PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS
|
|
|
- Widya Jayadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 1 PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS UPT PENDIDIKAN KECAMATAN GEBOG DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN KUDUS PROVINSI JAWA TENGAH 2011
2 2 PENGESAHAN 1. Judul Penelitian PENINGKATAN KEMAMPUAN DALAM MENDESKRIPSIKAN NKRI MELALUI COOPERATIVE LEARNING THINK PARE SHARE PADA SD 2 BESITO TAHUN 2011/ Identitas Peneliti Nama Peneliti : Sutiyono, S.Pd.SD NIP : Pangkat / Gol. Ruang : Pembina / IV A Institusi : SD 2 Besito UPT Pendidikan Kecamatan Gebog Kabupaten : Kudus Provinsi : Jawa Tengah Alamat Kantor : Besito Gebog Kudus 3. Lama Penelitian : 2 bulan Dari : bulan November sampai dengan Desember Sumber Dana : Swadana Mengetahui Kudus, Juli 2012 Kepala SD 2 Besito Penulis, Muzayanah, S.Pd. Sutiyono, S.Pd.SD NIP NIP
3 3 KATA PENGANTAR Puji dan syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah menganugerahkan segala nikmat dan karunia-nya kepada kita sekalian sehingga penyusunan proposal penelitian tindakan kelas ini dapat penulis selesaikan. Banyak hambatan yang penulis temui, namun semua dapat teratasi berkat bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis tidak lupa menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya serta ucapan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada: 1. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kudus; 2. Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kudus; 3. Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus; 4. Pengawas TK/SD/SDLB UPT Pendidikan Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus; 5. Kepala SD 2 Besito Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus; 6. Bapak/Ibu Guru SD 2 Besito Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus; 7. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Semoga amal baik bapak ibu mendapat balasan yang setimpal dari Allah dan senantiasa mendapat ridlo-nya, Amin. Akhirnya penulis menyadari bahwa proposal PTK ini, masih sangat sederhana, maka dari itu kritik dan saran selalu penulis harapkan demi perbaikan dan kesempurnaan. Kemudian penulis berharap semoga proposal PTK ini dapat bermanfaat bagi kita, khususnya dalam meningkatkan mutu pendidikan. Penulis,
4 4 DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL LEMBAR PENGESAHAN.. 2 KATA PENGANTAR. 3 DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 5 A. Latar Belakang Masalah. 5 B. Identifikasi Masalah 5 C. Analisis Masalah D. Rumusan Masalah E. Tujuan Penelitian 6 F. Manfaat Penelitian.. 7 BAB II KAJIAN PUSTAKA... 8 A. Hakikat Belajar... 8 B. Pendidikan Kewarganegaraan... 8 C. Cooperative Learning Think-Pare-Share D. Kerangka Pikir E. Hipotesis BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Setting Penelitian B. Subjek Penelitian C. Data dan Sumber Data D. Teknik Pengumpulan Data E. Validitas Data F. Teknik Analisis Data G. Prosedur Penelitian DAFTAR PUSTAKA.. 17 LAMPIRAN
5 5 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Hasil prestasi belajar dan minat belajar Pendidikan Kewarganegaraan siswa kelas V SD 2 Besito Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sangat rendah. Berdasarkan hasil refleksi pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan siswa kelas V SD 2 Besito Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus pada materi mendeskripsikan NKRI, menunjukkan hasil yang belum maksimal. Hasil prestasi siswa masih di bawah tingkat ketuntasan belajar. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan hasil observasi proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan evaluasi terhadap proses pembelajaran, peneliti berhasil merangkum permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran, antara lain: (1) siswa kurang mampu menjelaskan kepanjangan NKRI, (2) siswa kurang mampu menjelaskan batas-batas wilayah Indonesia, (3) siswa kurang mampu menjelaskan letak astronomis Indonesia, (4) siswa kurang mampu menjelaskan letak geografis Indonesia, (5) siswa kurang mampu mendeskripsikan NKRI. C. Analisis Masalah Kemampuan siswa dapat dikembangkan secara optimal melalui berbagai metode yang digunakan untuk mendorong kreativitas siswa berdasarkan pengalaman dan minat siswa serta mengembangkan potensi yang dimiliki. (Hamalik; 1994). Sedangkan menurut Abubakar (1996 : 20) masing-masing pembelajaran mempunyai ciri sendiri-sendiri, artinya setiap mata pelajaran mempunyai metodik tersendiri. Metodik khusus membahas cara mengajarkan suatu mata pelajaran tertentu. Jadi metodik khusus ialah metode yang harus kita gunakan dalam menyampaikan tiap mata pelajaran kepada siswa dalam
6 6 pembelajaran. Jadi kegiatan belajar merupakan usaha sadar yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu pengetahuan atau keterampilan yang mampu mengubah pandangan dan perilakunya di kemudian hari. Bertitik tolak dari pendapat Oemar Hamalik dan Abubakar tersebut, penulis berpendapat bahwa kekurangmampuan siswa tersebut dapat dikurangi dengan mengadakan pembelajaran melalui penerapan Cooperative Learning Think-Pare-Share. Melalui pertimbangan tersebut di atas, maka pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah: Bagaimana cara meningkatkan prestasi hasil belajar siswa kelas V dalam mendeskripsikan NKRI melalui penerapan Cooperative Learning Think-Pare-Share? D. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang, identifikasi, dan analisis masalah tersebut, dapat dirumuskan pokok permasalahan sebagai berikut : 1. Bagaimanakah cara meningkatkan prestasi hasil belajar siswa kelas V SD 2 Besito Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus dalam mendeskripsikan NKRI melalui penerapan Cooperative Learning Think-Pare-Share? 2. Seberapa besar pengaruh dari penerapan Cooperative Learning Think-Pare- Share terhadap peningkatan minat belajar siswa kelas V SD 2 Besito Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus dalam mendeskripsikan NKRI? E. Tujuan Penelitian Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk : 1. Mendeskripsikan penerapan penerapan Cooperative Learning Think-Pare- Share pada pembelajaran PKn dalam upaya meningkatkan prestasi hasil belajar siswa kelas V SD 2 Besito Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus dalam mendeskripsikan NKRI. 2. Meningkatkan kemampuan siswa kelas V SD 2 Besito Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus dalam mendeskripsikan NKRI.
7 7 F. Manfaat Penelitian Penelitian tindakan kelas ini diharapkan dapat bermanfaat bagi : 1. Siswa a. Membangkitkan minat belajar siswa dalam pembelajaran PKn; b. Meningkatkan kemampuan siswa dalam mendeskripsikan NKRI; c. Meningkatkan prestasi hasil belajar siswa dalam pelajaran PKn. 2. Guru a. Memperbaiki Kekurangan atau kelemahan guru dalam kegiatan pembelajaran; b. Memperoleh alternatif pemecahan masalah dalam suatu pembelajaran; c. Membantu guru dalam melakukan perbaikan pembelajaran pada mata pelajaran PKn. 2. Sekolah a. Prestasi hasil belajar siswa yang lebih meningkat, b. Memperoleh alternatif model pembelajaran di sekolah melalui PTK. c. Menambah referensi tentang PTK di perpustakaan sekolah.
8 8 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Hakikat Belajar Menurut Slameto (1991: 22) Belajar adalah suatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Sementara itu Winkel (1984: 162) mengutarakan pengertian belajar suatu proses mental yang mengarah kepada penguasaan, kecakapan / skill, kebiasaan atau sikap yang semuanya diperoleh, disimpan dan dilaksanakan sehingga menimbulkan tingkah laku yang progresif dan adaptif. Pengertian belajar : 1. Merupakan perubahan tingkah laku di mana perubahan itu dapat mengarah ke tingkah laku yang baik maupun yang buruk. 2. Merupakan perubahan yang terjadi melalui latihan atau pengalaman. 3. Merupakan perubahan yang relatif menetap (Dirjen Dikti, 1985:3). Dari beberapa pengertian belajar tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa, belajar adalah usaha secara jasmani maupun rohani dengan jalan menggunakan materi yang diperoleh disimpan dan dilaksanakan, sehingga menimbulkan tingkah laku menuju perkembangan pribadi seutuhnya. B. Pendidikan Kewarganegaraan Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang bersifat multidimensional. Tidak hanya berkenaan dengan pendidikan nilai etis, tetapi juga dengan pendidikan nilai lainnya seperti nilai politik, sosial, dan ekonomi, karena Pancasila dan UUD 1945 yang menjadi materi pokok P Kn menyangkut berbagai nilai serta perwujudannya dalam kehidupan sehari-hari. P Kn sering dikatakan sebagai pendidikan nilai dan moral. Di dalam P Kn terdapat keterpaduan antara konsep moral, sikap moral, dan perilaku moral yang mengintegrasikan unsur-unsur kognitif, afektif dan psykhomotorik secara utuh, sehingga peserta didik (warga negara) mampu 8
9 9 berpikir secara kritis, rasional, kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan, berpartisipasi secara aktif dan bertanggungjawab, bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, anti-korupsi, berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dan berinteraksi dengan bangsabangsa lain. Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi, menjelaskan secara runtut bahwa ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan meliputi aspek-aspek sebagai berikut : 1. Persatuan dan Kesatuan bangsa, meliputi: Hidup rukun dalam perbedaan, Cinta lingkungan, Kebanggaan sebagai bangsa Indonesia, Sumpah Pemuda, Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Partisipasi dalam pembelaan negara, Sikap positif terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, Keterbukaan dan jaminan keadilan 2. Norma, hukum dan peraturan, meliputi: Tertib dalam kehidupan keluarga, Tata tertib di sekolah, Norma yang berlaku di masyarakat, Peraturanperaturan daerah, Norma-norma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Sistim hukum dan peradilan nasional, Hukum dan peradilan internasional 3. Hak asasi manusia meliputi: Hak dan kewajiban anak, Hak dan kewajiban anggota masyarakat, Instrumen nasional dan internasional HAM, Pemajuan, penghormatan dan perlindungan HAM 4. Kebutuhan warga negara meliputi: Hidup gotong royong, Harga diri sebagai warga masyarakat, Kebebasan berorganisasi, Kemerdekaan mengeluarkan pendapat, Menghargai keputusan bersama, Prestasi diri, Persamaan kedudukan warga negara 5. Konstitusi Negara meliputi: Proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang pertama, Konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia, Hubungan dasar negara dengan konstitusi 6. Kekuasan dan Politik, meliputi: Pemerintahan desa dan kecamatan, Pemerintahan daerah dan otonomi, Pemerintah pusat, Demokrasi dan sistem politik, Budaya politik, Budaya demokrasi menuju masyarakat madani,
10 10 Sistem pemerintahan, Pers dalam masyarakat demokrasi 7. Pancasila meliputi: kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara, Proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara, Pengamalan nilainilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, Pancasila sebagai ideologi terbuka 8. Globalisasi meliputi: Globalisasi di lingkungannya, Politik luar negeri Indonesia di era globalisasi, Dampak globalisasi, Hubungan internasional dan organisasi internasional, dan Mengevaluasi globalisasi. C. Cooperative Learning Think-pare-Share Model pembelajaran Cooperatif Learning Think-Pair-Share. adalah suatu cara atau strategi belajar yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk ikut berperan aktif dalam pembelajaran dengan cara siswa berpikir tentang pertanyaan atau pernyataan dari guru, kemudian didiskusikan secara berpasangan, dan akhirnya didiskusikan dengan semua kelompok (diskusi kelas). 1) Think = Thinking berarti berpikir (siswa secara individu berpikir tentang pertanyaan atau isu yang disampaikan guru). 2) Pair = Pairing berarti berpasangan (diskusi secara berpasangan). 3) Share = Sharing berarti berbagi (diskusi membahas pertanyaan atau pernyataan atau isue secara klasikal bersama kelompok lainnya). Berdasarkan uraian tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa Model pembelajaran Cooperatif Learning Think-Pair-Shair adalah memberikan kemudahan kepada siswa untuk lebih memahami konsep, pembentukan konsep, penguatan konsep, memberikan pengalaman belajar, menumbuhkan sikap dan keterampilan tertentu dalam teknologi, menciptakan situasi belajar, alat peraga yang tepat anak akan lebih berhasil belajarnya dan pemakaian alat peraga dapat dijadikan salah satu objek dalam penelitian.
11 11 D. Kerangka Pikir Masalah o Daya serap siswa dalam pembelajaran PKn kurang o Hasil belajar PKn rendah dibandingkan dengan mata pelajaran yang lainnya. o Penggunaan metode kurang sesuai dengan materi o Penggunaan alat peraga kurang efektif, efisien, menyenangkan. Tindakan o Menggunakan buku buku sumber yang relefan o Memberikan tugas individu dan kelompok. o Pembelajaran melalui Cooperative Learning Think-Pare-Share Hasil o Daya serap siswa dalam pembelajaran PKn meningkat mencapai batas minimal 85 % E. Hipotesis Berdasarkan landasan teori dan kerangka pikir di atas maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian tindakan kelas Melalui penerapan Cooperative Learning Think-Pare-Share, kemampuan siswa kelas V SD 2 Besito Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus dalam mendeskripsikan NKRI dapat meningkat".
12 12 BAB III METODE PENELITIAN A. Setting Penelitian 1. Tempat Penelitian Dalam penilitian ini peneliti mengambil lokasi di SD 2 Besito Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus. Peneliti mengambil lokasi atau tempat ini dengan pertimbangan bekerja pada sekolah tersebut, sehingga memudahkan dalam mencari data, peluang waktu yang luas dan subjek penelitian yang sangat sesuai dengan profesi peneliti. 2. Waktu Penelitian Dengan beberapa pertimbangan dan alasan peneliti menentukan menggunakan waktu penelitian selama 2 bulan yaitu bulan November s.d. Desember Waktu dari perencanaan sampai penulisan laporan hasil penelitian tersebut pada semester 1 tahun pelajaran 2011/2012. Adapun jadwal pelaksanaannya sebagai berikut: No Kegiatan November Desember I. 1. Persiapan X 2. Perijinan X 3. Observasi awal X 4. Pembuatan Instrumen X 5. Uji Coba Instrumen X II. Pelaksanaan Siklus 1. Siklus I X 2. Siklus II X III. Pelaporan 1. Penyusunan Hasil Laporan X 2. Pengumpulan X 12
13 13 B. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD 2 Besito Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus berjumlah 22 siswa dengan perincian 12 siswa lakilaki dan 10 siswa perempuan. C. Data dan Sumber Data dan Hasil tes. Sumber data dari informan atau nara sumber, Asip, Hasil pengamatan, D. Teknik Pengumpulan Data Suharsimi Arikunto (1998:134) mengemukakan bahwa metode pengumpulan data adalah cara cara yang dapat digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis, sehingga lebih mudah diolah. Data penelitian ini bersumber dari interaksi peneliti dan siswa, dalam pembelajaran. Peningkatan prestasi belajar berupa data tindak belajar atau perilaku belajar yang dihasilkan dari tindak mengajar dan aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran. Data dalam penelitian ini dikumpulkan oleh peneliti melalui observasi, tes, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. 1. Observasi (Pengamatan) Ridwan (2007:76) menjelaskan bahwa observasi yaitu pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan. Karena sifatnya mengamati, maka alat yang paling pokok adalah panca indera, terutama indera penglihatan. Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data melalui pengamatan terhadap subjek, yaitu mengamati terutama minat dan perubahan yang dialami siswa sebelum dan sesudah pembelajaran. Pengamat dalam penelitian ini dilakukan oleh teman sejawat.
14 14 2. Metode Tes Tes merupakan pengumpul informasi. Dalam penelitian ini metode tes digunakan sebagai alat untuk memperoleh data dengan menguji kemampuan siswa sebelum diberi tindakan pembelajaran. Melalui metode tes tersebut digunakan untuk menguji sejauh mana perbandingan siswa mengalami perubahan tingkahlaku serta prestasi sebelum diberi tindakan dan sesudah diberi tindakan pembelajaran. Suharsimi Arikunto dalam buku Manajemen Penelitian (2005: 101) mengartikan instrumen penelitian sebagai alat bantu merupakan saran yang dapat diwujudkan dalam benda misalnya angket, daftar cek, pedoman wawancara, lembaran pengamatan. Dalam penelitian ini metode yang dipakai adalah metode observasi, metode catatan lapangan, dan metode tes, maka instrument yang dipakai adalah pedoman observasi, lembar pengamatan, dan lembar soal tes. Pedoman observasi yang digunakan peneliti yaitu memuat garis besar sejauh mana minat dan sikap positif serta partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Lembar pengamatan digunakan untuk memperoleh data sebelum tindakan, baik dari guru maupun penamatan langsung di lapangan. Sedangkan lembar soal tes digunakan untuk menguji kemampuan dan prestasi belajar siswa. E. Validitas Data a. Triangulasi data (sumber) b. Triangulasi metode Analisis data hubungan interaksi antara unsur-unsur kerja analisis tersebut dapat divisualisasikan dalam bentuk diagram sebagai berikut :
15 15 Pengumpulan Data (Data Collection) Penyajian Data (Data Display) Reduksi Data (Data Reduction) Simpulan-simpulan penarikan / Verifikasi (Milles dan Huberman, 2000 : 20). F. Teknik Analisis Data Dalam penelitian ini, analisis data dimulai sejak awal sampai akhir pengumpulan data. Data yang diperoleh dari perhitungan persentasi dari hasil penilaian observasi pada saat tindakan dilakukan. Hasil observasi tersebut kemudian dianalisis terhadap indikator penggunaan peningkatan prestasi belajar siswa. Data dalam penelitian ini diperoleh mulai observasi langsung pada objek penelitian untuk mengungkapkan sejauh mana peningkatan minat dan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran. Observasi langsung dilaksanakan pada kondisi awal pembelajaran di dalam kelas. Tujuan analisis dalam penelitian tindakan kelas untuk memperoleh data kepastian apakah terjadi perbaikan, peningkatan sebagaimana diharapkan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis diskriptif teknik persentasi. Analisis yang digunakan adalah teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Perhitungan dalam proses analisis data menghasilkan persentase pencapaian yang selanjutnya.
16 16 G. Prosedur Penelitian Pelaksanaan perbaikan pembelajaran PKn di kelas V dalam dua siklus yang masing-masing melalui empat tahapan yaitu, (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Adapun skema siklus tersebut digambarkan sebagai berikut; SIKLUS I 1. Perencanaan Pembelajaran SIKLUS II 1. Rencana Perbaikan Pembelajaran 2. Pelaksanaan Pembelajaran 2. Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran 3. Pengumpulan Data 3. Pengumpulan Data 4. Refleksi 4. Refleksi PENULISAN LAPORAN
17 17 DAFTAR PUSTAKA Ali Muhammad Guru dan Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar baru Algen Sindo. Anita Cooperatif Learning. Mempraktikkan Cooperatif Learning di Ruang Kelas. Jakarta: Gramedia. Asmawi, dkk Test dan Asesmen di SD. Jakarta: Universitas Terbuka. Depdikbud Pengelolaan Sekolah Dasar. Jakarta: Proyek Peningkatan mutu SD/TK. Depdikbud Petunjuk Peningkatan Mutu di Sekolah Dasar. Jakarta: Proyek Peningkatan Mutu di SD/TK. Depdikbud Pengelolaan Kelas di Sekolah Dasar. Jakarta: Proyek Peningkatan Mutu SD/TK. Depdikbud Dikdaktik Metodik Umum. Jakarta: Proyek Peningkatan Mutu SD/TK. Depdikbud Pedoman Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Proyek Peningkatan Mutu SD/TK. Depdiknas Standar Isi. Jakarta. Hamalik Umar Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Universitas Terbuka. Suciati Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Universitas Terbuka. Suminarsih Model Pembelajaran. Semarang: Widya Iswara. Wahyudin Dinn Pengantar Pendidikan. Jakarta: Universitas Terbuka. Zaenal Aqib Karya Tulis Ilmiah Bagi Pengembangan Profesi Guru. Bandung: Yrama Widya. 17
18 18 LAMPIRAN 1. LEMBAR OBSERVASI TERHADAP KEAKTIFAN SISWA KELAS V PADA SAAT PROSES BALAJAR MENGAJAR PKn BERLANGSUNG Aspek yang diamati No Siswa Bertanya kepada guru Menjawab Pertanyaan Mengemukakan Pendapat Memecahkan Masalah Persentase Keterangan Skor 4 = sangat baik 3 = baik 2 = Cukup baik 1 = kurang
19 19 2. LEMBAR OBSERVASI TERHADAP REAKSI YANG DITIMBULKAN SISWA KELAS V PADA SAAT PEMBELAJARAN PKn BERLANGSUNG No. Peryataan Ya Tidak 1. Siswa memperhatikan dengan sungguh 2. Siswa mengindahkan perintah guru 3. Siswa mempunyai gairah dalam mengikuti proses pembelajaran 4. Siswa dengan serius memperhatikan penjelasan guru 5. Siswa dengan serius belajar secara kelompok 6. Siswa dengan senang belajar secara kelompok 7. Siswa serius belajar secara individu 8 Siswa dengan senang belajar secara individu 9. Siswa semangat saat diberikan soal jajakan 10. Siswa mempunyai gairah dalam menjawab soal latihan 11. Siswa memiliki gairah belajar dengan bantuan alat peraga benda konkrit 12. Siswa mempunyai keinginan untuk mengkomunikasikan idenya lewat bicara. 13. Siswa mempunyai keinginan untuk bertanya kepada guru 14. Siswa suka dengan soal cerita pemecahan masalah seharihari 15. Siswa senang belajar dengan mengaitkan kehidupan nyata 16. Latihan yang diberikan selalu dikerjakan dengan tepat 17. Siswa mampu mencari aplikasi contoh nyata di kehidupan sehari-hari.
PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS
1 PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS UPT PENDIDIKAN KECAMATAN GEBOG DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN KUDUS PROVINSI JAWA TENGAH 2012 2 PENGESAHAN 1. Judul Penelitian : PENINGKATAN KEMAMPUAN
PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS
1 PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS PENINGKATAN KEMAMPUAN MENENTUKAN VOLUME KUBUS DAN BALOK MELALUI PEMANFAATAN MODEL BANGUN RUANG PADA SISWA KELAS V SD 2 BESITO TAHUN PELAJARAN 2012/2013 UPT PENDIDIKAN
PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS
1 PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS PENINGKATAN KEMAMPUAN MELAKUKAN OPERASI HITUNG CAMPURAN MELALUI COOPERATIVE LEARNING SNOWBALL THROWING PADA SISWA KELAS IV SD 2 BESITO TAHUN PELAJARAN 2011/2012 UPT
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ROUND TABLE DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN SISWA
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ROUND TABLE DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN SISWA NASRUL Kepala SD Negeri 004 Domo [email protected] ABSTRAK Penerapan Model Pembelajaran Round Table Dalam Upaya
26. Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)
26. Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) A. Latar Belakang Pendidikan di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan peserta didik menjadi
PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS
0 PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS PENINGKATAN KETERAMPILAN MENGKLASIFIKASIKAN BANGUN DATAR MELALUI GROUP TOURNAMENT PADA SISWA KELAS I SD 2 BESITO TAHUN PELAJARAN 2011/2012 UPT PENDIDIKAN KECAMATAN
STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR TINGKAT SMP, MTs, DAN SMPLB
STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR TINGKAT SMP, MTs, DAN SMPLB Mata Pelajaran Pendidikan Kewargaan untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) A. Latar Belakang Pendidikan di Indonesia
STANDAR ISI DAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN MATA PELAJARAN PKn Ekram Pw, Cholisin, M. Murdiono*
STANDAR ISI DAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN MATA PELAJARAN PKn SMP @ Ekram Pw, Cholisin, M. Murdiono* PENDAHULUAN Standar Isi maupun SKL ( Lulusan) merupakan sebagian unsur yang ada dalam SNP (Standar Nasional
13. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu.
KOMPETENSI INTI 13. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu. (PKn) Pengertian Mata PelajaranPendidikan Kewarganegaraan Berdasarkan UU Nomor
: Pendidikan Kewarganegaraan (PKN)
KTSP Perangkat Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) PERANGKAT PEMBELAJARAN STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR Mata Pelajaran Satuan Pendidikan Kelas/Semester : Pendidikan
B. Tujuan C. Ruang Lingkup
27. Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/ Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/ Madrasah Aliyah (MA)/ Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) A. Latar Belakang Pendidikan di diharapkan
26. Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI)
26. Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) A. Latar Belakang Pendidikan di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara
om KOMPETENSI INTI 13. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu.
www.kangmartho.c om KOMPETENSI INTI 13. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu. (PKn) Pengertian Mata PelajaranPendidikan Kewarganegaraan
26. Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)
26. Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) A. Latar Belakang Pendidikan di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan peserta didik menjadi
SKRIPSI. Diajukan kepada : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Oleh WILUDJENG HERAWATI NIM.
SKRIPSI PENINGKATAN HASIL BELAJAR PKn MATERI KEUTUHAN NKRI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW SISWA KELAS VII SMPN 2 KAUMAN PONOROGO TAHUN PELAJARAN 2011/2012 Diajukan kepada : Fakultas Keguruan dan Ilmu
26. Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI)
26. Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) A. Latar Belakang Pendidikan di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara
(Analisis Semiotika Terhadap Film Garuda di Dadaku)
PENANAMAN DAN PENGEMBANGAN ASPEK PRESTASI DIRI DAN NILAI OPTIMISME DALAM FILM GARUDA DI DADAKU (Analisis Semiotika Terhadap Film Garuda di Dadaku) SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Hasil Belajar Menurut Lindgren dalam Agus Suprijono (2011: 7) hasil pembelajaran meliputi kecakapan, informasi, pengertian, dan sikap. Hal yang sama juga dikemukakan
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Kajian Teori 2.1.1.Mata pelajaran PKn 2.1.1.1.Pengertian PKn SD Pendidikan kewarganegaraan SD adalah program pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai pancasila sebagai wahana
PEMETAAN STANDAR KOMPETENSI, KOMPETENSI DASAR MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
PEMETAAN, MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN ASPEK KELAS VII SEMESTER 1 1. Menunjukkan sikap positif terhadap norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara 1.1
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PKN SD
Handout Perkuliahan -1 PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PKN SD Program Studi PGSD FIP UNY Semester Genap 2014/2015 Kelas A & B Oleh: Samsuri E-mail: [email protected] Universitas Negeri Yogyakarta Ruang Lingkup
29. Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk Sekolah Dasar Luar Biasa Tunadaksa (SDLB-D)
29. Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk Sekolah Dasar Luar Biasa Tunadaksa (SDLB-D) A. Latar Belakang Pendidikan di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara
PEMETAAN SK KD. Indikator Pencapaian Kompetensi. Menjelaskan pengertian norma, kebiasaan dan adat istiadat. Menjelaskan manfaat norma
Mata Pelajaran : PPKn Kelas : VII Semester : 1 dan 2 Ruang lingkup mata pelajaran PPKn di SMP/MTs meliputi: PEMETAAN SK 1. Persatuan dan Kesatuan bangsa, meliputi: Hidup rukun dalam perbedaan, Cinta lingkungan,
BAB I PENDAHULUAN. dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan kebudayaan. Usaha sadar dan terencana
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan usaha manusia dalam membina kepribadian sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan kebudayaan. Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan sangat berperan penting dalam memajukan bangsa, kualitas
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan sangat berperan penting dalam memajukan bangsa, kualitas pendidikan yang baik akan melahirkan generasi muda yang dapat diandalkan untuk memajukan
BAB II KAJIAN PUSTAKA
8 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) 1. Pengertian PKn Pengertian PKn (n) tidak sama dengan PKN (N). PKN (N) adalah Pendidikan Kewargaan Negara. Sedangkan PKn (n) adalah Pendidikan
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Mata Pelajaran PKn 2.1.1.1 Hakekat PKn Menurut Azra dalam (Mawardi dan Sulasmono, 2011: 10), Pendidikan Kewarganegaraan adalah pendidikan yang mengkaji dan
Sutiyono, S.Pd.SD, SD 2 Besito Gebog Kudus
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENDESKRIPSIKAN JENIS SIMBIOSIS MELALUI COOPERATIVE LEARNING TWO STAY TWO STRAY PADA SISWA KELAS IV SD 2 BESITO TAHUN PELAJARAN 2011/2012 Sutiyono, S.Pd.SD, SD 2 Besito Gebog Kudus
I. PENDAHULUAN. tujuan pendidikan sangat sarat dengan kompetansi sosial, personal dan
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan sarana terpenting untuk mewujudkan kemampuan bangsa dan negara. Hal ini karena pendidikan merupakan proses budaya yang bertujuan untuk meningkatkan
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENDESKRIPSIKAN NKRI MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN MODEL THINK-PAIR-SHARE. Erly Pujianingsih
Didaktikum: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas Vol. 17, No. 2, Mei 2016 (Edisi Khusus) ISSN 2087-3557 PENINGKATAN KEMAMPUAN MENDESKRIPSIKAN NKRI MELALUI PENERAPAN SD Negeri 02 Kebonsari, Karangdadap, Kabupaten
PROGRAM TAHUNAN STANDAR KOMPETANSI / 2.2 Mendeskripsikan suasana kebatinan konstitusi yang pertama 2 4
PEMERINTAH KABUPATEN PURWOREJO DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SMP NEGERI 21 PURWOREJO Alamat : Desa Brunorejo, Kecamatan Bruno Kabupaten Purworejo Kode Pos 54261 PROGRAM TAHUNAN Mata Pelajaran : Pendidikan
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PKn MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA KELAS VI SD NEGERI 1 MONGKRONG, WONOSEGORO
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PKn MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA KELAS VI SD NEGERI 1 MONGKRONG, WONOSEGORO Sri Sukaptiyah [email protected] SD Negeri 1 Mongkrong, Karangjati, Wonosegoro,
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENJAGA KEUTUHAN NKRI MENGGUNAKAN METODE COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW. Parjimin
Didaktikum: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas Vol. 17, No. 2, April 2016 ISSN 2087-3557 PENINGKATAN KEMAMPUAN MENJAGA KEUTUHAN NKRI MENGGUNAKAN METODE COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW SD Negeri 01 Kebonsari
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE PADA MATERI AJAR MENJAGA KEUTUHAN NKRI. Tri Purwati
Dinamika: Jurnal Praktik Penelitian Tindakan Kelas Pendidikan Dasar & Menengah Vol. 7, No. 2, April 2017 ISSN 0854-2172 IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE PADA MATERI AJAR SD Negeri Purbasana
BAB I PENDAHULUAN. pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan. Salah satu dasar utama
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu proses pengajaran yang memerlukan keahlian khusus, serta sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian
PEMAHAMAN SISTEM PEMERINTAHAN PUSAT MELALUI METODE DISKUSI DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL. Sumarni
Dinamika: Jurnal Praktik Penelitian Tindakan Kelas Pendidikan Dasar & Menengah Vol. 6, No. 2, April 2016 ISSN 0854-2172 PEMAHAMAN SISTEM PEMERINTAHAN PUSAT MELALUI METODE DISKUSI DENGAN SD Negeri 02 Wuluh
Meningkatkan Minat Belajar PKn Melalui Metode Bermain Peran Siswa Kelas IV SD Inpres 3 Tolai
Meningkatkan Minat Belajar PKn Melalui Metode Bermain Peran Siswa Kelas IV SD Inpres 3 Tolai Margareta Ni Made Ardani Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas
BAB II KAJIAN PUSTAKA. Menurut Skinner dalam Dimyati dan Mujiono (2002:9) belajar adalah suatu. dalam interaksi dengan lingkungannya.
7 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Belajar Menurut Skinner dalam Dimyati dan Mujiono (2002:9) belajar adalah suatu perilaku. Pada saat orang belajar, maka responnya menjadi lebih baik dan sebaliknya,
KISI UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL (USBN) TAHUN PELAJARAN 2016/2017. Nomor Soal. Kelas VII Norma 1. Konstitusi dan Proklamasi. Hak Asasi Manusia 6
KISI KISI UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL (USBN) TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Nama Madrasah: MTsN 1 Kota Serang Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Kelas : IX Kurikulum : KTSP/2006 No Standar Kompetensi
KATA PENGANTAR. Syawal Gultom NIP
1 KATA PENGANTAR Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, menyatakan bahwa jabatan guru sebagai pendidik merupakan jabatan profesional. Dengan demikian profesionalisme
BIORMATIKA Jurnal Ilmiah FKIP Universitas Subang Vol.4 No 1 Pebruari 2017 ISSN
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING DALAM UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS III SDN MARGAHAYU PADA MATERI KEANEKARAGAMAN BUDAYA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
BAHASAN KEUTUHAN NKRI MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARTIKULASI PADA SISWA KELAS V-A SDN TANGGUL WETAN 04 KECAMATAN TANGGUL KABUPATEN JEMBER
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn POKOK BAHASAN KEUTUHAN NKRI MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARTIKULASI PADA SISWA KELAS V-A SDN TANGGUL WETAN 04 KECAMATAN TANGGUL KABUPATEN JEMBER Bambang Supriyanto
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. penyatuan materi, media, guru, siswa, dan konteks belajar. Proses belajar
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Proses Belajar Proses belajar mengajar merupakan aktivitas antara guru dengan siswa di dalam kelas. Dalam proses itu terdapat proses pembelajaran yang berlangsung akibat penyatuan
METODE PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI DALAM UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN PELAJARAN PKN SISWA KELAS IX-7 SMP NEGERI 8 TEBING TINGGI.
METODE PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI DALAM UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN PELAJARAN PKN SISWA KELAS IX-7 SMP NEGERI 8 TEBING TINGGI Yendina Saragih Guru SMP Negeri 8 Tebing Tinggi Email: [email protected]
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN DEMONSTRATION TERHADAP MATERI PEMERINTAH DAERAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SD NEGERI 5 SETIA BAKTI
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN DEMONSTRATION TERHADAP MATERI PEMERINTAH DAERAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SD NEGERI 5 SETIA BAKTI Wahidin Guru SD Negeri 5 Setia Bakti email: [email protected]
KONSEPSI KAJIAN PKN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARANNYA
KONSEPSI KAJIAN PKN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARANNYA oleh: Samsuri FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA MURRAY PRINT (1999; 2000) civic education yang mencakup kajian tentang pemerintahan,
PENINGKATAN PARTISIPASI BELAJAR SISWA KELAS VI B PADA PEMBELAJARAN PKn MELALUI METODE PROBLEM POSING DI SD BAKRIE UTAMA SUNGAI AUR
PENINGKATAN PARTISIPASI BELAJAR SISWA KELAS VI B PADA PEMBELAJARAN PKn MELALUI METODE PROBLEM POSING DI SD BAKRIE UTAMA SUNGAI AUR Nashahi 1, Muhammad Sahnan 1, Hendrizal 1 1 Program Studi Pendidikan Guru
KISI UJI KOMPETENSI 2014 MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn)
KISI UJI KOMPETENSI 2014 MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn) Komp. Utama Pedagogik Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional dan
Pemanfaatan Media Alat Peraga Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran PKn di Kelas IV SDN 1 Toili
Pemanfaatan Media Alat Peraga Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran PKn di Kelas IV SDN 1 Toili Sulastri, Jamaludin, dan Hasdin Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Berdasarkan penelitian pendahuluan melalui wawancara dengan salah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Berdasarkan penelitian pendahuluan melalui wawancara dengan salah seorang guru mata pelajaran PKn kelas VIII dan hasil observasi, ditemukan bahwa : 1. Pada
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Mata Pelajaran PKn 2.1.1.1 Hakikat PKn Menurut Azyumi Azra dalam Mawardi dan Bambang S. Sulasmono (2011:10) Pendidikan Kewarganegaraan adalah pendidikan yang
Purhandayani SMP Teuku Umar Semarang
Didaktikum: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas Vol. 16, No. 2, Oktober 2014 ISSN 2087-3557 PENERAPAN MODEL STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING PADA MATERI AJAR POWER POINT (PPt) SMP Teuku Umar Semarang Abstrak
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DENGAN METODE PRESENTASI DAN DISKUSI KELOMPOK (SISWA KELAS III SDN CANDIJATI 01 ARJASA)
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DENGAN METODE PRESENTASI DAN DISKUSI KELOMPOK (SISWA KELAS III SDN CANDIJATI 01 ARJASA) Sukaedi 4 Abstrak. Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADPEMBELAJARAN PKn MELALUI MODEL EVERYONE IS TEACHER HERE DI SDN 08 KINALI PASAMAN BARAT
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADPEMBELAJARAN PKn MELALUI MODEL EVERYONE IS TEACHER HERE DI SDN 08 KINALI PASAMAN BARAT Rosmiati 1, Yusrizal 2, Hendrizal 1 1 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan peserta didik
1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pendidikan di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang memiliki komitmen kuat dan konsisten untuk mempertahankan Negara Kesatuan
KISI PLPG 2013 MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKN)
KISI PLPG 2013 MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKN) Kompetensi Utama Standar. Kompetensi Guru Standar Isi Kognitif Bloom Indikator Esensial Kompetensi Inti Komp. Guru Mapel Standar Kompetensi
Lathifatus Sa adah 1 Soewalni Soekirno 2 dan Anggit Grahito Wicaksono 3 ABSTRAK
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI BANYUANYAR II SURAKARTA
UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE
UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) SISWA KELAS VIIC SMP NEGERI 1 SENTOLO Nurul Arum Sulistyowati FKIP, Universitas
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensinya
UPAYA PENINGKATAN MINAT BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN (PKn) STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD)
UPAYA PENINGKATAN MINAT BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN (PKn) STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) Maryanto ABSTRACT More than 60% of students in SMP Negeri 2 Pulosari
BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Seting Dan Karakteristik Subjek Penelitian
23 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Seting Dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.1.1 Setting Penelitian 3.1.1.1 Lokasi Tempat penelitian adalah SD 6 Gondangmanis Kecamatan Bae Kabupaten Kudus yang terletak
BAB III METODE PENELITIAN. kata-kata atau pernyataan-pernyataan (yang diperoleh melalui wawancara,
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yaitu kualitatif deskriptif. Akbar (2009:13)
LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS
LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG PENJUMLAHAN BILANGAN BULAT PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI METODE DEMONSTRASI DENGAN PEMANFAATAN MEDIA KELAS IV SD NEGERI NGEPUNGROJO
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA TENTANG MAKHLUK HIDUP DENGAN MODEL COOPERATIVE LEARNING. Rochimah
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1, No. 4, Juli 2016 (Edisi Khusus) ISSN 2477-2240 (Media Cetak) 2477-3921 (Media Online) PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA TENTANG MAKHLUK HIDUP SD Negeri
BAB II KAJIAN PUSTAKA. A. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI)
7 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) 1. Pengertian Model Pembelajaran Model pembelajaran merupakan sebuah proses yang disusun secara sistematis
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn MELALUI COOPERATIVE LEARNING TIPE TPS (Think Pair Share) PADA SISWA KELAS V SDN SIDOMEKAR 07 KECAMATAN SEMBORO KABUPATEN JEMBER Kawit Supriana 14 Abstrak. Pendidikan Kewarganegaraan
29. Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunadaksa (SMPLB D)
29. Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunadaksa (SMPLB D) A. Latar Belakang Pendidikan di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan peserta didik menjadi
Yayuk Jatining Rahayu 4
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN BILANGAN PANGKAT DAN AKAR PANGKAT DUA DENGAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF NHT PADA SISWA KELAS V SDN SIDOMEKAR 08 KECAMATAN SEMBORO Yayuk Jatining Rahayu
PENINGKATAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS)
PENINGKATAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) Sri Rahayu Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo Email: [email protected]
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, karena akan berusaha mengungkap atau mendeskripsikan proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Mata Pelajaran PKn 2.1.1.1 Pengertian PKn Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sebagai salah satu bidang studi yang memiliki tujuan membekali siswa untuk mengembangkan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada mata pelajaran TIK di MTs Al-
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yaitu berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada mata pelajaran TIK di MTs Al- Musyawarah
PENERAPAN TEKNIK PEMBELAJARAN THINK PAIR SQUARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA
PENERAPAN TEKNIK PEMBELAJARAN THINK PAIR SQUARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA Nur Khasanah, Erni Puji Astuti Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah
BAB I PENDAHULUAN. maupun Rohani semakin meningkat dalam usaha menyesuaikan diri dengan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan sebagai salah satu proses dalam rangka perubahan pada pembentukan sikap, dimana kepribadian dan keterampilan manusia menghadapi masa depan yang merupakan
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR DI KELAS III SD INPRES 2 MENSUNG
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 6 No. 8 ISSN 235-61X MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR DI KELAS III SD INPRES 2 MENSUNG Rajlin, Ritman Ishak Paudi,
KISI UJI KOMPETENSI 2013 MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn)
KISI UJI KOMPETENSI 2013 MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn) Komp. Utama Pedagogik Standar. Kompetensi Guru Standar Isi Kompetensi Inti Komp. Guru Mapel Standar Kompetensi Komptensi Dasar Indikator
BAB III METODE PENELITIAN Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian
14 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Bawang Kabupaten Batang semester satu tahun pelajaran 2013 / 2014, dari kota kecamatan
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MEMBACA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN EVERYONE IS A TEACHER HERE SISWA KELAS IV SDN 10 PADANG DAREK KABUPATEN SOLOK SELATAN
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MEMBACA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN EVERYONE IS A TEACHER HERE SISWA KELAS IV SDN 10 PADANG DAREK KABUPATEN SOLOK SELATAN Evri Sandi 1, Pebriyenni 1, Hendrizal 1. 1 Program Studi
Hakikat, Fungsi, dan Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan di SD
Modul 1 Hakikat, Fungsi, dan Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan di SD Prof. Dr. H. Udin S. Winataputra, M.A. M PENDAHULUAN odul ini merupakan materi awal mata kuliah Pembelajaran PKn di SD (PDGK4201). Tentunya
REKAPITULASI PROGRAM SEMESTER September' No Uraian Kegiatan Jml. Minggu
Satuan Pendidikan : SMP Negeri 1 Purworejo : VII (Tujuh) : I (Satu) Tahun Pelajaran : 01 / 013 1 Juli'11 Waktu Agustus'11 5 1 Menunjukan sikap positif terhadap norma-norma yang berlaku 1 3 September'11
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR PKn MELALUI STRATEGI ACTIVE DEBATE PADA SISWA KELAS V SDN 08 KINALI KABUPATEN PASAMAN BARAT
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR PKn MELALUI STRATEGI ACTIVE DEBATE PADA SISWA KELAS V SDN 08 KINALI KABUPATEN PASAMAN BARAT Desi Susanti 1, Pebriyenni 2, Hendrizal 1 1 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian mengenai Implementasi Pendidikan Politik
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai Implementasi Pendidikan Politik Melalui Pembelajaran PKn Dalam Mengembangkan Kompetensi (Studi Kasus di SMA Negeri 2 Subang)
BAB II KAJIAN PUSTAKA. seseorang. Ada beberapa teori belajar salah satunya adalah teori belajar
8 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Aktivitas dan Hasil Belajar 1. Pengertian Belajar Belajar merupakan proses kegiatan untuk mengubah tingkah laku seseorang. Ada beberapa teori belajar salah satunya adalah teori
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS IV MELALUI MODEL THINK PAIR AND SHARE
ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS IV MELALUI MODEL THINK PAIR AND SHARE PADA PEMBELAJARAN IPS DI SD NEGERI 04 KAMPUNG OLO PADANG OLEH NIKO SEPTIADI NPM 1110013411169
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI PEMBELAJARAN MATRIKS INGATAN PADA SISWA KELAS I SD NEGERI TIMBULHARJO DEPOK SLEMAN
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI PEMBELAJARAN MATRIKS INGATAN PADA SISWA KELAS I SD NEGERI TIMBULHARJO DEPOK SLEMAN Oleh: Asih Ambarwati,S.Pd. NIP.19870829 200902 2 002 SEKOLAH
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE DI KELAS V SD
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE DI KELAS V SD *FAUZIAH FADLAH DAN **NURMAYANI *Mahasiswa Jurusan PPSD Prodi PGSD FIP UNIMED
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPS PADA SISWA KELAS V SDN 1 PURWOGONDO TAHUN AJARAN 2013/2014
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPS PADA SISWA KELAS V SDN 1 PURWOGONDO TAHUN AJARAN 2013/2014 Oleh: Novidha Ratna Lestary 1), Suripto 2), Suhartono 3) FKIP,
PENERAPAN MODEL ACTIVE LEARNING PERMAINAN CARD SORT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SDN 05 METRO SELATAN
PENERAPAN MODEL ACTIVE LEARNING PERMAINAN CARD SORT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SDN 05 METRO SELATAN Muncarno FKIP Universitas Lampung Email: [email protected]
SILABI MATA KULIAH. 1. Sejaran PKn 2. Visi, misi, fungsi PKn paradigma baru
SIL/PSD 326/ Revisi : 02 8 Maret 2011 Hal 1 dari 4 SILABI MATA KULIAH Nama Mata Kuliah : Konsep Dasar PKn Kode Mata Kuliah : PSD 326 SKS : 3 Teori 0 Praktek Dosen : 1. 2. Wuri Wuryandani,M.Pd Program Studi
IMPLEMENTASI PENGGUNAAN MODEL COOPERATIVE LEARNING PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
IMPLEMENTASI PENGGUNAAN MODEL COOPERATIVE LEARNING PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Oleh: EDI BADRISYEH NIP. 19670501 199212 1 001 ABSTRAK Model Ccoperative Learning adalah suatu model pembelajaran
PENERAPAN METODE THINK PAIR SHARE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VI SD TEBING TINGGI
PENERAPAN METODE THINK PAIR SHARE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VI SD 166492 TEBING TINGGI Usdin Simbolon Surel: [email protected] ABSTRAK Penelitian
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan peserta didik
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan peserta didik menjadi warga Negara yang memiliki komitmen kuat dan konsisten untuk mempertahankan Negara Kesatuan
BAB I PENDAHULUAN. Tujuan pendidikan dirumuskan sesuai dengan Undang-Undang No. 20. Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tujuan pendidikan dirumuskan sesuai dengan Undang-Undang No. 20 tahun 2003 Pasal 3 yakni untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman
BAB II KAJIAN TEORI. 1. Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan
BAB II KAJIAN TEORI A. Pendidikan Kewarganegaraan 1. Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan Menurut Permendiknas No.22 Tahun 2006 tentang standar Isi Pendidikan Nasional, PKn merupakan mata pelajaran yang
BAB I PENDAHULUAN. bermacam-macam. Model yang diajarkan disini memakai model Inquiry Based
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Pendidikan di jaman sekarang semakin berkembang karena dengan adanya perubahan kurikulum yang semakin pesat. Model pembelajaran yang dipakai pun bermacam-macam.
