FAST I FINE I FUN PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
|
|
|
- Veronika Pranoto
- 7 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Tanggal Efektif : 1 Juni 2016 Tanggal Distribusi Obligasi secara Elektronik : 9 Juni 2016 Masa Penawaran Umum : 3 dan 6 Juni 2016 Tanggal Pencatatan Pada Bursa Efek Indonesia : 10 Juni 2016 Tanggal Penjatahan : 7 Juni 2016 : OTORITAS JASA KEUANGAN ( OJK ) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM. PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE ( PERSEROAN ) DAN PARA PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI ATAU FAKTA MATERIAL, SERTA KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI. PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE Kegiatan Usaha : Pembiayaan Investasi, Pembiayaan Modal Kerja,Pembiayaan Multiguna, dan Kegiatan Usaha Pembiayaan Lain Berdasarkan Persetujuan OJK Berkedudukan di Jakarta Selatan, Indonesia FAST I FINE I FUN P R O S P E K T U S KANTOR PUSAT 18 Office Park, Lt. 23 Jl. T.B. Simatupang No. 18 Jakarta Selatan [email protected] Ph: Fax: / SEBELAS KANTOR SELAIN KANTOR CABANG Tersebar di kota: Medan, Pekanbaru, Palembang, Jambi, DKI Jakarta, Surabaya, Makassar, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, dan Pontianak PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN OBLIGASI BERKELANJUTAN II SAN FINANCE DENGAN TINGKAT BUNGA TETAP DENGAN TARGET DANA YANG AKAN DIHIMPUN SEBESAR Rp (EMPAT TRILIUN RUPIAH) BAHWA DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN TERSEBUT, PERSEROAN AKAN MENERBITKAN DAN MENAWARKAN OBLIGASI BERKELANJUTAN II SAN FINANCE DENGAN TINGKAT BUNGA TETAP TAHAP I TAHUN 2016 DENGAN JUMLAH POKOK OBLIGASI SEBANYAK-BANYAKNYA SEBESAR Rp (DUA TRILIUN RUPIAH) Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang akan diterbitkan oleh Perseroan atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia ( KSEI ), sebagai bukti hutang kepada Pemegang Obligasi. Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari nilai Pokok Obligasi dan terdiri dari 2 (dua) seri dengan jumlah pokok Obligasi sebesar Rp (satu triliun enam ratus lima puluh miliar Rupiah) dijamin secara kesanggupan penuh (full commitment) dengan ketentuan sebagai berikut: Seri A : Obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,25% (delapan koma dua lima persen) per tahun, berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari sejak Tanggal Emisi. Jumlah Pokok Obligasi Seri A yang ditawarkan adalah sebesar Rp (lima ratus enam puluh miliar Rupiah). Pembayaran Pokok Obligasi secara penuh dilakukan pada tanggal jatuh tempo Obligasi yaitu tanggal 19 Juni Seri B : Obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,00% (sembilan koma nol persen) per tahun, berjangka waktu 36 (tiga puluh enam) bulan sejak Tanggal Emisi. Jumlah Pokok Obligasi Seri A yang ditawarkan adalah sebesar Rp (satu triliun sembilan puluh miliar Rupiah). Pembayaran Pokok Obligasi secara penuh dilakukan pada tanggal jatuh tempo Obligasi yaitu tanggal 9 Juni Sisa dari jumlah pokok yang ditawarkan sebanyak-banyaknya Rp (tiga ratus lima puluh miliar Rupiah) secara Kesanggupan Terbaik (Best Effort). Bila jumlah dalam Kesanggupan Terbaik (Best Effort) tidak terjual sebagian atau seluruhnya, maka atas sisa yang tidak terjual tersebut tidak menjadi kewajiban Perseroan untuk menerbitkan Obligasinya. Bunga Obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sejak Tanggal Emisi, sesuai dengan tanggal pembayaran masing-masing Bunga Obligasi. Pembayaran Bunga Obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 9 September 2016, sedangkan pembayaran Bunga Obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo Obligasi masing-masing adalah pada tanggal 19 Juni 2017 untuk Obligasi seri A, tanggal 9 Juni 2019 untuk Obligasi seri B. Obligasi Berkelanjutan II San Finance dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap II dan/atau tahap selanjutnya (jika ada) akan ditentukan kemudian. PENTING UNTUK DIPERHATIKAN OBLIGASI INI AKAN DIJAMIN DENGAN JAMINAN FIDUSIA ATAS PIUTANG YANG NILAI OBJEK JAMINANNYA PADA SETIAP TANGGAL TERAKHIR DARI SETIAP BULAN JUMLAHNYATIDAK KURANG DARI 60% (ENAM PULUH PERSEN) DARI JUMLAH POKOK YANG TERHUTANG. KETERANGAN SELENGKAPNYA DAPAT DILIHAT DI BAB XVI PROSPEKTUS MENGENAI KETERANGAN TENTANG OBLIGASI. PERSEROAN DAPAT MELAKUKAN PEMBELIAN KEMBALI (BUY BACK) OBLIGASI UNTUK SEBAGIAN ATAU SELURUH OBLIGASI SEBAGAI PELUNASAN, MAUPUN UNTUK DISIMPAN, DAN YANG DIKEMUDIAN HARI DAPAT DIJUAL KEMBALI DAN/ATAU UNTUK DIBERLAKUKAN SEBAGAI PELUNASAN, DENGAN KETENTUAN BAHWA HAL TERSEBUT HANYA DAPAT DILAKSANAKAN SATU TAHUN SETELAH TANGGAL PENJATAHAN. PEMBELIAN KEMBALI (BUY BACK) OBLIGASI TIDAK DAPAT DILAKUKAN OLEH PERSEROAN APABILA PERSEROAN BERADA DALAM KEADAAN LALAI ATAS PEMBAYARAN JUMLAH TERHUTANG ATAU JIKA PELAKSANAAN PEMBELIAN KEMBALI (BUY BACK) OBLIGASI TERSEBUT TERBUKTI DAPAT MENGAKIBATKAN PERSEROAN TIDAK DAPAT MEMENUHI KETENTUAN-KETENTUAN DALAM PERJANJIAN PERWALIAMANATAN. RENCANA BUY BACK DIUMUMKAN SELAMBAT-LAMBATNYA 2 (DUA) HARI KERJA SEBELUM TANGGAL PERMULAAN PENAWARAN BUY BACK. SELAMBAT-LAMBATNYA 2 (DUA) HARI KERJA SEJAK DILAKUKANNYA BUY BACK, PERSEROAN WAJIB MENGUMUMKAN PERIHAL BUY BACK TERSEBUT PADA 1 (SATU) SURAT KABAR BERBAHASA INDONESIA BERPEREDARAN NASIONAL. KETERANGAN MENGENAI BUY BACK DAPAT DILIHAT PADA BAB XVI PROSPEKTUS MENGENAI KETERANGAN TENTANG OBLIGASI. Perseroan hanya menerbitkan Sertifikat Jumbo Obligasi dan didaftarkan atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia ( KSEI ) dan akan didistribusikan dalam bentuk elektronik yang diadministrasikan dalam penitipan kolektif di KSEI. RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN BERASAL DARI RISIKO DUKUNGAN DANA, DIMANA UNTUK RISIKO INI TERBAGI ATAS 2 (DUA) YAITU KEMAMPUAN PERMODALAN YANG MEMPERHITUNGKAN KECUKUPAN PERMODALAN DILIHAT DARI NILAI TREND ROE/ROA SERTA TREND PENURUNAN LABA; DAN SUMBER PENAMBAHAN MODAL YANG DINILAI DARI KONDISI KEUANGAN ENTITAS UTAMA & PENCADANGAN UMUM PERSEROAN.RISIKO USAHA PERSEROAN SELENGKAPNYA DICANTUMKAN PADA BAB VI PROSPEKTUS. RISIKO LAIN YANG MUNGKIN DIHADAPI INVESTOR PEMBELI OBLIGASI ADALAH TIDAK LIKUIDNYA OBLIGASI YANG DITAWARKAN PADA PENAWARAN UMUM INI ANTARA LAIN DISEBABKAN KARENA TUJUAN PEMBELIAN OBLIGASI SEBAGAI INVESTASI JANGKA PANJANG. Dalam rangka penerbitan obligasi ini, Perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan atas surat hutang jangka panjang dari PT Pemeringkatan efek indonesia idaa- (Double A Minus) Keterangan lebih lanjut tentang hasil pemeringkatan tersebut dapat dilihat pada bab xvii prospektus Obligasi yang ditawarkan ini akan dicatatkan pada PT Bursa Efek Indonesia PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK Kantor Pusat: 18 Office Park, Lt. 23 Jl. T.B. Simatupang No. 18 Jakarta Selatan [email protected] Ph: Fax: / PT CIMB SECURITIES INDONESIA PT DANAREKSA SEKURITAS PT DBS VICKERS SECURITIES INDONESIA PT INDO PREMIER SECURITIES PT MANDIRI SEKURITAS PT MNC SECURITIES PT RHB SECURITIES INDONESIA Para Penjamin Pelaksana Emisi Efek menjamin dengan kesanggupan penuh (full commitment) dan kesanggupan terbaik (best effort) terhadap Penawaran Umum. WALI AMANAT PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Prospektus ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 3 Juni 2016
2 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE ( Perseroan ) telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Emisi Obligasi sehubungan dengan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2016 ( Obligasi ) kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta dengan Surat No. 246/LSANF/BOD/III/2016 tanggal 31 Maret 2016 sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam Undang-Undang No.8 Tahun 1995, tentang Pasar Modal, serta peraturan-peraturan pelaksanaannya (untuk selanjutnya di dalam Prospektus ini disebut sebagai UUPM ). Perseroan merencanakan untuk mencatatkan Obligasi dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya sebesar Rp ,- (dua triliun Rupiah) pada PT Bursa Efek Indonesia ( BEI ), sesuai dengan Perjanjian Pendahuluan Pencatatan Obligasi No.SP-00004/BEI.PP1/ tanggal 29 Maret 2016 yang dibuat antara Perseroan dengan BEI. Apabila syarat-syarat pencatatan di BEI tidak terpenuhi, maka Penawaran Umum ini batal demi hukum dan uang pemesanan yang telah diterima akan dikembalikan pada para pemesan sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi. Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam rangka Penawaran Umum ini bertanggung jawab sepenuhnya atas kebenaran semua informasi atau fakta material, serta kejujuran pendapat yang disajikan dalam Prospektus ini sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing, berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia serta kode etik, norma dan standar profesinya masing-masing. Sehubungan dengan Penawaran Umum ini, semua pihak terafiliasi tidak diperkenankan memberikan keterangan atau membuat pernyataan apapun mengenai data atau hal-hal yang tidak diungkapkan dalam Prospektus ini tanpa sebelumnya memperoleh persetujuan tertulis dari Perseroan dan Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi. Para Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi serta Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam rangka Penawaran Umum ini bukan merupakan pihak terafiliasi dengan Perseroan baik secara langsung maupun tidak langsung sebagaimana dimaksud dalam definisi Afiliasi di dalam UUPM. Selanjutnya penjelasan mengenai hubungan Afiliasi dapat dilihat pada Bab XII mengenai Penjaminan Emisi Obligasi. PENAWARAN UMUM OBLIGASI INI TIDAK DIDAFTARKAN BERDASARKAN UNDANG- UNDANG ATAU PERATURAN LAIN SELAIN YANG BERLAKU DI INDONESIA. BARANG SIAPA DI LUAR INDONESIA MENERIMA PROSPEKTUS INI, MAKA DOKUMEN INI TIDAK DIMAKSUDKAN SEBAGAI DOKUMEN PENAWARAN UNTUK MEMBELI OBLIGASI INI, KECUALI BILA PENAWARAN DAN PEMBELIAN OBLIGASI INI TIDAK BERTENTANGAN ATAU BUKAN MERUPAKAN PELANGGARAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN SERTA KETENTUAN-KETENTUAN BURSA EFEK YANG BERLAKU DI NEGARA ATAU YURISDIKSI DI LUAR INDONESIA TERSEBUT. PERSEROAN TELAH MENGUNGKAPKAN SEMUA INFORMASI YANG WAJIB DIKETAHUI OLEH MASYARAKAT DAN TIDAK ADA LAGI INFORMASI YANG BELUM DIUNGKAPKAN SEHINGGA TIDAK MENYESATKAN MASYARAKAT.
3 DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI DEFINISI SINGKATAN NAMA PERUSAHAAN RINGKASAN i iii xiv xv I. PENAWARAN UMUM 1 II. RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM 8 III. PERNYATAAN LIABILITAS 9 IV. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING 17 V. ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN 22 VI. RISIKO USAHA 48 VII. KEJADIAN DAN TRANSAKSI PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN 50 VIII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN 51 A. RIWAYAT SINGKAT PERSEROAN 51 B. PERKEMBANGAN KEPEMILIKAN SAHAM PERSEROAN 54 C. MANAJEMEN DAN PENGAWASAN 55 D. SUMBER DAYA MANUSIA 62 E. STRUKTUR ORGANISASI PERSEROAN 65 F. KETERANGAN SINGKAT MENGENAI PEMEGANG SAHAM BERBENTUK BADAN HUKUM 65 G. HUBUNGAN KEPEMILIKAN PERSEROAN DENGAN PEMEGANG SAHAM PERSEROAN YANG BERBENTUK BADAN HUKUM 72 H. HUBUNGAN KEPENGURUSAN, PENGAWASAN, KEPEMILIKAN DAN AFILIASI ANTARA PERSEROAN DAN PEMEGANG SAHAM PERSEROAN 73 I. KETERANGAN TENTANG GRUP ASTRA 73 J. STRUKTUR GRUP ASTRA 74 K. PERKARA PENGADILAN YANG SEDANG DIHADAPI PERSEROAN 74 L. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING DENGAN PIHAK KETIGA 78 M. KETERANGAN TENTANG ASET TETAP 87 N. PERLINDUNGAN ASURANSI ATAS HARTA KEKAYAAN 88 O. PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN ( GOOD CORPORATE GOVERNANCE ) DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL ( CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY ) 88 i
4 IX. KEGIATAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN 90 A. UMUM 90 B. KEGIATAN USAHA 90 C. FASILITAS PEMBIAYAAN DAN KOLEKTIBILITAS PIUTANG 93 D. PROSES PEMBIAYAAN DAN SEWA PEMBIAYAAN 94 E. PEMASARAN DAN KANTOR SELAIN KANTOR CABANG 96 F. STRATEGI PERSEROAN 97 G. LISENSI, FRANCHISE, KONSESI UTAMA, DAN HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL (HAKI) 98 H. PROSPEK USAHA 98 I. TINGKAT KESEHATAN PERSEROAN 99 J. PERSAINGAN USAHA DAN POSISI PERSEROAN DALAM PERSAINGAN 100 X. EKUITAS 102 XI. PERPAJAKAN 103 XII. PENJAMINAN EMISI EFEK 104 XIII. LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL 106 XIV. PENDAPAT DARI SEGI HUKUM 109 XV. LAPORAN KEUANGAN PERSEROAN DAN ENTITAS ANAK BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN 151 XVI. KETERANGAN TENTANG OBLIGASI 272 A. UMUM 272 B. JUMLAH POKOK OBLIGASI, BUNGA OBLIGASI DAN JATUH TEMPO OBLIGASI 272 C. JAMINAN 273 D. PENYISIHAN DANA PELUNASAN POKOK OBLIGASI (SINKING FUND) 274 E. PEMBATASAN-PEMBATASAN DAN KEWAJIBAN-KEWAJIBAN PERSEROAN 274 F. HAK-HAK PEMEGANG OBLIGASI 277 G. KELALAIAN PERSEROAN 277 H. PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI (BUY BACK) 279 I. RAPAT UMUM PEMEGANG OBLIGASI 280 J. PERUBAHAN PERJANJIAN PERWALIAMATAN 283 K. PEMBERITAHUAN 283 L. HUKUM YANG BERLAKU 284 XVII. KETERANGAN TENTANG PEMERINGKATAN OBLIGASI 285 XVIII. ANGGARAN DASAR PERSEROAN 287 XIX. PERSYARATAN PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI 301 XX. KETERANGAN TENTANG WALI AMANAT 305 XXI. AGEN PEMBAYARAN 312 XXII. PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN FORMULIR PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI 313 ii
5 DEFINISI Addendum Afiliasi Agen Jaminan Berarti addendum dari Perjanjian Perwaliamanatan yang akan dibuat oleh dan diantara Perseroan dan Wali Amanat, termasuk lampiranlampiran dan atau perubahan-perubahan dan/atau penambahanpenambahan dan atau perbaikan-perbaikan yang dibuat oleh para pihak yang bersangkutan dari waktu ke waktu, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Perjanjian Perwaliamanatan. Berarti pihak sebagaimana didefinisikan dalam pasal 1 angka 1 UUPM Nomor 8 tahun 1995, yaitu: 1. Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal; 2. Hubungan antara satu pihak dengan pegawai, direktur atau dewan komisaris dari pihak tersebut; 3. Hubungan antara 2 (dua) perusahaan dimana terdapat 1 (satu) atau lebih anggota direksi atau dewan komisaris yang sama; 4. Hubungan antara perusahaan dengan suatu pihak, baik langsung maupun tidak langsung, mengendalikan atau dikendalikan oleh perusahaan tersebut; 5. Hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan baik langsung maupun tidak langsung, oleh pihak yang sama; atau hubungan antara perusahaan dan pemegang saham utama. Berarti PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk., dalam kapasitasnya sebagai Agen Jaminan (untuk kepentingan Pemegang Obligasi) dan penganti-penggantinya. Agen Pembayaran Berarti PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, berkedudukan di Jakarta Selatan yang akan membuat Perjanjian Agen Pembayaran dengan Perseroan serta berkewajiban membantu kepentingan Perseroan dalam melaksanakan pembayaran jumlah Bunga Obligasi, Pokok Obligasi dan denda (jika ada) kepada Pemegang Obligasi sebagaimana diatur dalam Perjanjian Agen Pembayaran termasuk diantaranya untuk melakukan hal-hal sebagaimana diatur dalam Peraturan VI.C.4 tentang Ketentuan Umum dan Kontrak Perwaliamanatan Efek Bersifat Utang angka 4.1. "Akta Jaminan Fidusia Anggaran Dasar Bapepam Berarti pengalihan hak secara fidusia untuk tujuan penjaminan yang dilakukan oleh Perseroan, Wali Amanat dan Agen Jaminan (untuk dan atas nama Pemegang Obligasi) sehubungan dengan penyediaan Jaminan, yang akan ditandatangani pada saat penandatanganan Addendum. Berarti Anggaran Dasar Perseroan yang dapat diubah dari waktu ke waktu. Berarti Badan Pengawas Pasar Modal sebagaimana didefinisikan dalam Undang-Undang Pasar Modal. Bapepam dan LK Berarti Bapepam dan Lembaga Keuangan yang merupakan penggabungan dari Bapepam dan Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan (DJLK), sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor:606/KMK.01/2005 tanggal 30 Desember 2005 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Badan Pengawas Pasar iii
6 Modal dan Lembaga Keuangan dan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor: 184/PMK.01/2010 tanggal 11 Oktober 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan, atau para pengganti dan penerima hak dan kewajibannya yang sejak tanggal 31 (tiga puluh satu) Desember 2012 (dua ribu dua belas), fungsi, tugas dan wewenang pengaturan dan pengawasan kegiatan jasa keuangan di sektor Pasar Modal, Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan, dan Lembaga Jasa Keuangan lainnya beralih dari Menteri Keuangan dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan ke Otoritas Jasa Keuangan, sesuai dengan Pasal 55 ayat 1 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 (dua ribu sebelas) ( Undang-undang OJK ). "Bank Kustodian" Bunga Obligasi" "Bursa Efek" Daftar Pemegang Rekening Berarti bank umum yang telah memperoleh persetujuan dari Bapepam dan LK atau Otoritas Jasa Keuangan untuk menjalankan kegiatan usaha sebagai Kustodian sebagaimana yang dimaksud dalam Undang-Undang Pasar Modal. Berarti tingkat Bunga Obligasi per tahun dari Jumlah Pokok yang Terhutang yang harus dibayar oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi, sesuai dengan Pasal 5 Perjanjian Perwaliamanatan. Berarti pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual beli Efek pihakpihak lain dengan tujuan memperdagangkan Efek diantara mereka, yang dalam hal ini adalah Perseroan terbatas PT BURSA EFEK INDONESIA, berkedudukan di Jakarta Selatan atau lembaga lain yang ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia. Berarti daftar yang dikeluarkan oleh KSEI yang memuat keterangan tentang kepemilikan Obligasi oleh seluruh Pemegang Rekening dan atau Pemegang Obligasi di KSEI yang memuat keterangan antara lain: nama, jumlah kepemilikan Obligasi, status pajak dan kewarganegaraan Pemegang Rekening dan atau Pemegang Obligasi berdasarkan data-data yang diberikan oleh Pemegang Rekening kepada KSEI. Dokumen Emisi Berarti : - Akta Jaminan Fidusia; - Akta Pengakuan Hutang; - Informasi Tambahan; - Perjanjian Perwaliamanatan; - Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi; - Perjanjian Agen Jaminan; - Perjanjian Agen Pembayaran; - Perjanjian Pendaftaran Obligasi di KSEI; - Perjanjian Pendahuluan Pencatatan Efek; - Pernyataan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi; - Dokumen lainnya yang dibuat dalam rangka Penawaran Umum Obligasi; beserta semua perubahan-perubahannya, penambahan penambahannya dan/atau pembaharuan-pembaharuannya serta dokumen-dokumen lainnya yang disyaratkan oleh instansi atau institusi yang berwenang atau yang dibuat dalam rangka Penawaran Umum. Efektif Berarti seluruh tata cara dan persyaratan Pernyataan Pendaftaran yang ditetapkan dalam Undang-Undang Pasar Modal telah terpenuhi. iv
7 Ekuitas Berarti keseluruhan dari : (a) nilai modal saham Perseroan pada saat ini, yang telah ditempatkan dan disetor penuh atau dinyatakan telah disetor; (b) nilai pada posisi kredit atau modal yang dikonsolidasikan dan rekening cadangan pendapatan dari Perseroan (termasuk rekening-rekening premi saham, agio saham, cadangan penebusan modal, kredit/debet pada neraca rugi laba); dan (c) pinjaman yang diberikan kepada Perseroan yang disubordinasikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan Prinsip-prinsip Akuntansi; Tetapi tidak termasuk setiap jumlah yang tercantum dalam laporan keuangan Perseroan atas dasar goodwill dan aset tidak berwujud lainnya. Pengertian yang digunakan dalam definisi ini dibuat berdasarkan Prinsip-prinsip Akuntansi. Emisi Formulir Pemesanan Pembelian Obligasi Gagal Bayar "Hak Jaminan Hari Bank Hari Bursa Hari Kalender Hari Kerja Jaminan Berarti suatu Penawaran Umum oleh Perseroan untuk menjual atau memperdagangkan Obligasi kepada Masyarakat. Berarti formulir asli yang harus diisi dalam rangkap 5 (lima), yang ditandatangani dan diajukan oleh calon pembeli kepada Penjamin Emisi Obligasi Berarti kondisi dimana Emiten atau Perusahaan Publik tidak mampu memenuhi kewajiban keuangan terhadap kreditur pada saat jatuh tempo yang nilainya lebih besar dari 0,5% (nol koma lima persen) dari modal disetor. Berarti pemberian hak tanggungan, gadai, fidusia, pembebanan, perjumpaan hutang, pengalihan jaminan, hak retensi atau hak-hak jaminan lain atau perjanjian lain atau pengaturan lain yang mempunyai pengaruh dalam pemberian jaminan dengan cara apapun hak-hak tersebut dibuat atau dilahirkan. Berarti hari kerja bank yaitu hari pada saat mana Bank Indonesia menyelenggarakan kegiatan kliring. Berarti hari diselenggarakannya perdagangan Efek di Bursa Efek, yaitu Senin sampai dengan Jumat, kecuali hari tersebut merupakan hari libur nasional atau dinyatakan sebagai hari libur oleh Bursa Efek. Berarti semua hari dalam setahun sesuai dengan Gregorian Calender (Kalender Masehi) tanpa kecuali. Berarti hari Senin sampai dengan hari Jumat, kecuali hari libur nasional yang ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia. Berarti jaminan fidusia atas Piutang yang nilai objek jaminannya pada setiap tanggal terakhir dari setiap bulan jumlahnya tidak kurang dari 60% (enam puluh persen) dari Jumlah Pokok yang Terhutang, dengan ketentuan Piutang tersebut tidak melewati jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari kalender sejak berakhirnya penagihan dan tetap tidak dibayar oleh nasabah Perseroan. Dalam hal jumlah Piutang yang dijaminkan kurang dari persyaratan minimum tersebut, maka Perseroan wajib menyediakan uang tunai sejumlah kekurangan tersebut yang disimpan pada rekening penampungan yang ada pada bank yang ditunjuk oleh Perseroan (sebagaimana ditunjukkan dalam laporan triwulanan dari Perseroan kepada Wali Amanat) dengan persetujuan Wali Amanat yang dibuat untuk menjamin Obligasi dan diberikan berdasarkan Akta Jaminan Fidusia. v
8 Jumlah Terhutang "Jumlah Pokok yang Terhutang Konfirmasi Tertulis Konfirmasi Tertulis Untuk RUPO atau KTUR Berarti semua jumlah uang yang pada suatu waktu tertentu harus dibayar oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan, dokumen dan perjanjian lain sehubungan dengan Emisi pada waktu tersebut, yakni Pokok Obligasi dan Bunga Obligasi yang belum dilunasi dan denda (jika ada). Berarti Jumlah Pokok Obligasi yang pada suatu waktu tertentu belum dilunasi dan karenanya wajib dibayar oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi pada Tanggal Pembayaran Pokok Obligasi. Berarti Konfirmasi Tertulis dan/atau laporan saldo Obligasi dalam Rekening Efek yang diterbitkan oleh KSEI atau Pemegang Rekening berdasarkan Perjanjian Pembukaan Rekening Efek yang ditandatangani Pemegang Obligasi dan konfirmasi tersebut menjadi dasar untuk pembayaran bunga, pelunasan pokok dan hak-hak lain yang berkaitan dengan Obligasi. Berarti surat konfirmasi kepemilikan Obligasi yang diterbitkan oleh KSEI kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening untuk keperluan menghadiri RUPO atau mengajukan permintaan agar diselenggarakannya RUPO, dengan mana terhitung sejak dikeluarkannya KTUR, maka Obligasi akan dibekukan oleh KSEI sejumlah yang tercantum dalam KTUR dan pencabutan pembekuan Obligasi dilakukan setelah berakhirnya RUPO dan adanya pemberitahuan dari Wali Amanat. KSEI Berarti PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, berkedudukan di Jakarta yang menjalankan kegiatan usaha sebagai Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian sebagaimana dimaksud dalam UndangUndang No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal yang dalam Emisi Obligasi bertugas sebagai Agen Pembayaran berdasarkan Perjanjian Agen Pembayaran dan mengadministrasikan Obligasi berdasarkan Perjanjian Pendaftaran Obligasi di KSEI. Manajer Penjatahan Berarti pihak yang bertanggung jawab untuk melakukan penjatahan atau penjualan Obligasi yang dilakukan apabila jumlah pemesan atas Obligasi melebihi jumlah Obligasi yang ditawarkan dalam Penawaran Umum dan memastikan bahwa penjatahan Obligasi dilakukan menurut persyaratan yang ditetapkan oleh OJK, yang dalam hal ini adalah PT CIMB Securities Indonesia. Masyarakat Berarti perorangan baik warga negara Indonesia maupun warga negara Asing dan atau badan hukum, baik badan hukum Indonesia maupun badanhukum asing yang bertempat tinggal berkedudukan di Indonesia maupun bertempat tinggal/berkedudukan di luar negeri. Obligasi Berarti surat hutang yang dikeluarkan oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi dengan Jaminan dan dibuktikan dengan Sertifikat Jumbo Obligasi untuk jangka waktu paling lama 60 (enam puluh) bulan terhitung sejak Tanggal Emisi, sesuai dengan ketentuanketentuan dalam Pasal 5 dari Perjanjian Perwaliamanatan, Akta Pengakuan Hutang dan Prospektus. Obligasi ini berjumlah pokok sebanyak-banyaknya sebesar Rp (dua triliun Rupiah) yang terbagi dalam beberapa Seri Obligasi sebagaimana diatur dalam Pasal 5 Perjanjian Perwaliamanatan. vi
9 OJK Pemegang Obligasi Pemegang Rekening "Penawaran Awal" Penawaran Umum Penawaran Umum Berkelanjutan "Pengakuan Hutang Penitipan Kolektif Penjamin Emisi Obligasi Berarti lembaga yang independen sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (Undang-Undang OJK) yang tugas dan wewenangnya meliputi pengaturan dan pengawasan kegiatan jasa keuangan di sektor perbankan, pasar modal, perasuransian, dana pensiun, lembaga pembiayaan dan lembaga keuangan lainnya, dimana OJK merupakan lembaga yang menggantikan dan menerima hak dan kewajiban untuk melakukan fungsi pengaturan dan pengawasan dari Bapepam dan/atau Bapepam dan LK dan/atau Bank Indonesia sesuai ketentuan Pasal 55 Undang-Undang OJK, atau para pengganti dan penerima hak dan kewajibannya. Berarti Masyarakat yang memiliki manfaat atas sebagian atau seluruh Obligasi yang disimpan dan diadministrasikan dalam: a. Rekening Efek pada KSEI; atau b. Rekening Efek pada KSEI melalui Pemegang Rekening. Berarti pihak yang namanya tercatat sebagai pemilik Rekening Efek di KSEI yang meliputi Bank Kustodian atau Perusahaan Efek atau pihak lain yang disetujui oleh KSEI. Berarti ajakan baik secara langsung maupun tidak langsung menggunakan Prospektus Awal yang antara lain bertujuan untuk mengetahui minat calon pembeli atas Obligasi yang akan ditawarkan dan atau perkiraan harga penawaran Obligasi. Berarti kegiatan penawaran Obligasi oleh Perseroan kepada Masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam Undang-Undang Pasar Modal dan peraturan pelaksanaannya. Berarti kegiatan penawaran umum atas obligasi yang dilakukan secara bertahap oleh Perseroan, sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 36/POJK.04/2014 tentang Penawaran Umum Berkelanjutan Efek Bersifat Utang Dan/Atau Sukuk. Berarti pengakuan dari Perseroan atas keadaan berhutangnya atas Obligasi, sebagaimana tercantum dalam akta Pengakuan Hutang Obligasi Berkelanjutan II SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2016 yang akan ditandatangani pada saat penandatanganan Addendum, berikut perubahan-perubahannya dan/atau penambahan-penambahannya dan/atau pembaharuanpembaharuannya yang sah yang dibuat oleh pihak-pihak yang bersangkutan dikemudian hari. Berarti jasa penitipan atas efek yang dimiliki bersama oleh lebih dari satu pihak yang kepentingannya diwakili oleh Kustodian, sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Pasar Modal. Berarti pihak-pihak yang membuat perjanjian dengan Perseroan untuk melakukan Penawaran Umum ini atas nama Perseroan dan melakukan pembayaran kepada Perseroan, yang ditunjuk oleh Perseroan berdasarkan Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi, yang dalam hal ini adalah: 1. PTCIMB Securities Indonesia, berkedudukan di Jakarta Selatan; 2. PT Danareksa Sekuritas, berkedudukan di Jakarta Pusat; 3. PT DBS Vickers Securities Indonesia, berkedudukan di Jakarta Selatan; 4. PT Indo Premier Securities, berkedudukan di Jakarta Selatan 5. PT Mandiri Sekuritas, berkedudukan di Jakarta Selatan; 6. PT MNC Securities, berkedudukan di Jakarta Pusat; vii
10 Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi 7. PT RHB Securities Indonesia, berkedudukan di Jakarta Selatan; Berarti pihak yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan Penawaran Umum, yang dalam hal ini adalah PT CIMB Securities Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, PT DBS Vickers Securities Indonesia, PT Indo Premier Securities, PT Mandiri Sekuritas, PT MNC Securities dan PT RHB Securities Indonesia sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi. Peraturan IX.A.2 Peraturan IX.A.7 Peraturan IX.C.11 Peraturan VI.C.3 Peraturan VI.C.4 Peraturan X.K.4 Peraturan OJK No. 1/POJK.07/2013 Peraturan OJK No. 1/POJK.05/2015 Peraturan OJK No.29/POJK.05/2014 Peraturan OJK No. 30/POJK.04/2015 Peraturan OJK No. 30/POJK.05/2014 Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2014 Berarti Peraturan Bapepam dan LK No. IX.A.2 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-122/BL/2009 tanggal 29 Mei 2009 tentang Tata Cara Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum. Berarti Peraturan Bapepam No. IX.A.7 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-691/BL/2011 tanggal 30 Desember 2011 tentang Pemesanan dan Penjatahan Efek Dalam Penawaran Umum. Berarti Peraturan Bapepam No. IX.C.11 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. KEP-712/BL/2012 tanggal 26 Desember 2012 tentang Pemeringkatan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk. Berarti Peraturan Bapepam dan LK No. VI.C.3 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-309/BL/2008 tanggal 1 Agustus 2008 tentang Hubungan Kredit dan Penjaminan Antara Wali Amanat Dengan Perseroan. Berarti Peraturan Bapepam dan LK No. VI.C.4 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-412/BL/2010 tanggal 6 September 2010 tentang Ketentuan Umum dan Kontrak Perwaliamanatan Efek Bersifat Utang. Berarti Peraturan Bapepam No. X.K.4 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. KEP-27/PM/2003 tanggal 17 Juli 2003 tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum. Berarti Peraturan OJK No. 1/POJK.07/2013 tanggal (dua puluh enam Juli dua ribu tiga belas) tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan. Berarti Peraturan OJK No. 1/POJK.05/2015 tanggal (dua puluh tiga Maret dua ribu lima belas) tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank. Berarti Peraturan OJK No. 29/POJK.05/2014 tanggal (sembilan belas November dua ribu empat belas) tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan. Berarti Peraturan OJK No. 30/POJK.04/2015 tanggal (dua puluh dua Desember dua ribu lima belas) tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum. Berarti Peraturan OJK No. 30/POJK.05/2014 tanggal (sembilan belas November dua ribu empat belas) tentang Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Bagi Perusahaan Pembiayaan. Berarti Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2014 tanggal (delapan Desember dua ribu empat belas) tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik. viii
11 Peraturan OJK No. 34/POJK.04/2014 Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2014 Peraturan OJK No. 36/POJK.04/2014 Peraturan OJK No. 55/POJK.04/2015 Peraturan OJK No. 56/POJK.04/2015 Perjanjian Agen Jaminan Berarti Peraturan OJK No. 34/POJK.04/2014 tanggal (delapan Desember dua ribu empat belas) tentang Komite Nominasi dan Remunerasi Emiten atau Perusahaan Publik. Berarti Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2014 tanggal (delapan Desember dua ribu empat belas) tentang Sekretaris Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik. Berarti Peraturan OJK No.36/POJK.04/2014 tanggal (delapan Desember dua ribu empat belas) tentang Penawaran Umum Berkelanjutan Efek Bersifat Utang Dan/Atau Sukuk. Berarti Peraturan OJK No. 55/POJK.04/2015 tanggal (dua puluh sembilan Desember dua ribu lima belas) tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit. Berarti Peraturan OJK No. 56/POJK.04/2015 tanggal (dua puluh sembilan Desember dua ribu lima belas) tentang Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit Internal. Berarti suatu perjanjian antara Perseroan dengan Agen Jaminan perihal pengurusan dan pengadministrasian Jaminan yang diberikan oleh Perseroan yang akan ditandatangani segera setelah penandatanganan akta Perjanjian Perwaliamanatan. Perjanjian Agen Pembayaran Berarti perjanjian yang dibuat antara Perseroan dan KSEI, yang akan ditanda tangani segera setelah penandatanganan akta ini, berikut perubahan-perubahannya dan/atau penambahanpenambahannya dan/atau pembaharuan-pembaharuannya yang sah yang dibuat oleh pihak-pihak yang bersangkutan di kemudian hari. Perjanjian Pendaftaran Obligasi di KSEI Perjanjian Pendahuluan Pencatatan Efek Berarti suatu perjanjian antara Emiten dan KSEI perihal pelaksanaan pendaftaran Obligasi di KSEI, tertanggal 29 Maret 2016, nomor SP- 0013/PO/KSEI/0316 yang dibuat dibawah tangan dan bermeterai cukup, berikut segala perubahannya dan/atau penambahanpenambahannya dan/atau pembaharuan-pembaharuannya yang sah yang dibuat oleh pihak-pihak yang bersangkutan dikemudian hari. Berarti perjanjian yang dibuat antara Perseroan dengan Bursa Efek, No. SP-00004/BEI.PP1/ tanggal 29 Maret 2016, yang dibuat di bawah tangan, bermeterai cukup, berikut perubahan-perubahannya dan/atau penambahan-penambahannya yang dibuat oleh pihak-pihak yang bersangkutan di kemudian hari. Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi Berarti Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi yang dibuat oleh dan antara Perseroan dan para Penjamin Emisi Obligasi dengan syarat dan ketentuan yang dimuat dalam Akta Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi Berkelanjutan II SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2016 No. 73 tanggal 29 Maret 2016, yang diubah dengan Akta Perubahan I Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi Berkelanjutan II San Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2016 No. 104 tanggal 26 April 2016 dan terakhir diubah dengan Akta Perubahan II Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi Berkelanjutan II San Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2016 No. 65 tanggal 25 Mei 2016, semua akta tersebut dibuat di hadapan Linda Herawati, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta, berikut lampiran-lampiran dan/atau perubahan-perubahannya dan/atau penambahan-penambahannya dan/atau pembaharuanpembaharuannya yang sah yang dibuat oleh pihak-pihak yang bersangkutan di kemudian hari. ix
12 Perjanjian Perwaliamanatan Pernyataan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Pernyataan Pendaftaran "Persyaratan Obligasi Perseroan "Perusahaan Efek "Pinjaman Berarti Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan II SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2016 sebagaimana termaktub dalam akta No. 72 tanggal 29 Maret 2016, yang diubah dengan Akta Perubahan I Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan II San Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2016 No. 103 tanggal 26 April 2016 dan terakhir diubah dengan Akta Perubahan II Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan II San Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2016 No. 61 tanggal 25 Mei 2016, semua akta tersebut dibuat di hadapan Linda Herawati, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta, berikut lampiran-lampiran dan/atau perubahanperubahannya dan/atau penambahan-penambahannya dan/atau pembaharuan-pembaharuannya yang sah yang dibuat oleh pihakpihak yang bersangkutan di kemudian hari. Berarti Pernyataan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I sebagaimana termaktub dalam akta No. 71 tanggal 29 Maret 2016, yang diubah dengan Akta Perubahan I Pernyataan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I No. 102 tanggal 26 April 2016 dan terakhir diubah dengan Akta Perubahan II Pernyataan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I No. 60 tanggal 25 Mei 2016, semua akta tersebut dibuat di hadapan Linda Herawati, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta, berikut perubahan-perubahannya dan/atau penambahan-penambahannya dan/atau pembaharuanpembaharuannya yang sah yang dibuat oleh Perseroan yang bersangkutan dikemudian hari. Berarti pernyataan pendaftaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 Angka 19 Undang-Undang Pasar Modal juncto Peraturan Nomor: IX.C.1 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam tanggal 27 Oktober 2000 Nomor: Kep-42/PM/2000 berikut dokumen-dokumen yang telah diajukan oleh Perseroan kepada OJK sebelum melakukan Penawaran umum kepada Masyarakat termasuk perubahanperubahan, tambahan-tambahan serta pembetulan-pembetulan untuk memenuhi persyaratan OJK. Berarti ketentuan dan persyaratan yang berlaku untuk Obligasi sebagaimanatercantum dalam Pasal 5 Perjanjian Perwaliamanatan. Berarti pihak yang melakukan Emisi, yang dalam hal ini PT Surya Artha Nusantara Finance, berkedudukan di Jakarta Selatan. Berarti pihak yang melakukan kegiatan usaha sebagai penjamin emisi obligasi, perantara pedagang efek, dan/atau manajer investasi sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Pasar Modal. Berarti total kewajibanperseroan pada setiap saat (sebagaimana tercantum dalam laporan tahunan atau laporan 6 (enam) bulanan Perseroan yang terakhir), tetapi tidak termasuk: a. pinjaman dari para pemegang saham Perseroan yang disubordinasikan terhadap tagihan Bank kepada Perseroan (berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan); b. biaya swap yang timbul (istilah mana dipergunakan dalam laporan keuangan terakhir Perseroan) atau setiap liabilitas Perseroan sehubungan dengan transaksi derivatif yang tidak dicantumkan sebagai liabilitas Perseroan dalam laporan keuangan tahunan atau 6 (enam) bulanan Perseroan yang x
13 terakhir dan oleh karena itu : 1. Jumlah tidak boleh dihitung lebih dari 1 (satu) kali dalam perhitungan yang sama; 2. pada saat total jumlah Pinjaman yang dimaksud dalam pasal ini pada hari tertentu sedang ditetapkan : i. jumlah Pinjaman tersebut dalam mata uang lain selain Rupiah adalah jumlah netto Pinjaman setelah dikurangi dana tunai Perseroan dalam mata uang Pinjaman tersebut; dan ii. jumlah netto Pinjaman yang didenominasikan atau dibayar kembali dalam mata uang lain selain Rupiah wajib dikonversi untuk menghitung jumlah yang setara dalam Rupiah dengan menggunakan nilai tukar rata-rata tertimbang dari forward, nilai strike call option atau nilai beli cross currency dengan mana Perseroan dapat menukar Rupiah dengan mata uang tersebut berdasarkan kontrak derivatif yang sah dan berlaku. "Piutang" "Pokok Obligasi "Prinsip-prinsip Akuntansi" "Prospektus Awal Prospektus Ringkas Rekening Efek Berarti jumlah terhutang oleh nasabah Perseroan kepada Perseroan sehubungan dengan transaksi pembiayaan dan/atau fasilitas modal usaha dan/atau transaksi pembiayaan yang dilakukan oleh Emiten dalam rangka menjalankan kegiatan usahanya. Berarti jumlah pokok pinjaman Perseroan kepada Pemegang Obligasi yang ditawarkan dan diterbitkan Perseroan melalui Penawaran Umum yang merupakan rangkaian dari Penawaran Umum Berkelanjutan, berdasarkan Obligasi yang terhutang dari waktu ke waktu bernilai nominal sebanyak-banyaknya sebesar Rp ,00 (dua triliun Rupiah). Jumlah Pokok Obligasi tersebut dapat berkurang sehubungan dengan pelunasan Pokok Obligasi dan/atau pembelian kembali sebagai pelunasan Obligasi sebagaimana dibuktikan dengan Sertifikat Jumbo Obligasi sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 5 Perjanjian Perwaliamanatan. Berarti prinsip-prinsip akuntansi, standar, konvensi dan praktek yang secara umum telah efektif diberlakukan, diterima dan dapat diimplementasikan di Republik Indonesia yang digunakan oleh Perseroan dalam persiapan laporan keuangannya sebagaimana prinsip-prinsip akuntansi, standar, konvensi dan praktek diubah untuk memenuhi perubahan-perubahan prinsip-prinsip akuntansi di Republik Indonesia. Berarti dokumen tertulis yang memuat seluruh informasi dalam Prospektus yang disampaikan kepada OJK sebagai bagian dari Pernyataan Pendaftaran, kecuali informasi mengenai nilai nominal, jumlah seri dan harga penawaran Obligasi, Penjamin Emisi Obligasi, tingkat suku bunga Obligasi, atau hal-hal lain yang berhubungan dengan persyaratan penawaran yang belum dapat ditentukan. Berarti prospektus yang disusun dan diterbitkan oleh Perseroan yang diumumkan selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Kerja setelah OJK memberikan pernyataan bahwa Perseroan sudah dapat mengumumkan Prospektus Ringkas dan melakukan Penawaran Awal (book building) dalam minimal 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional. Berarti rekening yang memuat catatan mengenai posisi Obligasi dan atau dana milik Pemegang Obligasi yang diadministrasikan oleh KSEI atau Pemegang Rekening berdasarkan perjanjian pembukaan rekening efek yang ditandatangani Pemegang Obligasi. xi
14 RUPO Berarti Rapat Umum Pemegang Obligasi sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perwaliamanatan. "Satuan Pemindahbukuan dan Satuan Perdagangan Berarti satuan jumlah Obligasi yang dapat dipindahbukukan dari satu Rekening Efek ke Rekening Efek lainnya adalah sebesar Rp 1 (satu Rupiah) dan kelipatannya dan satuan perdagangan Obligasi yang diperdagangkan adalah senilai Rp (lima juta Rupiah) dan/atau kelipatannya atau sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan sebagaimana ditentukan dalam Peraturan Bursa Efek. Seri Obligasi "Sertifikat Jumbo Obligasi" "Suara "Tanggal Efektif" Tanggal Emisi "Tanggal Pembayaran" Berarti: a. Obligasi Seri A sebesar Rp (lima ratus enam puluh miliar Rupiah) dengan jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) Hari Kalender sejak Tanggal Emisi, dan pembayaran Obligasi Seri A tersebut akan dilakukan secara penuh atau bullet payment sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah pokok Obligasi Seri A pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi untuk Obligasi Seri A. b. Obligasi Seri B sebesar Rp (satu triliun sembilan puluh miliar Rupiah) dengan jangka waktu 36 (tiga puluh enam) Bulan sejak Tanggal Emisi, dan pembayaran Obligasi Seri B tersebut akan dilakukan secara penuh atau bullet payment sebesar 100% (seratus persen) dari jumlah pokok Obligasi Seri B pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi untuk Obligasi Seri B. Berarti bukti penerbitan Obligasi yang disimpan di KSEI yang diterbitkan atas nama KSEI untuk kepentingan Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening, sertifikat tersebut wajib diperbaharui dengan Jumlah Pokok Obligasi yang terhutang setelah Perseroan melakukan pelunasan. sebagian sebagaimana diatur dalam Pasal 5 Perjanjian Perwaliamanatan. Adalah berarti hak yang dimiliki setiap Pemegang Obligasi senilai Rp 1 (satu Rupiah) untuk mengeluarkan 1 (satu) suara dalam RUPO, kecuali Pemegang Obligasi yang dimaksud dalam Pasal 9.6.b Perjanjian Perwaliamanatan. Berarti tanggal dimana Pernyataan Pendaftaran yang diserahkan Perseroan kepada Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal telah menjadi Efektif, yakni pada hari ke 45 (empat puluh lima) sejak diterimanya Pernyataan Pendaftaran tersebut secara lengkap, atau pada tanggal lain yang ditetapkan oleh OJK. Berarti tanggal distribusi Obligasi ke dalam Rekening Efek Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi berdasarkan penyerahan Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterima oleh KSEI dari Perseroan, yang juga merupakan Tanggal Pembayaran. Berarti tanggal pembayaran seluruh nilai pokok Obligasi yang harus disetor oleh Penjamin Emisi Obligasi melalui Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi kepada Perseroan dengan memperhatikan ketentuan dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi. Tanggal Pembayaran Bunga Berarti tanggal-tanggal saat mana Bunga Obligasi menjadi jatuh tempo dan wajib dibayarkan berdasarkan Daftar Pemegang Rekening dan dengan memperhatikan ketentuan Pasal 5 dari Perjanjian Perwaliamanatan. xii
15 "Tanggal Pembayaran Pokok Obligasi Tanggal Penjatahan Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi Undang-Undang OJK Berarti tanggal- tanggal dimana Pokok Obligasi yang terhutang menjadi jatuh tempo dan wajib dibayarkan kepada Pemegang Obligasi berdasarkan Daftar Pemegang Rekening, dengan memperhatikan ketentuan Pasal 5 dari Perjanjian Perwaliamanatan. Berarti tanggal dilakukannya penjatahan Obligasi, yaitu tanggal 7 Juni 2016 Berarti tanggal-tanggal dimana jumlah Pokok Obligasi sesuai dengan masing-masing Seri Obligasi menjadi jatuh tempo dan wajib dibayar kepada Pemegang Obligasi yang namanya tercantum dalam Daftar Pemegang Rekening, melalui Agen Pembayaran, yaitu: - Untuk Obligasi Seri A tanggal pelunasan Pokok Obligasi yaitu pada tanggal 19 Juni Untuk Obligasi Seri B tanggal pelunasan Pokok Obligasi yaitu pada tanggal 9 Juni Berarti Undang-Undang nomor 21 Tahun 2011 tanggal 22 Nopember 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan beserta peraturan pelaksanaannya. UUPM Berarti Undang-Undang No. 8 tahun 1995 tanggal 10 Nopember 1995 tentang Pasar Modal, yang dimuat dalam Lembaran Negara No. 64 Tahun 1995, Tambahan No.3608, beserta peraturan-peraturan pelaksanaannya berikut segala perubahannya. Wali Amanat Berarti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, berkedudukan dan berkantor pusat di Jakarta Pusat, bertindak untuk diri sendiri dan berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan mewakili kepentingan seluruh Pemegang Obligasi. xiii
16 SINGKATAN NAMA PERUSAHAAN AI : PT Astra International Tbk MCJ : Marubeni Corporation Japan MI : PT Marubeni Indonesia SMI : PT Sedaya Multi Investama xiv
17 RINGKASAN Ringkasan di bawah ini memuat fakta-fakta dan pertimbangan-pertimbangan yang penting menurut Perseroan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan harus dibaca dalam kaitannya dengan informasi lain yang lebih terperinci, termasuk laporan keuangan dan catatan atas laporan keuangan terkait, dan risiko usaha, yang seluruhnya tercantum dalam Prospektus ini. Seluruh informasi keuangan yang tercantum dalam Prospektus ini diambil atau bersumber dari laporan keuangan Perseroan dan dinyatakan dalam mata uang Rupiah, serta disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang diterapkan secara konsisten. Kecuali dinyatakan lain, seluruh pembahasan atas informasi keuangan yang tercantum dalam Prospektus ini dilakukan pada tingkat konsolidasian. Seluruh informasi keuangan, termasuk saldo-saldo dan jumlah-jumlah, yang disajikan dalam Prospektus ini dibulatkan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain. Oleh karena itu, setiap perbedaan yang terjadi atas penjumlahan informasi keuangan tersebut yang disajikan dalam tabeltabel yang tercantum dalam Prospektus ini, yaitu antara nilai menurut hasil penjumlahan dengan nilai yang tercantum dalam Prospektus, semata-mata disebabkan oleh faktor pembulatan. UMUM Perseroan berkedudukan di Jakarta Selatan, adalah suatu perseroan terbatas yang pertama-tama didirikan dengan nama PT Sangga Loka Subur berdasarkan Akta Pendirian No. 58 tanggal 25 Agustus 1983 dibuat dihadapan Ny. Rukmasanti Hardjasatya, SH., pada waktu itu Notaris di Jakarta dan telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C2-423 HT01.01-Th84 tanggal 19 Januari 1984, didaftarkan dalam buku register di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 697/1984 tanggal 6 Maret 1984, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 38 tanggal 15 Mei 1984 dan Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No Berdasarkan Akta No. 18 tanggal 4 Juli 1989 dibuat di hadapan Ny. Rukmasanti Hardjasatya, SH., pada waktu itu Notaris di Jakarta, telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C HT Th. 89 tanggal 27 Juli 1989, didaftarkan dalam buku register di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat di bawah No. 1689/1989 tanggal 18 Agustus 1989, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 75 tanggal 19 September 1989 dan Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 1916, telah dilakukan perubahan pasal 1 Anggaran Dasar mengenai perubahan nama Perseroan dari nama PT Surya Artha Nusantara Leasing menjadi PT Surya Artha Nusantara Finance. Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan dan perubahan terakhirnya adalah sebagaimana termuat dalam Akta No.78 tanggal 29 Mei 2015 dibuat di hadapan Kumala Tjahjani Widodo, S.H, M.H, M.Kn Notaris di Jakarta, telah mendapatkan persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Keputusan No.AHU AH Tahun 2015 tertanggal 12 Juni 2015, terdaftar dalam Daftar Perseroan No.AHU AH Tahun 2015 tanggal 12 Juni 2015 serta telah diberitahukan dan telah diterima serta telah dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tertanggal 12 Juni 2015 No.AHU-AH ( Akta No.78/2015 ). Susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan yang terakhir sebagaimana dimuat dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham No. 101 tertanggal 26 April 2016 dibuat di hadapan Linda Herawati, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta Pusat yang pemberitahuan atas perubahan Data Perseroan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat No. AHU-AH tertanggal 26 April 2016 didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU AH TAHUN 2016 Tanggal 26 April 2016 ( Akta No.101/2016 ). xv
18 Perseroan memperoleh izin untuk beroperasi sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang Lembaga Pembiayaan, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 1660/KMK.013/1990 tanggal 31 Desember 1990, tentang Pemberian Ijin Usaha Lembaga Pembiayaan kepada PT Surya Artha Nusantara Finance. STRUKTUR PERMODALAN DAN SUSUNAN PEMEGANG SAHAM TERAKHIR Struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan pada saat Prospektus ini diterbitkan berdasarkan Akta No. 17 tanggal 22 September 2011, yang dibuat di hadapan Benny Kristianto, S.H., pada waktu itu Notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusannya No. AHU AH Tahun 2011 tanggal 3 Oktober 2011 terdaftar dalam Daftar Perseroan No. AHU AH Tahun 2011 tanggal 3 Oktober 2011 ( Akta No.17/2011 ), adalah sebagai berikut : Keterangan Nilai Nominal Rp per saham Persentase Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) (%) Modal Dasar Modal Ditempatkan : a. PT Sedaya Multi Investama ,0 b. Marubeni Corporation, Japan ,0 c. PT Marubeni Indonesia ,0 Jumlah Modal Ditempatkan dan ,00 disetor penuh Jumlah Modal Dalam Portepel IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING lkhtisar data keuangan penting harus dibaca bersama-sama dengan dan mengacu pada laporan keuangan pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2015, 2014 dan 2013 dan catatan atas laporan keuangan yang terdapat di bagian lain dalam Prospektusini. Ikhtisar data keuangan penting Perseroan yang disajikan di bawah ini diambil dari laporan keuangan pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015, 2014 dan 2013 yang disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia dan terdapat di bagian lain dalam Prospektusini. Laporan keuangan pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2015, 2014, dan 2013 telah diaudit berdasarkan standar audit yang ditetapkan IAPI oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis&Rekan (firma anggota jaringan global Pricewaterhouse Coopers), auditor independen dan laporannya telah ditandatangani pada tanggal 26 April 2016 oleh Lucy Luciana Suhenda S.E., Ak., CPA, dengan pendapat Wajar Tanpa Modifikasian dengan paragraf penjelasan tentang penerbitan kembali laporan keuangan Perseroan pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2015 dengan komparatif pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 sehubungan dengan rencana Perseroan untuk melakukan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan II SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2016 dan untuk menyesuaikan pengungkapan dengan peraturan pasar modal. Perseroan juga menyajikan informasi keuangan Iainnya pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2012 dan Informasi keuangan pada tahun 2012 dan 2011 yang disajikan dibawah ini telah direklasifikasi dan disajikan kembali agar sesuai dengan penyajian laporan keuangan Perseroan yang terdapat dibagian lain dalam Prospektus ini. Kecuali dinyatakan lain dibawah, informasi keuangan pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2012 dan 2011 diambil dari laporan keuangan Perseroan yang bukan merupakan bagian dari Prospektus ini. Laporan keuangan pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 telah diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana&Rekan (firma anggota jaringan global Pricewaterhouse Coopers), auditor independen, dan laporannya telah ditandatangani masing-masing pada tanggal 20 Februari 2013 oleh Drs. M. Jusuf Wibisana, M.Ec.,CPA dan 20 Februari 2012 oleh Lucy Luciana Suhenda S.E., Ak., CPA, dengan pendapat Wajar Tanpa Modifikasian. xvi
19 LAPORAN POSISI KEUANGAN (dalam jutaan Rupiah) URAIAN 2011 **) 2012 **) 31 Desember 2013 *) 2014 *) 2015 Jumlah Aset Jumlah Liabilitas Jumlah Ekuitas LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN (dalam jutaan Rupiah) URAIAN 2011 **) 31 Desember 2012 **) 2013 *) 2014 *) 2015 Jumlah pendapatan Jumlah beban Laba sebelum pajak penghasilan Beban pajak penghasilan Laba bersih Jumlah pendapatan komprehensif Laba per saham(rupiah penuh) *) Disajikan kembali. Lihat Catatan 28 pada laporan keuangan Perseroan yang terdapat di Bab XV Prospektus ini mengenai Laporan Auditor Independen dan Laporan Keuangan **) Perseroan melakukan reklasifikasi dan penyajian kembali atas sejumlah akun dalam laporan keuangan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2012 agar sesuai dengan pengungkapan laporan keuangan di bagian lain dalam Prospektus ini. Lihat halaman 38 dari Prospektus ini mengenai Reklasifikasi dan penyajian kembali untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2012 RASIO-RASIO PENTING RASIO KEUANGAN 31 Desember Laba Sebelum Pajak Penghasilan/ Pendapatan (%) 35,1% 31,2% 37,0% 36,3% 18,3% Laba Bersih/ Pendapatan (%) 26,4% 24,2% 27,9% 27,8% 16,3% Laba Bersih/ Ekuitas (%) 17,6% 19,1% 18,7% 15,3% 7,8% Laba Bersih/ Jumlah Aset (%) 3,3% 3,3% 3,5% 3,0% 1,7% Pendapatan/ Jumlah Aset (%) 12,5% 13,8% 12,6% 10,9% 10,1% Financing to Asset Ratio (%) 96,7% 92,4% 84,1% 74,1% 78,6% Networth terhadap Modal Disetor (%) 179,6% 201,2% 225,5% 241,2% 244,9% RASIO KEUANGAN Gearing Ratio (x) 4,2 4,5 4,2 3,9 3,5 Total Liabilitas terhadap Aset (x) 0,8 0,8 0,8 0,8 0,8 KETERANGAN TENTANG OBLIGASI YANG DITAWARKAN Nama Obligasi : Obligasi Berkelanjutan II SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun Jumlah Pokok Obligasi : Sebanyak-banyaknya sebesar Rp (dua triliun Rupiah) Seri Obligasi : Seri A Jumlah Obligasi Seri A yang ditawarkan adalah sebesar Rp (lima ratus enam puluh miliar Rupiah) dengan bunga Obligasi sebesar 8,25% (delapan koma dua lima perseratus) per tahun. Jangka waktu Obligasi adalah 370 (tiga ratus tujuh puluh) Hari Kalender Pembayaran Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) sebesar 100% (seratus perseratus) dari Pokok Obligasi Seri A pada saat tanggal jatuh tempo. Seri B Jumlah Obligasi Seri B yang ditawarkan adalah sebesar Rp (satu triliun sembilan puluh miliar Rupiah) dengan bunga Obligasi sebesar 9,00% (sembilan koma nol perseratus) per tahun. Jangka waktu Obligasi adalah 36 (tiga puluh enam) bulan. xvii
20 Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) sebesar 100% (seratus perseratus) dari Pokok Obligasi Seri B pada saat tanggal jatuh tempo. Sisa dari jumlah pokok yang ditawarkan sebanyak-banyaknya Rp (tiga ratus lima puluh miliar Rupiah) secara Kesanggupan Terbaik (Best Effort). Bila jumlah dalam Kesanggupan Terbaik (Best Effort) tidak terjual sebagian atau seluruhnya, maka atas sisa yang tidak terjual tersebut tidak menjadi kewajiban Perseroan untuk menerbitkan Obligasinya. Harga Penawaran : 100% (seratus persen) dari nilai nominal Obligasi. Satuan Pemindahbukuan : Satuan pemindahbukuan Obligasi adalah senilai Rp 1 (satu Rupiah) atau kelipatannya. Satuan Pemesanan : Rp (lima juta Rupiah) atau kelipatannya Periode Pembayaran : 3 (tiga) bulan. Bunga Obligasi Jaminan : Untuk menjamin kewajiban pembayaran dengan baik dan pada waktunya dari Perseroan atas Pokok dan Bunga Obligasi, Perseroan wajib menyerahkan Jaminan kepada Agen Jaminan berdasarkan Akta Jaminan Fidusia yang akan ditandatangani segera setelah penandatangan Perjanjian Perwaliamanatan. Jaminan fidusia atas Piutang yang nilai objek jaminannya pada setiap tanggal terakhir dari setiap bulan jumlahnya tidak kurang dari 60% (enam puluh persen) dari Jumlah Pokok yang Terhutang, dengan ketentuan Piutang tersebut tidak melewati jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari kalender sejak berakhirnya penagihan dan tetap tidak dibayar oleh nasabah Perseroan dan dalam hal jumlah Piutang yang dijaminkan kurang dari persyaratan minimum tersebut, maka Perseroan wajib menyediakan uang tunai sejumlah kekurangan tersebut yang disimpan pada rekening penampungan pada bank yang ditunjuk oleh Perseroan (sebagaimana ditunjukkan dalam laporan triwulanan dari Perseroan kepada Wali Amanat) dengan persetujuan Wali Amanat yang mekanismenya diatur dalam Akta Jaminan Fidusia. Pendaftaran Akta Jaminan Fidusia tersebut pada instansi yang berwenang akan dilakukan oleh Agen Jaminan sesuai dengan Akta Perjanjian Agen Jaminan selambat-lambatnya dalam tempo 7 (tujuh) Hari Kerja terhitung sejak Tanggal Emisi dan menyampaikan bukti pendaftaran Akta Jaminan Fidusia tersebut kepada OJK. Peringkat Obligasi : idaa- (Double A Minus) dari PT Pemeringkatan Efek Indonesia ( PEFINDO ). Wali Amanat : PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI (BUY BACK) 1 (satu) tahun setelah tanggal penjatahan, Perseroan dapat melakukan pembelian kembali (buy back) Obligasi. Perseroan mempunyai hak untuk untuk melakukan pembelian kembali (buy back) tersebut sebagai pelunasan atau untuk disimpan dan yang dikemudian hari dapat dijual kembali dengan memperhatikan ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Keterangan lebih lanjut dapat dilihat dalam Bab XVI mengenai Keterangan Mengenai Obligasi. HASIL PEMERINGKATAN Sesuai dengan Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-42/PM/2000 tanggal 27 Oktober 2000 Perihal Perubahan Peraturan IX.C.1 dan Peratuan IX.C.11, Perseroan telah melakukan pemeringkatan Obligasi yang dilaksanakan oleh Fitch. xviii
21 Perseroan juga telah melakukan pemeringkatan yang dilaksanakan oleh PT Pemeringkatan Efek Indonesia ( PEFINDO ), Berdasarkan surat Pefindo No. 304/PEF-Dir/II/2016 tanggal 25 Februari 2016 yang berlaku sampai dengan 1 Februari 2017, hasil pemeringkatan atas surat hutang jangka panjang (Obligasi) Perseroan adalah: idaa- (Double A Minus) Perseroan dengan tegas menyatakan tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan PEFINDO, baik langsung maupun tidak langsung sesuai dengan yang didefinisikan dalam UUPM. Perseroan akan melakukan pemeringkatan atas Obligasi ini setiap 1 (satu) tahun sekali selama kewajiban atas efek tersebut belum lunas sebagaimana yang diatur dalam Peraturan No: IX.C.11 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. KEP-712/BL/2012 tanggal 26 Desember 2012 tentang Pemeringkatan atas Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk. RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM Dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi setelah dikurangi dengan biaya-biaya Emisi, akan digunakan seluruhnya sebagai modal kerja Perseroan, khususnya untuk pemberian fasilitas pembiayaan. Keterangan selengkapnya mengenai penggunaan dana dapat dilihat pada Bab II Prospektus ini. RISIKO USAHA Sebagaimana halnya dengan kegiatan lembaga keuangan lainnya, Perseroan tidak terlepas dari berbagai risiko, yaitu: A. Risiko Terkait dengan Kegiatan Usaha Perseroan yang dikelola dalam manajemen risiko terintegrasi adalah: 1. Risiko Dukungan Dana 2. Risiko Pembiayaan 3. Risiko Aset dan Liabilitas 4. Risiko Tata Kelola 5. Risiko Operasional 6. Risiko Strategi 7. Risiko Kepengurusan B. Risiko Investasi yang Berkaitan dengan Obligasi yang terdiri dari: 1. Risiko Tidak Likuidnya Obligasi 2. Risiko Gagal Bayar Risiko usaha utama yang dihadapi Perseroan adalah risiko dukungan dana, dimana untuk risiko ini terbagi atas 2 (dua) yaitu kemampuan permodalan yang memperhitungkan kecukupan permodalan dilihat dari nilai trend ROE/ROA serta trend penurunan laba; dan sumber penambahan modal yang dinilai dari kondisi keuangan Entitas Utama & Pencadangan umum Perseroan. STRATEGI USAHA Perseroan mengembangkan berbagai strategi di dalam menjalankan kegiatan usaha, ditengah situasi pasar yang masih volatile dan ketatnya persaingan untukmemberikan pelayanan terbaik untuk setiap konsumennya. Bidang Pemasaran - Segmentasi konsumen yang tepat. - Menyediakan jasa pembiayaan dengan memberikan solusi yang tepat bagi setiap konsumen di Indonesia. Bidang Operasional - Menerapkan prinsip kehati-hatian dalam setiap pemberian kredit dan manajemen piutang yang handal dan akurat. xix
22 - Menjalin kerjasama dengan pemasok, perusahaan asuransi dan perusahaan profesi terkait lainnya. Bidang Keuangan - Melakukan diversifikasi atas sumber pendanaan. - Optimalisasi struktur pendanaan (matching policy). Bidang Manajemen Risiko - Menerapkan manajemen risiko yang terpadu untuk meminimalkan risiko melalui prinsip Know Your Customer (KYC), meningkatkan skenario mitigasi risiko serta menjalankan Risk Based Supervision (RBS) melalui assessment risiko minimum sekali dalam 1 (satu) tahun. - Menerapkan Business Continuity Plan (BCP) untuk memastikan keberlangsungan bisnis perusahaan saat terjadi bencana. Sumber Daya Manusia dan Teknologi Informasi - Menerapkan sistem sumber daya manusia sejalan dengan kebijakan SDM Astra dimulai dari perekrutan, pengembangan dan purna bakti. - Menerapkan sistem aplikasi secara online di seluruh kantor selain kantor cabang dan program Disaster Recovery Plan (DRP). PROSPEK USAHA Tahun 2016 diperkirakan masih akan relatif sama dengan kondisi pada tahun tahun sebelumnya dikarenakan imbas ekonomi global yang masih stagnan. Menanggapi hal ini, Perseroan berupaya untuk menjaga keberlangsungan usaha Perseroan dalam jangka panjang melalui peningkatan fokus pada collection serta implementasi manajemen risiko yang lebih ketat. Sektor pertambangan, terutama batu bara, terus mengalami penurunan selama beberapa tahun terakhir. Penurunan harga batu bara dunia akibat krisis di Eropa dan perlambatan pertumbuhan ekonomi Tiongkok, merupakan beberapa faktor yang memicu pelemahan industri serta perekonomian global. Namun demikian, proyek-proyek pengembangan pembangkit listrik di dalam negeri sebagai kelanjutan proyek pengadaan pembangkit listrik MW cukup memberi dorongan positif pada industri batu bara Indonesia. Selain itu, Pemerintah Indonesia juga masih akan terus memfokuskan pembangunan infrastruktur sektor transportasi, yang meliputi pembangunan jalan tol, jembatan, perbaikan jalan serta pembangunan infrastruktur di kawasan Indonesia timur. Pemerintah telah mulai merealisasikan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), dimana program tersebut merupakan grand design perencanaan pembangunan Indonesia hinggal tahun 2025 dengan total indikasi investasi sebesar Rp4.012 triliun. Diperkirakan dalam beberapa tahun kedepan, pertumbuhan konstruksi infrastruktur di Indonesia akan meningkat dan juga menjadi penyumbang atas pertumbuhan kebutuhan alat-alat berat di Indonesia. Dengan didorong oleh peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diterbitkan pada akhir Dimana, dalam peraturan ini, perusahaan pembiayaan dibukakan peluang untuk memperluas kegiatan usahanya baik dengan cara in line bersama value chain maupun dengan cara new stream dimana dilakukan diluar value chain bisnis usaha. Beberapa jenis bisnis new stream yang dianggap prospektif diantaranya Project Financing, Working Capital, serta pembiayaan Multiguna. OBLIGASI YANG TELAH DITERBITKAN DAN JUMLAH YANG MASIH TERHUTANG HINGGA SAAT PROSPEKTUS INI DITERBITKAN No Nama Obligasi Seri 1. Obligasi San Finance I Tahun Obligasi San Finance II Tahun Obligasi Berkelanjutan I San Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2013 Jumlah Nominal (Rp miliar) Tingkat Bunga Jangka Waktu Peringkat Tanggal Efektif Jatuh Tempo Jumlah yang Terhutang (Rp miliar) A 105 7,70% 370 Hari idaa- 30 Jan Kalender 17 Jan 2011 B 101 8,90% 2 tahun idaa 25 Jan C 394 9,30% 3 tahun idaa 25 Jan A 553 7,20% 370 Hari idaa- 24 Jan Kalender 13 Jan 2012 B 140 7,70% 2 tahun idaa- 20 Jan C 807 8,40% 3 tahun idaa- 20 Jan A 109 8,80%% 370 Hari AA(idn) 5 Okt Kalender 20 Sept 2013 B 391 9,75% 3 tahun AA(idn) 25 Sept xx
23 No Nama Obligasi Seri Jumlah Nominal (Rp miliar) Tingkat Bunga Jangka Waktu Peringkat Tanggal Efektif Jatuh Tempo Jumlah yang Terhutang (Rp miliar) 4. Obligasi Berkelanjutan I San ,50% 3 tahun AA(idn) 16 Des Des Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap II Tahun Obligasi Berkelanjutan I San ,40% 3 tahun AA(idn) 6 Okt Okt Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap III Tahun 2015 Total jumlah obligasi yang terhutang hingga Prospektus ini diterbitkan xxi
24 Halaman ini sengaja dikosongkan xxii
25 I. PENAWARAN UMUM PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN EFEK BERSIFAT UTANG OBLIGASI BERKELANJUTAN II SAN FINANCE DENGAN TINGKAT BUNGA TETAP DENGAN TARGET DANA YANG AKAN DIHIMPUN SEBESAR Rp (EMPAT TRILIUN RUPIAH) DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN BERSIFAT UTANG TERSEBUT,UNTUK TAHAP PERTAMA DITERBITKAN OBLIGASI BERKELANJUTAN II SAN FINANCE DENGAN TINGKAT BUNGA TETAP TAHAP I TAHUN 2016 DENGAN JUMLAH POKOK SEBANYAK-BANYAKNYA SEBESAR Rp (DUA TRILIUN RUPIAH) Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat berjangka waktu antara 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari sampai dengan 36 (tiga puluh enam) bulan dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan Obligasi sebagai berikut: Seri A : Obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,25% (delapan koma dua lima persen) per tahun, berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) Hari Kalender sejak Tanggal Emisi. Jumlah Pokok Obligasi Seri A yang ditawarkan adalah sebesar Rp (lima ratus enam puluh miliar Rupiah). Seri B : Obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,00% (sembilan koma nol persen) per tahun, berjangka waktu 36 (tiga puluh enam) bulan sejak Tanggal Emisi. Jumlah Pokok Obligasi Seri B yang ditawarkan adalah sebesar Rp (satu triliun sembilan puluh miliar Rupiah). Sisa dari jumlah pokok yang ditawarkan sebanyak-banyaknya Rp (tiga ratus lima puluh miliar Rupiah) secara Kesanggupan Terbaik (Best Effort). Bila jumlah dalam Kesanggupan Terbaik (Best Effort) tidak terjual sebagian atau seluruhnya, maka atas sisa yang tidak terjual tersebut tidak menjadi kewajiban Perseroan untuk menerbitkan Obligasinya. Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah Pokok Obligasi pada Tanggal Emisi. Bunga Obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan. Pembayaran bunga Obligasi ke-1 (satu) akan dilakukan pada tanggal 9 September Sedangkan pembayaran Bunga Obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo Obligasi masing masing adalah pada tanggal 19 Juni 2017 untuk Obligasi seri A, tanggal 9 Juni 2019 untuk Obligasi seri B. OBLIGASI INI DICATATKAN PADA PT BURSA EFEK INDONESIA Dalam rangka penerbitan Obligasi ini, Perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan atas efek hutang jangka panjang dari: PT PEMERINGKATAN EFEK INDONESIA idaa- (Double A Minus) Untuk keterangan lebih lanjut dapat dilihat pada XVII Keterangan Mengenai Pemeringkatan Obligasi. PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE Kegiatan Usaha: Pembiayaan Investasi, Pembiayaan Modal Kerja, Pembiayaan Multiguna, dan Kegiatan Usaha Pembiayaan Lain Berdasarkan Persetujuan OJK Berkedudukan di Jakarta Selatan, Indonesia Kantor Pusat Sebelas Kantor Selain Kantor Cabang 18 Office Park, Lt.23 Jl. T.B. Simatupang No.18 Tersebar di kota: Medan, Pekanbaru, Palembang, Jakarta Selatan Jambi, DKI Jakarta, Surabaya, Makassar, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, dan [email protected] Pontianak Tel: Fax: / RISIKO USAHA UTAMA RISIKO USAHA UTAMA PERSEROAN ADALAH RISIKO DUKUNGAN DANA,DIMANA UNTUK RISIKO INI TERBAGI ATAS 2 (DUA) YAITU KEMAMPUAN PERMODALAN YANG MEMPERHITUNGKAN KECUKUPAN PERMODALAN DILIHAT DARI NILAI TREND ROE/ROA SERTA TREND PENURUNAN LABA; DAN SUMBER PENAMBAHAN MODAL YANG DINILAI DARI KONDISI KEUANGAN ENTITAS UTAMA & PENCADANGAN UMUM PERSEROAN. RISIKO USAHA LAINNYA DAPAT DILIHAT PADA BAB VI DALAM PROSPEKTUS INI. 1
26 Struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan pada saat Prospektus ini diterbitkan berdasarkan Akta No. 17 tanggal 22 September 2011, yang dibuat di hadapan Benny Kristianto, SH., pada waktu itu Notaris di Jakarta, yang telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusannya No. AHU AH Tahun 2011 tanggal 3 Oktober 2011 adalah sebagai berikut : Keterangan Nilai Nominal Rp per saham Persentase Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) (%) Modal Dasar Modal Ditempatkan : a. PT Sedaya Multi Investama ,0 b. Marubeni Corporation, Japan ,0 c. PT Marubeni Indonesia ,0 Jumlah Modal Ditempatkan dan ,00 disetor penuh Jumlah Modal Dalam Portepel PEMENUHAN KRITERIA PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN Perseroan telah memenuhi kriteria untuk melaksanakan Penawaran Umum Berkelanjutan sebagaimana yang diatur dalam Peraturan OJK No.36/POJK.04/2014, sebagai berikut: 1. Penawaran Umum Berkelanjutan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk dapat dilaksanakan dalam periode 2 (dua) tahun dengan ketentuan pemberitahuan pelaksanaan Penawaran Umum Berkelanjutan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk terakhir disampaikan kepada OJK paling lambat pada ulang tahun kedua sejak efektifnya Pernyataan Pendaftaran. 2. Merupakan Emiten atau Perusahaan Publik dalam kurun waktu paling singkat 2 (dua) tahun dan tidak pernah mengalami Gagal Bayar selama 2 (dua) tahun terakhir sebelum penyampaian Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk sesuai dengan surat pernyataan yang disampaikan Perseroan tertanggal 29 Maret 2016 dan surat pernyataan yang dibuat oleh Kantor Akuntan Publik No.OL /LLS/SON/GER tertanggal 26 April Sampai dengan tanggal penyampaian Prospektus yang disampaikan Perseroan dalamrangka Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi, Perseroan tidak pernah melakukan gagal bayar dimana Perseroan tidak mampu memenuhi kewajiban keuangan terhadap kreditur pada saat jatuh tempo yang nilainya lebih besar dari 0,5% (nol koma lima persen) dari modal disetor. 4. Efek yang diterbitkan melalui Penawaran Umum Berkelanjutan adalah Efek bersifat utang yang memiliki peringkat yang termasuk dalam kategori 4 (empat) peringkat teratas yang merupakan urutan 4 (empat) peringkat terbaik dan masuk dalam kategori peringkat layak investasi berdasarkan standar yang dimiliki oleh Perusahaan Pemeringkat Efek. 2. KETERANGAN TENTANG OBLIGASI YANG DITERBITKAN NAMA OBLIGASI Obligasi Berkelanjutan II SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun JENIS OBLIGASI Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang akan diterbitkan oleh Perseroan atas nama KSEI sebagai bukti hutang untuk kepentingan Pemegang Obligasi. Obligasi ini didaftarkan atas nama KSEI untuk kepentingan Pemegang Rekening di KSEI yang selanjutnya untuk kepentingan Pemegang Obligasi dan didaftarkan pada tanggal diserahkannya Sertifikat Jumbo Obligasi oleh Perseroan kepada KSEI. Bukti kepemilikan Obligasi bagi Pemegang Obligasi adalah Konfirmasi Tertulis yang diterbitkan oleh KSEI atau Pemegang Rekening. HARGA PENAWARAN 100% (seratus persen) dari Nilai Nominal Obligasi. 2
27 JUMLAH POKOK OBLIGASI, BUNGA OBLIGASI, DAN JATUH TEMPO OBLIGASI Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, dengan jumlah Pokok Obligasi sebanyak-banyaknya sebesar Rp (dua triliun Rupiah) dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan Obligasi sebagai berikut: Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang akan diterbitkan oleh Perseroan atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia ( KSEI ), sebagai bukti hutang kepada Pemegang Obligasi, dengan jangka waktu paling lama 36 (tiga puluh enam) bulan dengan syaratsyarat dan ketentuan-ketentuan Obligasi sebagai berikut: Seri A : Obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,25% (delapan koma dua lima persen) per tahun, berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) Hari Kalender sejak tanggal emisi. Jumlah pokok obligasi seri A yang ditawarkan adalah sebesar Rp (lima ratus enam puluh miliar Rupiah). Jatuh tempo obligasi seri A adalah pada tanggal 19 Juni Seri B : Obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,00% (sembilan koma nol nol persen) per tahun, berjangka waktu 36 (tiga puluh enam) bulan sejak tanggal emisi. Jumlah pokok obligasi seri B yang ditawarkan adalah sebesar Rp (satu triliun sembilan puluh miliar Rupiah). Jatuh tempo obligasi seri B adalah pada tanggal 9 Juni Sisa dari jumlah pokok yang ditawarkan sebanyak-banyaknya Rp (tiga ratus lima puluh miliar Rupiah) secara Kesanggupan Terbaik (Best Effort). Bila jumlah dalam Kesanggupan Terbaik (Best Effort) tidak terjual sebagian atau seluruhnya, maka atas sisa yang tidak terjual tersebut tidak menjadi kewajiban Perseroan untuk menerbitkan Obligasinya. Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah Pokok Obligasi pada Tanggal Emisi. Bunga Obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan. Pembayaran Bunga Obligasi ke-1 (satu) akan dilakukan pada tanggal 9 September Sedangkan pembayaran Bunga Obligasi terakhir dilakukan pada saat jatuh tempo Obligasi. Obligasi harus dilunasi dengan harga yang sama dengan jumlah Pokok Obligasi yang tertulis pada Konfirmasi Tertulis yang dimiliki oleh Pemegang Obligasi, dengan memperhatikan Sertifikat Jumbo Obligasi dan ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan. Tingkat Bunga Obligasi merupakan persentase per tahun dari nilai nominal yang dihitung berdasarkan jumlah hari yang lewat, dimana 1 (satu) bulan dihitung 30 (tiga puluh) hari dan 1 (satu) tahun dihitung 360 (tiga ratus enam puluh) hari. Jadwal pembayaran Pokok dan Bunga untuk masing-masing Obligasi adalah sebagaimana tercantum dalam tabel di bawah ini: Bunga ke: Seri A Seri B 1 9 September September Desember Desember Maret Maret Juni Juni September Desember Maret Juni September Desember Maret Juni
28 SATUAN PEMINDAHBUKUAN DAN SATUAN PERDAGANGAN Obligasi ini diterbitkan dengan memperhatikan ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan, dengan satuan jumlah Obligasi yang dapat dipindahbukukan dari satu Rekening Efek ke Rekening Efek lainnya adalah senilai Rp 1 (satu Rupiah) sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perwaliamanatan. Setiap Pemegang Obligasi senilai Rp 1 (satu Rupiah) mempunyai hak untuk mengeluarkan 1 (satu) suara dalam RUPO dengan ketentuan pembulatan ke bawah (jika terdapat angka pecahan). Pemesanan pembelian Obligasi harus dilakukan dalam jumlah sekurang-kurangnya Rp (lima juta Rupiah) dan atau kelipatannya. JAMINAN Untuk menjamin kewajiban pembayaran dengan baik dan pada waktunya dari Perseroan atas Pokok dan Bunga Obligasi, Perseroan wajib menyerahkan Jaminan kepada Agen Jaminan berdasarkan Akta Jaminan Fidusia yang ditandatangani segera setelah penandatanganan Perjanjian Perwaliamanatan. Jaminan Fidusia atas Piutang yang nilai objek jaminannya pada setiap tanggal terakhir dari setiap bulan jumlahnya tidak kurang dari 60% (enam puluh persen) dari Jumlah Pokok yang Terhutang, dengan ketentuan Piutang tersebut tidak melewati jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari kalender sejak berakhirnya penagihan dan tetap tidak dibayar oleh nasabah Perseroan dan dalam hal jumlah Piutang yang dijaminkan kurang dari persyaratan minimum tersebut, maka Perseroan wajib menyediakan uang tunai sejumlah kekurangan tersebut yang disimpan pada rekening penampungan pada bank yang ditunjuk oleh Perseroan (sebagaimana ditunjukkan dalam laporan triwulanan dari Perseroan kepada Wali Amanat) dengan persetujuan Wali Amanat yang mekanismenya diatur dalam Akta Jaminan Fidusia. Pendaftaran Akta Jaminan Fidusia tersebut pada instansi yang berwenang akan dilakukan oleh Agen Jaminan sesuai dengan Akta Perjanjian Agen Jaminan selambat-lambatnya dalam tempo 7 (tujuh) Hari Kerja terhitung sejak Tanggal Emisi dan menyampaikan bukti pendaftaran Akta Jaminan Fidusia tersebut kepada OJK. PENYISIHAN DANA PELUNASAN OBLIGASI (SINKING FUND) Perseroan tidak menyelenggarakan penyisihan dana untuk Obligasi ini dengan pertimbangan untuk mengoptimalkan penggunaan dana hasil penawaran umum Obligasi ini sesuai dengan tujuan rencana penggunaan dana penawaran umum Obligasi ini. KELALAIAN (WANPRESTASI) Sesuai dengan pasal 8 Perjanjian Perwaliamanatan apabila terjadi kelalaian (wanprestasi), maka setelah Wali Amanat memberikan pemberitahuan tertulis kepada Perseroan dan Perseroan tidak melakukan perbaikan dalam 14 (empat belas) Hari Kerja setelah Perseroan menerima pemberitahuan tertulis tersebut, Wali Amanat berhak membuat pengumuman dalam paling sedikit 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional dan memanggil RUPO menurut tata cara yang ditentukan dalam Perjanjian Perwaliamanatan. Penjelasan lebih lanjut dari kelalaian (wanprestasi) dapat dilihat pada Bab XVI mengenai Keterangan Mengenai Obligasi. CARA DAN TEMPAT PELUNASAN POKOK OBLIGASI DAN ATAU PEMBAYARAN BUNGA OBLIGASI Pelunasan Pokok Obligasi dan atau pembayaran Bunga Obligasi akan dibayarkan oleh KSEI selaku Agen Pembayaran atas nama Perseroan sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Perjanjian Agen Pembayaran kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening sesuai dengan jadwal waktu pembayaran masing-masing sebagaimana yang telah ditentukan. Bilamana tanggal pembayaran jatuh pada hari yang bukan Hari Bursa, maka pembayaran akan dilakukan pada Hari Bursa selanjutnya. 4
29 Perseroan juga telah melakukan pemeringkatan yang dilaksanakan oleh PT Pemeringkatan Efek Indonesia ( PEFINDO ), Berdasarkan surat Pefindo No. 304/PEF-Dir/II/2016 tanggal 25 Februari 2016 yang berlaku sampai dengan 1 Februari 2017, hasil pemeringkatan atas surat hutang jangka panjang (Obligasi) Perseroan adalah: idaa- (Double A Minus) Perseroan dengan tegas menyatakan tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan PEFINDO, baik langsung maupun tidak langsung sesuai dengan yang didefinisikan dalam UUPM. Perseroan akan melakukan pemeringkatan atas Obligasi ini setiap 1 (satu) tahun sekali selama kewajiban atas efek tersebut belum lunas sebagaimana yang diatur dalam Peraturan No: IX.C.11 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. KEP-712/BL/2012 tanggal 26 Desember HAK SENIORITAS ATAS HUTANG Kewajiban pembayaran oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi menurut Perjanjian Perwaliamanatan pada setiap waktu mempunyai kedudukan yang sama dengan kewajiban pada seluruh kreditur lainnya. TAMBAHAN UTANG YANG DAPAT DIBUAT PERSEROAN PADA MASA AKAN DATANG Perseroan dapat memperoleh penambahan utang di masa yang akan datang, selama rasio jumlah pinjaman terhadap ekuitas tidak melebihi rasio 10:1 (sepuluh berbanding satu). Ketentuan rasio tersebut adalah sesuai dengan keputusan sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 29/POJK.05/2014, yang mensyaratkan jumlah pinjaman bagi setiap perusahaan pembiayaan dibandingkan jumlah modal sendiri (net worth) dan pinjaman subordinasi dikurangi penyertaan (gearing ratio) ditetapkan setinggi-tingginya sebesar 10 kali. HAK-HAK PEMEGANG OBLIGASI a. Menerima pelunasan Pokok Obligasi dan atau pembayaran Bunga Obligasi dari Perseroan yang dibayarkan melalui KSEI sebagai Agen Pembayaran pada Tanggal Pembayaran Pokok Obligasi dan atau Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi yang bersangkutan. Pokok Obligasi harus dilunasi dengan harga yang sama dengan jumlah Pokok Obligasi yang tertulis pada Konfirmasi Tertulis yang dimiliki oleh Pemegang Obligasi. b. Yang berhak atas Bunga Obligasi adalah Pemegang Obligasi yang pada 4 (empat) Hari Bursa sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Obligasi, kecuali ditentukan lain oleh KSEI atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. c. Bila terjadi kelalaian dalam pelunasan Pokok Obligasi dan atau pembayaran Bunga Obligasi, Pemegang Obligasi berhak untuk menerima pembayaran denda atas setiap kelalaian pembayaran tersebut sebesar persentase bunga Obligasi yang berlaku pada saat tersebut ditambah 1% per tahun atas jumlah yang tidak dibayar sesuai ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan, yang diperhitungkan berdasarkan jumlah hari terhitung sejak Tanggal Pembayaran. Jumlah denda untuk setiap hari keterlambatan pembayaran akan diperhitungkan berdasarkan jumlah hari terhitung sejak Tanggal Pembayaran Pokok Obligasi dan atau Tanggal Pembayaran Bunga yang bersangkutan sampai seluruh jumlah yang tidak dibayar telah dibayar kembali secara penuh. Untuk tujuan perhitungan denda tersebut, 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) hari dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) hari. Pemegang Obligasi berhak atas pembayaran denda secara proporsional sesuai jumlah Obligasi yang dimilikinya. d. Pokok Obligasi dan/atau Tanggal Pembayaran Bunga yang bersangkutan sampai seluruh jumlah yang tidak dibayar telah dibayar kembali secara penuh. Untuk tujuan perhitungan denda tersebut, 1 (satu) tahun adalah 360(tiga ratus enam puluh) hari dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) hari. Pemegang Obligasi berhak atas pembayaran denda secara proporsional sesuai jumlah Obligasi yang dimilikinya; 5
30 e. Seorang atau lebih Pemegang Obligasi yang mewakili paling sedikit lebih dari 20% (dua puluh persen) dari jumlah Obligasi yang belum dilunasi, tidak termasuk Obligasi yang dimiliki oleh Perseroan dan atau Afiliasinya, dapat mengajukan permintaan tertulis kepada Wali Amanat agar diselenggarakan RUPO dengan memuat acara yang diminta dan melampirkan salinan KTUR dari Pemegang Rekening dan memperlihatkan asli KTUR kepada Wali Amanat. f. Setiap Pemegang Obligasi senilai Rp 1 (satu Rupiah) mempunyai hak untuk mengeluarkan 1 (satu) suara dalam RUPO. PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI (BUY BACK) Dalam hal Perseroan melakukan pembelian kembali (buy back) Obligasi, maka berlaku ketentuanketentuan sebagai berikut: 1. Pembelian kembali (buy back) Obligasi dapat ditujukan sebagai pelunasan atau disimpan untuk kemudian dijual kembali dengan harga pasar; 2. Pelaksanaan pembelian kembali (buy back) Obligasi dapat dilakukan melalui bursa efek atau di luar bursa efek; 3. Pembelian kembali (buy back) Obligasi baru dapat dilakukan 1 (satu) tahun setelah tanggal penjatahan; 4. Pembelian kembali (buy back) Obligasi tidak dapat dilakukan apabila hal tersebut mengakibatkan Perseroan tidak dapat memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan; 5. Pembelian kembali (buy back) Obligasi tidak dapat dilakukan apabila Perseroan melakukan kelalaian (wanprestasi) sebagaimana dimaksud dalam Perjanjian Perwaliamanatan, kecuali telah memperoleh persetujuan RUPO; 6. Pembelian kembali (buy back) Obligasi hanya dapat dilakukan oleh Perseroan kepada pihak yang tidak terafiliasi; 7. Rencana pembelian kembali (buy back) Obligasi wajib dilaporkan kepada OJK oleh Perseroan paling lambat 2 (dua) Hari Kerja sebelum pengumuman rencana pembelian kembali Obligasi tersebut di surat kabar; 8. Pembelian kembali (buy back) Obligasi, baru dapat dilakukan setelah pengumuman rencana pembelian kembali (buy back) Obligasi. Pengumuman tersebut wajib dilakukan paling sedikit melalui 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional paling lambat 2 (dua) hari sebelum tanggal penawaran untuk pembelian kembali (buy back) obligasi dimulai; 9. Rencana pembelian kembali (buy back) Obligasi sebagaimana dimaksud dalam butir 7 dan pengumuman sebagaimana dimaksud dalam butir 8, paling sedikit memuat informasi tentang: a. periode penawaran pembelian kembali (buy back) Obligasi; b. jumlah dana maksimal yang akan digunakan untuk pembelian kembali (buy back) Obligasi;; c. kisaran jumlah Obligasi yang akan dibeli kembali; d. harga atau kisaran harga yang ditawarkan untuk pembelian kembali (buy back) Obligasi; e. tata cara penyelesaian transaksi; f. persyaratan bagi Pemegang Obligasi yang mengajukan penawaran jual; g. tata cara penyampaian penawaran jual oleh Pemegang Obligasi; h. tata cara pembelian kembali (buy back) Obligasi; dan i. hubungan Afiliasi antara Perseroan dan Pemegang Obligasi 10. Perseroan wajib melakukan penjatahan secara proposional sebanding dengan partisipasi setiap pihak yang melakukan penjualan Obligasi apabila jumlah Obligasi yang ditawarkan untuk dijual oleh Pemegang Obligasi melebihi jumlah Obligasi yang dapat dibeli kembali; 11. Perseroan wajib menjaga kerahasiaan atas semua informasi mengenai penawaran jual yang telah disampaikan oleh Pemegang Obligasi; 12. Perseroan dapat melaksanakan pembelian kembali (buy back) Obligasi tanpa melakukan pengumuman sebagaimana dimaksud dalam butir 9 dengan ketentuan: a. jumlah pembelian kembali (buy back) tidak lebih dari 5% (lima persen) dari jumlah Obligasi yang beredar dalam periode 1 (satu) tahun setelah tanggal penjatahan; b. Obligasi yang dibeli kembali tersebut bukan Obligasi yang dimiliki Afiliasi Perseroan; c. Obligasi yang dibeli kembali hanya untuk disimpan yang kemudian hari dapat dijual kembali; dan wajib dilaporkan kepada OJK paling lambat akhir Hari Kerja ke 2 (kedua) setelah terjadinya pembelian kembali (buy back) Obligasi; 6
31 13. Perseroan wajib melaporkan kepada OJK dan Wali Amanat serta mengumumkan kepada publik dalam waktu paling lambat 2 (dua) Hari Kerja setelah dilakukannya pembelian kembali (buy back) Obligasi, informasi yang meliputi antara lain: a. jumlah Obligasi yang telah dibeli; b. rincian Jumlah Obligasi yang telah dibeli kembali untuk pelunasan atau disimpan untuk dijual kembali; c. harga pembelian kembali (buy back) Obligasi yang telah terjadi; d. jumlah dana yang digunakan untuk pembelian kembali (buy back) Obligasi; 14. Dalam hal terdapat lebih dari satu Obligasi yang diterbitkan oleh Perseroan, maka pembelian kembali (buy back) Obligasi dilakukan dengan mendahulukan Obligasi yang tidak dijamin; 15. Dalam hal terdapat lebih dari satu Obligasi yang tidak dijamin, maka pembelian kembali (buy back) Obligasi wajib mempertimbangkan aspek kepentingan ekonomis Perseroan atas pembelian kembali tersebut; 16. Dalam hal terdapat jaminan atas seluruh Obligasi, maka pembelian kembali (buy back) Obligasi wajib mempertimbangkan aspek kepentingan ekonomis Perseroan atas pembelian kembali (buy back) Obligasi tersebut; dan 17. Pembelian kembali (buy back) Obligasi oleh Perseroan mengakibatkan: a. hapusnya segala hak yang melekat pada Obligasi yang dibeli kembali, hak menghadiri RUPO, hak Suara, dan hak memperoleh bunga serta manfaat lain dari Obligasi yang dibeli kembali, jika dimaksudkan untuk pelunasan; atau b. pemberhentian sementara segala hak yang melekat pada Obligasi yang dibeli kembali, hak menghadiri RUPO, hak Suara, dan hak memperoleh bunga serta manfaat lain dari Obligasi yang dibeli kembali, jika dimaksudkan untuk disimpan untuk dijual kembali; 18. Dalam hal Perseroan melakukan Pembelian Kembali (Buy Back) Obligasi, maka Perseroan mempunyai hak untuk melakukan Pembelian Kembali (Buy Back) tersebut sebagai pelunasan atau untuk disimpan dan yang dikemudian hari dapat dijual kembali. Apabila Perseroan melakukan Pembelian Kembali (Buy Back) tersebut untuk pelunasan, maka jumlah Obligasi tersebut dapat berkurang sehubungan dengan Pembelian Kembali (Buy Back) yang dilakukan. 7
32 II. RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM Penggunaan dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi ini, setelah dikurangi biayabiaya Emisi, akan digunakan seluruhnya sebagai modal kerja Perseroan, khususnya untuk pemberian fasilitas pembiayaan. Sesuai dengan Surat Edaran yang diterbitkan oleh BAPEPAM dan LK No. SE-05/BL/2006 tanggal 29 September 2006 tentang Keterbukaan Informasi Mengenai Biaya yang Dikeluarkan Dalam Rangka Penawaran Umum, total biaya yang dikeluarkan oleh Perseroan adalah kurang lebih setara dengan 0,5194% dari Pokok Obligasi yang meliputi: 1. Biaya jasa untuk penjaminan emisi efek 0,2879% yang terdiri dari: biaya jasa penyelenggaraan (management fee): 0,1779%, biaya jasa penjaminan (underwriting fee): 0,0550%, dan biaya jasa penjualan (selling fee): 0,0550%. 2. Biaya Profesi Penunjang Pasar Modal: 0,0920% (yang terdiri dari biaya jasa Akuntan: 0,0587%, Konsultan Hukum: 0,0233% dan Notaris: 0,0100%). 3. Biaya Lembaga Penunjang Pasar Modal: 0,0385% (yang terdiri dari biaya jasa Wali Amanat: 0,0110% dan Perusahaan Pemeringkat Efek: 0,0275%). 4. Biaya pernyataan pendaftaran ke OJK dalam rangka Penawaran Umum: 0,0455%. 5. Biaya pencatatan: 0,0253% (terdiri dari biaya KSEI: 0,0011% dan BEI: 0,0242%). 6. Biaya lain-lain (percetakan, iklan, public expose, dan lain-lain): 0,0302%. Perseroan akan melaporkan realisasi penggunaan dana kepada OJK dan Wali Amanat sebagai wakil pemegang obligasi secara berkala setiap 6 (enam) bulan sampai seluruh dana hasil Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi digunakan sesuai dengan Peraturan OJK No.30/POJK.04/2015. Apabila Perseroan bermaksud untuk mengubah penggunaan dana sebagaimana tercantum dalam prospektus ini, maka Perseroan wajib: 1. Melaporkan terlebih dahulu rencana perubahan penggunaan dana dimaksud kepada OJK dengan mengemukakan alasan beserta pertimbangannya; 2. Mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Rapat Umum Pemegang Saham; dan 3. Mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Wali Amanat setelah disetujui oleh RUPO. Dana hasil penawaran umum Obligasi Berkelanjutan I SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap II Tahun 2014 seluruhnya telah digunakan sesuai dengan tujuan penggunaan dana obligasi tersebut serta telah dilaporkan kepada OJK melalui surat No. 384/LSANF/BOD/VII/2015 tentang Penyampaian Laporan Realisasi Penggunaan dana Hasil Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap II Tahun 2014 Periode 30 Juni 2015, sesuai dengan Peraturan Bapepam No. X.K.4. Dana hasil penawaran umum Obligasi Berkelanjutan I SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap III Tahun 2015 telah digunakan sesuai dengan tujuan penggunaan dana obligasi tersebut serta telah dilaporkan kepada OJK melalui surat No. 007/LSANF/BOD/I/2016 tentang Penyampaian Laporan Realisasi Penggunaan dana Hasil Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap III Tahun 2015 Periode 31 Desember 2015 sesuai dengan Peraturan Peraturan Bapepam No. X.K.4. 8
33 III. PERNYATAAN LIABILITAS Liabilitas Perseroan yang diambil dari laporan keuangan pada tanggal 31 Desember 2015, yang merupakan bagian dalam Prospektus ini, telah diaudit berdasarkan standar audit yang ditetapkan Institut Akuntan Publik Indonesia ("IAPI") oleh Kantor Akuntan Publik ("KAP") Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (firma anggota jaringan global PricewaterhouseCoopers), auditor independen dan laporannya telah ditandatangani pada tanggal 26 April 2016 oleh Lucy Luciana Suhenda S.E., Ak., CPA dengan pendapat Wajar Tanpa Modifikasian dengan paragraf penjelasan tentang penerbitan kembali laporan keuangan Perseroan pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2015 dengan komparatif pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 sehubungan dengan rencana Perseroan untuk melakukan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan II SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2016 dan untuk menyesuaikan pengungkapan dengan peraturan pasar modal. Perseroan mempunyai liabilitas yang keseluruhannya berjumlah Rp juta, liabilitas tersebut dapat dirinci sebagai berikut : (dalam jutaan Rupiah) Keterangan Jumlah Utang kepada pemasok - Pinjaman yang diterima - bersih Utang obligasi - bersih Medium Terms Notes bersih Liabilitas pajak Biaya akrual Utang lain-lain Liabilitas derivatif Liabilitas imbalan kerja Jumlah Liabilitas Tidak terdapat pembatasan-pembatasan (negative covenant) yang dapat merugikan hak-hak pemegang obligasi. Pada saat Prospektus ini diterbitkan, tidak ada liabilitas Perseroan yang telah jatuh tempo yang belum dilunasi. 1. Utang kepada pemasok Pada tanggal 31 Desember 2015, saldo utang kepada pemasok Perseroan adalah sebesar Rp0. 2. Pinjaman yang diterima - bersih Pada tanggal 31 Desember 2015, saldo pinjaman yang diterima - bersih Perseroan adalah sebesar Rp juta yang terdiri dari: (dalam jutaan Rupiah) Keterangan Jumlah Bank Pihak ketiga Rupiah PT Bank Central Asia Tbk PT Bank DKI USD Bilateral Bank of Tiongkok Deutsche Bank - Sindikasi/Club Deal - Japan Bank for Int. Cooperation - Mizuho Corporate Bank, Ltd OCBC Ltd Jumlah Pinjaman dari Bank Bukan Bank Pihak ketiga Rupiah Lembaga Pembiyaan Ekspor Indonesia
34 Keterangan (dalam jutaan Rupiah) Jumlah USD JA Mitsui Leasing, Ltd MG Leasing, Corp - Dikurangi Provisi dan administrasi Jumlah Pinjaman yang diterima Sepanjang Januari 2015 sampai dengan Desember 2015, Perseroan tidak melakukan penarikan pinjaman baru dalam mata uang Rupiah, namun Perseroan melakukan penarikan pinjaman baru dalam mata uang USD dengan tingkat bunga sebesar 2,69% - 3,1%. Perseroan telah melakukan kontrak cross currency swap untuk mengantisipasi risiko fluktuasi tingkat bunga dan nilai tukar atas pinjaman dalam mata uang Dolar AS dari semua pinjaman di atas. Fasilitas pinjaman yang diterima tersebut di atas dijamin dengan piutang sewa pembiayaan, sedangkan untuk pinjaman yangditerima dari Deutsche Bank AG Jakarta tidakmenggunakan jaminan. Fasilitas pinjaman dari beberapa bank mensyaratkan Perseroan untuk memberikan pemberitahuan tertulis dalam hal perubahan modal dan pemegang saham, perubahan susunan direksi dan komisaris serta perubahan bisnis utama. Dalam perjanjian pinjaman tersebut, Perseroan diwajibkan untuk menjaga gearing ratio maksimal 10:1 dan kewajiban penyampaian laporan lainnya. Pada tanggal 31 Desember 2015, 2014 dan 2013, Perseroan telah memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan dalam perjanjian pinjaman yang diterima di atas. Semua pinjaman yang diterima Perseroan digunakan untuk modal kerja. Pada tanggal 31 Desember 2015, nilai tercatat pinjaman yang diterima adalah Rp juta (2014: Rp dan 2013: Rp ) yang mencakup nilai nominal pinjaman, biaya provisi yang belum diamortisasi, dan utang bunga. PT Bank Central Asia Tbk. ( BCA ) Pada tanggal 4 November 2010, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman modal kerja dari BCA dengan jumlah maksimum penarikan sebesar Rp juta dan jangka waktu penarikan sampai dengan tanggal 4 Mei Fasilitas pinjaman ini akan jatuh tempo 3 (tiga) tahun setelah tanggal penarikan. Pada tanggal 8 September 2011, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman modal kerja dari BCA dalam bentuk term loan dan overdraft dengan jumlah maksimum penarikan masing-masing sebesar Rp juta dan Rp juta. Jangka waktu penarikan masing-masing sampai dengan tanggal 8 Maret 2012 dan 8 September Pada tanggal 13 April 2012, Perseroan memperpanjang jangka waktu penarikan fasilitas pinjaman modal kerja term loan sampai dengan tanggal 8 September Pada tanggal 12 November 2012, Perseroan memperpanjang jangka waktu penarikan fasilitas term loan menjadi 8 September2013 danfasilitas overdraft sampai 8 Desember Pada tanggal 7 Desember 2012, Perseroan memperpanjang jangka waktu penarikan fasilitas overdraft menjadi 8 Maret2013. Pada tanggal 20 Februari 2013, Perseroan memperpanjang jangka waktu penarikan fasilitas overdraftmenjadi8 September2013. Pada tanggal 4 September 2013, Perseroan memperpanjang jangka waktu penarikan fasilitas overdraft menjadi 8 Desember Pada tanggal3 Desember 2013,Perseroan memperpanjang jangka waktu penarikan fasilitas overdraft menjadi 8 Maret Fasilitas pinjaman untuk term loan dan overdraft ini masing-masing akan jatuh tempo3 (tiga) tahun setelah tanggal penarikan dana 8 Maret
35 Selama tahun 2015, Perseroan telah melakukan pembayaran atas fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia (BCA) sebesar Rp juta. PT Bank DKI ( DKI ) Pada tanggal 27 Juni 2011, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman modal kerja dari DKI dengan jumlah maksimum penarikan sebesar Rp juta dan jangka waktu penarikan sampai dengan tanggal 27 Desember Pada tanggal 30 Desember 2011, Perseroan memperpanjang jangka waktu penarikan fasilitas term loan menjadi 27 Maret Pada tanggal 29 Mei 2012, Perseroan memperpanjang jangka waktu penarikan fasilitas term loan menjadi 27 Juni Pada tanggal 29 Juni 2012, Perseroan memperpanjang jangka waktu penarikan fasilitas term loan menjadi 27 Desember Pada tanggal 18 Januari 2013, Perseroan memperpanjang jangka waktu penarikan fasilitas term loan menjadi 27 Januari Fasilitas pinjaman ini akan jatuh tempo 3 (tiga) tahun setelah tanggal penarikan. Selama tahun 2015, Perseroan telah melakukan pembayaran atas fasilitas pinjaman dari PT Bank DKI sebesar Rp juta. Bank of Tiongkok ( BOC ) Pada tanggal 20 April 2011, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman modal kerja dengan batas maksimum kredit sejumlah USD dengan jangka waktu penarikan sampai dengan tanggal 11 November Fasilitas ini telah jatuh tempo pada tanggal10 Oktober 2014 dan tidak diperpanjang. Sampai dengan Desember 2014, Perseroan telah melakukan pembayaran atas fasilitas pinjaman dari BOC secara penuh. Deutsche Bank AG Jakarta Pada tanggal 4 Juni 2012, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman modal kerja dalam bentuk overdraft dari Deutsche Bank AG Jakarta dengan batas maksimum kredit sejumlah USD dengan jangka waktu penarikan sampai dengan tanggal 4 Juni Pada tanggal 20 Mei 2013 Perseroan memperpanjang jangka waktu penarikan sampai dengan tanggal 20 Mei Japan Bank for International Cooperation (JBIC) Pada tanggal 30 Maret 2012, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman sindikasi sebesar USD dari Japan Bank for International Cooperation, the international arm of Japan Finance Cooperation, dengan The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, Cabang Tokyo dan Mizuho Corporate Bank, Ltd sebagai arranger, Mizuho Corporate Bank, Ltd sebagai facility agent, danthe Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, Cabang Jakarta sebagai security agent. Pada tanggal 30 Agustus 2012, Perseroan memperpanjang jangka waktu penarikan fasilitas term loan menjadi 21 Desember Fasilitas ini telah jatuh tempo pada tanggal 1 Oktober Pada tanggal 28 Maret 2014, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman sindikasi sebesar USD dari Japan Bank for International Cooperation, The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, Cabang Tokyo, Mizuho Bank, Ltd, dan Sumitomo Mitsui Trust Bank, Limited dengan Mizuho Bank,Ltd sebagai facility agent, dan The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, Cabang Jakarta sebagai security agent. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 28 Maret
36 Selama tahun 2015, Perseroan telah melakukan pembayaran atas fasilitas pinjaman dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC) sebesar USD Mizuho Corporate Bank, Ltd Pada tanggal 24 Februari 2011, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman berupa modal kerjadalam bentuk club deal sebesar USD dari PT ANZ Panin Bank, PT Bank Danamon Indonesia Tbk, The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, Cabang Jakarta, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Cabang Singapura, Mizuho Corporate Bank, Ltd, Natixis,Oversea-Chinese Banking Corporation Limited dan PT Bank Ekonomi Raharja Tbk dengan Mizuho Corporate Bank, Ltd bertindak sebagai facility agent dan PT Bank Mizuho Indonesia bertindak sebagai security agent. Fasilitas akan jatuh tempo 3 (tiga) tahun setelah tanggal penarikan terakhir. Pada tanggal 2 Desember 2011, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman berupa term loan dari Mizuho Corporate Bank, Ltd, dengan batas maksimum kredit sejumlah USD Fasilitas ini lalu diamandemen pada tanggal 2 Februari 2012 dengan penambahan jumlah fasilitas menjadi USD , serta anggota sindikasi menjadi Mizuho Corporate Bank, Ltd, Aozora Bank, Ltd, The Bank of East Asia, Limited, Krung Thai Bank Public Company Limited, Mega International Commercial Bank, Co., Ltd, dan Chang Hwa Commercial Bank Ltd. Fasilitas ini akan jatuh tempo 3 (tiga) tahun setelah tanggal penarikan. Sampai dengan Desember 2015, Perseroan telah melakukan pembayaran atas fasilitas pinjaman berupa modal kerja dalam bentuk sindikasi ini secara penuh. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia ( LPEI ) Pada tanggal 27 Juni 2012, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman dari LPEI dengan jumlah maksimum penarikan sebesar Rp juta dan jangka waktu penarikan sampai dengan tanggal 27 Desember Pada tanggal 16 Januari 2013, Perseroan memperpanjang jangka waktu penarikan fasilitas pinjaman term loan sampai dengan tanggal 27 Juni Fasilitas pinjaman ini akan jatuh tempo 3 (tiga) tahun setelah tanggal penarikan. Selama tahun 2015, Perseroan telah melakukan pembayaran atas fasilitas pinjaman dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) sebesar Rp juta. JA Mitsui Leasing, Ltd. Pada tanggal 19 Oktober 2010, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman modal kerja sejumlah USD dari JA Mitsui Leasing, Ltd dengan jangka waktu penarikan sampai dengan 19 April Fasilitas pinjaman ini akan jatuh tempo 3 (tiga) tahun setelah tanggal penarikan. Pada tanggal 12 April 2012, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman modal kerja sejumlah USD dari JA Mitsui Leasing, Ltd. dengan jangka waktu penarikan sampai dengan 12 Oktober Pada tanggal 11 Oktober 2012, Perseroan memperpanjang jangka waktu penarikan fasilitas term loan menjadi 31 Maret Fasilitas pinjaman ini akan jatuh tempo 3 (tiga) tahun setelah tanggal penarikan. Selama tahun 2015, Perseroan telah melakukan pembayaran atas fasilitas pinjaman dari JA Mitsui Leasing, Ltd sebesar USD MG Leasing Corporation ( MGL ) Pada tanggal 15 Februari 2012, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman modal kerja dengan batas maksimum kredit sejumlah USD dengan jangka waktu penarikan sampai dengan tanggal 15 Agustus Fasilitas pinjaman ini akan jatuh tempo 3(tiga) tahun setelah tanggal penarikan terakhir. 12
37 Pada tanggal 27 Maret 2015, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman modal kerja dengan batas maksimum kredit sejumlah USD dengan jangka waktu penarikan sampai dengan tanggal 27 Maret Fasilitas pinjaman ini akan jatuh tempo 3 (tiga) tahun setelah tanggal penarikan. Sampai dengan Desember 2015, Perseroan telah melakukan pembayaran atas fasilitas pinjaman dari MG Leasing Corporation (MGL) secara penuh. 3. Utang Obligasi Saldo sebesar Rp juta. (dalam jutaan Rupiah) Keterangan Jumlah Nilai Nominal Obligasi Berkelanjutan I San Finance Tahap I tahun Obligasi Berkelanjutan I San Finance Tahap II tahun Obligasi Berkelanjutan I San Finance Tahap III tahun Dikurangi: Biaya emisi yang belum diamortisasi Bersih Beban amortisasi emisi obligasi A. Obligasi SAN Finance I Tahap I Tahun 2013, Tahap II Tahun 2014 dan Tahap III Tahun 2015 Seri Nilai nominal Tingkat bunga tahunan Jatuh tempo Status saldo Cicilan Seri B ,75% September ,5% Desember ,4% Oktober 2018 Belum jatuh tempo Belum jatuh tempo Belum jatuh tempo Pembayaran pokok obligasi secara penuh dilakukan pada tanggal jatuh tempo. Pembayaran bunga dibayarkan setiap triwulanan. Pembayaran pokok obligasi secara penuh dilakukan pada tanggal jatuh tempo. Pembayaran bunga dibayarkan setiap triwulanan. Pembayaran pokok obligasi secara penuh dilakukan pada tanggal jatuh tempo. Pembayaran bunga dibayarkan setiap triwulanan. Berdasarkan hasil pemeringkatan dari PT Fitch Ratings Indonesia dengan surat No. RC105/DIR/VIII/2013 tertanggal 28 Agustus 2013, Obligasi SAN Finance Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2013 mendapat peringkat AA(idn) (Double A). Berdasarkan hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia dengan surat No. 1724/PEF-Dir/X/2013 tertanggal 4 Oktober 2013, Obligasi SAN Finance Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2013 mendapat peringkat (id)aa- (Double A Minus). Berdasarkan hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia dengan surat No. 1624/PEF-Dir/X/2014 tertanggal 3 Oktober 2014, Obligasi SAN Finance Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2014 mendapat peringkat (id)aa- (Double A Minus). Berdasarkan hasil pemeringkatan dari PT Fitch Ratings Indonesia dengan surat No. RC128/DIR/XII/2014 tertanggal 15 Desember 2014, Obligasi SAN Finance Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2013 mendapat peringkat AA(idn) (Double A). Berdasarkan hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia dengan surat No. 1624/PEF-Dir/X/2014 tertanggal 3 Oktober 2014, Obligasi SAN Finance Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2014 mendapat peringkat (id)aa- (Double A Minus). Berdasarkan hasil pemeringkatan dari PT Fitch Ratings Indonesia dengan surat No. RC128/DIR/XII/2014 tertanggal 15 Desember 2014, Obligasi SAN Finance Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2014 mendapat peringkat AA(idn) (Double A). 13
38 Berdasarkan hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia dengan surat No. 451/PEF-Dir/III/2015 tertanggal 24 Maret 2015, Obligasi SAN Finance Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2013 mendapat peringkat (id)aa- (Double A Minus). Berdasarkan hasil pemeringkatan dari PT Fitch Ratings Indonesia dengan surat No. 149/DIR/RAT/XII/2015 tertanggal 11 Desember 2015, Obligasi SAN Finance Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2013 mendapat peringkat AA(idn) (Double A). Berdasarkan hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia dengan surat No. 451/PEF-Dir/III/2015 tertanggal 24 Maret 2015, Obligasi SAN Finance Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2014 mendapat peringkat (id)aa- (Double A Minus). Berdasarkan hasil pemeringkatan dari PT Fitch Ratings Indonesia dengan surat No. 149/DIR/RAT/XII/2015 tertanggal 11 Desember 2015, Obligasi SAN Finance Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2014 mendapat peringkat AA(idn) (Double A). Berdasarkan hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia dengan surat No. 451/PEF-Dir/III/2015 tertanggal 24 Maret 2015, Obligasi SAN Finance Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2015 mendapat peringkat (id)aa- (Double A Minus). Dalam perjanjian perwaliamanatan obligasi juga diatur beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh Perseroan antara lain rasio jumlah pinjaman terhadap ekuitas tidak melebihi rasio 10:1 dan selama pokok utang obligasi belum dilunasi, Perseroan tidak diperkenakan, antara lain, membagi dividen atau distribusi pembayaran lain kepada pemegang saham Perseroan apabila Perseroan lalai dalam membayar jumlah terhutang obligasi. Perseroan juga tidak diperkenakan menjual, menyewakan, mentransfer atau mengalihkan baik melalui jual beli maupun jual sewa atau cara lainnya, yang nilai transaksinya lebih dari 40% total aset Perseroan kecuali pengalihan yang disetujui oleh wali amanat atau pengalihan dalam rangka kegiatan usaha sehari-hari. Perseroan telah memenuhi batasan-batasan yang diwajibkan dalam perjanjian tersebut. Utang obligasi ini dijamin dengan jaminan fidusia atas piutang yang nilai objek jaminannya tidak kurang 60% dari jumlah pokok yang terhutang, dengan ketentuan piutang tersebut tidak melewati jangka waktu 90 hari kalender sejak berakhirnya penagihan dan tetap tidak dibayar oleh nasabah Perseroan. Pada tanggal 31 Desember 2015, nilai tercatat utang obligasi adalah Rp juta yang mencakup nilai nominal utang obligasi, biaya provisi yang belum diamortisasi dan utang bunga. 4. Medium Term Notes bersih (MTN) (dalam jutaan Rupiah) Keterangan Jumlah Nilai Nominal Pihak berelasi Dikurangi: Biaya emisi MTN yang belum diamortisasi (8) Bersih Beban amortisasi biaya emisi MTN 772 Seri Nilai nominal Tingkat bunga tahunan Jatuh tempo Status saldo Cicilan MTN IV ,250% Maret 2016 MTN V ,500% Desember 2016 Belum jatuh tempo Belum jatuh tempo MTN VI ,500% Maret 2017 Belum jatuh Pembayaran pokok MTN secara penuh dilakukan pada tanggal jatuh tempo. Pembayaran bunga dibayarkan setiap triwulanan. Pembayaran pokok MTN secara penuh dilakukan pada tanggal jatuh tempo. Pembayaran bunga dibayarkan setiap triwulanan. Pembayaran pokok MTN secara penuh dilakukan pada tanggal jatuh tempo. 14
39 Seri Nilai nominal Tingkat bunga tahunan Jatuh tempo MTN VII ,500% Mei 2018 Belum jatuh tempo Status saldo Cicilan tempo Pembayaran bunga dibayarkan setiap triwulanan. Pembayaran pokok MTN secara penuh dilakukan pada tanggal jatuh tempo. Pembayaran bunga dibayarkan setiap triwulanan. Berdasarkan hasil pemeringkatan dari PT Fitch Ratings Indonesia dengan surat No. RC19/DIR/II/2013 tertanggal 19 Februari 2013, MTN IV mendapat peringkat AA (idn) (Double A). Berdasarkan hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia dengan surat No. 1723/PEF-Dir/X/2013 tertanggal 4Oktober 2013, MTN V mendapat peringkat (id)aa- (Double A minus). Berdasarkan hasil pemeringkatan dari PT Fitch Ratings Indonesia dengan surat No. RC128/DIR/XII/2014 tertanggal 15 Desember 2014, MTN VI mendapat peringkat AA(idn) (Double A).. Berdasarkan hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia dengan surat No. 450/PEF-Dir/III/2015 tertanggal 24 Maret 2015, MTN VII mendapat peringkat (id)aa- (Double A minus). Dalam perjanjian perwaliamanatan MTN juga diatur beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh Perseroan antara lain rasio jumlah pinjaman terhadap ekuitas tidak melebihi rasio 10:1 dan selama pokok MTN belum dilunasi, Perseroan tidak diperkenankan, antara lain, membagi dividen selama Perseroan lalai dalam membayar jumlah terhutang MTN dan menjual atau mengalihkan lebih dari 40% aset Perseroan yang bukan piutang pembiayaan. Perseroan telah memenuhi batasan-batasan yang diwajibkan dalam perjanjian tersebut. MTN ini dijamin dengan jaminan fidusia atas piutang tidak kurang dari 60% dari jumlah pokok yang terhutang, dengan ketentuan piutang tersebut tidak melewati jangka waktu 90 hari kalender sejak berakhirnya penagihan dan tetap tidak dibayar oleh nasabah Perseroan. Pada tanggal 31 Desember 2015, nilai tercatat MTN adalah sebesar Rp juta yang mencakup nilai nominal MTN, biaya provisi yang belum diamortisasi, dan utang bunga. 5. Liabilitas pajak Saldo liabilitas pajak Perseroan pada tanggal 31 Desember 2015 adalah sebesar Rp5.581 juta yang terdiri dari : (dalam jutaan Rupiah) Keterangan Jumlah Pajak penghasilan badan: - Pasal Pasal Pajak lainnya - Pasal 21,23 dan Pasal 4 (2) Biaya akrual Pada tanggal 31 Desember 2015, saldo akrual Perseroan berjumlah Rp juta yang terdiri dari akrual kepada pihak ketiga sebesar Rp juta dan pihak berelasi sebesar Rp juta. Akrual pada pihak ketiga sebagian besar merupakan beban bunga sebesar Rp juta dan akrual pada pihak berelasi seluruhnya merupakan beban bunga sebesar Rp juta. 15
40 7. Utang lain-lain Pada tanggal 31 Desember 2015, saldo utang lain-lain Perseroan berjumlah Rp juta yang terdiri dari utang lain-lain pihak ketiga sebesar Rp juta dan utang lain-lain pihak berelasi sebesar Rp juta. Utang lain-lain kepada pihak ketiga sebagian besar merupakan uang muka pelanggan sebesar Rp juta dan utang lain-lain pada pihak berelasi seluruhnya merupakan utang asuransi sebesar Rp juta. 8. Liabilitas derivatif Pada tanggal 31 Desember 2015, saldo liabilitas derivatif Perseroan berjumlah Rp1.922 juta yang terdiri dari beberapa kontrak cross currency interest rate swap (CCIRS) dengan nilai wajar sejumlah Rp1.922 juta. Liabilitas ini dilakukan dalam rangka mengantisipasi risiko fluktuasi tingkat bunga dan nilai tukar atas pinjaman bank dalam mata uang asing. Instrumen derivatif ini memenuhi kriteria akuntansi lindung nilai berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 55 (Revisi 2011). Pada tanggal 31 Desember 2015 laba bersih yang belum direalisasi dari aset dan liabilitas derivatif, sesudah memperhitungkan perubahan kurs utang bank dan utang obligasi yang dilindung-nilai adalah sebesar Rp3.110 juta dicatat sebagai Akumulasi pendapatan komprehensif lainnya setelah dikurangi pajak tangguhan pada ekuitas. Perseroan telah melakukan transaksi lindung nilai atas seluruh pinjaman Perseroan dalam mata uang asing dan tingkat suku bunga mengambang, sehingga seluruh pinjaman Perseroan diperhitungkan menggunakan mata uang Rupiah dengan tingkat suku bunga tetap. 9. Liabilitas imbalan kerja Imbalan kerja untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015, 2014 dan 2013 dihitung oleh aktuaris independen PT Milliman Indonesia denganmenggunakan metode projected unit credit. Pada tanggal 31 Desember 2015, saldo imbalan kerja jangka pendek, imbalan pensiun dan pasca kerja lainnya, dan imbalan kerja jangka panjang lainnya Perseroan masingmasing sebesar Rp9.950 juta, Rp9.080 juta dan Rp2.620 juta. Setelah tanggal 31 Desember 2015 sampai dengan tanggal Laporan Auditor Independen dan setelah tanggal Laporan Auditor Independen sampai dengan tanggal efektifnya Pernyataan Pendaftaran, Perseroan tidak memiliki liabilitas-liabilitas dan ikatan lain kecuali liabilitasliabilitas yang timbul dari kegiatan usaha normal Perseroan serta liabilitas-liabilitas yang telah dinyatakan diatas dan telah diungkapkan dalam Laporan Keuangan yang disajikan dalam Bab XV Prospektus ini. Dengan adanya pengelolaan yang sistematis atas aset dan liabilitas serta peningkatan hasil operasi di masa yang akan datang, manajemen Perseroan menyatakan kesanggupannya untuk dapat menyelesaikan seluruh liabilitasnya yang telah diungkapkan dalam Prospektus ini sesuai dengan persyaratan sebagaimana mestinya. Tidak terdapat pembatasan-pembatasan (negative covenant) yang dapat merugikan hak-hak pemegang saham dan obligasi. Pada saat Prospektus ini diterbitkan, tidak ada liabilitas Perseroan yang telah jatuh tempo yang belum dilunasi. Tidak terdapat komitmen dan kontinjensi yang terdapat pada laporan keuangan terakhir Perseroan. 16
41 IV. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING lkhtisar data keuangan penting harus dibaca bersama-sama dengan dan mengacu pada laporan keuangan pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2015, 2014 dan 2013 dan catatan atas laporan keuangan yang terdapat di bagian lain dalam Prospektus ini. Ikhtisar data keuangan penting Perseroan yang disajikan di bawah ini diambil dari laporan keuangan pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015, 2014 dan 2013 yang disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia dan terdapat di bagian lain dalam Prospektus ini. Laporan keuangan pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2015 telah diaudit berdasarkan standar audit yang ditetapkan IAPI oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (firma anggota jaringan global PricewaterhouseCoopers), auditor independen dan laporannya telah ditandatangani pada tanggal 26 April 2016 oleh Lucy Luciana Suhenda S.E., Ak., CPA dengan pendapat Wajar Tanpa Modifikasian dengan paragraf penjelasan tentang penerbitan kembali laporan keuangan Perseroan pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2015 dengan komparatif pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 sehubungan dengan rencana Perseroan untuk melakukan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan II SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2016 dan untuk menyesuaikan pengungkapan dengan peraturan pasar modal. Perseroan juga menyajikan informasi keuangan Iainnya pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2012 dan Informasi keuangan pada tahun 2012 dan 2011 yang disajikan dibawah ini telah direklasifikasi dan disajikan kembali agar sesuai dengan penyajian laporan keuangan Perseroan yang terdapat dibagian lain dalam Prospektus ini. Kecuali dinyatakan lain dibawah, informasi keuangan pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2012 dan 2011 diambil dari laporan keuangan Perseroan yang bukan merupakan bagian dari Prospektus ini. Laporan keuangan pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 telah diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana & Rekan (firma anggota jaringan global PricewaterhouseCoopers), auditor independen, dan laporannya telah ditandatangani masing-masing pada tanggal 20 Februari 2013 oleh Drs. M. Jusuf Wibisana, M.Ec.,CPA dan 20 Februari 2012 oleh Lucy Luciana Suhenda S.E., Ak., CPA, dengan pendapat Wajar Tanpa Modifikasian. Laporan Posisi Keuangan (dalam jutaan Rupiah) URAIAN 2011 **) 2012 **) 31 Desember 2013 *) 2014 *) 2015 ASET Kas dan setara kas - Pihak ketiga Pihak berelasi Piutang sewa pembiayaan - bersih Piutang pembiayaan konsumen - bersih Piutang pembiayaan modal usaha - bersih Tagihan anjak piutang bersih Pajak dibayar dimuka Beban dibayar di muka Piutang lain-lain Aset derivatif - Pihak ketiga Pihak berelasi Aset tetap bersih Aset pajak tangguhan Aset lain-lain JUMLAH ASET LIABILITAS DAN EKUITAS Utang kepada pemasok - Pihak ketiga Pihak berelasi Pinjaman yang diterima - bersih 17
42 URAIAN 31 Desember 2011 **) 2012 **) 2013 *) 2014 *) Pihak ketiga Pihak berelasi Utang obligasi - bersih Medium term notes-bersih Liabilitas pajak Biaya akrual Utang lain-lain Liabilitas derivatif Liabilitas imbalan kerja JUMLAH LIABILITAS Modal saham Modal ditempatkan dan disetor penuh Agio saham Cadangan lindung nilai arus kas (914) (7.419) (790) (1.959) Saldo laba: - Dicadangkan Tidak dicadangkan JUMLAH EKUITAS JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS *) Disajikan kembali. Lihat Catatan 28 pada laporan keuangan Perseroan yang terdapat di Bab XV Prospektus ini tentang Laporan Auditor Independen dan Laporan Keuangan **) Perseroan melakukan reklasifikasi dan penyajian kembali atas sejumlah akun dalam laporan keuangan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2012 agar sesuai dengan pengungkapan laporan keuangan di bagian lain dalam Prospektus ini. Lihat halaman 38 dari Prospektus ini mengenai Reklasifikasi dan penyajian kembali untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2012 LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN (dalam jutaan Rupiah) URAIAN 2011 **) 2012 **) 31 Desember 2013 *) 2014 *) 2015 Pendapatan Sewa pembiayaan Pembiayaan konsumen Anjak piutang Pembiayaan modal usaha Pendapatan bunga dan lain-lain Jumlah pendapatan Beban Beban bunga dan keuangan Beban usaha Penyisihan kerugian penurunan nilai Beban pajak final Jumlah beban Laba sebelum pajak penghasilan Beban pajak penghasilan Laba bersih Penghasilan/(Rugi) Komprehensif Lain: Pos yang tidak akan direklasifikasikan ke laba rugi: Keuntungan/(kerugian) aktuarial program pensiun (110) (923) (168) (466) Beban pajak penghasilan terkait dengan aktuarial program pensiun (268) Pos yang akan direklasifikasikan ke laba rugi: Lindung nilai arus kas (8.674) (1.559) Beban pajak penghasilan terkait dengan lindung nilai arus kas (4.411) (2.210) 390 (1.037) Beban pajak penghasilan terkait dengan Pendapatan komprehensif lain (Beban)/Pendapatan Komprehensif lain setelah pajak (6.964) (1.295) Jumlah pendapatan komprehensif Laba per saham(rupiah penuh)
43 *) Disajikan kembali. Lihat Catatan 28 pada laporan keuangan Perseroan yang terdapat di Bab XV Prospektus ini tentang Laporan Auditor Independen dan Laporan Keuangan **) Perseroan melakukan reklasifikasi dan penyajian kembali atas sejumlah akun dalam laporan keuangan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2012 agar sesuai dengan pengungkapan laporan keuangan di bagian lain dalam Prospektus ini. Lihat halaman 38 dari Prospektus ini mengenai Reklasifikasi dan penyajian kembali untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2012 RASIO KEUANGAN PENTING RASIO KEUANGAN 31 Desember Laba Sebelum Pajak Penghasilan/ 35,1% 31,2% 37,0% 36,3% 18,3% Pendapatan (%) Laba Bersih/ Pendapatan (%) 26,4% 24,2% 27,9% 27,8% 16,3% Laba Bersih/ Ekuitas (%) 17,6% 19,1% 18,7% 15,3% 7,8% Laba Bersih/ Jumlah Aset (%) 3,3% 3,3% 3,5% 3,0% 1,7% Pendapatan/ Jumlah Aset (%) 12,5% 13,8% 12,6% 10,9% 10,1% Financing to Asset Ratio 1) (%) 96,7% 92,4% 84,1% 74,1% 78,6% Networth terhadap Modal Disetor 2) (%) 179,6% 201,2% 225,5% 241,2% 244,9% RASIO KEUANGAN Gearing Ratio (x) 4,2 4,5 4,2 3,9 3,5 Total Liabilitas terhadap Aset (x) 0,8 0,8 0,8 0,8 0,8 RASIO PERTUMBUHAN Jumlah Pendapatan 52,1% 32,6% -5,0% -11,9% -11,5% Laba Bersih 58,3% 21,9% 9,5% -12,4% -48,0% Jumlah Aset 51,1% 20,3% 3,7% 1,8% -4,4% Jumlah Liabilitas 41,8% 22,2% 1,9% 0,7% -5,9% Jumlah Ekuitas 111,0% 12,0% 12,0% 7,0% 1,6% 1) Financing to asset ratio adalah jumlah dari piutang sewa pembiayaan, piutang pembiayaan konsumen, piutang pembiayaan modal usaha dan tagihan anjak piutang dibagi dengan jumlah aset. 2) Networth terhadap modal disetor adalah jumlah ekuitas dibagi dengan modal ditempatkan dan disetor penuh. Di dalam perjanjian kredit untuk rasio keuangan yang dipersyaratkan adalah tingkat gearing ratio yang dicapai sesuai dengan Peraturan OJK No. 29/POJK.05/2014diukur dengan gearing ratio setinggi-tingginya 10 kali. Dalam hal ini pencapaian Perseroan masih di bawah 10 kali, yaitu pada 31 Desember 2011, 2012, 2013, 2014 dan 2015 masing-masing adalah sebesar 4,2 kali; 4,5 kali; 4,2 kali; 3,9 kali; dan 3,5 kali. Dalam waktu 3 (tiga) bulan sejak Tanggal Emisi, Perseroan memiliki beberapa kewajiban finansial yang akan jatuh tempo, yaitu sebagai berikut: - Utang bank sebesar US$ yang akan dilunasi dengan kas internal Perseroan. - Obligasi sebesar Rp ,- yang akan dilunasi dengan kas internal Perseroan. Perseroan senantiasa melakukan pemantauan terhadap liabilitas yang akan jatuh tempo, sehingga setiap liabilitas yang jatuh tempo selalu dapat dipenuhi dengan tepat waktu. Reklasifikasi dan penyajian kembali untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2014 i. Reklasifikasi (dalam jutaan Rupiah) 31 Desember 2013 KETERANGAN Sebelum Setelah Reklasifikasi reklasifkasi reklasifikasi Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain Beban pajak final Beban pajak penghasilan (5.846) 19
44 (dalam jutaan Rupiah) 31 Desember 2014 KETERANGAN Sebelum Setelah Reklasifikasi reklasifkasi reklasifikasi Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain Beban pajak final Beban pajak penghasilan (11.812) Reklasifikasi dan penyajian kembali untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2012 i. Reklasifikasi (dalam jutaan Rupiah) 31 Desember 2011 KETERANGAN Sebelum Setelah Reklasifikasi reklasifkasi reklasifikasi Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain Beban pajak final Beban pajak penghasilan (1.328) (dalam jutaan Rupiah) 31 Desember 2012 KETERANGAN Sebelum Setelah Reklasifikasi reklasifkasi reklasifikasi Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain Beban pajak final Beban pajak penghasilan (4.605) ii. Penyajian kembali KETERANGAN 20 Sebelum penyajian kembali (dalam jutaan Rupiah) 31 Desember 2011 Setelah Penyajian penyajian kembali kembali Aset Aset pajak tangguhan (92) Liabilitas Liabilitasimbalan kerja (369) Ekuitas Saldo Laba Tidakdicadangkan Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain Beban usaha *) Beban pajak penghasilan *) (120) KETERANGAN Sebelum penyajian kembali (dalam jutaan Rupiah) 31 Desember 2012 Setelah Penyajian penyajian kembali kembali Aset Aset pajak tangguhan Liabilitas Liabilitasimbalan kerja Ekuitas Saldo Laba Tidakdicadangkan (313) Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain Beban usaha *) (135)
45 KETERANGAN Sebelum penyajian kembali 31 Desember 2012 Penyajian kembali Setelah penyajian kembali Beban pajak penghasilan *) *) Setelah reklasifikasi PERSEROAN TELAH MEMENUHI RASIO TOTAL LIABILITAS/ JUMLAH EKUITAS YANG DIPERSYARATKAN DALAM PERJANJIAN UTANG YANG TELAH DIUNGKAPKAN PERSEROAN DALAM PROSPEKTUS INI. 21
46 V. ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN UMUM Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan dan perubahan seluruh anggaran dasarnya untuk disesuaikan dengan Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dimuat dalam Akta Notaris Benny Kristianto, S.H., pada waktu itu Notaris di Jakarta, No. 81 tanggal 13 Agustus 2008 dan telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU AH Tahun 2008 tanggal 15 September 2008, terdaftar dalam Daftar Perseroan No. AHU AH Tahun 2008 tanggal 15 September 2008 dan didaftarkan dalam Daftar Perusahaan di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Selatan tanggal 23 Desember 2008 No. 2531/RUB 09.03/XII/2008, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 89 tanggal 4 Nopember 2008, Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No ( Akta No.81/2008 ). Perubahan terakhir dari Anggaran Dasar Perseroan adalah sebagaimana termuat dalam Akta No.78 tanggal 29 Mei 2015 dibuat di hadapan Kumala Tjahjani Widodo, S.H, M.H, M.kn Notaris di Jakarta, telah mendapatkan persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Keputusan No.AHU AH Tahun 2015 tertanggal 12 Juni 2015, terdaftar dalam Daftar Perseroan No.AHU AH Tahun 2015 tanggal 12 Juni 2015 serta telah diberitahukan dan telah diterima serta telah dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tertanggal 12 Juni No.AHU-AH ( Akta No.78/2015 ). Akta No.78/2015 memuat perubahan terhadap Pasal 3 mengenai maksud dan tujuan serta kegiatan usaha, Pasal 14 ayat (1) mengenai komposisi dan jumlah anggota Dewan Komisaris dan tata cara penunjukannya dan pasal 16 ayat 8 dan ayat (9) mengenai kuorum rapat dewan komisaris Perseroan. Susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan yang terakhir sebagaimana dimuat dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham No. 101 tertanggal 26 April 2016 dibuat di hadapan Linda Herawati, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta Pusatyang pemberitahuan atas perubahan Data Perseroan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat No. AHU-AH tertanggal 26 April 2016 didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU AH TAHUN 2016 Tanggal 26 April 2016 ( Akta No.101/2016 ). Kegiatan usaha Perseroan dimaksudkan untuk menyediakan jasa pelayanan pembiayaan untuk pengadaan alat-alat berat beserta pendukungnya di Indonesia, terutama melalui pemberian fasilitas pembiayaan investasi, pembiayaan modal kerja, dan pembiayaan multiguna. Sumber utama dana Perseroan sampai dengan saat ini adalah berasal dari modal sendiri, pinjaman bank, pinjaman non bank, utang obligasi, Medium Term Notes dan joint financing (pembiayaan bersama). Pandangan Manajemen Terhadap Kondisi Ekonomi Dan Kondisi Pasar Kondisi ekonomi yang mengalami perlambatan yang dirasakan oleh industri alat berat di Indonesia sejak tahun 2012 masih terus berlanjut hingga saat ini. Adapun hal tersebut merupakan imbas dari kondisi ekonomi global yang masih belum menunjukan tanda tanda perbaikan yang stabil. Krisis yang terjadi di Eropa, perlambatan ekonomi Tiongkok yang merupakan eksportir besar bangsa Indonesia serta peningkatan suku bunga Amerika Serikat (thefed) tentunya memberi dampak yang cukup besar bagi perekonomian Indonesia. Namun demikian, sejumlah faktor positif yang patut untuk dipertimbangkan seperti proyek pemerintah di bidang energi nasional serta proyek infrastruktur menjadi fokus pemerintah untuk memajukan ekonomi dan kesejahteraan rakyat secara berkesinambungan. Hal ini merupakan peluang bagi perusahaan pembiayaan baik dalam menjalankan usahanya. 22
47 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kondisi Keuangan dan KinerjaPerseroan Sejak pendirian Perseroan, Perseroan telah menghadapi beberapa kondisi perekonomian yang kurang kondusif, diantaranya adalah pada tahun 2009 dan juga sejak semester II tahun 2012 yang diperkirakan masih akan terasa dampaknya hingga beberapa waktu mendatang. Pada tahun 2009 terjadi kenaikan tingkat suku bunga bank yang diakibatkan oleh likuiditas pasar dan depresiasi nilai rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat dan Yen Jepang, sebagai akibatnya suku bunga pembiayaan kepada konsumen Perseroan juga meningkat. Walaupun kondisi ekonomi kurang kondusif, Perseroan berhasil melalui tahun 2009 dengan membukukan laba bersih yang meningkat dari tahuntahun sebelumnya. Sejak tahun 2012 terjadi penurunan harga komoditas, terutama batubara yang cukup signifikan. Situasi yang masih berlanjut hingga saat ini dan diperkirakan masih akan berlanjut tahun-tahun selanjutnya memberikan dampak yang cukup signifikan bagi konsumen Perseroan yang bergerak pada industri terkait. Selain menurunkan kemampuan investasi terhadap alat berat baru ataupun peralatan lainnya juga memberikan pengaruh bagi kemampuan konsumen dalam melunasi kewajiban-kewajibannya. Sepanjang tahun 2015, sebanyak unit alat berat baru telah terjual. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2014, dimana unit alat berat terjual. Sektor pertambangan di seluruh dunia mengalami perlambatan dan juga semakin ketatnya kompetisi di segmen penjualan alat berat. Hal ini terutama dipengaruhi oleh melemahnya harga komoditas batu bara sebagai dampak dari perlambatan ekonomi global, terutama dikawasan Eropa, Cina dan India. Peraturan Pemerintah yang melarang ekspor mineral dalam bentuk barang mentah pada awal tahun 2012 juga sempat berpengaruh terhadap sektor pertambangan. Di sisi lain, peraturan dari OJK pada penghujung 2014 memberikan angin segar bagi perusahaan pembiayaan. Seperti yang telah disampaikan diatas bahwa peraturan ini memberikan kesempatan bagi para perusahaan pembiayaan untuk kini dapat menjalankan usahanya melalui pembiayaan investasi, pembiayaan proyek, pembiayaan modal kerja, pembiayaan multi guna serta kegiatan lainnya dengan persetujuan dari OJK. Selain itu, terdapat faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi kinerja Perseroan yang akan diuraikan lebih lanjut di bawah ini. Perubahan perilaku konsumen memiliki pengaruh langsung yang tidak signifikan kepada Perseroan. Perseroan memiliki kantor selain kantor cabang yang mencakup sebagian besar wilayah Indonesia, sehingga dampak perubahan demografi pasar dalam jangka pendek tidak banyak mempengaruhi kondisi usaha Perseroan. Dalam jangka panjang, perubahaan demografi pasar dapat memiliki pengaruh terhadap kinerja Perseroan. Perkembangan dalam dunia alat berat di Indonesia, yang memiliki kaitan erat dengan makro ekonomi Indonesia, memiliki pengaruh tidak langsung yang signifikan terhadap kinerja Perseroan. Selain itu, sebagai segmen pembiayaan terbesar Perseroan hingga saat ini, kenaikan atau penurunan harga komoditas, terutama batu bara akan berdampak terhadap usaha konsumen yang bergerak dalam sektor pertambangan dan perkebunan yang secara simultan dapat mempengaruhi kemampuan konsumen untuk melakukan pembayaran piutang kepada Perseroan. Hal ini terus memacu Perseroan untuk senantiasa melakukan analisa kredit yang prudent terhadap konsumennya. Adanya produk baru yang dikembangkan oleh Perseroan memiliki pengaruh langsung terhadap kinerja Perseroan. Pengembangan produk berupa jenis pembiayaan baru dan paket pembiayaan dilakukan oleh Perseroan dengan mempertimbangkan kebutuhan konsumen. Perseroan melakukan riset pasar untuk mengetahui kebutuhan konsumennya dan mengembangkan produk-produk baru untuk menanggapi kebutuhan tersebut. 23
48 Pada akhirnya Perseroan akan semaksimal mungkin mengelola faktor-faktor tersebut dalam rangka meningkatkan laba bersih dan jumlah pembiayaan yang diberikan. Kemampuan Perseroan Dalam Mendapatkan Pendanaan Dalam melakukan kegiatan usahanya, Perseroan senantiasa membutuhkanpendanaan yang cukup dan berupaya untukmeningkatkan pendanaan berbiaya rendah.dengan kondisi ketersediaan dana di pasar yang sangat baik sudah barang tentu akan berdampak positif bagi keuangan Perseroan, begitu pula sebaliknya. Perseroan dalam mendapatkan sumber pendanaan, telah melakukan diversifikasi pendanaan melalui penerbitan obligasi danpinjaman dari bank maupun nonbank, yang mana dana yang diterima tentunya diikuti dengan penawaran harga yang menarik dan menguntungkan Perseroan. Kondisi Persaingan yang Dihadapi Intensitas persaingan di dalam industri pembiayaan alat berat di Indonesia cukup tinggi. Terdapat lebih dari 70 bank maupun perusahaan pembiayaan yang melakukan pembiayaan alat berat di Indonesia. Untuk menghadapipersaingan, Perseroansecara konsisten menerapkan hubungan yang baik dengan pemasok (supplier) maupun customer dengan tujuan untuk memperoleh customer baru dan meningkatkan repeat order dari existing customernya. Disamping itu dengan memiliki dukungan yang kuat dari Grup, Perseroan memiliki keuntungan kompetitif dari perusahaan pembiayaan lainnya. Kebijakan Pemerintah Kegiatan usaha yang dijalankan oleh Perseroan diatur oleh serangkaian kebijakan yang telah ditetapkan OJK, Bursa Efek maupun ketentuan hukum dan perundang-undangan Indonesia lainnya. Selain itu kegiatan usaha dan perkembangan bisnis Perseroan juga dipengaruhi oleh serangkaian kebijakan, hasil kondisi operasional dan kondisi keuangan Perseroan. Beberapa contoh kebijakan yang berpengaruh terhadap operasional Perseroan antara lain: 1. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dan Peraturan Pelaksanaannya, dimana Undang-Undang ini dapat mempengaruhi kinerja dan kemampuan pembayaran nasabah Perseroan yang bergerak dalam industri tambang mineral (bukan batu bara), yang berjumlah sekitar 9% dari total portofolio Perseroan. 2. Undang-Undang Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan sebagaimana diubah melalui Peraturan pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 1 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dan Peraturan Pelaksanaannya, yang salah satunya mengatur bahwa apabila terjadi tindak pidana kehutanan misalnya Illegal Logging, maka unit yang digunakan akan menjadi barang sitaan. Nasabah Perseroan yang bergerak dalam industri kehutanan berjumlah sekitar 8% dari total portofolio Perseroan. 3. Peraturan Menteri Keuangan No. 43 /PMK.010/2012 tentang Uang Muka Pembiayaan Konsumen Untuk Kendaraan Bermotor Pada Perusahaan PembiayaanjunctoPeraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 29/POJK.05/2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan juncto Surat Edaran OJK Nomor 19/SEOJK.05/2015 tentang Besaran Uang Muka (Down Payment) Pembiayaan Kendaraan Bermotor Bagi Perusahaan Pembiayaan, dimana peraturan ini mengatur tentang besarnya uang muka pembiayaan konsumen yang besarnya minimum adalah sebesar 20%. Melalui kebijakan internal Perseroan, Perseroan menerapkan minimum uang muka pembiayaan konsumen sebesar 25%. kebijakan ini dapat berpengaruh terhadap menurunnya jumlah pembiayaan konsumen baru Perseroan. 24
49 Kebijakan Akuntansi Penting Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia ( DSAK-IAI ) telah melakukan perubahan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku efektif pada tanggal 1 Januari Berikut ini adalah dampak atas perubahan standard akuntansi yang relevan dan signifikan terhadap laporan keuangan Perseroan yang berlaku sejak tanggal 1 Januari 2015: PSAK 1 (revisi 2013): Penyajian Laporan Keuangan Terkait dengan penerapan PSAK No. 1 (revisi 2013), Penyajian Laporan Keuangan, Perseroan telah memodifikasi penyajian pos-pos dalam penghasilan komprehensif lain dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, untuk menyajikan pos-pos yang akan direklasifikasikan ke laba rugi pada masa yang akan datang terpisah dari pos-pos yang tidak akan direklasifikasikan ke laba rugi. Informasi komparatif telah disajikan kembali dengan menggunakan basis yang sama. PSAK 24 (revisi 2013): Imbalan Kerja PSAK 24 (revisi 2013) memberikan penyesuaian dalam perhitungan dan pengungkapan imbalan kerja. Perubahannya adalah: i. biaya jasa lalu diakui segera di laporan laba rugi pada tanggal yang lebih awal antara: ketika amandemen atau curtailmen terjadi, dan ketika entitas mengakui biaya restrukturisasi terkait atau pesangon, serta; ii. penggunaan implied return atas plan assets (yaitu tingkat diskonto) untuk estimasi return on plan asset iii. Keuntungan dan kerugian aktuarial yang timbul dari penyesuaian dan perubahan dalam asumsiasumsi actuarial langsung diakui seluruhnya melalui pendapatan komprehensif lainnya pada saat terjadi. Sesuai dengan ketentuan transisi PSAK 24 (revisi 2013) Imbalan Kerja serta sesuai dengan PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Keuangan dan Kesalahan, perubahan-perubahan tersebut dipertimbangkan sebagai perubahan kebijakan akuntansi dan diterapkan secara retrospektif. Oleh karena itu, Perseroan telah membukukan dampak atas perubahan (i) tersebut secara retrospektif pada saldo laba (lihat Catatan 37 pada laporan keuangan Perseroan yang terdapat di Bab XV Prospektus ini mengenai Laporan Auditor Independen dan Laporan Keuangan). Untuk dampak atas perubahan (ii), Perseroan telah membukukannya pada laporan laba rugi tahun berjalan dikarenakan penyesuaian ini tidak material terhadap laporan keuangan Perseroan. Untuk perubahan (iii), Perseroan telah merubah kebijakan akuntansinya sesuai dengan PSAK 24 (revisi 2010). Seperti yang diperkenankan oleh standar, Perseroan mengakui segera seluruh keuntungan atau kerugian aktuarial melalui penghasilan/bebankomprehensif lainnya sejak tanggal 1 Januari PSAK 68 (revisi 2013): Pengukuran nilai wajar PSAK 68 menyediakan satu sumber panduan tentang bagaimana nilai wajar diukur tetapi tidak menetapkan persyaratan baru mengenai kapan nilai wajar diperlukan. Standar ini menyediakan kerangka untuk menentukan nilai wajar dan menjelaskan faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam mengestimasi nilai wajar. PSAK ini mengatur penggunaan harga keluar (exit price) dalam pengukuran nilai wajar dan persyaratan pengungkapan yang lebih ekstensif, khususnya dengan memasukkan instrumen non-keuangan ke dalam pengungkapan hirarki nilai wajar. PSAK 68 diterapkan secara prospektif. Perubahan ini tidak memiliki dampak signifikan terhadap pengukuran aset dan liabilitas Perseroan. 25
50 PSAK 46 (revisi 2014): Pajak Penghasilan PSAK No. 46 (Revisi 2014) memberikan penyesuaian panduan dalam perhitungan dan pengungkapan pajak penghasilan dengan menghilangkan beban pajak final dalam ruang lingkupnya. Oleh karena itu, Perseroan melakukan reklasifikasi beban pajak final tahun 2014 dan 2013 sebesar Rp11,8 miliar dan Rp5,8 miliar. Perubahan Nilai Surat Berharga, Nilai Tukar, dan Tingkat Suku Bunga Sampai dengan Prospektus ini diterbitkan, Perseroan tidak memiliki investasi surat berharga, sehingga Perseroan tidak terpengaruh secara langsung oleh risiko perubahan nilai surat berharga.perseroan telah mengelola aset dan liabilitas yang bermata uang asing secara efektif dan efisien, yaitu dengan cara melakukan hedging (lindung nilai). Kemudian untuk mengantisipasi dampak langsung dari tingkat suku bunga, Perseroan menerapkan pengelolaan tingkat suku bunga yang diberikan kepada konsumen secara konsisten dengan menyesuaikan tingkat bunga terhadap tingkat bunga pinjaman dan beban dana. Dalam hal memperbaiki dan meningkatkan kinerja, Perseroan menerapkan strategi seperti mencari sumber dana yang paling efisien, mengembangkan jaringan pemasaran dan meningkatkan jumlah aset secara signifikan dengan cara meningkatkan jumlah pembiayaan yang disalurkan tanpa menghilangkan prinsip kehati-hatian dalam pemberian kredit. ANALISIS KEUANGAN Analisis dan Pembahasan oleh Manajemen harus dibaca bersama-sama dengan dan mengacu pada laporan keuangan pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2015, 2014, dan 2013 dan catatan atas laporan keuangan yang terdapat di bagian lain dalam Prospektus ini. Analisis dan Pembahasan oleh Manajemen yang disajikan di bawah ini diambil dari laporan keuangan pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2015, 2014, dan 2013 yang disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia dan terdapat di bagian lain dalam Prospektus ini. Laporan keuangan pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2015, 2014, dan 2013 telah diaudit berdasarkan standar audit yang ditetapkan Institut Akuntan Publik Indonesia ("IAPI") oleh Kantor Akuntan Publik ("KAP") Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (firma anggota jaringan global PricewaterhouseCoopers), auditor independen dan laporannya telah ditandatangani pada tanggal 26 April 2016 oleh Lucy Luciana Suhenda S.E., Ak., CPA, dengan pendapat Wajar Tanpa Modifikasiandengan paragraf penjelasan tentang penerbitan kembali laporan keuangan Perseroan pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2015 dengan komparatif pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 sehubungan dengan rencana Perseroan untuk melakukan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan II SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2016 dan untuk menyesuaikan pengungkapan dengan peraturan pasar modal. (dalam jutaan Rupiah) Uraian 31 Desember Jumlah pendapatan Jumlah beban Laba sebelum pajak penghasilan Beban pajak penghasilan Laba bersih
51 A. PENDAPATAN dalam jutaan Rupiah 1,000, , , , , Jumlah Pendapatan (dalam jutaan Rupiah) 31 Desember Uraian Jumlah % Jumlah % Jumlah % Sewa pembiayaan , , ,4% Pembiayaan konsumen , , ,9% Anjak piutang , , ,6% Pembiayaan modal usaha 0 0,0 0 0, ,2% Pendapatan bungadan lain-lain , , ,9% Jumlah Pendapatan , , ,0% Kontribusi terbesar pendapatan Perseroan berasal dari sewa pembiayaan (finance lease). Porsi pendapatan dari sewa pembiayaan diatas 66% dari seluruh pendapatan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2013, 2014, dan Pendapatan dari sewa pembiayaan merupakan pendapatan utama dari kegiatan usaha yang diperoleh Perseroan selain pendapatan dari pembiayaan konsumen, anjak piutang, serta pendapatan bunga dan lain-lainnya. Pendapatan sewa pembiayaan hal tersebut mengalami penurunan sebesar 18,5%, dari Rp juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 menjadi Rp juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember Sedangkan, untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015, pendapatan sewa pembiayaan menurun 25,9% menjadi Rp juta, dibandingkan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember Untuk pembiayaan konsumen, untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014, terjadi penurunan sebesar 29,3% jika dibandingkan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember Kemudian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015, pendapatan pembiayaan konsumen menunjukkan lonjakan sebesar 353,5% jika dibandingkan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember Hal tersebut disebabkan oleh adanya program joint financing dalam bentuk pembiayaan roda dua yang dilakukan oleh Perseroan. Dalam rangka menjaga kualitas piutang pembiayaan, Perseroan menerapkan kebijakan penyaluran pembiayaan yang hati-hati (prudent), yaitu melalui perbaikan terus menerus terhadap kualitas analisa kredit serta kualitas survei sebelum perjanjian kredit dengan pelanggan ditandatangani, serta mempunyai jaringan yang kuat terutama terhadap produsen alat-alat berat dari Grup Astra, sehubungan dengan kinerja konsumen. Perkembangan pendapatan Perseroan banyak dipengaruhi oleh faktor dari luar, diantaranya perkembangan usaha sektor pertambangan (batubara, nikel, timah) dan perkebunan (khususnya kelapa sawit), infrastruktur ataupun fluktuasi harga komoditas mempunyai korelasi yang erat dengan kebutuhan dan permintaan terhadap pengadaan alat-alat berat disamping faktor lainnya seperti tingkat suku bunga yang berfluktuasi dan kondisi ekonomi. 27
52 Pendapatan Sewa Pembiayaan Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2015 Dibandingkan dengan Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember Pendapatan sewa pembiayaan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015 berjumlah sebesar Rp juta, menurun Rp juta atau turun 25,9% dibanding tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 yang nilainya sebesar Rp juta. Hal ini disebabkan oleh penurunan piutang sewa pembiayaan yang sebelumnya pada 31 Desember 2014 berjumlah sebesar Rp juta menjadi sebesar Rp juta pada 31 Desember 2015.Penurunan yang terjadi di tahun 2015 disebabkan oleh menurunnya kondisi ekonomi global terutama di industri pertambangan sehingga manajemen mengambil kebijakan untuk dapat mendiversifikasi sektor pembiayaan yang ada. Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan dengan Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember Pendapatan sewa pembiayaan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 berjumlah sebesar Rp juta, menurun Rp juta atau 18,5% dibanding tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 yang nilainya sebesar Rp juta. Penurunan pendapatan ini dikarenakan oleh penerapan regulasi baru dari pemerintah yang cukup membatasi kegiatan ekspor bahan mentah terutama untuk hasil tambang. Selain itu penurunan harga komoditas juga menjadi salah satu faktor yang cukup mempengaruhi penurunan permintaan pelanggan untuk pembiayaan alat alat berat. Hal ini didukung oleh penurunan piutang sewa pembiayaan kotor yang ada dari Rp juta untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 menjadi Rp juta untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember Pendapatan Pembiayaan Konsumen Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2015 Dibandingkan dengan Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember Pendapatan pembiayaan konsumen Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015 berjumlah sebesar Rp juta, naik sebesar Rp juta atau naik 353,5% dibanding tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 yang nilainya sebesar Rp juta.hal ini disebabkan oleh adanya program joint financing dalam bentuk pembiayaan roda dua yang dilakukan oleh Perseroan.Selain itu kebijakan ini dilakukan oleh Perseroan dalam rangka mendiversifikasi portofolio piutang yang ada di Perseroan. Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan dengan Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember Pendapatan pembiayaan konsumen Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 berjumlah sebesar Rp juta, turun sebesar Rp6.749 juta atau 29,3% dibanding tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 yang nilainya sebesar Rp juta. Menurunnya pendapatan ini sesuai dengan kebijakan Perseroan untuk menempatkan bisnis sewa pembiayaan (finance lease) sebagai bisnis utama Perseroan. Hal ini didukung oleh penurunan piutang pembiayaan konsumen kotor dari Rp juta untuk tahun berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 menjadi Rp juta untuk tahun berakhir pada tanggal 31 Desember
53 Pendapatan Bunga dan Lain-Lain Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2015 Dibandingkan dengan Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember Pendapatan bunga dan lain-lain Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015 berjumlah sebesar Rp juta, mengalami peningkatan Rp7.756 juta atau naik 6,1% dibanding tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 yang berjumlah Rp juta.hal ini disebabkan oleh rata rata jumlah dana yang belum terpakai pada tahun 2015 lebih besar dari tahun Sementara itu, Perseroan terus melakukan pengelolaan penempatan dana yang belum terpakai untuk dapat menghasilkan pengembalian yang optimal. Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan dengan Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember Pendapatan bunga dan lain-lain Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 berjumlah sebesar Rp juta, mengalami peningkatan Rp juta atau 36,8% dibanding tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 yang berjumlah Rp juta. Peningkatan ini disebabkan terutama karena pada tanggal 31 Desember 2014 terdapat saldo kas yang lebih besar dibandingkan dengan posisi saldo kas pada tanggal 31 Desember Saldo kas pada bank ini merupakan hasil penerbitan Obligasi Berkelanjutan SANF I tahap II tahun 2014 yang belum digunakan sebagai penyaluran pembiayaan baru kepada konsumen sehingga hasil akumulasi bunga pada tahun yang berakhir pada 31 Desember 2014 lebih besar jika dibandingkan dengan pada tahun yang berakhir pada 31 Desember Sementara itu, Perseroan terus melakukan pengelolaan penempatan dana yang belum terpakai untuk dapat menghasilkan pengembalian yang optimal. B. BEBAN dalam jutaan Rupiah 560, , , , , , , Jumlah Beban (dalam jutaan Rupiah) 31 Desember Uraian Jumlah % Jumlah % Jumlah % Beban bunga dan keuangan , , ,6 Beban usaha , , ,5 Penyisihan kerugian penurunan nilai , , ,9 Beban pajak final , , ,0 Jumlah Beban , , ,0 29
54 Beban Bunga dan Keuangan Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2015 Dibandingkan dengan Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember Beban bunga dan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015 berjumlah sebesar Rp juta, mengalami peningkatan Rp juta atau naik 7,6% dibanding tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 yang berjumlah sebesar Rp juta. Hal ini disebabkan oleh peningkatan beban bunga Obligasi dan Medium Term Notes berupa pembayaran kupon. Dalam hal ini manajemen Perseroan memiliki kebijakan untuk mengoptimalkan penggunaan fasilitas yang ada. Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan dengan Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember Beban bunga dan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 berjumlah sebesar Rp juta, mengalami penurunan Rp juta atau 8,2% dibanding tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 yang berjumlah sebesar Rp juta. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan bunga pinjaman. Bunga pinjaman untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2013 berjumlah sebesar Rp juta, mengalami penurunan Rp juta, dibandingkan periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014 yang berjumlah Rp juta. Beban Usaha Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2015 Dibandingkan dengan Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember Beban usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015 berjumlah sebesar Rp juta, mengalami penurunan Rp1.508 juta atau turun 2,0% dibandingkan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 yang berjumlah Rp juta. Hal ini disebabkan oleh penurunan jumlah karyawan dari 150 orang pada tahun berakhir 31 Desember 2014 menjadi 138 orang pada tahun berakhir 31 Desember 2015 mengakibatkan penurunan pada jumlah kompensasi karyawan serta beban pelatihan karyawan. Di samping itu, Perseroan menerapkan kebijakan efisiensi penggunaan biaya operasional. Tahun Yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan dengan Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember Beban usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 berjumlah sebesar Rp juta, mengalami peningkatan Rp6.678 juta atau 9,6% dibandingkan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 yang berjumlah Rp juta. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh meningkatnya beban gaji, tunjangan dan imbalan kerja, yaitu dari Rp juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 menjadi Rp juta untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember Selain itu, hal ini terjadi karena usaha operasional Perseroan sehingga pengelolaan aset Perseroanpun turut mengalami peningkatan. 30
55 C. PENYISIHAN KERUGIAN PENURUNAN NILAI Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai Sewa Pembiayaan Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2015 Dibandingkan dengan Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember Penyisihan kerugian penurunan nilai sewa pembiayaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015 sebesar Rp juta, mengalami peningkatan Rp juta atau 136,6% dibandingkan tahun 31 Desember 2014, yang berjumlah Rp juta. Peningkatan ini disebabkan oleh pertimbangan Perseroan untuk meningkatkan jumlah penyisihan kerugian penurunan nilai pada level yang dianggap cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atau tidak tertagihnya piutang sewa pembiayaan Perseroan. Serta dengan mempertimbangkan melemahnya kondisi perekonomian global khususnya di industri bidang pertambangan. Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan dengan Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember Penyisihan kerugian penurunan nilai sewa pembiayaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 sebesar Rp juta, mengalami penurunan Rp juta dibandingkan tahun 31 Desember 2013, yang berjumlah Rp juta. Penurunan ini terutama disebabkan oleh Perseroan melakukan realisasi penghapusan nilai terhadap jumlah penyisihan kerugian nilai yang sudah disisihkan sebelumnya. Dimana jumlah tersebut diperkirakan mampu menutup kemungkinan kerugian atau tidak tertagihnya piutang pembiayaan sewa pembiayaan (kotor) yang dibukukan Perseroan yang tercatat mengalami penurunan dari Rp juta pada tanggal 31 Desember 2013 menjadi Rp juta pada tanggal 31 Desember Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, penyesuaian beban penyisihan sepanjang tahun 2014 dibandingkan dengan tahun 2013 juga disimpulkan berdasarkan indikator yang telah ditetapkan Perseroan sebagai bukti objektif penurunan nilai atas aset keuangan yang dimililki Perseroan, diketahui bahwa terdapat peningkatan keterlambatan pembayaran tagihan pembiayaan konsumen (overdue) dan pengajuan restrukturisasi kontrak pembiayaan oleh konsumen yang mengalami kesulitan pembayaran. Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai Pembiayaan Konsumen Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2015 Dibandingkan dengan Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember Penyisihan kerugian penurunan nilai pembiayaan konsumen untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015 sebesar Rp955 juta, mengalami kenaikan sebesar Rp339 juta atau 55,0% dibandingkan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014, yang berjumlah Rp616 juta. Hal ini disebabkan oleh kenaikan piutang pembiayaan konsumen. Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan dengan Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember Penyisihan kerugian penurunan nilai pembiayaan konsumen untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 sebesar Rp616 juta, mengalami penurunan sebesar Rp1.372 juta dibandingkan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013, yang berjumlah Rp1.988 juta. Penurunan ini terutama disebabkan karena Perseroan melakukan penyesuaian jumlah penyisihan kerugian nilai yang diperkirakan mampu menutup kemungkinan kerugian atau tidak tertagihnya piutang pembiayaan konsumen (kotor) yang dibukukan Perseroan. 31
56 Penurunan penyisihan kerugian penurunan nilai pembiayaan konsumen ini berhubungan dengan penurun saldo rata-rata piutang pembiayaan konsumen sepanjang tahun 2014 dibandingkan dengan tahun Pada tanggal 31 Desember 2014 saldo piutang pembiayaan konsumen bersih sebesar Rp juta sedangkan pada tanggal 31 Desember 2013 sebesar Rp juta. PENDAPATAN, BEBAN DAN LABA BERSIH dalam jutaan Rupiah 1,000, , , , , Jumlah Pendapatan Jumlah Beban Laba Bersih D. LABA BERSIH dalam jutaan Rupiah 300, , , , ,000 50, Laba Bersih (dalam jutaan Rupiah) 31 Desember Uraian Jumlah % Jumlah % Jumlah % Pendapatan , , ,0 Laba sebelum pajak penghasilan , , ,3 Beban pajak penghasilan (78.325) (9,0) (65.307) (8,5) (13.672) (2,0) Laba Bersih , , ,3 Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2015 Dibandingkan Dengan Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember Laba bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015 berjumlah Rp juta, mengalami penurunan sebesar Rp juta atau turun 48,0% dibandingkan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 yang berjumlah Rp juta. Hal ini disebabkan oleh penurunan pendapatan usaha serta peningkatan pada penyisihan kerugian penurunan nilai. Seiring dengan melemahnya kondisi perekonomian secara global terutama industri pertambangan dimana ditahun tahun sebelumnya Perseroan juga menyalurkan pembiayaan ke industri tersebut sehingga peningkatan penyisihan kerugian penurunan nilaipun turut disesuaikan. 32
57 Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan Dengan Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember Laba bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 berjumlah Rp juta, mengalami penurunan sebesar Rp juta atau turun 12,4% dibandingkan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 yang berjumlah Rp juta. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan usaha.seiring dengan melemahnya kondisi perekonomian secara global terutama industri pertambangan dimana ditahun tahun sebelumnya Perseroan juga menyalurkan pembiayaan ke industri tersebut sehingga peningkatan penyisihan kerugian penurunan nilaipun turut disesuaikan. E. ASET, LIABILITAS DAN EKUITAS dalam jutaan Rupiah 8,000,000 7,000,000 6,000,000 5,000,000 4,000,000 3,000,000 2,000,000 1,000, (dalam jutaan Rupiah) Uraian 31 Desember Aset Liabilitas Ekuitas Aset Jumlah Aset Jumlah Liabilitas Jumlah Ekuitas Komposisi aset Perseroan adalah sebagai berikut: (dalam jutaan Rupiah) 31 Desember Uraian Jumlah % Jumlah % Jumlah % Kas dan setara kas , , ,7 Piutang sewa pembiayaan -bersih , , ,0 Piutang pembiayaan konsumen - bersih , , ,4 Tagihan anjak piutang bersih , , ,4 Piutang pembiayaan modal usaha - bersih ,7 Beban dibayar dimuka, pajak dibayar dimuka dan piutang lain-lain , , ,7 Aset derivatif , , ,4 Aset pajak tangguhan , , ,8 Aset tetap bersih , , ,9 Aset lain-lain 993 0, , ,0 Jumlah , , ,0 Posisi aset Perseroan pada tanggal 31 Desember 2015 yang berjumlah Rp juta mengalami penurunan sebesar Rp juta atau turun 4,4% dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 2014 yang berjumlah Rp juta. Hal ini disebabkan oleh penurunan jumlah kas dan setara kas yang telah digunakan Perseroan untuk menjalankan kegiatan usahanya. 33
58 Posisi aset Perseroan pada tanggal 31 Desember 2014 yang berjumlah Rp juta mengalami peningkatan dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 2013 yang berjumlah Rp juta. Peningkatan sebesar Rp juta atau 1,8% terutama disebabkan oleh perkembangan usaha Perseroan yang tercermin pada peningkatan nilai tagihan anjak piutang. Sebagaimana terlampir pada tabel di atas, bahwa investasi bersih dalam sewa pembiayaan mewakili ratarata lebih dari 67,3% total aset Perseroan. Berikut pembahasan lebih lanjut mengenai akun tersebut pada tanggal 31 Desember 2013, 2014, dan Kas dan Setara Kas Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2015 Dibandingkan Dengan Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember Posisi Kas dan Setara Kas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2015 adalah sebesar Rp juta, mengalami penurunan sebesar Rp juta atau turun 26,6% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2014 sebesar Rp juta. Hal ini disebabkan olehpenggunakan kas dan setara kas Perseroan dalam rangka menjalankan kegiatan usahanya. Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan Dengan Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember Posisi Kas dan Setara Kas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp juta, mengalami peningkatan sebesar Rp juta atau 86% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2013 sebesar Rp juta. Peningkatan saldo kas ini disebabkan oleh dana Obligasi Berkelanjutan SAN Finance I tahap II tahun 2014 yang didistribusikan kepada Perseroan pada bulan Desember 2014 dan tidak langsung digunakan.disisi lain, peningkatan saldo kas pada tanggal 31 Desember 2014 juga disebabkan oleh tingkat penyaluran pembiayaan yang secara umum lebih kecil dari pada penyaluran pembiayaan selama tahun Piutang Sewa Pembiayaan Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2015 Dibandingkan Dengan Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember Piutang sewa pembiayaan bersih Perseroan pada tanggal 31 Desember 2015 adalah sebesar Rp juta, mengalami penurunan sebesar Rp juta atau turun 29,0% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2014 sebesar Rp juta. Hal ini disebabkan oleh jumlah pembiayaan baru untuk sewa pembiayaan mengalami penurunan dari Rp juta pada tahun berakhir 31 Desember 2014 menjadi Rp juta pada tahun berakhir 31 Desember 2015 seiring dengan kebijakan Perseroan untuk mendiversifikasi produk pembiayaan yang ada. Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan Dengan Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember Posisi investasi bersih dalam sewa pembiayaan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp juta, mengalami penurunan sebesar Rp juta atau 11% dibandingkan dengan posisi tangal 31 Desember 2013 sebesar Rp juta. Penurunan ini terutama disebabkan karena jumlah volume pembiayaan yang dicapai oleh Perseroan pada 31 Desember 2014 sebesar Rp juta sedangkan sedangkan sewa pembiayaan baru yang dibukukan pada tahun 2013 sebesar Rp juta seiring dengan menurunnya penyaluran pembiayaan baru Perseroan ke sektor pertambangan dimana disesuaikan dengan kebijakan Perseroan untuk lebih selektif dalam penyaluran pembiayaan ke sektor pertambangan tersebut. 34
59 Piutang Pembiayaan Konsumen Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2015 Dibandingkan Dengan Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember Posisi piutang pembiayaan konsumen bersih Perseroan pada tanggal 31 Desember 2015 adalah sebesar Rp juta, mengalami kenaikan sebesar Rp juta atau naik 791,2% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2014 sebesar Rp juta. Hal tersebut disebabkan oleh adanya program joint financing dalam bentuk pembiayaan roda dua yang dilakukan oleh Perseroan. Ini merupakan implementasi dan implikasi dari kebijakan Perseroan untuk mendiversifikasi portofolionya. Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan Dengan Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember Posisi piutang pembiayaan konsumen Perseroan pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp juta, mengalami penurunan sebesar Rp juta atau 48,2%, dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2013 sebesar Rp juta. Hal ini disebabkan oleh strategi yang diterapkan Perseroan pada periode ini adalah berfokus pada penjualan sewa pembiayaan serta pembiayaan dalam bentuk anjak piutang. Beban Dibayar Dimuka, Pajak Dibayar Dimuka dan Piutang Lain-lain Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2015 Dibandingkan Dengan Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember Posisi beban dibayar dimuka dan piutang lain-lain Perseroan pada tanggal 31 Desember 2015 adalah sebesar Rp juta, mengalami penurunan sebesar Rp4.624 juta atau turun 9,2% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2014 sebesar Rp juta. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan uang muka pembayaran dan lainnya. Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan Dengan Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember Posisi beban dibayar dimuka, fasilitas beban usaha, pajar dibayar dimuka, dan piutang lain-lain Perseroan pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp juta, mengalami peningkatan sebesar Rp juta atau 42% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2013 sebesar Rp juta. Peningkatan ini disebabkan oleh peningkatan piutang premi asuransi serta uang muka pembayaran. Aset Derivatif Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2015 Dibandingkan Dengan Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember Posisi aset derivatif Perseroan pada tanggal 31 Desember 2015 adalah sebesar Rp juta, mengalami peningkatan sebesar Rp juta atau naik 72,8% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2014 sebesar Rp juta. Peningkatan ini disebabkan karena nilai pasar derivatif yang dimiliki oleh Perseroan pada tanggal 31 Desember 2015 dinilai lebih baik oleh bank-bank yang bertransaksi derivatif dengan Perseroan dibandingkan dengan nilai pasar pada tanggal 31 Desember
60 Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan Dengan Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember Posisi aset derivatif Perseroan pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp juta, mengalami penurunan sebesar Rp juta atau 80,4% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2013 sebesar Rp juta. Penurunan ini disebabkan karena nilai pasar derivatif yang dimiliki oleh Perseroan pada tanggal 31 Desember 2014 dinilai kurang baik oleh bank-bank yang bertransaksi derivatif dengan Perseroan dibandingkan dengan nilai pasar pada tanggal 31 Desember Aset Pajak Tangguhan Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2015 Dibandingkan Dengan Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember Posisi aset pajak tangguhan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2015 adalah sebesar Rp juta, mengalami peningkatan sebesar Rp juta atau naik 24,8% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2014 sebesar Rp juta. Peningkatan ini terutama disebabkan karena adanya peningkatan penyisihan kerugian penurunan nilai yang dibebankan ke laporan laba rugi. Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan Dengan Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember Posisi aset pajak tangguhan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp juta, mengalami penurunan sebesar Rp juta atau 23,3% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember Penurunan ini terutama disebabkan karena tidak adanya peningkatan dalam nilai aset pajak tangguhan atas penyisihan kerugian penurunan nilai. Liabilitas Komposisi liabilitas keuanganperseroan adalah sebagai berikut : (dalam jutaan Rupiah) 31 Desember Uraian Jumlah % Jumlah % Jumlah % Utang kepada pemasok , ,1 - - Pinjaman yang diterima bersih , , ,2 Utang Obligasi , , ,7 Medium term notes - bersih , , ,2 Liabilitas pajak penghasilan badan , , ,0 Liabilitas pajak lain-lain , , ,2 Biaya akrual dan utang lain-lain , , ,3 Liabilitas derivatif , , ,0 Liabilitas imbalan kerja , , ,4 Jumlah , , ,0 Posisi liabilitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2015 adalah sebesar Rp juta, mengalami penurunan sebesar Rp juta atau turun 5,9% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2014 yang berjumlah Rp juta.hal ini terutama disebabkan oleh Perseroan telah melunasi surat utang obligasi yang telah jatuh tempo sebesar Rp juta. Posisi liabilitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp juta, mengalami peningkatan sebesar Rp juta atau naik 0,6% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2013 yang berjumlah Rp juta. Perseroan menjalankan lindung nilai kepada setiap kewajibannya baik lindung nilai secara kurs maupun suku bunga. Penyaluran pembiayaan pun dilakukan dengan menerapkan matching policy, dimana pembiayaan yang disalurkan memiliki struktur yang sesuai dengan pinjaman yang diterima oleh Perseroan. Sehingga dengan begitu proyeksi uang masuk dan keluar Perseroan dapat terukur. 36
61 Utang Kepada Pemasok Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2015 Dibandingkan Dengan Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember Posisi utang kepada pemasok Perseroan pada tanggal 31 Desember 2015 adalah sebesar Rp0 juta, mengalami penurunan 100% sebesar Rp5.637 juta dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2014 sebesar Rp5.637 juta. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya utang kepada pemasok pada posisi akhir tahun Seluruh transaksi yang berhubungan dengan utang kepada pemasok sudah diselesaikan pembayarannya oleh Perseroan sebelum ditutupnya periode pelaporan. Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan Dengan Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember Posisi utang kepada pemasok Perseroan pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp5.637 juta, mengalami penurunan sebesar Rp7.771 juta atau 58% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2013 sebesar Rp juta. Hal ini terjadi karena proses penyelesaian pembayaran utang kepada pemasok di tahun 2014 dilakukan lebih cepat dibandingkan dengan tahun Pendanaan Pihak Ketiga (dalam jutaan Rupiah) Pendanaan pihak ketiga Pinjaman yg diterima pihak ketiga pihak berelasi Jumlah pinjaman yang diterima Utang obligasi Jumlah utang obligasi MTN pihak ketiga pihak berelasi Jumlah MTN Jumlah pendanaan pihak ketiga Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2015 Dibandingkan dengan Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember Saldo pendanaan pihak ketiga pada akhir tahun 2015 menurun sebesar Rp juta atau turun sebesar 8,3% dari saldo tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh pelunasan Obligasi II Seri C dengan jumlah pelunasan sebesar Rp juta pada bulan Januari 2015 serta pembayaran MTN dan pinjaman lainnya sebesar Rp juta. Namun demikian selama tahun 2015 Perseroan menerima pendanaan dalam bentuk Obligasi sebesar Rp juta, MTN Rp juta dan pinjaman lainnya sebesar Rp juta. Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan dengan Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember Saldo pendanaan pihak ketiga pada akhir tahun 2014 meningkat sebesar Rp juta atau sekitar 0,8% dari saldo tahun sebelumnya. 37
62 Liabilitas Pajak Penghasilan Badan Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2015 Dibandingkan Dengan Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember Posisi liabilitas pajak penghasilan badan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2015 adalah sebesar Rp2.020 juta, mengalami penurunan sebesar Rp1.091 juta atau 35,0% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2014 sebesar Rp3.111 juta. Penurunan ini terutama disebabkan karena penurunan pajak penghasilan badan terkait laba yang diperoleh Perseroan di tahun Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan Dengan Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember Posisi liabilitas pajak penghasilan badan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp3.111 juta, mengalami penurunan sebesar Rp5.922 juta atau 66%, dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2013 sebesar Rp9.033 juta. Penurunan ini terutama disebabkan karena penurunan pajak penghasilan badan terkait laba yang diperoleh Perseroan di tahun Total Liabilitas Pajak Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2015 Dibandingkan Dengan Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember Posisi liabilitas pajak Perseroan pada tanggal 31 Desember 2015 adalah sebesar Rp5.581 juta, mengalami penurunan sebesar Rp1.859 juta atau turun 25,0% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2014 sebesar Rp7.440 juta. Penurunan ini terutama disebabkan karena lebih kecilnya kewajiban pajak terkait pasal 21, 23, dan 26 dibandingkan pada periode sebelumnya. Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan Dengan Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember Posisi liabilitas pajak Perseroan ada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp7.440 juta, mengalami penurunan sebesar Rp6.108 juta atau 45% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2013 sebesar Rp juta. Penurunan ini terutama disebabkan karena lebih kecilnya kewajiban pajak terkait pasal 21, 23, dan 26. Biaya akrual dan utang lain-lain (dalam jutaan Rupiah) Biaya Akrual Pihak ketiga Bunga Tenaga ahli Lain-lain Pihak berelasi Bunga Jumlah biaya akrual Utang Lain-Lain Pihak ketiga Uang muka pelanggan Utang asuransi Utang fidusia Pendapatan yang ditangguhkan Lain-lain Pihak berelasi 38
63 (dalam jutaan Rupiah) Utang asuransi Jumlah utang lain-lain Jumlah biaya akrual dan utang lain-lain Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2015 Dibandingkan Dengan Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember Posisi biaya akrual dan utang lain-lain Perseroanpada tanggal 31 Desember 2015 adalah sebesar Rp juta, mengalami peningkatan sebesar Rp juta atau naik 77,0% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2014 sebesar Rp juta. Peningkatan ini terutama disebabkan karena meningkatnya akrual bunga. Jumlah akrual bunga yang dicatat oleh Perseroan pada tanggal 31 Desember 2015 sebesar Rp juta. Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan Dengan Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember Posisi biaya akrual dan utang lain-lain Perseroan pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp juta, mengalami peningkatan sebesar Rp juta atau 6,8% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2013 sebesar Rp juta. Liabilitas Derivatif Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2015 Dibandingkan Dengan Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember Posisi liabilitas derivatif Perseroan pada tanggal 31 Desember 2015 adalah sebesar Rp1.922 juta, mengalami penurunan sebesar Rp501 juta atau turun 20,7% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2014 sebesar Rp2.423 juta. Penurunan ini dikarenakan oleh nilai pasar dari derivatif yang dimiliki oleh Perseroan pada tanggal 31 Desember 2015 dinilai lebih baik oleh bank-bank yang bertransaksi derivatif dengan Perseroan dibandingkan dengan nilai pasar pada tanggal 31 Desember Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan Dengan Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember Posisi liabilitas derivatif Perseroan pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp2.423 juta, mengalami penurunan sebesar Rp2.334 juta atau 49%, dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2013 sebesar Rp4.757 juta. Penurunan ini dikarenakan oleh nilai pasar dari derivatif yang dimiliki oleh Perseroan pada tanggal 31 Desember 2014 dinilai lebih baik oleh bank-bank yang bertransaksi derivatif dengan Perseroan dibandingkan dengan nilai pasar pada tanggal 31 Desember Liabilitas imbalan Kerja Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2015 Dibandingkan Dengan Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember Posisi imbalan kerja Perseroan pada tanggal 31 Desember 2015 adalah sebesar Rp juta, mengalami peningkatan sebesar Rp5.447 juta atau 33,6% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2014 sebesar Rp juta. Peningkatan ini terutama disebabkan karena meningkatnya liabilitas imbalan pensiun dan liabilitas imbalan jangka panjang Perseroan. 39
64 Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan Dengan Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember Posisi imbalan kerja Perseroan pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp juta, mengalami peningkatan sebesar Rp1.761 juta atau 12,2% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2013 sebesar Rp juta. Ekuitas (dalam jutaan Rupiah, kecuali %) 31 Desember Uraian Jumlah % Jumlah % Jumlah % Modal ditempatkan dan disetor penuh , , ,83 Agio saham , , ,5 Cadangan lindung nilai arus kas (790) (0,1) (1.959) (0,19) ,08 Saldo laba dicadangkan 200 0, , ,02 Saldo laba belum dicadangkan , , ,6 Jumlah Ekuitas , , ,00 Posisi ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2015 adalah sebesar Rp juta, mengalami peningkatan dibandingkan dengan total ekuitas pada tanggal 31 Desember 2014 yang berjumlah Rp juta.peningkatan sebesar Rp juta atau 1,6% terutama disebabkan oleh peningkatan saldo laba yang belum dicadangkan Perseroan untuk tahun berakhir tanggal 31 Desember Posisi ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp juta, mengalami peningkatan dibandingkan posisi tanggal 31 Desember 2013 yang berjumlah Rp juta. Peningkatan sebesar Rp juta atau 6,9% terutama disebabkan oleh peningkatan laba berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 September F. KUALITAS PIUTANG Sewa Pembiayaan (dalam jutaan Rupiah) Uraian 31 Desember Tanpa tunggakan Tunggakan 1 30 hari Tunggakan hari Tunggakan diatas 60 hari Jumlah (dalam persentase) Uraian 31 Desember Tanpa tunggakan 70,0% 70,7% 72,9% Tunggakan 1 30 hari 14,0% 11,5% 10,3% Tunggakan hari 13,5% 14,1% 12,3% Tunggakan diatas 60 hari 2,5% 3,7% 4,5% Jumlah 100,0% 100,0% 100,0% Pembiayaan Konsumen (dalam jutaan Rupiah) Uraian 31 Desember Tanpa tunggakan Tunggakan 1 30 hari Tunggakan hari
65 (dalam jutaan Rupiah) Uraian 31 Desember Tunggakan diatas 60 hari Jumlah (dalam persentase) Uraian 31 Desember Tanpa tunggakan 84,8% 86,1% 99,7% Tunggakan 1 30 hari 7,9% 9,5% - Tunggakan hari 6,1% 3,6% 0,3% Tunggakan diatas 60 hari 1,2% 0,8% - Jumlah 100,0% 100,0% 100,0% Dengan semakin berkembangnya usaha Perseroan yang ditandai oleh meningkatnya jumlah kontrak dan konsumen mengakibatkan tingkat ketertunggakan dari konsumen meningkat dari tahun ke tahun. Namun demikian, Perseroan tetap mengelola proses penagihan secara baik dan handal. Hal ini terlihat pada kinerja Perseroan yang cemerlang pada tahun 2015 dengan membukukan piutang pembiayaan konsumen tanpa tunggakan sebesar 99,7% dari total piutang, yang merupakan pencapaian terbaik dalam rentang tahun Perseroan menentukan dan menganalisa setiap piutang apakah terdapat bukti objektif penurunan nilai secara individual atas piutang. Penyisihan kerugian penurunan nilai atas piutang yang mengalami penurunan nilai dihitung secara individual dengan menggunakan metode discounted cash flows, sedangkan untuk piutang yang tidak mengalami penurunan nilai penyisihan kerugian penurunan nilai dinilai secara kolektif berdasarkan data kerugian historis. Persentase penyisihan kerugian penurunan nilai pada tanggal 31 Desember 2013, 2014, dan 2015 masing-masing sebesar 4,7%; 5,7%; dan 5,4%. Penerimaan dari piutang yang telah dihapusbukukan pada periode sebelumnya, diakui sebagai pendapatan lain-lain, sedangkan penerimaan dari piutang yang telah dihapusbukukan pada periode berjalan, dikreditkan dengan menyesuaikan akun penyisihan kerugian penurunan nilai. (dalam jutaan Rupiah) Uraian 31 Desember Saldo Awal Periode Penyisihan Selama Periode Berjalan Penghapusan (94.264) (99.993) ( ) Saldo Akhir Periode G. ASET DAN LIABILITAS KEWAJIBAN MATA UANG ASING (dalam jutaan Rupiah) Uraian 31 Desember Aset mata uang asing Liabilitas mata uang asing ( ) ( ) ( ) Jumlah aset/(liabilitas)mata uang asing - bersih Jumlah aset/liabilitas mata uang asing - bersih yang dimiliki oleh Perseroan pada tanggal 31 Desember 2013, 2014 dan 2015 masing-masing adalah sebesar Rp juta, Rp juta, dan Rp juta. Dalam hal pinjaman mata uang asing, Perseroan telah melakukan lindung nilai melalui transaksi cross currency swaps untuk mengantisipasi risiko fluktuasi nilai tukar atas pinjaman dalam mata uang asing. 41
66 H. SOLVABILITAS Solvabilitas adalah kemampuan Perseroan untuk membayar kembali liabilitas pinjaman jangka pendek maupun jangka panjang yang sudah jatuh tempo. Dalam perhitungan solvabilitas ini dikenal rasio-rasio keuangan seperti: rasio pinjaman berbunga (kotor) terhadap ekuitas (gearing ratio) dan rasio liabilitas terhadap jumlah aset (debt to total asset ratio). Rasio pinjaman berbunga (kotor) terhadap ekuitas (gearing ratio) pada 31 Desember 2013, 2014 dan 2015 masing-masing adalah sebesar 4,2 kali; 3,9 kali; dan 3,5 kali. Posisi rasio keuangan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 84/PMK.012/2006 tanggal 26 September 2006, tentang Perusahaan Pembiayaan, yang menyatakan bahwa tingkat kesehatan perusahaan pembiayaan diukur dengan gearing ratio maksimum sebesar 10 kali dari total modal. Rasio liabilitas terhadap jumlah aset (debt to total asset ratio) adalah perbandingan antara seluruh liabilitas dengan jumlah aset. Rasio pada 31 Desember 2013, 2014 dan 2015 masing-masing adalah sebesar 0,8 kali; 0,8 kali; dan 0,8 kali. I. IMBAL HASIL EKUITAS (ROE) DAN IMBAL HASIL INVESTASI (ROA) (dalam jutaan Rupiah kecuali ROE dan ROA) 31 Desember Uraian Laba Bersih Ekuitas Aset ROE 18,7% 15,3% 7,8% ROA 3,5% 3,0% 1,7% Imbal hasil ekuitas (ROE) menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan, yang diukur dari perbandingan antara laba bersih dengan ekuitas. Imbal hasil ekuitas Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013, 2014 dan 2015 masingmasing adalah sebesar 18,7%; 15,3% dan 7,9%. Imbal hasil ekuitas ini menunjukan produktivitas Perseroan yang cukup baik dalam menghasilkan laba bersih dari total ekuitas yang dimiliki. Imbal hasil investasi (ROA) menunjukan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba bersih dari aset yang dimiliki Perseroan, yang diukur dari perbandingan antara laba bersih dengan jumlah aset. Imbal hasil investasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013, 2014 dan 2015 masing-masing adalah sebesar 3,5%; 3,0%; dan 1,7%. J. SUMBER PENDANAAN Selain dari ekuitas, Perseroan juga menggunakan sumber pendanaan berupa pinjaman bank, pinjaman non bank, pengeluaran obligasi, Medium Term Notes dan pembiayaan bersama (joint financing) untuk kemudian disalurkan sebagai pembiayaan kepada konsumen. Sebagian besar sumber pendanaan Perseroan berasal dari utang obligasi. K. LIKUIDITASPERSEROAN Uraian 31 Desember Aset (Juta Rupiah) Liabilitas (Juta Rupiah) Rasio likuiditas (x) 1,3 1,6 2,5 Likuiditas merupakan rasio dari aset yang akan jatuh tempo kurang dari 1 tahun dibagi dengan liabilitas yang akan jatuh tempo di bawah 1 tahun. 42
67 Perseroan selalu menjaga tingkat likuiditas Perseroan, termasuk antisipasi untuk perkembangan penyaluran kredit, risiko kredit dari pelanggan dan ketersediaan dana sendiri maupun berupa pinjaman untuk menjamin kelancaran operasional Perseroan. Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2015 Dibandingkan Dengan Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember Pada tanggal 31 Desember 2015, rasio likuiditas Perseroan adalah sebesar 2,5 kali, meningkat dibanding posisi tahun 2014 yaitu sebesar 1,6 kali. Kondisi ini merupakan hasil usaha Perseroan mempertahankan tingkat efisiensi didalam mengelola likuiditas, akan tetapi tetap berada dalam posisi likuid dengan rasio diatas 1 kali, yaitu kemampuan mempertahankan tingkat likuiditas dalam bentuk kas dibandingkan liabilitas yang segera jatuh tempo. Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan Dengan Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember Pada tanggal 31 Desember 2014, rasio likuiditas Perseroan adalah sebesar 1,6 kali, naik dibandingkan dengan posisi tahun 2013 yaitu sebesar 1,3 kali. Kondisi ini merupakan hasil usaha Perseroan mempertahankan tingkat efisiensi didalam mengelola likuiditas, akan tetapi tetap berada dalam posisi likuid dengan rasio diatas 1 kali, yaitu kemampuan mempertahankan tingkat likuiditas dalam bentuk kas dibandingkan liabilitas yang segera jatuh tempo. L. ANALISIS ARUS KAS Uraian Kas bersih (digunakan untuk)/ diperoleh dari aktivitas operasi Kas bersih (digunakan untuk) / diperoleh dari aktivitas investasi Kas bersih diperoleh dari/ (digunakan untuk) aktivitas pendanaan Kas dan setara kas akhir tahun/ periode (dalam jutaan Rupiah) 31 Desember (1.400) (1.740) (55.360) ( ) ( ) ( ) Arus kas masuk Perseroan yang utama diperoleh dari penerimaan angsuran pelanggan dan penerimaan fasilitas pinjaman bank. Arus kas keluar Perseroan yang utama adalah untuk membayar utang kepada pemasok (supplier) dan membayar angsuran pinjaman bank. Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2015 Dibandingkan Dengan Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember Pada tanggal 31 Desember 2015, posisi kas dan setara kas Perseroan adalah sebesar Rp juta, menurun sebesar Rp juta dibanding posisi tahun Penurunan ini karena kas dan setara kas yang digunakan untuk kegiatan usaha Perseroan terutama untuk pembayaran kembali pendanaan dalam bentuk Obligasi, MTN dan pinjaman lainnya. Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2014 Dibandingkan Dengan Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember Pada tanggal 31 Desember 2014, posisi kas dan setara kas Perseroan adalah sebesar Rp juta, meningkat sebesar Rp juta dibanding posisi tahun Kenaikan ini disebabkan oleh kenaikan penerimaan Perseroan yang merupakan hasil penagihan piutang dari konsumen, penerimaan pinjaman dan penerimaan Medium Term Notes, dan utang obligasi pada tahun
68 STRATEGI USAHA PERSEROAN Perseroan mengembangkan berbagai strategi didalam menjalankan kegiatan usaha, ditengah ketatnya persaingan yang memberikan pelayanan untuk pembiayaan alat-alat berat dan kendaraan pendukung lainnya. Bidang pemasaran - Segmentasi konsumen yang tepat. - Menyediakan jasa pembiayaan dengan memberikan solusi yang tepat bagi setiap konsumen alat berat di Indonesia. Bidang operasional - Menerapkan prinsip kehati-hatian dalam setiap pemberian kredit dan manajemen piutang yang handal dan akurat. - Menjalin kerjasama dengan pemasok, perusahaan asuransi dan perusahaan profesi terkait lainnya. Bidang keuangan - Melakukan diversifikasi atas sumber pendanaan. - Optimalisasi struktur pendanaan (matching policy). Bidang manajemen risiko - Menerapkan manajemen risiko yang terpadu untuk meminimalkan risiko pasar, keuangan dan operasional. - Menerapkan Business Continuity Plan (BCP) untuk memastikan keberlangsungan bisnis perusahaan saat terjadi bencana. Sumber daya manusia dan teknologi informasi - Menerapkan sistem sumber daya manusia sejalan dengan kebijakan SDM Astra dimulai dari perekrutan, pengembangan dan purna bakti. - Menerapkan sistem aplikasi secara online di seluruh jaringan pemasaran dan program Disaster Recovery Plan (DRP). MANAJEMEN RISIKO Manajemen risiko merupakan salahsatu penerapan kebijakan manajemen Perseroan untuk melakukan suatu pendekatan terstruktur didalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman ketidakpastian terhadap bidang usaha. Perseroan menetapkan suatu rangkaian aktivitas usaha Perseroan termasuk: identifikasi risiko, pengukuran dampak risiko, pengembangan dan pengelolaan strategi dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan sumberdaya Perseroan. Strategi yang dapat diimplementasikan antara lain adalah mengurangi terjadinya ancaman risiko secara langsung, sehingga dampak negatif terjadinya risiko dapat segera diidentifikasi dan diambil suatu kebijakan untuk mengatasinya, pelaksanaan runtutan prosedur untuk mengantisipasi, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu. Sasaran dari pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk mengurangi risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh Perseroan. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi dan ekonomi. Di sisi lain pelaksanaan manajemen risiko melibatkan metodologi dan tindakan sistematis yang dipersiapkan oleh Perseroan, khususnya bagi entitas manajemen risiko (manusia, staff, dan organisasi). Perseroan mempertimbangkan tindakan sistematis dan proaktif untuk mengantisipasi apabila terjadi risiko operasional dan risiko finansial, dengan cara menerapkan kebijakan keselarasan profil jatuh tempo piutang dengan profil jatuh tempo liabilitas (match funding gap policy). Di sisi lain, untuk pinjaman dalam mata uang asing, maka Perseroan menerapkan kebijakan lindung nilai (hedging). Artinya, setiap mata uang asing yang dikonversikan ke mata uang Rupiah dan digunakan untuk melakukan pembiayaan dalam bentuk Rupiah akan dilakukan lindung nilai. Hal ini untuk menghindari risiko fluktuasi nilai mata uang di masa yang akan datang.adapun di bidang operasional, Perseroan menerapkan kebijakan 44
69 manajemen risiko yang sangat prudent. Setiap permintaan kredit yang ada harus melalui persetujuan Komite Kredit berdasarkan analisis komprehensif atas/ terhadap risiko risiko yang ada. Tata kelola manajemen risiko yang dilaksanakan oleh Perseroan, terfokus kepada kebijakan yang mencakup berbagai sisi pengelolaan risiko sebagai berikut: Fungsi pengawasan secara proaktif dari Dewan Komisaris dan Direksi. Secara berkesinambungan dan terintegrasi dengan Grup Astra, melakukan berbagai usaha pengembangan sumber daya sehubungan dengan pengelolaan risiko. Sistem informasi manajemen yang terpadu, dan mampu melakukan identifikasi secara akurat, termasuk pengelolaan database dan pengawasan yang terkait dengan bidang usaha Perseroan. Pada tahun 2015 Perseroan sudah mulai menyiapkan tatanan manajemen risiko terkait dengan diwajibkannya penerapan manajemen risiko terintegrasi yang tergabung dalam konglomerasi keuangan Astra sesuai dengan peraturan dari OJK. Implementasi dan penerapan tata kelola manajemen risiko sebagaimana diatas: Pengelolaan manajemen risiko Perseroan, sebagai pendekatan untuk mengelola semua risiko, memerlukan proses pengelolaan risiko yang proaktif, sistematis dan berdisiplin, yang mencakup semua risiko terhadap semua lini organisasi, termasuk mempertimbangkan risiko pembiayaan, risiko pasar, risiko likuiditas dan risiko operasional. Risiko lainnya seperti risiko reputasi, risiko kepatuhan dikelola sebagai bagian dari risiko operasional. Perseroan juga telah mengimplementasikan program Business Continuity Plan (BCP) dan Disaster Recovery Plan (DRP) sebagai suatu bentuk mitigasi risiko, terutama pada saat terjadinya bencana. Dengan adanya program BCP dan DRP ini, Perseroan berusaha untuk memastikan keberlangsungan kegiatan operasionalnya di saat terjadinya bencana. Perseroan juga telah secara rutin melaksanakan Control Self Assessment (CSA) dan menyusun Risk Register guna mengidentifikasi risiko-risiko baru yang dihadapi Perseroan dan monitoring pelaksanaan rencana mitigasi serta menyusun mitigasi yang akan dilakukan. KEMAMPUAN MANAJEMEN Perseroan dalam menjalankan kegiatan usahanya didukung oleh manajemen yang terdiri dari jajaran Direksi dan diawasi oleh jajaran Komisaris yang berpengalaman di bidang pembiayaan dan industri alatberat. Perseroan juga didukung oleh karyawan-karyawan yang memiliki kapabilitas. Kompetensi dan pengalaman yang luas dalam industri pembiayaan, keuangan dan alat-alat berat, terutama didalam jajaran pejabat senior Perseroan. PEMBELIAN BARANG MODAL (CAPITAL EXPENDITURE) Pembelian barang modal merupakan pengeluaran biaya yang digunakan untuk membeli aset-aset Perseroan, berupa prasarana, peralatan kantor, kendaraan bermotor, perabotan kantor, pembelian perangkat keras atau perangkat lunak untuk pengembangan jaringan yang berbasis teknologi informasi dan kebutuhan barang modal lainnya untuk mendukung usaha Perseroan. Pembelian barang modal untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013, 2014, dan 2015 secara berturutturut adalah sebesar Rp1.400 juta, Rp2.153 juta, dan Rp juta. Tingginya nilai pembelian barang modal di tahun 2015 dikarenakan aktivitas pembelian gedung kantor Perseroan Rencana pembelian barang modal, merupakan investasi yang akan dilakukan Perseroan secara bertahap dan berkelanjutan dimasa yang akan datang, yang difokuskan untuk perluasan jaringan teknologi informasi, memperkuat customer database yang tersebar berdasarkan wilayah dan berpotensi menjadi pengguna jasa Perseroan, peningkatan fungsi pengawasan keberadaan alat-alat berat yang disewa guna usahakan. 45
70 Perseroan merencanakan alokasi pembelian barang modal, sebagai berikut : 1. Rencana pembelian barang modal didasarkan pada pemahaman Perseroan tentang kondisi pasar dan kebutuhan pengguna alat-alat berat di berbagai wilayah di Indonesia, dimana setiap saat Perseroan dapat mengubah rencananya, yang disesuaikan dengan kondisi pasar yang terjadi. Sumber dana terhadap pembelian barang modal dapat dilakukan melalui pendanaan sendiri, ataupun dengan mekanisme kerjasama dengan pihak swasta yang akan mendanai melalui pengembalian bertahap berdasarkan imbalan tertentu atas barang modal yang dibeli. 2. Terhadap pengadaan barang modal dengan menggunakan mata uang asing, Perseroan akan mempertimbangkan secara konservatif dan hati-hati, yang diprioritaskan terhadap pengadaan barang-barang modal yang juga memberikan konstribusi pendapatan dalam mata uang asing, untuk memperkecil kemungkinan terhadap rugi kurs terhadap pembelian barang modal akan dipertimbangkan dengan transaksi lindung nilai. 3. Kebijakan Perseroan didalam pengambilan keputusan terhadap pengadaan barang modal, akan berorientasi kepada peningkatan kinerja Perseroan, dengan pembelian barang modal dapat dilakukan optimalisasi proses dan prosedur kerja, diantaranya: memperkuat jaringan teknologi informasi, yang mampu memberikan masukan informasi secara lebih cepat, akurat dan terkini (seperti data customer, sumber pendanaan, kredibilitas customer, keberadaan alat-alat berat, dll) sehingga manajemen dapat mengambil keputusan dengan segera dan tepat, serta memperkecil risiko kesalahan informasi. Dalam hal pembelian barang modal ini, Perseroan telah mengukur maksud dan tujuan secara baik, sehingga Perseroan berkeyakinan tidak akan muncul masalah yang berdampak signifikan dalam rangka membeli barang modal ini. Dampak positif yang dirasakan oleh Perseroan dalam rangka pembelian barang modal ini adalah Perseroan dapat mengelola database nasabah yang meningkat dari tahun ke tahun dan Perseroan dapat mengelola asetnya menjadi lebih baik, efektif dan efisien. PROSPEK USAHA Kondisi ekonomi global yang masih stagnan ini tentunya tidak lepas dari dampak krisis di Eropa, perlambatan ekonomi di Tiongkok serta suku bunga the Fed Amerika Serikat yang sedang dalam tren naik. Hal ini tentu memberi dampak langsung seperti penurunan harga minyak dan batubara serta komoditas lainnya yang hingga saat ini belum memberikan tanda-tanda untuk kembali menanjak. Indonesia sebagai negara komoditas mengalami imbas yang cukup besar. Dimana Tiongkok yang merupakan target ekspor Indonesia yang paling besar mengalami perlambatan. Menanggapi kondisi ekonomi global,selain melalui sejumlah faktor positif seperti pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap kokoh, terjaganya tingkat kesehatan bank, ekspektasi pulihnya harga komoditas, inflasi yang stabil, serta likuiditas pendanaan perbankan akan tetap mendukung perekonomian dimasa yang akan datang. Pemerintah mulai menjalankan instrumen-instrumen perekonomian di tengah kondisi krisis yang melanda Indonesia, sehingga diharapkan dapat merangsang laju pertumbuhan industri serta mendorong konsumsi nasional mulai dari belanja negara hingga konsumsi rakyat. Untuk mendapat mencapai hal tersebut pemerintah berfokus pada pembangunan infrastruktur serta energi yang memadai di seluruh pelosok tanah air. Sepanjang tahun 2015, sebanyak unit alat berat baru telah terjual. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2014, dimana unit alat berat terjual. Sektor pertambangan di seluruh dunia mengalami perlambatan dan juga semakin ketatnya kompetisi di segmen penjualan alat berat. Hal ini terutama dipengaruhi oleh melemahnya harga komoditas terutama batu bara sebagai dampak dari perlambatan ekonomi global seperti yang disebutkan diatas. 46
71 Melambatnya perekonomian global karena krisis utang zona Eropa secara tidak langsung mempengaruhi perekonomian Indonesia, namun ekonomi Indonesia tetap tumbuh 4,79% pada tahun Beberapa faktor utama pendukung kestabilan ekonomi Indonesia adalah komitmen pemerintah untuk meningkatkan konsumsi masyarakat dan belanja negara serta kebijakan-kebijakan moneter dan fiskal yang akomodatif guna menjaga iklim investasi di Indonesia. Tingkat kepercayaan investor asing terhadap perekonomian Indonesia juga terus meningkat seperti terlihat dari kenaikan peringkat kredit Indonesia menjadi investment grade menurut Fitch Ratings, Moody s dan Japan Credit Rating Agency. Kondisi ekonomi yang cenderung lebih positif apabila dibandingkan dengan negara lainnya menjadikan Indonesia sebagai salah satu destinasi investasi yang positif bagi para investor lokal maupun asing.kondisi makro ekonomi Indonesia yang kondusif dengan pertumbuhan ekonomi yang signifikan tersebut menjadi salah satu faktor penopang performa Perseroan. Ditengah kondisi perekonomian yang dinamis ini, Perseroan mampu menjaga angka pembiayaan baru sebesar Rp3,1 triliun pada tahun 2015, mengalami sedikit peningkatan dibandingkan dengan tahun 2014 senilai Rp2,8 triliun. Angka pembiayaan baru ini terdiri atas sewa pembiayaan sebesar Rp1,3 triliun, Rp1,2triliun dalam bentuk pembiayaan konsumen, Rp181 miliar dalam bentuk fasilitas modal usaha dan Rp352 miliar dalam bentuk anjak piutang. Jumlah alat berat yang memperoleh pembiayaan pada tahun 2015 mencapai 1,799 unit, mengalami penurunan sekitar 10% dibandingkan dengan tahun Sektor konstruksi diperkirakan akan tumbuh semakin kuat dengan adanya program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dengan nilai total investasi infrastruktur sebesar Rp1,786 triliun hingga tahun Hal ini didukung dengan diterbitkannya peraturan mengenai perusahaan pembiayaan. Di dalam peraturan ini, perusahaan pembiayaan dibukakan peluang untuk memperluas diversifikasi usahanya baik dengan cara in line bersama value chain maupun dengan cara new stream dimana dilakukan diluar value chain bisnis usaha. Beberapa jenis bisnis new stream yang prospektif diantaranya Pembiayaan Proyek, Pembiayaan Modal Usaha, Pembiayaan Multiguna serta pembiayaan lainnya sesuai dengan persetujuan dari OJK. Perseroan merupakan salah satu penyedia jasa pembiayaan alat-alat berat yang mempunyai pangsa pasar yang besar, memiliki jaringan yang luas dan tersebar di wilayah-wilayah pada sentra pengembangan, untuk sektor-sektor pertambangan, perkebunan, perhutanan ataupun pembangunan infrastruktur. Perseroan didukung oleh pemegang saham yang kuat, dan secara khusus memiliki jaringan pasar yang luas dan mempunyai basis didalam keunggulan bersaing di daerah sentra pemasaran alat berat dan kendaraan pendukung lainnya. Meski pertumbuhan alat berat di sektor infrastruktur terjadi, namun secara kebutuhan unit alat berat lebih sedikit dan dengan tipe yang lebih kecil serta untuk jangka waktu yang relatif lebih singkat untuk masing-masing proyek. Menghadapi tantangan ini, Perseroan akan melakukan diversifikasi bisnis ke arah operating lease/rental. 47
72 VI. RISIKO USAHA A. RISIKO TERKAIT DENGAN KEGIATAN USAHA PERSEROAN Dalam menjalankan usahanya, Perseroan tidak terlepas dari risiko-risiko yang dapat mengancam kelangsungan usaha Perseroan (going concern). Risiko kegiatan usaha Perseroan yang disusun berdasarkan bobot dampak masing-masing risiko terhadap kinerja Perseroan, yang dimulai dengan risiko utama Perseroan yaitu sebagai berikut: 1. RISIKO DUKUNGAN DANA Risiko ini terbagi atas 2 (dua) yaitu kemampuan permodalan yang memperhitungkan kecukupan permodalan yang dapat dilihat dari nilai tren ROE/ROA serta tren penurunan/kenaikan laba dalam setiap periode; dan sumber penambahan modal yang dinilai dari kondisi keuangan Entitas Utama dan Pencadangan umum Perseroan. 2. RISIKO PEMBIAYAAN Perseroan menghadapi risiko pembiayaan pendapatan usaha, yaitu ketidakmampuan nasabah/debitur untuk membayar kembali fasilitas pembiayaan yang diberikan, baik pokok pinjaman maupun bunganya. Risiko ini timbul jika pembiayaan kepada nasabah tidak dikelola secara hati-hati sehingga menyebabkan tidak tertagihnya piutang pembiayaan nasabah yang dapat menurunkan pendapatan/kinerja Perseroan. Risiko ini juga meningkat seiring dengan menurunnya nilai pasar atas jaminan yang diambil alih sehingga berdampak terhadap nilai jual atas jaminan tersebut. 3. RISIKOASET DAN LIABILITAS Perseroan telah memiliki manajemen aset dan liabilitas untuk mencegah risiko ketidaksesuaian pada aset dan liabilitas yang dimiliki, mulai dari ketidaksesuaian mata uang, tenor hingga jenis bunga. Ketidaksesuaian ini tentu saja sudah diantisipasi oleh Perseroan melalui transaksi hedging (lindung nilai) yang selalu dipantau secara berkala. 4. RISIKO TATA KELOLA Dalam menghadapi tantangan risiko tata kelola yang antara lain ketidakteraturan pekerjaan para karyawan yang dikarenakan pedoman serta prosedur standar yang tidak memadai dan tidak adanya control yang dilakukan secara berkala atas aktivitas operasional yang dilakukan di dalam Perseroan. Selain itu penerapan etika bisnis, etika kerja serta kesetaraan dan kewajaran perlakuan terhadap karyawan menjadi poin-poin penting untuk diperhatikan dalam pelaksanaan tata kelola dalam suatu perusahaan. 5. RISIKO OPERASIONAL Risiko operasional merupakan risiko yang dihadapi Perseroan sehubungan dengan kegiatan operasional sehari-hari yang dijalankan, kemungkinan terjadinya penyimpangan prosedur kerja maupun fungsi pengawasan yang tidak berjalan dengan seharusnya, serta sistem komputerisasi tidak berjalan dengan sebaiknya. Risiko ini mempengaruhi operasi dalam memproses transaksi usaha yang dapat mengakibatkan terganggunya kesinambungan operasi dan kualitas pelayanan kepada konsumen/nasabah yang pada akhirnya mempengaruhi kinerja dan daya saing Perseroan. Sistem Operasional Perseroan berhubungan erat dengan kinerja sumber daya manusia, dan mempunyai korelasi yang kuat terhadap kontribusi dan reputasi serta daya saing Perseroan, di dalam menunjang pertumbuhan Perseroan, yang pada akhirnya dapat berdampak negatif terhadap usaha Perseroan. 6. RISIKO STRATEGI Perseroan melakukan proses penetapan perencanaan dan penetapan sasaran strategis melalui proses analisa kondisi internal dan eksternal serta didokumentasikan dalam dokumen rencana jangka panjang dan jangka pendek Perseroan. Risiko pada penyusunan strategi dapat muncul apabila dalam proses perencanaan dan penetapan strategi terjadi kesalahan sehingga strategi yang ditetapkan tidak sesuai. Hal ini dapat mengakibatkan kehilangan keunggulan kompetitif yang membuat Perseroan tidak dapat mencapai target yang ingin dicapai. 48
73 7. RISIKO KEPENGURUSAN Risiko yang mungkin muncul adalah komposisi anggota direksi dan dewan komisaris yang tidak sesuai dengan kebutuhan Perseroan. Selain itu, kemampuan dan kepatutan untuk memangku jabatan tertentu merupakan hal yang sangat penting. Kelengkapan dokumen terkait dengan kepengurusan juga merupakan hal yang sangat diperhatikan. B. RISIKO INVESTASI YANG BERKAITAN DENGAN OBLIGASI Risiko yang dihadapi investor pembeli Obligasi adalah: 1. Risiko tidak likuidnya Obligasi yang ditawarkan dalam Penawaran Umum ini yang antara lain disebabkan karena tujuan pembelian Obligasi sebagai investasi jangka panjang; 2. Risiko gagal bayar disebabkan kegagalan dari Perseroan untuk melakukan pembayaran bunga serta hutang pokok pada waktu yang telah ditetapkan atau kegagalan emiten untuk memenuhi ketentuan lain yang ditetapkan dalam kontrak Obligasi yang merupakan dampak dari memburuknya kinerja dan perkembangan usaha Perseroan. Manajemen Perseroan menyatakan bahwa semua risiko yang dihadapi oleh Perseroan dalam melaksanakan kegiatan usaha telah diungkapkan dan disusun berdasarkan bobot dari dampak masing-masing risiko terhadap kinerja keuangan Perseroan dalam Prospektus. 49
74 VII. KEJADIAN DAN TRANSAKSI PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Tidak terdapat kejadian penting yang mempunyai dampak cukup material terhadap keadaan keuangan dan hasil usaha PT Surya Artha Nusantara Finance yang terjadi setelah tanggal Laporan Auditor Independen tertanggal 26 April 2016 atas laporan keuangan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (firma anggota jaringan global Pricewaterhouse Coopers), dengan pendapat Wajar Tanpa Modifikasian dengan paragraf penjelasan tentang penerbitan kembali laporan keuangan Perseroan pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2015 dengan komparatif pada tanggal dan untuk tahuntahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 sehubungan dengan rencana Perseroan untuk melakukan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan II SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2016 dan untuk menyesuaikan pengungkapan dengan peraturan pasar modal yang perlu diungkapkan dalam prospektus ini. 50
75 VIII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN A. RIWAYAT SINGKAT PERSEROAN Perseroan berkedudukan hukum di Jakarta Selatan adalah suatu Perseroan terbatas yang pertamatama didirikan dengan nama PT Sangga Loka Subur berdasarkan Akta Pendirian No. 58 tanggal 25 Agustus 1983 dibuat dihadapan Nyonya Rukmasanti Hardjasatya, S.H., pada waktu itu Notaris di Jakarta dan telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C2-423 HT01.01.Th84 tanggal 19 Januari 1984, didaftarkan dalam buku register di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 697/1984 tanggal 6 Maret 1984, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 38 tanggal 15 Mei 1984 dan Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 484 (selanjutnya disebut Akta Pendirian ). Anggaran Dasar Perseroan sebagaimana dimaksud dalam Akta Pendirian telah diubah beberapa kali. Perubahan Anggaran Dasar Perseroan adalah berdasarkan akta-akta sebagai berikut: 1. Akta No. 11 tanggal 4 Desember 1984 dibuat dihadapan Nyonya Rukmasanti Hardjasatya, S.H., pada waktu itu Notaris di Jakarta, telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C HT TH.85 tanggal 28 Mei 1985, didaftarkan dalam buku register di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 1142/1985 tanggal 4 Juli 1985, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 75 tanggal 16 September 1988 dan Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 983 ( Akta No. 11/1984 ). Akta No. 11/1984 memuat perubahan seluruh Anggaran Dasar Perseroan termasuk mengubah nama Perseroan menjadi PT Surya Artha Nusantara Leasing. 2. Akta No. 14 tanggal 3 April 1985 dibuat dihadapan Nyonya Rukmasanti Hardjasatya, S.H., yang pada waktu itu Notaris di Jakarta, telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C HT TH.85 tanggal 28 Mei 1985 dan didaftarkan dalam buku register di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 1143/1985 tanggal 4 Juli 1985, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 75 tanggal 16 September 1988 dan Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 983 ( Akta No. 14/1985 ). Akta No. 14/1985 memuat perubahan (pembetulan) Anggaran Dasar Perseroan Pasal 2 mengenai Saat Permulaan dan Jangka Waktu Berdiri, Pasal 8 ayat (2) mengenai Wewenang Direksi, serta penghapusan Pasal 5 ayat (13) mengenai Saham-Saham. 3. Akta No. 48 tanggal 16 Maret 1989 dibuat dihadapan Nyonya Rukmasanti Hardjasatya, S.H., yang pada waktu itu Notaris di Jakarta, telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C HT Th. 89 tanggal 27 Juli 1989, didaftarkan dalam buku register di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 1688/1989 tanggal 18 Agustus 1989, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 75 tanggal 19 September 1989 dan Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No ( Akta No. 48/1989 ). Akta No. 48/1989 memuat perubahan Anggaran Dasar Perseroan Pasal 3 mengenai Maksud dan Tujuan. 4. Akta No. 18 tanggal 4 Juli 1989 dibuat dihadapan Nyonya Rukmasanti Hardjasatya, S.H., yang pada waktu itu Notaris di Jakarta, telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C HT Th. 89 tanggal 27 Juli 1989, didaftarkan dalam buku register di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 1689/1989 tanggal 18 Agustus 1989, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 75 tanggal 19 September 1989 dan Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No ( Akta No. 18/1989 ). 51
76 Akta No. 18/1989 memuat perubahan Anggaran Dasar Perseroan Pasal 1 mengenai Nama dan Tempat Kedudukan dan Pasal 3 mengenai Maksud dan Tujuan. Perubahan nama Perseroan menjadi PT Surya Artha Nusantara Finance. 5. Akta No. 205 tanggal 15 Nopember 1991 dibuat dihadapan Gde Kertayasa, S.H., pada waktu itu Notaris di Jakarta ( Akta No. 205/1991 ).Akta No. 205/1991 memuat perubahan Anggaran Dasar Perseroan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) mengenai Modal. 6. Akta No. 147 tanggal 20 Nopember 1996 dibuat dihadapan Benny Kristianto, S.H., yang pada waktu itu Notaris di Jakarta, telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C HT Th.96 tanggal 13 Desember 1996, didaftarkan dalam Daftar Perusahaan di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Pusat No. 1406/BH 09.05/X/97 tanggal 9 Oktober 1997, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 94 tanggal 23 Nopember 1999 dan Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No ( Akta No. 147/1996 ). Akta No. 147/1996 memuat perubahan Anggaran Dasar Perseroan Pasal 2 mengenai Jangka Waktu Berdirinya Perseroan, Pasal 3 mengenai Maksud dan Tujuan Perseroan, dan Pasal 4 mengenai Modal dan penyesuaian Anggaran Dasar Perseroan sesuai dengan Undang-Undang No. 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas ( UU PT 1995 ). 7. Akta No. 224 tanggal 20 Desember 1996 dibuat dihadapan Benny Kristianto, S.H., pada waktu itu Notaris di Jakarta, telah dilaporkan kepada Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum atas nama Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia mengenai Penerimaan Laporan Akta Perubahan Anggaran Dasar PT Surya Artha Nusantara Finance dari No. C HT TH.2002 tanggal 4 September 2002, didaftarkan dalam Daftar Perusahaan di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Selatan No. 135/RUB.09-03/I/2003 tanggal 31 Januari 2003, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 81 tanggal 8 Oktober 2004 dan Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 868 ( Akta No. 224/1996 ). Akta No. 224/1996 memuat perubahan Anggaran Dasar Perseroan Pasal 4 ayat (2) mengenai Modal, Pasal 5 mengenai Saham, Pasal 9 mengenai Pemindahan Hak atas Saham, Pasal 10 mengenai Direksi, dan Pasal 13 mengenai Komisaris. 8. Akta No. 225 tanggal 20 Desember 1996 dibuat dihadapan Benny Kristianto, S.H., pada waktu itu Notaris di Jakarta, telah dilaporkan kepada Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum atas nama Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia mengenai Penerimaan Laporan Akta Perubahan Anggaran Dasar PT Surya Artha Nusantara Finance No. C HT TH.2002 tanggal 12 Nopember 2002, didaftarkan dalam Daftar Perusahaan di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Selatan No. 135/RUB.09.03/I/2003 tanggal 31 Januari 2003, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 81 tanggal 8 Oktober 2004 dan Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 869 ( Akta No. 225/1996 ). Akta No. 225/1996 memuat perubahan Anggaran Dasar Perseroan Pasal 4 ayat (2) mengenai Modal. 9. Akta No. 31 tanggal 30 Januari 2006 dibuat dihadapan Pahala Sutrisno Amijoyo Tampubolon, S.H., pada waktu itu Notaris di Jakarta, telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Surat Keputusan No. C HT TH.2006 tanggal 7 Februari 2006, didaftarkan dalam Daftar Perusahaan di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Selatan tanggal 13 Maret 2006 No. 271/RUB.09.03/III/2006, dan juga dilaporkan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum atas nama Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia mengenai Penerimaan Laporan Akta Perubahan Anggaran Dasar PT Surya Artha Nusantara Finance No. C HT TH.2006 tanggal 16 Februari 2006, didaftarkan dalam Daftar Perusahaan di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Selatan tanggal 13 Maret 2006 No. 272/RUB.09.03/III/2006, serta Diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia 52
77 No. 25 tanggal 28 Maret 2006 dan Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No ( Akta No. 31/2006 ). Akta No. 31/2006 memuat perubahan Anggaran Dasar Perseroan Pasal 5 mengenai Saham, Pasal 6 mengenai Surat Saham, Pasal 7 mengenai Pengganti Surat Saham, Pasal 8 mengenai Daftar Pemegang Saham dan Daftar Khusus, Pasal 9 mengenai Pemindahan Hak Atas Saham, Pasal 10 mengenai Direksi, Pasal 11 mengenai Tugas dan Wewenang Direksi, Pasal 12 mengenai Rapat Direksi, Pasal 13 mengenai Komisaris, Pasal 14 mengenai Tugas dan Wewenang Komisaris, Pasal 15 mengenai Rapat Komisaris, Pasal 16 mengenai Tahun Buku, Pasal 17 mengenai Rapat Umum Pemegang Saham, Pasal 18 mengenai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, Pasal 19 mengenai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, Pasal 20 mengenai Tempat dan Pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham, Pasal 21 mengenai Pimpinan dan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham, Pasal 22 mengenai Kuorum Hak Suara dan Keputusan, Pasal 23 mengenai Penggunaan Laba, Pasal 24 Mengenai Penggunaan Dana Cadangan, Pasal 25 mengenai Perubahan Anggaran Dasar, Pasal 26 mengenai Penggabungan, Peleburan dan Pengambilalihan, Pasal 27 mengenai Pembubaran dan Likuidasi, dan Pasal 28 mengenai Peraturan Penutup. 10. Akta No. 81 tanggal 13 Agustus 2008 dibuat dihadapan Benny Kristianto, S.H., pada waktu itu Notaris di Jakarta, telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU AH Tahun 2008 tanggal 15 September 2008, terdaftar dalam Daftar Perseroan No. AHU AH Tahun 2008 tanggal 15 September 2008 dan didaftarkan dalam Daftar Perusahaan di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Selatan tanggal 23 Desember 2008 No. 2531/RUB 09,03/XII/2008, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 89 tanggal 4 Nopember 2008 dan Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No ( Akta No. 81/2008 ). Akta No. 81/2008 memuat peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perseroan dan perubahan Anggaran Dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. 11. Akta No. 17 tanggal 22 September 2011 dibuat di hadapan Benny Kristianto, S.H., pada waktu itu Notaris di Jakarta, telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU AH Tahun 2011 tanggal 3 Oktober 2011, terdaftar dalam Daftar Perseroan No. AHU AH Tahun 2011 tanggal 3 Oktober 2011 ( Akta No. 17/2011 ). Akta No. 17/2011 memuat perubahan Pasal 4 Anggaran Dasar Perseroan mengenai Modal karena adanya peningkatan modal dasar, modal ditempatkan dan disetor Perseroan. 12. Akta No. 36 tanggal 7 Nopember 2011 dibuat di hadapan Kumala Tjahjani Widodo, S.H., M.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, dan telah diterima dan dicatat dalam database sistem administrasi badan hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar PT Surya Artha Nusantara Finance No. AHU-AH tanggal 18 Nopember 2011, terdaftar dalam Daftar Perseroan No. AHU AH Tahun 2011 tanggal 18 November 2011 ( Akta No. 36/2011 ). Akta No. 36/2011 memuat perubahan Pasal 14 ayat (1) Anggaran Dasar Perseroan mengenai Dewan Komisaris. 13. Akta No. 78 tertanggal 29 Mei 2015 dibuat dihadapan Kumala Tjahjani Widodo, S.H., M.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah mendapatkan persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Keputusan No.AHU AH Tahun 2015 tertanggal 12 Juni 2015, terdaftar dalam Daftar Perseroan No.AHU AH Tahun 2015 tanggal 12 Juni 2015 serta telah diberitahukan dan telah diterima serta telah dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tertanggal 12 Juni 2015 No.AHU-AH ( Akta No.78/2015 ). 53
78 Akta No. 78/2015 memuat perubahan Pasal 3 terkait Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha Perseroan, Pasal 14 ayat (1) terkait komposisi dan jumlah anggota Dewan Komisaris dan tata cara penunjukannya, dan Pasal 16 ayat (8) dan ayat (9) terkait ketentuan tentang kuorum kehadiran dan pengambilan keputusan Rapat Dewan Komisaris. Maksud dan tujuan dari Perseroan adalah berusaha dalam bidang multi pembiayaan. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut: a. Menjalankan usaha-usaha di bidang Pembiayaan Investasi, yaitu pembiayaan untuk pengadaan barang-barang modal beserta jasa yang diperlukan untuk aktivitas usaha/investasi, rehabilitasi, modernisasi, ekspansi atau relokasi tempat usaha/investasi yang diberikan kepada debitur dalam jangka waktu lebih dari 2 (dua) tahun, yang wajib dilakukan dengan cara: 1. Sewa Pembiayaan (Finance Lease); 2. Jual dan Sewa-Balik (Sale and Lease Back); 3. Anjak Piutang Dengan Pemberian Jaminan Dari Penjual Piutang (Factoring With Recourse); 4. Pembelian Dengan Pembayaran Secara Angsuran; 5. Pembiayaan Proyek; 6. Pembiayaan Infrastruktur; dan/atau 7. Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan. b. Menjalankan usaha-usaha dalam bidang Pembiayaan Modal Kerja, yaitu pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran-pengeluaran yang habis dalam satu siklus aktivitas usaha debitur dan merupakan pembiayaan dengan jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun, yang wajib dilakukan dengan cara: 1. Jual dan Sewa-Balik (Sale and Lease Back); 2. Anjak Piutang Dengan Pemberian Jaminan Dari Penjual Piutang (Factoring With Recourse); 3. Anjak Piutang Tanpa Pemberian Jaminan Dari Penjual Piutang (Factoring Without Recourse); 4. Fasilitas Modal Usaha; dan/atau 5. Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan. c. Menjalankan usaha-usaha dalam bidang Pembiayaan Multiguna, yaitu pembiayaan untuk pengadaan barang dan/atau jasa yang diperlukan oleh debitur untuk pemakaian/konsumsi dan bukan untuk keperluan usaha (aktivitas produktif) dalam jangka waktu yang diperjanjikan, yang wajib dilakukan dengan cara: 1. Sewa Pembiayaan (Finance Lease); 2. Pembelian Dengan Pembayaran Secara Angsuran; 3. Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan. d. Kegiatan usaha pembiayaan lain berdasarkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan. Izin kegiatan usaha Perseroan sebagaimana termuat dalam Keputusan Menteri Keuangan RI tentang Pemberian Izin Usaha Lembaga Pembiayaan Kepada PT Surya Artha Nusantara Finance No. 1660/KMK.013/1990 tanggal 31 Desember 1990 ( Izin Usaha Perseroan ). B. PERKEMBANGAN KEPEMILIKAN SAHAM PERSEROAN Tahun 2011 Sejak Penawaran Umum Obligasi SAN Finance II Tahun 2012 dengan Tingkat Bunga Tetap ( Obligasi SAN Finance II ) yang telah memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK berdasarkan surat nomor S-404//BL/2012 tanggal 13 Januari 2012 perihal Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Pendaftaran sampai dengan tanggal Prospektus ini diterbitkan, struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan tidak mengalami perubahan. 54
79 Berdasarkan Akta No. 17 tanggal 22 September 2011 dibuat di hadapan Benny Kristianto, S.H., pada waktu itu Notaris di Jakarta, yang telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU AH Tahun 2011 tanggal 3 Oktober 2011, terdaftar dalam Daftar Perseroan No. AHU AH Tahun 2011 tanggal 3 Oktober 2011 ( Akta No. 17/2011 ), struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut: Keterangan Nilai Nominal Rp per saham Persentase Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (%) (lembar) (Rp) Modal Dasar Modal Ditempatkan: a. PT Sedaya Multi Investama ,00 b. Marubeni Corporation ,00 c. PT Marubeni Indonesia ,00 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor ,00 Penuh Jumlah Modal Dalam Portepel Saham-saham yang ditempatkan berdasarkan Akta No. 17/2011 telah disetor penuh secara tunai oleh masing-masing pemegang saham. C. MANAJEMEN DAN PENGAWASAN Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham No. 101 tertanggal 26 April 2016 dibuat di hadapan Linda Herawati, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta Pusat, yang pemberitahuan atas perubahan Data Perseroan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat No. AHU-AH tertanggal 26 April 2016 didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU AH TAHUN 2016 Tanggal 26 April 2016 ( Akta No.101/2016 ), susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris Presiden Komisaris : Djoko Pranoto Santoso Komisaris : Diana Makmur Komisaris : Jiro Itai Komisaris Independen : Drs. H. Mohammad Husni, MM Komisaris Independen : Hardi Montana Direksi Presiden Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur : Bugie Laksmana : Andrijanto : Naga Sujady : Yasuaki Yoshino : Harly Setiabudi Seluruh anggota Direksi Perseroan menetap di Indonesia sesuai dengan Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2014. Seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan telah memenuhi ketentuan mengenai pembatasan rangkap jabatan sebagaimana diuraikan dalam Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2014. Berikut adalah keterangan singkat dari masing-masing anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan: 55
80 Dewan Komisaris: Djoko Pranoto Santoso, Presiden Komisaris Warga Negara Indonesia, 62 tahun. Memperoleh gelar Sarjana di bidang Teknik Mesin dari Universitas Trisakti pada tahun sekarang PT United Tractors, Kepala Divisi Marketing UT Heavy Industry (S) Pte. Ltd, Singapura, Direktur PT United Tractors, Tbk, Direktur PT Komatsu Indonesia, Komisaris PT United Tractors, Tbk., Wakil Presiden Direktur PT Komatsu Indonesia, Wakil Presiden Komisaris PT Surya Artha Nusantara Finance, Komisaris PT United Tractors, Tbk, Presiden Direktur 2008 PT United Tractors Semen Gresik PT Sedaya Multi Investama, Direktur 2007 sekarang PT United Tractors Pandu Engineering, Presiden Komisaris sekarang PT Astra International, Tbk, Direktur 2008 sekarang PT Astra Multi Trucks Indonesia, Komisaris sekarang PT Pamapersada Nusantara, Presiden Komisaris sekarang PT Tuah Turangga Agung, Presiden Komisaris sekarang 2015 sekarang 2015 sekarang 2015 sekarang 2015 sekarang 2015 sekarang 2015 sekarang sekarang Diana Makmur, Komisaris Warga Negara Indonesia, 58 Tahun PT Surya Artha Nusantara Finance, Presiden Komisaris PT Astratel Nusantara, Komisaris PT United Tractors Tbk, Komisaris PT Toyota-Astra Motor, Wakil Presiden Komisaris PT Karya Supra Perkasa, Presiden Komisaris PT Tambang Karya Supra, Presiden Komisaris PT Intertel Nusaperdana, Wakil Presiden Komisaris PT Sedaya Multi Investama, Direktur Menyelesaikan pendidikan terakhir di Universitas Katolik Parahyangan, Fakultas Ekonomi, Indonesia pada tahun PT United Tractors, Tbk, Kepala Seksi Accounting PT United Tractors, Tbk, Deputi Kepala Departemen Budget PT United Tractors, Tbk, Kepala Departemen Treasury PT United Tractors, Tbk, Kepala Divisi Corporate Finance PT Bina Pertiwi, Komisaris PT United Tractors Pandu Engineering, Komisaris 2008 (Februari - Mei) PT Multi Prima Universal, Komisaris PT Astra Graphia, Tbk, Direktur PT Astra Graphia Information Technology, Komisaris PT Surya Artha Nusantara Finance, Presiden Direktur 2014 sekarang PT Surya Artha Nusantara Finance, Komisaris Jiro Itai, Komisaris Warga Negara Jepang, 52 Tahun. Menyelesaikan pendidikan terakhir di Seikei University, Jepang, Fakultas Hukum dan memperoleh gelar Bachelor of Law pada tahun Marubeni Corporation, Tokyo, Staff Member of Construction Machinery Sec. I Accra Liaison Office, Marubeni Corporation, Ghana; General Manager 56
81 Marubeni Corporation, Tokyo; Staff Member of Construction Machinery Sec. I, Construction Machinery Dept Marubeni Corporation Machinery Europe N.V. / S.A., Brussel, General Manager Marubeni Corporation,Tokyo; General Manager of Middle Eastern Section, Construction Machinery Dept Marubeni Corporation, Tokyo; Assistant General Manager of Construction Machinery Dept Marubeni Corporation, Tokyo, Deputy General Manager of Construction Machinery Dept sekarang Marubeni Corporation, Tokyo, General Manager of Construction Machinery Dept sekarang PT Surya Artha Nusantara Finance, Jakarta, Komisaris Drs. H. Mohammad Husni, MM, Komisaris Independen Warga Negara Indonesia,59 tahun. Menyelesaikan pendidikan terakhir S2 di Universitas Persada Indonesia YAI, Indonesia, Jurusan Manajemen Sumber Daya Manusia pada tahun Sumitomo Corporation, Promotor Penjualan ASEAN Secretariat, Asisten Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti, Dosen Luar Biasa Kedutaan Besar Kanada, Komsiaris Perdagangan/Pejabat Komersial DPRD Tk. 1 DKI Jakarta, Anggota Komisi E 2009 sekarang Consortium for International Development in Education, Canada, Chief of Indonesia Representative PT Balai Pustaka Teknologi, Komisaris 2014 sekarang PT Surya Artha Nusantara Finance, Komisaris 2014 sekarang Independen PT Surya Artha Nusantara Finance, Ketua Komite Audit 2015 sekarang PT Astra Sedaya Finance, Komisaris Independen Hardi Montana, Komisaris Independen Warga Negara Indonesia, 60 tahun. Menyelesaikan pendidikan di Universitas Indonesia, Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi pada tahun 1983, mengambil program Risk & Insurance di Glasgow Caledonian University, Scotland, Inggris pada tahun 1986, mengambil program Associate of the Chartered Insurance Institute di Chartered Insurance Institute, Inggris pada tahun 1987, mengambil program Ahli Asuransi Indonesia Bidang/Sektor Kerugian di AAMAI pada tahun 1990, dan mengambil program Chartered Insurer di Chartered Insurance Institute, Inggris pada tahun Commodity Future Trading/Shopping Mall, Jakarta; Various Sales Job Price Waterhouse, Jakarta; Auditor Arge Indoc Consultant, Jakarta; Chief of Accounting & Administration PT Asuransi Astra Buana, Jakarta; Management Trainee PT Asuransi Astra Buana, Jakarta; Kepala Dept. UW dan Klaim PT Asuransi Astra Buana Jakarta; Kepala Dept. Marketing dan Teknik April PT Asuransi Astra Buana, Jakarta; Kepala Divisi Keuangan dan HRD PT Asuransi Astra Buana, Jakarta; Direktur Keuangan dan HRD PT Asuransi Jiwa Astra,Jakarta;Presiden Direktur PT Astra Jardine CMG Life, Jakarta; Presiden Direktur PT Asuransi Astra Buana, Jakarta; Wakil Presiden Direktur PT Samadista Karya, Jakarta; Komisaris PT Asuransi Astra Buana, Jakarta; Presiden Direktur PT Astra Aviva Life, Jakarta; Komisaris 57
82 2015 sekarang 2015 sekarang 2015 sekarang 2015 sekarang PT Astra Aviva Life, Jakarta; Anggota Komite Audit PT Astra Aviva Life, Jakarta; Anggota Komite Kebijakan Risiko PT Surya Artha Nusantara Finance, Komisaris Independen PT Surya Artha Nusantara Finance, Ketua Komite Nominasi dan Remunerasi Direksi: Bugie Laksmana, Presiden Direktur Warga Negara Indonesia, 50 tahun. Menyelesaikan pendidikan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya pada tahun 1989 dan Sekolah Bisnis dan Manajemen, Institut Teknologi Bandung pada tahun PT Astra International, Motor Vehicle Division, Head Office, Junior Account Officer PT Astra International, Motor Vehicle Division, Branch Office, Lampung, Deputy Credit Officer PT Astra International, Motor Vehicle Division, Branch Office, Area DKI Jakarta, Credit Officer Astra Credit Companies, Branch Manager Jakarta Barat Astra Credit Companies, Branch Manager Surabaya Astra Credit Companies, Marketing Head, Brand Daihatsu Area Jatim Indonesia Timur Astra Credit Companies, Marketing Head, Brand Toyota Area Jatim Indonesia Timur Astra Credit Companies, Operation Manager Area Sumatera, Medan. Astra Credit Companies, National Marketing Head Brand Daihatsu & Nissan Diesel Astra Credit Companies, Retail Division Head Region I Astra Credit Companies, Collection Division Head PT Bina Pertiwi, Presiden Direktur sekarang Andrijanto, Direktur Keuangan Warga Negara Indonesia, 44 Tahun PT Komatsu Astra Finance, Wakil Presiden Direktur PT Staco Estika Sedaya Finance; Komisaris PT Surya Artha Nusantara Finance, Komisaris PT Surya Artha Nusantara Finance, Presiden Direktur Menyelesaikan pendidikan di Universitas Indonesia, Fakultas Teknik jurusan Teknik Mesin pada tahun 1994 dan memperoleh gelar Master dari Prasetya Mulya Business School, jurusan Bisnis Internasional pada tahun PT Astra International, Finance Officer Astra Credit Company, Treasury Officer Astra Credit Company, Kepala Bagian Analisa & Perencanaan Keuangan Astra Credit Company, Kepala Cabang Pembiayaan Mobil Astra Credit Company, Kepala Pemasaran & Penjualan Pembiayaan Alat Berat sekarang Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia, Pengajar 2005 sekarang PT Surya Artha Nusantara Finance, Direktur 58
83 Naga Sujady, Direktur Operasional Warga Negara Indonesia, 40 Tahun Menyelesaikan pendidikan di Universitas Katolik Atmajaya, Fakultas Ekonomi pada tahun PT Surya Artha Nusantara Finance, Staff Accounting Astra Credit Companies, Staff Financial Planning & Analysis Astra Credit Companies, Operation Risk Head PT Surya Artha Nusantara Finance, Finance Division Head PT Surya Artha Nusantara Finance,Marketing Division Head PT Surya Artha Nusantara Finance, Corporate Secretary PT Surya Artha Nusantara Finance, Deputy Director of Sales and Marketing sekarang PT Surya Artha Nusantara Finance, Direktur Yasuaki Yoshino, Direktur Business Development Warga Negara Jepang, 46 Tahun Menyelesaikan pendidikan terakhir di di Fakultas Hukum, Keio University, Jepang, Marubeni Corporation, Tokyo Head Office, Jepang, Staff Member of Overseas Tax Accounting Sec., Corporate Tax Accounting Dept Marubeni Corporation, Tokyo Head Office, Jepang, Staff Member of Overseas Tax Accounting Sec., Corporate Accounting Dept Marubeni Corporation, Tokyo Head Office, Jepang, Staff Member of Development & Construction Sec., Overseas Development & Construction Dept Marubeni Corporation, Tokyo Head Office, Jepang, Staff Member of Overseas Sec-II, Overseas Development & Construction Dept Marubeni Corporation, Jakarta, Indonesia, Business Trainee in Jakarta Temporary Transferred to PT Megalopolis Manunggal Industrial Development in Jakarta, Indonesia Marubeni Corporation, Tokyo Head Office, Jepang, Staff Member of Overseas Development & Construction Sec., Overseas Development & Construction Dept Marubeni Corporation, Head Office, Tokyo, Jepang, Manager of Urban Development Sec-I, Urban Development Dept Marubeni Corporation, Head Office, Tokyo, Jepang, Manager of Investment Planning Sec., Urban Development Dept Marubeni Corporation, Osaka Branch, Jepang Manager of Osaka Urban Development Sec., Osaka Development & Construction Dept Marubeni Corporation, Osaka Branch, Jepang Manager of Osaka Urban Development Sec., Urban Development Dept Marubeni Corporation, Tokyo Head Office, Jepang, Manager of Construction Machinery Sec-1, Construction Machinery Dept Sekarang PT Surya Artha Nusantara Finance, Direktur 59
84 Harly Setiabudi, Direktur Supplier Relation Warga Negara Indonesia, 51 Tahun Menyelesaikan pendidikan di Fakultas Sastra jurusan program linguistic di Universitas Indonesia pada tahun 1988, Program Ekstensi Jurusan Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 2010 serta Program Magister Jurusan Strategic Management di Bina Nusantara School of Business pada tahun Marubeni Corporation, Jakarta Representative Office; Senior Staff Marubeni Corporation, Jakarta Representative Office; Assistant Manager PT Marubeni Indonesia, Jakarta; Manager PT Marubeni Indonesia, Jakarta; Deputy General Manager Personnel & Administration Dept sekarang PT Marubeni Indonesia, Jakarta; General Manager 2015 sekarang PT Surya Artha Nusantara Finance, Jakarta; Direktur Jumlah kompensasi yang diterima manajemen kunci perusahaan, yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan aktivitas Perseroan, secara langsung atau tidak langsung, termasuk Direktur dan Komisaris dari Perseroan, untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 adalah Rp juta, untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp juta, untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015 adalah masing-masing sebesar Rp juta. Sekretaris Perusahaan Sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2014, Perseroan telah menunjuk Sekretaris Perseroan berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Surya Artha Nusantara Finance No.065/LSANF/BOD/II/2014 tentang Penunjukkan Pejabat Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary) tanggal 10 Februari 2014 dimana Perseroan telah menunjuk dan mengangkat Tiur Tamara Kardinal sebagai Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary) Perseroan yang mulai berlaku terhitung sejak tanggal Surat tersebut. Tugas-tugas Sekretaris Perusahaan antara lain sebagai berikut: 1. mengikuti perkembangan pasar modal khususnya peraturan-peraturan yang berlaku di bidang pasar modal ; 2. memberikan masukan kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan untuk mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal; dan 3. membantu Direksi dan Dewan Komisaris dalam pelaksanaan tata kelola perusahaan yang meliputi: i. keterbukaan informasi kepada masyarakat termasuk ketersediaan informasi pada SitusWeb Perseroan; ii. penyampaian laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan tepat waktu; iii. penyelenggaraan dan dokumentasi Rapat Umum Pemegang Saham; iv. penyelenggaraan dan dokumentasi rapat Direksi dan/atau Dewan Komisaris; v. pelaksanaan program orientasi terhadap perusahaan bagi Direksi dan/atau Dewan Komisaris 4. sebagai penghubung atau contact person antara Perseroan dengan pemegang saham Perseroan, OJK, dan pemangku kepentingan lainnya. Komite Audit Sesuai dengan Peraturan OJK No. 55/POJK.04/2015, Perseroan telah membentuk komite audit melalui keputusan Dewan Komisaris yang efektif berlaku tanggal 1 Juni Berdasarkan keputusan Sirkuler Dewan Komisaris No. 013/SANF/CIR/IV/2016 tanggal 7 April 2016, Dewan Komisaris Perseroan telah mengangkat Anggota Komite Audit Perseroan dengan masa jabatan efektif sejak tanggal 7 April 2016 sampai dengan penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan pada tahun 2018 (untuk tahun buku 2017). 60
85 Adapun susunan Komite Audit Perseroanadalah sebagai berikut: 1. Ketua Komite Audit: Drs. H. Mohammad Husni, MM (merangkap sebagai Komisaris Independen Perseroan) 2. Anggota Komite Audit: Budy Kurniawan Ratulangi 3. Anggota Komite Audit: Lindawati Gani Selama tahun 2015, Komite Audit telah melaksanakan berbagai aktivitas, antara lain sebagai berikut: 1. Membahas Laporan Keuangan Perseroan. 2. Membahas perencanaan dan progres serta penyelesaian Audit Laporan Keuangan Perseroan tahun 2015 dengan Eksternal Auditor. Selain daripada itu, Komite memastikan objektivitas Laporan Eksternal Auditor dan Independensinya. 3. Membahas dengan Audit Internal Perseroan mengenai program kerja tahun 2015 dan pelaksanaannya. 4. Membahas dengan Departemen Manajemen Risiko Perseroan terkait dengan risiko-risiko utama yang dihadapi Perseroan dalam menjalankan usahanya. 5. Membahas isu Hukum yang dihadapi Perseroan, ketaatan Perseroan terhadap peraturan Perundang-undangan yang berlaku, termasuk peraturan terbaru serta implementasinya dengan Unit Hukum Perseroan. Unit Audit Internal Berdasarkan Peraturan OJK No. 56/POJK.04/2015, Perseroan wajib menunjuk dan memiliki Unit Audit Internal. Berdasarkan Surat Keputusan Direksi Perseroan nomor 700/LSANF/COD/XII/2011 tertanggal 1 Desember 2011, dimana Perseroan telah menunjuk dan mengangkat Christine Sanjaya sebagai Auditor Internal Perseroan dan bertindak sebagai kepala unit audit internal yang mulai berlaku terhitung sejak tanggal persetujuan tersebut. Tugas-tugas Unit Audit Internal berdasarkan Piagam Audit Internal Perseroanantara lain sebagai berikut: 1. Melakukan koordinasi dengan audit internal lainnya untuk memastikan cakupan dan kualitas pendekatan audit/pemeriksaan; 2. Memastikan struktur organisasi, kebijakan, prosedur standar operasi, penerapan prinsip akuntansi, bisnis proses, management resiko, pengawasan internal, pencegahan tindakantindakan menyimpang, kaitan dengan lembaga pemerintah, sumber daya manusia dan sistem teknolgi informasi Perseroan berjalan secara efisien dan efektif guna mencapai tujuan Perseroan dengan cara mengakomodir resiko ke tingkat yang dapat diterima serta dengan mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku; 3. Mengawasi kepatuhan terhadap kebijakan audit internal dan prosedurnya dengan melakukan pemeriksaan atas kualitas pekerjaan Audit Internal; 4. Mengidentifikasi kesempatan agar dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam penggunaan dana dan sumber daya; 5. Melakukan proyek-proyek khusus sebagaimana diminta oleh Presiden Direktur dan/atau Komite Audit dengan cara yang tidak bertentangan dengan tujuan kemandirian; 6. Melakukan koordinasi dengan audit internal dan eksternal untuk menghindari duplikasi audit; 7. Bekerja sama dengan Komite Audit; 8. Untuk menerapkan tata kelola perusahaan yang baik di lingkungan Perseroan; 9. Melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap kantor pusat dan seluruh jaringan pemasaran Perseroan; 10. Untuk menerapkan tindakan-tindakan perbaikan yang disetujui dan harus dilakukan oleh manajemen sesuai dengan temuan audit serta pelaporan pelaksanaan tindak lanjut perbaikan kepada manajemen Perseroan, Direksi maupun Presiden Direktur; 11. Untuk merencanakan dan melaksanakan pelatihan kepada staf Audit Internal agar memiliki kualifikasi professional serta sikap profesionalisme dalam audit internal; 12. Menyerahkan laporan audit internal berkala, setidaknya setahun sekali kepada Presiden Direktur; 61
86 Komite Nominasi dan Renumerasi Sesuai dengan Peraturan OJK No. 34/POJK.04/2014, Perseroan telah membentuk komite nominasi dan remunerasi melalui Keputusan Tertulis Sirkuler Dewan Komisaris No. 014/SANF/CIR/IV/2016 tanggal 7 April 2016, Dewan Komisaris Perseroan telah membentuk Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan dengan masa jabatan efektif sejak tanggal 7 April 2016 sampai dengan penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan pada 2018 (untuk tahun buku 2017). Adapun susunan Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan adalah sebagai berikut: 1. Ketua : Hardi Montana 2. Anggota : Djoko Pranoto Santoso 3. Anggota : Theresia S. Nayuti Pejabat Pelaksana Fungsi Pelayanan dan Penyelesaian Pengaduan Konsumen Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Surya Artha Nusantara Finance Nomor 321/SANF/BOD/VII/2014 tanggal 1 Juli 2014 Tentang Penunjukan Pihak Yang Melakukan Fungsi Pelayanan dan Penyelesaian Pengaduan Konsumen, Perseroan telah menunjuk pejabat yang melakukan fungsi pelayanan dan penyelesaian pengaduan konsumen dengan perincian sebagai berikut: 1. Husein Alatas selaku Credit and Risk Division Head; 2. Ninda Gardina selaku Services Department Head; dan 3. Tiur Tamara Kardinal selaku Corporate Secretary, Legal & UKPN Head. Pejabat yang melaksanakan Fungsi Kepatuhan Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Surya Artha Nusantara Finance Nomor 663/SANF/BOD/X/2015 tanggal 5 Oktober 2015 Tentang Pengangkatan Kepala Fungsi Kepatuhan, Perseroan telah menunjuk Tiur Tamara Kardinal sebagai Kepala Fungsi Kepatuhan Perseroan. D. SUMBER DAYA MANUSIA Faktor people menjadi salah satu contributor terpenting bagi Perseroan dalam rangka mencapai keberhasilan yang optimal. Perseroan selalu berupaya untuk meningkatkan kompetensi karyawan dan menciptakan lingkungan kerja yang baik terutama dalam situasi persaingan usaha yang semakin ketat. Selain hal-hal normatif terkait dengan peraturan-peraturan pemerintah dalam hal ketenagakerjaan seperti tingkat upah yang diberikan berada di atas Upah Minimum Regional, program pensiun dan keikutsertaan dalam program Jamsostek, sistem remunerasi juga dirancang dengan spirit pay for the performer. Para karyawan Perseroan tidak mendirikan serikat pekerja. Organization Effectiveness, menjadi salah satu strategi pengelolaan sumber daya manusia agar tingkat produktivitas tetap terjaga dan secara komprehensif terus melakukan upaya peningkatan kompetensi serta memperbaharui proses bisnis di setiap unit kerja demi mencapai value creation masing-masing individu. Kompetensi unggulan Perseroan terus dibangun dari waktu ke waktu baik melalui pelatihan internal, eksternal maupun penugasan dalam proyek-proyek tertentu sejalan dengan program pengembangan setiap karyawan. Perseroan sebagai bagian dari Astra Group mengikutsertakan karyawan dalam program pengembangan kepemimpinan yang diselenggarakan oleh Astra Management Development Institute ( AMDI ) dalam rangka mencetak para pemimpin Perseroan masa depan sesuai dengan standar kompetensi seorang pemimpin di Astra Group. Program pengembangan dilakukan secara komprehensif melalui tahapan-tahapan sebagai berikut: Astra Basic Management Program ( ABMP ), adalah program yang dirancang untuk karyawan baru di Astra Group yang berpotensi untuk menjadi pemimpin Perseroan di masa mendatang dengan tujuan memberikan pemahaman portofilio bisnis, culture dan values Astra, mengembangkan critical thinking serta mentalitas dasar yang dibutuhkan untuk bekerja dengan lebih efektif sesuai dengan management system Astra; 62
87 Astra First Line Management Program ( AFMP ), adalah program yang bertujuan untuk membangun potensi para manager lini Perseroan yang mengetahui pola kepemimpinan Astra, memiliki Astra Managerial Competence dan mampu mengaplikasikan sistem management di lingkungan kerja masing-masing; Astra Middle Management Program ( AMMP ), adalah program yang didisain untuk menyiapkan kader manager menengah yang memiliki wawasan bisnis operasional secara terintegrasi (crossfunction) dan kemampuan kepemimpinan yang transformasional; Astra General Management Program ( AGMP ), adalah program pengembangan calon pemimpin unit bisnis yang mampu memformulasikan competitive strategy perusahaan, mampu mengintegrasikan semua fungsi-fungsi bisnis yang ada di dalam perusahaan untuk menjalankan strategi tersebut, dan dapat membangun orgasnisasi yang mampu dan fokus untuk memaksimalkan nilai bagi semua stakeholder perusahaan. Pengembangan kompetensi karyawan secara umum dibagi menjadi 2 (dua) skala besar, yaitu: Kompetensi tehnikal, merupakan kompetensi khusus yang diperlukan bagi karyawan untuk melaksanan pekerjaannya sesuai dengan jabatannya masing-masing. Perseroan telah mengirimkan karyawan dalam program pelatihan seperti Risk Management, Internal Audit, Perpajakan, Kursus Usaha Jasa Pembiayaan yang diadakan oleh APPI, dan berbagai seminar/lokakarya sesuai dengan kompetensi individu masing-masing; Kompetensi non-tehnikal, merupakan pengembangan sikap dan perilaku bekerja karyawan dalam rangka menciptakan kultur dan budaya perusahaan yang sesuai dengan visi dan misi Perseroan. Program in-house training telah dilakukan seperti Seven Basic Habits, Collaborative & Communication Skill, Customer Satisfaction Training, Operational Excellence Workshop, dll. Sampai dengan tanggal Prospektus ini diterbitkan, tidak ada Serikat Pekerja yang dibentuk oleh karyawan Perseroan. Pada tanggal 31 Desember 2015, Perseroan mencatat jumlah karyawan sebanyak 138 orang. Adapun komposisi karyawan Perseroan adalah sebagai berikut: a. Menurut Jenjang Pendidikan: Jenjang Pendidikan 31 Desember SD SLTP SMU Diploma (D3) Sarjana (S1) & Pasca Sarjana (S2) Jumlah b. Menurut Jenjang Manajemen: Jenjang Manajemen 31 Desember Direktur Division head Departement Head Business Operation Head Officer Staff Jumlah
88 c. Menurut Jenjang Usia: Jenjang Usia 31 Desember Lebih dari 50 tahun tahun tahun tahun Jumlah Pada tanggal 31 Desember 2015, Perseroan mempekerjakan 138 karyawan, dimana 111 orang adalah karyawan tetap dan 27 orang adalah karyawan kontrak. Saat ini Perseroan juga mempekerjakan 2 (dua) orang tenaga kerja asing. Berikut ini adalah penjelasan mengenai karyawan asing tersebut: No. Nama Jabatan 1. Yasuaki Yoshino Business Development Director Warga Negara Jepang No. Surat Ijin KITAS: 2C21JE2351AP IMTA No. : 1660/IMTA/ODS/11.5/31/1.837/2015 Masa Berlaku 25 Agustus Jiro Itai Komisaris Jepang - - *) Yang bersangkutan tidak menetap di Indonesia, oleh karena itu tidak memiliki KITAS. Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Peraturan OJK No. 30/POJK.05/2014 tidak mengharuskan Jiro Itai sebagai Komisaris Perseroan untuk menetap di Indonesia, dan tidak ada perizinan khusus yang wajib diperoleh sehubungan dengan hal tersebut. Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan karyawan, Perseroan telah menyesuaikan gaji karyawan sesuai dengan Upah Minimum Propinsi ( UMP ) pada Kantor Pusat dan Kantor Selain Kantor Cabang Perseroan, selain itu Perseroan juga menyediakan berbagai tunjangan, fasilitas dan sarana fisik lainnya yaitu: Tunjangan makan dan transportasi; Tunjangan kelahiran; Tunjangan kematian; Tunjangan pernikahan; Tunjangan hari raya; Tunjangan Pensiun; Fasilitas kesehatan berupa program pelayanan kesehatan; Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BPJS Ketenagakerjaan) bagi seluruh karyawan; Fasilitas olahraga; Fasilitas kantin; Fasilitas Rekreasi; Fasilitas Istirahat; Koperasi Karyawan; Dana Pensiun; Tempat peribadatan; Fasilitas Kepemilikan Kendaraan Bermotor; Fasilitas Asuransi Jiwa; Fasilitas Asuransi Kesehatan. 64
89 E. STRUKTUR ORGANISASI PERSEROAN Adapun struktur organisasi Perseroan per 31 Desember 2015 adalah sebagai berikut: F. KETERANGAN SINGKAT MENGENAI PEMEGANG SAHAM BERBENTUK BADAN HUKUM PT Sedaya Multi Investama ( SMI ) a. Pendirian SMI didirikan berdasarkan Akta Perseroan Terbatas No. 64, tanggal 19 Desember 1989 dan telah diubah dengan Akta No. 47 tanggal 20 Februari 1990 serta diubah kembali dengan Akta No. 2 tanggal 3 April 1990, ketiga akta tersebut dibuat dihadapan Rukmasanti Hardjasatya SH., pada waktu itu Notaris di Jakarta, yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C HT TH.90, tanggal 7 April 1990 dan telah didaftarkan pada Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Selatan berturut-turut di bawah No. 1286/A.PT/HKM/1995/PN.JKT.SEL, No. 89/A.Prob/HKM/1995/PN.JAK.SEL, dan No. 1807/A.Not/HKM/1995/ PN.JAK.SEL, ketiga pendaftaran tersebut tanggal 11 September 1995 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 83 tanggal 17 Oktober 1995 dan Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 8611/ Perubahan Anggaran Dasar terakhir kali dilakukan dengan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 40, tetanggal 8 Agustus 2008, yang dibuat dihadapan Benny Kristianto, SH., pada waktu itu Notaris di Jakarta, dan telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU AH Tahun 2008, tanggal 23 September 2008 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan dengan No. AHU AH Tahun 2008 tanggal 23 September 2008 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.88 tanggal 31 Oktober 2008 dan Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No /2008 ( Akta No.40/2008 ) untuk menyesuaikan seluruh Anggaran Dasar SMI dengan Undang-undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. 65
90 b. Pengurusan dan Pengawasan Berdasarkan Akta No. 40 tertanggal 21 April 2016 dibuat di hadapan Nanny Wiana Setiawan, S.H. Notaris di Jakarta,susunan Direksi dan Dewan Komisaris SMI adalah sebagai berikut: Direksi: Presiden Direktur Direktur : Suparno Djasmin : Djoko Pranoto Dewan Komisaris: Presiden Komisaris : Gunawan Geniusahardja Komisaris : Bambang Widjanarko Santoso (Paulus Bambang W.S.) c. Permodalan Berdasarkan Akta No. 40 tertanggal 08 Agustus 2008 dibuat di hadapan Benny Kristianto, S.H., pada waktu itu Notaris di Jakarta, telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU AH Tahun 2008 tertanggal 23 September 2008, terdaftar dalam Daftar Perseroan No. AHU AH Tahun 2008 tertanggal 23 September 2008, modal dasar PT SMI berjumlah Rp ,00 (seratus lima puluh miliar Rupiah) terbagi atas (seratus lima puluh juta) saham masing-masing bernilai nominal Rp (seribu Rupiah). Susunan pemegang sahamsmi terakhir dimuat dalam Akta No. 06 tertanggal 12 Januari 2009 dibuat di Benny Kristianto,S.H., pada waktu itu Notaris di Jakarta, yang pemberitahuannya telah diterima oleh Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum atas nama Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH tertanggal 1 April 2009, terdaftar dalam Daftar Perseroan Nomor AHU AH Tahun 2009 tertanggal 1 April 2009 ( Akta No. 6/2009 ), dengan susunan sebagai berikut: - Pemegang Saham : PT Astra International Tbk sejumlah saham. - Pemegang Saham : PT Arya Kharisma sejumlah 1 saham. Struktur permodalan dan susunan pemegang saham SMI adalah sebagai berikut: Keterangan Nilai Nominal Rp per saham Persentase Jumlah Saham Jumlah Nilai (%) (lembar) Nominal (Rp) Modal Dasar ,00 Modal Ditempatkan: a. PT Astra International Tbk ,00 99,999 b. PT Arya Kharisma ,00 0,001 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh* ,00 100,00 Jumlah Modal Dalam Portepel ,00 * Catatan: Modal ditempatkan dan disetor penuh PT Sedaya Multi Investama ( SMI ) adalah Rp (sembilan puluh delapan miliar enam ratus juta rupiah). Sumber dana yang digunakan SMI untuk melakukan penyertaan di Perseroan berasal dari hasil operasional dan saldo laba SMI per 31 Desember 2011, laba SMI sebesar Rp (satu triliun lima ratus sembilan puluh dua miliar seratus tujuh puluh empat juta lima ratus sembilan puluh satu ribu Rupiah). d. Maksud, Tujuan dan Kegiatan Usaha Berdasarkan Akta No. 40/2008, maksud dan tujuan SMI adalah perdagangan, pembangunan, transportasi, pertanian, perindustrian, jasa dan pertambangan. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, SMI melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut: 66
91 i. menjalankan usaha di bidang perdagangan dari segala macam barang dagangan termasuk perdagangan komputer dan alat elektronika (perangkat lunak dan keras) dan barang-barang yang berhubungan serta yang diperlukan untuk pemakaiannya, perdagangan alat telekomunikasi, perdagangan alat-alat dan perlengkapan keamanan, perdagangan alat-alat dan perlengkapan keselamatan yang meliputi perdagangan impor dan ekspor, antar pulau/daerah serta lokal, untuk barang-barang hasil produksi sendiri dan hasil produksi perusahaan lain serta bertindak sebagai agen, leveransir, waralaba, distributor, dan sebagai perwakilan dari badan-badan peusahaan-perusahaan lain baik dari dalam maupun luar negeri; ii. menjalankan usaha di bidang pembangunan bertindak sebagai pengembang yang meliputi perencanaan, pelaksanaan pemborongan pada umumnya (general contractor) antara lain pembangunan kawasan perumahan (real estate), gedung apartemen, kawasan industri (industrial estate), kondominium, perkantoran, pertokoan, beserta fasilitas-fasilitasnya termasuk konstruksi, perekayasaan, perancangan dan penataan serta mengerjakan pembebasan, pembukaan, pengurugan, pemerataan serta pembangunan gedung-gedung, jalan-jalan, taman-taman, bendungan-bendungan, pengairan atau irigasi, landasan-landasan, pemasangan instalasi-instalasi listrik, gas, air minum telekomunikasi, air conditioner dan lainnya dalam bidang teknik sipil, elektro, mesin; iii. menjalankan usaha di bidang transportasi, angkutan darat dengan menggunakan angkutan truk, bis, sedan serta angkutan darat lainnya, ekspedisi dan pergudangan, transportasi penumpang dan transportasi pengangkutan; iv. menjalankan usaha di bidang pertanian, agro industri, industri pertanian, peternakan, perikanan darat/laut dan pertambakan, perkebunan, kehutanan dan agrobisnis (perdagangan hasil-hasil pertanian); v. menjalankan usaha dalam bidang industri yang meliputi industri karoseri dan perakitan kendaraan, industri kayu (tidak termasuk furniture) dan barang anyaman, industri kendaraan bermotor dan karoseri, industri elektronik, industri pembangkit tenaga listrik, pembuatan dan perakitan barang-barang telekomunikasi, elektronik, industri teknologi informasi dan industri telekomunikasi, serta komputer (perangkat keras dan lunak), industri sepatu dan sandal serta industri spare part kendaraan bermotor; vi. menjalankan usaha di bidang jasa telekomunikasi, jasa konsultan manajemen, penyediaan tenaga kerja terdidik dan atau terlatih, konsultan keamanan dan keselamatan jasa pengantaran uang dan barang (pengangkutan), jasa pengawalan orang, jasa penyelamatan dan pelayanan jasa tol; vii. menjalankan usaha dalam bidang pertambangan batu bara, nikel, timah dan logam, tambang non migas. e. Ikhtisar Keuangan Pokok Di bawah ini disajikan data keuangan penting SMI untuk tahun yang berakhir dan telah diaudit pada tanggal 31 Desember 2015 yang diekstrak dari laporan keuangan SMI yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (firma anggota jaringan global PricewaterhouseCoopers) dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian serta untuk tahun yang berakhir dan telah diaudit pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2014 yang diekstrak dari laporan keuangan SMI yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana& Rekan (firma anggota jaringan global PricewaterhouseCoopers). (dalam jutaan Rupiah, kecuali ROE dan ROA) Keterangan 31 Desember Jumlah Aset Jumlah Liabilitas Jumlah Ekuitas Jumlah Pendapatan Beban Usaha Laba Bersih Return on Equity (ROE) (%) 23,9 26,9 17,3 Return on Asset (ROA) (%) 7,7 8,7 6,1 67
92 Marubeni Corporation Japan ( MCJ ) a. Pendirian MCJ didirikan pada bulan Mei tahun 1858, dan berbentuk badan hukum pada 1 Desember b. Pengurusan dan Pengawasan Susunan anggota pengurusan dan pengawasan MCJ adalah sebagai berikut: Chairman Chairman of the Board : Teruo Asada Direksi President & CEO : Fumiya Kokubu Senior Executive Vice President: - Shigeru Yamazoe - Mitsuru Ayikoshi Senior Managing Executive Officers : - Kaoru Iwasa Managing Executive Officers : - Hikaru Minami - Akirawa Terakawa - Ichiro Takahara Outside Directors : - Takao Kitabata - Yukiko Kuroda c. Permodalan Berdasarkan laporan keuangan MCJ untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2015, struktur permodalan dan mayoritas pemegang saham MCJ adalah berikut(disajikan dalam Yen Jepang, kecuali terhadap jumlah saham): Keterangan Jumlah Saham (Lembar) Jumlah Nominal (dalam Jutaan Yen Jepang) Persentase (%) Modal Dasar Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh ,00 Jumlah Saham Dalam Portepel Mayoritas Pemegang Saham Japan Trustee Service Bank, Ltd. (Trust Account); The Master Trust Bank of Japan, Ltd. (Trust Account); Sompo Japan Nipponkoa Insurance Inc.; Meiji Yasuda Life Insurance Company;Japan Trustee Service Bank, Ltd. (Trust Account 9); Mizuho Bank, Ltd.;; State Street Bank and Trust Company ; The Bank of New York Melon SA/NV 10.; Barclays Securities Japan Ltd.; Tokio Marine and Nichido Fire Insurance Co., Ltd. d. Keterangan Tentang Marubeni Corporation MCJ bergerak dibidang product handling dan penyediaan jasa di berbagai sektor, termasuk impor dan ekspor, serta kegiatan usaha yang berkaitan dengan bahan makanan, produk makanan, tekstil, material, pulp dan kertas, bahan kimia, energi, logam dan sumber daya mineral, mesin transportasi. 68
93 Kegiatan MCJ juga tersebar ke beberapa proyek listrik dan infrastruktur, tanaman dan mesin industri, keuangan, logistik dan industri informasi, serta pengembangan real estate dan konstruksi. Selain itu, MCJ melakukan investasi bisnis, pengembangan dan pengelolaan di tingkat global. Berdasarkan Certificate of All Matters Currently in Effect 2016, tujuan Marubeni Co. adalah menjalankan usaha-usaha sebagai berikut: a. impor, ekspor dan menjual barang-barang dalam negeri dan luar negeri; b. manufaktur dan menjual barang dagangan; c. pengolahan dan perbaikan atas usaha-usaha tersebut pada butir a dan b; d. transportasi laut, darat, udara, pengangkutan, pelabuhan dan broker kepabeanan; e. pergudangan; f. impor, ekspor dan menjual: i. batubara, minyak bumi, gas, (termasuk pressurized gas dan gas alam cair) dan produkproduk yang berasal darinya, zat bahan bakar nuklir, radiosotopes; ii. zat-zat kimia (termasuk zat-zat industri kimia, farmasi, quasi-pharmaceuticals, agrokimia, bahan-bahan beracun dan berbahaya, dan lain-lain.) bahan peledak, toiletries dan bahan-bahan bakunya, peralatan medis; iii. bahan pangan, alkohol, minuman keras, minuman beralkohol, garam, produk-produk rokok, benih dan bibit, pupuk, pakan ternak, pakan aditif, ternak; iv. alat pengukur, senjata, barang-barang bekas; g. perencanaan, pengawasan dan kontraktor untuk jasa konstruksi dan pekerjaan pembangunan; h. penjualan, pembelian, barter, sewa dan pemanfaatan real estat dan pemeliharaan dan manajemennya; i. sewa guna, penyewaan real estat dan barang bergerak; j. sewa guna, penyewaan dan perbaikan peralatan dan bahan baku untuk pekerjaan teknik sipil, mesin-mesin konstruksi, kendaraan, perlengkapan kantor, peralatan medis, dan alat-alat dan instrumen lainnya; k. perencanaan, akuisisi, pencadangan, pelestarian, pemanfaatan, penggunaan dan penjualan hak milik atas kebendaan yang tidak berwujudseperti hak kekayaan industri dan hak cipta, know-how, systems engineering dan perangkat lunak lainnya; l. pertanian, kehutanan, perikanan, industri ternak dan pertambangan; m. penyediaan informasi, dan layanan pengolahan, telekomunikasi, cable broadcasting dan broadcasting pada umumnya; n. periklanan, penerbitan dan manufaktur dan penjualan gambar, suara, data dan media rekaman; o. pengelolaan sarana olahraga, rekreasi, tamasya, akomodasi, perawatan medis, dan usaha travel dan bisnis restoran; p. perencanaan, pengelolaan dan pengimplemantasian semua jenis event; q. penjualan, pembelian, manajemen instrumen yang dapat diperdagangkan, pinjaman, penjualan, dan pembelian klaim, garansi, kewajiban sebagai penanggung emisi, transaksi valuta asing/devisa, sebagai perusahaan induk dan mengelola real estat dan benda-benda bergerak sebagai subjek dari jaminan (seperti hipotik dan gadai) terkait dengan transaksi keuangan, dan transaksi-transaksi bisnis lainnya; r. penjaminan/penanggung emisi, permohonan untuk berlangganan dan penjualan negotiable instruments, dan usaha-usaha lainnya yang terkait dengan penjaminan; s. investasi di komoditi dan agen usaha penjualan; konsultasi perdagangan komoditi dan menjual trust beneficial interest. t. kontraktor untuk jasa penyiapan dokumen, sekretaris, resepsionis, penerjemah dan jasa operator telepon, jasa terkait dengan penyediaan pengurusan kantor atau peralatan komunikasi, dan sistem programming dan jasa lainnya yang berkaitan dengan work processing; u. usaha penyedia tenaga kerja sementara; v. usaha yang terkait dengan perawatan, perawat diluar rumah sakit; w. usaha terkait pembuangan dan penimbunan sampah, pemurnian atau pembersihan tanah dan air bawah tanah dan pemindahan polusi lingkungan; x. usaha yang berkaitan dengan generator dan penyedia kelistrikan; y. perencanaan, pembangunan, konstruksi, pengelolaan bandara udara, pelabuhan, rel kereta api, jalan tol, pipa dan sarana untuk air, kotoran/limbah dan air industri; 69
94 z. agen dan Broker untuk asuransi non-life, asuransi berdasarkan Automobile Liability Compensation Law dan jenis-jenis asuransi lainnya, dan usaha yang berkaitan dengan permohonan untuk berlangganan asuransi jiwa; aa. perdagangan izin emisi gas rumah kaca; bb. terkait dengan hal tersebut diatas: i. penelitian, pembangunan dan usaha konsultan; ii. pelatihan, petunjuk dan bisnis pendidikan; iii. agen, broker dan factorage business; cc. setiap dan semua bisnis lain yang terkait atau kebetulan terkait kepada hal-hal tersebut diatas dan dd. semua usaha selain yang disebutkan pada list atau daftar diatas. MCJ mempunyai jaringan mencakup sebagian besar negara-negara di dunia, dan berdasarkan posisi 31 Maret 2015, MCJ memiliki 11 kantor cabang di Jepang, 59 cabang dan kantor di luar Jepang, 30 anak perusahaan di luar Jepang dengan 65 kantor, dengan total 120 kantor di 67 area atau negara. MCJ mempekerjakan karyawan selain 354 karyawan lokal di kantor cabang luar negeri, dan karyawan lokal di anak perusahaan di luar negeri. Selain itu, MCJ juga memiliki 430 group company. Perseroan dikategorikan sebagai subsidiary yang berada dibawah koordinasi transportation machinery division. e. Ikhtisar Keuangan Pokok Dibawah ini disajikan laporan keuangan MCJ untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2014 dan 31 Maret 2015 yang diekstrak dari laporan keuangan yang belum diaudit adalah berikut: Keterangan 31 Maret (dalam jutaan Yen Jepang) Jumlah Aset Jumlah Liabilitas Jumlah Ekuitas Jumlah Pendapatan Gross Profit Laba yang dapat diatribusikan kepada Marubeni PT Marubeni Indonesia ( MI ) a. Pendirian MI didirikan berdasarkan akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 126 tanggal 30 Nopember 1993, dibuat dihadapan Mudofir Hadi, S.H., yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C2-115.HT TH 94 tanggal 5 Januari 1994 dan telah didaftarkan pada Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dibawah No. 95/A.PT/HKM/1994/PN.JAK.SEL tanggal 20 Januari 1994 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 15 tanggal 22 Februari 1994, Tambahan No. 1118/1994. Perubahan Anggaran Dasar terakhir kali dilakukan dengan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 01 tanggal 1 September 2015, dibuat dihadapan Wisnu Sadjono, S.H., Notaris di Jakarta, yang pemberitahuannya telah diterima oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH tanggal 7 September 2015, didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU AH Tahun 2015Tanggal 7 September 2015 ( Akta No. 1/2015 ). 70
95 b. Pengurusan dan Pengawasan Berdasarkan Akta No. 02/2016 Tanggal 11 Maret 2016, yang pemberitahuannya telah diterima oleh Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum atas nama Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU.AH tertanggal 16 Maret 2016, terdaftar dalam Daftar Perseroan Nomor AHU AH Tahun 2016 tanggal 16 Maret 2016, susunan anggota Direksi dandewan Komisaris MI adalah sebagai berikut: Direksi 1. Presiden Direktur : Tomofumi Fukuda 2. Wakil Presiden Direktur : Haruyasu Chihaya 3. Direktur Finance : Akinobu Mizumoto 4. Direktur Risk Management : Masashi Terada 5. Direktur Business Development : Hiroaki Nishita 6. Direktur Information Technology : Fumihiko Tsuru 7. Direktur Forest Product : Toshiki Yamada 8. Direktur Mineral Resources : Tatsuya Mitsui 9. Direktur Food Product : Hirotaka Miyagi 10. Direktur Machinery : Masamichi Takeda 11. Direktur Lifestyle Product : Akihiro Yamamoto Dewan Komisaris 1. Presiden Komisaris : Shoji Kuyawama 2. Komisaris : Koki Kitagawa c. Permodalan Berdasarkan Akta No. 66/2008, modal dasar MI berjumlah Rp (sebelas miliar seratus empat puluh juta tiga ratus ribu Rupiah, atau ekuivalen dengan USD lima juta lima puluh ribu Dollar Amerika Serikat) terbagi atas (lima ribu lima puluh) saham dengan masing-masing saham bernilai nominal Rp , dua juta dua ratus enam ribu Rupiah (USD seribu Dollar Amerika Serikat). Dari modal dasar tersebut telah ditempatkan dan disetor sejumlah (lima ribu lima puluh) saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp sebelas miliar seratus empat puluh juta tiga ratus ribu Rupiah (USD lima juta lima puluh ribu Dollar Amerika Serikat) oleh para pemegang saham. SusunanPemegang Saham terakhir MI dimuat dalam akta No. 43, tanggal 29 September 2009, dibuat dihadapan Nelfi Mutiara Simanjuntak, S.H. (pengganti Imas Fatimah, S.H.) dengan susunan sebagai berikut: - Pemegang Saham : Marubeni Asean Private Limited (dahulu Marubeni Singapore Private Limited) sejumlah saham. - Pemegang Saham : Koperasi Karyawan Marubeni (KOKABENI) sejumlah 2 saham Struktur permodalan dan susunan pemegang saham MI adalah sebagai berikut: Nilai Nominal Rp / (USD 1.000) Keterangan per saham Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (lembar) (Rp) Modal Dasar Rp (USD ) Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: a. Marubeni Asean Private Limited (dahulu Rp Marubeni Singapore Private Limited) (USD ) b. Koperasi Karyawan Marubeni 2 Rp (KOKABENI) (USD 2.000) Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Jumlah Modal Dalam Portepel - - Persentase (%) 99,96 0, Rp (USD ) 100,00 71
96 d. Maksud, Tujuan dan Kegiatan Usaha Berdasarkan Akta No. 66/2008, maksud dan tujuan MI adalah berusaha dalam bidang jasa perdagangan ekspor dan impor, importir umum, distributor (wholesaler) dan konsultasi investasi. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, MI dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut: i. menjalankan usaha di bidang jasa ekspor dengan jalan membeli dan memasarkan produk Indonesia di pasar luar negeri; ii. menjalankan usaha di bidang jasa impor dengan jalan memasok suplai bahan baku utama, bahan baku penolong, mesin-mesin, peralatan pabrik dan komponen-komponen khusus yang dibutuhkan oleh industri; iii. bertindak selaku importir umum; iv. bertindak selaku distributor (wholesaler); v. memberikan jasa konsultasi bisnis, manajemen, promosi yang berhubungan dengan investasi, tetapi tidak termasuk pada jasa konsultasi dalam bidang hukum dan atau perpajakan. G. HUBUNGAN KEPEMILIKAN PERSEROAN DENGAN PEMEGANG SAHAM PERSEROAN YANG BERBENTUK BADAN HUKUM STRUKTUR PERMODALAN 72
97 H. HUBUNGAN KEPENGURUSAN, PENGAWASAN, KEPEMILIKAN DAN AFILIASI ANTARA PERSEROAN DAN PEMEGANG SAHAM PERSEROAN Nama Perseroan AI SMI MCJ MI Dir Kom Dir Kom Dir Kom Dir Kom Dir Kom Djoko Pranoto PresKom Dir Dir Diana Makmur Kom Jiro Itai Kom Drs.H.Mohammad Husni, MM KomInd Hardi Montana KomInd Bugie Laksamana Andrijanto Naga Sujady Yasuaki Yoshino Harly Setiabudi PresDir Dir Dir Dir Dir PresKom Kom KomInd PresDir Dir : Presiden Komisaris : Komisaris : Komisaris Independen : Presiden Direktur : Direktur I. KETERANGAN TENTANG GRUP ASTRA A. Riwayat Singkat Grup Astra PT Astra International Tbk. ( AI ) adalah suatu Perseroan terbatas terbuka yang telah melakukan Penawaran Umum Saham Perdana kepada masyarakat pada tahun 1990 dan telah melakukan pencatatan saham-sahamnya pada Bursa Efek Indonesia. AI adalah perusahaan induk dari Grup Astra yang pada awal kegiatan operasinya, bergerak dalam bidang usaha perdagangan umum terutama hasil bumi. Kemudian AI melakukan perluasan usaha ke bidang distribusi kendaraan dan alat-alat berat serta komponen kendaraan bermotor, disamping melakukan penyertaan baik secara langsung maupun tidak langsung pada anak-anak perusahaan dan perusahaan yang mempunyai hubungan afiliasi yang bergerak dalam berbagai bidang usaha antara lain kendaraan bermotor, jasa keuangan, industri, perkebunan serta usahausaha lainnya. B. Kegiatan Usaha Sebagai perusahaan induk, AI bertanggung jawab terhadap strategi grup Astra, pengendalian pendanaan dan operasi grup Astra di samping menetapkan perencanaan dan pengembangan bagi anggota grup Astra. Kegiatan usaha Grup Astra dapat dikelompokkan menjadi 5 (lima) kelompok usaha yaitu: 1. Astra Motor meliputi: distribusi otomotif, jasa purna jual, suku cadang, penyewaan dan mobil bekas; 2. Astra Industry meliputi: produksi-perakitan, konstruksi mesin, kontraktor pertambangan dan pertambangan-mineral; 3. Astra Resources meliputi: agribisnis; 4. Astra System meliputi: teknologi informasi; 5. Astra Finance meliputi: pembiayaan, perbankan dan asuransi. 73
98 J. STRUKTUR GRUP ASTRA Perseroan tergabung dalam divisi jasa keuangan Grup Astra, yang bergerak dalam bidang pembiayaan alat-alat berat, melalui sub holding company yaitu PT Sedaya Multi Investama. K. PERKARA PENGADILAN YANG SEDANG DIHADAPI PERSEROAN Perseroan beserta seluruh direksi dan komisarisnya sampai dengan tanggal Prospektus ini tidak pernah dinyatakan bersalah menyebabkan suatu Perseroan/perusahaan dinyatakan pailit, belum pernah dihukum karena melakukan tindak pidana kejahatan, dan tidak terlibat dalam suatu proses perkara pidana, perkara perdata, perkara kepailitan atau penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU), sengketa tata usaha Negara, sengketa perpajakan, sengketa perburuhan, arbitrase atau perkara hukum apapun, dalam kapasitas atau tingkat pemeriksaan apapun dan di yurisdiksi pengadilan manapun. Adapun terdapat beberapa permasalahan sebagai berikut: 1. Permasalahan dengan PT Herpanta Mas Abadi Beralamat di Jl. Raya Sidikalang Kel. Huta Paung, Kec. Pollung, Kab. Humbang Hasundutan Medan, melakukan somasi terhadap Perseroan, dengan rincian sebagai berikut: I. Berdasarkan surat ref.: 0438/CS-JG/Som/IX/2011 tertanggal 29 September 2011 yang dikirimkan oleh Christopher L. P. Simajuntak, S.H., dan J. Girsang dari kantor advokat & konsultan hukum Jhon Girsang & Associates yang bertindak untuk dan atas nama PT Herpanta Mas Abadi, Perseroan disomasi karena dianggap telah melakukan perampasan secara sepihak terhadap 1 unit excavator milik PT Herpanta Mas Abadi. Oleh karenanya, Christopher L. P. Simajuntak, S.H., dan J. Girsang meminta Perseroan untuk melakukan musyawarah untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. 74
99 III. IV. II. Berdasarkan surat tertanggal 21 Oktober 2011 No. 214/LBH-SPRI/X/2011 yang dikirimkan oleh M. Sianturi, S.H., MM., Indah Berlian Apriyanthi, SH., MH. Dan Efendi Manalu, SH. Advokat pada kantor Lembaga Bantuan Hukum Serikat Pers Republik Indonesia yang bertindak untuk dan atas nama Junaidi Simamora (PT Herpanta Mas Abadi) menyampaikan hal-hal berikut: a. Junaidi Simamora telah memenuhi permintaan Perseroan sebagaimana tertuang dalam surat No. 124/LOBB/IX/11 tertanggal 1 Oktober [2011] untuk melunasi sisa kewajiban angsuran ke-35 dan ke-36 atas perjanjian No tertanggal 30 April 2008 kepada Perseroan sebesar Rp dan telah membayar denda dan premi 50% sebesar Rp ; b. Sisa angsuran terhadap perjanjian No berikut 50% denda belum dapat dipenuhi oleh Junaidi Simamora yang berjanji akan memenuhi semua kewajiban utangnya kepada Perseroan jika keadaan finansialnya sudah meningkat; c. Demi peningkatan kemampuan finansial, Junaidi Simamora memohon agar Perseroan menyerahkan kembali dua unit Komatsu type Excavator model PC200 7 serial number C75873 dan C75874 yang telah ditarik oleh Perseroan dan menyerahkan dua invoice atas kedua perjanjian tersebut di atas dalam waktu 1 (satu) minggu setelah Perseroan menerima surat tersebut di atas. Berdasarkan surat tertanggal 4 Nopember 2011 No. 219/LBH-SPRI/XI/2011 dari M. Sianturi, S.H., MM., Indah Berlian Apriyanthi, SH., MH. Dan Efendi Manalu, SH. Advokat pada kantor Lembaga Bantuan Hukum Serikat Pers Republik Indonesia yang bertindak untuk dan atas nama PT Herpanta Mas Abadi berdasarkan Surat Kuasa Khusus N.213/LBH-SPRI/X/11 tertanggal 21 Oktober 2011 yang mana surat tersebut disampaikan kepada Law Office Batubara & Bels selaku kuasa hukum Perseroan, PT Herpanta Mas Abadi menyampaikan antara lain agar kuasa hukum Perseroan memberikan pemahaman hukum yang baik kepada Perseroan agar segera menyerahkan kembali dua unit Komatsu type Excavator model PC200 7 serial number C75873 dan C75874 yang telah ditarik oleh Perseroan dan menyerahkan dua invoice atas kedua perjanjian tersebut di atas dalam waktu 1 (satu) minggu setelah Perseroan menerima surat tersebut. Apabila Perseroan tidak melaksanakan hal tersebut, kuasa hukum PT Herpanta Mas Abadi akan melakukan langkah hukum yang lebih tegas terhadap Perseroan. Berdasarkan surat tertanggal 1 Mei 2012 nomor 039/P/HMA/V/12 yang ditandatangani oleh Junaidi Simamora selaku Direktur PT Herpanta Mas Abadi yang mana surat tersebut disampaikan kepada Perseroan. PT Herpanta Mas Abadi menanyakan perihal keberadaan kedua unit Komatsu Hydraulic Excavator model PC200-7 serial number C75873 dan C75874 yang telah ditarik oleh Perseroan pada bulan Oktober PT Herpanta Mas Abadi menanyakan keberadaan kedua unit Komatsu tersebut sesuai dengan kontrak perjanjian No yang mana telah dilakukan pelunasan pembayaran pada tanggal 19 Oktober 2011 dan tanggal 21 Oktober 2011 sejumlah Rp Perseroan telah menanggapi surat PT Herpanta Mas Abadi tertanggal 1 Mei 2012 nomor 039/P/HMA/V/12 di atas, melalui surat tertanggal 4 Mei 2012 nomor 064/LOBB/V/12 yang dikirimkan oleh Law Office Batubara & Bels yang bertindak untuk dan atas nama Perseroan, menyampaikan hal-hal berikut: a. Pembayaran yang dilakukan oleh PT Herpanta Mas Abadi sejumlah Rp sebenarnya bukan merupakan pembayaran pelunasan, namun pembayaran tersebut sesungguhnya adalah pembayaran kewajiban yang telah jatuh tempo sebagaimana azas dan konstruksi perjanjian Sewa Guna Usaha yang mengikat dan harus dipatuhi. Pembayaran tersebut bukan merupakan kesepakatan tata cara penyelesaian yang telah ditawarkan dalam komunikasi sebelumnya, melainkan pemaksaan sepihak dari PT Herpanta Mas Abadi tentang penyelesaian tersebut dilakukan; b. Perjanjian yang telah dapat Perseroan kualifikasikan atau dianggap selesai sesungguhnya hanya perjanjian yang menyangkut 2 (dua) unit barang modal berupa Excavator Komatsu. Terhadap 2 (dua) unit barang modal berupa Excavator Caterpillar, PT Herpanta Mas Abadi masih tetap mempunyai kewajiban untuk membayarnya termasuk denda dan biaya-biaya lain yang telah timbul ataupun akan timbul sebagai akibat dari pelaksanaan perjanjian menyangkut kedua barang modal tersebut; 75
100 c. Perseroan menawarkan penyelesaian sebagai berikut: i. Perseroan akan melakukan perhitungan secara menyeluruh dengan keringanankeringanan maksimal yang mungkin dilakukan, sehingga PT Herpanta Mas Abadi tidak perlu membayar lagi untuk unit barang modal berupa kedua Excavator Caterpillar, sehingga Perseroan akan menyerahkan kedua Invoice atas kedua unit Caterpillar tersebut kepada PT Herpanta Mas Abadi. ii. Perseroan menunggu PT Herpanta Mas Abadi menempuh jalur hukum yang telah dipilih untuk penyelesaian masalah ini. Dengan pilihan ini, Perseroan akan melakukan pembuktian sekaligus upaya hukum baik yang dianggap perlu termasuk dengan kemungkinan penarikan unit Excavator Caterpillar yang masih dalam penguasaan PT Herpanta Mas Abadi, ataupun sekaligus juga mengajukan permohonan kepailitan kepada PT Herpanta Mas Abadi atas kewajiban kedua unit Caterpillar yang tidak dilaksanakan hingga saat ini. V. Berdasarkan surat tertanggal 9 Mei 2012 nomor 040/P/HMA/V/12 yang ditandatangani oleh Junaidi Simamora selaku Direktur PT Herpanta Mas Abadi yang mana surat tersebut disampaikan kepada Perseroan. PT Herpanta Mas Abadi bermaksud untuk memohon penjelasan perihal keberadaan 2 (dua) unit Excavator Komatsu yang telah ditarik oleh Perseroan sehubungan dengan keinginan PT Herpanta Mas Abadi untuk meminta kembali kedua unit Excavator Komatsu tersebut berikut dengan invoicenya. Perseroan telah menanggapi pula surat PT Herpanta Mas Abadi tertanggal 9 Mei 2012 nomor 040/P/HMA/V/12 di atas, melalui surat tertanggal 9 Mei 2012 nomor 065/LOBB/V/12 yang dikirimkan oleh Law Office Batubara & Bels yang bertindak untuk dan atas nama Perseroan, menyampaikan hal-hal berikut: a. Perseroan telah melakukan penjualan atas kedua unit Excavator setelah tidak adanya realisasi penyelesaian dari PT Herpanta Mas Abadi, walaupun Perseroan telah berusaha untuk menunda penjualan tersebut jauh melebihi dari tenggang waktu yang telah diberikan Perseroan kepada PT Herpanta Mas Abadi. b. Penyelesaian atas masalah yang masih tersisa antara PT Herpanta Mas Abadi dengan Perseroan adalah sesuai dengan tawaran pada surat terdahulu. Kepastian sikap PT Herpanta Mas Abadi akan ditunggu dalam waktu yang tidak lebih dari 10 (sepuluh) hari sejak tanggal surat ini. c. Tidak adanya kepastian sikap PT Herpanta Mas Abadi, menimbulkan pemahaman bagi Perseroan bahwa terhadap unit Excavator Caterpillar terdapat kemungkinan penarikan pula, dikarenakan tidak terpenuhinya kewajiban oleh PT Herpanta Mas Abadi. VI. Surat-surat di atas adalah mengenai permasalahan hukum yang sama, dimana semula PT Herpanta Mas Abadi menunjuk kantor advokat John Girsang & Associates sebagai kuasa hukumnya, namun kemudian digantikan oleh Lembaga Bantuan Hukum Serikat Pers Republik Indonesia. Kasus ini bermula dari adanya cidera janji oleh PT Herpanta Mas Abadi, dimana PT Herpanta Mas Abadi lalai untuk membayar cicilan angsuran sewa guna usaha. Karena PT Herpanta Mas Abadi terus menerus lalai untuk melaksanakan kewajiban pembayarannya, maka Perseroan melaksanakan haknya berdasarkan perjanjian sewa guna usaha dengan menarik kembali dua unit Komatsu type Excavator model PC200 7 serial number C75873 dan C Hingga tanggal Prospektus ini diterbitkan, tidak ada lagi perkembangan atas permasalahan hukum antara Perseroan dengan PT Herpanta Mas Abadi sebagaimana diuraikan dalam 3 surat di atas dan nilai dari perselisihan tersebut tidak material serta tidak memiliki dampak material terhadap kelangsungan usaha Perseroan. 76
101 2. Permasalahan dengan Sdr Achmad Wahyudi. Duduk perkara permasalahan dengan nasabah bernama Achmad Wahyudi tersebut adalah sebagai berikut: I. Laporan Polisi No. LP/3692/X/2012/PMJ/Dit Reskrimum tanggal 25 Oktober 2012 a. Pelapor : Perseroan. b. Dugaan : Penipuan (Pasal 378 KUHP) dan penggelapan (Pasal 372 KUHP) terhadap 4 (empat) lembar invoice dan 3 (tiga) unit alat berat. c. Penyidik : Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah. d. Duduk Perkara : Sdr Achmad Wahyudi mengalami gagal bayar terhadap total 16 (enam belas) perjanjian pembiayaan untuk 27 (dua puluh tujuh) unit alat berat. Sdr Achmad Wahyudi kemudian meminjam 4 (empat) buah invoice alat berat kepada Perseroan dengan alasan hendak menjual keempat unit alat berat tersebut agar dapat digunakan untuk memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian-perjanjian pembiayaan dengan Perseroan. Peminjaman tersebut disertai dengan janji melakukan pembayaran serta mempersilahkan Perseroan untuk mencairkan giro jaminan yang Sdr Achmad Wahyudi berikan kepada Perseroan. Namun Sdr Achmad Wahyudi tidak kunjung melakukan pembayaran sebagaimana yang dijanjikan serta giro yang diberikan ternyata tidak dapat dicairkan karena saldo tidak mencukupi, dan keempat invoice yang dipinjamnya juga tidak dikembalikan kepada Perseroan. Perseroan kemudian melakukan penarikan terhadap unit-unit alat berat yang dibiayai, namun terdapat 3 (tiga) unit alat berat yang belum ditarik karena tidak diketahui keberadaannya, dan Sdr Achmad Wahyudi juga tidak menyerahkan ketiga unit alat berat tersebut kepada Perseroan. e. Posisi Perseroan : Sebagai Pelapor. II. Laporan Polisi No. LP/L/128/XI/2012/SPKT tanggal 17 Oktober 2012 a. Pelapor : Sdr Achmad Wahyudi. b. Dugaan : Penggelapan (Pasal 372 KUHP) terhadap 4 (empat) unit alat berat. c. Penyidik : Unit IV Subditranmor Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya Jakarta. d. Duduk perkara : Sdr Achmad Wahyudi mengalami gagal bayar terhadap total 16 (enam belas) perjanjian pembiayaan untuk 27 (dua puluh tujuh) unit alat berat, sehingga Perseroan kemudian melakukan penarikan terhadap unit-unit alat berat tersebut. Sdr Achmad Wahyudi mengklaim ada 4 (empat) unit alat berat, dari total 24 (dua puluh empat) unit alat berat yang sudah ditarik Perseroan, merupakan miliknya yang dibuktikan dengan invoice yang dikuasainya. Padahal invoice yang ada dalam penguasaan Sdr Achmad Wahyudi merupakan invoice yang dipinjam dari Perseroan sebagaimana yang dimaksud dalam poin b. e. Posisi Perseroan : 2 (dua) orang karyawan Perseroan diminta memberikan keterangan sebagai saksi. Hingga tanggal Prospektus ini diterbitkan, tidak ada lagi perkembangan atas 2 laporan polisi tersebut di atas dan perkara tersebut tidak material serta tidak memiliki dampak material terhadap kelangsungan usaha Perseroan. 3. Karyawan Perseroan dipanggil sebagai saksi Berdasarkan Surat Panggilan yang dikeluarkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Sulawesi Tenggara, Direktorat Reserse Kriminal Khusus yang termuat dalam: a. Surat Panggilan No. Pol.: SP GIL/195/V/2014/Dit Reskrimsus tertanggal 8 Mei 2014; b. Surat Panggilan No. Pol.: SP GIL/196/V/2014/Dit Reskrimsus tertanggal 8 Mei 2014; 77
102 c. Surat Panggilan No. Pol.: SP GIL/195.a/V/2014/Dit Reskrimsus tertanggal Mei 2014; d. Surat Panggilan No. Pol.: SP GIL/196.a/V/2014/Dit Reskrimsus tertanggal Mei 2014 Saudara Febriyanto dan Saudara Arif Hidayat, sebagai karyawan Perseroan, dipanggil sebagai saksi dalam perkara dugaan tindak pidana dibidang Pertambangan Mineral dan Batubara di Desa Dunggua Jaya Kec. Amoggedo, Kab. Konawe yang diduga dilakukan oleh pihak ketiga lainnya. Berdasarkan Surat Panggilan yang dikeluarkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah DKI Jakarta, Direktorat Tindak Pidana Umum yang termuat dalam Surat Panggilan No. Pol.: B/562/VII/2015/Dittipidum tertanggal 7 Juli Satu orang staffperseroan diwajibkan hadir sebagai saksi dalam kasus tindak pidana penipuan oleh DONNY SUGIARTO LAUWANI, dengan cara menawarkan pembelian IUP Eksplorasi PT Adas Abadi, PT Prabakti Kaltim, dan PT Semesta Raya Mineral, serta pengurusan peningkatan IUP Eksplorasi (d/h Kuasa Eksplorasi) tersebut menjadi IUP Operasi Produksi secara melawan hukum. Staff yang dimaksudkan agar datang dan bertemu dengan penyidik KOMBES POL JAYADI, SIK, MH dan Tim. Saudara Budi Tjahyono, sebagai karyawan Perseroan, memenuhi panggilan Polisi dan menyerahkan barang bukti kepada Direktur Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Polri berdasarkan Surat Tanda Penerimaan No. STP/288/X/2015/Dit.Tipidum tanggal 22 Oktober Selain perkara-perkara perselisihan yang diungkapkan di atas, Perseroan tidak terlibat dalam perkara perselisihan, somasi, atau sengketa apapun serta nilai dari perkara perselisihan di atas tidak material dan tidak memiliki dampak material terhadap kelangsungan usaha Perseroan. L. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING DENGAN PIHAK KETIGA Perjanjian-Perjanjian Dalam Rangka Penerimaan Fasilitas Kredit/Pinjaman No Keterangan No. Perjanjian Nilai Jangka Waktu Pihak Ketiga 1. Fasilitas Kredit Jangka Panjang dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Akta Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan I SAN Finance dengan tingkat bunga tetap Tahap I Tahun 2013 No. 20 tanggal 10 Juli 2013 dibuat dihadapan Linda Herawati, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta Pusat sebagaimana diperpanjang dengan Akta Addendum I Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkalanjutan I SAN Finance dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2013 No. 12 tanggal 16 Agustus 2013 dibuat dihadapan Linda Herawati, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta Pusat, kemudian terakhir diperpanjang dengan Akta Addendum II Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkalanjutan I SAN Finance dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2013 No. 21 tanggal 10 September 2013 dibuat dihadapan Linda Herawati, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta Pusat. Seri A sebesar Rp (seratus sembilan miliar Rupiah); Seri B sebesar Rp (tiga ratus sembilan puluh satu miliar Rupiah). Jangka waktu Seri A 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari kalender sejak Tanggal Penerbitan; Jangka waktu Seri B 36 (tiga puluh enam) bulan sejak Tanggal Penerbitan. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Jumlah Kewajiban Terutang per tanggal 31 Desember 2015 Nihil Rp
103 No Keterangan No. Perjanjian Nilai Jangka Waktu Pihak Ketiga 2. Fasilitas Kredit Jangka Panjang dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 3. Fasilitas Kredit Jangka Panjang dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 4. Fasilitas Kredit Jangka Panjang dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 5. Fasilitas Kredit Jangka Panjang dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 6. Fasilitas Kredit Jangka Panjang dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Akta Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan I SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap II Tahun 2014 No. 40 Tanggal 26 November 2014 dibuat di hadapan Linda Herawati, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta Pusat Akta Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan I SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap III Tahun 2015 No. 48 Tanggal 15September 2015 dibuat di hadapan Linda Herawati, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta Pusat Akta Perjanjian Penerbitan Medium Term Notes SAN Finance IV Tahun 2013 No. 57 tertanggal 29 Januari 2013 dibuat dihadapan Linda Herawati, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta Pusat Akta Perjanjian Penerbitan Medium Term Notes (MTN) SAN Finance V Tahun 2013 No. 16 tanggal 4 Oktober 2013 dibuat dihadapan Linda Herawati, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta Pusat. Akta Perjanjian Penerbitan Medium Term Notes (MTN) SAN Finance VI Tahun 2014 No. 27 tanggal 18 Maret 2014 dibuat dihadapan Linda Herawati, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta Pusat. Rp (satu triliun Rupiah) Rp (lima ratus miliar Rupiah) Seri A sebesar Rp (seratus miliar Rupiah); Seri B sebesar Rp (seratus miliar Rupiah); Seri C sebesar Rp (seratus miliar Rupiah). Seri A sebesar Rp (seratus miliar Rupiah); Seri B sebesar Rp (seratus miliar Rupiah); Seri C sebesar Rp (seratus miliar Rupiah). Seri A sebesar Rp (dua ratus lima puluh miliar Rupiah); Seri B sebesar Rp (dua ratus lima puluh miliar Rupiah); 2 (dua) tahun sejak Tanggal Penerbitan 36 (tiga puluh enam) bulan sejak Tanggal Penerbitan Jangka waktu Seri A 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari kalender sejak Tanggal Penerbitan; Jangka waktu Seria B 24 (dua puluh empat) bulan sejak Tanggal Penerbitan; Jangka waktu Seri C 36 (tiga puluh enam) bulan sejak Tanggal Penerbitan. Jangka waktu Seri A 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari kalender sejak Tanggal Penerbitan; Jangka waktu Seria B 24 (dua puluh empat) bulan sejak Tanggal Penerbitan; Jangka waktu Seri C 36 (tiga puluh enam) bulan sejak Tanggal Penerbitan. Jangka waktu Seri A 36 (tiga puluh enam) bulan sejak Tanggal Penerbitan. Jangka waktu Seri B 24 (dua puluh empat) bulan sejak Tanggal Penerbitan; PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Jumlah Kewajiban Terutang per tanggal 31 Desember 2015 Rp Rp Nihil Nihil Rp Nihil Nihil Rp Rp Rp Nihil Rp Fasilitas Kredit Jangka Panjang dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Akta Perjanjian Penerbitan Medium Term Notes (MTN) SAN Finance VII Tahun 2015 No. 04 tanggal 1 April 2015 dibuat dihadapan Mardiana, Sarjana Hukum, Spesialis Seri C sebesar Rp (duaratus lima puluh miliar Rupiah). Seri D sebesar Rp (dua ratus lima puluh miliar Rupiah). Seri A sebesar Rp ,- (empat ratus miliar Rupiah) Seri B sebesar Rp ,- (tiga ratus miliar Rupiah) Jangka waktu Seri C 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari kalender sejak Tanggal Penerbitan; Jangka waktu Seri D 24 (dua puluh empat) bulan sejak Tanggal Penerbitan. Jangka waktu MTN 24 (dua puluh empat) bulan sejak Tanggal Penerbitan. Jangka waktu MTN 36 (tiga puluh enam) bulan sejak Tanggal PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Rp Rp
104 No Keterangan No. Perjanjian Nilai Jangka Waktu Pihak Ketiga 8. Fasilitas Kredit Jangka Panjang dari Japan Bank for International Cooperation, the Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, Tokyo Branch, Mizuho Corporate Bank Ltd., Sumitomo Mitsui Trust Bank, Ltd. 9. Fasilitas Kredit Jangka Panjang dari PT Bank Central Asia Tbk 10. Fasilitas Kredit Jangka Panjang dari Bank Danamon Notariat, Notaris di Jakarta USD Term Facility Agreement tanggal 28 March 2014 antara Perseroan dengan Japan Bank For International Cooperation, the International Arm of Japan Finance Corporation, The Hongkong And Shanghai Banking Corporation Limited, Tokyo Branch, Mizuho Corporate Bank, Ltd. and Sumitomo Mitsui Trust Bank, Ltd. Akta Perjanjian Kredit Nomor 05 tanggal 17 Maret 2008 sebagaimana terakhir diubah dengan Surat Pemberitahuan Perpanjangan Batas Waktu Penarikan dan/atau Penggunaan Fasilitas Kredit No /GBK/2014 tanggal 3 Desember 2014 Akta Perjanjian Kredit No. 32 tanggal 10 Februari 2010 sebagaimana terakhir diubah dengan Perjanjian Perpanjangan Terhadap Perjanjian Kredit Nomor 150/PPWK/CBD/VI/2015 tanggal 30 Juni 2015 USD (delapan puluh juta Dollar Amerika Serikat) Fasilitas Installment Loan I Rp (seratus miliar Rupiah) Fasilitas Installment Loan II Rp (seratus miliar Rupiah) Fasilitas Installment Loan III Rp (dua ratus miliar Rupiah) Fasilitas Installment Loan IV Rp (dua ratus miliar Rupiah). Fasilitas Kredit Lokal (Rekening Koran) Rp (lima puluh miliar Rupiah). Fasilitas Revolving Working Capital Rp (seratus miliar Rupiah) Fasilitas Revolving Term Loan Rp (dua ratus miliar Rupiah) Facility). Penerbitan Fasilitas Kredit berakhir pada tanggal 28 Maret (tiga puluh enam) bulan sejak tanggal penarikan 36 (tiga puluh enam) bulan sejak tanggal penarikan 36 (tiga puluh enam) bulan sejak tanggal penarikan 36 (tiga puluh enam) bulan sejak tanggal penarikan Sampai dengan 8 Desember 2014 Sampai dengan tanggal 30 Juni 2016 Sampai dengan tanggal 30 Juni 2016 Japan Bank for International Cooperation, the Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, Tokyo Branch, Mizuho Corporate Bank Ltd., Sumitomo Mitsui Trust Bank, Ltd. PT Central Tbk PT Bank Danamon Bank Asia Jumlah Kewajiban Terutang per tanggal 31 Desember 2015 USD Nihil* Nihil* Nihil* Rp16, Nihil* Nihil* Nihil Nihil* 11. Fasilitas Kredit Jangka Panjang dari MG Leasing Corporation US$20,000,000 Term Facility Agreement tanggal 27 Maret 2015 Fasilitas Revolving Working Capital II US$ (sepuluh juta Dollar Amerika Serikat) US$20,000,000 (dua puluh juta Dollar Amerika Serikat) Sampai dengan tanggal 30 Juni (tiga puluh enam) bulan terhitung sejak tanggal penarikan MG Leasing Corporation Nihil* 12. Fasilitas Kredit Jangka Panjang dari JA Mitsui Leasing Ltd 13. Fasilitas Kredit Jangka Panjang dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Term Facility Agreement tertanggal 12 April 2012 sebagaimana telah diamandemen dengan Amandement Agreement tertanggal 11 Oktober 2012 Akta Perjanjian Kredit Term Loan No. 36 tanggal 27 Juni 2012 sebagaimana terakhir diubah dengan Perubahan Perjanjian US$ (dua puluh empat juta Dolar Amerika Serikat) Rp (dua ratus miliar Rupiah) 36 bulan sejak tanggal penarikan. 36 (tiga puluh enam) bulan terhitung sejak tanggal penarikan. JA Mitsui Leasing Ltd Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia USD1,000,000 Rp
105 No Keterangan No. Perjanjian Nilai Jangka Waktu Pihak Ketiga Indonesia 14. Fasilitas KreditJangka Panjang dari Australia and New Zealand Banking Group Limited, Tiongkoktrust Commercial Bank Co, Ltd., CIMB Bank Berhad, Singapore Branch, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Singapore Branch Oversea- Chinese Banking Corporation Limited dengan The Financial Institutions Oversea- Chinese Banking Corporation Limited dan PT Bank OCBC NISP Tbk 15. Fasilitas Kredit Jangka Panjang dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kredit Term Loan No. 010/ADDPK/01/2013 tanggal 16 Januari 2013 Perjanjian Term Facility Agreement tanggal 19 September 2012 sebagaimana terakhir diubah dengan US$ 175,000,000 Term Facility Agreement Amendment Letter tanggal 17 Juni 2013 Perjanjian Kredit Jangka Pendek No. CRO.KP/106/KJP/15 tanggal 17 Juni 2015 US$ (seratus tujuh puluh lima juta Rupiah) Maksimal Rp (seratus lima puluh juta Rupiah) Catatan: Fasilitas Kredit Jangka Pendek: dengan jangka waktu 1 (satu) tahun. Fasilitas Kredit Jangka Panjang: dengan jangka waktu > 1 (satu) tahun. 36 (tiga puluh enam) bulan terhitung sejak tanggal penarikan Sampai dengan tanggal 25 September 2016 Australia and New Zealand Banking Group Limited, Tiongkoktrust Commercial Bank Co, Ltd., CIMB Bank Berhad, Singapore Branch, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Singapore Branch Oversea- Chinese Banking Corporation Limited, The Financial Institutions, Oversea- Chinese Banking Corporation Limited, dan PT Bank OCBC NISP Tbk PT Bank Mandiri Tbk. Jumlah Kewajiban Terutang per tanggal 31 Desember 2015 USD20.833,333 Nihil* * Nihil diartikan sbb: Secara hukum, perjanjian-perjanjian tersebut masih berlaku. Namun sesuai pelaporan keuangan per tanggal 31 Desember 2015, Perseroan sedang tidak memiliki kewajiban terhutang (outstanding) terhadap perjanjian-perjanjian tersebut. Untuk perjanjian dengan pihak BCA, untuk fasilitas Installment Loan I, Installment Loan II, Installment Loan III, dan fasilitas Kredit Lokal (Rekening Koran) telah dilunasi oleh Perseroan. Sedangkan fasilitas Installment Loan IV masih berlaku hingga saat ini, dengan posisi per tanggal 31 Desember 2015 untuk fasilitas Installment Loan IV masih terdapat kewajiban terhutang (outstanding). Tidak terdapat pembatasan-pembatasan (negative covenant) dari para kreditur yang dapat merugikan Pemegang Obligasi. Perseroan tidak memiliki hubungan Afiliasi dengan para pihak ketiga pada Perjanjian-Perjanjian Dalam Rangka Penerimaan Fasilitas Kredit/Pinjaman. Untuk perjanjian dengan pihak PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., untuk MTN Seri B telah dilunasi berdasarkan Surat Keterangan Lunas No. KSEI-26540/JKU/1115 tanggal 11 November
106 Perjanjian-Perjanjian Sewa Menyewa Perseroan melakukan penyewaan untuk kantor pusat dan beberapa kantor perwakilan/jaringan operasi berdasarkan perjanjian sewa-menyewaadalah berikut: No. Perjanjian Pihak Ketiga Obyek Sewa Jangka Waktu 1. Perjanjian Sewa Menyewa No. Hotel Bumi Senyiur Tempat di gedung Hotel Bumi 1 Mei /HBS-SANF/V/2010, tanggal 1 Senyiur dengan ukuran 32 sampai 30 April Mei 2010 sebagaimana diubah m2, beralamat di Jalan P dengan Amandemen Kedua Diponegoro No , Perjanjian Sewa Menyewa tertanggal Samarinda. 2 Mei Perjanjian Sewa Menyewa Nomor AFS tertanggal 07 Mei 2014 antara PT Gramedia dengan PT Surya Artha Nusantara Finance 3. Perjanjian Sewa Menyewa tanggal 10 Juni Akta Perjanjian Sewa Menyewa No. 24 tanggal 8 April 2009 dibuat dihadapan Tito Utoyo, S.H., Notaris di Pekanbaru sebagaimana diperpanjang dengan Akta Perjanjian Sewa Menyewa No. 103 tanggal 29 Maret 2011 dibuat dihadapan Tito Utoyo, S.H., Notaris di Pekanbaru, sebagaimana diubah dengan Akta Perjanjian Perpanjangan Sewa- Menyewa Nomor 2 tertanggal 01 April 2014 dibuat di hadapan Tito Utoyo, S.H., Notaris di Pekanbaru 5. Perjanjian Sewa Menyewa tertanggal 18 Juli 2011, sebagaimana diperpanjang dengan Perjanjian Sewa Menyewa tertanggal 30 September Perjanjian Sewa-Menyewa tanggal 20 September Perjanjian Sewa Menyewa Nomor 143/LEG/XII/2011/2 tertanggal 20 Desember Akta Perjanjian Sewa Menyewa No. 06 tanggal 09 April 2013 yang telah dilakukan perpanjangan berdasarkan Akta Perpanjangan Jangka Waktu Sewa Menyewa No. 02 tanggal 7 April Perjanjian Sewa Menyewa tertanggal 29 Mei Akta Perjanjian Sewa Menyewa No. 12 tanggal 11 Maret 2016 dibuat di hadapan Fauzie, S.H., Notaris di Palembang 11. Perjanjian Sewa Menyewa No. 10/HBS-SANF/VI/2015 tanggal 23 Juni 2015 Robertus Royanto Mariana Liandry Nyonya Ace Yiendry Yusuf Rody Gesuri Bangunan Gedung Kompas Gramedia yang terletak di Jalan Raya Jemursari 64, Surabaya Tanah dan bangunan yang terletak di Komplek Balikpapan Baru Blok AB-6 Nomor 03, Kelurahan Damai, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur Bangunan rumah kantor yang terletak di Jalan Datuk Setia Maharaja, Komplek Perkantoran Grand Sudirman Blok A No. 7, Pekanbaru. Tanah dan Bangunan yang terletak di Jalan Hayam Wuruk No. 112 Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi. Syafruddin Tanah dan Bangunan yang terletak di Jalan A. Yani Km. 11,300 Kelurahan Mekar Raya, Kecamatan Kertak Hanyar, Kota Banjar, Kalimantan Selatan Yohannes Tanah beserta bangunan yang terletak di Komplek Ruko A Yani Sentra Bisnis Blok C Nomor 12A, Kelurahan Benua Melayu Darat, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Dana Pensiun Bank Mandiri Satu dan PT Estika Daya Mandiri PT Phinise Hotel Makassar Seaside PT Surya Abadi Permai PT Bukit Putri Indah Permai Kalimantan Barat Bangunan di Jalan Imam Bonjol, Nomor : 16D, Medan, Sumatera Utara, lantai 5 (lima) Ruangan kantor yang terletak di Grand Clarion Hotel & Convention Blok A bagian tenant, Jl. AP Petarani No.3, Makassar. Ruangan kantor yang terletak di Sudirman Office Tower Lantai 6, Jl. Jendral Sudirman Nomor 57, Palembang Sebagian tempat di gedung Hotel Bumi Senyiur, terletak di gedung Hotel Bumi Senyiur, jl. P. Diponegoro No. 01 Juni 2014 sampai dengan tanggal 31 Mei 2016* 10 Juni 2014 sampai dengan tanggal 09 Juni April 2014 sampai dengan 8 April Oktober 2014 sampai dengan 1 Oktober September 2013 sampai dengan 19 September Januari 2012 sampai dengan 1 Januari April 2015 sampai dengan 14 April Juli 2015 sampai dengan 30 Juni Maret 2016 sampai dengan 6 Maret Mei 2015 sampai dengan 30 April
107 No. Perjanjian Pihak Ketiga Obyek Sewa Jangka Waktu Samarinda 12. Lease Agreement tanggal 22 Mei 2015 *) Masih dalam proses perpanjangan PT Bina Mega Unit dwelling town house executive paradise complex, townhouse B-10B, Jakarta Selatan 8 Juni 2015 sampai dengan 7 Juni 2016 Perseroan tidak memiliki hubungan Afiliasi dengan para pihak ketiga pada Perjanjian-Perjanjian Sewa Menyewa. Tidak terdapat pembatasan-pembatasan (negative covenant) berdasarkan perjanjian sewa menyewa di atas yang dapat merugikan Pemegang Obligasi. Perjanjian Sewa Kendaraan Perseroan melakukan penyewaan untuk kendaraan berdasarkan perjanjian sewa kendaraan sebagai berikut: No. Perjanjian Pihak Ketiga Obyek Sewa Jangka Waktu 1. Perjanjian antara PT Surya Artha Nusantara Finance dan PT CSM Corporatama No. CSM/16120/13 tanggal 12 Februari 2013 PT CSM Corporatama Kendaraan: Daihatsu New Xenia X. 1.3 M/T. No. Polisi: B-1390-PZI, Tahun Kendaraan: Daihatsu New Xenia X. 1.3 M/T. No. Polisi: B-1389-PZI, Tahun Mei 2013 sampai dengan 31 Juli Mei 2013 sampai dengan 31 Juli 2016 Kendaraan: Daihatsu New Xenia R. 1.3 A/T. No. Polisi: B-1495-PZK, Tahun Juni 2013 sampai dengan 31 Juli 2016 Kendaraan: Daihatsu New Xenia X. 1.3 M/T. No. Polisi: B-1497-PZK, Tahun Juni 2013 sampai dengan 31 Juli 2016 Kendaraan: Daihatsu New Xenia Airbag X. M/T No. Polisi: BM-1634-NJ, Tahun Januari 2016 sampai dengan 31 Juli 2016 Kendaraan: Daihatsu New Xenia Airbag X. M/T No. Polisi: BK-1609-OK, Tahun Januari 2016 sampai dengan 31 Juli Perjanjian antara PT Surya Artha Nusantara Finance dan PT SERASI AUTORAYA (TRAC Astra Rent a Car) No. 006.A/SPj- SERA/LEG/I/2010 tanggal 26 Januari 2010 PT SERASI AUTORAYA (TRAC Astra Rent a Car) Kendaraan: Daihatsu New Xenia Airbag X. M/T. 1.3 Plus No. Polisi: B-1125-PZC, Tahun Kendaraan: Avanza G New Airbag 1.3 M/T No. Polisi: KT ZG Tahun 2015 Kendaraan: Toyota Avanza G New Airbag 1.3 M/T No. Polisi: B-1144-UYO Tahun 2015 Kendaraan: Toyota Avanza G New Airbag 1.3 M/T No. Polisi: B-1162-UYO Tahun Januari 2016 sampai dengan 31 Juli Maret 2016 sampai dengan 30 Juni Maret 2016 sampai dengan 30 Juni Maret 2016 sampai dengan 30 Juni 2016 Kendaraan: Toyota Avanza G New Airbag 1.3 M/T No. Polisi: B-1306-UYM Tahun Maret 2016 sampai dengan 30 Juni
108 No. Perjanjian Pihak Ketiga Obyek Sewa Jangka Waktu Kendaraan: Toyota Avanza G New Airbag 1.3 M/T No. 1 Maret 2016 sampai dengan 30 Juni 2016 Polisi: B-1628-UYM Tahun 2015 Kendaraan: Toyota Avanza G New Airbag 1.3 M/T No. Polisi: B-1650-UYM Tahun 2015 Kendaraan: Toyota Avanza G New Airbag 1.3 M/T No. Polisi: B-1514-UYM Tahun 2015 Kendaraan: Toyota Avanza G New Airbag 1.3 M/T No. Polisi: B-1723-UYN Tahun 2015 Kendaraan: Toyota Avanza G New Airbag 1.3 M/T No. Polisi: B-1794-UYO Tahun 2015 Kendaraan: Daihatsu Xenia X DG Plus Airbag No. Polisi: KT-1923 ZE Tahun Maret 2016 sampai dengan 30 Juni Maret 2016 sampai dengan 30 Juni Maret 2016 sampai dengan 30 Juni Maret 2016 sampai dengan 30 Juni Maret 2016 sampai dengan 30 Juni 2016 Perseroan tidak memiliki hubungan Afiliasi dengan para pihak ketiga pada Perjanjian Sewa Kendaraan. Tidak terdapat pembatasan-pembatasan (negative covenant) berdasarkan perjanjian sewa kendaraan di atas yang dapat merugikan Pemegang Obligasi. Transaksi Dengan Pihak Afiliasi Perseroan mengadakan sewa-menyewa kendaraan mobil dengan PT SERASI AUTORAYA (TRAC Astra Rent a Car) dengan rincian sebagai berikut: - Toyota Avanza G New Airbag 1.3 M/T No. Polisi: KT-1936-ZG Tahun 2015 dengan periode sewa 1 Maret 2016 sampai dengan 30 Juni 2016; - Toyota Avanza G New Airbag 1.3 M/T No. Polisi: B-1144-UYO Tahun 2015 dengan periode sewa 1 Maret 2016 sampai dengan 30 Juni 2016; - Toyota Avanza G New Airbag 1.3 M/T No. Polisi: B-1162-UYO Tahun 2015 dengan periode sewa 1 Maret 2016 sampai dengan 30 Juni 2016; - Toyota Avanza G New Airbag 1.3 M/T No. Polisi: B-1306-UYM Tahun 2015 dengan periode sewa 1 Maret 2016 sampai dengan 30 Juni 2016; - Toyota Avanza G New Airbag 1.3 M/T No. Polisi: B-1628-UYM Tahun 2015 dengan periode sewa 1 Maret 2016 sampai dengan 30 Juni 2016; - Toyota Avanza G New Airbag 1.3 M/T No. Polisi: B-1650-UYM Tahun 2015 dengan periode sewa1 Maret 2016 sampai dengan 30 Juni 2016; - Toyota Avanza G New Airbag 1.3 M/T No. Polisi: B-1514-UYM Tahun 2015 dengan periode sewa 1 Maret 2016 sampai dengan 30 Juni 2016; - Toyota Avanza G New Airbag 1.3 M/T No. Polisi: B-1723-UYN Tahun 2015 dengan periode sewa 1 Maret 2016 sampai dengan 30 Juni 2016; - Toyota Avanza G New Airbag 1.3 M/T No. Polisi: B-1794-UYO Tahun 2015 dengan periode sewa 1 Maret 2016 sampai dengan 30 Juni 2016; - Daihatsu Xenia X DG Plus Airbag No. Polisi: KT-1923 ZE Tahun 2014 dengan periode sewa 1 Maret 2016 sampai dengan 30 Juni 2016; Perseroan mengadakan asuransi dengan PT Asuransi Astra Buana untuk mengasuransikan aset dan barang-barang bernilai material yang ada pada Perseroan berdasarkan beberapa perjanjian/polis, antara lain: 84
109 (i) Asuransi Kendaraan Bermotor antara Perseroan dengan PT Asuransi Astra Buana atas seluruh kendaraan bermotor roda empat yang dimiliki oleh Perseroan, dengan rincian sebagai berikut: No. Master Polis : No. Polis : Jangka waktu : 01 Juni 2015 sampai dengan 01 Juni 2016 Premi : Rp Pertanggungan: a) Comprehensive; b) Angin Topan; c) Badai; d) Hujan Es; e) Banjir; f) Tanah Longsor; g) SRCC-TS; h) Third Party Liability Pada tanggal penerbitan Prospektus ini, Asuransi Kendaraan Bermotor ini masih berlaku dan mengikat para pihak. (ii) Moveable Property Insurance antara Perseroan dan PT. Asuransi Astra Buana peralatan (equipment) Perseroan, dengan rincian sebagai berikut: Nama perusahaan asuransi Jenis Asuransi No. Polis Jangka Waktu Asuransi Premi Pengurangan (setiap dan semua kerugian) : PT Asuransi Astra Buana : Asuransi Barang Bergerak (Movable Property Insurance) : : 29 November 2015 sampai dengan 29 November 2016 (pada pukul waktu lokal) : Rp ,32 Pertanggungan < Rp ,00: 20% atas klaim sekurang-kurangnya Rp50.000,00 dari setiap kecelakaan Pertanggungan Rp ,00 sampai < Rp ,00: 15% atas klaim sekurang-kurangnya Rp ,00 dari setiap kecelakaan Pertanggungan Rp ,00 sampai Rp ,00:15% atas klaim sekurang-kurangnya Rp ,00 dari setiap kecelakaan Pertanggungan Rp ,00 sampai Rp ,00: 15% atas klaim sekurang-kurangnya Rp ,00 dari setiap kecelakaan Pertanggungan > Rp ,00: 15% untuk klaim sekurang-kurangnya Rp ,00 dari setiap kecelakaan Tingkat Bunga (tidak termasuk biaya administrasi) All Risk: 2% (untuk unit dengan usia <= 3 tahun). 85
110 Jumlah Total Nilai Pertangungan : Rp ,19 Pada tanggal penerbitan Prospektus ini, Moveable Property Insurance ini masih berlaku dan mengikat para pihak. Perseroan dan PT Asuransi Astra Buana memiliki pemegang saham utama yang sama, yaitu SMI ( PT Sedaya Multi Investama ). (iii) Comprehensive General Liability Insurance antara Perseroan dengan PT Asuransi Astra Buana Nama perusahaan asuransi : PT Asuransi Astra Buana Jenis Asuransi : Comprehensive General Liability Insurance (Premises-Operation Coverage) No. Polis : Jangka waktu Asuransi : 29 November 2015 sampai dengan 29 November 2016 (pada pukul waktu lokal) Kepentingan : General Liability Insurance Batas Kewajiban : Rp gabungan batas satuan dan jumlah keseluruhan Premi : Rp ,00 Resiko Sendiri (untuk setiap dan semua kerugian) : 5% atas klaim sekurang-kurangnya Rp dari setiap kecelakaan yang terjadi hanya untuk Kerusakan Properti setiap kejadian dan dalam agregat selama setiap satu periode asuransi Pada tanggal penerbitan Prospektus ini, Comprehensive General Liability Insurance ini masih berlaku dan mengikat para pihak. (iv) Fire And Allied Perils Insurance antara Perseroan dengan PT Asuransi Astra Buana Nama perusahaan asuransi : PT Asuransi Astra Buana Jenis Asuransi : Fire and Allied Perils Insurance No. Polis : Jangka waktu Asuransi : 1 Juli 2015 sampai dengan 1 Juli 2016 (kedua tanggal tersebut pada pukul waktu lokal) Risiko Pertanggungan : Kebakaran, Petir, Ledakan, Kerusakan Akibat Kecelakaan Pesawat dan Asap Total Nilai Pertanggungan : Rp ,11 Premi : Rp ,34 Risiko Sendiri : Nil (setiap kejadian) Pada tanggal penerbitan Prospektus ini, Fire And Allied Perils Insuranceini masih berlaku dan mengikat para pihak. SMI merupakan pemegang saham utama pada Peseroan dan PT Asuransi Astra Buana. Kepemilikan SMI di PT Asuransi Astra Buana sebesar 92,06%. SMI merupakan pemegang saham utama pada Perseroan dan PT Asuransi Astra Buana. Kepemilikan SMI di PT Asuransi Astra Buana sebesar 92,06%. 86
111 Berikut adalah persentase dari nilai transaksi terhadap nilai akun yang bersangkutan: Utang lain-lain Asuransi Astra Buana (dalam jutaan Rp Rupiah) Akun utang lain-lain (dalam jutaan Rupiah) Rp % dari total akun utang lain-lain 18,04% Tidak terdapat pembatasan-pembatasan (negative covenant) berdasarkan perjanjian dengan pihak afiliasi di atas yang dapat merugikan Pemegang Obligasi. Seluruh transaksi yang dilakukan oleh dan antara Perseroan dengan Pihak Afiliasi diatas mendapat perlakuan yang sama dengan transaksi-transaksi yang dilakukan oleh Perseroan dengan pihak ketiga lainnya. M. KETERANGAN TENTANG ASET TETAP Dalam rangka kegiatan usahanya tersebut di atas, Perseroan tidak memiliki aset tetap berupa tanah. Aset tetap yang dimiliki oleh Perseroan per 31 Desember 2015 adalah sebagai berikut : Kategori Aset Nilai Buku bersih (Rp) Bangunan Kendaraan Peralatan dan Perabotan Kantor Prasarana 559 Total Seluruh aset tetap berupa kendaraan bermotor diasuransikan sebagai berikut : Jenis Asuransi Perusahaan Asuransi Aset yang diasuransikan Nilai (Rp) Masa Pertanggungan Asuransi Bermotor Asuransi Bermotor Asuransi Bermotor Asuransi Bermotor Asuransi Bermotor Asuransi Bermotor Asuransi Bermotor Asuransi Bermotor Asuransi Bermotor Asuransi Bermotor Asuransi Bermotor Asuransi Bermotor Asuransi Bermotor Kendaraan Kendaraan Kendaraan Kendaraan Kendaraan Kendaraan Kendaraan Kendaraan Kendaraan Kendaraan Kendaraan Kendaraan Kendaraan Astra Buana Mobil Rp Juni 2015 sampai dengan 1 Juni 2016 Astra Buana Mobil Rp Juni 2015 sampai dengan 1 Juni 2016 Astra Buana Mobil Rp Juni 2015 sampai dengan 1 Juni 2016 Astra Buana Mobil Rp Juni 2015 sampai dengan 1 Juni 2016 Astra Buana Mobil Rp Juni 2015 sampai dengan 1 Juni 2016 Astra Buana Mobil Rp Juni 2015 sampai dengan 1 Juni 2016 Astra Buana Mobil Rp Juni 2015 sampai dengan 1 Juni 2016 Astra Buana Mobil Rp Juni 2015 sampai dengan 1 Juni 2016 Astra Buana Mobil Rp Juni 2015 sampai dengan 1 Juni 2016 Astra Buana Mobil Rp Juni 2015 sampai dengan 1 Juni 2016 Astra Buana Mobil Rp Juni 2015 sampai dengan 1 Juni 2016 Astra Buana Mobil Rp Juni 2015 sampai dengan 1 Juni 2016 Astra Buana Mobil Rp Juni 2015 sampai dengan 1 Juni 2016 Sedangkan untuk aktiva tetap selain kendaraan telah diasuransikan melalui PT Asuransi Astra Buana dengan jenisfire and Allied Perils Insurance pada aktiva tetap yang sifatnya statis, dan Moveable Property Insurance pada aktiva tetap yang mudah berpindah tempat. 87
112 N. PERLINDUNGAN ASURANSI ATAS HARTA KEKAYAAN Perseroan mengasuransikan aset dan barang-barang bernilai material yang ada pada Perseroan termasuk kendaraan bermotor yang dimiliki Perseroan, baik yang ada di kantor pusat maupun kantor selain kantor cabangperseroan. Adapun jenis-jenis asuransi tambahan setelah hingga saat ini yang dimiliki oleh Perseroan adalah: 1. Asuransi kendaraan bermotor roda empat kepada PT Asuransi Astra Buana dengan berdasarkan Polis Asuransi Kendaraan Bermotor No tanggal 05 Juni 2014 dengan nilai premi total Rp untuk jangka waktu sejak 01 Juni 2015 sampai dengan 01 Juni Untuk jangka waktu 01 Juni 2015 sampai 01 Juni 2016 obyek pertanggungan pada polis asuransi tersebut meliputi seluruh kendaraan bermotor roda empat yang dimiliki oleh Perseroan. 2. Moveable Property Insurance kepada PT Asuransi Astra Buana atas seluruh resiko kehilangan atau kerusakan secara fisik atas properti yang telah diasuransikan berdasarkan Polis Asuransi No tanggal 21 November 2014 dengan nilai premi sebesar Rp ,32 untuk jangka waktu sejak 29 November 2015 sampai dengan 29 November 2016 (pada pukul siang waktu lokal). 3. Comprehensive General Liability Insurance kepada PT Asuransi Astra Buana berdasarkan Polis Asuransi No dengan total nilai premi Rp untuk jangka waktu sejak 29 November 2015 sampai dengan 29 November 2016 (pada pukul siang waktu lokal). 4. Fire And Allied Perils Insurance kepada PT Asuransi Astra Buana berdasarkan Polis No dengan total nilai pertanggungan Rp ,11 untuk jangka waktu sejak 1 juli 2015 sampai dengan 1 Juli 2016 (pada pukul siang waktu lokal). PT Asuransi Astra Buana selaku perusahaan asuransi dimana Perseroan mengasuransikan aset tetapnya merupakan perusahaan terafiliasi dengan Perseroan dalam Grup Astra. Tidak terdapat perbedaan syarat dan kondisi yang berlaku dengan pihak ketiga lainnya yang dikarenakan hubungan afiliasi tersebut. Manajemen Perseroan menyatakan bahwa premi asuransi yang telah dibayarkan telah memenuhi kecukupan sesuai dengan perjanjian asuransi. Manajemen Perseroan menyatakan bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan. O. PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN ( GOOD CORPORATE GOVERNANCE ) DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL ( CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY ) Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan telah menerapkan Good Corporate Governance dengan adanya pedoman Etika Bisnis dan Etika Kerja. Komitmen Perseroan untuk menjalankan Good Corporate Governance diantaranya menyediakan sarana berupa website dan program-program pelatihan untuk mendukung pelaksanaan Good Corporate Governance. Perseroan memiliki program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Resposibility) bekerja sama dengan Grup Astra. Perseroanberpedoman kepada 4 pilar, yaitu pilar pendidikan, lingkungan, kesehatan dan pengembangan UKM, denganmasing-masing kegiatannya sebagai berikut: Pilar Pendidikan Yaitu mencakup kegiatan yang mendukung kegiatan pendidikan, dengan kegiatan yang sudah dilaksanakan yaitu: 1. Sinergi kegiatan dengan Grup AstraFinancial Services, seperti: a. Astra Berbagi Ilmu, merupakan kegiatan mengajar bersama di beberapa sekolah Menegah Umum dan Kejuruan. 88
113 b. Pembangunan Rumah Pintar di Mataram Nusa Tenggara Barat, yaitu kegiatan pendidikan dengan menyediakan berbagai sentra pendidikan antara lain; sentra buku, sentra bermain, sentra komputer, sentra audio-visual dan sentra kriya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan pendidikan non-formal. 2. Perseroan Berbagi Ilmu, merupakan kegiatan yang dilakukan dalam bentuk sharing knowledge kepada: a. Universitas Prasetya Mulya dengan materi pengetahuan mengenai Lembaga Keuangan NonBank (Leasing) b. Sekolah Menengah Kejuruan Bina Banua, Banjarmasin dengan materi Literasi Keuangan danlembaga Keuangan non-bank (Leasing). c. Pondok Pesantren As-Syifa, Balikpapan dengan materi Literasi Keuangan dan lembaga Keuangan non-bank (Leasing). d. Pemberian bantuan peralatan sekolah Pilar Lingkungan Yaitu bentuk kepedulian Perseroan terhadap lingkungan sekitar dengan kegiatan yang sudah dilaksanakan yaitu: 1. Pemberian Hewan Kurban kepada masyarakat yang membutuhkan. 2. Donasi kepada beberapa Panti Asuhan dan masyarakat kurang mampu. Pilar Kesehatan Yaitu bentuk kepedulian Perseroan terhadap bidang kesehatan dengan melalui kegiatan donor darah. Pilar Pengembangan UKM Yaitu bentuk kepedulian Perseroan terhadap pemberdayaan masyarakat khususnya dalam bidang usaha kecil menengah: Income Generating Activity, bekerja sama dengan PT Asuransi Astra dan FIF Group, yaitu kegiatan memberikan bantuan modal usaha dengan pendampingan serta pembinaan kepada UKM yang bergerak dalam usaha jasa boga Menora Senori agar dapat meningkat taraf hidupnya secara berkelanjutan. 89
114 IX. KEGIATAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN A. UMUM Perubahan terakhir dari Anggaran Dasar Perseroan adalah sebagaimana termuat dalam Akta No.78 tanggal 29 Mei 2015 dibuat di hadapan Kumala Tjahjani Widodo, S.H, M.H, M.Kn Notaris di Jakarta, telah mendapatkan persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan Keputusan No.AHU AH Tahun 2015 tertanggal 12 Juni 2015, terdaftar dalam Daftar Perseroan No.AHU AH Tahun 2015 tanggal 12 Juni 2015 serta telah diberitahukan dan telah diterima serta telah dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tertanggal 12 Juni 2015 No.AHU-AH ( Akta No.78/2015 ) mengenai perubahan terhadap Pasal 3 mengenai maksud dan tujuan serta kegiatan usaha, Pasal 14 ayat (1) mengenai komposisi dan jumlah anggota Dewan Komisaris dan tata cara penunjukannya dan pasal 16 ayat 8 dan ayat (9) mengenai kuorum rapat dewan komisaris perusahaan. Susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan yang terakhir sebagaimana dimuat dalamakta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham No. 101 tertanggal 26 April 2016 dibuat di hadapan Linda Herawati, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta Pusat, yang pemberitahuan atas perubahan Data Perseroan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat No. AHU-AH tertanggal 26 April 2016 didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU AH TAHUN 2016 Tanggal 26 April 2016 ( Akta No.101/2016 ). Sampai dengan tanggal 31Desember 2015, Perseroan telah memiliki 1 Kantor Pusat berdomisili di 18 Office Park, Jalan T.B. Simatupang No. 18, Lantai 23, Jakarta Selatan Perseroan mempunyai 11 kantor selain kantor cabang yang berlokasi di DKI Jakarta, Medan, Pekanbaru, Palembang, Jambi, Jakarta, Surabaya, Makassar, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda dan Pontianak. B. KEGIATAN USAHA Berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut: a. Menjalankan usaha-usaha di bidang Pembiayaan Investasi, yaitu pembiayaan untuk pengadaan barang-barang modal beserta jasa yang diperlukan untuk aktivitas usaha/investasi, rehabilitasi, modernisasi, ekspansi atau relokasi tempat usaha/investasi yang diberikan kepada debitur dalam jangka waktu lebih dari 2 (dua) tahun, yang wajib dilakukan dengan cara: 1. Sewa Pembiayaan (Finance Lease); 2. Jual dan Sewa-Balik (Sale and Lease Back); 3. Anjak Piutang Dengan Pemberian Jaminan Dari Penjual Piutang (Factoring With Recourse); 4. Pembelian Dengan Pembayaran Secara Angsuran; 5. Pembiayaan Proyek; 6. Pembiayaan Infrastruktur; dan/atau 7. Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan. b. Menjalankan usaha-usaha dalam bidang Pembiayaan Modal Kerja, yaitu pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran-pengeluaran yang habis dalam satu siklus aktivitas usaha debitur dan merupakan pembiayaan dengan jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun, yang wajib dilakukan dengan cara: 1. Jual dan Sewa-Balik (Sale and Lease Back); 2. Anjak Piutang Dengan Pemberian Jaminan Dari Penjual Piutang (Factoring With Recourse); 3. Anjak Piutang Tanpa Pemberian Jaminan Dari Penjual Piutang (Factoring Without Recourse); 90
115 4. Fasilitas Modal Usaha; dan/atau 5. Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan. c. Menjalankan usaha-usaha dalam bidang Pembiayaan Multiguna, yaitu pembiayaan untuk pengadaan barang dan/atau jasa yang diperlukan oleh debitur untuk pemakaian/konsumsi dan bukan untuk keperluan usaha (aktivitas produktif) dalam jangka waktu yang diperjanjikan, yang wajib dilakukan dengan cara: 1. Sewa Pembiayaan (Finance Lease); 2. Pembelian Dengan Pembayaran Secara Angsuran; 3. Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan. d. Kegiatan usaha pembiayaan lain berdasarkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan. Izin kegiatan usaha Perseroan sebagaimana termuat dalam Keputusan Menteri Keuangan RI tentang Pemberian Izin Usaha Lembaga Pembiayaan Kepada PT Surya Artha Nusantara Finance No. 1660/KMK.013/1990 tanggal 31 Desember 1990 ( Izin Usaha Perseroan ). Misi Perseroan yaitu memberikan akses pendanaan yang mudah dan terpercaya dengan fokus kepada sewa pembiayaan dan pembelian dengan pembayaran secara angsuran untuk pengadaan alat-alat berat dan kendaraan pendukung lainnya. Kegiatan pada usaha sewa pembiayaan merupakan pembiayaan yang dikenakan bunga dalam bentuk penyediaan barangbarang modal, seperti pengadaan alat-alat berat guna memasok kepada pertumbuhan sektor pertambangan, perkebunan, kehutanan, konstruksi dan industri di Indonesia, dengan kisaran pada jangka waktu 2 (dua) tahun sampai dengan 5 (lima) tahun. Untuk sektor pembiayaan konsumen merupakan pembiayaan yang dikenakan bunga dalam bentuk pembelian kendaraan pendukung lainnya yang ditujukan kepada pengguna akhir dengan pembayaran angsuran secara berkala. Tabel berikut menunjukkan posisi saldo Piutang Pembiayaan Sewa Guna Usaha - Bersih pada tanggal-tanggal 31 Desember 2011, 2012, 2013, 2014 dan 2015: (dalam juta Rupiah) Keterangan 31 Desember Piutang Sewa Pembiayaan Pertumbuhan 53,4% 19,2% -6,3% -11,2% -28,9% Adapun kontribusi sektor usaha sewa pembiayaan terhadap total pendapatan Perseroan untuk tahun yang bersangkutan dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut : dalam jutaan Rupiah Pendapatan Sewa Pembiayaan Pendapatan Perseroan 91
116 Tabel Portfolio Pendapatan Usaha (dalam juta Rupiah) Keterangan 31 Desember Pendapatan sewa pembiayaan Pendapatan pembiayaan konsumen Pendapatan anjak piutang Pembiayaan modal usaha Pendapatan bunga & lainnya Pendapatan Perseroan (%) Pertumbuhan pendapatan Perseroan 52,1% 32,6% -5,0% -11.9% -11,5% (%) Pendapatan sewa pembiayaan / Total pendapatan Perseroan 85,1% 86,2% 85,8% 79,3% 66,4% Berdasarkan fakta dari tabel di atas, sejak lima tahun terakhir ( ) Perseroan mulai memfokuskan kepada usaha dari pembiayaan sewa guna usaha, dan telah memberikan konstribusi terbesar, yaitu pada kisaran rata-rata (66,4% s.d 86,2%) terhadap total pendapatan Perseroan. Per 31 Desember 2015 pendapatan dari pembiayaan sewa guna usaha telah memberikan kontribusi sebesar 66,4% dari pendapatan Perseroan. Pembiayaan sewa guna usaha merupakan konsentrasi utama kegiatan Perseroan. Hal tersebut berdasarkan fakta dalam pertumbuhan usaha sewa guna usaha yang diperkirakan masih akan terus meningkat untuk masa-masa mendatang, seiring dengan bertumbuhnya sektor-sektor yang membutuhkan alat-alat berat, serta didukung dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia, kondisi makro ekonomi Indonesia yang cenderung stabil, dan pada akhirnya akan memberikan dampak yang positif untuk pertumbuhan pendapatanusaha Perseroan. 2.1 Jasa Pembiayaan Perseroan Jasa pembiayaan Perseroan meliputi sewa pembiayaan, pembiayaan konsumen, anjak piutang dan fasilitas modal usaha. Untuk jasa pembiayaan Perseroan menyediakan pembiayaan alat berat dan kendaraan pendukung lainnya untuk memberikan pelayanan pembiayaan yang tepat pada alat-alat berat dan barang modal lainnya diantaranya excavator, bulldozer, motor grader, wheel loader, light truck/heavy truck, dump truck serta modal usaha lainnya Sewa Pembiayaan Perseroan sejak tahun 2006 mulai terkonsentrasi untuk menjalankan usaha pelayanan pembiayaan sewa pembiayaan, yang diperuntukkan bagi perusahaan usaha kecil dan menengah yang membutuhkan barang modal dengan ketentuan khusus terhadap nilai aset perusahaan yang akan dibiayai dan rekam jejak yang baik terhadap kinerja perusahaan tersebut, dan pembiayaan sewa pembiayaan tersebut dipersiapkan untuk pengadaan alat berat dan kendaraan pendukung lainnya dan diprioritaskan kepada sektor pertambangan, perkebunan dan kehutanan selain kebutuhan pada sektor infrastruktur dan pembangunan lainnya di Indonesia. Perseroan mempunyai keyakinan untuk mampu meraih sasaran penjualan, dengan pertimbangan: i. Kemampuan Perseroan dan dukungan pemegang saham yang kuat, dan secara khusus memiliki pangsa pasar yang luas dan mempunyai basis di dalam keunggulan bersaing di daerah sentra pemasaran alat berat dan kendaraan pendukung lainnya di kawasan Sumatera, Kalimantan, dan wilayah Indonesia Timur termasuk kesiapan pasokan penyediaan alat berat dan kendaraan pendukung lainnya dari para produsen dengan spesifikasi yang disesuaikan untuk kepentingan pengguna. ii. Pangsa pasar dan sektor industri dengan potensi yang baik di masa depan seperti sektor pertambangan, perkebunan, kehutanan, infrastruktur dan lain - lain. iii. Pengalaman yang luas, serta database yang akurat di dalam menangani pengguna alat-alat berat di Indonesia. 92
117 2.1.2 Pembiayaan Konsumen Pada perkembangannya, untuk jasa pembiayaan konsumen sebelumnya cenderung memberikan konstribusi yang relatif tidak besar terhadap portfolio pembiayaan. Namun kini dengan adanya program pembiayaan bersama yang dilakukan, portfolionya mulai meningkat dari waktu ke waktu Anjak Piutang Sejak tahun 2012, Perseroan mulai melakukan diversifikasi bisnisnya dengan menjalankan bisnis anjak piutang. Saat ini kontribusi pendapatan dari anjak piutang masih relatif kecil dibandingkan portofolio total Fasilitas Modal Usaha Sejak tahun 2015, Perseroan mulai melakukan diversifikasi bisnisnya dengan menjalankan bisnis pembiayaan modal kerja dengan cara fasilitas modal usaha. Saat ini kontribusi pendapatan dari fasilitas modal usaha masih relatif kecil dibandingkan portofolio total. C. FASILITAS PEMBIAYAAN DAN KOLEKTIBILITAS PIUTANG Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan memberikan fasilitas pembiayaan baik kepada korporasi seperti perusahaan usaha kecil dan menengah maupun konsumen ritel (perorangan) di mana fasilitas pembiayaan yang diberikan dapat diklasifikasikan dengan memperhatikan harga alat berat dan kendaraan pendukung lainnya, jangka waktu pembiayaan, uang muka yang diberikan, perjanjian pembiayaan yang disepakati, serta tingkat bunga yang dikenakan kepada calon konsumen. Nilai alat-alat berat yang dibiayai dan jenisnya sangat bervariasi dan secara rata-rata nilai pemberian pembiayaan per alat-alat berat adalah sebesar Rp 1-5 miliar sedangkan rata-rata jangka waktu fasilitas pembiayaan yang diberikan adalah rata-rata 2-3 tahun. Uang muka yang diberikan juga bervariasi tergantung dari jenis alat-alat berat yang dibiayai, dengan rata-rata uang muka yang diberikan adalah sebesar 15-25%. Tingkat bunga yang diberikan kepada konsumen adalah dengan memperhatikan keadaan kondisi wilayah dimana konsumen tersebut menjalankan usahanya, serta kondisi para pesaing sesama perusahaan pembiayaan. Berdasarkan jenis pembiayaan, Perseroan mengklasifikasikan produknya menjadi empat macam yakni sewa pembiayaan, pembiayaan konsumen, anjak piutang, dan fasilitas modal usaha. Tabel berikut adalah ikhtisar jumlah penanaman neto sewa pembiayaan: (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 31 Desember Piutang sewa pembiayaan - kotor Nilai sisa Pendapatan sewa pembiayaan yang belum diakui ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Simpanan jaminan ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Penyisihan kerugian penurunan nilai ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Piutang sewa pembiayaan-bersih Tabel berikut adalah ikhtisar jumlah penanaman neto pembiayaan konsumen: (dalam jutaan Rupiah) 31 Desember Keterangan Piutang pembiayaan konsumen - kotor Pendapatan pembiayaan konsumen (55.442) (27.463) (25.405) (11.402) ( ) yang belum diakui Penyisihan kerugian penurunan nilai (16.859) (6.766) (5.584) (198) (580) Piutang pembiayaan konsumen-bersih
118 Tabel berikut adalah ikhtisar tagihan anjak piutang bersih: (dalam jutaan Rupiah) 31 Desember Keterangan Tagihan anjak piutang - bruto Penyisihan kerugian penurunan nilai (18.433) (989) Tagihan anjak piutang-bersih Tabel berikut adalah ikhtisar fasilitas modal usaha bersih: (dalam jutaan Rupiah) 31 Desember Keterangan Fasilitas modal usaha Penyisihan piutang bermasalah modal usaha - (31.087) Fasilitas modal usaha-bersih Berdasarkan tingkat kolektibilitas fasilitas pembiayaan yang diberikannya, Perseroan mengklasifikasikan ke dalam 4 kelompok, yaitu berdasarkan pembayaran konsumen yang belum jatuh tempo/tepat waktu sampai dengan usia tunggakan 30 hari, usia tunggakan 31 sampai 60 hari dan usia tunggakan di atas 60 hari. Untuk usia tunggakan lebih dari 180 hari akan dihapusbukukan dari neraca Perseroan dengan pertimbangan masing-masing namun piutang tersebut tetap ditindaklanjuti penyelesaiannya. Berikut adalah tabel tingkat kolektibilitas yang mencerminkan kualitas piutang sewa pembiayaan dan pembiayaan konsumen kotor yang dikelola oleh Perseroan: (dalam jutaan Rupiah) Keterangan 31 Desember Tanpa tunggakan Tunggakan 1 30 hari Tunggakan31 60 hari Tunggakan di atas 60 hari Jumlah (dalam persentase) Keterangan 31 Desember Tanpa tunggakan 88,1% 70,9% 70,5% 71,0% 78,0% Tunggakan 1 30 hari 6,9% 10,9% 13,8% 11,4% 8,3% Tunggakan31 60 hari 4,8% 17,3% 13,3% 13,9% 10,0% Tunggakan di atas 60 hari 0,2% 0,9% 2,4% 3,7% 3,7% Jumlah 100,0% 100,0% 100,0% 100,0% 100,0% Tabel diatas merupakan nilai tagihan piutang sewa pembiayaan dan pembiayaan konsumen. D. PROSES PEMBIAYAAN DAN SEWA PEMBIAYAAN Proses pembiayaan dan sewa pembiayaan yang dilakukan Perseroan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan yaitu dapat dilihat pada bagan di bawah ini : 94
119 6.1. Proses Pembayaran dan Penagihan Piutang Perseroan telah bekerja sama dengan berbagai perbankan nasional. Hal ini untuk mempermudah konsumen Perseroan sehingga dapat melakukan pembayaran angsuran secara tepat waktu dan tepat jumlah melalui: Cek, giro atau transfer melalui perbankan di berbagai daerah. Pembayaran melalui virtual account pada bank rekanan. Terhadap tata cara penagihan piutang kepada konsumen, digunakan prosedur sebagai berikut: HARI OVERDUE 1-7 TINDAKAN Ø Telepon Customer Ø Kunjungan ke Customer HARI OVERDUE TINDAKAN Ø Surat Peringatan Kedua Ø Telepon Customer Ø Kunjungan ke Customer Ø Survei Agunan Ø Analisa dan Persiapan Penarikan Agunan atau Reschedule Ø Surat Peringatan Pertama Ø Surat Peringatan Ketiga (Terakhir) dan Ø Telepon Customer Surat Pemberitahuan Penarikan Agunan Ø Kunjungan ke Customer Ø Pemeriksaan Detail Kondisi Agunan 8-30 Ø Diskusi Kondisi dengan Customer Ø Telepon Customer Ø Analisa Kondisi Customer Ø Kunjungan ke Customer Ø Penarikan Agunan atau Reschedule Ø Perisiapan Lelang Agunan/Penjualan Agunan/Re-Export 95
120 6.2. Sistem Teknologi Informasi Perseroan telah melakukan aplikasi sistem informasi untuk transaksi pembiayaan. LAIN - LAIN FRONT OFFICE INTRANET PENATAUSAHAAN PRODUK (PRODUCT MAINTENANCE ) PENATAUSAHAAN APLIKASI (APPLICATION MAINTENANCE ) PENATAUSAHAAN AKTIVA (ASSET MAINTENANCE ) PENATAUSAHAAN ASURANSI (INSURANCE MAINTENANCE ) PENATAUSAHAAN CUSTOMER (CUSTOMER MAINTENANCE ) PORTAL SMS SDM PENATAUSAHAAN SUPPLIER (SUPPLIER MAINTENANCE ) PENATAUSAHAAN AGUNAN (COLLATERAL MAINTENANCE ) MANAJEMEN PENDANAAN (FUNDING MANAGEMENT) PERSETUJUAN (APPROVAL) MANAJEMEN ANGSURAN (PAYMENT MANAGEMENT ) PAYROLL SELF SERVICE CETAK KONTRAK (CONTRACT PRINTING ) MANAJEMEN PROSES KREDIT (CREDIT PROSES MANAGEMENT ) PENAGIHAN (COLLECTION ) PENARIKAN AGUNAN (REPOSSESSED ASSET) PROSES PENGADILAN (LITIGATION ) PELATIHAN PENATAUSAHAAN KONTRAK (CONTRACT MAINTENANCE ) PENATAUSAHAAN ANGSURAN (PAYMENT MAINTENANCE) GIRO (POST DATED CHEQUE ) LAYANAN LAIN (OTHER SERVICES ) SURVEI (SURVEY ) BACK OFFICE TREASURY PIUTANG (ACCOUNT RECEIVABLE ) BUKU BESAR (G/L ) HUTANG (ACCOUNT PAYABLE ) AKTIVA TETAP (FIXED ASSET) MANAJEMEN KAS (CASH MANAGEMENT ) AGUNAN (COLLATERAL ) PEMBIAYAAN BERSAMA (JOINT FINANCE) PENYEDIAAN PENDANAAN (FUND RISING) MANAJEMEN RISIKO (RISK MANAGEMENT ) DATA WAREHOUSE DASHBOARD E. PEMASARAN DAN KANTOR SELAIN KANTOR CABANG Terhadap aktivitas pemasaran untuk jasa pembiayaan, Perseroan memiliki kantor selain kantor cabang di 11(sebelas) wilayah di Indonesia. Dalam rangka mempertahankan pangsa pasar yang ada dan menghadapi persaingan usaha di masa datang dan untuk memanfaatkan potensi yang ada, Perseroan mengambil langkah untuk tetap berkonsentrasi kepada kegiatan usaha utamanya yaitu pemberian fasilitas pembiayaan untuk pengadaan berbagai jenis alat berat dan kendaraan pendukung lainnya. Perseroan juga melakukan kegiatan pembiayaan dengan cara anjak piutang (factoring) dan fasilitas modal usaha sebagai bentuk diversifikasi dalam menghadapi kondisi pasar alat berat yang kurang baik belakangan ini. Perseroan memberikan fasilitas pembiayaan yang ditujukan untuk customer perorangan maupun korporasi dengan kategori nilai aset tertentu. Perseroan menerapkan rekam jejak yang baik terhadap kinerja customer dan menerapkan standar operasi dengan tujuan memberikan perhatian penuh kepada customer secara menyeluruh. Perseroan juga menawarkan kemudahan bagi customernya melalui berbagai program pembiayaan yang kompetitif, tenaga-tenaga profesional dan terampil serta responsif, penanganan purna jual yang terpadu, dan koordinasi yang baik antara kantor pusat maupun kantor jaringan pemasaran yang dimiliki oleh Perseroan, serta memiliki hubungan yang baik dengan para produsen alat-alat berat. Perseroan menawarkan pelayanan yang cepat untuk proses aplikasi permohonan pembiayaan dengan didukung oleh keakuratan database konsumen yang bergerak di sektor pertambangan, perkebunan, kehutanan, infrastruktur dan sektor industri lainnya. Selain itu, Perseroan tetap menjaga hubungan yang berkesinambungan dengan pihak produsen termasuk supplier alat-alat berat, yang memegang posisi penting dan utama di dalam memberikan referensi kepada konsumen untuk memilih Perseroan sebagai penyedia pembiayaan sewa guna dan pembiayaan konsumen yang dapat diandalkan dan termasuk kerjasama yang baik di dalam aktivitas purna jual. Saat ini Perseroan menjalin hubungan kerjasama dengan berbagai supplier alat berat dan pendukungnya di Indonesia. 96
121 Perkembangan Penjualan Alat-alat Berat Berdasarkan Merk (Periode 2011 Desember 2015) KOMATSU CATERPILLAR HITACHI KOBELCO OTHERS 8% 4% 2% 10% 13% 17% 14% 20% 21% 18% 10% 14% 12% 10% 20% 18% 19% 20% 18% 22% 49% 43% 41% 40% 36% Sumber : UT Internal Market Research Peluang Perseroan terbuka luas bagi Perseroan untuk pengembangan usaha pada wilayah Sumatera, Kalimantan dan kawasan Indonesia Timur untuk pengadaan alat berat dan kendaraan pendukung lainnya, pada perusahaan kecil dan menengah sesuai perkembangan sektoral yang memilki potensi yang baik dimasa yang akan datang. Perkembangan Penjualan Alat-alat Berat per Sektoral (Periode 2011 Desember 2015) AGRICULTURE CONSTRUCTION FORESTRY MINING (dalam Rp miliar) Sumber : UT Internal Market Research F. STRATEGI PERSEROAN Perseroanmengembangkan berbagai strategi di dalam menjalankan kegiatan usaha, ditengah situasi pasar yang masih volatile dan ketatnya persaingan yang memberikan pelayanan terbaik untuk setiap konsumennya. Bidang Pemasaran - Segmentasi konsumen yang tepat. - Menyediakan jasa pembiayaan dengan memberikan solusi yang tepat bagi setiap konsumendi Indonesia. Bidang Operasional - Menerapkan prinsip kehati-hatian dalam setiap pemberian kredit dan manajemen piutang yang handal dan akurat. 97
122 - Menjalin kerjasama dengan pemasok, perusahaan asuransi dan perusahaan profesi terkait lainnya. Bidang Keuangan - Melakukan diversifikasi atas sumber pendanaan. - Optimalisasi struktur pendanaan (matching policy). Bidang Manajemen Risiko - Menerapkan manajemen risiko yang terpadu untuk meminimalkan risiko melalui prinsip Know Your Customer (KYC), meningkatkan scenario mitigasi risiko serta menjalankan Risk Based Supervision (RBS) melalui assessment risiko minimum sekali dalam 1 (satu) tahun. - MenerapkanBusiness Continuity Plan (BCP) untuk memastikan keberlangsungan bisnis perusahaan saat terjadi bencana. Sumber Daya Manusia dan Teknologi Informasi - Menerapkan sistem sumber daya manusia sejalan dengan kebijakan SDM Astra dimulai dari perekrutan, pengembangan dan purna bakti. - Menerapkan sistem aplikasi secara online di seluruh kantor selain kantor cabang dan programdisaster Recovery Plan (DRP) G. LISENSI, FRANCHISE, KONSESI UTAMA, DAN HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL (HAKI) Saat ini, Perseroan tidak memiliki Hak atas Kekayaan Intelektual terdaftar atas nama Perseroan. Namun Perseroan mempunyai lisensi untuk menggunakan perangkat lunak (software) komputer sebagai berikut: 1. Operating System Windows Vista 2. Operating System Windows 7 3. Operating System Windows Server Operating System Windows Server Microsoft Office Microsoft Office Microsoft Visio Database Oracle Database 10g 9. Database Microsoft SQL Server 10. Application - 2X Application Server XG 11. Application - Magic edeveloper Application - Magic Deployment Client 13. Application - Tableau Application - esmsis ver Application - Andal PayMaster 2012 Enterprise 16. Application - MDaemon Pro 17. Application - VMware vcenter Server 5 Standard 18. Application - VMware vsphere with Operation Management Enterprise 19. Antivirus and Security - Trend Micro 20. Antivirus and Security - IBM Endpoint Protection & Security H. PROSPEK USAHA Tahun 2016 diperkirakan masih akan relatif sama dengan kondisi pada tahun tahun sebelumnya dikarenakan imbas ekonomi global yang masih stagnan. Menanggapi hal ini, Perseroan berupaya untuk menjaga keberlangsungan usaha Perseroan dalam jangka panjang melalui peningkatan fokus pada collection serta implementasi manajemen risiko yang lebih ketat. Sektor pertambangan, terutama batu bara, terus mengalami penurunan selama beberapa tahun terakhir. Penurunan harga batu bara dunia akibat krisis di Eropa dan perlambatan pertumbuhan ekonomi Tiongkok, merupakan beberapa faktor yang memicu pelemahan industri serta perekonomian global. Namun demikian, proyek-proyek pengembangan pembangkit listrik di dalam negeri sebagai kelanjutan proyek pengadaan pembangkit listrik MW cukup memberi dorongan positif pada industri batu bara Indonesia. 98
123 Selain itu, Pemerintah Indonesia juga masih akan terus memfokuskan pembangunan infrastruktur sektor transportasi, yang meliputi pembangunan jalan tol, jembatan, perbaikan jalan serta pembangunan infrastruktur di kawasan Indonesia timur. Pemerintah telah mulai merealisasikan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), dimana program tersebut merupakan grand design perencanaan pembangunan Indonesia hinggal tahun 2025 dengan total indikasi investasi sebesar Rp4.012 triliun. Diperkirakan dalam beberapa tahun kedepan, pertumbuhan konstruksi infrastruktur di Indonesia akan meningkat dan juga menjadi penyumbang atas pertumbuhan kebutuhan alat-alat berat di Indonesia. Dengan didorong oleh peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diterbitkan pada akhir Dimana, dalam peraturan ini, perusahaan pembiayaan dibukakan peluang untuk memperluas diversifikasi usahanya baik dengan cara in line bersama value chain maupun dengan cara new stream dimana dilakukan diluar value chain bisnis usaha. Beberapa jenis bisnis new stream yang dianggap prospektif diantaranya Project Financing, Working Capital, serta Multiguna. Pada tabel dibawah ini, memperlihatkan laju pertumbuhan alat-alat berat berdasarkan sektoral dimana sektor pertambangan mengalami perlambatan akibat turunnya harga batu bara, namun sektor perkebunan dan konstruksi mulai menunjukkan pertumbuhan. (dalam unit) Tahun Perkebunan Konstruksi Kehutanan Pertambangan Total Sumber : UT Internal Market Research Berikut tabel penjualan alat-alat berat domestik di Indonesia untuk tahun : (dalam unit) Sumber : UT Internal Market Research I. TINGKAT KESEHATAN PERSEROAN Sesuai dengan peraturan yang tertuang dalam POJK No.29/POJK.05/2014 dijelaskan bahwa tingkat kesehatan perusahaan pembiayaan diukur dengan gearing ratio setinggi-tingginya 10 kali. Tingkat perbandingan antara kewajiban yang mengandung unsur bunga dibandingkan dengan ekuitas Perseroan berturut-turut pada tanggal-tanggal 31 Desember 2011, 2012, 2013, 2014 dan 2015 adalah sebesar 4,2 kali; 4,5 kali; 4,2 kali, 3,9 kali, dan 3,5 kali. Kondisi gearing ratio Perseroan masih jauh dibawah ketentuan Keputusan Menteri Keuangan yang telah menetapkan maksimal 10 kali, serta masih memberikan ruang bagi Perseroan untuk berekspansi dimasa datang. 99
124 Periode Gearing ratio (x) 4,2 4,5 4,2 3,9 3,5 Hal ini membuktikan bahwa Perseroan sudah memenuhi tingkat kesehatan perusahaan pembiayaan sebagaimana yang dipersyaratkan oleh peraturan tentang tingkat kesehatan perusahaan pembiayaan. J. PERSAINGAN USAHA DAN POSISI PERSEROAN DALAM PERSAINGAN Setelah mengalami pertumbuhan signifikan sejak tahun 2004, saat ini industri alat berat di Indonesia sedang mengalami perlambatan, dimana pada tahun 2015 jumlah penjualan alat berat di Indonesia menjadi unit dari sebelumnya sebanyak unit (turun sekitar 33%). Di tengah kondisi ini, Perseroan masih mampu mencatat nilai pembiayaan baru yang positif di tahun Perseroan menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp3,1 triliun di tahun tersebut. PT United Tractors Tbk yang merupakan perusahaan distributor alat berat dengan merek Komatsu dan terafiliasi dengan Perseroan, pada tahun 2014 telah menjual sebanyak unit alat berat dan pada tahun 2015 menjual sebanyak unit alat berat. Pada tahun 2015, Perseroan menempati posisi teratas dalam penjualan melalui pembiayaan untuk produk dengan merek yang dipasarkan oleh PT United Tractors Tbk dengan pangsa pasar berdasarkan unit produk yang terjual adalah sebesar 50% (sumber: PT United Tractors Tbk, diolah oleh Perseroan). Hingga akhir tahun 2015, 72% dari portofolio penjualan alat berat Perseroan merupakan merek Komatsu yang didistribusikan oleh PT United Tractors Tbk. Peranan perusahaan pembiayaan sangat dibutuhkan untuk mendukung penjualan alat berat di Indonesia karena alat berat merupakan barang modal dengan nilai satuan yang cukup tinggi. Melihat peluang tersebut maka Perseroan hadir sebagai salah satu perusahaan pembiayaan yang fokus pada pembiayaan alat berat. Selain itu, dalam menghadapi melambatnya bisnis alat berat, Perseroan juga mulai melakukan diversifikasi ke bisnis anjak piutang serta sedang dalam melakukan studi kelayakan untuk pembiayaan kapal tongkang. Untuk menghadapi persaingan saat ini maupun persaingan di masa yang akan datang, Perseroan menerapkan lima bidang strategi seperti yang disebutkan di sub bab 8, yaitu Strategi Pemasaran, Operasional, Keuangan, Manajemen Resiko, SDM dan Teknologi Informasi. Secara umum, kelima strategi tersebut dapat dijabarkan menjadi: a. KegiatanPemasaran yang Memberikan Win-Win Solution Strategi perusahaan dimulai dengan melakukan segmentasi dan pengembangan jaringan usaha yang tepat, sehingga pembiayaan dapat dilakukan secara optimal dan dapat menghasilkan win-win solution bagi kebutuhan pembiayaan customer. b. Akuisisi Customer yang Prudent dan Pengelolaan Aset yang Handal Dalam proses akuisisi pembiayaan, Perseroan menerapkan prinsip kehati-hatian untuk menghasilkan akuisisi yang prudent. Prinsip Know Your Customer akan selalu dipegang teguh oleh Perseroan. Perseroan tidak hanya khusus dan fokus pada akuisisi customer baru, namun juga memiliki manajemen piutang yang handal untuk mengelola asetnya. Dengan adanya manajemen piutang yang baik, Perseroan dapat mengantisipasi sejak dini perubahan-perubahan yang terjadi yang berakibat langsung terhadap bisnis customer dan dapat mengambil tindakan antisipatif yang dinilai perlu. c. Optimalisasi Pendanaan dan Pembiayaan Pembiayaan yang dilakukan oleh Perseroan diperoleh melalui diversifikasi sumber pendanaan. Perseroan juga secara aktif selalu menerapkan matching policy dalam pendanaan dan pembiayaan yang dilakukan sehingga tercipta suatu struktur pendanaan yang optimal. 100
125 d. Risiko yang Terukur Dalam menghadapi situasi persaingan usaha yang semakin ketat, Perseroan berusaha untuk selalu memperbaharui informasi mengenai seluruh risiko pasar, keuangan dan operasional, menganalisanya dan mengambil langkah-langkah strategis untuk meminimalisasi dampak risiko-risiko tersebut. e. SDM Berkualitas dan Teknologi Informasi yang Mutakhir Strategi Sumber Daya Manusia dan Teknologi Informasi juga memegang peranan penting dalam menghadapi persaingan usaha. Perseroan yang terafiliasi dalam Grup Astra menjalankan Astra System dalam mengelola sumber daya manusianya, dimulai dari perekrutan, pengembangan sampai purna baktinya. Sistem ini terbukti menghasilkan sumber daya manusia yang handal dan menyokong dengan kokoh kegiatan operasional Perseroan. Peranan Teknologi Informasi di masa kini menjadi sangat penting, untuk itu Perseroan memiliki suatu Sistem Teknologi Informasi yang mutakhir dan dapat beradaptasi dengan perkembangan bisnis Perseroan. Kelima strategi ini diterapkan dalam Perseroan secara berkesinambungan sebagai salah satu upaya menghadapi kondisi bisnis dan persaingan usaha yang senantiasa berubah. 101
126 X. EKUITAS Tabel di bawah ini menyajikan posisi ekuitas Perseroan yang diambil dari laporan keuangan pada tanggal 31 Desember 2015, 2014, 2013, 2012, dan Ekuitas harus di baca bersama-sama dengan dan mengacu pada laporan keuangan pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2015, 2014, dan 2013 dan catatan atas laporan keuangan yang terdapat di bagian lain dalam Prospektusini. Laporan keuangan pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2015, 2014, dan 2013 telah diaudit berdasarkan standar audit yang ditetapkan IAPI oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (firma anggota jaringan global Pricewaterhouse Coopers), auditor independen dan laporannya telah ditandatangani pada tanggal 26 April 2016 oleh Lucy Luciana Suhenda S.E., Ak., CPA dengan pendapat Wajar Tanpa Modifikasiandengan paragraf penjelasan tentang penerbitan kembali laporan keuangan Perseroan pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2015 dengan komparatif pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 sehubungan dengan rencana Perseroan untuk melakukan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan II SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2016 dan untuk menyesuaikan pengungkapan dengan peraturan pasar modal. Perseroan juga menyajikan informasi keuangan Iainnya pada tanggal danuntuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2012 dan Informasi keuangan pada tahun 2012 dan 2011 yang disajikan dibawah ini telah direklasifikasi dan disajikan kembali agar sesuai dengan penyajian laporan keuangan Perseroan yang terdapat dibagian lain dalam Prospektus ini. Kecuali dinyatakan lain dibawah, informasi keuangan pada tanggal dan untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2012 dan 2011 diambil dari laporan keuangan Perseroan yang bukan merupakan bagian dari Prospektus ini. Laporan keuangan pada tanggal danuntuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 telah diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana & Rekan (firma anggota jaringan global Pricewaterhouse Coopers), auditor independen, dan laporannya telah ditandatangani masing-masing pada tanggal 20 Februari 2013 oleh Drs. M. JusufWibisana, M.Ec.,CPAdan 20 Februari 2012 oleh Lucy Luciana Suhenda S.E., Ak., CPA, dengan pendapat Wajar Tanpa Modifikasian. 31 Desember URAIAN * 2013* 2012** 2011** Modal saham nilai nominal Rp (Rupiahpenuh) per saham Modal dasar saham Modal ditempatkan dan disetor penuh Agio saham Cadangan lindung nilai arus kas (1.959) (790) (7.419) (914) Saldo laba : - Telah ditentukan penggunaannya Belum ditentukan penggunaannya JumlahEkuitas * Disajikan kembali. Lihat Catatan 28 pada laporan keuangan Perseroan yang terdapat di Bab XV Prospektus ini tentang Laporan Auditor Independen dan Laporan Keuangan Perseroan ** Perseroan melakukan reklasifikasi dan penyajian kembali atas sejumlah akun dalam laporan keuangan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2012 agar sesuai dengan pengungkapan laporan keuangan di bagian lain dalam Prospektus ini. Lihat halaman 38 dari Prospektus ini mengenai Reklasifikasi dan penyajian kembali untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2012 Tidak terdapat perubahan struktur permodalan yang terjadi setelah Laporan Keuangan untuk periode yang berakhir 31 Desember 2015 hingga Prospektus ini diterbitkan. 102
127 XI. PERPAJAKAN PERPAJAKAN UNTUK PEMEGANG OBLIGASI Pajak atas penghasilan yang diperoleh dari kepemilikan Obligasi yang diterima atau diperoleh Pemegang Obligasi diperhitungkan dan diperlakukan sesuai dengan Peraturan Perpajakan yang berlaku. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 100 Tahun 2013 tanggal 31 Desember 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2009 tanggal 9 Pebruari 2009 tentang Pajak Penghasilan Atas Penghasilan Berupa Bunga Obligasi, penghasilan yang diterima atau diperoleh bagi Wajib Pajak berupa bunga dan diskonto obligasi dikenakan pemotongan Pajak Penghasilan yang bersifat final: 1. atas Bunga Obligasi dengan kupon (interest bearing debt securities) sebesar: (i) 15% bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap ( BUT ); dan (ii) 20% atau sesuai dengan tarif berdasarkan persetujuan penghindaran pajak berganda bagi Wajib Pajak luar negeri selain BUT. Jumlah yang terkena pajak dihitung dari jumlah bruto bunga sesuai dengan masa kepemilikan (holding period) obligasi. 2. atas diskonto obligasi dengan kupon sebesar: 15% bagi Wajib Pajak dalam negeri dan BUT; dan (ii) 20% atau sesuai dengan tarif berdasarkan persetujuan penghindaran pajak berganda bagi Wajib Pajak luar negeri selain BUT. Jumlah yang terkena pajak dihitung dari selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan obligasi, tidak termasuk bunga berjalan (accrued interest). 3. atas diskonto obligasi tanpa bunga (zero coupon bond) sebesar: (i) 15% bagi Wajib Pajak dalam negeri dan BUT; dan (ii) 20% atau sesuai dengan tarif berdasarkan persetujuan penghindaran pajak berganda bagi Wajib Pajak luar negeri selain BUT. Jumlah yang terkena pajak dihitung dari selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan obligasi. 4. atas bunga dan/atau diskonto dari obligasi yang diterima dan/atau diperoleh Wajib Pajak reksadana yang terdaftar pada OJK sebesar 5,00% untuk tahun 2014 sampai dengan tahun 2020 dan 10,00% untuk tahun 2021 dan seterusnya. Pemotongan pajak yang bersifat final ini tidak dikenakan terhadap bunga atau diskonto obligasi yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak: Dana pensiun yang pendirian atau pembentukannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan dan memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam Pasal 4 ayat (3) huruf h Undang-undang No. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-undang No. 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat Atas Undang-undang No. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan dan bank yang didirikan di Indonesia atau cabang bank luar negeri di Indonesia. PERPAJAKAN PERSEROAN Sebagai Wajib Pajak, Perseroan memiliki kewajiban perpajakan untuk Pajak Penghasilan ( PPh ), Pajak Pertambahan Nilai ( PPN ), dan Pajak Bumi dan Bangunan ( PBB ). Perseroan telah memenuhi kewajiban perpajakannya sesuai dengan perundang-undangan dan peraturan perpajakan yang berlaku. Sampai dengan tanggal Prospektus ini diterbitkan, Perseroan tidak memiliki tunggakan pajak. CALON PEMBELI OBLIGASI DALAM PENAWARAN UMUM INI DIHARAPKAN UNTUK BERKONSULTASI DENGAN KONSULTAN PAJAK MASING-MASING MENGENAI AKIBAT PERPAJAKAN YANG TIMBUL DARI PENERIMAAN BUNGA, PEMBELIAN, PEMILIKAN MAUPUN PENJUALAN ATAU PENGALIHAN DENGAN CARA LAIN OBLIGASI YANG DIBELI MELALUI PENAWARAN UMUM INI. 103
128 XII. PENJAMINAN EMISI EFEK Berdasarkan persyaratan dan ketentuan-ketentuan yang tercantum di dalam Akta Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi Berkelanjutan II San Finance Tahap I Tahun 2016 No.73 tanggal 29 Maret 2016, yang diubah dengan Akta Perubahan I Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi Berkelanjutan II San Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2016 No. 104 tanggal 26 April 2016 dan terakhir diubah dengan Akta Perubahan II Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi Berkelanjutan II San Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2016 No. 65 tanggal 25 Mei 2016, semua akta tersebut dibuat di hadapan Linda Herawati, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta, Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi yang namanya tercantum di bawah ini telah menyetujui untuk menawarkan kepada masyarakat Obligasi Berkelanjutan II San Finance Tahap I Tahun 2016 sebanyak-banyaknya sebesar Rp (dua triliun Rupiah) dimana sebesar Rp (satu triliun enam ratus lima puluh miliar Rupiah) dijamin secara kesanggupan penuh (full commitment). Perjanjian tersebut diatas merupakan perjanjian lengkap yang menggantikan semua persetujuan atau perjanjian yang mungkin telah dibuat sebelumnya mengenai perihal yang dimuat dalam perjanjian dan setelah itu tidak ada lagi Perjanjian yang dibuat oleh para pihak yang isinya bertentangan dengan Perjanjian ini. Susunan dan jumlah porsi serta persentase dari para Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi adalah sebagai berikut: No. Keterangan Seri A (Rp) Penjaminan Seri B (Rp) Total Penjaminan (Rp) Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi 1. PT CIMB Securities Indonesia ,1 2. PT Danareksa Sekuritas ,2 3. PT DBS Vickers Securities Indonesia ,4 4. PT Indo Premier Securities ,6 5. PT Mandiri Sekuritas ,5 6. PT MNC Securities ,4 PT RHB Securities ,8 Indonesia TOTAL ,0 Sisa dari jumlah pokok yang ditawarkan sebanyak-banyaknya Rp (tiga ratus lima puluh miliar Rupiah) secara Kesanggupan Terbaik (Best Effort). Bila jumlah dalam Kesanggupan Terbaik (Best Effort) tidak terjual sebagian atau seluruhnya, maka atas sisa yang tidak terjual tersebut tidak menjadi kewajiban Perseroan untuk menerbitkan Obligasinya. Selanjutnya para Penjamin Emisi Efek yang turut dalam Emisi Obligasi ini telah sepakat untuk melaksanakan tugasnya masing-masing sesuai dengan Peraturan Nomor IX.A.7 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor Kep-48/PM/1996 tanggal 17 Januari 1996, yang diubah dengan Kep- 45/PM/2000 tanggal 27 Oktober 2000 tentang Tanggung Jawab Manajer Penjatahan Dalam Rangka Pemesanan dan Penjatahan Efek Dalam Penawaran Umum. Pihak yang bertindak sebagai Manajer Penjatahan atas Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan II San Finance Tahap I Tahun 2016 adalah PT CIMB Securities Indonesia. Para Penjamin Pelaksana Emisi Efek dengan tegas menyatakan tidak menjadi pihak terafiliasi atau terasosiasi dengan Perseroan baik secara langsung maupun tidak langsung. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 8 tahun 1995 tanggal 10 November 1995 tentang Pasar Modal yang dimaksud dengan Afiliasi adalah Pihak (orang perseorangan, perusahaan, usaha bersama, asosiasi atau kelompok yang terorganisasi) yang mempunyai: (%) 104
129 a. Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal; b. Hubungan antara pihak dengan pegawai, direktur, atau komisaris dari pihak tersebut; c. Hubungan antara 2 (dua) perusahaan dimana terdapat satu atau lebih anggota direksi atau dewan komisaris yang sama; d. Hubungan antara perusahaan dengan Pihak, baik langsung maupun tidak langsung, mengendalikan atau dikendalikan oleh perusahaan tersebut; e. Hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan, baik langsung maupun tidak langsung, oleh pihak yang sama; atau f. Hubungan antara perusahaan dengan pemegang saham utama. 105
130 XIII. LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal yang berperan dalam Penawaran Umum ini adalah sebagai berikut: 1. Wali Amanat : PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Gedung BRI II, Lantai 30, Jl. Jenderal Sudirman, Kav , P.O. Box 1094, Jakarta Indonesia Telepon: (021) / Fax: (021) Atas Nama : PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk No.STTD : 08/STTD-WA/PM/1996 Tanggal STTD : 11 Juni 1996 Keanggotaan Asosiasi : Asosisasi Wali Amanat Indonesia (AWAI), sesuai surat keteranan No. AWAI/03/12/2008 tanggal 17 Desember 2008 Pedoman Kerja: Pedoman yang digunakan oleh Wali Amanat mengikuti ketentuan yang diatur dalam Perjanjian Perwaliamanatan dan Undang-Undang Pasar Modal serta peraturan yang berkaitan dengan tugas Wali Amanat. Surat Penunjukan Kerja: Ditunjuk oleh Perseroan berdasarkan surat Revisi Penawaran Jasa Wali AmanatNo.B.136-DIS/TCS/01/2016 tanggal 28 Januari Tugas Pokok: Mewakili kepentingan Pemegang Obligasi baik di dalam maupun di luar pengadilan mengenai pelaksanaan hak-hak Pemegang Obligasi sesuai dengan syarat-syarat Obligasi dan pengelolaan jaminan fidusia untuk kepentingan Pemegang Obligasi, dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Perjanjian Perwaliamanatan serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2. Konsultan Hukum : Wiyono Partnership Cyber 2 Tower, 7th Floor Jl. HR Rasuna Said Kav X-5 No.13 - Indonesia Telepon: (021) Fax: (021) Keanggotaan Asosiasi : Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal (HKPM) No Atas Nama : Wiyono Sari, S.H., LL.M No.STTD : 579/PM/STTD-KH/2006 Pedoman Kerja Standar Profesi Konsultan Hukum Pasar Modal Lampiran dari Keputusan Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal No. KEP.01/HKHPM/2005, tanggal 18 Februari
131 Surat Penunjukan Kerja: Ditunjuk oleh Perseroan berdasarkan surat penunjukan No. 008/WP-EL/I/2016 tanggal 28 Januari Tugas Pokok: Melakukan pemeriksaan dan penelitian dengan kemampuan terbaik yang dimilikinya atas fakta dari segi hukum yang ada mengenai Perseroan dan keterangan lain yang berhubungan dengan itu sebagaimana disampaikan oleh Perseroan. Hasil pemeriksaan dan penelitian dimana telah dimuat dalam Laporan Pemeriksaan dari segi Hukum yang menjadi dasar dari Pendapat dari segi Hukum yang diberikan secara objektif dan mandiri serta guna meneliti informasi yang dimuat dalam Prospektus sepanjang menyangkut segi Hukum. Tugas dan fungsi Konsultan Hukum yang diuraikan di sini adalah sesuai dengan Standar Profesi dan Peraturan Pasar Modal yang berlaku guna melaksanakan prinsip keterbukaan. 3. Akuntan Publik : KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (a member firm of PwC Global Network) Plaza 89 Jl. H.R. Rasuna Said Kav. X-7 No. 6 Jakarta Indonesia Telepon: (021) Fax: (021) / Nama Rekan : Lucy Luciana Suhenda S.E., Ak., CPA No.STTD : 384/PM/STTD-AP/2004 No. Surat Ijin Akuntan Publik : AP.0229 Tanggal STTD : 27 Juli 2004 Pedoman Kerja: Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP). Surat Penunjukan Kerja: Ditunjuk oleh Perseroan berdasarkan surat penunjukan EL /LLS/LST/ashtanggal 15 September Tugas Pokok: a. Menerbitkan Surat Pernyataan Akuntan (Comfort Letter) yang akan ditujukan kepada OJK berkaitan dengan rencana penerbitan Obligasi. b. Pemberian bantuan kepada Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi sehubungan dengan rencana penerbitan Obligasi, termasuk pertemuan, pembahasan prospektus dan pemberian tanggapan secara lisan atau dengan cara lain ata pertanyaan yang ditujukan oleh Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi. c. Melakukan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia. Standar tersebut mengharuskan Akuntan Publik merencanakan dan melaksanakan audit agar diperoleh keyakinan yang memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji yang material. Akuntan Publik bertanggung jawab atas pendapat yang diberikan terhadap laporan keuangan yang diaudit. Tugas Akuntan Publik meliputi pemeriksaan atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. 107
132 4. Notaris : Linda Herawati, SH. Jalan Cideng Timur No. 31, Jakarta Pusat Telp. : (021) Fax. : (021) Atas Nama : Linda Herawati, SH No.STTD : 35/STTD-N/PM/1996 Tanggal STTD : 8 Oktober 1996 Keanggotaan Asosiasi : Ikatan Notaris Indonesia No.Keanggotaan Asosiasi : 019/JKT PST/DKI/03 Pedoman Kerja: Pernyataan Undang-Undang No.30 tahun 2004 tentang Jabatan Notaris dan Kode Etik Ikatan Notaris. Surat Penunjukan Kerja: Ditunjuk oleh Perseroan berdasarkan surat penunjukan 106/LSANF/BOD/I/2016 tanggal 29 Januari Tugas Pokok: Ruang lingkup tugas Notaris selaku profesi penunjang dalam rangka Penawaran Umum antara lain ini adalah membuat akta otentik atas: (a) Perubahan Anggaran Dasar Perseroan dalam rangka Penawaran Umum. (b) Perjanjian Penjaminan Emisi Efek antara Perseroan dengan Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan Para Penjamin Emisi Efek. (c) Perjanjian Pengelolaan Administrasi Saham antara Perseroan dan Biro Administrasi Efek. Berdasarkan Penjelasan Pasal 1 angka 1 juncto angka 23 UUPM seperti yang dijelaskan sebelumnya pada Bab XIII Prospektus ini maka para Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal yang terlibat dalam Penawaran Umum ini menyatakan tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan Perseroan baik langsung maupun tidak langsung sebagaimana didefinisikan dalam UUPM. Sesuai dengan Peraturan No.VI.C.3, Wali Amanat menyatakan tidak akan: 1. Mempunyai hubungan kredit dengan Perseroan dalam jumlah yang melebihi ketentuan dalam Peraturan No. VI.C Merangkap menjadi penanggung dan/atau pemberi agunan dalam penerbitan Efek bersifat utang, Sukuk, dan/atau kewajiban Perseroan dan menjadi Wali Amanat dari pemegang Efek yang diterbitkan oleh Perseroan. 3. Menerima dan meminta pelunasan terlebih dahulu atas kewajiban Perseroan kepada Wali Amanat selaku kreditur dalam hal Perseroan mengalami kesulitan keuangan, berdasarkan pertimbangan Wali Amanat, sehingga tidak mampu memenuhi kewajibannya kepada pemegang Efek bersifat utang, dimana pelaksanaannya tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia. Semua lembaga dan profesi penunjang Pasar Modal yang turut serta dalam Penawaran Umum ini, menyatakan dengan tegas tidak terafiliasi baik secara langsung maupun tidak langsung dengan Perseroan, sebagaimana diatur dalam UUPM. 108
133 XIV. PENDAPAT DARI SEGI HUKUM Berikut ini adalah salinan Pendapat dari Segi Hukum mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan Perseroan, dalam rangka Penawaran Umum Obligasi melalui Prospektus ini, yang telah disusun oleh Konsultan Hukum Wiyono Partnership. 109
134 Halaman ini sengaja dikosongkan 110
135 Ref. No.: 026/WP/LO/V/2016 WIYONO PARTNERSHIP A T T O R N E Y S A T L A W Cyber 2 Tower, 7 th Floor Jl. H.R. Rasuna Said Block X-5 Kav. 13 Jakarta Indonesia Phone: Fax.: [email protected] 25 Mei 2016 Kepada Yth.: PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE Gedung 18 Office Park, Lantai 23 Jl. TB Simatupang No. 18 Jakarta Selatan U.p. : Direksi Perihal: Pendapat dari Segi Hukum atas PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE dalam rangka Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan II SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2016 Dengan hormat, Pendapat Hukum ini diberikan atas permintaan PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE ( Perseroan ) untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal, sehubungan dengan rencana Perseroan untuk melakukan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan II SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap dengan jumlah pokok obligasi sebesar Rp (empat triliun Rupiah) ( Obligasi ) melalui mekanisme penawaran umum berkelanjutan ( Penawaran Umum Berkelanjutan ) yang dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun. Sehubungan dengan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan II SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2016 ( Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi II Tahap I ) dengan jumlah pokok obligasi sebesar-besarnya Rp (dua triliun Rupiah) ( Obligasi II Tahap I ), yang terdiri dari: 1. Obligasi Berkelanjutan II SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2016 sebesar Rp (satu triliun enam ratus lima puluh miliar Rupiah) dijamin secara kesanggupan penuh (full commitment), yang terdiri dari: Pendapat dari Segi Hukum No.:026/WP/LO/V/2016 Hal 1 PT Surya Artha Nusantara Finance 111
136 WIYONO PARTNERSHIP A T T O R N E Y S A T L A W a. Seri A sebesar Rp (lima ratus enam puluh miliar Rupiah) dengan tingkat bunga sebesar 8,25% (delapan koma dua lima persen) per tahun dengan jangka waktu Obligasi 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari kalender sejak tanggal emisi. Pembayaran pokok Obligasi Seri A secara penuh (bullet payment) dilakukan pada tanggal jatuh tempo Obligasi Seri A, yaitu 19 Juni 2017; dan b. Seri B sebesar Rp (satu triliun sembilan puluh miliar Rupiah) dengan tingkat bunga sebesar 9% (sembilan persen) per tahun dengan jangka waktu Obligasi 36 (tiga puluh enam) bulan sejak tanggal emisi. Pembayaran pokok Obligasi Seri B secara penuh (bullet payment) dilakukan pada tanggal jatuh tempo Obligasi Seri B, yaitu 9 Juni Obligasi Berkelanjutan II SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2016 sebanyak-banyaknya sebesar Rp (tiga ratus lima puluh miliar Rupiah) akan dijamin secara kesanggupan terbaik (best effort). Kami, kantor Konsultan Hukum WIYONO PARTNERSHIP, berkantor di Cyber 2 Tower lantai 7, Jl. H. R. Rasuna Said Block. X-5 Kav. 13, Jakarta 12950, dalam hal ini diwakili oleh Wiyono Sari, S.H., LL.M. sebagai Rekan, yang telah terdaftar sebagai Konsultan Hukum, Profesi Penunjang Pasar Modal, pada Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) berdasarkan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal nomor 579/PM/STTD-KH/2006 dan anggota Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal dengan nomor anggota telah ditunjuk oleh Perseroan melalui surat penunjukan nomor 008/WP-EL/I/2016 tertanggal 28 Januari 2016 untuk melakukan uji tuntas terhadap Perseroan ( Uji Tuntas ) dan memberikan Pendapat Dari Segi Hukum ( Pendapat Hukum ) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Obligasi II Tahap I yang akan diterbitkan oleh Perseroan telah memperoleh pemeringkatan yang dilakukan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia ( Pefindo ) dengan peringkat idaaberdasarkan surat Pefindo Nomor 304/PEF-Dir/II/2016 tertanggal 25 Februari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi II Tahap I dilaksanakan berdasarkan Peraturan OJK Nomor 36/POJK.04/2014 tentang Penawaran Umum Berkelanjutan Efek Bersifat Utang Dan/Atau Sukuk ( POJK No. 36/2014 ). Obligasi ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah pokok Obligasi pada tanggal emisi dan akan dicatatkan pada PT Bursa Efek Indonesia ( BEI ) serta diterbitkan tanpa warkat dengan satuan pemindahbukuan sebesar Rp.1,00 (satu Rupiah) atau kelipatannya. Obligasi akan diadministrasikan dalam penitipan kolektif di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia ( KSEI ). Pendapat dari Segi Hukum No.:026/WP/LO/V/2016 Hal 2 PT Surya Artha Nusantara Finance 112
137 WIYONO PARTNERSHIP A T T O R N E Y S A T L A W Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi II Tahap I ini dijamin oleh PT CIMB Securities Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, PT DBS Vickers Securities Indonesia, PT Mandiri Sekuritas, PT MNC Securities, PT RHB Securities Indonesia dan PT Indo Premier Securities sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi sesuai dengan Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi Berkelanjutan II SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2016 yang dimuat dalam Akta Nomor 73 tanggal 29 Maret 2016 sebagaimana diubah melalui Akta Addendum I PPEO Obligasi II Tahap I No. 104 tertanggal 26 April 2016, dan diubah terakhir dengan Akta Addendum II PPEO Obligasi II Tahap I No. 65 tertanggal 25 Mei 2016, ketiganya dibuat di hadapan Linda Herawati, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta Pusat ( PPEO Obligasi II Tahap I ). Pihak yang bertindak sebagai wali amanat dalam Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi II Tahap I ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. sesuai dengan ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan II SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2016 yang dimuat dalam Akta Nomor 72 tanggal 29 Maret 2016 sebagaimana diubah melalui Akta Addendum I PWA Obligasi II Tahap I No. 103 tertanggal 26 April 2016, dan diubah terakhir dengan Akta Addendum II PWA Obligasi II Tahap I No. 61 tertanggal 25 Mei 2016, ketiganya dibuat di hadapan Linda Herawati, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta Pusat ( PWA Obligasi II Tahap I ). PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., selaku wali amanat dalam Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi II Tahap I telah melakukan penelaahan/uji tuntas (due diligence) terhadap Perseroan sebagai emiten sebagaimana diatur dalam Peraturan Nomor VI.C.4 tentang Ketentuan Umum dan Kontrak Perwaliamanatan Efek Bersifat Utang, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor KEP-412/BL/2010 tanggal 6 September 2010 ( Peraturan Nomor VI.C.4 ), sebagaimana dinyatakan dalam Surat Pernyataan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Nomor B.450-DIS/TCS/03/2016 tertanggal 28 Maret Dana hasil Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi II Tahap I, setelah dikurangi biaya emisi, akan dipergunakan untuk modal kerja Perseroan, khususnya untuk pemberian fasilitas pembiayaan. Untuk pelaksanaan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi II Tahap I, Perseroan telah memperoleh persetujuan dari: 1. Dewan Komisaris Perseroan sebagaimana termuat dalam Keputusan Dewan Komisaris PT Surya Artha Nusantara Finance (Resolutions of the Board of Commisioners of PT Surya Pendapat dari Segi Hukum No.:026/WP/LO/V/2016 Hal 3 PT Surya Artha Nusantara Finance 113
138 WIYONO PARTNERSHIP A T T O R N E Y S A T L A W Artha Nusantara Finance) No. 009/SANF/CIR/II/2016 tanggal 15 Februari 2016 ( Persetujuan Dewan Komisaris ); dan 2. Pemegang Saham Perseroan sebagaimana termuat dalam Keputusan Pemegang Saham PT Surya Artha Nusantara Finance ( Resolutions of the Shareholders of PT Surya Artha Nusantara Finance) No. 010/SANF/CIR/II/2016 tanggal 15 Februari 2016 ( Persetujuan Pemegang Saham ). Pendapat Hukum ini dibuat berdasarkan dan merupakan satu kesatuan dari hasil Uji Tuntas dari Segi Hukum terhadap Perseroan sebagaimana diuraikan dalam: 1. laporan kami Nomor 001/WP/LDD/I/2011 tertanggal 6 Januari 2011 perihal Laporan Uji Tuntas dari Segi Hukum atas PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE dalam rangka melakukan Penawaran Umum Obligasi SAN Finance I Tahun 2011 dengan Tingkat Bunga Tetap ( LUTSH Obligasi SAN Finance I ) yang mana LUTSH Obligasi SAN Finance I tersebut dipersiapkan dalam rangka Penawaran Umum Obligasi SAN Finance I Tahun 2011 dengan Tingkat Bunga Tetap ( Obligasi SAN Finance I ) yang telah memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK berdasarkan surat nomor S- 480/BL/2011 tanggal 17 Januari 2011 perihal Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Pendaftaran; 2. laporan kami Nomor 001/WP/LDD/I/2012 tertanggal 9 Januari 2012 perihal Laporan Uji Tuntas dari Segi Hukum atas PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE dalam rangka melakukan Penawaran Umum Obligasi SAN Finance II Tahun 2012 dengan Tingkat Bunga Tetap ( LUTSH Obligasi SAN Finance II ) yang mana LUTSH Obligasi SAN Finance II tersebut dipersiapkan dalam rangka Penawaran Umum Obligasi SAN Finance II Tahun 2012 dengan Tingkat Bunga Tetap ( Obligasi SAN Finance II ) yang telah memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK berdasarkan surat nomor S- 404/BL/2012 tanggal 13 Januari 2012 perihal Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Pendaftaran; 3. laporan kami Nomor 020/WP/LDD/IX/2013 tertanggal 11 September 2013 perihal Laporan Uji Tuntas dari Segi Hukum atas PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE dalam rangka Penerbitan Obligasi Berkelanjutan I SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2013 ( LUTSH Obligasi Tahap I ) yang mana Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Tahap I dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2013 ( Obligasi Tahap I ) yang telah memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Pendapat dari Segi Hukum No.:026/WP/LO/V/2016 Hal 4 PT Surya Artha Nusantara Finance 114
139 WIYONO PARTNERSHIP A T T O R N E Y S A T L A W Keuangan ( OJK ) berdasarkan surat nomor S-268/D.04/2013 tanggal 20 September 2013; 4. laporan kami Nomor 032/WP/LDD/XI/2014 tertanggal 26 November 2014 perihal Laporan Uji Tuntas dari Segi Hukum atas PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE dalam rangka Penerbitan Obligasi Berkelanjutan I SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap II Tahun 2014 ( LUTSH Obligasi Tahap II ); 5. laporan kami Nomor 043/WP/LDD/IX/2015 tertanggal 15 September 2015 perihal Laporan Uji Tuntas dari Segi Hukum atas PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE dalam rangka Penerbitan Obligasi Berkelanjutan I SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap III Tahun 2015 ( LUTSH Obligasi Tahap III ); dan 6. laporan kami Nomor 025/WP/LDD/V/2016 tertanggal 25 Mei 2016 perihal Laporan Uji Tuntas dari Segi Hukum atas PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE dalam rangka Penerbitan Obligasi Berkelanjutan II SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2016 ( LUTSH ). DASAR, RUANG LINGKUP DAN PEMBATASAN Tanpa mengurangi dasar, ruang lingkup, asumsi dan pembatasan lain dalam LUTSH, pendapat hukum ini kami berikan dengan dasar, ruang lingkup dan pembatasan-pembatasan sebagaimana diuraikan di bawah ini: 1. Kecuali dinyatakan tegas dalam Pendapat Hukum ini, maka pendapat hukum ini meliputi aspek-aspek hukum Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi II Tahap I sesuai dengan (i) ketentuan hukum yang berlaku di bidang pasar modal; (ii) ketentuan hukum yang berlaku di bidang perusahaan pembiayaan; dan (iii) pada Standar Profesi Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal berdasarkan Keputusan Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal (selanjutnya disebut HKHPM ) Nomor KEP.01/HKHPM/2005 tanggal 18 Februari 2005 yang telah diubah dengan Keputusan HKHPM Nomor KEP.04/HKHPM/XI/2012 tanggal 06 Desember 2012 sebagaimana diubah lebih lanjut dengan Keputusan HKHPM nomor 01/KEP-HKHPM/III/2014 tanggal 04 Februari 2014 (selanjutnya disebut Standar HKHPM ). 2. Pendapat Hukum ini diberikan berdasarkan hukum yang berlaku di wilayah Negara Republik Indonesia dan karenanya tidak dimaksudkan untuk ditafsirkan menurut hukum dari negara lain. Pendapat dari Segi Hukum No.:026/WP/LO/V/2016 Hal 5 PT Surya Artha Nusantara Finance 115
140 WIYONO PARTNERSHIP A T T O R N E Y S A T L A W 3. Pendapat Hukum ini secara tegas hanya meliputi hal-hal yang secara eksplisit disebutkan di dalamnya. 4. Tanggung jawab kami sebagai Konsultan Hukum yang independen sehubungan dengan rencana Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi II Tahap I oleh Perseroan terbatas pada tanggung jawab konsultan hukum sesuai dengan ketentuan-ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80 Undang-Undang Nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal dan ketentuan-ketentuan kode etik profesi konsultan hukum pasar modal yang berlaku terhadap kami. 5. Dalam melakukan Uji Tuntas, kami menerapkan prinsip keterbukaan dan materialitas sebagaimana disyaratkan dalam Standar HKHPM. 6. Kami tidak (i) memberikan penilaian atau pendapat atas kewajaran nilai komersial atau finansial dari suatu transaksi dimana Perseroan menjadi pihak atau mempunyai kepentingan didalamnya atau harta kekayaannya yang kami anggap penting dan material terikat, (ii) memberikan penilaian atau pendapat atas nilai komersial atau finansial kekayaan Perseroan, dan (iii) memberikan penilaian atau pendapat tentang posisi komersial Perseroan dalam suatu transaksi dimana Perseroan menjadi pihak atau mempunyai kepentingan didalamnya atau harta kekayaannya yang kami anggap penting dan material terikat. 7. Pendapat Hukum ini sama sekali tidak dapat ditafsirkan atau digunakan untuk menilai atau menentukan: (i) kewajaran harga Obligasi II Tahap I yang akan ditawarkan dan dijual kepada masyarakat melalui Penawaran Umum Berkelanjutan; (ii) aspek risiko yang dihadapi oleh pemegang Obligasi II Tahap I sehubungan dengan kepemilikan Obligasi II Tahap I; dan (iii) aspek risiko sebagaimana dimaksud dalam bab mengenai Risiko Usaha dalam prospektus yang diterbitkan sehubungan dengan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan II SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun ASUMSI-ASUMSI Tanpa mengurangi dasar, ruang lingkup, asumsi dan pembatasan lain dalam LUTSH, Pendapat Hukum ini kami berikan dengan asumsi-asumsi di bawah ini: 1. Tanda tangan dan cap atas semua dokumen yang diberikan atau ditunjukkan oleh Perseroan dan pihak ketiga kepada kami adalah asli serta, bagi yang dilakukan selain oleh Perseroan, dilakukan oleh pihak yang berwenang, dan dokumen-dokumen asli yang Pendapat dari Segi Hukum No.:026/WP/LO/V/2016 Hal 6 PT Surya Artha Nusantara Finance 116
141 WIYONO PARTNERSHIP A T T O R N E Y S A T L A W diberikan atau ditunjukkan tersebut adalah otentik, dan fotokopi/salinannya adalah sesuai dengan aslinya. 2. Dokumen-dokumen, data, informasi-informasi, keterangan-keterangan, fakta-fakta dan pernyataan-pernyataan serta penegasan-penegasan yang diberikan atau diperlihatkan oleh Perseroan dan/atau anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris dan/atau pihak ketiga kepada kami adalah benar, akurat, lengkap, telah dilakukan oleh pihak yang memiliki kewenangan sesuai dengan kapasitasnya, dan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, serta tidak mengalami perubahan sampai dengan tanggal dikeluarkannya Pendapat Hukum ini. Setiap acuan terhadap keterangan Perseroan dalam Pendapat Hukum ini adalah setiap keterangan, informasi ataupun pernyataan dari masing-masing Perseroan, anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris dan/atau pemegang saham Perseroan. 3. Pihak yang mengadakan/menandatangani perjanjian dengan Perseroan dan/atau pejabat pemerintah yang mengeluarkan perizinan kepada Perseroan, melakukan pendaftaran atau pencatatan untuk kepentingan Perseroan mempunyai kewenangan dan kekuasaan untuk melakukan tindakan tersebut secara sah dan mengikat. 4. Segala keterangan atau pernyataan yang diberikan oleh pihak ketiga, termasuk badanbadan eksekutif dan judikatif, peradilan dan arbitrase, baik lisan maupun tertulis, sehubungan dengan beberapa aspek hukum yang menurut pendapat kami penting untuk dimintakan yang berhubungan dengan Perseroan adalah benar, sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, karenanya kami tidak melakukan pemeriksaan tersendiri atau menelusuri kebenaran dari keterangan atau pernyataan pihak ketiga tersebut. 5. Pendapat kami sehubungan dengan izin-izin penting, perjanjian-perjanjian penting dan material dan aset-aset penting dan material adalah sejauh izin-izin, perjanjianperjanjian serta aset-aset tersebut bersifat material dan berpengaruh langsung terhadap kelangsungan usaha Perseroan. Dengan tetap mengacu pada dasar, ruang lingkup dan pembatasan-pembatasan serta asumsiasumsi sebagaimana diuraikan di atas, setelah memeriksa dan meneliti dokumen-dokumen serta berdasarkan hasil temuan dan pemeriksaan dalam pelaksanaan Uji Tuntas yang diuraikan dalam LUTSH yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Pendapat Hukum ini, dengan ini kami memberikan Pendapat Hukum sebagai berikut: Pendapat dari Segi Hukum No.:026/WP/LO/V/2016 Hal 7 PT Surya Artha Nusantara Finance 117
142 WIYONO PARTNERSHIP A T T O R N E Y S A T L A W 1. Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berkedudukan di Jakarta Selatan didirikan secara sah berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia. Perseroan didirikan dengan nama PT SANGGA LOKA SUBUR berdasarkan Akta Pendirian sebagaimana termuat dalam Akta Nomor 58 tertanggal 25 Agustus 1983 dibuat di hadapan Nyonya Rukmasanti Hardjasatya, S.H., Notaris di Jakarta ( Akta Pendirian ) dan disahkan oleh Menteri Kehakiman berdasarkan Keputusan nomor C2-423 HT01.01.Th84 tertanggal 19 Januari 1984 dan didaftarkan dalam buku register Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor 697/1984 tanggal 6 Maret 1984, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia nomor 38 tanggal 15 Mei 1984 Tambahan Berita Negara nomor 484. Nama Perseroan diubah menjadi PT SURYA ARTHA NUSANTARA LEASING berdasarkan Akta Nomor 11 tertanggal 4 Desember 1984 dibuat dihadapan Rukmasanti Hardjasatya, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta, didaftarkan dalam buku register Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor 1142/1985 tanggal 4 Juli 1985, yang kemudian dibetulkan dengan akta pembetulan nomor 14 tertanggal 3 April 1985 dibuat dihadapan Rukmasanti Hardjasatya, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta, didaftarkan dalam buku register Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor 1143/1985 tanggal 4 Juli 1985, kedua-duanya disahkan oleh Menteri Kehakiman berdasarkan Keputusan nomor C HT TH.85 tertanggal 28 Mei 1985, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia nomor 75 tanggal 16 September 1988 Tambahan Berita Negara nomor 983. Kemudian, nama Perseroan lebih lanjut diubah menjadi PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE berdasarkan Akta Nomor 18 tertanggal 4 Juli 1989 dibuat dihadapan Rukmasanti Hardjasatya, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta yang disahkan oleh Menteri Kehakiman berdasarkan Keputusan nomor C HT Th. 89 tertanggal 27 Juli 1989, didaftarkan dalam buku register Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat nomor 1689/1989 tanggal 18 Agustus 1989 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia nomor 75 tanggal 19 September 1989 Tambahan Berita Negara nomor Berdasarkan Akta Nomor 272 tertanggal 27 Oktober 1994 dibuat dihadapan Ir. Rusli, Sarjana Hukum, sebagai pengganti dari Benny Kristianto, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta, pemegang saham Perseroan menyetujui tindakan penggabungan (merger) Perseroan dengan PT Artha Sedaya Finance ( ASF ). Berdasarkan Pernyataan Perjanjian Pendapat dari Segi Hukum No.:026/WP/LO/V/2016 Hal 8 PT Surya Artha Nusantara Finance 118
143 WIYONO PARTNERSHIP A T T O R N E Y S A T L A W Penggabungan (Merger) Nomor 425 tanggal 29 Desember 1994 dibuat dihadapan Ir. Rusli, Sarjana Hukum, sebagai pengganti dari Benny Kristianto, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta, dinyatakan bahwa ASF dan Perseroan sepakat untuk melakukan penggabungan (merger) dimana penggabungan tersebut berlaku efektif sejak 31 Desember Penggabungan (merger) antara Perseroan dengan ASF tidak mengakibatkan perubahan Anggaran Dasar Perseroan, sehingga berdasarkan ketentuan yang berlaku pada saat itu, yakni Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (Wetboek van Koophandel atau KUHD ), tidak dipersyaratkan bahwa penggabungan (merger) tersebut harus mendapatkan persetujuan dari atau dilaporkan kepada Menteri Kehakiman. Anggaran Dasar Perseroan telah diubah beberapa kali dan telah disesuaikan dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas ( UUPT 2007 ) berdasarkan Akta penyesuaian Nomor 81 tertanggal 13 Agustus 2008 ( Akta No. 81/2008 ) dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 29/POJK.05/2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan ( POJK No. 29/2014 ). Perubahan terakhir dari Anggaran Dasar Perseroan adalah sebagaimana termuat dalam Akta Nomor 78 tertanggal 29 Mei 2015 dibuat di hadapan Kumala Tjahjani Widodo, Sarjana Hukum, Magister Hukum, Magister Kenotariatan, Notaris di Jakarta, dan telah mendapatkan persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Keputusan No.AHU AH Tahun 2015 tertanggal 12 Juni 2015, terdaftar dalam Daftar Perseroan No.AHU AH Tahun 2015 tanggal 12 Juni 2015 serta telah diberitahukan dan telah diterima serta telah dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia nomor AHU-AH tertanggal 12 Juni 2015 ( Akta No. 78/2015 ). Akta No. 78/2015 memuat perubahan Anggaran Dasar Perseroan sebagai berikut: a. perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan mengenai maksud dan tujuan serta Kegiatan Usaha; b. perubahan Pasal 14 ayat (1) mengenai komposisi dan jumlah anggota Dewan Komisaris dan penunjukannya; dan c. perubahan Pasal 16 ayat (8) dan ayat (9) mengenai kuorum kehadiran dan pengambilan keputusan rapat dewan komisaris. Pendapat dari Segi Hukum No.:026/WP/LO/V/2016 Hal 9 PT Surya Artha Nusantara Finance 119
144 WIYONO PARTNERSHIP A T T O R N E Y S A T L A W 2. Berdasarkan Akta No. 78/2015, maksud dan tujuan Perseroan adalah untuk berusaha dalam bidang multi pembiayaan. Untuk mencapai maksud dan tujuannya tersebut Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut: a. menjalankan usaha-usaha di bidang Pembiayaan Investasi, yaitu pembiayaan untuk pengadaan barang-barang modal beserta jasa yang diperlukan untuk aktivitas usaha/investasi, rehabilitasi, modernisasi, ekspansi atau relokasi tempat usaha/investasi yang diberikan kepada debitur dalam jangka waktu lebih dari 2 (dua) tahun, yang wajib dilakukan dengan cara: 1. Sewa Pembiayaan (Finance Lease); 2. Jual dan Sewa-Balik (Sale and Lease Back); 3. Anjak Piutang Dengan Pemberian Jaminan Dari Penjual Piutang (Factoring With Recourse); 4. Pembelian Dengan Pembayaran Secara Angsuran; 5. Pembiayaan Proyek; 6. Pembiayaan Infrastruktur; dan/atau 7. Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari OJK; b. menjalankan usaha-usaha dalam bidang Pembiayaan Modal Kerja, yaitu pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran-pengeluaran yang habis dalam satu siklus aktivitas usaha debitur dan merupakan pembiayaan dengan jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun, yang wajib dilakukan dengan cara : 1. Jual dan Sewa-Balik (Sale and Lease Back); 2. Anjak Piutang Dengan Pemberian Jaminan Dari Penjual Piutang (Factoring With Recourse); 3. Anjak Piutang Tanpa Pemberian Jaminan Dari Penjual Piutang (Factoring Without Recourse); 4. Fasilitas Modal Usaha; dan/atau 5. Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari OJK; c. menjalankan usaha-usaha dalam bidang Pembiayaan Multiguna, yaitu pembiayaan untuk pengadaan barang dan/atau jasa yang diperlukan oleh debitur untuk pemakaian/konsumsi dan bukan untuk keperluan usaha (aktivitas produktif) dalam jangka waktu yang diperjanjikan, yang wajib dilakukan dengan cara: 1. Sewa Pembiayaan (Finance Lease); 2. Pembelian Dengan Pembayaran Secara Angsuran; 3. Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari OJK; d. kegiatan usaha pembiayaan lain berdasarkan persetujuan OJK. Pendapat dari Segi Hukum No.:026/WP/LO/V/2016 Hal 10 PT Surya Artha Nusantara Finance 120
145 WIYONO PARTNERSHIP A T T O R N E Y S A T L A W Maksud dan tujuan Perseroan sebagaimana tercantum dalam Anggaran Dasar Perseroan berdasarkan Akta No. 78/2015 telah sesuai dengan ketentuan POJK No. 29/2014. Akta Pendirian dan perubahan Anggaran Dasar Perseroan adalah benar dan sah, dan telah dibuat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 3. Pada tanggal Pendapat Hukum ini, berdasarkan Akta Nomor 17 tertanggal 22 September 2011 dibuat di hadapan Benny Kristianto, S.H., Notaris di Jakarta, telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Nomor AHU AH Tahun 2011 tertanggal 3 Oktober 2011, terdaftar dalam Daftar Perseroan Nomor AHU AH Tahun 2011 tertanggal 3 Oktober 2011 ( Akta No. 17/2011 ), struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut: Struktur Permodalan Saham Struktur Permodalan Jumlah Nilai Nominal (Rp) Jumlah (Rp) Modal Dasar , Modal Ditempatkan , ,- Modal Disetor , ,- Saham dalam Portepel , ,- Susunan Pemegang Saham Susunan Pemegang Saham 1. PT Sedaya Multi Investama ( SMI ) 2. Marubeni Corporation ( MC ) 3. PT Marubeni Indonesia ( MI ) Jumlah Modal Yang Ditempatkan dan Disetor Penuh Jumlah Saham Nilai Nomin al (Rp) 1.000, , ,- Jumlah Nilai Nominal (Rp) , , ,- Jumlah ,- 100 (%) Pendapat dari Segi Hukum No.:026/WP/LO/V/2016 Hal 11 PT Surya Artha Nusantara Finance 121
146 WIYONO PARTNERSHIP A T T O R N E Y S A T L A W Para pemegang saham Perseroan telah melakukan penyetoran penuh secara tunai atas saham yang dimiliki oleh mereka dalam Perseroan, dan Perseroan sudah menerima setoran secara penuh dari para pemegang saham atas seluruh modal yang telah ditempatkan. Sejak tanggal emisi Obligasi Tahap III sampai dengan tanggal Pendapat Hukum ini, tidak terjadi pengalihan saham Perseroan. Struktur modal dan pemegang saham Perseroan telah memenuhi ketentuan mengenai modal minimum bagi perusahaan pembiayaan sebagaimana diatur dalam Pasal 9 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 28/POJK.05/2014 tentang Perizinan Usaha dan Kelembagaan Perusahaan Pembiayaan ( POJK No. 28/2014 ) dan telah memenuhi ketentuan mengenai permodalan dan susunan pemegang saham berdasarkan UUPT Kepemilikan saham Perseroan oleh Marubeni Corporation dan PT Marubeni Indonesia selaku pihak asing tidak melanggar batasan total kepemilikan asing pada perusahaan pembiayaan sebagaimana diatur pada Pasal 11 POJK No. 28/2014. Struktur modal dan Pemegang Saham Perseroan sejak Perseroan didirikan sampai dengan tanggal Pendapat Hukum ini telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Para Pemegang Saham Perseroan telah memenuhi syarat-syarat sebagai pemegang saham perusahaan pembiayaan sebagaimana diatur dalam Pasal 4 ayat (2) huruf (c) angka (2) POJK No. 28/2014, sebagai berikut: a. tidak tercatat dalam daftar kredit macet; b. tidak tercantum dalam Daftar Tidak Lulus (DTL) di sektor perbankan; c. tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana di bidang usaha jasa keuangan dan/atau perekonomian dalam 5 (lima) tahun; d. tidak pernah dinyatakan pailit atau dinyatakan bersalah yang mengakibatkan suatu perseroan/perusahaan dinyatakan pailit berdasarkan keputusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap dalam 5 (lima) tahun terakhir; dan e. tidak pernah menjadi pemegang saham pengendali pada perusahaan jasa keuangan yang dicabut izin usahanya karena melakukan pelanggaran dalam 5 (lima) tahun terakhir. Perseroan telah membuat Daftar Pemegang Saham berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. Berdasarkan Daftar Pemegang Saham Perseroan tertanggal 28 Oktober 2011, tidak terdapat pembebanan jaminan gadai atas saham-saham yang Pendapat dari Segi Hukum No.:026/WP/LO/V/2016 Hal 12 PT Surya Artha Nusantara Finance 122
147 WIYONO PARTNERSHIP A T T O R N E Y S A T L A W dikeluarkan oleh Perseroan. Daftar Pemegang Saham tersebut telah merefleksikan susunan pemegang saham dan permodalan Perseroan sebagaimana dimuat dalam Akta No. 17/2011. Penerapan Hukum Masing-masing dari SMI dan MC memiliki lebih dari 25% (dua puluh lima persen) saham di dalam Perseroan sehingga masing-masing SMI dan MC merupakan pemegang saham pengendali Perseroan sebagaimana dimaksud pada Pasal 1 angka 9 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 4/POJK.05/2013 tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Bagi Pihak Utama pada Perusahaan Perasuransian, Dana Pensiun, Perusahaan Pembiayaan, dan Perusahaan Penjaminan ( POJK No. 4/2013 ). OJK telah menyatakan masing-masing SMI dan MC telah lulus penilaian kemampuan dan kepatutan sebagai pemegang saham pengendali Perseroan masing-masing berdasarkan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor 124/NB.1/2014 dan Nomor 125/NB.1/2014, keduanya tertanggal 10 Maret Pada tanggal Pendapat Hukum ini, berdasarkan Akta Nomor 101 tanggal 26 April 2016 dibuat dihadapan Linda Herawati, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta Pusat, yang telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Nomor AHU-AH tertanggal 26 April 2016, terdaftar dalam Daftar Perseroan No. AHU AH Tahun 2016 tanggal 26 April 2016 ( Akta No. 101/2016 ), susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan adalah sebagai berikut: Direksi Presiden Direktur : Bugie Laksmana Direktur : Andrijanto Direktur : Naga Sujady Direktur : Yasuaki Yoshino Direktur : Harly Setiabudi Dewan Komisaris Presiden Komisaris : Djoko Pranoto Santoso Komisaris : Diana Makmur Komisaris : Jiro Itai Komisaris Independen : Hardi Montana Komisaris Independen : Drs. H. Mohammad Husni, M.M. Pendapat dari Segi Hukum No.:026/WP/LO/V/2016 Hal 13 PT Surya Artha Nusantara Finance 123
148 WIYONO PARTNERSHIP A T T O R N E Y S A T L A W Masa jabatan dari anggota Direksi dan Dewan Komisaris sebagaimana tersebut di atas adalah sejak penutupan RUPS Tahunan Perseroan Tahun 2016 untuk tahun buku 2015 pada tanggal 7 April 2016 sampai dengan penutupan RUPS Tahunan Perseroan Tahun 2018 untuk tahun buku Pengangkatan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan telah dilakukan sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan. Perseroan telah melaporkan perubahan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan yang disetujui dalam RUPS Tahunan Perseroan tanggal 7 April 2016 sebagaimana diuraikan di atas kepada OJK pada tanggal 11 April Berdasarkan pelaksanaan Uji Tuntas, Bugie Laksmana, Andrijanto, Naga Sujady, Djoko Pranoto Santoso, dan Diana Makmur serta istri/suami dan anak-anak (dibawah 21 tahun) dan perusahaan yang dibawah kendali dari Bugie Laksmana, Andrijanto, Naga Sujady, Djoko Pranoto Santoso, dan Diana Makmur, tidak memiliki saham/options/warrant/obligasi pada perusahaan manapun termasuk dalam Grup Astra. Berdasarkan pelaksanaan Uji Tuntas, Yasuaki Yoshino, Harly Setiabudi, Jiro Itai, Hardi Montana, dan Drs. H. Mohammad Husni, M.M. serta istri dan anak-anak (dibawah 21 tahun) dan perusahaan yang dibawah kendali dari masing-masing Yasuaki Yoshino, Harly Setiabudi, Jiro Itai, Hardi Montana, dan Drs. H. Mohammad Husni, M.M. tidak memiliki saham/options/warrant/obligasi pada perusahaan manapun termasuk dalam Marubeni Group. Penerapan Hukum Setiap anggota Direksi Perseroan telah memenuhi ketentuan Pasal 93 ayat (1) UUPT 2007 dan dalam 5 (lima) tahun terakhir sebelum pengangkatannya: a. tidak pernah dinyatakan pailit; b. tidak dinyatakan bersalah yang mengakibatkan suatu perseroan/perusahaan dinyatakan pailit; atau c. tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan keuangan negara dan/atau tindak pidana di bidang keuangan. Setiap anggota Dewan Komisaris Perseroan telah memenuhi ketentuan Pasal 110 ayat (1) UUPT 2007 dan dalam 5 (lima) tahun terakhir sebelum pengangkatannya: a. tidak pernah dinyatakan pailit; Pendapat dari Segi Hukum No.:026/WP/LO/V/2016 Hal 14 PT Surya Artha Nusantara Finance 124
149 WIYONO PARTNERSHIP A T T O R N E Y S A T L A W b. tidak dinyatakan bersalah yang mengakibatkan suatu perseroan/perusahaan dinyatakan pailit; atau c. tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan keuangan negara dan/atau tindak pidana di bidang keuangan. Setiap anggota Direksi Perseroan telah memenuhi ketentuan Pasal 8 ayat (7) dan Pasal 11 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 30/POJK.05/2014 tentang Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Bagi Perusahaan Pembiayaan ( POJK No. 30/2014 ), dan setiap anggota Direksi Perseroan: 1. memiliki pengetahuan yang relevan dengan jabatannya; 2. mampu bertindak dengan itikad baik, jujur dan professional; 3. mampu bertindak untuk kepentingan Perusahaan dan/atau Pemangku Kepentingan lainnya; 4. mendahulukan kepentingan Perusahaan dan/atau Pemangku Kepentingan lainnya dari pada kepentingan pribadi; 5. mampu mengambil keputusan berdasarkan penilaian independen dan objektif untuk kepentingan Perusahaan dan Debitur, kreditur, dan/atau Pemangku Kepentingan lainnya; dan 6. mampu menghindarkan penyalahgunaan kewenangannya untuk mendapatkan keuntungan pribadi yang tidak semestinya atau menyebabkan kerugian bagi Perusahaan Setiap anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan telah memenuhi ketentuan Pasal 4 ayat (1), dan Pasal 21 ayat (1) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 33/POJK.04/2014 tentang Direksi Dan Dewan Komisaris Emiten Atau Perusahaan Publik ( POJK No. 33/2014 ) yang menentukan bahwa syarat untuk dapat menjadi Direksi dan atau Dewan Komisaris yang harus dipenuhi pada saat dan selama menjabat adalah sebagai berikut: 1. mempunyai akhlak, moral, dan integritas yang baik; 2. cakap melakukan perbuatan hukum; 3. dalam 5 (lima) tahun terakhir sebelum pengangkatan dan selama menjabat: a. tidak pernah dinyatakan pailit; b. tidak pernah menjadi anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris yang dinyatakan bersalah menyebabkan suatu perusahaan pailit; c. tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan keuangan negara dan/atau yang berkaitan dengan sektor keuangan; dan d. tidak pernah menjadi anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris yang selama menjabat: i. pernah tidak menyelenggarakan RUPS tahunan; Pendapat dari Segi Hukum No.:026/WP/LO/V/2016 Hal 15 PT Surya Artha Nusantara Finance 125
150 WIYONO PARTNERSHIP A T T O R N E Y S A T L A W ii. pertanggungjawabannya sebagai anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris pernah tidak diterima oleh RUPS atau pernah tidak memberikan pertanggungjawaban sebagai anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris kepada RUPS; dan iii. pernah menyebabkan perusahaan yang memperoleh izin, persetujuan, atau pendaftaran dari Otoritas Jasa Keuangan tidak memenuhi kewajiban menyampaikan laporan tahunan dan/atau laporan keuangan kepada Otoritas Jasa Keuangan 4. memiliki komitmen untuk mematuhi peraturan perundang-undangan; dan 5. memiliki pengetahuan dan/atau keahlian di bidang yang dibutuhkan Emiten atau Perusahaan Publik. Seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan telah memenuhi persyaratan kemampuan dan kepatutan sesuai dengan ketentuan pada Pasal 10 ayat (1) dan Pasal 19 ayat (1) POJK No. 30/2014 juncto Pasal 3 POJK No. 4/2013 berdasarkan dokumen sebagai berikut: 1. Salinan Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Dan Lembaga Keuangan Nomor: KEP-147/BL/2010 tentang Penetapan Hasil Penilaian Kemampuan Dan Kepatutan atas nama Andrijanto tertanggal 3 Mei 2010; 2. Salinan Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Dan Lembaga Keuangan Nomor: KEP-145/BL/2010 tentang Penetapan Hasil Penilaian Kemampuan Dan Kepatutan atas nama Djoko Pranoto Santoso tertanggal 3 Mei 2010; 3. Salinan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor: KEP- 655/NB.1/2014 tentang Penetapan Hasil Penilaian Kepatutan Bagi Komisaris Independen PT Surya Artha Nusantara Finance atas nama Mohammad Husni tertanggal 11 April 2014; 4. Salinan Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Dan Lembaga Keuangan Nomor: KEP-598/BL/2011 tentang Penetapan Hasil Penilaian Kemampuan Dan Kepatutan atas nama Yasuaki Yoshino tertanggal 7 November 2011; 5. Salinan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor: KEP- 654/NB.1/2014 tentang Penetapan Hasil Penilaian Kepatutan Bagi Direktur Utama PT Surya Artha Nusantara Finance atas nama Bugie Laksmana tertanggal 11 April 2014; 6. Salinan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor: KEP- 657/NB.1/2014 tentang Penetapan Hasil Penilaian Kepatutan Bagi Dewan Komisaris PT Surya Artha Nusantara Finance atas nama Diana Makmur tertanggal 11 April 2014; 7. Salinan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor: KEP- 461/NB.1/2013 tentang Penetapan Nilai Kemampuan Dan Kepatutan atas nama Jiro Itai tertanggal 14 Agustus 2013; Pendapat dari Segi Hukum No.:026/WP/LO/V/2016 Hal 16 PT Surya Artha Nusantara Finance 126
151 WIYONO PARTNERSHIP A T T O R N E Y S A T L A W 8. Salinan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor: KEP- 656/NB.1/2014 tentang Penetapan Hasil Penilaian Kepatutan Bagi Direksi PT Surya Artha Nusantara Finance atas nama Naga Sujady tertanggal 11 April 2014; 9. Salinan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor: KEP- 187/NB.11/2015 tentang Penetapan Hasil Penilaian Kepatutan Bagi Komisaris Independen PT Surya Artha Nusantara Finance atas nama Hardi Montana tertanggal 5 Mei 2015; dan 10. Salinan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor: KEP- 186/NB.11/2015 tentang Penetapan Hasil Penilaian Kepatutan Bagi Direktur PT Surya Artha Nusantara Finance atas nama Harly Setiabudi tertanggal 5 Mei Hingga tanggal Pendapat Hukum ini, anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan, kecuali Djoko Pranoto Santoso dan Hardi Montana, telah memenuhi syarat keberlanjutan sebagaimana diatur dalam Pasal 21 POJK No. 4/2013 berdasarkan dokumen sebagai berikut: 1. Sertifikat No. 5758/APPI/International Seminar Welcoming The Risk Management In Multifinance Industry/III/2015 atas nama Bugie Laksmana tertanggal 27 Maret 2015; 2. Sertifikat No. 6779/APPI/Seminar Nasional Peluang dan Tantangan Tahun 2016/XI/2015 atas nama Bugie Laksmana tertanggal 8 Desember 2015; 3. Sertifikat No. 5760/APPI/International Seminar Welcoming The Risk Management In Multifinance Industry/III/2015 atas nama Andrijanto tertanggal 27 Maret 2015; 4. Sertifikat No. 5759/APPI/International Seminar Welcoming The Risk Management In Multifinance Industry/III/2015 atas nama Naga Sujady tertanggal 27 Maret 2015; 5. Sertifikat No. 6456/APPI/International Seminar New Opportunities Welcoming 2016/IX/2015 atas nama Harly Setiabudi tertanggal 22 September 2015; 6. Sertifikat No. 6457/APPI/International Seminar New Opportunities Welcoming 2016/IX/2015 atas nama Yasuaki Yoshino tertanggal 22 September 2015; 7. Sertifikat No. 6455/APPI/International Seminar New Opportunities Welcoming 2016/IX/2015 atas nama Diana Makmur tertanggal 22 September 2015; 8. Sertifikat No. 5951/APPI/International Seminar Indonesian Economic and Multifinance Industry Review/IV/2015 atas nama Jiro Itai tertanggal 15 Mei 2015; 9. Sertifikat No. 6458/APPI/International Seminar New Opportunities Welcoming 2016/IX/2015 atas nama Jiro Itai tertanggal 22 September 2015; 10. Sertifikat No. 5670/APPI/International Seminar Welcoming The Risk Management In Multifinance Industry/III/2015 atas nama Drs. H. Mohammad Husni M.M. tertanggal 27 Maret 2015; 11. Sertifikat No. 6264/APPI/International Seminar New Opportunities Welcoming 2016/IX/2015 atas nama Drs. H. Mohammad Husni, M.M. tertanggal 22 September 2015; Pendapat dari Segi Hukum No.:026/WP/LO/V/2016 Hal 17 PT Surya Artha Nusantara Finance 127
152 WIYONO PARTNERSHIP A T T O R N E Y S A T L A W 12. Sertifikat No. 7230/APPI/International Seminar Welcoming The New Era of Multifinance industry/iii/2016 atas nama Bugie Laksmana tertanggal 18 Maret 2016; 13. Sertifikat No. 7231/APPI/International Seminar Welcoming The New Era of Multifinance industry/iii/2016 atas nama Andrijanto tertanggal 18 Maret 2016; dan 14. Sertifikat No. 7229/APPI/International Seminar Welcoming The New Era of Multifinance industry/iii/2016 atas nama Djoko Pranoto tertanggal 18 Maret 2016 Berdasarkan Pasal 21 ayat (6) POJK No. 4/2013, Djoko Pranoto Santoso dan Hardi Montana wajib memenuhi syarat keberlanjutan paling sedikit 2 (dua) kali paling lambat tanggal 31 Desember Berdasarkan Hasil Uji Tuntas Djoko Pranoto Santoso telah menghadiri International Seminar Welcoming The New Era of Multifinance industry pada tanggal 18 Maret 2016, sehingga Djoko Pranoto Santoso masih harus memenuhi satu syarat berkelanjutan paling lambat 31 Desember Berdasarkan Pasal 8 ayat (5) POJK No. 30/2014, seluruh anggota Direksi Perseroan wajib menetap di Indonesia. Pada tanggal Pendapat Hukum ini, berdasarkan dokumen yang kami periksa dalam pelaksanaan Uji Tuntas, seluruh anggota Direksi Perseroan menetap di Indonesia sesuai dengan ketentuan Pasal 8 ayat (5) POJK No. 30/2014. Berdasarkan Pasal 18 ayat (2) POJK No. 30/2014, Perseroan wajib mempunyai paling sedikit 1 (satu) orang anggota Dewan Komisaris yang berdomisili di wilayah negara Republik Indonesia. Hingga tanggal Pendapat Hukum ini, berdasarkan dokumen yang kami periksa berupa Kartu Tanda Penduduk, anggota Dewan Komisaris yang berdomisili di wilayah Negara Republik Indonesia berjumlah 4 (empat) orang. Anggota Dewan Komisaris Perseroan yang tidak berdomisili di Indonesia berjumlah 1 (satu) orang, yaitu Jiro Itai. Berdasarkan Pasal 9 ayat (1) POJK No. 30/2014, Direksi perusahaan pembiayaan dilarang melakukan perangkapan jabatan sebagai Direksi pada perusahaan lain kecuali sebagai anggota Dewan Komisaris paling banyak pada 3 (tiga) perusahaan pembiayaan dan perusahaan pembiayaan syariah lain. Berdasarkan Pasal 18 ayat (4) POJK No. 30/2014, anggota Dewan Komisaris perusahaan pembiayaan dilarang melakukan rangkap jabatan sebagai anggota Dewan Komisaris pada lebih dari 3 (tiga) perusahaan pembiayaan dan perusahaan pembiayaan syariah lain. Pendapat dari Segi Hukum No.:026/WP/LO/V/2016 Hal 18 PT Surya Artha Nusantara Finance 128
153 WIYONO PARTNERSHIP A T T O R N E Y S A T L A W Berdasarkan Pasal 24 ayat (1) huruf a POJK No. 33/2014, anggota Dewan Komisaris perusahaan dapat melakukan rangkap jabatan sebagai anggota Direksi paling banyak pada 2 (dua) Emiten atau Perusahaan Publik lain. Berdasarkan Pasal 24 ayat (3) POJK No. 33/2014, anggota Dewan Komisaris dapat merangkap sebagai anggota komite paling banyak pada 5 (lima) komite di Emiten atau Perusahaan Publik dimana yang bersangkutan juga menjabat sebagai anggota Direksi. Pada tanggal Pendapat Hukum ini, Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan telah memenuhi ketentuan mengenai pembatasan rangkap jabatan sebagaimana diuraikan dalam Pasal 9 ayat (1) dan Pasal 18 ayat (4) POJK Nomor 30/2014, serta Pasal 24 ayat (1) huruf a dan Pasal 24 ayat (3) POJK No. 33/2014. Pada tanggal Pendapat Hukum ini, Direksi Perseroan telah memenuhi ketentuan mengenai jumlah minimum anggota Direksi sebagaimana diatur pada Pasal 2 ayat (1) POJK No. 33/2014, dan Direksi Perseroan telah memenuhi jumlah minimum rapat direksi sebagaimana diatur pada Pasal 16 ayat (1) POJK No. 33/2014. Pada tanggal Pendapat Hukum ini, Dewan Komisaris Perseroan telah memenuhi ketentuan mengenai jumlah minimum anggota Dewan Komisaris perseroan dan Komisaris Independen sebagaimana diatur pada Pasal 20 POJK No. 33/2014. Pada tanggal Pendapat Hukum ini, Perseroan telah memiliki Pedoman Direksi dan Dewan Komisaris sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 35 ayat (2) POJK No. 33/2014 dan Kode Etik yang berlaku bagi seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris, karyawan/pegawai, serta pendukung organ yang dimiliki Perseroan sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 36 POJK No. 33/2014. Komisaris Independen Sesuai Pasal 20 ayat (2) dan ayat (3) POJK No. 33/2014, dalam hal Dewan Komisaris terdiri lebih dari 2 (dua) orang anggota Dewan Komisaris, jumlah Komisaris Independen wajib paling kurang 30% (tiga puluh persen) dari jumlah seluruh anggota Dewan Komisaris. Perseroan telah menunjuk Drs. H. Mohammad Husni, M.M. dan Hardi Montana sebagai Komisaris Independen berdasarkan Akta No. 101/2016. Jumlah Komisaris Independen Perseroan telah memenuhi jumlah minimum Komisaris Independen sebagaimana diatur dalam Pasal 20 ayat (2) dan ayat (3) POJK No. 33/2014. Pendapat dari Segi Hukum No.:026/WP/LO/V/2016 Hal 19 PT Surya Artha Nusantara Finance 129
154 WIYONO PARTNERSHIP A T T O R N E Y S A T L A W Komite Audit Perseroan telah membentuk Komite Audit sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 28 ayat (1) dan ayat (2) POJK No. 30/2014 jo. Pasal 2, 4, dan 5 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 55/POJK.04/2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit ( POJK No. 55/2015 ). Berdasarkan Circular Written Resolutions of the Board of Commissioners of PT Surya Artha Nusantara Finance Domiciled in South Jakarta Nomor 013/SANF/CIR/IV/2016 tanggal 7 April 2016, Perseroan mengangkat anggota Komite Audit, dengan susunan anggota Komite Audit Perseroan sebagai berikut: 1. Drs. H. Mohammad Husni, MM (Ketua Komite Audit); 2. Lindawati Gani (Anggota Komite Audit); 3. Budy Kurniawan Ratulangi (Anggota Komite Audit). Masa jabatan para anggota komite audit Perseroan berlaku efektif sejak tanggal 7 April 2016 sampai dengan penutupan RUPS Tahunan Perseroan Tahun 2018 (untuk tahun buku 2017). Perseroan telah melaporkan pengangkatan anggota Komite Audit Perseroan kepada OJK pada tanggal 11 April Hingga tanggal Pendapat Hukum ini, Komite Audit telah melaksanakan rapat sesuai dengan Pasal 13 POJK No. 55/2015 tentang ketentuan jumlah minimum rapat Komite Audit. Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary) Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Surya Artha Nusantara Finance Nomor: 065/LSANF/ BOD/II/2014 tentang Penunjukkan Pejabat Sekretaris Perusahaan tertanggal 10 Februari 2014, Perseroan telah menunjuk Tiur Tamara Kardinal sebagai Sekretaris Perusahaan (corporate secretary) yang mana hal tersebut diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2014 tentang Sekretaris Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik ( POJK No. 35/2014 ). Hingga tanggal Pendapat Hukum ini, Tiur Tamara Kardinal masih menjabat sebagai Sekretaris Perusahaan Perseroan. Pendapat dari Segi Hukum No.:026/WP/LO/V/2016 Hal 20 PT Surya Artha Nusantara Finance 130
155 WIYONO PARTNERSHIP A T T O R N E Y S A T L A W Unit Kerja Khusus Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah Sesuai dengan ketentuan Pasal 4 ayat (1) huruf a Peraturan Menteri Keuangan Nomor 30/PMK.010/2010 tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah Bagi Lembaga Keuangan Non Bank ( Permenkeu No. 30/2010 ) dan Pasal 48 ayat (1) huruf a dan ayat (2) POJK Nomor 30/2014, Perseroan telah membentuk Unit Kerja Khusus Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah berdasarkan Surat Keputusan Direksi Perseroan Nomor 333/LSANF/SK-BOD/VIII/2010 tentang Unit Kerja Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah sejak tanggal 1 Agustus Lebih lanjut, berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Surya Artha Nusantara Finance nomor 601/LSANF/SK-BOD/III/2011 tentang Penunjukan Ketua Unit Kerja Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah tertanggal 3 Maret 2011 dan Internal Memorandum Nomor 10.01/SANF/IMO/BOD/III/2011 tertanggal 3 Maret 2011, Perseroan telah menunjuk Tiur Tamara Kardinal sebagai Ketua Unit Kerja Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah. Hingga tanggal Pendapat Hukum ini, Tiur Tamara Kardinal masih menjabat sebagai Ketua Unit Kerja Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah. Penetapan Kebijakan dan Prosedur Tertulis dan Pelaporan Pelaksanaan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah Sesuai dengan Peraturan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor PER-05/BL/2011 tanggal 30 Maret 2011, melalui surat Perseroan Nomor 287/LSANF/BOD/V/2012 tertanggal 14 Mei 2012, Perseroan telah menyampaikan pedoman pelaksanaan penerapan Prinsip Mengenal Nasabah kepada Menteri Keuangan c.q Ketua Bapepam-LK dan telah diterima oleh Bapepam-LK berdasarkan Surat Nomor S- 884/MK.10/2012 pada tanggal 19 Juni Berdasarkan Pelaksanaan Uji Tuntas, Perseroan telah menyampaikan laporan tentang penyelenggaraan program pelatihan Prinsip Mengenal Nasabah Bagi Lembaga Keuangan Non Bank terhadap karyawan Perseroan selama periode tanggal 1 Januari 2015 sampai dengan tanggal 31 Desember 2015 kepada Kepala Direktorat Pengawasan Lembaga Pembiayaan OJK sesuai Tanda Terima Nomor tanggal 4 Januari Pendapat dari Segi Hukum No.:026/WP/LO/V/2016 Hal 21 PT Surya Artha Nusantara Finance 131
156 WIYONO PARTNERSHIP A T T O R N E Y S A T L A W Unit Audit Internal Perseroan telah membentuk Unit Audit Internal sesuai dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 56/POJK.04/2015 tentang Pembentukan Dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit Internal ( POJK No. 56/2015 ). Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Surya Artha Nusantara Finance Nomor 700/LSANF/BOD/XII/2011 tertanggal 1 Desember 2011, Perseroan telah menunjuk Christine Sanjaya sebagai Kepala Audit Internal Perseroan. Hingga tanggal Pendapat Hukum ini, Christine Sanjaya masih menjabat sebagai Kepala Audit Internal Perseroan. Piagam Unit Audit Internal Perseroan yang berlaku sampai dengan tanggal Pendapat Hukum ini adalah sebagaimana tercantum dalam Piagam Audit Internal PT Surya Artha Nusantara Finance yang ditetapkan pada 30 Juni 2011 oleh Direksi Perseroan dan telah diakui dan disetujui oleh Dewan Komisaris Perseroan. Pejabat Pelaksana Fungsi Pelayanan dan Penyelesaian Pengaduan Konsumen Sesuai dengan hasil pemeriksaan Uji Tuntas, Perseroan telah membentuk unit kerja dan/atau fungsi untuk menangani dan menyelesaikan pengaduan yang diajukan konsumen sesuai dengan ketentuan Pasal 36 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan ( POJK No. 1/2013 ) dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 2/SEOJK.07/2014 tentang Pelayanan dan Penyelesaian Pengaduan Konsumen Pada Pelaku Usaha Jasa Keuangan. Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Surya Artha Nusantara Finance Nomor 321/SANF/BOD/VII/2014 tentang Penunjukan Pihak Yang Melakukan Fungsi Pelayanan dan Penyelesaian Pengaduan Konsumen ( Keputusan Direksi Nomor 321/2014 ), Perseroan telah menunjuk pejabat yang akan melakukan fungsi pelayanan dan penyelesaian pengaduan konsumen dengan rincian sebagai berikut: a. Husein Alatas selaku Credit and Risk Division Head; b. Ninda Gardina selaku Services Department Head; dan c. Tiur Tamara Kardinal selaku Corporate Secretary, Legal & UKPN Head. Masa jabatan untuk pejabat-pejabat yang melakukan fungsi pelayanan dan penyelesaian pengaduan konsumen berdasarkan Keputusan Direksi Nomor 321/2014 berlaku sejak Pendapat dari Segi Hukum No.:026/WP/LO/V/2016 Hal 22 PT Surya Artha Nusantara Finance 132
157 WIYONO PARTNERSHIP A T T O R N E Y S A T L A W tanggal 1 Juli 2014 sampai dengan adanya pemberhentian yang bersangkutan atau penunjukan pejabat yang baru. Hingga tanggal Pendapat Hukum ini, Husein Alatas, Ninda Gardina, dan Tiur Tamara Kardinal masih menjabat sebagai pejabat yang melakukan fungsi pelayanan dan penyelesaian pengaduan konsumen Perseroan. Komite Nominasi dan Remunerasi Sesuai dengan hasil pemeriksaan Uji Tuntas, Perseroan telah memiliki Komite Nominasi dan Remunerasi sesuai dengan ketentuan Pasal 2 ayat (1) dan ayat (2) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 34/POJK.04/2014 tentang Komite Nominasi dan Remunerasi Emiten atau Perusahaan Publik ( POJK No. 34/2014 ). Berdasarkan Circular Written Resolutions of The Board of Commissioners of PT Surya Artha Nusantara Finance 014/SANF/CIR/IV/2016 tanggal 7 April Susunan anggota Komite Nominasi dan Remunerasi adalah sebagai berikut: a. Hardi Montana sebagai Ketua Komite Nominasi dan Remunerasi; b. Djoko Pranoto Santoso sebagai anggota Komite Nominasi dan Remunerasi; dan c. Theresia S. Nayuti sebagai anggota Komite Nominasi dan Remunerasi. Masa jabatan para anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan berlaku efektif sejak tanggal 7 April 2016 sampai dengan penutupan RUPS Tahunan Perseroan Tahun 2018 (untuk tahun buku 2017). Perseroan telah melaporkan pengangkatan anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan kepada OJK pada tanggal 11 April Perseroan juga telah menyusun Pedoman Komite Nominasi dan Remunerasi, dan mencantumkan Pedoman tersebut pada laman (website) resmi Perseroan sesuai dengan ketentuan pada Pasal 19 ayat (1) dan (2) POJK No. 34/2014. Pegawai Pelaksana Fungsi Kepatuhan Sesuai dengan Pasal 13 POJK No. 30/2014, Perseroan wajib memiliki anggota Direksi yang membawahi fungsi kepatuhan. Anggota Direksi yang membawahi fungsi kepatuhan tidak Pendapat dari Segi Hukum No.:026/WP/LO/V/2016 Hal 23 PT Surya Artha Nusantara Finance 133
158 WIYONO PARTNERSHIP A T T O R N E Y S A T L A W boleh dirangkap oleh Direksi yang membawahkan fungsi pembiayaan, fungsi pemasaran dan fungsi keuangan, kecuali Direktur Utama. Berdasarkan struktur organisasi Perseroan sebagaimana tercantum dalam Internal Memorandum No /SANF/IMO/BOD/III/16 tertanggal 1 Maret 2016, Perseroan telah memiliki anggota Direksi yang membawahi fungsi kepatuhan, yang dilaksanakan oleh Bugie Laksamana yang sekaligus merupakan Presiden Direktur Perseroan. Berdasarkan Pasal 14 POJK No. 30/2014, Perseroan wajib memiliki satuan kerja atau pegawai yang melaksanakan fungsi kepatuhan, yang bertanggung jawab kepada anggota Direksi yang membawahkan fungsi kepatuhan. Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Surya Artha Nusantara Finance No. 663/SANF/SK-BOD/X/2015 tertanggal 5 Oktober Perseroan telah menunjuk Tiur Tamara Kardinal sebagai pegawai yang melaksanakan fungsi kepatuhan. Hingga tanggal Pendapat Hukum ini, Tiur Tamara Kardinal masih menjabat sebagai pegawai yang melaksanakan fungsi kepatuhan. Fungsi Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Sesuai dengan ketentuan Pasal 48 ayat (1) POJK No. 30/2014, Perseroan wajib memiliki satuan kerja atau pegawai yang bertanggung jawab: a. menyelenggarakan fungsi pemasaran, penerapan prinsip mengenal nasabah, analisis pembiayaan, pemantauan kualitas piutang pembiayaan, penagihan, penanganan pengaduan Debitur; b. menyusun dan menerapkan standar dan prosedur operasional pembiayaan; dan c. menyusun dan menerapkan sistem dan prosedur pengendalian internal untuk memastikan bahwa proses pemberian pembiayaan dilakukan sesuai dengan kebijakan dan strategi pembiayaan, serta tidak melanggar peraturan perundang-undangan. Berdasarkan struktur organisasi Perseroan sebagaimana tercantum dalam Internal Memorandum No /SANF/IMO/BOD/III/16 tertanggal 1 Maret 2016, Perseroan telah memiliki semua satuan kerja atau pegawai yang memiliki tanggung jawab sebagaimana ditetapkan berdasarkan Pasal 48 ayat (1) POJK No. 30/2014. Pendapat dari Segi Hukum No.:026/WP/LO/V/2016 Hal 24 PT Surya Artha Nusantara Finance 134
159 WIYONO PARTNERSHIP A T T O R N E Y S A T L A W Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sesuai dengan Pasal 3 ayat (1) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 1/POJK.07/2014 tentang Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Di Sektor Jasa Keuangan ( POJK No. 1/2014 ), Perseroan diwajibkan untuk menjadi anggota Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa di sektor jasa keuangan yang ditetapkan oleh OJK. Berdasarkan Pengumuman OJK Nomor PENG-1/D.07/2016 tentang Daftar Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Di Sektor Jasa Keuangan tertanggal 21 Januari 2016, OJK telah menetapkan Badan Mediasi Pembiayaan dan Pegadaian Indonesia ( BMPPI ) selaku Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa untuk Perusahaan Pembiayaan. Hingga tanggal Pendapat Hukum ini, Perseroan masih dalam proses pendaftaran menjadi anggota BMPPI. Lembaga Penyedia Informasi Perkreditan Berdasarkan Pasal 17 POJK No. 28/2014, Perseroan wajib terdaftar menjadi anggota Lembaga Penyedia Informasi Perkreditan yang ditetapkan oleh OJK. Hingga tanggal Pendapat Hukum ini, Perseroan masih dalam proses pendaftaran menjadi anggota Lembaga Penyedia Informasi Perkreditan. Perseroan wajib terdaftar sebagai anggota paling lambat 19 November Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia Sesuai dengan Pasal 18 POJK No. 28/2014, Perseroan wajib terdaftar menjadi anggota asosiasi yang menaungi perusahaan pembiayaan di Indonesia. Berdasarkan hasil Uji Tuntas, Perseroan telah memenuhi ketentuan Pasal 18 POJK No. 28/2014 dengan menjadi anggota dari Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia ( APPI ) Rencana Bisnis Tahunan Sesuai Pasal 52 ayat (1) dan ayat (2) POJK No. 30/2014, Perseroan wajib menyusun rencana bisnis tahunan yang paling sedikit meliputi: a. ringkasan eksekutif; Pendapat dari Segi Hukum No.:026/WP/LO/V/2016 Hal 25 PT Surya Artha Nusantara Finance 135
160 WIYONO PARTNERSHIP A T T O R N E Y S A T L A W b. kebijakan dan strategi manajemen; c. penerapan manajemen risiko dan kepatuhan; d. penetapan Tata Kelola Yang Baik Perusahaan; e. kinerja keuangan Perusahaan periode sebelumnya; f. proyeksi laporan keuangan beserta asumsi yang digunakan; g. proyeksi rasio-rasio dan tingkat kesehatan keuangan; h. rencana pengembangan dan pemasaran pembiayaan; i. rencana pengembangan dan/atau perubahan jaringan kantor; j. rencana permodalan; k. rencana pendanaan; l. rencana pengembangan organisasi dan sumber daya manusia; dan m. informasi lainnya. Berdasarkan Pasal 52 ayat (4) POJK No. 30/2014, Perseroan wajib menyampaikan rencana bisnis tahunan untuk pertama kali ke OJK paling lambat tanggal 30 Januari Perseroan telah menyusun rencana bisnis tahunan sesuai dengan ketentuan Pasal 52 ayat (2) POJK No. 30/2014 dan Perseroan telah menyampaikan laporan rencana bisnis tahunan untuk periode tahun 2016 melalui Surat Perseroan No. 100/LSANF/BOD/I/2016 tanggal 26 Januari 2016 yang ditujukan kepada Kepala Direktorat Pengawasan Lembaga Pembiayaan dan telah diterima oleh OJK berdasarkan Tanda Terima No tanggal 29 Januari Dalam melaksanakan kegiatan usahanya, Perseroan telah memperoleh izin dari Menteri Keuangan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan RI tentang Pemberian Izin Usaha Lembaga Pembiayaan Kepada PT Surya Artha Nusantara Finance Nomor 1660/KMK.013/1990 tanggal 31 Desember Perseroan telah memperoleh izin untuk membuka kantor cabang di kota Medan, Pekanbaru, Palembang, Bandung, Semarang, Surabaya, Pontianak, Banjarmasin, Samarinda, Ujung Pandang, dan Jayapura berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor Kep-112/KM.17/1994 tertanggal 13 Mei 1994 tentang Pemberian Izin Usaha Kantor Cabang PT Surya Artha Nusantara Finance di Medan, Pekanbaru, Palembang, Bandung, Semarang, Surabaya, Pontianak, Banjarmasin, Samarinda, Ujung Pandang, dan Jayapura. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 1251/KMK.013/1988 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Lembaga Pembiayaan sebagaimana diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 1256/KMK.00/1989 ( Permenkeu No. 1251/1988 ) tidak mengatur Pendapat dari Segi Hukum No.:026/WP/LO/V/2016 Hal 26 PT Surya Artha Nusantara Finance 136
161 WIYONO PARTNERSHIP A T T O R N E Y S A T L A W mengenai pelaksanaan kegiatan usaha kantor cabang ataupun sanksi dari tidak dibukanya kantor cabang berdasarkan izin usaha kantor cabang yang telah diperoleh Perseroan. Perseroan juga telah memperoleh izin untuk membuka kantor cabang di Balikpapan, Jambi, Padang dan Lampung berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor Kep-099/KM.17/1997 tertanggal 31 Maret 1997 tentang Pemberian Izin Usaha Kantor Cabang PT Surya Artha Nusantara Finance di Balikpapan, Jambi, Padang dan Lampung. Permenkeu No. 1251/1988 sebagaimana diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 468/KMK.017/1995 tidak mengatur mengenai pelaksanaan kegiatan usaha kantor cabang ataupun sanksi dari tidak dibukanya kantor cabang berdasarkan izin usaha kantor cabang yang telah diperoleh Perseroan. Berdasarkan pemeriksaan dokumen yang disampaikan kepada kami, Perseroan tidak membuka kantor cabang. Perseroan memiliki kantor pusat yang beralamat di Gedung 18 Office Park, lantai 23, Jalan T.B. Simatupang No. 18, Jakarta Selatan dan hanya memiliki 11 kantor selain kantor cabang yang tersebar di kota Medan, Pekanbaru, Palembang, Jambi, DKI Jakarta, Surabaya, Makassar, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, dan Pontianak. Seluruh kantor selain kantor cabang Perseroan bertanggungjawab dan dikoordinasikan oleh kantor pusat. Kantor selain kantor cabang yang dimiliki Perseroan hanya berfungsi sebagai titik penghubung (point of contact) antara Perseroan yang berkantor di Jakarta dengan nasabahnasabahnya yang berada di luar Jakarta. Kantor selain kantor cabang yang dimiliki oleh Perseroan tidak mempunyai kewenangan untuk memberikan persetujuan pembiayaan kepada calon debitur dan menandatangani perjanjian atau kontrak pembiayaan dengan debitur sebagaimana diatur pada Pasal 48 POJK No. 28/2014. Oleh karenanya kantor selain kantor cabang tersebut tidak berfungsi sebagaimana layaknya kantor cabang. Berdasarkan Pasal 46 POJK No. 28/2014, apabila dalam jangka waktu 6 (enam) bulan tersebut secara terus menerus, kantor cabang tidak melaksanakan kegiatan usahanya, maka OJK dapat mencabut izin pembukaan kantor cabang yang diperoleh Perseroan. Hingga tanggal Pendapat Hukum ini, OJK atau Menteri Keuangan tidak melakukan pencabutan izin pembukaan kantor cabang yang diperoleh Perseroan. Pendapat dari Segi Hukum No.:026/WP/LO/V/2016 Hal 27 PT Surya Artha Nusantara Finance 137
162 WIYONO PARTNERSHIP A T T O R N E Y S A T L A W Selain izin tersebut di atas, Perseroan juga telah memperoleh izin-izin material lain yaitu: a. Surat Keterangan Domisili Perusahaan No. 027/ / / /2015 tertanggal 27 Januari 2016; b. Nomor Pokok Wajib Pajak Nomor Pokok Wajib Pajak: ; dan c. Surat Keterangan Terdaftar Wajib Pajak No. PEM-00028/WPJ.06/KP.1203/2010 tertanggal 3 Maret Berdasarkan pelaksanaan Uji Tuntas, izin-izin material di atas tersebut masih berlaku hingga tanggal Pendapat Hukum ini, termasuk Surat Keterangan Domisili Perusahaan yang berlaku hingga tanggal 27 Januari Hingga tanggal Pendapat Hukum ini, Perseroan masih dalam proses pengajuan Tanda Daftar Perusahaan pengganti sehubungan dengan perubahan alamat kantor pusat Perseroan. 6. Berdasarkan pelaksanaan Uji Tuntas, Perseroan telah menjadi Emiten dengan jangka waktu lebih dari 2 (dua) tahun dan Perseroan tidak pernah mengalami kondisi gagal bayar selama 2 (dua) tahun terhitung sebelum tanggal Pendapat Hukum ini. Perseroan telah memenuhi persyaratan pihak yang dapat melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan berdasarkan ketentuan Pasal 3 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 36/POJK.04/2014 tentang Penawaran Umum Berkelanjutan Efek Bersifat Utang Dan/Atau Sukuk. 7. Hingga tanggal Pendapat Hukum ini, ketentuan mengenai Tingkat Kesehatan Keuangan yang terdapat dalam Pasal 25 POJK No. 29/2014 tidak dapat diterapkan pada Perseroan karena berdasarkan pasal 25 ayat (3) POJK No. 29/2014, pengukuran tingkat kesehatan keuangan diatur lebih lanjut dalam Surat Edaran OJK No. 1 Tahun 2016 tentang Tingkat Kesehatan Keuangan Perusahaan Pembiayaan ( SEOJK No. 1/2016 ) yang baru berlaku efektif tanggal 1 Juli Berdasarkan Surat Keterangan B 593-DIS/TCS/04/2016 tertanggal 26 April 2016 dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk selaku wali amanat, Perseroan tidak memiliki kewajiban yang timbul sehubungan dengan pelaksanaan perjanjian perwaliamanatan dari penerbitan obligasi terdahulu yang tidak dipenuhi oleh Perseroan kepada wali amanat. 9. Dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi II Tahap I, sampai dengan tanggal Pendapat Hukum ini, Perseroan telah menandatangani perjanjian-perjanjian sebagai berikut: Pendapat dari Segi Hukum No.:026/WP/LO/V/2016 Hal 28 PT Surya Artha Nusantara Finance 138
163 WIYONO PARTNERSHIP A T T O R N E Y S A T L A W a. PWA Obligasi II Tahap I; b. PPEO Obligasi II Tahap I; c. Akta Pernyataan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi II SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap No. 71 tertanggal 29 Maret 2016 sebagaimana diubah melalui Akta Addendum I Pernyataan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi II SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap No. 102 tertanggal 26 April 2016, dan diubah terakhir dengan Akta Addendum II Pernyataan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi II SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap No. 60 tertanggal 25 Mei 2016, ketiganya dibuat dihadapan Linda Herawati, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta Pusat; d. Perjanjian Agen Pembayaran sebagaimana dimuat dalam Akta No. 74 tertanggal 29 Maret 2016 dibuat dihadapan Linda Herawati, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta Pusat; e. Akta Pengakuan Hutang Obligasi Berkelanjutan II SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2016 No. 62 tertanggal 25 Mei 2016, dibuat dihadapan Linda Herawati, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta Pusat; f. Akta Perjanjian Agen Jaminan No. 63 tertanggal 25 Mei 2016, dibuat dihadapan Linda Herawati, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta Pusat; g. Akta Jaminan Fidusia No. 64 tertanggal 25 Mei 2016, dibuat dihadapan Linda Herawati, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta Pusat; h. Perjanjian Pendahuluan Pencatatan Efek Nomor SP-00004/BEI.PPI/ tertanggal 29 Maret 2016 antara Perseroan dengan PT Bursa Efek Indonesia; i. Perjanjian Pendaftaran Obligasi di KSEI Nomor SP-0013/PO/KSEI/0316 tertanggal 29 Maret 2016 antara Perseroan dengan KSEI. (untuk selanjutnya dokumen-dokumen tersebut di atas disebut sebagai Dokumen Transaksi ). Dokumen Transaksi telah ditandatangani oleh Perseroan secara sah, berlaku terhadap dan mengikat Perseroan serta tidak bertentangan dengan ketentuan Anggaran Dasarnya serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. PWA Obligasi II Tahap I telah dibuat sesuai dengan ketentuan Peraturan Nomor VI.C Berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan, Perseroan wajib memperoleh persetujuan Dewan Komisaris tertulis terlebih dahulu apabila Perseroan akan menimbulkan hutang atau kewajiban finansial serupa lainnya (atau hak tanggungan, hipotik, gadai atau jaminan hutang dalam bentuk lainnya), kecuali hutang dagang biasa atau kewajiban finansial yang timbul dari kegiatan usaha sehari-hari, dengan nilai lebih dari US$ (dua ratus ribu Dolar Amerika Serikat) atau nilai yang ekuivalen apabila dikonversi ke dalam mata uang lain dengan menggunakan kurs yang berlaku, dimana nilai tersebut dapat disesuaikan oleh Dewan Komisaris sewaktu-waktu. Pendapat dari Segi Hukum No.:026/WP/LO/V/2016 Hal 29 PT Surya Artha Nusantara Finance 139
164 WIYONO PARTNERSHIP A T T O R N E Y S A T L A W Lebih lanjut, Perseroan wajib memperoleh persetujuan rapat umum pemegang saham ( RUPS ) untuk memindahkan atau dengan cara lain mengalihkan atau menjaminkan seluruh atau sebagian besar aset Perseroan dalam satu tahun buku, baik dalam satu transaksi atau beberapa transaksi yang berdiri sendiri ataupun yang berkaitan satu sama lain. RUPS tersebut wajib dihadiri oleh pemegang saham yang memegang tidak kurang dari 75% (tujuh puluh lima persen) dari seluruh saham yang dikeluarkan oleh Perseroan dengan hak suara, dengan ketentuan bahwa baik PT Sedaya Multi Investama dan Marubeni Corporation harus diwakili dalam RUPS tersebut dan keputusannya harus disetujui oleh lebih dari 75% (tujuh puluh lima persen) dari jumlah seluruh suara yang dikeluarkan dalam RUPS tersebut. Untuk melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi II Tahap I serta pembebanan jaminan fidusia atas sebagian piutang Perseroan sebagai jaminan atas Obligasi II Tahap I, Perseroan telah mendapatkan persetujuan dari Dewan Komisaris dan seluruh Pemegang Saham Perseroan sebagaimana dimuat dalam Persetujuan Dewan Komisaris dan Persetujuan Pemegang Saham yang telah diuraikan di bagian awal Pendapat Hukum ini. Dengan demikian, berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan, Persetujuan Dewan Komisaris dan Persetujuan Pemegang Saham, Perseroan memiliki kewenangan untuk menandatangani dan melaksanakan kewajibannya berdasarkan Dokumen Transaksi. 11. Obligasi II Tahap I akan dijamin dengan jaminan fidusia atas piutang Perseroan yang nilai objek jaminannya tidak kurang dari 60% (enam puluh persen) dari jumlah pokok Obligasi II Tahap I yang terhutang, dengan ketentuan piutang tersebut tidak melewati jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari kalender sejak berakhirnya penagihan dan tetap tidak dibayar oleh nasabah Perseroan ( Piutang ). Dalam hal jumlah Piutang yang dijaminkan kurang dari persyaratan minimum tersebut, maka Perseroan wajib menyediakan uang tunai sejumlah kekurangan tersebut yang disimpan pada rekening penampungan yang ada pada bank yang ditunjuk oleh Perseroan (sebagaimana ditunjukkan dalam laporan triwulanan dari Perseroan kepada Wali Amanat) dengan persetujuan Wali Amanat, untuk menjamin Obligasi II Tahap I. Apabila jaminan fidusia tidak cukup untuk melunasi kewajiban Perseroan berdasarkan Obligasi II Tahap I, maka sesuai Pasal 1131 dan 1132 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, seluruh harta kekayaan Perseroan baik yang berupa barang bergerak maupun tidak bergerak, baik yang ada dan yang akan ada di kemudian hari menjadi jaminan atas Obligasi II Tahap I. Pendapat dari Segi Hukum No.:026/WP/LO/V/2016 Hal 30 PT Surya Artha Nusantara Finance 140
165 WIYONO PARTNERSHIP A T T O R N E Y S A T L A W 12. Pada tanggal Pendapat Hukum ini, Perseroan tidak memiliki penyertaan saham pada perusahaan lain. 13. Bahwa sejak tanggal LUTSH Obligasi Tahap III sampai dengan tanggal Pendapat Hukum ini, Perseroan telah menyampaikan kepada Kementerian Perdagangan, OJK, Bank Indonesia, Wali Amanat, BEI serta KSEI laporan-laporan sebagai berikut: a. Laporan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2015; b. Laporan Bulanan untuk periode Agustus 2015 sampai dengan April 2016; c. Laporan Keuangan Tahunan 2015 yang telah diaudit oleh akuntan publik; d. Laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi komprehensif singkat tahun buku 2015; e. Laporan Tahunan 2015; f. Laporan Rencana Bisnis Tahunan 2016; g. Laporan realisasi penggunaan dana penawaran umum periode Desember 2015; h. Laporan hasil penilaian tingkat risiko periode per tanggal 31 Desember 2015; i. Laporan keuangan triwulan III 2015 dan laporan keuangan triwulan I 2016; j. Laporan perubahan alamat kantor Pusat; k. Laporan perubahan alamat kantor selain kantor cabang Perseroan di Jakarta Selatan; l. Laporan hasil penyelenggaraan edukasi untuk meningkatkan literasi keuangan kepada konsumen dan/atau masyarakat untuk tahun 2015; m. Laporan Pelayanan dan Penyelesaian Pengaduan Konsumen untuk periode Juli 2015 sampai dengan September 2015,periode Oktober 2015 sampai dengan Desember 2015 dan periode Januari 2016 sampai dengan Maret 2016; n. Laporan kegiatan lalu lintas devisa dan pelaporan kegiatan penerapan prinsip kehatihatian dalam pengelolaan utang luar negeri korporasi non bank; o. Laporan pengangkatan kembali Komite Nominasi dan Remunerasi; dan p. Laporan pengangkatan kembali Komite Audit. 14. Berdasarkan Laporan Keuangan Tahunan Perseroan untuk periode pembukuan yang berakhir pada 31 Desember 2015, jumlah Piutang Perseroan berdasarkan Piutang Sewa Pembiayaan, Piutang Pembiayaan Konsumen, Tagihan Anjak Piutang, dan Fasilitas Modal Usaha per 31 Desember 2015 adalah sebagai berikut: a. Piutang Perseroan yang bersumber dari Sewa Pembiayaan dengan total nilai outstanding bersih adalah sebesar Rp (tiga triliun empat ratus tujuh puluh sembilan miliar tiga puluh empat juta Rupiah); b. Piutang Perseroan yang bersumber dari Pembiayaan Konsumen dengan total nilai outstanding bersih adalah sebesar Rp (delapan ratus tiga puluh empat miliar delapan ratus lima puluh delapan juta Rupiah); Pendapat dari Segi Hukum No.:026/WP/LO/V/2016 Hal 31 PT Surya Artha Nusantara Finance 141
166 WIYONO PARTNERSHIP A T T O R N E Y S A T L A W c. Piutang Perseroan yang bersumber dari Anjak Piutang dengan total nilai outstanding bersih adalah sebesar Rp (dua puluh lima miliar lima ratus dua puluh empat juta Rupiah); dan d. Piutang Perseroan yang bersumber dari Fasilitas Modal Usaha dengan total nilai outstanding bersih adalah sebesar Rp (sembilan ratus dua puluh miliar lima ratus dua puluh sembilan juta Rupiah). Pada tanggal Pendapat Hukum ini, Perseroan telah melakukan penyesuaian Perjanjian dengan cara Sewa Pembiayaan, Perjanjian dengan cara Pembiayaan Konsumen, Perjanjian dengan cara Anjak Piutang, dan Perjanjian dengan cara Fasilitas Modal Usaha dengan ketentuan persyaratan perjanjian baku sebagaimana termuat pada POJK No. 1/2013 dan Surat Edaran OJK No. 13/SEOJK.07/2014 tentang Perjanjian Baku ( SEOJK No. 13/2013 ) dan ketentuan mengenai perjanjian pembiayaan yang terdapat pada POJK No. 29/2014. Perseroan memiliki kendaraan bermotor berupa 13 (tiga belas) unit mobil dengan rincian sebagai berikut: a. 9 (sembilan) unit mobil diantaranya bermerek Daihatsu Terios LS Extra A/T tahun 2011; b. 3 (tiga) unit mobil bermerek Toyota NAV1 2.0 V AT tahun 2014; dan c. 1 (satu) unit mobil bermerek Toyota GRAND NEW KIJANG INNOVA G BENSIN A/T FACELIFT Seluruh kendaraan bermotor milik Perseroan tersebut di atas telah diasuransikan kepada PT Asuransi Astra Buana dengan masa pertanggungan sampai dengan 1 Juni Berdasarkan Laporan Keuangan Tahunan Perseroan untuk periode pembukuan yang berakhir pada 31 Desember 2015, nilai buku bersih dari peralatan dan perabot kantor adalah sebesar Rp (tiga miliar tujuh ratus empat puluh sembilan juta Rupiah) dan prasarana sebesar Rp (lima ratus lima puluh sembilan juta Rupiah). Berdasarkan Laporan Keuangan Tahunan Perseroan untuk periode pembukuan yang berakhir pada 31 Desember 2015, Perseroan memiliki harta kekayaan dalam bentuk benda tetap (fixed assets) dalam bentuk bangunan sebesar Rp (lima puluh dua miliar lima ratus enam puluh tujuh juta Rupiah), dan Perseroan tidak memiliki Hak atas Kekayaan Intelektual terdaftar atas nama Perseroan. Berdasarkan dokumen yang kami periksa dalam rangka pelaksanaan Uji Tuntas, asuransi yang dimiliki oleh Perseroan memiliki nilai pertanggungan yang memadai untuk menanggung risiko yang dipertanggungkan. Pendapat dari Segi Hukum No.:026/WP/LO/V/2016 Hal 32 PT Surya Artha Nusantara Finance 142
167 WIYONO PARTNERSHIP A T T O R N E Y S A T L A W Harta kekayaan Perseroan yang ada pada tanggal Pendapat Hukum ini dikuasai dan/atau dimiliki secara sah oleh Perseroan dan harta kekayaan tersebut tidak berada dalam sengketa dengan pihak lain. Berdasarkan pelaksanaan Uji Tuntas, sebagian besar piutang Perseroan yang bersumber dari Sewa Pembiayaan, Anjak Piutang, Fasilitas Modal Usaha, dan Pembiayaan Konsumen yang merupakan bagian dari harta kekayaan Perseroan telah dijaminkan kepada beberapa kreditur Perseroan untuk menjamin pemenuhan kewajiban Perseroan berdasarkan perjanjian kredit dan surat utang (medium term notes dan obligasi) yang telah diterbitkan oleh Perseroan. Dalam hal terjadi peristiwa kelalaian oleh Perseroan yang mengakibatkan dapat dieksekusinya jaminan atas hutang tersebut, yakni berupa piutang usaha, maka hal tersebut dapat memberikan dampak material terhadap kelangsungan usaha Perseroan. 15. Berdasarkan Laporan Keuangan Tahunan Perseroan untuk periode pembukuan yang berakhir pada 31 Desember 2015, Perseroan memiliki 138 (seratus tiga puluh delapan) karyawan. Sesuai keterangan Perseroan, gaji terendah karyawan Perseroan per tanggal 1 Januari 2016 adalah sebesar Rp (tiga juta seratus ribu Rupiah). Para karyawan Perseroan tidak mendirikan serikat pekerja. Perseroan telah memenuhi kewajibannya sehubungan dengan Upah Minimum yang berlaku bagi Perseroan. Perseroan telah memenuhi kewajiban untuk membuat laporan ketenagakerjaan dan didaftarkan di Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta dengan Nomor Pendaftaran 4297/ / /1.837/2015 tertanggal 30 Juli Berdasarkan Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang No. 7 Tahun 1981 tentang Wajib Lapor Ketenagakerjaan di Perusahaan dan Pasal 2 ayat (1) Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 14 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pelaporan Ketenagakerjaan di Perusahaan, kewajiban untuk memiliki WLTK melekat pada kantor pusat, kantor cabang, dan bagian perusahaan yang berdiri sendiri. Kantor selain Kantor Cabang tidak melakukan kegiatan usaha, sehingga Kantor selain Kantor Cabang tidak dapat berdiri sendiri. Kantor selain kantor cabang Perseroan tidak dipersyaratkan oleh peraturan perundangan yang berlaku untuk memiliki Surat Keterangan Domisili Perusahaan, Tanda Daftar Perusahaan, dan Wajib Lapor Ketenagakerjaan karena hanya berfungsi sebagai titik penghubung (point of contact). Pendapat dari Segi Hukum No.:026/WP/LO/V/2016 Hal 33 PT Surya Artha Nusantara Finance 143
168 WIYONO PARTNERSHIP A T T O R N E Y S A T L A W Peraturan Perusahaan Peraturan perusahaan Perseroan telah mendapatkan pengesahan Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja berdasarkan keputusan Nomor KEP.161/PHIJSK-PKKAD/PP/II/2015 tertanggal 23 Februari Berdasarkan keputusan tersebut, peraturan perusahaan Perseroan berlaku sampai dengan tanggal 31 Januari Tenaga Kerja Asing Sehubungan dengan penggunaan tenaga kerja asing, Perseroan telah memperoleh Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing ( RPTKA ). Hingga tanggal Pendapat Hukum ini, Perseroan mempekerjakan 1 (satu) orang direktur dan 1 (satu) orang komisaris asing yang berkewarganegaraan asing dengan rincian sebagai berikut: 1. Yasuaki Yoshino, sebagai Risk Director; dan 2. Jiro Itai, sebagai Komisris Perseroan Perseroan telah memperoleh Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing ( IMTA ) untuk mempekerjakan Yasuaki Yoshino sebagai Direktur Perseroan berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor: KEP.21290/MEN/P/IMTA/2012 tentang Pemberian Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing tertanggal 2 November 2012 dengan jabatan Direktur Resiko (Risk Director) Perseroan, yang mana izin tersebut diperpanjang terakhir dengan Keputusan Kepala Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta No: 1660/IMTA/ODS/11.5/31/1.837/2015 tentang Pemberian Perpanjangan IMTA tertanggal 27 Agustus 2015, dengan masa berlaku perpanjangan IMTA sejak 27 Agustus 2015 sampai dengan 25 Agustus Berdasarkan pasal 37 ayat (2) Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 16 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing ( Permenakertrans No. 16/2015 ) jo. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 16 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing ( Permenakertrans No. 35/2015 ), anggota dewan komisaris yang berdomisili diluar negeri tidak wajib untuk memiliki IMTA. Pendapat dari Segi Hukum No.:026/WP/LO/V/2016 Hal 34 PT Surya Artha Nusantara Finance 144
169 WIYONO PARTNERSHIP A T T O R N E Y S A T L A W Berdasarkan keterangan Perseroan, Jiro Itai berdomisili di luar negeri, sehingga dengan demikian Jiro Itai tidak wajib memiliki IMTA. Sesuai Pasal 15 ayat (1) dan (2) POJK No. 28/2014, Perseroan dapat menggunakan tenaga kerja asing untuk dipekerjakan sebagai: a. tenaga ahli dengan level jabatan satu tingkat di bawah Direksi; b. penasihat; atau c. konsultan. Berdasarkan hasil Uji Tuntas, Perseroan tidak mempekerjakan tenaga kerja asing sebagai tenaga ahli, penasihat, atau konsultan sebagaimana diatur pada Pasal 15 POJK No. 28/2014. Dana Pensiun Perseroan telah mengikutsertakan pegawainya dalam program dana pensiun Dana Pensiun Astra Satu dan Dana Pensiun Astra Dua. Jaminan Sosial Tenaga Kerja ( Jamsostek )/Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ( BPJS ) Ketenagakerjaan Perseroan telah mengikutsertakan tenaga kerjanya (baik karyawan tetap maupun karyawan kontrak) dalam sertifikat kepesertaan program Jamsostek Nomor 91AJ2016 tertanggal 9 Februari 2010 terdaftar atas nama PT Surya Artha Nusantara Finance (JJ020135). Sehingga dengan demikian, karyawan Perseroan telah terdaftar secara sendirinya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Berdasarkan hasil pelaksanaan Uji Tuntas, Perseroan telah memenuhi kewajiban terkait ketenagakerjaan dan tidak terdapat pelanggaran atau bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Perseroan telah memenuhi kewajiban mengenai Upah Minimun, Penyimpangan Waktu Kerja, Pendaftaran Peserta BPJS Ketenagakerjaan, Wajib Lapor Tenaga Kerja (WLTK), Peraturan Perusahaan, Perizinan Menggunakan Tenaga Kerja Asing, Izin Kerja Malam Bagi Wanita dan Dana Pensiun. 16. Perjanjian-perjanjian penting dan material serta perjanjian-perjanjian kredit yang sampai dengan tanggal Pendapat Hukum ini Perseroan menjadi pihak di dalamnya adalah masih berlaku dan mengikat Perseroan dan tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku. Pendapat dari Segi Hukum No.:026/WP/LO/V/2016 Hal 35 PT Surya Artha Nusantara Finance 145
170 WIYONO PARTNERSHIP A T T O R N E Y S A T L A W 17. Perseroan telah memberikan pemberitahuan sehubungan dengan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi II Tahap I kepada para krediturnya sebagaimana dipersyaratkan berdasarkan perjanjian kredit yang pada tanggal Pendapat Hukum ini mengikat Perseroan. Tidak terdapat ketentuan ataupun pembatasan berdasarkan perjanjian-perjanjian penting dan material serta perjanjian-perjanjian kredit yang pada tanggal Pendapat Hukum ini mengikat Perseroan yang merugikan hak pemegang Obligasi II Tahap I atau menghalangi Perseroan untuk melaksanakan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi II Tahap I selain dari persyaratan untuk melakukan pemberitahuan yang telah dilakukan oleh Perseroan sebagaimana tersebut di atas. 18. Dengan merujuk pada Laporan Keuangan Tahunan Perseroan untuk periode pembukuan yang berakhir pada 31 Desember 2015 dan keterangan Perseroan, Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi II Tahap I tidak menyebabkan Perseroan melanggar ketentuan Pasal 46 ayat (1) POJK Nomor 29/2014 karena jumlah pinjaman dibandingkan dengan jumlah modal sendiri (networth) dan pinjaman subordinasi dikurangi penyertaan (gearing ratio) Perseroan masih di bawah 10 (sepuluh) kali. 19. Perseroan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan penjamin pelaksana emisi Obligasi II Tahap I, wali amanat, para profesi penunjang pasar modal, PT Pemeringkat Efek Indonesia yang terlibat dalam Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi II Tahap I. Perseroan tidak memiliki hubungan kredit dalam jumlah lebih dari 25% (dua puluh lima persen) dari nilai Obligasi II Tahap I dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., selaku wali amanat dalam Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi II Tahap I. 20. Berdasarkan pemeriksaan terhadap keterangan Perseroan dan pernyataan dari setiap anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan, Perseroan dan setiap anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris Perseroan tidak terlibat dalam suatu proses perkara pidana, perkara perdata, perkara kepailitan atau penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU), perkara perpajakan, perkara sengketa perburuhan, perkara tata usaha negara dan arbitrase yang sedang dalam proses pemeriksaan pada lembaga pengadilan dan arbitrase atau dalam tahap somasi, kecuali yang diuraikan di bawah ini: a. perkara pidana terkait dengan salah satu nasabah Perseroan bernama Sdr. Achmad Wahyudi dengan Laporan Polisi Nomor LP/L/128/XI/2012/SPKT tanggal 17 Oktober 2012 dimana Perseroan menjadi pihak terlapor, dan laporan Polisi Nomor LP/3692/X/2012/PMJ/Dit Reskrimum tanggal 25 Oktober 2012 dimana Perseroan sebagai pihak pelapor. Dalam kasus ini Perseroan dan Sdr. Achmad Wahyudi saling Pendapat dari Segi Hukum No.:026/WP/LO/V/2016 Hal 36 PT Surya Artha Nusantara Finance 146
171 WIYONO PARTNERSHIP A T T O R N E Y S A T L A W melaporkan kepada kepolisian Republik Indonesia terkait dengan dugaan penggelapan. Kasus ini bermula dari Sdr. Achmad Wahyudi mengalami gagal bayar terhadap total 16 (enam belas) perjanjian pembiayaan untuk 27 (dua puluh tujuh) unit alat berat. Sdr. Achmad Wahyudi kemudian meminjam 4 (empat) buah invoice alat berat kepada Perseroan dengan alasan hendak menjual keempat unit alat berat tersebut agar dapat digunakan untuk memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian-perjanjian pembiayaan dengan Perseroan. Peminjaman tersebut disertai dengan janji melakukan pembayaran serta mempersilahkan Perseroan untuk mencairkan giro jaminan yang Sdr. Achmad Wahyudi berikan kepada Perseroan. Namun Sdr. Achmad Wahyudi tidak kunjung melakukan pembayaran sebagaimana yang dijanjikan serta giro yang diberikan ternyata tidak dapat dicairkan karena saldo tidak mencukupi, dan keempat invoice yang dipinjamnya juga tidak dikembalikan kepada Perseroan. Perseroan kemudian melakukan penarikan terhadap unit-unit alat berat yang dibiayai, namun terdapat 3 (tiga) unit alat berat yang belum ditarik karena tidak diketahui keberadaannya, dan Sdr. Achmad Wahyudi juga tidak menyerahkan ketiga unit alat berat tersebut kepada Perseroan. Sejak tanggal emisi Obligasi Tahap III hingga tanggal Pendapat Hukum ini, tidak terdapat kemajuan atau perkembangan atau peningkatan status pemeriksaan terhadap laporan-laporan tersebut. Nilai dari Perkara tersebut tidak material dan tidak memiliki dampak material terhadap kelangsungan usaha Perseroan. b. PT Herpanta Mas Abadi, beralamat di Jl. Raya Sidikalang Kel. Huta Paung, Kec. Pollung, Kab. Humbang Hasundutan Medan, melakukan somasi terhadap Perseroan. Kasus ini bermula dari adanya cidera janji oleh PT Herpanta Mas Abadi, dimana PT Herpanta Mas Abadi lalai untuk membayar cicilan angsuran sewa guna usaha. Karena PT Herpanta Mas Abadi terus menerus lalai untuk melaksanakan kewajiban pembayarannya, maka Perseroan melaksanakan haknya berdasarkan perjanjian sewa guna usaha dengan menarik kembali dua unit Komatsu type Excavator model PC200 7 serial number C75873 dan C Sejak tanggal emisi Obligasi Tahap III hingga tanggal Pendapat Hukum ini, tidak terdapat perubahan kondisi ataupun status sehubungan dengan somasi terhadap Pendapat dari Segi Hukum No.:026/WP/LO/V/2016 Hal 37 PT Surya Artha Nusantara Finance 147
172 WIYONO PARTNERSHIP A T T O R N E Y S A T L A W Perseroan oleh PT Herpanta Mas Abadi. Nilai dari perselisihan tersebut tidak material dan tidak memiliki dampak material terhadap kelangsungan usaha Perseroan. c. Pemanggilan oleh Polisi sebagai saksi terkait kasus Tindak Pidana Penipuan, dimana Perseroan diminta agar menunjuk satu orang staff Perseroan sebagai saksi dalam kasus Donny Sugiarto Lauwani, dengan cara menawarkan pembelian IUP Eksplorasi PT Adas Abadi, PT Prabakti Kaltim, dan PT Semesta Raya Mineral, serta pengurusan peningkatan IUP Eksplorasi (d/h Kuasa Eksplorasi) tersebut menjadi IUP Operasi Produksi secara melawan hukum. Staff yang dimaksudkan agar datang dan bertemu dengan penyidik KOMBES POL JAYADI, SIK, MH dan Tim pada hari Jumat, tanggal 10 Juli 2015 bertempat di ruang 208 Kantor Subdit V/Jatanwil Dittipidum Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo Nomor 3 Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Pemanggilan salah satu karyawan Perseroan sebagai saksi untuk memberikan informasi keterkaitan surat pernyataan dari Donny Sugiarto Lauwani tanggal 11 April 2011 yang isi pokoknya adalah IUP Eksplorasi akan diserahkan setelah penyelesaian antara Perseroan dengan Donny Sugiarto Lauwani dan keberadaan dokumen asli/fotokopi legalisir IUP Eksplorasi PT Adas Abadi yang dijaminkan kepada Perseroan. Sejak tanggal emisi Obligasi Tahap III hingga tanggal Pendapat Hukum ini, tidak terdapat perubahan kondisi ataupun status sehubungan dengan kasus Donny Sugiarto Lauwani. Nilai dari perselisihan tersebut tidak material dan tidak memiliki dampak material terhadap kelangsungan usaha Perseroan. 21. Berdasarkan hasil pelaksanaan Uji Tuntas, Perseroan telah memenuhi seluruh kewajiban perpajakannya. 22. Informasi yang berkaitan dengan aspek hukum sebagaimana dimuat dalam Prospektus Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan II SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2016 tidak bertentangan dengan hasil Uji Tuntas yang diuraikan dalam LUTSH. Pendapat hukum ini menggantikan pendapat hukum kami sebagaimana dimuat dalam surat kami nomor Ref. No.: 021/WP/LO/IV/2016 tertanggal 27 April 2016, sehingga pendapat hukum dalam surat kami tersebut dengan ini dinyatakan tidak berlaku lagi. Pendapat dari Segi Hukum No.:026/WP/LO/V/2016 Hal 38 PT Surya Artha Nusantara Finance 148
173 WIYONO PARTNERSHIP A T T O R N E Y S A T L A W Demikian Pendapat Hukum ini kami buat dengan sebenarnya berdasarkan data-data dan dokumen-dokumen yang kami peroleh selaku Konsultan Hukum yang independen dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan kami bertanggung jawab atas Pendapat Hukum ini. Hormat kami, WIYONO PARTNERSHIP Wiyono Sari, S.H., LL.M. STTD Nomor: 579/PM/STTD-KH/2006 Tembusan: - Yth. Ketua Otoritas Jasa Keuangan - Yth. Direksi PT Bursa Efek Indonesia - Yth. Direksi PT CIMB Securities Indonesia - Yth. Direksi PT Danareksa Sekuritas - Yth. Direksi PT DBS Vickers Securities Indonesia - Yth. Direksi PT Mandiri Sekuritas - Yth. Direksi PT MNC Securities - Yth. Direksi PT RHB Securities Indonesia - Yth. Direksi PT Indo Premier Securities Pendapat dari Segi Hukum No.:026/WP/LO/V/2016 Hal 39 PT Surya Artha Nusantara Finance 149
174 Halaman ini sengaja dikosongkan 150
175 XV. LAPORAN KEUANGAN PERSEROAN DAN ENTITAS ANAK BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN 151
176 Halaman ini sengaja dikosongkan
177 153
178 154
179 155
180 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE LAPORAN POSISI KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) Catatan/ Notes *) 2013 *) ASET ASSETS Kas dan setara kas Cash and cash equivalents - Pihak berelasi 2c,2e,2s,4,20 42, , ,563 Related parties - - Pihak ketiga 2c,2e,4 1,206,671 1,291, ,127 Third parties - Piutang sewa pembiayaan Finance lease receivables setelah dikurangi penyisihan net of allowance for impairment kerugian penurunan nilai losses of Rp 269,318 sebesar Rp pada at 31 December 2015, 31 Desember 2015, Rp Rp 296,614 pada 31 Desember 2014 at 31 December 2014 dan Rp pada and Rp 325, Desember c,2f,5 3,479,034 4,889,753 5,508,860 at 31 December 2013 Piutang pembiayaan konsumen bersih setelah dikurangi penyisihan Consumer financing kerugian penurunan nilai receivables net of allowance sebesar Rp 580 pada for impairment losses of Rp Desember 2015, Rp 198 at 31 December 2015, Rp 198 pada 31 Desember 2014 at 31 December 2014 dan Rp pada and Rp 5, Desember c,2g,6 834,858 93, ,976 at 31 December 2013 Piutang pembiayaan modal usaha Working capital financing setelah dikurangi penyisihan receivable net of allowance for kerugian penurunan nilai impairment losses of Rp 31,087 sebesar Rp 31,087 pada at 31 December Desember c,2i,8 920, Tagihan anjak piutang bersih Factoring receivables net setelah dikurangi penyisihan of allowance for impairment kerugian penurunan nilai losses of Rp 989 at sebesar Rp 989 pada 31 December Desember 2015, Rp and Rp 18,433 at pada 31 Desember December 2014 dan Rp nihil pada and Rp nil at 31 Desember c, 2h,7 25, ,145 95, December 2013 Beban dibayar dimuka 2k,9 2,992 2,254 1,018 Prepaid expenses Piutang lain-lain 2c,2j,9,20 42,462 47,824 34,232 Other receivables Aset derivatif 2c,2d,10 26,582 15,381 78,690 Derivative assets Aset tetap - setelah Fixed assets dikurangi akumulasi penyusutan - net of accumulated sebesar Rp pada depreciation of Rp 8, Desember 2015, Rp December 2015, Rp 6,799 pada 31 Desember 2014 at 31 December 2014 dan Rp pada and Rp 8, Desember k,11 57,970 4,768 4,972 at 31 December 2013 Aset pajak tangguhan 2p,14c 52,031 41,698 54,379 Deferred tax assets Aset lain-lain 2c 1,440 1, Other assets JUMLAH ASET 6,692,984 7,002,013 6,875,712 TOTAL ASSETS *) Disajikan kembali, lihat catatan 28 Restated, see note 28 *) Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan The accompanying notes form an integral part of these all financial statements Halaman Page 156
181 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE LAPORAN POSISI KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) Catatan/ Notes *) 2013 *) LIABILITAS LIABILITIES Utang kepada pemasok Account payables to suppliers - Pihak ketiga - - 2,306 Third parties - - Pihak berelasi 2c,2s,20-5,637 11,102 Related parties - Pinjaman yang diterima - bersih 2c,2l,12 1,439,770 1,733,278 2,549,341 Borrowings - net Utang obligasi - bersih 2c,2q,13a 1,884,709 2,192,043 1,835,444 Bonds payable - net Medium Term Notes - bersih Medium Term Notes - net - Pihak ketiga ,861 Third Parties - - Pihak berelasi 2c,2q,2s,13b,20 1,649,992 1,499, ,000 Related Parties - Liabilitas pajak Taxes liabilities - Pajak penghasilan badan 2p,14a 2,020 3,111 9,033 Corporate income tax - - Pajak lainnya 2p,14a 3,561 4,329 4,515 Other taxes - Biaya akrual Accrued expenses - Pihak ketiga 2c,15 31,603 27,422 38,820 Third parties - - Pihak berelasi 2c,2s,15,20 15,426 8,103 3,467 Related parties - Utang lain-lain Other payables - Pihak ketiga 2c,15 213,808 97,111 72,304 Third parties - - Pihak berelasi 2c,2s,15,20 20,445 26,273 34,202 Related parties - Liabilitas derivatif 2c,2d,10 1,922 2,423 4,757 Derivative liabilities Liabilitas imbalan kerja 2m,21 21,650 16,203 14,442 Employee benefits obligation Jumlah liabilitas 5,284,906 5,615,834 5,579,594 Total liabilities EKUITAS EQUITY Modal saham - nilai nominal Share capital - par value Rp (Rupiah penuh) per saham Rp 1,000 (full amount) per Modal dasar share Authorised - saham 2,000,000,000 shares Modal ditempatkan dan Issued and fully disetor penuh paid - 574,885,067 shares saham pada 31 Desember 2015, at 31 December 2015, 2014 dan , , , and 2013 Capital paid in excess of Agio saham 49,367 49,367 49,367 par value Cadangan lindung nilai arus kas 2d,10 1,151 (1,959) (790) Cash flow hedging reserve Saldo laba Retained earnings - Dicadangkan Appropriated - - Belum dicadangkan 782, , ,456 Unappropriated - Jumlah ekuitas 1,408,078 1,386,179 1,296,118 Total equity JUMLAH LIABILITAS TOTAL LIABILITIES AND DAN EKUITAS 6,692,984 7,002,013 6,875,712 EQUITY *) Disajikan kembali, lihat catatan 28 Restated, see note 28 *) Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan The accompanying notes form an integral part of these all financial statements Halaman Page 157
182 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) STATEMENTS OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME FOR THE YEARS ENDED 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) Catatan/ Notes *) 2013 *) PENDAPATAN INCOME Sewa pembiayaan 2f,17a 449, , ,413 Direct financing leases Pembiayaan konsumen 2g,17b 73,976 16,312 23,061 Consumer financing Anjak piutang 2h,17c 10,733 14,855 7,394 Factoring Pembiayaan modal usaha 17d 7, Working capital financing Pendapatan bunga dan lain-lain 2n,17e,20 134, ,171 92,993 Interest and other income Jumlah pendapatan 676, , ,861 Total income BEBAN EXPENSES Interest and financing Beban bunga dan keuangan 2n,18 340, , ,349 charges Beban usaha 19 74,422 75,930 69,252 Operating expenses Penyisihan kerugian Allowance for penurunan nilai 2c,5,6,7,8 121,164 83, ,601 impairment losses Beban pajak final 16,792 11,812 5,846 Final tax expenses Jumlah beban 552, , ,048 Total expenses LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 124, , ,813 INCOME BEFORE TAX BEBAN PAJAK PENGHASILAN 2p,14b 13,672 65,307 78,325 INCOME TAX EXPENSE LABA BERSIH 110, , ,488 NET INCOME Penghasilan/(rugi) komprehensif lain: Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi Other comprehensive income/(loss): Item that will not be reclassified to profit or loss Keuntungan/(kerugian) aktuarial Actuarial gain/(loss) of aktuarial program pensiun 2m,21 (466) (168) 1,072 pension program Beban pajak penghasilan terkait dengan aktuarial Income tax relating to program pensiun (268) actuarial of pension program Pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi Item that will be reclassified to profit or loss Lindung nilai arus kas 2d 4,147 (1,559) 8,839 Cash flow hedging Beban pajak penghasilan terkait dengan lindung Income tax relating nilai arus kas (1,037) 390 (2,210) to cash flow hedging PENGHASILAN/(RUGI) OTHER COMPREHENSIVE KOMPREHENSIF LAIN INCOME/(LOSS) SETELAH PAJAK 2,760 (1,295) 7,433 NET OF TAX JUMLAH PENDAPATAN TOTAL COMPREHENSIVE KOMPREHENSIF INCOME FOR TAHUN BERJALAN 113, , ,921 THE YEAR LABA PER SAHAM EARNINGS PER SHARE (Rupiah penuh) 2r, (in Rupiah full amount) *) Disajikan kembali dan telah direklasifikasi, Restated and has been reclassified, *) lihat catatan 27 dan 28 see note 27 and 28 Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan The accompanying notes form an integral part of these all financial statements Halaman Page 158
183 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY FOR YEARS ENDED 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) Catatan/ Notes Modal saham/ Share capital Agio saham/ Capital paid in excess of par value Saldo laba/ Retained earning Dicadangkan/ Appropriated Belum dicadangkan/ Unappropriated Cadangan lindung nilai arus kas/ Cash flow hedging reserve Jumlah/ Total Saldo 1 Januari 2013 (sebelum Balance asat1 January2013 Disajikan kembali) 574,885 49, ,112 (7,419) 1,157,120 (as previously reported) Efek perubahan kebijakan Effectof changes in akuntansi (313) - (313) accounting policies Saldo 1 Januari 2013 (disajikan Balance asat1 January2013 kembali) 2b,28 574,885 49, ,799 (7,419) 1,156,807 (restated) Jumlah pendapatan komprehensif tahun berjalan setelah pajak: Total comprehensive income for the year after tax: - Laba bersih , ,488 NetIncome - - Keuntungan aktuarial Actuarial gain of - program pensiun 2m, pension program - Keuntungan penyesuaian nilai Gain on fair value adjustment - wajar-lindung nilai arus kas ,629 6,629 cash flow hedge ,292 6, ,921 Dividen final t, (75.309) - (75,309) 2012 Final dividend Dividen interim t, (35.301) - (35.301) 2013 Interim dividend Allocation to Pencadangan wajib (25) - - statutory reserves Saldo 31 Desember 2013 Balance as at31 December2013 (disajikan kembali) 574,885 49, ,456 (790) 1,296,118 (restated) Jumlah pendapatan komprehensif tahun berjalan setelah pajak: Total comprehensive income for the year after tax: - Laba bersih , ,360 NetIncome - - Keuntungan aktuarial Actuarial gain of - program pensiun 2m, (126) - (126) pension program - Kerugian penyesuaian nilai Loss on fair value adjustment - wajar-lindung nilai arus kas (1,169) (1,169) cash flow hedge ,234 (1,169) 211,065 Dividen t, (85,933) - (85,933) 2013 dividend Dividen t, (35,071) - (35,071) 2014 dividend Allocation to Pencadangan wajib (25) - - statutory reserves Saldo 31 Desember 2014 Balance as at31 December2014 (disajikan kembali) 574,885 49, ,661 (1,959) 1,386,179 (restated) Jumlah pendapatan komprehensif tahun berjalan setelah pajak: Total comprehensive income for the year after tax: - Laba bersih , ,450 NetIncome - - Keuntungan aktuarial Actuarial gain of - program pensiun 2m, (350) - (350) pension program - Keuntungan penyesuaian nilai Gain on fair value adjustment - wajar-lindung nilai arus kas ,110 3,110 cash flow hedge ,100 3, ,210 Dividen t, (71,081) - (71,081) 2014 dividend Dividen t, (20,230) - (20,230) 2015 dividend Allocation to Pencadangan wajib (25) - - statutory reserves Saldo pada tanggal Balance as at 31 Desember ,885 49, ,425 1,151 1,408, December2015 Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan The accompanying notes form an integral part of these all financial statements Halaman Page 159
184 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE LAPORAN ARUS KAS UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) STATEMENTS OF CASH FLOWS FOR THE YEARS ENDED 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) Catatan/ Notes Cash flows from operating Arus kas dari aktivitas operasi activities Penerimaan kas dari: Cash received from: - Pelanggan 3,741,319 3,732,500 4,314,705 Customers - - Bunga bank 89,138 47,202 23,383 Interest income - - Lain-lain - 1,806 14,537 Others - Jumlah penerimaan kas 3,830,457 3,781,508 4,352,625 Total cash receipts Pengeluaran kas untuk: Cash disbursements for: Interest and financing - - Beban bunga dan keuangan (362,466) (391,671) (348,809) charges - Pembayaran ke pemasok (3,027,494) (2,358,691) (2,852,755) Payment to suppliers - - Beban usaha (86,973) (72,925) (68,203) Operating expenses - Jumlah pengeluaran kas (3,476,933) (2,823,287) (3,269,767) Total cash disbursements Beban pajak penghasilan (26,018) (58,109) (117,174) Income tax expense Net cash flows Arus kas bersih diperoleh dari provided from aktivitas operasi 327, , ,684 operating activities Cash flows from Arus kas dari aktivitas investasi investing activities Pembelian aset tetap 11 (55,360) (2,153) (1,400) Purchase of fixed assets Penjualan aset tetap Sale of fixed assets Net cash flows Arus kas bersih digunakan untuk used in aktivitas investasi (55,360) (1,740) (1,400) investing activities Cash flows from Arus kas dari aktivitas pendanaan financing activities Penerimaan pinjaman 578, ,040 1,042,468 Receipts from borrowings Penerimaan obligasi 500, , ,000 Receipts from bonds Receipts from Medium Penerimaan Medium Term Notes 700, , ,000 Term Notes Pembayaran pinjaman (1,093,173) (1,698,188) (1,755,394) Payments of borrowings Pembayaran obligasi (807,000) (643,000) (654,000) Payments of bonds Payment of Medium Pembayaran Medium Term Notes (550,000) (500,000) (100,000) Term Notes Pembayaran dividen - bersih 16 (91,311) (115,862) (110,610) Payment of dividend - net Net cash flows Arus kas bersih digunakan untuk used in financing aktivitas pendanaan (762,649) (121,222) (477,536) activities Net (decrease)/increase (Penurunan)/Kenaikan bersih kas cash and cash dan setara kas (490,503) 777, ,748 equivalents Adjustments of foreign exchange differences Penyesuaian atas selisih kurs in cash and cash dari saldo kas dan setara kas 36,869 10,356 21,940 equivalents Kas dan setara kas Cash and cash equivalents awal tahun 1,703, , ,002 at beginning of year Kas dan setara kas akhir Cash and cash equivalents tahun 1,249,562 1,703, ,690 at end of year Kas dan setara kas Cash and cash equivalents terdiri dari: consist of: - Pihak ketiga 4 1,206,671 1,291, ,127 Third parties - - Pihak berelasi 4,20 42, , ,563 Related parties - Jumlah kas Total cash and dan setara kas 1,249,562 1,703, ,690 cash equivalent Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan The accompanying notes form an integral part of these all financial statements Halaman Page 160
185 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 1. INFORMASI UMUM 1. GENERAL INFORMATION PT Surya Artha Nusantara Finance ( Perseroan ) didirikan dengan nama PT Sangga Loka Subur berdasarkan Akta Notaris Nyonya Rukmasanti Hardjasatya, S.H., No. 58, tanggal 25 Agustus Akta pendirian ini telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia pada tanggal 19 Januari 1984 melalui Surat Keputusan No. C2-423 HT01.01-Th84, dan didaftarkan dalam Buku Register di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No.697/1984 tanggal 6 Maret 1984, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 38 tanggal 15 Mei 1984, Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan yang dimuat dalam Akta Notaris Benny Kristianto, S.H., No. 81 tanggal 13 Agustus 2008 mengenai penyesuaian Anggaran Dasar Perseroan dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseoan Terbatas. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusannya No. AHU AH Tahun 2008 tanggal 15 September 2008, dan didaftarkan dalam Daftar Perusahaan di Kantor Pendaftaran Perusahaan Jakarta Selatan No.2531/RUB 09.03/XII/2008 tanggal 23 Desember 2008, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 89 tanggal 4 November 2008, Tambahan No Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan dan yang terakhir berdasarkan Akta Notaris Kumala Tjahjani Widodo, S.H, M.H., M.Kn., No. 78 tanggal 29 Mei 2015 tentang perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan, komposisi dan jumlah anggota dewan komisaris Perseroan, serta kuorum rapat dewan komisaris Perseroan. Perubahan ini telah disetujui Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusannya No. AHU AH TAHUN 2015 tanggal 12 Juni 2015 serta telah diberitahukan dan telah diterima serta telah dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH tertanggal 12 Juni Perseroan memperoleh izin usaha dalam bidang usaha lembaga pembiayaan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. 1660/KMK.013/1990 tanggal 31 Desember Perseroan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun PT Surya Artha Nusantara Finance (the Company ) was established with the name of PT Sangga Loka Subur based on Notarial Deed of Mrs. Rukmasanti Hardjasatya, S.H., No. 58 dated 25 August The Company s Articles of Association were approved by the Minister of Justice of Republic of Indonesia on 19 January 1984 based on its Decision Letter No. C2-423 HT01.01-Th84, and registered in Register Book at Central District Court No.697/1984 dated 6 March 1984, and also published in State of Gazette No. 38, dated 15 May 1984, Supplement No The Articles of Association have since been amended by Notarial Deed of Benny Kristianto, S.H., No. 81 dated 13 August 2008 concerning the adjustment of the Articles of Association of the Company regarding to Law No. 40 Year 2007 regarding Limited Liability Company. The changes had been approved by the Minister of Law and Human Rights of Republic of Indonesia through its Decision Letter No. AHU AH Year 2008, dated 15 September 2008, and registered in Company Registration Office of South Jakarta No.2531/ RUB 09.03/XII/2008 dated 23 December 2008, and also published in State of Gazette No. 89 dated 4 November 2008, Supplement No The Articles of Association have since been amended several times and the latest by Notarial Deed of Kumala Tjahjani Widodo, S.H., M.H., M.Kn., No. 78 dated 29 May 2015 regarding changes in the aims, objectives, and business activities of the Company, composition and number of the Board of Commissioners of the Company as well as quorum meeting of the Board of Commissioners of the Company. The changes had been approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia through its Decision Letter No. AHU AH TAHUN 2015 dated 12 June 2015 and has been notified and have received along been recorded in the database of Legal Entity Administration System of the Ministry of Justice and Human Rights of the Republic of Indonesia No. AHU-AH dated 12 June The Company obtained a license to operate as a financing company from the Minister of Finance of Republic of Indonesia based on its Decision Letter No. 1660/KMK.013/1990 dated 31 December The Company commenced its commercial operations since Halaman Page
186 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 1. INFORMASI UMUM (lanjutan) Perseroan menjalankan kegiatan usaha di bidang sewa pembiayaan, jasa pembiayaan konsumen, anjak piutang, dan pembiayaan modal kerja. Perseroan berdomisili di Jalan T.B. Simatupang Kav. 88, Perkantoran Hijau Arkadia Tower B Lantai 11, Jakarta Perseroan mempunyai 11 kantor selain kantor cabang yang berlokasi di Medan, Pekanbaru, Palembang, Jambi, DKI Jakarta, Surabaya, Makassar, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, dan Pontianak. Efektif pada tanggal 28 Januari 2016, kantor pusat Perseroan telah dipindahkan ke 18 Office Park, di Jalan T.B. Simatupang No. 18 Lantai 23, Jakarta Obligasi SAN Finance I Tahun 2011 Pada bulan Januari 2011, Perseroan telah menerbitkan Obligasi SAN Finance I Tahun 2011 dengan Tingkat Bunga Tetap ( Obligasi SAN Finance I Tahun 2011 ) sebesar Rp Obligasi SAN Finance I Tahun 2011 dicatatkan di Bursa Efek Indonesia ( BEI ) dan dinyatakan efektif oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan ( BAPEPAM & LK ) (efektif per tanggal 1 Januari 2013 merupakan bagian dari Otoritas Jasa Keuangan, OJK ) berdasarkan Surat Keputusan No. S-480/BL/2011 tanggal 17 Januari Penerbitan Obligasi SAN Finance I Tahun 2011 dilakukan sesuai dengan Perjanjian Perwaliamanatan No. 52 tanggal 25 Oktober 2010 (sebagaimana telah diubah terakhir melalui Adendum II Perjanjian Perwaliamanatan No. 02 tanggal 6 Januari 2011) yang dibuat antara Perseroan dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang bertindak selaku Wali Amanat pemegang obligasi. Hasil penerbitan Obligasi SAN Finance I Tahun 2011 tersebut di atas setelah dikurangi biaya-biaya emisi dipergunakan oleh Perseroan sebagai modal kerja. Obligasi ini dijual dengan harga nominal pada pasar perdana. Obligasi ini telah jatuh tempo dan dibayar penuh di Januari Obligasi SAN Finance II Tahun 2012 Pada bulan Januari 2012, Perseroan menerbitkan Obligasi SAN Finance II Tahun 2012 dengan Tingkat Bunga Tetap ( Obligasi SAN Finance II Tahun 2012 ) sebesar Rp Obligasi SAN Finance II Tahun 2012 dicatatkan di BEI dan dinyatakan efektif oleh BAPEPAM & LK (efektif per tanggal 1 Januari 2013 merupakan bagian dari Otoritas Jasa Keuangan, OJK ) berdasarkan Surat Keputusan No. S-404/BL/2012 tanggal 13 Januari GENERAL INFORMATION (continued) The Company is engaged in leasing, customer financing, factoring, and working capital financing. The Company s head office is located at Jalan T.B. Simatupang Kav. 88, Perkantoran Hijau Arkadia Tower B 11 th Floor, Jakarta The Company has 11 marketing representative offices located in Medan, Pekanbaru, Palembang, Jambi, DKI Jakarta, Surabaya, Makassar, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, and Pontianak. Effecticve dated 28 January 2016 The Company s head office is relocated at 18 Office Park Jalan T.B. Simatupang No. 18, Perkantoran Hijau Arkadia Tower B 23 rd Floor, Jakarta SAN Finance Bond I Year 2011 In January 2011 The Company issued SAN Finance Bond I Year 2011 with Fixed Interest Rate ( SAN Finance Bond I Year 2011 ) in the amount of Rp 600,000. It was listed in Indonesian Stock Exchange ( BEI ) and was declared effective by Capital Market and Financial Intitutions Supervisory Body ( BAPEPAM & LK ) (effective per 1 January 2013 is part of Financial Services Authority / Otoritas Jasa Keuangan, OJK ) based on the Decision Letter No. S-480/BL/2011 dated 17 January The issuance of SAN Finance Bond I Year 2011 was based on the Trustee Agreement No. 52 dated 25 October 2010 (as last amended by the Addendum II of the Trustee Agreement No. 02 dated 6 January 2011) between the Company and PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk as the Trustee for the bond holders. The proceeds from SAN Finance Bond I Year 2011 the of issuance costs was used by the Company for working capital. The bond was offered at par value in the primary market. The bond already matured and fully paid in January SAN Finance Bond II Year 2012 In January 2012, The Company issued SAN Finance Bond II Year 2012 with Fixed Interest Rate ( SAN Finance Bond II Year 2012 ) in the amount of Rp 1,500,000. It was listed in BEI and was declared effective by BAPEPAM & LK (effective per 1 January 2013 is part of Financial Services Authority/Otoritas Jasa Keuangan, OJK ) based on the Decision Letter No. S-404/BL/2012 dated 13 January Halaman Page
187 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued) Obligasi SAN Finance II Tahun 2012 (lanjutan) Penerbitan Obligasi SAN Finance II Tahun 2012 dilakukan sesuai dengan Perjanjian Perwaliamanatan No. 70 tanggal 27 Oktober 2011 (sebagaimana telah diubah terakhir melalui Adendum II Perjanjian Perwaliamanatan No. 02 tanggal 9 Januari 2012) yang dibuat antara Perseroan dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang bertindak selaku Wali Amanat pemegang obligasi. Hasil penerbitan Obligasi SAN Finance II Tahun 2012 tersebut di atas setelah dikurangi biaya-biaya emisi dipergunakan oleh Perseroan sebagai modal kerja. Obligasi ini dijual dengan harga nominal pada pasar perdana. Obligasi ini telah jatuh tempo dan dibayar penuh di Januari Obligasi Berkelanjutan SAN Finance I Tahap I Tahun 2013, Tahap II Tahun 2014 dan Tahap III Tahun 2015 Pada bulan September 2013, Perseroan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan SAN Finance I Tahap I Tahun 2013 dengan Tingkat Bunga Tetap ( Obligasi Berkelanjutan SAN Finance I Tahap I Tahun 2013 ) sebesar Rp Obligasi Berkelanjutan SAN Finance I Tahap I Tahun 2013 dicatatkan di BEI dan dinyatakan efektif oleh BAPEPAM & LK (efektif per tanggal 1 Januari 2013 merupakan bagian dari Otoritas Jasa Keuangan, OJK ) berdasarkan Surat Keputusan No. S-268/D.04/ 2013 tanggal 20 September Penerbitan Obligasi Berkelanjutan SAN Finance I Tahap I Tahun 2013 dilakukan sesuai dengan Perjanjian Perwaliamanatan No. 20 tanggal 10 Juli 2013 (sebagaimana telah diubah terakhir melalui Adendum II Perjanjian Perwaliamanatan No. 21 tanggal 10 September 2013) dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang bertindak selaku Wali Amanat pemegang obligasi. Hasil penerbitan Obligasi Berkelanjutan SAN Finance I Tahap I Tahun 2013 tersebut di atas setelah dikurangi biaya-biaya emisi dipergunakan oleh Perseroan sebagai modal kerja. Obligasi ini dijual dengan harga nominal pada pasar perdana. Pada bulan Desember 2014, Perseroan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan SAN Finance I Tahap II Tahun 2014 dengan Tingkat Bunga Tetap ( Obligasi Berkelanjutan SAN Finance I Tahap II Tahun 2014 ) sebesar Rp Obligasi SAN Finance I Tahap II Tahun 2014 dicatatkan di BEI pada tanggal 17 Desember SAN Finance Bond II Year 2012 (continued) The issuance of SAN Finance Bond II Year 2012 was based on the Trustee Agreement No. 70 dated 27 October 2011 (as last amended by the Addendum II of the Trustee Agreement No. 02 dated 9 January 2012) between the Company and PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk as the Trustee for the bond holders. The proceeds from SAN Finance Bond II Year 2012 net the issuance costs was used by the Company for working capital. The bonds was offered at par value in the primary market.the bond was already matured and fully paid in January SAN Finance Shelf Registration Bond I Phase I Year 2013, Phase II Year 2014, and Phase III Year 2015 In September 2013, The Company issued SAN Finance Shelf Registration Bond I Phase I Year 2013 with Fixed Interest Rate ( SAN Finance Shelf Registration Bond I Phase I Year 2013 ) in the amount of Rp 500,000. It was listed in BEI and was declared effective by BAPEPAM & LK (effective per 1 January 2013 is part of Financial Services Authority / Otoritas Jasa Keuangan, OJK ) based on the Decision Letter No. S-268/D.04/ 2013 dated 20 September The issuance of SAN Finance Shelf Registration Bond I Phase I Year 2013 was based on the Trustee Agreement No. 20 dated 10 July 2013 (as last amended by the Addendum II of the Trustee Agreement No. 21 dated 10 September 2013) between the Company and PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk as the Trustee for the bond holders. The proceeds from SAN Finance Shelf Registration Bond I Phase I Year 2013 net the issuance costs was used by the Company for working capital. The bonds was offered at par value in the primary market. In December 2014, The Company issued SAN Finance Shelf Registration Bond I Phase II Year 2014 with Fixed Interest Rate ( SAN Finance Shelf Registration Bond I Phase II Year 2014 ) in the amount of Rp 1,000,000. It was listed in BEI on 17 December Halaman Page
188 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued) Obligasi Berkelanjutan SAN Finance I Tahap I Tahun 2013, Tahap II Tahun 2014 dan Tahap III Tahun 2015 (lanjutan) Penerbitan Obligasi Berkelanjutan SAN Finance I Tahap II Tahun 2014 dilakukan sesuai dengan Perjanjian Perwaliamanatan No. 40 tanggal 26 November 2014 dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang bertindak selaku Wali Amanat pemegang obligasi. Hasil Penerbitan Obligasi Berkelanjutan SAN Finance I Tahap II Tahun 2014 tersebut diatas setelah dikurangi biaya-biaya emisi dipergunakan oleh Perseroan sebagai modal kerja. Obligasi ini dijual dengan harga nominal pada pasar perdana. Pada bulan Oktober 2015, Perseroan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan SAN Finance I Tahap III Tahun 2015 dengan Tingkat Bunga Tetap ( Obligasi Berkelanjutan SAN Finance I Tahap III Tahun 2015 ) sebesar Rp Obligasi SAN Finance I Tahap III Tahun 2015 dicatatkan di BEI pada tanggal 7 Oktober Penerbitan Obligasi Berkelanjutan SAN Finance I Tahap III Tahun 2015 dilakukan sesuai dengan Perjanjian Perwaliamanatan No. 40 tanggal 26 November 2015 dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang bertindak selaku Wali Amanat pemegang obligasi. Hasil Penerbitan Obligasi Berkelanjutan SAN Finance I Tahap III Tahun 2015 tersebut diatas setelah dikurangi biaya-biaya emisi dipergunakan oleh Perseroan sebagai modal kerja. Obligasi ini dijual dengan harga nominal pada pasar perdana. MTN SAN Finance II Tahun 2012 Perseroan menerbitkan MTN SAN Finance II Tahun 2012 dengan Tingkat Bunga Tetap ( MTN SAN Finance II Tahun 2012 ), Seri A sebesar Rp dan Seri B sebesar Rp , masing-masing pada tanggal 28 Maret 2012 dan 27 April 2012, di mana PT NISP Sekuritas bertindak sebagai Mandated Lead Arranger. SAN Finance Shelf Registration Bond I Phase I Year 2013, Phase II Year 2014, and Phase III Year 2015 (continued) The issuance of SAN Finance Shelf Registation Bond I Phase II Year 2014 was based on the Trustee Agreement No. 40 dated 26 November 2014 between the Company and PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk as the Trustee for the bond holders. The proceeds from SAN Finance Shelf Registration Bond I Phase II Year 2014 net the issuance costs was used by the Company for working capital. The bonds was offered at par value in the primary market. In October 2015, The Company issued SAN Finance Shelf Registration Bond I Phase III Year 2015 with Fixed Interest Rate ( SAN Finance Shelf Registration Bond I Phase III Year 2015 ) in the amount of Rp 500,000. It was listed in BEI on 7 October The issuance of SAN Finance Shelf Registation Bond I Phase III Year 2015 was based on the Trustee Agreement No. 45 dated 15 September 2015 between the Company and PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk as the Trustee for the bond holders. The proceeds from SAN Finance Shelf Registration Bond I Phase III Year 2015 net the issuance costs was used by the Company for working capital. The bonds was offered at par value in the primary market. SAN Finance MTN II Year 2012 The Company issued SAN Finance MTN II Year 2012 with Fixed Interest Rate ( SAN Finance MTN II Year 2012 ), Series A amounted to Rp 100,000 and Series B amounted to Rp 100,000 on 28 March 2012 and 27 April 2012 respectively, with PT NISP Sekuritas acting as Mandated Lead Arranger. MTN SAN Finance II Tahun 2012 Seri A dan Seri B telah didaftarkan di KSEI pada tanggal 27 Maret Penerbitan MTN SAN Finance II Tahun 2012 Seri A dan Seri B dilakukan sesuai dengan Perjanjian Penerbitan No. 73 tanggal 27 Maret 2012 yang dibuat antara Perseroan dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang bertindak sebagai Wali Amanat Pemegang MTN (lihat Catatan 13). MTN SAN Finance II telah jatuh tempo dan dibayar penuh di Maret SAN Finance MTN II Year 2012 Series A and Series B were registered in KSEI on 27 March The issuance of SAN Finance MTN II Year 2012 Series A and Series B were based on the Issuance Agreement No. 73 dated 27 March 2012, signed by the Company and PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk as the Trustee for the MTN holders (refer to Note 13). MTN SAN Finance II already matured and fully paid in March Halaman Page
189 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued) MTN SAN Finance III Tahun 2012 Perseroan telah menerbitkan MTN SAN Finance III Tahun 2012 dengan Tingkat Bunga Tetap ( MTN SAN Finance III Tahun 2012 ), Seri A sebesar Rp , Seri B sebesar Rp , dan Seri C sebesar Rp , masing-masing pada tanggal 5 Juli 2012, 6 Agustus 2012, dan 5 Desember 2012, di mana PT NISP Sekuritas bertindak sebagai Mandated Lead Arranger. MTN SAN Finance III Tahun 2012 Seri A, Seri B dan Seri C telah didaftarkan di KSEI pada tanggal 4 Juli Penerbitan MTN SAN Finance III Tahun 2012 Seri A, Seri B, dan Seri C dilakukan sesuai dengan Perjanjian Penerbitan No. 05 tanggal 4 Juli 2012 yang dibuat antara Perseroan dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang bertindak sebagai Wali Amanat Pemegang MTN (lihat Catatan 13). SAN Finance MTN III Year 2012 The Company issued SAN Finance MTN III Year 2012 with Fixed Interest Rate ( SAN Finance MTN III Year 2012 ), Series A amounted to Rp 100,000, Series B amounted to Rp 100,000, and Series C amounted to 100,000 on 5 July 2012, 6 August 2012, and 5 December 2012 respectively, where PT NISP Sekuritas acted as Mandated Lead Arranger. SAN Finance MTN III Year 2012 Series A, Series B dan Series C were registered with the KSEI on 4 July The issuance of MTN SAN Finance III Year 2012 Series A, Series B and Series C were based on the Issuance Agreement No. 05 dated 4 July 2012, signed by the Company and PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk as the Trustee for the MTN holders (refer to Note 13). MTNSANFinance IV Tahun 2013 SAN Finance MTN IV Year 2013 Perseroan telah menerbitkan MTN SAN Finance IV Tahun 2013 dengan Tingkat Bunga Tetap ( MTN SAN Finance IV Tahun 2013 ) Seri A sebesar Rp , Seri B sebesar Rp , dan Seri C sebesar Rp , pada tanggal 18 Maret 2013, dimana PT Ciptadana Sekuritas bertindak sebagai Mandated Lead Arranger. MTN SAN Finance IV Tahun 2013 Seri A, Seri B dan Seri C telah didaftarkan di KSEI pada tanggal 29 Januari Penerbitan MTN SAN Finance IV Tahun 2013 Seri A, Seri B, dan Seri C dilakukan sesuai dengan Perjanjian Penerbitan No. 05 tanggal 29 Januari 2013 yang dibuat antara Perseroan dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang bertindak sebagai Wali Amanat Pemegang MTN (lihat Catatan 13). The Company issued MTN SAN Finance IV Year 2013 with Fixed Interest Rate ( SAN Finance MTN IV Year 2013 ), Series A amounted to Rp 100,000, Series B amounted to Rp 100,000, and Series C amounted to Rp 100,000 on 18 March 2013, where PT Ciptadana Sekuritas acted as Mandated Lead Arranger. SAN Finance MTN IV Year 2013 Series A, Series B and Series C were registered with KSEI on 29 January The issuance of SAN Finance MTN IV Year 2013 Series A, Series B, and Series C were based on the Issuance Agreement No. 05 dated 29 January 2013, signed by the Company and PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk as the Trustee for the MTN holders (refer to Note 13). MTN SAN Finance V Tahun 2013 SAN Finance MTN V Year 2013 Perseroan telah menerbitkan MTN SAN Finance V Tahun 2013 dengan Tingkat Bunga Tetap ( MTN SAN Finance V Tahun 2013 ) dengan Seri A sebesar Rp , Seri B sebesar Rp , dan Seri C sebesar Rp , masing-masing pada tanggal 10 Oktober 2013, 11 November 2013, dan 10 Desember 2013, dimana PT Ciptadana Sekuritas bertindak sebagai Arranger. MTN SAN Finance V Tahun 2013 Seri A, Seri B, dan Seri C telah didaftarkan di KSEI pada tanggal 4 Oktober Penerbitan MTN SAN Finance V Tahun 2013 Seri A, Seri B, dan Seri C dilakukan sesuai dengan Akta Perjanjian Penerbitan No. 16 tanggal 4 Oktober 2013, yang dibuat antara Perseroan dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang bertindak sebagai Wali Amanat Pemegang MTN (lihat Catatan 13). The Company issued MTN SAN Finance V Year 2013 with Fixed Interest Rate ( SAN Finance MTN V Year 2013 ) with Series A amounted to Rp 100,000, Series B amounted Rp 100,000, and Series C amounted Rp 100,000, each on 10 October 2013, 11 November 2013, and 10 December 2013, where PT Ciptadana Sekuritas acted as Arranger. SAN Finance MTN V Year 2013 Series A, Series B, and Series C were registered in the KSEI on 4 October The issuance of SAN Finance MTN V Year 2013 Series A, Series B, and Series C were based on the Issuance Agreement Deed No. 16 dated 4 October 2013, signed by the Company and PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk as the Trustee for the MTN holders (refer to Note 13). Halaman Page
190 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued) MTN SAN Finance VI Tahun 2014 SAN Finance MTN VI Year 2014 Perseroan telah menerbitkan MTN SAN Finance VI Tahun 2014 dengan Tingkat Bunga Tetap ( MTN SAN Finance VI Tahun 2014 ) dengan Seri A sebesar Rp , Seri B sebesar Rp , Seri C sebesar Rp , dan Seri D sebesar Rp , masing-masing pada tanggal 24 Maret 2014, 24 April 2014, 23 Mei 2014, dan 24 Juni 2014, dimana PT Ciptadana Sekuritas bertindak sebagai Arranger. MTN SAN Finance VI Tahun 2014 Seri A, Seri B, Seri C dan Seri D telah didaftarkan di KSEI pada tanggal 18 Maret Penerbitan MTN SAN Finance VI Tahun 2014 Seri A, Seri B, Seri C dan Seri D dilakukan sesuai dengan Akta Perjanjian Penerbitan No. 27 tanggal 18 Maret 2014, yang dibuat antara Perseroan dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang bertindak sebagai Wali Amanat Pemegang MTN (lihat Catatan 13). MTN SAN Finance VII Tahun 2015 Perseroan telah menerbitkan MTN SAN Finance VII Tahun 2015 dengan Tingkat Bunga Tetap ( MTN SAN Finance VII Tahun 2015 ) dengan Seri A sebesar Rp dan Seri B sebesar Rp , masing-masing pada tanggal 8 April 2015 dan 8 Mei 2015, dimana PT Ciptadana Sekuritas bertindak sebagai Arranger. MTN SAN Finance VI Tahun 2014 Seri A dan Seri B telah didaftarkan di KSEI pada tanggal 1 April Penerbitan MTN SAN Finance VII Tahun 2015 Seri A dan Seri B dilakukan sesuai dengan Akta Perjanjian Penerbitan No. 1 tanggal 1 April 2015, yang dibuat antara Perseroan dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang bertindak sebagai Wali Amanat Pemegang MTN (lihat Catatan 13). Perseroan dikendalikan oleh PT Astra International Tbk, induk perusahaan yang berdomisili di Indonesia. Pemegang saham terbesar PT Astra Internasional Tbk adalah Jardine Cycle & Carriage, perusahaan yang berdomisili di Singapura. Jardine Cycle and Carriage adalah anak perusahaan dari Jardine Matheson Holding Limited, perusahaan yang berdomisili di Bermuda. The Company issued MTN SAN Finance VI Year 2014 with Fixed Interest Rate ( SAN Finance MTN VI Year 2014 ) with Series A amounted to Rp 250,000, Series B amounted to Rp 250,000, Series C amounted to Rp 250,000 and Series D amounted to Rp 250,000, each on 24 March 2014, 24 April 2014, 23 May 2014, and 24 June 2014, where PT Ciptadana Sekuritas acted as Arranger. SAN Finance MTN VI Year 2014 Series A, Series B, Series C and Series D were registered in the KSEI on 18 March The issuance of SAN Finance MTN VI Year 2014 Series A, Series B, Series C and Series D were based on the Issuance Agreement Deed No. 27 dated 18 March 2014, signed by the Company and PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk as the Trustee for the MTN holders (refer to Note 13). SAN Finance MTN VII Year 2015 The Company issued MTN SAN Finance VII Year 2015 with Fixed Interest Rate ( SAN Finance MTN VII Year 2015 ) with Series A amounted to Rp 400,000 and Series B amounted to Rp 300,000, each on 8 April 2015 and 8 May 2015, where PT Ciptadana Sekuritas acted as Arranger. SAN Finance MTN VII Year 2015 Series A and Series B were registered in the KSEI on 1 April The issuance of SAN Finance MTN VII Year 2015 Series A and Series B were based on the Issuance Agreement Deed No. 1 dated 1 April 2015, signed by the Company and PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk as the Trustee for the MTN holders (refer to Note 13). The Company is controlled by its immediate parent Company PT Astra International Tbk, a company incorporated in Indonesia. PT Astra International Tbk s largest shareholder is Jardine Cycle & Carriage, a company incorporated in Singapore. Jardine Cycle and Carriage is a subsidiary of Jardine Matheson Holding Limited, a company incorporated in Bermuda. Halaman Page
191 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued) Susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal 31 Desember 2015: The Company's Boards of Commissioners and Board of Directors as at 31 Desember 2015: Dewan Komisaris: Board of Commissioners: Presiden Komisaris Djoko Pranoto Santoso President Commissioner Komisaris Diana Makmur Commissioner Komisaris Jiro Itai Commissioner Komisaris Independen Drs. H. Mohammad Husni, MM Independent Commissioner Komisaris Independen Hardi Montana ***) Independent Commissioner Direksi: Board of Directors: Presiden Direktur Bugie Laksmana President Director Direktur Keuangan Andrijanto Finance Director Direktur Operasi Naga Sujady Operation Director Direktur Pengembangan Bisnis Direktur Hubungan Pemasok Yasuaki Yoshino Harly Setiabudi ***) Business Development Director Supplier Relations Director Susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal 31 Desember 2014 The Company's Boards of Commissioners and Directors as at 31 December 2014 Dewan Komisaris: Board of Commissioners: Presiden Komisaris Djoko Pranoto Santoso President Commissioner Komisaris Susilo Sudjono Commissioner Komisaris Diana Makmur *) Commissioner Komisaris Jiro Itai Commissioner Komisaris Naoto Itakura **** ) Commissioner Komisaris Independen Drs. H. Mohammad Husni, MM *) Independent Commissioner Direksi: Directors: Presiden Direktur Bugie Laksmana *) President Director Direktur Keuangan Andrijanto Finance Director Direktur Operasi Naga Sujady *) Operation Director Direktur Pengembangan Bisnis Direktur Hubungan Pemasok Yasuaki Yoshino Taketsugu Hori **** ) Business Development Director Supplier Relations Director *) Efektif setelah mendapatkan persetujuan oleh Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 15 April 2014 ***) Efektif setelah mendapatkan persetujuan oleh Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 29 Mei 2015 ****)Efektif mengundurkan diri setelah mendapatkan persetujuan oleh Rapat Pemegang Saham tanggal 29 Mei 2015 Susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal 31 Desember 2013 *) Effective after the approval from Annual General Shareholders Meeting dated 15 April 2014 ***) Effective after the approval from Annual General Shareholders Meeting dated 29 May 2015 ****)Effective resigned after the approval from Annual General Shareholders Meeting dated 29 May 2015 The Company's Boards of Commissioners and Directors as at 31 December 2013 Dewan Komisaris: Board of Commissioners: Presiden Komisaris Djoko Pranoto Santoso President Commissioner Komisaris Susilo Sudjono Commissioner Komisaris Bugie Laksmana ** ) Commissioner Komisaris Jiro Itai Commissioner Komisaris Naoto Itakura Commissioner Komisaris Independen Inget Sembiring ** ) Independent Commissioner Direksi: Directors: Presiden Direktur Diana Makmur ** ) President Director Direktur Keuangan dan Operasi Andrijanto Finance and Operation Director Direktur Penjualan dan Keke Hadi ** ) Sales and Marketing Director Pemasaran Direktur Risiko Yasuaki Yoshino Risk Director Direktur Hubungan Pemasok Taketsugu Hori Supplier Relations Director **) Efektif mengundurkan diri setelah mendapatkan persetujuan oleh Rapat Pemegang Saham tanggal 15 April 2014 **) Effective resigned after the approval from Annual General Shareholders Meeting dated 15 April 2014 Halaman Page
192 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued) Berdasarkan Keputusan Tertulis Sirkuler Dewan Komisaris No. 014/SANF/CIR/VI/2011 tanggal 1 Juni 2011, Dewan Komisaris Perseroan telah membentuk Komite Audit Perseroan. Berdasarkan Keputusan Tertulis Sirkuler Dewan Komisaris No. 007/SANF/CIR/IV/2014 tanggal 15 April 2014, Dewan Komisaris Perseroan telah mengangkat anggota Komite Audit Perseroan untuk masa jabatan sejak tanggal 15 April 2014 sampai dengan penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan di tahun Susunan Komite Audit Perseroan pada tanggal 31 Desember 2015 dan 31 Desember 2014 adalah sebagai berikut : Based on Circular Written Resolutions of the Board of Commissioners No. 014/SANF/CIR/VI/2011 dated 1 June 2011, the Board of Commissioners has established the Company s Audit Committee. Based on Circular Written Resolutions of the Board of Commissioners No. 007/SANF/CIR/IV/2014 dated 15 April 2014, the Board of Commissioners has appointed the members of the Company s Audit Committee for their effective term of office dated 15 April 2014 until the closing of the Annual General Meeting of Shareholders of the Company in The Company s Audit Committee as at 31 December 2015 and 31 December 2014 are as follows : Ketua Drs. H. Mohammad Husni, MM Chairman Anggota Lindawati Gani Member Anggota Budy Kurniawan Ratulangi Member Susunan Komite Audit Perseroan pada tanggal 31 Desember 2013 adalah sebagai berikut: The Company s Audit Committee as at 31 December 2013 are as follows: Ketua Anggota Anggota Inget Sembiring Kanaka Puradiredja Thomas H. Secokusumo Chairman Member Member Pembentukan Komite Audit Perseroan telah sesuai dengan Peraturan BAPEPAM - LK Nomor IX.I.5. Berdasarkan Keputusan Tertulis Sirkuler Dewan Komisaris No. 021/SANF/CIR/XI/2015 tanggal 24 November 2015, Dewan Komisaris Perseroan telah membentuk Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan dengan efektif masa jabatan sejak tanggal 24 November 2015 sampai dengan penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan di tahun Susunan Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan pada tanggal 31 Desember 2015 adalah sebagai berikut: The establishment of the Company s Audit Committee is in compliance with BAPEPAM - LK regulation Number IX.I.5. Based on Circular Written Resolutions of the Board of Commissioners No. 021/SANF/CIR/XI/2015 dated 24 November 2015, the Board of Commissioners has established the Company s Nomination and Remuneration Committee to serve for the period effective 24 November 2015 until the closing of the Annual General Meeting of Shareholders of the Company in The Company s Nomination and Remuneration Committee as at 31 December 2015 are as follow: Ketua Hardi Montana Chairman Anggota Djoko Pranoto Santoso Member Anggota Theresia S. Nayuti Member Halaman Page
193 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued) Pembentukan Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan telah sesuai dengan Peraturan OJK Nomor 34/POJK.04/2014. Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 065/LSANF/BOD/II/2014 tanggal 10 Februari 2014, Sekretaris Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2015 dan 31 Desember 2014 adalah Tiur Tamara Kardinal. Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 580/LSANF/SK-BOD/III/2011 tanggal 3 Maret 2011, Sekretaris Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2013 adalah Naga Sujady. Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 700/LSANF/BOD/XII/2011 tanggal 1 Desember 2011, Kepala Satuan Kerja Audit Internal pada tanggal 31 Desember 2015, 2014, dan 2013 adalah Christine Sanjaya. Pembayaran kompensasi Dewan Direksi, Dewan Komisaris, dan Komite Audit adalah sebagai berikut: The establishment of the Company s Audit Committee is in compliance with OJK regulation Number 34/POJK.04/2014. Based on Decision Letter of the Company s Board of Directors No. 065/LSANF/BOD/II/2014 dated 10 February 2014, the Corporate Secretary as at 31 December 2015 and 31 December 2014 is Tiur Tamara Kardinal. Based on Decision Letter of the Company s Board of Directors No. 580/LSANF/SK-BOD/III/2011 dated 3 March 2011, the Corporate Secretary as at 31 December 2013 is Naga Sujady. Based on Decision Letter of the Company s Board of Directors No. 700/LSANF/BOD/XII/2011 dated 1 December 2011, the Head of Internal Audit as at 31 December 2015, 2014, and 2013 is Christine Sanjaya. The compensation payments for Boards of Directors, Boards of Commissioners and Audit Committees are as follows: Dewan Direksi 10,350 10,952 10,591 Boards of Directors Dewan Komisaris Boards of Commissioners Komite Audit Audit Committee Pada tanggal 31 Desember 2015, Perseroan mempunyai 138 karyawan (tidak diaudit) (2014: 150 karyawan (tidak diaudit) dan 2013: 156 karyawan (tidak diaudit). As at 31 December 2015, the Company has 138 employees (unaudited) (2014: 150 employees (unaudited) and 2013: 156 employees (unaudited). 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. ACCOUNTING POLICIES Laporan keuangan Perseroan disusun oleh Dewan Direksi dan diselesaikan pada tanggal 26 April Laporan keuangan disusun dalam rangka Pernyataan Pendaftaran kepada Bapepam-LK (sejak 1 Januari 2013, OJK telah mengambil alih fungsi dari Bapepam-LK) terkait Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan II SAN Finance Tahun 2016 dan telah mengikuti peraturan Bapepam-LK seperti dijelaskan pada Catatan 2a. Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan adalah seperti yang dijabarkan di bawah ini: The Company s financial statements were prepared by the Board of Directors and completed on 26 April These financial statements have been prepared for submission to Bapepam-LK (since 1 January 2013, OJK takes over the function of Bapepam-LK) in relation with Public Offering of Obligasi Berkelanjutan II SAN Finance Year 2016 and have followed the requirements from Bapepam- LK as described in Note 2a. The principal accounting policies adopted in the preparation of these financial statements are set out below: Halaman Page
194 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) a. Dasar penyusunan laporan keuangan (lanjutan) Laporan keuangan pada tanggal 31 Desember 2015, 2014, dan 2013 telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan Bapepam dan LK No. VIII.G.7. Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK (sejak 1 Januari 2013, OJK telah mengambil alih fungsi dari Bapepam-LK) No. KEP- 347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 tentang Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik. Laporan keuangan disusun berdasarkan konvensi harga perolehan, kecuali untuk aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual, aset dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dan seluruh instrumen derivatif yang diukur berdasarkan nilai wajar. Laporan keuangan disusun berdasarkan akuntansi berbasis akrual, kecuali laporan arus kas. Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dan arus kas dikelompokkan atas dasar aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Untuk tujuan laporan arus kas, kas dan setara kas mencakup kas, kas di bank, dan deposito berjangka yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang, yang tidak dibatasi penggunaannya dan tidak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman. Seluruh angka dalam laporan keuangan ini, kecuali dinyatakan secara khusus, dibulatkan menjadi dan disajikan dalam jutaan Rupiah yang terdekat. b. Perubahan pada pernyataan standar akuntansi keuangan dan interpretasi pernyataan standar akuntansi keuangan Kecuali dinyatakan di bawah ini, kebijakan akuntansi telah diterapkan secara konsisten dengan laporan keuangan pada tanggal 31 Desember 2015, 2014 dan 2013, yang telah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Sepanjang tahun 2015, Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) telah menetapkan PSAK dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) sebagai berikut: a. Basis of preparation of the financial statements (continued) The financial statements as at 31 December 2015, 2014, and 2013 have been prepared and presented in accordance with the Indonesian Financial Accounting Standards issued by the Indonesian Institute of Accountants and Bapepam and LK Regulation No.VIII.G.7. Attachment of the Chairman of Bapepam- LK degree (since 1 January 2013, OJK takes over the function of Bapepam-LK) No. KEP-347/BL/2012 dated 25 June 2012 regarding Guidelines for Financial Statements Presentation and Disclosures for Issuers or Public Entities. The Company s financial statements have been prepared under the historical cost convention, except for financial assets classified as available-for-sale, financial assets and liabilities held at fair value through profit and loss and all derivative contracts which have been measured at fair value. The financial statements are prepared under the accrual basis of accounting, except for the statements of cash flows. The statements of cash flows are prepared using the direct method by classifying cash flows as operating, investing, and financing activities. For the purpose of the statements of cash flows, cash and cash equivalent include cash on hand, cash in banks, and time deposits with maturity of three months or less, which are not restricted and pledged as collateral for any borrowings. Amounts in the financial statements are rounded to and expressed in million of Rupiah, unless otherwise stated. b. Changes to the statements of financial accounting standards and interpretations of statements of financial accounting standards Except as described below, the accounting policies applied are consistent with those of the financial statements as at 31 Desember 2015, 2014 and 2013, which conform to the Indonesian Financial Accounting Standards. During 2015, Financial Accounting Standard Board of Indonesia Institute of Accountants (DSAK-IAI) has set SFAS and Interpretation of SFAS (IFAS) as follows: Halaman Page
195 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) b. Perubahan pada pernyataan standar akuntansi keuangan dan interpretasi pernyataan standar akuntansi keuangan (lanjutan) - PSAK 1 (revisi 2013) tentang Penyajian laporan keuangan; - PSAK 4 (revisi 2013) tentang Laporan keuangan tersendiri; - PSAK 15 (revisi 2013) tentang Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama; - PSAK 24 (revisi 2013) tentang Imbalan kerja; - PSAK 46 (revisi 2014) tentang Pajak penghasilan; - PSAK 48 (revisi 2014) tentang Penurunan nilai aset; - PSAK 50 (revisi 2014) tentang Instrumen keuangan : penyajian; - PSAK 55 (revisi 2014) tentang Instrumen keuangan : pengakuan dan pengukuran; - PSAK 60 (revisi (2014) tentang Instrumen keuangan : pengungkapan; - PSAK 65 (revisi 2013) tentang Laporan keuangan konsolidasian; - PSAK 66 (revisi 2013) tentang Pengaturan bersama; - PSAK 67 (revisi 2013) tentang Pengungkapan kepentingan dalam entitas lain; - PSAK 68 (revisi 2013) tentang Pengukuran nilai wajar; - ISAK 26 (revisi 2014) tentang Penilaian ulang derivatif melekat; - ISAK 15 (revisi 2015) tentang Batas asset imbalan pasti. PSAK dan ISAK tersebut di atas berlaku efektif pada tanggal 1 Januari Berikut ini adalah dampak atas penerapan standar akuntansi di atas yang relevan dan signifikan terhadap laporan keuangan Perseroan: b. Changes to the statements of financial accounting standards and interpretations of statements of financial accounting standards (continued) - SFAS 1 (revised 2013) about Presentation financial statements; - SFAS 4 (revised 2013) about Separate financial statements; - SFAS 15 (revised 2013) about Investment in associates and joint ventures; - SFAS 24 (revised 2013) about Employee benefits; - SFAS 46 (revised 2014) about Income taxes; - SFAS 48 (revised 2014) about Impairment of the assets; - SFAS 50 (revised 2014) about Financial instrument: presentation; - SFAS 55 (revised 2014) about Financial instrument: recognition and measurement; - SFAS 60 (revised 2014) about Financial instrument: disclosures; - SFAS 65 (revised 2013) about Consolidate financial statements; - SFAS 66 (revised 2013) about Joint arrangements; - SFAS 67 (revised 2013) about Disclosure of interests in other entities; - SFAS 68 (revised 2013) about Fair value measurement; - IFAS 26 (revised 2014) about Reassessment of embedded derivatives. - IFAS 15 (revised 2015) about The limit on a defined benefit asset. SFAS and IFAS are effective since 1 January The following are the impacts of the implementation of the accounting standards which are relevant and significant to the Company s financial statements: Halaman Page
196 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) b. Perubahan pada pernyataan standar akuntansi keuangan dan interpretasi pernyataan standar akuntansi keuangan (lanjutan) - PSAK 1 (revisi 2013) Penyajian Laporan Keuangan Terkait dengan penerapan PSAK No. 1 (revisi 2013), Penyajian Laporan Keuangan, Perseroan telah memodifikasi penyajian pos-pos dalam penghasilan komprehensif lain dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, untuk menyajikan pospos yang akan direklasifikasikan ke laba rugi pada masa yang akan datang terpisah dari pos-pos yang tidak akan direklasifikasikan ke laba rugi. Informasi komparatif telah disajikan kembali dengan menggunakan basis yang sama. - PSAK 24 (revisi 2013) Imbalan Kerja PSAK 24 (revisi 2013) memberikan penyesuaian dalam perhitungan dan pengungkapan imbalan kerja. Perubahannya adalah: i. biaya jasa lalu diakui segera di laporan laba rugi pada tanggal yang lebih awal antara: ketika amandemen atau kurtailmen terjadi, dan ketika entitas mengakui biaya restrukturisasi terkait atau pesangon, serta; ii. penggunaan implied return atas plan assets (yaitu tingkat diskonto) untuk estimasi return on plan assets; iii. keuntungan dan kerugian aktuarial yang timbul dari penyesuaian dan perubahan dalam asumsi-asumsi aktuarial langsung diakui seluruhnya melalui pendapatan komprehensif lainnya pada saat terjadinya. b. Changes to the statements of financial accounting standards and interpretations of statements of financial accounting standards (continued) - SFAS 1 (revised 2013) Presentation of financial statements In relation with the adoption of SFAS No. 1 (revised 2013), Presentation of Financial Statements, the Company has modified the presentation of items of other comprehensive income in its statements of profit or loss and other comprehensive income, to present items that would be reclassified to profit or loss in the future separately from those that would never be reclassified to profit or loss. Comparative information has been re-presented on the same basis. - SFAS 24 (revised 2013) Employee Benefits SFAS 24 (revised 2013) provides the adjustment for calculation and disclosure for employee benefits. The changes are: i. past service costs are recognized immediately in the statement of profit or loss at the earlier of the following dates: when the plan is amended or curtailment occur, and when the entity recognises related restructuring cost or termination benefits and; ii. the uses of implied return on plan assets (i.e. discount rate) to estimate return on plan assets; iii. actuarial gain and losses arising from experience adjustments and changes in actuarial assumption charged or credited to equity in other comprehensive income in the period in which they arise. Halaman Page
197 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) b. Perubahan pada pernyataan standar akuntansi keuangan dan interpretasi pernyataan standar akuntansi keuangan (lanjutan) Sesuai dengan ketentuan transisi PSAK 24 (revisi 2013) Imbalan Kerja serta sesuai dengan PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Keuangan dan Kesalahan, perubahanperubahan tersebut dipertimbangkan sebagai perubahan kebijakan akuntansi dan diterapkan secara retrospektif. Oleh karena itu, Perseroan telah membukukan dampak atas perubahan (i) tersebut secara retrospektif pada saldo laba (lihat Catatan 28). Lebih lanjut, untuk dampak atas perubahan (ii), Perseroan telah membukukannya pada laporan laba rugi tahun berjalan. Manajemen berpendapat bahwa penyesuaian (ii) ini tidak material terhadap laporan keuangan Perseroan. Untuk perubahan (iii), Perseroan telah merubah kebijakan akuntansinya sejak tanggal 1 Januari PSAK No. 46 (Revisi 2014): Pajak Penghasilan PSAK No. 46 (Revisi 2014) memberikan penyesuaian panduan dalam perhitungan dan pengungkapan pajak penghasilan dengan menghilangkan beban pajak final dalam ruang lingkupnya. Sesuai dengan PSAK 25 dan ketentuan transisi PSAK 46, perubahan akuntansi ini diterapkan retrospektif. Oleh karena itu, Perseroan melakukan reklasifikasi beban pajak final tahun 2014 sebesar Rp dan 2013 sebesar Rp dari beban pajak penghasilan ke beban pajak final (lihat catatan 27). b. Changes to the statements of financial accounting standards and interpretations of statements of financial accounting standards (continued) In accordance with transitional provision of SFAS 24 (revised 2013) Employee benefit and also in accordance with SFAS 25: Accounting Policies, Changes in Accounting Estimates and Errors, the above change are considered as changes in accounting policies and thus should be applied retrospectively. As such, the Company has recognised the impact of changes in item (i) restropectively through retained earnings (refer to Notes 28). For impact from change (ii), the Company has recorded the impact to current year profit or loss as management is of the view that the adjustment is not material to the Company s financial statement. For change item (iii), the Company has previously changed its accounting policies since 1 January PSAK No. 46 (Revised 2014): Income Taxes PSAK No. 46 (Revised 2014) provides the adjustment guidance for calculation and disclosure for income taxes by eliminates the final tax expense from scope. In accordance with SFAS 25 and SFAS 46, this change in accounting policy is applied retrospectively. Therefore, the Company s has reclassified the final tax expense in 2014 amounted to Rp 11,182 and 2013 amounted to Rp 5,846 from income tax expense to final tax expenses (refer to Note 27). Halaman Page
198 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) b. Perubahan pada pernyataan standar akuntansi keuangan dan interpretasi pernyataan standar akuntansi keuangan (lanjutan) - PSAK 68 (revisi 2013) Pengukuran nilai wajar PSAK 68 menyediakan satu sumber panduan tentang bagaimana nilai wajar diukur tetapi tidak menetapkan persyaratan baru mengenai kapan nilai wajar diperlukan. Standar ini menyediakan kerangka untuk menentukan nilai wajar dan menjelaskan faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam mengestimasi nilai wajar. PSAK ini mengatur penggunaan harga keluar (exit price) dalam pengukuran nilai wajar dan persyaratan pengungkapan yang lebih ekstensif, khususnya dengan memasukkan instrumen non-keuangan ke dalam pengungkapan hierarki nilai wajar. PSAK 68 diterapkan secara prospektif. Perubahan ini tidak memiliki dampak signifikan terhadap pengukuran aset dan liabilitas Perseroan. Pengungkapan tambahan sesuai PSAK 68 telah dibuat pada Catatan 23e. b. Changes to the statements of financial accounting standards and interpretations of statements of financial accounting standards (continued) - SFAS 68 (revised 2013) Fair value measurement SFAS 68 provides a single source of guidance on how fair value is measured but does not establish new requirements for when fair value is required. This standard provides a framework for determining fair value and clarifies the factors to be considered in estimating fair value. It introduces the use of an exit price in fair value measurement, as well as extensive disclosure requirements, particulary the inclusion of non-financial instruments into the fair value hierarchy disclosure. PSAK 68 is applied prospectively. The change had no significant impact on the measurements of the Company s assets and liabilities. Additional disclosures in accordance with SFAS 68 have been made in Note 23e. c. Aset dan liabilitas keuangan c. Financial assets and liabilities Perseroan mengklasifikasikan instrumen keuangan dalam bentuk aset keuangan dan liabilitas keuangan. (i) Aset keuangan (i) Financial assets The company classified its financial instruments into financial assets and liabilities. Perseroan mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi; pinjaman yang diberikan dan piutang; aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo, dan aset keuangan tersedia untuk dijual. Klasifikasi ini tergantung dari tujuan perolehan aset keuangan tersebut. Manajemen menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada saat awal pengakuannya. The Company classifies its financial assets in the following categories of financial assets at fair value through profit and loss; loans and receivables; held-to-maturity financial assets, and available-for-sale financial assets. The classification depends on the purpose for which the financial assets were acquired. Management determines the classification of its financial assets at initial recognition. Halaman Page
199 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued) (i) Aset keuangan (lanjutan) (i) Financial assets (continued) Perseroan tidak memiliki aset keuangan dalam kategori yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, dimiliki hingga jatuh tempo dan tersedia untuk dijual, sehingga kebijakan akuntansi untuk aset tersebut tidak diungkapkan. Pinjaman yang diberikan dan piutang Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif, kecuali: - yang dimaksudkan oleh Perseroan untuk dijual dalam waktu dekat, yang diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan, serta yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif; - yang pada saat pengakuan awal ditetapkan dalam kelompok tersedia untuk dijual; atau - dalam hal Perseroan mungkin tidak akan memperoleh kembali investasi awal secara substansial kecuali yang disebabkan oleh penurunan kualitas pinjaman yang diberikan dan piutang. Pada saat pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi (jika ada) dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Pendapatan dari aset keuangan dalam kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang dicatat di dalam laporan laba rugi sebagai pendapatan sewa pembiayaan, pendapatan pembiayaan konsumen, pendapatan anjak piutang, dan pendapatan pembiayaan modal usaha. The Company has no financial assets categorised as fair value through profit or loss, held-to-maturity and availablefor-sale, hence the accounting policies relating to such assets have not been disclosed. Loans and receivables Loans and receivables are nonderivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market, other than: - those that the Company intends to sell immediately or in the short term, which are classified as held for trading, and those that the entity upon initial recognition designate as at fair value through profit or loss; - those that the Company upon initial recognition designate as available for sale; or - those for which the Company may not recover substantially all of its initial investment, other than because of loan and receivables deterioration. Loans and receivables are initially recognised at fair value plus transaction costs (if any) and subsequently measured at amortised cost using the effective interest rate method. Income on financial assets classified as loans and receivables is included in the profit or loss as direct financing lease income, consumer financing income, factoring income, and working capital financing income. Halaman Page
200 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued) (i) Aset keuangan (lanjutan) (i) Financial assets (continued) Pinjaman yang diberikan dan piutang meliputi kas dan setara kas, piutang sewa pembiayaan, piutang pembiayaan konsumen, tagihan anjak piutang, piutang pembiayaan modal usaha, piutang lainlain, dan aset lain-lain. (ii) Liabilitas keuangan Pengakuan Perseroan menggunakan akuntansi tanggal penyelesaian untuk kontrak regular ketika mencatat transaksi aset keuangan. Perseroan mengklasifikasikan liabilitas keuangan dalam kategori liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dan liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Perseroan tidak memiliki liabilitas keuangan dalam kategori yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, sehingga kebijakan akuntansinya tidak diungkapkan. Perseroan memiliki instrumen lindung nilai atas arus kas (lihat Catatan 2d). Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi Liabilitas keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dikategorikan ke dalam liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Pada saat pengakuan awal, liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan yang diamortisasi diukur pada nilai wajar ditambah biaya transaksi (jika ada) yang dapat diatribusikan secara langsung dengan liabilitas keuangan tersebut dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Amortisasi suku bunga efektif diakui di dalam laporan laba rugi sebagai Beban bunga dan keuangan. Loans and receivables consist of cash and cash equivalents, net investment in finance leases, consumer financing receivable, factoring receivable, working capital financing receivable, other receivables, and other assets. (ii) Financial liabilities Recognition The Company uses settlement date accounting for regular way contract when recording financial assets transactions. The Company classified its financial liabilities in the category of financial liabilities at fair value through profit or loss and financial liabilities measured at amortised cost. The Company has no financial liabilities categorised as fair value through profit or loss, hence the related accounting policy has not been disclosed. The Company has hedging instruments in cash flow hedges (refer to Note d). Financial liabilities at amortised cost Financial liabilities that are not classified as fair value through profit and loss are categorised into financial liabilities measured at amortised cost. Financial liabilities measured at amortised cost are initially recognised at fair value plus transaction cost (if any) that are directly attributable to the financial liabilities and subsequently measured at amortised cost using effective interest rate. Effective interest rate amortization is recognised in the profit and loss as Interest and financing charges. Halaman Page
201 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued) (ii) Liabilitas keuangan (lanjutan) Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi antara lain utang ke pemasok, utang lain-lain dan akrual, pinjaman yang diterima, utang obligasi, dan Medium Term Notes. (iii) Penentuan nilai wajar Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur (orderly transaction) antara pelaku pasar (market participants) pada tanggal pengukuran di pasar utama atau, jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan dimana Perseroan memiliki akses pada tanggal tersebut. Nilai wajar liabilitas mencerminkan risiko wanprestasinya. Sebelum 1 Januari 2015, prinsip umum dari nilai wajar adalah nilai dimana suatu aset dapat dipertukarkan, atau suatu liabilitas diselesaikan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi sesuai dengan kesepakatan antara kedua belah pihak pada tanggal pelaporan. Jika tersedia, Perseroan mengukur nilai wajar instrumen keuangan dengan menggunakan harga kuotasian di pasar aktif untuk instrumen tersebut. Nilai wajar untuk instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif ditentukan berdasarkan nilai pasar yang berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan menggunakan harga yang dipublikasikan secara rutin dan berasal dari sumber yang terpercaya, seperti quoted market price atau broker s quoted price dari Bloomberg dan Reuters. (ii) Financial liabilities (continued) Financial liabilities measured at amortised cost are payables to supplier, other payables and accrued expenses, borrowings, bonds payable, and Medium Term Notes. (iii) Determination of fair value Fair value is the price that would be received to sell an asset or paid to transfer a liability in an orderly transaction between market participants at the measurement date in the principal market or, in its absence, the most advantageous market to which the Company has access at that date. The fair value of a liability reflects its nonperformance risk. Prior to 1 January 2015, the general principle is that fair value is the amount for which an asset could be exchanged, or a liability settled, between knowledgeable, in accordance with the agreement between both parties on the measurement date. When available, the Company measures the fair value of a financial instrument using the quoted price in an active market for that instrument. The fair value of financial instruments traded in active markets is determined based on quoted market prices at the statements of financial position date and based on routinely published and reputable sources such as quoted market prices or broker s quoted price from Bloomberg and Reuters. Halaman Page
202 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued) (iii) Penentuan nilai wajar (lanjutan) (iii) Determination of fair value (continued) Nilai pasar yang digunakan Perseroan untuk aset keuangan adalah harga bid price. Sedangkan untuk liabilitas keuangan, menggunakan ask price. Instrumen keuangan dianggap memiliki kuotasi di pasar aktif, jika harga kuotasi tersedia sewaktu-waktu dan dapat diperoleh secara rutin dari bursa, pedagang efek (dealer), perantara efek (broker), kelompok industri, badan pengawas (pricing service atau regulatory agency), dan harga tersebut mencerminkan transaksi pasar yang aktual dan rutin dalam suatu transaksi yang wajar. Jika kriteria di atas tidak terpenuhi, maka pasar aktif dinyatakan tidak tersedia. Indikasi-indikasi dari pasar tidak aktif adalah terdapat selisih yang besar antara harga penawaran dan permintaan atau kenaikan signifikan dalam selisih harga penawaran dan permintaan dan hanya terdapat beberapa transaksi terkini. Untuk instrumen keuangan yang tidak mempunyai harga pasar, estimasi atas nilai wajar ditetapkan dengan mengacu pada nilai wajar instrumen lain yang secara substansi memiliki karakteristik yang sama atau dihitung berdasarkan ekspektasi arus kas yang didiskonto dengan tingkat suku bunga pasar yang relevan. Nilai wajar atas piutang pembiayaan, serta pinjaman kepada bank ditentukan menggunakan nilai kini berdasarkan arus kas kontraktual dengan mempertimbangkan kualitas kredit, likuiditas, dan biaya. Bukti terbaik dari nilai wajar pada saat pengakuan awal adalah harga transaksinya (yaitu nilai wajar pembayaran yang diserahkan atau diterima), kecuali nilai wajar dari instrumen tersebut dapat dibuktikan dengan perbandingan transaksi untuk instrumen yang sama di pasar terkini yang dapat diobservasi (yaitu yang tanpa modifikasi atau re-packaging) atau berdasarkan teknik penilaian dimana variabelnya hanya data dari pasar yang dapat diobservasi. The quoted market price used for financial assets held by the Company is the bid price. While for financial liabilities, it uses ask price. A financial instrument is considered has quoted in an active market, if quoted prices are readily and regularly available from an exchange, dealer, broker, industry group, pricing service or regulatory agency, and those prices represent actual and regularly occurring market transactions on an arm s length basis. If the above criteria are not met, the market is regarded as being inactive. Indications that a market is inactive are when there is a wide bidoffer spread or significant increase in the bid-offer spread or there are few recent transactions. For financial instruments with no quoted market price, a reasonable estimate of the fair value is determined by reference to the current market value of another instrument which substantially have the same characteristic or calculated based on the expected cash flows discounted by relevant market rates. The fair value for financing and receivables as well as borrowings are determined using a present value model on the basis of contractually agreed cash flows, taking into account credit quality, liquidity, and costs. The best evidence of fair value at initial recognition is the transaction price (that is, the fair value of the consideration given or received), unless the fair value of that instrument is evidenced by comparison with other observable current market transactions in the same instrument (that is, without modification or re-packaging) or based on a valuation technique whose variables include only data from observable markets. Halaman Page
203 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued) (iii) Penentuan nilai wajar (lanjutan) (iii) Determination of fair value (continued) Untuk instrumen keuangan yang diukur menggunakan nilai wajar, Bank menggunakan hierarki nilai wajar yang mencerminkan signifikansi input yang digunakan dalam melakukan pengukuran (tingkat 1, 2, dan 3) seperti dijelaskan pada Catatan 23e. (iv) Penghentian pengakuan Penghentian pengakuan aset keuangan dilakukan ketika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir, atau ketika aset keuangan tersebut telah ditransfer dan secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset tersebut telah ditransfer (jika secara substansial seluruh risiko dan manfaat tidak ditransfer, maka Perseroan melakukan evaluasi untuk memastikan keterlibatan berkelanjutan atas kendali yang masih dimiliki tidak mencegah penghentian pengakuan). Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas telah dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluwarsa. Piutang pembiayaan konsumen, investasi bersih dalam sewa pembiayaan, tagihan pembiayaan anjak piutang, dan pembiayaan modal kerja dihentikan pengakuannya ketika piutang tersebut telah dihapusbukukan. (v) Saling hapus Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan jumlah netonya disajikan pada laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika Perseroan memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya maksud untuk menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan. For financial instruments that measured at fair value, the Bank use the fair value hierarchy which reflect the significance of input used in the measurement (level 1, 2, and 3) as explained in Notes 23e. (iv) Derecognition Financial assets are derecognised when the contractual rights to receive the cash flows from these assets have ceased to exist or the assets have been transferred and substantially all the risks and rewards of ownership of the assets are also transferred (if substantially all the risks and rewards are not transferred, hence the Company evaluates to ensure that continuing involvement on the basis of any retained powers of control does not prevent derecognition). Financial liabilities are derecognised when they have been redeemed or otherwise extinguished. Consumer financing receivables, net investment in finance leases, factoring financing receivables, and working capital financing are derecognised when the receivables have been written-off. (v) Offsetting Financial assets and liabilities are offset and the net amount is presented in the statements of financial position when, and only when the Company has a legal enforceable right to offset the recognised amounts and there is an intention to settle on a net basis, or realise the assets and settle the liabilities simultaneously. Hak berkekuatan hukum tersebut haruslah tidak bergantung pada kondisi masa depan dan hak tersebut harus dapat tetap didapatkan dalam kondisi bisnis normal dan dalam hal terjadinya kegagalan, ketidakmampuan membayar maupun kebangkrutan dari perseroan ataupun pihak rekanan. The legally enforceable right must not be contingent on future events and must be enforceable in the normal course of business and in the event of default, insolvency or bankruptcy of the company or the counterparty. Halaman Page
204 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued) (vi) Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan Perseroan mengklasifikasikan instrumen keuangan ke dalam klasifikasi tertentu yang mencerminkan sifat dari informasi dan mempertimbangkan karakteristik dari instrumen keuangan tersebut. Klasifikasi ini dapat dilihat pada tabel berikut: Kategori berdasarkan PSAK 55/ Category based on SFAS 55 (vi) Classification of financial assets and liabilities The Company classifies the financial instruments into classes that reflect the nature of information and take into account the characteristic of those financial instruments. The classification can be seen in the table below: Golongan/Class Sub-golongan/ Sub-classes Kas dan setara kas/cash and cash equivalents Aset keuangan/ Financial assets Pinjaman yang diberikan dan piutang/loans and receivables Piutang sewa pembiayaan/finance lease receivables Piutang pembiayaan konsumen/consumer financing receivables Tagihan anjak piutang/factoring receivables Pembiayaan modal usaha/working capital financing Piutang lain-lain/other receivables Aset lain-lain/other assets Derivatif lindung nilai/hedging derivatives Lindung nilai atas arus kas/ Hedging instruments in cash flow hedges Aset derivatif/derivative assets Liabilitas keuangan/ Financial liabilities Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi/financial liabilities at amortised cost Utang kepada pemasok/account payables to suppliers Utang lain-lain dan biaya akrual/other payables and accrued expenses Pinjaman yang diterima/borrowings Utang obligasi/bonds payable Medium Term Notes/Medium Term Notes Derivatif lindung nilai/hedging derivatives Lindung nilai atas arus kas/hedging instruments in cash flow hedges Liabilitas derivatif/derivative liabilities (vii) Penurunan nilai dari aset keuangan Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan, Perseroan mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Aset keuangan atau kelompok aset keuangan diturunkan nilainya dan kerugian penurunan nilai telah terjadi, jika dan hanya jika, terdapat bukti yang obyektif mengenai penurunan nilai tersebut sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset tersebut (peristiwa yang merugikan), dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal. (vii) Impairment of financial assets The Company assesses at each reporting date whether there is objective evidence that a financial asset or group of financial assets is impaired. A financial asset or a group of financial assets is impaired and impairment losses are incurred only if there is objective evidence of impairment as a result of one or more events that occurred after the initial recognition of the asset (a loss event ) and that loss event (or events) has an impact on the estimated future cash flows of the financial asset or group of financial assets that can be reliably estimated. Halaman Page
205 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued) (vii) Penurunan nilai dari aset keuangan (lanjutan) Kesulitan keuangan yang dialami debitur, kemungkinan debitur akan bangkrut, atau kegagalan atau penundaan pembayaran angsuran dapat dipertimbangkan sebagai indikasi adanya penurunan nilai atas piutang tersebut. Perseroan pertama kali menentukan apakah terdapat bukti obyektif penurunan nilai secara individual atas piutang yang diberikan. Penyisihan kerugian penurunan nilai atas piutang yang diberikan yang mengalami penurunan nilai dihitung secara individual dengan menggunakan estimasi harga jual agunan. Jumlah kerugian penurunan nilai diukur berdasarkan selisih antara nilai tercatat piutang yang diberikan dengan nilai kini dari estimasi harga jual agunan termasuk biaya pengambilalihan. Nilai tercatat aset tersebut dikurangi melalui akun penyisihan kerugian penurunan nilai dan beban kerugian diakui pada laporan laba rugi. Untuk piutang yang diberikan yang tidak mengalami penurunan nilai, penyisihan kerugian penurunan nilai dinilai secara kolektif berdasarkan data kerugian historis. Untuk tujuan evaluasi penurunan nilai secara kolektif, aset keuangan dikelompokkan berdasarkan kesamaan karakteristik risiko kredit dengan mempertimbangkan status ketertunggakan. Karakteristik yang dipilih adalah relevan dengan estimasi arus kas masa datang dari kelompok aset tersebut yang mengindikasikan kemampuan debitur atau rekanan untuk membayar seluruh liabilitas yang jatuh tempo sesuai persyaratan kontrak dari aset yang dievaluasi. (vii) Impairment of financial assets (continued) Significant financial difficulties of the debtors, probability that the debtors will enter into bankruptcy and default or delinquency in payments can be considered as indicators that the receivable is impaired. The Company first assesses whether objective evidence of impairment exists individually for receivables. Allowance for impairment losses on impaired receivables are individually assessed using estimated resale value of the collateral. The amount of the loss is measured as the difference between the asset s carrying amount and the estimated resale value of the collaterall including repossession cost. The carrying amount of the asset is reduced through the use of an allowance for impairment losses and the amount of the loss is recognised in the profit or loss. For receivables which have no objective evidence of impairment, the allowance for impairment losses is assesed collectively based on historical loss experience. For the purpose of collective assessment, financial assets are grouped on the basis of similar credit risk characteristics by considering past due status. Those characteristics are relevant to the estimation of future cash flows for groups of such assets which indicate debtors or counterparties ability to pay all amounts due according to the contractual terms of the assets being evaluated. Halaman Page
206 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued) (vii) Penurunan nilai dari aset keuangan (lanjutan) Arus kas masa datang dari kelompok aset keuangan yang penurunan nilainya dievaluasi secara kolektif, diestimasi berdasarkan kerugian historis yang pernah dialami atas aset-aset yang memiliki karakteristik risiko kredit yang serupa dengan karakteristik risiko kredit kelompok tersebut di dalam Perseroan. Kerugian historis yang pernah dialami kemudian disesuaikan berdasarkan data terkini yang dapat diobservasi untuk mencerminkan kondisi saat ini yang tidak berpengaruh pada periode terjadinya kerugian historis tersebut dan untuk menghilangkan pengaruh kondisi yang ada pada periode historis namun sudah tidak ada lagi saat ini. Dalam hal terjadi penurunan nilai, penyisihan kerugian penurunan nilai dilaporkan sebagai pengurang dari nilai tercatat dari aset keuangan dalam kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang, dan diakui di dalam laporan laba rugi komprehensif sebagai Penyisihan kerugian penurunan nilai. Jika pada periode berikutnya, jumlah kerugian penurunan nilai berkurang dan pengurangan tersebut dapat dikaitkan secara obyektif pada peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui (seperti meningkatnya peringkat kredit debitur), maka kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui harus dipulihkan dengan menyesuaikan penyisihan piutang ragu-ragu. Jumlah pemulihan aset keuangan diakui pada laporan laba rugi. Ketika suatu piutang tidak tertagih, piutang tersebut dihapus buku dengan menjurnal balik cadangan kerugian penurunan nilai. Piutang tersebut dihapus buku setelah semua prosedur yang diperlukan telah dilakukan dan jumlah kerugian telah ditentukan. Penerimaan kemudian atas aset keuangan yang telah dihapusbukukan pada periode sebelumnya, diakui sebagai pendapatan lain-lain, sedangkan penerimaan kemudian atas aset keuangan yang dihapusbukukan pada periode berjalan, dikreditkan dengan menyesuaikan akun penyisihan kerugian penurunan nilai. (vii) Impairment of financial assets (continued) Future cash flows in a group of financial assets that are collectively evaluated for impairment are estimated on the basis of historical loss experience of the Company. Historical loss experience is adjusted on the basis of current observable data to reflect the effects of current conditions that did not affect the period on which the historical loss experience is based and to remove the effects of conditions in the historical period that do not currently exist. In the case of impairment, allowance for impairment losses is reported as a deduction from the carrying value of the financial assets classified as loan and receivables recognised in the income statement as Allowance for impairment losses. If in a subsequent period, the amount of the impairment loss decreases and the decrease can be related objectively to an event occurring after the impairment was recognised (such as an improvement in the debtor s credit rating), the previously recognised impairment loss is reversed by adjusting the allowance account. The amount of the reversal is recognised in the profit or loss. When a receivable is uncollectible, it is written off against the related allowance for receivable impairment. Such receivables are written off after all the necessary procedures have been completed and the amount of the loss has been determined. Subsequent recoveries of financial assets written-off in the previous period are recognised as other income, whilst subsequent recoveries of financial assets written-off in the current period, are credited to the allowance for impairment losses. Halaman Page
207 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued) (vii) Penurunan nilai dari aset keuangan (lanjutan) Skema restrukturisasi yang dilakukan oleh Perseroan meliputi penyesuaian kembali jangka waktu pembayaran piutang dan tidak terdapat laba/(rugi) yang diakui Perseroan. Setelah restrukturisasi, semua penerimaan kas masa depan yang ditetapkan dalam persyaratan dicatat sebagai pengembalian pokok piutang dan pendapatan bunga sesuai dengan syarat-syarat restrukturisasi. d. Instrumen keuangan derivatif dan akuntansi lindung nilai Instrumen derivatif diakui pertama-tama pada nilai wajar pada saat kontrak tersebut dilakukan dan selanjutnya diukur pada nilai wajarnya. Derivatif dicatat sebagai aset apabila memiliki nilai wajar positif dan sebagai liabilitas apabila memiliki nilai wajar negatif. Metode pengakuan keuntungan atau kerugian dari perubahan nilai wajar tergantung pada apakah derivatif tersebut adalah instrumen lindung nilai dan sifat dari unsur yang dilindungi nilainya. Perseroan menggunakan instrumen keuangan derivatif, cross currency, dan interest rate swap, sebagai bagian dari aktivitas manajemen aset dan liabilitas untuk melindungi dampak risiko tingkat suku bunga dan risiko mata uang asing. Perseroan menerapkan akuntansi lindung nilai arus kas pada saat transaksi tersebut memenuhi kriteria perlakuan akuntansi lindung nilai. Pada saat terjadinya transaksi, Perseroan membuat dokumentasi mengenai hubungan antara instrumen lindung nilai dan unsur yang dilindungi nilainya, juga tujuan manajemen risiko dan strategi yang diterapkan dalam melakukan berbagai macam transaksi lindung nilai. Proses dokumentasi ini menghubungkan derivatif yang ditujukan sebagai lindung nilai dengan aset dan liabilitas tertentu atau dengan komitmen penuh tertentu atau transaksi yang diperkirakan. Pada saat terjadinya transaksi lindung nilai dan pada periode berikutnya, Perseroan juga membuat dokumentasi atas penilaian apakah derivatif yang digunakan sebagai transaksi lindung nilai memiliki efektivitas yang tinggi dalam menandingi (offsetting) perubahan nilai wajar atau arus kas dari unsur yang dilindungi nilainya. (vii) Impairment of financial assets (continued) Restructuring schemes entered into by the Company include adjustments of financing tenor and there are no gains/(losses) which are recognised by the Company. Thereafter, all cash receipts under the new terms shall be accounted for as the recovery of principal and interest income, in accordance with the restructuring schemes. d. Derivative financial instruments and hedge accounting Derivative instruments are initially recognised at fair value on the date the contracts are entered into and are subsequently remeasured at their fair values. Derivatives are carried as assets when the fair value is positive and as liabilities when the fair value is negative. The method of recognising the result of fair value gain or loss depends on whether the derivative is designated as a hedging instrument and the nature of the item being hedged. The Company uses derivative instruments, cross currency, and interest rate swap as part of its asset and liability management activities to manage exposures to interest rate and foreign currency. The Company applies cash flow hedge accounting when transactions meet the specified criteria for hedge accounting treatment. The Company documents, at the inception of the transaction, the relationship between hedging instruments and hedged items, as well as its risk management objective and strategy for undertaking various hedge transactions. This process includes linking all derivatives designated as hedges to specific assets and liabilities or to specific firm commitments or forecast transactions. The Company also documents its assessment, both at the hedge inception and on an ongoing basis, as to whether the derivatives that are used in hedging transactions are highly effective in offsetting changes in fair values or cash flows of hedged items. Halaman Page
208 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) d. Instrumen keuangan derivatif dan akuntansi lindung nilai (lanjutan) Lindung nilai dinyatakan efektif oleh Perseroan hanya jika memenuhi kriteria sebagai berikut: i) pada saat terjadinya dan sepanjang umur transaksi lindung nilai memiliki efektivitas yang tinggi dalam menandingi (offsetting) perubahan nilai wajar atau arus kas yang melekat pada risiko-risiko yang dilindungi nilainya dan ii) tingkat efektivitas lindung nilai berkisar antara 80% - 125%. Perseroan akan menghentikan penerapan akuntansi lindung nilai ketika derivatif tersebut tidak atau tidak lagi efektif; ketika instrumen lindung nilai kadaluwarsa atau dijual, dihentikan atau dibayar atau ketika transaksi yang diperkirakan akan terjadi tidak lagi diperkirakan akan terjadi. Lindung nilai arus kas Bagian yang efektif atas perubahan nilai wajar derivatif yang ditujukan dan memenuhi kualifikasi sebagai lindung nilai arus kas, diakui sebagai cadangan lindung nilai arus kas pada bagian penghasilan/rugi komprehensif lain. Keuntungan atau kerugian atas bagian yang tidak efektif (jika ada) diakui langsung pada laporan laba rugi. Jumlah akumulasi dalam ekuitas dibebankan ke laporan laba rugi ketika unsur yang dilindungi nilainya mempengaruhi laba bersih. Ketika instrumen lindung nilai kadaluwarsa atau dijual atau ketika suatu lindung nilai tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai akuntansi lindung nilai, akumulasi penghasilan/(rugi) komprehensif lain yang ada diakui pada laporan laba rugi. Lihat Catatan 2c untuk perlakuan akuntansi aset dan liabilitas keuangan. d. Derivative financial instruments and hedge accounting (continued) The Company regards a hedge as highly effective only if the following criteria are met: i) at inception of the hedge and throughouts its life, the hedge is expected to be highly effective in achieving offsetting changes in fair value or cash flows attributable to the hedged risks, and ii) actual results of the hedge are within a range of 80% to 125%. The Company discontinues hedge accounting when it determines that a derivative is not, or has ceased to be, highly effective as a hedge; when the derivative expires or is sold, terminated or exercised or when a forecast transactions is no longer deemed highly probable. Cash flow hedges The effective portion of changes in the fair value of derivatives that are designated and qualify as cash flow hedges are recognised in other comprehensive income/(loss) under cash flow hedge reserves. The gain or loss relating to the ineffective portion (if any) is recognised immediately in the profit and loss. Amounts accumulated in equity are recycled to the profit and loss in the periods in which the hedged item will affect net income. When a hedging instrument expires or is sold, or when a hedge no longer meets the criteria for hedge accounting, any cumulative gain or loss existing in the other comprehensive income/(loss) at that time is recognised in the profit or loss. Refer to Note 2c for the accounting policy of financial assets and liabilities. e. Kas dan setara kas e. Cash and cash equivalents Kas dan setara kas mencakup kas, kas di bank dan deposito berjangka yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang, yang tidak dibatasi penggunaannya dan tidak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman. Cash and cash equivalents include cash on hand, cash in banks and time deposits with maturity of three months or less, which are not restricted and pledged as collateral for any borrowing. f. Piutang sewa pembiayaan f. Finance lease receivables Piutang sewa pembiayaan pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dikurangi pendapatan administrasi dan ditambah biayabiaya transaksi (jika ada) yang dapat diatribusikan secara langsung dan selanjutnya diukur dengan biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode tingkat bunga efektif. Finance lease receivables are recognised initially at fair value, deducted by administration income and plus directly attributable transactions costs (if any) and subsequently measured at amortised cost using the effective interest rate method. Halaman Page
209 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) f. Piutang sewa pembiayaan (lanjutan) f. Finance lease receivables (continued) Pada saat pengakuan awal, nilai wajar piutang sewa pembiayaan merupakan jumlah piutang sewa pembiayaan ditambah nilai sisa yang akan diterima oleh perusahaan sewa pada akhir masa sewa pembiayaan dikurangi dengan pendapatan sewa pembiayaan yang ditangguhkan dan simpanan jaminan. Selisih antara nilai piutang bruto dan nilai kini piutang diakui sebagai pendapatan sewa pembiayaan yang belum diakui. Pendapatan sewa pembiayaan yang belum diakui dialokasikan sebagai pendapatan tahun berjalan menggunakan metode tingkat suku bunga efektif. Piutang sewa pembiayaan diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang. Lihat Catatan 2c untuk kebijakan akuntansi atas pinjaman yang diberikan dan piutang. Penyewa memiliki hak opsi untuk membeli aset yang disewa-pembiayaankan pada akhir masa sewa pembiayaan dengan harga yang telah disetujui bersama pada saat dimulainya perjanjian sewa pembiayaan. Penyelesaian kontrak sebelum masa sewa pembiayaan berakhir diperlakukan sebagai pembatalan kontrak sewa dan laba atau rugi yang timbul dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan pada tanggal terjadinya transaksi. Sesuai dengan PSAK 30 (Revisi 2011), klasifikasi sewa didasarkan atas sejauh mana risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset sewaan berada pada lessor atau lessee. Pembiayaan bersama Piutang sewa pembiayaan dan piutang pembiayaan konsumen yang dibiayai bersama pihak lain, di mana masing-masing pihak menanggung risiko kredit sesuai dengan porsinya (without recourse) disajikan di laporan posisi keuangan secara bersih. Pendapatan sewa pembiayaan dan pembiayaan konsumen serta beban bunga yang terkait dengan pembiayaan bersama without recourse disajikan secara bersih di laporan laba rugi. Dalam pembiayaan bersama without recourse, Perseroan berhak menentukan tingkat bunga yang lebih tinggi kepada pelanggan dari tingkat bunga yang ditetapkan dalam perjanjian dengan pemberi pembiayaan bersama. Selisihnya merupakan pendapatan bagi Perseroan dan disajikan sebagai Pendapatan Sewa Pembiayaan/ Pendapatan Pembiayaan Konsumen. At initial recognition, the fair value of net investment in direct finance lease represents lease financing receivables plus the residual value at the end of the lease period deducted by unearned lease income and security deposits. The difference between the gross lease receivables and the present value of the lease receivables is recognised as unearned lease income. Unearned lease income is allocated to the current year statement of income using the effective interest rate. Net investment in finance lease are classified as loans and receivables. Refer to Note 2c for the accounting policy of loans and receivables. The lessee has the option to purchase the leased asset at the end of the lease period at a price mutually agreed at the commencement of the agreement. Early termination is treated as a cancellation of an existing contract and the resulting gain or loss is credited or charged to the current year profit or loss at the transaction date. Under SFAS 30 (Revised 2011), the classification of leases is based on the extent to which risks and rewards incidental to ownership of a leased asset lie with the lessor or the lessee. Joint financing Joint financing receivables where the Company and joint financing providers bear credit risk in accordance with their portion (without recourse) are presented on a net basis in the statement of financial position. Direct financing leases income and consumer financing income as well as interest expenses related to joint financing without recourse are presented on a net basis in the profit or loss. For joint financing without recourse, the Company has the right to set higher interest rates to customers than those as stated in the joint financing agreements with joint financing providers. The difference is recognised as the Company s revenue and recorded as Direct Financing Leases Income/ Consumer Financing Income. Halaman Page
210 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) g. Pembiayaan konsumen g. Consumer financing Piutang pembiayaan konsumen diakui pada awalnya dengan nilai wajar dikurangi pendapatan administrasi dan ditambah biayabiaya transaksi (jika ada) yang dapat diatribusikan secara langsung dan selanjutnya diukur dengan biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode tingkat suku bunga efektif setelah dikurangi dengan pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui, penyisihan kerugian penurunan nilai, dan jumlah yang dibiayai bersama pihak-pihak lain. Piutang pembiayaan konsumen merupakan jumlah piutang setelah dikurangi dengan bagian pembiayaan bersama dimana risiko kredit ditanggung oleh pemberi pembiayaan bersama sesuai dengan porsinya (without recourse), pendapatan pembiayaan yang belum diakui, dan penyisihan kerugian penurunan nilai. Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui merupakan selisih antara jumlah keseluruhan pembayaran angsuran yang akan diterima dari konsumen dengan jumlah pokok pembiayaan, yang akan diakui sebagai penghasilan sesuai dengan jangka waktu kontrak dengan menggunakan metode tingkat suku bunga efektif. Piutang pembiayaan konsumen diklasifikasikan sebagai aset keuangan dalam kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang. Lihat Catatan 2c untuk perlakuan akuntansi aset keuangan dalam kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang. Penyelesaian kontrak sebelum masa pembiayaan konsumen berakhir diperlakukan sebagai pembatalan kontrak pembiayaan konsumen dan laba atau rugi yang terjadi pada saat transaksi timbul diakui dalam laporan laba rugi tahun berjalan pada tanggal terjadinya transaksi. Pembiayaan bersama Lihat Catatan 2f untuk kebijakan akuntansi terkait dengan pembiayaan bersama. Consumer financing receivables are recognised initially at fair value, deducted by administration income and plus directly attributable transactions costs (if any) and subsequently measured at amortised cost using the effective interest rate method net of unearned income on consumer financing, allowance for impairment losses, and amount jointly financed by other parties. Consumer financing receivables are stated net of joint financing receivables where joint financing providers bear credit risk in accordance with its portion (without recourse), unearned consumer financing income, and allowance for impairment losses. Unearned consumer financing income is the difference between total installments to be received from customers and the total financing which is recognised as income over the term of the contract using the effective interest rate. Consumer financing receivables are classified as financial assets in loans and receivables. Refer to Note 2c for the accounting policy of loans and receivables. Early termination is treated as cancellation of an existing contract and the resulting gain or loss is credited or charged to the current year statement of profit or loss at the transaction date. Joint financing Refer to Note 2f for the accounting policy of joint financing. h. Tagihan anjak piutang h. Factoring receivables Tagihan anjak piutang without recourse merupakan jumlah piutang setelah dikurangi penyisihan kerugian penurunan nilai. Factoring receivables acquired without recourse are stated at the outstanding balance less the allowance for impairment losses. Halaman Page
211 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) h. Tagihan anjak piutang (lanjutan) h. Factoring receivables (continued) Tagihan anjak piutang without recourse diklasifikasikan sebagai aset keuangan dalam kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang. Lihat Catatan 2c untuk perlakuan akuntansi aset keuangan dalam kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang. Factoring receivables without recourse are classified as financial assets in loans and receivables. Refer to Note 2c for the accounting policy of loans and receivables. i. Piutang pembiayaan modal usaha i. Working capital financing receivables Piutang pembiayaan modal usaha merupakan jumlah piutang setelah dikurangi penyisihan kerugian penurunan nilai. Tagihan pembiayaan modal usaha diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang. Lihat Catatan 2c untuk kebijakan akuntansi atas pinjaman yang diberikan dan piutang. Working capital financing receivables are stated at the outstanding balance less the allowance for impairment losses. Working capital financing receivables are classified as loans and receivables. Refer to Note 2c for the accounting policy of loans and receivables. j. Piutang dari jaminan yang dikuasai kembali Piutang dari jaminan yang dikuasai kembali dinyatakan berdasarkan nilai realisasi bersih yaitu nilai tercatat piutang pembiayaan konsumen atau piutang sewa pembiayaan dikurangi penyisihan kerugian penurunan nilai atas piutang tersebut. Lihat Catatan 2c untuk kebijakan akuntansi atas pinjaman yang diberikan dan piutang. Selisih antara nilai tercatat piutang terkait dengan nilai realisasi bersih dicatat sebagai penyisihan kerugian penurunan nilai. Konsumen memberi kuasa kepada Perseroan untuk menjual ataupun melakukan tindakan lainnya dalam upaya penyelesaian pinjaman konsumen bila terjadi wanprestasi terhadap perjanjian pembiayaan. Konsumen berhak atas selisih lebih antara nilai penjualan dengan liabilitas bersih konsumen. Jika terjadi selisih kurang, Perseroan akan mencatat sebagai kerugian atas penjualan piutang dari jaminan yang dikuasai kembali. k. Beban dibayar dimuka dan piutang lainlain Beban dibayar dimuka dibebankan selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus. Piutang lain-lain terdiri dari piutang premi asuransi, pinjaman karyawan, uang muka pembayaran, dan piutang pelunasan dipercepat. j. Receivables from collateral Receivables from collateral are stated at net realizable value which is carrying value of related consumer financing receivables or net investment in finance leases which deducted with allowance for impairment losses of receivables from collateral. Refer to Note 2c for the accounting policy of loans and receivables. Difference between carrying value of related receivables with net realizable value is recorded as allowance for impairment losses. In case of default, the consumer gives the right to the Company to sell the receivables from collateral or take any other actions to settle the outstanding receivables. Consumers are entitled to the positive differences between the proceeds from the sales of receivables from collateral and the outstanding loans. If there are negative differences, the Company will record these as losses from disposal of receivables from collateral. k. Prepaid expenses and other receivables Prepaid expenses are amortised over the periods of benefit using the straight line method. Other receivables consist of insurance premium receivable, employee loan, advance payment, and early termination receivable. Halaman Page
212 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) k. Beban dibayar dimuka dan piutang lainlain (lanjutan) Beban dibayar dimuka dan piutang lain-lain merupakan instrumen aset keuangan yang termasuk dalam kategori pinjaman yang diberikan dan piutang. Lihat Catatan 2c untuk perlakuan pengukuran dan pengakuan. k. Prepaid expenses and other receivables (continued) Prepaid expenses and other receivables are the financial assets instruments which categorised as loan and receivables. Refer to Note 2c for the measurement and recognition method. l. Aset tetap dan penyusutan l. Fixed assets and depreciation Pada saat pengakuan awal, aset tetap diakui sebesar harga perolehan, dan selanjutnya dicatat sebesar harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai (jika ada), sesuai dengan PSAK 16 (Revisi 2011) Aset Tetap. Semua aset tetap disusutkan sampai nilai sisanya berdasarkan metode garis lurus selama estimasi masa manfaat aset sebagai berikut: Tahun/Years Fixed assets are initially stated at cost, and subsequently stated at cost less accumulated depreciation and accumulated impairment (if any), in accordance with SFAS 16 (Revised 2011) Fixed Assets. Fixed assets are depreciated to its residual value using the straight line method over their expected useful lives which are as follows: Tarif/Rate Gedung 20 5% Buildings Kendaraan 5 20% Motor vehicles Peralatan kantor dan perabot 5 20% Office equipment and fixtures Prasarana 5 20% Leasehold improvements Nilai sisa adalah estimasi jumlah yang dapat diperoleh saat ini dari pelepasan aset tetap, setelah dikurangi estimasi biaya pelepasan, jika aset telah mencapai kondisi yang diperkirakan pada akhir umur manfaatnya. Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laporan laba rugi selama periode dimana biaya-biaya tersebut terjadi. Pengeluaran yang memperpanjang masa manfaat aset atau yang memberikan tambahan manfaat ekonomis dikapitalisasi dan disusutkan. Apabila nilai tercatat aset lebih besar dari nilai yang dapat diperoleh kembali, nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali, yang ditentukan berdasarkan nilai tertinggi antara harga jual bersih dan nilai pakai. Apabila aset tetap tidak digunakan lagi atau dijual, maka harga perolehan dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari laporan keuangan dan keuntungan atau kerugian yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi. Residual value is the estimated amount that the entity would currently obtain from disposal of the asset, after deducting the estimated costs of disposal, if the asset were already of the age and in the condition expected at the end of its useful life. Repairs and maintenance are charged to the profit or loss during the financial period in which they are incurred. Expenditures which extend the future life of assets or provide further economic benefits are capitalised and depreciated. When the carrying amount of an asset is greater than its estimated recoverable amount, it is written down immediately to its recoverable amount, which is determined based on the higher of net selling price or value in use. When fixed assets are retired or disposed of, their costs and the related accumulated depreciation are eliminated from the financial statements and the resulting gains or losses are recognised in the profit or loss. Halaman Page
213 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) m. Pinjaman yang diterima m. Borrowings Pinjaman yang diterima pada awalnya diakui sebesar nilai wajar setelah dikurangi biayabiaya transaksi (jika ada) yang dapat diatribusikan secara langsung. Pinjaman yang diterima selanjutnya dicatat menggunakan biaya perolehan diamortisasi, selisih antara jumlah yang diterima (bersih setelah dikurangi biaya-biaya transaksi) dan nilai penyelesaian pinjaman yang diterima tersebut diakui dalam laporan laba rugi sepanjang masa pinjaman dengan menggunakan metode bunga efektif. Pinjaman yang diterima diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Lihat Catatan 2c untuk kebijakan akuntansi atas liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Borrowings are recognised initially at fair value, net of directly attributable transaction costs (if any). Borrowings are subsequently stated at amortised cost, any difference between the proceeds (net of transaction costs) and the redemption value is recognised in the profit or loss over the period of the borrowings using the effective interest method. Borrowings are classified as financial liabilities at amortised cost. Refer to Note 2c for the accounting policy of financial liabilities at amortised cost. n. Imbalan kerja n. Employee benefits Imbalan kerja jangka pendek Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat terutang kepada karyawan. Imbalan pensiun dan imbalan pasca-kerja lainnya Perseroan memiliki program pensiun imbalan pasti dan iuran pasti. Program pensiun imbalan pasti adalah program pensiun yang menetapkan jumlah imbalan pensiun yang akan diterima oleh karyawan pada saat pensiun, yang biasanya tergantung pada satu faktor atau lebih, seperti umur, masa kerja, dan jumlah kompensasi. Program pensiun iuran pasti adalah program pensiun di mana Perseroan akan membayar iuran tetap kepada sebuah entitas yang terpisah (dana pensiun) dan tidak memiliki liabilitas hukum atau konstruktif untuk membayar kontribusi lebih lanjut. Perseroan diharuskan menyediakan imbalan pensiun minimum yang diatur dalam UU No. 13/2003, yang merupakan liabilitas imbalan pasti. Jika imbalan pensiun sesuai dengan UU No. 13/2003 lebih besar, selisih tersebut diakui sebagai bagian dari liabilitas imbalan pensiun. Karena UU Ketenagakerjaan menentukan rumus tertentu untuk menghitung jumlah minimal imbalan pensiun, pada dasarnya program pensiun berdasarkan UU Ketenagakerjaan adalah program manfaat pasti. Short-term employee benefits Short-term employee benefits are recognised when they accrue to the employees. Pension benefits and other postemployment benefits The Company has defined benefit and defined contribution pension plans. A defined benefit pension plan is a pension plan that defines an amount of pension that will be received by the employees when becoming entitled to a pension, which usually depends on one or more factors such as age, years of service and compensation. A defined contribution plan is a pension plan under which the Company pays fixed contributions into a separate entity (pension fund) and has no legal or constructive obligation to pay further contributions. The Company is required to provide minimum pension benefits as stipulated in the Law No. 13/2003 which represents an underlying defined benefit obligation. If the pension benefits based on Law No. 13/2003 are higher, the difference is recorded as part of the overall pension benefits obligation. Since the Labor Law sets the formula for determining the minimum amount of benefits, in substance pension plans under the Labor Law represent defined benefit plans. Halaman Page
214 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) n. Imbalan kerja (lanjutan) n. Employee benefits (continued) Imbalan pensiun dan imbalan pasca kerja lainnya (lanjutan) Program pensiun imbalan pasti ditujukan untuk karyawan yang telah menjadi peserta Dana Pensiun Astra sebelum atau pada tanggal 20 April Sedangkan program pensiun iuran pasti ditujukan untuk karyawan yang menjadi peserta Dana Pensiun Astra sesudah tanggal 20 April Liabilitas program pensiun imbalan pasti yang diakui di laporan posisi keuangan adalah nilai kini liabilitas imbalan pasti pada tanggal laporan posisi keuangan dikurangi nilai wajar aset program. Liabilitas imbalan pasti dihitung setiap tahun oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode Projected Unit Credit. Nilai kini liabilitas imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas keluar di masa yang akan datang dengan menggunakan tingkat bunga Obligasi Pemerintah dalam mata uang yang sama dengan mata uang pensiun yang akan dibayarkan dan waktu jatuh tempo yang kurang lebih sama dengan waktu jatuh tempo pensiun yang bersangkutan. Keuntungan dan kerugian aktuarial yang timbul dari penyesuaian dan perubahan dalam asumsi-asumsi aktuarial langsung diakui seluruhnya melalui penghasilan komprehensif lainnya pada saat terjadinya. Biaya jasa lalu diakui segera dalam laporan laba rugi. Keuntungan dan kerugian dari kurtailmen atau penyelesaian program manfaat pasti diakui di laba rugi ketika kurtailmen atau penyelesaian tersebut terjadi. Perseroan juga memberikan imbalan pascakerja lainnya, seperti uang penghargaan dan uang pisah. Imbalan berupa uang penghargaan diberikan apabila karyawan bekerja hingga mencapai usia pensiun. Sedangkan imbalan berupa uang pisah, dibayarkan kepada karyawan yang mengundurkan diri secara sukarela, setelah memenuhi minimal masa kerja tertentu. Imbalan ini dihitung dengan menggunakan metodologi yang sama dengan metodologi yang digunakan dalam perhitungan program pensiun imbalan pasti. Pension benefits and other postemployment benefits (continued) Defined benefit pension plan is designated for all employees who became member of Dana Pension Astra on or before 20 April Hence, defined contribution pension plan is designated for employees who become a member of Dana Pensiun Astra after 20 April The liability recognised in the statement of financial position in respect of defined benefit pension plans is the present value of the defined benefit obligation at the statement of financial position s date less the fair value of plan assets. The defined benefit obligation is calculated annually by independent actuaries using the Projected Unit Credit method. The present value of the defined benefit obligation is determined by discounting the estimated future cash outflows using interest rates of Government Bonds that are denominated in the currency in which the pension will be paid, and that have terms to maturity approximating the terms of the related pension liability. Actuarial gain and losses arising from experience adjustments and changes in actuarial assumption charged or credited to equity in other comprehensive income in the period in which they arise. Past-service cost are recognised immediately in profit or loss. Gains or losses on the curtailment or settlement of a defined benefit plan are recognised in profit or loss when the curtailment or settlement occurs. The Company also provide other postemployment benefits, service pay and separation pay. The service pay benefit vests when the employees reach their retirement age. The separation pay benefit is paid to employees in the case of voluntary resignation, subject to a minimum number of years of service. These benefits have been accounted for using the same methodology as for the defined benefit pension plan. Halaman Page
215 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) n. Imbalan kerja (lanjutan) n. Employee benefits (continued) Imbalan jangka panjang lainnya Imbalan jangka panjang lainnya seperti cuti berimbalan jangka panjang dan penghargaan jubilee dihitung dengan menggunakan metode projected unit credit dan didiskontokan ke nilai kini. Kewajiban in dinilai setiap tahun oleh aktuaris independen yang memenuhi syarat. Other long-term benefits Other long-term employee benefits such as long service leave and jubilee awards are calculated using the projected unit credit method and discounted to present value.these obligations are valued annually by independent qualified actuaries. o. Pengakuan pendapatan dan beban o. Income and expense recognition Pendapatan dari pembiayaan konsumen (lihat Catatan 2g) dan sewa pembiayaan (lihat Catatan 2f) diakui sesuai dengan jangka waktu kontrak berdasarkan metode suku bunga efektif. Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan atau liabilitas keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga atau beban bunga selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas di masa datang selama perkiraan umur dari instrumen keuangan untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari aset keuangan atau liabilitas keuangan. Pada saat menghitung suku bunga efektif, Perseroan mengestimasi arus kas dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut, namun tidak mempertimbangkan kerugian kredit di masa datang. Perhitungan ini mencakup biaya transaksi (jika ada). Pendapatan dan beban lainnya diakui pada saat terjadinya, dengan menggunakan dasar akrual. Pendapatan dan beban dicatat sesuai dengan PSAK 23 (Revisi 2010) Pendapatan dan PSAK 55 (Revisi 2011) Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. Income from consumer financing (refer to Note 2g) and financing leases (refer to Note 2f) is recognised over the term of the respective contracts using the effective interest method. The effective interest method is a method of calculating the amortised cost of a financial asset or a financial liability and of allocating the interest income or interest expense over the relevant period. The effective interest rate is the rate that exactly discounts estimated future cash payments or receipts through the expected life of the financial instrument to the net carrying amount of the financial asset or financial liability. When calculating the effective interest rate, the Company estimates cash flows considering all contractual terms of the financial instrument but does not consider future credit losses. These calculations include transaction costs (if any). Other income and expenses are recognised as incurred on an accruals basis. Income and expense are recorded in accordance with SFAS 23 (Revised 2010) Revenue and SFAS 55 (Revised 2011) Financial Instrument: Recognition and Measurement. p. Penjabaran mata uang asing p. Foreign currency translation Laporan keuangan disajikan dalam mata uang Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional Perseroan. Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan dengan kurs yang berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan. The financial statements are presented in Rupiah, which is the functional currency of the Company. Transactions denominated in a foreign currency are translated into Rupiah at the exchange rate prevailing at the date of the transactions. At the financial position date, monetary assets and liabilities in foreign currencies are translated at the exchange rates prevailing at that date. Halaman Page
216 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) p. Penjabaran mata uang asing (lanjutan) p. Foreign currency translation (continued) Keuntungan dan kerugian dari selisih kurs yang timbul dari transaksi dalam mata uang asing dan penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing, diakui pada laporan laba rugi. Kurs nilai tukar yang digunakan adalah kurs tengah Bank Indonesia. Berikut ini adalah kurs nilai tukar yang digunakan (Rupiah penuh): Exchange gains and losses arising from transactions in foreign currency and from the translation of foreign currency monetary assets and liabilities are recognised in the profit or loss. The exchange rates used are the Bank Indonesia middle rate. Below are the exchange rate used (full amount): Dolar Amerika Serikat 13,795 12,440 12,189 1 United States Dollar q. Perpajakan q. Taxation Pajak penghasilan terdiri dari pajak penghasilan kini dan tangguhan. Pajak penghasilan ini diakui dalam laporan laba rugi, kecuali jika pajak tersebut terkait dengan transaksi atau kejadian yang langsung diakui ke penghasilan komprehensif lainnya. Dalam hal ini pajak tersebut masing-masing diakui dalam penghasilan komprehensif lain atau ekuitas. Beban pajak kini dihitung berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku pada tanggal pelaporan keuangan, di negara di mana Perseroan beroperasi dan menghasilkan pendapatan kena pajak. Manajemen melakukan evaluasi secara periodik atas posisi yang diambil sehubungan dengan pemahaman peraturan perpajakan. Dimana dapat memberikan dasar yang memadai untuk menghitung jumlah yang harus dibayar ke kantor pajak. Pajak penghasilan tangguhan disajikan dengan menggunakan metode balance sheet liability, untuk semua perbedaan temporer yang muncul akibat perbedaan perhitungan tarif dasar pajak untuk asset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya dalam rangka kebutuhan laporan keuangan per tanggal pelaporan. Tarif pajak yang berlaku saat ini dipakai untuk menentukan pajak penghasilan tangguhan. Aset pajak tangguhan diakui apabila besar kemungkinan bahwa jumlah laba fiskal pada masa mendatang akan memadai untuk mengkompensasi aset pajak tangguhan yang muncul akibat perbedaan temporer tersebut. The income tax comprises current and deferred tax. Tax is recognised in profit and loss, except to the extent that it relates to items recognised directly in other comprehensive income. In this case, the tax is also recognised in other comprehensive income or equity. The current income tax charge is calculated on the basis of the tax laws enacted or substantively enacted at the reporting date. Management periodically evaluates positions taken in tax returns with respect situation in which applicable tax regulation is subject to interpretation. It establishes provisions where appropriate on the basis of amounts expected to be paid to the tax authorities. Deferred income tax is determined using the balance sheet liability method, for all temporary differences arising between the tax bases of assets and liabilities and their carrying values for financial reporting purposes at each reporting date. Currently enacted tax rates are used to determine deferred income tax. A deferred tax asset is recognised to the extent that it is probable that future taxable profits will be available against which the deferred tax asset arising from temporary differences can be utilised. Halaman Page
217 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) q. Perpajakan (lanjutan) q. Taxation (continued) Aset dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan dapat saling hapus apabila terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus antara aset pajak kini dengan liabilitas pajak kini dan apabila aset dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama, baik atas entitas kena pajak yang sama ataupun berbeda dan adanya niat untuk melakukan penyelesaian saldo-saldo tersebut secara neto. Perpajakan dicatat sesuai dengan PSAK 46 (Revisi 2013) Pajak Penghasilan. Deferred income tax assets and liabilities are offset when there is a legally enforceable right to offset current tax assets against current tax liabilities and when the deferred income taxes assets and liabilities relate to income taxes levied by the same taxation authority on either the same taxable entity or different taxable entities where there is an intention to settle the balances on a net basis. Taxation is in accordance with SFAS 46 (Revised 2013) Income Taxes. r. Surat berharga yang diterbitkan r. Securities issued Surat berharga yang diterbitkan dicatat sebesar nilai nominal dikurangi dengan biaya emisi yang belum diamortisasi. Biaya emisi adalah biaya yang terjadi sehubungan dengan surat berharga yang diterbitkan, diakui sebagai diskonto dan dikurangkan langsung dari hasil emisi dan diamortisasi selama jangka waktu surat berharga yang diterbitkan tersebut dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Surat berharga yang diterbitkan adalah utang obligasi dan Medium Term Notes. Surat berharga yang diterbitkan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Lihat Catatan 2c untuk kebijakan akuntansi atas liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Securities issued are presented at nominal value net of unamortised securities issuance cost. Costs incurred in connection with securities issuance are recognised as a discount and offset directly from the proceeds derived from such offerings and amortised over the period of the securities issued using effective interest rate method. Securities issued are bonds payable and Medium Term Notes. Securities issued are classified as financial liabilities at amortised cost. Refer to Note 2c for the accounting policy of financial liabilities at amortised cost. s. Laba per saham s. Earnings per share Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang beredar sepanjang tahun. Laba bersih per saham dilusian dihitung dengan menyesuaikan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar dengan asumsi bahwa semua efek berpotensi saham biasa yang sifatnya dilutif dikonversi. Basic earning per share is calculated by dividing net income in the year by the weighted average number of ordinary shares outstanding during the year. Diluted earnings per share is calculated by adjusting the weighted average number of ordinary shares outstanding to assume conversion of all dilutive potential ordinary shares. Halaman Page
218 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) t. Transaksi dengan pihak berelasi t. Transaction with related parties Perseroan melakukan transaksi dengan pihak berelasi. Sesuai dengan PSAK No. 7 (revisi 2010) tentang Pengungkapan Pihak-pihak yang Berelasi, yang dimaksud dengan pihak yang berelasi adalah orang atau entitas yang berelasi dengan entitas pelapor sebagai berikut: a. Orang atau anggota keluarga terdekatnya berelasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut: i. memiliki pengendalian atau pengendalian bersama terhadap entitas pelapor; ii. memiliki pengaruh signifikan terhadap entitas pelapor; atau iii. personal manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk pelapor. b. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi hal-hal sebagai berikut: i. entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain); ii. suatu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama bagi entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, dimana entitas lain tersebut adalah anggotanya); iii. kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama; iv. suatu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga; v. entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari suatu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor; vi. entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam butir (a); vii. orang yang diidentifikasi, dalam butir (a) (i) memiliki pengaruh signifikan terhadap entitas atau anggota manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas). Jenis transaksi dan saldo dengan pihak berelasi, diungkapkan dalam Catatan 20. The Company has transactions with related parties. In accordance with SFAS No. 7 (revised 2010) regarding Related Party Disclosure, the meaning of a related party is a person or entity that is related to a reporting entity as follow: a. A person or a close member of that person s family is related to a reporting entity if that person: i. has control or joint control over the reporting entity; ii. has significant influence over the reporting entity; or iii. is member of the key management personel of the reporting entity of a parent of the reporting entity. b. An entity is related to a reporting entity if any of the following conditions applies: i. the entity and the reporting entity are members of the same the Company (which means that each parent, subsidiary and fellow subsidiary is related to the others); ii. one entity is an associate or joint venture of the other entity (or an associate or joint venture of member of a company of which the other entity is a member); iii. both entities are joint ventures of the same third party; iv. one entity is a joint venture of a third entity and the other entity is an associate of the third entity; v. the entity is a post-employment benefit plan for the benefit of employees of either the reporting entity or an entity related to the reporting entity; vi. the entity controlled or jointly controlled by a person identified in (a); vii. a person identified in (a) (i) has significant influence over the entity or is a member of the key management personel of the entity (or of a parent of the entity). The nature of transactions and balances of accounts with related parties, are disclosed in the Note 20. Halaman Page
219 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 2. KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) 2. ACCOUNTING POLICIES (continued) u. Dividen u. Dividends Pembagian dividen kepada para pemegang saham Perseroan diakui sebagai sebuah liabilitas dalam laporan keuangan pada periode ketika dividen tersebut disetujui oleh para pemegang saham Perseroan. Pembagian dividen interim diakui sebagai liabilitas ketika dividen disetujui berdasarkan keputusan rapat Direksi sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan. Dividend distribution to the Company s shareholders is recognised as a liability in the financial statements in the period which the dividends are approved by the Company s shareholders. Interim dividend distributions are recognised as a liability when the dividends are approved based on a Board of Directors resolution in accordance with the Company s Articles of Association. v. Informasi segmen v. Segment information Sebuah segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas: i. yang terlihat dalam aktivitas bisnis yang memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan beban yang terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama); ii. hasil operasinya dikaji ulang secara berkala oleh kepala operasional untuk pembuatan keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan iii. tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan. Berdasarkan PSAK 5 (Revisi 2009), sebuah segmen usaha adalah sekelompok aset dan operasi yang menyediakan barang atau jasa yang memiliki risiko serta tingkat pengembalian yang berbeda dengan segmen usaha lainnya, sementara segmen geografis berkaitan dengan penyediaan jasa di dalam lingkungan ekonomi tertentu yang memiliki risiko serta pengembalian yang berbeda dengan segmen operasi lainnya yang berada dalam lingkungan ekonomi lain. Segmen operasi Perseroan disajikan berdasarkan segmen bisnis yang terdiri dari sewa pembiayaan, pembiayaan konsumen, anjak piutang, pembiayaan modal kerja dan lain-lain (lihat Catatan 22). An operating segment is a component of entity which: i. involves with business activities to generate income and expenses (include income and expenses relating to the transactions with other components with the same entity); ii. operations result is observed regularly by chief decision maker to make decisions regarding the allocation of resources and to evaluate the works; and iii. separate financial information is available. Based on SFAS 5 (Revised 2009), a business segment is a group of assets and operations engaged in providing products or services that are subject to risks and returns that are different from those of other business segments, while geographical segment is engaged in providing services within a particular economic environment that are subject to risks and returns that are different from those of segments operating in other economic environments. The Company discloses the operating segment based on business segments that consists of: finance leases, consumer financing, factoring, working capital financing and others (refer to Note 22). Halaman Page
220 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING Beberapa estimasi dan asumsi dibuat dalam rangka penyusunan laporan keuangan dimana dibutuhkan pertimbangan manajemen dalam menentukan metodologi yang tepat untuk penilaian aset dan liabilitas. Manajemen membuat estimasi dan asumsi yang berimplikasi pada pelaporan nilai aset dan liabilitas atas tahun keuangan satu tahun kedepan. Semua estimasi dan asumsi yang diharuskan oleh PSAK adalah estimasi terbaik yang didasarkan standar yang berlaku. Estimasi dan pertimbangan dievaluasi secara terus menerus dan berdasarkan pengalaman masa lalu dan faktor-faktor lain termasuk harapan atas kejadian yang akan datang. Walaupun estimasi dan asumsi ini dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen atas kejadian dan tindakan saat ini, hasil yang timbul mungkin berbeda dengan estimasi dan asumsi semula. Sumber utama ketidakpastian estimasi: 3. CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES AND JUDGEMENTS Certain estimates and assumptions are made in the preparation of the financial statements. These often require management judgement in determining the appropriate methodology for valuation of assets and liabilities. Management makes estimates and assumptions that affect the reported amounts of assets and liabilities within the next financial year. All estimates and assumptions required in conformity with SFAS are best estimates undertaken in accordance with the applicable standard. Estimates and judgements are evaluated on a continuous basis, and are based on past experience and other factors, including expectations with regard to future events. Although these estimates and assumption are based on management s best knowledge of current events and activities, actual result may differ from those estimates and assumption. Key sources of estimation uncertainty: a. Nilai wajar dari instrumen keuangan a. Fair value of financial instruments Dalam menentukan nilai wajar aset keuangan dan liabilitas yang tidak mempunyai harga pasar, Perseroan menggunakan teknik penilaian seperti yang dijelaskan dalam Catatan 2c.iii. Untuk instrumen keuangan yang jarang diperdagangkan dan memiliki informasi harga yang terbatas, nilai wajar menjadi kurang obyektif dan membutuhkan berbagai tingkat penilaian tergantung pada likuiditas, konsentrasi, faktor ketidakpastian pasar, asumsi harga dan risiko lainnya. b. Penyisihan kerugian penurunan nilai aset keuangan Perseroan melakukan review atas aset keuangan pada setiap tanggal laporan untuk melakukan penilaian atas penyisihan kerugian penurunan nilai yang telah dicatat. Pertimbangan manajemen diperlukan dalam menentukan estimasi yang digunakan untuk menentukan tingkat penyisihan yang dibutuhkan. In determining the fair value for financial assets and financial liabilities for which there is no observable market price, the Company uses the valuation techniques as described in Note 2c.iii. For financial instruments that are traded infrequently and lack of price transparency, fair value is less objective and requires varying degrees of judgement depending on liquidity, concentration, uncertainty of market factors, pricing assumptions and other risks affecting the specific instrument. b. Allowance for impairment losses of financial assets The Company reviews its financial assets at reporting date to evaluate the allowance for impairment losses. Management s judgement is applied in the estimation when determining the level of allowance required. Halaman Page
221 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) Sumber utama ketidakpastian estimasi: (lanjutan) b. Penyisihan kerugian penurunan nilai aset keuangan (lanjutan) Kondisi spesifik penurunan nilai debitur dalam pembentukan penyisihan kerugian penurunan nilai atas aset keuangan dievaluasi secara individu berdasarkan estimasi terbaik manajemen atas nilai kini arus kas yang diharapkan akan diterima. Dalam mengestimasi arus kas tersebut, manajemen membuat pertimbangan tentang situasi keuangan debitur dan nilai realisasi bersih dari setiap agunan. Setiap aset yang mengalami penurunan nilai dinilai sesuai dengan manfaat yang ada dan strategi penyelesaian serta estimasi arus kas yang diperkirakan dapat diterima disetujui secara independen oleh Manajemen Risiko. Perseroan juga membentuk penyisihan penurunan nilai kolektif atas eksposur piutang yang diberikan, dimana evaluasi dilakukan berdasarkan data kerugian historis (lihat Catatan 2c.vii). Perhitungan penyisihan penurunan nilai kolektif meliputi kerugian kredit yang melekat dalam portofolio aset keuangan dengan karakteristik ekonomi yang sama. Dalam menilai kebutuhan untuk penyisihan penurunan nilai kolektif, Manajemen mempertimbangkan faktor-faktor seperti antara lain kualitas kredit dan jenis produk. Guna membuat estimasi penyisihan yang diperlukan, manajemen membuat asumsi untuk menentukan kerugian yang melekat, dan untuk menentukan parameter input yang diperlukan, berdasarkan pengalaman masa lalu dan kondisi ekonomi saat ini. Keakuratan penyisihan tergantung pada seberapa baik estimasi arus kas masa depan untuk cadangan counterparty tertentu dan asumsi model dan parameter yang digunakan dalam menentukan penyisihan penurunan nilai kolektif. 3. CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES AND JUDGEMENTS (continued) Key sources of estimation uncertainty: (continued) b. Allowance for impairment losses of financial assets (continued) The specific debtors' conditions in determining allowance for impairment amount of the financial assets is evaluated individually and is based upon management's best estimate of the present value of the cash flows that are expected to be received. In estimating these cash flows, management makes judgements about the debtors' financial situation and the net realizable value of any underlying collateral. Each impaired asset is assessed on its merits and the workout strategy and estimated cash flows considered recoverable are independently approved by the Risk Management. The Company also estimates the collective impairment allowance for its receivables portfolio, where evaluation is performed based on historical data (refer to Note 2c.vii). Collectively assessed impairment allowances cover credit losses inherent in portfolios of financial assets with similar economic characteristics. In assessing the need for collective impairment allowances, management considers factors such as credit quality and type of product, among others. In order to estimate the required allowance, assumptions are made to define the way inherent losses are modelled and to determine the required input parameters, based on historical experience and current economic conditions. The accuracy of the allowances depends on how well these estimate future cash flows for specific counterparty allowances and the model assumptions and parameters used in determining collective impairment allowances. c. Imbalan kerja c. Employee benefits Nilai kini imbalan kerja karyawan tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan dengan dasar aktuarial berdasarkan beberapa asumsi. Perubahan atas asumsiasumsi ini akan mempengaruhi jumlah tercatat atas imbalan kerja karyawan. The present value of the employee benefit obligations depends on a number of factors that are determined on an actuarial basis using a number of assumptions. Any changes in these assumptions will impact the carrying amount of employee benefit obligations. Halaman Page
222 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan) Sumber utama ketidakpastian estimasi: (lanjutan) 3. CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES AND JUDGEMENTS (continued) Key sources of estimation uncertainty: (continued) c. Imbalan kerja (lanjutan) c. Employee benefits (continued) Asumsi yang digunakan dalam menentukan biaya/(pendapatan) untuk imbalan kerja karyawan antara lain tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji di masa datang, usia pensiun normal, tingkat mortalita, dan lain-lain. Perseroan menentukan tingkat diskonto yang tepat pada setiap akhir periode pelaporan. Ini merupakan tingkat suku bunga yang harus digunakan untuk menentukan nilai kini atas arus kas keluar masa depan yang diestimasi dan akan digunakan untuk membayar imbalan kerja karyawan. Dalam menentukan tingkat diskonto yang tepat, Peseroan mempertimbangkan tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang mempunyai jangka waktu yang menyerupai jangka waktu imbalan kerja karyawan. Tingkat kenaikan gaji per tahun didasarkan pada informasi historis atas tingkat kenaikan gaji sebelumnya, tingkat inflasi, dan masa kerja. Asumsi tingkat mortalita telah didasarkan pada tabel mortalita terbaru yang dihitung dengan menggunakan metode aktuaria yang diterima secara umum. Tingkat pengembalian investasi didasarkan pada informasi historis dan proyeksi pasar ke depan. Asumsi tingkat pengunduran diri didasarkan pada informasi historis dan disesuaikan dengan kondisi saat ini. The assumptions used in determining the net cost/(income) for employee s benefit included the discount rate, salary increment rate, normal pension age, mortality rate, and others. The Company determines the appropriate discount rate at the end of each reporting period. This is the interest rate that should be used to determine the present value of estimated future cash outflows expected to be required to settle the employee s benefit obligations. In determining the appropriate discount rate, the Company considers the interest rates of government bonds that have terms to maturity approximating the terms of the related employee s benefit liability. Annual salary increment rate is determined based on historical information of previous salary increment rate, inflation rate, and length of service. Mortality rate assumption is based on the latest mortality table which is calculated using actuarial method generally accepted. Expected rate of return on investment is based on historical information and future market projections. Resignation rate assumption is based on historical information and adjusted for current condition. Halaman Page
223 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 4. KAS DAN SETARA KAS 4. CASH AND CASH EQUIVALENTS Kas Cash on hand Bank Cash in banks Pihak ketiga: Third parties: Rupiah Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 302, ,719 4,682 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank QNB Kesawan Tbk 288,643 56, ,463 PT Bank QNB Kesawan Tbk PT Bank Bukopin Tbk 202, PT Bank Bukopin Tbk PT Bank Tabungan Pensiun PT Bank Tabungan Pensiun Nasional Tbk (BTPN) 127, ,802 51,588 Nasional Tbk (BTPN) PT Bank Danamon Indonesia Tbk 103, PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank ICB Bumiputera PT Bank ICB Bumiputera Indonesia Tbk 51,723 5,659 53,018 Indonesia Tbk PT Bank CIMB Tbk 20, PT Bank CIMB Tbk PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 5, ,524 - (Persero) Tbk PT Bank Central Asia Tbk 1,729 1,508 2,357 PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 565 2, (Persero) Tbk PT Bank UOB Indonesia , ,883 PT Bank UOB Indonesia Standard Chartered Bank 51 1, Standard Chartered Bank PT Bank Mizuho Indonesia Tbk PT Bank Mizuho Indonesia Tbk PT Bank International PT Bank International Indonesia Tbk ,688 Indonesia Tbk PT Bank OCBC NISP Tbk 3 10,140 - PT Bank OCBC NISP Tbk PT Bank KEB Hana Indonesia - 36,234 - PT Bank KEB Hana Indonesia PT Bank Pan Indonesia Tbk PT Bank Pan Indonesia Tbk PT Bank Muamalat PT Bank Muamalat PT Bank Mega Tbk PT Bank Mega Tbk PT Bank Ekonomi Raharja Tbk PT Bank Ekonomi Raharja Tbk Lain-lain Others Dolar AS US Dollar PT Bank QNB Kesawan Tbk 61, PT Bank QNB Kesawan Tbk PT Bank ICB Bumiputera PT Bank ICB Bumiputera Indonesia Tbk 27, Indonesia Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 10,616 1,938 42,194 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Central Asia Tbk 1,254 4,386 6,261 PT Bank Central Asia Tbk Standard Chartered Bank Standard Chartered Bank The Hongkong Shanghai Banking The Hongkong Shanghai Banking - Corporation Limited Corporation Limited PT Bank Ekonomi Raharja Tbk , PT Bank Ekonomi Raharja Tbk PT Bank Mizuho Indonesia Tbk PT Bank Mizuho Indonesia Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk Deutsche Bank AG, Deutsche Bank AG, Cabang Jakarta Jakarta Branch Lain-lain Others 1,206,546 1,290, ,007 1,206,671 1,291, ,127 Pihak berelasi: Related parties: Rupiah Rupiah PT Bank Permata Tbk 26, , ,793 PT Bank Permata Tbk Dolar AS US Dollar PT Bank Permata Tbk 16,142 24,764 19,770 PT Bank Permata Tbk 42, , ,563 1,249,562 1,703, ,690 Suku bunga rekening bank per tahun berkisar antara 0% - 4% pada 31 Desember 2015 untuk mata uang Rupiah (2014: 0,5% - 8% dan 2013: 1,5% - 6,5%) dan 0% - 2,25% untuk mata uang Dolar AS (2014: 0,5% - 2% dan 2013: 0,1% - 0,2%). Lihat Catatan 20 untuk rincian saldo dan transaksi pihak berelasi. The bank accounts earned annual interest at rates ranging between 0% - 4% for the year ended 31 December 2015 for Rupiah currency (2014: 0.5% - 8% and 2013: 1.5% - 6.5%) and 0% % for US Dollars currency (2014: 0.5% - 2% and 2013: 0.1% - 0.2%). Refer to Note 20 for details of related parties balances and transactions. Halaman Page
224 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 5. PIUTANG SEWA PEMBIAYAAN 5. FINANCE LEASE RECEIVABLES Piutang sewa pembiayaan - kotor Direct finance lease receivables - gross - Pembiayaan sendiri 4,209,869 5,827,987 6,527,318 Direct financing - - Pembiayaan yang dibiayai bersama pihak lain 119, , ,090 Joint financing without recourse - 4,329,374 5,960,219 6,767,408 Dikurangi: pembiayaan bersama without recourse bagian yang Less: joint financing without recourse dibiayai pihak lain (96,122) (112,097) (196,540) amount financed by other party Piutang sewa pembiayaan Direct finance lease receivables - kotor 4,233,252 5,848,122 6,570,868 - gross Nilai sisa 1,780,167 1,869,775 2,386,841 Residual value Pendapatan sewa pembiayaan Unearned income on direct finance yang belum diakui: lease: - Pembiayaan sendiri (488,486) (659,727) (723,786) Direct financing - - Pembiayaan yang dibiayai bersama pihak lain (1,123) (8,698) (28,502) Joint financing without recourse - (489,609) (668,425) (752,288) Dikurangi: pembiayaan bersama without recourse bagian yang Less: joint financing without recourse dibiayai pihak lain 4,709 6,670 15,536 amount financed by other party Pendapatan sewa pembiayaan Unearned income on direct yang belum diakui (484,900) (661,755) (736,752) finance lease Simpanan jaminan (1,780,167) (1,869,775) (2,386,841) Security deposits 3,748,352 5,186,367 5,834,116 Dikurangi: Less: Penyisihan kerugian penurunan nilai (269,318) (296,614) (325,256) Allowance for impairment losses Bersih 3,479,034 4,889,753 5,508,860 Net Piutang sewa pembiayaan - kotor pada tanggal 31 Desember 2015 dalam Dolar AS adalah sebesar Rp (2014: Rp dan 2013: Rp ). Cicilan piutang sewa pembiayaan - bersih yang akan diterima dari konsumen sesuai dengan tanggal jatuh temponya: Direct finance lease receivables gross as at 31 December 2015 denominated in US Dollar amounted to Rp 1,086,289 (2014: Rp 1,820,322 and 2013: Rp 2,188,842). The above direct finance lease receivables - net have the following maturity profile: < 1 tahun 2,071,119 3,032,038 3,377,733 < 1 year 1-2 tahun 1,196,037 1,391,113 1,623, years > 2 tahun 211, , ,964 > 2 years 3,479,034 4,889,753 5,508,860 Halaman Page
225 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 5. PIUTANG SEWA PEMBIAYAAN (lanjutan) 5. FINANCE LEASE RECEIVABLES (continued) Jangka waktu kontrak sewa pembiayaan alat-alat berat yang disalurkan oleh Perseroan berkisar antara bulan. Analisis umur piutang sewa pembiayaan - kotor adalah sebagai berikut: The period of finance leases contracts for heavy equipment contracts ranged from months. Aging analysis of direct finance lease receivables - gross is as follows: Belum jatuh tempo: Current: Jatuh tempo ,653,182 Maturity 2014 Jatuh tempo ,412,247 1,500,356 Maturity 2015 Jatuh tempo ,566,063 1,305, ,515 Maturity 2016 Jatuh tempo ,297, ,942 21,757 Maturity 2017 Jatuh tempo ,207 27,736 - Maturity 2018 Lewat jatuh tempo: Overdue: 1-30 hari 436, , , days hari 520, , , days >60 hari 191, , ,321 >60 days 4,233,252 5,848,122 6,570,868 Perubahan pada penyisihan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut: Movements of the allowance for impairment losses are as follows: Saldo awal 296, , ,705 Beginning balance Penambahan 108,963 46, ,645 Additions Penghapusan (136,259) (74,698) (91,094) Write off Saldo akhir 269, , ,256 Ending balance Analisis saldo dan jumlah penyisihan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut: Analysis of total balance and allowance for impairment losses are as follows: Penilaian secara individual: Individual assessments: Saldo piutang sewa Balance of direct finance lease pembiayaan - kotor 869,183 1,200, ,627 receivables - gross Penyisihan kerugian penurunan nilai (233,143) (251,643) (236,590) Allowance for impairment losses Penilaian secara kolektif: Collective assessments: Saldo piutang sewa Balance of direct finance lease pembiayaan - kotor 3,364,069 4,647,369 5,700,241 receivables - gross Penyisihan kerugian penurunan nilai (36,175) (44,971) (88,666) Allowance for impairment losses Jumlah penyisihan kerugian Total allowance for penurunan nilai (269,318) (296,614) (325,256) impairment losses Suku bunga efektif portofolio sewa pembiayaan per tahun berkisar sebagai berikut: Effective annual interest rates of direct finance lease portfolio ranged as follows: Rupiah 9.00% % 9.0% % 9.0% % Rupiah Dolar AS 9.25% % 8.0% % 8.0% % US Dollar Halaman Page
226 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 5. PIUTANG SEWA PEMBIAYAAN (lanjutan) 5. FINANCE LEASE RECEIVABLES (continued) Direksi berpendapat bahwa jumlah penyisihan kerugian penurunan nilai tersebut di atas cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang sewa pembiayaan. Pada tanggal 31 Desember 2015, 2014, dan 2013 piutang sewa pembiayaan - kotor yang digunakan sebagai jaminan atas pinjaman masing-masing sebesar Rp , Rp , dan Rp (lihat Catatan 12). Tidak terdapat piutang sewa pembiayaan dengan pihak berelasi. The Directors believe that the above allowance for impairment losses is adequate to cover incurred losses arising from uncollectible direct finance lease receivable accounts. As at 31 December 2015, 2014 and 2013 direct finance lease receivables - gross amounting to Rp 3,235,093, Rp 3,439,541, and Rp 3,411,997 respectively are used as collateral for borrowings (refer to Note 12). There are no direct finance lease receivables with related parties. 6. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN - BERSIH 6. CONSUMER FINANCING RECEIVABLES - NET Piutang pembiayaan Consumer financing konsumen - kotor: receivables - gross: - Pembiayaan sendiri 18,916 40,997 94,917 Direct financing - - Pembiayaan yang dibiayai bersama pihak lain 976,495 64, ,048 Joint financing without recourse - 995, , ,965 Dikurangi: pembiayaan bersama Less: joint financing without recourse bagian yang without recourse amount dibiayai pihak lain financed by other party Piutang pembiayaan Consumer financing konsumen - kotor 995, , ,965 receivables - gross Dikurangi: Less: Pendapatan pembiayaan Unearned income konsumen yang belum diakui: on consumer financing: - Pembiayaan sendiri (2,655) (5,061) (7,334) Direct financing - - Pembiayaan yang dibiayai bersama pihak lain without recourse (157,318) (6,341) (18,071) Joint financing without recourse - (159,973) (11,402) (25,405) Dikurangi: pembiayaan bersama Less: joint financing without recourse bagian yang without recourse amount dibiayai pihak lain financed by other party Pendapatan pembiayaan Unearned income konsumen yang belum diakui (159,973) (11,402) (25,405) on consumer financing 835,438 93, ,560 Dikurangi: Less: Penyisihan kerugian penurunan nilai (580) (198) (5,584) Allowance for impairment losses Bersih 834,858 93, ,976 Net Piutang pembiayaan konsumen kotor pada tanggal 31 Desember 2015 dalam Dolar AS adalah sebesar Rp nihil (2014: Rp nihil dan 2013: Rp 3.880). Consumer financing receivables gross as at 31 December 2015 denominated in US Dollar amounted to Rp nil (2014: Rp nil and 2013: Rp 3,880). Halaman Page
227 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 6. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN - BERSIH (lanjutan) Cicilan piutang pembiayaan konsumen - bersih yang akan diterima dari konsumen sesuai dengan tanggal jatuh temponya: 6. CONSUMER FINANCING RECEIVABLES - NET (continued) The above consumer financing receivables - net have the following maturity profile: < 1 tahun 441,996 61, ,247 < 1 year 1-2 tahun 364,478 31,487 11, years > 2 tahun 28, > 2 years 834,858 93, ,976 Jangka waktu kontrak pembiayaan konsumen kendaraan roda empat atau lebih dan alat-alat berat yang disalurkan oleh Perseroan berkisar antara bulan. Analisis umur piutang pembiayaan konsumen - kotor adalah sebagai berikut: The period of consumer financing contracts for vehicles and heavy equipment contracts ranged from months. Aging analysis of consumer financing receivables - gross is as follows: Belum jatuh tempo: Current: Jatuh tempo ,571 Maturity 2014 Jatuh tempo ,838 12,571 Maturity 2015 Jatuh tempo ,362 29, Maturity 2016 Jatuh tempo , Maturity 2017 Lewat jatuh tempo: Overdue: 1-30 hari - 9,999 16, days hari 3,475 3,800 12, days >60 hari ,530 >60 days 995, , ,965 Perubahan pada penyisihan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut: Movements of the allowance for impairment losses are as follows: Saldo awal 198 5,584 6,766 Beginning balance Penambahan ,988 Additions Penghapusan (573) (6,002) (3,170) Write off Saldo akhir ,584 Ending balance Analisis saldo dan jumlah penyisihan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut: Analysis of total balance and allowance for impairment losses are as follows: Penilaian secara individual: Individual assessments: Saldo piutang pembiayaan Balance of consumer financing konsumen - kotor 81,087 8,576 16,086 receivables - gross Penyisihan kerugian penurunan nilai (568) (195) (2,537) Allowance for impairment losses Penilaian secara kolektif: Collective assessments: Saldo piutang pembiayaan Balance of consumer financing konsumen - kotor 914,324 96, ,879 receivables - gross Penyisihan kerugian penurunan nilai (12) (3) (3,047) Allowance for impairment losses Jumlah penyisihan kerugian Total allowance for penurunan nilai (580) (198) (5,584) impairment losses Halaman Page
228 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 6. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN - BERSIH (lanjutan) Suku bunga efektif portofolio per tahun berkisar sebagai berikut: 6. CONSUMER FINANCING RECEIVABLES - NET (continued) Effective annual interest rates portfolio ranged are as follows: Rupiah 14.50% % 9.0% % 9.0% % Rupiah Dolar AS - 9.0% 9.0% % US Dollar Direksi berpendapat bahwa jumlah penyisihan kerugian penurunan nilai tersebut di atas cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang pembiayaan konsumen. Sebagai jaminan atas piutang pembiayaan konsumen, Perseroan menerima jaminan dari konsumen berupa Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor dari kendaraan bermotor yang dibiayai Perseroan. The Directors believe that the above allowance for impairment losses is adequate to cover incurred losses arising from uncollectible consumer financing receivable accounts. The consumer financing receivables are mainly secured by fiduciary on vehicles subject to finance whereby the Company receives Motor Vehicle Ownership Certificates. 7. TAGIHAN ANJAK PIUTANG BERSIH 7. FACTORING RECEIVABLES - NET Tagihan anjak piutang - bruto 26, ,578 95,902 Factoring receivables gross Penyisihan kerugian penurunan nilai (989) (18,433) - Allowance for impairment losses Bersih 25, ,145 95,902 Net Tagihan anjak piutang - bersih yang akan diterima dari konsumen sesuai dengan tanggal jatuh temponya: The above factoring receivables - net have the following maturity profile: < 1 tahun 6, ,145 95,902 < 1 year 1 2 tahun 19, year 25, ,145 95,902 Jangka waktu kontrak anjak piutang berkisar antara 1-24 bulan. Analisa umur tagihan anjak piutang - kotor adalah sebagai berikut: The period of factoring contracts ranged from 1-24 months. Aging analysis of the gross factoring receivables is as follows: Belum jatuh tempo 22, ,053 95,902 Current Lewat jatuh tempo: Overdue: 1-30 hari - 1, days >30 hari 3,623 10,124 - >30 days 26, ,578 95,902 Halaman Page
229 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 7. TAGIHAN ANJAK PIUTANG - BERSIH (lanjutan) 7. FACTORING RECEIVABLES - NET (continued) Perubahan pada penyisihan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut: Movements of the allowance for impairment losses are as follows: Saldo awal 18, Beginning balance Penambahan/(pembalikan) (17,444) 37,726 - Additions/(reversal) Penghapusan - (19,293) - Write off Saldo akhir ,433 - Ending balance Analisis saldo dan jumlah penyisihan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut: Analysis of total balance and allowance for impairment losses are as follows: Penilaian secara individual: Individual assessments: Saldo anjak piutang Balance of factoring - kotor 22, ,454 - receivables - gross Penyisihan kerugian penurunan nilai 616 8,309 - Allowance for impairment losses Penilaian secara kolektif: Collective assessments: Saldo anjak piutang Balance of factoring - kotor 3,623 10,124 - receivables - gross Penyisihan kerugian penurunan nilai ,124 - Allowance for impairment losses Jumlah penyisihan kerugian Total allowance for penurunan nilai ,433 - impairment losses Tagihan anjak piutang - kotor pada tanggal 31 Desember 2015 dalam Dolar AS adalah sebesar Rp nihil (2014: Rp dan 2013: Rp ). Factoring receivables gross as at 31 December 2015 denominated in US Dollar amounted to Rp nil (2014: Rp 145,064 and 2013: Rp 64,070). Suku bunga efektif portofolio per tahun berkisar sebagai berikut: Effective annual interest rates portfolio ranged are as follows: Rupiah 20.0% % 20.0% % 15.0% -25.0% Rupiah Dollar AS 9.0% % 9.0% % 5.0% % US Dollar Direksi berpendapat bahwa jumlah penyisihan kerugian penurunan nilai tersebut di atas cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya anjak piutang. The Directors believe that the above allowance for impairment losses is adequate to cover incurred losses arising from uncollectible factoring. 8. PEMBIAYAAN MODAL USAHA BERSIH 8. WORKING CAPITAL FINANCING RECEIVABLES NET Pembiayaan Modal Usaha Working Capital Financing 951, Receivables Penyisihan piutang bermasalah Allowance for bad debt Modal Usaha (31,087) - - on working capital Bersih 920, Net Halaman Page
230 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 8. PEMBIAYAAN MODAL USAHA BERSIH (lanjutan) Pembiayaan Modal Usaha adalah fasilitas pemberian kredit yang dilakukan oleh Perseroan untuk para nasabah dalam rangka pembiayaan terhadap proyek yang dianggap layak dan menghasilkan. Perseroan mensyaratkan jaminan yang cukup untuk menutupi risiko kredit. Analisis saldo dan jumlah penyisihan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut: 8. WORKING CAPITAL FINANCING RECEIVABLES NET (continued) Working Capital Financing Receivables is a credit facility which the Company gave to customers who have proper and profitable project based on company s assessment. The Company requires collateral as part of its credit requirement. Analysis of total balance and allowance for impairment losses are as follows: Penilaian secara individual: Individual assessments: Saldo pembiayaan modal Balance of working capital usaha - kotor 722, financing receivables - gross Penyisihan kerugian penurunan nilai 7, Allowance for impairment losses Penilaian secara kolektif: Collective assessments: Saldo pembiayaan modal Balance of working capital usaha - kotor 229, financing receivables - gross Penyisihan kerugian penurunan nilai 23, Allowance for impairment losses Jumlah penyisihan kerugian Total allowance for penurunan nilai 31, impairment losses Tagihan pembiayaan modal usaha kotor pada tanggal 31 Desember 2015 dalam Dolar AS adalah sebesar Rp (2014: Rp nihil dan 2013: Rp nihil). Working capital financing receivables gross as at 31 December 2015 denominated in US Dollar amounted to Rp 462,429 (2014: Rp nil and 2013: Rp nil). Suku bunga efektif portofolio per tahun berkisar sebagai berikut: Effective annual interest rates portfolio ranged are as follows: Rupiah 8.00% % - - Rupiah Dollar AS 9.00% % - - US Dollar 9. BEBAN DIBAYAR DIMUKA DAN PIUTANG LAIN - LAIN 9. PREPAID EXPENSES AND OTHER RECEIVABLES Beban dibayar dimuka Prepaid expenses - Sewa 2,938 2, Rental - - Asuransi Insurance - 2,992 2,254 1,018 Piutang lain-lain Other receivables Pihak ketiga: Third parties - Piutang premi asuransi 15,985 13,950 8,370 Insurance premium receivable - - Uang muka pembayaran 6,137 9,493 5,170 Advance payment - - Lain-lain 11,207 21,390 17,836 Others - 33,329 44,833 31,376 Pihak berelasi: Related party - Personil manajemen kunci 9,133 2,991 2,856 Key management personnel - 42,462 47,824 34,232 Piutang premi asuransi merupakan piutang pembayaran asuransi dari nasabah untuk biaya asuransi yang dibayarkan terlebih dahulu oleh Perseroan. Insurance premium receivable represents receivables from customer for insurance cost which is paid in advance by the Company. Halaman Page
231 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 9. BEBAN DIBAYAR DIMUKA DAN PIUTANG LAIN LAIN (lanjutan) Pinjaman karyawan terdiri dari pinjaman untuk pembelian kendaraan dengan berbagai jangka waktu yang pelunasannya dilakukan melalui pemotongan gaji setiap bulan. Uang muka pembayaran merupakan uang muka yang digunakan untuk keperluan perjalanan dinas dan keperluan operasional lain. 9. PREPAID EXPENSES AND OTHER RECEIVABLES (continued) Employee loans consist of vehicle loans with various loan terms, repayment of which will be effected through monthly salary deductions. Advance payment represents the advance provided for business travel and other operational purposes. 10. ASET DAN LIABILITAS DERIVATIF 10. DERIVATIVE ASSETS AND LIABILITIES Perseroan melakukan kontrak cross currency swap dan interest rate swap dalam rangka mengantisipasi risiko fluktuasi tingkat bunga dan nilai tukar atas pinjaman bank dalam mata uang asing. Pada tanggal 31 Desember 2015, 2014, dan 2013, nilai wajar dari kontrak cross currency swap dan interest rate swap yang masih berjalan adalah sebagai berikut: The Company entered into cross currency swap and interest rate swap contracts in order to mitigate the risk of fluctuations in exchange rates and interest rate from bank loans in foreign currency. The fair value of the outstanding cross currency swap contracts and interest rate swap contracts as at 31 December 2015, 2014, and 2013 are as follows: Instrumen/ Instruments Jumlah nosional/ Notional amount ( 000 ) Tanggal perjanjian/ Agreement date Tanggal jatuh tempo/ Maturity date 31 Desember/December 2015 Nilai wajar/fair values Tagihan Liabilitas derivatif/ derivatif/ Derivatives Derivatives assets liabilities Cross currency swaps (USD - Rp) - PT Bank ANZ Indonesia USD 22, , PT Bank ANZ Indonesia USD 2, ,628 - Interest rate swaps - PT Bank ANZ Indonesia USD 1, (4) - PT Bank CIMB Niaga Tbk USD 1, PT Bank CIMB Niaga Tbk USD 1, (1) - PT Bank CIMB Niaga Tbk USD (0) - JP. Morgan Chase Bank N.A USD 3, (30) - JP. Morgan Chase Bank N.A USD 1, (15) - PT Bank ANZ Indonesia USD 4, PT Bank OCBC NISP Tbk USD PT Bank OCBC NISP Tbk USD 4, CTBC Bank Co., Ltd. USD 4, JP. Morgan Chase Bank N.A USD 20, (6) - The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited USD 17, (933) - The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited USD 17, (933) 26,582 (1,922) Halaman Page
232 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 10. ASET DAN LIABILITAS DERIVATIF (lanjutan) 10. DERIVATIVE ASSETS AND LIABILITIES (continued) Instrumen/ Instruments Jumlah nosional/ Notional amount ( 000 ) Tanggal perjanjian/ Agreement date Tanggal jatuh tempo/ Maturity date 31 Desember/December 2014 Nilai wajar/fair values Tagihan Liabilitas derivatif/ derivatif/ Derivatives Derivatives assets liabilities Cross currency swaps (USD - Rp) - Standard Chartered Bank USD 3, , Standard Chartered Bank USD 3, ,676 - Interest rate swaps - CTBC Bank Co., Ltd. USD 7, PT Bank ANZ Indonesia USD 7, PT Bank OCBC NISP Tbk USD 7, PT Bank ANZ Indonesia USD (9) - PT Bank OCBC NISP Tbk USD 1, (9) - Standard Chartered Bank USD (12) - JP. Morgan Chase Bank N.A USD 3, (14) - PT Bank OCBC NISP Tbk USD (18) - JP. Morgan Chase Bank N.A USD 1, (26) - JP. Morgan Chase Bank N.A USD 1, (26) - JP. Morgan Chase Bank N.A USD 7, (28) - PT Bank CIMB Niaga Tbk USD 5, (30) - JP. Morgan Chase Bank N.A USD 2, (31) - PT Bank ANZ Indonesia USD 1, (33) - PT Bank CIMB Niaga Tbk USD 1, (35) - PT Bank CIMB Niaga Tbk USD 2, (35) - PT Bank ANZ Indonesia USD 2, (61) - PT Bank ANZ Indonesia USD 2, (61) - PT Bank CIMB Niaga Tbk USD 3, (68) - PT Bank ANZ Indonesia USD 5, (103) - PT Bank ANZ Indonesia USD 4, (138) - PT Bank ANZ Indonesia USD 4, (138) - The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited USD 5, (138) - The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited USD 5, (138) - The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited USD 17, (636) - The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited USD 17, (636) 15,381 (2,423) Halaman Page
233 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 10. ASET DAN LIABILITAS DERIVATIF (lanjutan) 10. DERIVATIVE ASSETS AND LIABILITIES (continued) 31 Desember/December 2013 Nilai wajar/fair values Instrumen/ Instruments Jumlah nosional/ Notional amount ( 000 ) Tanggal perjanjian/ Agreement date Tanggal jatuh tempo/ Maturity date Tagihan derivatif/ Derivatives assets Liabilitas derivatif/ Derivatives liabilities Cross currency swaps (USD - Rp) - Standard Chartered Bank USD 6, , Standard Chartered Bank USD 6, , PT Bank Danamon Indonesia Tbk USD 2, , PT Bank OCBC NISP Tbk USD 2, , The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited USD 1, , PT Bank OCBC NISP Tbk USD 1, , PT Bank Danamon Indonesia Tbk USD 1, , PT Bank Danamon Indonesia Tbk USD 1, , PT Bank ANZ Indonesia USD 1, , PT Bank ANZ Indonesia USD ,481 - Interest rate swaps - PT Bank ANZ Indonesia USD 8, (380) - PT Bank ANZ Indonesia USD 8, (380) - The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited USD 10, (353) - The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited USD 10, (353) - PT Bank CIMB Niaga Tbk USD 5, (216) - PT Bank ANZ Indonesia USD 1, (200) - PT Bank ANZ Indonesia USD 5, (197) - JP. Morgan Chase Bank, N.A USD 12, (189) - PT Bank CIMB Niaga Tbk USD 5, (188) - JP. Morgan Chase Bank, N.A USD 6, (178) - PT Bank OCBC NISP Tbk USD 3, (159) - Standard Chartered Bank USD 4, (157) - PT Bank ANZ Indonesia USD 3, (156) - PT Bank ANZ Indonesia USD 5, (150) - PT Bank ANZ Indonesia USD 5, (150) - PT Bank ANZ Indonesia USD 8, (141) - PT Bank OCBC NISP Tbk USD 2, (126) - PT Bank ANZ Indonesia USD 3, (120) - PT Bank OCBC NISP Tbk USD 3, (120) - PT Bank CIMB Niaga Tbk USD 2, (98) - JP. Morgan Chase Bank, N.A USD 6, (92) Halaman Page
234 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 10. ASET DAN LIABILITAS DERIVATIF (lanjutan) 10. DERIVATIVE ASSETS AND LIABILITIES (continued) Interest rate swaps (lanjutan/continued) - PT Bank CIMB Niaga Tbk USD 9, (79) - PT Bank ANZ Indonesia USD 1, (64) - JP. Morgan Chase Bank, N.A USD 2, (62) - JP. Morgan Chase Bank, N.A USD 2, (62) - PT Bank OCBC NISP Tbk USD 2, (52) - PT Bank Mizuho Indonesia USD 2, (43) - PT Bank OCBC NISP Tbk USD 1, (37) - PT Bank Danamon Indonesia Tbk USD 1, (36) - The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited USD 1, (29) - PT Bank ANZ Indonesia USD (27) - The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited USD 1, (26) - PT Bank ANZ Indonesia USD (20) - PT Bank ANZ Indonesia USD (16) - PT Bank ANZ Indonesia USD (15) - PT Bank ANZ Indonesia USD (14) - PT Bank ANZ Indonesia USD (13) - PT Bank OCBC NISP Tbk USD (11) - PT Bank OCBC NISP Tbk USD (10) - NATIXIS USD (9) - PT Bank ANZ Indonesia USD (8) - PT Bank ANZ Indonesia USD (5) - PT Bank ANZ Indonesia USD (16) 78,690 (4,757) Pada tanggal 31 Desember 2015, 2014, dan 2013, transaksi derivatif tersebut memiliki efektivitas yang tinggi dalam melindungi (offsetting) perubahan arus kas yang dilindungi nilainya, oleh karena itu selisih nilai wajar dari transaksi derivatif dengan keuntungan/(kerugian) selisih kurs yang belum terealisasi atas pinjaman pada tanggal 31 Desember 2015, 2014, dan 2013, masing-masing sebesar Rp 1.151, Rp (1.959), dan Rp (790), dicatat di ekuitas setelah memperhitungkan perubahan kurs pinjaman bank dan pajak tangguhan. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015, jumlah sebesar Rp 10,911 (kredit) telah direklasifikasikan dari ekuitas ke laporan laba rugi tahun berjalan (2014: Rp 23,636 (debit) dan 2013: Rp 68,102 (kredit)). Jumlah tersebut terdiri dari Rp 39,869 yang dikredit pada rugi selisih kurs-bersih dan Rp 28,958 yang didebet pada beban bunga dan keuangan di laba rugi (2014: masing-masing Rp 52,173 (kredit) dan Rp 75,809 (debit) dan 2013: masing-masing Rp 95,165 (kredit) dan Rp 27,063 (debet). Jumlah laba rugi selisih kurs yang di reklasifikasi dari ekuitas di kompensasikan di laporan laba rugi terhadap laba rugi selisih kurs dari pinjaman dan surat berharga yang diterbitkan, yang terkait dengan lindung nilai. Dampak dari beban bunga dan keuangan yang di reklasifikasi dari ekuitas adalah untuk mengubah bunga mengambang menjadi bunga tetap. As at 31 December 2015, 2014, and 2013, these derivative transactions are highly effective in achieving offsetting changes in cash flows attributable to the hedged item, hence, as at 31 December 2015, 2014, and 2013, the difference between mark to market from derivative transactions and unrealised gains/(losses) on foreign exchange on its US Dollar loans are recorded in the equity amounting to Rp 1,151, Rp (1,959), and Rp (790), respectively, after considering the foreign exchange translation of related hedged bank loans and deferred tax. For the year ended 31 December 2015, the total amount of Rp 10,911 (credit) has been reclassified from equity to the current year profit and loss (2014: Rp 23,636 (debit) and 2013: Rp 68,102 (credit)). The amount consist of Rp 39,869 credited to loss on foreign exchange - net and Rp 28,958 debitted to interest and financing charges in profit and loss (2014: Rp 52,173 (credit) and Rp 75,809 (debit) and 2013: Rp 95,165 (credit) and Rp 27,063 (debit) respectively). The foreign exchange gain or loss reclassified from equity is offset in the profit and loss against the foreign exchange gain or loss from related hedged borrowings and securities issued. The impact of interest and financing charges reclassified from equity is to convert the floating-rate interest into fixed-rate interest financing charges. Halaman Page
235 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 11. ASET TETAP 11. FIXED ASSETS Saldo awal/ Beginning balance 31 Desember/December 2015 Penambahan/ Additions Pengurangan/ Disposals Saldo akhir/ Ending balance Harga perolehan Cost Bangunan - 52,567-52,567 Building Kendaraan 2, ,851 Motor vehicles Peralatan dan Office equipment perabot kantor 6,591 2,793-9,384 and fixtures Leasehold Prasarana 2, ,125 improvements 11,567 55,360-66,927 Accumulated Akumulasi penyusutan depreciation Kendaraan 1, ,756 Motor vehicles Perlengkapan dan Office equipment peralatan kantor 4,429 1,206-5,635 and fixtures Leasehold Prasarana 1, ,566 improvements 6,799 2,158-8,957 Nilai buku bersih 4,768 57,970 Net book value Saldo awal/ Beginning balance 31 Desember/December 2014 Penambahan/ Additions Pengurangan/ Disposals Saldo akhir/ Ending balance Harga perolehan Cost Kendaraan 2,307 1,324 (780) 2,851 Motor vehicles Peralatan dan Office equipment perabot kantor 7, (1,487) 6,591 and fixtures Leasehold Prasarana 3, (1,872) 2,125 improvements 13,553 2,153 (4,139) 11,567 Accumulated Akumulasi penyusutan depreciation Kendaraan 1, (442) 1,186 Motor vehicles Perlengkapan dan Office equipment peralatan kantor 4, (1,396) 4,429 and fixtures Leasehold Prasarana 2, (1,853) 1,184 improvements 8,581 1,909 (3,691) 6,799 Nilai buku bersih 4,972 4,768 Net book value Saldo awal/ Beginning balance 31 Desember/December 2013 Penambahan/ Additions Pengurangan/ Disposals Saldo akhir/ Ending balance Harga perolehan Cost Pemilikan langsung Direct ownership Kendaraan 2, ,307 Motor vehicles Peralatan dan - Office equipment perabot kantor 6, ,440 and fixtures Leasehold Prasarana 3, ,806 improvements 12,153 1,400-13,553 Accumulated Akumulasi penyusutan depreciation Kendaraan ,071 Motor vehicles Perlengkapan dan Office equipment peralatan kantor 4, ,892 and fixtures Leasehold Prasarana 2, ,618 improvements 6,923 1,658-8,581 Nilai buku bersih 5,230 4,972 Net book value Halaman Page
236 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 11. ASET TETAP (lanjutan) 11. FIXED ASSETS (continued) Perseroan berkeyakinan bahwa tidak terdapat penurunan nilai yang permanen atas aset tetap pada tanggal 31 Desember 2015, 2014, dan Perseroan melakukan peninjauan atas masa manfaat aset tetap. Berdasarkan hasil telaah, tidak terdapat perubahan atas masa manfaat aset tetap perseroan. Pada tanggal 31 Desember 2015, harga perolehan aset tetap yang telah disusutkan secara penuh adalah Rp (2014: Rp dan 2013: Rp 4.578). Pada tanggal 31 Desember 2015, 2014, dan 2013, semua aset tetap perseroan digunakan untuk kegiatan operasi perseroan. Selama tahun 2015, tidak terdapat penjualan aset tetap. Selama tahun 2014, Perseroan menjual aset tetap dengan harga perolehan, akumulasi penyusutan, harga jual, dan keuntungan atas penjualan aset tetap masing-masing sebesar Rp 4.139, Rp 3.691, Rp 413, dan Rp 35. Selama tahun 2013, tidak terdapat penjualan aset tetap. Untuk aset tetap, tidak ada perbedaan yang signifikan antara nilai wajar dengan nilai tercatatnya. Estimasi nilai bangunan berdasarkan akta perjanjian jual beli adalah sebesar Rp (sebelum pajak) pada tanggal 31 Desember 2015 (level 3 hierarki nilai wajar). Pada tanggal 31 Desember 2015, seluruh aset Perseroan diasuransikan kepada PT Asuransi Astra Buana, pihak berelasi, terhadap seluruh resiko termasuk risiko pemogokan, huru-hara dan kerusuhan sipil berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan sebesar Rp (2014: Rp dan 2013: Rp 4.954). Direksi berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan. The Company believe that there is no impairment in fixed assets as at 31 December 2015, 2014, and The Company performed a review on useful lives of fixed assets. Based on the review result, there was no changes in the Company s useful lives of fixed assets. As at 31 December 2015, cost of fixed assets which are fully depreciated amounted to Rp 1,713 (2014: Rp 2,097 and 2013: Rp 4,578). As at 31 December 2015, 2014, and 2013, all of the fixed assets were used for the Company s operating activities. During the year 2015, there was no disposal of fixed assets. During the year 2014, the Company sold the fixed assets with cost, accumulated depreciation, proceeds, and gain on sale of fixed assets amounted to Rp 4,139, Rp 3,691, Rp 413, and Rp 35, respectively. During the year 2013, there was no disposal of fixed assets. For fixed assets, there is no significant difference between the fair values and carrying values. The estimated fair value of building based on sales and purchases agreement is Rp 47,788 (before tax) as at 31 December 2015 (level 3 fair value hierarchy). As at 31 December 2015, the Company s assets are insured with PT Asuransi Astra Buana, a related party, against all risk insurance cover including losses arising from strikes, riots and civil unrest based on certain policy package with sum insured of Rp 7,287 (2014: Rp 7,223 and 2013: Rp 4,954). The directors believe that the insurance coverage is adequate to cover possible losses on the assets insured. Halaman Page
237 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 12. PINJAMAN YANG DITERIMA 12. BORROWINGS Bank Banks Pihak ketiga: Third parties: Rupiah Rupiah Bilateral Bilateral PT Bank Central Asia Tbk 16,667 83, ,333 PT Bank Central Asia Tbk PT Bank DKI 8,333 41,667 75,000 PT Bank DKI Dolar AS US Dollar Bilateral Bilateral Bank of China ,787 Bank of China Deutsche Bank Deutsche Bank Sindikasi/Club Deal Syndicated/Club Deal Japan Bank for Int. Cooperation - 398, ,096 Japan Bank for Int. Cooperation Mizuho Corporate Bank, Ltd 1,103, , ,923 Mizuho Corporate Bank, Ltd OCBC Ltd 287, , ,616 OCBC Ltd 1,415,996 1,575,296 2,130,757 Bukan bank Non banks Pihak ketiga: Third parties: Rupiah Rupiah Lembaga Pembiayaan Ekspor Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia 20,000 86, ,000 Indonesia Dolar AS US Dollar JA Mitsui Leasing, Ltd 13,795 87, ,071 JA Mitsui Leasing, Ltd MG Leasing, Corp - 10,367 60,945 MG Leasing,Corp 33, , ,016 1,449,791 1,759,410 2,584,773 Dikurangi: Less: Biaya provisi dan administrasi (10,021) (26,132) (35,432) Provision and administration fees 1,439,770 1,733,278 2,549,341 Cicilan pinjaman sesuai dengan tanggal jatuh temponya: Borrowings have the following maturity profile: Jatuh tempo: Maturity: < 1 tahun 743, ,700 1,533,217 < 1 year 1-2 tahun 475, , , years 2-3 tahun 220, , , years > 3 tahun - 86,781 - > 3 years 1,439,770 1,733,278 2,549,341 Sepanjang Januari 2015 sampai dengan Desember 2015 Perseroan tidak melakukan penarikan pinjaman baru dalam mata uang Rupiah, namun Perseroan melakukan penarikan pinjaman baru dalam mata uang Dolar AS dengan tingkat bunga sebesar 2,69% - 3,1% (31 Desember 2014: 2,6% - 3,3% dan 31 Desember 2013: 2,7% - 3,8%). Perseroan telah melakukan kontrak cross currency swap untuk mengantisipasi risiko fluktuasi tingkat bunga dan nilai tukar atas pinjaman dalam mata uang Dolar AS dari semua pinjaman di atas (lihat Catatan 10). Fasilitas pinjaman yang diterima tersebut di atas dijamin dengan piutang sewa pembiayaan (lihat Catatan 5), sedangkan untuk pinjaman yang diterima dari Deutsche Bank AG Jakarta tidak menggunakan jaminan. During January 2015 until December 2015 the Company did not make a withdrawal of new loans in Rupiah, but the Company has drawdowns in US Dollar with interest rate of 2.69% - 3.1% (31 December 2014: 2.6% - 3.3% and 31 December 2013: 2.7% - 3.8%). The Company has entered into cross currency swap contracts in order to mitigate the risk of fluctuation in interest rate and exchange rate from its borrowings in US Dollar (refer to Note 10). Borrowings facilities are collateralised by financing lease receivables (refer to Note 5), while there is no collateral pledged for borrowing facilities from Deutsche Bank AG Jakarta. Halaman Page
238 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 12. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 12. BORROWINGS (continued) Fasilitas pinjaman dari beberapa bank mensyaratkan Perseroan untuk memberikan pemberitahuan tertulis dalam hal perubahan modal dan pemegang saham, perubahan susunan direksi dan komisaris serta perubahan bisnis utama. Dalam perjanjian pinjaman tersebut, Perseroan diwajibkan untuk menjaga gearing ratio maksimal 10:1 dan kewajiban penyampaian laporan lainnya. Pada tanggal 31 Desember 2015, 2014, dan 2013, Perseroan telah memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan dalam perjanjian pinjaman yang diterima di atas. Semua pinjaman yang diterima Perseroan digunakan untuk modal kerja. Pada tanggal 31 Desember 2015, nilai tercatat pinjaman yang diterima adalah Rp (2014: Rp dan 2013: Rp ) yang mencakup nilai nominal pinjaman, biaya provisi yang belum diamortisasi, dan utang bunga. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Pada tanggal 4 November 2010, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman modal kerja dari BCA dengan jumlah maksimum penarikan sebesar Rp dan jangka waktu penarikan sampai dengan tanggal 4 Mei Fasilitas pinjaman ini akan jatuh tempo 3 (tiga) tahun setelah tanggal penarikan. Pada tanggal 8 September 2011, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman modal kerja dari BCA dalam bentuk term loan dan overdraft dengan jumlah maksimum penarikan masingmasing sebesar Rp dan Rp Jangka waktu penarikan masing-masing sampai dengan tanggal 8 Maret 2012 dan 8 September Pada tanggal 13 April 2012, Perseroan memperpanjang jangka waktu penarikan fasilitas term loan dan overdraft sampai dengan tanggal 8 September Pada tanggal 12 November 2012, Perseroan memperpanjang jangka waktu penarikan fasilitas term loan sampai dengan 8 September 2013 dan fasilitas overdraft sampai 8 Desember Pada tanggal 7 Desember 2012, Perseroan memperpanjang jangka waktu penarikan fasilitas overdraft sampai dengan 8 Maret The loan facilities from those banks require the Company to provide written notice in respect of changes of capital and shareholders, changes of directors and commissioners, and changes of main business activities. Under the loan agreements, the Company is also obliged to maintain gearing ratio at maximum 10:1 and other reporting obligations. As at 31 December 2015, 2014, and 2013, the Company has fulfilled all covenants requirements stipulated in all of the above borrowing agreements. All Company s borrowings are used for working capital. As at 31 December 2015, the carrying value of borrowing is Rp 1,453,612 (2014: Rp 1,741,876 and 2013: Rp 2,563,885) which includes the nominal amount of the borrowing, unamortised provision costs, and interest payable. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) On 4 November 2010, the Company obtained a working capital loan facility with a maximum credit limit amounting to Rp 200,000 from BCA with availability period until 4 May The facility will mature in 3 (three) years after the drawdown date. On 8 September 2011, the Company obtained a working capital loan facility in the form of term loan and overdraft with a maximum credit limit amounting to Rp 200,000 and Rp 50,000, respectively, from BCA. Availability period for these loans were until 8 March 2012 and 8 September 2012, respectively. On 13 April 2012, the Company has been granted extension of the availability period of the term loan and overdraft facility until 8 September On 12 November 2012, the Company has been granted extension of the availability period of the term loan facility until 8 September 2013 and overdraft facility until 8 December On 7 December 2012, the Company has been granted extension of the overdraft facility until 8 March Halaman Page
239 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 12. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 12. BORROWINGS (continued) PT Bank Central Asia Tbk (BCA) (lanjutan) Pada tanggal 20 Februari 2013, Perseroan memperpanjang jangka waktu penarikan fasilitas overdraft menjadi 8 September Pada tanggal 4 September 2013, Perseroan memperpanjang jangka waktu penarikan fasilitas overdraft menjadi 8 Desember Pada tanggal 3 Desember 2013, Perseroan memperpanjang jangka waktu penarikan fasilitas overdraft menjadi 8 Maret Fasilitas pinjaman untuk term loan dan overdraft ini masing-masing akan jatuh tempo 3 (tiga) tahun setelah tanggal penarikan dan 8 Maret Selama tahun 2015, Perseroan telah melakukan pembayaran atas fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia (BCA) sebesar Rp PT Bank DKI (DKI) Pada tanggal 27 Juni 2011, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman modal kerja dari DKI dengan jumlah maksimum penarikan sebesar Rp dan jangka waktu penarikan sampai dengan tanggal 27 Desember Pada tanggal 30 Desember 2011, Perseroan memperpanjang jangka waktu penarikan fasilitas term loan menjadi 27 Maret Pada tanggal 29 Mei 2012, Perseroan memperpanjang jangka waktu penarikan fasilitas term loan menjadi 27 Juni Pada tanggal 29 Juni 2012, Perseroan memperpanjang jangka waktu penarikan fasilitas term loan menjadi 27 Desember Pada tanggal 18 Januari 2013, Perseroan memperpanjang jangka waktu penarikan fasilitas kredit term loan menjadi 27 Januari Fasilitas pinjaman ini akan jatuh tempo 3 (tiga) tahun setelah tanggal penarikan. Selama tahun 2015, Perseroan telah melakukan pembayaran atas fasilitas pinjaman dari PT Bank DKI sebesar Rp Bank of China (BOC) Pada tanggal 20 April 2011, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman modal kerja dengan batas maksimum kredit sejumlah Dolar AS (nilai penuh) dengan jangka waktu penarikan sampai dengan tanggal 11 November Fasilitas ini telah jatuh tempo pada tanggal 10 Oktober 2014 dan tidak diperpanjang. Sampai dengan Desember 2014, Perseroan telah melakukan pembayaran atas fasilitas pinjaman dari BOC secara penuh. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) (continued) On 20 February 2013, the Company has been granted extension of the availability period of overdraft facility until 8 September On 4 September 2013, the Company has been granted extension of the availability period of overdraft facility until 8 December On 3 December 2013, the Company has been granted extension of the availability period of overdraft facility until 8 March The term loan and overdraft facility will mature in 3 (three) years after the drawdown date and 8 March 2014, respectively. During 2015, Company has paid loan facilities from PT Bank Central Asia (BCA) amounting to Rp 66,666. PT Bank DKI (DKI) On 27 June 2011, the Company obtained a working capital loan facility with a maximum credit limit amounting to Rp 225,000 from DKI with availability period until 27 December On 30 December 2011, the Company has been granted extension of the availability period of the term loan facility until 27 March On 29 May 2012, the Company has been granted extension of the availability period of the term loan facility until 27 June On 29 June 2012, the Company has been granted extension of the availability period of the term loan facility until 27 December On 18 January 2013, the Company has been granted extension of the availability period of the term loan facility until 27 January This facility will mature in 3 (three) years after the drawdown date. During 2015, Company has paid loan facilities from PT Bank DKI amounting to Rp 33,333. Bank of China (BOC) On 20 April 2011, the Company obtained a working capital loan facility with maximum credit limit amounting to US Dollar 20,000,000 (full amount) with availability period until 11 November This working capital loan facility will mature on 10 October 2014 and not renewal. Until December 2014, Company has fully paid off loan facilities from BOC. Halaman Page
240 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 12. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 12. BORROWINGS (continued) Deutsche Bank AG jakarta Pada tanggal 4 Juni 2012, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman modal kerja dalam bentuk overdraft dari Deutsche Bank AG Jakarta dengan batas maksimum kredit sejumlah Dolar AS (nilai penuh) dengan jangka waktu penarikan sampai dengan tanggal 4 Juni Pada tanggal 20 Mei 2013 Perseroan memperpanjang jangka waktu penarikan sampai dengan tanggal 20 Mei Japan Bank for International Cooperation (JBIC) Pada tanggal 30 Maret 2012, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman sindikasi sebesar Dolar AS (nilai penuh) dari Japan Bank for International Cooperation, the international arm of Japan Finance Cooperation, dengan The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, Cabang Tokyo dan Mizuho Corporate Bank, Ltd sebagai arranger, Mizuho Corporate Bank, Ltd sebagai facility agent, dan The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, Cabang Jakarta sebagai security agent. Pada tanggal 30 Agustus 2012, Perseroan memperpanjang jangka waktu penarikan fasilitas term loan menjadi 21 Desember Fasilitas ini telah jatuh tempo pada tanggal 1 Oktober Pada tanggal 28 Maret 2014, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman sindikasi sebesar Dolar AS (nilai penuh) dari Japan Bank for International Cooperation, The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, Cabang Tokyo, Mizuho Bank, Ltd, dan Sumitomo Mitsui Trust Bank, Limited dengan Mizuho Bank, Ltd sebagai facility agent, dan The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, Cabang Jakarta sebagai security agent. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 28 Maret Selama tahun 2015, Perseroan telah melakukan pembayaran atas fasilitas pinjaman dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC) sebesar Dolar AS (nilai penuh). Deutsche Bank AG Jakarta On 4 June 2012, the Company obtained a working capital loan in the form of overdraft from Deutsche Bank AG Jakarta with a maximum credit limit amounting to US Dollar 5,000,000 (full amount) and with availability period until 4 June On 20 May 2013, the Company extend the drawdown period until 20 May Japan Bank for International Cooperation (JBIC) On 30 March 2012, the Company obtained a syndicated loan facility amounting of US Dollar 80,000,000 (full amount) from Japan Bank for International Cooperation, the international arm of Japan Finance Cooperation, with The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, Tokyo Branch and Mizuho Corporate Bank, Ltd as arranger, Mizuho Corporate Bank, Ltd as facility agent, and The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, Jakarta Branch as security agent. On 30 August 2012, the Company has been granted extension of the availability period of the term loan facility until 21 December This facility have matured on 1 October On 28 March 2014, the Company obtained a syndicated loan facility amounting of US Dollar 80,000,000 (full amount), from Japan Bank for International Cooperation, The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, Tokyo Branch, Mizuho Bank, Ltd, and Sumitomo Mitsui Trust Bank, Limited with Mizuho Bank, Ltd as facility agent, and The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, Jakarta Branch as security agent. This facility will mature on 28 March During 2015, Company has paid loan facilities from Japan Bank for International Cooperation (JBIC) amounting to US Dollar 32,000,000 (full amount). Halaman Page
241 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 12. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 12. BORROWINGS (continued) Mizuho Corporate Bank, Ltd Pada tanggal 24 Februari 2011, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman berupa modal kerja dalam bentuk club deal sebesar Dolar AS (nilai penuh) dari PT ANZ Panin Bank, PT Bank Danamon Indonesia Tbk, The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, Cabang Jakarta, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Cabang Singapura, Mizuho Corporate Bank, Ltd, Natixis, Oversea-Chinese Banking Corporation Limited dan PT Bank Ekonomi Raharja Tbk dengan Mizuho Corporate Bank, Ltd bertindak sebagai facility agent dan PT Bank Mizuho Indonesia bertindak sebagai security agent. Fasilitas akan jatuh tempo 3 (tiga) tahun setelah tanggal penarikan terakhir. Pada tanggal 2 Desember 2011, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman berupa term loan dari Mizuho Corporate Bank, Ltd, dengan batas maksimum kredit sejumlah Dolar AS (nilai penuh). Fasilitas ini lalu diamandemen pada tanggal 2 Februari 2012 dengan penambahan jumlah fasilitas menjadi Dolar AS (nilai penuh), serta anggota sindikasi menjadi Mizuho Corporate Bank, Ltd, Aozora Bank, Ltd, The Bank of East Asia, Limited, Krung Thai Bank Public Company Limited, Mega International Commercial Bank, Co., Ltd, dan Chang Hwa Commercial Bank Ltd. Fasilitas ini akan jatuh tempo 3 (tiga) tahun setelah tanggal penarikan. Sampai dengan Desember 2015, Perseroan telah melakukan pembayaran atas fasilitas pinjaman berupa modal kerja dalam bentuk sindikasi ini secara penuh. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Pada tanggal 27 Juni 2012, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman dari LPEI dengan jumlah maksimum penarikan sebesar Rp dan jangka waktu penarikan sampai dengan tanggal 27 Desember Pada tanggal 16 Januari 2013, Perseroan memperpanjang jangka waktu penarikan fasilitas pinjaman term loan sampai dengan tanggal 27 Juni Fasilitas pinjaman ini akan jatuh tempo 3 (tiga) tahun setelah tanggal penarikan. Selama tahun 2015, Perseroan telah melakukan pembayaran atas fasilitas pinjaman dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) sebesar Rp Mizuho Corporate Bank, Ltd On 24 February 2011, the Company obtained a working capital loan facility as club deal amounting to US Dollar 145,000,000 (full amount). The facility received from PT ANZ Panin Bank, PT Bank Danamon Indonesia Tbk, The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, Jakarta Branch, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Singapore Branch, Mizuho Corporate Bank, Ltd, Natixis, Oversea- Chinese Banking Corporation Limited and PT Bank Ekonomi Raharja Tbk with Mizuho Corporate Bank, Ltd acting as facility agent and PT Bank Mizuho Indonesia acting as security agent. This facility will mature in 3 (three) years after the last drawdown date. On 2 December 2011, the Company obtained term loan facility from Mizuho Corporate Bank, Ltd with maximum credit limit amounting to US Dollar 30,000,000 (full amount). The facility was amended on 2 February 2012 and the total facility amount became US Dollar 60,000,000 (full amount), and the syndication member became Mizuho Corporate Bank, Ltd, Aozora Bank, Ltd, The Bank of East Asia, Limited, Krung Thai Bank Public Company Limited, Mega International Commercial Bank, Co., Ltd, and Chang Hwa Commercial Bank Ltd. This facility will mature in 3 (three) years after the drawdown date. Until December 2015, Company has fully paid off the working capital loan facility as syndication. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) On 27 June 2012, the Company obtained a loan facility from LPEI with a maximum credit limit amounting to Rp 200,000 and availability period until 27 December On 16 January 2013, the Company has been granted extension of the availability period of the term loan facility until 27 June This facility will mature in 3 (three) years after the drawdown date. During 2015, Company has paid loan facilities from Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) amounting to Rp 66,666. Halaman Page
242 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 12. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 12. BORROWINGS (continued) JA Mitsui Leasing, Ltd Pada tanggal 19 Oktober 2010, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman modal kerja sejumlah Dolar AS (nilai penuh) dari JA Mitsui Leasing, Ltd dengan jangka waktu penarikan sampai dengan 19 April Fasilitas pinjaman ini akan jatuh tempo 3 (tiga) tahun setelah tanggal penarikan. Pada tanggal 12 April 2012, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman modal kerja sejumlah Dolar AS (nilai penuh) dari JA Mitsui Leasing, Ltd dengan jangka waktu penarikan sampai dengan 12 Oktober Pada tanggal 11 Oktober 2012, Perseroan memperpanjang jangka waktu penarikan fasilitas term loan menjadi 31 Maret Fasilitas pinjaman ini akan jatuh tempo 3 (tiga) tahun setelah tanggal penarikan. Selama tahun 2015, Perseroan telah melakukan pembayaran atas fasilitas pinjaman dari JA Mitsui Leasing, Ltd sebesar Dolar AS (nilai penuh). MG Leasing Corporation (MGL) Pada tanggal 15 Februari 2012, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman modal kerja dengan batas maksimum kredit sejumlah Dolar AS (nilai penuh) dengan jangka waktu penarikan sampai dengan tanggal 15 Agustus Fasilitas pinjaman ini akan jatuh tempo 3 (tiga) tahun setelah tanggal penarikan. Pada tanggal 27 Maret 2015, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman modal kerja dengan batas maksimum kredit sejumlah Dolar AS (nilai penuh) dengan jangka waktu penarikan sampai dengan tanggal 27 Maret Fasilitas pinjaman ini akan jatuh tempo 3 (tiga) tahun setelah tanggal penarikan. Sampai dengan Desember 2015, Perseroan telah melakukan pembayaran atas fasilitas pinjaman dari MG Leasing Corporation (MGL) secara penuh. JA Mitsui Leasing, Ltd On 19 October 2010, the Company obtained a working capital loan facility amounting to US Dollar 30,000,000 (full amount) from JA Mitsui Leasing, Ltd with availability period until 19 April The facility will mature in 3 (three) years after the drawdown date. On 12 April 2012, the Company obtained a working capital loan facility amounting to US Dollar 24,000,000 (full amount) from JA Mitsui Leasing, Ltd with availability period until 12 October On 11 October 2012, the Company has been granted extension of the availability period of the term loan facility until 31 March The facility will mature in 3 (three) years after the drawdown date. During 2015, Company has paid loan facilities from JA Mitsui Leasing amounting to US Dollar 6,000,000 (full amount). MG Leasing Corporation (MGL) On 15 February 2012, the Company obtained a working capital loan facility with maximum credit limit amounting to US Dollar 10,000,000 (full amount) with availability period until 15 August This loan facility will mature 3 (three) years after drawdown date. On 27 March 2015, the Company obtained a working capital loan facility with maximum credit limit amounting to US Dollar 20,000,000 (full amount) with availability period until 27 March This loan facility will mature 3 (three) years after drawdown date. Until December 2015, Company has fully paid off the loan facilities from MG Leasing Corporation (MGL). Halaman Page
243 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 13. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN 13. SECURITIES ISSUED a. Utang obligasi a. Bonds payable Nilai nominal Par value - Obligasi SAN Finance I ,000 SAN Finance Bonds I Obligasi SAN Finance II , ,000 SAN Finance Bonds II Obligasi berkelanjutan SAN SAN Finance shelf Registration - Finance I Tahap I tahun , , ,000 Bonds I Phase I year Obligasi berkelanjutan SAN SAN Finance shelf Registration - Finance I Tahap II tahun ,000,000 1,000,000 - Bonds I Phase II year Obligasi berkelanjutan SAN SAN Finance shelf Registration - Finance I Tahap III tahun , Bonds I Phase III year ,891,000 2,198,000 1,841,000 Dikurangi: Less: Biaya emisi obligasi yang belum Unamortised diamortisasi (6,291) (5,957) (5,556) bonds issuance costs Bersih 1,884,709 2,192,043 1,835,444 Net Amortisation of bonds Beban amortisasi emisi obligasi 3,403 3,921 4,428 issuance costs 1.) Obligasi SAN Finance I Tahun ) SAN Finance Bond I Year 2011 Seri/Series Nilai nominal/ Par value Tingkat bunga tahunan/ Annual Interest Rate Jatuh tempo/ Due date Seri/Series C 394, % Januari/ January 2014 Status saldo/ Balance status Telah jatuh tempo dan dibayar penuh/ Already matured and fully paid Cicilan/ Installment Pembayaran pokok obligasi secara penuh telah dilakukan pada tanggal jatuh tempo. Pembayaran bunga dibayarkan setiap triwulanan/the bond s principal amount was paid in a lump sum on the due date. Interest was paid on a quarterly basis. Seri/Series Obligasi SAN Finance I Tahun 2011/ SAN Finance Bond I Year 2011 Peringkat/ Rating idaa- (Double A minus) Tanggal/ Date Sumber/ Source 4 Oktober/October 2013 PT Pemeringkat Efek Indonesia dengan surat/with letter No. 1725/PEF-Dir/X/ ) Obligasi SAN Finance II Tahun ) SAN Finance Bond II Year 2012 Seri/Series Nilai nominal/ Par value Tingkat bunga tahunan/ Annual Interest Rate Jatuh tempo/ Due date Seri/Series B 140, % Januari/ January 2014 Status saldo/ Balance status Telah jatuh tempo dan dibayar penuh/ Already matured and fully paid Cicilan/ Installment Pembayaran pokok obligasi secara penuh telah dilakukan pada tanggal jatuh tempo. Pembayaran bunga dibayarkan setiap triwulanan/the bond s principal amount was paid in a lump sum amount on the due date. Interest was paid on a quarterly basis. Halaman Page
244 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 13. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan) 13. SECURITIES ISSUED (continued) a. Utang obligasi (lanjutan) a. Bonds payable (continued) 2.) Obligasi SAN Finance II Tahun 2012 (lanjutan) 2.) SAN Finance Bond II Year 2012 (continued) Seri/Series C 807, % Januari/ January 2015 Telah jatuh tempo dan dibayar penuh/ Already matured and fully paid Pembayaran pokok obligasi secara penuh telah dilakukan pada tanggal jatuh tempo. Pembayaran bunga dibayarkan setiap triwulanan/the bond s principal amount was paid in a lump sum amount on the due date. Interest was paid on a quarterly basis. Seri/Series Peringkat/ Rating Tanggal/ Date Sumber/ Source Obligasi SAN Finance II Tahun 2012/ SAN Finance Bond II Year 2012 Obligasi SAN Finance II Tahun 2012/ SAN Finance Bond II Year 2012 AA(idn) 19 Februari/February 2013 PT Fitch Ratings Indonesia dengan surat/with letter No. RC19/DIR/II/2013 idaa- (Double A minus) idaa- (Double A minus) 4 Oktober/October 2013 PT Pemeringkat Efek Indonesia dengan surat/with letter No. 1725/PEF-Dir/X/ Oktober/October 2014 PT Pemeringkat Efek Indonesia dengan surat/with letter No. 1625/PEF-Dir/X/2014 AA(idn) 15 Desember/December 2014 PT Fitch Ratings Indonesia dengan surat/with letter No. RC128/DIR/XII/ ) Obligasi Berkelanjutan SAN Finance I Tahap I Tahun 2013, Tahap II Tahun 2014 dan Tahap III Tahun ) SAN Finance Shelf Registration Bond I Phase I Year 2013, Phase II Year 2014 and Phase III year 2015 Seri/Series Nilai nominal/ Par value Tingkat bunga tahunan/ Annual Interest Rate Jatuh tempo/ Due date Status saldo/ Balance status Cicilan/ Installment Seri/Series A 109, % Oktober/ October 2014 Seri/Series B 391, % September/ September ,000, % Desember/ December , % Oktober/ October 2018 Telah jatuh tempo dan dibayar penuh/ Already matured and fully paid Belum jatuh tempo/not yet due Belum jatuh tempo/not yet due Belum jatuh tempo/not yet due Pembayaran pokok obligasi secara penuh telah dilakukan pada tanggal jatuh tempo. Pembayaran bunga dibayarkan setiap triwulanan/the bond s principal amount was paid in a lump sum amount on the due date. Interest was paid on a quarterly basis. Pembayaran pokok obligasi secara penuh akan dilakukan pada tanggal jatuh tempo. Pembayaran bunga dibayarkan setiap triwulanan/the bond s principal amount will be paid in a lump sum amount on the due date. Interest is paid on a quarterly basis. Pembayaran pokok obligasi secara penuh akan dilakukan pada tanggal jatuh tempo. Pembayaran bunga dibayarkan setiap triwulanan/the bond s principal amount will be paid in a lump sum amount on the due date. Interest is paid on a quarterly basis. Pembayaran pokok obligasi secara penuh akan dilakukan pada tanggal jatuh tempo. Pembayaran bunga dibayarkan setiap triwulanan/the bond s principal amount will be paid in a lump sum amount on the due date. Interest is paid on a quarterly basis. Halaman Page
245 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 13. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan) 13. SECURITIES ISSUED (continued) a. Utang obligasi (lanjutan) a. Bonds payable (continued) 3.) Obligasi Berkelanjutan SAN Finance I Tahap I Tahun 2013, Tahap II Tahun 2014 dan Tahap III Tahun 2015 (lanjutan) 3.) SAN Finance Shelf Registration Bond I Phase I Year 2013, Phase II Year 2014 and Phase III year 2015 (continued) Seri/Series Peringkat/ Rating Tanggal/ Date Sumber/ Source Obligasi Berkelanjutan SAN Finance I Tahap I Tahun 2013/ SAN Finance Shelf Registration Bond I Phase I Year 2013 AA(idn) idaa- (Double A minus) 28 Agustus/August Oktober/October 2013 PT Fitch Ratings Indonesia dengan surat/with letter No. RC105/DIR/VIII/2013 PT Pemeringkat Efek Indonesia dengan surat/with letter No. 1724/PEF-Dir/X/2013 Obligasi Berkelanjutan SAN Finance I Tahap I Tahun 2013/ SAN Finance Shelf Registration Bond I Phase I Year 2013 idaa- (Double A minus) 3 Oktober/October 2014 PT Pemeringkat Efek Indonesia dengan surat/with letter No. 1625/PEF-Dir/X/2014 AA(idn) 15 Desember/December 2014 PT Fitch Ratings Indonesia dengan surat/with letter No. RC128/DIR/XII/2014 Obligasi Berkelanjutan SAN Finance I Tahap II Tahun 2014/ SAN Finance Shelf Registration Bond I Phase II Year 2014 Obligasi Berkelanjutan SAN Finance I Tahap I Tahun 2013/ SAN Finance Shelf Registration Bond I Phase I Year 2013 Obligasi Berkelanjutan SAN Finance I Tahap II Tahun 2014/ SAN Finance Shelf Registration Bond I Phase II Year 2014 idaa- (Double A minus) 3 Oktober/October 2014 PT Pemeringkat Efek Indonesia dengan surat/with letter No. 1624/PEF-Dir/X/2014 AA(idn) 15 Desember/December 2014 PT Fitch Ratings Indonesia dengan surat/with letter No. RC128/DIR/XII/2014 idaa- (Double A minus) 24 Maret/March 2015 PT Pemeringkat Efek Indonesia dengan surat/with letter No. 451/PEF-Dir/III/2015 AA(idn) 11 Desember/December 2015 PT Fitch Ratings Indonesia dengan surat/with letter No. 149/DIR/RAT/XII/2015 idaa- (Double A minus) 24 Maret/March 2015 PT Pemeringkat Efek Indonesia dengan surat/with letter No. 451/PEF-Dir/III/2015 AA(idn) 11 Desember/December 2015 PT Fitch Ratings Indonesia dengan surat/with letter No. 149/DIR/RAT/XII/2015 Obligasi Berkelanjutan SAN Finance I Tahap III Tahun 2015/ SAN Finance Shelf Registration Bond I Phase III Year 2015 idaa- (Double A minus) 24 Maret/March 2015 PT Pemeringkat Efek Indonesia dengan surat/with letter No. 451/PEF-Dir/III/2015 Halaman Page
246 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 13. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan) 13. SECURITIES ISSUED (continued) a. Utang obligasi (lanjutan) a. Bonds payable (continued) 3.) Obligasi Berkelanjutan SAN Finance I Tahap I Tahun 2013, Tahap II Tahun 2014 dan Tahap III Tahun 2015 (lanjutan) 3.) SAN Finance Shelf Registration Bond I Phase I Year 2013, Phase II Year 2014 and Phase III year 2015 (continued) Dalam perjanjian perwaliamanatan obligasi juga diatur beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh Perseroan antara lain rasio jumlah pinjaman terhadap ekuitas tidak melebihi rasio 10:1 dan selama pokok utang obligasi belum dilunasi, Perseroan tidak diperkenankan, antara lain, membagi dividen atau distribusi pembayaran lain kepada pemegang saham Perseroan apabila Perseroan lalai dalam membayar jumlah terhutang obligasi. Perseroan juga tidak diperkenankan menjual, menyewakan, mentransfer atau mengalihkan baik melalui jual beli maupun jual sewa atau cara lainnya, yang nilai transaksinya lebih dari 40% total aset Perseroan kecuali pengalihan yang disetujui oleh wali amanat atau pengalihan dalam rangka kegiatan usaha sehari-hari. Perseroan telah memenuhi batasan-batasan yang diwajibkan dalam perjanjian tersebut. Utang Obligasi ini dijamin dengan jaminan fidusia atas piutang yang nilai objek jaminannya tidak kurang 60% dari jumlah pokok yang terhutang, dengan ketentuan piutang tersebut tidak melewati jangka waktu 90 hari kalender sejak berakhirnya penagihan dan tetap tidak dibayar oleh nasabah Perseroan. Pada tanggal 31 Desember 2015, nilai tercatat utang obligasi adalah Rp (2014: Rp dan 2013: Rp ) yang mencakup nilai nominal utang obligasi, biaya provisi yang belum diamortisasi dan utang bunga. The bonds trustee agreements require several negative covenants to the Company, among others, debt to equity ratio at the maximum 10:1 and on the condition that the payment for bonds payable are still not yet paid on the due date, the Company is not allowed to, among others, declare dividends or other payment distributions to the Company shareholders in the event the Company defaults on its bonds obligations. The Company is not allowed to sell, rent, transfer or hands over through purchase sale or lease sale or otherwise more than 40% of the the Company s total assets unless the transfer is approved by the trustee or on the ordinary course of business. The Company has complied with the covenants requirements stipulated in the trustee agreements. The Bonds payable are secured by the fiduciary receivables which the secured object value of not less 60% of the outstanding principal amount, provided that the receivables do not exceed a period of 90 calendar days from the end of the billing and still not paid by the customers of the Company. As at 31 December 2015, the carrying value of bonds payable is Rp 1,901,363 (2014: Rp 2,210,128 and 2013: Rp 1,858,719) which includes the nominal amount of the bonds payable, unamortised provision costs, and interest payable. b. Medium Term Notes (MTN) b. Medium Term Notes (MTN) Nilai nominal Par value Pihak ketiga: Third parties: - MTN II ,000 MTN II - Pihak berelasi: Related parties: - MTN III ,000 MTN III - - MTN IV 100, , ,000 MTN IV - - MTN V 100, , ,000 MTN V - - MTN VI 750,000 1,000,000 - MTN VI - - MTN VII 700, MTN VII - 1,650,000 1,500,000 1,000,000 Dikurangi: Less: Biaya emisi MTN Unamortised MTN yang belum diamortisasi (8) (99) (139) issuance costs Bersih 1,649,992 1,499, ,861 Net Beban amortisasi biaya Amortisation of MTN emisi MTN issuance costs Halaman Page
247 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 13. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan) 13. SECURITIES ISSUED (continued) b. Medium Term Notes (MTN) (lanjutan) b. Medium Term Notes (MTN) (continued) Seri/ Series Nilai nominal/ Par value Tingkat bunga tahunan/ Annual Interest Rate Jatuh tempo/ Due date MTN II 200, % Maret/March 2014 Status saldo/ Balance status Telah jatuh tempo dan dibayar penuh/ Already matured and fully paid Cicilan/ Installment Pembayaran pokok MTN secara penuh telah dilakukan pada tanggal jatuh tempo. Pembayaran bunga dibayarkan setiap triwulanan/the MTN principal was paid in a lump sum amount on the due date. Interest was paid on a quarterly basis. MTN III 300, % Juli/ July 2015 MTN III 300, % Juli/ July 2015 Telah jatuh tempo dan dibayar penuh/ Already matured and fully paid Telah jatuh tempo dan dibayar penuh/ Already matured and fully paid Pembayaran pokok MTN secara penuh telah dilakukan pada tanggal jatuh tempo. Pembayaran bunga dibayarkan setiap triwulanan/the MTN principal was paid in a lump sum amount on the due date. Interest was paid on a quarterly basis. Pembayaran pokok MTN secara penuh telah dilakukan pada tanggal jatuh tempo. Pembayaran bunga dibayarkan setiap triwulanan/the MTN principal was paid in a lump sum amount on the due date. Interest was paid on a quarterly basis. MTN IV 300, % Maret/ March 2016 Belum jatuh tempo/not yet due Pembayaran pokok MTN secara penuh akan dilakukan pada tanggal jatuh tempo. Pembayaran bunga dibayarkan setiap triwulanan/the MTN principal will be paid in a lump sum amount on the due date. Interest is paid on a quarterly basis. MTN V 300, % Desember/ December 2016 Belum jatuh tempo/not yet due Pembayaran pokok MTN secara penuh akan dilakukan pada tanggal jatuh tempo. Pembayaran bunga dibayarkan setiap triwulanan/the MTN principal will be paid in a lump sum amount on the due date. Interest is paid on a quarterly basis. MTN VI 1,000, % Maret/ March 2017 MTN VII 700, % Mei/ May 2018 Belum jatuh tempo/not yet due Belum jatuh tempo/not yet due Pembayaran pokok MTN secara penuh akan dilakukan pada tanggal jatuh tempo. Pembayaran bunga dibayarkan setiap triwulanan/the MTN principal will be paid in a lump sum amount on the due date. Interest is paid on a quarterly basis. Pembayaran pokok MTN secara penuh akan dilakukan pada tanggal jatuh tempo. Pembayaran bunga dibayarkan setiap triwulanan/the MTN principal will be paid in a lump sum amount on the due date. Interest is paid on a quarterly basis. MTN III Seri/ Series Peringkat/ Rating idaa- (Double A minus) idaa- (Double A minus) Tanggal/ Date Sumber/ Source 4 Oktober/October 2013 PT Pemeringkat Efek Indonesia dengan surat/ with letter No. 1726/PEF-Dir/X/ Oktober/October 2014 PT Pemeringkat Efek Indonesia dengan surat/ with letter No. 1625/PEF-Dir/X/2014 MTN IV AA(idn) 19 Februari/February 2013 PT Fitch Ratings Indonesia dengan surat/with letter No. RC19/DIR/II/2013 AA(idn) AA(idn) 15 Desember/December Desember/December 2015 PT Fitch Ratings Indonesia dengan surat/with letter No. RC128/DIR/XII/2014 PT Fitch Ratings Indonesia dengan surat/with letter No. 149/DIR/RAT/XII/2015 Halaman Page
248 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 13. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (lanjutan) 13. SECURITIES ISSUED (continued) b. Medium Term Notes (MTN) (lanjutan) b. Medium Term Notes (MTN) (continued) Seri/ Series MTN V Peringkat/ Rating idaa- (Double A minus) idaa- (Double A minus) idaa- (Double A minus) Tanggal/ Sumber/ Date Source 4 Oktober/October 2013 PT Pemeringkat Efek Indonesia dengan surat/ with letter No. 1723/PEF-Dir/X/ Oktober/October 2014 PT Pemeringkat Efek Indonesia dengan surat/ with letter No. 1625/PEF-Dir/X/ Oktober/October 2015 PT Pemeringkat Efek Indonesia dengan surat/ with letter No. 1304/PEF-Dir/X/2015 MTN VI AA(idn) 15 Desember/December 2014 PT Fitch Ratings Indonesia dengan surat/with letter No. RC128/DIR/XII/2014 AA(idn) 11 Desember/December 2015 PT Fitch Ratings Indonesia dengan surat/with letter No. 149/DIR/RAT/XII/2015 MTN VII idaa- (Double A minus) idaa- (Double A minus) 24 Maret/March 2015 PT Pemeringkat Efek Indonesia dengan surat/ with letter No. 450/PEF-Dir/III/ Oktober/October 2015 PT Pemeringkat Efek Indonesia dengan surat/ with letter No. 1304/PEF-Dir/X/2015 Dalam perjanjian perwaliamanatan MTN juga diatur beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh Perseroan antara lain rasio jumlah pinjaman terhadap ekuitas tidak melebihi rasio 10:1 dan selama pokok MTN belum dilunasi, Perseroan tidak diperkenankan, antara lain, membagi dividen selama Perseroan lalai dalam membayar jumlah terhutang MTN dan menjual atau mengalihkan lebih dari 40% aset Perseroan yang bukan piutang pembiayaan. Perseroan telah memenuhi batasan-batasan yang diwajibkan dalam perjanjian tersebut. MTN ini dijamin dengan jaminan fidusia atas piutang yang nilai objek jaminannya tidak kurang 60% dari jumlah pokok yang terhutang, dengan ketentuan piutang tersebut tidak melewati jangka waktu 90 hari kalender sejak berakhirnya penagihan dan tetap tidak dibayar oleh nasabah Perseroan. Pada tanggal 31 Desember 2015, nilai tercatat MTN adalah Rp (2014: Rp dan 2013: Rp ) yang mencakup nilai nominal MTN, biaya provisi yang belum diamortisasi, dan utang bunga. The MTN trustee agreements requires several negative covenants to the Company, among others, debt to equity ratio at the maximum 10:1 and on the condition that the payment for MTN payable are still not yet paid on the due date, the Company is not allowed to, among others, declare dividends or other payment distributions to the Company shareholders. In the event the Company defaults on its MTN obligations, the Company is not allowed to sells, rent, transfer or hands over more than 40% of the Company s non financing receivables. The Company has complied with the covenants requirements stipulated in the trustee agreements. The MTN are secured by the fiduciary receivables which the secured object valued of not less 60% of the outstanding principal amount, provided that the receivables do not exceed a period of 90 calendar days from the end of the billing and still not paid by the customers of the Company. As at 31 December 2015, the carrying value of MTN is Rp 1,665,418 (2014: Rp 1,508,004 and 2013: Rp 1,003,726) which includes the nominal amount of the MTN, unamortised provision costs, and interest payable. Halaman Page
249 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 14. PERPAJAKAN 14. TAXATION a. Liabilitas pajak a. Taxes liabilities Pajak penghasilan badan: Corporate income tax: - Pasal Article Pasal 25 2,006 3,100 9,026 Article 25-2,020 3,111 9,033 Pajak lainnya: Other taxes: - Pasal 21, 23 dan 26 3,533 4,319 4,503 Article 21, 23 and Pasal 4 (2) Article 4 (2) - 3,561 4,329 4,515 5,581 7,440 13,548 b. Beban pajak penghasilan b. Income tax expense Pajak penghasilan kini 24,926 52, ,139 Current income tax Pajak tangguhan (11,254) 13,119 (22,814) Deferred tax Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan dengan hasil perkalian laba akuntansi sebelum pajak penghasilan dan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut: 13,672 65,307 78,325 The reconciliation between income tax expense and the theoretical tax amount on the Company s profit before income tax are as follows: Laba sebelum pajak penghasilan 124, , ,813 Income before tax Pajak dihitung menggunakan tarif pajak 31,030 69,416 80,203 Tax calculated at tax rates Penghasilan yang dikenakan pajak final (20,990) (14,764) (7,307) Income subject to final tax Biaya/(pendapatan) yang tidak diperkenankan 3,632 10,655 5,429 Non deductible expenses/(income) 13,672 65,307 78,325 Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dengan estimasi penghasilan kena pajak adalah sebagai berikut: A reconciliation between income before tax, as shown in the profit or loss, and estimated taxable income is as follows: Laba sebelum pajak penghasilan 124, , ,813 Income before tax Beda waktu: Timing differences: - Penyisihan kerugian penurunan nilai 39,352 (53,788) 92,728 Allowance for impairment losses - - Beban imbalan pasca kerja 1,084 1,816 1,702 Post employee benefits expense - - Selisih antara penyusutan Difference between commercial - komersial dan fiskal 5 (384) 16 and tax depreciation - Lain-lain - bersih 4,574 (120) (3,184) Others - net - Beda tetap: Permanent differences: - Biaya/(pendapatan) yang tidak diperkenankan 14,528 42,618 21,712 Non deductible expenses/(income) - - Penghasilan yang dikenakan pajak final: Income subject to final tax: - - Pendapatan bunga (83,960) (59,057) (29,229) Interest income - Penghasilan kena pajak 99, , ,558 Taxable income Estimasi beban pajak penghasilan 24,926 52, ,139 Estimated income tax expense Dikurangi: Less: Pajak dibayar dimuka (24,912) (52,177) (101,132) Prepaid taxes Estimasi liabilitas pajak kini Estimated current tax liabilities Halaman Page
250 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 14. PERPAJAKAN (lanjutan) 14. TAXATION (continued) b. Beban pajak penghasilan (lanjutan) b. Income tax expense (continued) Perhitungan pajak penghasilan badan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2015 adalah suatu perhitungan sementara yang dibuat untuk tujuan akuntansi dan dapat berubah pada saat Perseroan menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajaknya. Penghasilan kena pajak hasil rekonsiliasi di atas merupakan dasar dalam pengisian Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) PPh Badan Perseroan. Perhitungan pajak penghasilan badan untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 adalah sesuai dengan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Perseroan. The corporate income tax calculation for the year ended 31 December 2015 is a preliminary estimate made for accounting purposes and is subject to revision when the Company lodges its Annual Corporate Tax Return. Taxable income results from above reconciliation is the basis in filing the Company s Annual Tax Return (SPT) of Corporate Income Tax. The calculation of income tax for the year ended 31 December 2014 and 2013 conform to the Company s annual tax return. c. Aset pajak tangguhan c. Deferred tax assets Saldo awal/ Beginning balance 31 Desember/December 2015 Dikreditkan/ Dikreditkan/ (dibebankan) ke (dibebankan) laporan laba ke ekuitas/ rugi/ Credit/ Credit/(charged) (charged) to to profit or loss equity Saldo akhir/ Ending balance Penyisihan kerugian Allowance for impairment penurunan nilai 36,984 9,838-46,822 losses Penyisihan imbalan kerja 2, ,925 Provision for employee benefits Aset tetap (57) 1 - (56) Fixed assets Lain-lain 1,580 1,144-2,724 Others Beban komprehensif Other comprehensive lainnya (1,037) (384) expenses 41,698 11,254 (921) 52,031 Saldo awal/ Beginning balance 31 Desember/December 2014 Dikreditkan/ Dikreditkan/ (dibebankan) ke (dibebankan) laporan laba ke ekuitas/ rugi/ Credit/ Credit/(charged) (charged) to to profit or loss equity Saldo akhir/ Ending balance Penyisihan kerugian Allowance for impairment penurunan nilai 50,431 (13,447) - 36,984 losses Penyisihan imbalan kerja 2, ,538 Provision for employee benefits Aset tetap 39 (96) - (57) Fixed assets Lain-lain 1,610 (30) - 1,580 Others Beban komprehensif Other comprehensive lainnya expenses 54,379 (13,119) ,698 Saldo awal/ Beginning balance 31 Desember/December 2013 Dikreditkan/ Dikreditkan/ (dibebankan) ke (dibebankan) laporan laba ke ekuitas/ rugi/ Credit/ Credit/(charged) (charged) to to profit or loss equity Saldo akhir/ Ending balance Penyisihan kerugian Allowance for impairment penurunan nilai 27,250 23,181-50,431 losses Penyisihan imbalan kerja 1, (268) 2,042 Provision for employee benefits Aset tetap Fixed assets Lain-lain 2,406 (796) - 1,610 Others Beban komprehensif Other comprehensive lainnya 2,473 - (2,216) 257 expenses 34,049 22,814 (2,484) 54,379 Halaman Page
251 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 14. PERPAJAKAN (lanjutan) 14. TAXATION (continued) d. Administrasi d. Administration Berdasarkan Undang-Undang Perpajakan yang berlaku di Indonesia, Perseroan menghitung, menetapkan dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terhutang. Direktur Jenderal Pajak ("DJP") dapat menetapkan atau mengubah liabilitas pajak dalam batas waktu sepuluh tahun sejak saat terhutangnya pajak, atau akhir tahun 2014, mana yang lebih awal. Ketentuan baru yang diberlakukan terhadap tahun pajak 2008 dan tahun-tahun selanjutnya menentukan bahwa DJP dapat menetapkan atau mengubah liabilitas pajak tersebut dalam batas waktu lima tahun sejak saat terhutangnya pajak. Under the Taxation Laws of Indonesia, the Company submits tax returns on the basis of self assessment. The Director General of Tax (DGT) may assess or amend taxes within ten years of the time the tax becomes due, or until the end of 2014, whichever is earlier. There are new rules applicable to fiscal year 2008 and subsequent years stipulating that the DGT may assess or amend taxes within five years of the time the tax becomes due. 15. UTANG LAIN-LAIN DAN AKRUAL 15. OTHER PAYABLES AND ACCRUED EXPENSES Biaya akrual Accrued expenses Pihak ketiga: Third parties: - Bunga 30,496 26,684 38,218 Interest - - Tenaga ahli Professional fees - - Lain-lain Others - 31,603 27,422 38,820 Pihak Berelasi: Related parties: - Bunga 15,426 8,103 3,467 Interest - 47,029 35,525 42, Utang lain-lain Other payables Pihak ketiga: Third parties: - Uang muka pelanggan 200,669 90,248 64,086 Advance from customers - - Utang asuransi 7,291 5,078 5,925 Insurance payable - - Utang fidusia 1,687 1,648 1,655 Fiducia payables - - Pendapatan yang ditangguhkan Deferred income - - Lain-lain 4, Others - 213,808 97,111 72,304 Pihak Berelasi : Related Parties: - Utang asuransi 20,445 26,273 34,202 Insurance payable - 234, , ,506 Halaman Page
252 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 16. MODAL SAHAM 16. SHARE CAPITAL Komposisi para pemegang saham Perseroan pada tanggal 31 Desember 2015, 2014, dan 2013 adalah sebagai berikut: The Company s shareholders composition as at 31 December 2015, 2014, and 2013 are as follow: Pemegang saham/ Shareholders Jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh (nilai penuh)/ Number of shares issued and fully paid (full amount) Persentase pemilikan/ Percentage of ownership Jumlah/ Amount PT Sedaya Multi Investama 344,931,040 60% 344,931 Marubeni Corporation, Japan 201,209,774 35% 201,210 PT Marubeni Indonesia 28,744,253 5% 28, ,885, % 574,885 Dividen Dalam Rapat Umum Tahunan Pemegang Saham yang diadakan pada tanggal 15 April 2015, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen final sejumlah Rp dari laba bersih tahun Berdasarkan Keputusan Sirkuler Direksi Perseroan No. 019/LSANF/CIR/IX/2015 tanggal 18 September 2015 dan Keputusan Sirkuler Dewan Komisaris Perseroan No. 020/LSANF/ CIR/IX/2015 tanggal 22 September 2015, Direksi dengan persetujuan dari Dewan Komisaris telah menyetujui pembagian dividen interim tunai sebesar Rp dari hasil operasi tahun 2015 (Rp 35 per saham, dalam Rupiah penuh). Dividen Interim tersebut telah dibayar pada 16 Oktober Berdasarkan Keputusan Sirkuler Direksi Perseroan No.010/LSANF/CIR/IX/2014 tanggal 15 September 2014 dan Keputusan Sirkuler Dewan Komisaris Perseroan No.011/LSANF/ CIR/IX/2014 tanggal 18 September 2014, Direksi dengan persetujuan dari Dewan Komisaris telah menyetujui pembagian dividen interim tunai sebesar Rp dari hasil operasi tahun 2014 (Rp 61 per saham, dalam Rupiah penuh). Dividen interim tersebut telah dibayar pada bulan Oktober Dalam Rapat Umum Tahunan Pemegang Saham yang diadakan pada tanggal 15 April 2014, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen final sejumlah Rp dari laba bersih tahun Dividen tersebut telah dibayar pada bulan Mei Dividends At the Annual General Meeting of Shareholders on 15 April 2015, the shareholders approved final dividend of Rp 71,081 to be paid from 2014 net profit. Based on Circular Resolutions of The Board of Directors of the Company No. 019/LSANF/CIR/IX/2015 dated 18 September 2015 and Circular Resolutions of The Board of Commissioners of the Company No. 020/LSANF/CIR/IX/2015 dated 22 September 2015, The Board of Directors with approval from the Board of Commissioners agreed to distribute interim cash dividend amounting to Rp 20,230 from operating result of year ending 2015 (Rp 35 per share, in Rupiah full amount). The interim dividend has been paid on 16 October Based on Circular Resolutions of The Board of Directors of the Company No. 010/LSANF/CIR/IX/2014 dated 15 September 2014, and Circular Resolutions of the Board of Commissioners of the Company 011/LSANF/ CIR/IX/2014 dated 18 September 2014, the Board of Directors with approval from the Board of Commissioners agreed to distribute interim cash dividend amounting to Rp 35,071 from operating result of year ended 2014 (Rp 61 per share, in Rupiah full amount). The interim dividend has been paid in October At the Annual General Meeting of Shareholders on 15 April 2014, the shareholders approved final dividend of Rp 85,933 to be paid from 2013 net profit. The dividend was paid in May Halaman Page
253 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 16. MODAL SAHAM (lanjutan) 16. SHARE CAPITAL (continued) Dividen (lanjutan) Berdasarkan Keputusan Sirkuler Direksi Perseroan No.014/LSANF/CIR/IX/2013 tanggal 9 September 2013 dan Keputusan Sirkuler Dewan Komisaris Perseroan No.015/LSANF/ CIR/IX/2013 tanggal 12 September 2013, Direksi dengan persetujuan dari Dewan Komisaris telah menyetujui pembagian dividen interim tunai sebesar Rp dari hasil operasi tahun Dividen tersebut telah dibayar pada bulan Oktober Dalam Rapat Umum Tahunan Pemegang Saham yang diadakan pada tanggal 11 April 2013, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen final sejumlah Rp dari laba bersih tahun Dividen tersebut telah dibayar pada bulan Mei Dividends (continued) Based on Circular Resolutions of The Board of Directors of the Company No. 014/LSANF/CIR/IX/2013 dated 9 September 2013, and Circular Resolutions of the Board of Commissioners of the Company 015/LSANF/ CIR/IX/2013 dated 12 September 2013, the Board of Directors with approval from the Board of Commissioners agreed to distribute interim cash dividend amounting to Rp 35,301 from operating result of year ended The dividend was paid in October At the Annual General Meeting of Shareholders on 11 April 2013, the shareholders approved final dividend of Rp 75,309 to be paid from 2012 net profit. The dividend was paid in May PENDAPATAN BUNGA DAN LAIN-LAIN 17. INTEREST AND OTHER INCOME a. Sewa pembiayaan a. Direct financing leases Pendapatan Direct financingsewa pembiayaan 443, , ,292 leases income - Pendapatan dari pembiayaan bersama Interest from joint financing - without recourse 5,636 4,908 7,121 without recourse Jumlah 449, , ,413 Total Tidak terdapat transaksi dengan pihak berelasi. There is no transaction with related party. b. Pembiayaan konsumen b. Consumer financing Pendapatan Consumerpembiayaan konsumen 3,078 6,145 22,655 financing income - Pendapatan dari pembiayaan bersama Interest from joint financing - without recourse 70,898 10, without recourse Jumlah 73,976 16,312 23,061 Total Tidak terdapat transaksi dengan pihak berelasi. c. Anjak piutang c. Factoring There is no transaction with related party Pendapatan anjak piutang 10,733 14,855 7,394 Factoring income - Jumlah 10,733 14,855 7,394 Total Tidak terdapat transaksi dengan pihak berelasi. There is no transaction with related party. Halaman Page
254 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 17. PENDAPATAN BUNGA DAN LAIN-LAIN (lanjutan) 17. INTEREST AND OTHER INCOME (continued) d. Pembiayaan modal usaha d. Working capital financing Pendapatan pembiayaan working capital 7, Working Capital income Jumlah 7, Total Tidak terdapat transaksi dengan pihak berelasi. There is no transaction with related party. e. Pendapatan bunga dan lain-lain e. Interest and other income Pihak ketiga: Third parties: - Bunga 79,781 44,998 19,645 Interest - - Pendapatan administrasi dan Administration and penalty - penalti 44,581 44,942 59,375 income - Lain-lain 6,386 23,172 4,389 Others - 130, ,112 83,409 Pihak berelasi: Related parties: - Bunga 4,179 14,059 9,584 Interest - Jumlah 134, ,171 92,993 Total Lihat Catatan 20 untuk rincian saldo dan transaksi dengan pihak berelasi. Refer to Note 20 for details of balances and transactions with related parties. 18. BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN 18. INTEREST AND FINANCING CHARGES Pihak ketiga: Third parties: - Bunga Obligasi 158, , ,889 Interest for Bonds - - Bunga pinjaman 82,441 86, ,917 Interest for borrowings - - Bunga Medium Term Notes ,057 Interest for Medium Term Notes - - Amortisasi beban dibayar dimuka pinjaman, obligasi Amortisation of upfront charges - dan MTN 22,216 33,995 36,382 of borrowings, bonds and MTN - Keuntungan selisih kurs - bersih (36,869) (10,356) (22,787) Gain on foreign exchange - net - - Lain-lain 2, Others - 228, , ,587 Pihak berelasi: Related parties: - Bunga Medium Term Notes 110,479 85,257 31,331 Interest for Medium Term Notes - - Amortisasi beban dibayar Amortisation of - dimuka MTN upfront charges of MTN 111,251 85,776 31, , , ,349 Lihat Catatan 20 untuk rincian saldo dan transaksi dengan pihak berelasi. Refer to Note 20 for details of balances and transactions with related parties. Halaman Page
255 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 19. BEBAN USAHA 19. OPERATING EXPENSES Pihak ketiga: Third parties: - Gaji, tunjangan dan Salaries, allowance and - imbalan kerja 50,551 51,100 46,612 employee benefits - Sewa 6,008 5,548 6,100 Rental - - Transportasi dan perjalanan 4,168 4,296 4,317 Travelling and accomodation - - Keperluan kantor 1,926 2,153 1,381 Office expenses - - Penyusutan 2,158 1,909 1,658 Depreciation - - Biaya Otoritas Jasa Keuangan 843 1,823 - Financial Services Authority fees - - Pensiun dan Jamsostek 756 1, Pension and Jamsostek - - Rekrutmen dan pelatihan 1,423 1,093 1,190 Recruitment and training - - Telekomunikasi Telecommunication - - Utiliti Utilities - - Jasa ahli ,133 Professional fees - - Iklan, pemasaran Advertising, marketing - dan promosi and promotion - Perbaikan dan pemeliharaan Repairs and maintenance - - Lain-lain 1,047 1,333 1,286 Others - 71,864 73,402 66,813 Pihak berelasi: Related parties: - Sewa 1,487 1,584 1,350 Rental - - Administrasi Bank Bank charges - - Tunjangan dan imbalan kerja Allowance and employee benefits - 2,558 2,528 2,439 74,422 75,930 69,252 Lihat Catatan 20 untuk rincian saldo dan transaksi dengan pihak berelasi. Refer to Note 20 for details of balances and transactions with related parties. 20. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI 20. RELATED PARTIES TRANSACTIONS Perseroan dikendalikan oleh PT Astra International Tbk (AI) Group. Kepemilikan minoritas dipegang dan dimiliki oleh Marubeni Group. Sifat Hubungan Berelasi Pihak berelasi adalah perusahaan dan perorangan yang mempunyai keterkaitan kepemilikan atau kepengurusan secara langsung maupun tidak langsung dengan Perseroan. The Company is controlled by PT Astra International Tbk (AI) Group. The remaining minority shares are held by the Marubeni Group. Nature of Relationship Related parties are companies and individuals who directly or indirectly have relationships with the Company ownership or management. Pihak berelasi/ Related parties Sifat dari hubungan/ Nature of relationship Sifat dari transaksi/ Nature of transactions PT Astra Internasional Tbk (AI) Perseroan dikendalikan oleh PT Astra International Tbk, induk perusahaan, yang berdomisili di Indonesia. Pemegang saham terbesar PT Astra International Tbk adalah Jardine Cycle & Carriage, perusahaan yang berdomisili di Singapura. Jardine Cycle and Carriage adalah anak perusahaan dari Jardine Matheson Holdings Limited, perusahaan yang berdomisili di Bermuda/The Company is controlled by its immediate parent company PT Astra International Tbk, a company incorporated in Indonesia. PT Astra International Tbk's largest shareholder is Jardine Cycle & Carriage, a company incorporated in Singapore. Jardine Cycle and Carriage is a subsidiary of Jardine Matheson Holdings Limited, a company incorporated in Bermuda. - Halaman Page
256 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 20. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) Sifat Hubungan Berelasi (lanjutan) Pihak berelasi/ Related parties Sifat dari hubungan/ Nature of relationship 20. RELATED PARTIES TRANSACTIONS (continued) Nature of Relationship (continued) Sifat dari transaksi/ Nature of transactions PT Sedaya Multi Investama (SMI) SMI merupakan pemegang saham mayoritas/smi is the majority shareholder. - Marubeni Corporation, Japan (Marubeni) PT Marubeni Indonesia (Marubeni Indonesia) PT Bank Permata Tbk (Permata) Marubeni merupakan pemegang saham minoritas/marubeni is a minority shareholder. Marubeni Indonesia merupakan pemegang saham minoritas/marubeni Indonesia is a minority shareholder. AI yang merupakan pemegang saham Permata/AI is the shareholder of Permata. - - Perseroan memiliki rekening di bank Permata, kontrak derivatif, dan mengadakan perjanjian pembiayaan bersama dengan Bank Permata. Transaksi dengan pihak berelasi terutama berhubungan dengan pinjam-meminjam dana dalam kegiatan normal usaha/the Company has bank accounts in Bank Permata, derivative contracts, and joint financing agreements with Bank Permata. The related party transactions primarily relate to lending and borrowing of funds in the normal course of their business. PT Asuransi Astra Buana (AAB) PT Sedaya Multi Investama ( SMI ) merupakan pemegang saham utama dari AAB. Kepemilikan SMI di AAB sebesar 92,06%/PT Sedaya Multi Investama ( SMI ) is the majority shareholder of AAB. Ownership at AAB is 92.06%. Sebagian besar unit yang dibiayai oleh Perseroan diasuransikan melalui AAB/Most of the financed vehicles are insured through AAB. PT United Tractors Tbk (UT) Dana Pensiun Astra (DPA) AI merupakan pemegang saham utama dari UT. Sebagian besar unit yang dibiayai oleh Perseroan adalah unit dari UT/AI is the majority shareholder of UT. Most of the financed units are sold by UT. DPA adalah program imbalan pasca kerja perusahaan/ DPA is pension benefit plan. UT adalah pemasok utama unit yang dibiayai oleh Perseroan dan juga pemegang dari sebagian besar Medium Term Notes Perseroan/UT is the main supplier of units financed by the Company and also the holder of most Medium Term Notes issued by the Company. DPA mengelola program pensiun untuk karyawan yang telah menjadi peserta DPA/DPA is managing pension benefit plan for employees who became members of Dana Pensiun Astra. Halaman Page
257 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 20. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) Sifat Hubungan Berelasi (lanjutan) Pihak berelasi/ Related parties Sifat dari hubungan/ Nature of relationship 20. RELATED PARTIES TRANSACTIONS (continued) Nature of Relationship (continued) Sifat dari transaksi/ Nature of transactions PT Federal International Finance (FIF) PT Komatsu Astra Finance (KAF) PT Serasi Autoraya (TRAC Astra Rent a Car) AI yang merupakan pemegang saham FIF/AI is the shareholder of FIF. AI yang merupakan pemegang saham KAF/AI is the shareholder of KAF. AI yang merupakan pemegang saham PT Serasi Autoraya/AI is the shareholder of PT Serasi Autoraya. AI merupakan pihak pengendali langsung dari FIF. Sejak bulan Oktober 2013, Perseroan mengadakan perjanjian kerjasama dengan FIF dalam rangka pembiayaan bersama kendaraan bermotor roda dua/ai is the direct controlling shareholder of FIF. Since October 2013, the Company has entered into cooperation with FIF to provide joint financings for motorcycles. Sejak bulan Juli 2010, Perseroan mengadakan perjanjian kerjasama dengan KAF dalam rangka pembiayaan bersama alat berat/since July 2010, the Company has entered into cooperation with KAF to provide joint financings for heavy equipmets. Sejak bulan Januari 2010, Perseroan mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT Serasi Autoraya dalam rangka pengadaan sejumlah mobil untuk kebutuhan operasional maupun karyawan perseroan/since January 2010, the Company has entered into cooperation with PT Serasi Autoraya to provide procurement of cars for operational and employee needs. Ringkasan saldo dan transaksi dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut: The summary of balances and transactions with related parties are as follows: Aset Assets Kas dan setara kas: Cash and cash equivalents: - Permata 42, , ,563 Permata - Piutang lain-lain: Other receivables: - Personil manajemen kunci 9,133 2,991 2,856 Key management personnel - Jumlah aset yang terkait Total assets with dengan pihak berelasi 52, , ,419 related parties Persentase terhadap total aset 0,78% 5.93% 6.25% Percentage of total assets Halaman Page
258 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 20. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan) Sifat Hubungan Berelasi (lanjutan) 20. RELATED PARTIES TRANSACTIONS (continued) Nature of Relationship (continued) Liabilitas Liabilities Utang kepada pemasok: Account payable to supplier: - UT - 5,637 11,102 UT - Medium Term Notes: Medium Term Notes: - UT 1,649,992 1,499, ,000 UT - Utang lain-lain: Other payables: - AAB 20,445 26,273 34,202 AAB - Biaya akrual: Accrued expenses: - UT 15,426 8,103 3,467 UT - Jumlah liabilitas yang terkait Total liabilities due to dengan pihak berelasi 1,685,863 1,539, ,771 related parties Persentase terhadap total liabilitas 31.90% 27.42% 15.21% Percentage of total liabilities Pendapatan Income Pendapatan bunga: Interest income: - Permata 4,179 14,059 9,584 Permata - Jumlah pendapatan yang terkait Total income derived from dengan pihak berelasi 4,179 14,059 9,584 related parties Persentase terhadap total pendapatan 0.62% 1,84% 1.10% Percentage of total income Beban Expenses Beban bunga dan keuangan: Interest and financing charges: - UT 110,570 85,776 31,762 UT - Beban usaha: Operating expenses: - PT Serasi Autoraya 1,487 1,584 1,350 PT Serasi Autoraya - - Permata Permata - - DPA DPA - Total beban usaha 2,558 2,528 2,439 Total operating expenses Jumlah beban yang terkait Total expenses incurred dengan pihak berelasi 113,128 88,304 34,201 with related parties Persentase terhadap total beban 21,11% 18.57% 6,32% Percentage of total expenses Kompensasi manajemen kunci Personil manajemen kunci adalah orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan aktivitas Perseroan, secara langsung atau tidak langsung, yaitu Direktur dan Komisaris dari Perseroan. Key management compensation Key management personnel are those people whom have the authority and responsibility to plan, lead, and control activities of the Company, directly or indirectly, are the Directors and Commissioners of the Company Imbalan jangka pendek Short-term employee benefits - Dewan Direksi 9,586 10,115 10,489 Board of Directors - - Dewan Komisaris Board of Commissioners - Imbalan pascakerja dan imbalan Post-employment benefits and jangka panjang lainnya other long-term benefit - Dewan Direksi Board of Directors - Jumlah 11,199 11,660 11,082 Total Halaman Page
259 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 21. LIABILITAS IMBALAN KERJA 21. EMPLOYEE BENEFITS OBLIGATION Liabilitas imbalan kerja yang diakui di laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut: The employee benefits obligation recognised in the statements of financial position is determined as follows: disajikan kembali/ (restated) 2013 disajikan kembali/ (restated) Imbalan kerja jangka pendek 9,950 6,054 6,274 Short-term employee benefits Imbalan pensiun 9,080 7,801 6,102 Pension benefits Imbalan jangka panjang lainnya 2,620 2,348 2,066 Other long-term benefits 21,650 16,203 14,442 Liabilitas imbalan kerja untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015, 2014, dan 2013 dihitung oleh aktuaris independen PT Milliman Indonesia dengan menggunakan metode projected unit credit. Berikut ini adalah hal-hal penting yang diungkapkan dalam laporan aktuaria: The liability for employee benefits for the years ended 31 December 2015, 2014, and 2013, is calculated by an independent actuary PT Milliman Indonesia which used the projected unit credit method. The following are significant matters disclosed in the actuarial report: Asumsi keuangan: Financial assumptions: - Tingkat diskonto 8.5% - 9.5% 8-9% 7-8% Discount rate - - Tingkat kenaikan gaji masa 8% 8% 7.5% datang Future salary increase - Asumsi lainnya: - Tingkat kematian TMI (Tabel Mortalitas Indonesia) III tahun 2011/ (Indonesian Mortality Table III) Year Tingkat cacat 5% dari tingkat mortalitas/ 5% of mortality rate Other assumptions: Mortality rate - Disability rate - - Tingkat pengunduran diri peserta 5% per tahun untuk peserta berusia 25 tahun dan berkurang sampai 1% pada usia 45 tahun/ 5% per annum at age 25 and reducing linearly to 1% per annum at age 45 and thereafter Withdrawal rate - - Usia pensiun normal 55 Normal retirement age - Imbalan pensiun dan pasca kerja lainnya Pension and other post-employment benefits Sebelum tanggal 6 September 2005, Perseroan menyelenggarakan program pensiun imbalan pasti untuk seluruh karyawan tetapnya yang dikelola oleh Dana Pensiun Astra. Sejak tanggal 6 September 2005, Perseroan memiliki dua jenis program pensiun, yaitu program pensiun imbalan pasti dan program pensiun iuran pasti. Prior to 6 September 2005, the Company had a defined benefit pension plan covering all permanent employees which was managed by Dana Pensiun Astra. Since 6 September 2005, the Company s pension arrangements were reorganised to include both defined benefit pension plan and defined contribution plan. Halaman Page
260 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 21. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan) 21. EMPLOYEE BENEFITS OBLIGATION Imbalan pensiun dan pasca kerja lainnya (lanjutan) Sejak tanggal 6 September 2005, Dana Pensiun Astra dilanjutkan menjadi Dana Pensiun Astra Satu (DPA 1), yang khusus menangani program pensiun imbalan pasti, yang ditujukan untuk karyawan yang telah menjadi peserta Dana Pensiun Astra sebelum atau pada tanggal 20 April Sedangkan program pensiun iuran pasti dikelola oleh Dana Pensiun Astra Dua (DPA 2) ditujukan untuk karyawan yang menjadi peserta Dana Pensiun Astra sesudah tanggal 20 April Pada tanggal 31 Desember 2015, jumlah peserta DPA 1 dan DPA 2 masing-masing adalah 5 dan 104 orang (2014: 6 dan 115 orang; dan 2013: 6 dan 110 orang). Liabilitas imbalan pensiun pada laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut: Pension and other post-employment benefits (lanjutan) Effective from 6 September 2005, Dana Pensiun Astra was continued under a new scheme called Dana Pensiun Astra Satu (DPA 1), specifically designed for the defined benefit pension plan, which is designated for all employees who became member of Dana Pensiun Astra on or before 20 April The defined contribution pension plan Dana Pensiun Astra Dua (DPA 2) is designated for employees who became members of Dana Pensiun Astra after 20 April As at 31 December 2015, DPA 1 and DPA 2 have 5 and 104 participants, respectively (2014: 6 and 115 participants; and 2013: 6 and 110 participants). The pension benefit recognised in the statements of financial position are determined as follows: *) 2013 *) Nilai kini liabilitas 13,363 12,278 9,978 Present value of obligations Nilai wajar aset program (4,283) (4,477) (3,876) Fair value of plan assets 9,080 7,801 6,102 Mutasi liabilitas yang diakui pada laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut: The movement in the liability recognised in the statements of financial position are as follows: *) 2013 *) Awal tahun 7,801 6,102 5,912 Beginning of the year Jumlah yang dibebankan Total expense charged in the pada laporan laba rugi 1,530 1,826 1,262 profit or loss Jumlah beban/(pendapatan) yang Total expense/(income) dibebankan pada pendapatan charged in the komprehensif lainnya (1,072) other comprehensive income Imbalan/iuran yang dibayarkan (717) (288) - Contributions/benefit paid Transfer asset untuk perpindahan Transferred asset due to employees pekerja - (7) - movement Pada akhir tahun 9,080 7,801 6,102 At the end of year *) Disajikan kembali, lihat Catatan 28 *) Restated, refer to Note 28 Halaman Page
261 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 21. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan) 21. EMPLOYEE BENEFITS OBLIGATION (continued) Imbalan pensiun dan pasca kerja lainnya (lanjutan) Jumlah yang diakui pada laporan laba rugi adalah sebagai berikut: Pension and other post-employment benefits (continued) The amounts recognised in the profit or loss are as follows: *) 2013 *) Biaya jasa kini 882 1, Current service cost Biaya bunga Interest cost Hasil aset program yang diharapkan - (358) (336) Expected return on plan assets Biaya jasa lalu Past service cost 1,530 1,826 1,262 *) Disajikan kembali, lihat Catatan 28 *) Restated, refer to Note 28 Biaya ini dibukukan sebagai biaya gaji dan imbalan kerja dalam laporan laba rugi. Mutasi liabilitas imbalan pascakerja adalah sebagai berikut: The expense is accounted for as salaries and employee benefits in the profit or loss. The movement of post-employment benefit liabilities are as follow: Present value of obligation 2015 Fair value of plan assets Postemployment benefit obligations Pada awal tahun 12,278 (4,477) 7,801 At the beginning of year Selisih kurs karena penjabaran Exchange difference on laporan keuangan dalam translation of financial mata uang asing statements in foreign Biaya jasa kini Current service cost Beban/(penghasilan) bunga 992 (344) 648 Interest expense/(income) Pengukuran kembali: Remeasurement: - Imbal hasil atas aset - Return on plan assets, program, tidak termasuk excluding amounts jumlah dalam beban/ included in interest (penghasilan) bunga expense/(income) - Perubahan dalam asumsi - Change in financial keuangan (751) - (751) assumptions - Penyesuaian pengalaman - Experience adjustment kewajiban 1,021-1,021 on obigation - Perubahan dampak batas - Change in asset ceiling atas asset, tidak termasuk excluding amounts jumlah dalam beban bunga included in interest expense Iuran pemberi kerja - (276) (276) Employeer s contributions Iuran pekerja 60 (60) - Employee s contributions Imbalan yang dibayar (1,119) 678 (441) Benefits paid Pindahan (ke)/dari entitas Transfer to/(from) affiliated afiliasi companies Pada akhir tahun 13,363 (4,283) 9,080 At end of year Bagian jangka pendek 451 Current portion Biaya jangka panjang 8,629 Non-current portion Halaman Page
262 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 21. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan) 21. EMPLOYEE BENEFITS OBLIGATION (continued) Imbalan pensiun dan pasca kerja lainnya (lanjutan) Pension and other post-employment benefits (continued) Present value of obligation 2014 Fair value of plan assets Postemployment benefit obligations Pada awal tahun 9,978 (3,876) 6,102 At the beginning of year Selisih kurs karena penjabaran Exchange difference on laporan keuangan dalam translation of financial mata uang asing statements in foreign currency Biaya jasa kini Current service cost Beban/(penghasilan) bunga Interest expense/(income) Pengukuran kembali: Remeasurement: - Imbal hasil atas aset - Return on plan assets, program, tidak termasuk excluding amounts jumlah dalam beban/ included in interest (penghasilan) bunga - (358) (358) expense/(income) - Perubahan dalam asumsi - Change in financial keuangan (467) - (467) assumptions - Penyesuaian pengalaman - Experience adjustment kewajiban 673 (37) 636 on obigation - Perubahan dampak batas - Change in asset ceiling atas asset, tidak termasuk excluding amounts jumlah dalam beban bunga included in interest expense Iuran pemberi kerja - (146) (146) Employeer s contributions Iuran pekerja 53 (53) - Employee s contributions Imbalan yang dibayar (143) - (143) Benefits paid Pindahan (ke)/dari entitas Transfer to/(from) affiliated afiliasi 483 (7) 476 companies Pada akhir tahun 12,278 (4,477) 7,801 At end of year Bagian jangka pendek 462 Current portion Biaya jangka panjang 7,339 Non-current portion Present value of obligation 2013 Fair value of plan assets Postemployment benefit obligations Pada awal tahun 9,621 (3,708) 5,913 At the beginning of year Selisih kurs karena penjabaran Exchange difference on laporan keuangan dalam translation of financial mata uang asing statements in foreign Biaya jasa kini Current service cost Beban/(penghasilan) bunga Interest expense/(income) Pengukuran kembali: Remeasurement: - Imbal hasil atas aset - Return on plan assets, program, tidak termasuk excluding amounts jumlah dalam beban/ included in interest (penghasilan) bunga - (336) (336) expense/(income) - Perubahan dalam asumsi - Change in financial keuangan (1,201) - (1,201) assumptions - Penyesuaian pengalaman - Experience adjustment kewajiban (85) on obigation - Perubahan dampak batas - Change in asset ceiling atas asset, tidak termasuk excluding amounts jumlah dalam beban bunga included in interest expense Iuran pemberi kerja - (45) (45) Employeer s contributions Iuran pekerja Employee s contributions Imbalan yang dibayar Benefits paid Pindahan (ke)/dari entitas Transfer to/(from) affiliated afiliasi companies Pada akhir tahun 9,978 (3,876) 6,102 At end of year Bagian jangka pendek 235 Current portion Biaya jangka panjang 5,867 Non-current portion Durasi rata-rata tertimbang dari liabilitas program pensiun imbalan pasti pada tanggal 31 Desember 2015 adalah 24 tahun. The weighted average duration of the defined benefit pension obligation at 31 December 2015 is 24 years. Halaman Page
263 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 21. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan) 21. EMPLOYEE BENEFITS OBLIGATION (continued) Imbalan pensiun dan pasca kerja lainnya (lanjutan) Keuntungan aktual aset program pensiun imbalan pasti adalah Rp 148 (2014: Rp 395 dan 2013: Rp 123). Analisis jatuh tempo yang diharapkan dari manfaat pensiun tidak didiskontokan adalah sebagai berikut: Pension and other post-employment benefits (continued) The actual gain on plan assets of the defined benefit pension plan was Rp 148 (2014: Rp 395 and 2013: Rp 123). Expected maturity analysis of undiscounted pension benefits are as follows: Kurang dari 1 tahun/less than a year 1 sampai 2 tahun/between 1-2 years 2 sampai 5 tahun/between 2-5 years Lebih dari 5 tahun/over 5 years Total Imbalan pensiun , , ,452 Pension benefits 2015 Imbalan pensiun , , ,920 Pension benefits 2014 Sensitivitas dari kewajiban imbalan pasti terhadap perubahan asumsi aktuarial utama adalah sebagai berikut: The sensitivity of the defined benefit obligation to changes in the weighted principal assumptions are as follows: 31 Desember/December 2015 (Tidak diaudit/unaudited) Dampak atas kewajiban imbalan pasti/ Impact on defined benefit obligation Perubahan asumsi/ Changed in assumption Kenaikan asumsi/ Increase in assumption Penurunan asumsi/ Decrease in assumption Tingkat diskonto 1% (1,352) 1,565 Discount rate Tingkat kenaikan gaji di masa depan 1% 1,639 (1,433) Salary growth rate 31 Desember/December 2014 (Tidak diaudit/unaudited) Dampak atas kewajiban imbalan pasti/ Impact on defined benefit obligation Perubahan asumsi/ Changed in assumption Kenaikan asumsi/ Increase in assumption Penurunan asumsi/ Decrease in assumption Tingkat diskonto 1% (1,255) 1,473 Discount rate Tingkat kenaikan gaji di masa depan 1% 1,515 (1,322) Salary growth rate 31 Desember/December 2013 (Tidak diaudit/unaudited) Dampak atas kewajiban imbalan pasti/ Impact on defined benefit obligation Perubahan asumsi/ Changed in assumption Kenaikan asumsi/ Increase in assumption Penurunan asumsi/ Decrease in assumption Tingkat diskonto 1% (942) 1,200 Discount rate Tingkat kenaikan gaji di masa depan 1% 1,282 (1,022) Salary growth rate Halaman Page
264 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 21. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan) 21. EMPLOYEE BENEFITS OBLIGATION (continued) Imbalan pensiun dan pasca kerja lainnya (lanjutan) Analisa sensitivitas didasarkan pada perubahan atas satu asumsi aktuarial dimana asumsi lainnya dianggap konstan. Dalam prakteknya, hal ini jarang terjadi dan perubahan beberapa asumsi mungkin saling berkorelasi. Dalam perhitungan sensitivitas kewajiban imbalan pasti atas asumsi aktuarial utama, metode yang sama (perhitungan nilai kini kewajiban imbalan pasti dengan menggunakan metode projected unit credit di akhir periode) telah diterapkan seperti dalam penghitungan kewajiban pensiun yang diakui dalam laporan posisi keuangan. Aset program terdiri dari: Pension and other post-employment benefits (continued) The sensitivity analysis are based on a change in an assumption while holding all other assumptions constant. In practice, this is unlikely to occur, and changes in some of the assumptions may be correlated. When calculating the sensitivity of the defined benefit obligation to significant actuarial assumptions the same method (present value of the defined benefit obligation calculated with the projected unit credit method at the end of the reporting period) has been applied as when calculating the pension liability recognised within the statements of financial position. Plan assets comprise the following: Instrumen ekuitas 43% 41% 44% Equity instruments Instrumen utang 53% 49% 52% Government bonds Lain-lain 4% 9% 4% Others Aset program termasuk saham dan obligasi PT Astra International Tbk (AI) (entitas pengendali perseroan), beberapa entitas anak AI dan entitas yang dikendalikan bersama oleh AI, beberapa entitas anak dan pengendalian bersama entitas, dengan nilai wajar sejumlah Rp 714 (2014: Rp 760 dan 2013: Rp 739). Termasuk di dalam aset program adalah obligasi Perseroan dengan nilai wajar sejumlah Rp 150 (2014: Rp 117 dan 2013: Rp 111). Hasil yang diharapkan dari aset program ditentukan atas dasar rata-rata pengembalian jangka panjang ekuitas sebesar 9% per tahun dan obligasi sebesar 9% per tahun dan alokasi jangka panjang antara ekuitas dan obligasi pada setiap program. Melalui program pensiun imbalan pasti, Perseroan terekspos beberapa risiko seperti volatilitas aset dan perubahan imbal hasil obligasi, sebagai berikut: Volatilitas asset Liabilitas program dihitung menggunakan tingkat diskonto yang merujuk kepada tingkat imbal hasil obligasi pemerintah, jika imbal hasil aset program lebih rendah, maka akan menghasilkan defisit program. Program pensiun imbalan pasti Perseroan memiliki porsi ekuitas yang signifikan, yang diharapkan untuk menghasilkan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan obligasi pemerintah dan perusahaan jangka panjang sementara memberikan volatilitas dan risiko dalam jangka pendek. Plan assets include shares and bonds of PT Astra International (AI) (controlling entity of the company), certain subsidiaries of AI and jointly controlled entities by AI, with a fair value of Rp 714 (2014: Rp 760 and 2013: Rp 739). Included in the plan assets are Company s bonds with fair value of Rp 150 (2014: Rp 117 and 2013: Rp 111). The expected return on plan assets is determined on the basis of long-term average returns on equities of 9% per annum and bonds of 9% per annum and the long-term benchmark allocation of assets between equities and bond in each plan. Through its defined benefits pension plans, the Company is exposed to a number of risk such as assets volatility and changes in bonds yields, as follows: Asset volatility The plan liabilities are calculated using a discount rate set with reference to government bond yields, if plan assets underperform this yield, this will create a deficit. The Company s defined benefit pension plans hold a significant proportion of equities, which are expected to outperform government and corporate bonds in the long-term while providing volatility and risk in the short-term. Halaman Page
265 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 21. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan) 21. EMPLOYEE BENEFITS OBLIGATION (continued) Imbalan pensiun dan pasca kerja lainnya (lanjutan) Perubahan imbal hasil obligasi Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah akan meningkatkan liabilitas program, walaupun hal ini akan saling hapus secara sebagian dengan kenaikan dari nilai obligasi program yang dimiliki. PT Astra International Tbk. (AI) selaku pendiri Dana Pensiun Astra memastikan bahwa posisi investasi telah diatur dalam kerangka asset-liability matching ( ALM ) yang telah dibentuk untuk mencapai hasil jangka panjang yang sejalan dengan liabilitas pada program pensiun imbalan pasti. Dalam kerangka ALM, tujuan AI adalah untuk menyesuaikan aset-aset dan liabilitas pensiun dengan berinvestasi pada portofolio yang terdiversifikasi dengan baik dalam menghasilkan tingkat pengembalian yang cukup, disesuaikan dengan risiko yang ada, untuk disesuaikan dengan pembayaran imbalan. AI juga secara aktif memantau durasi dan imbal hasil investasi yang diharapkan untuk memastikan bahwa telah sesuai dengan arus kas keluar yang diharapkan timbul dari kewajiban pensiun. Investasi pada program telah terdiversifikasi dengan baik, sehingga kinerja buruk satu investasi tidak akan memberikan dampak material bagi seluruh kelompok aset. Pension and other post-employment benefits (continued) Changes in bond yields A decrease in government bond yields will increase plan liabilities, although this will be partially offset by an increase in the value of the plan s bond holdings. PT Astra International Tbk. (AI) as the founder of Dana Pensiun Astra ensures that the investment positions are managed within an asset-liability matching ( ALM ) framework that is developed to achieve long-term returns that are in line with the obligation in defined benefit pension plans. Within this ALM framework, AI s objective is to match assets and the pension obligations by investing in a well-diversified portfolio the generates sufficient risk-adjusted returns the match the benefit payments. AI also actively monitors the duration and the expected yield of the investments to ensure it matches the expected cash outflows arising from the pension obligations. Investment across the plans are well diversified, such that the failure of any single investment would not have a material impact on the overall level of assets. Imbalan jangka panjang lainnya Liabilitas imbalan pensiun yang diakui di laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut: Other long-term benefits The pension benefit recognised in the statements of financial position are determined as follows: Nilai kini liabilitas 2,620 2,348 2,066 Present value of obligations Jumlah yang diakui pada laporan laba rugi adalah sebagai berikut: The amounts recognised in the profit or loss are as follows: Biaya jasa kini Current service cost Biaya bunga Interest cost Keuntungan aktuarial bersih yang diakui selama Net actuarial gains tahun berjalan (174) (240) (161) recognised during the year Biaya transfer pekerja - bersih - (74) - Net cost of transferred employees Biaya ini dibukukan sebagai biaya gaji dan imbalan kerja dalam laporan laba rugi. The expense is accounted for salaries and employee benefits in the profit or loss. Halaman Page
266 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 21. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan) 21. EMPLOYEE BENEFITS OBLIGATION (continued) Imbalan jangka panjang lainnya (lanjutan) Mutasi liabilitas yang diakui pada laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut: Other long-term benefits (continued) The movement in the liability recognised in the statements of financial position is as follows: Awal tahun 2,348 2,066 1,627 Beginning of the year Jumlah yang dibebankan Total expense charged in the pada laporan laba rugi profit or loss Imbalan/iuran yang dibayarkan (420) (341) (137) Contributions/benefit paid Pengukuran kembali: Remeasurement: (Keuntungan)/kerugian dari Experience (gain)/loss penyesuaian atas pengalaman from adjustment obligation kewajiban (142) - - (Keuntungan)/kerugian yang (Gain)/loss from change in timbul dari perubahan asumsi (32) - - assumptions Saldo akhir 2,620 2,348 2,066 Ending balance 22. SEGMEN OPERASI 22. OPERATING SEGMENT Bentuk pelaporan berdasarkan segmen usaha Reporting format based on business segments Segmen operasi Perseroan dibagi berdasarkan produk usaha, sebagai berikut: sewa pembiayaan, pembiayaan konsumen, anjak piutang, pembiayaan modal kerja, dan lain-lain. Segmen operasi dilaporkan sesuai dengan laporan internal yang disiapkan untuk pengambil keputusan operasional yang bertanggung jawab untuk mengalokasikan sumber daya ke segmen tertentu dan melakukan penilaian atas performanya. Segmen operasi dilaporkan sesuai dengan laporan internal yang disiapkan untuk Direksi yang bertanggung jawab untuk mengalokasikan sumber daya ke segmen dan melakukan penilaian atas performanya. Seluruh segmen operasi yang digunakan oleh Perseroan telah memenuhi kriteria pelaporan berdasarkan PSAK 5 (revisi 2009), Segmen Operasi. Informasi mengenai hasil dari masing-masing pelaporan segmen disajikan di bawah ini sebagaimana dilaporkan dalam laporan internal manajemen yang direview oleh Manajemen Perseroan. Keuntungan segmen digunakan untuk mengukur kinerja dimana manajemen berkeyakinan bahwa informasi tersebut paling relevan dalam mengevaluasi hasil segmen tersebut relatif terhadap entitas lain yang beroperasi dalam industri tersebut, sebagaimana disajikan dalam tabel di bawah ini: The Company s operating segments represent the product, as follows: finance leases, consumer financing, factoring, working capital financing, and others. Operating segments are reported in accordance with the internal reporting provided to the chief operating decision maker, which is responsible for allocating resources to the reportable segments and assesses its performance. Operating segments are reported in accordance with the internal reporting provided to The Directors, which is responsible for allocating resources to the reportable segments and assesses its performance. All operating segments used by the Company meet the definition of a reportable segment under SFAS 5 (revised 2009), Operating Segment. Information regarding the results of each reportable segment is included below as included in the internal management reports that are reviewed by the Company's Management. Segment profit is used to measure performance of that business segment as management believes that such information is the most relevant in evaluating the results of those segments relative to other entities that operate within these industries, as set out in the table below: Halaman Page
267 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 22. SEGMEN OPERASI (lanjutan) 22. OPERATING SEGMENT (continued) Bentuk pelaporan berdasarkan segmen usaha (lanjutan) Reporting format based on business segments (continued) Sewa pembiayaan/ Finance leases 31 Desember/December 2015 (Tidak diaudit/unaudited) Pembiayaan konsumen/ Consumer financing Tagihan anjak piutang/ Factoring Pembiayaan modal kerja/working capital financing Lain-lain/ Others Jumlah/Total Eksternal: Laporan laba rugi komprehensif Statements of comprehensive income Pendapatan Income Pendapatan bunga 455,559 73,976 10,733 7,927 83, ,155 Interest income Lain-lain 31,477 4,452 8, ,581 Others Jumlah pendapatan 487,036 78,428 19,365 7,947 83, ,736 Total income Beban Expenses Beban usaha ,264 72,264 Operating expenses Beban penyusutan ,158 2,158 Depreciation expense Beban bunga dan Interest and financing keuangan , ,236 charges Penyisihan kerugian Allowance for penurunan nilai 106, (17,443) 31, ,164 impairment losses Beban pajak final ,792 16,792 Final tax expenses Jumlah beban 106, (17,443) 31, , ,614 Total expense Laba sebelum pajak penghasilan 380,471 77,473 36,808 (23,140) (347,490) 124,122 Income before tax Beban pajak penghasilan (13,672) (13,672) Income tax expense Laba bersih 380,471 77,473 36,808 (23,140) (361,162) 110,450 Net income Jumlah aset 3,479, ,858 25, ,529 1,433,039 6,692,984 Total assets Jumlah liabilitas ,284,906 5,284,906 Total liabilities 31 Desember/December 2014 (Tidak diaudit/unaudited) Sewa pembiayaan/ Finance leases Pembiayaan konsumen/ Consumer financing Tagihan anjak piutang/ Factoring Lain-lain/ Others Jumlah/Total Eksternal: Laporan laba rugi komprehensif External: Statements of comprehensive income Pendapatan Income Pendapatan bunga 622,177 16,312 14,855 59, ,401 Interest income Lain-lain 39,697 1,088 2,126 9,539 52,450 Others Jumlah pendapatan 661,874 17,400 16,981 68, ,851 Total income Beban Expenses Beban usaha ,021 74,021 Operating expenses Beban penyusutan ,909 1,909 Depreciation expense Beban bunga dan Interest and financing keuangan , ,255 charges Penyisihan kerugian Allowance for penurunan nilai 41,798 3,663 37,726-83,187 impairment losses Beban pajak final ,812 11,812 Final tax expenses Jumlah beban 41,798 3,663 37, , ,184 Total expense Laba sebelum pajak penghasilan 620,076 13,737 (20,745) (335,401) 277,667 Income before tax Beban pajak penghasilan - - (65,307) (65,307) Income tax expense Laba bersih 620,076 13,737 (20,745) (400,708) 212,360 Net income Jumlah aset 4,889,753 93, ,145 1,816,437 7,002,013 Total assets Jumlah liabilitas ,615,834 5,615,834 Total liabilities Halaman Page
268 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 22. SEGMEN OPERASI (lanjutan) 22. OPERATING SEGMENT (continued) Bentuk pelaporan berdasarkan segmen usaha (lanjutan) Reporting format based on business segments (continued) 31 Desember/December 2013 (Tidak diaudit/unaudited) Sewa pembiayaan/ Finance leases Pembiayaan konsumen/ Consumer financing Tagihan anjak piutang/ Factoring Lain-lain/ Others Jumlah/Total Eksternal: Laporan laba rugi komprehensif External: Statements of comprehensive income Pendapatan Income Pendapatan bunga 744,413 23,061 7,394 30, ,859 Interest income Lain-lain 54,487 3,125 1,762 2,628 62,002 Others Jumlah pendapatan 798,900 26,186 9,156 33, ,861 Total income Beban Expenses Beban usaha ,440 73,440 Operating expenses Beban penyusutan ,658 1,658 Depreciation expense Beban bunga dan Interest and financing keuangan , ,349 charges Penyisihan kerugian Allowance for penurunan nilai 125,613 1, ,601 impairment losses Jumlah beban 125,613 1, , ,048 Total expense Laba sebelum pajak penghasilan 673,287 24,198 9,156 (385,828) 320,813 Income before tax Beban pajak penghasilan (78,325) (78,325) Income tax expense Laba bersih 673,287 24,198 9,156 (464,153) 242,488 Net income Jumlah aset 5,508, ,976 95,902 1,089,974 6,875,712 Total assets Jumlah liabilitas ,579,594 5,579,594 Total liabilities Bentuk pelaporan berdasarkan segmen geografis Segmen berdasarkan geografis terdiri dari 12 jaringan pemasaran yang terbagi menjadi 5 area yaitu DKI Jakarta, Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi. Segmen informasi berdasarkan geografis adalah sebagai berikut: Reporting format based on geographical segments Geographical segment consists of 12 marketing networks that are divided into 5 areas, namely DKI Jakarta, Java, Kalimantan, Sumatera, and Sulawesi. Segment information based on geographical segments is as follows: Pendapatan Income - Area DKI Jakarta 371, , ,135 DKI Jakarta area - - Area Kalimantan 168, , ,376 Kalimantan area - - Area Sumatera 73,505 70,387 89,254 Sumatera area - - Area Jawa 27,369 34,313 49,451 Java area - - Area Sulawesi 15,759 20,277 19,570 Sulawesi area - 656, , ,786 Pendapatan yang tidak dapat dialokasikan 20,018 43,153 35,075 Unallocated income Jumlah pendapatan 676, , ,861 Total income Halaman Page
269 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 23. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN 23. FINANCIAL RISK MANAGEMENT Aktivitas Perseroan mengandung berbagai macam risiko-risiko keuangan: risiko nilai tukar mata uang asing dan suku bunga, risiko kredit dan risiko likuiditas. Secara keseluruhan, program manajemen risiko keuangan Perseroan terfokus pada ketidakpastian pasar keuangan dan meminimalisasi potensi kerugian yang berdampak pada kinerja keuangan Perseroan. Perseroan menggunakan instrumen keuangan derivatif untuk mengantisipasi risiko-risiko yang mungkin terjadi. Manajemen risiko dilaksanakan dengan kebijakankebijakan yang disetujui oleh Direksi. Direksi memberikan kebijakan atas manajemen risiko secara keseluruhan, termasuk kebijakan yang mencakup area khusus, seperti risiko nilai tukar, risiko suku bunga, risiko kredit, dan pemanfaatan instrumen keuangan. Risiko yang berasal dari instrumen keuangan yang dihadapi oleh Perseroan mengandung risiko keuangan, termasuk juga risiko pasar, risiko kredit, dan risiko likuiditas. The Company s activities expose it to a variety of financial risks: foreign exchange risk and interest rate, credit risk and liquidity risk. The Company s overall risk management program focuses on the unpredictability of financial markets and seeks to minimise potential adverse effects on the Company s financial performance. The Company uses derivative financial instrument to hedge certain risk exposures. Risk management is carried out under policies approved by Directors. The Directors provides principles for overall risk management, as well as policies covering specific areas, such as foreign exchange risk, interest rate risk, credit risk, and use of financial instrument. The risk arising from financial instruments to which the Company is exposed are financial risks, which includes market risk, credit risk, and liquidity risk. a. Risiko pasar a. Market risk Perseroan menghadapi eksposur terhadap risiko pasar, yaitu risiko dimana nilai wajar atas arus kas masa depan atas suatu instrumen keuangan berfluktuasi karena perubahan pada harga pasar. Risiko pasar berasal dari posisi terbuka yang terkait dengan produk-produk suku bunga, mata uang dan ekuitas, yang seluruhnya dipengaruhi oleh pergerakan pasar baik secara spesifik maupun umum, dan perubahan volatilitas tingkat suku bunga pasar atau harga seperti suku bunga, nilai tukar, dan produk ekuitas. Risiko tingkat bunga Perseroan menyadari adanya perubahan risiko nilai tukar mata uang asing dan suku bunga yang terjadi akibat fluktuasi mata uang Rupiah terhadap Dolar AS, dan suku bunga sehingga Perseroan melakukan transaksi cross currency swap dan interest rate swap dari suku bunga mengambang menjadi suku bunga tetap dengan tujuan melakukan aktivitas lindung nilai atas ketidakpastian suku bunga dan mata uang asing yang timbul dari ketidakpastian arus kas atas pokok dan bunga pinjaman dalam mata uang asing. The Company is exposed to market risks which are the risks that the fair value of future cash flows of financial instrument will fluctuate because of changes in market prices. Market risks arise from open positions in interest rate, currency and equity products, all of which are exposed to the general and specific market movements and changes in the level of volatility or market rates or prices such as interest rates, foreign exchange rates, and equity products. Interest rate risk The Company is aware of the foreign exchange and interest rate risk due to foreign exchange and interest rate fluctuations, therefore the Company entered into cross currency swap and interest rate swap contracts from US Dollar floating rate to Rupiah fixed rate in order to hedge the interest rate and foreign exchange uncertainty that will arise from the variability in cash flows arising from principal and interest on the foreign currencies borrowings. Halaman Page
270 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 23. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN 23. FINANCIAL RISK MANAGEMENT a. Risiko pasar (lanjutan) a. Market risk (continued) Risiko tingkat bunga (lanjutan) Perseroan terekspos risiko tingkat suku bunga yang berasal dari perubahan tingkat bunga atas aset dan liabilitas yang dikenakan bunga. Risiko ini dikelola pada umumnya dengan menggunakan interest rate swaps untuk mengkonversi pinjaman dengan tingkat bunga mengambang menjadi tingkat bunga tetap. Perseroan meminimalisasi eksposur tingkat bunga dengan mengutamakan ketersediaan dana yang berimbang sesuai dengan Panduan Transaksi/Kontrak Derivatif. Tabel di bawah ini mengikhtisarkan aset dan liabilitas keuangan berbunga Perseroan pada nilai tercatat, yang dikategorikan menurut mana yang terlebih dahulu antara tanggal repricing secara kontraktual (contractual repricing) atau tanggal jatuh tempo. Interest rate risk (continued) The Company is exposed to interest rate risk through the impact of rate changes on interest bearing assets and liabilities. These exposures are managed mainly through the use of interest rate swaps, which have the economic effect of converting borrowings from floating rate to fixed rate. The Company minimalises interest rate exposure with priotizing on matching funding availability in compliance with Transactions Guidelines/Derivative Contract. The table below summarise the Company s interest earning financial assets and interest bearing financial liabilities at carrying amounts, categorised by the earlier of contractual repricing or maturity dates. Kurang dari satu tahun/ Less than one year Variabel/Variable 1-2 tahun/ years 2-3 tahun/ years Lebih dari 3 tahun/ Over than 3 years 31 Desember/December 2015 Kurang dari satu tahun/ Less than one year Bunga tetap/ Fixed interest rate 1-2 tahun/ years 2-3 tahun/ years Lebih dari 3 tahun/ Over than 3 years Tidak dikenakan bunga/ Non interest bearing ASET ASSETS Cash and cash Kas dan setara kas 1,249, ,249,562 equivalents Piutang sewa Finance lease pembiayaan ,071,119 1,196, ,127 6,751-3,479,034 receivables Piutang pembiayaan Consumer financing konsumen , ,478 28, ,858 receivables Anjak piutang - bersih ,490 19, ,524 Factoring net Pembiayaan modal usaha Working Capital Financing ,285 68, ,529 receivables Piutang lain-lain ,325 36,325 Other receivables Aset lain-lain ,440 1,440 Other assets Jumlah aset 1,249, ,371,890 1,647, ,511 6,751 37,890 6,547,272 Total assets Jumlah/ Total LIABILITAS LIABILITIES Pinjaman yang diterima: Borrowings: - Rupiah , ,000 Rupiah - - Dolar AS 698, , , ,394,770 US Dollar - Utang Obligasi - bersih ,709 1,000, , ,884,709 Bonds payables - net Medium Term Notes , , , ,649,992 Medium Term Notes Utang kepada Account payable pemasok to supllier Utang lain-lain dan Other payables and akrual , ,282 accrued expenses Jumlah liabilitas 698, , ,720-1,129,701 1,650, , ,282 5,255,753 Total liabilities Jumlah selisih penilaian Total interest repricing bunga sebelum derivative 551,314 (475,927) (220,720) - 2,242,189 (2,207) (566,489) 6,751 (243,392) 1,291,519 gap before derivative Derivatif: Derivatives: - Cross currency swap 344, (344,875) Cross currency swap - - Interest rate swap 567, (170,138) (276,237) (121,133) (439) - - Interest rate swap - Jumlah selisih bunga Total interest repricing setelah derivatif 1,464,136 (475,927) (220,720) - 1,727,176 (278,444) (687,622) 6,312 (243,392) 1,291,519 gap after derivative Halaman Page
271 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 23. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN 23. FINANCIAL RISK MANAGEMENT a. Risiko pasar (lanjutan) a. Market risk (continued) Risiko tingkat bunga (lanjutan) Interest rate risk (continued) Kurang dari satu tahun/ Less than one year Variabel/Variable 1-2 tahun/ years 2-3 tahun/ years Lebih dari 3 tahun/ Over than 3 years 31 Desember/December 2014 Kurang dari satu tahun/ Less than one year Bunga tetap/ Fixed interest rate 1-2 tahun/ years 2-3 tahun/ years Lebih dari 3 tahun/ Over than 3 years Tidak dikenakan bunga/ Non interest bearing ASET ASSETS Cash and cash Kas dan setara kas 1,703, ,703,196 equivalents Piutang sewa Finance lease pembiayaan ,032,038 1,391, ,258 31,344-4,889,753 receivables Piutang pembiayaan Consumer financing konsumen ,465 31, ,678 receivables Anjak piutang - bersih , ,145 Factoring - net Piutang lain-lain ,331 38,331 Other receivables Aset lain-lain ,316 1,316 Other assets Jumlah aset 1,703, ,295,648 1,422, ,984 31,344 39,772 6,928,419 Total assets LIABILITAS LIABILITIES Pinjaman yang diterima: Borrowings: - Rupiah ,667 45, ,667 Rupiah - - Dolar AS 1,521, ,521,611 US Dollar - Utang Obligasi - bersih , , , ,192,043 Bonds payables - net Medium Term Notes , , , ,499,901 Medium Term Notes Utang kepada Account payable pemasok ,637 5,637 to supllier Utang lain-lain dan Other payables and akrual , ,909 accrued expenses Jumlah liabilitas 1,521,611 1,520,899 1,133,890 1,248, ,546 5,589,768 Total liabilities Jumlah selisih penilaian Total interest repricing bunga sebelum derivative 181, ,774, ,710 (812,838) 31,344 (124,773) 1,338,652 gap before derivative Derivatif: Derivatives: - Cross currency swap 74, (74,640) Cross currency swap - - Interest rate swap 1,446, (748,393) (408,932) (202,865) (86,781) - - Interest rate swap - Jumlah selisih bunga Total interest repricing setelah derivatif 1,703, ,716 (120,222) (1,015,703) (55,437) (124,773) 1,338,652 gap after derivative Jumlah/ Total Kurang dari satu tahun/ Less than one year Variabel/Variable 1-2 tahun/ years 2-3 tahun/ years Lebih dari 3 tahun/ Over than 3 years 31 Desember/December 2013 Kurang dari satu tahun/ Less than one year Bunga tetap/ Fixed interest rate 1-2 tahun/ years 2-3 tahun/ years Lebih dari 3 tahun/ Over than 3 years Tidak dikenakan bunga/ Non interest bearing ASET ASSETS Cash and cash Kas dan setara kas 915, ,690 equivalents Piutang sewa Finance lease pembiayaan ,377,733 1,623, ,303 24,661-5,508,860 receivables Piutang pembiayaan Consumer financing konsumen ,247 11, ,976 receivables Anjak piutang bersih , ,902 Factoring - net Piutang lain-lain ,062 29,062 Other receivables Aset lain-lain Other assets Jumlah aset 915, ,642,882 1,634, ,926 24,661 30,175 6,731,483 Total assets LIABILITAS LIABILITIES Pinjaman yang diterima: Borrowings: - Rupiah , ,666 45, ,333 Rupiah - - Dolar AS 2,121, ,121,008 US Dollar - Utang Obligasi - bersih , , , ,835,444 Bonds payables - net Medium Term Notes , , , ,861 Medium Term Notes Utang kepada Account payable pemasok ,408 13,408 to suplier Utang lain-lain dan Other payables and akrual , ,793 accrued expenses Jumlah liabilitas 2,121, ,356,037 1,272, , ,201 5,546,847 Total liabilities Jumlah selisih penilaian Total interest repricing bunga sebelum derivatif (1,205,438) ,286, ,909 (151,315) 24,661 (132,026) 1,184,636 gap before derivative Derivatif: Derivatives - Cross currency swap 303, (230,575) (73,134) Cross currency swap - - Interest rate swap 1,817, (1,085,973) (618,419) (112,905) Interest rate swap - Jumlah selisih bunga Total interest repricing setelah derivatif 915, ,297 (329,644) (264,220) 24,661 (132,026) 1,184,636 gap after derivative Jumlah/ Total Tabel di bawah ini mengikhtisarkan sensitivitas laba bersih Perseroan pada tanggal 31 Desember 2015, 2014, dan 2013 atas perubahan tingkat suku bunga yaitu: The table below shows the sensitivity of the Company s net income to movement of interest rates on 31 December 2015, 2014, and 2013: Halaman Page
272 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 23. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 23. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) a. Risiko pasar (lanjutan) a. Market risk (continued) Risiko tingkat bunga (lanjutan) Interest rate risk (continued) Pengaruh terhadap laba bersih/ Impact to net income Peningkatan/ Penurunan/ Increase by Decrease by 1% 1% 31 Desember ,995 (9,995) 31 December Desember ,625 (13,625) 31 December Desember ,325 (7,325) 31 December 2013 Proyeksi di atas mengasumsikan bahwa perubahan tingkat suku bunga telah terjadi pada tanggal posisi keuangan dan telah diperhitungkan dalam perhitungan eksposur atas risiko tingkat suku bunga baik untuk instrumen keuangan derivatif maupun nonderivatif yang dimiliki pada tanggal tersebut. Risiko nilai tukar mata uang asing Tabel dibawah ini mengikhtisarkan aset keuangan dan liabilitas keuangan Perseroan terhadap risiko nilai tukar mata uang asing. The projection assumes that the change in interest rate had accured at the balance sheet date and had been applied to the exposure to interest rate risk for both derivative and nonderivative financial instruments. Foreign exchange risk The table below summarises the Company s financial assets and liabilities exposure to foreign exchange rate risk. Dolar AS/US Dollar (dalam ribuan/in thousand) ASET ASSETS Kas dan setara kas 8,612 4,626 5,704 Cash and cash equivalents Piutang sewa pembiayaan - bersih 56, , ,787 Finance leases receivables- net Piutang pembiayaan konsumen - bersih Consumer financing - net Tagihan anjak piutang - bersih - 11,661 5,256 Factoring receivables - net Pembiayaan modal bersih 33, Net working capital Beban dibayar dimuka Prepaid expenses dan piutang lain-lain 2,090 1, and other receivables Aset lain-lain Other assets Jumlah aset 101, , ,968 Total assets LIABILITAS LIABILITIES Pinjaman yang diterima Borrowings - Pinjaman yang diterima - kotor 101, , ,917 Borrowings - gross - - Pinjaman yang di hedge (25,000) (6,000) (24,917) Hedged borrowings - Pinjaman yang diterima - bersih 76, , ,000 Borrowings - net Utang lain - lain Other payables and dan akrual 6,197 5,159 3,073 accrued expenses Jumlah liabilitas 83, , ,073 Total liabilities Bersih 18,167 26,624 5,895 Net Tabel di bawah ini mengikhtisarkan sensitivitas laba bersih Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2015, 2014, dan 2013 atas perubahan nilai tukar mata uang asing yaitu: The table below shows the sensitivity of Company s net income to movement of foreign exchange rates on 31 December 2015, 2014, and 2013: Halaman Page
273 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 23. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 23. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) a. Risiko pasar (lanjutan) a. Market risk (continued) Risiko nilai tukar mata uang asing (lanjutan) Foreign exchange risk (continued) Pengaruh terhadap laba bersih/ Impact to net income Peningkatan/ Penurunan/ Increase by Decrease by 1% 1% 31 Desember ,506 (2,506) 31 December Desember ,312 (3,312) 31 December Desember (719) 31 December 2013 Proyeksi di atas mengasumsikan bahwa perubahan nilai tukar mata uang asing bergerak pada jumlah yang sama sehingga tidak mencerminkan perubahan potensial kepada laba atas perubahan beberapa nilai tukar mata uang asing sementara lainnya tidak berubah. Proyeksi juga mengasumsikan bahwa seluruh variabel lainnya adalah konstan dan berdasarkan tanggal pelaporan yang konstan serta seluruh posisi hingga jatuh tempo. The projection assumes that foreign exchange rates move by the same amount and, therefore, do not reflect the potential impact on profit of some rates changing while others remain unchanged. The projections also assume that all other variables are held constant and are based on a constant reporting date position and that all positions run to maturity. b. Risiko kredit b. Credit risk Perseroan menghadapi risiko pembiayaan, terutama berasal dari ketidakmampuan nasabah untuk membayar kembali pembiayaan yang diberikan. Risiko ini terjadi jika kelayakan nasabah dan piutang pembiayaan tidak dikelola dengan baik. Perseroan menerapkan kebijakan pemberian kredit berdasarkan prinsip kehati-hatian, melakukan pengawasan portofolio kredit secara berkesinambungan dan melakukan pengelolaan atas penagihan angsuran untuk meminimalisasi risiko kredit. Pengukuran risiko kredit Estimasi terhadap eksposur kredit adalah proses yang kompleks dan memerlukan penggunaan model, dimana nilai dari suatu produk bervariasi tergantung dengan perubahan pada variabel-variabel pasar, arus kas masa depan dan rentang waktu. Penilaian risiko kredit atas suatu portofolio aset memerlukan estimasi-estimasi, seperti kemungkinan terjadinya wanprestasi, rasio kerugian dan korelasi wanprestasi antar rekanan. The Company is exposed to credit risk mainly from the defaulting customers. Improper assessment on customer s credit worthiness and collection management will trigger the credit risk. The Company applies prudent credit acceptance policies, perform ongoing credit portfolio monitoring as well as managing the collection of customer financing receivables in order to minimise the credit risk exposure. Credit risk measurement The estimation of credit exposure is complex and requires the use of models, as the value of a product varies with changes in market variables, expected cash flows and the passage of time. The assessment of credit risk of a portfolio of assets entails further estimations as to the likelihood of defaults occurring, of the associated loss ratios and of default correlations between counterparties. Halaman Page
274 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 23. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 23. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) b. Risiko kredit (lanjutan) b. Credit risk (continued) Pengukuran risiko kredit (lanjutan) Perseroan telah mengembangkan model untuk mendukung kuantifikasi dari risiko kredit. Model peringkat dan skor ini digunakan untuk keseluruhan portofolio kredit utama dan membentuk basis untuk mengukur risiko wanprestasi. Dalam mengukur risiko kredit untuk kredit yang diberikan, Perseroan mempertimbangkan tiga komponen: (i) probability of default (PD) klien atau counterpart atas liabilitas kontraktualnya; (ii) eksposur terkini pada rekanan dan kemungkinan perkembangan masa depan, yang akan digunakan Perseroan untuk mendapatkan exposure at default (EAD) dan (iii) kemungkinan rasio pemulihan atas liabilitas yang telah wanprestasi ( loss given default ) (LGD). Model ini ditelaah secara rutin untuk memonitor tingkat akurasi model, relatif terhadap kinerja aktual dan diubah jika diperlukan untuk mengoptimalisasi keefektivitasannya. EAD dihitung berdasarkan jumlah terhutang yang Perseroan harapkan pada saat wanprestasi terjadi. LGD merupakan ekspektasi Perseroan atas besarnya kerugian dari suatu klaim pada saat wanprestasi terjadi. Hal ini dinyatakan dalam persentase kerugian per unit dari suatu eksposur. Loss given default biasanya bervariasi sesuai dengan tipe counterpart, jenis dan senioritas dari klaim dan ketersediaan agunan atau pendukung kredit lainnya. Konsentrasi risiko asset keuangan Perseroan menerapkan berbagai kebijakan dan praktik untuk memitigasi risiko kredit. Praktik yang umum dilakukan adalah dengan meminta agunan sebagai uang muka jaminan. Perseroan menerapkan berbagai panduan atas jenis-jenis agunan yang dapat diterima dalam rangka memitigasi risiko kredit. Tabel berikut adalah eksposur maksimum terhadap risiko kredit untuk instrumen keuangan pada laporan posisi keuangan, tanpa memperhitungkan agunan yang dimiliki atau pengembangan kredit lainnya dan konsentrasi risiko kredit yang dimiliki Perseroan: Credit risk measurement (continued) The Company has developed models to support the quantification of the credit risk. These rating and scoring models are in use for all key credit portfolios and form the basis for measuring default risks. In measuring credit risk of loans, the Company considers three components: (i) the probability of default (PD) by the client or counterparty on its contractual obligations; (ii) current exposures to the counterparty and its likely future development, from which the Company derive the exposure at default (EAD); and (iii) the likely recovery ratio on the defaulted obligations (the loss given default ) (LGD). The models are reviewed regularly to monitor their robustness relative to actual performance and amended as necessary to optimise their effectiveness. EAD is based on the amounts the Company expect to be owed at the time of the default occur. LGD represents the Company s expectation of the extent of loss on a claim should default occur. It is expressed as percentage loss per unit of exposure. Loss given default typically varies by the type of counterparty, type and seniority of claim and availability of collateral or other credit support. Risk concentrating of financial assets The Company employs a range of policies and practices to mitigate credit risk. The most traditional of these is the taking of security for funds advances, which is common practice. The Company implements guidelines on the acceptability of specific classes of collateral or credit risk mitigation. The following table presents the Company s maximum exposure to credit risk of on balance sheet financial instrument, without taking into account of any collateral held or other credit enhancement and risk concentration of the Company: Halaman Page
275 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 23. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 23. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) b. Risiko kredit (lanjutan) b. Credit risk (continued) Konsentrasi risiko aset keuangan (lanjutan) Risk concentrating of financial assets (continued) Pertambangan/ Mining 31 Desember/December 2015 Konsentrasi risiko kredit/credit risk concentration Perkebunan/ Agro Kehutanan/ Forestry Konstruksi/ Construction Lain-lain/ Others Maksimum eksposur/ Maximum exposure Cash and Kas dan setara kas ,249,562 1,249,562 cash equivalents Piutang sewa Finance lease pembiayaan 1,950, , , , ,429 3,748,352 receivables Piutang pembiayaan Consumer financing konsumen 5, , , ,438 receivables Tagihan anjak piutang 3,623-7,480-15,410 26,513 Factoring receivables Pembiayaan Modal Usaha 610,497 1,880 5,247 47, , ,616 Working capital facility Piutang lain-lain ,325 36,325 Other receivables Aset derivatif ,582 26,582 Derivative assets Aset lain-lain ,440 1,440 Other assets Jumlah 2,570, , , ,207 2,605,690 6,875,828 Total Dikurangi: Less: Penyisihan kerugian Allowance for penurunan nilai (301,974) impairment losses Jumlah bersih 6,573,854 Total - net Pertambangan/ Mining 31 Desember/December 2014 Konsentrasi risiko kredit/credit risk concentration Perkebunan/ Agro Kehutanan/ Forestry Konstruksi/ Construction Lain-lain/ Others Maksimum eksposur/ Maximum exposure Cash and Kas dan setara kas 1,703,196 1,703,196 cash equivalents Piutang sewa Finance lease pembiayaan 3,270, , , , ,631 5,186,367 receivables Piutang pembiayaan Consumer financing konsumen 11,495 4,954 3,774 7,437 66,216 93,876 receivables Tagihan anjak piutang 174, , ,578 Factoring receivables Piutang lain-lain ,331 38,331 Other receivables Aset derivatif ,381 15,381 Derivative assets Aset lain-lain ,316 1,316 Other assets Jumlah 3,456, , , ,675 2,053,442 7,259,045 Total Dikurangi: Less: Penyisihan kerugian Allowance for penurunan nilai (315,245) impairment losses Jumlah bersih 6,943,800 Total - net Pertambangan/ Mining 31 Desember/December 2013 Konsentrasi risiko kredit/credit risk concentration Perkebunan/ Agro Kehutanan/ Forestry Konstruksi/ Construction Lain-lain/ Others Maksimum eksposur/ Maximum exposure Cash and Kas dan setara kas , ,690 cash equivalents Piutang sewa Finance lease pembiayaan 4,007, , , , ,097 5,834,116 receivables Piutang pembiayaan Consumer financing konsumen 38,762 18,412 7,812 18, , ,560 receivables Tagihan anjak piutang 95, ,902 Factoring receivables Piutang lain-lain ,062 29,062 Other receivables Aset derivatif ,690 78,690 Derivative assets Aset lain-lain Other assets Jumlah 4,142, , , ,424 1,296,671 7,141,013 Total Dikurangi: Less: Penyisihan kerugian Allowance for penurunan nilai (330,840) impairment losses Jumlah bersih 6,810,173 Total - net Halaman Page
276 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 23. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 23. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) b. Risiko kredit (lanjutan) b. Credit risk (continued) Konsentrasi risiko aset keuangan (lanjutan) Risk concentrating of financial assets (continued) Manajemen percaya akan kemampuannya untuk mengendalikan dan memelihara eksposur risiko kredit pada tingkat yang minimum berdasarkan hal-hal sebagai berikut: - Perseroan telah membentuk penyisihan kerugian penurunan nilai yang memadai untuk menutupi kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang tersebut berdasarkan data historis kerugian yang ada. - Sewa pembiayaan dan pembiayaan konsumen, yang merupakan portofolio terbesar dilindungi dengan jaminan yang mencukupi. Berdasarkan kualitas aset keuangan Termasuk dalam sewa pembiayaan dan pembiayaan konsumen adalah pembiayaan berdasarkan perjanjian dengan PT United Tractors Tbk ( UT ) (lihat Catatan 26). Fasilitas tersebut terbagi atas risiko yang ditanggung oleh masing-masing pihak dengan kesepakatan bersama apabila pelanggan mengalami gagal bayar. Per 31 Desember 2015, total pembiayaan dimana UT akan menanggung seluruh risiko kerugian dari kewajiban pelanggan adalah Rp (2014: Rp dan 2013: Rp nihil). Management is confident in its ability to continue to control and sustain minimal exposure of credit risk to the Company based on the following: - The Company have provided sufficient allowance for impairment losses to cover incurred losses arising from uncollectible receivables based on existing historical loss. - Direct finance leases and consumer financing, which represent the biggest portfolio, are secured by sufficient collaterals. Based on quality of financial assets Included in direct finance leases and consumer financing are financing based on agreement with PT United Tractors Tbk ( UT ) (see Note 26). Those facilities are divided into risk that will be addressed by each party in the event the customer become default. As at 31 December 2014, total financing for facility where UT will bear the whole risk of loss from unpaid customer obligation are Rp 1,136,112 (2014: Rp 777,488 and 2013: Rp nil). 31 Desember/December 2015 Belum jatuh Telah jatuh tempo atau tempo tidak mengalami tetapi tidak penurunan nilai/ mengalami Neither past penurunan nilai/ Mengalami due nor Past due but penurunan nilai/ Jumlah/ Impaired not impaired Impaired Total Kas dan setara kas 1,249, ,249,562 Cash and cash equivalents Piutang sewa Finance lease pembiayaan - bersih receivables - net - Pertambangan 944, , ,902 1,950,945 Mining - - Bukan pertambangan 1,241, ,452 98,884 1,797,407 Non Mining - Piutang pembiayaan Consumer financing konsumen - bersih receivables - net - Pertambangan 1,449 2, ,009 Mining - - Bukan pertambangan 830, ,429 Non Mining - Tagihan anjak piutang - bersih Factoring receivables - net - Pertambangan - 3,623-3,623 Mining - - Bukan pertambangan 22, ,890 Non Mining - Pembiayaan modal usaha - bersih Working Capital Facility - net - Pertambangan 610, ,497 Mining - - Bukan pertambangan 341, ,119 Non Mining - Piutang lain-lain 36, ,324 Other receivables Aset derivatif 26, ,582 Derivative assets Aset lain-lain 1, ,440 Other assets Jumlah 5,305,410 1,018, ,542 6,875,827 Total Dikurangi: Less: Penyisihan kerugian Allowance for penurunan nilai (301,974) impairment losses Jumlah bersih 6,573,853 Derivative assets Halaman Page
277 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 23. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 23. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) b. Risiko kredit (lanjutan) b. Credit risk (continued) Berdasarkan kualitas aset keuangan (lanjutan) Based on quality of financial assets (continued) 31 Desember/December 2014 Belum jatuh Telah jatuh tempo atau tempo tidak mengalami tetapi tidak penurunan nilai/ mengalami Neither past penurunan nilai/ Mengalami due nor Past due but penurunan nilai/ Jumlah/ Impaired not impaired Impaired Total Kas dan setara kas 1,703, ,703,196 Cash and cash equivalents Piutang sewa Finance lease pembiayaan - bersih receivables - net - Pertambangan 2,075, , ,230 3,270,854 Mining - - Bukan pertambangan 1,455, , ,671 1,915,513 Non Mining - Piutang pembiayaan Consumer financing konsumen - bersih receivables - net - Pertambangan 187 8,787 2,521 11,495 Mining - - Bukan pertambangan 78,311 4,070-82,381 Non Mining - Tagihan anjak piutang - bersih Factoring receivables - net - Pertambangan 162,682 11, ,207 Mining - - Bukan pertambangan 46, ,371 Non Mining - Piutang lain-lain 38, ,331 Other receivables Aset derivatif 15, ,381 Derivative assets Aset lain-lain 1, ,316 Other assets Jumlah 5,577, , ,422 7,259,045 Total Dikurangi: Less: Penyisihan kerugian Allowance for penurunan nilai (315,245) impairment losses Jumlah bersih 6,943,800 Derivative assets 31 Desember/December 2013 Belum jatuh Telah jatuh tempo atau tempo tidak mengalami tetapi tidak penurunan nilai/ mengalami Neither past penurunan nilai/ Mengalami due nor Past due but penurunan nilai/ Jumlah/ Impaired not impaired Impaired Total Kas dan setara kas 915, ,690 Cash and cash equivalents Piutang sewa Finance lease pembiayaan - bersih receivables - net - Pertambangan 2,604,994 1,239, ,172 4,007,938 Mining - - Bukan pertambangan 1,428, ,590 38,542 1,826,178 Non Mining - Piutang pembiayaan Consumer financing konsumen - bersih receivables - net - Pertambangan 20,118 15,464 3,180 38,762 Mining - - Bukan pertambangan 134,565 13, ,798 Non Mining - Tagihan anjak piutang - bersih Factoring receivables - net - Pertambangan 95, ,902 Mining- Piutang lain-lain 29, ,062 Other receivables Aset derivatif 78, ,690 Derivative assets Aset lain-lain Other assets Jumlah 5,308,060 1,628, ,894 7,141,013 Total Dikurangi: Less: Penyisihan kerugian Allowance for penurunan nilai (330,840) impairment losses Jumlah bersih 6,810,173 Derivative assets Pada tanggal 31 Desember 2015, rincian kualitas aset keuangan yang belum jatuh tempo atau tidak mengalami penurunan nilai berdasarkan pengelolaan internal sebagai berikut: The quality of financial assets that are neither past due nor impaired as at 31 December 2015 can be assessed by reference to the internal monitoring as follows: Halaman Page
278 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 23. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 23. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) b. Risiko kredit (lanjutan) b. Credit risk (continued) Berdasarkan kualitas aset keuangan (lanjutan) Based on quality of financial assets (continued) 31 Desember/December 2015 Pernah mengalami tunggakan/ Baik/ Has overdue Jumlah/ Good history Total Kas dan setara kas 1,249,562-1,249,562 Cash and cash equivalents Piutang sewa Finance lease pembiayaan - bersih receivables - net - Pertambangan 204, , ,333 Mining - - Bukan Pertambangan 591, ,921 1,241,071 Non Mining - Piutang pembiayaan Consumer financing konsumen - bersih receivables - net - Pertambangan - 1,449 1,449 Mining - - Bukan Pertambangan 829, ,143 Non Mining - Tagihan anjak piutang Factoring receivables - net - Bukan Pertambangan 22,890-22,890 Non Mining - Pembiayaan modal usaha - bersih Working Capital Facility - net - Pertambangan 610, ,497 Mining - - Bukan Pertambangan 341, ,119 Non Mining - Piutang lain-lain 36,325-36,325 Other receivables Aset derivatif 26,582-26,582 Derivative assets Aset lain-lain 1,440-1,440 Other assets 3,912,985 1,392,426 5,305, Desember/December 2014 Pernah mengalami tunggakan/ Baik/ Has overdue Jumlah/ Good history Total Kas dan setara kas 1,703,196-1,703,196 Cash and cash equivalents Piutang sewa Finance lease pembiayaan - bersih receivables - net - Pertambangan 676,395 1,399,336 2,075,731 Mining - - Bukan Pertambangan 823, ,713 1,455,947 Non Mining - Piutang pembiayaan Consumer financing konsumen - bersih receivables - net - Pertambangan Mining - - Bukan Pertambangan 6,121 72,190 78,311 Non Mining - Tagihan anjak piutang Factoring receivables - net - Pertambangan 41, , ,682 Mining - - Bukan Pertambangan 30,724 15,647 46,371 Non Mining - Piutang lain-lain 16,941 21,390 38,331 Other receivables Aset derivatif 15,381-15,381 Derivative assets Aset lain-lain 1,316-1,316 Other assets 3,314,848 2,262,605 5,577, Desember/December 2013 Pernah mengalami tunggakan/ Baik/ Has overdue Jumlah/ Good history Total Kas dan setara kas 915, ,690 Cash and cash equivalents Piutang sewa Finance lease pembiayaan-bersih receivables - net - Pertambangan 687,688 1,917,306 2,604,994 Mining - - Bukan Pertambangan 539, ,246 1,428,046 Non Mining - Piutang pembiayaan Consumer financing konsumen - bersih receivables - net - Pertambangan 2,230 17,888 20,118 Mining - - Bukan Pertambangan 125,466 9, ,565 Non Mining - Tagihan anjak piutang - bersih Factoring receivables - net - Pertambangan 95,902-95,902 Mining - Piutang lain-lain 11,226 17,836 29,062 Other receivables Aset derivatif 78,690-78,690 Derivative assets Aset lain-lain Other assets 2,457,685 2,850,375 5,308,060 Halaman Page
279 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 23. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 23. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) b. Risiko kredit (lanjutan) b. Credit risk (continued) Berdasarkan kualitas aset keuangan (lanjutan) - Baik Terdapat keyakinan tinggi bahwa aset seluruhnya dapat diterima kembali berdasarkan kondisi saat ini dan tidak terdapat permasalahan saat ini; - Pernah mengalami tunggakan Terdapat indikasi kemungkinan bahwa counterparty tidak dapat melakukan pembayaran ketika jatuh tempo karena adanya pengalaman tunggakan di masa lalu. Hal ini dimonitor oleh manajemen. Analisis umur piutang pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan yang diberikan yang telah jatuh tempo tetapi tidak mengalami penurunan nilai pada tanggal 31 Desember 2015 adalah sebagai berikut: Based on quality of financial assets (continued) - Good There is a high likelihood of the assets being recovered in full based on current conditions and there is no immediate concern; - Has overdue history There is some indication of possibility of counterparty not being able to make payments when due because there was a history of late payments in the past. This is being monitored by management. An aging analysis of consumer financing and financing lease receivable that are past due but not impaired on 31 December 2015 is set out below: Piutang sewa pembiayaan - bersih/ Finance lease receivables - net Pertambangan/ Mining 31 Desember/December 2015 Bukan Pertambangan/ Non mining Piutang pembiayaan konsumen bersih/ Consumer financing receivables - net Pertambangan/ Mining Bukan Pertambangan /Non mining Maksimum eksposur/ Maximum exposure 1-30 hari 240, , , days hari 216, ,844 2, , days hari 45,366 46, , days > 90 hari 52,239 13, ,387 > 90 days Jumlah 554, ,452 2, ,015,252 Total Piutang sewa pembiayaan - bersih/ Finance lease receivables - net Pertambangan/ Mining 31 Desember/December 2014 Bukan Pertambangan/ Non mining Piutang pembiayaan konsumen bersih/ Consumer financing receivables - net Pertambangan/ Mining Bukan Pertambangan /Non mining Maksimum eksposur/ Maximum exposure 1-30 hari 424, ,836 7, , days hari 113,462 41,416 1,089 2, , days hari 26,736 14, , days > 90 hari 50,108 10, ,506 > 90 days Jumlah 614, ,895 8,787 4, ,645 Total Piutang sewa pembiayaan - bersih/ Finance lease receivables - net Pertambangan/ Mining 31 Desember/December 2013 Bukan Pertambangan/ Non mining Piutang pembiayaan konsumen bersih/ Consumer financing receivables - net Pertambangan/ Mining Bukan Pertambangan /Non mining Maksimum eksposur/ Maximum exposure 1-30 hari 593, ,150 5,807 9, , days hari 541, ,681 9,657 1, , days hari 87,431 17, , days > 90 hari 17,201 3,140-2,258 22,599 > 90 days Jumlah 1,239, ,590 15,464 13,233 1,628,059 Total Halaman Page
280 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 23. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 23. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) b. Risiko kredit (lanjutan) b. Credit risk (continued) Berdasarkan kualitas aset keuangan (lanjutan) Berikut ini merupakan analisis jumlah bruto dan kerugian penurunan nilai terkait atas aset yang mengalami penurunan nilai: Based on quality of financial assets (continued) Set out below is an analysis of the gross and related allowance for impairment losses around of impaired assets: Investasi bersih dalam sewa pembiayaan - bersih/ Net investment in direct finance leases - net Pertambangan/ Mining 31 Desember/December 2015 Bukan Pertambangan/ Non mining Piutang pembiayaan konsumen bersih/ Consumer financing receivables - net Pertambangan/ Mining Bukan Pertambangan /Non mining Maksimum eksposur/ Maximum exposure hari 449,563 84, , days lebih dari 60 hari 2,339 14, ,525 over 60 days Jumlah 451,902 98, ,542 Total Dikurangi: Less: Allowance for Penyisihan kerugian Impairment penurunan nilai (269,898) losses Jumlah bersih 281,644 Total Investasi bersih dalam sewa pembiayaan - bersih/ Net investment in direct finance leases - net Pertambangan/ Mining 31 Desember/December 2014 Bukan Pertambangan/ Non mining Piutang pembiayaan konsumen bersih/ Consumer financing receivables - net Pertambangan/ Mining Bukan Pertambangan /Non mining Maksimum eksposur/ Maximum exposure hari 384, , , days lebih dari 60 hari 195,572 42,280 2, ,373 over 60 days Jumlah 580, ,671 2, ,422 Total Dikurangi: Less: Allowance for Penyisihan kerugian Impairment penurunan nilai (251,838) losses Jumlah bersih 557,584 Total Piutang sewa pembiayaan - bersih/ Finance lease receivables - net Pertambangan/ Mining 31 Desember/December 2013 Bukan Pertambangan/ Non mining Piutang pembiayaan konsumen bersih/ Consumer financing receivables - net Pertambangan/ Mining Bukan Pertambangan /Non mining Maksimum eksposur/ Maximum exposure hari 96,790 28, , days lebih dari 60 hari 66,382 9,808 3,180-79,370 over 60 days Jumlah 163,172 38,542 3, ,894 Total Dikurangi: Less: Allowance for Penyisihan kerugian Impairment penurunan nilai (51,391) losses Jumlah bersih 153,503 Total Halaman Page
281 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 23. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 23. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) b. Risiko kredit (lanjutan) b. Credit risk (continued) Berdasarkan kualitas aset keuangan (lanjutan) Berikut ini merupakan perubahan penyisihan kerugian penurunan nilai secara individual: Based on quality of financial assets (continued) Set out below is movements of the allowance for individual impairment losses are as follows: 31 Desember/December 2015 Piutang sewa pembiayaan/ Finance lease receivables Piutang pembiayaan konsumen/ Consumer financing receivables Saldo awal 296, Beginning balance Penambahan 108, Additions Penghapusan (136,259) (573) Write off 269, Desember/December 2014 Piutang sewa pembiayaan/ Finance lease receivables Piutang pembiayaan konsumen/ Consumer financing receivables Saldo awal 328,303 2,537 Beginning balance Penambahan 43,009 3,663 Additions Penghapusan (74,698) (6,002) Write off 296, Desember/December 2013 Piutang sewa pembiayaan/ Finance lease receivables Piutang pembiayaan konsumen/ Consumer financing receivables Saldo awal 231,210 6,766 Beginning balance Penambahan/(pemulihan) 96,474 (1,059) Additions/(reversal) Penghapusan (91,094) (3,170) Write off 236,590 2,537 c. Risiko likuiditas c. Liquidity risk Risiko likuiditas timbul jika Perseroan mengalami kesulitan dalam mendapatkan sumber pendanaan. Risiko likuiditas dapat juga berupa ketidaksesuaian atas jangka waktu sumber dana yang dimiliki dengan jangka waktu pembiayaan. Perseroan melakukan evaluasi dan menelaah struktur laporan posisi keuangan dan melakukan analisis serta pengukuran risiko likuiditas. Liquidity risk arises in situations where the Company has difficulties in obtaining funding. Liquidity risk also arises from situations in which the Company has a mismatch between the maturity of its funding and the maturity of its consumer financing receivables. The Company evaluates and reviews its balance sheet structure, by analysing and measuring liquidity risk. Halaman Page
282 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 23. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 23. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) c. Risiko likuiditas (lanjutan) c. Liquidity risk (continued) Tabel jatuh tempo berikut ini menyajikan informasi mengenai perkiraan jatuh tempo dari liabilitas sesuai kontrak menjadi arus kas yang undiscounted pada tanggal 31 Desember The maturity table below provide information about maturities on a contractual undiscounted cash flows of liabilities on 31 December Desember/December 2015 Kurang dari satu tahun/ Less than one year 1-2 tahun/years 2-3 tahun/ years Lebih dari 3 tahun/ Over than 3 years Jumlah/ Total LIABILITAS LIABILITIES Pinjaman bank 741, , ,385-1,483,015 Bank loans Utang obligasi 571,592 1,178, ,000-2,296,842 Bonds Medium Term Notes 785, , ,750-1,782,126 Medium Term Notes Jumlah liabilitas 2,098,674 2,384,174 1,079,135-5,561,983 Total liabilities Instrumen derivatif (19,419) (7,661) 1,277 - (25,803) Derivative instrument 31 Desember/December 2014 Kurang dari satu tahun/ Less than one year 1-2 tahun/years 2-3 tahun/ years Lebih dari 3 tahun/ Over than 3 years Jumlah/ Total LIABILITAS LIABILITIES Pinjaman bank 1,045, , ,733 87,737 1,811,867 Bank loans Utang obligasi 967, ,592 1,105,000-2,596,662 Bonds Medium Term Notes 630, , ,063-1,624,751 Medium Term Notes Jumlah liabilitas 2,642,704 1,735,043 1,567,796 87,737 6,033,280 Total liabilities Instrumen derivatif 14,881 3,286 2, ,020 Derivative instrument 31 Desember/December 2013 Kurang dari satu tahun/ Less than one year 1-2 tahun/years 2-3 tahun/ years Lebih dari 3 tahun/ Over than 3 years Jumlah/ Total LIABILITAS LIABILITIES Pinjaman bank 1,643, , ,142-2,704,911 Bank loans Utang obligasi 768, , ,592-2,049,888 Bonds Medium Term Notes 545, , ,813-1,075,877 Medium Term Notes Jumlah liabilitas 2,956,857 2,085, ,547-5,830,676 Total liabilities Instrumen derivatif (64,540) (14,869) - - (79,409) Derivative instrument Halaman Page
283 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 23. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 23. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) d. Risiko permodalan d. Capital risk Tujuan Perseroan dalam mengelola permodalannya adalah untuk menjaga kelangsungan usaha Perseroan untuk dapat memberikan hasil kepada pemegang saham dan manfaat kepada stakeholders lainnya dan memelihara optimalisasi struktur permodalan untuk mengurangi biaya modal (cost of capital). Dalam rangka memelihara atau menyesuaikan struktur permodalan, Perseroan dapat menyesuaikan jumlah dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham, imbal hasil modal kepada pemegang saham atau menerbitkan saham baru untuk mengurangi pinjaman. Konsisten dengan pelaku industri lainnya, Perseroan memonitor permodalan berdasarkan gearing ratio. Ratio ini dihitung dari pinjaman (termasuk liabilitas obligasi dan Medium Term Notes) dibagi dengan jumlah modal (setelah dikurangi dengan cadangan lindung nilai arus kas). Jumlah modal diambil dari ekuitas yang tercantum dalam laporan posisi keuangan. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.84/PMK.012/2006 tanggal 26 September 2006 tentang Perusahaan Pembiayaan, jumlah maksimum gearing ratio adalah sebesar 10 kali dari total modal. The Company s objectives when managing capital are to safeguard the Company s ability to continue as a going concern in order to provide returns for shareholders and benefits for other stakeholders and to maintain an optimal capital structure to reduce the cost of capital. In order to maintain or adjust the capital structure, the Company may adjust the amount of dividends paid to shareholders, return capital to shareholders or issue new shares to reduce debt. Consistent with others in the industry, the Company monitors capital on the basis of the gearing ratio. This ratio is calculated as debt (including bonds payable and Medium Term Notes) divided by total capital (after deducted by cash flows hedge reserves). Total capital is calculated as equity as shown in the statements of financial position. Based on Minister of Finance of the Republic of Indonesia Regulation No. 84/PMK.012/2006 dated 26 September 2006 regarding multi finance company, the maximum gearing ratio is 10 times of the total capital Pinjaman Debt: - Pinjaman yang diterima 1,449,791 1,759,410 2,584,773 Borrowings - - Utang obligasi 1,891,000 2,198,000 1,841,000 Bonds payable - - Medium Term Notes 1,650,000 1,500,000 1,000,000 Medium Term Notes - Jumlah pinjaman 4,990,791 5,457,410 5,425,773 Total debt Jumlah modal 1,408,076 1,386,179 1,296,118 Total capital Gearing ratio 3,5 kali/times 3,9 kali/times 4,1 kali/times Gearing ratio Halaman Page
284 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 23. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 23. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) e. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan e. Fair value of financial assets and liabilities Aset dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar menggunakan hierarki nilai wajar sebagai berikut: a. Tingkat 1 Harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik; b. Tingkat 2 Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) maupun tidak langsung (misalnya derivasi harga); dan c. Tingkat 3 Input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi (input yang tidak dapat diobservasi). Pada tanggal 31 Desember 2015, 2014, dan 2013, aset dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar diukur dengan menggunakan hierarki nilai wajar sebagai berikut: Financial assets and liabilities measured at fair value using the fair value hierarchy as follows: a. Level 1 Quoted prices (unadjusted) in active markets for identical assets or liabilities; b. Level 2 Inputs other than quoted prices included within level 1 that are observable for the assets or liabilities, either directly (that is, as prices) or indirectly (that is, derived from prices); and c. Level 3 Inputs for the assets or liabilities that are not based on observable market data (unobservable inputs). As at 31 December 2015, 2014, and 2013, financial assets and liabilities measured at fair value based on the following fair value hierarchy: 31 Desember/December 2015 Nilai tercatat/ Carrying Tingkat 1/ Tingkat 2/ Tingkat 3/ Nilai wajar/ Value Level1 Level 2 Level 3 Fair value Aset Assets Aset derivatif 26,582-26,582-26,582 Derivative assets Liabilitas Liabilities Liabilitas derivatif 1,922-1,922-1,922 Derivative liabilities 31 Desember/December 2014 Nilai tercatat/ Carrying Tingkat 1/ Tingkat 2/ Tingkat 3/ Nilai wajar/ Value Level1 Level 2 Level 3 Fair value Aset Assets Aset derivatif 15,381-15,381-15,381 Derivative assets Liabilitas Liabilities Liabilitas derivatif 2,423-2,423-2,423 Derivative liabilities 31 Desember/December 2013 Nilai tercatat/ Carrying Tingkat 1/ Tingkat 2/ Tingkat 3/ Nilai wajar/ Value Level1 Level 2 Level 3 Fair value Aset Assets Aset derivatif 78,690-78,690-78,690 Derivative assets Liabilitas Liabilities Liabilitas derivatif 4,757-4,757-4,757 Derivative liabilities Halaman Page
285 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 23. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 23. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) e. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) e. Fair value of financial assets and liabilities (continued) Tabel di bawah ini menggambarkan nilai tercatat dan nilai wajar dari instrumen keuangan yang tidak diukur dalam nilai wajar yang tersaji di laporan posisi keuangan Perseroan: 31 Desember/December 2015 Nilai tercatat/ Carrying value The table below sets out the carrying amounts and fair value of those financial instruments which are not measured at fair value on the Company s statements of financial positions: Nilai wajar/ Fair value Aset keuangan: Financial assets: Kas dan setara kas 1,249,562 1,249,562 Cash and cash equivalents Piutang sewa Finance lease pembiayaan - bersih 3,479,034 3,246,586 receivables - net Piutang pembiayaan Consumer financing konsumen - bersih 834, ,884 receivables net Anjak piutang - bersih 25,524 19,445 Factoring net Fasilitas modal usaha bersih 920, ,709 Working capital - net Piutang lain-lain 42,462 41,349 Other receivables Liabilitas keuangan: Financial liabilities: Pinjaman yang diterima - bersih 1,439,770 1,438,848 Borrowings - net Utang Obligasi - bersih 1,884,709 1,870,609 Bonds payable - net Medium Term Notes Medium Term Notes - - bersih 1,649,992 1,641,043 net Biaya akrual dan Accrued expenses utang lain-lain 281, ,282 and other liabilities 31 Desember/December 2014 Nilai tercatat/ Carrying value Nilai wajar/ Fair value Aset keuangan: Financial assets: Kas dan setara kas 1,703,196 1,703,196 Cash and cash equivalents Piutang sewa Finance lease pembiayaan - bersih 4,889,753 4,459,465 receivables - net Piutang pembiayaan Consumer financing konsumen - bersih 93,678 86,749 receivables net Anjak piutang - bersih 202, ,689 Factoring net Fasilitas modal usaha bersih - - Working capital - net Piutang lain-lain 47,824 47,289 Other receivables Liabilitas keuangan: Financial liabilities: Pinjaman yang diterima - bersih 1,733,278 1,728,086 Borrowings - net Utang Obligasi - bersih 2,192,043 2,198,474 Bonds payable - net Medium Term Notes Medium Term Notes - - bersih 1,499,901 1,499,901 net Biaya akrual dan Accrued expenses utang lain-lain 158, ,908 and other liabilities Halaman Page
286 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 23. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 23. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) e. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) e. Fair value of financial assets and liabilities (continued) 31 Desember/December 2013 Nilai tercatat/ Carrying value Nilai wajar/ Fair value Aset keuangan: Financial assets: Kas dan setara kas 915, ,690 Cash and cash equivalents Piutang sewa Finance lease pembiayaan - bersih 5,508,860 4,926,697 receivables - net Piutang pembiayaan Consumer financing konsumen - bersih 180, ,134 receivables net Anjak piutang - bersih 95,902 87,546 Factoring net Fasilitas modal usaha bersih - - Working capital - net Piutang lain-lain 29,062 28,547 Other receivables Liabilitas keuangan: Financial liabilities: Pinjaman yang diterima - bersih 2,549,341 2,548,704 Borrowings - net Utang Obligasi - bersih 1,835,444 1,839,764 Bonds payable - net Medium Term Notes Medium Term Notes - - bersih 999, ,114 net Biaya akrual dan Accrued expenses utang lain-lain 148, ,793 and other liabilities Kas dan setara kas Estimasi nilai wajar dari kas dan setara kas dikarenakan jatuh temponya di bawah satu tahun, nilai tercatat merupakan perkiraan yang layak atas nilai wajarnya. Piutang sewa pembiayaan, piutang pembiayaan konsumen, anjak piutang, dan pembiayaan modal usaha Nilai wajar dari piutang sewa pembiayaan, piutang pembiayaan konsumen, anjak piutang, dan pembiayaan modal usaha diestimasi menggunakan diskonto arus kas, dengan mengacu pada rata-rata tertimbang dari tingkat suku bunga pasar yang diberikan Perseroan untuk aset keuangan yang memiliki karakteristik yang sama dengan aset keuangan tersebut pada tanggal laporan posisi keuangan (tingkat 3 hierarki nilai wajar). Piutang lain-lain Termasuk di dalam piutang lain-lain adalah piutang karyawan yang nilai wajarnya dinilai menggunakan tingkat suku bunga untuk aset keuangan yang memiliki karakteristik yang sama pada tanggal laporan posisi keuangan (level 3 hierarki nilai wajar). Cash & cash equivalents For estimated fair value of cash and cash equivalent, since the maturity is below one year, the carrying value is a reasonable approximation of fair value. Direct financing lease receivables, consumer financing receivables, factoring, and working capital financing receivables The fair value of direct financing receivables, consumer financing receivables, factoring, and working capital financing receivables are estimated by using discounted cash flows applying weighted average market rates offered by the Company at statements of financial position date for financial assets that have similar characteristics with the above mentioned financial assets (level 3 fair value hierarchy). Other receivables Including into other receivables is employee loans which the fair value is estimated by using interest rate at statements of financial position date for financial assets that have similar characteristics (level 3 fair value hierarchy). Halaman Page
287 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 23. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 23. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued) e. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) Pinjaman yang diterima dan Medium Term Notes Nilai wajar dari pinjaman dinilai menggunakan diskonto arus kas berdasarkan tingkat suku bunga efektif yang dikenakan pada pemakaian terakhir dalam mata uang masingmasing pinjaman (level 2 hierarki nilai wajar). Hutang obligasi Nilai wajar utang obligasi diestimasi menggunakan nilai kuotasi pasar terakhir (level 1 hierarki nilai wajar). Biaya akrual dan utang lain-lain Estimasi nilai wajar dari biaya akrual dan utang lain-lain dikarenakan jatuh temponya di bawah satu tahun, nilai tercatat merupakan perkiraan yang layak atas nilai wajarnya. e. Fair value of financial assets and liabilities (continued) Borrowings and Medium Term Notes The fair value of loans are estimated by using discounted cash flows applying the effective interest rate charged by the lenders for the last utilisation in each currency borrowings (level 2 fair value hierarchy). Bond payable The fair value of bonds is estimated by using the last quoted market price (level 1 fair value hierarchy). Accrued expenses and other liabilities For estimated fair value of accrued expenses and other payables, since the maturity is below one year, the carrying value is a reasonable approximation of fair value. 24. LABA PER SAHAM DASAR DAN DILUSIAN 24. BASIC AND DILUTIVE EARNINGS PER SHARE Laba per saham dasar Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih pemegang saham dengan rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar pada tahun yang bersangkutan. Basic earnings per share Basic earnings per share is calculated by dividing the net profit attributable to shareholders by the weighted average number of ordinary shares on issue during the year Laba bersih yang tersedia Net profit attributable to bagi pemegang saham 110, , ,488 shareholders Rata-rata tertimbang saham Weighted average number biasa yang beredar(dalam of ordinary share on jutaan) (termasuk dana issue (in million) (including setoran modal)* capital paid in advance)* Laba per saham dasar Basic earnings per share (nilai penuh) (full amount) * Rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar dihitung berdasarkan jumlah saham biasa yang beredar pada posisi tiap akhir bulan sesuai dengan data dari Biro Administrasi Efek Laba per saham dilusian Dalam perhitungan laba bersih per saham dilusian jumlah rata-rata tertimbang jumlah yang beredar disesuaikan dengan asumsi bahwa semua efek berpotensi saham biasa yang sifatnya dilutif dikonversi. Pada tanggal 31 Desember 2015, 2014, dan 2013, Perseroan tidak memiliki potensi saham yang bersifat dilutif. * The weighted average number of ordinary shares on issue is calculated based on the number of ordinary shares on issue at end of month based on the data from Securities Administration Bureau. Diluted earnings per share Diluted earnings per share is calculated by adjusting the weighted average number of ordinary shares outstanding to assume conversion of all potential dilutive ordinary shares. As at 31 December 2015, 2014, and 2013, the Company has no dilutive potential shares. Halaman Page
288 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 25. IKATAN DAN LIABILITAS KONTINJENSI 25. COMMITMENTS AND CONTINGENT LIABILITIES Pada tanggal 31 Desember 2015, 2014, dan 2013, Perseroan memiliki komitmen sewa kantor dengan PT Loka Mampang Indah Realty dan PT Raja Tangguh Semesta sebagai berikut: As at 31 December 2015, 2014, and 2013, the Company has an office rental commitment with PT Loka Mampang Indah Realty and PT Raja Tangguh Semesta as follows: Komitmen sewa Rental commitment , ,560 Pada tanggal 31 Desember 2015, 2014, dan 2013, Perseroan tidak memiliki liabilitas kontinjensi yang signifikan. As at 31 December 2015, 2014, and 2013, the Company has no significant contingent liabilities. 26. PERJANJIAN KERJASAMA 26. COOPERATION AGREEMENTS PT Bank Permata Tbk Pada tanggal 25 Maret 2009, Perseroan mengadakan perjanjian Pelaksanaan Jasa Layanan Pengambilan Post and Dated Cheque (PDC) dengan PT Bank Permata Tbk. Perjanjian ini akan berakhir apabila terdapat penghentian dari salah satu pihak secara tertulis. Pada tanggal 28 Mei 2009, Perseroan mengadakan perjanjian pembiayaan bersama without recourse dengan PT Bank Permata Tbk dan telah dilakukan perubahan pada tanggal 27 April Perjanjian ini akan berakhir apabila terdapat penghentian dari salah satu pihak secara tertulis. Pada tanggal 28 Juni 2010, Perseroan mengadakan perjanjian kerjasama layanan produk perbankan berupa Virtual Account dengan PT Bank Permata, Tbk. Perjanjian ini akan berakhir apabila terdapat penghentian dari salah satu pihak secara tertulis. Pada tanggal 01 Mei 2013, Perseroan mengadakan Perjanjian Kerjasama Penggunaan Layanan Bank untuk melakukan Transaksi Pembayaran Masal dengan PT Bank Permata, Tbk. Perjanjian ini akan berakhir apabila terdapat penghentian dari salah satu pihak secara tertulis. PT Komatsu Astra Finance (KAF) Pada tanggal 20 Juli 2010, Perseroan mengadakan perjanjian pembiayaan bersama without recourse dengan PT Komatsu Astra Finance (KAF) dan telah dilakukan perubahan perjanjian pada tanggal 19 Agustus 2011 dan kemudian diubah kembali pada tanggal 15 Mei Perjanjian ini akan berakhir sampai jika ada penghentian dari salah satu pihak secara tertulis. PT Bank Permata Tbk On 25 March 2009, the Company entered into a Post Date Cheque (PDC) Intake Service Agreement with PT Bank Permata Tbk. This agreement will be expired if one of the party terminate this agreement through a written notification. On 28 May 2009, the Company entered into a without recourse joint financing agreement with PT Bank Permata Tbk and amended on 27 April This agreement will be expired if one of the party terminate this agreement through a written notification. On 28 June 2010, the Company entered into Virtual Account Services agreement with PT Bank Permata, Tbk. This agreement will be expired if one of the party terminate this agreement through a written notification. On 01 May 2013, the Company entered into Mass Payment Transactions with PT Bank Permata, Tbk. This agreement will be expired if one of the party terminate this agreement through a written notification. PT Komatsu Astra Finance (KAF) On 20 July 2010, the Company entered into a without recourse joint financing agreement with PT Komatsu Astra Finance (KAF) and amended on 19 August 2011 and 15 May This agreement will be expired if one of the party terminate this agreement through a written notification. Halaman Page
289 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 26. PERJANJIAN KERJASAMA (lanjutan) 26. COOPERATION AGREEMENTS (continued) PT United Tractors Tbk Pada tanggal 7 Oktober 2013, Perseroan mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT United Tractors (UT) untuk memberikan fasilitas pembiayaan kepada pelanggan mereka dalam bentuk Fasilitas G-Libas. Perjanjian ini akan berakhir sampai jika ada penghentian dari salah satu pihak secara tertulis. Pada tanggal 11 April 2014, Perseroan mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT United Tractors (UT) untuk memberikan fasilitas pembiayaan yang menarik dan kompetitif kepada pelanggan dalam bentuk Fasilitas NG dan telah dilakukan perubahan perjanjian pada tanggal 2 Juni Perjanjian ini akan berakhir sampai jika ada penghentian dari salah satu pihak secara tertulis. Pada tanggal 11 Mei 2015, Perseroan mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT United Tractors Tbk (UT) untuk memberikan fasilitas pembiayaan yang menarik dan kompetitif kepada pelanggan dalam bentuk Fasilitas G 500. Perjanjian ini akan berakhir sampai jika ada penghentian dari salah satu pihak secara tertulis. Pada tanggal 16 September 2015, Perseroan mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT United Tractors Tbk (UT) untuk memberikan fasilitas pembiayaan yang menarik dan kompetitif kepada pelanggan dalam bentuk Fasilitas G 75. Perjanjian ini akan berakhir sampai jika ada penghentian dari salah satu pihak secara tertulis. Pada tanggal 23 October 2015, Perseroan mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT United Tractors Tbk (UT) untuk memberikan fasilitas pembiayaan yang menarik dan kompetitif kepada pelanggan dalam bentuk Fasilitas G 10. Perjanjian ini akan berakhir sampai jika ada penghentian dari salah satu pihak secara tertulis. PT Federal International Finance (FIF) Pada tanggal 31 Oktober 2013, Perseroan mengadakan perjanjian pembiayaan bersama without recourse dengan PT Federal International Finance (FIF) dan telah dilakukan perubahan pertama pada tanggal 24 Februari Perjanjian ini akan berakhir jika ada penghentian dari salah satu pihak secara tertulis. PT Serasi Autoraya (TRAC Astra Rent a Car) Pada tanggal 26 Januari 2010, Perseroan mengadakan kerjasama pengadaan sejumlah mobil untuk kebutuhan operasional maupun karyawan Perseroan dengan PT. Serasi Autoraya (TRAC Astra Rent a Car). Perjanjian ini akan berakhir sesuai tanggal periode sewa yang tercantum dalam Lampiran Perjanjian. PT United Tractors Tbk On 7 October 2013, the Company entered into a cooperation agreement with PT United Tractor (UT) to provide a financing facility to their customers in the form of G-Libas Facility. This agreement will be expired if one of the party terminate this agreement through a written notification. On 11 April 2014, the Company entered into a cooperation agreement with PT United Tractors (UT) to provide a financing facility of heavy equipments in the form of NG Facility and amended on 2 June This agreement will be expired if one of the party terminate this agreement through a written notification. On 11 May 2015, the Company entered into a cooperation agreement with PT United Tractors Tbk (UT) to provide a financing facility of heavy equipments in the form of G 500 Facility. This agreement will be expired if one of the party terminate this agreement through a written notification. On 16 September 2015, the Company entered into a cooperation agreement with PT United Tractors Tbk (UT) to provide a financing facility of heavy equipments in the form of G 75 Facility. This agreement will be expired if one of the party terminate this agreement through a written notification. On 23 October 2015, the Company entered into a cooperation agreement with PT United Tractors Tbk (UT) to provide a financing facility of heavy equipments in the form of G 10 Facility. This agreement will be expired if one of the party terminate this agreement through a written notification. PT Federal International Finance (FIF) On 31 October 2013, the Company entered into a without recourse joint financing agreement with PT Federal International Finance (FIF) and its first amended on 24 February This agreement will be expired if one of the party terminate this agreement through a written notification. PT Serasi Autoraya (TRAC Astra Rent a Car) On 26 January 2010, the Company entered into a procurement of cars for pperational and employee needs with PT Serasi Autoraya (TRAC Astra Rent a Car). This agreement will be expired if one of the party terminate this agreement through a written notification. Halaman Page
290 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 27. REKLASIFIKASI 27. RECLASSIFICATION Akun dalam laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 telah direklasifikasi sesuai dengan ketentuan PSAK 46 (revisi 2014) (lihat Catatan 2b) agar sesuai dengan penyajian laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember Accounts in the financial statements for the year ended 31 December 2014 and 2013 have been reclassified to in accordance with requirement of SFAS 46 (revised 2014) (refer to Note 2b) conform the presentation of financial statements for the year ended 31 December Sebelum reklasifikasi/ Before reclassification 31 Desember/December 2014 Reklasifikasi/ Reclassification Setelah reklasifikasi/ After reclassification Laporan laba rugi Statement of profit or loss dan penghasilan and other comprehensive komprehensif lain income Beban pajak final - 11,812 11,812 Final tax expenses Beban pajak penghasilan 77,100 (11,812) 65,288 Income tax expenses Sebelum reklasifikasi/ Before reclassification 31 Desember/December 2013 Reklasifikasi/ Reclassification Setelah reklasifikasi/ After reclassification Laporan laba rugi Statement of profit or loss dan penghasilan and other comprehensive komprehensif lain income Beban pajak final - 5,846 5,846 Final tax expenses Beban pajak penghasilan 84,164 (5,846) 78,318 Income tax expenses 28. PENYAJIAN KEMBALI 28. RESTATEMENT Sejak tanggal 1 Januari 2015, Perseroan menerapkan PSAK 24 (revisi 2013) Imbalan Kerja ( PSAK 24 ), PSAK 24 ini menyebabkan Perseroan mengubah kebijakan akuntansi terkait pengakuan imbalan kerja (lihat Catatan 2b). PSAK 24 mengharuskan biaya jasa lalu dibebankan ke laporan laba rugi di tahun dimana terjadi perubahan skema imbalan. Penerapan PSAK 24 menyebabkan biaya jasa lalu sebesar Rp 58 (setelah pajak) dibukukan sebagai pendapatan di tahun 2014 dan sebesar Rp 20 (setelah pajak) dibebankan sebagai biaya pada tahun Oleh karena itu, Perseroan menyajikan kembali laporan keuangan pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2014 dan 31 Desember Dampak dari penyajian kembali laporan keuangan tersebut adalah sebagai berikut: Since 1 January 2015, the Company adopted SFAS 24 (revised 2013) Employee Benefit ( SFAS 24 ). This new revised SFAS 24 resulted in change in accounting policy regarding recognition of employee benefits (see Note 2b). SFAS 24 require past service costs to be immediately charge to profit and loss in the year where there were change in benefits scheme. The implementation of SFAS 24 resulted in past service costs of Rp 58 (after tax) recorded as income in year 2014 and amount of Rp 20 (after tax) charges as expense in year As a result, the Company restated the financial statements as at and for the year ended 31 December 2014 and 31 December The impact of the restatement are as follows: Halaman Page
291 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 28. PENYAJIAN KEMBALI (lanjutan) 28. RESTATEMENT (continued) Sebelum penyajian kembali/ Before restatement 31 Desember/December 2014 Penyajian kembali/ Restatement Setelah penyajian kembali/ After restatement Aset Assets Aset pajak tangguhan - bersih 41, ,698 Deferred tax assets - net Liabilitas Liabilities Kewajiban imbalan pascakerja 15, ,203 Post employment benefit obligation Ekuitas Liabilities Saldo laba Retained earnings - Belum ditentukan penggunaannya 763,898 (237) 763,661 Unappropriated - Laporan laba rugi Statement of profit or loss and penghasilan other comprehensive komprehensif lain income Beban pajak penghasilan 65,288 *) 19 65,307 Income tax expense Sebelum penyajian kembali/ Before restatement 31 Desember/December 2013 Penyajian kembali/ Restatement Setelah penyajian kembali/ After restatement Aset Assets Aset pajak tangguhan - bersih 54, ,379 Deferred tax assets - net Liabilitas Liabilities Kewajiban imbalan pascakerja 14, ,442 Post employment benefit obligation Ekuitas Liabilities Saldo laba Retained earnings - Belum ditentukan penggunaannya 672,750 (294) 672,456 Unappropriated - Laporan laba rugi Statement of profit or loss and penghasilan other comprehensive komprehensif lain income Beban pajak penghasilan 78,318 *) 7 78,325 Income tax expense *) Setelah reklasifikasi, lihat catatan 27 Reclassfied, see note 27 *) 29. INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN 29. SUPPLEMENTARY FINANCIAL INFORMATION Saling hapus Pada tanggal 31 Desember 2015, 2014, dan 2013, tidak terhadap aset dan liabilitas keuangan yang saling hapus pada laporan keuangan. Perseroan memiliki pinjaman dan surat berharga yang diterbitkan yang dijamin dengan fidusia atas piutang sewa pembiayaan (Catatan 5), yang menjadi subyek untuk memenuhi netting arrangements dan perjanjian serupa, yang tidak saling hapus pada laporan posisi keuangan. Offsetting As at 31 December 2015, 2014, and 2013, there is no financial assets and liabilities that are subject to offsetting in the statement of financial position. The Company has borrowing and securities issued collateralised by fiduciary of finance lease receivable (Note 5), which are subject to enforceable netting arrangements and similar agreements that are not set off in the statements of financial position. Halaman Page
292 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 30. STANDAR AKUNTANSI BARU 30. NEW ACCOUNTING PRONOUNCEMENT Standar baru, revisi dan intepretasi yang telah diterbitkan, namun belum berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2015 adalah sebagai berikut: - PSAK 1 (revisi 2015) Penyajian laporan keuangan - PSAK 4 (revisi 2015) Laporan keuangan tersendiri - PSAK 5 (revisi 2015) Segmen operasi - PSAK 7 (revisi 2015) Pengungkapan pihakpihak berelasi - PSAK 13 (revisi 2015) Properti investasi - PSAK 15 (revisi 2015) Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama - PSAK 16 (revisi 2015) Aset tetap - PSAK 19 (revisi 2015) Aset tak berwujud - PSAK 22 (revisi 2015) Kombinasi bisnis - PSAK 24 (revisi 2015) Imbalan kerja - PSAK 25 (revisi 2015) Kebijakan akuntansi. perubahan estimasi akuntansi dan kesalahan - PSAK 53 (revisi 2015) Pembayaran berbasis saham - PSAK 65 (revisi 2015) Laporan keuangan konsolidasian - PSAK 66 (revisi 2015) Pengaturan bersama - PSAK 67 (revisi 2015) Pengungkapan kepentingan dalam entitas lain - PSAK 68 (revisi 2015) Pengukuran nilai wajar - PSAK 110 (revisi 2015) Akuntansi sukuk - ISAK 30 (revisi 2015) Pungutan - ISAK 31 (revisi 2015) Interpretasi atas ruang lingkup PSAK 13: Properti investasi PSAK 1 dan ISAK 31 akan berlaku untuk tahun buku yang dimulai sejak 1 Januari 2017 dan penerapan dini diperkenankan, sedangkan revisi dan standar baru lainnya akan berlaku efektif pada tahun buku yang dimulai 1 Januari Pada saat penerbitan laporan keuangan ini, Manajemen masih mempelajari dampak yang mungkin timbul dari penerapan standar baru dan revisi tersebut serta pengaruhnya pada laporan keuangan. New standards, amendments and interpretations issued but not yet effective for the financial year beginning 1 January 2015 are as follows: - SFAS 1 (revised 2015) Presentation of financial statements - SFAS 4 (revised 2015) Separate financial statements - SFAS 5 (revised 2015) Operating segment - SFAS 7 (revised 2015) Related party disclosures - SFAS 13 (revised 2015) Investment property - SFAS 15 (revised 2015) Investment in associates and joint ventures - SFAS 16 (revised 2015) Fixed asset - SFAS 19 (revised 2015) Intangible asset - SFAS 22 (revised 2015) Business combination - SFAS 24 (revised 2015) Employee benefit - SFAS 25 (revised 2015) Accounting policies, changes in accounting estimates and errors - SFAS 53 (revised 2015) Share based payment - SFAS 65 (revised 2015) Consolidated financial statements - SFAS 66 (revised 2015) Joint arrangements - SFAS 67 (revised 2015) Disclosure of interests in other entities - SFAS 68 (revised 2015) Fair value measurement - SFAS 110 (revised 2015) Accounting for sukuk - IFAS 30 (revised 2015) Levies - IFAS 31 (revised 2015) Interpretation of scope SFAS 13: Investment property SFAS 1 and IFAS 31 will become effective for annual period beginning 1 January 2017 and early implementation is permitted, while the other new and revised standards will become effective for the annual period beginning 1 January As at the authorisation date of this financial statements, the Management is still evaluating the potential impact of these new and revised SFAS to the financial statements. Halaman Page
293 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 31. KEJADIAN SETELAH TANGGAL LAPORAN KEUANGAN Dividen Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diadakan pada tanggal 7 April 2016, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen final sejumlah Rp dari pendapatan bersih Perseroan. Dividen tersebut akan dibayar pada bulan Mei Penunjukan Anggota Dewan Komisaris dan Direksi Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diadakan pada tanggal 7 April 2016, para pemegang saham Perseroan telah menunjuk anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan untuk masa jabatan efektif sejak penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tersebut hingga penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan pada tahun 2018 dan tanpa mengurangi hak Rapat Umum Pemegang Saham untuk memberhentikannya sewaktuwaktu, dengan komposisi sebagai berikut: 31. SUBSEQUENT EVENTS Dividend At the Annual General Meeting of Shareholders on 7 April 2016, the shareholders approved final dividend of Rp. 35,068 to be paid from 2015 net income. The dividend will be paid in May Appointment of members of Board of Commissioners and Board of Directors At the Annual General Meeting of Shareholders on 7 April 2016, the Shareholders appointed the members of the Board of Commissioners and Board of Directors of the Company for the term of office as of the closing of the Annual General Meeting of Shareholders up to the closing of the Annual General Meeting of Shareholders of the Company in the year 2018 and without prejudice to the right of the General Meeting of Shareholders to dismiss them at any time, with the composition as follows: Presiden Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Presiden Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur Djoko Pranoto Santoso Diana Makmur Jiro Itai Mohammad Husni Hardi Montana Bugie Laksmana Andrijanto Naga Sujady Yasuaki Yoshino Harly Setiabudi President Commissioner Commissioner Commissioner Independent Commissioner Independent Commissioner President Director Director Director Director Director Penunjukan Anggota Dewan Komisaris dan Direksi Berdasarkan Keputusan Tertulis Sirkuler Dewan Komisaris No. 014/SANF/CIR/IV/2016 tanggal 7 April 2016, Dewan Komisaris Perseroan telah membentuk Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan dengan efektif masa jabatan sejak tanggal 7 April 2016 sampai dengan penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan di tahun 2018, dengan komposisi sebagai berikut: Appointment of members of Board of Commissioners and Board of Directors Based on Circular Written Resolutions of the Board of Commissioners No. 014/SANF/CIR/IV/2016 dated 7 April 2016, the Board of Commissioners has established the Company s Nomination and Remuneration Committee to serve for the period effective 7 April 2016 until the closing of the Annual General Meeting of Shareholders of the Company in 2018, with the composition as follows: Ketua Anggota Anggota Hardi Montana Djoko Pranoto Santoso Theresia S. Nayuti Chairman Member Member Halaman Page
294 PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2015, 2014 DAN 2013 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2015, 2014 AND 2013 (Expressed in million Rupiah, unless otherwise stated) 32. PENERBITAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN Sehubungan dengan rencana Perseroan untuk melakukan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan II SAN Finance Tahun 2016, Perseroan telah menerbitkan kembali laporan keuangannya pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015 dengan komparatif pada tanggal dan untuk tahun - tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, untuk menyesuaikan pengungkapan dengan peraturan pasar modal. Penerbitan kembali laporan keuangan terkait dengan hal - hal sebagai berikut: - Catatan 12: Pinjaman yang diterima halaman 59, - Catatan 14: Perpajakan halaman 71, - Catatan 27: Reklasifikasi halaman REISSUANCE OF THE FINANCIAL STATEMENTS In relation to the Company s plan for public offering of Obligasi Berkelanjutan II SAN Finance Year 2016, the Company has reissued its financial statements as at and for the year ended 31 December 2015 with comparative as at and for the years ended 31 December 2014 and 2013 to conform with the disclosure required by the capital market regulations. Reissuance of the financial statements related to the following items: - Note 16: Borrowings - page 59, - Note 14: Taxation page 71, - Notes 27: Reclassification page 111. Halaman Page
295 Halaman ini sengaja dikosongkan 271
296 XVI. KETERANGAN TENTANG OBLIGASI A. UMUM Obligasi dengan jumlah pokok pada Tanggal Emisi sebanyak-banyaknya sebesar Rp (dua triliun Rupiah) yang saat ini ditawarkan dengan nama "Obligasi Berkelanjutan II SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2016, diterbitkan berdasarkan ketentuan-ketentuan yang termuat dalam Perjanjian Perwaliamanatan. Penjelasan Obligasi yang akan diuraikan di bawah ini merupakan pokok-pokok Perjanjian Perwaliamanatan dan bukan merupakan salinan selengkapnya dari seluruh ketentuan dan persyaratan yang tercantum dalam Perjanjian Perwaliamanatan. Obligasi diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan untuk didaftarkan atas nama KSEI sebagai bukti hutang untuk kepentingan Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening. Obligasi ini didaftarkan atas nama KSEI pada Daftar Pemegang Obligasi pada tanggal diserahkannya Sertifikat Jumbo Obligasi oleh Perseroan kepada KSEI. Yang menjadi bukti kepemilikan Obligasi bagi Pemegang Obligasi adalah Konfirmasi Tertulis yang diterbitkan oleh KSEI atau Pemegang Rekening berdasarkan perjanjian pembukaan rekening efek kepada Pemegang Obligasi. Bunga Obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan, sedangkan pembayaran Bunga Obligasi terakhir dilakukan pada saat jatuh tempo Obligasi. Bunga dihitung berdasarkan jumlah hari yang lewat dimana 1 (satu) tahun sama dengan 360 (tiga ratus enam puluh) hari dan 1 (satu) bulan sama dengan 30 (tiga puluh) hari. Pembayaran Bunga Obligasi dan/atau pelunasan Pokok Obligasi kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening dilakukan oleh KSEI selaku Agen Pembayaran atas nama Perseroan berdasarkan Perjanjian Agen Pembayaran dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan dibidang Pasar Modal dan ketentuan peraturan KSEI. Hak kepemilikan Obligasi beralih dengan pemindahbukuan Obligasi dari satu Rekening Efek ke Rekening Efek lainnya. Perseroan, Wali Amanat dan Agen Pembayaran memperlakukan Pemegang Rekening sebagai Pemegang Obligasi yang sah dalam hubungannya untuk menerima pembayaran Bunga dan pelunasan Pokok Obligasi dan hak-hak lain yang berhubungan dengan Obligasi. Penarikan Obligasi dari Rekening Efek hanya dapat dilakukan dengan pemindahbukuan ke Rekening Efek lainnya. Penarikan Obligasi keluar dari Rekening Efek untuk dikonversikan menjadi sertifikat Obligasi tidak dapat dilakukan, kecuali apabila terjadi pembatalan pendaftaran Obligasi dalam Penitipan Kolektif KSEI atas permintaan Perseroan atau Wali Amanat dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Pasar Modal dan keputusan RUPO. B. JUMLAH POKOK OBLIGASI, BUNGA OBLIGASI DAN JATUH TEMPO OBLIGASI Obligasi ini ditawarkan dengan jumlah Pokok Obligasi pada Tanggal Emisi sebanyak-banyaknya sebesarrp (dua triliun Rupiah). Obligasi ini diterbitkan dengan memperhatikan ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan, dengan satuan jumlah Obligasi yang dapat dipindahbukukan dari satu Rekening Efek ke Rekening Efek lainnya adalah senilai Rp1,- (satu Rupiah) sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perwaliamanatan. Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat berjangka waktu antara 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari sampai dengan 36 (tiga puluh enam) bulan dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan Obligasi sebagai berikut: 272
297 Seri A : Obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,25% (delapan koma dua lima persen) per tahun, berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) Hari Kalender sejak Tanggal Emisi. Jumlah Pokok Obligasi Seri A yang ditawarkan adalah sebesar Rp (lima ratus enam puluh miliar Rupiah). Seri B : Obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,00% (sembilan koma nol persen) per tahun, berjangka waktu 36 (tiga puluh enam) bulan sejak Tanggal Emisi. Jumlah Pokok Obligasi Seri B yang ditawarkan adalah sebesar Rp (satu triliun sembilan puluh miliar Rupiah). Sisa dari jumlah pokok yang ditawarkan sebanyak-banyaknya Rp (tiga ratus lima puluh miliar Rupiah) secara Kesanggupan Terbaik (Best Effort). Bila jumlah dalam Kesanggupan Terbaik (Best Effort) tidak terjual sebagian atau seluruhnya, maka atas sisa yang tidak terjual tersebut tidak menjadi kewajiban Perseroan untuk menerbitkan Obligasinya. Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah Pokok Obligasi pada Tanggal Emisi. Bunga Obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan. Pembayaran Bunga Obligasi ke-1 (satu) akan dilakukan pada tanggal 9 September Sedangkan pembayaran Bunga Obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo Obligasi masing-masing adalah pada tanggal 19 Juni 2017 untuk Obligasi seri A dan tanggal 9 Juni 2019 untuk Obligasi seri B. Jadwal pembayaran Pokok dan bunga untuk masing-masing Obligasi adalah sebagaimana tercantum dalam tabel di bawah ini: Bunga ke Seri A Seri B 1 9 September September Desember Desember Maret Maret Juni Juni September Desember Maret Juni September Desember Maret Juni 2019 Tingkat Bunga Obligasi merupakan persentase per tahun dari nilai nominal yang dihitung berdasarkan jumlah hari yang lewat, dimana 1 (satu) bulan dihitung 30 (tiga puluh) hari dan 1 (satu) tahun dihitung 360 (tiga ratus enam puluh) hari. Obligasi harus dilunasi dengan harga yang sama dengan jumlah Pokok Obligasi yang tertulis pada Konfirmasi Tertulis yang dimiliki oleh Pemegang Obligasi, dengan memperhatikan Sertifikat Jumbo Obligasi dan ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan. C. JAMINAN Untuk menjamin kewajiban pembayaran dengan baik dan pada waktunya dari Perseroan atas Pokok dan Bunga Obligasi, Perseroan wajib menyerahkan Jaminan kepada Agen Jaminan berdasarkan Akta Jaminan Fidusia yang akan ditandatangani segera setelah penandatanganan Perjanjian Perwaliamanatan. Jaminan fidusia atas Piutang yang nilai objek jaminannya pada setiap tanggal terakhir dari setiap bulan jumlahnya tidak kurang dari 60% (enam puluh persen) dari Jumlah Pokok yang Terhutang, dengan ketentuan Piutang tersebut tidak melewati jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari kalender sejak berakhirnya penagihan dan tetap tidak dibayar oleh nasabah Perseroan dan dalam hal jumlah Piutang yang dijaminkan kurang dari persyaratan minimum tersebut, maka Perseroan wajib menyediakan uang tunai sejumlah kekurangan tersebut yang disimpan pada rekening penampungan pada bank yang ditunjuk oleh Perseroan (sebagaimana ditunjukkan dalam laporan triwulanan dari Perseroan kepada Wali Amanat) dengan persetujuan Wali Amanat yang mekanismenya diatur dalam Akta Jaminan Fidusia. 273
298 Pendaftaran Akta Jaminan Fidusia tersebut pada instansi yang berwenang akan dilakukan oleh Agen Jaminan sesuai dengan akta Perjanjian Agen Jaminan selambat-lambatnya dalam tempo 7 (tujuh) Hari Kerja terhitung sejak Tanggal Emisi dan menyampaikan bukti pendaftaran Akta Jaminan Fidusia tersebut kepada OJK. D. PENYISIHAN DANA PELUNASAN POKOK OBLIGASI (SINKING FUND) Perseroan tidak menyelenggarakan penyisihan dana untuk Obligasi ini dengan pertimbangan untuk mengoptimalkan penggunaan dana hasil penawaran umum Obligasi ini sesuai dengan tujuan rencana penggunaan dana penawaran umum Obligasi ini. E. PEMBATASAN-PEMBATASAN DAN KEWAJIBAN-KEWAJIBAN PERSEROAN Sebelum dilunasinya semua Pokok Obligasi dan Bunga Obligasi serta pengeluaran lain yang menjadi tanggung jawab Perseroan sehubungan dengan pengeluaran Obligasi berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan, Perseroan berjanji dan mengikat diri: a. Bahwa Perseroan, tanpa persetujuan tertulis dari Wali Amanat (yang tidak akan ditolak tanpa alasan yang jelas oleh Wali Amanat dan jika jawaban tersebut tidak diperoleh dalam waktu 15 (lima belas) Hari Kerja setelah pengajuan persetujuan tersebut diterima oleh Wali Amanat, maka persetujuan dianggap telah diberikan), tidak melakukan hal-hal atau tindakan-tindakan sebagai berikut: (i) membayar, membuat atau menyatakan pembayaran dividen atau distribusi pembayaran lain pada tahun buku Perseroan bila terjadi peristiwa kelalaian yang terus berlangsung dan tidak dapat diperbaiki (remedied ); (ii) memberikan Pinjaman atau kredit kepada Afiliasi (jika ada) dimana keseluruhan jumlah dari semuapinjaman tersebut lebih dari 25% (dua puluh lima persen) dari Ekuitas Perseroan, kecuali dilaksanakan sehubungan dengan transaksi anjak piutang (factoring) dan/atau sekuritisasi atas Piutang termasuk piutang dari usaha kecil dalam rangka program Kredit Usaha Kecil (KUK), joint financing agreement (transaksi pembiayaan bersama) dan/atau channeling serta untuk kegiatan usaha yang wajar bagi Perseroan, sehubungan dengan hal ini Perseroan akan memberitahukan secara tertulis kepada Wali Amanat; (iii) membuat atau mengizinkan hak jaminan atas seluruh atau sebagian dari pendapatan atau harta kekayaan Perseroan yang ada pada saat ini maupun di masa yang akan datang yang menjadi Jaminan berdasarkan Akta Jaminan Fidusia; (iv) terhitung sejak tanggal penandatanganan Perjanjian Perwaliamanatan, Perseroan menyediakan atau memberikan pinjaman serta memberikan penanggungan, selain: a. dalam pelaksanaan kegiatan usaha Perseroan yang lazim; atau b. dalam hubungannya dengan transaksi anjak piutang (factoring), sekuritisasi atas piutangpiutang Perseroan termasuk piutang-piutang dari usaha kecil di bawah program KUK, joint financing agreement (transaksi pembiayaan bersama), dan/atau channeling; (v) menjual, menyewakan, mentransfer atau mengalihkan baik melalui jual beli maupun jual sewa atau cara lainnya, yang nilai per transaksinya lebih dari 40% (empat puluh persen) dari harta kekayaan (total aset) Perseroan kecuali: a. pengalihan yang disetujui oleh Wali Amanat; b. pengalihan dalam rangka kegiatan usaha sehari-hari. (vi) melakukan kegiatan usaha selain yang disebutkan dalam anggaran dasar Perseroan pada saat ditandatanganinya Perjanjian Perwaliamanatan. 274
299 b. Perseroan akan: (i) memperoleh, mematuhi segala ketentuan dan melakukan hal-hal yang diperlukan untuk menjaga tetap berlakunya segala kuasa, izin, dan persetujuan (baik dari pemerintah ataupun lainnya) dan dengan segera memberikan laporan dan masukan dan melakukan hal-hal yang diwajibkan peraturan perundang-undangan Republik Indonesia sehingga Perseroan dapat secara sah menjalankan kewajibannya berdasarkan setiap Dokumen Emisi dalam mana Perseroan menjadi salah satu pihaknya atau memastikan keabsahan, keberlakuan, serta dapat dilaksanakannya setiap Dokumen Emisi di Republik Indonesia; (ii) memastikan pada setiap saat keadaan keuangan Perseroan yang tercantum dalam laporan keuangan tahunan Perseroan terakhir yang telah diaudit atau laporan keuangan semesteran yang terakhir, diserahkan kepada Wali Amanat berdasarkan ketentuan Pasal 6.b (vii) Perjanjian Perwaliamanatan, harus berada dalam rasio jumlah Pinjaman terhadap Ekuitas tidak melebihi rasio 10:1 (sepuluh berbanding satu) atau jumlah rasio lainnya dengan tetap memperhatikan pembatasan sebagai mana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 29/POJK.05/2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan 19 (sembilan belas) November2014 (dua ribu empat belas) tentang Perusahaan Pembiayaan; dan atau peraturan-peraturan perubahannya dan atau peraturan penggantinya (jika ada); (iii) mematuhi ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan; (iv) menyetorkan dana (in good funds) yang diperlukan untuk pelunasan Pokok Obligasi dan/atau pelunasan Bunga Obligasi yang jatuh tempo kepada Agen Pembayaran sesuai dengan surat keterangan Wali Amanat yang didasarkan pada keterangan Agen Pembayaran mengenai jumlah yang harus dilunasi oleh Perseroan, paling lambat 1 (satu) Hari Bursa sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi dan/atau Tanggal Pembayaran Pokok Obligasi, serta menyerahkan kepada Wali Amanat pelaporan Jumlah Terhutang disertai dengan fotokopi bukti penyetoran tersebut pada hari yang sama; (v) memelihara asuransi-asuransi yang sudah berjalan dan berhubungan dengan kegiatan usaha dan harta kekayaan Perseroan pada perusahaan asuransi yang bereputasi baik terhadap segala risiko yang biasa dihadapi oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha yang sama dengan Perseroan; (vi) mengizinkan Wali Amanat (atas biayanya sendiri) dan/atau orang yang diberikan kuasa oleh Wali Amanat dari waktu ke waktu untuk melaksanakan kewajibannya sesuai dengan pasal 3.5.c Perjanjian Perwaliamanatan, untuk memiliki akses dan memeriksa buku-buku, memberikan tanggapan atas segala pertanyaan atau informasi yang diminta oleh wakilnya tersebut dan mendiskusikan dengan orang tersebut dengan itikad baik atas segala aspek dari pembukuan Perseroan, sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundangundangan yang berlaku, dengan pemberitahuan dari Wali Amanat minimal 3 (tiga) Hari Kerja sebelumnya kepada Perseroan; (vii) menyerahkan laporan-laporan yang diminta oleh OJK kepada Wali Amanat dan persetujuan persetujuan atas penerbitan dan penawaran Obligasi sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan, dan untuk membuat dan mengimplementasikan setiap perjanjian yang berhubungan dengan hal tersebut, termasuk tetapi tidak terbatas penyerahan atas: a) laporan keuangan tahunan Perseroan (konsolidasi) selambat-lambatnya 90 (sembilan puluh) Hari Kalender setelah tanggal tiap tahun buku berakhir atau sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku pada saat penyerahan laporan konsolidasi kepada OJK yang telah diaudit oleh akuntan publik Perseroan yang telah terdaftar di OJK; 275
300 b) laporan keuangan tengah tahunan Perseroan selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) Hari Kalender setelah tanggal tengah tahun buku atau sesuai dengan ketentuan perundangundangan yang berlaku, jika tidak disertai laporan Akuntan, atau selambat-lambatnya dalam waktu 60 (enam puluh) Hari Kalender setelah tanggal tengah tahun buku, jika disertai laporan Akuntan Publik Perseroan yang telah terdaftar di OJK dalam rangka penelaahan terbatas, atau selambat-lambatnya dalam waktu 90 (sembilan puluh) Hari Kalender setelah tanggal tengah tahun buku atau sesuai dengan ketentuan perundangundangan yang berlaku, jika disertai laporan akuntan publik Perseroan yang telah terdaftar di OJK yang memberikan pendapat tentang kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan. Satu dan lain dengan tidak mengesampingkan apa yang akan ditentukan oleh OJK. (viii) memelihara sistem akuntansi, pembukuan dan pengawasan biaya sesuai dengan Prinsip- Prinsip Akuntansi dan mengesampingkan hal-hal dalam pembukuannya yang menurut Prinsip-Prinsip Akuntansi perlu untuk dikesampingkan; (ix) mengusahakan agar harta kekayaan yang digunakan dalam menjalankan kegiatan usahanya berada dalam keadaan baik, memperbaikinya dan melakukan hal-hal yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan usaha Perseroan; (x) memberitahu Wali Amanat atas: a. setiap perubahan anggaran dasar, susunan Direksi dan Dewan Komisaris, susunan pemegang saham Perseroan, dan pembagian dividen lebih dari 50% (lima puluh persen) dari laba bersih Perseroan pada tahun buku berjalan; b. perkara pidana, perdata, tata usaha negara dan arbitrase yang dihadapi Perseroan yang secara material mempengaruhi kemampuan Perseroan dalam menjalankan dan mematuhi segala kewajibannya berdasarkan Dokumen Emisi; c. terjadinya salah satu dari peristiwa kelalaian dengan segera dan melalui permintaan tertulis dari Wali Amanat, menyerahkan pada Wali Amanat suatu pernyataan yang ditandatangani seseorang yang dapat diterima oleh Wali Amanat untuk maksud tersebut, kecuali Perseroan sebelumnya telah diberitahukan kepada Wali Amanat bahwa peristiwa kelalaian tersebut tidak terjadi, atau apabila terjadi peristiwa kelalaian, Perseroan telah memberikan gambaran lengkap atas kejadian tersebut dan tindakan atau langkahlangkah yang diambil (atau diusulkan akan diambil) oleh Perseroan untuk memperbaiki kejadian tersebut; (xi) mengupayakan bahwa selama jangka waktu Obligasi, pemilikan saham yang telah ditempatkan dan disetor dalam Perseroan, baik langsung maupun tidak langsung, dari PT Astra International Tbk lebih dari 50% (lima puluh persen) dari modal saham yang telah ditempatkan dan disetor; (xii) melakukan pemeringkatan atas Obligasi sesuai dengan Peraturan No. IX.C.11 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. KEP-712/BL/2012 tanggal 26 (dua puluh enam) Desember 2012 (dua ribu dua belas) Tentang Pemeringkatan Atas Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk berikut perubahannyadan atau pengaturan lainnya ( Peraturan Pemeringkatan ) yang wajib dipatuhi oleh Perseroan. Kewajiban pemeringkatan atas Obligasi ini akan tetap berlaku selama jangka waktu Obligasi; (xiii) melakukan atau memelihara seluruh tindakan-tindakannya dari waktu ke waktu atas permintaan dari Wali Amanat dan melaksanakan atau memelihara pelaksanaan dari seluruh dokumen-dokumen yang berdasarkan pendapat yang wajar dari Wali Amanat diperlukan atau, untuk menjalankan Perjanjian Perwaliamanatan atau memberikan jaminan yang penuh atas hak, kekuasaan dan perbaikan yang diberikan kepada Wali Amanat berdasarkan Dokumen Emisi; 276
301 (xiv)menjamin bahwa kewajiban pembayaran oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi menurut Perjanjian Perwaliamatan pada setiap waktu mempunyai kedudukan yang sama dengan kewajiban kepada seluruh kreditur lainnya; F. HAK-HAK PEMEGANG OBLIGASI a. Menerima pelunasan Pokok Obligasi dan/atau pembayaran Bunga Obligasi dari Perseroan yang dibayarkan melalui KSEI sebagai Agen Pembayaran pada Tanggal Pembayaran Pokok Obligasi dan/atau Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi yang bersangkutan. Pokok Obligasi harus dilunasi dengan harga yang sama dengan jumlah Pokok Obligasi yang tertulis pada Konfirmasi Tertulis yang dimiliki oleh Pemegang Obligasi; b. Yang berhak atas Bunga Obligasi adalah Pemegang Obligasi yang pada 4 (empat) Hari Bursa sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Obligasi, kecuali ditentukan lain oleh KSEI atau peraturan perundang-undangan yang berlaku; c. Bila terjadi kelalaian dalam pelunasan Pokok Obligasi dan/atau pembayaran Bunga Obligasi, Pemegang Obligasi berhak untuk menerima pembayaran denda atas setiap kelalaian pembayaran tersebut sebesar tingkat Bunga Obligasi yang tercantum dalam Sertifikat Jumbo Oligasi yang mana Obligasi tersebut telah mengalami ketiadaan pembayaran, ditambah 1% (satu persen) per tahun atas jumlah yang tidak dibayar sesuai ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan, yang diperhitungkan berdasarkan jumlah hari terhitung sejak Tanggal Pembayaran; d. Jumlah denda untuk setiap hari keterlambatan pembayaran akan diperhitungkan berdasarkan jumlah hari terhitung sejak Tanggal Pembayaran Pokok Obligasi dan/atau Tanggal Pembayaran Bunga yang bersangkutan sampai seluruh jumlah yang tidak dibayar telah dibayar kembali secara penuh. Untuk tujuan perhitungan denda tersebut, 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) hari dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) hari. Pemegang Obligasi berhak atas pembayaran denda secara proporsional sesuai jumlah Obligasi yang dimilikinya; e. Pokok Obligasi dan/atau Tanggal Pembayaran Bunga yang bersangkutan sampai seluruh jumlah yang tidak dibayar telah dibayar kembali secara penuh. Untuk tujuan perhitungan denda tersebut, 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) hari dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) hari. Pemegang Obligasi berhak atas pembayaran denda secara proporsional sesuai jumlah Obligasi yang dimilikinya; f. Seorang atau lebih Pemegang Obligasi yang mewakili paling sedikit lebih dari 20% (dua puluh persen) dari jumlah Obligasi yang belum dilunasi, tidak termasuk Obligasi yang dimiliki oleh Perseroan dan/atau Afiliasinya, dapat mengajukan permintaan tertulis kepada Wali Amanat agar diselenggarakan RUPO dengan memuat acara yang diminta dan melampirkan salinan KTUR dari Pemegang Rekening dan memperlihatkan asli KTUR kepada Wali Amanat; g. Setiap Pemegang Obligasi senilai Rp1,- (satu Rupiah) mempunyai hak untuk mengeluarkan 1 (satu) suara dalam RUPO dengan ketentuan pembulatan ke bawah (jika terdapat angka pecahan). G. KELALAIAN PERSEROAN Sesuai dengan pasal 8 Perjanjian Perwaliamanatan, yang dimaksud dengan kelalaian (wanprestasi) adalah apabila salah satu atau lebih dari kejadian-kejadian atau hal-hal tersebut di bawah ini terjadi Wali Amanat dapat mengambil tindakan-tindakan yang ditentukan dalam Perjanjian Perwaliamanatan: 277
302 a. Perseroan lalai membayar Pokok Obligasi dan/atau pembayaran Bunga Obligasi dan/atau jumlah lain yang wajib dibayarnya berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan, dalam mata uang dan dalam hal yang disebutkan secara khusus dalam Perjanjian Perwaliamanatan tersebut, kecuali apabila kelalaian tersebut terjadi sebagai akibat kesulitan dalam penyelesaian yang berada di luar kendali Perseroan dan kegagalan pembayaran tersebut tidak dapat diperbaiki dalam waktu 3 (tiga) Hari Bursa dan dalam kejadian demikian, baik Perseroan maupun Agen Pembayaran tidak dikenakan denda; atau b. Terdapat pernyataan dari Perseroan dalam Dokumen Emisi dimana Perseroan berkedudukan sebagai salah satu pihak atau dalam suatu pemberitahuan atau dokumen lainnya, pernyataan mana terbukti tidak benar dan menyesatkan secara material pada saat dibuat, dan dalam hal tertentu, mempengaruhi kemampuan Perseroan secara material dalam menjalankan kewajibannya berdasarkan Dokumen Emisi; atau c. Perseroan lalai dalam mematuhi dan menjalankan kewajibannya yang tercantum dalam Dokumen Emisi dimana Perseroan menjadi salah satu pihaknya dimana menurut pendapat Wali Amanat, kelalaian tersebut tidak dapat diperbaiki; atau d. Setiap pinjaman Perseroan lainnya dalam jumlah keseluruhan melebihi 20% (dua puluh persen) dari Ekuitas Perseroan yang: (i) tidak dibayar pada saat jatuh tempo atau dalam masa tenggang pada suatu perjanjian yang berhubungan dengan pinjaman tersebut; atau (ii) menjadi jatuh tempo dan/atau dapat ditagih sebelum masa jatuh tempo atas dasar kelalaian. e. Adanya pernyataan moratorium dari pengadilan atau kekuasaan yang berwenang atas pembayaran pinjaman-pinjaman Perseroan; atau f. Kurator atau pejabat serupa diangkat sehubungan dengan sebagian besar usaha atau harta kekayaan atau pendapatan Perseroan, atau setiap bentuk eksekusi diadakan atau dilaksanakan atau tuntutan atas seluruh atau sebagian besar usaha atau harta kekayaan atau pendapatan dan hal tersebut tidak dapat dibebaskan dalam waktu 30 (tiga puluh) Hari Kalender yang dari waktu ke waktu dapat mempengaruhi seluruh atau sebagian besar usaha, harta kekayaan atau pendapatan, menjadi dapat dilaksanakan atau penetapan, keputusan yang dibuat sehubungan dengan kepailitan, pembubaran atau likuidasi dari Perseroan oleh pengadilan atau otoritas yang berwenang; atau g. Perseroan menghentikan atau mengancam akan menghentikan seluruh atau sebagian besar dari operasinya dan/atau kegiatannyapada saat ini, kecuali kejadian tersebut terjadi untuk maksud penggabungan, peleburan, konsolidasi dengan PT ASTRA INTERNATIONAL Tbk atau setiap anak perusahaan atau afiliasinya (dimana yang dimaksud sub g ini adalah perusahaanperusahaan yang dikendalikan baik secara langsung maupun tidak langsung oleh PT ASTRA INTERNATIONAL Tbk), persyaratan mana telah disetujui sebelumnya secara tertulis oleh Wali Amanat atau melalui keputusan RUPO; atau h. Perseroan tidak melaksanakan segala tindakan, keadaan dan hal yang harus dilakukan, dipenuhi dan dijalankan dalam rangka agar Perseroan: (i) dapat secara sah membuat dan menjalankan hak-haknya serta menjalankan dan mematuhi kewajiban-kewajiban yang diperkirakan olehnya pada masing-masing Dokumen Emisi dimana Perseroan menjadi salah satu pihak; (ii) untuk memastikan bahwa kewajiban-kewajiban itu dinyatakan olehnya pada masing-masing Dokumen Emisi sah, berlaku dan mengikat; (iii) membuat Dokumen Emisi dapat digunakan sebagai bukti di Republik Indonesia yang telah dilakukan, dipenuhi dan dilaksanakan. i. Untuk setiap saat Perseroan menjadi tidak sah untuk melaksanakan atau mematuhi setiap atau semua kewajibannya berdasarkan Dokumen Emisi dalam mana Perseroan menjadi pihak atau setiap kewajiban dari Perseroan berdasarkan Dokumen Emisi dalam mana Perseroan merupakan pihak menjadi tidak sah, berlaku dan mengikat atau berhenti menjadi sah, berlaku dan mengikat. 278
303 Bilamana Wali Amanat menyatakan Perseroan lalai, karena satu atau lebih alasan sebagaimana tercantum dalam sub a sampai dengan sub i di atas, maka Wali Amanat berkewajiban memberitahukan peristiwa tersebut kepada Perseroan secara tertulis dan apabila hal tersebut berlangsung selama 14 (empat belas) Hari Kerja setelah pemberitahuan tersebut diterima oleh Perseroan, akan tetapi kelalaian tersebut tetap tidak diperbaiki, Wali Amanat berhak membuat pengumuman dalam paling sedikit 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional dan memanggil RUPO menurut tata cara yang ditentukan dalam Perjanjian Perwaliamanatan. Jika RUPO memutuskan agar Wali Amanat melakukan penagihan kepada Perseroan, maka Wali Amanat dalam waktu yang ditentukan dalam keputusan RUPO itu harus melakukan penagihan Jumlah Terhutang kepada Perseroan. Perseroan berkewajiban melakukan pembayaran dalam waktu yang ditentukan dalam tagihan yang bersangkutan. H. PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI (BUY BACK) Dalam hal Perseroan melakukan pembelian kembali (buy back) Obligasi, maka berlaku ketentuanketentuan sebagai berikut: a. Pembelian kembali (buy back) Obligasi dapat ditujukan sebagai pelunasan atau disimpan untuk kemudian dijual kembali dengan harga pasar; b. Pelaksanaan pembelian kembali (buy back) Obligasi dapat dilakukan melalui Bursa Efek atau di luar Bursa Efek; c. Pembelian kembali (buy back) Obligasi baru dapat dilakukan 1 (satu) tahun setelah tanggal penjatahan; d. Pembelian kembali (buy back) Obligasi tidak dapat dilakukan apabila hal tersebut mengakibatkan Perseroan tidak dapat memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan; e. Pembelian kembali (buy back) Obligasi tidak dapat dilakukan apabila Perseroan melakukan kelalaian (wanprestasi) sebagaimana dimaksud dalam Perjanjian Perwaliamanatan, kecuali telah memperoleh persetujuan RUPO; f. Pembelian kembali (buy back) Obligasi hanya dapat dilakukan oleh Perseroan kepada pihak yang tidak terafiliasi; g. Rencana pembelian kembali (buy back) Obligasi wajib dilaporkan kepada OJK oleh Perseroan paling lambat 2 (dua) Hari Kerja sebelum pengumuman rencana pembelian kembali (buyback) Obligasi tersebut di surat kabar; h. Pembelian kembali (buy back) Obligasi, baru dapat dilakukan setelah pengumuman rencana pembelian kembali Obligasi. Pengumuman tersebut wajib dilakukan paling sedikit melalui 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional paling lambat 2 (dua) Hari Kalender sebelum tanggal penawaran untuk pembelian kembali Obligasi dimulai; i. Rencana pembelian kembali Obligasi sebagaimana dimaksud dalam huruf g dan pengumuman sebagaimana dimaksud dalam huruf h, paling sedikit memuat informasi tentang: (i) periode penawaran pembelian kembali (buy back) Obligasi; (ii) jumlah dana maksimal yang akan digunakan untuk pembelian kembali (buy back) Obligasi; (iii) kisaran jumlah Obligasi yang akan dibeli kembali; (iv) harga atau kisaran harga yang ditawarkan untuk pembelian kembali (buy back) Obligasi; (v) tata cara penyelesaian transaksi; (vi) persyaratan bagi Pemegang Obligasi yang mengajukan penawaran jual; (vii) tata cara penyampaian penawaran jual oleh Pemegang Obligasi; (viii) tata cara pembelian kembali (buy back) Obligasi; dan (ix) hubungan Afiliasi antara Perseroan dan Pemegang Obligasi. 279
304 j. Perseroan wajib melakukan penjatahan secara proposional sebanding dengan partisipasi setiap pihak yang melakukan penjualan Obligasi apabila jumlah Obligasi yang ditawarkan untuk dijual oleh Pemegang Obligasi melebihi jumlah Obligasi yang dapat dibeli kembali; k. Perseroan wajib menjaga kerahasiaan atas semua informasi mengenai penawaran jual yang telah disampaikan oleh Pemegang Obligasi; l. Perseroan dapat melaksanakan pembelian kembali Obligasi tanpa melakukan pengumuman sebagaimana dimaksud dalam huruf i dengan ketentuan: (i) jumlah pembelian kembali (buy back) Obligasitidak lebih dari 5% (lima persen) dari jumlah Obligasi untuk masing-masing Seri Obligasi yang beredar dalam periode 1 (satu) tahun setelah tanggal penjatahan; (ii) Obligasi yang dibeli kembali tersebut bukan Obligasi yang dimiliki Afiliasi Perseroan; (iii) Obligasi yang dibeli kembali hanya untuk disimpan yang kemudian hari dapat dijual kembali; dan wajib dilaporkan kepada OJK paling lambat akhir Hari Kerja ke-2 (kedua) setelah terjadinya pembelian kembali (buy back) Obligasi; m. Perseroan wajib melaporkan kepada OJK dan Wali Amanat serta mengumumkan kepada publik dalam waktu paling lambat 2 (dua) Hari Kerja setelah dilakukannya pembelian kembali (buy back) Obligasi, informasi yang meliputi antara lain: (i) jumlah Obligasi yang telah dibeli; (ii) rincian Jumlah Obligasi yang telah dibeli kembali untuk pelunasan atau disimpan untuk dijual kembali; (iii) harga pembelian kembali yang telah terjadi; (iv) jumlah dana yang digunakan untuk pembelian kembali Obligasi; n. Dalam hal terdapat lebih dari satu Obligasi yang diterbitkan oleh Perseroan, maka pembelian kembali (buy back) Obligasidilakukan dengan mendahulukan Obligasi yang tidak dijamin; o. Dalam hal terdapat lebih dari satu Obligasi yang tidak dijamin, maka pembelian kembali (buy back) Obligasiwajib mempertimbangkan aspek kepentingan ekonomis Perseroan atas pembelian kembali tersebut; p. Dalam hal terdapat jaminan atas seluruh Obligasi, maka pembelian kembali (buy back) Obligasiwajib mempertimbangkan aspek kepentingan ekonomis Perseroan atas pembelian kembali Obligasi tersebut; q. Pembelian kembali (buy back) Obligasioleh Perseroan mengakibatkan: (i) hapusnya segala hak yang melekat pada Obligasi yang dibeli kembali, hak menghadiri RUPO, hak Suara, dan hak memperoleh bunga serta manfaat lain dari Obligasi yang dibeli kembali, jika dimaksudkan untuk pelunasan; atau (ii) pemberhentian sementara segala hak yang melekat pada Obligasi yang dibeli kembali, hak menghadiri RUPO, hak Suara, dan hak memperoleh bunga serta manfaat lain dari Obligasi yang dibeli kembali, jika dimaksudkan untuk disimpan untuk dijual kembali. r. Dalam hal Perseroan melakukan Pembelian Kembali (Buy Back) tersebut untuk pelunasan, maka jumlah Obligasi tersebut dapat berkurang sehubungan dengan Pembelian Kembali (Buy Back) Obligasi yang dilakukan. I. RAPAT UMUM PEMEGANG OBLIGASI a. Rapat umum Pemegang Obligasi diadakan untuk tujuan antara lain: (i) mengambil keputusan sehubungan dengan usulan Perseroan atau Pemegang Obligasi mengenai perubahan jangka waktu, pokok pinjaman Obligasi, suku bunga, perubahan tata cara atau periode pembayaran bunga, Jaminan yang diatur dalam Perjanjian Perwaliamanatan dengan tetap memperhatikan Peraturan Nomor VI.C.4 (ii) menyampaikan pemberitahuan kepada Perseroan dan/atau Wali Amanat, memberikan pengarahan kepada Wali Amanat, dan/atau menyetujui suatu kelonggaran waktu atas suatu kelalaian berdasarkan Perjanjian Perwaliamanatan serta akibat-akibatnya, atau untuk mengambil tindakan lain sehubungan dengan kelalaian; 280
305 (iii) memberhentikan Wali Amanat dan menunjuk pengganti Wali Amanat menurut ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan dengan peraturan perundang-undangan; (iv) mengambil tindakan yang dikuasakan oleh atau atas nama Pemegang Obligasi termasuk dalam penentuan potensi kelalaian yang dapat menyebabkan terjadinya kelalaian sebagaimana dimaksud dalam Perjanjian Perwaliamanatan dan Peraturan VI.C.4; dan (v) Wali Amanat bermaksud mengambil tindakan lain yang tidak dikuasakan atau tidak termuat dalam Perjanjian Perwaliamanatan atau berdasarkan peraturan perundang-undangan. b. RUPO dapat diselenggarakan atas permintaan: (i) Pemegang Obligasi baik sendiri maupun secara bersama-sama yang mewakili paling sedikit lebih dari 20% (dua puluh persen) dari jumlah Obligasi yang belum dilunasi, tidak termasuk Obligasi yang dimiliki oleh Perseroan dan/atau Afiliasinya; (ii) Perseroan; (iii) Wali Amanat; atau (iv) Otoritas Jasa Keuangan (OJK). c. Permintaan sebagaimana dimaksud dalam butir 9.b poin (i)), poin (ii), dan poin (iv) wajib disampaikan secara tertulis kepada Wali Amanat dan paling lambat 30 (tiga puluh) Hari Kalender setelah tanggal diterimanya surat permintaan tersebut Wali Amanat wajib melakukan panggilan untuk RUPO. d. Dalam hal Wali Amanat menolak permohonan Pemegang Obligasi atau Perseroan untuk mengadakan RUPO, maka Wali Amanat wajib memberitahukan secara tertulis alasan penolakan tersebut kepada pemohon dengan tembusan kepada OJK, paling lambat 14 (empat belas) Hari Kalender setelah diterimanya surat permohonan. e. Pengumuman, pemanggilan, dan waktu penyelenggaraan RUPO. (i) Pengumuman RUPO wajib dilakukan melalui satu surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional, dalam jangka waktu paling lambat 14 (empat belas) Hari Kalender sebelum pemanggilan; (ii) Pemanggilan RUPO dilakukan paling lambat 14 (empat belas) Hari Kalender sebelum RUPO, melalui paling sedikit satu surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional; (iii) Pemanggilan untuk RUPO kedua atau ketiga dilakukan paling lambat 7 (tujuh) Hari Kalender sebelum RUPO kedua atau ketiga dilakukan dan disertai informasi bahwa RUPO sebelumnya telah diselenggarakan tetapi tidak mencapai korum; (iv) Panggilan harus dengan tegas memuat rencana RUPO dan mengungkapkan informasi antara lain: (1) tanggal, tempat, dan waktu penyelenggaraan RUPO; (2) agenda RUPO; (3) pihak yang mengajukan usulan RUPO; (4) Pemegang Obligasi yang berhak hadir dan memiliki hak suara dalam RUPO; dan (5) korum yang diperlukan untuk penyelenggaraan dan pengambilan keputusan RUPO. RUPO kedua atau ketiga diselenggarakan paling cepat 14 (empat belas) Hari Kalender dan paling lambat 21 (dua puluh satu) Hari Kalender dari RUPO sebelumnya. f. Tata cara RUPO. (i) Pemegang Obligasi, baik sendiri maupun diwakili berdasarkan surat kuasa berhak menghadiri RUPO dan menggunakan hak suaranya sesuai dengan jumlah Obligasi yang dimilikinyadengan ketentuan setiap Pemegang Obligasi senilai Rp. 1,00 (satu Rupiah) berhak untuk mengeluarkan 1 (satu) suara dalam RUPO, kecuali Pemegang Obligasi yang dimaksud dalam butir 9.f poin (ii); (ii) Obligasi yang dimiliki oleh Perseroan dan/atau Afiliasinya tidak memiliki hak suara dan tidak diperhitungkan dalam korum kehadiran; (iii) Sebelum pelaksanaan RUPO, Perseroan berkewajiban untuk menyerahkan daftar Pemegang Obligasi dari Afiliasinya kepada Wali Amanat; (iv) RUPO dapat diselenggarakan di tempat Perseroan atau tempat lain yang disepakati antara Perseroan dan Wali Amanat; (v) RUPO dipimpin oleh Wali Amanat; (vi) Wali Amanat wajib mempersiapkan acara RUPO termasuk materi RUPO dan menunjuk Notaris untuk membuat berita acara RUPO; 281
306 (vii) Dalam hal penggantian Wali Amanat diminta oleh Perseroan atau Pemegang Obligasi, maka RUPO dipimpin oleh Perseroan atau Pemegang Obligasi yang meminta diadakannya RUPO tersebut. Perseroan atau Pemegang Obligasi yang meminta diadakannya RUPO tersebut diwajibkan untuk mempersiapkan acara RUPO dan materi RUPO. g. Korum dan Pengambilan Keputusan. (i) Dalam hal RUPO bertujuan untuk memutuskan mengenai perubahan Perjanjian Perwaliamanatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 9.a, diatur sebagai berikut: (1) Apabila RUPO dimintakan oleh Perseroan, maka wajib diselenggarakan dengan ketentuan sebagai berikut: (a) dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO; (b) dalam hal korum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam huruf (a) tidak tercapai, maka wajib diadakan RUPO yang kedua; (c) RUPO kedua dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO; (d) dalam hal korum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam huruf (c) tidak tercapai, maka wajib diadakan RUPO yang ketiga; (e) RUPO ketiga dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO. (2) Apabila RUPO dimintakan oleh Pemegang Obligasi atau Wali Amanat, maka wajib diselenggarakan dengan ketentuan sebagai berikut: (a) dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO; (b) dalam hal korum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam huruf (a) tidak tercapai, maka wajib diadakan RUPO yang kedua; (c) RUPO kedua dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO; (d) dalam hal korum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam huruf (c) tidak tercapai, maka wajib diadakan RUPO yang ketiga; (e) RUPO ketiga dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO. (3) Apabila RUPO dimintakan oleh OJK, maka wajib diselenggarakan dengan ketentuan sebagai berikut: (a) dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO; (b) dalam hal korum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam huruf (a) tidak tercapai, maka wajib diadakan RUPO yang kedua; (c) RUPO kedua dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO; 282
307 (d) dalam hal korum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam huruf (c) tidak tercapai, maka wajib diadakan RUPO yang ketiga; (e) RUPO ketiga dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO. (ii) RUPO yang diadakan untuk tujuan selain perubahan Perjanjian Perwaliamanatan, dapat diselenggarakan dengan ketentuan sebagai berikut: (1) dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO; (2) dalam hal korum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam angka (1) tidak tercapai, maka wajib diadakan RUPO kedua; (3) RUPO kedua dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat apabila disetujui paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO; (4) dalam hal korum kehadiran sebagaimana dimaksud dalam angka (3) tidak tercapai, maka wajib diadakan RUPO yang ketiga; (5) RUPO ketiga dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh Pemegang Obligasi atau diwakili paling sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah Obligasi yang masih belum dilunasi dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat berdasarkan keputusan suara terbanyak. h. Biaya-biaya penyelenggaraan RUPO menjadi beban Perseroan dan wajib dibayarkan kepada Wali Amanat paling lambat 7 (tujuh) Hari Kerja kerja setelah permintaan biaya tersebut diterima Perseroan dari Wali Amanat,yang ditetapkan dalam Perjanjian Perwaliamanatan. i. Penyelenggaraan RUPO wajib dibuatkan berita acara secara notariil. j. Perseroan, Wali Amanat, dan Pemegang Obligasi wajib memenuhi keputusan-keputusan yang diambil dalam RUPO. J. PERUBAHAN PERJANJIAN PERWALIAMATAN Perjanjian Perwaliamanatan tidak dapat diubah dan/atau ditambah, baik untuk seluruh maupun sebagian kecuali apabila perubahan dan/atau penambahan tersebut dibuat dalam suatu perjanjian tertulis yang ditandatangani oleh semua pihak dalam Perjanjian Perwaliamanatan dengan pemberitahuan kepada Otoritas Jasa Keuangan dengan tidak mengurangi ketentuan lain dalam Perjanjian Perwaliamanatan. Pihak-pihak yang terlibat dalam Perjanjian Perwaliamanatan tersebut adalah Perseroan dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. sebagai Wali Amanat. K. PEMBERITAHUAN Semua pemberitahuan dari pihak Perseroan kepada Wali Amanat dan sebaliknya dianggap telah dilakukan dengan sah dan sebagaimana mestinya apabila disampaikan kepada alamat tersebut di bawah ini secara tertulis, ditandatangani serta disampaikan dengan pos tercatat atau disampaikan langsung dengan memperoleh tanda terima atau dengan faksimili yang sudah dikonfirmasikan. PERSEROAN PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE Treasury Department 18 Office Park, Lt. 23, Jl. T.B. Simatupang No. 18 Jakarta Selatan Telepon: Faksimili:
308 L. HUKUM YANG BERLAKU WALI AMANAT PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk. Divisi Investment Services Gedung BRI II, Lantai 30 Jl. Jenderal Sudirman, Kav , Jakarta Telepon: (021) / Faksimili: (021) Seluruh perjanjian yang berhubungan dengan Obligasi ini berada dan tunduk di bawah hukum yang berlaku di Indonesia. 284
309 XVII. KETERANGAN TENTANG PEMERINGKATAN OBLIGASI 1. HASIL PEMERINGKATAN Untuk memenuhi ketentuan Peraturan No. IX.C.1 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. KEP- 42/PM/2000 tanggal 27 Oktober 2000 tentang Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Pernyataan Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum dan Peraturan No. IX.C.11 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. KEP-712/BL/2012 tanggal 26 Desember 2012 tentang Pemeringkatan Atas Efek Bersifat Utang, Perseroan telah melakukan pemeringkatan yang dilaksanakan oleh PT Pemeringkatan Efek Indonesia ( PEFINDO ), Berdasarkan surat Pefindo No. 303/PEF-Dir/II/2016 tanggal 25 Februari 2016 dan surat tertanggal 25 Februari 2016Nomor 304/PEF-Dir/II/2016dengan periode 24 Februari 2016sampai dengan 1 Februari 2017, hasil pemeringkatan atas surat hutang jangka panjang (Obligasi) Perseroan adalah: idaa- (Double A Minus) Perseroan wajib menyampaikan Peringkat Tahunan atas Obligasi kepada Otoritas Jasa Keuangan paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja setelah berakhirnya masa berlaku peringkat terakhir sampai dengan Perseroan telah menyelesaikan seluruh kewajiban yang terkait dengan Obligasi yang diterbitkan. 1. SKALA PEMERINGKATAN EFEK HUTANG JANGKA DARI PEFINDO Tabel di bawah ini menunjukkan kategori peringkat perusahaan atau efek hutang jangka panjang untuk memberikan gambaran tentang posisi peringkat Obligasi Berkelanjutan I SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap III Tahun 2015 dari PEFINDO: idaaa : Efek Utang dengan peringkat id AAA merupakan Efek Utang dengan peringkat tertinggi dari Pefindo yang didukung oleh kemampuan Obligor yang superior relatif dibanding entitas Indonesia lainnya untuk memenuhi kewajiban finansial jangka panjangnya sesuai dengan yang diperjanjikan. idaa ida idbbb idbb idb idccc : Efek Utang dengan peringkat id AA memiliki kualitas kredit sedikit di bawah peringkat tertinggi, didukung oleh kemampuan Obligor yang sangat kuat untuk memenuhi kewajiban finansial jangka panjangnya sesuai dengan yang diperjanjikan, relatif dibanding entitas Indonesia lainnya. : Efek Utang dengan peringkat id A memiliki dukungan kemampuan Obligor yang kuat dibanding entitas Indonesia lainnya untuk memenuhi kewajiban finansial jangka panjangnya sesuai dengan yang diperjanjikan, namun cukup peka terhadap perubahan keadaan yang merugikan. : Efek Utang dengan peringkat id BBB didukung oleh kemampuan Obligor yang memadai relatif dibanding entitas Indonesia lainnya untuk memenuhi kewajiban finansial jangka panjangnya sesuai dengan yang diperjanjikan, namun kemampuan tersebut dapat diperlemah oleh perubahan keadaan bisnis dan perekonomian yang merugikan. : Efek Utang dengan peringkat id BB menunjukkan dukungan kemampuan Obligor yang agak lemah relatif dibanding entitas Indonesia lainnya untuk memenuhi kewajiban finansial jangka panjangnya sesuai dengan yang diperjanjikan, serta peka terhadap keadaan bisnis dan perekonomian yang tidak menentu dan merugikan. : Efek Utang dengan peringkat id B menunjukkan parameter perlindungan yang sangat lemah. Walaupun Obligor masih memiliki kemampuan untuk memenuhi kewajiban finansial jangka panjangnya, namun adanya perubahan keadaan bisnis dan perekonomian yang merugikan akan memperburuk kemampuan tersebut untuk memenuhi kewajiban finansialnya. : Efek Utang dengan peringkat id CCC menunjukkan Efek Utang yang tidak mampu lagi memenuhi kewajiban finansialnya, serta hanya bergantung kepada perbaikan keadaan eksternal. 285
310 idd : Efek Utang dengan peringkat idd menandakan Efek Utang yang macet atau Perseroannya sudah berhenti berusaha. Sebagai tambahan, tanda tambah (+) atau kurang (-) dapat dicantumkan dengan peringkat mulai dari AA hingga C. Ini merupakan kedudukan relatif di dalam suatu kategori, tanda tambah (+) menunjukkan di atas rata-rata, tanda kurang (-) menunjukkan di bawah rata-rata, dan tanpa tanda menunjukkan rata-rata. 3. PERTIMBANGAN (RATIONALE) DARI PEFINDO PEFINDO menegaskan peringkat idaa- untuk PT Surya Artha Nusantara Finance (SANF atau Perusahaan), Obligasi berkelanjutan yang belum jatuh tempo, Surat Hutang Jangka Menengah (MTN)MTN V/2013 dan MTN VII/2015. PEFINDO juga menetapkan peringkat idaa- atas rencana penerbitan Obligasi berkelanjutan II senilai maksimum Rp4 triliun. Prospek atas peringkat Perusahaan adalah stabil. Peringkat mencerminkan dukungan yang kuat dari PT Astra International Tbk. (ASII atau Induk, berperingkat BBB-/Positifoleh Standard & Poor s), pangsa pasar Perusahaan yang kuat di bisnis pembiayaan alat-alat berat, dan tingkat permodalan yang kuat. Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh kualitas aset Perusahaan yang dibawah rata-rata dan tekanan pada pertumbuhan karena kondisi bisnis yang kurang menguntungkan. SANF merupakan salah satu perusahaan pembiayaan alat berat terbesar di Indonesia. SANF dimiliki bersama oleh Astra Group melalui anak perusahaannya (60%) dan Marubeni Group dari Jepang, secara langsung maupun melalui anak perusahaannya (40%). Astra Internasional (ASII) adalah salah satu perusahaan konglomerasi terbesar di Indonesia, yang memiliki beberapa lini bisnis, termasuk otomotif, alat berat, dan agribisnis. Marubeni adalah salah satu kelompok bisnis yang besar di Jepang dengan berbagai macam kegiatan perdagangan dan industri. Faktor-faktor pendukung peringkat tersebut adalah: Dukungan kuat dari ASII Posisi pasar yang kuat dalam bisnis pembiayaan alat berat Permodalan yang kuat Faktor-faktor yang membatasi peringkat tersebut adalah: Kualitas aset yang dibawah rata-rata Tekanan pada pertumbuhan karena kondisi bisnis yang kurang menguntungkan PERSEROAN TIDAK MEMILIKI HUBUNGAN AFILIASI DENGAN PEFINDO YANG BERTINDAK SEBAGAI LEMBAGA PEMERINGKAT. PERSEROAN AKAN MELAKUKAN PEMERINGKATAN ATAS OBLIGASI YANG DITERBITKAN SETIAP 1 (SATU) TAHUN SEKALI SELAMA KEWAJIBAN ATAS EFEK TERSEBUT BELUM LUNAS, SESUAI DENGAN KETENTUAN YANG DIATUR DALAM PERATURAN BAPEPAM & LK NO. IX.C.11. TENTANG PEMERINGKATAN ATAS EFEK BERSIFAT UTANG 286
311 XVIII. ANGGARAN DASAR PERSEROAN Akta pendirian Perseroan beserta perubahan-perubahannya adalah benar dan sah serta sesuai dengan anggaran dasar, dan Perseroan telah melakukan perubahan anggaran dasar untuk disesuaikan dengan ketentuan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas ( UUPT ). Berdasarkan Akta No. 81 tanggal 13 Agustus 2008, dibuat di hadapan Benny Kristianto S.H., pada waktu itu Notaris di Jakarta juncto Akta No. 17 tanggal 22 September 2011, dibuat di hadapan Benny Kristianto S.H., pada waktu itu Notaris di Jakarta juncto Akta No. 36 tertanggal 7 Nopember 2011 dibuat di hadapan Kumala Tjahjani Widodo, Sarjana Hukum, Magister Hukum, Magister Kenotariatan, Notaris di Jakartajuncto Akta No. 78 tertanggal 29 Mei 2015 dibuat di hadapankumala Tjahjani Widodo, Sarjana Hukum, Magister Hukum, Magister Kenotariatan, Notaris di Jakarta, berikut ini adalah Anggaran Dasar Perseroan. NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 1. Perseroan terbatas ini bernama: PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE (selanjutnya disebut "Perseroan"), berkedudukan di Jakarta Selatan. 2. Perseroan dapat membuka kantor cabang atau kantor perwakilan, baik di dalam maupun di luar wilayah Republik Indonesia sebagaimana yang ditetapkan oleh Direksi, dengan persetujuan tertulis dari Dewan Komisaris Perseroan. JANGKA WAKTU BERDIRINYA PERSEROAN Pasal 2 Perseroan didirikan untuk jangka waktu yang tidak terbatas. MAKSUD DAN TUJUAN SERTA KEGIATAN USAHA Pasal 3 1. Maksud dan tujuan dari Perseroan ini ialah: berusaha dalam bidang multi pembiayaan. 2. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut: a. Menjalankan usaha-usaha di bidang Pembiayaan Investasi, yaitu pembiayaan untuk pengadaan barang-barang modal beserta jasa yang diperlukan untuk aktivitas usaha/investasi, rehabilitasi, modernisasi, ekspansi atau relokasi tempat usaha/investasi yang diberikan kepada debitur dalam jangka waktu lebih dari 2 (dua) tahun, yang wajib dilakukan dengan cara: 1. Sewa Pembiayaan (Finance Lease); 2. Jual dan Sewa-Balik (Sale and Lease Back); 3. Anjak Piutang Dengan Pemberian Jaminan Dari Penjual Piutang (Factoring With Recourse); 4. Pembelian Dengan Pembayaran Secara Angsuran; 5. Pembiayaan Proyek; 6. Pembiayaan Infrastruktur; dan/atau 7. Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan. b. Menjalankan usaha-usaha dalam bidang Pembiayaan Modal Kerja, yaitu pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran-pengeluaran yang habis dalam satu siklus aktivitas usaha debitur dan merupakan pembiayaan dengan jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun, yang wajib dilakukan dengan cara: 1. Jual dan Sewa-Balik(Sale and Lease Back); 287
312 2. Anjak Piutang Dengan Pemberian Jaminan Dari Penjual Piutang(Factoring With Recourse); 3. Anjak Piutang Tanpa Pemberian Jaminan Dari Penjual Piutang (Factoring Without Recourse); 4. Fasilitas Modal Usaha; dan/atau 5. Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan. c. Menjalankan usaha-usaha dalam bidang Pembiayaan Multiguna, yaitu pembiayaan untukpengadaan barang dan/atau jasa yang diperlukan oleh debitur untuk pemakaian/konsumsi dan bukan untuk keperluan usaha (aktivitas produktif) dalam jangka waktu yang diperjanjikan, yang wajib dilakukan dengan cara: 1. Sewa Pembiayaan(Finance Lease); 2. Pembelian Dengan Pembayaran Secara Angsuran; 3. Pembiayaan lain setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan. d. Kegiatan usaha pembiayaan lain berdasarkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan. MODAL Pasal 4 1. Modal dasar Perseroan berjumlah Rp ,00 (dua triliun Rupiah) terbagi atas (dua miliar) saham, masing-masing saham bernilai nominal Rp 1.000,00 (seribu Rupiah). 2. Dari modal dasar tersebut telah ditempatkan dan disetor sejumlah (lima ratus tujuh puluh empat juta delapan ratus delapan puluh lima ribu enam puluh tujuh) saham, dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp ,00 (lima ratus tujuh puluh empat miliar delapan ratus delapan puluh lima juta enam puluh tujuh ribu Rupiah) oleh para pemegang saham Perseroan yang telah mengambil bagian saham dengan rincian serta nilai nominal saham yang disebutkan pada bagian akhir akta ini. 3. Saham-saham yang masih dalam simpanan akan dikeluarkan oleh Perseroan menurut keperluan modal Perseroan, dengan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham. 4. Para pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham, mempunyai hak terlebih dahulu untuk mengambil bagian atas saham yang hendak dikeluarkan dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari sejak tanggal penawaran dilakukan dan masing-masing pemegang saham berhak mengambil bagian seimbang dengan jumlah saham yang mereka miliki (proporsional) baik terhadap saham yang menjadi bagiannya maupun terhadap sisa saham yang tidak diambil oleh pemegang saham lainnya. Apabila setelah lewat jangka waktu penawaran 14 (empat belas) hari tersebut, ternyata masih ada sisa saham yang belum diambil bagian maka Direksi berhak menawarkan sisa saham tersebut kepada pihak ketiga. S A H A M Pasal 5 1. Semua saham yang dikeluarkan oleh Perseroan adalah saham atas nama. 2. Perseroan hanya mengakui seorang atau 1 (satu) badan hukum sebagai pemilik dari 1 (satu) saham, yaitu orang atau badan hukum yang namanya tercatat sebagai pemilik saham yang bersangkutan dalam Perseroan. 3. Bukti pemilikan saham dapat berupa surat saham. 4. Dalam hal Perseroan tidak menerbitkan surat saham, pemilikan saham dapat dibuktikan dengan surat keterangan atau catatan yang dikeluarkan oleh Perseroan dan ditandatangani oleh anggota Direksi yang berhak mewakili Direksi berdasarkan ketentuan dalam Anggaran Dasar ini. 288
313 5. Apabila dikeluarkan surat saham, maka untuk setiap surat saham diberi sehelai surat saham. 6. Surat kolektif saham dapat dikeluarkan sebagai bukti pemilikan 2 (dua) atau lebih saham yang dimilki oleh seorang pemegang saham. 7. Pada surat saham sekurang-kurangnya harus dicantumkan: a. nama dan alamat pemegang saham; b. nomor surat saham; c. nilai nominal saham; d. tanggal pengeluaran surat saham. 8. Pada surat kolektif saham sekurang-kurangnya harus dicantumkan: a. nama dan alamat pemegang saham; b. nomor surat kolektif saham; c. nomor surat saham dan jumlah saham; d. nilai nominal saham dan jumlah nominal saham; e. tanggal pengeluaran surat kolektif saham. 9. Surat saham dan surat kolektif saham harus ditandatangani oleh anggota Direksi yang berhak mewakili Direksi berdasarkan ketentuan dalam Anggaran Dasar ini bersama-sama dengan Presiden Komisaris Perseroan. PENGGANTI SURAT SAHAM Pasal 6 1. Apabila surat saham rusak atau tidak dapat dipakai lagi, maka atas permintaan tertulis mereka yang berkepentingan, Direksi akan mengeluarkan surat saham pengganti, setelah surat saham yang rusak atau tidak dapat dipakai tersebut diserahkan kembali kepada Direksi. 2. Surat saham sebagaimana dimaksud pada ayat 1 harus dimusnahkan dan dibuat berita acara oleh Direksi untuk dilaporkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham berikutnya. 3. Apabila surat saham hilang, maka atas permintaan tertulis mereka yang berkepentingan, Direksi akan mengeluarkan surat saham pengganti, setelah menurut pendapat Direksi kehilangan tersebut cukup dibuktikan dan dengan jaminan yang dipandang perlu oleh Direksi untuk tiap peristiwa yang khusus. 4. Setelah surat saham pengganti dikeluarkan, surat saham yang dinyatakan hilang tersebut tidak berlaku lagi terhadap Perseroan. 5. Semua biaya yang berhubungan dengan pengeluaran surat saham pengganti, ditanggung oleh pemegang saham yang berkepentingan. 6. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat 1, ayat 2, ayat 3, ayat 4 dan ayat 5 mutatismutandis berlaku bagi pengeluaran surat kolektif saham pengganti. PEMINDAHAN HAK ATAS SAHAM Pasal 7 1. Pemindahan hak atas saham harus berdasarkan akta pemindahan hak yang dtandatangani oleh yang memindahkan dan yang menerima pemindahan atau kuasanya yang sah. 2. Pemindahan hak atas saham, gadai saham atau pengagunan atas saham hanya diperkenankan dengan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham, kecuali pemindahan hak atau pengagunan atas saham-saham kepada pemegang saham lainnya atau dalam hal pemindahan hak atas saham yang disebabkan oleh peralihan hak karena hukum sesuai dengan ketentuan Undangundang tentang Perseroan Terbatas dan ketentuan hukum lainnya yang berlaku. 289
314 Pemegang saham yang hendak memindahkan hak atas saham, menggadaikan saham atau mengagunkan saham, harus mengajukan permohonan secara tertulis kepada Direksi perihal penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham tersebut. 3. Pemindahan hak atas saham harus mendapat persetujuan dari instansi yang berwenang, apabila peraturan perundang-undangan mensyaratkan hal tersebut. 4. Seorang pemegang saham (selanjutnya disebut Pihak Yang Menawarkan") yang bermaksud untuk menjual atau memindahkan baik seluruhnya atau sebagian hak atas saham Perseroan (selanjutnya disebut Saham ) harus mengajukan pemberitahuan secara tertulis (selanjutnya disebut Pemberitahuan Penjualan ) tentang maksudnya kepada pemegang saham yang lain (selanjutnya disebut "Pihak Yang Ditawari ) dan kepada Direksi, dimana dalam Pemberitahuan Penjualan tersebut harus dicantumkan harga yang ditawarkan dan persyaratan lain dari penjualan Saham tersebut. Dalam Pemberitahuan Penjualan tersebut harus ditentukan mengenai alokasi Saham kepada masing-masing Pihak Yang Ditawari (selanjutnya disebut Alokasi ). Alokasi harus ditentukan secara proposional dengan jumlah saham dalam Perseroan yang dimiliki oleh masing-masing Pihak Yang Ditawari pada tanggal Pemberitahuan Penjualan. 5. Dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal Pemberitahuan Penjualan, Pihak Yang Ditawari memiliki hak untuk membeli saham yang ditawarkan kepadanya dengan cara memberikan pemberitahuan secara tertulis kepada Pihak Yang Menawarkan dan Direksi mengenai maksud dari Pihak Yang Ditawari untuk membeli Saham yang ditawarkan kepadanya dengan harga dan ketentuan sebagaimana ditentukan dalam Pemberitahuan Penjualan. Apabila dengan berakhirnya jangka waktu 30 (tiga puluh) hari tersebut, Pihak Yang Ditawari gagal atau tidak memberitahukan mengenai niatnya untuk membeli Saham yang ditawarkan kepadanya, maka Pihak Yang Ditawari dianggap telah menolak untuk melaksanakan haknya (selanjutnya disebut Pihak Yang Menolak ). 6. Apabila Pihak Yang Ditawari gagal untuk melaksanakan hak-haknya untuk membeli Saham yang ditawarkan kepadanya atau ada bagian dari Saham yang ditawarkan yang tidak dibeli oleh Pihak Yang Menerima Penawaran, maka dalam jangka waktu 5 (lima) hari setelah berakhirnya jangka waktu 30 (tiga puluh) hari tersebut diatas, Rapat Umum Pemegang Saham harus diselenggarakan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar dan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku, dimana dalam Rapat Umum Pemegang Saham tersebut akan diputuskan mengenai: a. Persetujuan atas pengalihan hak atas Saham kepada pihak pembeli yang diusulkan oleh Pihak Yang Menawarkan; atau b. Menolak untuk menyetujui pengalihan hak atas Saham kepada pihak pembeli yang diusulkan oleh Pihak Yang Menawarkan; atau c. Penunjukan pihak lain sebagai pihak yang akan membeli Saham dengan harga dan ketentuan yang tidak lebih menguntungkan dari yang telah dicantumkan dalam Pemberitahuan Penjualan; dan pengalihan hak atas Saham sebagaimana disetujui diatas harus dilaksanakan dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal persetujuan atau penunjukkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham sebagaimana dimaksud diatas. 7. Apabila dalam hal telah lewatnya jangka waktu 30 (tiga puluh) hari sebagaimana dimaksud diatas, Rapat Umum Pemegang Saham tidak mengambil suatu keputusan untuk menyetujui pengalihan hak atas Saham tersebut atau tidak menunjuk suatu pihak sebagai pihak yang akan membeli Saham, maka pengalihan hak atas Saham kepada pihak yang diusulkan oleh Pihak Yang Menawarkan dianggap telah disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham. Pengalihan hak atas Saham dalam hal yang terakhir ini harus selesai dilakukan dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal persetujuan diberikan. 290
315 Setelah berakhirnya jangka waktu 30 (tiga puluh) hari terakhir, ketentuan dalam Pasal ini akan berlaku sepenuhnya terhadap setiap pengalihan Saham oleh Pihak Yang Menawarkan. 8. Dengan tetap memberhentikan ketentuan sebagaimana dimaksud di atas, dalam hal satu atau lebih pemegang saham yang bermaksud untuk mengalihkan hak atas saham Perseroan yang dimilikinya kepada pihak afiliasinya atau anak perusahaannya, maka pengalihan hak atas saham tersebut tidak tunduk pada ketentuan sebagaimana dimaksud di atas dan masing-masing pemegang saham Perseroan tidak boleh menolak untuk menyetujui pengalihan hak atas saham tersebut tanpa ada alasan yang wajar, dengan ketentuan pihak afiliasi atau anak perusahaan yang dimaksud akan merupakan pesaing atau kompetitor dari pemegang saham lain dalam kegiatan usaha utamanya. 9. Pemindahan hak atas saham hanya akan diperbolehkan apabila semua ketentuan dalam Anggaran Dasar telah dipenuhi. 10. Mulai dari hari panggilan Rapat Umum Pemegang Saham sampai dengan saat penutupan Rapat Umum Pemegang Saham, pemindahan hak atas saham tidak diperkenankan. RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM Pasal 8 1. Rapat Umum Pemegang Saham yang selanjutnya disebut RUPS adalah: a. RUPS Tahunan; b. RUPS lainnya (selanjutnya disebut RUPS Luar Biasa ). 2. Istilah RUPS dalam Anggaran Dasar ini berarti keduanya, yaitu RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa, kecuali dengan tegas ditentukan lain. 3. Dalam RUPS Tahunan: a. Direksi menyampaikan: - Laporan Tahunan yang telah ditelaah oleh Dewan Komisaris untuk mendapat persetujuan RUPS Tahunan; - Laporan Keuangan untuk mendapat pengesahan RUPS Tahunan; b. Ditetapkan penggunaan laba, jika Perseroan mempunyai saldo laba yang positif; dan c. Diputuskan mata acara RUPS lainnya yang telah diajukan sebagaimana mestinya dengan memperhatikan ketentuan Anggaran Dasar. 4. Persetujuan Laporan Tahunan dan pengesahan Laporan Keuangan oleh RUPS Tahunan berarti memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada anggota Direksi atas tindakan pengurusan dan Dewan Komisaris atas tindakan pengawasan yang telah dijalankan selama tahun buku yang lalu, sejauh tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan. 5. RUPS Luar Biasa dapat diselenggarakan sewaktu-waktu berdasarkan kebutuhan untuk membicarakan dan memutuskan mata acara rapat kecuali mata acara rapat yang dimaksud pada ayat 3 huruf a dan huruf b, dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan serta Anggaran Dasar. TEMPAT, PEMANGGILAN DAN PIMPINAN RUPS Pasal 9 1. RUPS diadakan di tempat kedudukan Perseroan atau di tempat Perseroan melakukan kegiatan usahanya yang utama. 2. RUPS diselenggarakan dengan melakukan pemanggilan terlebih dahulu kepada para pemegang saham dengan surat tercatat dan/atau dengan iklan dalam surat kabar. 3. Pemanggilan RUPS dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari sebelum tanggal RUPS diadakan dengan tidak memperhitungkan tanggal pemanggilan dan tanggal RUPS diadakan. 291
316 4. RUPS dipimpin oleh Presiden Direktur, dalam hal Presiden Direktur tidak hadir atau berhalangan karena sebab apapun hal mana tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga, rapat dipimpin oleh salah seorang anggota Direksi, dalam hal semua anggota Direksi tidak hadir atau berhalangan karena sebab apapun hal mana tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga, rapat dipimpin oleh Presiden Komisaris, dan dalam hal Presiden Komisaris tidak hadir atau berhalangan karena sebab apapun hal mana tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga, rapat dipimpin oleh salah seorang anggota Dewan Komisaris, dalam hal semua anggota Dewan Komisaris tidak hadir atau berhalangan karena sebab apapun hal mana tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga, maka rapat dipimpin oleh seorang yang dipilih oleh dan dari antara mereka yang hadir dalam rapat. KUORUM, HAK SUARA DAN KEPUTUSAN RUPS Pasal a. RUPS dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara, kecuali apabila ditentukan lain dalam Anggaran Dasar ini. b. Dalam hal kuorum sebagaimana dimaksud dalam ayat 1.a diatas tidak tercapai, maka dapat diadakan pemanggilan rapat kedua. c. Undangan rapat kedua sebagaimana dimaksud dalam ayat 1.b dikirim selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum tanggal RUPS, tidak termasuk tanggal undangan rapat dan tanggal rapat. d. RUPS kedua diadakan dalam waktu paling cepat 10 (sepuluh) hari dan selambat-lambatnya 21 (dua puluh satu) hari sejak tanggal rapat pertama dengan syarat dan acara yang sama, tanpa mengesampingkan undangan rapat sebagaimana dimaksud dalam ayat 1.c dan kuorum rapat sebagaimana dimaksud dalam ayat 1e. e. RUPS kedua adalah sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat apabila dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili tidak kurang dari ½ (satu per dua) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara. f. Dalam hal kuorum rapat kedua tidak tercapai, maka atas permohonan Perseroan, kuorum rapat ketiga ditetapkan oleh Ketua Pengadilan Negeri yang wilayahnya meliputi tempat kedudukan Perseroan. 2. Pemungutan suara mengenai diri orang dilakukan dengan surat tertutup yang tidak ditandatangani dan mengenai hal lain secara lisan, kecuali apabila ketua RUPS menentukan lain tanpa ada keberatan dari pemegang saham yang hadir dalam RUPS. 3. Suara blanko atau suara yang tidak sah dianggap tidak ada dan tidak dihitung dalam menentukan jumlah suara yang dikeluarkan dalam RUPS. 4. RUPS dapat mengambil keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat atau berdasarkan suara setuju dari jumlah suara yang dikeluarkan dalam RUPS sebagaimana ditentukan dalam Undang-Undang tentang Perseroan Terbatas. 5. Pemegang saham dapat juga mengambil keputusan yang sah dan mengikat di luar RUPS atau tanpa mengadakan RUPS, dengan syarat semua pemegang saham dengan hak suara memberikan persetujuan mengenai usul yang diajukan secara tertulis dengan menandatangani persetujuan tersebut. DIREKSI Pasal Perseroan diurus dan dipimpin oleh Direksi yang sedikitnya terdiri dari 5 (lima) orang anggota Direksi, salah satu diantaranya diangkat sebagai Presiden Direktur. Presiden Direktur dan 2 (dua) orang anggota Direksi lainnya diangkat dari calon yang diajukan oleh PT. Sedaya Multi Investama, sedangkan 2 (dua) orang Direksi lainnya diangkat dari calon yang diajukan oleh Marubeni Corporation. 292
317 2. Para Anggota Direksi diangkat oleh RUPS masing-masing untuk jangka waktu terhitung sejak tanggal RUPS yang menyetujui pengangkatan mereka tersebut sampai dengan ditutupnya RUPS Tahunan kedua yang diadakan setelah tanggal pengangkatan tersebut, dengan tidak mengurangi hak RUPS untuk memberhentikan mereka sewaktu-waktu. Anggota Direksi yang telah berakhir masa jabatannya dapat diangkat kembali. 3. Apabila oleh suatu sebab apapun jabatan seorang atau lebih atau semua anggota Direksi lowong, maka dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari sejak terjadi lowongan harus diselenggarakan RUPS, untuk mengisi lowongan itu dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan dan Anggaran Dasar. Seorang yang diangkat untuk menggantikan anggota Direksi atau untuk mengisi lowongan karena sebab lain, harus diangkat untuk jangka waktu yang merupakan sisa masa jabatan anggota Direksi yang digantikannya. Seorang yang diangkat sebagai tambahan anggota Direksi yang ada, harus diangkat untuk jangka waktu yang merupakan sisa masa jabatan anggota Direksi lain yang masih menjabat. 4. Apabila oleh suatu sebab apapun juga semua jabatan anggota Direksi lowong, untuk sementara Perseroan diurus oleh anggota Dewan Komisaris yang ditunjuk oleh Rapat Dewan Komisaris. 5. Anggota Direksi berhak mengundurkan diri dari jabatannya dengan pemberitahuan secara tertulis kepada Perseroan sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal pengunduran dirinya. 6. Jabatan anggota Direksi berakhir, apabila: a. mengundurkan diri sesuai ketentuan ayat 5; b. tidak lagi memenuhi persyaratan peraturan perundang-undangan; c. meninggal dunia; d. diberhentikan berdasarkan keputusan RUPS. TUGAS DAN WEWENANG DIREKSI Pasal Direksi menjalankan pengurusan Perseroan untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan. 2. Direksi berhak mewakili Perseroan di dalam dan di luar pengadilan tentang segala hal dan dalam segala kejadian, mengikat Perseroan dengan pihak lain dan pihak lain dengan Perseroan, serta menjalankan segala tindakan, baik yang mengenai kepengurusan maupun kepemilikan, akan tetapi dengan pembatasan sebagai berikut: a. Direksi dalam melaksanakan tindakan hukum dibawah ini harus terlebih dahulu memperoleh persetujuan secara tertulis dari Dewan Komisaris: i. Untuk memberikan jaminan (guaranteee), idemnifikasi (indemnity), penjaminan (suretyship) atau menimbulkan hutang atau kewajiban finansial serupa lainnya (atau hak tanggungan, hipotik, gadai atau jaminan hutang dalam bentuk lainnya), kecuali hutang dagang biasa atau hutang atau kewajiban finansial yang timbul dari kegiatan usaha sehari-hari, dengan nilai lebih dari US$200,000 (dua ratus ribu Dolar Amerika Serikat) atau nilai yang ekuivalen apabila dikonversi kedalam mata uang lain dengan menggunakan kurs yang berlaku, dimana nilai tersebut dapat disesuaikan oleh Dewan komisaris dari waktu ke waktu; ii. Untuk menjual, menyewakan, memindahkan, menukar, menghapusbukukan atau dengan cara lain mengalihkan aset Perseroan (bukan dalam rangka kegiatan usaha Perseroan sehari-hari) dengan nilai lebih dari USD (dua ratus ribu Dolar Amerika Serikat) atau nilai yang ekuivalen apabila di konversi kedalam mata uang lain dengan menggunakan kurs yang berlaku, dimana nilai tersebut dapat disesuaikan oleh Dewan Komisaris dari waktu ke waktu, tetapi tidak lebih dari setengah dari total nilai aset Perseroan, baik dalam satu transaksi atau dalam beberapa transaksi yang berhubungan; 293
318 iii. Untuk memberikan pinjaman atau menerima pinjaman (tidak termasuk transaksi dalam kegiatan usaha sehari-hari) dan untuk menghapusbukukan pinjaman yang diterima atau pinjaman yang diberikan oleh Perseroan; iv. Untuk menandatangani perjanjian karyawan, konsultasi atau perjanjian lain atau komitmen untuk membayar kompensasi atas jasa yang diberikan dengan nilai keseluruhan dalam tiap tahun melebihi USD (dua ratus ribu Dolar Amerika Serikat) atau nilai yang ekuivalen apabila dikonversi ke dalam mata uang lain dengan menggunakan kurs yang berlaku, dimana nilai tersebut dapat disesuaikan oleh Dewan Komisaris dari waktu ke waktu; v. Kecuali telah disetujui dalam anggaran tahunan, untuk menandatangani kontrak atau komitmen dengan nilai lebih dari USD (dua ratus ribu Dolar Amerika Serikat) atau nilai yang ekuivalen apabila dikonversi kedalam mata uang lain dengan menggunakan kurs yang berlaku, dimana nilai tersebut dapat disesuaikan oleh Dewan Komisaris dari waktu ke waktu (baik dalam satu kontrak atau komitmen atau dalam beberapa kontrak atau komitmen yang berhubungan). b. Direksi dalam melaksanakan tindakan hukum di bawah ini harus terlebih dahulu memperoleh persetujuan dari RUPS yang dihadiri oleh dari pemegang saham yang memegang lebih dari 50% (lima puluh persen) dari seluruh saham yang dikeluarkan oleh Perseroan dengan hak suara dan keputusannya harus disetujui oleh lebih dari 50% (lima puluh persen) dari jumlah seluruh suara yang dikeluarkan dalam RUPS tersebut: i. untuk menunjuk dan memberhentikan Akuntan Publik yang bertindak sebagai auditor Perseroan; ii. untuk menerbitkan dan menyetujui Laporan Keuangan; iii. untuk menyetujui Laporan Tahunan; iv. untuk menentukan penggunaan dari penghasilan bersih Perseroan. c. Direksi dalam melaksanakan tindakan hukum di bawah ini harus terlebih dahulu memperoleh persetujuan dari RUPS yang dihadiri oleh pemegang saham yang memegang tidak kurang dari 75% (tujuh puluh lima persen) dari seluruh saham yang dikeluarkan oleh Perseroan dengan hak suara, dengan ketentuan bahwa baik PT Sedaya Multi Investama dan Marubeni Corporation harus diwakili dalam RUPS tersebut, dan keputusannya harus disetujui oleh lebih dari 75% (tujuh puluh lima persen) dari seluruh suara yang dikeluarkan dalam RUPS tersebut: i. untuk menerbitkan waran atau hak untuk mengambil bagian dalam saham yang dikeluarkan oleh Perseroan, untuk melakukan transaksi yang berhubungan dengan penerbitan instrumen hutang atau hak yang dapat dikonversi atau ditukarkan dengan saham yang dikeluarkan oleh Perseroan; ii. untuk mencatatkan saham Perseroan dalam bursa efek atau untuk melaksanakan transaksi yang berhubungan dengan penerbitan instrumen hutang atau efek yang bersifat ekuitas untuk ditawarkan kepada masyarakat; iii. untuk mengeluarkan saham dalam simpanan Perseroan; iv. untuk menyetujui anggaran tahunan dan rencana kerja tahunan (business plan) Perseroan; v. untuk memperoleh saham atau hak dan kepentingan lain dalam badan usaha lain; vi. untuk memindahkan atau dengan cara lain mengalihkan atau menjaminkan seluruh atau sebagian besar aset Perseroan dalam satu tahun buku, baik dalam satu transaksi atau beberapa transaksi yang berdiri sendiri ataupun yang berkaitan satu sama lain; vii. untuk menyatakan dan mengajukan permohonan kepailitan atau pembubaran Perseroan; viii. untuk melakukan merger atau konsolidasi dengan perusahaan lain. 3. a. Presiden Direktur berhak dan berwenang bertindak untuk dan atas nama Direksi serta mewakili Perseroan; b. Dalam hal Presiden Direktur tidak hadir atau berhalangan karena sebab apapun juga, hal mana yang tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga, maka 2 (dua) orang anggota Direksi yang lainnya dari calon yang diajukan oleh PT Sedaya Multi Investama berhak dan berwenang bertindak untuk dan atas nama Direksi serta mewakili Perseroan. 294
319 RAPAT DIREKSI Pasal Penyelenggaraan Rapat Direksi dapat dilakukan setiap waktu apabila dipandang perlu: a. oleh seorang atau lebih anggota Direksi; b. atas permintaan tertulis dari seorang atau lebih anggota Dewan Komisaris; atau c. atas permintaan tertulis 1 (satu) orang atau lebih pemegang saham yang bersama-sama mewakili 1/10 (satu per sepuluh) bagian atau lebih dari jumlah seluruh saham dengan hak suara. 2. Panggilan Rapat Direksi dilakukan oleh anggota Direksi yang berhak bertindak untuk dan atas nama Direksi menurut ketentuan Pasal 12 ayat 3 Anggaran Dasar ini. 3. Panggilan Rapat Direksi disampaikan dengan surat tercatat, dengan jasa kurir, dengan telefax atau dengan surat disampaikan langsung kepada setiap anggota Direksi dengan mendapat tanda terima paling lambat 14 (empat belas) hari sebelum rapat diadakan, dengan tidak memperhitungkan tanggal panggilan dan tanggal rapat. 4. Panggilan rapat itu harus mencantumkan acara, tanggal, waktu dan tempat rapat. 5. Rapat Direksi diadakan di tempat kedudukan Perseroan atau tempat kegiatan usaha Perseroan. Apabila semua anggota Direksi hadir atau diwakili, panggilan terlebih dahulu tersebut tidak disyaratkan dan Rapat Direksi dapat diadakan dimanapun juga dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat. 6. Rapat Direksi dipimpin oleh Presiden Direktur, dalam hal Presiden Direktur tidak dapat hadir atau berhalangan hal mana tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga, maka Rapat Direksi akan dipimpin oleh seorang anggota Direksi yang dipilih oleh dan dari antara anggota Direksi yang hadir. 7. Seorang anggota Direksi dapat diwakili dalam Rapat Direksi hanya oleh anggota Direksi lainnya berdasarkan surat kuasa. 8. Rapat Direksi adalah sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat apabila sedikitnya 3 (tiga) orang anggota Direksi hadir atau diwakili dalam rapat. 9. Keputusan Rapat Direksi harus diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Apabila tidak tercapai maka keputusan diambil dengan pemungutan suara berdasarkan suara setuju lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah suara yang sah yang dikeluarkan dalam rapat. 10. Apabila suara setuju dan yang tidak setuju berimbang, Ketua Rapat Direksi yang akan menentukan. 11. a. Setiap anggota Direksi yang hadir berhak mengeluarkan 1 (satu) suara dan tambahan 1 (satu) suara untuk setiap anggota Direksi lain yang diwakilinya; b. Pemungutan suara mengenai diri orang dilakukan dengan surat suara tertutup tanpa tanda tangan, sedangkan pemungutan suara mengenai hal-hal lain dilakukan secara lisan, kecuali Ketua Rapat menentukan lain tanpa ada keberatan dari yang hadir; c. Suara blanko dan suara yang tidak sah dianggap tidak dikeluarkan secara sah dan dianggap tidak ada serta tidak dihitung dalam menentukan jumlah suara yang dikeluarkan. 12. Anggota Direksi juga bisa berpartisipasi dalam Rapat Direksi melalui media telekonferensi, video konferensi, atau sarana media elektronik lainnya, dimana semua orang berpartisipasi dalam rapat tersebut dapat mendengar dan didengar oleh peserta lainnya, tanpa ada keharusan untuk menghadiri secara fisik dalam rapat tersebut, dan anggota Direksi yang berpartisipasi dalam rapat dengan cara tersebut harus dianggap hadir dalam Rapat Direksi. 295
320 Kuorum kehadiran untuk rapat semacam itu adalah partisipasi penuh dari seluruh anggota Direksi selama rapat berlangsung. Semua keputusan Direksi yang diambil dengan cara tersebut di atas harus dianggap sah dan efektif seperti halnya keputusan Direksi yang diambil secara sah dalam suatu Rapat Direksi yang dilakukan dan dihadiri secara sah. Rapat Direksi melalui media telekonferensi, video konferensi, atau sarana media elektronik lainnya sebagaimana dimaksud di atas dianggap diselenggarakan pada tempat yang disetujui oleh anggota Direksi yang menghadiri rapat, dengan ketentuan sedikitnya 1 (satu) orang anggota Direksi harus hadir dan berada di tempat tersebut selama rapat berlangsung. 13. Dari segala hal yang dibicarakan dan diputuskan dalam Rapat Direksi dibuat dalam Berita Acara Rapat. Berita Acara Rapat tersebut harus dibuat oleh seorang yang hadir dalam rapat yang ditunjuk oleh Ketua Rapat dan kemudian harus ditandatangani oleh seluruh anggota Direksi yang menghadiri guna memastikan kelengkapan dan kebenaran Berita Acara Rapat tersebut. Berita Acara Rapat tersebut menjadi bukti yang sah terhadap semua anggota Direksi dan pihak ketiga tentang keputusan dan segala sesuatu yang terjadi dalam rapat. Apabila Berita Acara Rapat dibuat oleh Notaris, penandatanganan tersebut tidak disyaratkan. 14. Direksi dapat juga mengambil keputusan yang sah dan mengikat di luar Rapat Direksi atau tanpa mengadakan Rapat Direksi, dengan syarat semua anggota Direksi memberikan persetujuan mengenai usul yang diajukan secara tertulis dengan menandatangani persetujuan tersebut. DEWAN KOMISARIS Pasal Dewan Komisaris terdiri dari 3 (tiga) anggota, salah satu diantaranya diangkat sebagai Presiden Komisaris. Presiden Komisaris dan 1 (satu) orang anggota Dewan Komisaris lainnya diangkat dari calon yang diajukan olehpt Sedaya Multi Investama, sedangkan 1 (satu) orang anggota Dewan Komisaris lainnya diangkat dari calon yang diajukan oleh Marubeni Corporation. Selain anggota Dewan Komisaris sebagaimana dimaksudkan di atas, Rapat Umum Pemegang Saham dapat pula mengangkat satu atau lebih komisaris independen apabila dipersyaratkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2. Para anggota Dewan Komisaris diangkat oleh RUPS masing-masing untuk jangka waktu terhitung sejak tanggal RUPS yang menyetujui pengangkatan mereka tersebut sampai dengan ditutupnya RUPS Tahunan kedua yang diadakan setelah tanggal pengangkatan tersebut, dengan tidak mengurangi hak RUPS untuk memberhentikan mereka sewaktu-waktu. Anggota Dewan Komisaris yang telah berakhir masa jabatannya dapat diangkat kembali. 3. Apabila oleh suatu sebab jabatan anggota Dewan Komisaris lowong, maka dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari setelah terjadinya lowongan, harus diselenggarakan RUPS untuk mengisi lowongan itu. Masa jabatan dari anggota Dewan Komisaris yang diitunjuk untuk mengisi lowongan tersebut adalah meneruskan masa jabatan dari anggota Dewan Komisaris yang digantikannya. 4. Seorang angota Dewan Komisaris berhak mengundurkan diri dari jabatannya dengan memberitahukan secara tertulis mengenai maksud tersebut kepada Perseroan sekurangnyakurangnya 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal pengunduran dirinya. 5. Jabatan anggota Dewan Komisaris berakhir apabila: a. mengundurkan diri sesuai dengan ketentuan ayat 4; b. tidak lagi memenuhi persyaratan perundang-undangan yang berlaku; c. meninggal dunia; d. diberhentikan berdasarkan keputusan RUPS. 296
321 TUGAS DAN WEWENANG DEWAN KOMISARIS Pasal Dewan Komisaris melakukan pengawasan atas kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan pada umumnya, baik mengenai Perseroan maupun usaha Perseroan, serta memberikan nasihat kepada Direksi. 2. Dewan Komisaris baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama setiap waktu dalam jam kantor Perseroan berhak memasuki bangunan dan halaman atau tempat lain yang dipergunakan atau dikuasai oleh Perseroan dan berhak memeriksa semua pembukuan, surat dan alat bukti lainnya, memeriksa dan mencocokan keadaan uang kas dan lain-lain serta berhak untuk mengetahui segala tindakan yang telah dijalankan oleh Direksi. 3. Direksi dan setiap anggota Direksi wajib untuk memberikan penjelasan tentang segala hal yang ditanyakan oleh Dewan Komisaris. 4. Apabila seluruh anggota Direksi diberhentikan sementara dan Perseroan tidak mempunyai seorangpun anggota Direksi maka untuk sementara Dewan Komisaris diwajibkan untuk mengurus Perseroan. Dalam hal demikian Dewan Komisaris berhak untuk memberikan kekuasaan sementara kepada seorang atau lebih diantara anggota Dewan Komisaris atas tanggungan Dewan Komisaris. 5. Dalam hal hanya ada seorang anggota Dewan Komisaris, segala tugas dan wewenangnya yang diberikan kepada Presiden Komisaris atau anggota Dewan Komisaris dalam Anggaran Dasar ini berlaku pula baginya. RAPAT DEWAN KOMISARIS Pasal Penyelenggaraan Rapat Dewan Komisaris dapat dilakukan setiap waktu apabila dipandang perlu: a. oleh seorang atau lebih anggota Dewan Komisaris; b. atas permintaan tertulis dari seorang atau lebih anggota Direksi; atau c. atas permintaan tertulis dari 1 (satu) orang atau lebih pemegang saham yang bersama-sama mewakili 1/10 (satu per sepuluh) bagian atau lebih dari jumlah seluruh saham dengan hak suara. 2. Panggilan Rapat Dewan Komisaris dilakukan oleh Presiden Komisaris atau oleh seorang anggota Dewan Komisaris. 3. Panggilan Rapat Dewan Komisaris disampaikan dengan surat tercatat, dengan jasa kurir, dengan telefax atau dengan surat yang disampaikan langsung kepada setiap angota Dewan Komisaris dengan mendapat tanda terima paling lambat 14 (empat belas) hari sebelum rapat diadakan, dengan tidak memperhitungkan tanggal panggilan dan tanggal rapat. 4. Panggilan rapat itu harus mencantumkan acara, tanggal, waktu dan tempat rapat. 5. Rapat Dewan Komisaris diadakan ditempat kedudukan Perseroan atau tempat kegiatan usaha Perseroan. Apabila semua anggota Dewan Komisaris hadir atau diwakili, panggilan terlebih dahulu tersebut tidak disyaratkan dan Rapat Dewan Komisaris dapat diadakan dimanapun juga dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat. 6. Rapat Dewan Komisaris dipimpin oleh Presiden Komisaris, dalam hal Presiden Komisaris tidak dapat hadir atau berhalangan hal mana tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga, maka Rapat Dewan Komisaris dipimpin oleh seorang anggota Dewan Komisaris yang dipilih oleh dan dari antara anggota Dewan Komisaris yang hadir. 297
322 7. Seorang anggota Dewan Komisaris dapat diwakili dalam Rapat Dewan Komisaris hanya oleh anggota Dewan Komisaris lainnya berdasarkan surat kuasa. 8. Rapat Dewan Komisaris adalah sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat apabila lebih dari ½ (satu per dua) dari total anggota Dewan Komisaris hadir atau diwakili dalam rapat. 9. Keputusan Rapat Dewan Komisaris harus diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Dalam hal keputusan berdasarkan musyawarah mufakat tidak tercapai maka keputusan diambil dengan pemungutan suara berdasarkan suara setuju lebih dari ½ (satu per dua) dari jumlah suara yang sah yang dikeluarkan dalam rapat, dengan ketentuan bahwa keputusan tersebut harus disetujui oleh setidak-tidaknya 1 (satu) anggota Dewan Komisaris yang dinominasikan oleh PT Sedaya Multi Investama dan 1 (satu) anggota Dewan Komisaris yang dinominasikan oleh Marubeni Corporation. 10. Apabila suara setuju dan yang tidak setuju berimbang, Ketua Rapat Dewan Komisaris yang akan menentukan. 11. a. Setiap anggota Dewan Komisaris yang hadir berhak mengeluarkan 1 (satu) suara dan tambahan 1 (satu) suara untuk setiap anggota Dewan Komisaris lain yang diwakilinya; b. Pemungutan suara mengenai diri orang dilakukan dengan surat suara tertutup tanpa tanda tangan, sedangkan pemungutan suara mengenai hal-hal lain dilakukan secara lisan kecuali ketua rapat menentukan lain tanpa ada keberatan berdasarkan dari yang hadir; c. Suara blanko dan suara yang tidak sah dianggap tidak dikeluarkan secara sah dan dianggap tidak ada serta tidak dihitung dalam menentukan jumlah suara yang dikeluarkan. 12. Anggota Dewan Komisaris juga bisa berpartisipasi dalam Rapat Dewan Komisaris melalui media telekonferensi, video konferensi, atau sarana media elektronik lainnya, dimana semua orang berpartisipasi dalam rapat tersebut dapat mendengar dan didengar oleh peserta lainnya, tanpa ada keharusan untuk menghadiri secara fisik dalam rapat tersebut, dan anggota Dewan Komisaris yang berpartisipasi dalam rapat dengan cara tersebut harus dianggap hadir dalam Rapat Dewan Komisaris. Kuorum kehadiran untuk rapat semacam itu adalah partisipasi penuh dari seluruh anggota Dewan Komisaris selama rapat berlangsung. Semua keputusan Dewan Komisaris yang diambil dengan cara tersebut di atas harus dianggap sah dan efektif seperti halnya keputusan Dewan Komisaris yang diambil secara sah dalam suatu Rapat Dewan Komisaris yang dilakukan dan dihadiri secara sah. Rapat Dewan Komisaris melalui media telekonferensi, video konferensi, atau sarana media elektronik lainnya sebagaimana dimaksud di atas dianggap diselenggarakan pada tempat yang disetujui oleh anggota Dewan Komisaris yang menghadiri rapat, dengan ketentuan sedikitnya 1 (satu) orang anggota Dewan Komisaris harus hadir dan berada di tempat tersebut selama rapat berlangsung. 13. Dari segala hal yang dibicarakan dan diputuskan dalam Rapat Dewan Komisaris dibuat dalam Berita Acara Rapat. Berita Acara Rapat tersebut harus dibuat oleh seorang yang hadir dalam rapat yang ditunjuk oleh Ketua Rapat dan kemudian harus ditandatangani oleh seluruh anggota Dewan Komisaris yang menghadiri guna memastikan kelengkapan dan kebenaran Berita Acara Rapat tersebut. Berita Acara Rapat tersebut menjadi bukti yang sah terhadap semua anggota Dewan Komisaris dan pihak ketiga tentang keputusan dan segala sesuatu yang terjadi dalam rapat. Apabila Berita Acara Rapat dibuat oleh Notaris, penandatanganan tersebut tidak disyaratkan. 14. Dewan Komisaris dapat juga mengambil keputusan yang sah dan mengikat di luar Rapat Dewan Komisaris atau tanpa mengadakan Rapat Dewan Komisaris, dengan syarat semua anggota Dewan Komisaris memberikan persetujuan mengenai usul yang diajukan secara tertulis dengan menandatangani persetujuan tersebut. 298
323 RENCANA KERJA, TAHUN BUKU DAN LAPORAN TAHUNAN Pasal Direksi menyampaikan rencana kerja yang memuat juga anggaran tahunan Perseroan kepada RUPS untuk mendapat persetujuan, sebelum tahun buku dimulai. 2. Rencana kerja sebagaimana dimaksud pada ayat 1 harus disampaikan sebelum dimulainya tahun buku yang akan datang, dengan mengindahkan ketentuan lain dalam Anggaran Dasar ini. 3. Tahun buku Perseroan berjalan dari tanggal 1 (satu) Januari sampai dengan 31 (tiga puluh satu) Desember. Pada akhir bulan Desember tiap tahun, buku Perseroan ditutup. 4. Direksi menyusun Laporan Tahunan dan menyediakannya di kantor Perseroan untuk dapat diperiksa oleh para pemegang saham terhitung sejak tanggal panggilan RUPS Tahunan. PENGGUNAAN LABA DAN PEMBAGIAN DIVIDEN Pasal Laba bersih Perseroan dalam suatu tahun buku seperti tercantum dalam neraca dan perhitungan laba rugi yang telah disahkan oleh RUPS Tahunan dan merupakan saldo laba yang positif, dibagi menurut cara penggunaannya yang ditentukan oleh RUPS tersebut. 2. Apabila perhitungan laba rugi pada suatu tahun buku menunjukkan kerugian yang tidak dapat ditutup dengan dana cadangan, maka kerugian itu akan tetap dicatat dan dimasukkan dalam perhitungan laba rugi dan dalam tahun buku selanjutnya. Perseroan dianggap tidak mendapat laba selama kerugian yang tercatat dan dimasukkan dalam perhitungan laba rugi itu belum sama sekali tertutup. 3. Direksi berdasarkan keputusan Direksi dan dengan persetujuan Dewan Komisaris dapat membagikan dividen interim apabila keadaan keuangan Perseroan memungkinkan, dengan ketentuan bahwa dividen interim tersebut akan diperhitungkan dengan dividen yang akan dibagikan berdasarkan keputusan RUPS Tahunan berikutnya yang diambil sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar. 4. Dividen yang tidak diambil dalam waktu 5 (lima) tahun setelah disediakan untuk dibayarkan, dimasukkan dalam dana cadangan yang khusus diperuntukkan untuk itu. 5. Dividen dalam dana cadangan khusus tersebut dapat diambil oleh pemegang saham Perseroan yang berhak sebelum lewatnya jangka waktu 10 (sepuluh) tahun dengan menyampaikan bukti haknya atas dividen tersebut yang dapat diterima oleh Direksi Perseroan. 6. Dividen yang tidak diambil setelah lewat waktu tersebut menjadi milik Perseroan. PENGGUNAAN CADANGAN Pasal Penyisihan laba bersih untuk cadangan dilakukan sampai mencapai paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari jumlah modal ditempatkan dan disetor hanya boleh dipergunakan untuk menutup kerugian yang tidak dipenuhi oleh cadangan lain. 2. Apabila jumlah cadangan telah melebihi 20% (dua puluh persen), RUPS dapat memutuskan agar jumlah kelebihannya digunakan bagi keperluan Perseroan. 3. Cadangan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 yang belum dipergunakan untuk menutup kerugian dan kelebihan cadangan sebagaimana dimaksud pada ayat 2 yang penggunaannya belum ditentukan oleh RUPS harus dikelola oleh Direksi dengan cara yang tepat menurut pertimbangan Direksi, setelah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris dan memperhatikan peraturan perundang-undangan, agar memperoleh laba. 299
324 KETENTUAN PENUTUP Pasal 20 Segala sesuatu yang tidak atau belum cukup diatur dalam Anggaran Dasar ini, akan diputus dalam RUPS. a. Susunan pemegang saham Perseroan serta jumlah saham yang dimilikinya adalah sebagai berikut: i. PT. Sedaya Multi Investama, sebanyak ,00 (tiga ratus empat puluh empat juta sembilan ratus tiga puluh satu ribu empat puluh) saham atau tiga ratus empat puluh empat miliar sembilan ratus tiga puluh satu juta empat puluh ribu Rupiah.. ii. Marubeni Corporation, sebanyak (dua ratus satu juta dua ratus sembilan ribu tujuh ratus tujuh puluh empat) saham atau dua ratus satu miliar dua ratus sembilan juta tujuh ratus tujuh puluh empat ribu Rupiah iii. PT. Marubeni Indonesia, sebanyak (dua puluh delapan juta tujuh ratus empat puluh empat ribu dua ratus lima puluh tiga) saham atau dua puluh delapan miliar tujuh ratus empat puluh empat juta dua ratus lima puluh tiga ribu Rupiah. Rp ,00 Rp ,00 Rp ,00 Susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan yang terakhir dimuat dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham No. 101 tertanggal 26 April 2016,yang pemberitahuan atas perubahan Data Perseroan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat No. AHU-AH tertanggal 26 April 2016 didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU AH TAHUN 2016 Tanggal 26 April 2016 ( Akta No.101/2016 ), susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan adalah sebagai berikut: dibuat di hadapan Linda Herawati, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta Pusat, susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris Presiden Komisaris : Djoko Pranoto Santoso Komisaris : Diana Makmur Komisaris : Jiro Itai Komisaris Independen : Drs. H. Mohammad Husni, MM Komisaris Independen : Hardi Montana Direksi Presiden Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur : Bugie Laksmana : Andrijanto : Naga Sujady : Yasuaki Yoshino : Harly Setiabudi 300
325 XIX. PERSYARATAN PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI 1. PEMESANAN YANG BERHAK Perorangan Warga Negara Indonesia dan perorangan Warga Negara Asing dimanapun mereka bertempat tinggal, serta badan usaha atau lembaga Indonesia ataupun asing dimanapun mereka berkedudukan yang berhak membeli Obligasi sesuai dengan ketentuan-ketentuan yurisdiksi setempat. 2. PEMESAN PEMBELIAN OBLIGASI Pemesanan pembelian Obligasi harus dilakukan sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Prospektus. Formulir Pemesanan Pembelian Obligasi ( FPPO ) dapat diperoleh dari Penjamin Emisi Obligasi yang menjadi anggota BEI sebagaimana tercantum dalam Bab XXII Prospektus ini. Pemesanan pembelian Obligasi dilakukan dengan menggunakan FPPO asli yang dikeluarkan melalui Penjamin Emisi Obligasi yang dapat diperoleh pada alamat Penjamin Emisi Obligasi sebagaimana tercantum pada Bab XXII Prospektus ini. Pemesanan pembelian Obligasi yang dilakukan menyimpang dari ketentuan-ketentuan tersebut di atas tidak dilayani. Pemesanan pembelian yang telah diajukan tidak boleh dibatalkan oleh pemesan Obligasi. 3. JUMLAH MINIMUM PEMESANAN Pemesanan pembelian Obligasi harus dilakukan dalam jumlah sekurang-kurangnya satu satuan perdagangan yaitu Rp ,- (lima juta Rupiah) atau kelipatannya. 4. MASA PENAWARAN UMUM OBLIGASI Masa Penawaran Umum akan dimulai pada tanggal 3 Juni 2016 dan ditutup pada tanggal 6 Juni 2016 pukul WIB. 5. PENDAFTARAN OBLIGASI KE DALAM PENITIPAN KOLEKTIF Obligasi yang ditawarkan oleh Perseroan melalui Penawaran Umum ini telah didaftarkan kepada KSEI berdasarkan Perjanjian Tentang Pendaftaran Obligasi di KSEI antara Perseroan dengan KSEI ( Perjanjian Tentang Pendaftaran Obligasi di KSEI ). Dengan didaftarkannya Obligasi tersebut di KSEI, maka atas Obligasi ini berlaku ketentuan sebagai berikut: a. Perseroan tidak menerbitkan Obligasi dalam bentuk warkat kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan untuk didaftarkan atas nama KSEI untuk kepentingan Pemegang Obligasi. Obligasi akan diadministrasikan secara elektronik dalam Penitipan Kolektif di KSEI. Selanjutnya Obligasi hasil Penawaran Umum akan dikreditkan ke dalam Rekening Efek selambat-lambatnya pada Tanggal Emisi; b. KSEI akan menerbitkan Konfirmasi Tertulis kepada Perusahaan Efek atau Bank Kustodian sebagai tanda bukti pencatatan Obligasi dalam Rekening Efek di KSEI. Konfirmasi Tertulis tersebut merupakan bukti kepemilikan yang sah atas Obligasi yang tercatat dalam Rekening Efek; c. Pengalihan kepemilikan Obligasi dilakukan dengan pemindahbukuan antar Rekening Efek di KSEI, yang selanjutnya akan dikonfirmasikan oleh KSEI kepada Pemegang Rekening; d. Pemegang Obligasi yang tercatat dalam Rekening Efek merupakan Pemegang Obligasi yang berhak atas pembayaran Bunga Obligasi, pelunasan Pokok Obligasi, memberikan suara dalam RUPO (kecuali Obligasi yang dimiliki Perseroan dan/atau Anak Perusahaan dan/atau Perusahaan Afiliasi), serta hak-hak lainnya yang melekat pada Obligasi; e. Pembayaran Bunga Obligasi dan pelunasan jumlah pokok Obligasi akan dibayarkan oleh KSEI selaku Agen Pembayaran atas nama Perseroan kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening sesuai dengan jadwal pembayaran Bunga Obligasi maupun pelunasan Pokok Obligasi yang ditetapkan Perseroan dalam Perjanjian Perwaliamanatan dan Perjanjian Agen Pembayaran. Perseroan melaksanakan pembayaran Bunga Obligasi dan pelunasan Pokok Obligasi berdasarkan data kepemilikan Obligasi yang disampaikan oleh KSEI kepada Perseroan. Pemegang Obligasi yang berhak atas Bunga Obligasi adalah Pemegang Obligasi yang memiliki Obligasi pada 4 (empat) Hari Bursa sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi; 301
326 f. Pemegang Obligasi yang menghadiri RUPO adalah Pemegang Obligasi yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Rekening pada 3 (tiga) Hari Kerja sebelum tanggal penyelenggaraan RUPO, dan wajib memperlihatkan KTUR yang diterbitkan KSEI kepada Wali Amanat; g. Seluruh Obligasi yang disimpan di KSEI dibekukan sehingga Obligasi tersebut tidak dapat dialihkan/dipindahbukukan sejak 3 (tiga) Hari Kerja sebelum tanggal penyelenggaraan RUPO sampai dengan tanggal berakhirnya RUPO yang dibuktikan dengan adanya pemberitahuan dari Amanat atau setelah memperoleh persetujuan dari Wali Amanat, transaksi Obligasi yang penyelesaiannya jatuh pada tanggal-tanggal tersebut, ditunda penyelesaiannya sampai 1 (satu) Hari Kerja setelah tanggal pelaksanaan RUPO; h. Pihak-pihak yang hendak melakukan pemesanan pembelian Obligasi wajib membuka Rekening Efek di Perusahaan Efek atau Bank Kustodian yang telah menjadi Pemegang Rekening Efek di KSEI; 6. TEMPAT PENGAJUAN PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI Sebelum Masa Penawaran Umum ditutup, pemesan Obligasi harus melakukan pemesanan pembelian Obligasi selama jam kerja dengan mengajukan FPPO kepada Penjamin Emisi Obligasi atau Agen Penjualan yang ditunjuk, pada tempat dimana FPPO diperoleh. 7. BUKTI TANDA TERIMA PEMESANAN OBLIGASI Para Penjamin Emisi Obligasi atau Agen Penjualan yang menerima pengajuan pemesanan pembelian Obligasi akan menyerahkan kembali satu tembusan dari FPPO yang telah ditandatanganinya sebagai bukti tanda terima pemesanan pembelian Obligasi. Bukti tanda terima pemesanan pembelian Obligasi tersebut bukan merupakan jaminan dipenuhinya pesanan. 8. PENJATAHAN OBLIGASI Penjatahan akan dilakukan sesuai dengan Peraturan Bapepam No. IX.A.7(Lampiran Surat Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-691/BL/2011 tanggal 30 Desember 2011). Tanggal Penjatahan adalah tanggal 7 Juni 2016, dan penjatahan dilakukan pada pukul WIB. Setiap pihak dilarang baik langsung maupun tidak langsung untuk mengajukan lebih dari 1 (satu) pemesanan Efek untuk setiap Penawaran Umum. Dalam hal terjadi kelebihan pemesanan Efek dan terbukti bahwa Pihak tertentu mengajukan pemesanan Efek melalui lebih dari satu formulir pemesanan untuk setiap Penawaran Umum, baik secara langsung maupun tidak langsung, maka untuk tujuan penjatahan Manajer Penjatahan hanya dapat mengikutsertakan satu formulir pemesanan Efek yang pertama kali diajukan oleh pemesan yang bersangkutan. Penjamin Pelaksana Emisi Efek wajib menyerahkan laporan hasil Penawaran Umum kepada Otoritas Jasa Keuangan paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah tanggal penjatahan.manajer Penjatahan akan menyampaikan laporan hasil pemeriksaan akuntan kepada Otoritas Jasa Keuangan mengenai kewajaran dari pelaksanaan penjatahan dengan berpedoman kepada Peraturan Bapepam No. VIII.G.12 dan Peraturan Bapepam No. IX.A.7 paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah berakhirnya masa Penawaran Umum. 9. PEMBAYARAN PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI Setelah menerima pemberitahuan hasil penjatahan Obligasi, pemesan harus segera melaksanakan pembayaran yang dapat dilakukan secara tunai atau transfer yang ditujukan kepada Penjamin Emisi Obligasi yang bersangkutan atau kepada Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi pada rekening di bawah ini: Bank Cimb Niaga Cabang Graha Niaga No. Rekening Bank PT CIMB Securities Indonesia Bank Permata Cabang Sudirman No. Rekening Bank PT Danareksa Sekuritas DBS Bank Indonesia Cabang Jakarta, Mega Kuningan No. Rekening Bank PT DBS Vickers Securities Indonesia Bank Permata Cabang Sudirman, Jakarta No. Rekening Bank PT Indo Premier Securities Bank Permata Syariah Cabang Arteri Pondok Indah No. Rekening Bank PT Mandiri Sekuritas Bank Mandiri Cabang Bursa Efek Indonesia No. Rekening Bank PT MNC Securities Bank Permata Cabang Sudirman No. Rekening Bank PT RHBSecurities Indonesia 302
327 Jika pembayaran dilakukan dengan cek atau bilyet giro, maka cek dan bilyet giro yang bersangkutan harus dapat diuangkan atau ditunaikan dengan segera selambat-lambatnya tanggal 8 Juni 2016 pada rekening tersebut di atas. Semua biaya yang berkaitan dengan proses pembayaran merupakan beban pemesan. Pemesanan akan dibatalkan jika persyaratan tidak dipenuhi. 10. DISTRIBUSI OBLIGASI SECARA ELEKTRONIK Apabila Perseroan tidak dapat atau terlambat menerbitkan Sertifikat Jumbo Obligasi dan/atau memberi instruksi kepada KSEI untuk mengkreditkan Obligasi pada Rekening Efek Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi di KSEI maka Perseroan wajib membayar denda kepada Penjamin Emisi Obligasi sebesar 2% (dua persen) per bulan untuk setiap hari keterlambatan dari jumlah Obligasi yang tidak dapat didistribusikan kepada Pemegang Obligasi yang berhak. Segera setelah Obligasi dikreditkan pada Rekening Efek Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi, Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi memberikan instruksi kepada KSEI untuk mendistribusikan Obligasi kedalam Rekening Efek dari Penjamin Emisi Obligasi sesuai dengan penyetoran yang telah dilakukan oleh Penjamin Emisi Obligasi menurut Bagian Penjaminan. Dengan telah dilaksanakannya pendistribusian Obligasi kepada Penjamin Emisi Obligasi maka tanggung jawab pendistribusian Obligasi selanjutnya kepada Pemegang Obligasi semata-mata menjadi tanggung jawab Penjamin Emisi Obligasi yang bersangkutan. Tanggal distribusi obligasi secara elektronik akan jatuh pada tanggal 9 Juni PEMBATALAN PENAWARAN UMUM Dalam jangka waktu sejak efektifnya Pernyataan Pendaftaran sampai dengan berakhirnya masa Penawaran Umum, Perseroan dapat menunda masa Penawaran Umum untuk masa paling lama 3 (tiga) bulan sejak efektifnya Pernyataan Pendaftaran atau membatalkan Penawaran Umum, dengan ketentuan: (i) Terjadi suatu keadaan di luar kemampuan dan kekuasaan Perseroan yang meliputi: a) Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek turun melebihi 10% (sepuluh persen) selama 3 (tiga) hari bursa berturut-turut; b) Bencana alam, perang, huru hara, kebakaran, pemogokan yang berpengaruh secara signifikan terhadap kelangsungan usaha Perseroan; dan/atau c) Peristiwa lain yang berpengaruh secara signifikan terhadap kelangsungan usaha Perseroan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan berdasarkan Formulir sebagaimana ditentukan dalam Peraturan No. IX.A.2. (ii) Perseroan wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut: a) mengumumkan penundaan masa Penawaran Umum atau pembatalan Penawaran Umum dalam paling kurang 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang mempunyai peredaran nasional paling lambat 1 (satu) hari kerja setelah penundaan atau pembatalan tersebut. Disamping kewajiban mengumumkan dalam surat kabar, Perseroan dapat juga mengumumkan informasi tersebut dalam media massa lainnya; b) menyampaikan informasi penundaan masa Penawaran Umum atau pembatalan Penawaran Umum tersebut kepada Otoritas Jasa Keuangan pada hari yang sama dengan pengumuman sebagaimana dimaksud dalam poin a; c) menyampaikan bukti pengumuman sebagaimana dimaksud dalam poin a) kepada Otoritas Jasa Keuangan paling lambat satu hari kerja setelah pengumuman dimaksud; dan (iii) Dalam hal Perjanjian berakhir dengan sendirinya yang disebabkan karena terjadinya keadaan sebagaimana disebutkan dalam Pasal 16.1.b. dan c Perjanjian Penjaminan Emisi Efek, maka dalam hal: 303
328 a) Jika uang pemesanan Obligasi sudah diterima oleh Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan/atau Penjamin Emisi Obligasi, maka uang pemesanan tersebut harus dikembalikan oleh Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan/atau Penjamin Emisi Obligasi kepada para pemesan paling lambat 2 (dua) Hari Kerja sesudah tanggal penjatahan atau sesudah tanggal diumumkannya pembatalan tersebut, dengan demikian Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan/atau Penjamin Emisi Obligasi membebaskan Emiten dari segala tanggung jawabnya; b) Jika uang pemesanan Obligasi sudah diterima oleh Emiten, maka Emiten melalui KSEI wajib mengembalikan uang pemesanan Obligasi kepada para pemesan paling lambat 2 (dua) Hari Kerja sejak keputusan penundaan atau pembatalan tersebut, dengan demikian Emiten membebaskan Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan/atau Penjamin Emisi Obligasi dari segala tanggung jawabnya; c) Apabila terjadi keterlambatan pengembalian uang pemesanan tersebut, maka pihak yang menyebabkan keterlambatan yaitu Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan/atau Penjamin Emisi Obligasi wajib membayar denda kepada para pemesan untuk tiap hari keterlambatan sebesar 1% di atas tingkat Bunga Obligasi masing-masing seri Obligasi per tahun dari jumlah dana yang terlambat dikembalikan. Denda tersebut di atas dihitung dengan ketentuan 1 tahun adalah 360 Hari Kalender dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) Hari Kalender. Denda dikenakan sejak hari ke-3 (ketiga) setelah berakhirnya Perjanjian yang dihitung secara harian. d) Jumlah yang harus dibayar dan denda tersebut harus dibayar sekaligus secara penuh atas permintaan pertama Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dengan memberitahukan kepada KSEI dan KSEI mengembalikan Sertifikat Jumbo Obligasi kepada Perseroan sesuai dengan Jumlah Pokok Obligasi yang diterbitkan Perseroan. e) Apabila uang pengembalian pemesanan Obligasi sudah disediakan, akan tetapi pemesan tidak datang untuk mengambilnya dalam waktu 2 (dua) Hari Kerja setelah sejak keputusan penundaan atau pembatalan Penawaran Umum tersebut atau berakhirnya Perjanjian, Perseroan dan/atau Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan/atau Penjamin Emisi Obligasi tidak diwajibkan membayar Bunga Obligasi dan/atau denda kepada para pemesan Obligasi. f) terjadi pengakhiran Perjanjian karena sebab apapun Emiten dan/atau Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi wajib memberitahukan secara tertulis terlebih dahulu kepada OJK 12. LAIN-LAIN Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi berhak untuk menerima atau menolak pemesanan pembelian Obligasi secara keseluruhan atau sebagian dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku. 304
329 XX. KETERANGAN TENTANG WALI AMANAT Dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II SAN Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap I Tahun 2016, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, (selanjutnya disebut sebagai "BRI") bertindak sebagai Wali Amanat atau badan yang diberi kepercayaan untuk mewakili kepentingan para Pemegang Obligasi sebagaimana ditetapkan dalam UUPM. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk ("BRI") dalam penerbitan Obligasi ini bertindak sebagai Wali Amanat dan telah terdaftar di Bapepam dan LK dengan No. 08/STTD-WA/PM/1996 tanggal 11 Juni 1996.Sehubungan dengan penerbitan Obligasi ini telah dibuat Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi antara Perseroan dengan BRI. BRI sebagai Wali Amanat menyatakan tidak memiliki hubungan Afiliasi dengan Perseroan yang dituangkan dalam surat pernyataan tidak terafiliasi dan tidak ada hubungan kredit No. B.449- DIS/TCS/03/2016 tanggal 28 Maret BRI tidak mempunyai hubungan kredit dengan Perseroan melebihi 25% dari jumlah obligasi yang diwaliamanati dan/atau tidak merangkap sebagai penanggung dan/atau pemberi agunan dalam penerbitan Obligasi, dan/atau kewajiban Perseroan dan menjadi Wali Amanat dari pemegang Obligasi, sesuai dengan Peraturan No. VI.C.3. BRI sebagai Wali Amanat telah melakukan penelaahan/uji tuntas (due diligence) terhadap Perseroan, dengan Surat Pernyataan No.B.490-DIS/TCS/03/2016 tanggal 28 Maret 2016 sebagaimana diatur dalam Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor KEP- 412/BL/2010 Peraturan Nomor VI.C Umum Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (untuk selanjutnya disebut BRI) didirikan dengan nama De Poerwokertosche Sparbank der Inslandsche Hoofden atau Bank Priyayi yang didirikan oleh Raden Wiriadmadja dan kawan-kawan pada tanggal 16 Desember Anggaran dasar BRI telah mengalami beberapa kali perubahan. BRI berubah statusnya menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 21 tahun 1992 tanggal 29 April Dengan Akta No. 113 tanggal 31 Juli 1992 yang dibuat oleh Muhani Salim, SH., Notaris di Jakarta, maka BRI diberi nama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero). Akta tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan keputusan No. C HT TH.92 tanggal 12 Agustus 1992, telah didaftarkan pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan No tanggal 15 Agustus 1992 dan telah diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 73 tanggal 11 September 1992, Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 3a tahun Anggaran Dasar terakhir dimuat dalam akta Nomor: 1 tanggal (satu April dua ribu lima belas) dibuat dihadapan Fathiah Helmi S.H., Notaris yang Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar-nya telah diterima dan di catat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: AHU-AH tanggal (delapan April dua ribu lima belas) sedangkan susunan Direksi dan Dewan Komisaris yang terakhir sebagaimana dimuat dalam akta Nomor: 13, tanggal (dua belas Agusus dua ribu lima belas) dibuat dihadapan Fathiah Helmi S.H., Notaris yang Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Datanya diterima dan di catat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Nomor: AHU-AH tanggal (tiga belas Agustus dua ribu lima belas). 2. Permodalan Wali Amanat Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia No. 38 tertanggal 24 November 2010, yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, SH, Notaris di Jakarta, telah ditetapkan Persetujuan Pemecahan Nilai Nominal Saham (Stock Split) dan Perubahan Pasal 4 Anggaran Dasar PT Bank Rakyat Indonesia terkait dengan Pemecahan Nominal Saham. 305
330 Atas hal tersebut diatas, berdasarkan Surat Keterangan Daftar Pemegang Saham PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. yang dikeluarkan oleh PT. Datindo Entrycom selaku Biro Administrasi Efek per 30 Juni 2015, maka komposisi modal dasar, modal ditempatkan dan disetor penuh BRI menjadi sebagai berikut: Keterangan Jumlah Lembar Saham Nilai Nominal Rp250,- per Saham Jumlah Nilai Saham (Rp) Persentase Kepemilikan Saham (%) Modal Dasar - Saham Seri A Dwiwarna ,00 - Saham Biasa Seri B ,00 Jumlah Modal Dasar ,00 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Negara Republik Indonesia - Saham Seri A Dwiwarna ,00 - Saham Biasa Seri B Publik (masing-masing ,75 dibawah 5%) - Saham Biasa Seri B ,25 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor ,00 Penuh Saham Dalam Portepel Pengurus dan Pengawasan Pada saat Prospektus ini diterbitkan, susunan Dewan Komisaris dan Direksi BRI berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk No.02 tanggal 1 April 2015 jo. Nomor: 13, tanggal 12 Agustus 2015 yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, SH., Notaris di Jakarta adalah sebagai berikut : Dewan Komisaris Komisaris Utama/Independen : Mustafa Abubakar Wakil Komisaris Utama : Gatot Trihargo Komisaris Independen : Fuad Rahmany Komisaris Independen : Ahmad Fuad Komisaris Independen : Adhyaksa Dault Komisaris Independen : Sony Keraf Komisaris : Vincentius Sonny Loho Komisaris : Jeffry W. Wurangian Komisaris : Gatot M. Suwondo*) Keterangan: *)Telah mengundurkan diri dan dilaporkan kepada OJK tertanggal 29 Mei Direksi Direktur Utama Wakil Direktur Utama Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur : Asmawi Syam : Sunarso : Djarot Kusumayakti*) : Gatot Mardiwasisto : A. Toni Soetirto : Randi Anto : Susy Liestiowaty : Zulhelfi Abidin : Donsuwan Simatupang : Haru Koesmahargyo : Mohammad Irfan : Kuswiyoto**) Keterangan: *)Pada tanggal 8 Juni 2015 sudah tidak efektif lagi dan dilaporkan kepada OJK tanggal 12 Juni **) Efektif setelah mendapat persetujuan dari OJK atas Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit & Proper Test) dan memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku. 306
331 4. KEGIATAN USAHA Selaku Bank Umum, BRI melaksanakan kegiatan usaha perbankan sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang No. 7 tahun 1992 berikut perubahannya dalam Undang- Undang No. 10 tahun 1998 tentang Perbankan. Dalam rangka mendukung dan mengembangkan kegiatan usahanya, BRI juga melakukan penyertaan pada entitas anak sebagai berikut : Nama Perusahaan PT Bank BRI Syariah PT Bank Agroniaga BRIngin Remittance Company, Ltd PT Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera Bidang Usaha Perbankan Perbankan Lembaga Keuangan Bukan Bank Perusahaan Asuransi ProsentaseK epemilikan 99,9% 86,426% 100% 91,001% Dalam rangka mengembangkan Fee Based Income dan pengembangan Pasar Modal di Indonesia, BRI saat ini melayani jasa Wali Amanat (Trustee), Agen Pembayaran (Paying Agent), Agen Jaminan (Security Agent), Sinking Fund Agent dan Jasa Kustodian. 1. Jasa Wali Amanat (Trustee) Obligasi yang menggunakan Jasa Wali Amanat BRI posisi per 31 Januari 2016 adalah sebagai berikut : a. Telecommunication - Obligasi Indosat V Tahun Sukuk Ijarah Indosat II Tahun Obligasi Indosat VI Tahun Obligasi Indosat VII Tahun Sukuk Ijarah Indosat IV Tahun Obligasi Indosat VIII Tahun Sukuk Ijarah Indosat V Tahun Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap I Tahun Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap I Tahun Obliigasi Berkelanjutan I Indosat Tahap II Tahun Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap II Tahun Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap III Tahun Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap III Tahun Obligasi Tower Bersama Infrastructure Group Berkelanjutan I Tahap b. Financial Company - Obligasi Berkelanjutan I ASF Tahap I Tahun Obligasi Berkelanjutan I ASF Tahap III Tahun Obligasi Berkelanjutan II ASF Tahap I Tahun Obligasi Berkelanjutan II ASF Tahap II Tahun Obligasi Berkelanjutan II ASF Tahap III Tahun Obligasi Berkelanjutan II ASF Tahap IV Tahun Obligasi Berkelanjutan II ASF Tahap V Tahun Obligasi XII ASF Tahun Medium Term Notes III ASF Tahun Medium Term Notes I Buana Finance Tahun Medium Term Notes II Buana Finance Tahun Obligasi Berkelanjutan I FIF Tahap I Tahun Obligasi Berkelanjutan I FIF Tahap II Tahun Obligasi Berkelanjutan I FIF Tahap III Tahun Obligasi Berkelanjutan II FIF Tahap I Tahun Obligasi Berkelanjutan II FIF Tahap II Tahun Obligasi MFIN Berkelanjutan I Tahap I Tahun Obligasi MFIN Berkelanjutan I Tahap II Tahun MTN II MFIN Tahun Obligasi I PNM Tahun MTN SAN F III Tahun
332 - MTN SAN F IV Tahun MTN SANF V Tahun MTN SANF VI Tahun MTN SANF VII Tahun Obligasi SAN F Berkelanjutan I Tahap Obligasi SAN F II Tahun Obligasi SAN F Berkelanjutan I Tahap II Obligasi Berkelanjutan I SAN Finance Tahap III Obligasi SMF Berkelanjutan I Tahap I Obligasi SMF Berkelanjutan I Tahap II Obligasi SMF Berkelanjutan II Tahap Obligasi SMF Berkelanjutan II Tahap II Obligasi SMF Berkelanjutan II Tahap III Obligasi SMF Berkelanjutan II Tahap IV EBA-SP SMF-BTN Obligasi TAF III Tahun Obligasi Berkelanjutan I TAFS Tahap I Obligasi Berkelanjutan I TAFS Tahap II Obligasi Berkelanjutan I TAFS Tahap III 2015 c. Infrastructure - Obligasi Jasa Marga JORR II Tahun 2005 d. Property & Construction - Obligasi I APLN Tahun Obligasi II APLN Tahun Obligasi Berkelanjutan I APLN Tahap I Tahun Obligasi Berkelanjutan I APLN Tahap II Tahun Obligasi Berkelanjutan I APLN Tahap III Tahun Obligasi Berkelanjutan I APLN Tahap IV Tahun MTN Adhi Persada Properti I Tahun 2015 e. Food & Beverage - Obligasi Fast Food Indonesia I Tahun MTN Forisa Nusapersada II Tahun Obligasi SAT Berkelanjutan I Tahap I Obligasi SAT Berkelanjutan I Tahap II 2015 f. Shipping - Obligasi APOL II Tahun MTN Syariah Ijarah APOL II Tahun 2008 g. Entertainment - Obligasi I Global Mediacom Tahun 2012 h. Transportation - Obligasi I Express Transindo Utama Tahun 2014 i. Bank - MTN I ICBC Sukuk Mudharabah BNI Syariah I Tahun Obligasi VII Bank Nagari Tahun Sukuk Mudharabah II Bank Nagari Tahun Jasa Agen Pembayaran (Paying Agent) Berkewajiban membantu Perseroan melaksanakan pelunasan jumlah pokok Obligasi dan pembayaran Bunga Obligasi dengan cara melakukan pembayaran-pembayaran atas nama Perseroan menurut ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Agen Pembayaran dan Perjanjian Perwaliamanatan. 308
333 Obligasi yang menggunakan Jasa Agen Pembayaran BRI saat ini sebagai berikut : - Obligasi Jasa Marga JORR II Tahun Jasa Agen Jaminan (Security Agent) Fungsi Agen Jaminan adalah membantu Wali Amanat dalam pengawasan nilai jaminan Obligasi, mendaftarkan jaminan kepada Kantor Fidusia setempat dan memelihara dokumen jaminan obligasi dengan baik. Obligasi yang menggunakan Jasa Agen Jaminan BRI saat ini sebagai berikut: : - Obligasi I Global Mediacom Tahun MTN Adhi Persada Properti I Tahun Obligasi Berkelanjutan I ASF Tahap I Tahun Obligasi Berkelanjutan I ASF Tahap III Tahun Obligasi Berkelanjutan II ASF Tahap I Tahun Obligasi Berkelanjutan II ASF Tahap II Tahun Obligasi Berkelanjutan II ASF Tahap III Tahun Obligasi Berkelanjutan II ASF Tahap IV Tahun Obligasi Berkelanjutan II ASF Tahap V Tahun Obligasi XII ASF Tahun 2011 Seri D - Medium Term Notes III ASF Tahun Medium Term Notes I Buana Finance Tahun Medium Term Notes II Buana Finance Tahun Obligasi Berkelanjutan I FIF Tahap I Tahun Obligasi Berkelanjutan I FIF Tahap II Tahun Obligasi Berkelanjutan I FIF Tahap III Tahun Obligasi Berkelanjutan II FIF Tahap I Tahun Obligasi Berkelanjutan II FIF Tahap II Tahun Obligasi MFIN Berkelanjutan I Tahap I Tahun Obligasi MFIN Berkelanjutan I Tahap II Tahun MTN II MFIN Tahun MTN SAN F III Tahun MTN SAN F IV Tahun MTN SAN F IV Tahun MTN SANF V Tahun MTN SANF VI Tahun MTN SANF VII Tahun Obligasi SAN F Berkelanjutan I Tahap Obligasi SAN F II Tahun Obligasi Berkelanjutan I SAN Finance Tahap III Obligasi SMF Berkelanjutan I Tahap Obligasi SMF Berkelanjutan I Tahap II Obligasi SMF Berkelanjutan II Tahap Obligasi SMF Berkelanjutan II Tahap II Obligasi SMF Berkelanjutan II Tahap III Obligasi SMF Berkelanjutan II Tahap IV Obligasi Berkelanjutan I APLN Tahap I Tahun Obligasi Berkelanjutan I APLN Tahap II Tahun Obligasi Berkelanjutan I APLN Tahap III Tahun Obligasi Berkelanjutan I APLN Tahap IV Tahun Obligasi I APLN Tahun Obligasi II APLN Tahun Obligasi I Express Transindo Utama Tahun MY Bond of Tuban Petro - MTN APP I Tahun
334 Produk dan Jasa Lainnya Saat ini, BRI juga telah menjalani dan mengembangkan jasa Pasar Modal lainnya, antara lain : a. JasaTrust & Corporate Serviceslainnya : - Jasa Agen Sinking Fund - Jasa Agen Escrow - Jasa Agen Konversi - Jasa Arranger Sindikasi b. Custodian Services c. Jasa Trustee d. DPLK BRI 5. PERIZINAN BRI a. Peraturan Pemerintah (PP) No. 21 tahun 1992, tanggal 29 April 1992, perihal status BRI menjadi Perusahaan Perseroan; b. Anggaran Dasar BRI No. 113 tanggal 31 Juli 1992 yang dibuat oleh Muhani Salim, SH., Notaris di Jakarta; c. Surat Tanda Terdaftar dari Bapepam dan LK No.08/STTD-WA/PM/1996, tanggal 11 Juni 1996, perihal Pemberian Ijin BRI sebagai Wali Amanat; d. SK Bank Indonesia No. 5/117/DPwB24, tanggal 15 Oktober 2003, perihal Pemberian Ijin BRI sebagai Bank Devisa; e. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) BRI dari Pemerintah Propinsi DKI Jakarta No tanggal 7 Maret 2011, masa berlaku ijin usaha sampai dengan 11 Februari KANTOR CABANG BRI Sejalan dengan perkembangan kegiatan usahanya, jaringan operasional BRI terus meluas. Data per 31 Desember 2015, BRI telah memiliki kantor yang terdiri 1 (satu) kantor pusat, 19 kantor wilayah, 18 kantor inspeksi, 465 kantor cabang, 598 kantor cabang pembantu, 982 kantor kas, 1 kantor cabang khusus, BRI unit, Teras BRI, 401 Teras keliling BRI, 2 kantor cabang luar negeri di Cayman Islands dan Singapura, 2 kantor perwakilan di New York dan Hongkong, dan 4 entitas anak yaitu PT Bank BRI Syariah, PT BRI Agroniaga Tbk, BRI Remittance Co. Ltd. Hongkong., dan PT Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera. 7. TUGAS POKOK WALI AMANAT Sesuai dengan Pasal 51 Undang-Undang Pasar Modal, dan kemudian ditegaskan dalam Perjanjian Perwaliamanatan, tugas pokok Wali Amanat adalah mewakili kepentingan Pemegang Obligasi baik di dalam maupun di luar pengadilan dalam melakukan tindakan hukum yang berkaitan dengan kepentingan Pemegang Obligasi dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Perjanjian Perwaliamanatan serta berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia khususnya peraturan di bidang Pasar Modal. 8. PENUNJUKAN, PENGGANTIAN DAN BERAKHIRNYA TUGAS WALI AMANAT Berdasarkan Peraturan No. VI.C.4, ketentuan mengenai penunjukan, penggantian, dan berakhirnya tugas Wali Amanat, paling sedikit memuat hal-hal sebagai berikut: a. Penunjukan Wali Amanat untuk pertama kalinya dilakukan oleh Emiten; b. Penggantian Wali Amanat dilakukan karena sebab-sebab sebagai berikut: - Izin usaha bank sebagai Wali Amanat dicabut; - Pencabutan atau pembekuan kegiatan usaha Wali Amanat di Pasar Modal; - Wali Amanat dibubarkan oleh suatu badan peradilan atau oleh suatu badan resmi lainnya atau dianggap telah bubar berdasarkan ketentuan perundang-undangan; - Wali Amanat dinyatakan pailit oleh badan peradilan yang berwenang atau dibekukan operasinya dan/ atau kegiatan usahanya oleh pihak yang berwenang; - Wali Amanat tidak dapat melaksanakan kewajibannya; 310
335 - Wali Amanat melanggar ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan dan/atau peraturan perundang-undangan Pasar Modal; - Timbulnya hubungan Afiliasi antara Wali Amanat dengan Emiten setelah penunjukan Wali Amanat, kecuali hubungan Afiliasi tersebut terjadi karena kepemilikan atau penyertaan modal Pemerintah; - Timbulnya hubungan kredit yang melampaui jumlah sebagaimana diatur dalam Peraturan No. VI.C.3; atau - Atas permintaan Pemegang Obligasi; c. Berakhirnya tugas, kewajiban, dan tanggung jawab Wali Amanat adalah pada saat: - Obligasi telah dilunasi baik pokok, bunga termasuk denda (jika ada) dan Wali Amanat telah menerima laporan pemenuhan kewajiban Emiten dari Agen Pembayaran atau Emiten; - Tanggal tertentu yang telah disepakati dalam Perjanjian Perwaliamanatan setelah tanggal jatuh tempo pokok Obligasi; - Setelah diangkatnya Wali Amanat baru LAPORAN KEUANGAN BANK RAKYAT INDONESIA Berikut ini adalah kutipan dari Ikhtisar Laporan Keuangan BRI per 31 Desember 2015, per 31 Desember 2014 dan 2013 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja, dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian: Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Uraian 31 Desember 2015 (audited) 31 Desember 2014 (audited) (dalam jutaan Rupiah) 31 Desember 2013 (audited) Total aset Total liabilitas Total ekuitas Laba Rugi Konsolidasian (dalam jutaan Rupiah) Uraian 31 Desember Desember Desember 2013 (audited) (audited) (audited) Laba operasional Pendapatan non operasional bersih Laba sebelum pajak Beban pajak ( ) ( ) ( ) Laba tahun berjalan setelah pajak bersih Rasio Penting (dalam %) Uraian 31 Desember Desember Desember 2013 (audited) (audited) (audited) Capital Adequate Ratio 20,59 18,31 16,99 (CAR) Return On Asset (ROA) 4,19 4,73 5,03 Return On Equity (ROE) 29,89 31,19 34,11 Net Interest Margin 8,13 8,51 8,55 Non Performing Loan 2,02 1,69 1,55 Ratio (Gross) Alamat Wali Amanat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Bagian Trust & Corporate Services Divisi Investment Services Gedung BRI II lt.30 Jl. Jend.Sudirman Kav Jakarta [email protected] Tel. (021) , Faks. (021)
336 XXI. AGEN PEMBAYARAN Perseroan telah menunjuk KSEI sebagai Agen Pembayaran berdasarkan Perjanjian Agen Pembayaran No. 74 tanggal 29 Maret 2016 yang dibuat di hadapan Linda Herawati, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta. Pelunasan Pokok Obligasi dan pembayaran Bunga Obligasi akan dibayarkan oleh KSEI selaku Agen Pembayaran atas nama Perseroan sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Perjanjian Agen Pembayaran kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening sesuai dengan jadwal waktu pembayaran masing-masing sebagaimana yang telah ditentukan. Bilamana Tanggal Pembayaran jatuh pada bukan Hari Bursa, maka pembayaran akan dilakukan pada Hari Bursa berikutnya. Alamat Agen Pembayaran adalah sebagai berikut: PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIA Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower I, Lantai 5 Jl. Jenderal Sudirman Kav Jakarta Indonesia Telepon: (021) Faksimili: (021)
337 XXII. PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN FORMULIR PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI Prospektus dan Formulir Pemesanan Pembelian Obligasi dapat diperoleh pada kantor Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi yang tertera dibawah ini: PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI PT CIMB Securities Indonesia Gedung Bursa Efek Indonesia Lt.11 Jl. Jend. Sudirman Kav Telepon: (021) Faksimili: (021) PT Indo Premier Securities Wisma GKBI, Lantai 7 Suite 718 Jl. Jend. Sudirman No. 28 Jakarta Telepon: (021) Faksimili: (021) PT RHB Securities Indonesia Wisma Mulia Lt. 20 Jl. Jend. Gatot Subroto No. 42 Jakarta Telepon: (021) Faksimili: (021) PT Danareksa Sekuritas Gedung Danareksa Jl. Medan Merdeka Selatan No. 14 Jakarta Telepon: (021) Faksimili: (021) PT Mandiri Sekuritas Plaza Mandiri Lt. 28 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav Jakarta Telepon: (021) Faksimili: (021) PT DBS Vickers Securities Indonesia DBS Bank Tower Lt. 32, Ciputra World Jakarta 1 Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 3-5 Jakarta Telepon: (021) Faksimili: (021) PT MNC Securities MNC Financial Center Lt Jl. Kebon Sirih No Jakarta Telepon: (021) Faksimili: (021)
338 Halaman ini sengaja dikosongkan 314
Prospektus PENAWARAN UMUM OBLIGASI SAN FINANCE II TAHUN 2012 DENGAN TINGKAT BUNGA TETAP
PT Surya Artha Nusantara Finance Perkantoran Hijau Arkadia Tower B Lt. 11 Jl. TB Simatupang Kav. 88 Jakarta 12520 PENAWARAN UMUM OBLIGASI SAN FINANCE II TAHUN 2012 DENGAN TINGKAT BUNGA TETAP Prospektus
PT FEDERAL INTERNATIONAL FINANCE
Tanggal Efektif : 17 April 2017 Tanggal Distribusi Obligasi secara Elektronik : 26 April 2017 Masa Penawaran Umum : 18 20 April 2017 Tanggal Pencatatan Pada Bursa Efek Indonesia : 27 April 2017 Tanggal
PT SURYA ARTHA NUSANTARA FINANCE
Tanggal Efektif : 17 Januari 2011 Masa Penawaran : 19 20 Januari 2011 Tanggal Penjatahan : 21 Januari 2011 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 25 Januari 2011 Tanggal Pencatatan Pada Bursa
PROSPEKTUS OBLIGASI BERKELANJUTAN I GLOBAL MEDIACOM TAHAP I TAHUN 2017 DAN SUKUK IJARAH BERKELANJUTAN I GLOBAL MEDIACOM TAHAP I TAHUN 2017
JADWAL Tanggal Efektif : 21 Juni 2017 Masa Penawaran Umum : 3 4 Juli 2017 Tanggal Penjatahan : 5 Juli 2017 Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan : 7 Juli 2017 Tanggal Distribusi Efek Secara Elektronik :
harga pasar atau sebagai pelunasan yang baru dapat dilakukan 1 (satu) tahun setelah Tanggal Penjatahan, dan hanya dapat dilakukan
JADWAL Tanggal Efektif : 9 November 2016 Tanggal Distribusi Obligasi secara Elektronik : 18 November 2016 Masa Penawaran Umum : 11, 14, 15 November 2016 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 21
PROSPEKTUS AWAL. PT GLOBAL MEDIACOM Tbk
PROSPEKTUS AWAL Masa Penawaran Awal : 5 15 Juni 2017 Perkiraan Tanggal Efektif : 23 Juni 2017 Perkiraan Masa Penawaran Umum : 4 5 Juli 2017 Perkiraan Tanggal Penjatahan : 6 Juli 2017 Perkiraan Tanggal
INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS
INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS INI.
INFORMASI TAMBAHAN PT WAHANA OTTOMITRA MULTIARTHA TBK
INFORMASI TAMBAHAN Tanggal Efektif : 16 Juni 2016 Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan : 21 Agustus 2017 Masa Penawaran : 14 16 Agustus 2017 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 22 Agustus 2017
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) (Badan Usaha Milik Negara)
JADWAL Tanggal Efektif : 15 Desember 2011 Masa Penawaran : 20 April 2012 Tanggal Penjatahan : 23 April 2012 Tanggal Distribusi Secara Elektronik : 25 April 2012 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia
PROSPEKTUS. PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk
JADWAL Tanggal Efektif : 4 Desember 2017 Masa Penawaran Umum : 6 7 Desember 2017 Tanggal Penjatahan : 8 Desember 2017 Tanggal Distribusi Obligasi dan Sukuk Mudharabah secara Elektronik : 12 Desember 2017
PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK.
INFORMASI TAMBAHAN DAN/ATAU PERBAIKAN ATAS PROSPEKTUS RINGKAS INFORMASI INI MERUPAKAN INFORMASI TAMBAHAN DAN/ATAU PERBAIKAN DARI PROSPEKTUS RINGKAS YANG TELAH DIPUBLIKASIKAN DI SUARA PEMBARUAN PADA TANGGAL
PT SARANA MULTI INFRASTUKTUR (PERSERO)
PERBAIKAN ATAS INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS PERBAIKAN ATAS INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS INI MERUPAKAN PERBAIKAN ATAS INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS YANG TELAH DIPUBLIKASIKAN OLEH PT SARANA MULTI INFRASTRUKTUR
PROSPEKTUS PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN
PROSPEKTUS PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN JADWAL Tanggal Efektif : 20 Mei 2016 Tanggal Distribusi Obligasi secara Elektronik : 1 Juni 2016 Masa Penawaran Umum : 23 27 Mei 2016 Tanggal Pencatatan di Bursa
INFORMASI TAMBAHAN. PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk
Tanggal Efektif : 25 Juni 2015 Tanggal Distribusi Obligasi dan Sukuk Mudharabah Secara Elektronik : 22 Maret 2017 Masa Penawaran Obligasi dan Sukuk Mudharabah : 16-17 Maret 2017 Tanggal Pencatatan Pada
Dalam rangka penerbitan Obligasi ini, Perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia ( Pefindo ): AAA (Triple A)
JADWAL Tanggal Efektif 14 Juni 2017 Tanggal Penjatahan 16 Juni 2017 Masa Penawaran 15 Juni 2017 Tanggal Distribusi Obligasi secara Elektronik 20 Juni 2017 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia 21
PROSPEKTUS. PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) (Badan Usaha Milik Negara)
JADWAL Tanggal Efektif 30 Juni 2015 Tanggal Distribusi Secara Elektronik 7 Juli 2015 Masa Penawaran 2 Juli 2015 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia 8 Juli 2015 Tanggal Penjatahan 3 Juli 2015 PROSPEKTUS
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) (Badan Usaha Milik Negara)
JADWAL Tanggal Efektif 30 Juni 2015 Tanggal Distribusi Secara Elektronik 2 Maret 2017 Masa Penawaran 24 27 Februari 2017 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia 3 Maret 2017 Tanggal Penjatahan 28 Februari
DEFINISI DAN SINGKATAN RINGKASAN I. PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN 1 II. PENGGUNAAN DANA YANG DIPEROLEH DARI PENAWARAN UMUM OBLIGASI 8
DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI DEFINISI DAN SINGKATAN RINGKASAN i iii xi I. PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN 1 II. PENGGUNAAN DANA YANG DIPEROLEH DARI PENAWARAN UMUM OBLIGASI 8 III. PERNYATAAN UTANG 9 IV. ANALISIS
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) (Badan Usaha Milik Negara)
JADWAL Tanggal Efektif 30 Juni 2015 Tanggal Distribusi Secara Elektronik 27 September 2016 Masa Penawaran 21 22 September 2016 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia 28 September 2016 Tanggal Penjatahan
OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.04/ TENTANG PENAWARAN UMUM EFEK BERSIFAT UTANG DAN/ATAU SUKUK KEPADA PEMODAL PROFESIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
UU No. 8/1995 : Pasar Modal
UU No. 8/1995 : Pasar Modal BAB1 KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan: 1 Afiliasi adalah: hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat a. kedua, baik
INFORMASI TAMBAHAN DAN/ATAU PERBAIKAN INFORMASI TAMBAHAN
INFORMASI TAMBAHAN DAN/ATAU PERBAIKAN INFORMASI TAMBAHAN OTORITAS JASA KEUANGAN ( OJK ) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN
Perseroan menyatakan bahwa seluruh informasi atau fakta material telah diungkapkan dan informasi atau fakta material tersebut tidak menyesatkan.
: : : : : Tanggal Efektif Masa Penawaran Tanggal Penjatahan Tanggal Distribusi Secara Elektronik Tanggal Pencatatan pada Bursa Efek Indonesia 22 Mei 2017 23 24 Mei 2017 26 Mei 2017 30 Mei 2017 31 Mei 2017
SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23 /POJK.04/2016 TENTANG REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF
- 1 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23 /POJK.04/2016 TENTANG REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.04/ TENTANG BENTUK DAN ISI PROSPEKTUS DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM DAN PENAMBAHAN MODAL DENGAN MEMBERIKAN HAK MEMESAN
- 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 54 /POJK.04/2017 TENTANG BENTUK DAN ISI PROSPEKTUS DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM DAN PENAMBAHAN MODAL DENGAN
OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN TENTANG
OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.04/ TENTANG PERNYATAAN PENDAFTARAN DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM DAN PENAMBAHAN MODAL DENGAN MEMBERIKAN HAK MEMESAN
PERBAIKAN ATAS INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS
PERBAIKAN ATAS INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS INFORMASI INI MERUPAKAN PERBAIKAN ATAS INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS YANG TELAH DIPUBLIKASIKAN DI SITUS WEB PT WAHANA OTTOMITRA MULTIARTHA TBK ( PERSEROAN ) DAN PT
- 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 53 /POJK.04/2017 TENTANG PERNYATAAN PENDAFTARAN DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM DAN PENAMBAHAN MODAL DENGAN MEMBERIKAN
INFORMASI TAMBAHAN PT HUTAMA KARYA (PERSERO)
INFORMASI TAMBAHAN OTORITAS JASA KEUANGAN ( OJK ) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI INFORMASI TAMBAHAN. SETIAP PERNYATAAN
INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS
INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS OTORITAS JASA KEUANGAN ( OJK ) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI INFORMASI TAMBAHAN. SETIAP
PT BANK VICTORIA INTERNATIONAL Tbk.
JADWAL PENAWARAN UMUM Tanggal Efektif : 21 Juni 2017 Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan : 22 Mei 2018 Masa Penawaran Umum : 17 Mei 2018 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 22 Mei 2018 Tanggal
DEFINISI DAN SINGKATAN RINGKASAN I. PENAWARAN UMUM SUKUK IJARAH 1 II. RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN SUKUK IJARAH 9
DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI DEFINISI DAN SINGKATAN RINGKASAN i iii xvi I. PENAWARAN UMUM SUKUK IJARAH 1 II. RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN SUKUK IJARAH 9 III. PERNYATAAN UTANG
PERATURAN KSEI NOMOR II-D TENTANG PENDAFTARAN EFEK BERAGUN ASET DI KSEI
Peraturan KSEI No. II-D Tentang Pendaftaran Efek Beragun Aset di KSEI (Lampiran Surat Keputusan Direksi KSEI No. KEP-0027/DIR/KSEI/0815 tanggal 25 Agustus 2015) PERATURAN KSEI NOMOR II-D TENTANG PENDAFTARAN
PENAWARAN UMUM OBLIGASI I BUSSAN AUTO FINANCE TAHUN 2017 DENGAN JUMLAH POKOK OBLIGASI SEBESAR RP (LIMA RATUS MILIAR RUPIAH) ( OBLIGASI
Jadwal Tanggal Efektif : 26 Oktober 2017 Masa Penawaran Umum : 30 & 31 Oktober 2017 Tanggal Penjatahan : 1 November 2017 Tanggal Distribusi Secara Elektronik ( Tanggal Emisi ) : 3 November 2017 Tanggal
PT BANK TABUNGAN PENSIUNAN NASIONAL Tbk Kegiatan Usaha: Bergerak Dalam Bidang Usaha Perbankan Berkedudukan di Jakarta Selatan, Indonesia Kantor Pusat
JADWAL Tanggal Efektif : 20 Juni 2011 Tanggal Penjatahan : 1 Maret 2013 Masa Penawaran Awal : 29 Januari 13 Februari 2013 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 5 Maret 2013 Masa Penawaran Umum
PROSPEKTUS. PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) (Badan Usaha Milik Negara) PT Danareksa Sekuritas (Terafiliasi)
PROSPEKTUS JADWAL Tanggal Efektif : 18 Desember 2012 Masa Penawaran : 20 Desember 2012 Tanggal Penjatahan : 21 Desember 2012 Tanggal Distribusi Secara Elektronik : 27 Desember 2012 Tanggal Pencatatan di
2017, No Tahun 2011 Nomor 111, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5253); MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGA
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.44, 2017 KEUANGAN OJK. Efek. Bersifat Ekuitas, Utang, dan/atau Sukuk. Penawaran Umum. Pendaftaran. (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
PROSPEKTUS OBLIGASI BERKELANJUTAN I BII FINANCE TAHAP I TAHUN PT BII Finance Center Berkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia
JADWAL Tanggal Efektif : 4 November 2015 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 12 November 2015 Masa Penawaran Umum : 6 9 November 2015 Tanggal Pencatatan Pada Bursa Efek Indonesia : 13 November
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk
Tanggal Efektif : 25 Juni 2015 Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan : 13 Juli 2017 Masa Penawaran Obligasi : 10 11 Juli 2017 Tanggal Distribusi Obligasi dan Secara Elektronik : 14 Juli 2017 Tanggal Penjatahan
INFORMASI TAMBAHAN. PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) (Badan Usaha Milik Negara)
JADWAL Tanggal Efektif 30 Juni 2015 Tanggal Distribusi Secara Elektronik 23 Desember 2015 Masa Penawaran 17 18 Desember 2015 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia 28 Desember 2015 Tanggal Penjatahan
WALI AMANAT OBLIGASI PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Prospektus ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 7 Mei 2018.
Jadwal Tanggal Efektif : 3 Mei 2018 Masa Penawaran Umum : 7 9 Mei 2018 Tanggal Penjatahan : 11 Mei 2018 Tanggal Distribusi Secara Elektronik ( Tanggal Emisi ) : 15 Mei 2018 Tanggal Pencatatan di PT Bursa
PT BANK BUKOPIN Tbk. ida- (Single A minus; Stable Outlook) Untuk keterangan lebih lanjut dapat dilihat pada Bab XVIII Prospektus ini.
JADWAL Tanggal Efektif : 23 Juni 2015 Tanggal Distribusi Obligasi Subordinasi secara Elektronik : 30 Juni 2015 Masa Penawaran Umum : 25 Juni 2015 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 1 Juli 2015
SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN
PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN 32 /POJK.04/2015 TENTANG PENAMBAHAN MODAL PERUSAHAAN TERBUKA DENGAN MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa tujuan pembangunan nasional adalah terciptanya
JADWAL SEMENTARA PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN III TAHAP II
INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS OTORITAS JASA KEUANGAN ( OJK ) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI INFORMASI TAMBAHAN INI.
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN, Menimbang : a. bahwa tujuan pembangunan nasional adalah terciptanya suatu masyarakat adil dan makmur berdasarkan
Afiliasi 1 hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal;
Kamus Pasar Modal Afiliasi 1 hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal; 2 hubungan antara Pihak dengan pegawai, direktur, atau komisaris
- 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
- 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 7 /POJK.04/2017 TENTANG DOKUMEN PERNYATAAN PENDAFTARAN DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM EFEK BERSIFAT EKUITAS,
PROSPEKTUS PENAWARAN UMUM OBLIGASI CLIPAN FINANCE INDONESIA III TAHUN 2011 DENGAN TINGKAT BUNGA TETAP
Kantor Pusat : PT. CLIPAN FINANCE INDONESIA Tbk Wisma Slipi, Lantai 6 Jl. Jend. S. Parman, Jakarta 11480 Telp : (021) 5308005 Faksimili : (021) 530 8026-27 PENAWARAN UMUM OBLIGASI CLIPAN FINANCE INDONESIA
DAFTAR ISI DAFTAR ISI DEFINISI, ISTILAH DAN SINGKATAN. iii RINGKASAN
DAFTAR ISI DAFTAR ISI i DEFINISI, ISTILAH DAN SINGKATAN iii RINGKASAN ix I. PENAWARAN UMUM 1 II. RENCANA PENGGUNAAN DANA 9 III. PERNYATAAN HUTANG 10 IV. ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN 18 V. RISIKO
Kamus Pasar Modal Indonesia. Kamus Pasar Modal Indonesia
Kamus Pasar Modal Indonesia Kamus Pasar Modal Indonesia Kamus Pasar Modal A Afiliasi 1 hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal; 2
PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk Kegiatan Usaha: Jasa Pembiayaan Konsumen Berkedudukan di Jakarta Selatan, Indonesia
JADWAL Tanggal Efektif : 21 Februari 2013 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 24 Oktober 2013 Masa Penawaran Umum : 18 dan 21 Oktober 2013 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 25 Oktober
ANGGARAN DASAR. PT LOTTE CHEMICAL TITAN Tbk Pasal
ANGGARAN DASAR PT LOTTE CHEMICAL TITAN Tbk ----------------------------------------------- Pasal 1 ---------------------------------------------- 1. Perseroan Terbatas ini bernama PT LOTTE CHEMICAL TITAN
Kantor Pusat The Landmark I Lt. 26-31 Jl. Jenderal Sudirman No. 1 Jakarta 12910 Telp.: (021) 5296-3232, 5296-3322 (hunting) Faksimili: (021) 5296-4159
Tanggal Efektif : 9 Desember 2011 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 27 Septermber 2012 Masa Penawaran : 21 24 Septermber 2012 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 28 Septermber 2012
PT BANK TABUNGAN PENSIUNAN NASIONAL Tbk
Tanggal Efektif : 27 Juni 2016 Masa Penawaran : 10 12 Oktober 2017 Tanggal Penjatahan : 13 Oktober 2017 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 17 Oktober 2017 Tanggal Pencatatan Pada Bursa Efek
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa tujuan pembangunan nasional adalah terciptanya
Kamus Istilah Pasar Modal
Sumber : www.bapepam.go.id Kamus Istilah Pasar Modal Afiliasi 1 hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal; 2 hubungan antara Pihak dengan
PENAWARAN UMUM INI MERUPAKAN PENAWARAN EFEK BERSIFAT UTANG TAHAP KE-2 DARI PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN II YANG TELAH MENJADI EFEKTIF.
INFORMASI TAMBAHAN Tanggal Efektif : 29 April 2016 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 22 Agustus 2017 Masa Penawaran : 15-16 Agustus 2017 Tanggal Pencatatan Pada Bursa Efek Indonesia : 23
KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM TENTANG RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU
KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM TENTANG RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU Keterbukaan Informasi ini dibuat dan dilakukan dalam rangka memenuhi Peraturan
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UU R.I No.8/1995 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa tujuan pembangunan nasional
PERBAIKAN INFORMASI TAMBAHAN
PERBAIKAN INFORMASI TAMBAHAN INFORMASI INI MERUPAKAN INFORMASI TAMBAHAN DAN/ATAU PERBAIKAN DARI INFORMASI TAMBAHAN YANG DITERBITKAN DI WEBSITE BEI DAN PERSEROAN PADA TANGGAL 11 JANUARI 2017 OTORITAS JASA
2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 64, Tambahan
No.133, 2017 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEUANGAN OJK. Reksa Dana. Perseroan. Pengelolaan. Pedoman. Pencabutan. (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6080) PERATURAN
Prospektus Awal Penawaran Umum Obligasi I Bank BRI Agro Tahun 2017
INDIKASI JADWAL Masa Penawaran Awal : 30 Mei 9 Juni 2017 Perkiraan Tanggal Penjatahan : 4 Juli 2017 Perkiraan Tanggal Efektif : 19 Juni 2017 Perkiraan Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 6
PT SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL (PERSERO) (Badan Usaha Milik Negara)
JADWAL Tanggal Efektif 30 Juni 2015 Tanggal Distribusi Secara Elektronik 18 November 2015 Masa Penawaran 12 & 13 November 2015 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia 19 November 2015 Tanggal Penjatahan
PERJANJIAN PENJAMINAN EMISI EFEK PENAWARAN UMUM PT
1 Draft PERJANJIAN PENJAMINAN EMISI EFEK PENAWARAN UMUM PT -Nomor : -Pada hari ini,, tanggal -Hadir dihadapan saya, -Menurut keterangan mereka dalam hal ini masing-masing bertindak dalam jabatannya tersebut
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR: KEP-552/BL/2010 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN
PROSPEKTUS PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK. Prospektus Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Bank BTN Tahap I Tahun 2015
JADWAL PENAWARAN UMUM Tanggal Efektif : 30 Juni 2015 Tanggal Distribusi Obligasi secara Elektronik : 8 Juli 2015 Masa Penawaran : 1 3 Juli 2015 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 9 Juli 2015
INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS
INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI. TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI INFORMASI TAMBAHAN. SETIAP PERNYATAAN
INFORMASI TAMBAHAN INFORMASI TAMBAHAN OBLIGASI BERKELANJUTAN I BANK BTPN DENGAN TINGKAT BUNGA TETAP TAHAP II TAHUN 2012
Jadwal Tanggal Efektif : 20 Juni 2011 Masa Penawaran Umum : 31 Juli 2012 Tanggal Penjatahan : 1 Agustus 2012 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 3 Agustus 2012 Tanggal Pencatatan Pada Bursa
SAHAM YANG DITAWARKAN DALAM PENAWARAN UMUM INI SELURUHNYA AKAN DICATATKAN DI PT BURSA EFEK INDONESIA.
JADWAL Tanggal Efektif : 16 Maret 2018 Awal Perdagangan Waran Seri I : 27 Maret 2018 Masa Penawaran Umum : 19-20 Maret 2018 Akhir Perdagangan Waran Seri I Tanggal Penjatahan : 22 Maret 2018 - Pasar Reguler
SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 33 /POJK.04/2017 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN REKSA DANA BERBENTUK PERSEROAN
- 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 33 /POJK.04/2017 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN REKSA DANA BERBENTUK PERSEROAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
PENAWARAN UMUM OBLIGASI BERKELANJUTAN II TAHAP II
INFORMASI TAMBAHAN OTORITAS JASA KEUANGAN ( OJK ) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI INFORMASI TAMBAHAN INI. SETIAP
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
Jadwal Tanggal Efektif : 29 September 2016 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 6 Juni 2017 Masa Penawaran Umum : 29-31 Mei 2017 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 7 Juni 2017 Tanggal
2017, No c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan te
No.298, 2017 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEUANGAN OJK. Perusahaan Publik. Pernyataan Pendaftaran. Bentuk dan Isi. Pedoman (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6166)
Perjanjian Pendaftaran Obligasi Di KSEI Nomor: SP- /PO/KSEI/mmyy
Perjanjian Pendaftaran Obligasi Di KSEI Nomor: SP- /PO/KSEI/mmyy Perjanjian ini dibuat pada hari ini, , tanggal , bulan tahun (dd-mm-yyyy), antara: PT Kustodian Sentral Efek
- 2 - SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 52 /POJK.04/2017 TENTANG DANA INVESTASI INFRASTRUKTUR BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF
- 2 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 52 /POJK.04/2017 TENTANG DANA INVESTASI INFRASTRUKTUR BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF DENGAN RAHMAT TUHAN
Penyusunan Prospektus Penawaran Umum Terbatas Dalam Rangka Penerbitan HMETD
Penyusunan Prospektus Penawaran Umum Terbatas Dalam Rangka Penerbitan HMETD Oleh: Genio Atyanto Equity Tower 49th Floor, Jalan Jenderal Sudirman, Kav. 52-53 P / +62 21 2965 1262 SCBD, Jakarta 12190, indonesia
INFORMASI TAMBAHAN OBLIGASI BERKELANJUTAN II MANDIRI TUNAS FINANCE TAHAP II TAHUN 2016 PT MANDIRI TUNAS FINANCE. Jadwal
OBLIGASI BERKELANJUTAN II MANDIRI TUNAS FINANCE TAHAP II TAHUN 2016 INFORMASI TAMBAHAN Jadwal Tanggal Efektif : 11 Desember 2015 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 1 Juni 2016 Masa Penawaran
PT MNC KAPITAL INDONESIA TBK.
PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN INFORMASI ATAS KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PT MNC KAPITAL INDONESIA TBK TERKAIT RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU INFORMASI
SURAT KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK INDONESIA
SURAT KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK INDONESIA Nomor Kep-00113/BEI/11-2015 Perihal Peraturan Nomor I-R tentang Pencatatan Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Dalam Rangka Pembiayaan Sekunder
PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.04/2013 TENTANG PEDOMAN PENERBITAN DAN PELAPORAN EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.04/2013 TENTANG PEDOMAN PENERBITAN DAN PELAPORAN EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI DENGAN RAHMAT TUHAN
SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.04/2015 TENTANG REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF
OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.04/2015 TENTANG REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER
SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 64 /POJK.04/2017 TENTANG DANA INVESTASI REAL ESTAT BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF
- 1 - OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 64 /POJK.04/2017 TENTANG DANA INVESTASI REAL ESTAT BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF DENGAN RAHMAT TUHAN
2016, No Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 111, Tambahan
No.61, 2016 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEUANGAN OJK. Investasi Kolektif. Real Estat. Bank Kustodian. Manajer Investasi. Pedoman. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Nomor 5867) PERATURAN
PT HSBC Securities Indonesia PT Indo Premier Securities PT NISP Sekuritas PT UOB Kay Hian Securities
JADWAL Tanggal Efektif : 5 Desember 2013 Masa Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I : 6 dan 9 Desember 2013 Tanggal Penjatahan : 10 Desember 2013 Tanggal Distribusi Obligasi Berkelanjutan
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR: KEP- 67/BL/2007 TENTANG PEDOMAN MENGENAI
KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR KEP-56/PM/1996 TENTANG PEDOMAN MENGENAI BENTUK DAN ISI PROSPEKTUS DALAM RANGKA
KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR KEP-56/PM/1996 TENTANG PEDOMAN MENGENAI BENTUK DAN ISI PROSPEKTUS DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM OLEH PERUSAHAAN MENENGAH ATAU KECIL KETUA BADAN PENGAWAS PASAR
2 MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN TENTANG PEDOMAN PENERBITAN DAN PELAPORAN EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI DAL
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.358, 2014 KEUANGAN. OJK. Efek Beragun Aset. Partisipasi Pembiayaan. Pedoman. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5632) PERATURAN OTORITAS
