PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS
|
|
|
- Herman Gunardi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 1 PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS PENINGKATAN KEMAMPUAN MELAKUKAN OPERASI HITUNG CAMPURAN MELALUI COOPERATIVE LEARNING SNOWBALL THROWING PADA SISWA KELAS IV SD 2 BESITO TAHUN PELAJARAN 2011/2012 UPT PENDIDIKAN KECAMATAN GEBOG DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN KUDUS PROVINSI JAWA TENGAH 2012
2 2 PENGESAHAN 1. Judul Penelitian : PENINGKATAN KEMAMPUAN MELAKUKAN OPERASI HITUNG CAMPURAN MELALUI COOPERATIVE LEARNING SNOWBALL THROWING PADA SISWA KELAS IV SD 2 BESITO TAHUN PELAJARAN 2011/ Identitas Peneliti Nama Peneliti : SUTIYONO, S.Pd.SD NIP : Pangkat / Gol. Ruang : Pembina / IV A Institusi : SD 2 Besito Kabupaten : Kudus Provinsi : Jawa Tengah Alamat Kantor : Besito Gebog Kudus 3. Lama Penelitian : 2 bulan Dari : bulan April sampai dengan Mei Sumber Dana : Swadana Mengetahui Kudus, Juli 2012 Kepala SD 2 Besito Penulis, Muzayanah, S.Pd. Sutiyono, S.Pd.SD NIP NIP
3 3 KATA PENGANTAR Puji dan syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat, taufiq, hidayah, dan inayah-nya sehingga penyusunan proposal penelitian tindakan kelas ini dapat terselesaikan. Berbagai hambatan dapat teratasi berkat bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis sampaikan penghargaan yang setinggitingginya dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat : 1. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kudus; 2. Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kudus; 3. Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus; 4. Pengawas TK/SD/SDLB UPT Pendidikan Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus; 5. Kepala SD 2 Besito Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus; 6. Bapak/Ibu Guru SD 2 Besito Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus; 7. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Mudah-mudahan amal baik bapak ibu mendapat imbalan yang setimpal dari Allah dan senantiasa mendapat ridlo-nya, Amin. Proposal PTK ini sangat sederhana dan masih banyak kekurangan, oleh karena itu kritik dan saran yang konstruktif selalu penulis harapkan demi perbaikan dan kesempurnaan. Penulis berharap semoga proposal PTK ini dapat bermanfaat bagi pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan. Penulis,
4 4 DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL LEMBAR PENGESAHAN.. 2 KATA PENGANTAR. 3 DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 5 A. Latar Belakang Masalah. 5 B. Identifikasi Masalah 5 C. Pembatasan Masalah.. 6 D. Rumusan Masalah E. Tujuan Penelitian 6 F. Manfaat Penelitian.. 7 BAB II KAJIAN PUSTAKA... 8 A. Peningkatan. 8 B. Hakikat Belajar C. Pembelajaran Matematika... 9 D. Operasi Hitung Campuran Bilangan Bulat E. Cooperative Learning Snowball Throwing F. Kerangka Pikir G. Hipotesis Tindakan BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Setting Penelitian B. Subjek Penelitian C. Data dan Sumber Data D. Teknik Pengumpulan Data E. Validitas Data F. Teknik Analisis Data G. Indikator Keberhasilan 18 H. Prosedur Penelitian DAFTAR PUSTAKA.. 20 LAMPIRAN
5 5 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Berdasarkan hasil refleksi pembelajaran matematika Kelas IV SD 2 Besito Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus pada semester 2 dengan kompetensi dasar melakukan operasi hitung campuran menunjukkan bahwa pembelajaran yang dilaksanakan selama ini belum mencapai hasil yang maksimal. Hasil prestasi siswa masih di bawah tingkat ketuntasan belajar (KKM). Hal itu disebabkan oleh banyak faktor, antara lain : (1) metode yang digunakan dalam materi pembelajaran tersebut kurang sesuai, (2) motivasi guru terhadap belajar siswa masih kurang, (3) masih kurangnya buku-buku matematika di sekolah, (4) pemanfaatan media/alat peraga yang belum maksimal, sehingga membuat rendahnya minat siswa dalam mengikuti pelajaran matematika, (5) ditambah lagi adanya suatu paradigma bahwa matematika sebagai mata pelajaran yang sulit dan menakutkan, (6) perhatian orangtua terhadap anak dalam belajar di rumah juga masih kurang. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka dapat diidentifikasi permasalahan sebagai berikut: 1. Apakah siswa Kelas IV SD 2 Besito Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus telah memahami operasi hitung campuran? 2. Apakah siswa Kelas IV SD 2 Besito Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus telah mampu melaksanakan operasi hitung campuran dengan benar? 3. Apakah dalam pembelajaran matematika tentang operasi hitung campuaran, siswa Kelas IV SD 2 Besito Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus telah mampu meraih hasil belajar yang maksimal?
6 6 C. Pembatasan Masalah Dalam penelitian ini, peneliti akan membahas tentang Peningkatan Kemampuan siswa, Pembelajaran matematika, Operasi hitung campuran, Cooperative Learning Snowball Throwingt. Yang dimaksud dengan Kata peningkatan atau meningkatkan merupakan kegiatan peneliti membangun atau mengusahakan tercapainya suatu kemampuan yang lebih baik dari sebelumnya. Sedangkan kemampuan adalah kemampuan siswa dalam mengidentifikasi sifat-sifat gaya. Pembelajaran matematika meliputi pembahasan tentang pengertian Belajar, matematika, dan operasi hitung campuran. Cooperative Learning Snowball Throwing merupakan model pembelajaran kooperatif yang sangat cocok dengan pembelajaran matematika terutama dalam melakukan operasi hitung campuran. D. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka inti permasalahan ini dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Bagaimanakah cara meningkatkan kemampuan siswa Kelas IV SD 2 Besito Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus dalam melakukan operasi hitung campuran melalui cooperative learning snowball throwing? 2. Seberapa besar peningkatan kemampuan siswa dengan penerapan cooperative learning snowball throwing pada siswa Kelas IV SD 2 Besito Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus dalam melakukan operasi hitung campuran? E. Tujuan Penelitian Sejalan dengan permasalahan di atas, maka tujuan penelitian ini adalah: 1. Tujuan Umum Meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika.
7 7 2. Tujuan Khusus Meningkatkan kemampuan siswa Kelas IV SD 2 Besito Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus dalam melakukan operasi hitung campuran tahun pelajaran 2011/2012; F. Manfaat Penelitian Penelitian tindakan kelas ini diharapkan dapat bermanfaat : 1. Manfaat Teoritis a. Mendapatkan pengetahuan dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam melakukan operasi hitung campuran melalui cooperative learning snowball throwing. b. Sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya. 2. Manfaat Praktis a. Siswa 1) Dapat mengikuti pembelajaran dengan efektif, kreatif, interaktif, dan menyenangkan; 2) Dapat meningkatkan prestasi belajar khususnya mata pelajaran matematika; b. Guru 1) Memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam memperbaiki pembelajaran; 2) Dapat meningkatkan kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran. c. Sekolah 1) Meningkatkannya prestasi sekolah; 2) Meningkatkannya prestasi guru dalam mengelola pembelajaran.
8 8 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Peningkatan Kemampuan Kata peningkatan atau meningkatkan merupakan kegiatan peneliti membangun atau mengusahakan tercapainya suatu kemampuan yang lebih baik dari sebelumnya. Peneliti berupaya meningkatkan kemampuan siswa dalam melakukan operasi hitung campuran, melalui cooperative learning snowball throwing. Sehubungan dengan hal tersebut maka dalam penelitian ini, peneliti mengadakan kegiatan pembelajaran kooperatif disertai pemberian bimbingan secara langsung terhadap siswa, dalam bentuk petunjuk, nasihat, ajakan, perintah, pemberian contoh atau latihan, agar siswa benar-benar belajar sehingga tercapai hasil belajar yang optimal. Secara ringkas pemberian bimbingan secara langsung terhadap siswa di atas adalah sebagai berikut: 1. Petunjuk, guru pembimbing memberikan petunjuk kepada siswa bahwa untuk mencapai sesuatu harus berusaha dengan tekun, bersemangat, berani, dan rasa percaya diri. 2. Nasihat, guru pembimbing memberikan nasihat kepada siswa bahwasanya siswa mampu mengembangkan potensi-potensi yang ada dalam diri siswa. 3. Ajakan, guru pembimbing tidak henti-hentinya selalu mengajak untuk bekerjasama dan bersosialisasi dengan teman anggota kelompok. 4. Perintah, guru pembimbing menyuruh siswa untuk melaksanakan tugas dan mengusahakan agar siswa bisa terlibat di dalam suatu kegiatan. 5. Latihan-latihan guru pembimbing memberikan latihan-latihan misalnya melakukan operasi hitung campuran. B. Hakikat Belajar Menurut Slameto (1991:22) Belajar adalah suatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
9 9 Sedangkan menurut Winkel (1984 : 162) mengutarakan pengertian belajar suatu proses mental yang mengarah kepada penguasaan, kecakapan / skill, kebiasaan atau sikap yang semuanya diperoleh, disimpan dan dilaksanakan sehingga menimbulkan tingkah laku yang progresif dan adaptif. Pengertian belajar : 1. Merupakan perubahan tingkah laku di mana perubahan itu dapat mengarah ke tingkah laku yang baik maupun yang buruk. 2. Merupakan perubahan yang terjadi melalui latihan atau pengalaman. 3. Merupakan perubahan yang relatif menetap (Dirjen Dikti, 1985:3). Dari pengertian belajar tersebut di atas maka dapat peneliti disimpulkan bahwa, belajar adalah usaha secara jasmani maupun rohani dengan jalan menggunakan materi yang diperoleh disimpan dan dilaksanakan, sehingga menimbulkan tingkah laku menuju perkembangan pribadi seutuhnya. C. Pembelajaran Matematika Matematika merupakan suatu bahan kajian yang memiliki obyek abstrak. Obyek Metematika dibentuk melalui proses penalaran deduktif. Konsep merupakan ide abstrak. Prinsip merupakan suatu pernyataan. Konsep atau prinsip diperlukan suatu algoritma. Kemampuan membentuk suatu algoritma dalam menerapkan konsep atau prinsip dapat digunakan untuk mendeteksi baik buruknya seseorang siswa dalam memahami suatu konsep atau prinsip. Dengan suatu konsep dapat diperoleh suatu fakta, dengan memanipulasi fakta yang ada ditemukan suatu pola, yang akhirnya diperoleh suatu teknik hitung. Matematika adalah suatu ilmu yang dipelajari atau diajarkan yang berhubungan dengan bilangan-bilangan, hubungan antar bilangan, dan prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah tentang bilangan (Paimin,1998:3). Selanjutnya dikemukakan bahwa Matematika adalah pemecahan masalah dan salah satu faktor pendukung berhasil atau tidaknya pengajaran Matematika adalah dengan menguasai teori belajar mengajar (1998:12). Ruseffendi (1989:23) mengemukakan bahwa Matematika itu terorganisasikan dari unsur-unsur yang tidak didefinisikan, definisi-definisi,
10 10 aksioma-aksioma, dan dalil-dalil, di mana dalil-dalil setelah dibuktikan kebenarannya berlaku secara umum, karena itulah metematika disebut ilmu deduktif. D. Operasi Hitung Campuran Bilangan Bulat Bilangan bulat terdiri dari bikangan bulat positif, bilangan bulat negatif, dan bilangan nol. Bilangan nol tidak termasuk bilangan positif dan tidak pula bilangan negatif. Pada garis bilangan, bilangan yang terletak di sebelah kiri angka nol adalah bilangan negatif. Misal : -1, -2, -3, -4,... Bilangan yang berada di sebelah kanan nol adalah bilangan bulat positif. Missal : 1, 2, 3, 4,... Operasi hitung htung meliputi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Contoh : a = n n = 9 n 4 5 * * * * * * * * * * b. 7-4 = n n = 3 n 7 * * * * * * * * * * c. 7 + ( -5 ) + 4 = n n n = * * * * * * * * * *
11 11 E. Cooperative Learning Snowball Throwing Cooperative Learning Snowball Throwing merupakan suatu model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan sebanyak mungkin pengetahuan, memperdalam pemahaman tentang suatu materi pembelajaran, melalui suatu bentuk permainan saling melempar bola yang berupa kertas soal. Cooperative Learning Snowball Throwing dilakukan melalui langkahlangkah : a. Siswa ditugaskan membentuk kelompok, menjadi empat kelompok. Masingmasing ketua kelompok dipanggil untuk menerima penjelasan materi tentang operasi bilangan, b. Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya, kemudian menjelaskan materi kepada teman-temannya. c. Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja kosong, setiap kelompok menuliskan satu pertanyaan mengenai operasi bilangan, d. Kertas yang berisi pertanyaan tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari kelompok satu ke siswa kelompok lain. e. Setelah siswa dapat satu bola atau satu pertanyaan diberi kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis pada kertas di dalam bola kertas tersebut secara bergantian, f. Pembenaran, pelurusan jawaban pertanyaan Keuntungan penerapan Cooperative Learning Snowball Throwing adalah : 1. Siswa bebas mengemukakan pendapat. 2. Efektif untuk mengajukan permasalahan. 3. Mempertinggi peran serta siswa secara perorangan. 4. Mendorong rasa persatuan dan sosial. 5. Mengembangkan kepemimpinan dan menghayati kepemimpinan. Belajar adalah suatu proses kegiatan yang dilakukan individu untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang berupa pengertian / pengetahuan,
12 12 keterampilan, dan sikap. Menurut Sardiman A.M. (2002: 20), belajar dimaksudkan sebagai usaha penguasaan materi ilmu pengetahuan yang merupakan sebagian menuju terbantuknya kepribadian seutuhnya. Sedangkan Herman Hudaya (2003: 3) berpendapat bahwa belajar adalah suatu proses aktif dalam memperoleh pengalaman/pengajaran baru sehingga menyebabkan perubahan tingkah laku. Kegiatan belajar merupakan usaha sadar yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu pengetahuan atau keterampilan yang mampu mengubah pandangan dan perilakunya di kemudian hari. F. Kerangka Pikir MASALAH TINDAKAN HASIL o Daya serap siswa dalam pembelajaran matematika kurang o Hasil belajar matematika rendah o Penggunaan metode kurang efektif dan efisien. o Menggunakan buku-buku sumber yang relefan o Pembelajaran melalui penerapan Cooperative Learning Snowball Throwing o Daya serap siswa dalam pembelajaran Matematika meningkat mencapai batas minimal 85 % G. Perumusan Hipotesis Tindakan Berdasarkan landasan teori dan kerangka pikir di atas maka dirumuskan hipotesis penelitian Melalui penerapan Cooperative Learning Snowball Throwing kemampuan melakukan operasi campuran pada siswa kelas IV SD 2 Besito, dapat meningkat
13 13 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 1. Setting Penelitian a. Tempat Penelitian Dalam penilitian ini peneliti mengambil lokasi di Kelas IV SD 2 Besito Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus. Peneliti mengambil lokasi atau tempat ini dengan pertimbangan sebagai guru sekolah tersebut, sehingga memudahkan dalam mencari data, peluang waktu yang luas dan subjek penelitian yang sangat sesuai dengan profesi peneliti. b. Waktu Penelitian Dengan beberapa pertimbangan dan alasan peneliti menentukan menggunakan waktu penelitian selama 2 bulan yaitu bulan April s.d. Mei Waktu dari perencanaan sampai penulisan laporan hasil penelitian tersebut pada semester 2 tahun pelajaran 2011/2012. Jadwal Kegiatan Penelitian Tindakan Kelas No Kegiatan April Mei I. 1. Persiapan X 2. Perijinan X 3. Observasi awal X 4. Pembuatan Instrumen X 5. Uji Coba Instrumen X II. Pelaksanaan Siklus 1. Siklus I X 2. Siklus II X III. Pelaporan 1. Penyusunan Hasil Laporan X 2. Pengumpulan X
14 14 2. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah Siswa Kelas IV SD 2 Besito Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus yang berjumlah 20 orang, terdiri dari 6 orang siswa laki-laki dan 14 orang siswa perempuan. 3. Data dan Sumber Data Sumber data penelitian ini berasal dari informan atau nara sumber, arsip/dokumen, hasil pengamatan, dan hasil tes. Informan, terdiri atas: a. Guru/teman sejawat Data yang dikumpulkan yaitu data tentang pelaksanaan pembelajaran pada kelas IV SD 2 Besito Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus, data mengenai hambatan-hambatan yang dihadapi guru, data tentang usahausaha yang ditempuh guru melalui pembelajaran Cooperative Learning Snowball Throwing. b. Siswa Kelas IV Sebagai subjek pembelajaran matematika pada siswa kelas IV SD 2 Besito Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus untuk mendapatkan data mengenai tempat, hasil belajar, dan peristiwa yang diteliti. 4. Teknik Pengumpulan Data Suharsimi Arikunto (1998:134) mengemukakan bahwa metode pengumpulan data adalah cara cara yang dapat digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis, sehingga lebih mudah diolah. Data penelitian ini bersumber dari interaksi peneliti dan siswa, dalam pembelajaran. Peningkatan prestasi belajar berupa data tindak belajar atau perilaku belajar yang dihasilkan dari tindak mengajar dan aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran.
15 15 Data dalam penelitian ini dikumpulkan oleh peneliti melalui observasi, tes, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. a. Observasi (Pengamatan) Ridwan (2007:76) menjelaskan bahwa observasi yaitu pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan. Karena sifatnya mengamati, maka alat yang paling pokok adalah panca indera, terutama indera penglihatan. Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data melalui pengamatan terhadap subjek, yaitu mengamati terutama minat dan perubahan yang dialami siswa sebelum dan sesudah pembelajaran. Pengamat dalam penelitian ini dilakukan oleh teman sejawat. b. Tes Tes merupakan pengumpul informasi. Dalam penelitian ini tes digunakan sebagai alat untuk memperoleh data dengan menguji keterampilan siswa sebelum dan sesudah diberi tindakan pembelajaran. Melalui tes tersebut diharapkan dapat mengetahui sejauh mana perbandingan siswa mengalami perubahan tingkah laku serta prestasi sebelum diberi tindakan dan sesudah diberi tindakan pembelajaran. c. Wawancara Wawancara dilakukan kepada siswa dan guru serta informan lain untuk menggali data tentang proses pembelajaran matematika dan Cooperative Learning Snowball Throwing yang digunakan dalam pembelajaran, khususnya untuk membedakan fakta dan opini. d. Dokumentasi Dokumentasi dalam penelitian ini terdiri dari hasil observasi/pengamatan, hasil penilaian tes, hasil foto/catatan lapangan yang diisi oleh guru atau teman sejawat tentang kelebihan/ kelemahan/hambatan dan rencana pembelajaran beserta instrumennya yang disusun oleh peneliti.
16 16 e. Catatan Lapangan Catatan lapangan merupakan catatan tentang hal-hal yang terjadi pada saat pembelajaran berlangsung, di antaranya: kelebihan dan kelemahan siswa dan guru, serta hasil belajar siswa. f. Instrumen Penelitian Suharsimi Arikunto dalam buku Manajemen Penelitian (2005:101) mengartikan instrumen penelitian sebagai alat bantu merupakan saran yang dapat diwujudkan dalam benda misalnya angket, daftar cek, pedoman wawancara, lembaran pengamatan. Dalam penelitian ini metode yang dipakai adalah metode observasi, metode catatan lapangan, dan metode tes, maka instrument yang dipakai adalah pedoman observasi, lembar pengamatan, dan lembar soal tes. Pedoman observasi yang digunakan peneliti yaitu memuat garis besar sejauh mana minat dan sikap positif serta partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Lembar pengamatan digunakan untuk memperoleh data sebelum tindakan, baik dari guru maupun pengamatan langsung di lapangan. Sedangkan lembar soal tes digunakan untuk menguji kemampuan dan hasil belajar siswa. 5. Validitas Data Pengujian Validitas data dalam peneliian ini dilakukan dengan cara triangulasi. Triangulasi adalah teknik penelitian pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu (Moleong, 1988: 178). Teknik triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah : a. Triangulasi data (sumber) b. Triangulasi metode pengumpulan data.
17 17 Analisis data hubungan interaksi antara unsur-unsur kerja analisis tersebut dapat divisualisasikan dalam bentuk diagram sebagai berikut : Pengumpulan Data (Data Collection) Reduksi Data (Data Reduction) Penyajian Data (Data Display) Simpulan-simpulan penarikan / Verifikasi (Milles dan Huberman, 2000 : 20). 6. Teknik Analisis Data Dalam penelitian ini, analisis data dimulai sejak awal sampai akhir pengumpulan data. Data yang diperoleh dari perhitungan persentasi dari hasil penilaian observasi pada saat tindakan dilakukan. Hasil observasi tersebut kemudian dianalisis terhadap indikator penggunaan peningkatan kemampuan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Data dalam penelitian ini diperoleh mulai observasi langsung pada objek penelitian untuk mengungkapkan sejauh mana peningkatan kemampuan siswa dalam perbaikan pembelajaran. Observasi langsung dilaksanakan pada kondisi awal pembelajaran. Tujuan analisis dalam Penelitian Tindakan Kelas untuk memperoleh data kepastian apakah terjadi perbaikan dan peningkatan sebagaimana diharapkan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis diskriptif teknik persentasi. Analisis yang digunakan adalah teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Perhitungan dalam proses analisis data menghasilkan persentase pencapaian yang selanjutnya.
18 18 7. Indikator Keberhasilan Untuk mengetahui ketercapaian tujuan penelitian di atas, dapat dilihat dari indikator keberhasilan penelitian berikut ini. Tabel 2. Indikator Keberhasilan Aspek yang Diukur Keaktifan siswa selama apersepsi Keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran Persentase Target Capaian Siklus III 85% 85% Cara Mengukur Diamati saat pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi oleh peneliti dan dihitung dari jumlah siswa yang menampakkan kesungguhan dalam pembelajaran. Diamati saat pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi oleh peneliti dan dihitung dari jumlah siswa yang menampakkan kesungguhan dalam pembelajaran. Kerja sama siswa dalam kelompok 85% Ketuntasan belajar hasil 85% Diamati saat pembelajaran eksperimen secara kelompok dengan menggunakan lembar observasi oleh peneliti. Dihitung dari jumlah siswa yang memperoleh nilai 75 ke atas berdasarkan tes yang dilakukan oleh guru. 8. Prosedur Penelitian Indikator yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah meningkatnya kemampuan mengidentifikasi sifat-sifat gaya pada siswa kelas IV SD 2 Besito Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus dengan menerapkan metode eksperimen. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan disain penelitian tindakan kelas (Class action research) yang dirancang melalui tiga siklus dengan prosedur: (1) perencanaan (planning), (2) pelaksanaan tindakan (action), (3) pengamatan (observation), (4) refleksi (reflecsion) dalam tiap-tiap siklus.
19 19 Perencanaan Refleksi SIKLUS I Pengamatan Pelaksanaan Perencanaan Refleksi SIKLUS II Pengamatan Pelaksanaan Gambar 1. Langkah-langkah PTK (Direktorat Tendik, 2008)
20 20 DAFTAR PUSTAKA Toha Anggoro, dkk Metode Penelitian. Jakarta: Universitas Terbuka. Dedy Gunarto Matematika SD/MI Kelas V. Yogyakarta: Pustaka Insan Madani. Depdiknas Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Dirjen Dikdasmen. Dinas Pendidikan Nasional Kapita Selekta Matematika. Jakarta : Universitas Terbuka. Endang Retno.W Metode Penelitian Kelas. Semarang : Universitas Semarang. Ismail Kapita Selekta Matematika. Jakarta : Universitas Terbuka. Karso Pendidikan Matematika I. Jakarta: Universitas Terbuka. Kasbolah Methodik Dedaktik. Jakarta : Rineka Cipta. Mulyani Sumantri Matematika Dasar I. Jakarta : Universitas Terbuka. Ruseffendie Matematika 3. Jakarta : Universitas Terbuka. Soetjipto Wiriwidjoyo Dedaktik Metodik. Jakarta : Depdikbud. Sukirman Matematika. Jakarta: Universitas terbuka. Supardjo Matematika Gemar Berhitung 5 untuk Kelas V SD/MI. Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri. Tirto Negoro Matematika di SD. Jakarta : Depdikbud. Wahyudin Kapita Selekta Matematika SD. Jakarta : Universitas Terbuka. Wardhani Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas Terbuka.
21 21 LAMPIRAN 1. LEMBAR OBSERVASI TERHADAP KEAKTIFAN SISWA KELAS IV PADA SAAT PROSES BALAJAR MENGAJAR MATEMATIKA BERLANGSUNG No Siswa Persentase Bertanya kepada guru Aspek yang diamati Menjawab Pertanyaan Mengemukaka n Pendapat Memecahkan Masalah Keterangan Skor 4 = sangat baik 3 = baik 2 = Cukup baik 1 = kurang
22 22 2. LEMBAR OBSERVASI TERHADAP REAKSI YANG DITIMBULKAN SISWA KELAS IV PADA SAAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERLANGSUNG No. Peryataan Ya Tidak 1. Siswa memperhatikan dengan sungguh 2. Siswa mengindahkan perintah guru 3. Siswa mempunyai gairah dalam mengikuti proses pembelajaran 4. Siswa dengan serius memperhatikan penjelasan guru 5. Siswa dengan serius belajar secara kelompok 6. Siswa dengan senang belajar secara kelompok 7. Siswa serius belajar secara individu 8 Siswa dengan senang belajar secara individu 9. Siswa semangat saat diberikan soal jajakan 10. Siswa mempunyai gairah dalam menjawab soal latihan 11. Siswa memiliki gairah belajar dengan bantuan alat peraga benda konkrit 12. Siswa mempunyai keinginan untuk mengkomunikasikan idenya lewat bicara. 13. Siswa mempunyai keinginan untuk bertanya kepada guru 14. Siswa suka dengan soal cerita pemecahan masalah seharihari 15. Siswa senang belajar dengan mengaitkan kehidupan nyata 16. Latihan yang diberikan selalu dikerjakan dengan tepat 17. Siswa mampu mencari aplikasi contoh nyata di kehidupan sehari-hari.
PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS
1 PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS PENINGKATAN KEMAMPUAN MENENTUKAN VOLUME KUBUS DAN BALOK MELALUI PEMANFAATAN MODEL BANGUN RUANG PADA SISWA KELAS V SD 2 BESITO TAHUN PELAJARAN 2012/2013 UPT PENDIDIKAN
PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS
1 PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS UPT PENDIDIKAN KECAMATAN GEBOG DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN KUDUS PROVINSI JAWA TENGAH 2012 2 PENGESAHAN 1. Judul Penelitian : PENINGKATAN KEMAMPUAN
PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS
0 PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS PENINGKATAN KETERAMPILAN MENGKLASIFIKASIKAN BANGUN DATAR MELALUI GROUP TOURNAMENT PADA SISWA KELAS I SD 2 BESITO TAHUN PELAJARAN 2011/2012 UPT PENDIDIKAN KECAMATAN
PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS
1 PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS UPT PENDIDIKAN KECAMATAN GEBOG DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN KUDUS PROVINSI JAWA TENGAH 2011 2 PENGESAHAN 1. Judul Penelitian PENINGKATAN KEMAMPUAN
BAB III METODE PENELITIAN
38 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SDN 03 Karanganyar tahun ajaran 2015/ 2016. Lokasi sekolah berada di Kecamatan Karanganyar,
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK
UPT PENDIDIKAN KECAMATAN GEBOG DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN KUDUS PROVINSI JAWA TENGAH 2012 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK Satuan Pendidikan : Sekolah Dasar Tema : Hewan dan
BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat penelitian mencakup kondisi sekolah dan kondisi kelas secara khusus yang digunakan sebagai tempat penelitian, sedangkan waktu penelitian
NASKAH PUBLIKASI ILMIAH. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
1 PENINGKATAN KEAKTIFAN BELAJAR MELALUI STRATEGI PICTURE AND PICTURE MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM SISWA KELAS V SDN 2 MENDAK TAHUN PELAJARAN 2012/2013 NASKAH PUBLIKASI ILMIAH Untuk Memenuhi Sebagian
LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS
LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG PENJUMLAHAN BILANGAN BULAT PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI METODE DEMONSTRASI DENGAN PEMANFAATAN MEDIA KELAS IV SD NEGERI NGEPUNGROJO
BAB III METODE PENELITIAN. kata-kata atau pernyataan-pernyataan (yang diperoleh melalui wawancara,
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yaitu kualitatif deskriptif. Akbar (2009:13)
Keperluan korespondensi, HP : ,
Jurnal Pendidikan Kimia (JPK), Vol. 3 No. 3 Tahun 2014 Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret ISSN 2337-9995 [email protected] PEMBELAJARAN KIMIA DENGAN METODE TALKING STICK BERBANTUAN
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kelas V SD Negeri Sondakan No. 11 Surakarta tahun ajaran 2015/2016 yang beralamatkan di Jl.
PENERAPAN STRATEGI SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA KELAS VI SD NEGERI 2 DANGURAN KLATEN SELATAN TAHUN 2013/2014
PENERAPAN STRATEGI SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA KELAS VI SD NEGERI 2 DANGURAN KLATEN SELATAN TAHUN 2013/2014 NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENDESKRIPSIKAN NKRI MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN MODEL THINK-PAIR-SHARE. Erly Pujianingsih
Didaktikum: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas Vol. 17, No. 2, Mei 2016 (Edisi Khusus) ISSN 2087-3557 PENINGKATAN KEMAMPUAN MENDESKRIPSIKAN NKRI MELALUI PENERAPAN SD Negeri 02 Kebonsari, Karangdadap, Kabupaten
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI PEMBELAJARAN MATRIKS INGATAN PADA SISWA KELAS I SD NEGERI TIMBULHARJO DEPOK SLEMAN
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI PEMBELAJARAN MATRIKS INGATAN PADA SISWA KELAS I SD NEGERI TIMBULHARJO DEPOK SLEMAN Oleh: Asih Ambarwati,S.Pd. NIP.19870829 200902 2 002 SEKOLAH
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan Sekolah Dasar Negeri Dukuh 02 Salatiga. Penelitian ini rancang dengan menggunakan tahap-tahap penelitian seperti
Oleh: Ning Endah Sri Rejeki 2. Abstrak
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA SISWA KELAS VIII G SEMESTER 2 SMP NEGERI 2 TOROH GROBOGAN 1 Oleh: Ning Endah Sri Rejeki 2 Abstrak Tujuan penelitian
PENERAPAN METODE COOPERATIVE LEARNING TIPE PAIRED STORYTELLING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
PENERAPAN METODE COOPERATIVE LEARNING TIPE PAIRED STORYTELLING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI 3 PATIHAN SIDOHARJO SRAGEN PADA MATA PELAJARAN IPS TAHUN 2011/2012 NASKAH PUBLIKASI
Oleh: Ika Ratih Sulistiani. Abstrak
PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI PERKALIAN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BENDA KONKRET (MANIK MANIK DAN SEDOTAN) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS 2 SD DINOYO 1 MALANG Oleh: Ika Ratih Sulistiani Abstrak
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian yang bersifat reflektif, dilakukan
30 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian penelitian tindakan kelas (PTK) yang pada hakikatnya dimaksudkan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK
UPT PENDIDIKAN KECAMATAN GEBOG DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN KUDUS PROVINSI JAWA TENGAH 2012 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK Satuan Pendidikan : Sekolah Dasar Tema : Alat Komunikasi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Setting Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (classroom action research). Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di MTs Muhammadiyah 6 Karanganyar
BAB III METODE PENELITIAN. Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR). PTK dilakukan berdasar
27 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian yang akan dilaksanakan merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR). PTK dilakukan berdasar dari adanya
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK
UPT PENDIDIKAN KECAMATAN GEBOG DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN KUDUS PROVINSI JAWA TENGAH 2012 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK Satuan Pendidikan : Sekolah Dasar Tema : Tempat Umum
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian mengenai pembelajaran melalui model cooperative learning tipe
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian mengenai pembelajaran melalui model cooperative learning tipe snowball throwing merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang difokuskan pada
Yayuk Jatining Rahayu 4
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN BILANGAN PANGKAT DAN AKAR PANGKAT DUA DENGAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF NHT PADA SISWA KELAS V SDN SIDOMEKAR 08 KECAMATAN SEMBORO Yayuk Jatining Rahayu
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV sebanyak 19 yang terdiri dari 8 anak laki-laki dan 11 anak perempuan. Penelitian ini
BAB III METODE PENELITIAN
14 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subyek Penelitian 3.1.1 Setting Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 2 Jono, pada kelas IV semester ganjil tahun pelajaran 2012/2013.
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian dapat dipahami sebagai tata cara bagaimana suatu penelitian dilaksanakan. Sugiono (2009, h.6) mendefinisikan, Metode penelitian adalah cara-cara
Oleh Sri Mujayani SMP Negeri 1 Wonoayu
153 PENINGKATAN HASIL BELAJAR PADA MATERI KEGIATAN EKONOMI DAN PEMANFAATAN POTENSI SUMBER DAYA ALAM MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING DI SMP NEGERI 1 WONOAYU Oleh Sri Mujayani SMP Negeri 1 Wonoayu
Naskah Publikasi Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
PENERAPAN MODEL NHT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PENGUASAAN KONSEP OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 02 JATIPURWO, JATIPURO, KARANGANYAR TAHUN 2012/2013 Naskah Publikasi Untuk
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian kualitatif dengan desain PTK. Peneliti memilih penelitian yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis penelitian Berdasarkan jenisnya, penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah Penelitian kualitatif dengan desain PTK. Peneliti memilih penelitian yang dimaksudkan
Ani Wantini SMP N 10 Semarang. Abstrak
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VIII F DENGAN MENGGUNAKAN LKPD DALAM PEMBELAJARAN DI SMP NEGERI 10 SEMARANG SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Ani Wantini SMP N 10 Semarang
Prosedur penelitian dilaksanakan dengan menggunakan siklus-siklus
32 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini direncanakan dengan menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK), atau Classroom Action Research (CAR), yaitu sebuah penelitian yang
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian tindakan kelas. Secara sederhana PTK dapat diartikan sebagai penelitian tindakan (action
BAB III METODE PENELITIAN
23 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.1.1 Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan di kelas V SD Negeri Sidomulyo 03 Kecamatan Limpung Kabupaten Batang. Adapun
BAB III METODE PENELITIAN
40 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan di SD Negeri Kebumen yang beralamat di Jalan Kaswari nomer 2 Kelurahan Kebumen
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Tamanwinangun yang beralamat di Jalan Bocor Nomor 54, Kelurahan Tamanwinangun,
BAB III METODE PENELITIAN. kelas (Classroom Action Research). Penelitian tindakan kelas adalah
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan
BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN 1. Tempat Penelitian A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Miri, dengan subyek penerima tindakan kelas adalah siswa kelas VIIIA SMP Negeri 2
BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Tabel 3.1 Jadwal Waktu Penelitian
41 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Lokasi Penelitian adalah SD 1 Kalirejo, yang terletak di Desa Kalirejo, Jl. Kudus-Purwodadi Km.15 Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus. SD 1 Kalirejo,Undaan,Kudus
BAB III. METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Setono No.95 Kecamatan Laweyan Kota Surakarta pada kelas II tahun ajaran 2015/2016 dengan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Suyadi (2011: 22-23), PTK adalah
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Suyadi (2011: 22-23), PTK adalah pencermatan yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya
BAB III METODE PENELITIAN. metode yang dianggap tepat adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (Action
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini bersifat melakukan perbaikan pembelajaran, oleh karena itu metode yang dianggap tepat adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (Action Research
PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL MENINGKATKAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS III SDN 3 BERO TAHUN 2012/2013 NASKAH PUBLIKASI
PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS III SDN 3 BERO TAHUN 2012/2013 NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagai prasyaratan Guna mencapai derajat
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK
UPT PENDIDIKAN KECAMATAN GEBOG DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN KUDUS PROVINSI JAWA TENGAH 2012 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK Satuan Pendidikan : Sekolah Dasar Tema : Lingkngan
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK
UPT PENDIDIKAN KECAMATAN GEBOG DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN KUDUS PROVINSI JAWA TENGAH 2012 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK Satuan Pendidikan : Sekolah Dasar Tema : Kesehatan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). PTK merupakan penelitian berupa tindakan yang dilakukan guru di dalam kelas
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGHITUNG LUAS SEGITIGA MELALUI PENERAPAN METODE DEMONSTRASI BENDA RIIL
Didaktikum: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas Vol. 17, No. 4, Agustus 2016 (Edisi Khusus) ISSN 2087-3557 PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGHITUNG LUAS SEGITIGA MELALUI PENERAPAN METODE DEMONSTRASI BENDA RIIL SD
PENGGUNAAN METODE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PETA
PENGGUNAAN METODE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PETA Fuadil Kirom, Hasan Mahfud, Hadiyah PGSD FKIP Universitas Sebelas Maret, Jalan Slamet Riyadi 449 Surakarta e-mail: [email protected]
JIME, Vol. 2. No. 2 ISSN Oktober 2016
Meningkatkatkan Prestasi Belajar Matematika Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) Di Kelas VII SMPN 4 Mataram Semester Genap Tahun Pelajaran 2009/2010 Sulasmi, S.Pd Guru
Yuliaji *) yuliaji0607gmail.com
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMAHAMI KONSEP PENJUMLAHAN BILANGAN BULAT MENGGUNAKAN MEDIA MANIK-MANIK PADA PESERTA DIDIK KELAS IV SEMESTER 2 SD NEGERI 05 PEGIRINGAN TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Yuliaji *) yuliaji0607gmail.com
UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI DAN KEAKTIFAN BERKOMUNIKASI SISWA DENGAN STRATEGI SNOWBALL THROWING
UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI DAN KEAKTIFAN BERKOMUNIKASI SISWA DENGAN STRATEGI SNOWBALL THROWING PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI KELAS X3 SMAN 1 SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2009/2010 SKRIPSI Oleh: Hardani Endarwati
NASKAH PUBLIKASI. Oleh: FELLA ULYA FAHMA A PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN VISUAL BERBASIS MACROMEDIA FLASH UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR MATA PELAJARAN IPA KELAS V PADA SISWA SD NEGERI 3 GAGAKSIPAT TAHUN AJARAN 2013/2014 NASKAH PUBLIKASI Oleh:
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SDN 1 Tanjungsari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. 2. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA DAN PEMAHAMAN KONSEP PERUBAHAN ZAT MELALUI PROBEX. Jaryanto. SMP Negeri 1 Pringapus
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA DAN PEMAHAMAN KONSEP PERUBAHAN ZAT MELALUI PROBEX Jaryanto. SMP Negeri 1 Pringapus ABSTRAK Pembelajaran secara konvensional materi perubahan zat belum menghasilkan prestasi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.1.1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV SD Negeri 1 Pandanharum Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan Tahun
III. PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. mengidentifikasi unsur intrinsik cerita anak melalui teknik discovery ini
III. PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS 3.1 Rancangan Penelitian Rancangan penelitian ini terdiri dari tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitian mengenai pembelajaran aspek
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini akan dilakukan di kelas XI IPS 1 SMA Al-Islam 1 Surakarta semester genap Tahun Ajaran 2015/ 2016. SMA Al-Islam
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Peneliti perlu menentukan terlebih dahulu metodologi penelitian yang akan digunakan Metodologi penelitian akan memudahkan peneliti untuk mendapatkan data di lapangan. Menurut
Daenah. Kata Kunci: Tujuan Pembelajatan, Kooperatif, Model Jigsaw, Minat, Hasil Belajar PENDAHULUAN
PENINGKATAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN METODE KOOPERATIF (JIGSAW) PADA PEMBELAJARAN IPA TENTANG ENERGI DAN PENGGUNAANNYA DI KELAS IV SD NEGERI SEPANJANG JAYA II TAHUN 2015 Daenah ABSTRAK
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (classroom action
26 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (classroom action research). Arikunto (2006: 58) menjelaskan penelitian tindakan kelas adalah gabungan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini akan dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat Penelitian Penelitian ini akan dilakukan di SMA PGRI TEMANGGUNG yang berada di jln. Kartini 34C, kecamatan Temanggung, kabupaten Temanggung (5625). B. Waktu Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Menurut Suharsimi (2002: 12)
31 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Menurut Suharsimi (2002: 12) bahwa penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Rancangan penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut : 1. Tempat Penelitian Penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Rancangan penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut : 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI IPA 1 SMA Negeri 3 Boyolali,
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI METODE DISKUSI BERBANTUAN MEDIA BAGAN PECAHAN DI KELAS III SDN KALISARI
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI METODE DISKUSI BERBANTUAN MEDIA BAGAN PECAHAN DI KELAS III SDN KALISARI 1 Oleh: Sri Mulyati SDN Kalisari 1 Kecamatan Sayung Kabuapaten Demak ABSTRAK
PENINGKATAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK MELALUI BERMAIN PERAN DI TAMAN KANAK-KANAK SYUKRILLAH AGAM. Azwinar
2 PENINGKATAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK MELALUI BERMAIN PERAN DI TAMAN KANAK-KANAK SYUKRILLAH AGAM 3 Azwinar ABSTRAK Perkembangan bahasa anak di Taman Kanak-kanak Syukrillah Agam masih rendah. Tujuan penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMK Negeri 4 Kota
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Latar Dan Karakteristis Penelitian 3.1.1 Tempat Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMK Negeri 4 Kota Gorontalo, khususnya di kelas XI Akuntansi yang jumlah siswanya
BAB III METODE PENELITIAN. lazim dikenal classroom action research (Wardhani dkk, 2007: 13). Menurut
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas yang difokuskan pada situasi kelas yang lazim dikenal classroom
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK KANCING GEMERINCING DI SEKOLAH DASAR
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK KANCING GEMERINCING DI SEKOLAH DASAR NURMI ERITA Guru SD Negeri 004 Toar Kecamatan Gunung Toar [email protected]
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Metode Demonstrasi Pada Mata Pelajaran IPA Kelas 1V SDK Padat Karya
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Metode Demonstrasi Pada Mata Pelajaran IPA Kelas 1V SDK Padat Karya Marrey Lanuhung Ambomide, Mestawaty, dan Vanny M.A Tiwow Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDK Ogomojolo Pada Materi Perjuangan Bangsa Indonesia Sebelum Kemerdekaan Melalui Metode Resitasi
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDK Ogomojolo Pada Materi Perjuangan Bangsa Indonesia Sebelum Kemerdekaan Melalui Metode Resitasi Ayub Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan
Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa di Kelas IV SD Inpres Pedanda
Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa di Kelas IV SD Inpres Pedanda Lisna Selfi Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
PENINGKATAN MINAT BELAJAR IPS MELALUI PEMANFAATAN MEDIA KARTU KUIS WHO AM I
PENINGKATAN MINAT BELAJAR IPS MELALUI PEMANFAATAN MEDIA KARTU KUIS WHO AM I PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI NGADIREJO KECAMATAN ANDONG KABUPATEN BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2012/2013 NASKAH PUBLIKASI Oleh:
Oleh: Luncana Faridhoh Sasmito M.Pd ABSTRAK
. PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK TENTANG IPS MELALUI METODE SNOWBALL TRHOWING PADA PESERTA DIDIK KELAS V SDN SAMBIREJO KECAMATAN GAMPENGREJO KABUPATEN KEDIRI SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2015
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHITUNG PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN MELALUI PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME. Dina Hikmah Safariyah
Dinamika: Jurnal Praktik Penelitian Tindakan Kelas Pendidikan Dasar & Menengah Vol. 6, No. 2, April 2016 ISSN 0854-2172 UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHITUNG PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN MELALUI
BAB III METODE PENELITIAN. Action Research). Menurut Wardhani (2007: 1.4), penelitian tindakan kelas
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Menurut Wardhani (2007: 1.4), penelitian tindakan kelas (PTK) adalah
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD N Jenengan 3 Sawit Boyolali. Penelitian ini dilaksanakan khususnya di kelas IV SD N Jenengan 3 Sawit
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian mengenai pembelajaran melalui model cooperative learning tipe
22 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian mengenai pembelajaran melalui model cooperative learning tipe snowball throwing merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang difokuskan
PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DENGAN MEDIA MUATAN DALAM PENINGKATAN
PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DENGAN MEDIA MUATAN DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN BILANGAN BULAT PADA SISWA KELAS IV SDN 2 GEMEKSEKTI TAHUN AJARAN 2015/2016 Siti Rokhmah 1, Wahyudi
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA IPA KELAS V SD. Nurlianah SD Negeri Lengkongwetan I
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA IPA KELAS V SD Nurlianah SD Negeri Lengkongwetan I ABSTRAK Rendahnya hasil belajar siswa kelas V di SD Negeri Lengkongwetan I disebabkan kurangnya
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA TENTANG PERKALIAN BILANGAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH PADA SISWA KELAS II SD NEGERI 2 KALITENGAH
DIDAKTIKA PGRI, 2, (1), 2016, 156 PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA TENTANG PERKALIAN BILANGAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH PADA SISWA KELAS II SD NEGERI 2 KALITENGAH Umbar Rumanti *) NIP 19630407
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENENTUKAN KPK DAN FPB MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA
Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter (JIPK) Vol. 1, No. 1, September 2016 ISSN 2541-0393 (Media Online) 2541-0385 (Media Cetak) PENINGKATAN KEMAMPUAN MENENTUKAN KPK DAN FPB MELALUI SD Negeri 01 Kebonsari,
BAB III METODE PENELITIAN
16 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.1.1 Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 6 Tanjungrejo Jekulo Kudus tahun pelajaran 2012/2013
dengan memberi tekanan dalam proses pembelajaran itu sendiri. Guru harus mampu menciptakan kondisi pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia seutuhnya. Oleh karena itu, pendidikan sangat perlu untuk dikembangkan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian tindakan kelas menurut Sutama (2010: 15-21) merupakan upaya
25 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas menurut Sutama (2010: 15-21) merupakan upaya untuk memperbaiki
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
25 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Setting dan Karakteristik Subejk Penelitian 3.1.1. Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan di kelas I SDN Madugowongjati 02, kecamatan Gringsing Kabupaten Batang.
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Berdasarkan Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dinyatakan bahwa : Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA SEKOLAH DASAR PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DAN IPS MELALUI KELOMPOK KECIL
PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA SEKOLAH DASAR PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DAN IPS MELALUI KELOMPOK KECIL Husnah Guru SDN 001 Pasar Inuman Kecamatan Inuman [email protected] ABSTRAK Penelitian tentang
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1.Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bersifat mencari umpan balik bagi penyempurnaan metode pembelajaran.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mempunyai sifat kolaboratif antara guru bidang studi matematika di MTs Negeri Surakarta
PENGGUNAAN METODE DISKUSI DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD NEGERI 349 TANJUNG KAPA MANDAILING NATAL
PENGGUNAAN METODE DISKUSI DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD NEGERI 349 TANJUNG KAPA MANDAILING NATAL Heddi Dongoran Guru di SD Negeri 349 Tanjung Kapa Mandailing Natal Surel
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metoda Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Menurut Hopkins (Komalasari, 2010: 270) penelitian tindakan
PENINGKATAN KEMAMPUAN MELAKUKAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN MELALUI METODE MAKE A MATCH
Vol. 17, No. 4, Agustus 2016 (Edisi Khusus) ISSN 2087-3557 PENINGKATAN KEMAMPUAN MELAKUKAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN MELALUI METODE MAKE A MATCH SD Negeri 01 Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan,
