Lain/ Jumlah/ Information by Informasi segmen usaha Car Motorcycle Car Motorcycle Other Total business segments Pendapatan Revenue Pembiayaan konsumen Consumer financing Sewa Pembiayaan Financial Lease Bunga Interest Lain-lain - neto Others - net Total pendapatan Total revenue Beban Expenses Beban keuangan ( ) ( ) ( ) (351) - ( ) Financial charges Beban gaji dan tunjangan ( ) (8.708 ) (3.724 ) - (47.188) ( ) Salaries and benefits Beban umum dan General and administration administrasi ( ) (5.569 ) (2.218 ) (4) (24.227) ( ) expenses Penyisihan kerugian Provision for penurunan nilai ( ) ( ) (7) - ( ) impairment losses Total beban ( ) ( ) ( ) (362) (71.415) ( ) Total expenses Laba sebelum beban pajak (229 ) (64.569) Income before tax expense Total aset Total assets Total liabilitas Total liabilities Retail Fleet Mobil/ Motor/ Mobil/ Motor/ Lain/ Jumlah/ Information by Informasi segmen usaha Car Motorcycle Car Motorcycle Other Total business segments 30 Juni 2014 (tidak diaudit) 30 June 2014 (unaudited) (disajikan kembali) (as restated) Pendapatan Revenue Pembiayaan konsumen Consumer financing Sewa Pembiayaan Financial Lease Bunga Interest Lain-lain - neto Others - net Total pendapatan Total revenue Beban Expenses Beban keuangan ( ) ( ) ( ) (342) - ( ) Financial charges Beban gaji dan tunjangan ( ) (8.273 ) (2.865 ) - (35.387) ( ) Salaries and benefits Beban umum dan General and administration administrasi ( ) (5.085 ) (1.698 ) - (18.713) (92.005) expenses Penyisihan kerugian Provision for penurunan nilai ( ) ( ) (5.854 ) (5) - ( ) impairment losses Total beban ( ) ( ) ( ) (347) (54.100) ( ) Total expenses Laba sebelum beban pajak (35.436) Income before tax expense 31 Desember December 2014 (disajikan kembali) (as restated) Total aset Total assets Total liabilitas Total liabilities Retail 31 Desember/December 31, 2014 (Disajikan kembali/as restated) Fleet Mobil/ Motor/ Mobil/ Motor/ Lain/ Jumlah/ Information by Informasi segmen usaha Car Motorcycle Car Motorcycle Other Total business segments Pendapatan Revenue Pembiayaan konsumen Consumer financing Sewa Pembiayaan Financial Lease Bunga Interest Lain-lain - neto Others - net Total pendapatan Total revenue Beban Expenses Beban keuangan ( ) ( ) ( ) (715) - ( ) Financial charges Beban gaji dan tunjangan ( ) ( ) (5.558 ) - (75.262) ( ) Salaries and benefits Beban umum dan General and administration administrasi ( ) ( ) (3.900 ) - (35.553) ( ) expenses Penyisihan kerugian Provision for penurunan nilai ( ) ( ) ( ) (14) - ( ) impairment losses Total beban ( ) ( ) ( ) (729) ( ) ( ) Total expenses Laba sebelum beban pajak (82.097) Income before tax expense Total aset Total assets Total liabilitas Total liabilities 288

311 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 28. SEGMEN OPERASI (lanjutan) 28. OPERATING SEGMENT (continued) 31 Desember/December 31, 2013 (Disajikan kembali/as restated) Retail Fleet Mobil/ Motor/ Mobil/ Motor/ Lain/ Jumlah/ Information by Informasi segmen usaha Car Motorcycle Car Motorcycle Other Total business segments Pendapatan Revenue Pembiayaan konsumen Consumer financing Sewa Pembiayaan Financial Lease Bunga Interest Lain-lain - neto Others - net Total pendapatan Total revenue Beban Expenses Beban keuangan ( ) ( ) ( ) (591) - ( ) Financial charges Beban gaji dan tunjangan ( ) ( ) (4.318 ) - (61.632) ( ) Salaries and benefits Beban umum dan General and administration administrasi ( ) ( ) (2.156 ) - (30.828) ( ) expenses Penyisihan kerugian Provision for penurunan nilai ( ) ( ) (9.294 ) (6) - ( ) impairment losses Total beban ( ) ( ) ( ) (597) (92.460) ( ) Total expenses Laba sebelum beban pajak (85.459) Income before tax expense Total aset Total assets Total liabilitas Total liabilities 31 Desember/December 31, 2012 (Disajikan kembali/as restated) Retail Fleet Mobil/ Motor/ Mobil/ Motor/ Lain/ Jumlah/ Information by Informasi segmen usaha Car Motorcycle Car Motorcycle Other Total business segments Pendapatan Revenue Pembiayaan konsumen Consumer financing Sewa Pembiayaan Financial Lease Bunga Interest Lain-lain - neto Others - net Total pendapatan Total revenue Beban Expenses Beban keuangan ( ) ( ) ( ) (463) - ( ) Financial charges Beban gaji dan tunjangan ( ) ( ) (2.941 ) - (51.973) ( ) Salaries and benefits Beban umum dan General and administration administrasi ( ) ( ) (614 ) - (19.311) ( ) expenses Penyisihan kerugian Provision for penurunan nilai ( ) ( ) (1.644 ) (3) (1.185) ( ) impairment losses Total beban ( ) ( ) ( ) (466) (72.469) ( ) Total expenses Laba sebelum beban pajak (406 ) (63.016) Income before tax expense Total aset Total assets Total liabilitas Total liabilities Informasi wilayah geografis adalah sebagai berikut: Geographical information are as follows: Periode Enam Bulan yang Berakhir pada tanggal 30 Juni/ Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember/ Six Month period ended June 30, Year ended December (tidak diaudit/ 2015 unaudited) Pendapatan Revenue Regional I (Sumatera) Region I (Sumatera) Regional II (Sumatera) Region II (Sumatera) Regional III (Jabodetabek) Region III (Jabodetabek) Regional IV (Jabodetabek) Region IV (Jabodetabek) Regional V (Jawa Barat) Regional V (Jawa Barat) Regional VI Regional VI (Jawa Tengah, Yogyakarta) (Jawa Tengah, Yogyakarta) Regional VII (Jawa Timur) Regional VII (Jawa Timur) Regional VIII (Kalimantan) Regional VIII (Kalimantan) Regional IX (Sulawesi) Regional IX (Sulawesi) Fleet Fleet Lainnya Others Total pendapatan Total revenue 289

312 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 28. SEGMEN OPERASI (lanjutan) 28. OPERATING SEGMENT (continued) Informasi wilayah geografis adalah sebagai berikut: (lanjutan) Geographical information are as follows: (continued) Periode Enam Bulan yang Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember/ Berakhir pada tanggal 30 Juni/ Year ended December 31 Six Month period ended June 30, (Disajikan kembali/as restated) 2014 (tidak diaudit/ unaudited) (disajikan kembali/ 2015 as restated) Beban Expenses Regional I (Sumatera) (76.654) (61.854) ( ) ( ) (72.557) Region I (Sumatera) Regional II (Sumatera) ( ) (87.861) ( ) ( ) ( ) Region II (Sumatera) Regional III (Jabodetabek) (77.012) (69.135) ( ) ( ) (77.606) Regional III (Jabodetabek) Regional IV (Jabodetabek) (89.448) (68.611) ( ) ( ) (77.997) Regional IV (Jabodetabek) Regional V (Jawa Barat) (65.533) (32.388) (98.140) (71.874) (52.863) Regional V (Jawa Barat) Regional VI Regional VI (Jawa Tengah, Yogyakarta) (38.823) (35.325) (70.862) (51.740) (34.659) (Jawa Tengah, Yogyakarta) Regional VII (Jawa Timur) (50.335) (33.157) (72.513) (51.292) (49.156) Regional VII (Jawa Timur) Regional VIII (Kalimantan) (46.439) (32.894) (70.694) (61.897) (48.503) Regional VIII (Kalimantan) Regional IX (Sulawesi) (44.104) (33.220) (67.759) (40.907) (25.565) Regional IX (Sulawesi) Fleet (46.918) (51.290) ( ) (80.200) (35.870) Fleet Lainnya (71.414) (54.101) ( ) (92.460) (72.469) Others Total beban ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Total expenses Laba sebelum beban pajak Income before tax expenses 31 Desember/December 31 (Disajikan kembali/as restated) 30 Juni/ June Aset Assets Regional I (Sumatera) Region I (Sumatera) Regional II (Sumatera) Regional II (Sumatera) Regional III (Jabodetabek) Regional III (Jabodetabek) Regional IV (Jabodetabek) Regional IV (Jabodetabek) Regional V (Jawa Barat) Regional V (Jawa Barat) Regional VI Regional VI (Jawa Tengah, Yogyakarta) (Jawa Tengah, Yogyakarta) Regional VII (Jawa Timur) Regional VII (Jawa Timur) Regional VIII (Kalimantan) Regional VIII (Kalimantan) Regional IX (Sulawesi) Regional IX (Sulawesi) Fleet Fleet Lainnya Others Total aset Total assets Liabilitas Liabilities Regional I (Sumatera) Region I (Sumatera) Regional II (Sumatera) Regional II (Sumatera) Regional III (Jabodetabek) Regional III (Jabodetabek) Regional IV (Jabodetabek) Regional IV (Jabodetabek) Regional V (Jawa Barat) Regional V (Jawa Barat) Regional VI Regional VI (Jawa Tengah, Yogyakarta) (Jawa Tengah, Yogyakarta) Regional VII (Jawa Timur) Regional VII (Jawa Timur) Regional VIII (Kalimantan) Regional VIII (Kalimantan) Regional IX (Sulawesi) Regional IX (Sulawesi) Fleet Fleet Lainnya Others Total liabilitas Total liabilities 290

313 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 29. LIABILITAS KONTINJENSI 29. CONTINGENT LIABILITIES Pada tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012, Perseroan tidak mempunyai liabilitas kontinjensi yang signifikan. 30. PENYAJIAN KEMBALI ATAS LAPORAN KEUANGAN Laporan posisi keuangan pada tanggal 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 telah disajikan kembali dari saldo yang sebelumnya telah disajikan sehubungan dengan penerapan PSAK No. 24 (Revisi 2013), Imbalan Kerja (Catatan 16). Rincian penyajian kembali akun-akun tersebut adalah sebagai berikut: 31 Desember/December 2014 The Company does not have any significant contingent liabilities as of 30 June 2015, 31 December 2014, 2013 and RESTATEMENT OF THE FINANCIAL STATEMENTS The statements of financial position as of 31 December 2014, 2013 and 2012 and statements of profit or loss and other comprehensive income for the six month period ended 30 June 2014 and years ended 31 December 2014, 3013 and 2012 have been restated from the amounts previously reported due to the implementation of SFAS No. 24 (Revised 2013), Employee Benefits (Note 16). The details of the restatement are as follows: Dilaporkan sebelumnya/ As Previously reported Dilaporkan saat ini/ As Currently reported Laporan posisi keuangan Statement of financial position Aset Assets Aset pajak tangguhan Deferred tax assets Total aset Total assets Liabilitas Liabilities Liabilitas imbalan kerja karyawan Employee benefits liabilities Total liabilitas Total liabilities Ekuitas Equity Kerugian aktuarial atas liabilitas imbalan kerja Actuarial loss on karyawan - (6.080) employee benefits liabilities Saldo laba Retained earnings Belum ditentukan penggunaannya Unappropriated Total ekuitas Total equity Total liabilitas dan ekuitas Total liabilities and equity 31 Desember/December 2013 Dilaporkan sebelumnya/ As Previously reported Dilaporkan saat ini/ As Currently reported Laporan posisi keuangan Statement of financial position Aset Assets Aset pajak tangguhan Deferred tax assets Total aset Total assets 291

314 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 30. PENYAJIAN KEMBALI ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Rincian penyajian kembali akun-akun tersebut adalah sebagai berikut: (lanjutan) 30. RESTATEMENT OF THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The details of the restatement are as follows: (continued) 31 Desember/December 2013 Dilaporkan sebelumnya/ As Previously reported Dilaporkan saat ini/ As Currently reported Laporan posisi keuangan (lanjutan) Statement of financial position (continued) Liabilitas Liabilities Liabilitas imbalan kerja karyawan Employee benefits liabilities Total liabilitas Total liabilities Ekuitas Equity Kerugian aktuarial atas liabilitas imbalan kerja Actuarial loss on karyawan - (2.103) employee benefits liabilities Saldo laba Retained earnings Belum ditentukan penggunaannya Unappropriated Total ekuitas Total equity Total liabilitas dan ekuitas Total liabilities and equity 31 Desember/December 2012 Dilaporkan sebelumnya/ As Previously reported Dilaporkan saat ini/ As Currently reported Laporan posisi keuangan Statement of financial position Aset Assets Aset pajak tangguhan Deferred tax assets Total aset Total assets Liabilitas Liabilities Liabilitas imbalan kerja karyawan Employee benefits liabilities Total liabilitas Total liabilities Ekuitas Equity Kerugian aktuarial atas liabilitas imbalan kerja Actuarial loss on karyawan - (4.539) employee benefits liabilities Saldo laba Retained earnings Belum ditentukan penggunaannya Unappropriated Total ekuitas Total equity Total liabilitas dan ekuitas Total liabilities and equity 292

315 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 30. PENYAJIAN KEMBALI ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) 30. RESTATEMENT OF THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) Rincian penyajian kembali akun-akun tersebut adalah sebagai berikut: (lanjutan) Periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014/ Six-month period ended June 30, 2014 (Tidak diaudit/unaudited) The details of the restatement are as follows: (continued) Dilaporkan sebelumnya/ As Previously reported Dilaporkan saat ini/ As Currently reported Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain Statement of profit or loss and other comprehensive income Beban Expenses Gaji dan tunjangan ( ) ( ) Salaries and benefits Total beban ( ) ( ) Total expenses Laba sebelum beban pajak Income before tax expense Beban pajak (39.637) (39.515) Tax expense Laba periode berjalan Income for the period Pos-pos yang tidak akan Items that will not be direklasifikasi ke laba rugi: reclassified to profit or loss: Kerugian aktuarial atas liabilitas imbalan kerja Actuarial loss on karyawan - (2.651) employee benefits liabilities Pajak penghasilan terkait Income tax effect Penghasilan komprehensif lain - Other comprehensive income - setelah pajak - (1.988) net of tax Total penghasilan komprehensif Total comprehensive periode berjalan income for the period Laba per saham dasar Basic earnings per share (Rupiah penuh) (Full amount) Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014/ Year ended December 31, 2014 Dilaporkan sebelumnya/ As Previously reported Dilaporkan saat ini/ As Currently reported Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain Statements of profit or loss and other comprehensive income Beban Expenses Gaji dan tunjangan ( ) ( ) Salaries and benefits Total beban ( ) ( ) Total expenses Laba sebelum beban pajak Income before tax expense Beban pajak (78.257) (78.277) Tax expense Laba tahun berjalan Income for the year 293

316 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 30. PENYAJIAN KEMBALI ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Rincian penyajian kembali akun-akun tersebut adalah sebagai berikut: (lanjutan) 30. RESTATEMENT OF THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The details of the restatement are as follows: (continued) Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014/ Year ended December 31, 2014 Dilaporkan sebelumnya/ As Previously reported Dilaporkan saat ini/ As Currently reported Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain (lanjutan) Statement of profit or loss and other comprehensive income (continued) Pos-pos yang tidak akan Items that will not be direklasifikasi ke laba rugi: reclassified to profit or loss: Kerugian aktuarial atas liabilitas imbalan kerja Actuarial loss on karyawan - (5.302) employee benefits liabilities Pajak penghasilan terkait Income tax effect Penghasilan komprehensif lain - Other comprehensive income - setelah pajak - (3.977) net of tax Total penghasilan komprehensif Total comprehensive tahun berjalan income for the year Laba per saham dasar Basic earnings per share (Rupiah penuh) (Full amount) Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013/ Year ended December 31, 2013 Dilaporkan sebelumnya/ As Previously reported Dilaporkan saat ini/ As Currently reported Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain Statement of profit or loss and other comprehensive income Beban Expenses Gaji dan tunjangan ( ) ( ) Salaries and benefits Total beban ( ) ( ) Total expenses Laba sebelum beban pajak Income before tax expense Beban pajak (60.791) (60.847) Tax expense Laba tahun berjalan Income for the year 294

317 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 30. PENYAJIAN KEMBALI ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Rincian penyajian kembali akun-akun tersebut adalah sebagai berikut: (lanjutan) 30. RESTATEMENT OF THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The details of the restatement are as follows: (continued) Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013/ Year ended December 31, 2013 Dilaporkan sebelumnya/ As Previously reported Dilaporkan saat ini/ As Currently reported Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain (lanjutan) Statement of profit or loss and other comprehensive income (continued) Pos-pos yang tidak akan Items that will not be direklasifikasi ke laba rugi: reclassified to profit or loss: Keuntungan aktuarial atas liabilitas imbalan kerja Actuarial gain on karyawan employee benefits liabilities Pajak penghasilan terkait - (812) Income tax effect Penghasilan komprehensif lain Other comprehensive income - setelah pajak net of tax Total penghasilan komprehensif Total comprehensive tahun berjalan income for the year Laba per saham dasar Basic earnings per share (Rupiah penuh) (Full amount) Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012/ Year ended December 31, 2012 Dilaporkan sebelumnya/ As Previously reported Dilaporkan saat ini/ As Currently reported Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain Statement of profit or loss and other comprehensive income Beban Expenses Gaji dan tunjangan ( ) ( ) Salaries and benefits Total beban ( ) ( ) Total expenses Laba sebelum beban pajak Income before tax expense Beban pajak (39.001) (39.026) Tax expense Laba tahun berjalan Income for the year 295

318 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 30. PENYAJIAN KEMBALI ATAS LAPORAN KEUANGAN (lanjutan) Rincian penyajian kembali akun-akun tersebut adalah sebagai berikut: (lanjutan) 30. RESTATEMENT OF THE FINANCIAL STATEMENTS (continued) The details of the restatement are as follows: (continued) Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012/ Year ended December 31, 2012 Dilaporkan sebelumnya/ As Previously reported Dilaporkan saat ini/ As Currently reported Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain (lanjutan) Statement of profit or loss and other comprehensive income (continued) Pos-pos yang tidak akan Items that will not be direklasifikasi ke laba rugi: reclassified to profit or loss: Kerugian aktuarial atas liabilitas imbalan kerja Actuarial loss on karyawan - (3.421) employee benefits liabilities Pajak penghasilan terkait Income tax effect Penghasilan komprehensif lain - Other comprehensive income - setelah pajak - (2.566) net of tax Total penghasilan komprehensif Total comprehensive tahun berjalan income for the year Laba per saham dasar Basic earnings per share (Rupiah penuh) (Full amount) 31. TUJUAN LAPORAN KEUANGAN 31. PURPOSE OF FINANCIAL STATEMENTS Laporan keuangan ini diterbitkan dengan tujuan untuk dicantumkan dalam prospektus sehubungan dengan rencana Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 di Bursa Efek Indonesia. These financial statements were prepared solely for inclusion in the prospectus in connection with the proposed Continuing Public Offering of Continuing Bonds II of Mandiri Tunas Finance Phase I Year 2015 on Indonesia Stock Exchange. 296

319 PT MANDIRI TUNAS FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2015 dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2014, 2013 and 2012 dengan Angka Perbandingan Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2014 (tidak diaudit) (Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PT MANDIRI TUNAS FINANCE NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and For the Six-Month Period Ended June 30, 2015 and Years Ended December 31, 2014, 2013 and 2012 with Comparative Figures for the Six-Month Period Ended June 30, 2014 (unaudited) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 32. PENERBITAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN 32. REISSUANCE OF REPORT Perseroan sebelumnya telah menerbitkan laporan keuangan tanggal 30 Juni 2015, 31 Desember 2014, 2013 dan 2012 serta untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2015 dan 2014 dan tahun yang berakhir pada tanggaltanggal 31 Desember 2014, 2013 dan Sehubungan dengan rencana Perseroan atas Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 di Bursa Efek Indonesia dan untuk memenuhi permintaan Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ), Perseroan telah menerbitkan kembali laporan keuangan tersebut yang disertai dengan beberapa perubahan dan tambahan pengungkapan pada Laporan Arus Kas dan Catatan 2k, 5, 6, 8, 32, 33 dan PERISTIWA SETELAH TANGGAL LAPORAN POSISI KEUANGAN Pada tanggal 31 Juli 2015, Perseroan memperoleh tambahan fasilitas pinjaman modal kerja dari PT Bank KEB Hana Indonesia dengan batas kredit maksimum sebesar Rp Pada tanggal 30 September 2015, Perseroan memperoleh tambahan fasilitas pinjaman modal kerja dari PT Bank Pan Indonesia Tbk dengan batas kredit maksimum sebesar Rp Pada tanggal 6 Oktober 2015, Perseroan telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran No. 119/MTF-CSC/X/2015 kepada Otoritas Jasa Keuangan sehubungan dengan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 di Bursa Efek Indonesia. Pada tanggal 8 Oktober 2015, Perseroan memperoleh perpanjangan fasilitas pinjaman modal kerja dari PT Bank Negara Indonesia Tbk dengan batas kredit maksimum sebesar Rp The Company has previously issued the financial statements as of June 30, 2015, December 31, 2014, 2013 and 2012 and for the six-month period ended June 30, 2015 and years ended December 31, 2014, 2013 and In accordance with the Company s plan to conduct Continuing Public Offering of Continuing Bonds II of Mandiri Tunas Finance Phase I Year 2015 on Indonesia Stock Exchange and fullfil the requirements of Financial Services Authority ( OJK ), the Company has reissued the financial statements with several changes and additional disclosures in Statements of Cash Flows and Notes 2k, 5, 6, 8, 32, 33 and SUBSEQUENT EVENTS On 31 July 2015, the Company obtain additional working capital credit facility from PT Bank KEB Hana Indonesia with maximum credit facility amounting Rp300,000. On 30 September 2015, the Company obtain additional working capital credit facility from PT Bank Pan Indonesia Tbk with maximum credit facility amounting Rp1,250,000. On 6 October 2015, the Company submitted Registration Letter No. 119/MTF-CSC/X/2015 to the Financial Services Authority in relation to the Continuing Public Offering of Continuing Bonds II of Mandiri Tunas Finance Phase I Year 2015 on Indonesia Stock Exchange. On 8 October 2015, the Company obtain extension working capital credit facility from PT Bank Negara Indonesia Tbk with maximum credit facility amounting Rp250, PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN 34. COMPLETION OF THE FINANCIAL STATEMENTS Manajemen Perseroan bertanggung jawab penuh atas penyusunan laporan keuangan yang disetujui untuk diterbitkan pada tanggal 28 Oktober The management of the Company is responsible for the preparation of these financial statements which were authorized for issue on 28 October

320 Halaman ini sengaja dikosongkan 298

321 XVI. KETERANGAN MENGENAI OBLIGASI A. UMUM Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015, diterbitkan berdasarkan ketentuanketentuan yang termuat dalam Akta Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 No.7 tanggal 5 Oktober 2015, juncto Addendum I Akta Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 No.34 tanggal 29 Oktober 2015, juncto Addendum II Akta Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 No. 3 tanggal 3 Desember 2015 yang dibuat dihadapan Fathiah Helmi, SH., Notaris di Jakarta (selanjutnya disebut Perjanjian Perwaliamanatan ). Penjelasan Obligasi yang akan diuraikan di bawah ini merupakan pokok-pokok dari Perjanjian Perwaliamanatan, dan bukan merupakan salinan selengkapnya dari seluruh ketentuan dan persyaratan yang tercantum dalam Perjanjian Perwaliamanatan. Kecuali didefinisikan lain, maka definisi yang dipakai di bawah ini mengacu pada definisi dalam Perjanjian Perwaliamanatan. Pelunasan Pokok Obligasi dan/atau pembayaran Bunga Obligasi akan dibayarkan oleh KSEI selaku Agen Pembayaran atas nama Perseroan sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketantuan yang diatur dalam Perjanjian Agen Pembayaran kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening sesuai dengan jadwal waktu pembayaran sebagaimana yang telah ditentukan, seperti yang tertera pada Bab XVI Prospektus ini. Bilamana tanggal pembayaran oleh KSEI jatuh pada bukan Hari Bursa, maka pembayaran akan dilakukan pada Hari Bursa berikutnya. Hak kepemilikan Obligasi beralih dengan pemindahbukuan Obligasi dari satu Rekening Efek ke Rekening Efek yang lainnya. Perseroan, Wali Amanat dan Agen Pembayaran memperlakukan setiap Pemegang Obligasi sebagai Pemegang Obligasi yang sah sebagaimana dibuktikan dalam Konfirmasi Tertulis untuk menerima pelunasan Pokok Obligasi, pembayaran Bunga Obligasi dan hak-hak lainnya yang berhubungan dengan Obligasi. Penarikan Obligasi ke luar dari Rekening Efek untuk dikonversikan menjadi sertifikat obligasi tidak dapat dilakukan, kecuali apabila terjadi pembatalan pendaftaran Obligasi dalam Peneitipan Kolektif KSEI atas permintaan Perseroan dan Wali Amanat dengan memperhatikan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di pasar modal serta keputusan RUPO. B. SYARAT-SYARAT OBLIGASI Perseroan berjanji dan mengikat diri pada Wali Amanat, baik pada Wali Amanat untuk diri Wali Amanat sendiri maupun kepada Wali Amanat sebagai kuasa Pemegang Obligasi (janji dan pengikatan diri ini dibuat dan mengikat bagi Perseroan terhadap setiap Pemegang Obligasi) bahwa Perseroan akan mengeluarkan Obligasi atau melakukan Emisi dengan syarat-syarat sebagai berikut: 1. Nama Obligasi: Obligasi diberi nama Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun Utang Pokok Obligasi: a. Seluruh nilai Pokok Obligasi yang akan dikeluarkan berjumlah sebesar Rp ,00 (enam ratus miliar Rupiah), yang terdiri dari Seri Obligasi, dengan ketentuan jumlah Pokok Obligasi masing-masing Seri Obligasi akan ditentukan dalam perubahan perjanjian perwaliamanatan. Jumlah Pokok Obligasi tersebut dapat berkurang sehubungan dengan pelunasan Pokok Obligasi dari masing-masing Seri Obligasi dan/atau pembelian kembali (buy back) sebagai pelunasan Obligasi sebagaimana dibuktikan dengan Sertifikat Jumbo Obligasi sesuai dengan ketentuan Pasal 5 Perjanjian Perwaliamanatan. b. Satuan pemindahbukuan Obligasi adalah senilai Rp1,00 (satu Rupiah) atau kelipatannya. Seluruh nilai Pokok Obligasi yang akan dikeluarkan berjumlah sebesar Rp ,- (enam ratus miliar), Obligasi ini terdiri dari 2 (dua) Seri dengan ketentuan sebagai berikut: a. Obligasi Seri A dengan jumlah Pokok Obligasi sebesar Rp ,- (lima ratus miliar Rupiah) dengan jangka waktu Obligasi 3 (tiga) tahun sejak Tanggal Emisi, dan pembayaran Obligasi Seri A tersebut akan dilakukan secara penuh atau bullet payment sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah pokok Obligasi Seri A pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi untuk Obligasi Seri A. 299

322 b. Obligasi Seri B dengan jumlah Pokok Obligasi sebesar Rp ,- (seratus miliar Rupiah) dengan jangka waktu Obligasi adalah 5 (lima) tahun sejak Tanggal Emisi, dan pembayaran Obligasi Seri B tersebut akan dilakukan secara penuh atau bullet payment sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah pokok Obligasi Seri B pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi untuk Obligasi Seri B. Jumlah Pokok Obligasi tersebut dapat berkurang sehubungan dengan pelaksanaan pembelian kembali sebagai pelunasan obligasi sebagaimana dibuktikan dengan Sertifikat Jumbo Obligasi. 3. Jatuh Tempo Obligasi: a. Jadwal Pelunasan Pokok Obligasi: Tanggal jatuh tempo Obligasi berbeda-beda sesuai dengan Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi masingmasing Seri Obligasi, yang kepastian tanggalnya akan ditentukan dalam perubahan perjanjian perwaliamanatan, hal tersebut dengan mengindahkan ketentuan lainnya dalam Perjanjian Perwaliamanatan, khususnya ketentuan Pasal dalam Perjanjian Perwaliamanatan. b. Jumlah yang wajib dibayarkan oleh Perseroan pada tanggal pembayaran pelunasan Pokok Obligasi adalah dengan harga yang sama dengan jumlah Pokok Obligasi yang tertulis pada Konfirmasi Tertulis yang dimiliki oleh Pemegang Obligasi pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi. c. Tata cara pembayaran Pokok Obligasi: 1) Obligasi harus dilunasi pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi. 2) Pembayaran Pokok Obligasi kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening dilakukan oleh Agen Pembayaran untuk dan atas nama Perseroan berdasarkan Perjanjian Agen Pembayaran. 3) Pembayaran Pokok Obligasi yang terhutang, yang dilakukan oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi melalui Agen Pembayaran, dianggap pembayaran lunas oleh Perseroan, setelah dana tersebut diterima oleh Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening pada KSEI, dengan memperhatikan Perjanjian Agen Pembayaran, dengan demikian Perseroan dibebaskan dari kewajiban untuk melakukan pembayaran Pokok Obligasi yang bersangkutan. Obligasi terdiri dari beberapa seri yang jatuh temponya berbeda-beda sesuai dengan Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi, dengan ketentuan sebagai berikut: a. Untuk Obligasi Seri A dengan jangka waktu 3 (tiga) tahun sejak Tanggal Emisi dan jatuh tempo pada tanggal 18 Desember 2018; b. Untuk Obligasi Seri B dengan jangka waktu 5 (lima) tahun sejak sejak Tanggal Emisi dan jatuh tempo pada tanggal 18 Desember 2020; Hal tersebut dengan mengindahkan ketentuan lainnya dalam Perjanjian Perwaliamanatan. 4. Bunga Obligasi: a. Sifat dan besarnya tingkat bunga: Tingkat Bunga Obligasi adalah tingkat bunga tetap, yang besarnya akan ditentukan dalam perubahan perjanjian perwaliamanatan. b. Jadwal dan periode pembayaran: Bunga Obligasi dibayarkan setiap triwulan terhitung sejak Tanggal Emisi sesuai dengan tanggal pembayaran masing-masing Bunga Obligasi. Jadwal Pembayaran Bunga Obligasi akan ditentukan dalam perubahan perjanjian perwaliamanatan dan dengan memperhatikan ketentuan Pasal Perjanjian Perwaliamanatan. c. Penghitungan bunga: Tingkat Bunga Obligasi tersebut merupakan persetase per tahun daru nilai nominal yang dihitung berdasarkan jumlah hari yang lewat dengan perhitungan 1 (satu) tahun adalah 260 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) bulan adalah 30 Hari Kalender. d. Tata cara pembayaran bunga: 1) Pemegang Obligasi yang berhak atas Bunga Obligasi adalah Pemegang Obligasi yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Rekening pada 4 (empat) Hari Bursa sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi kecuali ditentukan lain oleh KSEI sesuai dengan ketentuan KSEI yang berlaku. Dengan demikian jika terjadi transaksi Obligasi dalam waktu 4 (empat) Hari Bursa sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi, pembeli Obligasi yang menerima pengalihan Obligasi tersebut tidak berhak atas Bunga Obligasi pada periode Bunga Obligasi yang bersangkutan, kecuali ditentuka lain oleh KSEI sesuai dengan ketentuan KSEI yang berlaku. 2) Bunga Obligasi akan dibayarkan oleh Perseroan melalui KSEI selaku Agen Pembayaran kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening pada Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi yang bersangkutan berdasarkan Daftar Pemegang Rekening. 300

323 3) Pembayaran Bunga Obligasi kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening dilakukan oleh Agen Pembayaran untuk dan atas nama Perseroan berdasarka Perjanjian Agen Pembayaran. 4) Pembayaran Bunga Obligasi yang terhutang, yang dilakukan oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi melalui Agen Pembayaran, dianggap pembayaran lunas oleh Perseroan, setelah dana tersebut diterima oleh Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening pada KSEI, dengan memperhatikan Perjanjian Agen Pembayaran, dengan demikian Perseroan dibebaskan dari kewajiban untuk melakukan pembayaran Bunga Obligasi yang bersangkutan. 5. Obligasi Merupakan Bukti Hutang: a. Berdasarkan pernyataan Perseroan sekarang tetapi berlaku sejak Tanggal Emisi, Obligasi merupakan bukti bahwa Perseroan secara sah dan mengikat berhutang kepada Pemegang Obligasi sejumlah Pokok Obligasi yang disebut dalam Sertifikat Jumbo Obligasi ditambah dengan Bunga Obligasi dan Denda (jika ada) yang wajib dibayar oleh Perseroan berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan. Obligasi tersebut merupakan bagian penting dan tidak dapat dipisahkan dari Perjanjian Perwaliamanatan. b. Bukti kepemilikan Obligasi bagi Pemegang Obligasi adalah Konfirmasi Tertulis yang diterbitkan oleh Pemegang Rekening dan diadministrasikan oleh KSEI berdasarkan Perjanjian Pembukaan Rekening Efek yang ditandatangani Pemegang Obligasi dan Pemegang Rekening. Konfirmasi tertulis tersebut tidak dapat dialihkan atau diperdagangkan. 6. Pendaftaran Obligasi di KSEI: a. Obligasi telah didaftarkan pada KSEI berdasarkan Perjanjian Tentang Pendaftaran Obligasi di KSEI yang dibuat di bawah tangan bermaterai cukup, dengan memperhatikan ketentuan di bidang Pasar Modal dan ketentuan KSEI yang berlaku. b. Obligasi diterbitkan tanpa warkat kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan untuk didaftarkan atas nama KSEI sebagai bukti hutang untuk kepentingan Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening. 7. Penarikan Obligasi: Penarikan Obligasi dari Rekening Efek hanya dapat dilakukan dengan pemindahbukuan ke Rekening Efek lainnya. Penarikan Obligasi keluar dari Rekening Efek untuk dikonversikan menjadi sertifikat obligasi tidak dapat dilakukan, kecuali apabila terjadi pembatalan pendaftaran Obligasi di KSEI atas permintaan Perseroan atau Wali Amanat dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Pasar Modal dan keputusan RUPO. 8. Pengalihan Obligasi: Hak kepemilikan Obligasi beralih dengan pemindahbukuan Obligasi dari satu Rekening Efek ke Rekening Efek lainnya. Perseroan, Wali Amanat dan Agen Pembayaran memberlakukan Pemegang Rekening selaku Pemegang Obligasi yang sah dalam hubungannya untuk menerima pembayaran Bunga Obligasi dan/ atau pelunasan Pokok Obligasi dan hak-hak lain yang berhubungan dengan Obligasi. 9. Satuan Perdagangan Obligasi: Perdagangan Obligasi dilakukan di Bursa Efek dengan syarat-syarat dan ketentuan sebagaimana ditentukan dalam peraturan Bursa Efek. Satuan Perdagangan Obligasi di Bursa Efek dilakukan dengan nilai sebesar Rp ,00 (lima juta Rupiah) dan/ atau kelipatannya atau dengan nilai sebagaimana ditentukan dalam peraturan Bursa Efek dan/ atau perjanjian tersendiri yang ditandatangani oleh Perseroan dan Bursa Efek. 10. Pembelian Kembali Dalam hal Perseroan melakukan pembelian kembali Obligasi maka berlaku ketentuan sebagai berikut : a. Pembelian kembali Obligasi ditujukan sebagai pelunasan atau disimpan untuk kemudian dijual kembali dengan harga pasar. b. Pelaksanaan pembelian kembali Obligasi dilakukan melalui Bursa Efek atau di luar Bursa Efek; c. Pembelian kembali Obligasi baru dapat dilakukan 1 (satu) tahun setelah Tanggal Penjatahan. d. Pembelian kembali Obligasi tidak dapat dilakukan apabila hal tersebut mengakibatkan Perseroan tidak dapat memenuhi ketentuan-ketentuan di dalam Perjanjian Perwaliamanatan. e. Pembelian kembali Obligasi tidak dapat dilakukan apabila Perseroan melakukan kelalaian (wanprestasi) sebagaimana dimaksud dalam Perjanjian Perwaliamanatan, kecuali telah memperoleh persetujuan RUPO. f. Pembelian kembali Obligasi hanya dapat dilakukan oleh Perseroan dari Pihak yang tidak terafiliasi. 301

324 g. Rencana pembelian kembali Obligasi wajib dilaporkan kepada OJK oleh Perseroan paling lambat 2 (dua) Hari Kerja sebelum pengumuman rencana pembelian kembali Obligasi tersebut di surat kabar; h. Pembelian kembali Obligasi, baru dapat dilakukan setelah pengumuman rencana pembelian kembali Obligasi. Pengumuman tersebut wajib dilakukan paling sedikit melalui 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional paling lambat 2 (dua) Hari Kalender sebelum tanggal penawaran untuk pembelian kembali dimulai; i. Rencana pembelian kembali Obligasi sebagaimana dimaksud dalam butir 7 dan sebagaimana dimaksud dalam butir 8, paling sedikit memuat informasi tentang: 1) Periode penawaran pembelian kembali; 2) Jumlah dana maksimal yang akan digunakan untuk pembelian kembali; 3) Kisaran jumlah Obligasi yang akan dibeli kembali; 4) Harga atau kisaran harga yang ditawarkan untuk pembelian kembali Obligasi; 5) Tata cara penyelesaian transaksi; 6) Persyaratan bagi Pemegang Obligasi yang mengajukan penawaran jual; 7) Tata cara penyampaian penawaran jual oleh Pemegang Obligasi; 8) Tata cara pembelian kembali Obligasi; dan 9) Hubungan Afiliasi antara Perseroan dan Pemegang Obligasi; j. Perseroan wajib melakukan penjatahan secara proporsional sebanding dengan partisipasi setiap Pemegang Obligasi yang melakukan penjualan Obligasi apabila jumlah Obligasi yang ditawarkan untuk dijual oleh Pemegang Obligasi, melebihi jumlah Obligasi yang dapat dibeli kembali. k. Perseroan wajib menjaga kerahasiaan atas semua informasi mengenai penawaran jual yang telah disampaikan oleh Pemegang Obligasi. l. Perseroan dapat melaksanakan pembelian kembali Obligasi tanpa melakukan pengumuman sebagaimana dimaksud dalam butir 9 dengan ketentuan : 1) Jumlah pembelian kembali tidak lebih dari 5% (lima perseratus) dari jumlah Obligasi untuk masingmasing jenis Obligasi yang beredar dalam periode satu tahun setelah Tanggal Penjatahan; 2) Obligasi yang dibeli kembali tersebut bukan Obligasi yang dimiliki oleh Afiliasi Perseroan; dan 3) Obligasi yang dibeli kembali hanya untuk disimpan yang kemudian hari dapat dijual kembali; dan 4) wajib dilaporkan kepada OJK paling lambat akhir Hari Kalender ke-2 (kedua) setelah terjadinya pembelian kembali Obligasi; m. Perseroan wajib melaporkan kepada OJK dan Wali Amanat serta mengumumkan kepada publik dalam waktu paling lambat 2 (dua) Hari Kalender setelah dilakukannya pembelian kembali Obligasi, informasi yang meliputi antara lain: 1) Jumlah Obligasi yang telah dibeli; 2) Rincian jumlah Obligasi yang telah dibeli kembali untuk pelunasan atau disimpan untuk dijual kembali; 3) Harga pembelian kembali yang telah terjadi; dan 4) Jumlah dana yang digunakan untuk pembelian kembali Obligasi. n. Dalam hal terdapat lebih dari 1 (satu) obligasi yang diterbitkan oleh Perseroan, maka pembelian kembali obligasi dilakukan dengan mendahulukan obligasi yang tidak dijamin o. Dalam hal terdapat lebih dari satu obligasi yang tidak dijamin, maka pembelian kembali wajib mempertimbangkan aspek kepentingan Perseroan atas pembelian kembali p. Dalam hal terdapat jaminan atas seluruh obligasi, maka pembelian kembali wajib mempertimbangkan aspek kepentingan ekonomis Perseroan atas pembelian kembali tersebut q. Pembelian kembali Obligasi oleh Perseroan mengakibatkan: 1) Hapusnya segala hak yang melekat pada Obligasi yang dibeli kembali, hak menghadiri RUPO, hak suara, dan hak memperoleh bunga serta manfaat lain dari Obligasi yang dibeli kembali jika dimaksudkan untuk pelunasan; atau 2) Pemberhentian sementara segala hak yang melekat pada Obligasi yang dibeli kembali, hak menghadiri RUPO, hak suara, dan hak memperoleh bunga serta manfaat lain dari Obligasi yang dibeli kembali, jika dimaksudkan untuk disimpan untuk dijual kembali. 11. Jaminan: Obligasi pada saat diterbitkan sampai dengan dilakukannya pendaftaran atas Jaminan tidak dijamin dengan jaminan khusus, dan setelah dilakukan pendaftaran atas Jaminan pada instansi yang berwenang maka Obligasi dijamin dengan jaminan khusus, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 Perjanjian Perwaliamanatan. 302

325 12. Sanksi: Apabila Perseroan tidak memenuhi kewajiban dalam Perjanjian Perwaliamanatan khususnya Pasal Perjanjian Perwaliamanatan maka Perseroan dapat dikenakan sanksi sesuai dengan Perjanjian Perwaliamanatan antara lain apabila Perseroan lalai menyerahkan dana secukupnya untuk pembayaran Bunga Obligasi dan/atau pelunasan Pokok Obligasi setelah lewat Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi dan/atau Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi, maka Perseroan wajib membayar Denda. Denda yang dibayar oleh Perseroan yang merupakan hak Pemegang Obligasi, yang oleh Agen Pembayaran akan diberikan kepada Pemegang Obligasi secara proporsional berdasarkan besarnya Obligasi yang dimilikinya. 13. Lain-lain: 14. a. Kewajiban Perseroan berdasarkan Obligasi pada setiap waktu merupakan kewajiban Perseroan yang sah dan yang tidak bersyarat serta bersifat mutlak b. Pembayaran Bunga Obligasi, Pokok Obligasi dan Denda (jika ada) merupakan hak dari Pemegang Obligasi. c. Bank Kustodian atau Perusahaan Efek yang merupakan Pemegang Rekening dapat bertindak untuk dirinya sendiri atau berdasarkan surat kuasa bertindak untuk dan atas nama konsumennya sebagai Pemegang Obligasi. d. Bagi Pemegang Obligasi berlaku ketentuan perpajakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia dan apabila Perseroan diwajibkan oleh peraturan perundangundangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia untuk memotong pajak atas setiap pembayaran yang dilakukan oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi, Perseroan melalui Agen Pembayaran harus memotong pajak tersebut dan membayarkannya kepada instansi yang ditunjuk untuk menerima pembayaran pajak serta melalui Agen Pembayaran akan memberikan bukti pemotongan pajak kepada Pemegang Obligasi. C. JAMINAN Guna menjamin pembayaran dari seluruh jumlah uang yang oleh sebab apapun juga terhutang dan wajib dibayar oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi berdasarkan ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan, Perseroan akan memberikan Jaminan kepada Pemegang Obligasi. Jenis benda jaminan adalah jaminan fidusia berupa Piutang Performing untuk kepentingan Pemegang Obligasi melalui Wali Amanat yang dibebankan dengan fidusia. a. Nilai benda Jaminan: 1) Nilai Jaminan selambat-lambatnya pada Tanggal Emisi, sekurang-kurangnya sebesar 60% (enam puluh perseratus) dari nilai Pokok Obligasi; 2) Perseroan dengan ini berjanji dan mengikatkan diri akan mempertahankan pada setiap saat nilai Jaminan sesuai dengan kententuan Perjanjian Perwaliamanatan dan Perseroan berkewajiban untuk menambah uang tunai sesuai dengan ketentuan, jika nilai jaminan fidusia beruba Piutang Performing kurang dari nilai sebagaimana ditentukan dalam Perjanjian Perwaliamanatan b. Status kepemilikan: Piutang Performing yang dijaminkan adalah Piutang milik Perseroan. c. Pembebanan Jaminan Fidusia: Pembebanan Jaminan wajib dilakukan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku khususnya Undang- Undang Republik Indonesia Nomor: 42 Tahun 1999 tentang jaminan Fidusia, tanggal (tiga puluh September seribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan). Pembebanan tersebut akan dilakukan untuk kepentingan Pemegang Obligasi melalui Wali Amanat, dan Perseroan dengan ini berjanji dan mengikatkan diri akan menandatangani akta jaminan fidusia dalam waktu selambat-lambatnya pada Tanggal Emisi; Wali Amanat dengan bantuan dari notaris yang ditunjuk oleh Perseroan berkewajiban mendaftarkan akta jaminan fidusia pada Kantor Pendaftaran Fidusia Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia selambatlambatnya 30 (tiga puluh) Hari Kalender -setelah penandatanganan akta jaminan fidusia tersebut dan Wali Amanat akan menyerahkan fotokopi bukti pendaftaran fidusia tersebut kepada OJK setelah diperolehnya bukti pendaftaran fidusia atas Jaminan tersebut dari notaris. Permohonan pendaftaran jaminan fidusia dilakukan oleh Wali Amanat setelah Perseroan memenuhi seluruh persyaratan yang diperlukan guna dapat dilakukannya permohonan pendaftaran fidusia tersebut dan terpenuhinya semua persyaratan dalam peraturan perundangundangan yang berlaku, namun Wali Amanat tidak bertanggung jawab apabila tidak dapat diterbitkannya Sertifikat Jaminan Fidusia oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Hak Pemegang Obligasi atas Piutang Performing yang dijaminkan adalah dengan preferen terhadap hak-hak kreditur Perseroan lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia. 303

326 1.2 Pemegang Obligasi dengan ini memberi kuasa kepada Wali Amanat (yang kuasa tersebut tidak dapat dicabut kembali dengan cara apapun) untuk menandatangani akta akta jaminan yang diberikan berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan berikut perubahan-perubahannya serta melakukan segala tindakan yang diperlukan sehubungan dengan jaminan untuk kepentingan Pemegang Obligasi, Perjanjianperjanjian serta dokumen-dokumen Pengakuan Hutang serta dokumen-dokumen yang terkait tersebut diatas, tapi kuasa-kuasa yang berkaitan dapat juga dibuat secara tersendiri namun semua dan setiap perjanjian dan dokumen-dokumen Pengakuan Hutang tersebut merupakan bagian-bagian yang integral dan tidak bisa dipisahkan dari Perjanjian Perwaliamanatan. 1.3 Apabila terdapat Piutang yang dijaminkan dalam pasal ini sudah lunas dan/atau Piutang Non Performing, maka Perseroan wajib mengganti dengan piutang performing baru Laporan periode triwulan terhadap Jaminan kepada Wali Amanat, sekurang-kurangnya memuat: i. Nama debitur dari Perseroan; ii. Jumlah piutang yang masih tersisa (outstanding); iii. Jangka waktu dan tanggal jatuh tempo Piutang; dan iv. Kolektabilitas piutang. Penyampaian laporan tersebut diatas yang ditandatangani oleh pejabat yang berwenang dengan disertai Surat Pernyataan dari Perseroan, harus dilakukan selambat-lambatnya 10 (sepuluh) Hari Kerja setelah tanggal akhir periode laporan tersebut. Laporan lainnya mengenai jaminan sebagaimana dimaksud dalam Pasal ini, apabila Wali Amanat menganggap perlu untuk disampaikan laporan tersebut. Penyampaian laporan tersebut diatas yang ditandatangani oleh pejabat yang berwenang dengan disertai Surat Pernyataan dari Perseroan. 1.5 Dalam hal pada setiap laporan periode triwulan nilai Jaminan berupa Piutang Performing dan/atau uang tunai kas menjadi lebih dari prosentase yang ditentukan dalam Perjanjian Perwaliamanatan, yang terjadi antara lain disebabkan oleh adanya pelunasan sebagian atas Pokok Obligasi sehingga Jaminan yang diberikan Perseroan melebihi prosentase yang telah ditentukan, maka Perseroan pada setiap saat berhak menarik atau meminta kembali kelebihan atas jaminan yang diberikan tersebut dan sehubungan dengan permintaan tersebut dengan ketentuan setelah penarikan tersebut nilai jaminan tidak menjadi kurang dari prosentase yang ditentukan dalam Perjanjian Perwaliamanatan maka selambat-lambatnya 10 (sepuluh) Hari Kerja setelah diterimanya permohonan dari Perseroan untuk maksud tersebut, Wali Amanat harus menerbitkan surat pelepasan jaminan yang dimaksud dalam permohonan Perseroan. Apabila diperlukan Wali Amanat berkewajiban untuk menandatangani Akta Pemberian Fidusia, sehubungan dengan penurunan nilai Jaminan tersebut di atas. 1.6 Perseroan menjamin Wali Amanat bahwa jaminan yang diberikan sebagaimana dimaksud dalam Perjanjian Perwaliamanatan: a. tidak terikat sebagai tanggungan untuk menjamin suatu hutang lain; b. tidak akan memindahtangankan, mengalihkan dan/ atau membebankan jaminan tersebut, dengan demikian baik sekarang maupun nanti pada waktunya Wali Amanat tidak akan mendapat tuntutan dan gugatan dari pihak yang turut mempunyai hak atas jaminan tersebut. 1.7 Dengan tetap memperhatikan ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan, apabila Perseroan dinyatakan lalai berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan dengan mana seluruh kewajiban Perseroan berdasarkan Obligasi menjadi jatuh tempo, maka Perseroan wajib untuk sekarang dan pada waktunya nanti memberikan kuasa kepada Wali Amanat untuk kepentingan Pemegang Obligasi mengeksekusi Jaminan dengan cara menjual, mengalihkan atau cara lain mengoperkan sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia dengan ketentuan apabila akan dilakukan dengan penjualan secara bawah tangan maka penjualan tersebut harus didahului dengan kesepakatan antara Perseroan dan Wali Amanat, apabila kesepakatan tidak tercapai dalam jangka waktu 1 (satu) bulan terhitung sejak tanggal keputusan RUPO yang memutuskan dilakukannya eksekusi-eksekusi atas jaminan tersebut, maka Wali Amanat akan melakukan eksekusi Jaminan melalui tata cara pelelangan umum. 1.8 Kuasa-kuasa yang tersebut dalam Pasal 1.7 Pasal ini merupakan bagian yang penting dan merupakan syarat mutlak yang tidak terpisahkan dengan Perjanjian Perwaliamanatan, yang tanpa kuasa kuasa tersebut Perjanjian Perwaliamanatan tidak akan dibuat dan karenanya kuasa-kuasa tersebut tidak dapat berakhir karena sebab apapun termasuk karena sebab-sebab yang diatur dalam Pasal 1813, 1814, 1815 dan 1816 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Indonesia. 1.9 Hasil penjualan Jaminan baik sebagian maupun seluruhnya sebagaimana diatur dalam Pasal 1.7 Perjanjian Perwaliamanatan, setelah dikurangi dengan biaya eksekusi, pajak dan biaya-biaya lain yang dikonsultasikan terlebih dahulu oleh Wali Amanat kepada Perseroan yang mungkin dikeluarkan oleh Wali Amanat dalam rangka eksekusi dengan disertai bukti-bukti pembayaran asli yang cukup atau keterangan tertulis tentang pengeluaran tersebut, akan segera dibagikan kepada pemegang Obligasi secara proporsional sesuai dengan jumlah Obligasi yang dimiliki sebagaimana dinyatakan dalam Konfirmasi Tertulis masing-masing Pemegang Obligasi. Dalam hal terdapat sisa hasil eksekusi atas Jaminan setelah seluruh Jumlah Terhutang dilunasi, maka paling lambat pada Hari Bank berikutnya setelah dilakukan perhitungan mengenai hasil eksekusi jaminan, Wali Amanat wajib mengembalikan jumlah kelebihan tersebut kepada Perseroan Semua biaya dan ongkos-ongkos yang timbul sehubungan dengan pendaftaran Jaminan sebagaimana dimaksud dalam Pasal ini termasuk tapi tidak terbatas biaya notaris, serta biaya-biaya yang diperlukan oleh Wali Amanat dalam rangka pengikatan jaminan dalam batas jumlah yang wajar dan dikonsultasikan terlebih 304

327 dahulu kepada Perseroan serta dengan disertai bukti-bukti pembayaran asli yang cukup atau keterangan tertulis tentang pengeluaran tersebut, menjadi beban dan tanggung jawab Perseroan Wali Amanat berkewajiban untuk menyimpan, menjaga, merawat menginformasikan bahwa Dokumen Jaminan tersimpan dengan baik dan bertanggung jawab atas kelalaiannya Wali Amanat berkewajiban mempergunakan hasil eksekusi jaminan yang diperoleh Wali Amanat dari Perseroan untuk melunasi kewajiban Perseroan kepada Pemegang Obligasi melalui KSEI Wali Amanat berhak menerima laporan status jaminan dari Perseroan secara berkala Wali Amanat berkewajiban untuk melakukan pendaftaran Jaminan kepada instansi yang berwenang termasuk tetapi tidak terbatas pada Kantor Pendaftaran Fidusia termasuk untuk tiap-tiap perubahan objek jaminan fidusia minimal 1 (satu) tahun sekali atau periode lain jika dianggap perlu oleh Wali Amanat. Wali Amanat berhak menunjuk notaris untuk membantu Wali Amanat dalam melakukan pendaftaran Jaminan pada instansi yang berwenang Dalam hal terjadi pelunasan atas seluruh jumlah Pokok Obligasi baik terjadi pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi maupun terjadi pelunasan lebih awal, Wali Amanat berkewajiban untuk menerbitkan surat pelepasan jaminan dan mengembalikan kepada Perseroan seluruh Dokumen Jaminan yang diberikan oleh Perseroan dalam rangka penerbitan Obligasi. Pengembalian Dokumen Jaminan tersebut harus telah diselesaikan oleh Wali Amanat selambat-lambatnya 10 (sepuluh) Hari Kerja setelah terjadinya pelunasan Pokok Obligasi sebagaimana dimaksud diatas Dalam hal Jaminan Fidusia hapus yaitu karena dilunasinya Pokok Obligasi, atau pelepasan hak atas Jaminan Fidusia oleh Penerima Fidusia atau musnahnya benda yang menjadi objek Jaminan Fidusia, maka Wali Amanat, kuasa atau wakilnya, wajib memberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, dalam jangka waktu paling lama 14 (empat belas) hari terhitung sejak tanggal - hapusnya Jaminan Fidusia. D. PEMBATASAN-PEMBATASAN DAN KEWAJIBAN-KEWAJIBAN PERSEROAN Sebelum dilunasinya semua Jumlah Terhutang atau pengeluaran lain yang menjadi tanggung jawab Perseroan sehubungan dengan penerbitan Obligasi, Perseroan berjanji dan mengikatkan diri bahwa: a. Pembatasan keuangan dan pembatasan-pembatasan lain terhadap Perseroan (debt covenants) adalah sebagai berikut: 1) Melakukan pembagian dividen pada tahun buku Perseroan selama Perseroan lalai dalam melakukan pembayaran Jumlah Terhutang atau Perseroan tidak melakukan pembayaran Jumlah Terhutang berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan dan Pengakuan Hutang, kecuali apabila Perseroan melakukan penawaran umum saham. 2) memberikan pinjaman atau kredit kepada Afiliasi, dimana keseluruhan jumlah dari semua pinjaman tersebut melebihi 20 % (dua puluh perseratus) dari ekuitas Perseroan (mana yang lebih kecil), kecuali a) hutang yang telah ada sebelum Perjanjian Perwaliamanatan ditandatangani; b) pinjaman dalam rangka menjalankan kegiatan usaha Perseroan. 3) Menjual, mentransfer atau mengalihkan suatu transaksi atau beberapa transaksi baik yang berhubungan maupun yang tidak berhubungan dan baik pada satu waktu atau dalam suatu jangka waktu mengenai seluruh atau sebagian dari harta kekayaan Perseroan, baik satu persatu ataupun jumlah total dari pengalihan berdasarkan butir 4) ini adalah sebesar 50% (lima puluh persen) atau lebih dari harta kekayaan Perseroan, kecuali kegiatan usaha Perseroan sehari-hari. 4) Melakukan penggabungan, konsolidasi dan peleburan kecuali dengan perusahaan lain kecuali sepanjang dilakukan pada bidang usaha yang sama dan tidak mempunyai dampak negatif terhadap jalannya usaha Perseroan serta tidak mempengaruhi kemampuan Perseroan dalam melakukan pembayaran Pokok Obligasi dan/atau Bunga Obligasi. b. Pemberian persetujuan tertulis sebagaimana dimaksud dalam pasal a di atas akan diberikan oleh Wali Amanat dengan ketentuan sebagai berikut : 1) Permohonan persetujuan tersebut tidak akan ditolak tanpa alasan yang jelas dan wajar; 2) Wali Amanat wajib memberikan persetujuan, penolakan atau meminta tambahan data/ dokumen pendukung lainnya dalam waktu 10 (sepuluh) Hari Kerja setelah permohonan persetujuan tersebut dan dokumen pendukungnya diterima secara lengkap oleh Wali Amanat, dan jika dalam waktu 10 (sepuluh) Hari Kerja tersebut Perseroan tidak menerima persetujuan, penolakan atau permintaan tambahan data/ dokumen pendukung lainnya dari Wali Amanat maka Wali Amanat dianggap telah memberikan persetujuannya; dan 3) Jika Wali Amanat meminta tambahan data/ dokumen pendukung lainnya, maka persetujuan atau penolakan wajib diberikan oleh Wali Amanat dalam waktu 10 (sepuluh) Hari Kerja setelah data/ dokumen pendukung lainnya tersebut diterima secara lengkap oleh Wali Amanat dan jika dalam waktu 10 (sepuluh) 305

328 Hari Kerja tersebut Perseroan tidak menerima persetujuan atau penolakan dari Wali Amanat maka Wali Amanat dianggap telah memberikan persetujuan. c. Perseroan berkewajiban untuk: 1) Menyetorkan dana (in good funds) yang diperlukan untuk pelunasan Pokok Obligasi dan/ atau pembayaran Bunga Obligasi yang jatuh tempo kepada Agen Pembayaran paling lambat 1 (satu) Hari Bursa sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi dan/atau Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi dan menyerahkan kepada Wali Amanat fotokopi bukti penyetoran dana tersebut pada hari yang sama. Apabila lewat jatuh tempo Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi dan/ atau Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi, Perseroan harus membayar Denda. Denda yang dibayarkan oleh Perseroan yang merupakan hak Pemegang Obligasi akan dibayarkan kepada Pemegang Obligasi secara proporsional berdasarkan besarnya Obligasi yang dimilikinya sesuai dengan ketentuan Perjanjian Agen Pembayaran; 2) Memperoleh, mematuhi segala ketentuan dan melakukan hal- hal yang diperlukan untuk menjaga tetap berlakunya segala kuasa, ijin, dan persetujuan (baik dari pemerintah maupun lainnya) dan dengan segera memberikan laporan dan masukan dan melakukan hal-hal yang diwajibkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia sehingga Perseroan dapat secara sah menjalankan kewajibannya berdasarkan setiap Dokumen Emisi dalam mana Perseroan menjadi salah satu pihaknya atau memastikan keabsahan, keberlakuan, dapat dilaksanakannya setiap dokumen Emisi di Republik Indonesia; 3) Memastikan keadaan keuangan Perseroan yang tercantum dalam laporan keuangan tahunan Perseroan terakhir yang telah diaudit, diserahkan kepada Wali Amanat berdasarkan ketentuan Pasal 6.3.7, harus berada dalam rasio jumlah pinjaman terhadap ekuitas tidak melebihi rasio 10 : 1 (sepuluh berbanding satu) dengan tetap memperhatikan pembatasan sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK Nomor: 29/POJK.05/2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan atau perubahanperubahannya; 4) Mematuhi ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan; 5) Memelihara asuransi-asuransi yang sudah berjalan dan berhubungan dengan kegiatan usaha dan harta kekayaan Perseroan pada perusahaan asuransi yang bereputasi terhadap segala risiko yang biasa dihadapi oleh perusahan-perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha yang sama dengan Perseroan; 6) Mengijinkan Wali Amanat (atas biayanya sendiri) dan atau orang yang diberi kuasa oleh Wali Amanat (termasuk tetapi tidak terbatas, auditor atau akuntan yang ditunjuk untuk maksud tersebut) dari waktu ke waktu memiliki akses dan memeriksa buku-buku, memberikan tanggapan atas segala pertanyaan atau informasi yang diminta oleh wakilnya tersebut dan mendiskusikan dengan orang tersebut dengan itikad baik atas segala aspek dari pembukuan Perseroan, dengan ketentuan Wali Amanat memberitahukan secara tertulis dengan alasan yang jelas maksudnya tersebut kepada Perseroan 3 (tiga) Hari Kerja sebelumnya. 7) Menyerahkan laporan-laporan yang diminta oleh OJK kepada Wali Amanat dan persetujuan-persetujuan atas penerbitan dan penawaran Obligasi sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan, dan untuk membuat dan mengimplementasikan setiap perjanjian yang berhubungan dengan hal tersebut, termasuk tetapi tidak terbatas penyerahan atas: a) Laporan keuangan tahunan Perseroan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik yang terdaftar di OJK dalam waktu bersamaan pada saat dilaporkannya laporan keuangan tahunan Perseroan tersebut kepada OJK, dengan memperhatikan peraturan Pasar Modal. b) Laporan-laporan keuangan tengah tahunan Perseroan yang telah disahkan oleh Direksi Perseroan, dalam waktu bersamaan pada saat laporan keuangan tengah tahunan Perseroan tersebut kepada OJK, dengan memperhatikan peraturan Pasar Modal. Selain laporan yang diserahkan sebagaimana tersebut di atas, Perseroan juga berkewajiban menyerahkan laporan keuangan triwulan Perseroan yang telah diserahkan Direksi Perseroan selambatlambatnya 30 (tiga puluh) Hari Kalender setelah periode laporan berakhir. 8) Memelihara sistem akuntansi, pembukuan dan pengawasan biaya sesuai dengan prinsip-prinsip Akuntansi, dan mengesampingkan hal-hal dalam pembukuannya yang menurut prinsip-prinsip Akutansi yang diterapkan di Indonesia. 9) Mengusahakan agar harta kekayaan yang digunakan dalam menjalankan kegiatan usahanya berada dalam keadaan baik, memperbaikinya dan melakukan hal-hal yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan usaha Perseroan. 10) Memberitahu Wali Amanat atas: a) setiap perubahan anggaran dasar, susunan Direksi dan Komisaris, susunan pemegang saham Perseroan dan pembagian dividen; b) perkara pidana, perdata, tata usaha negara dan arbitrase yang dihadapi Perseroan yang secara material mempengaruhi kemampuan Perseroan dalam menjalankan dan mematuhi segala 306

329 kewajibannya berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan dan perjanjian-perjanjian lainnya yang berkaitan dengan Perjanjian Perwaliamanatan; c) terjadinya salah satu dari peristiwa kelalaian dengan segera, dan melalui permintaan tertulis dari Wali Amanat, menyerahkan pada Wali Amanat suatu pernyataan yang ditandatangani oleh seseorang yang dapat diterima oleh Wali Amanat untuk maksud tersebut, yang mengkonfirmasikan bahwa kecuali sebelumnya telah diberitahukan kepada Wali Amanat atau diberitahukan pada saat konfirmasi bahwa peristiwa kelalaian tersebut tidak terjadi, atau apabila terjadi peristiwa kelalaian, memberikan gambaran lengkap atas kejadian tersebut dan tindakan atau langkah-langkah yang diambil (atau diusulkan untuk diambil) oleh Perseroan untuk memperbaiki kejadian tersebut; 11) Melakukan atau memelihara seluruh tindakan-tindakannya dari waktu ke waktu atas permintaan dari Wali Amanat dan melaksanakan atau memelihara pelaksanaan dari seluruh dokumen-dokumen berdasarkan pendapat yang wajar dari Wali Amanat diperlukan atau, untuk menjalankan Perjanjian Perwaliamanatan ini atau memberikan jaminan yang penuh atas hak, kekuasaan dan perbaikan yang diberikan kepada Wali Amanat berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan dan perjanjian-perjanjian lainnya yang berkaitan dengan Perjanjian Perwaliamanatan. 12) Dalam hal nilai Jaminan kurang dari 60% (enam puluh perseratus) dari nilai Pokok Obligasi sebagaimana tercantum dalam Pasal 11 Perjanjian Perwaliamanatan, maka Perseroan wajib melakukan penyetoran uang tunai sejumlah kekurangan nilai Jaminan tersebut selambat-lambatnya 14 (empat belas) Hari Kerja sejak tanggal diterimanya surat pemberitahuan dari Wali Amanat mengenai adanya kewajiban penyetoran uang tunai tersebut. Uang tunai tersebut ditempatkan pada rekening atas nama Perseroan pada bank yang ditentukan oleh Wali Amanat dan Perseroan. Uang tunai dalam rekening tersebut dapat ditempatkan dalam bentuk deposito atau instrumen bank lainnya yang disetujui oleh Wali Amanat. Pendapatan atas penempatan uang tunai tersebut menjadi milik Perseroan sepenuhnya. Dalam hal nilai Jaminan tersebut telah kembali memenuhi 60% (enam puluh perseratus) dari nilai Pokok Obligasi sampai dengan Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi, maka uang tunai yang ada dalam rekening tersebut menjadi hak Perseroan sepenuhnya. Perseroan dengan ini memberi kuasa kepada Wali Amanat untuk menguasai uang tunai senilai kekurangan jaminan tersebut diatas dan menandatangani dokumen-dokumen yang diperlukan sehubungan dengan penguasaan uang tunai tersebut. Apabila Perseroan melakukan kelalaian berdasarkan Pasal 9 Perjanjian Perwaliamanatan maka Wali Amanat dengan ini diberi kuasa oleh Perseroan untuk mengambil, menerima dan melakukan tindakan-tindakan lain sehubungan dengan uang tunai yang ada dalam rekening tersebut diatas termasuk menandatangani dokumen-dokumen yang diperlukan, yang akan dipergunakan untuk pembayaran Jumlah Terhutang. 13) Mempertahankan jaminan sebagaimana dimaksud dalam Perjanjian Perwaliamanatan setiap saat dengan nilai sekurang-kurangnya 60% (enam puluh perseratus) dari nilai Pokok Obligasi dan dengan memperhatikan ketentuan perjanjian penjaminan fidusia (tagihan) yang akan ditandatangani oleh Perseroan dan Wali Amanat pada Tanggal Emisi dengan nilai jaminan fidusia berupa Piutang Performing sebesar sekurang-kurangnya 60% (enam puluh perseratus) dari nilai Pokok Obligasi yang terhutang, dengan memperhatikan ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan. Perseroan berkewajiban mengganti dengan Piutang baru apabila terdapat Piutang yang dijaminkan dalam Perjanjian Perwaliamanatan sudah lunas dan/ atau Piutang Non Performing. 14) Menerbitkan dan menyerahkan Sertifikat Jumbo Obligasi kepada KSEI untuk kepentingan Pemegang Obligasi termasuk pembaharuannya (apabila ada) dan menyampaikan fotokopi Sertifikat Jumbo Obligasi kepada Wali Amanat. 15) Melakukan pemeringkatan atas Obligasi sesuai dengan Peraturan Nomor: IX.C.11 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: KEP-712/BL/2012 Tanggal (dua puluh enam Desember dua ribu dua belas) tentang Pemeringkatan Efek Bersifat Utang dan/ atau Sukuk, berikut pengubahannya dan atau pengaturan lainnya yang wajib dipatuhi oleh Perseroan sehubungan dengan pemeringkatan. 16) Perseroan tidak akan menjaminkan Jaminan yang diberikan Perseroan kepada Pemegang Obligasi kepada pihak manapun. E. HAK-HAK PEMEGANG OBLIGASI 1. Menerima pelunasan Pokok Obligasi dan/atau pembayaran Bunga Obligasi dari Perseroan yang dibayarkan melalui KSEI sebagai Agen Pembayaran pada Tanggal Pembayaran Pokok Obligasi dan/atau Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi yang bersangkutan. Pokok Obligasi harus dilunasi dengan harga yang sama dengan jumlah Pokok Obligasi yang tertulis pada Konfirmasi Tertulis yang dimiliki oleh Pemegang Obligasi. 2. Yang berhak atas Bunga Obligasi adalah Pemegang Obligasi yang namanyá tercatat dalam Daftar Pemegang Rekening pada 4 (empat) Hari Bursa sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi. Dengan demikian jika terjadi transaksi Obligasi dalam waktu 4 (empat) Hari Bursa sebelum Tanggal 307

330 Pembayaran Bunga Obligasi, pembeli Obligasi yang menerima pengalihan Obligasi tersebut tidak berhak atas Bunga Obligasi pada periode Bunga Obligasi yang bersangkutan, kecuali ditentukan lain oleh KSEI sesuai dengan ketentuan KSEI yang berlaku. 3. Bila terjadi kelalaian dalam pelunasan Pokok Obligasi dan/atau pembayaran Bunga Obligasi, Pemegang Obligasi berhak untuk menerima pembayaran denda atas setiap kelalaian pembayaran pelunasan Pokok Obligasi dan/atau pembayaran Bunga Obligasi sebesar 1% (satu persen) diatas tingkat Bunga Obligasi masing-masing Seri Obligasi yang bersangkutan dari jumlah dana yang terlambat dibayar atas Jumlah Terhutang. Jumlah denda tersebut dihitung harian berdasarkan jumlah hari yang terlewat, dengan perhitungan 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) Hari Kalender. 4. Seorang atau lebih Pemegang Obligasi yang mewakili sedikitnya 20% (dua puluh persen) dari jumlah Pokok Obligasi yang terhutang (tidak termasuk obligasi yang dimiliki oleh Perseroan dan Afiliasi Perseroan) berhak mengajukan permintaan tertulis kepada Wali Amanat agar diselenggarakan RUPO dengan memuat acara yang diminta dengan melampirkan asli KTUR dengan ketentuan sejak diterbitkannya KTUR tersebut Obligasi yang dimiliki oleh Pemegang Obligasi yang mengajukan permintaan tertulis kepada Wali Amanat tersebut akan dibekukan oleh KSEI sejumlah obligasi yang tercantum dalam KTUR tersebut. 5. Hak Suara Pemegang Obligasi diatur bahwa setiap Pokok Obligasi senilai Rp1,00 (satu Rupiah) memberikan hak kepada pemegangnya untuk mengeluarkan 1 (satu) suara. F. KELALAIAN PERSEROAN a. Kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan Perseroan dinyatakan lalai apabila terjadi salah satu atau lebih dari kejadian-kejadian atau hal-hal-tersebut di bawah ini : 1) Perseroan tidak melaksanakan atau tidak mentaati ketentuan dalam kewajiban pembayaran Pokok Obligasi pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi dan/atau Bunga Obligasi pada Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi; atau 2) Apabila Perseroan tidak memberikan Jaminan sebagaimana ditentukan dalam Perjanjian Perwaliamanatan; atau 3) Perseroan tidak melaksanakan atau tidak menaati ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan (selain Pasal a.1) dan Pasal a.2) ); atau 4) Fakta mengenai jaminan, keadaan, atau status Perseroan serta pengelolaannya tidak sesuai dengan informasi dan keterangan yang diberikan oleh Perseroan; atau 5) Perseroan dinyatakan lalai sehubungan dengan suatu perjanjian hutang oleh salah satu krediturnya (cross default) baik yang telah ada sekarang maupun yang akan ada di kemudian hari berakibat jumlah yang terhutang oleh Perseroan berdasarkan perjanjian hutang tersebut seluruhnya menjadi dapat segera ditagih oleh pihak yang mempunyai tagihan dan/atau kreditur yang bersangkutan sebelum waktunya untuk membayar kembali (akselerasi pembayaran kembai); atau b. Ketentuan mengenai pernyataan default, yaitu: Dalam hal terjadi kondisi-kondisi kelalaian sebagaimana dimaksud dalam : 1) Huruf a angka 1 dan 5 diatas ini dan keadaan atau kejadian tersebut berlangsung terus menerus selama 14 (empat belas) Hari Kerja, setelah diterimanya teguran tertulis dari Wali Amanat sesuai dengan kondisi kelalaian yang dilakukan, tanpa diperbaiki/ dihilangkan keadaan tersebut atau tanpa adanya upaya perbaikan untuk menghilangkan keadaan tersebut, yang dapat disetujui dan diterima oleh Wali Amanat; atau 2) Huruf a angka 2 diatas ini dan keadaan atau kejadian tersebut berlangsung terus menerus dalam waktu yang ditentukan oleh Wali Amanat dengan memperhatikan kewajaran yang berlaku umum, sebagaimana tercantum dalam teguran tertulis Wali Amanat, paling lama 30 (tiga puluh) Hari Kalender setelah diterimanya teguran tertulis dari Wali Amanat, tanpa diperbaiki/ dihilangkan keadaan tersebut atau tanpa adanya upaya perbaikan untuk menghilangkan keadaan tersebut, yang dapat disetujui dan diterima oleh Wali Amanat; 3) Huruf a angka 3 dan 4 diatas ini dan keadaan atau kejadian tersebut berlangsung terus menerus dalam waktu yang ditentukan oleh Wali Amanat dengan memperhatikan kewajaran yang berlaku umum, sebagaimana tercantum dalam teguran tertulis Wali Amanat, paling lambat 90 (semilan puluh) Hari Kalender setelah diterimanya teguran tertuls dari Wali Amanat tanpa diperbaiki/dihilangkan keadaan tersebut atau tanpa adanya upaya perbaikan untuk menghilangkan keadaa tersebut, yang dapat disetujui dan diterima oleh Wali Amanat. maka Wali Amanat berkewajiban untuk memberitahukan kejadian atau peristiwa itu kepada Pemegang Obligasi dengan cara memuat pengumuman melalui 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional. 308

331 Wali Amanat atas pertimbangannya sendiri berhak memanggil RUPO menurut tata cara yang ditentukan dalam Perjanjian Perwaliamanatan. Dalam RUPO tersebut, Wali Amanat akan meminta Perseroan untuk memberikan penjelasan sehubungan dengan kelalaiannya tersebut. Apabila RUPO tidak dapat menerima penjelasan dan alasan Perseroan akan dilaksanakan RUPO berikutnya untuk membahas langkah-langkah yang harus diambil terhadap Perseroan sehubungan dengan Obligasi. Apabila RUPO tidak dapat menerima penjelasan dan alasan Perseroan maka apabila diperlukan akan dilaksanakan RUPO berikutnya untuk membahas langkah-langkah yang harus diambil terhadap Perseroan sehubungan dengan Obligasi, Jika RUPO berikutnya memutuskan agar Wali Amanat melakuka penagihan kepada Perseroan, maka Obligasi sesuai dengan keputusan RUPO menjadi jatuh tempo dan dapat dituntut pembayarannya dengan segera dan sekaligus. Wali Amanat dalam waktu yang ditentukan dalam keputusan RUPO itu harus melakukan penagihan kepada Perseroan. Perseroan berkewajiban melakukan pembayaran dalam waktu yang ditentukan dalam tagihan yang bersangkutan. c. Apabila: 1) Perseroan dicabut izin usahanya oleh Menteri Keuangan atau Instansi lain yang berwenang sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia; atau 2) Perseroan membubarkan diri melalui keputusan Rapat Umum Pemegang Saham atau terdapat keputusan pailit yang telah memiliki kekuatan hukum tetap; atau 3) Perseroan diberikan penundaan kewajiban pembayaran hutang (moratorium) oleh badan peradilan yang berwenang; atau 4) Pengadilan atau instansi pemerintah yang berwenang telah menyita atau mengambil alih dengan cara apapun juga semua atau sebagian besar harta kekayaan Perseroan atau telah mengambil tindakan yang menghalangi Perseroan untuk menjalankan sebagian besar atau seluruh usahanya sehingga mempengaruhi secara material kemampuan Perseroan untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya dalam Perjanjian Perwaliamanatan; atau 5) Perseroan berdasarkan perintah pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (in kracht) diharuskan membayar sejumlah dana kepada pihak ketiga yang apabila dibayarkan akan mempengaruhi secara material terhadap kemampuan Perseroan untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya yang ditentukan dalam Perjanjian Perwalimanatan; maka Wali Amanat berhak tanpa memanggil RUPO bertindak mewakili kepentingan Pemegang Obligasi dan mengambil keputusan yang dianggap menguntungkan bagi Pemegang Obligasi dan untuk itu Wali Amanat dibebaskan dari segala tindakan dan tuntutan oleh Pemegang Obligasi. Dalam hal ini Obligasi menjadi jatuh tempo dengan sendirinya. G. PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI Dalam hal Perseroan melakukan pembelian kembali Obligasi maka berlaku ketentuan sebagai berikut : a. Pembelian kembali Obligasi ditujukan sebagai pelunasan atau disimpan untuk kemudian dijual kembali dengan harga pasar. b. Pelaksanaan pembelian kembali Obligasi dilakukan melalui Bursa Efek atau di luar Bursa Efek; c. Pembelian kembali Obligasi baru dapat dilakukan 1 (satu) tahun setelah Tanggal Penjatahan. d. Pembelian kembali Obligasi tidak dapat dilakukan apabila hal tersebut mengakibatkan Perseroan tidak dapat memenuhi ketentuan-ketentuan di dalam Perjanjian Perwaliamanatan. e. Pembelian kembali Obligasi tidak dapat dilakukan apabila Perseroan melakukan kelalaian (wanprestasi) sebagaimana dimaksud dalam Perjanjian Perwaliamanatan, kecuali telah memperoleh persetujuan RUPO. f. Pembelian kembali Obligasi hanya dapat dilakukan oleh Perseroan dari Pihak yang tidak terafiliasi. g. Rencana pembelian kembali Obligasi wajib dilaporkan kepada OJK oleh Perseroan paling lambat 2 (dua) Hari Kerja sebelum pengumuman rencana pembelian kembali Obligasi tersebut di surat kabar; h. Pembelian kembali Obligasi, baru dapat dilakukan setelah pengumuman rencana pembelian kembali Obligasi. Pengumuman tersebut wajib dilakukan paling sedikit melalui 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional paling lambat 2 (dua) Hari Kalender sebelum tanggal penawaran untuk pembelian kembali dimulai; i. Rencana pembelian kembali Obligasi sebagaimana dimaksud dalam butir 7 dan sebagaimana dimaksud dalam butir 8, paling sedikit memuat informasi tentang: 1) Periode penawaran pembelian kembali; 2) Jumlah dana maksimal yang akan digunakan untuk pembelian kembali; 3) Kisaran jumlah Obligasi yang akan dibeli kembali; 4) Harga atau kisaran harga yang ditawarkan untuk pembelian kembali Obligasi; 5) Tata cara penyelesaian transaksi; 6) Persyaratan bagi Pemegang Obligasi yang mengajukan penawaran jual; 7) Tata cara penyampaian penawaran jual oleh Pemegang Obligasi; 309

332 8) Tata cara pembelian kembali Obligasi; dan 9) Hubungan Afiliasi antara Perseroan dan Pemegang Obligasi; j. Perseroan wajib melakukan penjatahan secara proporsional sebanding dengan partisipasi setiap Pemegang Obligasi yang melakukan penjualan Obligasi apabila jumlah Obligasi yang ditawarkan untuk dijual oleh Pemegang Obligasi, melebihi jumlah Obligasi yang dapat dibeli kembali. k. Perseroan wajib menjaga kerahasiaan atas semua informasi mengenai penawaran jual yang telah disampaikan oleh Pemegang Obligasi. l. Perseroan dapat melaksanakan pembelian kembali Obligasi tanpa melakukan pengumuman sebagaimana dimaksud dalam butir 9 dengan ketentuan : 1) Jumlah pembelian kembali tidak lebih dari 5% (lima perseratus) dari jumlah Obligasi untuk masingmasing jenis Obligasi yang beredar dalam periode satu tahun setelah Tanggal Penjatahan; 2) Obligasi yang dibeli kembali tersebut bukan Obligasi yang dimiliki oleh Afiliasi Perseroan; dan 3) Obligasi yang dibeli kembali hanya untuk disimpan yang kemudian hari dapat dijual kembali; dan wajib dilaporkan kepada OJK paling lambat akhir Hari Kerja ke-2 (kedua) setelah terjadinya pembelian kembali Obligasi; m. Perseroan wajib melaporkan kepada OJK dan Wali Amanat serta mengumumkan kepada publik dalam waktu paling lambat 2 (dua) Hari Kerja setelah dilakukannya pembelian kembali Obligasi, informasi yang meliputi antara lain: 1) Jumlah Obligasi yang telah dibeli; 2) Rincian jumlah Obligasi yang telah dibeli kembali untuk pelunasan atau disimpan untuk dijual kembali; 3) Harga pembelian kembali yang telah terjadi; dan 4) Jumlah dana yang digunakan untuk pembelian kembali Obligasi. n. Dalam hal terdapat lebih dari (satu) obligasi yang diterbitkan oleh Perseroan, maka pembelian kembali obligasi dilakukan dengan mendahulukan obligasi yang tidak dijamin o. Dalam hal terdapat lebih dari satu obligasi yang tidak dijamin, maka pembelian kembali wajib mempertimbangkan aspek kepentingan ekonomis Perseroan atas pembelian kembali tersebut p. Dalam hal terdapat jaminan atas seluruh obligasi, maka pembelian kembali wajib mempertimbangkan aspek kepentingan ekonomis Perseroan atas pembelian kembali Efek bersifat utang tersebut q. Pembelian kembali Obligasi oleh Perseroan mengakibatkan: 1. Hapusnya segala hak yang melekat pada Obligasi yang dibeli kembali, hak menghadiri RUPO, hak suara, dan hak memperoleh bunga serta manfaat lain dari Obligasi yang dibeli kembali jika dimaksudkan untuk pelunasan; atau 2. Pemberhentian sementara segala hak yang melekat pada Obligasi yang dibeli kembali, hak menghadiri RUPO, hak suara, dan hak memperoleh bunga serta manfaat lain dari Obligasi yang dibeli kembali, jika dimaksudkan untuk disimpan untuk dijual kembali. H. RAPAT UMUM PEMEGANG OBLIGASI Untuk penyelenggaraan RUPO, kuorum yang disyaratkan, hak suara dan pengambilan keputusan berlaku ketentuan-ketentuan di bawah ini, tanpa mengurangi peraturan Pasar modal dan peraturan perundang - undangan yang berlaku serta peraturan Bursa Efek. a. RUPO diadakan untuk tujuan antara lain: 1) Mengambil keputusan sehubungan dengan usulan Perseroan atau Pemegang Obligasi bersifat utang mengenai perubahan jangka waktu, Pokok Obligasi, suku Bunga Obligasi, perubahan tata cara atau periode pembayaran Bunga Obligasi, dan dengan memperhatikan Peraturan Nomer VI.C.4; 2) Menyampaikan pemberitahuan kepada Perseroan dan/ atau Wali Amanat, memberikan pengarahan kepada Wali Amanat, dan/ atau untuk menyetujui suatu kelonggaran waktu atas suatu kelalaian menurut Perjanjian Perwaliamanatan serta akibat-akibatnya atau untuk mengambil tindakan lain sehubungan dengan kelalaian; 3) Memberhentikan Wali Amanat dan menunjuk pengganti Wali Amanat menurut ketentuan-ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan; 4) Mengambil tindakan yang dikuasakan oleh atau atas nama Pemegang Obligasi termasuk dalam penentuan potensi kelalaian yang dapat menyebabkan terjadinya kelalaian sebagaimana dimaksud dalam Perjanjian Perwaliamanatan dan dalam Peraturan Nomor VI.C.4; dan 5) Wali Amanat bermaksud mengambil tindakan lain yang tidak dikuasakan atau tidak termuat dalam Perjanjian Perwaliamanatan atau berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia. 310

333 b. RUPO dapat diselenggarakan atas permintaan: 1) Pemegang Obligasi baik sendiri maupun secara bersama-sama yang mewakili paling sedikit lebih dari 20% (dua puluh perseratus) dari jumlah Obligasi yang belum dilunasi tidak termasuk Obligasi yang dimiliki oleh Perseroan dan/ atau Afiliasinya, mengajukan permintaan tertulis kepada Wali Amanat untuk diselenggarakan RUPO dengan melampirkan asli KTUR. Permintaan tertulis dimaksud harus memuat acara yang diminta, dengan ketentuan sejak diterbitkannya KTUR tersebut, Obligasi yang dimiliki oleh Pemegang Obligasi yang mengajukan permintaan tertulis kepada Wali Amanat akan dibekukan oleh KSEI sejumlah Obligasi yang tercantum dalam KTUR tersebut. Pencabutan pembekuan oleh KSEI tersebut hanya dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan secara tertulis dari Wali Amanat. 2) Perseroan; 3) Wali Amanat; atau c. Permintaan sebagaimana dimaksud dalam butir 2) poin a), poin b), dan poin d) wajib disampaikan secara tertulis kepada Wali Amanat dan paling lambat 30 (tiga puluh) Hari Kalender setelah tanggal diterimanya surat permintaan tersebut Wali Amanat wajib melakukan panggilan untuk RUPO. d. Dalam hal Wali Amanat menolak permohonan Pemegang Obligasi atau Perseroan untuk mengadakan RUPO, maka Wali Amanat wajib memberitahukan secara tertulis alasan penolakan tersebut kepada pemohon dengan tembusan kepada OJK, paling lambat 14 (empat belas) Hari Kalender setelah diterimanya surat permohonan. e. Pengumuman, pemanggilan, dan waktu penyelenggaraan RUPO: 1) Pengumuman RUPO wajib dilakukan melalui 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional, dalam jangka waktu paling lambat 14 (empat belas) Hari Kalender sebelum pemanggilan. 2) Pemanggilan RUPO dilakukan paling lambat 14 (empat belas) Hari Kalender sebelum RUPO, melalui paling sedikit 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional. 3) Pemanggilan untuk RUPO kedua atau ketiga dilakukan paling lambat 7 (tujuh) Hari Kalender sebelum RUPO kedua atau ketiga dilakukan dan disertai informasi bahwa RUPO sebelumnya telah diselenggarakan tetapi tidak mencapai kuorum. 4) Panggilan harus dengan tegas memuat rencana RUPO dan mengungkapkan informasi antara lain: a) tanggal, tempat, dan waktu penyelenggaraan RUPO ; b) agenda RUPO c) pihak yang mengajukan usulan RUPO d) Pemegang Obligasi yang berhak hadir dan memiliki hak suara dalam RUPO ; dan e) kuorum yang diperlukan untuk penyelenggaraan dan pengambilan keputusan RUPO. 5) RUPO kedua atau ketiga diselenggarakan paling cepat 14 (empat belas) Hari Kalender dan paling lambat 21 (dua puluh satu) Hari Kalender dari RUPO sebelumnya. 6) Tata cara RUPO ; a) Pemegang Obligasi, baik sendiri maupun diwakili berdasarkan surat kuasa berhak menghadiri RUPO dan menggunakan hak suaranya sesuai dengan jumlah Obligasi yang dimilikinya. b) Pemegang Obligasi yang berhak hadir dalam RUPO adalah Pemegang Obligasi yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Rekening pada 3 (tiga) Hari Kerja sebelum tanggal penyelenggaraan RUPO yang diterbitkan oleh KSEI. c) Pemegang Obligasi yang menghadiri RUPO wajib menyerahkan asli KTUR kepada Wali Amanat. d) Seluruh Obligasi yang disimpan di KSEI dibekukan sehingga Obligasi tersebut tidak dapat dialihkan/ dipindahbukukan sejak 3 (tiga) Hari Kerja sebelum tanggal penyelenggaraan RUPO sampai dengan tanggal berakhirnya RUPO yang dibuktikan dengan adanya pemberitahuan dari Wali Amanat atau setelah memperoleh persetujuan dari Wali Amanat, transaksi Obligasi yang penyelesaiannya jatuh pada tanggal-tanggal tersebut, ditunda penyelesaiannya sampai 1 (satu) Hari Kerja setelah tanggal pelaksanaan RUPO. e) Setiap Obligasi sebesar Rp1,00 (satu rupiah) berhak mengeluarkan 1 (satu) suara dalam RUPO, dengan demikian setiap Pemegang Obligasi dalam RUPO mempunyai hak untuk mengeluarkan suara sejumlah Obligasi yang dimilikinya. f) Suara dikeluarkan dengan tertulis dan ditanda tangani dengan menyebutkan Nomor KTUR, kecuali Wali Amanat memutuskan lain. g) Obligasi yang dimiliki oleh Perseroan dan/ atau Afiliasinya tidak memiliki hak suara dan tidak diperhitungkan dalam kuorum kehadiran. 311

334 h) Sebelum pelaksanaan RUPO : i. Perseroan berkewajiban untuk menyerahkan daftar Pemegang Obligasi dari Afiliasinya kepada Wali Amanat. ii. Perseroan berkewajiban untuk membuat surat pernyataan yang menyatakan jumlah Obligasi yang dimiliki oleh Perseroan dan Afiliasinya; iii. Pemegang Obligasi atau kuasa Pemegang Obligasi yang hadir dalam RUPO berkewajiban untuk membuat surat pernyataan yang menyatakan mengenai apakah Pemegang Obligasi memiliki atau tidak memiliki hubungan Afiliasi dengan Perseroan. i) RUPO dapat diselenggarakan di tempat Perseroan atau tempat lain yang disepakati antara Perseroan dan Wali Amanat. j) RUPO dipimpin oleh Wali Amanat. k) Wali Amanat wajib mempersiapkan acara RUPO termasuk materi RUPO dan menunjuk Notaris untuk membuat berita acara RUPO. l) Dalam hal penggantian Wali Amanat diminta oleh Perseroan atau Pemegang Obligasi, maka RUPO dipimpin oleh Perseroan atau wakil Pemegang Obligasi yang meminta diadakannya RUPO tersebut. Perseroan atau Pemegang Obligasi yang meminta diadakannya RUPO tersebut diwajibkan untuk mempersiapkan acara RUPO dan materi RUPO serta menunjuk Notaris untuk membuat berita acara RUPO. 7) Dengan memperhatikan ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan, kuorum dan pengambilan keputusan : a) Dalam hal RUPO bertujuan untuk memutuskan mengenai perubahan Perjanjian Perwaliamanatan diatur sebagai berikut: i. Apabila RUPO dimintakan oleh Perseroan maka wajib diselenggarakan dengan ketentuan sebagai berikut: Dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO. dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam huruf (a) tidak tercapai, maka wajib diadakan RUPO yang kedua. RUPO kedua dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO. dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam huruf (c) tidak tercapai, maka wajib diadakan RUPO yang ketiga. RUPO ketiga dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO. ii. Apabila RUPO dimintakan oleh Pemegang Obligasi atau Wali Amanat maka wajib diselenggarakan dengan ketentuan sebagai berikut: dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO. dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam huruf (a) tidak tercapai, maka wajib diadakan RUPO yang kedua. RUPO kedua dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO. dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam huruf (c) tidak tercapai, maka wajib diadakan RUPO yang ketiga. RUPO ketiga dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO. iii. Apabila RUPO dimintakan oleh OJK maka wajib diselenggarakan dengan ketentuan sebagai berikut: dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO. 312

335 dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam huruf (a) tidak tercapai, maka wajib diadakan RUPO yang kedua. RUPO kedua dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO. dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam huruf (c) tidak tercapai, maka wajib diadakan RUPO yang ketiga. RUPO ketiga dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO. b) RUPO yang diadakan untuk tujuan selain perubahan Perjanjian Perwaliamanatan, dapat diselenggarakan dengan ketentuan sebagai berikut: dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO. dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam angka (1) tidak tercapai, maka wajib diadakan RUPO kedua. RUPO kedua dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah obligasi yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO. dalam hal kuorum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam angka (3) tidak tercapai, maka wajib diadakan RUPO yang ketiga. RUPO ketiga dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat berdasarkan keputusan suara terbanyak. 8) Biaya-biaya penyelenggaraan RUPO menjadi beban Perseroan dan wajib dibayarkan kepada Wali Amanat paling lambat 7 (tujuh) Hari Kerja setelah permintaan biaya tersebut diterima Perseroan dari Wali Amanat, yang ditetapkan dalam Perjanjian Perwaliamanatan. 9) Penyelenggaraan RUPO wajib dibuatkan berita acara secara notariil. 10) Keputusan RUPO mengikat bagi semua Pemegang Obligasi, Perseroan dan Wali Amanat, karenanya Perseroan, Wali Amanat, dan Pemegang Obligasi wajib memenuhi keputusan-keputusan yang diambil dalam RUPO. Keputusan RUPO mengenai perubahan Perjanjian Perwaliamanatan dan/ atau perjanjianperjanjian lain sehubungan dengan Obligasi, baru berlaku efektif sejak tanggal ditandatanganinya perubahan Perjanjian Perwaliamanatan dan/ atau perjanjian-perjanjian lainnya sehubungan dengan Obligasi. 11) Wali Amanat wajib mengumumkan hasil RUPO dalam 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional, biaya-biaya yang dikeluarkan untuk pengumuman hasil RUPO tersebut wajib ditanggung oleh Perseroan. 12) Apabila RUPO yang diselenggarakan memutuskan untuk mengadakan perubahan atas Perjanjian Perwaliamanatan dan/ atau perjanjian lainnya antara lain sehubungan dengan perubahan nilai Pokok Obligasi, perubahan tingkat Bunga Obligasi, perubahan tata cara pembayaran Bunga Obligasi, dan perubahan jangka waktu Obligasi dan Perseroan menolak untuk menandatangani perubahan Perjanjian Perwaliamanatan dan/ atau perjanjian lainnya sehubungan dengan hal tersebut maka dalam waktu selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) Hari Kalender sejak keputusan RUPO atau tanggal lain yang diputuskan RUPO (jika RUPO memutuskan suatu tanggal tertentu untuk penandatangan perubahan Perjanjian Perwaliamanatan dan/atau perjanjian lainnya tersebut) maka Wali Amanat berhak langsung untuk melakukan penagihan Jumlah Terhutang kepada Perseroan tanpa terlebih dahulu menyelenggarakan RUPO. 13) Peraturan-peraturan lebih lanjut mengenai penyelenggaraan serta tata cara dalam RUPO dapat dibuat dan bila perlu kemudian disempurnakan atau diubah oleh Perseroan dan Wali Amanat dengan mengindahkan Peraturan Pasar Modal dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia serta peraturan Bursa Efek. 14) Apabila ketentuan-ketentuan mengenai RUPO ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal, maka peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia. I. PERUBAHAN PERJANJIAN PERWALIAMANATAN Perubahan Perjanjian Perwaliamanatan dapat dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: 313

336 a. Apabila perubahan Perjanjian Perwaliamanatan dilakukan sebelum Tanggal Emisi, maka perubahan dan/ atau penambahan Perjanjian Perwaliamanatan tersebut harus dibuat dalam suatu Perjanjian tertulis yang ditandatangani oleh Wali Amanat dan Perseroan dan setelah perubahan tersebut dilakukan, memberitahukan kepada OJK dengan tidak mengurangi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia. b. Apabilan perubahan Perjanjian Perwaliamanatan dilakukan pada dan setelah Tanggal Emisi, maka perubahan Perjanjian Perwaliamanatan hanya dapat dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari RUPO dan perubahan dan/ atau penambahan tersebut dibuat dalam suatu perjanjian tertulis yang ditandatangani oleh Wali Amanat dan Perseroan. J. PEMBERITAHUAN Semua pemberitahuan dari satu pihak kepada pihak lain dalam Perjanjian Perwaliamanatan dianggap telah dilakukan dengan sah, dan sebagaimana mestinya apabila disampaikan kepada alamat tersebut di bawah ini, yang tertera di samping nama pihak yang bersangkutan, dan diberikan secara tertulis, ditandatangani serta disampaikan langsung dengan memperoleh tanda terima atau dengan faksimili yang sudah dikonfirmasikan. Perseroan: PT MANDIRI TUNAS FINANCE Graha Mandiri Lt. 3A Jl. Imam Bonjol No.61 Jakarta Telepon : (021) Faksimili : (021) Up. : Direksi Wali Amanat: PT BANK MEGA Tbk. Menara Bank Mega. Lantai 16 Jalan Kapten Tendean Kav A Jakarta Telepon : (021) Faksimili : (021) Up. : Capital Market Services Division Dengan ketentuan bahwa apabila salah satu pindah alamat, pihak yang pindah alamat tersebut wajib memberitahukan kepada pihak lainnya, selambat-lambatnya 7 (tujuh) Hari Kerja sebelumnya. 314

337 XVII. KETERANGAN MENGENAI PEMERINGKATAN OBLIGASI 1. HASIL PEMERINGKATAN Untuk memenuhi ketentuan Peraturan Bapepam dan LK No.IX.C.1 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor: KEP-42/PM/2000 tanggal 27 Oktober 2000 tentang Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Pernyataan Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum dan Peraturan Bapepam dan LK No. IX.C.11 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Kep-712/BL/2012 tanggal 26 Desember 2012 tentang Pemeringkatan atas Efek Bersifat Utang, Perseroan telah melakukan pemeringkatan yang dilaksanakan oleh PT Pemeringkat Indonesia (Pefindo). Berdasarkan hasil pemeringkatan atas surat hutang jangka panjang sesuai dengan surat No.1243/PEF-Dir/IX/2015 tanggal 30 September 2015, Obligasi ini telah memperoleh peringkat: Pefindo idaa (Double A) Hasil Pemeringkatan ini berlaku untuk periode 30 September 2015 sampai dengan 1 September Perseroan dengan tegas menyatakan tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan Pefindo, baik langsung maupun tidak langsung sesuai dengan yang didefinisikan dalam UUPM. Sesuai dengan Peraturan No. IX.C.11 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. KEP-712/BL/2012 tanggal 26 Desember 2012 tentang Pemeringkatan Atas Efek Bersifat Utang, Perseroan wajib menyampaikan Peringkat Tahunan atas Obligasi kepada Otoritas Jasa Keuangan paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja setelah berakhirnya masa berlaku peringkat terakhir sampai Perseroan telah menyelesaikan seluruh kewajiban yang terkait dengan Obligasi yang diterbitkan. 2. SKALA PEMERINGKATAN EFEK HUTANG JANGKA PANJANG Tabel di bawah ini menunjukkan urutan peringkat yang berlaku sampai dengan yang tertinggi, untuk memberikan gambaran tentang posisi peringkat Perseroan. Id AAA Id AA Id A Id BBB Id BB Id B Id CCC Id D Efek hutang dengan peringkat id AAA merupakan efek hutang dengan peringkat tertinggi di Pefindo yang didukung oleh kemampuan Obligor yang superior relatif dibanding entitas Indonesia lainnya untuk memenuhi kewajiban finansial jangka panjangnya sesuai dengan yang diperjanjikan. Efek hutang dengan peringkat id AA memiliki kualitas kredit sedikit di bawah peringkat tertinggi, didukung oleh kemampuan Obligor yang sangat kuat untuk memenuhi kewajiban finansial jangka panjangnya sesuai dengan yang diperjanjikan, relatif dibanding entitas Indonesia lainnya. Efek hutang dengan peringkat id A memiliki dukungan kemampuan Obligor yang kuat dibanding entitas Indonesia lainnya untuk memenuhi kewajiban finansial jangka panjangnya sesuai dengan yang diperjanjikan, namun cukup peka terhadap perubahan keadaan yang merugikan. Efek hutang dengan peringkat id BBB didukung oleh kemampuan Obligor yang memadai relatif dibanding entitas Indonesia lainnya untuk memenuhi kewajiban finansial jangka panjangnya sesuai dengan yang diperjanjikan, namun kemampuan tersebut dapat diperlemah oleh perubahan keadaan bisnis dan perekonomian yang merugikan. Efek hutang dengan peringkat id BB menunjukkan dukungan kemampuan Obligor yang agak lemah relatif dibanding entitas Indonesia lainnya untuk memenuhi kewajiban finansial jangka panjangnya sesuai dengan yang diperjanjikan, serta peka terhadap keadaan bisnis dan perekonomian yang tidak menentu dan merugikan. Efek hutang dengan peringkat id B menunjukkan parameter perlindungan yang sangat lemah. Walaupun Obligor masih memiliki kemampuan untuk memenuhi kewajiban finansial jangka panjangnya, namun adanya perubahan keadaan bisnis dan perekonomian yang merugikan akan memperburuk kemampuan tersebut untuk memenuhi kewajiban finansialnya. Efek hutang dengan peringkat id CCC menunjukkan efek hutang yang tidak mampu lagi memenuhi kewajiban finansialnya, serta hanya bergantung pada perbaikan keadaan eksternal. Efek hutang dengan peringkat id D menandakan efek hutang yang macet atau perseroannya sudah berhenti berusaha. Sebagai tambahan, tanda tambah (+) atau kurang (-) dapat dicantumkan dengan peringkat mulai dari id AA hingga id CCC. Tanda tambah (+) menunjukkan bahwa suatu kategori peringkat lebih mendekati kategori peringkat diatasnya. Tanda kurang (-) menunjukkan suatu kategori peringkat lebih baik dari kategori peringkat di bawahnya, walaupun semakin mendekati. 315

338 3. PERTIMBANGAN (RATIONALE) DARI PEFINDO Faktor-faktor pendukung peringkat tersebut adalah: a. Anak perusahaan inti dari Bank Mandiri. Perseroan merupakan anak usaha inti Bank Mandiri, dengan peran utama membantu Induk mempercepat penetrasi di segmen pembiayaan konsumer. Per 30 Juni 2015 (1H2015), net service assets (NSA) Perseroan berkontribusi sebesar 4,3% terhadap total kredit konsolidasi Bank Mandiri sebesar Rp545,1 triliun. Sebagai bank komersial terbesar di Indonesia, dengan profil bisnis yang dan kinerja keuangan yang sangat kuat, Pefindo memandang Bank Mandiri memiliki kemampuan dan komitmen yang kuat untuk memberikan dukungan kepada Perseroan. Dukungan Induk perusahaan dibuktikan dengan penyediaan sumber pendanaan, penggunaan jaringan kantor cabang Bank Mandiri, dan kebijakan dividen yang moderat untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Sinergi yang kuat antara Bank Mandiri dan Perseroan terlihat dari penggunaan nama dan logo yang sama, menggambarkan adanya pembagian risiko reputasi. Selain itu Bank Mandiri menempatkan wakilnya pada personel kunci Perusahaan dan menerapkan program aliansi yang lebih kuat terhadap kegiatan operasional Perseroan. Dengan adanya integrasi bisnis yang sangat erat, Pefindo berpendapat bahwa Bank Mandiri memiliki kepentingan yang kuat untuk menjaga kesehatan keuangan Perseroan. b. Posisi bisnis yang kuat. Pefindo berpendapat bahwa Perseroan dapat mempertahankan pertumbuhan bisnisnya yang baik ke depannya dengan dukungan yang berkesinambungan dari Bank Mandiri dalam hal pendanaan dan infrastruktur. Perusahaan telah mencapai pertumbuhan pembiayaan yang stabil selama periode review. Perusahaan mencatatkan NSA senilai Rp23,6 triliun per 1H2015, naik sebesar 11,6% dari Rp21,2 triliun per FY2014. Pangsa pasar Perusahaan di pembiayaan mobil baru dibandingkan dengan penjualan mobil baru sangat kuat sebesar 9,5% di 1H2015 meningkat dari 8,3% di FY2014. Total pembiayaan baru mencapai Rp7,9 triliun di 1H2015 yang terutama berasal dari pembiayaan mobil baru (95,1%). Perseroan juga dapat mengelola kualitas aset pada tingkat yang baik, walaupun non-performing receivables (NPR, telat> 30 hari) sedikit memburuk ke 2,9% per 1H2015 dari 2,7% di FY2014. Pefindo memproyeksikan Perseroan dapat mempertahankan NPR di 3,0%-3,2% dalam jangka menengah. Pefindo berpendapat bahwa Perseroan mampu untuk berkompetisi dengan perusahaan pembiayaan besar lainnya melalui dukungan pendanaan dari Bank Mandiri, jaringan infrastruktur, dan database konsumen yang besar dari Bank Mandiri. Kehadiran TURI yang kuat di industri otomotif juga mendukung Perseroan untuk meningkatkan pangsa pasarnya. c. Fleksibilitas keuangan yang kuat. Pefindo berpandangan Perseroan memiliki manajemen aset liabilitas (ALM) yang konservatif, ditandai dengan minimnya eksposur terhadap kesenjangan (mismatch) suku bunga dan jatuh tempo. Perseroan juga memiliki risiko eksposur mata uang yang minimal karena tidak memiliki kewajiban dalam mata uang asing. Per 1H2015 dan FY2014, skema pembiayaan bersama berkontribusi sebesar 67.5% dari total aset yang dikelola. Kami memproyeksikan likuiditas Perusahaan akan tetap kuat dalam jangka menengah, dengan mempertimbangkan fleksibilitas keuangan yang kuat untuk mengakses pendanaan dan tingkat pertumbuhan yang moderat. Faktor-faktor yang membatasi peringkat tersebut adalah: Tingkat profitabilitas yang moderat. Perseroan memiliki profil profitabilitas yang moderat, ditunjukkan oleh rasio marjin bunga bersih (NIM, pendapatan bunga bersih/ rata-rata NSA) yang rendah sebesar 3,5% di 1H2015 dan 3,4% di 2014, lebih rendah dibandingkan peers dalam portfolio Pefindo di atas 4%. Perusahaan menghadapi tingkat persaingan yang ketat terutama dalam hal tingkat bunga, karena sifat pelanggan yang membandingkan tarif pembiayaan. Selain itu, penurunan marjin sejalan dengan strategi Perseroan untuk memperbesar segmen pembiayaan mobil baru terutama di segmen premium. Walaupun memiliki tingkat risiko yang lebih rendah, segmen tersebut memberikan marjin yang relatif rendah. Rasio biaya terhadap pendapatan (cost to income ratio/cir) juga relatif moderat sebesar 44%-48% dalam empat tahun terakhir (2001-1H2015), lebih tinggi dibandingkan peers dibawah 40%. Struktur biaya operasional Perseroan yang moderat merefleksikan tingkat skala ekonomi (economies of scale) yang menengah dan ekspansi jaringan yang dilakukan saat ini. Dengan persaingan ketat di pembiayaan konsumer, Pefindo memproyeksikan tingkat profitabilitas Perseroan akan tetap moderat dalam jangka menengah. Perseroan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Pefindo yang bertindak sebagai lembaga pemeringkat. Perseroan akan melakukan pemeringkatan atas Obligasi ini setiap 1 (satu) tahun sekali selama kewajiban atas efek tersebut belum lunas sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Nomor IX.C.1 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam tanggal 27 Oktober 2000 Nomor: Kep-42/PM/2000 dan Peraturan Nomor: IX.C.11 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: KEP-135/BL/2006 Tanggal 14 Desember 2006 tentang Pemeringkatan Atas Efek Bersifat Utang. 316

339 XVIII. ANGGARAN DASAR PERSEROAN Berikut ini adalah uraian mengenai Anggaran Dasar Perseroan yang anggaran dasar pendiriannya dimuat dalam Akta Perseroan Terbatas PT Tunas Financindo Corporation No. 262 tanggal 17 Mei 1989, yang dibuat dihadapan Notaris Misahardi Wilamarta, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta, yang mana akta tersebut telah mendapat Surat Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. C HT Th 89 tanggal 1 Juni 1989, Anggaran dasar tersebut telah beberapa kali mengalami perubahan dan terakhir telah diubah dan disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang ternyata dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 94 tanggal 30 November 2007, yang dibuat dihadapan Herawati, S.H., Notaris di Jakarta, akta mana telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU AH Tahun 2008 tanggal 12 Februari 2008, dan didaftarkan pada Daftar Perseroan No.AHU AH Tahun 2008, tanggal 12 Februari 2008 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 46, tanggal 6 Juni 2008, Tambahan No. 8164, anggaran dasar tersebut telah diubah dan disusun kembali dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Tunas Financindo Sarana No. 181 tanggal 26 Juni 2009, yang dibuat dihadapan Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si, Notaris di Jakarta, Akta mana telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU AH Tahun 2009 tanggal 20 Agustus 2009, dan perubahan terakhir berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No.31 tanggal 13 April 2015 yang dibuat dihadapan Lenny Janis Ishak, S.H., Notaris di Jakarta, akta mana telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU AH TAHUN 2015 tanggal 20 April 2015 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU AH TAHUN 2015 tanggal 20 April NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal I 1. Perseroan Terbatas ini bemama PT. MANDIRI TUNAS FINANCE (selanjutnya dalam Anggaran Dasar ini cukup disingkat dengan " Perseroan "), berkedudukan di Jakarta Pusat. 2. Perseroan dapat membuka cabang atau perwakilan, baik di dalam maupun di luar wilayah Republik lndonesia sebagaimana ditetapkan oleh Direksi, dengan persetujuan dari Dewan Komisaris. JANGKA WAKTU BERDIRINYA PERSEROAN Pasal 2 Perseroan didirikan untuk jangka waktu yang tidak terbatas. 1. Maksud dan tujuan Perseroan adalah: Berusaha dalam bidang perusahaan pembiayaan. MAKSUD DAN TUJUAN SERTA KEGIATAN USAHA Pasal 3 2. Untuk Mencapai Maksud dan Tujuan tersebut di atas, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan Usaha sebagai berikut: a. Pembiayaan Investasi, yaitu Pembiayaan untuk pengadaan barang-barang modal beserta jasa yang diperlukan untuk aktivitas usaha/investasi, rehabilitasi, modernisasi, ekspansi atau relokasi tempat usaha/investasi yang diberikan kepada debitur dalam jangka waktu lebih dari 2 (dua) tahun; b. Pembiayaan Modal Kerja, yaitu pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran-pengeluaran yang habis dalam satu siklus usaha debitur dan merupakan pembiayaan dengan jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun; c. Pembiayaan Multiguna, yaitu pembiayaan untuk pengadaan barang dan/atau jasa yang diperlukan oleh debitur untuk pemakaian/konsumsi dan bukan untuk keperluan usaha (aktivitas produktif) dalam jangka waktu yang diperjanjikan; d. Kegiatan usaha pembiayaan lain berdasarkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan. 3. Selain kegiatan usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Perseroan dapat melakukan sewa operasi (operating lease) dan/atau kegiatan berbasis fee sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan. MODAL Pasal 4 1. Modal dasar Perseroan berjumlah Rp ,00 (satu trilyun Rupiah) terbagi atas (sepuluh milyar) saham, masing-masing saham benilai nominal Rp100,00 (seratus Rupiah). 317

340 2. Dari modal dasar tersebut telah ditempatkan dan disetor 25 % (dua puluhlima persen) atau sejumlah (dua milyar lima ratus juta) saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp ,00 (dua ratus lima puluh milyar Rupiah) telah diambil bagian dan disetor penuh oleh para pemegang saham. 3. Saham yang masih dalam simpanan akan dikeluarkan oleh Perseroan menurut keperluan modal Perseroan, dengan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham. Para pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham mempunyai hak terlebih dahulu untuk mengambil bagian atas saham yang hendak dikeluarkan dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari sejak tanggal penawaran dilakukan dan masing-masing pemegang saham berhak mengambil bagian seimbang dengan jumlah saham yang menjadi bagiannya maupun terhadap sisa saham yang tidak diambil oleh pemegang saham lainnya. Jika setelah lewat jangka waktu penawaran 14 (empat belas) hari tersebut, ternyata masih ada sisa saham yang belum diambil bagian, maka Direksi berhak menawarkan sisa saham tersebut kepada pihak ketiga. SAHAM Pasal 5 1. Semua saham yang dikeluarkan oleh Perseroan adalah saham atas nama. 2. Yang boleh memiliki dan mempergunakan hak atas saham hanyalah Warga Negara lndonesia dan badan hukum lndonesia. 3. Bukti pemilikan saham dapat berupa surat saham. 4. Dalam hal Perseroan tidak menerbitkan surat Saham, pemilikan saham dapat dibuktikan dengan surat keterangan atau catatan yang dikeluarkan oleh Perseroan. 5. Jika dikeluarkan surat saham, maka untuk setiap surat saham diberi sehelai surat saham. 6. Surat kolektif saham dapat dikeluarkan sebagai bukti pemilikan 2 (dua) atau lebih saham yang dimiliki oleh seorang pemegang saham. 7. Pada surat saham harus dicantumkan sekurangnya : a. Nama dan alamat pemegang saham; b. Nomor surat saham; c. Nilai nominal saham; d. Tanggal pengeluaran surat saham 8. Pada surat kolektif saham sekurangnya harus dicantumkan: a. Nama dan alamat pemegang saham; b. Nomor surat kolektif saham; c. Nomor surat saham dan jumlah saham; d. Nilai nominal saham; e. Tanggal pengeluaran surat kolektif saham. 9. Surat saham dan surat kolektif saham harus ditandatangani oleh Direktur bersama-sama dengan Komisaris. PENGGANTI SURAT SAHAM Pasal 6 1. Jika surat saham rusak atau tidak dapat dipakai, atas permintaan mereka yang berkepentingan, Direksi mengeluarkan surat saham pengganti, setelah surat saham yang rusak atau tidak dapat dipakai tersebut diserahkan kembali kepada Direksi. 2. Surat saham sebagaimana dimaksud dalam ayat harus dimusnahkan dan dibuat berita acara oleh Direksi untuk dilaporkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham berikutnya. 3. Jika surat saham hilang, alas permintaan mereka yang berkepentingan, Direksi mengeluarkan surat saham pengganti setelah menurut pendapat Direksi kehilangan itu cukup dibuktikan dan dengan jaminan yang dipandang perlu oleh Direksi untuk setiap peristiwa yang khusus 4. Setelah surat saham pengganti dikeluarkan, surat saham yang dinyatakan hilang tersebut, tidak berlaku lagi terhadap Perseroan. 5. Semua biaya yang berhubungan dengan pengeluaran surat saham pengganti, ditanggung oleh pemegang saham yang berkepentingan. 6. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat 1, ayat 2, ayat 3, ayat 4 dan I ayat 5 mutatis-mutandis berlaku bagi pengeluaran surat kolektif saham pengganti PEMINDAHAN HAK ATAS SAHAM Pasal 7 1. Pemindahan hak atas saham harus berdasarkan yang ditandatangani oleh yang memindahkan hak dan yang menerima pemindahan atau kuasanya yang sah. 318

341 2. Pemegang saham yang hendak memindahkan hak atas saham, harus menawarkan terlebih dahulu kepada pemegang saham lain dengan menyebutkan harga serta persyaratan penjualan dan memberitahukan kepada Direksi secara tertulis tentang penawaran tersebut. 3. Pemindahan hak atas saham harus mendapat persetuiuan dari instansi yang berwenang, jika peraturan perundang-undangan mensyaratkan hal tersebut. 4. Mulai hari panggilan Rapat Umum Pemegang Saham sampai dengan hari dilaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham, pemindahan hak atas saham tidak diperkenankan. 5. Apabila karena warisan, perkawinan atau sebab lain saham tldak lagi menjadi milik Warga Negara lndonesia atau badan hukum lndonesia,maka dalam jangka waktu 1 (satu) tahun, orang atau badan hukum tersebut wajib memindahkan hak atas sahamnya kepada Warga Negara lndonesia atau badan hukum lndonesia, sesuai ketentuan Anggaran Dasar. RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM Pasal 8 1. Rapat Umum Pemegang Saham yang selanjutnya disebut RUPS adalah a. RUPS Tahunan; b. RUPS lainnya, yang dalam Anggaran Dasar ini disebut juga RUPS Luar Biasa. 2. lstilah RUPS dalam Anggaran Dasar ini berarti keduanya, yaitu RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa, kecuali dengan tegas ditentukan lain. 3. Dalam RUPS Tahunan: a. Direksi menyampaikan : - laporan tahunan yang telah ditelaah oleh Dewan Komisaris, untuk mendapat persetujuan RUPS; - laporan keuangan untuk pengesahan RUPS; b. Ditetapkan penggunaan laba, jika Perseroan mempunyai saldo laba yang posilif. c. Diputuskan mata acara RUPS lainnya yang telah diajukan sebagaimana mestinya dengan memperhatikan ketentuan Anggaran Dasar. 4. Persetujuan laporan tahunan dan pengesahan laporan keuangan oleh RUPS Tahunan, berarti memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada anggola Direksi dan Dewan Komisaris atas pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama tahun buku yang lalu, sejauh tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan. 5. RUPS luar biasa dapat diselenggarakan sewaktu-waktu berdasarkan kebutuhan untuk membicarakan dan memutuskan mata acara rapat, kecuali mata acara rapat yang dimaksud pada ayat 3 huruf a dan huruf b, dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan serta Anggaran Dasar. TEMPAT, PEMANGGILAN DAN PIMPINAN RUPS Pasal 9 1. RUPS diadakan di tempat kedudukan Perseroan atau di tempat Perseroan melakukan kegiatan usahanya. 2. RUPS diselenggarakan dengan melakukan pemanggilan terlebih dahulu kepada para pemegang saham dengan surat tercatat dan/atau denganiklan dalam surat kabar. 3. Pemanggilan dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari sebelum tanggal RUPS diadakan, dengan tidak memperhitungkan tanggal pemanggilan dan tanggal RUPS diadakan. 4. RUPS dipimpin oleh Komisaris Utama. Dalam hal Komisaris Utama tidak hadir atau berhalangan karena sebab apapun yang tidak perlu dibuktikan kepada pihak manapun, RUPS dipimpin salah seorang Komisaris. 5. Dalam hal seluruh anggota Komisaris tidak hadir atau berhalangan karena sebab apapun yang tidak perlu dibuktikan kepada pihak manapun, RUPS dipimpin Direktur Utama; 6. Dalam hal seluruh Direktur Utama tidak hadir atau berhalangan karena sebab apapun yang tidak perlu dibuktikan kepada pihak manapun, RUPS dipimpin oleh salah seorang anggota Direksi; 7. Jika semua anggota Dewan Komisaris dan Direksi tidak hadir atau berhalangan karena sebab apapun yang tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga, RUPS dipimpin oleh seorang yang dipilih diantara pemegang saham atau kuasanya yang hadir dalam rapat. KUORUM, HAK SUARA, DAN KEPUTUSAN RUPS Pasal RUPS dapat dilangsungkan apabila kehadiran sebagaimana disyaratkan dalam Undang-Undang tentang Perseroan Terbatas telah dipenuhi. 2. Pemungutan suara mengenai diri orang dilakukan dengan surat tertutup yang tidak ditandatangani dan mengenai hal lain secara lisan, kecuali apabila Ketua RUPS menentukan lain tanpa ada keberatan dari pemegang saham yang hadir dalam RUPS. 319

342 3. Suara blanko atau suara yang tidak sah dianggap tidak ada dan tidak dihitung dalam menentukan jumlah suara yang dikeluarkan dalam RUPS. 4. RUPS dapat mengambil keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat atau berdasarkan suara setuju dari jumlah suara yang dikeluarkan dalam RUPS sebagaimana ditentukan dalam Undang- Undang. DIREKSI Pasal Perseroan diurus dan dipimpin oleh. Direksi yaitu terdiri seorang Direktur atau lebih. 2. Jika diangkat lebih dari seorang Direktur, maka seorang diantaranya dapat diangkat sebagai Direktur Utama. 3. a. Para anggota Direksi diangkat untuk jangka waktu terhitung sejak ditutupnya RUPS yang mengangkatnya atau yang ditetapkan lain oleh RUPS dan berakhir pada penutupan RUPS Tahunan yang ke-3 (tiga) sejak pengangkatannya, dengan tidak mengurangi hak dari RUPS untuk sewaktu-waktu dapat memberhentikan para anggota Direksi sebelum masa jabatannya berakhir dengan menyebutkan alasannya. Pemberhentian demikian berlaku sejak penutupan RUPS tersebut, kecuali apabila ditentukan lain oleh RUPS. b. Setelah masa jabatannya berakhir, para anggota Direksi dapat diangkat kembali oleh RUPS untuk 1 (satu) kali masa jabatan, kecuali ditentukan lain oleh RUPS. 4. Jika oleh suatu sebab apapun jabatan seorang atau lebih atau semua anggota Direksi lowong, maka dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari sejak terjadi lowongan, harus diselenggarakan RUPS, untuk mengisi lowongan itu, dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan dan Anggaran Dasar. 5. Jika oleh sebab apapun semua jabatan anggota Direksi lowong, untuk sementara Perseroan diurus oleh anggota Dewan Komisaris yang ditunjuk oleh rapat Dewan Komisaris 6. Anggota Direksi berhak mergundurkan diri dari jabatannya dengan memberitahukan secara tertulis kepada Perseroan paling kurang 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal pengunduran dirinya. 7. Jabatan anggota Direksi berakhir, jika : a. mengundurkan diri sesuai ketentuan ayat 6; b. tidak lagi memenuhi persyaratan peraturan perundang-undangan; c. meninggal dunia; d. diberhentikan berdasarkan keputusan RUPS. TUGAS DAN WEWENANG DIREKSI Pasal Direksi berhak mewakili Perseroan di dalam dan di luar Pengadilan tentang segala hal dan dalam segala kejadian, mengikat Perseroan pihak lain dan pihak lain dengan Perseroan, serta menjalankan tindakan, baik mengenai kepengurusan maupun kepemilikan, akan tetapi dengan pembatasan bahwa untuk : a. meminjam atau meminjamkan uang atas nama Perseroan (tidak termasuk mengambil uang Perseroan di Bank) b. mendirikan suatu usaha baru atau turut serta pada perusahaan lain baik di dalam maupun di luar negeri; harus mendapat persetujuan tertulis dari Dewan Komisaris 2. Direktur Utama berhak dan berwenang bertindak untuk dan atas nama Direksi serta mewakili Perseroan Dalam hal Direktur Utama tidak hadir atau berhalangan karena sebab apapun juga, hal mana tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga, maka salah seorang anggota Direksi berhak dan berwenang bertindak untuk dan atas nama Direksi serta mewakili Perseroan 3. Perbuatan hukum untuk mengalihkan, melepaskan hak atau menjadikan jaminan utang seluruh atau sebagian besar harta kekayaan Perseroan dalam 1 (satu) tahun buku, baik dalam 1 (satu) transaksi atau beberapa transaksi yang berdiri sendiri ataupun yang berkaitan satu sama lain, harus mendapat persetujuan RUPS yang dihadiri atau diwakili para pemegang saham yang memiliki paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah, yang disetujui oleh paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah seluruh suara yang sah yang dikeluarkan secara sah dalam rapat. 4. Perbuatan hukum untuk mengalihkan atau menjadikan sebagai jaminan utang atau melepaskan hak atas harta kekayaan Perseroan sebagaimana dimaksud dalam ayat 3, wajib pula diumumkan dalam 2 (dua) surat kabar harian berbahasa lndonesia yang beredar di tempat kedudukan Perseroan paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak dilakukan perbuatan hukum tersebut. RAPAT DIREKSI Pasal Penyelenggaraan Rapat Direksi dapat dilakukan setiap waktu apabila dipandang perlu : a. oleh seorang atau lebih anggota Direksi; b. atas permintaan tertulis dari seorang atau lebih aggota Dewan Komisaris; atau 320

343 c. atas permintaan tertulis dari 1 (satu) orang atau lebih pemegang saham yang bersama-sama mewakili 1/10 (satu per sepuluh) atau lebih dari jumlah seluruh saham dengan hak suara 2. Panggilan Rapat Direksi dilakukan oleh anggota Direksi yang berhak bertindak untuk dan atas nama Direksi menurut ketentuan pasal 9 Anggaran Dasar ini. 3. Panggilan Rapat Direksi disampaikan dengan surat tercatat atau dengan surat yang disampaikan langsung kepada setiap anggota Direksi dengan mendapat tanda terima paling lambat 3 (tiga) hari sebelum rapat diadakan, dengan tidak memperhitungkan tanggal panggilan dan tanggal rapat. 4. Panggilan Rapat harus mencantumkan acara, tanggal, waktu, dan tempat rapat. 5. Rapat Direksi diadakan di tempat kedudukan Perseroan atau di tempat kegiatan usaha Perseroan. Apabila semua anggota Direksi hadir atau diwakili, panggilan terlebih dahulu tersebut tidak disyaratkan dan Rapat Direksi dapat diadakan dimanapun juga dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat. 6. Rapat Direksi dipimpin oleh Direktur Utama dan dalam hal Direktur Utama tidak dapat hadir atau berhalangan, yang tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga, Rapat Direksi dipimpin oleh seorang anggota Direksi yang dipilih oleh dan dari antara anggota Direksi yang hadir. 7. Seorang anggota Direksi dapat diwakili dalam Rapat Direksi hanya oleh anggota Direksi lainnya berdasarkan Surat Kuasa. 8. Rapat Direksi adalah sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat apabila lebih dari 1/2 (satu per dua) jumlah anggota Direksi hadir atau diwakili dalam rapat. 9. Keputusan Rapat Direksi harus diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Apabila tidak tercapai, maka keputusan diambil dengan pemungutan suara berdasarkan suara setuju paling sedikit lebih dari 1/2 (satu per dua) dari jumlah suara yang dikeluarkan dalam rapat. 10. Apabila suara yang setuju dan yang tidak setuju berimbang, Ketua Rapat Direksi yang akan menentukan. 11. a. Setiap arggota Direksi yang hadir berhak mengeluarkan 1 (satu) suara dan tambahan 1 (satu) surat untuk setiap anggota Direksi lain yang diwakilinya. b.pemungutan suara mengenai diri orang dilakukan dengan surat suara tertutup tanpa tanda tangan, sedangkan pemungutan suara mengenai hal-hal lain dilakukan secara lisan, kecuali Ketua Rapat menentukan lain tanpa ada rasa keberatan dari yang hadir. c.suara blanko dan suara yang tidak sah dianggap tidak dikeluarkan secara sah dan dianggap tidak ada serta tidak dihitung dalam menentukan jumlah suara yang dikeluarkan. 12. Direksi dapat juga mengambil keputusan yang sah tanpa mengadakan Rapat Direksi, dengan ketentuan semua anggota Direksi telah diberitahu secara tertulis dan semua anggota Direksi memberikan persetujuan mengenai usul yang diajukan secara tertulis dengan menandatangani persetujuan tersebut. Keputusan yang diambil dengan cara demikian mempunyai kekuatan yang sama dengan keputusan yang diambil dengan sah dalam Rapat Direksi. DEWAN KOMISARIS Pasal Dewan Komisaris terdiri dari seorang atau lebih anggota Dewan Komisaris, apabila diangkat lebih dari seorang anggota Dewan Komisaris, maka seorang diantaranya dapat diangkat sebagai Komisaris Utama. 2. Yang boleh diangkat sebagai anggota Dewan Komisaris, hanya Warga Negara Indonesia yang memenuhi persyaratan yang ditentukan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 3. a. Para anggota Dewan Komisaris diangkat untuk jangka waktu terhitung sejak ditutupnya RUPS yang mengangkatnya atau yang ditetapkan lain oleh RUPS dan berakhir pada penutupan RUPS Tahunan yang ke-3 (tiga) sejak pengangkatannya, dengan tidak mengurangi hak dari RUPS untuk sewaktu-waktu dapat memberhentikan para anggota Dewan Komisaris sebelum masa jabatannya berakhir dengan menyebutkan alasannya. Pemberhentian demikian berlaku sejak penutupan RUPS tersebut, kecuali apabila ditentukan lain oleh RUPS. b. Setelah masa jabatannya berakhir, para anggota Dewan Komisaris dapat diangkat kembali oleh RUPS untuk 1 (satu) kali masa jabatan, kecuali ditentukan lain oleh RUPS. 4. Jika oleh suatu sebab jabatan anggota Dewan Komisaris lowong, maka dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah terjadi lowongan, harus diselenggarakan RUPS untuk mengisi lowongan itu dengan memperhatikan ketentuan ayal 2 pasal ini. 5. Seorang anggota Dewan Komisaris berhak mengundurkan diri dari jabatannya dengan memberitahukan secan tertulis mengenai maksud tersebut kepada Perseroan sekurangnya 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal pengunduran dirinya. 6. Jabatan anggota Dewan Komisaris berakhir apabila; a. kehilangan kewarganegaraan lndonesia; b. mengundurkan diri sesuai dengan ketentuan ayat 5; 321

344 c. tidak lagi memenuhi persyaratan perundang-undangan yang berlaku; d. meninggal dunia; e. diberhentikan berdasarkan keputusan RUPS. TUGAS DAN WEWENANG DEWAN KOMISARIS Pasal Dewan Komisaris setiap waktu dalam jam kerja kantor Perseroan berhak memasuki bangunan dan halaman atau tempat lain yang dipergunakan atau yang dikuasai oleh Perseroan dan berhak memeriksa semua pembukuan, surat dan alat bukti lainnya, memeriksa dan mencocokkan keadaan uang kas dan lain-lain serta berhak untuk mengetahui segala tindakan yang telah dijalankan oleh Direksi. 2. Direksi dan setiap anggota Direksi wajib untuk memberikan penjelasan tentang segala hal yang ditanyakan oleh Dewan Komisaris. 3. Apabila seluruh anggota Direksi diberhentikan sementara dan Perseroan tidak mempunyai seorangpun anggota Direksi, maka untuk sementara Dewan Komisaris diwajibkan untuk mengurus Perseroan. Dalam hal demikian Dewan Komisaris berhak untuk memberikan kekuasaan sementara kepada seorang atau lebih diantara anggota Dewan Komisaris atas tanggungan Dewan Komisaris. 4. Dalam hal hanya ada seorang angqota Dewan Komisaris, segala tugas dan wewenang yang diberikan kepada Komisaris Utama atau anggota Dewan Komisaris dalam Anggaran Dasar ini berlaku pula baginya. 5. Komisaris baik bersama-sama maupun sendiri-sendiri setiap waktu dalam jam kerja kantor Perseroan berhak memasuki bangunan dalam halaman atau tempat lain yang dipergunakan atau yang dikuasai oleh Perseroan dan berhak memeriksa semua pembukuan, surat dan alat bukti lainnya, memeriksa dan mencocokkan keadaan uang kas dan lain-lain serta berhak untuk mengetahui segala tindakan yang telah dijalankan oleh Direksi. 6. Dewan Komisaris setiap waktu berhak memberhentikan untuk sementara seorang atau lebih anggota Direksi apabila anggota Direksi tersebut bertindak berlentangan dengan Anggaran Dasar dan/atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. 7. Pemberhentian sementara itu harus diberitahukan kepada yang bersangkutan, disertai alasannya. 8. Jangka waktu 30 (tiga puluh) hari sesudah pemberhentian sementara itu, Dewan Komisaris diwajibkan untuk menyelenggarakan RUPS yang akan memutuskan apakah anggota Direksi yang bersangkutan akan diberhentikan seterusnya atau dikembalikan kepada kedudukannya semula, sedangkan anggota Direksi yang diberhentikan sementara itu diberi kesempatan untuk hadir guna membela diri. 9. Apabila RUPS tersebut tidak diadakan dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari setelah pemberhentian sementara itu, maka pemberhentian sementara itu menjadi batal demi hukum, dan yang bersangkutan berhak menjabat kembali jabatannya semula. 10. Apabila seluruh anggota Direksi diberhentikan sementara dan Perseroan tidak mempunyai seorangpun anggota Direksi maka untuk sementara Komisaris diwajibkan untuk mengurus Perseroan. Dalam hal demikian Komisaris berhak untuk memberikan kekuasaan sementara kepada seorang atau lebih diantara mereka atas tanggungan mereka bersama. 11. Dalam hal hanya ada seorang Komisaris maka segala tugas dan wewenang yang diberikan kepada Komisaris Utama atau anggota Komisaris dalam anggaran dasar ini berlaku pula baginya. RAPAT DEWAN KOMISARIS Pasal 16 Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 mutatis mutandis berlaku bagi Rapat Dewan Komisaris RENCANA KERJA, TAHUN BUKU DAN LAPORAN TAHUNAN Pasal Direksi menyampaikan rencana kerja yang memuat juga anggaran tahunan Perseroan kepada Dewan Komisaris untuk mendapat persetujuan, sebelum tahun buku dimulai. 2. Rencana kerja sebagaimana dimaksud pada ayat 1 harus disampaikan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum dimulainya tahun buku yang akan datang. 3. Tahun buku Perseroan berjalan dari tanggal 1 (satu) Januari sampai tanggal 31 (tiga puluh satu) Desember. Pada akhir bulan Desember tiap tahun, buku Perseroan ditutup. 4. Direksi menyusun laporan tahunan dan menyediakannya di kantor Perseroan untuk dapat diperiksa oleh para pemegang saham terhitung sejak tanggal panggilan RUPS Tahunan. 322

345 PENGGUNAAN LABA DAN PEMBAGIAN DIVIDEN Pasal Laba bersih Perseroan dalam suatu tahun buku seperti tercantum dalam neraca dan perhitungan laba rugi yang telah disahkan oleh RUPS Tahunan dan merupakan saldo laba yang positif, dibagi menurut cara penggunaannya yang ditentukan oleh RUPS tersebut. 2. Jika perhitungan laba rugi pada suatu tahun buku menunjukkan kerugian yang tidak dapat ditutup dengan dana cadangan, maka kerugian itu akan tetap dicatat dan dimasukkan dalam perhitungan laba rugi dan dalam tahun buku, selanjutnya Perseroan dianggap tidak mendapat laba selama kerugian yang tercatat dan dimasukkan dalam perhitungan laba rugi itu belum sama sekali tertutup. 3. Perseroan dapat membagikan dividen interim sebelum tahun buku Perseroan berakhir, berdasarkan rapat Direksi dan persetujuan Dewan Komisaris yang diadakan untuk itu secara bulat memutuskan untuk memberikan persetujuannya setelah memperhatikan ketentuan-ketentuan ayat 4 sampai dengan ayat 8 pasal ini. 4. Pembagian dividen interim sebagaimana dimaksud pada ayat 3 dapat dilakukan apabila jumlah kekayaan bersih Perseroan tidak menjadi lebih kecil daripada jumlah modal ditempatkan dan disetor ditambah cadangan wajib. 5. Pembagian dividen interim sebagaimana dimaksud pada ayat 3 tidak boleh mengganggu atau menyebabkan Perseroan tidak dapat memenuhi kewajibannya pada kreditor atau mengganggu kegiatan Perseroan. 6. Pelaksanaan pembagian dividen interim ditetapkan berdasarkan keputusan Direksi setelah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris, dengan memperhatikan ketentuan pada ayat 4,6, 7 dan ayat 8 pasal ini. 7. Dalam hal setelah tahun buku berakhir ternyata Perseroan menderita kerugian, dividen interim yang telah dibagikan harus dikembalikan oleh pemegang saham kepada Perseroan. 8. Direksi dan Dewan Komisaris bertanggungjawab secara tanggung renteng atas kerugian Perseroan, dalam hal pemegang saham tidak dapat mengembalikan dividen interim sebagaimana dimaksud pada ayat 7. PENGGUNAAN CADANGAN Pasal Penyisihan laba bersih untuk cadangan dilakukan sampai mencapai 20% (dua puluh persen) dari jumlah modal ditempatkan dan disetor hanya boleh dipergunakan untuk menutup kerugian yang tidak dipenuhi oleh cadangan lain. 2. Jika jumlah cadangan telah melebihi jumlah 20 %(dua puluh persen), RUPS dapat memutuskan agar jumlah kelebihannya digunakan bagi keperluan Perseroan. 3. Cadangan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 yang belum dipergunakan untuk menutup kerugian dan kelebihan cadangan sebagaimana dimaksud pada ayat 2 yang penggunaannya belum ditentukan oleh RUPS harus dikelola oleh Direksi dengan cara yang tepat menurut pertimbangan Direksi, setelah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris dan memperhatikan peraturan perundang-undangan. KETENTUAN PENUTUP Pasal 20 Segala sesuatu yang tidak atau belum cukup diatur dalam Anggaran Dasar ini, akan diputuskan dalam RUPS. MANAJEMEN PERSEROAN DENGAN INI MENYATAKAN BAHWA ANGGARAN DASAR YANG DIMUAT DALAM PROSPEKTUS INI MERUPAKAN ANGGARAN DASAR PERSEROAN YANG TERAKHIR SESUAI DENGAN PERATURAN NO.IX.J

346 Halaman ini sengaja dikosongkan 324

347 XIX. PERSYARATAN PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI 1. Pemesan Yang Berhak Perorangan warga negara Indonesia dan perorangan warga negara asing dimanapun mereka bertempat tinggal, serta lembaga/badan hukum Indonesia ataupun asing dimanapun merka berkedudukan. 2. Pemesanan Pembelian Obligasi Pemesanan Pembelian Obligasi harus dilakukan sesuai dengan yang tercantum dalam Prospektus. Formulir Pemesanan Pembelian Obligasi (FPPO) dapat diperoleh dari Penjamin Emisi Obligasi sebagaimana tercantum pada Bab XXII Prospektus mengenai Penyebarluasan Prospektus dan Formulir Pemesanan Pembelian Obligasi. Pemesanan Pembelian Obligasi dilakukan dengan menggunakan FPPO yang dicetak untuk keperluan ini dan dikeluarkan oleh Penjamin Emisi Obligasi yang dibuat dalam 5 (lima) rangkap. Pemesanan Pembelian Obligasi yang dilakukan menyimpang dari ketentuan-ketentuan tersebut di atas tidak akan dilayani. 3. Jumlah Minimum Pemesanan Pemesanan Pembelian Obligasi harus dilakukan dalam jumlah sebesar Rp ,00 (lima juta Rupiah) atau kelipatannya. 4. Masa Penawaran Masa Penawaran Obligasi adalah tanggal 14 Desember 2015 dan ditutup pada tanggal 15 Desember 2015 pukul WIB. 5. Pendaftaran Obligasi yang ditawarkan oleh Perseroan melalui Penawaran Umum ini didaftarkan pada PT Kustodian Sentral Efek Indonesia ( KSEI ) berdasarkan Perjanjian Tentang Pendaftaran Obligasi di KSEI yang ditandatangani antara Perseroan dengan KSEI. Dengan didaftarkannya Obligasi tersebut di KSEI maka atas Obligasi yang ditawarkan berlaku ketentuan sebagai berikut: 1. Perseroan tidak menerbitkan Obligasi dalam bentuk sertifikat kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang disimpan KSEI untuk kepentingan Pemegang Obligasi. Obligasi akan didistribusikan dalam bentuk elektronik yang diadministrasikan dalam Penitipan Kolektif KSEI. Obligasi hasil Penawaran Umum akan dikreditkan ke dalam Rekening Efek pada tanggal 18 Desember Konfirmasi Tertulis berarti konfirmasi tertulis dan/atau laporan saldo Obligasi dalam Rekening Efek yang diterbitkan oleh KSEI, atau Pemegang Rekening berdasarkan perjanjian pembukaan rekening efek dengan Pemegang Obligasi. 3. Pengalihan kepemilikan Obligasi dilakukan dengan pemindahbukuan antar Rekening Efek di KSEI, Perusahaan Efek, atau Bank Kustodian yang selanjutnya akan dikonfirmasikan kepada Pemegang Rekening. 4. Pemegang Obligasi yang tercatat dalam rekening efek berhak atas pembayaran Bunga Obligasi, pelunasan Pokok Obligasi, memberikan suara dalam RUPO, serta hak-hak lainnya yang melekat pada Obligasi. 5. Pembayaran Bunga Obligasi dan pelunasan Pokok Obligasi kepada pemegang Obligasi dilaksanakan oleh Perseroan melalui KSEI sebagai Agen Pembayaran melalui Rekening Efek di KSEI untuk selanjutnya diteruskan kepada pemilik manfaat (beneficial owner) yang menjadi pemegang Rekening Efek di Perusahaan Efek atau Bank Kustodian, sesuai dengan jadwal pembayaran Bunga Obligasi maupun pelunasan pokok yang ditetapkan Perseroan dalam Perjanjian Perwaliamanatan dan Perjanjian Agen Pembayaran. Perseroan melaksanakan pembayaran Bunga Obligasi dan pelunasan Pokok Obligasi berdasarkan data kepemilikan Obligasi yang disampaikan oleh KSEI kepada Perseroan. 6. Hak untuk menghadiri RUPO dilaksanakan oleh pemilik manfaat Obligasi atau kuasanya dengan membawa asli surat Konfirmasi Tertulis untuk RUPO yang diterbitkan oleh KSEI dan Obligasi yang bersangkutan dibekukan sampai dengan berakhirnya RUPO. 7. Pihak-pihak yang hendak melakukan pemesanan Obligasi wajib menunjuk Perusahaan Efek atau Bank Kustodian yang telah menjadi pemegang rekening di KSEI untuk menerima dan menyimpan Obligasi yang didistribusikan oleh Perseroan. 325

348 6. Tempat Pengajuan Pemesanan Pembelian Obligasi Pemesanan harus mengajukan FPPO selama jam kerja yang umum berlaku kepada Penjamin Emisi Obligasi yang tercantum dalam Bab XXII Prospektus ini mengenai Penyebarluasan Prospektus dan Formulir Pemesanan Pembelian Obligasi. 7. Bukti Tanda Terima Pemesanan Pembelian Obligasi Penjamin Emisi Obligasi yang menerima pengajuan pemesanan pembelian Obligasi akan menyerahkan kembali kepada pemesan satu tembusan dari FPPO yang telah ditandatanganinya sebagai bukti tanda terima pemesanan pembelian Obligasi. Bukti tanda terima pemesanan pembelian Obligasi ini bukan merupakan jaminan dipenuhinya pemesanan. 8. Penjatahan Obligasi Apabila jumlah keseluruhan Obligasi yang dipesan melebihi jumlah Obligasi yang ditawarkan, maka penjatahan akan ditentukan oleh Penjamin Emisi Obligasi sesuai dengan porsi penjaminan masing-masing dengan persetujuan dan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi, dengan memperhatikan ketentuan Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi dan Peraturan Bapepam No. IX.A.7 Lampiran Keputusan No. Kep-691/BL/2011 tanggal 30 Desember 2011 tentang Pemesanan dan Penjatahan Efek dalam Penawaran Umum. Tanggal penjatahan adalah tanggal 16 Desember Setiap pihak dilarang baik langsung maupun tidak langsung untuk mengajukan lebih dari 1 (satu) pemesanan Efek untuk setiap Penawaran Umum. Dalam hal terjadi kelebihan pemesanan Efek dan terbukti bahwa Pihak tertentu mengajukan pemesanan Efek melalui lebih dari satu formulir pemesanan untuk setiap Penawaran Umum, baik secara langsung maupun tidak langsung, maka untuk tujuan penjatahan Manajer Penjatahan hanya dapat mengikutsertakan satu formulir pemesanan Efek yang pertama kali diajukan oleh pemesan yang bersangkutan. Penjamin Emisi Obligasi akan menyampaikan Laporan Hasil Penawaran Umum kepada OJK paling lambat 5 (lima) Hari Kerja setelah Tanggal Penjatahan sesuai dengan Peraturan Bapepam No. IX.A.2 tentang Tata Cara Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum. Manajer Penjatahan, dalam hal ini adalah PT Mandiri Sekuritas, akan menyampaikan Laporan Hasil Pemeriksaan Akuntan kepada OJK mengenai kewajaran dari pelaksanaan penjatahan dengan berpedoman pada peraturan No. VIII.G.12 tentang Pedoman Pemeriksaan Oleh Akuntan Atas Pemesanan dan Penjatahan Efek atau Pembagian Saham Bonus dan Peraturan Bapepam No. IX.A.7 tentang Tanggung Jawab Manajer Penjatahan dalam Rangka Pemesanan dan Penjatahan Efek dalam Penawaran Umum, paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah berakhirnya masa Penawaran Umum. 9. Pembayaran Pemesanan Pembelian Obligasi Setelah menerima pemberitahuan hasil penjatahan Obligasi, pemesan harus segera melaksanakan pembayaran yang dapat dilakukan secara tunai atau dengan bilyet giro atau cek yang ditujukan kepada Penjamin Emisi Obligasi yang bersangkutan atau kepada Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi di: PT Mandiri Sekuritas (Terafiliasi) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Jakarta Sudirman No. Rekening: Jika pembayaran dilakukan dengan cek atau bilyet giro, maka cek atau bilyet giro yang bersangkutan harus dapat diuangkan atau ditunaikan dengan segera selambat-lambatnya tanggal 17 Desember 2015 pukul WIB (in good funds) pada rekening tersebut diatas. Semua biaya yang berkaitan dengan proses pembayaran merupakan beban pemesan. Pemesanan akan dibatalkan jika persyaratan pembayaran tidak dipenuhi. 10. Distribusi Obligasi Secara Elektronik Distribusi Obligasi secara elektronik akan dilakukan pada tanggal 18 Desember 2015, Perseroan wajib menerbitkan Sertifikat Jumbo Obligasi untuk diserahkan kepada KSEI dan memberi instruksi kepada KSEI untuk mengkreditkan Obligasi pada Rekening Efek Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi di KSEI. Dengan telah dilaksanakannya instruksi tersebut, maka pendistribusian Obligasi semata-mata menjadi tanggung jawab Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan KSEI. 326

349 Segera setelah Obligasi diterima oleh Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi, selanjutnya Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi memberi instruksi kepada KSEI untuk mendistribusikan Obligasi ke dalam Rekening Efek dari Penjamin Emisi Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 sesuai dengan bagian penjaminan masing-masing. Dengan telah dilaksanakannya pendistribusian Obligasi kepada Penjamin Emisi Obligasi, maka tanggung jawab pendistribusian Obligasi semata-mata menjadi tanggung jawab Penjamin Emisi Obligasi yang bersangkutan. 11. Pembatalan Penawaran Umum Berdasarkan Akta Perjanjian Penjaminan Emisi Efek Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 No. 9 tanggal 5 Oktober 2015, juncto Addendum I Perjanjian Penjaminan Emisi Efek Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 No.35 tanggal 29 Oktober 2015, juncto Addendum II Perjanjian Penjaminan Emisi Efek Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 No. 5 tanggal 3 Desember 2015 yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, dalam jangka waktu sejak efektifnya Pernyataan Pendaftaran sampai dengan berakhirnya masa Penawaran Umum, Perseroan dapat menunda masa Penawaran Umum untuk masa paling lama 3 (tiga) bulan sejak efektifnya Pernyataan Pendaftaran atau membatalkan Penawaran Umum, dengan ketentuan terjadi suatu keadaan diluar kemampuan dan kekuasaan Perseroan yaitu: a. Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek turun melebihi 10% (sepuluh perseratus) selama 3 (tiga) hari bursa berturut-turut; b. Bencana alam, perang, huru-hara, kebakaran, pemogokan yang berpengaruh secara signifikan terhadap kelangsungan usaha Perseroan; dan/atau c. Peristiwa lain yang berpengaruh secara signifikan terhadap kelangsungan usaha Perseroan yang ditetapkan oleh OJK berdasarkan Formulir sebagaimana ditentukan dalam Peraturan Nomor: IX.A Tata Cara Pengembalian Uang Pesanan Jika terjadi penundaan atau pembatalan penawaran umum atau pengakhiran Perjanjian Penjaminan Emisi Efek sesuai ketentuan Pasal 16 Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi, penyelesaian yang akan dilakukan Perseroan dan Penjamin Emisi Efek sebagai berikut: 13. Lain-lain a. uang pembayaran pemesanan obligasi yang telah diterima oleh Penjamin Emisi Obligasi atau Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi wajib dikembalikan kepada para pemesan oleh Penjamin Emisi Obligasi atau Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi paling lambat 2 (dua) hari kerja sesudah tanggal penjatahan atau sesudah tanggal diumumkannya pembatalan tersebut; b. jika terjadi keterlambatan maka pihak yang menyebabkan keterlambatan yaitu Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan/atau Penjamin Emisi Obligasi wajib membayar kepada para pemesan denda untuk tiap hari keterlambatan sebesar 1% (satu persen) di atas tingkat bunga obligasi masing-masing seri obligasi per tahun dari jumlah dana yang terlambat dibayar. Denda tersebut diatas dihitung dengan ketentuan 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) hari dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) hari. Denda dikenakan sejak hari ke-3 (ke-tiga) setelah berakhirnya Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi yang dihitung secara harian; c. apabila uang pengembalian pemesanan obligasi sudah disediakan, akan tetapi pemesan tidak datang untuk mengambilnya dalam waktu 2 (dua) hari kerja setelah tanggal keputusan penundaan atau pembatalan penawaran umum tersebut atau berakhirnya Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi, Perseroan dan/atau Penjamin Emisi Pelaksana Emisi Obligasi dan/atau Penjamin Emisi Obligasi tidak diwajibkan membayar bunga dan/atau denda kepada para pemesan obligasi; dan d. pengembalian uang apabila pencatatan obligasi tidak dilaksanakan dalam waktu 1 (satu) hari kerja setelah tanggal distribusi dengan alasan tidak dipenuhinya persyaratan pencatatan pada bursa efek, berlaku ketentuan sebagaimana tersebut diatas yaitu Penjamin Emisi Obligasi atau Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi mengembalikan uang pemesanan kepada pemesan, namun apabila uang pemesanan telah diterima oleh Perseroan maka tanggung jawab pengembalian tersebut menjadi tanggungan Perseroan yang pengembalian pembayarannya melalui KSEI, dengan demikian Perseroan membebaskan Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan/atau Penjamin Emisi Obligasi dari segala tanggung jawabnya. Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi berhak untuk menerima atau menolak Pemesanan Pembelian Obligasi secara keseluruhan atau sebagian dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku. 327

350 Halaman ini sengaja dikosongkan 328

351 XX. KETERANGAN TENTANG WALI AMANAT Sehubungan dengan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 telah ditandatangani Akta Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi No.7 tanggal 5 Oktober 2015, juncto Addendum I Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 No. 34 tanggal 29 Oktober 2015, juncto Addendum II Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 No. 3 tanggal 3 Desember 2015 yang dibuat dihadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, antara Perseroan dengan PT Bank Mega Tbk. selaku Wali Amanat. Dengan demikian yang berhak sebagai Wali Amanat atau badan yang diberi kepercayaan untuk mewakili kepentingan dan bertindak untuk dan atas nama Pemegang Obligasi dalam rangka Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 adalah PT Bank Mega Tbk. yang telah terdaftar di OJK dengan No. 20/STTD-WA/PM/2000 tanggal 2 Agustus 2000 sesuai dengan Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 serta Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 45 Tahun 1995 tentang Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang Pasar Modal. Wali Amanat telah melakukan uji tuntas terhadap Perseroan sesuai dengan Peraturan Bapepam dan LK No.VI.C.4 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No.Kep-412/BL/2010 tanggal 6 September 2010, dan telah menandatangani Surat Penyataan bahwa Wali Amanat telah melakukan penelaahan uji tuntas dengan Surat No.0954/CAMS-WA/15 tanggal 30 September Riwayat Singkat PT Bank Mega Tbk didirikan dengan nama PT Bank Karman berkedudukan di Surabaya, berdasarkan Akta Pendirian No. 32 tanggal 15 April 1969 yang kemudian diperbaiki berdasarkan Akta Perubahan No. 47 tanggal 26 November 1969, dimana kedua akta tersebut dibuat di hadapan Mr. Oe Siang Djie, Notaris di Surabaya. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.J.A.5/8/1 tanggal 16 Januari 1970, didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Surabaya di bawah No. 94/1970 tanggal 4 Februari 1970 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 13 tanggal 13 Februari 1970, Tambahan No. 55. Anggaran Dasar PT Bank Karman kemudian telah beberapa kali mengalami perubahan. PT Bank Karman memperoleh izin untuk beroperasi sebagai bank umum berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan surat keputusan No. D tanggal 14 Agustus Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham No. 25 tanggal 18 Januari 1992, dibuat oleh Eddy Widjaja. S.H., Notaris di Surabaya, nama PT Bank Karman diubah menjadi PT Mega Bank dan domisili diubah menjadi di Jakarta, akta mana telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan surat keputusan No. C HT TH.92 tanggal 12 Februari 1992, didaftarkan di dalam buku register di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat di bawah No. 741/1992 tanggal 9 Maret 1992 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 36 tanggal 5 Mei 1992, Tambahan No Perubahan nama PT Mega Bank ini telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan surat No. S.611/MK.13/1992 tanggal 23 April Anggaran Dasar PT Mega Bank telah seluruhnya diubah dalam rangka penawaran umum perdana dengan Akta Perubahan Anggaran Dasar No. 13 tanggal 17 Januari 2000, dibuat di hadapan Imas Fatimah, SH, Notaris di Jakarta, akta mana telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Perundang-undangan Republik Indonesia dengan surat keputusan No. C-682HT TH.2000 tanggal 21 Januari 2000, dan telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan di Kantor Pendaftaran Perusahaan Departemen Perindustrian dan Perdagangan Kodya Jakarta Selatan di bawah No. 077/RUB.09.03/II/2000 tanggal 3 Februari 2000 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 20 tanggal 10 Maret 2000, Tambahan No Perubahan tersebut termasuk perubahan nama dan status PT Mega Bank sehingga sejak tanggal persetujuan Menteri Hukum dan Perundang-undangan tersebut nama PT Mega Bank berganti menjadi PT Bank Mega Tbk. Anggaran Dasar PT Bank Mega Tbk telah diubah seluruhnya untuk disesuaikan dengan Undang-undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, sebagaimana termuat dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Dan Perubahan Anggaran Dasar PT Bank Mega Tbk No. 3 tanggal 5 Juni 2008 yang dibuat di hadapan Masjuki, SH, pada waktu itu pengganti dari Imas Fatimah, SH. Notaris di Jakarta, akta mana telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat keputusan No. AHU AH Tahun 2008 tanggal 28 Juli 2008, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 50 tanggal 23 Juni 2009, Tambahan No Anggaran dasar PT Bank Mega Tbk telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Perubahan Anggaran Dasar PT Bank Mega Tbk tertanggal 27 Mei 2015 No. 21, dibuat dihadapan Dharma Akhyuzi, S.H., Notaris di Jakarta, yang Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar-nya telah diterima dan dicatat dalam database SABH No. AHU-AH tanggal 29 Mei

352 2. Permodalan Susunan Pemegang Saham PT Bank Mega Tbk per 31 Agustus 2015 berdasarkan laporan bulanan yang diterbitkan dan disampaikan oleh PT Datindo Entrycom selaku Biro Administrasi Efek kepada PT Bank Mega Tbk berdasarkan Surat No. DE/IX/ tanggal 1 September 2015 adalah sebagai berikut: Pemegang Saham Jumlah Saham Nilai Nominal Per Saham (Rp) Jumlah Nilai Saham (Rp) Modal Dasar Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh - PT Mega Corpora ,82 - Publik (masing masing di bawah 5%) ,18 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh ,00 Portepel (%) 3. Pengurusan Dan Pengawasan Susunan Dewan Komisaris dan anggota Direksi Bank Mega berdasarkan Akta Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Mega Tbk tertanggal 7 Mei 2015 No. 7 No. 7 tanggal 7 Mei 2015, yang dibuat di hadapan Dharma Akhyuzi, SH, Notaris di Jakarta, adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris Komisaris Utama Komisaris (Independen) Komisaris Komisaris (Independen) Direksi Direktur Utama Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur Independen : Yungky Setiawan : Achjadi Ranuwisastra : Darmadi Sutanto : Lambock V. Nahattands*) : Kostaman Thayib : Max Kembuan : Madi Darmadi Lazuardi : Tati Hartawan : Indivara Erni : YB Hariantono : Martin Mulwanto : Wiweko Probojakti : Lay Diza Larentie**) : Yuni Lastianto *) Pengangkatan Lambock V. Nahattands sebagai Komisaris (Independen) tersebut berlaku terhitung sejak saat yang bersangkutan telah lulus uji kemampuan dan kepatutan (Fit and Proper Test) dari Otoritas Jasa Keuangan. **) Pengangkatan Lay Diza Larentie sebagai Direktur tersebut berlaku terhitung sejak saat yang bersangkutan telah lulus uji kemampuan dan kepatutan (Fit and Proper Test) dari Otoritas Jasa Keuangan. 4. Kegiatan Usaha Selaku bank umum, PT Bank Mega Tbk menjalankan usaha di dalam bidang perbankan dalam arti seluasluasnya dengan visi menjadi kebanggaan bangsa dan misi menciptakan hubungan baik yang berkesinambungan dengan nasabah melalui pelayanan jasa keuangan dan kemampuan kinerja organisasi terbaik untuk meningkatkan nilai bagi para pemegang saham. PT Bank Mega Tbk juga terdaftar sebagai Wali Amanat berdasarkan Surat Tanda Terdaftar sebagai Wali Amanat No. 20/STTD-WA/PM/2000 tanggal 2 Agustus Berbagai macam jasa pelayanan telah dilengkapi, diantaranya dengan penyediaan Jasa Mega Transactional Banking, Mega Internet Banking, Jasa Pasar Modal (Wali Amanat, Jasa Kustodian, Agen Jaminan, Agen Fasilitas), Kredit Konsumer, Kredit Komersial, Kredit Korporasi, International Transaction (Remittance, Collection, Trade Finance), Treasury/Global Service (Foreign Exchange Transaction, Money Market, Marketable Securities, SBI), Mega Visa Card, Debit and ATM Card (MegaPass), Mega Payroll, Mega Call, Mega SDB, Mega O, Mega Cash, Mega Ultima, Program Free Talk, Pembayaran Tagihan Listrik serta peluncuran produk-produk simpanan. 330

353 Dalam upaya mewujudkan kinerja sesuai dengan nama yang disandangnya, PT Bank Mega Tbk berpegang teguh pada asas profesionalisme, keterbukaan, dan kehati-hatian dengan didukung struktur permodalan yang kuat dan fasilitas perbankan terkini. Sejalan dengan perkembangan kegiatan usahanya, jaringan operasional PT Bank Mega Tbk, terus meluas, sehingga pada akhir 31 Desember 2014 PT Bank Mega Tbk. telah memiliki Kantor Cabang Pembantu dan Kantor Kas sebanyak 344 Cabang. 5. Dalam Pengembangan Pasar Modal selama 12 Tahun terakhir ( ), PT. Bank Mega Tbk. ikut Berperan Aktif, antara lain bertindak sebagai : A. Wali Amanat (Trustee) : Obligasi II Adhi Karya Tahun 2003 Obligasi Panin Sekuritas I Tahun 2003 Obligasi Arpeni Pratama Ocean Line I Tahun 2003 Obligasi Unggul Indah Cahaya I Tahun 2003 Obligasi Amortisasi I Indo Jasa Pratama Tahun 2003 Obligasi Central Sari Finance I Tahun 2003 Obligasi I Waskita Karya Tahun 2003 Obligasi Astra Graphia I Tahun 2003 Obligasi Clipan Finance I Tahun 2003 Obligasi Amortisasi Plaza Adika Lestari I Tahun 2003 Obligasi Amortisasi Beta Inti Multifinance I Tahun 2004 Obligasi Ultrajaya III Tahun 2004 Obligasi Semen Baturaja I Tahun 2004 Obligasi Tunas Baru Lampung I Tahun 2004 Obligasi III Adhi Karya Tahun 2004 Obligasi Konversi Suba Indah I Tahun 2004 Obligasi Inti Fasindo International I Tahun 2002 Obligasi Great River International I Tahun 2003 Obligasi Clipan Finance II Tahun 2004 Obligasi Infoasia Teknologi Global I Tahun 2004 Obligasi Panin Sekuritas II Tahun 2005 Obligasi Apexindo Pratama Duta I Tahun 2005 Obligasi Syariah Ijarah Apexindo Pratama Duta I Tahun 2005 Obligasi Bank Ekspor Indonesia II Tahun 2005 Obligasi Citra Marga Nusaphala Persada III Tahun 2005 Obligasi PLN VIII Tahun 2006 Obligasi Syariah Ijarah PLN I Tahun 2006 Obligasi XII Bank BTN Tahun 2006 Obligasi BCA Finance II Tahun 2007 Obligasi I Matahari Putra Prima Tahun 2002 Obligasi II Matahari Putra Prima Tahun 2004 Obligasi Syariah Ijarah I Matahari Putra Prima Tahun 2004 Obligasi Tunas Financindo Sarana IV Tahun 2007 Obligasi II Bank Victoria Tahun 2007 Obligasi Subordinasi I Bank Victoria Tahun 2007 Obligasi I BNI Securities Tahun 2007 Obligasi I Bank Danamon Indonesia Tahun 2007 Obligasi Kresna Graha Sekurindo I Tahun 2007 Obligasi Bank Mayapada II Tahun 2007 Obligasi Subordinasi Bank Mayapada II Tahun 2007 Obligasi Panin Sekuritas III Tahun 2007 Obligasi Indofood Sukses Makmur IV Tahun 2007 Obligasi I Radiant Utama Interinsco Tahun 2007 Obligasi IV Adhi Tahun 2007 Sukuk Mudharabah I Adhi Tahun 2007 Obligasi Japfa I Tahun 2007 Obligasi Jasa Marga VIII Seri M Tahun 2000 Obligasi Jasa Marga X Seri O Tahun 2002 Obligasi Jasa Marga XI Seri P Tahun 2003 Obligasi Jasa Marga XIII Seri R Tahun 2007 Obligasi BFI Finance Indonesia Tahun 2007 Obligasi II Danareksa Tahun

354 Obligasi Bhakti Finance II Tahun 2007 Obligasi Tunas Financindo Sarana V Tahun 2008 Obligasi Subordinasi II Bank NISP Tahun 2008 Obligasi V Bank DKI Tahun 2008 Obligasi Subordinasi I Bank DKI Tahun 2008 Obligasi IV Bank DKI Tahun 2004 Obligasi Lautan Luas III Tahun 2008 Obligasi Bhakti Securities I Tahun 2008 Obligasi III Danareksa Tahun 2008 Sukuk Ijarah Metrodata Electronics I Tahun 2008 Obligasi Aneka Gas Industri I Tahun 2008 Sukuk Ijarah Aneka Gas Industri I Tahun 2008 Obligasi Matahari Putra Prima III Tahun 2009 Sukuk Ijarah Matahari Putra Prima II Tahun 2009 Obligasi IV Danareksa Tahun 2009 Obligasi XIII Bank BTN Tahun 2009 Obligasi Indofood Sukses Makmur V Tahun 2009 Obligasi Bank Ekspor Indonesia IV Tahun 2009 Obligasi Apexindo Pratama Duta II Tahun 2009 Obligasi XIII Perum Pegadaian Tahun 2009 Sukuk Ijarah I Bakrieland Development Tahun 2009 Obligasi VI Bank Jabar Banten Tahun 2009 Obligasi Salim Ivomas Pratama I Tahun 2009 Sukuk Ijarah Salim Ivomas Pratama I Tahun 2009 Obligasi Jasa Marga XII Seri Q Tahun 2006 Obligasi SMS Finance I Tahun 2009 Obligasi BFI Finance Indonesia II Tahun 2009 Obligasi BCA Finance III Tahun 2010 Obligasi Subordinasi BCA Finance I Tahun 2010 Obligasi IX Perum Pegadaian Tahun 2002 Obligasi X Perum Pegadaian Tahun 2003 Obligasi XI Perum Pegadaian Tahun 2006 Obligasi XII Perum Pegadaian Tahun 2007 Obligasi Bank Sulut IV Tahun 2010 Obligasi Subordinasi Bank Sulut I Tahun 2010 Obligasi Subordinasi III Bank OCBC NISP Tahun 2010 Obligasi Wajib Konversi Bank ICB Bumiputera Tahun 2010 Obligasi XIV Bank BTN Tahun 2010 Obligasi XIV Jasa Marga Seri JM-10 Obligasi I Jasa Marga Seri JM-10 Tanpa Bunga Obligasi V Danareksa Tahun 2010 Obligasi VII bank bjb Tahun 2011 Obligasi Mandiri Tunas Finance VI Tahun 2011 Obligasi Indomobil Finance Indonesia IV Tahun 2011 Obligasi BCA Finance IV Tahun 2011 Obligasi XV Bank BTN Tahun 2011 Obligasi MNC Securities II Tahun 2011 Obligasi Serasi Autoraya II Tahun 2011 Obligasi I Bank Riau Kepri Tahun 2011 Obligasi Berkelanjutan USD Medco Energi Internasional I Tahap I Tahun 2011 Obligasi BFI Finance Indonesia III Tahun 2011 Obligasi Berkelanjutan USD Medco Energi Internasional I Tahap II Tahun 2011 Obligasi Berkelanjutan I Perum Pegadaian Tahap I Tahun 2011 Obligasi Clipan Finance Indonesia III Tahun 2011 Obligasi Berkelanjutan I Perum Pegadaian Tahap II Tahun 2011 Obligasi Berkelanjutan I BCA Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2012 Obligasi Berkelanjutan I Indomobil Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2012 Obligasi Panorama Transportasi I Tahun 2012 Obligasi Indofood Sukses Makmur VI Tahun 2012 Obligasi Berkelanjutan I Bank BTN Tahap I Tahun 2012 Obligasi Berkelanjutan I BFI Finance Indonesia Tahap I Tahun 2012 Obligasi Medco Energi Internasional III Tahun 2012 Obligasi Indomobil Wahana Trada I Tahun 2012 Obligasi Bank Victoria III Tahun

355 Obligasi Subordinasi Bank Victoria II Tahun 2012 Obligasi Serasi Autoraya III Tahun 2012 Obligasi Berkelanjutan I SMART Tahap I Tahun 2012 Obligasi Berkelanjutan I ADHI Tahap I Tahun 2012 Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I ADHI Tahap I Tahun 2012 Obligasi Berkelanjutan USD Medco Energi Internasional I Tahap III Tahun 2012 Obligasi I CIMB Niaga Auto Finance Tahun 2012 Obligasi Aneka Gas Industri II Tahun 2012 Sukuk Ijarah Aneka Gas Industri II Tahun 2012 Obligasi Berkelanjutan I Medco Energi Internasional Tahap I Tahun 2012 Obligasi I AKR Corporindo Tahun 2012 Dengan Tingkat Bunga Tetap Obligasi Berkelanjutan I Danareksa Tahap I Tahun 2012 Obligasi I Bima Multi Finance Tahun 2013 Obligasi Berkelanjutan I OCBC NISP Tahap I Tahun 2013 Obligasi Berkelanjutan I BFI Finance Indonesia Tahap II Tahun 2013 Obligasi Berkelanjutan I ADHI Tahap II Tahun 2013 Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I ADHI Tahap II Tahun 2013 Obligasi Berkelanjutan I Medco Energi Internasional Tahap II Tahun 2013 Obligasi Berkelanjutan I Bank BTN Tahap II Tahun 2013 Obligasi TPS Food I Tahun 2013 Sukuk Ijarah TPS Food I Tahun 2013 Obligasi Berkelanjutan I Indomobil Finance Tahap II Tahun 2013 Obligasi Berkelanjutan I Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2013 Obligasi Berkelanjutan I ROTI Tahap I Tahun 2013 Obligasi Berkelanjutan I BCA Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap II Tahun 2013 Obligasi Berkelanjutan I Lautan Luas Tahap I Tahun 2013 Obligasi Berkelanjutan I Panorama Sentrawisata Tahap I Tahun 2013 Obligasi Subordinasi Bank Mayapada III Tahun 2013 Obligasi PT Intiland Development Tahun 2013 Obligasi Batavia Prosperindo Finance I Tahun 2013 Obligasi Berkelanjutan II Pegadaian Tahap I Tahun 2013 Obligasi II PNM Tahun 2013 Obligasi Berkelanjutan I Jasa Marga Tahap I Tahun 2013 Seri S Obligasi Berkelanjutan I Duta Anggada Realty Tahap I Tahun 2013 Obligasi Berkelanjutan I Indomobil Finance Indonesia Tahap III Tahun 2013 Obligasi Berkelanjutan I Verena Multi Finance Tahap II Tahun 2013 Obligasi Berkelanjutan II BFI Finance Indonesia Tahap I Tahun 2014 Obligasi Berkelanjutan I Verena Multi Finance Tahap III Tahun 2014 Obligasi Berkelanjutan I BCA Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap IV Tahun 2014 Obligasi Berkelanjutan I Indomobil Finance Indonesia Tahap IV Tahun 2014 Obligasi Berkelanjutan I Mandiri Tunas Finance Tahap II Tahun 2014 Obligasi Indofood Sukses Makmur VII Tahun 2014 Obligasi I Pupuk Indonesia Tahun 2014 Obligasi Berkelanjutan II Pegadaian Tahap II Tahun 2014 Obligasi Berkelanjutan I Jasa Marga Tahap II Tahun 2014 Seri T Obligasi Berkelanjutan I PNM Tahap I Tahun 2014 Obligasi Subordinasi Bank Mayapada IV Tahun 2014 Obligasi Subordinasi Bank Capital I Tahun 2014 Obligasi Berkelanjutan I OCBC NISP Tahap II Tahun 2015 Obligasi Berkelanjutan I ROTI Tahap II Tahun 2015 Obligasi Berkelanjutan II BFI Finance Indonesia Tahap II Tahun 2015 Obligasi Berkelanjutan II BCA Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2015 Obligasi Berkelanjutan II Indomobil Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2015 Obligasi Berkelanjutan II Pegadaian Tahap III Tahun 2015 Obligasi Berkelanjutan I Panorama Sentrawisata Tahap II Tahun 2015 Obligasi Berkelanjutan I Mandiri Tunas Finance Tahap III Tahun 2015 Obligasi Berkelanjutan II Bank BTN Tahap I Tahun 2015 Obligasi Berkelanjutan I Tiphone Tahap I Tahun 2015 Obligasi Berkelanjutan I Waskita Karya Tahap II Tahun 2015 Obligasi Berkelanjutan II Indomobil Finance Tahap II Tahun

356 B. Agen Jaminan (Security Agent) : Obligasi Panin Sekuritas I Tahun 2003 Obligasi Panin Sekuritas II Tahun 2005 Obligasi Tunas Baru Lampung I Tahun 2004 Obligasi I Matahari Putra Prima Tahun 2002 Obligasi II Matahari Putra Prima Tahun 2004 Obligasi Syariah Ijarah I Matahari Putra Prima Tahun 2004 Obligasi Tunas Financindo Sarana IV Tahun 2007 Obligasi Tunas Financindo Sarana V Tahun 2008 Obligasi IV Bank DKI Tahun 2004 Obligasi Panorama Transportasi I Tahun 2012 Obligasi TPS Food I Tahun 2013 Sukuk Ijarah TPS Food I Tahun 2013 Obligasi Berkelanjutan I Panorama Sentrawisata Tahap I Tahun 2013 Obligasi PT Intiland Development Tahun 2013 Obligasi Berkelanjutan I Duta Anggada Realty Tahap I Tahun 2013 Obligasi Berkelanjutan I Panorama Sentrawisata Tahap II Tahun Tugas Pokok Wali Amanat Sesuai dengan Peraturan VI.C.4 dan kemudian ditegaskan lagi di dalam Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 No.7 tanggal 5 Oktober 2015, juncto Addendum I Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 No.34 tanggal 29 Oktober 2015, juncto Addendum II Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 No. 3 tanggal 3 Desember 2015 yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, antara Perseroan dan Wali Amanat, tugas pokok Wali Amanat antara lain adalah: a. mewakili kepentingan para Pemegang Obligasi, baik di dalam maupun di luar pengadilan sesuai dengan Perjanjian Perwaliamanatan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia; b. mengikatkan diri untuk melaksanakan tugas pokok dan tanggung jawab sebagaimana dimaksud dalam huruf b sejak menandatangani Perjanjian Perwaliamanatan dengan Perseroan, tetapi perwakilan tersebut mulai berlaku efektif pada saat Obligasi telah dialokasikan kepada Pemegang Obligasi; c. melaksanakan tugas sebagai Wali Amanat berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan dan dokumen lainnya yang berkaitan dengan Perjanjian Perwaliamanatan, dan; d. memberikan semua keterangan atau informasi sehubungan dengan pelaksanaan tugas-tugas perwaliamanatan kepada OJK. 7. Penggantian Wali Amanat Berdasarkan dalam Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 No.7 tanggal 5 Oktober 2015, juncto Addendum I Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 No.34 tanggal 29 Oktober 2015, uncto Addendum II Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 No. 3 tanggal 3 Desember 2015 yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, antara Perseroan dan Wali Amanat, penggantian Wali Amanat dilakukan karena sebab-sebab antara lain sebagai berikut: : a. Izin usaha bank sebagai Wali Amanat dicabut. b. Pencabutan atau pembekuan kegiatan usaha Wali Amanat di Pasar Modal. c. Wali Amanat dibubarkan oleh suatu badan peradilan yang berwenang dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap atau oleh suatu badan resmi lainnya atau dianggap telah bubar berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia. d. Wali Amanat dinyatakan pailit oleh badan peradilan yang berwenang dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap atau dibekukan operasinya dan/atau kegiatan usahanya oleh pihak yang berwenang Wali Amanat tidak dapat melaksanakan kewajibannya. e. Wali Amanat tidak dapat melaksanakan kewajibannya, berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan dan/atau keputusan RUPO dan/atau peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang Pasar Modal. f. Wali Amanat melanggar ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan dan/atau peraturan perundangundangan di bidang Pasar Modal; g. Atas permintaan para Pemegang Obligasi;. h. Timbulnya hubungan Afiliasi antara Wali Amanat dengan Perseroan setelah penunjukan Wali Amanat;Atas permintaan Wali Amanat, dengan ketentuan sebagaimana dalam Pasal Perjanjian Perwaliamanatan. 334

357 i. Timbulnya hubungan kredit yang melampaui jumlah sebagaimana diatur dalam Peraturan VI.C.3; j. Atas permintaan Wali Amanat. 8. Laporan Keuangan Wali Amanat Tabel berikut ini menggambarkan ikhtisar data keuangan penting PT Bank Mega Tbk yang merupakan informasi keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 diambil dari laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono. Suherman & Surja firma anggota Ernst & Young Global Limited (penanggung jawab: Sinarta), auditor independen dengan opini audit wajar tanpa pengecualian dalam laporannya masing-masing tertanggal 12 Maret 2015 dan 28 Februari Laporan Posisi Keuangan (dalam jutaan rupiah) POS - POS 31 Desember ASET Kas Penempatan pada Bank Indonesia Penempatan pada bank lain Tagihan spot dan derivatif Surat berharga a. Diukur pada nilai wajar melalui laporan laba/rugi b. Tersedia untuk dijual c. Dimiliki hingga jatuh tempo - - d. Pinjaman yang diberikan dan piutang - - Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) Tagihan akseptasi Kredit a. Diukur pada nilai wajar melalui laporan laba/rugi - - b. Tersedia untuk dijual - - c. Dimiliki hingga jatuh tempo - - d. Pinjaman yang diberikan dan piutang Pembiayaan syariah - - Penyertaan Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan a. Surat berharga - - b. Kredit ( ) ( ) c. Lainnya - - Aset tidak berwujud Akumulasi amortisasi aset tidak berwujud ( ) ( ) Aset tetap dan inventaris Akumulasi penyusutan aset tetap dan inventaris ( ) ( ) Aset non produktif a. Properti terbengkalai - - b. Aset yang diambil alih c. Rekening tunda - - d. Aset antar kantor* i. Melakukan kegiatan operasional di Indonesia - - ii. Melakukan kegiatan operasional di luar Indonesia - - Cadangan kerugian penurunan nilai dari aset non keuangan (886) (4.813) Sewa pembiayaan - - Aset pajak tangguhan* Aset lainnya TOTAL ASET LIABILITAS Giro Tabungan Simpanan berjangka Dana investasi revenue sharing - - Pinjaman dari Bank Indonesia - - Pinjaman dari bank lain Liabilitas spot dan derivatif Utang atas surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) Utang akseptasi Surat berharga yang diterbitkan - - Pinjaman yang diterima a. Pinjaman yang dapat diperhitungkan sebagai modal - - b. Pinjaman yang diterima lainnya Setoran jaminan Liabilitas antar kantor* a. Melakukan kegiatan operasional di Indonesia

358 (dalam jutaan rupiah) POS - POS 31 Desember b. Melakukan kegiatan operasional di luar Indonesia - - Liabilitas pajak tangguhan* Liabilitas lainnya Dana investasi profit sharing - - TOTAL LIABILITAS EKUITAS Modal disetor a. Modal dasar b. Modal yang belum disetor ( ) ( ) c. Saham yang dibeli kembali (treasury stock) - - Tambahan modal disetor a. Agio b. Disagio - - c. Modal sumbangan - - d. Dana setoran modal - - e. Lainnya - - Pendapatan (kerugian) komprehensif lainnya a. Penyesuaian akibat penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing - - b. Keuntungan (kerugian) dari perubahan nilai aset keuangan dalam kelompok tersedia untuk dijual c. Bagian efektif lindung nilai arus kas - - d. Selisih penilaian kembali aset tetap - - e. Bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi - - f. Keuntungan (kerugian) aktuarial program manfaat pasti - - g. Pajak penghasilan terkait dengan laba komprehensif lain - - h. Lainnya - - Selisih kuasi reorganisasi - - Selisih restrukturisasi entitas sepengendali - - Ekuitas lainnya - - Cadangan a. Cadangan umum b. Cadangan tujuan - - Laba/rugi a. Tahun-tahun lalu b. Tahun berjalan TOTAL EKUITAS YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA PEMILIK Kepentingan non pengendali - - TOTAL EKUITAS TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS * Disajikan secara neto Laporan Laba Rugi 336 (dalam jutaan rupiah) POS-POS 31 Desember PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL A. Pendapatan dan Beban Bunga Pendapatan Bunga a. Rupiah b. Valuta asing Beban Bunga a. Rupiah b. Valuta asing Pendapatan (Beban) Bunga Bersih B. Pendapatan dan Beban Operasional selain Bunga Pendapatan Operasional Selain Bunga a. Peningkatan nilai wajar aset keuangan* i. Surat berharga - - ii. Kredit - - iii. Spot dan derivatif iv. Aset keuangan lainnya - - b. Penurunan nilai wajar liabilitas keuangan - - c. Keuntungan penjualan aset keuangan* i. Surat berharga - - ii. Kredit - - iii. Aset keuangan lainnya - - d. Keuntungan transaksi spot dan derivatif (realised)* e. keuntungan dari penyertaan dengan equity method - -

359 (dalam jutaan rupiah) POS-POS 31 Desember f. Dividen - - g. komisi/provisi/fee dan administrasi h. Pemulihan atas cadangan kerugian penurunan nilai i. Pendapatan lainnya Beban Operasional Selain Bunga a. Penurunan nilai wajar aset keuangan* i. Surat berharga ii. Kredit - - iii. Spot dan derivatif - - iv. Aset keuangan lainnya - - b. Peningkatan nilai wajar liabilitas keuangan - - c. Kerugian penjualan aset keuangan* - i. Surat berharga ii. Kredit - - iii. Aset keuangan lainnya - - d. Kerugian transaksi spot dan derivatif (realised)* e. Kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) i. Surat berharga - - ii. Kredit iii. Pembiayaan syariah - - iv. Aset keuangan lainnya - - f. Kerugian terkait risiko operasional - - g. Kerugian dari penyertaan dengan equity method - - h. Komisi/provisi/fee dan administrasi i. Kerugian penurunan nilai aset lainnya (non keuangan) - - j. Beban tenaga kerja k. Beban promosi l. Beban lainnya Pendapatan (Beban) Operasional Selain Bunga Bersih ( ) ( ) LABA (RUGI) OPERASIONAL PENDAPATAN DAN BEBAN NON OPERASIONAL Keuntungan (kerugian) penjualan aset tetap dan inventaris Keuntungan (kerugian) penjabaran transaksi valuta asing Pendapatan (beban) non operasional lainnya (24.541) LABA (RUGI) NON OPERASIONAL LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN SEBELUM PAJAK Pajak penghasilan a. Taksiran pajak tahun berjalan (82.993) (82.979) b. Pendapatan (beban) pajak tangguhan (15.750) (24.791) LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN SETELAH PAJAK BERSIH PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN a. Penyesuaian akibat penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing - - b. keuntungan (kerugian) dari perubahan nilai aset keuangan dalam kelompok tersedia untuk dijual c. bagian efektif dari lindung nilai arus kas - - d. keuntungan revaluasi aset tetap - - e. bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi - - f. keuntungan (kerugian) aktuarial program manfaat pasti - - g. pajak penghasilan terkait dengan laba komprehensif lain - - h. Lainnya: - - Pendapatan Komprehensif lain tahun berjalan - net pajak penghasilan terkait TOTAL LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN Laba yang dapat diatribusikan kepada : PEMILIK KEPENTINGAN NON PENGENDALI - - TOTAL LABA TAHUN BERJALAN Total Laba Komprehensif yang dapat diatribusikan kepada : PEMILIK KEPENTINGAN NON PENGENDALI - - TOTAL LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN TRANSFER LABA (RUGI) KE KANTOR PUSAT

360 (dalam jutaan rupiah) POS-POS 31 Desember DIVIDEN - - LABA BERSIH PER SAHAM *) *)Khusus bagi bank yang telah go public *Disajikan secara neto Alamat PT Bank Mega Tbk. adalah sebagai berikut : PT BANK MEGA Tbk. Menara Bank Mega. Lantai 16 Jalan Kapten Tendean Kav A Jakarta Telepon : (021) Faksimili : (021) Up. : Capital Market Services Division 338

361 XXI. AGEN PEMBAYARAN Perseroan telah menunjuk KSEI sebagai Agen Pembayaran berdasarkan Perjanjian Agen Pembayaran No.10 tanggal 5 Oktober 2015 yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, berikut perubahanperubahannya dan/atau penambahan-penambahannya dan/atau pembaharuan-pembaharuannya yang sah yang dibuat oleh pihak-pihak yang bersangkutan di kemudian hari. Pelunasan Pokok Obligasi dan pembayaran Bunga Obligasi akan dibayarkan oleh KSEI selaku Agen Pembayaran atas nama Perseroan sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Perjanjian Agen Pembayaran kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening sesuai dengan jadwal waktu pembayaran masing-masing sebagaimana yang telah ditentukan. Bilamana tanggal pembayaran jatuh pada hari Minggu atau hari libur lainnya maka pembayaran akan dilakukan pada Hari Bursa berikutnya. Alamat Agen Pembayaran adalah sebagai berikut: PT Kustodian Sentral Efek Indonesia Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower I, Lantai 5 Jalan Jenderal Sudirman, Kav Jakarta Telepon : (021) Faksimili : (021)

362 Halaman ini sengaja dikosongkan 340

363 XXII. PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN FORMULIR PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI Prospektus dan Formulir Pemesanan Pembelian Obligasi dapat diperoleh pada kantor Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi berikut ini: PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI PT Mandiri Sekuritas (Terafiliasi) Plaza Mandiri, Lantai 28 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav Jakarta Telepon : (021) Faksimili : (021)

364 Halaman ini sengaja dikosongkan 342

INFORMASI TAMBAHAN OBLIGASI BERKELANJUTAN II MANDIRI TUNAS FINANCE TAHAP II TAHUN 2016 PT MANDIRI TUNAS FINANCE. Jadwal

INFORMASI TAMBAHAN OBLIGASI BERKELANJUTAN II MANDIRI TUNAS FINANCE TAHAP II TAHUN 2016 PT MANDIRI TUNAS FINANCE. Jadwal OBLIGASI BERKELANJUTAN II MANDIRI TUNAS FINANCE TAHAP II TAHUN 2016 INFORMASI TAMBAHAN Jadwal Tanggal Efektif : 11 Desember 2015 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 1 Juni 2016 Masa Penawaran

Lebih terperinci

PT MANDIRI TUNAS FINANCE

PT MANDIRI TUNAS FINANCE Jadwal Tanggal Efektif : 29 September 2016 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 6 Juni 2017 Masa Penawaran Umum : 29-31 Mei 2017 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 7 Juni 2017 Tanggal

Lebih terperinci

PROSPEKTUS. PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk

PROSPEKTUS. PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk JADWAL Tanggal Efektif : 4 Desember 2017 Masa Penawaran Umum : 6 7 Desember 2017 Tanggal Penjatahan : 8 Desember 2017 Tanggal Distribusi Obligasi dan Sukuk Mudharabah secara Elektronik : 12 Desember 2017

Lebih terperinci

INFORMASI TAMBAHAN. PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk

INFORMASI TAMBAHAN. PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk Tanggal Efektif : 25 Juni 2015 Tanggal Distribusi Obligasi dan Sukuk Mudharabah Secara Elektronik : 22 Maret 2017 Masa Penawaran Obligasi dan Sukuk Mudharabah : 16-17 Maret 2017 Tanggal Pencatatan Pada

Lebih terperinci

PT FEDERAL INTERNATIONAL FINANCE

PT FEDERAL INTERNATIONAL FINANCE Tanggal Efektif : 17 April 2017 Tanggal Distribusi Obligasi secara Elektronik : 26 April 2017 Masa Penawaran Umum : 18 20 April 2017 Tanggal Pencatatan Pada Bursa Efek Indonesia : 27 April 2017 Tanggal

Lebih terperinci

INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS

INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS INI.

Lebih terperinci

PROSPEKTUS OBLIGASI BERKELANJUTAN I GLOBAL MEDIACOM TAHAP I TAHUN 2017 DAN SUKUK IJARAH BERKELANJUTAN I GLOBAL MEDIACOM TAHAP I TAHUN 2017

PROSPEKTUS OBLIGASI BERKELANJUTAN I GLOBAL MEDIACOM TAHAP I TAHUN 2017 DAN SUKUK IJARAH BERKELANJUTAN I GLOBAL MEDIACOM TAHAP I TAHUN 2017 JADWAL Tanggal Efektif : 21 Juni 2017 Masa Penawaran Umum : 3 4 Juli 2017 Tanggal Penjatahan : 5 Juli 2017 Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan : 7 Juli 2017 Tanggal Distribusi Efek Secara Elektronik :

Lebih terperinci

harga pasar atau sebagai pelunasan yang baru dapat dilakukan 1 (satu) tahun setelah Tanggal Penjatahan, dan hanya dapat dilakukan

harga pasar atau sebagai pelunasan yang baru dapat dilakukan 1 (satu) tahun setelah Tanggal Penjatahan, dan hanya dapat dilakukan JADWAL Tanggal Efektif : 9 November 2016 Tanggal Distribusi Obligasi secara Elektronik : 18 November 2016 Masa Penawaran Umum : 11, 14, 15 November 2016 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 21

Lebih terperinci

PROSPEKTUS AWAL. PT GLOBAL MEDIACOM Tbk

PROSPEKTUS AWAL. PT GLOBAL MEDIACOM Tbk PROSPEKTUS AWAL Masa Penawaran Awal : 5 15 Juni 2017 Perkiraan Tanggal Efektif : 23 Juni 2017 Perkiraan Masa Penawaran Umum : 4 5 Juli 2017 Perkiraan Tanggal Penjatahan : 6 Juli 2017 Perkiraan Tanggal

Lebih terperinci

INFORMASI TAMBAHAN PT WAHANA OTTOMITRA MULTIARTHA TBK

INFORMASI TAMBAHAN PT WAHANA OTTOMITRA MULTIARTHA TBK INFORMASI TAMBAHAN Tanggal Efektif : 16 Juni 2016 Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan : 21 Agustus 2017 Masa Penawaran : 14 16 Agustus 2017 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 22 Agustus 2017

Lebih terperinci

Perseroan menyatakan bahwa seluruh informasi atau fakta material telah diungkapkan dan informasi atau fakta material tersebut tidak menyesatkan.

Perseroan menyatakan bahwa seluruh informasi atau fakta material telah diungkapkan dan informasi atau fakta material tersebut tidak menyesatkan. : : : : : Tanggal Efektif Masa Penawaran Tanggal Penjatahan Tanggal Distribusi Secara Elektronik Tanggal Pencatatan pada Bursa Efek Indonesia 22 Mei 2017 23 24 Mei 2017 26 Mei 2017 30 Mei 2017 31 Mei 2017

Lebih terperinci

PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk

PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk Tanggal Efektif : 25 Juni 2015 Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan : 13 Juli 2017 Masa Penawaran Obligasi : 10 11 Juli 2017 Tanggal Distribusi Obligasi dan Secara Elektronik : 14 Juli 2017 Tanggal Penjatahan

Lebih terperinci

DEFINISI DAN SINGKATAN RINGKASAN I. PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN 1 II. PENGGUNAAN DANA YANG DIPEROLEH DARI PENAWARAN UMUM OBLIGASI 8

DEFINISI DAN SINGKATAN RINGKASAN I. PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN 1 II. PENGGUNAAN DANA YANG DIPEROLEH DARI PENAWARAN UMUM OBLIGASI 8 DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI DEFINISI DAN SINGKATAN RINGKASAN i iii xi I. PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN 1 II. PENGGUNAAN DANA YANG DIPEROLEH DARI PENAWARAN UMUM OBLIGASI 8 III. PERNYATAAN UTANG 9 IV. ANALISIS

Lebih terperinci

PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) (Badan Usaha Milik Negara)

PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) (Badan Usaha Milik Negara) JADWAL Tanggal Efektif : 15 Desember 2011 Masa Penawaran : 20 April 2012 Tanggal Penjatahan : 23 April 2012 Tanggal Distribusi Secara Elektronik : 25 April 2012 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia

Lebih terperinci

PROSPEKTUS. PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) (Badan Usaha Milik Negara)

PROSPEKTUS. PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) (Badan Usaha Milik Negara) JADWAL Tanggal Efektif 30 Juni 2015 Tanggal Distribusi Secara Elektronik 7 Juli 2015 Masa Penawaran 2 Juli 2015 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia 8 Juli 2015 Tanggal Penjatahan 3 Juli 2015 PROSPEKTUS

Lebih terperinci

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.04/ TENTANG PENAWARAN UMUM EFEK BERSIFAT UTANG DAN/ATAU SUKUK KEPADA PEMODAL PROFESIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

PT SARANA MULTI INFRASTUKTUR (PERSERO)

PT SARANA MULTI INFRASTUKTUR (PERSERO) PERBAIKAN ATAS INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS PERBAIKAN ATAS INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS INI MERUPAKAN PERBAIKAN ATAS INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS YANG TELAH DIPUBLIKASIKAN OLEH PT SARANA MULTI INFRASTRUKTUR

Lebih terperinci

PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK.

PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK. INFORMASI TAMBAHAN DAN/ATAU PERBAIKAN ATAS PROSPEKTUS RINGKAS INFORMASI INI MERUPAKAN INFORMASI TAMBAHAN DAN/ATAU PERBAIKAN DARI PROSPEKTUS RINGKAS YANG TELAH DIPUBLIKASIKAN DI SUARA PEMBARUAN PADA TANGGAL

Lebih terperinci

FAST I FINE I FUN PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

FAST I FINE I FUN PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE Tanggal Efektif : 1 Juni 2016 Tanggal Distribusi Obligasi secara Elektronik : 9 Juni 2016 Masa Penawaran Umum : 3 dan 6 Juni 2016 Tanggal Pencatatan Pada Bursa Efek Indonesia : 10 Juni 2016 Tanggal Penjatahan

Lebih terperinci

Dalam rangka penerbitan Obligasi ini, Perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia ( Pefindo ): AAA (Triple A)

Dalam rangka penerbitan Obligasi ini, Perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia ( Pefindo ): AAA (Triple A) JADWAL Tanggal Efektif 14 Juni 2017 Tanggal Penjatahan 16 Juni 2017 Masa Penawaran 15 Juni 2017 Tanggal Distribusi Obligasi secara Elektronik 20 Juni 2017 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia 21

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23 /POJK.04/2016 TENTANG REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23 /POJK.04/2016 TENTANG REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF - 1 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23 /POJK.04/2016 TENTANG REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

PROSPEKTUS OBLIGASI BERKELANJUTAN I BII FINANCE TAHAP I TAHUN PT BII Finance Center Berkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia

PROSPEKTUS OBLIGASI BERKELANJUTAN I BII FINANCE TAHAP I TAHUN PT BII Finance Center Berkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia JADWAL Tanggal Efektif : 4 November 2015 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 12 November 2015 Masa Penawaran Umum : 6 9 November 2015 Tanggal Pencatatan Pada Bursa Efek Indonesia : 13 November

Lebih terperinci

INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS

INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS OTORITAS JASA KEUANGAN ( OJK ) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI INFORMASI TAMBAHAN. SETIAP

Lebih terperinci

UU No. 8/1995 : Pasar Modal

UU No. 8/1995 : Pasar Modal UU No. 8/1995 : Pasar Modal BAB1 KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan: 1 Afiliasi adalah: hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat a. kedua, baik

Lebih terperinci

PROSPEKTUS PENAWARAN UMUM OBLIGASI CLIPAN FINANCE INDONESIA III TAHUN 2011 DENGAN TINGKAT BUNGA TETAP

PROSPEKTUS PENAWARAN UMUM OBLIGASI CLIPAN FINANCE INDONESIA III TAHUN 2011 DENGAN TINGKAT BUNGA TETAP Kantor Pusat : PT. CLIPAN FINANCE INDONESIA Tbk Wisma Slipi, Lantai 6 Jl. Jend. S. Parman, Jakarta 11480 Telp : (021) 5308005 Faksimili : (021) 530 8026-27 PENAWARAN UMUM OBLIGASI CLIPAN FINANCE INDONESIA

Lebih terperinci

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.04/ TENTANG BENTUK DAN ISI PROSPEKTUS DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM DAN PENAMBAHAN MODAL DENGAN MEMBERIKAN HAK MEMESAN

Lebih terperinci

PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) (Badan Usaha Milik Negara)

PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) (Badan Usaha Milik Negara) JADWAL Tanggal Efektif 30 Juni 2015 Tanggal Distribusi Secara Elektronik 2 Maret 2017 Masa Penawaran 24 27 Februari 2017 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia 3 Maret 2017 Tanggal Penjatahan 28 Februari

Lebih terperinci

PENAWARAN UMUM OBLIGASI I BUSSAN AUTO FINANCE TAHUN 2017 DENGAN JUMLAH POKOK OBLIGASI SEBESAR RP (LIMA RATUS MILIAR RUPIAH) ( OBLIGASI

PENAWARAN UMUM OBLIGASI I BUSSAN AUTO FINANCE TAHUN 2017 DENGAN JUMLAH POKOK OBLIGASI SEBESAR RP (LIMA RATUS MILIAR RUPIAH) ( OBLIGASI Jadwal Tanggal Efektif : 26 Oktober 2017 Masa Penawaran Umum : 30 & 31 Oktober 2017 Tanggal Penjatahan : 1 November 2017 Tanggal Distribusi Secara Elektronik ( Tanggal Emisi ) : 3 November 2017 Tanggal

Lebih terperinci

DAFTAR ISI DAFTAR ISI DEFINISI, ISTILAH DAN SINGKATAN. iii RINGKASAN

DAFTAR ISI DAFTAR ISI DEFINISI, ISTILAH DAN SINGKATAN. iii RINGKASAN DAFTAR ISI DAFTAR ISI i DEFINISI, ISTILAH DAN SINGKATAN iii RINGKASAN ix I. PENAWARAN UMUM 1 II. RENCANA PENGGUNAAN DANA 9 III. PERNYATAAN HUTANG 10 IV. ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN 18 V. RISIKO

Lebih terperinci

- 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA - 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 54 /POJK.04/2017 TENTANG BENTUK DAN ISI PROSPEKTUS DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM DAN PENAMBAHAN MODAL DENGAN

Lebih terperinci

PERBAIKAN INFORMASI TAMBAHAN

PERBAIKAN INFORMASI TAMBAHAN PERBAIKAN INFORMASI TAMBAHAN INFORMASI INI MERUPAKAN INFORMASI TAMBAHAN DAN/ATAU PERBAIKAN DARI INFORMASI TAMBAHAN YANG DITERBITKAN DI WEBSITE BEI DAN PERSEROAN PADA TANGGAL 11 JANUARI 2017 OTORITAS JASA

Lebih terperinci

INFORMASI TAMBAHAN DAN/ATAU PERBAIKAN INFORMASI TAMBAHAN

INFORMASI TAMBAHAN DAN/ATAU PERBAIKAN INFORMASI TAMBAHAN INFORMASI TAMBAHAN DAN/ATAU PERBAIKAN INFORMASI TAMBAHAN OTORITAS JASA KEUANGAN ( OJK ) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN

Lebih terperinci

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN TENTANG

OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN TENTANG OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.04/ TENTANG PERNYATAAN PENDAFTARAN DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM DAN PENAMBAHAN MODAL DENGAN MEMBERIKAN HAK MEMESAN

Lebih terperinci

WALI AMANAT OBLIGASI PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Prospektus ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 7 Mei 2018.

WALI AMANAT OBLIGASI PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Prospektus ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 7 Mei 2018. Jadwal Tanggal Efektif : 3 Mei 2018 Masa Penawaran Umum : 7 9 Mei 2018 Tanggal Penjatahan : 11 Mei 2018 Tanggal Distribusi Secara Elektronik ( Tanggal Emisi ) : 15 Mei 2018 Tanggal Pencatatan di PT Bursa

Lebih terperinci

Prospektus PENAWARAN UMUM OBLIGASI SAN FINANCE II TAHUN 2012 DENGAN TINGKAT BUNGA TETAP

Prospektus PENAWARAN UMUM OBLIGASI SAN FINANCE II TAHUN 2012 DENGAN TINGKAT BUNGA TETAP PT Surya Artha Nusantara Finance Perkantoran Hijau Arkadia Tower B Lt. 11 Jl. TB Simatupang Kav. 88 Jakarta 12520 PENAWARAN UMUM OBLIGASI SAN FINANCE II TAHUN 2012 DENGAN TINGKAT BUNGA TETAP Prospektus

Lebih terperinci

PERBAIKAN ATAS INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS

PERBAIKAN ATAS INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS PERBAIKAN ATAS INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS INFORMASI INI MERUPAKAN PERBAIKAN ATAS INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS YANG TELAH DIPUBLIKASIKAN DI SITUS WEB PT WAHANA OTTOMITRA MULTIARTHA TBK ( PERSEROAN ) DAN PT

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR. PT LOTTE CHEMICAL TITAN Tbk Pasal

ANGGARAN DASAR. PT LOTTE CHEMICAL TITAN Tbk Pasal ANGGARAN DASAR PT LOTTE CHEMICAL TITAN Tbk ----------------------------------------------- Pasal 1 ---------------------------------------------- 1. Perseroan Terbatas ini bernama PT LOTTE CHEMICAL TITAN

Lebih terperinci

INFORMASI TAMBAHAN PT HUTAMA KARYA (PERSERO)

INFORMASI TAMBAHAN PT HUTAMA KARYA (PERSERO) INFORMASI TAMBAHAN OTORITAS JASA KEUANGAN ( OJK ) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI INFORMASI TAMBAHAN. SETIAP PERNYATAAN

Lebih terperinci

Prospektus Awal Penawaran Umum Obligasi I Bank BRI Agro Tahun 2017

Prospektus Awal Penawaran Umum Obligasi I Bank BRI Agro Tahun 2017 INDIKASI JADWAL Masa Penawaran Awal : 30 Mei 9 Juni 2017 Perkiraan Tanggal Penjatahan : 4 Juli 2017 Perkiraan Tanggal Efektif : 19 Juni 2017 Perkiraan Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 6

Lebih terperinci

Kantor Pusat The Landmark I Lt. 26-31 Jl. Jenderal Sudirman No. 1 Jakarta 12910 Telp.: (021) 5296-3232, 5296-3322 (hunting) Faksimili: (021) 5296-4159

Kantor Pusat The Landmark I Lt. 26-31 Jl. Jenderal Sudirman No. 1 Jakarta 12910 Telp.: (021) 5296-3232, 5296-3322 (hunting) Faksimili: (021) 5296-4159 Tanggal Efektif : 9 Desember 2011 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 27 Septermber 2012 Masa Penawaran : 21 24 Septermber 2012 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 28 Septermber 2012

Lebih terperinci

PERATURAN KSEI NOMOR II-D TENTANG PENDAFTARAN EFEK BERAGUN ASET DI KSEI

PERATURAN KSEI NOMOR II-D TENTANG PENDAFTARAN EFEK BERAGUN ASET DI KSEI Peraturan KSEI No. II-D Tentang Pendaftaran Efek Beragun Aset di KSEI (Lampiran Surat Keputusan Direksi KSEI No. KEP-0027/DIR/KSEI/0815 tanggal 25 Agustus 2015) PERATURAN KSEI NOMOR II-D TENTANG PENDAFTARAN

Lebih terperinci

PT BANK VICTORIA INTERNATIONAL Tbk.

PT BANK VICTORIA INTERNATIONAL Tbk. JADWAL PENAWARAN UMUM Tanggal Efektif : 21 Juni 2017 Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan : 22 Mei 2018 Masa Penawaran Umum : 17 Mei 2018 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 22 Mei 2018 Tanggal

Lebih terperinci

2017, No Tahun 2011 Nomor 111, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5253); MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGA

2017, No Tahun 2011 Nomor 111, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5253); MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGA LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.44, 2017 KEUANGAN OJK. Efek. Bersifat Ekuitas, Utang, dan/atau Sukuk. Penawaran Umum. Pendaftaran. (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

Lebih terperinci

DEFINISI DAN SINGKATAN RINGKASAN I. PENAWARAN UMUM SUKUK IJARAH 1 II. RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN SUKUK IJARAH 9

DEFINISI DAN SINGKATAN RINGKASAN I. PENAWARAN UMUM SUKUK IJARAH 1 II. RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN SUKUK IJARAH 9 DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI DEFINISI DAN SINGKATAN RINGKASAN i iii xvi I. PENAWARAN UMUM SUKUK IJARAH 1 II. RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN SUKUK IJARAH 9 III. PERNYATAAN UTANG

Lebih terperinci

PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE

PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE Tanggal Efektif : 17 Januari 2011 Masa Penawaran : 19 20 Januari 2011 Tanggal Penjatahan : 21 Januari 2011 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 25 Januari 2011 Tanggal Pencatatan Pada Bursa

Lebih terperinci

- 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA - 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 53 /POJK.04/2017 TENTANG PERNYATAAN PENDAFTARAN DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM DAN PENAMBAHAN MODAL DENGAN MEMBERIKAN

Lebih terperinci

PROSPEKTUS PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK. Prospektus Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Bank BTN Tahap I Tahun 2015

PROSPEKTUS PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK. Prospektus Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Bank BTN Tahap I Tahun 2015 JADWAL PENAWARAN UMUM Tanggal Efektif : 30 Juni 2015 Tanggal Distribusi Obligasi secara Elektronik : 8 Juli 2015 Masa Penawaran : 1 3 Juli 2015 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 9 Juli 2015

Lebih terperinci

Afiliasi 1 hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal;

Afiliasi 1 hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal; Kamus Pasar Modal Afiliasi 1 hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal; 2 hubungan antara Pihak dengan pegawai, direktur, atau komisaris

Lebih terperinci

PENAWARAN UMUM INI MERUPAKAN PENAWARAN EFEK BERSIFAT UTANG TAHAP KE-2 DARI PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN II YANG TELAH MENJADI EFEKTIF.

PENAWARAN UMUM INI MERUPAKAN PENAWARAN EFEK BERSIFAT UTANG TAHAP KE-2 DARI PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN II YANG TELAH MENJADI EFEKTIF. INFORMASI TAMBAHAN Tanggal Efektif : 29 April 2016 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 22 Agustus 2017 Masa Penawaran : 15-16 Agustus 2017 Tanggal Pencatatan Pada Bursa Efek Indonesia : 23

Lebih terperinci

Kamus Pasar Modal Indonesia. Kamus Pasar Modal Indonesia

Kamus Pasar Modal Indonesia. Kamus Pasar Modal Indonesia Kamus Pasar Modal Indonesia Kamus Pasar Modal Indonesia Kamus Pasar Modal A Afiliasi 1 hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal; 2

Lebih terperinci

PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk Kegiatan Usaha: Jasa Pembiayaan Konsumen Berkedudukan di Jakarta Selatan, Indonesia

PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk Kegiatan Usaha: Jasa Pembiayaan Konsumen Berkedudukan di Jakarta Selatan, Indonesia JADWAL Tanggal Efektif : 21 Februari 2013 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 24 Oktober 2013 Masa Penawaran Umum : 18 dan 21 Oktober 2013 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 25 Oktober

Lebih terperinci

PROSPEKTUS. PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) (Badan Usaha Milik Negara) PT Danareksa Sekuritas (Terafiliasi)

PROSPEKTUS. PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) (Badan Usaha Milik Negara) PT Danareksa Sekuritas (Terafiliasi) PROSPEKTUS JADWAL Tanggal Efektif : 18 Desember 2012 Masa Penawaran : 20 Desember 2012 Tanggal Penjatahan : 21 Desember 2012 Tanggal Distribusi Secara Elektronik : 27 Desember 2012 Tanggal Pencatatan di

Lebih terperinci

PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) (Badan Usaha Milik Negara)

PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) (Badan Usaha Milik Negara) JADWAL Tanggal Efektif 30 Juni 2015 Tanggal Distribusi Secara Elektronik 27 September 2016 Masa Penawaran 21 22 September 2016 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia 28 September 2016 Tanggal Penjatahan

Lebih terperinci

- 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

- 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA - 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 7 /POJK.04/2017 TENTANG DOKUMEN PERNYATAAN PENDAFTARAN DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM EFEK BERSIFAT EKUITAS,

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa tujuan pembangunan nasional adalah terciptanya

Lebih terperinci

PT BANK BUKOPIN Tbk. ida- (Single A minus; Stable Outlook) Untuk keterangan lebih lanjut dapat dilihat pada Bab XVIII Prospektus ini.

PT BANK BUKOPIN Tbk. ida- (Single A minus; Stable Outlook) Untuk keterangan lebih lanjut dapat dilihat pada Bab XVIII Prospektus ini. JADWAL Tanggal Efektif : 23 Juni 2015 Tanggal Distribusi Obligasi Subordinasi secara Elektronik : 30 Juni 2015 Masa Penawaran Umum : 25 Juni 2015 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 1 Juli 2015

Lebih terperinci

SAHAM YANG DITAWARKAN DALAM PENAWARAN UMUM INI SELURUHNYA AKAN DICATATKAN DI PT BURSA EFEK INDONESIA.

SAHAM YANG DITAWARKAN DALAM PENAWARAN UMUM INI SELURUHNYA AKAN DICATATKAN DI PT BURSA EFEK INDONESIA. JADWAL Tanggal Efektif : 16 Maret 2018 Awal Perdagangan Waran Seri I : 27 Maret 2018 Masa Penawaran Umum : 19-20 Maret 2018 Akhir Perdagangan Waran Seri I Tanggal Penjatahan : 22 Maret 2018 - Pasar Reguler

Lebih terperinci

PERJANJIAN PENJAMINAN EMISI EFEK PENAWARAN UMUM PT

PERJANJIAN PENJAMINAN EMISI EFEK PENAWARAN UMUM PT 1 Draft PERJANJIAN PENJAMINAN EMISI EFEK PENAWARAN UMUM PT -Nomor : -Pada hari ini,, tanggal -Hadir dihadapan saya, -Menurut keterangan mereka dalam hal ini masing-masing bertindak dalam jabatannya tersebut

Lebih terperinci

Perjanjian Pendaftaran Obligasi Di KSEI Nomor: SP- /PO/KSEI/mmyy

Perjanjian Pendaftaran Obligasi Di KSEI Nomor: SP- /PO/KSEI/mmyy Perjanjian Pendaftaran Obligasi Di KSEI Nomor: SP- /PO/KSEI/mmyy Perjanjian ini dibuat pada hari ini, , tanggal , bulan tahun (dd-mm-yyyy), antara: PT Kustodian Sentral Efek

Lebih terperinci

PT PP PROPERTI Tbk. Kegiatan Usaha: Bergerak Dalam Bidang Jasa, Pembangunan, dan Perdagangan Berkedudukan di Jakarta Timur, Indonesia

PT PP PROPERTI Tbk. Kegiatan Usaha: Bergerak Dalam Bidang Jasa, Pembangunan, dan Perdagangan Berkedudukan di Jakarta Timur, Indonesia JADWAL Tanggal Efektif : 23 Juni 2016 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 1 Juli 2016 Masa Penawaran Umum : 24 Juni 28 Juni 2016 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 11 Juli 2016 Tanggal

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN, Menimbang : a. bahwa tujuan pembangunan nasional adalah terciptanya suatu masyarakat adil dan makmur berdasarkan

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR: KEP-552/BL/2010 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN

Lebih terperinci

2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 64, Tambahan

2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 64, Tambahan No.133, 2017 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEUANGAN OJK. Reksa Dana. Perseroan. Pengelolaan. Pedoman. Pencabutan. (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6080) PERATURAN

Lebih terperinci

PT WAHANA OTTOMITRA MULTIARTHA TBK

PT WAHANA OTTOMITRA MULTIARTHA TBK Tanggal Efektif : 17 Juni 2014 Masa Penawaran : 27 dan 30 Maret 2015 Tanggal Penjatahan : 31 Maret 2015 Tanggal Distribusi Obligasi secara elektronik : 2 April 2015 Tanggal Pencatatan pada PT Bursa Efek

Lebih terperinci

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR KEP- 176/BL/2008 TENTANG PERUBAHAN PERATURAN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UU R.I No.8/1995 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa tujuan pembangunan nasional

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN 32 /POJK.04/2015 TENTANG PENAMBAHAN MODAL PERUSAHAAN TERBUKA DENGAN MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU

Lebih terperinci

Kamus Istilah Pasar Modal

Kamus Istilah Pasar Modal Sumber : www.bapepam.go.id Kamus Istilah Pasar Modal Afiliasi 1 hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal; 2 hubungan antara Pihak dengan

Lebih terperinci

PROSPEKTUS PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN

PROSPEKTUS PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN PROSPEKTUS PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN JADWAL Tanggal Efektif : 20 Mei 2016 Tanggal Distribusi Obligasi secara Elektronik : 1 Juni 2016 Masa Penawaran Umum : 23 27 Mei 2016 Tanggal Pencatatan di Bursa

Lebih terperinci

INFORMASI TAMBAHAN. PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) (Badan Usaha Milik Negara)

INFORMASI TAMBAHAN. PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) (Badan Usaha Milik Negara) JADWAL Tanggal Efektif 30 Juni 2015 Tanggal Distribusi Secara Elektronik 23 Desember 2015 Masa Penawaran 17 18 Desember 2015 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia 28 Desember 2015 Tanggal Penjatahan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa tujuan pembangunan nasional adalah terciptanya

Lebih terperinci

PT Guna Timur Raya Tbk

PT Guna Timur Raya Tbk KETERBUKAAN INFORMASI DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM INFORMASI DALAM DOKUMEN INI MASIH DAPAT DILENGKAPI DAN/ATAU DIUBAH. PERNYATAAN PENDAFTARAN EFEK INI TELAH DISAMPAIKAN KEPADA OTORITAS JASA KEUANGAN NAMUN

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PUNGUTAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PUNGUTAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PUNGUTAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PUNGUTAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PUNGUTAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PUNGUTAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1

NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 1. Perseroan ini bernama PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (selanjutnya dalam Anggaran Dasar ini cukup disingkat dengan Perseroan ), berkedudukan dan berkantor pusat

Lebih terperinci

2017, No c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan te

2017, No c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan te No.298, 2017 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEUANGAN OJK. Perusahaan Publik. Pernyataan Pendaftaran. Bentuk dan Isi. Pedoman (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6166)

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR PT TRIMEGAH SECURITIES TBK

ANGGARAN DASAR PT TRIMEGAH SECURITIES TBK ANGGARAN DASAR PT TRIMEGAH SECURITIES TBK Sesuai Dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Trimegah Securities Tbk No. 51 tanggal 27 Mei 2015, yang dibuat dihadapan Fathiah

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 33 /POJK.04/2017 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN REKSA DANA BERBENTUK PERSEROAN

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 33 /POJK.04/2017 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN REKSA DANA BERBENTUK PERSEROAN - 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 33 /POJK.04/2017 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN REKSA DANA BERBENTUK PERSEROAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

SURAT KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK INDONESIA

SURAT KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK INDONESIA SURAT KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK INDONESIA Nomor Kep-00113/BEI/11-2015 Perihal Peraturan Nomor I-R tentang Pencatatan Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Dalam Rangka Pembiayaan Sekunder

Lebih terperinci

PT PARAMITA BANGUN SARANA TBK

PT PARAMITA BANGUN SARANA TBK Tanggal Efektif 16 September 2016 Tanggal Distribusi Saham 27 September 2016 Masa Penawaran Umum 19 21 September 2016 Tanggal Pengembalian Uang Pesanan 27 September 2016 Tanggal Penjatahan 23 September

Lebih terperinci

2 MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN TENTANG PEDOMAN PENERBITAN DAN PELAPORAN EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI DAL

2 MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN TENTANG PEDOMAN PENERBITAN DAN PELAPORAN EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI DAL LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.358, 2014 KEUANGAN. OJK. Efek Beragun Aset. Partisipasi Pembiayaan. Pedoman. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5632) PERATURAN OTORITAS

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PUNGUTAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PUNGUTAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PUNGUTAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM TENTANG RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU

KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM TENTANG RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM TENTANG RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU Keterbukaan Informasi ini dibuat dan dilakukan dalam rangka memenuhi Peraturan

Lebih terperinci

PT Bank Yudha Bhakti Tbk

PT Bank Yudha Bhakti Tbk Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa 10 Maret 2016 Periode Perdagangan HMETD 18 24 Mei 2016 Tanggal Efektif 2 Mei 2016 Periode Pelaksanaan HMETD 18 24 Mei 2016 Tanggal Terakhir Perdagangan Saham dengan

Lebih terperinci

PT BANK TABUNGAN PENSIUNAN NASIONAL Tbk Kegiatan Usaha: Bergerak Dalam Bidang Usaha Perbankan Berkedudukan di Jakarta Selatan, Indonesia Kantor Pusat

PT BANK TABUNGAN PENSIUNAN NASIONAL Tbk Kegiatan Usaha: Bergerak Dalam Bidang Usaha Perbankan Berkedudukan di Jakarta Selatan, Indonesia Kantor Pusat JADWAL Tanggal Efektif : 20 Juni 2011 Tanggal Penjatahan : 1 Maret 2013 Masa Penawaran Awal : 29 Januari 13 Februari 2013 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 5 Maret 2013 Masa Penawaran Umum

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN DI BIDANG PASAR MODAL

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN DI BIDANG PASAR MODAL PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN DI BIDANG PASAR MODAL PP. No. : 45 Tahun 1995 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG

Lebih terperinci

PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN

PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN INFORMASI TAMBAHAN OTORITAS JASA KEUANGAN ( OJK ) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI INFORMASI TAMBAHAN. SETIAP PERNYATAAN

Lebih terperinci

- 2 - SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 52 /POJK.04/2017 TENTANG DANA INVESTASI INFRASTRUKTUR BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF

- 2 - SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 52 /POJK.04/2017 TENTANG DANA INVESTASI INFRASTRUKTUR BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF - 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 52 /POJK.04/2017 TENTANG DANA INVESTASI INFRASTRUKTUR BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

JADWAL SEMENTARA PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN III TAHAP II

JADWAL SEMENTARA PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN III TAHAP II INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS OTORITAS JASA KEUANGAN ( OJK ) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI INFORMASI TAMBAHAN INI.

Lebih terperinci

Perjanjian Agen Pembayaran Nomor: SP- /AP/KSEI/mmyy

Perjanjian Agen Pembayaran Nomor: SP- /AP/KSEI/mmyy Perjanjian Agen Pembayaran Nomor: SP- /AP/KSEI/mmyy Perjanjian ini dibuat pada hari ini, , tanggal , bulan tahun (dd-mm-yyyy), antara: PT Kustodian Sentral Efek Indonesia,

Lebih terperinci