8.4. SKPD PENYELENGGARA URUSAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "8.4. SKPD PENYELENGGARA URUSAN"

Transkripsi

1 Ruang ini dapat menjadi ruang bagi masyarakat kota untuk mendapatkan nilai ekologis yang ada pada lingkungan sekitar aktivitas mereka, di Kota Semarang dalam meningkatkan RTH melalui peningkatan penghijauan turus jalan dan peningkatan taman-taman kota sebagai sarana publik, khususnya Kota Semarang melakukan terobosan dalam rangka meningkatkan RTH kota yaitu dengan dibangunnya taman eks Pasar sampangan untuk djadikan RTH yang berintegrasi langsung untuk ruang publik. Jumlah taman yang dikelola oleh Pemerintah Kota Semarang sebanyak 237 taman yang meliputi taman aktif maupun pasif antara lain Taman dan patung Proklamator di Jalan Sukarno Hatta, Taman Tlogosari, Taman Tirto Agung, Taman Madukoro, Taman Ngalian dan Taman Adipura serta Taman Air Mancur di Jalan Pahlawan SKPD PENYELENGGARA URUSAN Urusan Wajib Lingkungan Hidup dilaksanakan oleh Badan Lingkungan Hidup, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, 16 Kecamatan JUMLAH PEGAWAI Jumlah Pegawai yang melaksanakan Urusan Wajib Lingkungan Hidup adalah 955 orang dengan perincian Badan Lingkungan Hidup sebanyak 47 orang, DInas Kebersihan dan Pertamanan 201 orang dan 16 Kecamatan sebanyak 707 orang 8.6. ALOKASI DAN Alokasi dana yang disediakan untuk pelaksanaan program/kegiatan dalam Urusan Lingkungan Hidup pada tahun 2013 sebesar Rp ,- dengan perincian Rp ,- untuk program penunjang dan Rp ,- untuk program yang berkaitan dengan tugas teknis pada urusan Lingkungan Hidup. Adapun realisasi pelaksanaan program dan kegiatan pada Urusan Lingkungan Hidup adalah sebagai berikut : Anggaran Program Penunjang Urusan Lingkungan Hidup 1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Kegiatan yang dilaksanakan dalam Program ini sebagai berikut : SKPD : Badan Lingkungan Hidup 1 Penyediaan Jasa Surat Menyurat ,00% 1 6 4

2 2 Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik ,32% 3 Penyediaan jasa kebersihan kantor ,00% 4 Penyediaan Alat Tulis Kantor ,00% 5 Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan ,00% 6 Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor ,00% 7 Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor ,97% 8 Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan ,50% 9 Penyediaan bahan logistik kantor ,00% 10 Penyediaan Makanan dan Minuman ,00% 11 Rapat-Rapat Kordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah 12 Penyelesaian pengelolaan administrasi kepegawaian ,96% ,25% 13 Kegiatan cinta tanah air ,53% JUMLAH SKPD ,32 SKPD : Dinas Kebersihan dan Pertamanan 14 Penyediaan Jasa Surat Menyurat ,67% 15 Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik 16 Penyediaan jasa peralatan dan perlengkapan kantor 17 Penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas/operasional ,01% ,77% ,47% 18 Penyediaan jasa kebersihan kantor ,13% 19 Penyediaan Alat Tulis Kantor ,02% 20 Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan ,67% 21 Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor ,66% 22 Penyediaan Makanan dan Minuman ,87% 23 Rapat-Rapat Kordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah ,02% 24 Jasa Operasional Kelurahan ,92% 25 Belanja Jasa Peningkatan PAD ,43% JUMLAH SKPD ,05 JUMLAH PROGRAM ,26 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kegiatan yang dilaksanakan dalam Program ini sebagai berikut : SKPD : Badan Lingkungan Hidup 1 Pengadaan kendaraan dinas/operasilonal ,63% 2 Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor ,67% 3 Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional 4 Pemeliharaan Rutin/Berkala Perlengkapan Gedung Kantor 5 Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan Gedung Kantor ,08% ,00% ,00% 6 Pemeliharaan rutin/berkala mebelair ,00% 7 Pemeliharaan Rutin/Berkala Emplasemen Kantor ,58% JUMLAH SKPD ,32% SKPD : Dinas Kebersihan dan Pertamanan 8 Pengadaan kendaraan dinas/operasional ,64% 9 Pengadaan perlengkapan gedung kantor ,38% 10 Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor ,48% 11 Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional 12 Pemeliharaan Rutin/Berkala Perlengkapan Gedung Kantor ,24% ,52% 1 6 5

3 13 Rehabilitasi sedang/berat kendaraan dinas/operasional ,14% JUMLAH SKPD ,09% JUMLAH PROGRAM ,42% 3. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan Kegiatan yang dilaksanakan dalam Program ini sebagai berikut : SKPD : Badan Lingkungan Hidup 1 Penyusunan Laporan Keuangan Semesteran ,00% 2 Penyusunan pelaporan prognosis realisasi anggaran ,00% 3 Penyusunan Pelaporan Keuangan Akhir Tahun ,00% 4 Penyusunan Pelaporan target pendapatan ,00% 5 Penyusunan RKA dan DPA ,00% 6 Penunjang kinerja PA, KPA, Bendahara dan Bendahara Pembantu ,00% JUMLAH SKPD ,00% SKPD : Dinas Kebersihan dan Pertamanan 7 Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD ,18% JUMLAH SKPD ,18% JUMLAH PROGRAM ,93% Anggaran program pelaksanaan UrusanLingkungan Hidup 1. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan Kegiatan yang dilaksanakan dalam Program ini sebagai berikut : SKPD : Dinas Kebersihan dan Pertamanan 1. Peningkatan Operasi pemeliharaan prasarana dan sarana persampahan ,00% 2. Penyapuan dan Pengangkutan Sampah ,66% 3. Pengadaan Kontainer Sampah ,82% 4. Pengadaan Truck Armroll ,98% 5. Pengadaan Becak Sampah ,94% 6. Pengadaan Tong Sampah ,20% 7. Pengadaan Gerobag Sampah ,00% 8. Pengadaan Kendaraan Roda Tiga ,61% 9. Peningkatan IPLT ,18% 10. pemeliharaan TPA Jatibarang ,00% 11. pembangunan TPS ,06% 12. Pemeliharaan TPS ,54% 13. Penyediaan sarana dan prasarana persampahan dan pertamanan ,43% 14. Pembangunan TPST ,51% 15. Pembangunan kantor UPTD wilayah III ,58% 16. Kegiatan promosi/ pameran ,00% 17. Pengadaan Jack Hummer ,34% 18. Pengadaaan Urinoir ,13% 19. Pengadaan mesin potong rumput ,78% 20. DED peningkatan TPA jatibarang ,74% 21. Pengadaan Mesin Las dan Asesoris Pendukung las ,11% 22. pengadaan mesin pompa air dan accesoris ,31% 23. Pembuatan software data kendaraan sarpras ,00% 24. Pembuatan dokumen study larap ,84% 25. Peningkatan Sarana Prasarana TPA ,44% JUMLAH SKPD ,62% 1 6 6

4 SKPD : Kecamatan Semarang Selatan 26. Penyediaan prasarana dan sarana pengelolaan persampahan dan pertamanan 27. Peningkatan operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana persampahan ,09% ,90% JUMLAH SKPD ,03% SKPD : Kecamatan Semarang Utara 28. Penyediaan prasarana dan sarana pengelolaan persampahan dan pertamanan 29. Peningkatan operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana persampahan ,96% ,39% JUMLAH SKPD ,11% SKPD : Kecamatan Semarang Barat 30. Penyediaan prasarana dan sarana pengelolaan persampahan dan pertamanan 31. Peningkatan operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana persampahan ,91% ,00% JUMLAH SKPD ,34% SKPD : Kecamatan Semarang Timur 32. Penyediaan prasarana dan sarana pengelolaan persampahan dan pertamanan 33. Peningkatan operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana persampahan ,00% ,54% JUMLAH SKPD ,72% SKPD : Kecamatan Semarang Tengah 34. Penyediaan prasarana dan sarana pengelolaan persampahan dan pertamanan 35. Peningkatan operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana persampahan ,11 % ,59 % JUMLAH SKPD ,18% SKPD : Kecamatan Gunungpati 36. Peningkatan operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana persampahan ,58% JUMLAH SKPD ,58% SKPD : Kecamatan Tugu 37. Penyediaan prasarana dan sarana pengelolaan persampahan dan pertamanan 38. Peningkatan operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana persampahan % ,86% JUMLAH SKPD ,34% SKPD : Kecamatan Mijen 39. Peningkatan operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana persampahan ,00% JUMLAH SKPD ,00% SKPD : Kecamatan Genuk 40. Penyediaan prasarana dan sarana pengelolaan persampahan dan pertamanan 41. Peningkatan operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana persampahan ,92% ,54% JUMLAH SKPD ,90% SKPD : Kecamatan Gajah Mungkur 42. Penyediaan prasarana dan sarana pengelolaan persampahan dan pertamanan ,49% 43. Peningkatan operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana persampahan ,08% JUMLAH SKPD ,00% SKPD : Kecamatan Tembalang 44. Penyediaan prasarana dan sarana pengelolaan persampahan dan pertamanan 45. Peningkatan operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana persampahan ,175% ,26% JUMLAH SKPD ,80% SKPD : Kecamatan Candisari 46. Penyediaan prasarana dan sarana pengelolaan persampahan dan pertamanan ,33% 1 6 7

5 47. Peningkatan operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana persampahan 48. Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan persampahan ,01% ,37% JUMLAH SKPD ,35% SKPD : Kecamatan Banyumanik 49. Penyediaan prasarana dan sarana pengelolaan persampahan dan pertamanan 50. Peningkatan operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana persampahan ,64% ,38% JUMLAH SKPD ,96% SKPD : Kecamatan Ngaliyan 51. Peningkatan operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana persampahan ,48% JUMLAH SKPD ,48% SKPD : Kecamatan Gayamsari 52. Penyediaan prasarana dan sarana pengelolaan persampahan dan pertamanan 53. Peningkatan operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana persampahan ,71% ,00% JUMLAH SKPD ,00% SKPD : Kecamatan Pedurungan 54. Penyediaan prasarana dan sarana pengelolaan persampahan dan pertamanan 55. Peningkatan operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana persampahan ,23% ,55% JUMLAH SKPD ,95% JUMLAH PROGRAM ,02% 2. Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup Kegiatan yang dilaksanakan dalam Program ini sebagai berikut : SKPD : Badan Lingkungan Hidup 1. Koordinasi Penilaian Kota Sehat / Adipura ,33% 2. Koordinasi penilaian langit biru ,57% 3. Pengawasan Pelaksanaan Kebijak-an Bidang Lingkungan Hidup ,77% 4. Koordinasi pengelolaan Prokasih / Superkasih ,36% 5. Penyusunan Kebijakan Pengenda-lian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup ,73% 6. Monitoring, evaluasi dan pelaporan ,31% 7. Koordinasi Penilaian Dokumen Lingkungan ,01% 8. Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan dlm Pengelolaan LH (Kelurahan Ramah Lingkungan) ,75% 9. Penanganan Kasus Lingkungan ,21% JUMLAH SKPD ,67% SKPD : Kecamatan Semarang Selatan 10. Koordinasi Penilaian Kota Sehat/Adipura ,00% SKPD : Kecamatan Semarang Utara 11. Koordinasi Penilaian Kota Sehat/Adipura ,00% SKPD : Kecamatan Semarang Barat 12. Koordinasi Penilaian Kota Sehat/Adipura ,00% SKPD : Kecamatan Semarang Timur 13. Koordinasi Penilaian Kota Sehat/Adipura ,94% SKPD : Kecamatan Semarang Tengah 14. Koordinasi Penilaian Kota Sehat/Adipura ,62% SKPD : Kecamatan Gunungpati 15. Koordinasi Penilaian Kota Sehat/Adipura ,00% SKPD : Kecamatan Tugu 16. Koordinasi Penilaian Kota Sehat/Adipura % 1 6 8

6 SKPD : Kecamatan Mijen 17. Koordinasi Penilaian Kota Sehat/Adipura ,00% SKPD : Kecamatan Genuk 18. Koordinasi Penilaian Kota Sehat/Adipura ,00% SKPD : Kecamatan Gajah Mungkur 19. Koordinasi Penilaian Kota Sehat/Adipura ,00% SKPD : Kecamatan Tembalang Koordinasi Penilaian Kota Sehat/Adipura ,00% SKPD : Kecamatan Candisari 21. Koordinasi Penilaian Kota Sehat/Adipura ,34% SKPD : Kecamatan Banyumanik 22. Koordinasi Penilaian Kota Sehat/Adipura ,00% SKPD : Kecamatan Ngaliyan 23. Koordinasi Penilaian Kota Sehat/Adipura ,00% SKPD : Kecamatan Gayamsari 24. Koordinasi Penilaian Kota Sehat/Adipura ,00% SKPD : Kecamatan Pedurungan 25. Koordinasi Penilaian Kota Sehat/Adipura ,00% JUMLAH ,78 JUMLAH PROGRAM ,23 3. Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam Kegiatan yang dilaksanakan dalam Program ini sebagai berikut : SKPD : Badan Lingkungan Hidup 1 Pengembangan Ekowisata dan Jasa Lingkungan ,55% 2 Pengendalian dampak perubahan iklim ,75% 3 Peningkatan Konservasi Daerah Tangkapan Air dan Sumber Air (Adaptasi Perubahan Iklim) ,52% 4 Pengendalian dan pengawasan pemanfaatan SDA ,44% 5 Koordinasi pengelolaan konservasi SDA ,81% 6 Peningkatan Kapasitas Laboratorium Lingkungan dalam Pelindungan dan Konservasi SDA (DAK) ,27% 7 Penetapan daya tampung da daya dukung ,63% 8 Pendampingan dan pengelolaan bantuan DAK peningkatan kualitas air dan udara ,69% JUMLAH PROGRAM ,08% 4. Program Rehabilitasi dan Pemulihan Cadangan Sumber Daya Alam Kegiatan yang dilaksanakan dalam Program ini sebagai berikut : SKPD : Badan Lingkungan Hidup 1 Perencanaan dan Penyusunan Program Pengembangan Pengendalian SDA & LH ,92% JUMLAH PROGRAM ,92% 5. Program Peningkatan Kualitas dan Akses InformasiSumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kegiatan yang dilaksanakan dalam Program ini sebagai berikut : SKPD : Badan Lingkungan Hidup 1 Peningkatan Edukasi dan Komunikasi Masyarakat di Bidang Lingkungan (Hari Lingkungan Hidup) 2 Penguatan Jejaring Informasi Lingkungan Pusat dan Daerah ,34% ,21% 1 6 9

7 3 Penyusunan Data status lingungan hidup ,97% 4 Koordinasi Penilaian Adiwiyata dan Kalpataru ,74% JUMLAH PROGRAM ,49% 6. Program Peningkatan Pengendalian Polusi Kegiatan yang dilaksanakan dalam Program ini sebagai berikut : SKPD : Badan Lingkungan Hidup 1 Penyuluhan dan pengendalian polusi dan pencemaran 2 Pengendalian Polusi Udara, Limbah Padat dan Limbah Cair 3 Peningkatan Kualitas Lingkungan dan Industri Hasil Tembakau (DBHCHT) 4 Pengembangan Teknologi Tepat Guna di bidang Lingkungan Hidup ,87% ,54% ,03% ,57% JUMLAH PROGRAM ,97% 7. Program Pengelolaan dan Rehabilitasi Ekosistem Pesisir dan Laut Kegiatan yang dilaksanakan dalam Program ini sebagai berikut : SKPD : Badan Lingkungan Hidup 1 Pengelolaan dan rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut ,18% JUMLAH PROGRAM ,18% 8. Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kegiatan yang dilaksanakan dalam Program ini sebagai berikut : SKPD : Dinas Kebersihan dan Pertamanan 1 Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Taman Kota ,76% 2 Rehabilitasi Lapangan Simpang Lima ,00% 3 Pemeliharaan Ruang Terbuka Hijau ( RTH ) ,33% 4 Pemeliharaan Dekorasi Kota ,19% 5 Pemeliharaan Pohon Pelindung Turus Jalan ,87% 6 rehab taman pleret ,30% 7 rehab taman air mancur jln pahlawan ,36% 8 pembangunanan taman dan patung proklamator ,35% 9 peningkatan taman tlogosari ,78% 10 peningkatan taman tirto agung ,87% 11 peningkatan taman madukoro ,45% 12 peningkatan taman ngalian ,29% 13 peningkatan taman adipura ,67% 14 pemeliharaan taman-taman kota ,82% 15 pengadaan/pembuatan dokumen DED ,92% 16 DED taman rejomulyo ,64% 17 pengadaan lampu Led spot warna ,00% 18 rehab median jalan pahlawan ,53% JUMLAH PROGRAM ,26% 8.7. PROSES PERENCANAAN PEMBANGUNAN Perencanaan pembangunan Kota Semarang dilaksanakan sesuai dengan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 yaitu melalui Musyawarah 1 7 0

8 Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat Kelurahan, Kecamatan dan Kota, yang kemudian ditindaklanjuti dalam Forum SKPD. Dari hasil tersebut dijabarkan dalam RKPD dan Renja SKPD untuk selanjutnya menjadi pedoman dalam penyusunan RKA dan DPA SKPD. Seluruh dokumen perencanaan tersebut difasilitasi dalam Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah (SIMPERDA) dan hasilnya adalah keterpaduan pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan di Kota Semarang setiap tahun SARANA DAN PRASARANA Secara umum, pada tahun 2013, sarana dan prasarana yang diperlukan untuk mendukung tercapainya target pembangunan tercukupi melalui alokasi anggaran yang ada. Persentase pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pada masing-masing SKPD dan tiap-tiap urusan pemerintahan cukup bervariasi. Akan tetapi, kondisi sarana dan prasarana pada tahun 2013 mampu mendukung kinerja seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Semarang, tanpa ada kendala yang cukup berarti PERMASALAHAN 1. Rendahnya kesadaran pelaku kegiatan usaha penambangan minerba eks galian C di wilayah Kota Semarang dalam mematuhi Peraturan Daerah tentang Pengendalian Lingkungan Hidup dan dalam melakukan kegiatan penambangan dan pemulihan/ rehabilitasi kualitas lingkungan hidup. 2. Terbatasnya jumlah personil yang mempunyai keahlian dan kompetensi teknis di bidang Lingkungan Hidup serta jumlah PPNS di bidang Lingkungan Hidup sehingga dapat mempengaruhi pelaksanaan penegakan hukum lingkungan di Kota Semarang. 3. Beberapa kegiatan pada anggaran perubahan tidak dapat dilaksanakan karena keterbatasan waktu untuk proses lelalng, antara lain : a. Pemeliharaan TPA Jatibarang b. Kegiatan promosi/pameran c. Pengadaan urinoir d. Pengadaan lampu led spot warna 4. Pemerintah Kota Semarang hanya memiliki sebuah TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) yaitu TPA Jatibarang. Saat ini sampah yang tertimbun melebihi kapasitas sehingga perlu penerapan sistem 3 R (Reduce, Reuse, Recycle) secara intens

9 8.10. TINDAK LANJUT 1. Melakukan penyelidikan, penyidikan dan pelimpahan berkas perkara kasus penambangan minerba eks galian C sebanyak 5 penambang ke Kejaksaan, 2. Optimalisasi Pengelolaan sampah dengan penerapan sistem 3 R (Reduce, Reuse, Recycle) secara intens dengan konsep Zero Waste bekerjasama dengan pihak ketiga. 3. Peningkatan Sistem Pengelolaan TPA Jatibarang menjadi Sanitary Landfill murni PENGHARGAAN Pada tahun 2013 Kota Semarang mendapat penghargaan : 1. Adipura sebagai Kota Metropolitan terbersih. 2. Adiwiyata Nasional dan Mandiri (sekolah peduli lingkungan ) dari Kementrian Lingkungan Hidup sebanyak 5 (lima) sekolah dan 1 (satu) sekolah Calon Adiwiyata, antara lain : a. penghargaan Adiwiyata Nasional 1). SMA N 7 2). SMA N 11 3). SD Lamper Kidul 2 4). SD Antonius 2 b. penghargaan Adiwiyata Mandiri 1).SMK N 2 c. Sekolah Calon Adiwiyata Nasional 1) SMP N Kalpataru Tingkat Provinsi Jawa Tengah kepada Prof.SUDARTO (Rektor UNDIP) 4. Penghargaan Kalpataru untuk Kategori Pengabdi Lingkungan Tingkat Provinsi Jawa Tengah sebanyak 3 (tiga) orang 1). Prabowo, SPd (SMAN 11 Semarang) 2). Basuki, SPd (SMP N 33 Semarang ) 3). Ganjar Triadi BK,SPd ( SMK N 2 Semarang) 5. Penghargaan sebagai THE RESILIENT CITIES dalam pemilihan 100 kota di dunia yang berketahanan terhadap perubahan iklim oleh THE ROCKEFELLER FOUNDATIONS

10 9. URUSAN WAJIB PERTANAHAN 9.1. KONDISI UMUM Kewenangan Pemerintah Kota dalam urusan Pertanahan lebih banyak berperan sebagai fasilitator. Hal ini terlihat dari beberapa kewenangan seperti Penyelesaian Sengketa Tanah Garapan, Penyelesaian Masalah Ganti Kerugian dan Santunan Tanah Untuk Pembangunan, Penyelesaian Masalah Ganti Kerugian dan Santunan Tanah Untuk Pembangunan, Penetapan Subyek dan Obyek Redistribusi Tanah, serta Ganti Kerugian Tanah Kelebihan Maksimum dan Tanah Absentee, Penetapan Tanah Ulayat, Pemanfaatan dan Penyelesaian Masalah Tanah Kosong. Sedangkan kewenangan dalam hal yang bersifat mengatur antara lain Pemberian Ijin Lokasi, Izin Membuka Tanah, dan Perencanaan Penggunaan Tanah Wilayah Kota. Selanjutnya disamping peran tersebut, Pemerintah Kota Semarang juga melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan pengadaan tanah untuk pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan Umum. Peraturan perundangan yang menjadi landasan dasar untuk melaksanakan kegiatan tersebut adalah: 1. Undang-undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum; 2. Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum; 3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2012 tentang Biaya Operasional dan Biaya Pendukung Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah; 4. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 13/PMK.2/2013 tentang Biaya Operasional dan Biaya Pendukung Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; 5. Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 5 Tahun 2012 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengadaan Tanah; 6. Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 18 Tahun 2013 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Persiapan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum

11 9.2. PROGRAM DAN Kebijakan pada urusan pertanahan diarahkan pada upaya peningkatan tertib administrasi pertanahan dan pemecahan masalahmasalah atau konflik pertanahan. Pada tahun 2013, program yang dilaksanakan pada Urusan Wajib Pertanahan adalah: Program penataan, penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah. Program ini diarahkan untuk menyusun Data Pertanahan sesuai dengani bidang tanah/persil/kapling di tingkat Kelurahan. Adapun kegiatan Fasilitasi Penanganan Konflik-Konflik Pertanahan dalam rangka fasilitasi pemecahan masalah / konflik pertanahan dianggarkan pada anggaran Urusan Wajib Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian HASIL PENCAPAIAN PROGRAM DAN Hasil yang dicapai oleh Pemerintah Kota Semarang pada pelaksanaan urusan pertanahan tahun 2013 adalah sebagai berikut : 1. Pelaksanaan kegiatan Penataan, Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah (P5T) sampai dengan tahun 2012 sebanyak 34 Kelurahan dan pada tahun 2013 dilaksanakan di 16 Kelurahan sehingga sampai dengan tahun 2013 terdapat 50 Kelurahan yang sudah melaksanakan. Kegiatan P5T bertujuan untuk menyediakan informasi Data Pertanahan bidang tanah / persil / kapling di tingkat Kelurahan. 2. Kewenangan Pemerintah Kota dalam urusan Pertanahan lebih banyak berperan sebagai fasilitator. Hal ini terlihat dari beberapa kewenangan seperti Penyelesaian Sengketa Tanah Garapan, Penyelesaian Masalah Ganti Kerugian dan Santunan Tanah Untuk Pembangunan, Penyelesaian Masalah Ganti Kerugian dan Santunan Tanah Untuk Pembangunan, Penetapan Subyek dan Obyek Redistribusi Tanah, serta Ganti Kerugian Tanah Kelebihan Maksimum dan Tanah Absentee, Penetapan Tanah Ulayat, Pemanfaatan dan Penyelesaian Masalah Tanah Kosong. Jumlah kasus yang masuk di Pemerintah Kota Semarang pada tahun 2013 sejumlah 25 kasus dan seluruhnya telah difasilitasi dalam upaya penyelesaiannya. Jumlah ini meningkat dibandingkan Tahun 2012 sejumlah 19 kasus

12 3. Dalam rangka pengadaan tanah untuk pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan umum yang dilaksanakan adalah: a. Pembangunan Waduk Jatibarang; b. Pembangunan Jalur Ganda Kereta Api (Double Track) Lintas Pekalongan Semarang c. Pembangunan Jalur Ganda Kereta Api (Double Track) Lintas Semarang Bojonegoro d. Pembangunan tanah untuk pembangunan TPU; e. Pembangunan dan Pelebaran Jalan Kartini Jolotundo Gajah; f. Normalisasi Kali Beringin; g. Pembangunan Embung Hulu Kali Beringin SKPD PENYELENGGARA URUSAN Urusan Wajib Pertanahan dilaksanakan oleh Sekretariat Daerah (Bagian Tata Pemerintahan) JUMLAH PEGAWAI Jumlah Pegawai yang melaksanakan Urusan Wajib Pertanahan adalah sebanyak 8 orang 9.6. ALOKASI DAN Alokasi dana yang disediakan untuk pelaksanaan program/kegiatan dalam Urusan Pertanahan pada tahun 2013 sebesar Rp ,-. Untuk kegiatan Fasilitasi Penanganan Konflik-Konflik Pertanahan pada tahun 2013 masuk dalam Urusan Wajib Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian dengan nama Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan Kepala Daerah serta memiliki anggaran sebesar Rp ,-. Anggaran program pelaksanaan Urusan Pertahanan Adapun realisasi pelaksanaan program dan kegiatan pada Urusan Pertanahan adalah sebagai berikut: 1. Program Penataan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah Kegiatan yang dilaksanakan dalam Program ini sebagai berikut : SKPD : SETDA (Bag. Tata Pemerintahan) 1 Penataan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah PERSEN TASE ,52 JUMLAH PROGRAM ,

13 9.7. PROSES PERENCANAAN PEMBANGUNAN Perencanaan pembangunan Kota Semarang dilaksanakan sesuai dengan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 yaitu melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat Kelurahan, Kecamatan dan Kota, yang kemudian ditindaklanjuti dalam Forum SKPD. Dari hasil tersebut dijabarkan dalam RKPD dan Renja SKPD untuk selanjutnya menjadi pedoman dalam penyusunan RKA dan DPA SKPD. Seluruh dokumen perencanaan tersebut difasilitasi dalam Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah (SIMPERDA) dan hasilnya adalah keterpaduan pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan di Kota Semarang setiap tahun SARANA DAN PRASARANA Secara umum, pada tahun 2013, sarana dan prasarana yang diperlukan untuk mendukung tercapainya target pembangunan tercukupi melalui alokasi anggaran yang ada. Persentase pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pada masing-masing SKPD dan tiap-tiap urusan pemerintahan cukup bervariasi. Akan tetapi, kondisi sarana dan prasarana pada tahun 2013 mampu mendukung kinerja seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Semarang, tanpa ada kendala yang cukup berarti PERMASALAHAN Beberapa permasalahan dalam pelaksanaan Urusan Pertanahan antara lain sebagai berikut : Cakupan, luasan dan banyaknya data yang harus dikumpulkan di setiap kelurahan, khususnya bagi kelurahan yang penduduknya padat dan memiliki mobilitas tinggi. Hal ini menghambat penelusuran data riwayat tanah sebagai bahan dasar P5T TINDAK LANJUT Rencana tindak lanjut untuk mengatasi permasalahanpermasalahan tersebut, antara lain sebagai berikut : Perlu adanya sosialisasi lebih lanjut terkait dengan manfaat dari inventarisasi data pertanahan di Kelurahan. Hal ini dapat dilakukan dengan mengoptimalkan peran petugas kelurahan pada saat pengambilan data bidang tanah. Sosialisasi juga diperlukan guna menumbuhkan kesadaran warga akan pentingnya data administrasi pertanahan di tingkat kelurahan

14 10. URUSAN WAJIB KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL 10.1 KONDISI UMUM Reformasi pelayanan publik dimulai dari aspek yang paling mendasar yaitu reformasi pola pikir (paradigma) penyelenggara pelayanan publik. Reformasi paradigma ini adalah penggeseran pola penyelengara pelayanan publik dari semula berorientasi pemerintah sebagai penyedia menjadi menjadi pelayan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat sebagai pengguna. Kualitas penyelenggaraan pelayanan publik adalah indikator penting apakah penyelengaraan kewenangan pemerintah dan aparatur sudah berjalan dengan baik. Dengan kata lain kualitas pelayanan publik adalah pertanda langsung tercapai atau tidaknya kepemerintahan yang baik Dalam penyelenggaraan pelayanan administrasi kependudukan, pelayanan yang transparan, profesional dan tanpa diskriminasi di bidang pendaftaran penduduk dan catatan sipil sebagai prioritas utama. Perumusan kebijakan kependudukan senantiasa diarahkan pada penyelenggaraan pelayanan prima di bidang administrasi kependudukan dengan pengendalian kuantitas, peningkatan kualitas serta pengarahan mobilitas, sehingga hasil pengelolaan administrasi dan informasi kependudukan selanjutnya dapat digunakan sebagai sarana penunjang perumusan kebijakan pembangunan daerah. Adapun potensi penduduk di Kota Semarang pada tahun 2013 sebesar jiwa, sedangkan tahun 2012 sebesar jiwa, terdapat peningkatan jumlah penduduk sebesar atau sebesar 1,30 % yang disebabkan karena adanya mutasi penduduk lahir, mati, pindah, datang (LAMPID) dalam tahun Pontensi jumlah penduduk tersebut memerlukan pelayanan tertib administrasi kependudukan yang berkualitas. Dengan adanya program aplikasi SIAK online diharapkan dapat meningkatkan kualitas data penduduk sebagai sarana pelaksanaan pelayanan administrasi kependudukan PROGRAM DAN Pengelolaan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil bertujuan untuk meningkatkan penyelenggaraan pelayanan publik menuju pelayanan prima

15 Kebijakan pada Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil diarahkan pada penyelenggaraan urusan pemerintahan umum bidang administrasi kependudukan dan pelayanan publik. Adapun program program yang dilaksanakan sebagai berikut : Program-program Penunjang, yang meliputi: a. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Program ini diarahkan untuk meningkatkan pelayanan administrasi perkantoran guna menunjang pelayanan Kependudukan dan Catatan Sipil. b. Program Peningkatan Sarana Prasarana Aparatur Program ini diarahkan untuk menyediakan berbagai sarana prasarana operasional yang memenuhi syarat guna menunjang pelaksanaan pelayanan Kependudukan dan Catatan Sipil. c. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan Program ini diarahkan untuk meningkatkan akuntabilitas pelaporan capaian kinerja kegiatan dan keuangan dalam pengelolaan anggaran. Program Pelaksanaan Urusan yaitu Program Penataan Administrasi Kependudukan Program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan penataan administrasi kependudukan khususnya dalam penyelenggaraan pelayanan publik bidang administrasi kependudukan HASIL PENCAPAIAN PROGRAM DAN Capaian kinerja Pemerintah Kota Semarang dalam Urusan Wajib Kependudukan dan Catatan Sipil dapat dilihat dari beberapa indikator kinerja berikut : 1. Database Kependudukan. Pemerintah Kota Semarang dalam rangka Penataan Administrasi Kependudukan memiliki 3 aplikasi yaitu Database SIAK, Database Penduduk Sementara dan Database Penduduk Asing.: a. Database SIAK; Database SIAK merupakan database yang mengorganisasi skema atau memodelkan database yang dalam pembangunan Sistim Informasi Kependudukan dimanfaatkan untuk diolah menjadi suatu 1 7 8

16 informasi yang disusun sesuai dengan kebutuhan dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Database SIAK digunakan sebagai sarana utama penunjang pelayanan administrasi kependudukan khususnya - pencetakan dokumen administrasi kependudukan. - sarana informasi kependudukan yang dapat memberikan angka statistik mengenai kependudukan meliputi : o Data berdasarkan jenis kelamin, agama, kelompok umur, pendidikan dan pekerjaan. o Data berdasarkan kartu keluarga per Kecamatan dalam periode tertentu. Sampai dengan tahun 2013 pemanfaatan dan pengelolaan database SIAK telah dilakukan untuk beberapa kegiatan antara lain: 1. Buku Induk Kependudukan (BIP). 2. DP4 Pemilu. 3. DRT (Daftar Rumah Tangga) untuk pemuktahiran data 4. Data urbanisasi penduduk. 5. Proyeksi Penduduk. 6. Statistik Kependudukan. Untuk proses transaksi data kependudukan dengan mengunakan database SIAK yaitu: 1. Surat Pindah Penduduk : lembar / tahun 2. Surat Kedatangan Penduduk : lembar / tahun 3. Updating Data : data / tahun b. Database Penduduk Sementara Database yang berisi hasil proses transaksi entry data penduduk sementara yang melakukan permohonan percetakan Surat Keterangan Tinggal Tetap (SKTT) dan Surat Keterangan Tinggal Sementara (SKTS). c. Database Penduduk Asing. Database yang berisi hasil proses transaksi entry data penduduk Warga Negara Asing (WNA) yang melakukan permohonan percetakan KTP WNA Sementara. 2. Tingkat Validasi Database Kependudukan. Dengan adanya penerapan sistem aplikasi SIAK Online maka tingkat validasi dan akurasi database penduduk pada tahun 2013 mencapai 94%. sedangkan sisanya sebesar 6% merupakan data kemungkinan ganda dan data rusak (data yang karena kesalahan proses 1 7 9

17 pelaporan, misalnya kepala keluarga/header KK meninggal/pindah, namun tidak melakukan perubahan susunan, sehingga data anggota keluarga rusak), dan data yang sedang dalam proses transaksi LAMPID (lahir, mati, pindah dan datang). 3. Jumlah Warga Kota Semarang. Potensi penduduk yang tercatat di Kota Semarang pada tahun 2013 sebesar jiwa, sedangkan tahun 2012 sebesar 1.719,228 jiwa sehingga terdapat peningkatan penduduk sebesar jiwa atau sebesar 1,30 % karena adanya mutasi penduduk lahir, mati, pindah, datang (LAMPID) 4. Jumlah Warga Kota Semarang yang Telah Memiliki KTP. Rasio penduduk ber KTP per satuan penduduk Jumlah Penduduk yang memiliki KTP = x 100% Jumlah penduduk usia > 17 atau telah menikah = x 100% = 96 % Berdasarkan data permohonan pelayanan KTP, maka capaian kepemilikan KTP pada tahun 2013 adalah orang atau sebesar 96 % dari jumlah wajib KTP sebesar orang. Sedangkan sejumlah orang atau 4 % adalah jumlah penduduk mutasi dan wajib KTP pemula yang belum memiliki KTP. 5. Jumlah Kepala Keluarga Kota Semarang. Sampai dengan akhir tahun 2013 jumlah kepala keluarga di Kota Semarang sebanyak kepala keluarga. Terdapat peningkatan jumlah dari tahun 2012 sebesar 2,47% atau bertambah kepala keluarga dari tahun 2012 sebesar kepala keluarga. 6. Jumlah Kepala Keluarga Kota Semarang yang telah memiliki Kartu Keluarga. Rasio keluarga berkk (Kartu Keluarga). Jumlah keluarga yang memiliki Kartu Keluarga = x 100 % Jumlah kepala keluarga = x 100 % = 100% Dari sejumlah kepala keluarga sebesar Kepala Keluaraga sampai akhir tahun 2013 telah seluruhnya memiliki kartu keluarga (KK). 7. Jumlah bayi berakta kelahiran di Kota Semarang Rasio bayi berakta kelahiran

18 Jumlah bayi yang berakta kelahiran = x 100 % Jumlah kelahiran bayi = x 100 = 92% Artinya bahwa pada tahun 2013, dari 100 bayi terdapat 8 bayi yang belum berakta kelahiran sedangkan bayi yang memiliki akta kelahiran capaiannya 92 % atau 92 bayi berakta kelahiran per penduduk. 8. Jumlah pasangan berakta nikah (bagi non muslim) Rasio pasangan berakta nikah (bagi non Islam). Jumlah pasangan nikah yang berakta nikah = x 100 % Jumlah penduduk yang telah menikah = x 100 % = 100% satuan Artinya bahwa seluruh pasangan menikah non muslim telah mencatatkan perkawinanya dan berakta perkawinan. 9. Jumlah kepemilikan akta kelahiran per 1000 orang. Jumlah penduduk yang memiliki akta kelahiran = x 1000 Jumlah penduduk = x 1000 = 658 per Artinya bahwa dalam tahun 2013, dari 1000 penduduk terdapat 658 penduduk yang memiliki akta kelahiran dan sisanya 342 orang tidak memiliki akta kelahiran 10. Jumlah penduduk bernik (Nomor Induk Kependudukan). Jumlah penduduk bernik = x 100 % Jumlah penduduk = x 100 % = 100% Artinya bahwa pada tahun 2013, seluruh penduduk Kota Semarang telah memiliki NIK (Nomor Induk Kependudukan) 11. Jumlah pasangan cerai berakta perceraian (bagi non muslim) Jumlah pasangan cerai berakta perceraian = x 100 % Jumlah pasangan cerai = x 100 % = 100%

19 Artinya bahwa pada tahun 2013, seluruh pasangan cerai di Kota Semarang telah memiliki akta perceraian. 12. Jumlah penduduk meninggal berakta kematian. Jumlah penduduk meninggal berakta kematian = x 100 % Jumlah penduduk meninggal = x 100 % = 31 % Artinya bahwa pada tahun 2013, dari 100 penduduk yang meninggal 31 orang telah memiliki akta kematian sedangkan sisanya sejumlah 69 orang tidak memiliki akta kematian. 13. Jumlah Ruang Pelayanan Kependudukan yang Representatif di Wilayah Kecamatan. Sesuai standarisasi gedung TPDK Kecamatan dari Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil maka spesifikasi ruang pelayanan di 16 TPDK Kecamatan diupayakan sesuai dengan standarisasi tersebut. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Semarang telah memiliki 11 (sebelas) gedung yang sesuai standar yaitu di Kecamatan Banyumanik, Tembalang dan Ngaliyan (tahun anggaran 2011), Kecamatan Semarang Timur, Gunung Pati, Mijen dan Genuk (tahun anggaran 2012) sedangkan untuk pada tahun anggaran 2013 telah diserahterimkan 4 gedung TPDK Kecamatan lainya yang dibangun oleh Dinas Tata Kota dan Perumahan Kota Semarang yaitu di Kecamatan Pedurungan, Semarang Utara, Semarang Barat dan Semarang Selatan. 14. Jenis Pelayanan Administrasi Kependudukan. Dalam tabel jumlah penerimaan jenis pelayanan administrasi kependudukan, capaian pelayanan tahun 2013 disebabkan pada meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengurus administrasi kependudukan, dan pengembangan teknologi yang diterapkan pada penyelenggaraan pelayanan sebagai berikut : a. Sesuai Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Umum. b. Sejak 1 Oktober 2010 telah menerapkan program aplikasi ke SIAK Online yang lebih akuntabel sehingga meminimalisir kesalahan proses cetak, karena tidak perlu konsolidasi data antara server TPDK Kecamatan dengan Dinas, yang sebelumnya proses konsolidasi data 1 8 2

20 sering mengalami kegagalan dan menimbulkan kerusakan pada data penduduk. Hal tersebut dapat memunculkan adanya kemungkinan data ganda dalam database kependudukan, selain itu kegagalan konsolidasi data juga menyebabkan tidak sinkronnya antara server di TPDK Kecamatan dengan Dinas, dampak dari itu proses cetak KK banyak mengalami kesalahan. 15. Jumlah Warga Miskin yang Mendapat Pembebasan Retribusi. Pemberian pembebasan Retribusi biaya cetak KK, KTP dan Akta Kelahiran bagi warga miskin Kota Semarang yang merupakan salah satu kebijakan Walikota Semarang dan merupakan program yang berkelanjutan dari tahun ke tahun. Adapun tabel pemberian pembebasan retribusi bagi warga miskin dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2013, adalah sebagai berikut : JUMLAH PEMBEBASAN RETRIBUSI PELAYANAN KK, KTP DAN AKTA KELAHIRAN BAGI WARGA MISKIN TAHUN TAHUN JENIS PERMOHONAN JUMLAH PERMOHONAN JUMLAH RUPIAH 2012 Kartu Keluarga Kartu Tanda Penduduk Akta Kelahiran Kartu Keluarga Kartu Tanda Penduduk Akta Kelahiran Sumber: Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Semarang, Tahun Kegiatan Penerapan KTP_EL (semula disebut E_KTP) di Kota Semarang. Perubahan sebutan E_KTP menjadi KTP_EL sesuai dengan UU no. 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas UU no 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan disebutkan sebagaimana dalam pasal 1 no 14 yaitu Kartu Tanda Penduduk Elektronik selanjutnya disingkat KTP_EL adalah Kartu Tanda Penduduk yang dilengkapi Chip yang merupakan Identitas Resmi Penduduk sebagau bukti diri yang diterbitkan oleh Instansi Pelaksana. Kegiatan penerapan KTP_EL di Kota Semarang pada tahun 2013 terdiri dari : a. Perekaman data penduduk Kegiatan perekaman data penduduk dilaksanakan setiap hari di 16 Kecamatan dengan target target wajib KTP_EL. Capaian perekaman KTP_EL pada tahun 2013 mencapai wajib KTP_EL atau 88,05% meningkat dibandingkan tahun 2012 sebesar 85,31%

21 Percepatan pencapaian target perekaman KTP_EL dilakukan melalui penyisiran Wajib KTP_EL yang belum melaksanakan perekaman di lingkungan sekolah dan kelurahan. ENROLLMENT KTP_EL TAHUN 2013 KECAMATAN JUMLAH WAJIB KTP TOTAL ENROLL % 1 Semarang Tengah ,71% 2 Semarang Utara ,95% 3 Semarang Timur ,70% 4 Gayamsari ,49% 5 Genuk ,52% 6 Pedurungan ,24% 7 Semarang Selatan ,61% 8 Candisari ,32% 9 Gajahmungkur ,01% 10 Tembalang ,89% 11 Banyumanik ,22% 12 Gunung Pati ,59% 13 Semarang Barat ,83% 14 Mijen ,54% 15 Ngaliyan ,85% 16 Tugu ,48% JUMLAH ,11% Sumber: Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Semarang, Tahun 2013 b. Distribusi hasil cetak KTP_EL Pencetakan KTP_EL sampai dengan akhir tahun 2013 merupakan kewenangan dari Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri sehingga Kota Semarang hanya dapat menunggu kiriman hasil cetak KTP_EL dari Kementrian Dalam Negeri. Upaya dalam rangka percepatan pencapaian target distribusi hasil cetak KTP_EL hanya dapat dilakukan dengan senantiasa melakukan koordinasi dengan Kementrian Dalam Negeri. Adapun penerimaan hasil cetak KTP_EL yang sudah didistribusikan kepada warga masyarakat sampai dengan akhir tahun 2013 adalah sebagai berikut : REKAPITULASI PENERIMAAN HASIL CETAK KTP_EL KOTA SEMARANG TAHUN 2013 KECAMATAN TOTAL PENERIMAAN ENROLL CETAK KTP_EL % 1 Semarang Tengah Semarang Utara Semarang Timur Gayamsari Genuk Pedurungan Semarang Selatan Candisari Gajahmungkur Tembalang Banyumanik Gunung Pati Semarang Barat Mijen Ngaliyan Tugu JUMLAH Sumber: Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Semarang, Tahun

22 10.4 SKPD PENYELENGGARA URUSAN Urusan Wajib Kependudukan dan Catatan Sipil dilaksanakan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dan Sekretariat Daerah (Bagian Tata Pemerintahan) JUMLAH PEGAWAI Urusan Wajib Kependudukan dan Catatan Sipil adalah sebanyak 128 orang terdiri dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil sebanyak 124 orang dan Bagian Tata Pemerintahan sebanyak 4 orang ALOKASI DAN Program dan kegiatan dalam Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil pada tahun 2013 dilaksanakan dengan alokasi dana yang disediakan sebagaimana dapat dilihat pada tabel berikut ini: PROGRAM SKPD: DISPENDUKCAPIL 1 Program Penunjang ,52 2 Program Pelaksanaan Urusan , 68 JUMLAH ,57 Anggaran Program Penujang Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil 1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Kegiatan yang dilaksanakan dalam Program ini sebagai berikut SKPD: DISPENDUKCAPIL 1 Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik ,99 2 Penyediaan Jasa Perijinan Kendaraan Dinas ,42 3 Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor ,72 4 Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan Kerja ,85 5 Penyediaan Alat Tulis Kantor Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan 7 Penyediaan Komponen Instalasi Listrik / Penerangan Bangunan Kantor 8 Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor , , ,00 9 Penyediaan Peralatan Rumah Tangga ,99 10 Penyediaan Makanan dan Minuman ,00 11 Rapat - rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah ,56 JUMLAH PROGRAM Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kegiatan yang dilaksanakan dalam Program ini sebagai berikut SKPD: DISPENDUKCAPIL 1 Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional ,85 2 Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor , 64 3 Pengadaan Peralatan Gedung Kantor ,

23 4 Pengadaan Mebeleur ,45 5 Pemeliharaan Rutin / Berkala Gedung Kantor ,73 6 Pemeliharaan Rutin / Berkala Kendaraan Dinas / Operasional 7 Pemeliharaan Rutin / Berkala Perlengkapan Gedung Kantor 8 Pemeliharaan Rutin / Berkala Peralatan Gedung Kantor , ,96 9 Pembuatan Pagar Kantor ,42 10 Pembangunan Gardu Jaga ,88 JUMLAH PROGRAM ,36 3. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan Kegiatan yang dilaksanakan dalam Program ini sebagai berikut : SKPD: DISPENDUKCAPIL 1 Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD ,00 2 Penyusunan Pelaporan Keuangan Akhir Tahun ,00 3 Penunjang Kinerja PA, KPA, Bendahara dan Pembantu Bendahara ,00 JUMLAH PROGRAM ,00 Anggaran Program Pelaksanaan Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil Program Penataan Administrasi Kependudukan Kegiatan yang dilaksanakan dalam Program ini sebagai berikut : SKPD: DISPENDUKCAPIL 1 Pembangunan dan pengoperasian SIAK secara terpadu 2 Koordinasi pelaksanaan Kebijakan Kependudukan 3 Pengolahan dalam penyusunan laporan informasi kependudukan 4 Penyediaan informasi yang dapat diakses masyarakat 5 Peningkatan pelayanan publik dalam bidang kependudukan , , , , ,16 6 Pengembangan database kependudukan ,00 7 Penyusunan Kebijakan Kependudukan ,00 8 Sosialisasi Kebijakan Kependudukan ,29 9 Peningkatan kapasitas kelembagaan kependudukan ,50 10 Monitoring, evaluasi dan pelaporan ,00 11 Penerapan KTP Berbasis NIK Nasional ,00 12 Pengembangan SMM ISO 9001 : ,76 SKPD: BAG.TATA PEMERINTAHAN 13 Monitoring, Evasluasi dan Pelaporan Pengelolaan Administrasi kependudukan ,08 JUMLAH PROGRAM ,

24 10.7 PROSES PERENCANAAN PEMBANGUNAN Perencanaan pembangunan Kota Semarang dilaksanakan sesuai dengan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 yaitu melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat Kelurahan, Kecamatan dan Kota, yang kemudian ditindaklanjuti dalam Forum SKPD. Dari hasil tersebut dijabarkan dalam RKPD dan Renja SKPD untuk selanjutnya menjadi pedoman dalam penyusunan RKA dan DPA SKPD. Seluruh dokumen perencanaan tersebut difasilitasi dalam Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah (SIMPERDA) dan hasilnya adalah keterpaduan pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan di Kota Semarang setiap tahun SARANA DAN PRASARANA Secara umum, pada tahun 2013, sarana dan prasarana yang diperlukan untuk mendukung tercapainya target pembangunan tercukupi melalui alokasi anggaran yang ada. Persentase pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pada masing-masing SKPD dan tiap-tiap urusan pemerintahan cukup bervariasi. Akan tetapi, kondisi sarana dan prasarana pada tahun 2013 mampu mendukung kinerja seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Semarang, tanpa ada kendala yang cukup berarti PERMASALAHAN Permasalahan dalam Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil yaitu: 1. Elektronik arsip yang ada pada saat ini masih dalam tahap pembangunan khususnya untuk dokumen akta catatan sipil yang bersifat arsip aktif untuk lebih memudahkan dalam pencarian dokumen. 2. Masih adanya pemahaman yang kurang dari sebagian masyarakat tentang pentingnya ketersediaan data penduduk yang akurat dan mutakhir yang dapat digunakan untuk verifikasi pelayanan publik dan sebagai sarana penunjang perumusan kebijakan pembangunan. 3. Penerapan KTP_EL tahun 2013 masih bergantung pada Pemerintah Pusat, sehingga masih banyak kendala untuk mencapai target dalam penerbitan KTP_EL

25 10.10 TINDAK LANJUT Rencana tindak lanjut yang akan ditempuh untuk mengatasi permasalahan Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil yaitu: 1. Melaksanakan pembangunan database elektronik arsip dokumen akta catatan sipil secara bertahap dan kontinyu. 2. Mengintensifkan sosialisasi mengenai kebijakan dan peraturan perundang-undangan tentang administrasi kependudukan, sehingga masyarakat mengerti akan arti pentingnya keakuratan/kelengkapan data kependudukannya serta melakukan updating data kependudukan untuk pembenahan database. 3. Melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri untuk persiapan penerbitan KTP_EL di daerah. Sementara pencetakan KTP_EL masih belum diserahkan kewenanganya kepada daerah, berdasarkan pada Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2013 tentang Perubahan Keempat Peraturan Presiden Nomor Tahun 2009 tentang Penerapan Kartu Tanda Penduduk Berbasis Nomor Induk Kependudukan Secara Nasional ditetapkan bahwa penerbitan KTP non elektronik berlaku sampai dengan 31 Desember 2014, sehingga Pemerintah Kota Semarang masih mengajukan usulan anggaran untuk penyelengaraan pelayanan KTP non elektronik pada tahun anggaran Selain itu untuk persiapan penerapan KTP_EL telah dipersiapkan dengan pengadaan alat cetak dan perlengkapan penunjang lainnya pada tahun 2013 dan 2014 sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat PRESTASI / PENGHARGAAN Prestasi / penghargaan yang diperoleh Kota Semarang dalam Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil pada tahun 2013 yakni oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Semarang adalah: Pelayanan di Bidang Pencatatan Sipil pada tahun 2013, berhasil mempertahankan Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:

26 11 URUSAN WAJIB PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK 11.1 KONDISI UMUM Terkait dengan Penanggulangan Kemiskinan di Indonesia, khususnya di Kota Semarang salah satu agenda yang dilakukan adalah mendorong terwujudnya kesetaraan dan keadilan gender. Pengarustamaan Gender yang selanjutnya disebut PUG yaitu strategi yang dibangun untuk mengintegrasikan gender menjadi satu dimensi integral dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi atas kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan. Instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender Dalam Pembangunan Nasional, diinstruksikan bahwa setiap kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan yang dirancang oleh Pemerintah termasuk Pemerintah Daerah harus mengintegrasikan permasalahan, aspirasi, dan kebutuhan perempuan dan laki-laki dalam setiap tahapan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi dengan memperhatikan kebijakan dan program pembangunan nasional yang berperspektif gender dalam rangka mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Instruksi Presiden tersebut selanjutnya dijabarkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 tahun 2008 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender di Daerah. Beberapa kebijakan yang terkait dengan urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak diantaranya Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 yang mengatur tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Undang undang tersebut secara jelas, dan tegas menyebutkan bahwa segala tindak kekerasan dalam rumah tangga merupakan kejahatan terhadap martabat kemanusiaan. Selain menangani permasalahan yang terkait dengan perempuan, di dalam Urusan Wajib Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga menangani permasalahan yang terkait dengan perlindungan anak, yang diatur melalui Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dalam Undang-undang tersebut ditegaskan bahwa pertanggungjawaban orangtua, keluarga, masyarakat, pemerintah, dan negara merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara terus menerus demi terlindunginya hak-hak anak. Rangkaian kegiatan tersebut 1 8 9

27 harus berkelanjutan dan terarah guna menjamin pertumbuhan dan perkembangan anak, baik fisik, mental, spiritual maupun sosial. Pemerintah Kota Semarang berinisiatif untuk mewujudkan pembangunan dengan mengarusutamakan hak-hak anak melalui pengintegrasian program kesejahteraan dan perlindungan anak ke dalam program pembangunan kota yang responsif terhadap kebutuhan anak melalui Kebijakan Kota Layak Anak (Peraturan Walikota Semarang, Nomor 20 Tahun 2010). Untuk itu dalam upaya keberhasilan program kegiatan pada urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak diperlukan peran serta masyarakat, baik melalui lembaga/organisasi perempuan, lembaga perlindungan anak, organisasi kemasyarakatan, organisasai sosial, media massa, dunia usaha atau lembaga pendidikan PROGRAM DAN Kebijakan Pembangunan urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak diarahkan pada peningkatan peran perempuan dalam berbagai strata kehidupan dan peningkatan perlindungan terhadap anak melalui (1) peningkatan keterampilan dan pengetahuan perempuan; (2) peningkatan kesetaraan gender; (3) Perlindungan kekerasan terhadap perempuan dan anak; (4) Peningkatan kelembagaan perempuan dan perlindungan anak. Pada tahun 2013 program-program yang dilaksanakan pada Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah sebagai berikut : Program-program penunjang, yang meliputi : 1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran; 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur; 3. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan. Program-program Pelaksanaan Urusan, yang meliputi : 1. Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender dan Anak Program ini diarahkan pada meningkatnya jaringan kelembagan pemberdayaan perempuan dan anak 2. Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan Program ini diarahkan pada peningkatan kualitas hidup perempuan dan penyelesaian masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak 1 9 0

28 3. Program Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Gender dalam pembangunan Program ini diarahkan pada peningkatan kualitas organisasi perempuan dalam rangkat meningkatkan peran serta perempuan dan kesetaraan gender dalam pembangunan 4. Program Keserasian Kebijakan Peningkatan Kualitas Anak dan Perempuan Program ini diarahkan pada peningkatan kebijakan tentang peningkatan kualitas anak dan perempuan HASIL PENCAPAIAN PROGRAM DAN 1. KOTA LAYAK ANAK (KLA) Kota Layak Anak (KLA) merupakan model pembangunan kota yang mengintegrasikan komitmen dan sumberdaya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha dalam rangka memenuhi hak anak yang terencana secara menyeluruh (holistik) dan berkelanjutan (sustainable) melalui Pengarusutamaan Hak Anak (PUHA). Adapun latar belakang dari program Semarang Kota Layak Anak ini yaitu bahwa berbagai fasilitasi seperti ruang bermain anak belum cukup tersedia dalam jumlah yang cukup, belum adanya rute yang aman bagi anak ke sekolah maupun ke tempat-tempat aktivitas anak lainnya, masih terbatasnya kebijakan pemerintah untuk menyatukan isu hak ke dalam perencanaan pembangunan kota, serta belum teritegrasinya hak perlindungan anak ke dalam pembangunan kota. Lahirnya kebijakan KLA, diharapkan dapat menciptakan keluarga yang sayang anak, rukun tetangga dan rukun warga atau lingkungan yang peduli anak, kelurahan layak anak dan kecamatan atau kota yang layak bagi anak sebagai prasyarat untuk memastikan bahwa anak-anak tumbuh dan berkembang dengan baik, terlindungi haknya dan terpenuhi kebutuhan pisik dan psikologisnya. Adapun yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang pada tahun 2013 dalam rangka KLA ini adalah : a) Terlaksananya Fasilitasi Forum Anak di 16 kecamatan serta Forum Anak tingkat kota, yaitu dengan terselenggaranya aksi damai dalam rangka peringatan Hari AIDS se-dunia b) Terlaksananya fasilitasi pembangunan Taman Bermain Anak. c) Fasilitasi Kecamatan Ramah Anak di 2 Kelurahan, yaitu 1 9 1

29 1) Kelurahan Bangetayu, Kecamatan Genuk 2) Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Gunungpati Bentuk fasilitasinya yaitu memberikan alat -alat permaianan anak seperti ayunan/ jungkat-jungkit alat outbound. d) Pembentukan zona aman sekolah dan sekolah ramah anak sebanyak 4 sekolah. e) Hari Anak Nasional tahun 2013, dengan diadakannya lomba-lomba seperti : Lomba mewarnai kelompok umur TK dansd, lomba menggambar, Lomba pidato bahasa inggris dan Jawa serta lomba tari tradisional untuk siswa SMA f) Tersusunnya Buku Profil Anak Kota Semarang Tahun Atas capaian kinerja program Semarang Kota Layak Anak, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menganugrahkan KOTA LAYAK ANAK PRATAMA Tingkat Nasional Tahun 2013 kepada Walikota Semarang pada tanggal 23 Juli 2013 di Gedung Kementerian Agama RI, Jakarta 2. Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan Pemerintah Kota Semarang sangat intens terhadap permasalahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT ) hal ini diwujudkan dengan adanya Pusat Pelayanan Terpadu Kecamatan (PPT) di 10 Kecamatan (Banyumanik, Pedurungan, Smg Utara, Timur, Gunungpati, Genuk, Mijen, Ngaliyan dan Tembalang ) yang fungsinya menangani pengaduan masyarakat tentang adanya kasus KDRT, kekerasan dalam pacaran (KDP), kekerasan terhadap Anak, Pelecehan Seksual, perkosaan dan masalah Anak yang berhadapan dengan hukum. Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) juga bekerjasama dengan PPT SERUNI Kota Semarang dalam hal advokasi baik litigasi maupun non litigasi. Jumlah kasus KDRT di Kota Semarang pada tahun 2013 yang tercatat dan dalam advokasi Pemerintah Kota Semarang sebanyak 109 kasus, terdiri dari 15 kasus yang masih dalam proses penyidikan, dan 94 kasus sudah terselesaikan dengan perincian 62 kasus yang sudah diputus pengadilan negeri semarang, kasus yang selesai dimediasi / non litigasi sebanyak 32 kasus. Dalam membantu korban KDRT, Pemerintah Kota Semarang tidak hanya memberikan bantuan advokasi terhadap para korban KDRT, tetapi juga diberikan pelatihan dan barang modal senilai satu juta rupiah kepada 30 (tiga puluh ) orang korban, agar para korban bisa mandiri

30 RINCIAN KASUS YANG DITANGANI BAPERMASPER DAN KB KOTA SEMARANG DAN PPT SERUNI PADA TAHUN 2013 No. Kasus Jumlah 1 Kekerasan Dalam Rumah Tangga 90 kasus 2 Kekerasan Dalam Pacaran 4 kasus 3 Kekerasan Terhadap Anak 6 kasus 4 Perkosaan 6 kasus 5 Pelecehan seksual 2 kasus 6 Anak berhadapan dengan hukum 1 kasus JUMLAH 109 kasus Sumber Data : Bapermasper dan KB Tahun Peningkatan peran serta dan kesetaraan gender dalam pembangunan. Dalam rangka pelaksanaan program peningkatan peran serta dan kesetaraan gender dalam pembangunan telah melaksanakan beberapa kegiatan antara lain : a) Terlaksananya fasilitasi berupa Bintek Penyusunan Anggaran Responsif Gender Bagi Lembaga Eksekutif dan Legislatif. b) Terlaksananya Program Terpadu Pemberdayaan Masyarakat Berbasis gender (P2MBG), yang kegiatannya, antara lain melaksanakan pelatihan dengan bekerjasama dengan institusi terkait, setelah itu Pemerintah Kota Semarang memberikan modal barang senilai 2 juta rupiah untuk 16 Kelompok Usaha Bersama di 16 kelurahan. c) Terlaksananya peningkatan kapasitas dan jaringan kelembagaan pemberdayaan perempuan dan anak, optimalisasi peran PKK, Dharma Wanita, GOW dan organisasi -organisasi kewanitaan lainya serta peningkatan jumlah kader posyandu. Berikut tabel tentang pencapaian urusan wajib pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak : INDIKATOR KINERJA TAHUN Jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak TAHUN Rasio KDRT 0,020 0,021 3 Tingkat keterwakilan perempuan di DPRD Kota Semarang - Jumlah anggota DPRD - Jumlah anggota DPRD yang berjenis kelamin perempuan 4 Tingkat partisipasi perempuan di lembaga pemerintah - Jumlah pegawai Pemerintah Kota Semarang yang berjenis kelamin perempuan (PNS & honorer) - Jumlah PNS perempuan yang menjabat eselon II di Pemerintah Kota Semarang - Jumlah PNS perempuan yang menjabat eselon III di Pemerintah Kota Semarang - Jumlah PNS perempuan yang menjabat eselon IV di Pemerintah Kota Semarang Sumber Data : Bapermasper dan KB Tahun org 6 org

31 DATA UMUM PEMBERDAYAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK) TAHUN No Data umum PKK Tahun 2012 Tahun 2013 % 1 Tim Penggerak PKK Kelurahan Kelompok PKK RW ,8 3 Kelompok PKK RT ,43 4 Dasa Wisma ,47 5 Jumlah kader PKK : a. Anggota tim penggerak PKK ,90 b. Umum ,08 Sumber Data : Bapermasper dan KB Kota Semarang Tahun 2013 No 1. Jumlah Kader : DATA PENGHAYATAN DAN PENGAMALAN PANCASILA TIM PENGGERAK PKK TAHUN TAHUN Jenis Data Kegiatan Tahun 2012 Tahun 2013 a. Kader PPBN ,57 b. Kader Kadarkum ,37 c. Kader Pola Asuh ,76 2. Jumlah Kelompok Simulasi : a. Kelompok Simulasi PPBN ,82 b. Kelompok Simulasi Kadarkum c. Kelompok Simulasi Pola Asuh Jumlah Pelaksanaan Penyuluhan : a. Pelaksanaan Penyuluhan PPBN ,09 b. Pelaksanaan Penyuluhan Kadarkum ,64 c. Pelaksanaan Penyuluhan Pola Asuh ,57 Sumber Data : Bapermasper dan KB Kota Semarang Tahun 2013 No DATA GOTONG ROYONG TIM PENGGERAK PKK DI KOTA SEMARANG TAHUN Jenis Kelompok Kegiatan Tahun 2012 Tahun Kerja Bakti ,67 2 Rukun Kematian ,30 3 Keagamaan/Rohani Jimpitan ,70 5 Arisan ,70 6 Lansia ,64 Sumber Data : Bapermasper dan KB Kota Semarang Tahun 2013 DATA PENDIDIKAN DAN KETRAMPILAN PEREMPUAN TIM PENGGERAK PKK TAHUN TAHUN Tahun No Jenis Kegiatan/Kelompok Warga Yang Masih 3 Buta Kelompok Belajar Paket A 149 a. Kelompok Belajar 1 b. Warga Belajar Kelompok Belajar Paket B a. Kelompok Belajar 3 b. Warga Belajar Kelompok Belajar Paket C a. Kelompok Belajar 12 b. Warga Belajar Kelompok Belajar PAUD Jumlah Taman Bacaan/Perpustakaan 44 Sumber Data : Bapermasper dan KB Kota Semarang Tahun 2013 % % 1 9 4

32 No 1 Jumlah Kader : DATA EKOMI DAN INDUSTRI PKK TAHUN TAHUN Jenis Kader dan Kegiatan Tahun 2012 Tahun 2013 a. Pangan ,40 b. Sandang ,056 c. Perumahan ,097 2 Pemanfaatan Pekarangan : a. Peternakan ,2 b. Perikanan ,5 c. Warung Hidup d. TOGA ,1 e. Tanaman Keras ,80 3 Jumlah Industri Rumah Tangga : a. Pangan b. Sandang/Konveksi ,60 c. Jasa ,80 d. Lainnya Sumber Data : Bapermasper dan KB Kota Semarang Tahun 2013 % No DATA BIDANG KESEHATAN PEREMPUAN DAN ANAK TIM PENGGERAK PKK TAHUN TAHUN Jenis Kader dan Kegiatan 1 Jumlah Kader : Tahun 2012 Tahun 2013 a. Posyandu ,71 b. Gizi ,27 c. Kesehatan Lingkungan ,80 2 Jumlah POSYANDU a. Pratama ,86 b. Madya ,6 c. Purnama ,51 d. Mandiri POSYANDU LANSIA Sumber Data : Bapermasper dan KB Kota Semarang Tahun 2013 % 11.4 SKPD PENYELENGGARA URUSAN Urusan Wajib Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dilaksanakan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana JUMLAH PEGAWAI Jumlah pegawai yang menangani Urusan Wajib Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah sebanyak 9 orang ALOKASI DAN Alokasi dana yang disediakan untuk pelaksanaan program/kegiatan dalam Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada tahun 2013 sebesar Rp ,-, dengan perincian Rp ,- untuk program penunjang dan Rp ,- untuk 1 9 5

33 program yang berkaitan dengan tugas teknis pada Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Adapun realisasi pelaksanaan program dan kegiatan pada Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah sebagai berikut : Anggaran Program Penunjang Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran dengan kegiatan dan anggaran sebagai berikut : SKPD : BAPERMASPER & KB 1 Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik ,44 2 Penyediaan jasa peralatan dan perlengkapan kantor Penyediaan jasa administrasi keuangan Penyediaan jasa kebersihan kantor Penyediaan Alat Tulis Kantor ,99 6 Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan ,22 10 Penyediaan Makanan dan Minuman Rapat-Rapat Kordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah JUMLAH ,44% 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur dengan kegiatan dan anggaran sebagai berikut :: SKPD : BAPERMASPER & KB 1 Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor ,05 2 Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional ,69 JUMLAH ,14% 3. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur dengan kegiatan dan anggaran sebagai berikut : SKPD : BAPERMASPER & KB 1 Peningkatan Kualitas SDM guna Peningkatan Pelayanan Masyarakat JUMLAH Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan dengan kegiatan dan anggaran sebagai berikut : 1 9 6

34 SKPD : BAPERMASPER & KB 1 Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD Penyusunan Laporan Keuangan Semesteran Penyusunan RKA dan DPA Penyusunan Laporan Keuangan Bulanan Penyusunan Lakip (Laporan Kinerja Instansi Pemerintah) 6 Penyusunan LKPJ (Laporan Kinerja Pertanggung Jawaban) Penyusunan Renja SKPD Penyusunan Data Informasi Program JUMLAH Anggaran program pelaksanaan Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 1. Program Keserasian Kebijakan Peningkatan Kualitas Anak dan Perempuan dengan kegiatan dan anggaran sebagai berikut : SKPD : BAPERMASPER & KB 1 Kegiatan Perumusan Kebijakan Peningkatan Peran dan Posisi Perempuan di Bidang Politik dan Jabatan ,67 JUMLAH PROGRAM ,67 2. Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender dan Anak dengan kegiatan dan anggaran sebagai berikut : SKPD : BAPERMASPER & KB 1 Peningkatan Kapasitas dan jaringan Kelembagaan Pemberdayaan Perempuan dan Anak 2 Pemberdayaan organisasi perempuan (PKK,GOW, Dharma Wanita, GOP TKI) , ,18 JUMLAH PROGRAM ,3 3. Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan dengan kegiatan dan anggaran sebagai berikut : SKPD : BAPERMASPER & KB 1 Fasilitasi Upaya Perlindungan Perempuan Terhadap Tindak Kekerasan ,60 JUMLAH PROGRAM ,60 4. Program Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Gender dalam Pembangunan dengan kegiatan dan anggaran sebagai berikut : SKPD : BAPERMASPER & KB 1 Pemberdayaan Lembaga yang berbasis Gender ,11 JUMLAH PROGRAM ,

35 11.7 PROSES PERENCANAAN PEMBANGUNAN Perencanaan pembangunan Kota Semarang dilaksanakan sesuai dengan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 yaitu melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat Kelurahan, Kecamatan dan Kota, yang kemudian ditindaklanjuti dalam Forum SKPD. Dari hasil tersebut dijabarkan dalam RKPD dan Renja SKPD untuk selanjutnya menjadi pedoman dalam penyusunan RKA dan DPA SKPD. Seluruh dokumen perencanaan tersebut difasilitasi dalam Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah (SIMPERDA) dan hasilnya adalah keterpaduan pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan di Kota Semarang setiap tahun SARANA DAN PRASARANA Secara umum, pada tahun 2013, sarana dan prasarana yang diperlukan untuk mendukung tercapainya target pembangunan tercukupi melalui alokasi anggaran yang ada. Persentase pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pada masing-masing SKPD dan tiap-tiap urusan pemerintahan cukup bervariasi. Akan tetapi, kondisi sarana dan prasarana pada tahun 2013 mampu mendukung kinerja seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Semarang, tanpa ada kendala yang cukup berarti PERMASALAHAN Belum terintegrasinya penanganan Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan institusi kejaksaan dan pengadilan TINDAK LANJUT Meningkatkan upaya koordinasi dan komunikasi dengan institusi penegak hukum PRESTASI / PENGHARGAAN 1. Pada tanggal 23 Juli 2013, Kota Semarang mendapatkan anugerah Kota Layak Anak Tingkat Pratama, dari Menteri Pemberdayaan Perempuan di Kantor Kementerian Agama 2. Pada tanggal 18 Desember 2013, Pemerintah Kota Semarang memperoleh Anugrah Puruhita Eka Praya Bidang Gender dari Presiden Susilo Bambang Yudoyono

36 12. URUSAN WAJIB KELUARGA BERENCANA DAN KELUARGA SEJAHTERA 12.1 KONDISI UMUM Pembangunan Kependudukan tidak lagi dipahami sebagai usaha untuk mempengaruhi pola dan arah demografi saja, akan tetapi sasarannya jauh lebih luas untuk mencapai kesejahteraan rakyat, baik dalam arti fisik maupun non fisik. Hal tersebut berarti bahwa kebijakan Kependudukan merupakan bagian integral dari kebijakan pembangunan secara keseluruhan. Secara garis besar pembangunan Kependudukan meliputi 5 (lima) aspek penting yaitu pertama (1) berkaitan dengan kuantitas penduduk antara lain jumlah, struktur dan komposisi penduduk serta laju pertumbuhan penduduk. Kedua (2) berkenaan dengan kualitas penduduk yang berkaitan dengan status kesehatan dan angka kematian, tingkat pendidikan dan angka kemiskinan. Ketiga (3) adalah mobilitas penduduk seperti tingkat migrasi yang mempengaruhi yang mempengaruhi persebaran penduduk antar wilayah. Keempat (4) mengenai data dan informasi penduduk serta kelima (5) adalah penyerasian kebijakan kependudukan. Kebijakan Kependudukan merupakan program lintas sector, oleh sebab itu penyerasian kebijakan antar sector harus menjadi perhatian bersama sehingga tidak terjadi tumpang tindih atau saling bertolak belakang. Pelaksanaan Program Kependudukan dan KB di Kota Semarang akan terus digelorakan dengan dukungan seluruh warga masyarakat untuk menuju kondisi yang ideal yaitu Semarang kota SejahteRA yang ingin dan harus diupayakan, sehingga seluruh keluarga dapat menerima Program Keluarga Berencana. Berbagai bentuk kegiatan yang mengacu pada visi program KB Penduduk Tumbuh Seimbang 2015 akan senantiasa diupayakan dan dikelola secara serius, profesional dan berkesinambungan, sehingga dapat memberikan kepuasan semua pihak yang pada akhirnya meningkatkan kesertaan masyarakat dalam ber- KB PROGRAM DAN Kebijakan urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera diarahkan pada upaya pengendalian kelahiran melalui kesadaran masyarakat dalam ber-kb, meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi remaja serta pendewasaan usia perkawinan, meningkatkan pemberdayaan dan ketahanan keluarga dalam upaya peningkatan 1 9 9

37 kualitas keluarga dan memperkuat kelembagaan dan Jejaring KB dalam upaya pembudayaan keluarga kecil berkualitas. Sedangkan program-program yang dilaksanakan pada Urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera pada Tahun Anggaran 2013 meliputi program-program sebagai berikut : 1. Program Keluarga Berencana Program ini diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk ber- KB melalui penyediaan Pelayanan KB dan alkon bagi keluarga Miskin serta pembinaan KB. 2. Program Pembinaan Peran serta masyarakat dalam pelayanan KB/KR yang mandiri Program ini diarahkan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pelayanan KB/KR melalui Fasilitasi pembentukan kelompok masyarakat peduli KB. 3. Program Pengembangan Pusat Pelayanan Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja Program ini diarahkan untuk meningkatkan pelayanan informasi dan konseling Kesehatan Reproduksi Remaja. 4. Program Peningkatan Penanggulangan Narkoba, PMS Termasuk HIV AIDS Program ini diarahkan untuk meningkatkan kesadaran warga Kota Semarang untuk mewaspadai bahaya dan dampak dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba juga pergaulan bebas. 5. Program Penyiapan Tenaga Pendamping Kelompok Bina Keluarga Program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas tenaga pendamping kelompok bina keluarga HASIL PENCAPAIAN PROGRAM DAN Hasil yang dicapai oleh Pemerintah Kota Semarang pada pelaksanaan urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera selama tahun 2013 dapat dilihat pada beberapa indikator sebagai berikut : 1. Pengendalian angka kelahiran atau Total Fertility Rate (TFR) tahun 2013 sebesar 2,12. TFR adalah gambaran mengenai rata-rata jumlah anak yang dilahirkan seorang perempuan usia subur (15 sampai 49 tahun). 2. Tingkat partisipasi masyarakat Kota Semarang dalam ber-kb tahun 2012 sebesar ( 77,10 %) dari jumlah pasangan usia subur (PUS) PUS, sedangkan pada tahun 2013, tingkat partisipasi masyarakat Kota Semarang dalam ber-kb yaitu sebesar ( 76,46%) dengan jumlah pasangan usia subur (PUS) orang 2 0 0

URUSAN WAJIB KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL

URUSAN WAJIB KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL 4.1.10 URUSAN WAJIB KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL 4.1.10.1 KONDISI UMUM Reformasi pelayanan publik dimulai dari aspek yang paling mendasar yaitu reformasi pola pikir (paradigma) penyelenggara pelayanan

Lebih terperinci

LKPJ Walikota Semarang Akhir Tahun Anggaran 2015

LKPJ Walikota Semarang Akhir Tahun Anggaran 2015 10. URUSAN WAJIB KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL Perkembangan populasi penduduk sangat berperan penting dalam kemajuan suatu negara terutama dalam hal perekonomian, sehingga perkembangan populasi penduduk

Lebih terperinci

URUSAN WAJIB KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL. Hal Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Semarang Akhir Tahun Anggaran 2016

URUSAN WAJIB KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL. Hal Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Semarang Akhir Tahun Anggaran 2016 10. A. KEBIJAKAN PROGRAM Kerangka administrasi kependudukan pada prinsipnya mengatur tentang pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil. Pendaftaran penduduk mengatur mengenai pencatatan atas pelaporan

Lebih terperinci

Program dan Kegiatan SKPD Kota Prabumulih Tahun 2017

Program dan Kegiatan SKPD Kota Prabumulih Tahun 2017 Program dan Kegiatan SKPD Tahun 207 SKPD : Dinas Lingkungan Hidup Urusan : Lingkungan Hidup Rencana Tahun 207 Prakiraan Maju Tahun 208 Urusan/Bidang Urusan Pemerintah Daerah dan Kode Indikator Kinerja

Lebih terperinci

: KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL ORGANISASI URUSAN PEMERINTAHAN DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL JUMLAH DASAR HUKUM URAIAN

: KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL ORGANISASI URUSAN PEMERINTAHAN DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL JUMLAH DASAR HUKUM URAIAN URUSAN PEMERINTAHAN : 1.10. - KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL ORGANISASI : 1.10.01. - DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KODE REKENING 1.10.1.10.01.00.00.4. PENDAPATAN DAERAH 2.257.170.000,00 1.10.1.10.01.00.00.4.1.

Lebih terperinci

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH KOTA CIMAHI TAHUN ANGGARAN 2015

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH KOTA CIMAHI TAHUN ANGGARAN 2015 Hal 1 RENCANA KERJA DAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH KOTA CIMAHI Formulir RKA SKPD 2.2 TAHUN ANGGARAN 2015 URUSAN PEMERINTAHAN : 1.0. LINGKUNGAN HIDUP ORGANISASI : 1.0.01. KANTOR LINGKUNGAN

Lebih terperinci

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH RENCANA KERJA DAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN TEGAL Anggaran : 203 Formulir RKA SKPD 2.2 Urusan Pemerintahan :. 08 Urusan Wajib Lingkungan Hidup Organisasi :. 08. 0 Badan

Lebih terperinci

PERSEN TASE (%) Dinas Tata Kota dan Perumahan ,82 Dinas Penerangan Jalan dan Pengelolaan Reklame

PERSEN TASE (%) Dinas Tata Kota dan Perumahan ,82 Dinas Penerangan Jalan dan Pengelolaan Reklame 05. A. KEBIJAKAN PROGRAM Arah kebijakan program pada Urusan Wajib Penataan Ruang diarahkan untuk mewujudkan tata ruang kota yang sinergis, serasi dan berkelanjutan didukung oleh dokumen perencanaan tata

Lebih terperinci

Tabel IV.B.11.1 Program dan Realisasi Anggaran Urusan Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tahun No. Program Alokasi (Rp) Realisasi (Rp)

Tabel IV.B.11.1 Program dan Realisasi Anggaran Urusan Kependudukan dan Pencatatan Sipil Tahun No. Program Alokasi (Rp) Realisasi (Rp) 11. URUSAN KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil mempunyai nilai strategis di bidang perencanaan, pengembangan dan penanganan permasalahan pembangunan. Kebijakan kependudukan

Lebih terperinci

TABEL 2.2 REVIEW TERHADAP RANCANGAN AWAL RKPD TAHUN 2015 KABUPATEN BANDUNG. Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah dan Program/Kegiatan

TABEL 2.2 REVIEW TERHADAP RANCANGAN AWAL RKPD TAHUN 2015 KABUPATEN BANDUNG. Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah dan Program/Kegiatan NAMA SKPD : DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL Rancangan Awal RKPD TABEL 2.2 REVIEW TERHADAP RANCANGAN AWAL RKPD TAHUN 205 KABUPATEN BANDUNG Program Program Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

Lebih terperinci

,00 (Belanja Langsung maupun Belanja Tidak Langsung diluar belanja hibah. IV.B.11. Urusan Wajib Kependudukan dan Pencatatan Sipil

,00 (Belanja Langsung maupun Belanja Tidak Langsung diluar belanja hibah. IV.B.11. Urusan Wajib Kependudukan dan Pencatatan Sipil 11. URUSAN KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL Dimensi penduduk dalam pembangunan memiliki kedudukan yang sangat penting dan sangat berpengaruh dalam perkembangan serta kemajuan pembangunan wilayah, penduduk

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

PEMERINTAH KOTA TANGERANG DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH TAHUN ANGGARAN 05 Formulir DPASKPD. Halaman : Urusan Pemerintahan Organisasi :.08. Lingkungan Hidup :.08.0. Dinas Kebersihan dan Pertamanan Rekapitulasi

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

PEMERINTAH KOTA TANGERANG RINGKASAN RENJA DUKCAPIL 1.1. Latar Belakang Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tangerang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kota Tangerang Nomor 13 Tahun 2014 tentang Organisasi Perangkat

Lebih terperinci

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF 5.1. Rencana Program dan Kegiatan. Menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 lampiran A.VII,

Lebih terperinci

Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan. Data Capaian pada Tahun Awal Perencanaan. Indikator Kinerja Program (outcomes) dan Kegiatan (output)

Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan. Data Capaian pada Tahun Awal Perencanaan. Indikator Kinerja Program (outcomes) dan Kegiatan (output) Tabel 5.1. Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif Kantor Pelayanan Perijinan dan Penanaman Modal Kabupaten Provinsi Sulawesi Selatan Tujuan Sasaran Indikator

Lebih terperinci

BAB II PROGRAM KERJA

BAB II PROGRAM KERJA BAB II PROGRAM KERJA A. VISI DAN MISI Rencana Strategis Perubahan Lima Tahunan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil tahun 2010 sampai dengan tahun 2015, (Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 16

Lebih terperinci

Data Capaian Pada Tahun Awal Perencan aan. Indikator Kinerja Program (outcome) dan Kegiatan (output)

Data Capaian Pada Tahun Awal Perencan aan. Indikator Kinerja Program (outcome) dan Kegiatan (output) Instansi Visi RENCANA STRATEGIK TAHUN 2013-2017 : Badan DIY : Sebagai Institusi Yang Handal Dalam Pengelolaan Untuk Mewujudkan Masyarakat DIY Berbudaya dan Berwawasan Lingkungan Tujuan Sasaran Kebijakan

Lebih terperinci

Tabel 2.1. Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja SKPD dan. Pencapaian Renstra SKPD s.d Tahun Kabupaten Bandung.

Tabel 2.1. Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja SKPD dan. Pencapaian Renstra SKPD s.d Tahun Kabupaten Bandung. Tabel 2.1 Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja SKPD dan Pencapaian Renstra SKPD s.d Tahun Kabupaten Bandung Kode Target dan Realisasi Kinerja Kegiatan Target SKPD s.d Tahun 1 10 Urusan Wajib kependudukan

Lebih terperinci

PROGRES PELAKSANAAN PROGRAM / KEGIATAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN LOMBOK BARAT BULAN JUNI TAHUN ANGGARAN 2017

PROGRES PELAKSANAAN PROGRAM / KEGIATAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN LOMBOK BARAT BULAN JUNI TAHUN ANGGARAN 2017 PROGRES PELAKSANAAN PROGRAM / KEGIATAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN LOMBOK BARAT BULAN JUNI TAHUN ANGGARAN 2017 No. Program/Kegiatan Pejabat/ Penanggung Jawab Waktu Pelaksanaan Target Capaian Jumlah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rencana kerja adalah dokumen rencana yang memuat program dan kegiatan yang diperlukan untuk mencapai sasaran pembangunan, dalam bentuk kerangka regulasi dan kerangka

Lebih terperinci

KANTOR LINGKUNGAN HIDUP

KANTOR LINGKUNGAN HIDUP KANTOR LINGKUNGAN HIDUP Kode Keluaran iatan 00 NON URUSAN 00 00 PROGRAM SETIAP SKPD 00 00 0 PROGRAM PELAYANAN ADMINISTRASI 426.000.000 493.500.000 PERKANTORAN 00 00 0 00 Penyediaan Jasa Surat Menyurat

Lebih terperinci

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA KERJA (RENJA) 2015 DAN CAPAIAN RENSTRA SAMPAI DENGAN TAHUN BERJALAN 2015

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA KERJA (RENJA) 2015 DAN CAPAIAN RENSTRA SAMPAI DENGAN TAHUN BERJALAN 2015 BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA KERJA (RENJA) 2015 DAN CAPAIAN RENSTRA SAMPAI DENGAN TAHUN BERJALAN 2015 2.1 EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN 2015 DAN CAPAIAN RENSTRA SAMPAI DENGAN TAHUN BERJALAN 2015

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pemerintah Kecamatan sebagai salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah ( SKPD ) dilingkungan Pemerintah Kota Semarang sesuai dengan Perda No. 54 Tahun 2008 tentang Penjabaran

Lebih terperinci

TABLE A.2.1 REKAPITULASI EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RENJA SKPD DAN PENCAPAIAN RENSTRA SKPD S/D TAHUN 2012 (TAHUN BERJALAN)

TABLE A.2.1 REKAPITULASI EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RENJA SKPD DAN PENCAPAIAN RENSTRA SKPD S/D TAHUN 2012 (TAHUN BERJALAN) TABLE A.2.1 REKAPITULASI EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RENJA SKPD DAN PENCAPAIAN RENSTRA SKPD S/D TAHUN 2012 (TAHUN BERJALAN) SKPD : KECAMATAN TEMBALANG KOTA SEMARANG Kode (outcome)/ke(out Hasil Ke S/D dan

Lebih terperinci

PENERAPAN SAKIP DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN LAMONGAN KABUPATEN LAMONGAN

PENERAPAN SAKIP DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN LAMONGAN KABUPATEN LAMONGAN PENERAPAN SAKIP DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN LAMONGAN Disampaikan oleh : KEPALA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN LAMONGAN SISTEMATIKA PAPARAN Gambaran Umum SKPD Implementasi

Lebih terperinci

LAPORAN PELAKSANAAN TUGAS TAHUNAN TAHUN 2012

LAPORAN PELAKSANAAN TUGAS TAHUNAN TAHUN 2012 LAPORAN PELAKSANAAN TUGAS TAHUNAN TAHUN 202 DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN SLEMAN Jl. KRT Pringgodiningrat No : 03 Beran Tridadi Sleman Yogyakarta Telp.0274 868362 202 KATA PENGANTAR

Lebih terperinci

BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN Sebagaimana diuraikan pada pasal 3 Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan dan Kelurahan Kota Semarang,

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

PEMERINTAH KOTA TANGERANG Ringkasan Renja 2015 1. LATAR BELAKANG Seiring dengan ditetapkannya Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan

Lebih terperinci

RENCANA KERJA SATUAN KERJA PERANGKAT ACEH (RENJA-SKPA) BAPEDAL ACEH TAHUN 2015

RENCANA KERJA SATUAN KERJA PERANGKAT ACEH (RENJA-SKPA) BAPEDAL ACEH TAHUN 2015 RENCANA KERJA SATUAN KERJA PERANGKAT ACEH (RENJA-SKPA) BAPEDAL ACEH TAHUN 2015 BADAN PENGENDALIAN DAMPAK LINGKUNGAN (BAPEDAL ) Nomor : / /2014 Banda Aceh, Maret 2014 M Lampiran : 1 (satu) eks Jumadil Awal

Lebih terperinci

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH. PEMERINTAH KABUPATEN PASER Tahun Anggaran 2017

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH. PEMERINTAH KABUPATEN PASER Tahun Anggaran 2017 DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH Formulir DPA SKPD 2.2 PEMERINTAH KABUPATEN PASER Tahun Anggaran 207 Urusan Pemerintahan : 4. 0 Urusan Pemerintahan Fungsi Penunjang Administrasi

Lebih terperinci

RENCANA KERJA PERUBAHAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

RENCANA KERJA PERUBAHAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH RENCANA KERJA PERUBAHAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH KOTA SERANG TAHUN ANGGARAN 07 Formulir RKPA SKPD. URUSAN PEMERINTAHAN ORGANISASI :.0.05. LINGKUNGAN HIDUP :.0.05.0. DINAS LINGKUNGAN

Lebih terperinci

B A B I V U r u s a n P i l i h a n K e l a u t a n d a n P e r i k a n a n URUSAN PILIHAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

B A B I V U r u s a n P i l i h a n K e l a u t a n d a n P e r i k a n a n URUSAN PILIHAN KELAUTAN DAN PERIKANAN 4.2.5 URUSAN PILIHAN KELAUTAN DAN PERIKANAN 4.2.5.1 KONDISI UMUM Sebagai salah satu kota di Provinsi Jawa Tengah yang terletak di wilayah pesisir, Kota Semarang memiliki panjang pantai 36,63 km dengan

Lebih terperinci

7. SKPD : BADAN LINGKUNGAN HIDUP

7. SKPD : BADAN LINGKUNGAN HIDUP 7. : BADAN LINGKUNGAN HIDUP No Daerah, dan Program/ Pagu A BELANJA TIDAK LANGSUNG JUMLAH (BELANJA TIDAK LANGSUNG) - - - - 0% - B BELANJA LANGSUNG URUSAN LINGKUNGAN HIDUP 1 Program Pelayanan Administrasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG. BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG. Pembangunan Nasional dibidang Kependudukan bertujuan untuk membangun kualitas database kependudukan guna menjamin legalitas dokumen kependudukan yang meliputi Kartu

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

PEMERINTAH KOTA TANGERANG 1. LATAR BELAKANG Ringkasan Renja 2016 Sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diberikan kewajiban untuk menyusun Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat

Lebih terperinci

TABEL 3.3 RUMUSAN RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN DISDUKCASIP KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2014 DAN PERKIRAAN MAJU TAHUN 2015

TABEL 3.3 RUMUSAN RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN DISDUKCASIP KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2014 DAN PERKIRAAN MAJU TAHUN 2015 TABEL 3.3 RUMUSAN RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN DISDUKCASIP KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2014 DAN PERKIRAAN MAJU TAHUN 2015 Kode 01 01 Kegiatan penyediaan jasa surat menyurat Jumlah materai dan perangko yang

Lebih terperinci

BAB. V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN. yang telah ditetapkan, yang akan dilaksanakan oleh instansi pemerintah

BAB. V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN. yang telah ditetapkan, yang akan dilaksanakan oleh instansi pemerintah BAB. V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN Program dan Kegiatan Program kegiatan adalah sebagai penjabaran dari tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, yang akan dilaksanakan oleh instansi pemerintah melalui

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kependudukan Catatan Sipil dan Keluarga Berencana Kabupaten Karimun berubah

BAB I PENDAHULUAN. Kependudukan Catatan Sipil dan Keluarga Berencana Kabupaten Karimun berubah BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Karimun Nomor 6 Tahun 2011 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Dinas Daerah Kabupaten Karimun, Dinas Kependudukan Catatan

Lebih terperinci

PERJANJIAN KINERJA (PK) PEJABAT STRUKTURAL ESELON III PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016

PERJANJIAN KINERJA (PK) PEJABAT STRUKTURAL ESELON III PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016 PERJANJIAN KINERJA TAHUN 206 Sekretaris Badan () (2) (3) yang Lengkap, Akurat dan Mudah Diakses oleh Semua Pemangku Kepentingan dan Masyarakat Publikasi Dokumen Status Dokumen 6. 7. 8. 9. 0. Program Pelayanan

Lebih terperinci

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF 5.1. Rencana Program dan Kegiatan. Program untuk lingkungan hidup adalah sebagai berikut: a) Program Pengembangan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

PEMERINTAH KOTA TANGERANG DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH TAHUN ANGGARAN 05 Formulir DPASKPD. Halaman : Urusan Pemerintahan Organisasi :.08. Lingkungan :.08.0. Badan Lingkungan Rekapitulasi Belanja Langsung

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

PEMERINTAH KOTA TANGERANG 1. LATAR BELAKANG Ringkasan Renja 2015 Seiring dengan ditetapkannya Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN TEBO PENETAPAN KINERJA DINAS PERKOTAAN PERTAMANAN DAN KEBERSIHAN

PEMERINTAH KABUPATEN TEBO PENETAPAN KINERJA DINAS PERKOTAAN PERTAMANAN DAN KEBERSIHAN PEMERINTAH KABUPATEN TEBO PENETAPAN KINERJA DINAS PERKOTAAN PERTAMANAN DAN KEBERSIHAN Dalam rangka mewujudkan manajamen pemerintahan yang efektif, transparan, akuntabel dan berorientasi kepada hasil, bersama

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA MEDAN RINCIAN PERUBAHAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN

PEMERINTAH KOTA MEDAN RINCIAN PERUBAHAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN Lampiran III Peraturan Daerah Nomor Tanggal : : 13 23 Nopember 2016 PEMERINTAH KOTA MEDAN RINCIAN PERUBAHAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN TAHUN

Lebih terperinci

NO SASARAN PROGRAM INDIKATOR PROGRAM FORMULASI INDIKATOR

NO SASARAN PROGRAM INDIKATOR PROGRAM FORMULASI INDIKATOR Indikator Kinerja Individu Sekretaris Kecamatan Turi Jabatan : Sekretaris Kecamatan Tugas : Merencanakan, melaksanakan, mengkoordinasikan, mengendalikan dan mengevaluasi serta memberikan dukungan pelayanan

Lebih terperinci

4.1.5 URUSAN WAJIB PENATAAN RUANG

4.1.5 URUSAN WAJIB PENATAAN RUANG 4.1.5 URUSAN WAJIB PENATAAN RUANG 4.1.5.1 KONDISI UMUM Tujuan penyelenggaraan penataan ruang adalah terwujudnya ruang nusantara yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan akan dapat dicapai melaui

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA SALATIGA TAHUN 2016

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA SALATIGA TAHUN 2016 LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA SALATIGA TAHUN 2016 DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA SALATIGA 2017 KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan

Lebih terperinci

Tabel 3.3 REVIEW TERHADAP RANCANGAN AWAL RKPD TAHUN 2014 KABUPATEN BANDUNG Indikator. Prakiraan Maju Rencana Tahun Tahun 2014

Tabel 3.3 REVIEW TERHADAP RANCANGAN AWAL RKPD TAHUN 2014 KABUPATEN BANDUNG Indikator. Prakiraan Maju Rencana Tahun Tahun 2014 Kode Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah dan Program/Kegiatan Tabel 3.3 REVIEW TERHADAP RANCANGAN AWAL RKPD TAHUN 2014 KABUPATEN BANDUNG Indikator Prakiraan Maju Rencana Tahun Tahun 2014 Kinerja Program

Lebih terperinci

BUPATI BANTUL PERATURAN BUPATI BANTUL

BUPATI BANTUL PERATURAN BUPATI BANTUL BUPATI BANTUL PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 64 TAHUN 2008 T E N T A N G RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN BANTUL BUPATI BANTUL, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

KABUPATEN INDRAGIRI HULU RINGKASAN RKA SKPD TAHUN ANGGARAN 2014

KABUPATEN INDRAGIRI HULU RINGKASAN RKA SKPD TAHUN ANGGARAN 2014 KABUPATEN INDRAGIRI HULU RINGKASAN RKA SKPD TAHUN ANGGARAN 2014 KODE 1 URUSAN WAJIB 82,519,163,150.00 230,157,269,778.00 477,995,890,837.00 790,672,323,765.00 1.01 1.01 1.01.01 1.01 1.01.01 01 PENDIDIKAN

Lebih terperinci

BUPATI LUMAJANG PROVINSI JAWA TIMUR

BUPATI LUMAJANG PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN BUPATI LUMAJANG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI LUMAJANG NOMOR 68 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, URAIAN TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

Program dan Kegiatan SKPD Kota Prabumulih Tahun Target Capaian Kinerja. Kebutuhan Dana/Pagu Indikatif (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

Program dan Kegiatan SKPD Kota Prabumulih Tahun Target Capaian Kinerja. Kebutuhan Dana/Pagu Indikatif (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Program dan Kegiatan SKPD Kota Prabumulih Tahun 2017 SKPD : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Urusan : Pemerintahan Bidang Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil Kode Urusan/Bidang Urusan Pemerintah

Lebih terperinci

BAB 5 RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF

BAB 5 RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF BADAN PELAYANAN TERPADU DAN PENANAMAN MODAL RENCANA STRATEGIS (RENSTRA 214-218) BAB 1 : PENDAHULUAN BAB 5 RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF 1.1.

Lebih terperinci

Tabel 2.1. Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja SKPD dan. Pencapaian Renstra SKPD s.d Tahun Kabupaten Bandung

Tabel 2.1. Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja SKPD dan. Pencapaian Renstra SKPD s.d Tahun Kabupaten Bandung Tabel 2.1 Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja SKPD dan Pencapaian Kabupaten Kode Target dan Realisasi Kinerja Kegiatan Target Perkiraan Target 1 10 1 10 01 1 10 01 01 1 10 01 01 01 Urusan Wajib

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

PEMERINTAH KOTA TANGERANG Hal 1 dari 5 RENCANA KERJA DAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH Formulir RKA - SKPD 2.2 TAHUN ANGGARAN 2015 Urusan Pemerintahan : Organisasi : 1.0. - Lingkungan Hidup 1.0.01. - Badan Lingkungan Hidup

Lebih terperinci

URUSAN WAJIB KOPERASI & USAHA KECIL MENENGAH. Hal Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Semarang Akhir Tahun Anggaran 2016

URUSAN WAJIB KOPERASI & USAHA KECIL MENENGAH. Hal Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Semarang Akhir Tahun Anggaran 2016 15. URUSAN WAJIB KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH A. KEBIJAKAN PROGRAM Arah kebijakan program pada Urusan Wajib Koperasi dan Usaha Kecil Menengah diarahkan untuk mewujudkan sistem ekonomi kerakyatan melalui

Lebih terperinci

Bertambah/(berkurang) Jumlah (Rp) KODE REKENING. URAIAN sebelum perubahan DASAR HUKUM. setelah perubahan. (Rp) LAMPIRAN III

Bertambah/(berkurang) Jumlah (Rp) KODE REKENING. URAIAN sebelum perubahan DASAR HUKUM. setelah perubahan. (Rp) LAMPIRAN III LAMPIRAN III : RANCANGAN PERATURAN DAERAH NOMOR : TANGGAL : PEMERINTAH KABUPATEN SAMPANG RINCIAN PERUBAHAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN Tahun

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI BENGKULU RINCIAN RANCANGAN PERUBAHAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN

PEMERINTAH PROVINSI BENGKULU RINCIAN RANCANGAN PERUBAHAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN Lampiran III Peraturan Daerah Nomor Tanggal : : xx 9 September 2015 PEMERINTAH PROVINSI BENGKULU RINCIAN RANCANGAN PERUBAHAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN

Lebih terperinci

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG Tahun Anggaran : 2013

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG Tahun Anggaran : 2013 Urusan Pemerintahan : 1. 08 Urusan Wajib Lingkungan Hidup RENCANA KERJA DAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG Tahun Anggaran : 2013 Organisasi : 1. 08. 01 BADAN PENGENDALIAN

Lebih terperinci

11. URUSAN KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL

11. URUSAN KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL 11. URUSAN KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL Penduduk merupakan bagian integral dalam proses kegiatan pemerintahan dan pembangunan, oleh karenanya penduduk tidak dapat hanya dilihat sebagai obyek, tetapi

Lebih terperinci

BUPATI TULUNGAGUNG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TULUNGAGUNG NOMOR 56 TAHUN 2014 TENTANG

BUPATI TULUNGAGUNG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TULUNGAGUNG NOMOR 56 TAHUN 2014 TENTANG BUPATI TULUNGAGUNG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TULUNGAGUNG NOMOR 56 TAHUN 2014 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN TULUNGAGUNG DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

KECAMATAN SELOGIRI. Indikator Kinerja

KECAMATAN SELOGIRI. Indikator Kinerja KECAMATAN SELOGIRI Kode 00 NON URUSAN 00 00 PROGRAM SETIAP SKPD 00 00 0 PROGRAM PELAYANAN ADMINISTRASI 53.500.000 66.800.000 PERKANTORAN 00 00 0 00 Penyediaan Jasa Surat Menyurat Tersedianya jasa surat

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN SAMPANG TAHUN ANGGARAN 2014

PEMERINTAH KABUPATEN SAMPANG TAHUN ANGGARAN 2014 Halaman : DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT PEMERINTAH KABUPATEN SAMPANG TAHUN ANGGARAN 04 Formulir DPASKPD. Urusan Pemerintahan :.0. OTONOMI, PEMERINTAHAN UMUM, ADMINISTRASI KEUANGAN,

Lebih terperinci

Penjabaran dari urusan Kependudukan dan Catatan Sipil kami uraikan sebagai berikut :

Penjabaran dari urusan Kependudukan dan Catatan Sipil kami uraikan sebagai berikut : 11. URUSAN KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL Urusan kependudukan dan catatan sipil mempunyai nilai strategis di bidang perencanaan, pengembangan dan penanganan permasalahan pembangunan. Idealnya kebijakan

Lebih terperinci

DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL. Halaman 67

DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL. Halaman 67 DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL Kode 00 NON URUSAN 00 00 PROGRAM SETIAP SKPD 00 00 0 PROGRAM PELAYANAN ADMINISTRASI 2.28.56.000 0 PERKANTORAN 00 00 0 00 Penyediaan Jasa Surat Menyurat Materai 230

Lebih terperinci

REKAPUTILASI USULAN PROGRAM DAN KEGIATAN DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN PELALAWAN TAHUN ANGGARAN 2017

REKAPUTILASI USULAN PROGRAM DAN KEGIATAN DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN PELALAWAN TAHUN ANGGARAN 2017 REKAPUTILASI USULAN PROGRAM DAN KEGIATAN DINAS KEPENDUDUKAN DAN PEN SIPIL KABUPATEN PELALAWAN TAHUN ANGGARAN 2017 KODE PROGRAM/KEGIATAN INDIKATOR anggaran 2016 anggaran 2017 1 2 3 4 $ 5,00 6 7 8 9 10 1.10.1.10.01.1

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN BUPATI PEKALONGAN NOMOR 31 TAHUN 2017 TENTANG URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL

SALINAN PERATURAN BUPATI PEKALONGAN NOMOR 31 TAHUN 2017 TENTANG URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL SALINAN PERATURAN BUPATI PEKALONGAN NOMOR 31 TAHUN 2017 TENTANG URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PEKALONGAN, Menimbang

Lebih terperinci

BUPATI WAY KANAN PROVINSI LAMPUNG

BUPATI WAY KANAN PROVINSI LAMPUNG -1- BUPATI WAY KANAN PROVINSI LAMPUNG PERATURAN BUPATI WAY KANAN NOMOR 40 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN PELAYANAN KECAMATAN BUAHBATU KOTA BANDUNG. 2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Kecamatan Buahbatu Kota Bandung

BAB II GAMBARAN PELAYANAN KECAMATAN BUAHBATU KOTA BANDUNG. 2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Kecamatan Buahbatu Kota Bandung 214-218 BAB II GAMBARAN PELAYANAN KECAMATAN BUAHBATU KOTA BANDUNG 2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Kecamatan Buahbatu Kota Bandung 2.1.1. Struktur Organisasi Kecamatan Buahbatu Kota Bandung Berdasarkan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA SUNGAI PENUH RINCIAN PERUBAHAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN

PEMERINTAH KOTA SUNGAI PENUH RINCIAN PERUBAHAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN Lampiran III Peraturan Daerah Nomor Tanggal : : 05 Tahun 2014 8 Desember 2014 PEMERINTAH KOTA SUNGAI PENUH RINCIAN PERUBAHAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG BERITA DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN 2008 NOMOR 86 PERATURAN WALIKOTA SEMARANG NOMOR 86 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN WILAYAH I, WILAYAH

Lebih terperinci

KABUPATEN INDRAGIRI HULU RINGKASAN RKA SKPD TAHUN ANGGARAN 2013

KABUPATEN INDRAGIRI HULU RINGKASAN RKA SKPD TAHUN ANGGARAN 2013 KABUPATEN INDRAGIRI HULU RINGKASAN RKA SKPD TAHUN ANGGARAN 2013 KODE 1 URUSAN WAJIB 69,566,418,640.00 194,611,035,763.10 399,325,387,902.31 663,502,842,305.41 1.01 1.01 1.01.01 1.01 1.01.01 01 PENDIDIKAN

Lebih terperinci

RENCANA KERJA PROGRAM DAN KEGIATAN BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA PARIAMAN TAHUN 2015

RENCANA KERJA PROGRAM DAN KEGIATAN BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA PARIAMAN TAHUN 2015 RENCANA KERJA PROGRAM DAN KEGIATAN BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA PARIAMAN TAHUN 2015 KODE (1) Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah Dan Program/ Kegiatan Prioritas Daerah Sasaran Daerah Lokasi Indikator

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA SUNGAI PENUH REKAPITULASI REALISASI ANGGARAN BELANJA DAERAH MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PROGRAM DAN KEGIATAN

PEMERINTAH KOTA SUNGAI PENUH REKAPITULASI REALISASI ANGGARAN BELANJA DAERAH MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PROGRAM DAN KEGIATAN Lampiran I.3 Perda Pertanggungjawaban Nomor Tanggal : : 000 31 Desember 2015 PEMERINTAH KOTA SUNGAI PENUH REKAPITULASI BELANJA DAERAH MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, TAHUN 2015 Urusan Pemerintahan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

PEMERINTAH KOTA TANGERANG RINGKASAN RENSTRA DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN KOTA TANGERANG TAHUN 214-218 Latar Belakang Terbitnya regulasi yang mengatur sistem perencanaan pembangunan telah memberikan suatu amanat bagi pemerintah

Lebih terperinci

Data Capaian pada Tahun Awal Perencanaan (2010) Rp (juta) target. target

Data Capaian pada Tahun Awal Perencanaan (2010) Rp (juta) target. target Tabel 5.1 Rencana, Kegiatan, Kinerja, Target Kinerja dan Kerangka Pendanaan SKPD Badan Hidup Kabupaten Pelalawan (Satuan Dalam Juta Rupiah) 1.1. Meningkatkan 1.1.1. kinerja Membaiknya pelayanan kinerja

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN BANYUWANGI

PEMERINTAH KABUPATEN BANYUWANGI PEMERINTAH KABUPATEN BANYUWANGI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL Jalan letkol Istiqlah no. 68 Banyuwangi 68416 Telephone (0333) 424234 faks (0333) 424234 Website : www.banyuwangikab.go.id ; email

Lebih terperinci

Program dan Kegiatan SKPD Kota Prabumulih Tahun Prakiraan Maju Tahun 2018 Urusan/Bidang Urusan Pemerintah Daerah dan Kode

Program dan Kegiatan SKPD Kota Prabumulih Tahun Prakiraan Maju Tahun 2018 Urusan/Bidang Urusan Pemerintah Daerah dan Kode Program dan Kegiatan SKPD Tahun 207 SKPD : Dinas Perhubungan Urusan : Perhubungan Rencana Tahun 207 Prakiraan Maju Tahun 208 Urusan/Bidang Urusan Pemerintah Daerah dan Kode Indikator Kinerja Program/Sasaran

Lebih terperinci

KERANGKA KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

KERANGKA KINERJA INSTANSI PEMERINTAH KERANGKA KINERJA INSTANSI PEMERINTAH 2017-2020 SKPD : BADAN LINGKUNGAN HIDUP RPJMD I STRATEGIS sistem tata kelola yang baik dalam menjamin pelayanan prima Persentase rata-rata ketercapaian pelaksanaan

Lebih terperinci

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN INDRAGIRI HULU TAHUN ANGGARAN DPA - SKPD 2.2 Urusan Pemerintahan Organisasi : : 1.16 - PENANAMAN MODAL 1.16.01 - Dan REKAPITULASI

Lebih terperinci

WALIKOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU

WALIKOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU WALIKOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU PERATURAN WALIKOTA PEKANBARU NOMOR 102 TAHUN 2016 T E N T A N G KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERTANAHAN KOTA PEKANBARU DENGAN

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN SAMPANG

PEMERINTAH KABUPATEN SAMPANG LAMPIRAN III : PERATURAN NOMOR TANGGAL : : PEMERINTAH KABUPATEN SAMPANG RINCIAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN,ORGANISASI, PENDAPATAN,BELANJA DAN PEMBIAYAAN TAHUN ANGGARAN 2015 URUSAN PEMERINTAHAN ORGANISASI

Lebih terperinci

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN SAMPANG TAHUN ANGGARAN 2017

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN SAMPANG TAHUN ANGGARAN 2017 Urusan Pemerintahan :.. PENANAMAN MODAL DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN SAMPANG TAHUN ANGGARAN 07 Formulir Halaman : DPAOPD. Organisasi :..0. DINAS PENANAMAN

Lebih terperinci

REKAPITULASI BELANJA LANGSUNG BERDASARKAN PROGRAM DAN KEGIATAN

REKAPITULASI BELANJA LANGSUNG BERDASARKAN PROGRAM DAN KEGIATAN KABUPATEN TEBO TAHUN ANGGARAN 2016 FORMULIR RKA-SKPD 2.2 Urusan Pemerintah : 1.06. PERENCANAAN PEMBANGUNAN Organisasi : 1.06.01. BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH Kode Program / Kegiatan REKAPITULASI

Lebih terperinci

BAB - I PENDAHULUAN. Rencana Kerja SKPD. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil I - 1 A. LATAR BELAKANG

BAB - I PENDAHULUAN. Rencana Kerja SKPD. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil I - 1 A. LATAR BELAKANG BAB - I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Dengan pemberlakuan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara, Penyusunan,

Lebih terperinci

BUPATI GROBOGAN PROVINSI JAWA TENGAH

BUPATI GROBOGAN PROVINSI JAWA TENGAH BHINNEKA TU NGGAL IKA BUPATI GROBOGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI GROBOGAN NOMOR 59 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS POKOK, FUNGSI, URAIAN TUGAS JABATAN DAN TATA KERJA

Lebih terperinci

Perkiraan Realisasi Capaian Target Renstra SKPD s.d Tahun 2012 Realisasi Capaian Program dan

Perkiraan Realisasi Capaian Target Renstra SKPD s.d Tahun 2012 Realisasi Capaian Program dan Tabel 2.1 Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja SKPD dan Pencapaian Renstra SKPD s.d Kabupaten Kode Target dan Realisasi Kinerja Kegiatan Target SKPD ) 1 10 1 10 01 1 10 01 01 1 10 01 01 01 Urusan

Lebih terperinci

WALIKOTA PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR

WALIKOTA PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN WALIKOTA PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA PROBOLINGGO NOMOR 94 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, URAIAN TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS KEPENDUDUKAN DAN

Lebih terperinci

I. P E N D A H U L U A N. Penyusunan Rencana Kerja didasarkan pada skala prioritas dengan tetap

I. P E N D A H U L U A N. Penyusunan Rencana Kerja didasarkan pada skala prioritas dengan tetap I. P E N D A H U L U A N Penyusunan Rencana Kerja didasarkan pada skala prioritas dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik yang dimiliki oleh wilayah. Namun demikian dinamika perkembangan

Lebih terperinci