ALGORITMA-ALGORITMA PARALLEL RANDOM ACCESS MACHINE (PRAM = pea ram)
|
|
|
- Sudirman Darmali
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 ALGORITMA-ALGORITMA PARALLEL RANDOM ACCESS MACHINE (PRAM = pea ram) 1 Algoritma PRAM Model PRAM dibedakan dari bagaimana mereka dapat menangani konflik read dan write (Li and Yesha 1989): EREW(Exclusive Read Exclusive Write) Konflik pada saat penulisan dan pembacaan tidak dibenarkan CREW(Concurrent Read Exclusive Write) Banyak prosesor dapat membaca data dari tempat dan waktu yang sama pada memori global, sementara untuk menulis tidak diizinkan 2
2 Algoritma PRAM CRCW(Concurrent Read Concurrent Write) Menbaca dan menusli secara konkuren diizinkan, terdapat tiga model: COMMON Semua prosesor yang menulis pada alamat yang sama pada memori global harus menulis data yang sama ARBITRARY Ketika beberapa prosesor hendak menulis kealamat memori global yang sama pada waktu bersamaan maka prosesor yang terpilih sebagai winner yang dapat menuliskan data pada register PRIORITY Ketika beberapa prosesor hendak menulis kealamat memori global yang sama pada waktu bersamaan maka prosesor dengan indeks terkecil yang dapat menuliskan data pada lokasi memori 3 Algoritma PRAM Algoritma yang dibahas : 1. Parallel reduction 2. Prefix sums 3. List ranking 4. Pre-order tree traversal 5. Merging two sorted lists 6. Graph coloring 4
3 Algoritma PRAM Algoritma-algoritma PRAM memiliki 2 (dua) fase : mengaktifkan sejumlah prosesor prosesor yang sudah diaktifkan (pada fase 1),melaksanakan komputasi secara paralel 5 Algoritma PRAM Untuk mengubah 1 prosesor yang aktif ke p prosesor dibutuhkan log p langkah Jumlah prosesor yang aktif merupakan lipat-2 (2 n ) dari prosesor tunggal atau logaritma dari basis 2. 6
4 Algoritma PRAM Instruksi meta untuk mengaktifkan prosesor yang digunakan (dalam fase 1) : spawn (<nama prosesor>) Instruksi meta untuk melakukan komputasi secara paralel (dalam fase 2) : for all <processor list> do <statement list> 7 Algoritma PRAM Pohon biner menjadi paradigma yang penting dalam komputasi paralel. Pada beberapa algoritma ada yang menggunakan aliran data top-down (akar daun). Contoh : ❿ ❿ broadcast akar mengalirkan (mengirimkan) data yang sama ke setiap daunnya divide-and-conquer pohon menggambarkan adanya perulangan sub divisi suatu masalah ke sub masalah yang lebih kecil. Algoritma lain yang mengalirkan data secara bottom-up (daun -akar) adalah operasi reduksi atau fan-in. 8
5 Parallel reduction DEFINISI Diberikan sekumpulan n nilai a 1, a 2,,a n dan operator biner asosiatif, reduksi adalah proses menghitung dari : a 1 a 2 a n Salah satu contoh dari operasi reduksi adalah penjumlahan paralel (parallel summation). 9 Parallel reduction Parallel Reduction (Reduksi paralel) Prosesor PRAM memanipulasi data yang disimpan dalam register global. DEFINSI Penjumlahan secara paralel merupakan salah satu contoh dari operasi reduksi. CONTOH Reduksi secara paralel dapat digambarkan dengan pohon biner. Sekelompok n nilai ditambahkan dalam log p langkah penambahan paralel. 10
6 Parallel reduction Implementasi algoritma penjumlahan, setiap node dari pohon merupakan elemen dalam array 11 Parallel reduction PSEUDOCODE SUM(EREW PRAM) Initial condition : List of n 1 elements stored in A[0 (n - 1)] Final condition : Sum of elements stored in A[0] Global variables : n, A[0 (n -1)], j begin spawn (P 0, P 1, P 2,, P º n/2 ß - 1 ) end for all P i where 0 i n/2 1 do for j 0 to log n - 1 do endif if i modulo 2 j = 0 and 2i + 2 j < n then A[2i] A[2i] + A[2i + 2 j ] 12
7 Parallel reduction GAMBARAN PSEUDOCODE Menjumlahkan 10 nilai 13 Parallel reduction KOMPLEKSITAS Rutin spawn : n/2 doubling steps Perulangan for yang sekuensial : log n kali Waktu kompleksitas algoritma : Θ(log n), dengan n/2 prosesor 14
8 Prefix sums DEFINISI Diberikan sekumpulan n nilai a 1, a 2,, a n dan operasi asosiatif, prefix sum adalah menghitung: a 1 a 1 a 2 a 1 a 2 a 3 a 1 a 2 a 3 a n Misal : diberikan operasi + dan array integer {3, 1, 0, 4, 2}, hasil prefix sum adalah array dari {3, 4, 4, 8, 10}. 15 CONTOH Prefix sums Diberikan array A dari n huruf. Huruf-huruf besarnya akan diurut. (lihat gambar) Array A berisi huruf besar maupun huruf kecil dan ada array tambahan T berukuran n. Huruf-huruf besar akan diletakkan di awal dari A secara terurut. Array T berisi 1 untuk merepresentasikan huruf besar dan 0 untuk merepresentasikan huruf kecil Array T dikomputasi dengan prefix sum, menggunakan operasi tambah. Setiap huruf besar L diletakkan di A[i], nilai dari T[i] adalah indeks dari L. Array A setelah packing. 16
9 Prefix sums Packing elemen dengan aplikasi prefix sum 17 Prefix sums PREFIX.SUMS (CREW PRAM): Initial condition : List of n 1 elements stored in A[0 (n -1)] Final condition : Each element a[i] contains A[0] A[i] Global variables : n, A[0 (n-1)], j begin end spawn (P 1, P 2,, P n - 1 ) for all P i where 1 i n 1 do for j 0 to log n 1 do if i 2 j 0 then A[i] A[i] + A[i 2 j ] endif Algoritma PRAM untuk menemukan prefix sum dari n elemen dengan n-1 prosesor 18
10 Prefix sums Algoritma Prefix sum dari 10 nilai 19 Prefix sums KOMPLEKSITAS Rutin spawn : log n - 1 instruksi Perulangan for yang sekuensial : log n kali Waktu kompleksitas algoritma : Θ(log n), dengan n - 1 prosesor 20
11 List Ranking Suffix sum adalah variant dari prefix sum, dimana elemen array digantikan dengan linked list, dan penjumlahan dihitung dari belakang (Karp & Ramachandran 1990). DEFINISI List Rangking Jika elemen-elemen dari list berisi 0 atau 1 dan operasi asosiatif merupakan penambahan, maka masalah ini biasa disebut list ranking. 21 List Rangking 22
12 List Rangking LIST.RANKING (CREW PRAM): Initial condition : Values in array next represent a linked list Final condition : Values in array position contain original distance of each element from end of list Global variables : n, position[0 (n - 1)], next[0 (n - 1)], j begin spawn (P 0, P 1, P 2,, P n-1 ) for all P i where 0 i n 1 do if next[i] = i then position[i] 0 else position[i] 1 endif for j 1 to log n do position[i] position[i] + position[next[i]] next[i] next[next[i]] end 23 List Rangking GAMBARAN PSEUDOCODE Untuk menunjukkan posisi list adalah dengan menghitung jumlah penelusuran antara elemen list dan akhir list. Hanya ada (n-1) pointer antara elemen list awal dan akhir list. Jika satu prosesor diasosiasikan dengan setiap elemen list dan pointer lompatan secara paralel, jarak dari akhir list hanya ½ bagian melalui instruksi next[i] next[next[i]]. Jika sebuah prosesor menambah hitungan ke link-traversalnya sendiri, position[i], hitungan link-traversal sekarang dari successornya dapat dicapai. 24
13 List Rangking KOMPLEKSITAS Rutin spawn : Θ(log n), Perulangan for : maksimal log n kali Waktu kompleksitas algoritma : Θ(log n), dengan n prosesor 25 Preorder Tree Traversal DEFINISI Secara sekuensial PREORDER.TRAVERSAL(nodeptr): begin if nodeptr null then nodecount codecount + 1 nodeptr.label nodecount PREORDER.TRAVERSAL(nodeptr.left) PREORDER.TRAVERSAL(nodeptr.right) endif end 26
ALGORITMA-ALGORITMA PARALLEL RANDOM ACCESS MACHINE (PRAM = pea ram) Ver
ALGORITMA-ALGORITMA PARALLEL RANDOM ACCESS MACHINE (PRAM = pea ram) Ver. 3.1-2016 http://openstat.sekolahku.org http://kelas.sekolahku.org Introduction Simulasi : to Pendahuluan Parallel Algorithm p :
ALGORITMA-ALGORITMA PARALLEL RANDOM ACCESS MACHINE (PRAM = pea ram)
ALGORITMA-ALGORITMA PARALLEL RANDOM ACCESS MACHINE (PRAM = pea ram) Algoritma yang dibahas : 1. Parallel reduction 2. Prefix sums 3. List ranking 4. Pre-order tree traversal 5. Merging two sorted lists
ALGORITMA-ALGORITMA PARALLEL RANDOM ACCESS MACHINE (PRAM)
ALGORITMA-ALGORITMA PARALLEL RANDOM ACCESS MACHINE (PRAM) Algoritma yang dibahas : 1. Parallel reduction 2. Prefix sums 3. List ranking 4. Pre-order tree traversal` 5. Merging two sorted lists 6. Graph
Preorder Tree Traversal
Preorder Tree Traversal Dimana paralelnya? Operasi dasarnya adalah pelabelan pada node. Label pada verteks sub pohon kanan tidak dapat diberikan sampai diketahui berapa banyak verteks yang ada di sub pohon
NOTASI UNTUK ALGORITMA PARALEL
NOTASI UNTUK ALGORITMA PARALEL Untuk Shared-Memory Model Global Local Untuk Distributed Memory Machine Parameter Æ suatu konstanta yang sudah dikomunikasikan antar prosesor. Umum +, x, Å if else endif
NOTASI UNTUK ALGORITMA PARALEL
NOTASI UNTUK ALGORITMA PARALEL Untuk Shared-Memory Model Global Local Untuk Distributed Memory Machine Parameter suatu konstanta yang sudah dikomunikasikan antar prosesor. Umum +, x, if else endif ; while
JARINGAN UNTUK MERGING
SORTING - Merging Definisi: A = {a 1, a 2,..., a r } B = {b 1, b 2,..., b s } merupakan dua deret angka yang terurut naik; merge A dan B merupakan deret C = {c 1, c 2,..., c r+s } yang juga terurut naik,
SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA
Mata Kuliah Kode / SKS Program Studi Fakultas : Pengolahan Paralel : AK012215 / 2 SKS : Sistem Komputer : Ilmu Komputer & Teknologi Informasi 1 Pendahuluan Agar mahasiswa mengerti akan apa yang dimaksud
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH PENGOLAHAN PARALEL (S1/ TEKNIK KOMPUTER)
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH PENGOLAHAN PARALEL (S1/ TEKNIK KOMPUTER) Minggu Media Tugas Referensi 1 Pendahuluan butuhan akan komputer paralel Quinn, Agar mahasiswa mengerti akan apa yang dimaksud
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH ALGORITMA PENGOLAHAN PARALEL (S1/ TEKNIK INFORMATIKA)
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH ALGORITMA PENGOLAHAN PARALEL (S1/ TEKNIK INFORMATIKA) Minggu Media Tugas Referensi 1 Pendahuluan butuhan akan komputer paralel Quinn, Agar mahasiswa mengerti akan apa
PENDAHULUAN. -. Pengolahan data numerik dalam jumlah yang sangat besar. -. Kebutuhan akan ketersediaan data yang senantiasa up to date.
PENDAHULUAN 1 Kebutuhan akan Pengolahan Paralel Motivasi : - Pengolahan data numerik dalam jumlah yang sangat besar - Kebutuhan akan ketersediaan data yang senantiasa up to date Contoh 11 : Simulasi sirkulasi
STRATEGI DIVIDE AND CONQUER
Pemrogram bertanggung jawab atas implementasi solusi. Pembuatan program akan menjadi lebih sederhana jika masalah dapat dipecah menjadi sub masalah - sub masalah yang dapat dikelola. Penyelesaian masalah
BAB II DASAR TEORI. 2.1 Pergerakan Telepon Seluler Sebagai Sumber Data
II-1 BAB II DASAR TEORI Bab ini memuat beberapa dasar teori yang mendukung dalam pengerjaan Tugas Akhir, serta penjelasan mengenai berbagai metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan dalam
Pengolahan Paralel PENGOLAHAN PARALEL. Ernastuti 1/58. Ernastuti
PENGOLAHAN PARALEL 1/58 LATAR BELAKANG Pengolahan Paralel Banyak aplikasi2 membutuhkan kemampuan komputasi yang jauh lebih besar dari kemampuan komputer prosesor tunggal Ada 2 cara yang dapat dicapai untuk
BAB VII ALGORITMA DIVIDE AND CONQUER
BAB VII ALGORITMA DIVIDE AND CONQUER Pemrogram bertanggung jawab atas implementasi solusi. Pembuatan program akan menjadi lebih sederhana jika masalah dapat dipecah menjadi sub masalah - sub masalah yang
PENDAHULUAN. Motivasi : -. Pengolahan data numerik dalam jumlah yang sangat besar. -. Kebutuhan akan ketersediaan data yang senantiasa up to date.
PENDAHULUAN 1 Kebutuhan akan Pengolahan Paralel Motivasi : - Pengolahan data numerik dalam jumlah yang sangat besar - Kebutuhan akan ketersediaan data yang senantiasa up to date Contoh 11 : Simulasi sirkulasi
Penerapan Pohon Dalam Heap Sort
enerapan ohon Dalam Sort Firdi Mulia Jurusan Teknik Informatika ITB, Bandung, email: [email protected] Abstract Makalah ini membahas tentang penerapan pohon heap dalam metode pengurutan data
Buku Ajar Struktur Data
B a g i a n 5 Tujuan Instruksional Khusus Pokok Bahasan Mahasiswa mampu menjelaskan struktur data nonlinier Tree. Mahasiswa mampu memahami operasi pada struktur data Tree Struktur data Tree secara umum.
PENGOLAHAN PARALEL. Ernastuti
PENGOLAHAN PARALEL Ernastuti LATAR BELAKANG Banyak aplikasi2 membutuhkan kemampuan komputasi yang jauh lebih besar dari kemampuan komputer prosesor tunggal Ada 2 cara yang dapat dicapai untuk memenuhi
BAB IX LINKED LIST (SENARAI BERANTAI)
BAB IX LINKED LIST (SENARAI BERANTAI) Linked list atau biasa disebut senarai berantai adalah suatu kumpulan data yang saling terhubung antar 1 data dengan data berikutnya. Suatu element (disebut dengan
Konsep Dasar Pemrograman
Konsep Dasar Pemrograman I. Algoritma Pemrograman Yang Baik Ciri-ciri algoritma pemrograman yang baik adalah : 1. Memiliki logika perhitungan/metode yang tepat dalam memecahkan masalah 2. Menghasilkan
Algoritma Divide and Conquer
Algoritma Algoritma divide and conquer sudah lama diperkenalkan sebagai sumber dari pengendalian proses paralel, karena masalah-masalah yang terjadi dapat diatasi secara independen. Banyak arsitektur dan
Algoritma dan Struktur Data. Pertemuan 7 Linked List
Algoritma dan Struktur Data Pertemuan 7 Linked List Definitions Linked List Struktur data yang terdiri atas sekumpulan data bertipe sama Memperhatikan urutan Array Struktur data yang terdiri atas sekumpulan
OPERASI MATRIKS. a 11 a 12 a 13 a 14 A = a 21 a 22 a 23 a 24 a 31 a 32 a 33 a 34 a 41 a 42 a 43 a 44
OPERASI MATRIKS Topik yang akan dibahas transpose perkalian TRANSPOSE Definisi: a 11 a 12 a 13 a 14 A = a 21 a 22 a 23 a 24 a 31 a 32 a 33 a 34 a 41 a 42 a 43 a 44 a 11 a 21 a 31 a 41 A T = a 12 a 22 a
ALGORITMA PENGURUTAN & PENCARIAN
Materi kuliah ALGORITMA PENGURUTAN & PENCARIAN Ir. Roedi Goernida, MT. ([email protected]) Program Studi Sistem Informasi Fakultas Rekayasa Industri Institut Teknologi Telkom Bandung 2011 1 Pengelompokan
Konsep Dasar Struktur Data. Struktur Data
Konsep Dasar Struktur Data Algoritma dan Pemrograman Tahar Agastani Teknik Informatika UIN - 2008 Struktur Data DATA: Bahan/fakta yang digunakan dalam perhitungan / operasi untuk menghasilkan informasi
Algoritma dan Struktur Data. Binary Tree & Binary Search Tree (BST)
Algoritma dan Struktur Data Binary Tree & Binary Search Tree (BST) Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Malang 2016 Outline Tree Binary tree Istilah pada tree Operasi dasar binary tree BST Definisi
Studi Mengenai Perbandingan Sorting Algorithmics Dalam Pemrograman dan Kompleksitasnya
Studi Mengenai Perbandingan Sorting Algorithmics Dalam Pemrograman dan Kompleksitasnya Ronny - 13506092 Jurusan Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung Email : [email protected] 1. Abstract
1. Traversing Untuk algoritma traversing sama seperti pada single Link List
SENARAI BERANTAI DUA ARAH (DOUBLE LINKED LIST) Senarai Berantai Dua Arah (Double Linked List) merupakan bentuk pengembangan Senarai Berantai (Link List) yang tidak hanya memiliki pointer yang menunjuk
NASKAH UJIAN UTAMA. JENJANG/PROG. STUDI : DIPLOMA TIGA / MANAJEMEN INFORMATIKA HARI / TANGGAL : Kamis / 18 FEBRUARI 2016
NASKAH UJIAN UTAMA MATA UJIAN : LOGIKA DAN ALGORITMA JENJANG/PROG. STUDI : DIPLOMA TIGA / MANAJEMEN INFORMATIKA HARI / TANGGAL : Kamis / 18 FEBRUARI 2016 NASKAH UJIAN INI TERDIRI DARI 80 SOAL PILIHAN GANDA
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Algoritma Algoritma berasal dari nama ilmuwan muslim dari Uzbekistan, Abu Ja far Muhammad bin Musa Al-Khuwarizmi (780-846M). Pada awalnya kata algoritma adalah istilah yang merujuk
Algoritma dan Struktur Data
Algoritma dan Struktur Data Program Program: sederetan perintah-perintah yang harus dikerjakan oleh komputer untuk menyelesaikan masalah. 3 level bahasa pemrograman: 1. Bahasa tingkat rendah 2. Bahasa
KOMPONEN KOMPUTER PARALLEL
KOMPONEN KOMPUTER PARALLEL Beberapa hal yang berkaitan dengan desain arsitektur paralel : Large set of registers Large physical address space Processor scheduling Processor synchronization Interconnection
ALGORITMA & PEMROGRAMAN
ALGORITMA & PEMROGRAMAN Oleh: Tim Algoritma & Pemrograman IF Linked List PENGERTIAN LINKED LIST Salah satu bentuk struktur data, berisi kumpulan data (node) yang tersusun secara sekuensial, saling sambung-menyambung,
SENARAI BERANTAI (LINK LIST)
SENARAI BERANTAI (LINK LIST) Salah satu solusi untuk mengatasi kekurangan array adalah dengan Linked List. Linked List (senarai berantai satu arah atau one way list) merupakan struktur data dinamis yang
KEBUTUHAN KOMPUTER PARALEL
PEMROSESAN KEBUTUHAN KOMPUTER Simulasi sirkulasi global laut di Oregon State University Lautan dibagi ke dalam 4096 daerah membentang dari timur ke barat, 1024 daerah membentang dari utara ke selatan dan
Soal hari Jumat (16/10) Latihan 10 MS
hari Jumat (16/10) Latihan 10 MS count, sum, i adalah variabel tunggal bertipe data integer i 1 count 0 sum 0 while (i < 30) do sum sum + i count count + 1 i i + i 1. Berapakah final state variabel sum?
Tree (Struktur Data) Nisa ul Hafidhoh, MT
Tree (Struktur Data) Nisa ul Hafidhoh, MT Struktur Data Linier 1 5 8 9 2 ARRAY 0 1 2 3 n Head Tail QUEUE O U T 1 2 3 4 STACK 4 3 2 1 I N 10 8 14 LINKED LIST Struktur Tree Struktur Tree adalah struktur
Penggunaan Algoritma Paralel dalam Optimasi Prosesor Multicore
Penggunaan Algoritma Paralel dalam Optimasi Prosesor Multicore Rafi Ramadhan 13512075 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10
Penerapan Algoritma Bucket Sort Untuk melakukan Pengurutan n buah Bilangan Mata Kuliah Pemrosesan Paralel
Penerapan Algoritma Bucket Sort Untuk melakukan Pengurutan n buah Bilangan Mata Kuliah Pemrosesan Paralel OLEH : SUPRIYANTO (G651090191) OKE HENDRADHY (G651090101) KAMALUDDIN MAHFUDZ (G651090231) DEPARTEMEN
Algoritma Heap Sort. Sekolah Teknik Elektro & Informatika Departemen Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha 10, Bandung
Algoritma Heap Sort Paul Gunawan Hariyanto 1, Dendy Duta Narendra 2, Ade Gunawan 3 Sekolah Teknik Elektro & Informatika Departemen Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha 10, Bandung
Algoritma Bubble Sort dan Quick Sort
Algoritma Bubble Sort dan Quick Sort Pengertian/Konsep Buble Sort Metode pengurutan gelembung (Bubble Sort) diinspirasikan oleh gelembung sabun yang berada dipermukaan air. Karena berat jenis gelembung
6. TREE / BINARY TREE
6. TREE / BINARY TREE TUJUAN PRAKTIKUM 1. Praktikan mengenal Struktur data Tree. 2. Praktikan mengenal jenis-jenis tree, seperti binary tree. 3. Praktikan mengenal istilah-istilah yang terdapat didalam
BAB 2. LANDASAN TEORI 2.1. Algoritma Huffman Algortima Huffman adalah algoritma yang dikembangkan oleh David A. Huffman pada jurnal yang ditulisnya sebagai prasyarat kelulusannya di MIT. Konsep dasar dari
Optimalisasi Algoritma Pencarian Data Memanfaatkan Pohon Biner Terurut
Optimalisasi Algoritma Pencarian Data Memanfaatkan Pohon Biner Terurut Mohammad Rizky Adrian 1) 1) Jurusan Teknik Informatika ITB, Bandung 40132, email: [email protected] Abstract Makalah ini
PERTEMUAN 2 ALGORITMA & PEMROGRAMAN
PERTEMUAN 2 ALGORITMA & PEMROGRAMAN POKOK BAHASAN 1. Pendahuluan 2. Tahapan Pembangunan Program 3. Pengenalan Algoritma 4. Cara Menyajikan Algoritma 5. Data Program 6. Elemen-Elemen Program PENDAHULUAN
STRUKTUR DATA. Nama : Sulfikar Npm : STMIK Handayani Makassar
STRUKTUR DATA Nama : Sulfikar Npm : 2013020076 STMIK Handayani Makassar Pengertian Quick Sort Algoritma sortir yang efisien yang ditulis oleh C.A.R. Hoare pada 1962. Dasar strateginya adalah memecah dan
GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP)
Mata Kuliah : Algoritma II Bobot Mata Kuliah : 3 Sks GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) Deskripsi Mata Kuliah : Struktur Stack (satu dan dua sisi), Queue (Linear Queu, Circular Queue, Double Ended
Searching [pencarian] Algoritma Pemrograman
Searching [pencarian] Algoritma Pemrograman [email protected] 1 Jenis Pencarian Pencarian Internal proses pencarian dilakukan pada memori utama (RAM). Pencarian Eksternal proses pencarian dilakukan
Pengenalan Trie dan Aplikasinya
Pengenalan Trie dan Aplikasinya Reinhard Denis Najogie - 13509097 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia
Pohon Biner Sebagai Struktur Data Heap dan Aplikasinya
Pohon Biner Sebagai Struktur Data Heap dan Aplikasinya Muhammad Adinata/13509022 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung
Soal hari Selasa (13/10) Latihan 7 AN
hari Selasa (13/10) Latihan 7 AN Kamus Data X, Y adalah variabel tunggal bertipe data integer if X > 4 then Y 5 1. Pernyataan yang salah tentang algoritma di atas adalah... a. X dan Y pasti bilangan bulat
Analisa dan Perancangan Algoritma. Ahmad Sabri, Dr Sesi 1: 9 Mei 2016
Analisa dan Perancangan Algoritma Ahmad Sabri, Dr Sesi 1: 9 Mei 2016 Apakah algoritma itu? Asal istilah: Al Khwarizmi (± 800 M), matematikawan dan astronomer Persia. Pengertian umum: "suatu urutan langkah-langkah
Pencarian pada Array. Tim PHKI Modul Dasar Pemrograman Fakultas Ilmu Komputer UDINUS Semarang
Pencarian pada Array Tim PHKI Modul Dasar Pemrograman Fakultas Ilmu Komputer UDINUS Semarang Latar Belakang Merupakan proses yang penting karena sering dilakukan terhadap sekumpulan data yang disimpan
Algoritma dan Struktur data
Pertemuan 2, Algoritma dan Struktur data Tenia wahyuningrum & Sisilia Thya Safitri VISI ST3 TELKOM Menjadi Perguruan Tinggi yang Unggul di Bidang Teknologi Telematika dan membentuk insan yang berkarakter
TUGAS MATA KULIAH TEKNIK KOMPILASI
TUGAS MATA KULIAH TEKNIK KOMPILASI TEKNIK OPTIMASI DAN TABEL INFORMASI DOSEN : HARUN MUKHTAR,M.KOM Nama : Walter Sitio NIM : 080403019 Jurusan : Teknik Infomatika UNIVERSITAS MUHAMMAHDIYAH RIAU Teknik
PENGGUNAAN ALGORITMA PARALEL DALAM OPTIMASI PROSESOR MULTICORE
PENGGUNAAN ALGORITMA PARALEL DALAM OPTIMASI PROSESOR MULTICORE Penggunaan Algoritma Paralel dalam Optimasi Prosesor Multicore Rafi Ramadhan 13512075 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro
REKAYASA PERANGKAT LUNAK PEMBELAJARAN POHON EKSPRESI (EXPRESSION TREE)
Techno.OM, Vol. 10, No. 4, November 2011: 153-161 REKAYASA PERANGKAT UNAK PEMEAARAN POHON EKSPRESI (EXPRESSION TREE) Sumardi Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer Universitas ian Nuswantoro
Review : Sifat Implementasi Linear List dengan Array
Pertemuan 10 Linked List Disusun oleh : PH. Prima Rosa, S.Si., M.Sc. Sri Hartati Wijono, S.Si. 2003/2004 Pert. 10 Struktur Data - FMIPA USD - 2003 Hal. 1 Review : Sifat Implementasi Linear List dengan
UNIVERSITAS GUNADARMA
UNIVERSITAS GUNADARMA SK No. 92 / Dikti / Kep /1996 Fakultas Ilmu Komputer, Teknologi Industri, Ekonomi,Teknik Sipil & Perencanaan, Psikologi, Sastra Program Diploma (D3) Manajemen Informatika, Teknik
Linked List. Bandung 2013
Linked List Bandung 2013 PENGERTIAN LINKED LIST Salah satu bentuk struktur data, berisi kumpulan data (node) yang tersusun secara sekuensial, saling sambung-menyambung, dinamis dan tidak terbatas. Linked
Pertemuan Ke-2 (Teks Algoritma) Rahmady Liyantanto. S1 Teknik Informatika-Unijoyo
Algoritma Pemrograman Pertemuan Ke-2 (Teks Algoritma) Rahmady Liyantanto Sub Pokok Bahasan Pendahuluan Judul Algoritma Deklarasi Deskripsi Translasi Teks Algoritma ke dalam Teks Program Bahasa Pascal Tabel
Objek Data, Variabel, dan Konstanta. Konsep Bahasa Pemrograman Materi 4 Yudianto Sujana, M.Kom
Objek Data, Variabel, dan Konstanta Konsep Bahasa Pemrograman Materi 4 Yudianto Sujana, M.Kom Pengantar Penyimpanan data di komputer (memori, register, dan lainnya) Organisasi yang sederhana Barisan bit
OPERASI LOGIKA PADA GENERAL TREE MENGGUNAKAN FUNGSI REKURSIF
OPERASI LOGIKA PADA GENERAL TREE MENGGUNAKAN FUNGSI REKURSIF Lutfi Hakim (1), Eko Mulyanto Yuniarno (2) Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro (1), Dosen Pembimbing (2) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Analisis Algoritma: Anany Levitin, Introduction to Design and Analysis of Algorithm, 3 rd Edition, Pearson Education, Inc.
Analisis Algoritma: Anany Levitin, Introduction to Design and Analysis of Algorithm, 3 rd Edition, Pearson Education, Inc., Addison-Wesley Agenda. Introduction Bab 6: Transform-and-Conquer Fakultas Teknologi
UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL 2005/2006 ALGORITMA & STRUKTUR DATA / CS2014
UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL 2005/2006 ALGORITMA & STRUKTUR DATA / CS2014 NIM: Nama : HARI : Rabu, 4 Januari 2006 WAKTU : 135 Menit Tanda tangan: DOSEN : TIM SIFAT : Tutup Buku Petunjuk Baca dengan teliti
Studi Digital Tree dan Aplikasinya pada Kamus
Studi Digital Tree dan Aplikasinya pada Kamus Anis Istiqomah - NIM : 13505116 Program Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha 10, Bandung E-mail : [email protected]
Penerapan Teknik Binary Search Tree Sebagai Alternatif Penyimpanan Data
Penerapan Teknik Binary Search Tree Sebagai Alternatif Penyimpanan Data Reynald Alexander G 13509006 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
Pohon Biner (Bagian 1)
Pohon Biner (Bagian 1) Tim Pengajar IF2110R Semester I 2016/2017 1 Tujuan Mahasiswa memahami definisi pohon dan pohon biner Berdasarkan pemahaman tersebut, mampu membuat fungsi sederhana yang memanipulasi
Pada kondisi ini proses penghapusan tidak bisa dilakukan Kondisi linked list memiliki hanya 1 data{satu simpul} Akhir. Akhir
3. Penghapusan a. Penghapusan di awal/depan Penghapusan data di awal adalah proses menghapus simpul pertama (yang ditunjuk oleh variabel pointer ), sehingga variabel pointer akan berpindah ke simpul berikutnya.
BAB VII Tujuan 7.1 Deskripsi dari Binary Tree
A VII Tree Tujuan 1. Mempelajari variasi bagian-bagian dari tree sebagai suatu bentuk struktur tak linier 2. Mempelajari beberapa hubungan fakta yang direpresentasikan dalam sebuah tree, sehingga mampu
TEKNIK OPTIMASI. Dependensi Optimasi. Optimasi Lokal. Menghasilkan kode program dengan ukuran yang lebih kecil, sehingga lebih cepat eksekusinya.
Dependensi Optimasi TEKNIK OPTIMASI Menghasilkan kode program dengan ukuran yang lebih kecil, sehingga lebih cepat eksekusinya. Berdasarkan ketergantungan pada mesin : Machine Dependent Optimizer Machine
Sorting Algorithms. Algoritma dan Struktur Data. Sorting algorithms
1. Insertion 2. Selection 3. Bubble 4. Shell 5. Quick 6. Merge Sorting Algorithms Sorting algorithms Metode Insertion, selection dan bubble sort memiliki worst-case performance yang bernilai quadratik
Analisis Kecepatan Sorting Dengan Notasi Big O
Analisis Kecepatan Sorting Dengan Notasi Big O Rama Aulia NIM : 13506023 Program Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha 10, Bandung E-mail : [email protected] Abstrak Sorting
Penerapan Algoritma Backtracking pada Pewarnaan Graf
Penerapan Algoritma Backtracking pada Pewarnaan Graf Deasy Ramadiyan Sari 1, Wulan Widyasari 2, Eunice Sherta Ria 3 Laboratorium Ilmu Rekayasa dan Komputasi Departemen Teknik Informatika, Fakultas Teknologi
List Linear (Linked List) Farah Zakiyah Rahmanti 2014
List Linear (Linked List) Farah Zakiyah Rahmanti 2014 Overview Single Linked List Double Linked List Circular List SINGLE LINKED LIST Deskripsi Single linked list atau biasa disebut dengan linked list
Penerapan BFS dan DFS pada Pencarian Solusi
Penerapan BFS dan DFS pada Pencarian Solusi Bahan Kuliah IF2151 Strategi Algoritmik Oleh: Rinaldi Munir 1 Pengorganisasian Solusi Kemungkinan2 solusi dari persoalan membentuk ruang solusi (solution space)
Laporan Praktikum 14 (5) ( ) Metode Komputasi Matematika. Penyelesaian Soal UAS Metode Komputasi Syarif Abdullah (G )
Laporan Praktikum 14 (5) (19-01-2015) Metode Komputasi Matematika Penyelesaian Soal UAS Metode Komputasi 2016 Syarif Abdullah (G551150381) Matematika Terapan FMIPA Institut Pertanian Bogor e-mail: [email protected]
ANALISIS PERBANDINGAN ALGORITMA SELECTION SORT DENGAN MERGE SORT
ANALISIS PERBANDINGAN ALGORITMA SELECTION SORT DENGAN MERGE SORT Disusun untuk memenuhi tugas UTS mata kuliah : Analisis Algoritma Oleh : Eka Risky Firmansyah 1110091000043 Program Studi Teknik Informatika
Aplikasi Algoritma Runut Balik dalam Pembangkitan Elemen Awal Permainan Sudoku
Aplikasi Algoritma Runut Balik dalam Pembangkitan Elemen Awal Permainan Sudoku Muhammad Farhan Kemal / 13513085 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi
Pendeteksian Kemacetan Lalu Lintas dengan Compute Unified Device Architecture (CUDA)
Pendeteksian Kemacetan Lalu Lintas dengan Compute Unified Device Architecture (CUDA) LAPORAN TUGAS AKHIR Disusun sebagai syarat kelulusan tingkat sarjana oleh: Muhammad Ismail Faruqi / 13503045 PROGRAM
4 LINKED LIST. 4.1 Istilah-istilah 1. Simpul Simpul terdiri dari dua bagian, yaitu : Bagian data Bagian pointer yang menunjuk ke simpul berikutnya.
4 LINK LIST Linked list adalah struktur berupa rangkaian elemen saling berkaitan dimana tiap elemen dihubung elemen lain melalui pointer. Pointer adalah alamat elemen. Penggunaan pointer untuk mengacu
Pohon dan Pohon Biner
Pertemuan 14 Pohon dan Pohon Biner P r a j a n t o W a h y u A d i [email protected] +6285 641 73 00 22 Rencana Kegiatan Perkuliahan Semester # Pokok Bahasan 1 Pengenalan Struktur Data 2 ADT Stack
B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T. Tinaliah, S.Kom POHON BINER
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z POHON BINER Tinaliah, S.Kom DEFINISI Pohon (dalam struktur data) struktur berisi sekumpulan elemen dimana salah satu elemen adalah akar (root) dan elemen-elemen
Algoritma. Contoh Algoritma
Algoritma urutan langkah langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis dan logis. Berasal dari nama penulis buku arab Abu Ja far Muhammad Ibnu Musa Al-Khuwarizmi Merupakan jantung ilmu
Implementasi Algoritma Runut Balik dalam Pengenalan Citra Wajah pada Basis Data
Implementasi Algoritma Runut Balik dalam Pengenalan Citra Wajah pada Basis Data Restu Arif Priyono / 13509020 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi
TEKNIK KOMPILASI Tony Darmanto,ST / Smt V S1 TI / STMIK WIDYA DHARMA/ Hal 1
1. PENDAHULUAN TEKNIK KOMPILASI Tony Darmanto,ST / Smt V S1 TI / STMIK WIDYA DHARMA/ Hal 1 Arti Kata Teknik Kompilasi Teknik adalah suatu Metode atau Cara Kompilasi adalah suatu Proses mengabungkan serta
ANALISIS DAN PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK
BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK Bab ini membahas analisis perancangan perangkat lunak (diberi nama c2p) dari segi struktur data dan analisis aliran data. Hal-hal yang dibahas diantaranya
MODUL PRAKTIKUM STRUKTUR DATA Modul ke-1, Pertemuan ke-1 Nama file : P01-XXX (XXX adalah 3 digit terakhir NIM) Deskripsi: Senarai, Traversal
MODUL PRAKTIKUM STRUKTUR DATA Modul ke-1, Pertemuan ke-1 Nama file : P01-XXX (XXX adalah 3 digit terakhir NIM) Senarai, Traversal Deklarasi global: type TInfo = integer type Address = pointer to Elemen
ANALISIS ALGORITMA. Disusun Oleh: Analisis Masalah dan Running Time. Adam Mukharil Bachtiar Teknik Informatika UNIKOM
ANALISIS ALGORITMA Analisis Masalah dan Running Time Disusun Oleh: Adam Mukharil Bachtiar Teknik Informatika UNIKOM [email protected] AGENDA PERKULIAHAN DEFINISI MASALAH f x = a 0 + a n cos nπx +
Lab. Teknik Informatika Struktur Data 1
2. POINTER dan SINGLE LINK LIST TUJUAN PRAKTIKUM 1. Praktikan mengetahui tipe struktur data baru yaitu tipe data Pointer. 2. Praktikan menggunakan pointer didalam pembuatan program dan dapat menerapkannya
BAHASA PEMROGRAMAN 1 (PERTEMUAN 3)
BAHASA PEMROGRAMAN 1 (PERTEMUAN 3) ARRAY KUMPULAN SOAL LATIHAN PREPARED BY CHANDRA 092110187 05 06 2010 (REVISED) PENGENALAN ARRAY Array dari Pesawat Array dari Serangga Array dari Kartu Array dari Karakter
STRUKTUR DASAR ALGORITMA
STRUKTUR DASAR ALGORITMA Pertemuan 5 Muhamad Haikal, S.Kom., MT Struktur Dasar Algoritma 1. Struktur Sequence (Runtunan) 2. Struktur Selection (Pemilihan) 3. Struktur Repetition (Perulangan) Struktur Sequence
Pertemuan Ke-4 Urutan (sequence) Rahmady Liyantanto. liyantanto.wordpress.com. S1 Teknik Informatika-Unijoyo
Algoritma Pemrograman Pertemuan Ke-4 Urutan (sequence) Rahmady Liyantanto [email protected] liyantanto.wordpress.com Sub Pokok Bahasan Nilai Pengisian nilai ke dalam nama peubah Ekspresi Menuliskan
Semester Ganjil 2014 Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan. Caca E. Supriana, S.Si.,MT.
Semester Ganjil 2014 Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan Caca E. Supriana, S.Si.,MT. [email protected] Two Phase Locking Techniques Locking adalah sebuah operasi yang
PROGRAM STUDI S1 SISTEM KOMPUTER UNIVERSITAS DIPONEGORO. Oky Dwi Nurhayati, ST, MT email: [email protected]
PROGRAM STUDI S1 SISTEM KOMPUTER UNIVERSITAS DIPONEGORO Oky Dwi Nurhayati, ST, MT email: [email protected] Kinerja yang perlu ditelaah pada algoritma: beban komputasi efisiensi penggunaan memori Yang perlu
Ujian Tengah Semester Struktur Data dan Algoritma Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia 9 November 2006
Ujian Tengah Semester Struktur Data dan Algoritma Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia 9 November 2006 Bagian A (total 75 point) Petunjuk: Jawablah ke 25 pertanyaan berikut ini dan isikan jawaban
Algoritma Pemrograman
Algoritma Pemrograman Pertemuan Ke-4 (Nilai dan Urutan [Sequence]) :: Noor Ifada :: S1 Teknik Informatika-Unijoyo 1 Sub Pokok Bahasan Nilai Pengisian nilai ke dalam nama peubah Ekspresi Menuliskan Nilai
STRUKTUR DATA. Deskripsi Mata Kuliah
STRUKTUR DATA Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini memberi pelajaran tentang paradigma pemrograman, array, string, matriks, record. Mata kuliah ini juga memberi pemahaman tentang list linear, multi link
Senarai berantai. linked list. Pertemuan keenam Struktur data st3telkom.ac.id. by : tenia wahyuningrum & Sisilia Thya Safitri
Senarai berantai linked list Pertemuan keenam Struktur data st3telkom.ac.id by : tenia wahyuningrum & Sisilia Thya Safitri Senarai berantai Dalam pemakaian sehari-hari istilah senarai berantai (list) adalah
