KURIKULUM PROGRAM SARJANA FAKULTAS MIPA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "KURIKULUM PROGRAM SARJANA FAKULTAS MIPA"

Transkripsi

1

2 KURIKULUM PROGRAM SARJA ANA FAKULTAS MIPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Syiah Kuala 2011

3 ii

4 SAMBUTAN DEKAN Di era globalisasi saat ini, tantangan institusi pendidikan untuk bisa menghasilkan lulusan sarjana yang berkualitas semakin berat. Mendidik agar lulusan memiliki kompetensi yang utuh dan mampu bersaing untuk mengisi lapangan pekerjaan secara lokal, regional, nasional dan internasional menjadi suatu keharusan. Selain itu, lulusan juga perlu dibekali dengan wawasan kewirausahan yang tangguh sebagai penggerak roda ekonomi. Instrumen utama untuk mempersiapkan lulusan agar menguasai kompetensi yang diharapkan adalah kurikulum. Kurikulum di Fakultas MIPA Unsyiah terus di review secara berkala dengan memperhatikan berbagai perkembangan ilmu pengetahuan dan masukan dari para pemangku kepentingan (asosiasi bidang keilmuan, pemerintah, industri, alumni). Dalam perubahan kurikulum ini proses review tersebut dilaksanakan mulai akhir tahun Setelah memperhatikan perubahan beberapa regulasi terkini dan setelah melalui diskusi yang sangat dinamis, kurikulum baru untuk program sarjana di Fakultas MIPA diterapkan mulai tahun akademik 2011/2012, sehingga disebut dengan Kurikulum Penerapan kurikulum ini dilakukan setelah sebelumnya mendapatkan persetujuan Senat Fakultas MIPA. Beberapa perubahan mendasar dalam Kurikulum 2011 adalah: 1. Penyusunan Kurikulum 2011 dimulai dari menetapkan profil lulusan. Profil lulusan inilah yang menentukan kompetensi yang dibutuhkan oleh lulusan untuk mengisi lapangan kerja tertentu. kompetensi tersebut selanjutnya dijabarkan dalam materi ajar yang dikelompokkan dalam mata mata kuliah. Pencapaian kompetensi juga tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi ajar, tetapi juga melalui metodologi pengajaran. 2. Pada Kurikulum 2011, seluruh mahasiswa program sarjana mendapatkan paket kurikulum yang seluruhnya sama untuk semester 1 dan sebagian sama untuk semester 2. Hal ini diberlakukan agar mahasiswa Fakultas MIPA memiliki kompetensi dasar yang sama. 3. Beberapa mata kuliah kurikulum sebelumnya dipertajam sasaran kompetensinya, yang mengakibatkan perubahan nama. Sebagai contoh, mata kuliah Pengantar Aplikasi Komputer yang dulunya merupakan MK wajib universitas dipertajam pencapaian kompetensinya untuk mengantisipasi pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, sehingga namanya diubah menjadi Pengantar Teknologi Informasi dan Komunikasi. Selain itu, kompetensi mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar dan Ilmu Sosial dan Budaya Dasar dipertajam dan diajarkan dalam mata kuliah yang menggabungkan keduanya, yaitu Ilmu Lingkungan. Ilmu Lingkungan di satu sisi didisain agar mahasiswa memahami peran sains yang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, dan di sisi lain memahami peran sains dan saintis dalam mengatasi permasalahan lingkungan. 4. Beberapa mata kuliah pada Kurikulum 2011 memiliki koordinasi yang lebih baik. Sebagai contoh mata kuliah Tugas Akhir, Kuliah Kerja Praktik dan Kewirausahaan diangkat statusnya menjadi mata kuliah wajib fakultas dan memiliki standar kompetensi dan panduan pelaksanaan yang sama. 5. Kurikulum 2011 memperkenankan mahasiswa untuk mengambil mata kuliah lintas program studi sehingga harapannya akan mendorong mereka untuk membuka diri terhadap komunitas prodi lain yang akhirnya memupuk elemen kompetensi how learn live together. Sesaat setelah diterapkan, Kurikulum 2011 kembali menjadi bahan perdebatan setelah dikeluarkannya SK Rektor Unsyiah yang mewajibkan Kuliah Kerja Nyata bagi seluruh mahasiswa Unsyiah. Namun dengan semangat kekeluargaan yang tinggi dan setelah berdiskusi secara mendalam, Kurikulum 2011 yang sudah disusun disepakati untuk mengalami sedikit perubahan untuk mengakomodasi Keputusan Rektor tersebut. Akhirnya kepada semua pihak yang telah bekerja keras untuk menyusun Kurikulum 2011 ini, kami mengucapkan terima kasih atas karya dan upayanya. Semoga Allah SWT meridhai hasil kerja keras semua pihak untuk meningkatkan kualitas lulusan sarjana di Fakultas MIPA Unsyiah. Darussalam, November 2011 Dr. Mustanir, M.Sc. iii

5 SK PENETTAPAN KU URIKULUM M iv

6 SK PANITIA PENYUSUN KURIKULUM v

7 vi

8 DAFTAR ISI SAMBUTAN DEKAN SK PENETAPAN KURIKULUM SK PANITIA PENYUSUN KURIKULUM DAFTAR ISI iii iv v vii BAB I PENDAHULUAN 1.1 PERKEMBANGAN KURIKULUM FAKULTAS MIPA VISI, MISI DAN TUJUAN FAKULTAS MIPA Visi Fakultas MIPA Misi Fakultas MIPA Tujuan Fakultas MIPA PROFIL DOSEN FAKULTAS MIPA 2 BAB II PERATURAN AKADEMIK 2.1 ADMINISTRASI AKADEMIK TUGAS AKHIR KULIAH KERJA PRAKTIK PERPINDAHAN MAHASISWA KE FAKULTAS MIPA Prodi Informatika Prodi Farmasi Prodi Prodi Lain 8 BAB III PENERAPAN KURIKULUM 3.1. DASAR HUKUM PENYUSUNAN KURIKULUM KODIFIKASI MATA KULIAH KURIKULUM BERSAMA FAKULTAS MIPA Struktur Mata Kuliah Bersama Fakultas MIPA Kuliah Kerja Nyata Prasyarat Mata Kuliah Bersama Fakultas MIPA Daftar Ekuivalensi Mata Kuliah Bersama Fakultas MIPA PEMBERLAKUAN KURIKULUM PENGAKUAN NILAI EKUIVALENSI MENGULANG MATA KULIAH YANG ADA PRAKTIKUMNYA 12 BAB IV KURIKULUM PROGRAM STUDI 4.1 PRODI MATEMATIKA Visi Prodi Matematika Misi Prodi Matematika Tujuan Prodi Matematika Profil Lulusan Prodi Matematika Lulusan Prodi Matematika Peta Kurikulum Prodi Matematika Struktur Kurikulum Prodi Matematika Daftar Prasyarat Kurikulum Prodi Matematika Daftar Ekuivalensi Kurikulum Prodi Matematika PRODI FISIKA Visi Prodi Fisika Misi Prodi Fisika Tujuan Prodi Fisika Profil Lulusan Prodi Fisika Lulusan Prodi Fisika Peta Kurikulum Prodi Fisika Struktur Kurikulum Prodi Fisika Daftar Prasyarat Kurikulum Prodi Fisika Daftar Ekuivalensi Kurikulum Prodi Fisika PRODI KIMIA Visi Prodi Kimia Misi Prodi Kimia 35 vii

9 4.3.3 Tujuan Prodi Kimia Profil Lulusan Prodi Kimia Lulusan Prodi Kimia Peta Kurikulum Prodi Kimia Struktur Kurikulum Prodi Kimia Daftar Prasyarat Kurikulum Prodi Kimia Daftar Ekuivalensi Kurikulum Prodi Kimia PRODI BIOLOGI Visi Prodi Biologi Misi Prodi Biologi Tujuan Prodi Biologi Profil Lulusan Prodi Biologi Lulusan Prodi Biologi Peta Kurikulum Prodi Biologi Struktur Kurikulum Prodi Biologi Daftar Prasyarat Kurikulum Prodi Biologi Daftar Ekuivalensi Kurikulum Prodi BiologI PRODI INFORMATIKA Visi Prodi Informatika Misi Prodi Informatika Tujuan Prodi Informatika Profil Lulusan Prodi Informatika Lulusan Prodi Informatika Peta Kurikulum Prodi Informatika Struktur Kurikulum Prodi Informatika Daftar Prasyarat Kurikulum Prodi Informatika Daftar Ekuivalensi Kurikulum Prodi Informatika PRODI FARMASI Visi Prodi Farmasi Misi Prodi Farmasi Tujuan Prodi Farmasi Profil Lulusan Prodi Farmasi Lulusan Prodi Farmasi Lulusan Prodi Farmasi Struktur Kurikulum Prodi Farmasi Daftar Prasyarat Kurikulum Prodi Farmasi 71 BAB V DESKRIPSI MATA KULIAH 5.1 DESKRIPSI MATA KULIAH BERSAMA FAKULTAS MIPA DESKRIPSI MATA KULIAH PRODI MATEMATIKA DESKRIPSI MATA KULIAH PRODI FISIKA DESKRIPSI MATA KULIAH PRODI KIMIA DESKRIPSI MATA KULIAH PRODI BIOLOGI DESKRIPSI MATA KULIAH PRODI INFORMATIKA DESKRIPSI MATA KULIAH PRODI FARMASI 205 LAMPIRAN LAMPIRAN LAMPIRAN I: JADWAL MATA KULIAH DASAR BERSAMA 232 LAMPIRAN II: CONTOH PENILAIAN KOMPETENSI 238 LAMPIRAN III: CONTOH RUBRIK DESKRIPTIF PENILAIAN HASIL BELAJAR 242 LAMPIRAN IV: CONTOH FORMAT TUGAS 246 LAMPIRAN V: CONTOH RUBRIK PENILAIAN PRAKTIKUM DASAR 247 viii

10 BAB I PENDAHULUAN 1.1 PERKEMBANGAN KURIKULUM FAKULTAS MIPA Sejak tahun 1969, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) telah memiliki laboratorium ilmu dasar terpadu, yang disebut dengan Laboratorium Induk. Tahun 1978, Laboratorium Induk diubah namanya menjadi Laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (LIPA), yang bertugas melayani praktikum ilmu ilmu dasar (biologi, fisika dan kimia) bagi seluruh mahasiswa progam studi (prodi) eksakta di Unsyiah. Selanjutnya pada tahun 1989 Rektor Unsyiah mengeluarkan Keputusan No. 137, 141 dan 142 tahun 1989 tentang pendirian Koordinatorat MIPA. Dikeluarkannya SK Rektor ini didasarkan atas Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 9, 10, 11 dan 12 /Dikti/Kep/1989 tanggal 17 Februari 1989, tentang pendirian Prodi Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi. Oleh karena itu, tahun 1989 menjadi tahun pertama penerimaan mahasiswa untuk keempat prodi tersebut. Kurikulum yang berlaku pada saat itu dapat dikatakan sebagai kurikulum darurat. Setelah Fakultas MIPA secara resmi disahkan melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0383/O/1993 tanggal 22 Oktober 1993, upaya peningkatan kualitas kurikulum darurat terus diupayakan, misalnya melalui lokakarya dan penggunaan jasa technical assistant melalui program Basic Science dan Proyek HEDS/Dikti. Peningkatan kualitas kurikulum terjadi secara gradual dan baru pada tahun 2002 Fakultas MIPA berhasil mengeluarkan kurikulum utuh dan menyeluruh untuk seluruh prodi yang ada. Kurikulum yang dihasilkan ini dinamakan dengan Kurikulum Perubahan kurikulum selanjutnya dilakukan pada tahun Namun kurikulum 2005 ini harus mengalami berbagai revisi minor sehingga baru berlaku efektif pada tahun akademik 2006/2007, sehingga dinamakan dengan Kurikulum Pada saat pemberlakuan kurikulum 2006, prodi sarjana di Fakultas MIPA sudah bertambah satu, yaitu Prodi Ilmu Kelautan, yang mulai menerima mahasiswa pada tahun akademik 2003/2004. Karena merupakan perangkat lunak yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, maka kurikulum harus direvisi secara berkala berdasarkan pada hasil tracer study dan memperhatikan market demand serta perkembangan ilmu pengetahuan. Untuk itu melalui program Revitalisasi MIPA 2009, Fakultas MIPA memulai proses peningkatan kurikulum untuk semua prodi S1. Keputusan untuk merevisi kurikulum diambil setelah memperhatikan hasil tracer study dan focus group discussion dengan pemangku kepentingan (pemerintah, industri, alumni). Selain itu hasil penilaian terhadap perkembangan ilmu juga dijadikan dasar revisi kurikulum tersebut. Selanjutnya, masukan terhadap revisi kurikulum dilakukan dengan mengundang beberapa technical assistant, baik di tingkat fakultas maupun prodi. Setelah melalui berbagai diskusi panjang dan upaya keras, kurikulum revisi ini mulai diterapkan pada tahun akademik 2011/2012, sehingga dinamakan dengan Kurikulum Pada saat kurikulum ini diterapkan, jumlah prodi di Fakultas MIPA telah bertambah dua lagi, yaitu Prodi Informatika (mulai menerima mahasiswa pada tahun akademik 2010/2011) dan Prodi Farmasi (mulai menerima mahasiswa pada tahun akademik 2010/2011). 1.2 VISI, MISI DAN TUJUAN FAKULTAS MIPA Visi Fakultas MIPA Menjadi pusat pengkajian dan pengembangan matematika dan sains yang berorientasi pada potensi alam Aceh, yang unggul di Indonesia dan dikenal di dunia pada tahun Misi Fakultas MIPA 1. Menghasilkan lulusan yang unggul, mandiri, tekun, kreatif, inovatif, berjiwa wirausaha dan memiliki integritas dalam mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berwawasan lingkungan, serta mampu menjadi warga dunia yang bertanggung jawab. 2. Meningkatkan perluasan dan pemerataan akses, mutu pembelajaran, mutu penelitian, serta mutu pelayanan pendidikan matematika dan sains di dalam dan luar lingkungan Unsyiah, didukung oleh sistem tata kelola kelembagaan yang akuntabel dan transparan. 1

11 3. Menjalin kerjasama nasional dan internasional dalam pengkajian dan penerapan matematika dan sains berorientasi pada potensi alam Aceh untuk kesejahteraan ummat Tujuan Fakultas MIPA 1. Meningkatnya perluasan dan pemerataan akses pendidikan tinggi yang memenuhi standar mutu melalui: a. Pendirian program studi baru, b. Pendirian program pengembangan akademik, c. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sebagai sarana pembelajaran, d. Peningkatan ketersediaan beasiswa, e. Peningkatan sarana pendidikan, dengan memperhatikan distribusi geografis, kemampuan ekonomi, kesetaraan gender, dan kemampuan fisik. 2. Meningkatnya mutu dan relevansi pendidikan tinggi dalam upaya mengedepankan peran ilmu ilmu dasar untuk meningkatkan daya saing bangsa dan kesejahteraaan umat, melalui: a. Peningkatan jumlah dan kualitas penelitian, publikasi dan pengabdian dosen, b. Peningkatan mutu layanan akademik terhadap mahasiswa, c. Peningkatan suasana akademik, d. Peningkatan kualitas dan daya saing lulusan, e. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (dosen dan tenaga kependidikan), f. Pelaksanaan sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan. 3. Kuatnya tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik melalui: a. Peningkatan kapasitas pendanaan untuk mewujudkan kemandirian, b. Peningkatan citra dan pelayanan publik, c. Peningkatan kapasitas pengelolaan pendidikan yang kompeten akuntabel dan transparan, d. Peningkatan kerjasama institusi. 1.3 PROFIL DOSEN FAKULTAS MIPA Dosen Fakultas MIPA saat ini berjumlah 146 orang yang terdiri atas 38 orang berpendidikan S3, 105 orang berpendidikan S2 dan sisanya masih berpendidikan S1. Jumlah dosen yang saat ini sedang melanjutkan studi adalah 35 orang (33 orang S3 dan 2 orang S2). Dalam waktu kurang dari lima tahun, jumlah dosen dengan kualifikasi S3 di Fakultas MIPA akan sekitar 50% dari total dosen. Adapun namanama dosen per prodi dan bidang keahliannya dapat dilihat pada tabel berikut ini. No NIP NAMA BIDANG KEAHLIAN PRODI MATEMATIKA Asep Rusyana, S.Si., M.Si. Statistika Fitriana AR, S.Si., M.Si. Statistika Hafnani, S.Si., M.Si. Matematika Hizir, Drs., Dr. Statistika Intan Syahrini, Dra., M.Si. Matematika Mahyus Ihsan, S.Si., M.Si. Pemrograman Marwan, S.Si., M.Si., Dr. Pemodelan Matematika Miftahuddin, S.Si., M.Si. Statistika terapan Munawar, S.Si., M. App.Stats Statistika 2

12 No NIP NAMA BIDANG KEAHLIAN Nany Salwa, S.Si., M.Si. Matematika Nurhasanah, S.Si., M.Si. Matematika Nurmaulidar, S.Si., M.Sc. Matematika Terapan Ridha Ferdhiana, S.Si., M.Sc. Statistika Rini Oktavia, S.Si., M.Si. Matematika Said Munzir, S.Si., M.Eng.Sc., Dr. Matematika Saiful Amri, S.Si., M.Si. Matematika Saiful Mahdi, M.Sc. Dr. Statistika Salmawaty, M.Sc. Dr. Analisa Numerik Siti Rusdiana, Dra., M.Eng. Matematika Syarifah Meurah Yuni, S.Si., M.Si. Matematika Tarmizi, Drs., M.Sc., Dr. Metode Numerik Taufiq Iskandar, S.Si., M.Si. Matematika Widodo Samyono, Ir., M.Sc. Matematika Zurnila Marli Kesuma, S.Si., M.Si. Statistika PRODI FISIKA Adi Rahwanto, Ir., M.Eng.Sc., Dr. Optik Bukhari, S.Si., M.T. Optoelektronik Elin Yusibani, S.Si., M.Eng., Dr. Fisika Evi Yufita, S.Si., M.Si. Fisika Inti Faisal, S.Si., M.Sc. Geofisika Fashbir, S.T., M.S. Instrumentasi Medik Fauzi, S.Si., M.Si. Gelombang Gunawati, S.Si., M.Si. Fisika Teori Irhamni, S.Si., M.Si. Fisika Material Ismail AB, Ir., M.Sc., PhD. Fisika Material Kurnia Lahna, Drs., M.T. Spektroskopi Muhammad Syukri, S.Si., M.T., Dr. Geofisika Muksin, S.Si., M.Si., M.Phil. Geofisika Mursal, S.Si., M.Si., Dr. Fisika Modern Nasrullah Idris, S.Si., M.T., Dr. Eng. Optik Nazli, S.Si., M.Si., Dr. Geofisika Nurmalita, S.Si., M.Si. Fisika Material Rajibussalim, S.Si., M.Info.Tech. Fisika Komputasi Rini Safitri, S.Si., M.Si., Dr. Fisika Kesehatan Suhrawardi Ilyas, S.Si., M.Sc., Dr. Fisika Material Syahrun Nur, S.Si., M.Sc., Dr. Listrik Magnet T. Khairuman, S.Si., M.Si. Fisika Komputasi Zulfalina, S.Si., M.Si. Fisika Material Zulkarnain, S.Si., M.Si., Dr. Fisika Material PRODI KIMIA Binawati Ginting, S.Si., M.Si. Kimia Organik Eka Safitri, S.Si., M.Si. Kimia Analitik Elly Sufriadi, S.Si., M.Si. Kimia Analitik Fathurrahmi, S.Si., M.Si. Kimia Anorganik Febriani, S.Si., M.Si. Biokimia Hira Helwati, S.Si., M.Si., Dr. Biokimia Ilham Maulana, S.Si., Dr. rer nat. Kimia Anorganik Irfan Mustafa, S.Si., M.Si. Kimia Fisika Julinawati, S.Si., M.Si. Kimia Fisika Khairi, S.Si., M.Si. Kimia Analitik Lelifajri, S.Si., M.Si. Kimia Analitik Marlina, Ir., M.Si., Dr. Kimia Fisika Muhammad Bahi, S.Si., M.Si. Kimia Organik 3

13 No NIP NAMA BIDANG KEAHLIAN Muliadi Ramli, S.Si., M.Si., Dr. Kimia Anorganik Murniana, Dra., M.Si. Kimia Organik Mustanir, Drs., M.Sc., Dr. Kimia Organik Nazaruddin, S.Si., M.Si. Biokimia Nurdin, Drs., M.Si., Dr. Kimia Organik Nurhaida, S.Si., M.Si. Biokimia Rahmi, S.Si., M.Si. Kimia Fisika Rosnani Nasution, Ir., M.Si. Kimia Organik Saiful, S.Si., M.Si., Dr. Kimia Analitik Sheilatina, S.Si. Kimia Anorganik Sitti Saleha, S.Si., M.Si. Biokimia Surya Lubis, S.Si., M.Si. Kimia Anorganik Susilawati, Ir., M.Si. Kimia Fisika Teuku Mohamad Iqbalsyah, S.Si, M.Sc. Dr. Biokimia PRODI BIOLOGI Abdul Hadi Mahmud, Drs. M.S. Ekologi Hewan Aida Fithri, M.Sc., Dr. Ornitologi Alia Rizki, S.Si., M.Sc. Biologi Amalia, S.Si., M.Sc. Ekologi Tumbuhan Betty Mauliya Bustam, S.Si., M.Sc. Struktur Tumbuhan Cut Nanda Devira, S.Si., M.Si. Ichtiologi Cut Yulvizar, S.Si., M.Sc. Mikrobiologi Dahlan, S.Hut, M.Si. Ekologi Dalil Sutekad, S.Pd., M.Si. Ekologi Edi Rudi, S.Si., M.Si., Dr. Biologi Laut Essy Harnelly, S.Si., M.Si. Fisiologi Tumbuhan Fauziah, S.Si., M.Si. Fisiologi Hewan Feri Suryawan, S.Si., M.Si. Ekologi Firdus, S.Pd., M.Si. Fisiologi Hewan Iqbar, S.Si., M.Sc. Taksonomi Tumbuhan Irvianty, S.Si., M.Si. Ekologi Tumbuhan Kartini Eriani, S.Si., M.Si., Dr. Perkembangan Hewan Lenni Fitri, S.Si., M.P. Mikrobiologi Masykur, S.Si., M.Sc. Biologi Muhammad Nasir, S.Si., M.Eng. Ekologi Risa Nursanty, S.Si., M.Si. Mikrobiologi Rosnizar, S.Si., M.Sc. Biologi Sel & Molekuler Saida Rasnovi, S.Si., M.Si., Dr. Ekologi Suhartono, S.Si., M.Sc. Mikrobiologi Sunarti, Dra., M.S. Histologi Suwarno, S.Si., M.Si., Dr. Entomologi Syaukani, S.Si., M.Sc., Dr. Anatomi Hewan Widhorini, Dra., M.Si. Dr. Fisiologi Tumbuhan Widya Sari, S.Si., M.Si. Fisiologi Hewan Wira Dharma, S.Si., M.Si. Konservasi Yekki Yasmin, S.Si., M.Si. Entomologi Yulia Sari Ismail, S.Si., M.Si. Mikrobiologi Yunita, S.Si., M.Sc. Biologi Zairin Thomy, Drs., M.Si., Dr. Biologi Sel & Molekuler Zumaidar, S.Si., M.Si. Taksonomi Tumbuhan Zuriana Siregar, S.Si., M.Si. Mikrobiologi PRODI INFORMATIKA Arie Budiansyah, S.T., M.Eng. Komputasi 4

14 No NIP NAMA BIDANG KEAHLIAN Muhammad Subianto, S.Si., M.Si., Dr. Komputasi Statistika Muzailin, S.Si., M.Sc. Sistem Informasi Manajemen Nazaruddin, S.Si., M.Eng.Sc. Komputasi Nizamuddin, S.Si., M.Sc. Komputasi Taufik Fuadi Abidin, S.Si., M.Tech., Dr. Data Mining Viska Mutiawani, B.Sc., M.Sc. Komputasi Zahnur, S.Si., M.Info.Tech. Struktur Data PRODI FARMASI Frida Oesman, Dra., M.S. Apt. Biokimia Khairan, S.Si., M.Si. Kimia Organik Lydia Septa Desiyana, S.Farm., M.Si. Farmasi Apt Misra Hanum, S.Si., M.Kes. Farmasi Muhammad Ali Husni, S.Si., M.Si. Farmasi Rinaldi Idroes, S.Si., Dr. rer nat. Kimia Analitik Sadli, S.T., M.Si. Farmasi PRODI INSTRUMENTASI DAN KOMPUTASI (D3) Didik Sugiyanto, S.Si., M.Si. Geofisika Edwar Iswardy, S.Si., M.Si. Elektronika Fadhli, S.Si., M.Si. Geofisika Irwandi, S.Si., M.Si. Geofisika M. Syukri Surbakti, S.Si., M.Si. Geofisika Malahayati, S.Si., M.Si. Fisika Marwan, S.Si., M.T. Geofisika Muhammad Isa, S.Si., M.Si. Geofisika Nasrullah Zaini, S.Si., M.Si., M.Sc. Geofisika Saumi Syahreza, S.Si., M.Si. Geofisika Zakaria, S.Si. Fisika PRODI MANAJEMEN INFORMATIKA (D3) Evi Ramadhani, S.Si., M.Si. Statistika Irvanizam, S.Si., M.Sc. Pemrograman Junidar, S.Si. Matematika Juwita, S.Si., M.Kom Sistem Informasi Manajemen Marzuki, S.Si., M.Si. Statistika Muhd Iqbal, S.Si. Komputasi Muslim, S.Si., M.Info.Tech. Informatika Rahma Zuhra, S.Si., M.Si. Matematika Rasudin, S.Si., M.Info.Tech. Komputasi 5

15 6

16 BAB II PERATURAN AKADEMIK 2.1 ADMINISTRASI AKADEMIK Peraturan dan proses administrasi akademik yang berlaku di Fakultas MIPA mengacu kepada Buku Panduan Administrasi Akademik Program Sarjana dan Diploma Universitas Syiah Kuala Buku Panduan ini memuat peraturan dan prosedur operasional baku tentang: Sistem penyelenggaraan pendidikan Nilai kredit semester dan beban studi Registrasi mahasiswa Bimbingan akademik Evaluasi hasil studi Skripsi/Tugas Akhir dan Karya Tulis mahasiswa Evaluasi keberhasilan studi Meninggalkan kegiatan akademik, mutasi dan pemberhentian mahasiswa Kecurangan akademik Yudisium, wisuda dan ijazah Buku Panduan tersedia secara online di situs web Fakultas MIPA pada link Namun demikian, Fakultas MIPA memiliki beberapa peraturan tambahan, yang dijelaskan pada bagian di bawah ini, untuk melengkapi Buku Panduan yang telah tersedia tersebut. 2.2 TUGAS AKHIR Pelaksanaan dan penulisan laporan Tugas Akhir mahasiswa di Fakultas MIPA mengacu pada Buku Panduan Tugas Akhir dan Kuliah Kerja Praktik Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Syiah Kuala Panduan ini tersedia secara online di situs web Fakultas MIPA pada link KULIAH KERJA PRAKTIK Pelaksanaan dan penulisan laporan Kuliah Kerja Praktik mahasiswa di Fakultas MIPA mengacu pada Buku Panduan Tugas Akhir dan Kuliah Kerja Praktik Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Syiah Kuala Panduan ini tersedia secara online di situs web Fakultas MIPA pada link PERPINDAHAN MAHASISWA KE FAKULTAS MIPA Secara umum, perpindahan mahasiswa ke Fakultas MIPA mengikuti ketentuan yang telah diatur dalam Buku Panduan Administrasi Akademik Program Sarjana dan Diploma Universitas Syiah Kuala 2010 yaitu: Poin 8.2 mengenai Perpindahan Dari Perguruan Tinggi Lain Ke Unsyiah (Prosedur Operasional Baku 009/H11/PP SOP/2010). Poin 8.3 mengenai Perpindahan Antar Fakultas Dalam Lingkungan Unsyiah (Prosedur Operasional Baku 010/H11/PP SOP/2010). Poin 8.4 mengenai Perpindahan Antar Program Studi Dalam Lingkungan Fakultas Yang Sama (Prosedur Operasional Baku 011/H11/PP SOP/2010). 7

17 Poin 8.5 mengenai Perpindahan Dari Unsyiah Ke Perguruan Tinggi Lain (Prosedur Operasional Baku 012/H11/PP SOP/2010). Poin 8.6 mengenai Alih Program Diploma Sarjana (Prosedur Operasional Baku 013/H11/PP SOP/2010). Namun demikian, perpindahan ke beberapa prodi di Fakultas MIPA memiliki persyaratan tambahan sebagai berikut: Prodi Informatika Perpindahan mahasiswa ke Prodi Informatika mensyaratkan beberapa ketentuan tambahan yang harus dipenuhi oleh calon mahasiswa, yaitu: Memiliki IPK 3,25. Memiliki nilai A untuk mata kuliah Matematika Dasar (atau mata kuliah lain yang setara). Jika berasal universitas swasta, maka prodi asal mahasiswa harus terakreditasi A dan masih berlaku. Mengikuti tes/interview yang diselenggarakan prodi. Mendapatkan rekomendasi dari prodi. Memenuhi syarat administrasi lain yang ditetapkan oleh Unsyiah Prodi Farmasi Perpindahan mahasiswa ke Prodi Farmasi juga mensyaratkan beberapa ketentuan tambahan yang harus dipenuhi oleh calon mahasiswa, yaitu: Memiliki IPK 3,25. Memiliki nilai A untuk mata kuliah Kimia Dasar dan Biologi Dasar (atau mata kuliah lain yang setara). Jika berasal universitas swasta, maka prodi asal mahasiswa harus terakreditasi A dan masih berlaku. Mengikuti tes/interview yang diselenggarakan prodi. Mendapatkan rekomendasi dari prodi. Memenuhi syarat administrasi lain yang ditetapkan oleh Unsyiah Prodi Prodi Lain Mengikuti tes/interview yang diselenggarakan prodi. Mendapatkan rekomendasi dari prodi. Memenuhi syarat administrasi lain yang ditetapkan oleh Universitas. 8

18 BAB III PENERAPAN KURIKULUM 3.1 DASAR HUKUM PENYUSUNAN KURIKULUM 1. Undang undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi. 3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 4. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. 5. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Perguruan Tinggi. 6. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0383/O/1993 tanggal 22 Oktober 1993 tentang Pendirian Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Syiah Kuala. 7. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No. 9/Dikti/Kep/1989 tanggal 17 Februari 1989, tentang pendirian Prodi Matematika. 8. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No. 10/Dikti/Kep/1989 tanggal 17 Februari 1989, tentang pendirian Prodi Fisika. 9. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No. 11/Dikti/Kep/1989 tanggal 17 Februari 1989, tentang pendirian Prodi Kimia. 10. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No. 12/Dikti/Kep/1989 tanggal 17 Februari 1989, tentang pendirian Prodi Biologi. 11. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 70/D/O/2011 tanggal 9 Juni 2010 tentang Pemberian Ijin Penyelenggaraan Prodi Teknik Informatika (S1) Pada Universitas Syiah Kuala. 12. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 16/D/O/2011 tanggal 12 Januari 2011 tentang Penyelenggaraan Prodi Farmasi (S1) Pada Universitas Syiah Kuala. 13. Keputusan Rektor Universitas Syiah Kuala No. 941/2011 Tentang Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bagi Mahasiswa Universitas Syiah Kuala Program Sarjana (S1). 14. Keputusan Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Syiah Kuala No. 42/2010 Tentang Rencana Induk Pengembangan dan Rencana Strategis Fakultas MIPA Universitas Syiah Kuala. 15. Keputusan Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Syiah Kuala No. 46/2010 Tentang Panduan Tugas Akhir dan Kuliah Kerja Praktik Fakultas MIPA Universitas Syiah Kuala. 3.2 KODIFIKASI MATA KULIAH Kode mata kuliah pada Kurikulum 2011 terdiri dari enam karakter, dimana tiga karakter pertama dalam bentuk huruf yang menunjukkan kode prodi, fakultas atau universitas dan tiga karakter berikutnya dalam bentuk angka yang menunjukkan penomoran mata kuliah. Kode huruf Kode huruf terdiri dari 3 karakter: USK universitas/nasional MPK Kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian MPA Fakultas MIPA MMT Prodi Matematika MFA Prodi Fisika MKM Prodi Kimia MBI Prodi Biologi INF Prodi Informatika MFI Prodi Farmasi 9

19 Kode angka Kode angka terdiri dari 3 digit: Digit pertama menunjukkan posisi tahun mata kuliah tersebut pada kurikulum, misalnya: Angka 0 menunjukkan bahwa mata kuliah tersebut tergolong ke dalam Mata Kuliah Umum. Angka 1, 2, 3 dan 4 berturut turut menunjukkan tahun pertama, kedua, ketiga dan keempat. Angka 5 menunjukkan mata kuliah pilihan. Digit kedua dan ketiga menunjukkan posisi semester mata kuliah tersebut pada kurikulum, misalnya: 01, 03, 05, 07, 09, 11 dst. merupakan mata kuliah semester ganjil. 00, 02, 04, 06, 08, 10, 12 dst. merupakan mata kuliah semester genap. Contoh: MKM 201 merupakan mata kuliah wajib Prodi Kimia pada tahun kedua semester ganjil (= mata kuliah semester 3). INF 502 merupakan mata kuliah pilihan Prodi Informatika pada semester genap. Catatan: Kode angka ini tidak berlaku untuk Prodi Biologi (lihat penjelasan pada bagian kurikulum Prodi Biologi) 3.3 KURIKULUM BERSAMA FAKULTAS MIPA Struktur Mata Kuliah Bersama Fakultas MIPA Seluruh prodi di Fakultas MIPA mengadopsi 41 SKS mata kuliah universitas dan fakultas, yang disebut dengan mata kuliah bersama. Adapun mata kuliah mata kuliah bersama yang disampaikan pada semester 1 dan 2 (disebut dengan mata kuliah dasar bersama) adalah: Semester 1 Semester 2 Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS MPA 015 Biologi Dasar 4 (3 1) MPA 014 Ilmu Lingkungan 2 (2 0) MPA 017 Fisika Dasar I 4 (3 1) MPA 016 Matematika Dasar II 3 (3 0) MPA 019 Kimia Dasar I 4 (3 1) MPK 002 Pendidikan Agama Islam 2 (2 0) MPA 021 Matematika Dasar I 3 (3 0) MPK 003 Pendidikan Kewarganegaraan 2 (2 0) MPA 023 Pengantar TIK 2 (1 1) <dilengkapi sesuai kebutuhan prodi> USK 001 Bahasa Indonesia 2 (2 0) Total 19 Total 9 bersama lain yang ada pada kurikulum setiap prodi di Fakultas MIPA adalah: 1. Bahasa Inggris (USK 005) 2 SKS (2 0) 2. Kewirausahaan (MPA 300) 2 SKS (2 0) 3. Kuliah Kerja Praktik (MPA 401) 3 SKS (0 3) dan/atau Kuliah Kerja Nyata 3 SKS (0 3) (lihat penjelasan lebih lanjut pada bagian 3.3.2) 4. Tugas Akhir 6 SKS, terdiri dari: Tugas Akhir I (MPA 403) 2 SKS (0 2) Tugas Akhir II (MPA 404) 4 SKS (0 4) Catatan: Pengecualian diberikan kepada Prodi Farmasi untuk tidak memasukkan mata kuliah KKP pada kurikulum prodi S1 karena akan dilaksanakan dalam mata kuliah Praktik Kerja Profesi (total 12 SKS) pada kurikulum Program Profesi Apoteker Kuliah Kerja Nyata Sampai buku kurikulum ini dicetak, Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang telah ditetapkan oleh Rektor Universitas Syiah Kuala melalui Keputusan No. 941/2011 tanggal 1 November 2011 belum memiliki petunjuk teknis yang detail dan baku meliputi kompetensi yang diharapkan, format kegiatan, metode pelaksanaan, penganggaran, pengelolaan dan administrasi akademik. Namun demikian, Fakultas MIPA akan mewajibkan KKN dengan urutan prioritas opsi pelaksanaan sebagai berikut: 10

20 1. KKP dapat menggantikan mata kuliah KKN. Artinya, mahasiswa yang sudah mengambil KKP akan dianggap telah melaksanakan KKN. Dalam buku kurikulum ini posisi KKN dalam struktur kurikulum, untuk sementara, ditulis bersamaan dengan mata kuliah KKP (tertulis KKP dan/atau KKN), kecuali untuk kurikulum Program Studi Farmasi yang hanya akan memuat KKN. 2. KKN menggantikan sepenuhnya mata kuliah KKP. Dalam hal ini mata kuliah KKP akan menjadi mata kuliah pilihan yang dianjurkan bagi mahasiswa. 3. KKN dan KKP keduanya merupakan mata kuliah wajib jika ada prodi yang menghendaki demikian. Penentuan opsi KKN yang akan dipilih dan diterapkan dalam kurikulum setiap prodi dilakukan setelah konsep pelaksanaan KKN di tingkat universitas selesai dibahas. Pemilihan salah satu dari tiga opsi di atas akan diatur terpisah melalui keputusan dekan. Catatan: Persyaratan tentatif untuk pelaksanaan KKN yang sejauh ini sudah ditetapkan adalah: KKN berlaku wajib untuk mahasiswa angkatan 2009 ke atas KKN memiliki bobot 3 SKS KKN dapat diikuti oleh mahasiswa yang sudah lulus 100 SKS Prasyarat Mata Kuliah Bersama Fakultas MIPA Semua mata kuliah bersama tidak memiliki prasyarat, kecuali: 1. Kuliah Kerja Praktik (MPA 401) : telah lulus atau sedang mengambil 110 SKS. 2. Tugas Akhir I (MPA 403) : lulus 120 SKS, memiliki IPK 2,0, jumlah nilai D 10% dari total SKS yang telah dicapai, sudah lulus MK wajib yang berkaitan dengan bidang yang diteliti dengan nilai C+. 3. Tugas Akhir II (MPA 404) : telah lulus atau sedang TA I Daftar Ekuivalensi Mata Kuliah Bersama Fakultas MIPA Kurikulum 2006 Kurikulum 2011 Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS Ekuivalensi Umum MBB 004 Ilmu Sosial dan Budaya Dasar 2 (2 0) MBB 004 Ilmu Sosial dan Budaya Dasar 2 (2 0) (pilihan) MBB 006 Ilmu Kealaman Dasar 2 (2 0) MPA 014 Ilmu lingkungan 2 (2 0) MPA 001 Matematika Dasar I 4 (4 0) MPA 021 Matematika Dasar I 3 (3 0) MPA 009 Kuliah Kerja Praktik 3 (0 3) MPA 401 Kuliah Kerja Praktik 3 (0 3) MPA 010 Fisika Dasar I 4 (3 1) MPA 017 Fisika Dasar I 4 (3 1) MPA 012 Kimia Dasar I 4 (3 1) MPA 019 Kimia Dasar I 4 (3 1) MPK 002 Pendidikan Agama Islam 2 (2 0) MPK 002 Pendidikan Agama Islam 2 (2 0) MPK 003 Pendidikan Kewarganegaraan 2 (2 0) MPK 003 Pendidikan Kewarganegaraan 2 (2 0) USK 001 Bahasa Indonesia 2 (2 0) USK 001 Bahasa Indonesia 2 (2 0) USK 002 Bahasa Inggris 2 (2 0) USK 005 Bahasa Inggris 2 (2 0) USK 004 Pengantar Aplikasi Komputer 2 (2 0) MPA 023 Pengantar TIK 2 (1 1) MBB 004 Ilmu Sosial Budaya Dasar 2 (2 0) MBB 004 Ilmu Sosial Budaya Dasar (pilihan) 2 (2 0) Ekuivalensi Khusus MMT 001 Matematika Dasar II (F, K, M) 4 (4 0) MPA 016 Matematika Dasar II 3 (3 0) MPA 001 Matematika Dasar I (B) 4 (4 0) MPA 016 Matematika Dasar II 3 (3 0) MBI 023 Skripsi I (B) 2 (0 2) MPA 403 Tugas Akhir I 2 (0 2) MBI 024 Skripsi II (B) 4 (0 4) MPA 404 Tugas Akhir II 4 (0 4) MFA 032 Tugas Akhir (F) 6 (0 6) MPA 403 Tugas Akhir I 2 (0 2) MPA 404 Tugas Akhir II 4 (0 4) MKM 085 Tugas Akhir I (K) 2 (0 2) MPA 403 Tugas Akhir I 2 (0 2) MKM 086 Tugas Akhir II (K) 4 (0 4) MPA 404 Tugas Akhir II 4 (0 4) MMT 027 Tugas Akhir (M) 6 (0 6) MPA 403 Tugas Akhir I 2 (0 2) MPA 404 Tugas Akhir II 4 (0 4) MBI 047 Kewirausahaan (B) 2 (2 0) MPA 300 Kewirausahaan 2 (2 0) MFA 132 Manajemen dan Kewirausahaan (F) 2 (2 0) MPA 300 Kewirausahaan 2 (2 0) MKM 087 Manajemen dan Kewirausahaan (K) 2 (2 0) MPA 300 Kewirausahaan 2 (2 0) MMT 091 Bisnis dan Profesi (M) 2 (2 0) MPA 300 Kewirausahaan 2 (2 0) 11

21 Kurikulum 2006 Kurikulum 2011 Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS MMT 308 Karir Matematika 2 (2 0) MMT 403 Bisnis dan Profesi 2 (2 0) MKM 100 Dasar Dasar Kimia Hayati (K) 3 (2 1) MPA 015 Biologi Dasar 4 (3 1) MBI 075 Biologi Umum (B, F, K) 4 (3 1) MPA 015 Biologi Dasar 4 (3 1) MFA 044 Biofisika (F) 2 (2 1) MPA 015 Biologi Dasar 4 (3 1) Keterangan: (B) = Prodi Biologi, (F) = Prodi Fisika, (K) = Prodi Kimia, (M) = Prodi Matematika 3.4 PEMBERLAKUAN KURIKULUM Kurikulum 2011 diberlakukan terhitung sejak semester ganjil Tahun Akademik 2011/ Kurikulum 2011 diberlakukan sepenuhnya bagi seluruh angkatan, kecuali mahasiswa yang hanya tinggal menyelesaikan Tugas Akhir (TA I dan TA II). Kepada mahasiswa tersebut diberikan waktu sampai akhir tahun akademik 2011/2012 untuk menyelesaikan studi, atau terhadap mahasiswa tersebut diberlakukan kurikulum baru. 3. Jika ada mahasiswa yang seharusnya hanya mengambil Tugas Akhir namun memiliki nilai D > 5% dari total SKS yang harus ditempuh, dan masih harus memperbaiki mata kuliah, maka terhadap mahasiswa tersebut diberlakukan kurikulum baru. 4. Untuk mempermulus transisi perubahan kurikulum, setiap prodi dapat menawarkan semua mata kuliah yang dianggap perlu maka pada semester ganjil 2011/2012 untuk mempercepat proses kelulusan mahasiswa angkatan lama. 3.5 PENGAKUAN NILAI EKUIVALENSI 1. Jika lebih dari satu mata kuliah pada kurikulum 2006 diekuivalensikan menjadi hanya satu mata kuliah pada Kurikulum 2011, maka nilai yang diambil adalah nilai terbaik dari salah satu mata kuliah pada Kurikulum Contoh: Prodi Fisika mengekuivalensikan mata kuliah Biologi Umum (MBI 075) dan Biofisika (MFA 044) menjadi Biologi Dasar (MPA 015). Jika seorang mahasiswa telah lulus kedua mata kuliah tersebut dan nilainya masing masing adalah D dan B, maka nilai Biologi Dasar (MPA 015) yang diakui adalah B. 2. Jika satu mata kuliah pada Kurikulum 2006 diekuivalensikan menjadi lebih dari satu mata kuliah pada kurikulum 2011, maka nilai mata kuliah pada Kurikulum 2006 berlaku untuk semua mata kuliah ekuivalensi pada kurikulum baru. Contoh: Prodi Matematika mengekuivalensikan mata kuliah Bisnis dan Profesi (MMT 091) menjadi tiga mata kuliah yaitu Kewirausahaan (MPA 302), Bisnis dan Profesi (MMT 403) dan Karir Matematika (MMT 308). Jika seorang mahasiswa mendapatkan nilai C pada mata kuliah Bisnis dan Profesi (MMT 091) pada kurikulum lama, maka nilai C tersebut berlaku untuk ketiga mata kuliah Kewirausahaan (MPA 302), Bisnis dan Profesi (MMT 403) dan Karir Matematika (MMT 308) pada kurikulum baru. 3. Bagi mahasiswa yang mendapatkan nilai E untuk mata kuliah pada Kurikulum 2006, maka mahasiswa tersebut harus mengulangnya dengan mengambil mata kuliah yang ekuivalen pada Kurikulum Bagi mahasiswa yang mendapatkan nilai D untuk mata kuliah pada Kurikulum 2006, maka jika ingin memperbaikinya mahasiswa tersebut mengambil mata kuliah yang ekuivalen pada Kurikulum MENGULANG MATA KULIAH YANG ADA PRAKTIKUMNYA Jika seorang mahasiswa ingin mengulang mata kuliah yang ada praktikumnya pada Kurikulum 2011, ketentuan yang berlaku adalah sebagai berikut: 1 Jika sebelumnya mendapatkan nilai E, maka mahasiswa tersebut harus mengulang seluruh kuliah dan praktikum. 2 Jika sebelumnya mendapatkan nilai D, maka mahasiswa tersebut dapat mengulang hanya kuliahnya saja dengan syarat nilai praktikum 51, dibuktikan dengan kartu nilai praktikum. 3 Mahasiswa harus mengikuti praktikum sesuai syarat yang ditentukan oleh laboratorium terkait agar dapat dinyatakan lulus mata kuliah tersebut. 12

22 BAB IV KURIKULUM PROGRAM STUDI 4.1 PRODI MATEMATIKA Visi Prodi Matematika Menjadi pusat pengkajian dan pengembangan ilmu matematika terkemuka pada tahun 2025 yang mensinergikan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan potensi lokal, nasional, maupun internasional Misi Prodi Matematika 1. Menghasilkan lulusan yang beriman pada Allah SWT, unggul, mandiri,kreatif, inovatif, berjiwa wirausaha dan mempunyai kemampuan untuk menganalisa masalah secara sistematis, tepat dan logis, serta mampu menawarkan solusi alternatif untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. 2. Meningkatkan perluasan dan pemerataan akses serta mutu pembelajaran, penelitian, dan pelayanan pendidikan matematika dengan dukungan sistem tata kelola kelembagaan yang akuntabel dan transparan. 3. Menjalin kerjasama nasional dan internasional dalam pengkajian dan penerapan matematika berorientasi pada potensi Aceh untuk kesejahteraan ummat Tujuan Prodi Matematika 1. Meningkatkan perluasan dan pemerataan akses pendidikan tinggi yang memenuhi standar mutu melalui: o Pendirian program studi baru, o Pendirian program pengembangan akademik, o Perluasan dan pemerataan akses pendidikan, o Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sebagai sarana pembelajaran dan manajemen perguruan tinggi, o Peningkatan ketersedian beasiswa/bantuan pendidikan, o Peningkatan sarana pembelajaran, dengan memperhatikan distribusi geografis, kemampuan ekonomi, kesetaraan gender, dan kemampuan fisik. 2. Meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan tinggi dalam upaya mengedepankan peran ilmu ilmu dasar untuk meningkatkan daya saing bangsa dan kesejahteraaan umat, melalui: o o o o o o Peningkatan penelitian, publikasi dan pengabdian dosen, Peningkatan mutu layanan akademik terhadap mahasiswa, Peningkatan suasana akademik, Peningkatan kualitas dan daya saing lulusan, Peningkatan kualitas SDM, Pelaksanaan sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan. 3. Menguatkan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik melalui: o o o o Peningkatan kapasitas pendanaan, Peningkatan pencitraan publik, Peningkatan kapasitas pengelolaan pendidikan, Peningkatan kerjasama institusi Profil Lulusan Prodi Matematika 1. Peneliti 2. Pendidik 3. Pegawai Pemerintah 4. Pegawai Perusahaan Swasta, Industri, Bank, dan Asuransi 5. Wirausaha 13

23 4.1.5 KOMPETENSI LULUSAN PRODI MATEMATIKA KELOMPOK BAHAN KAJIAN 1. pengembangan kepribadian (MPK), untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, berkepribadian mantap, dan mandiri serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. 2. keilmuan dan ketrampilan (MKK), untuk memberikan landasan penguasaan ilmu dan ketrampilan tertentu. 3. keahlian berkarya (MKB), untuk menghasilkan tenaga ahli dengan kekaryaan berdasarkan dasar ilmu dan ketrampilan yang dikuasai. 4. perilaku berkarya (MPB), untuk membentuk sikap dan perilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan dasar ilmu dan ketrampilan yang dikuasai. 5. berkehidupan bermasyarakat (MBB), untuk dapat memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya. KOMPETENSI 1. IMTAQ kepada Allah SWT 2. Memiliki etika pergaulan akademik 3. Kemandirian 4. Kemampuan eksplorasi keilmuan 5. Kemampuan penguasaan keilmuan 6. Kemampuan penguasaan bahasa 7. Kemampuan implementasi konsep dalam realita 8. Kemampuan analisis fenomena 9. Kemampuan menggunakan ICT 10. Memiliki tanggung jawab keilmuan 11. Kemampuan mempublikasikan hasil 12. Kemampuan sharing resource 13. Kemampuan pedagogik 14. Kemampuan menggunakan teknologi pembelajaran 14

24 4.1.6 Peta Kurikulum Prodi Matematika Mata Kuliah Alokasi SKS Untuk Kelompok Bahan Kajian MPK MKK MKB MPB MBB Utama Khusus Umum SEMESTER 1 Fisika Dasar I 4 Biologi Dasar 4 Kimia Dasar I 4 Matematika Dasar I 3 Bahasa Indonesia 2 Pengantar TIK 2 SEMESTER 2 Ilmu lingkungan 2 Matematika Dasar II 3 Pendidikan Agama Islam 2 Pendidikan Kewarganegaraan 2 Statistika Dasar 3 Fisika Dasar II 3 Pemograman I 3 SEMESTER 3 Bahasa Inggris 2 Kalkulus Peubah Banyak 4 Metode Diskrit 3 Aljabar Linier Elementer 4 Geometri 3 Teori Peluang 3 SEMESTER 4 Kalkulus lanjut 4 Persamaan Diferensial Biasa 3 Metode Numerik I 3 Teori Graf 3 Fungsi Kompleks 4 Kewirausahaan 2 15

25 Mata Kuliah Alokasi SKS Untuk Kelompok Bahan Kajian MPK MKK MKB MPB MBB Utama Khusus Umum SEMESTER 5 Pengantar Analisis Real 4 Struktur Aljabar I 3 Pengantar Optimisasi 3 Pers. Diferensial Parsial 3 PILIHAN SEMESTER 5 Metode Numerik II 3 Teori Bilangan 3 Persamaan Integral 3 Pengantar Sistem Kontrol 3 Riset Operasi Lanjut 3 Sistem Informasi Manajemen 2 Struktur Data 3 Instalasi dan Manajemen Hardware 2 Multimedia 3 Sistem Fuzzy 2 Demografi 2 Analisis Data Katagori 3 SEMESTER 6 Riset Operasi 3 Pemodelan Matematika 4 Kolokium I 2 Karir Matematika 2 PILIHAN SEMESTER 6 ISBD 2 Pengantar Dasar Matematika 2 Aljabar Linier Lanjut 3 Analisis Real 3 Teknik Optimisasi 2 Basis Data 2 Sistem Informasi Geografis 3 16

26 Mata Kuliah Alokasi SKS Untuk Kelompok Bahan Kajian MPK MKK MKB MPB MBB Utama Khusus Umum Rekayasa Perangkat Lunak 3 Pemograman Berbasis Objek 3 Pengolahan Citra 3 Pemograman Visual 3 Grafika Komputer 3 Statistika Matematika I 3 Analisis Regresi 3 Rancangan Survey 2 Ekonometrika 3 SEMESTER 7 Kolokium II 2 Bisnis dan Profesi 2 Kuliah Kerja Praktik dan/atau Kuliah Kerja Nyata 3 PILIHAN SEMESTER 7 Analisis Fungsional 3 Teori Coding 2 Kontrol Optimal 3 Transformasi Matematika Khusus 2 Teknologi Pembelajaran Matematika 3 Basis Data Berbasis Web 3 Sistem Sekuriti Data 2 Data Mining 3 Kecerdasan Buatan 3 Statistika Matematika II 3 Analisis Peubah Ganda 3 Deret Berkala 3 Statistik Pengendali Mutu 2 Kapita Selekta Matematika 2 Kapita Selekta Komputasi 2 Kapita Selekta Statistika

27 Mata Kuliah Alokasi SKS Untuk Kelompok Bahan Kajian MPK MKK MKB MPB MBB Utama Khusus Umum SEMESTER 8 Tugas Akhir I 2 Tugas Akhir II 4 PILIHAN SEMESTER 8 Struktur Aljabar II 3 Matematika Ekonomi 3 Persamaan Differensial Parsial Numerik 3 Kalkulus Variasi 2 Sistem Dinamik 3 Sistem Operasi 3 Sistem Jaringan Komputer 3 Rancangan Percobaan 3 Metodologi Penelitian 2 Statistik Nonparametrik 3 Pengantar Model Linier

28 4.1.7 Struktur Kurikulum Prodi Matematika Semester 1 Semester 2 Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS MPA 015 Biologi Dasar 4 (3 1) MPA 014 Ilmu Lingkungan 2 (2 0) MPA 017 Fisika Dasar I 4 (3 1) MPA 016 Matematika Dasar II 3 (3 0) MPA 019 Kimia Dasar I 4 (3 1) MPK 002 Pendidikan Agama Islam 2 (2 0) MPA 021 Matematika Dasar I 3 (3 0) MPK 003 Pendidikan Kewarganegaraan 2 (2 0) MPA 023 Pengantar TIK 2 (1 1) MMT 104 Fisika Dasar II 3 (2 1) USK 001 Bahasa Indonesia 2 (2 0) MMT 106 Pemograman I 3 (2 1) MMT 108 Statistika Dasar 3 (2 1) TOTAL 19 TOTAL 18 Semester 3 Semester 4 Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS USK 002 Bahasa Inggris 2 (2 0) MMT 202 Kalkulus lanjut 4 (4 0) MMT 201 Kalkulus Peubah Banyak 4 (4 0) MMT 204 Persamaan Diferensial Biasa 3 (3 0) MMT 203 Metode Diskrit 3 (3 0) MMT 206 Metode Numerik I 3 (2 1) MMT 205 Aljabar Linier Elementer 4 (4 0) MMT 208 Teori Graf 3 (3 0) MMT 207 Geometri 3 (3 0) MMT 210 Fungsi Kompleks 4 (4 0) MMT 209 Teori Peluang 3 (3 0) MPA 300 Kewirausahaan 2 (2 0) TOTAL 19 TOTAL 19 Semester 5 Semester 6 Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS MMT 301 Pengantar Analisis Real 4 (4 0) MMT 302 Riset Operasi 3 (2 1) MMT 303 Struktur Aljabar I 3 (3 0) MMT 304 Pemodelan Matematika 4 (4 0) MMT 305 Pengantar Optimisasi 3 (2 1) MMT 306 Kolokium I 2 (0 2) MMT 307 Persamaan Diferensial Parsial 3 (3 0) MMT 308 Karir Matematika 2 (2 0) Pilihan 6 Pilihan 8 TOTAL 19 TOTAL 19 Semester 7 Semester 8 Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS MMT 401 Kolokium II 2 (0 2) MPA 403 Tugas Akhir I 2 (0 2) MMT 403 Bisnis dan Profesi 2 (2 0) MPA 404 Tugas Akhir II 4 (0 4) MPA 401 Kuliah Kerja Praktik 3 (0 3) Pilihan 6 dan/atau Kuliah Kerja Nyata Pilihan 12 TOTAL 19 TOTAL 12 Mata Kuliah Pilihan Semester Ganjil Mata Kuliah Pilihan Semester Genap Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS MMT 501 Metode Numerik II 3 (2 1) MBB 004 ISBD 2 (2 0) MMT 503 Teori Bilangan 3 (3 0) MMT 502 Pengantar Dasar Matematika 2 (2 0) MMT 505 Persamaan Integral 3 (3 0) MMT 504 Aljabar Linier Lanjut 3 (2 1) MMT 507 Pengantar Sistem Kontrol 3 (2 1) MMT 506 Analisis Real 3 (3 0) MMT 509 Riset Operasi Lanjut 3 (3 0) MMT 508 Teknik Optimisasi 2 (2 0) MMT 511 Sistem Informasi Manajemen 2 (2 0) MMT 510 Basis Data 2 (2 0) MMT 513 Struktur Data 3 (2 1) MMT 512 Sistem Informasi Geografis 3 (2 1) MMT 515 Instalasi dan Manajemen Hardware 2 (1 1) MMT 514 Rekayasa Perangkat Lunak 3 (2 1) MMT 517 Multimedia 3 (2 1) MMT 516 Pengolahan Citra 3 (2 1) MMT 519 Sistem Fuzzy 2 (2 0) MMT 518 Pemograman Visual 3 (2 1) MMT 521 Demografi 2 (2 0) MMT 520 Grafika Komputer 3 (2 1) MMT 523 Analisis Data Katagori 3 (3 0) MMT 522 Statistika Matematika I 3 (3 0) 19

29 Mata Kuliah Pilihan Semester Ganjil Mata Kuliah Pilihan Semester Genap Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS MMT 525 Pemograman Berbasis Objek 3 (2 1) MMT 524 Analisis Regresi 3 (2 1) MMT 527 Teori Coding 2 (2 0) MMT 526 Rancangan Survey 2 (2 0) MMT 529 Kontrol Optimal 3 (3 0) MMT 528 Ekonometrika 3 (2 1) MMT 531 Transformasi Matematika Teknologi Pembelajaran 2 (2 0) MMT 530 Khusus Matematika 3 (2 1) MMT 533 Analisis Fungsional 3 (3 0) MMT 532 Struktur Aljabar II 3 (3 0) MMT 535 Basis Data Berbasis Web 3 (2 1) MMT 534 Matematika Ekonomi 3 (3 0) MMT 537 Sistem Sekuriti Data 2 (2 0) MMT 536 Persamaan Differensial Parsial Numerik 3 (2 1) MMT 539 Data Mining 3 (2 1) MMT 538 Kalkulus Variasi 2 (2 0) MMT 541 Kecerdasan Buatan 3 (2 1) MMT 540 Sistem Dinamik 3 (2 1) MMT 543 Statistika Matematika II 3 (3 0) MMT 542 Sistem Operasi 3 (2 1) MMT 545 Analisis Peubah Ganda 3 (2 1) MMT 544 Sistem Jaringan Komputer 3 (2 1) MMT 547 Deret Berkala 3 (2 1) MMT 546 Rancangan Percobaan 3 (2 1) MMT 549 Statistik Pengendali Mutu 2 (2 0) MMT 548 Metodologi Penelitian 2 (2 0) MMT 551 Kapita Selekta Matematika 2 (2 0) MMT 550 Statistik Nonparametrik 3 (2 1) MMT 553 Kapita Selekta Komputasi 2 (2 0) MMT 552 Pengantar Model Linier 2 (2 0) MMT 555 Kapita Selekta Statistika 2 (2 0) Catatan: Mahasiswa Prodi Matematika dibenarkan untuk mengambil mata kuliah pilihan maksimal 4 SKS pada prodi lain di lingkungan Fakultas MIPA Unsyiah. yang dipilih dapat berupa mata kuliah wajib atau mata kuliah pilihan pada kurikulum prodi asal Daftar Prasyarat Kurikulum Prodi Matematika Mata Kuliah Pada Kurikulum 2011 Prasyarat Kode Mata Kuliah Kode Mata Kuliah MMT 201 Kalkulus Peubah Banyak MPA 021 Matematika Dasar I MMT 202 Kalkulus lanjut MPA 021 Matematika Dasar I MMT 204 Persamaan Diferensial Biasa MPA 021 Matematika Dasar I MMT 205 Aljabar Linier Elementer MPA 021 Matematika Dasar I MMT 206 Metode Numerik I MMT 106 Pemograman I MMT 205 Aljabar Linier Elementer MMT 210 Fungsi Kompleks MPA 021 Matematika Dasar I MMT 301 Pengantar Analisis Real MPA 021 Matematika Dasar I MMT 304 Pemodelan Matematika MMT 204 Persamaan Diferensial Biasa MMT 305 Pengantar Optimisasi MPA 021 Matematika Dasar I MMT 205 Aljabar Linier Elementer MMT 307 Persamaan Diferensial Parsial MMT 204 Persamaan Diferensial Biasa MMT 501 Metode Numerik II MMT 206 Metode Numerik I MMT 504 Aljabar Linier Lanjut MMT 205 Aljabar Linier Elementer MMT 505 Persamaan Integral MPA 016 Matematika Dasar II MMT 506 Analisis Real MMT 301 Pengantar Analisis Real MMT 507 Pengantar Sistem Kontrol MMT 204 Persamaan Diferensial Biasa MMT 508 Teknik Optimisasi MMT 305 Pengantar Optimisasi MMT 509 Riset Operasi Lanjut MMT 302 Riset Operasi MMT 513 Struktur Data MMT 106 Pemograman I MMT 518 Pemograman Visual MMT 106 Pemograman I MMT 520 Grafika Komputer MMT 106 Pemograman I MMT 522 Statistika Matematika I MMT 209 Teori Peluang MMT 526 Rancangan Survey MMT 108 Statistika Dasar MMT 401 Kolokium II MMT 306 Kolokium I MMT 532 Struktur Aljabar II MMT 303 Struktur Aljabar I MMT 534 Matematika Ekonomi MMT 205 Aljabar Linier Elementer MMT 533 Analisis Fungsional MMT 301 Pengantar Analisis Real MMT 536 Persamaan Differensial Parsial Numerik MMT 206 Metode Numerik I MMT 307 Persamaan Diferensial Parsial 20

30 Mata Kuliah Pada Kurikulum 2011 Prasyarat Kode Mata Kuliah Kode Mata Kuliah MMT 538 Kalkulus Variasi MMT 305 Pengantar Optimisasi MMT 529 Kontrol Optimal MMT 204 Persamaan Diferensial Biasa MMT 302 Riset Operasi MMT 204 Persamaan Diferensial Biasa MMT 540 Sistem Dinamik MMT 205 Aljabar Linier Elementer MMT 307 Persamaan Diferensial Parsial MMT 531 Transformasi Matematika Khusus MPA 016 Matematika Dasar II MMT 544 Sistem Jaringan Komputer MMT 106 Pemograman I MMT 546 Rancangan Percobaan MMT 108 Statistika Dasar MMT 548 Metodologi Penelitian MMT 108 Statistika Dasar MMT 550 Statistik Nonparametrik MMT 108 Statistika Dasar MMT 543 Statistika Matematika II MMT 522 Statistika Matematika I MMT 545 Analisis Peubah Ganda MMT 108 Statistika Dasar MMT 205 Aljabar Linier Elementer MMT 549 Statistik Pengendali Mutu MMT 108 Statistika Dasar Daftar Ekuivalensi Kurikulum Prodi Matematika Kurikulum 2006 Kurikulum 2011 Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS MMT 003 Bahasa Pemrograman 3 (2 1) MMT 106 Pemrograman I 3 (2 1) MMT 004 Matematika III 4 (4 0) MMT 201 Kalkulus Peubah Banyak 4 (4 0) MMT 006 Statistika Matematika I 3 (3 0) MMT 522 Statistika Matematika I 3 (3 0) MMT 007 Metode Diskret 3 (3 0) MMT 203 Metode Diskrit 3 (3 0) MMT 008 Matematika IV 3 (3 0) MMT 202 Kalkulus Lanjut 4 (4 0) MMT 010 Persamaan Diferensial Biasa 3 (3 0) MMT 204 Persamaan Diferensial Biasa 3 (3 0) MMT 011 Statistika Matematika II 3 (3 0) MMT 543 Statistika Matematika II 3 (3 0) MMT 012 Metode Numerik I 3 (2 1) MMT 206 Metode Numerik I 3 (2 1) MMT 013 Struktur Aljabar I 3 (3 0) MMT 303 Struktur Aljabar I 3 (3 0) MMT 014 Riset Operasi 3 (2 1) MMT 305 Pengantar Optimisasi 3 (2 1) MMT 014 Riset Operasi 3 (2 1) MMT 302 Riset Operasi 3 (2 1) MMT 016 Metode Numerik II 3 (2 1) MMT 501 Metode Numerik II 3 (2 1) MMT 018 Struktur Aljabar II 3 (3 0) MMT 532 Struktur Aljabar II 3 (3 0) MMT 023 Analisis II 3 (3 0) MMT 506 Analisis Real 3 (3 0) MMT 024 Geometri 3 (3 0) MMT 207 Geometri 3 (3 0) MMT 026 Persamaan Diferensial Parsial 3 (3 0) MMT 307 Persamaan Diferensial Parsial 3 (3 0) MMT 028 Metodologi Penelitian 2 (2 0) MMT 548 Metodologi Penelitian 2 (2 0) MMT 032 Teori Bilangan 3 (3 0) MMT 503 Teori Bilangan 3 (3 0) MMT 033 Teori Graf 3 (3 0) MMT 208 Teori Graf 3 (3 0) MMT 034 Statistik Nonparametrik 3 (2 1) MMT 550 Statistik Nonparametrik 3 (2 1) MMT 035 Sistem Jaringan Komputer 3 (2 1) MMT 544 Sistem Jaringan Komputer 3 (2 1) MMT 037 Aljabar Linier Lanjut 3 (3 0) MMT 504 Aljabar Linier Lanjut 3 (2 1) MMT 039 Demografi 2 (2 0) MMT 521 Demografi 2 (2 0) MMT 040 Rancangan Percobaan 3 (2 1) MMT 546 Rancangan Percobaan 3 (2 1) MMT 041 Struktur Data 3 (2 1) MMT 513 Struktur Data 3 (2 1) MMT 042 Basis Data 3 (2 1) MMT 510 Basis Data 2 (2 0) MMT 043 Pengantar Sistem Kontrol 3 (2 1) MMT 507 Pengantar Sistem Kontrol 3 (2 1) MMT 045 Proses Stokastik 3 (2 1) MMT 557 Proses Stokastik 3 (2 1) MMT 046 Rancangan Survey 2 (2 0) MMT 526 Rancangan Survey 2 (2 0) MMT 047 Pemrograman Visual 3 (2 1) MMT 518 Pemrograman Visual 3 (2 1) MMT 048 Sistem Informasi Manajemen 2 (2 0) MMT 511 Sistem Informasi Manajemen 2 (2 0) MMT 049 Kecerdasan Buatan 3 (2 1) MMT 541 Kecerdasan Buatan 3 (2 1) MMT 051 Sistem Fuzzy 2 (2 0) MMT 519 Sistem Fuzzy 2 (2 0) MMT 052 Statistik Pengendali Mutu 2 (2 0) MMT 549 Statistik Pengendali Mutu 2 (2 0) MMT 054 Analisis Peubah Ganda 3 (2 1) MMT 545 Analisis Peubah Ganda 3 (2 1) MMT 055 Deret Berkala 3 (2 1) MMT 547 Deret Berkala 3 (2 1) 21

31 Kurikulum 2006 Kurikulum 2011 Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS MMT 056 Basis Data Berbasis Web 3 (2 1) MMT 535 Basis Data Berbasis Web 3 (2 1) MMT 059 Ekonometrika 3 (2 1) MMT 528 Ekonometrika 3 (2 1) MMT 061 Pemrograman Berorientasi Pemrograman Berorientasi 3 (2 1) MMT 525 Objek Objek 3 (2 1) MMT 062 Komputer Grafik 3 (2 1) MMT 520 Grafika Komputer 3 (2 1) MMT 063 Sistem Sekuriti Data 2 (2 0) MMT 537 Sistem Sekuriti Data 2 (2 0) MMT 064 Persamaan Diferensial Parsial Persamaan Diferensial Parsial 3 (2 1) MMT 536 Numerik Numerik 3 (2 1) MMT 070 Kolokium II 2 (0 2) MMT 401 Kolokium II 2 (0 2) MMT 072 Pemodelan Matematika 4 (4 0) MMT 304 Pemodelan Matematika 4 (4 0) MMT 074 Pengantar Dasar Matematika 2 (2 0) MMT 502 Pengantar Dasar Matematika 2 (2 0) MMT 075 Aljabar Linier Elementer 3 (3 0) MMT 205 Aljabar Linier Elementer 4 (4 0) MMT 076 Teori Peluang 3 (3 0) MMT 209 Teori Peluang 3 (3 0) MMT 077 Pengantar Model Linier 2 (2 0) MMT 552 Pengantar Model Linier 2 (2 0) MMT 078 Pengantar Sistem Operasi 2 (1 1) MMT 542 Sistem Operasi 3 (2 1) MMT 081 Analisis Regresi 3 (2 1) MMT 524 Analisis Regresi 3 (2 1) MMT 082 Analisis Data Katagori 3 (3 0) MMT 523 Analisis Data Katagori 3 (3 0) MMT 084 Fungsi Kompleks 3 (3 0) MMT 210 Fungsi Kompleks 4 (4 0) MMT 085 Kolokium I 2 (0 2) MMT 306 Kolokium I 2 (0 2) MMT 086 Pengolahan Citra 3 (2 1) MMT 516 Pengolahan Citra 3 (2 1) MMT 087 Rekayasa Perangkat Lunak 3 (2 1) MMT 514 Rekayasa Perangkat Lunak 3 (2 1) MMT 088 Riset Operasi Lanjut 3 (3 0) MMT 509 Riset Operasi Lanjut 3 (3 0) MMT 089 Sistem Dinamik 3 (2 1) MMT 540 Sistem Dinamik 3 (2 1) MMT 090 Sistem Informasi Geografis 3 (2 1) MMT 512 Sistem Informasi Geografis 3 (2 1) MMT 094 Analisis Fungsional 3 (3 0) MMT 533 Analisis Fungsional 3 (3 0) MMT 095 Data Mining 3 (2 1) MMT 539 Data Mining 3 (2 1) MMT 096 Instalasi dan Manajemen Instalasi dan Manajemen 2 (1 1) MMT 515 Hardware Hardware 2 (1 1) MMT 097 Kapita Selekta Komputasi 2 (2 0) MMT 553 Kapita Selekta Komputasi 2 (2 0) MMT 098 Teori Coding 2 (2 0) MMT 527 Teori Coding 2 (2 0) MMT 100 Analisis I 3 (3 0) MMT 301 Pengantar Analisis Real 4 (4 0) MMT 101 Kapita Selekta Matematika 2 (2 0) MMT 551 Kapita Selekta Matematika 2 (2 0) MMT 102 Kapita Selekta Statistika 2 (2 0) MMT 555 Kapita Selekta Statistika 2 (2 0) MMT 105 Matematika Ekonomi 3 (3 0) MMT 534 Matematika Ekonomi 3 (3 0) MPA 003 Statistika Dasar 3 (2 1) MMT 108 Statistika Dasar 3 (2 1) USK 002 Bahasa Inggris 2 (2 0) USK 005 Bahasa Inggris 2 (2 0) MMT 505 Persamaan Integral 3 (3 0) MMT 508 Teknik Optimisasi 2 (2 0) MMT 517 Multimedia 3 (2 1) MMT 529 Kontrol Optimal 3 (3 0) MMT 530 Teknologi Pembelajaran Matematika 3 (2 1) MMT 531 Transformasi Matematika Khusus 2 (2 0) MMT 538 Kalkulus Variasi 2 (2 0) 22

32 4.2 PRODI FISIKA VISI PRODI FISIKA Menjadi program studi yang unggul dalam pengkajian dan pengembangan ilmu fisika yang berbasis potensi lokal di Asia Tenggara pada tahun MISI PRODI FISIKA 1. Melakukan proses pembelajaran ilmu fisika yang berkualitas tinggi dan membuka akses pendidikan seluas luasnya bagi masyarakat dengan memperhatikan asas pemerataan; 2. Meningkatkan kualitas akademik melalui pembelajaran, penelitian, dan pengembangan ilmu, serta pengabdian masyarakat, sehingga menjadi rujukan dalam pengembangan ilmu fisika serta menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi; 3. Mengembangkan penelitian penelitian ilmu fisika berbasis potensi sumber daya alam lokal dan nasional yang ramah lingkungan; 4. Mengembangkan program kerjasama nasional, regional dan internasional; 5. Memberi pelayanan ilmu dasar dan terapan kepada pengguna; dan 6. Menyelenggarakan manajemen institusi yang mandiri, transparan, akuntabel TUJUAN PRODI FISIKA 1. Menghasilkan lulusan berkualitas yang memiliki kompetensi akademik, kecakapan hidup dan kepribadian tinggi yang mampu bersaing dalam era globalisasi. 2. Meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian serta pengabdian berbasis potensi alam lokal, yang berkontribusi terhadap perubahan masyarakat kearah yang lebih baik. 3. Meningkatkan aktivitas dan publikasi ilmiah serta jumlah paten dan HAKI. 4. Terbentuknya program studi yang mandiri, transparan, dan akuntabel PROFIL LULUSAN PRODI FISIKA 1. Peneliti 2. Akademisi 3. Pekerja Industri 4. Enterpreneur 5. Surveyor and Quality Control KOMPETENSI LULUSAN PRODI FISIKA KELOMPOK BAHAN KAJIAN 1. pengembangan kepribadian (MPK), untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, berkepribadian mantap, dan mandiri serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. 2. keilmuan dan ketrampilan (MKK), untuk memberikan landasan penguasaan ilmu dan ketrampilan tertentu. 3. keahlian berkarya (MKB), untuk menghasilkan tenaga ahli dengan kekaryaan berdasarkan dasar ilmu dan ketrampilan yang dikuasai. 4 perilaku berkarya (MPB), untuk membentuk sikap dan perilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya KOMPETENSI 1. Memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap Allah SWT, menjunjung tinggi dan melaksanakan ajaran agama 2. Memiliki etika profesi yang tinggi 3. Mampu membentuk jiwa wirausaha 4. Memahami konsep konsep ilmu Fisika serta terapannya 5. Mampu mengaplikasikan pengetahuan Fisika dalam menyelesaikan permasalahan 6. Memahami dasar dasar metode ilmiah 7. Mampu menganalisis secara matematis 8. Mampu melakukan pemodelan matematis dan simulasi dalam menyelesaikan masalah 9. Mampu menggunakan peralatan teknologi informasi dan komputer terutama yang berkaitan dengan fisika 10. Mampu merencanakan, menjalankan, dan melaporkan hasil eksperimen 11. Mampu menerapkan metode ilmiah dalam 23

33 KELOMPOK BAHAN KAJIAN menurut tingkat keahlian berdasarkan dasar ilmu dan ketrampilan yang dikuasai. 5. berkehidupan bermasyarakat (MBB), untuk dapat memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya. KOMPETENSI penelitian dan atau penyelesaian masalah 12. Mampu menggunakan bahasa ilmiah baik lisan maupun tulisan untuk mengkomunikasikan isi pikirannya dalam forum forum ilmiah 13. Mampu membangun kerjasama dalam tim baik sebagai anggota ataupun pemimpin tim 14. Mampu menggunakan bahasa inggris baik secara lisan maupun tulisan 15. Memiliki integritas moral yang tinggi dan menghargai sesama manusia 24

34 4.2.6 PETA KURIKULUM PRODI FISIKA Mata Kuliah Alokasi SKS Untuk Kelompok Bahan Kajian MPK MKK MKB MPB MBB Utama Khusus Umum Komp 1 Komp 2 Komp 3 Komp 4 Komp 5 Komp 6 Komp 7 Komp 8 Komp 9 Komp 10 Komp 11 Komp 12 Komp 13 Komp 14 Komp 15 SEMESTER 1 Fisika Dasar I 4 Biologi Dasar 4 Kimia Dasar I 4 Matematika Dasar I 3 Bahasa Indonesia 2 Pengantar TIK 2 SEMESTER 2 Ilmu lingkungan 2 Matematika Dasar II 3 Pendidikan Agama Islam 2 Pendidikan Kewarganegaraan 2 Statistika Dasar 3 Fisika Dasar II 4 Bahasa Inggris 2 SEMESTER 3 Fisika Matematika I 4 Elektronika Dasar 4 Listrik Magnet 4 Algoritma dan Pemograman 3 Bahasa Inggris Ilmiah 2 Termodinamika 3 Fisika Eksperimen I 1 SEMESTER 4 Gelombang 3 Mekanika 4 Fisika Modern 3 Fisika Matematika II 4 Fisika Eksperimen II 1 25

35 Mata Kuliah Alokasi SKS Untuk Kelompok Bahan Kajian MPK MKK MKB MPB MBB Utama Khusus Umum Komp 1 Komp 2 Komp 3 Komp 4 Komp 5 Komp 6 Komp 7 Komp 8 Komp 9 Komp 10 Komp 11 Komp 12 Komp 13 Komp 14 Komp 15 SEMESTER 5 Optika 4 Fisika Kuantum 4 Fisika Statistik 3 Fisika Komputasi 4 SEMESTER 6 Fisika Zat Padat 4 Kuliah Kerja Praktik dan/atau Kuliah Kerja Nyata 3 Fisika Eksperimen III 2 Kewirausaahan 2 Fisika Inti 4 SEMESTER 7 Seminar 2 Fisika Teori 4 Metode Penelitian 2 Tugas Akhir I 2 SEMESTER 8 Tugas Akhir II 4 MK PILIHAN SEMESTER GANJIL Ketrampilan Elektronika dan Instrumentasi 1 Fisika Kesehatan 2 Sensor dan Transduser 2 Sistem Jaringan Komputer 2 Instrumentasi Medik 2 Telekomunikasi 2 Mekatronika 2 Fisika Batuan 2 Geologi Fisis 2 Aplikasi GPS 2 26

36 Mata Kuliah Alokasi SKS Untuk Kelompok Bahan Kajian MPK MKK MKB MPB MBB Utama Khusus Umum Komp 1 Komp 2 Komp 3 Komp 4 Komp 5 Komp 6 Komp 7 Komp 8 Komp 9 Komp 10 Komp 11 Komp 12 Komp 13 Komp 14 Komp 15 Metode Seismik 2 Geofisika Laut 2 Sistem Informasi Geografis 2 Eksplorasi Energi Panas Bumi 2 Fisika Lingkungan 2 Topik Khusus Geofisika 2 Meteorologi dan Klimatologi 2 Geoteknik 2 Pemodelan Prediksi Cuaca 2 Cahaya dan Warna 2 Optoelektronika 2 Pencahayaan dan Penerangan 2 Serat Optik 2 Fisika Logam 2 Difraksi Sinar X 2 Superkonduktor 2 Fisika Keramik 2 Fisika Polimer 2 Fisika Mineral 2 Semikonduktor 2 Fisika Reaktor 2 Elektrodinamika 2 Astronomi 2 Laser I 2 Teknologi Lapisan Tipis 2 Sistem Informasi Geografis 2 Biofisika 2 Pengantar Geofisika 2 Sains Material 2 Intelegensia Buatan 2 Pengolahan Citra 2 Metode Numerik 2 Fisika Relativitas 2 Mekanika Statistik 2 27

37 Mata Kuliah Alokasi SKS Untuk Kelompok Bahan Kajian MPK MKK MKB MPB MBB Utama Khusus Umum Komp 1 Komp 2 Komp 3 Komp 4 Komp 5 Komp 6 Komp 7 Komp 8 Komp 9 Komp 10 Komp 11 Komp 12 Komp 13 Komp 14 Komp 15 Elektrodinamika Klasik 2 MK PILIHAN SEMESTER GENAP Pemrograman Lanjut 2 Elektronika Digital 2 Sistem Akuisisi Data 2 Instrumentasi Pengukuran 2 Mikrokomputer 3 Sistem Kontrol 2 Elektronika Lanjut 2 Sistem Multimedia 2 Pengolahan Data Geofisika 2 Geofisika Rekayasa dan Lingkungan 2 Penginderaan Jauh 2 Geofisika Lapangan 2 Metode Elektromagnetik 2 Instrumentasi Geofisika 2 Seismologi 2 Geohidrologi 2 Geodinamika 2 Metode Listrik 2 Survei medan potensial 2 Instrumentasi Meteorologi 2 Kapita Selekta Optik 2 Akustik 2 Pendahuluan Riset Fisika Optik 2 Material Elektronik 2 Fisika Bahan Komposit 2 Bahan Magnetik 2 Sel Surya 2 Korosi 2 Aplikasi Radiasi 2 Fotonika 3 Spektroskopi 2 28

38 Mata Kuliah Alokasi SKS Untuk Kelompok Bahan Kajian MPK MKK MKB MPB MBB Utama Khusus Umum Komp 1 Komp 2 Komp 3 Komp 4 Komp 5 Komp 6 Komp 7 Komp 8 Komp 9 Komp 10 Komp 11 Komp 12 Komp 13 Komp 14 Komp 15 Laser II 2 Klimatologi dan Peramalan Cuaca 2 Penginderaan Jauh 2 Laser Semikonduktor 2 Teori Group 2 Fisika Partikel 2 Mekanika Analitik 2 Mekanika Kuantum 2 Fisika Plasma 2 Elektrodinamika Kuantum 2 29

39 4.2.7 STRUKTUR KURIKULUM PRODI FISIKA Semester 1 Semester 2 Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS MPA 015 Biologi Dasar 4 (3 1) MPA 014 Ilmu Lingkungan 2 (2 0) MPA 017 Fisika Dasar I 4 (3 1) MPA 016 Matematika Dasar II 3 (3 0) MPA 019 Kimia Dasar I 4 (3 1) MPK 002 Pendidikan Agama Islam 2 (2 0) MPA 021 Matematika Dasar I 3 (3 0) MPK 003 Pendidikan 2 (2 0) Kewarganegaraan MPA 023 Pengantar TIK 2 (1 1) MFA 121 Fisika Dasar II 4 (3 1) USK 001 Bahasa Indonesia 2 (2 0) MMT 108 Statistika Dasar 3 (2 1) USK 005 Bahasa Inggris 2 (2 0) TOTAL 19 TOTAL 18 Semester 3 Semester 4 Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS MFA 201 Fisika Matematika I 4 (4 0) MFA 202 Fisika Matematika II 4 (4 0) MFA 203 Elektronika Dasar 4 (3 1) MFA 204 Mekanika 4 (4 0) MFA 205 Listrik Magnet 4 (4 0) MFA 206 Gelombang 3 (3 0) MFA 209 Algoritma dan Pemograman 3 (2 1) MFA 208 Fisika Modern 3 (3 0) MFA 213 Bahasa Inggris Ilmiah 2 (2 0) MFA 212 Fisika Eksperimen II 1 (0 1) MFA 207 Termodinamika 3 (3 0) Pilihan 6 MFA 211 Fisika Eksperimen I 1 (0 1) TOTAL 21 TOTAL 21 Semester 5 Semester 6 Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS MFA 301 Optika 4 (3 1) MFA 302 Fisika Zat Padat 4 (4 0) MFA 303 Fisika Kuantum 4 (4 0) MFA 304 Fisika Inti 4 (4 0) MFA 305 Fisika Statistik 3 (3 0) MFA 314 Fisika Eksperimen III 2 (0 2) MFA 307 Fisika Komputasi 4 (3 1) MPA 300 Kewirausahaan 2 (2 0) Pilihan 6 MPA 401 Kuliah Kerja Praktik dan/atau 3 (0 3) Kuliah Kerja Nyata Pilihan 6 TOTAL 21 TOTAL 21 Semester 7 Semester 8 Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS MFA 401 Fisika Teori 4 (4 0) MPA 404 Tugas Akhir II 4 (0 4) MFA 403 Metode Penelitian 2 (2 0) MFA 405 Seminar 2 (2 0) MPA 403 Tugas Akhir I 2 (0 2) Pilihan 9 TOTAL 19 TOTAL 4 Mata Kuliah Pilihan Semester Ganjil Mata Kuliah Pilihan Semester Genap Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS Lintas Kelompok Bidang Minat (KBM) Lintas Kelompok Bidang Minat (KBM) MFA 501 Sains Material 2 (2 0) MFA 502 Fotonika 2 (2 0) MFA 503 Pengantar Geofisika 2 (2 0) MFA 504 Fisika Lingkungan 2 (2 0) MFA 505 Biofisika 2 (2 0) MFA 506 Spektroskopi 2 (2 0) MFA 507 Laser I 2 (2 0) MFA 508 Laser II 2 (2 0) MFA 509 Astronomi 2 (2 0) MFA 510 Klimatologi dan Peramalan 2 (2 0) Cuaca MFA 511 Elektrodinamika 2 (2 0) MFA 512 Laser Semikonduktor 2 (2 0) MFA 513 Teknologi Lapisan Tipis 2 (2 0) MFA 514 Penginderaan Jauh 2 (2 0) MFA 515 Sistem Informasi Geografis 2 (2 0) KBM Teori dan Komputasi KBM Teori dan Komputasi MFA 517 Intelegensia Buatan 2 (2 0) MFA 518 Teori Group 2 (2 0) MFA 519 Pengolahan Citra 2 (2 0) MFA 520 Fisika Partikel 2 (2 0) 30

40 Mata Kuliah Pilihan Semester Ganjil Mata Kuliah Pilihan Semester Genap Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS MFA 521 Metode Numerik 2 (2 0) MFA 522 Mekanika Analitik 2 (2 0) MFA 523 Fisika Relativitas 2 (2 0) MFA 524 Mekanika Kuantum 2 (2 0) MFA 525 Mekanika Statistik 2 (2 0) MFA 526 Fisika Plasma 2 (2 0) MFA 527 Elektrodinamika Klasik 2 (2 0) MFA 528 Elektrodinamika Kuantum 2 (2 0) KBM Elektronika dan Instrumentasi (ELINS) KBM Elektronika dan Instrumentasi (ELINS) MFA 531 Ketrampilan Elektronika 1 (0 1) MFA 530 Pemrograman Lanjut 2 (2 0) dan Instrumentasi MFA 533 Fisika Kesehatan 2 (2 0) MFA 532 Teknik Digital 2 (1 1) MFA 535 Sensor dan Transduser 2 (2 0) MFA 534 Sistem Akuisisi Data 2 (1 1) MFA 537 Sistem Jaringan Komputer 2 (1 1) MFA 536 Instrumentasi Pengukuran 2 (1 1) MFA 539 Instrumentasi Medik 3 (2 1) MFA 538 Mikrokomputer 3 (2 1) MFA 541 Telekomunikasi 2 (2 0) MFA 540 Sistem Kontrol 2 (1 1) MFA 543 Mekatronika 2 (2 0) MFA 542 Elektronika Lanjut 2 (2 0) MFA 544 Sistem Multimedia 2 (1 1) KBM Geofisika KBM Geofisika MFA 545 Fisika Batuan 2 (2 0) MFA 546 Pengolahan Data Geofisika 2 (2 0) MFA 547 Geologi Fisis 2 (2 0) MFA 548 Geofisika Rekayasa dan 2 (2 0) Lingkungan MFA 549 Aplikasi GPS 2 (2 0) MFA 550 Penginderaan Jauh 2 (2 0) MFA 551 Metode Seismik 2 (2 0) MFA 552 Geofisika Lapangan 2 (0 2) MFA 553 Geofisika Laut 2 (2 0) MFA 554 Metode Elektromagnetik 2 (2 0) MFA 555 Eksplorasi Energi Panas 2 (2 0) MFA 556 Instrumentasi Geofisika dan 2 (2 0) Bumi Meteorologi MFA 557 Manajemen Bencana 2 (2 0) MFA 558 Seismologi 2 (2 0) MFA 559 Topik Khusus Geofisika 2 (2 0) MFA 560 Geohidrologi 2 (2 0) MFA 561 Meteorologi dan 2 (2 0) MFA 562 Geodinamika 2 (2 0) Klimatologi MFA 563 Geoteknik 2 (2 0) MFA 564 Metode Listrik 2 (2 0) MFA 565 Pemodelan Prediksi Cuaca 2 (2 0) MFA 566 Survei Medan Potensial 2 (2 0) MFA 567 Klimatologi dan Peramalan 2 (2 0) MFA 568 Pemodelan Geofisika 2 (2 0) Cuaca MFA 569 Prediksi Gempa Bumi 2 (2 0) MFA 570 Seismologi Lanjut 2 (2 0) KBM Gelombang, Optik dan Aplikasi Laser (GOAL) KBM Gelombang, Optik dan Aplikasi Laser (GOAL) MFA 571 Cahaya dan Warna 2 (2 0) MFA 572 Kapita Selekta Optik 2 (2 0) MFA 573 Optoelektronika 2 (2 0) MFA 574 Akustik 2 (2 0) MFA 575 Pencahayaan dan 2 (2 0) MFA 576 Pendahuluan Riset Fisika 2 (2 0) Penerangan Optik MFA 577 Serat Optik 2 (2 0) KBM Material KBM Material MFA 579 Fisika Logam 2 (2 0) MFA 578 Material Elektronik 2 (2 0) MFA 581 Difraksi Sinar X 2 (2 0) MFA 580 Fisika Bahan Komposit 2 (2 0) MFA 583 Superkonduktor 2 (2 0) MFA 582 Bahan Magnetik 2 (2 0) MFA 585 Fisika Keramik 2 (2 0) MFA 584 Sel Surya 2 (2 0) MFA 587 Fisika Polimer 2 (2 0) MFA 586 Korosi 2 (2 0) MFA 589 Fisika Mineral 2 (2 0) MFA 588 Aplikasi Radiasi 2 (2 0) MFA 591 Semikonduktor 2 (2 0) MFA 593 Fisika Reaktor 2 (2 0) Catatan: Mahasiswa Prodi Fisika dibenarkan untuk mengambil mata kuliah pilihan maksimal 4 SKS pada prodi lain di lingkungan Fakultas MIPA Unsyiah. yang dipilih dapat berupa mata kuliah wajib atau mata kuliah pilihan pada kurikulum prodi asal. 31

41 4.2.8 DAFTAR PRASYARAT KURIKULUM PRODI FISIKA Mata Kuliah Pada Kurikulum 2011 Prasyarat Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS MFA 121 Fisika Dasar II 4 (3 1) MFA 201 Fisika Matematika I 4 (4 0) MPA 017 Fisika Dasar I 4 (3 1) MPA 021 Matematika Dasar I 3 (3 0) MFA 202 Fisika Matematika II 4 (4 0) MFA 201 Fisika Matematika I 4 (4 0) MFA 203 Elektronika Dasar 4 (3 1) MFA 121 Fisika Dasar II 4 (3 1) MFA 204 Mekanika 4 (4 0) MPA 017 Fisika Dasar I 4 (3 1) MFA 205 Listrik Magnet 4 (4 0) MFA 121 Fisika Dasar II 4 (3 1) MFA 206 Gelombang 3 (3 0) MFA 121 Fisika Dasar II 4 (3 1) MFA 207 Termodinamika 3 (3 0) MFA 017 Fisika Dasar I 4 (3 1) MFA 208 Fisika Modern 3 (3 0) MFA 121 Fisika Dasar II 4 (3 1) MPA 016 Matematika Dasar II 3 (3 0) MFA 209 Algoritma dan Pemograman 3 (2 1) MPA 023 Pengantar TIK 2 (1 1) MFA 213 Bahasa Inggris Ilmiah 2 (2 0) USK 005 Bahasa Inggris 2 (2 0) MFA 301 Optika 4 (3 1) MFA 206 Gelombang 3 (3 0) MFA 302 Fisika Zat Padat 4 (4 0) MFA 208 Fisika Modern 3 (3 0) MFA 201 Fisika Matematika I 4 (4 0) MFA 303 Fisika Kuantum 4 (4 0) MFA 202 Fisika Matematika II 4 (4 0) MFA 208 Fisika Modern 4 (4 0) MFA 304 Fisika Inti 4 (4 0) MFA 208 Fisika Modern 3 (3 0) MFA 305 Fisika Statistik 3 (3 0) MFA 207 Termodinamika 3 (3 0) MFA 307 Fisika Komputasi 4 (3 1) MFA 209 Algoritma dan Pemograman 3 (2 1) MFA 401 Fisika Teori 4 (4 0) MFA 205 Listrik Magnet 4 (4 0) MFA 208 Fisika Modern 3 (3 0) MFA 508 Laser II 2 (2 0) MFA 507 Laser I 2 (2 0) MFA 530 Pemrograman Lanjut 2 (2 0) MFA 209 Algoritma dan Pemrograman 3 (2 1) MFA 532 Teknik Digital 2 (1 1) MFA 203 Elektronika Dasar 4 (3 1) MFA 534 Sistem Akuisisi Data 2 (1 1) MFA 203 Elektronika Dasar 4 (3 1) MFA 535 Sensor dan Transduser 2 (2 0) MFA 121 Fisika Dasar II 4 (3 1 MFA 536 Instrumentasi Pengukuran 2 (1 1) MFA 203 Elektronika Dasar 4 (3 1) MFA 535 Sensor dan Transduser 2 (2 0) MFA 537 Sistem Jaringan Komputer 2 (1 1) MPA 023 Pengantar TIK 2 (1 1) MFA 203 Elektronika Dasar 4 (3 1) MFA 538 Mikrokomputer 3 (2 1) Algoritma dan MFA 209 Pemrograman 3 (2 1) MFA 203 Elektronika Dasar 4 (3 1) MFA 540 Sistem Kontrol 2 (1 1) Algoritma dan MFA 209 Pemrograman 3 (2 1) MFA 541 Telekomunikasi 2 (2 0) MFA 203 Elektronika Dasar 4 (3 1) MFA 206 Gelombang 3 (3 0) MFA 542 Elektronika Lanjut 2 (2 0) MFA 203 Elektronika Dasar 4 (3 1) MFA 543 Mekatronika 2 (2 0) MFA 205 Listrik Magnet 4 (4 0) MFA 538 Mikrokomputer 3 (2 1) MFA 544 Sistem Multimedia 2 (1 1) MPA 023 Pengantar TIK 2 (1 1) MFA 545 Fisika Batuan (2 0) MFA 513 Teknologi Lapisan Tipis 2 (2 0) MFA 548 Geofisika Rekayasa dan Lingkungan 2 (2 0) MFA 513 Teknologi Lapisan Tipis 2 (2 0) MFA 552 Geofisika Lapangan 2(0 2) MFA 513 Teknologi Lapisan Tipis 2 (2 0) MFA 553 Geofisika Laut 2(2 0) MFA 513 Teknologi Lapisan Tipis 2 (2 0) MFA 202 Fisika Matematika II 4 (4 0) MFA 554 Metode Elektromagnetik 2 (2 0) MFA 205 Listrik Magnet 4 (4 0) MFA 206 Gelombang 3 (3 0) MFA 556 Instrumentasi Geofisika Meteorologi 2 (2 0) MFA 203 Elektronika Dasar 4 (3 1) MFA 563 Geoteknik 2 (2 0) MFA 206 Gelombang 3 (3 0) MFA 566 Survei Medan Potensial 2 (2 0) MFA 202 Fisika Matematika II 4 (4 0) 32

42 MFA 203 Elektronika Dasar 4 (3 1) MFA 573 Optoelektronika 2 (2 0) MFA 301 Optika 4 (3 1) MFA 205 Listrik Magnet 4 (4 0) MFA 574 Akustik 2 (2 0) MFA 206 Gelombang 3 (3 0) MFA 581 Difraksi Sinar X 2 (2 0) MFA 303 Fisika Kuantum 4 (4 0) MFA 582 Bahan Magnetik 2 (2 0) MFA 303 Fisika Kuantum 4 (4 0) MFA 593 Fisika Reaktor 2 (2 0) MFA 304 Fisika Inti 4 (4 0) DAFTAR EKUIVALENSI KURIKULUM PRODI FISIKA Kurikulum 2006 Kurikulum 2011 Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS MFA 003 Fisika Matematika I 4 (3 0) MFA 201 Fisika Matematika I 4 (3 0) MFA 004 Mekanika 3 (3 0) MFA 204 Mekanika 4 (3 0) MFA 006 Listrik Magnit 3 (3 0) MFA 205 Listrik Magnit 4 (3 0) MFA 011 Gelombang 3 (3 0) MFA 206 Gelombang 3 (3 0) MFA 012 Fisika Modern 3 (3 0) MFA 208 Fisika Modern 3 (3 0) MFA 013 Termodinamika 3 (3 0) MFA 207 Termodinamika 3 (3 0) MFA 014 Fisika Matematika II 4 (3 0) MFA 202 Fisika Matematika II 4 (3 0) MFA 015 Fisika Eksperimen I 2 (0 2) MFA 211 Fisika Eksperimen I 1 (0 1) MFA 212 Fisika Eksperimen II 1 (0 1) MFA 023 Fisika Kuantum 4 (3 0) MFA 303 Fisika Kuantum 4 (3 0) MFA 024 Pendahuluan Fisika Zat Padat 4 (3 0) MFA 302 Fisika Zat Padat 4 (3 0) MFA 033 Ilmu Logam 2 (2 0) MFA 579 Fisika Logam 2 (2 0) MFA 034 Difraksi Sinar X 2 (2 0) MFA 581 Difraksi Sinar X 2 (2 0) MFA 035 Semikonduktor 2 (2 0) MFA 591 Semikonduktor 2 (2 0) MFA 036 Fisika Keramik 2 (2 0) MFA 585 Fisika Keramik 2 (2 0) MFA 037 Fisika Polimer 2 (2 0) MFA 587 Fisika Polimer 2 (2 0) MFA 038 Korosi 2 (2 0) MFA 586 Korosi 2 (2 0) MFA 044 Biofisika 2 (2 0) MPA 015 Biologi Dasar 4 (3 1) MFA 046 Laser I 2 (2 0) MFA 507 Laser I 2 (2 0) MFA 047 Sistem Komunikasi Optik 2 (2 0) MFA 073 Mikro Optik 2 (2 0) MFA 092 Pandu Gelombang 2 (2 0) MFA 577 Serat Optik 2 (2 0) MFA 097 Optika Terpadu 2 (2 0) MFA 101 Optik Non Linear 2 (2 0) MFA 048 Fisika Kesehatan 2 (2 0) MFA 533 Fisika Kesehatan 2 (2 0) MFA 051 Optik Lapisan Tipis 2 (2 0) MFA 156 Optoelektronik 2 (2 0) MFA 573 Optoelektronika 2 (2 0) MFA 157 Elektronik Kuantum 2 (2 0) MFA 052 Pencahayaan 2 (2 0) Pencahayaan dan MFA 575 MFA 160 Teknik Penerangan 2 (2 0) Penerangan 2 (2 0) MFA 053 Akustik 2 (2 0) MFA 574 Akustik 2 (2 0) MFA 055 Metode Numerik 2 (2 0) MFA 521 Metode Numerik 2 (2 0) MFA 059 Sel Surya 2 (2 0) MFA 584 Sel Surya 2 (2 0) MFA 060 Fisika Reaktor 2 (2 0) MFA 593 Fisika Reaktor 2 (2 0) MFA 061 Fisika Bahan Komposit 2 (2 0) MFA 580 Fisika Bahan Komposit 2 (2 0) MFA 062 Fisika Lingkungan 2 (2 0) MBB 006 Ilmu Kealaman Dasar 2 (2 0) MPA 014 Ilmu Lingkungan 2 (2 0) MFA 063 Fisika Mineral 2 (2 0) MFA 589 Fisika Mineral 2 (2 0) MFA 064 Bahan Magnetik 2 (2 0) MFA 582 Bahan Magnetik 2 (2 0) MFA 065 Instrumentasi Geofisika 2 (2 0) MFA 556 Instrumentasi Geofisika dan Meteorologi 2 (2 0) MFA 070 Optik Geometri 2 (2 0) MFA 571 Cahaya dan Warna 2 (2 0) MFA 075 Laser II 2 (2 0) MFA 508 Laser II 2 (2 0) MFA 080 Teori Group (Pilihan) 2 (2 0) MFA 104 Elektrodinamika (Pilihan) 2 (2 0) MFA 401 Fisika Teori (Wajib) 4 (3 0) MFA 081 Intelegensia Buatan 2 (2 0) MFA 517 Intelegensia Buatan 2 (2 0) MFA 084 Superkonduktor 2 (2 0) MFA 583 Superkonduktor 2 (2 0) MFA 087 Penginderaan Jauh 2 (2 0) MFA 514 Penginderaan Jauh 2 (2 0) 33

43 Kurikulum 2006 Kurikulum 2011 Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS MFA 088 Radioaktifitas 2 (2 0) MFA 588 Aplikasi Radiasi 2 (2 0) MFA 089 Geofisika Laut 2 (2 0) MFA 553 Geofisika Laut 2 (2 0) MFA 090 Geofisika Rekayasa dan Lingkungan 2 (2 0) MFA 548 Geofisika Rekayasa dan Lingkungan 2 (2 0) MFA 091 Pengolahan Data Geofisika 2 (2 0) MFA 546 Pengolahan Data Geofisika 2 (2 0) MFA 105 Teori Relativitas 2 (2 0) MFA 523 Fisika Relativitas 2 (2 0) MFA 106 Mekanika Kuantum 2 (2 0) MFA 169 Mekanika Kuantum Relativistik 2 (2 0) MFA 524 Mekanika Kuantum 2 (2 0) MFA 111 Komponen Elektronika 2 (2 0) MFA 578 Material Elektronik 2 (2 0) MFA 120 Fisika Statistika 3 (3 0) MFA 305 Fisika Statistik 3 (3 0) MFA 122 Listening and Conversation 2 (2 0) MFA 125 Scientific Writing in English 2 (2 0) MFA 213 Bahasa Inggris Ilmiah 2 (2 0) MFA 123 Statistik Dasar 3 (2 1) MMT 108 Statistik Dasar 3 (2 1) MFA 124 Elektronika I 4 (3 1) MFA 203 Elektronika Dasar 4 (3 1) MFA 126 Algoritma dan Pemrograman 3 (2 1) MFA 209 Algoritma dan Pemrograman 3 (2 1) MFA 127 Elektronika II 3 (2 1) MFA 542 Elektronika Lanjut (Pilihan) 2 (2 0) MFA 128 Optika 4 (3 1) MFA 301 Optika 4 (3 1) MFA 129 Fisika Komputasi 4 (3 1) MFA 307 Fisika Komputasi 4 (3 1) MFA 130 Metode Penelitian 2 (2 0) MFA 403 Metode Penelitian 2 (2 0) MFA 131 Fisika Eksperimen II 2 (0 2) MFA 314 Fisika Eksperimen III 2 (0 2) MFA 132 Manajemen & Kewirausaahan 2 (2 0) MPA 300 Kewirausahaan 2 (2 0) MFA 133 Seminar 2 (2 0) MFA 405 Seminar 2 (2 0) MFA 134 Fisika Inti 3 (3 0) MFA 304 Fisika Inti 4 (3 0) MFA 135 Dasar dasar Kimia Material 2 (2 0) MFA 501 Sains Material 3 (3 0) MFA 136 Pengantar Geofisika 2 (2 0) MFA 503 Pengantar Geofisika 2 (2 0) MFA 137 Fisika Batuan 2 (2 0) MFA 545 Fisika Batuan 2 (2 0) MFA 138 Eksplorasi Energi Panas Bumi 2 (2 0) MFA 555 Eksplorasi Energi Panas Bumi 2 (2 0) MFA 139 Metode Elektronagnetik 2 (2 0) MFA 554 Metode Elektromagnetik 2 (2 0) MFA 140 Sistem Informasi Geografis 2 (2 0) MFA 515 Sistem Informasi Geografis 2 (2 0) MFA 141 Survei GPS 2 (2 0) MFA 549 Aplikasi GPS 2 (2 0) MFA 142 Geologi Fisik 2 (2 0) MFA 547 Geologi Fisis 2 (2 0) MFA 143 Topik Khusus Geofisika 2 (2 0) MFA 559 Topik Khusus Geofisika 2 (2 0) MFA 144 Pengantar Seismologi 2 (2 0) MFA 558 Seismologi 2 (2 0) MFA 145 Geofisika Lapangan 2 (0 2) MFA 552 Geofisika Lapangan 2 (0 2) MFA 146 Digital 3 (2 1) MFA 532 Teknik Digital 2 (1 1) MFA 147 Assembler 2 (2 0) MFA 531 Ketrampilan Elektronika dan Instrumentasi 2 (1 1) MFA 148 Sistem Kontrol 3 (2 1) MFA 540 Sistem Kontrol 2 (1 1) MFA 149 Sistem Pengukuran 2 (2 0) MFA 536 Instrumentasi Pengukuran 2 (1 1) MFA 150 Sistem Instrumentasi 3 (2 1) MFA 534 Sistem Akuisisi Data 2 (1 1) MFA 151 Kapita Selekta Instrumentasi 2 (2 0) MFA 543 Mekatronika 2 (2 0) MFA 152 Teknik Komunikasi 2 (2 0) MFA 541 Telekomunikasi 2 (2 0) MFA 153 Mikroprosesor dan Mikrokontroler 3 (2 1) MFA 538 Mikrokomputer 3 (2 1) MFA 154 Sistem Instrumentasi Terdistribusi 3 (2 1) MFA 544 Sistem Multimedia 2 (1 1) MFA 155 Instrumentasi Industri 2 (2 0) MFA 535 Sensor dan Transduser 2 (2 0) MFA 159 Laser Spektroskopi 2 (2 0) MFA 506 Spektroskopi 2 (2 0) MFA 161 Pemrograman Visual 2 (2 0) MFA 530 Pemrograman Lanjut 2 (1 1) MFA 162 Pengolahan Citra Digital 2 (2 0) MFA 519 Pengolahan Citra 2 (2 0) MFA 164 Mekanika Statistik 2 (2 0) MFA 525 Mekanika Statistik 2 (2 0) MFA 167 Pengantar Fisika Partikel 2 (2 0) MFA 520 Fisika Partikel 2 (2 0) MFA 168 Mekanika Analitik 2 (2 0) MFA 522 Mekanika Analitik 2 (2 0) MFA 170 Database dan Sistem Jaringan 2 (2 0) MFA 537 Sistem Jaringan Komputer 2 (1 1) MFA 171 Instrumentasi Medik 3 (2 1) MFA 539 Instrumentasi Medik 3 (2 1) 34

44 4.3 PRODI KIMIA Visi Prodi Kimia Menjadi salah satu pusat pendidikan dan riset kimia terbaik di Indonesia yang berbasis kepada pemanfaatan sumberdaya alam lokal pada tahun Misi Prodi Kimia 1. Menghasilkan lulusan yang berkualitas yang memiliki integritas, daya inovatif dan jiwa entrepreneurship. 2. Mengembangkan penelitian dan menjadi mitra bagi masyarakat dalam bidang kimia, yang diprioritaskan pada pemanfaatan sumberdaya lokal. 3. Mengembangkan kerjasama strategis dengan berbagai pihak dalam rangka peningkatan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu dan daerah terpencil, akses lapangan kerja bagi alumni dan pembiayaan riset untuk potensi dan permasalahan daerah Tujuan Prodi Kimia 1. Lulusan beretika, memiliki standar intelektual dan akademik yang tinggi yang tercermin dari pengetahuan dan keterampilan dasar kimia yang kuat. 2. Lulusan mampu terus mengembangkan diri agar dapat bersaing di era globalisasi termasuk untuk melanjutkan studi. 3. Aktivitas penelitian memiliki standar yang tinggi dan difokuskan pada pemanfaatan sumberdaya alam lokal. 4. Terciptanya perubahan di masyarakat melalui penelitian dan pengabdian sebagai kontribusi bagi pengembangan daerah. 5. Program studi memiliki akreditasi A Profil Lulusan Prodi Kimia 1. Peneliti 2. Akademisi 3. Pekerja Industri 4. Enterpreneur 5. Quality Controller Lulusan Prodi Kimia KELOMPOK BAHAN KAJIAN 1. pengembangan kepribadian (MPK), untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, berkepribadian mantap, dan mandiri serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. 2. keilmuan dan ketrampilan (MKK), untuk memberikan landasan penguasaan ilmu dan ketrampilan tertentu. KOMPETENSI 1. Humanis dan religius. 2. Memiliki integritas. 3. Mampu menguasai dan memahami fakta, konsep, prinsip dan teori teori utama yang berkaitan dengan bidang kimia. 4. Terampil dalam menangani bahan kimia secara aman, termasuk memahami sifat fisik, kimia dan bahaya spesifik yang mungkin timbul akibat penggunaannya. 5. Terampil dalam melakukan penilaian tentang prosedur laboratorium dan resiko penggunaan bahan kimia. 35

45 KELOMPOK BAHAN KAJIAN 3. keahlian berkarya (MKB), untuk menghasilkan tenaga ahli dengan kekaryaan berdasarkan dasar ilmu dan ketrampilan yang dikuasai. 4 perilaku berkarya (MPB), untuk membentuk sikap dan perilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan dasar ilmu dan ketrampilan yang dikuasai. 5. berkehidupan bermasyarakat (MBB), untuk dapat memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya. KOMPETENSI 6. Terampil dalam melaksanakan prosedur standar laboratorium dan menggunakan peralatan. 7. Terampil dalam melakukan pemantauan proses dan perubahan kimia, melalui pengamatan dan pengukuran laboratorium, serta mencatat dan mendokumentasikannya secara sistematis dan akurat. 8. Terampil melakukan perhitungan, termasuk analisis kesalahan, estimasi, dan kebenaran penggunaan satuan. 9. Mampu mengolah, mengevaluasi dan menginterpretasi data dan informasi yang berkaitan dengan bidang kimia serta menghubungkannya dengan teori yang sesuai. 10. Terampil menggunakan aplikasi computer untuk pengolah kata, data, presentasi dan penyimpanan data (basis data). 11. Mampu merencanakan dan melaksanakan penelitian ilmiah. 12. Mampu menyajikan materi ilmiah dan menyampaikan argumen baik secara lisan dan tulisan. 13. Terampil menggali informasi dari sumber primer dan sekunder, secara manual dan online, termasuk berkomunikasi melalui Internet. 14. Mampu menerapkan pengetahuan kimia dalam memecahkan permasalahan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. 15. Mampu mengenali dampak penerapan kimia terhadap lingkungan dan alternatif penanganannya. 16. Mampu menguasai prinsip dasar bisnis, memiliki daya kreasi dan kompetisi agar dapat mengembangkan usaha yang terkait dengan bidang kimia. 17. Mampu bekerja sesuai dengan nilai nilai etika sebagai sarjana kimia. 18. Mampu mengembangkan diri secara berkelanjutan. 19. Terampil dalam berkomunikasi, baik tertulis maupun lisan, dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. 20. Terampil secara interpersonal, bekerja dalam team work. 21. Mempunyai ketrampilan manajemen dan jiwa kepemimpinan. 36

46 3.3.6 Peta Kurikulum Prodi Kimia Mata Kuliah SEMESTER 1 Alokasi SKS Untuk Utama Khusus Umum 1 Kelompok Bahan Kajian MPK MKK MKB MPB MBB Bahasa Indonesia 2 Fisika Dasar I 4 Biologi Dasar 4 Kimia Dasar I 4 Matematika Dasar 3 Pengantar TIK SEMESTER 2 Ilmu Lingkungan 2 Matematika Dasar II 3 Pendidikan Agama Islam 2 Pendidikan Kewarganegaraan 2 Kimia dan Masyarakat 2 Kimia Dasar II 4 Fisika Dasar II 4 SEMESTER 3 Manajemen 2 Laboratorium Kimia Organik I 4 Kimia Fisika I 3 Kimia Analitik I 4 Dasar Dasar 2 Pemisahan Kimia Bahasa Inggris 2 SEMESTER 4 Kimia Organik II 4 37

47 Mata Kuliah Alokasi SKS Untuk Utama Khusus Umum 1 Kelompok Bahan Kajian MPK MKK MKB MPB MBB Kimia Fisika II 4 Biokimia I 4 Kimia Analitik II 4 Kimia Anorganik I SEMESTER 5 Metodologi Penelitian 2 Kimia Organik Fisika 4 Kimia Fisika III 4 Biokimia II 4 Kimia Anorganik II 4 SEMESTER 6 Kolokium 2 Penentuan Struktur 2 Senyawa Secara Spektroskopi Kimia Polimer 2 Bioteknologi 2 Analisis Instrumentasi 4 Kimia Anorganik III 4 Kewirausahaan 2 SEMESTER 7 Kimia Organik Bahan 2 Alam Organologam 2 Kuliah Kerja Praktik 3 dan/atau Kuliah Kerja Nyata Tugas Akhir I 2 38

48 Mata Kuliah SEMESTER 8 Alokasi SKS Untuk Utama Khusus Umum 1 Kelompok Bahan Kajian MPK MKK MKB MPB MBB Tugas Akhir II PILIHAN SEMESTER GANJIL Termodinamika Kimia 2 Matematika Sains 2 Analisis Tumbuhan Secara Kimia 2 Sintesis Kimia Organik 2 Teknik Bioassay 2 Elektrokimia 2 Kimia Material 2 Kimia Permukaan 2 Kimia Medisinal 2 Kimia Pangan 2 Teknik Penelitian Biokimia 2 Kromatografi 2 Kimia Analisa Terapan 2 Kimia Lingkungan 2 Bioanorganik 2 Kimia Katalis 2 Mineralogi 2 PILIHAN SEMESTER GENAP Kinetika Kimia 2 Toksikologi 2 Penentuan Struktur Senyawa Alam Secara 2 Spektroskopi Stereo Kimia Organik 2 39

49 Mata Kuliah Alokasi SKS Untuk Utama Khusus Umum 1 Kelompok Bahan Kajian MPK MKK MKB MPB MBB Kimia Radiasi 2 Kimia Zat Padat 2 Kimia Industri 2 Mikrobiologi 2 Teknologi Fermentasi 2 Analisis Elektrometri 2 7 AMDAL 2 Kemometri 2 Teknik Pemisahan Lanjut 2 Kimia Koordinasi 2 Kapita Selekta Kimia Anorganik 2 Sintesis Kimia Anorganik

50 3.3.7 Struktur Kurikulum Prodi Kimia Semester 1 Semester 2 Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS MPA 015 Biologi Dasar 4 (3 1) MPA 014 Ilmu Lingkungan 2 (2 0) MPA 017 Fisika Dasar I 4 (3 1) MPA 016 Matematika Dasar II 3 (3 0) MPA 019 Kimia Dasar I 4 (3 1) MPK 002 Pendidikan Agama Islam 2 (2 0) MPA 021 Matematika Dasar I 3 (3 0) MPK 003 Pendidikan Kewarganegaraan 2 (2 0) MPA 023 Pengantar TIK 2 (1 1) MKM 112 Kimia dan Masyarakat 2 (2 0) USK 001 Bahasa Indonesia 2 (2 0) MKM 114 Kimia Dasar II 4 (3 1) MFA 121 Fisika Dasar II 4 (3 1) Total 19 Total 19 Semester 3 Semester 4 Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS MKM 201 Manajemen Laboratorium 2 (2 0) MKM 202 Kimia Organik II 4 (3 1) MKM 203 Kimia Organik I 4 (3 1) MKM 204 Kimia Fisika II 4 (3 1) MKM 205 Kimia Fisika I 3 (3 0) MKM 206 Biokimia I 4 (3 1) MKM 207 Kimia Analitik I 4 (3 1) MKM 208 Kimia Analitik II 4 (3 1) MKM 209 Dasar Dasar Pemisahan Kimia 2 (2 0) MKM 210 Kimia Anorganik I 3 (3 0) USK 005 Bahasa Inggris 2 (2 0) Pilihan (Kimia Industri/Kimia Lingkungan) 2 Total 19 Total 19 Semester 5 Semester 6 Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS MKM 301 Metodologi Penelitian 2 (2 0) MPA 300 Kewirausahaan 2 (2 0) MKM 303 Kimia Organik Fisika 3 (3 0) MKM 302 Kolokium 2 (2 0) MKM 305 Kimia Fisika III 4 (3 1) MKM 304 Penentuan Struktur Senyawa Secara Spektroskopi 2 (2 0) MKM 307 Biokimia II 4 (3 1) MKM 306 Kimia Polimer 2 (2 0) MKM 309 Kimia Anorganik II 4 (3 1) MKM 308 Bioteknologi 2 (2 0) Pilihan 4 MKM 310 Analisis Instrumentasi 4 (3 1) MKM 312 Kimia Anorganik III 4 (3 1) Pilihan 2 Total 21 Total 20 Semester 7 Semester 8 MKM 401 Kimia Organik Bahan Alam 2 (2 0) MPA 404 Tugas Akhir II 4 (0 4) MKM 403 Organologam 2 (2 0) Pilihan 6 MPA 401 Kuliah Kerja Praktik dan/atau Kuliah Kerja Nyata 3 (0 3) MPA 403 Tugas Akhir I 2 (0 2) Pilihan 8 Total 17 Total 10 Mata Kuliah Pilihan Semester Ganjil Mata Kuliah Pilihan Semester Genap Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS MKM 025 Termodinamika Kimia 3 (3 0) MKM 033 Kinetika Kimia 3 (3 0) MKM 073 Matematika Sains 2 (2 0) MBI 475 Toksikologi 2 (2 0) MKM 501 Analisis Tumbuhan Secara Penentuan Struktur Senyawa 2 (2 0) MKM 502 Kimia Alam Secara Spektroskopi 2 (2 0) MKM 503 Sintesis Kimia Organik 2 (2 0) MKM 504 Stereo Kimia Organik 2 (2 0) MKM 505 Teknik Bioassay 2 (2 0) MKM 506 Kimia Radiasi 2 (2 0) MKM 507 Elektrokimia 2 (2 0) MKM 508 Kimia Zat Padat 2 (2 0) MKM 509 Kimia Material 2 (2 0) MKM 510 Kimia Industri 2 (2 0) 41

51 Mata Kuliah Pilihan Semester Ganjil Mata Kuliah Pilihan Semester Genap Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS MKM 511 Kimia Permukaan 2 (2 0) MKM 512 Mikrobiologi 2 (2 0) MKM 513 Kimia Medisinal 2 (2 0) MKM 514 Teknologi Fermentasi 2 (2 0) MKM 515 Kimia Pangan 2 (2 0) MKM 516 Analisis Elektrometri 2 (2 0) MKM 517 Teknik Penelitian Biokimia 2 (2 0) MBI 464 Analisis Mengenai Dampak Lingkungan 3 (2 1) MKM 519 Kromatografi 2 (2 0) MKM 520 Kemometri 2 (2 0) MKM 521 Kimia Analisa Terapan 2 (2 0) MKM 522 Teknik Pemisahan Lanjut 2 (2 0) MKM 523 Kimia Lingkungan 2 (2 0) MKM 524 Kimia Koordinasi 2 (2 0) MKM 525 Bioanorganik 2 (2 0) MKM 526 Kapita Selekta Kimia Anorganik 2 (2 0) MKM 527 Kimia Katalis 2 (2 0) MKM 528 Sintesis Kimia Anorganik 2 (2 0) MKM 529 Mineralogi 2 (2 0) MBB 004 Ilmu Sosial Budaya Dasar 2 (2 0) MFA 208 Fisika Modern 3 (3 0) Catatan: Mahasiswa Prodi Kimia dibenarkan untuk mengambil mata kuliah pilihan maksimal 4 SKS pada prodi lain di lingkungan Fakultas MIPA Unsyiah. yang dipilih dapat berupa mata kuliah wajib atau mata kuliah pilihan pada kurikulum prodi asal Daftar Prasyarat Kurikulum Prodi Kimia Mata Kuliah Pada Kurikulum 2011 Prasyarat Kode Mata Kuliah Kode Mata Kuliah MKM 025 Termodinamika Kimia MKM 114 Kimia Dasar II MKM 033 Kinetika Kimia MKM 204 Kimia Fisika II MKM 073 Matematika Sains MPA 021 Matematika Dasar I MKM 202 Kimia Organik II MKM 203 Kimia Organik I MKM 203 Kimia Organik I MPA 019 Kimia Dasar I MKM 204 Kimia Fisika II MPA 019 Kimia Dasar I MKM 205 Kimia Fisika I MPA 019 Kimia Dasar I MKM 206 Biokimia I MKM 114 Kimia Dasar II MKM 207 Kimia Analitik I MPA 019 Kimia Dasar I MKM 208 Kimia Analitik II MKM 114 Kimia Dasar II MKM 209 Dasar Dasar Pemisahan Kimia MKM 114 Kimia Dasar II MKM 210 Kimia Anorganik I MPA 019 Kimia Dasar I MPA 019 Kimia Dasar I MKM 301 Metodologi Penelitian MKM 114 Kimia Dasar II USK 001 Bahasa Indonesia MKM 302 Kolokium USK 001 Bahasa Indonesia USK 005 Bahasa Inggris MKM 303 Kimia Organik Fisika MKM 202 Kimia Organik II MKM 304 Penentuan Struktur Senyawa Secara Spektroskopi MKM 202 Kimia Organik II MKM 305 Kimia Fisika III MKM 205 Kimia Fisika I MKM 306 Kimia Polimer MKM 205 Kimia Fisika I MKM 307 Biokimia II MKM 114 Kimia Dasar II MKM 308 Bioteknologi MKM 307 Biokimia II MKM 309 Kimia Anorganik II MPA 019 Kimia Dasar I MKM 310 Analisis Instrumentasi MKM 207 Kimia Analitik I MKM 208 Kimia Analitik II MKM 312 Kimia Anorganik III MKM 210 Kimia Anorganik I MKM 401 Kimia Organik Bahan Alam MKM 202 Kimia Organik II MKM 403 Organologam MKM 210 Kimia Anorganik I MKM 501 Analisis Tumbuhan Secara Kimia MKM 202 Kimia Organik II MKM 502 Penentuan Struktur Senyawa Alam Secara Spektroskopi MKM 202 Kimia Organik II MKM 503 Sintesis Kimia Organik MKM 202 Kimia Organik II MKM 504 Stereo Kimia Organik MKM 202 Kimia Organik II 42

52 Mata Kuliah Pada Kurikulum 2011 Prasyarat Kode Mata Kuliah Kode Mata Kuliah MKM 505 Teknik Bioassay MKM 202 Kimia Organik II MKM 506 Kimia Radiasi MKM 205 Kimia Fisika I MKM 507 Elektrokimia MKM 205 Kimia Fisika I MKM 508 Kimia Zat Padat MKM 205 Kimia Fisika I MKM 509 Kimia Material MKM 205 Kimia Fisika I MKM 510 Kimia Industri MKM 114 Kimia Dasar II MKM 511 Kimia Permukaan MKM 205 Kimia Fisika I MKM 512 Mikrobiologi MKM 307 Biokimia II MKM 513 Kimia Medisinal MKM 202 Kimia Organik II MKM 514 Teknologi Fermentasi MKM 206 Biokimia I MKM 515 Kimia Pangan MKM 206 Biokimia I MKM 516 Analisis Elektrometri MKM 208 Kimia Analitik II MKM 517 Teknik Penelitian Biokimia MKM 206 Biokimia I MKM 519 Kromatografi MKM 209 Dasar Dasar Pemisahan Kimia MKM 520 Kemometri MKM 207 Kimia Analitik I MKM 521 Kimia Analisa Terapan MKM 208 Kimia Analitik II MKM 522 Teknik Pemisahan Lanjut MKM 207 Kimia Analitik I MKM 209 Dasar Dasar Pemisahan Kimia MKM 523 Kimia Lingkungan MKM 114 Kimia Dasar II MKM 524 Kimia Koordinasi MKM 210 Kimia Anorganik I MKM 525 Bioanorganik MKM 210 Kimia Anorganik I MKM 526 Kapita Selekta Kimia Anorganik MKM 210 Kimia Anorganik I MKM 527 Kimia Katalis MKM 210 Kimia Anorganik I MKM 528 Sintesis Kimia Anorganik MKM 210 Kimia Anorganik I MKM 529 Mineralogi MKM 210 Kimia Anorganik I MBI 464 Analisis Mengenai Dampak Lingkungan MKM 207 Kimia Analitik I Daftar Ekuivalensi Kurikulum Prodi Kimia Kurikulum 2006 Kurikulum 2011 Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS MKM 004 Kimia Analitik I 3 (3 0) MKM 207 Kimia Analitik I 4 (3 1) MKM 005 Praktikum Kimia Analitik I 1 (0 1) MKM 006 Kimia Fisika I 3 (3 0) MKM 204 Kimia Fisika II 4 (3 1) MKM 007 Praktikum Kimia Fisika I 1 (0 1) MKM 008 Kimia Organik I 3 (3 0) MKM 203 Kimia Organik I 4 (3 1) MKM 009 Praktikum Kimia Organik I 1 (0 1) MKM 010 Kimia Analitik II 3 (3 0) MKM 208 Kimia Analitik II 4 (3 1) MKM 011 Praktikum Kimia Analitik II 1 (0 1) MKM 013 Kimia Fisika II 3 (3 0) MKM 305 Kimia Fisika III 4 (3 1) MKM 014 Praktikum Kimia Fisika II 1 (0 1) MKM 015 Kimia Anorganik I 3 (3 0) MKM 210 Kimia Anorganik I 3 (3 0) MKM 016 Praktikum Kimia Anorganik I 1 (0 1) MKM 017 Kimia Organik II 3 (3 0) MKM 202 Kimia Organik II 4 (3 1) MKM 018 Praktikum Kimia Organik II 1 (0 1) MKM 019 Spektroskopi Molekul 2 (2 0) MKM 205 Kimia Fisika I 3 (3 0) MKM 020 Kimia Anorganik II 3 (3 0) MKM 309 Kimia Anorganik II 4 (3 1) MKM 021 Praktikum Kimia Anorganik II 1 (0 1) MKM 023 Kimia Organik Fisik 3 (3 0) MKM 303 Kimia Organik Fisik 3 (3 0) MKM 022 Kimia Organik Bahan Alam 2 (2 0) MKM 401 Kimia Organik Bahan Alam 2 (2 0) MKM 025 Termodinamika Kimia 3 (3 0) MKM 025 Termodinamika Kimia (Pilihan) 3 (3 0) MKM 027 Analisis Instrumentasi 3 (3 0) MKM 310 Analisis Instrumentasi 4 (3 1) MKM 028 Praktikum Analisis 1 (0 1) Instrumentasi MKM 029 Kimia Anorganik III 3 (3 0) MKM 312 Kimia Anorganik III 4 (3 1) 43

53 Kurikulum 2006 Kurikulum 2011 Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS MKM 031 Biokimia II 3 (3 0) MKM 307 Biokimia II 4 (3 1) MKM 033 Kinetika Kimia 3 (3 0) MKM 033 Kinetika Kimia (Pilihan) 2 (2 0) MKM 038 AMDAL 2 (2 0) MBI 464 Analisis Mengenai Dampak 3 (2 1) Lingkungan MKM 042 Teknik Pemisahan 2 (2 0) MKM 209 Dasar dasar Pemisahan Kimia 2 (2 0) MKM 045 Sintesis Kimia Organik 2 (2 0) MKM 503 Sintesis Kimia Organik 2 (2 0) MKM 051 Mineralogi 2 (2 0) MKM 529 Mineralogi 2 (2 0) MKM 069 Teknik Penelitian Biokimia 2 (2 0) MKM 308 Bioteknologi 2 (2 0) MKM 072 Pengenalan Sains Kimia 1 (1 0) MKM 112 Kimia dan Masyarakat 2 (2 0) MKM 201 Manajemen Laboratorium 2 (2 0) MKM 073 Matematika Sains 2 (2 0) MKM 073 Matematika Sains (Pilihan) 2 (2 0) MKM 074 Fisika Modern 2 (2 0) MKM 074 Fisika Modern 2 (2 0) MKM 079 Metodologi Penelitian 2 (2 0) MKM 301 Metodologi Penelitian 2 (2 0) MKM 088 Biokimia Pangan 2 (2 0) MKM 515 Kimia Pangan 2 (2 0) MKM 090 Kimia Material 2 (2 0) MKM 509 Kimia Material 2 (2 0) MKM 091 Toksikologi 2 (2 0) MBI 475 Toksikologi (Pilihan) 2 (2 0) MKM 093 Analisa Tumbuhan Secara Kimia 2 (2 0) MKM 501 Analisa Tumbuhan Secara Kimia 2 (2 0) MKM 097 Biokimia Medis 2 (2 0) MKM 513 Kimia Medisinal 2 (2 0) MKM 100 Dasar dasar Kimia Hayati 3 (2 1) MPA 015 Biologi Dasar 4 (3 1) MKM 102 Biokimia I 3 (3 0) MKM 206 Biokimia I 4 (3 1) MKM 103 Elusidasi Struktur Secara 3 (3 0) MKM 304 Penentuan Struktur Senyawa 2 (2 0) Fisikokimia Secara Spektroskopi MKM 105 Kimia Dasar II 4 (3 1) MKM 114 Kimia Dasar II 4 (3 1) MKM 108 Praktikum Biokimia 2 (0 2) MKM 307 Biokimia II 4 (3 1) 44

54 4.4 PRODI BIOLOGI Visi Prodi Biologi Menjadi pusat pengkajian dan pengembangan ilmu ilmu Biologi yang berorientasi pada potensi kenekaragaman hayati Aceh, yang unggul di Indonesia dan dikenal di dunia pada tahun Misi Prodi Biologi 1. Menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pengelolaan, pengembangan, dan pemanfaatan Sumberdaya Alam Hayati, untuk menghasilkan lulusan yang mampu berkompetisi dalam era global. 2. Menghasilkan lulusan yang unggul, mandiri, tekun, kreatif, inovatif, berjiwa wirausaha dan memiliki integritas dalam mengembangkan dan menerapkan ilmu ilmu Biologi yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara. 3. Meningkatkan perluasan dan pemerataan akses, mutu pembelajaran, mutu penelitian, serta mutu pelayanan bidang Biologi di dalam dan luar lingkungan Unsyiah, dengan didukung oleh sistem tata kelola laboratorium serta kelembagaan yang akuntabel dan transparan. 4. Menjalin kerjasama regional, nasional, dan internasional dalam pengkajian dan penerapan ilmuilmu Biologi yang berorientasi pada potensi keanekaragaman hayati Aceh untuk kesejahteraan masyarakat dunia Tujuan Prodi Biologi Tujuan Prodi Biologi FMIPA Unsyiah adalah untuk menghasilkan Sarjana Biologi yang: 1. Memiliki dasar pengetahuan ilmu Biologi yang kuat, terutama dalam bidang pengkajian, pengelolaan, pengembangan, dan pemanfaatan sumberdaya hayati. 2. Memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan memecahkan masalah secara ilmiah. 3. Memiliki jiwa mandiri, inovatif, interpreneurship, dan kreatif menciptakan peluang, terutama dalam bidang yang diminati dan dikuasai. 4. Memiliki kemampuan berkompetisi dan beradaptasi dalam menghadapi berbagai perubahan yang terkait dengan era pasar bebas dan globalisasi Profil Lulusan Prodi Biologi 1. Peneliti 2. Pendidik 3. Konsultan 4. Manager 5. Pengusaha Lulusan Prodi Biologi KELOMPOK BAHAN KAJIAN 1. pengembangan kepribadian (MPK), untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, berkepribadian mantap, dan mandiri serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. 2. keilmuan dan ketrampilan (MKK), untuk memberikan landasan penguasaan ilmu dan ketrampilan tertentu. 3. keahlian berkarya (MKB), untuk menghasilkan tenaga ahli dengan kekaryaan berdasarkan dasar ilmu dan ketrampilan yang dikuasai. 4 perilaku berkarya (MPB), untuk membentuk sikap dan perilaku yang KOMPETENSI 1. Memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap Allah SWT 2. Memiliki integritas moral yang tinggi dan menghargai sesama manusia 3. Mampu membentuk jiwa wirausaha 4. Memahami konsep konsep ilmu Biologi serta terapannya 5. Mampu mengaplikasikan pengetahuan Biologi dalam menyelesaikan permasalahan 6. Memahami dasar dasar metode ilmiah 7. Mampu menganalisis secara matematis 8. Mampu menerapkan metode ilmiah dalam penelitian dan atau penyelesaian masalah 9. Mampu melakukan pemodelan matematis dan simulasi dalam menyelesaikan masalah 10. Mampu merencanakan, menjalankan dan melaporkan hasil eksperimen 45

55 KELOMPOK BAHAN KAJIAN diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan dasar ilmu dan ketrampilan yang dikuasai. 5. berkehidupan bermasyarakat (MBB), untuk dapat memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya. KOMPETENSI 11. Mampu menggunakan bahasa ilmiah baik lisan maupun tulisan untuk komunikasi 12. Memiliki etika profesi yang tinggi 13. Mampu membangun kerjasama dalam tim baik sebagai peserta maupun pemimpin 14. Mampu menggunakan bahasa Inggris baik lisan maupun tulisan 15. Mampu menggunakan peralatan teknologi informasi dan komputer 46

56 4.4.6 Peta Kurikulum Prodi Biologi Mata Kuliah Alokasi SKS Untuk Utama Khusus Umum 1 Kelompok Bahan Kajian MPK MKK MKB MPB MBB SEMESTER I Biologi Dasar 4 V V V V V V V V V V V V V Fisika Dasar I 4 V V V V V V V V V V V V V Kimia Dasar I 4 V V V V V V V V V V V V V Matematika Dasar I 3 V V V V V V V V V V V V V Bahasa Indonesia 2 Pengantar TIK 2 V V V V V SEMESTER 2 Ilmu Lingkungan 2 V V V V V V V V V V V V Matematika Dasar II 3 Pendidikan Agama Islam 2 V V V V V V Pendidikan Kewarganegaraan 2 Kimia Organik 4 V V V V V V V V V V V V V V V Struktur Tumbuhan 3 V V V V V V V V V V V V V V V Struktur Hewan 3 V V V V V V V V SEMESTER 3 Taksonomi Tumbuhan 4 V V V V V V V V V V V V V V V Taksonomi Hewan 4 V V V V V V V V V Genetika 4 V V V V V V V V V V V V V V V Biokimia 4 V V V V V V V V V V V V V V V Bahasa Inggris 2 V V V V V V V Studi Lapangan 2 V V V V V V V V V V SEMESTER 4 Perkembangan Tumbuhan 3 V V V V V V V V V V V V Perkembangan Hewan 3 V V V V V V V V V V V V Biologi Sel dan Molekul 3 V V V V V V V V V V V V V V V Mikrobiologi 4 V V V V V V V V V V V Dasar Dasar Ekologi 4 V V V V V V V V V V V V V V Fisiologi Tumbuhan 4 V V V V V V V V V V V V V V Fisiologi Hewan 4 V V V V V V V V V V V V 15 47

57 Mata Kuliah Alokasi SKS Untuk Utama Khusus Umum 1 Kelompok Bahan Kajian MPK MKK MKB MPB MBB SEMESTER 5 Pengantar Bioteknologi 2 V V V V V V V V V V V V V V V Metode Penelitian 2 V V V V V V V V V Statistika 3 V V V V Entomologi 3 V V V V V V V V V V V V V V SEMESTER 6 Kewirausahaan 2 V V V Biogeoinformatika 3 V V V V V V V V V V V V Rancangan Percobaan 3 V V V V V V Teknik Penulisan dan Penyajian 2 V V V V V V V V V V V V V Karya Ilmiah Biologi Hutan Tropika 3 V V V V V V V V V V V V V V Biologi Laut 3 V V V V V V V V V V V V V V V Evolusi 2 V V V V V V V V V V V V V V V SEMESTER 7 Kuliah Kerja Praktik dan/atau 3 V V V Kuliah Kerja Nyata Tugas Akhir I 2 V V V V V V V V V V V V V V V Biologi Konservasi 3 V V V V V Bahasa Inggris Lanjut 2 V V V V V Praktik Biologi Terapan 2 V V V V V V V V V V V V V V V SEMESTER 8 Tugas Akhir II 4 V V V V V V V V V V V V V V V PILIHAN SEMESTER GANJIL Pengelolaan Sumber Daya Alam 3 V V V V V V V V Etnobotani 3 V V V V V V V V V V V V V V V Ikhtiologi 3 V V V V V V V V V V V Teknik Eksplorasi Laut 2 V V V V Ekologi Tumbuhan 3 V V V V V V V V V V V V V V V Ekologi Hewan 3 V V V V V V V V V V V V V V Ekologi Serangga 3 V V V V V V V V V V V V V V Mikroteknik 3 V V V V V V V V V V 15 48

58 Mata Kuliah Alokasi SKS Untuk Utama Khusus Umum 1 Kelompok Bahan Kajian MPK MKK MKB MPB MBB Endokrinologi 3 V V V V V V V V V V V V Reproduksi Hewan 3 V V V V V V V V V V V V Etologi 3 V V V V V V V V V V V Mikologi 3 V V V V V V V V V V V V V V Bioteknologi Tumbuhan 3 V V V V V V V V V V V V V V Bioteknologi Hewan 3 V V V V V V V V V Mikrobiologi Industri 3 V V V V V V V V V V V V V V Klimatologi 2 V V V V V V V V V V V V PILIHAN SEMESTER GENAP Teknik Koleksi dan Penataan Spesimen 2 V V V V V V V V V V V Ornitologi 3 V V V V V V V V V V Parasitologi 3 V V V V V V V V V V V V Limnologi 3 V V V V V V V V V V V V V V AMDAL 3 V V V V V V V V V V V V V V V Ekofisiologi 3 V V V V V V V V V V V V Toksikologi 3 V V V V V V V V V V V V Nutrisi Tanaman 3 V V V V V V V V V V V V V V V Kultur Jaringan 3 V V V V V V V V V V V V V V Bakteriologi 3 V V V V V V V V V V Genetika Molekular 3 V V V V V V V V V V V V V V Mikrobiologi Lingkungan 3 V V V V V V V V V V V V Teknik Analisis Bahan Hayati 3 V V V V V V V V V Immunobiologi 3 V V V V V V V V V V V V Kimia Organik Bahan Alam 3 V V V V V V V V V V V V V V V Ilmu Sosial Budaya Dasar 2 V V V V V V V V V V V V V V V Pengendalian Biologis 3 V V V V V V V V V V V V V V 15 49

59 4.4.7 Struktur Kurikulum Prodi Biologi Semester 1 Semester 2 Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS MPA 015 Biologi Dasar 4 (3 1) MPA 014 Ilmu Lingkungan 2 (2 0) MPA 017 Fisika Dasar I 4 (3 1) MPA 016 Matematika Dasar II 3 (3 0) MPA 019 Kimia Dasar I 4 (3 1) MPK 002 Pendidikan Agama Islam 2 (2 0) MPA 021 Matematika Dasar I 3 (3 0) MPK 003 Pendidikan Kewarganegaraan 2 (2 0) MPA 023 Pengantar TIK 2 (1 1) MBI 102 Kimia Organik 4 (3 1) USK 001 Bahasa Indonesia 2 (2 0) MBI 111 Struktur Tumbuhan 3 (2 1) MBI 112 Struktur Hewan 3 (2 1) TOTAL 19 TOTAL 19 Semester 3 Semester 4 Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS MBI 211 Taksonomi Tumbuhan 4 (3 1) MBI 231 Perkembangan Tumbuhan 3 (2 1) MBI 212 Taksonomi Hewan 4 (3 1) MBI 232 Perkembangan Hewan 3 (2 1) MBI 240 Genetika 4 (3 1) MBI 241 Biologi Sel dan Molekul 3 (2 1) MBI 201 Biokimia 4 (3 1) MBI 242 Mikrobiologi 4 (3 1) USK 005 Bahasa Inggris 2 (2 0) MBI 220 Dasar Dasar Ekologi 4 (3 1) MBI 290 Studi Lapangan 2 (0 2) Pilihan 3 TOTAL 20 TOTAL 20 Semester 5 Semester 6 Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS MBI 331 Fisiologi Tumbuhan 4 (3 1) MPA 300 Kewirausahaan 2 (2 0) MBI 332 Fisiologi Hewan 4 (3 1) MBI 320 Biologi Konservasi 3 (2 1) MBI 340 Pengantar Bioteknologi 2 (2 0) MBI 304 Rancangan Percobaan 3 (2 1) MBI 300 Metode Penelitian 2 (2 0) MBI 301 Teknik Penulisan dan 2 (2 0) Penyajian Karya Ilmiah MBI 305 Statistika 3 (2 1) MBI 321 Biologi Hutan Tropika 3 (2 1) MBI 351 Entomologi 3 (2 1) MBI 322 Biologi Laut 3 (2 1) Pilihan 3 MBI 303 Evolusi 2 (2 0) Pilihan 3 TOTAL 21 TOTAL 21 Semester 7 Semester 8 Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS MPA 401 Kuliah Kerja Praktik 3 (0 3) MPA 404 Tugas Akhir II 4 (0 4) dan/atau Kuliah Kerja Nyata MPA 403 Tugas Akhir I 2 (0 2) MBI 420 Biogeoinformatika 3 (2 1) MBI 401 Bahasa Inggris Lanjut 2 (2 0) MBI 490 Praktek Biologi Terapan 2 (0 2) Pilihan 8 TOTAL 20 TOTAL 4 Mata Kuliah Pilihan Semester Ganjil Mata Kuliah Pilihan Semester Genap Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS MBI 450 Pengelolaan Sumberdaya 3 (2 1) MBI 350 Teknik Koleksi dan Penataan 2 (0 2) Alam Spesimen MBI 451 Etnobotani 3 (2 1) MBI 452 Ornitologi 3 (2 1) MBI 453 Ikhtiologi 3 (2 1) MBI 454 Parasitologi 3 (2 1) MBI 360 Teknik Eksplorasi Laut 3 (1 2) MBI 363 Limnologi 3 (2 1) MBI 361 Ekologi Tumbuhan 3 (2 1) MBI 464 Analisis Mengenai Dampak 3 (2 1) Lingkungan MBI 362 Ekologi Hewan 3 (2 1) MBI 475 Toksikologi 3 (2 1) MBI 462 Ekologi Serangga 3 (2 1) MBI 476 Nutrisi Tanaman 3 (2 1) 50

60 Mata Kuliah Pilihan Semester Ganjil Mata Kuliah Pilihan Semester Genap Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS MBI 370 Mikroteknik 3 (1 2) MBI 380 Kultur Jaringan 3 (2 1) MBI 471 Endokrinologi 3 (2 1) MBI 485 Genetika Molekular 3 (2 1) MBI 472 Reproduksi Hewan 3 (2 1) MBI 483 Mikrobiologi Lingkungan 3 (2 1) MBI 474 Etologi 3 (2 1) MBI 461 Ekofisiologi 3 (2 1) MBI 381 Mikologi 3 (2 1) MBI 400 Teknik Analisis Bahan Hayati 3 (2 1) MBI 481 Bioteknologi Tumbuhan 3 (2 1) MBI 470 Immunobiologi 3 (2 1) MBI 482 Bioteknologi Hewan 3 (2 1) MKM 401 Kimia Organik Bahan Alam 3 (2 1) MBI 484 Mikrobiologi Industri 3 (2 1) MFA 547 Geologi Fisis 2 (2 0) MBI 465 Klimatologi 2 (2 0) MFA 505 Biofisika 2 (2 0) MBI 382 Bakteriologi 3 (2 1) MBI 463 Pengendalian Biologis 3 (2 1) Penjelasan Kode Angka: Penjelasan kode angka di bawah ini hanya untuk mata kuliah Prodi Biologi (Kode MBI). Digit pertama menunjukkan tahun diberikan untuk MK wajib atau berdasarkan sifat lingkup dan kedalaman MK wajib: 1 : berarti MK dasar umum yang pada umumnya diberikan pada tahun pertama 2 : berarti MK dasar wajib prodi yang pada umumnya diberikan pada tahun kedua 3 : berarti MK wajib prodi atau Tugas Akhir yang diberikan pada tahun ketiga, atau MK pilihan yang menjadi prasyarat untuk MK pilihan lainnya, atau MK pilihan yang masih bersifat general/umum, atau MK Pilihan yang bersifat teknik yang diperlukan untuk MK pilihan lainnya 4 : berarti MK wajib atau Tugas Akhir yang umumnya diberikan pada tahun keempat, atau MK pilihan yang membutuhkan prasyarat MK Pilihan lainnya, atau MK pilihan yang meskipun tidak berprasyarat MK pilihan lainnya tetapi bersifat spesifik. Digit kedua menandakan kelompok minat/bidang/pengelolaan: 0 : mata kuliah dasar/umum yang dikelola jurusan atau tidak tepat masuk ke dalam kelompok bidang atau minat 1 & 5 5 : masing masing untuk MK Wajib & MK Pilihan di kelompok minat Biodiversitas 2 & 6 : masing masing untuk MK Wajib & MK Pilihan di kelompok minat Ekologi 3 & 7 : masing masing untuk MK Wajib & MK Pilihan di kelompok minat Fisiologi dan Perkembangan 4 & 8 : masing masing untuk MK Wajib & MK Pilihan di kelompok minat Mikrobiologi dan Bioteknologi 9 kelompok tugas akhir (Studi Lapangan, Praktik Biologi Terapan, KKP, TA I, Seminar, TA II) Digit ketiga menandakan urutan MK dalam kelompok minat dengan pengurutan mulai dari yang general (Pengantar/Umum/Dasar) dengan angka (0) sampai yang paling spesifik dengan angka (9) Catatan: 1. Mahasiswa mulai memilih satu diantara empat kelompok minat yaitu Biodiversitas, Ekologi, Fisiologi dan Perkembangan serta Mikrobiologi dan Bioteknologi pada saat memasuki semester empat. 2. Mahasiswa Prodi Biologi dibenarkan untuk mengambil mata kuliah pilihan maksimal 4 SKS pada prodi lain di lingkungan Fakultas MIPA Unsyiah. yang dipilih dapat berupa mata kuliah wajib atau mata kuliah pilihan pada kurikulum prodi asal. 51

61 52 DIAGRAM DAN ALUR MATA KULIAH PILIHAN BERDASARKAN KELOMPOK MINAT

62 4.4.8 Daftar Prasyarat Kurikulum Prodi Biologi Mata Kuliah Wajib Mata Kuliah Pada Kurikulum 2011 Prasyarat Kode Mata Kuliah Kode Mata Kuliah MBI 102 Kimia Organik MPA 019 Kimia Dasar I MBI 111 Struktur Tumbuhan MPA 015 Biologi Dasar MBI 112 Struktur Hewan MPA 015 Biologi Dasar MBI 201 Biokimia MPA 102 Kimia Organik MBI 211 Taksonomi Tumbuhan MBI 111 Struktur Tumbuhan MBI 212 Taksonomi Hewan MBI 112 Struktur Hewan MBI 220 Dasar Dasar Ekologi MPA 015 Biologi Dasar MBI 231 Perkembangan Tumbuhan MBI 111 Struktur Tumbuhan MBI 232 Perkembangan Hewan MBI 112 Struktur Hewan MBI 240 Genetika MPA 015 Biologi Dasar MBI 241 Biologi Sel dan Molekul MBI 201 Biokimia MBI 242 Mikrobiologi MPA 015 Biologi Dasar MBI 301 Teknik Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah MPA 023 Pengantar TIK MBI 303 Evolusi MBI 240 Genetika MBI 304 Rancangan percobaan MBI 305 Statistika MBI 305 Statistika MPA 021 Matematika Dasar I MBI 320 Biologi Konservasi MBI 220 Dasar Dasar Ekologi MBI 321 Biologi Hutan Tropika MBI 220 Dasar Dasar Ekologi MBI 322 Biologi Laut MBI 220 Dasar Dasar Ekologi MBI 331 Fisiologi Tumbuhan MBI 111 Struktur Tumbuhan MBI 332 Fisiologi Hewan MBI 112 Struktur Hewan MBI 340 Pengantar Bioteknologi MBI 241 Biologi Sel dan Molekul MBI 351 Entomologi MBI 212 Taksonomi Hewan MBI 401 Bahasa Inggris Lanjut USK 002 Bahasa Inggris MBI 420 Biogeoinformatika MPA 015 Biologi Dasar Mata Kuliah Pilihan Mata Kuliah Pada Kurikulum 2011 Prasyarat Kode Mata Kuliah Kode Mata Kuliah MBI 350 Teknik Koleksi dan Penataan Spesimen MBI 211 Taksonomi Tumbuhan MBI 212 Taksonomi Hewan MBI 360 Teknik Eksplorasi Laut MBI 322 Biologi Laut MBI 361 Ekologi Tumbuhan MBI 220 Dasar Dasar Ekologi MBI 362 Ekologi Hewan MBI 220 Dasar Dasar Ekologi MBI 363 Limnologi MBI 220 Dasar Dasar Ekologi MBI 370 Mikroteknik MBI 111 Struktur Tumbuhan MBI 112 Struktur Hewan MBI 380 Kultur Jaringan MBI 331 Fisiologi Tumbuhan MBI 332 Fisiologi Hewan MBI 381 Mikologi MBI 242 Mikrobiologi MBI 382 Bakteriologi MBI 242 Mikrobiologi MBI 400 Teknik Analisis Bahan Hayati MBI 102 Kimia Organik MBI 450 Pengelolaan Sumberdaya Alam MBI 220 Dasar Dasar Ekologi MBI 451 Etnobotani MBI 211 Taksonomi Tumbuhan MBI 452 Ornitologi MBI 212 Taksonomi Hewan MBI 453 Ikhtiologi MBI 212 Taksonomi Hewan MBI 454 Parasitologi MBI 212 Taksonomi Hewan MBI 220 Dasar Dasar Ekologi MBI 461 Ekofisiologi MBI 331 Fisiologi Tumbuhan MBI 332 Fisiologi Hewan MBI 462 Ekologi Serangga MBI 220 Dasar Dasar Ekologi MBI 463 Pengendalian Biologis MBI 212 Taksonomi Hewan MBI 464 Analisis Mengenai Dampak LIngkungan MBI 220 Dasar Dasar Ekologi 53

63 Mata Kuliah Pada Kurikulum 2011 Prasyarat Kode Mata Kuliah Kode Mata Kuliah MBI 465 Klimatologi MBI 220 Dasar Dasar Ekologi MBI 470 Immunobiologi MBI 332 Fisiologi Hewan MBI 471 Endokrinologi MBI 332 Fisiologi Hewan MBI 472 Reproduksi Hewan MBI 232 Perkembangan Hewan MBI 474 Etologi MBI 332 Fisiologi Hewan MBI 220 Dasar dasar Ekologi MBI 475 Toksikologi MBI 332 Fisiologi Hewan MBI 476 Nutrisi Tanaman MBI 331 Fisiologi Tumbuhan MBI 481 Bioteknologi Tumbuhan MBI 340 Pengantar Bioteknologi MBI 482 Bioteknologi Hewan MBI 340 Pengantar Bioteknologi MBI 483 Mikrobiologi Lingkungan MBI 242 Mikrobiologi MPA 014 Ilmu Lingkungan MBI 484 Mikrobiologi Industri MBI 242 Mikrobiologi MBI 485 Genetika Molekular MBI 240 Genetika MKM 401 Kimia Organik Bahan Alam MBI 102 Kimia Organik Daftar Ekuivalensi Kurikulum Prodi Biologi Kurikulum 2006 Kurikulum 2011 Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS MBI 001 Kimia Organik 4 (3 1) MBI 102 Kimia Organik 4 (3 1) MBI 002 Struktur Tumbuhan 3 (2 1) MBI 111 Struktur Tumbuhan 3 (2 1) MBI 003 Struktur Hewan 3 (2 1) MBI 112 Struktur Hewan 3 (2 1) MBI 005 Biokimia 4 (3 1) MBI 201 Biokimia 4 (3 1) MBI 008 Perkembangan Tumbuhan 3 (2 1) MBI 231 Perkembangan Tumbuhan 3 (2 1) MBI 011 Perkembangan Hewan 3 (2 1) MBI 232 Perkembangan Hewan 3 (2 1) MBI 013 Genetika 4 (3 1) MBI 240 Genetika 4 (3 1) MBI 014 Fisiologi Tumbuhan 4 (3 1) MBI 331 Fisiologi Tumbuhan 4 (3 1) MBI 016 Fisiologi Hewan 4 (3 1) MBI 332 Fisiologi Hewan 4 (3 1) MBI 017 Biofisika (pilihan) 2 (2 0) MFA 505 Biofisika 2 (2 0) MBI 018 Metode Penelitian 2 (2 0) MBI 300 Metode Penelitian 2 (2 0) MBI 020 Mikrobiologi 4 (3 1) MBI 242 Mikrobiologi 4 (3 1) MBI 021 Evolusi 2 (2 0) MBI 303 Evolusi 2 (2 0) MBI 022 Seminar 2 (0 2) MBI 301 Teknik Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah 2 (0 2) MBI 025 Klimatologi 2 (2 0) MBI 465 Klimatologi 2 (2 0) MBI 026 Ekologi Tumbuhan 3 (2 1) MBI 361 Ekologi Tumbuhan 3 (2 1) MBI 027 Ekologi Hewan 3 (2 1) MBI 362 Ekologi Hewan 3 (2 1) MBI 029 Kultur Jaringan 3 (2 1) MBI 380 Kultur Jaringan 3 (2 1) MBI 032 Entomologi (pilihan) 3 (2 1) MBI 351 Entomologi (wajib) 3 (2 1) MBI 034 Bakteriologi 3 (2 1) MBI 382 Bakteriologi 3 (2 1) MBI 037 Geologi (pilihan) 2 (2 0) MFA 549 Geologi Fisis 2 (2 0) MBI 038 Biologi Laut (pilihan) 3 (2 1) MBI 322 Biologi Laut (wajib) 3 (2 1) MBI 040 Limnologi 3 (2 1) MBI 363 Limnologi 3 (2 1) MBI 041 Toksikologi 3 (2 1) MBI 475 Toksikologi 3 (2 1) MBI 043 Ekologi Serangga 3 (2 1) MBI 462 Ekologi Serangga 3 (2 1) MBI 045 Mikologi 3 (2 1) MBI 381 Mikologi 3 (2 1) MBI 047 Kewirausahaan 2 (2 0) MPA 300 Kewirausahaan 2 (2 0) MBI 490 Praktik Biologi Terapan (baru) 2 (0 2) MBI 048 Etologi 3 (2 1) MBI 474 Etologi 3 (2 1) MBI 049 Analisis Mengenai Dampak Analisis Mengenai Dampak 3 (2 1) MBI 464 Lingkungan Lingkungan 3 (2 1) MBI 050 Ikhtiologi 3 (2 1) MBI 453 Ikhtiologi 3 (2 1) MBI 052 Mikroteknik 4 (2 2) MBI 370 Mikroteknik 3 (1 2) MBI 053 Pengendalian Biologis 3 (2 1) MBI 463 Pengendalian Biologis 3 (2 1) MBI 055 Mikrobiologi Lingkungan 3 (2 1) MBI 483 Mikrobiologi Lingkungan 3 (2 1) MBI 058 Parasitologi 3 (2 1) MBI 454 Parasitologi 3 (2 1) 54

64 Kurikulum 2006 Kurikulum 2011 Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS MBI 059 Fisiologi Lingkungan 3 (2 1) MBI 461 Ekofisiologi (baru) 3 (2 1) MBI 060 Reproduksi Hewan 3 (2 1) MBI 472 Reproduksi Hewan 3 (2 1) MBI 063 Mikrobiologi Industri 3 (2 1) MBI 484 Mikrobiologi Industri 3 (2 1) MBI 065 Biologi Sel dan Molekul 3 (2 1) MBI 241 Biologi Sel dan Molekul 3 (2 1) MBI 067 Pengantar Bioteknologi 2 (2 0) MBI 340 Pengantar Bioteknologi 2 (2 0) MBI 068 Ekologi Hutan Mangrove 3 (2 1) MBI 069 Pengelolaan Sumberdaya Alam 3 (2 1) MBI 450 Pengelolaan Sumberdaya Alam 3 (2 1) MBI 070 Biogeografi (pilihan) 2 (2 0) MBI 420 Biogeoinformatika (wajib) 3 (2 1) MBI 071 Ornitologi 3 (2 1) MBI 452 Ornitologi 3 (2 1) MBI 073 Etnobotani 3 (2 1) MBI 451 Etnobotani 3 (2 1) MBI 074 Teknik Koleksi & Penataan Teknik Koleksi & Penataan 2 (1 1) MBI 350 Spesimen Spesimen 2 (0 2) MBI 076 Taksonomi Tumbuhan 4 (3 1) MBI 211 Taksonomi Tumbuhan 4 (3 1) MBI 076 Taksonomi Tumbuhan 4 (3 1) MBI 077 Taksonomi Hewan 4 (3 1) MBI 321 Biologi Hutan Tropika (baru) 3 (2 1) MBI 077 Taksonomi Hewan 4 (3 1) MBI 212 Taksonomi Hewan 4 (3 1) MBI 078 Biometri (pilihan) 2 (2 0) MBI 304 Rancangan Percobaan (baru, wajib) 3 (2 1) MBI 079 Konservasi (pilihan) 3 (2 1) MBI 320 Biologi Konservasi (wajib) 3 (2 1) MBI 080 Endokrinologi 2 (2 0) MBI 471 Endokrinologi 3 (2 1) MBI 081 Statistik Dasar 3 (2 1) MBI 305 Statistika 3 (2 1) MBI 082 SIG SDA (pilihan) 3 (2 1) MBI 420 Biogeoinformatika (wajib) 3 (2 1) MBI 220 Dasar Dasar Ekologi 4 (3 1) MBI 220 Dasar Dasar Ekologi 4 (3 1) MBI 290 Studi Lapangan 2 (0 2) MPA 001 Matematika Dasar I 4 (4 0) MPA 021 Matematika Dasar I 3 (3 0) MPA 016 Matematika Dasar II (baru) 3 (3 0 USK 002 Bahasa Inggris 2 (2 0) USK 005 Bahasa Inggris 2 (2 0) MBI 401 Bahasa Inggris Lanjut (baru) 2 (2 0) MBI 360 Teknik Eksplorasi Laut (baru) 3 (1 2) MBI 481 Bioteknologi Tumbuhan (baru) 3 (2 1) MBI 482 Bioteknologi Hewan (baru) 3 (2 1) MBI 476 Nutrisi Tanaman (baru) 3 (2 1) MBI 485 Genetika Molekul (baru) 3 (2 1) MBI 400 Teknik Analisis Bahan Hayati (baru) 3 (2 1) MBI 470 Immunobiologi (baru) 3 (2 1) MKM 401 Kimia Organik Bahan Alam (baru) 3 (2 1) 55

65 56

66 4.5 PRODI INFORMATIKA Visi Prodi Informatika Menjadi pusat pendidikan dan penelitian dalam bidang informatika dan komputer yang unggul secara nasional dan dikenal secara internasional pada tahun Misi Prodi Informatika 1. Menghasilkan lulusan yang berkualitas, mandiri, kreatif dan mampu menganalisis dan menyelesaikan masalah secara sistematis dengan bantuan komputer. 2. Melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara berkualitas dan mengembangkan kehidupan akademik yang bermoral, sehat, kondusif, dan dinamis. 3. Mengembangkan penelitian dalam bidang informatika dan komputer dan mendayagunakan hasil pengembangan bidang ilmu tersebut untuk pembangunan dan kemaslahatan umat manusia. 4. Menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dengan berbagai pihak Tujuan Prodi Informatika 1. Menghasilkan lulusan yang berkualitas dan a. Bermoral, berbudi luhur, beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. b. Berilmu pengetahuan, terampil, profesional, dan mampu berperan serta dalam pembangunan. c. Mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. d. Berwawasan kemandirian dan wirausaha. e. Berdisiplin dan beretos kerja tinggi. 2. Mengembangkan program akademik bidang informatika dan komputer yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman. 3. Meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian dalam bidang informatika dan komputer. 4. Mengembangkan dan meningkatkan kerjasama simetrikal dan sinergis dalam bidang informatika dan komputer yang saling menguntungkan dengan lembaga pemerintahan atau swasta, di dalam dan luar negeri, untuk mendukung peningkatan kinerja program studi. 5. Mendapat akreditasi nasional minimal B Profil Lulusan Prodi Informatika 1. Pekerja Industri 2. Programmer 3. Tenaga Ahli dan/atau Konsultan IT (Database/Data Mining/Jaringan/GIS) 4. Akademisi 5. Peneliti 6. Enterpreneur Lulusan Prodi Informatika KELOMPOK BAHAN KAJIAN 1. pengembangan kepribadian (MPK), untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, berkepribadian mantap, dan mandiri serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. 2. keilmuan dan ketrampilan (MKK), untuk memberikan landasan penguasaan ilmu dan ketrampilan tertentu. KOMPETENSI 1. Humanis dan religius. 2. Memiliki integritas. 3. Mampu memahami dan menguasai teori, konsep, prinsip, metode dan algoritma yang berkaitan dengan bidang informatika dan komputer. 4. Mampu menganalisa masalah dan mendapatkan solusi menggunakan teknik pemrograman. 5. Mampu dan terampil membangun, menyimpan, mengelola, mengolah dan menemukan informasi penting dalam data dari 57

67 KELOMPOK BAHAN KAJIAN 3. keahlian berkarya (MKB), untuk menghasilkan tenaga ahli dengan kekaryaan berdasarkan dasar ilmu dan ketrampilan yang dikuasai. 4 perilaku berkarya (MPB), untuk membentuk sikap dan perilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan dasar ilmu dan ketrampilan yang dikuasai. 5. berkehidupan bermasyarakat (MBB), untuk dapat memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya. KOMPETENSI berbagai domain. 6. Terampil dalam merancang, membuat dan menganalisa jaringan komputer sehingga handal dan aman 7. Terampil dalam merancang dan membuat sistem informasi dan perangkat lunak 8. Terampil melakukan perhitungan, analisa, dan estimasi. 9. Mampu merencanakan dan melaksanakan penelitian ilmiah. 10. Mampu menyajikan materi ilmiah dan menyampaikan argumen baik secara lisan dan tulisan. 11. Terampil menggali informasi dari berbagai sumber secara manual dan online, termasuk berkomunikasi menggunakan teknologi Internet. 12. Menguasai prinsip dasar bisnis, memiliki daya kreasi sehingga dapat mengembangkan usaha dalam bidang informatika dan komputer. 13. Mampu bekerja sesuai dengan nilai nilai etika sebagai sarjana komputer. 14. Mampu mengembangkan diri secara berkelanjutan. 15. Mampu mempelajari ilmu terkini secara mandiri berdasarkan keilmuan dan ketrampilan yang ada. 16. Terampil dalam berkomunikasi, baik tertulis maupun lisan, dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. 17. Mampu bekerja sendiri secara mandiri (resultoriented) dan bekerja dalam kelompok. 18. Mempunyai ketrampilan manajerial dan kepemimpinan. 58

68 4.5.6 Peta Kurikulum Prodi Informatika SEMESTER 1 Mata Kuliah Alokasi SKS Untuk Utama Khusus Umum 1 Kelompok Mata Kuliah MPK MKK MKB MPB MBB Bahasa Indonesia 2 Fisika Dasar I 4 Biologi Dasar 4 Kimia Dasar I 4 Matematika Dasar 3 Pengantar TIK SEMESTER 2 Ilmu Lingkungan 2 Matematika Dasar II 3 Pendidikan Agama Islam 2 Pend. Kewarganegaraan 2 Bahasa Inggris 2 Matematika Diskrit 3 Basis Data 2 Pemrograman 4 SEMESTER 3 Statistika Dasar 3 Logika 3 Organisasi Sistem Komputer 2 Aljabar Linier 3 Komunikasi Data 3 Struktur Data dan Algoritma 3 Pemrograman Berorientasi Objek 3 SEMESTER 4 Metodelogi Penelitian 2 59

69 Mata Kuliah Alokasi SKS Untuk Utama Khusus Umum Metode Numerik 3 Rekayasa Perangkat Lunak 3 1 Kelompok Mata Kuliah MPK MKK MKB MPB MBB Jaringan Komputer 3 Sistem Informasi Geografis 3 Sistem Operasi 3 Pemrograman Berbasis Web SEMESTER 5 Riset Operasi 2 Kecerdasan Buatan 3 Data Mining 3 Teori Bahasa dan Automata 3 SEMESTER 6 Kewirausahaan 2 Teori Peluang 2 Teori Graf 3 Grafika Komputer 3 SEMESTER 7 Kuliah Kerja Praktek 3 Interaksi Manusia dan Komputer 3 Tugas Akhir I 2 SEMESTER 8 Seminar 2 Tugas Akhir II 4 PILIHAN SEMESTER GANJIL Penelusuran Informasi 3 Rekayasa Data dan Multimedia 3 60

70 Mata Kuliah Alokasi SKS Untuk Utama Khusus Umum 1 Kelompok Mata Kuliah MPK MKK MKB MPB MBB Bioinformatika 3 Penginderaan Jauh 3 Pengolahan Citra 3 Keamanan Jaringan 3 Komputasi Paralel 3 Jaringan Nirkabel 3 Pengantar Pemograman Logika 3 Kapita Selekta Komputer PILIHAN SEMESTER GENAP Data Mining Lanjut 3 Teks dan Web Mining 3 Kartografi 3 Teknik Pemetaan 3 Pemrograman Java Lanjut 3 Komputasi Mobile 3 Kriptografi dan Keamanan Data 3 Desain dan Analisa Algoritma 3 Proyek Perangkat Lunak 3 Statistika Komputasi 3 61

71 4.5.7 Struktur Kurikulum Prodi Informatika Semester 1 Semester 2 Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS MPA 015 Biologi Dasar 4 (3 1) MPA 014 Ilmu Lingkungan 2 (2 0) MPA 017 Fisika Dasar I 4 (3 1) MPA 016 Matematika Dasar II 3 (3 0) MPA 019 Kimia Dasar I 4 (3 1) MPK 002 Pendidikan Agama Islam 2 (2 0) MPA 021 Matematika Dasar I 3 (3 0) MPK 003 Pendidikan Kewarganegaraan 2 (2 0) MPA 023 Pengantar TIK 2 (1 1) USK 002 Bahasa Inggris 2 (2 0) USK 001 Bahasa Indonesia 2 (2 0) INF 104 Matematika Diskrit 3 (3 0) INF 106 Basis Data 2 (2 0) INF 108 Pemrograman 4 (3 1) TOTAL 19 TOTAL 20 Semester 3 Semester 4 Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS INF 201 Statistika Dasar 3 (2 1) INF 202 Metodelogi Penelitian 2 (2 0) INF 203 Logika 3 (3 0) INF 204 Metode Numerik 3 (2 1) INF 205 Organisasi Sistem Komputer 2 (2 0) INF 206 Rekayasa Perangkat Lunak 3 (2 1) INF 207 Aljabar Linier 3 (3 0) INF 208 Jaringan Komputer 3 (2 1) INF 209 Komunikasi Data 3 (2 1) INF 210 Sistem Informasi Geografis 3 (2 1) INF 211 Struktur Data dan Algoritma 3 (2 1) INF 212 Sistem Operasi 3 (2 1) INF 213 Pemrograman Berorientasi Objek 3 (2 1) INF 214 Pemrograman Berbasis Web 3 (2 1) TOTAL 20 TOTAL 20 Semester 5 Semester 6 Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS INF 301 Riset Operasi 2 (2 0) MPA 300 Kewirausahaan 2 (2 0) INF 303 Kecerdasan Buatan 3 (2 1) INF 302 Teori Peluang 2 (2 0) INF 305 Data Mining 3 (2 1) INF 304 Teori Graf 3 (3 0) INF 307 Teori Bahasa dan Automata 3 (2 1) INF 306 Grafika Komputer 3 (2 1) Pilihan 9 (6 3) Pilihan 9 (6 3) TOTAL 20 TOTAL 19 Semester 7 Semester 8 Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS MPA 401 Kuliah Kerja Praktik dan/atau Kuliah Kerja Nyata 3 (0 3) INF 402 Seminar 2 (1 1) MPA 403 Tugas Akhir I 2 (0 2) MPA 404 Tugas Akhir II 4 (0 4) INF 401 Interaksi Manusia dan Komputer Pilihan 9 (6 3) 3 (2 1) Pilihan 3 (2 1) TOTAL 17 TOTAL 9 Mata Kuliah Pilihan Semester Ganjil Mata Kuliah Pilihan Semester Genap Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS INF 501 Penelusuran Informasi (1) 3 (2 1) INF 502 Data Mining Lanjut (1) 3 (2 1) INF 503 Rekayasa Data dan Multimedia (1) 3 (2 1) INF 504 Teks dan Web Mining (1) 3 (2 1) INF 505 Bioinformatika (1) 3 (2 1) INF 506 Kartografi (2) 3 (2 1) INF 507 Penginderaan Jauh (2) 3 (2 1) INF 508 Teknik Pemetaan (2) 3 (2 1) 62

72 INF 509 Pengolahan Citra (2) 3 (2 1) INF 510 Pemrograman Java Lanjut (2) 3 (2 1) INF 511 Keamanan Jaringan (3) 3 (2 1) INF 512 Komputasi Mobile (3) 3 (2 1) INF 513 Komputasi Paralel (3) 3 (2 1) INF 514 Kriptografi dan Keamanan Data (3) 3 (2 1) INF 515 Jaringan Nirkabel (3) 3 (2 1) INF 516 Desain dan Analisa Algoritma 3 (2 1) INF 517 Pengantar Pemrograman Logika 3 (2 1) INF 518 Proyek Perangkat Lunak 3 (2 1) INF 519 Kapita Selekta Komputer 3 (2 1) INF 520 Statistika Komputasi 3 (2 1) TOTAL 30 TOTAL 30 Keterangan Warna: Bidang (1) (2) (3) Database dan Data Mining Sistem Informasi Geografis Jaringan (Networking) Catatan: Mahasiswa Prodi Informatika dibenarkan untuk mengambil mata kuliah pilihan maksimal 4 SKS pada prodi lain di lingkungan Fakultas MIPA Unsyiah. yang dipilih dapat berupa mata kuliah wajib atau mata kuliah pilihan pada kurikulum prodi asal Daftar Prasyarat Kurikulum Prodi Informatika Mata Kuliah Pada Kurikulum 2011 Prasyarat Kode Mata Kuliah Kode Mata Kuliah INF 204 Metode Numerik INF 108 Pemrograman INF 211 Struktur Data dan Algoritma INF 108 Pemrograman Sistem Operasi INF 205 Organisasi Sistem Komputer INF 214 Pemrograman Berbasis Web INF 106 Basis Data INF 302 Teori Peluang INF 201 Statistika Dasar INF 306 Grafika Komputer INF 108 Pemrograman INF 307 Teori Bahasa dan Automata INF 211 Struktur Data dan Algoritma INF 502 Data Mining Lanjut INF 305 Data Mining INF 504 Teks dan Web Mining INF 305 Data Mining INF 506 Kartografi INF 210 Sistem Informasi Geografis INF 508 Teknik Pemetaan INF 210 Sistem Informasi Geografis INF 510 Pemrograman Java Lanjut INF 213 Pemrograman Berorientasi Objek INF 511 Keamanan Jaringan INF 208 Jaringan Komputer INF 515 Jaringan Nirkabel INF 208 Jaringan Komputer INF 516 Desain dan Analisa Algoritma INF 211 Struktur Data dan Algoritma INF 518 Proyek Perangkat Lunak INF 206 Rekayasa Perangkat Lunak INF 520 Statistika Komputasi INF 201 Statistika Dasar Daftar Ekuivalensi Kurikulum Prodi Informatika Kurikulum Lama Kurikulum Baru Kode Nama Mata Kuliah SKS Kode Nama Mata Kuliah SKS MBI 075 Biologi Dasar I 4 (3 1) MPA 015 Biologi Dasar 4 (3 1) MPA 001 Matematika Dasar I 4 (4 0) MPA 021 Matematika Dasar I 3 (3 0) INF 101 Pengantar Teknologi Informasi 2 (2 0) MPA 023 Pengantar TIK 2 (1 1) INF 102 Pemrograman I 3 (2 1) INF 519 Kapita Selekta Komputer 3 (2 1) MBB 006 Ilmu Kealaman Dasar 2 (2 0) MPA 014 Ilmu Lingkungan 2 (2 0) MPA 017 Matematika Dasar II 3 (3 0) MPA 016 Matematika Dasar II 3 (3 0) INF 103 Pemrograman II 4 (3 1) INF 108 Pemrograman 4 (3 1) INF 105 Basis Data 2 (2 0) INF 106 Basis Data 2(2 0) 63

73 64

74 4.6 PRODI FARMASI VISI PRODI FARMASI Menjadi salah satu pusat pendidikan dan riset farmasi terbaik di Indonesia yang berbasis kepada pemanfaatan sumber daya alam lokal, serta menghasilkan Sarjana Farmasi dan Apoteker yang handal dan berdedikasi di bidang kesehatan pada tahun MISI PRODI FARMASI 1. Menghasilkan Sarjana Farmasi dan Apoteker yang handal dan kompetitif dalam bidang pengembangan sumberdaya alam, profesional dalam pelayanan farmasi komunitas dan farmasi klinis, serta mendedikasikan profesinya berdasarkan nilai nilai moral. 2. Mengembangkan kerjasama strategis dengan berbagai pihak dalam rangka peningkatan akses pendidikan tinggi, akses lapangan kerja bagi alumni dan pembiayaan riset untuk potensi dan permasalahan daerah TUJUAN PRODI FARMASI 1. Sarjana Farmasi dan Apoteker yang beretika, memiliki standar intelektual dan akademik yang tinggi. 2. Sarjana Farmasi dan Apoteker yang mempunyai kemandirian, kreatifitas dan kemampuan inovatif ilmiah dalam ilmu farmasi. 3. Mampu mengembangkan diri dalam ilmu farmasi dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. 4. Program studi memiliki akreditasi A PROFIL LULUSAN PRODI FARMASI 1. Akademisi 2. Saintis 3. Enterpreneur 4. Apoteker 5. Quality Controller KOMPETENSI LULUSAN PRODI FARMASI KELOMPOK BAHAN KAJIAN 1. pengembangan kepribadian (MPK), untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, berkepribadian mantap, dan mandiri serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. 2. keilmuan dan ketrampilan (MKK), untuk memberikan landasan penguasaan ilmu dan ketrampilan tertentu. KOMPETENSI 1. Memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap Allah SWT, menjunjung tinggi dan melaksanakan ajaran agama 2. Memiliki integritas moral yang tinggi dan menghargai sesama manusia serta lingkungan sekitar/kelestarian alam 1. Mampu memahami istilah dan konsep ilmu pengetahuan serta terapannya 2. Terampil dalam melaksanakan prosedur standar laboratorium dan menggunakan peralatan terkait 3. Terampil dalam menangani bahan kimia dan farmasi secara aman, termasuk memahami sifat fisik, kimia, dan biologi, serta bahaya spesifik yang mungkin timbul akibat penggunaannya. 4. Mampu mengolah, mengevaluasi dan menginterpretasi data dan informasi yang berkaitan dengan bidang keilmuan serta menghubungkannya dengan teori yang sesuai. 5. Terampil dalam melakukan pemantauan proses dan perubahannya, melalui pengamatan dan pengukuran laboratorium, serta mencatat dan mendokumentasikannya secara sistematis dan akurat 6. Mampu menggunakan peralatan teknologi informasi dan komputer terutama yang 65

75 KELOMPOK BAHAN KAJIAN 3. keahlian berkarya (MKB), untuk menghasilkan tenaga ahli dengan kekaryaan berdasarkan dasar ilmu dan ketrampilan yang dikuasai. 4 perilaku berkarya (MPB), untuk membentuk sikap dan perilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan dasar ilmu dan ketrampilan yang dikuasai. 5. berkehidupan bermasyarakat (MBB), untuk dapat memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya. KOMPETENSI berkaitan dengan farmasi 7. Terampil melakukan perhitungan, termasuk analisis kesalahan, estimasi, dan kebenaran penggunaan satuan 10. Mampu menguasai prinsip dasar bisnis, memiliki daya kreasi dan kompetisi agar dapat mengembangkan usaha yang terkait dengan bidang farmasi. 11. Mampu menerapkan pengetahuan dalam memecahkan permasalahan farmasi, baik secara kualitatif maupun kuantitatif 12. Mampu merencanakan, menjalankan, dan melaporkan hasil penelitian ilmiah 13. Mampu memahami dan menerapkan metode ilmiah dalam penelitian dan penyelesaian masalah 14. Mampu melakukan pemodelan matematis dan simulasi dalam menyelesaikan masalah 15. Mampu menggunakan bahasa ilmiah baik lisan maupun tulisan untuk mengkomunikasikan isi pikirannya dalam forum forum ilmiah 16. Mampu menggunakan bahasa inggris baik secara lisan maupun tulisan 17. Terampil menggali informasi dari sumber primer dan sekunder, secara manual dan online, termasuk berkomunikasi melalui internet. 18. Mampu mengenali dampak penerapan farmasi terhadap lingkungan dan alternatif penanganannya. 19. Memiliki etika profesi yang tinggi 20. Mampu merepresentasikan diri sebagai sarjana farmasi 21. Mampu mengembangkan diri secara berkelanjutan 22. Terampil dalam berkomunikasi, baik tertulis maupun lisan, dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris 23. Mampu membangun kerjasama dalam tim baik sebagai peserta ataupun pemimpin tim 24. Mempunyai ketrampilan manajemen dan jiwa kepemimpinan. 66

76 4.6.6 KOMPETENSI LULUSAN PRODI FARMASI Semester I Mata Kuliah Alokasi SKS Untuk Utama Khusus Umum 1 Kelompok Bahan Kajian MPK MKK MKB MPB MBB 2 Biologi Dasar 4 Fisika Dasar I 4 Kimia Dasar I Matematika Dasar I Bahasa Indonesia 2 Pengantar TIK Senester II Ilmu Lingkungan 2 Matematika Dasar II 3 Pendidikan Agama 2 Pendidikan Kewarganegaraan 2 Farmasetika Dasar 4 Fisika Farmasi 4 Kimia Analisa 4 Semester III Analisa Farmasi I 4 Anatomi Fisiologi Manusia 3 Bahasa Inggris 2 Botani Farmasi 4 Farmakologi I 3 Kimia Organik 4 Statistika Farmasi 2 Semester IV Analisa Farmasi II 4 Mikrobiologi 4 Teknologi Sediaan Farmasi Solid 3 Kewirausahaan 2 Biofarmasetika 2 Farmakologi II 3 Toksikologi 2 Semester V Biokimia 4 Farmakokinetika 3 Kimia Medisinal 2 67

77 Mata Kuliah Alokasi SKS Untuk Utama Khusus Umum 1 Kelompok Bahan Kajian MPK MKK MKB MPB MBB 2 Kimia Bahan Makanan 2 Teknologi Sediaan Farmasi Likuida dan Semisolid Pilihan Minat Pilihan Umum Semester VI Farmakognosi 3 Imunologi 2 Metodologi Penelitian 2 Patologi Klinik 2 Teknologi Sediaan Farmasi Steril 3 Pilihan Minat Pilihan Umum Semester VII Farmakoterapi 2 Fitokimia 3 Tugas Akhir I 2 Pilihan Minat Pilihan Umum SEMESTER VIII Tugas Akhir II 4 PILIHAN SEMESTER GANJIL PILIHAN MINAT UMUM Bioteknologi Farmasi 2 Farmakoekonomi* 2 Farmasi Lingkungan 2 Fisika Farmasi Lanjutan 2 Kromatografi dan Elektroforesis 2 Pengembangan dan Validasi Metode Analisis Penjaminan Mutu dan Kontrol kualitas PILIHAN MINAT SAINS DAN INDUSTRI FARMASI Terapi Antimikroba 2 Tumbuhan dan Analisis Jamu 2 Farmakognosi Lanjutan 2 Fitokimia Lanjutan 2

78 Mata Kuliah Alokasi SKS Untuk Utama Khusus Umum 1 Kelompok Bahan Kajian MPK MKK MKB MPB MBB Narkoba dan Masyarakat 2 Obat Tradisional 2 Pengembangan Produk* 2 Teknologi Sediaan Fitofarmasetika 2 PILIHAN MINAT FARMASI KLINIS DAN KOMUNITAS Farmakoepidemologi 2 Farmasi Klinis* 2 Farmasi Veteriner 2 Kosmetologi 2 Nutrasetikal dan Terapi Nutrisi 2 Obat dan Masyarakat 2 Patofisiologi 2 Radiofarmasi PILIHAN SEMESTER GENAP PILIHAN MINAT UMUM Kapita Selekta 2 Pengendalian Mutu Makanan 2 PILIHAN MINAT SAINS DAN INDUSTRI FARMASI Farmasi Bahan Alam Bahari 2 Kapita Selekta Farmasi Bahan 2 Alam* Kultur Jaringan Tanaman Obat 2 Sintesis Bahan Obat 2 Teknologi Fermantasi 2 PILIHAN MINAT FARMASI KLINIS DAN KOMUNITAS Farmasi Kesehatan Masyarakat 2 Farmasi Forensik 2 Farmakokinetika Klinik 2 Farmasi Pediatri dan Geriatri 2 Kapita Selekta Farmasi Klinis* 2 Catatan: * = pilihan yang disarankan 69

79 4.6.7 STRUKTUR KURIKULUM PRODI FARMASI Semester 1 Semester 2 Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS MPA 015 Biologi Dasar 4 (3 1) MPA 014 Ilmu Lingkungan 2 (2 0) MPA 017 Fisika Dasar I 4 (3 1) MPA 016 Matematika Dasar II 3 (3 0) MPA 019 Kimia Dasar I 4 (3 1) MPK 002 Pendidikan Agama Islam 2 (2 0) MPA 021 Matematika Dasar I 3 (3 0) MPK 003 Pendidikan Kewarganegaraan 2 (2 0) MPA 023 Pengantar TIK 2 (1 1) MFI 102 Farmasetika Dasar 4 (3 1) USK 001 Bahasa Indonesia 2 (2 0) MFI 104 Fisika Farmasi 4 (3 1) MFI 106 Kimia Analisa 4 (3 1) TOTAL 19 TOTAL 21 Semester 3 Semester 4 Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS MFI 201 Analisa Farmasi I 4 (3 1) MFI 202 Analisa Farmasi II 4 (3 1) MFI 203 Anatomi Fisiologi Manusia 3 (2 1) MFI 204 Mikrobiologi 4 (3 1) USK 005 Bahasa Inggris 2 (2 0) MFI 206 Teknologi Sediaan Farmasi 3 (2 1) Solid MFI 205 Botani Farmasi 4 (3 1) MPA 300 Kewirausahaan 2 (2 0) MFI 207 Farmakologi I 3 (3 0) MFI 208 Biofarmasetika 2 (2 0) MFI 209 Kimia Organik 4 (3 1) MFI 210 Farmakologi II 3 (2 1) MFI 211 Statistika Farmasi 2 (2 0) MFI 212 Toksikologi 2 (2 0) TOTAL 22 TOTAL 20 Semester 5 Semester 6 Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS MFI 301 Biokimia 4 (3 1) MFI 302 Farmakognosi 3 (2 1) MFI 303 Farmakokinetika 3 (2 1) MFI 304 Imunologi 2 (2 0) MFI 305 Kimia Medisinal 2 (2 0) MFI 306 Metodologi Penelitian 2 (2 0) MFI 307 Kimia Bahan Makanan 2 (2 0) MFI 308 Patologi Klinik 2 (2 0) MFI 309 Teknologi Sediaan Farmasi 3 (2 1) MFI 310 Teknologi Sediaan Farmasi 3 (2 1) Likuida dan Semisolid Steril Pilihan Minat 2 Pilihan Minat 6 Pilihan Umum 4 Pilihan Umum 2 TOTAL 20 TOTAL 20 Semester 7 Semester 8 Kode MK Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS MFI 401 Farmakoterapi 2 (2 0) MPA 404 Tugas Akhir II 4 (0 4) MFI 403 Fitokimia 3 (2 1) MPA 403 Tugas Akhir I 2 (0 2) Kuliah Kerja Nyata 3 (0 3) Pilihan Minat 8 TOTAL 18 TOTAL 4 Mata Kuliah Pilihan Semester Ganjil Mata Kuliah Pilihan Semester Genap Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS Pilihan Umum Pilihan Umum MFI 501 Bioteknologi Farmasi 2 (2 0) MFI 502 Kapita Selekta 2 (2 0) MFI 503 Farmakoekonomi* 2 (2 0) MFI 504 Pengendalian Mutu Makanan 2 (2 0) MFI 505 Farmasi Lingkungan 2 (2 0) Pilihan Minat Sains dan Industri Farmasi MFI 507 Fisika Farmasi Lanjutan 2 (2 0) MFI 506 Farmasi Bahan Alam Bahari 2 (2 0) MFI 509 Kromatografi dan 2 (2 0) MFI 508 Kapita Selekta Farmasi 2 (2 0) Elektroforesis Bahan Alam* MFI 511 Pengembangan dan Validasi Metode Analisis 2 (2 0) MFI 510 Kultur Jaringan Tanaman Obat 2 (2 0) 70

80 Mata Kuliah Pilihan Semester Ganjil Mata Kuliah Pilihan Semester Genap Kode Mata Kuliah SKS Kode Mata Kuliah SKS MFI 513 Penjaminan Mutu dan Kontrol Kualitas 2 (2 0) MFI 512 Sintesis Bahan Obat 2 (2 0) Pilihan Minat Sains dan Industri Farmasi MKM 514 Teknologi Fermentasi 2 (2 0) MFI 515 Farmakognosi Lanjutan 2 (2 0) Pilihan Minat Farmasi Klinis dan Komunitas MFI 517 Fitokimia Lanjutan 2 (2 0) MFI 514 Farmasi Forensik 2 (2 0) MFI 519 Narkoba dan Masyarakat 2 (2 0) MFI 516 Farmasi Kesehatan 2 (2 0) Masyarakat MFI 521 Obat Tradisional 2 (2 0) MFI 518 Farmakokinetika Klinik 2 (2 0) MFI 523 Pengembangan Produk* 2 (2 0) MFI 520 Farmasi Pediatri dan 2 (2 0) Geriatri MFI 525 Teknologi Sediaan 2 (2 0) MFI 522 Kapita Selekta Farmasi 2 (2 0) Fitofarmasetika Klinis* MFI 527 Terapi Antimikroba 2 (2 0) MFI 529 Tumbuhan dan Analisis Jamu 2 (2 0) Pilihan Minat Farmasi Klinis dan Komunitas MFI 531 Farmakoepidemiologi 2 (2 0) MFI 533 Farmasi Klinis* 2 (2 0) MFI 535 Kosmetologi 2 (2 0) MFI 537 Neutrasetikal dan Terapi Nutrisi 2 (2 0) MFI 539 Obat dan Masyarakat 2 (2 0) MFI 541 Patofisiologi 2 (2 0) MFI 543 Radiofarmasi 2 (2 0) MFI 545 Farmasi Veteriner 2 (2 0) Catatan: * = pilihan yang disarankan Mahasiswa Prodi Farmasi dibenarkan untuk mengambil mata kuliah pilihan maksimal 4 SKS pada prodi lain di lingkungan Fakultas MIPA Unsyiah. yang dipilih dapat berupa mata kuliah wajib atau mata kuliah pilihan pada kurikulum prodi asal DAFTAR PRASYARAT KURIKULUM PRODI FARMASI Mata Kuliah Pada Kurikulum 2011 Prasyarat Kode Mata Kuliah Kode Mata Kuliah MFI 102 Farmasetika Dasar MPA 019 Kimia Dasar I MFI 104 Fisika Farmasi MPA 017 Fisika Dasar I MFI 106 Kimia Analisa MPA 019 Kimia Dasar I MFI 201 Analisa Farmasi I MFI 106 Kimia Analisa MFI 202 Analisa Farmasi II MFI 106 Kimia Analisa MFI 203 Anatomi Fisiologi Manusia MPA 015 Biologi Dasar MFI 204 Biofarmasetika MFI 207 Farmakologi I MFI 205 Botani Farmasi MPA 015 Biologi Dasar MFI 206 Farmakologi II MFI 207 Farmakologi I MFI 207 Farmakologi I MFI 203 Anatomi Fisiologi Manusia MFI 209 Kimia Organik MPA 019 Kimia Dasar I MFI 210 Mikrobiologi MPA 015 Biologi Dasar MFI 211 Statistika Farmasi MPA 021 Matematika Dasar I MFI 212 Teknologi Sediaan Farmasi Solid MFI 102 Farmasetika Dasar MFI 214 Toksikologi MFI 207 Farmakologi I MFI 301 Biokimia MPA 019 Kimia Dasar I MFI 302 Farmakognosi MFI 205 Botani Farmasi MFI 303 Farmakokinetika MFI 207 Farmakologi I MFI 304 Imunologi MFI 207 Farmakologi I MFI 305 Kimia Medisinal MFI 209 Kimia Organik MFI 306 Metodologi Penelitian USK 001 MFI 211 Bahasa Indonesia Statistika Farmasi MFI 307 Kimia Bahan Makanan MFI 209 Kimia Organik MFI 308 Patologi Klinik MFI 203 Anatomi Fisiologi Manusia MFI 309 Teknologi Sediaan Farmasi Likuida dan MFI 102 Farmasetika Dasar 71

81 Mata Kuliah Pada Kurikulum 2011 Prasyarat Kode Mata Kuliah Kode Mata Kuliah Semisolid MFI 310 Teknologi Sediaan Farmasi Steril MFI 102 Farmasetika Dasar MFI 401 Farmakoterapi MFI 207 Farmakologi I MFI 403 Fitokimia MFI 302 Farmakognosi MFI 501 Bioteknologi Farmasi MFI 301 Biokimia MFI 502 Kapita Selekta USK 001 USK 005 Bahasa Indonesia Bahasa Inggris MFI 503 Farmakoekonomi* MPA 300 Kewirausahaan MFI 504 Pengendalian Mutu Makanan MFI 106 Kimia Analisa MFI 505 Farmasi Lingkungan MPA 014 Ilmu Lingkungan MFI 506 Farmasi Bahan Alam Bahari MFI 302 Farmakognosi MFI 507 Fisika Farmasi Lanjutan MFI 104 Fisika Farmasi MFI 508 Kapita Selekta Farmasi Bahan Alam* USK 001 USK 005 Bahasa Indonesia Bahasa Inggris MFI 509 Kromatografi dan Elektroforesis MFI 201 Analisa Farmasi I MFI 510 Kultur Jaringan Tanaman Obat MPA 015 Biologi Dasar MFI 511 Pengembangan dan Validasi Metode MFI 106 Kimia Analisa Analisis MFI 512 Sintesis Bahan Obat MFI 305 Kimia Medisinal MFI 513 Penjaminan Mutu dan Kontrol Kualitas MFI 106 Kimia Analisa MFI 514 Farmasi Forensik MFI 302 Analisa Farmasi I MKM 514 Teknologi Fermentasi MFI 403 Mikrobiologi MFI 515 Farmakognosi Lanjutan MFI 210 Farmakognosi MFI 516 Farmasi Kesehatan Masyarakat MFI 302 Farmakognosi MFI 517 Fitokimia Lanjutan MFI 201 Fitokimia MFI 518 Farmakokinetika Klinik MFI 207 Farmakologi I MFI 519 Narkoba dan Masyarakat MFI 102 Farmasetika Dasar MFI 520 Farmasi Pediatri dan Geriatri MFI 207 Farmakologi I MFI 521 Obat Tradisional MFI 403 Fitokimia MFI 522 Kapita Selekta Farmasi Klinis* USK 001 USK 005 Bahasa Indonesia Bahasa Inggris MFI 523 Pengembangan Produk* MFI 302 Farmakognosi MFI 525 Teknologi Sediaan Fitofarmasetika MFI 403 Fitokimia MFI 527 Terapi Antimikroba MFI 210 Mikrobiologi MFI 529 Tumbuhan dan Analisis Jamu MFI 205 Botani Farmasi MFI 531 Farmakoepidemiologi MFI 207 Farmakologi I MFI 533 Farmasi Klinis* MFI 207 Farmakologi I MFI 535 Kosmetologi MFI 207 Farmakologi I MFI 537 Neutrasetikal dan Terapi Nutrisi MFI 102 Farmasetika Dasar MFI 539 Obat dan Masyarakat MFI 301 Biokimia MFI 541 Patofisiologi MFI 207 Farmakologi I MFI 543 Radiofarmasi MFI 214 Toksikologi MFI 545 Farmasi Veteriner MFI 104 Fisika Farmasi Catatan: * = pilihan yang disarankan 72

82 BAB V DESKRIPSI MATA KULIAH 5.1. DESKRIPSI MATA KULIAH BERSAMA FAKULTAS MIPA ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR Kode MBB 004 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa dapat menjadi ilmuwan dan professional yang berpikir kritis, kreatif, sistemik dan ilmiah, berwawasan luas, etis, memiliki kepekaan dan empati sosial, bersikap demikratis, berkeadaban serta dapat ikut berperan mencari solusi pemecahan masalah sosial dan budaya secara arif. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) adalah salah satu dari mata kuliah kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) di perguruan tinggi. Visi kelompok MBB di perguruan tinggi merupakan sumber nilai dan pedoman bagi penyelenggaraaan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan: kepribadian, kepekaan sosial, kemampuan hidup bermasyarakat, pengetahuan tentang pelestarian, pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan hidup, dan mempunyai wawasan tentang perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Misi kelompok MBB di perguruan tinggi membantu menumbuhkembangkan: daya kritis, daya kreatif, apresiasi, dan kepekaan mahasiswa terhadap nilai nilai sosial dan budaya demi memantapkan kepribadiaannya sebagi bekal hidup bermasyarakat selaku individu dan mahluk sosial yang: (a) bersifat demokratis, berkeadaban, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, bermartabat serta peduli terhadap pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup, (b) memiliki kemampuan untuk menguasai dasar dasar ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, dan (c) ikut berperan mencari solusi pemecahan masalah sosial budaya dan lingkungan hidup secara arif. Matakuliah ISBD mengetengahkan pengetahuan dasar tentang konsep konsep manusia, konsep konsep kebudayaan, konsep konsep sosiologi, konsep konsep nilai, moral, dan hukum, dan konsep konsep sains, teknoloi, seni, dan lingkungan. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 10% Afektif = 20% 1. Setiadi, E.M. dkk ISBD. Kencana. Jakarta. 2. Suleman, M Ilmu Budaya Dasar. Eresco. Bandung. ILMU LINGKUNGAN Kode MPA 014 Memahami konsep pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Menjelaskan dan menganalisis permasalahan lingkungan yang ada, secara lokal, regional maupun global. Menjelaskan alternatif pemecahan masalah lingkungan melalui penerapan iptek. ini berisi tentang materi tentang lingkungan terkait dengan kependudukan, perubahan sosial ekonomi budaya, peran iptek sebagai penyebab dan solusi, pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 50% Psikomotorik = 25% Afektif = 25% Buku Acuan Berbagai literatur terkait 73

83 BIOLOGI DASAR SKS 4 (3 1) (48 jam kuliah dan 32 jam praktikum) Kode MPA 015 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan tentang: Ruang lingkup dan kemajuan dalam bidang biologi Memahami keanekaragaman sumber daya alam hayati Satuan terkecil dari kehidupan yaitu sel ini diajarkan agar mahasiswa memiliki wawasan tentang prinsip dasar biologi, mekanisme studi ilmiah biologi, biodiversitas, sel, dan permasalahan dan solusi biologis dalam kehidupan, serta dapat menghubungkan pengetahuan yang didapat dengan bidang studi yang ditekuni. yang terkait di Seluruh MK yang membutuhkan materi perkuliahan sebagai dasar Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Campbell, N.A., Reece, J.B., Mitchell, L.G. and Taylor, M.R Biology Concepts and Conections. 4 th ed. Benjamin Cummings. 2. Campbell, N.A Biology. Benjamin Cummings. MATEMATIKA DASAR II SKS 3 (3 0) Kode MPA Menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan teori yang telah dipelajari secara kritis logis, sistematis dan kreatif 2. Menggunakan konsep, rumus, metode dan penalaran sesuai bidang ilmu yang ditekuninya 3. Mengkomunikasikan hasil pemikiran dan pekerjaannya baik secara lisan maupun tulisan ini membahas integral tak tentu dan teknik pengintegralan, integral tentu, penggunaan integral, integral tak wajar, barisan dan deret yang terkait di Seluruh MK yang membutuhkan materi perkuliahan sebagai dasar Bobot kompetensi Kognitif = 40% Psikomotorik = 30% Afektif = 30% Buku Acuan 1. Purcell dan Varberg, Kalkulus dan Geometri Analitis, jilid I (terjemahan), edisi V, Erlangga, Jakarta, J. Stewart, L. Redlin, S. Watson, Precalculus: Mathematics for Calculus, 3 rd edition, Brooks/Cole Publishing Co., FISIKA DASAR I SKS 4 (3 1) (48 jam kuliah dan 32 jam praktikum) Kode MPA 017 Setelah mengikuti MK kuliah ini mahasiswa mampu: 1. Menjelaskan konsep konsep dasar fisika dengan benar dan baik 2. Menjelaskan fenomena alam (dalam kehidupan sehari hari) berdasarkan konsepkonsep fisika 3. Mengaplikasikan konsep dasar fisika untuk penguasaan ilmu yang lebih lanjut 4. Membangun keahlian berpikir kritis dan logis Fisika Dasar I mengajarkan tentang konsep atau hukum fisika yang berlaku di alam. Secara garis besar materi mata kuliah ini mencakup pengukuran, konsep gerak (kecepatan, percepatan, momentum), hukum Newton tentang gaya (vektor gaya, gaya gesekan, momen inersia, ayunan matematis dan ayunan fisis, getaran pegas), usaha dan energi, teori kinetik gas, termodinamika, fluida, kalor. dinamika rotasi, getaran (osilasi), dan elastisitas yang terkait di Seluruh MK yang membutuhkan materi perkuliahan sebagai dasar Bobot kompetensi Kognitif = 60% 74

84 Buku Acuan Psikomotorik = 30% 1. Serway. R, 1999, Physics for Scientist and Engineers, 5 th Ed, USA 2. Mason, G. W, 1997, Physics Science Concept, 2 nd Ed. Brigham Young Univ. Press, USA 3. Walter B., 2006, Handbook of Physics, Springer KIMIA DASAR I SKS 4 (3 1) (48 jam kuliah dan 32 jam praktikum) Kode MPA 019 Setelah mengikuti MK ini mahasiswa mampu: 1. Menjelaskan metode dan satuan pengukuran, materi dan perubahan, struktur atom, massa atom dan molekul, sistem periodik, ikatan kimia, orbital molekul, stokiometri, padatan, cairan, kestimbangan kimia, dan gas. 2. Menjelaskan konsep dasar ilmu kimia terhadap kehidupan sehari hari. 3. Memiliki keterampilan laboratorium. 1. Memiliki kemampuan bekerjasama dalam tim Matakuliah Kimia Dasar I mempelajari tentang reaksi reaksi kimia dan kaitannya dengan perhitungan kimia, sistem periodik dan sifat keperiodikannya, perhitungan tentang energi dan larutan serta sifat sifatnya. yang terkait di Seluruh MK yang membutuhkan materi perkuliahan sebagai dasar Bobot kompetensi Kognitif = 65% Psikomotorik = 25% Buku Acuan 1. Braddy, J.E. and Holum, J.R., 1996, Chemistry, The Study of Matter and Its Changes, 2 nd Edition, John Wiley and Sons, NY. 2. Hill, J.W., Petrucci, R.H., McCreary, T. W., and Perry, S.S., 2005, General Chemistry, 4 th Edition, Pearson Prentice Hall, NJ. MATEMATIKA DASAR I SKS 3 (3 0) Kode MPA Menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan teori yang telah dipelajari secara kritis logis, sistematis dan kreatif 2. Menggunakan konsep, rumus, metode dan penalaran sesuai bidang ilmu yang ditekuninya 3. Mengkomunikasikan hasil pemikiran dan pekerjaannya baik secara lisan maupun tulisan Mata Kuliah ini membahas pre kalkulus, sistem bilangan real, fungsi, limit fungsi dan kekontinuan, turunan, penggunaan turunan yang terkait di Seluruh MK yang membutuhkan materi perkuliahan sebagai dasar Bobot kompetensi Kognitif = 40% Psikomotorik = 30% Afektif = 30% Buku Acuan 1. Purcell dan Varberg, Kalkulus dan Geometri Analitis, jilid I (terjemahan), edisi V, Erlangga, Jakarta, J. Stewart, L. Redlin, S. Watson, Precalculus: Mathematics for Calculus, 3 rd edition, Brooks/Cole Publishing Co., PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) SKS 2 (1 1) (16 jam kuliah dan 32 jam praktikum) Kode MPA 023 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: 1. Memanfaatkan TIK untuk kepentingan akademik 2. Mencari, memilih, memvalidasi dan merasionalkan sumber informasi yang tersedia di internet 3. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi berbasis TIK 4. Memahami tentang hak atas kekayaan intelektual Pengantar TIK mencakup materi komponen dan aplikasi komputer, teknologi close source dan open source, teknologi dan media komunikasi Internet seperti WWW, 75

85 Mata mata kuliah yang terkait di semesterselanjutnya FTP, e mail, dan e learning. Seluruh MK yang membutuhkan materi perkuliahan sebagai dasar Bobot kompetensi Kognitif = 45% Psikomotorik = 45% Buku Acuan 1. L. Long, N. Long, Computers: Information Technology in Perspective, Prentice Hall, J.A. Senn, Information Technology: Principles, Practices, and Opportunities, Prentice Hall, 2004 KEWIRAUSAHAAN Kode MPA 300 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menghargai profesi wirausaha dan menumbuhkembangkan jiwa wirausaha, khususnya yang terkait dengan bidang ilmu yang ditekuni. ini merupakan mata kuliah yang dirancang untuk mengembangkan keterampilan lunak (soft skill) mahasiswa dalam berwirausaha, khususnya yang terkait dengan bidang ilmu yang ditekuni. Materi yang diajarkan diarahkan untuk mengubah persepsi mahasiswa terhadap profesi wirausaha. Selain itu mahasiswa juga akan mempelajari materi yang berhubungan dengan manajemen usaha dan penyusunan rencana usaha. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 30% Psikomotorik = 30% Afektif = 40% Rhenald Kasali dkk., 2010, Manual Kewirausahaan Untuk Program Strata 1, Bank Mandiri & Yayasan Rumah Perubahan. KULIAH KERJA PRAKTIK SKS 3 (0 3) Kode MPA 401 Prasyarat Jumlah kredit mata kuliah yang telah lulus, ditambah dengan kredit mata kuliah yang sedang diambil, sekurang kurangnya 110 SKS Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: 1. Menjelaskan manajemen, organisasi dan proses kerja institusi/lembaga sasaran KKP. 2. Menyesuaikan diri dengan baik dan terlibat secara aktif dalam proses kerja di institusi sasaran KKP. 3. Menerapkan pengetahuan yang dimiliki dan membantu memecahkan masalah yang mungkin dihadapi institusi/lembaga sasaran KKP sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuninya. 4. Melaporkan dan menjelaskan hasil kegiatan selama mengikuti KKP baik secara tertulis dan/atau lisan, mencakup manajemen dan organisasi, sistem kerja, proses produksi dan tugas khusus yang dikerjakan pada institusi/lembaga sasaran KKP Kuliah Kerja Praktik (KKP) adalah mata kuliah wajib yang harus diselesaikan oleh seorang mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Syiah Kuala dengan cara mengikuti proses secara langsung pada instansi/lembaga sasaran KKP. Hasil kegiatan KKP ditulis dalam bentuk laporan KKP. KKP mempunyai beban kredit sebesar 3 SKS, setara dengan 192 jam efektif (setara 1 bulan), untuk semua prodi/jurusan di lingkungan Fakultas MIPA Unsyiah. KKP dilaksanakan di instansi/lembaga pemerintah atau swasta, pada bidang yang terkait dengan penerapan ilmu MIPA. Bidang bidang tersebut tidak dibatasi, sejauh relevan dengan prodi asal mahasiswa dan sesuai minat mahasiswa. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 30 % Psikomotorik = 40 % Afektif = 30 % Panduan penulisan mengacu kepada Panduan Tugas Akhir dan Kuliah Kerja Praktik, Fakultas MIPA, Unsyiah, 2010 (tersedia online di website fmipa.unsyiah.ac.id) 76

86 TUGAS AKHIR I SKS 2 (0 2) Kode MPA 403 Prasyarat 1. Sudah menyelesaikan beban kredit 120 SKS. 2. Memiliki IPK 2,0. 3. Memiliki jumlah kredit dengan nilai D tidak lebih 10% dari total SKS yang telah dicapai. 4. Sudah mengambil mata kuliah wajib yang berkaitan dengan bidang yang diteliti dengan nilai sekurang kurangnya C+. 5. Memenuhi ketentuan lain yang disyaratkan oleh prodi/jurusan. Setelah menyelesaikan mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: 1. Melakukan penelusuran literatur terkait dengan rencana penelitian yang akan dilakukan. 2. Menyusun rencana penelitian secara tertulis dalam bentuk proposal penelitian. 3. Mempresentasikan rencana penelitian dan menjelaskan latar belakang, dasar teori dan pemilihan metode penelitian. Tugas Akhir (TA) I termasuk kedalam kelompok mata kuliah Tugas Akhir yang harus diselesaikan oleh seorang mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Syiah Kuala, dengan cara mengintegrasikan kompetensi kognitif, psikomotorik dan afektif yang telah dipelajari dalam bentuk kegiatan penelitian sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuni. Kegiatan utama dalam TA I adalah pembuatan proposal penelitian berdasarkan kaidah kaidah ilmiah. Proposal penelitian ini selanjutnya dipresentasikan di hadapan tim penguji. yang terkait di Tugas Akhir II Bobot kompetensi Kognitif = 40 % Psikomotorik = 20 % Afektif = 40 % Panduan penulisan mengacu kepada Panduan Tugas Akhir dan Kuliah Kerja Praktik, Fakultas MIPA, Unsyiah, 2010 (tersedia online di website fmipa.unsyiah.ac.id) TUGAS AKHIR II SKS 4 (0 4) Kode MPA 404 Prasyarat TA I Setelah menyelesaikan mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: 1. Melakukan penelitian sesuai dengan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari selama perkuliahan, sesuai dengan kaidah kaidah ilmiah yang berlaku. 2. Membuat laporan penelitian, sesuai dengan kaidah kaidah ilmiah yang berlaku 3. Mempresentasikan dan menjelaskan hasil penelitian secara lisan. 4. Menjelaskan keterkaitan hasil penelitian dengan ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan. Tugas Akhir (TA) II merupakan kelanjutan dari mata kuliah TA I. ini melatih mahasiswa untuk mengintegrasikan kompetensi kognitif, psikomotorik dan afektif yang telah dipelajari dalam bentuk kegiatan penelitian sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuni, berdasarkan kepada proposal penelitian yang telah disetujui sebelumnya. Kegiatan utama dalam TA II adalah pelaksanaan penelitian dan pembuatan laporan penelitian. Hasil penelitian selanjutnya dipresentasikan dan diujikan secara komprehensif di hadapan tim penguji. yang terkait di TA II merupakan syarat guna memperoleh gelar Sarjana Sains dari Fakultas MIPA Unsyiah. Bobot kompetensi Kognitif = 30 % Psikomotorik = 40 % Afektif = 30 % Panduan penulisan mengacu kepada Panduan Tugas Akhir dan Kuliah Kerja Praktik, Fakultas MIPA, Unsyiah, 2010 (tersedia online di website fmipa.unsyiah.ac.id) PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Kode MPK 002 Prasyarat Lulus Iqra 6 Mahasiswa memiliki dan menerapkan sikap (sesuai SK Rektor 582/2009): 1. Keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT 2. Akhlakul kharimah 3. Berpikir filosofis, rasional, demokratis dan dinamis 77

87 4. Berpandangan luas 5. Menjunjung tinggi HAM, kesetaraan gender 6. Ikut serta dalam kerjasama antar umat beragama dalam rangka pemanfaatan iptek dan seni. Pendidikan Agama Islam dimaksudkan untuk memperkuat iman dan taqwa kepada Allah SWT, memperluas wawasan hidup beragama, mengamalkan ajaran agama islam, berperilaku sesuai tuntutan akhlakul karimah dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat dan bernegara, serta menjadi landasan nilai, moral dan motivasi dalam pengembangan ilmu, teknologi dan seni serta keahlian yang ditekuni yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 25% Psikomotorik = 25% Afektif = 50% Buku Acuan Literatur terkait Catatan Bagi mahasiswa non muslim mengikuti mata kuliah Pendidikan Agama yang dilaksanakan oleh pemuka agama terkait. PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Kode MPK 003 Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa mampu (berdasarkan SIPT BNSP 2009): 1. Menjelaskan dan menerapkan hakikat falsafah bangsa dan dasar negara Pancasila, UUD 1945 dan NKRI, wawasan nusantara dan bhinneka tunggal ika 2. Menampilkan sikap positif dalam kehidupan pribadi, berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta menghargai persamaan kedudukan warga negara dalam berbagai aspek kehidupan dalam berbhineka tunggal ika dan multikulturalisme bangsa 3. Menampilkan peran serta dalam upaya penerapan kemajuan dan penghormatan serta perlindungan hak hak asasi manusia 4. Menganalisis isu isu strategis dalam perkembangan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dalam konteks nasional dan internasional 5. Merumuskan arah dan alternatif solusi terhadap permasalahan sosial budaya yang berkembang di tengah masyarakat. Pendidikan Kewarganegaraan berorientasi pada kajian tentang falsafah dasar negara Pancasila, UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berwawasan Nusantara, berbhinneka tunggal ika serta penerapannya dalam kehidupan pribadi, berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara berlandaskan budaya bangsa yang maju dan modern serta berdaya saing tinggi. Substansi dan operasional mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan mengintegrasikan teori dan praksis pendidikan kewarganegaraan (civic education) dalam kaitannya dengan kondisi strategis masyarakat, bangsa, budaya dan negara serta perkembangan global. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 50% Psikomotorik = 0% Afektif = 50% Buku Acuan Marzuki dkk. Pendidikan Kewarganegaraan dan HAM, Penerbit UII Yogyakarta, 2002 BAHASA INDONESIA Kode USK 001 Setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa mampu: 1. Berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia secara tepat dan benar, baik lisan maupun tulisan, di bidang yang dipelajari; 2. Menganalisis karya ilmiah dan wacana khusus dalam bidang yang dipelajari dengan menggunakan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar, secara lisan dan tulisan 3. Menghasilkan karya dalam bidang yang dipelajari dengan mengunakan kaidah penulisan dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sebagai bahasa persatuan, bahasa resmi negera, alat komunikasi dan bahasa pengantar yang digunakan dalam dunia pendidikan, Bahasa Indonesia perlu dipelajari, dikembangkan dan digunakan dalam berbagai ragam kebahasaan secara baik dan benar. Di perguruan tinggi mata kuliah Bahasa Indonesia difokuskan pada penggunaan Bahasa Indonesia secara 78

88 baik dan benar dalam ragam lisan dan tulisan, khususnya dalam memahami, mengembangkan, mengkomunikasikan dan menghasilkan karya keilmuan/keahlian/keprofesian yang dipelajari. ini diharapkan dapat menunjang kelancaran dan keberhasilan mahasiswa pada semester semester berikutnya sepanjang masa studi. yang terkait di Seluruh MK yang membutuhkan kemampuan berbahasa secara lisan maupun tulisan Bobot kompetensi Kognitif = 50% Psikomotorik = 25% Afektif = 25% Buku Acuan Literatur terkait BAHASA INGGRIS Kode USK 005 Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: 1. Menerjemahkan materi yang ditulis dalam Bahasa Inggris terkait dengan bidang akademik yang dipelajari. 2. Meringkaskan materi yang ditulis dalam Bahasa Inggris untuk keperluan pengembangan ilmu dalam bidang akademik yang dipelajari. Sebagai alat komunikasi internasional, Bahasa Inggris dipelajari dan digunakan untuk dapat memahami materi ilmu dalam bidang akademik yang dipelajari. Di perguruan tinggi, mata kuliah Bahasa Inggris difokuskan pada pengembangan keterampilan dalam memahami dan menyampaikan materi yang disajikan dalam Bahasa Inggris. ini diharapkan dapat menunjang kelancaran dan keberhasilan mahasiswa pada semestersemester berikutnya sepanjang masa studi. yang terkait di Seluruh MK yang membutuhkan kemampuan berbahasa secara lisan maupun tulisan Bobot kompetensi Kognitif = 50% Psikomotorik = 25% Afektif = 25% Buku Acuan Literatur terkait 79

89 5.2 DESKRIPSI MATA KULIAH PRODI MATEMATIKA STATISTIKA DASAR SKS 3 (2 1) Kode MMT 108 Menjelaskan ilmu statistika dasar Mengimplementasi konsep statistika dasar dalam realita Salah satu tuntutan bagi lulusan perguruan tinggi adalah kemampuan untuk berpikir logis dan sistematis berdasarkan data. statistika dasar dimaksudkan untuk memberikan dasar dasar pemahaman dan metode kuantitatif mengacu kepada materi bidang ilmu yang dipelajari, seperti kegiatan survey dan penelitian. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. Bhattaracharya, G. 2005, Statistical Concepts and Methods, 4 th ed, John Wileys & Sons 2. Devore, J & Peck, R. 1986, Statistics: The Exploration and Analysis of Data, West Publishing Company 3. Haedle, W & Roenz, B. 2004, Belajar Statistika secara Interaktif, CD ROM, Springer Verlag FISIKA DASAR II SKS 3 (2 1) Kode MMT 104 Prasyarat MPA 010 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menganalisis fenomena fisika. Mata Kuliah ini membahas suhu, pemuaian dan hukum gas ideal, teori kinetic, kalor dan perpindahan, hukum pertama dan kedua termodinamika, gerak gelombang, bunyi, pemantulan dan pembiasan, lensa dan instrument optic, interferensi dan difraksi, polarisasi, teori relativitas khusus, teori kuantum. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 65% Psikomotorik = 25% 1. Giancoli, D.C General Physics. Prentice Hall, New Jersey. 2. Halliday, D. & R. Resnick Fisika. Jilid 1&2. Erlangga, Jakarta. PEMOGRAMAN I SKS 3 (2 1) Kode MMT 106 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa menerapkan metodologi pemograman komputer dengan baik, struktur dan sintaks bahasa pemograman C dan pembuatan program komputer sederhana terutama pada permasalahan dalam bidang Matematika. Mempelajari metodologi pemograman komputer, struktur dan sintaks bahasa pemograman C dan pembuatan program komputer sedehana. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 65% Psikomotorik = 25% 1. Ihsan, M., dkk., 2000, Buku Ajar Pemograman Komputer, Revisi Ketiga Tahun 2008, Jurusan Matematika FMIPA Unsyiah. 2. Kernighan, B.W., Ritchie, D.M., 1988, The C Programming Language, Second Edition, Prentice Hall. 3. Schildt, H., 2000, C: The Complete Reference, Fourth Edition, Osborne McGraw Hill, California. 4. Zhang, T., 1997, Sams Teach Yourself C in 24 Hours, First Edition, Sams Publishing, 80

90 Indianapolis. 5. Horton, I., 2006, Beginning C: From Novice to Professional, Fourth Edition, ISBN: , Apress. KALKULUS PEUBAH BANYAK SKS 4 (4 0) Kode MMT 201 Prasyarat MPA 021 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmu Kalkulus Peubah Banyak. Mengenal dan menjelaskan konsep Integral Ruang Dimensi n dalam menghitung Integral lipat dua & tiga dan aplikasi pada bidang terapan. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 10% 1. Varberg, Purcell, Rigdon (2004) (terjemahan Julian Gressando). Kalkulus dan Geometri Analitik jilid 8, Jakarta : Erlangga. 2. Intan Syahrini,M.Si, dkk, Modul Mata Kuliah: Matematika Dasar III, Jurusan Matematika FMIPA UNSYIAH, Banda Aceh, KALKULUS LANJUT SKS 4 (4 0) Kode MMT 202 Prasyarat MPA Mengimplementasikan konsep kalkulus dalam kehidupan realita 2. Menganalisis fenomena fenomena yang terjadi ini bermanfaat untuk membantu memecahkan berbagai permasalahan, khususnya dalam geometri, fisika dan mekanika. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 10% 1. Theory and problems of Vector Analysis, Mc Graw Hill Inc, Seri buku Schaum: Analisis vektor diterjemahkan oleh Hans J wospakrik, Erlangga, Jakarta, Vector Analysis, Murray Spigel, Mc Graw Hill International Book Co., Singapore, METODE DISKRIT SKS 3 (3 0) Kode MMT 203 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa menggunakan konsep bilangan diskrit dalam komputasi dan pemograman. Memberikan gambaran bagaimana menggunakan bilangan diskrit yang berbeda dengan matematika dasar yang berbasis bilangan rasional. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 10% 1. J.L. Gersting, Mathematical Structures for Computer Science: A Modern Approach to Discrete Mathematics, W. H. Freeman & Co., K.H. Rosen, Discrete Mathematics and its Applications, 6 th edition, McGraw Hill, PERSAMAAN DIFERENSIAL BIASA SKS 3 (3 0) Kode MMT 204 Prasyarat MPA 021 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menerapkan konsep persamaan 81

91 diferensial biasa dalam menyelesailakan masalah real ini membahas konsep dan penyelesaian sederhana untuk menyelesaikan permasalahan Persamaan diferensial linier orde satu atau lebih yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 10% 1. Elementary Differential Equations and Boundary Value Problem, fifth edition, William E. Boyce and Richard Di Prima, John Willey and Sons, Ney York, Ordinary Differential Equations in Theory and Practice, Robert Mattheij and Jaap Molenaar, Siam, Elementary Differential Equations, eighth edition, Earl D. Rainville, Philip E. Bedient and Richard E. Bedient, Prentice Hall, A First Course in Differential Equations with Modeling Applications, eighth edition, Dennis G. Zill, Thomson, ALJABAR LINIER ELEMENTER SKS 4 (4 0) Kode MMT 205 Prasyarat MPA 021 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan dan menerapkan konsep ilmu aljabar linier elementer Memberikan landasan pengetahuan tentang matriks dan sifat sifatnya yang diperlukan dalam perancangan algoritma dan struktur data. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 10% 1. O. Bretscher, Linear Algebra with Applications, 3 rd edition. 2. H. Anton, Aljabar Linier Elementer, terjemahan, edisi 8, Erlangga. METODE NUMERIK I SKS 3 (2 1) Kode MMT 206 Prasyarat MMT 106, MMT 205 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menyelesaikan masalah matematika sederhana dengan metode numerik. ini diberikan untuk mahasiswa Semester IV pada Jurusan Matematika yang berisi tentang teori dasar Metode Numerik. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 65% Psikomotorik = 25% 1. Chapra, S. C. dan R. P. Canale, 1996, Metode Numerik, Erlangga. 2. Mathews, J. H., 1992, Numerical Methods for Mathematics, Science, and Engineering, Prentice Hall GEOMETRI SKS 3 (3 0) Kode MMT 207 Menjelaskan sistem aksiomatik dalam geometri Membedakan mode model geometri Sistem Aksiomatik, model geometri Euclides dan non Euclides, geometri insidensi, geometri neutral, geometri bidang Euclides. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 80% 82

92 Psikomotorik = 10% 1. E. C. Wallace dan S. E. West, Road to Geometry, Prentice Hall, W. Meyer, Geometry and Its Applications, Academic Press, TEORI GRAF SKS 3 (3 0) Kode MMT 208 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa: mampu menjelaskan konsep konsep dan sifat sifat dalam teori graf. mampu menerapkan algoritma dalam komputasi graf. ini mempelajari konsep dasar, sifat dan jenis dari graph serta komputasi graf. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. Goodaire, E. G., Parmenter, M. M., 2002, Descrete Mathematics with Graph Theory, Second Edition, Prentice Hall, Inc, New York 2. Cormen, T. H., et. al, 2009, Introduction to Algorithms, third edition, The MIT, England. TEORI PELUANG SKS 3 (3 0) Kode MMT 209 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menerapkan konsep ilmu teori peluang dalam kehidupan sehari hari ini membantu mahasiswa untuk menjelaskan konsep konsep yang mendasari metode metode Statistika yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 10% 1. An Introduction to Probability and Statistics, second edition, Vijay K. Rohatgi and A.K. Md. Ehsanes Saleh, John Wiley and Sons, Probability and Statistics, third edition, Morris H. DeGroot and Mark J. Schervish, Addison Wesley, An Introduction to Probability and Statistic: Principles and Applications for Engineering and the Computing Science, fourth edition, J. Susan Milton and Hasse C. Arnold, FUNGSI KOMPLEKS SKS 4 (4 0) Kode MMT 210 Prasyarat MPA 021 Menjelaskan konsep konsep fungsi kompleks. Mengimplementasi konsep dalam permasalahan matematika yang berhubungan dengan fungsi kompleks ini mempelajari konsep fungsi kompleks, sifat sifat dan operasi aljabar dari fungsi kompleks yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 10% 1. Churchill, R.V., Complex Variables And Applications, Fifth Edition. New York: Mc. Graw Hill Publishing Comp. 2. Paliouras, J.D., Complex Variables for Scientists and Engineers. New York: Macmillan Publishing Co. Inc. 83

93 PENGANTAR ANALISIS REAL SKS 4 (4 0) Kode MMT 301 Prasyarat MPA 021 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menerapkan konsep analisis real dalam kehidupan sehari hari Dalam perkuliahan akan menjelaskan konsep analisis yang lebih menekankan mengapa dan bagaimana jika daripada memakai teknis pemecahan masalah. Konsep analisis akan dituangkan pada sistem bilangan real, barisan dan konvergensi bilangan real, deret dan konvergensi bilangan real, pengantar limit sebuah fungsi dan kontinuitas sebuah fungsi. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 10% 1. R. G. Bartle dan D. R. Sherbert, Introduction to Real Analysis, edisi ke 3, John Wiley & Sons, Inc, S. R. Lay, Analysis with an Introduction to Proof, edisi ke 4, Pearson Prentice Hall, RISET OPERASI SKS 3 (2 1) Kode MMT 302 Menjelaskan konsep dan metode penyelesaian dalam riset operasi Menerapkan konsep riset operasi dalam berbagai bidang ini mempelajari tentang pengenalan konsep riset operasi dan beberapa teknik penyelesaian masalah yang berhubugnan dengan riset operasi yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% Hillier and Lieberman Introduction to Operations Research. Eight Edition. Mc Graw Hill. STRUKTUR ALJABAR I SKS 3 (3 0) Kode MMT 303 Menjelaskan konsep konsep struktur aljabar dengan satu operasi biner pada himpunan himpunan lain yang sudah dikenal Menyebutkan sifat sifat dalam grup Menyebutkan pengertian homomorfisma grup, jenis jenisnya, sifat sifatnya dan aplikasinya. ini mempelajari konsep konsep Struktur Aljabar dengan satu operasi biner, serta mengidentifikasikan beberapa macam grup yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 10% John B. Fraleigh, 1994, A First Course in Abstract Algebra, 5 th ed, Addison Wesley. PEMODELAN MATEMATIKA SKS 4 (4 0) Kode MMT 304 Prasyarat MMT 204 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menyusun model matematika dari suatu bentuk masalah nyata ini mempelajari bagaimana bentuk permasalah nyata dapat dibuat dalam 84

94 model matematika yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 75% Psikomotorik = 15% 1. Adelstein Keshe t, L Mathematical Models in Biology. The Random House,Inc. New York. 2. Hasibuan, K.M Dinamika Populasi. PAU Ilmu Hayat, IPB Bogor. 3. Meer Schaert, M. Mark Mathematical Modelling. Academic Press. Inc. 4. Siti Rusdiana, dkk., Modul Kuliah Pemodelan Matematika. Jurusan Matematika Fakultas MIPA Unsyiah. PENGANTAR OPTIMASI SKS 3 (2 1) Kode MMT 305 Prasyarat MPA 021, MMT 205 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menyelesaikan masalah optimisasi secara numeris ini mempelajari tentang pengenalan beberapa teknik optimisasi dengan menggunakan beberapa ilmu matematika yang telah dipelajari sebelumnya yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 65% Psikomotorik = 25% 1. An introduction to optimization, second edition, Edwin K.P Chong and Stanislaw H. Zak, John Wiley and Sons, Structural Optimization, William R. Spillers and Keith M. MacBain, Springer Verlag, Mathematics Optimization, Smooth and non smooth case, G. Giorgi, A. Guerraggio and J. Thierfelder, Elsevier Science and Technology Books, Linear Programming with Matlab, Michael C. Ferris, Olvi L. Mangasarian, Stephen J. Wright, Siam, KOLOKIUM I SKS 2 (0 2) Kode MMT 306 Membuat tulisan ilmiah sesuai dengan format Tugas Akhir Mempresentasikan karya ilmiah dengan baik. ini berisikan tentang topik topik matematika yang disajikan dalam Bahasa Indonesia yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 50% Psikomotorik = 30% Afektif = 20% Disesuaikan dengan topik yang dipilih. PERSAMAAN DIFFERENSIAL PARSIAL SKS 3 (3 0) Kode MMT 307 Prasyarat MMT 204 Menganalisa model masalah PDP, mengklasifikasi PDP, menggunakan metode metode sederhana penyelesaian PDP Melakukan transformasi untuk penyederhanaan bentuk PDP Menyelesaikan beberapa masalah aplikasi PDP. ini membahas metode metode analitik sederhana untuk menyelesaikan permasalah berbentuk PDP linier dan Quasi linier, dengan berbagai variasi syarat batas yang dapat muncul dalam model. 85

95 yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% Haberman, Applied Partial Differential Equation, 4 th Edition, KARIR MATEMATIKA Kode MMT 308 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu membaca peluang karir untuk sarjana matematika dalam dunia kerja. ini mempelajari konsep pengembangan karir, personalia, organisasi dan manajemen yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 75% Psikomotorik = 15% 1. Flippo, E. B. Manajemen Personalia. Erlangga, Jakarta, Andrew Sterrett, Jr. 101 Careers in Mathematics Second Edition. Mathematical Assn of Amer; 2 edition, SteveN G. Krantz. A Mathematicians s Survival. Graduate School and Early Career Development, American Mathematical Society, 2003 KOLOKIUM II SKS 2 (0 2) Kode MMT 401 Prasyarat MMT 306 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu mempresentasikan karya ilmiah dalam bahasa Inggris ini berisikan tentang topik topik matematika yang disajikan dalam Bahasa Inggris yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 50% Psikomotorik = 30% Afektif = 20% Disesuaikan dengan topik yangdipilih. BISNIS DAN PROFESI Kode MMT 403 Menjelaskan pengertian dan teori etika Menjelaskan perilaku etis dalam bisnis, ethical governance, perilaku etis dan kode etik dalam profesi matematis Menjelaskan etika dalam perpajakan Menjelaskan isu etika signifikan dalam dunia bisnis dan profesi, perkembangan terakhir dalam etika bisnis dan profesi ini mempelajari prinsip prinsip etika berbisnis, lingkungan bisnis yang mempengaruhi perilaku etika, kepedulian pelaku bisnis terhadap etika, governance systems, budaya etika, analisis pengaruh stakeholder, pendekatan pengambilan keputusan bisnis, dan interpretasi etika. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 65% Psikomotorik = 15% Afektif = 20% 1. Ibrahim Y Studi Kelayakan Bisnis. Rineka Cipta. Jakarta. 2. Gito IS Pengantar Bisnis. BPFE. Yogyakarta. 86

96 3. AICPA, Code of professional Conduct 4. Francis, Ronald D., Ethics & CorporateGovernance, An Australian Handbook, UNSW Press, Peraturan Bapepam No. VIII. A.2 METODE NUMERIK II SKS 3 (2 1) Kode MMT 501 Prasyarat MMT 206 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menyelesaikan masalah matematika dengan metode numerik ini sebagai lanjutan teori pada Metode Numerik I, yaitu interpolasi, diferensial numerik, integrasi numerik, pendekatan fungsi dari polinom, pendekatan kuadrat terkecil, penyelesaian numeric persamaan diferensial biasa. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. Chapra, S.C. dan R.P. Canale, 1996, Metode Numerik, Erlangga. 2. Mathews, J.H., 1992, Nmerical Methods for Mathematics, Science, and Engineering, Prentice Hall. PENGANTAR DASAR MATEMATIKA Kode MMT 502 Menyebutkan konsep, sifat sifat dan relasi himpunan Menjelaskan konsep dasar logika dan menggunakannya dalam metode pembuktian ini membahas tentang himpunan dan sifat sifatnya, serta logika matematika yang menitikberatkan pada bagaimana membangun dan membuktikan pernyataanpernyataan matematika yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 10% Marvin L. Bittinger, Logic, Proof and Set, Second edition, Addison Wesley Publishing Company, TEORI BILANGAN SKS 3 (3 0) Kode MMT 503 Menyebutkan fungsi fungsi aritmetika dan penjumlahan Mengidentifikasikan sifat kongruen dan residu ini mempelajari konsep dasar bilangan dan bagaimana pembentukan bilangan yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 10% 1. Gioia, A.A The Theory of Numbers: An Introduction. Markhan, Chicago. 2. Niven, I. & H.S. Zuckerman An Introduction to the Theory of Number. Wiley Eastern, New Delhi. ALJABAR LINIER LANJUT SKS 3 (2 1) Kode MMT 504 Prasyarat MMT

97 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menerapkan beberapa model matematika yang tersaji dalam bentuk persamaan matriks dan menyelesaikannya baik secara manual maupun dengan dengan bantuan perangkat lunak. ini mempelajari tentang beberapa model matematika yang tersaji dalam bentuk persamaan matriks dan penyelesaiannya yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% Anton, H and Rorres, C. Elementary Linear Algebra: Application version, John Wiley & Sons, New York PERSAMAAN INTEGRAL SKS 3 (3 0) Kode MMT 505 Prasyarat MPA 016 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa: Mampu membedakan jenis persamaan integral Mempunyai ketrampilan teknis yang didukung oleh konsep, rumus, metode dan penalaran yang sesuai ini akan mengklasifikasikan persamaan integral dan penyelesaian persamaan integral, konversi persamaan Voltera ke Persamaan Differensial Biasa, masalah nilai awal ke persamaan Voltera dan masalah nilai batas ke persamaan Fredholm yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 10% 1. Wazwaz, A.M, A First Course in Integral Equations, World Scientific Publishing, Pipkin A.C, A Course on Integral Equations, Springer Verlag, ANALISIS REAL SKS 3 (3 0) Kode MMT 506 Prasyarat MMT 301 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mempunyai ketrampilan untuk menyelesaikan masalah yang didukung oleh konsep, rumus, metode dan penalaran yang sesuai Sebagai lanjutan dari Pengantar Analisis Real, dalam perkuliahan juga akan menjelaskan konsep analisis yang lebih menekankan mengapa dan bagaimana jika daripada memakai teknis pemecahan masalah. Namun, pada kuliah ini konsep analisis akan dituangkan pada kontinuitas seragam, diferensiasi, integral Riemann, dan Topologi pada system bilangan real. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 10% 1. R. G. Bartle dan D. R. Sherbert, Introduction to Real Analysis, edisi ke 3, John Wiley & Sons, Inc, S. R, Lay, Analysis with an introduction to proof, edisi ke 4, Pearson Prentice Hall, PENGANTAR SISTEM KONTROL SKS 3 (2 1) Kode MMT 507 Prasyarat MMT 204 Menjelaskan stabilitas, kriteria dan performa sistem control Mensimulasikan hasil rancangan sistem kontrol dalam bentuk program. Mata Kuliah ini merupakan pembelajaran yang menekankan perpaduan antara kemampuan teoritis dinamika sistem kontrol dengan kemampuan desain, simulasi dan 88

98 implementasi sistem control dalam bentuk program. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 65% Psikomotorik = 25% Modern Control Engineering, Katsuhiko Ogata, Prentice Hall, TEKNIK OPTIMISASI Kode MMT 508 Prasyarat MMT 305 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu memformulasikan dan menyelesaikan permasalahan optimasi pada kehidupan sehari hari. ini mempelajari tentang lanjutan pengantar optimisasi yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 75% Psikomotorik = 15% 1. Structural Optimization, William R. Spillers dan Keith M. MacBain, Springer Verlag, Mathematics Optimization, Smooth and Non Smooth Case, G. Giorgi, A. Guerraggio and J. Thierfelder, Elsevier Science and Technology Books, An Introduction to Continuous Optimization, Niclas Andreasson, Anton Egrafov, and Michael Patricson, Chalmers University of Technology, Sweden, RISET OPERASI LANJUT SKS 3 (3 0) Kode MMT 509 Prasyarat MMT 302 Menjelaskan model model dalam riset operasi Mampu menerapkan konsep riset operasi dalam permasalahan real Mengetahui lebih lanjut dari Riset Operasi dalam membahas metode metode matematis dengan merumuskan masalah dan menjalankan penyelesaiannya terhadap permasalahanpermasalahan pemograman dinamis,pemograman nonlinier, metaheuristik, teori permainan, analisis keputusan, Rantai Markov, teori antrian, teori inventori. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 75% Psikomotorik = 15% Hiller and Liberman Introduction to Operations Research. Eighth Edition. Mc Graw Hill. BASIS DATA Kode MMT 510 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menyusun dan mengarsipkan file sebagai pendahuluan untuk dapat merancang sistem. Pengenalan terhadap konsep basis data (database) dan pemahaman terhadap managemen berkas (file). Mempelajari model relational database, konsep diagram ER, EER, diagram class, normalisasi, SQL, managemen transaksi, dan concurrency control. Selain itu, juga dibahas pengenalan terhadap fungsi DBMS, konsep file dan record, serta database berorientasi objek. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 75% Psikomotorik = 15% 1. Elmashri and Navathe, Fundamentals of Database Systems, 2nd edition, 89

99 Benjamin/Cumming Publishing, R. Ramakrishnan & J. Gehrke, Database Management Systems, McGraw Hill, Fathansyah, Basis Data, Informatika Bandung, SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Kode MMT 511 Menjelaskan secara komprehensif peranan Sistem Informasi Manajemen (SIM) dalam menunjang manajemen organisasi. Menerapkan SIM untuk menunjang fungsi manajemen. Mengajarkan secara komprehensif peranan Sistem Informasi Manajemen (SIM) dalam menunjang manajemen organisasi. Selanjutnya, memberi wawasan untuk membangun, mengembangkan, dan menerapkan SIM untuk menunjang fungsi manajemen. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 10% 1. Davis, B. Gordon & Olsen H. Margrethe, Management Information Systems, Conceptual Foundations, Stucture and Development. McGraw Hill, New York, 2 nd edition Murdick, Robert G., 1986, Management Information System, Concepts and Design, Prentice Hall International. 3. Olson In Clark, R and Cameron, J., 1991, Managing Information Technology s Organisational Impact, Elsevier Science Publishers B.V. Tretter Marieta, SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SKS 3 (2 1) Kode MMT 512 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan pengertian ruang lingkup Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam kehidupan nyata ini mempelajari Sistem Informasi secara umum yang digunakan pada bidang ilmu geografi yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 65% Psikomotorik = 25% 1. P.A. Burrough, Principles of Geographical Information System for Land Resources Assessment. Clarendon Press. Oxford, A.K. Skidmore, Remote Sensing and Geographic Information Systems in Forest Management. School of Geography, Univ. of South Wales, S. Aronoff, Geographic Information Systems: A Management Perspective. WDL Pub. Ottawa, Canada, STRUKTUR DATA SKS 3 (2 1) Kode MMT 513 Prasyarat MMT 106 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu mengimplementasikan struktur data dengan membuat program dan analisa kompleksitas terhadap algoritma. ini membahas teori dan cara terbaik merepresentasikan data dan informasi menggunakan algorithma dan struktur struktur data, list, queue, tree, binary search tree (BST), graf, metode pengurutan (sorting), metode pencarian (searching), hash, map, heap, dan kesesuaian string (string matching). yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 65% Psikomotorik = 25% 90

100 1. S. Dasgupta, C. H. Papadimitriou, and U. V. Vazirani, Algorithms, McGraw Hill, S. Harris & J. Ross, Beginning Algorithm, Wiley Publishing Inc., A. Kristanto, Struktur Data dengan C++, Graha Ilmu, REKAYASA PERANGKAT LUNAK SKS 3 (2 1) Kode MMT 514 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu membangun perangkat lunak sesuai dengan metode metode pengembangan software bedasarkan rekayasa perangkat lunak ini mempelajari aspek aspek yang menjadikan perangkat lunak dapat dinilai sebagai produk yang berkualitas yaitu: tepat waktu,tepat biaya, dan tepat guna yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. K. Hamilton, Russell Miles, Learning UML 2.0, O Reilly, R.S. Pressman, Software Engineering: a Practitioner's Approach, 6 th edition, Mc. Graw Hill, S.L. Pfleeger, Software Engineering: Theory and Practice, Prentice Hall, New Jersey, INSTALASI MANAJEMEN HARDWARE SKS 2 (1 1) Kode MMT 515 Merakit dan melakukan maintenance komputer Menginstalasi BIOS komputer Mengoperasikan MS DOS. Mempartisi hardisk dan memformat hardisk. Menginstal sistem operasi komputer (windows dan linux) serta menginstal softwaresoftware komputer lainnya ini mempelajari bagaimana merakit komponen komponen hardware yang tersedia menjadi sebuah Personal Computer yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Suryadi Hs, Pengelolaan Instalasi Komputer, STI&K, Jakarta, Ralp Stair, Ir., Principle of Data Processing, Richard D Irwin Inc. Illinois, PENGOLAHAN CITRA SKS 3 (2 1) Kode MMT 516 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa menjelaskan tentang pengolahan dan analisis citra untuk berbagai bidang aplikasi. Pengolahan Citra merupakan mata kuliah yang fokus pada teori dan konsep pengolahan citra. Topik yang dibahas adalah: latar belakang pengolahan citra, MATLAB sebagai tool pengolahan citra dan sintak dasarnya, representasi image digital, konversi koordinat, tranformasi intensity dan spatial filtering, histogram, pemrosesan domain frekuensi, 2D Fourier transform, filtering domain frekuensi, image restorasi, dan image kompresi. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 65% Psikomotorik = 25% R.C. Gonzales, R. E. Woods, dan S. L. Eddins, Digital Image Processing using MATLAB, Pearson Education,

101 MULTIMEDIA SKS 3 (2 1) Kode MMT 517 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa memiliki menjelaskan dan menerapkan konsep dasar multimedia Mempelajari teori dan konsep dasar multimedia serta contoh penerapan multimedia dalam pembelajaran, media interaktif dan periklanan yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 65% Psikomotorik = 25% 1. Vaugan, T., 2011, Multimedia: Making It Work, Eight Edition, ISBN: , The McGraw Hill Companies, Inc. 2. Rahman, S. M. (Editor), 2008, Multimedia Technologies: Concepts, Methodologies, Tools, and Applications, Volume I III, ISBN: , Information Science Reference (an imprint of IGI Global), USA. 3. Tony Cawkell, 1996, The Multimedia Handbook, ISBN: , Routledge, 11 New Fetter Lane, London. 4. Shirley, P., 2005, Fundamentals of Computer Graphics, ISBN: , A K Peters, Ltd. PEMOGRAMAN VISUAL SKS 3 (2 1) Kode MMT 518 Prasyarat MMT 106 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan dan mengimplementasi teori, konsep dan prinsip pemograman visual dengan logika pemograman yang benar, ringkas, dan tepat dalam penerapannya di berbagai bidang. ini memberikan pengetahuan tentang program visual, penggunaan modul, form, scheme, property, event dan menerapkan teks dalam program, yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 65% Psikomotorik = 25% 1. Chan L.K, Visual Languages and Visual Programming, Plenum Press. 2. Antony Pranata, Pemograman Borland Delphi, Edisi 2, Andi Yogyakarta. 3. Pemograman Praktis Dengan Delphi 2.0, Andi Ofset, Yogyakarta. 4. Cornell Gary, Visual Basic 5 From The Ground Up, McGraw Hill. SISTEM FUZZY Kode MMT 519 Menganalisa konsep logika fuzzy Merancang pemanfaatan logika fuzzy untuk analisis dan masalah optimisasi ini mencakup konsep dasar logika fuzzy yang meliputi himpunan fuzzy dan relasi interseksi dan union untuk pengambilan putusan fuzzy. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 10% Zimmermann, H.J. Fuzzy Set Theory and Its Application, Kluwer Academic Publisher, GRAFIKA KOMPUTER SKS 3 (2 1) Kode MMT 520 Prasyarat MMT

102 Menjelaskan tentang konsep pembentukan model garis pada computer Menerapkan grafika komputer dengan menggunakan perangkat lunak bantu Pengantar pemograman grafik menitikberatkan materi pada materi pemograman chart, animasi dan grafik. Bahasa pemograman yang digunakan bisa bahasa pemograman Java ataupun Perl. Materi bahasan meliputi: raster format, transformasi image, algoritma pemograman grafik, eliminasi hidden line, string dan fonts, manipulasi chart, vektor image dan animasi, SWF, Postscript, dan PDF. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. L. Ammeraal and K. Zhang, Computer Graphics for Java Programmers, 2 nd edition, John Wiley & Sons, S. Wallace, Perl Graphics Programming, O Reilly, DEMOGRAFI Kode MMT 521 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan pengertian dan ruang lingkup demografi ini mempelajari struktur dan proses penduduk dengan menggunakan analisis matematis yang meliputi pengertian, teori teori, ukuran dasar dan beberapa teknik analisa penduduk yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 10% 1. Klosterman, R.E Community Analysis and Planning Techniques, London: Rowman and Littlefield. 2. Miftahuddin Modul Demografi. Jurusan Matematika FMIPA Unsyiah. 3. Brown, R.L Introduction to Mathematics of Demography. 3 rd Ed. Winsted: Actex Publishing. STATISTIKA MATEMATIKA I SKS 3 (3 0) Kode MMT 522 Prasyarat MMT 209 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menyelesaikan penurunan secara matematis rumus rumus yang digunakan dalam beberapa metode statistika Matakuliah ini diberikan sebagai bekal bagi mahasiswa untuk menjelaskan penurunan secara matematis rumus rumus yang digunakan dalam beberapa metode statistika yang sifatnya konvensional yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 10% 1. Hogg, R. V. & A. T. Craig Introduction to Mathematical Statistics (5th ed), Prentice Hall, Englewood Cliffs, New Jersey Dudewicz, E.J. & S.N. Mishra Modern Mathematical Statistics. John Wiley & Sons, Inc. 3. Casella, G. & R. L. Berger Statistical Inference. Wadsworth & Brooks/Cole Advanced Books & Software, Pacific Grove, California. ANALIS DATA KATAGORI SKS 3 (3 0) Kode MMT 523 Menjelaskan konsep dasar analisis data 93

103 Mengaplikasikan metode analisis data kategori ini pada peubah respon biner Mengembangkan aplikasinya pada peubah respon politomus ini mempelajari tentang metode analisis data kategori dan tabel kontingensi yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 10% Agresti, A, 2002, Data Categorical Analysis, John Wisley & sons. Inc, Canada ANALISIS REGRESI SKS 3 (2 1) Kode MMT 524 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu membuat model suatu masalah dengan analisis regresi berdasarkan kaidah kaidah statistika ini mempelajari tentang dasar dasar analisis regresi linier dan berganda yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. Scheffw The Analysis of Variance, John Wiley & Sons 2. Sembiring; Analysis Regresi, Penerbit ITB (in press) 3. Box, Hunter & Hunter Statistics for Experimenters : Introduction to Design, Data Analysis, and Model Building, John Wiley & Sons 4. Draper & Smith Applied Regression Analysis, John Wiley & Sons 5. Raymond H. Myers Classical and Modern Regression with Aplications (2 nd ed), PWS KENT Publishing Company, Boston PEMOGRAMAN BERBASIS OBJEK SKS 3 (2 1) Kode MMT 525 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan ciri dan konsep dasar dari Pemograman Berbasis Objek serta mampu menerapkannya untuk membuat berbagai software aplikasi sederhana. Pemograman berbasis objek (object oriented programming OOP) merupakan paradigma pemograman yang berorientasikan pada objek. Semua data dan fungsi dalam paradigma ini dibungkus dalamkelas kelas atau objek objek. Setiap objek dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirimkan pesan ke objek lainnya. Pendekatan OOP lebih mudah dikembangkan dan dirawat. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 65% Psikomotorik = 25% 1. E.R. Harold, Java Network Programming, 3 rd edition, O Reilly, E. B. Suprasetiawan, Dasar Pemograman Java, Bengkel J2EE/Linux, J. Jaworski, Java 1.2 Unleashed, Sams Publishing, M.C. Daconta, Java untuk Pemograman C/C++, alih bahasa oleh Antony Pranata, Penerbit Andi Yogyakarta, RANCANGAN SURVEY Kode MMT 526 Prasyarat MMT 108 Membuat dan menguji kuisioner Menerapkan tehnik pengambilan sampel Menentukan ukuran sampel yang mewakili populasinya ini mempelajari cara membuat dan menguji kuisioner, serta dapat membekali mahasiswa dalam menentukan tehnik pengambilan sampel di lapangan sesuai dengan 94

104 tujuan yang diinginkan yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 75% Psikomotorik = 15% 1. Lohr, Sharon L Sampling Analyisis and Design. Duxbury Press. 2. Ary, D., Jacobs, L.C., Razavieh, A., Sorensen, C Introduction to Research in Education, Thomson Wadworth. 3. Sugiarto Teknik Sampling. Gramedia Pustaka Utama 4. Supranto, J Teknik Sampling untuk Survei & Eksperimen. Rineka Cipta. TEORI CODING Kode MMT 527 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan dan menguasai konsepkonsep abstrak yang telah dipelajari baik dalam aljabar linier maupun struktur aljabar, dengan cara menerapkan konsep dan teori yang relevan pada teknologi proses pembentukan, pengkodean, pengiriman maupun penyimpanan data ini mempelajari lebih lanjut konsep konsep abstrak yang telah dipelajari baik dalam aljabar linier maupun struktur aljabar untuk menerapkannya pada teknologi proses pembentukan, pengkodean, pengiriman maupun penyimpanan data yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 10% 1. Justesen, J. And T. Honholdt, A Course in Error Correcting Codes, European Mathematikcal Society, Germany, Pless, V., Introduction to the Theory of Error Correcting Codes, John Wiley and Sons, New York, 1989 EKONOMETRIKA SKS 3 (2 1) Kode MMT 528 Memodelkan permasalahan melalui kombinasi teori teori dalam ilmu ekonomi, matematika dan statistika Menggunakan variabel variabel instrument ini mempelajari bagaimana memodelkan permasalahan melalui kombinasi teori teori dalam ilmu ekonomi, matematika dan statistika yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. Damodar Gujarati, Ekonometrika Dasar. Penerbit Erlangga. Jakarta. 2. A. H. Studenmund, Using Econometrics : A Practical Guide and E Views. Software Package. 5 th Edition. Addison Wesley. 3. Pindyck, R. S Econometric Models and Economic Forcasts. Fourth edition. McGraw Hill. 4. Lains, A. Ekonometrika Teori dan Aplikasi. Jilid 1.LP3ES. 5. Supranto, J Ekonometrik. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi UI. KONTROL OPTIMAL SKS 3 (3 0) Kode MMT 529 Prasyarat MMT 204, MMT 302 Menjelaskan dan membentuk sistem Hamiltonian Mensimulasikan solusi kontrol optimal dalam bentuk program 95

105 ini merupakan pembelajaran yang menekankan perpaduan antara kemampuan teoritis kontrol optimal dengan kemampuan simulasi dan implementasi kontrol optimal dalam bentuk program. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 10% 1. Optimal Control Theory: Applications To Management Science And Economics, Suresh P. Sethi and Gerald L. Thompson, Springer Optimal Control Applied To Biological Models, Suzanne Lenhart and John T. Workman, Chapman and Hall/CRC TEKNOLOGI PEMBELAJARAN MATEMATIKA SKS 3 (2 1) Kode MMT 530 Menjelaskan teori dan konsep dasar teknologi pembelajaran Menerapkan aspek pedagogik, kognitif dan pemahaman visual dalam pengembangan media pembelajaran matematika yang interaktif Mempelajari teori dan konsep dasar teknologi pembelajaran; aspek pedagogik, kognitif dan pemahaman visual dalam pengembangan media pembelajaran matematika yang interaktif; perangkat lunak Adobe Flash; dan bahasa ActionScripts. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 65% Psikomotorik = 25% 1. Douglas, E., Barbara, K., 2009, Flash and Math Applets: Learn by Example, ISBN 10: , BookSurge Publishing. 2. Sanjaya Mishra, Ramesh C. Sharma, 2005, Interactive Multimedia in Education and Training, ISBN: , Idea Group Publishing (an imprint of Idea Group Inc.). 3. Bryn Holmes and John Gardner, 2006, e Learning: Concepts and Practice, ISBN 10: , SAGE Publications Ltd. 4. Clark, R. C., Mayer, R. E., 2008, e Learning and the Science of Instruction: Proven Guidelines for Consumers and Designers of Multimedia Learning, Second Edition, ISBN: , John Wiley & Sons, Inc. 5. Patrick Barmby, Lynn Bilsborough, Tony Harries & Steve Higgins, 2009, Primary Mathematics: Teaching for Understanding, ISBN 10: , Open University Press, McGraw Hill Education. TRANSFORMASI MATEMATIKA KHUSUS Kode MMT 531 Prasyarat MPA 016 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa: Mempunyai ketrampilan teknis yang didukung oleh konsep, rumus, metode dan penalaran yang sesuai Mempunyai pola berpikir kritis, logis dan sistematis, serta kreativitas dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan teori yang telah dipelajari. Mampu mengkomunikasikan hasil pemikiran dan pekerjaannya baik secara lisan maupun tulisan. ini bermanfaat untuk membantu memecahkan berbagai permasalahan, khususnya dalam fisika dan mekanika. Materi yang dipelajari meliputi: fungsi gamma, fungsi beta, deret fourirer, integral fourier, transformasi Fourier, transformasi Laplace yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 75% Psikomotorik = 15% 1. Erwin Kreyzig, Advanced Engineering Mathematic, John Wiley & Son, Inc, Newyork, Erwin Sucipto, Matematika untuk Teknik, Erlangga, Jakarta,

106 STRUKTUR ALJABAR II SKS 3 (3 0) Kode MMT 532 Prasyarat MMT 303 Menjelaskan konsep Struktur Aljabar dengan dua operasi biner dan mengimplementasi konsep pada himpunan yang sudah dikenal Menyebutkan sifat sifat dalam ring Mmenyebutkan pengertian homomorfisma ring, jenis jenisnya, sifat sifatnya dan aplikasinya ini mempelajari konsep Struktur Aljabar lanjutan dengan dua operasi biner, serta mengidentifikasikan beberapa macam ring yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 10% 1. John B. Fraleigh, 1994, A First Course in Abstract Algebra, 5 th ed, Addison Wesley. 2. I.N. Herstein, 1975, Topics in Algebra, 2 nd ed, John Wiley. ANALISIS FUNGSIONAL SKS 3 (3 0) Kode MMT 533 Prasyarat MMT 301 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan konsep fungsional serta cara melakukan analisis terhadapnya ini mempelajari lebih lanjut konsep fungsional pada analisis real yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 10% 1. E. Kreyszig, Introductory Functional Analysis With Applications, John Wiley & Sons, M. Schechter, Principles of Functional Analysis, Edisi ke 2, American Mathematical Society, MATEMATIKA EKONOMI SKS 3 (3 0) Kode MMT 534 Prasyarat MMT 205 Menjelaskan analisis yang bersifat kuantitatif dan kualitatif. Mmenganalisis secara kuantitatif permasalahan dalam bidang ekonomi. Ilmu ekonomi dan bisnis adalah ilmu yang bersifat eksakta. Untuk mempelajarinya diperlukan analisis yang bersifat kuantitatif dan kualitatif. Matematika Ekonomi akan memberikan dasar kepada mahasiswa untuk dapat menganalisis permasalahan dalam ekonomi secara kuantitatif. ini juga memberikan dasar bagi mahasiswa untuk mempelajari mata kuliah mata kuliah lain di bidang ekonomi. Pembahasan dalam mata kuliah ini selalu didahului dengan matematika murni, diikuti dengan penerapan ekonomi dan bisnis yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 75% Psikomotorik = 15% 1. Yosef Bintang Kalangi, 2002, Buku 1 & 2, Matematika Ekonomi dan Bisnis, Salemba Empat 2. Dumairy Matematika Terapan untuk Bisnis dan Ekonomi. Edisi 2. BPFE Yogyakarta 3. Yohanes & Boediono Pengantar Matematika untuk Ekonomi. LP3ES 4. Edward T. Dowling Matematika untuk Ekonomi. Erlangga Jakarta 97

107 BASIS DATA BERBASIS WEB SKS 3 (2 1) Kode MMT 535 Menjelaskan tentang konsep basis data pada aplikasi dinamik berbasis web serta aspek sekuritas didalamnya. Membuat bahasa skripting (ASP atau PHP) Membuat aplikasi database berbasis web. Matakuliah ini membahas tentang pembuatan tampilan web dengan mengakses informasi dari database dibelakangnya. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 65% Psikomotorik = 25% 1. L. Atkinson, Core PHP Programming, 3rd edition, Prentice Hall, J. Castagnetto, H. Rawat, S. Schumann, C. Scollo, dan D. Veliath, Professional PHP Programming, Wrox Press Ltd, A. Wyke, J.D. Gilliam, C. Ting, Pure JavaScript, Sams Publishing, PERSAMAAN DIFFERENSIAL PARSIAL NUMERIK SKS 3 (2 1) Kode MMT 536 Prasyarat MMT 206, MMT 307 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menentukan skema numerik yang tepat untuk berbagai permasalahan PDP linier dan kuasi linier, serta dapat menganalisis kualitas solusi yang dihasilkan. ini merupakan gabungan antara kemampuan teori dan kemampuan pembentukan skema numerik melalui pemograman untuk menyelesaikan berbagai permasalahan nyata. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 75% Psikomotorik = 15% Partial Differential Equations for Scientist and Engineers, Stanley J. Farlow, SISTEM SEKURITI DATA Kode MMT 537 Menjelaskan aspek keamanan, proteksi serta perlindungan terhadap sistem komputer. Menjelaskan perlunya kebutuhan akan sekuriti komputer dan bagaimana sekuriti dilakukan terhadap sistem komputer. Menjelaskan teknik teknik sekuriti yang ada dan implementasinya. Matakuliah ini membahas tentang bagaimana mengamankan data baik secara fisik maupun content dari pihak pihak yang tidak berhak mendapatkannya. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 75% Psikomotorik = 15% 1. John Caroll, Computer Security, California Security Word Publishing Co., Inc, Hansen, Job Description on Data Processing NCC, London, Mixon, Handbook of Data Processing Administration Operations and Procedures, New York, William Stallings, Cryptography and Network Security, Principles and Practice, 3 rd edition, Prentice Hall, Matt Bishop, Computer Security: Art and Science, Addison Wesley,

108 KALKULUS VARIASI Kode MMT 538 Prasyarat MMT 305 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa menjelaskan konsep kalkulus variasi dan aplikasinya pada bidang sains, teknologi, dan ekonomi Kalkulus variasi berhubungan dengan masalah optimisasi, sehingga mempunyai prinsip yang berkenaan dengan syarat perlu dan syarat cukup. Dalam mata kuliah ini diperkenalkan masalah masalah yang fundamental dalam kalukulus variasi melalui beberapa contoh klasik. Selanjutnya menurunkan metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 10% U. Brechtken Manderscheid, 1991, Intoduction to The Calculus of Variations, translated by P.G. Engstroms, Chapman & Hall Mathematics DATA MINING SKS 3 (2 1) Kode MMT 539 Menjelaskan konsep data mining dan konsep data preprocessing Menjelaskan teknik klasifikasi dan clustering dan mampu menggunakan teknik teknik tersebut dalam menyelesaikan masalah yang nyata ini membahas tentang dasar dasar data mining. ini menitik beratkan pembahasan pada materi data preprocessing, metode pengukuran jarak (euclidian distance), teknik teknik klasifikasi: support vector machine (SVM), k Nearest Neighbors (KNN), Naive Bayesian classifier, Decision Tree Induction. ini juga membahas tentang teknik teknik clustering seperti K means dan K medians, dan association rule mining, teks mining dan vector space model. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. Jiawei Han and Micheline Kamber, Data Mining: Concepts and Techniques, 2 nd edition, Morgan Kaufmann Publishers, San Francisco, CA, Bing Liu, Web Data Mining: Exploring Hyperlinks, Contents, and Usage Data, Springer, Berlin, sal.cs.uiuc.edu/~hanj/, Jiawei Han Personal Website, University of Illinois at Urbana Champaign. SISTEM DINAMIK SKS 3 (2 1) Kode MMT 540 Prasyarat MMT 204, MMT 205, MMT 307 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa menjelaskan dan menerapkan konsep sistem dinamik dalam model matematika dengan menggunakan ilmu yang telah diketahui sebelumnya ini mempelajari konsep konsep penting sistem dinamik baik secara analisis maupun geometris yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. Devaney, R.L, 1992, A First Course In Chaotic Dynamical Systems, Adison Wesley Pub.Comp., Massachussets. 2. Close, C. M., D. H. Frederick, and J. C. Newell, 2002, Modeling and Analysis of Dynamic Systems, third edition, John Willey and Sons. 3. Englewood, 1997, System Dynamics, third edition, Prentice Hall, New York. 99

109 4. Wiggins, S., 2003, Introduction to Applied Non Linear Dynamical Systems and Chaos, second edition, Springer. KECERDASAN BUATAN SKS 3 (2 1) Kode MMT 541 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa menjelaskan konsep kecerdasan buatan untuk representasi masalah dan mencari solusinya, untuk menjelaskan bahasa dan proses belajar, serta penerapannya dalam sistem pakar, visi komputer dan bidang lainnya. Penyelesaian masalah menggunakan teknik kecerdasan buatan (artificial intelligent) dan filosofi kecerdasan buatan secara umum. Materi meliputi: perkembangan terakhir teknologi kecerdasan buatan, predikat kalkulus, struktur dan strategi state space search, contoh kasus pada permainan, pencarian secara heuristics, sistem pakar menggunakan rule (rule based expert systems), teknik machine learning, neural network, hill climbing, dan algoritma genetik. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. Luger, Artificial Intelligence: Structrues and Strategies for Complex Problem Solving, 4 th edition, Addison Wesley, I. Bratko, Prolog: Programming for Artificial Intelligence, 3 rd edition, Addison Wesley, SISTEM OPERASI SKS 3 (2 1) Kode MMT 542 Menjelaskan interaksi antara manusia dan computer Menjelaskan komponen komponen yang dibutuhkan dalam interaksi tersebut. ini membahas konsep sistem operasi sistem yang mengatur perangkat keras komputer, program, dan mengatur interaksi user dan komputer. Mempelajari konsep sistem operasi dan operasi operasi dari sistem operasi komersial seperti Linux. Topik yang dibahas meliputi: I/O, interrupts, skema address, files, pengalokasian memori secara dinamis, antrian proses, shell scripts, thread, kernel, encoding, kompresi, dan socket. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 65% Psikomotorik = 25% 1. D.P. Bovet, M. Cesati, Understanding the Linux Kernel, 3rd edition, O'Reilly, A. Silberschatz, P.B. Galvin, & G. Gagne, Operating Systems Concepts, 6th edition, John Wiley & Sons, Inc., E. G. Walters, the Essential Guide to Computing, Prentice Hall, STATISTIKA MATEMATIKA II SKS 3 (3 0) Kode MMT 543 Prasyarat MMT 522 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan dan menerapkan konsep dasar teori estimasi dan pengambilan keputusan dalam statistika terapan Matakuliah ini mempelajari teori estimasi dan pengambilan keputusan secara lebih mendalam yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 10% 1. Hogg, R. V. & A. T. Craig Introduction to Mathematical Statistics (5th ed), Prentice Hall, Englewood Cliffs, New Jersey

110 2. Dudewicz, E.J. & S.N. Mishra Modern Mathematical Statistics. John Wiley & Sons, Inc. 3. Casella, G. & R. L. Berger Statistical Inference. Wadsworth & Brooks/Cole Advanced Books & Software, Pacific Grove, California. SISTEM JARINGAN KOMPUTER SKS 3 (2 1) Kode MMT 544 Prasyarat MMT 106 Menjelaskan hakekat dan fungsi jaringan komputer. Menjelaskan dan memberikan contoh tentang teknologi dan arsitektur jaringan komputer saat ini dan akan datang. Menerapkan konsep konsep protokol yang digunakan pada jaringan komputer. ini mengajarkan tentang bagaimana komunikasi antar komputer dalam jaringan LAN, MAN dan WAN serta protokol protokol yang terlibat didalamnya. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 65% Psikomotorik = 25% 1. G. Glass, K. Ables, Linux for Programmers and Users, Prentice Hall, A.S. Tanenbaum, Computer Networks, 4 th edition, Prentice Hall, J.E. Goldman dan P.T. Rawles, Local Area Networks: A Business Oriented Approach, 2 nd edition, John Wiley and Sons, New York, ANALISIS PEUBAH GANDA SKS 3 (2 1) Kode MMT 545 Prasyarat MMT 108, MMT 205 Menjelaskan teori dasar Analisis Peubah Ganda menerapkan Analisis Peubah Ganda untuk memecahkan persoalan statistika dan bidang bisnis Matakuliah ini mempelajari teori estimasi dan pengambilan keputusan secara lebih mendalam yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. Dillon, W. R. & Goldstein, M Multivariate Analysis, Methods and Aplications. John Wiley and Sons, New York. 2. Johnson, R. A. and D. W. Wichern Applied Multivariate Statistical Analysis, Second Edition. Prentice hall, Inc. New Jersey. RANCANGAN PERCOBAAN SKS 3 (2 1) Kode MMT 546 Prasyarat MMT 108 Menguji asumsi asumsi rancangan percobaan Memilih rancangan percobaan yang benar Mmelakukan uji lanjut dari rancangan ini mempelajari mengenai rancangan lingkungan sehingga mampu memilih rancangan yang cocok dalam melaksanaakan percobaan yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 65% Psikomotorik = 25% Montgomery, D. C Design and Analysis of Experiments, 5 th Edition. John Willey and Son Inc. 101

111 DERET BERKALA SKS 3 (2 1) Kode MMT 547 Menguji asumsi asumsi analisis deret waktu Mmenentukan model analisis deret waktu yang tepat Menggunakan software untuk membantu mempercepat masalah deret waktu ini mempelajari tentang model peramalan yang berhubungan dengan data deret waktu yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. Makridakis, S. et al Metode dan Aplikasi Peramalan. Penerbit Erlangga. Jakarta. 2. A. H. Studenmund, A Practical Guide and E Views Software Package. 5 th Edition. Addison Wesley. 3. William W. S. Wei, Time Series Analysis: Univariate and Multivariate Methods. METODOLOGI PENELITIAN Kode MMT 548 Prasyarat MMT 108 Menjelaskan konsep metodologi penelitian. Menerapkan metodologi penelitian dalam menghasilkan suatu karya tulis/ilmiah. ini membahas mengenai cara mempersiapkan dan melakukan penelitian, membuat laporan penelitian, dan mempresentasikan hasil hasil penelitian. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 20% Afektif = 20% 1. Miftahuddin Modul 1 Metodologi Penelitian. Jurusan Matematika FMIPA. 2. Miftahuddin Modul 2 Metodologi Penelitian. Jurusan Matematika FMIPA. 3. IPB Press Pedoman Penyajian Karya Ilmiah. FMIPA IPB Bogor. 4. Chatfield, c Problem Solving. A Statistician s Guide. Chapman and Hall, London. STATISTIK PENGENDALI MUTU Kode MMT 549 Prasyarat MMT 108 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa dapat menjelaskan dan menentukan hasil yang baik dari hasil suatu proses dengan suatu pengujian yang tepat dan cepat terlebih dahulu dan selanjutnya dapat menentukan uji statistik yang cocok bagi pengendalian mutu Pengendalian mutu secara terpadu dengan memperhatikan evaluasi sebelum, selama atau sesudah proses yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 10% 1. Eugene L. Grant dan Richard S. Leavenworth Pengendalian Mutu Statistis. Erlangga. Jakarta. 2. Hitoshi Kume. Metode Statistik Untuk Peningkatan Mutu. 3. Douglas C. Motgomery Pengantar Pengendalian Kualitas Statistik. Gajah Mada University Press, Yogyakarta. 102

112 STATISTIK NONPARAMETRIK SKS 3 (2 1) Kode MMT 550 Prasyarat MMT 108 Menjelaskan metode dan teknik uji nonparametric Menghitung soal dengan menggunakan R sebagai alat bantu, dan mengetahui padanan ujinya pada statistik parametrik. ini membahas teknik membangun uji, metode analisa dan aplikasi statistik, nonparametrik dalam menyelesaikan masalah masalah yang tidak mungkin diselesaikan, menggunakan statistik parametrik. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. Applied Nonparametrics Statistics, Wayne W. Daniel 2. Statistics Nonparametrics, Hollander. KAPITA SELEKTA MATEMATIKA Kode MMT 551 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menerapkan pola berfikir secara komprehensif dan kreatif menggunakan konsep konsep matematika Membahas topik terbaru dan menarik dalam bidang Matematika murni dan terapan dan menelaah teori serta konsep dari topik yang dipilih. Materi dari mata kuliah ini diserahkan sepenuhnya kepada dosen pengasuh berdasarkan topik yang dipilih. Dosen pengasuh mengumumkan topik yang dipilih serta rincian materinya secara terbuka kepada mahasiswa. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 75% Psikomotorik = 15% Disesuaikan mengikuti topik yang dipilih. PENGANTAR MODEL LINIER Kode MMT 552 Menjelaskan konsep model model linier Menerapkan model linier dalam problem solving ini mempelajari konsep model linier matematika yang diperluas kegunaannya pada ilmu statistika yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 10% 1. Buku Ajar Pengantar Model Linier, Miftahuddin Applied Linear Statistical Models, John N., William W., Michael H.K., Linear Models for Multivariate, Time Series, and Spatial Data. Christensen R. Springer Verlag Linier Model, Ksirshanger, John Wiley & Sons, Inc Linier Models for Unbalanced Data. Searly, S.R. John Wiley & Sons, Inc. New York

113 KAPITA SELEKTA KOMPUTASI Kode MMT 553 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menerapkan pola berfikir secara komprehensif dan kreatif menggunakan konsep konsep komputasi Membahas topik terbaru dan menarik dalam bidang komputer dan menelaah teori serta konsep dari topik yang dipilih. Materi dari mata kuliah ini diserahkan sepenuhnya kepada dosen pengasuh berdasarkan topik yang dipilih. Dosen pengasuh mengumumkan topik yang dipilih serta rincian materinya secara terbuka kepada mahasiswa. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% Disesuaikan mengikuti topik yang dipilih. KAPITA SELEKTA STATISTIKA Kode MMT 555 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menerapkan pola berfikir secara komprehensif dan kreatif menggunakan konsep konsep statistika Membahas topik terbaru dan menarik dalam bidang Statistika dan menelaah teori serta konsep dari topik yang dipilih. Materi dari mata kuliah ini diserahkan sepenuhnya kepada dosen pengasuh berdasarkan topik yang dipilih. Dosen pengasuh mengumumkan topik yang dipilih serta rincian materinya secara terbuka kepada mahasiswa. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 65% Psikomotorik = 25% Disesuaikan mengikuti topik yang dipilih. 104

114 5.3 DESKRIPSI MATA KULIAH PRODI FISIKA FISIKA DASAR II SKS 4 (3 1) Kode MFA 121 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan fenomena fisika. Mata Kuliah ini membahas suhu, pemuaian dan hukum gas ideal, teori kinetik, kalor dan perpindahan, hukum pertama dan kedua termodinamika, gerak gelombang, bunyi, pemantulan dan pembiasan, lensa dan instrument optic, interferensi dan difraksi, polarisasi, teori relativitas khusus, teori kuantum. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 65% Psikomotorik = 25% 1. Giancoli, D.C General Physics. Prentice Hall, New Jersey. 2. Halliday, D. & R. Resnick Fisika. Jilid 1&2. Erlangga, Jakarta. Fisika Matematika I SKS 4 (4 0) Kode MFA 201 Prasyarat MPA 017, MPA 021, MFA 121 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menggunakan metode metode matematika untuk menyelesaikan persoalan fisika Fisika Matematika I membawa mahasiswa untuk memahami metode penjabaran matematis untuk persoalan persoalan fisika yang ditemukan secara rutin di lapangan atau di laboratorium sehingga mahasiswa memiliki kemampuan dan logika matematis dalam menguraikan persoalan fisika yang terkait di Seluruh mata kuliah di baik wajib maupun pilihan Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 60% Afektif = 20% Mathematical methods in physical science, Mary L. Boas, John Wiley and Sons, 1983 Fisika Matematika 2 SKS 4 (4 0) Kode MFA 202 Prasyarat MFA 201 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menggunakan metode metode matematika untuk menyelesaikan persoalan fisika Fisika Matematika 1 membawa mahasiswa untuk memahami metode penjabaran matematis untuk persoalan persoalan fisika yang ditemukan secara rutin di lapangan atau di laboratorium sehingga mahasiswa memiliki kemampuan dan logika matematis dalam menguraikan persoalan fisika yang terkait di Seluruh mata kuliah di baik wajib maupun pilihan Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 60% Afektif = 20% Mathematical methods in physical science, Mary L. Boas, John Wiley and Sons, 1983 Elektronika Dasar SKS 4 (3 1) Kode MFA 203 Prasyarat MFA Menjelaskan konsep, prinsip kerja dan menggunakan alat alat ukur yang digunakan dalam pengukuran dalam penelitian fisika 105

115 2. Menjelaskan konsep, prinsip kerja dan menggunakan komponen komponen elektronika 3. Menjelaskan konsep, prinsip kerja dan menggunakan piranti elektronika 4. Merancang dan mewujudkan rangkaian rangkaian elektronika untuk pengamatan, pengukuran dan perekaman yang dibutuhkan dalam penelitian fisika. Arus searah, rangkaian setara, pengisian dan pengosongan kapasitor, pengukuran listrik, arus bolak balik, rangkian filter dan menggambar diagram Bode, semikonduktor, dioda dan aplikasinya, transistor dan aplikasinya, penguat operasional dan aplikasinya, dasardasar digital, akuisisi data dan proses control, computer dan system antarmuka, dasardasar optoelektronika. yang terkait di Fisika Eksperimen, Metode Penelitian, Tugas Akhir I, Tugas Akhir II, Sistem Instrumentasi, Sistem Pengukuran Bobot kompetensi Kognitif = 50% Psikomotorik = 40% 1. Sutrisno, Elektronika 1, Teori dan Penerapannya, Penerbit ITB, Bandung (1987). 2. Sutrisno, Elektronika 2, Teori dan Penerapannya, Penerbit ITB, Bandung (1987). 3. Schuler, Electronics, Principles and Applications, McGraw Hill Education, International Edition, Singapore (2003) 4. Brophy, J. J., Basic Electronic for Scientists, Mc Graw Hill, USA (1966) 5. Malvino, A. P., Aprokmasi Rangkaian Semikonduktor, Pengantar Transistor dan Rangkaian Terpadu, Mc Graw Hill, USA (1994). Mekanika SKS 4 (4 0) Kode MFA 204 Prasyarat MPA Menjelaskan konsep konsep dasar mekanika sebagai cabang ilmu fisika tentang gerak benda dan gaya penyebabnya dengan benar dan baik. 2. Menjelaskan fenomena alam (dalam kehidupan sehari hari) berdasarkan konsepkonsep mekanika. 3. Mengaplikasikan konsep mekanika untuk penguasaan ilmu yang lebih lanjut. 4. Membangun keahlian berpikir kritis dan logis. mekanika mengajarkan tentang konsep atau hukum fisika tentang gerak benda dan gaya penyebabnya yang berlaku di alam semesta, baik pada sistem mikroskopik (tingkat elektronik) maupun sistem makroskopik (planet). Secara garis besar materi mata kuliah ini mencakup pengantar mekanika newton, dinamika partikel satu dimensi, osilator harmonik, analisis vektor, gerak partikel dalam dua dan tiga dimensi, gaya sentral, gerak benda tegar, gaya dan gravitasi, dan dinamika lagrange dan hamilton. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. Arya, A.P (1998);Introduction to Classical Mechanic, Prentice Hall, Eaglewood Cliff,New Jersey. 2. Goldstein, H. (1980);Classical Mechanics, 2 nd ed, chapter 1,2,and 3, Addison Wesley PublishingCo. Reading Massachusset. 3. Sears, F.W., Zemansky, M.W., and Young, H.D., (1980);University Physics, 5 th ed. Addison Wesley Publishing Co. Reading Massachusset. 4. Symon, K.R., (1971);Mechanics, 3 rd ed. chapter 1,2,3,5,6, and 9, Addison Wesley Publishing Co. Reading Massachusset. Listrik Magnet SKS 4 (4 0) Kode MFA 205 Prasyarat MFA Menganalisa berbagai persoalan yang ada dalam kelistrikan dan kemagnetan dengan menggunakan teori teori yang ada. 2. Merumuskan konsep medan elektromagnet secara logis dan analitis ini memberikan bahasan terhadap penurunan persamaan fundamental bagi 106

116 medan elektromagnetik yang diturunkan dengan cukup rinci mengingat kenyataan bahwa kebanyakan mahasiswa masih belum terbiasa merumuskan suatu konsep secara logis dan analitis matematis. yang terkait di Elektrodinamika klasik, Optik, Metoda Geofisika, Antena Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Griffiths, D.J. 1999, Introduction to Electrodynamics, 3 nd ed., Prentice Hall, 2. Jackson, J.D. (1975), Classical Elektrodynamics, 2 nd ed., Wiley, 3. Wangness, Ronald K. (1986), Elektromagnetic Fields, 2 nd ed., Wiley, Gelombang SKS 3 (3 0) Kode MFA 206 Prasyarat MFA 121 menjelaskan tentang konsep gelombang secara fisis maupun matematis serta sifat sifatnya, khususnya untuk gelombang mekanik dan elektromagnetik Matakuliah ini berisi tentang konsep konsep dasar osilasi dan gelombang beserta konsep dasar matematisnya, gerak harmonik sederhana (GHS), GHS teredam dan osilasi gaya memaksa (the force oscillation), osilasi terkopel, gelombang transversal, gelombang longitudinal, gelombang pada jalur transmisi, gelombang elektromagnetik, gelombang dimensi lebih dari satu, metodefourier, gelombang pada sistem optik, mekanika gelombang, osilasi non linear dan chaos, gelombang non linear, shocks dan soliton yang terkait di Optik, Fisika Kuantum, Geofisika Rekayasa dan Lingkungan. Fotonik dan Opto Elektronika, Laser, Fisika Inti, Fisika Teori, Sel Surya, Difraksi Sinar X, Seismologi, Metode Seismik, Sensor dan Tranduser, Optika Terapan, Optical Fiber, Akustik, Fisika Modern. Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Pain, H.J 1999, The Physics of Vibrations and Waves, 5th ed, John Wileys & Sons. 2. French,A.P. 1998,Vibrations and Waves, John Wiley &sons. 3. Tjia, M.O. 1994, Gelombang, Dabara Publishers 4. Sri Soejati, 2003, Catatan Kuliah Gelombang, Teaching Grant QUE Project Departemen Fisika UI Termodinamika SKS 3 (3 0) Kode MFA 207 Prasyarat MFA 121 Pada akhir kuliah diharapkan mahasiswa akan dapat menerapkan berbagai konsep dan aturan dalam termodinamika untuk menjelaskan berbagai gejala serta untuk memecahkan persolan fisika yang menyangkut perpindahan kalor pada sistem sistem sederhana. Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan menguasai konsep konsep dasar termodinamika, sistem dan satuan thermodinamika, sifat sifat thermodinamika, proses dan siklus, hukum hukum thermodinamika, perpindahan kerja dan kalor, entalpi, reversibilitas dan inversibilitas sifat sifat zat murni, temperatur dan hukum ke nol termodinamika, sistem dan persamaan keadaan, usaha mekanik eksternal, panas dan hukum pertama termodinamika untuk system tertutup dan sistem terbuka, hukum kedua termodinamika, siklus Carnot dan reversibilitas, entropi, potensial termodinamika, dan perumusan lengkap termodinamika menurut rumusan Maxwell. yang terkait di Fisika Statistik Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Zemansky MW and Dirmann RH, 1986, Kalor dan Termodinamika, 6 th Ed., Perterjemah: The How Liong, Penerbit ITB Bandung. 2. Sonntag RE and Van Wylen GJ, 1991, Introduction to thermodynamics, Classical and Statistical, 3 rd edition, John Wiley and Sons, USA. 3. Berbagai buku dan sumber yang terkait. 107

117 Fisika Modern SKS 3 (3 0) Kode MFA 208 Prasyarat MFA 121, MPA Menjelaskan konsep fisika yang dikaitkan dengan fenomena fenomena fisis secara mikroskopik 2. Mampu menjelaskan keterbatasan keterbatasan fisika klasik dalam upaya menjelaskan secara teori dari fenomena fenomena fisis tersebut, serta mampu menjelaskan fenomena fisis tersebut dengan menggunakan kerangka teori yang baru, teori kuantum. 3. Menjelaskan pengertian fisis persamaan persamaan matematik yang berkaitan dengan konsep fisika modern 4. Melakukan perhitungan matematis untuk menyelesaikan persoalan persoalan yang berkaitan dengan konsep fisika modern, Fisika Modern memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang teori relativitas, dualitas cahaya dan teori kuantum untuk menyiapkan kerangka bagi pengertian fisika atom dan nuklir. Selanjutnya teori atom dikembangkan dengan penekanan penekanan pada pengertian mekanika kuantum, diikuti dengan pemahaman sifat atom, selanjutnya akan dibahas inti atom dan radioaktivitas. Sebelum mengikuti perkuliahan ini diharapkan peserta kuliah sudah lulus mata kuliah fisika klasik (fisika dasar) dan dasar dasar kalkulus (Matematika dasar) karena kerangka konsep Fisika Modern tidak terlepas dari fenomena fenomena fisika klasik serta terdapat penurunanpenurunan dan perhitungan matematis untuk menyelesaikan persoalan persoalan yang berkaitan dengan konsep fisika modern. Melalui bekal pengetahuan dari mata kuliah ini diharapkan mahasiswa siap untuk mengikuti mata kuliah lanjutan seperti fisika kuantum, fisika inti, fisika zat padat, dan mata kuliah lain yang tergabung dalam Kelompok Bidang Minat (KBM) mata kuliah Fisika Inti, Fisika Reaktor, Fisika Radiasi, Fisika Kesehatan, yang terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 75% Psikomotorik = 5% Afektif = 25% Beiser, A,1990, Konsep Fisika Modern, 4 th Ed., Erlangga. Algoritma dan Pemrograman SKS 3 (2 1) Kode MFA 209 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu membuat program sederhana menggunakan salah satu bahasa pemrograman (Assembler, Basic, Visual Basic, C, C++, Visual C, Fortran, Delphi, Java, LabVIEW, dl) ini mengajarkan tentang dasar dasar algoritma pemrograman, jenis jenis bahasa pemrograman; perbedaan dan kelebihan masing masing bahasa pemrograman, flowchart, struktur program, statement dan sintax: masukan dan keluaran, berbagai tipe data, pengulangan/looping prosedur dan fungsi, pemrograman dengan tipe data array, menggunakan file. Prasyarat MPA 023 yang terkait di Semua mata kuliah yang berhubungan dengan komputasi, Tugas Akhir Bobot kompetensi Kognitif = 50% Psikomotorik = 40% 1. Muksin, Modul Ajar Algoritma dan Pemrograman, Jurusan Fisika FMIPA Unsyiah, Budi Sutedjo dan Michel AN, Algoritma dan Teknik Pemrograman: Konsep, implementasi dan Aplikasi, Penerbit Andi, Yogyakarta, Robertson L.A., Simple Program Design; Step by Step Approach, Third Edition, Penerbit Course Technology, Cambridge, USA,

118 Fisika Eksperimen I SKS 1 (0 1) Kode MFA 211 Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa mampu: 1. Meningkatkan dan menerapkan pemahamannya tentang konsep konsep/gejala gejala fisika. 2. Melatih kemampuannya dan merancang dalam penggunaan peralatan laboratorium. 3. Membuat suatu grafik hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain dalam suatu pokok bahasan dan mampu menarik suatu kesimpulan. Fisika adalah ilmu empiris. Segala sesuatu yang diketahui tentang dunia fisika dan konsepkonsep yang mengatur sifat sifatnya dapat diketahui melalui praktikum yang dilakukan di laboratorium. Fisika Eksperimen ini adalah matakuliah yang pelaksanaannya dalam bentuk praktikum, dimana didalamnya mencakup beberapa bidang ilmu yaitu fisika modern, listrik magnet, mekanika, termodinamika, dan gelombang. Dalam praktikum ini,materi modul yang diberikan sesuai dengan matakuliah semester sebelumnya. Selain untuk meningkatkan pemahaman konsep konsep /gejala gejala fisika, juga dapat memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan dan mengintegrasikan pengetahuan dan ketrampilannya yang telah ada secara nyata dalam praktikum. yang terkait di Fisika Eksperimen II, Fisika Eksperimen III Bobot kompetensi Kognitif = 10% Psikomotorik = 80% 1. Anonymous, Physics Experiments, Vol. 2 (Electricity and Electronics), Ed. 1. Leybold Heraeus GMBH, Koln, A.P. Malvino, Approksimasi Rangkaian Semikonduktor, Erlangga Jakarta, B.Mahan, 1995, University Chemistry, Addison wesley Publishing, INC, London. 4. Cullity, X Ray Diffraction, John Wiley and Sons, Singapura 5. C.Kittel, 1996, Introduction to Solid State Physics, Seven Addition, John Willey and Son, Inc, New York. 6. E.Henry Krause,1959, Minerology, Tosho Insatsu Printing CO, LTD, Jepang. 7. HALLIDAY, D.Resnick, 1984, Fisika, Jilid 2 (terj,pantur Silaban), Erlangga, Jakarta 8. Hayt,Ir,W, 1992, Elektromagnetik Teknologi, Terj, The Houw Liong,ed.V, Erlangga, Jakarta. 9. Leybold, heraeus GMBH, Physics Experimen, Mechanics, Applied Physics and Engineering, Volume 1, Edisi September L. Van Vlack, 1992, Ilmu dan Teknologi Bahan, Erlangga Jakarta 11. M.A.Omar, 1975, Elementary Solid State Physics: Principle and Aplications, Addison Wesley Publising CO, Singapore. 12. N. Suwitra, 1989, Pengantar Fisika Zat Padat, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta. 13. Reitz,John R, Frederic J Milford, Robert W Cristy, 1993, Dasar Teori Listrik Magnet, terj, Suwarno Wiryosimin, ed III, ITB, Bandung. 14. S.M.Sze, Semikonductor Devices, John Wiley, Newyork, Tipler, 1998, Fisika Untuk Sains dan Teknik, Jilid 2, ed III, terj Lea Presetio dan Rahmad W. Adi, Erlangga, Jakarta. Bahasa Inggris Ilmiah SKS 2 (2 0) Kode MFA 213 Prasyarat USK Berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dalam forum forum ilmiah baik tingkat nasional, regional dan internasional. 2. Menggunakan bahasa Inggris untuk memahami dan menguasai karya karya ilmiah yang disajikan dalam bahasa Inggris 3. Mengutarakan, menuliskan, dan mempresentasikan gagasan dan karya ilmiahnya dalam media media publikasi ilmiah baik tingkat nasional, regional dan internasional. 4. Mempresentasikan gagasan dan karya karya ilmiahnya dalam forum forum ilmiah baik tingkat nasional, regional, dan internasional. Mahasiswa akan belajar bagaimana penulisan bahasa Inggris, penulisan umum, penulisan ilmiah, bagaimana membaca dan memahami sebuah karya ilmiah yang ditulis dalam 109

119 bahasa Inggris, bagaimana menyiapkan sebuah tulisan umum yang berupa biodata atau resume, bagaimana menuliskan sebuah tulisan ilmiah. Belajar melakukan presentasi dalam bahasa Inggris, melakukan percakapan dan pendengaran dasar, menengah dan lanjut, pengenalan pada tes TOEFL atau IELTS, pengayaan kosa kata, latihan menulis dan mempresentasikan makalah ilmiah dalam bahasa Inggris. yang terkait di Seminar, Metode Penelitian, semua mata kuliah dari semester 3 ke semester atas dengan buku teks utama dalam bahasa Inggris Bobot kompetensi Kognitif = 40% Psikomotorik = 50% 1. Porter, D Check Your Vocabulary for Academic English, Petter Collin Publishing. 2. Thomson, A. J., and Martinet, A. V A Practical English Grammar, 4 th Ed. Oxford University Press 3. Todd, V. and Cameron, P Prepare for IELTS: Academic Modules, Insearch Language Centre and International Programmes, University Technology, Australia 4. Lougheed, L How to prepare for the TOEFL Essay, 2 nd Ed., Barron s Educational Series, Inc. Optika SKS 4 (3 1) Kode MFA 301 Prasyarat MFA Menjelaskan prinsip prinsip fisika yang mendasari optik 2. Menyelesaikan soal soal dasar optik 3. Melakukan beberapa percobaan optik Optika meliputi tiga bagian utama, yaitu optik geometri, optik gelombang dan optik modern. Materi ketiga bidang utama tersebut meliputi propagasi cahaya, sifat vektor cahaya, koherensi dan interferensi, interferensi berkas jamak, difraksi, optika zat padat, radiasi termik, spektra optik dan laser. yang terkait di Mata kuliah di KBM GOAL Bobot kompetensi Kognitif = 65% Psikomotorik = 30% Afektif = 5% 1. Eugene Hecht. Optics, Addison Wesley 2. Fowles, G.R, Introduction to modern optics 3. Frank L. Pedrotti, Introduction to Optics Fisika Zat Padat SKS 4 (4 0) Kode MFA 302 Prasyarat MFA 208 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan konsep konsep ilmu fisika zat padat serta penerapannya Fisika Zat Padat merupakan sebuah mata kuliah wajib. Dalam mata kuliah ini, mahasiswa mempelajari fenomena fenomena fisika yang berkaitan dengan sifat bahan antara lain: struktur kristal, gelombang difraksi, ikatan kristal, vibrasi kristal, sifat termal, elektron bebas, pita energi, semikonduktor, superkonduktor, dan fisika permukaan. yang terkait di Difraksi Sinar X, Bahan Magnetik Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Introduction to Solid State Physics, C. Kittle, John Willey & Sons, Inc. 2. Solid State Physics, Ashcroft and Mermin Fisika Kuantum SKS 4 (4 0) Kode MFA 303 Prasyarat MFA 201, MFA 202, MFA

120 1. Menjelaskan konsep dan penerapan fisika kuantum 2. Menjelaskan perbedaan mekanika klasik dan mekanika kuantum Salah satu tuntutan bagi lulusan perguruan tinggi adalah dikuasainya kemampuan untuk berpikir logis dan sistematis. Fisika Kuantum dimaksudkan untuk memberikan pemahaman terhadap konsep konsep mekanika secara kuanta/paket, yang akan berbeda tinjauannya dibandingkan dengan mekanika biasa. Dalam fisika kuantum untuk menentukan solusi dari sebuah persoalan adalah dengan menggunakan konsep yang menggabungkan teori gelombang dan mekanika klasik. yang terkait di Fisika Zat Padat, Fisika Statistik, Mekanika Kuantum Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Gasioriwicz,S. 1996, Quantum Physics, John Willey & Sons. 2. Powell,J.L and Crasemann, 1961, Quantum Mechanics, Addison Wesley Publishing Company. 3. Dicke,R.H. and Wittke, J.P.1980, Quantum Mechanics, Addison Wesley Publishing. 4. Singh, S.P. and Bagde, M.K.and Singh, K., 2002, Quantum Mechanics, S. Chand. Fisika Inti SKS 4 (4 0) Kode MFA 304 Prasyarat MFA Memahami konsep konsep dan metode metode dalam fisika inti. 2. Mengoperasikan dan menggunakan rumusan dan persamaan yang ada untuk menyelesaikan perhitungan yang terkait dengan fisika inti. 3. Mengkomunikasikan hasil pemikiran dan pekerjaannya baik secara lisan maupun tulisan. Salah satu tuntutan kompetenti bagi lulusan ilmu fisika adalah mampu memahami konsepkonsep ilmu Fisika serta terapannya. fisika inti dimaksudkan untuk memberikan pemahaman lanjutan terhadap inti atom yang meliputi sifat sifat inti, radioaktivitas, reaksi inti, dan aplikasinya. ini juga memberikan pemahaman dasar tentang fisika partikel yang akan menunjang mata kuliah terkait di semestersemester selanjutnya. yang terkait di Radioaktivitas Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Atam P. Arya. 1966, Fundamental of Nuclear Physics, Allen and Baccob Inc. 2. E. Segre. 1977, Nuclei and Particles, Benjamin Inc. 3. Kaplan. 1963, Nuclear Physics, 2 nd edition, Addison Wesley. 4. Meyerhoff, W.E. 1967, Element of Nuclear Physics, Mc Graw Hill Book Co. Fisika Statistik SKS 3 (3 0) Kode MFA 305 Prasyarat MFA Menjelaskan konsep konsep fisika untuk sistem berskala makroskopik (macroscopic scale) 2. Menjelaskan sifat sifat makroskopik sistem fisika dalam sifat sifat mikroskopik 3. Menggunakan metode metode statistika dan konsep konsep fisika untuk menganalisa sistem sistem berskala makroskopik 4. Melakukan formulasi, simulasi dan kalkulasi sistem sistem berskala makroskopik. 5. Mengaplikasikan konsep konsep dan prinsip prinsip statistik dan fisika untuk analisa dan penalaran sistem sistem makro yang telah ada, yang sedang dikembang ataupun yang akan ada di masa yang akan datang. Secara umum, analisa dan penalaran dalam ilmu fisika dikembangkan melalui pendekatan sederhana dan mudah menuju ke hal hal kompleks. Dasar dasar pemahaman dan konsepkonsep dimulai dari sistem yang paling sederhana (mikroskopik) menuju ke sistem yang sangat kompleks, dengan jumlah komponen yang sangat besar (macroscopic scale). Inilah 111

121 yang yang menjadi kajian fisika statistik. Dimulai dengan tinjauan sifat statistik hukumhukum termodinamika, kemudian mengkaji statistika Maxwell Boltzmann dan aplikasinya, statistika Bose Einstein dan aplikasinya, statistika Fermi Dirac dan aplikasinya, kapasitas panas zat padat, suhu dan entropi, termodinamika gas, fase kesetimbangan, aplikasi termodinamika statistik, ensemble kanonik dan grand ensemble kanonik yang terkait di Fisika Modern, Fisika Kuantum, Fisika Inti, Fisika Zat Padat, Fisika Termal/Termodinamika, Semikonduktor, Laser I, Laser II, Listrik dan Magnet, Optika, Fotonika Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Mandl, F. 2007, Statistical Physics, 2nd ed, John Wileys & Sons. 2. Pointon, A. J. 1978, Introduction to Statistical Physics, Longman. 3. Abdullah, M. 2009, Pengantar Fisika Statistik, KK Fismatel FMIPA Institut Teknologi Bandung. Fisika Komputasi SKS 4 (3 1) Kode MFA 307 Prasyarat MFA Mengaplikasikan pengetahuan Fisika dalam menyelesaikan permasalahan 2. Melakukan pemodelan matematis dan simulasi dalam menyelesaikan masalah 3. Menggunakan peralatan teknologi informasi dan komputer terutama yang berkaitan dengan fisika ini membahas tentang cakupan metode metode numeric yang biasanya digunakan untuk menyelesaikan permasalahan permasalahan dalam fisika. Contoh penerapan tersebut meliputi persamaan persamaan diferensial biasa dan diferensial parsial, sistem sistem linear, integrasi numeric, dan metode metode stochastic. Setiap algoritma akan dibahas dalam konteks fisika yang meliputi sejumlah lingkup ilmu fisika mulai dari mekanika klasik dan listrik static sampai dengan fisika statistic dan kuantum. Mahasiswa yang mengambil matakuliah ini diharapkan mampu berkerja dengan sistem operasi Linux dan mengaplikasikan bahasa pemograman tingkat tinggi seperti C/C++ atau Fortran. Tinjauan secara ringkas tentang dasar dasat pemograman tetap akan diberikan pada tahap awal perkuliahan. Contoh dan penyelesaian masalah dalam perkuliahan ini akan diberikan dalam Fortran atau C++ (dapat dipilih salah satu). Materi perkuliaha secara kesuluruhan meliputi: 1. Pengenalan berkerja dengan sistem operasi Linux. 2. Pengantar pemograman dalam bahasa C++ atau Fortran (dapat dipilih salah satu). 3. Persamaan diferensial biasa dalam fisika: kinematika, osilasi, gerak melingkar, sistemsistem non linear dan chaos. 4. Persamaan diferensial parsial dalam fisika; Persamaan Laplace dalam listrik static, persmaan gelombang. 5. Sistem sistem acak dan metode metode stochastic: random walks dan difusi, cluster growth dan fractal, integrasi Monte Carlo 6. Sistem sistem kuantum: persamaan Schrodinger tidak bergantung dan bergantung waktu, metode metode matriks dan variational. yang terkait di Fisika Statistik, Fisika Kuantum, Optik, sejumlah matakuliah KBM, Tugas Akhir I dan Tugas Akhir II. Bobot kompetensi Kognitif = 45% Psikomotorik = 45% 1. Computational Physics, Rubin H. Landau and Manuel J. Paez, Willey VCH 2. Computational Physics; an Introduction, Franz J. Vesley, 2 nd Edition, Kluwer Academic/Plenum Publisher 3. A first Course in Computational Physics and Object Oriented Programming with C++, David Yevick, Cambridge. 4. An Introduction to Computer Simulation Method : 2 nd Edition, Harvey Gould and Jan Tobochnik, Addison Wesley 5. Computational Physics, Nicolas Giordano, Prentice Hall 6. Partial Differential Equations : Modelling, Analysis and Computation, R.M.M. Matheij et.al, SIAM Publisher Fisika teori SKS 4 (4 0) 112

122 Kode MFA 401 Prasyarat MFA 205, MFA Menjelaskan konsep konsep fisika kompleks. 2. Mampu malakukan penerapan fisika teori dalam berbagai eksperimen fisika. Salah satu tuntutan bagi lulusan perguruan tinggi adalah dikuasainya kemampuan untuk berpikir logis dan sistematis. fisika teori dimaksudkan untuk memberikan pemahaman terhadap konsep konsep fisika secara pendekatan matematis, yang akan berbeda tinjauannya dibandingkan dengan mekanika biasa. Dalam fisika teori untuk menentukan solusi dari sebuah persoalan adalah dengan menggunakan konsep yang menggabungkan berbagai teori fisika dan aproksimasi matematika. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Morse, Philip M & Feshbach,H, (1953), Methods of Theoretical physics, McGraw HillBook Company,inc. 2. Greenwood, D.T,(1985), Classical Dynamics, Second Edition, Prentice Hall 3. Goldstein H., (1950), Classical Mechanics, Addison Wesley 4. Jackson, J.D.,(1975). Classical Electrodynamics, Wiley Metode Penelitian SKS 2 (2 0) Kode MFA Menyusun langkah langkah dalam melakukan eksperimen yang baku secara ilmiah 2. Melakukan pengambilan data secara benar dan akurat 3. Mengolah data eksperimen secara benar dan akurat 4. Melakukan analisa terhadap data yang diperoleh secara detil Metode Penelitian membawa mahasiswa untuk memahami metode mengadakan penelitian baik di lapangan, di laboratorium maupun di dalam minda untuk eksperimen yang bersifat gedanken, melakukan pengambilan data secara teliti dan akurat, dan menganalisa hasil penelitian. yang terkait di Tugas Akhir I, Tugas Akhir II Bobot kompetensi Kognitif = 40% Psikomotorik = 40% Afektif = 20% Seminar Kode MFA 405 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan dan membuat makalah ilmiah serta mampu mempresentasikannya secara baik dan benar. Topik yang dibahas dalam seminar adalah topic topik penelitian yang berasal dari jurnal nasional dan internasional terbitan lima tahun terakhir atau studi literatyr yang sesuai dengan kelompok bidang minat yang ada di Jurusan Fisika. Proses penyusunan makalah dibimbing oleh sorang dosen yang ditunjuk oleh coordinator matakuliah. yang terkait di Tugas Akhir I dan Tugas Akhir II Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% Jurnal nasional dan internasional terbitan lima tahun terakhir atau buku literatur sesuai dengan topic yang dipilih. 113

123 MATA KULIAH PILIHAN FISIKA Fotonika SKS 3(3 0) Kode MFA Menjelaskan konsep konsep dasar Fotonika dan aplikasinya 2. Menjelaskan bagaimana sifat cahaya, bagaimana memanipulasinya untuk berbagai aplikasi 3. Menjelaskan bagaimana cahaya diproduksi, dikarakterisasi, ditransmisikan dan dideteksi. Pendahuluan fotonika, aplikasi aplikasi fotonika untuk komunikasi, spektoskopi, sistem display, system penemu jarak jauh, pengukuran, dan lain lain, sifat cahaya, optika geometrik, optika gelombang, sumber foton, laser, pandu gelombang (serat) optik, perangkat optik, detektor optik, menumpangkan informasi pada radiasi elektromagnetik, teknik teknik komunikasi, perangkat pencitraan dan penampil. yang terkait di Laser I, Laser II, Serat Optik, Optoelektronika, Fisika Zat Padat, Fisika Kuantum Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Saleh, B. E. A. and Teich, M. C. Fundamentals of Photonics, Wiley & Sons. 2. Smith, F.G. and King, T.A. Optics and Photonics: An introduction, Manchester Physics. 3. Eugene Hecht, Optics, Addison Wesly, 4th edition, Fawwalz T. Ulaby, Fundamentals of Applied Electromagnetics, Prentice Hall, Clifford Pollock, Michal Lipson, Integrated Photonics, Kluwer Academic Publishers, Pengantar Geofisika SKS 2 (2 0) Kode MFA Menggunakan konsep, metode dan penalaran dasar geofisika terkait dengan bidang ilmu yang ditekuninya. 2. Menerapkan dan menghubungkan berbagai metode geofisika dan sifat fisis kebumian. 3. Mengkomunikasikan hasil pemikiran dan pekerjaannya baik secara lisan maupun tulisan. ini dimaksudkan dan memberikan dasar dasar pemahaman tentang Pengertian, Konsep Dasar, Pengertian dan Aplikasi dari metode Gravity, Magnetik, Resistivity, Seismik Refraksi, Seismik Refleksi dan Elektromagnetik. Materi dalam mata kuliah ini juga memberikan dasar dasar pemahaman dan kemampuan dalam penyelenggaraan kegiatan survei dan penelitian basic, sesuai dengan tujuan dan kurikulum program studi. yang terkait di mata kuliah di KBM Geofisika Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Garland, Introduction to Geophysics, Saunders, Howell, Introduction to Geophysics, McGraww Hill, Bullen, Introduction to Seismology, Cambridge University Press, Dabrin, Introduction to Geophysical Prospecting, McGraw Hill, 1976 Fisika Lingkungan Kode MFA 504 Memahami bumi dalam tata surya, atmosfir, cuaca dan iklim,udara dan pencemaran, efek rumah kaca dan emisi gas, hujan asam, sumber daya air, radiasi, tanah dan pengelolaannya, sampah dan limbah, bising suara dan pengendaliannya. pengenalan AMDAL dan ISO

124 Dalam matakuliah ini diajarkan pengetahuan bumi dalam tata surya, atmosfir, cuaca dan iklim,udara dan pencemaran, efek rumah kaca dan emisi gas, hujan asam, sumber daya air, radiasi, tanah dan pengelolaannya, sampah dan limbah, bising suara dan pengendaliannya. pengenalan AMDAL dan ISO yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Aswathanarayana, U, Geoenvirontmental, Balkema, Rotterdam, Henry, J.G., Heinke, G.W. (1996) Environmental Science and engineering, Prentice Hall, Inc., New Jersey. 3. Riordan, T.O. (1995) Environmental Science for Environmental Management, Longman Group Limited, England. 4. Soedomo, M, Kumpulan Karya Ilmiah, Pencemaran Udara, Penerbit ITB, Bandung, Tjasyono, B, Geosains, Penerbit ITB, Bandung, 2003 Biofisika SKS 2 (2 0) Kode MFA Menjelaskan konsep konsep fisika yang berkaitan dengan bidang biologi, khususnya manusia. 2. Mempresentasikan tugas (review jurnal) yan berkaitan dengan ilmu biofisika Biofisika merupakan aplikasi konsep konsep fisika dalam bidang biologi, meliputi biomekanik, biolistrik, biologi fisik, biofluida, bioakustik, biooptik, dan biothermal. Untuk memperdalam pemahaman dan mengetahui aplikasi konsep fisika kedalam bidang biologi mahasiswa akan diberi tugas untuk mereview jurnal jurnal terkait mata kuliah Instrumentasi Medik, Fisika Kesehatan yang terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 15% Afektif = 15% Ackerman, E,1979,Ilmu Biofisika, terjemahan oleh Redjani dan Abdulbasir, Airlangga University Press. Spektroskopi SKS 2(2 0) Kode MFA Menjelaskan konsep konsep fisika yang mendasari spektroskopi 2. Menjelaskan prinsip kerja teknik teknik spekroskopi dan aplikasinya. Tinjauan mengenai mekanika kuantum, radiasi elektromagnetik dan interaksinya dengan atom dan molekul, metode metode eksperimen, simetri molekul, spektroskopi rotasi, spektroskopi vibrasi, spektroskopi elektronik, spektroskopi fotoelektronik, laser dan spektroskopi, laser dan spektroskopi laser. yang terkait di Laser I, Laser II, Serat Optik, Optoelektronika, Fisika Zat Padat, Fisika Kuantum Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. J. M. Hollas, Modern Spectroscopy, John Wiley & Sons Ltd, Fourth Edition, West Sussex, England, W. Demtroder, Laser Spectroscopy, Basics Concepts and Instrumentation, Third Edition, Springer Verlag Berlin Heidelberg, Germany, Laser I Kode MFA

125 1. Menjelaskan konsep dasar untuk pembangkitan laser (lasing), 2. Menjelaskan bagian bagian utama untuk pembangkitan laser dan prinsip kerjanya. 3. Menjelaskan prilaku/sifat laser Konsep pendahuluan, interaksi radiasi dengan atom dan ion, level energi, transisi dalam molekul dan semikonduktor, propagasi sinar dan gelombang melalui media optik, resonator, pemompaan, prilaku laser. yang terkait di Optoelektronika, elektronik kuantum, spektroskopi, laser II, sistem komunikasi optik, pengolahan citra digital, sistem komunikasi optik, Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Orazio Svelto, Principles of Lasers, Fourth Edition, Springer Science, New York, United States of America, Cristopher C. Davis, Laser and Electro Optics 3. Sargent Murray; Laser Physics Laser II SKS 2(2 0) Kode MFA 508 Prasyarat MFA Mengenal jenis jenis laser 2. Menjelaskan prinsip kerja dan teknologi jenis jenis laser 3. Menjelaskan aplikasi laser dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi Laser zat padat dan laser semikonduktor, laser cairan, laser gas, laser sinar X, sifat sifat berkas laser, aplikasi laser dalam fisika, kimia, biologi, kesehatan, material, meteorologi dan lain lain. yang terkait di Optoelektronik, elektronik kuantum, sprktroskopi laser, laser II, pandu gelombang, sistem komunikasi optik, pengolahan citra digital, sistem komunikasi optik, Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% Pustaka : 1. Orazio Svelto, Principles of Lasers, Fourth Edition, Springer Science, New York, United States of America, Svelto, Princiople of Laser 3. Sargent Murray; Laser Physics Astronomi SKS 2 (2 0) Kode MFA 509 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan benda benda langit dan evolusinya Astronomi menerangkan tentang benda benda langit dan mekanisme interaksinya serta metode pengenalannya dari bumi melalui berbagai metode yang terkait di Tugas Akhir Bobot kompetensi Kognitif = 50% Psikomotorik = 25% Afektif = 25% Hannu Karttunen et al, Fundamental of Astronomy, Springer, 2006 Elektrodinamika SKS 2 (2 0) Kode MFA 511 Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan dan mengaplikasikan teori dasar dari gelombang elektromagnetik dalam propagasi pandu gelombang, hamburan dan difraksi serta medan radiasinya. Dalam mata kuliah ini, mahasiswa mempelajari tentang teori dasar gelombang elektromagnetik, pandu gelombang, propagasi gelombang dalam pandu gelombang, hamburan dan difraksi dan medan radiasi dari gelombang elektromagnetik. 116

126 yang terkait di Elektrodinamika Klasik Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Jackson, J.D.,(1975). Classical electrodynamics, Wiley 2. Sharipov,R.A., (1997). Classical Elektrodynamics and Theory of Relativity ; the Manual, Bashkir state University ufa 3. Tjia, M.O., (1998). Teori Elektrodinamika Klasik, Dept. Fisika ITB Teknologi Lapisan Tipis SKS 2 (2 0) Kode MFA Menjelasan cara fabrikasi lapisan tipis 2. Mendesain lapisan tipis anti refleksi, hight refleksi dan filter Metode matematika, lapisan anti refleksi, kaca netral dan pemecah berkas, lapisan jamak pemantulan tinggi, filter edge, band pass filter, metode produksi dan material lapisan tipis, monitoring lapisan uniform dan ketebalan, speksifikasi filter dan efek lingkungan, aplikasi filter dam lapisan, lapisan special dan topik khusus yang terkait di Fisika Kuantum, Fotonik dan Opto Elektronika, Laser, Fisika inti, Sel Surya, Optical Fiber, Komunikasi Optik Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Macleod, H A.,1969, Thin Film Optical Filter, 2nd ed, Adam Hilger 2. Heavens, O.S., 1955,Optical Properties of Thin Solid Films., Butterworths Scientific Publications 3. Knittl Zdenek. 1976,Optics of Thin Films, John Wiley & Sons 4. Holland, L., 1958, Vacuum Deposition of Thin Films, Chapman & Hall Ltd. Penginderaan Jauh SKS 2 (2 0) Kode MFA Mejelaskan tentang prinsip prinsip dasar penginderaan jauh dan aplikasinya 2. Menjelaskan tentang cara cara memperoleh, memproses, menampilkan dan menganalisa citra digital sesuai dengan kebutuhan 3. Memanfaatkan data, teknik teknik, metode dan aplikasi dari penginderaan jauh untuk memenej sumber daya alam dan lingkungan Matakuliah ini mengenalkan dan menjelaskan tentang prinsip prinsip fisika yang dipakai dalam penginderaan jauh, teknik fotografi udara, photogrametry, jenis sensor yang digunakan untuk memonitor bumi dan permukaannya, paket dan platform sensor, distribusi data satelit, analisa citra RADAR dan LIDAR, aplikasi penginderaan jauh dalam pemetaan geologi, hidrology, kelautan, polusi dan eksplorasi sumber daya alam. yang terkait di Sistem Informasi Geografis Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Introduction to Remote Sensing, Cambell, James B., London, Taylor & Francis, 3 rd Edition, Remote Sensing and Image Iterpretation, Lillesand, Thomas M., New York; Chicester, Wiley Remote Sensing of the Environtment; An Erath Resorces Perspective, Jensen, John R., Prentice Hall, Sistem Informasi Geografis SKS 2 (2 0) Kode MFA

127 1. Menjelaskan konsep konsep SIG serta memiliki keterampilan dalam implementasi dan aplikasi aplikasinya. 2. Menggunakan dan menganalisis data dalam sebuah bentuk (model) representasi miniatur permukaan bumi untuk dimanipulasi, dimodelkan, atau dianalisis. ini mengkaji tentang perkembangan, komponen, unsur unsur esensial, struktur data, penginderaan jauh dan SIG, pembuatan peta digital (teori dan praktek), pemasukan data non grafis/atribut, pengolahan database (teori dan praktek) dan beberapa aplikasi SIG dalam kajian geografi. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Prahasta, Eddy, 2003, Sistem Informasi Geografis: Konsep konsep Dasar, Bandung: Penerbit Informatika. 2. Prahasta, Eddy, 2005, Aplikasi Pemrograman MapInfo, Bandung: Penerbit Informatika 3. Budiyanto, Eko, 2005, Sistem Informasi Geografis Menggunakan ArcView GIS, Yogyakarta, Penerbit Andi Teori Group SKS 2 (2 0) Kode MFA 518 Setelah kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan dan menjelaskan tentang group dan aplikasinya dalam ilmu fisika. Dalam mata kuliah ini mahasiswa mempelajari tentang pendahuluan teori group yang merupakan bagian dari teori himpunan. Selanjutnya akan dipelajari tentang sifat umum dari group dan pemetaannya, representasi group, representasi irreduksibel, aplikasi group dalam fisika, dan group continue. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Jones, H.F., (1992), Group, Representations and Physics, Adam Hilger, Bristol and New york 2. Baumslag, B. (1968),Theory and Problems of Group theory, Schaum outline series, McGraw Hill Book Company,New York Fisika Partikel SKS 2 (2 0) Kode MFA 520 Setelah kuliah ini mahasiswa mampu menjalankan konsep dari fisika partikel elementer. Dalam matakuliah ini mahasiswa mempelajari tentang fenomologi sifat partikel dan interaksinya, simetri dan hukum kekekalannya,kinematika relativistiknya, dan teori medan gauge. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Griffiths, D., Introduction to Elementary particles, John Wiley 2. Hazlen, F. & A. D. Martin, Quarks & Lepton, John Wiley 3. Martin, A.D. & Shaw, 1990, Particle Physics, Manchester Uni Press., 1990 Metode Numerik SKS 2 (2 0) Kode MFA Menjelaskan konsep konsep metode numerik. 118

128 2. Mengaplikasikan metode numerik dalam menyelesaikan persoalan persoalan fisika. Konsep Kesalahan (Error), Pencarian Akar Persamaan, Sistem Persamaan Non Linier, Sistem persamaan Linier, Pencocokan Kurva, Integrasi Numerik, Penyelesaian Persamaan Diperensial secara numerik dan Penerapan Metode numerik dalam menyelesaikan persoalan persoalan fisika. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Anthony O Hare, Numerical Methods for Physicists, Steven C. Chapra, Ph.D dan Raymond P. Canale, Ph.D, Metode Numerik, (Terjemahan), Penerbit Erlangga, Jakarta, Mekanika Analitik SKS 2 (2 0) Kode MFA 522 Prasyarat MFA 204 Setelah kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan konsep dinamika klasik dari partikel dengan beberapa solusi penyelesaiannya, serta mampu menjalankan konsep medan klasik serta konsep simetri secara luas. Dalam mata kuliah ini mahasiswa mempelajari tentang dinamika klasik dari partikel, dan dilanjutkan pengantar pada teori medan klasik serta prinsip prinsip simetri. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Greenwood, D.T,(1985), Classical Dynamics, Second Edition, Prentice Hall. 2. Goldstein H., (1950), Classical Mechanics,Addison Wesley 3. Marion J.B., (1965), Classical Dynamics, Academic Press Fisika Relativitas SKS 2 (2 0) Kode MFA 523 Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan konsep teori relativitas khusus, smenganalisa vektor dan tensor dalam relativitas khusus serta representasi spinor ini mempelajari tentang relativitas khusus, transformasi Lorentz, formulasi kovarian empat dimensi, persamaan gaya, dan energi dalam mekanika relativistik yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Rindler, W., 1991, Introduction to Special Relativity, 2 nd, OUP 2. Schroder, U.E., Special Relativity, World Scientific Mekanika Kuantum SKS 2 (2 0) Kode MFA 524 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan dan menjelaskan konsep konsep mekanika kuantum Materi kuliah ini meliputi tinjauan fisika kuantum, representasi operator, nilai eigen, representasi Schrodinger, Heisenberg, interaction, teori gangguan, matriks hamburan, teorema optics, Dyson chronological ordering, teorema Wick, diagram Feyman, konsep propagator, kuantisasi kedua yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 119

129 1. W. Greiner, Quantum Mechanics, An Introduction, Springer (1994) 2. Davydov, Quantum Mechanics, MCGraw Hill (1965) 3. M. Bacher E, Quantum Mechanics, John Wiley&Sons (1961) Mekanika Statistik SKS 2 (2 0) Kode MFA 525 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan konsep mekanika statistik klasik dan kuantum Materi kuliah ini meliputi mekanika statistic klasik, esambel kanonik, esambel grand kanonik, mekanika statistic kuantum, sifat sifat umum fungsi partisi, metode aproksimasi, system fermi, system bose yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. K. Huang, Statistical Mechanics, Second Edition, John Wiley (1987) 2. F. Reif, Fundamental of Statistical and Thermal Physics, MCGraw Hill (1985) 3. B. Suprapto, Diktat Kuliah Mekanika Statistik, ITB (1997). Fisika Plasma SKS 2 (2 0) Kode MFA 526 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan konsep dan aplikasi menjelaskan fisika plasma Materi kuliah ini meliputi dasar dasar fisika plasma, gelombang dalam plasma, pengantar magnetohidrodinamik, dinamika fluida mekanik, fisika plasma panas, plasma suhu rendah, plasma yang terkopel dengan kuat, plasma diagnostik, observasi fluktuasi plasma, sumber cahaya lucutan gas, fusi nuklir. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% Andreas Dinklage et al., Plasma Physics,Lect. Notes Phys. 670 (Springer, Berlin Heidelberg 2005) Elektrodinamika Klasik SKS 2 (2 0) Kode MFA 527 Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan dan mengaplikasikan teori dasar dari gelombang elektromagnetik dalam propagasi pandu gelombang, hamburan dan difraksi serta medan radiasinya. Dalam mata kuliah ini, mahasiswa mempelajari tentang teori dasar gelombang elektromagnetik, pandu gelombang, propagasi gelombang dalam pandu gelombang, hamburan dan difraksi dan medan radiasi dari gelombang elektromagnetik. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Jackson, J.D.,(1975). Classical electrodynamics, Wiley 2. Sharipov,R.A., (1997). Classical Elektrodynamics and Theory of Relativity ; the Manual, Bashkir state University ufa 3. Tjia, M.O., (1998). Teori Elektrodinamika klasik, Dept. Fisika ITB Pemrograman Lanjut Kode MFA

130 Prasyarat MFA 209 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu melakukan pemograman untuk menyelesaikan masalah menggunakan salah satu bahasa pemrograman baik berbasis teks atau objek menggunakan Assembler, Basic, Visual Basic, C, C++, Visual C, Fortran, Delphi, Java, LabVIEW, dll untuk simulasi, kalkulasi atau pengendalian. ini mengajarkan tentang pemanfaatan bahasa pemrograman untuk menyelesaikan permasalahan dalam fisika yang berkaitan dengan simulasi, kalkulasi, pengolahan, analisis atau pengendalian. yang terkait di Mikrokomputer, Mekatronika, Sistem Kontrol, Tugas Akhir Bobot kompetensi Kognitif = 40% Psikomotorik = 40% Afektif = 20% 1. Robertson L.A., Simple Program Design; Step by Step Approach, Third Edition, Penerbit Course Technology, Cambridge, USA, Robert H. Bishop, Learning With LabVIEW 7 Express, Person Pretince Hall, New Jersey, Abdul Kadir, Pemrograman C dan C++, Penerbit Andi, Yogyakarta, Patrick Naughton, Java Handbook, Konsep Dasar Pemrograman Java, Penerbit Andi, Jogyakarta Harvey Gould and Jan Tobochnik, An Introduction to Computer Simulation Method : 2 nd Edition, Addison Wesley Ketrampilan Elektronika dan Instrumentasi SKS 1 (0 1) Kode MFA Menggunakan perangkat lunak disain elektronika dan instrumentasi. 2. Menggunakan peralatan dan bahan kerja disain elektronika dan instrumentasi 3. Merancang diagram sistem elektronika dan instrumentasi, skema rangkaian elektronika dan membuat PCB. 4. Mengenal komponen elektronika membaca diagram pengkabelan listrik. ini lebih menekankan aspek psikomotor terhadap ketrampilan dasar elektronika dan instrumentasi. Mahasiswa akan belajar tentang fungsi komponen elektronika dan simbolnya berdasarkan datasheet, peralatan/toolkit (tang, solder, pinset, obeng, dll) dan bahan kerja elektronika (timah, PCB, papan akrilik, kabel, protoboard, kertas transfer, dll), disain blok diagram dan diagram alir sistem instrumentasi, penggunaan software untuk mendisain serta mensimulasi rangkaian dan PCB elektronika (Protel, Eagle, PCB desainer), pengkabelan listrik menggunakan software visio, dan merancang casing sistem elektronika instrumentasi. yang terkait di Instrumentasi Medik, Instrumentasi Pengukuran, Tugas Akhir Bobot kompetensi Kognitif = 30% Psikomotorik = 50% Afektif = 20% 1. Owen Bishop, 2001, Dasar dasar Elektronika, Penerbit Erlangga, Jakarta 2. Keith Brindley, 2005, Starting Electronics, Third Edition, Elservier, Burlington Teknik Digital SKS 2 (1 1) Kode MFA 532 Prasyarat MFA 203 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan prinsipprinsip elektronika digital yang menjadi dasar dari sistem peralatan yang berbasis mikroprosesor dan komputer, mengenal IC digital dan aplikasinya dalam teknologi. ini mengajarkan tentang : 1. Digital dan Sistem bilangan; desimal, biner, heksadesimal, oktal, BCD, gray dan Konversi sistem bilangan. 2. Aritmatika Biner dan Heksadesimal 3. Gerbang logika; NOT, AND, OR, NAND, XOR, NOR dan XNOR 4. Kombinasi Gerbang. 5. Penyederhanaan Gerbang 6. Flip Flop; Multivibrator, R S Flip Flop, D Flip Flop, dan J K Flip Flop. 121

131 7. Counter dan Pembagi Frekuensi, pencacah biner 4 bit, counter biner 4 bit, down counter 4 bit, dan up down counter. 8. Register Geser; Encoder, Decoder dan Multiplekser; register geser beban seri, register geser beban paralel, encoder, decoder dan multiplekser. 9. ADC/DAC 10. Perancangan rangkaian counter, traffic light 2 arah, penjumlah elektronik dan digital digital sederhana lainnya. 11. Dasar dasar mikroprosesor yang terkait di Mikrokontroler, Sistem Jaringan Komputer Bobot kompetensi Kognitif = 50% Psikomotorik = 40% 1. William Kleitz, Digital Electronics: A Practical Approach, Prentice Hall, New Jersey, Tokheim, Roger, Prinsip prinsip Digital, Edisi II Jakarta, Erlangga, Mismail, B., Dasar Dasar Rangkaian Logika Digital, ITB, Bandung, Ibrahim, KF., Teknik Digital, PT. Andi, Yogyakarta, Sutina, Prinsip prinsip dan penerapan digital, Jakarta, Erlangga, Morris Manno, Digital Design, Prentice Hall, Purnoma dan Gatot Santos, Simulasi Elektronika Digital Menggunakan Electronics WorkBench, Penerbit Andi, Yogyakarta,2007 Fisika Kesehatan SKS 2 (2 0) Kode MFA Menggunakan konsep fisika kesehatan yang berhubungan dengan masalah perlindungan individu atau kelompok populasi terhadap efek efek radiasi yang berionisasi dan tak berionisasi yang bersifat membahayakan. 2. Mengkomunikasikan hasil pemikiran dan pekerjaannya secara lisan maupun tulisan. ini memberikan dasar dasar pemahaman tentang konsep dasar dan aplikasi dari fisika kesehatan yang dikaitkan dengan ilmu radiasi melalui pengukuran fisis berbagai tipe radiasi dan bahan radioaktif, penetuan hubungan kuantitatif antara pengaruh radiasi dan kerusakan biologis, gerakan radioaktivitas melalui lingkungan serta perancangan alat proses dan lingkungan yang secara radiologis aman. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Herman Cember, Pengantar Fisika Kesehatan, 2. Muklis Akhadi, Dasar Dasar Proteksi Radiasi, 2003 Sistem Akuisisi Data SKS 2 (1 1) Kode MFA 534 Prasyarat MFA 203 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa memahami dan merancang sistem akuisisi data dari sensor atau transduser, pengolahan sinyal, agar sinyal bisa ditampilkan baik secara sederhana maupun lebih kompleks. ini mengajarkan tentang : Dasar Sistem Instrumentasi, Akuisisi Data Satu Saluran, Akuisisi Data Banyak Saluran, Transduser, Teknik Antarmuka, Pengkondisian Sinyal, Sample dan Hold, ADC, DAC, Multiplekser Analog, Multiplekser Digital, Pengolah Data, Rangkaian Kontrol, Sistem Instrumentasi Terdistribusi, Pengukuran dengan Komputer yang terkait di Instrumentasi Pengukuran, Tugas Akhir Bobot kompetensi Kognitif = 50% Psikomotorik = 40% 1. Darold Wobschall, Circuit Design for Electronics Instrumentation : Analog and Digital Devices from Sensor to Display, Mc Graw Hill, New York,

132 2. George C. Barney, Intelligent Instrumentation, Prentice Hall, London, Rangan, Instrumentation Device and System 4. Srivasta AC, Teknik Instrumentasi, Penerbit UI Press, Jakarta, 1987 Sensor dan Transduser Kode MFA 535 Prasyarat MFA Menjelaskan perbedaan transduser dan sensor beserta jenis jenisnya 2. Menjelaskan karakteristik sensor 3. Menjelaskan prinsip kerja sensor dan transduser serta aplikasinya dalam berbagai bidang sensor dan tranduser mengajarkan tentang: 1. Pendahuluan; human sense, Karakteristik Sensor dan Transduser, Klasifikasi Sensor dan Transduser, bidang aplikasi sensor dan transduser, serta trend perkembangannya. 2. Sensor sensor utama: jenis jenis sensor mekanik, sensor temperatur, sensor tekanan, sensor kecepatan dan laju aliran, sensor gaya dan torsi, sensor optik, sensor radiasi. 3. Sensor Resistif: potensiometer, strain gauges, Resitive Temperatur Detector (RTD), thermistor, magnetaresistors, LDR, Resistive Hygrometers. 4. Sensor kapasitif : sensor percepatan, sensor kelembaban 5. Sensor elektromagnetik dan perubahan Reaktansi: Sensor inductive, sensor elektromagnetics. 6. Sensor pembangkit (Generating sensor): Thermoelectric Sensor, Piezoelectric sensor, Pyroelectric sensor, photovoltaic Sensor, Electrochemical sensor yang terkait di Sistem Akuisisi data, Instrumentasi Medik, Instrumentasi Pengukuran,Tugas Akhir Bobot kompetensi Kognitif = 50% Psikomotorik = 30% Afektif = 20% 1. John G. Webster (Editor in Chief), The Measurement, Instrumentation, and Sensor: Handbook, CRC Press, Boca Raton, Gopel, W,J, Hesse, & JN Zemel, Sensors:; Mechanical Sensors, Vol. 7, Vch Verlaggesell Schaff, Weinheim, Norton, NG, Sensor and Analyser Handbook, Practice Hall Inc. Enggleword Cliffo New York, Tranckler, HR, Taschenbuch elektrische MB Tekni Honser, Verslag Munchen, cetakan ke 2, Ramon Pallas Areny, R. dan J.G. Webster, Sensor and Signal Conditioning, John Wiley & Sons, Inc, Instrumentasi Pengukuran SKS 2 (1 1) Kode MFA 536 Prasyarat MFA 203, MFA Menjelaskan berbagai metode dan prinsip pengukuran parameter fisis dengan berbagai alat ukur 2. merancang alat ukur sederhana. ini mengajarkan tentang: pengukuran dan kesalahan pengukuran, sistemsistem satuan dalam pengukuran, kalibrasi statis dan dinamis alat ukur, standar pengukuran, element transduser, elemen pengolah sinyal, elemen indikator, instrumentasi pengukuran : perpindahan, gaya, tekanan, temperatur, aliran, akustik, optik, listrik, elektromagnetik, radiasi, kimia, analisis data pengukuran yang terkait di Tugas Akhir Bobot kompetensi Kognitif = 50% Psikomotorik = 40% 1. John G. Webster (Editor in Chief), The Measurement, Instrumentation, and Sensor: Handbook, CRC Press, Boca Raton, Michael Sayer and Abhai Mansingh, Measurement, Instrumentation and Experiment Design ini Physics and Enggineering, Prentice Hall India,

133 3. B. Nakra dan KK. Chaudry, Instrumentation Measurement and Analysis, Tata McGraw Hill, New Delhi, Anton F P van Putten, Electronic Measurement Systems, Second Edition, Institute of Physics Publishing, Bristol and Philadelphia, Galen W. Ewing, Instrumental Methods Of Chemical Analysis, McGraw Hill, Singapore, Cooper, W. D, Instrumentasi Elektronik dan Teknik Pengukuran, Penerbit Erlangga, Srivastava, A.C., Teknik Instrumentasi, Terjemahan : Sutanto, UI Press, 1987 Sistem Jaringan Komputer SKS 2 (1 1) Kode MFA 537 Prasyarat MPA Menjelaskan teori instalasi dan konfigurasi jaringan komputer 2. Merancang instalasi dan konfigurasi sistem jaringan komputer ini mengajarkan tentang LAN/WAN Networking, LAN/WAN Interconnectivity, Physical Transmission Option, Network Tranmission Equiqment, LAN Protocol, TCP/IP Past, Present and Future, WAN Transport Method, ATM Technologies, Wireless Technologies, Integrating Voice, Video and Data, LAN and WAN Design yang terkait di Sistem Akuisisi Data, Telekomunikasi,Tugas Akhir Bobot kompetensi Kognitif = 50% Psikomotorik = 30% Afektif = 20% 1. Michael Palmer, Robert Bruce Sinclair, Tomson, Course Technology Guide to Designing and Implementing Local and Wide Area Networks. 2. Chu Suan Ang, 2004, Embedded System in Distributed Environment, GSM Technology Petaling Jaya, Malaysia. 3. Abhaya Induruwa, 2004, Internet Protocol Architectures and Networking Programming Centerbury Christ Church University College, United Kingdom. Mikrokomputer SKS 3 (2 1) Kode MFA 538 Prasyarat MFA 203, MFA 209 Setelah menyelesaikan perkuliahan ini mahasiswa dapat: 1. Menjelaskan sistem arsitektur komputer secara umum serta klasifikasinya. 2. Menjelaskan penggunaan dan pengoperasian chip mkrokontroler buatan Atmel keluarga AVR (Alf Vegard & Risc) golongan Atmega terutama Atmega8/32 dengan bahasa pemrograman C melalui kompiler winavr dan IDE AVRstudio4. 3. Menjelaskan manajemen memori untuk flash ROM, SRAM, dan EEPROM. 4. Menjelaskan mekanisme interupsi ekstenal, timer/counter, generator gelombang PWM, ADC, komparator, dan USART. 5. Membuat aplikasi keypad, seven segment, motor stepper, LCD, sensor suhu, dan interface ke komputer melalui serial port. ini mengajarkan tentang dasar dasar mikrokontroler/mikroprosesor dan aplikasinya. Secara umum materi meliputi: Sejarah dan pengelompokan mikrokontroler dan mikroprosesor, Feature Mikrokontroler AVR seri ATmega dan blok diagram, Dasar C untuk avr gcc (winavr), Memori AVR, Interupsi dan Polling, Timer, Counter, Pengendalian Seven Segment, Stepper, LCD, USART, ADC dan sensor, Comparator yang terkait di Mekatronika, Tugas Akhir Bobot kompetensi Kognitif = 40% Psikomotorik = 50% 1. Ardi Winoto, Mikrokontroler AVR ATMega8/32/16/8535 dan Pemrogramannya dengan Bahasa C pada WinAVR, Penerbit Informatika Bandung Winoto, A. Belajar Mikrokontroler ATtiny2313 step by step. Gava Media Yogjakarta Lingga Wardhana, Belajar Sendiri Mikrokontroler AVR Seri ATMega8535, Simulasi Hardware, dan Aplikasi. Penerbi Andi Datasheet ATMega8/32 124

134 Instrumentasi Medik SKS 2 (2 0) Kode MFA Menjelaskan bagian bagian perangkat instrumentasi medis 2. Mengkomunikasikan hasil pemikiran dan pekerjaannya baik secara lisan maupun tulisan Meluasnya pemanfaatan ilmu fisika dalam bidang medis memerlukan tenaga ahli dalam penanganan peralatan ini. Kemampuan dalam ilmu fisika terutaama dalam bidang elektronika dan komputer yang dimanfaatkan harus menyesuaikan dengan lingkup keilmuan bidang medis. ini mempersiapkan mahasiswa untuk mengenal mengenal dasar pemanfaatan bidang ilmu fisika dalam bidang medis, mengenal dan menganalisis berbagai peralatan medis yang berbasis elektronika, mampu merancang penelitian untuk aplikasi elektronika dan komputer dalam bidang medis. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Fisika Kedokteran, J.F. Grabiel 2. Aston R., Principle of Biomedical, Instrumentation and Measurement, Sistem Kontrol SKS 2 (1 1) Kode MFA 540 Prasyarat MFA 203, MFA 209 Setelah menyelesaikan perkuliahan ini mahasiswa dapat menjelaskan dan melakukan simulasi pengendalian menggunakan bahasa pemrograman (Matlab, LabVIEW), mahasiswa diharapkan juga mampu menggunakan instrumentasi pengontrolan; pengendali elektronik analog, pengendali elektronik digital (Komputer/DDC, PLC, DCS, SCADA). ini mengajarkan tentang: pengantar sistem kontrol, latar belakang matematik matriks, model matematik sistem fisik, aksi dasar pengontrolan dan kontrol automatik di industri, analisis respon transien, analisis kesalahan dan pengantar optimasi sistem, metoda tempat kedudukan akar, contoh instrumentasi pengontrolan. yang terkait di Tugas Akhir Bobot kompetensi Kognitif = 40% Psikomotorik = 50% 1. Ogata, K., Teknik Kontrol Automatik (Sistem Pengaturan), ITB Bandung, Benjamin C. Kuo, Automatic Control System, Prentice hall, New Jersey, Suryokusumo, S., Teknik Pengukuran dan Pengaturan, Tarsito Bandung, PLC BookManual Telekomunikasi Kode MFA 541 Prasyarat MFA 203, MFA 206 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan prinsip dasar komunikasi data dan telekomunikasi ini mengajarkan tentang dasar dasar komunikasi: analisis rangkaian rangkaian pasif, spektrum gelombang, sinyal audio, kebisingan. rangkaian rangkaian komunikasi elektronik : penguat rf dan jalur lebar, osilator, pesawat penerima. modulasi sinyal : modulasi amplitudo, modulasi jalur sisi tunggal, modulasi sudut, modulasi pulsa. transmisi dan radiasi sinyal: saluran dan kabel transmisi, waveguide, rambatan gelombang radio, antena, sistem telepon, komunikasi digital, faksimil dan televisi, komunikasi satelit, komunikasi optik fiber yang terkait di Tugas Akhir Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 20% Afektif = 20% 125

135 1. Roddy, D., Coolen, J., 1986, Komunikasi, Erlangga. 2. Temes, L., Electronic Communication, Schaum s Outline Series, McGraw Hill Book Company Elektronika Lanjut Kode MFA 542 Prasyarat MFA 203 Setelah menyelesaikan perkuliahan ini mahasiswa dapat menjelaskan prinsip kerja komponen elektronika lanjut (integrated circuit) dan aplikasinya dalam rangkaian ini mengajarkan tentang: dasar dasar tapis, op amp, power supply, small signal amplifier, large signal amplifier, electronics control devices and circuit, dasar dasar digital signal processing yang terkait di Fisika Eksperimen, Tugas Akhir Bobot kompetensi Kognitif = 40% Psikomotorik = 50% 1. Albert Paul Malvino, Electronics Principles, Sixth Edition, Glencoe McGraw Hill, New York, Charles A. Schuler, Electronics Principles and Applications, sixth edition, McGraw Hill, singapore, Darold Wobschall, Circuit Design for Electronics Instrumentation : Analog and Digital Devices from Sensor to Display, Mc Graw Hill, New York, Michael Sayer and Abhai Mansingh, Measurement, Instrumentation and Experiment Design ini Physics and Enggineering, Prentice Hall India, Sutrisno, Elektronika Dasar: Teori dan Penerapannya, Jilid 2, Penerbit ITB Bandung, Agfianto Eko Putra, Penapis Aktif Elektronika: Teori dan Praktek. Gava Media, Yogyakarta, 2002 Mekatronika Kode MFA 543 Prasyarat MFA 205, MFA 538 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan prinsip kerja motor DC, motor stepper dan motor servo, mampu merancang rangkaian pengendali kecepatan motor, dapat membuat aplikasi robotika ini mengajarkan tentang: 1. Prinsip dan hukum induksi elektromagnetik, konversi energi gerak listrik. 2. Prinsip dan bagian bagian generator arus searah dan arus bolak balik, eksitasi diri secara seri, paralel, eksitasi diri gabungan seri paralel, parallel seri. 3. Ciri statis dan dinamis generator, prinsip kerja dan ciri, pengendalian kecepatan manual dan otomatis, pengendalian kecepatan elektronik untuk motor DC, motor stepper, motor servo serta membuat aplikasinya dalam robotika. yang terkait di Tugas Akhir Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 20% Afektif = 20% 1. Johnson, C. D., 1997, Process Control Instrumentation Technology, Fifth Edition, Prentice Hall International, Inc 2. Ogata, K., 1985, Teknik Kontrol Automatik (Sistem Pengaturan), ITB Bandung Sistem Multimedia SKS 2 (1 1) Kode MFA 544 Prasyarat MPA 023 Setelah menyelesaikan perkuliahan ini mahasiswa dapat: 1. Menjelaskan perkembangan teknologi digital dan teknologi multimedia 2. Menggunakan dan merancang teknologi multimedia ini mengajarkan tentang : Teknologi semikonduktor, Charged coupled devices (CCD), Teknologi Display (CRT, LCD, Plasma, LED), Prinsip kamera foto digital, Prinsip kamera video digital, Pengenalan software pengolah foto, video, audio, menggambar dan 126

136 animasi, Media penyimpanan (CD, DVD, Blu ray, flash memory), Multimedia dengan internet : Audio/Video streaming, VOIP, Video Conference. yang terkait di Fisika Eksperimen, Kuliah Kerja Praktik, Tugas Akhir Bobot kompetensi Kognitif = 40% Psikomotorik = 50% Fisika Batuan SKS (2 0) Kode MFA 545 Prasyarat MFA Menjelaskan sifat fisis batuan dan mineral serta mengintegrasikannya dengan intepretasi data geofisika. 2. Mengidentifikasikan jenis jenis batuan dan mineral berdasarkan sifat sifat fisisnya 3. Mengklasifikasikan jenis jenis batuan dan mineral Batuan dan Mineral, Sifat Listrik Batuan, Sifat Magnetik Batuan, Termodinamika Batuan, Porositas dan Permeabilitas, Sifat Mekanik Batuan, Sifat Akustik Batuan, Mineral Penyusun Batuan yang terkait di Geofisika Terapan Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 20% Afektif = 20% 1. Gueguen, Yves and Palciauskas, V., Introduction to The Physics of Rocks, Princeton University Press, New Jersey, Schon, J. H., 1996, Physical Properties of Rocks, Pergamon, Austria. Pengolahan Data Geofisika SKS 2(2 0) Kode MFA 546 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan dasar dasar pengolahan data dalam geofisika, konsep konsep transformasi Fourier, konvolusi, autokorelasi dan korelasi, teorema similaritas, penjumlahan dan pergeseran, transformasi dan samplinh, interpolasi, filtering, dan aliasing, transformasi Z, Laplace, Henkel, transformasi metode inverse Dalam matakuliah ini mahasiswa akan belajar pengantar pengolahan data dalam geofisika yang meliputi transformasi Fourier, konvolusi, autokolerasi, korelasi, teorema similaritas, penjumlahan dan pergeseran, permurnian transformasi dan sampling, interpolasi dan filtering, aliasing, transformasi Z, transformasi Laplace, transformasi Henkel, dan dasardasar metode inverse. yang terkait di Tugas Akhir I dan II Bobot kompetensi Kognitif = 40% Psikomotorik = 50% 1.Robinson and S. Treitel, 1980, Geophysical Analysis, Prentice Hall 2. William Menke, 1989, Geophysical data analysis, Academic Press 3. Tarantola, A., 1998, Inverse Problem Theory, Elsevier Geologi Fisis SKS 42 (2 0) Kode MFA 547 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan: 1. Ruang lingkup, sejarah, dan hubungannya geologi dengan ilmu lain. 2. Planet bumi: Bentuk, ukuran, dan struktur interior bumi, bidang bidang diskontinu, benua dan samudera, gradien suhu, gaya berat, kemagnetan, isostasi, dan siklus muka bumi. 3. Atmosfer dan hidrosfer: Lapisan, komposisi, dan fungsi atmosfer, polusi udara, siklus 127

137 hidrologi, sungai dan danau. 4. Batuan dan mineral: Daur batuan, magma, mineral, batuan beku, batuan redimen dan batuan metamorfosa. 5. Waktu geologi: Umur relatif, umur absolut, isotop, beberapa metode perhitungan waktu yang lain. 6. Deformasi batuan: Proses fifí deformasi, pelipatan, kekar, sesar, strike dan dip. Pelapukan, erosi, dan perpindahan massa: 7. Pelapukan fisis dan kimia serta faktor yang mempengaruhi, erosi air, sungai dan angin, pengaruh air dan proses gerakan tanah. 8. Air tanah: Sumber dan distribusi, akuifer, artesas. 9. Tektonik lempeng: Teori, batas lempeng, aktivitas lempeng dan efeknya. 10. Pembentukan pegunungan dan vulkanisme: Klasifikasi, pembentukan kegunung apian. 11. Kegempaan: Sumber, gelombang gempa, pengukuran dan penyebaran. Matakuliah ini membahas tentang geologi secara umum, mencakup ruang lingkup, sejarah, dan hubungannya dengan ilmu lain. Planet bumi: Bentuk, ukuran, dan struktur interior bumi, bidang bidang diskontinu, benua dan samudera, gradien suhu, gaya berat, kemagnetan, isostasi, dan siklus muka bumi. Atmosfer dan hidrosfer: Lapisan, komposisi, dan fungsi atmosfer, polusi udara, siklus hidrologi, sungai dan danau. Batuan dan mineral: Daur batuan, magma, mineral, batuan beku, batuan redimen dan batuan metamorfosa. Waktu geologi: Umur relatif, umur absolut, isotop, beberapa metode perhitungan waktu yang lain. Deformasi Batuan: Proses fifí deformasi, pelipatan, kekar, sesar, strike dan dip. Pelapukan, erosi, dan perpindahan massa: Pelapukan fisis dan kimia serta faktor yang mempengaruhi, erosi air, sungai dan angin, pengaruh air dan proses gerakan tanah. Air tanah: Sumber dan distribuís, akuifer, artesas. Tektonik lempeng: Teori, batas lempeng, aktivitas lempeng dan efeknya. Pembentukan pegunungan dan vulkanisme: Klasifikasi, pembentukan kegunungapian. Kegempaan: Sumber, gelombang gempa, pengukuran dan penyebaran. yang terkait di Tugas Akhir I dan II dalam KBM Geofisika Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Allan Ludman and Nicholas K. Cock, Physical Geology, McGraw Hill, USA Skinner, B.J., Physical Geology, John Wiley & Sons, New York, Davis, H. G. and Reynolds, S. J., Structural Geology of Rocks and Regions, John Wiley & Sons, New York. 4. Lahee, F. H., Field Geology, Dallas, Texas, Rahn, P. H., Engineering Geology An Environmental Approach, Prentice Hall 2 nd ed, New Jersey, 1996 Geofisika Rekayasa dan Lingkungan SKS 2 (2 0) Kode MFA 548 Prasyarat MFA Menggunakan konsep, metode dan penalaran geofisika rekayasa dan lingkungan dan kaitannya dengan bidang ilmu yang ditekuninya. 2. Menerapkan dan menghubungkan metode gefisika aspek lingkungan. 3. Mengkomunikasikan hasil pemikiran dan pekerjaannya secara lisan maupun tulisan. ini dimaksudkan dan memberikan dasar dasar pemahaman tentang Pengertian, konsep dasar dan aplikasi dari metode geofsika dan kaitannya dengan lingkungan. Materi dalam mata kuliah ini juga memberikan dasar dasar pemahaman dan kemampuan dalam penyelenggaraan kegiatan survei berkaitan dengan kondisi lingkungan dan metode geofisika yang ada sesuai dengan tujuan dan kurikulum program studi. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. John M. Reynolds, An Introduction to Applied and Environmental Geophysics, Prem V. Sharma, Environmental and Engineering Geophysics, Sumber lain yang sedang berkembang 128

138 Aplikasi GPS Kode MFA Menjelaskan sistem GPS secara umum 2. Menjelaskan sinyal dan data pengamatan GPS 3. Melakukan penentuan posisi dengan GPS, Differencing dan pengkombinasian data GPS, Kesalahan dan bias pada GPS, Aplikasi aplikasi dari GPS, 4. Merancang survei GPS, Perencanaan dan persiapan survey GPS, Pengumpulan data, Pengolahan data, Pelaporan. Sistem GPS secara umum, Sinyal dan data pengamatan GPS, Penentuan posisi dengan GPS, Differencing dan pengkombinasian data GPS, Kesalahan dan bias pada GPS, Aplikasiaplikasi dari GPS, Pendahuluan survei GPS, Perencanaan dan persiapan survey GPS, Pengumpulan data, Pengolahan data, Pelaporan. yang terkait di Tugas Akhir I dan II yang berkaitan dengan pemetaan Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Abidin, Z.A, : Penentuan Posisi dengan GPS dan Aplikasinya, Pradnya Paramita, Jakarta (2000) 2. Abidin, Z.A, : Survei dengan GPS, Pradnya Paramita, Jakarta (2002) 3. Seeber, G. : Satellite Geodesy, Foundations, Methods, and Applications, Walter de Gruyter, Berlin, B. Hoffman Wellenhof et.al. (1994). GPS, Theory and Practice. Springer Verlag, Berlin. 5. A. Leick (1994). GPS Satellite Surveying. John Wiley, New York. Penginderaan Jauh Kode MFA 550 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan: 1. Konsep dasar penginderaan jauh 2. Elemen sistem fotografik 3. Pengantar interpretasi foto udara 4. Interpretasi foto udara untuk evaluasi medan 5. Fotogrametri 6. Radiometrik foto udara 7. Termografi udara 8. Scaner multi spektrl, penginderaan gelombang mikro 9. Penginderaan dari antariksa Matakuliah ini berisi tentang: 1. Pengantar penginderaan jauh mencakup konsep dasar, sumber energi dan asa radiasi, interaksi energi dalam atmosfer, interaksi energi dan kenampakan muka bumi, akuisisi dan interpretasi data. 2. elemen sistem fotografik mencakup kamera sederhana, film hitam putih, warna dan infra merah, pemrosesan film, filter,kamera udara, jenis foto udara, pembuatan foto udara tegak, skala, liputan medan dan resolusi. 3. Pengantar interpretasi foto udara mencakup dasar interpretasi foto, pemetaan geologi, beberapa penerapan interpretasi foto udara. 4. Interpretasi foto udara untuk evaluasi medan mencakup sifat khas tanah, unsur interpretasi foto udara. 5. Fotogrametri mencakup unsur geometrik foto udara tegak, penentuan jarak, arah dan sudut medan, pergeseran letak relief, peralak citra, kontrol medan, instrumentasi stereskopik, foto orto, fotogrametri analitik. 6. Radiometrik foto udara mencakup penyinaran film dan kepadatan, densitometer, efek atmosfer, penisbahan spectral. 7. Termografi udara mencakup radiasi benda hitam, radiasi bahan, efek atmosferik, interaksi radiasi termal, detektor termal, interpretasi. 8. Scaner multi spektral, penginderaan gelombang mikro mencakup radar, sistem SLAR, karakteristik transmisi dan pantulan radar, gelombang mikro pasif dan sensor. 9. Penginderaan jauh dari antariksa mencakup satelit landsat, akuisisi, pengolahan dan interpretasi data landsat, analisis digital. 129

139 yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% Lillesand and Kiefer, Penginderaan Jauh dan Interpretasi Citra, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta, 1990 Metode Seismik Kode MFA 551 menjelaskan konsep dasar gelombang seismik untuk eksplorasi (bias dan pantul), menghitung parameter parameter gelombangseismik, merancang akuisisi data, memproses data secara standard pengolahan, dan menafsirkan data seismik yang sederhana, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Matakuliah ini mengajarkan tentang teori elastisitas, stress strain, hubungan antara tetapan elastisitas, persamaan gelombang skalar dan vektor. Gelombang seismik, gelombang badan, gelombang permukaan, medium anisotropy, efek medium terhadap perambatan gelombang, difraksi. Alat alat survei seismik, positioning, sumber sumber energy, detektor, perekaman. Parameter akuisisi data. Grup geophone, merancang larik geophone, menghitung tanggap larikan. Redaman, faktor kualitas, watak gelombang akibat sifat sifat medium. Wavelet, wavelet Ricker. Identifikasi gelombang,pemantul datar, pemantul miring, pembias datar dan pembias miring. Daya pisah vertikal, daya pisah horizontal, pencuplikan dalam ruang dan waktu. Seismik gelombang bias dangkal, bentang geophone, interpretasi metode waktu tunda (delay time), metode Hagiwara Masuda, Metode Timbal Balik Umum (GRM). yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Sherif, R.E, dan Geldart, L.P., 1995, Exploration Seismology, 2nd edition, Cambridge University Press. 2. Sismanto, 1996, Seri kegiatan seismik eksplorasi modul 1. UGM. Geofisika Press 3. Sismanto, 1999, Survey dengan menggunakan gelombang seismik bias. UGM Press. Geofisika Lapangan SKS 2(0 2) Kode MFA 552 Prasyarat MFA Menjelaskan dan menggunakan alat alat geofisika secara benar dan aman, serta kalibrasi alat. 2. Melakukan survei eksplorasi geofisika : geolistrik, elektromagnetik, seismik, dan magnetik 3. Menyusun hasil laporan kerja dari survei geofisika. Geofisika Lapangan lebih menitik beratkan pada pemahaman dan kemampuan dalam penyelenggaraan kegiatan survei dan penelitian, serta dapat melaporkannya dalam laporan ilmiah. Disamping itu keberhasilan matakuliah ini ditekankan pada manajemen kerja kelompok (team work) yang terkait di Geofisika Lapangan menjadi landasan bagi mahasiswa untuk menyusun tugas akhir terutama yang mendalami KBM Geofisika Bobot kompetensi Kognitif = 30% Psikomotorik = 60% TIM KBM Geofisika 2010, Modul Geofisika Lapangan Geofisika Laut SKS 2(2 0) Kode MFA 553 Prasyarat MFA

140 1. Mejelaskan tentang teknik teknik eksplorasi geofisika di laut. 2. Menjelaskan tentang bumi dan kelakuannya melalui observasi geofisika di laut Geofisika Laut menjelaskan pemahaman tentang penerapan eksplorasi melalui teknik geofisika di laut. Disamping itu juga mempelajari fenomena kelakuan bumi melalui konsep observasi geofisika dilaut. yang terkait di Geofisika Laut menjadi landasan bagi mahasiswa untuk mempelajari tentang penerapan fenomena dan eksplorasi geofisika di laut Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% Jones, E. J. W., 1999, Marine Geophysics, Wiley Metode Elektromagnetik SKS 2 (2 0) Kode MFA 554 Prasyarat MFA 202, MFA 205, MFA Menjelaskan konsep dan dasar pengukuran metode elektromagnetik serta terapannya 2. Mengaplikasikan konsep elektromaknetik untuk eksplorasi keadaan geologi bawah permukaan bumi. 3. Menganalisis konsep elektromagnetik secara matematis 4. Merencanakan, menjalankan, dan melaporkan hasil survey metode metode elektromagnetik. Metakuliah Metode Elektromagnetik mencakup pembahasan tentang konsep konsep dasar metode elektromagnetik, sifat fisika batuan dan mineral, sifat resitivitas dari target geologis, Teori elektromagnetik untuk aplikasi geofisika, beberapa jenis metode elektromagnetik, Permodelan numerik metode elektromagnetik dalam geofisika, Permodelan skala fisika untuk elektromagnetik, Deteksi signal elektromagnetik secara berulang, dan Inversi data elektromagnetik. yang terkait di Tugas Akhir I dan Tugas Akhir II. Bobot kompetensi Kognitif = 45% Psikomotorik = 45% 1. Nabighian, N., M., Electromagnetic Methods in Applied Geophysics, Application, Society of Exploration geophysicists, Oklahoma, Telford, W. M. Geldart, L. P. Sheriff, R. E. And keys, D. A., Applied Geophysics, Cambridge University Press, Reynolds, J. M., An introduction to Applied Geophysics, Jhon Wiley & Sons, Inc 4. Robinson, E. S., Coruh, C. Basic Exploration Geophysics, John Wiley & Sons 5. F.S. Grant and G. F. West, interpretation in applied Geophysics, McGraw Hill Book Company. Eksplorasi Energi Panas Bumi Kode MFA 555 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan system hydrothermal dan dapat menentukan batas daerah prospek sumber energi panasbumi, dimensi, dan kondisinya dengan menggunakan metode metode geofisika secara terpadu. Mata Kuliah Eksplorasi Energi Panas Bumi mempelajari manfaat energi panasbumi, sistem panasbumi, geologi panasbumi, Alterasi batuan panasbumi, geokimia panasbumi, geothermometry, gejala fisis sumber panasbumi, peranan geofisika untuk eksplorasi sumber panasbumi (dengan menggunakan metode metode gravitasi, magnetik, geolistrik aktif dan pasif, panas, elektromagnetik, seismik aktif maupun pasif). yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Ellis, A.J., and Mahon, W.A.J., 1977, Chemistry and Geothermal system. Academic press Inc. 2. Rybach, L. and Muffler, L.P.J., 1981, Geothermal System; Priciples and case Histories. John Wiley and Sons. 131

141 Instrumentasi Geofisika Meteoologi Kode MFA 556 Prasyarat MFA Menjelaskan cara kerja peralatan geofisika baik analog maupun digital 2. Mengoperasikan peralatan geofisika secara analog maupun digital 3. Memecahkan permasalahan yang timbul pada peralatan geofisika. Pengantar, Komponen Instrumentasi Geofisika, Instrumentasi Gravitasi, Instrumentasi Magnetik, Instrumentasi Seismik, Instrumentasi Geolistrik, Instrumentasi Elektromagnetik, Instrumentasi Radioaktivitas, Instrumentasi Well Logging, Instrumentasi Meteorologi yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Maurice Piechot & Sercel, Seismic Instrumentation, Geophysical Press, London Soetrisno, Elektronika Dasar 1, Penerbit ITB, Bandung, Soetrisno, Elektronika Dasar 2, Penerbit ITB, Bandung, Buku manual dari masing masing peralatan Manajemen Bencana Kode MFA 557 Menjelaskan kedudukan dan dampak bolak balik antara pembangunan dan bencana Teknik pengurangan dampak bencana dalam pembangunan meliputi paradigma pembangunan yang memperhatikan keterbatasan daya dukung alam, sustainable development, the limits to growth, pemanasan global yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Charley, M. dan I. Christie. (1992). Managing Sustainable Development. London: Earthscan Publishing. 2. Purwanto, E.A. (2005) Memahami Kompleksitas Managemen Bencana, Seminar Jurusan Ilmu Administrasi Negara FISIPOL UGM, 10 Maret. 3. Margono, S.A. (2005). Sistem Managemen Bencana: Tawaran Teoritis Model Organisasi Pengelolaan Bencana. Seminar Jurusan Ilmu Administrasi Negara FISIPOL UGM, 10 Maret. Pengantar Seismologi Kode MFA 558 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan: 1. Teori Seismologi Dasar: Gelombang pada pegas, Tekanan dan regangan, Gelombanggelombang seismik, Hukum Snell, Transmisi dan refleksi gelombang bidang, Gelombang gelombang permukaan, Dispersi, Mode mode normal bumi 2. Seismologi dan Struktur Bumi: Seismologi refraksi, Seismologi refleksi, Gelombanggelombang seismik dalam bumi, Studi travel time pada gelombang badan (body wave), Struktur anisotropik bumi, Ketidak elastis an dan atenuasi, Komposisi mantel dan inti bumi 3. Gempa Bumi: focal mechanism, Pemodelan bentuk gelombang (waveform), Tensor, Geodesi Gempabumi, Parameter parameter sumber, Statistik Gempabumi Matakuliah ini berisi tentang Pendahuluan: Model model dalam seismologi, Aplikasi dasar seismologi, Teori Seismologi Dasar: Gelombang pada pegas, Tekanan dan regangan, Gelombang gelombang seismik, Hukum Snell, Transmisi dan refleksi gelombang bidang, Gelombang gelombang permukaan, Dispersi, Mode mode normal bumi, Seismologi dan Struktur Bumi: Seismologi refraksi, Seismologi refleksi, Gelombang gelombang seismik dalam bumi, Studi travel time pada gelombang badan (body wave), Struktur anisotropik 132

142 bumi, Ketidak elastis an dan atenuasi, Komposisi mantel dan inti bumi, Gempa Bumi: focal mechanism, Pemodelan bentuk gelombang (waveform), Tensor, Geodesi Gempabumi, Parameter parameter sumber, Statistik Gempabumi. yang terkait di Tugas Akhir I dan II dalam bidang Seismologi Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Stein, S., Wysession, M., 2003, An Introduction to Seismology, Earthquakes, and Earth Structure, Blackwell Publishing 2. Bullen, K.E., Bolt, K.F., 1989, Introduction to Seismology, Cambridge University Press, Australia. 3. Dahlen,F.A., Tramp, J., 1988, Theoretical Global Seismology, Princeton University Press, New Jersey Topik Khusus Geofisika Kode MFA 559 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan menjelaskan suatu keahlian khusus dalam geofisika terutama mengenai topik topik terbaru dalam geofisika. Memberikan pengetahuan tentang suatu keahlian khusus dalam geofisika. Isi materi kuliah akan diberikan oleh dosen yang menyampaikan baik oleh staf pengajar tetap maupun oleh pengajar tamu yang pada semester berkaitan akan menyampaikan keahliannya atau hasil penelitiannyayang bersifat khusus. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% Referensi yang digunakan tergantung topik dan pengajar yang akan disampaikan ketika kuliah berlangsung. Geohidrologi SKS 2 (2 0) Kode MFA Menggunakan konsep, metode dan penalaran dasar hidrogeologi terkait dengan bidang ilmu yang ditekuninya. 2. Menjelaskan pengertian, proses yang terjadi dan faktor faktor yang mempengaruhi komponen siklus hidrologi dan 3. Menjelaskan teknik pengelolaan sumber air dan tata air, konsep air tanah. 4. Merumuskan masalah masalah lapangan aktual dan mencari penyelesaian/jawabannya (penelitian). ini dimaksudkan dan memberikan dasar dasar pemahaman tentang pengertian dan konsep dasar hidrogeologi. Pada semester ini akan dipelajari tentang ruang lingkup agrohidrologi; Siklus hidrologi dan komponen komponen serta variabel hidrologi; Proses proses presipitasi, evapotranspirasi, infiltrasi, aliran permukaan dan air tanah serta metode perhitungannya. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Chay Asdak Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Gadjah Mada Univ. Press. Yogyakarta. 2. Suyono Sosrosudarsono dan Kensaku Takeda Hidrologi Untuk Pengairan. PT. Pradnya Paramita. Jakarta. 3. Handoko Klimatologi Dasar Landasan pemahaman fisika atmosfer dan unsurunsur iklim. Jurusan Geografi dan Meteorologi FMIPA IPB. Bogor. 133

143 Meteorologi dan Klimatologi Kode MFA 561 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan tentang atmosfir, konsep meteorologi, klimatologi, cuaca dan iklim, faktor yang mempengaruhinya, cara perolehan data cuaca/iklim, siklus hidrologi, pemanasan global, klasifikasi iklim, perubahan iklim dan keterkaitan cuaca/iklim bagi kehidupan manusia, tumbuhan, maupun hewan. ini memberikan bekal bagi mahasiswa agar memahami salah satu obyek geofisika yakni atmosfir. Mahasiswa diharapkan memahami konsep tentang meteorologi, klimatologi, cuaca dan iklim, faktor yang mempengaruhinya, cara perolehan data cuaca/iklim, siklus hidrologi, pemanasan global, klasifikasi iklim, perubahan iklim dan keterkaitan cuaca/iklim bagi kehidupan manusia, tumbuhan, maupun hewan. yang terkait di Tugas Akhir I dan II Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Benyamin Lakitan, 1994, Dasar dasar Klimatologi, Rajawali Pers, Jakarta. 2. Bayong Tjasyono, 1992, Klimatologi Terapan, Pionir Jaya, bandung. 3. Handoko (editor), 1994, Klimatologi Dasar, Pustaka jaya, Jakarta. 4. John R. Mather, 1975, Climatology Fundamental and Application, Mc Graw Hill, NY. 5. M. Moran. Joshep at all, 1997, Meteorologi The atmosphere and the Science of Weather, Prentice Hall, New Jersey. Geodinamika Kode MFA 562 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan: 1. Dasar dasar geodinamika 2. Sejarah perkembangan dan trend geologi struktur 3. Prinsip prinsip deformasi batuan dan terjadinya struktur 4. Sumber sumber stress; proses proses pensesaran (faulting) dan pelipatan (folding) 5. Macam macam struktur hasil deformasi pada batuan sedimen, beku dan metamorf 6. Struktur struktur oleh intrusi batuan beku. 7. Cara cara menentukan struktur geologi 8. Manfaat dan kerugian adanya struktur 9. Struktur struktur besar/terkenal 10. Geologi struktur dan tektonika Matakuliah ini mengajarkan dasar dasar geodinamika yang meliputi latar belakang, pengertian, cakupan, metoda dan manfaat geologi struktur khususnya bagi geofisika; sejarah perkembangan dan trend geologi struktur 5 atau 10 tahun yang akan datang. Pengenalan prinsip prinsip deformasi batuan dan terjadinya struktur: Stress, strain dan deformasi batuan; sumber sumber stress; proses proses pensesaran (faulting) dan pelipatan (folding); emplacement intrusi intrusi batuan beku; peranan/kontrol ravitasi. Macam macam struktur hasil deformasi pada batuan sedimen, beku dan metamorf: struktur lipatan (folds), kekar (joints), sesar/patahan (faults), foliasi, liniasi dan fabrics. Struktur struktur oleh intrusi batuan beku. Cara cara menentukan struktur geologi: permukaan (surface) dan bawah permukaan (subsurface). Manfaat dan kerugian adanya struktur: jebakan struktur, zona stabil, zona tak stabil, dsb. Struktur struktur besar/terkenal: sesar Semangko, sesar Sorong, the 90E ridge, the Alpine Himalayan belt, sesar San Andreas, dll. Geologi struktur dan tektonika: Struktur struktur tektonik pasif, tektonik konstruktif dan tektonik konservatif; struktur struktur zona subduksi dan zona tumbukan benua. yang terkait di Tugas Akhir I dan II dalam bidang Geofisika Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Billings, M.P., 1982, Structural Geology, 3 rd. ed.,prentice Hall, Privare Ltd. New Delhi 2. Hills, E.S., 1975, Elements of Structural Geology,2 nd ed., Chapman & Hall Ltd. London 3. Ragan, D.M., 1985, Structural Geology. AnIntoroduction to Geometrical Technique,John Wiley & Sons 134

144 Geoteknik SKS 2 (2 0) Kode MFA 563 Prasyarat MFA Menerapkan konsep konsep ilmu fisika untuk menyelesaikan permasalahan geoteknik 2. Menganalisis kasus kasus geoteknik secara matematis. Matakuliah bertujuan untuk memberikan mahasiswa pemahaman dasar teori dan prinsip dasar metode geofisika untuk studi geoteknik. Topik yang dibicarakan meliputi formasi geologi dari tanah secara alamiah, sampling tanah, klasifikasi, pengaruh air, perkiraan stress efektif, shear strength, hubungan stress strain dan estimasi settlement. Dalam materi perkuliahan juga akan dibahas prosedur eksplorasi geofisika untuk geoteknik, contoh contoh kasus, perancangan dan prosedur survey geofisika untuk geoteknik, metodologi eksplorasi geoteknik, metodologi dari teknik kegempaan, analisa risiko kegempaan, dan ekplorasi geofisika dalam hidrologi. yang terkait di Tugas Akhir I dan Tugas Akhir II. Bobot kompetensi Kognitif = 45% Psikomotorik = 45% 3. Kelly, W.E., dan Mares S., Applied Geophysics in Hydrogeological and Engineering Practice. Elsevier, Reynolds J.M. An Introduction to Applied and Environmental Geophysics. John Wiley & Sons, Ward, S.H., Geotechnical and Environmental Geophysics. Society of Exploration Geophysicists, C.W. Fetter, Applied Hydrogeology, MacMillan, 1994 Metode Listrik Kode MFA 564 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan: 1. Menjelaskan teori dasar (hukum Ohm), sifat sifat kelistrikan dari batuan, potensial dalam medium homogen, pengukuran resistivitas batuan (sampel), 2. Menjelaskan model sumber arus tunggal dalam medium, sumber arus dipermukaan, dua elektroda arus titik (point source), susunan elektroda, distribusi arus, efek ketidakhomogenan medium, pengaruh bidang batas terhadap garis arus, pengaruh bidang batas terhadap potensial, potensial di permukaan terhadap medium berlapis horisontal, agihan potensial di permukaan pengaruh bola koduktor yang terpendam, efek anisotropi medium, efek topografi, 3. Menggunakan alat lat survei geoelektrisitas, metode survei mapping dan sounding, model fisis (di laboratorium), metode survei lapangan, metode resistivitas, metode Polarisasi Terimbas, metode Mise A la Masse, Metode Self Potensial, Metode Magnetotellurik. 4. Melakukan interpretasi cepat, penggunaan paket program, contoh contoh kasus. Teori dasar (hukum Ohm), sifat sifat kelistrikan dari batuan, potensial dalam medium homogen, pengukuran resistivitas batuan (sampel), sumber arus tunggal dalam medium, sumber arus dipermukaan, dua elektroda arus titik (point source), susunan elektroda, distribusi arus, efek ketidak homogenan medium, pengaruh bidang batas terhadap garis arus, pengaruh bidang batas terhadap potensial, potensial di permukaan terhadap medium berlapis horisontal, agiahn potensial di permukaan pengaruh bola koduktor yang terpendam, efek anisotropi medium, efek topografi, alat lat survei Geoelektrisitas, metode survei mapping dan sounding, model fisis ( di laboratprium), metode survei lapangan, metode resistivitas, metode Polarisasi Terimbas, metode Mise A la Masse, Metode Self Potensial, Metode Magnetotellurik., interpretasi cepat, penggunaan paket program, contoh contoh kasus. yang terkait di Tugas Akhir I dan II dalam KBM Geofisika Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Telford, WM., 1976, Applied Geophysics, Cambridge University Press. 2. Keller, GV. and Frischknecht, FC., 1966, Electrical Methods in Geophysical Prospecting, 135

145 London Pergamon Press. 3. Nabighian MN (editor), 1991, Electromagnetic Methods in Applied Geophysics, SEG Survei Medan Potensial SKS 2 (2 0) Kode MFA 566 Prasyarat MFA Menjelaskan konsep konsep medan potensial serta terapannya 2. Mengaplikasikan pengetahuan tentang konsep medan potensial gravitasi dan magnetik untuk eksplorasi keadaan geologi bawah permukaan bumi. 3. Menganalisis konsep medan potensial secara matematis. 4. Menjelaskan dasar dasar pengukuran metode metode gravity dan magnetik. 5. Merencanakan, menjalankan, dan melaporkan hasil survey metode metode gravity dan magnetik. Materi dalam matakuliah ini diberikan untuk pengembangan konsep konsep dasar teori potensial yang meliputi makna dari suatu potensial dan konsekuensi dari persamaan Laplace, identitas Green, fungsi Green, dan teorema Helmholtz. Selanjutnya diikuti dengan teori dasar potensial Newtonian berupa potensial gravitasional dari distribusi massa dalam 2D dan 3D. Permasalahan yang sama juga dikembangkan untuk medan magnetik yang dihasilkan dari distribusi media magnet. Untuk mendekatkan pemahaman aplikasi, juga akan diberikan formulasi formulasi teori tersebut pada permukaan sferis, yaitu topic yang jelas penting untuk representasi global medan gravitasi bumi dan medan magnetik. Selanjutnya dasar dasar teori magnetik dan gravitasi digunakan untuk studi kerak bumi dan litosfer, koreksi data dan anomaly. Mahasiswa juga akan dikenalkan dengan metode permodelan maju dan inverse serta transformasi data untuk interpretasi geologis. yang terkait di Tugas Akhir I dan Tugas Akhir II. Bobot kompetensi Kognitif = 45% Psikomotorik = 45% 1. Blakely, R.J., Potential Theory in Gravity & Magnetic Applications, George Arfken, Mathematical Methods for Physicists, Academic Press Inc., Grant and West, Interpretation Theory in Applied Geophysics, Mc. Graw Hill Book Company, Mari L., Boas, Mathematical Methods in the Physical Sciences, John Wiley and Sons, Telford et.al., Applied Geophysics, Cambridge University Press, Permodelan Geofisika Kode MFA 568 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu 1. Menjelaskan hubungan ilmu komputer dan aplikasinya dalam geofisika. 2. Melakukan pemograman untuk aplikasi geofisika. Matakuliah ini berisi tentang aplikasi ilmu komputer dalam geofisika. Programming yang dilakukan mencakup: Mathematical Model, Algoritma Program, Error Analysis in Geophysics and Geology. Linear Equation in Geophysics: Matrix, Gauss Elimination, Matrix Inversion, L.U. Decomposition. Curve Fitting: Linear Least Square Regression, Non Linear Regression, Interpolation, Newton Polynomial Interpolation. Integration : Trapezoidal Rule Ordinary Differential Equation Partial Differential Equation: Finite Differences, Finite Elements yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Press, W.H., Flannery, B.P., Teukolsky, S.A., Vetterling, W.T. Numerical Recipes. Cambridge University Press, O Brien, S.K., Nameroff, S. Turbo Pascal 7:The Complete Reference. Mc. Graw Hill, Parasnis, D.S. Applied Geophysics. Cambridge University Press,

146 Seismologi Lanjut Kode MFA 570 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan: 1. Seismologi dan tektonik lempeng 2. Seismogram sebagai sinyal 3. Inversi 4. Komputasi seismik Matakuliah ini merupakan kelanjutan dari matakuliah Pengantar Seismolog yang materinya meliputi: Seismologi dan Tektonik Lempeng: Kinematika lempeng, spreading centers, Zone Subduksi, Tektonik dan gempabumi antar lempeng samudera, Tektonik dan gempabumi benua, Patahan dan deformasi bumi, Seismogram sebagai sinyal: Analisis Fourier, Sistem Linier, Discrete time series and transforms, Stacking, Jaringan seismologi dan seismometer, Inversi: Lokasi gempabumi, Tomografi travel time, Stratified earth structure, Inverting for plate motions, Komputasi Seismik: Matriks, Transformasi vektor, Kalkulus vektor, Koordinat sferis, Programming Scientific. yang terkait di Tugas Akhir I dan II dalam bidang Seismologi Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Stein, S., Wysession, M., 2003, An Introduction to Seismology, Earthquakes, and Earth Structure, Blackwell Publishing 2. Bullen, K.E., Bolt, K.F., 1989, Introduction to Seismology, Cambridge University Press, Australia. 3. Dahlen,F.A., Tramp, J., 1988, Theoretical Global Seismology, Princeton University Press, New Jersey Cahaya dan Warna SKS 2 (2 0) Kode MFA Menjelaskan bagaimana cahaya bekerja, cahaya dikontrol, dan ditangkap 2. Menjelaskan bagaimana cahaya dipersepsi 3. Menjelaskan sifat gelombang cahaya dan pengaruhnya terhadap ukuran objek objek yang kita lihat. 4. Menjelaskan prinsip kerja instrumen intrumen optik 5. Mengenali, menganalisa dan memformulasikan sistem sistem pengontrol cahaya 6. Mengenali, menganalisa dan memformulasikan sistem sistem penangkap cahaya (citra) 7. Mengenali, menganalisa, memformulasi, dan merancang instrumen instrumen optik 8. Menjelaskan proses yang mendasari ukuran objek objek yang kita lihat. 9. Menganalisa dan memformulasikan ukuran objek objek yang kita lihat Dalam kuliah ini, para mahasiswa akan belajar mengenai bagaimana cahaya bekerja, sifatsifatnya, bagaimana mengontrol cahaya (menggunakan kaca dan lensa), bagaimana citra (cahaya) ditangkap (prinsip kerja camera dan fotografi). Selanjutnya para mahasiswa akan belajar prinsip kerja instrumen instrumen optik, bagaimana kita mempersepsi cahaya, mata, kedalaman persepsi, dan warna serta sifat gelombang dari cahaya dan pengaruhnya terhadap ukuran objek objek yang kita lihat. yang terkait di Optoelektronika, Pendahuluan riset fisika optik, fisika eksperimen III, fotonika Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. David R. Falk, Dieter R. Brill, David G. Stork, Seeing the Light: Optics in Photography, Color, Vision and Holography, John Wiley & Sons, Inc. 2. David K. Lynch, William Livingston, Color and Light in Nature, Cambridge University Press. 3. Michael I. Sobel, Light, University of Chicago Press. 4. Thomas D. Rossing, Christopher J Chiaverina, Light Science: Physics and the Visual Arts, Springer Verlag, New York. 137

147 Kapita Selekta Optik SKS 2 (2 0) Kode MFA Menjelaskan perkembangan perkembangan dan kecendrungan kecendrungan terbaru dalam bidang optik. 2. Menjelaskan perkembangan perkembangan dan kecendrungan kecendrungan terbaru dalam bidang optik. 3. Mengkomunikasikan perkembangan perkembangan dan kecenderungankecenderungan terbaru dalam bidang optik baik secara lisan maupun tulisan. Mahasiswa akan menelaah penemuan penemuan, perkembangan perkembangan dan kecendrungan kecendrungan terbaru dalam bidang optic. Topik topik yang akan dibahas adalah topik topik yang sedang menjadi fokus atau perhatian komunitas peneliti dan akademisi bidang optik di seluruh dunia. Topik topik dimaksud dapat berupa sebuah topik khusus, atau tinjauan dari jurnal jurnal internasional terkemuka atau jurnal nasional terakreditasi dalam bidang optik, atau buku buku terbaru dalam bidang optik. yang terkait di Optoelektronika, Fotonika, Fisika Eksperimen III Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Physics Today, American Physics Society. 2. Journal of Applied Physics, American Physics Society. 3. Laser Focus World. 4. Optic Express 5. Physics World, Institute of Physics (IOP) Optoelektronika SKS 2 (2 0) Kode MFA 573 Prasyarat MFA 203, MFA 205, MFA Menjelaskan konsep dan prinsip kerja piranti piranti optoelektronika yang digunakan dalam berbagai instrumen, komunikasi dan alat alat dalam kehidupan sehari hari. 2. Menggunakan piranti piranti optoelektronika untuk merancang dan mewujudkan instrumen, sistem komunikasi dan alat alat berbasis optoelektronika dalam kehidupan sehari hari. Prinsip prinsip dasar optika sinar gelombang dan elektromanetika, resonator optik, foton dan materi, laser, semikonduktor dan foton, sumber gelombang em (cahaya), detector gelombang em (cahaya), serat optik, jaringan optoelektronik, system sistem dasar serat optik yang terkait di Fotonika, Spektroskopi, Komunikasi, Serat Optik, Sistem Instrumentasi, Sistem Pengukuran Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Wilson, J., Optoelectronics, An Introduction 2. William J. Mooney, Optoelectronics Devices and Principles 3. Fundamentals of Photonics, Saleh and Teich, Wiley Interscience, 2nd edition, Understanding Optical Communications, Harry Dutton, Prentice Hall, 1998 Akustik SKS 2 (2 0) Kode MFA 574 Prasyarat MFA Menjelaskan konsep dan fenomena bunyi dalam kehidupan sehari hari 2. Menjelaskan dan menjelaskan teori dan praktis akustika. Gerak harmonik sederhana dan aplikasi aplikasinya, gelombang dan bunyi, refleksi dan transmisi bunyi musik, nada, superposisi vibrasi, interferensi dan difraksi, gelombang berdiri, gelombang kompleks, telinga manusia dan suara, akusitika ruangan dan auditorium, akustika instrument musik 138

148 yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Physics and the Sound of Music", by John S. Rigden (Wiley, 2nd edition, 1985). 2. Lawerence E.Kinsler, Austin, R.Frey, Alan B.Coppens, James V.Sanders, Fundamentals of Acoustics, 4ht edition, Wiley, L.Berarek, Acoustics McGraw Hill Pencahayaan dan Penerangan SKS 2 (2 0) Kode MFA Menggunakan konsep, metode dan penalaran dasar statistika sesuai bidang ilmu yang ditekuninya. 2. Melakukan perhitungan statistik baik secara manual, menggunakan kalkulator dan perangkat lunak statistika. 3. Mengkomunikasikan hasil pemikiran dan pekerjaannya baik secara lisan maupun tulisan. Fungsi spectrum, fungsi luminos, system pencahayaan, pengukuran pencahayaan, gambar geometrid an aplikasinya, menentukan iluminasi, untuk permukaan dan sumber garis, flux luminasi, karaketristik sumber cahaya elektrik, standar luminasi, metode design interior system lighting, desain brightness, element arsitektur, testing system iluminasi, speksifikasi pewarnaan, desain system lampu sorot, desin sitem lampu jalan, wiring yang terkait di Fisika Kuantum, Fotonik, Sel Surya, Spektroskopi dan Akustik Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Boast, Warren B.,1953, illumination Engineering, 2 nd ed, McGraw Hill. 2. Hopkinson, R.G, Petherbridge, P., and Longmore, J. 1966,Dayligthing, 1 st Heinemann. Pendahuluan Riset Fisika Optik SKS 2(0 2) Kode MFA Menggunakan konsep, metode dan penalaran dasar optika untuk melakukan penelitian fisika dalam berbagai sub bidangnya. 2. Mendapatkan dan mengembangkan ide atau topik penelitian fisika optik. 3. Merancang dan membuat penelitian optika serta mengevaluasi hasilnya. Dalam kuliah ini para mahasiswa akan melakukan percobaan mengenai metode metode dasar penelitian optik dalam perancangan instrumen, fisika laser, optika Fourier, spektroskopi, interferometri, dan holografi. yang terkait di Optoelektonika, Laser I, Laser II Bobot kompetensi Kognitif = 40% Psikomotorik = 50% Hecht, E. Optics, Addison Wesley. Serat Optik SKS 2 (2 0) Kode MFA Menjelaskan komunikasi fiber optik dan teknologi fiber optik 2. Menganalisa hubungan antara teknologi fiber optik dengan komponet fiber optik Review Teori EM, konsep dan model matematika pandu gelombang, pandu gelombang slab dielektrik,fiber step indeks, graded indeks, fabrikasi fiber optik, Pengukuran fiber, Pengepakan fiber optik, kopling sumber, splices dan konektor, system fiber 139

149 yang terkait di Fisika Kuantum, Fotonik dan Opto Elektronika, Laser, Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Cherin, Allen H 1987, An Introduction to Optical Fibers, 3th ed, McGraw Hill. 2. Snyder Allan W and John D, Love. 1983,Optical Waveguide Theory Part I, Chapman and Hall. 3. Snyder Allan W and John D, Love. 1983,Optical Waveguide Theory Part II, Chapman and Hall Material Elektronik SKS 2 (2 0) Kode MFA 578 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan konsep dan klasifikasi bahan elektronik Struktur atom dan pita energi, klasifikasi bahan elektronik, bahan yang menghantarkan, bahan yang semi menghantarkan, bahan yang menginsulasi, bahan magnetik dan aplikasiaplikasinya. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. S. K. Bhattacharya, Electrical and Electronics Engineering Materials, Khanna Publisher, New Delhi 2. Grovel dan Jamwal, Electronic Components and Materials, Dhanpat Rai and Co, New Delhi Fisika Logam SKS 2 (2 0) Kode MFA Menjelasakan cara menguji dan mengevaluasi bahan industri 2. Mengenali sifat sifat bahan dari diagram fasa 3. Merencanakan sifat bahan tertentu melalui proses laku panas yang dilakukan. Dalam mata kuliah ini, mahasiswa mempelajari tentang pengujian dan evaluasi bahan industri, diagram fasa, transformasi fasa pada baja, laku panas dalam kondisi setimbang, laku panas dengan kondisi tak setimbang, pengerasan permukaan, baja dan besi. yang terkait di Mata Kuliah Tugas Akhir II di KBM Material Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 10% Afektif = 30% 1. Avner, Sidney, H., Introduction to Physical Metallurgy, Second edition, Mc. Graw Hill International Book Company. Tokyo, Saito, S, Surdia, T., Pengetahuan Bahan Teknik, cetakan ke empat, Pradnya Paramita, Jakarta, Suherman, W., Diktat Ilmu Logam I, Jurusan Teknik Mesin Insitut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, van Vlack, L.H., Ilmu dan Teknologi Bahan, edisi kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta, 1991 Fisika Bahan Komposit SKS 2 (2 0) Kode MFA Menjelaskan definisi dan klasifikasi bahan komposit, sifat sifat bahan komposit berdasarkan penguat dan matriknya, mampu memahami pemoresan bahan komposit. Disamping itu, mahasiswa juga diharapkan mampu menjelaskan proses karakterisasi 140

150 mata kuliah yang terkait di semester selanjutnya dan aplikasi bahan komposit.. 2. Mahasiswa mampu mempresentasikan tugas (review jurnal) yan berkaitan dengan ilmu bahan komposi Fisika Bahan Komposit merupakan salah satu mata kuliah dari Kelompok Bidang Minat (KBM) Material. Bahan komposit merupakan gabungan dari dua atau lebih bahan yang berlainan. Materi pada mata kuliah ini akan memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang definisi bahan komposit, klasifikasi bahan komposit, termasuk komposit alam, penguat dan matrik, komposit dengan matrik logam, keramik, dan polimer, proses pembuatan komposit. Selain itu, dipelajari juga karakterisasi sifat yang relevan pada bahan komposit. Untuk memperdalam pemahaman dan mengetahui aplikasi bahan komposit mahasiswa akan diberi tugas untuk mereview jurnal jurnal yan berkaitan dengan bahan komposit. Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 15% Afektif = 15% Mathhew, F.L, and Rawlings, R.D, Composite Materials: Engineering and Science, Chapman and Hall, 1994 Difraksi Sinar X Kode MFA 581 Prasyarat MFA Menjelaskan konsep difraksi sinar X dan stuktur latis. 2. Menganalisa data hasil eksperimen difraksi sinar X. 3. Mengaplikasikan pengetahuan difraksi sinar X dalam menyelesaikan permasalahan 4. Mengkomunikasikan hasil pekerjaannya baik secara lisan maupun tulisan. Difraksi Sinar X merupakan sebuah teknik yang sangat penting untuk karakterisasi material. Teknik ini membantu kita dalam mengetahui informasi skala atomik baik bahan kristalin maupun non kristalin. Mata Kuliah Difraksi Sinar X memberi dasar dasar pemahaman difraksi sinar X, struktur latis, dan analisis data beberapa bahan. yang terkait di Fisika Eksperimen Lanjutan, Tugas Akhir Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. X Ray Diffraction, C. Suryanarayana and M. Grant Norton, Plenum Press ray Bahan Magnetik Kode MFA 582 Prasyarat MFA Menejelaskan konsep dasar bahan magnetik 2. Mengaplikasikan pengetahuan bahan magnetik dalam menyelesaikan permasalahan 3. Mengkomunikasikan hasil pemikiran dan pekerjaannya baik secara lisan maupun tulisan. Mata Kuliah Bahan Magnetik mempelajari konsep konsep dasar magnetisme pada bahan: magnetic dipole, magnetic moment, magnetic field, magnetic flux density, permeability, magnetization, magnetic susceptibility; diamagnetisme, paramagnetisme, ferromagnetisme, anti ferromagnetisme, ferromagnetic, domain magnetik, hysterisis, soft magnetic material, hard magnetic material; pengaruh temperatur terhadap sifat magnetic, temperature curie dan curie weiss law; aplikasi bahan magetik, penetilitian bahan magnetik. yang terkait di Jurusan Fisika: Fisika Eksperimen Lanjutan, Penelitian dan Tugas Akhir Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 141

151 1. Material Science and Engineering, William D. Callister, Jr., John Willey & Sons, Inc. 2. Introduction to Magnetic Materials, L. C. Cullity, Addison Wesley 3. Introduction to Solid State Physics, C. Kittle, John Willey & Sons, Inc. 4. Solid State Physics, Ashcroft and Mermin, Saunders College Publishing Superkonduktor SKS 2 (2 0) Kode MFA 583 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan konsep fenomena superkonduktansi dan prinsip kerja dan aplikasi bahan superkonduktor Bahan superkonduktor, teori dan konsep mengenai fenomena superkonduksi, penelitianpenelitian terbaru mengenaia bahan superkonduktor dan aplikasinya yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. A. Boudillon and N. X. T. Boudillon, High Temperature Superconductor: Processing and Science, Academic Press, Inc., Boston (1994) 2. M. Cyrot and D. Pavuna, Introduction to Superconductivity and High Tc Materials, World Scientific, Singap0re (1992) 3. M. Tinkham, Introduction to Superconductivity, McGraw Hill, Singapore (1996) 4. T. P. Orlando, K. A. Delin, Foundation of Applied Superconductivity, Addison Weslley, New York (1990) 5. Jurnal nasional dan internasional terbaru tentang bahan superkonduktor High Tc Sel Surya SKS 2 (2 0) Kode MFA Menjelaskan konsep dan cara kerja dan karakteristik suatu sel surya 2. Menjelaskan bahan dan teknologi dan aplikasi sel surya Pendahuluan teori semikonduktor, dioda sambungan p n, efisiensi batas, kehilangan dan pengukuran, teknologi standard sel surya, perkembangan teknologi sel surya, jenis jenis sambungan pada sel surya, jenis jenis sel sel surya. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. M. A. Green, Solar Cells, Operating Principle Technology and System Application, University of New South Wales Press 2. S. M. Sze, Physics of Semiconductor Device, John Wiley&Sons, New York (1981) 3. K. Ng. Kwok, Complete Guide to Semiconductor Devices, McGraw Hill, Inc, New York (1995) Fisika Keramik SKS 2 (2 0) Kode MFA Membuat keramik tradisional 2. Membedakan keramik tradisional dan keramik teknik 3. Menjelaskan struktur kimia bahan keramik 4. Menjelaskan sifat sifat bahan keramik teknik 5. Bekerjasama dalam tim Dalam mata kuliah ini, mahasiswa mempelajari tentang tentang pengertian keramik dan jenis bahan keramik, bahan baku keramik tradisional, proses pembuatan keramik tradisional, tungku dan pembakaran, gelasir, kimia kristal bahan keramik, sifat bahan keramik, refraktori, isolator termal, bahan abrasif, keramik teknologi. yang terkait di Fisika Eksperimen III, Tugas Akhir 142

152 Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 20% Afektif = 20% 1. Ambar Astuti., 1986, Pengetahuan Keramik, Penerbit Gajah Mada University Press, Jogyakarta. 2. Shinroku Saito, Tata Surdia, 1982, Pengetahuan Bahan Teknik, Pradnya Paramita, Jakarta Korosi SKS 2(2 0) Kode MFA Menjelaskan proses terjadinya korosi pada lingkungan. 2. Mengkomunikasikan hasil pemikiran secara lisan maupun tulisan. 3. Bekerjasama dalam tim Mempelajari tentang korosi pada material diatmosfir, lingkungan yang terbatas, di dalam air, di dalam elektrolit, polarisasi, korosi besi dan baja, korosi oleh mikroba, inhibitor, material di lingkungan korosi dan usaha usaha penanggulangan korosi. yang terkait di Fisika Eksperimen III, Fisika Logam, Tugas Akhir Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Fontana, Greene, (1978); Corrosion Engineering, Mc Graw Hill, New York. 2. Supardi, R, (1997); Korosi, Penerbit Tarsito, Bandung. 3. Uhlig, (1971); Corrosion and Corrosion Control, John Wiley, New York. 4. Anton des Brasunas, at.all, (1970); Nace Basic Corrosion Course, National Association of Corrosion Enginers, Houston Texas Fisika Polimer SKS 2 (2 0) Kode MFA Menjelaskan konsep dan teori fisika untuk bahan polimer 2. Menjelaskan struktur dan karakteristik Fisika bahan polimer 3. Menjelaskan aplikasi bahan polimer Struktur dan sifat sifat bahan polimer, polimer termoplastik, karet, bahan tambahan, resin termoset, resin penukar ion dan bahan polimer yang tahan panas, penggunaan dan pencetakan bahan polimer yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Kumar dan R. K. Gupta, Fundamentals of Polimer, McGraw Hill International editions, Singapore (1998) 2. S. Saito dan T. Surdia, Pengetahuan Bahan Teknik, Cetakan keempat, Pradnya Paramita, Jakarta (1999) 3. L. H. van Vlack, Ilmu dan Teknologi Bahan, edisi kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta (1991) Fisika Mineral SKS 2 (2 0) Kode MFA 589 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu melakukan indentifikasi mineral di lapangan secara independen dan mandiri Fisika Mineral menerangkan klasifikasi mineral, metode pembentukan dan metode indentifikasi mineral yang akan berguna dalam melatih kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan sumber daya mineral di Aceh yang terkait di Tugas Akhir 143

153 Bobot kompetensi Kognitif = 50% Psikomotorik = 25% Afektif = 25% Mineral Processing Technology, B. A. Wills, T. J. Napier Munn, Elsevier, Semikonduktor SKS 2 (2 0) Kode MFA 591 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan konsep, fenomena semikonduktansi dan prinsip kerja bahan semikonduktor, serta aplikasinya Teori pita energi dan pembawa muatan, fenomena transport pembawa muatan, sambungan pn, piranti bipolar dan unipolar, oksidadi dan deposisi film, difusi dan implatansi ion yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Sze, S. M., Semiconductor Device Physics and Technology, John Wiley&Sons, New York (1985) 2. Rio, S. R., dan Iida, M., dan Rekario, Fisika dan Teknologi Semikonduktor, Pradnya Paramita, Jakarta (1980) 3. Sze, S. M., Physics of Semiconductor Device, John Wiley and Sons, New York (1981) 4. Kwok, K. Ng., Complete Guide to Semiconductor Devices, McGraw Hill Inc., NY (1995) Fisika Reaktor Kode MFA 593 Prasyarat MFA 304 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan konsep dan aplikasi fisika reaktor. Matakuliah fisika reaktor membuka wawasan mahasiswa tentang perkembangan teknologi Nuklir yang memiliki banyak manfaat bagi manusia jika penerapannya sesuai dengan prinsip yagn berlaku yang terkait di Fisika Modern memperkenalkan pada mahasiswa tentang ilmu Fisika yang menelaah teori dasar dari fisika yang bersifat mikroskoppik seperti atom. Mata Kuliah Inti mempelajari dengan detil konsep pembelahan inti atom Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. DOE Fundamental Handbook Nuclear Physics and Reactor Theory, US Dept. of Energy, Prayoto, Pengantar Teori Reaktor, Teknik Nuklir UGM 3. Ridwan M, dkk, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir 144

154 5.4 DESKRIPSI MATA KULIAH PRODI KIMIA Termodinamika Kimia Kode MKM 025 Prasyarat MKM 114 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan tentang: Gas Pengantar termodinamika kimia Hukum I termodinamika Hukum II termodinamika Hukum III termodinamika Energi bebas ini mencakup materi: gas, pengantar termodinamika kimia, hukum I termodinamika, hukum II termodinamika, hukum III termodinamika, dan energi bebas yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 85% Psikomotorik = 5% 1. Atkins P.W, Kimia Fisika, ed 4, Erlangga, Daniel F, Alberty R.A, Kimia Fisika, Jilid I, ed 7, Erlangga, Ira N. Levine, Physical Chemistry, Mc.Graw Hill Book Com., Castellan G.W, Physical Chemistry, Eddison Wesley Pub Com Kinetika Kimia Kode MKM 033 Prasyarat MKM 204 Tujuan Instruksional Mahasiswa mampu menjelaskan tentang : Umum (kompetensi Hukum Empiris reaksi, Metode Pengukuran dan Pengolahan Data Kinetik Teori Tabrakan Teori Keadaan Transisi Mekanisme Reaksi Reaksi kompleks, reaksi berantai, fotokimia, sonokimia, Katalis Homogen Katalis Heterogen Reaksi enzimatis kinetika kimia membahas tentang hukum empiris reaksi, metode pengukuran dan pengolahan data kinetik, teori tabrakan, teori keadaan transisi, mekanisme reaksi, reaksi kompleks, reaksi berantai, fotokimia, sonokimia, katalis homogen, katalis heterogen, reaksi enzimatis yang terkait Kimia Fisik III di Bobot kompetensi Kognitif = 75% Psikomotorik = 10% Afektif = 15% Buku Acuan 1. Castellan, W.G, 1983, Physical Chemistry, 3thed., Addition Wesley Publishin Co.,New York. 2. Laidler.K.J., Chemical Kinetics, 2nded. 3. Avery. H.E.,Basic Reaction kinetics and Mechanism, 4th ed. 4. Moore. D.W, and Pearson, D.,1981, Kinetics and Mechanism, John Wiley& Sons,New York. 5. Atkins P. and J. Paula, 2002, Physical Chemistry, Edisi ke 7th, Oxford University, Oxford. 6. Paul L. Houston, 2001, Chemical Kinetics and Reaction Dynamics, 1st Ed McGrawHill, New York. 7. Margaret Robson Wright, 2004, An Introduction to Chemical Kinetics, John Wiley & Sons, UK Matematika Sains Kode MKM

155 Prasyarat MPA 021 Tujuan Instruksional Umum (kompetensi Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan tentang : Metode operator Sistem koordinat, fungsi dan grafik Sistem persamaan differensial Integral ganda Skalar dan vektor Matriks dan determinant Metode transformasi laplace Aplikasi beberapa software matematika sains membahas tentang metode operator, sistem koordinat, fungsi dan grafik, sistem persamaan differensial, integral ganda, skalar dan vektor, matriks dan determinant, Metode transformasi laplace dan aplikasi beberapa software yang terkait Tugas Akhir I dan Tugas Akhir II di Bobot kompetensi Kognitif = 75% Psikomotorik = 10% Afektif = 15% Buku Acuan 1. James R.Barrante, Applied Mathematics for Physical Chemistry, 3th, Prentice Hall, Mortimer, R.G., Mathematics for Physical Chemistry, Academor, USA, Purcell, E, kalkulus dan geometri Analitis, Erlangga, Jakarta, 1985 Kimia dan Masyarakat Kode MKM 102 Menjelaskan peranan ilmu kimia dalam masyarakat Mendeskripsikan ruang lingkup dan kemungkinan peluang kerja sebagai alumni kimia Menjabarkan attitude yang dibutuhkan sebagai calon kimiawan Mengkomunikasikan hasil observasi dan pemikirannya baik secara lisan maupun tulisan Kimia dan Masyarakat membahas tentang ruang lingkup peranan ilmu kimia dalam kehidupan masyarakat lewat kuliah tamu baik oleh alumni maupun para praktisi dalam lingkup kimia dan turunannya, berikut obervasi langsung, diskusi kelompok dan seminar. ini diharapkan dapat meningkatkan gairah dan semangat belajar mahasiswa dalam mempelajari dan memahami ilmu kimia secara mendetail pada semester selanjut, sehingga dapat membantu kelancaran dan keberhasilan mahasiswa menyelesaikan perkuliahan secara tepat waktu dengan prestasi akademik maksimal. yang terkait Manajemen Laboratorium, Kewirausahaan dan Kuliah Kerja Praktik di Bobot kompetensi Kognitif = 40% Psikomotorik = 40% Afektif = 20% Diktat / Modul Kuliah Kimia dan Masyarakat, Jurusan Kimia FMIPA, Universitas Syiah Kuala, 2011 Kimia Dasar II SKS 4 (3 1) Kode MKM 114 Menjelaskan tentang pembentukan dan sifat sifat larutan, asam basa, kinetika kimia, reaksi elektrokimia, termokimia, serta kimia inti Menjelaskan konsep dasar ilmu kimia terhadap kehidupan sehari hari. Matakuliah Kimia Dasar II mempelajari tentang larutan serta reaksi reaksi kimia dan kaitannya dengan elektrokimia, kinetika kimia serta termokimia. ini juga mempelajari kimia inti serta meninjau reaksi reaksi sederhananya. yang terkait Semua matakuliah di jurusan kimia di Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% Referensi 1. K.W. Whitten, R.E. Davis, R. Peck, 2003, General Chemistry, 7 th Ed. 2. R. Chang, 1996, Chemistry. McGraw Hill: New York 146

156 Manajemen Laboratorium Kode MKM 201 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menerapkan standar keselamatan dan keamanan kerja di laboratorium kimia. Selain itu mahasiswa juga diharapkan mampu mendisain laboratorium kimia secara umum. Sebagai calon sarjana sains kimia, mahasiswa prodi kimia perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan dasar mengenai laboratorium. ini selain dirancang untuk mengembangkan kompetensi kognitif, juga dirancang untuk mengembangkan kemampuan manajemen, khususnya di laboratorium. Materi yang diajarkan mencakup: Keselamatan dan keamanan laboratorium Bahan kimia berbahaya Manajemen pembelian bahan dan peralatan kimia Manajemen penyimpanan bahan dan peralatan kimia Detoksikasi bahan kimia Perancangan laboratorium yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 20% Afektif = 20% 1. NIOSH, 2006, School Chemistry Laboratory Safety Guide, 2. Dahan, F. W. 2000, Laboratories: A Guide to Master Planning, Programming Procurement and Design, W.W. Norton & Co., NY. Kimia Organik II SKS 4 (3 1) Kode MKM 202 Prasyarat MKM 203 Menjelaskan konsep dasar reaksi reaksi kimia organik Menjelaskan mekanisme reaksinya Aromatik, enolat dan karbanion, heteroaromatik dan polisiklik, organologam, perisiklik, reaksi substitusi dan eliminasi, pengantar kimia bahan alam. yang terkait di Kimia Organik Fisik Kimia Organik Bahan Alam Bobot kompetensi Kognitif = 65% Psikomotorik = 25% 1. Fesenden, R.J. dan Fesenden, J.S. (Terjemahan A.H. Pudjaatmaka) (1989) Kimia Organik, Erlangga. 2. McMurry, J., (2005), Organic Chemistry, Brooks/Cole Publishing Company, Pacipic Grove, California, 5 th edition 3. Harborne, J.B., 1996, Metode Fitokimia, cetakan ke 2, ITB Bandung 4. Furniss, B.S., (editor). 1989, Vogel s Textbook of Practical Organic Chemistry, Longman, London Kimia Organik I SKS 4 (3 1) Kode MKM 203 Prasyarat MKM 114 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa dapat menjelaskan: Konsep dasar kimia organik Reaksi reaksi dasar kimia organic Pendahaluan, alkana, alkena dan alkuna, stereokimia, alkil halida, alkohol dan eter, aldehid dan keton, asam karboksilat dan turunannya, amina. yang terkait Kimia organik II, Kimia Organik Fisika di Bobot kompetensi Kognitif = 65% Psikomotorik = 25% 147

157 1. McMurry, J., (2009), Organic Chemistry, Brooks/Cole Publishing Company, Pacipic Grove, California, third edition 2. Smith, J.G., 2008, Organic Chemistry, McGraw Hill, 2 nd edition CRC Press 3. Fesenden, R.J. dan Fesenden, J.S. (Terjemahan A.H. Pudjaatmaka) (1989) Kimia Organik, Erlangga. Kimia Fisika II SKS 4 (3 1) Kode MKM 204 Prasyarat MPA 019 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan tentang: Gas Pengantar termodinamika kimia Hukum I termodinamika Hukum II termodinamika Hukum III termodinamika Energi bebas Kesetimbangan kimia Larutan Kesetimbangan fase Elektrokimia ini mencakup materi: gas, pengantar termodinamika kimia, hukum I termodinamika, hukum II termodinamika, hukum III termodinamika, energi bebas, kesetimbangan kimia, larutan, kesetimbangan fase, dan elektrokimia yang terkait Kimia Fisika III dan Kimia Polimer di Bobot kompetensi Kognitif = 55% Psikomotorik = 35% 1. P.W.Atkins, Physical Chemistry, 5 nd edition, Oxford University Press, Oxford, Atkins P.W, Kimia Fisika, ed 4, Erlangga, Daniel F, Alberty R.A, Kimia Fisika, Jilid I, ed 7, Erlangga, I.N. Levine, Physical Chemistry, 5 nd edition, Mc.Graw Hill, Inc, (August 29, 2001) 5. Castellan G.W, Physical Chemistry, 3rd Edition, Eddison Wesley Pub Com 2004 Kimia Fisika I SKS 3 (3 0) Kode MKM 205 Prasyarat MPA 019 Tujuan Instruksional Setelah Mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan tentang : Umum (kompetensi Prinsip dasar mekanika kuantum Struktur dan spektra atom hidrogen dan atom berelektron banyak Struktur molekul hidrogen dan molekul poliatomik Jenis jenis spektra molekul hidrogen dan molekul poliatomik Model dan pengukuran transisi elektronik untuk beberapa aplikasi Energi pembentukan ikatan ion, Kovalen dan ikatan logam Struktur kristal, teori pita pada padatan, jenis cacat dalam padatan, prinsip difraksi sinar X dan menentukan jenis kristal dari data yang diperoleh pada difraksi sinar X Kimia Fisika I membahas tentang prinsip dasar mekanika kuantum, struktur dan spektra atom hidrogen dan atom berelektron banyak, struktur molekul hidrogen dan molekul poliatomik, jenis jenis spektra molekul hidrogen dan molekul poliatomik, model dan pengukuran transisi elektronik untuk beberapa aplikasi, energi pembentukan ikatan ion, Kovalen dan ikatan logam, Struktur kristal, teori pita pada padatan, jenis cacat dalam padatan, prinsip difraksi sinar X dan menentukan jenis kristal dari data yang diperoleh pada difraksi sinar X: yang terkait Kimia Anorganik I, Kimia Fisika II, Kimia Fisika III dan Kimia Polimer di Bobot kompetensi Kognitif = = 80 Psikomotorik = = 10 Afektif = = 10 Buku Acuan 1. P.W.Atkins, Physical Chemistry, 5 nd edition, Oxford University Press, Oxford, Atkins P.W, Kimia Fisika, ed 4, Erlangga, Daniel F, Alberty R.A, Kimia Fisika, Jilid I, ed 7, Erlangga,

158 4. I.N. Levine, Physical Chemistry, 5 nd edition, Mc.Graw Hill, Inc, (August 29, 2001) 5. Castellan G.W, Physical Chemistry, 3rd Edition, Eddison Wesley Pub Com 2004 Biokimia I SKS 4 (3 1) Kode MKM 206 Prasyarat MKM 114 Menjelaskan struktur, fungsi dan metabolisme asam nukleat dan protein Menjelaskan mekanisme kerja enzim dan menghitung parameter kinetikanya ini mempelajari ruang lingkup biokimia, bioenergetika, struktur dan fungsi asam nukleat, metabolisme nukleotida, struktur, fungsi dan sifat asam amino, protein dan enzim, kinetika enzim, regulasi aktivitas enzim dan biosintesis protein yang terkait Bioteknologi di Bobot kompetensi Kognitif = 55% Psikomotorik = 35% 1. Christopher K. Mathew and K. E. van Holde, Biochemistry, The Benjamin/Cummings Publishing Company, Inc, San Fransisco 2. David L. Nelson and Michael M. Cox, Lehninger Principles of Biochemistry, Fourth Edition, University of Wisconsin, Madison (e book) Kimia Analitik I SKS 4 (3 1) Kode MKM 207 Prasyarat MPA 019 Setelah mengikuti MK ini mahasiswa mampu: Menjelaskan Konsep dasar analisis, proses analitis, kesalahan acak dan kesalahan sistematis Menjelaskan dasar dasar teknik pengukuran,dasar dasar uji signifikansi, perhitungan kimia (konsentrasi), kesetimbangan kimia, analisa kation dan analisa anion Matakuliah kimia dasar mempelajari tentang Konsep dasar analisis, proses analitis, kesalahan acak dan kesalahan sistematis, dasar dasar teknik pengukuran,dasar dasar uji signifikansi, perhitungan kimia (konsentrasi), kesetimbangan kimia, analisa kation dan analisa anion yang terkait Kimia Analitik II, Analisa Instrumen dan semua mata kuliah analitik lanjutan. di Bobot kompetensi Kognitif = 55% Psikomotorik = 30% Afektif = 15% 1. Skoog, D.A., D.M. West, F.J. Holler and S.S. Crouch, 2007, Fundamentls of Analytical Chemistry, 8th ed., Brooks/Cle, USA 2. Christian, G.D., 2003, Analytical Chemistry, 6 th ed., John Wiley and Sons, USA 3. Kealey, D., 2002, Principles and Practice of Analytical Chemistry, Blackwell Science. 4. Day, R.A., and A.L. Underwood. 1999, Quantitative Analysis, 6th edition, Prentice Hall International, New Jersey. 5. Mendham, R.C., Denney, J.D., Thomas, M.J.K., 2000, 6 th edition, Vogel s Quantitative Chemical Analysis, Prenctice Hall Kimia Analitik II SKS 4 (3 1) Kode MKM 208 Prasyarat MPA 019 Setelah mengikuti MK ini mahasiswa mampu : Menjelaskan tentang konsep dasar kimia analisa kuantitatif Menjelaskan metode metode yang tergolong analisa kuantitatif Menggunakan metode yang tepat dan benar dalam menganalisis suatu contoh Matakuliah Kimia Analitik II mempelajari tentang gravimetri, asidi alkalimetri, argentometri, kompleksometri, redoks, potensiometri, konduktometri, ekstraksi pelarut, dan koefisien distribusi yang terkait Analisis instrumentasi dan semua mata kuliah analitik lanjutan di Bobot kompetensi Kognitif = 55% Motorik = 30% 149

159 Afektif = 15% 1. Skoog, D.A., D.M. West, F.J. Holler and S.S. Crouch, 2007, Fundamentls of Analytical Chemistry, 8th ed., Brooks/Cle, USA 2. Christian, G.D., 2003, Analytical Chemistry, 6 th ed., John Wiley and Sons, USA 3. Kealey, D., 2002, Principles and Practice of Analytical Chemistry, Blackwell Science. 4. Day, R.A., and A.L. Underwood. 1999, Quantitative Analysis, 6th edition, Prentice Hall International, New Jersey. 5. Mendham, R.C., Denney, J.D., Thomas, M.J.K., 2000, 6 th edition, Vogel s Quantitative Chemical Analysis, Prenctice Hall Dasar dasar Pemisahan Kimia Kode MKM 209 Prasyarat MPA 019 Menjelaskan terminologi dan tahapan pemisahan dalam lingkup analitik secara komprehensif Menjabarkan beberapa parameter kualitatif dan kuantitatif sebagai fenomena dasar yang digunakan untuk menjelaskan pemisahan Mendiskripsikan proses dan jenis pemisahan kimia yang sering digunakan Menjelaskan prinsip dasar dan mekanisme pemisahan kimia. Dasar dasar Pemisahan membahas tentang prinsip, proses, jenis dan mekanisme dasar dasar teknik pemisahan seperti, koefisien distribusi, ekstraksi, distilasi, evaporasi, prekonsentrasi, dasar kromatografi, sentrifugasi, adsorpsi/desorpsi, penukar ion yang terkait Kimia Analitik I dan II, Analisa Instrumentasi, Kimia Organik Bahan Alam, Bioteknologi di Bobot kompetensi Kognitif = 75% Psikomotorik = 15% 1. Somenath Mitra, 2003, Sample Preparation Techniques in Analytical Chemistry, John Wiley and Sons, New York 2. Meloan, C.E., 1999, Chemical separations: principles, techniques, and experiments, John Wiley and sons 3. Richard Anderson, 1991, Sample Pretreatment and Separation, John Wiley and Sons, Singapore 4. James M. Miller, 1975, Separation Methods in Chemical Analysis, John Wiley and Sons, New York 5. John A. Dean, 1969, Chemical Separation Methods, D. Van Nostrand Company, New York Kimia Anorganik I SKS 3 (3 0) Kode MKM 210 Prasyarat MPA 019 Setelah menyelesaikan mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan tentang Aplikasi konsep mekanika gelombang dalam ikatan kimia Sifat keperiodikan unsur unsur Ikatan kimia serta pengaruhnya terhadap sifat sifat senyawa Sifat fisika dan kimia unsur golongan utama dan senyawa organologam unsur unsur golongan utama. Mata Kuliah ini membahas tentang konsep struktur atom, sifat keperiodikan unsur sebagai dasar untuk mempelajari ikatan kimia seperti ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan logam, sifatsifat fisika dan kimia unsur golongan utama dan senyawa organologam unsur unsur golongan utama yang terkait Kimia Anorganik II di Bobot kompetensi Kognitif = 90% Psikomotorik = 0% 1. G.L Miessler and D. A. TARR, 2010, Inorganic Chemistry, Fourth Edition, Person Education International. 2. J. E. House, 2008, Inorganic Chemistry, Elsevier, New York. 3. U. Muller, 2006, Inorganic Structural Chemistry, 2 nd Edition, John Wiley and Sons. 4. N.N. Greenwood and A Earnshow, Second Ed., 1998, Chemistry of The Elements, Butterwoth Heinemann, Oxford 150

160 Metodologi Penelitian Kode MKM 301 Prasyarat USK 001, MPA 019 dan MKM 114 Setelah mempelajari mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menjelaskan tentang konsepkonsep dan sistematika penelitian serta akan mampu menerapkannya dalam penulisan proposal penelitian, yang meliputi: Pendahuluan Landasan teori dan hipotesis Metode eksperimen Populasi dan sampel Skala pengukuran dan instrumen Teknik pengumpulan data Analisis data (statistik) Penulisan proposal penelitian metodelogi penelitian merupakan mata kuliah wajib yang harus diikuti oleh seluruh mahasiswa sebagai prasyarat Tugas Akhir I dan Tugas Akhir II. Dalam metodelogi penelitian ini dipelajari tentang perbedaan penelitian kuantitatif, kualitatif, dan pengembangan. metodelogi penelitian ini meliputi pendahuluan, landasan teori dan hipotesis, metode eksperimen, populasi dan sampel, skala pengukuran dan instrument, teknik pengumpulan data, analisis data (statistic), dan penulisan proposal penelitian yang terkait Tugas Akhir I dan Tugas Akhir II di Bobot kompetensi Kognitif = 65% Psikomotorik = 20% Afektif = 15% 1. Berrenson, M.l., D.M. Levine and D. Rindkpof, 1988, Applied Statistics First Course, Prentice Hall, New Jersey. 2. Jarret, J. and A. Kraft, 1989, Statistical Analysis for Decision Making, Allyn and Bacon, Massachusets. 3. Kohler, H., 1988, Essentials of Statistics, Scott Foresman and Co, Illinois. 4. Sugiyono, 2006, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D, Alfabeta, Bandung. Kolokium Kode MKM 302 Prasyarat USK 001 dan USK 005 Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa mampu Melakukan studi literatur (jurnal) berbahasa Inggris Menerjemahkan jurnal dalam bahasa Inggris dan menulis makalah ke dalam bahasa Indonesia Mempresentasikan makalah dalam bahasa inggris. Matakuliah ini merupakan lanjutan dari matakuliah matakuliah yang sudah dipelajari, terutama bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Seminar kolokium merupakan matakuliah yang membahas tentang hasil hasil penelitian terbaru di bidang kimia yang ditulis dalam jurnal internasional. Proses penyusunan makalah dalam bahasa Indonesia dibimbing oleh seorang dosen pembimbing yang ditunjuk oleh koordinator. Matakuliah ini disajikan atau dipresentasikan dalam bentuk seminar. yang terkait Tugas Akhir I dan Tugas Akhir II di Bobot kompetensi Kognitif = 35% Psikomotorik = 45% Afektif = 20% Buku Acuan Jurnal internasional terkait bidang kimia yang diterbitkan 5 tahun terakhir sesuai dengan topik yang dipilih mahasiswa Kimia Organik Fisika SKS 3 (3 0) Kode MKM 303 Prasyarat MKM 202 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa dapat: Menjelaskan mekananisme reaksi organik Menjelaskan sifat sifat fisiknya 151

161 Sifat ikatan kovalen, momen dipol, faktor faktor yang mempengaruhi kereaktifan molekul (efek elektronik dan sterik), kinetika dan termodinamika, pereaksi dan mekanisme reaksi, hubungan struktur dan kereaktifan (LFER), efek pelarut, konsep asam basa, efek kinetika dari Isotop, pengaruh sterik, katalis homogen, reaksi substitusi pada karbon jenuh, eliminasi oksidatif, pelabelan isotop, reaksi radikal bebas, dan reaksi fotokimia organik. yang terkait Penentuan Struktur Senyawa Secara Spektroskopi di Bobot kompetensi Kognitif = 90% Psikomotorik = 0% 1. Jack Hine, 1980, Physical Organic Chemistry, McGraw Hill, USA. 2. Isaacs, N., 1995, Physical Organic Chemistry, 2nd edition, Pearson Prentice Hall, London. Penentuan Struktur Senyawa Secara Spektroskopi SKS 3 (3 0) Kode MKM 304 Prasyarat MKM 202 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menginterpretasikan spektrum yang meliputi UV, IR, NMR dan MS dalam penentuan struktur senyawa kimia Elusidasi struktur senyawa organik dan anorganik dengan menggunakan spektrofotometer UV Vis, infra merah, proton dan karbon NMR, spektrometri massa, difraksi sinar X. yang terkait Analisis Tumbuhan Secara Kimia, Tugas Akhir I dan Tugas Akhir II di Bobot kompetensi Kognitif = 90% Psikomotorik = 0% 1. Silverstein, F.J., W. Bassler and M. Morril, 1992, Spectrometric Identification of Organic Compound, John Wiley & Sons, New York. 2. Williams, D.H. dan I. Fleming, 1987, Spectrometric Identification of Organic Compounds, McGraw Hill. Kimia Fisika III SKS 4 (3 1) Kode MKM 305 Prasyarat MKM 205 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan tentang: Bentuk empiris persamaan laju reaksi Metode eksperimen dan penanganan data Reaksi dalam fase gas Reaksi dalam larutan Reaksi komplek Reaksi berantai Teori reaksi kimia Proses pada permukaan Makromolekul ini membahas materi: bentuk empiris persamaan laju reaksi, metode eksperimen dan penanganan data, reaksi dalam fase gas, reaksi dalam larutan,reaksi komplek, reaksi berantai, teori reaksi kimia, proses pada permukaan dan makromolekul. yang terkait Kimia Polimer, Tugas Akhir I dan Tugas Akhir II di Bobot kompetensi Kognitif = 55% Psikomotorik = 35% 1. P.W.Atkins, Physical Chemistry, 5 nd edition, Oxford University Press, Oxford, Atkins P.W, Kimia Fisika, ed 4, Erlangga, Castellan G.W, Physical Chemistry, 3rd Edition, Eddison Wesley Pub Com., Moor J.W, Pearson R.G., Kinetics and Mechanism, third edition, Longman Group Limited, England, Logan, S. R., Fundamentals of Chemical Kinetics, Longman Group Limited, England, Kimia Polimer Kode MKM

162 Prasyarat MKM 205 Tujuan Instruksional Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan tentang: Umum (kompetensi Peranan Polimer dalam kehidupan Prinsip prinsip dasar Polimer Larutan polimer dan berat molekul Struktur kimia dan morfologi polimer Struktur kimia dan sifat sifat polimer Evaluasi, karakterisasi dan analisis polimer Kimia Polimer membahas tentang peranan polimer dalam kehidupan, prinsipprinsip dasar, perhitungan berat molekul dalam larutan polimer, Struktur kimia, sifat sifat dan morfologi serta menjelaskan metode metode evaluasi, karakterisasi dan analisis polimer yang terkait Tugas Akhir I dan Tugas Akhir II di Bobot kompetensi Kognitif = 75% Psikomotorik = 10% Afektif = 15% Buku Acuan 1. Sopyan lis, Kimia Polimer, Pradya paramita Jakarta, Billmeyer, JR, Textbook of Polymer Science, 3 th, John Wiley & Sons, New York Publ Yu, Long. Biodegradable polymer blends and composites from renewable resources by John Wiley & Sons, Inc. Biokimia II SKS 4 (3 1) Kode MKM 307 Prasyarat MKM 114 Menjelaskan struktur, fungsi dan metabolisme karbohidrat dan lipid Menjelaskan konsep siklus asam sitrat dan fosforilasi oksidatif Menjelaskan konsep fotosintesis Matakuliah Biokimia II mempelajari struktur, fungsi dan metabolisme karbohidrat dan lipid, serta siklus asam sitrat, fosforilasi oksidatif dan fotosintesis yang terkait Bioteknologi di Bobot kompetensi Kognitif = 55% Psikomotorik = 35% Buku Acuan 1. Christopher K. Mathew and K. E. van Holde, Biochemistry, The Benjamin/Cummings Publishing Company, Inc, San Fransisco 2. David L. Nelson and Michael M. Cox, Lehninger Principles of Biochemistry, Fourth Edition, University of Wisconsin, Madison Bioteknologi SKS 2 (2 0) Kode MKM 308 Prasyarat MKM 307 Menjelaskan konsep bioteknologi yang meliputi rekayasa genetika, bioinformatika dan kultur jaringan serta aplikasi dari masing masing metoda Memahami etika etika yang berlaku dalam penerapan ilmu bioteknologi Matakuliah ini membahas tentang bioteknologi yang meliputi bioetika, perkembangan bioteknologi, metoda rekayasa genetika dan aplikasinya. Dasar bioinfomatika dan aplikasinya serta metoda kultur jaringan. yang terkait - di Bobot kompetensi Kognitif = 75% Psikomotorik = 15% Buku Acuan 1. H. Kreuzer and A. Massey, 2001, Recombinant DNA and Biotechnology A Guide for Teachers, ASM Press, Washington, D.C 2. PCR, 3. David W. Mount, 2001, Bioinformatic, Sequence and genome analysis, Cold Spring Harbor, New York. 4. P.M. Selzer, R.J. Marhofer and A.Rohwer, 2008, Aplid Bioinformatics, An Intorduction, Springer, German 153

163 Kimia Anorganik II SKS 4 (3 1) Kode MKM 309 Prasyarat MPA 019 Setelah menyelesaikan mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan tentang: Pengaruh gaya gaya kimia terhadap suatu senyawa Aplikasi reaksi redoks dalam ekstraksi unsur Sifat simetri pada suatu senyawa Sifat sifat dasar logam logam transisi Pembentukan ikatan pada senyawa kompels. ini membahas tentang gaya gaya kimia dan pengaruhnya terhadap sifat sifat suatu senyawa, reaksi oksidasi dan reduksi pada ekstraksi unsur, simetri molekul dan kumpulan titik, sifat sifat logam transisi, serta konsep dasar senyawa koordinasi. yang terkait Kimia Anorganik III di Bobot kompetensi Kognitif = 65% Psikomotorik = 30% Afektif = 5% 1. M. Gerloch, E.C. Constable, 1994, Transition Metal Chemistry, VCH Weinheim. 2. G.L Miessler and D. A. Tarr, 2010, Inorganic Chemistry, Fourth Edition, Person Education International. 3. J. E. House, 2008, Inorganic Chemistry, Elsevier, New York. 4. N.N. Greenwood and A Earnshow, Second Ed., 1998, Chemistry of The Elements, Butterwoth Heinemann, Oxford Analisis Instrumentasi SKS 4 (3 1) Kode MKM 310 Prasyarat MKM 207 Setelah mempelajari mata kuliah ini mahasiswa dapat menjelaskan cara cara analisis dengan menggunakan instrumen, UV VIS, AAS, NMR, MS, IR, GC, dan HPLC ini memuat materi teori tentang gelombang elektromagnetik, UV VIS, IR, AAS, NMR, MS, GC dan HPLC. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 55% Psikomotorik = 30% Afektif = 15% 1. Skoog, D.A., Holler, F.J., Crouch, S.R., 6 th edition, 2007, Principles of Instrumental Analysis, Thomson Brookscole 2. Rouessac, F., Rouessac, A., 2 nd edition, 2007, Chemical Analysis: Modern Instrumentation Methods and Techniques, Jonh Wiley and Sons 3. Robinson, J.W., Frame, E.M.S., Frame, G.M, 2005, Undergraduate Instrumental Analysis, M. Dekker. 4. Hobart, H Willar, at al, (1988), Intrumental Method of Analysis, Wadworth Publising Company. Kimia Anorganik III SKS 4 (3 1) Kode MKM 312 Prasyarat MKM 210 Setelah menyelesaikan mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan tentang: Metode sintesis, reaksi, mekanisme reaksi, serta karakterisasi senyawa kompleks Aplikasi sintetik senyawa kompleks dalam reaksi senyawa organologam, reaksi fotokimia serta reaksi reaksi kimia anorganik dalam sistem biologi. Mata Kuliah ini secara keseluruhan membahas tentang senyawa kompleks, mulai dari spectra, sintesis, reaksi dan mekanisme reaksi senyawa kompleks, serta aplikasinya dalam sintesis dan reaksi senyawa organologam, reaksi fotokimia serta reaksi reaksi kimia anorganik dalam sistem biologi. yang terkait Organologam di Bobot kompetensi Kognitif = 65% Psikomotorik = 30% 154

164 Afektif = 5% 1. M. Gerloch, E.C. Constable, 1994, Transition Metal Chemistry, VCH Weinheim. 2. Jon A. McCleverty and Thomas J Meyer, Comprehensive Coordination Chemisry II, Volume Elsevier 3. J. E. House, 2008, Inorganic Chemistry, Elsevier, New York. N.N. Greenwood and A Earnshow, Second Ed., 1998, Chemistry of The Elements, Butterwoth Heinemann, Oxford Kimia Organik Bahan Alam Kode MKM 401 Prasyarat MKM 202 Menjelaskan reaksi biosintesis, Menjelaskan identifikasi penggolongan Menjelaskan sintesis berbagai jenis senyawa organik bahan alam (Terpenoid, Steroid, Fenilpropanoid, Poliketida, Flavonoid, dan Alkaloid). Penggolongan senyawa organik bahan alam, metabolit sekunder yang dihasilkan oleh sumber daya alam hayati berdasarkan pendekatan biogenesis, asal usul biogenesis, reaksi spesifik, reaksi interkonversi, transformasi,sifat sifat fisiologis dan sifat bioaktif masingmasing. yang terkait Tugas Akhir I dan Tugas Akhir II di Bobot kompetensi Kognitif = 90% Psikomotorik 0% 1. Bhat S. V. B. A, Nagasampagi M. Sivakumar, 2005, Chemistry of Natural Products. 1 st ed, Narosa Publising House New Delhi 2. Garson, M., 2006, Natural Product Chemistry, at a Glance,Blackwell Publishing Organologam Kode MKM 403 Prasyarat MKM 210 Mahasiswa mampu menjelaskan tentang: Konsep dasar senyawa organologam Mekanisme reaksi senyawa organologam Desain dan sintesa senyawa organologam Aplikasi senyawa organologam dalam kehidupan biologi dan industri ini dimulai dengan konsep dasar senyawa organologam, penggolongannya, jenis ikatan yang terjadi, serta sifat sifat umum senyawa tersebut. Bagian berikutnya mempelajari reaksi serta mekanisnya, serta pendekatan pendekatan sintesa dan desain senyawa organologam. Di bagian akhir mata kuliah ini menjabarkan beberapa tinjauan aplikasi senyawa organologam. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 0% Afektif = 20% 1. R. H. Crabtree, 2009, The Organometallic Chemistry of the Transition Metals, 5th Edition, John Wiley and Sons. New Jersey 2. D. Astruc, 2007, Organometallic Chemistry and Catalysis, Springer Verlag, Berlin Analisis Tumbuhan Secara Kimia Kode MKM 501 Prasyarat MKM 202 dan MKM 203 Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa: Mampu menganalisis senyawa kimia dalam tumbuhan. Mampu mengaplikasikan cara cara indentifikasi senyawa kimia dari tumbuhan Pengambilan dan penanganan contoh tumbuhan, komponen senyawa organik dalam tumbuhan, metode analisis tumbuhan, uji aktivitas sebagai bagian dari komponen bioaktif tumbuhan, pembahasan jurnal yang terkait dengan senyawa dari tumbuhan. 155

165 yang terkait Tugas Akhir I dan Tugas Akhir II di Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Nur, MA & H. Adijuwana, 1992, Teknik Separasi Bahan Hayati, PAU Ilmu Hayati, IPB, Bogor. 2. Suradikusumah, E. 1989, Kimia Tumbuhan, PAU Ilmu Hayati IPB Bogor. 3. Barker, J., 1999, Mass Spectrometry, 2nd edition, John Wiley and Sons, England. 4. Jurnal jurnal yang terkait dengan metode analisis tumbuhan 5. Harborne, J.B., 1996, Metode Fitokimia, cetakan ke 2, ITB Bandung Penentuan Struktur Senyawa Alam Secara Spektroskopi Kode MKM 502 Prasyarat MKM 202 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa dapat menentukan struktur senyawa bahan alam menggunakan data spektroskopi Dasar dasar spektroskopi UV, IR, NMR dan MS. Pola spektrum: terpeneoid, steroid, fenilpropanoid, fenilpropanoid, poliketida, flavonoid, dan alkaloid. Interpretasi spectrum yang terkait Tugas Akhir I dan Tugas Akhir II di Bobot kompetensi Kognitif = 90% Psikomotorik = 0% 1. Hostettmann, K., 1991, Methods in Plant Biochemistry, vol 6, Academic Press, USA. 2. Bibiana, W. L, 1994, Analisis Mikroba di Laboratorium, PT. Raja Grafindo, Persada, Jakarta 3. Ansori Rahman, 1992, Teknologi Fermentasi, Penerbit Arcan, Jakarta. 4. Judoamijoyo, M., dan A. A. Darwis, 1993, Teknologi Fermentasi, Rajawali Press, Jakarta. 5. Kelompok Kerja Ilmiah, 1993, Penapisan Farmakologi, Pengujian Fitokimia Dan Pengujian Klinik, Pengembangan Obat Bahan Alam Phytomedic, Jakarta. Sintesis Kimia Organik Kode MKM 503 Prasyarat MKM 202 Setelah mengikuti mata kuliah mahasiswa mampu menjelaskan tentang konsep konsep dasar reaksi organik dalam sintesis senyawa organik Aspek Aspek penting dalam Sintesis, klasifikasi senyawa organik, konsep konsep penting dalam senyawa organik, pembentukan ikatan C C, reaksi transformasi gugus fungsi, dan analisis retrosintesis. yang terkait Kimia Organik Bahan Alam, Tugas Akhir I dan Tugas Akhir II di Bobot kompetensi Kognitif = 90% Psikomotorik = 0% 1. Waren S, 1986, Organic synthesis: The Disconnection Approach, John Wiley and Sons, USA. 2. Liotta & Volmer, (1991) Organic Synthesis, Reaction guide, John Wiley & Sons. 3. Monson, R.S., (2002), Advanced Organic Synthesis, Methods and Techniques, Academic Press, New York and London. Stereo Kimia Organik Kode MKM 504 Prasyarat MKM 202 Menjelaskan konsep konsep stereo kimia organik Menjelaskan kaitannya dengan reaksi reaksi kimia organic Konsep Konsep dalam stereokimia, isomerisasi geometri dan streokimia pada senyawa olefin, stereokimia reaksi eliminasi dan substitusi, cincin terlebur dan jembatan dalam cincin, stereokimia alkil halide. yang terkait Kimia Organik Bahan Alam dan Kimia Organik Fisika 156

166 di Bobot kompetensi Kognitif = 90% Psikomotorik = 0% 1. Eliel, E.L. and Samuel H.W., 2002, Stereochemistry of Carbon Compound, Mc.Graw Hill Book Co.Inc. Kogafusha, Tokyo 2. Robinson, M.J.T., (2001), Organic Stereochemistry (Oxford ChemistryPrimers), Brooks/Cole Publishing Company, Pacipic Grove, California, third edition Teknik Bioassay Kode MKM 505 Prasyarat MKM 202 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan tentang kosep konsep teknik bioassay dan penerapannya Crown Gall Tumours pada media kentang dan uji Breine Shrimp, uji aktivitas antifungal, metode skrining untuk antibakterial pada tumbuhan tingkat tinggi, uji antikanker, uji antimalarial, uji aktivitas molluscicidal, cercaricidal, chistosomicidal dan piscicidal, teknik skrining untuk interaksi tanaman insekta, metoda essay untuk aktivitas antihepatotoksik, uji aktivitas pharmakologikal : uji non spesifik, organ kultur dan manipulasi. yang terkait Tugas Akhir I dan Tugas Akhir II di Bobot kompetensi Kognitif = 90% Psikomotorik = 0% 1. Hostettmann, K., 1991, Methods in Plant Biochemistry, vol 6, Academic Press, USA. 2. Bibiana, W. L, 1994, Analisis Mikroba di Laboratorium, PT. Raja Grafindo, Persada, Jakarta 3. Ansori Rahman, 1992, Teknologi Fermentasi, Penerbit Arcan, Jakarta. 4. Judoamijoyo, M., dan A. A. Darwis, 1993, Teknologi Fermentasi, Rajawali Press, Jakarta. 5. Kelompok Kerja Ilmiah, 1993, Penapisan Farmakologi, Pengujian Fitokimia Dan Pengujian Klinik, Pengembangan Obat Bahan Alam Phytomedic, Jakarta. Kimia Radiasi Kode MKM 506 Prasyarat MKM 205 Setelah mempelajari mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menjelaskan dan memahami tentang; Sifat inti Model struktur inti Kinetika peluruhan dan pertumbuhan Keradioaktifan, reaksi inti dan mekanismenya Interaksi radiasi dengan materi Spektrometri sinar inti Efek kimia transformasi inti Penggunaan isotof radioaktif Dasar dasar kimia radiasi Reaksi radiasi dalam air. Kimia Radiasi merupakan mata kuliah pilihan bidang kimia fisik. ini mempelajari tentang klasifikasi radiasi, interaksi radiasi dengan materi, struktur partikel bermuatan, fenomena eksitasi dan ionisasi, radiasi gas, elektron tersolvasi, termalisasi elektron, dan mobilitasi elektron dalam hidrokarbon cair. yang terkait Tugas Akhir I dan Tugas Akhir II di Bobot kompetensi Kognitif = 90% Psikomotorik = 0 1. Arnikar, H.J., 1988, Essentials of Nuclear Chemistry, Wiley Eastern, New York. 2. Friedlander, et al., 1981, Nuclear and Radiochemistry, John Wiley and Sons, USA. 3. Tsoulfanidis, N., 1983, Measurement and Detection of Radiation Hemispher, John Wiley and Sons, USA. 4. B. Bundjali, Kimia Inti, Penerbit ITB, Bandung, 2002 Elektrokimia 157

167 Kode MKM 507 Prasyarat MKM 205 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu : Menjelaskan teori dan konsep konsep dasar serta aplikasi dari pengantar elektrokima Menjelaskan sifat termodinamika ion di dalam larutan Menjelaskan proses pada elektroda, sel elektrokimia. Menjelaskan Korosi dan prinsip dasar pengendalian korosi Menjelaskan teknik pelapisan logam dan elektroplating. ini mencakup materi: pengantar elektrokima, sifat termodinamika ion di dalam larutan, proses pada elektroda, sel elektrokimia, korosi, prinsip dasar pengendalian korosi, teknik pelapisan logam dan elektroplating yang terkait Tugas Akhir I dan Tugas Akhir II di Bobot kompetensi Kognitif = 85% Psikomotorik = 5% 1. Atkins P.W, Kimia Fisika, Jilid 2,ed 4, Erlangga, Sanders A.H, Electroplating, International Textbook Com., Levine, I. N., Physical Chemistry, Mc.Graw Hill Book Com., Castellan G.W, Physical Chemistry, Eddison Wesley Pub Com., Kimia Zat Padat Kode MKM 508 Prasyarat MKM 205 Setelah mempelajari mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menjelaskan tentang: Penggolongan zat padat Cara identifikasi secara XRD Analisis termal Cara pembuatan zat padat murni Struktur kristal, defek Kristal Transisi fasa Struktur elektronik zat padat Sifat listrik zat padat Sifat optik zat padat Sifat magnetik zat padat Reaksi kimia dalam zat padat. Kimia Zat Padat merupakan mata kuliah pilihan bidang kimia fisika yang mempelajari penggolongan zat padat, cara identifikasi secara XRD dan analisis termal, cara pembuatan zat padat murni, struktur kristal, defek kristal, transisi fasa, struktur elektronik zat padat, sifat listrik zat padat, sifat optik zat padat, sifat magnetik zat padat, reaksi kimia dalam zat padat. yang terkait Tugas Akhir I dan Tugas Akhir II di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. West, A.R.,1991, Solid State Chemistry and Its Application, John Wiley and Sons,USA. 2. Hannay, P., 1967, Solid State Chemistry, Prentice Hall, New Jersey. 3. Schmalzried, K., 1974, Solid State Reaction, Academic Press, New York. Kimia Material Kode MKM 509 Prasyarat MKM 205 Setelah mempelajari mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menjelaskan tentang : Definisi material kristal Biomaterial, polimer Material berpori, Komposit Self assembly Fotonik dan elektronik Nanomaterial 158

168 Desain dan rekayasa material, serta trend penelitian material masa kini kimia material merupakan mata kuliah pilihan bidang kimia fisika. Dalam Kimia Material dipelajari definisi material kristal, biomaterial, polimer, material berpori, komposit, self assembly, fotonik dan elektronik, nanomaterial, desain dan rekayasa material, serta trend penelitian material masa kini yang terkait Tugas Akhir I dan Tugas Akhir II di Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 10% 1. West, A.R., 1991, Solid State Chemistry and Its Application, John Wiley and Sons, USA. 2. William D. Callister, Materials Science and Engineering An Introduction, 7 edition (February 17, 2006) Wiley & Sons, Inc., New York. Kimia Industri Kode MKM 510 Prasyarat MKM 102 dan MKM 114 Setelah mempelajari mata kuliah ini mahasiswa akan dapat menjelaskan dan memahami tentang: Pengantar industri kimia Neraca massa, neraca energy Industri klor Industri alkali, Industri keramik Industri cat Industri semen Industri pupuk Industri kaca Industri gas dan petrokimia Utilitas, proses dalam industry. Kimia Industri erupakan mata kuliah pilihan bidang kimia fisika. Dalam kimia industri ini dipelajari pengantar industri kimia, neraca massa, neraca energy, industri keramik, industri cat, industri semen, industry pupuk, industri kaca, industri gas dan petrokimia, utilitas, kunjungan ke industri. yang terkait Kuliah Kerja Praktik di Bobot kompetensi Kognitif = 65% Psikomotorik = 15% Afektif = 20% 1. Swaddle, T. W., 1997, Inorganic Chemistry: An Industrial and Enviraonmental Perspective, Academic Press, California. 2. Austin, G. T., 1984, Shreve s Chemical Process Industries, 5th edition, McGraw Hill, USA. 3. Speight, J.G., 1999, The Chemistry and Technology of Petroleum, 3th edition, Marcel Dekker, New York. Kimia Permukaan Kode MKM 511 Prasyarat MKM 205 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan tentang : Pengantar kimia permukaan (kapilaritas) Termodinamika antar muka larutan Film permukaan komponen yang larut Adsorpsi Desorpsi Perbandingan Adsorpsi fisika kimia Wetting (pembasahan), Flotasi dan detergen Publikasi ilmiah (jurnal) yang berkaitan dengan kimia permukaan ini membahas tentang pengantar kimia permukaan (kapilaritas), termodinamika antar muka larutan, film permukaan komponen yang larut, adsorpsi desorpsi, perbandingan adsorpsi fisika kimia, wetting (pembasahan), flotasi dan detergen, publikasi ilmiah (jurnal) yang berkaitan dengan kimia permukaan yang terkait Tugas Akhir I dan Tugas Akhir II di 159

169 Bobot kompetensi Kognitif = 75% Buku Acuan Psikomotorik = 10% Afektif = 15% 1. Adamson.A.W, Gast A.P, Physical Chemistry of Surfaces, John Wiley & Sons, New York Publ McCash.Elaine M, Surface of Chemistry, Oxford Univ.Press Inc, New York, Mikrobiologi SKS 2 (2 0) Kode MKM 512 Prasyarat MKM 307 Menjelaskan konsep mikrobiologi dan klasifikasi mikroorganisme Menjelaskan observasi dan regulasi pertumbuhan mikroorganisme. Menjelaskan aktivitas obat antimikroba dan mikrobiologi lingkungan ini mempelajari sejarah mikrobiologi, penamaan dan klasifikasi mikroorganisme, metode observasi mikroorganisme, regulasi pertumbuhan mikroorganisme, obat antimikroba dan mikrobiologi lingkungan. yang terkait Tugas Akhir I dan Tugas Akhir II di Bobot kompetensi Kognitif = 90% Psikomotorik = 0% Buku Acuan 1. G. J Tortora et.al., Microbiology An Introduction, 8 th edition, Benjamin Cummings, San Francisco. 2. Ratna S. Hadioetomo, 2006, Dasar dasar Mikrobiologi, terjemahan dari buku Elements of Microbiology oleh Michael J. Pelczar, UI Press, Jakarta Kimia Medisinal Kode MKM 513 Prasyarat MKM 202 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan tentang: Definisi dan ruang lingkup Kimia medisinal Hubungan struktur, sifat fisika kimia dengan aktivitas biologis obat Teori interaksi obat reseptor Metabolisme obat dan senyawa organik lain, hubungan metabolisme dan rancangan obat Modifikasi molekul dan rancangan obat yang rasional serta jenis jenis obat. Kimia Medisinal membahas tentang ruang lingkup kimia medisinal, hubungan struktur, sifat fisika kimia dengan aktivitas biologis obat, teori interaksi obat reseptor, metabolisme obat dan senyawa organik lain, hubungan metabolisme dan rancangan obat, modifikasi molekul dan rancangan obat yang rasional serta jenis jenis obat. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 50% Psikomotorik = 0% Afektif = 50% 1. Siswandono dan B. Soekarjo., 1995, Kimia Medisinal, Airlangga University Press, Surabaya 2. Patrick, LP. An introduction to medicinal chemistry. Oxford University Press, New York, Wilson and Gisvold s Textbook of Organic Medicinal and Pharmaceutical chemistry, 11 th Edition, Lippincott Williams & Wilkins, 2004 Teknologi Fermentasi Kode MKM 514 Prasyarat MKM 206 Menjelaskan tentang penggunaan fermentasi dalam industri, Memformulasi dan mensterilkan media fermentasi, Merancang fermenter sederhana dan dapat memilih teknik fermentasi yang sesuai dengan kebutuhan. ini merupakan mata kuliah pilihan bidang biokimia yang disediakan bagi 160

170 mahasiswa yang tertarik mendalami atau menggunakan teknik fermentasi dalam penelitian tugas akhirnya yang terkait Tugas Akhir I dan Tugas Akhir II di Bobot kompetensi Kognitif = 65% Psikomotorik = 10% Afektif = 25% 1. Stanbury, P.F., Whitaker, A., and Hall, S.J. 1995, Principles of Fermentation 2 nd ed., Butterworth Heinemann, Oxford 2. Jurnal jurnal terkait Kimia Pangan Kode MKM 515 Prasyarat MKM 206 Menjelaskan fungsi bahan pangan sebagai sumber zat gizi dan pencegahan penyakit Menjelaskan perubahan komponen bahan pangan akibat mikroorganisme, reaksi pencoklatan dan proses pengolahan Menjelaskan peran mikroorganisme bagi kesehatan Menjelaskan jenis dan fungsi bahan tambahan pangan Menjelaskan keterkaitan sifat bahan pangan dengan metode pengawetan pangan ini berisi materi tentang hubungan pangan dan gizi, pangan dan mikroorganisme, bahan tambahan pangan, reaksi pencoklatan pada bahan pangan, perubahan kimia komponen bahan pangan selama pengolahan serta jenis teknik pengawetan pangan dan hubungannya dengan sifat bahan pangan yang terkait Tugas Akhir I dan Tugas Akhir II di Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 0% Afektif = 20% 1. Belitz, H. D., and Grosch, W. Second Edition Springer Verlag. Berlin. 2. Fennemaz, O.R Food Chemistry. Third Edition. Marcel Dekker. New York. Analisis Elektrometri Kode MKM 516 Prasyarat MKM 207 Setelah mengikuti matakuliah ini mahasiswa mampu: Menjelaskan prinsip dasar metode potensiometri, koulometri, voltametri, dan konduktometri Menggunakan metode potensiometri, koulometri, voltametri, dan konduktometri tersebut untuk keperluan analisis. Deskripsiringkas ini membahas tentang prinsip dasar metoda pontensiometri, koulometri, voltametri, dan konduktometri. Mata matakuliah yang Semua mata kuliah analitik lanjutan. terkait di semestersemester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 65% Psikomotorik = 20% Afektif = 15% 1. Evan., A., 1987, Potentiometry and Ion Selective Electrodes, John Wiley &Sonds, New York. 2. Kennedy, J.H., 1990, Analytical Chemistry: Principles, Saunders College Publishing, Second edition, New York. 3. Monk, P., 2001, Fundamentals of Electro Analytical Chemistry, John Wiley &Sonds LTD, New York. 4. Skoog, D.A., West, D.M., and Holler, F.J., 1996, Fundamentals of Analytical Chemistry, Saunders College Publishing, seventh edition, New York. Teknik Penelitian Biokimia Kode MKM 517 Prasyarat MKM

171 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan tentang: Beberapa teknik yang sering digunakan dalam penelitian biokimia Teknik teknik yang paling sesuai dengan bidang biokimia yang akan diteliti. ini merupakan mata kuliah pilihan bidang biokimia yang menjelaskan beberapa teknik yang sering digunakan di dalam penelitian bidang biokimia yang terkait Tugas Akhir I dan Tugas Akhir II di Bobot kompetensi Kognitif = 65% Psikomotorik = 25% Mikkelsen, S. R, dan Eduardo C. (2004), Analytical Biochemistry. John Wiley & Sons, Inc. tersedia sebagai e book di Kromatografi Kode MKM 519 Prasyarat MKM 207 Menjelaskan konsep dasar kromatografi dan mekanisme serapan Menjelaskan parameter parameter retensi, faktor faktor yang mempengaruhi retensi dan interaksi antar molekul Mendiskripsikan efisiensi kolom dan proses pelebaran kromatogram Menjelaskan analisa kuantitatif pada kromatografi dan sistem instrumentasi pada kromatografi Mendeskripsikan macam kromatografi dan topik topik terbaru Kromatografi membahas tentang pentingnya peranan teknik pemisahan berdasarkan perbedaan fasa, instrumentasi dan aplikasinya dalam ilmu kimia analitik, yang meliputi teknik gas dan kromatografi cair, antara lain GC, HPLC, TLC, HPTLC dan SFC yang terkait Semua mata kuliah analitik lanjutan. di Bobot kompetensi Kognitif = 65% Psikomotorik = 10% Afektif = 25% 1. Skoog, D.A., West, D.M., Holler, F.J., Crouch, 2004, 8 th edition, Fundamentals of Analytical Chemistry, Brooks Cole Publisher 2. Meloan, C.E., 1999, Chemical separations: principles, techniques, and experiments, John Wiley and sons 3. Mendham, R.C., Denney, J.D., Thomas, M.J.K., 2000, 6 th edition, Vogel s Quantitative Chemical Analysis, Prenctice Hall 4. Christian, G.D., 2003, Analytical Chemistry, John Wiley and Sons 5. Kealey, D., Haines, P.J., 2002, analytical Chemistry Instant Notes, BOS Scientific Publisher Kemometri Kode MKM 520 Prasyarat MKM 207 menganalisis tentang topik topik sesuai deskripsi ringkas menerapkannya dalam mata kuliah bidang kimia analitik dan turunannya maupun mata kuliah di bidang lainnya, serta dapat menerapkannya dalam penulisan proposal dan penelitian/skripsi ini membahas materi aplikasi matematika, statistika dan komputasi dalam kimia analitik untuk menerangkan tentang konsep error, konsep statistik pengulangan pengukuran, pengukuran ketidakpastian, uji signifikan, metode kalibrasi, validasi, sampling, desain eksperimen dan analisa multivariate yang terkait Semua mata kuliah analitik lanjutan. di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 10% Afektif = 20% 1. Miller, J. N., Miller, J. C., Statistics and Chemometrics for Analytical Chemistry, 4 th Edition, Pearson Education Limited, Essex, Crosby, N. T., Day, J. A., Hardcastle, W. A., Holcombe, D. G., Treble, R. D., Quality in the 162

172 Analytical Chemistry Laboratory, John Wiley & Sons, Chichester, Kateman, G., Buydens, L., Quality in Analytical Chemistry, 2 nd Edition, John Wiley & Sons, New York, Vandegiste, B. G. M., Massart, D. L., Buydens, L. M. C., De Jong, S., Lewi, P. J., Smeyers Verbeke, J., Handbook of Chemometrics and Qualimetrics: Part A, Elsevier, Amsterdam, Green, J., Houlgate, P., Miller, J., Newman, E., Phillips, G., Rowley, A., Analytical Measurement Terminology: Handbook of Terms Used in Quality Assurance of Analytical Measurement, LGC Limited, Wooget, B. W., Cooper, D., Samples and Standards, John Wiley & Sons, Chichester, Goupy, J. L., Methods for Experimental Design: Principles and Applications for Physicists and Chemists, Elsevier, Amsterdam, Otto, M., Chemometrics: Statistics and Computer Application in Analytical Chemistry, Wiley VCH, Weinheim, 1999 Kimia Analisa Terapan Kode MKM 521 Prasyarat MKM 207 Memahami konsep ilmu kimia analisa dan terapannya. Menjelaskan dan menganalisa permasalahan kimia, khususnya bidang bidang terapannya Menjelaskan alternatif pemecahan metode Analisa kimia Memahami konsep standar baku mutu produk kimia Kimia Analisa Terapan membahas tentang ruang lingkup kimia analisa terapan, sistem mutu laboraotium, validasi metode analisa, analisa logam, analisa campuran garam, analisa air, analisa pupuk, pestisida dan residunya, analisa buangan organik, minyak bumi, hayati; analisa minyak nilam, analisa bahan makanan yang terkait Semua mata kuliah analitik lanjutan. di Bobot kompetensi Kognitif = 85% Psikomotorik = 5% Buku Acuan 1. Clesceri L.S., A.E. Greenberg and A.D. Eaton, 1998, Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater, 20th edition, Am. Pub. Health Assoc., USA. 2. Cunnif, P., (editor), 1995, Official Methods of Analysis of the Association of Official Agiculture Chemist, 16th edition, Jilid I dan II, AOAC International, USA. 3. American Standar of testing materials, ASTM. Teknik Pemisahan Lanjut Kode MKM 522 Prasyarat MKM 208 dan MKM 209 Menjelaskan metode pemisahan kimia modern yang banyak digunakan dalam pemisahan dan pemurnian berbagai bahan dan produk berbasis kimia Mendiskripsikan proses dan aplilkasi metode pemisahan kimia untuk pemisahan dan pemurnian bahan dan produk kimia tertentu. ini membahas materi mengenai metode pemisahan modern mencakup metode teknologi membran, ektraksi mikro fasa padat (SPE), kromatogragi permeasi GEL, kapileri elektroforesis (CE), kromatografi affinitas, fraksionasi aliran medan (FFF), dan Ekstraksi superkritik yang terkait Kimia Organik Bahan Alam dan Bioteknologi di Bobot kompetensi Kognitif = 75% Psikomotorik = 15% 1. Haleem J. Issac, 2002, A century Separation Science, Marcel Dekker, Inc., 270 Madison Avenue, New York (E book) 2. Clifton E Meloan, 1999, Chemical Separation : Principle, Technique and Experiment, John Wiley and Sons, New York (e book) 3. Ronald W. Roussea, 1987, Handbook Separation Process Technology, John Wiley and Sons, New York (e book) 4. Mulder M., 2003, Principle of Membrane Technology, Kluwer Academic Publisher, 163

173 Boston 5. Artikel dari jurnal yang berhubungan Kimia Lingkungan Kode MKM 523 Prasyarat MKM 114 Setelah mempelajari mata kuliah ini mahasiswa mampu/dapat : Menjelaskan tentang sumber sumber dan proses terjadinya pencemaran lingkungan (udara, air dan tanah) Menjelaskan pencemar lingkungan, proses pengolahan limbah serta cara pemanfaatan limbah ini membahas tentang sumber sumber pencemaran lingkungan (air, udara dan tanah), penentuan parameter pencemaran, metoda analisis bahan pencemar, peencemaran oleh logam beraat, pengolahan dan peemaanfaatan limbah. yang terkait Semua mata kuliah analitik lanjutan. di Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% Buku Acuan 1. Manahan, S.E., 2000, Environmental Chemistry, 7th edition, CRC Press, Boca 2. Raton, Florida. 3. Connel, W. Miller, G. J., Kimia dan Ekotoksikologi Pencemaran, UI Press, Jakarta. 4. Evan, G.M. and J.C. Furlong, 2003, Environmental Biotechnology, Theory and 5. Application, John Wiley and Sons, USA. Kimia Koordinasi Kode MKM 524 Prasyarat MKM 210 Mahasiswa mampu menjelaskan tentang: Prinsip prinsip dasar ikatan koordinasi Sintesa senyawa koordinasi Karakterisasi senyawa koordinasi Aplikasi senyawa koordinasi kimia koordinasi mempelajari tentang konsep ikatan koordinasi dalam senyawa kompleks, sifat sifat senyawa kompleks, penggolongannya, pendekatan sintesa, serta karakterisasi senyawa kompleks. yang terkait Kimia Anorganik I di Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 0% Afektif = 20% 1. Jon A. McCleverty and Thomas J Meyer, Comprehensive Coordination Chemisry II, Volume Elsevier 2. J. E. House, 2008, Inorganic Chemistry, Elsevier, New York Bioanorganik Kode MKM 525 Prasyarat MKM 210 Mahasiswa mampu: Menjabarkan persebaran dan senyawa kimia anorganik dalam sistem biologi. Menjelaskan reaksi, mekanisme reaksi dan sintesis senyawa kompleks bioanorganik. Memahami pemanfataan dan aplikasi senyawa anorganik dalam proses metabolism mahluk hidup, reaksi fotokimia serta reaksi reaksi kimia anorganik lainnya dalam sistem biologi. bioanorganik mempelajari tentang unsur unsur kimia anorganik dalam sistem biologi. ini juga mempelajari ikatan dan transfer elektron dalam reaksi biokimia, mineral dan vitamin dalam tubuh, pengaruh keberadaan logam dan penyimpangan reaksi biokimia. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 80% 164

174 Psikomotorik = 0% Afektif = 20% 1. Rosette M Roat, 2007, Bioinorganic Chemistry,. 2. Robert K Murry dkk, 1999, Biokimia Harper, Edisi 24,. 3. Robert H. Crabtree, 2001, The Organometallic Chemistry of the Transition Metals, 3rd Edition, Chapter 1 2 Kapita Selekta Kimia Anorganik Kode MKM 526 Prasyarat MKM 210 Mahasiswa mampu: Memahami aplikasi kimia anorganik Memahami kecenderungan penelitian Kimia Anorganik di tingkat lokal dan internasional Mengikuti perkembangan terkini ilmu kimia anorganik Menjelaskan sinerji yang terjadi antara bidang ilmu kimia anorganik dengan bidangbidang ilmu lain. kapita selekta kimia anorganik ini mempelajari tentang perkembanganperkembangan terkini bidang ilmu kimia anorganik. ini akan didominasi oleh penelusuran jurnal jurnal, majalah ilmiah serta artikel artikel kimia anorganik terbaru. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 0% Afektif = 20% 1. Inorganic Chemistry (ACS Journal) 2. European Journal of Inorganic Chemistry (Interscience Journal) 3. Proceeding of the National Academy of Science USA Kimia Katalis Kode MKM 527 Prasyarat MKM 210 Mahasiswa mampu menjelaskan tentang: Prinsip prinsip dasar kimia katalis Biokatalis Katalis Homogen Heterogen katalis kimia katalis ini mempelajari tentang konsep katalis dan reaksinya, sifat katalis, jenis jenis katalis, preparasi katalis, metode karakterisasi katalis, serta teknik teknik untuk uji aktivitas katalis baik untuk riset dan industri. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 0% Afektif = 20% 1. S. Bhaduri and D. Mukesh, 2000, Homogeneous catalyst: mechanism and industrial application, John wiley & Sons Inc. 2. M. V. Twigg, 1989, Catalyst Handbook, 2 nd Ed, Wolf Publishing, Frome, England. 3. J. Hagen, 2006, Industrial Catalyst, Wiley VcH Verlag, Weinheim, Germany Sintesis Kimia Anorganik Kode MKM 528 Prasyarat MKM 210 Mahasiswa mampu: Mengaplikasikan konsep kimia anorganik dalam mendesain senyawa anorganik Memahami hubungan sifat sifat unsur dalam pembentukan senyawa anorganik Menjelaskan sinerji yang terjadi antara bidang ilmu lain dengan kimia anorganik dalam mendesain senyawa anorganik Memahami konsep karakterisasi senyawa anorganik Mengikuti perkembangan terkini sintesa kimia anorganik sintesa kimia anorganik ini mempelajari tentang konsep dasar desain senyawa anorganik, karakterisasi senyawa anorganik, sinergi antara bidang ilmu lain dengan kimia 165

175 anorganik dalam sintesis senyawa anorganik. Selain itu mata kuliah ini juga menelusuri perkembangan terkini trend sintesa kimia anorganik. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 0% Afektif = 20% 1. J. E. Huheey, E. A. Keiter, R. L. Keiter, 1993, Inorganic Chemistry, Principles, structure and reactivity, 4 th Ed., Harper Collin Publisher. 2. Bodie E Douglas, 1978, Inorganic Synthesis, Vol XVIII, John Wiley and Sons. 3. Inorganic Chemistry (ACS Journal) 4. European Journal of Inorganic Chemistry (Interscience Journal) 5. Proceeding of the National Academy of Science USA. Mineralogi Kode MKM 529 Prasyarat MKM 210 Setelah meneyelesaikan mata kuliah ini mahasiswa mampu: Menjelaskan pengertian dasar minerologi Menjelaskan keterkaitan prinsip kimia anorganik dalam mineralogi Membangun konsep berpikir aplikatif dalam memahami konsep dasar kimia anorganik terhadap sumber daya alam yang ada Mineralogi mempelajari konsep dasar mineralogi, jenis dan klasifikasi mineral, muatan dan senyawa ionik dalam mineral, struktur serta ikatan kimia mineral, dan kristalografi. Selain itu juga mempelajari sifat fisik dan kondisi asam basa pada mineral, pemanfaatan dan aplikasi mineral, serta sumberdaya alam mineral. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 0% Afektif = 20% 1. Ralph E.Grim, 1968, Clay Minerology, 2nd Edition. Mcgraw Hill, Ney York. 2. Thomas Thomson M.D, Outlines of Minerology, geology and mineral analysis 166

176 5.5 DESKRIPSI MATA KULIAH PRODI BIOLOGI Kimia Organik SKS 4 (3 1) Kode MBI 102 Prasyarat Kimia Dasar I (MPA 019) Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan dasar dasar ilmu dalam bidang Kimia Organik Pengantar kimia karbon; hidrokarbon jenuh dan tidak jenuh; konsep isomer; alkohol; aldehid; alkanon; asam karboksilat; dan turunannya; amina; reaksi substitusi nukleofilik (Sni, SN2); reaksi elektrofilik (e, E2); organologam (reaksi radikal bebas). Pengantar biomolekul yang meliputi karbohidrat, protein, lipid, asam nukleat dan nukleotida yang terkait Biokimia di Bobot Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% Buku Acuan 1. Fesseden dan Fesseden Kimia Organik. (diterjemahkan oleh A.H. Pudjadmaka). Penerbit Erlangga 2. Mc. Murry, J Organic Chemistry. Edisi 2. Brook/Cole publishing company, Pacific Groove Struktur Tumbuhan SKS 3 (2 1) Kode MBI 111 Prasyarat Biologi Dasar (MPA 015) Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan hubungan antara struktur tumbuhan dan mata kuliah lainnya serta memahami struktur sel dan jaringan pada tumbuhan. ini merupakan mata kuliah wajib bidang bioteknologi yang menjelaskan tentang sel, jaringan dan organ penyusun tumbuhan. yang terkait Perkembangan Tumbuhan di Bobot Kognitif = 65% Psikomotorik = 25% 1. Fahn. A Plant Anatomy. 4th ed. Pergamon Press. Oxford 2. Suradinata, T Struktur Tumbuhan. Penerbit Angkasa, Bandung 3. Hidayat, E.B Anatomi Tumbuhan Berbiji. ITB. Bandung Struktur Hewan SKS 3 (2 1) Kode MBI 112 Prasyarat Biologi Dasar (MPA 015) Setelah menyelesaikan mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan dan membedakan antara jaringan dan organ tubuh hewan ini memberikan dasa dasar pemahaman struktur makroskopis dan mikroskopis tubuh hewan yang terkait Taksonomi Hewan di Bobot Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Bloom, W. and D.W. Fawcett A Textbook of Histology. W.B. Saunders Company. Philadelphia. London. Toronto. 2. Dellmann, H.D Textbook of Veterinary Histology. 4 th Edition. Lea & Febiger. Philadelphia. 3. Junqueira, L.C. dan J. Carneiro Histologi Dasar. Edisi 3. Terjemahan dari Basic Histology oleh A. Dharma, EGC, Jakarta. Biokimia SKS 4 (3 1) Kode MBI

177 Prasyarat Biologi Dasar (MPA 015) Setelah menyelesaikan mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan sifat kimiawi penyusun kehidupan Membahas sifat sifat fisik dan kimia senyawa senyawa yang menyusun jasad hidup, sel dan biomolekuler;metabolism dan biosintesa dari senyawa asam nukleat, karbohidrat/energy, protein, lipid, vitamin, enzim dan mineral; biogenetika dan kinetika enzim yang terkait Biologi Sel Molekuler, Kimia Organik Bahan Alam di Bobot Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. David, T.P An Introduction of Practical Biochemistry. Mc Graw Hill 2. Lehninger, A.L Principles of Biochemistry. Worth Publisher,Inc. 3. Page, D.S Prinsip prinsip Biokimia. Penerjemah Soendoro. Penerbit Erlangga. Taksonomi Tumbuhan SKS 3 (2 1) Kode MBI 211 Prasyarat Struktur Tumbuhan (MBI 111) Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa dapat menjelaskan konsep taksonomi serta mampu mengidentifikasi, menamakan dan menggolongkan, melalui sejumlah ciri pada tumbuhan yang terkategorikan pada perkembangan rendah hingga tinggi beserta hubungan kekerabatannya. Khusus untuk Spermathophyta, mahasiswa diharapkan mampu menyebut dengan pasti nama suku (familia) dari beberapa spesies yang belum mereka kenal sebelumnya berdasarkan karakter bunga dan ciri ciri penting lainnya. Dengan metode sederhana ini diharapkan mahasiswa menjadi lebih tertarik mempelajari taksonomi tumbuhan lebih lanjut. Kemampuan memahami taksonomi tumbuhan dapat memudahkan Di alam raya ini terdapat beraneka jenis tumbuhan yang tidak terhitung jumlahnya dengan berbagai macam cara hidup, habitat dan morfologi. Namun dari perbedaan perbedaan tersebut terdapat persamaan persamaan biologis yang jika hidup secara alami, tanpa ada rekayasa manusia dan gangguan alam yang ekstrem, sifatnya relatif tetap sehingga dapat disatukan kedalam beberapa golongan berdasarkan tingkat kekerabatannya. Dalam mata kuliah Taksonomi Tumbuhan ini akan dipelajari bagaimana memahami kekerabatan tumbuhan dan tata cara pengklasifikasiannya. yang terkait Etnobotani, Ekologi Tumbuhan di Bobot Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% Buku Acuan 1. Lawrence, G.H.M Taxonomy of Vascular Plants. Macmillan Company, New York. 2. Radford, A.E Fundamentals of Plant Systematics. Harper & Row Publisher, New York. 3. Tjitrosoepomo, G Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Gadjah Mada University Press, Yogyakarta Taksonomi Hewan SKS 4 (3 1) Kode MBI 212 Prasyarat Struktur Hewan (MBI 112) Setelah menyelesaikan mata kuliah ini mahasiswa akan mampu menjelaskan tentang karakteristik kelompok hewan tertentu baik avertebrata maupun vertebrata sehingga punya kemampuan dasar untuk identifikasi dan klasifikasinya ini merupakan kurikulum inti program sarjana di jurusan Biologi yang akan membahas tentang cara mengidentifikasi dan pengklasifikasian kerajaan hewan. Aspek yang dipelajari antara lain karakteristik umum, morfologi dan evolusi, spesifikasi serta penyebarannya; system pencernaan, respirasi, reproduksi dan organ organ sensori; ekologi dan fisiologi serta pertumbuhan dari filum filum hewan avertebrata dan vertebrata serta dimensi pengelolaan dan aspek ekonominya. yang terkait Dasar dasar Ekologi, Ekologi Hewan, Entomologi, Ornitologi, Ikhtiologi di Bobot Kognitif = 70% Psikomotorik = 25% Afektif = 5% Buku Acuan 1. Barnes, R. D Invertebrata Zoologi 3 rd ed. W. B. Sauders Company. Philadelphia.lwy and Sons, Inc., New York. 168

178 2. Storer, T. I., R.L. Usinger, R.C. Stebbins, and J.W. Nybakken General Zoology. TMH edition. McGraw Hill Company Ltd. New Delhi. Dasar dasar Ekologi SKS 4 (3 1) Kode MBI 220 Prasyarat Biologi Dasar (MPA 015) Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu : 1. Menjelaskan azas dan konsep dasar kajian Ekologi 2. Mengklasifikasi pola pola hubungan yang terbentuk dalam interaksi organisme dan Lingkungannya 3. Mengkategorikan karakteristik organisme dan pola interaksinya pada berbagai habitat pada tingkat populasi, komunitas, dan ekosistem. 4. Menghubungkan siklus, pola, serta aliran energi dan dinamikanya dengan strategi hidup dan kemampuan adaptasi organisme 5. Mengidentifikasi masalah masalah lingkungan dan mencoba merumuskan pendekatan pemecahan masalahnya. Mata Kuliah Dasar Dasar Ekologi dimaksudkan untuk memberikan dasar dasar pemahaman tentang konsep Ekologi sebagai bagian dari konsep menyeluruh tentang Biologi. ini memberikan dasar pemahaman tentang interaksi organisme dengan lingkungannya dan pola adaptasi yang terbentuk pada tingkatan populasi, komunitas, dan ekosistem, yang berkaitan dengan fluktuasi kondisi lingkungan dan sebaran sumberdaya lingkungan di Biosfer. yang terkait Ekologi Hewan, Ekologi Tumbuhan, Ekologi Serangga di Bobot Kognitif = 65 % Psikomotorik = 30 % Afektif = 5 % 1. Odum, E.P Basic Ecology, Saunders, Philadelphia 2. Smith, R.L Ecology and Field Biology, Harper Collins, New York 3. Molles, M.C Ecology : Concepts and Applications, Mac.Graw.Hill, New York Nama mata kuliah Perkembangan Tumbuhan SKS 3 (2 1) Kode MBI 231 Prasyarat StrukturTumbuhan (MBI 111) TujuanInstruksionalUmum () Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan proses perkembangan generatif tumbuhan terutama pada tumbuhan Angiospermae. ini merupakan mata kuliah wajib bidang perkembangan yang menjelaskan proses perkembangan generative pada tumbuhan dengan focus utama tumbuhan angiospermae. Proses perkembangan generative tersebut akan membentuk siklus, mulai dari perkecambahan biji hingga menghasilkan buah dan biji yang dapat ditanam kembali ditambah dengan peristiwa peristiwa anomali dalam perkembangan tumbuhan. Mata mata kuliah yang Fisiologi Tumbuhan terkait di semestersemester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 65% Psikomotorik = 25% 1. Burgess An introduction to plant cell development. Cambridge University Press. 2. Rahgavan Embriogenesis in Angiospermae. Development and Cell Biology series 17. Cambridge University Press. Nama mata kuliah Perkembangan Hewan SKS 3 (2 1) Kode MBI 232 Prasyarat Struktur Hewan (MBI 112) TujuanInstruksionalUmum () Setelah menyelesaikan mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan konsep konsep perkembangan dan membedakan berbagai tahapan perkembangan yang berlangsung di tubuh hewan ini memberikan dasar dasar konsep perkembangan dan tahapan perkembangan dalam berbagai fase tumbuh kembang hewan Mata mata kuliah yang Fisiologi Hewan, Mikroteknik, Reproduksi Hewan terkait di semestersemester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 60% 169

179 Buku Acuan Psikomotorik = 30% 1. Carlson Patten s foundation of embryology. 5th Ed. McGraw Hill Book Co., Toronto. 2. Gilbert, S.F Developmental Biology. 5th Ed. Sinauer Associates, Inc., Massachusetts. 3. Kalthoff, K Analysis of Biological Development. 2nd Ed. McGraw Hill Co., New York. Genetika SKS 4 (3 1) Kode MBI 240 Prasyarat Biologi Dasar (MPA 015) Setelah menyelesaikan mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan konsep genetika klasik, pengertian tentang hukum Mendel dan genetika modern tentang fungsi gen pada tingkat molekul dan regulasi gen. Pendahuluan genetika, pewarisan gen dari generasi ke generasi, gen, kromosom, genetika Mendel, Alela ganda, Interaksi gen, poligen, linkage dan map, Penentuan jenis kelamin, genetika populasi, fungsi gen pada tingkat molekul : struktur dan replikasi DNA, struktur kromosom prokariot & eukariot, trankripsi, translasi, kloning gen, analisis genom, modifikasi dan regulasi ekspresi gen pada pada prokariot. yang terkait Biologi Sel dan Molekul di Bobot Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. Snustad D.P., M.J.Simmons, J.B.Jenkins Principles ofgenetics. John Wiley & Sons. New York. 2. Atherly, A.G., R.G. Jack and F.M.John The Science ofgenetics. Sounders Collage Publishing New York. : Biologi Sel dan Molekul SKS 4 (3 1) Kode MBI 241 Prasyarat Biokimia (MBI 201) Setelah menyelesaikan mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan organisasi, struktur & fungsi sel dan bagian bagiannya. Proses dan aktivitas sel. Siklus dan pembelahan sel. Interaksi sel dgn sel, sel dg matriks ekstraselular. Komunikasi antara sel dan lingkungannya. Kepentingan biologi sel untuk ilmu ilmu lain dan terapannya. Pendahuluan, Struktur dan fungsi membran sel, Struktur dan fungsi RE, Badan golgi, Lisosom, vocoula. Konversi energi : Mitokondria, Peroksisom. Konversi energi : Kloroplas. Nukleus & Ribosom. Sitoskeleton & motilitas sel. Siklus & pembelahan sel. Interaksi sel dgn sel, sel dg matriks ekstraselular. Komunikasi antara sel dan lingkungannya. Kepentingan biologi sel untuk ilmu ilmu lain dan terapannya. yang terkait Fisiologi Tumbuhan, Fisiologi Hewan, Pengantar Bioteknologi di Bobot Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% Buku Acuan 1. Karp. G Cell and molecular biology. 3rd. Ed. John Wiley & Sons, New York. 2. Albert, B., A. Jhonson, J. Lewis, M. Raff, K. Roberts, and P. Walter Molecular biology of the cell. 5th. ed. Garland Publication, New York USA. Mikrobiologi SKS 4 (3 1) Kode MBI 242 Prasyarat Biologi Dasar (MPA 015) Setelah menyelesaikan mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan dunia mikroorganisme dan perannya dalam kehidupan makhluk hidup terutama manusia. ini merupakan mata kuliah wajib yang menjelaskan dunia mikroorganisme yang terdiri dari keragaman kelompok prokariot, mikroorganisme eukariot dan virus. Materi pada mata kuliah ini juga menjelaskan kekhususan mikroorganisme dibandingkan makhluk hidup lainnya, faktor faktor pendukung kehidupan mikroorganisme, peranan yang menguntungkan dan merugikan serta pemanfaatan mikroorganisme untuk kehidupan makhluk hidup terutama manusia. 170

180 yang terkait Bakteriologi, Mikrobiologi Indutri, Mikrobiologi Lingkungan di Bobot Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% Buku Acuan 1. Madigan, M.T., J. M. Martinko dan J. Parker Brock Biology of Microorganism. Prentice Hall. 2. Pelczar, J.P., E. C. S. Chan dan N. R. Krieg Microbiology, Concept and Application. McGraw Hill. Studi Lapangan SKS 2 (0 2) Kode MBI 290 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: 1. Mempersiapkan diri sebelum melakukan survey lapangan 2. Menerapkan praktik survival di alam terbuka 3. Mengenal lapangan, mencari jejak, menelusuri jalan dan membaca tanda tanda alam Mempersiapkan diri dan packaging peralatan sebelum ke lapangan, membaca kompas dan peta, menelusuri jejak, membuat tanda, membaca tanda tanda di alam, bagaimana cara menghadapi alam (kekurangan air, makanan dan menghindar dari binatang di hutan), meminta pertolongan dan pengiriman kode bantuan yang terkait di Taksonomi Hewan, Taksonomi Tumbuhan, Dasar dasar Ekologi, Biogeoinformatika, Biologi Hutan Tropik, Biologi Laut dan Biologi Konservasi Bobot Kognitif = 10% Psikomotorik = 50% Afektif = 40% Metode Penelitian SKS 2 (2 0) Kode MBI Mencari masalah yang layak untuk diteliti 2. Menyusun hipotesis penelitian 3. Menentukan desain penelitian 4. Menarik kesimpulan dari penelitian yang dilakukannya Memberikan pengertian tentang metoda ilmiah, serta hubungannya dengan desain dan metodologi dalam me mecahkan masalah penelitian, jenis jenis metode penelitian serta teknik yang digunakan dalam pengumpulan dan menganalisis data yang terkait Tugas Akhir I di Bobot Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% Buku Acuan 1. Nazir, M Metode Penelitian. Ghalia Idonesia, Jakarta. 2. Singarimbun, M. dan S. Effendi, Metode Penelitian Survai. LP3ES, Jakarta. 3. Surachmad, W Dasar dasar dan Teknik Research. Tarsito, Bandung Teknik Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah SKS 2 (1 1) Kode MBI 301 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan ciri ciri bahasa ilmiah dan dapat menuliskan pemikiran dan pendapatnya secara ilmiah serta mampu menulis proposal, karya tulis serta mampu membuat publikasi dalam bentuk jurnal atau poster. Fungsi bahasa dalam penulisan ilmiah, Ragam karya tulis, Kalimat yang efektif, Kesatuan dan kepaduan, Paragraf dan pengembangannya, Sistematik makalah ilmiah, Cara merangkumkan informasi dari sumber ajuan atau sumber pembanding, Plagiat dan plagiarisme, Sistematik usulan penelitian, Format dan sistematik proposal/skripsi, Cara membuat daftar kepustakaan yang terkait Tugas Akhir I, Tugas Akhir II di Bobot Kognitif = 65% 171

181 Psikomotorik = 25% 1. Budiharso, T Panduan Lengkap Penulisan Karya Ilmiah Skripsi, Thesis dan Disertasi. Venus, Yogyakarta. 2. Tanjung, B.N., Ardial Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Proposal, Skripsi, dan Thesis) dan Mempersiapkan Diri Menjadi Penulis Artikel Ilmiah. Kencana Prenada Media Group, Jakarta. 3. Panduan penulisan skripsi FMIPA Unsyiah Evolusi Kode MBI 303 Prasyarat Genetika (MBI 240) Setelah mengikuti Mata Kuliah ini mahasiswa mampu : 1. Menjelaskan azas dan konsep dasar Evolusi organisme 2. Mengklasifikasi bentuk bentuk perilaku hewan 3. Mengkategorikan perilaku yang ditunjukkan hewan Mata Kuliah Evolusi dimaksudkan untuk memberikan dasar pemahaman tentang konsep Evolusi organisme sebagai bagian dari konsep menyeluruh tentang Biologi. ini memberikan dasar pemahaman tentang persyaratan dan mekanisme proses evolusi organisme, mekanisme seleksi alam, adaptasi, spesiasi, distribusi dan eksistensi variasi hasil evolusi, serta peran lingkungan dan manusia dalam proses evolusi organisme. yang terkait di Bobot Kognitif = 85% Psikomotorik = 10% Afektif = 5% 1. Bonner, J.Tyler, 2007, Adaptation, Microsoft Coorp, USA 2. Eugeni C., King Christopher, Scott, 2007, Evolution Microsoft Coorp, USA 3. Valentine and W. James, 2007, Natural Selection, Micosoft Coorp, USA Rancangan Percobaan SKS 3 (2 1) Kode MBI 304 Prasyarat Statistika (MBI 305) Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu membuat rancangan percobaan yang efektif dan efesien terutama dalam bidang biologi serta mampu menganalisis dan interpretasi data hasil penelitian. ini merupakan mata kuliah wajib yang membahas tentang rancangan percobaan terutama yang umum digunakan di bidang biologi. Perkuliahan, dimulai dengan pengenalan perancangan percobaan dan beberapa rancangan baku percobaan, kemudian dilanjutkan dengan percobaan faktor tunggal dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL), Rancangan Acak Kelompok (RAK), Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL), pembandingan antar perlakuan, pengujian asumsi, percobaan faktorial, serta analisis peragam, dan beberapa rancangan khusus seperti : rancangan petak terbagi, rancangan kelompok terbagi, kurva respon, dan rancangan tersarang. yang terkait Tugas Akhir I, Tugas Akhir II di Bobot Kognitif = 65% Psikomotorik = 30% Afektif = 5% 1. Hanafiah, K.A Rancangan Percobaan: Teori dan Aplikasi. Edisi Revisi 10. RajaGrafindo Persada, Jakarta. 2. Steel, R.G.D., J.H. Torrie and D.A Dickey Principles and Procedures of Statistics a Biometrical Approach, 3nd ed. McGraw Hill, Inc. Singapore. 3. Yitnosumarto, S Percobaan, Perancangan Analisis dan Interprestasinya. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Statistika SKS 3 (2 1) Kode MBI 305 Prasyarat Matematika Dasar I (MPA 017) Setelah mengikuti mat kuliah ini mahasiwa mampu: 1. Menggunakan konsep, metode dan penalaran dasar statistika. 2. Melakukan perhitungan statistik secara manual, menggunakan kalkulator dan perangkat 172

182 lunak statistika 3. Mengkomuniksikan hasil pemikian dan pekerjaannya secara lisan maupun tulisan. Untuk memberikan dasar dasar pemahaman tentang data, populasi, sampel, pengumpulan data, pembultan bilangan,ukuran statistik bagi data, peluang, distribusi peubah acak, ditribusi peluang, distribusi normal, pendugaan parameter, pengujian hipotesis, regresi dan korelasi, serta statistik non parametric yang terkait Rancangan Percobaan di Bobot Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Sudjana, Metoda Statistika Penerbit Tarsito, Bandung. 2. Steel, R.G.D. and J.M.Torrie, Principle and Procedure of Statistics. McGraw Hill International Book Company, New Delhi. 3. Walpole, R.E., Pengantar Statistika. Diterjemahkan dari Introduction to Statistics, oleh Sumantri. P.T.Gramedia, Jakarta. Biologi Laut SKS 3 (2 1) Kode MBI 322 Prasyarat Dasar dasar Ekologi (MBI 220) Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan tentang biodiversitas (keragaman hayati) laut mulai dari tingkat individu hingga ekosistem, serta menjelaskan proses proses biologis yang berlangsung di laut serta hubungan antara biota laut dengan lingkungannya (ekologi laut) ini adalah bagian penting dalam kelompok minat Ekologi yang dikembangkan berdasarkan potensi dan kebutuhan institusi. ini membahas kehidupan laut berdasarkan biodiversitas (keragaman hayati), mulai dari tingkat individu hingga ekosistem, serta prinsip prinsip biologi yang mengatur organisasi biologi dan kelangsungan hidup organisme dan asosiasinya dalam zona zona ekologi yang luas baik secara horizontal maupun vertikal. Selain itu, penekanan juga diberikan untuk hubungan timbal balik antara makhluk hidup di laut dengan lingkungannya atau ekologi laut. Mata mata kuliah yang Teknik Eksplorasi Laut terkait di semester selanjutnya Bobot Kognitif = 70% Psikomotorik = 25% Afektif = 5% 1. Nybakken, J. W Biologi Laut suatu Pendekatan Ekologis. (Terjemahan dari Marine Biology: An Approach. Alih Bahasa oleh H.M. Eidman). PT. Gramedia. Jakarta. 2. Nontji, A Laut Nusantara. Penerbit Djambatan. Jakarta. 3. English S., Wilkinson C. dan Baker V Survey Manual for Tropical Marine Resources. Australian Institute of Marine Science. Townsville. Biogeoinformatika SKS 3 (2 1) Kode MBI 420 Prasyarat Pengantar TIK (MPA 019) Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan, memanfaatkan serta menyimpulkan data dan informasi yang diperoleh dari teknologi penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG) di bidang sumberdaya alam. ini merupakan mata kuliah wajib yang diperlukan bagi mahasiswa biologi dalam rangka mewujudkan pengelolaan sumberdaya alam secara lestari. ini menjelaskan tentang perkembangan dan aplikasi teknologi penginderaan jauh (inderaja) serta Sistem Informasi Geografis (SIG) di bidang sumberdaya alam khususnya yang terkait dengan penghimpunan data serta penurunan informasi yang dibutuhkan bagi pengelolaan sumberdaya alam. yang terkait Pengelolaan Sumber Daya Alam, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan di Bobot Kognitif = 65% Psikomotorik = 30% Afektif = 5% 1. Jensen, J.R., Introductory Digital Image Processing. A Remote Sensing Perspective. Prentice Hall. 2. Prahasta, E Konsep Konsep Dasar Sistem Informasi Geografis. Informatika, 173

183 Bandung. 3. Jaya, I N S, Aplikasi Sistem Informasi Geografis untuk Kehutanan. IPB Press. Biologi Hutan Tropika SKS 3 (2 1) Kode MBI 321 Prasyarat Dasar dasar Ekologi (MBI 220) Dalam Mata Kuliah Biologi Hutan diharapkan mahasiswa mampu mampu menjelaskan pengertian, relevansi dan kepentingan, ruang lingkup kajian dan hubungan ilmu biologi hutan dengan ilmu lain; pengelompokan hutan; komponen penyusun ekosistem hutan; teknik analisa vegetasi hutan; struktur hutan, produktivitas hutan; fungsi ekologi hutan; hutan sebagai sumberdaya; permasalahan hutan di Indonesia; manajemen hutan berbasis pemanfaatan secara lestari dan berkesinambungan; kapita selekta penelitian dalam bidang kehutanan (regenerasi, gap canopy, seed dispersal, fenologi, dekomposisi serasah, keragaman hayati, suksesi, restorasi, pemodelan). Sesuai dengan kompetensi yang dikembangkan oleh Jurusan Biologi untuk mengangkat potensi Provinsi Aceh dalam bidang sumberdaya hutan, mata kuliah ini memperkenalkan hutan sebagai salah satu sumberdaya terbaharui yang patut dijaga dan dilestarikan. Memberikan contoh contoh kontribusi hutan dalam pembangunan dan juga fungsi hutan secara ekologi maupun ekonomi. Mata mata kuliah yang Ekologi Tumbuhan, Ekologi Hewan terkait di semester selanjutnya Bobot Kognitif = 75% Psikomotorik = 15% 1. Kimmins, J.P Forest Ecology. Macmillan Publishing Company. New York. 2. Archibold, O.W Ecology of World Vegetation. CXhapman and Hall. London 3. Robert, L.S Element Of Ecology. HarperCollins Publiser. New York. Fisiologi Tumbuhan SKS 4 (3 1) Kode MBI 331 Prasyarat Struktur Tumbuhan (MBI 111) Mahasiswa mampu menjelaskan proses proses yang terjadi pada tingkat sel & individu tanaman, fungsi nutrisi, metabolisme, zat pengatur tumbuh, fitokorm fotoperiodisme, vernalisasi, dormansi, cekaman fisiologi. Transport dan translokasi air, nutrisi mineral, metabolisme, fotosintesis, pembebasan energi. Zat pengatur tumbuh, fitokorm fotoperiodisme, vernalisasi, dormansi, cekaman. Mata mata kuliah yang Nutrisi Tanaman terkait di semester selanjutnya Bobot Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. Salisbury, F.B. and C.W.Ross Plant physiology. 4 th ed. Wadsworth Publishing Co. California. 2. Taiz L. and E. Zeiger Plant Physiology. 3th. Ed. Sinaucer Publishing, Massachusets. Fisiologi Hewan SKS 4 (3 1) Kode MBI 332 Prasyarat Perkembangan Hewan (MBI 232) Setelah selesai pembelajaran, mahasiswa mampu menjelaskan proses/mekanisme yang terjadi pada tubuh hewan baik pada tingkat sel maupun individu, meliputi : fisiologi sel, nutrisi dan pencernaan, metabolisme, darah dan peredarannya, imunitas, pernafasan, osmoregulasi, ekskresi, saraf (respon dan koordinasi), indra, gerak dan lokomosi, reproduksi. Mempelajari fungsi tubuh hewan, baik pada tingkat sel maupun organ, meliputi : fisiologi sel, nutrisi dan pencernaan, metabolisme, darah dan peredarannya, imunitas, pernafasan, osmoregulasi, ekskresi, saraf (respon dan koordinasi), indra, gerak dan lokomosi, reproduksi yang terkait Ekofisiologi di Bobot Kognitif = 65% Psikomotorik = 25% 174

184 1. Cambridge Communication Limited, Anatomi Fisiologi, MSI 1 5. EGC Penerbit Buku Kedokteran, Jakarta 2. Frandson, R.D Anatomi dan Fisiologi Ternak, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta 3. Isnaeni, W., Fisiologi Hewan, Kanisius, Yogyakarta Pengantar Bioteknologi Kode MBI 340 Prasyarat Biologi Sel dan Molekul (MBI 241) Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan tentang konsep dan beberapa teknik dasar bioteknologi serta pemanfaatan bioteknologi dalam penelitian. Pendahuluan, Kriobiologi, Rekayasa Genetik, Transgenik, Kloning, Bioteknologi Reproduksi, Kultur Jaringan, Aplikasi Bioteknologi dalam Bidang Kesehatan, Bioteknologi dan keamanan pangan; Bioteknologi dan keamanan lingkungan; Pelabelan makanan/produk bioteknologi; Potensi, harapan dan resiko; Biosafety dan etika yang terkait Bioteknologi Hewan, Bioteknologi Tumbuhan di Bobot Kognitif = 65% Psikomotorik = 25% Buku Acuan 1. Malole, M.B.M Kultur Sel dan Jaringan Hewan. PAU IPB, Bogor. 2. Butler Mammalian Cell Biotechnology. A Pratical Approach. IRL Press. 3. Freshney Culture of Animal Cell. A Manual of Basic Technique. 3 rd.ed Alan R. Liss Teknik Koleksi dan Penataan Spesimen SKS 2 (1 1) Kode MBI 350 Prasyarat Taksonomi Tumbuhan (MBI 211), Taksonomi Hewan (MBI 212) Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan kebijakan koleksi dan penataan spesimen tumbuhan dan hewan, bangunan koleksi, material koleksi, mampu melakukan teknik pengkoleksian, jenis jenis koleksi, database dan pengelolaan specimen. ini merupakan mata kuliah pilihan bidang minat Biodiversitas yang menjelaskan kebijakan koleksi dan penataan spesimen tumbuhan dan hewan, bangunan koleksi, material koleksi, mampu melakukan teknik pengkoleksian, jenis jenis koleksi, database dan pengelolaan specimen. yang terkait Praktik Biologi Terapan, Taksonomi Tumbuhan, Taksonomi Hewan di Bobot Kognitif = 65% Psikomotorik = 25% 1. Borror, D.J., C.A. Triplehorn and N.F. Johnson Pengenalan Pelajaran Serangga. Diterjemahkan oleh Soetiyono Partosoedjono Dari An Introduction to the Study of Insect. Edisi VI. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. 2. Yayuk R. Suhardjono (Editor) Buku Pegangan Pengelolaan Koleksi Spesimen Zoologi. Balai Litbang Zoologi Pusat Litbang Biologi LIPI. Cibinong Bogor Entomologi SKS 3 (2 1) Kode MBI 351 Prasyarat Taksonomi Hewan (MBI 212) Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: 1. Menjelaskan evolusi, pertumbuhan dan perkembangan serangga, 2. Menjelaskan ciri serangga, ordo dan familinya, 3. Mengidentifikasi serangga secara cepat dan tepat berdasarkan ciri spesifik dan kunci determinasi, 4. Menjelaskan peran serangga dalam kehidupan dan lingkungan Hakikat entomologi, evolusi serangga, pertumbuhan dan perkembangan, ciri umum morfologi serangga, ciri ciri ordo ordo dan familinya, penggunaan kunci determinasi, eksistensi dan peranan serangga di alam dan manfaatnya bagi manusia, entomologi aplikasi, agro entomologi, urban entomologi dan forensic entomologi. yang terkait Ekologi Serangga, Pengendalian Biologis dan Parasitologi di Bobot Kognitif = 63.5% 175

185 Psikomotorik = 27.0% Afektif = 9.5% 1. Borror, D.J., C.A.Triplehorn dan N.F. Johnson., Pengenalan Pelajaran Serangga. Edisi IV (Terjemahan). Gajah Mada University Press. Yogjakarta. 2. Chapman, R.F The Insects. Structure and Function. 4th edition. Cambridge University Press, United Kingdom. 3. Jumar., Entomologi Pertanian. Fakultas Pertanian Lambung Mangkurat. Banjar Baru. Teknik Eksplorasi Laut SKS 3 (1 2) Kode MBI 360 Prasyarat Biologi Laut (MBI 322) Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan teori dasar selam, pengetahuan akademis penyelaman dan mempraktekkannya untuk eksplorasi dan penelitian laut ini adalah pilihan dalam bidang minat Ekologi dan Biodiversitas. Dalam kuliah ini akan dibahas tentang sejarah dan manfaat olahraga selam, teknik eksplorasi laut yaitu pengetahuan akademis penyelaman, teknik penyelaman dengan peralatan dasar dan alat selam SCUBA, hukum hukum fisika penyelaman, kesehatan penyelaman, pengaruh tekanan terhadap gas gas dalam tubuh (oxygen, nitrogen dan CO 2 ), mempelajari tentang penggunaan dan perawatan peralatan selam, memahami tabel penyelaman, mengenal tentang biota laut berbahaya untuk kegiatan penyelaman serta ekologi bawah air yang berhubungan dengan dunia penyelaman. Mata mata kuliah yang terkait di semester selanjutnya Bobot Kognitif = 25% Psikomotorik = 70% Afektif = 5% 1. Young, E.J The New Science of Skin and Scuba Diving. New York. 2. POSSI Petunjuk umum selam olahraga, wisata dan rekreasi. Dewan Istruktur Selam Indonesia. Jakarta Ekologi Tumbuhan SKS 3 (2 1) Kode MBI 361 Prasyarat Dasar dasar Ekologi (MBI 220) Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan konsep ekologi dalam bidang sumberdaya hayati tumbuhan yang mencakup prinsip prinsip dasar dalam ekologi tumbuhan, metode sampling, teknik analisa vegetasi, konservasi dan ruang lingkup penelitian dalam ekologi tumbuhan Dalam mata kuliah ini mahasiswa akan mempelajari pengertian, sejarah, ruang lingkup kajian dan kedudukan ilmu ekologi tumbuhan dalam ilmu biologi dan hubungannya dengan dengan ilmu lain; faktor fisik lingkungan yang mempengaruhi; produktifitas; kajian ekologi pada tingkat populasi, komunitas dan ekosistem; paleontology dan zona biogeografi tumbuhan; teknik sampling vegetasi, suksesi, konservasi insitu dan eksitu; dan kapita selekta penelitian dalam bidang ekologi tumbuhan. Mata mata kuliah yang Biologi Konservasi terkait di semester selanjutnya Bobot Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. Kusmana, C Metode Survey Vegetasi. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 2. Odum, E.P Dasar dasar Ekologi. Terjemahan. Samingan, T. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. 3. Archibold, O.W Ecology of World Vegetation. CXhapman and Hall. London Ekologi Hewan SKS 3 (2 1) Kode MBI 362 Prasyarat Dasar dasar Ekologi (MBI 220) Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa dapat menjelaskan lingkup kajian ekologi hewan mencakup respons dan adaptasi hewan terhadap lingkungannya, kondisi habitat dan relung 176

186 nya, makanan dan hubungan makan memakan, dinamika perubahan populasi dan interaksi antar populasi serta keberadaan hewan dalam komunitasnya ini merupakan mata kuliah pilihan bidang minat Ekologi yang menjelaskan hewan dan lingkungannya, respons dan adaptasi hewan, habitat dan relung ekologi hewan, makanan dan hubungan makan, populasi dan dinamikanya, interaksi populasi, hewan dalam komunitasnya. yang terkait di Bobot Kognitif = 65% Psikomotorik = 25% 1. Soetjipto Dasar dasar Ekologi Hewan. Fakultas Biologi. Universitas Gajah Mada. Yogyakarta. 2. Stiling P.D Ecology: Theories dang Applications. Prentice Hall Inc. New Jersey Limnologi SKS 3 (2 1) Kode MBI 363 Prasyarat Dasar dasar Ekologi (MBI 220) Setelah mempelajari mata kuliah ini, mahasiswa mampu menjelaskan dengan baik hubungan fungsional dan produktivitas komunitas perairan sebagai hasil pengaruh lingkungan fisik, kimia, dan biotik. ini membahas tentang hubungan fungsional komponen fisika, kimia dan biologi pada perairan tawar lentik (air tenang) maupun lotik (air mengalir). Pembahasan diawali dari sejarah dan perkembangan limnologi, aspek aspek limnologi, struktur ekologi akuatik, air dan cahaya, pergerakan air, O 2 dan CO 2, unsur hara di perairan, biota perairan serta rantai makanan. yang terkait di Bobot Kognitif = 65% Psikomotorik = 25% Buku Acuan 1. Goldman,C.R & A.J. Horne Limnology. McGraw Hill Book Company Ltd.New York. 2. Wetzel, G.R Limnology. 3 th. Saunders College Publishing Philadelphia Mikroteknik SKS 3 (1 2) Kode MBI 370 Prasyarat Struktur Tumbuhan (MBI 111), Struktur Hewan (MBI 112) Setelah menyelesaikan mata kuliah ini mahasiswa terampil dalam teknik pembuatan sediaan histology jaringan dan organ yang berasal dari organism tumbuhan maupun hewan serta mampu menganalisis kesalahan yang terjadi. ini memberikan kemampuan teknis dan analisis pada pembuatan sediaan histologis berasal dari tumbuhan maupun hewan yang terkait di Bobot Kognitif = 30% Psikomotorik = 60% 1. Gunarso, W Mikroteknik, PAU Ilmu Hayat IPB, Bogor. 2. Hidayat, e.b. dan B.I. Utomo Pengantar Mikroteknik Tumbuhan, ITB, Bandung. 3. Suntoro, S.H Metode Pewarnaan (Histologi & Histokimia). Bhratara Karya Aksara, Jakarta. Kultur Jaringan SKS 3 (2 1) Kode MBI 380 Prasyarat Fisiologi Tumbuhan (MBI 331) Setelah menyelesaikan mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan dasar teori, latar belakang ilmu, perkembangan dan aplikasi kultur jaringan dan menguasai teknik teknik dasar kultur jarinngan tumbuhan. Dasar teori dan perkembangan kultur jaringan tumbuhan : klasifikasi, terminologi dan aplikasi dalam pertanian, produksi bahan alam dan industri. Praktek pengenalan alat dan laboratorium, persiapan dan pembuatan media, optimasi sterilisasi dan media kultur, kultur 177

187 organ, kultur kalus, kultur suspensi, isolasi protoplas, regenerasi, induksi perakaran dan aklimatisasi. yang terkait di Bobot Kognitif = 60 % Psikomotorik = 20 % Afektif = 20 % 1. George, E.F. dan Sherrington, P.D Plant Propagation by Tissue Culture. Exegetis Limited. England 2. Pierek, R.L.M., In Vitro Culture of Higher Plants, Kluwer Academic Publisher. New York. 3. Daisy, P.S. dan Ari W Tehnik Kultur Jaringan : Pengenalan dan Petunjuk Perbanyakan Tanaman Secara Vegetatif Modern. Kanisius. Yogjakarta. Mikologi SKS 3 (2 1) Kode MBI 381 Prasyarat Mikrobiologi (MBI 242) Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan 1) struktur somatik cendawan, struktur dan sistem reproduksi cendawan, 2) metabolisme cendawan, 3) peran cendawan dalam kehidupan dan lingkungan, 4) sistematika cendawan Sejarah cendawan, struktur somatik, struktur reproduksi, metabolism cendawan, reproduksi cendawan, cendawan dan kesehatan, pertumbuhan cendawan, sistematika cendawan, cendawan dan lingkungan, budidaya isolasi dan pemeliharaan jamur yang terkait di Bobot Kognitif = 50% Psikomotorik = 30% Afektif = 20% 1. Alexopoulus, C.J., C.W. Mims & M. Blacwell Plant Introductory Mycology. 4 th ed. John Wiley & Sons, Inc. New York 2. David H. Griffin Fungal Physiology. Second Edition. John Wiley & Sons, Inc. New York Bakteriologi SKS 3 (2 1) Kode MBI 382 Prasyarat Mikrobiologi (MBI 242) Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan kedudukan bakteri dalam sistem hayati, struktur, dan morfologi selnya, klasifikasi, fisiologi dan genetika bakteri serta peranannya bagi manusia ini membahas Struktur sel bakteri dan fungsinya; Genetika Bakteri; Keragaman Metabolisme Bakteri; Nutrisi dan metabolisme bakteri; Kedudukan bakteri dalam sistematika mikroorganisme; dan Keragaman Bakteri yang terkait di Bobot Kognitif = 65% Psikomotorik = 30% Afektif = 5% 1. Madigan, M.T., Martinko, J.M., & Parker, J. (2000). Brock Biology of Microorganism. Prentice Hall, New Jersey 2. Gerhard, G. (1986). Bacterial Metabolism. Edisi ke 2. Springer Verlag, New York. Teknik Analisis Bahan Hayati SKS 3 (2 1) Kode MBI 400 Prasyarat Kimia Organik (MBI 102) Sesudah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan fenomena eksistensi kimia tumbuhan, senyawa kimiawi yang dikandungnya dan manfaat bagi tumbuhan itu sendiri. Selanjutnya mahasiswa juga diharapkan mampu memanfaatkan dan menerapkan pengetahuan ini untuk kebutuhan produktif sebagai bahan aktif alam. ini membahas tentang bahan bahan organik yang tersusun dan diakumulasikan oleh tumbuhan terkait dengan struktur kimia, proses biosintesis, metabolisme, keberadaan dan fungsi biologi bagi tumbuhan tersebut. Selain itu juga dibahas mengenai beberapa teknik 178

188 yang digunakan untuk menangani senyawa senyawa organik tersebut. yang terkait di Bobot Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Harborne, J. B. (1976). Phytochemical Methods: A Guide to Modern Techniques of Plant Analysis. Second Edition. Chapman and Hall, London. 2. Manitto, P. (1981). Biosynthesis of Natural Products. Ellis Horwood Limited, England 3. Cseke, L. J., A. Kirakosyan, P. B. Kaufman, S. L. Warber, J. A. Duke, and H. L. Brielmann. (2006). Natural Products from Plants. Second Edition. CRC Press Taylor and Franscis, USA. Bahasa Inggris Lanjut Kode MBI 401 Prasyarat Bahasa Inggris (USK 002) Sesudah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa memiliki keterampilan membaca dan memahami teks akademis berbahasa Inggris serta mengungkapkan kembali isi bacaan secara lisan atau tulisan ini membahas bacaan bacaan yang ditulis dalam bahasa Inggris di jurnal dan buku ajar. Pembahasan dalam mata kuliah ini mencakup gramatika bahasa Inggris, kemampuan membaca,mendengar berbicara, serta menulis dalam bahasa Inggris yang terkait di Tugas Akhir I (MPA 403) Tugas Akhir II (MPA 404) Bobot Kognitif = 85% Psikomotorik = 10% Afektif = 5% Buku Acuan 1. Oshima A, Hogue A Introduction to Academic Writing 3 rd ed. New York: Pearson Education, Inc 2. Glencoe Reading Essentials for Biology the Dynamics of Life. Columbus, Ohio: The McGraw Hill, Inc. 3. Pyle M.A, Page M.E.M Cliffs TOEFL Preparation Guide. New Delhi: Wiley Dreamtech India (P) Ltd. Biologi Konservasi SKS 3 (2 1) Kode MBI 320 Prasyarat Dasar dasar Ekologi (MBI 220) Sesudah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan pentingnya biokonservasi sehingga sumberdaya alam hayati dapat tetap lestari bagi generasi sekarang maupun yang akan datang. Didalam mata kuliah Biokonservasi ini mahasiswa diberikan pengertianpengertian tentang: sumberdaya alam hayati dan non hayati,mekanisme hilangnya / pemiskinan sumberdaya alam hayati, prinsipprinsip dan strategi biokonservasi, upaya biokonservasi di kawasanlindung, meningkatkan kapasitas manusia guna melestarikan sumberdaya alam hayati. yang terkait Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Biogeoinformatika di Bobot Kognitif = 65% Psikomotorik = 25% 1. John and Kathy Mac Kinnon Pengelolaan Kawasan Yang dilindungi Di Daerah Tropis. Gajah Mada Press. Yogyakarta 2. Soerianegara I Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. IPB. Bogor 3. Mangunjaya, F.M Hidup Harmonis dengan Alam. Esai esai Pembangunan Lingkungan, Konservasi dan Keanekaragaman Hayati. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta. PSDA (Pengelolaan Sumberdaya Alam) SKS 3 (2 1) Kode MBI 450 Prasyarat Biologi Konservasi (MBI 320) Sesudah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan prinsip pengelolaan sumberdaya alam secara lestari. PSDA ini merupakan mata kuliah yang diperlukan bagi mahasiswa biologi dalam rangka mewujudkan pengelolaan sumberdaya alam secara lestari. ini 179

189 menjelaskan tentang pengertian, konsep dan model model pengelolaan sumberdaya alam secara lestari yang terkait di Bobot Kognitif = 65% Psikomotorik = 25% 1. Mitchell, B., B. Setiawan dan D.H. Rahmi Pengelolaan Sunberdaya dan Lingkungan. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. 2. MacKinnon. J Pengelolaan Kawasan Konservasi di Kawasan Tropis. Gadjah MadaUniversity Press. Yogyakarta. 3. Arifin, B Pengelolaan Sumberdaya Alam Indonesia: Perspektif Ekonomi, Etika, dan Praksis Kebijakan. Penerbit Erlangga, Jakarta. Etnobotani SKS 3 (2 1) Kode MBI 451 Prasyarat Taksonomi Tumbuhan (MBI 211) Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa dapat menjelaskan pemanfaatan tumbuhan bagi kesejahteraan hidup oleh sekelompok masyarakat tertentu. ini merupakan mata kuliah pilihan bidang biodiversitas yang menjelaskan tentang sejarah pemanfaatan tumbuhan, cakupan ilmu etnobotani, teknik pengambilan data etnobotani, hubungan etnobotani dengan ilmu lainnya terutama bidang botani, etmofarmakologi, antropologi, ekologi, ekonomi, bahasa, konservasi dan pengembangan masyarakat oleh suatu kelompok masyarakat dalam kehidupannya. yang terkait di Bobot Kognitif = 65% Psikomotorik = 32.5% Afektif = 2.5% 1. Martin, J.G Ethnobotany. Chapman&Hall, London. 2. Schultes, R.E. & Siri von Reis Ethnobotany. Chapman&Hall, London. 3. Hamilton, A. C., et. al The Purposes and Teaching of Applied Ethnobotany. United Kingdom. Ornitologi SKS 3 (2 1) Kode MBI 452 Prasyarat Taksonomi Hewan (MBI 212) Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan ciri ciri spesifik burung, mengklasifikasi burung hingga tingkat ordo, menjelaskan struktur dan fungsi sistem organ, menjelaskan fungsi masing masing perilaku, menyebutkan peran burung dalam ekosistem dan menjelaskan manfaat burung bagi manusia. ini merupakan mata kuliah pilihan bidang Biodiversitas yang menjelaskan seluk beluk burung (aves) mencakup anatomi luar, keragaman burung, anatomi dalam, fisiologi, perilaku, peranan burung dalam ekosistem dan manfaat burung bagi manusia. yang terkait Ekologi Hewan di Bobot Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Pasquire Watching Bird: An introduction to Ornithology. Houghton Miffins. New York. 2. MacKinnon, J., K. Phillips, B. van Balen Burung burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan. Ikhtiologi SKS 3 (2 1) Kode MBI 453 Prasyarat Taksonomi Hewan (MBI 212) Setelah mengikuti perkuliahan ini setiap mahasiswa diharapkan dapat memahami menjelaskan tentang ikan meliputi pengetahuan morfologi, sistim organ dan fisiologi dan ekologinya ini merupakan mata kuliah pilihan di jurusan Biologi yang akan membahas 180

190 yang terkait di semester semester selanjutnya tentang karakter morfologi dan sistim organ, fisiologi dan sistematika ikan. Aspek yang dipelajari antara lain beberapa sistem organ meliputi sistim integumen, sistem rangka dan urat daging, sistim peredaran darah dan pernafasan, sistim pencernaan, sistim reproduksi, sistim ekskresi dan osmoregulasi serta sistim saraf dan hormon; juga meliputi aspek klasifikasi, tata nama binomial dan trinomial serta identifikasi ikan Limnologi, Ekologi Hewan Bobot Kognitif = 65% Psikomotorik = 25% 1. Lagler, K.F, J.E Bardach, R.R Miller and D.S.M Passino Ichtiology. John willey and Sons, Inc. New York 2. Kottelat, M, A.J Whitten, S.N Kartikasari and S. Wirjoatmodjo Freshwater Fish of Western Indonesia and Sulawesi. Periplus Edition, Hongkong 3. Sjafei, D.S, M.F Rahardjo, Ridwan Affandi dan Murniati Brodjo Ikhtiologi. Departemen Biologi Perairan IPB, Bogor. Parasitologi SKS 3 (2 1) Kode MBI 454 Prasyarat Taksonomi Hewan (MBI 212) Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan tentang makhluk hidup yang menjadi vector penyakit parasit. Spesies yang bersifat parasit pada hewan, kelainan fisiologis akibat infeksi parasit. Daur hidup berbagai makhluk yang bersifat parasit. ini merupakan mata kuliah pilihan bidang fisiologi yang mempelajari tentang berbagai parasit yang menyerang makhluk hidup dan dampak fisiologisnya bagi makhluk hidup yang terinfeksi yang terkait di Bobot Kognitif = 75% Psikomotorik = 25% Afektif = 0% Buku Acuan 1. Gandahusada et al., Parasitologi Kedokteran edisi ke 3. FK UI. Jakarta 2. Natadisastra.D dan Agoes.R., Parasitologi Kedokteran, Ditinjau dari Organ Tubuh yang Diserang. EGC. Jakarta. Ekofisiologi SKS 3 (2 1) Kode MBI 461 Prasyarat Dasar Dasar Ekologi (MBI 220), Fisiologi Tumbuhan (MBI 331), Fisiologi Hewan (MBI 332) Tujuan Instruksional Umum (Kompetisi) Sesudah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan tentang aspek aspek respon lingkungan terhadap kondisi fisiologi organisme, baik pada hewan maupun tumbuhan. Deskripsi Ringkas Mempelajari aspek respon lingkungan meliputi iklim (suhu, cahaya/radiasi), dan nutrisi terhadap kondisi fisiologi organisme, baik pada hewan maupun tumbuhan. yang terkait Biologi Konservasi di Bobot Kognitif = 65 % Psikomotorik = 25 % Afektif = 10 % Buku Acuan 1. Heddy, S. Ekofisiologi Tanaman (Suatu Kajian Kuantitatif Pertumbuhan Tanaman), PT. Raja Grafindo Persada Jakarta 2. Isnaini, W Fisiologi Hewan, Kanisius, Yogyakarta. Ekologi Serangga SKS 3 (2 1) Kode MBI 462 Prasyarat Dasar Dasar Ekologi (MBI 220) Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan: 1. Pengaruh lingkungan terhadap populasi serangga, 2. Interaksi tanaman serangga, parasitoid host, predator mangsa. 3. Migrasi dan penyebaran serangga 4. Faktor faktor yang mempengaruhi perubahan dan besaran populasi, 181

191 5. Life Table, dinamika populasi, estimasi populasi serangga 6. Kompetisi intra dan inter spesifik pada serangga Pengaruh lingkungan terhadap populasi serangga, Interaksi antara tanaman serangga, parasitoid host, predator mangsa, faktor faktor yang mempengaruhi perubahan dan besaran populasi, migrasi dan sebaran jenis serangga, Macam macam Life Table pada serangga dan analisanya, dinamika populasi serangga dan analisanya, metode estimasi populasi jenis jenis dan kelompok serangga, kompetisi intra dan inter spesifik pada serangga yang terkait Pengendalian Biologis di Bobot Kognitif = 64.0% Psikomotorik = 23.0% Afektif = 13.0% 1. Price, P.W Insect Ecology. John Wiley and Sons. New York. 2. Southwood, T.R.E. and P.A. Henderson Ecological Methods. 3rd edition. Blackwell Science. 3. Varley, G.C., G.R. Gradwell and M.P. Hassel Insect Populations Ecology: an analytical approach. 1st edition. Blackwell Scientific Publications. Pengendalian Biologis SKS 3 (2 1) Kode MBI 463 Prasyarat Taksonomi Hewan (MBI 212) Sesudah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan tentang penggunaan musuh alami, serta strategi penggunaan musuh alami sebagai pengendali biologis. ini membahas tentang pengendalian yang dilakukan terhadap hama pengganggu tanaman dengan menggunakan musuh alami (parasitoid, predator, entomopatogen), strategi pengendalian dan prosedur pengendalian yang dilakukan serta kelebihan dan kekurangan pengendalian biologis. yang terkait Ekologi Serangga di semester semester selanjutnya Bobot Kognitif = 65% Psikomotorik = 25% 1. Schowalter T.D Insect ecology: An Ecosystem Approach, 2nd Edition, Academic Press. 2. Speight M.R., Hunter M.D., Watt A.D Ecology of Insects: Concepts and Applications, 2nd Edition, Wiley Blackwell. 3. Price P.W Insect Ecology. 3rd Edition, John Wiley and Sons. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) SKS 3 (3 0) Kode MBI 464 Prasyarat Dasar dasar Ekologi (MBI 220) Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa dapat menjelaskan filosopi dan kaidah AMDAL, konsep AMDAL, peranan AMDAL dalam perencanaan pembangunan, prosedur analisis dan evaluasi dampak, rencana pengelolaan lingkungan (RKL), dan rencana pemantauan lingkungan (RPL) ini merupakan mata kuliah pilihan bidang minat Ekologi yang menjelaskan Sejarah perkembangan, filsafah dasar dan kaidah AMDAL, prosedur metoda pengumpulan data, kegiatan rona lingkungan awal, metoda analisis dan evaluasi dampak, rencana pengelolaan lingkungan (RKL), rencana pemantauan lingkungan (RPL) yang terkait di Bobot Kognitif = 65% Psikomotorik = 25% Buku Acuan 1. Soemarwoto, O Analisis Dampak Lingkungan. Gajah Mada University Press. Yogyakarta. 2. Suratmo, G Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Gajah Mada University Press. Yogyakarta. Klimatologi 182

192 Kode MBI 465 Prasyarat Dasar dasar Ekologi (MBI 220) Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan konsep iklim dan cuaca beserta faktor faktor yang mempengaruhi perubahan iklim global dan pengaruhnya terhadap ekosistem. ini membahas iklim secara regional, iklim sebagai kontrol terhadap kehidupan di muka bumi, ciri ciri umum iklim di Indonesia, unsur iklim, perubahan iklim global dan pengaruhnya terhadap ekosistem. yang terkait Ekologi Hewan, Ekologi Serangga, Ekologi Tumbuhan, Biologi Laut, Biologi Konservasi, PSDA di semester semester selanjutnya Bobot Kognitif = 65% Psikomotorik = 30% Afektif = 5% 1. Trewartha, Glenn T dan Lyle H. Horn, 1995, Pengantar Iklim, Ed., ke 5, Gadjah Mada University Press, 2. Benyamin Lakitan, 1994, Dasar dasar Klimatologi, Rajawali Pers, Jakarta. 3. Susila Prawiri Wardoyo, 1996, Meteorologi, ITB, Bandung Immunobiologi Kode MBI Membedakan antara terbentuknya immunoglubolin dan anti bodi 2. Menjelaskan proses pembentukan antibodi. Memberikan dasar dasar pemahaman tentang kemampuan pertahanan tubuh terhadap masuknya jasad renik ke dalam tubuh yang dapat menyebabkan gangguan pada tubuh. Diberikan pengertian tentang hapten, antigen, imunoglobulin, antibodi, alergi, autoimun. yang terkait di semester semester selanjutnya Bobot Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Roitt, I.M. `1P77. Essential Immunology. Blackwell Scientific Publication. London 2. Tjokronegoro, A Imunologi Dasar dan Teknik Imunofluoresensi. Perhimpunan Alergidan Imunologi Indonesia (PERALMUNI). Jakarta. 3. Tjokronegoro, A Dasar dasar Imunobiologi. Bagian Biologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta Endokrinologi SKS 3 (2 1) Kode MBI 471 Prasyarat Fisiologi Hewan (MBI 332) Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan jenis jenis organ endokrin dan jenis hormon yang dihasilkan serta memahami proses sintesis, sekresi, transportasi dan mekanisme kerja hormon hewan ini menjelaskan organ organ penghasil hormon di dalam tubuh, mekanisme kerja hormon reseptor, feedback positif dan negatif yang terkait di semester semester selanjutnya Bobot Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% Hadley, M.E Endocrinology. 5 th Ed. Prentice Hall International, Inc. Reproduksi Hewan SKS 3 (2 1) Kode MBI 472 Prasyarat Perkembangan Hewan (MBI 232) Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan prinsip prinsip reproduksi dan peranan reproduksi untuk kelestarian suatu spesies serta hal hal yang 183

193 berperan untuk berlangsungnya reproduksi. ini merupakan mata kuliah pilihan bidang biologi perkembangan yang menjelaskan sistim reproduksi jantan dan betina; hormon reproduksi; pubertas; fertilisasi; implantasi dan kelahiran; hal hal yang mempengaruhi reproduksi; reproduksi satwa liar; reproduksi protozoa, annelida dan echinodermata; dan bioteknologi reproduksi yang terkait Bioteknologi Hewan di Bobot Kognitif = 65% Psikomotorik = 25% 1. Tomaszewska, MW., I.K. Sutama, I.G. Putu dan T.D Chaniago Reproduksi Tingkah Laku dan Produksi Ternak di Indonesia. Gramedia, Jakarta. 2. Johnson, M.H., B.J. Everitt Essential Reproduction. Blackwell Science Ttd, USA. 3. Hafez, E.S.E Reproducton in Farm Animals. Lea & Febiger, USA Etologi SKS 3 (2 1) Kode MBI 474 Prasyarat Dasar Dasar Ekologi (MBI 220); Fisiologi Hewan (MBI 332) Setelah mengikuti Mata Kuliah ini mahasiswa mampu: 1. Menerangkan azas dan konsep perilaku hewan 2. Mengklasifikasi bentuk bentuk perilaku hewan 3. Mengkategorikan perilaku yang ditunjukkan hewan Mata Kuliah Etologi dimaksudkan untuk memberikan dasar dasar pemahaman tentang konsep dan kategori perilaku yang ditunjukkan hewan sebagai bagian dari konsep menyeluruh tentang Biologi. ini memberikan dasar pemahaman tentang perilaku sebagai bagian dari adaptasi dan strategi bertahan hidup hewan, cara mengkategorikannya, mendatanya dan mengaitkan satu bentuk perilaku dengan perilaku lainnya. yang terkait di Bobot Kognitif = 70% Psikomotorik = 25% Afektif = 5% 1. Krebs, J.R. & N.B. Davies, An Introduction to Behavioral Ecology, Blackwell Science, Oxford. 2. Campbell, N.A., J.B. Reece., L.G. Mitchell., M.T. Taylor Biology: Concepts & Connection. 4 th edition. Benjamin Cummings, San Fransisco. Toksikologi SKS 3 (2 1) Kode MBI 475 Prasyarat Fisiologi Hewan (MBI 332) Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan bahaya toksikan, proses metabolisme dan pendistribusian toksikan di dalam tubuh, dan hubungannya dengan pembentukan kanker dan teratogen Memberikan prinsip umum toksikologi, absorpsi, distribusi, ekskresi toksikan, biotransformasi toksikan, efek toksik, faktor pemodifikasi efek tosik, prosedur pengujian, karsinogenesis,mutagenesis,teratogenesis, zat tambahan dan pencemar makanan, toksisitas pestisida, logam, zat kimia industri dan pencemar lingkungan. yang terkait di Bobot Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Ariens, E.J., E. Mutschler dan A.M. Simonis Toksikologi Umum. Diterjemahkan dari Algemeine Toxicologie Oleh E.Y.Iskandar Gajah Mada University Press, Yogyakarta. 2. Lu, F.C Toksikologi Dasar. Terjemahan dari Basic Toxicology: Fundamentals, target organ and risk assesment oleh A. Nugroho. Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta Nutrisi Tanaman SKS 3 (2 1) Kode MBI

194 Prasyarat Fisiologi Tumbuhan (MBI 331) Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa dapat mampu menjelaskan dan mengukur daur hara, pencucian dan kehilangan hara di ekosistem hutan, hara makro dan mikro, tekstur tanah, daya serapan dan pengikatan air, kontaminasi dan kerusakan tanah, kesuburan tanah, pemanfatan, pengendalian unsur hara biologi tanah, konservasi tanah dan air biologi tanah, konservasi tanah dan air. ini merupakan mata kuliah pilihan bidang fisiologi yang disediakan untuk mahasiswa yang tertarik dalam pengkajian interaksi antara makluk hidup dengan unsur hara dalam penelitian tugas akhirnya yang terkait di Bobot Kognitif = 70% Psikomotorik = 15% Afektif = 15% 1. Hardjowigeno, S., 2003, Ilmu tanah 5 nd ed akademika Presindo Jakarta. 2. Salisbury, F.B. and C.W.Ross Plant physiology. 4 th ed. Wadsworth Publishing Co. California. Bioteknologi Tumbuhan SKS 3 (2 1) Kode MBI 481 Prasyarat Pengantar Bioteknologi (MBI 340) Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan perkembangan dan pengetahuan mengenai tehnik tehnik dasar bioteknologi tumbuhan serta aplikasinya dalam industri, kesehatan dan pertanian. Latar belakang, teori dan perkembangan bioteknologi tumbuhan; Isolasi dan penyelamatan embrio; Mikropropagasi; Produksi tanaman haploid; Induksi dan variasi tanaman somaklonal; Produksi metabolit sekunder; Hibridisasi somatik; Isolasi dan manipulasi organel sel, Manipulasi genetik; Aplikasi bioteknologi tumbuhan dalam industri, kesehatan dan pertanian. yang terkait di Bobot Kognitif = 80% Psikomotorik = 10% 1. Endre,B.R Plant Cell Biotechnology. Spriner verlag, Berlin Heidelberg. 2. Potrykus, I. & Spangenberg, G Genes Tansfer to Plant. Spriner verlag, Berlin Heidelberg. Bioteknologi Hewan SKS 3 (2 1) Kode MBI 482 Prasyarat Pengantar Bioteknologi (MBI 340) Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan mengenai bioteknologi hewan, yang bersifat interdisiplin, dalam skala laboratorium sampai skala industri. ini membahas perkembangan teknologi kultur sel; rekayasa genetika pada sel hewan, hibridoma; bioreactor; produk sel hewan; rekayasa jaringan; bioteknologi reproduksi hewan. yang terkait di Bobot Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Freshney Culture of animal cells. a manual of basic techniques. 3 rd ed. alan R. Liss. 2. Butler Mammalian Cell biotechnology. a practical approach. IRL press. Mikrobiologi Lingkungan SKS 3 (2 1) Kode MBI 483 Prasyarat Mikrobiologi (MBI 242) Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan: Dasar dasar biologi yang berhubungan dengan ekotoksikologi dan mikrobiologi Peran mikroorganisme di dalam lingkungannya terutama perannya sebagai katalis di 185

195 dalam pengendalian pencemaran lingkungan Deskripsi Ringkas Pembahasan tentang dasar dasar dan ruang lingkup mikrobiologi lingkungan Jenis jenis mikroorganisme di berbagai habitat, serta peran mikroorganisme di lingkungannya. Aspek bioteknologi dalam mikrobiologi lingkungan Peranan mikroba dalam pertanian. Kualitas air dan pangan dan aspek kesehatan dalam mikrobiologi lingkungan, Penanganan limbah dan Bioremediasi. yang terkait Mikrobiologi Industri di Bobot Kognitif = 65% Psikomotorik = 25% Buku Acuan 1. Atlas, R.M. & Bartha, R Microbial Ecology: Fundamentals and Applications. Second ed. The Benyamin/Cumming Publ. Co., Inc. Menlo Park. 2. Maier, M.R., Pepper, I.L., & Gerba, C.P. l999. Environmental Microbiology. Prentice Hall. Sandiego. Mikrobiologi Industri SKS 3 (2 1) Kode MBI 484 Prasyarat Mikrobiologi (MBI 242) Setelah mempelajari mata kuliah ini, mahasiswa dapat menjelaskan aplikasi mikroorganisme dalam bidang industri. ini membahas tentang macam macam produk proses mikrobiologi, teknologi fermentasi, produksi berbagai metabolit seperti asam organic, asam amino, antibiotik, vitamin, enzim serta protein tunggal yang terkait Mikrobiologi Lingkungan di Bobot Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% Buku Acuan 1. Crueger,W and Crueger Biotecnology a Textbook of Industrial Microbiology. Sinaeur Associates, Sunderland.USA 2. Hidayat, N., M.C. Padaga dan S. Suhartini Mikrobiologi Industri. Andi Yogyakarta, Yogyakarta Genetika Molekular SKS 3 (2 1) Kode MBI 485 Prasyarat Genetika (MBI 240) Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan hubungan struktur dan fungsi makromolekul biologi terutama DNA, RNA dan Protein dan beberapa tehnik eksperimental untuk mempelajarinya. Mahasiswa dapat memahami proses pertahanan, pemindahan dan ekspresi informasi genetik pada tingkat Molekul di dalam sel. Protein dan kompleks makromolekul di dalam sel. Sifat sifat asam nukleat. Kerusakan & perbaikan serta rekombinasi DNA. Analisis DNA yang telah di klon. Transkripsi pada eukariot. Pemrosesan RNA Sintesa protein pada eukariot. Bakteriofag & Virus. Gen penyebab kanker. yang terkait di Bobot Kognitif = 60% Psikomotorik = 30% 1. Watson,J.D., N.H. Hopkins, J.W.Robert, J.A. Steitz, A.M. Weiner Molecular biology of the gene.4 th edition. The Benjamin/Cummings Publishing Company, USA. 2. Cooper G.M The cell: A molecular approach, Second edition. Geoffrey M.Cooper. U.S.A. 3. Albert, B., A. Jhonson, J. Lewis, M. Raff,, K. Roberts,, and P. Walter Molecular biology of the cell. 5th. ed. Garland Publication, New York USA. Praktik Biologi Terapan SKS 2 (0 2) Kode MBI

196 Deskripsi Ringkas Mata mata kuliah yang terkait di semestersemester sebelumnya Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: 1. Menerapkan ilmu ilmu biologi dalam kehidupan 2. Mempraktikan, melaksanakan dan menghasilkan produk yang berkaitan dengan ilmu ilmu biologi, Hakikat biologi terapan, mempraktikkan, membuat dan menghasilkan produk dari ilmu ilmu biologi. Praktik yang akan diberikan berkaitan dengan bidang bidang mikrobiologi (budidaya jamur, pembuatan nata de coco, tempe, syrup, dan lain lain), bidang ekologi (pembuatan pupuk kompos, modifikasi dan rekayasa peralatan ekologi), bidang entomologi (peternakan lebah madu, peternakan ulat sutera dan perbanyakan serangga musuh alami), bidang fisiologi (peternakan mencit putih, pengadaan preparat awetan) bidang ichtiologi dan limnology (pengadaan bibit ikan dan budidaya ikan air tawar dan air laut, budidaya udang dll). Praktik yang diberikan pada setiap semester dapat berubah ubah, tergantung pada minta mahasiswa dan dosen pengasuhnya. Setiap semester akan diberikan 3 4 macam praktik. Teknik Koleksi dan Penataan Spesimen Bobot Kognitif = 15% Psikomotorik = 60% Afektif = 25% Buku Acuan 187

197 5.6 DESKRIPSI MATA KULIAH PRODI INFORMATIKA Matematika Diskrit SKS 3 (3 0) Kode INF 104 Menghitung bilangan diskrit dengan matematika dasar yang berbasis bilangan rasional Menjelaskan penggunaan bilangan diskrit dalam komputasi dan pemrograman Memberikan gambaran bagaimana menghitung menggunakan bilangan diskrit yang berbeda dengan matematika dasar yang berbasis bilangan rasional. Diharapkan mahasiswa mengerti penggunaan bilangan diskrit dalam komputasi dan pemrograman. Topik bahasan meliputi: himpunan, relasi, fungsi, operasi binari dan propertinya (asosiatif, komutatif, dan idempoten), teknik menghitung, permutasi, kombinasi, teori bilangan, pembuktian secara induksi, himpunan dan operasinya. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 10% 1. J.L. Gersting, Mathematical Structures for Computer Science: A Modern Approach to Discrete Mathematics, W. H. Freeman & Co., K.H. Rosen, Discrete Mathematics and its Applications, 6 th edition, McGraw Hill, Basis Data Kode INF 106 Menjelaskan konsep basis data, manajemen file, dan fungsi DBMS Menjelaskan konsep relational aljabar, model relasional, konsep diagram ER, EER, dan normalisasi Menggunakan SQL, menjelaskan DDL dan DML Menjelaskan manajemen transaksi, concurrency control, dan deadlock Pengenalan terhadap konsep basis data (database) dan pemahaman terhadap manajemen berkas (file). Mempelajari konsep relasional aljabar, model relational, konsep diagram ER, EER, normalisasi, konsep SQL, manajemen transaksi dan concurrency control. Selain itu, pengenalan terhadap fungsi DBMS, konsep file dan record, serta databases berorientasi objek juga dibahas. yang terkait di INF 214 Pemrograman Berbasis Web Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 10% 1. Elmashri and Navathe, Fundamentals of Database Systems, 2 nd edition, Benjamin/Cumming Publishing, R. Ramakrishnan & J. Gehrke, Database Management Systems, McGraw Hill, Fathansyah, Basis Data, Informatika Bandung, Pemrograman SKS 4 (3 1) Kode INF 108 Menjelaskan konsep dasar dan logika pemrograman Menggunakan konsep dan teknik pemrograman dalam membuat program Menjelaskan cara kompilasi dan debugging Menerjemahkan masalah menjadi solusi dalam bentuk program sederhana Pengenalan pemrograman komputer menggunakan bahasa pemrograman C/C++ dan pemahaman terhadap proses pengembangan program. Tujuan dari mata kuliah ini adalah memahami konsep dasar pemrograman C/C++. Topik topik yang dibahas meliputi tipe data, operasi bitwise, perulangan, kondisional, array, fungsi, fungsi build in, pointer, struct, file I/O, kompilasi dan debugging. Tugas dan latihan membuat program merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari mata kuliah ini. 188

198 yang terkait di INF 211 Struktur Data dan Algoritma INF 213 Pemrograman Berorientasi Objek Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. N.A. Solter and S.J. Kleper, Professional C++, Wiley Publishing Inc S.G. Kochan, Programming C, 3 rd edition, Sams Publishing, D.R. Musser, Gillmer J. Derge, Atul Saini, STL Tutorial and Reference Guide: C++ Programming with the Standard Template Library, Addison Wesley, NY, N.M. Josuttis, the C++ Standard Library: a Tutorial and Reference, Addison Wesley, NY, S.B. Lippman, C++ Primer, Addison Wesley, NY, Statistika Dasar SKS 3 (2 1) Kode INF 201 Menjelaskan jenis jenis data dan perbedaannya Mengorganisasikan data Menentukan tes hipothesis dan jenis tes yang bersesuaian Menggunakan konsep dasar statistik untuk menganalisa data deskripsi Merupakan mata kuliah pengenalan statistika dan aplikasinya. Bahasan secara garis besar meliputi: data dan jenis jenisnya, organisasi data, rata rata, nilai tengah, standard deviasi, inferensial, tes hipothesis, random variabel, distribusi normal, distribusi binomial, dan selang kepercayaan (confident interval). yang terkait di INF 202 Metodelogi Penelitian INF 302 Teori Peluang INF 520 Statistika Komputasi Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. Moore S. D. and Mc. Cabe G. P., Introduction to the Practice of Statistics, 5 th edition, Freeman Press, N. A. Weiss, Introductory Statistics, 5 th edition, Addison Wesley, Logika SKS 3 (3 0) Kode INF 203 Menjelaskan konsep konsep dan metode membangun sistem logika matematika Membuktikan suatu kebenaran dan fakta Melakukan penalaran logis dan kritis Dasar dasar logika dalam bahasa semantik dan pemrograman yang meliputi sistem logika matematika, identifikasi argumen, Morgan law, bahasa, fallacy, induksi, kategori kategori proposisi, implikasi, syllogism, logika proposional dan predikat. yang terkait di INF 517 Pengantar Pemograman Logika Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 10% 1. J. Gallier, Logic for Computer Science: Foundations of Automatic Theorem Proving, Wiley, A.P. Hurley, Concise Introduction to Logic, 8 th edition, Wadsworth Publication, Organisasi Sistem Komputer Kode INF 205 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan tentang: Konsep dasar organisasi dan arsitektur komputer Cara kerja komponen komponen komputer termasuk logika bahasa mesin, sistem operasi dan interkoneksinya. 189

199 Kuliah ini berisi pembahasan rinci komponen komputer seperti processor, memori dan masukan/keluaran. Topik yang akan dibahas meliputi: pengantar rancangan komputer, perspektif historis, komponen dari sistem pilihan dalam rancangan, perangkat instruksi pada contoh contoh organisasi sistem komputer yang diberikan, rancangan processor: hardwired control, rancangan memori, cache memory pipelining, masukan/ keluaran (I/O). yang terkait di INF 212 Sistem Operasi INF 307 Teori Bahasa dan Automata Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 10% 1. J.L. Henessy and D.A. Patterson. Computer Architecture: Quantitative Approach, Morgan Kaugmann Publishers, Inc., California, W. Stalling, Computer Organization and Architecture: Designing for Performance, 5 th edition, Prentice Hall, Aljabar Linier SKS 3 (3 0) Kode INF 207 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan tentang: Konsep aljabar matriks yang digunakan dalam model sistem persamaan linier, pengolahan matrik dan vektor Konsep ruang vektor, dimensi dan transformasi linier Memberikan landasan pengetahuan tentang matriks dan sifat sifatnya yang diperlukan dalam perancangan algoritma dan struktur data. Materi bahasan meliputi: pengantar aljabar linear, eliminasi Gauss Jordan, penyelesaian sistem linear, transformasi linear dan inversenya, matrix dan operasinya, determinan, inner product, orthogonal, stabilitas, eigenvalues dan eigenvectors. yang terkait di INF 204 Metode Numerik INF 516 Desain dan Analisa Algoritma Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 10% 1. O. Bretscher, Linear Algebra with Applications, 3 rd edition. 2. H. Anton, Aljabar Linier Elementer, terjemahan, edisi V, Erlangga. Komunikasi Data SKS 3 (2 1) Kode INF 209 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan tentang: Konsep dasar komunikasi data serta proses pada komunikasi data tersebut Elemen elemen dan bentuk komunikasi data Implementasi komunikasi data pada sistem jaringan Mempelajari perkembangan teknologi jaringan dan komunikasi data, infrastruktur komunikasi (switch, frame relay, ATM), teknologi transportasi dan transmisi, bridge, router, jaringan nirkabel dan bergerak, OSI model, protokol komunikasi data, LAN, WAN, protokol TCP/IP (IPv4 dan IPv6), manajemen jaringan, jaringan multi service berbasis IP. yang terkait di INF 208 Jaringan Komputer INF 515 Jaringan Nirkabel Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. K.R. Rao, Z.S. Bojkovic, D.A. Milovanovic, Introduction to Multimedia Communication, John Wiley and Sons, W. Stallings, Data and Computer Communications, 7 th ed., Prentice Hall, Struktur Data dan Algoritma SKS 3 (2 1) Kode INF 211 Prasyarat INF 108 Pemrograman 190

200 Menjelaskan konsep dari berbagai jenis struktur data Menjelaskan berbagai struktur data dan algoritma dalam merepresentasikan data Mengimplementasikan struktur data pada aplikasi sederhana Membahas teori dan cara terbaik merepresentasikan data dan informasi menggunakan struct, list, queue, tree, binary search tree (BST), graph, metode pengurutan (sorting), metode pencarian (searching), hash, map, heap, dan graph. Implementasi struktur data dengan membuat program dan analisa kompleksitas terhadap algoritma yang dirancang menjadi bagian dari mata kuliah ini. yang terkait di INF 516 Desain dan Analisa Algoritma Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. S. Dasgupta, C. H. Papadimitriou, and U. V. Vazirani, Algorithms, McGraw Hill, S. Harris & J. Ross, Beginning Algorithm, Wiley Publishing Inc., A. Kristanto, Struktur Data dengan C++, Graha Ilmu, R. Sedgewick, Algorithms in C, 3rd edition, Addison Wesley, USA, Pemrograman Berorientasi Objek SKS 3 (2 1) Kode INF 213 Menjelaskan tentang konsep pemrograman berorientasi objek (PBO) Mengimplentasikan PBO dalam pengembangan program menggunakan Java Pengantar OOP, Java Virtual Machine (JVM), struktur program Java, kompilasi, objek, class, I/O, pewarisan sifat (inheritance), enkapsulasi (encapsulation), polymorphism, overloading, method, constructor, destructor, manipulasi file, swing, applet, dan exception. yang terkait di INF 510 Pemograman Java Lanjut Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. E. B. Suprasetiawan, Dasar Pemrograman Java, Bengkel J2EE/Linux, J. Jaworski, Java 1.2 Unleashed, Sams Publishing, M.C. Daconta, Java untuk Pemrogram C/C++, alih bahasa oleh Antony Pranata, Penerbit Andi Yogyakarta, Metodelogi Penelitian Kode INF 202 Menjelaskan dan menerapkan konsep penting dalam melakukan penelitian Melaksanakan penelitian mandiri dalam bidang komputer dan informatika Mempelajari teknik teknik yang dibutuhkan untuk melakukan penelitian yang meliputi: perumusan masalah, hipotesis, tujuan penelitian, instrumen penelitian, desain penelitian, teknik pengambilan data, teknik penyusuan karya ilmiah, penyusunan daftar pustaka, cara penyampaian dan penyajian ilmiah. yang terkait di MPA 401 Tugas Akhir I MPA 402 Tugas Akhir II Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 10% Universitas Syiah Kuala, Panduan Penulisan Proposal Penelitian, Skripsi, dan Laporan Kerja Praktek, Unsyiah Press, Metode Numerik SKS 3 (2 1) Kode INF 204 Menjelaskan tentang metode metode dasar dalam komputasi numerik Menerapkan metode numerik dalam permasalahan matematika sederhana 191

201 Dasar dasar komputasi mumerik, metode belah (bisection), metode Newton Raphson, metode Golden Section, metode Secant, aljabar linear dengan pendekatan numerik, metode Runge Kutta, penyelesaian persamaan diferensial secara numerik, interpolasi linear, faktor kesalahan/galat dari pendekatan numerik. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. G. Rectenwald, Numerical Methods with MATLAB: Implementation and Application, Prentice Hall, W. Cheney dan D. Kincaid, Numerical Mathematics and Computing, 2 nd edition, Brooks/Cole, Rekayasa Perangkat Lunak SKS 3 (2 1) Kode INF 206 Menjelaskan model model pengembangan perangkat lunak Menganalisa sistem untuk menentukan kebutuhan perangkat lunak Merancang perangkat lunak dan mengimplementasikan rancangan perangkat lunak Pengantar rekayasa perangkat lunak, model dan siklus pengembangan perangkat lunak, rencana dan manajemen proyek, Critical Path Method (CPM), Gantt chart, menentukan kebutuhan perangkat lunak (software requirements), desain sistem, OO desain, UML diagram, testing sistem, testing metriks, dan graph alir kontrol, pembuatan dokumen SKPL yang terkait di INF 518 Proyek Perangkat Lunak Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. K. Hamilton, Russell Miles, Learning UML 2.0, O Reilly, R.S. Pressman, Software Engineering: a Practitioner's Approach, 6 th edition, Mc. Graw Hill, S.L. Pfleeger, Software Engineering: Theory & Practice, Prentice Hall, New Jersey, Jaringan Komputer SKS 3 (2 1) Kode INF 208 Menjelaskan pengetahuan dasar jaringan komputer Mengenali teknologi jaringan dan komponen komponennya Merancang dan membangun jaringan komputer Pengantar jaringan komputer dan Internet, standar protokol jaringan: OSI dan TCP/IP, media transmisi data, pengaturan data link, protokol, teknologi jaringan local (LAN), topologi jaringan, teknologi jaringan luas (WAN), routing, dan jaringan berbasis Linux. yang terkait di INF 511 Keamanan Jaringan INF 515 Jaringan Nirkabel Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. G. Glass, K. Ables, Linux for Programmers and Users, Prentice Hall, A.S. Tanenbaum, Computer Networks, 4 th edition, Prentice Hall, J.E. Goldman dan P.T. Rawles, Local Area Networks: A Business Oriented Approach, 2 nd edition, John Wiley and Sons, New York, Sistem Informasi Geografis SKS 3 (2 1) Kode INF 210 Menjelaskan tentang prinsip SIG 192

202 Menggunakan software SIG dan pengolahan datanya ke dalam bentuk peta SIG Pengertian dan ruang lingkup SIG secara umum, otomatisasi pemetaan, perolehan data (acquisition) SIG, proses entry data, pengelolaan database digital, format dan struktur data (vektor dan raster), kualitas data, fungsi analisis SIG, pemanfaatan SIG untuk analisis data keruangan dan aplikasinya untuk kehutanan, implementasi SIG untuk kehutanan, perencanaan SDH dan lingkungan. yang terkait di INF 506 Kartografi INF 508 Teknik Pemetaan Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. P.A. Burrough, Principles of Geographical INF ormation System for Land Resources Assessment. Clarendon Press. Oxford, A.K. Skidmore, Remote Sensing and Geographic INF ormation Systems in Forest Management. School of Geography, Univ. of South Wales, S. Aronoff, Geographic INF ormation Systems: A Management Perspective. WDL Pub. Ottawa, Canada, Sistem Operasi SKS 3 (2 1) Kode INF 212 Prasyarat INF 205 Organisasi Sistem Komputer Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan tentang: Konsep dasar sistem operasi Struktur sistem operasi serta berbagai layanan yang dilakukan sistem operasi ini membahas konsep sistem operasi yaitu sistem yang mengatur perangkat keras komputer, program, dan mengatur interaksi user dan komputer. Mempelajari konsep sistem operasi dan operasi operasi dari sistem operasi komersial seperti Linux. Topik yang dibahas meliputi: I/O, interrupts, skema address, file, pengalokasian memori secara dinamis, antrian proses, shell scripts, thread, kernel, encoding, kompresi, dan socket. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. D.P. Bovet, M. Cesati, Understanding the Linux Kernel, 3rd edition, O'Reilly, A. Silberschatz, P.B. Galvin, & G. Gagne, Operating Systems Concepts, 6th edition, John Wiley & Sons, Inc., E. G. Walters, the Essential Guide to Computing, Prentice Hall, Pemrograman Berbasis Web SKS 3 (2 1) Kode INF 214 Prasyarat INF 106 Basis Data Memahami konsep pemanfaatan basis data (database) dalam aplikasi berbasis web Mengimplentasikannya dalam pengembangan sistem informasi berbasis web Pengantar pemrograman berbasis web. Bahasa mark up dan pemrograman yang dipelajari meliputi HTML, Javacript, XML, CGI, dan PHP. Walaupun tidak semua hal dalam bahasabahasa tersebut dipelajari, namun dalam matakuliah ini, prinsip prinsip dasar, kelebihan dan kekurangan dari setiap teknologi akan dibahas. Topik topik PHP lebih banyak dibahas dalam mata kuliah ini. Secara garis besar, topik bahasan meliputi: pengantar HTML, penggunaan Javascript pada sisi client, tipe data, array, penanganan berkas (file), form, subroutine, manipulasi string, regular expression, XML, dan interkoneksi antara PHP dan database. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. L. Atkinson, Core PHP Programming, 3 rd edition, Prentice Hall, J. Castagnetto, H. Rawat, S. Schumann, C. Scollo, dan D. Veliath, Professional PHP Programming, Wrox Press Ltd, A. Wyke, J.D. Gilliam, C. Ting, Pure JavaScript, Sams Publishing,

203 Riset Operasi Kode INF 301 Memformulasikan masalah dalam bentuk program linear Membahas metode metode matematis dari riset operasi untuk merumuskan masalah Membuat model matematis untuk menggambarkan sistem yang dipelajari Menguji model dan penyelesaian yang diturunkan dan menjalankan penyelesaiannya ini diajarkan agar mahasiswa memiliki wawasan dan kemampuan dalam pemrograman linier, metode simpleks, analisa dualitas dan sensitivitas, model transportasi, model jaringan, pemrograman dinamik, pemrograman tujuan, teori antrian, simulasi Monte Carlo dan proses pengambilan keputusan berdasarkan rantai markov dalam riset operasi. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 10% 1. Taha A. H., Operations Research, an Introduction, Prentice Hall, S.G. Nash dan A. Sofer, Linear and Nonlinear Programming, McGraw Hill, Hillier, Lieberman, Introduction to Operation Research, McGraw Hill, Kecerdasan Buatan SKS 3 (2 1) Kode INF 303 Menggunakan teknik kecerdasan buatan (artificial intelligent) Menjelaskan filosofi kecerdasan buatan secara umum ini diajarkan agar mahasiswa memiliki wawasan dalam perkembangan terakhir teknologi kecerdasan buatan, predikat kalkulus, struktur dan strategi state space search, contoh kasus pada permainan, pencarian secara heuristics, sistem pakar menggunakan rule (rule based expert systems), teknik machine learning, neural network, hill climbing, dan algoritma genetik. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. G. Luger, Artificial Intelligence: Structrues and Strategies for Complex Problem Solving, 4 th edition, Addison Wesley, I. Bratko, Prolog: Programming for Artificial Intelligence, 3 rd edition, Addison Wesley, Data Mining SKS 3 (2 1) Kode INF 305 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menjelaskan dan menerapkan: Konsep data mining Teknik teknik preprocessing Teknik teknik klasifikasi Teknik teknik clustering Teknik teknik Association Rule Mining (ARM) ini diajarkan agar mahasiswa memiliki wawasan dan kemampuan dalam data mining, preproses data, reduksi data, data warehousing, association rule mining (ARM), teknik teknik klasifikasi: KNN, SVM, Naïve Bayesian, decision tree induction, penentuan akurasi, teknik teknik clustering: K mean, K median, analisa outlier, mining data yang kompleks: multimedia data, spatial database, timeseries, teks data dan web. yang terkait di INF 502 Data Mining Lanjut INF 504 Teks dan Web Mining 194

204 Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. I.H. Witten, E. Frank, Data Mining: Practical Machine Learning Tools and Techniques, 2 nd edition, Morgan Kaufmaan, J. Han dan M. Kamber, Data Mining: Concepts and Techniques, 2 nd edition, Morgan Kaufmaan, San Francisco, CA, Teori Bahasa dan Automata SKS 3 (2 1) Kode INF 307 Prasyarat INF 211 Struktur Data dan Algoritma Menyelesaikan masalah menggunakan teknik dasar abstrak komputasi Menyelesaikan masalah teori bahasa dan automata Menjelaskan konsep encoding bahasa formal dan grammar ini diajarkan agar mahasiswa memiliki wawasan dan kemampuan dalam model model dasar abstrak komputasi, yang meliputi finite state machines, pushdown automata, formal grammars dan hubungannya pada masalah masalah pengkodean (encoding) bahasa formal, penentuan komputasi abstrak yang digunakan untuk memproses bahasa dan menyelesaikan masalah masalah ilmu komputer, teori bahasa (regular languages), finite automata, ekspresi regular (regular expressions), regular grammars, context free languages, dan context free grammars. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. J.E. Hopcroft, R. Motwani, J.D. Ullman, Introduction to Automata Theory, Languages, and Computation, 3rd edition, Addison Wesley, H.R Lewis, C.H. Papadimitriou, Elements of the Theory of Computation, 2 nd edition, Prentice Hall M. Sipser, Introduction to the Theory of Computation, PWS Publishing Company Teori Peluang Kode INF 302 Prasyarat INF 201 Statistika Dasar Menghitung peluang dan fungsi fungsinya Memahami konsep himpunan dan hubungannya dengan peluang Membedakan antara permutasi dan kombinasi Menjelaskan penerapan peluang dalam perhitungan dan pemrograman Pengenalan konsep peluang dan aturan dalam menghitung peluang, fungsi distribusi, pmf, pdf, dan distribusi distribusi lainnya. Mahasiswa akan memahami konsep himpunan dan hubungannya dengan konsep peluang, mengerti perbedaan antara permutasi dan kombinasi, dan memahami penerapan peluang dalam perhitungan dan pemrograman. Materi bahasan meliputi: himpunan, kejadian, peluang, kondisional dan join peluang, teorema Bayes, permutasi dan kombinasi, Bernoulli, distribusi Binomial dan Poisson, peubah acak, pdf, pmf, harapan (ekspetasi), momen, pertidaksamaan Chebyshev dan Schwarz, fungsi turunan momen, teorema limit sentral, estimasi mean dan varians. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 10% 1. R. L. Schaeffer, Duxbury, Introduction to Probability and its Applications, R. Durret, the Essential of Probability, Wadsworth, Inc., Teori Graf SKS 3 (3 0) Kode INF

205 Menjelaskan konsep graf dan pemodelannya Menjelaskan dasar dasar graf Menjelaskan penggunaannya dalam pemrograman Pengenalan konsep graf untuk menyelesaikan masalah masalah sains, industri, dan bisnis. Materi meliputi teori dan konsep graf, pemodelan, dan dasar dasar graf beserta pembuktiannya, tree dan jarak, kesesuaian dan faktor, jejak (path) dan ketersambungan (connectivity), pewarnaan graf, sudut dan putaran, graf planar. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 80% Psikomotorik = 10% 1. D. B. West, Introduction to Graph Theory, Prentice Hall, G. Chartrand, Introduction to Graph Theory, Dover Publications, Grafika Komputer SKS 3 (2 1) Kode INF 306 Prasyarat INF 108 Pemrograman Menjelaskan dasar dasar grafika komputer Mempraktikkan rumus rumus grafika komputer menggunakan pemrograman Membuat transformasi image dan memahami pemrograman grafik Pengantar pemrograman grafik menitikberatkan materi pada materi pemrograman chart, animasi dan grafik. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah bahasa pemrograman Java atau Perl. Materi bahasan meliputi: raster format, transformasi image, algoritma pemrograman grafik, eliminasi hidden line, string dan fonts, manipulasi chart, vektor image dan animasi, SWF, Postscript, dan PDF. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. L. Ammeraal and K. Zhang, Computer Graphics for Java Programmers, 2 nd edition, John Wiley & Sons, S. Wallace, Perl Graphics Programming, O Reilly, Interaksi Manusia dan Komputer SKS 3 (2 1) Kode INF 401 Menjelaskan aspek hubungan manusia dan komputer Menjelaskan isu isu sosial dari perkembangan dan penerapan sistem dan teknologi Informasi dalam masyarakat ini diajarkan agar mahasiswa memiliki wawasan dan kemampuan dalam mempelajari aspek hubungan manusia dan komputer, konsep peripheral yang ergonomis, konsep interface perangkat lunak yang bersabahat (user friendly) menggunakan Java Swing, pemodelan pada interaksi manusia dan komputer serta implementasinya, navigasi tatap muka (interface), teknologi virtual reality, isu isu sosial dari perkembangan dan penerapan sistem dan teknologi Informasi dalam masyarakat. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. P.Booth, Introduction to Human Computer Interaction. Lawrence Erlbaum Associate, London L. Bass, Developing Software for the User Interface, Addison Wesley Publishing Company, R. S. Rosenberg, Computers and the Information Society. Willey, New York,

206 Seminar SKS 2 (1 1) Kode INF 402 Mengkaji topik topik terkini dalam bidang komputer dan informatika Mempresentasikan topik yang telah dipilih Memahami, mengkaji, dan mempresentasikan topik topik terkini dalam bidang komputer dan informatika yang bersumber dari jurnal atau proseding konferen terbaru. Mahasiswa diwajibkan memilih satu topik, mempelajari topik tersebut dan mepresentasikannya dalam seminar yang dihadiri oleh dosen pengasuh dan mahasiswa. Topik seminar yang dipilih diharapkan dapat menjadi bahan pendukung tugas akhir mahasiswa. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% Disesuaikan sesuai perkembangan Penelusuran Informasi SKS 3 (2 1) Kode INF 501 Menjelaskan konsep penelusuran informasi Membahas metode metode matematis pendukung penelusuran informasi Menjelaskan komponen komponen mesin pencari dan ranking ini diajarkan agar mahasiswa memiliki wawasan dan kemampuan dalam mengimplementasi komponen mesin pencari untuk mendukung penelusuran informasi. Mahasiswa diharapkan dapat membuat prototipe dari sebuah mesin pencari, dimulai dari crawling, indexing, dan ranking. Perhitungan relevansi hasil penelusuran informasi juga dibahas dalam mata kuliah ini. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. Christoper D. Manning, Prabhakar Raghavan & Hinrich Schütze, Introduction to Information Retrieval, Cambridge University Press; 1 edition, Ricardo Baeza Yates & Berthier Ribeiro Neto, Modern Information Retrieval: The Concepts and Technology behind Search, 2nd Edition, Addison Wesley, Rekayasa Data dan Multimedia SKS 3 (2 1) Kode INF 503 Menjelaskan tentang rekayasa data dan multimedia Membuat aplikasi dengan menggunakan konsep kompresi, indeks, images, kompresi data image, huffman coding, aritmatika coding, kompresi JPEG, hypertext, XML, dan data video. ini membahas tentang rekayasa data dan multimedia. Pokok bahasan mata kuliah ini meliputi: kompresi, indeks, indeks menggunakan struktur inverted file, images, kompresi data image, huffman coding, aritmatika coding, kompresi JPEG, hypertext, XML, dan data Video yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. Witten, A. Moffat, and T. Bell, Managing Gigabytes, Morgan Kaufmann, J.R. Jensen, Introductory Digital Image Processing, Englewood Cliffs, N.J. Prentice Hall,

207 Bioinformatika SKS 3 (2 1) Kode INF 505 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa memiliki wawasan dan kemampuan untuk: Menjelaskan konsep bioinformatika Menerapkan metode metode Blast dan PubMed, dan simulasi Monte Carlo Menerapkan teknik teknik prediksi struktur protein, protein folding, interaksi antar protein Mengimplementasikan database bioinformatika ini didesain untuk memperkenalkan mahasiswa hal hal mendasar, metodelogi dan tool dalam Bioinformatika. Topik bahasan meliputi: database bioinformatika (Blast, PubMed), sequence dan structure alignment, prediksi struktur protein, protein folding, interaksi antar protein, simulasi Monte Carlo dan molecular dynamics. Penekanan dalam mata kuliah ini terletak pada pemahaman dan penggunaan konsep bioinformatika dan algoritmanya. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. C. Gibas and P. Jambeck, E., Developing Bioinformatics Computer Skills, A.M. Lesk, Introduction to Bioinformatics, Oxford University Press, USA, Penginderaan Jauh SKS 3 (2 1) Kode INF 507 Menjelaskan konsep penginderaan jauh Mengimplementasikan aplikasi aplikasi penginderaan jauh Sistem Penginderaan Jauh (PJ) secara umum, Sistem PJ non foto (citra satelit), karakteristik data, dasar dasar fisika PJ, interaksi antara radiasi gem/tenaga elektromagnetik dengan obyek, ciri ciri spektral vegetasi, tanah dan air, hambiran dan serapan, teknik interpretasi citra sate lit dengan manual, pengolahan citra satelit dengan komputer, pre prosesing citra satelit, citra komposit warna, klasifikasi citra satelit secara digital, macam algoritma klasifikasi digital, uji ketelitian klasifikasi, penyajian hasil ke dalam peta, sistim PJ gelombang mikro, sistem PJ radar, keterbatasan dan manfaat citra radar untuk kehutanan, keterbatasan dan manfaat citra satelit untuk kehutanan dan perencanaan SDH dan lingkungan. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. T.M. Lillesand, and R.W. Kiefer, Remote Sensing and Image Interpretation. John Willey and Sons, New York, J.B. Campbell, Introduction to Remote Sensing. The Guiford Press, New York, J.R. Jensen, Introductory Digital Image Processing, Englewood Cliffs, N.J. Prentice Hall, Pengolahan Citra Kode INF 509 Menjelaskan konsep dan teori pengolahan citra Menerapkan teknik teknik pengolahan citra dengan menggunakan MATLAB Mengimplementasikan teknik teknik pengolahan citra seperti 2D Fourier transform Pengolahan Citra merupakan mata kuliah yang fokus pada teori dan konsep pengolahan citra. Topik yang dibahas adalah: latar belakang pengolahan citra, MATLAB sebagai tool pengolahan citra dan sintak dasarnya, representasi image digital, konversi koordinat, tranformasi intensity dan spatial filtering, histogram, pemrosesan domain frekuensi, 2D 198

208 Fourier transform, filtering domain frekuensi, image restorasi, dan image kompresi. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% R.C. Gonzales, R. E. Woods, dan S. L. Eddins, Digital Image Processing using MATLAB, Pearson Education, Keamanan Jaringan Kode INF 511 Prasyarat INF 208 Jaringan Komputer Membuat Jaringan komputer dengan mengimplementasikan keamanan jaringan Menjelaskan konsep enkripsi dan public key pada jaringan komputer Menjelaskan konsep algortma public key, secure shell SSH, SSL/TLS, dan VPN mempelajari konsep dan aplikasi jaringan komputer serta strategi pengamanan jaringan komputer. Topik topik yang dibahas antara lain: perkembangan teknologi jaringan komputer, isu dan problematika penggunaan jaringan komunikasi moderen, arsitektur jaringan komputer (hardware/software), tipe tipe ancaman terhadap jaringan komputer, firewalls, enkripsi dan authentifikasi, algoritma public key, secure shell SSH, SSL/TLS, Denial of Service, dan virtual private networks (VPN). yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. A. S. Tanenbaum, Computer Networks, 4th edition, Prentice Hall, D.E. Corner, Computer Networks and Internets with Internet Applications. 3. J. Viega, M. Messier, P. Chandra, Network Security with OpenSSL: Cryptography for Secure Communications, 1 st edition, O Reilly, Komputasi Paralel SKS 3 (2 1) Kode INF 513 Menjelaskan konsep komputasi paralel (parallel computing) Menjelaskan arsitektur komputasi paralel dan desain algoritma komputasi paralel Mengimplementasikan program menggunakan shared memory, message passing, MPI, algoritma Floyd, analisa performa, dan perkalian matrix ukuran besar ini adalah mata kuliah pengantar komputasi paralel (parallel computing). Materi bahasan memfokuskan pada aspek komputasi paralel yang melibatkan multi processor dalam menyelesaikan suatu masalah. Materi bahasan meliputi: arsitektur komputasi paralel, desain algoritma komputasi paralel, pemrograman menggunakan shared memory, message passing programming, MPI, algoritma Floyd, analisa performa, dan perkalian matrix ukuran besar. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% M.J. Quinn, Parallel Programming in C with MPI and OpenMP, McGraw Hill Science/Engineering/Math, 1 st edition, Jaringan Nirkabel SKS 3 (2 1) Kode INF 515 Prasyarat INF 208 Jaringan Komputer Menjelaskan konsep dan algoritma dari jaringan nirkabel Mempraktikkan komunikasi nirkabel, internet wireless, wireless LAN, dan WAN ini bertujuan memberikan gambaran tentang konsep dan algoritma dari 199

209 jaringan nirkabel (wireless network). Pokok bahasan meliputi: komunikasi nirkabel, satelit, internet wireless, noise, wireless LAN dan WAN, jaringan nirkabel adhoc, quality of service, manajemen lokasi, mobile device, dan middleware. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. W. Stallings, Wireless Communications and Networks, Prentice Hall, W. Stallings, Data and Computer Communications, 7 th ed., Prentice Hall, Pengantar Pemrograman Logika SKS 3 (2 1) Kode INF 517 Setelah mengikuti kerja praktek mahasiswa mampu: Menjelaskan konsep dasar dan pengantar pemoraman logika. Menggunakan pemograman Haskell dan Prolog dengan mengetahui tipe dan class, fungsi rekursif, fungsi order tingkat tinggi. Mengimplementasikan program program dengan mengunakan Haskell dan prolog. Membahas pemograman fungsional dan pemograman logika (Haskell dan Prolog). Materi yang dipelajari meliputi pengantar pemograman fungsional, Haskell: tipe dan class, definisi fungsi, list secara komprehensif, fungsi rekursif, fungsi order tinggi (higher order function), program interaktif, pengantar prolog, meta logical predicate, dan constrain pemograman logika. Tugas dan latihan menjadi bagian utuh dari mata kuliah ini. Software yang digunakan misalnya GHC and GHCi for Haskell; SWI Prolog. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. Hutton. G, Programming in Haskell, Cambridge, I. Bratko, Prolog: Programming for Artificial Intelligence, 3 rd edition, Addison Wesley, Hudak et al., a Gentle Iintroduction to Haskell P. Hudak, Conception, Evolution, and Application of Functional Programming Languages, ACM Comp. Surveys, Kapita Selekta Komputer SKS 3 (2 1) Kode INF 519 Setelah mengikuti kerja praktek mahasiswa mampu: Menjelaskan dan mengetahui perkembangan terbaru dalam bidang komputer dan informatika Berdiskusi dan memberi argumentasi tentang teknologi terbaru Menelaah konsep dan topik baru Membahas topik terbaru dan menarik dalam bidang komputer dan menelaah teori serta konsep dari topik yang dipilih. Materi dari mata kuliah ini diserahkan sepenuhnya kepada dosen pengasuh berdasarkan topik yang dipilih. Dosen pengasuh mengumumkan topik yang dipilih serta rincian materinya secara terbuka kepada mahasiswa. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% Disesuaikan dengan topik Data Mining Lanjut SKS 3 (2 1) Kode INF 502 Prasyarat INF 305 Data Mining Menjelaskan dan dapat mengimplementasikan teknik teknik klasifikasi tingkat lanjut 200

210 Menjelaskan dan dapat mengimplementasikan teknik teknik clustering tingkat lanjut Menjelaskan dan dapat mengimplementasikan teknik teknik ARM lanjut Menjelaskan proses ekstrasi fitur dari beragam domain ini mempelajari konsep data mining tingkat lanjut. Pokok bahasan meliputi implementasi association rule mining (ARM), implementasi teknik teknik klasifikasi: KNN, SVM, Bayesian, decision tree induction, implementasi teknik teknik clustering: K mean, K median, implementasi mining graph, analisa network sosial, preprocessing data web, mining infoormasi tekstual dan struktural data web. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. B. Liu, Web Data Mining: Exploring Hyperlinks, Contents and Usage Data, Springer, December, J. Han dan M. Kamber, Data Mining: Concepts and Techniques, 2 nd edition, Morgan Kaufmaan, San Francisco, CA, Teks dan Web Mining SKS 3 (2 1) Kode INF 504 Prasyarat INF 305 Data Mining Menjelaskan dan menggunakan teknik data mining untuk data teks & web Menjelaskan teknik penentuan atribut dan pengurangan dimensi Menjelaskan dan menggunakan metode klasifikasi dan clustering pada teks & web Menjelaskan konsep semantic web Mining data teks (web, bibliografi, abstrak dan dokumen) menggunakan teknik teknik data mining seperti klasifikasi dan pengelompokan (clustering). Mempelajari metode nearest neighbor, support vector machine (SVM), teknik penentuan atribut dan pengurangan dimensi, K means, K median, semantic web, dan teknik clustering secara hirarki. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. B. Liu, Web Data Mining: Exploring Hyperlinks, Contents and Usage Data, Springer, December, Witten, A. Moffat, and T. Bell, Managing Gigabytes. 3. J. Han dan M. Kamber, Data Mining: Concepts and Techniques, 2 nd edition, Morgan Kaufmaan, San Francisco, CA, Kartografi SKS 3 (2 1) Kode INF 506 Prasyarat INF 210 Sistem Informasi Geografis Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu: Menjelaskan konsep, prinsip dan teknik pembuatan peta Membaca dan menginterpretasikan peta Membaca dan menginterpretasikan image satelit ini membahas tentang prinsip dan teknik pembuatan peta, projeksi, permasalahan skala, interpretasi dari kontour peta, tekning sketching, koordinat latitude dan longitude, thematic (statistical) maps, aerial photografi dan image landsat, cartograms, konsep dan aplikasi GIS. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. J. Campbell, Introduction to Cartography, 2nd edition, Dubuque, K.C Clarke, Analytical and Computer Cartography, Prentice Hall,

211 Teknik Pemetaan SKS 3 (2 1) Kode INF 508 Prasyarat INF 210 Sistem Informasi Geografis Menjelaskan prinsip dan teknik pemetaan Mengolah data geografis dan menggunakan ArcGIS atau sejenis Menggunakan GPS dan GIS untuk pemetaan ini membahas tentang prinsip dan teknik pemetaan. Pokok bahasan meliputi: desain peta, analisa peta, georeferencing, pengolahan data geografis dengan ArcGIS, digital vector dan raster dataset, projeksi peta dan sistem koordinat dengan ArcGIS, pemetaan dengan GPS dan GIS, dan 2 D/3 D terrain dan pemetaan image. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. D. M. Theobald, GIS Concepts and ArcGIS Methods, 3 rd edition, M. Monmonier, How to Lie with Maps, University of Chicago, J. Kimerling, Map Use, JP Publications, Pemrograman Java Lanjut SKS 3 (2 1) Kode INF 510 Prasyarat INF 213 Pemrograman Berorientasi Objek Menjelaskan dan membuat pemrograman socket Menggunkan build in class, streams, MPI, dan handlers Membuat aplikasi web yang terkoneksi dengan DBMS menggunakan pemrograman Java ini membahas pemrograman Java lanjutan yang meliputi: penggunaan build in class, streams, I/O, thread, socket untuk client, socket untuk server, multicast socket, Remote Method Invocation (MPI), koneksi URL, protokol handlers, konten handlers, JavaMail API. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. E.R. Harold, Java Network Programming, 3 rd edition, O Reilly, J. Jaworski, Java 1.2 Unleashed, Sams Publishing, Komputasi Mobile SKS 3 (2 1) Kode INF 512 Membuat aplikasi untuk perangkat mobile Menjelaskan konsep pengembangan komunikasi mobile dan wireless Tujuan dari mata kuliah ini adalah memberikan pemahaman terhadap konsep dasar pengembangan komunikasi mobile dan wireless. Pokok bahasan yang diajarkan meliputi: pengantar jaringan wireless, fading dan propagasi multipath, digital transmission, Binary and multi level (M ary) amplitude shift keying (ASK), frequency shift keying (FSK) and phase shift keying (PSK), Medium access control (MAC), protokol yang mendukung mobilitas, DHCP, TCP IP, dan Wireless Application Protocol (WAP). yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 202

212 1. J. Schiller, Mobile communications, Addison Wesley, T.S. Rappaport, Wireless Communications; Principle and Practice. 3. A S. Tanenbaum, Computer Networks, 4 th edition, Prentice Hall, W. Stallings, Data and Computer Communications, 7 th ed., Prentice Hall, Kriptografi dan Keamanan Data SKS 3 (2 1) Kode INF 514 Menjelaskan konsep keamanan data Menjelaskan model keamanan data dalam jaringan Menjelaskan metode motode kriptografi serta kelemahan dan keunggulan masing Mempelajari konsep keamanan data dan kriptografi, teknik symmetric encryption, DES, triple DES, AES, public key, digital signature, biometric, keamanan IP, Virtual Private Networks (VPN), keamanan web, Security Socket Layer (SSL), TLS, model dan manajemen keamanan jaringan, dan SNMP. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. W. Stallings, Network Security Essentials, Applications and Standards, 3 rd edition, Prentice Hall, R. Lehtinen, Computer Security Basics, 2 nd edition, O Reilly, T. Thomas, Network Security First Step, Pearson Education Inc., Desain dan Analisa Algoritma SKS 3 (2 1) Kode INF 516 Prasyarat INF 211 Struktur Data dan Algoritma Menjelaskan metodologi untuk analisis algoritma dan struktur data Menghitung kompleksitas algoritma Menjelaskan struktur data yang kompleks Pengantar analisa algoritma dan kompleksitas, analisa struktur data, perulangan rekursif, divide and conquer, metode yang agresif (greedy method), pemrograman dinamik, analisa kondisi terjelek and kondisi rata rata (worst case and average case analysis), recurrences, deret, list, binary search tree (BST), heap, hash, algoritma kruskal, jalur terpendek (shortest path), dan algoritma Dijkstra. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. E. Horowitz, S. Sahni dan S. Rajasekaran, Fundamentals of Computer Algorithms, Computer Science Press Inc., S. Dasgupta, C. H. Papadimitriou, dan U. V. Vazirani, Algorithms, McGraw Hill, T. H. Cormen, C.E. Leiserson, R. L. Rivest, dan C. Stein, Introduction to Algorithms, 2 nd Edition, the MIT Press, Cambridge, Massachusetts, Proyek Perangkat Lunak SKS 3 (2 1) Kode INF 518 Prasyarat INF 206 Rekayasa Perangkat Lunak Menjelaskan bagaimana membangun sebuah software dangan efektif dan efisien Mengimplementasikan sebuah software aplikasi open source (baik yang dikembangkan dengan Java, C++, atau bahasa pemograman lain) dengan menggunakan konsepkonsep software engineering. Penerapan rekayasa perangkat lunak, model dan siklus pengembangan perangkat lunak, rencana dan manajemen proyek, Critical Path Method (CPM), Gantt chart, menentukan software requirement, desain sistem, OO desain, UML diagram, testing sistem, testing metriks, dan graph alir kontrol. Konsep konsep tersebut digunakan dalam sebuah kasus 203

213 pengembangan proyek perangkat lunak. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. K. Hamilton, Russell Miles, Learning UML 2.0, O Reilly, R.S. Pressman, Software Engineering: a Practitioner's Approach, 6 th edition, Mc. Graw Hill, S.L. Pfleeger, Software Engineering: Theory and Practice, Prentice Hall, New Jersey, Statistika Komputasi SKS 3 (2 1) Kode INF 520 Prasyarat INF 201 Statistika Dasar Mengkonversi data dalam berbagai bentuk ke bentuk yang dapat dianalisis secara statistik Menggunakan paket software statistik ini menitikberatkan pada masalah statistika komputasi dan manajemen data (statistical computing and data management) serta penguasaan teknologi komputer dan informatika sebagai alat bantu dalam penyelesaian masalah. Mahasiswa akan menulis kode untuk mengatur proses dan analisa serta menulis laporan dari data yang diamati. Pada intinya, mata kuliah ini fokus pada bagaimana mengkonversikan data dalam berbagai bentuk menjadi data yang dapat dianalisa secara statistik. Diajarkan mengunakan paket statistika R yang open source. yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70% Psikomotorik = 20% 1. B.S. Everitt, An R and S PLUS Companion to Multivariate Analysis, Springer Verlag London Limited, R. Gentleman, V.J. Carey, W. Huber, R.A. Irizarry and S. Dudoit, Bioinformatics and Computational Biology Solutions Using R and Bioconductor, Springer Science+Business Media, Inc., W.N.Venables & B.D. Ripley, Modern Applied Statistics with S, 4 th edition, P. Dalgaard, Introductory Statistics with R, Springer, P. Kuhnert, B. Venables, An Introduction to R: Software for Statistical Modelling & Computing. 204

214 5.7 DESKRIPSI MATA KULIAH PRODI FARMASI FARMASETIKA DASAR SKS 4 (3 1) Kode MFI 102 Prasyarat MPA 019 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Dasar dasar perkembangan obat dan istilah istilah kefarmasian Resep dan perhitungan dosis Nama bahan bahan obat dan bahan bahan tambahan Berbagai bentuk sediaan farmasi dan cara pembuatannya ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang perkembangan obat dari masa ke masa, berbagai istilah kefarmasian dan menjelaskan ketentuan umum Farmakope Indonesia; resep, menterjemahkan resep (mencakup persyaratan, kelengkapan, perhitungan dosis), salinan resep, menentukan nama nama bahan obat dan bahan tambahan serta bentuk sediaan farmasi dan cara pembuatannya. Praktikum: pembuatan sediaan padat (pulvis, pulveres, bedak, effervescent, kapsul, pil), semi padat (salap, krim, pasta, supppositoria), cair (larutan, emulsi, suspense, guttae) yang terkait di semester selanjutnya Teknologi Sediaan Farmasi Solid, Teknologi Sediaan Farmasi Likuida dan Semisolid, Teknologi Sediaan Farmasi Steril, Kosmetologi Bobot kompetensi Kognitif = 60 % Psikomotorik = 35 % Afektif = 5 % Buku Acuan 1. Anonim, 1995, Farmakope Indonesia, Ed. IV, Departemen Kesehatan RI, Jakarta. 2. Aulton M.E., 2002, Pharmaceutics: The Science of Dosage Form Design, 2 nd Ed., Churchill, Livingstone. 3. Rowe, R.C., Sheskey, P.J., and Owen, S.C., 2006, Handbook of Pharmaceutical Excipients, 5 th Ed., Pharmaceutical Press, London. 4. Ansel H.C., Loyd V Allen Jr., and Popovich N.G., 2010, Ansel s Pharmaceutical Dosage Form and Drug Delivery System, 9 th Ed., Lippincott Williams and Wilkins, WoltersKluwer Health, Philadelphia. FISIKA FARMASI SKS 4 (3 1) Kode MFI 104 Prasyarat MPA 017 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Fenomena fisika molekul obat dan eksepien untuk diaplikasikan pada pengembangan formulasi sediaan farmasi. ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang konsep dasar sifat fisikokimia molekul obat, kinetika, dan orde reaksi, kelarutan dan faktor yang mempengaruhinya, difusi dan disolusi, stabilitas (fungsi dan cara penentuannya), fenomena antar permukaan dan penentuan tegangan permukaan, surfaktan, sistem dispersi (koloid, emulsi, dispersi padat), rotasi optik dan indeks bias, rheologi dan viskositas serta hubungannya dalam farmasi, mikrometri, sifat sifat físika senyawa berbentuk serbuk. Praktikum: kesetimbangan fasa, kinetika reaksi, koefisien distribusi, elektrokimia, sistem koloid, viskositas, rotasi optik, indeks bias, mikrometri. yang Fisika Farmasi Lanjutan terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 60 % Psikomotorik = 35 % Afektif = 5 % 1. Sinko P.J., 2011, Martin s Physical Pharmacy and Pharmaceutical Sciences, 6 th Ed., Lippincott William & Wilkins, Philadelphia. Buku Acuan 2. Amiji, M.M., and Sandmann B.J., 2003, Applied Physical Pharmacy, The McGraw Hill Companies Inc. 3. Hadkar U.B., 2008, A Handbook of Practical Physical Pharmacy and Physical Pharmaceutics, Narali Prakashan, Mumbai. 205

215 KIMIA ANALISA SKS 4 (3 1) Kode MFI 106 Prasyarat MPA 019 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Reaksi identifikasi senyawa senyawa kimia Prinsip perhitungan dalam kimia Berbagai metode analisis menggunakan instrumentasi, volumetri dan gravimetric ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang ruang lingkup kimia analitik, reaksi identifikasi kation dan anion, identifikasi garam anorganik, perhitungan konsentrasi larutan dan kadar senyawa, kesetimbangan asam basa, gravimetri, metode analisis volumetri yang meliputi asidi alkalimetri, argentometri, kompleksometri, titrasi reduksi oksidasi dan titrasi potensiometri Praktikum: tata tertib dan teknik penggunaan alat alat analisis kuantitatif, identifikasi kation dan anion, titrasi: asidi alkalimetri, kompleksometri langsung, kompleksometri tidak langsung, iodimetri, iodometri, gravimetri, argentometri, titrasi potensiometri yang Analisa Farmasi terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 60 % Psikomotorik = 35 % Afektif = 5 % 1. Valcarcel M., 2000, Principle of Analytical Chemistry: a Texbook Springer Verlag, Heidelberg, Berlin 2. Skoog D.A., West M.D., and Holler F.J., 2000, Analytical Chemistry: an Instroduction, Saunders College Publishers. 3. Kealey D., and Haines P.J., 2006, Analytical Chemistry, Bios Scientifi Publishers Ltd. ANALISA FARMASI I SKS 4 (3 1) Kode MFI 201 Prasyarat MFI 106 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Teknik teknik analisa kualitatif dan kuantitatif dalam formulasi obat Ragam jenis teknik analisis dan instrumentasi spektroskopi Teknik teknik analisa volumetri Pemilihan metode analisis yang sesuai terhadap senyawa tertentu ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang prinsip prinsip ekstraksi, isolasi, dan analisis kuantitatif volumetri terutama titrasi dan gravimetri, dasar dasar pemisahan dengan kromatografi, kromatografi kolom, kromatografi planar dan elektroforesis. Analisa kualitatif dan kuantitatif menggunakan spektrometri absorpsi (UV/Vis), prinsip dasar instrumentasi spektrofotometri, terutama infra merah, spektrofluorofotometri, fotometri nyala, spekrometri emisi atom, spektrometri serapan atom dan aplikasinya dalam analisa farmasi yang Kimia Analisa terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 60 % Psikomotorik = 35 % Afektif = 5 % Buku Acuan 1. Skoog, D.A., West, D.M., Holler, and Crouch F.J., 2004, Fundamentals of Analytical Chemistry, 8 th Ed., Brooks Cole Publisher 2. Meloan, C.E., 1999, Chemical Separations: Principles, Techniques, And Experiments, John Wiley and sons 3. Mendham, R.C., Denney, J.D., and Thomas, M.J.K., 2000, Vogel s Quantitative Chemical Analysis, 6 th Ed., Prenctice Hall 4. Christian, G.D., 2003, Analytical Chemistry, John Wiley and Sons 5. Kealey, D., and Haines, P.J., 2002, Analytical Chemistry Instant Notes, BOS Scientific Publisher ANALISA FARMASI II SKS 4 (3 1) Kode MFI 202 Prasyarat MFI 106 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Prinsip dan dasar dasar instrumentasi kromatografi, elektrometri dan metode bio analitik 206

216 Proses yang melibatkan metode kromatografi, elektrometri dan bio analitik Ragam teknik metode metode dalam analisa instrumentasi Ragam metode analisa kuantitatif Aplikasi ragam metode anatik dalam analisa farmasi ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang prinsip pinsip dan teknik dasar instrumentasi pada analisa farmasi terutama fokus pada: metode elektrometri meliputi, voltametri, amperometri, potensiometri dan ragam pemanfaatan elektroda; metode kromatografi seperti, HPLC, GC, SFC, TLC, HPTLC, termasuk preparasi sampelnya; metode bioanalitik meliputi, assay immunologi dan enzimatis. Analisa kuantitatif terutama fokus pada metode spektroskopi, spektroskopi NIR dan NMR. Juga diberikan prinsip dan dasar teknik analisis obat dalam formulasi dan cairan biologi. Praktikum: analisa kuantitatif dari bahan obat organik dan anorganik. Teknik pemisahan obat dari sediaan obat jadi. Analisa kuantitatif yang dilakukan dengan menggunakan instrumentasi (spektrofotometri, fluorometri, TLC, GC, HPLC, dan elektrokimia) yang terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 60 % Psikomotorik = 35 % Afektif = 5 % Buku Acuan 1. Watson, D.G., 2005, Pharmaceutical Analysis, Elsevier, Amsterdam 2. Ahuja, S., and Scypinski, S., 2001, Handbook of Modern Pharmaceutical Analysis, Academic Press, San Diego 3. Lee, D.C., and Webb, M., 2003, Pharmaceutical Analysis, Blackwell Publishing and CRC Press, Oxford 4. Skoog, D.A., Holler, F.J., and Crouch, S.R., 2007, Principles of Instrumental Analysis,, 6 th Ed., Thomson Brookscole 5. Robinson, J.W., Frame, E.M.S., and Frame, J.M., 2005, Undergraduate Instrumental Analysis, Marcel Dekker ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA SKS 3 (2 1) Kode MFI 203 Prasyarat MPA 015 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Pengertian anatomi dan fisiologi, homeostasis, sistem integrasi dan kerangka referensi studi anatomi (anatomi superfisial dan anatomi sektional). Berbagai anatomi dan fisiologi manusia meliputi anatomi dan fisiologi sistem reproduksi, tulang, otot, jantung, darah, pembuluh darah, saraf, pancaindra, pencernaan, pernafasan dan ginjal. Kesetimbangan cairan, elektrolit, asam basa serta integrasi antar sistem ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang anatomi dan fisiologi tubuh manusia dimulai dari tingkat molekuler sel jaringan organ sistem organ, mekanisme transportasi dan sistem dalam tubuh yang meliputi sistem reproduksi, tulang, otot, jantung, pembuluh darah, saraf, pancaindra, pencernaan, pernafasan dan ginjal dan keseimbangan cairan, elektrolit, asam basa. yang Farmakologi, Patologi Klinik terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 60 % Psikomotorik = 35 % Afektif = 5% 1. Ganong, W.F., 2008, Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, Ed. 22, ECG., Jakarta. (Review Of Medical Physiology). 2. Sherwood, L., 2001, Fisiologi Manusia Dari Sel Ke Sistem, Ed. 2, EGC., Jakarta. (Human physiology From cells to System). 3. Van De Graaf K.M., and Rhees W.R., 2001, Human Anatomy and Physiology, McGraw Hill Companies, USA. 4. Wood, M.G., 2011, Laboratory Textbook Of Anatomy And Physiology, 6 th Ed., Prentice Hall. 5. Sherwood, L,. 2011, Human Physiology From Cells To Systems. 7 th Ed.,. Canada. MIKROBIOLOGI SKS 4 (3 1) Kode MFI 204 Prasyarat MPA

217 yang terkait di semester selanjutnya Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Aspek penting ilmu mikrobiologi yang terkait dengan bidang farmasi; Metode klasifikasi dan identifikasi mikroorganisme Mekanisme kerja dan resistensi zat zat antimikroorganisme Aspek penting teknik aseptik, isolasi dan identifikasi mikroorganisme Analisis cemaran mikroorganisme dalam produk farmasi dan pengujian sensitivitas zat zat antimikroorganisme. ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang sejarah mikrobiologi dan hubungannya dengan bidang farmasi; studi hubungan filogenetik, klasifikasi dan indentifikasi mikroorganisme; karakteristik biologis mikroorganisme (bakteri, jamur, virus dan protozoa); pertumbuhan dan kontrol pertumbuhan mikroorganisme, termasuk di dalamnya konsep antibiosis dan antisepsis, mekanisme resistensi antibiotika; mekanisme kerja, pengujian daya dan resistensi zat zat antimikroorganisme. Selain itu juga dibahas tentang prinsip dasar penyakit infeksi dan mekanisme patogenisitas mikroorganisme. Praktikum: media kultur, teknik aseptis dan sterilisasi, teknik isolasi suatu spesies mikroorganisme dari suatu populasi campuran; identifikasi karakteristik biologis mikroorganisme baik secara mikroskopis dan makroskopis selain itu juga dilakukan analisis penghitungan cemaran mikroorganisme dalam produk farmasi; pengujian sensitivitas zat zat antimikroorganisme Teknologi Fermentasi Bobot kompetensi Kognitif = 60 % Psikomotorik = 35 % Afektif = 5 % 1. Hugo W.B, et.al., 2004, Hugo And Russell's Pharmaceutical Microbiology, Ed. 7, Wiley Blackwell 2. Denyer S.P., Hodges N.A., Gorman S.P., 2004, Hugo And Russell s: Pharmaceutical Microbiology, 7 th Ed., Blackwell Science 3. Tortora G.J., Funke B.R., Case C.L., 2007, Microbiology An Introduction, 7 th Ed., Benjamin Cummings, An Imprint Of Addison Wesley, Longman Inc., USA 4. Ratna S., Hadioetomo, 2006, Dasar dasar Mikrobiologi, Terjemahan dari buku Elements of Microbiology oleh Michael J. Pelczar, UI Press, Jakarta 5. Gahan C., Nightingale C.H., 2011, Encyclopedia of Pharmaceutical Microbiology, Penerbit Springer BOTANI FARMASI Sks 4 (3 1) Kode MFI 205 Prasyarat MPA 105 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan anatomi (struktur secara mikroskopik organ organ tumbuhan), dan proses fisiologis yang terjadi dalam tumbuhan sebagai dasar mempelajari tanaman obat dalam ilmu kefarmasian ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang morfologi, pemakaian bahasa latin dalam peristilahan, identifikasi dan determinasi tumbuhan obat. Pengelompokan (perkerabatan) dan pengenalan serta contoh tumbuhan obat, struktur anatomi (akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji) dan proses fisiologi (respirasi, fotosíntesis, fiksasi CO 2, dan glikolisis) yang terjadi pada tumbuhan. Praktikum: identifikasi dan pembuatan herbarium, benda benda ergastik pada tumbuhan, struktur anatomi (akar, batang, daun, bunga dan biji), fotosintesis dan respirasi, parenkim, jaringan kolenkim, jaringan sklerenkim dan fiber organ tanaman monokotil dan dikotil. yang Farmakognosi, Fitokimia terkait di semestersemester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 60 % Psikomotorik = 35 % Afektif = 5 % 1. Tjitrosoepomo G., 2000, Morfologi Tumbuhan, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. 2. Dalimartha S., 2005, Atlas Tumbuhan Obat Indonesia, Jilid 2, Trubus Agriwidya, Jakarta 3. Sangat, H.M., Zuhud E.A.M., dan Damayanti E.K., 2000, Kamus Obat Indonesia (Etnofitomedika 1), Yayasan Obor Indonesia, Jakarta. 4. Rajan, S.S, 2003, Text Book of Practical Botany, Anmol Publication Ltd., New Delhi. TEKNOLOGI SEDIAAN FARMASI SOLID SKS 3 (2 1) Kode MFI

218 Prasyarat MFI 102 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Jenis jenis sediaan tablet Teori dasar dan penerapan teknologi dalam pengembangan produksi sediaan farmasi solid Evaluasi sediaan farmasi solid. ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang jenis jenis sediaan solid, rancangan bentuk (preformulasi), formulasi, masalah masalah dalam formulasi dan tahap tahap pengembangan sediaan solid. Membahas juga tentang eksipien, peralatan dalam pembuatan sediaan, serta evaluasi sediaan solid. Praktikum: evaluasi bahan preformulasi; formulasi tablet dengan cara granulasi basah, granulasi kering, cetak langsung; tablet effervescent; tablet salut; dan evaluasi sediaan tablet (ukuran tablet, uji kekerasan, kerenyahan, uji disolusi, dan penetapan kadar) yang terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 35% Afektif = 5% Buku Acuan 1. Avis, K.E., Lachman, L, and Lieberman, H.A., 2000, Pharmaceutical Dosage Form: Parenteral, Tablet, Disperse System, vol I, II, III, Marcel Dekker Inc., New York. 2. Aulton ME, 2002, Pharmaceutics: The Science of Dosage Form Design, 2 nd Ed., Churchill, Livingstone. 3. Rowe, R.C., Sheskey, P.J., and Owen, S.C., 2006, Handbook of Pharmaceutical Excipients, 5 th Ed., Pharmaceutical Press, London. 4. Ansel H.C., Loyd V Allen JR., Popovich N.G., Ansel s Pharmaceutical Dosage Form and Drug Delivery System, 9 th Ed., Lippincott Williams and Wilkins, WoltersKluwer Health., Philadelphia. FARMAKOLOGI I SKS 3(3 0) Kode MFI 207 Prasyarat MFI 203 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Konsep dasar kerja obat dan interaksi obat dengan reseptor serta nasib obat dalam tubuh Efek obat terhadap berbagai organ tubuh (yang diinginkan dan yang tidak diinginkan) Interaksi obat ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang konsep dasar farmakologi, pengantar farmakokinetika dan farmakodinamika, interaksi obat dengan reseptor, antimikroba (antibiotika, antifungi, antivirus, antelmintik, antiparasit), obat yang berpengaruh pada darah serta interaksi obat dan efek obat yang tidak diinginkan. yang Farmakologi II terkait di semester selanjutnya Bobot Kognitif = 70 % Psikomotorik = 20 % Buku Acuan 1. Trevor A.J., Bertram G., Katzung and Susan B. Masters., 2007, Katzung and Trevor s Pharmacology: Examination and Board Review, 8 th Ed., McGraw Hill Lange. 2. Brunton L., At al., 2008, Goodman and Gilman s: Manual of Pharmacology and Therapeutics, The Mc Graw Hill Companies 3. Gunawan S.G., 2009, Farmakologi dan Terapi, Ed. V, Balai Penerbit FKUI., Jakarta 4. Mycek M.J., Rachard A., Harvey, and Champe P.C., 2001, Farmakologi: Ulasan Bargambar, Alih bahasa: Azwar Agoes, Widya Medika, Jakarta BIOFARMASETIKA Kode MFI 208 Prasyarat MFI 207 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Pengertian dan manfaat biofarmasi dalam farmasi Faktor faktor yang berpengaruh terhadap proses pelepasan, pelarutan dan absorpsi obat Perjalanan dan nasib obat dalam tubuh biofarmasi sediaan obat yang diberikan melalui beberapa rute (oral, rektal, parenteral, transdermal, optalmik) Deskripsi Ringkas ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang kegunaan biofarmasi dalam farmasi, perjalanan dan nasib obat dalam tubuh. Proses biofarmasetika, 209

219 yang terkait di semester selanjutnya meliputi proses pelepasan senyawa obat dari berbagai bentuk sediaan obat, pelarutan dan absorpsi. Konsep membran biologis dan mekanisme absorpsi, yang meliputi mekanisme filtrasi, difusi pasif, transport aktif, difusi terfasilitasi, pasangan ion dan pinositosis. Faktor faktor yang berpengaruh terhadap masing masing proses biofarmasetika, baik faktor berkaitan dengan obatnya (bentuk sediaan dan rute pemberian) maupun faktor yang berkaitan dengan kondisi anatomi fisiologi tempat pemberian obat (oral, rektal, transdermal, intra okular, intra nasal, intramuskular). Memperkenalkan tentang pedoman uji bioekivalensi yang disertai dengan contoh pengolahan data, analisis statistik dan penarikan kesimpulan. Farmakoterapi Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 35% Afektif = 5% 1. Shargel, L., and Yu A., 2005, Applied Biopharmaceutics and Pharmacokinetics, 5 th Ed., Appleton and Lange, New York. 2. Dressman, J.B. and Lennernas, H., 2000, Oral Drug Absorption Prediction and Assesment, Marcel Dekker Inc., New York KIMIA ORGANIK SKS 4 (3 1) Kode MFI 209 Prasyarat MPA 019 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Teori dasar mengenai struktur atom, ikatan kimia, sifat molekul, stereokimia, sifat dan reaksi senyawa senyawa organik ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang pengantar kimia organik (rumus molekul, konsep isomeri, stereokimia untuk alkana, alkena, alkuna, alkil halida, eter, alkohol, amina, dan senyawa senyawa aromatis serta turunannya); sifat, struktur dan reaksi senyawa senyawa; sifat sifat, tata nama, pembuatan dan reaksi reaksi senyawa karbonil; aldehida dan keton; asam karboksilat dan turunannya, amina dan turunannya, senyawa aromatis dan siklik. Reaksi substitusi nukleofilik, reaksi elektrofilik dan reaksi organologam (radikal bebas) reaksi substitusi alfa karbonil, reaksi kondensasi karbonil; karbohidrat, protein, lemak dan asam nukleat Praktikum: identifikasi gugus fungsi (alkana, alkil halida, alkohol, eter, amina, karbonil, aldehida dan keton), asam karboksilat, turunan asam karboksilat dan substitusi asil nukleofilik, reaksi substitusi alfa karbonil, reaksi kondensasi karbonil. yang Farmasi Bahan Alam terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 60 % Psikomotorik = 35 % Afektif = 5 % 1. McMurry J., 2008, Organic Chemistry, Ed. 7, Cengage Learning 2. Vollhardt P., and Schore N.E., 2010, Organic Chemistry: Structure And Function, Ed. 6, W H Freeman & Co. 3. Solomon S., 2006, Organic Gardener's Composting, Echo Library 4. Fesenden, R.J. dan Fesenden, J.S. (Terjemahan A.H. Pudjaatmaka),1989, Kimia Organik, Erlangga FARMAKOLOGI II SKS 3 (2 1) Kode MFI 210 Prasyarat MFI 207 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Konsep dasar menengenai berbagai organ tubuh (sistem saraf, saluran cerna, saluran pernafasan dan kardiovaskuler). Penyalahgunaan obat. ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang obat yang berpengaruh pada sistem saraf (otonom dan pusat), saluran cerna, saluran pernafasan, kardiovaskular dan penyalahgunaan obat. Praktikum: penanganan dan cara pemberian obat pada hewan percobaan, dosis respon obat dan indeks terapi, obat sistem saraf otonom, uji toksisitas akut dan subkronik. Hubungan dosisrespon, skrining aktivitas farmakologi, pengujian toksikologi, pengujian aktivitas analgesikantipiretik, antidiare, antiinflamasi, antikonvulsi, antidepresi, antidiabetes, hormon dan terapi pengganti hormon. 210

220 yang Farmakoterapi, Farmasi Klinis terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 60 % Psikomotorik = 35 % Afektif = 5 % 1. Trevor A.J., Bertram G., Katzung and Susan B. Masters., 2007, Katzung and Trevor s Pharmacology: Examination and Board Review, 8 th Ed., McGraw Hill Lange. 2. Brunton L., At al., 2008, Goodman and Gilman s: Manual of Pharmacology and Therapeutics, The Mc Graw Hill Companies 3. Gunawan S.G., 2009, Farmakologi dan Terapi, Ed. V, Balai Penerbit FKUI., Jakarta 4. Mycek M.J., Rachard A., Harvey, and Champe P.C., 2001, Farmakologi: Ulasan Bargambar, Alih bahasa: Azwar Agoes, Widya Medika, Jakarta STATISTIKA FARMASI Kode MFI 211 Prasyarat MPA 021 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan istilah dalam metode statistika, penyajian data, pengukuran data sampel, derajat kepercayaan, pengujian hipotesis, regresi dan kolerasi, statistika parametrik dan non parametrik, dan rancangan percobaan ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang definisi dan konsep dasar,distribusi probabilitas, statistik deskriptif, distribusi normal, pengukuran variasi data, accuracy dan precision, sampling dari populasi, derajat kepercayaan dan ukuran sampel, pengujian hipotesis statistik, pengujian hipotesis parametrik dan non parametrik untuk multiple samples, korelasi dan regresi, rancangan percobaan, uji diagnostik dan edidemiologi yang Metode Penelitian terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 70 % Psikomotorik = 20 % Buku Acuan 1. Rowe, P., 2007, Essential Statistics For The Pharmaceutical Sciences, John Wiley and Sons, Chichester 2. Alain Li Wan Po, 1998, Statistics For Pharmacists, Blackwell Science, London 3. Jones, D., 2002, Pharmaceutical Statistics, Pharmaceutical Press, London 4. Miller, J.N., and Miller, J.C., 2005, Statistics And Chemometrics For Analytical Chemistry, Pearson Prentice Hall 5. Armitage, P., and Berry, G., 2002, Statistical Methods In Medical Research 4 th Ed., Blackwell science, Massachusetts TOKSIKOLOGI Kode MFI 212 Prasyarat MFI 207 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Mekanisme terjadinya toksisitas Inhibisi dan transfer oksigen. Kerja teratogenik. Penimbunan zat asing. Indikasi eksposisi yang berbahaya. Tindakan umum pada keracunan. Contoh contoh cara pengujian dengan sampel tertentu ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang definisi dan penggolongan toksikologi, mekanisme terjadinya toksisitas, kerja teratogenik, indikasi eksposisi yang berbahaya, tindakan umum pada keracunan obat, zat kimia, makanan dan minuman, dan cara pengujian dengan sampel tertentu Mata Farmasi Klinis yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 70 % Psikomotorik = 20 % 211

221 1. Hodgson, E., 2004, A Textbook of Modern Toxicology, 3 rd Ed., John Wiley and Sons Inc. 2. Schmitz, G., Lepper H., and Michael Heidrich., 2003, Farmakologi dan Toksikologi, Alih Bahasa: Joseph I. Sigit dan Amalia Hanif, Penerbit Buku Kedokteran EGC. 3. Wexler P, 2005, Encyclopedia of Toxicology., 2 nd Edition., Academic Press 4. Delaney F., and Erickson L., 2000, Clinical Toxicology, Saunders BIOKIMIA Sks 4 (3 1) Kode MFI 301 Prasyarat MPA 019 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Sifat sifat, fungsi dan metabolisme biomolekul (lemak, karbohidrat, asam amino, protein, asam nukleat), Penyakit penyakit akibat gangguan metabolism, peran vitamin sebagai kofaktor serta menjelaskan sifat dan fungsi enzim sebagai katalis. Percobaan kualitatif kuantitatif dan mengetahui reaksi reaksi umum untuk identifikasi biomolekul. ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang biomolekul dan hirarkhi organisasi molekular sel (lemak, karbohidrat, asam amino, protein, asam nukleat), teknik pemurnian protein, enzim dan kinetika enzim, vitamin sebagai kofaktor, bioenergetika, metabolisme biomolekul (karbohidrat, lemak, protein, asam nukleat). Selain itu dibahas berbagai penyakit yang terjadi berkaitan dengan kelainan kelainan yang terjadi serta contoh obat obat yang dapat digunakan untuk mengatasi penyakit tersebut. Praktikum: pemeriksaan kualitatif berupa reaksi reaksi umum untuk identifikasi biomolekul (lemak, karbohidrat, asam amino dan protein), elektroforesis protein, reaksi oksidasi biologis, uji antioksidan vitamin, analisis urin dan fungsi ginjal serta pemeriksaan kuantitatif untuk uji aktivitas enzim dan analisa darah. yang Bioteknologi, Kimia Bahan Makanan terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 60 % Psikomotorik = 35 % Afektif = 5 % 1. Horton R.H, et al, 2006, Principles Of Biochemistry, 4 th Ed., Pearson Education Inc., United States Of America 2. Murray K.R, et al, 2003, Biokimia Harper, Alih Bahasa Andri Hartono, Ed. 25, Jakarta, EGC. 3. Lehninger A.L., 2003, Principles Of Biochemistry, Tata Mc Graw Hill Co., New Delhi 4. Koolman J, and Rohm H.K., 2001, Atlas Berwarna Dan Teks Biokimia, Alih Bahasa Septelia Inawati, Jakarta. FARMAKOGNOSI SKS 4 (3 1) Kode MFI 302 Prasyarat MFI 205 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Sejarah, definisi dan ruang lingkup farmakognosi Simplisia dan sediaan galenik Faktor faktor yang mempengaruhi pembuatan dan standarisasi simplisia dan sediaan galenik. ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang sejarah, definisi dan ruang lingkup farmakognosi. Sumber sumber bahan alami (tumbuhan, hewan, mineral) yang digunakan sebagai obat alami dalam pengobatan. Simplisia: tata nama, produksi, penyebaran, sistematika tumbuhan penghasil dan standarisasi. Praktikum: Metode pembuatan simplisia (Identifikasi amilum, daun, bunga, bunga, kulit batang, akar, buah, biji, rhizome), dan standarisasi simplisia. yang Farmakognosi Lanjutan terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 60 % Psikomotorik = 35 % Afektif = 5 % 1. Evans, W.C., 2002,Trease And Evans Pharmacognosy, 15 th Ed., W.B. Saunders, P Gunawan, D., Dan Mulyani, S., 2002, Ilmu Obat Alami (Farmakognosi) 1, PT. Penebar Swadaya, Jakarta 3. Heinrich M., and Gibbons S., 2004, Fundamentals Of Pharmacognosy And Phytotherapy, Elsevier Health Sciences 212

222 4. Rangari V, 2009, Pharmacognosy & Phytochemistry (Volume I), Career Publications FARMAKOKINETIKA SKS 3 (2 1) Kode MFI 303 Prasyarat MFI 207 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Definisi, ruang lingkup farmakokinetik dan dasar dasar ilmu yang diperlukan untuk menjelaskan farmakokinetik Klasifikasikan model farmakokinetik obat sesuai dengan rute pemberiannya Parameter parameter farmakokinetika Evaluasi bioavalilabilitas dan bioekivalensi berbagai produk obat Farmakokinetik non linier Aplikasi klinis farmakokinetik ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang farmakokinetik dan farmakodinamik; konsep rentang konsentrasi efektif, model kompartemen, grafik konsentrasi obat terhadap waktu. Parameter Farmakinetika meliputi volume distribusi, clearance, waktu paruh, kecepatan eliminasi dan AUC. Administrasi Intravena (IV); IV bolus, IV dosis berulang, konsentrasi steady state. Hubungan parameter farmakokinetika dengan infus, Intermittent Infusion dan Continuous Infusion. Model 2 Kompartemen; perhitungan backextrapolation dan metode residual, mono ekponensial vs bieksponensial. ADME; Absorpsi, Distribusi & Protein Binding, Proses Elimininasi Obat. Bioavaibilitas & Bioekivalensi. Praktikum: analisis obat dalam cairan hayati, penetapan waktu pengambilan cuplikan dan asumsi model kompartemen, pemilihan dosis dalam farmakokinetika, penetapan parameter farmakokinetika setelah pemberian dosis tunggal menggunakan data darah dan eksresi urin kumulatif, presentasi hasil praktikum. yang Farmakokinetika dan Farmakodinamika Lanjutan terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 60 % Psikomotorik = 35 % Afektif = 5 % 1. Shargel, L., and Andrew Y., 2005, Applied Biopharmaceutics and Pharmacokinetics. 5 th Ed., Appleton and Lange,New York. 2. Ritschel, W.A., 2004, Handbook of Basic Pharmacokinetics, Drug Intelligence Publications Inc., Hamilton, Illinois. IMUNOLOGI Kode MFI 304 Prasyarat MFI 207 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Mekanisme pertahanan tubuh terhadap penyakit infeksi melalui sistem imun Pencegahan dan pengobatan penyakit infeksi dan non infeksi menggunakan agen agen imun dan vaksin Terapi penyakit infeksi dan kanker ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang antibodi, antigen, mekanisme respon imun, mekanisme eliminasi agen infeksi dengan sistem imun, penyakit penyakit autoimun, pembuatan antibodi monoklonal dan aplikasinya, pengantar terapi imunoglobulin intravena, pengantar imunoterapi, dan macam macam vaksin dan aplikasi vaksin dalam pencegahan dan terapi penyakit infeksi dan kanker. yang Farmakoterapi terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 70 % Psikomotorik = 20 % Buku Acuan 1. Paul W. E., 2009., Fundamental Immunology, 6 th Ed., Lippincott Williams and Wilkins WoltersKluwer Health 2. Doan, T, et al., 2008., Lippincott s Illustrated Reviews: Immunology, Lippincott Williams and Wilkins WoltersKluwer Health 3. Stevens, C.D., 2010., Clinical Immunology and Serology: A Laboratory Perspective, 3 rd Ed., F.A. Davis Company KIMIA MEDISINAL 213

223 Kode MFI 305 Prasyarat MFI 209 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Definisi dan ruang lingkup Kimia medisinal Hubungan struktur, sifat fisika kimia dengan aktivitas biologis obat Teori interaksi obat reseptor Metabolisme obat dan senyawa organik lain, hubungan metabolisme dan rancangan obat Modifikasi molekul dan rancangan obat yang rasional serta jenis jenis obat ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang arti, ruang lingkup, manfaat kimia medisinal bagi farmasis. hubungan struktur dengan proses absorbsi, distribusi, ekskresi obat. proses interaksi obatbiopolimer, hubungan kelarutan dengan aktivitas biologis, prinsip ferguson dan model kerja obat. aspek stereokimia dan aktivitas biologis. hubungan kuantitatif struktur dan aktivitas biologis obat. hubungan sifat kimia fisika dengan aktivitas bilogis obat. teori teori interaksi obat reseptor serta ikatan kimia yang terlibat. Metabolisme obat dan senyawa organik asing lain. modifikasi molekul dan rancangan obat yang rasional dan beberapa contoh obat: obat antiinfeksi (antibiotika dan sulfonamida) yang terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 70 % Psikomotorik = 20 % 1. Foye W.O., Lemke T.L., and Williams D.A., 2007, Foye's Principles Of Medicinal Chemistry, Edisi 7, 2. Wilson and Gisvold s, 2004, Textbook of Organic Medicinal and Pharmaceutical chemistry, 11 th Ed., Lippincott Williams & Wilkins Buku Acuan 3. Nogrady T., and Weaver D.F., 2005, Medicinal Chemistry: A Molecular And Biochemical Approach, Ed. 3, Oxford University Press 4. King FD., 2010, Medicinal Chemistry: Principles And Practice, Ed. 2, Royal Society of Chemistry, Michigan 5. Wermuth C.G., 2008, The Practice Of Medicinal Chemistry, Ed. 3, Academic Press METODOLOGI PENELITIAN Kode MFI 306 Prasyarat USK 001 dan MFI 211 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Ruang lingkup penelitian Ragam jenis metode dan desain penelitian Tatacara penulisan proposal, seminar dan skripsi ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang pengantar penelitian kefarmasian, konsep penelitian ilmiah, karakteristik penelitian ilmiah, validitas dan realitas penelitian, metodologi dan desain penelitian, desain penelitian eksperimental dan noneksperimental, analisis data, metode penulisan, dan teknik presentasi. yang terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 70 % Psikomotorik = 20 % 1. Richey R., and Klein J.D., 2007, Design And Development Research: Methods, Strategies, And Issues, Routledge, New Jersey 2. Kothari C.R., 2008, Research Methodology: Methods And Techniques, Ed. 2, New Age International 3. Ksingh Y., 2007, Research Methodology: Techniques And Trends, APH Publishing, New Delhi 4. Sugiyono, 2006, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D, Alfabeta, Bandung 5. Budianto, E., 2001, Metodologi Penelitian Kedokteran: Sebuah Pengantar, EGC, Jakarta KIMIA BAHAN MAKANAN Kode MFI 307 Prasyarat MFI 209 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Sifat fisika kimia karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan bahan makanan tambahan. 214

224 Faktor faktor yang mempengaruhi kualitas makanan (ph, kadar air, aktivitas air), mikrobiologi makanan, analisa makanan secara kuantitatif ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang sifat fisika kimia karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan bahan makanan tambahan. Faktor faktor yang mempengaruhi kualitas makanan (ph, kadar air, aktivitas air), mikrobiologi makanan, analisa makanan secara kuantitatif yang terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 70 % Psikomotorik = 20 % Buku Acuan 1. Belitz H.D., Grosch W., and Schieberle P., 2009, Food Chemistry, Ed. 4, Springer, Heidelberg, German 2. Duncan A.W., 2008,The Chemistry of Food and Nutrition, Echo Library 3. Nielsen S.S., 2010, Food Analysis, Food Science Texts, Ed. 4, Springer, USA 4. Sikorski Z.E., 2007, Chemical And Functional Properties Of Food Components Volume 9 Dari Chemical And Functional Properties Of Food Components Series, Ed. 3, CRC Press PATOLOGI KLINIK Kode MFI 308 Prasyarat MFI 203 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Patologi sel, jaringan dan organ Gangguan fungsi mekanisme fisiologis yang terganggu oleh penyakit yang terjadi dalam organisme hidup. ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang patologi sel, jaringan dan organ, proses inflamasi (akut dan kronis), trauma dan penimbunan intraselular; adaptasi dan kematian sel; regenerasi dan kesembuhan luka; gangguan fisiologis yang timbul akibat adanya penyakit yang Patofisiologi terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 70 % Psikomotorik = 20 % Buku Acuan 1. Greene, R.J., Harris, N.D., And Goodyer, L.I., 2000, Pathology And Therapeutics For Pharmacists : A Basic For Clinical Pharmacy, 2 nd Ed., Pharm. Press, London 2. Price,S., Wilson, L., Patofisiologi Konsep Klinis Proses Proses Penyakit, 2006, Ed. 6, EGC., Jakarta. 3. Kumar, V., Cotran, R.S., And Robin, S.L., 2007, Buku Ajar Patologi, Ed. 7, EGC., Jakarta. 4. Sander,M.A., 2007, Atlas Berwarna Patologi Anatomi. RajaGrafindo Persada.Jakarta TEKNOLOGI SEDIAAN FARMASI LIKUID DAN SEMISOLID SKS 3 (2 1) Kode MFI 309 Prasyarat MFI 102 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Jenis jenis sediaan likuid dan semisolid Teori dasar dan penerapan teknologi dalam pengembangan produksi sediaan farmasi liquid dan semisolid. Evaluasi sediaan farmasi liquid dan semisolid. ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang rancangan bentuk (preformulasi), formulasi, masalah masalah dalam formulasi dan tahap tahap pengembangan sediaan likuid dan semisolid. Membahas juga tentang eksipien, peralatan dalam pembuatan sediaan, serta evaluasi sediaan likuid dan semisolid Praktikum: Pembuatan dan evaluasi bentuk sediaan semisolid (salep, krim, pasta, jeli), sediaan likuid (larutan, suspensi, emulsi), supositoria, dan ovula. yang terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 35% Afektif = 5% 215

225 Buku Acuan 1. Avis, K.E., Lachman, L, and Lieberman, H.A., 2000, Pharmaceutical Dosage Form: Parenteral, Tablet, Disperse System, Vol I, II, III, Marcel Dekker Inc., New York. 2. Aulton M.E., 2002, Pharmaceutics: The Science of Dosage Form Design, 2 Nd Ed., Churchill, Livingstone. 3. Rowe, R.C., Sheskey, P.J., and Owen, S.C., 2006, Handbook of Pharmaceutical Excipients, 5 th Ed., Pharmaceutical Press, London. 4. Ansel H.C., Loyd V Allen Jr., and Popovich N.G., 2010Ansel s Pharmaceutical Dosage Form and Drug Delivery System, 9 th Ed., Lippincott Williams and Wilkins, WoltersKluwer Health., Philadelphia. TEKNOLOGI FARMASI SEDIAAN STERIL SKS 3 (2 1) Kode MFI 310 Prasyarat MFI 102 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Bentuk bentuk sediaan farmasi steril Metode sterilisasi sediaan farmasi Pengawetan dalam sediaan farmasi steril Pengemasan dan penandaan sediaan farmasi steril Metode pengujian sediaan farmasi steril ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang berbagai sediaan farmasi steril. Meliputi injeksi: administrasi, bentuk sediaan, formulasi, stabilitas, pengemasan dan penandaan. Sediaan mata (opthalmik): bentuk sediaan, formulasi, stabilitas, perhitungan isotonik, pengemasan dan penandaan. Prinsip pengawetan: efek kontaminasi, fungsi dan pemilihan pengawet. Prinsip sterilisasi: kriteria dan metode sterilisasi. Teknik dan ruangan aseptik: sumber kontaminasi, rancangan ruang aseptik dan jenis LAF. Uji sterilitas: sampling, kultur media dan metode pengujian. Uji pirogen: efek fisiologis, sifat fisika kimia, deteksi dan determinasi. Uji partikel: bahaya partikel, sumber kontaminasi, pemeriksaan partikel, metode perhitungan dan uji USP. Uji kebocoran kemasan. Sterilisasi alat kesehatan Praktikum: pembuatan dan evaluasi sediaan injeksi (ampul, vial), salep mata, tetes mata, infuse yang terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 60% Psikomotorik = 35% Afektif = 5% 1. Avis, K.E., Lachman, L, and Lieberman, H.A., 2000, Pharmaceutical Dosage Form: Parenteral, Tablet, Disperse System, Vol I, II, III, Marcel Dekker Inc., New York. 2. Aulton M.E., 2002, Pharmaceutics: The Science of Dosage Form Design, 2 nd Ed., Churchill, Livingstone. 3. Rowe, R.C., Sheskey, P.J., and Owen, S.C., 2006, Handbook of Pharmaceutical Excipients, 5 th Ed., Pharmaceutical Press, London. FARMAKOTERAPI Kode MFI 401 Prasyarat MFI 207 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Patofisiologi penyakit dan terapinya Akses informasi mengenai perkembangan terapi terkini dan pengobatan berbasis bukti (evidence based medicines) pada kasus penyakit berbagai system organ Kerja sama dalam kelompok dan ketrampilan dalam melakukan presentasi serta mengemukakan pendapat dalam diskusi kelas ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang pengertian farmakoterapi, sasaran farmakoterapi; pada tiap topik diuraikan definisi penyakit, patofisiologi, keadaan klinik, diagnosis, luaran terapi. Mahasiswa dapat menjelaskan penatalaksanaan terapi rasional pada berbagai kasus penyakit. Mampu bekerja sama dalam kelompok dan ketrampilan dalam melakukan presentasi serta mengemukakan pendapat dalam diskusi kelas yang Farmasi klinis terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 70 % Psikomotorik = 20 % 1. Dipiro, J.T., Et al., 2005, Pharmacotherapy a Pathophysiological Approach, 4 rd Ed., Appleton & 216

226 Lange, Stamford 2. Dipiro, L. and Michael, L., 2002, Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach, Appleton & Lange, Stamford 3. Chiquette E., and Posey L.M., 2007Evidence Based Pharmacotherapy : Optimal Patient Care = Best Knowladge + Competent Practitioner., American Pharmacist Assosiation, Washington DC. 4. Schwinghammer T.L., and Koehler J.M., 2009, Pharmacotherapy Casebook: A Patiet Focused Approach, 7 th Ed., McGraw Hill Medical, Companies Inc. FITOKIMIA SKS 3 (2 1) Kode MFI 403 Prasyarat MFI 302 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Pengertian, ruang lingkup ilmu fitokimia Penggolongan senyawa metabolit sekunder Teknik isolasi senyawa metabolit sekunder dari tanaman obat Identifikasi dan karakterisan metabolit sekunder dari tanaman obat ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang defenisi fitokimia, sejarah perkembangan fitokimia, penapisan fitokimia glikosida, alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, kuinon, steroid/triterpenoid, minyak atsiri dan minyak lemak. Metode ekstraksi sinambung, refluks, digesti, maserasi, ekstraksi cair cair bertahap, ekstraksi cair cair kontinu, kromatografi lapis tipis, kromatografi kertas, kromatografi cair vakum, kromatografi kolom, kromatografi cair kinerja tinggi, Praktikum: Isolasi alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, kuinon, dan steroid/triterpenoid yang Fitokimia Lanjutan terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 60 % Psikomotorik = 35 % Afektif = 5 % 1. Dewick, P.M., 2002, Medicinal Natural Products A Biosynthetic Approach, John Wiley & Sons, Chicester New York Weinheim Brisbane Singapore Toronto. 2. Gaedcke F., Steinhoff B., and Blasius H., 2003, Herbal Medicinal Products, Medpharm Scientific Publisher, Stuttgart 3. Rahman A., 2005, Studies in Natural Products Chemistry: Bioactive Natural Products (Part L)Volume 32 dari Studies in Natural Products Chemistry, Gulf Professional Publishing, 4. Imperato F., and Pandalai S.G., 2006, Phytochemistry: Advances In Research, Research Signpost MATA KULIAH PILIHAN BIOTEKNOLOGI FARMASI Kode MFI 501 Prasyarat MFI 301 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Metode dan teknologi molekuler untuk menghasilkan produk biofarmasetikal dengan pendekatan bioteknologi molekular Cara deteksi penyakit infeksi maupun penyakit genetik, terapi gen dan antisens Pembuatan hewan transgenik dan aplikasinya. ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang asam nukleat dan protein, aliran informasi genetik, replikasi dan PCR, teknologi DNA rekombinan (tahap kloning, vektor, isolasi DNA, konstruksi kepustakaan DNA), produksi protein rekombinan skala besar (bioreaktor, fermentasi, pertumbuhan), produk rekombinan untuk terapi dan vaksin (protein, asam nukleat), terapi gen dan tanaman transgenik, sistem penghantaran protein rekombinan dan rekayasa jaringan. yang terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 65 % Psikomotorik = 25 % Afektif = 10 % Buku Acuan 1. Walsh G., 2007, Pharmaceutical Biotechnology: Concepts And Applications, John Wiley and Sons, Chicester, England 2. Rho J.P., Louie S.G., 2003, Handbook Of Pharmaceutical Biotechnology, Pharmaceutical 217

227 Sciences, Routledge 3. Selzer P.M., Marhofer R.J., and Rohwer A., 2008, Aplied Bioinformatics, An Intorduction, Springer, German 4. John I., and Killedar D.S.G., 2008, Biotechnology And Fermentation Process, Pragati Books Pvt. Ltd 5. Klefenz H., 2007, Industrial Pharmaceutical Biotechnology, Wiley VCH, Michigan KAPITA SELEKTA Kode MFI 502 Prasyarat USK 001 dan USK 005 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Perkembangan teknologi di bidang farmasi dan kosmetika Teknik pengendalian bahan berbahaya ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang berbagai teknik modern dalam analisis perbekalan farmasi dan obat jadi, strategi penelitian untuk menemukan obat baru yang berasal dari zat zat bioaktif dalam tumbuhan maupun secara semi sintesis. Perkembangan baru dalam formulasi dan penyediaan obat baru dan kosmetik, serta bidangbidang lain kefarmasiaan. Pengendalian zat/bahan yang berbahaya bagi manusia. yang terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 65 % Psikomotorik = 25 % Afektif = 10 % Buku Acuan Sesuai dengan judul dan jurnal terkait FARMAKOEKONOMI Kode MFI 503 Prasyarat MPA 300 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Prinsip evaluasi farmakoekonomi Pengambilan keputusan dalam farmakoekonomi Aplikasi farmakoekonomi pada pelayanan kesehatan dan praktik komunitas ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang evaluasi farmakoekonomi meliputi analisis biaya, analisis cost minimization, analisis cost benefit, analisis cost effectivines, analisis cost utility, analisis keputusan dalam farmakoekonomika dan aplikasi farmakoekonomika pada pelayanan kesehatan dan praktik komunitas. yang terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 65 % Psikomotorik = 25 % Afektif = 10 % Buku Acuan 1. Bootman J.J., Townsend R.J., and Mcghan, W.F., 2011, Principles Pharmacoeconomics, 3 th Ed., Harvey Whitney Books Company, Cincinnati 2. Eisenberg J.H., Schulman K.A., Glick, H., and Koffer, H., 2002, Pharmacoepidemiology: Pharmacoeconomics Evalution of Pharmaceuticals, John Wiley & Sons: Chichester. PENGENDALIAN MUTU MAKANAN Kode MFI 504 Prasyarat MFI 106 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Kualitas bahan makanan. Teknik pengendalian dan peningkatan mutu pangan Teknik pencegahan dan pengontrolan kerusakan biologis/non biologis. Metode pengawetan dan pengemasan makanan. Penentuan stabilitas dan tanggal kadaluarsa produk makanan. ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang kualitas bahan makan. Pengendalian dan peningkatan mutu pangan. Keamanan pangan. Kerusakan bahan makanan. Mencegah dan mengontrol kerusakan biologis. Metode pengawetan makanan. Pengalengan makanan. Fermentasi dan produk makanan hasil fermentasi. Kontaminasi makanan non mikrobiologis. Penentuan stabilitas dan tanggal daluwarsa produk pangan. Zat toksis 218

228 didalam makanan karena proses pengolahan dan menghindarinya. yang terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 65 % Psikomotorik = 25 % Afektif = 10 % Buku Acuan 1. Badan POM., 2003, Prinsip pengawetan dan Pengolahan Pangan Badan POM RI Jakarta 2. Brennan J.G., 2006, Handbook of Food Processing, Wiley VCH Verlag GmBH & Co. KGaA, Weinheim. 3. Anonim, 2000, Analisa Bahan Makanan Dan Pertanian, Penerbit Liberty dan PAU UGM. FARMASI LINGKUNGAN Kode MFI 505 Prasyarat MPA 014 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: UU mengenai lingkungan hidup Isu isu global mengenai lingkungan Baku mutu air limbah Cara cara pengolahan limbah industri farmasi dan obat kadaluarsa ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang pengantar farmasi lingkungan, manusia dan lingkungan, UU mengenai lingkungan hidup, siklus biogeokimia, isu isu global mengenai lingkungan, limbah industri farmasi dan baku mutu air limbah, parameter air limbah, pengolahan air limbah (industri farmasi), pengolahan limbah gas, pengelolaan limbah rumah sakit, pengelolaan limbah infeksius, pembuangan dan pemusnahan obat obat kadaluarsa dan diskusi topik topik lingkungan hidup. (Unpad) yang terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 65 % Psikomotorik = 25 % Afektif = 10 % Buku Acuan 1. Djamin D., 2000, Pengawasan dan Pelaksaan Undang Undang Lingkungan Hidup, Ed. 1., Yayasan Obor Jakarta 2. Ricki M., 2005, Kesehatan Lingkungan, Graha Ilmu, Yogyakarta 3. Kjellstrom Y.A.T., And. Guidotti T.L., 2001, Basic Enviromental Health, Oxford University Press New York 4. Levy And Wegan, 2006, Occupational Health Recognized And Preventing Work Related Disease, Little Broan And Company, Boston. 5. Kummurer K., 2004, Pharmaceuticals in the Environment, IWA. Publishing, London. FARMASI BAHAN ALAM BAHARI Kode MFI 506 Prasyarat MFI 302 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Bahan alam bahari dan klasifikasinya Pemanfaatan bahan alam bahari di bidang pangan dan kesehatan Kandungan bahan alam bahari yang dapat dijadikan obat Pengumpulan dan determinasi bahan alam bahari Isolasi dan identifikasi bahan alam bahari Pengembangan biomedik dan aplikasi medis bahan alam bahari ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang pengertian bahan alam bahari, klasifikasi, organisme bahari yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia di bidang pangan dan kesehatan, Jenis jenis rumput laut, jamur bahari, bunga karang, hewan bahari yang mengandung senyawa bioaktif yang dapat dijadikan obat, pengumpulan dan determinasi bahan, isolasi dan identifikasi, bahan alam bahari hidrololoida, pengembangan biomedik, aplikasi medis bahan alam bahari, pengembangan komersial. yang terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 65 % Psikomotorik = 25 % Afektif = 10 % 219

229 Buku Acuan 1. Fauzi A., dan Anna S.,2005, Pemodelan Sumber Daya Perikanan dan Kelautan: Untuk Analisis Kebijakan, Gramedia Pustaka Utama. 2. Panitia Pengembangan Riset dan Teknologi Kelautan Serta Industri Maritim., 2008, Profil Kelautan Nasional menuju Kemandirian, Universitas Michigan. 4. Kuncoro, E.B., 2004, Akuarium Laut, Kanisius. FISIKA FARMASI LANJUTAN Kode MFI 507 Prasyarat MFI 104 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Interaksi dan ketaktercampurkan obat Desain produk obat dan polimer. ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang interaksi dan ketaktercampurkan obat, desain produk obat terkait dengan sifat fisika dan kimia, dan polimer. yang terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 65 % Psikomotorik = 25 % Afektif = 10 % Buku Acuan 1. Sinko, P.J., 2011, Martin s Physical Pharmacy and Pharmaceutical Sciences, 6 th Ed., Lippincott William & Wilkins, Philadelphia. 2. Amiji, M.M., and Sandmann B.J., 2003, Applied Physical Pharmacy, The McGraw Hill Companies Inc. 3. Hadkar U.B., 2008., A Handbook of Practical Physical Pharmacy and Physical Pharmaceutics, Narali Prakashan, Mumbai KAPITA SELEKTA FARMASI BAHAN ALAM Kode MFI 508 Prasyarat USK 001 san USK 005 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Kapita selekta formulasi sedian obat herbal ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang kapita selekta yang menyangkut obat herbal/alami untuk penanggulangan penyakit tropis dan menular, formulasi sedian obat herbal, aromaterapi. Pengembangan bahan alam menjadi fitofarmaka. Mata yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 65 % Psikomotorik = 25 % Afektif = 10 % Buku Acuan Sesuai dengan judul dan jurnal terkait KROMATOGRAFI DAN ELEKTROFORESIS Kode MFI 509 Prasyarat MFI 201 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Konsep dasar kromatografi dan mekanisme serapan Parameter parameter retensi, faktor faktor yang mempengaruhi retensi dan interaksi antar molekul Fasa gerak, fasa diam dan detektor pada GC, HPLC, TLC dan HPTLC Analisa kuantitatif dan sistem instrumentasi pada kromatografi dan elektroforesis kapiler Jenis jenis kromatografi dan topik topik terbaru dan aplikasinya dalam farmasi ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang pentingnya peranan teknik kromatografi berdasarkan perbedaan fasa, instrumentasi dan aplikasinya dalam ilmu farmasi, yang meliputi teknik gas dan kromatografi cair, antara lain GC, HPLC, UHPLC, TLC, HPTLC, SFC, Kapiler Elektroforesis dan teknik tenik sejenis lainnya yang terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 65 % Psikomotorik = 25 % 220

230 Buku Acuan Afektif = 10 % 1. Poole, C. F., 2003, The Essence of Chromatography, Elsevier, Amsterdam 2. Snyder R.L., Kirkland J.J., and Dolan, D.W., 2010, Introduction to Modern Liquid Chromatography, 3 rd Ed., John Wiley and Sons, New Jersey 3. Meyer V.R., 2010, Practical High Performance Liquid Chromatography, John wiley and Sons, 5 th Ed., Chichester 4. Grob R.L., Barry E.F., 2004, Modern Practice of Gas Chromatography, 4 th Ed., John Wiley and Sons, New Jersey 5. Wall, P.E., 2005, Thin Layer Chromatography: A Modern Practical Approach, Royal Society of Chemistry, Cambridge 6. Bartle, K.D., and Myers, P., 2001, Capillary Electrochromatography, Royal Society of Chemistry, Cambridge KULTUR JARINGAN TANAMAN OBAT Kode MFI 510 Prasyarat MPA 015 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Ruang lingkup, klasifikasi, terminologi dan aplikasi kultur jaringan dalam tanaman obat ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang dasar teori dan perkembangan kultur jaringan, klasifikasi, terminologi dan aplikasi praktek pengenalan alat dan laboratorium, persiapan dan optimasi media, kultur organ,isolasi protoplas, aklimatisasi pada tanaman obat Mata yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 65 % Psikomotorik = 25 % Afektif = 10 % Buku Acuan 1. Nugroho, A dan Sugito, H Pedoman Pelaksanaan Teknik Kultur Jaringan, Penebar Swadaya, Jakarta. 2. Razdan, M.K, 2003, Introduction To Plant Tissue Culture, 2 nd Ed., Science Publisher Inc.NH., USA. 3. Michael,A.H, and J.D.K Geert, 2007, Plant Propagation By Tissue Culture,3 rd Ed. Springer. PENGEMBANGAN DAN VALIDASI METODE ANALISIS Kode MFI 511 Prasyarat MFI 106 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Teknik validasi metode dalam analisis Parameter parameter pada validasi metode Cara menghitung parameter parameter pada validasi metode ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang dasar dasar validasi dalam analisis farmasi, validasi metode HPLC, kualifikasi peralatan analitik, validasi pengembangan produk obat, kriteria persetujuan dan variabilitas analitik, transfer prosedur analitik, validasi metode farmakope, prosedur analitik dalam kontrol kualitas, perkembangan terbaru dalam validasi metode analitik. yang terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 65 % Psikomotorik = 25 % Afektif = 10 % Buku Acuan 1. Ahuja S., Dan Scypinski, S., 2001, Handbook Of Modern Pharmaceutical Analysis, Elsevier 2. Erner, J., Dan Miller, J.M. (Editors), 2005, Method Validation In Pharmaceutical Analysis: A Guide To Best Practice, Wiley VCH, Weinheim 3. Chan, C.C., Lam, H., Lee, Y. C., Zhang, X.M., 2004, Analytical Method Validation and Instrument Performance Verification, John Wiley and Sons, New Jersey 4. Huber, L., 2007, Validation and Qualification in Analytical Laboratories, Informa Health Care SINTESIS BAHAN OBAT Kode MFI 512 Prasyarat MFI

231 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Wawasan mengenai pengertian sintesis bahan obat Strategi rancangan sintesis, retrosintesis, dan sintesis beberapa bahan obat ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang pengertian sintesis bahan obat, strategi rancangan sintesis, retrosintesis, sintesis beberapa bahan obat yang terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 65 % Psikomotorik = 25 % Afektif = 10 % Buku Acuan 1. Monson, R.S., 2002, Advanced Organic Synthesis, Methods and Techniques, Academic Press, New York and London 2. Wyatt P., and Warren S.G., 2007, Organic Synthesis: Strategy And Control, John Wiley and Sons, Chicsester, England 3. Lednicer D., 2008, Strategies For Organic Drug Synthesis And Design, Ed. 2, Wiley Interscience, New Jersey 4. Petersen F., and Amstutz R., 2008, Natural Compounds As Drugs, Volume 2, Progress In Drug Research, Birkhäuser, Switzerland 5. Makriyannis A., and Biegel D., 2003, Drug Discovery Strategies and Methods, CRC Press, Connectucut, USA PENJAMINAN MUTU DAN KONTROL KUALITAS Kode MFI 513 Prasyarat MFI 106 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Ruang lingkup Good Management Practice (GMP) Faktor faktor yang mempengaruhi kualitas, keamanan, dan kemanjuran bahan baku hingga bahan jadi Mekanisme kontrol kualitas, keamanan, dan kemanjuran bahan Metode uji kontrol kualitas ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang prinsip Good Manufacturing Practice (GMP) dan kontrol kualitas, mencakup Good Laboratory Practice (GLP), Quality Assurance/Quality control (QA/QC), metode uji, sifat fisika dan kimia bahan, analisa kimia kualitatif dan kuantitatif. Kontaminan dan sediaan cacat, serta uji kontrol kualitas seperti microbiological assay, mikrobial limit test, stability test, dan effecacy test. Kemasan, penyimpanan, dan distribusi sediaan. Metode statistik terhadap proses kontrol yang terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 65 % Psikomotorik = 25 % Afektif = 10 % Buku Acuan 1. Lee D.C., Michael L., and Webb M.L., 2009, Pharmaceutical Analysis, Sheffield Analytical Chemistry Series, John Wiley and Sons 2. World Health Organization Staff, 2004, Quality assurance of pharmaceuticals: a compendium of guidelines and related material, Vol. 2, Edisi2, World Health Organization 3. Sharp J., 2004, Good pharmaceutical manufacturing practice: rationale and compliance, CRC Press, 4. Farmakope Indonesia 5. Kodeks Indonesia FARMASI FORENSIK Kode MFI 514 Prasyarat MFI 201 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Ruang lingkup farmasi forensik, doping obat dan cara pemeriksaannya Pemeriksaan narkoba, alkohol, psikofarmaka Sistematik pemeriksaan farmasi forensik. ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang ruang lingkup farmasi forensik meliputi toksikologi forensik, doping obat dan cara pemeriksaannya, pemeriksaan narkoba, alkohol, psikofarmaka dan sistematika pemeriksaan farmasi forensik. Metode pembuktian ilmiah untuk kepentingan hukum berdasarkan ilmu kefarmasian. Disiplin 222

232 ilmu yang terlibat dalam kimia forensik, fisika forensik, biologi/dna forensik dan kedokteran forensik. DNA forensic: pendahuluan, metode metode umum serta cara analisis DNA untuk keperluan forensik (RFLP, PCR strips, PCR STRs, mtdnas dan Y chromosomes) yang terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 65 % Psikomotorik = 25 % Afektif = 10 % Buku Acuan 1. Anderson, P.D., 2000, An Overview Of Forensic Pharmacists Practice, Journal Of Pharmacy Practice, 13: Kokate CK., and Gokhale SB., 2006, Texbook of Forensic Pharmacy, Pharma Buku Syndicate 3. Butler J.M., 2005, Forensic DNA Typing, Elsevier Academic Press. 4. Blackwell W., 2009, Essensial Forensic Biology, John Wiley and Sons Ltd. 5. Darmono, 2009, Farmasi Forensik dan Toksikologi, UI Press. FARMAKOGNOSI LANJUTAN Kode MFI 515 Prasyarat MFI 302 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Metabolisme metabolit sekunder Minyak lemak dan minyak Atisiri. ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang metabolisme karbohidrat; alkaloid, glikosida; terpenoid, steroid, hormone, antibiotika, vitamin, minyak atsiri dan minyak lemak; simplisia simplisia yang menghasilkan senyawa golongan tersebut. yang terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 65 % Psikomotorik = 25 % Afektif = 10 % Buku Acuan 1. Bhat, SV., Nagasampagi, BA., And Sivakumar, M., 2005, Chemistry Of Natural Product, Narosa Publishing House, India 2. Mohan, J., 2004., Organic Spectroscopy: Principles And Applications, 2 nd Ed., Alpha Science International Ltd., Harrow, UK FARMASI KESEHATAN MASYARAKAT Kode MFI 516 Prasyarat MFI 102 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Profesi dan aplikasi ilmu farmasi secara langsung dan tidak langsung Dasar dan perundang undangan kesehatan dan kesejahteraan penderita dan masyarakat Perilaku pengobatan dan pentingnya pengawasan kesehatan dan praaktek farmasi ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang profesi dan praktek farmasi secara langsung berkaitan dengan klinis sedangkan tak langsung berkaitan dengan dasar dan perundang undangan terhadap kesehatan dan kesejahteraan penderita dan masyarakat; Untuk menjamin tercapainya kedua aspek ini (yakni kesehatan dan kesejahteraan), bidang bidang kesehatan fisik, biologi (biomedik) dan ilmu sosial serta perilaku harus ditekankan; Pemahaman mengenai perilaku dan tanggung jawab penderita serta profesi kesehatan dan sumbangan serta fungsi mereka terhadap sistem pengawasan kesehatan adalah penting; Pembelajaran di bidang ini akan menguraikan prinsip sosiologi, perilaku pengobatan dan pentingnya pengawasan kesehatan dan praktek farmasi yang terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 65 % Psikomotorik = 25 % Afektif = 10 % Buku Acuan 1. Turnock, B,. 2009, Public Health: Whats It Is and How It works, Jones and Bartlett Publishers, Massachusset 2. Scutchfield, F.D., 2003, Principles of Public Health Practice, Cengage Learning. 3. Rickles N.M., Wertheimer A.l., and Smith M.C., 2009, Social and Behavioral Aspects of Pharmaceutical Care, 2 nd ed., Jones and Bartlett Publishers, Massachusset 223

233 4. Egger G., Spark R, and Donovan R,. 2005, Health Promotion Strategies and Methods, 2 nd Ed., Mc Graw Hill, Australia 5. Blenkinsopp A. dan Panton R,. Health Promotion for Pharmacists, Oxford University Press New York FITOKIMIA LANJUTAN Kode MFI 517 Prasyarat MFI 403 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Pengembangan obat yang berasal dari tumbuhan. Teknik analisa dengan menggunakan instrumentasi ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang strategi pencarian senyawa aktif biologis dari dunia tumbuhan (predictive strategy in the discovery of biological active compounds from plants). Peran kemotaksonomi dalam pencarian senyawa berkhasiat dari tumbuhan dengan teknik biossay. Aplikasi spektrometri dalam penentuan struktur senyawa berkhasiat asal tumbuhan. Analisis spektrum UV/VIS, IR, MS dan NMR. yang terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 65 % Psikomotorik = 25 % Afektif = 10 % Buku Acuan 1. Hajnos M.W., Sherma J., and Kowalska T., 2008,Thin Layer Chromatography In Phytochemistry, Volume 99 Dari Chromatographic Science, CRC Press, University of Virginia 2. Matsumoto T., 2008, Phytochemistry Research Progress, Nova Publishers 3. Wichtl M., 2004, Herbal Drugs And Phytopharmaceuticals: A Handbook For Practice On A Scientific Basis, Herbal Drugs And Phytopharmaceuticals, Edisi3, Medpharm 4. Dewick, P.M., 2002, Medicinal Natural Products A Biosynthetic Approach, John Wiley & Sons, Chicester New York Weinheim Brisbane Singapore Toronto. 5. Gaedcke F., Steinhoff B., and Blasius H., 2003, Herbal Medicinal Products, Medpharm Scientific Publisher, Stuttgart FARMAKOKINETIKA KLINIK Kode MFI 518 Prasyarat MFI 207 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Penggunaan parameter farmakokinetika dalam penyesuaian dosis Penyesuaian dosis obat pada pasien dengan kondisi fisiologis tertentu Pemantauan kadar obat dalam darah (TDM) Cara menghitung penyesuaian dosis obat obat tertentu (antibiotika, digoksi, fenitoin, dan teofilin) ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang aplikasi prinsipprinsip farmakokinetika pada pasien terutama untuk obat obat dengan ambang terapi sempit meliputi penentuan regimen dosis, penyesuaian dosis pada pasien berdasarkan kondisi penyakit (gagal ginjal, gagal hati, gagal jantung), penyesuaian dosis untuk populasi tertentu (bayi, anak, lansia, pasien obesitas dan pasien dialisis), perubahan dosis obat dari pemberian secara intravena ke dosis oral dan sebaliknya, aspek farmakokinetik klinik pada antibiotika golongan aminoglikosida, pemantauan kadar obat dalam darah (TDM), obat obat kardiovaskular (digoksin, lidokain, procainamida, quinidin), antikonvulsan (fenitoin, carbamazepin, fenobarbital, ethosuximide), cyclosporine dan theophylline. yang terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 65 % Psikomotorik = 25 % Afektif = 10 % Buku Acuan 1. Murphy JE., 2008, Clinical Pharmacokinetics, 4 th Ed., American Society of Health System Pharmacist. 2. Dhillon S., and Kostrzewwski A., 2006, Clinical Pharmacokinetics, Pharmaceutical Press, UK. 3. DiPiro J.T., Spruill W.J., Wade W.E., Blouin R.A., dan Pruemer J.M., 2005, Concepts in Clinical Pharmacokinetics, 4 th Ed., Amarican Society of Health System Pharmacists 4. Rowland M., dan Tozer T.N., 1995, Clinical Pharmacokinetics: Concepts and Applications, 3 rd Ed., Lea & Febiger 224

234 5. Shargel L., and Yu A., 2005, Applied Biopharmaceutics and Pharmacokinetics, 5 th Ed., Appleton & Lange NARKOBA DAN MASYARAKAT Kode MFI 519 Prasyarat MFI 302 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Jenis jenis narkoba Narkoba alami dan sintetik Penyalahgunaan narkoba. Ketergantungan penggunaan narkoba Pendekatan perawatan dan penyembuhan adiksi narkoba ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang klasifikasi narkoba (narkotika, psikotropika, dan bahan berbahaya), narkoba alami dan sintetis, tumbuhan penghasil narkotik, psikotropik dan bahan berbahaya, fitokimia narkoba, isolasi, identifikasi dan karakterisasi narkoba alami dan sintetik, kegunaan dan penyalahgunaan narkoba, ketergantungan penggunaan narkoba secara kronik; ini termasuk berbagai narkoba seperti nikotin dan kafein dan contoh yang lebih tinggi lagi adalah heroin dan kokain; peraturan pemerintah tentang narkoba, pembahasan berbagai pendekatan perawatan dan penyembuhan ketergantungan narkoba akan diulas dan suatu analisis terperinci pendekatan Pusat Rehabilitasi masa kini juga akan ditekankan yang terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 65 % Psikomotorik = 25 % Afektif = 10 % Buku Acuan 1. Michael D. L., Gary W., 2010, Drugs in Society: Causes, Concepts and Control, Anderson Publishing. 2. Glen R.H., Peter J.V., and Annette E.F., 2006, Drug and Society, Jones & Bartlett Learning 3. Widiastuti A., 2004, Narkoba: Permasalahan Dampak dan Pencegahan: Panduan untuk Remaja dan Tokoh Pemuda, Departemen Sosial. Direktorat Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Korban Napza, Direktorat Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Korban Napza, Depsos FARMASI PEDIATRI DAN GERIATRI Kode MFI 520 Prasyarat MFI 207 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Aspek pengawasan obat pada pasien pediatri Aspek pengawasan obat pada pasien geriatri ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang anatomi dan fisiologi pada pediatri dan geriatri, masalah aspek pengawasan obat pada pasien pediatri dan geriatri akan diberikan penekanan khusus tentang aspek usia dan efek obat yang digunakan, perubahan farmakokinetik dan farmakodinamik, polifarmasi dan penggunaan obat, penilaian resiko penggunaan obat tertentu, efek penggunaan obat terhadap sistem saraf pusat, kardiovaskular, sistem otot dan tulang, sistem pencernaan, dan sistem urinari; Penilaian obat pada pasien pediatri dan geriatri juga membahas penggunaan antibiotik, anti kanker dan aspek kesehatan pria dan wanita. yang terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 65 % Psikomotorik = 25 % Afektif = 10 % Buku Acuan 1. Dipiro J.T., Talbert R.L., Yee G.C., Matzke G.R., Wells A.G., and Posey L.M., 2005, Pharmacotherapy a Pathophysiological Approach, 4 rd Ed., Appleton & Lange, Stamford 2. Dipiro L., and Michael L., 2002, Pharmacotherapy : A Pathophysiologic Approach, Appleton & Lange, Stamford 3. Takemoto C.K., Hodding J.H., and Kraus D.N., 2003, Pediatric Dosage Handbook, 13 th Ed., Lex Comp Inc., American Pharmaceutical Association OBAT TRADISIONAL 225

235 Kode MFI 521 Prasyarat MFI 403 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Penggolongan tanaman obat berdasarkan penggunaannya Pengembangan obat tradisional menjadi fitofarmaka Cara pembuatan obat tradisional yang baik ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang obat tradisional (definisi, peraturan perundangan undangan). Simplisia yang digunakan dalam obat tradisional. Rasionalisasi, komposisi obat tradisional sesuai dengan peraturan atau monograf). Penggunaan tanaman obat untuk mengobati berbagai penyakit (fitoterapi); contoh contoh tanaman obat bersama keterangan kandungan kimia dan khasiat yang dimiliki. Cara pembuatan obat tradisional yang baik (CPOTB). Pengembangan obat tradisional menjadi fitofarmaka, yang terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 65 % Psikomotorik = 25 % Afektif = 10 % Buku Acuan 1. Yuniarti T., 2008, Ensiklopedia Tanaman Obat Tradisional, MedPress, Universitas Michigan 2. Wichtl M, 2004, Herbal Drugs And Phytopharmaceuticals: A Handbook For Practice On A Scientific, Basis Herbal Drugs And Phytopharmaceuticals, Edisi 3, Medpharm 3. Mills S., and Bone K., 2000 Principles And Practice Of Phytotherapy: Modern Herbal Medicine, Churchill Livingstone, Universitas Michigan KAPITA SELEKTA FARMASI KLINIS Kode MFI 522 Prasyarat USK 001 dan USK 005 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan kapita selekta farmasi klinis ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang kapita selekta yang menyangkut perkembangan metode pemeriksaan klinis, forensik, veteriner, kosmetik, dan zat zat patogen. Perkembangan radiologi dalam bidang farmasi. Mata yang terkait di Bobot kompetensi Kognitif = 65 % Psikomotorik = 25 % Afektif = 10 % Buku Acuan Sesuai dengan judul dan jurnal terkait PENGEMBANGAN PRODUK Kode MFI 523 Prasyarat MFI 302 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Organisasi pabrik farmasi Tahapan pembuatan produk baru, preformulasi, penyusunan formula, in proses control, pencemaran di industri farmasi, pengemasan, pemasaran. Prosedur evaluasi mutu (mulai dari pemilihan bahan, proses, produk jadi dan produk yang sudah beredar di pasaran) ini memberi pengetahuan tentang strategi pengembangan produk baru: preformulasi, formulasi, in process control, pengemasan dan pemasaran (konsep, iklan: guna, cara dan etika), pencemaran di industri farmasi, prosedur evaluasi mutu (mulai dari pemilihan bahan, proses, produk jadi dan produk yang sudah beredar dipasaran). yang terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 65 % Psikomotorik = 25 % Afektif = 10 % Buku Acuan 1. Kotler, P., 2000, Marketing Management, 10 th Ed., Prentice Hall Inc, Sadle River, New Jersey 2. Karl U.T., and Steven E.D., 2003, Product Design and Development, Third Edition, Mc Graw Hill. 3. Pearce, and Robinson, 2008, Manajemen Strategis, Formulasi, Implimentasi dan Pengendalian, Ed. 10, Salemba Empat. 226

236 TEKNOLOGI SEDIAAN FITOFARMASETIKA Kode MFI 525 Prasyarat MFI 403 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Sediaan fitofarmasetika Penyiapan ekstrak untuk formulasi sediaan fitofarmasetika Tahapan proses produksi Metode standarisasi produk ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang definisi dan ruang lingkup mata kuliah teknologi sediaan fitofarmasetika, penyiapan ekstrak untuk formulasi sediaan fitofarmasetika, tahapan proses produksi, standarisasi produk, uji preklinik dan uji klinik serta review literatur terkait. yang terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 65 % Psikomotorik = 25 % Afektif = 10 % Buku Acuan 1. Sandberg F., and Corrigan D., 2001, Natural Remidies: Their Origin and Uses, CRC Press. 2. Williamson, E., Samuel Driver., and Baxter K., 2009, Stockley s Herbal Medicine Interaction, Pharmaceutical Press 3. Flaws B., 1994, 70 Essential Chinese Herbal Formulas, Blue Poppy Press., 4. Wichtl M., 2004, Herbal Drugs and Phytopharmaceutica: A Handbook for Practice on A Scientific Basis, Medpham TERAPI ANTIMIKROBA Kode MFI 527 Prasyarat MFI 204 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Perbedaan antara normal flora dan patogen penyebab infeksi serta mediskusikan mekanisme proteksi human body terhadap infeksi dan patofisiologi dalam kondisi terinfeksi Prinsip dasar dan evaluasi pemilihan antibiotik, faktor penyebab kegagalan terapi dengan antibiotik, dan rasionalisasi dalam menggunakan kombinasi antibiotik Perbedaan antara chemical classification dan antimicrobial agents (struktur, hubungan struktur aktivitas, dan karakteristik fisikokimia serta sifat kimianya) Farmakologi (mekanisme aksi dan resistensi) dan farmakokinetik (side effect, drug drug interactions, drug food dan drug laboratory test interactions) antimicrobial agents Spectrum activity dan indikasi klinis dari organisme penyebab, antibiotik yang rentan terhadap organisme penyebab, variabiliti farmakokinetik, evaluasi serum antibiotik, clinical monitoring dan drugs dosing (risk factor dan kesalahan klinik) ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang normal flora, protozoa, helminth dan mikroorganisme patogen, dan patologi penyakit infeksi. Aspek farmakologi dan kimia farmasi antibakteri, antifungal, antiviral, antiprotozoa, dan antihelmintik yang digunakan dalam terapi penyakit infeksi. Pemahaman clinical infections, penanganan, dan mengobati penyakit penyebab infeksi yang terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 65 % Psikomotorik = 25 % Afektif = 10 % Buku Acuan 1. Douglas L. Mayers, D.L., 2009, Antimicrobial Drug Resistance: Mechanisms of Drug Resistance, InfectiousDisease Volume 1 dari Antimicrobial Drug Resistance, Marc Ouellette, Springer 2. Drider D., 2011, Prokaryotic Antimicrobial Peptides: From Genes to Applications, Springer 3. Shafer W.M., 2006, Antimicrobial Peptides and Human Disease, Volume 306 dari Current topics in microbiology and immunology Antimicrobial peptides and human disease, Springer TUMBUHAN DAN ANALISIS JAMU Kode MFI 529 Prasyarat MFI 205 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: 227

237 Etnobotani Taksonomi tanaman jamu Pengujian dan analisis tanaman jamu Pengolahan tanaman jamu menjadi obat medis modern ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang Etnofarmakognosi, etnofarmakologi, fitoterapi. sejarah perkembangan pengobatan dan obat tradisional. Macam dan ragam sumber daya tanaman jamu; taksonomi dan pelestarian tanaman jamu. Penyiapan bahan, pengujian manfaat, keamanan dan rasionalisasi jamu. Kimia dan aktivitas tanaman jamu. Ekstraksi, metode pemisahan dan analisis komponen berkhasiat. Penapisan secara kimia dan biologi. Transformasi tanaman jamu menjadi obat medis modern yang terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 65 % Psikomotorik = 25 % Afektif = 10 % Buku Acuan 1. Kusuma H.W., 2008, Ensiklopedia Milenium: Tumbuhan Berkhasiat Obat, Gema Insani. 2. Bambang S., 2008, Analisis Jamu, Fakultas Farmasi Universitas Pancasila Jakarta. 3. Hariana A., 2008, Tumbuhan Obat dan Khasiatnya, Seri 3, Niaga Swadaya 4. Dalimartha S., 2008, Atlas Tumbuhan Obat Indonesia, Jilid 5, Niaga Swadaya. 5. Fahmin A.A., 2011, 273 Ramuan Tradisional Untuk Mengatasi Pelbagai Penyakit, Synergi Media FARMAKOEPIDEMIOLOGI Kode MFI 531 Prasyarat MFI 207 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Aspek farmakoepidemiologi Rasionalisasi dan signifikasi farmakoepidemiologi Cara pengujian epidemiologi Aplikasi epidemiologi ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang aspek farmakoepidemiologi yang berperan penting dalam terapi, pengobatan dan kesehatan masyarakat; Pokok bahasan yang dibicarakan adalah defenisi, rasional serta signifikasi farmakoepidemiologi, beberapa perspektif farmakoepidemiologi, proses dan tahapan obat sampai memasuki pasar, cara cara uji farmakoepidemiologi dan statistik, uji kualitas kehidupan serta aplikasi uji farmakoepidemiologi dan dampaknya pada kefarmasian. yang terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 65 % Psikomotorik = 25 % Afektif = 10 % Buku Acuan 1. Haynes R.B., 2006, Clinical Epidemiology, 3 rd Ed., Lippincott Williams & Wilkins 2. Rothman K.J., 2008, Modern Epidemiologi, Lippincott Williams & Wilkins 3. Pigeot I., 2005, Handbook of Epidemiology, Birkhauser 4. Mitchell H., and Gail, JB., 2000, Encyclopedia of Ephidemioogic Methods, John Wiley and Sons FARMASI KLINIS Kode MFI 533 Prasyarat MFI 207 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Ruang lingkup farmasi klinis Kegiatan dan proses dalam farmasi klinis Penyelesaian masalah farmasi klinis Drug induced disease Interpretasi hasil laboratorium klinis ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang sejarah dan pengertian tentang farmasi klinik; kegiatan dan proses dalam farmasi klinik; metode pendekatan dan penyelesaian masalah dalam farmasi klinik; drug induces disease; interpretasi hasil pemeriksaan fisik dan data laboratorium; terapi pada kelompok pasien tertentu dan studi kasus. yang 228

238 terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 65 % Psikomotorik = 25 % Afektif = 10 % Buku Acuan 1. Aslam, M., Tan, C.K., Prayitno, A., 2003, Farmasi Klinis, Pt Elex Media, Jakarta 2. Herfindal, E.T., Gourley, D.R., 2000, Textbook Of Therapeutic Drug And Disease Management, W & W Publs., Philadelphia 3. Griffin, J.P., 2009, The Textbook of Pharmaceutical Medicine, 6 th Ed., BMJ Books/Willey Blackwell FARMASI VETERINER Kode MFI 535 Prasyarat MFI 207 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Ruang lingkup farmasi veteriner Dasar pemilihan sediaan veteriner Nasib obat dalam tubuh hewan Jenis jenis obat veteriner Produk veteriner, bentuk sediaan dan rute pemberian obat, feed additive premix Evaluasi penggunaan obat ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang definisi, permasalahan sediaan veteriner dibandingkan dengan sediaan untuk manusia, dasar pemilihan sediaan veteriner, sistem digestif beberapa jenis hewan, kulit hewan, liver dan ginjal, nasib obat dalam tubuh hewan, jenis jenis obat veteriner, obat obat yang selalu digunakan dalam veterinari, produk veteriner, bentuk sediaan dan rute pemberian obat, feed additive premix, dan evaluasi penggunaan obat yang terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 65 % Psikomotorik = 25 % Afektif = 10 % Buku Acuan 1. Bishop, Y., 2001, The Veterinary Formulary, 5 th Ed., Pharmaceutical Press, Great Britain 2. Radostits O.M., and Done S.H., 2007, Veterinary Medicine: Texbook Of The Diseases Of Cattle, Sheep, Pigs, Goats Adn Horses, Elsevier Saunders. 3. Gigi Davidson G., and Plumb D.C., 2003, Veterinary Drug Handbook, Distributed By Lowa State Press. 4. Alistair B.A., Boxall, and Barrett K., 2008, Veterinary Medicines in the Environment, CRC Press. 5. Henderson K.L., and Coats J.R., 2010, Veterinary Pharmaceuticals in the Environment, Oxford University Press. KOSMETOLOGI Kode MFI 537 Prasyarat MFI 102 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Ruang lingkup kosmetika dan perbedaannya dengan sediaan farmasi (obat) Keamanan kosmetika Bahan bahan kosmetika : pemutih, penumbuh rambut, anti jerawat, anti ketombe dan deodorant Cara pembuatan dan evaluasi kosmetika Peraturan tentang kosmetika ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang pengetahuan prinsip dasar sediaan kosmetika, permasalahan dan keamanannya, perbedaannya dengan sediaan farmasi, fungsi sediaan kosmetik, kosmetika untuk perawatan kulit, rambut, kuku, gigi, anti perspirant dan deodoran, pewarna rambut; parfum, bayi, kebersihan badan, cukur, cara pembuatan serta cara evaluasi sediaan kosmetik, peraturan tentang kosmetika. yang terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 65 % Psikomotorik = 25 % Afektif = 10 % 229

239 Buku Acuan 1. Elsner, P and Maibach H.I., 2000, Cosmeceutica: Drugs Vs Cosmetics, Cosmetics Science and Technology Series, Vol. 23, Taylor & Francis 2. Walters K.A., and Roberts M.S., Dermatologic, Cosmeceutics and Cosmetic Development, Informa Health care. 3. Litt J.Z., 2008, Drug Eruption: Reference Manual, 14 th Ed., Informa Heathcare NUTRASETIKAL DAN TERAPI NUTRISI Kode MFI 539 Prasyarat MFI 301 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Hubungan pola makan dan kesehatan serta pencegahan penyakit Nutrisi yang memberikan perlindungan terhadap kardiovaskular dan pencegahan penyakit Konsep pengujian keamanan dan efikasi makanan fungsional dan nutrasetikal ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang pengantar (hubungan antara pola makan, nutrisi dengan kesehatan, fitokimia untuk pencegahan penyakit), nutrisi yang memberikan perlindungan terhadap kardiovaskular, pencegahan penyakit kanker, mengatasi gangguan dan penyakit pascamenstruasi, antiaging, immunomodulator, pengaruh bentuk sediaan terhadap penyerapan makanan, pengujian keamanan dan efikasi makanan fungsional dan nutrasetikal. yang terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 65 % Psikomotorik = 25 % Afektif = 10 % Buku Acuan 1. Sharon R.R, and Kathryn P., 2008, Nutritio: Understanding Normal and Clinical, Cengage Learning. 2. Whitney E., Kelly L.D.B., 2010, Nutrition for Health & Health Care, Cengage Learning. 3. Ruth A.R., and Carolynn. E.T., 2003, Nutrition and Diet Therapy, Cengage Learning 4. Nancy J.P., and Charlotte, M.P., 2003, Nutrition Essensials and Diet Therapy, Vol. I, Elsevier Health Sciences 5. Michael, J.G., 2008, Gizi Kesehatan Masyarakat, EGC. OBAT DAN MASYARAKAT Kode MFI 541 Prasyarat MFI 207 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Pengelompokan obat dan penyalahgunaannya Karakteristik obat (mekanisme aksi, toleransi, ketergantungan, sifat yang menyebabkan kecanduan, penjelasan klinik kecanduan, dan withdrawal symptoms Pengetahuan teknis menangani acute toxicity dan ketergantungan obat, termasuk terapi farmakologi dan non farmakologi Aplikasi pengetahuan tentang penyalahgunaan obat untuk mengidentifikasi dan merokomendasikan langkah yang harus ditempuh terhadap kecanduan obat ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang prinsip prinsip dasar penyalahgunaan obat (penjelasan, permasalahan dalam masyarakat dan penangan penyalahgunaan obat). Perkembangan terkini penyalahgunaan obat (medically useful drugs, recreational drugs, dan drugs in sport). Manajemen aspek farmakologi dan non farmakologi penyalahgunaan obat (role of government agencies and sociaty) yang terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 65 % Psikomotorik = 25 % Afektif = 10 % Buku Acuan 1. Michael D. L., Gary W., 2010, Drugs in Society: Causes, Concepts and Control, Anderson Publishing. 2. Glen R.H., Peter J.V., and Annette E.F., 2006, Drug and Society, Jones & Bartlett Learning 3. Maisto S.A., Galizio M., and Connors G.J., 2007, Drug use and Abuse, Cengage Learning. 4. Fields R., 2003, Drug in Perspektive, Mc Graw Hill. 5. Wilson H., 2001, Drug, Society, and behavior, McGraw Hill High Education 230

240 PATOFISIOLOGI Kode MFI 543 Prasyarat MFI 212 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Ruang lingkup patofisiologi Patogenesis dari suatu penyakit Peranan patofiologi dalam farmasi ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang pengertian, definisi, patofisiologi, prevalensi, etiologi, patogenesis suatu penyakit dalam sistem lokomotorius, saraf, kardiovaskular, respirasi, endokrin, pencernaan, imun, ekskresi dan reproduksi. Dalam pembelajaran dijelaskan keterkaitan ilmu ilmu lain dalam proses pemahaman patofisiologi. Kedudukan ilmu patofisiologi dalam rumpun keilmuan farmakologi. Peranan ilmu patofisiologi dalam membentuk keahlian di bidang farmasi. Setiap topik pembelajaran diberikan juga contoh contoh kasus. yang terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 65 % Psikomotorik = 25 % Afektif = 10 % Buku Acuan 1. Price, S.A., 2005, Patofisiologi, Konsep Klinis Proses Proses Penyakit, Ed. 6, Vol. 1 & 2, EGC., Jakarta 2. Kumar, V., Cotran, R.S., And Robin, S.L., 2007, Buku Ajar Patologi, Ed. 7, EGC., Jakarta. 3. Sodeman, 1995, Patofisiologi, Alih Bahasa Hartono, A., Hipokrates, Jakarta 4. Underwood 1999, Patologi Umum & Sistemik, EGC., Jakarta 5. Ganong W.F., 2008, Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, Ed. 22, ECG., Jakarta. RADIO FARMASI Kode MFI 545 Prasyarat MFI 104 Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan: Prinsip keradioaktifan, keradioaktifan alam dan buatan, peluruhan radioaktif Cara cara deteksi dan analisis dengan radiofarmasi Penggunaan radioisotop untuk diagnosis dan terapi Penggunaan radioisotop bidang farmasi dan penelitian Sediaan radiofarmasi, teknik penyediaan, pemeriksaan sediaan radiofarmasi dan penyimpanan radiofarmasi. ini berisi pokok pokok bahasan yang memberi pengetahuan tentang prinsip keradioaktifan, keradioaktifan alam dan buatan, peluruhan radioaktif, cara cara deteksi dan pengukuran radiasi, cara cara analisis yang digunakan, penggunaan radioisotop dibidang farmasi, penggunaan radioisotop untuk diagnosis, penggunaan radioisotop untuk terapi, penggunaan radioisotop untuk penelitian, syarat sediaan radiofarmasi, teknik penyediaan, pemeriksaan sediaa radiofarmasi. penyimpanan radiofarmasi. yang terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 65 % Psikomotorik = 25 % Afektif = 10 % Buku Acuan 1. Mather S.J., 1996, Current Direction Radiopharmaceutical Research And Development, Wiley VCH, Toronto 2. Saha, G.B., 2010, Fundamentals Of Nuclear Pharmacy, 6 th Ed., Springer Verlag, Berlin 231

241 LAMPIRAN I: I A. PEMBAGIAN KELAS MATA KULIAH DASAR BERSAMA FAKULTAS MIPA SEMESTER I DAN II Mata Kuliah Kelas Prodi Mata Kuliah Kelas Prodi Kimia Dasar I Matematika Dasar I Pengantar TIK Matematika Dasar II SEMESTER I A Kimia A (01-25) Biologi B (27-51) A Kimia A (01-25) Biologi B (27-51) B Biologi A (01-26) Fisika B (19-36) B Biologi A (01-26) Fisika B (19-36) C Fisika A (01-18) Matematika B (28-53) C Fisika A (01-18) Matematika B (28-53) D Matematika A (01-27) Informatika B (30-58) Fisika Dasar I D Matematika A (01-27) Informatika B (30-58) E Informatika A (01-29) Farmasi B (26-49) E Informatika C (59-87) Farmasi B (26-49) F Farmasi A (01-25) Kimia B (26-49) F Farmasi A (01-25) Kimia B (26-49) G Informatika C (59-87) Mahasiswa ulang seluruh prodi G Informatika A (01-29) Mahasiswa ulang seluruh prodi A Kimia A (01-25) Informatika C (59-87) A Kimia A (01-25) Informatika C (59-87) B Informatika A (01-29) Biologi B (27-51) B Informatika A (01-29) Biologi B (27-51) C Biologi A (01-26) Farmasi B (26-49) C Biologi A (01-26) Farmasi B (26-49) D Farmasi A (01-25) Fisika B (19-36) Biologi Dasar D Farmasi A (01-25) Fisika B (19-36) E Fisika A (01-18) Matematika B (28-53) E Fisika A (01-18) Matematika B (28-53) F Matematika A (01-27) Kimia B (26-49) F Matematika A (01-27) Kimia B (26-49) G Informatika B (30-58) Mahasiswa ulang seluruh prodi G Informatika B (30-58) Mahasiswa ulang seluruh prodi (A) Matematika (01-53) (A) Matematika (01-53) (B) Fisika (01-36) (B) Fisika (01-36) (C) Kimia (01-49) (C) Kimia (01-49) (D) Biologi (01-51) Bahasa Indonesia (D) Biologi (01-51) (E) Farmasi (01-49) (E) Farmasi (01-49) (F) Informatika (01-43) (F) Informatika (01-43) (G) Informatika (44-87) (G) Informatika (44-87) A Kimia A (01-25) Fisika B (19-36) SEMESTER II (A) Matematika (01-53) B Fisika A (01-18) Informatika C (59-87) (B) Fisika (01-36) C Informatika B (30-58) Farmasi B (26-49) (C) Kimia (01-49) Pendidikan Agama D Farmasi A (01-25) Biologi B (27-51) (D) Biologi (01-51) Islam E Biologi A (01-26) Matematika B (28-53) (E) Farmasi (01-49) F Informatika A (01-29) Kimia B (26-49) (F) Informatika (01-43) G Matematika A (01-27) Mahasiswa ulang seluruh prodi (G) Informatika (43-86) Ilmu Lingkungan A Kimia A (01-25) Matematika B (28-53) Pendidikan A Kimia A (01-25) Matematika B (28-53) 232

242 Mata Kuliah Kelas Prodi Mata Kuliah Kelas Prodi SEMESTER I B Matematika A (01-27) Farmasi B (26-49) Kewarganegaraan B Matematika A (01-27) Farmasi B (26-49) C Farmasi A (01-25) Informatika A (01-29) C Farmasi A (01-25) Informatika A (01-29) D Fisika A (01-18) Biologi B (27-51) D Fisika A (01-18) Biologi B (27-51) E Biologi A (01-26) Informatika B (30-58) E Biologi A (01-26) Informatika B (30-58) F Informatika C (59-87) Kimia B (26-49) F Informatika C (59-87) Kimia B (26-49) G Fisika B (19-36) G Fisika B (19-36) Mahasiswa ulang seluruh prodi Keterangan: 1. Kimia A (01-25) berarti mahasiswa Prodi Kimia kelompok A urutan 1-25 (sesuai dengan urutan NIM) 2. Contoh di atas didasarkan atas jumlah mahasiswa per prodi yang diterima pada tahun akademik 2011/2012 Kimia 49 mahasiswa Fisika 36 mahasiswa Matematika 53 mahasiswa Biologi 51 mahasiswa Farmasi 49 mahasiswa Informatika 87 mahasiswa 3. Pembagian kelas dan jumlah mahasiswa per kelas untuk tahun akademik selanjutnya disesuaikan dengan jumlah mahasiswa yang diterima. 233

243 I B. JADWAL KULIAH PROGRAM SARJANA FAKULTAS MIPA MATA KULIAH DASAR BERSAMA SEMESTER GANJIL Slot Waktu Senin Kelas Ruang Selasa Kelas Ruang Rabu Kelas Ruang Kamis Kelas Ruang Jumat Kelas Ruang A R2 A A R2 A A R2 A A R2 A Kimia Dasar I B R2 B B R2 B B R2 B B R2 B Fisika Dasar Biologi Dasar Matematika Dasar I C R3 A C R3 A C R3 A C R3 A D R3 B D R3 B D R3 B D R3 B E R3 C E R3 C E R3 C E R3 C Fisika Dasar I F D3 A Kimia Dasar I F D3 A Matematika Dasar I F D3 A Biologi Dasar F D3 A G D3 B G D3 B G D3 B G D3 B (A) R2 A (A) R3 C Pengantar TIK (B) R2 B (B) D3 A Bahasa Indonesia (C) R3 A (C) (D) R3 B (D) R2 A (E) R3 C (E) R2 B Bahasa Indonesia (F) D3 A Pengantar TIK (F) R3 A Matematika Dasar I Biologi Dasar A R2 A (G) (G) R3 B A R2 A B R2 B B R2 B B R2 B B R2 B Biologi Dasar Fisika Dasar I Kimia Dasar I C R3 A C R3 A C R3 A C R3 A D R3 B D R3 B D R3 B D R3 B E R3 C E R3 C F D3 A Matematika Dasar F D3 A Kimia Dasar I F D3 A Fisika Dasar I F D3 A G D3 B G D3 B G D3 B G D3 B Keterangan: Jadwal di atas didasarkan atas pelaksanaan perkuliahan pada semester ganjil tahun akademik 2011/2012 A E ISTIRAHAT ISTIRAHAT R2 A R3 C A E R2 A R3 C 234

244 I C. JADWAL KULIAH PROGRAM SARJANA FAKULTAS MIPA MATA KULIAH DASAR BERSAMA SEMESTER GENAP Slot Waktu Senin Kelas Ruang Selasa Kelas Ruang Rabu Kelas Ruang Kamis Kelas Ruang Jumat Kelas Ruang Pendidikan Kewarganegaraan Ilmu Lingkungan Matematika Dasar II A R2 A A R2 A B R2 B B R2 B Pendidikan Agama (B) R2 B B R2 B Ilmu Lingkungan Matematika Dasar II C R3 A C R3 A Islam (C) R3 A C R3 A D R3 B D R3 B (D) R3 B D R3 B E R3 C E R3 C Pendidikan F D3 A F D3 A Kewarganegaraan G D3 B G D3 B A B C D R2 A R2 B R3 A R3 B Matematika Dasar II ISTIRAHAT ISTIRAHAT Keterangan: Jadwal di atas didasarkan atas pelaksanaan perkuliahan pada semester genap tahun akademik 2011/2012 E F G R3 C D3 A D3 B Matematika Dasar II (A) R2 A A R2 A E R3 C (E) R3 C Pendidikan Agama F D3 A (F) D3 A Islam G D3 B (G) D3 B 235

245 I D. JADWAL PRAKTIKUM PROGRAM SARJANA FAKULTAS MIPA MATA KULIAH DASAR BERSAMA SEMESTER GANJIL Slot Waktu Senin Kelas Ruang Selasa Kelas Ruang Rabu Kelas Ruang Kimia Dasar I - Praktikum Fisika Dasar I - Praktikum Biologi Dasar - Praktikum Pengantar TIK - Praktikum A1 (Kimia A) Lab B1 (Biologi A) Lab C2 (Farmasi B) Lab (E) (Farmasi) ICT centre Lt. 2 (ruang A & B) ISTIRAHAT Kimia Dasar I - Kimia Dasar I - D1 (Matematika A) Lab Praktikum Praktikum E1 (Informatika A) Fisika Dasar I - Fisika Dasar I - E1 (Informatika C) Lab Praktikum Praktikum F1 (Farmasi A) Biologi Dasar - Biologi Dasar - F2 (Kimia B) Lab Praktikum Praktikum G1 (Informatika B) Pengantar TIK - (G) (Informatika Lab Pengantar TIK - (G) (Informatika 60- Praktikum 01-29) Matdas Praktikum 87) ISTIRAHAT Kimia Dasar I - Kimia Dasar I - A2 (Biologi B) Lab Praktikum Praktikum E2 (Farmasi B) Fisika Dasar I - Fisika Dasar I - B2 (Fisika B) Lab Praktikum Praktikum F2 (Kimia B) Biologi Dasar - Praktikum C1 (Biologi A) Lab Biologi Dasar - Praktikum G2 Lab Lab Lab Lab Matdas Lab Lab Lab Kimia Dasar I - Praktikum Fisika Dasar I - Praktikum Biologi Dasar - Praktikum Kimia Dasar I - Praktikum Fisika Dasar I - Praktikum Pengantar TIK - Praktikum Kimia Dasar I - Praktikum Fisika Dasar I - Praktikum Biologi Dasar - Praktikum B1 (Biologi A) C1 (Fisika A) D2 (Fisika B) F1 (Farmasi A) G1 (Informatika A) (A) (Matematika) B2 (Fisika B) C2 (Matematika B) D1 (Farmasi A) Lab Lab Lab Lab Lab Lab Matdas Lab Lab Lab 236

246 Slot Waktu Kamis Kelas Ruang Jumat Kelas Ruang Sabtu Kelas Ruang Kimia Dasar I - D2 (Informatika Lab Praktikum B) Fisika Dasar I E2 (Farmasi B) Lab Praktikum Biologi Dasar - F1 Lab Praktikum (Matematika A) Kimia Dasar I - Kimia Dasar I - C1 (Fisika A) Lab F2 (Kimia B) Lab Praktikum Praktikum Fisika Dasar I - Biologi Dasar - A2 (Informatika D1 (Matematika A) Lab Lab Praktikum Praktikum C) Biologi Dasar - (Sabtu: E2 (Matematika B) Lab Praktikum ) Pengantar TIK - Praktikum (D) (Biologi) ICT centre Lt. 2 (ruang A & B) ISTIRAHAT Kimia Dasar I - Fisika Dasar I - G1 (Informatika C) Lab Praktikum Praktikum A2 (Biologi B) Biologi Dasar - Biologi Dasar - A1 (Kimia A) Lab Praktikum Praktikum B1 (Informatika A) Pengantar TIK - Praktikum Pengantar TIK - Praktikum (B) (Fisika) (G) (Informatika 30-59) Lab Komputasi & Multimedia Fisika Lab ADOC ICT Centre Lt. 3 Pengantar TIK - Praktikum (C) (Kimia) ISTIRAHAT Kimia Dasar I - Kimia Dasar I - C2 (Matematika B) Lab Praktikum Praktikum G Fisika Dasar I - Fisika Dasar I - D2 (Informatika B) Lab Praktikum Praktikum A1 (Kimia A) Biologi Dasar - Biologi Dasar - E1 (Fisika A) Lab Praktikum Praktikum B2 (Biologi B) Keterangan: Jadwal di atas didasarkan atas pelaksanaan praktikum pada semester ganjil tahun akademik 2011/2012 Lab Lab ICT centre Lt. 2 (ruang A & B) Lab Lab Lab 237

247 LAMPIRAN II: FORMAT DAN CONTOH PENILAIAN KOMPETENSI Setiap mata kuliah memiliki Tujuan Instruksional Umum (TIU) atau kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh seorang mahasiswa setelah mengikuti perkuliahan tersebut. tersebut dapat berupa kompetensi ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Level kompetensi yang ingin dicapai oleh seorang mahasiswa setelah mengikuti mata kuliah tertentu harus dinyatakan secara tegas pada TIU. Suatu mata kuliah dapat menyatakan kompetensi yang memuat ketiga ranah di atas. Yang dimaksud dengan kompetensi kognitif adalah kompetensi yang berkaitan dengan pemahaman terhadap pengetahuan yang diajarkan dan biasanya diukur dari ujian. Menurut taksonomi Bloom, urutan kompetensi ranah kognitif berturut turut adalah: RANAH KOGNITIF PENGETAHUAN (KNOWLEDGE) Level Kategori Jenis Perilaku Kemampuan Internal Contoh Kata Kerja Operasional 1 Pengetahuan Mengingat Menyebutkan 2 Pemahaman Menjelaskan Merangkum 3 Penerapan Menghitung Menggunakan Menuliskan 4 Analisa Mengenali kesalahan Memilah Mengurai 5 Sintesa Mencipta Mendisain 6 Evaluasi Mereview Mengkritisi Menyebutkan, Menggaris bawahi, Mendefinisikan, Menjodohkan, Memilih, Mengidentifikasikan, Memberi nama pada, Menyusun daftar Menjelaskan, Merumuskan, Merangkum, Memberikan contoh tentang, Memperkirakan Menghitung, Membuktikan, Mengatur kembali, Mengembangkan, Menerapkan, Menghubungkan,Menunjukkan Memilah, Memilih, Menguraikan, Mengklasifikasikan, Membuat diagram/skema, Menunjukkan hubungan antara, Memisahkan, Menyusun kembali Mengkombinasikan, Memodifikasi, Mengarang, Menciptakan, Mengatur, Merangkaikan, Menghubungkan, Merancang, Memodelkan Mengkategorikan, Mengkombinasikan, Menyimpulkan, Membandingkan, Membedakan, Mengkritisi, Menilai, Menemukan, Menjustifikasi, Memvalidasi Yang dimaksud dengan kompetensi ranah afektif adalah kompetensi yang berkaitan dengan sikap, emosi dan perilaku dan biasanya diukur dari diskusi kelompok, kemampuan presentasi dan perilaku sehari hari. Urutan kompetensi ranah afektif, menurut Krathwohl, berturut turut adalah: Level Kategori jenis Perilaku Kemampuan Intenal 1 Penerimaan Menunjukan Misalnya: Kesadaran, kemauan, perhatian Mengakui Misalnya : Kepentingan, perbedaan 2 Partisipasi Mematuhi Misalnya: Peraturan, tuntutan, perintah Ikut serta secara aktif Misalnya: Di laboratorium, dalam diskusi, dalam kelompok belajar 3 Penilaian/Penentuan sikap Menerima suatu nilai Menyukai Menyepakati RANAH AFEKTIF SIKAP (ATTITUDE) Contoh Kata Kerja Operasional Bertanya, Memilih, Mengikuti, Memberikan, Memegang, Mengidentifikasi, Menunjuk, Memilih, Menjawab, Menggunakan Menjawab, Membantu, Mendiskusikan, Melakukan, Mempraktekkan, Menghadiri, Melaporkan, Memilih, Mengatakan Menyelesaikan, Menjelaskan, Membedakan, Mengikuti, Memulai, Contoh Perilaku Mendengarkan diskusi tentang masalah kontroversial dengan pikiran terbuka. Menghormati hak orang lain. Mendengarkan dan mengingat nama orang yang baru diperkenalkan Menyelesaikan pekerjaan rumah. Berpartisipasi dalam kegiatan pemecahan masalah tim Bertanya tentang konsep, model dalam rangka untuk memahami mereka. Menunjukkan keyakinan dalam proses demokrasi. Menunjukkan kemampuan untuk 238

248 Level Kategori jenis Perilaku Kemampuan Intenal Menghargai Misalnya : Karya seni, sumbangan ilmu, pendapat Bersikap (positif/negatif) Mengakui 4 Organisasi Membentuk sistem nilai Menangkap relasi antara nilai Bertanggung jawab Mengintegasi nilai 5 Pembentukan pola/karakter berdasarkan nilai tertentu Menunjukan Misalnya: Kepercayaan diri, disiplin pribadi, kesadaran Mempertimbangkan Melibatkan diri RANAH AFEKTIF SIKAP (ATTITUDE) Contoh Kata Kerja Operasional Mengundang, Bergabung, Membenarkan, Mengusulkan, Membaca, Melaporkan, Memilih, Berbagi, Meneliti, Bekerja Melekat, Mengubah, Mengatur, Menggabungkan, Membandingkan, Menyelesaikan, Membela, Menjelaskan, Mengidentifikasi, Menggabungkan, Memodifikasi, Memerintahkan, Mengatur, Mempersiapkan, Mensintesis Bertindak, Membedakan, Menampilkan, Mempengaruhi, Mendengarkan, Memodifikasi, Melakukan, Mempraktikkan, Mengusulkan, Memenuhi Syarat, Merevisi, Melayani, Memecahkan, Menggunakan, Memverifikasi Contoh Perilaku memecahkan masalah. Memberitahu mengenai hal hal yang dirasakan mengganjal. Menyadari keterbatasan kemampuan sendiri, dan mengembangkankeinginan yang realistis. Menerima tanggung jawab dari tindakan orang lain. Menjelaskan peran perencanaan sistematis dalam memecahkan masalah. Menerima standar etika profesional. Memprioritaskan waktu secara efektif untuk memenuhi kebutuhan organisasi, keluarga, dan diri sendiri. Menampilkan kemandirian ketika bekerja independen. Menggunakan pendekatan obyektif dalam pemecahan masalah. Menampilkan komitmen profesional secara etis dalam kehidupan sehari hari. Mengubah penilaian dan perilaku jika ada bukti bukti baru. Yang dimaksud dengan kompetensi ranah psikomotorik adalah kompetensi yang berkaitan dengan keterampilan dan biasanya diukur dari praktik. Urutan kompetensi ranah psikomotorik, menurut Bloom, berturut turut adalah: RANAH PSIKOMOTORIK KETERAMPILAN (SKILL) Level Kategori jenis Perilaku Kemampuan Intenal Kata kata Kerja Operasional 1 Imitasi Meniru dengan contoh Mematuhi, Mencoba, Melakukan, Menyalin, Mengkalibrasi, Menduplikasi, Mengikuti, Meniru, Memindahkan, Mengulangi, Mengatur, Mencoba 2 Manipulasi Meniru tanpa contoh visual Merakit, Membangun, Melakukan, Melaksanakan, Menangani, Mengimplementasikan, Meningkatkan, Memelihara, Membuat, Memanipulasi, Mengoperasikan, Menciptakan Kembali 3 Presisi Berketerampilan secara lancar dan tepat 4 Artikulasi Berketerampilan secara lancar dan cepat 5 Naturalisasi Berketerampilan secara lancar, luwes, supel, gesit, lincah Mencapai, Mengontrol, Membedakan, Melebihi, Memperbaiki, Melampaui Beradaptasi, Mengubah, Membangun, Menggabungkan,Mengkoordinasikan, Mengembangkan,Merumuskan, Mengintegrasikan, Memodifikasi, Mengatur Ulang, Merevisi, Memecahkan, Melampaui Mengatur, Menggabungkan, Menulis, Membangun, Membuat, Mendesain, Menemukan,Mengelola, Memperbaiki, Tentukan, Melampaui Tabel berikut ini adalah contoh cara mendefinisikan dan menilai pencapaian kompetensi untuk mata kuliah tertentu. 239

249 DESKRIPSI MATA KULIAH KIMIA DASAR I KIMIA DASAR I SKS 4 (3 1) (48 jam kuliah dan 32 jam praktikum) Kode MPA 019 Setelah mengikuti MK ini mahasiswa mampu: 1. Menjelaskan metode dan satuan pengukuran, materi dan perubahan, struktur atom, massa atom dan molekul, sistem periodik, ikatan kimia, orbital molekul, stokiometri, padatan, cairan, kestimbangan kimia, dan gas. 2. Menjelaskan konsep dasar ilmu kimia terhadap kehidupan sehari hari. 3. Memiliki keterampilan laboratorium. 4. Memiliki kemampuan bekerjasama dalam tim Matakuliah Kimia Dasar I mempelajari tentang reaksi reaksi kimia dan kaitannya dengan perhitungan kimia, sistem periodik dan sifat keperiodikannya, perhitungan tentang energi dan larutan serta sifat sifatnya. yang Seluruh MK yang membutuhkan materi perkuliahan sebagai dasar terkait di semester selanjutnya Bobot kompetensi Kognitif = 65% Psikomotorik = 25% Buku Acuan 1. Braddy, J.E. and Holum, J.R., 1996, Chemistry, The Study of Matter and Its Changes, 2 nd Edition, John Wiley and Sons, NY. 2. Hill, J.W., Petrucci, R.H., McCreary, T. W., and Perry, S.S., 2005, General Chemistry, 4 th Edition, Pearson Prentice Hall, NJ. Q: Bagaimana cara menentukannya? A: Lihat contoh berikut ini 240

250 CONTOH RENCANA PERKULIAHAN KIMIA DASAR I (MPA 019) ini terdiri dari dua aspek kegiatan yaitu (1) tatap muka di kelas dan (2) praktikum di lab. Tatap muka di kelas berisi penjelasan konsep (kognitif). Praktikum melatih keterampilan mahasiswa (psikomotorik). Dalam kedua aspek kegiatan tersebut kompetensi afektif juga dapat dinilai. Kredit : 4 (3 1) SKS Ini adalah pernyataan kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh Jurusan : mahasiswa setelah mengikuti kuliah ini. Pencapaian kompetensi ini Semester/Tahun Akademik : Ganjil/2011/2012 akan diukur, melalui ujian, praktikum, tugas dsb. Tujuan Instruksional Umum (TIU) : Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu, Menjelaskan metode dan satuan pengukuran, materi dan perubahan, struktur atom, massa atom dan molekul, sistem periodik, ikatan kimia, orbital molekul, stokiometri, padatan, cairan, kestimbangan kimia, dan gas. Menjelaskan konsep dasar ilmu kimia terhadap kehidupan sehari hari. Memiliki keterampilan laboratorium. Memiliki kemampuan bekerjasama dalam tim Deskripsi Mata Kuliah Jadwal & Ruang Kuliah : Dosen : Tujuan Instruksional Khusus (TIK) Mahasiswa mampu menjelaskan, terampil dan dapat bekerjasama Topik Satuan dan metode pengukuran kimia : Matakuliah kimia dasar mempelajari tentang reaksi reaksi kimia dan kaitannya dengan perhitungan kimia, sistem periodik dan sifat keperiodikannya, perhitungan tentang energi dan larutan serta sifat sifatnya. Ini merupakan TIK (kompetensi khusus) untuk materi ini Sub Topik Sistem International (SI) Satuan metrik Konversi satuan Pengukuran yang tidak pasti Angka signifikan Mengukur volume Mengukur massa Sifat ekstensif dan intensif Mengukur densitas Mengukur spesific gravity Konversi temperatur Mengukur waktu Mengukur massa atom Ini adalah level kompetensi kognitif yang diharapkan (level 2). Penilaian kompetensi ini dapat dilakukan melalui ujian/kuis maupun tugas. Jika diujiankan saat UTS, materi berkontribusi sesuai dengan bobot penilaian yang sudah dinyatakan di sini. Waktu (menit) Kuliah 2 x 50 Prakt. 3 x 60 Tanggal Dosen Metode Indikator Penilaian Bobot nilai Ceramah, tugas dan praktikum Ini adalah level kompetensi afektif yang diharapkan (level 2) Kelengkapan dan kebenaran penjelasan, serta keterampilan dan kerjasama dalam praktikum Ini adalah level kompetensi psikomotorik yang diharapkan (level 3) Kognitif 7% Psikomotorik 5% Afektif 2% Mahasiswa mampu Materi dan Perubahan kimia dan fisika Kuliah 3 x 50 Ceramah, Kelengkapan dan Kognitif 7% 241

251 Tujuan Instruksional Khusus (TIK) menjelaskan, terampil dan dapat bekerjasama Mahasiswa mampu menjelaskan Mahasiswa mampu menjelaskan Mahasiswa mampu menjelaskan, terampil dan dapat bekerjasama Topik perubahan Struktur atom Sistem periodik Stoikiometri Sub Topik Unsur, senyawa dan campuran Metode ilmiah Molekul dan ion Penamaan senyawa anorganik Persamaan kimia Perubahan energi Perubahan suhu Atom Teori atom Spektrum dan teori atom Bohr Spektrum atom hidrogen Mekanika gelombang Bilangan kuantum dan bentuk orbital Konfigurasi elektron Sifat atom (energi pengionan, afinitas elektron, jari jari atom) Model tabel periodik Dasar sistem periodik modern Konfigurasi elektron Sifat periodik unsur Energi ionisasi Afinitas elektron Sifat kimia Cara penomoran golongan Hukum dasar stoikiometri Penyetaraan persamaan kimia Pengaruh massa dalam reaksi kimia Hasil secara teoritis, aktual dan persen (yield) Rumus empiris Rumus molekul Struktur molekul Waktu (menit) Prakt. 3 x 60 Tanggal Dosen Metode Indikator Penilaian Bobot nilai tugas dan praktikum Kuliah 8 x 50 Ceramah, responsi dan tugas Kuliah 7 x 50 Ceramah, responsi dan tugas Kuliah 6 x 50 Prakt. 3 x 60 Ceramah dan praktikum Kebenaran penjelasan, serta keterampilan dan kerjasama dalam praktikum Kelengkapan dan kebenaran penjelasan Kelengkapan dan kebenaran penjelasan Kelengkapan dan kebenaran penjelasan, serta keterampilan dan kerjasama dalam praktikum Psikomotorik 5% Afektif 2% Kognitif 7.5% Kognitif 7.5% Kognitif 7% Psikomotorik 5% Afektif 2% 242

252 Tujuan Instruksional Khusus (TIK) Mahasiswa mampu menjelaskan Mahasiswa mampu menjelaskan, terampil dan dapat bekerjasama Mahasiswa dapat menjelaskan Mahasiswa mampu menjelaskan, terampil dan dapat bekerjasama Topik Ikatan kimia dan struktur molekul Kesetimbangan kimia Gas Perubahan fasa TOTAL Sub Topik UTS Ikatan kimia Jenis ikatan Ikatan ion Ikatan kovalen Ikatan kovalen koordinasi Ikatan kimia lainnya (ikatan van der waals, ikatan hidrogen, ikatan logam) Pengantar kesetimbangan kimia Pendugaan arah reaksi Kesetimbangan dan laju reaksi Faktor faktor yang mempengaruhi kesetimbangan kimia Sifat gas Hukum gas Gas ideal Sifat dan kelakuan dari materi Gaya antar molekul Sifat cairan Sifat dari padatan Transisi fasa UAS Waktu (menit) Tanggal Kuliah 7 x 50 Ceramah, responsi dan tugas Kuliah 6 x 50 Prakt. 3 x 60 Dosen Metode Indikator Penilaian Bobot nilai Ceramah, responsi dan praktikum Kuliah 6 x 50 Ceramah, responsi dan tugas Kuliah 3 x 50 Prakt. 4 x 60 Kuliah 48 x 50 Prakt.16 x 60 Jika penilaian terhadap seluruh materi yang diajarkan sebelum UTS hanya diambil dari hasil UTS, maka kontribusi nilai UTS terhadap nilai keseluruhan adalah 36% (Σ nilai kompetensi kognitif s/d UTS) Ceramah dan praktikum Kelengkapan dan kebenaran penjelasan Kelengkapan dan kebenaran penjelasan, serta keterampilan dan kerjasama dalam praktikum Kelengkapan dan kebenaran penjelasan Kelengkapan dan kebenaran penjelasan, serta keterampilan dan kerjasama dalam praktikum Jika penilaian terhadap seluruh materi yang diajarkan sesudah UTS hanya diambil dari hasil UAS, maka kontribusi nilai UAS terhadap nilai keseluruhan adalah 31% (Σ nilai kompetensi kognitif s/d UAS) Kognitif 7.5% Kognitif 7% Psikomotorik 5% Afektif 2% Kognitif 10% Kognitif 7% Psikomotorik 5% Afektif 2% Jika diasumsikan penilaian terhadap kompetensi psikomotorik (25%) dan afektif (10%) berasal hanya dari praktikum, maka nilai total kedua kompetensi ini adalah 35% dan dapat langsung dihitung dari nilai total praktikum. Penilaian ini valid dan sesuai dengan contoh rubrik penilaian praktikum pada lampiran V. 243

253 LAMPIRAN III: CONTOH RUBRIK DESKRIPTIF PENILAIAN HASIL BELAJAR Berikut ini adalah contoh contoh rubrik penilaian untuk suatu mata kuliah. Rubrik rubrik tersebut dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan. III A. Rubrik deskriptif kemampuan menulis essay KATEGORI SKOR INDIKATOR KINERJA Sangat kurang <55 Tidak ada ide yang jelas untuk menyelesaikan masalah Kurang Ada ide yang dikemukakan, namun kurang sesuai dengan permasalahan Cukup Ide yang dikemukakan jelas dan sesuai, namun kurang inovatif Baik Ide yang dikemukakan jelas, mampu menyelesaikan masalah, inovatif, cakupan tidak terlalu luas Sangat Baik >85 Ide, jelas, inovatif, dan mampu menyelesaikan masalah dengan cakupan luas III B. Rubrik deskriptif kemampuan kerjasama dalam tim DIMENSI Luar Biasa Baik Di bawah harapan Kontribusi Pada Tugas Kepemimpinan Kolaborasi Sangat berkontribusi dalam hasil kerja tim Secara rutin melakukan kepemimpinan yang baik. Menghargai pendapat orang lain dan berkontribusi besar dalam diskusi kelompok Berkontribusi secara adil dalam hasil kerja tim Menerima pembagian yang adil dari tanggung jawab kepemimpinan Menghargai pendapat pendapat orang lain dan berkontribusi dalam diskusi kelompok. Membuat beberapa kontribusi nyata dalam hasil kerja tim Jarang atau tidak pernah berlatih tentang memimpin Tidak berkontribusi pada diskusi kelompok atau sering gagal berpartisipasi Catatan: Rubrik ini sebaiknya dilakukan oleh setiap anggota tim untuk menilai anggota tim yang lain. 244

254 III C. Rubrik deskriptif kemampuan presentasi lisan KOMPONEN ISTIMEWA SANGAT BAIK BAIK SEDANG CUKUP SKOR Organisasi Isi Kemampuan berkomunikasi Presentasi: (1) Terorganisasi dengan sangat baik dan runtut. (2) Didukung visualisasi yang sangat baik. (3) Menyajikan seluruh materi, dalam alokasi waktu yang disediakan. (26 30) (1) Sangat akurat dan sangat lengkap. (2) Sangat mudah dimengerti. (3) Memunculkan ide baru. (26 30) (1) Berbicara dengan bersemangat dan percaya diri, tanpa bergantung pada catatan. (2) Selalu kontak mata dengan penanya. (3) Sopan. (34 40) Presentasi: (1) Terorganisasi dengan baik dan runtut. (2) Didukung visualisasi yang baik dan mudah dimengerti. (3) Menyajikan sebagian besar materi dalam alokasi waktu yang disediakan. (23 25) (1) Akurat dan lengkap. (2) Mudah dimengerti. (3) Menambah wawasan. (23 25) (1) Berbicara dengan tenang, tanpa bergantung pada catatan. (2) Selalu kontak mata dengan penanya. (3) Sopan. (30 33) Presentasi: (1) Terorganisasi dengan cukup baik dan runtut. (2) Didukung visualisasi yang memadai. (3) Menyajikan sebagian besar materi. Alokasi waktu yang disediakan terlewati. (20 22) (1) Akurat namun tidak lengkap. (2) Fakta tersirat sehingga pendengar kesulitan memahami isi. (3) Tidak menambah wawasan baru tentang topik tersebut. (20 22) (1) Secara umum berbicara dengan tenang, walaupun sesekali bergantung pada catatan. (2) Kontak mata dengan penanya terkadang diabaikan. (3) Sopan. (26 29) Presentasi: (1) Sudah berusaha agar terorganisasi dengan baik dan runtut. (2) Visualisasi cukup baik. (3) Menyajikan hanya sebagian materi. Alokasi waktu yang disediakan terlewati. (17 19) (1) Kurang akurat karena tidak lengkap. (2) Sulit dimengerti. (3) Tidak menambah pemahaman pendengar. (17 19) (1) Berbicara secara datar dan monoton, serta sering bergantung pada catatan. (2) Kontak mata dengan penanya terkadang diabaikan (3) Cukup sopan. (22 25) Tidak ada organisasi yang jelas. Materi tidak disajikan dengan baik. Visualisasi perlu perbaikan. (<17) (1) Tidak akurat dan terlalu umum. (2) Sulit dimengerti. (3) Informasi terkadang menyesatkan. (<17) (1) Berbicara gugup dan sangat bergantung dari catatan. (2) Kontak mata dengan penanya diabaikan. (3) Cukup sopan. (<22) SKOR TOTAL 245

255 LAMPIRAN IV: FORMAT TUGAS Jika tugas dijadikan salah satu komponen penilaian dalam suatu mata kuliah, maka sangat disarankan setiap tugas dideskripsikan dengan detail sebelum diberikan kepada mahasiswa. Berikut ini adalah contoh dari format tugas yang sebaiknya disampaikan kepada mahasiswa sebelum mereka menyelesaikan tugasnya. FORMAT TUGAS : Biokimia I Semester : IV SKS : 3 (3 0) SKS Tugas ke : I Minggu ke : 1 4 Tanggal dibagi : Tanggal dikumpulkan : 1. TUJUAN TUGAS : Mahasiswa mampu menjelaskan struktur dan fungsi asam/amino dan protein 2. URAIAN TUGAS : a. Obyek garapan : Struktur dan fungsi protein pada Protein Data Bank (PDB) b. Yang harus dikerjakan dan batasan batasan : Mahasiswa secara individu mendownload satu struktur protein pada Protein Data Bank (PDB Dalam kelompok yang telah ditentukan, mahasiswa menjelaskan aspek aspek protein tadi dengan menjawab pertanyaan pertanyaan berikut ini: o Jelaskan struktur sekunder/supersecondary structure yang dominan pada protein tersebut! (jelaskan menggunakan gambar) o Jelaskan apakah protein tersebut mengadopsi struktur tersier atau kuarterner? o Bagaimana kurva titrasi protein tersebut? (Duga dari informasi muatan totalnya) o Jelaskan fungsi protein tersebut! o Bagaimana komposisi asam amino pada protein tersebut? c. Metode/cara pengerjaan, acuan yang digunakan: Untuk memudahkan saudara, download struktur dan sequence data protein tersebut dalam bentuk FASTA format. d. Deskripsi luaran tugas yang dihasilkan/dikerjakan : Laporan kelompok, yang memuat semua protein anggota kelompok. Format laporan: Times New Roman 12 point, A4, 1 spasi, margin kiri, kanan, atas, bawah 2.5 cm. Maksimum 10 halaman termasuk gambar. 3. KRITERIA PENILAIAN : a. Kelengkapan dan kebenaran penjelasan 60% b. Kerapian dan estetika 20% c. Bahasa 20% 246

256 LAMPIRAN V: CONTOH RUBRIK PENILAIAN PRAKTIKUM DASAR Penilaian praktikum dasar (Kimia Dasar, Biologi Dasar dan Fisika Dasar) sebaiknya diberikan terhadap komponen komponen berikut ini: 1. Responsi (10%) Responsi adalah tes singkat untuk melihat kesiapan mahasiswa secara individu menghadapi praktikum. Pertanyaan pertanyaan yang diajukan pada responsi menyangkut tujuan praktikum, alat dan bahan yang akan digunakan, prosedur kerja yang akan dilakukan, hazards yang mungkin timbul selama praktikum, cara penanganan hazards dan pertanyaan pertanyaan lain sejenis. 2. Keterampilan (40%) Rubrik deskriptif penilaian keterampilan dapat dilihat pada tabel di bawah ini. 3. Laporan (25%) Rubrik deskriptif penilaian laporan dapat dilihat pada tabel di bawah ini. 4. Tes akhir/final (25%) Tes akhir/final lebih diarahkan untuk menguji keterampilan psikomotorik mahasiswa. Pertanyaan pertanyaan kognitif sebaiknya dihindari. Tes akhir/final dalam bentuk uji skill sangat disarankan. Jika tes dilakukan secara tertulis, pertanyaan pertanyaan yang diajukan diarahkan untuk menguji keterampilan yang telah dipraktikumkan. Misalnya, dalam praktikum Kimia Dasar percobaan titrasi asam basa; pertanyaan yang diajukan menyangkut pemilihan indikator pada titik akhir titrasi tertentu. 247

257 RUBRIK DESKRIPTIF UNTUK MENILAI KETERAMPILAN KERJA PRAKTIKUM DIMENSI PENILAIAN Istimewa (A) Amat Baik (B+) Baik (B) Sedang (C+) Cukup (C) Perencanaan Pelaksanaan praktikum dipersiapkan dengan sangat baik terkait aspek aspek: Prosedur kerja Keselamatan kerja Bahan dan peralatan (17 20) Pelaksanaan praktikum dipersiapkan dengan baik terkait aspek aspek: Prosedur kerja Keselamatan kerja Bahan dan peralatan (15 16) Pelaksanaan praktikum dipersiapkan dengan baik dan memenuhi dua dari tiga aspek berikut ini: Prosedur kerja Keselamatan kerja Bahan dan peralatan (13 14) Pelaksanaan praktikum kurang dipersiapkan, namun masih memenuhi dua dari tiga aspek berikut ini: Prosedur kerja Keselamatan kerja Bahan dan peralatan (11 12) Pelaksanaan praktikum kurang dipersiapkan, dan aspek aspek berikut ini belum terpenuhi dengan baik: Prosedur kerja Keselamatan kerja Bahan dan peralatan (9 10) Keteraturan dan ketelitian Melakukan seluruh kegiatan praktikum sesuai prosedur Dokumentasi kegiatan praktikum sangat baik Melaksanakan seluruh ketentuan lab (17 20) Melakukan sebagian besar kegiatan praktikum sesuai prosedur Dokumentasi kegiatan praktikum dengan baik Melaksanakan seluruh ketentuan lab (15 16) Melakukan sebagian besar kegiatan praktikum sesuai prosedur Dokumentasi kegiatan praktikum cukup baik Melaksanakan sebagian besar ketentuan lab (14 14) Melakukan sebagian kegiatan praktikum sesuai prosedur Dokumentasi kegiatan praktikum cukup baik Melaksanakan sebagian besar ketentuan lab (11 12) Melakukan sebagian kecil kegiatan praktikum sesuai prosedur Dokumentasi kegiatan praktikum kurang baik Melaksanakan sebagian ketentuan lab (9 10) Keterampilan dan inovasi Mampu mengerjakan seluruh kegiatan praktikum dan memecahkan semua masalah yang dihadapi secara independen dengan arahan minimal (26 30) Mampu mengerjakan seluruh kegiatan praktikum dan memecahkan sebagian besar masalah yang dihadapi, setelah mendapatkan arahan dari asisten/dosen pembimbing (23 25) Mampu mengerjakan sebagian besar kegiatan praktikum dan memecahkan sebagian masalah yang dihadapi, setelah mendapatkan arahan dari asisten/dosen pembimbing (20 22) Baru mampu mengerjakan kegiatan penelitian dan memecahkan masalah yang dihadapi, setelah mendapatkan pendampingan dari dosen pembimbing (17 19) Kesulitan dalam mengerjakan kegiatan praktikum dan memecahkan masalah yang dihadapi, walaupun sudah mendapatkan pendampingan dari asisten/dosen pembimbing (14 16) Keaktifan Sangat berkontribusi dalam pekerjaan kelompok (13 15) Berkontribusi dalam pekerjaan kelompok (11 12) Membuat beberapa kontribusi dalam pekerjaan kelompok (9 10) Kurang berkontribusi dalam pekerjaan kelompok (8) Sangat sedikit terlibat dalam pekerjaan kelompok (7) Keakuratan hasil Data/hasil yang diperoleh sangat konsisten dan sangat akurat (13 15) Data/hasil yang diperoleh konsisten dan akurat (11 12) Data/hasil yang diperoleh konsisten, namun kurang akurat (9 10) Data/hasil yang diperoleh kurang konsisten dan kurang akurat (8) Data/hasil yang diperoleh tidak konsisten dan tidak akurat (7) 248

258 RUBRIK DESKRIPTIF UNTUK MENILAI LAPORAN PRAKTIKUM DIMENSI PENILAIAN Istimewa (A) Amat Baik (B+) Baik (B) Sedang (C+) Cukup (C) Penyajian data Data disajikan dengan sangat baik dalam format (tabel, grafik, gambar) yang sangat relevan (17 20) Data disajikan dengan baik dalam format (tabel, grafik, gambar) yang relevan (15 16) Data disajikan dengan baik dalam format (tabel, grafik, gambar) yang memadai (13 14) Data disajikan dengan cukup baik dalam format (tabel, grafik, gambar) yang cukup relevan (11 12) Data disajikan dengan cukup baik namun dalam format (tabel, grafik, gambar) yang kurang relevan (9 10) Pembahasan Pembahasan sangat lengkap dan sangat runtut sesuai hasil percobaan Menjawab seluruh pertanyaan apa dan mengapa Seluruh pembahasan dihubungkan dengan teori yang sesuai (43 50) Pembahasan lengkap dan runtut sesuai hasil percobaan Menjawab sebagian besar pertanyaan apa dan mengapa Sebagian besar pembahasan dihubungkan dengan teori yang sesuai (38 42) Pembahasan lengkap dan runtut sesuai hasil percobaan Menjawab sebagian pertanyaan apa dan mengapa Hanya sebagian pembahasan dihubungkan dengan teori yang sesuai (33 37) Pembahasan lengkap dan runtut sesuai hasil percobaan Menjawab hanya sebagian kecil pertanyaan apa dan mengapa Hanya sebagian kecil pembahasan dihubungkan dengan teori yang sesuai (28 32) Pembahasan kurang lengkap dan runtut sesuai hasil percobaan Belum menjawab pertanyaan apa dan mengapa Kurang didukung oleh teori yang relevan (23 27) Kesimpulan Kesimpulan sangat lengkap Seluruhnya memiliki hubungan one to one dengan tujuan percobaan (13 15) Kesimpulan lengkap Sebagian besar memiliki hubungan one to one dengan tujuan percobaan (11 12) Kesimpulan lengkap Sebagian memiliki hubungan one to one dengan tujuan percobaan (9 10) Kesimpulan belum lengkap Sebagian menunjukkan hubungan one to one dengan tujuan percobaan (8) Kesimpulan belum lengkap Hanya sebagian kecil yang menunjukkan hubungan one to one dengan tujuan percobaan (7) Bahasa dan Penulisan Secara keseluruhan telah memenuhi ketiga kriteria berikut ini: Menggunakan bahasa tulis yang mudah dipahami Menggunakan ejaan, perhurufan, tanda baca dengan benar Rapi, bersih dan terorganisir (13 15) Sebagian besar telah memenuhi ketiga kriteria berikut ini: Menggunakan bahasa tulis yang mudah dipahami Menggunakan ejaan,perhurufan, tanda baca dengan benar Rapi, bersih dan terorganisir (11 12) Sebagian telah memenuhi ketiga kriteria berikut ini: Menggunakan bahasa tulis yang mudah dipahami Menggunakan ejaan,perhurufan, tanda baca dengan benar Rapi, bersih dan terorganisir (9 10) Telah menunjukkan usaha untuk memenuhi ketiga kriteria berikut ini: Menggunakan bahasa tulis yang mudah dipahami Menggunakan ejaan,perhurufan, tanda baca dengan benar Rapi, bersih dan terorganisir (8) Banyak bagian belum memenuhi kriteria penilaian: Menggunakan bahasa tulis yang mudah dipahami Menggunakan ejaan,perhurufan, tanda baca dengan benar Rapi, bersih dan terorganisir (7) 249

259 CONTOH KARTU PENILAIAN PRAKTIKUM Nilai Komponen Keterampilan Laporan No Nama NIM Kel. Percobaan Responsi Perencanaan Keteraturan & ketelitian Keterampilan & inovasi Keaktifan Keakuratan hasil Penyajian data Pembahasan Kesimpulan Bahasa & Penulisan Ujian praktikum 1 Anu I Rata rata Σ Rata rata Nilai Keterampilan Σ Rata rata Nilai Laporan Bobot 10% 40% 25% 25% Rata rata x bobot Nilai Total 250

BAB IV KURIKULUM PROGRAM STUDI

BAB IV KURIKULUM PROGRAM STUDI BAB IV KURIKULUM PROGRAM STUDI 4.1 PRODI MATEMATIKA 4.1.1 Visi Prdi Matematika Menjadi pusat pengkajian dan pengembangan ilmu matematika terkemuka pada tahun 2025 yang mensinergikan ilmu pengetahuan dan

Lebih terperinci

JADWAL UJIAN SI DAN D3 FAKULTAS MIPA SEMESTER GANJIL TAHUN AKADEMIK 2012/2013

JADWAL UJIAN SI DAN D3 FAKULTAS MIPA SEMESTER GANJIL TAHUN AKADEMIK 2012/2013 JADWAL UJIAN SI DAN D3 FAKULTAS MIPA SEMESTER GANJIL TAHUN AKADEMIK 2012/2013 No. Hari/Tgl Jam Kode MK Mata Kuliah I Kamis 08.30-10.10 MBI-201 Biokimia 38. 3A/3B 10-13 B/III Siti Saleha, M.Si - Dr. Febriani,

Lebih terperinci

4.5 PRODI INFORMATIKA

4.5 PRODI INFORMATIKA 4.5 PRODI INFORMATIKA 4.5.1 Visi Prodi Informatika Menjadi pusat pendidikan dan penelitian dalam bidang informatika dan komputer yang unggul secara nasional dan dikenal secara internasional pada tahun

Lebih terperinci

JADWAL KULIAH SEMESTER GENAP 2011/2012 PROGRAM STUDI D-III MANAJEMEN INFORMATIKA FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS SYIAH KUALA SEMESTER GENAP T.A.

JADWAL KULIAH SEMESTER GENAP 2011/2012 PROGRAM STUDI D-III MANAJEMEN INFORMATIKA FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS SYIAH KUALA SEMESTER GENAP T.A. HARI PUKUL KODE MATAKULIAH SKS RUANG PRODI/SEM. DOSEN PENGASUH SENIN 14.00-15.40 16.30-18.10 JADWAL KULIAH SEMESTER GENAP 2011/2012 PROGRAM STUDI D-III MANAJEMEN INFORMATIKA FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS SYIAH

Lebih terperinci

4.6 PRODI FARMASI PROFIL LULUSAN PRODI FARMASI 1. Akademisi 2. Saintis 3. Enterpreneur 4. Apoteker 5. Quality Controller

4.6 PRODI FARMASI PROFIL LULUSAN PRODI FARMASI 1. Akademisi 2. Saintis 3. Enterpreneur 4. Apoteker 5. Quality Controller 4.6 PRODI FARMASI 4.6.1 VISI PRODI FARMASI Menjadi salah satu pusat pendidikan dan riset farmasi terbaik di Indonesia yang berbasis kepada pemanfaatan sumber daya alam lokal, serta menghasilkan Sarjana

Lebih terperinci

Jenis, Kelompok, Kompetensi, dan Sebaran Matakuliah tiap Semester Program Studi Pendidikan Matematika

Jenis, Kelompok, Kompetensi, dan Sebaran Matakuliah tiap Semester Program Studi Pendidikan Matematika Jenis, Kelompok, Kompetensi, dan Sebaran tiap Semester Program Studi Pendidikan Matematika No I. MATAKULIAH WAJIB A. Pengembangan Kepribadian (MPK): 10 sks 1 MPK421 Pendidikan Agama Islam 2 2 V V V 2 MPK432

Lebih terperinci

2. MKK ( Mata Kuliah Ilmu Pengetahuan dan Ketrampilan )

2. MKK ( Mata Kuliah Ilmu Pengetahuan dan Ketrampilan ) KURIKULUM SLC BERDASARKAN KELOMPOK MATAKULIAH JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA 1. MPK ( Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian ) 1 08620101 Pendidikan Pancasila & Kewarganega 3 2 08620102 Bahasa Indonesia 3 3

Lebih terperinci

JADWAL KULIAH SEMESTER GENAP 2014/2015

JADWAL KULIAH SEMESTER GENAP 2014/2015 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN INFORMATIKA JADWAL KULIAH SEMESTER GENAP 2014/2015 Kamis, 26 Februari 2015 Pukul 10.00

Lebih terperinci

Program Studi Magister Fisika

Program Studi Magister Fisika Program Studi Magister Fisika PENDAHULUAN Indonesia hingga saat ini masih cenderung menjadi pasar yang sangat besar bagi produk-produk dari Negara-negara maju dan belum mampu menjadi Negara produsen bahkan

Lebih terperinci

MATA KULIAH SEMESTER GANJIL

MATA KULIAH SEMESTER GANJIL N O MATA KULIAH SEMESTER KODE MATA KULIAH Distribusi Mata Kuliah Ganjil dan Genap Program Studi S1 Matematika Jur. Matematika FMIPA UB (KURIKULUM LAMA 2011 DAN KURIKULUM BARU 2015) KURIKULUM 2015 KETERANGAN

Lebih terperinci

STRUKTUR PROGRAM DAN DISTRIBUSI MATA KULIAH

STRUKTUR PROGRAM DAN DISTRIBUSI MATA KULIAH STRUKTUR PROGRAM DAN DISTRIBUSI A. Struktur Program Mata kuliah dalam kurikulum Program D-III Analisa Farmasi dan Makanan dibagi menjadi lima kelompok, yaitu : 1. Kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian

Lebih terperinci

B A D A N P E N J A M I N A N M U T U

B A D A N P E N J A M I N A N M U T U STANDAR ISI Universitas Respati Yogyakarta Jln. Laksda Adi Sucipto KM 6.3 Depok Sleman Yogyakarta Telp : 0274-488 781 ; 489-780 Fax : 0274-489780 Standar Isi Universitas Respati Yogyakarta Page 0 B A D

Lebih terperinci

KURIKULUM, PEMBELAJARAN DAN SUASANA AKADEMIK

KURIKULUM, PEMBELAJARAN DAN SUASANA AKADEMIK STANDAR 5 KURIKULUM, PEMBELAJARAN DAN SUASANA AKADEMIK 5.2. PENINJAUAN KURIKULUM DALAM 5 TAHUN TERAKHIR Jelaskan mekanisme peninjauan kurikulum dan pihak-pihak yang dilibatkan dalam proses peninjauan tersebut.

Lebih terperinci

Distribusi SKS per Semester

Distribusi SKS per Semester Jumlah SKS Matakuliah Semester dan Peminatan Studi Prodi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia -FTI UII- Yogyakarta Jumlah SKS dan Semester Untuk mencapai derajat sarjana

Lebih terperinci

Pedoman Revisi Kurikulum UNSIMAR Poso PJM

Pedoman Revisi Kurikulum UNSIMAR Poso PJM Pusat Penjaminan Mutu Unsimar 1 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena rahmat dan karunia-nya pembuatan buku Pedoman Revisi dan Penerapan Kurikulum dan Penilaian Hasil Belajar

Lebih terperinci

Kurikulum Jurusan Teknik Informatika

Kurikulum Jurusan Teknik Informatika Kurikulum Jurusan Teknik Informatika Kurikulum Program Studi / Jurusan Teknik Informatika jenjang pendidikan Strata 1 (satu) Fakultas Teknik Universitas Janabadra didesain untuk peserta didik (mahasiswa)

Lebih terperinci

KOMPETENSI LULUSAN DAN KURIKULUM PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

KOMPETENSI LULUSAN DAN KURIKULUM PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA KOMPETENSI LULUSAN DAN KURIKULUM PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA A. KOMPETENSI LULUSAN Kompetensi Utama : 1. Kompetensi pedagogik: memiliki pemahaman terhadap peserta didik dan mampu mengelola pembelajaran

Lebih terperinci

SPESIFIKASI JURUSAN JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS BRAWIJAYA SP.UJM-JM-FE-UB.01

SPESIFIKASI JURUSAN JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS BRAWIJAYA SP.UJM-JM-FE-UB.01 SPESIFIKASI JURUSAN JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS BRAWIJAYA SP.UJM-JM-FE-UB.01 Revisi : - Tanggal : 2 Mei 2008 Dikaji ulang oleh : Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya

Lebih terperinci

KOMPETENSI LULUSAN DAN KURIKULUM PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

KOMPETENSI LULUSAN DAN KURIKULUM PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA KOMPETENSI LULUSAN DAN KURIKULUM PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA A. KOMPETENSI LULUSAN Kompetensi Utama : 1. Kompetensi pedagogik: memiliki pemahaman terhadap peserta didik dan mampu mengelola pembelajaran

Lebih terperinci

PEDOMAN REVISI DAN PENERAPAN KURIKULUM PROGRAM STUDI PROGRAM STUDI NERS SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) MATARAM

PEDOMAN REVISI DAN PENERAPAN KURIKULUM PROGRAM STUDI PROGRAM STUDI NERS SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) MATARAM PEDOMAN REVISI DAN PENERAPAN KURIKULUM PROGRAM STUDI PROGRAM STUDI NERS SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) MATARAM VISI MISI Visi STIKES Mataram Menjadi Institusi pendidikan tinggi kesehatan yang mampu

Lebih terperinci

PEDOMAN PERWALIAN KURIKULUM 2016

PEDOMAN PERWALIAN KURIKULUM 2016 JURUSAN TEKNIK INATIKA No. Revisi : - A. PEDOMAN PERWALIAN MAHASISWA MULAI ANGKATAN 2016 DAN SETELAHNYA Semester I Gasal (Tingkat I) Semua mata kuliah di semester I (satu) pada tabel 1 wajib dikontrak.

Lebih terperinci

KURIKULUM PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

KURIKULUM PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA KURIKULUM PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FKIP UNIVERSITAS SRIWIJAYA TAHUN 2014 A. VISI Visi Program Studi Pendidikan Fisika: Menghasilkan tenaga

Lebih terperinci

KURIKULUM TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2011

KURIKULUM TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2011 KURIKULUM TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2011 A. Visi Program Studi Teknik Informatika pada dasawarsa kedua abad ke 21 menjadi program pendidikan akademik yang terkemuka di bidang riset dan rekayasa

Lebih terperinci

GUGUS KENDALI MUTU PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK USU

GUGUS KENDALI MUTU PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK USU Halaman : 1-15 Disiapkan Oleh Disahkan Oleh USU Nama Jabatan Tanda Tangan Tanggal Ir. Nurlisa Ginting, MSc Ketua Program Studi Magister Arsitektur USU 25/11/2008 Nama Jabatan Tanda Tangan Tanggal Prof.

Lebih terperinci

SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI) AKMI BATURAJA

SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI) AKMI BATURAJA STANDAR ISI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI) AKMI BATURAJA 2015 Standar isi mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.

Lebih terperinci

PANDUAN PENGISIAN KARTU RENCANA STUDI (KRS) PROGRAM STUDI SISTEM KOMPUTER TAHUN AJARAN GENAP 2017 / 2018

PANDUAN PENGISIAN KARTU RENCANA STUDI (KRS) PROGRAM STUDI SISTEM KOMPUTER TAHUN AJARAN GENAP 2017 / 2018 PANDUAN PENGISIAN KARTU RENCANA STUDI (KRS) PROGRAM STUDI SISTEM KOMPUTER TAHUN AJARAN GENAP 2017 / 2018 FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS BUDI LUHUR 2017 PANDUAN PENGISIAN KRS UNTUK MAHASISWA ANGKATAN

Lebih terperinci

Magister Pendidikan Biologi

Magister Pendidikan Biologi Magister Program Studi Magister (Prodi MPBIO) Program Pascasarjana Syiah Kuala secara resmi menerima mahasiswa baru pada tahun pembelajaran 011/01. Mahasiswa yang diterima dalam dua program, yaitu program

Lebih terperinci

PROGRAM KERJA (PROGKER) PERIODE PROGRAM DOKTOR TEKNIK SIPIL

PROGRAM KERJA (PROGKER) PERIODE PROGRAM DOKTOR TEKNIK SIPIL PROGRAM KERJA (PROGKER) PERIODE 2015-2016 PROGRAM DOKTOR TEKNIK SIPIL PROGRAM DOKTOR TEKNIK SIPIL JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2015 PROGRAM KERJA (PROGKER) PERIODE 2015 2016

Lebih terperinci

Laporan Studi Jadwal Kelas PROGRAM STUDI HARI JAM MULAI JAM SELESAI KELAS KODE MK NAMA MK RUANG JML PESERTA Matematika SENIN 07:30:00 09:15:00 A

Laporan Studi Jadwal Kelas PROGRAM STUDI HARI JAM MULAI JAM SELESAI KELAS KODE MK NAMA MK RUANG JML PESERTA Matematika SENIN 07:30:00 09:15:00 A Laporan Studi Jadwal Kelas PROGRAM STUDI HARI JAM MULAI JAM SELESAI KELAS KODE MK NAMA MK RUANG JML PESERTA Matematika SENIN 07:30:00 09:15:00 A MAM4722 PERANGKAT LUNAK MATEMATIKA lab A 24 Matematika SENIN

Lebih terperinci

PERAN MATA KULIAH STUDI INDUSTRI DALAM KURIKULUM JURUSAN KIMIA FMIPA UNJANI CIMAHI BANDUNG

PERAN MATA KULIAH STUDI INDUSTRI DALAM KURIKULUM JURUSAN KIMIA FMIPA UNJANI CIMAHI BANDUNG 533 PERAN MATA KULIAH STUDI INDUSTRI DALAM KURIKULUM JURUSAN KIMIA FMIPA UNJANI CIMAHI BANDUNG Rusvirman Muchtar, Jasmansyah, Yenny Febriani Yun, Lilis Siti Aisyah, Hernandi Sujono, Rahmaniar Mulyani Jurusan

Lebih terperinci

LAPORAN PENYUSUNAN MODUL BAHAN AJAR PROGRAM STUDI S1 MATEMATIKA

LAPORAN PENYUSUNAN MODUL BAHAN AJAR PROGRAM STUDI S1 MATEMATIKA LAPORAN PENYUSUNAN MODUL BAHAN AJAR PROGRAM STUDI S1 MATEMATIKA Hal Ke-69 PROGRAM STUDI S1 MATEMATIKA Kepada Yth. Hendro Wuryanto, S.Si., M.M,., selaku Ketua Program Studi S1 Matematika, berdasarkan data

Lebih terperinci

DISTRIBUSI MATA KULIAH PER SEMESTER PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA JENJANG PENDIDIKAN DIPLOMA TIGA (D-III) Mata Kuliah SKS Kel

DISTRIBUSI MATA KULIAH PER SEMESTER PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA JENJANG PENDIDIKAN DIPLOMA TIGA (D-III) Mata Kuliah SKS Kel JENJANG DIPLOMA PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA Visi Program Studi Menjadi program studi unggulan di manajemen informatika serta penerapan teknologi informasi di Indonesia dan menjadi program studi

Lebih terperinci

PEMA UNDIKNAS Standar & Borang SPMI Beban SKS Efektif Program Studi D.25

PEMA UNDIKNAS Standar & Borang SPMI Beban SKS Efektif Program Studi D.25 1 UNIVERSITAS PENDIDIKAN NASIONAL (UNDIKNAS) STANDAR BEBAN SKS EFEKTIF PROGRAM STUDI Kode/No : STD/SPMI-A3/D.25 Tanggal : 20-12-2016 Revisi : I Halaman : 1-4 STANDAR BEBAN SKS EFEKTIF PROGRAM STUDI Proses

Lebih terperinci

KURIKULUM PROGRAM S1 PENDIDIKAN MATEMATIKA FPMIPA UPI

KURIKULUM PROGRAM S1 PENDIDIKAN MATEMATIKA FPMIPA UPI KURIKULUM PROGRAM S1 PENDIDIKAN MATEMATIKA FPMIPA UPI Oleh:Utari Sumarmo, FPMIPA UPI Makalah disajikan pada diskusi Himpunan Matematika Indonesia (HMI) di Departemen Matematika ITB tanggal 24 Mei 200 A.

Lebih terperinci

BAGIAN KETIGA FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO

BAGIAN KETIGA FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO BAGIAN KETIGA FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO FAKULTAS PERTANIAN A. Sejarah Singkat Fakultas Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto didirikan bersamaan dengan tiga

Lebih terperinci

Ketentuan Akademik 1. Kurikulum Kepmendiknas nomor 232/U/2000

Ketentuan Akademik 1. Kurikulum Kepmendiknas nomor 232/U/2000 Ketentuan Akademik 1. Kurikulum Penyelenggaraan pendidikan pada Program Diploma III Keperawatan Akademi Keperawatan Panti Rapih Yogyakarta menggunakan kurikulum berbasis kompetensi. Kurikulum ini disusun

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN A. SEJARAH, PERKEMBANGAN DAN PENGEMBANGAN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

I. PENDAHULUAN A. SEJARAH, PERKEMBANGAN DAN PENGEMBANGAN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI I. PENDAHULUAN A. SEJARAH, PERKEMBANGAN DAN PENGEMBANGAN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI Fakultas Teknologi Industri merupakan salah satu Fakultas Teknik di lingkungan UPN Veteran Jawa Timur. Fakultas Teknologi

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN LANJUTAN

PENGEMBANGAN LANJUTAN Pengantar PENGEMBANGAN LANJUTAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2015 Setiap 5 (lima) tahun sekali sejak

Lebih terperinci

Pedoman Penyelenggaraan Tugas Akhir dan Sidang Sarjana Program Studi Farmasi Universitas Islam Bandung

Pedoman Penyelenggaraan Tugas Akhir dan Sidang Sarjana Program Studi Farmasi Universitas Islam Bandung Pedoman Penyelenggaraan Tugas Akhir dan Sidang Sarjana 2015 Program Studi Farmasi Universitas Islam Bandung Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 Dalam Pedoman Akademik tentang Penyelenggaraan Tugas Akhir ini yang

Lebih terperinci

STANDAR ISI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO

STANDAR ISI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO STANDAR ISI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO SPMI-UNDIP SM 04 06 SEMARANG 2O16 Standar Isi Sistem Penjaminan Mutu Internal Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro

Lebih terperinci

SPESIFIKASI PROGRAM STUDI

SPESIFIKASI PROGRAM STUDI SPESIFIKASI PROGRAM STUDI PRODI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ISLAM MALANG Universitas Islam Malang, 2015 All Rights Reserved i Spesifikasi Program Studi MANAJEMEN Fakultas Ekonomi Universitas

Lebih terperinci

Profil Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP)

Profil Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP) Profil Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP) 1. Sejarah Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP) merupakan program studi yang melaksanakan kegiatan akademik bidang pengelolaan sumberdaya

Lebih terperinci

KURIKULUM INSTITUSI PROGRAM DIPLOMA III GIZI JURUSAN GIZI

KURIKULUM INSTITUSI PROGRAM DIPLOMA III GIZI JURUSAN GIZI KURIKULUM INSTITUSI PROGRAM DIPLOMA III GIZI JURUSAN GIZI POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN PALANGKA RAYA TAHUN 2015 Laporan Kegiatan Pilkajur Gizi 2013 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kegiatan

Lebih terperinci

Data dosen tetap yang bidang keahliannya sesuai dengan Program Studi Teknik Kimia

Data dosen tetap yang bidang keahliannya sesuai dengan Program Studi Teknik Kimia 4.3.1. Data dosen tetap yang bidang keahliannya sesuai dengan Program Studi Teknik Kimia No NIDN/ NIK** Tgl. Lahir Jabatan Akademik Gelar Akademik Pendidikan S1, S2, S3 dan Asal Universitas (*) Bidang

Lebih terperinci

DESKRIPSI MATA KULIAH

DESKRIPSI MATA KULIAH DESKRIPSI MATA KULIAH Mata kuliah ILMU LINGKUNGAN SKS 2 (2 0) Kode MPA 014 Prasyarat Kompetensi Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu: Menjelaskan dan menganalisis permasalahan lingkungan yang

Lebih terperinci

RENCANA INDUK PENGEMBANGAN (RIP)

RENCANA INDUK PENGEMBANGAN (RIP) RENCANA INDUK PENGEMBANGAN (RIP) 2015-2028 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2015 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT atas tersusunnya Rencana Induk Pengembangan (RIP) Fakultas Farmasi

Lebih terperinci

JADWAL UJIAN SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER STMIK U'BUDIYAH INDONESIA SEMESTER GANJIL TAHUN AKADEMIK 2013/2014

JADWAL UJIAN SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER STMIK U'BUDIYAH INDONESIA SEMESTER GANJIL TAHUN AKADEMIK 2013/2014 JADWAL UJIAN SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER STMIK U'BUDIYAH INDONESIA SEMESTER GANJIL TAHUN AKADEMIK 2013/2014 HARI NO JAM MATA KULIAH SKS RUANG PRODI DOSEN 1 08.30-10.30 Bahasa Indonesia

Lebih terperinci

SPESIFIKASI PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS BRAWIJAYA. Universitas Brawijaya, 2008 All Rights Reserved

SPESIFIKASI PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS BRAWIJAYA. Universitas Brawijaya, 2008 All Rights Reserved SPESIFIKASI PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS BRAWIJAYA Universitas Brawijaya, 2008 All Rights Reserved Spesifikasi PROGRAM STUDI PSIKOLOGI Fakultas Ilmu Sosial Universitas Brawijaya

Lebih terperinci

LAPORAN HASIL SAR SEMESTER GENAP 2016/2017

LAPORAN HASIL SAR SEMESTER GENAP 2016/2017 LAPORAN HASIL SAR PANDUAN PEMBENTUKA PANDUAN PEMBENTUKAN ORGANISASI SEMESTER GENAP 2016/2017 KANTOR PENJAMINAN MUTU INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2017 i Laporan SAR Semester Genap 2016/2017

Lebih terperinci

PENDAHULUAN VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, DAN PROFIL LULUSAN PROGRAM STUDI

PENDAHULUAN VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, DAN PROFIL LULUSAN PROGRAM STUDI PENDAHULUAN Perubahan merupakan suatu keniscayaan. Perubahan yang tejadi memerlukan penyesuaian, bila ingin tetap bertahan pada kondisi yang telah berubah. Kemajuan ilmu pengetahuan merupakan suatu bagian

Lebih terperinci

Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 232/U/2000

Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 232/U/2000 Peraturan Dikti Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 232/U/2000 12 Februari 2006, 23:34:08 KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 232/U/2000 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN KURIKULUM

Lebih terperinci

Aturan Konversi Kurikulum 2009 Kurikulum 2013

Aturan Konversi Kurikulum 2009 Kurikulum 2013 Aturan Konversi Kurikulum 2009 Kurikulum 2013 Jumlah total SKS yang harus ditempuh untuk mendapatkan gelar sarjana pada Kurikulum 2013 adalah 144 SKS, masih sama dengan Kurikulum 2009. Perbedaan yang cukup

Lebih terperinci

Dokumen Kurikulum Program Studi : Sarjana Biologi. Lampiran II

Dokumen Kurikulum Program Studi : Sarjana Biologi. Lampiran II Dokumen Kurikulum 2013-2018 Program Studi : Sarjana Biologi Lampiran II Fakultas : Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung

Lebih terperinci

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA. 3.1 Mampu menganalisis, merencanakan, mengelola, mengevaluasi, dan mengkomunikasikan sumber daya informasi

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA. 3.1 Mampu menganalisis, merencanakan, mengelola, mengevaluasi, dan mengkomunikasikan sumber daya informasi FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI Program Studi Jenjang Pendidikan JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA PROGRAM SARJANA Capaian Pembelajaran Program Studi kerja Pengetahuan yang dikuasai 1.1 Mampu mengidentifikasi, menganalisis

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, REPUBLIK INDONESIA NOMOR 232/U/2000 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, REPUBLIK INDONESIA NOMOR 232/U/2000 TENTANG KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 232/U/2000 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI DAN PENILAIAN HASIL BELAJAR MAHASISWA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, Menimbang:

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 232/U/2000 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 232/U/2000 TENTANG SALINAN KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 232/U/2000 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI DAN PENILAIAN HASIL BELAJAR MAHASISWA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. DAFTAR ISI 1 Lembar Pengesahan 2 Daftar Distribusi 2 Catatan Perubahan 2

DAFTAR ISI. DAFTAR ISI 1 Lembar Pengesahan 2 Daftar Distribusi 2 Catatan Perubahan 2 Halaman : 1 dari 13 DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI 1 Lembar Pengesahan 2 Daftar Distribusi 2 Catatan Perubahan 2 KATA PENGANTAR 3 BAB I PENDAHULUAN 4 BAB II ARAH KEBIJAKAN 5 Umum 5 Pendidikan 5 Penelitian

Lebih terperinci

KURIKULUM PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG (UNISSULA) SEMARANG 2009

KURIKULUM PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG (UNISSULA) SEMARANG 2009 KURIKULUM PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG (UNISSULA) SEMARANG 009 I. MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (MPK) TI Pendidikan Agama Islam I TI Pendidikan

Lebih terperinci

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA KURIKULUM 2016

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA KURIKULUM 2016 PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA KURIKULUM 2016 Kurikulum program studi Teknik Informatika disusun mengacu standar kurikulum internasional NIIT India, Oracel academy, Curricula 2005 yang dipadukan dengan

Lebih terperinci

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS GADJAH MADA NOMOR 581/P/SK/HT/2010

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS GADJAH MADA NOMOR 581/P/SK/HT/2010 PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS GADJAH MADA NOMOR 581/P/SK/HT/2010 TENTANG PANDUAN UMUM PENYUSUNAN KURIKULUM 2010 PROGRAM STUDI JENJANG SARJANA DI UNIVERSITAS GADJAH MADA REKTOR UNIVERSITAS GADJAH MADA, Menimbang

Lebih terperinci

APLIKASI PEWARNAAN GRAF PADA PENJADWALAN PERKULIAHAN DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA UNWIDHA KLATEN

APLIKASI PEWARNAAN GRAF PADA PENJADWALAN PERKULIAHAN DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA UNWIDHA KLATEN APLIKASI PEWARNAAN GRAF PADA PENJADWALAN PERKULIAHAN DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA UNWIDHA KLATEN Tasari* Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengaplikasikan pewarnaan graf pada penjadwalan

Lebih terperinci

SOSIALISASI KURIKULUM KIMIA Tim Kurikulum Departemen Kimia FMIPA UGM 27 Juli 2016

SOSIALISASI KURIKULUM KIMIA Tim Kurikulum Departemen Kimia FMIPA UGM 27 Juli 2016 SOSIALISASI KURIKULUM KIMIA 2016 Tim Kurikulum Departemen Kimia FMIPA UGM 27 Juli 2016 Pendekatan Revisi Kurikulum 2016 Kuliah Dasar Kalkulus (2 x 3 sks) Fisika Dasar (2 x 3 sks) Jaminan mutu: Standardisasi

Lebih terperinci

RENCANA INDUK PENGEMBANGAN (RIP)

RENCANA INDUK PENGEMBANGAN (RIP) RENCANA INDUK PENGEMBANGAN (RIP) 2015-2028 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2015 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT atas tersusunnya Rencana Induk Pengembangan (RIP) Fakultas Farmasi

Lebih terperinci

BUKU KURIKULUM PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI

BUKU KURIKULUM PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI BUKU KURIKULUM PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI INSTITUT KEUANGAN-PERBANKAN DAN INFORMATIKA ASIA PERBANAS 015 KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena

Lebih terperinci

KURIKULUM FAKULTAS PERTANIAN UNBAR PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI

KURIKULUM FAKULTAS PERTANIAN UNBAR PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI KURIKULUM FAKULTAS PERTANIAN UNBAR PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI Kode Kode SEM No Mata Kuliah sks MK SEM No Mata Kuliah sks MK I 1 Pendidikan Agama 2 MPK1101 V 1 Komputer Aplikasi 3 MKK1526 2 Pancasila 2

Lebih terperinci

PEDOMAN AKADEMIK PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN

PEDOMAN AKADEMIK PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN PEDOMAN AKADEMIK PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN A. Tim penyusun Koordinator Anggota : Dr. Nining Sugihartini, M.Si., Apt : Dr. Dyah Aryani Perwitasari, M.Si.,

Lebih terperinci

DAFTAR ISI DAFTAR ISI... 1 VISI, MISI DAN TUJUAN... 1 DAFTAR DOSEN... 2 KURIKULUM... 5 RENCANA INDUK PENELITIAN... 20

DAFTAR ISI DAFTAR ISI... 1 VISI, MISI DAN TUJUAN... 1 DAFTAR DOSEN... 2 KURIKULUM... 5 RENCANA INDUK PENELITIAN... 20 DAFTAR ISI DAFTAR ISI... 1 VISI, MISI DAN TUJUAN... 1 DAFTAR DOSEN... KURIKULUM... 5 RENCANA INDUK PENELITIAN... 0 1.1. Visi VISI, MISI DAN TUJUAN Menjadi Program Studi yang unggul bidang Rekayasa Teknologi

Lebih terperinci

PANDUAN PENGISIAN KARTU RENCANA STUDI (KRS) PROGRAM STUDI SISTEM KOMPUTER TAHUN AJARAN GASAL 2017 / 2018

PANDUAN PENGISIAN KARTU RENCANA STUDI (KRS) PROGRAM STUDI SISTEM KOMPUTER TAHUN AJARAN GASAL 2017 / 2018 PANDUAN PENGISIAN KARTU RENCANA STUDI (KRS) PROGRAM STUDI SISTEM KOMPUTER TAHUN AJARAN GASAL 2017 / 2018 FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS BUDI LUHUR 2017 PANDUAN PENGISIAN KRS UNTUK MAHASISWA BARU

Lebih terperinci

SPESIFIKASI PROGRAM STUDI S1 TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MURIA KUDUS

SPESIFIKASI PROGRAM STUDI S1 TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MURIA KUDUS SPESIFIKASI PROGRAM STUDI S1 TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MURIA KUDUS SPS PROGRAM STUDI S1 TEKNIK INFORMATIKA SF 1 1 Revisi : IV Tanggal : 18 Agustus 2012 Dikaji ulang oleh : Pembantu

Lebih terperinci

PEDOMAN PENGEMBANGAN KURIKULUM SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI CURUP TAHUN 2014

PEDOMAN PENGEMBANGAN KURIKULUM SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI CURUP TAHUN 2014 PEDOMAN PENGEMBANGAN KURIKULUM SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI CURUP TAHUN 2014 Dokumen Internal Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Curup Jl. Dr. AK.Gani No. 1 Dusun Curup Kabupaten Rejang Lebong Propinsi

Lebih terperinci

STANDAR 1. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN

STANDAR 1. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN STANDAR 1. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, SERTA STRATEGI PENCAPAIAN 1.1. Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran serta Strategi Pencapaian Jelaskan mekanisme penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran program

Lebih terperinci

KURIKULUM KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA

KURIKULUM KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA KURIKULUM KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA A. Identitas Program Studi 1. NamaProgram Studi : Pendidikan Teknik Informatika 2. Izin Pendirian : 163/DIKTI/Kep/2007 3. Status Akreditasi : B 4. Visi

Lebih terperinci

PANDUAN PENGISIAN KRS PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEMESTER GENAP 2012/2013

PANDUAN PENGISIAN KRS PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEMESTER GENAP 2012/2013 Panduan Pengisian KRS Teknik Informatika Semester Genap 01/01 PANDUAN PENGISIAN KRS PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA SEMESTER GENAP 01/01 DAFTAR ISI PANDUAN 1. Bagan Prasyarat Matakuliah. Petunjuk Pengisian

Lebih terperinci

DAFTAR MATA KULIAH. : Kurikulum Prodi S1 Teknik Elektro SK Rektor No: Acuan

DAFTAR MATA KULIAH. : Kurikulum Prodi S1 Teknik Elektro SK Rektor No: Acuan DAFTAR MATA KULIAH Program Studi Fakultas Perguruan Tinggi Konsentrasi Acuan : Strata 1 (S1) Teknik Elektro : Sains dan Teknologi : UIN Suska Riau : Elektronika Instrumentasi : Kurikulum Prodi S1 Teknik

Lebih terperinci

KETENTUAN EKIVALENSI KURIKULUM JURUSAN TEKNIK ELEKTRO DAN KOMPUTER

KETENTUAN EKIVALENSI KURIKULUM JURUSAN TEKNIK ELEKTRO DAN KOMPUTER KETENTUAN EKIVALENSI KURIKULUM JURUSAN TEKNIK ELEKTRO DAN KOMPUTER. SKS Mata kuliah pada kurikulum lama seluruhnya diakui, kekurangannya diambilkan di kurikulum baru (kode Baru) sesuai dengan hasil ekivalensi

Lebih terperinci

STIKes Nurliana Medan (STIKNA)

STIKes Nurliana Medan (STIKNA) Susunan Kurikulum Program Studi Farmasi. Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) SKS Bertujuan untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa pada Tuhan YME, berbudi pekerti luhur,

Lebih terperinci

PANDUAN PENGISIAN KRS PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA UNTUK SEMESTER GENAP 2017/2018 (periode pengisian KRS Semester Gasal 2017/2018)

PANDUAN PENGISIAN KRS PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA UNTUK SEMESTER GENAP 2017/2018 (periode pengisian KRS Semester Gasal 2017/2018) PANDUAN PENGISIAN KRS PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA UNTUK SEMESTER GENAP 2017/2018 (periode pengisian KRS Semester Gasal 2017/2018) DAFTAR ISI PANDUAN 1. Bagan Prasyarat Matakuliah Kurikulum 2015 2.

Lebih terperinci

::Sekolah Pascasarjana IPB (Institut Pertanian Bogor)::

::Sekolah Pascasarjana IPB (Institut Pertanian Bogor):: Contributed by Administrator adalah program pendidikan strata 3 (S3) yang ditujukan untuk memperoleh gelar akademik doktor sebagai gelar akademik tertinggi. Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan

Lebih terperinci

BEBAN STUDI SESUAI INDEKS PRESTASI (IP) SEMESTER

BEBAN STUDI SESUAI INDEKS PRESTASI (IP) SEMESTER BEBAN STUDI SESUAI INDEKS PRESTASI (IP) SEMESTER Ketentuan beban studi yang boleh diambil pada semester berikutnya diberikan dalam tabel di bawah ini. IP semester yang diperoleh Beban studi dalam semester

Lebih terperinci

KEBIJAKAN MUTU AKADEMIK

KEBIJAKAN MUTU AKADEMIK Kode Dokumen Nama Dokumen Edisi Disahkan Tanggal Disimpan di- KM-AAYKPN Kebijakan Mutu 01-Tanpa 24 Agustus 2010 UPM-AAYKPN Revisi KEBIJAKAN MUTU AKADEMIK AKADEMI AKUNTANSI YKPN YOGYAKARTA Disusun Oleh

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2006 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS AIRLANGGA

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2006 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS AIRLANGGA PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2006 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS AIRLANGGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, Menimbang : a. bahwa dalam

Lebih terperinci

BEBAN STUDI SESUAI INDEKS PRESTASI (IP) SEMESTER

BEBAN STUDI SESUAI INDEKS PRESTASI (IP) SEMESTER BEBAN STUDI SESUAI INDEKS PRESTASI (IP) SEMESTER Ketentuan beban studi yang boleh diambil pada semester berikutnya diberikan dalam tabel di bawah ini. IP semester yang diperoleh Beban studi dalam semester

Lebih terperinci

HIGHLIGHT KURIKULUM 2016 PROGRAM STUDI S1 ILMU KOMPUTER

HIGHLIGHT KURIKULUM 2016 PROGRAM STUDI S1 ILMU KOMPUTER HIGHLIGHT KURIKULUM 2016 PROGRAM STUDI S1 ILMU KOMPUTER Dokumen ini memberikan penjelasan mengenai Kurikulum 2016 yang diberlakukan untuk program studi S1 Reguler Ilmu Komputer dan Sistem Informasi mulai

Lebih terperinci

Lampiran: Data Mata Kuliah Semester Ganjil FMIPA USU T.A 2008/2009

Lampiran: Data Mata Kuliah Semester Ganjil FMIPA USU T.A 2008/2009 61 Lampiran: Data Mata Kuliah Semester Ganjil FMIPA USU T.A 2008/2009 ID KodeMK NamaMK SKS Fakultas 1 BIO302 Metode Penelitian dan Teknik Penulisan Ilmiah 2 BIO 2 BIO304 Evolusi 2 BIO 3 BIO306 Prinsip

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Darussalam, Juli Dr. T.M. Iqbalsyah,M.Sc.

KATA PENGANTAR. Darussalam, Juli Dr. T.M. Iqbalsyah,M.Sc. KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunianya sehingga penyusunan Buku Kurikulum Program Studi Biologi Berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional

Lebih terperinci

PROSEDUR DESAIN DAN PENGENDALIAN KURIKULUM No. Dokumen

PROSEDUR DESAIN DAN PENGENDALIAN KURIKULUM No. Dokumen PROSEDUR DESAIN DAN PENGENDALIAN KURIKULUM No. Dokumen : PBM-UDINUS-08 Revisi Ke / Tanggal : - / - Berlaku Tanggal : 2 Januari 2009 1. TUJUAN : a. Memberi kepastian tentang desain, verifikasi dan validasi

Lebih terperinci

PETA KURIKULUM PROGRAM MAGISTER SOSIOLOGI FISIP UNIVERSITAS ANDALAS

PETA KURIKULUM PROGRAM MAGISTER SOSIOLOGI FISIP UNIVERSITAS ANDALAS PETA KURIKULUM PROGRAM MAGISTER SOSIOLOGI FISIP UNIVERSITAS ANDALAS I. VISI Pada tahun 2020 menjadi Program Studi yang bermartabat dan terkemuka di bidang kajian perubahan sosial dan pembangunan di Wilayah

Lebih terperinci

DISTRIBUSI MATA KULIAH PER SEMESTER PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI JENJANG PENDIDIKAN STRATA SATU (S1) Mata Kuliah

DISTRIBUSI MATA KULIAH PER SEMESTER PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI JENJANG PENDIDIKAN STRATA SATU (S1) Mata Kuliah DISTRIBUSI MATA KULIAH PER SEMESTER PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI JENJANG PENDIDIKAN STRATA SATU (S1) SEMESTER 1 SKS Kel 1. DU-21102 Bahasa Inggris 1 1 BB 2. DK-11204 Kalkulus 1 2 KK 3. DK-11206 Logika

Lebih terperinci

STANDAR 2 STANDAR ISI

STANDAR 2 STANDAR ISI STANDAR 2 STANDAR ISI Standar isi mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar isi terdiri dari: 1. Standar kerangka

Lebih terperinci

August 20. Kurikulum Fisika. Daftar Kompetensi Kurikulum dan Matakuliah Jabarannya Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA UM

August 20. Kurikulum Fisika. Daftar Kompetensi Kurikulum dan Matakuliah Jabarannya Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA UM August 20 Kurikulum Daftar Kompetensi Kurikulum dan Matakuliah Jabarannya Program Studi Pendidikan FMIPA UM Utama DAFTAR KOMPETENSI KURIKULUM DAN JABARANNYA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA FMIPA UM ANGKATAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Politeknik TEDC didirikan pada tahun 2002 berdasarkan ijin. penyelenggaraan dari DIKTI No. 73/D/O/2002. Politeknik TEDC merupakan

BAB I PENDAHULUAN. Politeknik TEDC didirikan pada tahun 2002 berdasarkan ijin. penyelenggaraan dari DIKTI No. 73/D/O/2002. Politeknik TEDC merupakan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Politeknik TEDC didirikan pada tahun 2002 berdasarkan ijin penyelenggaraan dari DIKTI No. 7/D/O/2002. Politeknik TEDC merupakan lembaga pendidikan tinggi yang

Lebih terperinci

Evaluasi Kurikulum Prodi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia FTI UII Yogyakarta

Evaluasi Kurikulum Prodi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia FTI UII Yogyakarta Evaluasi Kurikulum Prodi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia FTI UII Yogyakarta Sejarah Kurikulum Prodi Teknik Informatika Hingga saat ini, Program Studi Teknik Informatika

Lebih terperinci

Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa MAJELIS WALI AMANAT UNIVERSITAS INDONESIA

Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa MAJELIS WALI AMANAT UNIVERSITAS INDONESIA PERATURAN MAJELIS WALI AMANAT UNIVERSITAS INDONESIA Nomor : 008/Peraturan/MWA-UI/2005 TENTANG NORMA KURIKULUM PENDIDIKAN PROFESI DI UNIVERSITAS INDONESIA Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa MAJELIS WALI

Lebih terperinci

KANTOR PENJAMINAN MUTU INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

KANTOR PENJAMINAN MUTU INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER KANTOR PENJAMINAN MUTU INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER 2017 INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER Kampus ITS Sukolilo-Surabaya 60111 Telp: 031-5994418 http://www.its.ac.id STANDAR MUTU SPMI (Quality

Lebih terperinci

STANDAR ISI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL

STANDAR ISI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL SM SPMI Hal : 1/12 1 Judul STANDAR ISI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER STMIK-SPMI SM 01 SUMEDANG 2016 SM SPMI Hal : 2/12 2 Lembar Pengendalian STANDAR

Lebih terperinci

PROGRAM STUDI S1 TEKNIK ELEKTRO UIN Suska Riau Konversi Mata Kuliah dari Kurikulum 2005 ke Kurikulum 2010

PROGRAM STUDI S1 TEKNIK ELEKTRO UIN Suska Riau Konversi Mata Kuliah dari Kurikulum 2005 ke Kurikulum 2010 PROGRAM STUDI S TEKNIK ELEKTRO UIN Suska Riau Konversi Mata Kuliah dari Kurikulum 00 ke Kurikulum 00 Perhatian: Mahasiswa angkatan 00 s/d 009 tetap menulis nama mata kuliah pada KRS menurut kurikulum 00

Lebih terperinci

Jumlah. Jumlah Pertemuan yang Dilaksanakan. Nama Dosen Tetap. Kode Mata Kuliah. Jumlah Kelas. Bidang Keahlian. No. Nama Mata Kuliah.

Jumlah. Jumlah Pertemuan yang Dilaksanakan. Nama Dosen Tetap. Kode Mata Kuliah. Jumlah Kelas. Bidang Keahlian. No. Nama Mata Kuliah. Data aktivitas mengajar dosen tetap bidang keahliannya sesuai dengan PS, dalam satu tahun akademik terakhir di PS ini dengan mengikuti format tabel berikut: No. MAM 4180 Dasar (Fisika) 1 Prof. Dr. Drs.

Lebih terperinci

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG NOMOR: 162/O/2004 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG NOMOR: 162/O/2004 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG NOMOR: 162/O/2004 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG REKTOR UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG, Menimbang : bahwa dalam rangka pelaksanaan

Lebih terperinci

STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN Universitas Respati Yogyakarta Jln. Laksda Adi Sucipto KM 6.3 Depok Sleman Yogyakarta Telp : 0274-488 781 ; 489-780 Fax : 0274-489780 B A D A N P E N J A M I N

Lebih terperinci