Pemanfaatan Directed Acyclic Graph untuk Merepresentasikan Hubungan Antar Data dalam Basis Data
|
|
|
- Lanny Hartono
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Pemanfaatan Directed Acyclic Graph untuk Merepresentasikan Hubungan Antar Data dalam Basis Data Winson Waisakurnia ( ) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia Abstrak Kita sering mencari suatu data dalam basis data. Wikipedia merupakan laman dengan basis data yang besar dan menampung banyak data/pengetahuan. Terkadang kita tidak mengerti penjelasan yang terdapat pada basis data tersebut karena untuk mengerti data tersebut kita perlu membaca data yang mendahului atau menjadi dasar dari data tersebut. Graf dapat digunakan untuk merepresentasikan basis data sehingga kita dapat mengakses suksesor dan predesesor suatu data dengan mudah. Directed Acyclic Graf, graf berarah dan tidak bersirkuit adalah salah satu representasi graf yang cocok untuk merepresentasikan basis data dengan kebutuhan pengaksesan suksesor dan predesesor dengan cepat. Index Terms data, database, representasi, DAG, graf, berarah. I. PENDAHULUAN Ketidaktahuan suatu istilah atau data seringkali berakhir dengan pencarian data dalam basis data. Salah satu tempat yang paling sering dikunjungi untuk mencari suatu data adalah Wikipedia, proyek ensiklopedia multibahasa yang dapat diakses melalui internet. Pencarian data terutama melalui internet dilakukan oleh berbagai kalangan masyarakat untuk memenuhi rasa ingin tahu ataupun karena tuntutan pendidikan atau pekerjaan. Kadang kita tidak mengerti data yang telah dicari melalui internet. Kejadian seperti ini disebabkan karena kita belum mengetahui atau membaca data lainnya yang menjadi predesesor, menjadi dasar dari data yang sedang kita akses. Contohnya ketika kita ingin mengetahui pengertian DAG (Directed Acyclic Graf), kita mencarinya di Wikipedia. Namun jika kita belum pernah membaca tentang graf, maka kemungkinan besar kita tidak akan mengerti tentang DAG setelah membacanya di Wikipedia. Kandang kita juga ingin mengetahui manfaat dari suatu data setelah membacanya dari basis data. Akan sangat mudah jika dari data yang kita akses terdapat rujukan ke laman lainnya yang memuat manfaat-manfaat dari data yang sedang kita baca secara langsung. Misalnya dari membaca graf kita mengetahui bahwa terdapat DAG. Dari membaca DAG kita mengetahui bahwa kita dapat melakukan topological sort pada DAG. Dari topological sort kita dapat menyusun rencana pengambilan mata kuliah. Jika kita dapat menghubungkan setiap data maka kita dapat dengan mudah mengakses dasar dari suatu data dan turunan dari suatu data sehingga pengaksesan data menjadi lebih efisien. II. TEORI DASAR 2.1 Graf Graf adalah sebuah struktur yang terdiri dari himpunan simpul (node atau vertices) dan sisi (edge atau arc). Kumpulan simpul dan sisi boleh disebut graf jika terdapat minimal satu simpul pada himpunan simpul sedangkan himpunan sisi boleh kosong. Graf yang hanya memiliki satu simpul tanpa sisi dinamakan graf trivial. Menurut buku Matematika Diskrit [1], simpul pada graf dapat dinomori dengan huruf, misalnya a,b,c,, dengan bilangan asli 1,2,3,.., atau gabungan keduanya. Sisi yang menghubungkan simpul v i dan simpul v j dapat dinyatakan dengan pasangan (v i, v j ) atau dengan lambang e 1,e 2, Gambar 2.1 Visualisasi dari graf Gambar 2.1 memperlihatkan contoh dari graf dengan simpul a,b,c,d dan sisi e 1,e 2,e 3. Sisi e 3 menghubungkan node b dan d. Sisi e 1 menghubungkan node a dan d. Sisi e 2 menghubungkan node a dan c. Graf juga dapat dituliskan dalam bentuk himpunan simpul dan sisi. Jika V adalah himpunan simpul dan E adalah himpunan sisi, maka dapat graf pada Gambar 2.1 dapat dituliskan dalam bentuk V={a,b,c,d} dan E={(b,d), (a,d), (a,c)} Jenis-Jenis Graf Sisi pada graf dapat memiliki arah. Berdasarkan ada tidaknya arah pada sisi graf, graf dibedakan menjadi dua jenis [1]: 1. Graf tak-berarah (undirected graph) Graf berarah adalah graf yang sisinya tidak memiliki arah. Pada graf tak berarah, urutan simpul pada
2 penulisan sisi tidak penting. Sisi (v j,v k ) dengan sisi (v k,v j ) adalah sama dan kita hanya perlu menuliskan salah satunya pada himpunan sisi jika hanya satu sisi yang menghubungkan v k dan v j. Gambar 2.1 merupakan visualisasi dari graf yang tergolong graf tak-berarah. 2. Graf berarah (directed graph atau digraph) Graf berarah adalah graf yang sisinya diberikan arah. Pada graf berarah sisi lebih sering disebut busur. Busur (v j,v k ) berbeda dengan busur (v k,v j ). Jika (v j,v k ) adalah sisi berarah/busur, maka v j adalah simpul asal (initial vertex) dan v k adalah simpul terminal (terminal vertex). Pada busur (v j,v k ) terdapat jalur dari v j ke v k tapi tidak sebaliknya. Gambar 2.2 adalah contoh dari graf berarah. Siklus adalah lintasan yang berawal dan berakhir pada simpul yang sama. 7. Terhubung (Connected) Simpul v i dan v j dikatakan terhubung apabila terdapat lintasan dari v i ke v j. Graf tak-berarah dikatakan graf terhubung adalah graf yang setiap pasangan simpul pada grafnya terhubung. Graf berarah dikatakan terhubung jika graf takberarahnya merupakan graf terhubung Representasi Graf Beberapa representasi graf adalah sebagai berikut [1]: 1. Matriks Ketetanggaan (adjacency matrix) Matriks ketetanggan merupakan representasi graf dalam bentuk matriks berukuran n x n dengan n adalah jumlah simpul. Bila A adalah sebuah matriks, jika a i,j bernilai 1 berarti simpul i bertetangga dengan simpul j. Jika a i,j bernilai 0 berarti simpul i tidak bertetangga dengan simpul j. 2. Senarai Ketetanggaan (adjacency list) Gambar 2.2 Visualisasi graf berarah Terminologi Dasar Graf Beberapa terminologi (istilah) yang berkaitan dengan graf [1]: 1. Bertetangga (Adjacent) Dua simpul a dan b pada graf tak-berarah dapat dikatakan bertetangga apabila terdapat sebuah sisi yang menghubungkan simpul a dan b. Pada graf berarah simpul a dikatakan bertetangga dengan simpul b apabila terdapat sisi yang menghubungkan a dan b dengan a sebagai simpul asal dan b sebagai simpul terminal dan b dapat disebut tetangga dari a. Pada Gambar 2.2, simpul b bertetangga dengan d dan d adalah tetangga dari b. 2. Bersisian (Incident) Untuk sembarang sisi e = (v j,v k ), sisi e dikatakan bersisian dengan simpul v j dan v k. 3. Graf Kosong (Null Graph atau Empty Graph) Graf yang himpunan sisinya merupakan himpunan kosong disebut sebagai graf kosong, E={}. 4. Derajat (Degree) Derajat suatu simpul graf tak berarah adalah jumlah sisi yang bersisian dengan simpul tersebut. Derajat suatu simpul dari graf berarah dibedakan menjadi dua, derajat masuk dan derajat keluar. Derajat masuk adalah jumlah busur yang masuk ke simpul. Derajat keluar adalah jumlah busur yang keluar dari simpul. 5. Lintasan (Path) Lintasan yang panjangnya n dari simpul awal v 0 ke simpul akhir v n pada graf G ialah dapat ditulis sebagai barisan simpul v 0,v 1,v 2,,v n dengan syarat terdapat sisi (v 0, v 1 ), (v 1, v 2 ), (v 2, v 3 ),, (v n-1, v n ). Pada graf tak-berarah, sisi (v 0, v 1 ) sama dengan sisi (v 1, v 0 ). 6. Siklus (Cycle) atau Sirkuit (Circuit) Gambar 2.3 Adjacency List Senarai ketetanggaan mengenumerasikan simpulsimpul yang bertetangga dengan setiap simpul pada graf. Gambaran senarai ketetanggaan dapat dilihat pada Gambar Directed Acyclic Graph (DAG) Directed Acyclic Graph adalah graf berarah yang tidak mengandung siklus (cycle). 2.2 Basis Data (Database) Basis data adalah kumpulan informasi yang disusun secara sistematik dengan metode tertentu sehingga mempermudah pengaksesan informasi. Untuk mengakses informasi dari basis data dibutuhkan Database Management System (DBMS). DBMS adalah sekumpulan program yang membantu dalam memasukkan data, mengatur, dan memilih data dari database [3]. Network Data Model (NDM) atau yang dikenal sebagai CODASYL Data Model adalah DBMS yang menyimpan data dengan struktur seperti DAG yang dengan data sebagai node dan busur sebagai hubungan antar data. NDM memperbolehkan suatu data memiliki beberapa predesesor [4].
3 III. REPRESENTASI GRAF BASIS DATA A. Pemilihan Jenis Graf Pada laman yang berisi pengetahuan seperti Wikipedia seringkali kita membutuhkan teori dasar atau teori sebelumnya yang mendasari teori yang sedang kita baca karena ketidakmengertian. Terkadang kita juga ingin mengetahui turunan ataupun manfaat dari teori/pengetahuan yang sedang kita baca pada suatu laman. Jika suatu data direpresentasikan dengan sebuah simpul maka dalam kasus ini kita membutuhkan sisi yang menghubungkan antar data. Untuk membedakan apakah data yang terhubung dengan suatu data adalah teori dasar atau turunan dibutuhkan sisi yang mempunyai arah atau busur dengan simpul asal sebagai teori dasar dari data yang berada pada simpul terminal. Data dalam database dapat disusun dengan DBMS, direpresentasikan dalam berbagai varian graf dan salah satunya adalah pohon. Namun DBMS yang cocok untuk digunakan sangat bergantung pada kebutuhan. Representasi pohon tidak cocok untuk merepresentasikan data untuk kasus ini karena suatu data/pengetahuan dapat memiliki lebih dari satu teori dasar atau memiliki banyak predesesor. Representasi graf berarah lebih cocok untuk merepresentasikan data dalam kasus ini. Jika terdapat suatu data direpresentasikan menjadi simpul A yang menjadi teori dasar dari data yang direpresentasikan dengan simpul B, maka tidak akan ada lintasan dari simpul B ke simpul A. Teori dasar dari suatu data bersifat lebih umum daripada data tersebut dan turunan suatu data bersifat lebih khusus daripada data tersebut. Jadi, tidak mungkin terdapat siklus pada representasi graf untuk basis data ini. Graf berarah yang sebelumnya telah dipilih untuk merepresentasikan basis data ini kemudian dapat dipersempit menjadi graf berarah tanpa siklus, directed acyclic graph (DAG). Gambaran struktur data sederhana dalam bentuk DAG dapat dilihat pada Gambar 3.1. Warna merah merupakan id dari sebuah data. Misalkan id 0 berisi data tentang graf maka list yang ditunjuk oleh array dengan indeks 0 berisi id dari data tentang graf berarah, graf sederhana, dan kuratowski. Adjecency list yang kedua berisi id data sebagai indeks array dengan list yang berisi id dari teori dasar data. Misalkan id 0 berisi data tentang suffix tree maka list yang ditunjuk oleh array 0 akan berisi id dari data tentang graf, pohon, dan pemrosesan string. Mengakses suksesor dan predesesor dari sebuah simpul lebih mudah apabila menggunakan adjecency list atau adjecency matrix dibandingkan representasi graf yang lain. Oleh karena predecessor atau suksesor dari suatu data hanya sedikit, maka akan sangat boros jika menggunakan adjecency matrix. Adjecency list memerlukan memori sebanyak O(NM) dengan M adalah panjang dari list. Ukuran list biasanya sangat kecil, M<<N, namun kita membutuhkan dua adjecency list. Satu adjecency matrix bisa digunakan untuk megakses predesesor dan suksesor namun memerlukan memori sebanyak O(N 2 ). Jika asumsi kita mempunyai 1x10 6 data, maka adjecency matrix memerlukan memori sebesar 1x10 12, sedangkan adjecency list memerlukan memori sebesar 2x10 6. Selain adjecency list untuk menggambarkan hubungan antardata, diperlukan sebuah array dengan dengan indeks sebagai id data dan array tersebut berisi data atau alamat dimana data dengan id tersebut berada. Index Array List 0 {3,1,4,5,2} 1 {3,4,5} 2 {6,7} 3 {8,9,10} 4 {8} 5 {} 6 {11,12} 7 {13} 8 {} 9 {} 10 {} 11 {} 12 {} 13 {} Tabel I. Adjencency List 1 dari Gambar 3.1 Gambar 3.1 Representasi Graf dari Basis Data B. Perancangan Struktur Data Sederhana Setiap data dikaitkan dengan sebuah id yang unik dalam bentuk integer. Tujuan dalam pemberian id ini adalah agar data mudah diakses pada array. Graf direpresentasikan dengan adjecency list seperti pada Gambar 2.3. Agar pengaksesan predesesor dan suksesor dapat dilakukan dengan cepat, dibutuhkan dua adjecency list. Adjecency list yang pertama berisi id data sebagai indeks array dengan list yang berisi id dari data turunannya. Index Array 0 {} 1 {0} 2 {0} 3 {0,1} 4 {1,0} 5 {1,0} 6 {2} 7 {2} 8 {3,4} 9 {3} List
4 10 {3} 11 {6} 12 {6} 13 {7} Tabel II. Adjencency List 2 dari Gambar 3.1 C. Pengaksesan Predesesor dan Suksesor Pengaksesan predesesor dapat dilakukan dengan cepat melaui adjecency list yang pertama dengan indeks sebagai id data dan list berisi id dari teori dasar data tersebut. Dengan waktu O(M) dengan M adalah banyaknya predesesor, kita dapat mencetak semua predesesor dari sebuah data. Pengaksesan array tidak diperhitungkan karena hanya memakan waktu O(1). Pengaksesan suksesor juga dapat dilakukan dengan cepat melaui adjecency list yang kedua dengan indeks sebagai id data dan list berisi id dari turunan data tersebut. Dengan waktu O(M) dengan M adalah banyaknya suksesor, kita dapat mencetak semua suksesor dari sebuah data. Pengaksesan array tidak diperhitungkan karena hanya memakan waktu O(1). Jika seseorang sedang membuka data tentang memori dengan id 3, maka pada laman tersebut juga akan menampilkan Teori Dasar: Komputer, Hardware diakses melalui adjecency list pada Tabel II pada array indeks 3. Juga ditampilkan Turunan: Cache, RAM, ROM diakses melalui adjecency list pada Tabel I pada array indeks 3. D. Pemasukkan Data Pemasukan data dapat dilakukan dengan memasukkan data pada indeks array yang belum terdapat data dengan melakukan traversal dari indeks awal dengan kompleksitas O(N) agar array yang kosong akibat penghapusan data dapat dipergunakan dengan optimal. Apabila tidak memanfaatkan sel-sel yang bekas yang tidak terpakai, pemasukan data dapat dilakukan dengan kompleksitas O(1) namun akan menyebabkan array menjadi sparse. Pilihan ini akan berakibat pada banyaknya memori yang dialokasikan namun tidak terpakai. Contohnya apabila ingin ditambahkan data tentang BIOS yang merupakan turunan dari Motherboard dan ROM, maka BIOS akan diberikan id 14 dan disediakan datanya pada array kontigu. Pada adjecency list 2, Tabel II, akan digunakan array indeks 14 dengan isi list {10,5}. Pada adjecency list 1, Tabel I, akan ditambahkan id pada list indeks 10 menjadi {14} dan list indeks 5 menjadi {14}. Pemasukkan data pada masing-masing adjecency list ini membutuhkan kompleksitas waktu sebesar O(M) dengan M adalah panjang dari list. E. Penghapusan Data Penghapusan data dapat dilakukan dengan menghapus data dengan indeks tertentu dengan memberikan sebuah nilai yang menandakan bahwa di sel tersebut tidak lagi terdapat data atau data yang terdapat pada indeks tersebut tidak valid. Selanjutnya, penghapusan berlanjut pada adjecency list. Dari adjecency list 2, Tabel II, kita dapat mengetahui di mana saja pada adjecency list 1, Tabel I, yang mengandung id yang akan dihapus. Begitu pula dari adjecency list 1, Tabel I, kita dapat mengetahui di mana saja pada adjecency list 2, Tabel II, mengandung id yang akan dihapus. Selanjutnya semua data pada list yang sudah tidak digunakan kemudian didealokasi. Contohnya apabila ingin menghapus data mengenai software developer dengna id 7, maka pada array kontigu tempat penyimpanan data akan diganti nilainya untuk menandakan bahwa data pada indeks tersebut tidak valid dan dapat digunakan apabila akan melakukan penambahan data. Selanjutnya dari Tabel I, pada list indeks 7 terdapat id 13 sehingga pada Tabel II pada list indeks 13 dilakukan penghapusan data dengan id 7. List indeks 7 Tabel I kemudian didealokasi menjadi list kosong. Kemudian dari Tabel II pada indeks 7 terdapat list dengan id 2 sehingga pada Tabel I pada list indeks 2 dilakukan penghapusan data dengan id 7. List Tabel II dengan indeks 7 kemudian didealokasi menjadi list kosong. F. Pencarian Data Terdapat berbagai macam proses pencarian string seperti brute force, suffix tree, Knuth-Morris-Pratt, dan alogoritma lainnya. Namun pada saat ini penulis hanya dapat memberikan algoritma pencarian string yang sederhana dengan menggunakan pohon. Pohon dapat digunakan untuk mencari suatu string yang merupakan nama dari data dengan menyusun setiap huruf sebagai simpul dari pohon. Setiap node ini berisi informasi mengenai huruf dan sebuah interger yang menyatakan apakah node tersebut merupakan akhir dari kata dan dimana lokasi string tersebut berada. Gambar 3.2 Contoh Pencarian String dengan Pohon
5 Gambar 3.2 memperlihatkan contoh pencarian string dengan memanfaatkan pohon. Pohon ini akan diperbaharui setiap kali penambahan data baru atau penghapusan data. Pada gambar tersebut beberapa kata telah dihilangkan agar gambar tidak terlalu besar. Jika string yang kita input untuk pencarian memiliki panjang M, maka banyaknya pengecekan maksimal adalah 26xM. Jika panjang string input pada pencarian adalah M, maka dilakukan pencarian huruf pada M aras jika selalu ditemukan. Derajat maksimum dari pohon adalah 26 sehingga pencarian huruf pada tiap aras dilakukan traversal maksimum 26 kali. Kompleksitas waktu yang dibutuhkan adalah O(M). Namun pencarian seperti ini masih tidak cukup kuat dan masih terdapat banyak kelemahan karena kita tidak dapat mencari data dengan menginput substring yang bukan merupakan awalan dari judul sebuah data. Misalnya mencari data memori dengan menginput emori. Pencarian ini juga tidak dapat mengembalikan data yang namanya paling dekat dengan input jika tidak ditemukan, misalnya jika terdapat kesalahan input menjadi memoro. Jika kita menginput memo kita masih dapat mengembalikan data memori dengan bantuan DFS (Depth First Search) apabila pada pencarian memo berhasil namun huruf o bukan merupakan akhir dari salah satu judul pada data yang terdapat pada pohon. PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa makalah yang saya tulis ini adalah tulisan saya sendiri, bukan saduran, atau terjemahan dari makalah orang lain, dan bukan plagiasi. Bandung, 16 Desember 2013 Winson Waisakurnia V. KESIMPULAN Directed Acyclic Graf (DAG) dapat digunakan untuk merepresentasikan hubungan antar data yang sederhana pada basis data (database). Struktur data menyerupai bentuk sederhana dari Database Management System (DBMS) yang ada dengan Network Data Model (NDM). Directed Acyclic Graf (DAG) sendiri dapat direpresentasikan dengan dua adjecency list untuk mempercepat pengaksesan data. Pada tulisan ini juga telah diberi gambaran sederhana bagaimana proses query seperti memasukkan data, menghapus data, pengaksesan suksesor dan predesesor, serta pencarian dapat dilakukan pada graf ini berserta kompleksitasnya. Dengan model seperti ini maka kita dapat dengan mudah mencari teori dasar dari dan turunan dari sebuah data sehingga penggalian pengetahuan atau data pada suatu basis data dapat dilakukan dengan lebih cepat tanpa harus melakukan pencarian ulang. REFERENSI Munir, Rinaldi, Matematika Diskrit, 4 th, Teknik Informatika ITB, Rosen, Kenneth H., Discrete Mathematics and Its Applications, 7 th, McGraw-Hill, Diakses pada tanggal 14 Desember 2013, pukul m. Diakses pada tanggal 14 Desember 2013, pukul 18.49
Algoritma Brute-Force dan Greedy dalam Pemrosesan Graf
Algoritma Brute-Force dan Greedy dalam Pemrosesan Graf Marvin Jerremy Budiman / 13515076 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
Penggunaan Algoritma Dijkstra dalam Penentuan Lintasan Terpendek Graf
Penggunaan Algoritma Dijkstra dalam Penentuan Lintasan Terpendek Graf Rahadian Dimas Prayudha - 13509009 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
Menyelesaikan Topological Sort Menggunakan Directed Acyclic Graph
Menyelesaikan Topological Sort Menggunakan Directed Acyclic Graph Muhammad Afif Al-hawari (13510020) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
Representasi Graf dalam Jejaring Sosial Facebook
Representasi Graf dalam Jejaring Sosial Facebook Muhammad Harits Shalahuddin Adil Haqqi Elfahmi 13511046 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
Aplikasi Algoritma Dijkstra dalam Pencarian Lintasan Terpendek Graf
Aplikasi Algoritma Dijkstra dalam Pencarian Lintasan Terpendek Graf Nur Fajriah Rachmah - 0609 Program Studi Teknik Informatika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jalan
PEWARNAAN GRAF SEBAGAI METODE PENJADWALAN KEGIATAN PERKULIAHAN
PEWARNAAN GRAF SEBAGAI METODE PENJADWALAN KEGIATAN PERKULIAHAN Eric Cahya Lesmana - 13508097 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung Jalan Ganesa
TEORI GRAF DALAM MEREPRESENTASIKAN DESAIN WEB
TEORI GRAF DALAM MEREPRESENTASIKAN DESAIN WEB STEVIE GIOVANNI NIM : 13506054 Program Studi Teknik Informatika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung Jln, Ganesha 10, Bandung
Pemanfaatan Algoritma Sequential Search dalam Pewarnaan Graf untuk Alokasi Memori Komputer
Pemanfaatan Algoritma Sequential Search dalam Pewarnaan Graf untuk Alokasi Memori Komputer Vivi Lieyanda - 13509073 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi
Aplikasi Pohon dan Graf dalam Kaderisasi
Aplikasi Pohon dan Graf dalam Kaderisasi Jonathan - 13512031 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia
Aplikasi Pewarnaan Graf pada Penjadwalan Pertandingan Olahraga Sistem Setengah Kompetisi
Aplikasi Pewarnaan Graf pada Penjadwalan Pertandingan Olahraga Sistem Setengah Kompetisi Ryan Yonata (13513074) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi
Aplikasi Pewarnaan Graf untuk Sistem Penjadwalan On-Air Stasiun Radio
Aplikasi Pewarnaan Graf untuk Sistem Penjadwalan On-Air Stasiun Radio Muhamad Irfan Maulana - 13515037 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
Penerapan Graf dalam Algoritma PageRank Mesin Pencari Google
Penerapan Graf dalam Algoritma PageRank Mesin Pencari Google Adya Naufal Fikri - 13515130 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
Pengembangan Teori Graf dan Algoritma Prim untuk Penentuan Rute Penerbangan Termurah pada Agen Penyusun Perjalanan Udara Daring
Pengembangan Teori Graf dan Algoritma Prim untuk Penentuan Rute Penerbangan Termurah pada Agen Penyusun Perjalanan Udara Daring Jeremia Kavin Raja Parluhutan / 13514060 Program Studi Teknik Informatika
Studi dan Implementasi Struktur Data Graf
Studi dan Implementasi Struktur Data Graf Fajar Dwi Anggara Program Studi Informatika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10, Bandung email: [email protected]
Aplikasi Graf pada Fitur Friend Suggestion di Media Sosial
Aplikasi Graf pada Fitur Friend Suggestion di Media Sosial Octavianus Marcel Harjono - 13513056 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
PENERAPAN GRAF DAN POHON DALAM SISTEM PERTANDINGAN OLAHRAGA
PENERAPAN GRAF DAN POHON DALAM SISTEM PERTANDINGAN OLAHRAGA Penerapan Graf dan Pohon dalam Sistem Pertandingan Olahraga Fahmi Dumadi 13512047 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB LANDASAN TEORI. Teori Graf Teori graf merupakan pokok bahasan yang sudah tua usianya namun memiliki banyak terapan sampai saat ini. Graf digunakan untuk merepresentasikan objek-objek diskrit dan hubungan
Penerapan Travelling Salesman Problem dalam Penentuan Rute Pesawat
Penerapan Travelling Salesman Problem dalam Penentuan Rute Pesawat Aisyah Dzulqaidah 13510005 1 Program Sarjana Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Teori Graf 2.1.1 Defenisi Graf Graf G didefenisikan sebagai pasangan himpunan (V,E), ditulis dengan notasi G = (V,E), yang dalam hal ini V adalah himpunan tidak kosong dari simpul-simpul
Aplikasi Teori Graf dalam Permainan Instant Insanity
Aplikasi Teori Graf dalam Permainan Instant Insanity Aurelia 13512099 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI.. Definisi Graf Secara matematis, graf G didefinisikan sebagai pasangan himpunan (V,E) ditulis dengan notasi G = (V, E), yang dalam hal ini: V = himpunan tidak-kosong dari simpul-simpul
Aplikasi Pewarnaan Graf Pada Pengaturan Warna Lampu Lalu Lintas
Aplikasi Pewarnaan Graf Pada Pengaturan Warna Lampu Lalu Lintas Andreas Dwi Nugroho (13511051) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
Permodelan Pohon Merentang Minimum Dengan Menggunakan Algoritma Prim dan Algoritma Kruskal
Permodelan Pohon Merentang Minimum Dengan Menggunakan Algoritma Prim dan Algoritma Kruskal Salman Muhammad Ibadurrahman NIM : 13506106 Program Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung Jl. Ganesha
Penggunaan Graf Semi-Hamilton untuk Memecahkan Puzzle The Hands of Time pada Permainan Final Fantasy XIII-2
Penggunaan Graf Semi-Hamilton untuk Memecahkan Puzzle The Hands of Time pada Permainan Final Fantasy XIII-2 Michael - 13514108 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut
Penggunaan Teori Graf Pada Aplikasi Biro Jodoh
Penggunaan Teori Graf Pada Aplikasi Biro Jodoh Krisna Dibyo Atmojo - 13510075 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung
Aplikasi Teori Graf dalam Manajemen Sistem Basis Data Tersebar
Aplikasi Teori Graf dalam Manajemen Sistem Basis Data Tersebar Arifin Luthfi Putranto (13508050) Program Studi Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung Jalan Ganesha 10, Bandung E-Mail: [email protected]
Penerapan Pohon dengan Algoritma Branch and Bound dalam Menyelesaikan N-Queen Problem
Penerapan Pohon dengan Algoritma Branch and Bound dalam Menyelesaikan N-Queen Problem Arie Tando (13510018) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
Pemanfaatan Pohon Biner dalam Pencarian Nama Pengguna pada Situs Jejaring Sosial
Pemanfaatan Pohon Biner dalam Pencarian Nama Pengguna pada Situs Jejaring Sosial Stephen (35225) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl.
POLA PERMAINAN SEPAK BOLA DENGAN REPRESENTASI GRAF
POLA PERMAINAN SEPAK BOLA DENGAN REPRESENTASI GRAF Mochamad Lutfi Fadlan / 13512087 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung
CRITICAL PATH. Menggunakan Graph berbobot dan mempunya arah dari Critical Path: simpul asal : 1 simpul tujuan : 5. Graph G. Alternatif
CRITICAL PATH Menggunakan Graph berbobot dan mempunya arah dari Critical Path: simpul asal : 1 simpul tujuan : 5 Graph G Path Bobot Alternatif 1 4 5 16 1 2 5 15 1 2 3 5 24 1 4 3 5 19 1 2 3 4 5 29 1 4 3
Penggunaan Algoritma Backtracking Untuk Menentukan Keisomorfikan Graf
Abstrak Penggunaan Algoritma Backtracking Untuk Menentukan Keisomorfikan Graf Neni Adiningsih, Dewi Pramudi Ismi, Ratih Laboratorium Ilmu dan Rekayasa Komputasi Departemen Teknik Informatika, Institut
= himpunan tidak-kosong dan berhingga dari simpul-simpul (vertices) = himpunan sisi (edges) yang menghubungkan sepasang simpul
Struktur Data Graf 1. PENDAHULUAN Dalam bidang matematika dan ilmu komputer, teori graf mempelajari tentang graf yaitu struktur yang menggambarkan relasi antar objek dari sebuah koleksi objek. Definisi
Implementasi Graf dalam Penentuan Rute Terpendek pada Moving Object
Implementasi Graf dalam Penentuan Rute Terpendek pada Moving Object Firdaus Ibnu Romadhon/13510079 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl.
Penggunaan Pohon Biner Sebagai Struktur Data untuk Pencarian
Penggunaan Pohon Biner Sebagai Struktur Data untuk Pencarian Rita Wijaya/13509098 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung
I. PENDAHULUAN. Gambar 1: Graf sederhana (darkrabbitblog.blogspot.com )
Penerapan Teori Graf Dalam Permodelan Arena Kontes Robot Pemadam Api Indonesia 2014 Wisnu/13513029 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl.
Aplikasi Teori Graf dalam Algoritma Pengalihan Arus Lalu Lintas
Aplikasi Teori Graf dalam Algoritma Pengalihan Arus Lalu Lintas Muhammad Yafi 13512014 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10
I. PENDAHULUAN. Gambar 1. Contoh-contoh graf
Quad Tree dan Contoh-Contoh Penerapannya Muhammad Reza Mandala Putra - 13509003 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10 Bandung
I. PENDAHULUAN II. DASAR TEORI. Penggunaan Teori Graf banyak memberikan solusi untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di dalam masyarakat.
Aplikasi Pohon Merentang (Spanning Tree) Dalam Pengoptimalan Jaringan Listrik Aidil Syaputra (13510105) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
Representasi Graf dalam Menjelaskan Teori Lokasi Industri Weber
Representasi Graf dalam Menjelaskan Teori Lokasi Industri Weber Bimo Aryo Tyasono 13513075 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
ALGORITMA PENCARIAN SIMPUL SOLUSI DALAM GRAF
ALGORITMA PENCARIAN SIMPUL SOLUSI DALAM GRAF Anthony Rahmat Sunaryo NIM: 3506009 Jurusan Teknik Informatika ITB, Bandung email : [email protected] Abstract -- Makalah ini membahas tentang analsis
G r a f. Pendahuluan. Oleh: Panca Mudjirahardjo. Graf digunakan untuk merepresentasikan objek-objek diskrit dan hubungan antara objek-objek tersebut.
G r a f Oleh: Panca Mudjirahardjo Pendahuluan Graf digunakan untuk merepresentasikan objek-objek diskrit dan hubungan antara objek-objek tersebut. 1 Pendahuluan Jaringan jalan raya di propinsi Jawa Tengah
Aplikasi Graf pada Hand Gestures Recognition
Aplikasi Graf pada Hand Gestures Recognition Muthmainnah 13515059 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia
Graf Sosial Aplikasi Graf dalam Pemetaan Sosial
Graf Sosial Aplikasi Graf dalam Pemetaan Sosial Muhammad Kamal Nadjieb - 13514054 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung
Graf dan Pengambilan Rencana Hidup
Graf dan Pengambilan Rencana Hidup M. Albadr Lutan Nasution - 13508011 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung e-mail: [email protected]
Aplikasi Pohon Merentang Minimum dalam Rute Jalur Kereta Api di Pulau Jawa
Aplikasi Pohon Merentang Minimum dalam Rute Jalur Kereta Api di Pulau Jawa Darwin Prasetio ( 001 ) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl.
Penerapan Pohon Keputusan pada Penerimaan Karyawan
Penerapan Pohon Keputusan pada Penerimaan Karyawan Mathias Novianto - 13516021 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung
Aplikasi Graf dalam Formasi dan Strategi Kesebelasan Sepakbola
Aplikasi Graf dalam Formasi dan Strategi Kesebelasan Sepakbola Hafis Alrafi Irsal - 13516034 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
Menyelesaikan Permainan Wordament Menggunakan Algoritma Backtracking
Menyelesaikan Permainan Wordament Menggunakan Algoritma Backtracking Krisna Fathurahman/13511006 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl.
Penerapan Teori Graf dalam Pemetaan Sosial
Penerapan Teori Graf dalam Pemetaan Sosial Ahmad Fa'iq Rahman and 13514081 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132,
Penerapan Graf pada PageRank
Penerapan Graf pada PageRank Hartono Sulaiman Wijaya 13509046 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia
Representasi Graph Isomorfisme. sub-bab 8.3
Representasi Graph Isomorfisme sub-bab 8.3 Representasi graph:. Adjacency list. Adjacency matrix 3. Incidence matrix Contoh: undirected graph Adjacency list : tiap vertex v :, 3, di-link dengan 3:,, 5
Kode MK/ Pemrograman Terstruktur 2
Kode MK/ Pemrograman Terstruktur 2 ZK Abdurahman Baizal KK Algoritma dan Komputasi Graf 1 8/25/2015 Pendahuluan Dalam bab ini kita akan membahas struktur data graf Struktur data graf banyak digunakan sebagai
Discrete Mathematics & Its Applications Chapter 10 : Graphs. Fahrul Usman Institut Teknologi Bandung Pengajaran Matematika
Discrete Mathematics & Its Applications Chapter 10 : Graphs Fahrul Usman Institut Teknologi Bandung Pengajaran Matematika 16/12/2015 2 Sub Topik A. Graf dan Model Graf B. Terminologi Dasar Graf dan Jenis
Pendeteksian Deadlock dengan Algoritma Runut-balik
Pendeteksian Deadlock dengan Algoritma Runut-balik Rita Wijaya - 13509098 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132,
Penyelesaian Teka-Teki Sudoku dengan Didasarkan pada Teknik Pewarnaan Graf
Penyelesaian Teka-Teki Sudoku dengan Didasarkan pada Teknik Pewarnaan Graf William, 13515144 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
Penggunaan Struktur Graf dalam Pengontrol Versi Git
Penggunaan Struktur Graf dalam Pengontrol Versi Git Devin Alvaro Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia
Aplikasi Pewarnaan Graph pada Pembuatan Jadwal
Aplikasi Pewarnaan Graph pada Pembuatan Jadwal Janice Laksana / 13510035 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132,
Pencarian Lintasan Hamilton Terpendek untuk Taktik Safe Full Jungle Clear dalam Permainan League of Legends
Pencarian Lintasan Hamilton Terpendek untuk Taktik Safe Full Jungle Clear dalam Permainan League of Legends Reinaldo Ignatius Wijaya 13515093 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan
TEORI GRAF UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER ILHAM SAIFUDIN PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK. Selasa, 13 Desember 2016
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER TEORI GRAF ILHAM SAIFUDIN Selasa, 13 Desember 2016 Universitas Muhammadiyah Jember Pendahuluan 1 OUTLINE 2 Definisi Graf
APLIKASI PEWARNAAN SIMPUL GRAF UNTUK MENGATASI KONFLIK PENJADWALAN MATA KULIAH DI FMIPA UNY
APLIKASI PEWARNAAN SIMPUL GRAF UNTUK MENGATASI KONFLIK PENJADWALAN MATA KULIAH DI FMIPA UNY Latar belakang Masalah Pada setiap awal semester bagian pendidikan fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Universitas
Aplikasi Graf dan Pohon Merentang untuk Pemilihan Kegiatan yang akan Dilakukan Seorang Individu
Aplikasi Graf dan Pohon Merentang untuk Pemilihan Kegiatan yang akan Dilakukan Seorang Individu Eldwin Christian / 13512002 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut
Penerapan Algoritma Prim dan Kruskal Acak dalam Pembuatan Labirin
Penerapan Algoritma Prim dan Kruskal Acak dalam Pembuatan Labirin Jason Jeremy Iman 13514058 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
Aplikasi Shortest Path dengan Menggunakan Graf dalam Kehidupan Sehari-hari
Aplikasi Shortest Path dengan Menggunakan Graf dalam Kehidupan Sehari-hari Andika Mediputra NIM : 13509057 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
Aplikasi Graf dalam Pembuatan Game
Aplikasi Graf dalam Pembuatan Game Felicia Christie / 13512039 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia
Aplikasi Algoritma Prim dalam Penentuan Pohon Merentang Minimum untuk Jaringan Pipa PDAM Kota Tangerang
Aplikasi Algoritma Prim dalam Penentuan Pohon Merentang Minimum untuk Jaringan Pipa PDAM Kota Tangerang Adam Fadhel Ramadhan/13516054 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika
Deteksi Wajah Menggunakan Program Dinamis
Deteksi Wajah Menggunakan Program Dinamis Dandun Satyanuraga 13515601 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia
Representasi Graf dalam Pola Strategi Permainan Futsal
Representasi Graf dalam Pola Strategi Permainan Futsal Muhammad Azka Widyanto 13516127 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10
Pengaplikasian Graf dalam Pendewasaan Diri
Pengaplikasian Graf dalam Pendewasaan Diri Syafira Fitri Auliya 13510088 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132,
Penerapan Algoritma BFS & DFS untuk Routing PCB
Penerapan Algoritma BFS & DFS untuk Routing PCB Hisham Lazuardi Yusuf 13515069 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung
Graf digunakan untuk merepresentasikan objek-objek diskrit dan hubungan antara objek-objek tersebut. Demak Semarang. Kend al. Salatiga.
GRAF PENDAHULUAN Graf digunakan untuk merepresentasikan objek-objek diskrit dan hubungan antara objek-objek tersebut. Gambar di bawah ini sebuah graf yang menyatakan peta jaringan jalan raya yang menghubungkan
Aplikasi Topological Sort pada Kompilasi Makefile
Aplikasi Topological Sort pada Kompilasi Makefile Kevin Yudi Utama(13512010) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132,
Penerapan Graf pada Database System Privilege
Penerapan Graf pada Database System Privilege Raka Nurul Fikri (13513016) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132,
Memanfaatkan Pewarnaan Graf untuk Menentukan Sifat Bipartit Suatu Graf
Memanfaatkan Pewarnaan Graf untuk Menentukan Sifat Bipartit Suatu Graf Gianfranco Fertino Hwandiano - 13515118 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Graf (Graph) Graf G didefinisikan sebagai pasangan himpunan (V, E) yang dinotasikan dalam bentuk G = {V(G), E(G)}, dimana V(G) adalah himpunan vertex (simpul) yang tidak kosong
APLIKASI PEWARNAAN GRAPH PADA PEMBUATAN JADWAL
APLIKASI PEWARNAAN GRAPH PADA PEMBUATAN JADWAL Aplikasi Pewarnaan Graph pada Pembuatan Jadwal Janice Laksana / 13510035 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut
Representasi Hierarki Kebutuhan Maslow Menggunakan Teori Graf
Representasi Hierarki Kebutuhan Maslow Menggunakan Teori Graf Yasya Rusyda Aslina 13516091 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Graf 2.1.1 Definisi Graf Graf adalah pasangan himpunan (V, E), dan ditulis dengan notasi G = (V, E), V adalah himpunan tidak kosong dari verteks-verteks {v 1, v 2,, v n } yang
Penerapan strategi runut-balik dalam penyelesaian permainan puzzle geser
Penerapan strategi runut-balik dalam penyelesaian permainan puzzle geser Dimas Angga 13510046 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
Penerapan Pewarnaan Graf dalam Pengaturan Penyimpanan Bahan Kimia
Penerapan Pewarnaan Graf dalam Pengaturan Penyimpanan Bahan Kimia Rahmat Nur Ibrahim Santosa - 13516009 1 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
Penerapan Pewarnaan Graf pada Permainan Real- Time Strategy
Penerapan Pewarnaan Graf pada Permainan Real- Time Strategy Kurniandha Sukma Yunastrian / 13516106 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl.
Algoritma Penentuan Graf Bipartit
Algoritma Penentuan Graf Bipartit Zain Fathoni - 13508079 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung Kampus ITB Jln. Ganesha No. 10 Bandung e-mail:
Graf. Program Studi Teknik Informatika FTI-ITP
Graf Program Studi Teknik Informatika FTI-ITP Pendahuluan Graf digunakan untuk merepresentasikan objek-objek diskrit dan hubungan antara objek-objek tersebut. Gambar di bawah ini sebuah graf yang menyatakan
Penerapan Algoritma Branch and Bound pada Penentuan Staffing Organisasi dan Kepanitiaan
Penerapan Algoritma Branch and Bound pada Penentuan Staffing Organisasi dan Kepanitiaan Mikhael Artur Darmakesuma - 13515099 Program Studi Teknik Informaitka Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut
Denny Setyo R. Masden18.wordpress.com
Denny Setyo R. [email protected] Masden18.wordpress.com Graph adalah kumpulan dari simpul dan busur yang secara matematis dinyatakan sebagai : Dimana G = (V, E) G = Graph V = Simpul atau Vertex, atau
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Graph 2.1.1 Definisi Graph Menurut Dasgupta dkk (2008), graph merupakan himpunan tak kosong titik-titik yang disebut vertex (juga disebut dengan node) dan himpunan garis-garis
Aplikasi Graf dalam Merancang Game Pong
Aplikasi Graf dalam Merancang Game Pong Willy Fitra Hendria/13511086 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia
GRAF. Graph seperti dimaksud diatas, ditulis sebagai G(E,V).
GRAF GRAF Suatu Graph mengandung 2 himpunan, yaitu : 1. Himpunan V yang elemennya disebut simpul (Vertex atau Point atau Node atau Titik) 2. Himpunan E yang merupakan pasangan tak urut dari simpul. Anggotanya
Graf. Matematika Diskrit. Materi ke-5
Graf Materi ke-5 Pendahuluan Graf digunakan untuk merepresentasikan objek-objek diskrit dan hubungan antara objek-objek tersebut. Gambar di bawah ini sebuah graf yang menyatakan peta jaringan jalan raya
Penerapan Algoritma DFS pada Permainan Sudoku dengan Backtracking
Penerapan Algoritma DFS pada Permainan Sudoku dengan Backtracking Krisna Dibyo Atmojo 13510075 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
Perbandingan Algoritma Depth-First Search dan Algoritma Hunt-and-Kill dalam Pembuatan Labirin
Perbandingan Algoritma Depth-First Search dan Algoritma Hunt-and-Kill dalam Pembuatan Labirin Arie Tando - 13510018 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi
Aplikasi Pohon Pencarian Biner Seimbang sebagai Memo Table Dynamic Programming
Aplikasi Pohon Pencarian Biner Seimbang sebagai Memo Table Dynamic Programming Reinhard Benjamin Linardi, 13515011 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi
Penerapan Algoritma Greedy untuk Memecahkan Masalah Pohon Merentang Minimum
Penerapan Algoritma Greedy untuk Memecahkan Masalah Pohon Merentang Minimum Bramianha Adiwazsha - NIM: 13507106 Program Studi Teknik Informatika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi
APLIKASI PEWARNAAN GRAF PADA PENGATURAN LAMPU LALU LINTAS
APLIKASI PEWARNAAN GRAF PADA PENGATURAN LAMPU LALU LINTAS Muhammad Farhan 13516093 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung
BAB 2 LANDASAN TEORI
6 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Algoritma Menurut (Suarga, 2012 : 1) algoritma: 1. Teknik penyusunan langkah-langkah penyelesaian masalah dalam bentuk kalimat dengan jumlah kata terbatas tetapi tersusun
Penggunaan Algoritma Knuth-Morris-Pratt untuk Pengecekan Ejaan
Penggunaan Algoritma Knuth-Morris-Pratt untuk Pengecekan Ejaan Andreas Dwi Nugroho - 13511051 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha
Penerapan Graf dalam Pemetaan Susunan DNA
Penerapan Graf dalam Pemetaan Susunan DNA Scarletta Julia Yapfrine (13514074) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung
Implementasi Graf berarah dalam Topologi Jaringan di Perusahaan Distributor
Implementasi Graf berarah dalam Topologi Jaringan di Perusahaan Distributor Farizan Ramadhan - 13511081 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
Aplikasi Pohon Merentan Minimum dalam Menentukan Jalur Sepeda di ITB
Aplikasi Pohon Merentan Minimum dalam Menentukan Jalur Sepeda di ITB Kevin Yudi Utama - 13512010 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl.
Art Gallery Problem II. POLIGON DAN VISIBILITAS. A. Poligon I. PENDAHULUAN. B. Visibilitas
Art Gallery Problem Nanda Ekaputra Panjiarga - 13509031 Program StudiTeknikInformatika SekolahTeknikElektrodanInformatika InstitutTeknologiBandung, Jl. Ganesha 10 Bandung40132, Indonesia [email protected]
Perbandingan Algoritma Brute Force dan Breadth First Search dalam Permainan Onet
Perbandingan Algoritma Brute Force dan Breadth First Search dalam Permainan Onet Dininta Annisa / 13513066 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung,
