ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
|
|
|
- Fanny Susanto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 ABSTRAK PT X adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri makanan ringan atau snack. Produk yang dihasilkan oleh PT X sangat beragam, mulai dari wafer, biscuit, wafer stick dan lain-lain. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan, diketahui bahwa perusahaan ingin meninjau kembali kebijakan pemesanan yang dilakukan oleh perusahan dengan adanya diskon yang diberikan oleh supplier. Bahan baku yang diamati adalah Sodium Cloride (SK), Sodium Acid Pyrophopshate (SAPP), dan Amonia Carbonat (AC) yang dipasok oleh 3 supplier yaitu supplier X, Y dan Z. Oleh karena itu, peneliti melakukan peninjauan kebijakan pemesanan bahan baku yang dilakukan oleh perusahaan dan kemudian mengusulkan kebijakan pemesanan bahan baku dengan metode EOQ multi item untuk perishable item dengan mempertimbangkan faktor incremental unit discount. Metode tersebut digunakan karena item yang diteliti berupa bahan kimia yang memiliki masa waktu hingga kedaluwarsa (perishable). Barang perishable artinya barang yang tidak tahan lama atau dapat rusak dalam waktu tertentu. Perusahaan menetapkan kebijakan memesan terhadap supplier yang menawarkan biaya termurah dan diskon terbesar, sedangkan peneliti mengusulkan mengunakan metode EOQ multi item untuk perishable item dan incremental unit discount. Sebelum menentukan kebijakan pemesanan yang akan dipilih, dilakukan beberapa tahap pengolahan data dan analisis. Tahap pertama yaitu mengidentifikasi biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk masing-masing supplier. Tahap kedua, menghitung keseluruhan biaya yang dihasilkan jika menggunakan metode perusahaan dan menggunakan metode usulan. Tahap ketiga membandingkan hasil yang diperoleh dari perhitungan yang sudah dilakukan pada tahap sebelumnya. Tahap terakhir adalah memilih metode terbaik yang menghasilkan biaya terkecil dan akan diusulkan sebagai kebijakan pemesanan perusahaan. Setelah dilakukan pengolahan data diperoleh hasil berupa total biaya, jumlah pemesanan optimal, dan waktu siklus optimal. Waktu siklus adalah waktu dimana terjadi pemesanan hingga pemesanan berikutnya. Metode usulan menghasilkan biaya termurah dari supplier Y dengan total biaya sebesar Rp ,42/tahun dengan lama waktu siklus selama 0,0537 tahun atau 20 hari dan jumlah pemesanan untuk bahan baku SK sebesar 1565 kg, bahan baku SAPP sebesar 824 kg dan bahan baku AC sebesar 6821 kg. Untuk kebijakan pemesanan yang dilakukan oleh perusahaan saat ini adalah dengan memesan ketiga item tersebut ke supplier Y dengan jumlah pemesanan terhadap bahan baku SK sebesar 800 kg, bahan baku SAPP sebesar 375 kg dan bahan baku AC sebesar 1750 kg dengan waktu siklus selama 7 hari. Total biaya yang dikeluarkan perusahaan dengan kebijakan pemesanan saat ini adalah sebesar Rp ,26/tahun. Jika perusahaan menggunakan kebijakan pemesanan yang diusulkan maka perusahaan melakukan penghematan biaya sebesar Rp ,26/tahun atau sebesar 3,64%. Hal ini menunjukan bahwa kebijakan pemesanan bahan baku terbaik yang menghasilkan biaya termurah adalah pemesanan ke supplier Y dengan menggunakan metode usulan.
2 DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN... ii PERNYATAAN HASIL KARYA PRIBADI... iii ABSTRAK... iv KATA PENGANTAR... v DAFTAR ISI... viii DAFTAR TABEL... xii DAFTAR GAMBAR... xv DAFTAR LAMPIRAN... xvii DAFTAR NOTASI... xviii BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Identifikasi Masalah Pembatasan Masalah dan Asumsi Perumusan Masalah Tujuan Penelitian Sistematika Penulisan BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Fungsi Persediaan Jenis-jenis Persediaan Komponen Biaya Persediaan Klasifikasi Persediaan Potongan Harga Incremental Discount All Unit Discount Metode Pengendalian Persediaan Pengendalian Persediaan untuk Perishable Item Metode EOQ (Economic Order Quantity) Asumsi Metode EOQ
3 Formulasi Matematika dan Notasi Metode Metode EOQ Multi Item untuk Perishable Item dengan Pertimbangan Incremental Unit Discount Asumsi Metode EOQ Multi Item untuk Perishable Item dengan Pertimbangan Incremental Unit Discount Formulasi Matematika dan Notasi Metode EOQ Multi Item untuk Perishable Item dengan Pertimbangan Incremental Unit Discount Algoritma Metode EOQ Multi Item untuk Perishable Item dengan Pertimbangan Incremental Unit Discount BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Bagan Metodologi Penelitian Keterangan Bagan Alir Metodologi Penelitian Penelitian Pendahuluan Pembatasan Masalah dan Asumsi Perumusan Masalah Penentuan Tujuan Penelitian Tinjauan Pustaka Penentuan Metode Pemecahan Masalah Pengumpulan Data Pengolahan Data dan Analisis Kesimpulan dan Saran BAB 4 PENGUMPULAN DATA 4.1 Data Umum Perusahaan Sejarah Perusahaan Struktur Organisasi Perusahaan Deskripsi Pekerjaan
4 4.2 Data Produk Data Supplier Data Bahan Baku Data Harga Bahan Baku Data Kebutuhan Bahan Baku Data Harga Bahan Baku Kedaluwarsa Data Persediaan Buah-buahan Data Kapasitas Produksi Perusahaan BAB 5 PENGOLAHAN DATA DAN ANALISIS 5.1 Pengolahan Data Identifikasi Biaya Biaya Pesan Biaya Simpan Biaya Kekurangan Biaya Kedaluwarsa Kebijakan Pemesanan Metode Perusahaan Metode Usulan Perbandingan Metode Usulan dengan Metode Perusahaan Analisis Analisis Kebijakan Pemesanan untuk Masing-masing Metode Analisis Kebijakan Pemesanan dengan Metode Perusahaan Analisis Kebijakan Pemesanan dengan Metode Usulan Analisis Waktu Siklus (T*) dan Kuantitas (Q) Pemesanan Analisis Komponen Biaya Metode Perusahaan Analisis Komponen Biaya Metode Usulan
5 5.2.5 Analisis Komponen Biaya Metode Perusahaan dan Metode Usulan Analisis Pemilihan Metode Terbaik BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan Saran Saran untuk Perusahaan Saran untuk Penelitian Selanjutnya
6 DAFTAR TABEL Tabel Judul Halaman 4.1 Data Supplier Bahan Baku SK, SAPP dan AC Data Harga Bahan Baku SupplierX Data Harga Bahan Baku Supplier Y Data Harga Bahan Baku Supplier Z Data Kebutuhan Buah Data Harga Jual Kembali Data Persediaan Bahan Baku SK Data Persediaan Bahan Baku SAPP Data Persediaan Bahan Baku AC Data Kapasitas Produksi Produk PT X Tarif Telepon dan Faximili Rincian Biaya Telepon dan Faximili untuk Supplier X Rincian Biaya Telepon dan Faximili untuk Supplier Y Rincian Biaya Telepon dan Faximili untuk Supplier Z Rincian Biaya Bongkar Muat dan Inspeksi Rincian dan Total Biaya Pesan Supplier X Rincian dan Total Biaya Pesan Supplier Y Rincian dan Total Biaya Pesan Supplier Z Nilai Biaya Simpan Keseluruhan Rincian Presentase Komponen Biaya Simpan Biaya Simpan untuk Supplier X Biaya Simpan untuk Supplier Y Biaya Simpan untuk Supplier Z Biaya Kekurangan Masing-masing Item Biaya Kedaluwarsa Masing-masing Item dari Supplier X Biaya Kedaluwarsa Masing-masing Item dari Supplier Y Biaya Kedaluwarsa Masing-masing Item dari Supplier Z 5-14
7 Tabel Judul Halaman 5.18 Nilai Di untuk supplier Y Perhitungan nilai Qk Metode Perusahaan Indikator Perhitungan Metode Perusahaan untuk Supplier Y Biaya Pembelian Metode Perusahaan Biaya Pemesanan Metode Perusahaan Biaya Penyimpanan Metode Perusahaan Biaya Kekurangan Metode Perusahaan Biaya Kedaluwarsa Metode Perusahaan Perhitungan Total Biaya Metode Perusahaan Indikator Perhitungan Metode Usulan untuk Supplier X Indikator Perhitungan Metode Usulan untuk Supplier Y Indikator Perhitungan Metode Usulan untuk Supplier Z Nilai Di untuk masing-masing Supplier Nilai T* dan Q Untuk Masing-masing Tingkat Harga Supplier X Nilai T* dan Q Untuk Masing-masing Tingkat Harga Supplier Y Nilai T* dan Q Untuk Masing-masing Tingkat Harga Supplier Z Perhitungan nilai Qk Metode Usulan Biaya Pembelian Metode Usulan Biaya Pemesanan Metode Usulan Biaya Penyimpanan Metode Usulan Biaya Kekurangan Metode Usulan Biaya Kedaluwarsa Metode Usulan Perhitungan Total Biaya Metode Usulan Total Biaya Metode Perusahaan dan Metode Usulan Komponen Biaya Metode Perusahaan Komponen Biaya Metode Usulan 5-45
8 Tabel Judul Halaman 5.44 Komponen Biaya Metode Perusahan dan Metode Usulan 5-51
9 DAFTAR GAMBAR Gambar Judul Halaman 2.1 Model Persediaan EOQ Model Persediaan EOQ Multi Item untuk Barang Perishable Bagan Metodologi Penelitian Flowchart Pengolahan Data Flowchart Perhitungan Metode EOQ Multi Item, Perishable dan Incremental Unit Discount Struktur Organisasi Perusahaan Struktur Produk A Struktur Produk B Struktur Produk C Biaya Beli Metode Perusahaan Biaya Pesan Metode Perusahaan Biaya Simpan Metode Perusahaan Biaya Kekurangan Metode Perusahaan Biaya Kedaluwarsa Metode Perusahaan Total Biaya Metode Perusahaan Biaya Beli Metode Usulan Biaya Pesan Metode Usulan Biaya Simpan Metode Usulan Biaya Kekurangan Metode Usulan Biaya Kedaluwarsa Metode Usulan Total Biaya Metode Usulan Perbandingan Biaya Beli Metode Usulan dan Metode Perusahaan Perbandingan Biaya Pesan Metode Usulan dan Metode Perusahaan 5-52
10 Gambar Judul Halaman 5.15 Perbandingan Biaya Simpan Metode Usulan dan Metode Perusahaan Perbandingan Biaya Kekurangan Metode Usulan dan Metode Perusahaan Perbandingan Biaya Kedaluwarsa Metode Usulan dan Metode Perusahaan Perbandingan Total Biaya Metode Usulan dan Metode Perusahaan Perbandingan Persentase Metode Usulan dan Metode Perusahaan Perbandingan Total Biaya Untuk Tiap Metode 5-58
11 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Judul Halaman 1 Penurunan Rumus Q Metode EOQ L1-1 2 Penurunan Rumus T* Metode EOQ Multi Item Untuk Barang Perishable L2-1
12 DAFTAR NOTASI P i P im R m : harga beli per unit barang untuk kuantitas tertentu (Rp) : harga beli per unit barang untuk jenis barang ke m (Rp) : jumlah permintaan barang jenis ke-m dalam satu periode perencanaan S m (unit) : biaya pemesanan untuk setiap kali pemesanan diajukan untuk jenis barang ke-m (Rp) S * : biaya pemesanan untuk setiap kali pemesanan diajukan jika h m mengunakan kebijakan joint order (Rp) : fraksi biaya simpan barang per unit per periode perencanaan untuk jenis barang ke-m Ck m J m C pt C ot : biaya kekurangan barang per unit untuk jenis barang ke-m (Rp) : harga jual per unit barang yang akan kedaluwarsa untuk jenis barang ke-m (Rp) : total biaya pembelian selama satu periode perencanaan (Rp) : total biaya pemesanan selama satu periode perencanaan (Rp) C ST : total biaya penyimpanan selama satu periode perencanaan (Rp) C SoT C kdt t t 1 t 2 : total biaya kekurangan selama satu periode perencanaan (Rp) : total biaya kedaluwarsa selama satu periode perencanaan (Rp) : siklus kecil periode persediaan barang (tahun) : periode penyimpanan barang sebelum barang kedaluwarsa (tahun) : periode terjadinya kekurangan barang (tahun) TAC U : biaya total persediaan (Rp) : batas jumlah barang yang dipesan dimana terjadi perubahan harga beli (unit) m : fraksi barang baik untuk jenis barang ke-m (0 < < 1)
13 1 m Q m Qkd Qkd m : fraksi barang yang akan kedaluwarsa untuk jenis barang ke-m : jumlah barang yang optimum untuk jenis barang ke-m (unit) : jumlah barang yang akan kedaluwarsa (unit) : jumlah barang yang akan kadaluwarsa untuk jenis barang ke-m (unit) T * : waktu antar pemesanan barang dari satu siklus ke siklus yang berikutnya (tahun) D i : harga yang harus dibayarkan karena tidak membeli Q dengan harga Pi D im : harga yang harus dibayarkan karena tidak membeli Q dengan harga Pi untuk barang m
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK PT X merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang minuman ringan. Produk yang dihasilkan oleh PT X adalah teh, kopi, gula asam, dan minuman rasa buah. Berdasarkan hasil wawancara, masalah
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK PT X merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang industri karet. Salah satu produk yang dihasilkan oleh perusahaan adalah Rb Bellow, dimana ada 3 bahan baku yang diteliti yaitu tepung
Abstrak. Universitas Kristen Maranatha
Abstrak CV Belief Shoes merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur sepatu. Sepatu yang diproduksi terdiri dari 2 jenis, yaitu sepatu sandal dan sepatu pantofel. Dalam penelitian ini penulis
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK PT Dirgantara Indonesia merupakan salah satu perusahaan dirgantara di Asia Tenggara yang memproduksi pesawat, komponen-komponen pesawat dan komponen-komponen Helikopter. Berdasarkan hasil wawancara
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Persediaan merupakan suatu hal yang cukup penting dari suatu organisasi perusahaan. Terlebih pada perusahaan manufaktur, persediaan ada dimana-mana dan memiliki bentuk,
TAKARIR. : Pemesanan optimum. : Modal yang dikeluarkan oleh. : Tenggang waktu pemesanan
TAKARIR EOQ Interval Order Investasi Inventory System Inventory Lead time Supplier Multiplier : Pemesanan optimum : Jarak Pemesanan : Modal yang dikeluarkan oleh : Sistem Persediaan : Prsediaan : Tenggang
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Pada umumnya, tujuan utama pemilik bisnis mendirikan perusahaan adalah untuk memperoleh laba. Untuk memperoleh laba, mereka harus mampu menjual barang atau jasa kepada konsumen. Banyaknya perusahaan
LAPORAN RESMI MODUL VI INVENTORY THEORY
LABORATORIUM STATISTIK DAN OPTIMASI INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAWA TIMUR LAPORAN RESMI MODUL VI INVENTORY THEORY I. Pendahuluan
Kesimpulan dan Saran BAB 4 PENGUMPULAN DATA 4.1 Sejarah Singkat Perusahaan Struktur Organisasi dan Uraian Jabatan
DAFTAR ISI ABSTRAK... iv KATA PENGANTAR DAN UCAPAN TERIMA KASIH... v DAFTAR ISI... vii DAFTAR TABEL... xii DAFTAR GAMBAR...xv DAFTAR LAMPIRAN... xvi BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LatarBelakang Masalah... 1-1 1.2
Model Persediaan Multi Item dengan Mempertimbangkan Faktor Kedaluwarsa dan Faktor All Unit Discount
Jurnal Teknik Industri, Vol. 13, No. 2, Desember 2011, 87-94 ISSN 1411-2485 print / ISSN 2087-7439 online Model Persediaan Multi Item dengan Mempertimbangkan Faktor Kedaluwarsa dan Faktor All Unit Discount
ABSTRAK. iv Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK PT Coca Cola Amatil Indonesia merupakan salah satu produsen minuman ringan berkarbonasi terbesar di Indonesia. Saat ini, PT Coca Cola Amatil Indonesia telah memiliki 10 pabrik yang tersebar hampir
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 4.1 Kesimpulan Kesimpulan yang akan dikemukakan merupakan jawaban atas identifikasi masalah yang telah dikemukakan sebelumnya. Kesimpulan yang dapat diambil dari analisis ini
LOGO. Anggaran Produksi.
LOGO Anggaran Produksi Anggaran Produksi Tujuan Umum Mampu menyusun rencana persediaan produk, anggaran biaya produksi dan anggaran produksi. Tujuan Khusus Merencanakan persediaan produk jadi dan persediaan
LABORATORIUM STATISTIK DAN OPTIMASI INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAWA TIMUR
LABORATORIUM STATISTIK DAN OPTIMASI INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAWA TIMUR TNR 12 bold space 1.15 LAPORAN RESMI MODUL VIII TNR 12 bold
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL SKRIPSI... HALAMAN PERNYATAAN BEBAS PLAGIARISME... ii. HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI... iii
DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL SKRIPSI... i HALAMAN PERNYATAAN BEBAS PLAGIARISME... ii HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI... iii HALAMAN PENGESAHAN UJIAN SKRIPSI... iv HALAMAN PERSEMBAHAN... v HALAMAN MOTTO...
BAB X MANAJEMEN PERSEDIAAN
BAB X MANAJEMEN PERSEDIAAN 10.1. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Besarnya Persediaan Perusahaan Manufaktur pada umumnya mempertahankan 3 jenis persediaan: a. Persediaan Bahan Baku, Faktor- faktor yang
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK PT. Sinar Continental adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang garmen. Produk yang dihasilkan yaitu kain interior, seperti kain untuk sofa, karpet, gorden, kain printing fashion (sprei,
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK PT X adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi cat, berdiri sejak tanggal 21 Agustus 1973 dan berlokasi di Lewigajah, Cimahi-Bandung. Perusahaan ini memproduksi berbagai macam cat,
ANALISIS SENSTIVITAS MODEL P(R,T) MULTI ITEM DENGAN ADANYA KENAIKAN HARGA
ANALISIS SENSTIVITAS MODEL P(R,T) MULTI ITEM DENGAN ADANYA KENAIKAN HARGA Handi Koswara, Dharma Lesmono Magister Teknik Industri, Program Pascasarjana, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, Jurusan
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK PT. Gistex Textile Division (Lagadar) adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang tekstil. Hasil produksinya adalah kain jadi (kain yang telah diberi warna) yang diekspor ke luar negeri. Berdasarkan
Data untuk Perhitungan Biaya Kirim Data untuk Perhitungan Biaya Simpan Pembeli Data untuk Perhitungan Biaya
ABSTRAK Perkembangan zaman yang semakin maju menyebabkan persaingan semakin meningkat. Namun, persaingan yang terjadi saat ini adalah bukan lagi persaingan antar perusahaan, tetapi persaingan antar rantai
BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Arti dan Peranan Pengendalian Persediaan Produksi
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Arti dan Peranan Pengendalian Persediaan Produksi Persediaan dapat diartikan sebagai bahan atau barang yang disimpan yang akan digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu, misalnya
BAB 3 METODE PENELITIAN. Jenis dan metode yang digunakan peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini adalah
32 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Metode Penelitian Jenis dan metode digunakan peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini adalah dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif dan menggunakan metode
IMPLEMENTASI METODE PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN DALAM PEMESANAN BAHAN BAKU KERIPIK KENTANG DI INDUSTRI KECIL MENENGAH BENCOK 26
IMPLEMENTASI METODE PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN DALAM PEMESANAN BAHAN BAKU KERIPIK KENTANG DI INDUSTRI KECIL MENENGAH BENCOK 26 Disusun Oleh: Charlos Lalack Pembimbing: Ir. Asep Mohamad Noor, MT. Latar
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah persediaan merupakan salah satu masalah penting yang harus diselesaikan oleh perusahaan. Salah satu upaya dalam mengantisipasi masalah persediaan ini adalah
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Pengendalian Persediaan Setiap perusahaan, apakah itu perusahaan dagang, pabrik, serta jasa selalu mengadakan persediaan, karena itu persediaan sangat penting. Tanpa adanya
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK PT Sumber Kerang Indah merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi pelumas dan liquefied petroleum gas (LPG) yang berada di kota Bandung. Supplier produk yang dijual perusahaan adalah
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Sistem persediaan adalah serangkaian kebijaksanaan dan pengendalian
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sistem persediaan adalah serangkaian kebijaksanaan dan pengendalian yang memonitor tingkat persediaan dan menentukan tingkat persediaan yang harus dijaga, kapan persediaan
COST ACCOUNTING MATERI-9 BIAYA BAHAN BAKU. Universitas Esa Unggul Jakarta
COST ACCOUNTING MATERI-9 BIAYA BAHAN BAKU Universitas Esa Unggul Jakarta PENGERTIAN BAHAN BAKU Adalah bahan yang membentuk bagian menyeluruh dari produk jadi. Bahan baku dapat diperoleh dari pembelian
VII PERENCANAAN PENGADAAN PERSEDIAAN TUNA
VII PERENCANAAN PENGADAAN PERSEDIAAN TUNA Perencanaan pengadaan persediaan tuna tahun 2010 didasarkan kepada proyeksi permintaan hasil ramalan metode peramalan time series terbaik yaitu dekomposisi aditif.
Studi Kelayakan Bisnis (Aspek Teknis dan Operasi)
Studi Kelayakan Bisnis (Aspek Teknis dan Operasi) Latar Belakang Produksi Penentuan Lokasi Luas produksi Tata letak (layout) Ketepatan Lokasi, SDM, tata letak, luas produksi, Persediaan Tujuan Perusahaan
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK PT Sinar Effendi Murni merupakan perusahaan swasta yang bergerak dalam industri jamu dengan produk berupa obat herbal yang terkenal dengan merek Aladina. Dalam proses pendistribusiannya, perusahaan
menghitung EOQ Menghitung EOQ
menghitung EOQ Menghitung EOQ Menghitung EOQ secara Matematis TAC : Total biaya persediaan tahunan (Total Annual Inventory Cost) TOC : Total biaya pesan (Total ordering cost) TCC : Total biaya simpan (total
MODEL OPTIMASI ECONOMIC ORDER QUANTITY DENGAN SISTEM PARSIAL BACKORDER DAN INCREMENTAL DISCOUNT
Jurnal Matematika Vol. 20, No. 1, April 2017 : 1-7 MODEL OPTIMASI ECONOMIC ORDER QUANTITY DENGAN SISTEM PARSIAL BACKORDER DAN INCREMENTAL DISCOUNT Neri Nurhayati 1, Nikken Prima Puspita 2, Titi Udjiani
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, termasuk dalam bidang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, termasuk dalam bidang teknologi informasi mengakibatkan pengolahan data transaksi dapat dilakukan dengan cepat
MODEL PROGRAM DINAMIS DALAM PENENTUAN LOT PEMESANAN DENGAN MEMPERTIMBANGKAN BATASAN MODAL
MODEL PROGRAM DINAMIS DALAM PENENTUAN LOT PEMESANAN DENGAN MEMPERTIMBANGKAN BATASAN MODAL Dana Marsetiya Utama Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik / Universitas Muhammadiyah Malang Kontak person:
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pengendalaian persediaan merupakan salah satu aspek penting dari beberapa aspek yang diuraikan diatas. Kebutuhan akan sistem pengendalian persediaan, pada dasarnya
BAB 4 IMPLEMENTASI & EVALUASI
BAB 4 IMPLEMENTASI & EVALUASI 4.1. Spesifikasi Kebutuhan Program 4.1.1. Spesifikasi Hardware Spesifikasi Hardware yang dianjurkan adalah: Pocket PC HP ipaq h4150 4.1.2. Spesifikasi Software Spesifikasi
Model Penentuan Lot Pemesanan Dengan Mempertimbangkan Unit Diskon dan Batasan Kapasitas Gudang dengan Program Dinamis
https://doi.org/10.22219/jtiumm.vol18.no1.94-102 Model Penentuan Lot Pemesanan Dengan Mempertimbangkan Unit Diskon dan Batasan Kapasitas Gudang dengan Program Dinamis Dana Marsetya Utama Jurusan Teknik
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Siska dan Syafitri (2014) mengemukakan bahwa pengendalian persediaan barang merupakan suatu masalah yang sering dihadapi oleh suatu perusahaan, di mana sejumlah barang
Manajemen Persediaan (Inventory Management)
Manajemen Persediaan (Inventory Management) 1 A. PERSEDIAAN (INVENTORY) Persediaan adalah bahan/barang yang disimpan yang akan digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu misalnya untuk proses produksi atau
iv Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK
ABSTRAK PT Gemilang Putra Mandiri Sejahtera (GPMS) adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha pakan ternak seperti ayam dan bebek yang berlokasi di Sukabumi. Saat ini perusahaan mengalami permasalahan
MODEL BIAYA PERSEDIAAN GABUNGAN UNTUK PENENTUAN HARGA JUAL PRODUK SKRIPSI
MODEL BIAYA PERSEDIAAN GABUNGAN UNTUK PENENTUAN HARGA JUAL PRODUK SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana Teknik Industri Oleh: Gregorius Sunu Aditomo 07 06 05205
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah CV. Karya Mina Putra adalah perusahaan pengolahan kayu bangkirai menjadi berbagai macam produk konstruksi bangunan, antara lain Antislip, Decking, dan Beam.
Model EOQ dengan Holding Cost yang Bervariasi
Model EOQ dengan Holding Cost yang Bervariasi Elis Ratna Wulan 1, a) 2, b) dan Ai Herdiani 1,2 Jurusan Matematika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung a) [email protected]
MANAJEMEN PERSEDIAAN. Heizer & Rander
MANAJEMEN PERSEDIAAN Persediaan : stok dari elemen-elemen/item-item untuk memenuhi kebutuhan di masa yang akan datang atau bahan/barang yang disimpan yang akan digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Persediaan pada Supply Chain Persediaan adalah bahan atau barang yang disimpan yang akan digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu, misalnya untuk proses produksi atau perakitan,
SKRIPSI PERANCANGAN SISTEM PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN PRODUK MULTI PEMASOK DI UD. SAHABAT
C-1 SKRIPSI PERANCANGAN SISTEM PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN PRODUK MULTI PEMASOK DI UD. SAHABAT OLEH: DYNA SETIA BUDI 5303005002 JURUSAN TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA
PERANCANGAN SISTEM PEMESANAN SEMBAKO BAGI KARYAWAN PADA PT. CV. TIKI MEDAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ)
PERANCANGAN SISTEM PEMESANAN SEMBAKO BAGI KARYAWAN PADA PT. CV. TIKI MEDAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) Ramadhan Syahputra ( 1011299) Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika
BAB II DASAR TEORI. 2.1 Proses Pengadaan Persediaan
BAB II DASAR TEORI Pada bab II ini akan dibahas mengenai teori yang akan digunakan dalam pengerjaan tugas akhir. Diawali dengan penjelasan mengenai proses pengadaan persediaan, fungsi biaya produksi cekung,
Metode Pengendalian Persediaan Tradisional L/O/G/O
Metode Pengendalian Persediaan Tradisional L/O/G/O Perencanaan Persediaan Input data yang harus dipertimbangkan dalam merencanakan jumlah dan periode siklus waktu antar pemesanan/ pembuatan adalah: Total
Pengendalian Persediaan Bahan Baku untuk Waste Water Treatment Plant (WWTP) dengan
Petunjuk Sitasi: Fatimah, Syukriah, & Nurul, A. (2017). Pengendalian Persediaan Bahan Baku untuk Waste Water Treatment Plant (WWTP) dengan. Prosiding SNTI dan SATELIT 2017 (pp. H137-142). Malang: Jurusan
PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU ADITIF MENGGUNAKAN ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) MULTI ITEM DENGAN MEMEPERTIMBANGKAN MASA KADALUARSA
i PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU ADITIF MENGGUNAKAN ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) MULTI ITEM DENGAN MEMEPERTIMBANGKAN MASA KADALUARSA (Studi Kasus: PT. Gayabaru Paperindo) SKRIPSI Disusun Kepada Universitas
BAB I PENDAHULUAN. jumlahnya cukup besar dalam suatu perusahaan. Jenis sediaan yang ada dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Sediaan 1 pada umumnya merupakan salah satu jenis aktiva lancar yang jumlahnya cukup besar dalam suatu perusahaan. Jenis sediaan yang ada dalam perusahaan
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK PD. WK adalah badan usaha yang bergerak dalam bidang usaha distribusi produk makanan dan minuman yang berasal dari 15 supplier yang merupakan distributor cabang perusahaan-perusahaan makanan dan
2.4.6 Hubungan Antara Ukuran Kesalahan Peramalan dan Standar Deviasi Pengendalian Persediaan Definisi Persediaan...
ABSTRAK PT. Ronadamar Sejahtera merupakan sebuah distributor dari produk lem merk Fox yang memiliki kemasan yang bervariasi. PT. Ronadamar Sejahtera mendistribusikan untuk kota Bandung dan sekitarnya.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Home Industry Fanny Bakery Salatiga
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Gambaran Umum Home Industry Fanny Bakery Salatiga Home Industry Fanny Bakery Salatiga adalah usaha milik pribadi merupakan usaha kecil
BAB 1 PENDAHULUAN 1-1
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dalam era globalisasi saat ini, persaingan antar perusahaan, khususnya perusahaan sejenis di Indonesia semakin meningkat. Agar dapat bertahan dalam persaingan
MODEL PERSEDIAAN DETERMINISTIK MULTI ITEM DENGAN POTONGAN HARGA DAN BIAYA PESAN GABUNGAN SKRIPSI RIRIS SIANTURI
MODEL PERSEDIAAN DETERMINISTIK MULTI ITEM DENGAN POTONGAN HARGA DAN BIAYA PESAN GABUNGAN SKRIPSI RIRIS SIANTURI 070803048 DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA USULAN PEMILIHAN SUPPLIER DAN PERENCANAAN PEMESANAN KOMPONEN MESIN PADA PT.ADIKENCANA MAHKOTABUANA
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Jurusan Teknik Industri Tugas Akhir Sarjana Semester Genap tahun 2007/2008 USULAN PEMILIHAN SUPPLIER DAN PERENCANAAN PEMESANAN KOMPONEN MESIN PADA PT.ADIKENCANA MAHKOTABUANA
SKRIPSI MODEL PERSEDIAAN DENGAN PERMINTAAN BERGANTUNG PADA PERSEDIAAN, FAKTOR DETERIORASI, DAN RETUR
SKRIPSI MODEL PERSEDIAAN DENGAN PERMINTAAN BERGANTUNG PADA PERSEDIAAN, FAKTOR DETERIORASI, DAN RETUR Steven William Setiawan NPM: 2014710007 PROGRAM STUDI MATEMATIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI DAN SAINS
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2. 1 Inventory (Persediaan) Setiap perusahaan, apakah perusahaan itu perusahaan jasa ataupun perusahaan manufaktur, selalu memerlukan persediaan. Tanpa adanya persediaan, para pengusaha
BAB I PENDAHULUAN. optimal sesuai dengan pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang, sehingga
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam memasuki perkembangan dunia ekonomi yang semakin luas saat ini, setiap perusahaan yang tumbuh dan berkembang memerlukan suatu pengendalian intern persediaan
ABSTRAK. Kemampuan dan keterampilan manajemen mengelola sumber daya yang ada
ABSTRAK Kemampuan dan keterampilan manajemen mengelola sumber daya yang ada sangat menentukan keberhasilan suatu perusahaan. Pada saat perusahaan semakin besar dan berkembang, kemampuan manajemen untuk
BAB 1 PENDAHULUAN. Bab 1 Pendahuluan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dewasa ini perkembangan badan usaha, perusahaan dan organisasi mengalami kemajuan yang pesat, sehingga persaingan antar perusahaan semakin meningkat pula.
Berupa persediaan barang berwujud yang digunakan dalam proses produksi. Diperoleh dari sumber alam atau dibeli dari supplier
Hand Out Manajemen Keuangan I Disusun oleh Nila Firdausi Nuzula Digunakan untuk melengkapi buku wajib Inventory Management Persediaan berguna untuk : a. Menghilangkan resiko keterlambatan datangnya bahan
BAB I PENDAHULUAN. yang ada di dunia usaha saat ini semakin ketat. Hal ini disebabkan tuntutan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Seiring dengan perkembangan dan kemajuan teknologi, kondisi persaingan yang ada di dunia usaha saat ini semakin ketat. Hal ini disebabkan tuntutan konsumen
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Persediaan adalah bahan atau barang yang disimpan yang akan digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu, misalnya untuk digunakan dalam proses produksi atau perakitan,
BAB I PENDAHULUAN. bahan baku sangat besar sehingga tidak mungkin suatu perusahaan akan dapat
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Setiap perusahaan manufaktur mempunyai bahan baku, baik itu perusahaan besar maupun perusahaan kecil. Ketergantungan perusahaan terhadap bahan baku sangat besar sehingga
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 1, No. 1(Sept. 2012) ISSN: A-579
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 1, No. 1(Sept. 2012) ISSN: 2301-9271 A-579 Penerapan Economic Order Quantity (EOQ) Model dengan Faktor Diskon yang Diintegrasikan pada ADempiere untuk Optimasi Biaya Persediaan di
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Definisi Persediaan
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Definisi Persediaan Menurut Pardede (2005), persediaan (inventory) adalah sejumlah barang atau bahan yang tersedia untuk digunakan sewaktu-waktu di masa yang akan datang. Sediaan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dengan dibukanya pasar bebas di kawasan Asia Pasifik menyebabkan persaingan yang semakin ketat dibidang industri. Industri lokal di Indonesia yang sebelumnya hanya
BAB 1 PENDAHULUAN. Pada era globalisasi sekarang di dunia industri persaingan antar perusahaan
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era globalisasi sekarang di dunia industri persaingan antar perusahaan menjadi semakin ketat. Hanya perusahaan yang mampu menekan biaya produksi seminimal mungkin
Perbaikan Sistem Persediaan Karpet dan Spon di UD Luas, Surabaya
Perbaikan Sistem Persediaan Karpet dan Spon di UD Luas, Surabaya Indri Hapsari, Stefanus Soegiharto, Theodore S.K. Teknik Industri, Universitas Surabaya Jl. Raya Kalirungkut, Surabaya 60293 Email: [email protected]
BAB 2 LANDASAN TEORI. dari beberapa item atau bahan baku yang digunakan oleh perusahaan untuk
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Definisi Persediaan Menurut Jacob, Chase, Aquilo (2009: 547) persediaan merupakan stok dari beberapa item atau bahan baku yang digunakan oleh perusahaan untuk produksi. Sedangkan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam perkembangan ekonomi dewasa ini, dunia usaha tumbuh dengan semakin pesat. Sehingga menuntut perusahaan untuk bekerja dengan lebih efisien dalam menghadapi persaingan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan setiap waktu.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Landasan Teori 2.1.1. Persediaan Bahan Baku 2.1.1.1. Pengertian Persediaan Persediaan bahan baku merupakan aktiva perusahaan yang digunakan untuk proses produksi didalam suatu
MANAJEMEN PERSEDIAAN. Ir. Rini Anggraini MM. Modul ke: Fakultas EKONOMI DAN BISNIS. Program Studi MANAJEMEN.
MANAJEMEN PERSEDIAAN Modul ke: Fakultas EKONOMI DAN BISNIS Ir. Rini Anggraini MM Program Studi MANAJEMEN www.mercubuana.ac.id PENENTUAN JUMLAH PERSEDIAAN DETERMINISTIK Ongkos Inventori 1. Holding costs
ANALISA PENGADAAN BAHAN BAKU DENGAN MODEL Q PROBABILISTIK
ANALISA PENGADAAN BAHAN BAKU DENGAN MODEL Q PROBABILISTIK (Studi Kasus: PP. Burung Mas Jl. Agung Selatan No.7 Debegan, Surakarta) Diajukan Guna Memenuhi Gelar Kesarjanaan Strata-1 Jurusan Teknik Industri
BAB I PENDAHULUAN. tujuan yang diinginkan perusahaan tidak akan dapat tercapai.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia adalah negara agraris, pengendalian persediaan merupakan fungsi-fungsi yang sangat penting, karena dalam persediaan melibatkan Investasi rupiah terbesarnya
Analisis Persediaan Bahan Baku PT. BS dengan Metode Economic Order Quantity (EOQ)
Analisis Persediaan Bahan Baku PT. BS dengan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Jessica Juventia, Lusia P.S Hartanti Program Studi Teknik Industri Universitas Pelita Harapan Surabaya, Indonesia [email protected],
MODUL PERKULIAHAN MANAJEMEN KEUANGAN. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Helsinawati, SE, MM Bisnis
MODUL PERKULIAHAN MANAJEMEN KEUANGAN MANAJEMEN PERSEDIAAN Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Ekonomi dan Manajemen 84008 Helsinawati, SE, MM Bisnis S! 12 Abstract Berdasarkan Analisa
