ALGORITMA-ALGORITMA PARALLEL RANDOM ACCESS MACHINE (PRAM = pea ram)
|
|
|
- Farida Irawan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 ALGORITMA-ALGORITMA PARALLEL RANDOM ACCESS MACHINE (PRAM = pea ram) Algoritma yang dibahas : 1. Parallel reduction 2. Prefix sums 3. List ranking 4. Pre-order tree traversal 5. Merging two sorted lists 6. Graph coloring Algoritma-algoritma PRAM memiliki 2 (dua) fase : 1. mengaktifkan sejumlah prosesor 2. prosesor yang sudah diaktifkan (pada fase 1), melaksanakan komputasi secara paralel Gambar 1. Untuk mengubah 1 prosesor yang aktif ke p prosesor dibutuhkan log p langkah Jumlah prosesor yang aktif merupakan lipat-2 (2 n ) dari prosesor tunggal atau logaritma dari basis 2. Instruksi meta untuk mengaktifkan prosesor yang digunakan (dalam fase 1) : spawn (<nama prosesor>) Instruksi meta untuk melakukan komputasi secara paralel (dalam fase 2) : for all <processor list> do <statement list> Pohon biner menjadi paradigma yang penting dalam komputasi paralel. Pada beberapa algoritma ada yang menggunakan aliran data top-down (akar daun). Contoh : broadcast akar mengalirkan (mengirimkan) data yang sama ke setiap daunnya divide-and-conquer pohon menggambarkan adanya perulangan sub divisi suatu masalah ke sub masalah yang lebih kecil. Algoritma lain yang mengalirkan data secara bottom-up (daun -akar) adalah operasi reduksi atau fan-in. APP Algoritma PRAM 1/13
2 DEFINISI Diberikan sekumpulan n nilai a 1, a 2,,a n dan operator biner asosiatif, reduksi adalah proses menghitung dari : a 1 a 2 a n Salah satu contoh dari operasi reduksi adalah penjumlahan paralel (parallel summation). Parallel Reduction (Reduksi paralel) Prosesor PRAM memanipulasi data yang disimpan dalam register global. DEFINSI Penjumlahan secara paralel merupakan salah satu contoh dari operasi reduksi. CONTOH Reduksi secara paralel dapat digambarkan dengan pohon biner. Sekelompok n nilai ditambahkan dalam log p langkah penambahan paralel. Gambar 2. Implementasi algoritma penjumlahan, setiap node dari pohon merupakan elemen dalam array PSEUDOCODE SUM(EREW PRAM) Initial condition : List of n 1 elements stored in A[0 (n - 1)] Final condition : Sum of elements stored in A[0] Global variables : n, A[0 (n -1)], j Begin end spawn (P 0, P 1, P 2,, P n/2-1 ) for all P i where 0 i n/2 1 do for j 0 to log n - 1 do if i modulo 2 j = 0 and 2i + 2 j < n then A[2i] A[2i] + A[2i + 2 j ] Gambar 3. Algoritma PRAM EREW untuk menjumlah n elemen dengan n/2 prosesor APP Algoritma PRAM 2/13
3 GAMBARAN PSEUDOCODE KOMPLEKSITAS Rutin spawn : n/2 doubling steps Perulangan for yang sekuensial : log n kali Gambar 4. Menjumlahkan 10 nilai Waktu kompleksitas algoritma : Θ(log n), dengan n/2 prosesor. PREFIX SUMS (sering disebut parallel prefixes, scan) DEFINISI Diberikan sekumpulan n nilai a 1, a 2,, a n dan operasi asosiatif, prefix sum adalah menghitung : a 1 a 1 a 2 a 1 a 2 a 3 a 1 a 2 a 3 a n Misal : diberikan operasi + dan array integer {3, 1, 0, 4, 2}, hasil prefix sum adalah array dari {3, 4, 4, 8, 10}. CONTOH Diberikan array A dari n huruf. Huruf-huruf besarnya akan diurut. (lihat gambar 2.8) a) Array A berisi huruf besar maupun huruf kecil dan ada array tambahan T berukuran n. Huruf-huruf besar akan diletakkan di awal dari A secara terurut. b) Array T berisi 1 untuk merepresentasikan huruf besar dan 0 untuk merepresentasikan huruf kecil c) Array T dikomputasi dengan prefix sum, menggunakan operasi tambah. Setiap huruf besar L diletakkan di A[i], nilai dari T[i] adalah indeks dari L. d) Array A setelah packing. APP Algoritma PRAM 3/13
4 Gambar 5. Packing elemen dengan aplikasi prefix sum. PSEUDOCODE PREFIX.SUMS (CREW PRAM): Initial condition : List of n 1 elements stored in A[0 (n -1)] Final condition : Each element a[i] contains A[0] A[i] Global variables : n, A[0 (n-1)], j begin spawn (P 1, P 2,, P n - 1 ) for all P i where 1 i n 1 do for j 0 to log n 1 do if i 2 j 0 then A[i] A[i] + A[i 2 j ] end Gambar 6. Algoritma PRAM untuk menemukan prefix sum dari n elemen dengan n-1 prosesor GAMBARAN PSEUDOCODE Gambar 7. Algoritma Prefix sum dari 10 nilai APP Algoritma PRAM 4/13
5 KOMPLEKSITAS Rutin spawn : log n - 1 instruksi Perulangan for yang sekuensial : log n kali Waktu kompleksitas algoritma : Θ(log n), dengan n - 1 prosesor. List Ranking Suffix sum adalah variant dari prefix sum, dimana elemen array digantikan dengan linked list, dan penjumlahan dihitung dari belakang (Karp & Ramachandran 1990). DEFINISI Jika elemen-elemen dari list berisi 0 atau 1 dan operasi asosiatif merupakan penambahan, maka masalah ini biasa disebut list ranking. CONTOH Gambar 8. Posisi setiap item pada linked-list n elemen dicapai dalam log n langkah pointer-jumping PSEUDOCODE LIST.RANKING (CREW PRAM): Initial condition : Values in array next represent a linked list Final condition : Values in array position contain original distance of each element from end of list Global variables : n, position[0 (n - 1)], next[0 (n - 1)], j begin spawn (P 0, P 1, P 2,, P n-1 ) for all P i where 0 i n 1 do if next[i] = i then position[i] 0 else position[i] 1 for j 1 to log n do APP Algoritma PRAM 5/13
6 end position[i] position[i] + position[next[i]] next[i] next[next[i]] Gambar 9. Algoritma PRAM untuk menghitung jarak dari belakang/ akhir list untuk setiap elemen singly-linked list GAMBARAN PSEUDOCODE Untuk menunjukkan posisi list adalah dengan menghitung jumlah penelusuran antara elemen list dan akhir list. Hanya ada (n-1) pointer antara elemen list awal dan akhir list. Jika satu prosesor diasosiasikan dengan setiap elemen list dan pointer lompatan secara paralel, jarak dari akhir list hanya ½ bagian melalui instruksi next[i] next[next[i]]. Jika sebuah prosesor menambah hitungan ke link-traversalnya sendiri, position[i], hitungan linktraversal sekarang dari successornya dapat dicapai. KOMPLEKSITAS Rutin spawn : Θ(log n), Perulangan for : maksimal log n kali Waktu kompleksitas algoritma : Θ(log n), dengan n prosesor. Preorder Tree Traversal DEFINISI Secara sekuensial PREORDER.TRAVERSAL(nodeptr): begin if nodeptr null then nodecount codecount + 1 nodeptr.label nodecount PREORDER.TRAVERSAL(nodeptr.left) PREORDER.TRAVERSAL(nodeptr.right) end Dimana paralelnya? Operasi dasarnya adalah pelabelan pada node. Label pada verteks sub pohon kanan tidak dapat diberikan sampai diketahui berapa banyak verteks yang ada di sub pohon kirinya, begitu sebaliknya. Pelaksanaan penelusuran dari depan (preorder traversal), dikerjakan secara sistematis melalui semua edge pohon. Setiap edge selalu 2 (dua) kali melewati verteks, yang turun dari parent ke child dan kebalikkannya. Penelusuran pohon berorientasi edge ini merupakan algoritma paralel yang cepat. (Tarjan & Vishkin, 1984). CONTOH (lihat gambar 10) Algoritma ini mempunyai 4 (empat) fase : APP Algoritma PRAM 6/13
7 1. Algoritma membentuk singly-linked list. Setiap verteksnya mempunyai penelusuran edge turun maupun naik dari pohon 2. Memberikan bobot ke verteks-verteksnya, penelusuran naik (upward) : 0 penelusuran turun (downward) : 1 3. Setiap elemen singly-linked list menghitung rank-nya dari list secara paralel 4. Prosesor yang diasosiasikan dengan edge yang turun menggunakan rank yang sudah dihitung sebagai nomor dari penelusuran preorder. Gambar 10. Penelusuran dari depan (preorder traversal) dari akar pohon (a) (b) (c) (d) pohon edge-edge pohon, yang turun dan yang naik membuat linked list berdasarkan edge berarah pohon. edge turun berbobot 1; edge naik berbobot 0 jumping pointer digunakan untuk menghitung total bobot setiap verteks dari akhir list. Elemen-elemen (E, G), (E, H), (A, C) merupakan edge turun. Prosesor mengatur elemen untuk nilai preorder-nya. Misalnya elemen (E,G) berbobot 4 yang artinya APP Algoritma PRAM 7/13
8 (e) node pohon G merupakan node ke-4 dari akhir preorder traversal list. Pohon memiliki 8 node sehingga node pohon G berlabel 5 pada preorder traversal nilai-nilai penelusuran dari depan. Implementasi dari algoritma paralel preorder traversal menggunakan struktur data yang tidak biasa untuk merepresentasikan pohon. Gambar 11. Pohon berakar yang direpresentasikan dengan struktur data Parent : akar dari node yang ada di atasnya Sibling : node yang merupakan tetangga sebelah kanan dari parent yang sama Child : node paling kiri PSEUDOCODE PREORDER.TREE.TRAVERSAL (CREW PRAM): Global n {Number of vertices in tree} parent[1 n] {Vertex number of parent node} child[1 n] {Vertex number of firts child} sibling[1 n] {Vertex number of edge} succ[1 (n -1)] {Index of successor edge} position[1 (n -1)] {Edge rank} preorder[1 n] {Preorder traversal number} begin spawn (set of all P(i,j) where (i,j) is an edge) for all P(i,j) where (i,j) is an edge do {Put the edges into a linked list} if parent[i] = j then if sibling[i] null then succ[(i,j)] (j, sibling[i]) else if parent[j] null then succ[(i,j)] (j, parent[j]) else succ[(i,j)] (i,j) preorder[j] 1 {j is root of tree} else if child[j] null then succ[(i,j)] (j, child[j]) else succ[(i,j)] (j,i) APP Algoritma PRAM 8/13
9 end {Number of edges of the successor list} if parent[i] = j then position[(i,j)] 0 else position[(i,j)] 1 {Perform suffix sum on successor list} for k 1 to log(2(n 1)) do position[(i,j)] position[(i,j)] + position[succ(i,j)] succ[(i,j)] succ[succ[(i,j)]] {Assign preorder values} if i = parent[j] then preorder[j] n position[(i,j)] Gambar 12. Algoritma PRAM untuk label node pohon berdasarkan posisi secara preorder traversal GAMBARAN PSEUDOCODE Sebuah pohon dengan n buah node memiliki n-1 buah edge. Karena setiap edge dibagi ke dalam edge yang naik dan turun, algoritma membutuhkan 2(n-1) prosesor untuk memanipulasi 2(n-1) elemen dari singly-linked list ke penelusuran edge-nya. Pada saat prosesor diaktifkan, linked list dibentuk yang berisi elemen-elemen edge dari preorder traversal. Dengan edge (i, j), setiap prosesor harus menghitung successor (pengikut) dari edge dalam traversal. Jika parent[i] = j maka edge bergerak naik pada pohon, dari node child ke node parent. Edge-edge yang naik mempunyai 3 jenis successor : jika child memiliki sibling, maka egde successor berasal dari node parent ke node sibling, jika child memiliki grandparent, maka edge successor berasal dari node parent ke grandparent-nya, jika kedua kondisi di atas tidak ada, maka edge merupakan akhir dari preorder traversal. Akar pohon diidentitaskan dan nomor preordernya adalah 1. Jika parent[i] j, yaitu jika edge bergerak turun dari node parent ke salah satu child-nya, maka ada 2 macam edge successornya : jika node child memiliki node keturunan, edge successor berasal dari node child ke node grandchild jika node child merupakan daun, edge successor berasal dari node child itu sendiri ke parent-nya. Nilai posisi akhir menunjukkan nomor node preorder traversal antara elemen list dan akhir list. Untuk menghitung setiap label dari node, setiap prosesor yang diasosiasikan dengan edge turun dikurangkan nilai position dari n+1. Penambahan 1 menyebabkan penomoran preorder traversal dimulai dari 1. KOMPLEKSITAS Carilah, berapa kompleksitas algoritma seluruhnya? APP Algoritma PRAM 9/13
10 Merging Two Sorted Lists DEFINISI Algoritma yang optimal adalah penggabungan daftar (list) untuk satu elemen setiap waktu. Untuk menggabungkan dua list secara terurut membutuhkan paling banyak n-1 perbandingan dari n/2 elemen. Waktu kompleksitasnya Θ(n). (Secara sekuensial) Dengan menggunakan algoritma PRAM, proses penggabungan dapat dicapai dalam waktu Θ(n log n) yaitu setiap elemen list dialokasikan ke prosesornya sendiri. Setiap prosesor menemukan posisi elemen-elemen pada list yang lain dengan pencarian biner (binary search). Karena setiap indeks elemen pada list diketahui, tempat pada gabungan list dapat dihitung saat indeks pada list lainnya diketahui dan du indeks ditambahkan. Semua n elemen dapat dimasukkan ke gabungan list dengan prosesornya sendiri-sendiri dalam waktu konstan. CONTOH Gambar 13. Dua list dengan n/2 elemen digabungkan dalam waktu Θ(log n) PSEUDOCODE MERGE.LISTS (CREW PRAM): Given : Two sorted lists of n/2 elements each stored in A[1] A[n/2] and A[(n/2)+1] A[n] The two lists and their unions have disjoint values Final condition : Merged list in locations A[1] A[n] Global A[1 n] Local x, low, high, index begin spawn(p 1, P 2,, P n ) for all P i where 1 i n do {Each processor sets bounds for binary search} if i n/2 then low (n/2) + 1 high n else low 1 high n/2 APP Algoritma PRAM 10/13
11 end {Each processor performs binary search} x A[i] repeat index (low + high)/2 if x < A[index] then high index 1 else low index + 1 until low > high {Put value in correct position on merged list} A[high + i n/2] x Gambar 14. Algoritma PRAM menggabungkan dua list secara terurut. GAMBARAN PSEUDOCODE Prosesor yang dibutuhkan ada n buah, satu untuk setiap elemen dari dua list yang digabungkan. Secara paralel, prosesor ini menentukan indeks yang akan dicari. Prosesor yang diasosiasikan dengan elemen dari ½ array bagian bawah akan melakukan pencarian biner pada elemen dari ½ array bagian atas, begitupula sebaliknya. Prosesor P i diasosiasikan dengan array A[i] bagian bawah dari list. Nilai akhir prosesor high harus berada antara n/2 dan n. Elemen A[i] > i-1 elemen pada bagian bawah list. Juga A[i] > high (n/2) untuk elemen bagian atas list. Sehingga A[i] diletakkan pada gabungan list setelah i + high n/2 1 elemen lainnya, pada indeks i + high n/2. Begitu pula dengan array bagian atas list. Prosesor P i diasosiasikan dengan array A[i] bagian atas dari list. Nilai akhir prosesor high harus berada antara 0 dan n/2. Elemen A[i] > i (n/2 +1) elemen lainnya pada bagian atas list. Juga A[i] > elemen high untuk bagian bawah list. Sehingga A[i] diletakkan pada gabungan list setelah i + high n/2 1 elemen lainnya, pada indeks i + high n/2. Karena semua prosesor menggunakan ekspresi yang sama untuk menempatkan elemenelemennya, setiap prosesor merelokasi elemen-elemennya menggunakan instruksi yang sama di akhir algoritma. KOMPLEKSITAS Secara sekuensial : Θ(n) Secara paralel : Θ(n log n) Untuk membangun algoritma pada komputer paralel sebenarnya, cost algoritma paralel harus diperhitungkan. Graph Coloring DEFINISI Pewarnaan graf merupakan graf dimana verteks-verteks dapat diwarnai dengan c warna sehingga tidak ada dua verteks yang berdekatan (bertetangga/ ajasensi) memiliki warna yang sama. APP Algoritma PRAM 11/13
12 CONTOH Diasumsikan graf dengan n buah verteks. Diberikan matriks ajasensi (bertetangga) mxn dan konstanta positif c, sebuah prosesor dibuat untuk setiap pewarnaan graf yang mungkin. Prosesor P(i 0, i 1, i 2,, i n-1 ) mengilustrasikan pewarnaan verteks 0 dengan warna i 0, verteks 1 dengan warna i 1 hingga verteks n-1 dengan warna i n-1. Gambar 15. Contoh algoritma pewarnaan graf CREW PRAM Algoritma mendapatkan 2 warna untuk 3 buah verteks PSEUDOCODE GRAPH.COLORING (CREW PRAM): Global n c A[1 n][1 n] candidate[1 c][1 c] [1 c] valid j, k begin end spawn(p(i 0, i 1, i 2,, i n-1 )) where 0 i v < c for 0 v < n for all P(i 0, i 1, i 2,, i n-1 ) where 0 i v < c for 0 v < n do candidate[i 0, i 1, i 2,, i n-1 ] 1 for j 0 to n-1 do for k 0 to n-1 do if a[j][k] and i j = i k then candidate[i 0, i 1, i 2,, i n ] 0 valid Σ candidate {Sum of all elements of candidate} if valid > 0 then print Valid coloring exists else print Valid coloring does not exist {Number of vertices} {Number of colors} {Adjacency matrix} {n-dimensional boolean matrix} {Number of valid colorings} Gambar 16. Algoritma CREW PRAM untuk menunjukkan jika graf dengan n verteks diwarnai dengan c warna APP Algoritma PRAM 12/13
13 GAMBARAN PSEUDOCODE Setiap prosesor memulai nilainya pada array candidate berdimensi-n dengan 1. Waktu yang dipakai Θ(n 2 ) untuk mewarnai verteks yang diwakili 2 verteks yang berajasensi diberikan warna yang sama. Jika A[j,k] = 1 dan i j = i k maka pewarnaan salah karena A[j,k] = 1 berarti verteks j dan k bertetangga (ajasensi) dan i j = i k berarti verteks j dan k berwarna sama. Jika hal ini terjadi, array candidate di-set 0. Setelah n 2 perbandingan, jika elemen lainnya pada array candidate masih 1, pewarnaan benar. Dengan menjumlah semua elemen c n pada array candidate, dapat digambarkan bahwa pewarnaan benar (valid). KOMPLEKSITAS Rutin spawn : Θ(log c n ), Perulangan loop for ganda : Θ(n 2 ), Menjumlah semua elemen c n : Θ(log c n ) Waktu kompleksitas keseluruhan : Θ(log c n + n 2 ) = Θ(n 2 + n log c) Karena c < n, kompleksitas berkurang menjadi Θ(n 2 ). APP Algoritma PRAM 13/13
ALGORITMA-ALGORITMA PARALLEL RANDOM ACCESS MACHINE (PRAM)
ALGORITMA-ALGORITMA PARALLEL RANDOM ACCESS MACHINE (PRAM) Algoritma yang dibahas : 1. Parallel reduction 2. Prefix sums 3. List ranking 4. Pre-order tree traversal` 5. Merging two sorted lists 6. Graph
Preorder Tree Traversal
Preorder Tree Traversal Dimana paralelnya? Operasi dasarnya adalah pelabelan pada node. Label pada verteks sub pohon kanan tidak dapat diberikan sampai diketahui berapa banyak verteks yang ada di sub pohon
ALGORITMA-ALGORITMA PARALLEL RANDOM ACCESS MACHINE (PRAM = pea ram) Ver
ALGORITMA-ALGORITMA PARALLEL RANDOM ACCESS MACHINE (PRAM = pea ram) Ver. 3.1-2016 http://openstat.sekolahku.org http://kelas.sekolahku.org Introduction Simulasi : to Pendahuluan Parallel Algorithm p :
ALGORITMA-ALGORITMA PARALLEL RANDOM ACCESS MACHINE (PRAM = pea ram)
ALGORITMA-ALGORITMA PARALLEL RANDOM ACCESS MACHINE (PRAM = pea ram) 1 Algoritma PRAM Model PRAM dibedakan dari bagaimana mereka dapat menangani konflik read dan write (Li and Yesha 1989): EREW(Exclusive
NOTASI UNTUK ALGORITMA PARALEL
NOTASI UNTUK ALGORITMA PARALEL Untuk Shared-Memory Model Global Local Untuk Distributed Memory Machine Parameter suatu konstanta yang sudah dikomunikasikan antar prosesor. Umum +, x, if else endif ; while
NOTASI UNTUK ALGORITMA PARALEL
NOTASI UNTUK ALGORITMA PARALEL Untuk Shared-Memory Model Global Local Untuk Distributed Memory Machine Parameter Æ suatu konstanta yang sudah dikomunikasikan antar prosesor. Umum +, x, Å if else endif
OPERASI MATRIKS. a 11 a 12 a 13 a 14 A = a 21 a 22 a 23 a 24 a 31 a 32 a 33 a 34 a 41 a 42 a 43 a 44
OPERASI MATRIKS Topik yang akan dibahas transpose perkalian TRANSPOSE Definisi: a 11 a 12 a 13 a 14 A = a 21 a 22 a 23 a 24 a 31 a 32 a 33 a 34 a 41 a 42 a 43 a 44 a 11 a 21 a 31 a 41 A T = a 12 a 22 a
Algoritma dan Struktur Data. Binary Tree & Binary Search Tree (BST)
Algoritma dan Struktur Data Binary Tree & Binary Search Tree (BST) Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Malang 2016 Outline Tree Binary tree Istilah pada tree Operasi dasar binary tree BST Definisi
Tree (Struktur Data) Nisa ul Hafidhoh, MT
Tree (Struktur Data) Nisa ul Hafidhoh, MT Struktur Data Linier 1 5 8 9 2 ARRAY 0 1 2 3 n Head Tail QUEUE O U T 1 2 3 4 STACK 4 3 2 1 I N 10 8 14 LINKED LIST Struktur Tree Struktur Tree adalah struktur
Pohon dan Pohon Biner
Pertemuan 14 Pohon dan Pohon Biner P r a j a n t o W a h y u A d i [email protected] +6285 641 73 00 22 Rencana Kegiatan Perkuliahan Semester # Pokok Bahasan 1 Pengenalan Struktur Data 2 ADT Stack
NASKAH UJIAN UTAMA. JENJANG/PROG. STUDI : DIPLOMA TIGA / MANAJEMEN INFORMATIKA HARI / TANGGAL : Kamis / 18 FEBRUARI 2016
NASKAH UJIAN UTAMA MATA UJIAN : LOGIKA DAN ALGORITMA JENJANG/PROG. STUDI : DIPLOMA TIGA / MANAJEMEN INFORMATIKA HARI / TANGGAL : Kamis / 18 FEBRUARI 2016 NASKAH UJIAN INI TERDIRI DARI 80 SOAL PILIHAN GANDA
ANALISIS ALGORITMA BINARY SEARCH
ANALISIS ALGORITMA BINARY SEARCH Metode Binary search Binary search merupakan salah satu algoritma untuk melalukan pencarian pada array yang sudah terurut. Jika kita tidak mengetahui informasi bagaimana
SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA
Mata Kuliah Kode / SKS Program Studi Fakultas : Pengolahan Paralel : AK012215 / 2 SKS : Sistem Komputer : Ilmu Komputer & Teknologi Informasi 1 Pendahuluan Agar mahasiswa mengerti akan apa yang dimaksud
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH PENGOLAHAN PARALEL (S1/ TEKNIK KOMPUTER)
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH PENGOLAHAN PARALEL (S1/ TEKNIK KOMPUTER) Minggu Media Tugas Referensi 1 Pendahuluan butuhan akan komputer paralel Quinn, Agar mahasiswa mengerti akan apa yang dimaksud
Buku Ajar Struktur Data
B a g i a n 5 Tujuan Instruksional Khusus Pokok Bahasan Mahasiswa mampu menjelaskan struktur data nonlinier Tree. Mahasiswa mampu memahami operasi pada struktur data Tree Struktur data Tree secara umum.
B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T. Tinaliah, S.Kom POHON BINER
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z POHON BINER Tinaliah, S.Kom DEFINISI Pohon (dalam struktur data) struktur berisi sekumpulan elemen dimana salah satu elemen adalah akar (root) dan elemen-elemen
Pohon (Tree) Universitas Gunadarma Sistem Informasi 2012/2013
Pohon (Tree) Universitas Gunadarma Sistem Informasi 2012/2013 Pohon (Tree) Pohon (Tree) didefinisikan sebagai graf terhubung yang tidak mengandung sirkuit. Karena merupakan graf terhubung, maka pohon selalu
JARINGAN UNTUK MERGING
SORTING - Merging Definisi: A = {a 1, a 2,..., a r } B = {b 1, b 2,..., b s } merupakan dua deret angka yang terurut naik; merge A dan B merupakan deret C = {c 1, c 2,..., c r+s } yang juga terurut naik,
Pertemuan 9 STRUKTUR POHON & KUNJUNGAN POHON BINER
Pertemuan 9 STRUKTUR POHON & KUNJUNGAN POHON BINER DEFINISI POHON (TREE) Pohon (Tree) termasuk struktur non linear yang didefinisikan sebagai data yang terorganisir dari suatu item informasi cabang yang
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH ALGORITMA PENGOLAHAN PARALEL (S1/ TEKNIK INFORMATIKA)
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH ALGORITMA PENGOLAHAN PARALEL (S1/ TEKNIK INFORMATIKA) Minggu Media Tugas Referensi 1 Pendahuluan butuhan akan komputer paralel Quinn, Agar mahasiswa mengerti akan apa
BAB 2 LANDASAN TEORI
6 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Algoritma Menurut (Suarga, 2012 : 1) algoritma: 1. Teknik penyusunan langkah-langkah penyelesaian masalah dalam bentuk kalimat dengan jumlah kata terbatas tetapi tersusun
2. Mahasiswa dapat membuat dan menggunakan array dan linked list dalam suatu kasus.
1 ARRAY & LINKED LIST MODUL 1 Standar kompetensi: 1. Mahasiswa mengetahui perbedaan array dan linked list. 2. Mahasiswa dapat membuat dan menggunakan array dan linked list dalam suatu kasus. 3. Mahasiswa
Struktur Data & Algoritma
Struktur Data & Algoritma ADT Tree Suryana Setiawan, Ruli Manurung & Ade Azurat ( Denny (acknowledgments: Fasilkom UI SUR HMM AA Fasilkom UI - IKI20100/IKI80110P 2009/2010 Ganjil Pekan 08 1 Tujuan Memahami
FAKULTAS TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA UNIVERSITAS NASIONAL
FAKULTAS TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA UNIVERSITAS NASIONAL RENCANA PEMBELAJARAN MATA KULIAH : Konsep Struktur Data dan Algoritma SEM: Genap KODE: 08030221 SKS: 2 JURUSAN : Teknik Informatika DOSEN:
STRATEGI DIVIDE AND CONQUER
Pemrogram bertanggung jawab atas implementasi solusi. Pembuatan program akan menjadi lebih sederhana jika masalah dapat dipecah menjadi sub masalah - sub masalah yang dapat dikelola. Penyelesaian masalah
Penerapan Algoritma Backtracking pada Pewarnaan Graf
Penerapan Algoritma Backtracking pada Pewarnaan Graf Deasy Ramadiyan Sari 1, Wulan Widyasari 2, Eunice Sherta Ria 3 Laboratorium Ilmu Rekayasa dan Komputasi Departemen Teknik Informatika, Fakultas Teknologi
Algoritma Brute-Force dan Greedy dalam Pemrosesan Graf
Algoritma Brute-Force dan Greedy dalam Pemrosesan Graf Marvin Jerremy Budiman / 13515076 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
Tree. Perhatikan pula contoh tree di bawah ini : Level. Level 2. Level 3. Level 4. Level 5
TR (POHON) Tree/pohon merupakan struktur data yang tidak linear/non linear yang digunakan terutama untuk merepresentasikan hubungan data yang bersifat hierarkis antara elemenelemennya. efinisi tree : Kumpulan
Struktur Data. PDE - Struktur Data 1
Struktur Data Copyright@Ihsan Jatnika PDE - Struktur Data 1 Objektif Mengetahui maksud struktur data dan menjelaskan penggunaannya dalam pemrograman Mengetahui operasi yang terkait dengan struktur data
Algoritma dan Struktur Data. Tree
Algoritma dan Struktur Data Tree Outline 1. Apakah Tree Structure itu? 2. Binary Tree & implementasinya 3. Tree Traversal 4. Implementasi tree (selain binary tree) Apakah Tree Structure itu? Struktur data
BAB IV POHON. Diktat Algoritma dan Struktur Data 2
iktat lgoritma dan Struktur ata 2 V POON efinisi Pohon Struktur pohon merupakan kumpulan elemen yang salah satu elemennya disebut akar dan sisa elemennya terpecah menjadi sejumlah himpunan yang saling
DESAIN DAN ANALISIS STRUKTUR DATA NON LINIER ROOTED TREE DINAMIS (Kata kunci: Graf, Struktur data, tree, LCA, pemrograman dinamis)
PRESENTASI TUGAS AKHIR KI0131 DESAIN DAN ANALISIS STRUKTUR DATA NON LINIER ROOTED TREE DINAMIS (Kata kunci: Graf, Struktur data, tree, LCA, pemrograman dinamis) Penyusun Tugas Akhir : Nur Ahmad Wahid (NRP:
Ringkasan mengenai Tree (Dari beberapa referensi lain) Nina Valentika
Ringkasan mengenai Tree (Dari beberapa referensi lain) Nina Valentika December 31, 2015 0.1 Pendahuluan Figure 1: Contoh Tree. Tree/pohon merupakan struktur data yang tidak linear/non linear yang digunakan
BAB VII ALGORITMA DIVIDE AND CONQUER
BAB VII ALGORITMA DIVIDE AND CONQUER Pemrogram bertanggung jawab atas implementasi solusi. Pembuatan program akan menjadi lebih sederhana jika masalah dapat dipecah menjadi sub masalah - sub masalah yang
Penerapan Pohon Dalam Heap Sort
enerapan ohon Dalam Sort Firdi Mulia Jurusan Teknik Informatika ITB, Bandung, email: [email protected] Abstract Makalah ini membahas tentang penerapan pohon heap dalam metode pengurutan data
TREE ALGORITMA & STRUKTUR DATA. Materi ASD Fakultas Teknik Elektro & Komputer UKSW (www.uksw.edu) Download Dari :
TREE ALGORITMA & STRUKTUR DATA Materi ASD Fakultas Teknik Elektro & Komputer UKSW (www.uksw.edu) Download Dari : http://ambonmemanggil.blogspot.com 1 TREE ISTILAH-ISTILAH DASAR: tree : kumpulan elemen
BAB VII POHON BINAR POHON
BAB VII POHON BINAR POHON Pohon atau tree adalah salah satu bentuk graph terhubung yang tidak mengandung sirkuit. Karena merupakan graph terhubung, maka pada pohon selalu terdapat path atau jalur yang
BAB VII Tujuan 7.1 Deskripsi dari Binary Tree
A VII Tree Tujuan 1. Mempelajari variasi bagian-bagian dari tree sebagai suatu bentuk struktur tak linier 2. Mempelajari beberapa hubungan fakta yang direpresentasikan dalam sebuah tree, sehingga mampu
ALGORITMA PENGURUTAN & PENCARIAN
Materi kuliah ALGORITMA PENGURUTAN & PENCARIAN Ir. Roedi Goernida, MT. ([email protected]) Program Studi Sistem Informasi Fakultas Rekayasa Industri Institut Teknologi Telkom Bandung 2011 1 Pengelompokan
Tenia Wahyuningrum, S.Kom. MT Sisilia Thya Safitri, S.T.,M.T.
tree Tenia Wahyuningrum, S.Kom. MT Sisilia Thya Safitri, S.T.,M.T Tree Kumpulan node yang saling terhubung satu sama lain dalam suatu kesatuan yang membentuk layakya struktur sebuah pohon. Tree merepresentasikan
STRUKTUR DATA. By : Sri Rezeki Candra Nursari 2 SKS
STRUKTUR DATA By : Sri Rezeki Candra Nursari 2 SKS Literatur Sjukani Moh., (2007), Struktur Data (Algoritma & Struktur Data 2) dengan C, C++, Mitra Wacana Media Utami Ema. dkk, (2007), Struktur Data (Konsep
OPERASI LOGIKA PADA GENERAL TREE MENGGUNAKAN FUNGSI REKURSIF
OPERASI LOGIKA PADA GENERAL TREE MENGGUNAKAN FUNGSI REKURSIF Lutfi Hakim (1), Eko Mulyanto Yuniarno (2) Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro (1), Dosen Pembimbing (2) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
BAB 2 GRAF PRIMITIF. 2.1 Definisi Graf
BAB 2 GRAF PRIMITIF Pada Bagian ini akan dijelaskan beberapa definisi dan teorema terkait graf, matriks adjency, terhubung, primitifitas, dan scrambling index sebagai landasan teori yang menjadi acuan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB LANDASAN TEORI. Teori Graf Teori graf merupakan pokok bahasan yang sudah tua usianya namun memiliki banyak terapan sampai saat ini. Graf digunakan untuk merepresentasikan objek-objek diskrit dan hubungan
STRUKTUR POHON & KUNJUNGAN POHON BINER
STRUKTUR POHON & KUNJUNGAN POHON BINER Pohon (Tree) termasuk struktur non linear yang didefinisikan sebagai data yang terorganisir dari suatu item informasi cabang yang saling terkait Istilah istilah Dalam
BAB XI Manipulasi Binary Tree
www.hansmichael.com - Bab XI. Manipulasi Binary Tree BAB XI Manipulasi Binary Tree 11.1 Insert Node 11.2 Search Node 11.3 Delete Node 11.4 Copy Tree 11.5 Latihan Soal Binary tree seringkali diterapkan
Pohon Biner (Bagian 1)
Pohon Biner (Bagian 1) Tim Pengajar IF2110R Semester I 2016/2017 1 Tujuan Mahasiswa memahami definisi pohon dan pohon biner Berdasarkan pemahaman tersebut, mampu membuat fungsi sederhana yang memanipulasi
STRUKTUR POHON (TREE) Pohon atau Tree adalah salah satu bentuk Graph terhubung yang tidak mengandung sirkuit.
Pertemuan 9 STRUKTUR POHON (TREE) ISTILAH-ISTILAH DASAR Pohon atau Tree adalah salah satu bentuk Graph terhubung yang tidak mengandung sirkuit. Karena merupakan Graph terhubung, maka pada Pohon (Tree)
Ujian Tengah Semester Struktur Data dan Algoritma Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia 9 November 2006
Ujian Tengah Semester Struktur Data dan Algoritma Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia 9 November 2006 Bagian A (total 75 point) Petunjuk: Jawablah ke 25 pertanyaan berikut ini dan isikan jawaban
Komponen Terhubung dan Jalur Terpendek Algoritma Graf Paralel
Komponen Terhubung dan Jalur Terpendek Algoritma Graf Paralel Yosef Sukianto Nim 13506035 Program Studi Teknik Informatika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha
Implementasi Skema Pohon Biner yang Persistent dalam Pemrograman Fungsional
Implementasi Skema Pohon Biner yang Persistent dalam Pemrograman Fungsional Azby Khilfi M. NIM : 13506018 Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha 10, Bandung E-mail
13/12/2013. Binary Tree. Contoh Tree
Binary Tree Contoh Tree 1 Struktur Tree Tree adalah struktur hirarki yang menempatkan elemen pada simpul pada cabang2nya yang dimulai dari root. Node (simpul) dalam tree dibagi dalam level dari tertinggi
Studi Mengenai Perbandingan Sorting Algorithmics Dalam Pemrograman dan Kompleksitasnya
Studi Mengenai Perbandingan Sorting Algorithmics Dalam Pemrograman dan Kompleksitasnya Ronny - 13506092 Jurusan Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung Email : [email protected] 1. Abstract
Kecerdasan Buatan Penyelesaian Masalah dengan Pencarian
Kecerdasan Buatan Pertemuan 02 Penyelesaian Masalah dengan Pencarian Kelas 10-S1TI-03, 04, 05 Husni [email protected] http://komputasi.wordpress.com S1 Teknik Informatika, STMIK AMIKOM, 2012 Outline Pendahuluan
Tujuan Instruksional
Pertemuan 4 P E N C A R I A N T A N P A I N F O R M A S I B F S D F S U N I F O R M S E A R C H I T E R A T I V E D E E P E N I N G B I D I R E C T I O N A L S E A R C H Tujuan Instruksional Mahasiswa
ALGORITMA PENCARIAN SIMPUL SOLUSI DALAM GRAF
ALGORITMA PENCARIAN SIMPUL SOLUSI DALAM GRAF Anthony Rahmat Sunaryo NIM: 3506009 Jurusan Teknik Informatika ITB, Bandung email : [email protected] Abstract -- Makalah ini membahas tentang analsis
STRUKTUR POHON (TREE) Pohon atau Tree adalah salah satu bentuk Graph terhubung yang tidak mengandung sirkuit.
Pertemuan 9 STRUKTUR POHON (TREE) ISTILAH-ISTILAH DASAR Pohon atau Tree adalah salah satu bentuk Graph terhubung yang tidak mengandung sirkuit. Karena merupakan Graph terhubung, maka pada Pohon (Tree)
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Algoritma Algoritma berasal dari nama ilmuwan muslim dari Uzbekistan, Abu Ja far Muhammad bin Musa Al-Khuwarizmi (780-846M). Pada awalnya kata algoritma adalah istilah yang merujuk
ALGORITMA ROUTING DI LINGKUNGAN JARINGAN GRID MENGGUNAKAN TEORI GRAF
ALGORITMA ROUTING DI LINGKUNGAN JARINGAN GRID MENGGUNAKAN TEORI GRAF Irfan Darmawan (1), Kuspriyanto (2), Yoga Priyana (2), Ian Yosep M.E (2) Teknik Elektro, Universitas Siliwangi Sekolah Teknik Elektro
8/29/2014. Kode MK/ Nama MK. Matematika Diskrit 2 8/29/2014
Kode MK/ Nama MK Matematika Diskrit 1 8/29/2014 2 8/29/2014 1 Cakupan Himpunan, Relasi dan fungsi Kombinatorial Teori graf Pohon (Tree) dan pewarnaan graf 3 8/29/2014 POHON DAN PEWARNAAN GRAF Tujuan Mahasiswa
Algoritma dan Pemrograman Searching/Pencarian
Adam Mukharil Bachtiar Informatics Engineering 2011 Algoritma dan Pemrograman Searching/Pencarian Materi Definisi Pencarian Pencarian Sekuensial Pencarian Biner Definisi Pencarian All About Searching Definisi
TREE STRUCTURE (Struktur Pohon)
TREE STRUCTURE (Struktur Pohon) Dalam ilmu komputer, tree adalah sebuah struktur data yang secara bentuk menyerupai sebuah pohon, yang terdiri dari serangkaian node (simpul) yang saling berhubungan. Node-node
Pemanfaatan Directed Acyclic Graph untuk Merepresentasikan Hubungan Antar Data dalam Basis Data
Pemanfaatan Directed Acyclic Graph untuk Merepresentasikan Hubungan Antar Data dalam Basis Data Winson Waisakurnia (13512071) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut
Algoritma dan Struktur Data. Pertemuan 7 Linked List
Algoritma dan Struktur Data Pertemuan 7 Linked List Definitions Linked List Struktur data yang terdiri atas sekumpulan data bertipe sama Memperhatikan urutan Array Struktur data yang terdiri atas sekumpulan
Perbandingan Algoritma Pengurutan Merge Sort, Quick Sort dan Heap Sort Dilihat dari Kompleksitasnya
Perbandingan Algoritma Pengurutan Merge Sort, Quick Sort dan Heap Sort Dilihat dari Kompleksitasnya Made Edwin Wira Putra (13508010) Program Studi Teknik Informatika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika,
POHON CARI BINER (Binary Search Tree)
POHON CARI BINER (Binary Search Tree) 50 24 70 10 41 61 90 3 12 35 47 55 67 80 99 POHON CARI BINER (Binary Search Tree) Definisi : bila N adalah simpul dari pohon maka nilai semua simpul pada subpohon
6. TREE / BINARY TREE
6. TREE / BINARY TREE TUJUAN PRAKTIKUM 1. Praktikan mengenal Struktur data Tree. 2. Praktikan mengenal jenis-jenis tree, seperti binary tree. 3. Praktikan mengenal istilah-istilah yang terdapat didalam
Kecerdasan Buatan. Penyelesaian Masalah dengan Pencarian... Pertemuan 02. Husni
Kecerdasan Buatan Pertemuan 02 Penyelesaian Masalah dengan Pencarian... Husni [email protected] http://komputasi.wordpress.com S1 Teknik Informatika, STMIK AMIKOM, 2013 Outline Konsep Pencarian Pencarian
Soal hari Selasa (13/10) Latihan 7 AN
hari Selasa (13/10) Latihan 7 AN Kamus Data X, Y adalah variabel tunggal bertipe data integer if X > 4 then Y 5 1. Pernyataan yang salah tentang algoritma di atas adalah... a. X dan Y pasti bilangan bulat
= himpunan tidak-kosong dan berhingga dari simpul-simpul (vertices) = himpunan sisi (edges) yang menghubungkan sepasang simpul
Struktur Data Graf 1. PENDAHULUAN Dalam bidang matematika dan ilmu komputer, teori graf mempelajari tentang graf yaitu struktur yang menggambarkan relasi antar objek dari sebuah koleksi objek. Definisi
Analisa dan Perancangan Algoritma. Ahmad Sabri, Dr Sesi 1: 9 Mei 2016
Analisa dan Perancangan Algoritma Ahmad Sabri, Dr Sesi 1: 9 Mei 2016 Apakah algoritma itu? Asal istilah: Al Khwarizmi (± 800 M), matematikawan dan astronomer Persia. Pengertian umum: "suatu urutan langkah-langkah
Pohon. Bahan Kuliah IF2120 Matematika Diskrit. Program Studi Teknik Informatika ITB. Rinaldi M/IF2120 Matdis 1
Pohon Bahan Kuliah IF2120 Matematika Diskrit Program Studi Teknik Informatika ITB Rinaldi M/IF2120 Matdis 1 Definisi Pohon adalah graf tak-berarah terhubung yang tidak mengandung sirkuit a b a b a b a
STRUKTUR DATA. By : Sri Rezeki Candra Nursari 2 SKS
STRUKTUR DATA By : Sri Rezeki Candra Nursari 2 SKS Literatur Sjukani Moh., (2007), Struktur Data (Algoritma & Struktur Data 2) dengan C, C++, Mitra Wacana Media Utami Ema. dkk, (2007), Struktur Data (Konsep
Diktat Algoritma dan Struktur Data 2
BB X GRF Pengertian Graf Graf didefinisikan sebagai pasangan himpunana verteks atau titik (V) dan edges atau titik (E). Verteks merupakan himpunan berhingga dan tidak kosongdari simpul-simpul (vertices
Silsilah keluarga Hasil pertandingan yang berbentuk turnamen Struktur organisasi dari sebuah perusahaan. B.1 Pohon Biner (Binary Tree)
PRAKTIKUM 25 BINARY TREE A. TUJUAN Mahasiswa diharapkan mampu : 1. Memahami konsep dari BinaryTree 2. Memahami cara membangun Binary Tree secara manual 3. Memahami konsep dan implementasi dari menghitung
Struktur. Bab 6: 4/29/2015. Kompetensi Dasar. Mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai cara kerja dan penyajian graph
Struktur Bab 6: Prio Handoko, S. Kom., M.T.I. Program Studi Teknik Informatika Universitas Pembangunan Jaya Jl. Boulevard - Bintaro Jaya Sektor VII Tangerang Selatan Banten 15224 Kompetensi Dasar. Mahasiswa
Pencarian pada Array. Tim PHKI Modul Dasar Pemrograman Fakultas Ilmu Komputer UDINUS Semarang
Pencarian pada Array Tim PHKI Modul Dasar Pemrograman Fakultas Ilmu Komputer UDINUS Semarang Latar Belakang Merupakan proses yang penting karena sering dilakukan terhadap sekumpulan data yang disimpan
Algoritma Pemrograman & Struktur Data
MODUL PERKULIAHAN Algoritma Pemrograman & Struktur Data Linked List Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Fakultas Ilmu Informatika Komputer 03 87042 Abstract Penjelasan mengenai linked
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP)
Mata Kuliah : Algoritma II Bobot Mata Kuliah : 3 Sks GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) Deskripsi Mata Kuliah : Struktur Stack (satu dan dua sisi), Queue (Linear Queu, Circular Queue, Double Ended
PENDAHULUAN. -. Pengolahan data numerik dalam jumlah yang sangat besar. -. Kebutuhan akan ketersediaan data yang senantiasa up to date.
PENDAHULUAN 1 Kebutuhan akan Pengolahan Paralel Motivasi : - Pengolahan data numerik dalam jumlah yang sangat besar - Kebutuhan akan ketersediaan data yang senantiasa up to date Contoh 11 : Simulasi sirkulasi
Optimalisasi Algoritma Pencarian Data Memanfaatkan Pohon Biner Terurut
Optimalisasi Algoritma Pencarian Data Memanfaatkan Pohon Biner Terurut Mohammad Rizky Adrian 1) 1) Jurusan Teknik Informatika ITB, Bandung 40132, email: [email protected] Abstract Makalah ini
Termilogi Pada Pohon Berakar 10 Pohon Berakar Terurut
KATA PENGANTAR Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wata?ala, karena berkat rahmat-nya kami bisa menyelesaikan makalah yang berjudul Catatan Seorang Kuli Panggul. Makalah ini diajukan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Teori Graf 2.1.1 Defenisi Graf Graf G didefenisikan sebagai pasangan himpunan (V,E), ditulis dengan notasi G = (V,E), yang dalam hal ini V adalah himpunan tidak kosong dari simpul-simpul
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI.. Definisi Graf Secara matematis, graf G didefinisikan sebagai pasangan himpunan (V,E) ditulis dengan notasi G = (V, E), yang dalam hal ini: V = himpunan tidak-kosong dari simpul-simpul
Algoritma dan Struktur Data
Algoritma dan Struktur Data Week 2 : Bahasa C dan Array I Ketut Resika Arthana, S.T., M.Kom NIP. 198412012012121002 [email protected] 085-737-515-515 http://www.rey1024.com Pendidikan Teknik Informatika
Pengenalan Trie dan Aplikasinya
Pengenalan Trie dan Aplikasinya Reinhard Denis Najogie - 13509097 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia
Penerapan Teknik Binary Search Tree Sebagai Alternatif Penyimpanan Data
Penerapan Teknik Binary Search Tree Sebagai Alternatif Penyimpanan Data Reynald Alexander G 13509006 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
Pemrograman Algoritma Dan Struktur Data
MODUL PERKULIAHAN Modul ke: 14Fakultas Agus FASILKOM Pemrograman Algoritma Dan Struktur Data ADT BINARY TREE Hamdi.S.Kom,MMSI Program Studi Teknik Informatika ISTILAH-ISTILAH DASAR Pohon atau Tree adalah
Algoritma Prim dengan Algoritma Greedy dalam Pohon Merentang Minimum
Algoritma Prim dengan Algoritma Greedy dalam Pohon Merentang Minimum Made Mahendra Adyatman 13505015 Program Studi Teknik Informatika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung
Aplikasi Algoritma Dijkstra dalam Pencarian Lintasan Terpendek Graf
Aplikasi Algoritma Dijkstra dalam Pencarian Lintasan Terpendek Graf Nur Fajriah Rachmah - 0609 Program Studi Teknik Informatika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jalan
Definisi. Pohon adalah graf tak-berarah, terhubung, dan tidak mengandung sirkuit. pohon pohon bukan pohon bukan pohon (ada sikuit) (tdk terhubung)
POHON (TREE) Pohon Definisi Pohon adalah graf tak-berarah, terhubung, dan tidak mengandung sirkuit a b a b a b a b c d c d c d c d e f e f e f e f pohon pohon bukan pohon bukan pohon (ada sikuit) (tdk
UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL 2005/2006 ALGORITMA & STRUKTUR DATA / CS2014
UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL 2005/2006 ALGORITMA & STRUKTUR DATA / CS2014 NIM: Nama : HARI : Rabu, 4 Januari 2006 WAKTU : 135 Menit Tanda tangan: DOSEN : TIM SIFAT : Tutup Buku Petunjuk Baca dengan teliti
UNIVERSITAS GUNADARMA
UNIVERSITAS GUNADARMA SK No. 92 / Dikti / Kep /1996 Fakultas Ilmu Komputer, Teknologi Industri, Ekonomi,Teknik Sipil & Perencanaan, Psikologi, Sastra Program Diploma (D3) Manajemen Informatika, Teknik
Binary Tree kosong Gambar 1. Binary Tree dalam kondisi kosong
PRAKTIKUM 25-26 BINARY TREEDAN TRAVERSAL BINARY TREE A. TUJUAN Mahasiswa diharapkan mampu : 1. Memahami konsep dari BinaryTree dantraversalbinary Tree 2. Memahami proses traversal pada Binary Tree 3. Memahami
PENDAHULUAN. Motivasi : -. Pengolahan data numerik dalam jumlah yang sangat besar. -. Kebutuhan akan ketersediaan data yang senantiasa up to date.
PENDAHULUAN 1 Kebutuhan akan Pengolahan Paralel Motivasi : - Pengolahan data numerik dalam jumlah yang sangat besar - Kebutuhan akan ketersediaan data yang senantiasa up to date Contoh 11 : Simulasi sirkulasi
SORTING (BAGIAN II) Proses kelima
SORTING (BAGIAN II) I. INSERTION SORT Mirip dengan cara orang mengurutkan kartu, selembar demi selembar kartu diambil dan disisipkan (insert) ke tempat yang seharusnya. Pengurutan dimulai dari data ke-2
I. PENDAHULUAN. 1.1 Permainan Rush Hour
Dimas Angga Saputra 13510046 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia [email protected] Abstract
Pohon (TREE) Matematika Deskrit. Hasanuddin Sirait, MT 1
Pohon (TREE) Matematika Deskrit By @Ir. Hasanuddin Sirait, MT 1 Definisi Pohon adalah graf tak-berarah terhubung yang tidak mengandung sirkuit a b a b a b a b c d c d c d c d e f e f e f e f pohon pohon
Outline. Struktur Data & Algoritme (Data Structures & Algorithms) Pengantar. Definisi. 2-3 Trees
Struktur Data & Algoritme (Data Structures & Algorithms) 2-3 Trees Outline Pengantar Definisi 2-3 Tree Operasi: Search Insert Delete (a,b)-tree Denny ([email protected]) Suryana Setiawan ([email protected])
