BAB III METODE ANALISIS
|
|
|
- Susanto Kurnia
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III METODE ANALISIS 3.1 Langkah Optimasi Rotating Disk Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan desain geometri Rotating Disk yang sesuai dengan objective function yaitu untuk meminimalkan tegangan tangensial maksimum dan rata-rata menggunakan optimization toolbox pada Matlab.Untuk itu kita perlu mengetahui persamaan mekanis dari sebuah rotating disk kemudian mengubahnya menjadi persamaan matematis pada m-file.adapun langkahlangkah yang dilakukan untuk mendapatkan hasil optimasi adalah sebagai berikut : a. Menentukan parameter rotating disk yang akan dioptimasi. b. Menentukan persamaan mekanis rotating disk bertingkat. c. Menentukan objective function, variabel desain, serta batasan-batasan yang akan digunakan. d. Menuliskan persamaan objective function dan constraints pada m-file. e. Melakukan optimasi pada Matlab. f. Plot variabel hasil optimasi. g. Menggambar rotating disk hasil optimasi. Pada penelitian ini akan dilakukan beberapa kali proses optimasi dengan variabel desain yang berbeda-beda. Hal ini untuk memperlihatkan bahwa optimasi yang dilakukan mendapatkan hasil yang sesuai dengan objective function dan untuk melihat perbedaan geometri rotating disk dengan masing masing variabel desain. 22
2 23 Mulai Pendefinisian rotating disk Persamaan mekanis Penentuan objective function,desain vektor, constrainst Persamaan matematis (penulisan m-file) Desain vektor baru Optimasi pada Matlab Hasil iterasi salah Benar Plotting isomerit hasil iterasi Gambar rotating disk hasil iterasi Selesai Gambar 3.1 Diagram alir proses optimasi rotating disk
3 Optimasi Rotating Disk pada Matlab Konsep dasar pencarian nilai optimum pada proses optimasi menggunakan metode numerik adalah melalui prosedur berikut : a. Menentukan nilai tebakan awal X 1 b. Tentukan arah pencarian S i (i = 1 untuk nilai awal) yang menunjukan nilai optimum secara umum c. Tentukan panjang langkah pada arah S i (λ 1 *) d. Temukan nilai tebakan baru X i+1 X i+1 = X i + S i λ 1 * e. Tes apakah nilai X i+1 merupakan nilai optimum, jika iya hentikan prosedur pencarian. Jika tidak tentukan nilai i = i + 1 yang baru dan ulangi langkah 2. Gambar 3.2 Proses iterasi untuk mendapatkan nilai optimum secara numerik [8] Matlab mempunyai sebuah toolbox yang berisi routine-routine untuk memecahkan permasalahan optimasi menggunakan beberapa metode yang disebut dengan optimization toolbox. Dengan optimization toolbox ini kita hanya perlu menentukan metode (solver) yang akan digunakan, kemudian memanggil objective function dan fungsi batas. Selanjutnya optimization toolbox ini akan menjalankan routine optimasi sesuai dengan metode yang kita pilih dan menampilkan hasilnya.
4 25 Gambar 3.3Optimization toolbox pada Matlab Terdapat beberapa metode atau solver pada optimization toolbox, namun pada tugas akhir ini hanya akan digunakan fungsi fminimax dan fmincon. Kedua fungsi ini menggunakan Gradient-Based-Method dalam memecahkan suatu permasalahan optimasi. Suatu fungsi akan mencapai nilai optimum jika turunan dari fungsi tersebut bernilai nol. Pada metode ini untuk mencari nilai optimum dari suatu fungsi pertamatama harus diberikan nilai tebakan awal. Berdasarkan nilai tebakan awal tersebut maka pencarian nilai optimum akan dilakukan, pencarian nilai optimum ini juga didasarkan dari turunan fungsi yang akan dioptimisasi. Kelemahan dari metode ini adalah nilai optimum yang dihasilkan tergantung dari tebakan awal yang diberikan.sehingga pada fungsi yang memiliki banyak titik puncak, jika tebakan yang diberikan tidak akurat maka yang didapatkan adalah nilai optimum lokal dan bukan nilai optimum global dari fungsi tersebut. Selain itu metode ini bekerja berdasarkan turunan dari fungsi yang akan dioptimisasi. Suatu fungsi akan memiliki turunan jika fungsi tersebut kontinu, sedangkan pada permasalahan yang ada terkadang terdapat fungsi yang tidak kontinu.
5 26 A. fminimax solver Fungsi fminimax digunakan untuk meminimalkan nilai terburuk (worst-case value) dari suatu fungsi multivariabel dengan output lebih dari satu menggunakan tebakan awal dengan batasan maupun tanpa batasan tertentu. Masalah seperti ini dikenal dengan minimax problem.penggunaan metode ini dapat dilakukan dengan menuliskan objective function tersebut dalam m-file dan dijalankan dengan optimization toolbox di matlab. Persamaan matematis dalam minimax problem adalah sebagai berikut : c(x) 0 min max x {F } F ceq(x) = 0 ( ) suchthat A. x b Aeq. x = beq lb x ub Dimana x, b, beq, lb, dan ub merupakan vektor, A dan Aeq merupakan matrik, c(x),ceq(x), dan F(x), adalah fungsi dengan nilai output berupa vektor. F(x), ceq(x), dan F(x) dapat berupa fungsi linier maupun nonlinier. Syntax fungsi fminimax adalah sebagai berikut : x = fminimax(fun,x0) x = fminimax(fun,x0,a,b) x = fminimax(fun,x0,a,b,aeq,beq) x = fminimax(fun,x0,a,b,aeq,beq,lb,ub) x = fminimax(fun,x0,a,b,aeq,beq,lb,ub,nonlcon) x = fminimax(fun,x0,a,b,aeq,beq,lb,ub,nonlcon,options) x = fminimax(fun,x0,a,b,aeq,beq,lb,ub,nonlcon,options,p1,p2,...) x fun x0 keterangan : = nilai hasil optimasi, = nama objective function, = nilai tebakan awal, A, b = matrix dan vektor sebagai linear inequality constraints.a.x b Aeq, beq= matrix dan vektor sebagai linear equality constraints. Aeq.x = beq lb, ub=lower bound dan upper bound, merupakan nilai batas bawah dan atas dari x nonlcon= nama fungsi nonlinear constraint.
6 27 Fungsi fminimax ini dipilih karena dianggap sesuai untuk menyelesaikan objective function pertama yaitu untuk meminimalkan tegangan tangensial maksimum.fminimax ini akan mencari nilai terburuk (dalam hal ini nilai terbesar dari tegangan tangensial) dari suatu fungsi dengan output lebih dari satu, kemudian meminimalkannya. B. fmincon solver fmincon berfungsi untuk meminimalkan suatu fungsi skalardengan beberapabatasandan variabel menggunakan nilai tebakan awal. Penggunaan metode ini dapat dilakukan dengan mengetikkan objective function tersebut dalam m-file matlab dan dijalankan dengan optimization toolbox di matlab. Persamaan matematis dalam metode ini adalah sebagai berikut: c(x) 0 ceq(x) = 0 minf(x)subjectto A. x b Aeq. x = beq lb x ub, Dimana x, b, beq, lb, dan ub merupakan vektor, A dan Aeq merupakan matrik, c(x),ceq(x), dan F(x), adalah fungsi dengan nilai output berupa vektor. F(x), ceq(x), dan F(x) dapat berupa fungsi linier maupun nonlinear. Syntax fungsi fminimax adalah sebagai berikut : x = fmincon(fun,x0,a,b) x = fmincon(fun,x0,a,b,aeq,beq) x = fmincon(fun,x0,a,b,aeq,beq,lb,ub) x = fmincon(fun,x0,a,b,aeq,beq,lb,ub,nonlcon) x = fmincon(fun,x0,a,b,aeq,beq,lb,ub,nonlcon,options) x = fmincon(fun,x0,a,b,aeq,beq,lb,ub,nonlcon,options,p1,p2,...) keterangan : x fun x0 = nilai hasil optimasi, = nama objective function, = nilai tebakan awal, A, b = matrix dan vektor sebagai linear inequality constraints.a.x b
7 28 Aeq, beq= matrix dan vektor sebagai linear equality constraints. Aeq.x = beq lb, ub = lower bound dan upper bound, merupakan nilai batas bawah dan atas dari x nonlcon= nama fungsi nonlinear constraint Fungsi fmincon dipilih untuk menyelesaikan objective function yang kedua yaitu meminimalkan tegangan tangensial rata-rata. fmincon akan menentukan nilai variabel untuk meminimalkan suatu fungsi dengan output skalar bukan vektor dalam hal ini output berupa tegangan tangensial rata-rata. Jika fmincon dipakai pada fungsi dengan output berupa vektor (output lebih dari satu), Matlab akan menampilkan hasil berupa eror Pendefinisian Permasalahan Optimasi pada Matlab Proses optimasi rotating disk dimulai dengan mendefinisikan desain rotating disk secara umum. Berikut adalah bentuk rotating disk yang akan dioptimasi : Axis of rotation Gambar 3.4 Profil potongan melintang rotating disk 4 tingkat Rotating disk berputar dengan kecepatan sudut ω (rad/s) dengan sumbu putar atau axis of rotation ditengah (pada porosnya).tekanan yang bekerja dapat dari dalam maupun dari luar. Dari dalam misalnya diakibatkan tegangan susut pada hasil proses pemasangan poros dengan piringan. Tekanan gas yang bekerja pada sudu turbin dapat mengakibatkan tekanan luar yang bekerja pada rotating disk. Karena bentuk piringan simetris maka biasanya pemodelan profilnya hanya ditunjukan pada setengah bagian
8 29 saja. Pemodelan ini yang akan kita pakai dalam membentuk model matematisnya. Berikut adalah persamaan matematis rotating disk yang akan doptimasi sesuai dengan Gambar 3.4. Preassigned parameters: a. Jumlah segmen = 4 b. Material = High-strength low-alloy steel c. Densitasρ = lb/in 3 d. Kecepatan putaranv = 100 inches/second e. Pm = psi f. Poisson s ratio = 0.3 g. R2 = 6 inches h. Rm= R6 = 1.0 inch i. P2 = 0.0 psi j. L min = 0.6 inches k. L max = 3.0 inches Design variables : L2,L3,L4,L5,R3,R4,R5 Constraints : a. L min Ln L max b. R2>R3>R4>R5>R6 Objective function : a. Minimize the maximum tangential stress (Min σ t max) b. Minimize the average tangential stress (Min σ t average) Proses optimasi akan dilakukan berulang-ulang dengan variabel desain yang berbeda, pada tiap optimasi akan ditentukan dua variabel desain yang berbeda dengan satu nilaiobjective function, hal ini ditujukan agar hasil optimasi dapat ditampilkan dalam grafik isomerit atau contour plot pada Matlab. Kemudian pada optimasi terakhir akan digunakan semua variabel desain untuk mendapatkan profil rotating disk paling optimal sesuai dengan objective function.
9 30 Untuk mendefinisikan masalah seperti ini pada Matlab, kita perlu menulis sebuah fungsi dalam Matlab dimana fungsi itu menerima input berupa variabel desain baik yang sudah ditetapkan (preassigned variable) maupun variabel yang dicari nilainya(design variable) dengan output berupa tegangan tangensial pada tiap-tiap antarmuka. R, L, N, v, X, dll input function output σ 1 σ 2,..., σ n input parameter fungsi Matlab output Gambar 3.5 Skema fungsi Matlab Penulisan m-file Objective Function Agar persamaan mekanik tegangan tangensial pada rotating disk dapat dibaca oleh matlab, kita perlu menulis persamaan tersebut dalam bentuk m-file. Pada optimasi menggunakan matlab, objective function harus dituliskan sebagai sebuah fungsi dengan input berupa variabel desain dan output sebagai parameter yang akan dioptimasi. Semua parameter yang sudah ditentukan (preassigned parameter) harus didefinisikan pada fungsi tersebut.berikut adalah fungsi objective function dalam bentuk m-file. A. Pendefinisian nama fungsi beserta input-output function f = ConstructDisk (x) Skrip diatas merupakan pendefinisian awal dari fungsi matlab, dengan f sebagai variabel output dan x sebagai input, dimana x merupakan nilai variabel desain. Construct disk mendefinisikan nama fungsi. B. Pendefinisian variabel Dalam mendefinisikan nilai variabel matlab menggunakan bentuk matrik, tiap variabel yang memiliki nilai lebih dari satu ditulis dalam matlab sebagai matrik dengan jumlah kolom dan baris tertentu. Sebagai contoh, jari-jari lingkaran didefinisikan sebagai matrik R, dimana matrik R merupakan matrik 1 baris dengan jumlah kolom sesuai dengan jumlah R( R = [R1 R2 R3 R4 Rn] ). R = [R1 R2 R3 R4 R5 R6]; % jari-jari rotating disk dalam inch L = [L1 L2 L3 L4 L5 L6]; % ketebalan rotating disk dala inch V = 1; % kecepatan putar (1 = 100 inch/sec^2) nu = 0.3; % poisson s ratio rho = 0.284; % density material (lb/in^3) P(2)=0.0; % tekanan luar (psi) P(6)=1000.1; % tekanan dalam / tekanan pada poros (psi)
10 31 C.Perhitungan awal Selanjutnya adalah menuliskan persamaan dasar untuk menghitung distribusi tekanan pada tiap interface (persamaan 2.10 s/d 2.16).Untuk mempermudah perhitungan digunakan fitur loop, fitur ini adalah sebuah proses iterasi atau perhitungan berulangulang. for n=1:5, %Bn B(1,n) = (2*(R(n)/R(n+1))^2)/((R(n)/R(n+1))^2-1); end for n=2:4, %An A(1,n) = (((3+nu)*rho*10^4)/4)*((R(n)/R(1,2))^2- (R(n+2)/R(1,2))^2); %Cn C(1,n) = 2/((R(n+1)/R(n+2))^2-1); %Dn D(1,n) = (((1-nu)+(1+nu)*(R(n)/R(n+1))^2)/((R(n)/R(n+1))^2-1))+(L(n)/L(n+1))*(((1+nu)+(1- nu)*(r(n+1)/r(n+2))^2)/((r(n+1)/r(n+2))^2-1)); %Kn K(1,n) = A(1,n)/C(1,n); %Qn Q(1,n) = (B(1,n)/C(1,n))*(L(n-1))/L(n); %Un U(1,n) = D(1,n)/C(1,n); end Skrip di atas akan menghasilkan matrik baru dari matrik sebelumnya melalui perhitungan berulang tiap variabel. Contoh dalam perhitungan B, for n=1:5, %Bn B(1,n) = (2*(R(n)/R(n+1))^2)/((R(n)/R(n+1))^2-1); end Matlab akan menghitung nilai B berulang sebanyak n-kali, dimana n= 1 s/d 5 (ditulis dalam m-file sebagai n=1:5). Dalam tiap kali perhitungan matlab akan memanggil nilai variabel yang berbeda-beda (dalam hal ini R dan L) dari tiap-tiap matriknya sesuai dengan nilai n, kemudian menuliskan hasilnya pada matrik B, dimana, B=[B(1) B(2) B(3) B(4) B(5)]. D. Ekstrapolasi nilai P3 Seperti yang dijelaskan pada bab sebelumnya (persamaan 2.9) untuk menghitung nilai tekanan pada tiap-tiap interface dilakukan dengan menebak dua nilai P3 dan
11 32 menghitung nilai Pm (P6) untuk masing-masing tebakan kemudian melakukan ekstrapolasi guna mendapatkan harga P3 aktual. Dituliskan pada matlab sebagai berikut, P3_g =(200-rand(1,2)*( )); % memberikan 2 nilai acak dalam interval dan mendefinisikannya sebagai matrik P3_g for n=1:2, P4_g=K(2)*V^2-Q(2)*P(2)+U(2)*P3_g(1,:); P5_g=K(3)*V^2-Q(3)*P3_g(1,:)+U(3)*P4_g; P6_g=K(4)*V^2-Q(4)*P4_g+U(4)*P5_g; %menghitung nilai P6 untuk masing-masing nilai P3 tebakan end P(3) = interp1(p6_g,p3_g,p(6),'linear','extrap'); %melakukan ekstrapolasi linear dari nilai P6 dan P3 tebakan untuk mendapatkan nilai P3 aktual E. Menghitung nilai P untuk tiap-tiap interface interface. Setelah mendapat nilai P3 aktual, dapat dihitung nilai P untuk masing-masing P(4) = K(1,2)*V^2-Q(1,2)*P(2)+U(1,2)*P(3); P(5) = K(1,3)*V^2-Q(1,3)*P(3)+U(1,3)*P(4); P(6) = K(1,4)*V^2-Q(1,4)*P(4)+U(1,4)*P(5); Pada tahap ini kita telah mendapatkan semua nilai P yang dibutuhkan, matlab menyimpan nilai P pada matrik P = [P1 P2 P3 P4 P5 P6]. F. Menghitung variabel yang akan dioptimasi Tahap selanjutnya kita akan menghitung variabel yang akan dioptimasi, pada tugas akhir ini ada dua objective function yang akan dihitung. Oleh karena ini kita harus menulis dua m-file untuk tiap-tiap objective function. Kedua m-file ini secara keseluruhan sama, namun berbeda pada pendefinisian nilai f pada fungsinya. Nilai f pada tiap-tiap fungsinya adalah sebagai berikut : 1) Menghitung tegangan tangensial for n=2:5, E(1,n) = 1/((R(1,n)/R(1,n+1))^2-1); F(1,n) = (((((3+nu)*rho)*10^4)/4)*(R(1,n)/R(1,2))^2)+(((1- nu)*rho*10^4)/4)*(r(1,n+1)/r(1,2))^2; tangential_stress(1,n-1)= (-(B(1,n)*L(1,n+1)/L(1,n))*P(1,n))+((E(1,n)+(B(1,n)/2)- nu/2*(l(1,n)/l(1,n+1)))*p(1,n+1))+f(1,n)*v^2); End f=tangential_stress;
12 33 Skrip diatas berdasarkan pada persamaan(2.18) s/d (2.20) dan akan menghasilkan output berupa matrik tegangan tangensial pada tiap-tiap interface yang dituliskan pada matrik [tangential_stress]. 2)Menghitung tegangan tangensial rata-rata Untuk menghitung tegangan tangensial rata-rata skrip yang digunakan sama seperti pada objective function sebelumnya, hanya saja pada akhir skrip digunakan command mean yang artinya menghitung nilai rata-rata pada matrik tersebut. f=mean(tangential_stress); Skrip ini kemudian disimpan dalam bentuk m-file dengan namaconstructdisk.m (secara default Matlab menyimpan nama file sesuai dengan nama fungsinya), m-file secara lengkap dicantumkan pada halaman lampiran. Gambar 3.6Penulisan objective function pada Matlab Penulisan Constraint Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, dalam optimasi terdapat beberapa pembatas-pembatas (constraints) yang harus dipenuhi. Pada tugas akhir ini pembatas yang diberikan adalah : Lmin Ln Lmax ( 0.6 inch Ln 3.0 inch ) dan R2>R3>R4>R5>R6 ( 6 inch > R3 > R4 > R5 > 1 inch )
13 34 Cara menuliskan constraint tersebut dalam m-file adalah sebagai berikut : A. Lmin Ln Lmax Constraint ini menyatakan bahwa masing-masing nilai variabel L harus lebih besar atau sama dengan nilai Lmin dan lebih kecil atau sama dengan nilai Lmax. Pada matlab pembatas seperti ini disebut sebagai boundary dan didefinisikan sebagai lb dan ub (lower bound dan upper bound).dimana lb dan ub berupa vektor pembatas untuk tiap-tiap variabel yang dioptimasi. x0 = [x(1) x(2)]; lb = [0.6 0,6]; ub = [3 3]; Tiap kolom pada matrik diatas mewakili batas bawah dan atas tiap-tiap variabel, artinya nilai x(1) mempunyai batas atas kolom pertama matrik lb (0.6) dan batas bawah kolom pertama matrik ub (0.6) demikian juga untuk x(2) mempunyai batas atas dan bawah kolom kedua matriklb dan ub, dimana x(1) dan x(2) adalah variabel desain. B. R2>R3>R4>R5>R6 Constraint seperti ini termasuk dalam linear inequality constraint, dalam menangani constraint sepertiini pada Matlab perlu dirubah dalam bentuk A x b.aadalah matrik yang terdiri atas m dan n, dimana m adalah jumlah constraints pada variabel X dengan n komponen dan b berupa vektor. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut, Misal kita mempunyai linear inequalities berikut sebagai pembatas : x + x 4 2x x 2 x x + x x 9 Maka m = 3, dan n = 4 Perlu diperhatikan, bahwa matlab mengenali suatu inequalities constraint hanya dalam bentuk operator kurang dari sama dengan ( ). Untuk mendapatkan bentuk kurang dari sama dengan,inequalities dikalikan dengan -1, sehingga menjadi bentuk sebagai berikut, x + x 4
14 35 2x + x 2 x + x x + x 9 Maka matrika dan vektor b : A = b = 2 9 Sama halnya dengan contoh di atas, constraint pada tugas akhir ini dapat dituliskan sebagai berikut: Dengan R2 = 6.0, R6 = 1.0, 6.0 > R3 > R4 > R5 > 1.0 Atau dapat ditulis: R3 < 6.0 R4 < R3 R5 <R4 R5 > 1.0 Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, matlab hanya mengenali constraint dalam bentuk operator kurang dari sama dengan, tetapi karena nilai tiap-tiap R tidak boleh sama maka kita perlu memberi batas dengan mengubah batasan sebagai berikut: R3 5.9 R4 R3-0.1 R5 R4-0.1 R5 1.1 Jika R3 = x 1, R4 = x 2, dan R5 = x 3, maka matrika dan vektor b : A = b = R3 5.9 R4 R3-0.1 R5 R R5-1.1
15 36 Dituliskan pada m-file sebagai, A = [1 0 0; ; 0-1 1; 0 0-1]; b = [5.9;-0.1;-0.1;-1.1]; Nilai A dan b ini yang nanti akan dipanggil dalam proses optimasi sebagai linear inequalities constraints Proses Optimasi dengan Optimization Toolbox Setelah menuliskan objective function dan constraints dalam bentuk m-file langkah selanjutnya adalah memanggil fungsi tersebut dan menjalankannya pada optimization toolbox. Terdapat dua cara untuk menjalankan optimization toolbox, yaitu metode GUI(Graphic User Interface) dan metode manual. a. Metode GUI (Graphic User Interface) Metode GUI dilakukan dengan menginputkan perintah optimtool pada Matlab command window, perintah ini akan memanggil windowoptimization toolbox. Keterangan : Gambar 3.7 Optimization toolbox
16 37 1. Menjelaskan tentang jenis solver apa yang akan kita gunakan untuk mengoptimasi permasalahan yang akan diselesaikan. Terdapat berbagai macam solver yang dapat kita gunakan. Termasuk diantaranya fminimax dan fmincon. 2. Menjelaskan tentang objective function yang akan diselesaikan. Kita dapat mengetikkan nama objective function tersebut sesuai dengan nama yang ada di dalam m-file, beserta nilai tebakan awal (starting point) yang akan digunakan. Beberapa solver, seperti fmincon dan fminimax memerlukan nilai tebakan awal agar optimasi dapat berjalan. Jika kita tidak memberikan nilai tebakan awal, maka optimasi ini tidak dapat diselesaikan. 3.Menjelaskan tentang constraint yang akan digunakan, termasuk didalamnya memberikan nilai lower bound dan upper bound, dimana pada tugas ahir ini merupakan nilai L min dan L max. 4.Tombol untuk menjalankan dan menghentikan proses iterasi, termasuk menampilkan jumlah iterasi yang dilakukan. 5. Menjelaskan tentang hasil dari optimasi dan status dari solver apakah masih berjalan atau tidak. Semua hasil yang kita simulasikan dapat kita lihat disini dan juga pada command window di matlab. 6. Menjelaskan tentang berbagai macam opsi yang dapat kita pilih untuk menentukan output dari optimasi tersebut. Opsi-opsi mempunyai berbagai macam pengaruh seperti pada jumlah iterasi maksimal yang kita inginkan, berbagai macam plot hasil optimasi dan sebagainya. b. Metode Manual Metode manual dilakukan dengan cara menuliskan routine optimasi pada m-file, sesuai dengan sintak untuk masing-masing solver. Berikut adalah skrip untuk memulai proses optimasi : x0 = [];% mendeklarasikan sebuah matrik yang berisi tebakan awal untuk masing masing variabel desain x0 = [x(1), x(2), x(3), dst], dimana x merupakan tebakan awal untuk nilai Ln dan Rn A = [];% mendeklarasikan matrik A dan b sebagai linear inequality b = [];% constraints seperti dijelaskan sebelumnya f= ConstructDisk(x0),% memanggil fungsi yang akan dioptimasi dan memberikan nilai input x(0) untuk
17 38 membandingkan nilai sebelum optimasi dan sesudah options = optimset (); % digunakan untuk mendefinisikan opsi-opsi yang akan digunakan. [x,fval] = fmincon (@ConstructDisk, x0, A, b,[],[],lb,ub,@constraint, options), % memanggil fungsi optimasi (fmincon / fminimax) untuk mengoptimasi objective function dengan input dan batasan yang ditentukan. Skrip tersebut disimpan pada m-file (disertakan pada halaman lampiran) kemudian dijalankan (run) pada Matlab. Gambar 3.8 Hasil optimasi menggunakan optimization toolbox
BAB III METODE OPTIMASI MATLAB
BAB III METODE OPTIMASI MATLAB 3.1 Langkah Optimasi Dalam membuat desain optimasi digunakan program MATLAB, suatu bahasa pemrograman perhitungan yang melibatkan operasi matematika elemen, matrik, optimasi,
Gambar 3.1 Diagram alir optimisasi dengan pemrograman Matlab.
Tidak BAB III PERANGKAT OPTIMISASI DALAM MATLAB 3.1. Langkah Analisis Optimisasi Mulai A Persiapkan Matlab Buka m-file Membangun Database Rotating Disk Tidak Apakah Nilai Objective Function Minimum ( nilai
Fungsi perhitungan tegangan tangensial pada Matlab
79 Fungsi perhitungan tegangan tangensial pada Matlab % fungsi perhitungan tegangan tangensial rotating disk %---- pendefinisian variabel --------------------- function f = ConstructDisk (x) R = [0.0 6
Gambar 2.1 Contoh rotating disk 4 tingkat. [atas seizin Wisnu Aji P.]
BAB II DASAR TEORI 2.1. Konsep Dasar Optimasi Rotating Disk Bertingkat Rotating disk merupakan benda solid simetris yang berputar. Untuk rotating disk yang bertingkat terdapat perbedaan ketebalan pada
OPTIMASI GEOMETRI ROTATING DISK GUNA MINIMASI TEGANGAN GESER MAKSIMUM DAN TEGANGAN VON-MISSES
Available online at Website http://ejournal.undip.ac.id/index.php/rotasi OPTIMASI GEOMETRI ROTATING DISK GUNA MINIMASI TEGANGAN GESER MAKSIMUM DAN TEGANGAN VON-MISSES Toni Prahasto*, Dema Wikatama Jurusan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Dasar Teori Rotating Disk Rotating Disk dapat dimodelkan sebagai sebuah benda aksis-simetrik (simetris terhadap sumbunya) yang berputar pada porosnya. Dalam dunia permesinan,
BAB II DASAR TEORI. 2.1 Konsep Dasar Rotating Disk
BAB II DASAR TEORI.1 Konsep Dasar Rotating Disk Rotating disk adalah istilah lain dari piringan bertingkat yang mempunyai kemampuan untuk berputar. Namun dalam aplikasinya, penggunaan elemen ini dapat
OPTIMIZATION WITH MATLAB EXTRAS
OPTIMIZATION WITH MATLAB EXTRAS PENDAHULUAN Model optimasi berusaha untuk menjelaskan, secara matematis, tujuan menyelesaikan masalah dalam jalan terbaik. Misalkan dalam bisnis: problem untuk memaksimalkan
BAB III METODOLOGI PERHITUNGAN
BAB III METODOLOGI PERHITUNGAN Pada bab ini menguraikan langkah-langkah sistematis yang dilakukan dalam perhitungan. Metodologi merupakan kerangka dasar dari tahapan penyelesaian tugas akhir. Metodologi
Bab IV Simulasi dan Pembahasan
Bab IV Simulasi dan Pembahasan IV.1 Gambaran Umum Simulasi Untuk menganalisis program pemodelan network flow analysis yang telah dirancang maka perlu dilakukan simulasi program tersebut. Dalam penelitian
MODUL I PENGENALAN MATLAB
MODUL I PENGENALAN MATLAB 1. Apa Matlab itu? Matlab merupakan bahasa pemrograman dengan kemampuan tinggi dalam bidang komputasi. Matlab memiliki kemampuan mengintegrasikan komputasi, visualisasi, dan pemrograman.
BAB III PEMROGRAMAN MATLAB 2 Copyright by
BAB III PEMROGRAMAN MATLAB 2 1 M-File M-file merupakan sederetan perintah matlab yang dituliskan secara berurutan sebagai sebuah file. Nama file yang digunakan berekstensi m yang menandakan bahwa file
Ada 5 GUI tools yang dapat dipergunakan untuk membangun, mengedit, dan mengobservasi sistem penalaran, yaitu :
BAB V FUZZY LOGIC MATLAB TOOLBOX Agar dapat mengunakan fungsi-fungsi logika fuzzy yang ada paad Matlab, maka harus diinstallkan terlebih dahulu TOOLBOX FUZZY. Toolbox. Fuzzy Logic Toolbox adalah fasilitas
STRUKTUR PROGRAM MATLAB
STRUKTUR PROGRAM MATLAB Emy Setyaningsih, S.Si, M.Kom 1 Beberapa Bagian dari Window Matlab Current Directory menampilkan isi dari direktori kerja saat menggunakan matlab. Command History berfungsi untuk
METODOLOGI PENELITIAN
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mekanika Struktur Jurusan Teknik Mesin Universitas Lampung. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan
FUNGSI GRIEWANK DAN PENENTUAN NILAI OPTIMUMNYA MENGGUNAKAN ALGORITMA STROBERI. Tri Nadiani Solihah
Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Terapannya 2016 p-issn : 2550-0384; e-issn : 2550-0392 FUNGSI GRIEWANK DAN PENENTUAN NILAI OPTIMUMNYA MENGGUNAKAN ALGORITMA STROBERI Tri Nadiani Solihah [email protected]
Pendahuluan. Praktikum Pengantar Pengolahan Citra Digital Departemen Ilmu Komputer Copyright 2008 All Rights Reserved
1 Pengenalan Matlab Pendahuluan Matlab adalah perangkat lunak yang dapat digunakan untuk analisis dan visualisasi data. Matlab didesain untuk mengolah data dengan menggunakan operasi matriks. Matlab juga
Optimasi Pengalokasian Produksi Barang Jadi dengan Menggunakan Solver Add-Ins. Ratna Puspita Indah STMIK Duta Bangsa Surakarta ABSTRAK
Optimasi Pengalokasian Produksi Barang Jadi dengan Menggunakan Solver Add-Ins Ratna Puspita Indah STMIK Duta Bangsa Surakarta ABSTRAK Persoalan keuntungan yang tidak dikelola dengan baik seringkali menjadi
Bab III Metodologi Penelitian
Bab III Metodologi Penelitian III.1 Umum Agar penelitian ini dapat dilakukan secara terstruktur dan sistematis, maka penelitian ini dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut: 1. Identifikasi masalah
Manual Penggunaan Algoritma Evolusi Diferensial untuk Mengoptimasikan Tata Letak Fasilitas Komarudin
Manual Penggunaan Algoritma Evolusi Diferensial untuk Mengoptimasikan Tata Letak Fasilitas Komarudin Laboratorium Rekayasa, Simulasi dan Pemodelan Sistem Departemen Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas
Optimasi Desain Tata Letak Fixture dengan Menggunakan Algoritma Genetika
Optimasi Desain Tata Letak Fixture dengan Menggunakan Algoritma Genetika Mohammad Tauviqirrahman 1, a *, Ismoyo Haryanto 1, Munadi 1,b dan Rian Wiranto 2 1 Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas
PRAKTIKUM 1 SINYAL, SYSTEM, DAN KONTROL PENGENALAN MATLAB 1. Percobaan 1 Vektor Penulisan vektor di MATLAB
PRAKTIKUM 1 SINYAL, SYSTEM, DAN KONTROL PENGENALAN MATLAB 1. Percobaan 1 Vektor Penulisan vektor di MATLAB Membuat vector dengan nilai antara 0 dan 16 dengan kenaikan 2. Menjumlahkan vector Menjumlakan
KATA PENGANTAR. Penulis. Raizal Dzil Wafa M.
i KATA PENGANTAR Buku ini dibuat untuk memudahkan siapa saja yang ingin belajar MATLAB terutama bagi yang baru mengenal MATLAB. Buku ini sangat cocok untuk pemula terutama untuk pelajar yang sedang menempuh
Implementasi Teknik Bisection Untuk Penyelesaian Masalah Nonlinear Break Even Point
SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2016 Implementasi Teknik Bisection Untuk Penyelesaian Masalah Nonlinear Break Even Point Khairina Natsir Fakultas Ekonomi, Universitas Tarumanagara
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DAN INSTRUMENTASI KENDALI. M-File dan Simulink
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DAN INSTRUMENTASI KENDALI M-File dan Simulink Disusun Oleh Nama : Yudi Irwanto NIM : 021500456 Prodi Jurusan : Elektronika Instrumentasi : Teknofisika Nuklir SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI
BAB IV ANALISA DATA. Kecepatan arus ( m/s) 0,6 1,2 1,6 1,8. Data kecepatan arus pada musim Barat di Bulan Desember dapt dilihat dari tabel di bawah.
BAB IV ANALISA DATA 4.1 Umum Pada bab ini menguraikan langkah-langkah dalam pengolahan data-data yang telah didapatkan sebelumnya. Data yang didapatkan, mewakili keseluruhan data sistem yang digunakan
BAB III PEMODELAN SISTEM POROS-ROTOR
BAB III PEMODELAN SISTEM POROS-ROTOR 3.1 Pendahuluan Pemodelan sistem poros-rotor telah dikembangkan oleh beberapa peneliti. Adam [2] telah menggunakan formulasi Jeffcot rotor dalam pemodelan sistem poros-rotor,
Manual Penggunaan Algoritma Evolusi Diferensial untuk Mengoptimasikan Rute Kendaraan Akhmad Hidayatno Armand Omar Moeis Komarudin Aziiz Sutrisno
Manual Penggunaan Algoritma Evolusi Diferensial untuk Mengoptimasikan Rute Kendaraan Akhmad Hidayatno Armand Omar Moeis Komarudin Aziiz Sutrisno Laboratorium Rekayasa, Simulasi dan Pemodelan Sistem Departemen
PEMANFAATAN SOLVER EXCEL UNTUK OPTIMASI PENJADWALAN MATA PELAJARAN
PEMANFAATAN SOLVER EXCEL UNTUK OPTIMASI PENJADWALAN MATA PELAJARAN Erika Eka Santi Dosen Universitas Muhammadiyah Ponorogo Email : [email protected] ABSTRAK Penyusunan jadwal pelajaran merupakan
BAB II KAJIAN TEORI. Pada bab ini akan dibahas mengenai beberapa definisi dan teori yang akan
BAB II KAJIAN TEORI Pada bab ini akan dibahas mengenai beberapa definisi dan teori yang akan digunakan pada pembahasan berdasarkan literatur yang relevan. A. Program Linear Model Program Linear (MPL) merupakan
A. Kompetensi Setelah mengiktui mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami dan bisa melakukan:
No. LST/EKA/PTI 236/07 Revisi: 01 April 2011 Hal 1 dari 9 A. Kompetensi Setelah mengiktui mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami dan bisa melakukan: 1. Mengenal dan menggunakan matlab sebagai
PEMROGRAMAN KOMPUTER KODE MODUL: TIN 202 MODUL III LINEAR PROGRAMMING DAN VISUALISASI
PEMROGRAMAN KOMPUTER KODE MODUL: TIN 202 MODUL III LINEAR PROGRAMMING DAN VISUALISASI LABORATORIUM TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2013 MODUL II LINEAR PROGRAMMING DAN
PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR MENGGUNAKAN MATLAB
PETUNJUK PRAKTIKUM PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR MENGGUNAKAN MATLAB Oleh Ahmad Kamsyakawuni JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS JEMBER 2009 MODUL 1 MENGENAL MATLAB A.
Optimasi Jaringan. Masalah Optimasi Jaringan Model Optimasi Jaringan Penyelesaian Optimasi Jaringan dengan Simpleks
Optimasi Jaringan Masalah Optimasi Jaringan Model Optimasi Jaringan Penyelesaian Optimasi Jaringan dengan Simpleks Pendahuluan Sebuah model jaringan terdiri dari dua buah element utama, yaitu: Arc, marupakan
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Penelitian Dalam setiap perusahaan berusaha untuk menghasilkan nilai yang optimal dengan biaya tertentu yang dikeluarkannya. Proses penciptaan nilai yang optimal dapat
BAB IV PROSES SIMULASI
BAB IV PROSES SIMULASI 4.1. Pendahuluan Di dalam bab ini akan dibahas mengenai proses simulasi. Dimulai dengan langkah secara umum untuk tiap tahap, data geometri turbin serta kondisi operasi. Data yang
MODUL 1. Command History Window ini berfungsi untuk menyimpan perintah-perintah apa saja yang sebelumnya dilakukan oleh pengguna terhadap matlab.
MODUL 1 1. Pahuluan Matlab merupakan bahasa pemrograman yang hadir dengan fungsi dan karakteristik yang berbeda dengan bahasa pemrograman lain yang sudah ada lebih dahulu seperti Delphi, Basic maupun C++.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Tingkat kesehatan bank dapat diketahui dengan melihat peringkat
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Tingkat Kesehatan Bank Tingkat kesehatan bank dapat diketahui dengan melihat peringkat komposit bank tersebut. Menurut peraturan Bank Indonesia No. 13/1/PBI/2011
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Optimasi Menurut Nash dan Sofer (1996), optimasi adalah sarana untuk mengekspresikan model matematika yang bertujuan memecahkan masalah dengan cara terbaik. Untuk tujuan bisnis,
Pemrograman pada MATLAB
Pemrograman pada MATLAB 5.1 Struktur dan Tipe Data Sebelum membahas tentang pemrograman, akan lebih baik jika kita mengetahui tentang struktur data dan tipenya dalam MATLAB. Tipe data yang digunakan pada
Penelitian Numerik Turbin Angin Darrieus dengan Variasi Jumlah Sudu dan Kecepatan Angin
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No. 1, (2017) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) B-13 Penelitian Numerik Turbin Angin Darrieus dengan Variasi Jumlah Sudu dan Kecepatan Angin Rahmat Taufiqurrahman dan Vivien Suphandani
Pengembangan laser..., Ahmad Kholil, FT UI, 2008
i. Membuat lintasan untuk setiap layer. Lintasan dibuat dengan terlebih dahulu menentukan titik x sesuai dengan hatch space yang telah ditentukan sebelumnya. j. Mengurutkan titik potong berdasarkan arah
MATLAB UNTUK STATISTIKA & TEKNIK OPTIMASI Aplikasi untuk Rekayasa & Bisnis
MATLAB UNTUK STATISTIKA & TEKNIK OPTIMASI Aplikasi untuk Rekayasa & Bisnis Oleh : Budi Santosa Edisi Pertama Cetakan Pertama, 2008 Hak Cipta 2008 pada penulis, Hak Cipta dilindungi undang-undang. Dilarang
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM Pada bab ini menjelaskan tentang perancangan dan pembuatan sistem kontrol, baik secara software maupun hardware yang digunakan untuk mendukung keseluruhan sistem
BAB III PEMBAHASAN. FRBFNN, Arsitektur FRBFNN, aplikasi FRBFNN untuk meramalkan kebutuhan
BAB III PEMBAHASAN Pada bab ini berisi mengenai FRBFNN, prosedur pembentukan model FRBFNN, Arsitektur FRBFNN, aplikasi FRBFNN untuk meramalkan kebutuhan listrik di D.I Yogyakarta. A. Radial Basis Function
III. METODOLOGI PENELITIAN. 1. Pembuatan rangkaian elektronika di Laboratorium Elektronika Jurusan
19 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di dua tempat, yaitu: 1. Pembuatan rangkaian elektronika di Laboratorium Elektronika Jurusan Teknik Elektro Universitas
BAB 2 LANDASAN TEORI. Pengenalan suara (voice recognition) dibagi menjadi dua jenis, yaitu
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengenalan Suara. Pengenalan suara (voice recognition) dibagi menjadi dua jenis, yaitu speech recognition dan speaker recognition. Speech recognition adalah proses yang dilakukan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Analisis kestabilan lereng merupakan salah satu persoalan yang sering dihadapi dalam pekerjaan geoteknik di pertambangan. Oleh karena itu, seorang engineer yang bekerja
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI Dalam bab ini akan diuraikan mengenai metode-metode ilmiah dari teori-teori yang digunakan dalam penyelesaian persoalan untuk menentukan model program linier dalam produksi.. 2.1 Teori
OPTIMASI FUNGSI MULTI VARIABEL DENGAN METODE UNIVARIATE. Dwi Suraningsih (M ), Marifatun (M ), Nisa Karunia (M )
OPTIMASI FUNGSI MULTI VARIABEL DENGAN METODE UNIVARIATE Dwi Suraningsih (M2, Marifatun (M53, Nisa Karunia (M6 I. Pendahuluan Latar Belakang. Dalam kehidupan sehari-hari disa maupun tidak, sebenarnya manusia
MEMULAI MENGGUNAKAN MATLAB
BAB 1 MEMULAI MENGGUNAKAN MATLAB A. PENDAHULUAN Apa itu MATLAB? Apa yang dapat dilakukan oleh MATLAB? Kemampuan apa yang dimilikinya? Bagaimana kita menggunakan MATLAB untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 5, No. 2, (2016) ISSN: ( Print)
B283 Dynamic Economic Dispatch dengan Mempertimbangkan Kerugian Transmisi Menggunakan Metode Sequential Quadratic Programming Dika Lazuardi Akbar, Ontoseno Penangsang, Ni Ketut Aryani. Jurusan Teknik Elektro,
Pengantar Pemrograman MATLAB
Pengantar Pemrograman MATLAB Pengantar Pemrograman MATLAB Amir Tjolleng, M.Sc. PENERBIT PT ELEX MEDIA KOMPUTINDO Pengantar Pemrograman MATLAB Amir Tjolleng, M.Sc. 2017, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta
Modul 1 Pengenalan MATLAB
Modul 1 Pengenalan MATLAB MATLAB singkatan dari MATrix LABoratory, merupakan bahasa pemrograman yang dikembangkan oleh The Mathwork.inc (http://www.mathwork.com). Bahasa pemrograman ini banyak digunakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pelaksanaan penelitian ini, memerlukan banyak hal yang harus
BAB III METODOLOGI PENELITIAN III.1 Diagram Alur (Flowchart) Pelaksanaan penelitian ini, memerlukan banyak hal yang harus diperhatikan sebagai persiapan dalam melakukan penelitian. Tujuannya agar memperkecil
BAB II DASAR TEORI. 2.1 Proses Pengadaan Persediaan
BAB II DASAR TEORI Pada bab II ini akan dibahas mengenai teori yang akan digunakan dalam pengerjaan tugas akhir. Diawali dengan penjelasan mengenai proses pengadaan persediaan, fungsi biaya produksi cekung,
Penggunaan Metode Numerik dan MATLAB dalam Fisika
Tugas Akhir Mata Kuliah Metode Numerik Dr. Kebamoto Penggunaan Metode Numerik dan MATLAB dalam Fisika Oleh : A. Arif Sartono 6305220017 DEPARTEMEN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS
PRAKTIKUM ISYARAT DAN SISTEM TOPIK 0 TUTORIAL PENGENALAN MATLAB
PRAKTIKUM ISYARAT DAN SISTEM TOPIK 0 TUTORIAL PENGENALAN MATLAB A. Tujuan 1. Mahasiswa mengenal lingkungan MATLAB dan mampu menggunakannya. 2. Mahasiswa mampu menggunakan fungsi-fungsi dasar MATLAB yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu Dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Lab. Mekanika Struktur Jurusan Teknik Mesin Universitas Lampung untuk mensimulasikan kemampuan tangki toroidal penampang
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini di lakukan di PG. Kebon Agung. Tbk, Desa Kebon Agung Kec. Pakisaji, Kab. Malang, Jawa Timur. Pemilihan lokasi ini dilakukan secara sengaja
BAB III METODE UNTUK MENAKSIR VOLATILITAS. harga saham, waktu jatuh tempo, waktu sekarang, suku bunga,
BAB III METODE UNTUK MENAKSIR VOLATILITAS 3.1. Pendahuluan Dalam menentukan harga opsi call dan opsi put dibutuhkan parameter harga saham, waktu jatuh tempo, waktu sekarang, suku bunga, strike price, dan
BAB 2 PENYELESAIAN PERSAMAAN NON LINEAR
BAB 2 PENYELESAIAN PERSAMAAN NON LINEAR METODE GRAFIK DAN TABULASI A. Tujuan a. Memahami Metode Grafik dan Tabulasi b. Mampu Menentukan nilai akar persamaan dengan Metode Grafik dan Tabulasi c. Mampu membuat
BAB IV PEMBAHASAN. Sebelum melakukan analisis dengan penerapan simulasi Monte Carlo dan VaR,
BAB IV PEMBAHASAN IV.1 Analisa Harga Saham BBCA Sebelum melakukan analisis dengan penerapan simulasi Monte Carlo dan VaR, penulis akan menganalisa pergerakan harga saham BBCA. Data yang diperlukan dalam
Panduan Praktikum S1 Elins Eksp. Kontrol Digital 1
1 Sistem Kontrol Digital Eksperimen 1 : Pengenalan Matlab dan Simulink pada Sistem Kontrol Digital Tujuan : Memperkenalkan Matlab, Simulink dan Control System Toolbox yang digunakan untuk mensimulasikan
BAB IX SOLVER. Tujuan instruksional Khusus
BAB IX SOLVER Instruksi Tujuan instruksional Khusus Pokok Bahasan Pengajaran Setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa akan mengetahui tentang analisa optimalisasi dengan adanya kendala sehingga solusi yang
Dynamic Optimal Power Flow Arus Searah Menggunakan Qudratic Programming
Dynamic Optimal Power Flow Arus Searah Menggunakan Qudratic Programming Nursidi 2209100055 Dosen Pembimbing : Dr. Eng. Rony Seto Wibowo, ST., MT. IGN Satriyadi Hernanda ST., MT. OUTLINES OUTLINES 1 Pendahuluan
BAB II LANDASAN TEORI. selanjutnya sebagai bahan acuan yang mendukung tujuan penulisan. Materi-materi
BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahas tentang landasan teori yang digunakan pada bab selanjutnya sebagai bahan acuan yang mendukung tujuan penulisan. Materi-materi yang diuraikan berupa definisi-definisi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
29 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 PENDAHULUAN Metodelogi penelitian merupakan cara atau prosedur yang berisi tahapan tahapan yang jelas dan runtut yang disusun secara sistematis dalam proses penelitian.
BAB III PEMBAHASAN. digunakan untuk membentuk fungsi tujuan dari masalah pemrograman nonlinear
BAB III PEMBAHASAN Pada bab ini akan dijelaskan tentang konsep dasar metode kuadrat terkecil yang digunakan untuk membentuk fungsi tujuan dari masalah pemrograman nonlinear dan langkah-langkah penyelesaiannya
BAB IV STUDI KASUS 4.1 Rumusan masalah 4.2 Pendekatan masalah
BAB IV STUDI KASUS Dalam bab ini akan dijelaskan mengenai studi kasus yang dikembangkan oleh penulis sebagai implementasi dari hasil eksplorasi yang dilakukan. 4.1 Rumusan masalah Pada bagian rumusan masalah
BAHAN PRAKTIKUM GEOGEBRA
BAHAN PRAKTIKUM GEOGEBRA Berikut ini diberikan petunjuk praktikum pembelajaran Matematika Aljabar dan Kalkulus menggunakan Geogebra. Geogebra merupakan software yang berisi aplikasi aljabar dan geometri.
PENGANTAR PENELITIAN OPERATIONAL
PENGANTAR PENELITIAN OPERATIONAL Angga Akbar Fanani, ST., MT. Operation Research? Seringkali disebut management science, merupakan pendekatan scientific untuk pengambilan keputusan untuk menemukan rancangan
ANALISIS TEKNIS DAN EKONOMIS PERANCANGAN KAPAL PATROLI CEPAT BERBASIS DAERAH PERAIRAN STUDY KASUS WILAYAH ARMADA TIMUR
ANALISIS TEKNIS DAN EKONOMIS PERANCANGAN KAPAL PATROLI CEPAT BERBASIS DAERAH PERAIRAN STUDY KASUS WILAYAH ARMADA TIMUR Moch Noor Falikhin Program Studi S1 Teknik Perkapalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember
BAGIAN III OPTIMASI DENGAN SOLVER
BAGIAN III OPTIMASI DENGAN SOLVER DAFTAR ISI 3.1 Konsep Dasar Model Data... 3.2 Fungsi Model Data... 3.3 Jenis Model Data... 3.4 Model Data Berbasis Optimasi... 3.5 Optimasi dengan Program Linear... 3.6
BAB II LINIER PROGRAMMING ( LP )
A. Tujuan Praktikum BAB II LINIER PROGRAMMING ( LP ) Meningkatkan kemanpuan dengan mengunakan teknoligi B. Landasan Tori Dalam model LP di kenal 2 macam pungsi yaitu : a. Secara Umum : Program linier merupakan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Program Linier Program linier adalah suatu teknik penyelesaian optimal atas suatu problema keputusan dengan cara menentukan terlebih dahulu fungsi tujuan (memaksimalkan atau meminimalkan)
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2013) 1-6 1
JURNAL TEKNIK POMITS Vol., No., (23) -6 Pengendalian Rasio Bahan Bakar dan Udara Pada Boiler Menggunakan Metode Kontrol Optimal Linier Quadratic Regulator (LQR) Virtu Adila, Rusdhianto Effendie AK, Eka
METODE PENELITIAN. Model tabung gas LPG dibuat berdasarkan tabung gas LPG yang digunakan oleh
III. METODE PENELITIAN Model tabung gas LPG dibuat berdasarkan tabung gas LPG yang digunakan oleh rumah tangga yaitu tabung gas 3 kg, dengan data: Tabung 3 kg 1. Temperature -40 sd 60 o C 2. Volume 7.3
BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN
digilib.uns.ac.id BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN 3.1 Tempat Penelitian Penelitian dilakukan di Laboratorium Perpindahan Panas Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta. 3.2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Program Linier Para ahli mendefinisikan program linier sebagai sebuah teknik analisa yang digunakan untuk memecahkan segala persoalan atau masalah-masalah keputusan yang ada
BAB IV PEMBAHASAN. A. Hasil Model Radial Basis Function Neural Network (RBFNN) Langkah-langkah untuk menentukan model terbaik Radial Basis Function
BAB IV PEMBAHASAN A. Hasil Model Radial Basis Function Neural Network (RBFNN) Langkah-langkah untuk menentukan model terbaik Radial Basis Function Neural Network (RBFNN) untuk diagnosis penyakit jantung
BAB IV HASIL DAN ANALISIS Pemodelan Sistem Turbin Angin. menggunakan software MATLAB SIMULINK. Turbin Angin Tersusun
54 BAB IV HASIL DAN ANALISIS 4.1. Pemodelan Sistem Turbin Angin Pada penelitian ini Sistem Turbin Angin dibuat dengan menggunakan software MATLAB SIMULINK. Turbin Angin Tersusun atas turbin angin yang
BAB III PEMBAHASAN. menggunakan model Fuzzy Mean Absolute Deviation (FMAD) dan penyelesaian
BAB III PEMBAHASAN Dalam bab ini akan dibahas mengenai pembentukan portofolio optimum menggunakan model Fuzzy Mean Absolute Deviation (FMAD) dan penyelesaian model Fuzzy Mean Absolute Deviation (FMAD)
LOGIKA FUZZY MENGGUNAKAN MATLAB
LOGIKA FUZZY MENGGUNAKAN MATLAB T.SUTOJO,Ssi,M.Kom 5.10 Fuzzy Logic Toolbox Matlab menyediakan fungsi-fungsi khusus untuk perhitungan logika Fuzzy dimulai dari perhitungan fungsi keanggotaan sampai dengan
OPTIMASI DYNAMIC PRICING MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA GENETIKA BERDASARKAN MODEL PERMINTAAN PADA HOTEL JW MARRIOTT SURABAYA
OPTIMASI DYNAMIC PRICING MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA GENETIKA BERDASARKAN MODEL PERMINTAAN PADA HOTEL JW MARRIOTT SURABAYA R I F A N D A P U T R I I N D R E S W A R I 5 2 0 9 1 0 0 0 2 0 PENDAHULUAN Latar
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI
27 BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI 3.1 Analisis Pada subbab ini akan diuraikan tentang analisis kebutuhan untuk menyelesaikan masalah jalur terpendek yang dirancang dengan menggunakan algoritma
SOFTWARE LINDO I KOMANG SUGIARTHA
SOFTWARE LINDO I KOMANG SUGIARTHA PENGERTIAN LINDO LINDO (Linear Interaktive Discrete Optimizer) merupakan software yang dapat digunakan untuk mencari penyelesaian dari masalah pemrograman linear. Prinsip
BAB IV METODE PENELITIAN
BAB IV METODE PENELITIAN A. Materi Penelitian Penelitian ini meneliti tentang perilaku sambungan interior balok-kolom pracetak, dengan benda uji balok T dan kolom persegi, serta balok persegi dan kolom
KONTROL TRACKING FUZZY UNTUK SISTEM PENDULUM KERETA MENGGUNAKAN PENDEKATAN LINEAR MATRIX INEQUALITIES
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 4, No. 1, (15) ISSN: 337-3539 (31-971 Print) A-594 KONTROL TRACKING FUZZY UNTUK SISTEM PENDULUM KERETA MENGGUNAKAN PENDEKATAN LINEAR MATRIX INEQUALITIES Rizki Wijayanti, Trihastuti
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DAN INSTRUMENTASI KENDALI. Simulasi Model Dinamik
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DAN INSTRUMENTASI KENDALI Simulasi Model Dinamik Disusun Oleh Nama : Yudi Irwanto NIM : 021500456 Prodi Jurusan : Elektronika Instrumentasi : Teknofisika Nuklir SEKOLAH TINGGI
MASALAH NILAI AWAL ITERASI NEWTON RAPHSON UNTUK ESTIMASI PARAMETER MODEL REGRESI LOGISTIK ORDINAL TERBOBOTI GEOGRAFIS (RLOTG)
MASALAH NILAI AWAL ITERASI NEWTON RAPHSON UNTUK ESTIMASI PARAMETER MODEL REGRESI LOGISTIK ORDINAL TERBOBOTI GEOGRAFIS (RLOTG) Shaifudin Zuhdi, Dewi Retno Sari Saputro Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
BAGIAN 1 SINTAK DASAR MATLAB
BAGIAN 1 SINTAK DASAR MATLAB Pada bagian 1 ini, akan diuraikan tentang bagaimana mendefinisikan data, operasi data dan teknik mengakses data pada Matlab. Untuk lebih memahami, pembaca sebaiknya mecobanya
FUNGSI II. Variabel Statis. Sifat variabel statis: Sintaks: static tipe_data nama_variabel; Contoh: static int angka;
FUNGSI II Variabel Statis Sifat variabel statis: Variabel hanya dapat diakses pada fungsi yang mendefinisikannya Variabel tidak hilang setelah eksekusi berakhir. Nilainya akan tetap dipertahankan sehingga
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Noise Pada saat melakukan pengambilan gambar, setiap gangguan pada gambar dinamakan dengan noise. Noise dipakai untuk proses training corrupt image, gambarnya diberi noise dan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 21 Analisis Regresi Perubahan nilai suatu variabel tidak selalu terjadi dengan sendirinya, namun perubahan nilai variabel itu dapat disebabkan oleh berubahnya variabel lain yang berhubungan
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Efektivitas Efektivitas berasal dari kata efektif, yang merupakan kata serapan dari bahasa Inggris yaitu effective yang artinya berhasil. Menurut kamus ilmiah popular, efektivitas
4.1. Pengumpulan data Gambar 4.1. Contoh Peng b untuk Mean imputation
4.1. Pengumpulan data Data trafik jaringan yang diunduh dari http://www.cacti.mipa.uns.ac.id:90 dapat diklasifikasikan berdasar download rata-rata, download maksimum, download minimum, upload rata-rata,
