PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM"

Transkripsi

1 PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM SECAM (Insectarium Education Method) Alternatif Pembelajaran Berbasis MEDIA IPA (Menyenangkan, Efektif, Disiplin, Inovatif dan Aktif dalam Ilmu Pengetahuan Alam) Siswa SDN Gilianyar Kamal Bangkalan Madura BIDANG KEGIATAN: PKM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Diusulkan oleh : Irvan Aris Kurniawan Isnani Rosyianti Aris Kusuma Hidayat Alfan Fatoni UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA BANGKALAN 2014 i

2 ii

3 Daftar Isi Halaman judul... i Halaman pengesahan... ii Daftar isi... iii Ringkasan... iv BAB 1 PENDAHULUAN Latar belakang Potret, Profil dan Kondisi Khalayak Sasaran Kondisi dan Potensi Wilayah (fisik, social, dan ekonomi) Luaran Manfaat... 2 BAB 2 GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN... 3 BAB 3 METODE PELAKSANAAN... 4 BAB 4 BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN Anggaran Biaya Jadwal Kegiatan... 7 Daftar pustaka... 8 Lampiran-lampiran... 9 iii

4 Ringkasan Insectarium Education Method merupakan media pembelajaran yang menerapkan metode pengawetan dalam pelaksanaannya. Penerapan pembelajaran Insectarium Education Method diiringi dengan penerapan model Pembelajaran Menyenangkan, Efektif, Displin, Inovatif, Aktif dalam Ilmu Pengetahuan Alam (MEDIA IPA). Keterlibatan metode pengawetan dalam pembelajaran diharapkan akan mampu meningkatkan minat belajar siswa kelas II SDN Gilianyar Kamal Bangkalan Madura. Tujuan dari penerapan pembelajaran model MEDIA IPA dengan menggunakan media pembelajaran berbasis Insectarium Education Method adalah untuk meningkatkan minat dan semangat belajar siswa kelas II SDN Gilianyar. Diharapkan pembelajaran akan berjalan lebih menyenangkan dan tujuan pembelajaran dapat tersampaikan kepada siswa. Pembelajaran berbasis Insectarium Education Method diharapkan tidak hanya diterapkan pada saat program pengabdian ini dilaksanakan, akan tetapi akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan oleh guru sekolah SDN Gilianyar. Oleh karena itu, diadakan pula pelatihan khusus untuk para guru tata cara pembuatan pengawetan serangga atau insectarium berbasis edukasi. Dengan adanya pelatihan tersebut akan membantu guru untuk menciptakan media dan pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif. Selain itu, diharapkan pula mampu memberikan contoh kepada sekolah-sekolah lain untuk menerapkan pembelajaran dengan melibatkan metode pengawetan di dalamnya. Metode yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tersebut dapat melalui beberapa cara. Pertama-tama proses pengenalan. Pengenalan yang dimaksud adalah dengan memberikan gambaran secara jelas tentang Insectarium Education Method. Langkah kedua yaitu Persetujuan Ketersediaan dan Kerjasama dengan Mitra. Langkah ini diadakan tidak lain agar rencana ini dapat terwujud. Dan untuk selanjutnya langkah yang ketiga yaitu Konsep dan Cara Pembuatan Insectarium. Konsep insectarium ini tergolong jenis insectarium basah. Kata kunci: Insectarium, Edukasi, SDN Gilianyar iv

5 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan merupakan salah satu aspek pembangunan bangsa yang penting. Kemajuan, karakter, dan kemandirian suatu negara khususnya Indonesia tidak lepas dari peranan pendidikan. Dengan pendidikan seseorang dapat menentukan langkah terbaik yang harus ditempuhnya. Pendidikan adalah bimbingan secara sadar pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani anak didik menuju terbentuknya manusia yang memiliki kepribadian yang utama dan ideal (Jalaludin, 2011). Sedangkan menurut Damsar (2010) mengungkapkan bahwa pendidikan merupakan proses, cara dan perbuatan mendidik. Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan pendidik kepada peserta didik melalui tahap perencanaan, proses, dan pembelajaran untuk menciptakan manusia ideal di masa depan. Pembelajaran yang kurang efektif tidak lepas dari penerapan beberapa strategi, model, metode, dan media pembelajaran yang kurang baik. Media pembelajaran sangat penting digunakan karena sebuah media akan mempermudah pendidik untuk memahamkan siswa-siswinya mengenai materi yang disampaikan. Misalnya Konsep SECAM (insectarium education method) Alternatif pembelajaran berbasis MEDIA IPA (Menyenangkan, Efektif, Disiplin, Inovatif, dan Aktif dalam Ilmu Pengetahuan Alam) memberikan alternatif pembelajaran yang melibatkan siswa untuk aktif. Metode ini dapat digunakan dalam mata pelajaran IPA kelas II semester I KD 1.1 yaitu mengenal bagianbagian utama hewan dan tumbuhan di sekitar rumah dan sekolah melalui pengamatan. Guru bisa menyampaikan materi tentang bentuk luar (morfologi) serangga dengan menggunakan media serangga yang telah diawetkan. Dengan media tersebut siswa akan lebih mudah menangkap materi pelajaran yang disampaikan karena siswa juga terlibat langsung dalam pengamatan. Dengan begitu guru tidak hanya monoton menggunakan metode ceramah saja melainkan bisa menggunakan media yang mampu membuat pembelajaran berlangsung efektif dan menyenangkan. 1.2 Potret, Profil, dan Kondisi Khalayak Sasaran Penggunaan media pembelajaran di daerah yang jauh dari lingkungan kota sangatlah minim. Di daerah Kamal, Bangkalan masih banyak SD yang belum menerapkannya, khususnya di SDN Gilianyar. Dalam pembelajaran guru hanya menjelaskan kepada siswa dengan metode ceramah dan tidak menggunakan media pembelajaran. Tanpa adanya media yang digunakan membuat pembelajaran kurang menarik dan terkesan monoton. SDN Gilianyar merupakan sekolah yang masih tertinggal dengan fasilitas-fasilitas bangunan yang minim dan kondisi bangunan yang terbatas sehingga memungkinkan siswa belajar kurang efektif dan proses belajar yang diinginkan tidak maksimal. 1

6 1.3 Kondisi dan Potensi Wilayah (fisik, sosial, dan ekonomi) Madura adalah salah satu pulau dari banyak pulau yang terdapat di Negara Indonesia. Terdapat empat kabupaten di Madura yang meliputi Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Di Kabupaten Bangkalan khususnya terdapat salah satu kecamatan yaitu Kamal. Kecamatan Kamal terletak di bagian selatan kabupaten Bangkalan dan merupakan jalur transportasi laut yang menghubungkan dengan Pelabuhan Perak Surabaya. Kondisi lingkungan di Kecamatan Kamal kaya akan keanekaragaman hayati tetapi terus mengalami penurunan akibat adanya penambahan pemukiman penduduk sehingga populasi hewan khususnya serangga mengalami penurunan karena rusaknya habitat atau tempat tinggal hewan tersebut. Maka, perlu adanya upaya pengkoleksian dengan metode pengawetan sebagai media pendidikan. Namun, koleksi ini juga harus memperhatikan kelestariannya. Kemudian di Kecamatan Kamal terdapat beberapa SD yang kondisinya masih memprihatinkan. Salah satunya adalah SDN Gilianyar. Sekolah tersebut letaknya tidak jauh dari pelabuhan Ujung Kamal. Termasuk ke dalam kawasan SD yang cukup dapat diperhitungkan. Karena tempatnya yang cukup strategis. Akan tetapi ada beberapa permasalahan yang terdapat dalam SD ini. Proses pembelajarannya kurang baik karena hanya terpaku pada teori. 1.4 Luaran Menghasilkan karya sebagai sumber pengetahuan baru dan ikut andil bagi masyarakat luas terutama bagi dunia pendidikan. Dengan memberikan solusi dalam belajar yang tidak membosankan yang berupa SECAM (insectarium education method) Alternatif pembelajaran berbasis MEDIA IPA (Menyenangkan, Efektif, Disiplin, Inovatif, dan Aktif dalam Ilmu Pengetahuan Alam) untuk siswa SD. 1.5 Manfaat 1. Meningkatkan peran perguruan tinggi dalam upaya mengembangkan ilmu pengetahuan, utamanya dalam bidang pendidikan yang ikut andil dalam masyarat luas sebagai perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi. 2. Sebagai informasi dasar bagi tenaga pengajar mengenai alternatif solusi dalam belajar yang tidak membosankan. 3. Memberikan pengetahuan tambahan khususnya tenaga pengajar bahwa media pembelajaran sangat penting untuk mewujudkan pembelajaran yang optimal. 2

7 BAB 2 GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN SDN Gilianyar terletak di kecamatan Kamal kabupaten Bangkalan Madura. Kondisi lingkungan di daerah SDN Gilianyar merupakan lingkungan masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai nelayan. Orang tua kurang memperhatikan pendidikan anaknya dan menuntut banyak terhadap peran guru. Orang tua hanya menyerahkan pendidikan kepada guru tanpa memberikan bimbingan belajar di rumah. Guru harus bekerja keras untuk mencerdaskan anak. Dari segi ekonomi para orang tua juga terbilang kurang mampu. Kondisi terbatas itulah sering kali terjadi perselisihan antara orang tua dengan guru ketika harus membayar uang buku. Hal tersebut tentu akan mengganggu proses pembelajaran. Siswa SDN Gilianyar kelas I-III merupakan kelas awal yang masih membutuhkan bimbingan secara khusus dari guru mulai dari belajar menulis dan membaca. Sedangkan untuk siswa kelas IV-VI para siswa sudah mampu menggunakan kemampuan bernalar. Penerapan SECAM pada kelas II ini merupakan kelas yang paling tepat. Kelas II merupakan kelas awal dimana siswa perlu contoh konkrit dalam belajar. Guru tidak bisa hanya memberikan materi dengan metode ceramah saja karena siswa belum mampu menangkap apa yang disampaikan guru jika tidak dibantu dengan media. Kondisi lingkungan sekolah yang kurang mendukung menyebabkan menurunnya semangat belajar siswa khususnya pelajaran IPA sehingga dengan menerapkan Insectarium Education Method maka sistem pembelajaran dapat menjadi Menyenangkan, Efektif, Disiplin, Inovatif dan Aktif. Dengan inilah diharapkan rasa cinta terhadap lingkungan sekitar sebagai upaya pelestarian keanekaragaman hayati dapat tercapai. Kemudian siswa juga akan lebih tertarik dan semangat serta minat belajarnya menjadi tinggi. 3

8 BAB 3 METODE PELAKSANAAN Metode merupakan teknis yang penting agar rencana di atas dapat terwujud. Dalam mewujudkan Insectarium Education Method perlu adanya langkahlangkah. Langkah-langkah tersebut antara lain: 1. Pengenalan Insectarium Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah dengan cara pengenalan. Pengenalan yang dimaksud adalah dengan memberikan gambaran secara jelas tentang Insectarium Education Method dan juga animasi siklus hidup serangga tersebut agar anak-anak dapat mengerti tentang insectarium dan hidup specimennya dengan proses belajar pembuatan yang Menyenangkan, Efektif, Disiplin, Inovatif dan Aktif sehingga dapat terlaksana. Tidak hanya kepada siswa, akan tetapi juga akan diperkenalkan juga kepada guru tata cara pembuatannya. Pada dasarnya Insectarium Education Method ini membuat anak-anak menjadi bersemangat dan cinta pelajaran IPA. Dengan cara tersebut diharapkan proses belajar yang biasanya harus menghafal dan menjenuhkan dapat teratasi dengan pembuatan insectarium ini. 2. Persetujuan Ketersediaan dan Kerjasama dengan Mitra Ketersediaan mitra kerja bekerjasama dengan program yang diadakan ini tidak lain agar rencana ini dapat terwujud. Kesediaan sekolah atas kerjasama ini dapat terlihat dari surat ketersediaan dan kerjasama pada lampiran 5. Khususnya pada siswa kelas II SDN Gilianyar Kamal-Bangkalan Madura yang telah bersedia bekerjasama dengan Program ini. Kepala sekolah dan guru kelas II memberikan respon yang sangat positif dengan diadakannya penerapan Insectarium Education Method ini. Untuk keberlanjutan penerapan Insectarium Education Method dalam proses pembelajaran akan dilaksanakan pelatihan bagi para guru. Hal ini diharapkan ketika program telah selesai dilaksanakan, maka penerapan Insectarium Education Method akan tetap dapat dilaksanakan di SDN Gilianyar. Jika guru telah mampu menguasai pembuatan dan penggunaan Insectarium Education Method tidak menutup kemungkinan akan menjadi contoh untuk sekolah-sekolah lain. 3. Konsep dan Cara Pembuatan Insectarium a. Konsep Insectarium Konsep insectarium ini tergolong jenis insectarium basah. Insectarium basah merupakan spesimen yang telah diawetkan dan disimpan dalam suatu larutan yang dibuat dari berbagai macam zat dengan komposisi yang berbedabeda. Komponen utama yang digunakan dalam pembuatan larutan paling awet antara lain formalin, asam asetat, gliserin, aquades dan alkohol. Wadah atau tempat terbuat dari kaca seperti toples. Kemudian pada insectarium basah ditempelkan label atau etiket yang memuat informasi seperti : judul, nama kolektor, data taksonomi, tempat pengambilan bahan, tanggal pembuatan, habitat dan data lain yang telah diketahui serta dianggap perlu dicatat. 4

9 Keuntungan dalam menggunakan insectarium basah bahwa sifat-sifat morfologi dari spesimen tidak lekas rusak dan sedikit mengalami perubahan dari sifat-sifat aslinya seperti bentuk, susunan, bahkan mungkin warnanya. Selain itu, pembuatan insectarium basah lebih cepat asalkan larutan pengawet dan wadahnya tersedia. Untuk pengawetan spesimen dapat dilakukan secara langsung tanpa mengubah keadaan spesimen yang telah diawetkan. Pertanyaan yang muncul, kenapa insectarium basah? Alasannya adalah mudah dibuat dan dapat digunakan untuk mengidentifikasi morfologi spesimennya. b. Cara Pembuatan Insectarium 1) Spesimen insectarium disterilkan menggunakan alkohol. 2) Memasukkan serangga dan mengatur posisinya dalam wadah kaca. 3) Spesimen tersebut dimasukkan kedalam wadah kaca, lalu dituangi dan direndam dalam campuran larutan pengawet yaitu formalin, asam asetat, gliserin yang sudah diencerkan dengan aquades. Selanjutnya wadah kaca ditutup rapat-rapat. 4) Pada insectarium basah ditempelkan label atau etiket yang memuat informasi berikut : a. Judul, nama kolektor b. Data taksonomi c. Tempat pengambilan bahan, tanggal pembuatan d. Habitat dan data yang lain yang telah diketahui dan dianggap perlu dicatat 5) Spesimen hasil pengawetan dapat dijadikan koleksi dan identifikasi serangga. 5

10 Skema Metode Pelaksanaan: Observasi untuk memilih SDN Gilianyar Kamal PERSIAPAN Perizinan untuk Kerjasama Persiapan Awal Menyusun Proposal Kerja Sama dengan SDN Gilianyar Kamal Mepresentasikan Insectarium Education Method PELAKSANAAN Trainning cara pembuatan kepada guru EVALUASI Audio Visual Demonstrasi ke siswa Kelas II SDN Gilianyar LAPORAN HASIL Persiapan Laporan PKM-M 6

11 BAB 4 BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN 4.1 Anggaran Biaya No Jenis Pengeluaran Biaya (Rp) 1 Peralatan Penunjang (25%) ,00 2 Bahan Habis Pakai (40%) ,00 3 Perjalanan (25%) ,00 4 Lain-lain : administrasi, publikasi, pelatihan, laporan ( 10%) ,00 Jumlah , Jadwal Kegiatan Tabel 3. Jadwal kegiatan penelitian Bulan Ke- No Kegiatan I II III IV V 1 Observasi Memilih SDN Gilianyar Kamal 2 Perizinan Mitra Kerja 3 Pembuatan Proposal 4 Kerjasama dan Pengenalan Insectarium Education Method 5 Pemaparan dan Audio Visual 6 Demonstrasi ke siswa kelas II SDN Gilianyar kamal 7 Olah data untuk persiapan laporan 8 Penyusunan laporan 7

12 DAFTAR PUSTAKA Damsar Pengantar Sosiologi Pendidikan. Padang: Kencana. Jalaludin, Abdullah Idi Filsafat Pendidikan. Palembang: Rajawali Pers. 8

13 9

14 10

15 11

16 12

17 13

18 Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan 1. Peralatan Penunjang No. Jenis Pengeluaran Biaya (Rp) 1. Gelas ukur 100 ml 5 Rp ,00 2. Beaker Glass a. Ukuran 1 liter 4 Rp b. Ukuran 500 ml 4 Rp c. Ukuran 200 ml 4 Rp , , ,00 3. Pinset 15 Rp ,00 4. Botol Semprot 250 ml 7 Rp ,00 5. Corong kaca 5 Rp ,00 SUB TOTAL (Rp) ,00 2. Bahan Habis Pakai No. Jenis Pengeluaran Biaya (Rp) 1 Formalin 1,5 liter ,00 2 Alkohol 70% 1,5 liter ,00 4 Aquades 25 liter ,00 5 Asam asetat 1 liter ,00 6 Gliserin 1 liter ,00 7 Wadah kaca 15 Rp ,00 8 Masker 1 pcs ,00 9 Isolatif 15 Rp ,00 10 Sarung tangan 1 pcs ,00 11 Jas laboratorium a. Ukuran besar 5 Rp b. Ukuran kecil 5 Rp , ,00 12 Jaring Penangkap Serangga 15 Rp ,00 13 Kantung Pengumpul serangga 1 pcs ,00 14 Kertas Warna 20 Rp ,00 15 Spidol warna, gunting, pisau, lem 20 Rp ,00 16 Banner 2x1 meter 3 lembar@ Rp ,00 SUB TOTAL (Rp) ,00 14

19 3. Perjalanan No. Jenis Pengeluaran Tujuan Biaya (Rp) 1 Transportasi Bangkalan- Pembelian alat ,00 Surabaya Rp dan bahan orang x 3 hari 2 Transportasi Bangkalan-SDN Pengabdian ,00 Gilianyar Kamal Bangkalan (Pengenalan, Rp orang x 60 pelatihan dan hari pembelajaran) 3 Transportasi Bangkalan- Surabaya Rp 2 orang Pembelian kenangkenangan ,00 SUB TOTAL (Rp) ,00 4. Lain-lain No. Jenis Pengeluaran Biaya (Rp) 1 Publikasi ,00 2 Administrasi ,00 3 Pelatihan ,00 4 Laporan ,00 5 Kenang-kenangan ,00 SUB TOTAL (Rp) ,00 Total (Keseluruhan) ,00 15

20 Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas Susunan Keanggotaan Kerjasama Mitra Irvan Aris Kurniawan Pengenalan insectarium Isnani Rosyianti Konsep dan Cara Pembuatan insectarium Aris Kusuma Hidayat Alfan Fatoni Keterangan : 1. Pengenalan insectarium Memberikan gambaran tentang Insectarium Education Method Kepada Siswa dan Guru. Memberikan penjelasan bagaimana tata cara Insectarium Education Method Kepada Siswa dan Guru. 2. Kerjasama Mitra Mengajukan persetujuan kerja sama dengan mitra. Memberikan pelatihan pembuatan Insectarium Education Method Kepada Siswa dan Guru. 3. Konsep dan Cara Pembuatan Insectarium Menjelaskan bagaimana konsep Insectarium Education Method Kepada Siswa dan Guru. Mempraktekkan bagaimana tata cara Insectarium Education Method Kepada Siswa dan Guru. 16

21 17

22 18

23 Lampiran 6. Gambaran Teknologi yang akan diterapkembangkan 1. Sampel serangga di Alam 2. (Insectarium Education Method) Berbasis MEDIA IPA Campuran larutan formalin, asam asetat, gliserin dan aquades 19

24 Lampiran 7. Denah Detail Lokasi Mitra Kerja Kampus UTM 20

PKM Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M)

PKM Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M) PKM Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M) Sumber sosialisasi 2010 PKMM Program membantu masyarakat : PEMBERDAYAAN MASYARAKAT 1. peningkatan kecerdasan, 2. keterampilan, 3. pengetahuan perbaikan lingkungan,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 49 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian yang dilaksanakan ini merupakan penelitian deskriptif yaitu suatu penelitian untuk membuat gambaran mengenai situasi dan kejadian. 1 Penelitian

Lebih terperinci

PENYIAPAN SPECIMEN AWETAN OBJEK BIOLOGI 1

PENYIAPAN SPECIMEN AWETAN OBJEK BIOLOGI 1 1 PENYIAPAN SPECIMEN AWETAN OBJEK BIOLOGI 1 Oleh : Drs. Suyitno Al, MS 2 PENDAHULUAN Biologi berkembang dari hasil kerja para peneliti biologi, menggali pengetahuan dari objek-objek biologi. Sebagai Objeknya

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. yang dilaksanakan adalah penelitian survei. Penelitian survei yaitu

BAB III METODE PENELITIAN. yang dilaksanakan adalah penelitian survei. Penelitian survei yaitu 41 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian survei. Penelitian survei yaitu menelusuri

Lebih terperinci

I. MATERI DAN METODE PENELITIAN Letak Giografis Lokasi Penelitian Pekanbaru terletak pada titik koordinat 101 o o 34 BT dan 0 o 25-

I. MATERI DAN METODE PENELITIAN Letak Giografis Lokasi Penelitian Pekanbaru terletak pada titik koordinat 101 o o 34 BT dan 0 o 25- I. MATERI DAN METODE PENELITIAN 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Patologi, Entomologi, dan Mikrobiologi (PEM) dan lahan kampus Universitas Islam Negeri Sultan

Lebih terperinci

BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN. yang dilaksanakan adalah penelitian deskriptif eksploratif yaitu suatu

BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN. yang dilaksanakan adalah penelitian deskriptif eksploratif yaitu suatu 44 BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian deskriptif eksploratif

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. siswa dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan

BAB I PENDAHULUAN. siswa dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia. Oleh sebab

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITAN

BAB III METODOLOGI PENELITAN 49 BAB III METODOLOGI PENELITAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif yaitu suatu penelitian untuk membuat gambaran mengenai situasi dan kejadian,

Lebih terperinci

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM GETAR GAWAT (Gerakan Pelestarian Gamelan Jawa Tengah) Sebagai Upaya Pembentukan Karakter Kreatif dan Cinta Budaya Indonesia Bagi Anak dan Pemuda Dusun

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Metode deskriptif merupakan metode yang digunakan untuk mencari unsur-unsur, ciriciri, sifat-sifat

Lebih terperinci

BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN. penelitian untuk membuat gambaran mengenai situasi dan kejadian. 1 Atau

BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN. penelitian untuk membuat gambaran mengenai situasi dan kejadian. 1 Atau 32 BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN A. Jenis penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif yaitu suatu penelitian untuk membuat gambaran mengenai situasi dan kejadian. 1

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA BAHAN ALAM

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA BAHAN ALAM LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA BAHAN ALAM I. NOMOR PERCOBAAN : I (Satu) II. NAMA PERCOBAAN : Herbarium III. TUJUAN PERCOBAAN : Mengumpulkan beberapa contoh tumbuhan dan dilakukan proses Herbarium. IV. DASAR TEORI

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan termasuk ke dalam penelitian deskriptif dengan kegiatan secara eksploratif yaitu observasi dengan mengambil sampel secara langsung.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. yaitu penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data-data awal tentang. angka-angka, dengan menggunakan metode survey.

BAB III METODE PENELITIAN. yaitu penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data-data awal tentang. angka-angka, dengan menggunakan metode survey. BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif eksploratif yaitu penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data-data awal tentang sesuatu.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Riset Kimia dan Laboratorium

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Riset Kimia dan Laboratorium 26 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Riset Kimia dan Laboratorium Kimia Lingkungan Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI yang

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA BAHAN ALAM. Herbarium

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA BAHAN ALAM. Herbarium LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA BAHAN ALAM I. II. NOMOR PERCOBAAN NAMA PERCOBAAN : : I (Satu) Pengumpulan Contoh Tumbuhan dan Herbarium III. TUJUAN PERCOBAAN : IV. DASAR TEORI Mengumpulkan beberapa contoh tumbuhan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan terutama pendidikan IPA di Indonesia dan negara-negara maju.

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan terutama pendidikan IPA di Indonesia dan negara-negara maju. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) memiliki peran yang sangat penting dalam kemajuan IPTEK yang begitu cepat dan berpengaruh dalam dunia pendidikan terutama pendidikan

Lebih terperinci

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM PERPUSTAKAAN DESA DARI DAN BAGI MASYARAKAT DESA BIDANG KEGIATAN PKM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM PERPUSTAKAAN DESA DARI DAN BAGI MASYARAKAT DESA BIDANG KEGIATAN PKM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM PERPUSTAKAAN DESA DARI DAN BAGI MASYARAKAT DESA BIDANG KEGIATAN PKM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Oleh: 1. Candra Agustina Putri Setyani (C0213014 Angkatan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian deskriptif yang bermaksud untuk membuat pencandraan (deskripsi) mengenai situasi-situasi atau kejadian-kejadian.

Lebih terperinci

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM Bank BRO (Be Reading Opportunity) BIDANG KEGIATAN: PKM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM Bank BRO (Be Reading Opportunity) BIDANG KEGIATAN: PKM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM Bank BRO (Be Reading Opportunity) BIDANG KEGIATAN: PKM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DIUSULKAN OLEH : Aprilianti Kusuma Dewi NIM: 2014820157 / ANGKATAN:

Lebih terperinci

FORMAT PROPOSAL PENELITIAN REGULER

FORMAT PROPOSAL PENELITIAN REGULER FORMAT PROPOSAL PENELITIAN REGULER Proposal ditulis menggunakan huruf Times New Roman ukuran 12 dengan jarak baris 1,15 spasi kecuali ringkasan satu spasi dan ukuran kertas A4 margin kiri 4 cm, margin

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dengan pengamatan secara langsung ke lokasi, yaitu

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dengan pengamatan secara langsung ke lokasi, yaitu 46 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan pengamatan secara langsung ke lokasi, yaitu

Lebih terperinci

BAB II PERENCENAAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL

BAB II PERENCENAAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL BAB II PERENCENAAN, PELAKSANAAN, DAN ANALISIS HASIL A. Perencanaan Kegiatan PPL Praktik Pengalaman Lapangan merupakan mata kuliah yang di dalamnya berisi kegiatan yang terkait dengan proses pembelajaran

Lebih terperinci

PANDUAN PENGEMBANGAN SEKOLAH BERKARAKTER UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA (UNDIKSHA) BERBASIS KEARIFAN LOKAL

PANDUAN PENGEMBANGAN SEKOLAH BERKARAKTER UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA (UNDIKSHA) BERBASIS KEARIFAN LOKAL PANDUAN PENGEMBANGAN SEKOLAH BERKARAKTER UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA (UNDIKSHA) BERBASIS KEARIFAN LOKAL LEMBAGA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA 2012 1 PANDUAN PENGEMBANGAN

Lebih terperinci

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA UPAYA PENINGKATAN KREATIVITAS ANAK DI TK NEGERI SIWI RAHAYU SOLO DENGAN PELATIHAN SENI DAN BUDAYA

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA UPAYA PENINGKATAN KREATIVITAS ANAK DI TK NEGERI SIWI RAHAYU SOLO DENGAN PELATIHAN SENI DAN BUDAYA PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA UPAYA PENINGKATAN KREATIVITAS ANAK DI TK NEGERI SIWI RAHAYU SOLO DENGAN PELATIHAN SENI DAN BUDAYA BIDANG KEGIATAN: PKM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Diusulkan oleh:

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian yang bersifat

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian yang bersifat 1 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian yang bersifat deskriptif yaitu penelitian yang bermaksud untuk membuat pencandraan (deskripsi)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULAN. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 (2006, h. 1) tentang standar isi

BAB I PENDAHULAN. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 (2006, h. 1) tentang standar isi BAB I PENDAHULAN A. Latar Belakang Masalah Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Tingkat SD / MI dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 (2006, h. 1) tentang standar isi untuk satuan pendidikan

Lebih terperinci

Program Kreativitas Mahasiswa

Program Kreativitas Mahasiswa Program Kreativitas Mahasiswa Sosialisasi dan Pengarahan Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Maranatha Sumber : http://simlitabmas.dikti.go.id/ Program Kreativitas Mahasiswa Program Kreativitas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif eksploratif yaitu penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena

Lebih terperinci

PENGESAHAN PROPOSAL PKM

PENGESAHAN PROPOSAL PKM PENGESAHAN PROPOSAL PKM iv iii DAFTAR ISI Lembar Pengesahan... i Daftar Isi... ii Daftar Tabel dan Gambar... iii Ringkasan... iv BAB 1. PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Perumusan Masalah...

Lebih terperinci

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM Kampung Matematika

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM Kampung Matematika PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM Kampung Matematika BIDANG KEGIATAN: PKM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DIUSULKAN OLEH : Tiara Ramadhaniyah NIM: 2014820139 / ANGKATAN: 2014 Noviana NIM:

Lebih terperinci

PANDUAN PELAKSANAAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PENGEMBANGAN DESA MITRA DAN PENARIKAN MINAT MASYARAKAT PADA BIDANG PERTANIAN

PANDUAN PELAKSANAAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PENGEMBANGAN DESA MITRA DAN PENARIKAN MINAT MASYARAKAT PADA BIDANG PERTANIAN PANDUAN PELAKSANAAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PENGEMBANGAN DESA MITRA DAN PENARIKAN MINAT MASYARAKAT PADA BIDANG PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2015 Daftar Isi Daftar Isi... ii

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN A.

III. METODE PENELITIAN A. 13 III. METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Oktober 2015 sampai bulan Februari 2016 yang bertempat di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan dan Bioteknologi

Lebih terperinci

OUTLINE PKM-M. 8. Diunggah sebelum 29 November 2017 ke simbelmawa.ristekdikti.go.id 9. Softcopy (Microsoft word) dikumpulkan ke perguruan tinggi.

OUTLINE PKM-M. 8. Diunggah sebelum 29 November 2017 ke simbelmawa.ristekdikti.go.id 9. Softcopy (Microsoft word) dikumpulkan ke perguruan tinggi. OUTLINE PKM-M Proposal PKM ditulis menggunakan huruf Times New Roman ukuran 12 dengan jarak baris 1,15 spasi dan ukuran kertas A-4 margin kiri 4 cm, margin kanan, atas, dan bawah masing-masing 3 cm. Halaman

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. banyak dilakukan berbagai kalangan, termasuk oleh institusi-institusi pendidikan

BAB I PENDAHULUAN. banyak dilakukan berbagai kalangan, termasuk oleh institusi-institusi pendidikan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pengembangan software edukatif di Indonesia saat ini tampak semakin banyak dilakukan berbagai kalangan, termasuk oleh institusi-institusi pendidikan untuk kepentingan

Lebih terperinci

HERBARIUM. Purwanti widhy H 2012

HERBARIUM. Purwanti widhy H 2012 HERBARIUM Purwanti widhy H 2012 Agar suatu tumbuhan dapat terus dilihat keberadaannya, maka pengawetan tumbuhan menjadi alternative cara untuk melindungi keberadaan tumbuhan Salah satu pengawetan tumbuhan

Lebih terperinci

PANDUAN PELAKSANAAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PENGEMBANGAN DESA MITRA DAN PENARIKAN MINAT MASYARAKAT PADA BIDANG PERTANIAN

PANDUAN PELAKSANAAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PENGEMBANGAN DESA MITRA DAN PENARIKAN MINAT MASYARAKAT PADA BIDANG PERTANIAN PANDUAN PELAKSANAAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PENGEMBANGAN DESA MITRA DAN PENARIKAN MINAT MASYARAKAT PADA BIDANG PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2015 Daftar Isi Daftar Isi... ii

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Prinsip dasar pembelajaran IPA antara lain adalah prinsip keterlibatan, prinsip

BAB I PENDAHULUAN. Prinsip dasar pembelajaran IPA antara lain adalah prinsip keterlibatan, prinsip BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar merupakan mata pelajaran yang mengarahkan peserta didik untuk mendukung pemahaman dengan melihat berbagai aspek kehidupan.

Lebih terperinci

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PELATIHAN OPTIMALISASI LIMBAH SABUT KELAPA SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR WUJUD KONSERVASI SUMBER DAYA TANAH di DESA TIMBANGREJA KECAMATAN LEBAKSIU KABUPATEN TEGAL BIDANG

Lebih terperinci

SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 1. PENGAMATAN OBJEKLatihan Soal 1.3

SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 1. PENGAMATAN OBJEKLatihan Soal 1.3 SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 1. PENGAMATAN OBJEKLatihan Soal 1.3 1. Serangga yang sudah dikoleksi dapat diawetkandengan cara dikeringkan yang disebut dengan... Preparat Herbarium Insektarium Terrarium Serangga

Lebih terperinci

USULAN PROGRAM KREATIFITAS MAHASISWA HAIR TREATMENT TONIC SABUYA ( SANTAN DAN LIDAH BUAYA ) BIDANG KEGIATAN PKM-KEWIRAUSAHAAN (PKM-K)

USULAN PROGRAM KREATIFITAS MAHASISWA HAIR TREATMENT TONIC SABUYA ( SANTAN DAN LIDAH BUAYA ) BIDANG KEGIATAN PKM-KEWIRAUSAHAAN (PKM-K) USULAN PROGRAM KREATIFITAS MAHASISWA HAIR TREATMENT TONIC SABUYA ( SANTAN DAN LIDAH BUAYA ) BIDANG KEGIATAN PKM-KEWIRAUSAHAAN (PKM-K) Diusulkan Oleh : 1. Zulfrianingtias Cahyani Putri D11.2012.01442 2.

Lebih terperinci

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM KARTU TAKUS RO AN (Tanggap, Aktif, Religius dalam Sorogan Alqur an ) sebagai Media Pembelajaran AL-Qur an Bagi Anak-anak di Desa Wiradesa, Pekalongan.

Lebih terperinci

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM BANKER (BANTAL BEKER) BIDANG KEGIATAN: PKM KEWIRAUSAHAAN

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM BANKER (BANTAL BEKER) BIDANG KEGIATAN: PKM KEWIRAUSAHAAN PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM BANKER (BANTAL BEKER) BIDANG KEGIATAN: PKM KEWIRAUSAHAAN Diusulkan oleh: Dita Christina (C0213019/ 2013) Traya Radya Sahisnu (C0512048/ 2012) M. Yosssalva

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menulis seseorang dapat menyampaikan hal yang ada dalam pikirannya.

BAB I PENDAHULUAN. menulis seseorang dapat menyampaikan hal yang ada dalam pikirannya. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menulis merupakan kebutuhan dalam kehidupan manusia. Kegiatan menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian Perbandingan Kelas Gastropoda Pantai Karang dan Padang Lamun yang di lakukan di Pantai Sindangkerta menggunakan metode penelitian deskriptif. Metode

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan. 84 Pada

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan. 84 Pada BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian deskriptif - eksploratif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bermaksud untuk mengumpulkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini di lakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Tumbuhan Jurusan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini di lakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Tumbuhan Jurusan BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian ini di lakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Tumbuhan Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Lebih terperinci

F PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA. Anomali Jeans Solusi Kreatif Olahan Jeans Bekas Menjadi Barang Modis

F PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA. Anomali Jeans Solusi Kreatif Olahan Jeans Bekas Menjadi Barang Modis F3415058 PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA Anomali Jeans Solusi Kreatif Olahan Jeans Bekas Menjadi Barang Modis BIDANG KEGIATAN: PKM-KEWIRAUSAHAAN Diusulkan Oleh: David Yogi Permadi (F3415018) (2015)

Lebih terperinci

Oleh: Disampaikan pada kegiatan

Oleh: Disampaikan pada kegiatan Ruang Lingkup P K M - P K M I - K K T M Oleh: Endy Suwondo Disampaikan pada kegiatan Sharing dan Diskusi Bidang Penalaran Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 28 Agustus 2008 PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA Merupakan

Lebih terperinci

Program reativitas Mahasiswa

Program reativitas Mahasiswa Program reativitas Mahasiswa Program Kreativitas Mahasiswa (P M) merupakan salah satu program Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M), Ditjen Dikti untuk meningkatkan kualitas peserta

Lebih terperinci

III. METODELOGI PENELITIAN. Penelitian dilakukan pada bulan Desember sampai dengan Mei tahun 2014/2015.

III. METODELOGI PENELITIAN. Penelitian dilakukan pada bulan Desember sampai dengan Mei tahun 2014/2015. III. METODELOGI PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian dilakukan pada bulan Desember sampai dengan Mei tahun 2014/2015. Lokasi penelitian adalah di Laboratorium Kimia Analitik dan Instrumentasi Universitas

Lebih terperinci

OUTLINE PKM-T. 8. Diunggah sebelum 25 November 2017 ke simbelmawa.ristekdikti.go.id. 9. Hardcopy dikumpulkan ke perguruan tinggi.

OUTLINE PKM-T. 8. Diunggah sebelum 25 November 2017 ke simbelmawa.ristekdikti.go.id. 9. Hardcopy dikumpulkan ke perguruan tinggi. OUTLINE PKM-T Proposal PKM ditulis menggunakan huruf Times New Roman ukuran 12 dengan jarak baris 1,15 spasi dan ukuran kertas A-4 margin kiri 4 cm, margin kanan, atas, dan bawah masing-masing 3 cm. Halaman

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN 12 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi dan Bioteknologi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta mulai bulan Maret

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang dilaksanakan adalah penelitian survei yaitu menelusuri wilayah (gugus

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang dilaksanakan adalah penelitian survei yaitu menelusuri wilayah (gugus 42 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian survei yaitu menelusuri wilayah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. SD merupakan titik berat dari pembangunan masa kini dan masa mendatang.

BAB I PENDAHULUAN. SD merupakan titik berat dari pembangunan masa kini dan masa mendatang. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Peningkatan kualitas pada berbagai jenis dan jenjang pendidikan termasuk SD merupakan titik berat dari pembangunan masa kini dan masa mendatang. Banyak hal

Lebih terperinci

TERM OF REFERENCE PENGEMBANGAN DESA BINAAN UGM BERBASIS EDUCATION FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT (EFSD)

TERM OF REFERENCE PENGEMBANGAN DESA BINAAN UGM BERBASIS EDUCATION FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT (EFSD) TERM OF REFERENCE PENGEMBANGAN DESA BINAAN UGM BERBASIS EDUCATION FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT (EFSD) A. Latar Belakang Pengembangan Desa Binaan UGM berbasis Education for Sustainable Development (EfSD)

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 39 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik eksplorasi yaitu segala cara untuk menetapkan lebih teliti atau seksama dalam suatu

Lebih terperinci

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM GURABU (PIGURA BERBULU) BIDANG KEGIATAN PKM KEWIRAUSAHAAN

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM GURABU (PIGURA BERBULU) BIDANG KEGIATAN PKM KEWIRAUSAHAAN PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM GURABU (PIGURA BERBULU) BIDANG KEGIATAN PKM KEWIRAUSAHAAN Diusulkan oleh: Desi Widi Astuti (1401414320/2014) Dianita Utami (1401414266/2014) Muzoda

Lebih terperinci

in. BAHAN DAN METODE Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Fisiologi dan Kultur Jaringan

in. BAHAN DAN METODE Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Fisiologi dan Kultur Jaringan in. BAHAN DAN METODE 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Fisiologi dan Kultur Jaringan Balai Penelitian Sei Putih Medan Sumatra Utara. Penelitian ini dilaksanakan selama 4

Lebih terperinci

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PENGABDIAN MASYARAKAT

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PENGABDIAN MASYARAKAT PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PENGABDIAN MASYARAKAT KAMPUNG KLASIK, KONSEP KAMPUNG BUDAYA SEBAGAI PUSAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PELESTARIAN BUDAYA JAWA BIDANG KEGIATAN PKM-M Diusulkan Oleh: 1. Emil

Lebih terperinci

LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR MUSEUM BAHARI DI JAKARTA PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR HI-TECH

LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR MUSEUM BAHARI DI JAKARTA PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR HI-TECH LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR MUSEUM BAHARI DI JAKARTA PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR HI-TECH Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Teknik Diajukan

Lebih terperinci

Ipteks bagi Masyarakat

Ipteks bagi Masyarakat Ipteks bagi Masyarakat Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti RI Perkembangan Program 1992 Program Penerapan Ipteks Program Vucer 1994 2004 2009 Ipteks bagi

Lebih terperinci

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PUPUK KOMPOS RAMAH LINGKUNGAN DAN EKONOMIS DENGAN MEMANFAATKAN SAMPAH DI DESA GEMPOLSEWU BIDANG KEGIATAN:

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PUPUK KOMPOS RAMAH LINGKUNGAN DAN EKONOMIS DENGAN MEMANFAATKAN SAMPAH DI DESA GEMPOLSEWU BIDANG KEGIATAN: USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PUPUK KOMPOS RAMAH LINGKUNGAN DAN EKONOMIS DENGAN MEMANFAATKAN SAMPAH DI DESA GEMPOLSEWU BIDANG KEGIATAN: PKM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Diusulkan Oleh : Umi Reza

Lebih terperinci

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan Jurusan

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan Jurusan 11 III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan Jurusan Agroteknologi Bidang Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Lebih terperinci

II. MATERI DAN METODE PENELITIAN

II. MATERI DAN METODE PENELITIAN 8 II. MATERI DAN METODE PENELITIAN 1. Materi, Lokasi, dan Waktu Penelitian 1.1 Materi Penelitian 1.1.1 Bahan Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah jamur yang bertubuh buah, serasah daun, batang/ranting

Lebih terperinci

III BAHAN DAN METODE PENELITIAN. 1. Sampel Feses Sapi Potong segar dan sludge (100 gram/sampel) 2. Batu bara jenis Subbitumminus dan Bituminus

III BAHAN DAN METODE PENELITIAN. 1. Sampel Feses Sapi Potong segar dan sludge (100 gram/sampel) 2. Batu bara jenis Subbitumminus dan Bituminus III BAHAN DAN METODE PENELITIAN 3.1. Bahan dan Peralatan Penelitian 3.1.1. Bahan Penelitian 1. Sampel Feses Sapi Potong segar dan sludge (100 gram/sampel) Berfungsi sebagai bahan yang akan di uji kandungan

Lebih terperinci

BIDANG KEGIATAN: PKM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT. Diusulkan oleh: Rizki Muzammil Asnawati Angga Wiranda Rizqi Via Utami

BIDANG KEGIATAN: PKM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT. Diusulkan oleh: Rizki Muzammil Asnawati Angga Wiranda Rizqi Via Utami PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM PENERAPAN LUBANG RESAPAN BIOPORI SEBAGAI ALTERNATIF UNTUK MEMINIMALISIR BANJIR DI KAWASAN PERUMAHAN CILEDUG INDAH I BIDANG KEGIATAN: PKM PENGABDIAN

Lebih terperinci

A. Latar Belakang. Ratih Leni Herlina, 2014

A. Latar Belakang. Ratih Leni Herlina, 2014 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang. Ilmu pengetahuan Alam (IPA) berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis sehingga IPA bukan hanya penguasaan pengetahuan yang berupa fakta-fakta,

Lebih terperinci

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA TEKNOLOGI UNTUK SEMUA BIDANG KEGIATAN : PKM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA TEKNOLOGI UNTUK SEMUA BIDANG KEGIATAN : PKM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA TEKNOLOGI UNTUK SEMUA BIDANG KEGIATAN : PKM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Diusulkan oleh : Putri Ika Prastikowati 18122128 Ade Suryadi 18121047 Mustofa 13121684 AKADEMI

Lebih terperinci

PEMBUATAN PREPARAT IRISAN MELALUI METODE PARAFIN

PEMBUATAN PREPARAT IRISAN MELALUI METODE PARAFIN PEMBUATAN PREPARAT IRISAN MELALUI METODE PARAFIN Kelompok 1 Ardhania Pratiwi Erma Yunita Nur Azizah Yunita Putri JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada saat ini pembelajaran di sekolah harus bervariasi agar bisa menarik perhatian siswa untuk mengikuti proses pembelajaran dimana siswa dapat tertarik pada

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITAN

BAB III METODOLOGI PENELITAN 50 BAB III METODOLOGI PENELITAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif yaitu suatu penelitian untuk membuat gambaran mengenai situasi dan kejadian,

Lebih terperinci

PROGRAM HIBAH KOMPETISI INTERNAL KULIAH KERJA NYATA

PROGRAM HIBAH KOMPETISI INTERNAL KULIAH KERJA NYATA BUKU PANDUAN PROGRAM HIBAH KOMPETISI INTERNAL KULIAH KERJA NYATA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Dei PUSAT KULIAH KERJA NYATA UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2008 1 Pengantar Dewasa ini globalisasi menjadi

Lebih terperinci

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM MEMBANGUN SINERGISITAS PENGABDIAN MASYARAKAT BERBASIS ILMU PENGETAHUAN DI DESA TELOYO, KECAMATAN WONOSARI, KABUPATEN KLATEN BIDANG KEGIATAN : PKM PENGABDIAN

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan hal penting yang dibutuhkan manusia. Dengan pendidikan

I. PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan hal penting yang dibutuhkan manusia. Dengan pendidikan I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan hal penting yang dibutuhkan manusia. Dengan pendidikan seseorang dapat mengetahui dan melakukan hal baru. Pendidikan tidak hanya berorientasikan pada

Lebih terperinci

LAPORAN KEGIATAN. PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PkM) TAHUN ANGGARAN Judul PkM:

LAPORAN KEGIATAN. PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PkM) TAHUN ANGGARAN Judul PkM: LAPORAN KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PkM) TAHUN ANGGARAN 2014 Judul PkM: PELATIHAN PEMBELAJARAN AKTIVITAS LUAR KELAS BAGI GURU PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR Oleh: F. Suharjana, M.Pd. Sriawan, M.Kes.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Riset Kimia dan Laboratorium

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Riset Kimia dan Laboratorium 26 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Riset Kimia dan Laboratorium Kimia Lingkungan Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI yang beralamat

Lebih terperinci

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret April Penelitian ini

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret April Penelitian ini BAB III MATERI DAN METODE Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret April 26. Penelitian ini dilakukan di Pasar Tradisional di Kabupaten Semarang yaitu Pasar Projo Ambarawa, Pasar Sumowono, Pasar Babadan,

Lebih terperinci

PANDUAN PENGEMBANGAN DESA BINAAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA (UNDIKSHA) BERBASIS TRI HITA KARANA (THK)

PANDUAN PENGEMBANGAN DESA BINAAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA (UNDIKSHA) BERBASIS TRI HITA KARANA (THK) PANDUAN PENGEMBANGAN DESA BINAAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA (UNDIKSHA) BERBASIS TRI HITA KARANA (THK) LEMBAGA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA 2012 1 PENGEMBANGAN DESA BINAAN

Lebih terperinci

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM MENINGKATKAN BUDAYA MEMBACA DI DUSUN TAMBAKAN MELALUI KANCIL (PERPUSTAKAAN KECIL) BIDANG KEGIATAN: PKM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Diusulkan oleh:

Lebih terperinci

TERM OF REFERENCE KEGIATAN DISEMINASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA UNTUK PENINGKATAN MUTU PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

TERM OF REFERENCE KEGIATAN DISEMINASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA UNTUK PENINGKATAN MUTU PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT TERM OF REFERENCE KEGIATAN DISEMINASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA UNTUK PENINGKATAN MUTU PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT A. Latar Belakang Kegiatan Penerapan IPTEKS Tepat Guna merupakan salah satu kegiatan pengabdian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. hanya penguasaan kumpulan pengetahu yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep,

BAB I PENDAHULUAN. hanya penguasaan kumpulan pengetahu yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Ilmu pengetahuan alam (IPA) merupakan mata pelajaran yang sangat erat kaitanya dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga bukan hanya

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 3 ulangan. Faktor pertama, konsentrasi

Lebih terperinci

KRITERIA PKM BIDANG KEGIATAN PKMP *) PKMT*) PKMK*) PKMM*) PKMKC*) PKM-AI PKM- GT*) usaha Semua bidang ilmu atau yang relevan

KRITERIA PKM BIDANG KEGIATAN PKMP *) PKMT*) PKMK*) PKMM*) PKMKC*) PKM-AI PKM- GT*) usaha Semua bidang ilmu atau yang relevan No KRITE- RIA 1 Inti Kegiatan 2 Materi kegiatan KRITERIA PKM BIDANG KEGIATAN PKMP *) PKMT*) PKMK*) PKMM*) PKMKC*) PKM-AI PKM- GT*) Karya Karya kreatif, Karya Karya Karya Karya Karya tulis kreatif, inovatif

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 36 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian deskriptif bertujuan untuk menggambarkan keadaan atau suatu fenomena. 1 Dengan menggunakan

Lebih terperinci

BIDANG KEGIATAN : PKM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

BIDANG KEGIATAN : PKM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PROPOSAL PROGRAM KEGIATAN MAHASISWA INTERVENSI TEKNOLOGI PUPUK CAIR ORGANIK BERBAHAN LIMBAH DALAM PENGOLAHAN INDUSTRI TAHU RUMAH TANGGA BIBIS, MOJOSONGO, KOTA SURAKARTA BIDANG KEGIATAN : PKM PENGABDIAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sebagaimana yang diamanatkan dan ditetapkan (UU Sisdiknas No. 20 Tahun

BAB I PENDAHULUAN. sebagaimana yang diamanatkan dan ditetapkan (UU Sisdiknas No. 20 Tahun BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan menuntut belajar tidak hanya dilakukan di dalam ruangan akan tetapi disesuaikan dengan cara belajar siswa itu sendiri sebagaimana yang

Lebih terperinci

Memanfaatkan teknologi yang sudah ada!

Memanfaatkan teknologi yang sudah ada! Memanfaatkan teknologi yang sudah ada! APA ITU PROPOSAL? Proposal itu adalah kegiatan melamar, Butuhkan trik agar lamaran tsb berhasil Jangan kelihatan kalau Nggombal 5 APA ITU PROPOSAL? Proposal itu

Lebih terperinci

DAFTAR ISI A. PENJELASAN UMUM 2 B. KARAKTERISTIK UMUM BIDANG PKM 2 C. PKM-KEWIRAUSAHAAN (PKM-K) 4 D. PKM-PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM-M) 6 E.

DAFTAR ISI A. PENJELASAN UMUM 2 B. KARAKTERISTIK UMUM BIDANG PKM 2 C. PKM-KEWIRAUSAHAAN (PKM-K) 4 D. PKM-PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM-M) 6 E. 0 DAFTAR ISI A. PENJELASAN UMUM 2 B. KARAKTERISTIK UMUM BIDANG PKM 2 C. PKM-KEWIRAUSAHAAN (PKM-K) 4 D. PKM-PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM-M) 6 E. SUMBER DANA KEGIATAN 9 Lampiran 1. Format Halaman Sampul

Lebih terperinci

Program kreativitas mahasiswa

Program kreativitas mahasiswa Program kreativitas mahasiswa Hello! I am Nixon You can find me at: @nixon8 (LINE) Apa itu PKM?? PKM ( Program Kreativitas Mahasiswa ) Wadah yang dibentuk oleh Kemenristekdikti (Kementrian Riset, Teknologi,

Lebih terperinci

BAB V RANCANGAN PENELITIAN

BAB V RANCANGAN PENELITIAN BAB V RANCANGAN PENELITIAN 5.1 Alat dan Bahan yang Digunakan 5.1.1 Alat yang Digunakan Alat yang digunakan pada percobaan tersaji pada tabel 4 Tabel 4. Alat yang Digunakan dalam Percobaan No. Nama Alat

Lebih terperinci

BAB III BAHAN DAN METODE. Percobaan dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Teknologi

BAB III BAHAN DAN METODE. Percobaan dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Teknologi BAB III BAHAN DAN METODE 3.1. Tempat dan Waktu Percobaan Percobaan dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Penelitian dilakukan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriptif - eksploratif, yang

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriptif - eksploratif, yang 36 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriptif - eksploratif, yang merupakan suatu penyelidikan terhadap sejumlah individu, baik secara sensus atau

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Pendidikan adalah merupakan hal yang mendasar dalam peningkatan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan nasional bertujuan mengembangkan kemampuan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Zoologi, Jurusan Biologi, FMIPA

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Zoologi, Jurusan Biologi, FMIPA 16 III. METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Zoologi, Jurusan Biologi, FMIPA Universitas Lampung, bulan Desember 2013 - Januari 2014. B. Alat dan Bahan Adapun

Lebih terperinci