BAB V SIMPULAN DAN SARAN
|
|
|
- Verawati Sanjaya
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Setelah penulis menguraikan hasil penelitian dan melakukan pembahasan mengenai analisis rasio keuangan untuk memprediksi kebangkrutan perusahaan pada 4 (tiga) perusahaan industri rokok yang terdaftar di BEI selama kurun waktu 4 (empat) tahun, yaitu dari tahun , maka dapat diambil beberapa simpulan yang merupakan hasil penelitian dari data yang diperoleh penulis selama melakukan penelitian, yaitu: 1. Analisis rasio keuangan pada kelompok industri rokok. a) PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (HMSP) Berdasarkan hasil analisis rasio keuangan diperoleh bahwa PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk.(HMSP) memiliki kinerja paling baik dibandingkan 3 (tiga) perusahaan industri rokok lainnya. Saldo aktiva lancar yang dimiliki besar sehingga masih tersedia modal kerja apabila perusahaan harus memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang akan jatuh tempo. Perusahaan telah mampu menghasilkan laba kumulatif yang nantinya bertujuan untuk memperluas usahanya. Ini terlihat dari tersedianya saldo laba ditahan yang cukup besar setiap tahunnya. Penjualan meningkat dan laba bersih yang meningkat akibat berkurangnya biaya biaya usaha. Total aktiva perusahaan meningkat selama 4 (empat) periode. Hal ini juga tidak terlepas dari manajemen yang berpengalaman sehingga menghasilkan perencanaan yang efektif serta keberhasilan manajemen dalam melakukan antisipasi terhadap pasar. b) PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) Pada PT Gudang Garam Tbk.(GGRM) memiliki kinerja yang cukup baik, namun perusahaan terlalu banyak mengakumulasikan hutang sehingga rasio modal kerja menurun drastis. Selain itu, terjadi pula penurunan laba usaha akibat naiknya biaya usaha dibandingkan penjualan yang meningkat.
2 Tetapi perusahaan telah mampu menghasilkan laba kumulatif dengan adanya kenaikan saldo laba ditahan setiap tahunnya. c) PT Bentoel International Investama (Transindo Multiprima) Tbk. (RMBA) Pada PT Bentoel International Investama (Transindo Multiprima) Tbk.(RMBA), Memiliki kinerja yang kurang baik. Terjadi penurunan modal kerja yang disebabkan oleh menurunnya aktiva lancar dan meningkatnya hutang lancar. Rendahnya kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba kumulatif sehingga kesulitan apabila akan memperluas usahanya. Penjualan atau pendapatan yang menurun serta biaya usaha yang tinggi sehingga tahun 2003 dan 2005 perusahaan merugi (defisit). Hal ini juga mengindikasikan bahwa manajemen gagal dalam melakukan antisipasi terhadap pasar. d) PT British American Tobacco Indonesia Tbk. (BATI) Pada PT British American Tobacco Indonesia Tbk.(BATI), juga memiliki kinerja yang kurang baik, bahkan diantara ke 3 (tiga) perusahaan industri rokok lainnya PT British American Tobacco Indonesia Tbk (BATI) memiliki kinerja yang paling buruk. Saldo aktiva lancar dimiliki tidak stabil akan tetapi perusahaan masih memiliki modal kerja apabila perusahaan harus memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang akan jatuh tempo. Perusahaan tidak mampu menghasilkan laba kumulatif yang nantinya bertujuan untuk memperluas usahanya. Ini terlihat dari jumlah defisit perusahaan tiap tahunnya. Penjualan yang tidak stabil bahkan cenderung mengalami penurunan sehingga perusahaan mengalami kerugian akibat biaya usaha yang tinggi. Saldo hutang yang tidak stabil bahkan cenderung meningkat, artinya perusahaan belum mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang telah jatuh tempo.
3 Dari hasil analisis yang telah dilakukan penulis pada kelompok industri rokok maka dapat disimpulkan bahwa: Tersedianya aktiva lancar dan hutang lancar yang selalu berubah akan mempengaruhi tingkat resiko kebangkrutan pada kelompok industri rokok, jika aktiva lancar lebih besar dari hutang lancar maka modal kerja akan tersedia sehingga perusahaan dapat memenuhi kewajiban jangka pendek yang akan jatuh tempo. Perusahaan pada kelompok industri rokok harus dapat menghasilkan laba kumulatif yang nantinya bertujuan untuk memperluas usahanya. Dengan meningkatkan penjualan maka akan mempengaruhi laba bersih yang akan dihasilkan perusahaan, hal ini harus diiringi dengan menekan biaya biaya usaha. Ini semua tidak terlepas dari peran manajemen yang berpengalaman sehingga menghasilkan perencanaan yang efektif serta keberhasilan manajemen dalam melakukan antisipasi terhadap pasar 2. Prediksi kebangkrutan pada perusahaan dilihat dari analisis rasio keuangan pada kelompok industri rokok Setelah dilakukan analisis rasio keuangan pada kelompok industri rokok dimana data rasio keuangan selama 4 (empat) tahun dirata - ratakan, kemudian mencocokan dengan kriteria penilaian dari Altman maka diperoleh kesimpulan bahwa perusahaan kelompok industri rokok yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam hal ini yakni PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (HMSP) dan PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) diprediksikan tidak bangkrut, sedangkan PT Bentoel International Investama (Transindo Multiprima) Tbk dan (RMBA) dan PT British American Tobacco Tbk. (BATI) diprediksikan rawan bangkrut. 5.2 Saran Beberapa saran yang dapat penulis berikan untuk perbaikan atau peningkatan kinerja lebih lanjut pada ke 4 (empat) perusahaan industri rokok yang telah dianalisis adalah sebagai berikut:
4 1. PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (HMSP) Perusahaan ini menurut penulis memiliki kinerja terbaik diantara yang lain, diharapkan dapat mempertahankan kestabilan kinerjanya dengan peningkatan yang terarah setiap tahunnya. Kestabilan dari perubahan-perubahan pada rekening-rekening laporan keuangan perusahaan menandakan bahwa perusahaan sangat berhati-hati dalam merencanakan dan mengimplementasikan setiap aktivitasnya. 2. PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) Perusahaan harus dapat meminimalisasi hutang lancar yang cenderung meningkat sehingga modal kerja dapat meningkat. Selain itu, perusahaan harus mampu menangani aktivitas di luar operasi dengan lebih baik sehingga tidak berakibat menurunnya hasil dan kualitas dari aktivitas operasi utama. biaya usaha perusahaan seharusnya dapat dikurangi agar perusahaan dapat memperoleh laba yang tinggi. 3. PT Bentoel International Investama (Transindo Multiprima) Tbk. (RMBA) Sebaiknya perusahaan mengurangi jumlah biaya usaha pada penjualannya, hal ini harus dilakukan karena tingginya biaya tersebut tidak mampu ditutupi oleh perusahaan. Pengurangan sebagian aktiva tetap milik perusahaan yang jumlahnya sangat tinggi pun bisa menjadi alternatif bagi perusahaan. Dengan pengurangan jumlah aktiva tetap maka biaya penyusutan akan dapat ditekan sehingga mungkin dapat membantu dalam meningkatkan efisiensi kinerja operasi selain dengan mengurangi jumlah biaya usaha. 4. PT British American Tobacco Tbk. (BATI) Perusahaan harus mampu mengurangi jumlah beban pokok penjualan dengan meminimalisasi pemakaian bahan baku, mengurangi tenaga kerja langsung dan biaya pabrikasi. Selain itu, perusahaan harus mampu mengurangi jumlah biaya usaha penjualan dan biaya umum dan administrasi agar perusahaan tidak mengalami kerugian. Perusahaan harus dapat meminimalisasi saldo hutang dengan pengurangan jumlah aktiva tetap yang menganggur dan membatasi jumlah piutang usaha sehingga kas perusahaan bertambah. Dengan
5 bertambahnya jumlah kas maka perusahaan dapat meminimalisasi jumlah hutangnya. Dari hasil analisis yang telah dilakukan pada kelompok industri rokok, ada beberapa saran yang dapat penulis berikan, yaitu : Perusahaan harus dapat meminimalisasi hutang lancar yang meningkat sehingga modal kerja dapat meningkat. Yaitu dengan cara mengurangi jumlah aktiva tetap yang menganggur dan membatasi jumlah piutang usaha sehingga kas perusahaan bertambah. Dengan bertambahnya jumlah kas maka perusahaan dapat meminimalisasi jumlah hutangnya. Kelompok industri rokok harus dapat menekan biaya usaha perusahaan sehingga perusahaan dapat memperoleh laba yang tinggi dan mengurangi beban pokok penjualan dengan meminimalisasi pemakaian bahan baku, mengurangi tenaga kerja langsung dan biaya pabrikasi.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Dari hasil analisis laporan keuangan yang telah dilakukan, berikut adalah kesimpulan hasil penilaian kinerja empat perusahaan rokok yang terdaftar di Bursa Efek
Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software For evaluation only. PENDAHULUAN
PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian PT. Indocement Tunggal Prakasa (Tbk), PT. Semen Cibinong (Tbk), dan PT. Semen Gresik (Tbk) adalah perusahaan yang bergerak di bidang indutri semen. Industri semen
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Waktu penelitian ini dimulai dari September 2015 sampai dengan selesai, dimana penelitian ini dilakukan di Jakarta dengan mengambil data laporan
: Asti Iga Purnomo NPM : Jurusan : Akuntansi Pembimbing : Sigit Sukmono, SE., MM
ANALISIS PREDIKSI POTENSI KEBANGKRUTAN BERDASARKAN METODE ALTMAN Z-SCORE (STUDI KASUS PADA TIGA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR INDUSTRI ROKOK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2009-2013) Nama
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
82 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 1.1. Kesimpulan Bedasarkan tujuan penelitian serta pembahasan dari bab-bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa kinerja PT HM Sampoern, Tbk sangat baik dan jika dibandingkan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Waktu penelitian ini dimulai dari tahun 2011 sampai tahun 2013, dimana penelitian ini dilakukan di Jakarta dengan mengambil data laporan keuangan
PT BENTOEL INTER LAPORAN POSISI KE 200 KETERANGAN 2009 ASSET ASSET LANCAR kas dan setara kas 84,310,801,719 piutang usaha pihak ketiga
PT BENTOEL INTER LAPORAN POSISI KE 200 KETERANGAN 2009 ASSET ASSET LANCAR kas dan setara kas 84,310,801,719 piutang usaha pihak ketiga 174,309,061,823 pihak relasi piutang lain - lain pihak hubungan istimewa
BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan perkembangan ekonomi di Indonesia, Indonesia telah memasuki
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan ekonomi di Indonesia, Indonesia telah memasuki perdagangan bebas, dimana Indonesia semakin dituntut untuk semakin siap dalam menghadapi
BAB 3 METODE PENELITIAN Jenis Penelitian dan Gambaran Obyek Penelitian. Jenis penelitian yang digunakan adalah event study menurut Jogiyanto
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian dan Gambaran Obyek Penelitian 3.1.1. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah event study menurut Jogiyanto (2007: 410) merupakan studi yang
BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya,
BAB V SIMPULAN DAN SARAN V.I Simpulan Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. Secara keseluruhan kinerja keuangan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya baik perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa maupun barang mempunyai tujuan yang sama yaitu memperoleh keuntungan. Selain
PENGARUH RASIO AKTIVITAS TERHADAP PERTUMBUHAN LABA PADA TOBACCO MANUFACTURE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA ( BEI ) SKRIPSI
PENGARUH RASIO AKTIVITAS TERHADAP PERTUMBUHAN LABA PADA TOBACCO MANUFACTURE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA ( BEI ) SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi sebagai persyaratan memperoleh Gelar Sarjana pada
BAB 1 PENDAHULUAN. Sejak tahun 1997, Indonesia mengalami dampak atas memburuknya kondisi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sejak tahun 1997, Indonesia mengalami dampak atas memburuknya kondisi ekonomi, terutama karena depresiasi mata uang terhadap mata uang asing khususnya terhadap dolar
BAB I PENDAHULUAN. evaluasi kerja yang dapat meningkatkan kualitas pekerjaan bagi kelangsungan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penilaian kinerja terhadap suatu perusahaan merupakan suatu tahap evaluasi kerja yang dapat meningkatkan kualitas pekerjaan bagi kelangsungan aktivitas perusahaan
BAB I PENDAHULUAN. oleh suatu industri adalah di pasar modal yaitu dengan menjual saham
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Lembaga penghimpun sumber dana murah yang dapat diperoleh oleh suatu industri adalah di pasar modal yaitu dengan menjual saham kepada publik. Pasar modal didefinisikan
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Analisis rasio laporan keuangan pada perusahaan industri rokok telah dilaksanakan secara efektif, hal ini terlihat dari perusahaan industri rokok dalam menganalisis
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Obyek penelitian Penelitian ini menggunakan obyek penelitian perusahaan-perusahaan rokok yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) yang melakukan aktivitas perusahaan
ANALISIS HARGA SAHAM INDUSTRI ROKOK DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE DENGAN ANALISIS FUNDAMENTAL DAN TEKNIKAL
ANALISIS HARGA SAHAM INDUSTRI ROKOK DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2004-2007 DENGAN ANALISIS FUNDAMENTAL DAN TEKNIKAL Oleh SITI BILQIS SABRINI H24104086 DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kebangkrutan adalah suatu kondisi disaat perusahaan mengalami
14 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kebangkrutan 2.1.1 Pengertian Kebangkrutan Kebangkrutan adalah suatu kondisi disaat perusahaan mengalami ketidakcukupan dana untuk menjalankan usahanya atau dapat diartikan
Skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan jenjang pendidikan Strata Satu (S1) pada Fakultas Ekonomi Universitas Muria Kudus
ANALISIS TINGKAT KESEHATAN PERUSAHAAN GUNA MEMPREDIKSI KEBANGKRUTAN MELALUI MODEL ALTMAN (Z-SCORE) PADA PERUSAHAAN ROKOK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2008-2012 Skripsi ini diajukan sebagai
Kata Kunci : Analisis Laporan Keuangan, Rasio Keuangan, Almant Z-Score
PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN KEUANGAN INDUSTRI ROKOK SEBAGAI ALAT PENDETEKSI RESIKO KEBANGKRUTAN PADA PERUSAHAAN ROKOK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Dewi Kirowati 1, Shinta Noor Anggreany 2 Politeknik
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4.1 Kesimpulan Berdasarkan analisis rasio keuangan PT Gudang Garam Tbk tahun 2012-2014 pada bab sebelumnya, dapat disimpulkan kinerja keuangan PT Gudang Garam Tbk tahun 2012-2014
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Tinjauan Objek Studi PT. Gudang Garam Tbk PT. Handjaya Mandala Sampoerna Tbk.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Tinjauan Objek Studi 1.1.1 PT. Gudang Garam Tbk. PT Gudang Garam Tbk yang selanjutnya disebut Gudang Garam adalah sebuah perusahaan rokok populer asal Indonesia. Perusahaan ini didirikan
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan dengan judul Pengaruh Return On Invesment (ROI), Return On Equity (ROE), dan Earning Per Share (EPS) terhadap
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Analisis kebangkrutan penting dilakukan dengan pertimbangan kebangkrutan suatu perusahaan yang go public akan merugikan banyak pihak. Pihak-pihak tersebut
BAB I PENDAHULUAN. yang sama yaitu mencari keuntungan atau laba. Usaha menjaga. perusahaan dengan kuat, perusahaan dapat mempertahankannya baik
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang masalah Perusahaan atau bentuk kegiatan usaha apapun mempunyai tujuan yang sama yaitu mencari keuntungan atau laba. Usaha menjaga keberlangsungan perusahaan serta mempertahankan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Pada penelitian ini objek yang dipilih adalah perusahaan rokok yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2012 2016. Berikut ini daftar perusahaan
BAB I PENDAHULUAN. Para pelaku pasar modal telah menyadari bahwa sebelum melakukan investasi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Para pelaku pasar modal telah menyadari bahwa sebelum melakukan investasi saham memerlukan suatu analisis untuk membantu dalam mengambil keputusan membeli atau menjual
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan perusahaan-perusahaan di Indonesia terus diwarnai
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan perusahaan-perusahaan di Indonesia terus diwarnai dengan persaingan yang semakin ketat antar perusahan. Persaingan tidak hanya terjadi pada inovasi produk
BAB IV. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PT GUDANG GARAM Tbk. modal kerja yang paling tinggi tingkat likuiditasnya. Hal ini berarti bahwa
BAB IV ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PT GUDANG GARAM Tbk IV.1 Analisis Laporan Arus Kas Kas merupakan aktiva yang paling likuid atau merupakan salah satu unsur modal kerja yang paling tinggi tingkat likuiditasnya.
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN BENTUK PERSENTASE PERKOMPONEN UNTUK MEMBANDINGKAN KINERJA PERUSAHAAN
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN BENTUK PERSENTASE PERKOMPONEN UNTUK MEMBANDINGKAN KINERJA PERUSAHAAN (Survei pada Perusahaan Industri Rokok) SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Dalam Menempuh Ujian
BAB I PENDAHULUAN. keuangan dan hasil usaha perusahaan yang dapat dipergunakan oleh pihak-pihak yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Informasi keuangan perusahaan disediakan untuk menjelaskan tentang posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan yang dapat dipergunakan oleh pihak-pihak yang
BAB I PENDAHULUAN. rokok yang ada di Indonesia. Dari total unit usaha di industri rokok di
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan industri rokok di dunia usaha dewasa ini diwarnai dengan persaingan yang ketat. Apalagi dengan adanya beberapa perusahaan industri rokok yang ada
BAB I PENDAHULUAN. berhasil memenangkan persaingan apabila dapat menghasilkan laba yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Suatu perusahaan dapat dikatakan mencapai kesuksesan dan berhasil memenangkan persaingan apabila dapat menghasilkan laba yang maksimal (Mahaputra, 2012). Di samping
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis terhadap laporan keuangan PT. Indofarma Tbk., maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Hasil kinerja likuiditas perusahaan
JUMLAH AKTIVA
NERACA 31 DESEMBER 2007 AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan bank 3 866.121.482 3.038.748.917 Piutang usaha - bersih Hubungan istimewa 2b, 2c, 4, 5, 8 2.635.991.416 328.548.410 Pihak ketiga - setelah dikurangi
PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 SEPTEMBER 2007 (DENGAN ANGKA PERBANDINGAN UNTUK TAHUN 2006) (MATA UANG INDONESIA) 1 MUSTIKA
BAB I PENDAHULUAN. karena itu pengelolaan kas sangat penting bagi suatu bank. Kegiatan yang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap bank dalam menjalankan usahanya selalu membutuhkan kas, oleh karena itu pengelolaan kas sangat penting bagi suatu bank. Kegiatan yang dilakukan bank
ANALISIS METODE ALTMAN (Z-SCORE) SEBAGAI ALAT EVALUASI GUNA MEMPREDIKSI KEBANGKRUTAN PERUSAHAAN
ANALISIS METODE ALTMAN (Z-SCORE) SEBAGAI ALAT EVALUASI GUNA MEMPREDIKSI KEBANGKRUTAN PERUSAHAAN (Studi Pada Industri Rokok yang Terdaftar Di BEI Periode 2007-2011) Batara Aldino Safitra Kertahadi Siti
BAB 4 PEMBAHASAN. Penelitian ini menguji pengaruh perputaran persediaan dan perputaran piutang baik
BAB 4 PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Penelitian ini menguji pengaruh perputaran persediaan dan perputaran piutang baik secara individual maupun secara bersama-sama terhadap likuiditas perusahaan.
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk NERACA 31 Desember 2003 dan 2002 (dalam Ribuan Rupiah, kecuali di nyatakan lain)
NERACA 31 Desember 2003 dan 2002 AKTIVA LANCAR K E T E R A N G A N 2003 2002 Kas dan setara kas 5,048,154 5,040,625 Piutang usaha Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 19,943,324 21,928,185 Pihak ketiga-setelah
Neraca Konsolidasi PT. GUDANG GARAM, Tbk.
L1 Neraca Konsolidasi PT. GUDANG GARAM, Tbk. Periode Analisis Horisontal Analisis Vertikal 2006 2007 2008 2009 2010 2006 2007 2008 2009 2010 2006 2007 2008 2009 2010 ASET ASET LANCAR Kas dan Setara Kas
BAB I PENDAHULUAN. dan pada dunia bisnis. Keadaan ini yang menuntut suatu perusahaan untuk selalu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan era globalisasi ini mengakibatkan kemajuan pada teknologi dan pada dunia bisnis. Keadaan ini yang menuntut suatu perusahaan untuk selalu memperbaiki
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel 1. Populasi Populasi adalah sekelompok orang, kejadian atau segala sesuatu yang mempunyai karakteristik tertentu (Indriantoro
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT. ANTAM Tbk. : Joko Prayitno NPM : Jurusan : Akuntansi Pembimbing :Dr. Emmy Indrayani
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT. ANTAM Tbk. Nama : Joko Prayitno NPM : 24213668 Jurusan : Akuntansi Pembimbing :Dr. Emmy Indrayani Latar Belakang Masalah Untuk mengetahui kondisi keuangan suatu perusahaan
ANALISIS KESEHATAN KEUANGAN SERTA PREDIKSI TINGKAT KEBANGKRUTAN PADA PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DENGAN METODE ALTMAN Z-SCORE
ANALISIS KESEHATAN KEUANGAN SERTA PREDIKSI TINGKAT KEBANGKRUTAN PADA PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK DENGAN METODE ALTMAN Z-SCORE NAMA : YUGI SUSANTI NPM : 27211635 JURUSAN : AKUNTANSI PEMBIMBING :RULLY MOVIZAR,SE.,MMSI
BAB II URAIAN TEORITIS. Kerja Terhadap Profitabilitas pada perusahaan rokok GO-Public di Indonesia
25 BAB II URAIAN TEORITIS A. Penelitian Terdahulu Kamel (2004) melakukan penelitian mengenai Pengaruh Kebijakan Modal Kerja Terhadap Profitabilitas pada perusahaan rokok GO-Public di Indonesia mempergunakan
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE DU PONT SYSTEM. Sandy Yolanda 1) Fadjar Harimurti 2) ABSTRACT
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE DU PONT SYSTEM Sandy Yolanda 1) Fadjar Harimurti 2) 1, 2) Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Slamet Riyadi Surakarta e-mail
BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Perkembangan dunia usaha yang semakin cepat dewasa ini membuat
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan dunia usaha yang semakin cepat dewasa ini membuat persaingan antar perusahaan, khususnya antar perusahaan sejenis akan semakin ketat. Oleh karena itu,
BAB 3 METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif
29 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif analisis. Peneltian deskriptif analisis menjelaskan
BAB 1 PENDAHULUAN. sehingga perusahaan tersebut tidak siap dalam menghadapi persaingan.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Situasi dan kondisi perekonomian indonesia yang penuh tantangan dan belum stabil ini, memacu setiap perusahaan untuk mengelola usahanya dengan baik. Penyebab dari kegagalan
BAB 3 METODE PENELITIAN. Desain penelitian meliputi: tujuan studi, tipe hubungan variabel, setting penelitian,
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian meliputi: tujuan studi, tipe hubungan variabel, setting penelitian, unit analisis, horizon waktu, skala pengukuran dan metode pengujian data
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan pembahasan sebelumnya yang dilakukan penulis pada bab IV, hasil penelitian pada PT Adira Dinamika Multi Finance, Tbk dapat disimpulkan sebagai berikut :
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis terhadap laporan keuangan PT. Kalbe Farma Tbk., maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Hasil kinerja likuiditas perusahaan
BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Tbk dari tahun 2002 hingga tahun 2004 dengan menggunakan metode analisis horizontal
BAB V SIMPULAN DAN SARAN V.1. Simpulan Berdasarkan hasil analisis terhadap neraca dan laporan laba-rugi PT Astra Otoparts Tbk dari tahun 2002 hingga tahun 2004 dengan menggunakan metode analisis horizontal
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Bursa Efek menurut UU No.8 Th. 1995 adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli
BAB 1 PENDAHULUAN. Melihat perkembangan dunia usaha yang tumbuh semakin cepat. menyebabkan meningkatnya persaingan yang kompetitif antar perusahaan,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Melihat perkembangan dunia usaha yang tumbuh semakin cepat menyebabkan meningkatnya persaingan yang kompetitif antar perusahaan, khususnya perusahaan sejenis.
Analisis Risiko Kebangkrutan. Menggunakan Model Altman Z-Score Pada Industri Rokok Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia
Analisis Risiko Kebangkrutan IRWNS 2013 Menggunakan Model Altman Z-Score Pada Industri Rokok Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Rita Martini a, Novan Bacdri b a Jurusan Akuntansi, Politeknik Negeri
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. model ALTMAN (z-score) dalam mengukur kinerja keuangan dan memprediksikan
Bab V Simpulan Dan Saran BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan analisis rasio keuangan dan penerapan model ALTMAN (z-score) dalam mengukur kinerja keuangan dan memprediksikan
BAB I PENDAHULUAN. baik dari sisi financial maupun non-financial. Hal ini berdampak pada
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perubahan siklus ekonomi di Indonesia saat ini yang pesat menimbulkan semakin banyaknya masalah yang terjadi dalam perusahaan, baik dari sisi financial maupun
Nama : Putri Wulan Sari Kosnadi NPM : Jurusan : Akuntansi Pembimbing: Rini Dwiastutiningsih.,SE.,MMSI
ANALISIS POTENSI KEBANGKRUTAN DENGAN METODE ALTMAN Z-SCORE PADA PT ADHI KARYA (PERSERO),TBK PERIODE 2007-2011 Nama : Putri Wulan Sari Kosnadi NPM :23209191 Jurusan : Akuntansi Pembimbing: Rini Dwiastutiningsih.,SE.,MMSI
ANALISIS KEBANGKRUTAN METODE ALTMAN Z-SCORE PADA PERUSAHAAN ROKOK GO PUBLIC
1 ANALISIS KEBANGKRUTAN METODE ALTMAN Z-SCORE PADA PERUSAHAAN ROKOK GO PUBLIC Anggi Yulia [email protected] Triyonowati Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya ABSTRACT This research
BAB 1 PENDAHULUAN. Lingkungan dunia usaha saat ini ditandai oleh perkembangan yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1` Latar Belakang Masalah Lingkungan dunia usaha saat ini ditandai oleh perkembangan yang sangat pesat di semua bidang dan menuntut kelihaian seorang pemimpin dalam mengantisipasi setiap
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA PT. JAKARTA SETIABUDI INTERNATIONAL TBK
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA PT. JAKARTA SETIABUDI INTERNATIONAL TBK Latar Belakang Masalah Suatu laporan keuangan (financial statement) akan menjadi lebih bermanfaat untuk pengambilan keputusan, apabila
ANALISIS ARUS KAS BERSIH OPERASI SEBAGAI ALAT UKUR KINERJA KEUANGAN PADA INDUSTRI ROKOK DI BURSA EFEK INDONESIA
ANALISIS ARUS KAS BERSIH OPERASI SEBAGAI ALAT UKUR KINERJA KEUANGAN PADA INDUSTRI ROKOK DI BURSA EFEK INDONESIA ANALYSIS OF NET OPERATING CASH FLOW AS A MEASURE OF FINANCIAL PERFORMANCE IN THE CIGARETTE
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Pada bab ini, penulis akan menguraikan kesimpulan dari hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan pada laporan keuangan perusahaan kelompok industri transportasi
