AKUNTANSI UNTUK LEASE (Accounting For Leases)
|
|
|
- Suparman Sugiarto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 AKUNTANSI UNTUK LEASE (Accounting For Leases) Lease yaitu suatu perjanjian kontrak yang mengalihkan hak untuk menggunakan aktiva dalam periode waktu yang ditentukan. 2 pihak dalam kontrak lease: 1. Lessor (penjual sewa) 2. Lessee (pembeli sewa) Keunggulan leasing dari segi ekonomi (Economic Advantages of Leasing) 2 keunggulan utama bagi pihak lesse untuk melease daripada membeli: 1) Tanpa ada uang muka (no down payment) Sangat menarik bagi perusahaan yang tidak memiliki kas yang cukup untuk membayar uang muka atau perusahaan yang ingin menggunakan modal yang tersedia untuk tujuan operasi serta investasi lainnya. 2) Menghindari resiko pemilikan (avoids risks of ownership) Banyak resiko dalam pemilikan harga seperti kerugian karena bencana, keausan, kondisi perekonomian. Lesse boleh menghentikan lease meskipun dikenakan denda, dan dengan demikan menghindarkan penanggungan risiko dari kejadian tersebut. 3) Flexibility Jika assets di lease, perusahaan dapat lebih muda mengganti assets sebagai respon atas perubahan. Keunggulan lease bagi pihak lessor meliputi: 1. Meningkatkan penjualan (increased sales) penawaran produk melalui leasing kepada pelanggan potensial, dapat meningkatkan penjualan dalam jumlah besar. Alasannya kemungkinan para pelanggan tidak mau atau ada yang tidak mampu membeli harta tersebut secara tunai. 2. Kelangsungan hubungan dengan lesse (ongoing business relationship with lessee) jika harga dijual, pembeli terkadang tidak mengadakan transaksi lagi dengan penjualnya. Tapi dalam leasing, lessor dan lesse tetap berhubungan selama periode tertentu, dan hubungan bisnis jangka panjang dapat selalu di bina. 3. Nilai sisa dipertahankan (residual value retained) dalam banyak perjanjian lease, hak atas harta yang dilease tidak pernah beralih kepada lesse. Lessor beruntung dari kondisi ekonomi yang membuat nilai residu yang besar pada akhir periode lease. Lessor dapat me-lease kembali aktiva itu kepada lesse lain atau menjualnya dan memperoleh keuntungan pada saat itu juga. SIFAT LEASE (Nature of Leases) Ketentuan pembatalan (Cancellation Provisions) Sifat tidak dapat dibatalkan Periode lease (Lease Term) Periode waktu mulai dari awal hinggi akhir lease Tanggal pemrakarsaan lease didefinisikan sebagai tanggal perjanjian lease Permulaan periode lease terjadi saat perjanjian lease mulai berlaku, yaitu jika harta yang dilease telah diserahkan kepada lesse
2 Akhir jangka lease (end of the lease term) Akhir periode lease yang ditetapkan di mana pembatalan tidak boleh dilakukan ditambah semua periode Opsi pembelian dengan harga murah (Bargain Purchases Option) Lease kerap kali mengandung ketentuan yang memberikan hak kepada lesse untuk membeli harta yang dilease pada suatu hari di masa depan. Harga beli yang pasti atau harga opsi dapat ditetapkan meskipun dalam beberapa kasus harga tersebut dinyatakan sebagai nilai pasar wajar pada tanggal opsi dimanfaatkan. Jika harga opsi yang telah ditetapkan ini diperkirakan jauh lebih kecil dibandingkan dengan harga atau nilai pasar wajar pada tanggal pemanfaat opsi pembelian, maka dalam hal ini sudah tersirat opsi pembelian dengan harga murah. Nilai sisa atau residu (Residual Value) Nilai pasar harta yang dilease pada akhir periode lease disebut nilai sisa atau residu. Dalam beberapa lease, periode lease melampaui umur ekonomis aktiva. Dalam lease lainnya periode lease lebih singkat dan nilai residu tidak ada. Jika lesse dapat membeli aktiva itu pada akhir periode lease dengan harga yang jauh lebih kecil daripada nilai residunya, maka opsi pembelian dengan harga murah sudah ada, dan dapat diandalkan bahwa lesse akan melaksanakan opsi ini dan membeli aktiva tersebut. Beberapa kontrak lease mewajibkan lesse atau pihak ketiga yang ditunjuk untuk menjamin nilai residu minimum aktiva. Dan jika nilai pasar wajar pada akhir periode lease turun di bawah nilai residu yang dijamin, maka lesse atau pihak ketiga harus membayar selisih tersebut. Pembayaran lease minimum (Minimum Lease Payments) yaitu pembayaran sewa yang diminta selama periode lease ditambah dengan jumlah yang harus dibayar untuk nilai residu, entah melalui opsi pembelian dengan harga murah atau penjaminan nilai sisa Pembayaran sewa kadang-kadang mencakup beban asuransi, pemeliharaan, dan pajak yang timbul atas harta yang lease. Pengeluaran itu disebut biaya eksekutori dan tidak dimasukkan sebagai bagian dari pembayaran lease minimum. Jika lessor memasukkan beban untuk penyisihan labanya di dalam biaya ini, maka laba tersebut juga dianggap sebagai biaya eksekutori. Contoh perhitungan lease minimum Olaf Leasing Co (lesse) melease peralatan pembangunan jalan raya selama 3 tahun dengan pembayaran sebesar Rp per bulan. Didalam pembayaran sewa ini, termasuk biaya eksekutori sebesar Rp 500 per bulan untuk menutup asuransi dan pemeliharaan peralatan tersebut. Pada akhir tahun ke 3, nilai residu bagi Olaf dijamin oleh lesse sebesar Rp Pembayaran lease minimum: Pembayaran sewa tanpa biaya eksekutori (2.500 * 36) Nilai residu yang dijamin Total pembayaran lease minimum Ada 2 suku bunga yang berbeda yang harus dipertimbangkan dalam menghitung nilai sekarang pembayaran lease minimum, yaitu: Suku bunga pinjaman inkremental (incremental borrowing rate) suku bunga yang akan ditanggung lesse jika ia meminjam sejumlah uang yang diperlukan untuk membeli aktiva yang dilease dan di dalamnya diperhitungkan keadaan keuangan lesse dan kondisi yang berlaku di pasar Suku bunga implisit (implicit interest rate)
3 suku bunga yang akan digunakan untuk mendiskontokan pembayaran lease minimum ke nilai pasar wajar aktiva pada saat lease terjadi. Lessor memakai suku bunga implisit dalam menentukan nilai sekarang pembayaran lease minimum. Akan tetapi pihak lesse memakai suku bunga implisit atau suku bunga pinjaman inkremental, mana yang lebih rendah. Jika lesse tidak mengetahui suku bunga implisit maka lesse harus memakai suku bunga pinjaman inkremental. Contoh: Dengan memakai contoh Olaf Leasing Co (lesse), bahwa pembayaran sewa sebesar Rp kepada Olaf dilakukan pada awal setiap bulan, suku bunga implisit dalam kontrak lease adalah 12% per tahun, dan suku bunga pinjaman inkremental bagi lesse adalah 14%. Dengan asumsi bahwa lesse mengetahui suku bunga implisit tersebut, maka baik lessor maupun lesse akan mendiskontokan atau menghitung nilai sekarang pembayaran lease minimum itu dengan memakai suku bunga 12%. Nilai sekarang dari pembayaran lease minimum sebesar Rp akan menjadi: Nilai sekarang dari 36 pembayaran sebesar Rp (3.000 dikurangi biaya eksekutori 500) Nilai sekarang dari nilai residu yang dijamin sebesar pada akhir tahun ke Nilai sekarang pembayaran lease minimum Perhitungan Present value dari 36 pembayaran sebesar Rp bila menggunakan tabel 4 : PVn = (tabel 4 n-1 i + 1) PVn = (tabel % + 1) PVn = (tabel % + 1) PVn = ( ) PVn = ( ) PVn = Bila menggunakan tabel 6 : PVn = (tabel 6 n i ) PVn = (tabel % ) PVn = ( ) PVn = Perhitungan Present Value dari nilai residu yang dijamin sebesar Rp (menggunakan Tabel 2) PV = A (Tabel 2 n i ) PV = (Tabel % ) PV = ( ) PV = Nilai sekarang sebesar adalah harga jual atau nilai pasar wajar aktiva pada saat lease terjadi.
4 KRITERIA PENGGOLONGAN LEASE (Lease Classification Criteria) Kriteria yang berlaku baik bagi lesse maupun lessor: 1. Lease mengalihkan pemilikan harta kepada lesse pada akhir periode lease Lease mengandung ketentuan yang mengalihkan pemilikan sepenuhnya atas harta kepada lesse pada akhir periode lease. 2. Lease memuat opsi pembelian dengan harga murah Lease berisikan opsi pembelian dengan harga murah sehingga cukup dapat dipastikan bahwa harta tersebut akan di beli oleh lesse pada suatu saat. Kriteria ini lebih sulit diterapkan daripada kriteria pertama karena nilai pasar wajar aktiva yang dilease itu dikemudian hari harus di taksir pada tanggal pemrakarsaan lease dan dibandingkan dengan harga opsi pembelian guna menentukan apakah pembelian dengan harga murah benar-benar sudah terkandung di dalamnya 3. Jangka lease sama dengan atau lebih dari 75% taksiran umur ekonomis harta yang dilease Periode lease sama dengan atau lebih daripada 75% taksiran umur ekonomis harta yang di lease. Periode lease meliputi periode pembaharuan perjanjian lease jika pembaharuan atau perpanjangan tampaknya pasti dilakukan. Kriteria ini sulit diterapkan secara obyektif karena adanya ketidakpastian tentang umur ekonomi aktiva. Kriteria ini juga tampaknya mudah dimanipulasi untuk mencapai hasil yang diinginkan. Perkecualian terhadap kriteria umur ekonomis di buat untuk barng bekas tertentu. FASB mengakui bahwa barang bekas mungkin saja di lease sekalipun sudah mendekati akhir umur ekonomis, dan kriteria ini akan mengakibatkan pengkapitalisasian semua lease seperti itu. FASB menetapkan bahwa kriteria ini tidak berlaku bagi lease yang terjadi dalam 25% terakhir umur ekonomis aktiva yang di lease. Harus juga diakui bahwa kriteria ini tidak dapat diterapkan untuk lease tanah, karena umur tanah tidak terbatas. 4. Nilai sekarang pembayaran lease minimum, tidak termasuk bagian yang merupakan biaya eksekutori, sama dengan atau lebih besar daripada 90% nilai pasar wajar harta Nilai sekarang pada awal periode lease dari pembayaran lease minimum, tidak termasuk biaya eksekutori, sama dengan atau lebih 90% dari nilai pasar wajar aktiva. Kriteria ini dimaksudkan sebagai faktor kunci dalam menentukan adanya lease modal. Jika lesse wajib membayar hampir semua nilai pasar wajar aktiva yang di lease, dalam bentuk nilai sekarang, maka lease tersebut hakikatnya adalah pembelian harta. Tapi penerapan kriteria ini juga sulit dan bisa dimanipulasi lesse maupun lessor. Varibel kunci dalam kriteria ini adalah pembayaran lease minimum yang didiskontokan tanpa mencakup biaya eksekutori. Kriteria tambahan yang berlaku bagi lessor: 1. Ketertagihan pembayaran lease minimum cukup dapat diramalkan Penagihan pembayaran lease minimum cukup bisa diramalkan, apakah dari lesse atau dari pihak ketiga yang bertindak sebagai penjamin. 2. Biaya yang masih akan dikeluarkan oleh lessor telah diketahui Hampir dapat dipastikan bahwa semua biaya yang tidak akan dibebankan kepada lesse telah dikeluarkan oleh lessor.
5 Jika suatu lease memenuhi salah satu kriteria di atas maka lease tersebut digolongkan sebagai lease modal oleh lesse dan lessor, dengan asumsi bahwa kedua kriteria lain bagi pihak lessor terpenuhi. AKUNTANSI UNTUK LEASE LESSE (Accounting for Leases Lessee) Semua lease jika dipandang dari segi lease dapat digolongkan menjadi 2 jenis yaitu: 1. Lease operasi (operating lease) 2. Lease modal (capital lease) Operasi untuk lease operasi: 1. Melibatkan pengakuan biaya sewa selama periode lease. 2. Harta yang dilease tidak dilaporkan sebagai aktiva dalam neraca lesse, dan 3. Tidak ada hutang yang diakui dari kewajiban untuk melakukan pembayaran di kemudian hari atas penggunaan harta tersebut. Sedangkan akuntansi untuk lease modal: 1. Mengharuskan lesse untuk melaporkan nilai sekarang (Present Value) dari pembayaran lease di kemudian hari pada Balance Sheet, baik sebagai aktiva maupun sebagai kewajiban. 2. Aktiva disusutkan seakan-akan telah dibeli oleh lesse.
6 Penerapkan kriteria FASB statement no 13 terhadap situai Lease Ketentuan Lease Lease #1 Lease #2 Lease #3 Lease #4 Dapat dibatalkan Tidak Tidak Tidak Ya Hak berpindah kepada lesse Tidak Tidak Ya Opsi pembelian dengan harga murah Tidak Tidak Ya Tidak Periode lease 10 tahun 10 tahun 8 tahun 10 tahun Umur ekonomis aktiva 14 tahun 15 tahun 13 tahun 12 tahun Nilai sekarang dari pembayaran lease 80% 79% 95% 76% minimum sebagai persentase dari nilai pasar suku bunga inkremental Nilai sekarang dari pembayaran lease 92% 91% 92% 82% minimum sebagai persentase dari nilai pasar wajar suku bunga implisit Lesse mengetahui suku bunga implisit Tidak Tidak Ya Ya Nilai residual yang tidak tidak dijamin Tidak Tidak Tidak Nilai residual di jamin pihak ketiga Tidak Ya Tidak Tidak Nilai sekarang dari pembayaran lease 92% 80% 92% 82% minimum tanpa nilai residu yang dijamin pihak ketiga sebagai persentase dari nilai pasar wajar suku bunga implisit Pembayaran sewa dapat di tagih dan biaya lessor sudah pasti Ya Ya Tidak Ya Analisis atas Lease Lesse: Diperlakukan sebagai lease modal Tidak Ya Ya Kriteria yang dipenuhi Tidak ada 1 2 dan 4 Penggunaan suku bunga pinjaman Tidak tepat Ya Tidak inkremental Periode amortisasi Tidak tepat 15 tahun 13 tahun Lessor Tidak harus bersifat tidak dpat dibatalkan Perlakuan sebagai lease modal Ya Ya Tidak Tidak Yang dipenuhi dari 4 kriteria pertama 4 1 dan 4 2 dan 4 Kriteria lessor terpenuhi Ya Ya Tidak Harus bersifat tidak dapat dibatalkan Lease #1 Diperlakukan sebagai: Lease operasi oleh lesse Lease modal oleh lessor Karena lesse tidak mengetahui suku bunga implisit lessor, maka suku bunga pinjaman inkremental digunakan untuk menguji kriteria ke 4. Suku bunga pinjaman inkremental lebih rendah daripada suku bunga implisit, dan nilai sekarang pembayaran lease minimum kurang dari 90% nilai pasar wajar aktiva. Dengan demikian kriteria 4 tidak dipenuhi bagi lesse. Lessor akan menggunakan suku bunga implisit dan kriteria 4 terpenuhi. Lease #2 Diperlakukan sebagai: Lease modal oleh lesse Lease modal oleh lessor
7 Karena hak berpindah kepada lesse pada akhir periode lease. Karena pihak ketiga menjamin nilai residual, maka pembayaran lease minimum lebih tinggi bagi lessor daripada bagi lesse, dan kriteria ke 4 dipenuhi oleh lessor tapi tidak oleh lesse. Maka jika hak kepemilikan tidak berpindah, maka lease #2 akan diperlakukan sebagai: Lease operasi oleh lesse Lease modal oleh lessor Karena hak berpindah kepada lesse, maka umur ekonomis aktiva akan digunakan sebagai periode amortisasi. Lease #3 Diperlakukan sebagai: Lease modal oleh lesse Lease opearsi oleh lessor Perbedaan ini timbul karena kriteria untuk lessor tidak dipenuhi Opsi pembelian dengan harga murah memenuhi kriteria 2 dan karena lesse mengetahui suku bunga implisit baik perhitungan lesse maupun perhitungan lessor memenuhi kriteria 4. Karena adanya opsi pembelian dengan harga murah tersebut, maka umur ekonomis barang lease akan digunakan sebagai periode amortisasi. Lease #4 Diperlakukan sebagai: Lease operasi oleh lesse Lease operasi oleh lessor Lease ini adalah lease yang dapat dibatalkan, dan meskipun hak berpindah kepada lesse pada akhir lease, namum lease ini akan digolongkan sebagai perjanjian sewa. Akuntansi untuk Lease Operasi Lesse (Accounting for Operating Leases Lessee) Lease operasi dianggap merupakan perjanjian sewa biasa dengan mendebit perkiraan expense ketika pembayaran dilakukan. Contoh: Misalkan persyaratan lease untuk peralatan pabrik adalah pembayaran biaya lease sebesar Rp setiap tahun. (pembayaran tiap tahunnya sama) Jurnal pembayaran sewa setahun adalah: Rent Expense (Beban Sewa) Cash Lease operasi dengan pembayaran sewa yang berbeda (Operating leases with varying rental payments) Jika pembayaran sewa berbeda selama periode lease, maka: 1. Beban sewa harus diakui berdasarkan garis lurus, kecuali basis lain yang sistematik dan masuk akal lebih menggambarkan pola waktu di mana manfaat penggunaan diperoleh dari harta yang di lease. 2. Pada saat mencatat beban sewa, perbedaan di antara pembayaran aktual dengan debit ke beban akan dilaporkan sebagai hutang sewa atau sewa dibayar dimuka, tergantung pada apakah pembayaran semakin besar atau semakin kecil.
8 Contoh: Persyaratan lease pesawat oleh Garuda Airlines, menetapkan pembayaran setahun untuk 2 tahun pertama dan untuk 3 tahun berikutnya. Maka Total pembayaran lease selama 5 tahun menjadi atau setahun (garis lurus). Perhitungan: Tahun 1 = Tahun 2 = Tahun 3 = Tahun 4 = Tahun 5 = Total = / 5 tahun = / tahun Simpulan : pengakuan biaya berdasarkan garis lurus sebesar Rp Ayat jurnal untuk 2 tahun pertama: Rent Expense Cash Rent Payable (Hutang Sewa) Jurnal untuk masing-masing selama 3 tahun berikutnya menjadi: Rent Expense Rent Payable Cash Bagian hutang sewa yang jatuh tempo pada tahun berikutnya akan digolongkan sebagai kewajiban lancar. Akuntansi untuk Lease Modal Lesse (Accounting for Capital Leases Lessee) Lease capital dianggap merupakan purchase of property daripada penyewaan (rental). Akibatnya akuntansi untuk capital lease oleh pihak lesse menuntut ayat jurnal yang mirip dengan ayat jurnal yang diperlukan bagi purchase of an asset dengan syarat kredit jangka panjang (longterm credit terms). Jumlah yang dicatat sebagai asset dan liability adalah present value dari pembayaran lease minimum di masa mendatang Contoh: PT ABC (Lesse) melease equipment dari Perusahaan Leasing Untung (Lessor) dengan persyaratan sebagai berikut: Periode Lease Jumlah sewa : 5 tahun, dimulai tanggal 1 januari Tidak dapat dibatalkan : Rp per tahun dibayar dimuka setiap tahun, termasuk Rp untuk executory costs Taksiran umur ekonomis equipment : 5 tahun Taksiran nilai residual equipment pada akhir periode lease: tidak ada Misalkan incremental borrowing rate PT ABC sebesar 10%, dan suku bunga itu sama dengan atau lebih kecil daripada implicit interest, maka present value untuk lease tersebut adalah: (NB: Gunakan anuitas dimuka)
9 Langkah pertama : Tentukan Minimum Lease Payments Pembayaran sewa tanpa biaya eksekutori ( * 5) = Nilai residu yang dijamin = 0 + Total Minimum Lease Payments = Langkah kedua : Tentukan Present Value dari Minimum Lease Payments Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh Pihak Lesse dalam menentukan Present Value pembayaran lease mininum: menggunakan Suku bunga Implisit Atau menggunakan Suku bunga pinjaman Inkremental Mana yang lebih rendah Future Value Present Value Pembayaran sewa tanpa biaya eksekutori ( * 5) Nilai residu yang dijamin 0 0 Total Present Value dari Minimum Lease Payments Perhitungan bila menggunakan tabel 4 : PVn = (tabel 4 n-1 i + 1) PVn = (tabel % + 1) PVn = (tabel % + 1) PVn = ( ) PVn = (4.1699) PVn = Perhitungan bila menggunakan tabel 6 : PVn = (tabel 6 n i ) PVn = (tabel % ) PVn = (4.1699) PVn = Ayat jurnal untuk mencatat lease itu pada awal periode lease akan menjadi sebagai berikut: Jan 1 Lease Equipment Obligations Under Capital Leases Untuk mencatat lease Lease Expense Obligations Under Capital Leases Cash
10 Atau penggabungan kedua jurnal di atas menjadi 1 Jan Lease Expense Lease Equipment Obligations Under Capital Leases Cash Nilai harta harus diamortisasi sesuai dengan kebijakan penyusutan yang normal dari lease. Berikut dibawah ini adalah skedul pembayaran lease Schedule of Lease Payment Lease 5 tahun, Pembayaran tahunan (Net of Executory Cost), Interest 10% Pembayaran Lease Date Description Amount Interest Expense Principal A B C D E Lease Obligation F (F E) (F * 10%) (C D) Saldo awal Pembayaran Pembayaran Pembayaran Pembayaran Pembayaran Penjelasan perhitungan tabel : Interest Expense: = * 10% = * 10% = * 10% = * 10% Principle = = = = Lease Obligation = = = = = Jurnal untuk amortisasi aktiva, 31 desember 1988: 31 Des Amortization Exp. On Leased Equipment Acc. Amortization on Leased Equipment Perhitungan amortisasi : / 5 =
11 Tabel Amortisasi Aktiva Tahun Beban Amortisasi Akumulasi Amortisasi Nilai Buku 250, ,039 50, , , , , , , , , ,155 50, , ,194 - Pada tanggal 31 desember 1988, jurnal untuk pembayaran lease yang dimuka yang kedua termasuk biaya eksekutori: (lihat Schedule of Lease Payment) 31 Des Prepaid Executory Costs Obligations Under Capital Leases Interest Expense Cash Neraca PT ABC per 31 desember 1988: PT ABC Balance Sheet Per 31 Desember 1988 Aktiva Kewajiban Tanah, bangunan, dan peralatan: Kewajiban lancar: Peralatan yang dilease Kewajiban menurut lease -/- Akm. Amortisasi modal, bagian lancar Nilai bersih Kewajiban tidak lancar: Kewajiban menurut lease modal, tidak termasuk bagian lancar Penjelasan perhitungan balance sheet sesi Kewajiban: (lihat schedule of lease payment) Date Principal Lease Obligation Terdiri dari : Lancar Tak lancar Tak lancar Total
12 Schedul of Expenses Recognized Capital and Operating Leases Compared Expenses Recognized Capital Lease Expense Difference Year Interest Executory Cost Amortizatio n Total Recognized Operating Lease (4.508) (9.962) Akuntansi untuk Lease dengan Opsi Pembelian dengan harga murah (Accounting for lease with bargain purchase Option) Anggaplah dalam contoh sebelumnya ada opsi pembelian dengan harga murah sebesar Rp yang dapat digunakan sesudah 5 tahun dan umur ekonomis peralatan ditaksir menjadi 10 tahun. Persyaratan lease lainnya tetap sama. dengan demikian soal lengkapnya akan menjadi sebagai berikut: PT ABC (Lesse) melease equipment dari Perusahaan Leasing Untung (Lessor) dengan persyaratan sebagai berikut: Periode Lease : 5 tahun, dimulai tanggal 1 januari 1988, Tidak dapat dibatalkan Jumlah sewa : Rp per tahun dibayar dimuka setiap tahun, termasuk Rp untuk executory costs Taksiran umur ekonomis equipment : 10 tahun Ada opsi pembelian dengan harga murah sebesar Rp yang dapat digunakan sesudah 5 tahun Misalkan incremental borrowing rate PT ABC sebesar 10%, dan suku bunga itu sama dengan atau lebih kecil daripada implicit interest Langkah pertama : Tentukan Minimum Lease Payments Pembayaran sewa tanpa biaya eksekutori ( * 5) = Opsi pembelian dengan harga murah = Total Minimum Lease Payments =
13 Langkah kedua : Tentukan Present Value dari Minimum Lease Payments Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh Pihak Lesse dalam menentukan Present Value pembayaran lease mininum: menggunakan Suku bunga Implisit Atau menggunakan Suku bunga pinjaman Inkremental Mana yang lebih rendah Future Value Present Value Pembayaran sewa tanpa biaya eksekutori ( * 5) Opsi pembelian dengan harga murah Total Present Value dari Minimum Lease Payments Present Value dari pembayaran sewa (tanpa eksekutori cost) Bila menggunakan tabel 4 : PVn = (tabel 4 n-1 i + 1) PVn = (tabel % + 1) PVn = (tabel % + 1) PVn = ( ) PVn = (4.1699) PVn = Bila menggunakan tabel 6 : PVn = (tabel 6 n i ) PVn = (tabel % ) PVn = (4.1699) PVn = Present Value dari Opsi pembelian dengan harga murah PV = A(tabel 2 n i ) PV = (tabel % ) PV = ( ) PV = Jumlah nilai sekarang lease adalah , dan jumlah ini akan di pakai untuk mencatat nilai awal aktiva dan kewajiban. Saldo aktiva sebesar Rp akan diamortisasi selama 10 tahun umur aktiva.
14 Tabel 3 Skedul Pembayaran Lease [Lease 5 tahun dengan Opsi pembelian dengan harga murah sebesar Rp sesudah 5 tahun, pembayaran tahunan Rp (diluar biaya eksekutori) bunga 10%] Pembayaran Lease Tanggal Keterangan Jumlah Beban Bunga Pembayaran Pokok Kewajiban Lease Saldo awal Pembayaran Pembayaran Pembayaran Pembayaran Pembayaran Pembayaran Pada tanggal penggunaan opsi, saldo bersih dalam perkiraan aktiva, yaitu peralatan yang dilease, dan perkiraan akumulasi amortisasi yang bersangkutan harus dipindahkan ke perkiraan peralatan yang biasa. Jurnal pada saat penggunaan opsi akan menjadi sebagai berikut: Obligations Under Capital Leases Interest Expense Cash Untuk mencatat penggunaan opsi pembelian dengan harga murah Tabel Amortisasi Aktiva Tahun Beban Amortisasi Akumulasi Amortisasi Nilai Buku 296, ,676 29, , ,676 59, , ,676 89, , , , , , , , , , , , ,733 89, , ,410 59, , ,086 29, , ,762 0 Equipment Acc. Amortization on Leased Equipment Lease Equipment Memindahkan saldo yang tersisa dalam perkiraan aktiva yang dilease ke perkiraan peralatan Lihat table amortisasi Aktiva. Nilai Buku pada akhir tahun ke 5 mempunyai saldo sebesar Rp (lihat tabel amortisasi)
15 Jika peralatan itu tidak dibeli dan opsi dibiarkan kadaluwarsa, maka kerugian yang dihitung dari jumlah bersih saldo yang tersisa dalam perkiraan aktiva dikurangi sisa kewajiban (termasuk bunga yang harus dibayar), harus diakui dengan ayat jurnal sebagai berikut: Perhitungan: Loss From Failure to exercise Bargain Purchase Option Obligations Under Capital Leases Interest Expense Accumulated Amortization on Leased Equipment Lease Equipment Nilai Buku Aktiva (nilai bersih) pada akhir tahun ke 5 : sisa kewajiban termasuk bunga yang harus dibayar : ( ) Kerugian bila opsi dibiarkan kadarluasa : Akuntansi untuk pembelian aktiva selama periode lease (Accounting for purchase of asset during lease term) Sekalipun Lease tidak mengisyaratkan pengalihan kepemilikan atau opsi pembelian, masih ada kemungkinan bahwa lesse membeli harta yang dilease itu selama periode lease. Biasanya harga beli berbeda dari kewajiban lease yang dicatat pada tanggal pembelian. Tidak boleh dicatat keuntungan ataupun kerugian atas pembelian tersebut, selisih antara harga beli dengan kewajiban yang masih tercermin di buku harus dibebankan atau dikreditkan ke nilai buku aktiva yang dibeli. Contoh: Anggaplah pada tanggal 31 desember 1990 lesse tidak melakukan pembayaran lease yang jatuh tempo pada tanggal tersebut tetapi membeli harta yang dilease seperti contoh dari PT ABC sebelumnya, dengan harga Rp Pada tanggal tersebut: Sisa hutang yang tercatat dalam pembukuan lease adalah sebesar Rp ( ), dan Nilai buku bersih dari harta yang dilease tercatat sebesar Rp , nilai awal kapitalisasi adalah Rp Nilai sebesar Rp merupakan nilai amortisasi = * 3 tahun (dari tahun ) lihat tabel amortisasi Tabel Amortisasi Aktiva Tahun Beban Amortisasi Akumulasi Amortisasi Nilai Buku 250, des 88 50,039 50, ,155 50, , ,116 50, , ,077 50, ,155 50,039 50, ,194 - Jurnal untuk pembelian dalam pembukuan lesse: Interest Expense
16 Obligations Under Capital Leases Equipment Accumulated Amortization on Leased Equipment Lease Equipment Cash Pembelian peralatan itu dikapitalisasi sebesar Rp , diperoleh dari : Nilai buku harta yang dilease Kelebihan harga beli atas nilai terbawa kewajiban lease Kapitalisasi pembelian peralatan Kelebihan harga beli atas nilai terbawa kewajiban lease sebesar 5.453, diperoleh dari: Pembelian harta yang di lease sisa hutang yang tercatat dalam pembukuan lease kelebihan harga beli atas nilai terbawa kewajiban lease , (5.453 merupakan kelebihan harga beli atas nilai terbawa kewajiban lease ( )
17 AKUNTANSI UNTUK LEASE LESSOR (Accounting for Leases Lessor) Dalam transaksi lease, lessor menyerahkan penguasaan fisik property kepada lesse. Jika penyerahan property dianggap bersifat sementara, maka lessor akan terus mencatat asset yang dilease dalam balance sheet sebagai an owned assets dan the revenue dari lease akan dilaporkan ketika earned itu diperoleh. Depreciation of the lease assets akan ditandingkan dengan revenue yang bersangkutan. Lease jenis ini disebut operating lease dan cash yang diterima dari lessee diperlakukan sama dengan prosedur untuk operating lease bagi lessee. Akan tetapi jika lease mempunyai persyaratan yang menjadikan hakikat transaksi itu sama seperti penjualan harta atau penyerahan harta secara permanen kepada lesse, maka lessor tidak lagi harus melaporkan harta itu seolah-olah masih dimiliki, tapi harus memperlihatkan penyerahan harta kepada lesse. Akuntansi untuk Lease operasi Lessor (Accounting for Operating Leases Lessor) Akuntansi untuk lease operasi bagi lessor sama dengan pihak lessor. Lessor mengakui pembayaran sebagai pendapatan ketika pembayaran diterima. Jika ada variasi penting dalam persyaratan pembayaran, maka diperlukan ayat jurnal untuk mencerminkan pola garis lurus atas pengakuan pendapatan. Biaya langsung pertama yang dikeluarkan akan ditangguhkan dan kemudian diamortisasi selama periode lease, sehingga ditandingkan dengan pendapatan sewa.
18 Contoh: Anggaplah peralatan dilease selama 5 tahun oleh PT ABC dengan pembayaran Rp per tahun, termasuk biaya eksekutori sebesar Rp per tahun. Harga perolehan peralatan itu adalah Rp Biaya langsung awal yang telah dikeluarkan untuk memperoleh lease sebesar Rp Peralatan itu ditaksir berumur 10 tahun, tanpa nilai sisa pada akhir tahun ke 10. Diasumsikan tidak ada opsi pembelian atau perpanjangan lease atau jaminan lease, dan dianggap sebagai lease operasi. Jurnal untuk pembayaran biaya langsung awal dan penerimaan sewa adalah: Jan 01 Deferred initial Direct Costs Cash Jan 01 Cash Rent Revenue Dengan asumsi lessor menyusutkan peralatan dengan metode garis lurus selama 10 tahun, dan mengamortisasikan biaya langsung awal dengan metode garis lurus selama 5 tahun masa lease, maka jurnal penyusutan dan amortisasi untuk akhir tahun pertama: Des 31 Amortization of Initial Direct Costs Deferred initial Direct Costs Des 31 Depreciation Expense on Leased Equipment Acc. Amortization on Leased Equipment Akuntansi untuk lease Pembiayaan langsung (Accounting for Direct Financing Leases) Akuntansi untuk lease pembiayaan langsung bagi lessor sangat mirip dengan akuntansi untuk lease modal oleh lesse. Dalam praktek piutang biasanya oleh lessor dicatat sebesar jumlah kotor pembayaran lease minimum disertai dengan perkiraan pengimbang untuk pendapatan bunga yang diterima dimuka, dan bukan sebesar jumlah yang berlaku untuk akuntansi lesse. Contoh Berdasarkan contoh PT ABC sebelumnya, dimisalkan harga perolehan peralatan bagi Perusahan Leasing Untung sama dengan nilai pasar wajarnya, yaitu sebesar Rp dan pembelian oleh lessor telah dicatat ke dalam perkiraan peralatan yang dibeli untuk lease. Cash Minimum Lease payments Receivable Equipment Purchased for Lease Unearned Interest Revenue Executory Costs payable Lessor membayar biaya eksekutori, tapi membebankannya kepada lesse. Lessor dapat mencatat penerimaan atas biaya eksekutori ini dengan cara: Dr Cash xx Cr Executory Costs xx Tabel dibawah ini menunjukkan pendapatan bunga yang akan diakui selama periode lease
19 Tabel 4 Skedul penerimaan lease dan pendapatan bunga [Lease 5 tahun, pembayaran thnan Rp (tdk termasuk biaya eksekutori) bunga 10%] Piutang Pembayaran Lease Pendapatan Bunga Diterima Dimuka Tanggal Uraian Pendapatan Bunga Penerimaan Lease Saldo Awal Penerimaan Penerimaan Penerimaan Penerimaan Penerimaan Pada akhir tahun pertama, jurnal untuk penerimaan pembayaran lease kedua dan untuk mengakui pendapatan bunga tahun 1988: Des 31 Cash Minimum Lease Payments Receivable Executory Costs Payable Unearned Interest Revenue Interest Revenue Neraca Lessor tanggal 31 Desember 1988 akan melaporkan piutang lease dikurangi pendapatan bunga diterima dimuka sebagai berikut: Perusahaan Leasing Untung Neraca (Sebagian) 31 Desember 1988 Aktiva Aktiva Lancar: Piutang pembayaran lease minimum /- pendapatan bunga diterima dimuka Aktiva tidak lancar: Piutang pembayaran lease minimum (tidak termasuk yang tercakup di dalam aktiva lancar) /- Pendapatan bunga diterima dimuka Akuntansi oleh Lessor untuk Lease pembiayaan langsung dengan nilai residual (Lessor Accounting for Direct Financing Lease With Residual Value) Jika harta yang dilease diperkirakan akan mempunyai nilai residual maka jumlah kotor residual itu ditambahkan ke perkiraan piutang, tanpa memperdulikan apakah nilai residual tersebut dijamin atau tidak. Jika dijamin, maka nilai residual diperlakukan seperti opsi pembelian dengan harga murah. Jika tidak dijamin, maka lessor diharapkan mempunyai aktiva yang sama nilainya dengan nilai residual tersebut pada akhir periode lease. Nilai residual taksiran itu ditambahkan ke perkiraan aktiva dan bunga atas nilai residual yang tidak dijamin ditambahkan ke perkiraan pendapatan bunga diterima dimuka. Karena piutang atas nilai residual tak ada, maka istilah untuk aktiva yang dipakai adalah: Investasi Kotor dalam Aktiva Lease.
20 Contoh: Contoh dari perusahaan Leasing Untung sebelumnya dipakai dalam contoh ini, kecuali bahwa aktiva tersebut mempunyai nilai residual pada akhir periode lease 5 tahun sebesar Rp Misalkan nilai tambahan ini menaikkan harga perolehan peralatan bagi Perusahaan Leasing Untung sebesar Rp yaitu nilai sekarang dari nilai residual yang diharapkan pada suku bunga diskonto 10%. Ayat jurnal untuk mencatat lease ini adalah sebagai berikut: Cash Gross Investment in leased Assets Equipment Purchased for Lease Unearned Interest Revenue Executory Costs Payable Pendapatan bunga akan diakui sesuai dengan tabel 3. Pada akhir tahun pertama, lessor akan membuat ayat jurnal berikut: Cash Gross Investment in leased Assets Executory Costs Payable Unearned Interest Revenue Interest Revenue Pada akhir periode lease, lessor akan membuat ayat jurnal berikut untuk mencatat pengambil alihan kembali aktiva yang dilease dengan mengandalkan nilai residualnya sama dengan yang ditaksir semula. Equipment Unearned Interest Revenue Gross Investment in leased Assets Interest Revenue Biaya langsung awal yang terkait dengan lease pembiayaan langsung (Intial Direct Cost Related to Direct Financing Lease) Jika lessor mengeluarkan biaya awal sehubungan dengan lease pembiayaan langsung, biaya tersebut harus ditambahkan ke investasi kotor di dalam aktiva lease. Contoh: Lessor dalam contoh sebelumnya mengeluarkan biaya langsung awal sebesar Rp Gross Investment in leased Assets Cash
21 Akuntansi untuk Lease Jenis Penjualan (Accounting for Sales-type Leases) Akuntansi untuk lease jenis-penjualan menambah satu ukuran lagi untuk pendapatan lessor, yaitu laba atau kerugian langsung yang merupakan selisih antara harga jual aktiva lease dengan harga pokok lessor dalam memproduksi atau membeli aktiva tersebut. 3 nilai yang harus diidentifikasikan untuk menentukan unsur-unsur rugi laba yaitu sebagai berikut: 1. Pembayaran lease minimum, yaitu pembayaran sewa selama masa lease setelah dikurangi biaya eksekutori yang termasuk didalamnya ditambah jumlah yang dibayarkan menurut opsi pembelian dengan harga murah atau jaminan atas nilai residual 2. Nilai pasar aktiva yang wajar 3. Harga perolehan aktiva bagi lessor yang diperbesar oleh setiap biaya langsung awal Hubungan antara ketiga nilai tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: (1) Pembayaran lease minimum Pendapatan finansial (bunga) (2) Nilai pasar yang wajar dari aktiva lease Laba (rugi) Pabrik atau penyalur (3) Harga perolehan aktiva lease bagi lessor Contoh: Lessor yang diuraikan sebelumnya (Perusahaan Leasing Untung). Nilai pasar yang wajar peralatan tersebut sama dengan nilai sekarangnya (pembayaran lease masa mendatang didiskontokan dengan suku bunga 10%) atau Anggaplah harga perolehan peralatan adalah sebesar Rp dan biaya langsung awal sebesar Rp Ketiga nilai tersebut dan jumlah pendapatan yang bersangkutan akan menjadi sebagai berikut: (1) Pembayaran minimum: ( ) * Pendapatan (2) Nilai pasar peralatan yang wajar (3) Harga perolehan peralatan lease bagi lessor (Laba pabrik) Ayat jurnal untuk Lease jenis Penjualan Pendapatan bunga sebesar Rp ini diakui selama periode lease. Laba pabrik diakui sebagai pendapatan langsung pada periode berjalan dengan mencantumkan nilai wajar sebagai penjualan dan mendebet HP peralatan yang dicatat pada persediaan barang jadi ke HPP. Biaya langsung awal yang ditangguhkan sebelumnya segera diakui sebagai beban dengan menaikkan HPP sebesar jumlah yang dikeluarkan untuk biaya ini.
22 Ayat jurnal untuk mencatat informasi diatas pada permulaan lease adalah sebagai berikut: Jan 01 Cash Minimum Lease Payments Receivable Cost of Goods Sold Finished Goods Inventory Unearned Interest Revenue Sales Deferred initial Direct Costs Executory Costs Payable Akuntansi untuk lease jenis penjualan yang mempunyai opsi pembelian dengan harga murah atau jaminan nilai residual (Accounting for Sales-Type Leases With Bargain Purchase Option or Guarantee of Residual Value) Jika persyaratan lease menetapkan bahwa lessor akan menerima pembayaran sekaligus pada akhir periode lease dalam bentuk opsi pembelian dengan harga murah atau jaminan nilai residual, maka pembayaran lease minimum mencakup jumlah ini. Maka: Piutang akan bertambah sebesar jumlah kotor pembayaran mendatang, Pendapatan bunga diterima dimuka bertambah sebesar bunga atas pembayaran pada akhir lease Penjualan bertambah sebesar nilai sekarang dari tambahan tersebut Nilai pasar wajar aktiva lease akan cenderung naik sebesar nilai sekarang pembayaran tambahan tersebut Contoh: Melanjutkan Perusahaan Leasing Untung, ayat jurnal permulaan jika opsi pembelian dengan harga murah atau jaminan nilai residual sebesar Rp akan dibayarkan pada akhir periode lease 5 tahun adalah sebagai berikut: Jan 01 Cash Gross Investment in Leased Assets Cost of Goods Sold Finished Goods Inventory Unearned Interest Revenue Sales Deferred Initial Direct Costs Executory Costs Payable Jika dibandingkan dengan tanpa opsi pembelian dengan harga murah: Piutang pembayaran lease minimum bertambah Rp Penjualan bertambah Rp (nilai sekarang 5 tahun dengan SB 10%) Pendapatan bunga diterima dimuka bertambah Rp (selisih pembayaran dan nilai sekarang pembayaran akhir Rp ) Akuntansi untuk lease jenis penjualan dengan nilai residual yang tidak dijamin (Accounting for Sales-Type Leases With Unguaranteed Residual Value) Jika lease jenis penjualan tidak mengandung opsi pembelian dengan harga murah, tetapi umur ekonomis aktiva lease melebihi periode lease, maka nilai residual aktiva akan tetap menjadi hak lessor.
23 Perbedaan antara nilai residual yang tidak dijamin dengan yang dijamin adalah nilai sekarang dari nilai residual tidak memperbesar penjualan, melainkan dikurangkan dari harga pokok peralatan yang dilease. Jurnal untuk lease dengan nilai residual yang tidak dijamin Jan 01 Kas Investasi kotor dalam aktiva lease Harga pokok penjualan Persediaan barang jadi Pendapatan bunga diterima dimuka Penjualan Biaya langsung awal dibayar dimuka Hutang biaya eksekutori Laba kotor tetap sama tanpa memperhatikan apakah nilai residual dijamin atau tidak, (terlampir dalam tabel dibawah ini) Nilai Residual Dijamin Nilai Residual Tidak dijamin Penjualan Harga Pokok Penjualan Laba kotor Penjualan Aktiva dalam Periode Lease (Sale of Asset in During Lease Term) Jika lessor menjual suatu aktiva kepada lesse selama periode lease: Keuntungan / kerugian diakui dari perbedaan antara saldo piutang, sesudah dikurangi dengan setiap beban keuangan yang diterima di muka dengan harga jual aktiva tersebut. Contoh: Jika aktiva lease yang diuraikan dalam tabel 4, dijual pada tanggal 31 desember 1990 dengan harga sebelum pembayaran sewa Rp dilakukan, maka keuntungan Rp ( ) akan dilaporkan. Jurnal saat penjualan: Pendapatan bunga diterima dimuka Kas Pendapatan bunga Piutang pembayaran lease minimum Keuntungan dari penjualan aktiva lease Persyaratan pengungkapan untuk Lease FASB menetapkan persyaratan pengungkapan untuk semua lease, tanpa memperhatikan apakah lease itu digolongkan sebagai lease operasi atau lease modal. Informasi berikut wajib dicantumkan untuk semua lease yang mengandung periode lease awal atau periode sisa yang tidak dapat dibatalkan di atas satu tahun:
24 Lesse 1. Jumlah kotor aktiva yang dicatat sebagai lease modal dan akumulasi penyusutannya pada setiap tanggal neraca yang disajikan menurut kelompok utama berdasarkan sifat fungsinya 2. Pembayaran sewa minimum mendatang yang diwajibkan per tanggal neraca terakhir yang disajikan secara agregat dan untuk lima tahun fiskal berikutnya. Pembayaran ini harus dipisahkan antara lease operasi dan lease modal. Untuk lease modal, biaya eksekutori harus dikeluarkan 3. Beban sewa pada setiap periode untuk mana perhitungan rugi laba disiapkan. Informasi tambahan mengenai sewa minimum, sewa kontinjen, dan sewa sublease harus disajikan untuk periode yang sama. 4. Penjelasan umum tentang kontrak lease, termasuk informasi tentang pembatasan atas halhal seperti dividen, hutang tambahan, dan leasing tambahan 5. Untuk lease modal, jumlah bunga yang diperlukan untuk mengurangi pembayaran lease agar sama dengan nilai sekarangnya Lessor 1. Unsur-unsur berikut dari investasi bersih dalam lease jenis penjualan dan lease pembiayaan langsung pada setiap tanggal neraca: a. Piutang pembayaran lease minimum pada periode mendatang dengan menyajikan pengurangan tersendiri untuk biaya eksekutori dan akumulasi penyisihan untuk piutang pembayaran lease minimum yang tidak tertagih b. Nilai residual tidak dijamin yang memberi keuntungan bagi lessor c. Pendapatan di terima dimuka d. Biaya langsung awal, untuk lease pembiayaan langsung saja 2. Pembayaran lease minimum mendatang yang akan diterima setiap tahun selama 5 tahun berturut turut per tanggal neraca terakhir yang disajikan termasuk informasi mengenai sewa kontinjen 3. Jumlah pendapatan diterima diterima di muka yang termasuk di dalam laba guna mengoffset biaya langsung awal untuk setiap tahun penyajian perhitungan rugi laba 4. Untuk lease opeasi harga pokok aktiva lease kepada pihak lain dan akumulasi penyusutannya 5. Penjelasan umum tentang perjanjian leasing bagi lessor Akuntansi untuk Transaksi Jual dan Lease Kembali (Accounting for Sale Leaseback Transactions) Aspek khusus dari lease ini adalah adanya perjanjian dimana satu pihak menjual harta kepada pihak kedua, kemudian pihak pertama melease harta itu kembali. Jika penjualan itu menghasilkan laba, maka laba itu harus ditangguhkan dan diamortisasikan secara proporsional dengan amortisasi harta yang dilease jika lease itu merupakan lease modal atau proporsioanl dengan pembayaran sewa jika lease itu merupakan suatu lease operasi. Jika transaksi itu menimbulkan kerugian karena nilai pasar yang wajar dari harta lebih rendah dari harga perolehan yang belum disusutkan, maka kerugian tersebut harus diakui. Contoh: Tanggal 1 januari 1988, PT Makmur menjual sebuah gudang yang mempunyai nilai buku sebesar Rp kepada PT Asco seharga Rp dan segera melease gudang itu kembali. Keadaan berikut melingkupi transaksi berikut: Nilai tanah lebih rendah 25% dari total nilai pasar yang wajar
25 Periode lease selama 10 tahun, tidak dapat dibatalkan. Pembayaran sewa yang sama sebesar Rp dibayarkan pada awal setiap tahun Pada tanggal 1 januari 1988, gudang itu mempunyai nilai wajar Rp dan taksiran umur ekonomis 20 tahun. Penyusutan garis lurus digunakan untuk semua aktiva yang dimiliki Lease mempunyai opsi untuk memperbaharui lease dengan pembayaran Rp per tahun selama 10 tahun, yaitu selama sisa umur ekonomisnya. Dari data diatas, dapat disimpulkan bahwa lease dikualifikasikan sebagai lease modal. Jurnal bagi Penjual Lease (PT Makmur) 1 Jan Kas Gudang Laba yang diterima di muka dari jual dan lease kembali (Penjualan gudang semula) 1 Jan Gudang yang dilease Kewajiban menurut lease modal Kas (Lease gudang, termasuk pembayaran I ) 31 Des Beban amortisasi gudang yang dilease Akm. Amort. Gudang yang dilease Amortisasi gudang selama periode 20 tahun ( / 20) 31 Des Beban bunga Kewajiban menurut lease modal Kas (Pembayaran lease kedua, beban bunga: * 10%) 31 Des Laba diterima di muka atas jual dan lease kembali Pendapatan dari jual dan lease kembali (Pengakuan dari jual dan lease kembali) (Pengakuan pendapatan selama umur 20 tahun secara proporsional dengan amortisasi aktiva yang dilease) Jurnal bagi Pembeli Lease (PT Asco) 1 Jan Gudang Kas (Pembelian Gudang) 1 Jan Kas Piutang pembayaran lease minimum Gudang Pendapatan bunga diterima dimuka Pembayaran langsung dengan lease kembali kepada PT Makmur
26 Total piutang: (10 * ) + (10 * ) = = Des Cash Unearned Interest Revenue Lease payments Receivable Interest Revenue Penerimaan dari pembayaran lease kedua, lihat perhitungan menurut PT Makmur Kosa Kata: Accumulated Amortization on Leased Equipment Amortization Exp. On Leased Equipment Amortization of Initial Direct Costs Cash Cost of Goods Sold Deferred Executory Costs Deferred initial Direct Costs Depreciation Expense on Leased Equipment Equipment Equipment Purchased for Lease Executory Costs Payable Finished Goods Inventory Gross Investment in leased Assets Interest Expense Interest Revenue Lease Equipment Lease Expense Lease payments Receivable Loss From Failure to exercise Bargain Purchase Option Minimum Lease Payments Receivable Obligations Under Capital Leases Prepaid Executory Costs Rent Expense Rent Payable Rent Revenue Unearned Interest Revenue Akm. Amortisasi peralatan yang dilease Beban amortisasi atas peralata yang dilease Amortisasi biaya langsung awal Kas Harga pokok Penjualan Biaya eksekutori yang ditangguhkan Biaya langsung awal yang ditangguhkan Biaya penyusutan peralatan yang dilease Peralatan Peralatan yang dibeli untuk lease Hutang biaya eksekutori Persediaan barang jadi Investasi kotor dalam aktiva lease Beban bunga Pendapatan bunga Peralatan yang dilease Beban lease Piutang pembayaran lease minimum Kerugian krn opsi pemb. Hrg murah tdk dipakai Piutang Pembayaran Lease minimum Kewajiban menurut lease modal Beban eksekutori yang dibayar dimuka Beban Sewa Hutang Sewa Pendapatan sewa Pendapatan bunga diterima dimuka
SEWA GUNA USAHA. Statement of Financial Accounting Standards No. 13 mengelompokkan sewa guna usaha menjadi :
SEWA GUNA USAHA LITERATUR :! US GAAP : FASB s Statement of Financial Accounting Standards No. 13, Accounting for Leases! IAI : Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 30 (Revisi 2007), Sewa! IFRS
AKUNTANSI UNTUK LEASING
AKUNTANSI UNTUK LEASING Lease Lessor Lessee : Suatu perjanjian kontraktual antara Lessor dengan Lessee, yang memberikan hak kepada Lessee untuk menggunakan harta tertentu yang dimiliki oleh Lessor selama
ACCOUNTING FOR LEASE
ACCOUNTING FOR Leasing : penyerahan hak untuk menggunakan aktiva yang diberikan oleh Pihak LESSOR kepada Pihak LEASSEE selama jangka waktu tertentu dengan Minimum Lease Payment yang ditetapkan pada tingkat
AKUNTANSI UNTUK LEASING
AKUNTANSI UNTUK LEASING Johan Halim 1 ABSTRACT Leasing is one way to have tangible assets without spend much money. Leasing is divided into two types: operating lease and capital lease. Leasing means we
Accounting for Leases. Chapter. AA YKPN,
Accounting for Leases 21 21-1 Accounting for Leases Leasing Environment Accounting Lessee by Accounting Lessor by Special Accounting Problems Who are players? Advantages of leasing Conceptual nature of
Konsep Penandingan dan Proses Penyesuaian (The Matching Concept and the Adjusting Process)
Konsep Penandingan dan Proses Penyesuaian (The Matching Concept and the Adjusting Process) Konsep Penandingan (The Matching Concept) Penentuan dalam periode mana revenue dan expense bisnis akan dilaporkan
TUGAS TEORI AKUNTANSI CHAPTER 13 LEASES
TUGAS TEORI AKUNTANSI CHAPTER 13 LEASES Kelompok 10 : REZA ERNALA (2006-012-479) FENNY (2007-012-297) REZA UPADANA (2007-012- ) MUHAMMAD INDRA IBRAHIM (2008-012-023) ALOYSIUS KRISTIANTO (2008-012-141)
PSAK 30 (REVISI 2007) ISAK 8 (REVISI 2007)
Pengajaran Akuntansi serta Workshop "PSAK Terbaru" 1 PSAK 30 (REVISI 2007) ISAK 8 (REVISI 2007) AGENDA 2 Ruang Lingkup Definisi Sewa Awal Sewa vs Awal Masa Sewa Klasifikasi i Sewa Sewa dalam Laporan Keuangan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI A. Aktiva Tetap 1. Pengertian Aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam kedaan siap dipakai atau dibangun terlebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahaan,
PSAK 30 SEWA (REVISI 2007) ISAK 8 Transaksi yang Mengandung Sewa. Ellyn Octavianty
1 PSAK 30 SEWA (REVISI 2007) ISAK 8 Transaksi yang Mengandung Sewa Ellyn Octavianty AGENDA Ruang Lingkup Definisi Sewa Awal Sewa vs Awal Masa Sewa Klasifikasi Sewa Sewa dalam Laporan Keuangan Lessee Sewa
Catatan/ Notes Rp dan Rp masingmasing pada 31 Desember 2006 dan 2005) c, 2f,
Halaman : 2 dari 43 NERACA KONSOLIDASIAN 31 Desember Pages : 2 of 44 CONSOLIDATED BALANCE SHEETS December 31, AKTIVA ASSETS AKTIVA LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 10.160.758.858 2c, 2d, 3 15.231.755.461
http://www.hadiborneo.wordpress.com/ PENGERTIAN PEMBIAYAAN KONSUMEN (CONSUMERS FINANCE) Lembaga pembiayaan konsumen (consumers finance) adalah suatu lembaga atau badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Proses mengidentifikasikan, mengukur, dan melaporkan informasi
7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Akuntansi Defenisi akuntansi menurut : American Accounting Association mendefenisikan akuntansi sebagai berikut : Proses mengidentifikasikan, mengukur, dan melaporkan
31 Maret 2009 dan 2008 March 31,2009 and Catatan/ 31/03/2009 Notes 31/03/2008
NERACA (Tidak Diaudit) BALANCE SHEETS (Unaudited) 31 Maret 2009 dan 2008 March 31,2009 and 2008 AKTIVA AKTIVA LANCAR ASSETS CURRENT ASSETS Kas dan Setara kas 28,089,288,306 3 8,555,729,439 Cash on hand
Report No. Page : : 002/08 63 of /08 63 dari 67. Laporan No. Halaman : :
63 dari 67 63 of 67 NERACA Per 30 September 2007, BALANCE SHEETS As of September 30, 2007 and AKTIVA ASSETS AKTIVA LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 4.571.920.198 3.083.975.594 4.398.682.153 Cash
PT MULTI INDOCITRA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN AND SUBSIDIARY
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2010 DAN 2009 ( Tidak diaudit ) CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS ( Unaudited ) PT MULTI INDOCITRA Tbk
RECEIVABLE (TAGIHAN / PIUTANG) Klasifikasi Piutang (Classifications of Receivables)
RECEIVABLE (TAGIHAN / PIUTANG) Klasifikasi Piutang (Classifications of Receivables) Receivable yang timbul dari penjualan kredit biasanya diklasifikasikan sebagai account receivable atau notes receivable.
MOJAKOE. June 5. Pengantar Akuntansi 2
June 5 MOJAKOE 2013 Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEUI. Download MOJAKOE dan SPA Mentoring di : www.spa-feui.com Pengantar Akuntansi 2 UJIAN AKHIR SEMESTER GENAP 2011/2012 PENGANTAR
Jawaban: 1. Jurnal Umum dan Jurnal Penyesuaian yang dibutuhkan. *Ada perubahan dari AR ke NR karena jadi pakai wesel tagih
SOAL 1 MOJAKOE 2017 Jawaban: 1. Jurnal Umum dan Jurnal Penyesuaian yang dibutuhkan 8 Jan Cash 181.000.000 AR PT Delta 107.000.000 AR PT Charlie 74.000.000 10 Jan NR Jimin 100.000.000 Cash 100.000.000
31 Desember 2005 dan 2004 December 31, 2005 and Catatan/ 2005 Notes 2004 Rp '000 Rp '000
Neraca Konsolidasi Consolidated Balance Sheets 31 Desember 2005 dan 2004 December 31, 2005 and 2004 AKTIVA Aktiva Lancar ASSETS Current Assets Kas 17.939.889 2c,2f,3,37,43 13.384.883 Cash Piutang usaha
Akuntansi untuk investasi dengan metode ekuitas ilustrasi
Akuntansi untuk investasi dengan metode ekuitas ilustrasi PT Investor mengakuisisi 40% saham biasa (ordinary share) PT Asosiasi pada tanggal 1 Januari 20x2. PT Investor dianggap memiliki pengaruh signifikan
PT SIWANI MAKMUR Tbk
Laporan Keuangan Untuk Tahun-tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 dan Laporan Auditor Independen (Mata Uang Indonesia) Financial Statements For the Years Ended December 31, 2010 and
NERACA ASSET TETAP (LEASING) ASSET TIDAK BERWUJUD
NERACA ASSET TETAP (LEASING) ASSET TIDAK BERWUJUD Jenis-jenis sewa menurut PSAK 30 1. Finance lease Lessor : Pihak yang membiayai penyediaan barang modal. Lessee : Lessee : - memilih barang modal yang
PENJUALAN ANGSURAN (INSTALLMENT SALES)
PENJUALAN ANGSURAN (INSTALLMENT SALES) DEFINISI PENJUALAN ANGSURAN : ADALAH PENJUALAN BARANG DAGANGAN ATAU JASA YANG DILAKSANAKAN DENGAN PERJANJIAN DIMANA PEMBAYARAN DILAKUKAN SECARA BERTAHAP ATAU BERANGSUR
PER 31 DESEMBER 2010 DAN 31 DESEMBER 2009 DECEMBER 31, 2010 AND Catatan 31/12/ /12/2009
NERACA KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED BALANCE SHEETS PER 31 DESEMBER 2010 DAN 31 DESEMBER 2009 DECEMBER 31, 2010 AND 2009 ASET ASSETS ASET LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan Setara Kas 2e,3 210.900.943 # 274.829.208
SIKLUS AKUNTANSI (Accounting Cycle)
SIKLUS AKUNTANSI (Accounting Cycle) Langkah 1 Dokumen Bisnis di analisis (Bukti Transaksi) Langkah 2 Mencatat Transaksi ke dalam Jurnal (Journal) Langkah 3 Posting ke Buku Besar (Ledger) Langkah 4 Menyusun
Analisis Perlakuan Akuntansi Transaksi Sewa Guna Usaha PT XYZ
Analisis Perlakuan Akuntansi Transaksi Sewa Guna Usaha PT XYZ Nama Mahasiswa Dosen Pembimbing : Mariska Nauli : Dini Marina Abstrak Laporan magang ini berisi tentang analisis perlakuan akuntansi transaksi
LAPORAN ARUS KAS AKTIVITAS OPERASI BERHUBUNGAN DENGAN TRANSAKSI YANG MENGHASILKAN LABA BERSIH. Pembayaran kegiatan operasi lainnya
LAPORAN ARUS KAS Laporan arus kas melaporkan penerimaan dan pengeluaran kas entitas selama periode tertentu dari mana kas datang dan bagaimana dibelanjakannya. Cash flow menjelaskan sebab-sebab dari perubahan
CASH FLOWS Laporan Arus Kas Isi dan format Laporan Arus Kas
CASH FLOWS Laporan Arus Kas Neraca, laporan laba rugi, dan laporan ekuitas pemegang saham masing-masing menyajikan dalam batas-batas tertentu dan terpisah-pisah, informasi mengenai arus kas perusahaan
Catatan/ 2010 Notes 2009
NERACA KONSOLIDASI CONSOLIDATED BALANCE SHEETS ASET ASSETS ASET LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 1.570.132.925.725 2c,3 1.223.600.573.265 Cash and cash equivalents 2d,4,13, Investasi jangka pendek,
30 Juni 2010 dan 2009 June 30, 2010 and 2009
Neraca Konsolidasi Consolidated Balance Sheets 30 Juni 2010 dan 2009 June 30, 2010 and 2009 ASET LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 373,735,769,065 191,458,673,774 Cash and cash equivalents Investasi
Aspek Perpajakan atas Aktiva Tetap
Aspek Perpajakan atas Aktiva Tetap Aktiva Tetap Aktiva Tetap: SAK (2009) : aktiva berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk disewakan ke pihak lain,
PT MATAHARI DEPARTMENT STORE Tbk (Dahulu/Formerly PT PACIFIC UTAMA Tbk) 31 DESEMBER 2010, 2009 DAN 2008 AS AT 31 DECEMBER 2010, 2009 AND 2008
Halaman 1/ 1 Schedule ASET ASSETS ASET LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 3 956,105 360,159 822 Cash and cash equivalents Investasi jangka pendek - - 33 Short-term investment Piutang usaha Trade
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Pembiayaan Aktiva Tetap Yang Digunakan Perusahaan PT. Mustika Ratubuana Internasional yang mempunyai usaha di bidang distributor dan perdagangan sangat memerlukan
LAPORAN ARUS KAS Juru uru an Akuntans Akuntan i UK Petra
LAPORAN ARUS KAS TOPIK BAHASAN Menjelaskan tujuan Laporan Arus Kas (the statement of cash flows) Membedakan dan menjelaskan Aktivitas Operasi, Investasi dan Pendanaan Membuat Laporan Arus Kas dengan menggunakan
Leasing. Bahan Ajar : Manajemen Keuangan Bisnis II Digunakan untuk melengkapi buku wajib Disusun oleh: Nila Firdausi Nuzula
Bahan Ajar : Manajemen Keuangan Bisnis II Digunakan untuk melengkapi buku wajib Disusun oleh: Nila Firdausi Nuzula Leasing Pendahuluan Salah satu cara untuk mengelola kepemilikan aktiva tetap dalam suatu
Statement of Cash Flow
Statement of Cash Flow Tinjauan Histori (Historical Perspective) Pada tahun 1971 APB mengeluarkan Opinion no 19 yang mensyaratkan disertakannya Fund Statement bersama-sama dengan balance sheet dan income
WORKING CAPITAL MAN.MODAL KERJA, KAS & PIUTANG
WORKING CAPITAL 1 WORKING CAPITAL (MODAL KERJA) merupakan penanaman modal perusahaan dalam bentuk asset jangka pendek atau dalam bentuk aktiva lancar perusahaan yaitu aktiva-aktiva yang dalam jangka waktu
Akuntansi Untuk Perusahaan Dagang (Accounting for Merchandising Enterprises)
Akuntansi Untuk Perusahaan Dagang (Accounting for Merchandising Enterprises) Ciri perusahaan dagang (Characteristic of Merchandising Enterprises) 1. Aktivitasnya yaitu menghasilkan pendapatan yang melibatkan
KEPUTUSAN PEMBIAYAAN AKTIVA TETAP MELALUI LEASING DAN BANK KAITANNYA DENGAN PENGHEMATAN PAJAK
Jurnal Akuntansi FE Unsil, Vol. 3, No. 2, 2008 ISSN : 1907-9958 KEPUTUSAN PEMBIAYAAN AKTIVA TETAP MELALUI LEASING DAN BANK KAITANNYA DENGAN PENGHEMATAN PAJAK Hiras Pasaribu (Staf Pengajar Fakultas Ekonomi
31 Maret 2007 dan 2006 March 31, 2007 and 2006
Neraca Konsolidasi Consolidated Balance Sheets 31 Maret 2007 dan 2006 March 31, 2007 and 2006 AKTIVA LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 108,871,947,078 549,013,543,573 Cash and cash equivalents Investasi
BAB II JENIS-JENIS MODAL PERUSAHAAN
BAB II JENIS-JENIS MODAL PERUSAHAAN A. Tujuan Kompetensi Khusus Setelah mengikuti perkuliahan, diharapkan mahasiswa mampu: Memahami pengertian modal asing Mengetahui penggolongan modal asing Memahami pengertian
Catatan/ Notes AKTIVA LANCAR
NERACA KONSOLIDASI CONSOLIDATED BALANCE SHEETS A K T I V A ASSETS AKTIVA LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan bank 2d,4 143.695.527 51.241.023 Cash on hand and in banks Rekening bank yang dibatasi penggunaannya
AKUNTANSI PAJAK ATAS SEWA GUNA USAHA DAN JASA KUNSTRUKSI
AKUNTANSI PERPAJAKAN Modul ke: Fakultas EKONOMI Program Studi MAGISTER AKUNTANSI www.mercubuana.ac.id AKUNTANSI PAJAK ATAS SEWA GUNA USAHA DAN JASA KUNSTRUKSI Dr. Suhirman Madjid, SE.,MS.i.,Ak., CA. HP/WA
ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI BERDASARKAN SAK ETAP DAN SAK IFRS ATAS PEROLEHAN ASET TETAP DAN KAITANNYA DENGAN ASPEK PERPAJAKAN.
ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI BERDASARKAN SAK ETAP DAN SAK IFRS ATAS PEROLEHAN ASET TETAP DAN KAITANNYA DENGAN ASPEK PERPAJAKAN (Skripsi) OLEH Nama : Veronica Ratna Damayanti NPM : 0641031138 No Telp :
Analisis transaksi (Analyzing Transactions)
Analisis transaksi (Analyzing Transactions) Klasifikasi Perkiraan (Classification Of Account) 1. Aktiva (s) Yaitu barang yang berwujud (tangible asset) dan tak berwujud (intangible asset) yang mempunyai
Catatan/ 2010 Notes Kas dan bank j, Cash on hand and in banks Deposito berjangka ,
NERACA BALANCE SHEETS ASET ASSETS ASET LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan bank 9.039.545 2j,3 4.436.796 Cash on hand and in banks Deposito berjangka 2.227.500 4,24 2.227.500 Time deposit Piutang usaha Trade
30 Juni 2007 dan 2006 June 30, 2007 and 2006
Neraca Konsolidasi Consolidated Balance Sheets 30 Juni 2007 dan 2006 June 30, 2007 and 2006 AKTIVA LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 650,963,436,118 118,679,465,155 Cash and cash equivalents Investasi
BAB II LANDASAN TEORI. 4 adalah suatu perjanjian dimana lessor memberikan hak kepada lessee
BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian dan Keuntungan Sewa 1. Pengertian Sewa Sewa atau lease berdasarkan PSAK No. 30 (Revisi 2007) paragraf 4 adalah suatu perjanjian dimana lessor memberikan hak kepada lessee
BAB I PENDAHULUAN. alternatif pembiayaan mana yang paling menguntungkan agar dapat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam pembelian aktiva tetap, perusahaan harus mempertimbangkan alternatif pembiayaan mana yang paling menguntungkan agar dapat meminimalkan pengeluaran perusahaan dan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. perusahaan yang timbul dari penjualan barang dan jasa. Pendapatan dapat
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tinjauan Teoritis 2.1.1. Pengertian pendapatan Pendapatan secara sederhana merupakan arus masuk aktiva ke dalam perusahaan yang timbul dari penjualan barang dan jasa. Pendapatan
31 MARET 2005 DAN 2004 MARCH 31, 2005 AND Catatan/ 2005 Notes 2004
NERACA KONSOLIDASI CONSOLIDATED BALANCE SHEETS 31 MARET 2005 DAN 2004 MARCH 31, 2005 AND 2004 AKTIVA ASSETS AKTIVA LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 73,630 2e,4 161,267 Cash and cash equivalents
MID TERM INVESTMENT LEASING. By : NETTI TINAPRILLA
MID TERM INVESTMENT LEASING By : NETTI TINAPRILLA Short Term Financing Trade credit Supplier credit Informal credit Formal credit (short term bank) Factoring (account receivable) menjual wesel tagih Sumber
MOJAKOE PENGANTAR AKUNTANSI 1
MOJAKOE PENGANTAR AKUNTANSI 1 Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEUI. Download MOJAKOE dan SPA Mentoring di : http:// Universitas Indonesia Fakultas Ekonomi UJIAN AKHIR SEMESTER PENGANTAR
BAB II AKUNTANSI SEWA
BAB II AKUNTANSI SEWA 2.1. PENGERTIAN SEWA Pada awalnya sewa lebih dikenal dengan istilah leasing, leasing itu sendiri berasal dari kata lease yang berarti sewa atau yang lebih umum diartikan sebagai sewa
Analisis Aktivitas Pendanaan
TUGAS ANALISIS LAPORAN KEUANGAN Prilly Viliariezta Sutanto 1013044 / Akuntansi C Analisis Aktivitas Pendanaan Tinjauan Kewajiban Kewajiban lancar, adalah kewajiban yang pelunasannya diharapkan dapat diselesaikan
BAB 6 ASPEK KEUANGAN
BAB 6 ASPEK KEUANGAN 6.1. Kebutuhan Investasi Tahun ke-0 Dalam menjalankan usaha ini, FVN melakukan investasi awal sebesar Rp 100.000.000,- sebelum masuk ke tahun pertama. FVN perlu membeli semua kebutuhan
UNDERSTANDING FINANCIAL STATEMENTS, TAXES, AND FREE CASH FLOWS. I.K. Gunarta ITS Surabaya Mobile:
UNDERSTANDING FINANCIAL STATEMENTS, TAXES, AND FREE CASH FLOWS I.K. Gunarta ITS Surabaya Email: [email protected] Mobile: 0811 372 068 Financial Statements Income statement A summary of the revenue
PT WAHANA OTTOMITRA MULTIARTHA Tbk. PT WAHANA OTTOMITRA MULTIARTHA Tbk
Laporan Keuangan Periode Yang Berakhir Pada Tanggal- Tanggal PT WAHANA OTTOMITRA MULTIARTHA Tbk Financial Statements Periods Ended PT WAHANA OTTOMITRA MULTIARTHA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES
PT PELAYARAN TEMPURAN EMAS Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN / AND SUBSIDIARIES
DAN ANAK PERUSAHAAN / AND SUBSIDIARIES Laporan Keuangan Konsolidasi (Tidak Diaudit)/ Consolidated Financial Statements (Unaudited) Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal / For Six
Mentoring SPA FEB Pengantar Akuntansi 1. Official. UTS Semester Gasal 2015/2016
Mentoring Pengantar Akuntansi 1 UTS Semester Gasal 2015/2016 @spafebui SPA FEB UI Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEB UI. Download MOJAKOE dan SPA Mentoring di http://spa-feui.com Official
31 Maret 2009 dan 2008 March 31, 2009 and 2008
Neraca Konsolidasi Consolidated Balance Sheets 31 Maret 2009 dan 2008 March 31, 2009 and 2008 ASET LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 252,879,603,447 402,682,025,568 Cash and cash equivalents Investasi
PT PELAYARAN TEMPURAN EMAS Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN / AND SUBSIDIARIES
DAN ANAK PERUSAHAAN / AND SUBSIDIARIES Laporan Keuangan Konsolidasi (Tidak Diaudit)/ Consolidated Financial Statements (Unaudited) Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal / For Three
MOJAKOE. Pengantar Akuntansi 1
MOJAKOE Pengantar Akuntansi 1 Dilarang Memperbanyak Mojakoe ini tanpa seijin SPA FEUI Mojakoe dapat didownload di www.spa-feui.com Fb: SPA FEUI Twitter: @spafeui Page 1 of 3 Program Studi S1 Akuntansi
DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARIES. 31 Desember 2014 dan 2013 December 31, 2014 and 2013
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 31 Desember 2014 dan 2013 December 31, 2014 and 2013 ASET ASSETS ASET LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 1,617,503
DR. Dudi Rudianto, SE, MSi. Jl. Raya Ekonomi B/16 Komp. YPKP Bandung (022) / Fax (022)
CURRENT LIABILITIES By : DR. Dudi Rudianto, SE, MSi. Jl. Raya Ekonomi B/16 Komp. YPKP Bandung (022) 7232288/ 08122488071 Fax (022) 7201756 Email : [email protected] di t Financing Decisions :
(lessee). Penyewa mempunyai hak untuk menggunakan aset
XV. Sewa Guna (Leasing) Leasing adalah perjanjian kontrak antara pihak yang menyewakan (lessor) dengan pihak yang menyewa aset tertentu (lessee). Penyewa mempunyai hak untuk menggunakan aset tertentu,
MENTORING PMKP UTS Mufida Sekardhani Maret, 2016
MENTORING PMKP UTS 2014-2015 Mufida Sekardhani Maret, 2016 JAWABAN SOAL 1(a) Project Financing vs Conventional Direct Financing Criterion Direct Financing Project Financing 1. Organization Biasanya berbentuk
BAB 2 TINJAUAN TEORETIS
6 BAB 2 TINJAUAN TEORETIS 2.1 Tinjauan Teoretis 2.1.1 Pengertian Aktiva Tetap Menurut Kusnadi et al. (1998:342) dalam bukunya mengatakan bahwa, Aktiva tetap adalah semua benda yang dimiliki oleh perusahaan
BAB II LANDASAN TEORI. Upaya dalam melakukan penghematan pajak secara legal dapat dilakukan melalui
8 BAB II LANDASAN TEORI 1. Perencanaan Pajak Upaya dalam melakukan penghematan pajak secara legal dapat dilakukan melalui manajemen pajak. Manajemen pajak sendiri merupakan sarana untuk memenuhi kewajiban
Assistant Laboratory of PSMI RESPONSE W7
z Assistant Laboratory of PSMI RESPONSE W7 1 z Pada bulan Juni 2008, Savita mendirikan sebuah bisnis design interior bernama Coordinated Design. Pada bulan Juni, Savita melakukan beberapa transaksi bisnis.transaksi
Pembelanjaan Jangka Panjang 1 BAB 14 PEMBELANJAAN JANGKA PANJANG
Pembelanjaan Jangka Panjang 1 BAB 14 PEMBELANJAAN JANGKA PANJANG Pembelanjaan Jangka Panjang 2 PEMBELANJAAN JANGKA PANJANG Terdapat beberapa alternatif sumber dana jangka panjang yang tersedia bagi suatu
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Pendapatan Pendapatan merupakan tujuan utama dari pendirian suatu perusahaan. Sebagai suatu organisasi yang berorientasi profit maka pendapatan mempunyai peranan
31 Desember 2009 dan 2008 December 31, 2009 and 2008
Neraca Konsolidasi Consolidated Balance Sheets 31 Desember 2009 dan 2008 December 31, 2009 and 2008 ASET LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 497,577,482,016 480,277,284,158 Cash and cash equivalents
DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARIES. 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014 June 30, 2015 and December 31, 2014
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014 June 30, 2015 and December 31, 2014 30 Juni 2015/ 31 Desember 2014/ June 30, 2015 December
LAPORAN KEUANGAN. (Aplikasi Bidang Kesehatan & Rumah Sakit)
LAPORAN KEUANGAN (Aplikasi Bidang Kesehatan & Rumah Sakit) oleh: Ade Heryana, SST, MKM Prodi Kesehatan Masyarakat, FIKES Univ. Esa Unggul e-mail: [email protected] atau [email protected] Sebagaimana
PT PELAYARAN TEMPURAN EMAS Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN / AND SUBSIDIARIES
/ Laporan Keuangan Konsolidasi (Tidak Diaudit)/ Consolidated Financial Statements (Unaudited) Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal / For Six Months Period Ended / (Mata Uang Indonesia)
BAB II LANDASAN TEORI
17 BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Aktiva Tetap 2.1.1. Pengertian Aktiva Tetap Berwujud "Aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun lebih dahulu, yang digunakan
PT PELAYARAN TEMPURAN EMAS Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN / AND SUBSIDIARIES
/ Laporan Keuangan Konsolidasi (Tidak Diaudit)/ Consolidated Financial Statements (Unaudited) Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal / For Nine Months Period Ended / September
PT PELAYARAN TEMPURAN EMAS Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN / AND SUBSIDIARIES
/ Laporan Keuangan Konsolidasi (Tidak Diaudit)/ Consolidated Financial Statements (Unaudited) Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal / For Three Months Period Ended / (Mata Uang Indonesia)
Tabel 5.1. Daftar Jenis Kendaraan CV. METROPOLITAN HOME. Umur Manfaat. B. Perbandingan Perolehan Kendaraan melalui Pembelian Tunai, Kredit
78 Tabel 5.1 Daftar Jenis Kendaraan CV. METROPOLITAN HOME Jenis Kendaraan Tgl. Perolehan Umur Manfaat Harga Perolehan (Rp) Nilai Sisa Buku (Rp) Isuzu Panther 16 Juni 2006 8 tahun 59.000.000 39.947.916,69
PT ADES WATERS INDONESIA Tbk
LAPORAN KEUANGAN/FINANCIAL STATEMENTS ISI/CONTENTS NERACA/BALANCE SHEETS 31 MARET 2007 DAN 2006/31 MARCH 2007 AND 2006 -------------------------------------------- 1-2 LAPORAN LABA RUGI/STATEMENTS OF INCOME
Untuk itu analisis arus kas dipakai sebagai pelengkap analisis risiko dengan menggunakan analisis rasio.
Tujuan utama dari analisis arus kas adalah untuk menaksir kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas. Ada beberapa situasi dimana perusahaan yang mem punyai keuntungan yang cukup baik, ternyata tidak
Analisis Akuntansi Leasing Pada PT. Puri Green Resources Pekanbaru
Jurnal Akuntansi Keuangan dan Bisnis Vol.6, Desember 2013, 53-61 53 Analisis Akuntansi Leasing Pada PT. Puri Green Resources Pekanbaru Rina Yanti 1, Hamdani Arifulsyah 2 1,2) Politeknik Caltex Riau Abstrak
PERTEMUAN KE 3 AYAT JURNAL PENYESUAIAN PEMBAHASAN MODUL PRAKTEK DASAR AKUNTANSI PERTEMUAN 2
PERTEMUAN KE 3 AYAT JURNAL PENYESUAIAN PEMBAHASAN MODUL PRAKTEK DASAR AKUNTANSI PERTEMUAN 2 Ayat Jurnal Penyesuaian (Adjusting Journal Entry) Yaitu ayat jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan saldo-saldo
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
3 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 1. Kombinasi bisnis melalui perolehan saham PSAK No. 22 mendefinisikan kombinasi bisnis sebagai suatu transaksi atau peristiwa lain dimana pihak pengakuisisi memperoleh
MOJAKOE PENGANTAR AKUNTANSI 1
MOJAKOE PENGANTAR AKUNTANSI 1 Dilarang memperbanyak MOJAKOE ini tanpa seijin SPA FEUI. Download MOJAKOE dan SPA Mentoring di : http:// Universitas Indonesia Fakultas Ekonomi Ujian Tengah Semester Gasal
PENCATATAN TRANSAKSI - IDENTIFIKASI, ANALISIS DAN JURNAL TRANSAKSI
PENCATATAN TRANSAKSI - IDENTIFIKASI, ANALISIS DAN JURNAL TRANSAKSI Tujuan Pembelajaran Menjelaskan siklus akuntansi Mengidentifikasi dan menganalisis transaksi Melakukan pencatatan transaksi dengan menggunakan
PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN. PSAK No. 30 (Revisi 2007): SEWA IKATAN AKUNTAN INDONESIA
PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN PSAK No. 30 (Revisi 2007): SEWA IKATAN AKUNTAN INDONESIA PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN SEWA Hak cipta 2007, Ikatan Akuntan Indonesia Diterbitkan oleh Dewan
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN [ANSWER KEY] MID TERM 2012/2013. by: Shabrina Aghnia
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN [ANSWER KEY] MID TERM 2/3 by: Shabrina Aghnia Kunci Jawaban UTS ALK 2/3 Soal 1a Rasio 2008 2009 0 1` Klasifikasi Cash turnover 12.097 3.6492 3.0096 6.8387 Utilisasi aset A/R turnover
C H A P T E R 3 THE ACCOUNTING INFORMATION SYSTEM (SISTEM INFORMASI AKUNTANSI)
Dosen : Christian Ramos Kurniawan C H A P T E R 3 THE ACCOUNTING INFORMATION SYSTEM (SISTEM INFORMASI AKUNTANSI) 3-1 Referensi : Donald E Kieso, Jerry J Weygandt, Terry D Warfield, Intermediate Accounting
DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARIES. 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 March 31, 2015 and December 31, 2014
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 31 Maret 2015 dan 31 Desember 2014 March 31, 2015 and December 31, 2014 31 Maret 2015/ 31 Desember 2014/ March 31, 2015
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN JALAN BINTARO UTAMA SEKTOR V BINTARO JAYA, TANGERANG SELATAN 15222 TELEPON (021) 7361654-58;
BAB II LANDASAN TEORI. perusahaan yang mengajak orang lain untuk membeli barang dan jasa yang ditawarkan
BAB II LANDASAN TEORI II.1. Penjualan II.1.1. Definisi Penjualan Penjualan secara umum memiliki pengertian kegiatan yang dilakukan oleh suatu perusahaan yang mengajak orang lain untuk membeli barang dan
ANALISIS PERENCANAAN PAJAK ATAS PEROLEHAN ALAT BERAT SERTA PENGARUHNYA TERHADAP LABA KENA PAJAK DAN PPh TERUTANG (STUDI KASUS PADA PT APMS)
ANALISIS PERENCANAAN PAJAK ATAS PEROLEHAN ALAT BERAT SERTA PENGARUHNYA TERHADAP LABA KENA PAJAK DAN PPh TERUTANG (STUDI KASUS PADA PT APMS) Dian Aulia Ulhusna Jurusan Akuntansi, Fakulktas Ekonomi dan Bisnis,
Chapter 18. Lease Financing. 9/29/2011 Bandi, 2008 Magsi UNS 1
Chapter 18 Lease Financing 9/29/2011 Bandi, 2008 Magsi UNS 1 Pendahuluan 9/29/2011 Bandi, 2008 Magsi UNS 2 Pendahuluan Chapter 18: Types of leases Tax treatment of leases Effects on financial statements
DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARIES. 30 September 2015 dan 31 Desember 2014 September 30, 2015 and December 31, 2014
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 30 September 2015 dan 31 Desember 2014 September 30, 2015 and December 31, 2014 30 September 2015/ 31 Desember 2014/
